High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 7 Life.1

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Life 1 : Kedamaian yang terbaik[edit]

Bagian 1[edit]

Akademi Kuou sepanjang istirahat siang. Aku tengah menyantap bento (bekal makanan di Jepang) dengan Matsuda, Motohama, dan Asia.

“Kalau kuingat ingat, sudah hampir piknik sekolah. Kita harus memutuskan kelompok kita.”

Motohama mengatakan itu sambil memakan telur goreng.

Oh iya, piknik sekolah sudah dekat. Kami, kelas dua, akan pergi ke Kyoto. Belakangan, begitu banyak hal terjadi sampai aku nyaris lupa. Pada saat itu seragam kami akan berganti ke seragam musim dingin. Meski hawa panas dari musim panas masih terasa.

“Hmm, apa kita membuat kelompok dengan 3 atau 4 orang?”

Saat aku mengatakan itu, Matsuda mengangguk.

“Oh iya, ternyata tempat dimana kita tidur adalah untuk 3-4 orang. Jadi kita harus membentuk kelompok dengan kita bertiga. Apalagi kita dibenci oleh siswa yang lain.”

Jangan katakan itu botak! Aku sangat memahami itu.

Setelah musim panas hidup atau mati berakhir, opini tentangku cukup banyak berubah. Meski kami bertiga dibenci oleh gadis gadis lain karena menjadi siswa SMA mesum. Sekolah ini memiliki rasio wanita lebih tinggi, karena hal itulah mereka memiliki opini yang sangat ketat.

Aku akrab dengan Asia, Xenovia, Irina, dan Kiryuu. Jadi kami makan bersama seperti ini. Tapi dengan gadis lain, tidak.

“Trio mesum. Apa kalian ingin berpasangan dengan kelompok kami saat piknik? Itu adalah surga karena akan terdiri dari empat Bishojo tahu?”

Gadis yang mengenakan kacamata mengatakan itu. jangan katakan ‘surga’ dengan muka mesum begitu!

“Yeah, selain kamu mereka adalah trio-bishojo.”

Matsuda mengatakan itu sambil mengangguk, dan kepalanya kemudian dipukul oleh Kiryuu.

“Diam! Oke, mari abaikan saja cowok ini. Hyodou, itu Asia, tahu?”

“Ise-san, apa kamu mau berpasangan denganku?”

Asia bertanya sambil tersenyum. Mou! Kalau Asia-chan memintaku seperti itu, aku akan bingung!

“Tentu saja, tentu aku mau!”

“Ya!”

Peluk!

Aku dan Asia melupakan makan siang kami dan berpelukan!

“K-Kalian nampaknya jadi lebih ‘dekat’ setelah festival olahraga berakhir.......kalian berbicara dua puluh empat jam tujuh hari sembari mengirimkan tatapan cinta.......”

Kiryuu mengatakan itu sambil menekan kacamatanya ke atas.

“Fufufu. Asia dan aku membagi satu jiwa dalam satu tubuh. Kami selalu bersama, iya kan?”

Aku kemudian meminta Asia menyuapiku sosis Vienna sambil berkata ‘Aaah’.

“Ya. Aku akan selalu bersama Ise-san!”

Ya. Rasanya jarak diantara aku dan Asia menjadi lebih kecil setelah festival olahraga. Sebelumnya aku menganggap hubungan kami seperti kakak beradik, dan aku mencoba melindungi Asia sebagai kakaknya........

Y-Ya. Setelah ciuman, aku juga mulai menganggap Asia sebagai seorang gadis.......ketimbang adik perempuan, saat ini aku lebih sering memandangnya sebagai seorang gadis. Di saat yang sama aku jadi semakin menyayanginya. Aku menyayanginya seperti sebelumnya, namun setelah merebut kembali Asia dari Diodora, aku menyadari betapa pentingnya Asia bagiku.

Aku terus berpikir kalau “Aku harus tetap dengannya selamanya!”. Berbeda dari kekasih. Namun lawan jenis di dalam keluarga. Namun itu juga berbeda dari adik perempuan.

Kupikir aku akan terus bersama Asia sampai hari kematian kami. Meski aku tak tahu berapa ratus atau ribu tahun lamanya. Namun aku akan memperhatikan Asia untuk seumur hidupku.

Oh, dan kutambahkan satu hal lagi. setelah insiden itu, Asia sering memberiku ciuman pagi di pipiku setiap pagi!

“Oke, jadi seperti itu, jadi kami akan berpasangan dengan kalian. Aku tak bisa meninggalkan Asia dengan cowok lain karena dia masih murni dan tak bisa menolak permintaan orang lain. Dan kalau begitu, Xenovia-chi dan Irina-san juga akan bergabung kan?”

Xenovia berhenti memakan bento sangat besar dan mengangguk oleh ide Kiryuu.

“Ya. Aku juga ingin bersama dengan Ise.”

“Akan lebih menyenangkan bersama Ise-kun!”

Irina yang tengah memakan roti juga setuju.

“Siaaaaaaaaaaaaaaal! Kenapa hanya Ise saja yang populer seperti ini!? Astaga, Tuhan sungguh kejam! Aku juga ingin dipeluk oleh bishojo!”

Matsuda merengek. Iya iya, Tuhan memang sudah mati. Dan ketimbang populer, aku hanya berada dalam lingkungan yang nampak seperti itu.

Namun sepertinya aku populer dari sudut pandang berbeda, jadi aku takkan mengatakan apa apa. Tunggu, apa aku populer kalau hanya terbatas pada Asia? Namun cinta diantara aku dan Asia berbeda dari harem yang mesum. Jadi terasa rumit bagiku.

“Hmm, belakangan nampaknya ada begitu banyak “flag” untuk Ise.....kalau aku bisa melihat hal semacam itu dengan jelas, aku akan mematahkannya dengan martil.......”

Motohama mengatakan itu seperti kutukan sambil membetulkan posisi kacamatanya.......matamu seram........

“Kalau begitu, mari bergerak berkelompok dengan tujuh orang ini. Kiyomezu-dera! Dan Kinkau-ji! Dan Ginkaku-ji tengah menanti kita!”

Kiryuu menyatakan itu dengan kacamata berkilau.

Yang pasti, anggota untuk piknik sekolah kami telah diputuskan. Laki lakinya adalah aku, Matsuda, dan Motohama. Kami bertiga. Ceweknya antara lain Asia, Xenovia, Irina, dan Kiryuu. Mereka berempat. Kelihatannya kami akan berkeliling Kyoto dengan anggota ini. Kalau kuingat ingat disana ada kuil bernama Tenryuu-ji (Kuil Naga Langit). Aku memiliki satu dari kedua Naga Langit Ddraig bersemayam di dalamku jadi mungkin bagus untuk pergi ke sana.

Jadi piknik sekolah sudah semakin dekat huh.

Hmm, mungkin aku harus pergi berbelanja dengan Asia dan yang lain untuk membeli barang barang yang diperlukan.


Bagian 2[edit]

Sepulang sekolah, ruang klub.

Ini hampir waktunya untuk pulang, dan kami tengah mengobrol tentang piknik selagi meminum teh.

Pembina kami, Azazel-sensei, belum datang ke ruang klub hari ini. Belakangan, dia terus kembali ke Dunia Bawah untuk mendiskusikan sesuatu. seorang pemimpin memang sibuk. Meski begitu, dia masih muncul di sekolah, jadi kehidupan sekolah pasti menyenangkan baginya.

“Kalau kuingat, ini hampir waktunya piknik sekolah untuk siswa kelas dua.”

Buchou mengatakan itu sambil meminum teh hijau dengan elegan.

“Dimana Buchou dan Akeno-san pergi tahun lalu?”

Akeno-san menjawab pertanyaanku.

“Kami juga pergi ke Kyoto. Aku pergi ke Kinkaku-ji, Ginkaku-ji, dan lokasi lokasi lain bersama Buchou.”

Buchou menganggukkan kepalanya dan melanjutkan.

“Ya. Tapi hanya ada jumlah tempat terbatas yang bisa kamu datangi selama tiga hari empat malam. Kamu harus berpikir untuk pergi ke mana saja dan membuat rencana sebelumnya dan bergerak menurut itu. kalau kamu tak memasukkan waktu untuk makan dan untuk cuci mata, kamu akan menyesalinya. Kamu akan bepergian menaiki bus dan kereta, namun banyak waktu akan terbuang selagi kamu bepergian dengan kendaraan itu.”

“Saat itu gawat karena kami tak berpikir tentang waktu transportasi. Buchou ingin pergi ke mana saja, jadi kami kehilangan waktu untuk pergi ke Nijou-jou yang kami rencanakan untuk dikunjungi terakhir. Jadi dia menginjak injak dengan kakinya di stasiun kereta.”

Saat Akeno-san mengatakan itu dengan tertawa kecil, wajah Buchou menjadi merah.

“Mou, kamu berjanji takkan mengatakan itu, ingat? Saat itu aku sedang bersemangat. Bagi pecinta Jepang sepertiku, itu adalah Kyoto yang sangat kukagumi. Jadi mataku terpikat oleh panorama kota dan toko toko suvenir lebih dari yang diperlukan.”

Buchou mulai berbicara tentang memorinya. Dia pasti sangat menikmati Kyoto.

“Apa kamu belum pernah ke Kyoto sebelum piknik sekolah? Kan bisa tinggal memakai lingkaran sihir.”

Saat aku mengatakan itu Buchou berkata “tidak, tidak” dengan jemarinya.

“Kamu tak paham Ise. Terasa bagus karena kamu mengunjungi Kyoto untuk kali pertama di piknik sekolah. Dan bepergian dengan lingkaran sihir. Aku takkan melakukan hal tanpa selera seperti itu. itu adalah Kyoto yang sangat kurindukan, jadi aku ingin berjalan jalan dengan kakiku sendiri dan merasakan embusan angin dengan kulitku sendiri.”

Ah, mata Buchou mulai nampak berbinar binar. Buchou menjadi nampak penuh impian kalau ada sesuatu yang berkaitan dengan Jepang.

Dia pernah bilang kalau dia ingin memiliki gaya hidup yang terus berjalan diantara Jepang dan Dunia Bawah bahkan setelah menjadi kepala keluarga Gremory. Oh iya, Azazel-sensei berkata kalau dia juga akan datang dengan kami ke piknik sekolah. Dia ternyata juga ingin menikmati Kyoto.

Setelah menghabiskan tehnya, Buchou mengubah topik.

“Piknik juga penting, tapi kita juga harus diskusikan tentang apa yang kita akan lakukan di Festival sekolah.”

“Ah, Festival sekolah juga hampir tiba. Sekolah kita tak memiliki waktu sebanyak itu diantara festival olahraga, piknik sekolah, dan festival sekolah dan mereka terjadi berturut turut. Berpikir seperti itu, siswa kelas dua seperti kami akan sibuk.”

Ya, festival sekolah berlangsung setelah piknik sekolah. Ada begitu banyak event di semester kedua.

Buchou menerima lembaran dari Akeno-san dan meletakkannya di atas meja. Sepertinya kami harus menulis ide untuk Klub Penelitian Ilmu Gaib dan mendaftarkannya ke OSIS.

“Karena itu kita perlu berdiskusi tentang festival sekolah sekarang dan mempersiapkannya. Kalau sudah diputuskan sebelumnya, anggota kelas tiga dan kelas satu bisa mempersiapkannya selagi kalian pergi. Ada begitu banyak anggota di tahun ini jadi itu akan menjadi bantuan besar.”

Seperti yang Buchou katakan. Piknik sekolah itu penting namun kami juga harus berfokus pada Festival sekolah!

“Festival sekolah! Aku sangat menantikannya!”

Asia sepertinya sangat menantikannya. Asia menyukai event semacam ini.

“Ya. Aku juga menikmati event di sekolah. Festival olahraga sangat hebat.”

Biarpun ekspresinya tidak berubah, mata Xenovia nampak berbinar. Dia juga sudah membuat amukan besar di Festival olahraga. Dia meraih tempat pertama di semuanya. Setelah festival sekolah, tiap tiap klub olahraga berusaha keras merekrut Xenovia ke dalam klub mereka.

“Itu akan jadi pengalaman pertamaku dalam hal itu, jadi aku sangat menantikannya. Aku sungguh pindah sekolah di saat yang tepat! Ini juga pasti bimbingan dari Michael-sama!”

Irina mengatakan itu sembari membuat pose berdoa ke Surga. Trio Gereja nampaknya sangat menantikan Festival Olahraga. Itu mungkin juga ada hubungannya dengan fakta kalau mereka belum pernah mengalami hal hal semacam itu karena tradisi dalam Agama mereka.

“Tahun lalu......rumah hantu kan? Aku belum bergabung dalam klub saat itu, tapi kudengar rumah itu terlihat realistis dan menjadi topik panas.”

Aku tak memasuki rumah hantu, tapi salah satu teman sekelasku masuk dan berkata kalau hantunya kelihatan sungguhan. Katanya semua hantu yang muncul kelihatan nyata.

“Ya. Soalnya kami memakai hantu betulan saat itu, jadi wajar saja kalau menyeramkan.”

Buchou mengatakannya seolah itu bukan apa apa.

“H-hantu betulan.......?”

Saat aku bertanya, Buchou menjawab dengan normal sambil tersenyum.

“Ya. Aku meminta beberapa youkai yang tak berbahaya bagi manusia untuk mengisi peran menakut nakuti orang orang. Para Youkai itu juga bermasalah karena mereka tak punya pekerjaan, jadi itu bagus untuk kedua belah pihak. Berkat itu, rumah hantu menjadi sukses besar.”

Buchou dan Akeno-san mulai tertawa seperti Onee-sama.

“Kami dimarahi oleh OSIS setelah itu. Sona-Kaichou yang masih sebagai wakil presiden pada saat itu meneriaki kami dengan berkata “Memakai hantu sungguhan itu sama sekali melanggar aturan!””

Akeno-san, aku juga berpikir kalau kalian memang mengabaikan aturan........

“Lalu apa akan membuat rumah hantu lagi tahun ini? Atau haruskah kita adakan pertunjukan sirkus yang melibatkan Vampir-dalam-kotak?”

Gasper membuat wajah aneh dan mulai memukul mukul kepalaku.

“Senpai kejam! Kamu selalu memakaiku sebagai lelucon!”

Bermain main dengan Kouhai (junior)mu adalah hak istimewa seorang senpai (senior)! Aku akan terus mengerjai Gasper sampai aku lulus. Bagaimanapun juga dia anak laki laki yang berharga. Aku akan terus mengurusnya dengan baik.

Buchou kemudian mulai berpikir tentang saranku.

“Mungkin kita harus lakukan sesuatu yang baru......”

Saat Buchou hendak mengatakan sesuatu, telepon kami berdering di saat yang sama. Semua orang tahu apa maksudnya sehingga kami saling bertukar tatap. Buchou menarik nafas panjang dan mengatakannya dengan nada serius.

“-Ayo pergi!”


Bagian 3[edit]

Pabrik terlantar di dalam kota.

Kami, kelompok Gremory, dan Irina tengah berkunjung kemari.

Matahari sudah tenggelam dan langit menjadi gelap. Terdapat beberapa kehadiran di dalam pabrik gelap. Dan mereka bercampur dengan permusuhan dan hasrat membunuh.

“-Kelompok Gremory huh. Kalian datang cepat sekali.”

Seorang yang muncul dari kegelapan adalah seorang pria yang mengenakan jubah hitam. Dari kegelapan disekitar pria itu, benda benda hitam abnormal dengan bentuk manusia menunjukkan diri mereka. Bukan hanya belasan. Mungkin ada sampai ratusan jumlah monster humanoid itu di dalam pabrik. Buchou mengambil selangkah ke depan dan bertanya dengan nada dingin.

“Khaos Brigade – Kutebak kalian dari golongan Pahlawan? Hallo. Namaku adalah Rias Gremory. Aku adalah Iblis Kelas Tinggi yang diminta mengurus kota ini oleh aliansi tiga Kekuatan Besar.”

Mendengar sapaan Buchou, si pria itu menyeringai.

“Ya, aku mengenalmu. Adik perempuan Maou. Tujuan kami adalah memurnikan kalian para Iblis dan menyelamatkan kota ini.”

Dia menatap kami seolah kami adalah sampah.

Ya, orang ini adalah anggota dari kelompok bernama “Golongan Pahlawan” dari Khaos Brigade! Belakangan ini, golongan Pahlawan ini terus membuat serangan berskala kecil di dalam kota. Lebih tepatnya ada banyak insiden dimana orang orang dari golongan Pahlawan menyerbu tempat tempat penting bagi tiap tiap golongan.

Belakangan ini kami terus mengurus mereka. Dalam banyak kasus lawan kami adalah manusia.....

Kemudian dua orang muncul di samping pria itu. mereka adalah manusia. Seorang yang memakai kacamata dan seorang yang mengenakan kostum bangsa China. Mereka bertiga adalah orang asing.

Dan kalian bisa berkata kalau benda benda hitam abnormal aneh itu adalah para petarung mereka. Sepertinya golongan Pahlawan memakai itu sebagai senjata mereka. Biarpun mereka adalah petarung, mereka sangat kuat sampai takkan bisa dilawan oleh Iblis Kelas Rendah. Setidaknya kalian harus memiliki kekuatan Iblis kelas Menengah atau lebih tinggi, dan beruntungnya dari segi kekuatan kami ada diantara Iblis Kelas menengah dan Iblis Kelas Tinggi.

FLASH!

Gauntletku bersinar merah. Penghitungan sudah selesai jadi aku segera memasuki Balance Break! Aku mengenakan armor dan melangkah ke depan sebagai penyerang depan. Di saat yang sama aku mengeluarkan Ascalon dan menyerahkannya pada Xenovia. Xenovia menangkapnya dan mulai memasang kuda kuda.

Penyerang depan dua orang terdiri atas aku dalam Balance Breaker dan Kiba berdiri di depan. Sedikit jauh dari kami adalah Xenovia. Perannya adalah mendukung kami dan di saat yang sama menyerang musuh sebagai penyerang depan.

Penyerang tengah adalah Irina, Koneko-chan, dan Gasper. Mereka mendukung penyerang depan dan melindungi penjaga belakang, dan juga melakukan hal hal seperti pendukung kekuatan tengah. Lalu Koneko-chan dan irina berperan mengalahkan musuh yang kami lupa habisi.

Penjaga belakang adalah Buchou, Akeno-san, dan Asia. Buchou adalah pemimpin serta melakukan serangan pendukung. Akeno-san juga mendukung kami dengan menyerang dari belakang dengan kekuatan Iblisnya. Peran Asia adalah mengirim aura penyembuh pada penyerang depan kalau kami sampai terluka.

Ini bukan formasi kelompok Gremory, namun formasi Klub Penelitian Ilmu Gaib saat Irina ditambahkan. 3-3-3. Aku akan jatuh ke posisi penyerang tengah kalau tak dalam mode Balance Breaker dan memiliki peran pendukung. Nanti menjadi 2-4-3.

Formasinya sedikit berbeda dengan saat di Rating Game. Game memaksamu menggerakkan rekan rekanmu mengikuti arah jalannya pertarungan.

Saat musuh melihat formasi kami, pria yang mengenakan jubah hitam menciptakan sesuatu yang sepertinya adalah api putih dari tangannya.

Kiba yang berada di sampingku menyipitkan matanya.

“---! Pemilik Sacred Gear yang lain.”

Begitu. Jadi orang itu juga.......

Para anggota yang golongan Pahlawan kirim pada dasarnya adalah pemilik Sacred Gear. Jadi mereka datang pada kami dengan memakai kekuatan yang dianugerahkan pada mereka dari ‘Program Sacred Gear’ yang Tuhan tinggalkan.

“Ini jadi masalah. Belakangan, kita terus bertarung dengan para pemilik Sacred Gear.”

Buchou juga mendesah. Namun matanya terisi penuh oleh keyakinan. Momen pria yang menghembuskan api itu mendekati kami......

GOOO!

Aku menyalakan booster di punggungku, dan langsung melaju ke depan sejak awal! Di saat yang sama aku menangkis apinya.

DOOOON!

Mereka segera menghindar, tapi aku bisa menyingkirkan para petarung abnormal itu. para petarung lenyap ke udara saat dikalahkan.

Sial! Aku takkan bisa bergerak dengan bebas di dalam bangunan! Karena output kekuatanku, aku akan menghancurkan bangunan di kota ini dan itu akan mengumpulkan perhatian masyarakat dan menjadi masalah!

Namun untuk menghindari seranganku, mereka cukup terlatih! Namun mereka bukan musuh yang tak bisa kami kalahkan. Kami lebih unggul disini dengan jarak sangat lebar.

Salah satu musuh kemudian berteriak.

“Hati hati dengan kekuatan Sekiryuutei! Kita akan terbunuh dari satu serangannya! Tapi dia tak akan bisa bergerak dengan bebas di dalam pabrik!”

Jadi mereka tahu. Aku bisa mengalahkan sebagian besar pemilik Sacred Gear kalau aku bisa mengenai mereka meski hanya sekali. Dan juga....

Aku mengumpulkan kekuatan Iblis di tanganku, dan aku menembakkannya ke depan sambil menahan kekuatanku sebisa mungkin!

DON!

Dragon-shot berskala kecil! Kalau lawanku manusia, maka ini saja sudah cukup! Sejak pertarungan melawan Saji, aku berlatih menembak untuk pertarungan berskala kecil. Dan ini menjadi berguna dalam pertarungan yang terjadi di kota ini! Dengan serangan ini, aku menjatuhkan para anggota golongan Pahlawan beberapa kali. Akan jadi serangan mematikan kalau sampai kena......

ZOON!

Dragon shot menghilang!? Momen saat ia hampir mengenai musuh, sepertinya bayangan di dalam pabrik meregang dan memangsa seranganku. Tidak, mungkin memang seperti itu!? kemampuan untuk mengendalikan bayangan?

Seorang yang melakukannya adalah pria berkacamata. Jadi ini Sacred Gear dari pria itu......

SWIFT!

Kiba maju menebas ke depan dengan kecepatan Dewa. Pedang Suci Iblis mengayun cepat ke arah pria berkacamata namun.......bayangan dari sebelumnya memangsa pedang Kiba yang bergerak cepat! Kemudian........

SPIT!

Dari bayangan Kiba, bilah Pedang Suci Iblis muncul keluar! Kiba memiringkan tubuhnya dan menghindarinya. Dia kemudian melangkah mundur.

“--! Kemampuan untuk melepaskan hal yang ia mangsa dari satu bayangan ke bayangan lain yang ia kehendaki......itu bukan tipe serangan langsung. Itu tipe defensif yang mengubah aliran serangan. Tipe Sacred Gear yang merepotkan.”

Kiba kemudian mengatakannya sambil menyipitkan matanya.

Aku paham sekarang. Saat seranganku dimangsa oleh bayangan itu, ia akan keluar dari bayangan yang lain........L-lalu Dragon shot yang kutembakkan sebelumnya.....

BOON!

Disertai suara getaran udara, aku merasakan auraku dari bayangan di dalam bangunan! Saat aku melihat, kekuatan Iblis merah tertembak ke arah sini!

Targetnya adalah.......Asia! Xenovia yang tengah menebas banyak petarung menjijikkan juga merasakan bahaya pada Asia!

“Mana bisa!”

Aku melepaskan tembakan kekuatan Iblis dengan cepat dan membuatnya bertabrakan dengan yang menuju ke arah Asia agar mereka saling musnah!

BLOW!

Dua tembakan berbenturan dan hembusan bom tercipta di dalam pabrik.

“Takkan kubiarkan kalian menyentuh Asia!”

Xenovia segera bertindak sebagai tameng Asia dan mulai melindunginya. Terima kasih Xenovia! Tapi kalau sudah mengenai Asia maka responnya menjadi cepat. Namun melindungi Asia bersama adalah sesuatu yang sudah kami putuskan. Juga karena dia hampir tak punya kemampuan bertarung, namun dia adalah kunci dari tim dan penyembuh yang berharga. Kami tak bisa membiarkannya dijatuhkan dalam pertarungan tim.

Sepanjang bahayanya, sudah diputuskan kalau seorang yang bisa merespon pada bahayanya akan menjadi pelindungnya. Kali ini adalah Xenovia.

PUUUUU!

Di dalam ledakan, aku melihat sesuatu yang memancarkan cahaya biru. Saat aku melihat......seorang yang memakai kostum China tengah memegang busur yang kelihatannya dibuat dari cahaya, dan dia hendak menembak!

Cahaya......ini gawat! Bagi kami Iblis, cahaya sangat beracun! Dan itu serangan dari Sacred Gear dengan banyak misteri! Kami bahkan tak tahu kemampuan macam apa yang busur itu miliki! Biarpun aku membungkus diriku dengan kekuatan Sekiryuutei, akan berbahaya bagi rekan rekanku yang tak mengenakan perlindungan apapun!

Panah yang terbuat dari cahaya itu diluncurkan! Dan arahnya berubah di tengah udara! Jadi dia punya kemampuan untuk mengubah arahnya setelah diluncurkan!

SPARKLE! SPARKLE!

Beberapa serangan cahaya juga datang dari arah di belakangku.

“Kalau itu serangan beratribut cahaya, maka serahkan padaku!”

Saat aku menoleh, irina membuat cahaya di tangannya. Irina yang merupakan Malaikat tereinkarnasi bisa memakai atribut cahaya. Ia membatalkan serangan musuh dengan memakai tombak cahayanya.

FREEZE FREEZE! WIND CUT!

Suara sesuatu yang dibekukan. Dan juga suara angin!

Akeno-san melepaskan tombak es ke arah pengguna cahaya tanpa jeda. Namun bayangan dari sebelumnya meregang dan memangsa seluruh tombaknya. Es kemudian datang dari bayangan Buchou, namun Buchou menghindarinya seolah itu bukan apa apa. Kamu sungguh hebat, Buchou!

......Kemudian bayangan muncul di sekitar si pengguna cahaya, dan mulai menciptakan dinding. Kemudian banyak panah cahaya datang dari dinding bayangan. Juga serangan api dari si pengguna api ikut bermunculan dari dinding!

“Haa!”

Aku, penyerang depan, merespon dan memukul balik semua serangan........jadi mereka bahkan bisa menyerang dari dalam bayangan huh. Dari mata kami, bayangan itu begitu tebal dan kami tak bisa melihat si pengguna cahaya.

“Gasper-kun! apa kamu sudah mendapat datanya!?”

Kiba bertanya tanpa melepaskan matanya dari musuh. Gasper yang menjadi penyerang tengah dan yang terus memakai ‘perangkat’ sepanjang waktu menjawab Kiba.

“Y-Yaaaaa! A-aku dapat! Sacred Gear api itu bernama [Flame Shake]! Dan Sacred Gear tipe pertahanan-pelawan, [Night Reflection]! Terakhir, Sacred Gear serangan cahaya [Staring Blue]!”

Gasper terus berusaha mencari tahu Sacred Gear musuh dengan memakai perangkat yang Azazel-sensei ciptakan. Mesin pemindai Sacred Gear yang Azazel-sensei ciptakan belakangan sangat berguna. Sangat efektif dalam menghadapi para pemilik Sacred Gear. Sampai saat ini, kami mendapat semua informasi tentang Sacred Gear.

“Gasper. Kalau sudah selesai, minumlah darahku!”

“Y-ya!”

Aku meminta Gasper membawa botol kecil berisi darahku di dalamnya. Supaya dia bisa memakai Sacred Gearnya untuk menghentikan waktu kapanpun dia mau. Normalnya pada pertarungan di dalam kota, kami meminta Gasper mengubah sebagian tubuhnya menjadi kelelawar dan terbang ke penjuru area pertarungan. Sehingga kami bisa menemukan musuh yang bersembunyi. Koneko-chan juga menggunakan senjutsu untuk mencari ‘ki’ sepanjang area. Dua siswa kelas satu itu memiliki tugas untuk pencarian sepanjang area.

Mata Gasper memang kuat, namun dalam pertarungan melawan Sacred Gear, ia tak bisa digunakan dengan efektif......

Sepertinya mereka juga tahu kemampuan Gasper, jadi saat Gasper menunjukkan mata berkilaunya dan mencoba menghadap mereka, para petarung bereaksi dan menjadi perisai bagi para pemilik Sacred Gear dan menghentikan mereka dari ‘dihentikan’.

Mereka tahu soal kekuatanku, dan juga kemampuan penyembuh Asia. Alasan kenapa ada pengguna cahaya di dalam mereka juga karena memprediksi bahwa kamilah, para Iblis, yang akan datang untuk menghadapi mereka.......

“Makin kuat kita, makin sering kita menjadi ‘target’ mereka dan metode untuk menjatuhkan kita akan diteliti secara menyeluruh. Mungkin sesuatu seperti itu, kupikir.”

Kiba tersenyum dengan sarkastis.

Target......metode. Dan untuk meneliti.......kemudian aku ingat apa yang Sairaorg-san katakan.

-Tak peduli sekuat apapun dirimu, kau akan kalah kalau kau terjebak. Mereka akan mengincar bahkan celah terkecil dari kita dengan kekuatan penuh.

Celah terkecil. Biarpun kami jauh lebih kuat, kami tak tahu apa yang akan terjadi kalau kami menunjukkan mereka celah meski hanya sedikit.

Pertama tama, serangan cahaya itu merepotkan. Kami tetaplah Iblis. Selain aku, rekan rekanku akan kena masalah kalau sampai terkena serangan itu secara langsung.

Sepertinya Kiba juga memikirkan hal yang sama denganku, jadi dia tengah menatap si pengguna cahaya yang tengah dilindungi oleh bayangan Sacred Gear tipe pertahanan. Kemudian para petarung bermunculan di depan para pemilik Sacred Gear. Sepertinya masih ada beberapa dari mereka yang tersisa. Bagaimana kita harus menyingkirkan semua bayangan itu? mengalahkan si pemiliknya adalah pilihan terbaik, namun bayangan itu pasti akan datang dan melindunginya......

Dan mentransfer kekuatanku pada rekan rekanku perlu dipikir baik baik dalam kondisi seperti ini. Semua orang dalam kelompok kami sudah sangat kuat, jadi mereka akan berubah menjadi monster penghancuran kalau kutransfer kekuatanku. Karena itu kami tak bisa melakukan itu di dalam kota. Kami takkan terkalahkan kalau bisa mengerahkan segenap kekuatan kami.

..............Percuma saja aku memikirkan hal hal sulit seperti itu. Aku adalah [Pion] yang juga menjadi penyerang depan. Aku hanya perlu mengikuti perintah Buchou!

Buchou kemudian memberikan perintahnya.

“Aku akan memberi perintah pada tim penyerang depan Ise, Yuuto, dan Xenovia. Ise akan hadapi si pengguna api. Yuuto, kamu incarlah si pengguna bayangan! Dan Xenovia akan melenyapkan para bayangan untuk membuat jalan bagi mereka berdua! Penyerang tengah dan penjaga belakang akan mendukung penyerang depan dengan seluruh kekuatan mereka! Kita akan lenyapkan mereka semua!”

[Paham!]

Semua orang merespon dan bergerak maju sekaligus!

Xenovia bergerak ke depan dan mulai melenyapkan para bayangan! Seperti yang kuduga dari tipe-kekuatan! Kekuatannya memang berbeda dari yang lain! Setelah semua bayangan lenyap, Kiba dan aku melihat target kami!

Kiba menutup jaraknya dengan kecepatan dewa dan mulai menebas dinding yang melindungi si pengguna cahaya!

GULP!

Bilah dari pedang Suci Iblisnya dimangsa! Setelah ini, pedang Suci Iblis pasti akan muncul kembali dari suatu tempat!

SPIT!

Ia kemudian muncul dari bayanganku saat aku menuju ke arah si pengguna api!

“Ise! Hindari itu dan tembakkan Dragon shot ke arah bayangan!”

Perintah Buchou! Aku tak tahu apakah aku bisa, tapi akan kulakukan! Aku menghindari bilah dari pedang Suci Iblis! Ha! Aku sudah melihat serangan Kiba berkali kali dan menerima itu dengan tubuhku sepanjang latihan kami! Selagi menghindarinya, aku menembakkan aura merah ke dalam bayangan!

DON! DON!

Oh! Kekuatan Iblisku disedot!? Begitu! Jadi saat dia melepaskan serangan dari dalam bayangan, bayangan itu masih akan tersambung!

“Yuuto! Bayangan bayangan itu terhubung jadi Dragon shot akan kembali padamu! Potong ragon shot menjadi dua di dalam bayangan dan buat dia meledak sebelum muncul!”

“Aku paham!”

Mengikuti perintah Buchou, Kiba memegang Pedang Suci Iblisnya di dalam bayangan!

DOOOOOOOOOON!

“Guwaaaa!”

Bersama dengan suara ledakan, terdengar teriakan! Saat aku melihat, pengguna bayangan tengah meledak!

“Aku mengetes untuk melihat apa yang akan terjadi kalau serangan meledak di dalam bayangan, tapi sepertinya dia tak bisa mengurus hal itu dan ledakan kembali padanya. Biarpun dia bisa mengubah arah serangan, sepertinya dia tak bisa mengubah dampak dari serangan!”

Buchou memasang senyum kemenangan. Sungguh hebat! Seperti yang kuharapkan dari [Raja] kami!

Selagi aku mengaguminya, sebuah panah cahaya terbang padaku! Itu tidak biru! Itu panah berwarna hijau!

“---!?”

Aku terkejut oleh serangan mendadak itu. Aku akhirnya bisa menghindarinya, tapi panah yang lain datang dari arah dimana aku tak merasakan keberadaan musuh! Semua orang juga terkejut oleh serangan mendadak itu. Buchou kemudian menatap ke arah bayangan di dalam pabrik.

“Sepertinya ada satu musuh lagi. Memakai bayangan adalah pengalih perhatian, musuh menyerang dari luar yang merupakan zona aman. Biarpun kita menjatuhkan si pengguna bayangan, sepertinya kemampuannya masih akan bertahan untuk beberapa saat.....”

Apa! Ada musuh tersembunyi lagi!? berarti ada dua pengguna cahaya!? Jadi musuh bisa mengincar kita melalui bayangan yang tak bisa kita lihat!? Bayangan itu sungguh serba bisa!

Ah, tapi bayangan itu akhirnya lenyap. Sepertinya kemampuan itu hilang karena pemiliknya kalah. Gasper kemudian mengatakannya sambil melihat pada perangkat.

“H-Hebat! Sebuah data keluar dari serangan yang tadi! itu adalah [Staring Green]!”

“Kalau begitu biar kuurus yang satu itu. Koneko, ikuti aku. Kamu bisa mencari lokasi musuh dengan ‘ki’ kan?”

“.......Ya, Xenovia-senpai.”

Xenovia meninggalkan pabrik dengan membawa Koneko-chan bertelinga kucing bersamanya! Oh, aku juga harus melakukan tugasku!

GUOOOO!

Aku maju ke depan sambil menyemburkan booster di punggungku!

“Sekiryuutei sialan! Terbakarlah!”

Si pengguna api menciptakan serangan api kuat dengan kedua tangannya, yang diarahkan padaku!

GOOOOOO!

Apinya datang padaku........Tapi, lemah. Lebih cenderung dingin ketimbang panas. Api Raiser terasa panas bahkan dari balik armor! Membandingkannya dengan api dari paman Tannin sama halnya membandingkannya dengan batang korek!

“Kalau kau mau membakarku, bawalah burung api atau Naga!”

DON!

Tinjuku menembus api musuh dan melaju kencang ke arah perutnya. Serangan langsung. Di waktu yang sama pengguna api itu jatuh, Kiba juga mengalahkan si pengguna cahaya yang sedikit lebih jauh dariku. Kami mengalahkan semua pengguna Sacred Gear. Itulah yang kami pikirkan.

“Ngggggggggggggggh!”

Si pengguna bayangan yang sudah kalah mendadak bangkit dan berteriak. Kemudian benda hitam mulai menyelimuti tubuhnya. Bayangannya menyebar lebih luas lagi dan menutupi seluruh pabrik.

MERINDING......!

Perasaan merinding apa yang kurasakan ini.......? Aku merasakan kekuatan aneh dari bayangan itu. Bagaimana aku menjelaskannya.........Aku merasa ada perubahan mendadak pada dirinya. Atau sepertinya dia mencapai hal baru......

FLASH!

Kemudian cahaya muncul dibawah kaki si pengguna cahaya dan sebuah lingkaran sihir terbentuk. Itu lingkaran sihir yang belum pernah kulihat sebelumnya. Itu kelihatan seperti lingkaran sihir transportasi tapi bukan milik Iblis. Tak ada simbol Iblis padanya sama sekali. Tipe Malaikat Jatuh? Tapi aku masih belum melihat itu sebelumnya. Aku sudah pernah melihat lingkaran sihir yang sensei sering pakai, jadi aku cukup familiar dengan tipe milik Malaikat jatuh juga.

Kemudian si pengguna bayangan diselimuti oleh cahaya. Setelah sebuah kilatan, si pengguna bayangan lenyap.


“Phew, kelihatannya sudah selesai.”

Aku menarik nafas setelah pertarungan dan melepas armorku.

“Kerja bagus, Ise-san.”

Aku tak mendapat luka, tapi aku masih disembuhkan oleh Asia. Aura Asia sangat hangat, dan itu sendiri terasa menyembuhkanku.

Semua petarung telah lenyap. Beberapa yang tersisa menghilang tak lama setelah menghilangnya si pengguna bayangan.

“Pergilah tidur—Pergilah tidur—“

Gasper menggerakkan jarinya membentuk lingkaran dan membuat kesadaran para pemilik Sacred Gear tertidur. Itu kekuatan Vampir. Gya-kun juga memasang pose imut.

Buchou dan Akeno-san menciptakan lingkaran sihir sehingga mereka bisa mengirim dua orang yang tertangkap ke Dunia Bawah. Yang tersisa adalah Xenovia dan Koneko-chan yang belum kembali.....

“Kami sudah mengalahkannya. Kami menghajarnya sampai setengah mati, tapi kami tak membunuhnya.”

Xenovia kembali sambil memikul seseorang di bahunya. Koneko-chan ada di belakangnya. Oh, jadi kalian sudah mengalahkannya. Seperti yang kuharapkan dari Xenovia dan Koneko-chan!

Kami juga membuat kesadaran orang itu tertidur. Cukup memalukan karena kami membiarkan seorang dari mereka lolos.

“Sekarang transmisi ke Dunia Bawah sudah selesai. Yah, kita mungkin tak akan mendapatkan informasi juga kali ini.”

Kami terus mengirim para pengguna Sacred Gear ke Dunia Bawah memakai lingkaran sihir, tapi ternyata memori mereka saat berada di golongan Pahlawan telah dihapus. Kami mengirim mereka buat jaga jaga kalau kami bisa menginterogasi mereka, tapi kupikir ada kemungkinan tinggi kalau kami takkan mendapatkan informasi apa apa.

Sepertinya mereka meletakkan semacam program teknologikal pada memori para pemilik Sacred Gear saat mereka mengirim mereka ke lokasi lokasi penting dari tiap tiap golongan yang menghapus ingatan mereka. Kudengar akan mustahil untuk memulihkan memori yang sudah dihapus.

Masih bagus kami bisa mengirim mereka hidup hidup. Karena dasarnya adalah “Bunuh para teroris tanpa perkecualian”.

Oh iya. Setelah insiden dengan Diodora, terjadi perubahan besar pada Sacred Gearku. Khususnya pada Balance Breaker. Dulu perlu 120 detik untuk pengaktifan, namun sekarang aku bisa memasuki Balance Breaker dalam 30 detik.

Juga durasi aku bisa berada dalam Balance Breaker juga meningkat pesat. Sekarang aku bisa memakai armorku selama 2 jam per hari. Di hari hari bagus, Ddraig bilang aku bisa memakainya selama 3 jam. Batas satu transformasi per hari juga lenyap. Kalau itu berada dalam durasi transformasiku, aku akan bisa bertransformasi sebanyak yang aku mau.

Dua hal yang menjadi kelemahanku sudah banyak diperbaiki. Itu peningkatan bagus. Aku benar benar meningkat......kudengar ini diakibatkan oleh fenomena yang disebut [Juggernaut Drive].

Tapi ini masih belum apa apa. Aku masih belum bisa mengejar Vali.

“Tapi bertarung tanpa merusak sekeliling sebisa mungkin adalah sesuatu yang sangat sulit bagi tim kita yang merupakan tipe serangan super.”

Kiba memasang senyum pahit oleh komentarku.

“Apa boleh buat. Kita memiliki kemampuan kuat, jadi kalau kita tak bertarung dengan menekan kekuatan kita, maka kota ini akan runtuh.”

Oh iya. Ada orang orang di dalam perumahan, jadi berpikir seperti itu kami tak bisa menghancurkan bangunan. Biarpun ini bangunan terlantar, kalau kami menghancurkannya, orang orang pasti akan menyadari tentang insiden ini.

“Kalau kita memikirkan ini sebagai aturan dalam Rating Game, maka ini akan jadi pengalaman bagus. Kita pernah menderita sekali dengan hal ini.”

Seperti yang Buchou katakan. Kalau kami akan mengikuti Rating Game di masa depan, maka akan ada Game dengan aturan berbeda. Kalau kami terbiasa dengan tipe pertarungan semacam ini, maka akan menjadi berguna dalam pertarungan sejati. Kenyataannya, kupikir pengalaman saat bertanding melawan Sitri sudah menjadi sangat berguna. Aku bisa memakai kekuatan Sekiryuutei sampai derajat yang bagus.

“Tapi belakangan ini jadi terasa merepotkan.”

Kiba mengatakannya sambil mendesah.

“Apa maksudmu, Kiba?”

“Maksudku ada juga mereka yang memakai teknik spesial diantara para pemilik Sacred Gear yang dikirim pada kita. Kalau kita mengatakannya dengan cara Iblis, maka itu berarti mereka yang terspesialisasi dalam tipe teknik dan support mulai bermunculan. Orang orang yang pertama dikirim biasanya tipe kekuatan atau wizard.......apa mereka mulai memahami gaya bertarung kita?”

Kalau dipikir pikir, pertarungan melawan orang orang yang dikirim oleh golongan Pahlawan memang terus meningkat sepanjang waktu. Serangan mereka awalnya sederhana, kemudian mereka mulai mengirim orang orang dengan kemampuan yang tak bisa kami pahami.......kali ini, contoh itu adalah si pengguna bayangan.

“.....Sensei juga mengatakannya. Bahwa ada banyak hal tak diketahui tentang Sacred Gear.”

Buchou setuju pada komentar Koneko-chan.

“Ya, karena itu mereka memangsa kekuatan Sekiryuutei dan Pedang Suci Iblis memakai kekuatan yang tadi. Mereka pasti menyadari bahwa kalau memblokir serangan itu mustahil, maka kau tinggal melakukannya dengan metode berbeda.”

“U-Umm ada sesuatu yang membuatku curiga........boleh aku menyampaikan opiniku?”

Irina bertanya.

“Ya, silahkan.”

Irina mulai menyatakan opininya dengan permintaan Buchou.

“Kupikir tindakan golongan Pahlawan itu ‘aneh’ kalau mereka datang untuk meneliti tentang kita atau untuk mengalahkan kita.”

“Aneh?”

Xenovia bertanya dan Irina mengangguk.

“Karena kalau mereka berencana mengalahkan kita, maka kupikir mereka akan membuat taktik bertarung setelah 2 atau 3 pertarungan. Lalu mereka akan menyerang kita secara serius dalam pertarungan keempat, kan? tapi bahkan di saat ke-4 atau ke-5 mereka menyerang kita, tak ada yang berubah. Kupikir mereka hanya sangat penasaran tapi.......bagaimana bilangnya ya......sepertinya boss mereka tengah melakukan semacam eksperimen.”

“Eksperimen? Maksudmu tentang kita?”

Irina memiringkan kepalanya oleh pertanyaan Akeno-san.

“Lebih tepatnya......mereka seperti bereksperimen pada para pemilik Sacred Gear........ini hanya dugaanku jadi aku tak bisa mengekspresikannya dengan benar.......mereka terus mengirim pasukan mereka selain dari kota ini yang termasuk dalam golongan lain, jadi mungkin mereka hanya mengirim pasukan mereka ke tempat tempat dimana orang orang berkemampuan kuat berada.”

Semua orang dibuat terdiam oleh opini Irina. Bahkan aku mulai berpikir keras dengan opini Irina. Begitu. Jadi kamu bisa melihatnya dengan cara itu rupanya. Kupikir mereka hanya mengirim pasukan mereka ke tiap tiap golongan karena mereka menjadikannya sebagai target mereka.

........Jadi pasti ada alasan kenapa mereka membuat para pengguna Sacred Gear bertarung dengan kami.

“......Perubahan tiba tiba.”

Semua orang memasang wajah serius saat Koneko-chan mengatakan itu. Tunggu, itu kan.....!

“.....Tu-Tunggu.......jangan jangan.......berarti alasan kenapa golongan Pahlawan mengirim orang orang itu pada kita adalah supaya mereka bisa mencapai Balance Breaker?”

“Tapi Ise-kun. Respon dari pengguna bayangan itu sebelum dia menghilang ke dalam lingkaran sihir.......tidakkah kamu pikir reaksi itu terasa familiar?”

Aku tak bisa tidak setuju dengan opini Kiba. Atmosfir aneh yang dimiliki si pengguna bayangan itu. Rasanya dia memang mencoba mendapatkan sesuatu yang berbeda.—Jadi kau mau bilang kalau itu adalah Balance Breaker.

“Tapi bisakah mereka mencapai Balance Breaker hanya dengan bertarung melawan kita?”

Buchou mengatakannya sambil menyipitkan matanya.

“......Sekiryutei, seorang yang mengendalikan Halilintar-Suci, Pedang Suci Iblis, Pedang Suci Durandal dan Ascalon, Vampir penghenti waktu, Nekomata pengguna senjutsu, dan penyembuh handal......Ise, dari sudut pandang musuh, kupikir mereka memandang kita sebagai lawan abnormal sekaligus sangat kuat. Lebih dari soal menang atau tidak, bagi manusia melawan kita adalah sesuatu yang tidak normal.”

Jadi kami pada dasarnya “monster langka” dengan EXP tinggi bagi mereka!? Ah, tapi dia benar. Aku mulai memahami kekuatan dasarku dengan berlatih dengan paman Tannin, dan aku mencapai setinggi ini dengan melawan youkai Sun Wukong legendaris dan Nekomata yang memakai senjutsu.

Meski aku memerlukan oppai Buchou pada akhirnya........tahap terakhir pencapaian Balance Breaker berbeda bagi tiap tiap orang.

“Tapi kalian bisa katakan kalau metode mereka terlalu dipaksakan dan berantakan.”

Irina melanjutkan setelah Kiba.

“Rasanya biarpun belasan atau ratusan sekutu mereka terbunuh, tak masalah selama salah satu dari mereka berhasil mencapai Balance Breaker. Kita punya banyak opini tentang mereka saat ini, jadi kupikir mereka tahu kalau kita mulai memahami target sejati mereka.”

Kami tak bisa mendapat opini yang pasti, jadi sudah diputuskan kami biarkan saja untuk saat ini. Kami mengaktifkan lingkaran sihir dan kembali ke markas. Saat kami mengambil nafas setelah kembali ke ruang klub, Akeno-san mulai bernyanyi dan berdendang selagi kami bersiap siap pulang ke rumah. Dia kelihatan sangat senang.

“Ara, Akeno. Kamu sepertinya lagi good mood. Apa kamu menemukan sesuatu yang akan memuaskan kepribadian S-mu?”

Akeno-san kemudian menjawab Buchou dengan senyum lebar.

“Bukan, bukan itu. Ufufu. Soal besok hari. Aku jadi ingin terus tersenyum. Kencan. Besok Ise-kun akan jadi pacarku.”

Ya. Besok adalah hari libur dan hari kencan kami.

Atmosfir segera berubah, dan aku merasa merinding karena semua gadis mengarahkan hasrat membunuh mereka padaku.......


Bagian 4[edit]

Kami pulang ke rumah setelah pertarungan.

“......Bagaimana?”

Koneko-chan dalam mode telinga kucing yang datang ke kamarku dan tengah dipeluk oleh lenganku bertanya padaku.

“Ya, terasa nyaman.”

Koneko-chan menggunakan seluruh tubuhnya dan........tengah menggunakan senjutsu padaku.

Belakangan rasa lelahku tersingkir oleh Koneko-chan yang memakai senjutsunya padaku. Luka luarku disembuhkan oleh Asia, tapi staminaku tak bisa dipulihkan dengan itu.

Koneko-chan mengendalikan aliran ‘ki’ untuk memulihkan staminaku sehingga tak ada kelelahan tersisa padaku untuk esok hari. Ternyata dengan mengendalikan aliran ‘ki’ dengan baik, kemampuan penyembuhan alami meningkat dan aliran darah dan hal hal yang bagus untuk tubuh terjadi. Koneko-chan tengah berusaha keras untuk memperbaiki semua itu.

Saat ini aku tengah menerima Koneko-chan yang memakai ‘ki’ padaku dan itu terasa hangat dan nyaman.....

Aku yakin Koneko-chan mengenakan pakaian putih tipis. Sebenarnya baju itu diberi oleh Akeno-san karena bisa memurnikan tubuh seseorang dan akan lebih mudah untuk memakai ‘ki’.......tapi baju putih ini begitu tipis sampai aku bisa merasakan tubuh wanitanya secara langsung.

Koneko-chan memang kecil tapi dia memiliki tubuh lembut jadi aku sekali lagi menyadari kalau dia adalah wanita......tidak, tidak! Aku tak boleh berpikir seperti itu pada juniorku!

Dari tubuh lembutnya, sesuatu yang hangat mengalir ke tubuhku dan menyebar ke seluruh badanku. Rasanya seperti aku sedang mandi dalam suhu yang hangat dan terasa melegakan. Di saat yang sama bahkan di dalam tubuhku menjadi hangat.

“.......Di saat yang sama aku mengeluarkan rasa lelah yang kamu miliki dan energi kehidupan yang dikuras oleh [Juggernaut Drive] bisa disembuhkan sedikit demi sedikit kalau aku memakai senjutsu tipe-penyembuhan padamu.”

Koneko-chan mengatakan itu sambil tersenyum. Mungkin alasan kenapa wajahnya merah adalah karena dia dipeluk olehku yang merupakan laki laki.

Seperti yang Koneko-chan jelaskan perasaannya memang hangat karena energi kehidupan yang diambil tengah disembuhkan sedikit demi sedikit.

“Ya, sepertinya nyawaku sudah diambil banyak oleh hal bernama [Juggernaut Drive] itu. Kudengar kalau aku akan berada dalam bahaya setelah itu.”

[Kalau sudah begini kamu tak akan hidup lebih lama dari 100 tahun.]

Setelah festival olahraga aku diberitahu seperti itu oleh sensei. Saat aku tak sadarkan diri, sensei berbicara pada Ddraig tentang tubuhku.

Biarpun itu mode tak sempurna, karena efek dari [Juggernaut Drive] rentang nyawaku berkurang drastis dan aku akhirnya diberitahu kalau aku takkan hidup lebih lama dari 100 tahun. Dalam pertarungan sebelumnya, nyawaku sebagai Iblis berkurang sebanyak itu.

Seratus tahun sudah sangat cukup bagi manusia tapi itu sangat pendek bagi Iblis. Buchou mendengar itu dan........dia menangis setelahnya. Aku tak bisa membiarkan Asia mendengarnya. Kalau dia menyadari itu setelah kami berjanji akan bersama selamanya, aku bisa melihat kalau dia akan jatuh dalam keputusasaan dan kesedihan.

Aku diberitahu kalau aku akan mati kalau memasuki mode itu lagi, entah tak sempurna atau sempurna. Setelah aku diberitahu hal itu, wajahku menjadi pucat untuk beberapa saat.

Aku sangat kaget. Yang lebih mengagetkan adalah karena aku harus berpisah dengan rekan rekanku setelah 100 tahun dan aku sangat sedih oleh fakta itu.

Yah, mungkin akan aneh bagi seorang bocah di usia muda sepertiku untuk bicara soal hidup selama 100 tahun. Tapi saat aku memiliki 10.000 tahun lagi untuk hidup dan tiba tiba diberitahu kalau aku takkan hidup lebih lama dari 100 tahun, kejutan yang kuterima sangat besar.

Aku baru menjadi Iblis selama setengah tahun, dan itu artinya aku sudah memakai 99% rentang nyawaku tahu? Kejutan yang kuterima tak bisa diungkapkan dalam kata kata. Kalau itu mengurangi rentang nyawaku sedikit maka tak apa apa, tapi kali ini tidak.

Kalau aku hanya punya 100 tahun untuk hidup, maka aku takkan bisa memenuhi impianku untuk mendapat promosi dan menjadi Raja Harem.

Memakai [Dividing Gear] juga dilarang. Katanya aku juga akan mati kalau aku memakainya dalam kondisi ini. Sepertinya menyerap kekuatan yang berkebalikan juga akan menurunkan rentang nyawaku jadi aku tak boleh melakukan itu lagi.

Memakai kekuatan Sekiryuutei tak akan ada masalah, tapi dengan memakai kekuatan yang melampaui batas juga akan mulai mengurangi rentang nyawaku.

Sepertinya Vali menggunakan kekuatan Iblis luar biasanya untuk menggantikan nyawanya dan entah bagaimana bisa melakukan itu, tapi bagi orang sepertiku yang nyaris tak punya kekuatan Iblis maka.......karena aku tak punya apa apa untuk digunakan selain nyawaku, aku akan mendekati kematian kalau aku memakai kekuatan yang melampaui batas kedua Naga Langit. Sekarang, memakai kekuatan yang melampaui batas karena mengamuk sama artinya kematian bagiku......

Tapi sensei juga melanjutkan seperti ini. “Ada cara untuk memulihkan rentang nyawa yang hilang sedikit demi sedikit”. Dan caranya dengan metode penyembuhan memakai senjutsu. Kehilangan rentang nyawaku adalah salah satu hal yang disebabkan pemakaian Juggernaut Drive, dan kalau inti energi kehidupan rusak atau belum rusak, maka dengan memakai senjutsu pada tubuhku ia akan perlahan kembali menjadi normal.

“.......Akan ada banyak orang yang sedih kalau Ise-senpai mati.........aku juga tak mau senpai mati. Karena itu aku melakukan ini untuk memulihkan energi kehidupan yang sudah hilang, sedikit demi sedikit........aku akan meluangkan seluruh hidupku untuk menyembuhkannya.......jadi tolong jangan berubah ke dalam bentuk itu lagi.......”

Koneko-chan mengatakan itu dengan mata berair seolah dia memohonku. Aku jadi terharu! Kalau kamu memintaku seperti itu, maka aku takkan bisa berkata tidak Koneko-chan!

“Ya, aku paham. Aku takkan membuat semua orang mencemaskanku lagi. Tapi aku tak ingat bagaimana aku memasuki bentuk itu jadi aku tak terlalu yakin, meski begitu aku akan memastikan untuk tak memasuki Juggernaut Drive lagi.”

“.....Ya, kumohon.”

Koneko-chan kemudian memelukku erat erat. Rasanya dia mencoba mengatakan “Tolong jangan memasuki mode itu lagi”.

Aku tak pernah menduga kalau Koneko-chan yang kuat dan berlidah tajam akan memelukku seperti ini saat aku pertama melihatnya.......tapi aku sangat senang! Memiliki hubungan dekat dengan Koneko-chan sangat menyenangkan.

Dan aku tak mau mati sebelum menjadi Raja Harem. Lebih tepatnya aku tak mau mati sebelum berhubungan seks dengan Buchou! Aku juga mau berhubungan seks dengan Akeno-san, dan aku akan berusaha keras membuat bayi dengan Xenovia! Aku bahkan mulai berpikir kalau tak apa apa membuat hubungan seperti itu dengan Asia, jadi aku tak sudi mati sebelum memenuhi impian itu.

Saat aku tengah memikirkan keserakahanku itu, Koneko-chan memasang wajah sangat merah.

“........Senpai, sebenarnya ada cara yang lebih cepat.”

“Hmm, bagaimana kamu melakukan itu?”

“.....Itu Bo........Bouchujutsu.”

Hmm? Itu ‘jutsu (teknik)’ yang belum pernah kudengar sebelumnya.

“Bouchujutsu? Apa itu?”

“......seorang wanita yang terspesialisasi dalam memakai ‘ki’ harus membagi ‘ki’ mereka pada laki laki, dan bisa menyembuhkan inti kehidupan dengan cepat.”

“Hmm, jadi ada ‘jutsu’ yang praktis seperti itu. Mungkin aku akan memintamu melakukan itu lain kali.”

Saat aku mengatakan itu, wajah Koneko-chan menjadi lebih merah, dan dia panik. Dia kemudian mengatakannya dengan wajah penuh keyakinan.

“........................A-Aku paham. T-Tapi ini waktu pertamaku, jadi..................”

.........................Hah? Responnya aneh. Mungkin aku harus menanyakan lebih banyak rincian tentang itu. Sepertinya sesuatu akan terjadi karena kesalahpahamanku.

“........Hei, aku mau bertanya buat jaga jaga, tapi bagaimana kamu melakukan Bouchujutsu itu?”

Koneko-chan menjawab pertanyaanku dengan sangat malu.

“............Laki laki dan perempuan.........harus menjadi “satu”.......itu adalah jutsu (teknik) dimana wanita harus mengirimkan ‘ki’ mereka secara langsung ke tubuh laki laki........”

-----!!

Heiheiheiheiheiheiheihei!

“Itu--! Itu seks! Mugaa!”

Aku hampir mengatakan itu dengan keras tapi Koneko-chan buru buru menutup mulutku.

“S-Suaramu terlalu keras, senpai!”

Aku menganggukkan kepalaku dengan mulutku dibekap dan aku memintanya melepas tangannya dari mulutku. Setelah menarik nafas, aku mengatakannya dengan suara kecil.

“Berarti maksudnya aku dan Koneko-chan harus melakukan.........aku tak bisa lakukan itu!”

Ini terlalu menghebohkan! Aku tak pernah menduga kalau Bouchujutsu adalah..........seks......!

“Apa kamu tidak puas denganku.......?”

Koneko-chan mengatakannya dengan tatapan sedih! Apa hanya aku atau dia kelihatan lebih seksi dari biasanya!?

“B-Bukan, bukan itu maksudku! Koneko-chan itu juniorku, dan ini masih terlalu........”

Ini masih terlalu awal! Tapi aku tak mengatakannya. Aku tahu dia tak akan senang kalau aku mengatakan itu.

“Aku sangat berterima kasih, tapi bukankah itu bisa membuatmu hamil.......? Ah, tapi biarpun kita Iblis, itu pasti mustahil diantara mantan manusia dan mantan youkai.”

“Tidak, nekomata betina umumnya kawin dengan pejantan dari ras berbeda........umumnya, lebih sering terjadi dengan pejantan manusia.”

Topik berubah menjadi perkara tentang Nekomata, tapi kupikir ini tak bagus. Lebih baik kami mengubah topik! Koneko-chan sangat peduli pada rekan rekannya, dan aku jadi takut kalau dia begitu saja menyerahkan keperawanannya padaku! Dia harus jatuh cinta dengan seseorang secara serius dan melakukan itu dengan orang yang dia cintai!

“Bukankah ada nekomata jantan?”

Aku bertanya padanya. Ya, aku harus mengubah topik dari seks ke populasi para youkai.

“..........Ada, tapi jumlahnya sangat sedikit..........tapi nekomata betina umumnya kawin dengan pejantan dari ras berbeda karena ajaran lama kami.”

Jadi mereka punya tradisi semacam itu rupanya. Biarpun dia adalah youkai, aku penasaran apa mereka punya cara berbeda untuk mempertahankan jenis mereka.

“..........Jenisku adalah yang paling langka, jadi sudah pasti kalau aku harus melanjutkan keturunanku.........aku telah bereinkarnasi menjadi Iblis, tapi aku tetap ingin bayi.........”

.......Begitu. Akan wajar kalau Koneko-chan menginginkan bayi. Saat waktu itu telah datang, aku ingin dia membuat bayi dengan seorang yang dia sayangi.

Mendengar pikiran Koneko-chan, aku menganggukkan kepalaku. Koneko-chan kemudian mengatakannya dengan ragu ragu. Dia sepertinya malu tapi matanya nampak penuh keyakinan!

“.......T-Tubuh dan dadaku memang kecil.......tapi aku masih bisa berhubungan seks dengan baik.........aku masih bisa m-membuat bayi.........dan kalau Senpai benar benar dalam bahaya, maka aku akan melakukan Bouchujutsu secara paksa.........aku sudah siap untuk itu........”

MIMISAN!

Aku mulai mimisan dengan deras. Suara erotis yang merangsang otakku dalam sekejap! Tidak! Kamu tak boleh melakukan itu Koneko-chan!

“K-Koneko-chan! Kamu tak boleh lakukan itu! kamu tak boleh menjadi gadis erotis!”

“........Tapi kalau aku tinggal di rumah ini, sepertinya aku harus tahu tentang hal hal seperti itu.........akhir akhir ini itulah yang mulai kupikirkan........”

Sialan! Buchou dan Akeno-san benar benar telah memberi pengaruh pada Koneko-chaaaaaaaaaaaaaaan!

Aku meletakkan tanganku di bahu Koneko-chan supaya aku bisa bicara padanya secara serius. Mohon maafkan aku kalau hidungku masih mimisan! Kalau seorang gadis mengatakan itu padaku meski itu Koneko-chan, fantasiku menjadi semakin menggila!

“Dengar baik baik, Koneko-chan! Aku juga sudah katakan ini pada Asia! Kamu tak boleh bertanding dengan Buchou dan Akeno-san! Akan buruk kalau kamu mulai mempelajari adegan diantara aku dan kedua “Onee-sama” itu! Koneko-chan harus selalu menjadi Koneko-chan! Onii-san (maksudnya Ise sendiri) sangat tegas dengan hal hal seperti itu!”

Aku paham kalau serangan erotis Buchou dan Akeno-san padaku bukan hanya memberiku dampak dahsyat tapi juga anggota yang lain! Itu tidak bagus! Serangan erotis itu begitu luar biasa karena hal itu dilakukan oleh kedua Onee-sama dengan tubuh super erotis, tapi kalau gadis lugu seperti Asia dan Koneko-chan sampai melakukan itu, maka aku......! Maka instingku akan meledak!

“.........Tapi Asia-senpai juga berusaha dengan keras...........”

Koneko-chan sepertinya agak kecewa. Sepertinya satu dorongan lagi akan cukup! Tunggu, besok kan aku kencan dengan Akeno-san dan apa yang kulakukan sekarang!?

“Koneko-chan! Kamu tak boleh meniru Buchou dan Akeno-san, oke? Mereka memberi pengaruh buruk!”

“Dia tak boleh meniru siapa lagi!? Aku penasaran ada apa ini?”

------!!

...............S-suara ini......saat aku menoleh, Onee-samaku tengah berdiri disana dengan tersenyum sembari memancarkan aura berbahaya.

“........Bu......Buchou.......”

“Bouchujutsu!? Kawin dengan ras lain? Dan aku penasaran apa yang kamu maksud dengan ‘pengaruh’ itu?”

K-Kamu mendengar semua itu!? Aku akan dibunuuuuuuuuh!

Bahkan Asia berdiri disana di sampingnya! Sejak kapan mereka berdua memasuki kamarku!? Sepanjang waktu ini, mereka seharusnya sedang mengobrol bersama yang lain di kamar orang lain sampai Koneko-chan menyelesaikan perawatannya padaku!

“.......Hiks, jadi kamu akan membuat bayi dengan Koneko-chan......kenapa aku selalu ditinggalkan........”

Mata Asia nampak berair dan dia sama sekali salah paham dengan situasi ini! Mungkin gadis gadis ini mendengar obrolan diantara aku dan Koneko-chan sebelum memasuki kamar, dan menjadi salah paham karena mereka hanya mendengar sedikit saja!

“Koneko, kamu sudah selesai dengan perawatan Ise, kan?”

Koneko-chan juga ketakutan oleh senyum Buchou, dan dia hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan tenang. Karena aura mengerikan Buchou, dia meninggalkan kamar setelah mengatakan “S-Selamat malam” dengan cepat.

Tidaaaaaaaaaaaaaak! Jangan tinggalkan aku disini, Koneko-chaaaaaaaaaaaaaaaaan!

“Begitu. Sekarang Ise. Mari kita segera tidur karena sudah larut. Tapi aku takkan membiarkanmu tidur sampai kamu memberitahu kami semua yang kamu bicarakan dengan Koneko. Benar, Asia?”

“Ya, Rias-Oneesama. Kamu tidak boleh tidur sampai kamu memberitahu segalanya, Ise-san.”

Mereka berdua menyimpan ketegangan tinggi dalam kata kata mereka, dan mereka kemudian menyeretku ke ranjang!

Seperti ini, interogasiku berlanjut sampai larut malam.........tapi berkat Koneko-chan, kelelahanku menghilang pada esok harinya.


Bagian 5[edit]

Esok hari. Hari libur.

Aku tengah berdiri di depan supermarket di dekat stasiun dimana kami janjian untuk bertemu.

Tentu akan membuat kalian gugup saat hendak kencan. Jantungku berdegup sangat kencang! Aku sudah mengenakan pakaian terbaikku. Biarpun kami saling bertemu setiap hari, aku harus berdandan dengan baik.

Aku melihat sekeliling. Kota terlihat sudah musim gugur, tapi hawa panas dari musim panas masih terasa. Aku mengenakan baju berlengan panjang, tapi mungkin berlengan pendek juga bagus?

Saat waktu hampir menjadi jam 10, waktu kami janjian ketemu, seorang gadis sebaya denganku yang memakai baju one-piece dengan renda renda imut berhenti di depan mataku........Tunggu!

“A-Akeno-san......?”

“Maaf, apa aku membuatmu menunggu?”

“T-Tidak.”

Aku mengedip ngedipkan mataku.....dan jantungku berdegup kencang!

Akeno-san dengan rambut tergerai. Pakaiannya nampak sangat manis yang dikenakan gadis seusianya. Ini kali pertama aku melihat Akeno-san mengenakan sepatu boots! Aku awalnya mengira dia akan mengenakan pakaian resmi yang wanita dewasa akan kenakan. Itulah yang kubayangkan. Jadi seperti inikah dia berdandan saat sedang jalan jalan dengan Buchou!?

Hari ini Akeno-san mengenakan pakaian manis yang dikenakan oleh gadis SMA! Dia terlihat sebaya denganku......Tidak! Dia mungkin kelihatan lebih muda dariku!

Dia terlihat jauh lebih cantik dari biasanya! Tidak, Akeno-san memang selalu cantik, tapi hari ini dia kelihatan luar biasa cantik! Tidak, ketimbang cantik, dia kelihatan imut!

Selagi mataku tertangkap oleh keimutan Akeno-san......

“A-Aku merasa malu kalau kamu melihatku seperti itu.........Apa aku kelihatan aneh hari ini?”

Dia menanyaiku tapi aku menggeleng kepalaku ke sisi.

“Kamu terlihat super imut! Kamu terlihat mengagumkan!”

Akeno-san sepertinya malu tapi juga senang pada opini langsungku. Dia biasanya adalah Onee-sama “ara ara”, tapi hari ini dia seperti gadis lugu! Ini sama saja curang!

“Hari ini Ise-kun akan jadi kekasihku untuk sepanjang hari.......bolehkah aku memanggilmu Ise?”

Melihat ke arahku dengan mata itu dan bersikap malu malu itu curang, Akeno-san!

“S-Silakan.”

Biarpun jantungku berdegup gila gilaan aku hanya bisa menjawab seperti itu, dan Akeno-san memasang senyuman lebar setelah mendengarkan itu.

“Yay! Terima kasih, Ise.”

Ekspresi kebahagiaannya adalah yang terbaik. Oh sial. Satu ekspresinya saja sama seperti senjata pembunuh! Kemudian aku merasakan tatapan pembunuh selagi kesenangan sendiri! Saat aku menoleh........

Hau!

.......Aku melihat warna crimson.

Saat kulihat lebih seksama, seorang berambut crimson yang mengenakan topi dan kacamata hitam tengah mengintai dari balik tiang telepon.......Ah, ada juga seorang pirang yang mengenakan kacamata dengan mata berair. Dan orang bertubuh kecil dengan telinga kucing tumbuh dari topeng yang dikenakan para pegulat. Dan orang mencurigakan yang mengenakan kantong kertas di kepalanya! Dan Kiba yang berdandan seperti biasanya tengah mengibaskan tangannya tanda meminta maaf pada kami.

Yeah. Itu adalah Buchou dan para anggota klub. Apa mereka memutuskan datang dan menguntit kami selagi menyamar seperti itu!?

............Apa mereka mungkin mencoba diam diam membuntuti kencanku dan Akeno-san?

“Ara ara. Sampai mengecek apa kita berdua punya hubungan, mereka sungguh punya banyak orang untuk mengecek kita.”

Akeno-san juga menyadari itu dan membuat tawa kecil.

Dia kemudian mendekatiku seolah ingin menunjukkan kedekatan kami pada mereka. Ah, rambut Akeno-san berbau harum.......jadi sulit untuk menahannya........

PRAKK!

Aku mendengar suara keras di belakangku. Saat aku menoleh dengan kikuk.......Buchou dalam mode amarah penuh membuat retakan di tiang telepon!

.......S-seram. Aku akan pura pura tidak melihat itu!

“B-Bisakah kita segera pergi?”

“Ya.”

Seperti ini, Akeno-san dan aku bergegas menuju kota.


Tiga jam telah berlalu.

Sepanjang waktu itu, Akeno-san terus bertindak ala gadis sebayanya. Saat dia memasuki toko pakaian merk terkenal, dia akan menanyaiku hal seperti “Hei, Ise, apa ini kelihatan bagus padaku?” dan “Apa aku kelihatan lebih baik dengan yang ini?” seperti gadis pada umumnya. Cara bicaranya juga seperti gadis normal yang ceria! “Ara ara” dan “Ufufu”nya benar benar lenyap!

Saat kami membeli crepe di toko pinggir jalan, dia berkata “Ini enak kan, Ise?”. Kami bergandengan tangan sembari berjalan di kota, dan cara dia menggenggam tanganku menunjukkan kalau dia sangat bergantung padaku! Jantungku serasa mau meledak dari dadaku sepanjang waktu!

Yang aku pelajari hari ini adalah.......orang ini luar biasa imut! M-Mungkin ini sisi lain darinya yang hanya akan dia tunjukkan pada kekasihnya...........?

Dia biasanya adalah kecantikan Jepang dengan aura elegan dan bangsawan, dan itulah Akeno-san yang populer di sekolah. Dengan cara bicara dan sikap elegannya, dia menunjukkan kami semua bagaimana seorang Onee-sama bertindak.

Namun saat ini baik cara bicara dan sikapnya seperti gadis normal pemalu yang riang! Pria manapun pasti akan jatuh cinta pada Akeno-san kalau mereka melihat bagaimana sikapnya saat ini! Bukan, Akeno-san yang biasa itu cukup......bukan, wanita mengagumkan yang bisa mempesona setiap laki laki!

Tapi! Tapi! Celah yang dia miliki saat ini dan dirinya yang biasa bisa meng-KO setiap laki laki karena keimutannya!

Begitu. Jadi kalau dia memiliki kekasih, maka dia akan bersikap seperti ini sepanjang kencan. Dia tak memiliki kekasih sekarang dan aku hanya bertindak sebagai penggantinya, tapi Akeno-san akan menunjukkan sisi ini pada kekasih masa depannya huh!

Momen ketika aku menyadarinya, makin jadi cemburu aku pada kekasih masa depannya! Sialaaaaaaaaaaan! Aku benar benar cemburu pada laki laki yang bisa menjadikan Akeno-san miliknya!

Aku mulai merasa kesal jadi aku memutuskan untuk bersenang senang dengannya yang akan membuat kekasih masa depannya cemburu padaku! Aku mengambil tangan Akeno-san dan menyatakan padanya.

“Akeno-san! Mari pergi ke akuarium dan Game center! Kita harus bisa bersenang senang hari ini sampai ekstrim!”

Akeno-san awalnya terkejut, namun dia membalas dengan senyum terbaik!

“Iya.”

Otakku meleleh oleh satu serangan dahsyat itu. sudah kuduga, Akeno-san memang super imut hari ini!


“Ada begitu banyak ikan laut dalam yang kelihatan aneh disini.”

Ujar Akeno-san dengan antusias setelah keluar dari Akuarium. Akeno-san dan aku menuju ke akuarium setelah bersenang senang di Game Center. Akuarium di kota memang kecil tapi memiliki atmosfir bagus.

Sejak permulaan kencan sampai sekarang, aku terus bergandengan tangan dengan Akeno-san. Kapanpun kami melihat ikan lucu, kami berdua akan menunjuk ikan itu dan tertawa. Mungkin dari sudut pandang orang orang disekitar kami........kami kelihatan seperti pasangan kekasih. Itulah yang terbaik! Kencan cinta dengan Akeno-san! Itu sangat menyenangkan! Itu akan tetap jadi event terbaik dalam hidupku!

Dan ada segerombol orang yang dipimpin orang berambut crimson yang membuntuti kami.......mereka memasang hawa menegangkan. Kupikir aku akan mati setelah kencan ini........

Akeno-san mengkonfirmasi keberadaan mereka setelah kelompok orang berambut crimson keluar dari akuarium. Dia memasang senyum licik mengesankan, dan mulai berlari sambil meraih tanganku!

Oh! Apa sesuatu terjadi!?

Dia berbalik dan berkata padaku.

“Mari kelabui Rias dan yang lain!”

Apa!? Tapi aku tak mengelak dan mulai berlari juga.

Ah, Buchou dan yang lain juga mulai berlari setelah mereka mengetahui kalau kami kabur dari mereka! Selagi ditarik oleh Akeno-san, kami berbelok ke kanan, kemudian ke kiri di dalam kota supaya kehilangan Buchou dan yang lain!

Setelah berlari beberapa menit, kami menyembunyikan diri kami setelah memasuki jalan kecil.

Setelah melihat Buchou dan yang lain melewati kami dari bayangan, Akeno-san dan aku keluar dari jalan kecil.

“Ufufu, sepertinya mereka kehilangan kita.”

Akeno-san menjulurkan lidahnya dan dia sepertinya sangat menikmatinya.

Hehehe, aku benar benar akan dibunuh setelah ini. Aku yakin akan benar benar di overkill.......

Yah, peduli amat. Aku tak masalah dengan itu asal Akeno-san menikmatinya.

Tapi karena kami berlari tanpa berpikir, kami tak tahu dimana tempat ini. Sudah berapa jauh kami berlari?

Kemudian saat aku melihat sekeliling.......

Aku melihat papan tanda bertuliskan [Istirahat untuk ??? yen] atau [Bermalam untuk ??? yen]!!!!

A-ada banyak hotel cinta di sekeliling kami!

Kami datang ke tempat yang salah! Mungkin Buchou menyadari kami berlari ke tempat seperti ini!

Sial! Aku dalam masalah besar! Kalau kami tak kabur dari sini secepatnya, aku akan kena masalah serius!

“A-Akeno-san! Kita harus segera pergi dari sini atau mereka nanti bisa salah paham—“

Hal itu terjadi saat aku mencoba pergi dari sini dengan cepat. Akeno-san memegangi lengan bajuku......

“.....A-Akeno-san?”

Saat aku berbalik, Akeno-san dengan wajah memerah mengatakannya dengan kikuk.

“......Aku tak keberatan kok.”

.....Hah? Tak keberatan.......? A-Apa maksudmu?

Aku tengah bertanya tanya, tapi Akeno-san mengatakannya dengan wajah pasti.

“........Kalau Ise mau masuk ke dalam, maka aku tak keberatan.......aku tak apa apa kok.”

......................

Dari hidungku.......darah mengucur keluar.

S-S-SERIUSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS!!!

Eh!? Apa kamu serius!? Yang benar!? Tak apa apakah!? Apa memang tak apa apa!?

Apa kamu tak apa apa masuk ke dalam hotel cinta bersamaku!?

Maksudmu bukan hanya untuk beristirahat kan!? maksudnya kita akan lakukan “itu” kan!?

Akeno-san.........tak memasang wajah erotis seperti biasanya, dan dia menunjukkan ekspresi gadis yang lugu!

OOOOO! Akeno-san! Ekspresimu begitu polos sampai aku......aku......aku.......

Bisakah kau melakukannya Hyodou Issei!? Pasanganmu adalah Akeno-san! Ini mungkin kesempatan terbaik yang pernah ada!

Selagi Buchou sedang tak mengawasi kami..........kami akan.......kami akan melakukan waktu pertama kami!?

Uoooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo!!?

Buchou! Aku percaya hubungan seks pertamaku akan dengan Buchou! Tapi sekarang Akeno-san! Aku baru menerima tawaran terbaik dari Onee-sama!

Rasanya aku bukan pejantan tangguh kalau tak menerima tawaran itu! sepertinya Akeno-san juga mau, jadi aku bukan lelaki sejati kalau berhenti disini saja!

Adakah kebahagiaan yang lebih besar kalau Akeno-san akan menjadi seorang yang akan berhubungan seks denganku untuk kali pertama!?

Haruskah aku lakukan atau tidak!? Tenanglah, aku! Aku harus berterima kasih pada Maou-sama untuk berkah ini! Selagi aku tengah membuat keputusan tertinggi dalam hidupku, ada seseorang yang menginterupsi.

“Astaga, mencoba bercinta dengan wanita di siang bolong. Kamu sungguh tahu cara berbuat, bocah Sekiryuutei.”

Hah? Siapa itu? seorang yang muncul adalah kakek tua mengenakan pakaian santai dan topi. Di sampingnya adalah seorang pria berbadan kekar dan wanita yang kelihatan rajin.

Wanita itu sangat cantik. Rambut peraknya panjang dan lurus. Aku bisa tahu kalau rambutnya lembut hanya dari melihatnya!

Kakek tua. Jangan bicara padaku. Aku tengah memutuskan akan melakukannya atau tidak. Tunggu.....

Hah? Aku pernah melihat kakek tua itu sebelumnya.

“Hohoho, lama tak jumpa. Ini aku. Aku datang jauh jauh dari Utara.”

Kakek tua berpenutup mata itu mengatakannya dengan senyum cabul. Aku ingat dengan ekspresinya.

“Odin si kakek tua!”

Ya! Dia adalah pemimpin Dewa dari Utara! Aku belum melihatnya semenjak insiden dengan Diodora!

“Hohoho.”

“K-Kenapa anda ada disini!?”

Ya, kenapa dia disini di Jepang? Untuk cuci mata? Bukankah itu rencana sembrono karena ada banyak terorisme saat ini? Itulah yang kupikirkan, kemudian si wanita datang ikut campur.

“Odin-sama! Saya akan kerepotan kalau anda berkeliaran di te-tempat seperti ini! Anda adalah D-Dewa jadi tolong bersikap lebih baik!”

Oh, dia mulai memarahi si kakek tua. Ah, orang ini mungkin adalah gadis yang mengenakan armor dan suka meneriaki Odin si Kakek tua?

“Biarkan aku, Rossweisse. Kamu kan Valkyrie yang harus mengurus para Pahlawan, jadi kamu harus belajar dengan tempat tempat semacam ini.”

“Saya Valkyrie tanpa daya tarik sama sekali. Kalian berdua tak boleh datang kemari di siang bolong. Kalian berdua siswa SMA kan? Pulanglah dan belajar.”

Entah kenapa, si Valkyrie bernama ‘Ross-entahlah-siapa-namanya-san’ mulai memarahiku dan Akeno-san juga.

Astaga. Kelihatannya ini bukan suasana untuk memutuskan apakah aku harus masuk ke hotel cinta atau tidak lagi........aku begitu menyesalinya sampai hatiku menangis tersedu sedu!

Saat aku melihat, Akeno-san tengah didekati oleh seorang lelaki dengan tubuh kekar yang sepertinya adalah pengawal si kakek tua.

“.....K-Kau.....”

Akeno-san membuka matanya lebar lebar dan dia nampaknya terkejut. Orang yang familiar? Apa dia mengenalnya?

“Akeno, apa artinya semua ini?”

Pria itu nampaknya kesal. Aku bisa merasakan kemarahan dari kata katanya. Sungguh menegangkan.

“.....Itu bukan urusanmu! L-Lebih dari itu, kenapa kau ada disini!?”

Akeno-san menyudutkan matanya dan mulai memelototinya. Sisi gadis muda yang dia tampakkan sejak tadi saat ini lenyap sama sekali. Sampai Akeno-san memelototinya seperti itu.......siapa pria itu?

“Itu bukan masalah! Pokoknya, pergilah dari tempat ini. Ini masih terlalu awal untukmu!”

Dia menggenggam lengan Akeno-san dan mencoba membawanya pergi dengan paksa!

“Jangan! Lepaskan aku!”

Akeno-san melawan balik! Hei hei hei hei! Apa yang kau lakukan pada Akeno-san!

Aku menggenggam lengan pria itu dengan cepat dan membuatnya melepaskan Akeno-san!

“Aku tak tahu apa yang terjadi. Tapi lepaskan Akeno-san. Tak bisakah kau lihat kalau dia tak suka!? Selain itu, siapa kau sebenarnya!?”

Aku bertanya dengan sikap siaga bertarung. kemudian aku menerima jawaban yang tak pernah kuduga!

“Aku kemari sebagai pengawal Odin hari ini. Aku adalah salah satu pemimpin Grigori, Barakiel. Aku juga ayah dari Himejima Akeno.”

.......Dia Ayahnya Akeno-san!