High School DxD (Bahasa Indonesia):Volume 19 Life.3 Tinju Dan Pedang Carnival

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Life.3 Tinju dan Pedang Carnival[edit]

Bagian 1[edit]

Hari pertarungan dengan kelompok pemberontak Gereja telah tiba. Anggota Klub Penelitian Gaib, Kelompok Sitri, Suster Griselda, dan Dulio berkumpul di ruang bawah tanah kediaman Hyoudou, di ruangan itu telah dipersiapkan lingkaran sihir untuk berpindah. Azazel-sensei, anggota dari Surga dan Ikuse Tobio yang berperan sebagai anggota pendukung juga telah tiba. Azazel-sensei tampil dihadapan kerumunan orang dan melakukan briefing sebelum pertarungan.

“Dengarkan, kali ini kita akan menghadapi kelompok pemberontak Gereja. Lokasinya telah dengan cepat dibangun untuk pertarungan ini yang bergaya seperti arena Rating Game dan kita akan menuju kesana melalui lingkaran sihir. Sisi lawanmu juga telah mempersiapkan ini, jadi pertarunganya akan lebih sengit daripada sebelumnya.”

Lokasi yang digunakan untuk pertarungan. Jika kasusnya seperti itu, bila dibandingkan dengan pertarungan di kota kecil, ini akan menjadi lebih berbahaya. Sona-zenkaichou berkata

“Ini dijadwalkan akan dimulai pada tengah malam. Musuh kita akan menggunakan lingkaran sihir yang telah kami persiapkan untuk membawa mereka ke lokasi pertarungan.”

Setelah mendengar itu, Saji menambahkan

“Apakah itu mempersiapkan lokasi pertarungan, atau kita yang menyiapkan lingkaran sihir untuk transportasi ke lokasi, kita tidak bisa memastikan mereka akan menerimanya. Dipindahkan ke penjara atau pelindung, atau lokasi pertarunganya telah dipersiapkan perangkap, mereka tidak akan pernah menerimanya begitu saja.”

Memang, itu adalah hal yang wajar. Kondisi ini memang menguntungkan bagi kami, jadi kami harus berterima kasih pada mereka karena telah menerima situasi ini. Azazel-sensei tersenyum kecut dan menjawab

“Lalu aku akan bertanya padamu, bahkan jika kau berpikir seperti itu, apa yang akan kau lakukan? Aku telah memikirkan kemungkinan lain, tapi aku tidak berencana untuk menggunakanya. Itulah yang harus kalian lakukan. Musuh kita mengira kita tidak akan melakukan semua itu, pada akhirnya, ketika kita memulai pertarungan, dampak yang ditimbulkan tidaklah kecil. Jika kita bertarung, kita harus menerima segala situasinya. Kita semua telah mengetahui bahwa para pemberontak Gereja telah sampai pada titik ini dan tidak bisa mundur kembali.”

Artinya kita percaya telah menerimanya. Keyakinan bahwa kita ingin bertarung melawan musuh yang tidak puas, keyakinan bahwa kitalah alasan ketidak puasan mereka...tapi kita harus tetap percaya kita adalah seorang pejuang, kita akan menjadi musuh mereka pada pertarungan ini. Mungkin ini juga karena Strada dan Cristaldi, dua orang yang mereka percayai, karenanya para prajurit yang mengikuti mereka berdua juga memiliki kepercayaan pada kita. Sensei lalu melanjutkan

“...Aku sungguh minta maaf, karena membuat kalian menggunakan sedotan pendek. Namun, Strada dan Cristaldi membawa lebih dari sekedar ketidak puasan para prajurit bersama mereka. Walaupun fakta bahwa para prajurit berharap untuk melampiaskan kemarahan mereka pada kita bukanlah kebohongan, tiga Kardinal Agung itu punya motif lain. ...Aku menerima beberapa informasi dari pimpinan Vatikan. Biar kupahami...mereka adalah idiot sejati.”

Sensei kembali tersenyum kecut. Ini sedikit mengejutkan, tapi di matanya dia terlihat sedikit sedih... Kupikir sensei menemukan motif sebenernya ossan dan pria itu menantang kita. Mendengar kata-kata sensei, semua orang membuat ekspresi menurut dengan mengangguk. Sepertinya semua orang sudah membulatkan tekad dan pikiran mereka. Sona-zenkaichou dengan cepat mengarahkan matanya ke Shinra-san, mendorongnya untuk segera menjelaskan situasi di balik keadaan ini. Shinra-san menggunakan sihirnya untuk memunculkan cermin besar di tengah-tengah udara, dan mulai untuk menjelasakan. Cermin itu memunculkan peta seluruh area yang akan menjadi panggung pertarungan ini.

“Panggung pertarungan nanti menggunakan area dengan radius sepuluh kilometer dengan Kuoh Akademi sebagai pusatnya. Pembuatan arena ini adalah atas kerja sama dengan Rossweisse-sensei.”

Rossweisse-san juga ikut membantu dalam pembuatan area itu? Aku sedikit terkejut, kemudian Rossweisse-san berkata pada semua orang

“Arena pertarungan ini menggunakan aplikasi dari teknik penyegelan untuk Trihexa yang masih aku kembangkan. ...Tapi aku harap hasilnya akan bagus...”

Aku paham, menggunakan metode penyegelan yang masih dia kembangkan. Rossweisse-san mengembangkan teori itu sendirian, dan dia tidak pernah berhenti untuk meneliti segel spesial untuk Trihexa selama beberapa tahun terakhir. Sepertinya Azazel-sensei dan para peneliti lain juga membantunya...dan hasil dari penelitian itu digunakan dalam arena pertarungan ini. ...Musuh yang tidak diketahui, dan si buas yang belum pernah dihadapi semua orang... Dengan hal itu sebagai tujuanya, aku sangat mengaggumi Rossweisse-san yang terus berdedikasi setiap hari untuk memikirkan teknik penyegelan ini. Itu karena dia langka, wanita yang berbakat dalam sihir, sehingga dia dapat melakukan semua itu. Shinra-san kemudian melanjutkan kembali

“Musuh akan memecah pasukan mereka menjadi dua regu. Ewald Cristaldi dan Vasco Strada akan berperan sebagai pemimpin masing-masing regu.”

Ini sangat mudah di mengerti. Panggung pertarunganya adalah Kota Kuoh! Musuh adalah mantan pengguna Excalibur dan Durandal yang memimpin masing-masing regu. Mengikuti kata-kata Shinra-san, Sona-zenkaichou berkata

“Kita juga akan memecah menjadi dua kelompok. Penugasanya, [Joker] Dulio Gesualdo akan menjadi pemimpin, Suster Griselda, Irina-san, para [Brave Saints], dan juga kelompok Sitri kecuali Saji yang bertindak sebagai pendukung akan bertanggung jawab untuk menghadapi regu Ewald Cristaldi.”

Jadi artinya Malaikat dan kelompok Sitri akan menghadapi pengguna pedang suci Cristaldi-san.

“Jadi artinya, Kelompok Gremory, Saji-kun dan anggota lainya akan bertanggung jawab untuk menghadapi regu Vasco Strada.”

Kata Rias

“Musuh kita adalah... mantan pengguna Durandal, Strada-ossan.”

Api semangat pertarungan yang membara telah menyala di mata Xenovia.

“Kuroka, Le Fay dan Slash Dog akan bertanggung jawab untuk mendukung kalian dari belakang.”

—Sensei menambahkan. Aku mengerti, anggota pendukung tetaplah harus cukup kompeten. ...Bahkan, Qlippoth hanya membutuhkan sedikit celah, agar mereka dapat terlibat dalam hal ini. Ini sedikit membuatku cemas. Lalu seseorang melangkah maju diantara kerumunan — Itu adalah Kiba.

“Sona-zenkaichou, bisakah aku berada di kelompok [Joker]?”

—!...Mendengar ini, semua orang sedikit terkejut. Tapi semua orang dengan cepat menyadari alasan di balik hal itu. ...Semangat pertarungan Kiba telah menyala karena Excalibur. Sona-zenkaichou menutup matanya dan bertanya

“Ini karena Excalibur, benar?”

Kiba mengangguk tanpa bicara.

“Aku dengar Cristaldi adalah mantan pengguna Excalibur.”

Sona-zenkaichou bertanya pada Suster Griselda mengenai hal ini.

“Ya, walaupun sekarang dia hanya seorang ‘mantan’, dia memang seseorang yang langka, secara alami dapat menggunakan Excalibur. Katanya saat dia masih muda, dia bisa menggunakan tiga Excalibur secara bersamaan.”

...Tiga Excalibur secara bersamaan. Walapun si bajingan Freed bisa melakukan hal yang hampir serupa, dia menggunakanya secara sembarangan. Akhirnya, setelah insiden penyerangan Kokabiel, Kiba meningkatkan kekuatanya secara luar biasa dan tidak menunjukan rasa ampun pada orang itu. Suster Griselda kemudian berkata

“Dia juga satu-satunya orang yang menerima tiruan Excalibur dari Paus selama pembuatan Ex-Durandal.”

“Tiruan Excalibur?”

Aku bertanya, di saat yang sama dia menempatkan tanganya di dahinya.

“Aku mendengarnya setelah mengumpulkan ketujuh pedang Excalibur, mereka ingin membuat tiruan yang memiliki kemampuan yang sama. Dari yang kuingat, kekuatan tiruan itu kurang dari seperlima dari yang aslinya...”

Jadi pedang paman itu sebenarnya adalah tiruan dari Excalibur! Jadi perasaan yang kurasakan sebelumnya adalah karena hal ini

“Yang Mulia Strada juga sepertinya menerima tiruan Durandal.”

—Kata Suster Griselda. Pria tua itu memiliki tiruanya! ...Sepertinya ini akan menjadi pertarungan yang sengit... Setelah mendengar ini, Kiba dengan kuat memohon.

“...Tolong biarkan aku bertarung denganya. Aku ingin sekali lagi melampaui Excalibur, melampaui pengguna Excalibur. Ini bukanlah balas dendam, tapi sebuah tantangan!”

Diantara semua individu hebat dari Gereja, mantan pengguna Excalibur telah menyalakan semangatnya. Ekspresi yang dipancarkan dari mata Kiba bukanlah sebuah kebencian, tapi perasaan yang rumit. ...Aku tidak tahu apakah itu kemarahan pada dirinya sendiri, atau kemarahan terhadap musuhnya, atau bahkan—. Rias berusaha untuk menemukan jawabanya, dan sementara suara seseorang menyela

“—Bagaimana dengan membiarkan dia melakukanya?”

Orang yang setuju dengan hal itu adalah Atrhur Pendragon. Orang yang tidak terduga muncul disini. ...Tidak, musuh sangat terlibat langsung dengan pedang suci. Vali telah berharap bahwa pria ini bisa bergabung dalam pertarungan. Jadi karena hal itu, tidaklah mengejutkan bahwa pria ini akan muncul. Semua mata mengarah pada pemuda tampan itu yang berkata dengan sedikit tersenyum pada Kiba

“Pengabdian seorang swordsman hanya bisa dipahami oleh seorang swordsman lainya. Benarkah itu, Kiba Yuuto-kun?”

Kiba terdiam. Mata mereka berdua saling bertemu, dan aku merasa ada sesuatu yang hanya bisa dipahami oleh sesama swordsmen. Arthur meletakan tanganya di dadanya dan berkata

“Aku bukanya ingin menggantikanmu, tapi bolehkan aku bertarung dengan Vasco Strada. Menghadpi pria tua yang dikenal sebagai pengguna Durandal terkuat, aku selalu tertarik padanya, khususnya, kekuatanya dianggap sebagai yang terkuat diantara pengguna Durandal.”

Jadi Arthur ingin bergabung dengan sisi Kelompok Gremory. Apa yang dia katakan, itu lebih mengejutkan lagi. Setelah mendengar perkataanya — Rias menghela napas dan menghadap temanya.

“...Sona, biarkan Kiba bergabung denganmu.”

“Apa tidak apa-apa, Rias?”

Setelah mengkonfirmasi hal itu, Rias mengarah pada Kiba dan berkata

“Yuuto, untuk kali ini saja, tolong selesaikan ini dengan perasaanmu.”

Kiba dengan cepat berlutut, dan menunjukan rasa terima kasih pada tuanya

“Ya, terima kasih.”

Ekspresinya tidak hanya menunjukan rasa terima kasih — itu juga perasaan tekad seorang prajurit. ...Semua orang yang melihat hal itu sedikit merasa tangguh. Namun, temanku. Aku telah menyadirnya. Setelah semuanya telah di putuskan, semua orang berdiskusi tentang pertarungan satu sama lain, dan waktu terakhir yang tersisa adalah untuk beristirahat sebelum pertarungan dimulai. Semua orang berusaha untuk bersantai dengan cara mereka masing-masing, ketika aku sedang menghampiri Kiba yang sedang bersandar di dinding.

“Kiba, bisakah aku berbicara padamu sebentar?”

“Apa itu?”

“Kau tidak ingin kembali membalas dendam, kan?”

Aku secara terus terang bertanya padanya. Dia merasa ragu sejenak, tapi kemudian membuat senyum palsu.

“...Tidak, aku tahu kalau aku Ksatria Rias Gremory, dan pedang dari Klub Penelitian Gaib.”

Apa yang dia katakan datang dari lubuk hatinya, tapi itu tetap membuatku kesal.

High school DxD Volume 19 Page 130.png

“Hmm, kau benar. Kau adalah pedang. —Tapi apa kau mempunyai sarung untuk pedang itu?”

“—”

Kiba tidak menjawab pertanyaanku. Aku...mengatakan semua yang ada di dalam pikiranku.

“...Itu adalah sesuatu yang harus kau ingat. Untuk menggantikan tempatmu, aku dengan sopan menolaknya. [Ksatria] Rias Gremoru adalah kau dan Xenovia. Aku tidak bisa menggantikan tempat itu. Jadi...Kau tidak boleh mati, idiot.”

Setelah mendengar perkataanku, Kiba terkejut, tapi dengan cepat dia tersenyum kembali. Setelah dia merasa telah memikirkan kata-kataku, dia menunjukan senyum sederhana.

“Benarkah, sebuah pengganti...itu tidak mungkin. Kau telah memberi tahuku dengan sangat serius, rasanya seperti aku telah ditusuk oleh sebuah jarum.”

Kurasa itu telah membantu untuk menurunkan keteganganya sedikit, sepertinya apa yang telah kukatakan padanya adalah hal yang benar. ...Benar, Kiba tidak memiliki masalah lagi sekarang, apa yang terlintas adalah... Aku melihat ke arah Asia. Dia sedang duduk di kursi yang telah berada disana, dia sedang menghadap ke surga dan berdoa. Aku pergi ke sisinya dan bertanya

“Asia, bolehkah aku mengganggumu sebentar?”

Asia membuka matanya, dan menjawab dengan pelan

“...Kita harus bertarung dengan orang-orang dari Gereja,kan?”

Ya, Asia harus menghadapi orang-orang dari Gereja nanti. Perasaanya sekarang pastilah sangat rumit.

“Hmm, jika ini terlalu sulit bagimu, kau tidak harus pergi. ...Walaupun kau pastinya akan ikut apapun caranya bahkan jika aku berbicara seperti ini.”

Itu benar, aku sudah mengetahui jawaban Asia. Hmm, jika itu dia, dia pastinya akan—. [Ya, Ise-san, Rias-oneesama, Xenovia dan irina. Jika semua orang pergi bertarung, aku juga pastinya akan ikut.] Dia pastinya akan menjawab seperti itu disertai dengan senyuman. Namun, pelindung utama Asia tidak ada disini sekarang.

“Fafnir belum juga bangun jadi kau harus mengandalkan keempat naga jahat untuk melindungimu. Sebenarnya, kita juga akan melindungimu! Tapi jika situasi menjadi buruk, kita akan membiarkan mereka melindungimu.”

Sejak Fafnir tidak berada disini, Asia benar-benar harus mengandalkan kekuatan keempat naga jahat itu.

“Ya! Naga jahat juga sangat jinak, jadi artinya aku bisa fokus untuk menyembuhkan!”

Asia mengangguk dengan kuat, tapi apa mereka akan dengan sengaja menyerang penyembuh kami? Insiden sebelumnya dengan para pemberontak belum menimbulkan korban jiwa. ...Sejak mereka mengetahui bahwa Asia seorang penyembuh, kita tidak akan berpikir mereka akan berusaha untuk menyerangnya secara khusus... .Namun, sepertinya ada sedikit kemungkinan mereka akan menyegel kekuatanya. Karena Sacred Gear yang memiliki kemampuan penyegel belum pernah terlihat, namun tidak akan mengejutkan jika seseorang dari Gereja memiliki kemampuan itu. Ah, jika seperti itu maka aku harus berhat-hati dengan kemampuanya. Pada akhirnya, kelompok Gremory adalah salah satu yang berfokus pada kekuatan langsung. Kuroka dan Le Fay mendatangiku yang sedang berpikir.

“Yah, jika kau menghadapi teknik langka yang tidak bisa kau mengerti, kita akan diam-diam membantumu untuk melawanya dari belakang nya.”

Berkata hal seperti itu! Neko-sama juga memiliki kesamaan, dia sangat pandai dalam membaca pikiran, itulah nekomata ane![1]

“Tolong awasi kakakku.”

Le Fay membuat permintaan seperti itu. Dan kakaknya sedang berdiri disana dengan tenang, membaca buku dari perpustakaan... .Sama sekali tidak peduli dengan kekhawatiran saudarinya.

“Aku tidak berpikir itu akan dibutuhkan, tapi kau bisa menyerahkan itu padaku.”

Selagi menerima permintaan Le Fay — Xenovia dan Irina terlihat di mataku. Keduanya menghunus pedang suci mereka, dan pedang mereka saling berhadapan.

“...Walaupun aku tidak ingin melawan rakanku, ini kulakukan untuk melampaui mantan pengguna pedang suci, Xenovia.”

“Ah, kita harus menjadi pengguna pedang suci yang dihormati seperti Roland, atau Oliver.”[2]

Mereka berdua terlihat sedikit gembira. Sebelumnya, mereka telah mendapat kehormatan untuk terpilih menjadi pengguna pedang suci. Kemudian Suster Griselda bergerak ke arah Xenovia, dan tiba-tiba mencubit pipi Xenovia dengan kedua tanganya! Xenovia dan aku berpikir bahwa dia akan berbicara sepatah dua patah kata sebelum pertarungan. Namun—.

“Xenovia, musum adalah Yang Mulia Strada. Kau telah memahami ini 120%, kan?”

“Uh huh. Tentu saja. A-aku akan menghotmatinya.Ti-tidak akan tidak menghormatinya.”

Lahir dalam fasilitas yang sama, Suster Griselda sudah seperti kakak bagi Xenovia dan seseorang yang harus dia patuhi. Pertanyaan tiba-tiba itu telah membuat Xenovia terkejut. Karena musuhnya dari Gereja, Suster Griselda merasa Xenovia tidak menghormati mereka, dan yang hanya bisa dilakukan Xenovia adalah meminta maaf. —Lalu Griselda-san memeluk Xenovia di tanganya.

“...Aku harus mengatakan ini terlebih dulu. Mengertilah, Xenovia. —Kekuatan wanita bukanlah kekuatan fisik seorang gadis. Tapi kemampuan dan bakatnya dalam ber-rumah tangga.”

Mendengar hal itu, Xenovia sedikit tersipu malu.

“—! I-itu sesuatu yang telah aku ketahui! Tidak ada kesalah pahaman dalam membiarakan laki-laki melihat otot bisep terlatihku yang mempeson! Setelah menemukan arti sebenarnya di akhir nanti, aku akan meningkatkan kekuatan wanita sejatiku!”

...Ummm, apa yang katakan sebelum pertarungan! Uh, kupikir itu benar-benar cocok dengan gayamu!

“Ini sesuatu yang aku sadari di akhir tahun kemarin! Kau sedikit lambat dalam melakukan hal ini, Xenovia!”

Irina dengan bangga mengatakanya! Bukankah kau juga lambat untuk menemukan hal ini!? Mendengar pertengkaran diantara mereka berdua, Griselda-san tersenyum sambil berkata

“...Tapi, Xenovia. Kau sudah banyak berkembang menjadi seorang gadis, yang membuatku sangat senang. Itu mungkin untuk Tuhan, untuk takdirmu sebagai pengguna Durandal dan matamu tidak pernah melihat hal lain selain pertarungan. ...Walaupun kau bisa mengatakan kau tidak mempunyai pilihan lain sejak kelahiranmu... . Tapi Xenovia yang sekarang telah membuatku sangat terkesan.”

Suster Griselda dengan erat memeluk Xenovia dan berkata

“Kau itu sumber masalahku, orang yang selalu membuatku cemas... dan juga adikku yang manis. Jika itu kau, kau seharusnya bisa menjadi Ketua OSIS, dan juga melampaui Yang Mulia Strada.”

Xenovia yang terlihat malu karena dipeluk menjawabnya

“...Aku akan bekerja keras untuk menjadi adik yang bisa kau banggakan.”

Kejadian itu sangat menyentuh. Walaupun posisi mereka telah berubah, perasaan mereka tidak berubah.

“Ise-sama”

Ravel yang mengatakan itu padaku. Kali ini dia tetap tinggal untuk melakukan pekerjaan rumah tangga. Hari Rating Game Raiser akan segera tiba, jadi aku tidak seharusnya membuatnya tertekan. Aku tersenyum ramah.

“Hmmm, aku mengerti. Aku akan kembali secepatnya saat pemenangnya telah ditentukan.”

“Tentu. Ise-sama adalah orang yang sangat sibuk.”

Benarkah, manajerku sangatlah ketat!

—Sona-zenkaichou berdiri dari kursi yang dia duduki.

“Waktunya telah tiba. —Mari pergi ke medan perang.”

Semua orang berkumpul di tengah-tengah lingkaran sihir untuk berpindah. Dari sekarang, pertarungan kami melawan para pemberontak Gereja dimulai!

Bagian 2[edit]

Beberapa menit telah terlewat sejak kita di medan pertempuran melalui lingkaran sihir transportasi — Aku — Kiba Yuuto, untuk bertarung melawan Ewald Cristaldi, bergabung dengan sisi [Brave Saint] dan kelompok Sitri. Medan pertempuran di sini — adalah area disekitar reruntuhan gereja. Itu benar, ini tempat dimana Malaikat Jatuh Raynare menggunakanya sebagai markas. Tempat dimana ayah Irina pernah ditugaskan, dan juga tempat yang mempunyai banyak takdir dengan kita. Di sisi [Brave Saint] ada Dulio Gesualdo-san, Suster Griselda-san, dan Irina sebagai pemimpin, dengan total sekitar ada sepuluh orang di sisi ini. Dari [Brave Saint] yang berada dibawah perintah Four Great Seraphs, tiga kelompok dari mereka berkumpul disini. Sisa [Brave Saint] lainya bertugas untuk menjaga Surga. Ini belum cukup lama sejak penyerangan tahun lalu. Ini cukup dimengerti untuk Surga membiarkan beberapa malaikat reinkarnasi berada disana. Pertarungan menjulang didepan, dan bisa dimulai kapan saja, Joker Dulio berbicara padaku yang sedang dalam posisi bersiaga. Dia duduk disampingku dan berkata

“Ah, aku tidak pernah menyangka bisa bersama dengan Kiba-kun di garis depan.”

“Kalau begitu, aku merasa terhormat bisa berada disini.”

Aku telah bertarung dengan pria ini beberapa kali dalam pertandingan latihan. ...Dia tipe orang yang sangat menunjukan konsep dari ultimate [Trump Card]. Dulio menggaruk belakang kepalanya dan berkata

“Aku telah mendengar situasi rumit yang membayangi masa lalu Kiba-kun, aku pikir Kiba-kun tidak ingin bercerita sedikit denganku.”

“Kebencianku terhadap hal itu telah jelas diketahui, dan aku sekarang tidak mempunyai urusan apa-apa denganmu yang sekarang menjadi pemimpin.”

...Setelah beberapa kali mengobrol dengan pria ini, aku mengetahui bahwa pria bernama Dulio Gesualdo sebenarnya lebih [lembut] dari yang diduga, dia pemuda yang konsisten di usaianya. Sejujurnya, dia orang yang baik, orang yang sangat cocok untuk tersenyum.

“Yah, karena aku telah mengetahui masa lalu Kiba-kun. Aku sedikit khawatir bahwa Kiba-kun akan haus darah hari ini. Bahkan jika kamu menahan rasa balas dendam, ini adalah masalah internal diantara rekan-rekanmu. Hanya anak yang bisa bertahan sampai sekaranglah yang terbaik.”

Sambil dia mengatakan itu, Dulio mengambir benda aneh dari dadanya. —Itu adalah kerajinan dari kertas origami.

“Di ruang bawah tanah fasilitas Gereja di sekitar kota Kuoh, perayaan untuk merayakan teknik penghapusan Sacred Gear akan segera dilangsungkan.”

Sejak pembentukan aliansi, beberapa tempat di sekitar kota terbuka untuk sisi Surga — itu adalah fasilitas Gereja dimana tempat para utusan gereja tinggal, dan dikatakan salah satu fasilitas itu berhubungan dengan Sacred Gear. Dulio memainkan kerajinan kertas itu dan melanjutkan

“Ada seorang anak yang kakinya lumpuh. Kebanyakan waktunya dihabiskan anak itu diatas kursi roda. Sebenarnya, anak itu memiliki Sacred Gear yang terhubung dengan kakinya, tapi karena kekuatan fisiknya terlalu lemah, itu menyebabkan kekuatanya berubah menjadi mimpi buruk. Itulah kenyataanya, Sacred Gear yang dimana bisa membuat kakinya berlari lebih cepat malahan mengikat kaki penggunanya. Sacred Gears, walaupun sangat membantu, mereka juga bisa menakutkan.”

Dia tersenyum kecut, dan matanya dipenuhi dengan kesedihan.

“Terima kasih untuk keberhasilan Grigori dalam analisa dan kerja kerasnya, untuk anak-anak dengan Sacred Gear, prosedur penghapusan sudah memasuki tahap percobaan. Walaupun dalam teori, kita telah mencapai kesempurnaan, jadinya, anak itu dipilih untuk menjalani prosedur penghapusan.”

“Apa yang akan terjadi setelah penghapusan?”

“Gangguan dari Sacred Gear mungkin akan melemah, dan dia bisa kembali menjalani kehidupan normal. Yah, jika itu menggunakan teknologi dari mantan Gubernur, pastinya itu akan berhasil. Itulah yang aku percaya.”

Dulio tersenyum senang, ini membuktikan bahwa dia sangat mempercayai teknologi Azazel-sensei. ...Walaupun dia sebenarnya sering berseteru, Azazel-sensei berharap aliansi memiliki keyakinan yang baik, jadi ketika ada orang yang merasa ragu-ragu, mereka harus memiliki kepercayaan. Dulio berdiri, memegang kerajinan kertas itu seperti sebuah pesawat dan berkata

“Taman hiburan—. Anak itu bilang bahwa saat dia bisa berjalan, dia akan pergi ke taman hiburan. Menggunakan kedua kakinya sendiri, dia ingin selalu terus bermain disana lagi dan lagi. Semua hal yang aku harapkan itu tidak mungkin. Tapi...itu hal yang sangat normal. Bahkan walau dia memiliki Sacred Gear, dia tetaplah seorang anak kecil. Jadi, dia ingin pergi ke taman hiburan sama seperti yang lain.”

Dia menerbangkan kerajinan kertas itu. Lalu, kerajinan kertas itu terbang keangkasa mengikuti aliran angin. Setelah kerajinan kertas itu terbang tinggi di udara, anginya berhenti bertiup dan itu kembali ke tangan Dulio.

“Aku pikir sudah bisa melindungi mimpi anak-anak itu sudah cukup bagiku.”

Dia berbalik, dan meninggalkan kata-kata ini padaku

“Yah, berikutnya adalah waktu untuk bertarung. Ini waktunya untuk bernostalgia dengan guru menakutkan itu. Tapi pertama-tama, kita harus menyambutnya.”

Ketika aku ingin menjawab perkataanya, sekelompok prajurit muncul dihadapan kita—.

Di antara para prajurit yang berjejer dihadapan kita, ada lebih banyak prajurit yang memakai pakaian pendeta, tapi masih bisa terlihat prajurit wanita yang berpakaian seperti Xenovia dan Irina. Beberapa kali, aku melihat seorang pemuda, yang memiliki rambut putih seperti Freed. Walaupun mereka tidak memiliki atmosfir haus darah seperti Freed,aku masih tetap merasa mereka dipenuhi dengan rasa kebencian. ...Berdasarkan apa yang kulihat dari musuh, jumlah prajurit yang datang pada kita hampir mencapai seratus orang. Aku takut jumlah orang yang dihadapi kelompok Gremory juga sama. Di tengah-tengah mereka adalah— orang yang memiliki tiruan Excalibur dan mengenakan vestment modern yang kita lihat beberapa hari yang lalu, Ewald Cristaldi. ...Tidak hanya menjadi guru para prajurit, dia juga pernah mengajari Xenovia dan Irina cara menggunakan pedang saat mereka menjadi muridnya. Dia memegang tiruan Excalibur di tanganya sambil melepaskan aura suci. Orang yang maju pertama kali adalah — Dulio. Dia mengangkat tanganya untuk memberi salam pada Ewald Cristaldi yang terlihat tidak peduli.

“Sensei. Lama tidak bertemu.”

Tanpa mengubah ekspresi serius di wajahnya, Ewald Cristaldi berkata dengan suara pelan

“...Pertemuan ini, haruskah membahagiakan, atau menyedihkan. Dulia, yang juga seorang malaikat reinkarnasi, jika kau masih menganggapku sebagai mentorku, lalu kau bisa menerima hukuman dari pedangku tanpa adanya keributan?”

Irina dan para [Brave Saint] yang pernah menghormati Ewald Cristaldi sebagai gurunya. Mereka memiliki ekspresi rumit ketika melihat gurunya itu.

“Ada banyak hal yang infin kami tanyakan. Sebenarnya, akan lebih baik jika kita dapat mendiskusikan hal ini.”

Dulio menjawabnya dengan tenang. Dia selalu memikirkan tentang masalah internal, dan memulai percakapan dengan mantan gurunya. Jika mungkin untuk melakukan genjatan senjata hanya dengan sebuah percakapan, itu akan sangat baik... Namun, Ewald Cristaldi menatap muridnya, dan berkata

“...Tempat yang sering kau kunjungi ini akan segera diadakan sebuah perayaan untuk penghapusan Sacred Gear, kan?”

“Ya, seperti yang kau katakan.”

Ini hal yang aku baru ketahui hari ini. Sepertinya kelompok pemberontak menerima informasi ini terlebih dahulu. Ewald Cristaldi mendesah lalu berkata

“Namun, fasilitas yang telah digunakan untuk [Ritual Iblis]. Ini penuh dengan dosa. Au ingin memberi hukuman pada orang yang tubuh dan pikiranya telah tenggelam dalam kegelapan... . Ada orang-orang diantara bawahanku yang juga memiliki pandangan sama, dan aku ini seorang pengikut sejati. Dalam hal ini, aku tidak bisa menerima kata-kata itu.”

Mendengar perkataan Cristaldi, Dulio menyipitkan matanya.

“Maksudmu kau ingin menghancurkan fasiltas itu? Nah, apa yang ingin kau lakukan terhadap anak-anak yang tinggal disana?”

“Dalam api penyucian, aku akan memurnikan dosa mereka. —Jika aku berkata seperti itu, apa yang akan kau lakukan?”

Mendengar kata-kata itu dari orang yang ingin menyerang, ekspresi di wajah Joker yang selalu tersenyum — tiba-tiba berubah.

“...Bahkan jika itu sebuah guyonan, jangan berkata hal seperti itu dihadapanku, sensei.”

Kata-kata Dulio dipenuhi dengan kemarahan. Itu benar, orang yang telah dikenal sebagai gurunya pastinya mengetaui kata-kata yang bisa menyulut jiwa mudanya yang biasanya tertidur. Dulio juga pastinya mengetahui bahwa musuhnya ingin memprovokasinya, tapi dia tetap tidak bisa mengabaikan kata-kata sembrono itu. Ewald Cristaldi menggelengkan kepalanya, dan bekata seperti dia sedang meratapi sesuatu

“Dulio, kenapa? Seorang prajurit berbakat sepertimu, seseorang yang bahkan menempati posisi Joker, kenapa kau belum juga menyadarinya? Bahkan jika telah ada aliansi, harus tetap ada pembasmian para iblis! Atau hatimu telah berubah semenjak Michael-sama mengubahmu menjadi Malaikat? Kekuatanmu — adalah kekuatn [Zenith Tempest], kau bahkan bisa menghancurkan keseimbangan dunia, benar?”

Dikenal sebagai kekuatan tak tertandingi yang bahkan bisa memusnahkan Tuhan, Dulio Gesualdo memiliki kekuatan terkuat kedua diantara mereka. Setelah Ewald Cristakdi mengatakanya, saat itu juga Dulio-san meningkatkan intensitasnya, itu mungkin saja bagi dia untuk menjadi seperti Cao-cao dimana membuat seluruh dunia menjadi musuhnya. — Namun, Dulio-san menggelengkan kepalanya tanda menolak.

“...Sensei, aku tidak pernah memikirkan hal itu. Tidak peduli apa yang terjadi, aku hanya akan melakukan satu hal.”

Dia—membuka lenganya seperti dia memeluk seseorang.

“—Menggunakan kekuatanku untuk melindungi senyum di wajah anak-anak. Aku menjadi kuat untuk ini, menjadi Joker untuk ini. Kenyataan ini tidak akan pernah berubah.”

Kata-kata itu membuat orang yang dikenal sebagai mentornya dan para prajurit yang bersiaga disekitarnya menunjukan ekspresi rumit di wajah mereka. Sepertinya itu berasal dari kata-kata Joker, mereka merasa bagian diri mereka jatuh pada perasaan mendalam yang sama. Lalu Suster Griselda-san berkata

“...Yang Mulia Cristaldi, melanjutkan percakapan ini adalah hal yang sia-sia. ...Bahkan jika ini terus berlanjut, tidak ada kata-kata yang bisa menggoyahkan hati anak ini.”

Mendengar pendapar Suster Griselda, Ewald Cristaldi melihat ke angkasa sambil berkata

“Pria bodoh sejati. ...Tidak akan pernah berubah.”

“Ya, kupikir jika itu hanya aku, malaikat bodoh, pastinya tidak akan ada penghakiman.”

“Baiklah, aku juga akan mengikuti keyakinanku. Walau Tuhan yang kita hormati itu sama, Jika [Keadlian] yang kita yakini itu berbeda, lalu kita harus membenarkanya.”

Ewald Cristaldi mengarahkan replika pedang Excaliburnya pada kami, dan berteriak dengan keras!

“Terus berbicara itu sia-sia, itu...jika benar seperti itu. Jika kau juga seorang prajurit, lalu angkat senjatamu dan buat aku berteriak! Prajurit, ini pertarungan yang akan diperbolehkan Surga. Hari ini, kita akan membuktikan keyakinan kita disini!”

“Ou——————————————————-!”[3]

Para prajurit mulai meneriak teriakan keras yang cukup untuk menggetarkan udara.

“Tidak ada penyesalan dalam kematian! Upah dari sebuah dosa —adalah kematian!”

Ewald Cristaldi mengangkat tinggi pedangnya — lalu mengayunkanya kebawah dengan kuat.

“Ou———————————————————————————————————————-!”

Itu adalah teriakan untuk memulai pertarungan, para prajurit berteriak dengan keras sambil menerjang ke arah kita! Bagian dalam gereja ini secara sekejap berubah menjadi arena pertempuran. Di saat bersamaan, peralatan komunikasi sihir secara otomatis menyiarkan suara Sona-zenkaichou di telinga kami. Mantan ketua dan [Peluncur]-nya Kusaka-san berada di perlindungan garis belakang.

“Baiklah, semua orang. Sudah dimulai. Pertama, Tsubaki dan Tsubasa, maju untuk perlindungan!”

““Ya!””

Yang bertugas menyerang adalah Shinra-senpai dan [Benteng] Yura-san. Shinra-senpai memunculkan Sacred Gear pembaliknya [Mirror Alice]. Yura-san yang berada di sampingnya mulai menggunakan Sacred Gear [Twinkle Aegis] miliknya. Mantan wakil presiden bisa membalikan serangan musuh dua kali lebih besar dengan memecahkan cerminya. Dan Yura memiliki perjanjian dengan peri yang memungkinkanya untuk menggunakan berbagai macam kemampuan menyerang dan bertahan karena kekuatan peri. Prajurit yang berbaris di belakang melepaskan serangan proyektil[4]. Menggunakan senjata atau Sacred Gear jarak jauh, mereka menyerang secara bersamaan. Shinra-senpai telah membuat banyak sekali cermin di udara , yang mendukungnya adalah, perisai Yura-san yang terbuat dari kekuatan peri membentuk pelindung raksasa dari cahaya. Cermin Shnra-senpai melipat gandakan kekuatan serangan dan mengembalikanya pada lawan, sedangkan perisai Yura-san membungkus serangan jarak jauh musuh dalam kobaran api dan memusnahkanya. Serangan gelombang pertama para prajurit telah seratus persen dihalau dengan pertahanan [Ratu] dan [Benteng] kelompok Sitri. Untuk mencegah musuh mengincar mereka, [Peluncur] Hanakai-san menggunakan Sacred Gear buatanya untuk menciptakan lapisan pelindung yang menyelimuti Shinra-senpai dan Yura-san. Yang datang berikutknya adalah pertarungan jarak dekat. Mereka memegang pedang, pistol, kapak, dan senjata lainya sambil menerjang ke arah kami dengan berkelompok. Sona-zenkaichou memberi tahu beberapa intruksi

“Ok, kita akan menggunakan anggota yang ahli dalam pertarungan jarak dekat untuk melawan mereka.”

Empat orang yang harus menyerang adalah dari kelompkok Sitri yaitu [Pion] Nimura-san. [Kuda] Meguri-san. [Kuda] Bennia-san, dan juga [Bneteng] Rugal-san. Sebagai tambahan, aku dan beberapa malaikat reinkarnasi dari [Brave Saint] juga turut bergabung. Semua orang memegang senjata (Nimura-san menggunakan armor kaki dan Rugal-san menggunakan sarung tangan), sebagai seorang prajurit garis depan. Berada dihadapan Shinra-senpai dan Yura-san, kita pasukan garis depan berhadapan secara langsung! Dari pergerakan tubuh mereka dan cara mereka menggunakan senjata, pastinya mereka telah berpengalaman. Artinya mereka buknlah orang baru. Mereka juga pernah bertarung melawan iblis dan vampir. Pengalaman mereka telah ditunjukan sebelum diminta. Sebenarnya, mereka semua menggunakan pedang cahaya, di ujung senjata mereka telah dipersiapkan sebotol kecil air suci dan mereka memiliki salib untuk menyambut kita! Jika terkena itu, luka serius tidak akan terelakan. Meskipun jika itu bukan serangan fatal, kerusakan fisik dan mental yang ditimbulkan akan sangat besar. Namun, kita telah selamat dari beberapa situasi di ujung tanduk. Semua serangan setengah-setengah tidak akan mengenai kita. Aku menggunakan karakter dari [Kuda], kecepatan, untuk menghindari semua serangan dari para prajurit. Aku menggunakan pedang suci kutukan yang aku buat untuk menghancurkan pedang musuh, dan melumpuhkanya dalam satu serangan. ...Tapi kita tidak dapat membunuh mereka. Walaupun mereka yang menyulut pertempuran ini, pemberontakan mereka tidak menimbulkan korban jiwa. Tentu saja, mereka menyadari posisi mereka dimana dapat dibunuh kapan saja tanpa adanya basa-basi, jadi pistol dan pedang yang mereka pegang itu sungguhan. ...Namun begitu, dengan ceroboh membunuh mereka dapat menimbulkan kebencian untuk membalas dendam. ...Namun jika waktunya telah tiba, aku harus berani dan sadar untuk membunuh mereka, yaitu jika ini hanya bisa diselesaikan dengan jalan kematian. Ewald Cristaldi-lah yang paling banyak tidak bergerak sejauh ini. Dengan replika Excaliburnya menancap ke tanah, dia sedang mengamati medan pertempuran.

“Ah, sungguh menyulitkan.”

Bennia-san mengeluh. Sebagai seorang Grim Reaper, dia merasa tidap puas karena tidak diperbolehkan menggunakan sabitnya terlalu sering untuk melawan musuhnya. Sabitnya memiliki kemampuan mencabut nyawa. Hanya dengan mengenai mereka, jiwa mereka bisa saja tercabut, dan pastinya akan membuat mereka mati. Jika situasinya tidak memungkinkan, sekali dua kali dia bisa menggunakanya, tapi dia lebih memilih untuk tidak menggunakan sabitnya. Sebenarnya, dia menggunakan bagian yang tidak memiliki mata sabit untuk menyerang. Biasanya sikapnya tidak dapat ditebak, namun dia mendengarkan tujuan kami untuk tidak menimbulkan hal yang fatal.

“...Namun, ini akan menjadi sebuah ujian.”

[Benteng] Rugal-san mengayunkan tangan kosongnya yang diselimuti sihir api untuk menjatuhkan beberapa musuh. Dia adalah seorang werewolf[5], tapi pada saat yang sama, dia juga bisa menggunakan sihir penyerengan terhadap musuh. Jika dia menginginkanya, dia dapat merobek musuhnya bagaikan sebuah kertas. Tapi sekarang dia membatasi kekuatanya.

“Walaupun ini sulit, kita harus melakukan ini.”

“...Ini bagus untuk latihan dalam mengontrol kekuatan penghancur pedangku.”

[Pion] Nimura-san dan [Kuda] Meguri-san sedang menghabisi para prajurit sambil mengontrol kekuatan Sacred Gear buatan mereka. Itu benal, disini — bisa dikatakan kita memberi batasan pada diri kita. Untuk musuh kita, mungkin ini dikenal dengan [Make it Easy][6]. Cristaldi sepertinya sadar akan situasinya, jadi dia hanya berdiri dan mengamati pertarungan. ... Walau mungkin ini hanya dugaanku, bisa saja, tidak, sejak awal, Cristaldi... Saat aku sedang merenungkan tujuan dari guru para prajurit itu, Shinra-senpai berteriak dengan keras

“Kaichou! Syaratnya telah terpenuhi!”

Setelah mendengar teriakan Shinra-senpai, Kaichou membalas

“Bagus, Tsubaki. —Selesaikan. Semua orang, mundur!”

Selesaikan? Mungkinkah itu — kita mematuhi perintah Kaichou, dan Shinra-senpai menjaga jaraknya!

“—Balance Break!”

Shinra-senpai berteriak dengan nyaring, disaat yang sama beberapa cermin dengan segala macam bentuk, ukuran, dan warna muncul.

“Keluarlah , [Mad Hatter] [Dormouse], [Marc Hare]!”[7]

Dari dalam cermin keluar badut yang mengenakan topi, tikus besar, dan juga kelinci yang mengenakan setelan warna-warni dan berjalan dengan dua kaki! Mereka keluar dari dalam cermin yang berbentuk aneh! Melalui peralatan komunikasi, kami mendengar Kaichou berbicara

“itu adalah Balance Breaker Tsubaki, [Nostalgia Mad Tea Party]. Ada beberapa kelebihan ketika dia menggunakan Balance Breaker-nya. Kelebihanya dia bisa menggunakan [Mirror Alice] untuk melakukan serangan balasan berkali-kali.”

Inilah yang terjadi, dengan men-dua-kali lipatkan serangan, itu juga bisa memantulkan serangan musuh secara terus menerus selama pertarungan.

“Tiga makhluk yang keluar dari cermin itu masing-masing memiliki kemampuan spesial.”

Tikus besar itu berlari ke arah kerumunan prajurit, dan mengeluarkan semacam gas dari mulutnya. Kemudia kaki paraa prajurit itu menjadi goyah, dan mereka jatuh ke tanah satu per satu.

“[Dormouse] bisa memaksa musuh-musuhnya untuk langsung tertidur di tempat.”

Memaksanya untuk tertidur ! Itu luar biasa! Para prajurit langsung tertidur di tempat!

“Hwaaaa……!”

“Uoooo……!”

Pada saat yang sama, beberapa prajurit tertawa gila dan menggeram dengan hebat, mereka tiba-tiba menjadi rusuh! Kelinci yang memakai setelan warna-warni melompat ke-kanan, ke-kiri, ke-atas, ke-bawah di seluruh medan pertempuran dan menimbulkan gelombang getaran di tanah setiap kali dia melompat. Bisa disimpulkan bahwa para prajurit menjadi gila setelah terpengaruh gelombang tersebut. Mungkin memang itu alasanya. Sona-zenkaichou menjelaskan

“[March Hare] membuat orang-orang di dekatnya untuk menjadi gila.”

Selanjutnya adalah iblis badut yang mengenakan topi di kepalanya. Langsung saja badut itu menarik perhatian para prajurit, matanya kemudian mengeluarkan cahaya yang menyilaukan. Para prajurit yang dilihat oleh badut memakai topi itu langsung kesurupan.

“Uwaaaaaaaaaaaaaaa!”

“Iyaaaaaaaaaaaaaaa………!”

Tiba-tiba, para prajurit menjadi takut akan sesuatu yang tidak diketahi. Mereka mengayunkan senjatanya ke sesuatu yang tidak terlihat di hadapan mereka. Senjata di tangan mereka hanya menebas acak di udara.

“Yang terkahir [Mad Hatter] —. Dia bisa menyebabkan orang yang dilihatnya berhalusinasi.”

Mantan Presiden yang menjelaskan semuanya. Memaksa tidur, dan distimulasi, kemudian dibuat ber-halusinasi—.

“Setelah terkena tiga kekuatan itu, tidak akan ada yang bisa melanjutkan untuk bertarung. Ini bukanlah serangan langsung, Namun, ini bisa melemahkan kekuatan musuh tanpa harus menggunakan kekuatan langsung.”

Mendengar perkataan zenkaichou, sepertinya dia berbicara langsung padaku. Itu bukanlah sindiran, tapi lebih seperti, menunjukan kami gaya bertarung yang berbeda.

“Tapi, dapat memanggil tiga monster yang bisa menggunakan tiga kekuatan berbed, pada dasarnya itu seperti memiliki Sared Gear yang mempunyai lebih dari dua kemampuan...”

Zenkaichou tidak setuju dengan pendapatku.

“Bukan seperti itu, aku pikir ini sepadan. Subspesies Tsubaku hanya memiliki satu kemampuan: [Memanggil monster dengan kemampuan unik dari dalam cermin]. Ini sama halnya dengan bagaimana pedang suci kutukan Kiba-kun yang memiliki beberapa tipe; Intinya Tsubaki bisa memanggil monster dari dalam cerminya.”

“...Jadi itu mirip dengan Balan Breaker [Sword Birth]-ku... . Monster yang memiliki kemampuan unik bisa muncul dari dalam cermin. Disamping ketiga monster itu, mungkin ada yang lainya. Sebenarnya, nama-nama monster itu berasal dari cerita Lewis Caroll [Alice in Wonderland]. Itu adalah kemampuan Balance Breaker yang Shinra-senpai pilih—. Disebut sebagai subspesies Balance Breaker dari Sacred Gear [Mirror Alice], kemampuanya sangatlah cocok dengan namanya!

Keluarga Shinra-senpai — [Shinra] sebenarnya keluarga yang ahli dalam sihir. Sama seperti keluarga [Himejima] Akeno-san, di Jepang keluarganya berada di tangga lima keluarga terkuat. Namun, Shinra-senpai memiliki masalah sejak kelahiranya akibat sebuah kutukan aneh yang membuatnya bisa memanggil benda-benda yang tidak ada di dunia ini melalui cerminya. Kemudia berubah menjadi Monster — Aku dengar jika mereka tidak ditolong oleh keluarga Shitori, itu bisa membahayakan kehidupan mereka. Karena memiliki hubungan dengan Iblis, keluarga senpai diasingkan dari klan utama Shinra...

...Sejujurnya, ini sedikit mengerikan. Kekuatan ini, bisa dikategorikan sebagai [Perangkap]. Dengan kata lain, ini akan menjadi buruk khusunya bagi kelompok Gremory. Menyebutnya sebagau yang terburuk sebenarnya terlalu berlebihan. Tidak hanya Shinra-senpai, Saji-kun dan anggora lain kelompok Sitri rata-rata memiliki kemampuan teknik, atau tipe penyihir. Namun, Saji-kun dan Rugal-san bisa dikategorikan sebagai tipe kekuatan. Azazel-sensei juga berpendapat bahwa keseimbangan dalam kelompok, kelompok sitri berada di atas kita. Itulah kenyataanya. Kita telah menyadari poin ini, dan mulai belajar teknik, tapi jika kita pergi melawan kelompok sitri yang secara keseluruhan bertipe teknik, itu akan...memikirkan tentang rating game yang akan berakhir buruk. ...Yah, setelah pertarungan ini selesai, aku harus berlatih keras dengan Ise dan Xenovia dalam kemampuan teknik. Pada akhirnya, kita harus mengetahui cara menghadapi lawan bertipe teknik, jadinya kita tidak akan mengkhawatirkan hari esok.

Sedang kita masih sedang menjatuhkan para prajurit musuh, ini waktu dimana Balance Breaker Shinra-senpai menjadi faktor yang berpengaruh besar dalam pertempuran ini. Pria yang sedang menonton dari sisi samping akhirnya mencabut pedangnya yang menancap ke tanah.

“—Mundur.”

Suaranya dengan cepat membawa kembali keheningan di medan pertempuran. Para prajurit menyadari apa yang akan sensei mereka lakukan, dan dengan rapi membuka jalan. Bisa dilihat dari sikap mereka bahwa mereka tidak ingin guru mereka melakukan hal yang tidak perlu atau menyebabkan masalah baginya, dan mereka sangat percaya pada kekuatanya... . Dia memegang replika Excalibur, dan menghadapi kita sendirian. Itu jelas hanyalah satu orang yang...tapi itu membuat kita merasakan tekanan yang hebat seperti segerombolan prajurit yang akan menghadapi kita. Kita dapat menghentikan keringat dingin yang keluar dari muka kami. Dulio-san memberi senyum masam sambil berkata

“...Kiba-kun, kupikir kau pasti sudah tahu, Cristald-sensei pernah menjadi pengguna Excalibur. Sekarang, yang dia pegang itu replika Excalibur. Pastinya itu memiliki ke tujuk kemampuan pedang aslinya. ...Akan lebih baik jika kita menganggap kekuatan sejatinya lebih kuat dari gabungan empat pedang suci terkuat.”

Dengan kata lain, kita harus berpikir bahwa musuh adalah monster yang jauh melebihi ekspetasi kita — memang itulah kedaanya. Sona-zenkaichou berbicara melalui peralatan komunikasi

“Anggota [Brave saints] dan kelompokku akan mengurus para prajurit. Yang menghadapi Crislatdi — akan dipimpin oleh Dulio Gesualdo-san yang masih bersiaga sampai sekarang, dan juga Irina-san dan Griselda-san. Kiba-kun juka akan pergi.”

““““Dimengerti!””””

Keempat orang yang akan menjadi musuh Cristaldi, Dulio-san, Griselda-san, Irina-san, dan aku menjawab secara bersamaan. Malaikat reinkarnasi merentangkan sayap putih mereka ketika aku menciptakan beberpa pedang suci kutukan di sekitarku, dimana aku mengambil salah satunya dan membuat kuda-kuda untuk menghadapi musuh dihadapan kami. Cristaldi berjalan pelan ke arah kita — tiba-tiba muncul beberapa bayangan[8] dirinya. ...Apakah bayangan itu muncul akibat pergerakan cepat menggunakan Rapidly? Atau mereka dibuat menggunakan kemampuan Nightmare? Aku meragukan pendapatku karena dia membuat bayangan itu tanpa adanya pergerakan persiapan sebelumnya, ada seseorang yang maju terlebih dahulu — itu adalah Griselda-san. Dia mengumpulkan partikel cahaya ditanganya untuk membuat bola-bola dari cahaya.

“Cristaldi-sensei! Bersiaplah!”

Setelag mengatakn itu, Griselda-san menembakan banyak sekali bola cahaya ke depan! Setiap bolanya mengandung kepadatan cahaya yang bisa dirasakan sampai ke sini, dan bahkan jika dia bukan seorang Iblis, terkena benda itu akan menimbulkan kerusakan yang sangat besar. Bola-bola cahaya itu menembus bayangannya! Bayangan yang tertembus cahaya hancur, dan kembali ke ketiadaan. Mereka bukanlah bayangan yang dibuat dengan pergerakan kecepatan tinggi? Artinya, itu adalah ilusi yang diciptakan Nightmare! Ketika aku sedang berpikir, salah satu bayangannya menggunakan pedangnya untuk menangkis bola cahaya, dan maju ke arah kita! Itu yang asli! Irina-san dan aku mengangkat pedang kami, dan bersiap untuk menghadapinya — Dulio berteriak!

“Itu Mimic!”

—! Aku bereaksi dengan segera setelah mendengar peringatan itu, dan melompat ke samping. Ini karena kau sadar jika terus berada disana, itu akan berbahaya! Irina-san terus menerjang, dan menebas bayangan dari Mimic itu dengan satu serangan. Bentuk tubuhnya terbelah, kemudian berubah menjadi tali. Aku mengikuti pergerakanya dengan mataku. Di tengah ilusi yang telah dimusnahkan Hauteclere lalu — Sosok Cristaldi bisa dilihat dengan jelas. Tali di tangan Cristaldi dengan sendirinya mengubah bentuk, dan kembali menjadi bentuk pedang, kemudian Cristaldi melesat ke arah Irina-san!

Ini benar-benar terjadi, diantara bayangan dirinya yang sangat banyak, itu dibuat dengan menggunakan Nightmar, dan disaat yang sama dikombinasikan dengan Mimic. Dan juga, yang asli menggunakan Tranparency dan Nightmare untuk menyembunyikan dirinya diantara para bayangannya. Hanya dengan perubahan singka, ketiga kemampuan Excalibur Mimic, Nightmare, dan Transparency[9] semuanya telah dipertunjukan. Ini semua terjadi dalam sebuah pertarungan yang nyata

Irina-san langsung menyadari bahwa itu adalah Mimic, jadi dia memperkirakan gerakan berikutnya dan mengunakan pedangnya untuk memblokir serangan Cristaldi yang telah menunjukan dirinya dari ilusi! Pertahanan yang baik — ketika aku berpikir seperti itu, aku melihat Irina-san menerima ledakan dari Destruction ! Musuh juga menambahkan kemampun Destruction dalam seranganya! Irina-san menahan ledakan itu dengan sempurna, kemudian dia sedikit terduduk di tempatnya! Sebuah lubang besar tercipta di permukaan tanah! Kekuatan Destruction telah ditunjukan dengan jelas! Walaupun begitu, Irina-san menggunakan Hautclere untuk memblokir serangan dari repilka Excalibur, dan dia memberikan senyum tanpa rasa takut pada gurunya. Tapi di sudut mulutnya — ada darah mengalir sedikit.

“...Sensei, dalam kekuatan penghancur, kupikir Xenovia memiliki catatan yang lebih baik.”

Untuk menanggapi tantangan dari muridnya, orang yang pernah menjadi mentor Irina memperlihatkan senymnya dengan jelas.

“Yah, aku sudah tahu. —Tapi, mengukur Excalibur dari kekuatan penghancurnya.”

Cristaldi mengeluarkan beberapa salib dari balik pakaian di sekitar dadanya, dan melemparkanya ke udara. Seteah Cristaldi menyanyikan lagu-lagu pujian, salib yang ada di udara berpencar, dan mereka menancap di tanah untuk mengelilingi kita! Lalu pelindung tercipta dari salib-salib tersebut dan mengelilingi Cristaldi dan kami(Aku, Irina-san, Griselda-san, Dulio-san)! Menyadari hal ini, kelompok Sitri berpikir untuk mendekati kita — tapi sebuah gelombang aura suci yang besar keluar dari salib itu, dan mereka tidak bisa menghubungi atau mendekati kita. Cristaldi berkata

“Itu menggunakan kekuatan Pemberkatan untuk meningkatkan kekuatan pelindung dari salib-salib tersebut. Kelompok Iblis Sitri yang ada disana tidak akan bisa mendekat selama sekitar sepuluh menit.”

...Dia juga bisa melakukan pemberkatan. Dan kekuatan pelindung ini sedikit kuat... Bahkan bagi diriku yang berada didalamnya, akan tidak mungkin untuk menembusnya kecuali aku menggunakan Gram. Sekali lagi Cristaldi menunjukan senyumnya dengan jelas.

“Bahkan bagi Malaikat, tidaklah mudah untuk menembus pelindung ini yang telah diperkuat dengan Excalibur. Menggunakan pergerakan cepat. Atay terbang ke udara untuk menjauh jugalah tidak mungkin.”

...Walaupun aku memiliki kecepatan, kemampuan terbang para Malaikat reinkarnasi tidak bisa digunakan sekarang. Terlebih lagi, pelindungnya mencegah kelompok Sitri untuk memberi bantuan... . Irina-san memulihkan diri setelah terkena serangan, dan dengan sekuat tenaga mendorong pedang mentornya itu kebelakang. Selagi Cristaldi melompat ke belakang, di saat yang bersamaan dia melepaskan beberapa gelombang aura suci kepada kami! [***] Aku bisa menggunakan serangan itu, Xenovia dan Irina-san juga bisa melakukanya! Irina-san dan aku masing-masing mengayunkn pedangnya untuk menciptakan gelombang kekuatan! Kita berusaha untuk menangkis gelombang kekuatan lawan, tapi—serangan yang mengarah pada kita menguap seperti kabut! Bahkan gelombang kekuatan itu adalah ilusi! Tidak, gelombang itu dibatalkan. Gelombang yang asli tercampur dengan gelombang ilusi! Gelombang aura suci ilusi itu memiliki sifat yang sama dengan yang asli jadi sangatlah sulit untuk memutuskan mana yang benar. Serangan dari Rapidly yang merupakan serangan langsung pastinya akan lebih efektif. Setelah mendapat kesimpulan, kita menghindar dan membiarkan beberapa gelombang energi itu lewat—! Tapi gelombang aura suci yang telah melewati kita berubah arah, dan kemudian kembali mengarah pada kita! Cristaldi berkata

“—Walaupun aku belum pernah menggunakan ini sebelumnya, aku telang menggunakan kekuatan dari Ruler.”

—Kemampuan Ruler! Dia bisa dengan bebas mengkontrol gelombang energi yang dilepaskanya di udara! Tidak ada yang lebih merepotkan dari menghadapi gelombang energi suci yang bisa mengincar!

“—Jadi seperti itu!”

Dulio-san menciptakan cahaya di telapak tanganya. Dalam sekejap, gelombang yang sedang mengikuti kita dihilangkan oleh serangan cahaya dari tanganya. ...Itu adalah serangan elemental dari Sacred Gearnya. Kita menukung Dulio-san, dengan segera menjaga jarak dengan Cristaldi untuk bergabung kembali. Tapi karena kita berada dalam pelindung, tidak ada banyak tempat untuk bergerak dengan bebas. ...Dia sebenarnya bisa melebarkan tempat ini menggunakan replika Excaliburnya.

Dalam satu serangan yang dia arahkan pada kita, setidaknya itu dikombinasikan dengan dua kemampuan berbeda. Xenovia juga mempelajari gaya bertarung dengan cara ini... Tapi karena musuh sekarang ini bisa menggunakanya dengan sangat alami, itu selalu membuat kami terkejut. Ketika Xenovia menggunakan gaya bertarung ini, karena sikapnya dalam [Menggunakan kekuatan ini selanjutnya!] bisa tercermin dari gerakanya, menghindari seranganya dalam pertandingan latihan adalah hal mudah bagiku. Tapi pria ini berbeda. Itu seperti dia bisa dengan mudah menggunakan kemampuanya, jadi dia dengan alami menggunakanya dalam setiap serangan. Ini adalah kekuatan Excalibur yang sebenarnya, dan dia telah bisa menggunakanya karena telah terbiasa. Jujur saja, aku mulai curiga apa pria yang berdiri dihadapan kita ini nyata, dan dia bisa saja menciptakan bayangan dirinya dengan Nightmare atau Mimic. ...Tidak, mungkin membiarkan kita berpikiran seperti itu adalah salah satu taktiknya. Cristaldi mengambil sebotol keci air suci, dan menuangkanya di pedang replika yang dia pegang,

“Bahkan jika ini hanya sebuah replika, selama aku adalah pengguna Excalibur, situasi seperti ini bagiku adalah hal yang sangat mudah.”

Setelah selesai berbicara, Cristaldi tiba-tiba menghilang dari pandangan kami tanpa adanya sedikitpun pergerakan. Apa dia bergerak dengan cepat? Atau itu Transparency, atau itu Nightmare? Sialan! Setelah menyaksikan kemampuan yang dikombinasikan bersama, pedang Excalibur telah berubah menjadi sesuatu yang sulit! Di saat kami berusaha mencari keberadaanya, kami juga harus mewaspadi apa yang akan terjadi di sekitar kami! Lalu, beberapa duplikar Cristaldi muncul dari samping! Situasi seperti ini terjadi lagi! Ini Nightmare atau Mimic! Baik tebasanku dan Irina — kami berdua berhasil mengenainya! Apa mereka semua nyata?! Tidak mungkin! Irina-san dan aku mulai berbenturan dan bertukar ledakan dengan pedang musuh kami dalam kecepatan tinggi, dan kami bersiap untuk mengarahkan ledakan pada mereka. —Pada akhirnya, bayangan itu menghilang! Jadi itu tidaklah nyata, dan juga bukan Mimic?! Dan masih ada banyak bayangan di sekitar sini, dan sekali lagi, mereka membentuk wujud Cristaldi.

“—Bayangan yang nyata[10]?! Apa benar mereka dibuat dengan menggunakan kemampuan Excalibur Nightmare?!”

Aku berteriak dalam keterkejutan. Ini sangatlah sulit dipercaya! Bahkan bayangan yang memiliki kepadatan bisa dibuat?!

“—Itu adalah kombinasi dari Rapidly dan Nightmare. Kecepatan tinggi dan ilusi digunakan bersamaan, yang menghasilkan bayangan yang memiliki kepadatan asli.”

Suara itu bergema dari belakang! Tanpa aku sadari, Cristaldi ketiga bergerak di belakangku! Aku menonaktifkan pedang suci kutukanku, dan mengubahnya menjadi Sacred Gear Blade Blacksmith, dan menciptakan pasukan Ksatria Naga yang muncul dari tanah! Menggunakan ksatria berarmor sebagai perisai, Irina-san melompat ke belakang untuk mundur! Cristaldi bisa dengan cepat memotong para Ksatria Naga, dan menutup jarak dengan kita.

“Berbicara hal tabu, bahkan seseorang yang dikenal sebagai Iblis kuat sepertimu, tidak bisa menahan efek dari air suci..”

Tepat di depan mataku — dia melempar sebotol kecil air suci. Cristoldi memotong botol itu dengan tebasan horizontal! Air suci tumpah dari botl yang terbelah itu — dan membasahi seluruh tubuhku! Cristaldi menyanyikan doa setalah memastikan air itu telah mengenaiku! Dalam sekejap, rasa sakit yang luar biasa, dan penderitaan mendalan — menyapu semua tubuhku! Kekuatan suci dari air suci dengan ganas membakar tubuh Iblisku! Dalam sekejap, rasa sakit yang luar biasa, dan penderitaan mendalam — menyapu semua tubuhku! Sepertinya tubuh, hingga pikiranku terbakar dan rasa sakit menjalar di seluruh tubuhku, Aku tidak bisa berbicara lagi! Apa dia melipat gandakan kekuatan air suci itu! Tidak, kau bisa mengatakan kekuatanya telah meningkat sepuluh kali lipat!

“Efeknya telah meningkat hingga level itu karena kemampuan Pemberkatan. Apa kau ingin mendengarkan aku membacakan Injil yang berisi ayat-ayat Pemberkatan?”

“Sensei!”

Irina-san melepaskan tebasan dengan Hauteclere-nya ke arah leher Cristaldi untuk menyelamatkanku! Serangan itu — membuat kepala gurunya terbang ke angkasa! Melihat tubuh tanpa kepala, Irina-san terlihat sangat kacau! Dia sepertinya tidak mengira seranganya akan mengenai gurunya.

“—Sangat naif, Shidou Irina.”

Suara itu datang dari belakang Irina-san. Tubuh tanpa kepala di hadapan Irina telah menghilang. Irina-san berbalik ketika dia mendengar suara itu — sesosok Cristaldi telah berada disana dan mengangkat pedangnya, dan bersiap untuk mengayunkanya ke bawah! Cristaldi membiarkan muridnya melihat ilusi kematianya untuk membuatnya panik! Irina sekali lagi menggunakan Hautclere untuk menahan pedang Excalibur — tapi kekuatan tekanan dari Destruction sekali lagi menekanya! Tekanan dari serangan kedua Destruction membuat Irina benar-benar terjatuh di tanah.

“Jangan lupakan aku!”

Di saat yang sama, Dulio-san melepaskan bola api dan tombak es. —Namun, ketika itu ingin mengenai Cristaldi, lintasan mereka berubah, dan berputar ke arah samping! Bola api dan tombak es itu menghantam tanah kosong di sisi Cristaldi. Sepertinya Dulio-san tidak berniat menghentikan seranganya, dan menciptakan banyak es tajam yang mencuat di seluruh permukaan tanah! Aku pikir salah satunya akan mengenai Cristaldi — tapi ada yang aneh, tidak ada es yang muncul dari tempat Cristaldi berdiri.

“—Apa dia mengontrol serangan Joker?!”

Suster Griselda memperlihatkan kecemasanya saat melihat hal yang telah terjadi. Cristaldi berkata seperti itu adalah hal yang biasa

“Selama aku memiliki kemampuan dari Ruler, bahkan Sacred Gears—”

Sebelum dia menyelesaikan kata-katanya, dia menyadari beberapa bagian di pakaianya membeku.

“...Bisa aku kontrol. Aku ingin mengatakan itu, tapi aku telah gagal bertahan dari seranganya. Menjadi Malaikat reinkarnasi telah banyak membantumu, Dulio.”

...Bahkan jika Dulio-san tidak menggunakan kekuatan penuhnya, dan aku tidak menggunakan Gram, musuh yang sedang kita hadapi hanyalah seorang manusia!

“...Kau kuat, pengguna sebenarnya dari Excalibur...!”

Menyaksikan kekuatan luar biasanya, aku telah kehilangan kata-kata, dan Dulio tersenyum pahit sambil mengatakan hal itu dan ini disampingku.

“Hahaha, jadi kau tidak bisa berkata-kata ya? Salah satu orang yang dikenal sebagai dua Monster dari Gereja. Apakah itu replika, atau itu Excalibur asli, sensei bisa menggunakan tubuhnya untuk menguasainya.”

“Jadi dia bukanlah seorang pengguna Sacred Gear kan...?”

Aku bertanya untuk memastikan. Walaupun guru dari para prajurit itu menggunakan kemampuan Excalibut, dia tidak menggunakan kekuatan spesial dari dalam dirinya seperti yang Dulio-san dan miliki.

“Baik Yang Mulia Cristaldi dan Yang Mulio Strada tidak memiliki Sacred Gear, namun orang-orang selalu membicarakan kemampuan Crsitaldi, dan kekuatan Starada

“...Mereka itu yang paling terkenal dari Gereja, saat aku masih kecil aku mendengar terkadang Iblis kelas tinggi bisa terbunuh... Sekarang aku mengerti seberapa kuar mereka setelah melihatnya dengan mata kepalaku sendiri.”

Suara Sona-zenkaichou terdengar melalui peralatan komunikasi. Aku juga telah memahaminya. Prajurit dari Gereja yang kekuatan sejatinya sebanding dengan Iblis kelas atas—. Sebelumnya aku bersikap skeptis, dan berpikit itu hanyalah tahayul, tapi setelah melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, aku sadar bahwa itu sebuah kebenaran. ...Dan pedang yang dia pegang hanyalah replika. Jika itu yang asli, apa yang akan terjadi...? Manusia yangtelah mengasah kemampuanya sampai batas maksimal, sebenarnya sangatlah kuat... ...Aku tidak butuh pemikiran seperti itu. Aku berdiri dengan gemetar. Aku bersiap untuk membuka ruang dimensi lain, dan memberi tahu semua orang

“...Aku siap untuk melepaskan Gram. Walau cuma melawan pengguna Excalibur, saat Joker membuat pembukaan tadi menunjukan bahwa ini akan sulit.”

Aku berjalan ke arah pria itu dengan aura Gram meningkat sampai maksmal untuk satu serangan, dan bahkan jika aku tidak mengenainya, aku pastinya bisa membuat celah. Lalu, jika Dulio-san berhasil memanfaatkanya — akan ada kesempatan untuk menang! Bisa dikatakan ini bisa membuat peluang untuk menang. Namun, ketika Dulio-san mendengar ini, dia menggelengkan kepalanya.

“...Jangan lakukan.”

Ekspresinya sekarang ini — dipenuhi dengan kesedihan.

“Kau berencana untuk menggunakan sisa hidumu kan? Jangan lakukan. Dengar, Kiba-kun. Pertempuran ini, mirip dengan pertengkaran fisik dalam anggota keluarga. Kau hanya memerlukan pukulan untuk mengeluarkan kekesalanmu terhadap lawanmu. Tidak perlu untuk mengorbankan nyawamu.”

…….

Joker berbicara dengan suara lembut padaku yang malahan membuat emosiku meluap.

“Tapi! Musuh kita sedang serius! Jika ini terus berlanjut, bukankah luka yang telah kita terima akan sia-sia?! Apa kau berencana untuk terus menyembunyikan kekecewaaan orang-orangmu?!

Aku meledak dalam ketidak puasan. Ini bukanlah diriku yang biasnya. Tentu saja. Excalibur—. Hidupku bermasalah karenanya. Tidak hanya aku, banyak dari teman-temanku telah diambil olehnya. ...Apakah hanya begini saja? Semenjak kematian Valper Galilei dan perdamaian Ketiga Faksi, itu hanyalah akhir sementara. ...Sebagai seorang teman, Ise-kun telah menyadarinya dan memperingatkanku. Tapi! ...Tapi, pengguna alami Excalibur berada dihadapanku, walau dia hanya memiliki replika, itu masih tetap sebuah pedang suci. Terlebih lagi, dia berdiri dihadapanku sebagai musuhku! Aku, dan lainya, semua yang telah terjadi dalam fasilitas itu bukanlah sebuah ilusi! Itu bukan hal yang sia-sia! Bukankah itu bisa membuat orang untuk membuktikanya...! Dulio-san meletakan tanganya di bahuku, kemudian berkata dengan senyum cerah

“—Kau salah, aku yang akan mengalahkan sensei, [Dasar idiot sejati!]. Namun, musuh yang harus kau lawan dengan pedang suci kutukan sambil mempertaruhkan nyawamu adalah Qlippoth.”

Dulio-san memegang bahuku dengan erat.

“Itulah, Kiba-kun. —Tidak, Yuuto. Kau berasal dari fasilitas Gereja kan? Yah, itu berarti kau juga termasuk adikku. Sebagai kakakmu, aku tidak akan membiarkan adikku ini menjadi ceroboh. Serahkan ini pada kakakmu. Kapten ini akan melakukan sesuatu.”

Dulio-san — melangkah ke depan. Dia berdiri dihadapan gurunya, Cristaldi. Cristaldi bertanya

“—Dulio, yang dikenal sebagai orang terkuat di Gereja, pada akhirnya, untuk apa kau bertarung?”

Dulio-san memunculkan senyum yang tidak terduga

“—Untuk membuat semua orang merasakan kedamaian. Namun bukan hanya itu alasanya.”

Dia merentangkan ke sepuluh sayapnya, yang berwarna seputih saju — tubuhnya di selimuti oleh aura emas, dan orang yang dikenal sebagai [Kartu Trump] sedang memfokuskan kekuatan cahaya di tanganya. Dia membuat lingkaran cahaya di antara kedua tanganya, kemdian meledak di bagian tengahnya. Apa yang keluar dari tengah-tengah lingkaran itu adalah — gelembung yang bersinar seperti pelangi. Gelembung-gelembung itu dengan cepat menyebar di seluruh bagian dalam pelindung ini, lalu mereka menembus pelindung ini, kemudian memenuhi seluruh area ini. Seperti adegan fantasi, semua orang yang berada disekitar sini berhenti melakukan perbuatan mereka, dan mencari darimana gelembung-gelembung berwarna-warni itu berasal. Dulio-san berkata

“Teknik ini menggunakan kekuatan [Zenith Tempest] — [Speranza Bolla di Sapone][11]

Dalam bahasa italia, Speranza Bolla di Sapone memiliki arti [Gelembung Harapan]. Gelembung itu — tanpa sengaja jatuh di tanganku, dan pecah seperti sebuah mimpi. Lalu, aku teringat — memori yang membuatku bernostalgia. Ini — lagu yang dinyanyikan aku dan teman-temanku di fasilitas.

“Katakan, jika kita meninggalkan tempat ini, apa yang akan kalian semua lakukan?”

“Aku ingin menjadi pelukis. Aku ingin menggambar Jesus yang akan membuat banyak orang kagum padanya.”

Kita membicarakan mimpi kita setiap hari. Kita merangkul harapan untuk kehidupan di luar sana —

“Aku ingin menjadi seorang Suster[12]. Tapi, membuka toko bunga juga terdengar bagus.”

“Aku ingin menjadi seorang pembalap. Aku akan mengendari F1 paling keren itu dengan kecepatan maksimal!”

“...Aku, selama aku bisa hidup senang bersama suma orang, maka... aku akan sangat menyukainya.”

Semua orang tersenyum pada gadis pemalu yang mengatakan itu. Lalu, aku juga berkata

“Tentu, itulah yang terbaik!

...Ya, itulah yang terbaik. ...Benar, mereka, dan juga aku...terhadap Excalibur...kami sebenarnya tidak tertarik padanya. ...! Mimpi yang kusimpan didalam hati, yang aku harapkan, adalah bisa hidup normal seperti anak-anak yang lain...! Pedang suci, kecocokan...kita hanya harus...untuk menggapai mimpi-mimpi kami...ini sangatlah penting! Aku...menutup mulutku saat aku menangi. Akhirnya, aku menyadarinya lagi. Akhirnya, aku mengingatnya lagi. Aku...sama seperti mereka juga...tidak pernah berharap untuk balas dendam. Kita hanya ingin bisa hidup. Tidak lebih. Bahkan ketika aku mengerti! Ketika aku telah menyadarinya! Suara orang itu, melintas di pikiranku.

“—Hiduplah untukku, dan untuk dirimu sendiri.”

Wanita berambut crimson yang menyelamatkanku—. Dan orang paling penting yang juga kuanggap sebagai kakak—.

“—Kau tidak boleh mati, idiot.”

Teman terbaik yang selalu mendukungku—. Meskipun begitu, teman yang selalu aku cemaskan dari lubuk hatiku—. Aku...sudah cukup bahagia. Kenapa, alasanya sudah ad disini! Aku gagal menyadarinya... ...Rias...nee-san, ise-kun, aku benar-benar idiot sejati... Melihat ke sekeliling — semua orang di medan pertempuran ini juga meneteskan air mata , mereka terisak dan menangis. Dulio-san berkata

“...Gelembung-gelembung itu, bisa membuat orang mengingat kembali memori berharga mereka, dan orang terpenting dalam hidup mereka. Hanya itu kemampuan teknik ini. Tapi, teknik ini adalah yang paling ingin aku kuasai, jadi aku menggunakan Sacred Gear-ku untuk menciptakan ini.”

Gelembung yang bisa membuat orang mengingat hal terpenting dalam hidup mereka—. Gelembung berwarna-warni itu, memiliki kemampuan semacam ini... —Dulio adalah anak paling baik hati di Gereja. Kata-kata Suster Griselda terngiang di kepalaku. Kemampuan yang bisa membuat orang menjadi ramah—. Dikenal memiliki kemampuan Longinus terkuat kedua, dia sengaja untuk tidak menggunakan kekuatan penuhnya. Malahan dia menggunakan metode lain untuk menggunakan kekuatanya, dia mencegah kerusakan dan kehancuran. Meskipun begitu, walaupun Cristaldi terlihat ada air mata mengalir di wajahnya, dia sekali lagi mengangkat pedangnya.

“...Tidak berguna! Jika aku tidak menyelesaikan ini sekarang, pemberontakan kami akan menjadi sia-sia! Dulio!”

Dekan teknik Dulio-san, dia juga mengingat apa yang terpenting dalam hidupnya. Namun, pria itu masih memiliki tekad untuk mengangkat Excalibur-nya.

“—Yah, mari selesaikan ini.”

Griselda-san merentangkan ke enam sayapnya, dan menciptakan cahaya ditanganya yang membentuk wujud seperti busur dan anak panah. ...Aku pernah mendengar bahwa [Queen of Hearts] memiliki panah unik dari cahaya. Dia belum menyerangnya—. Irina-san juga muncul dan mengikuti langkahnya, dia mengangkat Hauteclere-nya.

“Hauteclere, pinjamkan aku kekuatan! Aku menginginkanya walau menyakitkan untuk menghadapi pengguna Excalibur ini!”

Irina-san juga merentangkan ke empat sayap malaikatnya dan terbang! Melihat itu, aku menciptakan pedang suci kutukan. Aku....terkejut ketika melihat pedang suci kutukan yang aku buat. Di bagian tepinya...melepaskan aura yang lebih murni dari sebelumnya, dan pedang itu sendiri tidak terselimuti auranya. Untuk pertama kalinya, aku merasa pedang suci kutukan yang aku buat sangatlah cantik. Sepertinya pedang itu akan bercahaya jika aku menyingkirkan semua masalah yang ada di kepalakau. ...Pedang itu akan menghasilkan cahaya dengan sendirinya. Sepertinya kejadian yang dialami pedang suci yang aku buat ini terjadi karena faktor diatas tadi. Aku memegang pedang yang menggabunkan kesucian dan kutukan, sambil berlari ke depan.

Mengikuti Irina-san yang sudah terlebih dahulu menerjang, kami berdua melakukan zig-zag untuk menerjang ke arah musuh! Sekali lagi Cristaldi menciptakan beberapa bayangan, bersiap untuk membuat Irina dan aku kebingungan. Saat kami menjatuhkanya satu persatu, dan terus memusnahkan bunshin-nya, Irina dan aku merasa kita semakin mendekat dengan tubuh aslinya. Awas! Bunshin yang aku kira tadi telah dihancurkan, sebenarnya adalah Mimic, dan Cristaldi yang asli melompat di atas kita. Ketika bunshin Mimic yang sedang berubah kembali menjadi pedang, pedangku menangkapnya! Dua pedang berbenturan satu sama lain, menimbulkan percikan api! Walaupun serangan langsungku telah diblokir, pedang suci musuhku mulai untuk berubah. Aura sucinya telah diserap oleh pedang suci kutukan milikku, dan kekuatan suci pedangku sekarang telah meningkat. Cristaldi sangat terkejut ketika melihat fenomena ini.

“—! Menyerap aura suci Excalibur dengan menggunakan kekuatan kutukan, yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan sucinya?!”

...Sebenarnya aku juga terkejut. Aku tidak pernah membayangkan pedang suci kutukan akan memiliki kemampuan seperti ini... . Menggunakan energi kutukan untuk menyerap energi suci agar memperkuat aura suci di pedangku. Dengan kata lain, menggunakan energi suci untuk menyerap energi kutukan, dan memperkuat kekuatan kutukan juga dimungkinkan. —Mempelajari pedang suci kutukan ini adalah hal yang bagus. Karena keajabian ini masih tetap sebuah keajaiban sejauh ini. ...Saat mencapai kesimpulan ini, apa yang telah Cao-caou katakan di Surga melintas dalam pikiranku. Apa dia telah meramalkan al ini? Tidak, dia seharusnya tidak mengetahui hal ini. Namun, dia mungkin ingin mengatakan bahwa pedang suci kutukan ini memiliki lebih banyak kekuatan yang belum diketahui. Jika aku telah sempurna dalam menggunakan kekuatan pedang suci kutukan ini, bisa dengan aman menggunakan Gram bukan laki sekedar bualan. Pedang suci kutukanku sekarang telah menyerap aura suci dari Excalibur Cristaldi. Lalu, Irina dengan segera menebasnya dengan Hauteclere.

“Hauteclere! Menggunakan kekuatan pemurnian!”

Hauteclere merespon permintaan penggunanya, dan melepaskan kekuatanya! Hauteclere memiliki kekuatan pemurnia. Setelah dilepaskan, jika terkena kekuatan itu secara langsung, bahkan guru besar dari para prajuritpun bisa dikalahkan dari pertarungan ini—.

“Haah!”

—Namun, ketika Cristaldi masih menerima serangan pemurnian, dia menghembuskan nafas yang berisi kekuatan! Menghela nafas, dia bahkan memegang pedang suci itu lebih erat! Aura suci dari replika Excalibur kembali seperti semula. Sekali lagi, aku menggunakan pedang suci kutukan untuk menyerap aura suci, dan Irina mengeluarkan kekuatanya dalam ledakan—. Ketika aku sedang melakukanya, sebuah beam besar dari cahata ditembakan dari belakangku.

“—Panahku bisa meningkatkan kekuatan dari Malaikat!”

Panah cahaya Griselda-san mengenai tubuh Irina. Dalam sekejap, cahaya yang begitu terang menyelimuti Irina-san, dan itu juga meningkatkan kekuatan dan kemampuan Hauteclere! Pedang suci Cristaldi — aura sucinya perlahan dan secara bertahap memudar.

“—Sensei, bersiaplah.”

Dulio-san memberitahunya. Semua orang mengangkat kepalanya untuk melihat langit. —Awan badai raksasa telah tercipta di angkasa, dan udara dingin yang menusuk mulai menyebar di segala penjuru. Mata pedang dari pedang suci Cristaldi perlahan membeku. Ketika kakinya dibekukan oleh es, petir raksasasa yang sangat kuat turun dari langit, bahkan pelindung yang tercipta dari salib yang mengelilingi kita dengan mudah dihancurkanya, dan serangan petir dari Sacred itu menyelimuti tubuh guru dari para prajurit itu—.

Cristaldi telah terbaring di tanah. Pedang suci kutukan, Hauteclere, panah pendukung Griselda-san, dan Longinus Dulio-san telah mengirim serangan terakhir. Setelah menerima serangan itu, guru dari para prajurit itu akhirnya tumbang. Dia mendapat perawatan dari prajurit wanita, luka yang bisa berakibat fatal dapat dihindarkan. Para prajurit telah kehilangan keinginan mereka untuk bertarung, banyak dari mereka yang terlihat depresi sambil terduduk di tanah. Semua yang telah menerima beberapa luka akibat bertarung dengan kita, diikuti dengan kekalahan master mereka, sekarang telah kalah dalam pertarungan, Cristaldi bertanya pada muridnya Dulio-san

“...Jika, kau menggunakan gelembung itu dari awal, kau sudah menang dari tadi. Tidak, jika kau menggunakan Balance Breaker-mu, kau seharusnya bisa dengan mudah mengalahkan kami semua dalam sekali serang.”

...Itu benar. Seperti yang dia katakan, jika Dulio-san menggunakan gelembung-gelembung dari awal, atau jika dia menggunakan Balance Breaker, maka pertarungan ini akan sangat mudah. Tapi, apa itu akan bagus? Saat aku ingin menjawab pertanyaan yang ada dalam pikiranku, Dulio-san berkata

“...Aku tidak ingin menggunakan kekuatanku pada para prajurit yang masih memiliki ketidak puasan, aku hanya memutuskan menggunakanya setelah pertarungan sudah lama terjadi; daripada memepersingkat pertarungan ini, membuat kalin mengeluarkan semua isi hati kalian itu lebih baik. Terlebih lagi, jika aku dengan serius menggunakan Balance Breaker-ku, musuh pastinya tidak akan bisa berbuat apa-apa, membantai semuanya tanpa ampun.”

Sepertinya dia memikirkan perasaan para prajurit ini. Benar juga, daripada menghancurkan semangat bertarung mereka dari awal, membiarkan mereka untuk mencurahkan isi hati mereka akan mencegah masalah yang bisa ditimbulkan di masa mendatang. Justru karena dia juga seorang prajurit Gereja, membuatnya bisa merasakan perasaan yang sedang mereka alami. Guru dari para prajurit itu tersenyum ketika mendengar jawaban dari muridnya.

“....Benar-benar, kau seorang yang sangat baik hati... ...Sebagai sesama prajurit, kita seharusnya bisa salin mengerti hanya dengan melihat pedang kita. Ini kemenanganmu, Dulio. Yah, seperti yang kau minta. Tapi, biarkan mereka pergi. Pada akhirnya, akulah satu-satunya orang yang membawa mereka ke sini. Hanya aku yang bersalah.”

Cristaldi yang tidak berdaya berbicara dimana dia akan bertanggung jawab atas segalanya. Para prajurit memberi pendapat mereka setelah mendengar perkataan guru mereka.

“Tunggu sebentar, Dulio!”

“Bunuh kami jika perlu!”

“Sensei hanya mendengarkan perasaan kami!

“Kamilah yang seharusnya bertanggung jawab!”

Para prajurit satu persatu beridiri untuk berusaha melindungi guru mereka. Melihat situasi ini dengan mata kepalaku sendiri, ini jelas bahwa pria ini sangat dihormati oleh para prajurit. Namun, guru mereka menggelengkan kepalanya.

“...Semua yang ada disini, kehidupanya telah diganggu oleh Iblis dan Vampir. Aku juga salah satu dari mereka. Kami hanya tidak mengetahui tujuan hidup selain bertarung melawan Iblis dan Vampir... Yah, hanya aku yang harus menanggung semua hukuman. Anak-anak itu, mereka bisa menemukan jalan hidup yang baru.”

Dulio-san — dia hanya menghela nafas, dan menggelengkan kepalanya.

“...Aku tidak akan melakukan apapun.”

Benar, Dulio-san hanya duduk di tanah, dan tidak melakukan apapun.

“…Kenapa?”

Di saat dia masih terkejut, seorang guru bertanya pada muridnya. Muridnya hanya tertawa.

“...Jika aku membunuh sensei, apa bagusnya itu? Dan — selama aku masih hidup, aku bisa mencicipi semua makan enak. ...Di dunia ini, masih banyak sekali orang yang tidak mengetahui betapa berharganya itu.”

“...Terlalu baik hati, kau benar-benar, hatimu terlalu baik.”

Cristaldi bergumam sambil air matanya mengalir deras dari matanya. Untuk para prajurit, ini pastinya sebuah kekalahan telak. Ada prajurit yang terduduk sambil menangis, dan ada juga yang hanya tersenyum kecut, sambil melepaskan senjata mereka. Dulio-san berkata pada Irina-san dan aku

“Yuuto, Irina-chan, ayo pergi. Disini sudah tidak ada masalah. Bergabunglah dengan Ise-kun. Aku...ingin berbicara banyak dengan Cristaldi-sensei disini.”

Saat Dulio-san mengatakanya, kita sedikit khawatir apa kelompok yang lain sedang bertarung di saat yang sama dengan kami. Aku pikir, jika kami bisa menyelesaikan pertarungan ini lebih cepat, aku akan pergi membantu mereka. Ini akibat keegoisanku yang ingin bertarung di sini. Dulio-san sepertinya menyadari perasaanku, jadi dia memberikan saran itu padaku.

High school DxD Volume 19 Page 171.png

Irina-san dan aku menganggukan kepala kami, dan bersiap untuk pergi. Sebelum itu, Dulio-san berkata

“Ngomong-ngomong, di lain waktu, bisakah kalian melihat fasilitas dimana anak-anak tinggal? Ada juga anak yang memiliki pengalaman sama denganmu saat tinggal disana. Mereka juga adik-adikku seperti kalian. Bagimana jika kita saling berbagi dan bercerita?”

—. Ekspresi Dulio-san...selalu menyegarkan dari awal sampai akhir. Kapten yang paling baik hati. Itu adalah Dulio Gesualdo yang dikenal sebagai [Kartu Trump].

“...Yeah, tentu saja.”

Aku tersenyum, Irina juga mengangguk.

“Ksatria pedang suci kutukan.”

Cristaldi memanggi namaku, dan hanya mengatakan satu hal

“—Yang Mulia Strada, adalah monster yang sebenarnya.”

...Sejak Srata dipanggi seperti itu dari orang yang juga bisa dianggap monster, dia pastinya monster yang sangatlah kuat—. Irina-san dan aku terus mengingat peringatan ini sambil berlari menuju ke arah teman-temanku yang lain.

Bagian 3[edit]

Orang tua yang memgang Durandal — Vasci Strada memimpin kelompok prajurit yang bertarung di (replika) kawasan Akademi Kuoh. Beberapa menit setelah pertarungan dimulai, Aku — Hyoudou Issei sedang dikelilingi oleh gelembung berwarna warni yang menutupi seluruh tempat ini. Sesaat setelah gelembung-gelembung itu muncul, sebuah perubahan terjadi di kerumunan para prajurit tersebut — mereka mulai menangis bersamaan. Beberapa temanku juga mulai menangis. Huh? Apa yang terjadi? Ddraig berkata dari dalam diriku

“...Sepertinya gelembung itu memiliki kemampuan untuk menstimulasi memori orang yang menyetenyuhnya, membuat mereka mengingat apa yang sangat mereka sayangi.”

Oh. Tapi, kenapa itu tidak terjadi saat aku menyentuhnya?

“Hmm, ini cuma pendapatku: tapi mungkin karena ku, partner, selalu memikirkan hal yang paling kau sayangi, jadinya itu tidak akan mempengaruhimu. Bukankah selalu mengkhawatirkan sesuatu yang tidak penting dalam pikiranmu?”

Seperti, mengkhawatirkan apa yang akan terjadi di masa mendatang, mengkhawatirkan teman-temanku, mengkhawatirkan tentang oppai, dll, aku tipe orang yang selalu mengkhawatirkan sesuatu. Yah, mungkin karena hal itu, tidak ada yang terjadi setelah aku menyentuh gelembung-gelembung itu?

“Pada dasarnya, seperti itu.”

...Di tengah-tengah pertempuran ini, mataku menjadi lebih sering terpusat pada oppai swordswoman yang ada diantara para pasukan daripada biasanya, mungkinkah itu...

“Ah, mungkin ini efek dari gelembung tadi, kuharap bukan.”

...Ya, setiap kali payudara memantul, pandangku menjadi lebih sering mengarah padanya, apakah ini efeknya?

“Gelembung-gelembung ini...datang dari kubumu?”

Rias terlihat terkejut.

“Ya, benar.”

Orang yang menjawabnya — adalah Kiba! Irina juga ada di sampingnya! Apa!Pertempuran di kubu lain telah selesai!

“Gelembung-gelembung itu dibuat oleh Joker, dia berkata bahwa itu bisa membuat musuh mengingat hal terpenting dalam hidupnya, dan membuat mereka tidak memiliki lagi semangat temput.”

Laporang Irina membenarkan pendapat Ddraig. Tapi, itu dibuat ileh Dulio...Hehe, dia masih memikirkan bagaimana cara menyelesaikan ini tanpa kekerasan. Namun, masih ada orang yang ingin bertarung tanpa terpengaruh situasi yang menyentuh ini.

“Hmm itu...gelembung-gelembung itu cukup indah.”

Sebuah senyum muncul di wajah keriput Vasco Strada. Dia memegang replika dari Durandal di tanganya. Kita selama ini hanya menghadapi para prajurit, dan orang tua ini hanya mengamati pertarungan...sebelumnya, kami berpikir bahwa orang tua ini telah menyerah, tapi sekarang dia datang. Dia pastinya menginginkan para prajurit untuk mengamuk dalam waktu yang singkat, membiarkan mereka mencurahkan semua amarah yang terpendam. Setelah itu, dia akan bergabung — di sampingnya, para prajurit garis depan telah tumbang karena diserang oleh kita dan juga terkena efek dari gelembung-gelembung itu. Prajurit yang tersisa, bisa dikatakan hanya orang tua ini yang tidak terluka. Dia mulai melepas pakainya. Dibalik pakainya adalah — tubuh yang tebal, halus, otot besar, yang bukan milik seorang berusia delapan puluh tahun...tubuh yang luar biasa. Melihat keadaan ini, itu sungguh tidak proposional dengan wajah keriputnya! Bersamaan dengan tinggi badanya, dia bagaikan seorang raksasa. Bahkan replika Durandal terlihat kecil bila dibandingkan denganya. Strada melangkah maju. Hawa dingin yang menusuk terasa di semua tubuhku...dan keringat dingin mengalir di punggungku. Tekanan ini... aku hanya pernah merasakan situasi ini saat menghadapi naga jahat Cruach. Dan manusia tua ini, memiliki tekanan yang sama denganya. Tubuhnya, sungguh sangat menakutkan. Dia merentangkan tanganya, dan dengan senyum di wajah keriputnya dia berkata

“—Nah, sekarang waktunya mengajar. Adik Iblis manis, dengarkan dengan baik.”

Tekanan yang padat dilepaskanya — dan semua orang tersentak. Bahkan Saji dan aku, yang mengenakan armor kami, tidak bisa menahan semangat bertarung yang sangat kuat yang bisa menembus armor kami. Xenovia menelan ludahnya, lalu berkata

“...Replika Durandal. Aku pernah mendengar kekuatanya sama dengan seperlima kekuatan aslinya...tapi melihat Yang Mulia yang memegangnya, tidak akan ada batas yang membatasinya.”

Ini akan menjadi pertarungan antara Ex-Durandal dan replika Durandal...berdasarkan kemampuan pedang masing-masing, milik Xenovia jauh lebih unggul dari replika itu. Namun—. Yang pertama maju adalah Kiba dan Irina yang telah bergabung dengan kami. Bergerak setelah mengalami kemenangan di pertarungan lainya, langkah mereka penuh dengan percaya diri. Strada-jisan tidak berkerak, dia bahkan tidak menggerakan pedangnya. Dia tidak terlihat membuat celah, atau menganggap ini mudah. Lalu, pedang suci kutukan Kiba mengarah padanya dengan kecepatan tinggi. —Namun, hanya dengan menggunakan satu tangan, dia menahan pedang suci kutukan! Melihat pedangnya dihentikan hanya dengan menggunakan tangan, Kiba memiliki perasaan rumit sambil melihat pedang dan muka Strada. Kiba ingin menarik pedangnya, tapi pedang itu tidak mau bergerak. Pedang suci kutukan telah ditahan dengan kekuatan luar biasa. Orang tua itu menggelengkan kepalanya [MmHmm].

“Jurus pedangmu tidaklah buruk. Sangat akurat, dan kau sudah tidak diragukan lagi. Tapi”

Suara berdentang terdengar di seluruh arah — Pedang suci kutukan Kiba telah dihancurkan hanya dengan tangan kosong.

“Masih terlalu tumpul. Kau masih belum cukup terlatih.”

Setelah strada mengatakan itu, dia mengayunkan tinjunya pada Kiba! Dalam sekejap mata, Kiba mengangkat pedang suci kutukan yang telah rusuk untuk menahanya — namun, tinjunya terlalu kuat, dan dia terlempar cukup jauh ke udara!

“Yang mulia, kasar sekali!”

Setelah berbicara, Irina menebasnya dengan Hauteclere — bahkan, pedangnya juga dihentikan hanya dengan dua jari, dia kemudian melemparkan Irina dan pedangnya dengan kekuatanya!

“Maka kita akan menggunakan sihir!”

Rosswesisse-san yang berada di garis belakang menciptakan banyak lingkaran sihir, yang mengeluarkan serangan dengan berbagai atribut sihi! Orang tua itu tidak menghindarinya, dan setelah serangan sihir itu hampir mengenainya, dia hanya merentangkan jarinya, dan dengan cepat menyentuh semua sihir itu. Serangan sihir yang disentuhnya kehilangan kekuatan dan terurai ke udara. Melihat hasilnya, Rossweisse-san sangat terkejut!

“—Uh!? Dengan semua sihir itu — kau menguraikanya!?

“Ini juga disebut sihir, sebuah perhitungan — jadi, menggunakan teori di balik formula untuk melawanya, sangat mudah untuk membatalkan atau menghancurkanya. Khususnya teknik dari penyihir muda, tekniknya masih mentah dan tidak ringkas. Selama masih ada sedikit cacat, itu akan sia-sia — selama struktur sihir itu diketahui, itu bisa dihancurkan dengan kekuatanku.”

Tidaaaak! Aku menggelengkan kepalaku untuk menggambarkan ketidak percayaan pada fenomena ini! Teman-temanku juga berpikir hal yang sama, dan kami semua merasa heran! Pada akhirnya, dia hanya menggerakan jarinya, dan bisa menguraikan mantera sihir Rossweisse-san! Tua bangka ini terlalu mengejutkan! Bahkan jika dia mengerti tentang mantera, siapa yang mampu untuk menguraikan mantera hanya dengan satu jari!? Dari sudut pandang para penyihit, mantera Rossweisse-san telah dipuji dan diakui! Dan juga, mengomentarinya sebagai amatiran.

“Jika seperti ini, aku akan maju!”

Gasper berubah menjadi monster kegelapan, dan berlari kedepan! Mungkin karena telah dipengaruhi olehku, sekarang Gasper menjadi sedikit agresif, dan meniru gaya langsung menerjang ke depan! Dan karena dia selalu bertarung denganku menggunakan tangan kosong, sekarang dia bisa langsung untuk berhadapan dengan lawan! Gasper yang sekarang telah sedikit lebih kuat! Strada-jisan akhirnya membuat posisi bertarung, dan menarik tinju kananya. Otot di lengan kananya berubah menjadi sangat besar.

“Hmph!”

Menghembuskan nafas yang penuh dengan kekuatan, tinju kananya menerjang kedeapan! Gasper yang sedang maju kearahnya menghindar dalam sekejap mata — bangunan di belakangnya runtuh karena tekanan dari tinjunya yang mengalir melalui udara!

“—Ini bohong, kan!? Itu adalah efek dari pukulanya!? Apa itu setara dengan milik Sairorogr!?”

Rias menenjukan keterkejutanya! Seperti yang dia katakan! Disamping Sairarorg-san, ada orang lain yang bisa menghancurkan benda hanya dari getaran yang ditimbulkan tinjunya! Diatas semua itu, dia hanya seorang manusia, dan seorang tua bangka! Xenovia memberi tahu kami

“Pukulan Yang Mulia dikenal dengan sebutan [Holy Punch. Bahkan pukulanya saja mengandung aura suci! Berhati-hatilah semua orang, Iblis akan menerima luka serius jika terkena serangan tersebut!

Dalam situasi seperti ini, kita hanya bisa membuat senyum masam! Gasper menghindari pukulanya, dan sekali lagi menuju kearahnya! Melihat hal ini, untuk pertama kalinya Strada mengangkat Durandal-nya. Aura suci yang luar biasa memancar keluar, dan membungkus seluruh pedangnya! Gasper mulai memukuli tubuh besarnya! Setiap seranganya cukup untuk membuat seorang Iblis terpental! Namun, Strada tua itu menggunakan replika Durandal atau sedikit menggerakan tubuhnya untuk menghindari setiap serangan itu dengan mudah! Strada menggunakan kekuatan untuk menyerang balik...! Gasper ingin menahan Durandal — tapi kekuatan Durandal terlalu kuat dan Gasper terdorong mundur karena aura suci yang sangat besar! Kegelapan yang menyelimutinya terkelupas, dan Gasper terlihat sedikit mengeluarkan darah.

“—Apa yang terjadi, pedang suci itu memiliki kekuatan sebesar ini...!?”

Kegelapan Gasper sebenarnya sangatlah kuat, dan tidak bisa terkelupas hanya dengan aura suci biasa. Dan juga, dia merupakan reinkarnasi dari Dewa Jahat Balor. Bahkan dalam waktu yang singkat, orang tua itu bisa mengupas kegelapan Gasper telah menunjukan bahwa pria tua ini abnormal.

“Yah, aku yang berikutnya!”

Saji mengenakan armor hitam, dan memunculkan api hitam, dan menjulurkan tali yang sangat banyak! Strada, yang terikat oleh tali-tali itu hanya mengayunkan Durandal dengan ringan secara horizontal — semuanya langsung tidak bergerak, dan terjatuh! Sesuatu telah terbang di atas kepala kita dengan kecepatan tinggi! Aku menoleh ke belakang pada bangunan replika di area buatan ini. Mungkin karena gelombang seranganya terlalu kuat, bangunan itu tidak runtuh, dan hanya ada garis horizontal di bangunan tersebut. Bahkan kacanya tidak pecah...seberapa tajam gelombang serangan yang dia lepaskan untuk meninggalkan bekas seperti itu...! Tali saji juga terpotong menjadi dua, dan bahkan api hitamnya padam setelah Strada melepaskan aura suci!

“Brengsek!”

Saji tanpa takut terus menembakan api hitam yang sangat banyak! Selama itu bisa mengenainya, kutukanya akan bekerja, dan api itu tidak akan padam setelah mengenai musuh! Dan juga, itu bisa menguras kekuatan musuh! Namun, semua api hitam yang dilepaskan Saji disingkirkan hanya dengan ayunan ringan dari replika Durandal! Bahkan getaran dari pukulan Strada, api hitam Saji langsung terhempas dan menghilang! Saji menyadari bahwa serangan langsung tidak akan berguna, jadi dia membuat dinding api yang mengelilingi Strada!Itu adalah pelindung terhebat Saji! Tapi, orang tua itu berputar. Dan menggunakan momentum dari putaranya untuk mengayunkan Durandal, dia dengan mudah membelah dinding itu menjadi dua! Melihat semua api hitamnya dimusnahkan, Saji berteriak

“Apa-apan ini, orang tua itu!?”

Tepat sekali! Benar sekali, orang tua ini! Ini tidak masuk akal, atau ini hal yang biasa, dan semua yang telah dia tunjukan, dia menghempaskan semua serangan hanya dengan kekuatan murni! Strada menggelengkan kepalanya sambil berkata

“Itu karena kalian terlalu bergantung pada kekuatan yang diberikan oleh Tuan — Scared Gears.”

Dia mengepalkan tinjunya, dan mengatakan

“Tidak ada alasan khsusus tentang kekuatanku. Tapi hanya dari darah dan daging yang terus menerus dilatih, dan pengalaman dari banyak pertempuran. Selama kalian menjaga kepercayaan kalian terhadap Tuhan, dan selalu merawat tubuh kalian, kekuatan akan tercipta didalam jiwamu. Anak muda — adakah kekuatan didalam jiwa kalian?”

.....Bahkan jika kau berkata seperti itu, kita juga mempunyai hal yang tidak dapat kita lakukan. Kita juga dikenal sebagai tipe kekuatan murni. Terlebih lagi, kata-katanya menegaskan tentang kekuatan , dikenal sebagai [Idiot Kekutan?? Perumpamaan seperti. (Otak otot)], ini jelas sebuah tantangan bagi para anggota Gremory! Semua orang sepertinya berpikiran sama denganku, dan meningkatkan semangat yang dapat dilihat dari wajah mereka. Kita sudah bertarung sampai sekarang, bahkan walau kita terus diam, kita bisa melawan gaya bertarung pria tua ini!

“Pak tua, aku juga akan serius.”

Setelah mengatakanya, aku mulai merapal mantra!

“—Aku, akan bangkit, aku Sekiryuutei yang memegang teguh kebenaran! Membawa semua harapan tak terbatas dan mimpi yang abadi lalu membawanya ke jalan kebenaran! Aku akan menjadi Kaisar Naga Crimson—”

“Dan menuntunmu ke Bagian Surga Terdalam, tersinari cahaya crimson yang cerah—!”

[Cardinal Crimson Full Drive!!!!]

Mengenakan armor crimson, aku membuka sayap nagaku, dan terbang ke depan! Aku sudah sangat tahu jika aku bergerak di udara sambil mencoba mendekat adalah hal yang sia-isa! Artinya, aku hanya perlu bergerak dengan cepat untuk menutup jarak dalam sekejap, dan melakukan serangan langsung! Aku mengubah lengan kananku menjadi Wels Dragon Rook, dan menyerang!

[Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost!!]

Aku meningkatkan kekuatanku dan memusatkanya pada tinju kananku! Kekuatan naga yang sangat besar telah terkumpul!

[Solid Impact Booster!!!!]

Pertarungan jarak dekat — serangan ini adalah yang paling mutakhir! Dengan tinju kananku terangkat untuk melakukan tinju yang berat, berusaha untuk menahanya bukanlah ide yang bagus! Dia tidak terlihat untuk kaur, dan membuka kuda-kudanya! Namun, jika perkiraanku benar, orang tua ini akan — benar, pria tua yang dikenal sebagai Vasco Srada, dia akan...akan! Bertahan dari seranganku secara langsung! Dia memegang replika Durandal di dadanya, menahan tinjuku!! Solid Impact dengan sempurna ditahan oleh replika Durandal, dan efek seranganku menghancurkan semua yang ada di area ini! Aku baru saja melepaskan serangan dengan kekuatan penuh! Orang tua ini bisa bertahan dari serangan itu hanya dengan replika Durandal!? Kami berdua yang baru saja menyerang dan bertahan secara reflek langsung melompat ke belakang untuk menjaga jarak.

Di saat yang bersamaan saat aku melangkah ke belakang, Kiba dan Irina kembali menerjangnya! Lalu Koneko-chan dan Akeno-san datang untuk membantu! Kiba dan Irina dengan cepat menebas Strada, tapi Strada-jisan melakukan hal yang sama sebelumnya, sedikit menggerakan Durandal dan tubuhny untuk menghindar atau menangkis serangan! Di saat itu, Koneko-chan berubah dan mengarahkan pukulan yang berisi kekuatan pemurnian ke arahnya, tapi prajurit uta itu menggunakan hulu pedang Durandal untuk menahan seranganya, dan mendorongnya ke belakang!

“Holy Lightning!”

Akeno-san mengeluarkan petir, dan membentuknya menjadi naga raksasa! Mereka adalah Holu Lightning Dragon! Dan ada lima dari mereka! Jumlahnya meningkat dari sebelumnya, dan intensitas dari Holy Lightning juga meningkat! Naga besar itu langsung bergerak ke arah Strada!

“—Keturunan dari malaikat yang dikenal sebagai Lightning of God! Ini sangat menarik!”

Ketika Strada memuji kekuatan Akeno-san, mata pedang Durandal masih terselimuti aura suci, dan dia mengayunkanya dengan cepat! Gelombang yang dilepaskanya jelas lebih kuat dari yang pernah dilepaskan Xenovia. Gelombang luar biasa itu melenyapkan semua Holy Lightning Dragon! Sebagai tambahan, gelombang suci tadi tidak melemah, dan terus menuju ke arah kita!

“Perisai!”

Rossweisse-san mengambil langkah ke depan, dan menicptakan beberapa lapis lingkaran sihir dengan kekuatan bertahan yang luar biasa! Setiap lapisa dari pelindung ini perlahan memecah gelombang yang diciptakan replika Durandal, dan sisa gelombang yang lemah melewati kepala kita! —Namun, Rossweisse-san sekali lagi menciprakan lapis pelindung, dan akhirnya menangkis serangan Strada! ...Namun, untuk menangkis gelombang itu, sejumlah besar lingkaran sihir pelindung harus diciptakan... dan pada akhirnya, Rossweisse-san menggunakan dua puluh lapis pelindung. Walau dia memiliki sifat [Benteng] untuk meningkatkan kekuatan bertahan, dia masih tetap membutuhkan banya...! Sekalo lagi, aku mengakui kemampuan orang tua ini dalam menggunakan Durandal!

“Ini belum selesai!”

Orang terakhir yang maju adalah pengguna Durandal saat ini, Xenovia! Dia memgang Ex-Durandal, menggunakan kombinasi untuk mengayunkanya ke bawah dengan kecepatan tinggi dan kekuatan Destruction! Prajurit tua itu menggunakan replikanya untuk menahan serangan Xenovia, dan sepertinya pria itu tersenyum seperti menikmatinya.

“Sangat bagus! Itu dia! Itu benar! Tidak perlu ragu lagi! Dengarkan, prajurit Xenovia! Jika kau membandingkan Durandal dengan Excalibur, kekuatan Durandal itu — sangat, murni! Dimana kau telah dipilih untuk menggunakanya! Kau tidak seharusnya menolak! Kekuatan yang harus kau terima!”

Sambli Strada menahan serangan Xenovia, Strada berulang kali mengayunkan pedangnya, seperti dia menunjukan bagaiamana seharusnya pedang itu digunakan, menggambarkan sebuah inti sari dari sebuah pedang. Ditengah pertempuran antara Durandal asli yang ditambah kekuatan Destruction dengan replika Durandal, Strada menatap langsung pada Xenovia dan berkata padanya

“—Namun, ada banyak cara untuk memunculkan kekuatan itu. Bentuk pedang itu, apa itu bentuk penampilan yang ingin kau tunjukan?”

“—Hmm!!”

Mendengar pertanyaan jisan[13], Xenovia membuat ekspresi seperti dia menyadari sesuatu. Xenovia langsung melompat ke belakang, lalu — dia dengan serius menatap Ex-Durandal. Strada mulai tersenyum saat melihatnya...mungkin ini sesuatu yang hanya diketaui para pengguna Durandal...? Lalu Rias mengakan tubuhnya! Seluruh tubuhnya diselimuti aura penghancur, dan sihir lingkaran raksasa telah dibentuk diatas kepalanya!

“—Lalu, bagaimana dengan ini?”

—Extinguish Star! Serangan ultimate Rias! Dia memusatkan kekuatan sihirnya untuk membentuknya ketika kami semua bertarung!

“Kau akan mati jika tidak menghindarinya!”

Stelah Rias mengatkan itu, dia melepaskan serangan besar itu! Walaupun bola penghancur itu bergerak sangat pelan, tidak ada yang bisa untuk tidak terluka saat mengenai benda itu. Serangan langsung ini tidak memiliki rasa belas kasihan, dan bahkan tubuh dari nag jahat bisa dihancurkan. Tapi Rias dengan sengaja mengatakan itu sebelum melepaskanya. Yang artinya — dia membiarkan Strada untuk menghindarinya. Terkena benda itu akan mengakibatkan sebuah kehancuran total. Namun, Rias memutuskan untuk melakukan hal ini karena dia menghormati lawanya. Namun, prajurit tua itu sepertinya dia memiliki niat untuk menghindar! Dia hanya tersenyum, dan menghadapi bolah penghancur Rias secara langsung!

“Nah nah... benda ini mungkin akan sedikit menyulitkan untuk tulang-tulangku yang sudah tua namun.”

Dia mengangkat replika Durandal dan mengarahkanya ke langit — sejumlah besar aura suci mulai menyelimuti pedangnya. Melihat ke arah benda yang perlahan menghancurkan semua benda disekitarnya, bola penghancur ada dihadapamya — lalu replika Durandal diayunkan ke bawah! Cahaya yang dilepaskan membutakan mata kami, dan kami semua menutu mata kami karena cahaya yang sangat terang...! Ketika kami membuka mata, hal yang pertama kali kami lihat adalah — Rias Extinguish Star terbelah dua!

“—Ah.”

Rias kehabisan kata-kata karena ini. Ini hal yang tidak bisa dibayangkan. Bahkan naga jahat, tidak bisa bertahan dari serangan itu. Tapi pria tua ini, seorang manusia, bisa menghancurkanya dengan menggunakan replika dari pedang suci. Kita juga sedikit syok karena ini. Pundak Strada mulai menurun sambil dia menghembuskan nafas..pada akhirnya, dia benar-benar memotong Extinguish Star. Rias hanya bisa tersenyum heran.

“...Setelah ini, aku hanya bisa tersenyum pahit.”

Setelah Strada mengatur nafas, dia berkata

“—Dengarkan baik-baik. Durandal bisa memotong [Semuanya]. Bahkan jika itu kekuatan power of Destruction Bael, tidak ada pengecualian.

Dia berkata kepada kami, seperti memperkenalkan Durandal. ...Jadi jika Durandal digunakan dengan benar, itu bisa memotong...! Baik, ketika Xenovia menjadi seorang master Durandal, tidak ada satupun didunia ini yang tidak bisa dia potong...! Koneko-chan membuat senyum kaku.

“...Benarkah, apa Gereja bisa bergantung sepenuhnya pada paman tua in? Aku pikir...”

...Ya. Hanya bergantung pada pria tua ini, apa Gereja bisa bertahan? Kenyataanya, bahkan Iblis kelas atas pun bisa kalah ditangan para prajurit Gereja...bahkan oleh pria tua langka yang dilahirkan di dunia ini, hasilnya para Iblis kelas tinggi bisa dimusnahkan

“—Nah, apa sekarang giliranku?”

Setelah mendengar hal itu, orang yang melangkah ke depan adalah — Arthur Pendragon yang sedari tadi dengan tenang menonton pertarungan! Dia mengenakan kaca mata, setelan dan sebuah senyuman yang biasa dia tunjukan. Namun, tanganya memegang sebuah legenda dari legenda yang terselimuti aura yang tebal dan padat — Holy King Sword Collbrande.

“Hoh...aku tidak pernah membayangkan untuk bisa melihatnya di usiaku sekarang ini...”

Strada melihat ke arah pedang suci yang ada digenggaman Arthut, dan mengeluarkan sebuah pujian. Arthur tanpa ragu menjawabnya

“Ini sedikit disayangkan karena pedang yang kau pegang tidaklah asli — aku sangat ingin menggunakan tubuhku untuk merasakan kekuatanya.”

Arthrur perlahan mendekati Strada, dan sebaliknya, Strada juga mulai berjalan ke depan. Mereka terus berjalan sampai mencapai jarak dimana pedang mereka saling berhadapan, dan tidak perlu ada persiapan. Sebenarnya, mereka berada di titik dimana mereka benar-benar saling berhadapan, dan mereka berdua berhenti bergerak. Mereka terlihat seperti pemuda tampan yang bersemangat dan seorang prajurit tua, tapi intensitas tekanan yang dilepaskan dari tubuh mereka tida bisa dibayangkan. Itu menyebabkan ruangan yang ada diantara mereka berdua terdistorsi.

Lalu, keduanya menghilang dari titik itu! Clang clang clang, dentuman benda metal terdengar dari kedua pedang yang saling bertubrukan bergema dari seluruh arah, dan kami melihat ke angkasa! Itu karena kami merasa ada sesuatu diatas kami! Dan tentu saja, dua orang itu sedang ada di udara, dan pedang mereka dengan cepat saling menusuk dan bertubrukan! Dari saat mereka melompat sampai mereka kembali menyentuh tanah, itu berlangsung sangay cepat. Namun, di waktu yang pendek itu mereka saling melakukan serangan, rasanya seperti pertempuran yang sangat sengit. Macam-macam teknik ditunjukan oleh masing-masing dari mereka, dan kedua orang itu dengan penuh semangat saling menyerang. Menebas dari atas ke bawah, menyayat dari bawah ke atas, dan terkadang menusuk, atau menahan serangan, keduanya dengan gagah saling mengayun dan menebas pedangnya, dan juga ada sedikit gerakan memotong — kedua orang itu melakukan pertempuran dengan kecepatan tinggi di udara — aura yang sangat besar menyelimuti kedua pedang mereka, dan efek dari aura itu, semua bangunan di area buatan ini bergetar dan runtuh.

“...Hebat.”

“Ah…”

“……”

Swordsman Irina, Xenovia dan Kiba kehabisan kata-kata. Mereka dengan serius mengamati pertrungan hebat menggunakan pedang di udara. Tidak ada yang berkedip saay mereka memfokuskan perhatian mereka pada pertarungan antara Holy King Sword legendaris dengan prajurit tua legendaris. Untuk ketiga orang itu yang sedang mengamati pertempuran antara Strada dan Arthur, menutup mata mereka akan memalukan diri mereka sebagai seorang swordsman. Arthur dan Strada terus melanjutkanya saat mereka akan menyentuh tanah, dan ketika mereka benar-benar menyentuh tanah, tanpa ada waktu untuk bernafas,mereka langsung lari ke depan dan pedang mereka berbenturan lagi! Mereka berlari ke samping sambil saling menyerang! Diantara serangan mereka berdua, kawah yang besar tercipta di tanah, dan tanahnya juga hancur dengan sendirinya. Kedua tubuh mereka juga telah berubah. Walaupun mereka berdua belum ada yang terkena serangan secara langsung, tubuh terlatih Strada juga memiliki beberapa goresan, dan beberapa robekan di setelan Arthur bisa terlihat dengan jelas. Keduanya memiliki ekspersi yang sangat senah, dan menunjukan mereka berdua sangat senang hingga lubuk terdalam hati mereka karena pertarungan ini—

Holy King Sword memunculkan aura tenang, dan Arthut tiba-tiba menusuk ke arah yang aneh. Lalu, sebuah lubang tercipta di udara, dan pedangnya masuk kedalam lubang itu! Strada sepertinya menyadari sesuatu, karena dia membungkukan tubuh atasnya dengan cepat dan dari sebuah titik didekatnya, sebuah pedang muncul! Jadi apa seperti itu, Arthur bisa menggunakan Holy King Sword untuk membuat lubang di udara, dan langsung mengirim pedangnya langsung kedekat musuh? Berbicara hal itu, Arhtur pernah membuat sobekan di udara menggunakan pedangnya, dimana dia kabur melewati itu. Apa itu salah satu kemampuan Holy King Sword, atau kemampuan Arthur sendiri? Walaupun itu masih menjadi misteri, ini meyakinkan bahwa Arthur bisa bergerak melalui ruang dan waktu, dan dia juga bisa mengirim pedangnya langsungd di sebelah Trada. Juga, prajurit tua abnormal Strada telah menggerakan tubuhnya, dan menghindari serangan yang langsung mengarah ke titik vital! Apa ini nyata!? Dia bahkan bisa menghindari gerakan yang tidak bisa diprediksi!? Ketika diserang, Strada masih bisa dengan mudah menghindari teknik transportasi ruang Arthur yang tidak bisa dideteks. ...Jika itu aku, aku pastinya tidak akan menyadarinya, dan pastinya akan terkena serangan itu setiap kali dia melakukanya. Tapi prajurti tua itu hanya mengubah posisinya! Tambahan, ini dilakukan ketika berada di pertempuran sengit dengan pedang, pastinya tidak mudah untuk memahami serangan yang tidak bisa aku lihat dengan mata telanjang. Jika itu aku — tidak ada cara agar aku bisa menghindari Holy King Sword; tubuhku akan terkena aura suci, dan aku pasti jatuh ke tanah. Ada banyak sekali teknik, serangan mendadak, dan diatas semua itu, kekuatan dari pedang sci tidak bisa diremehkan...untukku, Arhur adalah tipe lawan yang sangat merepotkan.

“...Arthur belum menggunakan kekuatan penuh. Tentu saja, Strada juga...”

Bahkan Kiba tidak bisa memperkirakan kekuatan sejati dari kedua swordsmen ini, dan menggigit bibirnya dengan berat hati. Aku takut dia melihat bahwa kekuatanya tidak sebanding dengan kedua orang itu, dan disaat yang sama karena dia mengerti kekuatan mereka, dia hanya bisa merapatkan giginya. ...Aku juga, temanku. ...Di dunia ini, ada banyak orang-orang kuat...terlebih lagi, mereka memiliki tubuh manusia. Swordsman Tim Vali Arthur Pendragon, pengguna Holy King Sword. Dia sungguh kuat...! Kedua swordsman itu mengambil nafas sebentar — tapi tiba-tiba semuanya berakhir. Keduanya bertukar serangan, dan melompat ke belakang sebelum percikanya sempat menghilang. Keduanya mengubah posisi pedangnya...namun, Arthur tiba-tiba menurunkan pedangnya. Dia mengatur kaca matanya, dan tersenyum sambil berkata

“...Luar biasa — tapi, mari berhenti. Jika terus dilanjutkan, aku tidak bisa merasakan getaranya.”

Arthur mengatakan sesuatu yang aneh, tapi Strada sepertinya mengerti, dan dia juga menurunkan pedangnya.

“…Maaf, swordsman muda.”

Prajurit tua itu tersenyum kecut, menandakan dia memahami maksud dari perilaku Arthur. Arthur tersenyum, dan berbalik untuk pergi. Ketika dia melewati kami, dia hanya berkata satu hal

“...Jika kami bertemua tiga puluh tahun lebih awal, tidak, dua puluh, ini akan menjadi pertarungan yang seru. Tapi jika kami melanjutkan ini sekarang...hanya akan berakhir menyedihkan.”

Arthur bebicara sambil menunjukan ekspresi kecewa, dan dia pergi. ...Apa ini yang dikenal dengan kehormatan yang hanya dapat dimengerti oleh sesama swordsman? Selanjutnya, yang tersisa hanyalah kami semua...tapi, apa yang harus kita lakukan? Untuk menghentikan orang tua ini — apa kita harus serius menanggapinya? ...Aku memusatkan pikiranku, dan menciptakan wyverns yang keluar dari berlian di armorku. Saat prajurti tua itu melihat ini, dia tersenyum santai

“Aku sudah mendengarnya. Bahkan Sekiryuutei mempunyai kemampuan untuk mengubah lingkungan disekitarnya — saat aku menerima serangan itu, bahkan aku akan mati.”

...Longinus Smasher-ku, apa dia sudah mengetahui itu? Sejak terakhir kali aku menggunakanya, itu sudah lebih dari sebulan yang lalu. Pengisianya pasti telh selesai. Kata-kata Kokabiel terlintas di kepalaku. Dia mengatakan tentang pengguna Durandal sebelumya — itu dia, dia berkata tentang kakek Strada. —Kekuatan pengguna Durandal sebelumnya jauh diatas orang biasa! ...Kekuatan yang tidak diragukan lagi, kekuatan yang sangat mengaggumkan hingga membuatku kehabisan kata-kata...! Untuk alasan itu, jika aku tidak menggunakan kemampuan spesialku maka pria tua ini tidak bisa dikalahkan! Namun, orang sekarang berada dihadapanku adalah Xenovia. Xenovia mengambil langkah ke depan, dan menghadapi Strada-jisan. Dia memegang Ex-Durandal di depan badanya — lalu membelahnya menjadi dua pedang. Dari Ex-Durandal, pedang Excalibur dapat dipisahkan dari Durandal...dan apa yang Xenovia lakukan, dia memisahkan salah satu pedang suci legendaris lainya dari Durandal. Dengan kata lain, dia memegang Durandal di tangan kanannya, dan tangan kirinya memegang Excalibur. Itu bukanlah Excalibur yang basanya, bukan Rapidly, bugan juga Destruction, atau juga Mimic, tapi itu adalah Excalibur yang sebenarnya. Dia menggunakan teknik dua pedang menggunakan Durandal dan Excalibur. Ini juga berarti dia melepaskan Durandal dari segel yang menggunakan Excalibur. Melihat hal ini, seluruh tubuh Strada gemetar, dan dia terkesan dalam pertarungan ini untuk pertama kalinya!

“Benar. Begitulah seharusnnya! Dari sudut pandangku sebagai pengguna Durandal sebelumnya, Ex-Durandal adalah kombinasi yang patut dipertanyakan. Durandal itu sendiri adalah produk yang sempurna, dan Excalibur juga merupakan produk yang sempurna...lalu kenapa harus dikombinasikan? Alasanya adalah karena kau tidak bisa mengendalikan Durandal, dan juga kau dengan payah menggunakn Excalibur sebegai [alat bantu]. Kau...adalah orang yang berbakat dalam menggunakan satu maupun dua pedang — jangan menyangkalnya. Selama kau percata pada kekuatanmu, kekuatan itu akan muncul dengan sendirnya!”

...Itu benar. Xenovia tidak bisa mengontrol aura agresif Durandal, jadi dia menekanya dengan menggunakan Excalibur untuk menutupinya. Dan seperti apa yang dikatakan orang tua itu, Xenovia lebih berbakat dalam menggunakan dua pedang. Excalibur Destruction + Durandal, atau Durandal + Ascalon — dia telah kembali ke gaya lamanya. Di satu tanganya adalah Durandal dan yang ditangan yang lain adalah Excalibur. Benar, ini adalah gaya bertarungnya saat kita pertama kali bertemu. Dalam sekejap — kedua pedang suci itu mulai memancarkan aura suci yang luar biasa. Auranya terus meningkat, dan sepertinya tidak akan berhenti. Aura suci yang dilepaskan sangatlah suci dan kuat, membuat orang disekitarnya bergetar; ini adalah sesuatu yang sebelumnya tidak dapat dirasakan dari Xenovia. Mata Strada menjadi sedih.

“...Aku akhirnya bisa bertemu lagi denganmu, Durandal. Benar, ini adalah Durandal yang sebenarnya. Datanglah, prajurit Xenovia. Tidak ada lagi yang perlu kau ragukan, hanya itu. Esensi dari Durandal hanyalah kehancuran.”

“...Ya!”

Memegang pedang suci mereka, kedua swordsman yang mengeluarkan kekuatanya segera menutup jaral. Langkah mereka sangat tenang, tapi pasti menyimpan kekuatan dibaliknya. Keduanya bergerak hingga pedang mereka saling bertmu, dan mulai beradu pedang! Kedua pedang Xenovia dan pedang Strada mengeluarkan kilatan perak ketika percikan api muncul karena berbenturan dan bergesekan satu salam lain!

“Aaaaaaaaaaaaaaaaarrrhhhh!”

“Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhh!”

Getaran dari kekuatan penghancurnya saja membuat seluruh medan pertempuran berguncang, semua orang disekitar mereka berdua terjatuh ke tanah! Bangunan-bangunan replika mulai runtuh satu persatu, dan goresan dalam juga muncul di permukaan tanah! Bahkan bagian atas ruangan ini mulai reta, dan pola kaleidoskop bisa terlihat dari retakan dimensi itu! Pemandangan di depan mataku ini mirip seperti saat aku bertarung dengan Sairaorg-san, dan bahkan lebih hebat dari pada saat itu. Seperti waktu itu, ini adalah penuh dengan kehancuran dan kerusakan. Kekuatan penghancur yang dikeluarkan dari pedang mereka membuat kami terjatuh ke tanah, dan terkadang membuat tubuh kami terasa sakit...retakan bahkan muncul di armorku dan Saji. Terlalu banyak kekuatan yang bertubrukan sehinggan menimbulkan efek guncangan! Ini menakutkan jika di dunia dimana mereka berdua dibesarkan, hanya mereka yang bisa mengerti — apa itu kekuasaan dan kekuatan. Pertarungan ini tidak bisa ditiru oleh orang yang tidak mengatuhi arti sebenarnya dari kekuatan. Disini kita hanya bisa berkomunikasi menggunakan bahasa tubuh! Xenovia membentuk silang menggunkan Durandal dan Excalibur, dan mengayunkanya secara terus menerus! Strada menggunakan pedangnya untuk menyingkirkanya! Serangan kehancuran x kehancuran mengukir kehancuran yang sesunggunhnya, tapi musuh juga memiliki kekuatan seorang monster!

“Gyaaaaaaaaaaaaaaaahhhh!”

Dua pedang suci legendaris terpental oleh pedang replika! —Namun, harga dari itu juga tinggi. Retakan timbul di bilah replika, dan nafas prajurit tua itu menjadi berat. Jelas dia sudah kelelahan. Strada terduduk dengan satu kakinya di tanah. Jika ini terus berlanjut, Xenovia akan lebih unggul karena jarak kekuatan fisik mereka. Pengguna Durandal sebelumnya yang memiliki kekuatan luar biasa — adalah seorang pria tua berusia delapan puluh tahun, kondisi fisiknya pasti sudah melemah. Xenovia menghampiri Strada yang sedang terduduk di tanah. Saat pemenangya sudah hampir ditentukan, seseorang muncul diantara mereka berdua — itu adalah Kardinal muda Teodoro. Wajah mudanya dipenuhi dengan air mata saat dia berdiri dihadapan Xenovia, menutupi Strada dibelakangnya. Melihat perbuatanya, Xenovia terlihat bingung. Anak yang sedang meneteskan air mata di wajahnya itupun berkata

“...Kumohon maafkan aku Yang Mulia Stara. Ini adalah kesalahanku.”

“Yang Mulia Teodoro...toling menyingkirlah. Orang tua ini sudah membuat keputusan.”

Anak itu menghentikan Strada yang berusaha berdiri.

“Cukup sudah! Ini sudah cukup! Sebenarnya, ini sudah cukup! Jika kau tidak ada, aku...bagaimana aku bisa melakukan sesuatu!”

Anak itu berpaling, dan menunjukan sayap putiihnya yang membuktikan bahwa dia seorang [Anak Ajaib]. Dia dengan putus asa berkata

“...Aku...ayah dan ibuku...dibunuh oleh Iblis.”

Matanya melihat ke arah kita — keduanya dipenuhi dengan kesedihan.

“...Aku tidak akan memaafkan Iblis! Aku tidak akan membiarkan Iblis!

Anak itu berteriak. ...Mendengar kata-katanya, kita semua terdiam. ...Kedua orang tuanya dibunuh oleh Iblis? Dia adalah [Anak Ajaib] — setengah manusia dan setengah malaikat, maka ayah dan ibunya...dibunuh oleh Iblis? Strada memeluk anak itu dengan ekspresi sedih, dan berkata dengan pelan

“...Aliansi tidaklah buruk, karena mereka membentuk perdamaian. Tapi — dalam kasusnya, beberapa orang tidak bisa tertolong, dan beberapa orang juga akan menjadi marah. Entah itu Yang Mulia Teodoro, atau para prajurit yang kau hadapi hari ini, mereka mengangkat senjata setelah kehidupan mereka direnggut oleh Iblis.”

……

...Itu benar, ini yang disebut dengan kedamaian tidak akan mencapai semua orang. Semenjak kita merasakan perdamaian, lalu pasti juga ada orang yang merasa dirugikan...tapi, jika seperti itu, kami juga...!

“Kami—”

Sebelum aku mengatakanya, seseorang mendahuluiku.

“Kami!”

—Itu adalah Kiba. Kiba berkata

“...Kita hanya ingin hidup dengan damai. Kalian punya sudut pandang sendiri tentang kedamaian, dan kalian memiliki nilai sendiri mengenai hal itu. Namun, tuanku Rias Gremory, dan juga Ise-kun, Akeno-san, Koneko-chan, Asia-san, Xenovia, Gasper-kun, Irina-san, Rossweisse-san, Ravel-san, dan kelompok Sitiri, juga seluruh temanku yang tinggal di kota ini; kita telah bertahan dari situasi hidup dan mati serta telah banyak mengalami situasi buruk dan baik.”

Kiba sepertinya telah melepas topeng dirina, dan ekspresinya lebih jujur dari sebelumnya. Xenovia juga sependapat dengan Kiba

“Itu benar. Kita semua saling mendukung satu sama lain, sebagai kawan kita telah bertarung mempertaruhkan nyawa kami melewati segala rintangan. Walaupun jika Yang Mulia Strada dan Yang Mulia Teodoro tidak mengakuina, kita bertarung dengan harga diri! Jika ada orang yang tidak senang, maka kami akan terus bertarung untuk orang-orang yang memercayai kami!”

Mendengar kedua swordsaman — Para [Ksatria] Gremory berkata demikian, senyum kepuasan muncul di wajah keriput Vasco Strada.

“...Begitu, mata kalian penuh dengan emosi, dan sangat kuat. Putri Rias Gremory, kau punya sepasang [Kesatria] yang hebat.”

“Ya, mereka adalah [Ksatria] yang aku banggakan.”

Rias juga sangat bangga dengan dua [Ksatria]-nya. Walaupun Kiba dan Xenovia sama-sama berasal dari Gereja, jalan kehidupan yang ditempuh mereka berdua sangat jauh berbeda. Dan sekarang, ketika mereka melayani tuan yang sama, melalui pengalaman kehidupan mereka, mereka mulai untuk berpikir dengan cara yang sama sekali lagi—. Irina juga muncul diantara dua [Ksatria] pemberani, dan berdiri disamping mereka.

“Yang Mulia Strada, Yang Mulia Teodoro, aku juga — percaya bahwa Iblis adalah iblis. Tapi—”

Irina melihat ke arahku.

“Ada juga Iblis yang baik. Sama seperti manusia...bahkan di mitologi lain, ada juga dewa yang jahat diantara dewa baik.”

Setelah mendengar itu, Strada tertawa dengan keras dan puas.

“Hahaha! Ah... Ya, ya. Walaupun, kau seorang Malaikat, kau berbicara tentang Pagan God[14]... yang, ini adalah hasil dari aliansi, tapi ini juga berarti permulaan dari era baru...”

Prajurit tua itu meletakan tangannya di dagunya sambil berpikir. Tapi, sepertinya dia terlihat senang — namun, Strada mengambil pedangnya kembali.

“—Namun, tempat kalian berada telah membawa kalian ke arah yang sangat berbeda. Yang Mulia Teodoro, tolong menyingkir. Biarkan orang tua ini memperlihatkanmu teknik Durandal yang terakhir.”

...Tekadnya belumlah berkurang! Matanya masih dipenuhi api semangar! Bahkan jika dia akan mati ditangan kami, dia masih akan melanjutkanya sampai akhir! Tapi, kekuatanya tidak bisa kembali. Jika dia terus bertarung, dengan atau tanpa pengorbanan, kami pastinya akan memenangkan ini dalam waktu dekat...tapi, apa itu akan berakhir baik? Apa benar tidak apa-apa jika terus seperti ini? Saat aku sedang memikirkan hal ini, Kardinal muda itu menangis dan mencoba mencegah Strada.

“Sudah cukup! Sudah cukup! Yang Mulia Strada! Aku...sudah puas! Kau dan Yang Mula Cristaldi, dan para prajurit yang bertarung untukku...semuanya sudah cukup! ...Saat perasaanku dan kebencianku sudah tersampaikan langsung kepada mereka, kita bisa mundur sekarang. ...Jadi, akulah yang harus menerima hukuman! Aku akan menggunakan hidupku untuk menebus dosaku!”

Dari ekspresinya, aku bisa merasakan tekaad yang kuat. Anak itu menyadari perbuatan dan ucapanya, dia juga telah siap menerima hukuman. Strada memperlihatkan senyum ramah, dan dia dengan lembut mengusap kepala anak itu.

“...Anak kecil yang protes karena ketidak adilan adalah sesuatu yang umum terjadi di semua jaman. Ketidak sependapatmu sangatlah mulia, dan sangat murni. Karena itu, aku harus mengangkat pedangku lagi, sama juga dengan prajurit yang mengikutimu. Dan yang paling ingin kulihat adalah — mereka benar-benar menerima keyakinan dari dirimu dan para prajurit; mereka tidak membenci kita, mereka sebenarnya menerima kita, dan mendengarkan pendapat kita. Mereka...sudah berpikir matang bagaimana menghentikan kita. Bagaimana menerima pendapat kita tanpa menghancurkanya — saat itu, kita telahlah kalah.”

“—Uh.”

Mendengar perkataan sang prajurit tua, Kardinal Muda kehilangan kata-kata, dan menundukan kepalanya. ...Dari awa, orang tua ini telah mengerti situasi yang terjadi...namun; dia masih membawa ketidakpuasan dari anak itu dan para prajurtit, dan mengangkat pedangnya.... Strada berkata

“Dipikiranku dan pikiran Cristaldi, kita meminta pengampunan Tuhan. Yang Mulia Teodoro dan para prajurit masihlah lugu. Kejadian ini terjadi karena aku menyiram api denga minyak —setelah mendengar aspirasi mereka di pertempuran ini dan dengan kematianku, mereka akan bisa menemukan jalan kehidupan yang baru.”

—! Kakek ini! Dia berencana mengemban semua beban itu di pundaknya!? Dari aawal, untuk memahami ketidakpuasan para prajurit, dia menanggung semua tanggung jawab itu — Mendengar pernyataan Strada, para prajurit menangis.

“Yang Mulia!”

“Tolong jangan berkata seperti itu!”

“Yang Mulia, jika itu nyawaku, aku akan dengan senang hati memberikanya!”

“Kita telah siap untuk pergi ke api penyucian!”

Semuanya meneteskan air mata. Setelah mendengar usaha keras para prajurit yang mencegah pengorbanan sang prajurit tua. Melihat pemandangan ini, menunjukan bahwa para prajurit sangat menghormati Strada. Dalam keyakinan pria tua itu, kami — juga memiliki ekspresi yang rumit, kita tidak bisa memutuskan harus bertarung atau tidak. Ketika kedua sisi merasa jenuh dengan pertarungan —

“Bagaimana kalau kalian membiarkanku mengatasinya ♪”

Tiba-tiba, suara lain menggema di seluruh ruangan! Semuanya memeriksa sekitar, dan memusatkan perhatian mereka ke satu titik. Disana berdiri seseorang yang berpakaian gothic; seorang wanita yang memegang payung! — tidak, penyihir, Walburga! Orang ini! Mengganggu lagi! Semua orang mengarahkan senjata padanya! Penyihir membuat senyum puas.

“Saat-saat akhir bahagia, aku melangkah masuk ♪ — apa kau tidak berpikir ini seperti menuangkan minyak kedalam api?”

Setelah dia selesai bicara, Walburga menghentakan kakinya ke tanah. Dari kakinya, lingkaran sihir yang begitu banyak mulai menyebar dan meluas! Cahay memancar dari sana pada waktu yang bersamaan dan sangat terang, dan menyilaukan kita! Muncul dari lingkaran sihir itu adalah — segerombolan besar naga jahat produksi masal! Sepuluh, dua puluh, tiga puluh...jumlah naga jahat yang muncul dari lingkaran sihir itu mencapai angka ribuan! Benar, dalam situasi seperti ini, orang itu memanggil para naga jahat yang di produksi masal itu! Menutupi semua area hingga seluruhnya seperti tembok hitam — semuanya adalah naga jahat! Penyihit itu menyerang mendahului segorombolan naga jahat, dan mulai tertawa.

“Nah, sekarang tunjukkan pada mereka kekuatan kalian naga jahat ♪ ”

Walburga merentangkan tanganya dengan sangat ringan, sambil tertawa sangat jahat, tapi tepat ketika dia memberi perintah pada para naga jahat, Rossweisse-san tersenyum kecut.

“—Aku tahu ini akan terjadi.”

Rossweisse-san menjentikan jarinya. Setelah itu, seluruh ruangan mulai berkedip dengan cahaya perak! Langitnya, bangunan replikanya, tanahnya, semuanya memancarkan sinar keperakan! Tiba-tiba, para naga jahat kelihatannya kehilangan kekuatan mereka, dan terjungkal ke tanah! Bahkan mata mereka kehilangan tatapanya, dan menjadi tanpa emosi!

“—Uh! Apa ini...! Apa yang terjadi !?”

Sebagai hasil dari kejadian yang tak terduga ini, Walburga terkejut. Kita juga sedikit terkejut! Bagaimana, ini bisa terjadi!? Rossweisse-san tersenyum percaya diri sambil berkata.

“Ketika Qlippoth ikut campur, dan memanggil naga jahat, aku sudah mengantisipasinya sejak lama. Tempat ini didesain dan dibangun berdasarkan teknik pelindungku. Jika naga jahat dipanggil ke sini, kekuatan mereka akan tersegel.”

—Ah! Benar-benar! Setelah memerkirakan orang-orang itu akan ikut campur, segel untuk mencegah pergerakan mereka dalam memanggil naga jahat telah ditanamkan ke tempat ini!? Tapi, mereka datang kesini, adalah sesuatu yang telah diperkirakan. Mereka bergantung pada kuantitas untuk merepotkan kita. Namun, selama penelitian untuk menyegel Trihexa, Rossweisse-san mengajari teknik pelindung ini! Rossweisse-san melihat ke arah Asia.

“Sebelumnya Asia telah menang dari naga jahat yang di produksi masal, dan teknik ini digunakan atas dasar hal tersebut. Atas izinnya, aku menyelidiki naga jahat produksi masal miliknya. Ketika menciptakan area pelindung ini, aku juga menanamkan teknik itu untuk mencegah pergerakan mereka di dala,”

Sangat mengagumkan! Menggunakan petunjuk yang dia dapat dari naga jahat yang Asia dan Fafnir taklukan, dia bisa membuat suatu keberhasilan yang indah! Dalam hal ini, penyelesaian segel untuk Trihexa sudah dalam jangkauan! Dia benar-benar wanita Nordic yang berbakat! Mendengar ini, Walburga mengerutkan keningnya — tapi, dia tiba-tiba mulai tertawa.

“Waha, itu cukup menakutkan. Nah, sekarang waktunya aku lari ♪”

Dia baru saja datang, dan setelah menyadari dia berada dalam kerugian, dia ingin melarikan diri! Dia benar-benar yakin untuk melarikan diri! Walburga membuat lingkaran sihir transportasi dibawah kakinya, dan berniat untuk mundur — tapi, cahaya dari lingkaran sihir itu menghilang, dan menghilang.

“...Ini tidak bekerja? Teleportasi disegel?”

Walburga berbicara kasar dengan nada terkejut.

“—Tidak, semuanya telah disegel.”

Ada suara lain! Dibelakangku, disana berdi [Slash Dog], Ikuse Tobio diikuti seekor anjing hitam! Walburga terkejut ketika melihat Ikuse-san disana.

“—[Slash Dog]!”

Ikuse-san berbicara dengannya seperti seorang kenalan lama.

“Yo, lama tidak berjumpa, penyihir api ungu. Bagaimana dengan Holy Cross yang kau banggakan? Maaf, aku telah memutus semua sihir transportasi yang kau siapkan di luar area ini.”

Mendengar perkataanya, aku melihat ke angkasa — aku hanya bisa melihat banyak sekali ujung pedang yang mengarah kebawah, seperti tombak es...di atas area ini, pedang itu muncul dari mana saja...? Pedang berpilin itu memancalkan sinar yang tidak menyenangkan, dan pedang itu juga memiliki simbol yang diukir disana. Walburga sangat cemas ketika dia melihatnya!

“Ka-kau pasti bercanda! Aku menggunakan sepuluh ribuan mantra untuk teknik itu!? Dalam waktu singkat setelah aku berhasil menyusup, semuanya—”

“Benar, semuanya telah dimusnahkan. Pada dasarnya, aku bekerja di balik layar, jadi itulah yang harus kulakukan.”

“......Uh! apa kau benar seorang manusia...!?

Walburga kehilangan semua kata-katanya. Aku tidak tahu jika itu disebabkan karena tekniknya dihancurkan dalam sekejap, tapi sepertinya dia melihat Ikuse-san seperti dia melihat seorang monster. Ikuse-san berkata padaku

“Cepat putuskan serangan terakhir, Hyoudou Issei-kun. Naga legendaris haruslah bersinar di tengah-tengah pertunjukan.”

“Ah, ya!”

Kalau begitu! Terimakasih Rossweisse-san dan juga Ikuse-san, fungsi naga jahat telah dihentikan, dan Walburga telah berhasil dijebak di sini! Walaupun ini mungkin tidak sopan bagi Strada-jisanm tapi biarkan aku menangani penyihir itu terlebih dahulu! Semua anggota [DxD] memfokuskan perhatian mereka kepada Walburga. Itu semua karena semua orang tahu bahwa orang paling berbahaya di sini adalah penyihir itu. Walburga bisa merasakan permusuhan yang timbul dari semua orang, dan terkekeh, sebelum tertawa keras.

“Ahahahahahahaha!”

Walburga merentangkan tangannya! Sebuah raungan terdengar di belakangnya lalu api ungu ikut berkobar di belakangnya, membentuk sebuah salib!

“Baiklah, aku akan membiarkan kalian merasakannya! Balance Breaker-ku!”

Walburga menaikan semangatnya dalam satu tarikan nafas, dan api ungu itu merespon dengan melebar secara cepat! Mereka perlahan berubah bentuk, terus tumbuh, dan terkadang membentuk sebuah pola! Itu adalah salib yang sangatlah besar! Dan yang terpaku di sana adalah — naga raksasa berkepala delapan! Itu sangat besar! Panjang tubuh raksasanya sekitar dua ratus meter! Namun, aku tidak asing dengan itu! — itu adalah Yamata no Orochi! Tidak heran kenapa terlihat mirip. Dikesempatan lain, aku bertarung dengan seorang pendekar pedang yang dimanupilasi oleh itu! Walbutga berdiri di depan Yamata no Orochi yang terbuat dari api ungu dan berkata

“—Ini adalah Balance Breaker subspecies: [Incinerate Antiphon Calvario] ♪”

Strada melihat naga jahat yang terikat di salib dan berkata

“Aku mendengar bahwa kemampuan pengguna Holy Cross yang sekarang; mengubah bentuk dan kemampuan sesuai dengan objek yang tersalib. Yamata no Orochi sudah tersalib di sana, bukankah begitu?”

Jadi Balance Breaker subspesiesnya mempunyai kemampuan seperti itu! Setelah mendengarnya, penyihir itu berkata

“Pedang Yaegaki-kun hanya memiliki setengah dari jiwa [Yamata no Orochi] di dalamnya, dimana setengahnya lagi diserap oleh api unguku. Itu karana Longinus ini mempunyai kemampuan unik ♪”

...Dari semua yang bisa diserap, itu adalah naga jahat! Menggunakan kemampuan suci untuk menyegel jiwa naga jahat, lalu menggunakan kekuatannya itu sedikit membingungkan! Tapi, walaupu itu adalah naga jahat, tubuhnya terbuat dari api suci. Iblis pastinya akan musnah jika terkena api itu. Namun, seseorang dengan berani melangkah ke depan—dia adalah Xenovia. Dia memegang Excalibur dan Durandal di kedua tangannya sambil melangkah ke depan.

“Biarakan kau. Sekarang, aku pasti bisa.”

Ekspresinya penuh dengan percaya diri, digambarkan dengan sikap terang-terangannya itu. Di pertarungan melawan Strada sebelumnya, mungkin Xenovia telah menguasai kekuatan sejati Durandal. Tapi, aku juga akan menemanimu! Aku berdiri di samping Xenovia, dan menunjuk Walburga sambil berkata

“Sekarang, kau akan dikalahakan oleh kami!”

Setelah aku mengatakan itu, aku memerintakan wyvern untuk menyebar! Xenovia berdiri dengan tenang, dan mulai meningkatkan kekuatan dari ke dua pedang suci. Aku dengan jelas bisa melihat intensitas dan aura suci yang sangat kuat yang membungkus pedangnya!

“Kau pikir dua orang saja cukup untuk memberiku pelajaran!?”

Aku menghindari sihir yang dilepaskan Walburga dan juga nafas dari Yamata no Orochi, lalu mulai meningkatkan kekuaatan! Musu adalah seorang wanita. Baik Dress Break maupun Bilingual pasti bisa digunakan! Tapi, Azazel-sensei bilang Walburga mungkin akan menggunakan sihir untuk bertahan dari teknik itu! Baiklah, yang harus kulakukan—adalah menembus sihirnya! Aku memerintahkan wyvern untuk mengelilingi Walburga! Aku membiarkan mereka untuk melayang bebas diatasnya! Walburga merasa kesal, dan menembak mereka dengan sihir untuk menjatuhkannya. Tapi hanya menembak satu atau dua dari mereka tidaklah berdampak banyak! Selama salah satunya masih bisa mengenainya, maka itu sudah cukup untuk mengaktifkan kemampuanku!

[Reflect!]

Wyvern dengan bebas terbang di udara sambil memantulkan sihir penyihir itu sambil mengelilinginnya, mencari celah. Akhirnya, satu dari mereka berhasil menyentuh pundaknya! Dalam sekejap, rumus teknikku berada di pundak Walburga! –Sudah saatnya! Aku memusatkan kekuatan di tangan kananku, lalu berteriak!

“—Penetrate!”

[Penetrate!!]

Suara dari Sacred Gear-ku bergema dengan keras! Lalu, aku meningkatkan kekuatan Iblisku untuk melebarkan ruangan misterius di sekitarku!

“—Bilingual!”

Teknik—sudah mengurung Walburga! Bilingual berhasil bekerja pada penyihir itu! Setelah itu, oppai Walburga mulai berbicara padaku tentang apa yang dipikirkan penyihir itu.

“Setelah ini, aku akan menggunakan sihir untuk serangan elemen, bersamaan dengan [Yamata no Orochi] untuk menjatuhkan Sekiryuutei. Aku juga akan mencair kesempatan di waktu yang sama, dimana aku akan melepaskan api ungu kepada para anggota [DxD] yang menonton dari samping.”

—Ah! Walaupun aku bisa mengetahui rencana Walburga, suara dari payudaranya terdengar kasar, kaisar dari pertempuran Sengoku!? Mereka adalah oppai!? Aku terguncang hebat! Ah, baiklah, tapi tetap mereka memberitahuku apa yang penyihir itu rencanakan! Aku terbang ke depan untuk mengantisipasi tindakan penyihit itu, sambil menjatuhkan seluruh serangan sihir elemen, dan menjatuhkan serangannya! Walburga sangat terkejut saat menyadari aku menggunakan Bilingual padanya!

“Ini tidak mungkin!? Aku terkena teknik menjijikan itu!? Ba-bagaimana bisa, aku!”

Juga karena situasi tidak berpihak padanya, dia lebih menerima syok yang lebih hebat dari Bilinguar! Kekuatan itu memang sedikit unik, aku sungguh minta maaf! Namun, selama aku menggunakannya bersamaan denga Penetrate, itu sangat tidak terkalahkan melawah mush perempuan sejauh ini! Aku bisa mengantisipasi tindakanmu! Lalu, hasilnya adalah! Aku berhasil menghindar dari sihir penyihir itu yang terdiri dari berbagai macam atribut yang jauh lebih beragam dan kuat dari milik Rossweisse-san, aku menjatuhkanya dengan ao naga, dan menutup jarak dengan cepat! Aku dengan gemetar menaruh tanganku pada Walburga; itu kebiasaan!

“Dress Break!”

Aku dengan menyobek pakaian Walburga tanpa ragu! Mmm! Bentuk payudaranya tidaklah begitu bagus! Kecil sama seperti bokognya! Akhirnya aku melakukannya pada penyihir ini! Kerja keras dan dedikasiku dalam menekuni kemesuman akhirnya berbuah!

“Mou, dasar naga mesum!”

Daripada membuat keluhan, bahkan dalam situasi seperti ini, Walburga tidak berniat menutup tubunnya, dan terus menyerangku; syukurlah, syukurlah! —Lalu, Xenovia membuat pernyataan!

“—Aku datang, Ise. Ini dia!”

Xenovia berkata demikian, dan mengangkat ke dua pedang suci—walaupun mereka melepaskan konsentrasi, tekanan aura yang belum pernah terbayangkan, mereka tetap stabil! Xenovia berkata

“Karena aku tidak bisa mengendalikan kekuatan agresif Duradandal, dan sementara menggunakan Excalibur untuk menekannya. Terlebih lagi, aku juga berusaha menguasai beragam kemampuan Exalibur dan berlatih menggunakannya. Namun, Durandal dan kemampuanku—masih terus bergejolak di dalam diriku. Gaya bertarung alamiku sebenarnya benar—tapi, aku dibutakan untuk mengejar kekuatan, aku melenceng dari gaya alamiku. Setelah merevisi, aku kembali menguji diriku lagi, dan memutuskan untuk kembali ke gaya lamaku.”

Dengan penggabungan kekuatan Durandal + Excalibur Destruction atau Ascalon, sebelumnya dia pengguna dua pedang, tapi setelah menghadapi mush yang tidak bisa dikalahkan hanya dengan kekuatan, dia juga mula menggunakan berbagai macam teknik dan kemampuan dari Excalibur. Namun gaya bertarung yang dia gunakan dihadapanku sekarang sama seperti sebelumnya; meningkatkan kekuatan menggunakan dua pedang—disamping itu, aura yang mengelilinginnya, dan sikapnya sangat jauh berbeda dari sebelumnya. Daripada menggunakan agresifitas, aura suci itu sangatlah stabil, dan tidak terasa berbahaya sama sekali. Xenovia menindih ke dua pedang itu untuk membentuk silang, dan berteriak!

“Karena pengalaman yang kulalui sejah ini, aku bisa kembali lagi ke diriku yang dulu! Mereka sudah mendarah daging jadi aku bis dengan sempurna mengendalikan Durandal! Ayo Durandal, menajam! Juga Excalibur! Dengan Durandal, dukung aku dari sisi, dan bimbing aku untuk melangkah lebih jauh!”

Aura suci dari Durandal dan Excalibur dilepaskan! Cahaya menyilaukan dipancarkan dari kedua pedang itu menutupi seluruh ruangan, hinga mencapai ke langit! Xenovia mengangkat ke dua pedang suci yang keduanya sedang menghasilkan aura suci yang luar biasa! Namun, hembusan api yang begitu hebat keluar dari naga jahat berkepala delapan yang terbuat dari api ungu, berusaha melumat Xenovia! Bola api dari api ungu! Karena itu diisi dengan aura suci dari holy relic, kekuatannya terhadap Iblis adalah sekali kena mati jika terkena secara langsung! Namun, ada teman-teman yang tersisa untuk menghadapinya!

“Aku tidak akan membiarkannya!”

“Benar!”

Irina dan Koneko-can dengan sigap menggunakan Hauteclere dan kekuatan penyucian untuk menghentikkan bola api!!

<<Bagaimana aku bisa membiarkannya!>>

“Begitulah.”

Darkness Gasper dan Kiba menggunakan pedang dark holy-demonic dengan percaya diri menghadapi sisa bola api dari depan! Bocah Gasper itu semakin lama semakin seperti monster!

“Kita juga!”

“Eh!”

“Penghancuran adalah pedoman dari Gremory.”

Kelompok one-san Akeno-san, Rias, Rossweisse-san satu per satu melepaskan Holy Lightning Dragons, peluru dari Power of Destruction, dan peluru sihir, dimana menghancurkan kepala naga jahat itu satu persatu! Ketika itu soal penghancuran, kita adalah ahlinya! Di leher Yamata no Orochi yang kepalanya telah hancur, api ungu berkumpu, dan dia kan kembali meregenasi kepalannya yang sudah hilang. Di waktu yang bersamaan, beberapa tali yang tertutupi api hitam memanjang ke arahnya!

“—Kerja Bagus.”

Saji! Tali yang ke luar dari armor di tangannya memanjang, dan mengikat seluruh tubuh naga jahat itu! Tubuh raksasa dari api ungu itu perlahan tertutupi oleh api hitam pekat! Kutukan yang bisa dilihat dengan mata telanjang itu muncul, dan membungkus tubuh api ungu naga jahat itu! Kutukan Vritra sangat kuat, saat itu menyentuh tubuh, akan sangat sulit untuk melepaskannya. Saat api itu menimbulkan rasa sakit kekuatan dan jiwa musuh perlahan akan berkurang, terkadang menghabisinya hingga menjadi debu. Tali itu bisa dengan kuat menempel di tubuh mush, dan menyerap kekuatan mereka, dan itu bisa membuat orang tergakum ketika melihat kekuatan seperti itu.

“—Xenovia-san, ini adalah pekerjaanku sebagai kandidat wakil ketua untuk menyapa dan menunjukkan dukunganku padamu yang seorang kandidat presiden. Setelah ini, kuserahkan sisanya padamu.”

Saji berkata pada Xenovia sambil mengacungkan jempol! Mendengar candaan Saji, dia tersenyum senang dan menjawab

“Ah, ya, aku tidak akan menahan diri lagi! Kita bertiga adalah pedang yang tajam ayo maju bersama!”

Xenovia membentuk silang dengan kedua pedang suci yang terus meningkatkan aura suci, dan melepaskan tebasannya! Semburan dari auranya bisa dilihat berbentuk silang besar, dan itu melaju ke depan! Dalam sekejap, semua yang dilaluinya terbelah menjadi dua. Pada akhirnya, silangan itu memotong api ungu raksasa berbentuk [Yamata no Orochi]! Sungguh ironis bahwa Holy Cross, dimana sebuah pusaka suci, terbelah oleh tebasan silang yang dihasilkan gelombang dari dua pedang suci—gelombang yang memotong api ungu berbentuk naga raksasa juga membelah ruangan buatan ini menjadi dua, menciptakan celah besar di sana. Melihat ke arah celah itu, bahkwan celah dimensi dapat dilihat dari situ.

“—Cross Crisis, itulah namanya.”

Xenovia membuat keputusannya setelah mengatakan itu! Walaupun itu hanya separuh jiwanya, bisa mengalahkan Holy Cross dan naga jaha, kekuatan itu sedikit luar biasa! Namun, aku tidak bisa membiarkan Xenovia menguasai panggung! Baiklah, aku juga ingin mendaratkan pukulan kemenangan!

“...Ini pasti bohong, kenapa api unguku...!”

Walburga terpaku di tempat akibat pukulan keras dimana Balance Breaker-nya dibelah dua oleh sebuah serangan! Aku tanpa memberi belas kasihan menggunakan wyvern untuk meningkatkan kekuatan, bersiap untuk Crimson Blaster!

“...Naga jahat tidak bisa disegel sepenuhnya ke Holy Cross...? tapi [Incinerate Anthem] di dalam tubuhku berkata dengan jelas bahwa itu mungkin...!”

Menghadapi penyihir yang membisu itu, aku selesai mengisi energi, dan melepaskan serangan!

“Crimson Blaaaasteerrr!”

[Fang Blast Booster!!!!]

Aura merah yang sangat besar dilepaskan dari meriamku menutupi penyihir itu—.

Catatan Penerjemah dan Referensi[edit]

  1. “Ane” berarti kakak perempuan.
  2. Roland dan Oliver adalah pengguna asli Durandal dan Hauteclere, dari syair legendaris “The Song of Roland”. Oliver adalat teman dekat, penasihat dan orang kepercayaan Roland.
  3. Teriakan pertarungan. Sesuatu seperti “Yeeeaaaaaaaahhhhhhhhhh”
  4. Peluru
  5. Manusia serigala
  6. Saya tidak bisa menafsirkanya dengan benar mungkin itu seperti ‘Santai aja’, ‘pelan-pelan’, ‘woles’.
  7. Ishibumi menggunakan karakter dari film “Alice in Wonderland” (kalau ngk tau cari tau di Google) dan ini merujuk pada pesta teh yang dihadiri Alice, Mad Hatter, Dormous dan March Hare.
  8. Sosok tiruan
  9. FYI bagi yang belum tahu, berikut nama-nama pedang Excalibur di serial ini: Mimic, Nightmare, Transparency, Destruction, Rapidly, Collbandre, Ruler
  10. Maksudnya disini bayangan dirinya itu memiliki kepadatan, bisa disentuh (Mulai dari sini saya pake kata bunshin aja soalnya susah nerjemahinya).
  11. “Speranza Bolla di Sapone” adalah tulisan furigananya yang menggunakan bahasa Italia, bila diartikan menjadi “Bola Harapan Berwarna Pelangi”.
  12. Disini maksudnya biarawati
  13. Strada
  14. Tuhan selain dari yang umat Kristiani percayai.