High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 4 Life 3

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Life 3: Aku Punya Junior (Laki-Laki)[edit]

Bagian 1[edit]

“Forbidden Balor View?”

Buchou mengangguk atas pertanyaanku.

“Ya. Itulah nama Sacred Gear yang dimiliki oleh Gasper, dan itu sangatlah kuat.”

“Bisa menghentikan waktu, bukankah itu hampir sama dengan melanggar aturan?”

Karena ucapanku Buchou merespon.

“Ya, itu benar. Tapi kekuatan pengganda dua milikmu dan kekuatan pembagi dua milik Hakuuryukou juga melanggar aturan, kan?”

I-itu benar tapi........dibilang begitupun, mampu menghentikan waktu, itu melanggar aturan yang terlalu berlebihan.

“Masalahnya adalah dia belum bisa mengendalikannya. Karena itulah Gasper telah disegel sampai sekarang. Tanpa sadar mengaktifkan Sacred Gearnya dipandang sebagai masalah.”

Seperti dugaanku, ya.

“Namun, Buchou ternyata bisa menjadikan orang sekuat itu menjadi budakmu. Belum lagi, bisa melakukannya hanya dengan satu bidak.”

Atas ucapanku Buchou mengeluarkan sebuah buku dari tangannya di tengah udara, membalik halaman buku, dan menunjukkannya terbuka padaku.

Melihat halamannya, isinya adalah penjelasan tentang Evil Piece.

“.........Namanya ‘Mutation Piece’.”

“.......‘Mutation Piece’?”

Kiba menjawab pertanyaanku.

“Bidak yang berbeda dari evil piece biasa, makhluk yang secara jelas memerlukan lebih dari satu bidak untuk direinkarnasikan bisa direinkarnasi cukup dengan satu bidak, bidak itulah yang bisa membuat fenomena aneh semacam itu terjadi.”

“Buchou memiliki bidak itu.”

Itulah yang Akeno-san katakan. Kiba melanjutkan,

“Biasanya, bagi Iblis kelas tinggi, 1 dari 10 Iblis memiliki sebuah bidak. Itu adalah gangguan yang tercipta ketika sistem evil piece diciptakan, semacam error tapi sepertinya dibiarkan saja demi kesenangan. Gasper-kun adalah pengguna bidak itu.”

Oh, artinya Buchou menggunakan tipe bidak langka pada Gasper, ya.

“Masalahnya adalah kemampuan Gasper.”

“Buchou, apa maksudmu?”

“Ia memiliki kemampuan langka dan sepertinya kekuatan Sacred Gearnya meningkat saat ia tidak sadar. Mungkin karena itu, setiap hari kekuatannya meningkat—dari percakapan kita sebelumnya, suatu saat nanti, mungkin saja dia bisa mencapai Balance Breaker.”

..........!

Ba-Balance Breaker? Itu, waktu terbaik untuk benda yang berbahaya, ya? Kalau orang yang tak mampu mengendalikan kekuatannya sendiri berhasil mencapai itu........belum lagi, Sacred Gear yang bisa menghentikan waktu.

Mungkin karena dia memahami dari ekspresi kekagetanku, Buchou juga meletakkan tangannya di dahinya dengan wajah kacau.

“Ya. Situasinya kritis. Namun, karena evaluasiku diterima, sepertinya aku dinilai mampu mengendalikan Gasper sekarang oleh mereka yang mengevaluasiku. Mungkin karena aku membuat Ise dan Yuuto mencapai Balance Breaker.”

Kesampingkan Kiba, punyaku memiliki keterbatasan kondisi, itupun masih belum sempurna, tahu? Ah, kudengar aku juga cukup banyak dihargai saat mengalahkan si brengsek Raizer itu. Majikanku Buchou mungkin mendapat penilaian yang lebih tinggi lagi, kurasa.

Biarpun sang Vanishing Dragon ikut campur, kami mampu bertahan tanpa banyak kehancuran saat pertarungan melawan Kokabiel.

Karena itulah, dengan Buchou yang sekarang, ia mungkin mampu mengendalikan Gasper, itulah yang orang-orang besar itu nilai, rupanya.

“.........Uh, bi-bi-biarpun aku tidak tahu apa yang kalian bicarakan tentangku........”

Ada kotak kardus besar terletak di sampingku. Ia sedang berbicara dari sana. Aku menendangnya pelan.

“Eeeeeeeeeeeek!”

Suara teriakan terdengar. Milik siapa itu? Sudah jelas dari Gasper-kun.

Karena dia sangat ketakutan dengan dunia luar, sampai dia harus masuk kedalam kotak kardus. Orang ini..........Kalau kamu begitu membencinya, tempatkan diluar ruangan ini!

“Menilai dari kemampuannya, mungkin setelah Akeno dialah selanjutnya. Biarpun kukatakan separuh Vampire, dia dari keluarga Vampire berdarah murni dengan garis keturunan bagus, dan memiliki Sacred Gear tangguh karena separuh diri manusianya. Dia sangat diberkahi banyak kemampuan Vampir, dan dia handal dalam sihir manusia yang digunakan para Penyihir juga. Kalau bukan karena itu, tak mungkin dia bisa menjadi seorang Peluncur hanya dengan satu bidak.”

Itulah yang Buchou katakan. Wow, dia hebat juga ya, Vampir Hikikomori-kun ini.

Ah, tapi, apa dia tak apa-apa dengan cahaya matahari dan sebagainya?

“Buchou, Vampir lemah terhadap matahari kan? Apa dia akan baik-baik saja?”

Buchou mengangguk pada pertanyaanku.

“Dia memiliki darah dari Vampire istimewa bernama DayWalker yang membuatnya bisa hidup di pagi hari, jadi tak ada masalah. Namun, dia mungkin kurang menyukainya.”

DayWalker ya? Ternyata ada jenis Vampire seperti itu.

“Aku benci cahaya matahariiiiiiiii! Lebih baik matahari lenyaaaaap!”

Begitu, begitu. Bahkan bagi Iblis, cahaya matahari adalah musuh alami. Namun, karena kita adalah siswa sekolah ini, tidak bagus kalau kita tidak mengikuti pelajaran di pagi hari, tahu?

“Kamu tidak mengikuti pelajaran kan? Kalau kamu tidak mengendalikan kekuatanmu dan membuka dirimu, hal itu sangat tidak bagus, tahu?”

Ujarku namun dia justru berteriak,

“Tidak! Aku lebih suka dalam kotak kardus ini! Udara dan cahaya di luar adalah musuh alamikuuu! Tolong biarkan aku menjadi anak laki-laki yang tinggal dalam karduuuuus!”

...........Ini mengerikan. Entahlah apa yang salah darinya.

“Juga, bukankah dia butuh darah? Dia Vampir, kan?”

Buchou merespon pertanyaanku.

“Karena dia setengah Vampir, kebutuhan darahnya tidak terlalu banyak. Asal kamu mensuplai darah sekali setiap 10 hari maka tak ada masalah. Meski sebenarnya dia tak terlalu suka meminum darah.”

“Aku benci daraaaaaah! Aku benci ikaaaaaaan! Aku juga benci hatiiiiiiii!”

Kalau kamu Vampir dengan banyak ketidaksukaan lantas apa yang bisa kamu lakukan!

“.........Vampir tidak berguna.”

Koneko-chan menggumamkan ucapan itu. Seperti biasanya, dia tak mengenal ampun.

“Uwaaaaaaaaah! Koneko-chan jahaaaat!”

Apa karena mereka berdua sama-sama siswa kelas satu, dia takkan memberi ampun? Iya ya, biarpun aku kakak kelasnya, dia juga tak pernah memberi ampun padaku.

“Untuk sementara, sampai aku kembali, Ise, Asia, Koneko, Zenovia, akan kuserahkan latihan Gasper pada kalian. Akeno dan aku akan kembali ke tempat pertemuan untuk petinggi 3 golongan. Dan Yuuto, sepertinya Onii-sama ingin mendengar rincian tentang Balance Breakermu, jadi ikuti kami.”

“Ya, Buchou.”

Buchou juga banyak urusan. Tunggu, Kiba dipanggil oleh Maou-sama? Tentang Pedang Suci-Iblis itu?

Ah, kalau kuingat baik-baik, pedang itu, karena pada dasarnya Balance Breaker adalah fenomena yang mustahil, jadi itu adalah Sacred Gear yang tidak beraturan. Memang, ingin menyelidikinya itu alami.

“Ise-kun. Maaf, tapi kuserahkan Gasper padamu.”

“Iya, serahkan padaku, Kiba. Oke, karena Asia, Koneko-chan, dan Zenovia ada disini juga, kami akan melakukan sesuatu, pasti.”

Jujur saja, aku merasa kurang nyaman........si Vampir hikikomori. Aku lebih khawatir dengan masa depan.

“Gasper-kun, kamu harus lebih terbiasa di luar, tahu?”

Akeno-san berbicara langsung pada kotak kardus.

“Akeno Onee-samaaaaa! Tolong jangan katakan hal seperti ituuuuuuuuu!”

“Ara ara, sungguh merepotkan. Ise-kun, akan kuserahkan dia padamu.”

“Ya, kalau aku dimintai bantuan oleh Akeno-san, aku akan melakukan yang terbaik!”

Aku tak boleh mengkhianati harapan Buchou dan Akeno-san.

“Baiklah. Kalau begitu, bolehkan aku sedikit mendisiplinkan dia? Lelaki lemah itu tidak baik. Dan juga, aku ingin berhadapan dengan Vampir sejak kecil. Serahkan perawatannya padaku.”

Kemudian Zenovia menarik tali yang mengikat kotak kardus Gasper. Ingin berhadapan dengan........Tunggu! Apa kamu bermaksud membunuh Gasper!!??

“Eeeeeeek! Ti-ti-tidak mungkin, aku tak mau bertarung dengan pengguna Pedang Suci Durandaaaaaaaal! Aku akan hancuuuuuuur!”

“Jangan teriak, Gasper. Kalau mau, bolehkah aku persiapkan salib dan air suci, juga menyerangmu dengan bawang putih?”

“Eeeeeeeek! Bawang putih? Tidaaaaaaaaaak!”

Dia mungkin sedang sial karena bertemu Zenovia, itulah yang kupikirkan.

Selain itu, Zenovia-san. Kalau Iblis melakukan Exorcism, kamu akan memperoleh rasa sakit juga. Aku semakin khawatir dengan masa depan......


Bagian 2[edit]

“Hei, mulai berlari! Kalau kamu DayWalker berarti kamu bisa berjalan di bawah matahari!”

“Eeeeeek! Jangan mengejarku sambil mengayunkan Durandaaaaaaal!”

Hampir sore hari, si Vampir sedang dikejar oleh pengguna Pedang Suci.

Melihat dari sudut pandang orang luar, tampak seperti perburuan Vampir. Durandal juga mengeluarkan suara berbahaya sambil memancarkan aura suci.

Gasper juga mati matian berlari. Wajar saja sebab kalau dia sampai tertangkap, dia akan lenyap dalam sekejap mata.

Sepertinya Zenovia sedang melatihnya mulai dari kekuatan fisik dengan alasan “Jiwa yang kuat bermula dari fisik yang kuat”.

Dia gadis yang bersemangat seperti biasanya. Gadis ini yang mengayunkan Pedang legendaris sambil mengejarnya sepertinya juga terlihat senang.

Kalau kupikir-pikir, setelah dia terbiasa tinggal disini, Zenovia mengatakan kalau dari yang ia lakukan dan yang harus ia lakukan, semuanya terasa menyenangkan.

Bagian itu mungkin sama seperti Asia ketika dia sudah terbiasa tinggal di kota ini. Karena mereka menjalani hidup mereka dengan sederhana sebagai Umat Kristiani, Jepang dengan hampir tanpa agama, hasilnya akan menyegarkan bagi mereka.

“Meskipun suatu kehormatan untuk bertemu dengan Peluncur-san lain sepertiku, kita bahkan belum bisa saling melihat wajah kita.............*hiks*.”

Asia sepertinya menyesal. Matanya juga berkaca-kaca.

Di rumahku dia sering mengatakannya “Aku ingin bertemu Peluncur-san lain.”, ia sudah mengantisipasi pertemuannya. Meski ini adalah pertemuan yang lama ditunggu, karena hikikomori itu pembenci manusia max, apa boleh buat. Yaa, kami kan Iblis.

Selain itu, bahkan tidak melihat wajah Asia..........Sial! Aku tak bisa mengampuni bagian itu. Namun, aku harus menahannya. Meski dia seniorku sebagai Iblis, dia adalah junior di sekolahku. Ada juga bagian dimana aku harus membimbingnya sebagai seniornya.

Koneko-chan tengah mengejar Gasper bersama Zenovia sambil membawa bawang putih.

“.........Gya-kun, kalau kamu memakan bawang putih, tubuhmu akan sehat.”

“Tidaaaaaaaaaaak! Koneko-chan menjahilikuuuuuuuuuu!”

Apa kedua siswa kelas 1 ini akur-akur saja...........? Aku sudah paham kalau Koneko-chan adalah karakter yang menjengkelkan tapi........apa dia menjahili? Apalagi, Koneko-chan memanggilnya dengan ‘Gya-kun’.

“Oh, oh, mereka ramai sekali.”

Kemudian, seorang pengurus OSIS Saji muncul.

“Oh, kamu rupanya, Saji.”

“Yo, Hyodou. Setelah mendengar kalau ada budak hikikomori yang segelnya dicabut, aku datang untuk melihatnya sebentar.”

“Ah, dia ada disana. Yang sedang dikejar kejar oleh Zenovia itu.”

“Eeeeeek! Jangan mengejarku sambil mengayunkan Durandaaaaaaal!”

“Hei, hei, Zenovia-san, dia mengayunkan pedang sucinya seenaknya, tahu? Apa tidak apa-apa? Hah, oh tunggu, ternyata seorang gadis! Apalagi berambut pirang!”

Saji sepertinya senang. Kamu akan berpikir seperti itu.

“Maaf mengatakan ini, tapi dia adalah laki-laki yang berpakaian wanita.”

Mendengarkan itu, Saji sepertinya menjadi sangat shock. Dia seperti patah hati.

“Yaa, ini menggelikan. Apalagi, karena dia mengenakan pakaian wanita, pasti untuk ditunjukkan pada seseorang kan? Dan karena dia hikikomori, kontradiksinya terlalu banyak. Itu cukup sulit.”

“Itu benar. Kebiasaan berdandan wanita yang sulit dipahami. Juga, aku tak bisa bilang kalau pakaian itu cocok untuknya. Dan, kamu sedang apa, Saji?”

Saji sedang mengenakan jersey, sarung tangan nilon, dan sekop kecil untuk menanam bunga.

“Seperti yang kamu lihat. Aku sedang mengurus taman bunga. Ini sudah jadi perintah Kaichou sejak seminggu yang lalu. Hei, akhir-akhir ini ada banyak event di sekolah kan? Dan juga, setelah ini Maou-sama dan yang lainnya akan berdatangan. Sudah menjadi tugas bagi pion OSIS, aku, untuk membuat sekolah ini nampak indah.”

Ia membusungkan dadanya dan bersikap bangga, tapi bukankah dia disuruh mengurus tugas aneh.......? Meh, aku tak boleh mematahkan semangatnya sehingga aku tetap diam.

[Za......Za.......]

Usai percakapan, ada hawa kehadiran seseorang tengah mendekati kami. Saat aku menggerakkan kepalaku menuju ke arah itu—Aku hampir meragukan mataku.

“Heh. Para Budak Iblis keluarga Maou sedang bermain-main disini rupanya.”

Pria berwajah jahat yang mengenakan yukata—Aku mengenalinya.

“Azazel.......!”

“Yo, Sekiryutei. Lama tak bertemu sejak malam itu.”

Semua orang menatap tak percaya kepadanya yang muncul secara tiba-tiba, dengan satu ucapanku suasana disekitar mulai berubah.

Giii!

Zenovia mempersiapkan pedangnya. Mungkin karena dia merasakan atmosfirnya, Asia bersembunyi di belakangku, aku memunculkan Boosted Gear seolah melindunginya. Kenapa Gubernur Jenderal Malaikat Jatuh muncul di tempat seperti ini?

Saji juga dengan wajah terkejut mengeluarkan wajah kusut Kadal di tangan kanannya. Itu adalah Sacred Gear milik Saji.

“Hy-Hyodou, katamu Azazel itu berarti—“

“Aku serius, Saji. Aku sudah bertemu dengan orang ini beberapa kali.”

Mungkin karena respon seriusku dia memahami, Saji membuat posisi bertarung juga.

Azazel tersenyum pahit melihat sikap kami. Jangankan rasa haus darah pertarungan, aku bahkan tak bisa merasakan keinginannya untuk melakukan pertarungan.

“Aku sedang tak mau bertarung. Hei, jangan serius begitu, Iblis kelas rendah-kun. Kalian harusnya sudah tahu meskipun kalian mengeroyokku sekaligus, kalian tak akan bisa menang melawanku, kan? Bahkan aku tak punya niat menjahili Iblis kelas rendah. Karena sedang jalan-jalan, aku datang untuk mengunjungi tempat Iblis. Apa si pemilik Pedang Iblis-Suci ada disini? Aku ingin menemuinya.”

Meskipun dia mengatakan semua itu, tak ada satupun yang mengubah kuda-kudanya. Mana bisa kami percaya ucapan Malaikat Jatuh! Apalagi, incaranmu adalah Kiba, kan?

“Kalau Kiba, dia sedang tidak disini! Kalau kamu mengincar Kiba, tak akan kubiarkan itu terjadi!”

Karena Kiba adalah pemilik Balance Breaker langka, apa dia berniat untuk memberinya penawaran?

“............Ya ampun, padahal kalian tak bisa menang melawan Kokabiel, jelas tak mungkin kalian bisa mengalahkanku—Begitu, si pemilik Pedang Iblis-Suci sedang tidak ada. Membosankan sekali.”

Sambil menggaruk kepalanya, Azazel mendekat. Tak ada rasa permusuhan sama sekali. Karena itulah, dia jadi makin seram. Karena rasa takut kedua tanganku gemetaran.

Melawan salah satu pemimpin, Kokabiel, kami tak bisa berbuat apa-apa. Kalau lebih dari itu, lawan level teratas muncul......bahkan kehancuran seketika mungkin terjadi.

Aku tak ingin pergi ke dunia lain segera setelah sayap hitam itu membuka.........Kalau harus mati, maka setidaknya biarkan aku mati setelah bisa melakukan hal-hal ecchi dengan Buchou.

Azazel menunjuk ke arah pohon tertentu.

“Vampir yang bersembunyi disana.”

Gasper yang bersembunyi dibalik batang pohon panik. Sambil mendekati Gasper, Gubernur Malaikat Jatuh Azazel berkata,

“Kamu pemilik Forbidden Balor View kan? Kalau kamu tak bisa menggunakannya dengan benar, ia akan menimbulkan bahaya bagi orang lain. Sebagai Sacred Gear tipe pendukung, kalau kamu bisa melengkapi aspek yang kurang, pasti tak akan apa-apa tapi...........Kalau kuingat ingat, penelitian tentang Sacred Gear oleh Iblis masih tak ada kemajuan. Kalau kamu membangkitkannya melalui kelima indera, kalau kapasitas pemilik Sacred Gear itu masih rendah, ia akan bergerak secara alami, dan disitulah letak bahayanya.”

Seolah menatap wajah Gasper—Lebih tepatnya Azazel tengah menatap kedua matanya. Gasper sendiri gemetaran dari ujung kepalanya karena pendekatan si Malaikat Jatuh. Kupikir itu reaksi yang jelas.

Namun, aku tak merasakan ada yang aneh atau hawa jahat dari Azazel. Ekspresinya terlihat sangat tertarik. Mungkin karena yang lain juga merasakannya, mereka tak tahu bagaimana harus merespon.

Melihat ke arahnya, Gasper terlihat seperti sedang diserang oleh Malaikat Jatuh, namun......

Azazel menoleh ke arah kami dan menunjuk pada Saji. Sambil ketakutan, Saji membuat kuda-kuda. Namun—

“Apa itu ‘Absorption Line’? Kalau kamu melatihnya, cobalah menggunakannya. Hubungkanlah dengan Vampir ini, kalau dia membangkitkannya selagi kamu menyerap kelebihan energi Sacred Gear, pasti bisa membuatnya lebih terkendali.”

Karena penjelasan Azazel, Saji membuat ekspresi wajah yang rumit.

“...........S-Sacred Gearku, jadi bisa menyerap kekuatan dari Sacred Gear lawan juga? Aku pikir ini hanya bisa menyerap kekuatan lawan dan sekedar melemahkan mereka........”

Mendengarkan itu, Azazel memasang ekspresi heran.

“Astaga, justru karena hal inilah, akhir-akhir ini pengguna Sacred Gear tak mencoba memahami kekuatan Sacred Gear mereka baik-baik. Absorption Line membawa kekuatan satu dari lima Raja Naga, sang Naga Kerangkeng, Vritra. Yaa, aku menemukan ini berkat penelitian baru-baru ini. Benda itu bisa terhubung pada objek manapun, dan bisa memecah kekuatan itu. Kalau hanya sementara, masih mungkin untuk memisahkan sambungan dari sisi pemiliknya, dan menghubungkannya ke objek atau orang lain.”

“Be-berarti, sambungan di sisiku........misalnya aku bisa menghubungkannya dengan Hyodo atau orang lain? Dan kemudian kekuatan akan mengalir pada Hyodou?”

“Iya, kalau kamu tumbuh, jumlah sambungan juga akan bertambah. Kalau kamu melakukan itu hasil penyerapannya akan meningkat juga.”

“............”

Saji menjadi terdiam. Lebih seperti, tentang Sacred Gear Saji, kalau penjelasan Azazel memang benar, bukankah benda itu sangat hebat?

Tidak, tidak. Orang ini adalah Gubernur Jenderal dari Malaikat Jatuh, tahu? Bos dari musuh lama para Iblis! Sudah jelas kalau dia orang jahat!............Aku memikirkan itu, tapi aku tak merasakan hawa permusuhan sama sekali.

Aku khawatir dengan yang Kokabiel katakan waktu itu,

“Hobi mengoleksi Sacred Gearnya sungguh tidak normal”—Itulah yang dia katakan. Apa ada hubungannya dengan ini?

“Dalam meningkatkan Sacred Gear, cara tercepat adalah meminum darah dari pemilik Sekiryutei. Kalau kamu biarkan Vampir meminum darahmu, kekuatan mereka akan bertambah. Oke, lakukan sisanya sendiri.”

Gubernur Jenderal Malaikat Jatuh-san berkata sebanyak itu dan dengan sekali tatap, ia balik arah dan pergi. Namun, kemudian ia berhenti, dan menolehkan wajahnya ke arahku.

“Maaf soal Vali—Hakuryuukou kami sampai menemuimu atas keinginannya sendiri. Aku yakin kamu pasti terkejut kan? Tak mengapa, dia pria yang aneh tapi dia tak berpikir tentang menyelesaikan persaingan diantara merah dan putih secepatnya.”

Itulah yang Azazel katakan, namun........

“Bagaimana denganmu? Tidakkah kamu meminta maaf karena sudah menemuiku berkali-kali tanpa mengungkapkan identitas aslimu padaku?”

Aku tanpa sadar memprotesnya. Namun, aku sangat terkejut. Kalau kliennya adalah Gubernur Jenderal Malaikat Jatuh, bercanda itu ada batasannya.

Namun, Azazel menunjukkan senyuman licik dan mengatakan beberapa patah kata.

“Ya, itu hobiku. Jadi aku tak perlu meminta maaf.”

Mengatakan itu, dia pergi berlalu.

.........

Kami ditinggalkan disini. Kami bertukar tatap dan bingung bagaimana harus bereaksi namun Saji setelah mendesah berkata,

“........Untuk sementara waktu, bisakah aku menggunakan Sacred Gearku pada wajah baru-kun disana itu? Dalam kondisi itu, mari coba memakai Sacred Gearnya dan berlatih. Sebagai gantinya, lain kali aku akan meminta kalian membantuku mengurus taman bunga.”

Atas saran Saji, semuanya mengangguk, dan latihan Sacred Gear Gasper dimulai.

Saji menghubungkan lidah Absorption Line pada Gasper, dan menyedot kelebihan tenaga. Seperti ucapan Azazel, penyerapan memang terjadi............Tak kusangka, ternyata dia sangat pakar tentang Sacred Gear, Gubernur Jenderal-san itu.

Usai itu, bola voli yang kami lempar, ketika memasuki bidang pandanga Gasper, terhenti seketika. Objek hanya betul-betul bisa dihentikan dalam jeda beberapa menit. Kalau itu bola, ia terhenti di tengah udara dan tetap seperti itu. Kalau benda hidup, gerakannya dihentikan dan tetap pada posturnya yang sama.

Orang-orang yang dihentikan, dalam jeda itu, mereka benar-benar terhenti, sampai-sampai kesadarannya, mereka tak ingat apapun sepanjang jeda mereka dihentikan. Aku mengalaminya juga jadi aku tahu. Aku bisa merasakan ada yang aneh tapi tidak sampai menyadari apa yang terjadi.

Tak ada masalah dengan objek yang memasuki bidang pandangnya tapi tanpa ragu itu adalah Sacred Gear yang tangguh. Semakin dekat kamu memasuki bidang pandangnya, semakin lama kamu terhenti, semakin jauh dirimu semakin besar jarak pandangan sehingga waktu penghentian semakin pendek.

Karena Gasper tak mampu secara efektif menggunakan Sacred Gearnya, hanya benda-benda tertentu dalam bidang pandangnya yang terhenti. Aku merasa sudah memahami situasi yang sekarang ini.

Karena mustahil baginya untuk membangkitkannya secara sadar, ada juga kasus kecelakaan ketika ia menatap ke arah seseorang dan bagian dari tubuh mereka menjadi sedikit terhenti.

Astaga, maafkanlah aku karena membangkitkannya secara tanpa sadar.

Sepanjang waktu itu, Gasper akan berteriak meminta maaf “Maaaaaf” dan mencoba melarikan diri. Menangkapnya dan membawanya kembali sangatlah merepotkan.

Akan bagus kalau dia hanya menghentikan bola yang datang ke arahnya, tapi sangat sulit. Ini mungkin........lebih sulit dari dugaanku. Kemampuan Sacred Gear adalah salah satunya, namun melatih pemiliknya, Gasper sendiri, sangat sulit.

Namun, karena aku diminta oleh Buchou, aku harus mengurus orang ini. Aku akan menjadikan orang ini pengendali waktu yang hebat! Itulah yang kukatakan untuk menyemangati diriku.

“Bagaimana? Apa ada perkembangan dalam latihannya?”

Buchou datang menemui kami setelah membuatkan sandwich untuk kami. Sepertinya dia sangat khawatir pada Gasper. Orang yang dibicarakan, sedang dihisap kekuatannya terus menerus sambil mengatakan “Eeek! Eekk!”

Kami memakan sandwich ketika waktu istirahat. Kuh! Bumbunya yang ajaib bekerja dengan baik dan rasanya super enak!

“Buchou, enak sekali!”

“Fufufu. Bahan-bahannya tidak banyak jadi aku hanya bisa membuat sesuatu yang simpel.”

Biar begitupun rasanya memang enak. Saji juga berteriak “Lezat!”

Akeno-san dan Kiba yang tak berada disini tengah berada dengan Sirzechs-sama atau entah dimana.

Buchou terkejut tentang Azazel, tapi kemudian dia berkata.

“Aku dengar Azazel punya pengetahuan luas tentang Sacred Gear. Nasehat tentang Sacred Gear.......Mungkin dia punya banyak waktu luang sampai memberi nasehat pada orang lain.”

“Rias-senpai kembali, aku akan kembali untuk mengurus bunga-bunga di taman bunga.”

Usai mengambil 2, tidak 3 sandwich yang Buchou buat di mulutnya, ia mengatakan itu

“Saji-kun. Terima kasih banyak sudah datang jauh-jauh untuk membantu latihan budakku. Terima kasih banyak.”

Si brengsek Saji, setelah membuat Buchou berterima kasih padanya, wajahnya memerah.

“T-tak apa-apa. Kamu adalah teman berharga Kaichou dan aku melihat kemungkinan baru tentang Sacred Gear. Tapi aku harus mengurus taman bunga, jadi........”

Saji memang orang baik. Mulutnya memang buruk tapi dia sudah membantu latihan kami.

“Sampai nanti, Hyodou. Bekerja keraslah!”

“Ya, makasih banyak.”

Usai aku juga berterima kasih, Saji beranjak pergi.

Usai kepergian Saji, Buchou berkata pada Gasper yang tengah beristirahat di bayangan pohon.

“Gasper, kamu masih bisa melanjutkan kan? Setelah dihisap oleh Saji, kekuatanmu sudah diatur sampai level sempurna, untuk waktu yang tersisa aku juga akan menyertai latihanmu.”

Ooh! Buchou, ini menjanjikan! Buchou sungguh perhatian pada budaknya. Disamping itu, ia juga mau menyertai latihan baik-baik! Dia bahkan melakukannya untukku sekarang.

“A-a-akan kulakukan yang terbaik!”

Oleh suara Buchou, sambil kelelahan, Gasper kemudian berdiri.

Baiklah, aku akan menyertainya sampai akhir hari ini!

Kemudian, latihan Sacred Gear Gasper berlanjut sampai malam hari.


Bagian 3[edit]

Malam esok hari.

Aku tengah melakukan pekerjaan Iblisku. Bahkan aku sekarang tak bisa berteleport melalui lingkaran sihir ke tempat klien manusia tapi pekerjaanku berjalan dengan sempurna.

Pertemuan tiga kekuatan besar memang semakin dekat namun kami budak harus terus melanjutkan tugas kami dengan baik. Karena dua Maou-sama yang berada di puncak industri berada di kota yang sama, kami tak bisa melakukan pekerjaan sesuka kami.

“Hah? Kamu hari ini, Ise-kun?”

Itulah yang pria muda yang merupakan klien malam ini—Morisawa-san katakan dalam nada kecewa sambil menjatuhkan bahunya.

Dia pelanggan Koneko-chan dan pelangganku juga. Malam ini giliranku. Tatapan Morisawa-san mendadak mengarah ke bawah. Sepertinya dia penasaran dengan objek yang berada di sisiku—

.........Kotak kardus besar berada di sampingku.

“Apa itu?”

“Ini kotak kardus bicara.”

[Bam] kalau aku menendang kotak kardus dengan ringan dari dalam kamu bisa mendengar suara “Eeeeeek!”

Ya, itu adalah kotak yang dihuni oleh Gasper. Karena Buchou dan yang lain meminta membawanya serta dalam pekerjaan Iblis untuk sementara waktu, aku membawa benda ini dengan mengencangkannya di kursi belakang sepeda dan mengayuhnya kemari, tahu? Aku rasanya ingin menangis. Jujur saja, dia akan berguna hanya sebagai hiasan, selama dia tak mengganggu, takkan apa-apa. Aku akan biarkan kotak kardus ini disini—

“Apa-apa? Apa yang ada di dalamnya?”

Itulah yang Morisawa-san katakan sambil mendekat sebelum aku menyadarinya! Tiba-tiba, dia membuka penutup kotak kardus itu—

Bego!

“...........”

“...........”

Mata Gasper dan Morisawa-san bertemu.

“Fue........”

Orang dengan antrofobia, kalau mereka ditatap oleh orang lain maka mereka akan berurai air mata. Gasper, tahanlah sedikit.

“Kelihatannya memang seperti Bishojo, tapi kenyataannya dia laki-laki. Dia punya hobi mengenakan pakaian perempuan.”

Untuk sementara aku juga memberi penjelasan. Kalau dia tahu jika ia laki-laki sebelumnya, maka dampak yang ia rasakan akan lebih sedikit juga. Morisawa-san memegang kedua bahuku dengan kuat dan berkata,

“Anak seimut ini, tak mungkin dia seorang gadis! Akan lebih baik kalau dia laki-lakiiiiiiiii!”

.......!

Ada apa dengan suara menggelikan itu!? Eh? Tak apa apakah meski dia laki-laki!? Matanya tampak sangat bercahaya!

“Ayo, keluarlah! Onii-san tidak menakutkan, tahu? Mari lakukan hal-hal menyenangkan bersama.”

Morisawa-san berbicara pada Gasper dengan nafas berat di hidungnya. Cara bicara dan tingkah lakunya seperti pria mata keranjang.

“Uuuuuuuuwahhhh..........hiks.........”

Orang yang dibicarakan, Gasper gemetaran. Dia sepertinya takut. Itu sudah alami. Bahkan aku sendiri takut pada Morisawa-san sekarang!

Dia menggetar getarkan kelima jari di kedua tangannya, tangan Morisawa-san meraih Gasper—

“Tidaaaaaaaaaak!”

Teriakan Gasper—Untuk sesaat, inderaku terhenti—

..............

Saat aku menyadarinya, kotak kardus di sampingku sudah lenyap.

“??????”

Morisawa-san juga tak paham apa yang sudah terjadi padanya.

Itu adalah penghentian waktu. Gasper pasti sangat ketakutan dan membangkitkan Sacred Gearnya tanpa disadari.

Waktuku dan Morisawa-san dihentikan selama jeda tertentu. Meneliti ruangan, kotak kardus telah berpindah ke sudut. Kamu kabur kesana rupanya. Aku mendekatinya, dan berbicara pada Kotak Kardus tertutup itu.

“Gasper, maaf. Morisawa-san agak menyeramkan sih,”

“Hiks..........fueeeeee.........”

Dia menangis. Habislah aku. Kalau begini dia tak akan berguna dalam pekerjaan ini.

“Aku menghentikannya lagi.........bodoh, bodoh, bodoh.........aku bodoh. Menghentikan itu tidak bagus.......biarpun aku nggak mau menghentikan........”

Gasper.............karena Buchou mempercayakanmu padaku, aku harus lakukan sesuatu.

Namun, kalau Gasper menjadi ketakutan, dia tak mampu melakukan apapun. Aku juga, aku tak bisa berkata apa-apa padanya pada poin itu.


Bagian 4[edit]

“Gasper, tolong keluarlah. Aku yang salah karena sudah memaksamu ikut bersama Ise.”

Buchou tengah meminta maaf di depan pintu kamar Gasper.

“Fueeeeeee!”

Gasper yang mengunci dirinya di gedung sekolah tua bisa terdengar tengah menangis keras sampai seperti mau mati.

Dia membenci orang-orang, dia tak bisa mengendalikan Sacred Gearnya dan membuat masalah pada orang lain, sepertinya kekhawatirannya banyak. Tidak, sebelum itu, Morisawa-san memang seram. Itu sudah jelas.

Aku dengar dari Buchou,

Ayah Gasper berasal dari keluarga bangsawan Vampir namun karena ibunya adalah gadis manusia, ia tak berdarah murni. Aku dengar mereka membenci yang bukan berdarah murni lebih dari Iblis, Vampir yang memusuhi, bahkan meski saudara mereka sendiri, perlakuan mereka sungguh mendiskriminasi.

Gasper sudah ditindas oleh saudaranya sejak masih kecil, bahkan saat ia pergi ke dunia manusia, ia diperlakukan seperti monster, ia tak punya tempat yang ia sebut rumah.

Namun, ia memiliki kemampuan unik Vampir,dan kemampuan sebagai manusia—Sacred Gear istimewa, karena dia terlahir dengan keduanya, meskipun dia tak menginginkannya, seiring bertambahnya usianya, kudengar kekuatannya juga semakin besar.

Bahkan kalau ia ingin menjadi temanku, jika kebetulan Sacred Gearnya aktif sendiri, dan menghentikan orang lain.

“Hei, Ise, bagaimana perasaanmu kalau bisa menghentikan waktu?”

Aku ditanya seperti itu oleh Buchou.

“.........Aku sedikit takut.”

Biarpun aku membayangkannya, hanya ada gambaran buruk. Kalau aku menghentikan waktu, apa yang akan kulakukan? Selagi waktuku dihentikan, apa yang terjadi padaku? Itu pasti akan sangat menggangguku. Bahkan meski orang lain tak memikirkan itu.

Orang-orang yang dihentikan oleh Gasper pasti juga berpikir seperti itu. Sekali kecurigaan muncul dalam hati, maka persahabatan menjadi mustahil, dan mereka harus mulai takut pada Gasper.

Gasper mengalami waktu itu lagi. Hanya ketidakbahagiaan yang diterima bagi mereka yang memiliki Sacred Gear.

Asia juga sama. Dari dipanggil gadis suci menjadi penyihir—

Sepertinya Sacred Gear adalah berkah dari Tuhan tapi........Kudengar meski Tuhan sudah tidak ada lagi, karena program Sacred Gear yang Tuhan tinggalkan masih ada dan berjalan, Sacred Gear takkan mati.

Memang mereka tangguh sebagai senjata namun konsekuensinya ia juga memiliki kekuatan untuk membuat penggunanya menderita.

“A-a.....aku tak butuh Sacred Gear semacam itu! Ka-karena aku menghentikan semua orang! Aku membuat mereka takut! Aku membuat mereka tak menyukaiku! Aku tak ingin menghentikan te-teman dan re-rekanku lagi........melihat orang orang yang kusayangi dihentikan.......A-aku tak menginginkan itu!”

Gasper menangis sesenggukan dalam kamar.

Dia juga diusir dari rumahnya, di dunia manapun Gasper tak mampu hidup, ia diusir oleh semua orang. Pada saat ia diincar oleh Pemburu Vampir dan kehilangan nyawanya sekali, sepertinya dia dipungut oleh Buchou disana.

Namun, pada hari hari itu, Gasper yang diberkahi kekuatan tak bisa dikendalikan oleh Buchou, dan disuruh untuk disegel oleh para atasan. Dan kemudian, segelnya dibuka saat ini.

“Sungguh disayangkan.........membuat anak ini mengurung dirinya sekali lagi........aku gagal sebagai [Raja].”

Buchou depresi. Buchou tidak salah. Gasper juga tidak salah. Justru yang salah adalah aku. Meskipun mereka memasang harapan tinggi padaku dan membuat dia menyertaiku bekerja, aku tak bisa melakukan apa-apa.

“Buchou, bukankah pertemuanmu dengan Sirzechs-sama dan yang lain sudah semakin dekat?”

“Ya, tapi aku ingin menambahkan waktunya sedikit. Aku harus memastikan Gasper tidak apa-apa lebih dulu—“

“Serahkan sisanya padaku. Akan kulakukan sesuatu tentang itu.”

Atas saranku Buchou juga tak bisa terlalu keberatan. Karena pertemuan juga penting.

Bos dari tiga golongan utama akan berkumpul. Setting itu sangat penting. Kalau hal yang diluar dugaan terjadi di hari yang sama, dengan hanya itu jarak diantara mereka mungkin jadi semakin melebar lagi.

“Baiklah, akhirnya aku dapat junior laki-laki! Akan kulakukan sesuatu untuknya!”

Itulah yang aku nyatakan sambil membusungkan dadaku. Itu hanya gertakan. Sejujurnya, aku tak terlalu percaya diri. Hal semacam ini bukanlah keahlianku. Tapi di depan Buchou, aku harus kelihatan keren.

“Ise. Baiklah, aku paham. Bisakah kuserahkan padamu?”

“Iya!”

Usai mendengar jawaban penuh semangatku, Buchou mengangguk dengan senyuman.

Seolah menyesal dan khawatir, Buchou menatap kamar Gasper sekali kemudian meninggalkan ruangan.

Usai melihat kepergian Buchou, aku menarik nafas panjang, dan duduk di depan pintu.

“Sampai kamu keluar, aku takkan bergerak selangkah pun dari sini!”

Aku berpikir banyak tapi karena aku seorang idiot, hanya ini yang bisa kuperbuat! Duduk! Sederhana dan biasa! Kupikir sejak zaman kuno cara ini adalah yang paling ampuh menghadapi orang yang menutup dirinya! Mungkin saja!

..............

Ini soal perang ketahanan. Dengan itu aku dengan sabar tetap duduk selama satu jam, tapi tak ada perubahan apa-apa. Tak ada tanda dia akan keluar juga.

.........Duduk dengan diam seperti ini tak ada gunanya ya. Sambil merasakan itu, aku mencoba berbicara padanya.

“........Apa kamu takut? Pada Sacred Gear........dan pada kami?”

“............”

Aku bicara diluar pintu.

“Aku juga memiliki Sacred Gear yang dihuni oleh Naga terkuat. Namun, hidupku tidak sehebat dirimu yang Vampir, atau seperti Kiba. Aku hanya siswa SMA yang normal.”

Aku tak tahu berapa banyak yang menjangkaunya. Namun, mari bicarakan perasaan jujurku.

“Aku........jujur saja. Aku takut. Sembari menggunakan kekuatan Naga, aku merasa kalau bagian tertentu tubuhku berubah menjadi sesuatu yang lain. Aku juga tak tahu banyak tentang Iblis saat ini, ataupun tentang Naga. Namun, aku merasa harus terus bergerak maju.”

Karena tak ada apa-apa lagi padaku.

“Kenapa? M-mungkin, kamu mungkin kehilangan sesuatu yang penting, tahu? Kenapa kamu, senpai, begitu ingin menjalani hidup yang bergerak maju ke depan........?”

Oh, dia menjawab, baguslah. Berarti dia mendengarkan ceritaku. Tapi, pertanyaan itu merepotkan.....

“.......Tidak..........karena aku idiot, aku tak bisa memahami hal-hal sulit. Hanya saja—“

“Hanya saja?”

“.......Aku tak mau melihat air mata Buchou sekali lagi. Ketika kami ikut serta dalam Rating Game, kami semua kalah. Kami dikalahkan habis-habisan sampai aku tak ingat apa-apa ketika aku dikalahkan. Aku tak ingin jadi menyedihkan.........biar begitupun, aku hanya mengingat tangisan Buchou.”

Aku meremas tinjuku erat-erat. Waktu itu—bahkan mengingatnya saja membuatku resah.

“.........Rasanya tegang. Begitu terpatri kedalam otakku. Belum lagi, rekan-rekanku terus dikalahkan satu demi satu. Pada akhirnya, hanya aku yang tersisa.........bahkan sekarang, aku melihatnya dalam mimpiku. Mimpi dimana aku berlarian dalam medan tempur sendiri. Aku akhirnya menemukan Buchou tapi, dia sedang menangis dan aku tak mampu melakukan apa-apa.........”

[Giiii]

Dengan suara berdecit pintu terbuka sedikit.

“...........Aku tidak ikut sepanjang waktu itu.”

Sosok Gasper muncul dari balik pintu dan ia terlihat seperti sedang mati-matian menahan air matanya.

“Ah, aku paham. Aku tak menyalahkanmu karena hal itu. Tapi, dari sekarang akan berbeda, kan?”

“........A-aku hanya akan membuat masalah.........aku hanya hikikomori, aku sangat pemalu.......aku tak bisa menggunakan Sacred Gearku dengan benar.........”

Sambil aku menyentuh kepala Gasper, aku melirik kedalam matanya.

Sacred Gearnya ada disini ya. Kemampuan untuk menghentikan waktu.

“Aku tak membencimu. Sebagai senpaimu aku akan mengurusmu baik-baik.......Yaa, sebagai Iblis, kamulah senpainya. Tapi, di kehidupan nyata akulah senpaimu jadi serahkan saja padaku.”

“...........”

Gasper berkedip dalam kekagetan namun aku melanjutkan,

“Pinjamkan aku kekuatanmu. Mari mendukung Buchou bersama. Kalau kamu takut sesuatu maka aku akan mengirimnya terbang jauh. Biarpun begini, aku adalah pemilik kekuatan Naga Legendaris, tahu?

Aku memberikan senyuman namun Gasper nampak bingung bagaimana harus merespon.

“Maukah kamu meminum darahku? Kalau yang si brengsek Azazel katakan itu benar, maka kalau kamu meminum darahku mungkin kamu bisa mengendalikan Sacred Gearmu.”

Waktu itu, dia mengatakan itu. Kalau bisa dilakukan hanya dengan ini kupikir itu harga yang murah....Akankah aku menjadi Vampir? Aku pernah dengar kalau kamu perjaka dan digigit oleh Vampir maka kamu akan menjadi Vampir tapi......

Namun Gasper menggeleng kepalanya secara horizontal.

“........Aku takut. Meminum darah secara langsung dari makhluk hidup. Aku bahkan takut pada kekuatanku sendiri........Kalau ada masalah terjadi lebih dari ini maka..........aku akan.......aku akan........”

“Ya. Kamu tak suka digunakan oleh Sacred Gear ya. Namun sebenarnya aku iri pada kekuatanmu, tahu?”

“............”

Hanya beberapa kata dariku Gasper menunjukkan ekspresi terkejut dari lubuk hatinya. Eh? Ada apa dengan reaksi itu.........

“Apa aku mengatakan hal aneh? Karena, bukankah bagus kalau bisa menghentikan waktu? Kalau aku memiliki Sacred Gear itu maka, akan sangat hebat. Aku bisa menggunakannya pada gadis-gadis di kelasku, bukan, pada semua gadis untuk melakukan hal-hal mesum. Aku bisa memastikan ini. Aku akan merangkak di koridor dan mengintip celana dalam para gadis kurasa. Ah, kalau dengan Sacred Gear itu, aku akan menghentikan Buchou dan menggunakannya pada pa-payudaranya.......! Ah, dengan berpikir kalau aku bisa melakukan apa saja dengan payudara itu, air liurku tak mau berhenti! Itu dia! Pa-payudaranya Akeno-san juga bagus! Selain itu, mengintip celana dalamnya juga bagus! Uwah! Ide-ide liarku tak mau berhenti!”

......Tunggu! Ini bukan waktunya mengatakan hal-hal semacam itu dengan air liur menggantung di mulutku! Aah, Gasper pasti sangat terkejut padaku dan—

Aku memikirkan itu namun dia malah tersenyum dengan senang.

“Ise-senpai, ternyata kamu orang yang baik.”

Ia mengatakannya dengan senyum kualitas terbaik. Uh, biarpun dia laki-laki jantungku jadi deg degan untuk sesaat. Ini berbahaya!

“Ini pertamakalinya ada yang berkata seperti itu. Belum ada orang yang bilang kalau mereka iri padaku. Apalagi memberikan contoh yang kompleks.........Ise-senpai, kamu orang yang lucu.”

Itu mungkin benar. Maaf kalau aku seorang mesum.

“Paham, dengar baik-baik Gasper—Aku ingin mentransfer kekuatan Sekiryutei ke payudaranya Buchou.”

Karena mendengar perasaan lurusku, Gasper mengeluarkan ekspresi terkejut namun perlahan matanya mengembun.

“............Hebat, Ise-senpai. Sambil memiliki Sacred Gear tangguh, mampu berjalan ke depan dengan sikap mesum sampai seperti itu.........Itu proses pemikiran yang tak akan mencapaiku, aku tak tahu kenapa aku merasakan sedikit impian dan harapanmu. Ise-senpai, hasratmu begitu dipenuhi oleh keberanian.”

Hahaha, aku merasa sedang direndahkan, tapi mungkin hanya imajinasiku!

“Ya pasti begitu! Itu Sacred Gear yang tangguh! Aku bisa menggunakannya! Aku akan memakai Sacred Gearku demi memuaskan hasrat seksualku! Aku telah menyatakan pada Naga yang hidup di gauntlet-ku juga! Aku akan mengisap payudara Buchou! Dan kemudian, sebagai tujuan baru aku akan mentransfer kekuatanku pada Payudara Buchou! Tidak, mentransfernya ke payudara Akeno-san juga bagus! Uwah! Impianku semakin meningkaaaaaaaaaaaat!”

Oh, tidak bagus. Aku tanpa sadar membuat pidato mesum dan air liurku menggantung. Tak bagus.

“A-aku juga merasa ada keberanian mengalir padaku. Kenyataannya hanya sedikit sih........”

“Bagus, bagus, kamu anak baik. Sini, lihat tangan kananku. Aku sudah meremas payudara Buchou dengan tangan ini, tahu?”

Gasper melihat dengan tatapan tak percaya ke arah tangan kananku usai mendengar pidatoku. Fufufu, ini ceritaku yang bisa dibanggakan!

Saji juga mendengar cerita ini. Aku senang kalau Gasper juga mendengar cerita ini. Tetap saja dia seorang laki-laki.

“Su-sungguh? T-tak mungkin......Bisa menyentuh Majikanmu yang merupakan Iblis kelas tinggi.......dengan Ise-senpai hanya ada hal-hal mengejutkan yang terjadi......”

“Juga, soal mentransfernya ke payudara, itu adalah ide Maou-sama. Aku sudah berpikir untuk mengikuti Maou-sama seumur hidupku. Orang itu luar biasa! Dia sudah mengeluarkan kemampuanku!”

“T-transfer payudara.......mampu menggunakan kemungkinan dan Longinus diluar kekuatan aslinya.......Maou-sama memang yang terkuat.”

Sebelum aku menyadarinya aku sudah memasuki ruangannya dan bercengkerama dengan Gasper.

“Sudah kuduga dari Ise-kun. Bisa mengobrol akrab dengan Gasper dengan cepat.”

Selagi aku dan Gasper tengah mengobrol tanpa gangguan, orang yang muncul itu adalah Kiba. Ia memasuki ruangan seolah penasaran. Apa dia khawatir? Seperti biasanya dia pria yang baik.

Itu benar, waktu yang sempurna. Karena semua lelaki klub sudah berkumpul, aku akan memulai pengumuman pentingku.

“Kiba, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan.”

“Tentang apa, Ise-kun?”

“Aku, kamu, dan Gasper adalah laki-laki.”

“Itu benar. Tapi tiba-tiba mendengar itu, apa yang terjadi?”

“Aku berpikir membentuk aliansi diantara anggota laki-laki keluarga Gremory.”

“Itu.......membuatku agak tertarik. Apa maksudmu?”

Oh, Kiba cukup menerimanya. Baiklah, mari bicarakan tentang rencanaku.

“Pertama, aku mengumpulkan kekuatan. Lalu, setelah mentransfernya pada Gasper, hentikan waktu di sekeliling. Pada saat itu, aku bisa menyentuh wanita yang terhenti sesukaku.”

“............-----Lagi-lagi kamu memikirkan tentang ide-ide ecchi. Soal itu aku paham tapi kalau begitu tak ada tugas untukku, bukan?”

Oleh rencanaku Kiba mengucapkan kata itu dengan ringan........aku menjelaskannya lebih kalem.

“Tidak, ada. Kamu masuk mode Balance Breaker, dan melindungiku. Mungkin selagi aku melakukan hal-hal ecchi ada musuh yang menyerang. Ini kerjasama yang sangat penting.”

“Ise-kun, kalau itu kamu maka aku akan melakukan apa saja tapi........mari bicara tentang masa depan lebih serius—Metodemu menggunakan kekuatanmu terlalu ecchi. Ddraig bisa menangis, tahu?”

[Kiba sungguh pria yang baik]

Jangan mengucapkannya dengan nada memelas, Ddraig! Karena aku adalah pemilikmu, bantulah aku mewujudkan impian ecchiku!

“Kiba, kamu brengsek! Jangan menatapku dengan wajah mengasihani begitu! Kamu si tampan brengsek! Kamu punya muka keren! Kamu bisa memakan gadis manapun sesukamu! Aku bahkan belum memakan satupun!”

“.........Karena itu kamu, sekali kamu menyadarinya, kamu akan ketagihan lho, Buchou dan yang lainnya sepertinya sangat menyayangimu jadi berhentilah mengatakan itu.........Mereka bilang kalau realisasi diri adalah hal yang menakutkan.”

Kiba mengucapkan sesuatu dengan makna yang sulit. Meh, aku tak peduli.

“Baiklah, rekan-rekan priaku, mari bicara terus terang—Ronde pertama [Bagian pertama yang kamu suka dari perempuan]! Pertama adalah aku! Aku suka melihat payudara dan paha wanita!”

Kiba dan Gasper tersenyum dengan pahit namun bukan tidak menyukainya. Tapi aku tak melewatkan fakta kalau Gasper terus mengguncangkan tangannya dari awal sampai akhir.

Kurasa dia mungkin takut. Bukan karena kami, tapi menghentikan kami........

Dia takut pada Sacred Gear Penghenti-Waktunya yang mungkin bisa bangkit kapan saja dari lubuk hatinya. Itulah keputusannya yang diakibatkan oleh Sacred Gear itu.

Kalau dia menghentikan orang lain, dia akan dibenci. Karena rasa takut itu, tubuh dan pikirannya menjadi tersudut.

Namun, mari menikmatinya meski hanya untuk sekarang. Tidak, aku ingin membuat dia menikmatinya.

“Maaf, tapi tak apa-apakah kalau aku berada di dalam kotak kardus? ........Aku tak akan menutup penutupnya. Hanya saja, saat berbicara dengan orang lain, aku merasa lebih tenang didalam kotak kardus.”

Itulah yang Gasper katakan dengan nada meminta maaf.

Cukup disesalkan tapi aku membiarkannya. Apa boleh buat karena ini pertamakali baginya. Memaksanya juga tidak bagus. Mari keluarkan dia dari kotak kardus secara perlahan.

“Ah, ini menenangkan-----. Ini dia----. Kotak kardus adalah oasis hatiku—“

Sampai segitukah! Apa kotak kardus begitu nyamannya bagimu!

........Namun, pria ini, kotak kardus cocok untuknya......lebih seperti aku terbiasa melihatnya di dalamnya. Vampir kotak kardus. Karena ini adalah perkembangan yang sangat baru, aku bingung bagaimana harus bereaksi.

“Kalau kamu begitu tak suka bertemu secara langsung dengan orang lain, bagaimana kalau begini—“

Aku membuat dua lubang di kotak kertas yang terletak dalam ruangan dan menempatkannya di kepala Gasper.

“I-ini........”

Pria muda berpakaian wanita yang mengenakan kotak kertas di kepalanya dalam ruangan bercahaya suram. Kilas merah dari matanya muncul dari bagian yang sudah kuberi lubang.

“Ba-bagaimana? Apa ini cocok untukku--?”

Dia perlahan lahan semakin dekat dengan jalan Zombie! Intensitas macam apa ini! Dilihat dari manapun, itu adalah degenerasi! Aku betul-betul ketakutan!

“Ah, tapi ini..........ini bagus juga. Mungkin cocok untukku............”

“Gasper, untuk pertama kalinya aku merasa kalau kamu sangat hebat.”

“S-sungguh.......? K-kalau aku mengenakan ini berarti nilaiku sebagai Vampir mungkin meningkat..........”

Iya. Lebih dari Vampir, itu adalah mesum dengan kekuatan full power. Habislah aku. Orang-orang disekitarku semuanya aneh.

Kemudian, percakapan tidak senonoh yang hanya diikuti oleh laki-laki di malam hari dimulai.

Aku mengetahuinya tapi secara mengejutkan Kiba sendiri adalah pria mesum.


Bagian 5[edit]

Esok harinya, aku menuju ke tempat tertentu.

Aku dipanggil oleh Akeno-san. Lebih seperti, Buchou berkata kalau pekerjaannya sudah selesai, dia akan datang nanti. Pekerjaan apa itu? Hal pertama yang kupikirkan adalah bayangan ecchi tapi karena Buchou nanti juga datang, kemungkinan itu nihil.

Aku yang berada di antara mereka merasa senang namun juga tak nyaman. Kalau sesuatu terjadi lagi, nanti bisa berubah jadi pertarungan besar seperti tempo hari..........Perang memperebutkan aku, yang seorang piaraan. Aku merasa lebih dari layak sebagai piaraan! Namun sebagai laki-laki, hal itu sangat rumit!

Aku terus berjalan ke arah luar kota............Tunggu, hanya ada satu objek penting di depanku—Ya, sebuah kuil.

Uwaah. Kalau kuil, bukankah itu tempat yang sangat buruk bagi Iblis! Aku masih belum berjalan masuk kedalam kuil tapi kudengar kamu tak bisa masuk dengan mudah. Apalagi, aku pernah dengar dari Buchou tentang tempat tempat yang tak boleh dikunjungi......

Sambil memikirkan itu, mataku menangkap bayangan manusia di atas batu pijakan. Memusatkan mataku dan melihat—itu adalah wajah seseorang yang sangat kukenali.

“Selamat datang, Ise-kun.”

“Ah, Akeno-san!?”

Itu adalah sosok Akeno-san yang mengenakan busana Gadis Kuil.

Aku sedang mendaki tangga. Akeno-san yang berjalan ke depan mengucapkannya tanpa berhenti.

“Maaf, Ise-kun. Tiba-tiba memanggilmu seperti ini.”

“Ah, bukan masalah. Aku juga sedang menganggur. Tapi pekerjaan macam apa ini? Dan juga, Buchou bilang akan datang kemari nanti........”

“Ya, aku tahu. Rias harus melakukan pertemuan akhir dengan Sirzechs-sama tentang persiapan konferensi.”

Tidak, tapi, penampilan gadis kuil Akeno-san adalah yang terbaik! Benar-benar pas untuknya! Dia benar-benar seorang Yamato Nadeshiko[1]

Mungkin, nama aliasnya “Pendeta Halilintar” berasal dari sini? Selain itu, tak apa apakah bagi Iblis berada dalam kuil? Pertanyaanku tak ada habis-habisnya tapi kenapa Akeno-san ada disini?

“Tak apa-apakah untuk tidak mengikuti pertemuan dengan Buchou? Aku berpikir kalau kekuatan [Ratu] mungkin sangat diperlukan........”

“Grayfia-sama yang menggantikanku hari ini, belum lagi kalau derajat kepentingannya semakin tinggi, bahkan tanpa aku tak akan apa-apa. Lebih dari itu, aku harus menemui orang yang sedang menunggu di atas sana.”

High school dxd v4 175.jpg

Itulah yang Akeno-san katakan sambil melihat jauh ke atas tangga. Hah? Siapakah orang itu?

Pintu Gapura semakin dekat. Kalau Iblis mencoba melewati garis ini maka mereka akan menerima kerusakan; mereka bilang jangan dekat-dekat kuil tapi..........

“Tempat ini tak apa-apa. Sebuah persetujuan sudah disepakati, jadi Iblis pun bisa masuk.”

Sambil mengatakan itu Akeno-san berjalan melewati pintu gapura tanpa apapun terjadi. Ooh, ternyata tidak apa-apa ya.

Aku juga melintas dengan agak takut. Ah, ternyata memang tidak apa-apa.

Di depan mataku terdapat bangunan kuil utama yang sangat besar. Aku merasakan ketuaannya tapi tidak mengkhianati setiap bagiannya sama sekali.

“Akeno-san, apa kamu tinggal disini?”

“Iya. Pendeta dari generasi sebelumnya sudah wafat, kemudian Rias mengamankan kuil ini yang tak dihuni siapapun kepadaku.”

“Apa dia Sekiryutei?”

......., Aku menjadi sadar oleh suara orang ketiga, menoleh ke samping, orang yang ada disana adalah—

Sayap berwarna emas yang sangat berkilauan terlihat jelas di hadapanku. Pria muda dengan wajah tampan sedang menatapku lekat-lekat.

Tubuhnya terbungkus jubah putih yang sangat menawan—diatas kepalanya terdapat halo berwarna keemasan mengapung—Tunggu, halo!?

Pria muda itu memberikan senyuman lembut, dan datang untuk berjabat tangan.

“Senang bertemu denganmu, Sekiryutei, Hyodou Issei-kun.”

.........Dia mengetahui namaku. Siapa orang ini?

Merasakan keraguanku, di depan mataku 12 sayap muncul dari punggung si pria muda.

“Aku adalah Michael. Aku adalah pemimpin para Malaikat. Begitu, kualitas aura ini, memang Ddraig. Jadi terkenang masa lalu.......”

Benar-benar diluar dugaanku!


Bagian 6[edit]

Dengan panduan Akeno-san, aku dan Michael........san menuju ke kuil utama.

Sebuah halo adalah bukti seorang Malaikat. Aku dengar ini dari Buchou sebelumnya. Bagi Malaikat, ciri paling mencolok dari mereka adalah halo di atas kepalanya dan sayap berbulu putih, dimana ciri khas Malaikat Jatuh adalah tanpa halo diatas kepala dan sayap hitam. Michael-san memiliki sayap emas. Dia memiliki aura orang luar biasa yang mengapung di sekitarnya.

Didalam kuil utama yang cukup besar terdapat sejumlah pilar besar. Dari tengah, aku merasakan terpaan kekuatan tak diketahui, dan menggelitik kulitku. Aura ini, apa ini? Serasa penuh oleh sinyal berbahaya.

“Sebenarnya, aku berniat menghadiahimu ini.”

Hah? Akankah dia memberiku sesuatu? Aku mengarahkan mataku ke arah yang Michael-san tunjuk dengan jarinya, disana terdapat sebuah pedang mengapung dengan mengeluarkan aura suci.

..........Uwah, ini pasti pedang suci! Bahkan aku yang bodoh ini sangat memahami tekanan kekuatan itu. Sejak aku pernah melihat Pedang seperti Excalibur, Durandal, aku tahu apa arti aura suci itu.

“Ini George—kalau aku mengatakan Saint George mungkin akan lebih tepat? Ini adalah Pedang Suci pembunuh Naga, Ascalon, yang dimiliki orang itu.”

Tidak, aku tak tahu apa-apa tentang George atau Saint George sama sekali, tahu.

[Itu adalah Pembunuh Naga yang terkenal. Ya, kamu harus belajar lebih banyak lagi]

Diam! Dan ada apa dengan Pembunuh Naga? Bukankah itu memiliki aroma berbahaya hanya dengan mendengar namanya sendiri?

[Sekelompok orang yang menjadikan Pembunuhan Naga pekerjaan mereka—dan juga istilah yang digunakan untuk senjata yang mereka gunakan]

........Assasin yang terspesialisasi membunuh Naga ya. Seram. Apa itu berarti aku juga targetnya? Aku jadi semakin tak menyukai ini........

“Sebagai benda istimewa, karena aku memberikan ini, bahkan kamu Iblis yang memiliki kekuatan Naga akan tahu cara menggunakannya. Sebelum kamu memilikinya, menurutmu bisakah kamu menggabungkannya kedalam Boosted Gear?”

Itulah yang Michael-san katakan tapi apa mungkin bisa?

[Itu tergantung padamu. Sacred Gear menjawab perasaanmu. Kalau kamu mengharapkannya, hal itu akan mungkin terjadi]

Begitukah? Ya, bagaimana menggunakannya? Lebih seperti, dengarkan pertanyaanku.

“Kenapa, memberikannya padaku?”

Berapa kalipun berpikir akhirnya aku menanyakannya padanya. Kenapa benda yang sangat berharga ini diberikan padaku? Belum lagi, aku adalah musuh para Malaikat, aku memiliki Naga yang membuat masalah sepanjang peperangan dahulu kala. Kupikir aku adalah eksistensi terburuk bagi mereka. Michael-san menjawab sambil tersenyum.

“Pertemuan kali ini, kupikir ada peluang besar untuk kerjasama diantara 3 kekuatan besar. Kudengar kamu sudah mengetahuinya jadi aku mengatakan ini tapi, kami kehilangan Pencipta kami—Tuhan sepanjang peperangan silam. Musuh kami juga kehilangan Maou dalam pertempuran. Pemimpin Malaikat Jatuh sudah mundur. Azazel juga sudah membuat pernyataan resmi tentang tidak akan berperang. Ini kesempatan, kesempatan menyingkirkan peperangan tak berguna. Kalau pertarungan kecil seperti ini terus terjadi maka ketiga kekuatan besar akan hancur. Bahkan meski bukan itu, kekuatan besar dari pihak lain akan menyerang. Pedang itu adalah hadiah dariku untuk pihak Maou. Tentu saja, aku juga sudah memberi hadiah pada pihak Malaikat Jatuh. Aku mendapat Pedang Suci yang dirumorkan dari pihak Iblis juga, pihak kami cukup bersyukur dengan itu.”

Haa. Michael-san mengucapkan hal yang rumit. Artinya, pertemuan kali ini sangat penting, dan dia ingin berdamai dengan kami Iblis dan Malaikat Jatuh.

Namun, kekuatan besar dari pihak lain? Apa itu? Adakah kekuatan lain selain dari 3 kekuatan besar?

[Tentang itu. Selain kekuatan besar yang tertulis dalam buku Injil, sistem mitologikal yang lain juga ada]

........Apa itu? Ddraig, ini pertama kalinya aku mendengarkan hal itu..........

[Pada dasarnya, mereka tak melenceng dari wilayah mereka. Karena persetujuan implisit anti-perang ada. Namun, kita tak tahu kapan mereka akan bergerak kalau mereka mengetahui bahwa Tuhan dalam buku suci Injil telah tiada. Pembicaraan ini juga untuk memastikan kalau ketiga kekuatan besar tidak membocorkan ketiadaan Tuhan dalam buku suci Injil kepada pihak luar]

?????? Aku tak paham. Aku sama sekali tak paham dengan yang Ddraig ucapkan sejak tadi.

Pikiranku dipenuhi pertanyaan. Aku tak tahu tentang masalah masalah mendalam diantara Iblis, Malaikat, dan Malaikat Jatuh, tahu?

Michael-san melanjutkan ucapannya padaku yang pertanyaannya masih belum terpecahkan.

“Kami dengar kalau seorang yang melawan kami, sang Welsh Dragon telah menjadi Iblis. Sebagai sapaan, dan sekaligus hadiah kami memberikan pedang itu. Mulai dari sekarang mungkin kamu akan banyak diincar oleh musuh sekelas Naga dan sang Vanishing Dragon. Aku berpikir tentang rumor ‘Pemilik terlemah sepanjang sejarah’, ini mungkin bisa jadi senjata pendukung bagimu.”

Maaf karena menjadi yang terlemah! Bahkan seperti ini aku bekerja keras, tahu?

Semua hal ini masih belum kupahami sama sekali namun ia menyerahkan pedang itu padaku.

Tidak, tapi kenapa aku?

“Tak apa apakah memberikannya padaku? Lebih tepatnya, kenapa aku?”

“Pernah hanya sekali ketiga kekuatan besar berpegangan tangan bersama. Itu sepanjang waktu mereka mengalahkan Naga merah dan putih. Karena kedua Naga yang ikut campur dalam peperangan kami dan membuat alur pertempuran menjadi kacau.”

Aku pernah mendengar cerita itu dari Ddraig sebelumnya. Dan lalu, Ddraig-san, dia mengucapkan sesuatu.

[.......Siapa tahu]

Jadi kamu berpura-pura bodoh ya. Meh, itu bukan urusanku.

“Harapanku kita bisa bekerjasama lagi seperti waktu itu, aku menaruh harapanku padamu—kepada Sekiryutei. Itu tipikal orang Jepang kan?”

Aku memikirkan sesuatu tapi............Karena orang teratas dalam pihak Malaikat mengucapkannya dengan senyum di wajahnya, aku akan percaya kata-katanya.

Aku menolehkan mataku ke arah pedang yang disebutkan. Tapi, bisakah aku menyentuhnya? Bukankah Pedang Suci sangat berbahaya bagi Iblis? Belum lagi, akan semakin buruk karena ini adalah Pedang Pembunuh Naga.

Akeno-san berkata padaku yang masih ragu-ragu untuk mengulurkan tangan.

“Ada penyetelan akhir yang dilakukan pada pedang ini di kuil ini. Upacara bersama dari Maou-sama, Azazel-sama, dan Michael-sama telah dilakukan sehingga meski Iblis yang memiliki kekuatan Naga menyentuhnya, tak akan terjadi apa-apa.”

Serius? Kalau Akeno-san mengatakannya berarti itu pasti benar. Kalau Akeno-san yang mengatakannya maka aku pasti bisa mempercayainya.

Aku dengan takut mengambil pedang suci yang mengapung di tengah udara dengan tanganku.......tak ada yang terjadi. Aku merasakan aura sucinya namun tak ada luka atau efek buruk terjadi padaku. Apa memang tidak apa-apa?

[Partner, fokuskan kesadaranmu pada Boosted Gear. Aku akan mengikuti setelah itu—cobalah membuat pedang di tanganmu bergabung dengan energi dari Sacred Gear]

Kamu mengatakannya tapi bahkan kalau aku diujarkan seperti itu......

Untuk sementara waktu aku berfokus membangkitkan Sacred Gear, dan membuat gauntlet merah muncul. Aku mencoba menggabungkan kekuatan Boosted Gear dengan kekuatan pedang di tanganku.

.........Aura suci mengalir kedalam Sacred Gear. Ia melewati Sacred Gear dan sensasi kekuatan aneh seperti mengalir pada tubuhku tapi.........perlahan-lahan aku mulai terbiasa, dan sensasi seolah ia diambil alih oleh kekuatan Ddraig menyerangku.

Kah!

Setelah mengeluarkan kilatan merah—Gauntlet muncul dengan pedang yang tumbuh dari bagian punggung telapak tanganku.

“..........Benar-benar bergabung.”

Hebat. Sacred Gear dan Pedang Suci bisa bergabung. Sacred Gear muncul dari Boosted Gear!

Setelah mengkonfirmasinya Michael-san menepukkan tangannya.

“Dan, sudah waktunya. Aku harus segera pergi.”

Hah? Dia sudah mau pergi?

......., Ah, ada sesuatu yang ingin kukatakan kalau aku menemui pihak Malaikat.

“U-um, ada sesuatu yang ingin kukatakan pada anda.”

“Sudah waktunya untuk konferensi, mari kita dengarkan usai konferensi nanti. Aku pasti akan mendengarnya. Jangan khawatir.”

Usai mengatakan itu, seluruh tubuh Michael-san terbungkus cahaya, setelah kilatan cahaya untuk sesaat, sang Malaikat nomor satu itu telah menghilang dari tempat ini.


Bagian 7[edit]

“Silakan diminum tehnya.”

“Ah, terima kasih banyak.”

Kami berada di kuil setelah Michael-san pergi. Aku tengah berada di lokasi tempat tinggal Akeno-san.Setelah melewati ruangan bergaya Jepang, aku sedang minum teh di ruangan yang terlihat seperti ruang upacara teh.

Kalau kuingat baik-baik, kamu meminumnya setelah memutar cangkirnya 3 kali kan? 1 kali, 2 kali, 3 kali. Rasanya pahit.

Akeno-san melihat reaksiku dan tertawa dengan suara kecil.

“Apa Akeno-san bekerja dengan Michael........san pada pedang hadiah ini?”

“Ya, di kuil ini upacara modifikasi khusus diselenggarakan untuk Ascalon.”

Menyiapkan konferensi dari tiga kekuatan besar,dan juga pedang ini; pekerjaan Buchou dan Akeno-san sangat banyak dan pasti melelahkan........Inikah misi dari [Raja] dan [Ratu]?

Aku harus bekerja sehingga aku tak menjadi penghalang bagi mereka dan menjadi partner Gasper seperti yang diperintahkan padaku.

........Kami akhirnya berdua saja. Mari mencoba bertanya pada Akeno-san tentang hal-hal yang ingin kutanyakan selagi kami seperti ini.

Aku mempersiapkan diriku dan menanyakan tentang satu hal yang sudah kukhawatirkan sejak pertarungan dengan Kokabiel.

“Boleh aku mengajukan satu pertanyaan?”

“Ya, tentu saja.”

“.......Apa Akeno-san adalah putri dari pemimpin Malaikat Jatuh........”

Oleh pertanyaanku, ekspresi Akeno-san berubah menjadi sangat mendung.

“........Itu benar. Pada dasarnya aku terlahir diantara pemimpin Malaikat Jatuh, Barakiel, dan seorang wanita manusia.”

........Ternyata memang benar. Kokabiel berkata pada Akeno-san “Seorang yang memiliki kekuatan Barakiel”. Akeno-san menatapku dan berkata,

“Ibuku adalah putri dari seorang pendeta kuil di negara ini. Kudengar pada suatu hari, ibuku menolong Barakiel yang jatuh karena terluka parah dan dari takdir hari itu, lahirlah aku.”

Ternyata seperti itu. Akeno-san memiliki kondisi keluarga yang sangat rumit........entah kenapa, jauh beda dengan keluargaku yang normal. Uh, aku sendiri yang bertanya, sekarang aku justru kebingungan bagaimana meresponnya.

Sembari aku menjelajahi otakku untuk mencari kata-kata yang kukatakan setelah ini, Akeno-san membentangkan sayap dari punggungnya.

.............

Berbeda dengan dua sayap Iblis yang biasanya, satu adalah sayap Iblis, sedangkan satunya adalah sayap hitam Malaikat Jatuh.

“Mereka sayap yang kotor........Sayap Iblis dan sayap Malaikat Jatuh. Dan aku memiliki keduanya.”

Seolah menyesali sayap hitam Malaikat Jatuhnya, ia memegangnya dengan tangannya.

“Selagi membenci sayap ini, aku bertemu Rias dan menjadi Iblis—namun yang terlahir adalah sayap Iblis dan Malaikat, makhluk lebih menjijikkan yang memiliki keduanya. Fufufu, ini mungkin cocok bagiku yang memiliki darah kotor mengalir dalam pembuluhnya.”

Akeno-san nampak menyalahkan dirinya. Tak mungkin, Akeno-san. Tolong jangan berkata begitu......

“.......Bagaimana perasaanmu, Ise, setelah mendengar itu? Kamu membenci Malaikat Jatuh kan? Mereka pernah membunuhmu dan Asia-chan, dan mencoba menghancurkan kota ini, tak mungkin kamu bisa memaafkan mereka.”

Aku katakan isi hatiku sejelasnya. Karena aku merasa berbohong itu tidak bagus.

“Ya. Aku membenci Malaikat Jatuh.”

Mendengar itu, ekspresi Akeno-san tampak sendu. Namun, tanpa peduli aku terus berbicara.

“Tapi, aku menyukai Akeno-san.”

“.............”

Akeno-san nampak terkejut karena pernyataanku.

“Aku tak akan menanyakan apapun tentang kelahiranmu. Aku hanya ingin memastikannya jadi.......sebenarnya, aku sudah menanyakan hal buruk sehingga sekarang aku menyesalinya......aku benar-benar minta maaf. Aku sering tidak sensitif jadi.........”

“Bukan itu masalahnya. Aku punya darah Malaikat Jatuh padaku, tahu? Bisakah kamu memaafkanku? Meski aku bereinkarnasi menjadi Iblis, fakta kalau aku memiliki darah Malaikat Jatuh padaku tetap tak berubah.........aku mungkin mendekatimu ingin dibenci, tahu?.........Bukan, itulah masalahnya. Aku adalah wanita terburuk yang pernah ada..........”

“Itu tak ada hubungannya. Ah, bagaimana bilangnya ya, Akeno-san, kamu adalah senpai yang baik hati. Tidak, um, aku memang benci Malaikat Jatuh tapi, aku berpikir kalau Akeno-san itu berbeda, biarpun darah Malaikat Jatuh mengalir dalam dirimu, Akeno-san adalah Akeno-san, dan kamu adalah wakil Presiden Klub Penelitian Ilmu Gaib, aku tak pernah sekalipun berpikir untuk membenci Akeno-san. Meski sudah mendengar tentang Akeno-san yang memiliki darah Malaikat Jatuh aku tak mampu membencimu. Aku tetap menyukaimu jadi, tak ada masalah kan? Hah? Apa yang kukatakan? Maaf, tak akan ada kata sensitif lagi datang dariku.........”

Mendengar kata kataku, Akeno-san—menangis.

Gawat. Apa aku tanpa sengaja sudah melukainya? A-aku harus apa! Aku membuat wanita menangis! Namun, Akeno-san menampakkan senyuman dan menghapus air matanya.

“..........Kamu mengucapkan kata-kata pembunuh..........setelah mendengar itu..........bukankah aku akan jadi serius..............”

Hah, aku tak mendengar bagian keduanya dengan jelas tapi kata-kataku adalah “Kata pembunuh?” apa aku mungkin mengucapkan sesuatu yang buruk?

Setelah Akeno-san bangkit, dia datang ke arahku dan—memelukku!?

“A-Akeno-san.......?”

Akeno-san berbisik di telingaku yang masih bingung untuk bereaksi ini.

“Sudah kuputuskan, sudah kuputuskan. Ise-kun, apa kamu menyukai Rias?”

“Eh!? U-um, i-iya, tentu saja aku menyukainya!”

“...........Itu sudah wajar kan, Rias sangat serius sehingga menjadi istri sah itu mustahil. Ada kemungkinan Asia-chan akan menjadi istri sah juga jadi...........posisi pertama dan posisi kedua tak bisa diubah kurasa...........”

Posisi pertama? Posisi kedua? Memangnya ini soal peringkat apa?

Padaku yang kesulitan mengendalikan wajahnya, sambil bergelayut padaku Akeno-san berkata,

Tunggu, Akeno-san! Aku tak akan bisa menahan diri kalau kamu melakukan terlalu banyak hal stimulatif pada juniormu!

“Hei, Ise-kun.”

“Iya?”

“Aku takkan keberatan menjadi posisi ketiga.”

“........Posisi ketiga?”

P-posisi ketiga? Apa ada hubungannya dengan posisi pertama dan posisi kedua yang tadi? A-aku tak paham!

“Ya. Posisi ketiga. Kupikir itu posisi yang sudah cukup bagus. Disamping itu terdapat perasaan persaingan sehingga akan semakin menyenangkan. Ufufu, Ise-kun, tak apa-apakah kalau aku memanjakanmu? Aku akan memberikanmu bantal pangkuan selain Buchou.”

..............Ini semua kata-kata yang artinya tidak kupahami, tapi setidaknya aku paham bagian terakhir tentang bantal pangku!

“Eh? Su-sungguh?”

Apa kamu serius! Ba-bantal pangku Akeno-san! Uwaaaaaah! Hanya dengan membayangkannya, rasa kebahagiaanku terasa sangat hidup!

“Hei, Ise-kun, bisakah kamu memanggilku ‘Akeno’ saja?”

“Eh? Aku tak bisa memanggil seniorku dengan cara yang kelewat familiar itu!”

“..........Kalau begitu, sekali saja. Tolong.”

Kalau aku diminta dengan tatapan sendu itu...........aku menelan air ludahku dan menggumamkannya setelah memutuskan.

“A-Akeno........”

“.........Aku sangat senang, Ise.........”

[Gyu] dia memelukku semakin erat. Uwah, suara barusan, itu bukan suara [Ufufu, ara ara] ciri khas Akeno-san, namun suara seorang gadis normal!

Sebuah suara yang sangat dahsyat. Dia bukan lagi “Wakil Presiden Himejima Akeno”, namun ia menjadi gadis sekolahan normal. Itu memberikan serangan telak pada otakku. Apalagi, Akeno-san begitu imuuuuuuuut!

Tunggu, perasaan payudara yang menekanku ini! Akeno-san begitu lembut seperti dugaanku! Kemudian, aku menuju pangkuan Akeno-san, persiapan untuk bantal pangku! Uoooooooh! Memikirkan kalau aku akan mendapatkannya untuk yang ketiga kalinya dalam hidupku! Karena ini adalah Akeno-san tercinta, perasaan ini sulit untuk diungkapkan!

Akeno-san membelai kepalaku. Memberikan perasaan yang berbeda dari Buchou juga!

“Ufufu, aku mencuri hak istimewa Rias. Entah kenapa, aku sudah melakukan hal buruk. Ise-kun, apa terasa nyaman?”

“I-iya! Inilah yang terbaik!”

Ah, paha Akeno-san begitu lembut! Tempat tidur yang terbaik...........

“Um, tapi bagaimana kalau........kalau adegan ini dilihat oleh Buchou—“

“Bagaimana dengan........Buchou, hei, Ise?”

.................

Suara ini kan............

Aku merasa tubuhku membeku dalam sekejap. Aku mengangkat tubuhku dan dengan kaku menolehkan kepalaku ke belakang. Dan disana, majikanku, yang mengeluarkan aura merah terburuk yang pernah ada, tengah berdiri, seperti dua penjaga Raja Deva.

...........Aku akan dibunuh!

Aku secara intuisi berpikir dan merasakan itu! Karena, dilihat dari manapun juga, dia tengah mengaktifkan Power of Destruction-nya.

“B-b-b-b-b-b-Buchou!? I-ini um.....”

Buchou menekan jarinya di dahinya dan mendesah berat.

“Tak ada ketidaksiapan atau keraguan...........mendapat bantal pangku selain dariku.........”

Zun! Zun! Dengan perasaan marah di kakinya Buchou mendekatiku.

Munzu! Itu sakit! Pipiku dicubit oleh Buchou sekeras yang ia bisa! Ooouchhh!

Buchou bertanya padaku dengan suara intensitas rendah.

“Bagaimana dengan pedangnya?”

“Su-sudah kudapat!”

“Bagaimana dengan Michael?”

“D-dia sudah pergi!”

“Berarti, tak ada urusan lagi disini! Kita kembali!”

Aku buru-buru mengikuti Buchou yang berbalik arah. Aku membungkuk pada Akeno-san. Maaf, maafkan aku.

“Aku jadi cemburu dengan posisi nomor satu Rias Buchou.”

Akeno-san menggumamkan sesuatu dari belakang. Sudah kembali menjadi suara Akeno-san yang biasanya.

Aku tak mendengarnya dengan jelas namun Buchou berhenti sejenak, kemudian mulai menarik lenganku dan pergi. Sepertinya dia ingin pergi secepat mungkin dari tempat ini.


Bagian 8[edit]

[Tap tap tap tap] suara langkah kaki Buchou menuruni batu tangga tampak penuh oleh amarah.

Aku, yang mengikutinya dari belakang tak bisa berkata apa-apa, dan hanya berusaha supaya tidak ketinggalan.

Buchou benci kalau budaknya, aku disentuh oleh gadis lain. Sepertinya Asia dan Koneko-chan tak apa-apa tapi gadis selain itu, bahkan Akeno-san sekalipun, ia tak menyukainya. Tidak, karena Akeno-san yang paling dekat dengannya, ia tak menyukainya? Tidak, aku tak paham sama sekali isi hati Majikanku ini.

Tapi, kalau kamu melihatnya dari sudut pandang Buchou, majikanku, itu mungkin terlihat sebagai pengkhianatan. Aku harus apa! Tak ada cara selain meminta maaf! Tapi, bagaimana aku meminta maaf!? Aku benar-benar tidak paham! Kalau aku dibenci oleh Buchou maka aku akan mati kesepian!

Aku memikirkan ini dan itu dengan otak kerdilku. Tiba-tiba Buchou berhenti.

Tanpa menoleh ke arahku, Buchou bertanya.

“............Hei, Ise.”

Apa yang dia akan tanyakan? Aku takut! Bagaimana aku akan menjawabnya!? Aku tak bisa menemukan jawabannya!

“I-iya.”

Namun, aku tak pernah menduga ucapan Buchou,

“Akeno itu............Akeno.”

“Iya?”

“Akeno itu fuku-Buchou. Namun dia adalah ‘Akeno’...............dan aku?”

Hah.......? Apa maksudmu? Kupikir Akeno-san memang ‘Akeno-san’ tapi.........?

Karena itu, Buchou adalah—

“Buchou.........apa aku salah?”

Saat aku menjawab ‘Buchou’, aku merasa kalau bahu Buchou bergetar.

“...............Itu benar. Aku adalah Buchou—Tapi, ’Rias’.”

A-ada apa. Nadanya terdengar sangat kecewa. Apa aku mengatakan hal yang salah? Tak bisa menemukan jawaban yang Buchou inginkan, aku menjawab dengan normal.

“Ya. Buchou adalah majikanku dan Iblis kelas tinggi, Rias Gremory..............um, Buchou?”

Menoleh ke belakang, ekspresinya tampak sedih.

“..............Apanya yang ‘posisi nomor 1’..............justru posisiku yang paling jauh............”

Suara itu bukan suara Buchou seperti biasanya yang sangat elegan, namun suara.........gadis normal yang bisa ditemukan dimana saja.


Catatan Penerjemah dan Referensi[edit]

  1. Figur wanita yang ideal di Jepang. Info lebih lanjut lihat di sini