High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 18 Pahlawan Palsu.

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Beberapa saat setelahnya, Ise-kun, Asia-san, Xenovia-san dan Irina-san pergi menuju gerbang meninggalkan tempat ini sembari Aku, Kiba Yuuto, dengan bantuan yang lain mulai melawan sejumlah besar Naga Jahat. Yang tinggal bersamaku adalah Rias-buchou, Akeno-san, Koneko-chan, Gasper-kun, Rossweisse-sensei, dan juga pemilik Holy Spear, Cao-cao.


Cao-cao dan Ladon mulai bertarung. Dengan memegang Holy Spear, dia melepaskan sebuah gelombang suci kepada Ladon. Jika seseorang menerima sebuah pukulan langsung dari Holy Spear itu, bahkan seorang Iblis kelas-atas tidak akan dapat menahannya. Akan tetapi, tepat sebelum serangan itu mengenai Ladon, tampaknya serangan itu seperti dihentikan oleh sesuatu dan kemudian lenyap. Tampaknya ada sesuatu seperti lapisan pelindung yang melindungi tubuh Ladon. Lapisan pelindung diri sendiri Naga ini sungguhlah merepotkan. Meskipun Ladon hanya melakukan sedikit gerakan, dia telah dapat menangkal sebuah serangan dari Holy Spear yang mana menunjukkan lapisan pelindung pertahanannya cukuplah luar biasa. Ladon kemudian tertawa keras terbahak-bahak.


“Aku tidak pernah membayangkan kalau Aku akan bertemu pemilik Holy Spear…, Tampaknya ini membuatku cukup beruntung dengan dihidupkan kembali, Aku jadi dapat melihat sesuatu dari legenda tepat didepanku.”


Cao-Cao mengangkat sedikit pundaknya.


“Ya, ini benar-benar bagus. Ini adalah kedua kalinya kau akan mati jadi kau harus mendapatkan upacara perpisahan yang bagus.”


Orang ini, selalu saja banyak bicara. Ladon kemudian menunjukkan senyuman yang memuakkan.


“Kalau begitu, biarkan aku menunjukkan sesuatu yang menarik.”


Kaki Ladon kemudian bergerak untuk membuat sebuah lingkaran sihir, sebuah Gerbang Naga! Apakah dia mencoba untuk membawa lebih banyak lagi Naga kesini?! Gerbang Naga mulai memancarkan cahaya hijau yang pekat! Melihat ini, Rossweisse-sensei berteriak keras terkejut, –!


“Ini, Naga ini sungguh luar biasa!”


Auranya membuat kita semua bergeming. Benar saja, didalam cahaya hijau yang mana mulai memudar terdapat—– sebuah Naga besar yang berselimutkan sisik hitam.


“RRROOOAAARRRRRR!!!!!~ ~ ~”


Hal itu bahkan membuat udara disekitarnya bergetar. Yang muncul dari lingkaran sihir itu adalah naga Grendel.


Tapi disana ada lebih dari satu Naga! tiga Naga tepatnya! lebih tepat lagi, ada tiga Grendel! Aku dan semuanya yang ada disini terkejut akan kemunculan para Naga Jahat tersebut! Terlebih lagi, mereka bertiga benar-benar hal yang tidak terduga! Ladon, mengatakan ini dengan nada mencemooh mengenai ketiga Naga Jahat tersebut.


“Bagaimana? Mereka dibuat dengan menggunakan Grendel sebagai referensinya, Meskipun mereka masih dalam penyesuaian, mereka terlihat cukup kerenkan?”


…..Untuk berpikir kalau ada hal semacam itu. Teknologi mereka telah mencapai tingkat dimana mereka dapat memproduksi beberapa Grendel?! Akan tetapi, kita bisa melihat kalau ketiga Grendel ini tidak memiliki kesadaran seperti Grendel yang sebenarnya. Pastinya tidak ada apa-apa yang bisa dirasakan dari mereka kecuali dari Ladon yang sedang berdiri dibelakang mereka. …Karena disini terdapat 4 Naga Jahat legendaris yang menjadi lawan kami, kita semua hanya bisa terdiam dan menatap dengan nafas tertahan. —Akan tetapi, hanya satu orang laki-laki yang menunjukkan senyuman menantang, itu adalah Cao Cao. Cao Cao menyatakan kepada Rias-buchou kalau dia akan mengalah para Naga Jahat tersebut.


“Rias Gremory, makhluk tersebut yang ada disana mempunyai lapisan pelindung tidak biasa yang menyelimuti tubuhnya dan terlebih lagi terdapat juga tiga Grendel.”


Dia berkata seperti itu, kita memahami meskipun dengan serangan terkuat kami, itu bukan tandingan lapisan pelindung Ladon. Disana juga terdapat tiga Grendel yang menghadapi kami, jadi situasinya cukuplah suram.


“Aku tahu kalau serangan biasa tidak akan berguna melawan lapisan pelindung ini.”


Mendengar Buchou mengatakan itu, Cao Cao menunjukkan senyuman pahit.


“Untuk seseorang yang dipanggil putri penghancur, kau sungguh tidak percaya diri.”


“Terima kasih atas pujiannya, Aku tidak tahu kenapa semua lawanku adalah makhluk legendaris, jadi kadang-kadang aku tidak percaya diri.”


“Itu tidak seperti dirimu sama sekali, Kau adalah pasangan Hyoudou Issei jadi kau haruslah lebih percaya diri lagi.”


Cao Cao mengatakannya dengan nada sedikit menuduh kepada Buchou.


“Aku akan membuka celah pada pertahanan makhluk ini, …..Sisanya terserah dirimu.”


Buchou menunjukkan ekspresi kebingungan. Yang pasti, ini merupakan situasi yang menguntungkan bagi kami. Rencana mantan musuh ini tampaknya tidak begitu aneh. Buchou sedang curiga kepadanya.


“….. Apakah kau melakukan ini untuk menolongku? Apakah Indra mendapatkan sesuatu dari ini? Kau sungguh percaya diri? Atau itu karena kau memandang rendah diriku?”


Cao Cao menggelengkan kepalanya.


“Tidak. Baik sekarang dan sebelumnya itu adalah sebuah penghormatan. —Meski kau adalah musuh yang harus ditakuti.”


Dari ekspresi didalam matanya, itu tampaknya tidak menunjukkan kalau dia berbohong.


“Saat ini, musuh seperti ini haruslah ditangani oleh pahlawan masa kini. Aku….laki-laki yang pernah tumbang sekali ini terlalu dini untuk membuat alasan baru. Ketika tombak suci datang kembali, maka bersyukurlah.”


Rias-buchou menghela nafas.


“Tepat, Aku tidak suka cara pandangmu sama sekali. Tapi, jika tombak suci digunakan—ini akan menjadi kesempatan kami.”


Buchou menyetujui saran Cao Cao! Cao Cao lalu berdiri disampingku. “Kiba, kakimu masih bisa berlari lebih jauh?”


“Tentu saja Aku bisa.”


“Baguslah, meskipun mereka adalah produksi massal, itu adalah naga jahat legendaris Grendel. Meski berada ditingkat normal, lidah apinya akan mengubah apapun menjadi abu.”


Aku mengeluarkan Gram dari tempat dimana itu disimpan dan memegangnya sembari mengeluarkan aura hitam. Cao Cao mengarahkan matanya kearah pedang demonic-ku. …Dia pastinya sedang berpikir tentang sesuatu. Bagaimanapun juga, rekannya Siegfried merupakan pemilik asli pedang ini. Aku tidak menghiraukan tatapan matanya tersebut dan membuat sebuah pedang suci yang mana menutupi Gram didalamnya. …Hal ni adalah metode pengendalian sama seperti sebelumnya. Meskipun hal ini tidaklah menyelesaikan masalahnya, ini lebih baik daripada tidak sama sekali dan ini cukup lumayan untuk beberapa menit. Jika Aku melepaskan sebuah aura yang besar, energiku akan terserap habis. Akan tetapi, hal ini tidak terhindarkan. Aku telah begitu menyadari hal ini dari awal.


“Itu merupakan sebuah pendekatan yang menarik. Tapi, apakah kemampuanmu bergantung pada pedang demonic?”


“Apa yang kau maksud dengan hal itu?”


“—Baguslah, tak peduli bagaimana situasinya, kau memiliki sebuah ide. Kemampuanmu itu sesuai untuk nama besar Gremory.”


Melihat teknikku itu, kemungkinan dia melihat kalau ada cara lain untuk menggunakan Gram. Tingkat kemampuannya ada diatas diriku. Hanya dengan melihat sekilas dia dapat menduganya. Dia dengan sengaja tidak memberitahuku, itu membuktikan kalau dia mengujiku. Dia hanyalah meletakkan tombaknya diatas pundaknya setelah melakukan gerakan yang anggun, kemudian berbicara padaku.


“Anggota kelurga Gremory, Aku akan menyerang, jangan biarkan dia kabur ketika dia lemah.”


“Kau pikir Aku akan membiarkannya ketika itu muncul? Kau tampaknya sangatlah percaya diri tentang hal ini, jadi kau akan membeberkan kelemahannya?”


Setelah aksi provokasi Ladon, dia menyeringai dengan penuh kepuasan.


“Menarik sekali, tapi mengincar kelemahan para naga bukanlah kemampuan para pahlawan.”


Dalam menanggapinya, dari belakang tubuhnya muncul sebuah cahaya dan tujuh bola-bola berbaur didalamnya! Ini adalah Balance Breaker Holy Spear. Meskipun Aku sebelumnya hanya melihatnya sekali, itu sebenarnya sebuah balance breaker yang sangatlah hebat, itu juga bisa membuat orang merasakan ketakutan yang mutlak disaat yang bersamaan. Ketujuh bola-bola itu mulai melayang disekelilingnya. Setiap bola kristal itu punya kemampuannya masing-masing; Aku teringat kalau kita hampir saja benar-benar dikalahkan oleh benda itu. Tapi sekarang, dia adalah sekutu kita, yang mana membuatku cukup lega dan juga ketakutan disaat yang sama.


Aku mempererat genggamanku pada Gram dan kemudian membentuk kuda-kuda bertempur, bersiap-siap untuk menghadapi para Naga Jahat. Akeno-san mengembangkan sayap Fallen Angel-nya, Gasper-kun berubah menjadi tubuh makhluk kegelapan dan Koneko-chan juga menggunakan senjutsunya yang membuat tubuhnya berkembang menjadi wujud dewasa. Satu demi satu, semua orang mulai menjadi serius.


Tiga Grendel menutupi jalan yang ada didepan Ladon. Tubuh mereka yang besar sekali telah dilindungi oleh lapisan pelindung sihir berwarna orange. Tampaknya Ladon meningkatkan kekuatan pertahanan lapisan pelindungnya. Aslinya, Grendel hanya dilindungi oleh sisik yang keras dan sekarang ditambah juga dengan lapisan-lapisan pertahanan. Sembari tetap waspada melawan para Naga Jahat, kita masing-masing mengunci kesetiap sasaran. Disesaat keheningan—, yang berada didepan –Gasper. berbaur dari kegelapan dalam rupa seekor hewan buas pergi menuju kearah Grendel (A). dia menyerang—dari sisi kanannya. Meski begitu, gerakan tersebut dengan mudah ditangkisnya, lalu dari dalam makhluk kegelapan itu Koneko-chan melompat keluar dan memperkecil jarak dalam sekejap kemudian meninju Grendel di abdomennya dengan tinju yang diperkuat dengan senjutsu! Suara dari pukulan tersebut bergema kedaerah sekitar! Tubuh Grendel terpelanting sedikit. Untuk memastikannya, Koneko-chan berteriak kepada kita semua.


“Ini mempan! Tubuh mereka jauh lebih lemah daripada Grendel yang asli!”


Moral kita semua meningkat! Tentu saja, jika konfrontasi dengan Grendel ini berlanjut, meskipun mereka ada tiga tentu ada cara untuk mengalahkan mereka! Aku berdiri didepan Grendel kedua (B) dan mulai menebasnya! Seranganku bercampuran dengan beberapa tebasan tipuan! Meskipun ia memiliki tubuh yang besar, gerakannya masih lincah seperti yang asli—tapi dari indra keenamku aku merasakan kalau reaksinya sama seperti balok kayu! Mereka cukuplah lambat bahkan untuk tebasan tipuanku yang dapat mengenainya. Ia mengayunkan tinjunya kearaku tapi hanya mengenai bayanganku saja, sembari aku bergerak dengan lebih baik lagi. Ini yang kulakukan ketika Aku telah bergerak tepat dibelakangnya dan melepaskan sebuah serangan demonic! Dikenal sebagai pedang demonic terkuat yang bisa membunuh naga, serangan Gram meninggalkan luka yang besar! Naga kloning itu mengeluarkan tangis kesakitan. Tapi maafkan aku, karena Aku tidak akan menahan diri. Para Naga Jahat—ketika kau adalah lawanku Aku akan menemukan kelemahanmu! Aku mengayunkan pedangku dalam-dalam kepunggung naga tersebut! Pada waktu yang sama Akeno-san dan Rossweisse-san berteriak keras.


“Akeno-san!, Rossweisse-san!”


Menanggapi satu sama lain, Akeno-san terbang ketengah-tengah langit dan mengumpulkan petir diujung jarinya, sedangkan Rossweisse-san menggambar sebuah lingkaran-sihir! Aku mengendurkan pedangku, dan Grendel (B) bergerak untuk memperbesar jarak diantara kita.


“Maju! Petir suci!”


Serangan petir besar Akeno-san mendarat kearah Naga kloning itu—


“Halilintar, hanguskan naga jahat ini!”


Serangan sihir halilintar Rossweisse-san melesat disaat yang bersamaan! Ini adalah kombo pedang demonic dan petir! Meskipun jika mereka telah diperkuat oleh Holy Grail, aura Gram yang berada didalam naga itu akan menyebar dan membunuhnya. Diatas itu, Akeno-san dan Rossweisse-san melepaskan dua serangan petir lain yang sangat kuat. Akibat dari kerusakan dari serangan petir dan efek [dragon slayer] yang mana menyebar didalam tubuhnya, ia memuntahkan sejumlah besar darah dari mulutnya. …..Ini sama seperti dengan apa yang dikatakan Koneko-chan. Grendel ini sangatlah mudah untuk dibinasakan meski dengan lapisan pelindung sihir Ladon yang kuat, bagiku mereka adalah musuh yang mudah untuk dikalahkan.


“Aku terbang!”


Pertarungan antara Grendel (A) dan Rias-buchou sedang berlangsung. Kekuatan Koneko-chan mengelilingi naga itu dan memurnikan empat tungkainya. Makhluk kegelapan yang mana merupakan Gasper menyerangnya dari depan.


<<Naga Jahat biasa, bukanlah lawan yang sepadan untukku!>>


Sebuah tinju datang dari sisi Gasper dan meninju tubuh besar Grendel (A) yang tidak dapat menahan kekuatannya dan terhuyung-huyung kebelakang. Serangan Gasper sepertinya sebuah pukulan yang cukuplah kuat, menyebabkan naga jahat itu memuntahkan darah biru dari mulutnya. Grendel (A) ingin menghindari serangan selanjutnya, tapi Gasper memanipulasi bayangan Naga Jahat yang besar itu dengan menarik kearah dirinya, kemudian melepaskan pukulan lain kepadanya! Disaat yang tidak lama, hal tersebut tidaklah dapat dibayangkan kalau dia akan mampu menunjukkan kekuatan semacam itu terhadap lawannya! Alasannya cukuplah sederhana. Itu karena Gasper-kun, yang sedang berada didalam kondisi ini belakangan dilatih oleh Ise-kun. Ia telah dipengaruhi oleh Ise-kun untuk berlatih pertarungan jarak dekat. Dia saat ini telah menunjukkan hasil latihannya hanya dalam sepuluh menit. Cara ia menggunakan tinjunya sama seperti Ise-kun. Ise-kun, Gasper-kun telah terpengaruh olehmu lagi dan lagi! Gasper-kun terus menghajar Naga jahat itu tanpa henti, lalu dari bawah sihir penghancur Rias-buchou menghancurkan naga tersebut tanpa ampun. Meskipun ia memiliki sisik yang tangguh, itu bukanlah tandingan melawan kekuatan penghancur sihirnya. Hal ini telah dipertunjukkan disaat kami berada dikastil vampir. Semua yang tersisa sekarang adalah Grendel (C) dan Ladon.


“Humph”


Cao Cao bergerak seperti menari untuk menghindari rentetan serangan. Sekarang merupakan saat untuk membalas serangan dengan Holy Spear. hal itu terlihat seperti sebuah permainan bergilir antara anak kecil dan seekor Naga Jahat. Meski ketika lawan mengeluarkan semburan api yang besar, sebuah cahaya dalam jumlah kecil dari tombak itu dapat membalasnya. —Disaat bersamaan, ketujuh bola-bola itu mulai menyerang lapisan pelindung Ladon. Ladon melihat kesekeliling langit, mengikuti gerakan acak bola-bola itu, mata merahnya mulai terlihat tidak sabar.


“…..Sialan.”


Ladon merasa tidak senang, sambil ia mencoba untuk menangkap bola-bola itu didalam lapisan pelindungnya, tapi setiap kemampuan spesial bola-bola tersebut mencegahnya untuk melakukannya. Bola berbentuk tombak telah dapat menembus lapisan pelindungnya, atau mungkin itu merupakan bola yang membuat sebuah benda untuk melarikan diri. Terkadang bola tersebut memantulkan lapisan pelindung tersebut yang mana menyebabkan Grendel (C) terkena. Grendel (C) tampaknya terganggu oleh serangan dari lapisan pelindung itu dan pergi menjauh, sehingga menciptakan sebuah kesempatan yang besar, dimana Aku dan rekan-rekanku menyerangnya. Ladon bahkan tidak dapat menangkap Cao Cao.


“Ada apa, Ladon? Kau bahkan tidak bisa menangkap manusia biasa?”


Ladon menjentikkan lidahnya dalam menanggapi hasutan Cao Cao. Ladon yang sebelumnya sungguh santai sekarang tidak terlihat lagi. Gerakan Cao Cao yang gesit menghajar minggir Grendel (C) lalu lanjut kearah Ladon. Kemudian ia menggunakan Holy Spearnya untuk membuat serangan lanjutan. Dia sungguh cepat, dan juga tidak menunjukkan gerakan yang sia-sia dalam serangannya yang terus-menerus. Akan tetapi, lapisan pelindung Ladon masih melindunginya. Meskipun lapisan pelindung tersebut masih menahan serangan Holy Spear, untuk beberapa saat, pelindung tersebut menghilang…..


“Hehe, memalukan. Meskipun seranganmu sangat cepat, mereka tidak dapat menyentuhku.”


Ekspresi Cao Cao tidak berubah. Dia menyerang dari semua arah. Wajahnya….terlihat menunjukkan sedikit senyuman sinis. Tak ada yang bisa kulakukan ketika melihat Cao Cao—pertarungan mereka sekarang ada diatas udara.


“Aku tidak akan membiarkanmu mengganggu mereka!”


Semua orang mengeliling para Naga Jahat daripada hanya menjadi “pengamat” dan mulai memberi bantuan. Mereka memang bisa diharapkan. Dengan Grendel yang masih menjadi lawanku, ini merupakan saat untuk menyelesaikannya. Grendel (B) yang telah terkena oleh petir masih dapat berdiri, Aku mengeluarkan aura Gram yang masih ada didalamnya lalu menggunakannya untuk meningkatkan kekuatan pedangku dalam rangka mempersiapkan serangan terakhir! Aku berkonsentrasi dalam mengendalikan kekuatannya. …..Jika Aku terganggu, Aku bisa kehilangan kendali dan itu mungkin bisa membuat nyawaku sendiri melayang. Jika Aku terus melakukannya, Aku tak tahu ketika Aku mungkin saja mati. Jika ini untuk teman-temanku, Aku bersedia mati untuk mereka, tapi untuk hari ini apapun alasannya Aku tidak akan mati!


Dengan kekuatan yang diperkuat oleh aura Gram, Aku bergegas menuju kemusuh. Akeno-san dan Rossweisse-san mengikutiku dari kedua sisi, dan melepaskan serangan mereka kepada Grendel (B). Petir Akeno-san membuat Grendel (B) lumpuh, kemudian Rossweisse-san membekukan kakinya, itu mencegahnya untuk bergerak sama sekali. Sekarang merupakan kesempatanku—-Aku melepaskan kekuatan energi Gram langsung kepadanya! Tepat sesaat Aku akan mengenai Grendel (B), Aku menghilangkan pedang holy-demonic yang menutupinya dan mengayunkan kepadanya! Sebuah aura yang keji menutupi seluruh pedang, dan membuat tebasan yang dalam pada dirinya. Aku lalu mengganti ke-mode pedang blacksmith, memanggil para pasukan kesatria naga, dan mereka tanpa henti menyerbu Naga Jahat itu. Setelah memastikan kalau Naga Jahat tersebut telah dibunuh oleh pasukan kesatria nagaku, Aku menjentikkan jariku. “—Itu membuatnya meledak dari dalam.”


Aura Gram yang ada pada Grendel (B) melepaskan sejumlah energi yang besar! Tapi, berkat para kesatria naga, aura kegelapan yang terdapat didalam Grendel (B) tidak menyebar keluar. Dikarenakan itu ada didalamnya, aura dragon slayer membakar seluruh tubuh Naga Jahat itu. Ah, setelah sebuah bunyi retakan, luka yang ditinggalkan oleh para kesatria naga memuncratkan keluar darah biru. Ini adalah teknik paling efektifku untuk melawan para Naga Jahat. Dikarenakan ini terlihat seperti serangan yang begitu brutal, Aku tidak ingin memberikannya nama…..tapi tak bisa dipungkiri kalau itu efektif sekali. Tubuh Grendel (B) terbelah dua dan kemudian langsung terurai menghilang.


“…..Sungguh sebuah serangan sangat kuat yang belum pernah ditunjukkan oleh Kiba.”


Bahkan Rossweisse-san mengakuinya. Aku…..tidak akan lagi ragu-ragu jika seekor naga jahat menjadi lawanku, kalau tidak begitu rekan-rekanku bisa terluka. Ini tentunya sebuah perang yang brutal. Jadi, Aku berjanji pada Ise-kun. —-Apapun yang terjadi, kita pastinya akan membantu satu sama lain, jadi kita semua bisa hidup bersama-sama. Untuk menepati janji ini, Aku akan menggunakan apapun untuk melenyapkan musuhku, Aku berpikir seperti ini setiap Aku berada dimedan pertempuran. Akan tetapi, hal ini telah diputuskan. Grendel ini tidaklah sekuat Grendel yang asli, kemampuan pertahanannya, kegesitannya dan kemampuan menyerangnya berada beberapa tingkat lebih rendah daripada yang asli. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan para Naga Jahat yang diproduksi massal, mereka jauh lebih kuat. Setelah mengalahkan Grendel (B), tampaknya pertarungan melawan Grendel (A) hampir selesai.


<<OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH>>


Gasper-kun mengaum sambil ia menusuk sedikit pundak Grendel (A), kemudian menciptakan seekor makhluk dari kegelapan yang masuk kedalam tubuhnya. Tentu saja, dengan serangan dipundak si naga dan makhluk kegelapan dari dalamnya, tubuhnya meledak kemana-mana. Tubuh bagian atas Grendel (A) meledak berkeping-keping karena serangan Gasper-kun. Tubuh Gasper-kun basah kuyup dan terlumuri oleh darah biru tapi dia tidak mempedulikannya dan terus menghajar naga itu. Grendel (A) jatuh tanah sambil memuntahkan api.


“Serangan terakhir!”


Sihir penghancur Rias-buchou dan serangan Koneko-chan pergi kearah Grendel (A). Grendel (A) tidak tertolong lagi, dan ia berubah menjadi abu.


Grendel (C) mencoba melawan Cao Cao dan mendapatkan beberapa luka dari Holy Spear yang mana membuatnya bertekuk lutut.


“Menyerahlah.”


Akeno-san dan Rossweisse-san, setelah memastikan satu sama lain melepaskan serangan yang lain. Akeno-san membuat tiga ekor naga dengan petir sucinya dan mengarahkan mereka kearah naga jahat! Rossweisse-san menggunakan sihirnya untuk mengikat naga jahat dengan aura berbentuk seperti-tali. Tidak bisa bergerak, Grendel (C) diserang oleh tiga naga petir—. Setelah kilauan cahaya petir yang besar dan suara retakan, Grendel (C) lenyap didalam cahaya. Ketiga Grendel itu sekarang telah dikalahkan! Meskipun kita mendapatkan dukungan Cao Cao, dapat mengalahkan tiga Naga Jahat legendaris adalah pecapaian yang cukup besar. Aku—telah menjadi lebih kuat.


Pertarungan Cao Cao dan Ladon tampaknya menemui titik buntu, kedua belah pihak terlihat saling melukai satu sama lain, tapi—Cao Cao mulai tersenyum.


“—-Itu celahnya, terbanglah”


Tubuh Ladon yang begitu besar—tiba-tiba mulai melayang, dan terbang keatas! Berdasarkan apa yang baru terjadi, Ladon tampak cukup terkejut. Itu dikarenakan sebuah bola telah menempel pada satu kaki Ladon. Itu mungkin saja telah disembunyikan dibawah tanah, jadi ketika Ladon menginjaknya, benda itu akan aktif yang menyebabkannya terbang keatas.


“Hmm!—Ini, ini adalah!? Sebuah bola yang dapat membuat benda lain melayang!?”


Tepat sekali, itu merupakan bola yang memiliki kemampuan untuk membuat terbang. ….Meskipun itu sungguh tidak diduga kalau dapat juga membuat lawannya terbang! Cao Cao-pun tertawa.


“Tidakkah Aku memberitahumu? Mengincar kelemahan lawan adalah sebuah kemampuan pada pahlawan, jadi itu mengelabui lawan-lawannya.”


Akan tetapi, meskipun Ladon telah terlempar keatas udara, dia masih memiliki ekspresi santai.


“Yah, meskipun Aku terlempar keatas udara, lapisan pelindungku masih aktif!”


—Tidak, itu harus dihentikan sekarang. Lalu, Rias-buchou melepaskan sebuah sihir dari tangannya.


“Ayo serang bersama-sama! Aku akan memulainya dengan ini.”


Mengikuti perintah buchou, semuanya melepaskan serangan jarak jauh pada Ladon yang sedang terlempar. Aku menggunakan pedang holy-demonicku untuk menembakkan gelombang energi terus menerus. Tapi, Ladon masih saja memiliki lapisan pelindung pertahanannya, yang membuat semua serangan kami terhalang. Meski demikian ada beberapa saat ketika lapisan pelindung itu menghilang….. dia masih saja tidak tersentuh. Ladon lalu mengeluarkan tawa terbahak-bahak yang keras.


“HAHAHAHAHAHA! Sebuah serangan bertubi-tubi yang lumayan! Tapi! Meskipun lapisan pelindung melemah, Aku masih saja tidak tergores, tak peduli berapa kalipun kamu mencobanya!”


Cao Cao menunjukkan sebuah senyuman licik. —Kemudian, Cao Cao mengarahkan tombaknya kebawah dan menembakkan sebuah cahaya dalam jumlah yang besar dari Holy Spearnya! Aku tidak tahu apa yang ia rencanakan, tapi dibawah dirinya sekarang ada sebuah lubang besar.


“—Tidak, cukup sudah, kau, matilah.”


Dalam sekejap, Ladon menghilang dari langit. Itu hampir seperti sebuah teleportasi instan! Apakah dia melarikan diri? Aku langsung mulai melihat keseluruh penjuru untuk mencarinya! Keberadaannya harusnya masih bisa dirasakan! Setelah mencari kesekitar—tatapan semua orang tertuju pada satu titik. Tentu saja, itu adalah lubang yang Cao Cao buat barusan. Ladon dapat didengar dari dalam lubang. Kita semua berkumpul disekitar lubang, dan melihat kebawah. Naga Jahat itu telah dipindahkan kesana! Disamping Ladon ada sebuah bola yang melayang.


“—!? Teleportasi!? Jadi kau punya kemampuan untuk memindahkan lawanmu! Tapi, kenapa kau menteleport diriku?! Lapisan pelindungku tidak akan menghilang—.”


Disaat yang sama, Cao Cao memindahkan bola transportasi ke sisinya.


“Ketika anggota keluarga Gremory menyerangmu ketika berada diudara, Aku menggerakkan juga bolaku bersamanya. Melawan gelombang serangan semacam itu, lapisan pelindung akan menghilang, dan akan membutuhkan beberapa saat untuk memadat kembali. Aku telah memastikan ini ketika Aku menyerangmu. —Sepanjang ada jeda yang hanya 0,1 detik itu, Aku bisa dengan mudah mengirim satu bola-bolaku kedalam lapisan pelindung tepat disebelahmu. Meski untuk seekor Naga Jahat legendaris seperti dirimu, didalam sebuah jarak yang pendek, Aku masih bisa memindahkanmu.”


…Ketika kita semua menyerangnya serentak, dia mengirim satu dari bola-bolanya mendekat kelapisan pelindung….., lalu, ketika lapisan pelindung menghilang–tidak, ia tidak melewatkan kesempatan itu ketika terjadi, dan mengirim bola itu kedalam lapisan pelindung…..! Jika dia membuat lubang itu duluan maka itu akanlah mencurigakan. Jadi dia mengirim lawannya terbang keudara dulu sehingga dia bisa mempersiapkan diri—. Cao Cao berbicara kepada Rias-buchou.


“Ayo, Rias Gremory. Musuhmu ada didalam lubang. Kau bisa menggunakan seluruh kekuatanmu untuk mengalahkannya. Meskipun jika Holy Spearku tidak bisa mengalahkan Ladon, dengan sihir penghancurmu, itu masih mungkin untuk mengalahkannya.”


Setelah mendengarkan saran Cao Cao, Buchou mulai memusatkan sihirnya. Dia sedang mempersiapkan sebuah serangan yang mana akan melenyapkan total lawannya. Dari dalam lubang, Lado berteriak.


“Apa yang bisa dilakukan lubang ini hanya mencegahku untuk bergerak…..!”


Lubang ini hanya cukup untuk menahan tubuh Ladon. Kearah dasar lubang itu, Cao Cao berkata.


“Aku hanyalah seorang manusia “lemah”, untuk menjadi sebuah legenda, Aku tidak siap untuk itu sekarang. —Kau tersangkut di gua ini, Bisakah kau bertahan setelah mengalami kerusakan dari sihir penghancur Rias Gremory?”


“Humph! Sialan! Ini konyol….!”


…Sungguh laki-laki yang menakutkan. Dia telah menggunakan kekuatannya dengan pengendalian semacam itu. Dia telah dapat memprediksi tindakan para Naga Jahat. dan disaat bersamaan memanipulasi situasi. ….Kita telah dapat mengalahkan lawan semacam itu….apa itu sebuah kebetulan? Kepala Ladon muncul didalam gelombang besar kabut crimson dan sihir hitam. Meskipun dalam kondisi terbaik, lapisan pelindungnya tidak akan memiliki kesempatan melawan sihir yang sangat kuat semacam itu.


“Inilah akhirnya! Ladon! Menghilanglah!”


Bolah besar sihir penghancur Buchou—turun kelubang.


“Sialan kau, pemegang Holy Spear, keluarga Gremory. Sialan kalian semua—!”


Itu merupakan kata-kata terakhir si Naga Jahat–. tidak ada apapun yang tersisa kecuali abu setelah Ladon lenyap oleh Extinguished Star penghancur Buchou.


“—Koneko! Cepat gunakan sihir penyegelmu!”


“Ya, Buchou!”


Koneko-chan menanggapinya bersamaan dengan ia membuat sebuah lingkaran sihir. Dia mengeluarkan satu dari kristal Sekiryuutei yang ia terima dari Ise-kun. Ia lalu menyegel jiwa Ladon didalamnya. Dengan menggunakan kekuatannya diatas kristal tersebut, Ladon seharusnya tersegel sepenuhnya. Setelah bertarung melawan para Naga Jahat, pemegang Holy Spear menghela nafas sambil ia melihat kearah langit—.


“Benar saja, ini tidak mengasikkan seperti waktu Vali ataupun Issei…. Aku ingin mengalami pertarungan tanpa batas, kekuatan yang melimpah, dan tanpa ampun.”


Didalam matanya, yang ada hanya dua naga yang layak menjadi lawannya.