High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 3 Life 4

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Life.4: Maju! Klub Penelitian Ilmu Gaib![edit]

Bagian 1[edit]

“Rias-senpai, kami sudah menutupi sekolah dengan perisai raksasa. Dengan ini, kecuali hal yang terlalu hebat terjadi, takkan terjadi kerusakan diluar.”

Saji melaporkan situasi terkini pada Buchou. Kami, Klub Penelitian Ilmu Gaib dan OSIS, sudah berkumpul di taman yang terletak tepat di depan Akademi Kuou. Hanya Kiba yang tidak ada. Dimana kamu Kiba........Irina yang terluka sudah dibawa ke rumah Kaichou. Dia menghindari skenario terburuk berkat kekuatan Asia. Saji dari OSIS menjelaskan tentang perisai pada Buchou. Mungkin karena tamparan yang kita dapat tadi, dia berdiri secara tak alami. Menurut ceritanya, Kaichou dan Shitori Souna-senpai sudah mengumpulkan semua anggota OSIS dan menaruh perisai raksasa di sekolah setelah mendengar situasinya dari Buchou. Itu jaga jaga untuk mencegah kerusakan menyebar ke arah luar. Lawannya adalah salah satu pemimpin Malaikat Jatuh yang muncul dalam buku Injil.

“Ini untuk menekannya sampai minimum. Jujur saja, kalau Kokabiel bertarung dengan serius, bukan hanya Akademi ini, namun seluruh kota akan lenyap. Selain itu, dia sudah bersiap siap. Para budakku sudah melihat dia melepaskan kekuatannya di wilayah sekolah.”

Wha......! aku dibuat membisu oleh ucapan Kaichou. Apa kamu serius!? Kita sedang membicarakan hal sebesar itu!? Jadi artinya seserius itu........dia benar benar pemimpin Malaikat Jatuh merepotkan! Dia akan menghancurkan kotaku karena dia ingin berbuat semaunya, yakni memulai perang!? Jangan melucu! Jangan main main kau Malaikat Jatuh sialan! Takkan kubiarkan kau berbuat sesukamu! Aku hanya ingin hidup dan menikmati keseharianku di kota ini dengan Buchou, Asia, dan semua orang! Kemarahanku mencapai MAX, dan kaichou terus menjelaskan.

“Budakku dan aku akan terus menempatkan perisai untuk mengurangi kerusakan. Aku ingin meminimalkan kerusakan sekecil mungkin........tapi sulit untuk mencegah sekolah kita mendapat kerusakan. Tapi kelihatannya kita harus lakukan karena pemimpin Malaikat Jatuh yang bergerak.

Kaichou menyudutkan matanya dan menatap arah sekolah dengan mata berisi kebencian. Dia mungkin mengarahkannya pada Kokabiel. Berarti sudah dipastikan kalau sekolah akan hancur lebur. Sekolah.......tempatku belajar........

“Terima kasih Sona, kami akan lakukan sisanya dari sini.”

“Rias, musuh kita adalah monster dengan kekuatan jauh diatas kita. Masih belum terlambat. Kita harus hubungi Onii-sama mu......”

Buchou menggeleng kepalanya.

“Kamu juga tak memanggil Onee-sama mu.”

“Onee-sama ku.......Onii-sama mu sangat menyayangimu. Sirzechs-sama pasti akan bergerak, jadi.....”

“Aku sudah memberitahu Sirzechs-sama.”

Akeno-san mengatakannya pada Kaichou dan Buchou.

“Akeno!”

Buchou mengkritiknya. Tapi Akeno-san memasang ekspresi marah.

“Rias. Aku tahu kalau kamu tak mau membuat masalah bagi Sirzechs-sama. Ini terjadi di wilayahmu. Di markasmu. Dan itu terjadi setelah masalah keluarga. Tapi lain ceritanya kalau pemimpin Malaikat Jatuh muncul. Itu masalah yang sama sekali tak mampu kamu selesaikan. Mari meminjam kekuatan Maou.”

.......Ini pertamakalinya melihat Akeno-san memarahi Buchou. Tapi, seperti yang kuduga, Akeno-san memanggilnya “Rias” sepanjang waktu pribadi dan berbicara normal padanya. Buchou sepertinya ingin mengatakan sesuatu. Namun dia hanya menarik nafas panjang dan mengangguk. Akeno-san tersenyum kembali seperti biasanya setelah melihat Buchou.

“Terima kasih sudah memahami situasinya, Buchou, Sona-sama. Pasukan bantuan Sirzechs-sama akan datang kemari dalam satu jam.”

“Satu jam........aku paham. Dalam waktu itu, kami, OSIS, akan bersumpah untuk terus menempatkan perisai pelindung atas nama Sitri.”

Buchou sepertinya sudah memantapkan hatinya juga setelah melihat ketegasan Kaichou.

“........Jadi satu jam. Sekarang para budakku, kita akan maju ke garis depan. Kita akan masuk kedalam perisai dan mengalihkan perhatian Kokabiel. Tak seperti pertarungan melawan Phenex, ini pertarungan hidup dan mati! Namun, takkan kumaafkan kalau kalian mati! Kita akan bertahan hidup dan terus bersekolah disana!”

[Ya!]

Kami membalas dengan suara enerjik.

“Hyodou! Akan kuserahkan sisanya padamu!”

“Aku paham Saji. Kamu harus lebih mengkhawatirkan kondisi bokongmu.”

“Jangan bilang begitu! Rasanya akan makin sakit kalau kamu mengatakan itu! Bagaimana dengan bokongmu?”

Nggggh! Bokongku mulai terasa sakit setelah dia mengatakan itu!

“Fufufu. Cinta Buchou memang menyakitkan. Tapi situasi saat ini sama saja meletakkan pantat kita diatas api.”

“Tidak, tidak. Aku takkan kuat. Jadi Kiba masih belum disini juga?”

“Ya. Kuharap dia masih selamat.”

“Ya. Aku juga percaya padanya.”

Saji dan aku saling menumbukkan tinju kami dan berdoa untuk misi kami. Ini adalah pertarungan sengit! Kalau jadi serius, maka aku juga........

[Serahkan padaku, partner. Lawan kita adalah Kokabiel. Dia bukan lawan yang tak bisa dikalahkan. Mari tunjukkan padanya.]

Ya, Ddraig. Mari tunjukkan padanya! Kekuatan Naga yang pernah menantang bertarung Tuhan dan Maou!


Bagian 2[edit]

Kami langsung masuk melalui gerbang utama. Ketika aku masuk, aku memakai promotion untuk mempromosi diriku dari [Pion] menjadi [Ratu] sehingga kekuatanku meningkat. [Ratu]ku masih lemah dibandingkan Akeno-san. Karena aku belum lama menjadi Iblis.

......Aku dibuat membisu setelah melihat pemandangan mengerikan. Di tengah tengah lapangan sekolah, terdapat empat pedang yang melepaskan cahaya ekstrim sambil mengambang. Dengan pedang di pusatnya, ada lingkaran sihir yang nampak mencurigakan tersebar sepanjang lapangan sekolah. Ada pria tua terletak di tengah tengah lingkaran sihir. Balba Galilei? Tua bangka itu. Apa yang dia rencanakan dengan lingkaran sihir itu?

“Apa ini.......?”

Aku menyuarakan keraguanku.

“Aku akan menyatukan empat Excalibur menjadi satu.”

Balba mengatakannya seolah itu menyenangkan.

“Balba. Berapa lama lagi waktu bagi Excalibur untuk bergabung?”

“.....!”

Ada suara dari langit! Saat semua anggota klub melihat ke atas, terdapat Kokabiel dengan bulan sebagai latar belakangnya! Dia tengah duduk di atas kursi di langit sambil menatap kami dibawah.......apa kekuatan Malaikat Jatuh yang membuat kursi itu mengapung? Dia menyilangkan kakinya penuh percaya diri!

“Bahkan tak perlu 5 menit, Kokabiel.”

“Begitukah. Kalau begitu kuserahkan padamu.”

Kokabiel memindahkan tatapannya dari Balba ke Buchou.

“Apa Sirzechs yang datang? Atau Serafall?”

“Menggantikan Onii-sama dan Leviathan-sama, kami.......”

SWISH! BANGGGGGGGG!

Setelah suara angin, terdapat suara ledakan yang menggema sepanjang area! Suara datang dari arah dimana ruang olahraga berada. Bahkan tak ada jejaknya sama sekali! Apa ruang itu diledakkan!?

“Membosankan. Tapi ini saja cukup. Akan sangat menyenangkan.”

Ada tiang besar dari cahaya dimana ruang olahraga berada. Apa itu mungkin tombak cahaya? Ka....kau pasti bercanda.......itu terlalu besar! Dibanding wanita Malaikat Jatuh itu, seolah membandingkan tusuk gigi dengan kail pancing! Kalau aku sampai kena benda itu.......

[Apa kau takut, partner?]

Ddraig berbicara langsung padaku. Tentu saja aku akan takut setelah melihat itu! Itu bukan masalah makhluk diluar kita! Itu levelnya benar benar berbeda dari kita!

[Ya. Levelnya memang jauh berbeda. Dia begitu kuat sampai namanya tertulis dalam Injil sejak zaman dulu. Dia adalah salah satu yang bertahan hidup dari peperangan melawan Tuhan dan Maou masa lalu.]

Bisakah kita menang? Bisakah kita mengalahkannya?

[Kalau kondisi menjadi serius, aku akan menghajarnya biarpun aku harus mengubah hampir semua tubuhmu menjadi Naga. Biarpun kau tak bisa mengalahkannya, aku akan memberinya hantaman yang akan membekukannya dalam satu jam. Kau bisa serahkan sisanya pada Maou.]

......jadi dia sekuat itu. Sepertinya aku harus membuat keputusanku juga........tapi, memakai armor akan jadi senjata terakhirku. Itu hanya membuatku kuat selama 10 detik. Kekuatan Balance Breakerku yang mengabaikan batas stamina dan kekuatan Iblisku akan menjadi tak terkalahkan sekali aku mengaktifkannya. Tapi setelah memakai itu, aku tak bisa memakai Sacred Gearku selama tiga hari berikutnya. Memakainya sama saja situasi berenang atau tenggelam.

“Sekarang. Aku akan buat kalian melawan piaraan yang kubawa dari Neraka.”

Kokabiel menjentikkan lidahnya. Kemudian dari dalamnya kegelapan ada suara tanah bergetar seolah datang ke arah kami. Benda itu adalah sesuatu yang jauh melampaui dugaanku. Delapan......bukan, mungkin sepuluh meter tingginya. Dia punya badan besar. Dia punya empat kaki, dan tiap tiap kakinya tebal. Juga cakar yang tumbuh dari tiap kakinya begitu tajam sampai punggungku terasa bergidik. Mata yang bercahaya dari kegelapan berwarna merah. Dari mulutnya, nampak gigi taring berbahaya. Taringnya begitu berdekatan satu sama lain, dan dari celahnya muncul nafas kecil mengembun. Hewan itu setidaknya mirip dengan.........Anjing. tapi anjing tak mungkin sebesar ini! Itu karena anjing tak memiliki tiga kepala!

GROOOOOAAAAARRRRRRRRR!

Raungannya begitu keras sampai tanah di sekitarnya berguncang! Tiga kepala meraung di saat yang sama.

“.......Cerberus!”

Buchou mengatakannya dengan nada jijik.

“Cerberus?”

“Ya. Itu adalah hewan terkenal yang memiliki julukan Anjing Penjaga Neraka.”

Anjing Penjaga Neraka......? jadi anjing ini adalah monster yang terdengar begitu berbahaya!?

“Dia tinggal di gerbang neraka, bukan, dunia bawah. Tapi sampai membawanya ke dunia manusia....”

“Apa itu buruk?”

“Kita harus melakukannya! Kita akan melenyapkannya, Ise!”

Ooou! Buchou! Dia sangat bersemangat! Kalau begitu aku juga harus bersemangat!

“Ya! Buchou, mari kita lakukan! Boosted Gear!”

[Boost!]

Oke Anjing, karena kelihatannya kau belum dijinakkan baik baik, aku akan melatihmu dengan keras! Aku antusias melakukannya, namun Buchou menaruh tangannya di bahuku.

“Ise. Kali ini, kami akan menjadi tamengmu.”

“Jadi aku yang memberinya serangan akhir dengan terus meningkatkan kekuatanku?”

Buchou menggeleng kepalanya oleh pertanyaanku.

“Tidak. Kamulah yang akan mendukung kami. Kamu akan mentransfer kekuatan boostmu pada kami. Boosted Gear adalah Sacred Gear yang memperkuatmu dan juga meningkatkan kekuatan rekan rekanmu dalam pertarungan tim.”

Meningkatkan kekuatan rekan rekanku dengan memakai kemampuan Gift. Kalau aku mentransfer kekuatan Boostku pada Buchou dan Akeno-san yang lebih kuat dari aku yang normal........juga dari segi penyembuhan. Kalau aku meningkatkan kemampuan Asia maka efeknya akan jadi absolut! Jadi aku akan menaruh kekuatan boostku pada anggota kelompok top! Mungkin saja akan efektif melawan Kokabiel!? Biarpun kita tak bisa memberinya kerusakan hebat, kita mungkin punya kekuatan untuk memblokir serangannya.

“Ngomong ngomong Ise. Termasuk kekuatanmu, berapa kali kamu bisa mentransfer kekuatanmu?”

Pertanyaan Buchou. Ya. Sacred Gearku punya batas berapa kali aku bisa memakainya. Sacred Gearku yang bisa menggandakan kekuatanku berada dalam kategori tak tertentu. Jumlah berapa kali aku bisa memakainya tergantung pada pemiliknya, aku. Kalau kupakai terus terusan, Sacred Gear akan berhenti berfungsi. Lalu tubuhku akan kehilangan kekuatannya.

“Saat ini dengan semua staminaku, aku hanya bisa mentransfernya 3 atau 4 kali dengan boost maksimum. Tidak, aku mungkin pingsan setelah yang keempat jadi anggap saja aku bisa melakukannya tiga kali.”

“Begitu. Jadi kita tak boleh membuang buangnya.”

Maaf Buchou. Kalau aku menggunakannya dengan boost lebih kecil maka bisa kupakai lebih banyak lagi. Tapi hasil kekuatannya takkan mencukupi. Entah kenapa rasanya aku berubah menjadi “item” berguna sepanjang hari.......itu juga tak apa apa.

“Akeno!”

Buchou membentangkan sayap dari punggungnya dan terbang ke langit bersama Akeno-san

GAAAAAARUUUUUUUUU!

Cerberus melompat setelah membuat teriakan.

FLAAAAAAMEEEEEE!

Salah satu kepala mengarah pada Buchou yang terbang dan menghembuskan nafas api! Wow! Dia benar benar monster!

“Naif sekali.”

Akeno-san berdiri di depan Buchou dan membekukan api dalam sekejap. Benar benar [Ratu] kita!

“Rasakan ini!”

Buchou melompat dari belakang Akeno-san dan melepaskan kotak kekuatan iblis hitam. Itu adalah ledakan [Power of Destruction]. Kekuatan Iblis Buchou begitu powerful hingga bisa melenyapkan apa saja yang mengenainya.

FLAAAAAAMEEEEEEEE!

Kepala lain dari si anjing monster menembakkan bola api! Kekuatan Iblis Buchou dan bola api Cerberus saling bertabrakan dengan dahsyat! Kemudian kepala yang lain menembakkan bola api! Sial! Tiga serangan berturut turut! Bola api kedua mendukung bola api pertama yang ditekan oleh serangan Buchou! Kekuatan bola api meningkat dan mulai menekan serangan Buchou. Kemudian Cerberus mencoba menembak lagi! Kalau dia lakukan lagi, maka Buchou bisa bisa.......

“Aku sudah menemukan celah padamu!”

BANG!

Koneko-chan yang melompat dari sampingku memberikan pukulan keras di kepala Cerberus! Ia membuat suara keras! Untung bukan aku yang terkena serangan itu, Koneko-chan!

“Rasakan yang ini juga!”

Saat Akeno-san mengacungkan jarinya ke atas, ada halilintar tercipta di angkasa. Dia kemudian mengarahkan telunjuknya pada Cerberus dan........

FLASH!

Setelah satu kilatan, Cerberus diselimuti halilintar dahsyat! Akeno-san memberikan petir ekstra spesial pada si anjing! Serangan Buchou juga memperkuatnya! Tapi tubuh Cerberus tak dilenyapkan dan hanya mengenai sisi perutnya! Ada darah hitam mengucur dari si perut monster anjing. Ada asap mengepul darinya. Namun matanya masih bersinar. Ia masih bisa bergerak biarpun diserang seperti itu!? Dan kekuatanku.......masih belum mencapai puncaknya. Aku sudah dipromosi menjadi [Ratu], tapi aku masih tak sekuat [Ratu]nya Akeno-san! Aku masih kurang latihan. Kondisiku sebagai Iblis masih payah. Aku ingin jadi lebih kuat........aku pasti akan bertahan dalam pertarungan ini! Kemudian aku akan jadi kuat dan akhirnya menjadi “Pion Terkuat” yang Buchou selalu katakan!

GARUUUUUUUUUUU!

Ummmmm, aku bisa mendengar auman berbahaya..........aku menoleh dengan pikiran seram dan.........

“Masih ada satu lagi!?”

Cerberus lain muncul dari kegelapan! Jangan bercanda! Bukan bercanda lagi kalau seekor lagi muncul!

GAAAAAOOOOOOO!

Ia membuat auman dan datang menyerbu ke arahku dan Asia! Sial! Haruskah aku berlari!? Boostku takkan diulang selama aku tak menyerang dan menerima serangan! Aku harus berlari sambil membawa Asia! Tapi sepertinya tak ada tempat untuk berlari di lapangan sekolah seperti ini!

“Ise! Pakai saja Boost itu untuk meningkatkan kekuatanmu!”

Buchou memberiku izin memakai kekuatan yang diboostkan. Itu akan jadi pilihan terbaik. Tapi kalau kugunakan disini, sama artinya hanya digunakan untuk melarikan diri! Tapi apa boleh buat kalau dipakai untuk melindungi Asia! Namun tepat sebelum aku melakukannya......

SLASH!

Salah satu kepala Cerberus yang datang menyerbu kami terbang ke langit. Itu terpotong!? Oleh siapa!? Kiba? Namun orang yang muncul adalah seorang pengguna Excalibur panjang. Ia adalah Xenovia. Kepala Cerberus yang terpotong berubah menjadi abu dan lenyap.

“Aku datang untuk membantu kalian.”

STEP!

Usai mengatakan itu, xenovia melaju untuk menebas perut Cerberus. Cerberus mengaum kesakitan karena kehilangan salah satu kepalanya.

GAAAAAOOOOOOOO!

Perut Cerberus terbelah menjadi dua setelah menerima serangan fatal. Ada asap mengepul, dan Cerberus mulai menguap. Jadi itukah efek dari Pedang Suci?

“Inilah serangan Pedang Suci. Ia memberi dampak kritikal pada Makhluk.”

STAB!

Xenovia menusukkan pedangnya dalam dalam ke dada Cerberus untuk menghabisinya. Pada saat itu, tubuh Cerberus berubah menjadi debu dan lenyap.

Gauntletku mulai bersinar. Ia bahkan belum mencapai batasnya. Tapi fenomena macam apa ini? Aku merasa ragu ketika Ddraig berbicara padaku.

[Ia mengatakanmu kalau ia sudah mencapai tahap kalau Cerberus bisa dikalahkan kalau kau mentransfernya pada Rias Gremory atau Himejima Akeno.]

Apa kau serius? Sejak kapan sistem gauntlet ini jadi sepraktis itu?

[Itu artinya baik kau dan Sacred Gear berevolusi hari demi hari. Dia bergerak sesuai harapanmu. karena kau tak bisa menebak perbedaan kekuatan diantara kau dan lawanmu, kau tak tahu berapa banyak boost yang diperlukan. Ia sudah mulai bisa memberitahumu.]

Aku memang memikirkan itu, tapi dia merespon pada titik lemahku? Jadi artinya dia bisa merespon perbedaan kekuatan diantara aku dan lawanku sekarang. Itu hal yang sangat bagus! Aku berteriak pada Buchou dan Akeno-san yang masih terbang di angkasa.

“Buchou! Akeno-san! Aku punya cukup kekuatan untuk menjatuhkan Cerberus!”

Mendengarkan itu, Buchou dan Akeno-san saling bertukar tatap dan mengangguk. Mereka berdua turun padaku di saat yang sama.

“Ise! Kamu meningkatkan kekuatan salib dan air suci di pertarungan melawan Raiser kan?”

“Eh? Ah, aku memang melakukannya.”

“Jadi mungkin saja bisa meningkatkan kami berdua sekaligus! Tolong transfer kekuatanmu pada aku dan Akeno!”

Ddraig, hal itu begitu mendadak. Tapi apakah bisa?

[Ya. Kalau hanya dua sekaligus pasti masih mungkin. Kecuali aku hanya bisa mentransfer sekitar 70-80 persen kekuatan yang sudah diboost.]

Aku menjelaskannya pada Buchou dan Akeno-san. Mereka berdua nampak tak keberatan.

“Kupikir itu sudah cukup.”

“Ya. Kami bisa melakukannya.”

[Tolong!]

Buchou dan Akeno-san menjawab di saat yang sama. Aku meletakkan tanganku di pundak Buchou dan Akeno-san dan mengaktifkan Sacred Gearku.

“Mari kita lakukan, Boosted Gear!”

[Transfer!]

DEG DEG DEG DEG!

Aliran kekuatan besar mengalir ke Buchou dan Akeno-san melalui tubuhku. Mereka dalam sekejap mendapat kekuatan Iblis berskala besar. Mereka berdua kaget terhadap jumlah kekuatan yang mengalir kedalam diri mereka.

“.......Kita bisa melakukan ini.”

Akeno-san mengangguk pada senyum berani Buchou.

“Akeno!”

“Ya! Halilintar! Bergeloralah!”

Akeno-san mengacungkan jarinya ke langit dan mulai mengendalikan halilintar. Jarinya lalu diarahkan pada Cerberus.

! Cerberus mencoba kabur dari tempatnya seolah sudah memprediksi serangan yang akan datang!

STAB!

Tak terhitung bilah bilang pedang menusuk dari tubuh Cerberus! Pedang bermunculan dari tanah! Ini kan.........

“Takkan kubiarkan kau kabur!”

Orang yang muncul adalah [Kuda] kami! Itu adalah “Sword Birth” Kiba! Orang itu datang di waktu yang tepat!

FLASH!

Petir menyerbu Cerberus setelah ia kehilangan gerakannya karena pedang pedang Iblis. Petir itu begitu besarnya sampai tak bisa dibandingkan dengan yang sebelumnya! Halilintar menutupi hampir setengah dari daratan sekolah!

DUAAAAAAARRRRRRRR!!!!

“!”

Raungan Cerberus kalah keras dengan suara guntur, dan tubuhnya lenyap menjadi ketiadaan dari halilintar. Karena peningkatan kekuatannya, potensi kekuatan Iblis yang digunakan dengan cepat merespon kekuatannya. Biarpun itu Buchou dan Akeno-san, menembak terus menerus pasti sangat sulit bagi mereka. Dalam sekejap tubuh si anjing lenyap. Buchou mengarahkan tangannya pada Kokabiel.

“Rasakan ini! Kokabiel!”

DOOOOOOOOOOONNNNNNNNNN!

Terdapat massa raksasa kekuatan Iblis yang ditembakkan dari tangan Buchou!

“Besar sekali!”

Aku yang mengatakan itu. Ukurannya 10 kali lebih besar dari tembakan Buchou yang biasanya! Ia juga lebih cepat dan menyerbu ke pemimpin Malaikat Jatuh yang tengah duduk di langit! [Power of Destruction] mengenai Kokabiel! Lenyaplah dengan itu! Namun........dia hanya mengacungkan satu tangannya ke depan.

BAANNGGGGGGGGGG!

Dia memblokir serangan Buchou dengan hanya satu tangannya! Kau pasti bercanda! Dia menghentikan serangan raksasa seperti itu dengan hanya satu tangan!?

GUUUNN!!!

Kokabiel menghadapkan telapak tangannya ke langit. Tembakan yang diluncurkan Buchou berubah arahnya dan menuju ke langit kemudian lenyap. Kokabiel menunjukkan senyuman liciknya setelah melihat asap mengepul dari tangannya.

“Begitu. Kekuatan Rias Gremory sampai tumbuh sekuat ini karena kekuatan Sekiryutei. Menarik. Ini benar benar menarik. Kukuku.”

Kokabiel mulai tertawa sendiri seolah semua ini adalah persoalan lucu!

“.....Sudah selesai.”

Suara Balba. Kemudian keempat Excalibur yang ditempatkan di tengah lapangan sekolah mulai mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan. Apa itu? Kenapa itu terjadi!? Kokabiel mulai bertepuk tangan.

“Keempat Excalibur akan menjadi satu.”

Ia mulai memancarkan cahaya Kedewaan yang menyebar ke seluruh daratan sekolah. Karena begitu silau, kami menutupi wajah kami dengan tangan kami. Saat aku menatap lapangan sekolah, aku melihat keempat Excalibur dalam jarak berdekatan. Excalibur yang pada dasarnya adalah satu. Ia terpecah menjadi tujuh, namun empat darinya menjadi satu. Saat cahaya menyilaukan lenyap, ada satu Pedang Suci di tengah lapangan yang mengeluarkan aura putih kebiruan.

“Karena cahaya yang diciptakan Excalibur saat bergabung menjadi satu, mantra di tanah ini juga sudah selesai. Kota ini akan runtuh dalam 20 menit. Satu satunya cara menghentikannya adalah mengalahkan Kokabiel.”

Balba mengatakan hal mengejutkan! Aku dibuat diam membisu! Tentu saja! Karena kota tempatku tinggal akan runtuh kurang dari 20 menit! Lingkaran sihir menyebar sepanjang lapangan sekolah dan mulai bersinar dan mengumpulkan kekuatan. Apa itu sudah aktif!? Apa kau serius? Kota tempatku tinggal........apa kota yang kita tinggali ini benar benar akan runtuh!? Bohong! Itu pasti muslihat! Kami tak punya waktu mengatakan hal santai seperti “Kita harus menahannya sampai Sirzechs-sama dan bawahannya hadir!”. Ketika Maou-sama dan pasukannya datang, kota ini sudah lenyap!

“Freed!”

Kokabiel memanggil nama pendeta bajingan itu.

“Ada apa, bos?”

Pendeta berambut putih muncul dari dalam kegelapan.

“Pakai Excalibur di tengah lingkaran. Itu akan jadi hiburan terakhir. Bertarunglah sambil memakai Excalibur yang sudah bergabung menjadi satu dari empat Excalibur itu.”

“Iya iya. Aduh, Bosku benar benar memakai orang seenaknya. Tapi, tapi, aku akan merasa terhormat menggunakan Excalibur-chan yang sudah menjadi super luar biasa! Hal semacam itu kan!? Uhehehe! Aku tinggal memotong kecil kecil para Iblis itu!”

Freed tersenyum edan sambil memegang Excalibur yang terletak di tengah lapangan sekolah. Jadi dia bisa menggunakannya. Dia bilang kalau dia menerima “elemen” dari Balba. Xenovia lalu berbicara pada Kiba.

“[Kuda] Rias Gremory, kalau perjanjian kita masih berlaku, mari kita hancurkan Excalibur itu bersama!”

“Apa tak apa apa?”

Xenovia tertawa berani oleh ucapan Kiba.

“Paling tidak, takkan masalah selama aku mengumpulkan “fragmen” dari Excalibur yang bertindak sebagai intinya. Karena Freed yang memakainya, itu adalah Pedang Suci namun bukan Pedang Suci. Biarpun itu Pedang Suci, itu sama saja dengan senjata yang lain. Ia berubah tergantung dari orang yang menggunakannya. Itulah Pedang yang sesat.”

“Kukuku.......”

Seseorang terkekeh kekeh oleh percakapan dua orang itu. Itu adalah Balba.

“Balba Galilei. Aku adalah korban selamat dari “Proyek Pedang Suci”. Bukan, aku adalah orang yang kau bunuh lebih tepatnya. Aku terus hidup dengan bereinkarnasi menjadi Iblis.”

Kiba mengatakannya dengan tenang pada Balba. Namun matanya berisi api kebencian. Tergantung jawaban Balba, bisa saja ini akan menjadi situasi panas.

“Hou. Korban selamat dari proyek itu. Ini sungguh kurang beruntung. Sampai menemuimu di negara timur jauh seperti ini. Sungguh takdir, ufufufu....”

Sungguh cara tertawa yang menjijikkan. Seolah olah dia sedang melecehkan kami semua.

“Kau tahu, aku menyukai Pedang Suci. Aku begitu menyukainya hingga sering muncul dalam mimpiku. Mungkin karena hatiku terpesona oleh legenda Excalibur sejak masih anak anak. Karena itulah ketika aku menyadari kalau aku tak bisa memakai Excalibur, aku jadi putus asa.”

Balba mendadak bicara soal hidupnya. Cerita tentang masa lalu si Tua Bangka, rupanya.

“Aku sangat kagum mereka yang bisa menggunakannya karena aku sendiri tak bisa. Perasaanku itu begitu kuatnya hingga aku memulai eksperimen untuk menciptakan mereka yang bisa memakainya. Kemudian itu sempurna. Berkat kau dan rekan rekanmu.”

“Apa? Sempurna? Kau menyingkirkan kami setelah menganggap kami barang gagal!”

Kiba mengangkat alisnya dalam keraguan. Dari cerita Kiba, Buchou, dan Xenovia kudengar eksperimen itu gagal. Bukankah mereka menyingkirkan mereka karena menganggapnya sebagai barang gagal? Namun Balba menggeleng kepalanya.

“Aku sadar kalau ada faktor penting yang diperlukan untuk menggunakan Pedang Suci. jadi aku memakai nilai “Faktor” untuk menginvestigasi kemampuannya. Kebanyakan subjek tes memiliki “elemen” namun mereka tak memiliki nilai numerik yang cukup untuk memakai Excalibur. Kemudian aku mencapai sebuah kesimpulan. Adakah cara untuk mengeluarkan elemen dan mengumpulkannya?”

“Begitu. Aku paham sekarang. Benda yang dimasukkan kedalam pengguna Pedang Suci saat mereka dilantik sebagai pengguna adalah........”

Xenovia sepertinya baru menyadari kenyataan pahit dan menggeretakkan giginya dengan kebencian. A......apa maksudnya!? Aku masih ragu namun Balba terus saja berbicara.

“Benar sekali, wanita pengguna Pedang Suci. Kami mengeluarkan elemen dari mereka yang memilikinya dan mengkristalkannya. Contohnya yang ini.”

Balba mengeluarkan orb[1] yang memancarkan cahaya. Itu adalah orb yang berkilau. Aku bisa merasakan aura suci dari dalamnya.

“Dengan ini, penelitian pengguna Pedang Suci meningkat. Biar begitupun, orang orang tolol dari Gereja itu mengusirku karena menganggapku sesat dan merebut semua hasil penelitianku. Dengan melihatmu, aku paham kalau proyek berhasil di tangan orang lain. Michael itu. Dia membuatku nampak seperti kriminal dan inikah hasilnya? Tapi kita bicara soal Malaikat. Biarpun dia mengambil elemen dari para subjek itu, dia takkan sampai tega membunuh mereka. Bagian itu saja yang membuatnya lebih manusia dariku. Kukukuku.”

Balba tertawa puas. Begitu. Bahkan idiot sepertiku bisa memahaminya. Saat ini, untuk menghasilkan pengguna Pedang Suci secara buatan, ia memerlukan tumbal. Jadi Kiba dan Xenovia adalah korban dari proyek yang dimulai oleh Balba.

“......Kau membunuh rekan rekanku dan mengambil elemen yang diperlukan untuk menggunakan Pedang Suci?”

Kiba menanyai Balba dengan suara terisi penuh oleh hasrat membunuh.

“Itu benar. Orb ini adalah salah satu hasilnya. Aku sudah memakai tiga yang lain pada Freed sih. Ini yang terakhir.”

“Hyahahahahaha! Orang orang selain aku mati karena tubuh mereka tak bisa bersinkronisasi dengan elemen! Hmmmmmm. Kalau dipikir pikir, itu berarti aku istimewa kan!?”

Kalau memang seperti yang Freed katakan, maka orang lain yang mencuri Excalibur tewas. Cih! Akan lebih baik kalau Freed saja yang mampus! Kenapa justru orang orang macam dia yang kuat!?

“Kamu berpikir kalau orang orang macam aku selalu yang kuat kan, Ise-kun? Tidak, tidak, aku takkan mati dengan mudah, tentu saja.”

Jangan baca pikiranku, pendeta sialan!

“.......Balba Galilei. Berapa banyak nyawa yang sudah kau korbankan untuk eksperimen serakahmu ini........”

Tangan Kiba bergetar dan terdapat aura kemarahan keluar dari tubuhnya. Sungguh aura mengerikan!

“Hm, kalau kau bertanya begitu, maka kuberikan orb ini padamu saja. Penelitianku sudah mencapai tahap dimana mungkin untuk memproduksinya dalam jumlah besar di lingkungan yang sesuai. Pertama tama, aku akan hancurkan kota ini dengan Kokabiel. Kemudian aku akan mengumpulkan semua Pedang Legendaris di seluruh dunia. Kemudian aku akan memproduksi-massal pengguna Pedang Suci dan memulai peperangan melawan Michael dan Vatikan dengan gabungan semua Excalibur. Akan kutunjukkan hasil penelitianku pada para Malaikat tolol dan pengikut mereka yang sudah mengusirku.”

Jadi itukah alasan kenapa Balba dan Kokabiel berkomplot. Mereka berdua sama sama benci Malaikat. Keduanya sama sama menginginkan perang. Mereka pasangan terburuk! Balba melempar orb seolah dia sudah tak tertarik lagi. Ia menggelinding di tanah dan sampai di kaki Kiba. Kiba merunduk dengan tenang dan memungutnya. Dia membelai orb itu dengan sedih, penuh kasih sayang, dan kerinduan.

“........Teman teman........”

Air mata mengalir di pipi Kiba. Ekspresinya terisi oleh kemarahan dan kesedihan. Kemudian itu terjadi. Orb yang Kiba bawa mulai mengeluarkan cahaya terang. Cahaya mulai menyebar dan pada akhirnya menutupi seluruh daratan sekolah. Dari tanah bermunculan cahaya yang mulai mengambil bentuk. Kemudian bentuknya jadi semakin nyata. Berbentuk sekumpulan manusia. Ada anak laki laki dan anak perempuan yang memancarkan cahaya putih kebiruan dan mereka mengelilingi Kiba. Apa mereka mungkin......

“Beragam kekuatan yang berada di medan tempur inilah yang membuat roh roh dalam orb bermunculan.”

Ujar Akeno-san. Hal semacam itu terjadi? Pedang Iblis, Pedang Suci, Iblis, dan Malaikat Jatuh, beragam kekuatan berbeda ada disini. Jadi tidak aneh kalau hal semacam itu terjadi?

Mereka menatap Kiba dengan ekspresi sedih dan penuh cinta.

“Teman teman! Aku........aku......”

Ya. Bahkan aku paham. Mereka adalah anak anak yang terlibat dalam “Proyek Pedang Suci”. Mereka adalah orang orang yang sudah disingkirkan dalam proyek itu.

“......Aku selalu........selalu memikirkannya. Tak apa apakah kalau hanya aku yang selamat.......ada yang memiliki impian lebih banyak dariku. Ada yang memiliki hasrat untuk hidup lebih tinggi dariku. Tak apa apakah kalau hanya aku yang terus hidup sampai saat ini.....”

Kemudian roh seorang anak laki laki tersenyum dan sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu. Dia menggerakkan bibirnya namun aku tak bisa memahami apa yang dia katakan karena aku tak bisa membaca bibir. Kemudian Akeno-san membacakannya untukku.

“......[Jangan khawatirkan kami lagi. Setidaknya kamu masih hidup]. Itulah yang mereka katakan.”

Ada air mata jatuh di kedua pipinya karena sepertinya pikiran mereka mencapai Kiba. Kemudian roh roh para anak laki laki dan perempuan mulai menggerakkan bibir mereka seirama. Apa mereka menyanyi?

“.....Lagu suci.”

Asia bergumam.

Mereka menyanyikan Lagu Suci.......Kiba mulai bernyanyi sambil menitikkan air mata. Ketika mereka melalui eksperimen menyakitkan itu, inilah satu satunya hal yang bisa mereka lakukan demi menjaga mimpi dan harapan mereka. Inilah satu satunya pendukung yang mereka miliki untuk melanjutkan kehidupan mereka yang keras. Kiba dan teman temannya memiliki wajah anak kecil yang lugu.

! Tubuh mereka mulai bersinar biru keputihan. Cahaya itu semakin terang, dengan Kiba di pusatnya.

[Kita tidak bisa apa apa sendiri]

[Kita tak punya cukup elemen untuk menggunakan Pedang Suci. Namun.]

[Tak masalah asalkan kita bersama]

Aku juga mendengar suara mereka. Aku juga tahu kalau Lagu Suci seharusnya membuat kami Iblis kesakitan. Mungkin karena mereka adalah tipe kekuatan berbeda di tempat ini, aku tak merasakan sakit sama sekali. Justru aku merasakan kehangatan. Hal hangat yang memikirkan teman dan rekan rekan.........tiba tiba air mata jatuh di pelupuk mataku.

[Kamu telah menerima Pedang Suci]

[Itu tidak menakutkan]

[Bahkan Tuhan melihat kita]

[Hati kita selalu......]

[SATU]

Roh roh mereka naik ke Surga dan mereka berubah menjadi cahaya besar yang jatuh pada Kiba.

[Partner]

Kemudian Ddraog berbicara padaku. Ada apa? Dalam situasi penuh emosi seperti ini!

[“Kuda” itu telah mencapainya]

Aku tanya maksudmu apa!?

[Sacred Gear berubah dan berevolusi dengan menggunakan perasaan pemiliknya sebagai kunci. Namun ada wilayah berbeda untuk itu. Saat perasaan dan harapan pemiliknya melalui perubahan dramatis hingga mengubah aliran dunia ini, Sacred Gear mencapainya. Ya. Ini adalah........]

Ddraig tertawa kegirangan.

[Balance Break!]

Cahaya yang membelah jurang malam terlihat seolah memberikan berkah pada Kiba.

Catatan Penerjemah dan Referensi[edit]

  1. Bola cahaya.