High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 9 Life 2

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Life 2 : Tiba di Kyoto[edit]

Bagian 1[edit]

Saat ini sekitar sepuluh menit setelah kereta peluru telah meninggalkan stasiun Tokyo.

“Bagiku, ini sebenarnya kali pertama aku menaiki kereta peluru.”

Wajah Matsuda penuh oleh gembira usai duduk di kursi di depan, sambil berbicara dengan ceria.

Aku masih punya ingatan tentang kali pertama aku menaiki kereta peluru. Namun, itu waktu aku masih kecil sekali saat aku belum tahu apa apa, jadi tak ada terlalu banyak kenangan........

Aku tengah duduk di barisan kursi terakhir, sendirian. Kursi di belakangku kosong, dimana Matsuda dan Motohama berada di depan. Berseberangan lorong ini adalah kursi Xenovia dan Irina.

Pemandangan diluar jendela berubah dengan cepat karena kecepatan tinggi kereta. Disana, Xenovia dan Irina tengah mengobrol dengan sukaria sambil melihat keluar jendela.

Meski kereta peluru terasa sangat menyegarkan bagiku, itu tak memberiku kesan sedalam kereta yang Dunia Bawah miliki. Bagaimana bilangnya ya, mungkin karena aku melihat dengan mata kepalaku sendiri proses perpindahan ke dunia lain, yang memberiku perasaan seolah memasuki dimensi berbeda.

Xenovia menghampiriku dan duduk di kursi kosong. Kata kata pertamanya adalah:

“Ise, aku ingin memberitahumu sesuatu.”

“Ada apa, Xenovia?”

“Kali ini, aku tak membawa Durandal – aku tak bersenjata.”

Oh oh. Dia tiba tiba mengakui hal yang luar biasa. Apa itu memang benar?

“Kamu tak membawa Durandal, kenapa?”

“Ya, karena para Alchemist dari Gereja Orthodox. Mereka menemukan teknik untuk menekan aura ofensif Durandal. Sehingga, Durandal dikirim pada mereka melalui saluran milik Surga.”

Gereja Orthodox adalah golongan utama lain di dalam Gereja, namun mereka tak membantu banyak dalam hal pemulihan Excalibur......

Xenovia tertawa dengan ironis.

“Bahkan Gereja Orthodox datang mengulurkan bantuan. Sepertinya itu karena pengaruh Seraphim dibawah kepemimpinan Michael. Namun, ini masih tetap kesempatan langka kalau para Alchemist itu serius untuk menempa ulang Pedang.”

Karena aliansi saat ini, sepertinya konflik diantara golongan Kristen juga sudah berkurang.

Xenovia melanjutkan.

“Untuk menekan aura ofensif Durandal tanpa melenyapkan kekuatannya sebagai Pedang Suci. ini benar benar sesuatu yang membuatku tertarik. Namun, cukup memalukan bagiku yang tak mampu mengendalikannya dengan baik meski menjadi pemilik Durandal.......mana bisa aku menyebut diriku [Kuda]? Apa aku lebih baik mati.....? Oh Tuhan.......”

Ah, mulai menyalahkan diri lagi. Astaga, melakukan ini semudah itu.

“Aku paham. Kalau sesuatu terjadi, pinjam saja Ascalon dariku.”

“Ya, sangat kuhargai itu. selalu meminjamkan pedang ini.”

“Tak masalah. Meski terkadang aku memerlukannya, tapi mempertimbangkan situasi saat ini, akan lebih efisien untuk meminjamkannya padamu.”

“Tapi kalau begitu, Ise juga harus berlatih dalam teknik pedang. Jangan sia siakan harta karunmu.”

“Sudah kok. Saat Kiba menjadi partner latihanmu, keahlian pedangmu pasti akan meningkat.”

“Ya.”

Menyelesaikan percakapan, Xenovia kembali ke kursinya semula.

Setelah itu aku melihat keluar untuk sejenak, namun kemudian aku mendengar suara bernada tinggi yang datang dari depan. Aku melihat ke depan – ternyata itu Kiba yang datang dari gerbong kereta di depan kami. Sekali dia melihatku, dia berjalan ke arahku.

“Eh....? M-Mau menyambangi Hyodou?”

“Ke-kenapa bisa begitu.......Kiba-kun akan memasuki wilayah mesum itu......”

“HyodouxKIba pasti menjadi kebenaran tak terbantahkan!”

Para gadis mulai berduka cita! Apa tempatku ini area karantina!? Brengsek! Apakah salah untuk memiliki teman ganteng!?

Meski aku pernah membenci Kiba karena ketidakadilan perlakuan yang kami dapat, dia adalah teman pentingku saat ini. Alasan untuk membencinya sekarang.........tentu saja masih ada! Pria pria tampan adalah eksistensi tak termaafkan!

“Boleh aku duduk di sampingmu?”

Ketika aku tengah sibuk sendiri dalam pikiranku, Kiba sudah menduduki bangku kosong di sampingku.

“....Ada apa?”

Aku menyandarkan wajahku di bingkai jendela, dan bertanya sambil menyipitkan mata.

“Aku ingin tahu rencana perjalananmu sekali kamu sampai disana. Sehingga ada rencana kalau kalau ada situasi darurat.”

“Ah--, betapapun juga kita ada di kelas berbeda. Dimana kamu berniat pergi besok?”

“Memulai tur kami dari Sanjuusangen-dou, kalau kamu?”

“Dari Kuil Kiyomizu-dera. Dan kemudian Ginkaku-jin dan Kinkaku-jin. Meski ketiga tempat ini berjauhan satu sama lain, namun kalau kita lebih berusaha menyelesaikan tempat tempat paling terkenal dalam dua hari pertama, maka kita akan lebih mudah di hari ketiga dan melanjutkan dari Tenryuu-ji.”

“Tenryuu-ji? Kelas kami juga berniat pergi kesana di hari ketiga. Kita kemungkinan bisa bertemu di jembatan Togetsu. Bagaimana dengan hari terakhir?”

“Sekedar mengakhirinya dengan berjalan jalan dengan santai disekitar stasiun Kyoto dan membeli suvenir. Ngomong ngomong, Irina menyebutkan tentang ingin mengunjungi Menara Kyoto.”

Jadwal untuk masing masing kelas telah dipersiapkan sebelumnya dan diserahkan pada para Guru. Para siswa bahkan diminta membuat panduan bepergian untuk digunakan kelas mereka sendiri.

Setelah bertukar rincian tentang rencana tamasya kami, kami mengubah topik.

“Ise-kun apa kamu mengikuti aktivitas dengan sejumlah Maou-sama?”

“Ah ah, itu adalah aktivitas yang sama sekali mengubah pandanganku tentang Dunia Bawah.”

Beberapa hari sebelumnya, aku dan Buchou berpartisipasi dalam ritual keluarga Gremory misterius. Pada perjamuan di malam itu, orang tua Buchou sangat senang dan menghujaniku dengan pujian.

Di perjamuan itu juga ada hal hal seperti spanduk yang menyatakan “Selamat Nyonya Muda, Tuan Muda!”

Aku merasa ada sesuatu yang tak aku pahami tengah berjalan di belakang punggungku. Tapi terserahlah, itu mungkin tidak buruk jadi aku tak akan terlalu kepikiran dengan hal itu.

“Sebenarnya, setelah ritual selesai, aku bahkan menerima saran spesial pribadi dari Beelzebub-sama.”

Aku mengubah topik dan berkata pada Kiba.

“Saran spesial?”

“Ya, tentang kecocokan diantara karakteristik [Pion] dan kekuatan Sekiryuutei. Sejauh ini saat menggunakan kekuatan Sekiryuutei, aku jadi tak mampu melepaskan potensial [Ratu] secara penuh.”

Saran spesial Beelzebub-sama adalah berikut : meski promosi ke [Ratu] meningkatkan kekuatan secara keseluruhan, kombinasi dengan kekuatan Sekiryuutei melebihi batasku saat ini. Karena itu aku tak bisa mengendalikan aliran kekuatan Naga dengan benar.

Secara keseluruhan yang kudapatkan adalah : karena tiba tiba ada hal hal yang menyertainya, itu membuatku tak mampu menyetel distribusi dan aliran kekuatanku dengan benar. Sairaorg-san juga sepertinya memahami situasiku setelah pertarungan singkat kami.

Itu memang benar. Meski [Ratu] akan meningkatkan kekuatan secara pesat, meningkatkan kecepatan dan memperkuat Dragon Shoot, namun ini bukan berarti mereka secara otomatis bisa dikendalikan dengan mudah.

Jangankan [Benteng], aku bahkan belum menguasai kekuatan [Peluncur] dan [Kuda]. Bahkan ketika kecepatan dan kekuatan Iblisku meningkat, aku sering bergantung pada menyerang secara langsung dari depan pada momen kritis, dan ini terkadang berdampak pada hasil yang tragis.

Bicara soal [Pion], karakteristik terhebatnya adalah [Promotion], sehingga meningkatkan level adalah hal yang wajar untuk dilakukan.

“—Dia berkata padaku : Kuasailah [Benteng] dan [Kuda] lebih dulu untuk mengeluarkan kekuatan Sekiryuutei secara optimal. Cara terbaik untuk menguasai aliran kekuatan adalah memfokuskan penerapan kekuatan Sekiryuutei pada area kekuatan dan kecepatan.”

“Begitukah, jadi karena itu kamu memakai [Benteng] saat melawan Sairaorg-san?”

“Ah ya, dibandingkan [Ratu], itu lebih mudah dikendalikan. Aku bisa dengan jelas merasakan transmisi kekuatan pada serangan dan pertahanan.—Kupikir pertama tama aku akan berfokus pada tiap tiap ciri evil piece, dan menerapkan kekuatan Sekiryuutei secara fleksibel.”

Mendengar itu, Kiba tertawa.

“Sampai tiba tiba mengetes ide itu dan berlatih tanding dengan Sairaorg-san benar benar sesuai gayamu. Ise-kun akan menjadi lebih kuat lagi. kamu benar benar berusaha keras dalam menjelajahi kekuatanmu.”

“Biarpun aku memiliki kekuatan besar, kalau aku tak bisa mengendalikannya secara bebas, aku takkan bisa mengalahkan Sairaorg-san atau Vali. Jadi, setelah menyaksikan duel antara aku dan Sairaorg-san, bagaimana menurutmu?”

“Jujur saja, seorang Iblis dari generasi Buchou yang bisa bertarung sebanding denganmu dengan kontes kekuatan murni, dan bisa mendominasi secara telak, dia benar benar ancaman nyata. Dan hanya dengan tubuh fisiknya. Diantara para Iblis muda, bukan, semua Iblis Kelas Tinggi, Sairaorg-san pasti adalah satu satunya yang bisa menghancurkan armor Ise-kun tanpa senjata. Faktanya, pertahananku tak ubahnya kertas baginya. Lebih jauh lagi, kecepatannya sangat hebat dan dia jelas jelas tak memakai seluruh kekuatannya. Bukan hanya aku, namun semua budak yang lain akan terluka secara kritis kalau sampai menerima serangan langsung darinya.”

Cowok ini menyampaikan opininya dengan blak blakan seperti biasanya. Karena itu aku sangat mempercayainya.

“Setelah kita kembali dari piknik, mari mulai latihan kita untuk melawan Sairaorg-san sekali lagi.”

“Ya. Ngomong ngomong, bisakah kamu memberitahuku kapan kamu akan membeli suvenir?”

“Kenapa?”

“Karena kupikir tak ada artinya mencoba menyembunyikan apa yang kamu beli.”

“Ah aku paham. Kalau begitu, kita harus tetap berhubungan di hari terakhir.”

Setelah membuat kesepakatan itu, Kiba bangkit dari kursinya dan kembali ke gerbong kereta dimana kelasnya berada.

Percakapan dengan Xenovia dan Kiba telah berakhir. Asia dan kelompoknya tengah mengobrol dengan senang.

Kedua idiot Matsuda dan Motohama tengah “.....zzzz......” dan tertidur pulas.

Aku merentangkan punggungku dan menutup mataku.

.....Masih ada sejumlah waktu sampai kita tiba di Kyoto. Aku memutuskan menyelam ke lubuk Sacred Gear. Aku sudah melakukan ini beberapa kali sebelumnya. Setelah pekerjaan Iblis selesai, saat sedang mandi, juga sebelum tidur setiap malam. Plus di akhir pekan.

Masing masing waktu, hanya ada satu tujuan – untuk berbicara dengan para senior Sekiryuutei masa lalu.

Menutup mataku, mempercayakan kesadaranku pada Ddraig, aku menyelam ke dalam lubuk Sacred Gear.

......

.....Meninggalkan kegelapan, aku tiba di ruang putih. Ruang putih yang luas dan murni.

Di atas beragam kursi dan meja bundar, para Sekiryuutei masa lalu tengah duduk dengan meninggikan kepala mereka dengan ekspresi wajah blank.

“Salam semuanya, ini aku lagi.”

Biarpun aku mencoba membuat percakapan memakai cara ceria seperti ini, mereka tetap tak mau merespon.

Meski ada senior muda dengan usia dan bentuk tubuh sama denganku......namun dia juga tak memberi respon.

Dari atas aku mendengar suara Ddraig.

[Diantara para Sekiryuutei masa lalu, dia yang paling mendekati usiamu saat ini. Jenius sejati yang membangkitkan Juggernaut Drive sangat awal.—Namun, dia mabuk oleh kekuatan dan dengan ceroboh terbunuh oleh pengguna Longinus yang lain.]

“Bukan Hakuryuukou?”

[Saat mabuk kekuatan, mereka akan mengamuk biarpun lawannya bukan Hakuryuukou. Ada juga orang orang lain seperti itu diantara para Hakuryuukou. Juggernaut bisa membuat seorang menjadi tiran untuk satu periode waktu.......tapi tak peduli di era apa, Tiran takkan berkuasa lama, itu sesuatu yang tidak abadi. Inilah kebenaran.]

Nada bicara Ddraig seolah dia berbicara tentang dirinya sendiri. Bagaimanapun juga, dia juga pernah mabuk dengan kekuatannya sendiri.

“Tetap saja, mereka pasti memiliki hal hal yang mereka hargai.”

Meski Sekiryuutei seniornya belum berkata apa apa, tapi itu pasti benar, mereka hanya dibutakan oleh kekuatan. Sama denganku......kalau aku merasa kehilangan seseorang yang berharga, aku akan mencari kekuatan. Dan itulah yang mengaktifkan Juggernaut.

“Aku seorang yang hendak bangkit, kedua Naga Langit yang telah mengambil alasan ambisi oleh Tuhan......?”

[Partner]

“Aku takkan melafalkan itu semua. Terlalu menakutkan. Itu sesuatu yang sama sekali tak kupahami. Apanya yang Ketidakbatasan? Dan Mimpi apalah itu yang tak kuketahui. Dan apanya yang ejekan dan penghinaan.”

Tepat setelah aku mengajukan pertanyaan tentang beberapa kata kunci dalam pengaktifan Juggernaut Drive.

[Ketidakbatasan mengacu pada Ophis, dimana Mimpi maksudnya Great Red. Mengejek Ophis dan menghinakan Great Red yang juga merupakan Naga Merah. Itu adalah misteri yang muncul bersama lafal itu. Apa mungkin kata kata itu berasal dari Tuhan sendiri?]

--! Suara ketiga!? Aku menolehkan wajahku untuk mendapati wanita muda tengah berdiri dengan rambut panjang pirang bergelombang dengan tubuh ramping dan jangkung. Wanita cantik yang mengenakan gaun di sekujur tubuhnya dengan belahan tinggi!

.....Ekspresi wajahnya! Dia berbeda dari para Sekiryuutei masa lalu lain! Penuh senyum, dia memandangku.

[Elsha?]

[Ya, Ddraig. Lama tak jumpa]

Wanita itu menyapa secara ramah.

[Partner, ini adalah Elsha, terkemuka diantara para Sekiryuutei masa lalu. Dari semua pemilik wanita, dialah yang paling kuat.]

Sekiryuutei wanita terkuat! Kalau dipikir pikir, aku belum pernah melihat dia sebelumnya! Dari mana dia datang?

[Wajahmu penuh pertanyaan, terhadapku? Diantara semua memori tersisa hanya ada dua perkecualian. Aku adalah salah satunya. Yah, bahkan di dalam Sacred Gear aku tersembunyi sangat dalam, jadi aku biasanya tak terlalu sering datang kemari]

[....Kupikir kau dan Belzard takkan pernah muncul keluar lagi.]

“Jangan bicara seperti itu, Ddraig. Karena Belzard dan aku selalu dengan sunyi mendukung kalian dari lubuk terdalam. Toh kita kan pernah menjadi partner. Yang jelas, dia akan segera kehilangan kesadarannya....]

Wanita itu menunjukkan ekspresi sedikit kesepian.

[Belzard sepertinya cukup tertarik dengan Sekiryuutei masa kini, jadi aku datang]

“Ngomong ngomong, siapa itu Belzard?”

[Dia berperingkat tinggi sama halnya Elsha. Belzard adalah Sekiryuutei pria terkuat. Seorang yang paling kuat, dia bahkan mengalahkan Hakuryuukou dua kali]

“Dua kali! Itu hebat sekali!”

Hal semacam itu bisa terjadi. Sampai terjadi dua kali dalam satu kehidupan.

Elsha-san berbicara lagi.

[Yang jelas, aku ingin kau memiliki ini]

Yang dia keluarkan adalah – kotak dengan lubang kunci.

[Kau sudah menerima ‘kunci’ dari Beelzebub masa kini, kan?]

“Eh eh?”

Smack......tiba tiba dengan kilatan cahaya, kunci kecil muncul di tanganku. Tanpa melibatkan kehendak sadarku, kunci itu muncul dengan sendirinya.

Apakah ini ‘kunci’ yang diterima dari Beelzebub-sama?

Elsha-san juga tersenyum dan berkata.

[Yang disebut dengan ‘kunci’ tidaklah harfiah. Kotak dan kunci ini hanyalah kiasan untuk membuat hal hal lebih mudah dimengerti. Yang terdapat dalam kotak ini adalah kemungkinan tersembunyi dari Sekiryuutei. Sebenarnya, ini sesuatu yang tak bisa dibuka atau dihadapi secara sembrono. Namun, Belzard berkata ‘Mungkin kau bisa melakukannya’. Tentu saja, karena ini kau yang telah menerima Evil Piece, itulah mengapa kami merasa kau pasti bisa melakukannya]

Tiba tiba, Elsha-san mulai tertawa ‘Ufufufufu’.

[Oppai Dragon! Chichiryuutei! Aku menyaksikannya bersama Belzard. Setelah datang ke tempat ini, itulah kali pertama dia dan aku bisa tertawa sampai sepenuh hati kami]

Elsha-san tertawa sampai lepas kendali......sungguh memalukan! Seniorku melihat semuanya!

[Jangan malu malu. Dan Ddraig tolong jangan depresi. Cerialah sedikit. Belum pernah ada Sekiryuutei semenyenangkan ini – bisa lepas dari pengaruh Juggernaut Drive, lagu Oppai Dragon benar benar membuat Belzard dan aku senang. Karena entah itu Belzard atau aku, tak ada dari kami yang menjumpai akhir yang baik......]

Elsha-san menyerahkan kotak itu padaku.

[Jadi dia dan aku, kami memutuskan untuk percaya padamu]

Aku mengambil kotak dan memasukkan ‘kunci’ ke dalam lubang kunci......ternyata pas. Itu pasti dibuat supaya cocok.

[Kau dan Hakuryuukou masa kini adalah eksistensi unik. Bukan hanya berkompetisi diantara kalian berdua, namun masing masing dari kalian memiliki target kalian sendiri. Bagaimana mengatakannya ya, itu membuat kami semua terlihat tolol – tolong bukalah. Tapi ingatlah untuk bertanggung jawab dan tak menyerah di tengah jalan. Tak peduli apa yang terjadi, kau harus menerimanya sepenuh hati]

Mendengar kata kata Elsha-san, aku memutar kunci – dengan suara ‘klik’ kotak pun terbuka.

-- Dalam sekejap itu, aku terselimuti dalam cahaya menyilaukan—


.......Membuka mataku, aku berada di kereta peluru sekali lagi.

....Apa itu mimpi? Ddraig?

[Tidak, kau menerima kotak dari Elsha, dan membukanya]

....Apa iya? Lalu apa yang ada di dalam kotak?

[Entahlah]

Hei hei hei! Hmm! Aku tak merasakan ada yang berbeda dengan tubuhku.

Bagaimana dengan Sacred Gear?

[Juga tak ada perubahan........Namun, aku menyadari sesuatu terbang dari kotak......]

.....Apaaaaaa!?

Aku dengan panik mencari ke sekeliling – namun tak menemukan apa apa!

Apa apaan! Apa peluangku kabur begitu saja!? Kalau lenyap begitu saja maka ini bukan gurauan lagi! bukan hanya aku sudah menggagalkan Elsha-san, tapi aku akan malu untuk menghadap Azazel-sensei dan Beelzebub-sama lagi! ini adalah kesempatan langka untuk menerima bantuan!

[Jangan cemas. Itu sesuatu yang merupakan milikmu, jadi pasti akan kembali padamu lagi. Takdirmu berada di tanganmu]

Biarpun kau mengatakan itu......

“Mmm, oh, oh, oh! Oppai!”

“Oooah! Matsuda! Apa yang kamu lakukan! Ini dadaku! Apanya yang menyenangkan dari dada laki laki!”

.....Duduk di depanku, Matsuda dan Motohama tengah bergulat satu sama lain. Astaga! Siapa yang mau bersentuh sentuhan dengan para idiot itu! sebenarnya apa yang terjadi!

“Ha! Apa yang sudah kulakukan........hasrat memeluk payudara untuk tiba tiba......dan kemudian....”

“Matsuda, apa rasa lapar payudaramu sudah mencapai level itu.....Oke, malam ini kita akan selenggarakan festival DVD ecchi di kamar hotel! Semua perlengkapan sudah ada dalam koperku!”

“Yang benar!?”

Aku mendengarnya dan menguping mereka dengan tertarik! Sungguh hal hebat! Kita bisa menikmati DVD super echhi di hotel!

“Oh oh, Ise! Benar juga! Oke! Mari kita saksikan judul yang kubeli secara spesial untuk piknik ini: ‘Pemandangan Payudara Meletup Menakjubkan : Kinkaku-ji’ dan ‘Rasa Payudara Raksasa Berdaging : Ginkaku-ji’.”

“Oh oh!”

Matsuda dan aku bersorak sorai oleh pengumuman Motohama! Baguslah, kalau konten dari kotak itu akan kembali cepat atau lambat, maka lebih baik menikmati payudara lebih dulu!

“Mati sana trio ecchi!” “Menjijikkan di atas kereta!” Suara suara para gadis di kelasku? Abaikan saja mereka semua.


Bagian 2[edit]

Di atas kereta peluru, tepat setelah aku selesai menghabiskan nasi rumput laut yang dipersiapkan khusus oleh Asia.

“Kita hampir sampai di Kyoto.”

Pengumuman terdengar. Oh oh! Kita hampir sampai! Usai kereta peluru berhenti di stasiun, kami mengambil barang barang kami dan turun.

“Ini Kyoto!”

Langkah pertamaku di ibukota kuno yang sudah kutunggu tunggu! Saat mata kami terpaku pada pemandangan stasiun kereta yang belum pernah kami lihat sebelumnya, Kiryuu mengarahkan kami ke checkpoin tiket.

Atap stasiun Kyoto ditutupi oleh atrium besar! Di dalam stasiun terdapat banyak escalator otomatis! Ini benar benar stasiun yang besar sekali! Sama sekali tak kalah dengan Tokyo! Sebagai tujuan pariwisata utama, sudah wajar kalau ibukota kuno ini akan membangun stasiun dengan skala besar. Disini ramai sekali, dan penuh sesak.

“Lihat, Asia! Itu I__tan!”[1]

“Ya, ya! Xenovia! Itu I__tan!”

Wajah Asia dan Xenovia nampak heboh sekali. Menunjuk jari mereka kemana mana, dan berkomentar pada setiap pemandangan. Mereka benar benar senang.

“Aku jadi ingin membangun stasiun kereta spektakuler seperti ini di Surga juga!”

Irina, di sisi lain, tengah menghibur dirinya di arah yang lain.

“Poin pertemuan kita adalah lobi lantai pertama di hotel. Hei cowok cowok, serta Asia dan Xenovia kalian berdua, dan Irina yang sedang melamun soal stasiun. Kalau kita tak bergegas kesana secepat mungkin, kita takkan punya waktu bebas di siang hari.”

Mengambil peran koordinator, Kiryuu meneriaki kami trio cowok serta kelompok Asia.

Usai berkumpul bersama, Kiryuu mengeluarkan panduan bepergian, dan mengkonfirmasi lokasi.

“Hmm, hotel ada di dekat stasiun......barusan kita keluar dari checkpoin barat.......berjalan ke arah terminal bus, dan kemudian belok kanan........”

“Ayolah, kita pergi keluar dulu. Berkutat lama lama di stasiun kereta takkan membawa kita kemana mana.”

Usai Matsuda menyelesaikan kata katanya, kacamata Kiryuu berkilau dengan cahaya menakutkan.

“Matsuda, kesasar di lingkungan baru itu sama sekali tidak lucu. Salah kesimpulan satu orang bisa berdampak pada banyak korban jiwa.”

“Apa ini medan perang?”

“Tidak, Matsuda. Opini Kiryuu benar. Kerja tim itu penting. Kita akan biarkan Kiryuu yang memimpin dari sini. Siapa yang tahu kalau Kyoto mulai mengarahkan taringnya pada kita?”

Matsuda hanya bisa mengangguk dengan kikuk dan berkata ‘Aku paham.....’ menanggapi peringatan pembujuk Xenovia.

“Ah! Mesum!”

Teriakan seorang wanita tengah terdengar di stasiun!

“Oppai......”

Seorang lelaki tengah membuat gerakan meremas dengan ganas, namun akhirnya diringkus oleh para pejalan kaki laki laki lain.

“Kyoto ternyata tidak sepenuhnya damai.”

Ujar Motohama. Itu memang benar. Orang mesum ada dimana mana kemanapun kalian pergi.

“Ok, paham! Ayo pergi!”

Dibawah kepemimpinan Kiryuu, kami meninggalkan stasiun dan bergerak menuju ibukota kuno.

“Ah, itu Menara Kyoto!”

Mendengar teriakan Matsuda, semua orang melihat ke arah itu. Oh oh! Secara langsung di depan stasiun adalah menara! Jadi itu Menara Kyoto! Kami semua berencana menaiki menara di hari terakhir. Si Matsuda itu, segera mulai mengeluarkan kameranya untuk mengambil foto foto.

.....Ternyata jarak hotel hanya beberapa menit berjalan kaki. Juga mudah untuk ditemukan dengan mengikuti para siswa lain yang mengenakan seragam musim dingin seperti kami.


Berjarak beberapa menit dari stasiun adalah hotel super megah. Namanya adalah “Hotel Sirzechs Kyoto”!

.....sepertinya nama Maou-sama kita sangat berpengaruh bahkan di ibukota kuno.

Untuk tambahan, di dekatnya juga terdapat “Hotel Kyoto Serafall” yang sedang dibangun. Apa kalian berdua mencoba mengklaim semua real estate disekitar stasiun Kyoto, Maou-sama!

Hotel itu ternyata dijalankan dari balik layar oleh keluarga Gremory. Karena itulah, kami bisa membooking hotel dengan harga sangat murah.

Setelah menunjukkan kartu pelajar kami pada resepsionis di pintu masuk, kami diberi penjelasan terperinci di lobi. Matsuda, Motohama, dan Kiryuu sangat terkejut melihat dekor mewah dari hotel ini.

“Hebat........tak apa apakah untuk seluruh siswa kelas dua menginap di hotel seperti ini......?”

Matsuda menampakkan ekspresi sangat tercengang, namun ini bukan tempat biasa. Kekuasaan dan pengaruh keluarga Gremory sama sekali tak bisa diremehkan.

Di sisi lain, Xenovia nampak lebih kalem.

“Ya, memang hebat, namun dibandingkan rumah Buchou, ini masih tak ada apa apanya.”

Itu memang benar. Yang satu itu lebih seperti istana sungguhan. Alasan kenapa aku tak kaget oleh kemewahan hotel lantaran aku pernah sudah mengalami rumah Buchou. Iblis Kelas Tinggi, mereka benar benar diluar dugaan.

Berjalan sedikit masuk dari area tunggu, kami melihat pintu masuk menuju lobi. Di lobi yang luas dan besar itu, banyak siswa Akademi Kuou telah berkumpul.

Setelah waktu pertemuan tiba, tiap tiap kelas mulai mengambil posisi berkelompok dan mengkonfirmasi nomor mereka.

Semua orang duduk di lantai lobi sambil mendengarkan pengumuman dari Guru.

Namun, Azazel-sensei dan Rossweisse-san nampaknya sedang mendiskusikan sesuatu diantara mereka sendiri.......

Ah, akhirnya giliran Rossweisse-san, dan dia berdiri di depan para siswa, kali ini apa yang akan dia beritahukan pada kami?

“Ada toko 100 yen di pusat perbelanjaan bawah tanah di Kyoto. Kalau kalian memerlukan sesuatu, tolong pergilah kesana. Kalian harus hati hati membelanjakan uang saku kalian. Kalau kalian mulai jadi pemboros di tahun kedua kalian, kalian akan tumbuh menjadi orang dewasa sia sia. Uanglah yang membuat dunia bergerak. Kalau kalian membeli apa saja yang kalian inginkan, kalian akan kehabisan uang dengan cepat. Karena itu, puaskanlah di toko 100 yen – Toko 100 yen adalah harta karun Jepang.”

Toko 100 yen!? Sungguh pidato penuh antusias! Dan dia sudah menginvestigasi lokasi semua Toko 100 yen!?

Rossweisse-san, biarpun kamu sudah memenuhi semua keperluan pokokmu dengan toko 100 yen, kamu tak perlu terlalu obsesi begitu! Sepertinya Toko 100 yen memiliki banyak kualitas yang mantan Valkyrie ini cintai. Jujur saja, di toko itu harganya memang murah.

Ah, Azazel-sensei nampak kikuk. Percakapan dengan Rossweisse-san pasti membuatnya gerah.......

Usai Rossweisse-san dengan lantang mengakhiri pidatonya, Guru yang lain datang dan membuat klarifikasi akhir.

Mulai dari hari pertama, Rossweisse-san sangat populer diantara para siswa. Bukan hanya karena dia wanita cantik dengan sikap serius, namun dia juga memiliki sikap kikuk yang mempesona. Baik siswa laki laki dan perempuan menyayanginya dan memanggilnya “Rossweisse-chan”.

“—Tolong perhatikan poin poin di atas. Setelah meletakkan barang barang kalian di kamar, aktivitas bebas sampai jam 5 sore, tapi tolong jangan berkeliaran terlalu jauh. Lebih baik tetap di wilayah sekitar stasiun kereta Kyoto. Tolong kembalilah ke kamar kalian sebelum jam 5:30.”

Itulah pengumuman akhir.

“Ya.”

Seluruh siswa kelas dua membalas. Dan sehingga selesailah pengumuman di lobi, serta sejumlah pengingat tentang hotel dan aktivitas siang hari.

Semua orang mengambil barang barang mereka dan menerima kunci dari pegawai di pintu masuk lobi.

Kamarnya adalah kamar tidur dua ranjang bergaya barat. Karena aku yang tersisa paling akhir, aku mendapat kamar untuk diriku sendiri! Itu akan sangat bagus! Be-begini, bahkan saat berpiknik, remaja adalah waktu yang rapuh bagi laki laki dan wanita dan setiap hari, ‘sesuatu’ tertentu akan terakumulasi......saat aku memikirkan itu, akhirnya giliranku untuk menerima kunci.

“Ise, ini untukmu.”

Matsuda dan yang lain sudah mendapat kunci mereka........tapi aku adalah satu satunya yang menerimanya dari Azazel-sensei.

Azazel-sensei dengan tenang tertawa pada dirinya sendiri. Aku tahu ada yang tidak beres namun aku segera menemukan jawabannya.

Kamar yang digunakan seluruh siswa Akademi Kuou untuk menginap adalah kamar tidur gaya barat untuk dua orang, dengan dua ranjang besar dan pemandangan menakjubkan dari stasiun Kyoto dari jendela.

“Hebat!”

“Aku sekali lagi sangat bersyukur bisa masuk ke Akademi Kuou!”

Matsuda berteriak girang, dimana Motohama tersentuh dengan khidmat.

Kamar ini miliknya Matsuda dan Motohama. Berarti, seperti apa kamar yang tersisa untukku.....hanya kamarku yang berada di lantai berbeda.......aku mulai mendapat firasat buruk.......

Dua lantai di atas lantai siswa laki laki, di sudut terdapat kamar yang jelas jelas berbeda dari yang lain, dengan pintu geser ala Jepang.

--Membukanya........

“......Ini kamarku........”

Aku dibawa ke sebuah kamar yang ukurannya sekitar delapan lantai tatami. Aku berkedip kedip. Televisi kuno serta meja bundar. Bukankah ini standar minimum! Dan kenapa semuanya nampak tua dan usang!?

“Ah! Hahahaha! Apa ini sungguhan! Hanya kamar ini yang bergaya Jepang! Dan kelihatannya hanya seukuran delapan lantai tatami!? Ah, cocok sekali untuk Ise!”

“Tanpa ranjang, hanya tikar. Dan hanya satu set. Apa ini semua.......tanda tanda alokasi sumber daya dalam budget piknik?”

Matsuda meledak dalam tawa, dimana Motohama mencoba tak tertawa sambil menganalisa dengan tenang.

Sialan! Kenapa harus aku!

Apa karena itu? karena aku merasa hotel ini tak semewah rumah Buchou, jadinya aku dihukum?

Toilet dan kamar mandi......setidaknya masih ada. Tapi tetap saja, tak ada apa apanya dibanding kamar tidur bergaya barat mewah itu.

Air mata berkumpul di mataku. Pada saat ini, seseorang mengetuk pintu.

“Ise-kun, kamu sudah datang kemari?”

Itu Rossweisse-san, dan mengenakan seragam olahraga. Dia sudah ganti baju, huh?

Aku mendekati Rossweisse-san dan berbisik.

(Rossweisse-san! Kenapa hanya aku yang mendapat kamar seperti ini.......)

(Tolong tahanlah, kamar ini dipersiapkan oleh Rias-san supaya lebih mudah bagi kita untuk mengadakan diskusi)

(Diskusi? Ah, soal hal hal yang berkaitan dengan Iblis?)

(Ya, seperti itulah. Kalau sesuatu terjadi di Kyoto, kita pertama harus mengamankan tempat untuk mengadakan diskusi. Karena itulah kamar ini diberikan pada Ise-kun yang merupakan orang terakhir yang tersisa)

Ruangan untuk kami Iblis mengadakan pertemuan di Kyoto.

Jadi kamar ini adalah kamar Jepang terisolir yang memiliki tujuan seperti itu. tapi tetap saja, kenapa harus dijadikan kamarku........Apalagi, aku ingin menikmati kamar hotel mewah bergaya barat seperti semua siswa lainnya!

Namun, karena aku tak mau sesuatu terjadi ketika berada di Kyoto, akan lebih baik kalau kamar ini tak harus digunakan untuk tujuan seperti itu.

(Tolong tahanlah, Ise-kun)

Seolah menguliahi, Rossweisse-san menempatkan tangannya di bahuku dan berkata:

“Yang pasti, aku harus pergi bertemu dengan para Guru lainnya, jadi kamu bebas dari sekarang. Kurasa akan ada banyak masalah sepanjang aktivitas bebas siang hari........tak bagus kalau semua orang sampai terkena bahaya di Kyoto.”

“Ya.”

Kami bertiga menjawab dengan semangat besar.

“Sekarang, tugas pertama adalah mencari Azazel. Pria itu......menyelusup keluar setelah pengumuman di lobi selesai......karena ini, Gubernur dari Grigori........”

Rossweisse-san bergumam pada dirinya sambil meninggalkan kamar. Azazel-sensei, mulai bersembunyi secepat itu, ya. Sebelum piknik, dia sudah menantikan “Maiko![2] Pertama adalah Maiko! Selanjutnya aku harus mencicipi kuliner Kyoto!” dan merencanakan hiburan dewasa seperti itu. benar benar Sensei, dia sudah mulai bergerak!

Sialan! Aku juga ingin bisa bersenang senang dengan Maiko!

Motohama mengeluarkan peta Kyoto, dan berkata pada aku yang tak puas ini.

“Hei, Ise. Di periode siang bebas, meski tak ada dalam rencana, tapi bagaimana kalau pergi ke Fushimi Inari?”[3]

“Fushimi Inari? Ah iya, itu kan tempat dengan banyak torii[4], kan?”

Aku mengingat pemandangan yang kulihat di TV sebelumnya, torii merah yang banyak sekali.

“Tepat sekali. Hanya satu perhentian jauhnya dari stasiun Kyoto. Barusan, aku meminta izin dari Guru dan dia berkata OK.”

“Eh, kalau kita sudah mendapatkan izin Guru, akan lebih baik untuk mampir juga.”

Mendengar opiniku, Matsuda menyeka matanya.

“Kalau kita melewatkan peluang untuk melihat lihat pemandangan terkenal di Kyoto, nanti bukan tamasya Kyoto lagi namanya!”

“Benar, mari kita undang Asia dan yang lainnya!”

Mereka berdua dengan cepat setuju pada saranku.

“ “ Ya! “ “

Kalau memang begitu, mari kita kunjungi Inari-sama di siang hari! Inilah permulaan sejati dari piknik Kyoto kami!


Bagian 3[edit]

Stasiun Inari terletak satu perhentian jauhnya dari stasiun Kyoto, dan setelah turun kami bisa melihat Sandou[5] yang menuju ke Fushimi Inari.

“Hei, lihat, Asia, Irina. Toko toko ini memiliki banyak hal menarik yang dijual.”

“Wa – semua rubah rubah imut ini.”

“Apa aku punya cukup uang sisa untuk membeli suvenir disini?”

Baru saja tiba, trio Gereja sudah menikmati atmosfir Kyoto. Ketika Asia dan yang lain mengobrol, mereka tampak tak ada bedanya dengan gadis gadis sekolahan normal.

“Trio Cantik yang berdiri di depan pemandangan Kyoto. Mari kita jepret foto!”

Dari sisi, Matsuda mengambil kesempatan ini untuk memotret mereka.

“Hei, hei, bagaimana dengan aku?”

Kiryuu menyipitkan matanya tanda memprotes.

Melewati torii terakhir, terdapat pintu besar. Di tiap tiap sisi terdapat patung rubah yang mirip singa batu.

“....Patung Excorcisme. Normalnya mereka memiliki hawa kehadiran yang mengusir eksistensi seperti Iblis, namun berkat tanda masuk kita, tak ada masalah.”

Xenovia memandang rubah seperti singa batu sambil mengatakan itu.

“Apa kita benar benar dibawah pengintaian?”

Aku berbicara tentang rasa ketidaknyamanan yang kurasakan sejak meninggalkan stasiun barusan. Itu benar, rasanya seolah kita sedang diawasi.

“Ya tentu saja. Kita Iblis dan Malaikat adalah eksistensi asing bagi penguasa disini. Meski kita sudah meminta izin dari mereka sebelumnya, pengintaian masih diperlukan.”

Yah, itu cukup masuk akal. Aku pernah dengar kalau Kyoto menjadi pusat keganjilan supernatural Jepang. Dari sudut pandang mereka, kita adalah orang luar.

Dengan sedikit kewaspadaan, kami melewati gerbang utama tanpa masalah. Berjalan semakin jauh, kami mencapai aula utama. Melanjutkan, kami mendapati jalan yang menuju ke gunung Inari. Kami mengambil foto seiring berjalan maju, dan memulai tantangan kami berikutnya yakni memanjat jalan pegunungan melewati ribuan torii.


Kami telah berjalan selama belasan menit.

“.....Hoooo – haa.......T, tunggu, tunggu aku.......ke-kenapa kalian semua begitu enerjik......?”

Motohama sudah kehabisan nafas. Matsuda mendesah sambil berbicara di langkah di depan.

“Hei, hei, Motohama. Ini memalukan. Bahkan Asia-chan dan yang lain masih tak apa apa.”

Karena Matsuda cukup atletik, level kerja keras ini bukan apa apa.

Selain itu, kami adalah Iblis, jadi basis kemampuan kami pastinya lebih tinggi dari manusia normal. Belum lagi kami sudah berlatih keras, jadi hal seperti ini sangat enteng. Kalau untuk aku, karena latihan musim panas di alam liar pegunungan, level kerja keras ini bahkan tak mengganggu nafasku sama sekali.

.....Tannin-ossan, aku bisa memanjat gunung seperti ini tanpa merasa lelah sama sekali. Aku berterima kasih pada mantan Dragon King yang sekarang berada di Dunia Bawah.

Kami tengah mengecek beberapa toko kecil di sepanjang perhentian tengah jalan, sembari melanjutkan menantang gunung Inari. Motohama sama sekali kehabisan nafas pada poin ini.

“Oh oh, pemandangannya bagus sekali.”

“Ya, terlalu mengagumkan.”

“Kalau begitu ambil foto. Ngomong ngomong, apa semua sekolah lokal di area ini memakai jalur gunung ini untuk berlari? Tapi sepertinya tak ada pelari hari ini.”

Xenovia dan Asia tengah tersentuh oleh pemandangan Fushimi Inari di jalur gunung, dimana Kiryuu menampakkan pengetahuannya sambil menjepret foto foto pemandangan.

Namun, memang ada banyak sekali torii merah tak peduli sejauh mana kami berjalan. Tertulis pada mereka adalah nama nama perusahaan atau toko. Mereka pasti telah membuat persembahan pada Dewa Dewa di Fushimi Inari untuk meminta permohonan.

Aku selalu merasa kalau kalian mengunjungi pegunungan, kalian harus mendaki sampai ke puncaknya. Itulah yang kupelajari dari latihan di pegunungan.

Kalau kalian memanjat gunung, panjatlah sampai ke puncak! Kira kira seperti itu.

“Maaf, aku mau menuju ke puncak dulu.”

Aku memberitahu yang lain, dan kemudian berlari sepanjang jalan dengan kecepatan penuh.

Ah, kalau aku masih manusia, mendaki gunung ini pasti sudah membunuhku. Setelah menjadi Iblis dan melalui latihan nonstop, ini menjadi sangat enteng.

Aku mencoba sebisa mungkin untuk tak mengganggu turis yang lain, dan melanjutkan terus naik. Dan kemudian, aku mencapai puncaknya.

.....Di puncak gunung terdapat sebuah kuil kuno.

Ya, ini adalah puncaknya? Jujur saja, jalurnya bercabang ke arah lain di tengah jalan. Pasti ada tempat lain untuk dikunjungi.

Karena pepohonan yang padat, hanya ada sedikit cahaya matahari, dan aku dikelilingi oleh sedikit awang awang.

Suara bergesekan......

Angin bertiup sepanjang pepohonan. Disini rasanya seperti terasing. Selain aku tak ada siapapun disini. Apa yang harus kulakukan berikutnya?

Biar aku memberi hormat pada kuil ini dan sedikit membungkukkan kepala, semuanya mungkin akan sampai sebentar lagi.

Aku menghadap kuil dan menelungkupkan tanganku bersama.

“Izinkan aku melihat dan menyentuh payudara sepanjang waktu! Bantu aku menemukan pacar! Bantu aku melakukan hal hal erotis dengan Buchou dan Akeno-san!”

Usai aku menyelesaikan doa jujur namun memalukan ini, dan bersiap untuk pergi—

“.....Bukan dari Kyoto?”

--

Sebuah suara tiba tiba terdengar. Aku menyadari sejumlah kehadiran di sekelilingku.

Ah, sepertinya, aku sedang dikepung? Terlihat jelas sejumlah hawa kehadiran bukan manusia disini.

......Secara individual tidak terlalu kuat, namun jumlah mereka banyak. Heh, aku tak tahu kalau aku memiliki deteksi setajam ini! Yang pasti, sayangnya aku tak merasakan apa apa sampai aku terkepung........

Saat aku mengambil posisi, yang muncul di depanku adalah – seorang gadis imut pendek dalam busana pendeta wanita.

“.....Seorang gadis?”

Rambut pirangnya bersinar, dan kedua iris matanya berwarna emas. Kelihatannya dia seumuran anak sekolah dasar.

Namun jelas jelas bukan manusia dari benda di kepalanya.

-- Telinga hewan.

Mirip dengan Koneko-chan, tapi sepertinya bukan kucing. Benda berbulu di belakangnya pasti ekornya! Youkai anjing? Bukan, karena ini Fushimi Inari, dia pasti rubah?

Ngomong ngomong, kenapa si rubah-sama mendatangiku? Karena aku Iblis? Tapi di bus......

Mungkinkah perasaan seolah diawasi datang dari orang orang ini?

Ha! Apa permohonan yang berkaitan dengan payudara itu dilarang? Tepat saat pikiranku tengah penuh oleh banyak hal, si gadis bertelinga hewan memelototiku, memperlihatkan taringnya dalam amarah, dan berteriak:

“Orang luar! Beraninya kamu.......! Serang!”

Oleh perintah si gadis, dari balik pepohonan muncul beberapa makhluk dengan sayap hitam dan kepala gagak, berdandan seperti perampok gunung. Ada juga beberapa dengan topeng rubah yang berdandan seperti rahib.

“Oh oh oh! Apa ini! Mereka kan Karasu-Tengu![6]...? dan Rubah?”

Ini kali pertama ada lawan yang membuatku terkejut. Tanpa memberiku jeda, si gadis muda menunjukku dan berteriak;

“Kembalikan Ibuku!”

Para tengu dan rahib rubah mulai menyerang!

Aku dalam sekejap mewujudkan gauntlet, dan menghindari serangan mereka! Level seperti ini tak susah untuk ditangani!

“I-Ibu? Bicara apa kamu? Aku tak tahu siapa Ibumu!”

Aku berteriak pada si gadis. Aku sama sekali tak tahu! Tentang Ibunya, mana mungkin aku tahu kalau aku baru saja sampai di Kyoto!

Namun gadis itu nampaknya tak mendengar.

“Jangan bohong! Mataku tak bisa ditipu!”

Aku tak bohong! Apa apaan ini, aku baru sampai di Kyoto dan ini sudah terjadi!

Meski aku ingin kabur, namun tongkat seorang tengu datang menyerbuku. Apa aku akan kena!?

Tepat saat aku mempersiapkan diriku—

Clang!

Seorang yang memblokir tongkat lawan adalah—

“Ada apa disini, Ise?”

“Siapa mereka? Youkai?”

Xenovia dan Irina telah tiba!

Mereka berdua tengah membawa pedang kayu yang pasti baru mereka beli dari toko suvenir lokal. Asia juga bergegas kemari beberapa saat kemudian.

Melihat kami berempat berkumpul, si gadis muda dan kelompoknya menampakkan kekagetan namun dalam sekejap menjadi semakin marah.

“....Jadi begitu, kalianlah yang sudah......Ibuku! Tak termaafkan! Iblis tak murni! Kalian sudah mengotori tempat suci ini! Takkan kumaafkan kalian!”

.....Tak ada kesempatan bicara sama sekali! Keputusan seenaknya yang dia buat sungguh menyebalkan!

Kalau memang begitu, serahkan padaku untuk menahan situasi seperti ini!

“Asia! Apa kamu punya benda yang kamu terima dari Buchou!”

“Ya!”

Mendengar pertanyaanku, Asia mengeluarkan dari jaketnya kartu dengan simbol Gremory.

Kalau sesuatu terjadi di Kyoto, kartu identifikasi ini bisa menggantikan ketiadaan Buchou dan mengizinkan aku untuk berpromosi. Asia telah secara spesifik menerima kartu itu dari Buchou sebelum piknik.

Alasan kenapa Asia yang membawanya, karena lebih baik dibawa oleh seseorang yang paling dekat denganku sepanjang piknik. Memang benar, Asia dan aku akan bersama sepanjang waktu selama piknik sekolah ini!

“Transformasi! I-Itu......”

[Ratu]! Meski aku menginginkan itu, namun aku harus mengakrabkan diri dengan bidak bidak yang lain melalui pengalaman bertarung! juga Fushimi Inari adalah tempat terkenal, lebih baik tak memakai bidak yang terlalu destruktif.

Buchou juga mengingatkanku “Dengarkan baik baik, Ise. Jangan rusak Kyoto. Disamping membuat marah golongan yang lain, Dunia Iblis juga akan dimintai pertanggung jawaban. Kamu harus menghargai Kyotoku tercinta.”

Mana bisa aku merusak tempat favorit Buchou!

“Oke, promosi [Kuda]!”

Dengan kekuatan mengalir ke tubuhku, aku merasa lebih ringan! Kalau aku hanya bermain petak umpet, itu takkan merusak Fushimi Inari, kan?

Untuk sekarang, mari gunakan tiga puluh detik pemakaian Boost!

[Explosion!]

Kekuatan Sacred Gear diaktifkan! Berarti sudah OK!

Xenovia dan Irina tengah membawa pedang kayu. Namun mereka berdua masih bisa menimbulkan kerusakan meski hanya dengan pedang kayu, lebih baik kuingatkan mereka.

“Xenovia, Irina, meski aku belum menyadari situasi disini, ingatlah kalau ini Kyoto. Meski mereka menyerang tanpa alasan, akan buruk kalau kita melukai mereka atau merusak sekeliling. Sebisa mungkin, mengenyahkan mereka saja tak apa apa.”

“ “ Paham! “ “

Mereka berdua segera menyetujui.

Whack!

Para bawahan si gadis menyerang sekaligus!

Xenovia dan Irina memakai pedang kayu mereka untuk menangkis mereka, merusak senjata musuh sambil mengalahkan mereka. Aku juga berdiri melindungi Asia sambil dengan cepat menghindari serangan mereka dan menendang mereka pergi.

Ya! Aku, Xenovia, dan Irina akan mengalahkan mereka! Hehehe! Aku bisa merasakan hasil latihanku! Pergerakanku, sangat jauh melampaui mereka!

Untuk memperkuat [Kuda] melalui pertarungan! Aku harus meningkat setiap hari!

Merasa kalau mereka sudah terpukul mundur, para penyerang mulai mundur.

Si gadis melotot penuh kebencian pada kami dan mengangkat tangannya.

“.....Mundur. Kita tak punya cukup jumlah untuk mengalahkan mereka. Sial, eksistensi jahat. Aku akan membuat kalian mengembalikan Ibuku!”

Dengan meninggalkan kata kata itu, si gadis dan para pengikutnya menghilang seperti embusan angin.

......Astaga, apa yang sebenarnya baru terjadi!?

Lepas dari kondisi pertarungan, kami kebingungan tentang kenapa kami tiba tiba diserang untuk alasan yang tak diketahui.

-- Kyoto.

Aku merasakan firasat kalau hal tak menyenangkan akan berlangsung.


Bagian 4[edit]

--Malam pertama.

“Terima kasih untuk makanannya!”

Kami selesai makan malam di hotel. Itu adalah hidangan Kyoto yang mewah. Tahu rebus, rasanya sangat enak! Kulit tahu terasa sangat lunak dan lembut......sayuran Kyoto juga rasanya amat sangat lezat.

--Akhirnya bisa menarik nafas lega.

Setelah serangan, kami dengan cepat bertemu dan Matsuda dan yang lain usai kami selesai mengunjungi Fushimi Inari sambil tetap siaga. Pada sikap tenang kami, Matsuda dan yang lain menunjukkan ekspresi bingung.

Setelah kembali, kami melapor pada Azazel-sensei dan Rossweisse-san. Mereka berdua juga tak kalah bingungnya.

“Kenapa kami diserang di Kyoto?” – Inilah poin tersulit untuk dipahami.

Fakta kalau kami para Iblis berkunjung untuk piknik, seharusnya sudah diberitahukan pada penguasa tempat ini sebelumnya.

Sensei berkata dia akan mengkonfirmasi sekali lagi. meski aku ragu ragu apakah harus melapor pada Buchou, sensei menahanku dengan ucapan “Karena kita belum jelas apa yang tengah terjadi, jangan berikan kecemasan tak perlu untuk dia”.

Benar, kami memiliki terlalu sedikit informasi untuk dilaporkan pada Buchou.

.....Ngomong ngomong, kemana kemungkinanku pergi setelah terbang pergi dariku.......

Aku lebih baik melaporkannya pada sensei juga.

“Kalau mereka kembali pada kalian suatu hari nanti, maka menunggu adalah solusinya. Sabar saja sepanjang piknik, oke? Namun, aku akan minta para bawahanku untuk mencari tahu dan melaporkan hal hal yang sesuai dengan deskripsi kalian.”

Sensei membalas.

Ya, ya, sampai berpikir begitu banyak hal terjadi di Kyoto setelah kami baru tiba.........berarti, untuk persoalan ini, mari serahkan saja pada para superior untuk ditangani.

Selesai makan malam, aku berkumpul dengan duo mesum dan para gadis untuk membicarakan jadwal esok hari, dan kemudian aku pergi bermain main sejenak di kamar Matsuda dan Motohama.

Setelah itu, kembali ke kamarku, aku beristirahat di atas tikar selama lebih dari sepuluh menit atau entah berapa lama.

--Sudah waktunya.

Aku berdiri dan perlahan membuka pintu. Mensurvei sekeliling, tak ada siapapun di sini.

Ya! Aku perlahan meninggalkan kamarku dengan waspada dan membuka pintu darurat.

.....Sekarang adalah waktu pemakaian pemandian umum! Waktunya mengintip! Gadis gadis yang selalu merendahkan aku itu! Kukukuku! Izinkan aku mencicipi tubuh telanjang kalian seolah menjilatnya dengan lidahku sendiri!

Aku hanya bisa cengar cengir. Hasrat membaraku membawaku menuruni tangga.

Pada waktu ini, sebuah sosok berdiri menjaga lorong yang menghubungkan pemandian wanita ke pintu keluar darurat—

Melihat lebih seksama, itu adalah Rossweisse-san. Dia tengah menungguku dalam pakaian senam.

Hoo.......aku tersenyum dengan licik.

Ternyata mereka sudah membaca gerakanku – rencana hebat pengintipanku.

“Dari sejak awal, kami sudah tahu kalau kamu akan datang ke pemandian untuk mengintip.”

Rossweisse-san memasang posisi tempur.

“Sebagai Guru, akan kujaga tubuh telanjang para gadis dengan nyawaku!”

Aku perlahan menuruni tangga dan berbicara dengan kalem.

“Rossweisse-san.......biarpun kita rekan tim, hanya ini saja hal yang tak bisa kukompromi. – Aku harus mengintip pemandian wanita!”

Saat kami memasuki jarak serang satu sama lain, kami berhenti, dan saling menatap dan—

“Ha—“

Smack smack!

Rossweisse-san dan aku mulai bertarung di pintu darurat kebakaran.

Karena ini hotel, kami tak bisa menggunakan serangan kuat. Ini adalah pertarungan sihir berskala kecil dan adu pukul.

Tanpa Balance Breaker, aku sama sekali tak percaya diri mengalahkan Rossweisse-san dalam pertarungan serius. Namun, lain lagi ceritanya kalau Rossweisse-san tak bisa mengerahkan segenap kekuatannya di dalam hotel.

Aku mewujudkan Boosted Gear dan melepaskan beberapa Dragon Shot mini untuk memantulkan sihir es Rossweisse-san!

Huhuhu, kamu tak bisa memakai sihir api dan ledakan disini!

Bahkan saat Dragon Shot bisa ia tangkis, aku bisa menghembuskan api dari mulutku untuk melelehkan panah esnya dalam sekejap! Toh aku ini seekor Naga, serangan panas semacam ini masih di dalam kemampuanku!

“Hmph! Seranganmu masih kuat seperti biasanya! Selama berkaitan dengan seks, kamu bisa menaikkan kekuatanmu sampai level ini......! Sungguh menggelikan!”

“Asal itu bisa membuatku menyaksikan tubuh tubuh telanjang gadis seusiaku, aku akan dengan senang hati melawanmu sampai mati hari ini!”

“Sungguh level mesum yang tinggi! Kamu! Bukankah kamu seharusnya sudah puas dengan melihat dan merasakan tubuh telanjang Rias-san dan Akeno-san setiap hari?”

“Ini ya ini! Itu ya itu!”

“Apa! Naga mesum playboy ini benar benar keterlaluan!”

Apa iya? Aku, playboy? Dari sejak awal, aku selalu merasa kalau para gadis lah yang bermain main denganku di rumah......

“Ngomong ngomong, biarpun kamu bisa melewatiku, ada siswa kelas dua dari gadis gadis Sitri yang menjaga di depan sana. Sebagai senjata terakhir, kami bahkan akan izinkan Saji membangkitkan Dragon King untuk menghadangmu. – Tak peduli apa, kamu tak akan mengintip pemandian wanita.”

Kenapa jadi begini! Formasi pertahanan seperti itu sampai dipersiapkan!? Sepertinya rencakaku untuk mengintip pemandian wanita sudah terbaca sejak awal! Betapa kurang kerjaannya Rossweisse-san dan para budak Sitri!

Selain itu, membiarkan Saji bertransformasi menjadi Dragon King untuk menyetopku dari mengintip, mereka pikir seberbahaya apa aku ini!? Sampai membawa Vritra untuk menghentikan Sekiryuutei dari mengintip, gila apa!?

“Ayolah, biarkan aku lolos kali ini! Kalau kamu terus begitu, kamu takkan pernah mendapat pacar!”

Mendengar ucapanku, Rossweisse-san tiba tiba menjadi murka.

“Pa, pa, pa, pa, pa, pa, pacar itu sama sekali tidak relevan! Se, se, se, se, se, selain itu aku mantan Valkyrie yang masih perawan! Aku juga ingin melakukan hal hal erotis dengan pacar yang tampan dengan masa depan menjanjikan!”

Usai Rossweisse-san berteriak, seluruh tubuhnya mulai memancarkan kekuatan sihir!

Krak! Krak!

Tangga darurat mulai berguncang dengan keras!

Oh tidak! Karena kata kata merangsang itu, tekanan dari Rossweisse-san meningkat sampai level membahayakan! Matanya nampak berair, aku pasti baru menekan tombol terlarang! Kalau sudah begini seluruh lantai ini bisa hancur! Aku juga akan mati!

Kalau sudah begini, hanya ada “itu”! Aku akan memakai “itu” untuk menghentikannya!

“Takkan kumaafkan kamu!”

Rossweisse-san melepaskan halilintar yang bergerak zig zag sepanjang tangga darurat!

Berhasil menghindari serangan sihir Rossweisse-san, aku menutup jarak. Masih terkejut sedikit namun aku harus menahannya!

Sepanjang waktu ini, aku meningkatkan imajinasiku sampai max, dan memusatkan kekuatan Iblis di tanganku.

....Ya! Biarkan khayalanku menjadi kenyataan! Dan biarkan kekuatan yang tersimpan dilepaskan dari Sacred Gear!

[Explosion!]

Persiapan selesai! Aku melepas atasan seragam olahragaku dan melemparnya ke depan! Menghalangi pandangannya dalam sekejap! Dia takkan tahu apa yang terjadi berikutnya!

“Hanya selevel ini?”

Rossweisse-san memakai sihir angin untuk menghembuskan pakaian – namun sebuah celah tercipta dalam sekejap! Jangan remehkan hasrat seksualku! Rossweisse-san bereaksi pada tipuanku, dan saat aku bergerak melewatinya, akhirnya – aku menyentuh pakaiannya.

“Musnahlah! Dress Break!”

Usai aku menyalurkan sihir pada pakaian Rossweisse-san, pakaiannya musnah dalam sekejap!

Dress Break sukses! Akhirnya, bahkan Rossweisse-san takkan berdaya pada jurus agung ini!

Oh oh! Sungguh sosok yang seksi! Sebenarnya ini kali pertama aku melihat tubuh telanjang Rossweisse-san! Payudara indah itu membuatku sangat tersentuh! Sungguh hebat! Payudara Buchou juga indah, namun entah itu bentuk keseluruhan atau putingnya, payudara Rossweisse-san sangat mengagumkan dalam semua hal! Kaki indah yang digabungkan dengan pinggang sempit, sosok langsing, seperti karya seni!

Rossweisse-san mulai menangis. Apa aku........sudah kelewatan?

“Ooh, ooh.......”

“Maaf, itu kecelakaan.”

Pada permohonan maafku, Rossweisse-san menangis dengan marah.

“Kamu pikir maaf saja cukup!? Ba-baju senam itu kubeli seharga 980 yen di saat diskon! Se-setidaknya perlu tiga kali harganya untuk menggantikannya sekarang! Bra dan celana dalamnya juga kubeli di saat diskon!”

Dia marah pada hal itu!? Dibandingkan terlihat telanjang, memusnahkan pakaian itu lebih mengesalkan!? Ini benar benar mantan Valkyrie yang pelit dan banyak mengomel!

“Ah! Iyaaah! A-aku takkan bisa menikah lagi!”

Akhirnya menyadari, Rossweisse-san menutupi bagian bagian penting dengan tangannya! Aku tak tahu lagi bagaimana harus bereaksi pada sikap tak terduga ini!

High school dxd v9 091.jpg

“Kamu baru sadar sekarang?”

“Apa maksudmu, baru sadar sekarang! Memusnahkan pakaian itu pemborosan! Dress Breakmu itu sama sekali tak ramah lingkungan! Selain itu, hasrat seksualmu terlalu kuat! Tisu, juga, kamu pasti memakai banyak tisu, kan!? Sebagai Guru, aku tak bisa memaafkan itu! Tolong hargai sumber daya alam!”

Dimarahi soal menghargai barang barang yang dimusnahkan oleh Dress Break! Ini kali pertama bagiku!

Dan soal hasrat seks dan peringatan tentang pemakaian tisu! Yah, itu benar, bagi siswa SMA di puncak pubertas, pemakaian tisu memang boros.......

Rossweisse-san benar benar pelit – bukan, bukan, orang yang amat sangat ramah lingkungan!

Valkyrie perawan yang hobi berbelanja di toko 100 yen, seperti kakak perempuan yang membuat seseorang merasa kurang beruntung.

“Ini kali pertama aku dimarahi soal hal ini! Maafkan aku! Aku benar benar minta maaf!”

Karena ujung ujungnya jadi begini, aku kehilangan hasrat untuk mengintip pemandian wanita. Pada saat ini, sebuah sosok muncul. Itu adalah—

“Ah, maaf sudah mengganggu klimaks hiburan kalian, maafkan aku.”

Azazel-sensei. Dengan mata setengah terbuka, menggeleng kepalanya oleh adegan luar biasa di depan matanya.

“Azazel-sensei, kenapa anda ada disini!?”

“Oh, kita sudah dipanggil. Ke restoran Jepang terdekat.”

Dipanggil? Oleh siapa? Mereka sudah berada di restoran terdekat?

“Siapa itu?”

Sensei tersenyum di sudut bibirnya oleh pertanyaanku.

“Maou shoujo sama yang sangat imut.”


Bagian 5[edit]

Kami kelompok Gremory plus Irina dengan tenang menyelinap keluar dari hotel dan mengikuti Azazel-sensei ke restoran di sudut jalan.

“....Restoran ‘Dairaku’, jadi Leviathan-sama berada di tempat seperti ini.”

Ya, kelihatannya Serafall-sama telah memasuki Kyoto.

Kami serta Sensei menerima undangan dari Serafall-sama.

Pada poin ini, melewati sejumlah jalan yang terisi oleh suasana tradisional Jepang, sebuah ruangan nampak.

Membuka pintu – Serafall-sama dengan tenang tengah menunggu kami, duduk dalam posisi seiza[7], dan mengenakan kimono yang glamor.

“Hello! Sekiryuutei-chan, dan para budak Rias-chan, lama tak jumpa!”

Leviathan-sama selalu menyapa kami dengan riang dan antusias.

Kimono sangat cocok dengannya. Rambutnya yang sangat panjang diikat hari ini agar sesuai dengan kimononya.

“Oh, rupanya Hyodou dan kalian.”

Saji dan para gadis Sitri kelas dua lain. Mereka sudah datang lebih dulu, ya.

“Yo Saji. Bagaimana Kyoto? Kemana kamu pergi di siang hari?”

“Kami kan OSIS. Kami menghabiskan sepanjang siang dengan membantu para Guru.”

Saji berbicara sambil mendesah. Itu pasti sangat berat bagi mereka. Tapi sebagai anggota OSIS, ya apa boleh buat.

Tetap saja, dengan si [Kuda] Meguri-san, si [Benteng] Yura-san, dan [Peluncur] Hanakai-san dan Kusaka-san, ternyata ada banyak Iblis cantik diantara siswi kelas dua disana.......Ini membuat posisi Saji sebagai satu satunya pria di OSIS cukup membuat iri.

“Makanan disini sangat enak. Khususnya menu ayamnya sangat lezat. Sekiryuutei-chan, kamu dan Saji harus makan banyak.”

Kami baru saja mengambil tempat duduk ketika Leviathan-sama segera memesan lebih banyak makanan secara gila gilaan. Tapi kami baru makan malam........

Ah, biarpun begitu, usai mencicipi sepotong di mulutku, rasa lezat itu membuatku seperti bisa makan sebanyak mungkin. Sepertinya semua orang disini merasakan hal yang sama.

“Jadi, kenapa Leviathan-sama datang ke tempat seperti ini?”

Oleh pertanyaanku, Leviathan-sama membuat pose kiraboshi dan membalas.

“Aku datang kemari untuk mengamankan kerjasama dari golongan Youkai Kyoto.”

Benar benar seorang yang mengurus hubungan luar, dia melakukan tugasnya penuh tanggung jawab. Itu artinya, bernegosiasi dengan golongan youkai.

Namun Leviathan-sama kemudian meletakkan sumpitnya, dan wajah imutnya mengernyit.

“Tapi......sepertinya ada situasi tidak biasa.”

“Situasi tidak biasa?”

Pada pertanyaanku, Leviathan-sama membalas.

“Menurut laporan dari youkai Kyoto, pemimpin mereka Kyuubi telah menghilang sejak beberapa hari lalu.”

Usai aku mendengar ucapannya, peristiwa di hari ini melintas dalam pikiranku.

-- Kembalikan Ibuku!

Kata kata si gadis itu terulang jelas dalam pikiranku. Bukankah Kyuubi adalah rubah berekor sembilan yang terkenal itu? Mereka sering muncul dalam manga.

“—Dan itu artinya.......”

Mungkin karena dia memahami apa yang hendak kuucapkan, Leviathan-sama mengangguk.

“Ya. Aku sudah mendengar laporanmu dari Azazel-chan. Aku takut......itulah situasinya.”

Azazel-sensei meneguk keras keras alkoholnya, dan kemudian berkata:

“Jadi pemimpin para youkai telah diculik. Seorang yang bertanggung jawab—“

“Kemungkinan, itu adalah Khaos Brigade.”

Leviathan-sama menyimpulkan dengan khidmat.

.......

Sudahkah organisasi teroris datang kemari?

Si gadis bertelinga hewan – Ibu si gadis Kyuubi telah diculik oleh mereka. Karena itulah kami disalahartikan sebagai bagian dari penculik dan diserang.

“Kalian, kalian terlibat dalam masalah apa lagi kali ini?”

Mata Saji mulai sedikit berkedut kedut. Maaf Saji, kami selalu masuk dalam segala macam masalah!

“Astaga, mengurus bocah bocah ini untuk piknik sudah melelahkan. Betapa menyusahkan, para teroris itu.”

Sensei mengucapkan kata kata itu dengan kesal. Hei, bukankah anda hendak bersenang senang dengan maiko........?

Leviathan-sama menuangkan secangkir lagi untuk sensei dan melanjutkan.

“Apapun yang terjadi, situasi ini tak bisa dipandang remeh. Kita harus menyelesaikannya sendiri. Aku akan terus mencoba untuk bekerjasama dengan para youkai.”

“Paham. Aku akan bertindak sendiri. Astaga, para teroris ini sampai membawa masalah jauh jauh ke Kyoto.”

Azazel-sensei meneguk cangkirnya dan mengutuk. Tanpa ragu, itu karena para teroris ini membuat dia kehilangan kesempatan untuk bisa bermain dengan maiko.

Ini baru hari pertama piknik, dan masalah sudah menjadi seserius itu........apa yang kami harus lakukan? Jujur saja, ini tak lagi bisa disebut piknik.......tidak, tidak, lebih tepatnya karena ini piknik berharga bagi siswa SMA kelas dua, kita harus mencoba sebisa mungkin untuk menikmati piknik ini.

Namun, karena kami adalah budak Gremory, dan Iblis, kami sebisa mungkin diminta untuk tak terlalu menarik perhatian.

“Ummm, jadi yang kami harus lakukan adalah........?”

Saat aku bertanya dengan ragu ragu, sensei menghela nafas dan memaksakan senyum.

“Pokoknya, kalian harus tetap menikmati piknik kalian.”

“Eh, tapi..........”

Sensei mulai menepuk nepuk kepalaku dengan tangannya.

“Kalau sesuatu terjadi, aku akan panggil kalian. Namun, ini juga piknik sekolah berharga kalian, kan? kami orang dewasa akan mencoba menangani situasi sebisa mungkin. Jadi kalian semua nikmatilah Kyoto untuk sekarang.”

.......Sensei. Kata kata sensei membuatku merasa sangat tersentuh.

Sungguh orang curang. Gubernur yang suka bertindak semaunya sendiri ini, mengatakan hal sekeren itu dalam situasi seperti ini.

“Ya. Sekiryuutei-chan, serta para budak Sona-chan. Silahkan menikmati waktu kalian di Kyoto. Aku juga akan menikmati waktuku!”

Tak ada lagi yang perlu dikatakan karena Leviathan-sama mengatakan itu. Diluar dugaan, sepertinya Leviathan-sama adalah seorang yang paling ingin mengunjungi Kyoto.

Karena kami tak ingin menambah beban mereka, kami memutuskan untuk melanjutkan tur tamasya kami.

Dan kami tak boleh melapor pada Buchou........tapi kalau sesuatu terjadi, aku akan ambil tindakan.

Aku akan melindungi Kyoto yang Buchou cintai!

Catatan Penerjemah dan Referensi[edit]

  1. I__tan: Referensi (disensor) dari Departemen Store di JepangIsetan.
  2. maiko: Murid geisha yang tugasnya antara lain bernyanyi, menari, dan memainkan instrumen bersenar tiga untuk menghibur para tamu. Mereka ditemukan di Jepang barat, khususnya Kyoto [1]
  3. Fushimi Inari:Kuil utama dari Dewa Dewa Shinto Jepang Inari.[2]
  4. torii:Gerbang tradisional Jepang yang digunakan sebagai pintu masuk kuil Shinto dan juga ditemukan di dalamnya. Mereka menyimbolkan perpindahan diantara dua alam [3]
  5. sandou:dalam arsitektur Jepang, jalan yang menuntun ke gerbang masuk sebuah kuil Shinto atau kuil Buddha [4]
  6. tengu:tipe makhluk supernatural dari legenda Jepang. Meski namanya berarti “Anjing Langit” secara harfiah, mereka sering digambarkan sebagai makhluk seperti burung. Karasu artinya gagak [5]
  7. seiza:Posisi duduk formal di Jepang dengan cara berlutut sembari meletakkan pantat di atas mata kaki[6]