High School DxD (Indonesia):Jilid 23 Upsetting sorcerer.1

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Upsetting sorcerer.1[edit]

—Dulio Gesualdo adalah Malaikat terbaik.

Di dunia manusia — di negara Eropa tertentu. Di sebuah bukit kecil di sudut sebuah kota kecil, ada sebuah batu nisan kecil. Orang yang berdiri di depan batu nisan itu — orang tersebut menduduki peringkat ketujuh dalam Rating Game, supervisor tim [Trump Card of Heaven], Rudiger Rosenkreutz. Sebingkai bunga diletakkan di atas kuburan — dan juga robot mainan. ...Beristirahat di bawah kubur adalah anak kesayangannya. Setelah Rudiger bereinkarnasi sebagai Iblis, dia menjadi aktif dalam Rating Game, dan setelah sekian lama, dia akhirnya memiliki anak pertamanya. Meskipun ada rumor bahwa lebih mudah bagi Iblis Reinkarnasi untuk memiliki anak daripada Iblis berdarah murni, masih perlu waktu bertahun-tahun bagi anak pertamanya untuk dilahirkan. Anak yang telah dinanti-nantikannya... tiba di dunia ini dengan penyakit. ...Jika itu adalah penyakit yang memiliki nama, itu masih lebih baik. Tapi terlepas dari apakah itu teknologi medis manusia, atau teknologi Iblis, maupun teknik sihir, tak ada satupun yang bisa menemukan pengobatan. Padahal, apa yang dibawa anaknya sendiri adalah — Sacred Gear.

Sambil menahan pengikisan Sacred Gear, dia hidup akan tetapi melemah secara perlahan; Karena kekuatan misterius Sacred Gear, tubuhnya berangsur-angsur terkikis. Selama seseorang membawa jejak darah manusia, mungkin ada anak yang lahir dengan Sacred Gear.

Tapi aku tidak pernah membayangkan bahwa anakku sendiri akan dilahirkan dengan Sacred Gear, dan lebih dari itu, tidak memiliki kekebalan terhadapnya.... Terlepas dari apakah Sacred Gear dilepaskan atau disegel dengan paksa, risiko kematian masih bertahan, dan baik periset dan dokter Dunia Bawah telah mengatakan bahwa anakku tidak akan hidup lama. Sejak lahir, waktu anakku terbatas—. Tapi meski begitu, tetap saja anakku yang susah payah didapat dan menggemaskan.

Rudiger dan istrinya melakukan yang terbaik untuk memenuhi permintaan anak mereka. Mereka membelikan mainan mana pun yang dia inginkan, dan jika kondisi tubuhnya lebih baik, mereka membawanya kemana pun dia mau pergi. Dan ketika tubuh anaknya tiba-tiba sakit, dia bahkan mengundurkan diri dari pertandingan penting. Itulah tingkat cinta Rudiger pada anaknya—. ...Namun, batas waktu untuk hidupnya dalam bahaya, dan putusan terakhir juga telah diberikan dari dokter. ...Meskipun dia meninggalkan warisan dalam Rating Game, menjadi takut pada Iblis Kelas Atas lagi, dan mengilhami Iblis Reinkarnasi lebih manusiawi lagi, dia masih belum bisa menyelamatkan anaknya sendiri. Rudiger melihat saat tubuhnya menjadi semakin lemah, dia merasakan sakit karena ketidakberdayaannya sendiri, dan mengutuk dirinya sendiri. Namun, itu terjadi pada hari tertentu. Saat Rudiger bertanya kepada anaknya sendiri apa yang dia inginkan.

Anakku berbaring di ranjang rumah sakit dan melihat ke langit di luar jendela dan berbicara dengan sedikit pertimbangan

—Aku ingin melihat Malaikat. Kudengar ada Malaikat luar biasa bernama Joker.

Anak Rudiger memiliki minat yang agak unik. Alih-alih memusatkan perhatian pada 'Oppai Dragon' yang populer atau Diehauser Belial, dia ingin melihat Malaikat bersayap putih. Jika ini adalah masa lalu, maka itu akan menjadi mimpi yang jauh, tapi mungkin saja di masa sekarang. Tapi orang yang ingin dia lihat adalah orang terkuat di Surga, Joker Dulio Gesualdo. Dia terus-menerus terlibat dalam pertempuran melawan terorisme, jadi jadwalnya sangat ketat. Dan setelah mendengar tentang beberapa institusi Gereja, dia mengetahui bahwa ada juga anak-anak lain yang menderita karena Sacred Gear mereka, dan dia memperjuangkan mereka. ...Tapi di sisi ini, dia adalah Iblis. Dia adalah prioritas yang jauh lebih rendah. Baginya, anak-anak di institusi Gereja akan selalu menjadi pertimbangan nomor satu. ...Namun, dia tahu bahwa akhir hidupnya anak itu mendekat. Seakan merebut garis hidup terakhir, Rudiger menulis sepucuk surat, dan mengirimkannya ke Surga melalui pemerintahan Dunia Bawah. ...Meskipun dia adalah orang terkenal di Rating Game, dia tetap tidak memiliki hubungan dengan Surga. Kemungkinan suratnya sampai di sana, dan kemungkinan terbaca, mungkin nol. Rudiger tidak memiliki harapan tinggi, tapi percaya bahwa itulah yang paling tidak bisa dilakukannya. —Namun, beberapa hari setelah surat itu dikirim.

"Oh, ini pertemuan pertama kita. Kudengar ada anak yang ingin menemuiku, jadi aku langsung terbang."

Ia datang. Dia benar-benar datang ke Dunia Bawah...! Dia berdiri di depan anakku. Anakku menatap Joker dengan ekspresi kerinduan. Wajah anakku yang awalnya tanpa jiwa dipenuhi dengan cahaya karena kemunculannya. Setelah itu, Dulio menggunakan waktu luangnya untuk mengunjungi anakku. Meskipun dia jelas harus mengurus anak-anak lain, dan jelas dia punya banyak pekerjaan lain. Dia menangani semua itu sehingga dia bisa meluangkan waktu untuk tersenyum di depan anakku. Waktu dan waktu lagi—.

Merupakan keajaiban bahwa anak Rudiger bisa hidup lebih lama dari perkiraan dokter. ...Namun, dia masih belum bisa lepas dari takdir maut. Meski begitu, anaknya telah meninggalkan dunia dengan ekspresi puas. Pada akhirnya dia benar-benar senang bisa bercakap-cakap dengan Dulio. Ketika dia memikirkan untuk berterima kasih pada Joker, Rudiger melihatnya. —Itu tampak sedih dan menyesal yang ditunjukkan Dulio Gesualdo saat dia meneteskan air mata untuk anaknya.

"...Apakah kamu ingin hidup sebentar lagi? Seharusnya ada lebih banyak tempat yang ingin kamu kunjungi. Seharusnya ada lebih banyak hal lezat yang ingin kamu makan....Tapi karena penderitaan Sacred Gear yang diberikan kepadamu oleh Tuhan-sama, kamu tiada tanpa tumbuh dewasa...itu sama sekali tidak masuk akal..."

Ketika dia melihat ekspresi yang dibuat Dulio untuk kematian anaknya — Rudiger tergerak untuk menangis.

—Dulio Gesualdo adalah Malaikat terbaik.

Malaikat yang dipuja anakku adalah Joker terbaik.

Setelah itu, Dulio mengungkapkan niatnya untuk berpartisipasi dalam Rating Game World Tournament. Keinginannya setelah meraih kemenangan adalah memodifikasi sistem Sacred Gear. Dengan menggunakan semua kekuatan mistik dari golongan yang berkumpul, dia ingin menyesuaikan kembali sistem Sacred Gear sehingga tidak ada yang akan menderita karena Sacred Gear mereka lagi. Mengganggu sistem Sacred Gear adalah gagasan tabu yang Malaikat Tertinggi Michael pun ragu-ragu. Meski begitu, jika dia bisa meraih hadiah juara turnamen, dan mencapai keinginan ini, maka itu mungkin terjadi; Pikiran Dulio dan Malaikat Reinkarnasi sama. —Mereka berharap tidak akan ada anak lagi yang harus menderita karena Sacred Gear mereka. Setelah mendengar aspirasi para Malaikat Reinkarnasi, Rudiger Rosenkreutz mengambil keputusan. Dia sudah memutuskan! Dia mengajukan diri untuk menjadi supervisor tim Joker. ...Rudiger bersumpah untuk menang saat dia berdiri di depan kuburan anaknya. Bukit kecil tempat batu nisan ini dipasang menghadap Vatikan. Meskipun dia adalah anak seorang Iblis, itu adalah keinginan orang tuanya untuk membiarkan dia beristirahat di tempat yang agak dekat dengan Dulio.

"Ah, kamu sudah di sini, supervisor."

Dia mendengar suara yang familier. Dia berbalik untuk menemui Dulio. Dia... tiba di sini tepat waktu. Ketika ditanya, dia mengungkapkan bahwa sebenarnya ada anak-anak lain yang dikuburkan di sini, itulah sebabnya dia kadang-kadang datang berkunjung. Dulio menaruh bunga dan mainan kecil ke kuburan anak Rudiger lalu berkata

"Kurasa Ise-kun pasti menggunakan teknik ero."

"Sementara itu, kami memiliki tindakan balasan. Kupikir itu sudah pasti. Bukankah itu tipe dirinya?"

"Tentu saja, begitulah dia."

Dulio tertawa. Dia sepertinya menantikan pertempuran. Rudiger berkata

"Oppai Dragon-kun itu kuat. Dalam kurun waktu satu tahun, telah terjadi banyak kejadian sejarah sehingga hampir tidak nyata. Dan dia sering tampil di pusat acara ini. Kekuatan dan kelebihannya yang luar biasa pasti membuatnya tidak kurang dari pahlawan. Apalagi mendukungnya dari belakang adalah Ravel Phoenix, yang juga sangat berbakat. Dalam tiga puluh tahun... tidak, hanya dalam dua puluh tahun, dia akan menjadi ahli taktik dan strategi dalam Rating Game Dunia Bawah."

Lawan berikutnya adalah lawan yang kuat. Tidak diragukan lagi bahwa dia akan menjadi yang terkuat yang mereka hadapi sejauh ini.

"Namun, yang paling menakutkan adalah armor hitam Sekiryuutei. Ledakan meriam itu sangat mirip dengan mukjizat yang bisa dipicu makhluk sekelas dewa. Tidak peduli tim mana, siapa pun akan dikalahkan jika mereka terkena langsung hal itu. Ini adalah kartu truf sederhana dan tumpul. Keberadaannya hanya menimbulkan ketakutan pada tim lawan. Ini adalah faktor utama yang harus dipertimbangkan oleh tim lawan saat mempertimbangkan kinerjanya dalam pertandingan tersebut."

Terlepas dari apakah itu kekuatan ofensif dari armor tersebut, atau kemampuan anggota tim lawan, faktor-faktor tersebut masih belum diketahui. Meskipun penyelidikan ekstensif telah dilakukan, dan mereka juga bergegas ke rumahnya untuk memahami kebiasaan hidupnya, dia masih merupakan musuh yang hebat. —Seseorang yang mampu melakukan keajaiban bisa selalu menerobos harapan dan perhitungan dengan mudah. Rudiger bukanlah eksistensi yang dicintai oleh takdir semacam Joker atau Sekiryuutei. Yang bisa dia lakukan hanyalah terus mempersiapkan diri, dan berusaha menemukan celah untuk menyerang dan mengalahkan lawan.

...Tapi, untuk memenuhi keinginanku, aku harus mengungguli mereka, siapapun lawannya.

Rudiger bertanya pada Dulio

"Tapi meski begitu, yang menang — akan menjadi kita. Apa aku benar, Trump Card of Heaven — Dulio Gesualdo?"]

"Tentu saja."

Dulio tersenyum dengan tatapan riang, sama seperti saat dia tersenyum terhadap anakku saat itu.

Rudiger dengan sungguh-sungguh mengucapkan sumpah pada foto anak kesayangannya yang dia simpan di sakunya.

…Oh aku mengerti. Kamu juga ingin melihat aksi Malaikat ini, bukan?

—Dulio Gesualdo adalah Malaikat terbaik.

Aku pasti akan membuat orang ini menang.

Itulah tujuan Rudiger Rosenkreutz—.