High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 15 Azazel 2

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Episode Azazel 2[edit]

Aku, Azazel, Selalu berpikir kalau Ddraig dan Albion yang mendapati pemilik dari generasi ini bisa dikategorikan sebagai mahkluk yang tidak beruntung. Mereka mungkin tidak pernah terpikir kalau akan dipanggil sebagai “Oppai Dragon” dan “Ketsuryuukou”.


“Akan ada harinya ketika Aku menyelesaikan pertarunganku dengan Hyoudou Issei. Aku hanya berharap Albion juga menjadi terbiasa dengan situasi Sekiryuutei.”


Vali mengatakan sesuatu hal yang tidak mungkin, dan…..


[.....Mustahil -de gozaru.]


…..itu sangat mustahil kalau dia berbicara dengan mengakhiri kalimat dengan “gozaru”.


Bikou yang berada disampingnya hanya tertawa keras.


“Biarkan. Tidakkah ini menyenangkan? Pertarungan ketat terakhir antara Oppai Dragon dan Ketsu Dragon! Hei, boss Azazel, bisa kau juga memasukan Vali didalam acara tokusatsu “Oppai Dragon”?”


“Ya, Aku juga telah mempertimbangkannya.”


Ketika Aku menjawab begitu–Albion panik.


[--!.....Kau mengatakan Aku tidak bisa menertawakan Ddraig lagi..... Tidak, tidak ada sekalipun Aku tertawa pada si-merah mengenai isu ini.....! Begitu ya, jadi ini apa yang mereka sebut sebagai kawan! Baiklah, ketika aku bertemu Ddraig berikutnya, Aku akan berbagi rasa sakit ini bersama dengannya.....!]


Ini sepertinya ada perubahan dramatis didalam Albion dan dia sepertinya akan menerima itu.


Aku tak pernah terpikir kalau dua Heavenly Dragon akan memahami satu sama lain disini….. Hei hei, bukankah pertarungan antara Heavenly Dragon berakhir disini? Aku tak pernah berpikir alasan itu adalah karena Ise…..


Tanpa bahkan merasakan sedikitpun rasa sakit yang dirasakan kawannya, Vali tersenyum tanpa adanya rasa takut.


“Naga Jahat huh….. Menarik. Jadi Aku mungkin bisa dapat bertemu dengan Crom Cruach yang belum pernah aku temui sebelumnya. Ini sepertinya aku benar-benar bisa menikmati ini.”


Jadi si maniak bertarung ini akan melepaskan potensi sebenarnya huh. Pada akhirnya, sepertinya dia menyebabkan masalah pada pedalaman pegunungan…..


Akan tetapi, Vali tiba-tiba menunjukan pandangan kecut.


“…..Azazel, tentang dalang dibalik kejadian ini….. Aku telah diberitahu siapa itu oleh Euclid Lucifugus sendiri.”


“–!?”


Aku terkejut pada pernyataannya. …..Jadi kau memberitahuku kalau mereka hanya memberitahu Vali?


Vali mengatakan ini sambil merasa jijik sembari menunjukan kebencian yang membara didalam dirinya.


“…Itu dia, Azazel. Orang itu yang merupakan sampah adalah dalangnya kali ini…..!”


Ada satu-satunya orang yang bisa aku pikirkan dari kata-kata Vali dimana ia membawa kebenciannya.


Jika itu adalah kenyataannya, maka kita bukanlah satu-satunya yang akan terluka…..!


…..Kenapa dia memutuskan untuk tampil disaat seperti ini… …?


Aku tidak bisa apa-apa kecuali merasakan kegugupan gelap yang keluar dari tubuhku–