High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 1

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Ini adalah gambar Ilustrasi yang disertakan dalam "High School DxD Jilid 1".


Life.0[edit]

Namaku Issei Hyoudou. Orang tua dan teman-temanku biasa memanggilku Ise.

Saat ini, aku tengah menjalani masa remajaku.

Siswa yang tidak kukenal sering mengatakan "Bukankah itu Ise?", yang membuatku penasaran, bagaimana mereka tahu namaku.

Kalian pikir aku populer?

Salah, bukan karena itu. Aku terkenal karena sering dituduh mengintip ruang ganti klub Kendo.

Mereka pikir aku ini orang mesum macam apa? Aku tidak akan melakukan hal memalukan seperti mengintip ruang ganti perempuan......

Maaf. Aku ada disana. aku berada di gudang di sebelah ruang klub Kendo. Disana ada lubang ditembok, dan aku mencoba mengintip lewat situ.

Sayangnya aku tidak bisa melihat karena Matsuda dan Motohama, tidak mau menyingkir dari lubang itu. Benar-benar deh dua orang ini...

Aku benar-benar terangsang dan tidak bisa menenangkan diri karena dua orang idiot ini terus mengintip sambil mengatakan "Ohhh! Murayama benar benar punya dada yang besar" dan "Ahhh, Katase memiliki kaki yang indah".

Tentu aku ingin melihat! Tapi ada seseorang yang mendatangi gudang jadi aku lari dari tempat kejadian.

Tetapi sesuatu yang membahagiakan terjadi pada laki-laki yang selalu melakukan berbagai hal mesum setiap harinya seperti aku ini.

"Berpacaranlah denganku"

Pernyataan-cinta dari seorang perempuan!

Aku akhirnya merasakan bagaimana rasanya muda.

Untuk seseorang lelaki sepertiku yang belum pernah punya pacar, ini seperti mimpi yang menjadi nyata.

Nama pacarku adalah Yuuma Amano. Dia punya rambut hitam halus, dan tubuh yang ramping

Dia sangat manis, sehingga aku langsung jatuh cinta padanya pada pandangan pertama.

Siapapun pasti akan mengatakan "OK" kalau ada perempuan cantik yang datang kepadamu dan mengatakan "Aku cinta kamu Hyoudou-kun! pacaranlah denganku!"

Itu seperti mimpi didalam mimpi bagi lelaki sepertiku yang belum pernah punya pacar semenjak dilahirkan.

Tentu tidak aneh kalau ada yang mengatakan "Yang bilang begitu Bishoujo dari game apa?[1]", tetapi hal ini sungguh terjadi

Ini mungkin keajaiban, tapi seorang perempuan memang menyatakan cintanya padaku.

Awalnya aku berpikir kalau ini adalah gurauan yang dimainkannya dan teman-temannya. Yah mau bagaimana lagi.

Sampai sebelum ini, aku percaya bahwa aku dilahirkan sebagai lelaki yang ditakdirkan untuk tidak akan dicintai perempuan. Namun sejak hari itu aku adalah laki-laki yang punya pacar. Dunia di sekitarku berubah, dan sesuatu dalam diriku pun berubah.

Aku seakan mau mengatakan "Ini Kemenanganku" kepada setiap pria yang aku lewati. Aku mulai merasa kasihan pada dua sahabatku, Matsuda dan Motohama yang tidak punya pacar. Aku menjadi sepercaya diri itu.

Pada kencan pertama kami, aku sudah siap memakai rencana yang telah kususun sejak lama.

Hahahaha, aku menyikat gigiku berulang kali semenjak kemarin malam hingga tidak ada tempat yang kelewatan. Aku juga membeli celana dalam baru karena kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi nanti.

Dengan sikap seorang jejaka, aku tiba di tempat kencan tiga jam lebih awal. Aku menghitung hingga ada seratus perempuan berkacamata berjalan didepanku. selama itu aku mendapatkan selebaran aneh dari sesorang yang tampak mencurigakan. selebaran itu seperti benda ilmu gaib aneh dengan simbol sihir dan tulisan "Mimpimu akan dikabulkan!" awalnya aku mau membuangnnya, tetapi tidak jadi dan karena aku tidak punya waktu, jadi kuputuskan kutaruh dikantung.

Ketika Yuma-chan tiba, aku mengatakan "Jangan khawatir, aku juga baru sampai kok" Tepat! Aku selalu ingin mencoba mengatakan itu. Kemudian kami mulai berjalan sambil bergandengan tangan. Aku sungguh tergerak sampai-sampai air-mataku hampir menetes karena bisa berkencan sambil bergandengan tangan dengan seorang perempuan. Setelah itu, kami pergi ke berbagai jenis toko, menikmati kencan kami. Saat makan siang, kami makan di Restoran Keluarga dimana disitu Yuma-chan memakan Parfait Coklat, aku merasa kenyang hanya dengan melihatnya, aku merasa mengerti bagaimana perasaan remaja lainnya pada saat mereka berkencan. Aku merasa untuk pertama kalinya aku benar benar hidup.

Ibu, terima kasih telah melahirkanku. Ayah, aku mulanya khawatir kalau kalau keluarga kita tidak akan punya keturunan tapi sepertinya Ayah tidak perlu khawatir lagi.

Ketika aku memikirkan semua hal diatas, tiba tiba sudah sore. Ciuman!? Ciuman sebelum pulang!? Kepalaku menjadi semangat hanya dengan memikirkannya! Oh mungkin kami bahkan melangkah lebih jauh...... Hanya itulah yang dipikirkan seorang Siswa SMU mesum sepertiku sepanjang hari ini.

Kami ditaman yang jauh dari kota. Langit semakin gelap, dan tidak ada seorangpun selain kami. karena itu, aku mulai memikirkan hal-hal kotor lagi. seharusnya aku lebih banyak membca buku yang mengajarkan mrlakukan hal-hal yang lebih mesum. Yuma-chan sudah jauh dariku, berdiri di depan kolam.

"Hari ini sangat menyenangkan"

Itulah yang dikatakannya sambil tersenyum.

Sial, dia sungguh manis. lingkungan disekitarnya memberikan suasana yang bagus.

"Hey, Ise-kun"

"Ada apa Yuma-chan?"

"Ada yang ingin kulakukan untuk memperingati kencan pertama kita."

Oh, yes! Ini dia! Saat yang kutunggu tunggu! nafasku sudah harum, dan hatiku sudah siap untuk itu. Jantungku berdetak dengan cepat sekali.

"Um, apa itu yang ingin kamu lakukan?"

Aaaah. Suaraku terlalu dalam. Dia tahu kalau aku memikirkan hal-hal kotor. Apakah aku gagal? Tetapi Yuma-chan masih tersenyum padaku, dan dia mengatakan dengan jelas....

"Maukah kamu mati?"

........Ummm, Apa?

"Ummm? Apa....? Maaf bisakah kamu ulangi sekali lagi? Sepertinya ada yang salah dengan telingaku."

Pasti aku salah dengar. Pasti begitu. Jadi aku menanyakannya sekali lagi tetapi.....

"Maukah kamu mati?"

Dia mengatakanya lagi, sambil tertawa. Frase yang tidak masuk akal. Aku berdiri disana sambil menahan tawa dan mau mengatakan "Lucu sekali Yuma-chan"

-BASA- Sayap hitam muncul dari punggungnya. Sayap hitamnya mengeluarkan suara dan kemudian menyentuh tanah.

Apa itu? Aku tahu kalau Yuma-chan semanis malaikat. Malaikat? Tidak mungkin. Apakah ini semacam drama? Sayap hitamnya benar-benar cocok dengan kegelapan malam. Ini pasti semacam ilusi. tapi aku tidak mau percaya hal seperti itu. Matanya berubah dari mata perempuan manis menjadi mata yang dingin dan menyeramkan.
-BASA- Sayap hitam muncul dari punggungnya.

"Waktu singkat bersamamu sangat menyenangkan. Seperti berakting pacaran dengan anak kecil."

Suara Yuma-chan sangat dingin. Suaranya seperti orang dewasa. Mulutnya memberikan senyuman dingin.

Buzz. Ada suara yang lebih berat dari suara yang dikeluarkan Game System. Benda itu mengeluarkan banyak suara kemeresek dan benda itu muncul di tangannya. Benda itu seperti tombak. Sepertinya benda itu bersinar? Memang itu sebuah tombak.

Kemudian ada suara angin diikuti suara mengerikan. Slash. sesuatu seperti menusuk perutku. Kemudian aku menyadari kalau tombak Yuma-chan menusuk tembus perutku. Dia melemparkan tombak itu padaku, tapi kenapa? aku mencoba mencabut tombak itu, tetapi tombak itu menghilang. Yang tersisa adalah lubang besar di perutku dan darah dalam jumlah yang sangat banyak keluar dari lubang itu. Kepalaku menjadi pusing, penglihatanku menjadi kabur. Ketika kusadari aku sudah terkulai di tanah. Suatu langkah kaki mendekatiku. Suatu Suara kecil mencapaiku. Itu suara Yuma-chan

"Maaf. Kamu adalah ancaman bagi kami jadi kami memutuskan untuk segera menyingkirkanmu. Kalau kamu mau dendam, dendamlah pada Tuhan yang menaruh [Sacred Gear] didalam tubuhmu"

"....[Sacred]... apa?"

Aku tidak bisa mengeluarkan suaraku dan aku mendengar langkah kakinya menjauh dariku. Pada waktu yang sama kepalaku menjadi kabur. Lubang diperutku pasti fatal, walaupun aku sama sekali tidak merasakan sakit. Tapi aku menyadari bahwa kondisiku sangat buruk karena aku merasakan sudah hampir kehilangan kesadaran. Rasanya pasti nyaman kehilangan kesadaran. Tapi kalau sampai terjadi aku akan benar benar mati. Serius nih? Aku mati pada usia segini? Aku bahkan belum hidup sampai setengah masa hidupku! Bagaimana aku bisa tertawa kalau aku mati karena ditusuk oleh pacarku sendiri! Banyak hal yang hilang dari diriku bersama dengan hilangnya kesadaranku. Apa yang akan terjadi disekolah besok? Apakah Matsuda dan Motohama bakal terkejut? Apakah mereka akan menangisiku? Ha-ha, tidak dalam seratus tahun... Ayah, Ibu... Aku belum melakukan hal yang bisa menyenangkan kalian. Oh gawat, tidak akan lucu kalau mereka sampai menemukan majalah pornoku setelah kematianku. kenapa juga aku masih memikirkan hal-hal itu pada saat hampir mati? Tanganku masih bisa bergerak. Aku menyentuh perutku dan kulihat. Merah, merah pekat. Seluruh tanganku merah. Semuanya adalah darahku. kemudian aku teringat perempuan ini. Setiap aku melihatnya, mataku selalu tertarik pada rambut merah pekatnya. Kalaupun aku mati, aku ingin mati di pelukan perempuan cantik sepertinya. Apakah aku mengkhianati pacarku Yuma-chan? Tunggu, dialah yang membunuhku... Kalaupun aku mati, aku harap sebelumnya bisa meremas dadanya. Oh man, aku tidak bisa berhenti memikirkan hal-hal kotor bahkan pada saat hampir mati. Sial. Mataku semakin kabur. Apakah akhirnya selesai? Sial hidupku sungguh buruk. Kalau terlahir kembali aku ingin menjadi....

"Kamu yang memanggilku kan?"

Tiba-tiba seseorang muncul didepanku, bersama dengan suaranya. Aku tidak bisa mengenalinya karena pandangaku sudah kabur.

"Sepertinya kamu sekarat. Lukamu.... Ya ampun, sepertinya hal yang menarik baru saja terjadi. Jadi kamu ya.... Ini benar-benar menarik"

Dia tertawa seakan menemukan benda menarik. Apa yang lucu sampai membuatnya tertawa?

"Kalau kamu mati, aku akan mengurusmu. Hidupmu akan menjadi milikku, dan kamu akan hidup untukku."

Sebelum aku hilang kesadaran, aku melihat rambut merah pekat didepanku.

Life.1: Berhenti Menjadi Manusia[edit]

"Bangun! Bangun! Kalau kamu tidak mau bangun, nanti.... aku.... cium lho"

"Ummm...."

Sebuah jam weker dengan suara seorang Tsundere[2] yang berfungsi untuk membangunkan seseorang, namun sayangnya jam itu tidak bisa membangunkan pemiliknya. "Pemilik" tersebut berguman dilantai karena dia jatuh dari ranjangnya. Itulah aku. Benar benar mimpi yang tidak mengenakkan..... Aku melihat mimpi buruk itu lagi. Akhir-akhir ini mimpiku selalu sama. Mimpi dimana aku dibunuh oleh Yuma-chan. Tapi aku masih ada disini, jadi pastilah itu mimpi.

"Issei! Bangun!"

Suara ibu dari tangga, seperti tiap pagi biasanya.

"Iya aku tahu! Aku sudah bangun!"

Setelah menjawab ibu, aku bangun dari lantai.

Haa... Sepertinya hari ini akan dimulai dengan awal yang buruk. Aku merasa lesu..... Aku menghela nafas panjang sambil memasukan lenganku ke seragamku.

"Aku berangkat."

Aku meninggalkan rumah sambil menguap. Selama berjalan kesekolah, aku menutup mataku karena cahaya matahari.

Ya ampun, sungguh merepotkan. Akhir akhir ini matahari selalu memberiku perasaan tidak enak. Cahayanya seakan menusuk kulitku dan aku tidak tahan. Pokoknya cahaya matahari pagi tidak baik untukku dan aku tidak bisa bangun pagi.

Karena aku tidak bisa bangun, akhir-akhir ini ibuku selalu datang dan membangunkanku dengan kasar. Sebaliknya pada waktu malam, aku menjadi lebih "kuat". serasa ada sesuatu memancar dari dalam tubuhku dan membuatku begitu bersemangat. aku benar benar menjadi pria "malam". Aneh, ada yang salah. aku memang sering begadang hingga larut malam, tapi adalah suatu "keajaiban" kalau aku bisa terjaga hingga pukul satu dini hari. namun akhir-akhir ini mudah sekali bagiku untuk terjaga hingga pukul empat dini hari. Akhir-akhir ini, aku aku selalu tertidur saat matahari mulai muncul, dan itu menjadi kebiasaan rutinku. Aku tidak kecanduan game online atau pertunjukan tengah malam. Apa yang telah terjadi pada tubuhku? Apakah otakku memerintahkan tubuhku tidak tidur agar aku tidak perlu melihat mimpi dimana pacarku membunuhku? Tidak mungkin itu cuma perasaan pribadiku, jadi aku rasa bukan. Karena adalah alami bagi tubuh seseorang untuk merasakan kebutuhan akan tidur.

Suasana malam benar - benar berbeda dari sebelumnya. Untuk mengujinya aku keluar pada malam hari dan kecepatan langkah kakiku lebih cepat dari biasanya dan hatiku jadi bergembira saat aku pergi ke tempat gelap pada malam hari. Ketika berlari aku terkejut karena lariku sangat kencang. Kalau aku masuk klub Lari, aku dengan mudah bisa menjadi nomor satu. Aku bahkan bisa berlari marathon tanpa kehabisan stamina. Aku jadi terlalu percaya-diri tetapi pada saat berlari pada pagi hari, dengan cepat aku menjadi lelah. memang itu adalah kecepatan rata rata bagi siswa SMU, tetapi ada perbedaan besar antara "diriku saat malam" dan "diriku saat siang". Aku menjadi aneh pada malam harinya. kedengarannya mungkin aneh, tetapi suasana malam merubahku menjadi orang yang berbeda.

Ahgg... Cahaya matahari masih terik. Tidak seperti malam harinya, aku menjadi benar benar "lemah" pada siang hari. Semejak kencanku dengan Yuma-chan aku terus kepikiran bahwa ada sesuatu yang berubah dalam tubuhku.

Sekolah yang kudatangi adalah sekolah swasta, SMU Kuou. Sebelumnya, sekolah ini adalah SMU khusus anak perempuan, tetapi sekarang menjadi campur. Jadi rasio perbandingan siswa perempuan lebih besar dari pada siswa laki - laki, tetapi tahun demi tahun jumlah siswa laki - laki terus meningkat. Namun secara keseluruhan, tetap jumlah siswa perempuan lebih banyak dari pada siswa laki - laki. Aku adalah siswa kelas XI, dan dikelasku rasio perbandingan perempuan dan laki laki adalah 7:3. Dikelas XII malah 8:2. Bahkan sekarangpun,siswa perempuan punya kewenangan yang lebih besar dan anggota OSIS pun kebanyakan adalah perempuan, bahkan ketua OSIS sekolah pun adalah perempuan. Ini adalah sekolah dimana siswa laki - laki tidak bisa berbuat seenaknya tapi aku tetap mendaftar di sekolah ini. Alasanya sederhana. Disekolah ini ada banyak perempuan, dan itu adalah hal yang sangat luar biasa. Walaupun katanya sangat sulit untuk diterima disekolah ini, tetapi aku bisa berhasil masuk karena niat burukku, yaitu bisa belajar dikelilingi oleh banyak perempuan. Hanya untuk alasan itu, aku datang kesekolah ini.

Apa salahnya hal itu!? Apa salahnya menjadi laki - laki mesum!? Ini hidupku! orang lain tidak berhak mengomentarinya! Aku akan membangun Harem di sekolah ini! Dan itu adalah misiku pada saat mendaftar di sekolah ini. Tetapi sekarang aku merasa depresi. Karena ada banyak perempuan disini, kupikir mudah mendapatkan paling tidak 2 atau 3 pacar.

Tetapi aku salah. Walaupun hanya ada satu grup pria ganteng yang populer, tetapi para perempuan bahkan tidak mau melihatku. Tepatnya, mereka mengacuhkanku seperti seonggok sampah yang tergeletak dilantai. Sial! ini tidak seperti rencanaku! Tidak mungkin! Dalam rencanaku, seharusnya aku bisa langsung dapat pacar seketika aku masuk kesekolah ini! Kemudian aku putus dengannya dan mulai mencari perempuan lain, begitu terus. Dan pada saat aku lulus ada banyak perempuan yang yang berkelahi memperebutkan aku di pertandingan Battle Royal! Kalau begini terus, cita - citaku cuma akan jadi mimpi! Tunggu jangan jangan sudah jadi mimpi? Apa yang salah? Era jaman aku lahir? Atau ada yang salah pada diriku.....? Tidak....! Aku tidak ingin memikirkannya! Itulah hal - hal yang kupikirkan setiap harinya.

Aku tiba di kelasku sambil menghela nafas panjang, aku duduk di bangkuku.

"Halo, Sobat. Bagaimana video porno yang kupinjamkan padamu? Bagus kan?"

Laki-laki yang berbicara padaku dengan kepalanya yang botak ini adalah sahabatku yang nomor 1: Matsuda. Sepintas dia seperti atlit berpengalaman, tapi sebenarnya dia adalah pria mesum yang mengatakan hal yang melecehkan secara seksual setiap harinya. Pada waktu SMP dia adalah atlit super, dan dia pernah mencetak beberapa rekor tetapi sekarang dia adalah anggota klub fotografi. Dia ingin mengambil foto perempuan dari berbagai sudut sehingga dia dijuluki "Si Botak Mesum" dan "Paparazi Peleceh Seksual".

"Hmm, pagi ini anginnya cukup kencang ya? Karena itu aku bisa melihat pemandangan bagus, celana dalam perempuan"

Laki-laki berkacamata yang sok keren ini adalah sahabatku nomor 2: Motohama. Kacamatanya punnya kemampuan untuk mendapatkan data ukuran perempuan. Julukannya adalah "Si Kacamata Mesum", dan "Kalkulator BWH". Mereka adalah sahabatku. benar benar deh, setiap melihat mereka berdua aku merasa seperti "pecundang".

"Aku punya barang bagus".

Matsuda mengeluarkan setumpuk majalah porno dan DVD dari tasnya, dan tanpa ragu dia menaruhnya diatas mejaku.

"Heee!"

Ada teriakan kecil dari seorang perempuan di sisi lain kelas. Ya, itu adalah reaksi normal, karena hal semacam "ini" terjadi dari pagi.

"Bocah gila."

"Mati saja kalian binatang kotor!"

Diikuti teriakan, ada banyak komentar negatif dari para siswi.

"Diam! ini adalah hiburan kami! perempuan dan anak - anak menyingkir saja dan tidak boleh lihat! kalau tidak kuperkosa kalian dalam imaginasiku nanti!"

Kata-kata pelecehan seksual yang hebat seperti biasa, Matsuda-kun. Kalau dulu, mungkin aku akan mengatakan "Wow, dari mana kalian mendapatkan harta ini?" dengan mata berkaca-kaca. Tetapi karena keadaan pagiku yang buruk, aku enggan meributkan hal itu. Matsuda menghela nafas ketika melihat wajahku.

"Ada apa denganmu? Ada segini banyak harta didepanmu tapi ekspresimu membosankan begitu."

"Ada apa denganmu? Kamu tidak seperti biasanya belakangan ini. Benar-benar aneh."

Motohama juga berkomentar sambil memegang kacamatanya.

"Aku juga ingin bersemangat dengan semua ini, tapi belakangan ini aku tidak punya tenaga untuk bersemangat."

"Kamu sakit? Tidak mungkin. Laki-laki yang adalah 'perwujudan semua nafsu seksual' sepertimu tidak mungkin sakit."

Motohama mengeluarkan komentar kasar padaku. Orang ini benar-benar tidak sopan.

"Oh, itu ya? Halusinasi tentang pacar khayalanmu. Yuma-chan kan? Apakah ini efek samping dari itu?"

"Kalian sungguh tidak ingat Yuma-chan?"

Mereka berdua mulai melihatku dengan mata kasihan setelah pertanyaanku.

"Kami sungguh tidak mengenalnya. Kamu harus seera pergi kedokter. Ya kan Motohama?"

"Ya, dan kami sudah bilang berkali-kali kalau kami tidak kenal nama itu."

Mereka selalu seperti ini, setiap aku tanya tentang Yuma-chan. Awalnya aku pikir mereka bercanda. Tapi setelah berbicara serius dengan mereka, aku tahu kalau mereka mengatakan yang sejujurnya. Aku ingat betul mengenalkan Yuma-chan ke mereka. Mereka mengatakan "Bagaimana mungkin perempuan cantik seperti dia bisa pacaran dengan Ise!" dan "Pasti ada kesalahan sistem. Issei, kamu tidak melakukan hal ilegal kan?" dan terus mengatakan hal-hal tidak sopan. Aku ingat saat itu dengan sangat jelas. Tetapi mereka lupa. Mereka bahkan melupakan Yuma-chan. Seakan-akan Yuma Amano tidak pernah ada. Sepertinya waktu yang kulalui bersama Yuma-chan cuma halusinasi seperti yang dikatakan kedua orang ini. Seperti yang dibuktikan kedua orang ini, tidak ada nomor telepon atau alamat email Yuma-chan di ponselku. Apakah terhapus dari memori? Apakah sesorang sengaja menghapusnya? Tidak mungkin! Aku tidak pernah menghapusnya, jadi siapa?

Aku menelepon nomor yang kuingat, tetapi nomor itu sedang tidak digunakan. Jadi ini artinya dia memang tidak ada? Berati semua cuma imajinaski? Hal gila macam itu tidak mungkin terjadi, tetapi selain ingatanku, tidak ada bukti yang menunjukan kalau dia pernah ada. Kalau kupikir lagi, aku tidak tahu alamat rumahnya, aku menemukan sekolah yang memakai seragam yang sama dengannya. Jadi aku menanyakan kepada siswa disana tentang Yuma-chan, tetapi mereka mengatakan tidak ada siswi dengan nama itu. Jadi siapa pacarku? Siapa yang kukencani? Jadi mimpi yang kulihat cuma imajinasi yang kubuat. Aku berbicara pada Motohama dan matsuda seakan dia nyata? Kalau begitu berati aku gila. Aku ingat betul wajahnya. Ada sesuatu yang salah dengan semua ini, dan ada juga kekuatan aneh yang kudapat saat malam hari. Tetapi apa itu? Sambil terus memikirkan hal ini, Matsuda menaruh tangannya di pundakku.

"Mau bagaimana lagi. Kita sedang dimasa puber kita, jadi wajarlah kalau kita bertingkah seperti ini. OK, kalau begitu, kalian berdua datanglah kerumahku. Akan kutunjukan koleksi rahasiaku."

"Itu ide yang luar biasa, Matsuda-kun. kamu harus mengajak Issei juga."

"Tentu Motohama-kun. kita laki - laki yang dipenuhi dengan nafsu seksual. Kalau kita tisak melakukan sesuatu dengan hal itu, artinya tidak sopan pada orang tua yang telah melahirkan kita."

Dua orang ini menyeringai. Mereka sungguh mesum. Bagaimanapun kalian melihatnya, mereka adalah kumpulan orang aneh dan mesum. Dan sayangnya aku juga termasuk. Ya..., siapa peduli karena tujuan hidupku juga itu.

"OK! Hari ini, kita tidak perlu menahan diri! Kita akan minum minum sambil menonton video porno!"

"Ya, benar! Ini baru Issei yang kami kenal!"

"Itu baru semangat. Kita harus merayakan kebahagiaan karena telah lahir sebagai seorang pria."

Matsuda dan Motohama menjadi begitu besemangat. Aku akan melupakan inisiden dengan Yuma-chan sejenak. Sesekali aku perlu beristirahat juga! Hari ini aku akan melupakan segalanya dan fokus ke video porno!

Sambil semua ini terjadi. Setelah kami selesai membuat rencana untuk nanti sore, ada rambut merah pekat yang menarik perhatianku. Dari jendela kelas, aku memandang seorang perempuan, yang ada di halaman sekolah. Aku tidak bisa melepaskan pandanganku dari gadis yang sedang berjalan menuju gedung sekolah itu. Dia mempunyai rambut yang merah pekat, dan kecantikannya seakan akan bukan milik manusia. Proporsi tubuhnya seperti bukan orang jepang. Tentu saja karena dia bukan orang jepang, dan banyak yang mengatakan kalau dia berasal dari eropa utara. Hati semua orang pasti akan terpikat, setelah memandang kecantikannya. Namanya adalah Rias Gremory, idola sekolah kami. Dia siswi kelas XII, jadi dia adalah seniorku. Aku tahu bahwa semua orang memandangnya, laki - laki maupun perempuan. Matsuda dan Motohama juga memandangnya. Ini terjadi setiap hari. Semua orang melihatnya ketika dia berjalan melewati mereka. Beberapa malah sampai menghentikan pembicaraan mereka untuk melihatnya berjalan melewati mereka. Angin meniup lembut rambutnya, ketika semua orang memandangnya. Kemudian rambutnya terurai hingga ke pinggulnya lalu tertiup angin kembali. Seakan akan semua pemandangan disekitarnya juga ikut memerah, seperti rambutnya. Kulit cantiknya yang seputih salju juga sangat indah. Cantik, hanya itulah kata yang tepat untuk menggambarkan dia dalam satu kata. Dan hanya itulah kata yang diperlukan. Aku selalu menghentikan semua aktifitasku setiap kali melihatnya. Tetapi belakangan ini, caraku memandangnya berubah. Dia cantik, tetapi dia terlalu cantik. Kecantikannya membuatku takut, dan aku sedikit taku ketika aku melihatnya. Aku tidak tahu kenapa, tapi aku mulai merasa takut semenjak menghilangnya Yuma-chan. Kemudian matanya bergerak kearah gedung kami dan menangkapku. Aku merasa seakan-akan jantungku di pegang olehnya. ini adalah perasaan ketika seseorang yang lebih unggul berdiri didepanmu. Mata birunya berubah dan mulutnya sedikit tersenyum. Senyum itu untukku? Tidak mungkin, karena aku sama sekali belum pernah bicara dengannya. Kemudian tiba-tiba aku teringat mimpiku semalam. Di akhir mimpiku ada seseorang dengan rambut merah bicara padaku. Seseorang yang kelihatan lembut, tetapi juga menakutkan. Ketika aku mengingat-ingat, dia sudah tidak kelihatan lagi.

"Aku sungguh ingin meremas dada!"

Sambil menonton video porno, aku memeluk matsuda yag terus menangis. Awalnya kami tidak terlalu bersemagat dan bahagia ketika mulai menonton selepas pulang sekolah. seraya kami menonton kami malah menjadi depresi karena pertanyaan "Mengapa kami tidak punya pacar?" muncul dalam diskusi kami.

Kami membahasnya dengan serius, dan aku serasa mau menangis. Matsuda malah sudah menangis sejak tiga video sebelumnya. Motohama masih sok keren, tetapi di balik kaca matanya bisa terlihat air-matanya berlinang.

Tiga puluh menit seelumnya Motohama mengatakan, "Aku pernah diajak ke belakang gedung olahraga oleh seorang perempuan, dan itulah pertama kalinya aku di rampok perempuan...." dengan suara yang sangat kecil. Bahkan aku juga hampir menangis, setelah mendengarnya. Aku jadi ingin tahu laki - laki seperti apa yang cemberut padahal sedang menonton video porno? Tentu sja jawabanya adalah tiga laki-laki tidak populer. Aku mulai membenci dunia ini, ketika memikirkan bahwa mungkin ada juga laki-laki seusia kami yang melakukan hubungan sex dengan perempuan saat ini. ketika memikirkan hal ini, tidak terasa film terakhir selesai dan langit telah menjadi gelap. Ketika kulihat arlojiku, ternyata sudah pukul 10 malam. Aku sudah memberi tahu orangtuaku kalau aku pergi kerumah Matsuda, tapi kalau berada disini lebih lama, aku cuma akan merepotkan keluarganya dan aku bisa telat datang kesekolah besok.

"Kalau begitu, aku pulang sekarang."

Setelah aka mengatakan itu, kami semua berdiri dan mulai berkemas.

"Sampai jumpa."

Setelah kami berpisah dengan Matsuda diteras, Motohama dan aku pulang.

"Ini adalah malam yang indah. Dan oleh karena itu, wajar kalau menonton video porno."

Motohama mengatakan hal aneh sambil melihat langit dengan nafas panjang. Dia benar-benar kelihatan depresi. Mungkin besok, Motohama dan Matsuda akan kembali ke diri mereka biasanya jadi kupikir tidak apa-apa.

"Sampai jumpa besok."

"Ya, selamat bermimpi indah."

Motohama melambaikan tangannya, tetapi aku tahu kalau dia masih depresi. Mungkin aku akan mengiriminya SMS untuk menghiburnya nanti.

Beberapa menit setelah berpisah dengan motohama, aku masih berjalan pulang. Tetapi aku bisa merasakan aliran enerji aneh dalam diriku. Ini adalah gejala "Menjadi manusia super di malam hari". Pasti ada sesuatu yang salah dengan tubuhku. Ini buka fenomena normal. Mataku menjadi lebih jelas dan ke empat indraku lainnya juga menjadi lebih tajam. Khususnya mataku dan telingaku menjadi sangat tajam. aku bahkan bisa mendengar percakapan sesorang didalam rumah mereka, dan aku bahkan bisa melihat jalan meskipun malam hari. AKu bahkan bisa melihat tempat dimana tidak ada cahaya sama sekali, jadi ini benar - benar aneh! Aku merasa kekuatan ini semakin besar dari hari ke hari. Ini bukan hanya perasaanku. karena rindingan yang kurasakan disekujur tubuhku begitu nyata!

Aku bisa merasakan sedang diawasi oleh seseorang. Orang ini melihatku dengan tatapan dinginnya. Aku bisa merasakan hawa aneh didepanku. Tubuhku mulai gemetar, dan getarannya semakin kuat ketika aku maju kedepan. Ada seorang laki - laki. Seorang laki - laki memakai jas yang melihatku dengan tatapan buas, dam matanya sungguh menakutkan. Seakan akan tubuhku bisa langsung membeku kalau aku melihat matanya. Inikah yang disebut hawa membunuh? AKu bisa merasakan kalau dia melihatku seakan - akan aku adalah musuhnya. Tidak, ini sesuatu yang lebih berbahaya. Ini benar benar hawa membunuh. Laki - laki itu berjalan mendekat, dengan lamban. Tetapi dia sungguh mendekatiku! dan dia menargetku! Orang mesum!? Orang berbahaya!? Aku pasti berada dalam bahaya karena tubuhku tidak mau berhenti gemetar! Mengapa aku harus bertemu orang yang berbahaya daam perjalanan pulangku!?

"Jarang sekali. Bertemu seseorang sepertimu ditempat seperti ini."

"...?"

Apa yang dia katakan? Tidak, tidak, tidaklah aneh kalau orang gila sepertinya berbicara hal yang tidak masuk akal. Jadi dia memang orang berbahaya! Sial! Apa yang harus kulakukan kalau dia mengeluarkan pisau? Aku tidak tahu ilmu bela diri apapun, dan aku tudak pernah berkelahi sebelumnya! Oh aku tahu! Tubuhku kan jadi sangat kuat kalau malam, jadi aku lari saja! Aku berjalan mundur unruk mengambil jarak darinya. Laki-laki misterius itu mulai berjalan dengan kecepatan normal.

"Apa, mau coba lari? Siapa tuanmu? Pasti dia orang rangking rendahan atau dengan hobi aneh yang memilih tempat seperti ini sebagai wilayah. Jadi siapa tuanmu?"

Aku bahkan tidak mengerti apa yang dia bicarakan! Aku berbalik dan berlari ke arah aku datang dengan kecepatan penuh. Cepat. Sangat cepat sekali. Walaupun aneh bila aku mengatakan ini, tapi kecepatan berlariku pada malam hari gila. Aku terus berlari sampai ke jalan yang tidak aku kenal. Aku tidak lelah sedikitpun. Aku masih bisa terus berlari. Kalau begitu, aku akan terus berlari sampai ada jarak yang jauh diantara kami. Setelah kira-kira 15 menit, aku sampai di daerah yang luas. Sebuah taman. Aku berhenti berlari, dan mulai berjalan. Aku naik ke kolam pancuran dan menarik nafas. Aku melihat sekeliling taman dibawah cahaya lampu. Ada sesuatu yang misterius dengan taman ini. Aku tahu taman ini. Ya ini adalah tempat terakhir yang kudatangi pada saat kencan bersama Yuma-chan! Benar-benar suatu kebetulan, atau malah keajaiban? Apakah tanpa sadar aku mendatangi tempat ini? Tidak mungkin...

Hawa dingin.

Aku merasakan hawa dingin dibelakangku. Aku merasa ada sesuatu dibelakangku. Aku berbalik perlahan, dan aku melihat bulu hitam jatuh didepanku. Apakah ini sayap gagak? Ternyata bukan.

"Kamu pikir aku akan membiarkanmu lari? Karena inilah mahluk rendahan memang merepotkan."

Orang yang muncul didepanku memakai jas dan dia punya sayap hitam tumbuh di punggungnya. Dia adalah orang mencurigakan yang tadi. Malaikat.... Bukan, ini bukan kisah dongeng jadi tidak mungkin!? Apakah itu cosplay? Tapi itu terlalu tampak asli untuk cosplay[3]. Apakah itu sayap sungguhan? Tidak mungkin!?

"Beri tahu nama tuanmu. Bisa merepotkan kalau nanti diganggu oleh kelompokmu. Karena itu kami akan.... Tunggu apakah kamu 'Ex'[4]? Kalau kamu, kamu tidak punya tuan, maka itu akan menjelaskan ekspresi khawatir diwajahmu."

Orang mencurigakan itu berguman sendiri. Jangan membuat perkiraan semaumu sendiri! Ini situasi yang serius, tapi tiba tiba aku teringat kejadian pada saat kencan di mimpuku. Mimpi dimana aku dibunuh oleh Yuma-chan. Tepat didepan kolam pancuran ini. Ya oleh Yuma-chan yang mempunyai sayap hitam. Dan sekarang ada laki - laki dengan sayap hitam didepanku. Apakah ini berarti mimpiku menjadi kenyataan? Hey, hey kenapa perempuan cantik menjadi laki-laki!? Tidak, itu tidak penting! Yang terpenting adalah situasi ku sekarang! Kalau menurut mimpiku, apa yang akan terjadi berikutnya adalah....

"Hmph. Aku tidak merasakan keberadaannya tuanmu ataupun kelompokmu. Aku juga tidak merasakan ada yang mencoba menyembunyikan keberadaannya juga. Berdasarkan situasi sekarang, kamu adalah 'Ex'. Jadi tidak masalah kalau aku membunuhmu."

Laki-laki yang baru mengatakan hal aneh itu mengangkat tangannya. Dilihat bagaimanapun, tangannya diarahkan kepadaku! Aku bisa mendengar suara bising. Aku tahu fenomena ini. Itu adalah benda yang seperti kumpulan cahaya berkumpul ditangannya. Tunggu sebentar, bagian yang seperti cerita fantasi ini seharusnya tetap sebagai bagian dari mimpi saja! Kemudian cahaya itu membentuk suatu benda yang kelihatan seperti tombak. Sebuah tombak... memang sebuah tombak! Aku ditusuk oleh benda itu dimimpiku, dan aku mengalami krisis mengerikan! Aku akan dibunuh! Tetapi perutku sudah tertusuk benda itu selagi aku memikirkan hal - hal ini. Kemudian sesuatu keluar dari mulutku. Gohou!? Banyak darah keluar dari mulutku, diikuti rasa sakit yang hebat.

Sakit. Sakit sekali! aku jatuh berlutut. Aku bisa merasakan perutku terbakar. rasa sakit menjalar kesekujur tubuhku, dan rasanya sakit tidak tertahankan. Aku mencoba mencabut tombak itu dari dalam tubhku, tapi tanganku merasa sakit saat aku menyentuhnya. Panas, panas sekali. Ditempat aku memegang tombak itu mendapat luka bakar.

"Guu....aaah......"

Aku mulai mengerang, karena sakit. Sakit sekali! Tanganku terbakar parah, jadi mungkin bagian dalam tubuhku lebih terbakar lebih dari pada tanganku. kemudian aku merasakan lebih banyak rasa sakit. Jadi ini rasanya kalau bagian dalam tubuh terbakar, huh? Karena rasa sakit yang sangat, air mata mulai menetes dari mataku. Tep, tep. Ada suara langkah kaki mendekatiku. Aku menengok keatas, dan orang misterius itu membuat tombak lain dan memegangnya di tangannya.

"Pasti sakit. Cahaya adalah racun bagi mahluk sepertimu. Terkena ini akan menyebabkan luka fatal. Aku pikir tombak ini akan membunuhmu, walaupun aku telah kukurangi tenaganya. Tubuhmu lebih kuat dari dugaanku. Kalau begiu aku akan menyerangmu lagi dengan ini. Tapi sekarang akan kutambah sedikit tenaganya, Sekarang tamatlah kamu."

Apakah dia akan menamatkanku!? Aku akan terbunuh, kalau aku terkena benda itu lagi! Selagi aku berpikir, aku mulai teringat mimpiku dan teringat tentang warna merah pekat itu.

Merah pekat menyala yang didekatku... dia tidak akan menolongku. Itu cuma mimpi. Kalau begitu apakah ini juga mimpi? Kalau ini mimpi tolonglah aku. Meskipun cuma dalam mimpi, aku tidak ingin berada di situasi seperti ini!

Wuush!.

Aku pikir aku mendengar suara angin, tetapi ternyata ada ledakan didepanku. ketika aku melihat keatas, ada asap keluar dari telapak tangan orang itu. Dan ada darah mengalir dari tangannhya.

"Jangan berani kau menyentuhnya."

Ada seorang perempuan berjalan mendekatiku. Dia punya warna rambut merah pekat. Aku kenal dia, walaupun hanya dari punggungnya. Orang yang kutemui dimimpiku. Aku tidak tahu siapa sebenarnya dia karena aku tidak bisa melihat wajahnya. Tetapi sekarang aku aku yakin, kalau dia adalah orang dari mimpiku.

"...Rambut Merah Pekat...... Kau pasti wanita dari keluarga Gremory...."

Laki-laki itu mulai melihat ke wanita Berambut merah tua dengan mata penuh kebencian

"Namaku adalah Rias Gremory. Apa kabar tuan Da-Tenshi[5]!? kalau kau mencoba melukai anak ini, aku tidak akan menahan diri."

Rias Gremory. Ya, dia adalah siswi senior disekolahku dan adalah sicantik berambut merah pekat.

"Fufufufu..... Ya, ya. Jadi anak ini milikmu. Jadi kota ini juga wilayahmu, huh? Kalau begitu malam ini aku akan meminta maaf. Tetapi aku sarankankan agar tidak membiarkan pelayamu berkeliaran. Orang sepertiku bisa tidak sengaja membunuhnya ketika berjalan-jalan."

"Terima kasih sarannya. Kota ini berada dibawah pengawasnku, jadi kalau kamu menghalagi, aku tidak akan menahan diri."

"Aku juga akan mengatakan hal yang sama padamu, Penerus Keluarga Gremory. Namaku Donnasiege. Aku berharap kita bisa bertemu lagi."

Laki-laki itu mulai mengepakkan sayap hitamnya, dan tubuhnya mulai melayang. kemudian dia terbang ke langit. Jadi sekarang sudah aman.... Aku merasa sedikit lega, tetapi mataku menjadi kabur dan rasanya kesadaranku mulai menghilang. Hey, bukannya ini gawat? Ini benar-benar gawat.

"Oh, kamu sudah hampir pingsan? Ini memang luka yang fatal. Mau bagaimana lagi. Hey, rumahmu dimana?"

Aku terkulai di tanah, dan senpai berbicara padaku. Tetapi aku tidak bisa mendengar apa yang dia katakan. kemudian kesadaranku hilang.

BANGUN ATAU AKU AKAN MEMBUNUHMU....... BANGUN ATAU AKU AKAN MEMOTONG-MOTONGMU.....

Ketika aku terbangun, sekarang telah pagi. Apa ini? apakah aku bermimpi buruk? Itu pasti mimpi. Tetapi kelihatan sangat nyata sekali. Sekarang aku disini tidur diranjangku. Aku terbangun oleh jam weker suara rekaman Yandere[6], jadi semuanya memang adalah mimpi. Kali ini bukan Yuma-chan, tetapi laki-laki aneh yang mengejarku. Tetapi mereka sama-sama memiliki sayap hitam. Kemudian aku menggelengkan kepalaku. Kuatkanlah dirimu, diriku. Kenapa aku terus mendapatkan mimpi seperti itu? Kalau diingat - ingat aku pergi kesekolah seperti biasa, sekolah juga normal seperti biasa. Setelah sekolah aku pergi kerumah Matsuda dan menonton video porno secara maraton bersama Matsuda dan Motohama. kemudian pada saat pulang, aku diserang oleh orang aneh bersayap... Kemudian aku menyadari keadaan anehku. Aku telanjang. Tidak mengenakan apa-apa. Bahkan pakaian dalampun tidak. Apa yang terjadi!? Aku telanjang bulat. Aku tidak ingat kapan aku pulang. Apakah aku sudah pikun diusia segini? Aku juga tidak punya kebiasaan tidur telanjang.

"Unnn...."

Hah! Aku mendengar suara manis. Kemudian aku melihat kesebelahku dengan hati-hati.

Zzzzzzz......zzzzzzzz.

Ada perempuan berambut merah pekat tidur disebelahku. Dan dia telanjang..... Kulit putihnya yang seputih salju sangat cemerlang. Kulitnya kelihatan sangat halus dan sangat tidak baik untuk mataku.

.......Dilihat bagaimanapun, dia adalah Senpai[7], idola sekolah kami. Rambut merah pekatnya yang tersebar di atas bantal kelihatan sangat indah. Rias Gremory senpai.... Hah? Hah? Hah? Tenanglah diriku. Menghitung bilangan prima bisa membantu membuatku tenang. 2, 3, 5 ,7, 11, 13, 17, 19, 23.... Daaaah!! Tidak bisa!! Aku tidak bisa tenang! Kenapa aku tidur dengan Rias-senpai!? Apa yang terjadi!? Apa yang telah kulakukan!? Apakah aku telah melakukan sesuatu!? Tapi aku tidak ingat! Aku tidak ingat sedikitpun! Kenapaaaaa!? Aku harus mengingat apa yang telah kulakukan! Tidak! Keapa aku bisa berada di situasi ini!? Apakah aku telah berhubungan seks dengan senpai!? Hah? Apakah orang kehilangan keperjakaannya seperti ini!? Tidak mungkin! Ini tidak mungkin! Ingatlah, diriku! Cobalah ingat kenangan berharga itu, diriku! Apa yang telah kulakukan!? Hal apa saja yang bisa kulakukan!? Kepalaku pusing, tetapi untuk sejenak aku lebih tersudut lagi.

"Ise! Bangun! Waktunya kesekolah!"

"Sayang, apakah Ise masih dikamarnya?"

"Sayang, sepatunya ada di teras jadi dia sudah pulang. Menginap di rumah teman sampai larut malam! Dan ditambah lagi telat kesekolah! Itu, tidak akan kumaafkan!"

Percakapan orang-tuaku dilantai satu, yang bisa kudengar dari sini. Kemudian diikuti langkah kaki menaiki tangga. Suara langkah itu membawa amarah didalamnya, dan dengan cepat naik kesini dengan ribut. Ibu kesini! Tunggu! Tunggu sebentar! Kalau dia melihat situasi ini, bisa sangat gawat!

"Tunggu! Aku sudah bangun! Aku akan segera turun!"

"Ibu tidak akan memaafkanmu lagi! Kita harus bicara sebentar tentang hal ini!"

Ibu kesal! Dia datang! Dia menuju kamarku! Aku tidak boleh memperlihatkan situasiku sekarang!

"Unnnn.....Apakah sudah pagi?"

!! Senpai Mengusap matanya disebelahku! Dia Bangun! Dia terbangun!

Ckreck.

Pintuku dibuka dengan keras, dan pada waktu yang sama senpai mengangkat setengah bagian tubuh atasnya. Mataku bertatapan dengan mata ibu. Dia kelihatan marah!

"Selamat pagi."

Senpai menyalami ibuku dengan senyuman. Mata ibu berpindah dariku ke arah senpai. Kemudian ekspresi wajah ibuku membeku. Dia mengarahkan matanya kepadaku lagi. Tetapi aku menghindari kontak mata.

"SEGERA BANGUN....."
Senpai menyalami ibuku dengan senyuman.

Ibu membuat suara monoton seperti mesin, dan dia menutup pintu secara perlahan. Setelah itu, ada suara kencang menuruni tangga.

"Sa, Sa, sa! Sayaaaaaaaaaaang!"

"Ada apa sayang? Kamu seperti melihat hantu? Apakah Ise masturbasi lagi pagi ini?"

"Se, se, se! Seeeeeeeeeks!!! Ise melakukannya! Dengan orang luar negri!!!"

"Sayang! Sayang! Apa yang terjadi!?"

"Dengan orang luar negri!! Ise melakukan!!!"

"Sayang!? Sayang!? Sayang, tenanglah!! Sayang!!"

Aku cuma bisa menutupi wajahku dengan tanganku. Aku bisa membayangkan apa yang terjadi di bawah. Bagaimana mungkin!? Sepertinya bakal ada konferensi keluarga setelah ini.... Alasan apa yang bisa kuberikan untuk menjelaskan situasiku sekarang?

"Keluargamu benar-benar ceria di pagi hari"

Senpai bangkit dari ranjangku dan mengambil seragamnya di mejaku. Senpai telanjang. Tubuh telanjang perempuan cantik. Ummm, aku bisa melihat banyak hal.... Pinggang kecil, Kaki yang putih dan panjang, Paha, pantat yang melengkung sempurna, dada yang besar. Aku bahkan bisa melihat putingnya dengan jelas! Kenapa dia tidak menyembunyikannya!? Kalau aku punya kemampuan "Pengukur BWH" Motohama, aku dengan mudah bisa mendapatkan pengukuran yang tepat. Aku menyesal karena tidak punya kemmapuan itu! Tetapi aku tahu satu hgal. Aku telah banyak melihat tubuh telanjang wanita dalam majalah dan video, tetapi tubuh senpai tampak lebih indah dari pada semua itu. Bagaimana bilangnya ya? Seni? Tubuh dengan lengkungan sempurna. Itu seperti tubuh lukisan atau patung yang ada pada museum. Sempurna. Aku hanya bisa mengatakan bahwa kecantikannya masih mengagumkan meski dia telah melepas semua pakaiannya.

"Se, senpai!"

"Ada apa?"

"Aku bisa melihat dadamu dan yang lainnya"

Aku mengatakannya sambil melihat arah lain. Aku ingin melihat, tetapi ini ya ini, itu ya itu. Aku harus menahan diri.

"Kalau kamu mau lihat, silahkan saja."

Senpai mengatakannya sambil memakai seragamnya dengan semringai. ---!!! Aku tidak tahu ada kalimat seperti itu!? Seluruh tubuhku terkejut. Air mata mengalir dari mataku. Kalimat yang tidak pernah kupelajari disekolah. Aku benar-benar tergerak oleh kalimat indah itu.

"Apakah perutmu tidak apa-apa?"

Senpai menayakan tentang perutku. Perut? Aku menyentuh perutku sambil melihatnya berpakaian.

"Kemarin kan kamu tertusuk."

Dengan kalimat itu, aku langsung terbangun. Benar.... Kemarin aku ditusuk oleh orang bersayap di taman. Aku ditusuk oleh tombak yang terbuat dari partikel cahaya. Tetapi tidak ada bekas sama sekali diperutku. Aku yakin kemarin ada lubang.... Itu bukan luka yang bisa sembuh cuma dalam semalam. Padahal ada banyak sekali darah keluar. Apakah itu semua hanya mimpi? Itu cuma mimpi kan?

"Ngomong-ngomong, insiden kemarin itu bukan mimpi lo."

Senpai mengatakannya, seakan bisa membaca pikiranku.

"Aku yakin aku terluka...."

"Aku menyembuhkannya. Memang parah, tetapi berkat tubuh kuatmu, lukamu bisa disembuhkan dengan kekuatanku hanya dengan semalam. Kita berpelukan secara telanjang, dan aku membagi kekuatan sihirku karena keadaanmu sangat lemah. Aku bisa melakukannya, karena kita satu klan."

Perempuan ini bilang apa? Hah? Berpelukan sambil telanjang? ............. Haaaahhhh!!!! Tunggu, apakah itu artinya...!

"Tenang saja, aku masih perawan."

Dia mengatakannya seakan membaca pikiranku lagi. Begitukah? Entah kenapa aku merasa lega. Atau haruskah aku merasa lega?

"Jangan memasang wajah seperti itu. Dunia ini dipenuhi oleh hal misterius yang kamu tidak mengerti."

Senpai mendekatiku dengan hanya mengenakan pakaian dalam. Jari rampingnya menyentuh pipiku. Wajahku memerah. Mau bagaimana lagi, kalau perempuan secantik dia melakukan itu.

"Namaku Rias Gremory. Aku adalah Iblis."

Iblis? Hah? Bercanda? Atau serius?

"Aku adalah tuanmu. Senang berkenalan denganmu Hyoudou Isei-kun. Atau bolehkan aku memanggilmu Ise?"

Aku tidak yakin, tetapi senyumnya tampak asli.

"Terima kasih sarapannya."

Kepada kakekku disurga. Saat ini ada seorang cantik duduk disebelahku makan di meja makan rumah kami.

"Ini enak sekali, Ibu"

"Ummm. Terima kasih....."

Ekspresi wajah dua orang tuaku yang duduk di sebrangku menjadi aneh. Kakek, aku tidak tahu cara membenahi suasan aneh ini. Ini pertama kalinya aku makan dengan suasana seaneh ini. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan dalam situasi seperti ini.

"Ise, ini adalah makanan yang dibuat Oka-sama[8]. Makanlah."

Senpai mengatakannya dengan penuh elegan. Dia bertingkah seperti kakak perempuan.

"Umm, oke."

Aku secepatnya menjawab dan mulai memasukan makanana ke mulutku.

"Jangan makan seperti itu. Makanlah perlahan sehingga kamu bisa merasakan rasa makanannnya. Ini adalah makanan istimewa yangg dibuat oleh Oka-sama untuk kita."

Senpai meng-lap mulutnya dengan sapu tangan. Apa ini? Situasi apa ini?

"Umm, Ise..."

Ayah mulai berbicara kepadaku dengan suara bergetar. Kamu kelihatan tegang sekali yah. Jangan khawatir, aku juga.

"Dari mana datangnya nona ini?"

Setelah mendengarnya, senpai menaruh sumpitnya dan menundukan kepalanya.

"Ya ampun, maaf telat memperkenalkan diri. Aku membuat malu keluarga Gremory. Ijinkan aku memperkenalkan diriku. Oka-sama dan Otou-sama[9], namaku adalah Rias Gremory. Aku datang di sekolah yang sama dengan Ise-kun, senang berjumpa dengan anda."

Senpai tersenyum dan ayah juga ikut tersenyum.

"Begitu.... Hebat. Hahaha. Apakah kamu dari luar negri? Bahasa Jepangmu seperti alami."

"Ya, itu karena aku telah lama tinggal di Jepang karena pekerjaan ayahku."

Wow, sepertinya ayah telah berhasil diyakinkan. Tetapi ibu, yang duduk disebelah ayah tidak.

"Rias.......san, kan?"

"Ya Oka-sama."

"Apa hubunganmu dengan Ise?"

.....Pertanyaan yang bagus yang akan menjawab seluruh situasi dari pagi. Ibu penasaran dengan jawabannya, tetapi senpai masih tersenyum.

"Kami cuma senpai dan kouhai[10] yang cukup dekat satu sama lain, Oka-sama"

"Bohong!"

Ibu segera menolak jawaban itu. Mau bagaimana lagi. Alasan itu tidak akan berhasil, senpai. Alasan itu tidak akan berhasil setelah ibu melihat situasi tadi!

"Ka, ka, ka....karena! Di ranjang, kalian...!"

"Ise bilang dia bermimpi buruk, jadi aku cuma tidur dengannya."

"Cuma tidur bersama!? Kalian berdua telanjang!"

"Dewasa ini, wajar kok orang tidur telanjang bersama."

Itu bohong besar. Kamu hebat sekali, senpai.

"Oh begitu? ...Jadi wajar kalau orang tidur telanjang bersama."

Ibu!? Memangnya tidak apa-apa!? Ibu puas dengan itu!? Kemudian aku menyadari mata ibu terlihat aneh. matanya kosong seperti kerasukan. Kemudian senpai berbisik ke telingaku.

"Maaf... Sepertinya akan menjadi merepotkan, jadi aku menggunakan kekuatanku."

Kekuatan? Aku ingat dia juga mengatakan itu tadi.

-Aku adalah Iblis-

Iblis.... jadi itu artinya semua fenomena itu adalah karena kekuatan Iblis? Senpai melanjutkan sarapannya. Kemudian aku melihat mata ayah. matanya juga kosong. Apakah dia juga menggunakan kekuatannya pada ayah....? Iblis? Apa yang terjadi....

Perjalanan pagi kesekolah.

Aku berjalan kesekolah, tetapi aku merasa tidak enak karena banyak siswa melihatku dengan mata tajam. Mau bagaimana lagi. Disebelahku adalah idola sekolah kami, Gremory-Senpai. Dan aku seperti pelayannya karena membawakan tasnya.

"Kenapa seseorang seperti dia...."

"Kenapa orang vulgar sepertinya di sebelah Rias Onee-Sama[11]..."

Aku bisa mendengar teriakan dari laki-laki dan perempuan dari segala arah. Ada juga siswa yang pingsan karena shock. Apakah seburuk itu kalau aku berjalan disebelah senpai!? Kami berjalan kesekolah dan berpisah di gerbang.

"Aku akan menyuruh seseorang menjemputmu nanti. Sampai jumpa setelah sekolah."

Dia mengatakan itu sambil tersenyum. Menyuruh seseorang? Apa artinya? Aku tidak begitu yakin, tetapi aku berjalan ke arah kelasku. Ketika membuka pintu, semuanya memandangku. Ya itu wajar, karena aku telah bersama Rias-senpai.

Knock!

Seseorang memukul kepalaku dari belakang. Ketika berbalik, ternyata Matsuda. Motohama juga dibelakangnya.

"Beri kami penjelasan!"

Matsuda berteriak, dan dia juga menangis. Dari ekspresinya aku bisa menebak apa yang ingin dia utarakan.

"Sampai kemarin kita adalah rekan 'Persatuan Tidak Populer'!"

"Ise, pertama ceritakannlah pada kami apa yang terjadi kemarin setelah kamu pulang."

Tidak seperti Matsuda yang marah, Motohama tetap tenang sambil membetulkan kacamatanya, walaupun begitu tatap matanya tajam. Kalian berdua menakutkan, dan aku mengatakan hal ini dengan suara keras.

"Kalian, pernahkah melihat dada sungguhan?"

Dengan satu kalimat itu, kedua orang itu langsung terdiam gemetar.

Sepulang Sekolah.

"Halo, apa kabar?"

Aku melihat ke siswa yang datang menemuiku dengan mata setengah tertutup.

Laki-laki didepanku ini adalah pangeran paling ganteng nomor satu disekolah, Kiba Yuuto.

Dia bisa menangkap hati para perempuan dengan senyumnya. Dia seangkatan denganku, tetapi beda kelas. Suara jeritan kegirangan para perempuan bisa terdengar dari kelas dan dari koridor. Diam. Mereka berisik sekali.

"Jadi mau apa kamu disini?"

Aku menjawabnya dengan nada kasar, tetapi dia tetap tersenyum.

"Aku datang kemari atas perintah Rias Gremory."

Dengan satu kalimat itu aku langsung mengerti untuk apa dia kesini. Jadi, dialah orang yang Senpai maksud akan disuruh menjeputku.

"OK, OK. Jadi kamu mau aku melakukan apa?"

"Ikuti aku."

"TIDAK!!!" Ada suara teriakan dari para perempuan.

"Tidak, tidak!! Hyoudou dan Kiba-kun berjalan bersama!"

"Kiba-kun, nanti kamu terinfeksi!"

"Aku tidak setuju dengan pasangan Kiba-kun X Hyoudou!"

"Tetapi kalau pasangan Hyoudou X Kiba-kun!?"

Para perempuan itu berbicara dengan bahasa alien. Benar-benar deh, Diamlah!

"Sigh... Baiklah."

Aku mengatakan kalau aku akan mengikutinya. Sejujurnya, aku benci cowok ganteng. Aku mengikuti Kiba yang sudah berjalan didepanku.

"He, Hey Ise!"

Matsuda memanggilku.

"Jangan hawatir sobat. Kami bukan mau berkelahi."

Jadi kalian tidak perlu mengkhawatirkanku.

"Bagaiamana dengan DVD 'Aku, Peleceh, dan Udon' ini?"

Matsuda mengatakan hal itu dengan suara keras sambil mengangkat DVD itu tinggi - tinggi. Segera aku meninggalkan tempat itu.

Aku mengikuti Kiba, dan tempat yang kami tuju adalah belakang gedung sekolah. Disana terdapat bangunan lain yang dikenal sebagai gedung sekolah lama yang dikelilingi oleh banyak pepohonan. Sepertinya sudah lama sekali gedung ini tidak pernah terpakai, dan suasananya menyeramkan sehingga masuk ke daftar "tujuh keajaiban sekolah". Gedung itu tampak sangat tua dan terbuat dari kayu. Tetapi sepertinya tidak ada jendela yang pecah, walaupun aku tidak yakin. Gedung ini tua tetapi kondisinya tidak terlalu buruk.

"Buchou[12] ada disini."

Itulah yang kiba katakan. Buchou? Apakah maksudnya Senpai? Tetapi, Buchou? Apakah Senpai anggota suatu klub? Apakah itu artinya Kiba juga anggota klub itu? Semakin misterius saja. Tetapi asalkan aku mengikutinya, aku bisa bertemu dengan senpai lagi. Kami naik ke lantai dua dan terus kedalam melewati lorong kelas. Bahkan lorong kelasnya kelihatan bersih. Dan ruangan yang tidak terpakaipun kelihatan bersih. Padahal kalau yang namanya bangunan tua, pasti penuh dengan serangga dan sarang laba-laba. Tetapi disini tidak ada sama sekali, pasti mereka cukup sering membersihkan tempat ini. Ketika aku memikirkan semua itu, sepertinya kami sudah sampai ditujuan. Kiba menghentikan langkahnya di depan suatu ruangan kelas. Aku terkejut dengan tulisan dipintu yang bacanya "Klub Peneliti Ilmu-Gaib". Klub Peneliti Ilmu-Gaib!? Hanya dengan membacanya saja membuatku penasaran. Maksudku bukan karena klub aneh ini, tetapi aneh kalau senpai adalah anggota klub seperti ini....

"Buchou, saya sudah menjemputnya."

Kiba mengatakannya didepan pintu. Kemudian ada balasan dari senpai.

"Silahkan masuk."

Sepertinya senpai memang didalam. Kiba memasuki ruangan itu dan aku mengikutinya. Aku terkejut ketika memasuki ruangan itu. Ada banyak tulisan dan simbol aneh diseluruh ruangan. Lantai, tembok, dan langit-langit dipenuhi dengan lambang aneh. Dan yang paling kelihatan aneh adalah lambang lingkaran di tengah ruangan. Kelihatannya itu seperti lambang lingkaran sihir yang memenuhi hampir seluruh ruangan. Suasana di ruangan ini menyeramkan. Ada juga beberapa sofa dan meja didalam sini. Hah? Sepertinya ada yang duduk disalah satu sofa. Dia adalah perempuan dengan perawakan kecil. Aku Tahu dia..... Aku tahu perempuan itu! Dia adalah adik angkatanku Toujou Koneko-chan! Dia siswi kelas X tetapi lebih kelihatan seperti anak SD karena wajahnya yang kekanakan dan perawakannya yang kecil. Dia populer dikalangan laki-laki tertentu. Dan dia juga populer dikalangan perempuan dan dianggap sebagai "Maskot". Dia sedang memakan Youkan (Kue Jepang) dengan tenang,. Seperti biasa dia kelihatan mengantuk. Dia tidak menunjukan ekspresi apapun. Tetapi dia menyadari kehadiranku, dan mata kami bertemu.
Perempuan itu adalah adik angkatanku Tojou Koneko-chan!

"Dia adalah Hyodou Isei-kun."

Kiba mengenalkanku kepadanya. Koneko-chan menundukan kepalanya.

"Ah, salam kenal."

Aku juga menundukan kepalaku. Setelah itu dia melanjutkan makannya. Seperti yang kudengar, dia tidak banyak bicara.

Kemudian aku mendengar suara air mengalir dari belakang ruangan. Sepertinya ini suara pancuran mandi? Kemudian kusadari terdapat tirai mandi di belakang ruangan. Di tirai itu terdapat bayangan seseorang. Itu adalah bayangan seorang perempuan. Ada perempuan sedang mandi. Hah!? Mandi!? Di ruang kelas ini ada kamar mandinya!? Kemudian suara air itu terhenti.

"Silahkan Buchou."

Hah? Ada seseorang selain dia? Aku mendengar suara lain selain suara senpai.

"Terima kasih Akeno."

Sepertinya senpai sedang memakai baju di balik tirai. Kemudian aku teringat apa yang terjadi pagi tadi, dan mukaku mulai memerah. Benar-benar tubuh yang mengaggumkan senpai. Sepertinya untuk sementara waktu aku tidak perlu majalah porno.

".........Benar-benar wajah mesum."

Suatu suara nada rendah mengatakannya. Ketika aku menoleh kearah datangnya suara itu, ternyata Toujou Koneko-chan. Aku memandangnya, tetapi dia terus memakan Youkan. Begitu ya...... Sepertinya aku punya wajah mesum? Maaf kalau begitu.

Kemudian tirai itu terbuka. Disana berdiri senpai dengan seragamnya. Dia kelihatan sangat seksi dengan rambut basahnya. Kemudian dia melihatku, dan tersenyum.

"Maaf ya. Kemarin malam aku tidak sempat mandi karena aku menginap dirumahmu. Jadi aku mandi sekarang."

Oh iya. yang tadi mengganjalku adalah, kenapa ada pancuran mandi didalam ruangan kelas. Kemudian aku melihat kebelakang senpai. Ada seseorang dibelakangnya.......... Serius nih!? Aku terkejut hingga kehilangan kata-kata. Rambut hitam dengan model ekor-kuda-pony! Model ekor-kuda-pony yang katanya hampir punah! Perempuan yang disebut - sebut sebagai pemilik model ekor-kuda-pony terakhir disekolah! Wajah cantik yang selalu tersenyum! Perempuan yang disebut sebagai Yamato Nadeshiko walaupun masih siswa! Salah satu idola sekolah, Himejima Akeno-senpai! Perempuan yang disebut sebagai salah satu dari "Dua Onee-sama tertinggi" bersama Rias-senpai! Perempuan yang menjadi idola baik laki-laki maupun perempuan!

"Ara, Apa kabar? Namaku Himejima Akeno, senang berkenalan denganmu."

Dia memperkenalkan dirinya dengan sopan dengan wajah penuh senyum. Nada suaranya terdengar memukau.

"Oh.... Namaku Hyoudou Issei. Salam kenal!"

Aku memperkenalkan diriku meskipun sangat grogi. Setelah Rias-senpai memastikan kami semua sudah saling berkenalan, dia mulai berbicara.

"Sepertinya semuanya telah hadir. Hyoudou Issei-kun, ijinkan aku memanggilmu Ise"

"Ah, baik."

"Kami, Klub Peneliti Ilmu-Gaib senang menyambutmu."

"Um, OK."

"Sebagai iblis"

....Ayah dan Ibu. Sepertinya aku terlibat dengan sesuatu yang besar.

"Silahkan tehnya."

"Oh, terima kasih."

Aku duduk di atas sofa, dan Himejima-senpai membuatkan teh untukku.

"Rasanya enak."

"Ara. Terima kasih."

Himejima-senpai tertawa bahagia. Aku, Kiba, Koneko-chan, dan Rias-senpai duduk disofa mengelilingi meja.

"Akeno, kamu juga duduklah disini."

"Baiklah buchou"

Himejima-senpai duduk disebelah Rias-buchou. Kemudia mereka menatapku. Umm... ada apa ya? Aku menjadi grogi karena mereka semua menatapku seperti itu ditempat seperti ini. Kemudian Rias-senpai mulai membuka mulutnya.

"Langsung saja kukatakan. Kita semua adalah Iblis."

Ya.... Senpai terlalu langsung mengatakannya.

"Dari ekspresimu sepertinya kamu tidak percaya apa yang kukatakan. Tetapi itu wajar. Kemarin kamu juga melihat laki-laki bersayap itu kan?"

Senpai benar. Kalau kejadian itu bukan mimpi, berati aku benar-benar melihatnya.

"Dia adalah [Da-Tenshi]' Mereka dulunya melayani [Kami][13], tetapi mereka jatuh ke neraka karena memiliki niat buruk. Mereka juga musuh kita para iblis."

Sekarang kami malah berbicara soal [Da-Tenshi]. Sepertinya kami sudah mulai mengarah ke aliran fantasi.

"Kita, para iblis, telah berperang melawan Malaikat Jatuh sejak jaman dahulu kala. Kita berperang memperbutkan kepemilikan kekuasaan dunia-bawah, atau di dunia manusia dikenal juga sebagai neraka. Jadi dunia-bawah terbagi menjadi dua daerah yaitu daerah para iblis, dan malaikat jatuh. Para iblis mengadakan perjanjian dengam manusia dan menerima korban mereka untuk meningkatkan kekuatan. Sebaliknya malaikat jatuh mengendalikan manusia untuk membasmi iblis. Dan kemudian ada para malaikat yang ingin menghancurkan kedua pihak atas perintah Tuhan. Jadi perang ini terbagi dalam tiga kelompok : iblis, malaikat jatuh, dan malaikat. Dan ini telah berlangsung sejak jaman purba."

"Umm senpai. Cerita seperti itu agak sulit diterima oleh siswa normal sepertiku. huh? Apakah ini kegiatan anggota klub peneliti ilmu-gaib?"

Jadi percakapan ini termasuk kegiatan klub.

"Klub penelitian ilmu-gaib cuma kamuflasi. Itu cuma hobiku. Tetapi kami semua adalah iblis."

Umm... Bukan, bukan. Kalau begitu senpai masih berbicara mengenai kegiatan klub.

"Amano Yuma...."

Ketika aku mendengar nama itu aku menyadari kalau ini semua bukan gurauan. Dari mana senpai mendengar nama itu?

"Hari itu, kamu berkencan dengan Amano Yuma, kan?"

Kalau senpai masih bercanda, lebih baik hentikan.... Aku tidak mau membicarakan hal itu dalam suasana seperti ini.

Suaraku mengandung kemarahan. Karena untuk saat ini topik ini tabu bagiku. Ketika aku mengatakannya, tidak ada yang percaya, dan tidak ada yang mengingatnya. Semuanya mengatakan itu cuma mimpi. Itu cuma halusinasiku. Tidak ada yang percaya dan tidak ada yang mengingatnya keberadaannya. Aku tidak tahu senpai mendengar dari mana, tetapi kalau dia mau mengatakan itu adalah peristiwa gaib, aku akan marah.

"Memang, dia ada."

Rias-senpai mengatakannya dengan jelas.

"Walaupun sepertinya dia mencoba menghapus semua bukti keberadaannya disekitarmu."

Rias-senpai memetik jarinya, dan kemudian Himejima-senpai mengambil selembar foto dari sakunya.

"Ini dia kan? Amano Yuma-chan."

Senpai benar. Orang difoto itu adalah pacarku yang tidak bisa kutemukan dimanapun. Aku pernah mengfotonya dengan kamera ponselku tetapi entah kenapa foto itu hilang. Di foto itu jelas terlihat gambarnya dan dipunggungnya ada sayap hitam.

"Perempuan ini adalah..., Tidak dia adalah [Da-Tenshi]. Sejenis dengan yang menyerangmu kemarin malam."

[Da-Tenshi]? Yuma-chan adalah Malaikat Jatuh? Rias-senpai meneruskan perkataannya.

[Da-Tenshi] ini menemuimu untuk menyelesaikan tujuannya. Setelah tujuannya tercapai, dia menyingkirkan semua bukti dan catatan tentang keberadaan dirinya.

"Tujuan?"

"Untuk membunuhmu."

Apa, apa-apaan itu!!!

"Untuk apa dia membunuhku!?"

"Tenangkan dirimu Ise. Mau bagaimana lagi.... Tidak kamu saja yang terlalu sial. Ada juga pemilik yang tidak terbunuh."

"Apa maksudmu aku sedang sial!?"

Apakah senpai mau mengatakan kalau aku sedang sial karena terbunuh oleh Yuma-chan pada hari itu? Hah....? Terbunuh....? tetapi aku masih hidup? Aku masih ada disini.

"Pada hari kalian berkencan ditaman dan kamudian kamu terbunuh dengan tombak cahaya."

"Tetapi aku masih hidup! Dan kenapa aku harus diburu?"

Ya, benar. Tidak ada alasan bagiku untuk diburu olehnya. Kenapa aku diburu oleh [Da-Tenshi]!?

"Alasan nyawamu diincar adalah untuk memastikan apakah ada benda berbahaya didalam tubuhmu. Karena responnya lemah, Dia membutuhkan waktu untuk memastikannya. Kemudian dia yakin. Kamu adalah manusia yang memiliki '[Sacred Gear]'."

[Sacred Gear].... Rasanya aku pernah dengar istilah itu.

-Maaf ya. Kamu adalah ancaman bagi kami, jadi kami memutuskan untuk segera menyingkirkanmu. Jadi kalau kamu mau dendam. dendamlah kepada [Kami] yang menaruh [Sacred Gear] didalam tubuhmu.-

Itulah yang yuma katakan waktu itu. Ada [Sacred Gear] ditubuhku? Kemudian Kiba mulai berbicara.

"[Sacred Gear] adalah kekuatan tidak alami yang diberikan kepada manusia tertentu. Misalnya adalah kebanyakan orang yang namanya ditulis dalam sejarah katanya adalah pemilik dari [Sacred Gear]. Mereka menggunakan kekuatan [Sacred Gear] mereka untuk mencatat nama mereka dalam sejarah."

"Saat inipun ada manusia yang memiliki [Sacred Gear] didalam tubuhnya. Kamu tahu orang orang yang berperan penting dalam dunia ini? Kebanyakan dari mereka memiliki [Sacred Gear] ditubuh mereka."

Himejima-senpai meneruskan kata-kata Kiba. Kemudian Rias-senpai melanjutkan diskusi ini.

"Kebanyakan [Sacred Gear] punya fungsi yang hanya bermanfaat di dunia manusia. Tetapi ada beberapa [Sacred Gear] yang bisa menjadi jerat bagi iblis atau malaikat jatuh. Ise, coba angkat tanganmu tingg- tinggi."

Hah? Mengangkat tanganku? Untuk apa?

"Cepat lakukan."

Rias-senpai mendesakku melakukannya. Jadi aku mengangkat tanganku.

"Tutup matamu dan bayangkan hal yang kamu anggap paling kuat."

"Paling kuat? Ummmm, Son Goku dari Dragon Ball?"

"Kalau begitu bayangkan tokoh itu. Kemudian bayangkan pose tertentu yang membuatnya tampak paling kuat."

"......"

Aku membayangkan Goku menembakkan Kamehameha. Cukup begini?

"Turunkan tanganmu perlahan, dan berdirilah."

Aku bangkit dari sofa.

"Sekarang tirukan gaya tokoh tersebut. Kamu harus menirunya dengan sempurna, dan jangan menahan diri."

Ya ampun. Ada banyak orang disekitarku, dan aku harus menirukan gaya Goku menembakkan kamehameha diusiaku!?

Ya ampun, aku terlalu malu untuk melakukannya! Walaupun aku menutup mata, bukan berati yang lain tidak akan menertawaiku.

"Cepat lakukan."

Rias-senpai mendesakku lagi. Heyyy! Apa senpai serius!? Aku harus benar-benar melakukannya!? Sial! Kalau begitu lihat! Ini adalah pertama dan terakhir kalinya Hyoudou Isei melakukan kamehameha.

Aku menyatukan kedua tanganku yang terbuka dan mendorongnya kedepan dadaku. Kemudian aku menyelesaikan gaya ini dengan meneriakan kamehameha.

"Kamehameha!"

"Sekarang buka matamu. Karena tempat ini dipenuhi kekuatan sihir, perlengkapan sucimu akan lebih mudah muncul."

Aku membuka mataku seperti perintah Rias-senpai. Shiing! Tangan kiriku mulai bersinar! Apaaaa!! Apa ini!? Apa-apaan ini!? Apakah aku bisa mengeluarkan kamehameha!? Cahaya itu membentuk sesuatu dan membungkus tangan kiriku. Ketika cahaya itu berhenti bersinar, tangan kiriku terbungkus oleh sarung tangan merah. yang dilengkapi dengan benda yang kelihatan keren. Kalau diperhatikan ini seperti bagian dari kostum kosplay yag terbuat dengan sangat bagus. Di bagian yang menutupi belakang telapakku terdapatsemacam perhiasan yang tertanan. Sebenarnya itu malah terlihat seperti permata.

"APA INI!!!!!!!"

Aku terkejut dan berteriak dengan keras. Tentu saja! Aku pikir aku akan mengeluarkan kamehameha, dan sekarang malah ada benda yang dipakai oleh pahlawan super ditanganku! Apakah ini sebenarnya!?

"Itu adalah [Sacred Gear], dan itu milikmu. Kalau sudah muncul, kamu bisa menggunakannya kapanpun dimanapun."

Hah..... Inikah [Sacred Gear]....? Ummm...... Aku masih belum mempercayainya. Aku menembakkan kamehameha dan kemudian aku.... aku.....

"Kamu dibunuh karena [Sacred Gear]mu yang adalah ancaman besar bagi para malaikat jatuh, Amano Yuma."

Jadi insiden dengan Yuma-chan dan tentang Perlengkapan Suci semuanya adalah nyata.......? Jadi tentang aku yang terbunuh olehnya itu juga nyata.......? Jadi bagaimana aku masih hidup?

"Kamu memanggilku di detik-detik kematianmu. Aku terpanggil dengan poster ini."

Rias-senpai mengeluarkan selembar selebaran. Aku ingat selebaran itu. Sambil menunggu Yuma-chan di tempat pertemuan, Seseorang memberiku selebaran itu padaku. Itu adalah selebaran dengan gambar lambang aneh dan kata-kata yang bunyinya: "Kami akan mengabulkan keinginanmu!" Setelah kulihat lagi, lingkaran sihir di selebaran itu sama dengan lingkaran sihir yang ada di lantai.

"Selebaran ini adalah salah satu yang kami bagikan. Lingkaran sihir itu digunakan untuk memanggil kami, para iblis, dewasa ini tidak banyak lagi orang yang bisa menggambar lingkaran sihir ini untuk memanggil iblis. Jadi kami memberikan brosur ini ke orang yang kelihatannya ingin memanggil iblis. Lingkaran sihir ini aman dan mudah digunakan. Pada hari itu salah satu peliharan kami yang meenyamar sebagai manusia membagikan ini di daerah bisnis. Kamu mendapatkannya pada waktu itu, Ise. Kemudian kamu diserang oleh malaikat jatuh. Dan ketika diujung kematianmu kamu memanggilku. Biasanyasih Akeno atau yang lainnya yang dipanggil."

Waktu itu aku ditusuk dengan tombak cahaya, dan aku berdoa dengan sungguh–sungguh..... Kemudian tanganku bersimbah darah, dan yang terlintas dikepalaku adalah “Warna Merah Pekat”. Aku menginginkan perempuan dengan warna rambut merah pekat, Rias Gremory. Jadi mimpi itu...... Tidak...... Kejadian itu ketika seseorang dengan warna rambut merah pekat muncul ternyata adalah senpai.

"Ketika aku dipanggil dan melihatmu, aku langsung menyadari kalau kamu diserang oleh malaikat jatuh dan kamu adalah pemilik Perlengkapan Suci. Tetapi ada sedikit masalah, yaitu kamu berada di kondisi seujung rambut dari kematian. Bukan hanya para iblis, tetapi manusia juga akan langsung terbunuh begit ditusuk oleh Tombak Cahaya. Kamu dikondisi seperti itu, jadi aku memutuskan menyelamatkan nyawamu."

Menyelamatkan nyawaku? Jadi Senpailah yang menyelamatkanku? Jadi karena itu aku masih hidup.

"Aku menyelamatkan hidupmu sebagai Iblis. Ise, kamu yang sekarang telah terlahir kembali sebagai Iblis milikku, Rias Gremory, adalah pelayanku dan seorang iblis."

Pan!

Seketika itu ada sayap yang tumbuh dari semuanya selain aku. Kelihatannya berbeda dengan sayap milik [Da-Tenshi],. Sayap itu seperti sayap kelelawar. Serius nih...... Aku sekarang adalah iblis, dan bukan manusia lagi?

"Aku akan mengenalkan mereka lagi padamu. Yuuto. " Kiba tersenyum setelah senpai memanggil namanya.

"Nama saya adalah Kiba Yuuto. Saya adalah siswa kelas XI seperti yang kamu tahu, Hyoudou isei-kun. Saya juga seorang iblis, salam kenal."

"Kelas X...... Toujou Koneko...... Salam kenal...... dan saya adalah iblis......" Toujou Koneko-chan menundukan kepalanya.

"Nama saya adalah Himejima Akeno, dan saya adalah siswi kelas XII. Saya juga wakil ketua klub penelitian ini. Salam kenal. Meskipun seperti ini, saya juga seorang iblis. Ara..."

Himejima-senpai menundukan kepalanya dengan sangat sopan. Terakhir, adalah giliran Rias-senpai. Dia mengibaskan rambut merah pekatnya dan mengatakannya dengan tegas.

"Dan aku adalah tuan mereka, namaku Rias Gremory dari keluarga Gremory. Keluargaku bergelar bangsawan. Kita akan saling membantu mulai dari sekarang."

Sepertinya aku ditengah situasi yang tak terbayangkan.

Life.2: Awal Sebagai Iblis[edit]

"Haaaaaaaaaa!"

Saat ini tengah malam dan aku dengan segenap tenaga mengayuh sepedaku. Alasannya sederhana. Aku sedang membagikan selebaran, yang didalamnya terdapat lingkaran sihir yang mudah digunakan.

Manusia yang tamak akan menggunakannya untuk memohon apa yang mereka inginkan. Kemudian kami sebagai Iblis, akan terpanggil didepan mereka. Aku melihat di alat portable ditanganku yang menampilkan peta wilayah dimana aku berada sekarang.

Ada titik merah yang berkedap kedip. Aku mengayuh sepedaku menuju ke tempat itu. Aku sampai di tempat tersebut dan ternyata itu adalah rumah seseorang.

Aku memasukan brosur ke kotak surat kemudian melanjutkan kerumah selanjutnya di titik merah lainnya didekat sana. Hal ini kulakukan berulang kali.

"Siaaaaaaaaaaaaaaaaalll! Mau bagaimana lagi! Karena aku Iblis! Mau bagaimana lagi!"

Aku berteriak sambil mengayuh sepedaku.

Untuk menjelaskan keadaanku saat ini Mari kita kembali ke "hari itu", ketika aku menyadari bahwa diriku adalah Iblis. "Hari itu", Aku juga menyadari bahwa aku adalah pemilik [Sacred Gear]. "Hari itu" aku juga mengetahui kalau ternyata Yuma-chan adalah [Da-Tenshi]. Dan "Hari itu" juga aku mengetahui kalau Rias-Senpai adalah Iblis.

Ngomong–ngomong, sayap Iblisku sudah menghilang lagi, sesaat setelah itu. Karena sayap itu mengganggu kehidupanku. Sepertinya, sayap itu bisa digunakan untuk terbang kalau aku sudah terbiasa. Rasanya sangat tidak enak mempunyai sayap dipunggungmu... Tetapi perasaan pada saat menggerakkan sayapku cukup mengesankan.

"Kalau kamu terus bersamaku, gaya hidup dan masa depanmu akan cerah."

Kata Rias-Senpai kepadaku sambil mengedipkan matanya, pada saat aku menunduk depresi karena mengetahui kalau aku adalah Iblis. Sepertinya, aku menjadi pelayannya setelah terlahir kembali sebagai Iblis, Dan mulai dari sekarang, aku harus hidup seperti itu.

Manusia yang menjadi Iblis harus menjadi pelayan bagi Iblis yang membangkitkannya. Itu adalah peraturan para Iblis. Apa... Aku? Pelayan...? Mungkin tidak buruk juga menjadi pelayan seorang perempuan cantik, tetapi aku masih belum bisa menyetujuinya.

"Sejujurnya, ada sistem peringkat diantara para Iblis. Yaitu sesuatu yang disebut gelar kebangsawanan. Aku juga punya. Tempatmu lahir dan dari keluarga mana kamu lahir berperan besar menentukan gelar ini, tetapi ada juga Iblis yang meningkatkannya sendiri. Semuanya memulainya sebagai 'pemula' terlebih dahulu."

"Bisakah Senpai berhenti mengatkannya seolah–olah ini seperti perekrutan sistem MLM? Tetapi, serius nih? Aku masih belum bisa memepercayainya."

Kemudian Senpai berbisik ditelingaku ketika aku mengeluh. Ya ampun, rambutnya harum sekali. Rasanya otakku hampir membeku. Oh apakah ini sihir?

"Ngomong–ngomong, kamu bisa memulai kehidupannmu dimana kamu menjadi populer diantara perempuan."

...! Apa yang dia katakan barusan langsung masuk kedalam pikiranku.

"Bagaimana caranya!?"

Kata-kata keluar dari mulutku sebelum aku bisa memikirkannya. Sepertinya pikiran mesumku benar–benar terkenal karena hanya hal itulah yang kupirkan.

Tunggu, mungkin in karena sihir Senpai padaku. Semangatku lebih tinggi daripada biasanya.

"Kebanyakan Iblis murni tewas dalam perang pada jaman dahulu kala. Karena itu, kami, para Iblis mulai membuat banyak pelayan. Yah, kami telah kehilangan banyak kekuatan sehingga kami tidak bisa membentuk pasukan sebesar di masa lalu. Tetapi meskipun demikian, kami perlu terus meningkatkan jumlah Iblis. Sama seperti manusia, terdapat Iblis dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan dan kamipun mampu melahirkan. Tetapi bahkan dengan kelahiran normal, butuh banyak waktu untuk kembali ke jumlah populasi yang sama seperti sebelumnya. Angka kelahiran Iblis juga sangat rendah, sehingga kami tidak akan sanggup melawan [Da-Tenshi]. Jadi kami mencari manusia berkualitas dan menjadikan mereka menjadi ibis. Sebagai pelayan kami, begitulah..."

"Jadi aku memang seorang pelayan."

"Oh, jangan memasang wajah seperti itu. Sekarang, langsung saja. Karena semua tersebut hanya meningkatkan jumlah pelayan, tetapi tidak meningkatkan jumlah Iblis kuat. Jadi para Iblis menambahkan peraturan baru. Kemungkinan dan kesempatan diberikan kepada Iblis kuat dari reinkarnasi, atau dalam kata lain Iblis yang terlahir kembali dari manusia. Iblis yang terlahir kembali juga akan diberikan gelar bangsawan jika mereka sangat kuat. Karena itu ada banyak Iblis dalam masyarakat manusia. Ada Iblis sepertiku yang datang ke masyarakat manusia juga. Ise, mungkin kamu tidak menyadari tetapi mungkin kamu pernah beberapa kali berpapasan dengan Iblis ketika berjalan–jalan."

"Hah, kalau begitu Iblis selalu didekat kita!?"

"Ya, meskipun ada orang yang bisa membedakan antar Iblis dengan manusia biasa dan ada orang-orang yang tidak bisa. Orang dengan keserakahan besar atau orang yang ingin mendapatkan bantuan dari Iblis biasanya dapat membedakan kami dengan mudah. Kami biasanya dipanggil oleh orang yang dapat mengenali Iblis menggunakan selebaran dengan lingkaran sihir yang kami berikan. Ada orang-orang sepertimu Ise, yang dapat membedakan Iblis tetapi tidak percaya pada keberadaan kami. Meskipun kebanyakan biasanya langsung percaya jika mereka melihat kekuatan sihir."

Apa!? Jadi alasanku memanggil Senpai adalah karena aku memiliki keserakahan yang besar! Jadi sepertinya ada perubahan dalam sistem masyarakat Iblis juga. Sepertinya itu hal yang rumit, tapi sekarang itu tidak penting. Yang penting adalah bahwa ternyata aku juga memiliki kesempatan!

"Jadi artinya dengan metode yang tepat aku juga bisa mendapatkan gelar kebangsawanan!?"

"Ya. Bukannya tidak mungkin. Tetapi tentu saja, kamu memerlukan banyak waktu dan upaya untuk mencapainya"

"Oh Yeeeeesssssssssss!!!"

Aku berteriak di dalam ruangan.

"Serius nih!? Aku bisa membuat haremku sendiri!? Aku juga bisa berhubungan seks dengan mereka juga kan!?"

"Ya, kalau dengan pelayanmu sendiri, aku rasa tidak ada masalah."

Seluruh tubuhku terkejut. Tidak masuk akal! Apakah hal seperti itu benar-benar mungkin!?

Didunia nyata dan juga sebagai manusia, sangat sulit untuk membangun haremku sendiri.

Kalau aku masih manusia biasa, apapun yang akan kulakukan, aku tidak akan bisa mendapatkan kumpulan perempuan karena saat ini aku berada di posisi yang buruk.

Aku bahkan tidak punya pacar satupun. Yah sebenarnya pernah, tapi aku dibunuh mantanku. Tapi sekarang! Sekarang aku bisa...!

"Oooohhhh yeaaah! Menjadi Iblis sungguh menakjubkan! Yessss! Aku tidak bisa menenangkan diri lagi! Aku mungkin bisa membuang majalah porno.....!"

Aku menghentikan kata–kataku dan mulai berpikir tentang keputusan yang akan kuambil.

"Tidak jangan majalah pornoku. Tidak. Aku tidak bisa membuang mereka. Itu adalah hartaku. Aku masih bisa menggunakannya sampai ibuku menemukannya! Ini dan itu adalah masalah yang berbeda. Ya. Ini adalah masalah yang berbeda! "

"Fufufu. Anak ini benar-benar lucu."

Rias-Senpai tertawa seolah-olah dia menggangapku menggemaskan.

"Ara. seperti yang Anda katakan, dia membuat saya merasa seperti saya memiki adik yang sangat bodoh."

Bahkan Himejima-Senpai juga tertawa. Hahaha, dia sepertinya mengatakan hal-hal buruk tentangku ...

"Pendeknya Ise. Kamu mau menjadi pelayanku kan? Kalau kamu punya potensi, akan muncul tanduk di kepalamu. Dan kemudian, Kamu bisa menerima gelar kebangsawanan"

"Ya Rias-Senpai!"

"Tidak bukan begitu. Mulai sekarang kamu harus memanggilku 'Buchou'. "

"Buchou? Bolehkah aku memanggilmu Onee-sama?"

Aku lupa diri dan bertanya padanya. Dari dulu aku sangat ingin mempunyai Onee-sama. Ah, maksudku bukan dalam situasi Yuri[14], tapi semua laki-laki memiliki keinginan memanggil perempuan cantik dengan sebutan dengan Onee-sama

Rias-Senpai memikirkannya dengan serius, tetapi kemudian menggeleng.

"Hmmmmm. Kedengarannya bagus, tapi karena aku terutama banyak beroperasi di sekolah, panggilan 'buchou' terdengar lebih pas. "

"Oke! Kalau begitu Buchou! Ajari aku bagaimana caranya menjadi Iblis! "

Buchou tersenyum seakan dia benar-benar bahagia, setelah mendengarku.

"Jawaban bagus. Anak Pintar. Oke, aku akan mengubahmu menjadi seorang pria sejati."

Buchou menyentuh daguku dengan jarinya. Onee-sama! Dia adalah Onee-samaku! Mulai dari sekarang aku akan menjadi menjadi Iblis sejati di bawah bimbingannnya!

Aku akan membuat kemajuan! Karena aku tidak bisa kembali menjadi manusia lagi, aku akan terus berjalan lurus ke depan! Sekarang aku sudah bisa menerima situasi ku.

Ini mungkin terdengar bodoh, tetapi aku rasa tidak apa-apa. Ambisiku penuh dengan hal-hal mesum. Itu juga alasan mengapa semangatku tinggi.

Aku lega bahwa aku dilahirkan sebagai seorang pria yang mengejar ambisinya untuk seks! Daripada berpikir tentang masa depan, aku hanya akan bersenang-senang sekarang!

"Aku akan menjadi Raja-Harem!"

Kalau kupikirkan dengan tenang, aku mungkin memang telah terpedaya sihir Buchou dalam situasi ini. Yah tetapi tidak apa-apa, karena kita berbicara tentang harem di sini.

Akan jadi hal yang sangat luar biasa jika aku bisa membuat haremku sendiri. Dengan ini, aku menjadi anggota dari klub penelitian ilmu-gaib.

Beberapa hari setelah aku memulai hidupku sebagai Iblis......

Aku mengayuh sepedaku secepat mungkin. semenjak hari itu aku telah menjadi pelayan Rias-Buchou dan aku telah berkeringat sangat banyak sekali. Pertama, kami berkumpul di gedung sekolah tua saat malam. Ini karena sebagai Iblis kami menjadi lebih kuat saat malam hari. Fenomena misterius yang terjadi pada diriku adalah akibat dari kekuatan Iblis. Karena kami adalah Iblis, kekuatan kami meningkat drastis karena kekuatan dari kegelapan malam.

Sebaliknya, aku menjadi lebih lemah saat pagi hari. Iblis lemah terhadap cahaya. Semakin besar kekuatan cahaya, semakin bahaya akibatnya untuk tubuh kami. Cahaya adalah racun. Itu yang dikatakan Buchou kepadaku. Spesies yang menggunakan cahaya sebagai senjata, [Da-tenshi] dan [Tenshi] adalah musuh terbesar kami.

Aku diminta untuk melarikan diri jika sewaktu-waktu aku berhadapan dengan mereka. Tampaknya jika sudah terbiasa dengan keadaan ini, maka pagi hari tidak akan menjadi masalah lagi. Alasan mengapa aku lemah di pagi hari adalah karena aku baru saja dibangkitkan kembali menjadi Iblis dan tubuhku tidak dapat menahan sinar mentari pagi. Berarti cepat atau lambat aku akan terbiasa dengan pagi hari.

Alasan mengapa aku dibiarkan sendiri saat dibangkitkan sebagai Iblis adalah karena Buchou ingin diriku tahu akan perubahan yang terjadi di dalam tubuhku. Ia berencana untuk memberitahu semuanya kepadaku sambil menunggu saat yang tepat. Dan saat itu adalah hari dimana aku diserang oleh pria yang mengenakan jas setelan, dan itu terasa seperti sudah ditakdirkan.

Pokoknya aku bekerja keras sebagai pelayan pribadi Rias Gremory. Karena aku baru saja menjadi Iblis, aku disuruh untuk belajar tentang masyarakat Iblis dan bagaimana cara kerjanya. Sebagai latihan aku disuruh untuk membagikan selembaran. Aku pikir orangtuaku akan khawatir jika aku selalu pergi setiap malam.

Tapi Buchou bilang, "Aku telah melakukan sesuatu ketika aku bertemu dengan orangtuamu waktu itu jadi semuanya akan baik-baik saja." sambil tersenyum. Bahkan ketika aku pulang larut malam, orangtuaku tidak marah sama sekali. Mereka hanya berkata "Selamat datang".

Hmmmm, sihir Buchou memang menakjubkan. Yang lebih hebat lagi adalah kekuasaan yang dimiliki Buchou di sekolah. Karena sekolah berada dibawah kekuasaan Buchou, ia adalah penguasa dibalik layar di sekolah kami. Orang yang memiliki posisi tertinggi di sekolah kami memiliki hubungan dengan Iblis dan karena itu ia tidak bisa menolak orang-orang dari Klan Gremory.

Dengan kata lain sekolah kami pada dasarnya adalah milik Buchou pribadi. Berkat itu, kami dapat berkumpul di sekolah pada malam hari.

Dan sekarang kembali ke pekerjaan saat ini.

Setiap hari aku berkeliling dengan sepedaku, memasukan selebaran di kotak surat orang-orang dengan alat khusus. Alat yang kupegang ini adalah mesin rahasia yang dikembangkan oleh ilmu pengetahuan dunia Iblis. Ini terlihat seperti perangkat permainan nirkabel generasi baru dengan layar sentuh.

Ada layar, tombol dan pena sentuh. Aku menggunakan alat itu sesuai yang diberitahukan kepadaku. Di layar tertampil peta tempatku tinggal, atau dengan kata lain wilayah Buchou. Setiap Iblis diberi wilayah tertentu di dunia manusia dan juga satu-satunya area di mana mereka diizinkan untuk melakukan pekerjaan mereka.

Pekerjaan kami adalah seperti ini:

Pertama kami dipanggil, dan kemudian kami mengadakan kontrak dengan mereka yang memanggil kami.

Setelah itu, kami memenuhi keinginan mereka.

Sebagai gantinya, kami menerima sesuatu yang senilai dengan keinginan yang mereka buat.

Hal itu bisa berupa uang, benda, dan bahkan kehidupan mereka.

Tetapi dewasa ini, tidak ada kontraktor yang mau menggunakan nyawa mereka memenuhi keinginan mereka. Bahkan jika ada seseorang seperti itu, jika harga yang mereka berikan tidak setimpal dengan keinginan yang mereka inginkan, maka keinginan tersebut tidak dapat dikabulkan. Menurut Buchou, "Nilai dan harga setiap individu tidak sama".

Memang terdengar keras. Dan lampu berkedip pada layer noniitor menunjukkan rumah-rumah di mana orang dengan banyak keserakahan tinggal. Jadi aku pergi ke daerah-daerah tersebut untuk membagikan selebaran bergambar lingkaran sihir. Selama ada lampu berkedip di layer monitor, berati pekerjaanku masih belum selesai.

Karena aku telah menjadi Iblis, orang lain dan bahkan polisi tidak akan memperhatikanku. Karena aku sudah aktif sebagai Iblis, manusia normal tidak akan menyadari kehadiranku ketika aku sedang bekerja. Aku telah mengayuh sepedaku setiap hari tetapi tampaknya cahaya lampu tidak berhenti berkedip di layar monitor.

Itu berarti manusia adalah makhluk yang memiliki banyak keserakahan. Setelah membuat satu keinginan mereka menjadi kecanduan untuk terus berharap hal yang lain. Kontrak ini terbatas terjadi hanya pada malam hari. Itu karena Iblis hanya diperbolehkan bekerja pada malam hari. Siang hari adalah waktu untuk para [Tenshi] dan [Kami]. Itu adalah bagian yang saya masih belum mengerti.

Selebaran ini hanya dapat digunakan sekali, dan kalau sudah digunakan maka aku harus memberinya sekali lagi. Dengan kata lain, pekerjaan saya akan bertahan selamanya. Dan karena itu, Buchou dan yang lain dapat terus melakukan pekerjaan mereka dan poin Iblis juga kami juga terus meningkat. Jika kita terus membuat kontrak dan mengabulkan keinginan mereka, kita mendapatkan imbalan dari Raja Iblis. Dan begitulah carta kerja kami.

Jika aku terus bekerja seperti ini, aku akan menerima gelar kebangsawanan dari Raja Iblis! Aku akan terus melakukan pekerjaan besar. Aku mengingkannya! Aku juga ingin membuat kontrak!

"Oooooooh yeaaah! Aku ingin dikelilingi oleh para perempuan! "

Tetapi untuk sekarang aku harus sabar dan terus melakukan tugasku yang diberikan. Tapi untuk berapa lama lagi aku harus melakukan ini.......?

Pada suatu hari sepulang sekolah.

Aku pergi ke gedung sekolah lama setelah berpisah dengan dua sahabatku. Awalnya, pekerjaan membagikan selebaran adalah pekerjaan yang ditugaskan untuk Tsukaima[15] Buchou. Senpai mengubah wujud tikus dan kelelawar miliknya ke wujud manusia. Setelah mengubah wujud mereka, mereka mulai memberikan selebaran seperti yang kulakukan.

Mereka melakukannya baik di siang hari dan malam hari. Alasan mengapa aku ditugaskan untuk melakukan itu karena Buchou ingin aku tahu seperti apa pekerjaan yang harus dilakukan Iblis dari awal. Bahkan Kiba dan yang lainnya melakukan hal yang sama pada awalnya. Kiba, Toujou Koneko-chan, Himejima-Senpai adalah pelayan Iblis milik Rias-buchou. Mereka semua adalah seniorku.

Mereka semua sudah merasakan melakukan pekerjaan membagi-bagikan selebaran. Bicara tentang masa lalu orang–orang itu... Tunggu bukan orang, tetapi Iblis. Ini mungkin tidak penting tapi aku mendapat konfirmasi dari Tojou Koneko-chan dan Himejima-Senpai untuk memanggil mereka dengan sebutan "Koneko-chan" dan "Akeno-san". Sepertinya aku telah selangkah lagi lebih dekat dengan mereka.

Fufufu, aku sengaja memanggil mereka dengan nama mereka di depan Matsuda dan Motohama. Aku suka melihat ekspresi wajah mereka saat itu. Aku belum menceritakan Motohama dan Matsuda tentang diriku. Bahkan jika aku mengatakannya, mereka tidak akan percaya. Dan lagi aku hanya akan menempatkan mereka dalam situasi berbahaya. Aku sudah mati sekali dan aku tidak akan membiarkan mereka mengalami nasib yang sama sepertiku.

Dan untuk Kiba, Kiba saja. Mati, Kamu Kasanova[16]! Aku tidak akan pernah memanggilmu dengan Kiba-kun! Dan kemudian aku dipanggil ke ruang klub.

Aku masuk ke dalam bangunan tua yang semakin aku hafal, dan kemudian menuju ke ruang di lantai dua.

"Aku masuk."

Semua orang sudah ada di sana. Oh, aku yang terakhir? Ruangan ini gelap dan jendela ditutup untuk menghadang cahaya masuk. Satu-satunya cahaya di ruangan adalah dari lilin tersebar di seluruh lantai.

"Kamu sudah disini."

Segera setelah Buchou menegaskan bahwa aku di sini dia memberikan perintah untuk Akeno-san.

"Ya Buchou. Ise-kun silahkan duduk di sini di tengah-tengah lingkaran sihir. "

Akeno-san melambaikan tangannya. Bishoujo yang melambaikan tangannya! Terima kasih banyak! Itu saja sudah merupakan hadiah untukku. Aku masuk ke tengah lingkaran. Jadi berikutnya apa?

"Ise, pekerjaanmu memberikan selebaran sekarang sudah selesai. Bagus sekali. "

Buchou tersenyum. Begitukah? Sekarang saya sudah tidak perlu membagi-bagikan selebaran.

"Sekarang kamu dapat mulai pekerjaanmu sebagai Iblis profesional."

"Oh! Sekarang aku bisa mengadakan perjanjian!? "

"Ya itu benar. Meskipun, karena ini adalah pengalaman pertamamu kamu akan mengadakan perjanjian kontrak dengan seseorang dengan keinginan kecil. Sebelumnya, Koneko menerima dua kontrak. Karena sulit untuk melakukan keduanya sekaligus, aku akan memberikan satu untukmu. "

"Tolong bantu saya ....."

Koneko-chan menundukan kepalanya. Jadi aku menggantikan Koneko-chan. Tidak apa-apa, karena aku juga mulai bosan membagikan selebaran. Tidak kusangka membagikan selebaran setiap malam dengan sepeda membuatku kesepian. Para anggota lain berada di luar lingkaran. Akeno-san yang di dalam lingkaran ini mulai merapal sesuatu. Kemudian lingkaran sihir ini mulai memancarkan cahaya biru dan putih.

"Hmmm....."

"Diam Ise. Akeno sedang memasukan segel terukirmu ke dalam lingkaran sihir. "

Sehel terukirku? Lingkaran sihir di dalam ruangan ini adalah lambang dari Keluarga Gremory. Aku diberitahu bahwa bagi kami, pelayan Buchou, ini seperti lambang keluarga. Jadi bagi orang yang ingin untuk memanggil kami, dan bagi orang yang ingin mengadakan perjanjian dengan kami, lambang ini merupakan simbol kami. Ketika kekuatan sihir digunakan itu akan dikoordinasikan dengan lingkaran sihir ini. Kiba dan lain-lain memiliki tanda-tanda pada tubuh mereka dan bekerja setiap kali mereka menggunakan kekuatan mereka. Yah begitulah aku diberitahu. Aku mulai berpikir tentang mendapatkan ukiran lambang yang sama. Tapi pertama, mereka yang baru berubah menjadi Iblis perlu belajar bagaimana mengontrol kekuatan sihir mereka terlebih dahulu. Baru setelah itu menggunakan sihir yang dikoordinasikan dengan lingkaran sihir ini. Begitulah pikirku.

"Ise, Letakan telapak tanganmu ke sini."

Aku menaruh tangan kiriku kearah Buchou, seperti perintahnya. Buchou mulai menulis sesuatu di telapak tanganku dengan jari-jarinya. Apakah dia menulis jimat? Rasanya dia menggambar sesuatu seperti lingkaran..... Seketika telapak tanganku mulai bersinar. Ada simbol lingkaran, lingkaran sihir terukir di tanganku. Lingkaran sihir yang bersinar dengan warna biru dan putih. Wow lingkaran sihir!

"Segel sihir ini digunakan untuk transportasi dan dapat memindahkanmu langsung ke tempat klien. Dan setelah selesai perjanjian kontrak kamu juga bisa langsung kembali ke ruangan ini."

Oh, aku mengerti sekarang. Jadi lambing ini memiliki kemampuan semacam itu.

"Akeno, apakah kamu sudah siap?"

"Ya Buchou."

Akeno-san melangkah keluar dari lingkaran sihir.

"Sekarang berdiri di tengah-tengah itu."

Aku berdiri di titik tengah lingkaran sihir seperti perintahnya. Kemudian lingkaran sihir itu mulai bersinar dalam warna biru kuat. Aku bisa merasakan suatu kekuatan. Aku bisa merasakan kekuatan datang dari dalam tubuhku ketika aku menyentuh lingkaran sihir ini. Jadi pembawaan ini bagi para pelayan?

"Lingkaran sihir bereaksi terhadap klien. Sekarang kamu akan dipindahkan ke lokasi tersebut. Kamu sudah memiliki panduan tentang apa yang harus dilakukan setelah sampai disana kan? "

"Ya!"

"Jawaban bagus. Sekarang pergilah! "

Aku tegang! Pekerjaan pertamaku! Aku harus melakukannya dengan benar! Lingkaran sihir itu mulai bersinar lebih kuat. Sepertinya aku akan langsung dipindahkan ke tujuan dengan sekejap. Banyak cahaya yang menutupi seluruh tubuhku. Aku menutup mataku karena terlalu terang. Begitu aku membuka mataku akan akan langsung berada di tempat klien! Man, aku semangat sekali! Dan kemudian.... aku............. langsung dipindahkan.......

.........

.........

Hmmmm...... hmmmm? Ya? Apakah aku sudah berpindah? Apakah sudah selesai? Aku membuka mataku.

.......

Aku kehilangan kata-kata ketika saya melihat disekitarku. Ini ruang klub. Ya? Bagaimana dengan transportasi instan? Klien? Ketika aku melihat, Buchou tampak risau dan meletakkan tangannya di keningnya. Akeno-san berkata, "Ara, ara", dengan wajah kecewa. Kiba keparat itu membuat desahan. Aku mulai kesal. Apa yang terjadi padaku? Buchou memanggil namaku.

"Ise."

"Ya."

"Sayangnya kamu tidak dapat menggunakan lingkaran sihir untuk dipindahkan ke tempat klien."

Ya? Apa artinya? Senpai menjelaskan padaku ketika aku memasang ekspresi bingung.

"Lingkaran Sihir membutuhkan sejumlah kekuatan sihir..... Sebenarnya tidak banyak. Hal ini biasanya dapat dilakukan oleh Iblis manapun, bahkan anak-anak. Transportasi dengan lingkaran sihir adalah hal pertama dan termudah saat menjadi Iblis. "

Ummm, jadi apa artinya itu?

"Dengan kata lain Ise, kekuatan sihirmu dibawah anak-anak. Kekuatan sihirmu begitu rendah sehingga lingkaran sihir tidak dapat meresponnya. Ise, kekuatan sihirmu sangat rendah. "

A... Apaaaaaa!?

"Apa-apaan itu!"

Aku terdiam. Apaaaaa!? Jadi itu berarti aku tidak bisa menggunakan lingkaran sihir untuk transportasi langsung ke tempat klien!? Aku Iblis kan? Aku benar-benar Iblis kan?

"Buruk sekali ......."

Koneko-chan mengatakan hal itu tanpa ekspresi. Itu adalah serangan telak Koneko-chan.

"Ara, ara, ini benar benar masalah. Apa yang harus kita lakukan Buchou? "

Akeno-san juga meamasang wajah susah dan bertanya pada Buchou. Wow! Debutku sebagai Iblis mulai dengan awal yang buruk...... Kemudian Buchou mulai berpikir sejenak, dan kemudian berkata dengan jelas.

"Karena ada klien, kita tidak bisa membiarkan dia menunggu. Ise."

"Ya!"

"Hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya, tetapi kamu harus pergi ke sana dengan kakimu sendiri."

"Dengan kakiku sendiri!?"

Aku terkejut! Aku tidak dapat menyangka hal itu Buchou-sama!

"Ya. Sama seperti bagaimana caramu membagi-bagikan selebaran, kamu harus pergi ke tempat tinggalnya. Mau bagaimana lagi karena kamu tidak punya kekuatan sihir. Kamu harus menutupinya dengan tubuhmu sendiri."

"Pakai sepeda!? Aku harus pergi ke tempat klien naik sepeda!? Apakah ada Iblis seperti itu!?"

Tunjuk

Koneko-chan menunjukku sambil tetap terdiam. Koneko-chan, Kamu sungguh suka melihatku menderita, ya......

"Cepat pergi! Adalah pekerjaan Iblis untuk mengadakan perjanjian kontrak! Kamu tidak boleh membuat manusia menunggu!"

Buchou mendesakku dengan wajah serius. Hiks..... Cita-citaku untuk mendapatkan gelar kebangsawanan dimulai dengan jalan berbatu!

"Uwaaaah! Aku akan berusaha semaksimal mungkin!"

Aku meninggalkan ruangan klub sambil menangis.

Saat ini tengah malam dan aku mengayuh sepedaku dengan kecepatan penuh.

Mataku tertutup air mata. Aku menangis. Ya, aku menangis. Seorang Iblis yang tidak dipanggil dengan lingkaran sihir. Itulah aku. Rupanya ini adalah yang pertama kalinya. Karena itulah aku tidak bisa berhenti menangis. Apa maksudnya bahwa aku tidak memiliki kekuatan sihir! Sialan! Kalau begini apakah aku benar-benar bisa mendapatkan gelar kebangsawanan? Dengan perangkat portabel Iblis, aku mengayuh sepedaku terhadap orang yang memanggilku. Di sebuah apartemen yang terletak 20 menit dari sekolah. Klienku ada di salah satu kamar disini. Kalau ini adalah jasa pengiriman, pelanggan akan marah karena aku sangat terlambat. Padahal biasanya bisa menggunakan perpindahan instan, tapi aku membuat klien menunggu selama 20 menit.

Aku mengetuk pintu.

"Selamat malam! Saya adalah utusan dari Iblis Gremory-sama! Maaf tapi benar ini adalah rumah yang membuat panggilan?"

Seharusnya tidak ada masalah. Iblis hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang memanggil mereka. Bahkan jika aku melakukan sesuatu seperti ini di tengah malam, para tetangga tidak akan tahu apa yang sedang terjadi. Itulah mengapa hanya klien yang dapat mendengar apa yang kukatakan. Suatu kekuatan sihir khusus bekerja selama Iblis melakukan pekerjaannya. Hal itu digunakan agar pekerjaan kami tidak menimbulkan masalah terhadap orang lain. Itulah yang Buchou menjelaskan kepadaku.

"Siapa di situ?"

Suara yang terdengar seperti suara orang yang sedang panik.

"Hmmm, saya seorang Iblis. Saya seorang pemula dan saya datang ke sini karena saya dipanggil oleh Anda."

"Jangan bohong! Tidak ada Iblis yang mengetuk pintu! Iblis keluar dari selebaran ini! Begitulah cara untuk memanggil Iblis sebelumnya! Dan yang aku panggil adalah Koneko-chan!"

Ya dia benar. Aku akan minta maaf untuk itu. Maafkan aku. Ini pun adalah kejadian tak terduga bagiku dan bagi yang lainnya.

"Oh, maaf. Saya tidak memiliki banyak kekuatan sihir sehingga saya tidak dapat muncul dari lingkaran sihir."

"Kamu mungkin hanya seorang hentai![17]"

Aku menjadi kesal begitu dia mengatakan hal itu.

"Saya bukan seorang hentai! Dan mana Saya tahu! Kalau Saya bisa, Saya juga ingin datang dengan menggunakan lingkaran sihir! Orang macam apa yang mengayuh sepeda nya di kota di tengah malam!"

"Mengapa kamu yang jadi marah, dasar raja hentai!"

"Raja hentai!? Sialan! Sudah kubilang bahwa Saya ini Iblis!"

"Pulanglah!"

Klien membuka pintu untuk mengajukan klaim. Dia adalah orang yang kurus dan dia tampak tidak sehat. Dia tampak marah tetapi begitu ia menatap wajahku, ekspresi wajahnya melunak.

"Apakah kamu habis menangis....?"

"Hah? Saya?"

Ketika aku menyentuh pipiku ada air mata di tanganku. Aku menangis

"Jadi begitu? Kamu menangis karena kamu terkejut untuk mengetahui bahwa kamu tidak dapat menggunakan teleportasi itu..."

"Sepertinya begitu."

Aku diijinkan masuk ke kamarnya. Dia bahkan membuatkanku teh. kejadian tentang teleportasi dan pertengkaran yang sebelumnya telah menghancurkan hatiku lebih dari yang kuharapkan dan tanpa sadar aku menangis. Tentu saja aku akan menangis. Klienku, Morizawa-san, melihatku dan menjadi simpatik terhadapku dan membiarkankanku masuk ke kamarnya. Kamarnya terlihat bersih. Ruangan itu terlalu rapi untuk kamar yang ditinggali seorang pria lajang seperti dia. Dia mengatakan kepada saya bahwa ia bekerja di pemerintahan disiang hari. Morizawa-san melakukan pekerjaan dengan serius tapi ia berkeinginan untuk berhubungan dengan orang lain. Setelah menerima selebaran yang kami bagikan, ia memutuskan untuk memanggil Iblis.

"Jadi, bukan Koneko-chan......"

Dia jatuh cinta dengan Koneko-chan pada pandangan pertama dan Koneko-chan adalah Iblis pertama yang membuat perjanjian kontrak dengannya. Sejak saat itu dia sering memanggil Koneko-chan.

"Maafkan saya, tapi rupanya Koneko-chan juga populer dikalangan klien lainnya. Dia mewakili kategori Iblis imut."

Saya menjelaskan kepadanya bahwa ketika seseorang memanggil Iblis, Dia dapat memilihi Iblis manaakan dipanggil dengan memanggil nama Iblis itu. Dan hari ini ia memutuskan untuk memanggil Koneko-chan, yang mengakibatkan bentrokan dengan klien lain. Jika Iblis tersebut tidak dapat dipanggil, Iblis lain akan harus menggantikannya.

"Saya berharap yang datang adalah Iblis dengan kategori imut ketika saya menggunakan selebaran...."

"Saya seorang pemula imut, kalau anda itu tidak apa–apa dengan itu?"

"Hahahaha! Kamu berbicara sesuatu yang mustahil! Kalau saat ini saya memiliki pedang perak, saya akan langsung menusukmu! Hahahaha! "

Bro, anda tertawa, tetapi mata Anda tidak.

"Omong-omong, apa yang Anda inginkan ketika Anda mencoba memanggil Koneko-chan?"

Itulah pertanyaanku. Mungkin aku juga bisa mengabulkan keinginan-Nya. Tapi harapan hancur ketika Morizawa-san mengeluarkan sesuatu dari sudut kamarnya.

"Saya ingin dia memakai ini."

Seragam sekolah dari mana itu? Rasanya aku pernah melihatnya di suatu tempat.

"Ini adalah seragam Nagato Yuki"

"Nagato.... Oh! Dari Suzumiya Haruhi! "

Akupun tahu itu. Serial Suzumiya Haruhi.

"Iblis-kun, apakah kamu juga suka Nagato?"

"Tidak, aku lebih cenderung sebagai fan Ryouko Asakura."

"Kenapa?"

"Payudaranya."

Terkesiap

Morizawa-san kehilangan kata-kata ketika ia mendengar jawabanku yang tanpa perlu dipikirkan dua kali. Asakura Ryouko, karakter reguler dari Serial Suzumiya Haruhi, dan Bishoujo dengan tubuh glamor.

"Jadi kamu seorang pecinta payudara besar?"

"Ya. Payudara adalah satu bungkusan mimpi. Saya sangat yakin akan hal itu."

Aku membayangkan payudara telanjang Buchou yang bergoyang. Buchou, aku telah jatuh cinta dengan payudaramu pada pandangan pertama. Tetapi aku terlalu malu untuk mengatakannya di depanmu, tapi aku pasti akan melindungi payudaramu, Buchou. Morizawa-san membuat ekspresi mesum sambil menyeringai.

"Kamu punya mata yang bagus. Sepertinya Kamu memiliki gairah yang sangat tinggi terhadap payudara. Kamu punya selera yang berlawanan denganku. Aku suka perempuan berpayudara kecil."

"Saya bisa mengerti. saya punya teman dengan selera yang sama."

Yang pertama muncul di kepalaku adalah Motohama. Dia adalah seorang Hentai tulen, saya sangat yakin hal itu.

"Ya. Dia, Koneko-chan, terlihat sangat mirip dengan Nagato kan?, walaupun tinggi tubuhnya yang agak kecil."

Kalau dipikir lagi, dia memiliki tubuh kecil dan dia tidak pernah menunjukkan ekspresi sama sekali. Memiliki bentuk tubuh tanpa lengkungan dan rambutnya pendek. Koneko memang tampak mirip dengan Nagato. Nagato Yuki juga memiliki karakteristik serupa.

"Itulah sebabnya aku ingin dia memakai ini. Aku benar-benar ingin dia memakainya!"

Ada air mata mengalir dari matanya. Air mata penyesalan. Dia sungguh menyesalinya. Dia benar-benar ingin Koneko-chan memakainya, ya?

"Aku minta maaf mengenai hal tersebut. Oke kalau begitu. Mari biar saya yang memakainya."

"Aku akan membunuhmu, keparat!"

Morizawa-san menolak tawaran baikku dengan berteriak. Tolong jangan marah sambil menangis seperti itu. Itu cuma lelucon. Aku hanya bergurau. Morizawa-san berusaha untuk tenang setelah menyeka dari air matanya. Dia mengambil napas dalam-dalam dan menenangkan diri.

"Okelah kalau begitu, apa kemampuanmu? Karena Kamu juga Iblis tentunya kamu memiliki kekuatan misterius juga kan?. Seperti Koneko-chan, kekuatannya sangat luar biasa. Dia bahkan mengangkatku."

Dia mengatakan dengan bangga. Mana harga diri Anda sebagai seorang pria? Jadi ada juga orang yang sombong karena siangkat oleh seorang gadis. Jadi kemampuanku? Hmmmmm? Aku merapatkan tanganku kedua telapak tanganku.

"Saya bisa melakukan Kamehameha"

"Pergilah bunuh diri."

"Apa! Reaksi macam apa itu! Dan anda juga sepertinya serius mengatakannya!"

"Tentu saja aku serius! Bagaimana mungkin ada Iblis yang bisa melakukan Kamehameha!"

"Di sini! Saya bisa! Saya!"

Aku menunjuk diriku sendiri dan berkata dengan jelas.

"Kalau begitu, lakukan!"

"Akan saya lakukan!"

"Kalau kamu bisa melakukannya lakukan! Jangan pernah meremehkan kami, generasi yang tumbuh bersama Dragon Ball! Ketika masih SD, setiap Senin kami semua berlatih menggunakan Kamehameha sepulang sekolah. Kami bahkan mencoba untuk mengumpulkan kekuatan agar kami bisa menembakkan bola semangat, meskipun tidak ada yang terjadi! Jangan remehkan generasiku!"

"Diam! Siapa yang peduli jika Anda dibesarkan sambil menonton Dragon Ball! Aku membeli semua manga-nya! Saya bahkan membeli manga rilis baru juga, yang merupakan edisi perdana! Saya dan teman saya juga sering bermain "Petak Umpet" dengan mencoba merasakan Ki[18] masing-masing!"

Aku menanggapi semua argumennya. Aku sangat marah! Benar-benar marah! Kalau begitu aku akan menunjukkan kepadanya! Kamehameha versi Hyodou Issei! Aku mengaktifkan [Sacred Gear]-ku! Pertama kupejamkan mataku dan mengangkat tangan kiriku. Aku membayangkan Son Goku di kepalaku dan perlahan menurunkan tanganku. Kemudian aku membuat pose melakukan Kamehameha. Aku mengeluarkan semua energiku! Rasakan ini! Terimalah ini para generasi Dragon Ball! Ini adalah serangan spesialku!

"Kamehame-ha!"

Flash!

Seketika lengan kiriku bersinar! Sarung tangan merah muncul menutupi lengan kiriku. Silakan melihat! Ini adalah [Sacred Gear]-ku! kemudian aku melihat Morizawa-san dan dia......... menangis. Dia kemudian mengambil Komik Dragon Ball Jilid 1 dari rak buku nya. Dia memegang tanganku dan kami saling jabat tangan dengan penuh gairah.

"Mari kita bicara!"

Kata-kata itu Itu saja sudah cukup untuk memahami apa yang ingin ia katakan. Setiap penggemar Dragon Ball akan mengerti apa yang ingin ia katakan.

"Ya, mari kita bicara!"

Dan malam yang panjang pun mulai.

"Hahaha. Aku juga. Aku pikir suara Dende sudah cocok."

"Ya. Benar-benar terdengar seperti bagaimana yang saya bayangkan."

Setelah ia membawa manga, kami telah tertawa dan berbicara selama 2 jam terakhir. saat berbicara, kami lupa perbedaan usia antara kami dan kami merasa sudah menjadi teman. Fufufufu. Aku menunujukan kesan pertama yang buruk, tapi ketika kita mulai berbicara kita harus saling mengenal bahkan lebih.

"Oke! Mungkin aku harus membuat kontrak dengan kamu juga?"

"Ya bos! Terima kasih untuk kontraknya!"

Ya! Ya! Ya! Ya! Aku mendapatkan kontrak pertama saya! Jalanku untuk mendapatkan gelar kebangsawanan telah dimulai! Legendaku dimulai dari sini!

"Oke mungkin ini keinginan yang umum, tetapi saya ingin menjadi kaya"

Memang, itu adalah keinginan biasa dan umum yang dibuat orang-orang.

"Oke. Sebentar akan saya periksa."

Aku mengeluarkan alat portabel Iblis dan memasukan keinginannya, Kemudian jawabannya muncul.

"Ummm. untuk kasus Anda, agar keinginan anda terpenuhi, harganya adalah kehidupannmu. Dengan kata lain Anda akan mati."

"Mati!?"

"Ya. Maaf, tetapi di dunia Iblis, mereka mengatakan bahwa hidup tidak sama. Jadi bagi Anda untuk berharap untuk menjadi kaya Morikawa-san, Anda akan harus mati."

"Rasanya seperti kamu baru saja merobek hatiku. Tapi tidak apa-apa. Kalau begitu kalau aku memohonhal itu kapan aku akan mati?"

"Ummm. Anda akan mati segera setelah uang mulai turun dari langit. Sepertinya Anda bahkan tidak bisa menyentuhnya. Ini mengerikan."

"Guwah! Kalau begitu aku tidak bisa menamparmu dengan uang!?"

"Hei jangan berpikir untuk menampar saya dengan uang."

Hmmmm. Saat ini aku tengah menyaksikan hancurnya mimpi seseorang. Tapi seperti yang kupikirkan, dalam kehidupan biasa pun, dasarnya hampir mustahil untuk Morikawa-san mencapai keinginan seperti itu. Jadi inilah yang Buchou maksudkan bahwa nilai setiap orang tidak sama. Betapa tidak adilnya dunia ini.

"Jadi, bagaimana kalau harem? ......Bagaimana kalau harapan dikelilingi banyak gadis di sebuah pesta mewah!?"

Oh! Jadi, seperti itu juga? Aku sangat terharu. Bagaimanapun dia seorang pria jadi tentu saja ia akan menginginkan sesuatu seperti itu.

"Morizawa-san, aku juga suka harem! itu impian setiap laki-laki! Menakjubkan! Suatu hari saya ingin pergi minum dengan Anda, meskipun aku masih dibawah umur!"

"Aku tidak peduli tentang itu. Jadi bagaimana?"

Kumasukan keinginannya dalam alatku. Oh, keluar jawaban yang keras.

"Yah disni dikatakan bahwa Anda akan mati segera setelah ada perempuan masuk ke jangkauan penglihatan Anda."

"Tunggu, jadi artinya aku akan mati begitu aku melihat wajah mereka!?"

"Tidak, disini dikatakan seketika mereka masuk penglihatan Anda. Ya ampun kejam sekali, Anda bahkan tidak tahu bagaimana wajah mereka. Bukankah lebih baik kalau berjalan melewati perempuan cantik di kota?"

"Hwaaaaah!!"

Tiba-tiba seorang dewasa, Morikawa-san, mulai menangis.

"Jadi hidupku tidak memiliki banyak nilai....!? Aku menyesal telah dilahirkan....."

Aku menepuk-nepuk lembut bahu Morizawa-san.

"Mari kita terus berbicara tentang Dragon Ball. Anda ingin bermain drama Dragon Ball? Saya akan jadi Goku dan Anda bisa jadi Freeza. Bagaimana?"

Morizawa-san mengangguk sambil menangis. Dan begitulah kontrak pertamaku gagal karena aku harus membesarkan hati klienku.

Hari berikutnya, sepulang sekolah.

"..............."

Buchou marah. Alisnya terangkat ke atas dan dia tidak mengucapkan satu patah katapun. Aku berdiri di depannya dan wajahku pucat. Kemarin aku malah bermain Dragon Ball dengan klienku sepanjang malam. Oh ya, Kiba juga mengatakan "ini pertama kalinya, belum pernah terjadi sebelumnya" dan dia tidak bisa berhenti tertawa sendiri.

"Ise......"

Nada suaranya dalam dan serius dan ia terdengar marah.

"Ya!"

"Kamu berbicara dengan klien tentang manga dan apa yang terjadi setelah itu? Bagaimana dengan kontraknya? "

Buchou bertanya langsung ke titik permasalahan. Keringat saya keluar dari sekujur tubuhku.

"Saya tidak mengadakan kontrak perjanjian...... Kami memainkan drama suatu manga sampai pagi!"

"Bermain drama?"

"Ye.. ya! Kami memainkan karakter tertentu dari manga itu dan bertingkah seolah-olah kami sedang bertempur."

Mengapa aku menjelaskan sesuatu seperti ini dengan serius? Aku merasa ingin menangis.

"Aku tahu bahwa sebagai siswa SMU, tidak, sebagai Iblis profesional seharusnya aku malu! Aku menyesali itu! Aku sangat menyesal!"

Aku menurunkan kepala kusambil meminta maaf. Benar-benar deh, apa yang telah kulakukan, bermain Dragon Ball sampai pagi?

"Setelah kontrak kita juga meminta klien untuk mengisi kuesioner.... Kita meminta saran dan pendapat mereka tentang kontrak yang telah mereka buat. Kuesioner ditulis dalam selebaran dan umpan balik mereka muncul dalam makalah ini di sini......"

Buchou menunjukkan kertas dengan umpan balik untuk kuesioner. Aku tidak pernah tahu ada kuesioner? Sepertinya para Iblis benar-benar serius mengenai pekerjaan mereka.

[Kemarin sangat menyenangkan. Ini adalah pertama kalinya saya menghabiskan waktu seperti kemarin. Saya ingin bertemu dengan Ise-kun lagi. kalau lain kali bertemu, saya akan membuat kontrak dengan dia]

"Ini adalah balasan dari klien....."

Aku terharu. Morizawa-san.... Aku tidak bisa berbuat apa-apa......... Tapi Anda.....

"Ini adalah pertama kalinya aku menerima umpan balik seperti ini. Aku tidak yakin apa yang harus kulakukan, itu sebabnya aku diam saja dan memasang ekspresi bingung."

Buchou tidak marah? Tapi memang benar kalau tidak mengadakan kontrak...

"Bagi Iblis, yang terpenting adalah kita mengadakan kontrak dengan benar dengan manusia yang memanggil kita. Kemudian kita mendapatkan upah kita. Itulah cara Iblis hidup sejak dahulu. Ini pertama kalinya aku menemui kejadian seperti ini.... Sebagai Iblis kamu telah gagal, tapi klien merasa senang denganmu."

Buchou tampak bingung tapi ekspresinya berubah menjadi senyuman,

"Tapi ini menarik. Kamu mungkin bisa menjadi nomor 1 untuk hal-hal tak terduga. Tapi ingat untuk melakukan hal–hal dasar. Mengadakan kontrak dengan manusia dan memberikan keinginan mereka. Kemudian menerima bayarannya. Oke?"

"Ya, aku berusaha semaksimal mungkin!"

Buchou memaafkan tindakanku. Karena itu aku sangat senang. Buchou, lain kali aku pasti akan melakukannya dengan benar!

Pada hari yang sama setelah aku berjanji untuk melakukan yang terbaik.

Sekali lagi pekerjaanku dimulai. Saat ini tengah malam dan aku mengayuh sepedaku sekuat tenaga ke rumah klienku. Kali ini aku menuju sebuah apartemen yang berjarak 30 menit dari sekolah. Meskipun aku kesana dengan kecepatan penuh, butuh waktu 30 menit untuk mencapainya. Aku harap klienku tidak marah. Aku berdiri di depan pintu dan membunyikan bel. Sungguh menyedihkan ada Iblis sepertiku yang perlu membunyikan bel pintu. Aku benar-benar ingin mencoba dipanggil dengan lingkaran sihir. Kemudian ada jawaban dari interkom-.

"Tidak terkunci-nyou. Masuklah kedalam-nyou."

Benar benar suara yang berat. Apakah dia seorang pria? Ya? Nyou? Sepertinya dia baru saja mengatakan nyou? Tidak pasti salah dengar. Aku membuka pintu dan menaruh sepatuku di teras. Kemudian aku masuk ke dalam ruangan dengan gelisah. Ketika aku membuka pintu, aku kehilangan semua kata-kata.

"Selamat datang-nyou."

Ada seseorang dengan tubuh raksasa, dan memiliki aura kehadiran yang tak tertandingi. Dia seorang pria besar dengan otot yang luar biasa mengenakan pakaian gothic lolita. Kalau kuperhatikan kancing pakaiannya tampak seperti mau lepas dan dibeberapa titik sepertinya pakaiannya sudah mau robek. Juga matanya yang seperti bayi murni meskipun aku merasa seperti akan terbunuh. Tidak, hal yang paling tidak biasa adalah kepalanya. Dia memakai telinga kucing. Aku menelan ludahku dan bisa kurasakan setetes keringat jatuh di pipiku. Tanganku gemetar karena aku mulai gugup. Dia bukan pria biasa. Dia adalah laki–laki diantara laki-laki. Saya merasa seperti saya sedang berdiri di dekat kuburanku sendiri karena tekanan yang luar biasa.

"Umm..... ummmmm. Apakah Anda yang memanggil Iblis........ ........dari keluarga Gremory.....?"

Aku bertanya untuk meyakinkan.

Flash!

Mata pria itu mulai berkedip dengan suara matanya berkedip. Rasanya seperti ada pertarungan yang sengit antara kami. Aku akan terbunuh! Seseorang tolong aku! Meskipun aku adalah seorang Iblis, aku mengambil kuda–kuda untuk melawannya.

"Ya-nyou. Mil-tan yang memanggil Iblis-san karena ada sesuatu yang Mil-tan inginkan-nyou."

Kata-kata tak terduga keluar dari mulut yang tebal. Kalimat-Nya selalu siakhiri oleh-nyou! Mustahil! Apakah dia diperbolehkan untuk melakukan hal itu?

"Mil-tan ingin menjadi seorang gadis penyihir-nyou."

"Anda harus pergi ke dimensi lain untuk itu."

Aku menjawab keinginannya dengan cepat. Itu tidak mungkin. Yang benar saja, itu tidak mungkin. Kepalaku bingung karena permintaan yang ingin dikabulkan. Mil-tan! Apa itu Mil-tan!? Kata-kata orang ini membingungkanku! Dengan tubuh yang dia punya dia bisa pergi ke dimensi lain dan kembali ke sini tanpa goresan! Dia bahkan mungkin bisa membunuh Iblis juga.

"Mil-tan sudah pernah mencobanya-nyou."

"Anda benar-benar mencobanya!?"

"Tapi itu mustahil-nyou. Tidak ada-orang yang mau memberikan Mil-tan kekuatan sihir-nyou."

"Sebenarnya anda sudah punya suatu kekuatan sihir, dalam makna lain...."

"Satu-satunya pilihan yang tersisa adalah meminta pada musuh bebuyutan Mil-tan, Iblis-nyou."

Karena suatu alasan, sepertinya dia menganggap Iblis sebagai musuh bebuyutannya. Tapi aku akan mencoba untuk tidak terlalu mengorek ke dalamnya

........

"Iblis-san!"

Ruangan itu terguncang dengan suarannya, suara Mil-tan, suara macam apa itu!? Suara sihir!?

"Tolong beri Mil-tan kekuatan fantasi nyou!"

"Jangan khawatir, Anda sudah cukup terlihat fantastis kok! Sayalah yang merasa ingin menangis!"

Aku jadi merasa ingin menangis. Sialan! Kenapa selalu aku yang mengurus orang-orang aneh!? Apa arti semua ini?

"Mil-tan! Mil-tan! Tenanglah! Saya akan mendengarkan apa ingin Anda katakan!"

Hal pertama yang harus kulakukan, aku harus menenangkan orang ini dan mendengarkan ceritanya. Mil-tan dengan banyak air mata mengalir keluar dari matanya membuat senyum terbesar yang pernah kulihat.

"Kalau begitu mari kita menonton "Gadis Sihir Sakti Spiral 7 Alternatif" bersama-nyou. Kisahku tentang sihir dimulai dari sana-nyou."

Dan malam panjangku-pun dimulai dari sana.

Hari berikutnya.

Setelah kegiatan rutin klub, dalam perjalanan pulang. Sigh..... hari ini Buchou juga memasang ekspresi aneh karena aku tidak bisa mengadakan perjanjian kontrak dua kali berturut-turut. Tapi aku mendapat umpan balik yang terbaik. Buchou kembali bingung karena dia mengalami suatu kejadian yang dia sendiri tidak pernah alami dua kali berturut-turut. Maafkan aku karena terlibat dalam situasi aneh. Aku merasa tidak enak, dan jalan menuju memperoleh gelar kebangsawanan tampaknya akan menjadi hal yang sulit..... Tadi malam aku menonton DVD anime sampai pagi. Padan awalnya aku tidak terlalu berminat menonton anime penyihir gadis, tapi ada beberapa adegan yang bagus yang membuatku mulai menonton dengan serius dan akhirnya aku menonton sampai pagi. Selain itu, mengapa semua klienku adalah sekelompok orang aneh?

"Hahaha. Hyodou-kun pasti memiliki kekuatan magis yang menarik orang-orang seperti itu."

Kiba mengatakan sesuatu seperti itu dengan senyum manis. Mati saja kamu Kasanova! Sepertinya sebagian besar orang yang memanggil Kiba adalah perempuan cantik. Sialan! Keinginan macam yang dia tawarkan kepada mereka!? Apakah seks!? Atau ada hubungannya dengan seks!? Hanya memikirkannya saja sudah cukup membuatku ingin membunuhnya! Sial! Sialan kau Kiba!

"Hawaa!"

Huh? Tiba-tiba aku mendengar suara. Aku mendengar suara dari belakangku, bersama dengan suara sesuatu yang jatuh ke tanah. Ketika aku berbalik dan ada seorang Suster-Gereja terjatuh di lantai. Tangannya terbuka terbuka dan sepertinya dia jatuh ke tanah dengan wajahnya. Benar-benar posisi jatuh yang tidak keren.

"Ummm ... kamu baik-baik saja?"

Aku mendekati Suster-Gereja itu dan menawarinya tanganku.

"Awwww. Mengapa saya selalu tersandung .... Oh, maaf. Terima kasih banyak. "

Dari. Dia mungkin pada usia uaranya sepertinya dia masih muda, mungkin usia kami sebaya. Aku meraih tangannya dan membantunya berdiri. Wuush Hembusan angin melepas kerudungnya.
Wuush, hembusan angin menerbangkan kerudungnya.
Rambut pirangnya yang tersembunyi di balik kerudung jatuh di atas bahunya. Rambut lurus pirang itu berkilauan terkena cahaya sinar matahari. Kemudian pandanganku tertarik ke wajahnya. Hatiku langsung terpana olehnya. Ada seorang gadis pirang yang cantik berdiri tepat di depanku. Kedua mata hijaunya terlihat begitu indah sehingga rasanya sepertinya akan menyedotku masuk ...... Tanpa sadar aku menganga padanya.

"Umm, ada apa......?"

Suster-Gereja itu melihat didepan wajahku dengan ekspresi cemas.

"Oh.. maaf. Ummm..."

Aku tidak bisa menemukan kata yang tepat untuk berbicara. Aku tidak bisa mengatakan padanya bahwa aku terpikat oleh kecantikannya. Tapi dia sungguh. Begitu..... Ya, itu dia. Dia memenuhi kriteria perempuan cantik rambut pirang idamanku! Tentu saja aku akan langsung terpikat padanya! Rasanya seperti ingin terus berbicara dengannya. Mungkin ini adalah flag! Ketika aku memikirkan hal egois itu. Aku melihat tas koper di bahunya. Kalau dipikirkan melihat Suster-Gereja di tengah kota seperti ini adalah hal yang cukup langka. Bahkan ini adalah pertama kalinya aku melihatnya. Kemudian aku mengambil kerudungnya.yang untungnya jatuh di dekatnya.

"Ummm sedang bepergian?"

"Tidak, bukan begitu. Saya ditunjuk ke Gereja di kota ini. Anda pasti penduduk kota ini. Senang bertemu Anda."

Dia menundukan kepalanya. Hmmm. ditempatkan di Gereja di kota ini. Penataan ulang tugas karyawan? Sepertinya pihak Gereja juga sedang sibuk ya?

"Sejak sampai disini saya bingung. saya tidak bisa berbahasa Jepang dengan lancar..... Saya tersesat dan orang lain tidak bisa mengerti apa yang saya katakan......."

Dia meremas tangannya didepan dadanya dan terlihat sangat sedih. Jadi itu berarti dia tidak bisa berbahasa Jepang..... Alasan mengapa ia bisa berbicara denganku saat ini adalah karena pengaruh kekuatan Iblis. Itulah yang Buchou katakan kepadaku sebelumnya.

"Setelah kamu menjadi Iblis, kamu juga mendapatkan kemampuan unik yaitu "antar bahasa" Begitu kamu menjadi Iblis, semua orang di dunia dapat memahami apa yang kamu katakan.. Orang-orang juga bisa mendengarkan apa yang kamu katakan dalam bahasa ibu mereka. Orang Amerika mendengar suaramu dalam bahasa Inggris Orang Spanyol maka mereka akan mendengarnya dalam bahasa Spanyol.. Dan sebaliknya, walaupun mereka berbicara dengan bahasa asing, Kamu akan mendengarnya sebagai bahasa Jepang."

Ya, memang terjadi yang seperti Buchou katakan. Ketika pelajaran bahasa Inggris, aku mendengar semuanya dalam bahasa Jepang. Aku sangat terkejut. Ketika aku disuruh untuk membaca satu paragraf oleh guru bahasa Inggris, entah bagaimana aku bisa membacanya dengan fasih. Seluruh teman sekelasku tampak terkejut. Tentu saja mereka terkejut, karena mereka mendengar aku berbahasa Inggris secara sangat fasih. Bahkan sang guru terdiam karena itu. Yah tetapi dalam hal menulis dan kosakata aku masih kesulitan karena kemampuan ini terbatas hanya pada suara saja. Tapi itu sudah cukup, karena rasanya sangat luar biasa aku bisa berbicara dengan apapun di dunia. Sepertinya aku menjadi seorang siswa SMU Internasional.

"Sepertinya aku tahu dimana tempat Gereja."

Seingatku ada sebuah gereja tua di bagian luar kota. Mungkin maksudnya gereja itu. Tetapi apa gereja itu masih digunakan?

"Benarkah!?! Terima kasih! Ini semua pasti berkat Tuhan!"

Dia tersenyum padaku dengan air mata mengalir dari matanya. Perempuan ini benar-benar imut. Tapi ketika aku melihat Rosario di dadanya, rosario itu memberiku reaksi yang sangat negatif. Yah, tentu saja, karena aku setan. Dia adalah jenis manusia yang seharusnya aku tidak boleh terlibat atau berbicara. Tapi aku tidak bisa membiarkan seorang perempuan dalam kesulitan begitu saja. Begitulah aku mengantar Suster-Gereja ini ke gereja.

Ditengah perjalanan kami ke gereja, kami melewati sebuah taman.

"Uwaaaaah!"

Aku mendengar tangisan seorang anak laki-laki.

"Kamu tidak apa–apa, Yosh-kun?"

Karena anak itu bersama dengan ibunya, dia pasti tidak apa-apa. Sepertinya dia hanya tersandung. Tapi tiba-tiba, Suster-Gereja yang sedang berjalan di belakangku berbalik ke arah menuju ke taman.

"Hei."

Suster-Gereja itu masuk ke dalam taman dan berjalan menuju anak yang masih menangis itu. Aku juga mengikuti di belakangnya.

"Apakah kamu baik-baik saja? Anak laki-laki tidak boleh menangis hanya karena luka ringan seperti ini."

Suster-Gereja itu membelai kepala anak itu. Anak itu mungkin tidak mengerti apa yang dia katakan, namun Suster-Gereja itu punya ekspresi yang sangat lembut. Suster-Gereja itu menaruh telapak tangannya di luka anak laki – laki itu. Kemudian, aku terkejut. Ada cahaya hijau yang muncul dari telapak tangan Suster-Gereja itu dan berkedip didekat lutut anak itu. Apa itu? Kekuatan sihir? Buchou mengatakan bahwa sihir hanya dapat digunakan oleh Iblis dan mereka yang berhubungan dengan Iblis. Ketika aku memperhatikan dengan cermat, luka anak itu mulai sembuh. Apakah cahaya dari tangannya menyembuhkan luka anak itu? Satu hal terlintas di pikiranku. [Sacred Gear]. Sebuah kekuatan khusus yang dimiliki orang-orang tertentu. Seingatku itu yang Kiba katakan sebelumnya. Seepertinya aku sependapat. Ketika aku melihat cahaya itu, aku bisa merasakan lengan kiri saya merasakan getaran. Pasti ada hubungannya. Apakah [Sacred Gear]-ku bereaksi dengan [Sacred Gear] miliknya? Ketika kulihat lagi, luka anak itu sudah sembuh. Bahkan tidak ada bekas yang tersisa. Menakjubkan. Ini adalah kekuatan [Sacred Gear].... Ada banyak jenis jenis dan macam [Sacred Gear]..... Ibu anak itu terkejut. Siapapun yang melihat hal-hal yang tak terbayangkan itu pasti akan memiliki reaksi serupa.

"Selesai, lukamu sudah sembuh. Sekarang pasti tidak sakit lagi."

Suster-Gereja itu membelai kepala anak itu dan menatapku.

"Maafkan saya. Tapi tampa sadar saya..."

Dia tertawa sambil menjulurkan lidah. Ibu anak itu, yang kaget sebelumnya, menggeleng kemudian meraih tangan anak itu kemudian mereka bisa pergi dengan cepat.

"Terima kasih, kakak!"

Kata anak itu. Kata-kata terimakasih.

"Dia bilang, "terima kasih kakak."

Dia tersenyum bahagia setelah aku menerjemahkan untuknya.

"Kekuatan itu......"

"Ya, ini adalah kekuatan untuk menyembuhkan. Kekuatan khusus yang Tuhan berikan kepada saya."

Dia tampak agak sedih, meskipun dia tersenyum. Bagaimana bilangnya ya? Sepertinya dia memiliki beberapa masa lalu yang kelam atau semacamnya. Aku mungkin tidak perlu terlalu terlibat.

Ini bukanlah situasi di mana aku bisa mengatakan "Sebenarnya aku juga punya [Sacred Gear]!". itu adalah kekuatan luar biasa, dan beberapa orang mungkin menderita karena itu. Bahkan aku tidak merasa senang ketika aku tahu aku mempunyai [Sacred Gear] yang menutupi lenganku. Sebaliknya, aku benar-benar terkejut. Aku masih tidak tahu bagaimana caranya menggunakan [Sacred Gear], karena aku tidak senang sama sekali. Satu-satunya hal yang bisa kulakukan adalah meniru kamehameha. Percakapan berakhir sampai disitu dan kami meneruskan perjalanan menuju gereja. Kami mencapai gereja tua setelah berjalan selama beberapa menit. Ya, hanya gereja ini yang aku tahu. Memang setua bayanganku. Sejujurnya, aku bahkan tidak tahu apakah tempat ini masih digunakan atau tidak. Tapi masih terlihat ada cahaya dari dalam gereja jadi berarti masih ada orang di dalam.

Aku mulai merasa tidak nyaman dan keringatku keluar. Aku pernah mengalami hal yang serupa. Sudah kuduga. Aku adalah Iblis, sehingga gereja yang adalah milik [Kami] dan para [Tenshi] akan menjadi wilayah musuh bagiku. Bahkan Buchou mengatakan bahwa aku sama sekali tidak boleh mendekati gereja atau kuil.

"Ya, ini adalah tempatnya! Terima kasih Tuhan!"

Suster-Gereja itu menunjukkan wajah lega setelah membandingkan lokasi ini dengan peta yang ia miliki. Oh, jadi memang ini tempatnya. Aku tidak boleh berada lebih lama lagi disini. Hari sudah mulai gelap jadi aku harus pergi sekarang. Sayang sekali karena harus mengatakan selamat tinggal kepada perempuan cantik seperti dia, tapi aku seorang Iblis dan dia adalah seorang Suster-Gereja..... Cinta antara dua sisi yang berlawanan mungkin terdengar romantis, tapi tidak kali ini..... Karena aku benar-benar takut dengan gereja dan tubuhku rasanya tidak mau berhenti gemetar. Apakah ini tanda-tanda ketakutan yang merupakan sifat alami Iblis? Rasanya aku seperti katak yang diintai oleh seekor ular.

"Baiklah aku akan pergi."

"Tunggu dulu."

Ketika aku sudah mau berpisah darinya, kata-kata Suster-Gereja itu menghentikannku.

"Masuklah, akan kubuatkan teh...."

"Oh, aku terburu-buru jadi aku harus pergi."

"Tapi....."

Dia mulai khawatir. Dia mungkin ingin membuatkanku teh untuk menunjukkan rasa terima kasihnya. Tetapi berbahaya sekali minum the di dalam sini adalah. Sayang sekali, tetapi aku harus menolak.

"Namaku Hyodou Issei. Semua orang di sekitar ku memanggilku Ise, Kamu juga bisa memanggilku Ise juga. Siapa namamu?"

Ketika aku memperkenalkan diriku, ia tersenyum.

"Nama saya adalah Asia Argento! Silahkan memanggil saya Asia!"

"Kalau begitu Suster-Gereja Asia, sampai jumpa lagi."

"Ya Ise-san! Suatu saat kita pasti bertemu lagi!"

Asia menundukkan kepalanya ke bawah. Aku meninggalkan tempat itu setelah melambaikan tanganku ke arahnya. Dia memandangku sampai aku hilang dari pandangannya. Aku tahu dia adalah perempuan yang baik.

Dan itulah adalah takdir penentuan kami dan pertemuan pertama kami.

Saat malam hari

"Jangan pernah mendekati gereja lagi."

Aku ditegur oleh Buchou di ruang klub. Ekspresi Buchou tampak lebih serius dari biasanya. Dan sepertinya, aku sering sekali dimarahi.

"Bagi kita para Iblis gereja adalah wilayah musuh. Hanya dengan mendekatinya saja dapat menimbulkan keretakan antara Iblis dan [Kami]. Karena kamu telah melakukan hal baik dengan mengantar Suster-Gereja itu ke gereja mereka tidak menyerangmu. Tapi [Tenshi] selalu waspada dan kamu berada dalam situasi di mana tidak akan aneh bagi mereka untuk menyerangmu dengan tombak cahaya."

Serius nih? ....Aku baru saja mengalami situasi gawat seperti itu? kalau dipikirkan rindingan yang kurasakan tadi memang tidak normal. Rasa takut waktu itu. Jadi itu naluri mengetahui bahaya. Naluri Iblisku memang memberitahuku bahwa itu adalah situasi yang berbahaya.

"Jangan pernah terlibat dengan orang-orang dari gereja, terutama [Eksorsis][19]. Mereka adalah musuh terbesar kita. Mereka dengan mudah bisa menghilangkan kekuatan kita karena mereka didukung oleh doa kepada [Kami]. Lebih dari itu, jika mereka [Eksorsis] yang mempunyai [Sacred Gear]. Itu akan sama artinya berada di batas kematian, Ise."

Buchou menatapku langsung dengan mata birunya sambil melambaikan rambut merah nya. Matanya serius jadi dia tidak sedang bercanda.

"Ba, baik."

"Kamu telah menghindari kematian sebagai manusia dengan dibangkitkan kembali sebagai Iblis. Tetapi Iblis yang dibasmi akan benar-benar musnah. Mereka kembali ke tiadaan. Tidak ada yang tersisa dan kamu tidak akan merasakan apa-apa. Sekarang kamu tahu seberapa serius hal ini?"

Ketiadaan? ...Sejujurnya aku kurang mengerti. Buchou menggelengkan kepalanya setelah melihat wajah bingungku.

"Maafkan aku, aku terlalu emosi. Pokoknya, mulai sekarang hati-hatilah. "

"Ya."

Percakapanku dengan Buchou berakhir sampai disitu.

"Oh, apakah Anda sudah selesai memarahinya?"

"Wow!"

Akeno-san berdiri di belakangku dan aku bahkan tidak menyadarinya. Dia tersenyum seperti biasa.

"Akeno apakah sesuatu terjadi?"

Ekspresi Akeno-san berubah setelah Buchou menanyakan hal itu.

"Kita menerima perintah berburu dari Bangsawan Besar."

Ex-Iblis[20], Iblis-yang-Terasingkan.

Ada makhluk dengan sebutan seperti itu. "Iblis yang awalnya adalah pelayan dari Iblis dengan gelar bangsawan tetapi kemudian mengkhianati atau membunuh tuannya". Kasus seperti itu sering terjadi. Iblis punya tenaga yang sangat kuat. Kamu bahkan tidak bisa membandingkannya dengan ketika mereka masih manusia. Karena itu ada juga yang memilih untuk menggunakan kekuatan itu untuk kepentingan mereka sendiri. Mereka meninggalkan tempat tuan mereka dan mengamuk di seluruh daerah disekitarnya. Itulah "Ex-Iblis". Karena alasan inilah, [Da-Tenshi] ber-jas mengira aku adalah Ex-Iblis. Dengan kata lain, seekor anjing liar. Anjing liar suka membuat masalah. Saat ditemukan, tuannya atau Iblis lainnya diperintahkan untuk memusnahkannya. Itu adalah peraturan Iblis. Bahkan para [Tenshi] dan [Da-Tenshi] menganggap mereka sebagai ancaman dan mereka akan memusnahkan Ex-Iblis saat menemuinya. Tidak ada yang lebih menakutkan dari Iblis yang tidak mematuhi aturan apapun.

Aku pergi ke gedung yang tidak terpakai yang terletak di bagian luar kota bersama dengan Buchou, Akeno-san, Kiba dan Koneko-chan. Setiap malam, seekor Iblis-yang-Terasingkan memikat manusia ke bangunan ini dan memakan mereka. Karena itu turun permintaan dari Iblis kelas atas untuk memburu mereka.

[Mahluk itu melarikan diri ke wilayah Rias Gremory jadi kami meminta Anda untuk memusnahkannya.]

Rupanya ini juga merupakan salah satu pekerjaan Iblis. Memakan manusia..... Ada juga Iblis jahat seperti itu.... Tidak, tentu sifat alami Iblis adalah seperti itu.... Jadi alasan saat ini mereka tenang adalah karena mereka mematuhi aturan? Kemudian bagimana jika sudah tidak ada peraturan?

Ya benar-benar Iblis.....

Saat ini tengah malam dan adalah dunia kegelapan. Ada banyak rumput tinggi mengelilingiku dan saya bisa melihat bangunan yang tidak terpakai itu jauh dari sini. Adalah salah satu sifat Iblis memiliki pandangan yang tajam di malam hari. Hmmm... Bisa melihat dengan jelas tempat menyeramkan seperti ini tidak begitu baik....

"Bau darah......"

Aku menutupi hidungku dengan seragam ku setelah Koneko-chan mengatakannya. Bau darah? Aku tidak bisa mencium bau apa-apa. Jadi Koneko-chan memiliki indra penciuman yang kuat. Situasi menenang. Aku bisa merasakan kehadiran musuh di dekatku, dan keinginannya untuk membunuh kami tidak normal. Kakiku gemetar. Aku benar-benar takut. Jika yang lainnya tidak berada di sini, aku mungkin sudah melarikan diri. Buchou yang sudah didepan dan meletakkan tangannya di pinggul tampak sangat bisa diandalkan!

"Ise, ini kesempatan yang tepat untuk mengetahui seperti apa rasanya bertarung."

Buchou mengatakan suatu hal yang sulit kuterima.

"Tunggu, anda serius!? Aku yakin bahwa aku tidak akan banyak berguna!"

"Ya. Sekarang memang tidak mungkin."

Dia mengatakan itu secara langsung. Aku agak merasa sedih.

"Tapi Kamu dapat melihat seperti apa pertempuran Iblis. Hari ini cukup berkonsentrasi dan lihat bagaimana kami bertarung. Oh ya. Sekalian aku juga akan menjelaskan sifat bawaan dari para pelayan."

"Menjelaskan? Sifat bawaan pelayan?"

Aku sedang memasang ekspresi bingung tapi Buchou terus berbicara kepadaku.

"Iblis yang menjadi tuan memberikan suatu ciri atau sifat kepada mereka yang akan menjadi pelayan mereka. Ya itu mungkin ini saatnya aku menjelaskan tentang hal itu dan sejarah para Iblis...."

Buchou mulai menjelaskan tentang situasi para Iblis saat ini.

"Jaman dahulu kala terjadi perang tiga pihak antara Iblis, [Da-Tenshi], dan [Kami] beserta dengan [Tenshi] pengikutnya. Ketiga pihak memiliki jumlah pasukan yang besar dan mereka telah berperang sejak waktu tidak tertentu. Akibatnya, ketiga pihak kehilangan sebagian besar pasukan mereka dan perang selesai beberapa ratus tahun yang lalu tanpa ada pihak yang menang."

Kiba melanjutkannya setelah Buchou.

"Para Iblis tak terkecuali. Iblis besar dengan gelar bangsawan yang memerintah sekitar 20 atau 30 pasukan kehilangan sebagian besar pelayan mereka karena perang. Mereka kehilangan begitu banyak sehingga mereka bahkan tidak bisa membentuk pasukan baru."

Akeno-san melanjutkan dari sana.

"Saya mendengar bahwa sebagian besar Iblis murni tewas dalam peperangan itu. Tetapi bahkan setelah perang, masih ada masalah diantara Iblis, [Da-Tenshi] dan [Kami]. Bahkan walaupun para [Tenshi] dipihak [Kami] juga kehilangan sebagian besar pasukan mereka, kita masih dalam posisi di mana kita tidak bisa mengendurkan kesiagaan kita atau kalau tidak kita akan berada dalam kesulitan."

Kemudian Buchou berbicara lagi.

"Kemudian para Iblis memutuskan untuk membuat suatu sistem untuk membentuk sekelompok kecil pasukan. Yang disebut Bidak Iblis."

"Bidak Iblis?"

Tampaknya seperti hal yang rumit, dan aku harus mendengarkan dengan serius.

"Iblis dengan gelar kebangsawanan memutuskan untuk menerapkan sistem permainan manusia yaitu "Catur" kepada pelayan mereka. Sebenarnya itu sarkasme karena sebagian besar para pelayan adalah Iblis yang hidup kembali dari manusia. Sejak itu catur menjadi permainan yang populer di dunia Iblis. Kita kesampingkan hal itu terlebih dahulu. Iblis yang menjadi tuan adalah "Bidak Raja". Kalau dalam kelompok kita berate itu adalah aku. Dari sana mereka menciptakan 5 ciri khusus yang terdiri dari Bidak Ratu, Bidak Benteng, Bidak Peluncur Bishop, dan Bidak Kuda. Karena mereka tidak bisa membentuk pasukan besar, mereka memutuskan untuk memiliki sejumlah kecil Iblis tetapi memberi mereka kekuatan yang sangat besar. Sistem ini dibuat dalam dalam ratus tahun terakhir, dan langsung menjadi populer di kalangan Iblis dengan gelar kebangsawanan."

"Populer? Maksudnya aturan catur itu?"

"Mereka mulai bersaing satu sama lain. Misalnya seperti, "Bidak kuda ku lebih kuat!", Atau "Tidak, Bidak Bentengku lebih kuat!" Dan akhirnya para Iblis kalangan atas mulai memainkan permainan seperti catur melawan satu sama lain menggunakan pelayan Iblis mereka. Kami menyebutnya "Permainan Rating". Pendeknya permainan ini menjadi sangat populer di kalangan Iblis. Bahkan sekarang ada turnamennya. Kekuatan "Bidak" dan juga seberapa kuat mereka dalam permainan ini mempengaruhi status sosial mereka sebagai Iblis, dan gelar kebangsawanan mereka. Ada sesuatu yang disebut "Keleksi Bidak" di mana mereka mengumpulkan manusia dengan bakat tertentu dan menjadikan mereka bidaknya. Hal ini sangat populer dewasa ini. Pelayan berbakat menentukan status sosial mereka."

Begitu. Dengan menjadi kuat di permainan itu berarti dia adalah Iblis yang hebat. Hal ini juga menjadi kebanggaan tersendiri. Ummm.....pelayan Iblis adalah mantan manusia dan mereka berfungsi sebagai dalam permainan itu. Rasanya sangat rumit. Jadi suatu hari nanti aku akan dipaksa untuk bertarung dalam permainan itu?

"Aku belum menjadi Iblis dewasa, jadi aku belum bisa berpartisipasi dalam turnamen resmi. Bahkan jika aku bisa, ada hal-hal yang saya harus kulakukan sebelum bisa bermain. Singkatnya, Ise dan para pelayanku lainnya di sini belum bisa berpartisipasi dalam permainan itu untuk sementara waktu."

"Jadi, apakah itu berarti bahwa Kiba dan yang lainnya belum pernah bermain dalam pertandingan itu?"

"Ya."

Kiba menjawab pertanyaanku. Hmmmm... Dunia Iblis aneh. Aku dululnya membayangkan mereka adalah mahluk yang jahat dan menakutkan, tapi sepertinya bayanganku salah. Atau mungkin aku merasa seperti itu karena aku masih tidak tahu tentang dunia Iblis. Tetapi ada satu hal yang kupikirkan. Ya, posisiku sebagai "Bidak".

"Buchou, apa peran dan ciriku? Dan bidak apakah aku?"

"Ise, kalau kamu....."

Buchou menghentikan kalimatnya. Aku juga tahu alasannya. Sekujur tubuhku menggigil. Itu karena kehadiran musuh dan niat membunuh sangat kuat. Ada sesuatu yang mendekati kita! Bahkan orang sepertiku yang baru berubah menjadi Iblis bisa merasakannya.

"Aku bisa mencium bau sesuatu yang menjijikkan. Tapi aku juga bisa mencium sesuatu yang lezat. Sepertinya manis? Atau masam?

Suatu suara rendah yang terdengar seperti itu berasal dari bawah tanah. Keanehan ini tidak normal. Hanya mendengar suaranya saja sudah membuatku takut.

"Vaizor si Ex-Iblis. Kami di sini untuk memusnahkanmu."

"Kwakwakwakwakwakwakwa....."

Gema tawa yang abnormal di sekitar kami. Aaaaah, aku sekarang memahaminya dengan jelas. Ini bukan tawa manusia. Ini juga bukan tawa Iblis seperti yang kukenal. Hmmm..... Dari gelapnya bayang-bayang, sesuatu muncul. Dia adalah seorang wanita dengan bagian atasnya telanjang. Tetapi tubuh wanita itu melayang. Tidak..Bamn... suara langkah yang berat.. Hal berikutnya yang muncul adalah tubuh mahluk raksasa. Dia adalah makhluk aneh dengan bentuk yang tidak alami memiliki tubuh bagian atas wanita dan bagian bawah mahluk rakasa. Dia memegang sesuatu yang kelihatan seperti sebuah tombak di kedua tangan-nya. Tubuh bagian bawah mahluk itu memiliki empat kaki gemuk dengan cakar yang tajam. Dan ekornya seperti ular. Wow! Ekornya bergerak sendiri! Ukurannya pasti lebih dari 5 meter. Jika dia berdiri dengan dua kaki belakangnya, pasti dia akan tinggi sekali. Pendeknya, dia adalah monster raksasa. Apakah dia juga Iblis? Oh iya, karena Buchou barusan menyebutnya "Iblis-Terasing" jadi dia pasti juga Iblis. Ya ampun, ada yang seperti ini juga!? Biar kukatakan seklai lagi, Iblis itu menakutkan!

"Karena Meninggalkan sisi tuanmu, dan mengamuk sesuka hati, kamu benar benar pantas mati. Dalam nama bangsawan Gremory, dengan senang kami akan memusnahkanmu!"

"Dasar perempuan licin! Aku akan merobek-robek tubuhmu dan mewarnainya merah seperti rambutmu!"

Rakasa itu berteriak, tapi Buchou hanya tertawa kecil.

"Vaizor berbicara dengan bergaya. Yuuto!"

"Siap!"

Swoof! Kiba, yang berada di dekatku, berlari ke depan begitu Buchou memerintahnya. Cepat sekali. Dia sungguh cepat. Aku bahkan tidak bisa mengikuti gerakannya!

"Ise, akan kulanjutkan pelajaran sebelumnya."

Buchou berkata kepadaku. Pelajaran? Mengenai ciri Bidak Iblis?

"Posisi Yuuto adalah "Bidak Kuda". Sifat dan cirinya adalah kecepatan. Mereka yang menjadi Bidak Kuda akan meningkat kecepatannya."

Seperti yang Buchou katakan, kecepatan Kiba meningkat, hingga aku tidak bisa mengikuti gerakannya dengan mataku. Rakasa itu menggunakan tombaknya untuk menyerang Kiba, tetapi sepertinya tidak akan mengenai Kiba.

"Dan senjata andalan Yuuto adalah pedang."

Kiba tiba-tiba menghentikan gerakannya dan dia memegang sebuah pedang Eropa. Dia mencabut pedang itu dari sarungnya dan pedang yang keluar itu mencerminkan cahaya bulan. Swoof. Kiba tiba-tiba menghilang lagi. Sesaat berikutnya aku mendengar jeritan keras.

"Gyaaaaaaaaaah!!"

Ketika aku melihat monster itu, kedua lengannya terpotong dari tubuhnya bersama dengan tombak yang dia pegang. Darah menyembur keluar dari lukanya.

"Itu adalah kekuatan Yuuto itu. Kecepatan tinggi yang tidak dapat diikuti mata, dan keterampilan pedang yang profesional. Dengan menggabungkan keduanya, ia menjadi Bidak Kuda tercepat."

Ada bayangan kecil di dekat kaki rakasa itu... ...Tunggu! Itu Koneko-chan!

"Berikutnya adalah Koneko. Dia adalah "Bidak benteng". Sifat ciri dari benteng adalah---"

Bruak! Rakasa besar itu mencoba menginjak Koneko-chan! Ko, Koneko-chan! Tidak, dia dalam kesulitan....! Tapi kaki rakasa itu tidak menyentuh tanah. Tidak mungkin. Gadis dengan tubuh kecil itu mengangkat kaki rakasa itu!

"Sifat dari benteng cukup sederhana. Yaitu Kekuatan Super dan juga pertahanan yang sangat kuat. Tidak mungkin bagi Iblis sekaliber itu bisa menginjak Koneko. Dia tidak bisa menghancurkan Koneko."

Angkat... Koneko-chan benar-benar mengangkat rakasa tersebut.

"Terbang...."

Koneko-chan melompat tinggi dan meninju perut rakasa dengan sangat tajam.

Bang! Tubuh besar rakasa itu terlempar ke belakang. Aku teringat kata-kata dari klienku yang mencintai Koneko-chan, Morizawa-san. "Koneko-chan memiliki kekuatan super. Dia bahkan bias mengangkatku". Ini bukan hanya sesuatu yang bisa disebut kekuatan super! Rakasa besar itu melayang hanya dengan satu pukulan! Ya, mulai sekarang aku akan memastikan untuk tidak bertengkar dengan Koneko-chan. Aku mungkin bisa dibunuhnya hanya dengan dia menusukkan jarinya. Perempuan Super... Menakutkan ...Dan Morizawa-san yang jatuh cinta padanya pada pandangan pertama juga menakutkan.

"Terakhir Akeno"

Sambil tertawa Akeno-san berjalan menuju rakasa yang terhempas karena pukula dari Koneko-chan.

"Akeno adalah "Bidak Ratu". Dia adalah yang terkuat setelah aku. Dia adalah ratu tak terkalahkan yang memiliki semua ciri dan sifat Pion, Kuda, Peluncur, dan Benteng.

"Guguuuuuuu.....!"

Rakasa itu menatap Akeno-san. Akeno-san tertawa takut setelah melihat tatapan rakasa itu.

"Oh, sepertinya Kamu masih memiliki beberapa energi yang tersisa dalam dirimu. Lalu bagaimana dengan ini?"

Akeno-san mengakat tangannya ke atas. -JLEGAR-. Tiba-tiba langit tampak bercahaya, dan petir menyambar rakasa tersebut.

"Gagagaggaaaaaa!"
Akeno-san meengankat tangannya ke atas. -JLEGAR- Tiba-tiba langit tampak bercahaya, dan petir menyambar rakasa tersebut.

Rakasa itu menerima sambaran listrik dengan telak. Seluruh tubuhnya terbakar dan asap mengepul keluar dari tubuhnya.

"Ara, sepertinya Kamu masih bersemangat. Kalau begitu kamu masih bisa menerimanya lagi."

JLEGAR. Petir kembali menyambar rakasa itu lagi.

"Gwaaaaaaah!!"

Wajah Akeno-san yang menyambarkan petir tampak dingin dan menakutkan meskipun dia tersenyum. Ya ampun... Dia menikmatinya.... karena dia tertawa.

"Akeno unggul dalam menggunakan serangan sihir. Dia bisa menggunakan elemen alam seperti petir, es api, dan dan semacamnya. Dan yang terutama dari semua, dia adalah seorang Sadist (S)."

Buchou mengatakannya seolah-olah itu hal kecil. Sadist!? Dia bukan hanya seseorang yang bisa disebut Sadist!?

"Biasanya dia sangat baik. Tapi begitu pertempuran dimulai, dia tidak akan berhenti sampai ia tenang."

"Hiks..... Akeno-san menyeramkan..."

"Kamu tidak perlu takut, Ise. Akeno sangat baik kepada rekan–rekannya, jadi tidak adak masalah. Dia bahkan mengatakan kalau kamu lucu. Lain kali, bermanja–manjalah padanya. Dia pasti akan memelukmu dengan hangat."

"Fufufufufufu. Berapa banyak petir saya dapat kamu terima Rakasa-san? Kamu masih belum boleh mati. Karena yang akan emnamatkanmu adalah tuanku. Ohohohoh!"

Buchou.... Aku sangat takut pada orang di depanku yang tertawa dengan sangat keras.... Aku pikir Akeno-san adalah orang yang paling waras di kelompok ini. Tetapi bagaimanapun dia adalah Iblis.... Jadi begitu kan? Karena ia adalah Iblis, dia harus menakutkan, bukan?

Selama beberapa menit serangan petir Akeno-san berlanjut. Setelah Akeno-san mulai tenang, Buchou menegaskan hal itu dan menganggukan kepalanya. Buchou mendekati rakasa yang sudah kehilangan energi untuk melawan itu. Kemudian Buchou menaruh tangannya ke rakasa tersebut.

"Ada pesan terakhir?"

"Bunuh saja aku."

Itulah uang satu-satunya dikatakan rakasa itu.

"Begitu? Kalau begitu musnahlah."

Sebuah jawaban yang tak berperasaan. Suara Buchou membuatku merinding. Boom! Sebuah bola sihir hitam raksasa melesat keluar dari telapak tangan Buchou itu. Ukurannya cukup besar untuk membungkus seluruh tubuh rakasa itu. Bola sihir menelan tubuh rakasa itu. Ketika bola sihir itu menghilang, begitu seluruh tubuh rakasa itu. Seperti yang Buchou katakan, monster itu musnah. Buchou menghela napas setelah memastikannya.

"Semuanya sudah berakhir. Kerja bagus, semuanya."

Buchou mengatakan kepada seluruh anggota klub. Mereka kembali ke diri mereka yang biasanya. Jadi perburuan "Iblis-Terasing" sudah selesai, ya? Nasib "Iblis-Terasing" itu. Aku tidak tahu harus berkata apa. Aku yakin dia meninggalkan sisi tuannya karena memikirkan sesuatu...... Jadi, ini adalah pertempuran para Iblis..... benar pertarungan ganas. Seperti dengan Iblis-Terasing, ada banyak hal yang masih harus kupelajari.... Jadi mulai sekarang aku harus punya tujuan tinggi.... Mungkin aku harus berpikir dalam beberapa dekade, kemudian aku ingat satu hal. Mengenai pembicaraan posisi Bidak Iblis sebelumnya. Karena aku adalah pelayan seorang Iblis dengan gelar bangsawan, maka aku adalah memiliki "Bidak" tertentu.

"Buchou, masih ada hal yang Belum buchou katakan."

"Apa itu?"

Buchou menanggapi dengan tersenyum.

"Bidakku .... lebih tepatnya posisiku sebagai pelayanmu."

Sejujurnya, aku sudah bisa memprediksikan situasi terburuk. Tepatnya tinggal posisi "itu" yang tersisa. Tetapi aku masih menaruh harapan naïf. Akeno-san adalah "Ratu", Koneko-chan adalah "Benteng", dan Kiba adalah "Kuda". Jadi tinggal dua yang tersisa. The "Peluncur" dan "Pion"....... Aku berharap untuk posisi itu, tapi langsung hancur seketika. Si cantik berambut merah itu tersenyum padaku dan mengatakannya dengan jelas.

"Kamu adalah Pion. Ise, Kamu Bidak pion."

Posisi yang terendah.

Life.3: Berteman[edit]

"Haaaah..... Jalan untuk mencapai karir yang sukses memang sangat sulit."

Saat ini aku berada di kamar, mengeluh sendiri, sambil menatap langit-langit.

"Pion".

Itulah bidak dan posisiku. Yang benar saja..., Pion adalah posisi terendah..... Jadi aku harus merangkak dari sana... Jalanku untuk mendapatkan gelar kebangsawanan malah dimulai dengan menyusuri jalan berbatu. Perjalanku untuk menjadi Iblis yang sejati penuh dengan masalah. Ngomong-ngomong, ada orang lain yang menjadi "Pion Peluncur" Buchou. Buchou mengatakannya ketika aku mengetahui peranku sebagai seorang pelayan.

"Bidak Peluncur"ku sudah ada. Tapi dia saat ini sedang tidak ada di sini. Dia ada di tempat yang berbeda, menjalankan perintahku yang lain. Kalau ada kesempatan, aku akan memperkenalkannya padamu."

Itulah kata Buchou. Siapa orang itu? Mungkin aku bisa segera bertemu dengan orang itu. Aku harap dia juga seorang perempuan. Jadi Aku dipilih sebagai yang tersisa "Bidak Pion". Haaah, ada banyak sekali rintangan yang harus kulalui. Kalau kupikirkan lagi, apakah aku puas dengan keadaan sekarang? Dibunuh oleh [Da-Tenshi] karena meimiliki perlengkapan naga, [Sacred Gear]. Mereka bahkan memanfaatkan perasaan cintaku. Kemudian setelah itu, aku berubah menjadi Iblis. Dipungut oleh seorang Iblis cantik yang berkata kepadaku kalau aku adalah "Pelayan"-nya dan kemudian ditipu untuk mempercayai mimpi manis dimana aku bisa membuat sendiri harem. Saya bekerja keras dari setiap harinya sebagai pelayan Buchou. Membagi-bagikan selebaran dan membuat kontrak. Tapi karena kekuatan sihirku rendah, aku tidak dapat menggunakan lingkaran sihir untuk langsung berpindah ke tempat klien.

Hal seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya. Iblis terpayah yang pernah ada. Itulah aku. Aku menarik nafas panjang. Kalau kupikirkan lagi, bahkan sebelum aku berubah menjadi setan aku tidak punya keistimewaan khusus. Aku telah mencoba banyak cara untuk menjadi populer di kalangan perempuan, Tetapi akhirnya, Aku tidak bisa menang melawan para laki-laki ganteng itu. Sebelum aku berubah menjadi Iblis, aku tidak pernah mempunyai mimpi dan cita-cita. Yah, mungkin ini hal yang baik karena setelah aku berubah menjadi Iblis sekarang aku punya cita-cita. Tunggu, apakah berubah menjadi Iblis sungguh hal yang baik? Tetapi, kalau aku tidak diselamatkan oleh Buchou saat itu, hidupku pasti sudah berakhir. Kemudian seperti ini, aku tidak punya waktu untuk menikmati masa mudaku. Yah, Sejujurnya.... sedikit menyenangkan juga. Aku dikelilingi oleh sekelompok bishojous dan mereka semua orang baik. Paling tidak untuk ukuran Iblis. Rias-buchou juga cantik. Kupikir Akeno-san juga, selama aku tidak membuat dia marah, tidak masalah....... Koneko-chan juga bukan masalah selama aku bersikap normal. Kiba sering membuatku kesal, tapi dia bicara dengan wajar padaku. Dia benar-benar menyenangkan meskipun dia seorang pria tampan. Hmmm, Kamu memang tidak bisa menilai orang dari penampilannya. Sepertinya pendapatku tentang seorang pria tampan berubah. Lalu aku teringat tentang Suster-Gereja berambut pirang yang cantik itu, Asia, dia adalah perempuan yang baik. Kalau aku bisa punya pacar...... Lalu aku menghentikan lamunanku, dan menutupi wajahku. Tunggu, aku baru saja mengalami cinta sepihak yang menyakitkan. Sialan, mempermainkan perasaanku..... Yuma-chan, padahal aku benar-benar mencintaimu. Sial. Mengapa hidupku selalu dikendalikan oleh orang lain? Mungkin memang begitulah hidup ini. Banyak hal misterius terjadi di sekitarku, jadi sepertinya aku cuma terseret arus saja.

Suster-Gereja itu, Asia. .......Perempuan yang berada di pihak berlawanan dariku. Mungkin aku tidak akan pernah bertemu lagi dengannya. Secara kebetulan, ternyata aku adalah seorang Pelayan Iblis, dan dia adalah seorang pelayan [Kami]. Kemudian kami juga bertemu secara kebetulan. mungkin sebaiknya kami tidak saling bertemu lagi karena hal itu bisa membawa kami masing masing ke nasib buruk. Seperti itulah, aku sedang memikirkan hal yang keren.

"Aaaah, ya, ya, aku memanng hanya Pion yang lemah. Tidak ada yang hebat tentang diriku, jadi bisakah aku mendapatkan gelar kebangsawanan itu? Bagaimana, Raja Iblis? Yah, itu mungkin tidak ada gunanya mendiskusikan hal ini dengan Iblis."

Aku tertawa pahit pada diriku sendiri. Aku sudah memutuskan. Aku akan memiliki suatu cita-cita. Itu saja. Pertama-tama, cita-citaku adalah bisa menggunakan lingkaran sihir untuk berpindah tempat. Ini akan menjadi langkah pertamaku. Ya, semuanya dimulai di situ. Ya! Aku mulai bersemangat. Waktu meratap selesai. Aku telah berubah menjadi Iblis, dan fakta itu tidak dapat diubah. Jadi aku harus hidup sebagai Iblis, dan akan membuat impianku menjadi kenyataan. Bahkan jika aku tidak bisa, aku tetap akan bekerja keras untuk mencapainya. Ya! Aku bisa melakukannya! Ya, aku bisa!

Saat tengah malam.

Aku diatas di sepedaku menuju sebuah rumah. Bukan rumah besar atau apartemen, tetapi hanya sebuah rumah biasa. Ini adalah pertama kalinya, apa yang harus kulakukan? Klienku kali ini tidak tinggal sendiri, bukankah keluarganya akan melihatku? Karena aku benar-benar harus mengunjungi rumah dan mengadakan kontrak. Sebelumnya, aku diberitahu kalau manusia biasa tidak akan menyadari keberadaanku, tapi apakah juga berlaku untuk situasi seperti ini juga? Aku jadi khawatir, tetapi ketika aku hampir menekan bel, aku sadar kalau pintu rumah ini sudah terbuka. Tidak apa-apa nih?, meninggalkan pintu terbuka di tengah malam....

DEG

Tiba-tiba aku merasa gelisah. Apa ini? Aku mendapat firasat yang sangat buruk. Tapi kakiku sudah melangkah masuk kedalam rumah. Aku melihat ke dalam dari pintu masuk. Lampu di lorong rumah padam. Ada sebuah tangga menuju lantai dua. Dan hanya ada satu ruangan di ujung lantai pertama yang lampunya menyala, tetapi dengan cahaya redup. Ya,pasti ada sesuatu yang tidak beres.... Aku tidak merasakan keberadaan satu manusiapun. Apakah mereka tertidur? Mustahil. Kalau begitu aku tidak akan merasa setidak nyaman ini. Aku mengambil sepatuku di pintu masuk dan membawanya di tangan. Aku berjalan menuju ruangan dengan tidak bersuara. Aku inu Iblis, bukan pencuri. Aku memikirkan alasan seperti itu. Aku melihat ke dalam ruangan dari pintu yang sedikit terbuka. Ada sebatang lilin yang membuat ruangan itu terang.

"Permisi.....? Saya adalah Iblis dari keluarga Gremory.... Umm, apakah anda disini?"

Aku bertanya dengan suara pelan, tapi tidak ada jawaban. Mau bagaimana lagi, jadi aku memasuki ruangan. Ruangan itu adalah ruang tamu dan ada sebuah televisi, sofa, meja dan lainnya. Ruangan itu tampak seperti ruang tamu biasa. Lalu napasku terhenti. Pandanganku tertuju ke suatu hal di dinding. Ada mayat yang dipaku ke dinding secara terbalik. Ini adalah mayat manusia...... Mayat laki-laki..... Apakah dia yang tinggal di sini? Tapi kenapa.......? Mayat itu dipotong - potong dengan sadis. Dan sesuatu yang tampak seperti daging keluar dari lukanya.

"Ohok"

Aku langsung muntah di tempat. Padahal aku tidak muntah saat aku melihat monster itu, tapi melihat mayat... Man, aku tidak tahan melihat lagi.... Mayat dipaku ke dinding dengan sekrup, membuat bentuk salib terbalik. Ada sekrup besar dan tebal dipakukan ke kedua telapak tangan, kaki, dan di tengah-tengah tubuh nya. Hal ini tidak normal. Tidak normal sama sekali! Manusia dengan pikiran yang normal tidak mungkin membunuh orang seperti ini. Ada genangan darah di lantai dari tetesan darah yang jatuh dari mayat itu. Dan ada semacam tulisan di dinding.

"A, apa....?" ini

"Disitu tertulis "Hukuman bagi mereka yang melakukan perbuatan buruk!". Aku hanya meminjam kalimat dari orang penting."

Tiba-tiba aku mendengar suara seorang laki-laki muda di belakangku. Ketika aku berbalik aku melihatnya, dia adalah seorang pria dengan rambut putih. Dia masih muda dan dia tampak seperti orang asing dan masih remaja. Dia berpakaian seperti seorang pendeta. Dia juga tampan. Pendeta itu tersenyum jahat begitu dia melihatku.

"Hmmm. Wah wah. Nah, Ternyata seorang Iblis-kun!"

Dia kelihatan sangat senang. Kemudian aku teringat hal yang pernah Buchou katakan padaku.

"Jangan pernah terlibat dengan orang-orang dari gereja Terutama para [Eksorsist]. Mereka musuh terbesar kita.. Mereka dengan mudah dapat memusnahkan kita karena kekuatan mereka didukung oleh doa [Kami]."

Sial dia seorang pendeta. Kalau begitu dia orang Gereja. Dia bahkan tahu kalau aku Iblis. Lagi-lagi aku berada dalam situasi yang serius......

"Saya seorang pendeta. Pendeta mudai. Pekerjaankui memotong Iblis. Dan menertawainya saat aku memotong kepala Iblis. Lalalala."

Pendeta itu mulai bernyanyi. Ada yang salah dengan orang ini!?

"Nama saya Freed Zelzan. Saya adalah anggota suatu kelompok Eksorsisme tertentu. Oh, hanya karena saya memperkenalkan diri, Anda tidak perlu memperkenalkan diri. Harap jangan. Karena mengingat nama Iblis hanya memubang buang ingatan saya. Tidak apa-apa. Anda akan segera mati. Aku akan memastikan itu. Mungkin sakit pada awalnya, tetapi kemudian Anda akan merasa nyaman sampai Anda akan menangis. Sekarang mari kita buka pintu baru!"

Aku belum pernah bertemu seseorang seperti dia sebelumnya. Dia gila. Jadi ia adalah [Eksorsis]. Aku dalam kesulitan sekarang. Tapi ada sesuatu yang ingin kukatakan padanya. Aku menelan ludahku dan bertanya.

"Hei, kau. Apakah kau yang membunuh orang ini?"

"Ya. Ya, aku yang membunuhnya. Itu karena dia adalah seorang penjahat yang telah memanggil Iblis. Jadi aku harus membunuhnya."

Alasan macam apa itu?

"Hah? Kamu terkejut? Mau lari? Aneh? Aneh memang. Maksudku manusia yang membuat kontrak dengan Iblis adalah sampah. Ya sampah. Tidak bisakah kau mengerti? Tidak? Begitukah? Ya itu karena Iblis juga adalah sampah."

Orang ini gila! Aku bahkan tidak bisa berbicara normal dengannya. Tapi aku akan mengatakan apa yang seharusnya kukatakan.

"Kalau begitu bagaimana mungkin manusia membunuh sesamanya!? Bukankah hanya Iblis yang harus kau bunuh?"

"Hah? Apa-apaan itu? Sebuah Iblis seperti dirimu mau megkuliahiku? Hahaha. Aku akan menertawakan ini. Kamu mungkin bisa mendapatkan penghargaan untuk yang terlucu. Oke kalau begitu. Dengarkan baik-baik, hai Iblis yang menyebalkan. Iblis memanfaatkan keserakahan manusia untuk bertahan hidup. Kalau seseorang hidup dengan mengadndalkan perjanjian dengan Iblis, berati dia bukan lagi manusia. Artinya tamat. Itu sebabnya aku membunuhnya. Aku hidup dengan membunuh Iblis dan orang-orang yang mengadkan kontrak dengan Iblis. Itulah pekerjaanku."

"Bahkan Iblis tidak akan bertindak sejauh ini!"

"Hah? Apa yang kamu bicarakan? Iblis adalah sampah. Itu sudah hal umum. Apa kau tidak tahu? Yang benar saja, Kamu harusnya mengulangi hidupmu dari balita. Tunggu sebentar, tidak ada gunanya memberitahukan hal ini kepada Iblis reinkarnasi seperti kamu. Lagipula, seharusnya aku membunuhmu. Hahahaha. Hebat, bukan?"

Pendeta itu mengeluarkan pedang yang tidak ada bagian bagian pisaunya dan dan sebuah pistol.

BOOOM. Sebuah suara bergetar di udara. Pedang yang hanya memiliki pengangan itu berubah menjadi seperti pedang sinar. Apa itu? itu terlihat seperti pedang sinar dari "Gundam".

"Kau sedikit menjengkelkanku, jadi bolehkah aku menebasmu? Bolehkah aku menembakmu? Tidak apa - apa? Kalau begitu bailkah. Sekarang aku akan menikam jantungmu dengan pedang cahaya ini, dan aku akan meledakkan kepalamu dengan senjata ini Keren! Man, aku benar benar jatuh cinta!"

SWIFT. Pendeta itu berlari ke arahku! Dia menebaskan pedangnya kearahku. Sial! Aku bisa menghindari itu, tapi aku merasakan sakit pada kakiku. Asap keluar dari pistol pendeta itu. Apakah aku tertembak? Tapi aku tidak mendengar ada suara tembakan. Lalu tiba-tiba aku merasakan lagi tembakan lain dan rasa sakit di kakiku.

"Gwaaaaah!"

Aku mengerang di tempat dan jatuh berlutut. Kali ini aku ditembak pada betis kiriku! Sakit! Tapi aku pernah merasakan rasa sakit ini!

"Bagaimana!? Itu peluru khusus yang terbuat dari cahaya yang khusus dibuat untuk mengusir Iblis! Dan hebatnya ini tidak mengeluarkan suara apapun. Karena pelurunya terbuat dari "cahaya". Situasi ini membuat kita berdua bersemangat, bukan?"

Rasa sakit karena "cahaya". Ya, ini adalah rasa sakit karena cahaya. Bagi Iblis, cahaya adalah racun. Sekali terkena, rasa sakitnya akan menjalar keseluruh tubuh.

"Mati! Matilah Iblis! Jadilah debu dan musnahlah! Ini semua untuk hiburanku!"

Pendeta itu tertawa gila-gilaan dan akan menamatkanku.

"Tolong hentikan!"

Lalu ada suara yang kukenal. Pendeta itu terdiam sesaat sebelum dia akan menyerangku, dan menoleh ke arah asal suara itu. Aku juga melihat ke arah yang sama. Berdiri seorang perempuan di sana dan aku mengenalnya.

"Asia."

Ya, Suster-gereja berambut pirang itu ada di sana.

"Wah ternyata asistenku, Asia-chan. Ada apa? Apakah kamu selesai memasang pelindung?

"Ti...Tidaakkkk.....!"

Asia berteriak setelah melihat mayat yang dipaku ke dinding.

"Terima kasih untuk teriakannya yang menggemaskan! Oh yeah, ini adalah pertama kalinya kamu melihat mayat seperti ini kan, Asia-chan? Kalau begitu lihatlah dengan jelas. Ini adalah nasib manusia yang terpedaya oleh Iblis."

"Tidak, tidak ......."

Dia lalu menatap kami dan terkejut karena melihatku.

"Bapa Freed, orang itu........"

Asia menatapku.

"Orang? Tidak, tidak. Sampah di sini ini adalah Iblis. Hahahahaha. Kenapa kamu bisa sampai salah?"

"Ise-san adalah Iblis....."

Dia tampaknya terkejut untuk mengetahui fakta ini, dan tidak bisa berkata apa-apa.

"Apa, apa? Kalian sudah saling mengenal satu sama lain? Wow. Ini adalah kejutan besar. Apakah ini cinta terlarang antara Iblis dan seorang Suster-Gereja? Sungguhan nih? Kalian serius?"

Pendeta itu, Freed, menatapku dan asia. Aku tidak ingin asia tahu.... Karena lebih baik dia tidak tahu. Aku sudah berencana tidak menemuinya lagi. Aku cuma ingin dia menganggapku sebagai seorang siswa SMU baik hati biasa. Tetapi bagaimana dengan sekarang? Ya ampun, sial sekali. Takdir yang buruk. Mata asia membuatku merasa bersalah. Maafkan aku, maafkan aku karena aku adalah seorang Iblis.

"Ahahahaha! Iblis dan manusia didak akan pernah bisa bersama! Khussnya manusia yang adalah milik gereja yang bagi mereka Iblis adalah musuh terbesarnya! Dan lagi kami adalah kelompok murtad yang ditinggalkan [Kami]. Asia dan aku adalah manusia yang tidak bisa hidup tampa dukungan [Da-Tenshi].

[Da-Tenshi]? Apa maksudnya? Bukankah pendeta dan suster-gereja bekerja untuk [Kami]?

"Lagipula aku tidak terlalu memusingkan hal itu. Tetapi aku tetap harus membunuh sampah ini untuk menyelesaikan pekerjaanku. Kamu sudah siap?"

Pendeta itu menikamkan pedangnya kearahku lagi. Kalau sampai dadaku tertusuk itu, aku bakal terbunuh.... Walaupun masih bisa bertahan hidup, akau akan bernasib sama seperti mayat itu. Tubuhku langsung merinding memikrkan hal itu. Ini tidak bagus! Benar-benar situasi buruk! Aku tidak bisa menggerakkan tubuhku dan aku akan dibunuh! Ketika aku memikirkan hal itu, Suster-Gereja itu berlari kearahku dan si pendeta. Dia berdiri di depanku dengan kedua tangannya terlentang seperti dia melindungiku. Ekspresi wajah pendeta itu langsung berubah seketika melihat hal ini.

"Hey, hey.... Kamu serius? Asia-tan, Sadarkah kamu apa yang kamu lakukan?"

"Ya, Bapa Freed. Saya sadar. Saya mohon, ampunilah orang ini. Biarkan dia pergi."

Aku langsung terdiam melihat hal itu. Asia? Kamu melindungiku?

"Saya sudah tidak tahan lagi..... Anda seharusnya tidak boleh membunuh manusia hanya karena terpedaya Iblis. Dan anda juga tidak boleh begitu saja membunuh Iblis. Ini salah!"

"Haaaaaaaaah!? Jalang! Jangan bicara ngawur! Kamu sudah mempelajari di gereja kalau Iblis adalah sampah bukan!? Otakmu pasti sudah bermasalah!"

Freed menujukan ekspresi kesal.

"Bahkan diantara Iblis, saya yakin ada orang baik!"

"Dasar bodoh, tentu saja tidak ada!"

"Sampai seperti kemarin Saya juga berpikir demikian..... Tetapi Ise-san adalah orang baik. Hal itu tetap tidak berubah walaupun sekarang Saya tahu kalau dia adalah Iblis! Membunuh seseorang adalah hal buruk! [Kami] tidak akan membiarkan tindakan seperti ini."

Dia melihat mayat itu. Dia mengetahui kalau aku adalah Iblis. Seharusnya dia terkejut. Tetapi Asia tidak undur dan menyatakan kepercayaanya kepada Pendeta itu. Benar-benar perempuan tegar. Perempuan ini luar biasa.

PLAK

"Kyaaa!"

Pendeta sialan itu memukul pipi asia dengan pistolnya. Asia jatuh ke lantai.

"Asia!"

Aku berlari ke arah asia yang terhempas. Ada luka memar diwajahnya..... Sialan itu benar benar memukulnya.

"[Da-Tenshi] wanita itu terus mengatakan kalau aku tidak boleh membunuhmu. Tetapi aku sangat kesal. Aku memang tidak boleh membunuhmu, tetapi aku boleh memperkosamu kan? Kalau tidak hatiku ini tidak akan bisa disembuhkan. Tetapi sebelumnya aku harus segera membunuh sampah itu."

Pendeta itu mengarahkan pedangnya kearahku lagi. Aku tidak bisa lari meninggalkan Asia disini.... Aku tidak bisa meninggalkan Asia bersamanya yang baru saja mengatakan akan melakukan hal buruk pada Asia. kalaupun harus lari, aku harus membawa Asia. jadi aku harus melawannya... Bisakah aku berkelahi dengan [Sacred Gear] ku? Walaupun aku tidak tahu fungsinya? Aku juga adalah Bidak terlemah, "Pion" Aku hanya punya kemungkinan kecil untuk mengalahkannya. Tetapi aku harus melakukannya....

"Aku tidak bisa meninggalkan perepuan yang telah melindungiku. Jadi majulah!"

Aku memasang pose berkelahi didepan pendeta itu. Kemudian pendeta itu bersiul dan kelihatan sangat senang.

"Hah? Sungguhan? Kamu akan melawanku? Kamu akan mati lo? Kamu akan mati dengan banyak rasa sakit lo? Aku tidak akan membunuhmu dengan sedikit rasa sakit lo? Kalau begitu. Coba kita lihat apakah aku bisa memecahkan rekor memotong daging terkecil didunia!"

Lagi-lagi dia mengatakan hal menyeramkan. tetapi aku tidak boleh menunjukan sisi tidak kerenku didepan Asia! Pendeta itu melompat tinggi...... Kemudian aku melihat lantai bercahaya biru putih.

"Apa ini?"

Pendeta itu bingung dan lantai tempatnya berdiri juga bersinar. Cahaya biru membentuk suatu gambar. Itu adalah lingkaran sihir. Dan aku pernah melihat lingkaran sihir itu. Lingkaran sihir keluarga Gremory.

SHIING

Lingkaran sihir yang muncul dilantai bersinar terang. Kemudian muncul orang-orang yang aku kenal. Maksudku Iblis-Iblis.

"Kami datang untuk menyelamatkanmu, Hyoudo-kun."

Kiba tersenyum kearahku.

"Ara, buruk sekali."

"Pendeta....."

Akeno-san dan Koneko-chan! Ya, teman-temanku. Mereka datang menolongku! Aku tersentuh sampai-sampai hampir menangis! Hebat! Sesuatu seperti ini sungguh-sungguh terjadi!?

Woooooof!

"Ini hadiahku untuk sekelompok Iblis!"

Pendeta itu mulai mulai menebaskan pedangnya.

TRANG

Suara besi bergema diseluruh ruangan. Kiba menahan serangan pendeta itu dengan pedangnya.

"Maaf. Tetapi dia salah satu dari kami. Kami tidak bisa diam melihatmu menyerangnya!"

"Wow, wow! Kata kata menyentuh hati keluar dari mulut Iblis! memangnya siapa kalian? Ranger Iblis? Bagus. Aku bisa rasakan semangatmu. aku sangat bersemangat! Jadi bagaimana? Siapa yang Uke? Siapa yang Seme[21]? Jadi hubungan kalian seperti itu?"

Mereka beradu pedang tetapi pendeta itu dengan sombong menjulurkan lidahnya. dia menggoyangkan lidahnya beserta kepalanya. Dia benar-benar meremehkan kami! Bahkan Kiba menunjukan ekspresi kesal. Ya orang itu memang menjijikan.

"Mulut yang kotor..... Sulit kupercaya kamu adalah pendeta...... Oh, jadi itulah sebabnya kamu menjadi "[Ex-Eksorsis]", kan?"

"Ya, Ya! Aku kotor! Maaf saja! Karena aku adalah [Ex]! Aku terusir! Itulah sebabnya aku membenci Vatican! Tetapi tidak apa-apa asalkan aku masih bisa membunuh Iblis sesuka hatiku!"

Mereka berdua masih beradu pedang sambil berbicara. Ekspresi Kiba tenangm tetapi matanya benar benar terpaku pada lawannya. Pendeta remaja itu, Freed, masih tertawa menikmati pertarungan mereka.

"Kamu adalah jenis yang paling sulit dihadapi. Seseorang yang merasa hidup dengan menebas Iblis.... Bagi kami kamu adalah jenis yang paling berbahaya."

"Haaah!? Aku tidak mau diajari Iblis! Aku hanya berusaha hidup seperti orang lain! Aku bukan diposisi dimana hama sepertimu bisa merendahkanmu!"

"Bahkan dalam kalangan Iblis juga punya peraturan."

Akeno-san tersenyum, tetapi tatap matanya serius, Dia menunjukan tanda siam menghadapi Freed.

"Bagus. Aku suka mata dengan ambisi seperti itu. Nee-san, kamu sungguh luar biasa, aku bisa merasakan niat membunuhmu. Apakah ini bentuk cinta? Tidak aku rasa ini adalah semangat membunuh! Ini Hebat! Aku suka perasaan ingin membunuh dan akan terbunuh!"

"Kalau begitu musnahlah."

Yang muncul disebelahku adalah perempuan berambut merah. Rias-buchou!

"Ise, Maafkan aku. Aku tidak pernah menyangka [Eksorsis] akan datang ke rumah klien."

Buchou, yang meminta maaf padaku, menyipitykan matanya setelah melihat lukaku.

"Ise....... Kamu terluka?"

"Ah, maaf..... aku tertembak."

Aku mencoba membohonginya dengan tertawa. Sepertinya setelah ini aku akan dimarahi. Maaf karena aku lemah, Buchou. Tetapi Buchou tidak mengatakan apa-apa padaku dan melihat kearah pendeta itu dengan tatapan dingin.

"Sepertinya kamu sudah mengurus pelayanku yang imut ini"

Intonasi suaranya rendah dan menakutkan. Wow, Buchou kesal. Apakah karena aku?

"Ya, ya. Aku tadi bermain sebentar dengannya. Sebenarnya aku berencana untuk memotong-motong tubuhnya tetapi terganggu. Berakhir seperti sebuah mimpi."

BANG!

Sebagian dari perabotan dibelakang pendeta itu meledak. Buchou menembakkan bola sihir.

"Aku tidak akan pernah memaafkan yang menyakiti pelayanku. Terlebih lagi sampah sepertimu yang merusak milik pribadiku."

Amarahnya seakan membekukan seluruh ruangan. Disekitar tubuh Buchou, seperti muncul gelombang energi sihir.

"Buchou! Sepertinya sekelompok [Da-Tenshi] menuju rumah ini. Kalau begini kita akan berada diposisi yang tidak diuntungkan."

Akeno-san sepertinya merasakan sesuatu dan memberitahu kami. [Da-Tenshi] kesini? Orang-orang dengan sayap hitam itu? Buchou menatap lagi pendeta itu.

".......Akeno, bawa ise dan siapkan perpindahan. Kita kembali ke markas."

"Siap"

Setelah setelah Buchou mengatakan itu, Akeno-san tampak seperti merapal mantra. Perpindahan? Kita lari? Kemudian aku melihat ke arah Asia.

"Buchou! Kita harus membawa Suster-Gereja itu juga!"

Aku mengatakannya pada Buchou.

"Itu tidak mungkin. Hanya Iblis yang bisa menggunakan lingkaran perpindahan. Dan lagi lingakaran sihir ini hanya bisa memindahkan aku dan pelayanku."

Ti...Tidak.... Mataku dan mata Asia bertemu. Kemudian dia tersenyum padaku.

"Asia!"

"Ise-san, mari kita bertemu lagi nanti."

Itu adalah kata-kata terakhirya. Sesaat kemudian, Akeno selesai merapal dan lingkaran sihir yang muncul dilantai mulai bersinar biru.

"Aku tidak akan membiarkan kalian lolos!"

Pendeta itu datang mengayunkan pedangnya kearah kami, tetapi Koneko-chan melemparkan sofa kearahnya. Pada saat pendeta itu menghindari sofa itu kami sudah berada di ruang klub. Aku tidak sempat menikmati pengalaman perpindahan pertamaku. Hanya senyum Asia lah yang aku ingat.

"Ada dua jenis [Eksorsis]."

Aku mendengarkan penjelasan Buchou sambil lututku disembuhkan.

"Pertama, adalah [Eksorsis] yang mendapat berkat dari [Kami] untuk mengusir Iblis atas nama keadilan, untuk itu mereka meminjam kekuatan [Kami] dan [Tenshi]. Dan yang Kedua adalah [Ex-Eksorsis]

[Ex]?

Buchou mengangguk. Lagi-lagi [Ex].

"Pengusrian Iblis adalah upacara suci yang dilakukan dengan nama [Kami]. Tetapi terkadang muncul [Eksorsis] yang senang membunuh Iblis. Membunuh Iblis menjadi tujuan hidup, dan hiburan mereka. Jadi mereka diusir dari gereja atau juga dihapus karena didapati bersalah."

"Dihapus.... berati dibunuh...."

"Tetapi ada beberapa yang bertahan hidup. Menurutmu apa yang berikutnya dilakukan mereka? Jawabannya mudah, mereka mencari [Da-Tenshi]."

"[Da-Tenshi adalah mereka yang mempunyai sayap hitam itukan?]"

"Ya Walaupun [Da-Tenshi] adalah mahluk yang telah diusir dari surga, mereka masih memiliki kekuatan cahaya yang bisa membunuh Iblis. [Da-Tenshi] juga kehilangan banyak pasukan selama masa perang. Karena itulah seperti kita, mereka mulai mengumpulkan pelayan juga."

Aku kini mengerti situasinya setelah dibertihau sejauh itu.

"Jadi [Da-Tenshi] dan [Eksorsis] yang suka membunuh Iblis punya tujuan yang sama. Membunuh Iblis kan?"

"Ya, begitulah. Itulah sebabnya mereka disebut "[Ex-Eksorsis]". Beberapa [Eksorsis] ganas yang ketagihan berburu Iblis mulai menyerang Iblis dan manusia yang berhubungan dengan Iblis dengan meminjam kekuatan dari [Da-Tenshi]. Jadi pendeta muda tadi pastilah seperti itu juga. Dia adalah "[Ex-Eksorsis]" dan dia bersama dengan suatu kelompok [Da-Tenshi] yang mendukungnya. Mereka buka [Eksorsis] sejati tetapi tetap sama berbahayanya dengan [Eksorsis] sejati. Tidak, justru karena mereka tidak mengenal peraturanmereka jadi lebih sulit dihadapi daripada [Eksorsis] sejati. Tidak bijaksana berurusan dengan mereka. Jadi gereja yang kamu tuju tadi bukan milik [Kami] tetapi [Da-Tenshi]."

Aku tahu mereka berbahaya..... Aku menyadari betapa berbahayanya mereka saat berhadapan dengan pendeta berengsek itu. Dia benar-benar jahat. Dia hanya memikirkan dan bersenang senang tentang bertarung dan membunuh Iblis. Berhadapan dengan kelompok dimana banyak orang berengsek seperti itu memang berbahaya. Aku tahu it. Aku mengerti. Tetapui. Tetapi! Aku harus mengatakannya pada Buchou.

"Buchou! Aku harus menyelamatkan Asia, Suster-Gereja itu"

"Tidak boleh. Bagaimana kamu mau melakukannya? Kamu adalaha Iblis dan dia adalah pelayan [Da-tenshi]. Kalian berdua tidak mungkin bisa bersama. Menyelamatkannya bereati menjadikan [Da-Tenshi] musuhmu. Jika itu terjadi, kita semua juga harus bertarung...."

"........."

Aku tidak tahu apa yang harus kukatakan. Buchou dan yang lain bisa terlibat karena keegoisanku. Aku membandingkan antara Asia dengan Buchou dan lainnya. Tetapi aku tidak bisa membuat pilihan. Yang mana yang lebih penting? Itu.... Pastilah.... Aku menyadari betapa kerdilanya aku, karena tidak bisa membuat pilihan. Aku bahkan tidak bisa menyelamatkan seorang perempuan. Aku sungguh lemah.

"Haaaaa...."

Siang harinya.

Hari ini aku membolos sekolah, dan saat ini sedang duduk di taman untuk anak-anak. Luka dikakiku karena serangan pendeta itu kemarin masih belum pulih benar. Menurut Buchou, "Kekuatan cahaya yang diberikan kepada pendeta itu pasti sangat besar."

Bagi Iblis, cahaya adalah racun dan berbahaya. Dengan keadaan kakiku ini untuk sementara aku tidak bisa melakukan pekerjaan Iblisku, dan Buchou menyuruhku beristirahat. Buchou mungkin sudah melaporkan hal ini ke pihak guru jadi tidak akan ada masalah. Karena sebenarnya Buchou mengendalikan sekolah dari bayangan.

Gruuuuk~

Perutku berbunyi. Kalau diingat lagi, dari pagi adi aku memang belum sarapan. Aku terus memikirkan Asia dan karirku sebagai Iblis sepanjang malam. Bagaimana aku bisa menyelamatkan Asia? Sebelum itu, apakah Asia senang dengan keadaannya sekarang? Itu, aku tidak tahu. Tetapi aku yakin pastilah dia tidak akan senang bekerja bersama pendeta psiko yang tega memukulnya. Ummmm. Kalau aku melakukan sesuatu seenakku sendiri, itu akan melibatkan Buchou dan lainnya dalam masalahku. Aku ingin menjadi lebih kuat..... Saat ini hanya itulah yang ada dipikiranku. Ada beberapa hal yang hanya bisa dilakukan kalau seseorang kuat. Selama kehidupan Ibis singkatku ini hal itulah yang kuyakini. Sepertinya aku harus menjadi kuat untuk menggapai mimpiku.

Sejak itu, aku sudah mempelajari cara memunculkan [Sacred-Gear] ku sesuka hatiku. Tetapi semuanya percuma karena aku tidak tahu cara menggunkannya. Tetapi mungkin karena terlalu mengandalkan [Sacred-Gear] lah aku menjadi lemah. Baiklah mulai sekarang setelah sembuh aku akan mulai mebesarkan ototku!. Aku juga akan meminta Buchou dan Akeno-san mengajariku menggunakan sihir. Aku tidak begitu menyukainya, namun aku juga akan meminta Kiba mengahariku menggunakan pedang...... Baiklah itu rencanaku saat ini. Aku akan menjadi lebih kuat daripada pendeta berengsek itu. PAling tidak aku harus cukup kuat untuk bisa lari dari [Da-Tenshi]. Walaupun aku cuma "Pion" Aku pasti bisa melakukannya kalau berusaha. Paling tidak aku ingin mempercayai hal itu. Sekarang karena aku sudah punya rencana, aku akan membeli makan siang lalu pulang! Ketika aku bangkit dari kursi, aku melihat warna emas. Kalau kulihat lagi ada perempuan berambut pirang yang aku kenal. Dia juga menyadariku. Kami berdua sama sama terkejut.

"Asia......?"

"Ise-san.....?"

"Owwwwwww......"

Pemandangan yang langka. Seorang Suster-Gereja terlihat bingung didepan meja kasir.

"Ummm, apa yang ingin anda pesan.....?"

Bahkan pegawai itu kebingungan. sekarang jam makan siang dan aku mengajak Asia ke restoran cepat saji di daerah bisnis. Sepertinya ini pertama kalinya dia datang ketempat seperti ini, jadi dia kebingungan memilih pesanan. Aku menawarinya bantuan, tetapi dia mengatakan dengan bangga, "Tidak apa-apa, saya pasti bisa". adi aku cuma melihatnya dari tadi.... Tetapi aku ingat dia tidak bisa bahasa Jepang. Jadi aku membantunya.

"Maaf. Dia pesan yang sama denganku."

"Baiklah."

Sang pegawai menerima pesanan. Sebaliknya Asia terkejut.

"Ouuu, Memalukannya saya. Bahkan tidak bisa memesan hamburger sendiri...."

"Pertama-tama kamu harus belajar bahasa jepang."

Aku membesarkan hatinya karena merasa suram. Kami mencari meja kosong setelah menerima pesanan kami. Ketika berjalan didalam restoran, hampir semua tamu laki-laki memandang Asia. Bukan hanya karena dia Suster-Gereja, tetapi juga karena dia sangat manis. Laki-laki manapun pasti akan memandanginya kalau melihatnya. Kami duduk berhadapan, tetapi Asia hanya memandangi hamburgernya dan tidak memakannya. Sepertinya dia tidak tahu bagaimana cara makannya. Perkembangan yang mengejutkan.

"Tuan putri, cara makannya adalah dengan membuka bungkusnya terlebih dahulu, seperti ini."

Aku menunjukan caranya sambil sedikit tertawa.

"Hebat! Ada cara makan seperti itu!?"

Benar-benar reaksi yang baru..... Kamu manis sekali, Asia.

"Dan cara makan kentang goreng adalah seperti ini."

"Ya Tuhan!"

Asia melihatku makan gorengan dengan wajah yang menarik.

"Ayo, kamu juga makan, Asia."

"Ah, iya"

Dia mengigit sedikit burgernya. Dan mulai mengunyah.

"Enak! Burger ini sangat enak!"

Asia mengatakannya dengan mata bersinar. Memangnya biasanya kamu makan apa?

"Ini pertama kalinya kamu makan burger?"

"Iya benar, saya sering melihat di televisi, tetapi ini pertama kalinya aku memakannya. Saya tergerak! Rasanya enak!"

"Wow. Jadi biasanya kamu makan apa?"

Biasanya roti dan sup. Atau juga salad dan pasta"

Sederhana sekali. Apakah memang gereja seperti itu?

"Begitu ya? Jadi sekarang makanlah dengan lahap."

"Ya. Saya akan memakannya dengan senang."

Dia mulai memakannya, dan asia kelihatannya sangat menyukainya. Ngomong-ngomong apa yang dia lakukan ditaman? Katanya dia punya sedkit waktu luang, tetapi sepertinya dia sedang dikejar seseorang. Ketika dia melihatku, dia merasa lega. Aku ingin bertanya padanya tetapi mungkin akan menyinggungnya. Mungkin aku herus menunggu sampai dia ingin menceritakannya sendiri. Saat itu aku pasti akan mendengarkannya. Sebenarnya masih ada masalah dengan Buchou dan lainnya, tetapi aku tidak akan mengatakan itu padanya. Agak mengesalkan. Tetapi sekarang dia sednag sangat bahagia memakan hamburgernya, jadi sebaiknya aku tidak menanyakan hal yang bisa membuatnya depresi. Ya, begitu saja. Hari ini mari kita lupakan semuanya. Itulah yang kuputuskan.

"Asia."

"Ah, iya?"

"Mari kita pergi bersenang-senang."

"Hah?"

"Ayo kita ke Game Center."

"Inilah pembalap tercepat, Ise!"

Brooooom! Aku menginjak gas, dan mengganti perseneling didekat tikungan! Kemudian aku menyalip dua mobil!

"Cepatnya! Kamu cepat sekali Ise-san!"

Fufufufu, kamu lihat Asia? Jatuh hatilah dengan kemampuan menyetirku!

Begitulah, aku bermain game balapan di Game Center. Walaupun seperti ini, aku tidak pernah ikut dalam klub sekolah manapun sebelum bergabung dengan Klub Peneliti Ilmu-Gaib. Jadi aku, Motohama, dan Matsuda sering pergi ke Game Center sekitar sini. Game balapan atau apapun, aku bisa menaklukannya!

[WIN!]

Tanda yang menunjukan kemenanganku muncul di layar. Sepertinya aku mencetak rekor baru lagi.... Seperti itu aku jadi keasikan sendiri. Kemudian aku kehilangan Asia. Ketika aku berkeliling mencarinya, rupanya dia berdiri didepan Game Kait.

"Ada apa?"

"Hauuu! Ti, tidak..... Tidak ada apa-apa."

Ketika aku bertanya, dia mencoba menghindar.

"Ada yang kamu inginkan?"

Ketika aku melihat ke dalam gam kait ada sebuah boneka "Rache-kun" didalamnya. Itu adalah boneka maskot tikus lucu. Kalau tidak salah, karakter ini berasal dari jepang tetapi juga populer di luar negri. Jadi itulah sebabnya Asia mengenalnya.

"Asia, apa kamu suka "Rache-kun"?"

"Ummm...Bu...Bukan..., anu...."

Wajah Asia memerah, dan dia dengan malu-malu mengakuinya.

"Kalau begitu, aku akan mengambilkannya untukmu!"

"Eh? Ta, tapi...!"

"Tenang saja. Aku pasti mendapatkannya."

Aku segera memasukan koin dan mulai mengendalikan game kait itu. Begini-begini, aku cukup jago bermain game kait. Paling tidak itu menurutku, tetapi tetap aku kesulitan mendapatkannya. Pertama kali mencoba, boneka itu terlepas dari kaitnya. Kedua kalinya meleset total. Ketiga dan keempat kalinya juga meleset. Pada percobaan kelima, Asia mulai khawatir tapi akhirnya aku berhasil mendapatkannya!

"Yes, berhasil!"

Aku memasang gaya kemenangan dan mengambil boneka itu. kemudian memberikannya pada Asia.

"Silahkan, Asia."

Asia begitu senang dan dia memeluk boneka itu didadanya.

"Terima kasih, Ise-san. Aku akan merawat boneka ini."

"Hey, hey. Kalau satu boneka saja bisa membuatmu sesenang itu, kalau begitu aku akan mengambilkan lebih banyak boneka lagi untukmu."

Aku mengatakan itu, tetapi Asia menggelengkan kepalanya.

"Tidak. Rache-kun ini adalah lambang pertemuan menggembirakan dengan Ise-san. Karena aku hanya bertemu dengan Ise-san hari ini, aku akan merawat baik-baik boneka ini."

Dia mengatakan hal memalukan seperti itu..... Tetapi kata kata itu pas sekali padanya. Ya sudahlah!

"Oke! kita masih baru mulai! Asia, kita akan bermain dan bersenang-senang seharian penuh! Ikuti aku!"

"ya!"

Aku meraih tangan Asia dan pergi kedalam Game Center.

"Ah... Hari ini kita banyak bermain."

"Iya.... Saya jadi sedikit lelah....."

Kami berjalan di jalan sambil tertawa. Sekarang sudah sore. Hahahaha, Hari ini aku membolos sekolah dan bersenang senang hingga senja. Untungnya kami tidak ditangkap polisi. Kalau sampai tertangkap kamu akan di marahi. Asia dan aku kehabisan tenaga. Menyenangkan sekali melihat beragam ekspresi Asia di game center dan di toko-toko. Rencana kencan yang kususun untuk Yuma-chan terbukti berguna. Aneh juga rasanya memikirkan kalau rencana itu berguna sekarang.

"Aaaaagh!"

Aku hampir terjatuh karena rasa tidak nyaman dikakiku.

"Ouch."

Aku juga merasa sakit. Luka dari kejadian kemarin. Titik dimana aku ditembak pendeta berengsek itu masih terasa sakit. Sepertiya untuk bisa sembuh asih agak lama.

"Ise-san, luka itu...... Apakah karena kemarin?"

"Ekspresi Asia memburuk. Sepertinya aku mengacaukan suasana. Padahal kami sedang bersenang-senang, tetapi aku malah membutanya mengingat hal yang menyedihkan. Tetapi Asia mulai membungkuk dan melihat lukaku.

"Bisakah kamu angkat celana panjangmu."

"Oh, baiklah."

Aku mengangkat celana panjangku dan menunjukan betisku. Ada luka lubang bekas tertembak. Asia meletakan telapak tangannya ke luka itu. Kemudian betisku terbungkus dengan cahaya hangat. Cahaya hijau terang yang menghangatkan. Warnanya indah, sama dengan warna mata Asia. Aku bisa merasakan kehangatan Asia dalam cahaya itu.

"Bagaimana?"

Cahaya itu berhenti bersinar, dan Asia menintaku bergerak. Aku menggerakkan kakiku sedikit. Huh? Wow. Hebat!

"Hebat sekali Asia! Aku tidak merasa sakit lagi! Dan aku juga merasa nyaman!"

Aku sedikit berlari-lari. Asia tersenyum kecil ketika melihatku.

"Kamu luar biasa Asia. Kekuatan peyembuhanmu hebat sekali. Itu kekuatan [Sacred Gear], kan?"

"Benar."

Ternyata memang benar.

"Sebenarnya aku juga punya [Sacred Gear]. Tetapi punyaku tidak berguna."

"Jadi Ise-san juga punya [Sacred Gear]? AKu sama sekali tidak menyangka."

"Tetapi bahkan aku pemiliknya tidak tahu fungsinya. Dan kalau dibandingkan, punyamu hebat sekali Asia. Bisa menyembuhkan manusia, binatang dan bahkan Iblis seperti aku."

Asia menunjukan ekspresi bingung, kemudia sedih. Kemudian air matanya mulai menetes. Semakin banyak air mata mengalir dari matanya. Asia berjongkok dan mulai menangis. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, jadi aku mengajaknya ke tempat dimana kami bisa duduk. Kami duduk di kursi umum di pinggir jalan. Kemudian Asia mulai menceritakan padaku suatu cerita tentang seseorang yang pernah disebut "Perawan Suci".

Di suatu wilayah di Eropa, terdapat seorang perempuan yang dibuang oleh orang tuanya sejak bayi. Dia dibesarkan oleh gereja sekitar oleh suster-gereja disana bersama dnegan para anak yatim piatu lainnya. Perempuan yang adalah penganut gereja yang setia itu mendapatkan suatu kekuatan ketika usianya mencapai delapan tahun. Dia menyembuhkan seekor anak anjing yang terluka, dan kebetulan hal terlihat oleh seseorang dari gereja katolik. Sejak saat itu seluruh hidupnya berubah. Perempuan itu dibawa ke Gereja Katolik Pusat dan dia diberi gelar sebagai "Perawan Suci" karena kekuatan penyembuhannya. Dia menggunakan kekuatannya untuk menyembuhkan banyak penganut. Dan para penganut itu diberitahu kalau itu adalah kekuatan perlindungan [Kami]. Berita itu segera menyebar luas dan dia terus dianggap sebagai "Perawan Suci" diluar persetujuanya. meskipun begitu, dia bukannya tidak puas dengan perlakuan mereka. Orang dari gereja baik-baik dan dia bukannya tidak senang menyembuhkan banyak orang. Sebaliknya dia sangat bersyukur pada [Kami] karena memberinya kekuatan itu.

Tetapi perempuan itu sedikit kesepian. Dia tidak punya seorang temanpun yang bisa diajak bicara. Semua orang memang berlaku baik padanya. Tetapi tidak ada yang mau menjadi temannya. Sebenarnya dia mengerti alasannya. Dia tahu kalau mereka menganggap dirinya aneh. Mereka melihat dirinya bukan sebagai manusia, tetapi sebagai mahluk yang bisa menyembuhkan manusia.

Tetapi suatu hari, semua itu berubah. Secara kebetulan perempuan itu bertemu dengan Iblis yang terluka dan dia menyembuhkannya. Dia berpikir, kalau dia harus menyembuhkan siapun yang terluka meskipun itu Iblis. Kebaikan hatinyalah yang mendorongnya melakukan hal itu. Tetapi salah seorang dari gereja melihat hal tersebut dan segera memberi tahu pihak gereja. Para petinggi gereja terkejut akan hal itu.

"Kekuatan yang bisa menyembuhkan Iblis!?"

"Hal gila seperti itu tidak boleh terjadi!"

"Kekuatan penyembuhan seharusnya hanya untuk pengikut [Kami]!"

Ya, memang ada beberapa orang yang memiliki kemampuan penyembuhan. Tetapi kekuatan yang bisa menyembuhkan Iblis sangat tidak berterima. Orang dari pihak gereja berpikir, adalah seharusnya kalau kekuatan penyembuhan tidak berlaku bagi Iblis dan [Da-Tenshi]. Sepertinya dahulu pernah ada kejadian seperti itu. Kekuatan yang bisa menyembuhkan Iblis dan [Da-Tenshi] yang tidak dalam nama [Kami]. Tetapi kekuatan itu ditakuti sebagai kekuatan "Penyihir". Jadi mereka mulai menganggap perempuan itu sebagai Bidat.

"Dasar Penyihir yang bisa menyembuhkan Iblis!"

Perempuan yang tadinya dihormati sebagai perawan suci kini ditakuti dan dianggap penyhir. Jadi gereja katolik mengusirnya. Dan yang memungutnya adalah kelompok "[Ex-Eksorsis]". Dengan kata lain perempuan itu harus mencari perlindungan dari [Da-Tenshi]. Tetapi perempuan itu tidak pernah lupa berdoa kepada [Kami]. Dia juga tidak pernah lupa mengucap syukur kepada [Kami]. Tetapi perempuan itu tetap terusir. [Kami] tidak menyelamatkannya. Dan yang paling mengejutkannya adalah tidak ada satupun yang membelanya. Tidak ada yang peduli padanya.

"Pasti ini karena saya tidak cukup berdoa..... Iya kan? Pasti karena saya ceroboh. Saya sangat bodoh dan bahkan tidak tahu carnya makan burger."

Perempuan itu menyeka air matanya sambil tertawa. Aku tidak tahu apa yang bisa kukatakan padanya. Aku tidak bisa berkata apa - apa setelah mendengar masa lalunya yang sengsara. Dan tetap seperti dulu, Dia adalah pemilik [Sacred Gear] yang bisa menyembuhkan siapapun bahkan Iblis.

"Ini pasti juga cobaan yang [Kami] berikan padaku. Karena saya suster-gereja yang ceroboh, [Kami] memberi cobaan untuk saya tanggung."

Dia tertawa sambil berbicara pada dirinya sendiri. Cukup, kamu tidak perlu melanjutkannya....

"Saya punya mimpi kalau suatu hari saya akan punya banyak teman. Pergi membeli bunga dngan teman.... Membeli buku.... dan.... bicara...."

Air matanya berlinang. Aku tidak tahan lagi melihatnya. Dia menanggung semuanya itu selama ini. Selama ini dia menunggu [Kami] menyelamatkannya dan menyembunyikan seluruh perasaannya.

Hey.

Hey [Kami]! Apa maksudnya ini!? Kenapa engkau tidak mau menolong perempuan malang yang terus berharap padamu!? Padahal dia sungguh merespekmu!

Apa saja yang engkau lakukan!?

Mengapa engkau tidak melakukan apapun untuk menolongnya!?

Aku tidak tahu apapun tentangmu! Aku juga tidak menganut agama manapun dan ditambah lagi aku ini seorang Iblis! Tetapi bahkan Iblis seperti aku ini bisa berbicara padanya!

Bukankah engkau yang memberikan [Sacred Gear] ini pada kami?

Ini....! Sungguh salah!

Kalau begitu. Inilah yang akan kulakukan! Lihatlah aku! Aku menggenggam tangan Asia dan menatap matanya yang basah karena air mata.

"Asia, Aku akan menjadi temanmu. Tidak, kita sudah menjadi teman."

Asia menjadi bingung dengan apa yang baru kukatakan.

"Aku memang Iblis, tetapi tidak masalah. Aku tidak akan mengambil nyawamu ataupun meminta harga bayaran! Kamu bisa memanggilku kapanpun kamu mau! Ah, kalau perlu aku juga akan memberimu nomor teleponku."

Aku memasukan tanganku ke saku dan mengambil ponselku.

"........Kenapa......."

"Sederhana! Kamu sudah bermain denganku seharian ini kan? Kita sudah berbicara kan? Kita juga tertawa bersama kan? Kalau begitu kita adalah teman! Tidak ada hubungannya dengan Manusia, Iblis ataupun [Kami]! Kita sudah menjadi teman!"

".......Apakah ini perjanjian dengan Iblis?"

"Bukan! Kita akan menjadi teman sejati! Kita kesampingkan hal lainnya! Kita bisa berbicara dan bermain kapanpun kamu mau! Oh iya, Kita juga akan belanja bersama! Kita akan berbelanja sebanyak yang kamu mau! Oke!?"

Aku tahu aku memang payah dalam hal berbicara manis. Tidak romantis sama sekali. Kalau Kiba mungkin tahu apa yang harus dikatakan disaat seperti ini. Tetapi Asia menutup mulutnya dengan tangannya dan mulai menangis. Tetapi kali ini bukan air mata kesedihan.

"........Ise-san. Saya ini tidak mengerti hal-hal umum."

"Kita bisa mepelajarinya dengan berkeliling kota! Kalau kamu melihat banyak hal baru, kamu pasti bisa mempelajarinya!"

".......Saya tidak bisa bicara bahasa jepang dan aku juga tidak mengerti budaya jepang......."

"Aku akan mengajarimu! Aku bahkan akan membuatmu bicara dengan peribahasa! Serahkan saja padaku! Kita juga bisa mengunjungi musium untuk melihat-lihat harta nasional kebudayaan jepang! Samura! Sushi! Geisha!"

"........Saya bahkan tidak tahu cara bercakap-cakap......"

Aku mengenggam dengan kuat tangan Asia.

"Bukankah kamu sudah bercakap-cakap denganku seharian ini? Tidak apa apa. Kita sudah berbicara seperti seorang teman."

".......Benarkah Ise-san mau jadi temanku....?"

"Mulai saat ini kita akan saling membantu, Asia."

Asia mengangguk dan tersenyum. Jadi sekarang sudah ditetapkan. Kita adalah teman! Masa lalu suram Asia, Aku tidak tahu apa yang dia rasakan waktu itu. Tetapi aku yakin mulai sekarang aku bisa membuatnya selalu tersenyum! Manusia dan Iblispun bisa menjadi teman! Kupikir awalnya tidak mungkin, tetapi sekarang aku tidak peduli lagi. Sekarang hal itu tidak penting, Mulai sekarang aku akan menganggapnya teman! Tidak ada yang bisa menghalangi kami! Aku akan melindungi Asia!

"Sayangnya itu tidak mungkin."

Muncul suara seseorang yang menepis semua harapanku. Ketika aku melihat kearah datannya suara itu, aku terkejut. Ada seseorang yang sangat kukenal. Perempuan ramping dengan rambut hitam sehalus sutra. Dia adalah Amano Yuma-chan.

"Yuma-chan......?"

Yuma-chan tertawa seperti menganggapku lucu.

"Heh... Jadi kamu masih hidup? Dan ditambah lagi sebagai Iblis. Yang benar saja. Ini buruk sekali."

Suara Yuma-chan sama sekali berbeda dengan suara yang aku ingat. Suaranya seperti wanita dewasa yang kesurupan.

"........Reynalle-sama......"

Asia memanggilnya dengan nama itu. Reynalle? Oh iya, aku lupa. Amano Yuma adalah [Da-Tenshi]. Benar juga. Aku sama sekali lupa akan hal itu. Jadi dia [Da-Tenshi] Reynalle. Jadi itulah nama aslinya.

"Apa yang diinginkan [Da-Tenshi] sepertimu.....?"

Dia mencemoohku ketika aku berbicara padanya.

"Aku tidak mau Iblis rendahan dan kotor sepertimu bicara padaku."

Dia melihatku seakan-akan aku sesuatu yang menjijikkan.

"Perempuan itu. Asia, adalah milikku. Bisakah aku membawanya kembali? Asia, percuma saja mencoba lari."

Lari? Apa maksudnya?

"Tidak, Saya tidak mau.... Saya tidak mau kembali ke gereja itu. Saya tidak mau kembali ke tempat orang yang tega membunuh orang lain....... Dan juga kalian melakukan hal itu padaku......"

Asia menjawabnya dengan jijik. Apa yang terjadi? Apa yang terjadi di gereja itu?

"Janganlah berkata begitu Asia. [Sacred Gear] milikmu penting untuk rencana kami. Jadi Kembalilah bersamaku OK? Aku juga kerpotan mencarimu selama ini. Jangan menambah masalahku lagi."

Reynalle mendekati kami. Asia bersembunyi dibelakangku. Tubuhnya merinding karena takut. Aku langsung mengambil langkah melindunginya.

"Tunggu. Tidak bisakah kau lihat dia tidak mau? Yu-, Tidak, Reynalle-san. Apa yang ingin kau lakukan setelah membawanya kembali?"

"Iblis rendahan, jangan menyebut namaku. Namaku bisa menjadi kotor. Apa yang terjadi antara kami bukan urusanmu. Kalau kamu tidak segera kembali ke tempat tuanmu, kamu akan mati loh."

Reynalle mengumpulkan cahaya ditangannya. Apakah itu tombak? Aku sudah pernah terbunuh karena itu. Jadi sekarang aku harus menyerang terlebih dahulu.

"[Sacred Gear]!"

Aku memanggil [Sacred Gear]ku dan lenganku terbungkus oleh cahaya. Cahaya itu membentuk sarung tangan merah di lenganku. Yes! Berhasil! Aku telah berlatih memunculkan [Sacred Gear] tampa perlu bergaya seperti sebelumnya! Reynalle terkejut melihat [Sacred Gear]ku, tetapi segera dia mulai mencemoohku.

"Aku diberitahu para atasan kalau [Sacred Gear] milikmu berbahaya. Tetapi sepertinya mereka keliru."

[Da-Tenshi] itu mulai tertawa seperti dia menganggapku lucu. Apa? Apa yang lucu?

"[Sacred Gear] milikmu cuma [Sacred Gear] biasa. [Sacred Gear] Itu disebut "[Twice Critical]". Fungsinya menggandakan kekuatan pemakainya dalam beberapa waktu. Tetapi menggandakan keuatanmu sama sekali bukan ancaman bagiku. Benar-benar [Sacred Gear] yang cocok untk Iblis rendahan sepertimu."

Kemampuan untuk menggandakan kekuatan pemiliknya? Jadi itukah kemampuan [Sacred Gear]ku? Dan katanya itu biasa...... Tetapi sekarang itu sudah cukup. Aku harus menghindar darinya, dan membawa lari Asia! Tetapi kemana? Kesekolah? Tidak! Aku tidak boleh melibatkan Buchou dan yang lainnya. Kerumahku? Tetapi bagaimana aku akan menjelaskan ini ke orang tuaku? Sial! Aku bahkan tidak tahu harus membawa Asia kemana, Padahal aku temannya! Ahhg! Nanti saja akan kupikirkan! Sekarang aku harus mengalahkan [Da-Tenshi] didepanku ini! Sial! Ini skenario terburuk karena aku harus melawan mantan pacarku sendiri! mengapa aku selalu terlibat kekacauan seperti ini?

"[Sacred Gear] Sialan! Aktiflah! Kamu bisa menggandakan kekuatanku kan!? Kalau begitu Bekerjalah!"

Kemudian permata di sarung tanganku mulai bercahaya.

[BOOST!!]

Terdengar suatu suara. Dan aku merasa kekuatan mengalir kedalam diriku. Apakah ini maksudnya menggandakan kekuatanku!? Yes! Dengan ini pasti.....!

STAB

Terdengar suatu suara buruk. Aku merasa sesuatu menembus perutku. Tombak Cahaya. Lagi-lagi.....

"Meskipun kekuatanmu mengganda, Kamu tidak mungkin menghindari tombak kecil yang kubuat. Walaupun kekuatan bernilai satu mengganda, hasilnya cuma dua. Kamu tidak mungkin menyamai kekuatanku. Sekarang kamu mengertikan Iblis-Rendahan-Kun?"

Aku terjatuh. Ini gawat. Bagi Iblis Cahaya adalah racun. Dan perutku tertusuk oleh itu. Ini..... Padahal aku sudah menyiapkan diriku untuk rasa sakit yang mungkin diikuti kematian, tetapi anehnya aku sama sekali tidak merasa sakit. Ketika kulihat ternyata Asia menyembuhkan lukaku. Dia meletakkan tangannya ke perutku dan menyembuhkan lukaku. Tombak Cahaya itu mengecil dan kemudian menghilang. Aku sekarang bahkan tidak merasa sakit sedikitpun. Sebaliknya aku bisa merasakan kehangatan Asia.

"Asia, kalau kamu tidak mau Iblis itu terbunuh, ikutlah denganku. [Sacred Gear] mu penting untuk rencana kami. [Sacred Gear] "[Twilight Healing]" milikmu lebih spesial dibandingkan [Sacred Gear] milik Iblis disana itu. Jadi kalau kamu tidak mau ikut denganku, aku akan membunuh Iblis itu."

Reynalle memberikan perintah yang kejam. Aku dijadikan sandera!? Enak saja!

"Diam! Aku bisa mengalahkanmu...!"

"Baiklah aku mengerti."

Tampa mendengarkanku, Asia menerima perintah [Da-Tenshi] itu.

"Asia!"

"Ise-san, terima kasih atas semuanya hari ini. Aku benar-benar senang."

Asia tersenyum lebar. Perutku sudah sembuh total. Setelah Asia memastikannya, dia berjalan mendekati Reynalle.

"Anak pintar. Begitu donk. Sekarang masalah sudah terpecahkan. Dengan ritual hari ini kamu akan terbebas dari penderitaanmu."

Reynalle menunjukan senyum jahat. Sial! Dia sama sekali tidak kelihatan seperti Yuma-chan yang pernah kukenal!? Dan lagi, apa maksudnya ritual!? Sepertinya sesuatu yang sangat buruk! Aku berteriak pada Asia.

"Asia! Tunggu! Kita sudah jadi teman bukan!?"

"Iya. Terima kasih telah berteman dengan orang seperti saya."

Padahal aku telah bersumpah melindungi Asia.

"Aku akan melindungimu Asia...!"

Asia berbalik tetapi masih tersenyum padaku. Aku menatap senyumannya.

"Selamat tinggal."

Itulah kata perpisahannya. Reynalle menutupi Asia dengan sayap hitamnya.

"Iblis rendahan. Sepertinya hari ini kamu selamat karena perempuan ini. Kalau kamu berani menggangguku lagi, Aku akan benar-benar akan membunuhmu. Selamat tinggal Ise-kun."

[Da-Tenshi] yang mencemoohku itu terbang tinggi dengan membawa Asia. Mereka hilang ke atas langit. Yang tertinggal cuma aku, Rache-kun yang Asia tinggalkan dan bulu -bulu sayap hitam. Aku.... tidak bisa melakukan apapun.... Apanya yang "Aku akan melindungi Asia"!? Aku berlutut dan memukul tanah. Aku merapatkan gigiku dan air mata penyesalan mengalir dari mataku. Sial! Sial! Siaaaal!!!!!!!

"Asia......"

Aku memanggil nama temanku ke langit. tetapi tidak ada jawaban.

"Asiaaaaaaaa!!!!!"

Untuk pertama kalinya dalam hidupku, Aku mengutuki diriku karena lemah.

Life.4: Menyelamatkan Teman![edit]

PLAK!

Suara itu bergema di seluruh ruangan klub.

Suara itu berasal dari pipiku.

Aku ditampar.

Buchou menampar pipiku.

Buchou memasang wajah serius.

"Berapa kali harus kukatakan? Jawabanya tetap tidak boleh! Aku tidak akan mengijinkanmu menyelamatkan suster-gereja itu."

Aku pergi kesekolah setelah gagal menyelamatkan Asia. Kemudian aku melaporkan kejadian kemarin kepada Buchou. Dan setelah melaporkan apa yang terjadi, aku mengusulkan untuk pergi ke gereja itu.

Tentu saja untuk menyelamatkan Asia.

Tetapi sebaliknya Buchou mengatakan dia tidak ingin terlibat dalam masalah ini. Aku tidak bisa menyetujui keputusannya jadi aku memohon padanya untuk mempertimbangkannya kembali, walaupun aku tahu itu tidak sopan. Kaena itulah Buchou menamparku.

Itulah pertama kalinya aku benar-benar terluka.

Terutama hatiku yang terluka.

Aku telah mengecewakan buchou yang menaruh harapan tinggi padaku. Tetapi tetap saja ada hal yang bagaimanapun tidak bisa kuabaikan.

"Kalau begitu aku akan pergi sendirian. Aku khawatir mengenai "ritual" yang mereka katakan. Para [Da-Tenshi] pasti melakukan suatu hal buruk. Dan keselamatan Asia menjadi taruhannya."

"Kamu benar-benar bodoh! Kamu akan terbunuh kalau kamu pergi kesana. Kamu tidak akan bisa kembali hidup lagi. Kamu mengerti?"

Walaupun Buchou mencoba berbicara padaku dengan tenang tetapi dia mengatakannya dengan nada peringatan.

"Tindakanmu bukan hanya akan melibatkanku tetapi juga seluruh anggota klub! Kamu itu Iblis dari keluarga Gremory! Kamu harus sadar akan hal itu!"

"Kalau begitu aku akan keluar dari klub ini. Aku akan pergi kesana secara pribadi."

"Aku tidak akan mengijinkannya! Kenapa kamu tidak mau mengerti!?"

Sepertinya ini pertama kalinya aku melihat Buchou semarah ini. Aku selalu membawa masalah bagi Buchou. Tetapi aku tidak bisa undur dari hal ini.

"Aku telah menjadi teman dari Asia Argento. Asia adalah temanku yang berharga. Dan aku tidak akan meninggalkan temanku!"

"......Itu memang hal bagus. Aku pikir sudah cukup hebat kamu bisa menyampaikannya. Tetapi masalah itu berbeda daengan masalah ini. Hubungan antara Iblis dan [Da-Tenshi] tidak sesederhana yang kamu kira. Hubungan antaa kita telah saling memanas sejak ratusan, bahkan ribuan tahun yang lalu. Kalau kamu menunjukan sedikit saja kelemahan, mereka akan membunuh kita semua. Mereka adalah musuh kita."

"Bukankah selama ini "Memusnahkan Musuh" adalah jalan hidup Gremory?"

"..........."

Kami saling melotot. Aku tidak akan menyerah. Aku menatap tepat bola matanya.

"Perempuan itu awalnya adalah pengikut [Kami]. Dia dan kita tidak akan bisa hidup berdampingan. Walaupun sekarang dia bersama para [Da-Tenshi], dia masih dipihak lawan kita para Iblis."

"Asia bukan musuh kita!"

Aku menyangkalnya dengan keras. Perempuan baik sepertinya tidak mungkin adalah musuh kita!

"Tetapi tetap dia tidak ada hubungannya dengan kita. Ise, lebih baik kamu lupakan saja dia."

Walaupun dibilang begitu, tidak mungkin aku bisa melupakannya!

Kemudian Akeno-san mendekat dan membisikkan sesuatu ke telinga Buchou.

Ada apa? Apakah terjadi sesuatu?

Eksprsi wajah Akeno-san juga serius. Tetapi tampaknya bukan karena diskusi ini. Buchou mendengarkan Akeno-san dengan wajah serius juga.

Sudah aku duga, sesuatu telah terjadi.

Buchou menatapku dan seluruh anggota klub.

"Ada urusan penting yang harus kuselesaikan. Aku dan Akeno akan pergi sebentar."

Tidak!

"Buchou! Aku masih belum selesai bicara......!"

Buchou meletakkan telunjuknya kebibirku.

"Ise, ada beberapa hal yang harus kusampaikan padamu. Pertama, Selama ini kamu mengira kalau "Pion" adalah bidak terlemah bukan?"

Aku menjawab pertanyaanya dengan anggukan.

"Hal itu salah besar. Bidak "Pion" punya kemampuan istimewa yang tidak dimiliki jenis bidak lainnya. Yaitu "[Promotion]"."

[Promotion]? Apa itu?

"Seperti permainan catur sungguhan, bidak "Pion" bisa naik pangkat menjadi bidak lainnya jika mereka berhasil masuk ke daerah terdalam dari wilayah musuh. Saat itu dia bisa naik pangkat menjadi bidak apapun kecuali bidak "Raja". Ise kamu bisa naik pangkat menjadi bidak apapun kecuali "Raja" dilokasi yang kuanggap sebagai wilayah musuh."

Begitukah? Jadi aku bisa menjadi bidak "Kuda" seperti Kiba, atau bidak "Benteng" seperti Koneko-chan, dan bahkan bidak "Ratu" seperti Akeno-san!?

"Tetapi karena kamu baru saja menjadi Iblis, ada beberapa pantangan, jadi sepertinya masih tidak mungkin bagimu untuk langsung naik pangkat menjadi "Ratu", tetapi kamu masih bisa menjadi bidak lain. Kalau kamu bertekad kuat dan mengatakan "[Promotion]" dengan segenap hatimu, akan ada perubahan pada kemampuanmu."

Itu luar biasa! Mendengarkan itu saja memberiku banyak informasi! Kalau aku menggabungkan [Promotion] dengan kemampuan [Sacred Gear]ku, mungkin aku bisa mengalahkan pendeta berengsek itu!

"Satu hal lagi. Mengenai [Sacred Gear]. Ketika ingin menggunakan [Sacred Gear] ingat baik-baik hal ini."

Buchou membelai pipiku.

"Keinginan kuat. Kekuatan [Sacred Gear] sangat dipengaruhi oleh Keinginan pemakainya. Itu juga jadi penentu kekuatanmu. Walaupun sekarang kamu iblis, tetapi hasratmu tidak hilang."

Keinginan kuat.

Kekuatan Hasrat membuat [Sacred Gear] aktif..... Jadi kekuatan hasratku bisa membuat [Sacred Gear]ku bekerja.

"Satu hal terakhir yang kamu tidak boleh lupa, Ise. Dalam catur sebuah bidak "Pion" pun bisa membunuh "Raja". Ini hal yang umum dalam catur. Fakta ini juga berlaku dalam peraturan "Bidak Iblis". Kamu masih bisa bertambah kuat Ise."

Setelah mengatkan semua itu, Buchou berpindah tempat dengan lingkaran sihir bersama Akeno-san. Yang tersisa disana adalah Aku, Kiba, dan koneko-chan. Setelah menarik nafas panjang, aku akhirnya bertekad untuk pergi.

"Hyoudou-kun."

Kiba memanggilku.

"Kamu mau pergi kesana?"

"Ya. Aku harus pergi, karena Asia adalah temanku. Akulah yang harus menyelamatkannya."

"......Kamu bisa terbunuh. Walapun kamu punya kekuatan [Sacred Gear], dan menggunakan "[Promotion]", kamu tidak akan bisa mengalahkan sekelompok [Eksorsis] dan [Da-Tenshi] sendirian."

Itu memang masuk akal. Aku mengerti hal itu.

"Tetapi aku tetap harus pergi. Walaupun aku mati, aku akan akan membebaskan Asia."

"Itu memang kebulatan tekad yang hebat, tetapi tetap saja itu terlalu ceroboh."

"Kalau begitu apa yang harus kulakukan!?"

Aku berteriak padanya, tetapi Kiba menjawabku:

"Karena itu aku juga akan ikut."

"Apa....?"

Aku tidak bisa berkata apa-apa mendengar hal yang diluar dugaanku itu. Ya, terang saja, aku bennar-benar tidak menduganya.

"Aku tidak begitu mengenal Asia-san, tetapi kamu adalah temanku. Walaupun Buchou mengatakan hal demikian, ada sisi dari diriku yang sangat merepek keputusanmu. Dan lagi, secara pribadi aku membenci [Da-Tenshi] dan para pendeta. Aku sangat membenci mereka."

Aku yakin laki-laki ini juga punya masa lalu tertentu..... Tetapi mendengar kata "teman" darinya......

"Ingat yang dikatakan Buchou? Kamu bisa naik pangkat menjadi bidak apapun kecuali "Raja" ditempat yang dianggap Buchou sebagai wilayah musuh. dengan kata lain sekarang dia menganggap gereja itu adalah wilayah musuh Gremory, bukan?"

"Ah."

Akhirnya aku menyadarinya. Jadi itu maksudnya. Itulah sebabnya dia memberitahuku informasi mengenai [Promotion].

"Sebenarnya buchou sudah mengijinkanmu pergi. Tentu saja itu artinya aku harus membantumu. Buchou mengkin sudah punya rencana sendiri. Kalau dia tidak mengijinkanmu, sekarang ini pasti kamu sudah dikurung disuatu tempat."

Kiba sedikit tertawa. Buchou, terima kasih banyak.....! Sekali lagi aku melihat betapa murah hatinya Buchou, dan dari hati aku mengucapkan terima kasih. Kalau aku bisa pulang dengan selamat, aku akan lebih giat bekerja! Aku berterima kasih pada Buchou yang sudah tidak ada disana, dan kemudian seorang perempuan berperawakan kecil mendekatiku.

".......Saya juga ikut."

"Huh, Koneko-chan?"

".....Saya khawatir kalau cuma dua orang yang pergi."

Koneko-chaaaaaaan!! Dia memang tidak menunjukan ekspresinya tetapi aku bisa merasakan kebaikan hatinya!

"Aku sangat tersentuh! Saat ini aku tersentuh olehmu, Koneko-chan!"

"Anu.... Aku juga ikut pergi lo?......"

Kiba tertawa dengan wajah sedih. Aku tahu itu, terima kasih Kiba.

Wajah Casanova yang sedih sedikit imut. Yes! Dengan begini kita punya kemungkinan!

"Kalau begitu mari kita bertiga memulai misi penyemalatan ini! Tunggu kami Asia!"

Begitulah, kami bertiga menuju ke gereja.

Langit sudah gelap, dan sudah waktunya lampu penerangan di pingir jalan untuk menyala.

Kami bertiga, Aku, Kiba dan Koneko-chan, memantau gereja dari tempat dimana kami masih bisa melihatnya. Tidak ada seorangpun yang keluar masuk ke gereja itu.

Tetapi semakin dekat kami dengan gereja, semakin kuat hawa firasat buruk yang kami rasakan.

Banyak keringat dingin bercucuran dari tubuhku.

Ketika aku bertanya pada Kiba, dia mengatakan, "Dari auranya", aku yakin ada [Da-Tenshi] didalam sana".

Jadi Final Boss nya ada di dalam.

"Coba lihat peta ini."

Kiba membuka denah bangunan gereja itu. Peta denah gereja? Dari mana dia....?

"Ini adalah hal dasar yang harus dilakukan sebelum menyerang markas musuh."

Laki-laki ganteng ini tersenyum. Wow, asistensi yang cekatan. Aku bahkan tidak berpikir sejauh itu, dan malah berpikir untuk langsung menerobos masuk. Sekali lagi aku menyadari betapa naif nya diriku.

"Disebelah ruang-kudus, ada asrama. Tetapi ruang-kudus ini tampak mencurigakan."

Kiba menunjuk lokasi ruang-kudus.

"Jadi kita bisa mengabaikan bagian asrama."

"Sepertinya begitu. Kebanyakan dari para [Ex-Eksorsis] membuat beberapa perubahan pada ruang-kudus. Mereka biasanya melakukan ritual aneh di sana."

"Kenapa?"

Aku bertanya padanya, tetapi kiba tersuyum pahit.

"Itu adalah ruang untuk berdoa kepada [Kami] dan dianggap sebagai ruangan yang suci, dan dengan melakukan hal yang mencela [Kami] disana, mereka merasa puas karena seakan - akan telah menghina [Kami]. Kerena mereka dulunya dikasihi, namun sekarang ditolak oleh [Kami], mereka sengaja melakukan ritual jahat diruang-kudus untuk menunjukan kemarahan mereka pada [Kami]."

Mereka memang sudah gila. Tidak, aku rasa [Kami] yang memolak penganutnya yang setia juga salah. Saat ini aku membenci [Kami] karena insiden dengan Asia. Karena itulah aku berpikir seperti itu.

"Ruang-kudus ada dibalik gerbang itu. Aku rasa kita bisa langsung masuk. Masalahnya adalah bangaimana menemukan pintu masuk ke ruang bawah tanah setelah sampai di ruang-kudus, dan juga bagaimana kita mengalahkan para musuh yang menunggu kita."

Musuh...... Ketika aku mendengar kata itu aku langsung mendapat firasat buruk. Kami sekarang ada didepan gereja dibawah sinar rembulan.

Kami sudah mantap! Sekarang tinggal masuk kedalam! Tunggu kami Asia!

Kami memasuki pintu dan berlari kedalam menuju ruang-kudus. Aku yakin saat ini para [Da-Tenshi] sudah menyadari kedatangan kami.

Dengan kata lain, pihak lawan sudah tahu kami memasuki wilayahnya.

Dari sini tidak ada kata kembali.

Yang tersisa adalah maju terus!

Kami membuka pintu, dan masuk keruang-kudus. Ada altar dan kursi panjang. ini seperti ruang-kudus biasa. Lilin ditenga ruangan dan lampu ruang menerangi ruang-kudus itu.

Oh ternyata ada sesuatu yang tidak biasa..... Kepala patung orang dipantek di sebuah salib hancur. Benar-benar tempat yang mengerikan.

CLAP CLAP CLAP CLAP CLAP CLAP CLAP CLAP CLAP

Suara tepuk tangan bergema diseluruh ruang-kudus ini.

Seseorang yang kelihatan seperti pendeta muncul dari balik tiang.

Ketika melihat wajahnya, aku langsung merasa muak.

"Pertemuan kembali! Sebuah reuni! Sungguh emosional!"

Dia adalah pendeta berengsek berambut putih! Aku ingat namanya adalah Freed. Ternyata dia. Dia adalah salah seorang musuh kami. Dia masih punya senyum aneh seperti biasa.

"Sebelumnya aku belum pernah bertemu Iblis yang sama dua kali! Kenapa? Karena aku sangat kuat, aku memotong-motong lawanku ketika pertama kali kami bertemu! Kalau berteemu Iblis langsung aku potong dia ditempat! Kemudian aku mencium mayatnya dan mengucapkan selamat tinggal! Itulah cara hidupku biasanya! Tetapi sejak kalian merusak kebiasaanku, aku jadi resah! Ini tidak benar! Tidak baik merusak gaya hidup orang lain! Karena itulah aku jengkel sekali pada kalian! Aku harap kalian bisa mati! Tidak, Matilah kalian para Iblis Sampaaaaaaah!"

Dia marah sekali dan mengeluarkan pedang dan pistolnya.

BOOOM.

Muncul pedang cahaya. Akan merepotkan kalau tertebas pedang itu. Juga pistolnya juga sangat mengerikan. Tetapi kali ini berbeda dengan waktu itu. Sekarang kami bertiga melawan dia sendiri.

"Kalian kesini untuk menyelamatkan Asia-tan, kan? Hahahaha! Kalian Iblis-sama punya hati yang sangat besar untuk datang menyelamatkan wanita jalang sepertinya yang bisa menyembuhkan Iblis! sepantasnya karena telah bergaul dengan Iblis, suster-gereja itu layak mati!"

Mati? Apa maksudnya!?

"Hey, dimana Asia!?"

"Ada tangga rahasia di bawah altar itu. Kamu bisa menuju ke tempat mereka mengadakan ritual dengan tangga itu."

Orang ini langsung mengatakan tempat rahasia menuju ruang bawah tanah dengan menunjuk pada altar. Apakah dia tahu kalau seharusnya dia menghentikan kami? Atau apakah dia terlalu percaya diri dan berpikir tidak apa-apa mengatakannya asalkan pada akhirnya dia membunuh kami?

"[Sacred Gear]!"

Selaras dengan teriakanku, sarung tangan merah muncul di lengan kananku. Selesai memasang [Sacred Gear]! OK! Kiba mencabut pedang dari sarungnya, dan Koneko-chan......
Koneko-chan melempar bangku ke arah pendeta itu!

Koneko-chan melempar bangku ke arah pendeta itu!

Aku sangat terkejut sampai mataku rasanya mau lepas.

Koneko-chan bisa mengangkat bangku panjang yang ukurannya beberapa kali lebih besar dari tubuhnya.

"......Hancurlah."

Koneko-chan melempar bangku itu kearah pendeta! Perempuan super! Itu adalah cara menyerang yang tidak kusangka!

"Wow! Oh yeah!"

Pendeta itu berdansa sedikit dan memotong bangku itu menjadi dua dengan pedang cahayanya. Kursi yang terbelah dua itu jatuh ke lantai.

"Disana."

SWIFT.

Aku pikir kiba mau maju tetapi tiba-tiba dia menghilang. Dia cepat sekali sampai aku tidak bisa melihatnya!

KATCHING.

Muncul kilatan karena benturan pedang Kiba dan pedang cahaya pendeta. Apakah pedang cahaya itu padat? Walapupun kiba mencoba menebas pendeta itu, aku hanya bisa mendengar suara dua besi sanling beradu satu sama lain.

"Hmmm! Hmmm! Menyebalkan sekali! Kenapa kelian sungguh berisik? Maaf kalau aku berbicara dalam bahasa kematian! Maafkanlah aku kalau kalian sudah mati!

Kiba menghindari peluru yang ditembakkan si pendeta tidak bersuara dengan kecepatannya, Sambil terus menyerang. Kiba sungguh luar biasa, dia bisa menghindari semua serangan si pendeta. Tetapi pendeta itu juga tidak kalah hebat, karena bisa bertarung seimbang dengan Iblis.

Lagi-lagi pendeta itu menghentikan serangan Kiba! Bahkan akupun tidak sanggup mengikuti gerakan Kiba, tetapi sepertinya pendeta itu bisa. Pendeta berengsek itu pastilah bukan lawan yang bisa kuhadapi sendiri. Kiba dan pendeta itu bertarung dengan sengit. Keduanya saling melotot satu sama lain.

"Mengagumkan. Kamu kuat sekali."

"Ahahahaha! Kamu juga! Bidak Kuda, ya? Tidak ada satupun cela kelemahan! Ini hebat! Ya, ya. Ini dia. Akhir-akhir ini aku tidak pernah bertarung seperti ini! Aku bahkan sampai menagis terharu! Hmmm! Hmmm! Sekarang aku akan membunuhmu!"

"Kalau begitu aku juga akan berterung sedikit serius."

Bertarung dengan serius? Apa yang akan dia lakukan?

"Terima ini."

Suara berintonasi rendah.

Aku tidak percaya kalau tadi itu suara Kiba, benar-benar penuh dengan tekanan. Kemudian kuluar suatu berwarna gelap dari pedang Kiba. Hal itu menyelimuti seluruh bagian pedang Kiba.

Kegelapan.

Kalau mau menjelaskan hal itu dengan satu kata, itulah kata yang tepat.

Kegelapan menyelimuti pedang Kiba.

Tidak lebih tepatnya kegelapan itu membentuk wujud pedang Kiba. Pedang kegelapan yang beradu dengan pedang cahaya si pendeta membesar dan menelan pedang cahaya.

"Apa? Apa-apaan ini?"

Pendeta itu kelihatan bingung.

"Ini adalah "[Holy_Eraser]", pedang kegelapan yang menelan cahaya."

"Jadi kamu juga pemilik [Sacred Gear]!?"

[Sacred Gear]!? Kiba juga!? Maksudku pedang kegelapan itu keren sekali! Sialan! Jadi laki-laki ganteng juga akan mendapat senjata yang bagus juga!? Pedang cahaya si pendeta tertelan sepenuhnya oleh pedang Kiba dan cahayanya menghilang dan pedang itu kehilangan wujudnya. Sekarang! Ini kesempatan! Aku langsung menerjangnya!

"Aktifkan [Sacred Gear]!"

[BOOST!!]

Suara keluar dari permata di [Sacred Gear] ku dan aku bisa merasakan kekuatan mengalir kedalam tubuhku. Targetku adala si pendeta berengsek. Tetapi pendeta itu menyadari aku maju menyerangnya.

"Inilah yang aku maksud dengan menyebalkan!"

Dia menodongkan pistolnya yang diisi dengan peluru cahaya padaku. Pistol itu menembakkan pelurunya tanpa mengeluarkan suara. Ini dia!

"[Promotion], Menjadi Bidak Benteng!"

Peluru cahaya itu menghilang setelah gagal menembusku.

"[Promotion]!? Bidak Pion!?"

Pendeta itu kelihatan terkejut.

"Ya!, Aku memang Pion".

Pion yang akan menghajarmu!

"Kelebihan dari Bidak Benteng! Pertahanan super dan juga....!"

Tinju kiriku menghantam wajah si pendeta. Tetapi aku merasakan benda keras di tinjuku. Tetapi aku tidak memperdulikannya dan aku meninjunya sekeras mungkin. Pendeta itu langsung terlempar kebelakang!

".....Serangan super."

Aku tertawa sambil menarik bernafas.

"Itu balasan karena kamu telah memukul Asia waktu itu. Sekarang aku jadi merasa lega telah berhasil memukulmu sekali."

Pendeta itu bangkit perlahan dan meludahkan darahnya ke lantai. Pipi kanannya tampak membengkak.

Cuma begitu? Aku naik pangkat menjadi bidak "benteng", tetapi sepertinya aku tidak mendapatkan kekuatan sebesar Koneko-chan.

Tidak, setelah kulihat lagi, pedangnya yang hanya tinggal gagangnya saja jadi rusak. Apakah dia menggunakannya sebagai perisa tepat sebelum aku meninjunya? Jadi itulah benda keras yang kurasakan. Reaksinya refleknya cepat sekali.

"......Hmmmmm..... Huh...? Iblis sampah ini bukan hanya meninjuku, tetapi dia juga mengatakan hal yang aku tidak mengerti..... padaku...... Jangan macam-macam denganku!!!."

Pendeta itu berteriak keras.

"Jangan macam-macam denganku!! Dasar Iblis rendahan!! Aku akan membunuhmu!! Aku pasti akan membunuhmu!! Aku akan memotong-motongmu!! Berengsek!!"

Pendeta itu mengeluarkan pedang keduanya yang juga hanya tinggal gagangnya. Dia masih punya!? Berapa banyak yang dia punya? Tetapi kami bertiga, aku, Kiba, dan Koneko-chan mengepung pendeta itu. Pendeta itu menyadarinya, dan melihat sekeliling. Kemudian dia tersenyum.

"Wow, wow. Bukankah ini disebut dengan krisis? Bagiku terbunuh oleh Iblis itu tidak boleh, jadi aku sebaiknya mundur saja. Sayang sekali aku tidak bisa mengusir kalian, tetapi aku juga masih belum mau mati!

Pendeta itu mengeluarkan sesuatu berbentuk bulat dan melemparkannya ke lantai. Seketika itu juga mata kami dibutakan oleh cahaya yang menyilaukan. Sialan! Bom cahaya!? Ketika pandanganku mulai pulih, aku melihat sekeliling dengan padanganku yang masih setengah pulih, tetapi pendeta itu sudah hilang. Kemudian terdengar suara pendeta itu dari suatu tempat.

"Hey, bocah Iblis yang disana itu...... Kalau tidak salah namamu Ise-ku, ya? Sejujurnya, aku jatuh cinta padamu. Jadi lain kali aku pasti akan membunuhmu. Pasti, OK? Aku tidak akan memafkan Iblis sampah yang telah memukulku dan menceramahiku, OK? Kalau begitu, bye-bye."

Ketika penglihatanku sudah pulih total, kembali aku melihat sekeliling. Tetapi pendeta it sudah hilang sama sekali. Dia lari.... Dia bahkan sempat meningalkan kata perpisahan.... Aku berpikir sejenak, kemudian menyadari kalau tidak ada waktu untuk itu. Aku, Kiba, dan Koneko-chan salin memandang dan mengagguk, kemudian kami menuju ke tangga rahasia dibalik altar.

Kami bertiga menuruni tangga dibawah altar. Tampak cahaya lampu juga menyala di ruang bawah tanah. Dengan Kiba dibarisan paling depan, kami berjalan maju. Setelah menuruni tangga, terdapat lorong yang menuju ke bagian terdalam ruangan.

"Sepertinya diujung lorong ini.... Karena bau orang itu......"

Itulah yang dikatakn Koneko-chan sambil menunjuk ujung lorong. Jadi Asia ada disana. Seketika itu aku langsung termotivasi. Tunggu aku Asia. Aku akan segera datang! Setelah berjalan cukup jauh kami sampai pada sebuah pintu besar.

“Jadi disini?”

"Mungkin. Aku yakin didalam ada sekelompok [Eksorsis] dan [Da-Tenshi] didalam sana. Apakah kalian siap?"

Aku, dan Koneko-chan mengangguk menjawab pertanyaan Kiba.

"Baiklah. Akan kubuka pintunya....."

Ketika Kiba dan aku mau membuka pintu, pintu itu tiba-tiba terbuka sendiri. Dan setelah mengeluarkan suara keras, ritual didalam ruangan itu terlihat.

"Selamat datang para Iblis."

[Da-Tenshi], Reynalle, mengatakan itu dari ujung ruangan. Di ruangan itu ada banyak pendeta. Mereka masing-masing membawa pedang cahaya. Aku melihat ke seorang perempuan yang terikat di sebuah salib dan berteriak:

"Asiaaaaa!!"

Asia mendengar suaraku dan melihatku.

".......Ise-san?"

"Ya! Aku datang menyelamatkanmu!"

Aku tersenyum padanya dan air mata menetes dari mata Asia.

"Sungguh pertemuan yang menyentuh hati, tetapi sudah terlambat. Ritualnya sudah hampir selesai."

Ritualnya selesai? Apa maksudnya.....? Tiba-tiba tubuh Asia bersinar.

".......Aaaaaah, tidaaaaaaaak!!"

Asia menjerit kesakitan.

"Asia!"

Aku mencoba mendatanginya, tetapi para pendeta mengepungku.

"Tidak akan kubiarkan kalian menghalangi"

"Akan kuhancurkan kalia, para Iblis!"

"Minggir, kalian semua! Aku tidak punya waktu mengurusi kalian!"

BANG!

Terdengar suara keras. Itu suara Koneko-chan memukul terbang salah satu pendeta.

".......Jangan menyentuhku."

Kiba juga mencabut pedangnya.

"Sepertinya aku harus langsung serius dari awal. Aku benci pendeta. Jadi kalau ada sebanyak ini, aku tidak akan menahan diri untuk memakan cahaya kalian."

Pandangan mata Kiba menjadi tajam dan dingin. Kegelapan yang muncul memancarkan hawa membunuh yang kuat. Ini akan menjadi pertempuran habis- habisan.

"Tidaaaaaaak........!!"

Diwaktu yang sama, cahaya besar keluar dari tubuh Asia. Reynalle menangkap cahaya itu dengan tangannya.

"Ini dia! Ini dia kekuatan yang kuiginkan sejak lama! [Sacred Gear]! Dengan ini, aku akan dicintai!"

Dengan ekspresi ekstasi, Reynalle memeluk cahaya itu. Kemudian cahaya terang menelimuti seluruh ruangan ritual itu. Ketika cahaya itu padam, berdiri seorang [Da-Tenshi] dengan cahaya hijau memancar dari tubuhnya.

"Fufufu. Ahahahahaha! Akhirnya aku mendapatkannya! Kekuatan super! .....Dengan ini aku akan menjadi [Da-Tenshi] super! Dengan ini aku bisa membalas mereka yang telah menghinaku!"

[Da-Tenshi] itu tertawa lebar. Aku tidak menghiraukannya dan langsung menuju ke tempat Asia. Para pendeta mencoba menghalangiku, tetapi Kiba dan Koneko-chan membantuku menghajar mereka. Sementara pedang Kiba memakan pedang cahaya, Koneko-chan memukul para pendeta dengan tenaga penuh. Kombinasi kedua orang ini menakjubkan, dan sudah tentu kombinasi ini bukan tercipta dari berlatih hanya beberapa hari.

"Terima kasih, kalian berdua!"

Asia, yang terikat di salib, tidak bergerak. Tidak, masih sempat! Aku melepaskan ikatan tangan dan kakinya, menurunkannya dan menggendongnya ditanganku.

"......I......Ise-san....."

"Asia, aku datang menjemputmu."

"..........Iya."

Asia menjawab, tetai suaranya kecil dan lemah. Hey! Hey! Dia masih baik-baik saja kan? Dia tidak mungkin......

"Percuma saja"

Reynale tersenyum dan menepis semua harapanku lagi.

"Pemilik [Sacred Gear], yang diambil [Sacred Gear]nya akan mati. Perempuan itu juga akan mati."

"! .....Kalau begitu kembalikan [Sacred Gear] miliknya!"

Aku berteriak padanya, tetapi Reynalle hanya tertawa.

"Tidak mungkin aku mengembalikannya. Aku bahkan sampai berbohong pada atasanku untuk memperolehnya. Aku juga akan membunuhmu untuk menghilangkan semua bukti."

".....Sialan. Kamu sama sekali tidak mirip dengan Yuma-chan yang aku ingat."

Mendengar itu, Reynalle tertawa keras.

"Fufufu, Waktu yang kuhabiskan bersamamu sangat menyenangkan."

"....Padahal kamu adalah pacar pertamaku."

"Ya, melihatmu aku jadi merasa gemas. Senang sekali rasanya bermain-main dengan laki-laki yang sama sekali buta akan perempuan."

".....Padahal aku sungguh serius akan menjagamu."

"Fufufu. Ya, kamu memang menjagaku. Ketika aku dalam masalah, kamu segera membelaku dan memastikan aku tidak terluka. Padahal, tahukah kamu kalau aku sengaja melakukannya? Karena lucu sekali melihat wajahmu yang kebingungan."

".....Padahal aku telah merencanakan dengan baik kencan pertama kita. Untuk memastikannya agar jadi kencan yang hebat."

"Ahahaha! Iya, kamu benar! Itu memang kencan yang hebat! Karena itu, aku sampai jadi bosan!"

"....Yuma-chan."

"Dan akhirnya, aku memutuskan untuk membunuhmu. Indah bukan? Bagaimana menurutmu, Ise-kun?"

Kemarahanku telah melewati batasnya. Aku berteriak marah padanya:

"Reynalleeee!!"

"Ahahaha! Aku tidak ingin bocah busuk sepertimu memanggil namaku!"

Reynalle menghinaku. Aku marah sekali sampai-sampai rasanya jantungku menjadi warna hitam. Aku tidak pernah menemui orang seberengsek dia selama hidupku. Dialah yang seharusnya pantas disebut "Iblis".

"Hyoudou-kun! Formasi kita kurang menguntungkan kalau sambil membawa perempuan itu! Segera naiklah keatas! Kami akan membukakan jalan untukmu!"

Kiba mengatakannya sambil mengalahkan para pendeta. Dia benar. Masih ada banyak pendeta yang tersisa, jadi melawan [Da-Tenshi] sambil melindungi Asia akan sulit. Aku menatap tajam Reynalle, kemudian merapatkan gendongannku dan meninggalkan tempat itu.

"Koneko-chan kita bukakan jalan untuk Hyoudou-kun!"

".....Siap."

Mereka berdua mulai menghbisi para pendeta yang ingin menghalangiku. Berkat bantuan mereka, aku bisa mencapai pintu masuk ruangan ritual.

"Kiba! Koneko-chan!"

"Pergilah duluan! Kami akan menangani yang disini!"

"......Cepatlah pergi."

"Tapi!"

"Pergilah!"

Sialan! Kiba! Koneko-chan! Kalian benar-benar keren! Tetapi sekarang aku harus mengandalkan mereka. Senior Iblisku tidak akan mati ditempat seperti ini!

"Kiba! Koneko-chan! Kalau kita sudah kembali, kalian harus memanggilku "Ise"! Harus! Karena kita adalah teman!"

Itulah yang kukatakan pada mereka. Aku rasa aku sempat melihat mereka tersenyum. Aku segera meninggalkan ruangan itu dan menuju ke lorong.

Aku menaiki tangga sambil membawa Asia, aku keluar ke ruang-kudus. Ada yang tidak beres dengan Asia. Wajahnya pucat pasi. Aku membaringkannya di salah satu bangku.

"Bertahanlah sebentar! Sebentar lagi kamu akan bebas, Asia! Sebentar lagi kamu bisa bermain denganku lagi!"

Asia tersenyum mendengar perkataanku. Dia menggelengkan kepalanya. Aku tidak merasakan sedikitpun tenaga atau kehangatan dari tangannya.

"......Saya......Senang sekali.....Karena akhirnya.....Mempunyai teman.....Walaupun cuma sebentar........"

Asia tetap tersenyum walaupun aku tahu dia kesakitan.

".......Kalau saya bisa terlahir kembali........Maukah Ise-san menjadi temanku lagi........"

"Bicara apa kamu....!? Jangan bicara seperti itu! Mari kita pergi bersenang-senang! Aku akan menyeretmu kalaupun kamu tidak mau! Kita akan pergi ke karaoke! Game Center! Juga bermain bowling! Juga kebanyak tempat lainnya! Ke sana! Dan kesini....!"

Air mataku tidak bisa berhenti mengalir. Padahal seharusnya aku berbicara padanya sambil tersenyum. Aku tahu. Aku sudah mengerti. Perempuan ini sekarat. Dia akan mati. Tetapi, walapun begitu, aku tidak ingin mempercayainya. Ini pasti gurauan.....

"Kita adalah teman! Selamanya! Oh iya! Aku akan mengenalkanmu dengan Motohama dan Matsuda! Mereka memang sedikit mesum tetapi mereka berdua orang baik! Mereka pasti bisa menjadi temanmu! Pasti! Kita akan bersenang-senang bersama! Sebanyak kita mau!"

".....Kalau Saya terlahir di negeri ini........Dan bisa sekolah di sekolahan yang sama dengan Ise-san......."

"Mari! Mari datang kesekolahku!"

Tangan Asia membelai pipiku.

"Ise-san bahkan menangis untuk seseorang seperti aku.......Sekarang.......Saya......Bisa......."

Tangannya yang membelai pipiku jatuh perlahan.

".........Terima kasih........"

Itulah kata-kata terakhirnya.

Dia meninggal dengan tersenyum. Aku kehilangan kekuatanku. Aku berdiri diam disana memandang wajahnya. Air mataku tidak bisa berhenti mengalir. Mengapa? Mengapa perempuan ini harus mati? Padahal dia perempuan baik. Perempuan baik yang rela menyembukan siapa saja yang terluka. Mengapa tidak ada yang mau berteman dengannya? Mengapa aku tidak pernah ada disisinya?

"hey [Kami]? Kamu ada disini kan? Ada iblis dan [Tenshi], jadi kamu juga ada kan? Kamu melihat kami kan? Kamu melihat semua ini kan!?"

Aku berteriak ke atap gereja. Aku tidak tahu siapa yang akan menjawab. tetapi aku harus berteriak ke langit.

"Aku mohon jangan ambil nyawa perempuan ini!? Aku mohon! Dia sama sekali tidak bersalah! Dia hanya menginginkan teman! Aku akan menjadi temannya selamanya! Aku cuma ingin perempuan ini tersenyum selamanya! Tolonglah, [Kami]!

Walapun aku beteriak ke langit, tidak ada jawaban satupun.

"Apakah semua ini terjadi karena aku telah menjadi Iblis!? Apakah engkau meninggalkannya karena aku menjadi temannya!?"

Aku merapatkan gigiku! Aku lemah sekali. Aku sama sekali tidak berdaya. Kalau saja aku punya kekuatan sediki sebagai seorang iblis..... Kalau saja aku punya kekuatan untuk menyelamatkan Asia.....Tetapi walaupun aku menyesalinya sekarang, Asia tidak akan pernah tersenyum kembali.

"Hah? Ada seorang Iblis sujud di tempat seperti ini? Apakah kamu berdoa memohon sesuatu?"

Suara yang kudengar dari belakangku adalah Reynalle. Keitka aku berbalik [Da-Tenshi] itu tersenyum padaku.

"Coba lihat ini. Ini luka yang disebabkan dari pemuda "Bidak Kuda" itu ketika aku naik kemari."

Reynalle meletakkan tangannya kelukanya. Cahaya hijau muda menyembuhkan luka itu.

"Lihat. Menakjubkan bukan? Aku bisa menyembuhkan luka apapun. Bagi kami para [Da-Tenshi], yang kehilangan perlindungan [Kami], kekuatan anak itu adalah hadiah istimewa."

Oy. Cahaya itu adalah milik Asia. Mengapa kamu yang memakainya? Apakah Kiba dan Koneko-chan tidak apa-apa? Aku jadi khawatir.

"Seorang [Da-Tenshi] yang bisa menyembukan [Da-Tenshi] lainnya. Pangkatku akan naik. Aku bisa membantu mereka. Tuan Azazael-sama dan Samyaza-sama yang agung! Tidak ada yang lebih hebat dari ini! Aaaah, Tuan Azazel-sama......Seluruh kekuatanku adalah milikmu....."

"Aku tidak peduli."

Aku menatap Reynalle dengan amarah.

"Aku tidak peduli tentang semua itu. [Da-Tenshi], [Kami], ataupun Iblis......Semua itu tidak ada hubungannya dengan perempuan ini.

"Tidak, tentu saja ada hubungannya. Karena dia adalah manusia terpilih yang memiliki [Sacred Gear]."

"...Walaupun begitu, seharusnya dia dapat hidup tenang. Dia seharusnya bisa hidup normal!"

"Tidak mungkin. Mereka yang memiliki [Sacred Gear] unik akan dikucilkan oleh dunia. Karena mereka memiliki kekuatan yang besar. Karena mereka memilik kekuatan yang unik dibandingkan dengan lainnya. Kamu juga tahu kalau manusia tidak menyukainya kan? Padahal ini adalah kekuatan yang menakjubkan."

"....Kalau begitu akulah yang akan melindungi Asia, sebagai temannya!"

"Ahahaha! Itu tidak mungkin! Karena dia sudah mati! Kamu tahu kalau dia sudah mati kan? Tidak ada gunanya lagi melindunginya atau tidak. Kamu telah gagal melindunginya! Kamu sungguh laki-laki yang aneh! Menarik sekali!"

"........Aku tahu. Karena itulah, aku tidak bisa memaafkan dirimu...... Dan juga diriku."

Aku tidak bisa memaafkan semuanya. Reynalle yang telah membunuh Asia, dan juga diriku sendiri yang tidak bisa melindunginya. Kemudian aku teringat kata-kata Buchou.

"Keinginan. Kekuatan [Sacred Gear] dipengaruhi oleh keinginan pemiliknya. Itu juga menentukan tingkat kekuatannya."

"Kembalikan."

"Meskipun kamu sudah menjadi iblis, hasratmu tidak hilang. Semakin besar keinginanmu, semakin besar respon [Sacred Gear]mu."

"Kembalikan Asia!!!!!"

[DRAGON BOOSTER!!]

[Sacred Gear] ditangan kiriku bereaksi dengan teriakanku. Permata di sarung tanganku bersinar. Dan tanda misterius muncul diatasnya. Dan disaat yang sama aku juga bisa merasakan suatu kekuatan mengalir dalam tubuhku. Dari lenganku mengalir sampai keseluruh tubuhku. Aku maju untuk meninju [Da-Tenshi] yang mencemoohku itu. Tetapi Reynalle dengan mudah menghindarinya saperti dia sedang berdansa.

"Aku akan menjelaskannya lagi agar orang bodoh sepertimu pun bisa mengerti. Singkatnya ini karena perbedaan kekuatan kita. Aku punya kekuatan sebesar 1000, sedangkan kamu hanya 1. Kamu tidak akan bisa melompati jurang pemisah kekuatan kita. Walaupun kamu menggunakan kekuatan [Sacred Gear] itu untuk menggandakan kekuatanmu, hasilnya cuma akan menjadi 2. Lalu bagaimana caranya kamu mau menang melawanku"!? Ahahahahaha!"

[BOOST!!]

Suara lain terdengar dari permata di lenganku. Tanda di permata pada sarung tanganku berubah dari [I] menjadi [II].

DEG

Ada perubahan lagi dalam tubuhku. Kekuatan baru..... Sesuatu untuk mengalahkan lawan didepanku ini.

"Aaaaaaaaaa!"

Aku maju lagi untuk meninjunya dengan kekuatan baruku. Padahal aku sudah menjadi "Bidak Benteng" dengan menggunakan [Promotion].

"Wow! Sepertinya kekuatanmu meningkat sedikit? Tetapi masih belum cukup!"

Pukulanku meleset lagi. Kemudian dari tangan Reynalle cahaya berkumpul dan membentuk suatu benda.

"Aku memasukan banyak energi ke dalam serangan ini! Terima ini!"

JLEB

Tombak cahaya itu menembus masuk kedua betis kakiku. Walaupun dengan atribut pertahanan "Bidak Benteng", aku tidak bisa menahannya.

"Guaaaaaaaaah!!"

Aku menjerit. Rasanya sakit yang luar biasa menjalar keseluruh tubuhku, Tetapi aku tidak boleh tumbang hanya karena hal seperti ini. Aku langsung mengenggam tombak cahaya itu.

CRESS

"Guaaaaaaah!"

Suara daging terbakar. Panas! Panas sekali! Apakah karena benda ini terbuat dari cahaya!? Tanganku langsung melepuh begitu memegang tombak itu. Dan asap keluar dari telapak tangan dan luka di betisku. Reynalle tertawa melihatku mencoba mencabut tombak itu.

"Ahahahaha! Seorang iblis mencoba mencabut tombak cahaya sungguh sangat bodoh! Bagi iblis cahaya adalah racun. Hanya dengan menyentuhnya tubuhmu akan terbakar. Itu adalah rasa sakit terhebat yang hanya bisa dirasakan Iblis! Iblis rendahan sepertimu....."

"Nugaaaaaaaah!"

Aku berteriak sekuat tenaga, dan mengenggam tombak itu lebih erat dan mencabutnya, sedikit demi sedikit. Kakiku sakit sekali karena tombak yang terbuat dari kekuatan cahaya itu. Aku sampai hampir kehilangan kesadaran. Rasa rasanya kalau aku tidak merapatkan erat gigiku aku akan mati. Tetapi aku tidak peduli! Memangnya kenapa!?

"Rasa sakit ini, tidak ada apa apanya dibandingkan dengan apa yang dialami Asia!!"

Aku mencabut sedikit demi sedikit tombak itu sampai air mata dan air liur keluar dari seluruh wajahku. Sakit. Sakit sekali!!!! Tetapi! Ini tidak ada apa apanya!

ZOOOM ZWESH

Dengan mengeluarkan suara buruk, tombak itu tercabut dari betisku. Setelah mencabutnya aku membuang tombak itu, tetapi tombak itu segera menghilang sebelum menyentuh lantai.

SPLASH

Setelah benda yang menutupi lubang di kakiku hilang, segera darah mengalir keluar dari lukaku. Walapun aku telah mencabut tombak itu, tetapi rasa sakitnya masih tertinggal.

[BOOST!!]

Walaupun aku tertusuk tombak cahaya dan sudah tidak bisa menyerang, sarung tangan ku masih mengeluarkan suara. Sakit. Sakit sekali. Aku mengangis dan ingus air liur keluar dari mulutku.

SLIP

Aku terjatuh dipantantku setelah kehilangan tenaga. Aku bahkan tidak punya tenaga untuk berdiri. Sialan, kakiku sudah tidak punya tenaga lagi, tidak seluruh tubuhku sudah kehabisan tenaga. Bukannya ini hal gawat?

"......Mengaggumkan. Iblis rendahan sepertimu bisa mencabut tombak cahaya buatan [Dat-tenshi]. Tetapi percuma saja. Kekuatan cahayaku tidak indah, tetapi sangat ampuh untuk membunuh Iblis. Kepekatan cahaya didalamnya sangat kuat. Begitu kuatnya sampai bisa digunakan sebagai pedang cahaya para pendeta. Terkena sekali maka akan sulit untuk disembuhkan. Bagi Iblis rendahan sepertimu, inilah batasnya. Fufufufu, kamu tidak boleh meremehkan luka karena kekuatan cahaya, lo? Khususnya buatanku."

Seperti biasa, dia mengatakan hal yang tidak kumengerti dengan panjang lebar.

"Cahaya itu akan menjalar keseluruh tubuhmu, dan melukai seluruh tubuhmu. Kalau kamu terlambat mengobatinya, kamu akan mati. Kamu cukup tangguh juga ya?"

Begitukah? Jadi bagi sampah yang baru menjadi Iblis sepertiku, luka ini mematikan ya? Sudah kuduga. Aku merasakan sakit diseluruh bagian dalam tubuhku. Ini bukan sakit karena dipukul, tetapi lebih parah.

Rasanya otot dan tulangku meleleh karena panasnya. Rasa akitnya langsung disalurkan ke syarafku, jadi kalau aku tidak konsentrasi sebentar, rasanya aku akan menjadi gila.

Mungkin aku akan mati kalau tidak segera mengobati lukaku. tetapi..... Aku tidak bisa terus duduk disini. Tetapi kakiku sama sekali sudah tidak mempunyai tenaga.

Sialan.

Apakah ini ajalku?

Kemudian aku menoleh ke Asia.

Asia yang terbaring tenang. Maaf kalau aku berisik. Ya, aku tidak apa-apa. Aku masih tidak apa-apa. Aku ini cukup kuat. Jadi tidak ada masalah. Lihat? Aku akan segera menuntaskan penyesalanmu yang tertinggal Asia.

"Disaat seperti ini, apakah seharusnya kita berda kepada [Kami]?"

Aku berbicara sesuatu tanpa kupikirkan.

"?"

Reynalle kelihatan bingung. Tetapi aku terus berbicara sendiri.

"Tetapi percuma saja. [Kami] tidak mendengarkanku tadi, dia juga tidak menolong perempuan baik hati seperti Asia. Hahahaha [Kami] yang tidak berguna."

"Bicara apa kamu? Apakah kepalamu sudah terbakar juga?"

"Kalau begitu, dia. Mungkin [Maou][22] mau mendengarkan doaku? Dia ada kan? Apakah dengkau mendengarkan? Aku ini juga Iblis, jadi maukah engau mendengarkan doaku?"

".....Anak ini sudah gila. Dia berbicara sendiri ditempat seperti ini."

"Aku akan menghajar sampah didepanku ini, jadi bisakah engkau membuat agar tidak ada yang akan menghalangi? Aku benar-benar tidak ingin diganggu siapapun. Aku juga tidak butuh bantuan. Aku akan melakukannya sendiri. Dan kakiku juga masih tidak apa-apa. Aku akan bangkit dengan tenagaku sendiri. Jadi aku mohon jadikanlah ini pertarungan satu lawan satu. Aku rasa aku bisa melupakan rasa sakitku dengan amarahku. Cukup satu pukulan saja OK? Buatlah aku berhasil memukulnya....."

Kakiku bergerak. Kakiku sudah mati rasa. Menggerakkannya sedikit saja sudah membuatku merasa amat kesakitan. Tetapi kakiku masih bergerak. Pantatku terangkat sedikit dari lantai. Tubuhku bergetar tiada henti. Tetapi, tubuhku masih berusaha untuk bangkit, sedikit demi sedikit. Sakit sekali. Seluruh tubuhku kesakitan. Tetapi tubuhku masih bisa bergerak. Aku cuma perlu menahan ini sampai berhasil memukulnya sekali.

".....! Tidak mungkin! Tubuhmu seharusnya sudah tidak bisa bergerak lagi! Karena pengaruh kekuatan cahaya......?"

Aku mendekati Reynalle yang memasang wajah terkejut. Akhirnya aku bangkit sepenuhnya. Aku tepat didepan matana. Dengan kakiku yang gemetar dan banyak darah keluar dari lukaku.

"Hey, mantanku. Aku mengalami banyak hal buruk karenamu."

".....Tidak mungkin kamu masih bisa berdiri! Iblis rendahan tidak akan sanggup bertahan dari serangan itu! Bukankan kekuatan cahaya seharusnya membakar bagian dalam tubuhmu!? Iblis rendahan yang tidak punya kemampuan mengalahkan cahaya seharusnya tidak akan bisa menahannya!"

"Ya, rasanya memang sakit. Sakit sekali. Aku bahkan hampir kehilangan kesadaran. Tetapi aku masih bisa menahannya berkat kemarahanku padamu."

Aku menatap lawanku tampa berkedip. Pukulanku yang berikutnya adalah serangan terakhirku. Setelah melakukannya, aku pasti akan tumbang. Karena itu aku harus menyelesaikan semua ini dengan pukulanku terakhiru. Kali ini aku tidak boleh meleset.

"Hey, [Sacred Gear]. Kamu masih punya sisa kekuatan untuk meninju mahluk didepanku ini kan? Kalau begitu, mari kita selesaikan ini."

[EXPLOSION!!]

Suara yang muncul dari permata di sarung tanganku kali ini terdengar kuat. Permata itu bersinar terang. Cahaya yang sangat terang. Mataku sampai silau. Tetapi berbeda dengan cahaya milik [Da-Tenshi]. Cahaya ini tidak melukaiku tetapi justru membuatku tenang. Diselimuti cahaya ini aku bisa merasakan kekuatan mengalir didalam diriku. Mirip dengan cahaya milik Asia.

Jadi ada juga cahaya yang baik bagi Iblis. Aku maju kedepan. Darah memuncrat dari lukaku. Aku juga memuntahkan darah. Sepertinya kondisiku kritis sekali. Rasa sakit yang kurasakan diseluruh tubuhku sampai ke otakku.

Tetapi tidak apa-apa, karena aku masih bisa bergerak. Sarung tanganku masih penuh dengan kekuatan.

Ketika aku melawan Reynalle sore tadi, Aku ketakutan karena perbedaan kekuatan antara Reynalle dan diriku. Mungkin itu adalah insting Iblis didalam diriku yang memberitahu besarnya perbedaan kekuatan diantara kami.

Aku pikir aku tidak akan pernah bisa mengalahkannya. Tetapi sekarang berbeda. Kekuatan yag kudapatkan dari sarung tanganku besar sekali. Tetapi aku juga tahu satu hal, mungkin karena aku adalah pemilik [Sacred Gear] ini. Aku tahu kalau kekuatan ini bukan untuk waktu yang lama, cuma untuk sebentar saja. Kalau sudah kughunakan untuk menyerang musuhku, maka kekuatan ini akan habis.

Walaupun [Sacred Gear]ku tidak memberitahuku secara lisan, tetapi secara fisik dia memberitahuku. Aku bersiap untuk meninjunya. Aku tdak punya pengalaman berkelahi. Tetapi semua ini akan berakhir dengan satu pukulan ini. Sasaranku adalah sampah didepanku ini. Aku pasti akan memukulnya, kalu ini aku tidak akan luput.

Tidak mungkin. Apa ini.....? Hal seperti ini tidak mungkin terjadi...... [Sacred Gear] itu seharusnya cuma "[Twice Crtical]", [Sacred Gear] yang mengkali duakan kekuatan pemiliknya...... Tidak mungkin..... Kenapa kekuatanmu bisa melebihiku.....? Level kekuatan sihir yang kurasakan..... Gelombang kekuatan Iblis ini milik Iblis level pertengahan..... tidak... milik Iblis level tinggi......"

Kekuatanku setara dengan Iblis level tinggi? Apakah karena [Sacred Gear]ku? Huh? Bukannya fungsinya seharusnya untuk mengkali duakan kekuatanku? Satu-satunya Iblis level tinggi yang pernah kutemui hanya Buchou, jadi artinya kekuatanku setara dengan Buchou?

"Bohong! Ini semua bohong! Aku adalah [Da-Tenshi] dengan kekuatan penyembuhan! Aku menjadi mahluk perkasa dengan memperoleh "[Twilight Healing]" ini! Aku sudah punya hak untuk dicintai oleh tuan Azazel-sama! Aku tidak mungkin dikalahkan Iblis rendahan seperimu.....!"

Sekali lagi reynalle membuat tombak cahaya di kedua tangannya.

PING

Aku menepisnya dengan tinjuku. Tombak cahaya itu menghilang. Raut wajah Reynalle menjadi pucat pasi setelah melihatku mementalkan tombaknya.

"Tidak ...!"

Reynalle mengeluarkan sayap hitamnya dan bermaksud terbang. Apakah dia mencoba melarikan diri? Hei, sampai beberapa detik yang lalu kamu meremehkanku dan menertawaiku. Dan sekarang kamu mau melarikan diri segera setelah mengetahui kalau tidak bisa menang? Benar benar perempuan manja. Tapi aku tidak akan membiarkan dia melarikan diri. Enak saja!

TAP

Aku berlari kearah Reynalle pada saat dia mencoba terbang dan meraih lengannya. kecepatanku luar biasa. Kecepatan yang bahkan membuat [Da-tenshi] tidak sempat bereaksi. Lengan yang kupegang cukup ramping membuatnya tampak lemah. Aku menarik lengannya ke arahku. Aku tidak akan membiarkan dia lolos.

"Aku tidak akan membiarkanmu lolos, bodoh."

"Aku ini mahluk unggulan .....!"

"Terbanglah kamu! [Tenshi] sialan!"

"Dasar kau! Iblis rendahan!"

"Oryaaaaa!"

Sarung tanganku meledakkan semua energinya. Seluruh kekuatanku di lengan kiriku terpusat di tinjuku. Dan dengan tinju itu aku meninju telak musuh yang kubenci.

BUAGH!

Pukulanku mengeluarkan suara keras. Kepalan tanganku tepat memukul wajahnya, dan dengan tinjuku aku juga mendorongnya terbang jauh! Reynalle terlempar mundur karenaku pukulanku.

BRUAK!

[Da-Tenshi] itu jatuh menabrak dinding dan mengeluarkan yang sangat keras. Dinding itu sampai hancur dan ada membuat lubang yang besar. Debu mulai menyebar di mana-mana. Setelah debu debu menghilang, tidak ada siapapun di arah dimana aku menerbangkan Reynalle. Lubang ditembik itu menghubungkan tempat ini dengan halamn luar geraja tempat Reynalle terkulai ditanah. Dia tidak bergerak lagi. Aku tidak tahu apakah dia sudah mati tapi dia tidak akan bisa bergerak untuk sementara waktu. Akhirnya aku berhasil membalasnya.

"Rasakanlah itu."

Aku tersenyum dari lubuk hatiku. Pukulan tadi rasanya begitu nyaman. Namun segera setelah itu, aku menangis lagi.

".....Asia"

Dia tidak akan pernah tersenyum lagi.

Ketika aku hampir pingsan setelah memukul sang [Da-Tenshi]......

TAP

Seseorang menopang tubuhku. Ternyata dia adalah Kiba.

Kerja hebat. Kamu benar-benar bisa mengalahkan [Da-Tenshi].

Kiba tersenyum padaku sambil menopang tubuhku. Bahkan Kiba juga kelihatan berantakan.

"Yo, kamu terlambat Casanova."

"Hahaha, Buchou menyuruhku agar tidak mengganggu."

Buchou?

"Ya. Karena aku yakin kamu bisa menglahkan [Da-Tenshi] Reynalle sendirian."

Ketika aku berbalik, Tampak Rias Buchou berjalan mendekatiku sambil tersenyum.

"Buchou? Dari mana datangnya buchou?"

"Dari ruang bawah tanah. Aku sudah menyelesaikan sedikit urusan disana, jadi aku menggunakan lingkaran sihir untuk berpindah kemari. Tegang juga rasanya pertama kalinya berpindah ke gereja."

Buchou menghela nafas sambil berbicara padaku. Jadi itulah sebabnya dia datang dari tangga bersama Kiba dan yang lain. Kalau begitu semua [Eksorsis] sudah diakahkan. Kalau Buchou yang jadi lawan mereka, mereka tidak akan bisa menang. Kemudian Koneko-chan berjalan melewatiku. Mau kemana dia? Kemudian Buchou berdiri didepanku.

"Jadi kam berhasil menang."

"......Hahaha, dengan satu atau lain cara."

"Fufufu, Bagus sekali. Memang begitulah seharusnya pelayanku."

Buchou menyentuh hidungku.

"Ara. Gereja ini jadi berantakan. Apakah tidak ini apa-apa buchou?"

Akeno-san memasang wajah khawatir.

"......Memangnya kenapa?"

Aku bertanya kepada Buchou.

"Gereja adalah milik [Kami] atau agama yang berkaitan dengannya, tetapi ada juga kasus seperti ini dimana gereja malah dipakai oleh [Da-Tenshi]. Kalau para Iblis sampai merusak gereja, kita bisa dikejar kejar para pembunuh untuk membalas dendam."

......Serius nih?

"Tetapi kali ini tidak akan begitu."

"Mengapa?"

"Gereja ini sudah ditinggalkan. Jadi kelompok [Da-Tenshi] datang kemari dan menggunakan tempa ini sesukanya. Dan kebetulan saja kita bertarung ditempat ini. Jadi kita tidak benar benar masuk ke markas musuh untuk mengajak perang. Ini cuma pertikaian kecil antara [Da-Tenshi] dan Iblis. Dan hal ini sering terjadi dimana saja dan kapan saja. Begitulah."

Begitu ya...

"Buchou, aku seudah membawanya."

Koneko-chan muncul dan terdengar suara seperti dia menyeret sesuatu. Dia muncul dari balik tembok yang berlubang, dan menyeret sayap hitam Reynalle. Koneko-chan menyeret Reynalle yang pingsan karena kupukul terbang. Dia bilang "membawanya"..... Seperti biasa Koneko-chan menggunakan kata yang aneh untuk seorang perempuan pendiam.

"Terima kasih Koneko. Sekarang, Akeno, bangunkan dia."

"Siap."

Akeno-san mengangkat lengannya. Kemudian air muncul di udara. Apakah itu kekuatan sihir? Akeno-san menjatuhkan air buatannya itu ke atas Reynalle.

SPLASH

"Uhuk! Uhuk!"

Reynale batuk-batuk setelah disiram air. Dia bangun dan membuka matanya. Buchou memangdanginya.

"Apa kabar, [Da-tenshi], Reynalle?"

".......Kamu, anak dari keluarga Gremory.......?"

"Halo, namaku Rias Gremory. Aku adalah penerus keluarga Gremory. Walaupun untuk waktu yang singkat, senang berkenalan denganmu."

Buchou menyalaminya dengan senyuman, tetapi Reynalle menatap tajam padanya. Kemudian dia terseyum.

".....Kalian pikir sudah mengalahkanku? Sayang sekali. Walaupun rencana ini dirahasiakan dari para pimpinan, tetapi bersamaku ada [Da-Tenshi] lainnya. Kalau aku dalam bahaya mereka akan....."

"Mereka tidak akan datang menolong."

Buchou langsung menepis kata-kata Reynalle.

"Karena aku telah membasmi tiga [Da-Tenshi] lainnya, Calawana, Donnasiege, dan Mitelt."

"Bohong!"

Reynalle menolak kata-kata Buchou sambil duduk tegak. Kemudian Buchou mengeluarkan tiga bulu hitam.

"Ini sisa bulu mereka bertiga. Kamu bisa langsung mengenalinya karena kalian sejenis bukan?"

Harapan Reynalle hancur setelah melihat bulu-bulu itu. Sepertinya Buchou mengatakan hal yang sesungguhnya.

"Aku langsung menyadari kalau beberapa [Da-Tenshi] sedang merencanakan sesuatu dikota ini, pada saat bertemu dengan Donnasiege, [Da-Tenshi] yang menyerang Ise. tetapi aku tidak menutup mata karena aku pikir itu adalah rencana yang melibatkan seluruh [Da-Tenshi]. Bahkan akupun tidak akan sebodoh itu untuk melawan seluruh [Da-Tenshi]. Tetapi aku juge mendengar kalau mereka bergerak sembunyi-sembunyi jadi aku langsung bertanya pada mereka, bersama Akeno. Ketika bertemu mereka, bereka langsung mengatakan rencana mereka. Dengan membantumu, mereka berharap status mereka akan naik. Rendahan yang bergerak sembunyi-sembunyi biasanya suka menyombongkan rencana mereka."

Buchou tersenyum. Reynalle menjadi frustasi dan menggigit bibirnya.

"Mereka meremehkanku hanya karena yang mendatangi mereka adalah dua orang perempuan. Jadi aku meminta hadiah perpisahan. Fufufufu, mereka langsung menceritakannya tampa tahu siapa yang akan pergi mati. Benar-benar gerombolan [Da-Tenshi] yang bodoh. Dengan membantumu, itu berarti mereka juga adalah rendahan."

Jadi itu, "urusan" yang Buchou selesaikan. Dia mengalahkan [Da-Tenshi] lainnya. Buchou memikirkan keseluruhan insiden ini juga. Tanpa mengetahuinya, aku mengatakan hal buruk tentangnya. Sialan. Aku jadi ingin menangis.

"Sekali terkena serangannya tidak akan ada yang tersisa dari mereka. Putri bangsawan yang memilik kekuatan "Penghancur". Buchou adalah Iblis kuat yang disebut juga sebagai jenius diantara para Iblis muda."

Kiba berkomentar menyombongkan tuannya.

"Kamu tidak tahu tahu? Salah satu julukan Buchou adalah "Si Putri Kehancuran Berambut Merah Darah", itulah lawan yang kamu tantang."

Akeno-san mengatakannya sambil tersenyum. Pu...Putri Kehancuran..... Julukan yang mneyeramkan..... Kalau begitu aku adalah salah satu anggota Kelompok Putri Kehancuran Berambut merah Darah. Wow.... Mengerikan.... Buchou melihat lenganku. Sepertinya dia memeriksa sarung tanganku.

"...Naga merah. Sebelumnya tanda ini tidak ada.... Jadi begitu....."

Sepertinya Buchou terkejut.

"Sekarang aku tahu alasan utama kekalahanmu [Da-Tenshi]."

Buchou mengatakan hal itu dengan suara rendah.

"[Da-Tenshi] Reynalle. [Sacred Gear] anak ini, Hyoudou Issei bukanlah [Sacred Gear] biasa. Inilah alasan kamu kalah."

Reynalle tidak mengerti apa yang Buchou bicarakan.

"Sarung Tangan Raja Naga Merah, [Boosted Gear]. Ini adalah [Sacred Gear] yang terlangka dari yang terlangka. Tanda Naga merah di sarung tangan ini adalah buktinya. Kamu juga pernah mendengar ini bukan?"

Reynalle terkejut mendengar perkataan buchou.

"[Boosted Gear].... Salah satu dari 13 [Longinus], Kemampuan untuk melampui [Maou] ataupun [Kami] dalam satu rentang waktu... [Sacred Gear] terkutuk itu dimiliki anak itu!?"

"Menurut legenda, kemampuan [Sacred Gear] ini adalh menggandakan kekuatan pemiliknya setiap sepiluh detik. Walaupun kekuatannya berawal dari 1, jika terus dikalikan dua setiap sepuluh detik, pasti akan melampaui level pimpinan [Da-Tenshi] dan Iblis level tinggi sekalipun. Kalau bisa menguasai [Sacred Gear] ini, dia bahkan bisa mengalahkan [Kami]."

Serius nih Buchou!? Aku bisa mengalahkan [Kami]!? ....Itulah kekmampuan [Sacred Gear]ku... Ada tanda naga merah terukir di sarung-tanganku. Jadi itulah sebabnya benda ini terus mengeluarkan suara "BOOST, BOOST", karena benda ini menggandakan kekuatanku. [Sacred Gear] yang kuat.... Aku memandangi [Sacred Gear] di tangan kiriku. [Boosted Gear]. [Sacred Gear] milikku. [Sacred Gear] yang luar biasa.

Kalau begitu aku bisa mengukir legenda sebagai Iblis?

"Tetapi walaupun itu adalah [Sacred Gear] yang kuat, ada resiko besar menggunakannya. Tidak akan ada lawan yang mau menunggu sampai pemakainya menjadi semakin kuat. Karena kamu meremehkannya inilah hasilnya."

Nnnn! Benar juga kata Buchou. Tidak akan ada lawan yang mau menungguku sampai bertambah kuat. Jadi meskipun kuat, [Sacred Gear]ku masih punya kelemahan.

Buchou mendekatiku. Rambut merahnya harum sekali.

PAT PAT.

Buchou mengelus kepalaku.

"Tetapi menarik sekali. Memang beginilah seharusnya pelayanku. Ise benar-benar anak yang menarik sesuai dugaanku. Fufufu, mulai sekarang aku akan lebih memanjakanmu lagi."

Buchou tersenyum padaku. Senyum yang hangat, tetapi agak menakutkan.

"Buchou?"

"Ada apa?"

Buchou tersenyum tetapi aku merasa bersalah jadi aku menundukan kepalaku.

"Maafkan aku. Aku mengatakan kalau aku akan menyelamatkan Asia dan juga mengatakan hal-hal buruk tentangmu karena tidak mau membantu.... Tetapi ternyata Buchou juga bekerja.... Dan aku...."

Aku sunggu menyesal. Aku mengira Buchou adalah Iblis berhati es. Jadi aku terus mengumpatinya. Aku harus menunjukan betapa menyesal nya aku. Tetapi Buchou masih mengelus kepalaku. Aku langsung menangis. Ya, karena aku gagal mencapai tujuanku datang kemari.

"Buchou....Aku....Gagal....Menyelamatkan Asia....."

"Tidak perlu menangis. Tidak akan ad yang menyalahkanmu setelah melihat semua ini."

"Tetapi aku..."

Buchou menyeka air mataku dengan jarinya.

"Tidak apa-apa. kamu memang masih belum berpengalaman sebagai Iblis. Karena itu, jadilah lebih kuat. Mulai sekarang aku akan membuatmu bekerja lebih keras, Ise Bidak Pionku."

"Ya."

Aku akan bekerja keras. Aku pasti akan menjadi lebih kuat. Aku janji.

"Sekarang mari kita selesaikan urusan ini."

Mata buchou mejadi tajam dan kejam. Buchou mendekati Reynalle. Dia langsung menjadi takut.

"Sekarang kamu harus musnah. Nona [Da-Tenshi]-san."

Kalimat yang dingin dan penuh hawa membunuh.

"Tentu saja, [Sacred Gear] itu juga akan aku ambil."

"Jangan bercanda!? Kekuatan penyembuhan ini adalah untuk tuan Azazel-sama dan Samyaza-sama...."

"Hidup demi cinta memang sungguh indah. Tetapi kamu terlalu kotor untuk itu. Kamu tidak elegan. Dan aku tidak suka."

Buchou mengarahkan tangannya ke arah Reynalle. Sepertinya dia akan membunuhnya dengan satu serangan.

"Wah wah..."

Muncul bayangan dari balik tembok yang berlubang. Pendeta Freed Selzan. Si pendeta berengsek! Dia sebelumnya melarikan diri dan kembali!

"Wow! Atasanku dalam bahaya! Apa yang akan terjadi selanjutnya!?"

Reynalle langsung berteriak ke arah pendeta itu:

"Cepat tolong aku, aku akan memberimu hadiah nanti!"

Freed tersenyum jahat.

"Hmmm. Hmmm. Aku diperintah oleh [Da-Tenshi] cantik. Huh? Jadi kamu bisa mengijinkanku berhubungan sex denganmu? Bagiku berhubungan sex dengan [Da-Tenshi] adalah penghargaan terbesar. Derajatku akan naik."

"Ku...Jangan banyak bergurau dan selamatkan aku!"

Wajah Reynalle penuh dengan amarah. Seertinya dia sangat panik. Tidak dia memang panik. Dia mungkin berpikir kalau manusia tidak akan menghianatinya.

"Ararararara, Kamu tahu kan kalau aku serius..... Maksudku, ayolah hal kecil seperti itu tidak apa-apa kan, nona [Da-Tenshi]? Jadi kamu tidak mau? Kalau begitu aku akan pergi sekarang. Dilihat bagaimapu, posisiku tidak menguntungkan disini, jadi aku mundur saja."

Freed mengatakannya dengan nada aneh dan memutar-mutar tubuhnya.


"Kamu itu pendeta bukan!? Sudah seharusnya kamu menolongku! Aku ini [Da-Tenshi]...."

"Aku tidak butuh atasan yang kalah dari Iblis sampah, kamu memang cantik tetapi kurang perencanaan dan terlalu keras kepala. Kamu hanya bermanfaat sebagai bahan masturbasi saja. Jadi mati sajalah. Seorang [Da-Tenshi] yang ditinggalkan [Kami] tidak akan pergi ke surga ataupun neraka tetapi kembali ketiadaan. Mungkin satu pengalaman musnah akan membantumu belajar? Oh itu tidak mungkin ya? Karena tidak akan ada yang tersisa lagi darimu. Jadi tidak mungkin, hahahaha. Namaidabu[23]. Eh maaf itu budha kan? Padahal aku ini mantan Kristiani! Nakal sekali aku! Hahahaha!"

Setelah mengatakan itu dia mengalihkan pandangannya, seakan-akan tidak berminat lagi pada Reynalle. Dan Reynallepun menjadi depresei. Dia kelihatan kacau. Apakah ini [Da-Tenshi] yang menghimpun tenaga dan membuat kekacauan itu? Freed kemudian tersenyum padaku. Huh? Padaku?

Ise-kun, Ise-kun. Kamu punya kemampuan yang luar biasa. Aku jadi semakin tertarik padamu. Kamu sangat berharga untuk kubunuh. Kamu sekarang masuk di daftar "Lima Teratas Iblis Yang Ingin Kubunuh" jadi bersiaplah OK? Lain kali bertemu, kita akan bertarung romatis sampai mati, OK?

Aku jadi merinding mendengarnya. Dia tersenyum tetapi hawa membunuhnya terasa sekali. Tantangan untukku. Tidak, itu adalah pemberitahuan dimuka untuk membunuhku.

"Kalau begitu! Bay-bay! Ingatlah untuk menggosok gigi sebelum tidur!"

Freed menghilang dari tempat ini setelah melambaikan tangannya pada kami. Dia cepat sekali. Tetapi aku merasa kami masih akan bertemu kembali. Ini bukan sekadar firasat tetapi lebih buruk lagi.

"Wah, wah, Reynalle sang [Da-Tenshi] yang ditinggalkan anak buahnya. Kasihan sekali."

Kata-kata Buchou tidak mengandung sedikitpun rasa simpatik padanya. Reynalle mulai merinding. Aku mungkin masih merasa kasihan padanya karena dia pernah sebagai "Yuma-chan", mantan pacarku. Tetapi itu juga ternyata adalah bagian dari rencananya. Kemudian Reynalle memandang kearahku. Dia menunjukan matanya yang memelas.

"Ise-kun! Tolong selamatkan aku!"

Suaranya kembali lagi menjadi seperti Yuma-chan ketika masih menjadi pacarku.

"Iblis ini mau membunuhku! Aku masih mencintaimu! Aku sangat mencintaimu! Karena itu mari kita bersama mengalahkan Iblis ini!"

Reynalle bertingkah seperti Yuma-chan, dan memelas memintaku menolongnya sambil menangis. Aku jadi merasa bodoh sempat simpati padamu Yuma chan, tidak [Da-Tenshi] Reynalle.

"Selamat tinggal cinta pertamaku. Buchou, aku sudah tidak tahan lagi.... Tolong segera...."

Mendengar itu, dia langsung terdiam.

"....Beraninya menggoda pelayanku yang imut. Musnahlah."

BANG!

Bola sihir yang ditembakkan Buchou tidak menyisakan sedikitpun dari [Da-Tenshi] itu. Yang tertinggal di ruangan itu adalah bulu bulu hitam yang terbang di seluruh ruangan gereja dan perasaan aneh yang ada dalam dadaku.

"Selamat tinggal...."

Muncul cahaya kehijauan melayang. Itu adalah [Sacred Gear] milik Asia. [Sacred Gear] itu terlepas setelah Reynalle mati. Cahaya hangat itu menyinariku. Buchou mengambil cahaya itu ditangannya.

"Sekarang mari kita kembalikan ini ke Asia Argento-san."

"Tapi...Asia sudah....."

Asia sudah mati. Aku telah gagal menyelamatkannya. Padahal aku telah bersumpah akan menjaganya! Aku telah bersumpah akan menyelamatkannya! Walaupun aku bisa mengalahkan [Da-Tenshi], aku telah gagal menyelamatkannya. Jadi percuma saja aku datang kemari..... Tidak kalau berpikir begitu, berati aku juga mengecewakan teman temanku. Mereka bertarung demiku dan Asia. Padahal mereka tidak mendapat keuntungan apa-apa.

"...Buchou, semuanya, terima kasih telah bertarung demiku dan Asia. Tetapi meskipun begitu, meski dengan bantua kalian, Asia sudah...."

"Ise, menurutmu apa ini? "
Ise, menurutmu apa ini?

Buchou mengeluarkan sesuatu dari kantungnya. Warnanya merah.... Merah seperti darah. Itu adalah bidak catur yang berwarna seperti rambut Buchou.

"Apa itu?"

"Ise, ini adalah "Bidak Peluncur", salah satu bidak catur."

"Huh?"

Aku menjawab kata-kata Buchou dengan bingung.

"Aku lupa mengatakan kalau Iblis dengan gelar kebangsawanan memiliki total keseluruhan 15 bidak, yaitu 8 "Pion", 2 "Kuda", 2 "Peluncur", 2 "Benteng", dan 1 "Ratu". Sama seperti jumlah bidak dalam catur. Aku sudah punya satu peluncur tetapi masih ada satu lagi yang tersisa."

Buchou mendekati Asia sambil mengenggam bidak merah itu ditangannya. Buchou meletakkan "bidak pelnucur" merah itu diata dada Asia.

"Peran Bidak peluncur adalah mendukung anggota lain didalam grup. Kemampuan penyembuhan perempuan ini bisa sangat berguna sebagai Bidak Peluncur. Memang belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi aku akan mencoba menghidupkan Asia kembali sebagai Iblis."

Gelombang kekuatan sihir berwarna merah menyelimuti seluruh tubuh Buchou.

"Dalam namaku, Rias Gremory. Aku memerintahkanmu, Asia Argento. Aku, membangkitkanmu kembali ke tanah ini, sebagai pelayanku, dan terlahir kembali sebagai Iblis. Kamu, sebagai "Bidak Peluncur"ku, Dengan kehidupan barumu, Bangkitlah!"

Bidak merah itu bersinar dan masuk ketubuh Asia. Disaat yang sama juga, [Sacred Gear] milik Asia masuk juga kedalam tubuhnya. Kemudian Buchou menghentikan sihirnya setelah memastikan Bidak dan [Sacred Gear] itu telah masuk ke tubuh Asia. Kemdian Buchou menghela nafas. Aku hanya bisa memandanginya dengan penasaran. Setelah beberapa saat. Mata Asia terbuka. Air mataku tidak bisa berhenti mengalir setelah melihat Asia.

"Eh?"

Suara Asia. Suara yang kupikir sudah tidak akan kudengar lagi. Kemudian Buchou tersenyum padaku.

"Aku menghidupkannya karena aku menginginkan kekuatannya yang bisa menyembuhkan Iblis. Fufufu, Ise, mulai sekarang adalah tugasmu untuk menlindunginya. Karena sekarang kamu adalah Seniornya dalam hal Iblis."

Asia bangun, dan melihat sekeliling dan kemudian menatapku.

".....Ise-san?"

Aku langsung memeluk Asia yang kebingungan.

"Asia.... Mari kita pulang."

New Life[edit]

‘AYO BANGUN! SEMANGAT SEMANGAT!’

Aku bangun dari tempat tidurku setelah dibangunkan oleh "alarm bersuara seperti gadis tomboi". Aku menyetelnya satu jam lebih awal dari biasa. Aku harus berangkat ke ruang klub walaupun aku harus melukai mataku! Aku meninggalkan kamarku setelah mengenakan seragam.

"Oh, kau sudah datang."

Ketika aku sampai di ruang klub, hanya Buchou yang ada disana. Sekolah belum dimulai. Aku tiba disini lebih awal karena kemarin sore aku diberitahu bahwa kita akan mengadakan pertemuan pada pagi hari. Buchou duduk di sofa sembari meminum teh hijau.

"Selamat pagi, Buchou."

"Ya, selamat pagi. Tamapaknya kau mulai terbiasa dengan pagi hari."

"Ya, semua berkatmu."

Buchou kemudian melihat ke arah kakiku.

"Bagaimana dengan luka yang kau terima dari malaikat jahat?"

Pahaku tertembus tombak cahaya dari pertempuran beberapa hari yang lalu.

"Ya, sudah sembuh berkat kekuatan penyembuhan Asia."

Jawabku sambil tersenyum.

"Benarkah? Kekuatan penyembuhan gadis itu betul-betul luar biasa. Aku bisa mengerti kenapa seorang malaikat jahat begitu menginginkannya, bahkan sampai merahasiakan dari atasannya."

Aku duduk dikursi berhadapan dengan Buchou. Ada beberapa hal yang ingin kutanyakan padanya.

"Ummm Buchou? Jika jumlah bidak iblis sama dengan jumlah bidak pada catur, berarti sangat mungkin untuk mendapatkan 7 pion lainnya selain aku, kan? Jadi apakah akan datang hari dimana pion lain selain diriku datang bergabung?"

Ya. Seperti pada catur asli, ada 8 bidak pion. Jadi sangat mungkin untuk mendapatkan lebih banyak bidak pion selain diriku. Aku bertanya karena hal ini akan terjadi suatu hari nanti. Tapi Buchou menggelengkan kepalanya terhadap pertanyaanku.

"Tidak, satu-satunya "PION" yang akan aku miliki adalah Ise."

Huh? Haruskan aku senang mendengarnya? Apakah ini pernyataan cinta? Sesuatu seperti "Ise adalah satu-satunya ku mau" atau sesuatu seperti itu?

"Ketika mereinkarnasi manusia menjadi iblis kami menggunakan bidak iblis, dan pemakaian bidak iblis bisa bertambah tergantung dengan kemampuan orang yang akan dibangkitkan kembali."

......Jadi itu bukan pernyataan cinta......Huh? konsumsi bidak catur?

"Ada anggapan di dunia catur. Ster memiliki nilai yang setara dengan 9 pion. Benteng setara dengan 5 pion. Kuda (Knight) dan Gajah (Bishop) masing-masing memiliki nilai yang setara dengan 3 pion. Sama seperti itu, ada nilai-nilai standar yang juga berlaku untuk bidak iblis. Fenomena serupa juga terjadi pada orang-orang yang dibangkitkan kembali. Ada yang menghabiskan 2 bidak kuda untuk dibangkitkan, dan juga 2 bidak benteng untuk orang dengan kasus serupa. Dan lagi, harus ada kecocokan antara bidak. Kau tidak bisa menghabiskan 2 bidak yang berbeda untuk memberikan mereka peran yang berbeda, jadi sangat penting untuk mengatur bagaimana kau akan menggunakan bidak-bidak tersebut. Karena kau tidak akan mendapatkan bidak baru yang sama setalah kau menggunakannya."

"Apa hubungan hal itu denganku?"

"Ise, Aku menghabiskan semua bidak "PION" saat menghidupkanmu kembali. Jika tidak kulakukan, aku tidak dapat membuatmu menjadi iblis."

Semua!? Serius? Jadi aku bernilai seperti 8 bidak pion.

"Ketika aku tahu hal itu, Aku memutuskan untuk membuatmu menjadi pelayanku. Tapi aku tidak menemukan alasan mengapa kau menghabiskan 8 pion. Namun sekarang aku yakin. Gear suci yang dikatakan sangat hebat, salah satu dari 'Longinus', 'Boosted Gear'. Dan kau, Ise, yang memilikinya. Itulah alasan kau memiliki nilai yang sangat tinggi."

Aku melihat lengan kiriku. Pelindung tangan merah. kekuatan yang besar, yang menggandakan kekuatanku setiap 10 detik. Dikatakan bahwa aku bisa membunuh Tuhan, tergantung bagaimana caraku menggunakannya. Gear suci ini terlalu hebat untukku, tapi hal ini tak bisa dipungkiri, karena aku telah memilikinya.

"Ketika aku mencoba menghidupkanmu, bidak yang kumiliki hanyalah 1 kuda, 1 benteng, 1 gajah dan 8 pion. Untuk menjadikanmu pelayanku, aku hanya dapat menggunakan 8 bidak pion. Bidak yang lain tidak memiliki kekuatan untuk menghidupkanmu kembali. Tapi pada dasarnya, nilai dari sebuah "Pion" itu sendiri masih merupakan misteri. Juga karena adanya "Promosi". Itulah mengapa aku bertaruh pada kemungkinan itu. Sebagai hasilnya, kau adalah yang terbaik."

Buchou tersenyum gembira. Ia mengusap pipiku dengan jemarinya.

"Merah pekat dengan merah juga merupakan kombinasi yang cocok, 'Putri penghancur bermabut merah pekat' dan 'Pelindung tangan kaisar naga merah'. Ise, pertama-tama, cobalah berusaha menjadi 'Pion' terhebat. Jika itu kau, kau pasti akan dapat meraihnya. Karena kau adalah pelayanku yang menggemaskan."

"Pion" terhebat. Terdengar sangat hebat. Buchou mendekatkan wajahnya ketika aku sedang memikirkan kata-kata Buchou barusan. Dekat! Kau terlalu dekat Buchou! Kemudian bibir Buchou mengecup keningku.

"Itu untuk jimat keberuntungan. Jadilah lebih kuat, ok?"

Kecupan di kening...

Aku menjadi goyah karena apa yang terjadi barusan. Uoo. Uoooooooooooooooooo!! Sesuatu terjadi di dalam kepalaku! Aku sangat senang sekali sampai ingin menari! Oh man! Oh man! Ciuman pertamaku dari seorang gadis! Memang bukan di bibir atau di pipi, tapi tidak ada yang lebih membahagiakan selain ini! Aku hampir menangis saking senangnya! Aku berusaha lebih keras Buchou! Aku berjanji atas ciuman itu! Pasti!

"Aku mungkin harus berhenti mengagumimu sampai disini sekarang. Gadis baru itu akan cemburu terhadapku."

Cemburu? Apa yang Buchou maksud?

"Ise-san....?"

Terdengar suara dari belakangku. Aku tahu suara ini. Ketika aku menoleh aku mendapati gadis berambut pirang, Asia, yang mencoba untuk tersenyum.

"A...Asia?"

Huh? Apa ia marah? kenapa?

"Pasti karena..... Rias-Buchou sangat cantik, makanya Ise-san pun...... Tidak, tidak! Aku tidak boleh berpikir seperti itu! Oh Tuhan. Tolong maafkan hatiku yang penuh dosa."

Asia berdoa tapi kemudian ia berteriak "Ouch".

"Kepalaku sakit."

"Wajar saja. Jika iblis berdoa kepada Tuhan, tentu saja kau akan merasa sakit."

Ucap Buchou sewajarnya.

"Oh iya, ya...... Aku telah menjadi iblis. Aku tidak bisa memuja Tuhan lagi."

Asia terlihat sedikit bermasalah dengan hal itu. Tolong jangan pasang wajah sedih seperti itu, Asia.

"Apa kau menyesal?"

Tanya Buchou kepada Asia. Asia menggelengkan kepalanya.

"Tidak, terima kasih banyak. Aku sudah cukup senang jika bisa bersama dengan Ise, aku akan baik-baik saja walaupun aku sudah menjadi orang yang berbeda."

Wajahku mulai memerah karena malu atas jawaban Asia. Ummm, hal seperti ini membuatku senang. Sebagai laki-laki, itu adalah pujian terhebat. Buchou tersenyum setelah mendengar itu.

"Kalau begitu, berarti tidak apa-apa. Mulai hari ini kau akan menjadi pelayanku, dan aku akan membuatmu bekerja bersama Ise."

"Ya, aku akan melakukan yang terbaik."

Asia menjawab dengan sangat semangat. Pertama-tama ia harus membagikan selembaran, tapi aku penasaran apa ia akan baik-baik saja? Aku merasa cemas. Kemudian aku menyadari sesuatu yang berbeda dari Asia. Kenapa aku baru menyadarinya sekarang?

"Asia, seragam itu...?"

Ya, Asia mengenakan seragam sekolah tempatku. Seragam sekolah wanita 'Kuon'.

"Apa aku terlihat cocok dengan seragam ini?"

Dia bertanya kepadaku dengan malu. Tentu saja! Dewi lain telah turun ke sekolah kami! Aku sudah bisa mendengar para laki-laki di sekolah kami membicarakannya. Kau terlihat cantik!

"Ini saat yang terbaik! Ayo kita berfoto berdua."

"Umm, ya."

Ia merasa bermasalah dengan bagaimana ia harus bereaksi, tapi memang benar ia terlihat lucu dengan seragam itu. Aaaah, kehidupan sekolahku baru saja terasa menyenangkan.

"Aku telah mengatur agar Asia bisa sekolah disini. Karena ia terlihat seperti seumuran denganmu, berarti ia termasuk kelas 2 (tingkat SMA). Karena ini hari pertamanya disekolah, tolong pastikan kau membantunya ya."

Buchou berkata kepadaku. Apa kau serius? Kelasku? Asia akan sekelas denganku!?

"Mohon bantuanmu, Ise-san."

Asia menundukkan kepalanya. Aku mulai membayangkan Asia kukenalkan kepada Matsuda dan Motohama. Aku tidak dapat berhenti tertawa, membayangkan betapa akan cemburunya mereka kepadaku.

"Ya. Aku akan mengenalkanmu kepada kedua temanku."

"Ya, aku sudah tidak sabar lagi."

Fufufu, Matsuda dan Motohama, sepertinya aku semakin dekat dengan kedewasaan dibanding kalian berdua. Kehidupanku sebagai laki-laki tidak populer telah berakhir, teman!

Kiba, Koneko-chan dan Akeno-san pun datang ketika aku sedang membayangkan hal tersebut.

"Selamat pagi Buchou, Ise-kun, Asia-san."

"...... Selamat pagi Buchou, Ise-senpai, Asia-senpai."

"Bagaimana kabar kalian Buchou, Ise-kun, Asia-san?"

Semuanya menyapa kami. Semuanya memanggilku "Ise" dan mengakui Asia sebagai anggota klub ini. Bagus. Tidak ada yang lebih baik selain ini. Buchou berdiri.

"Karena semuanya telah ada disini, bisa kita mulai pestanya?"

Buchou menjentikkan jarinya setelah mengatakan hal itu. Kemudian muncul kue besar di atas meja. Apa ini juga sihir?

"Mungkin bagus juga kalau kadang-kadang kita kumpul di pagi hari untuk hal-hal seperti ini, ya? Karena kita punya anggota baru, aku membuat kue, jadi ayo kita makan."

Buchou berkata dengan malu-malu. Tapi kue buatan Buchou! Aku dengan senang akan memakannya! Buchou, pertama-tama aku akan berusaha menjadi "Pion" terhebat. Aku akan berusaha keras bersama Buchou, Asia, Kiba, Koneko-chan dan Akeno-san. Setelah berjanji kepada diriku sendiri, aku melakukan kuda-kuda kamehameha untuk memeriahkan suasana.


Kata Penutup[edit]

Bos Terakhir dari serial ini adalah "Raja Naga Kegelapan", Setan Hitam: yang menaruh dendam pada sang karakter utama. Serial ini akan ditutup dengan pertarungan sengit di mana sang karakter utama akan menggunakan jurus terbesarnya, "Chaos of Shot", dan sang Bos Terakhir menggunakan "Dark Breath Type 0". Kemudian sang Bos Terakhir akan dikalahkan. Pada akhirnya, karakter utama terbang sampai langit bersama tokoh utama perempuan menggapai cinta mereka. Begitulah akhir serial ini. Hahaha! sengaja membocorkannya bagi mereka yang membaca Kata Penutup pertama ini!


Semuanya bohong. Maaf. Tidak akan ada yang seperti itu dalam serial ini. Aku terbawa suasana karena ada orang-orang yang membaca Kata Penutup pertama. Tapi sekarang aku menyesal.


Halo saya Ishibumi Ichiei. Bagaimana meunrutmu tentang "High school DxD", atau disingkat "DXD"? Saya merasa gugup karena sudah dua tahun sejak saya terakhir menerbitkan buku baru. Begitu gugupnya sampai - sampai saya menulis awal Kata Penutup yang mencurigakan. Orang yang pertama kalinya membaca buku saya mungkin berpikir, "Ada yang salah dengan penulis ini? Oppai, oppai, oppai, oppai! Apakah dia berasal dari planet oppai? "!. Dan orang yang sudah membaca buku saya sebelumnya pasti akan berkomentar "Hah? Ini ditulis oleh penulis horor Ishibumi kan? Apa yang terjadi dengannya -oppai? ". Begitu banyak hal terjadi pada orang dewasa. Yah, anggap saja saya mengubah gaya penulisan saya untuk serial ini.


Kali ini, cerita akan menjadi sangat ramai dan erotis! Itu karena editor yang bertanggung jawab atas serial ini berkata, "Mari kita membuat karakter utama menjadi seorang pria bejat" ........ Sangat menyenangkan menulisnya! Saya juga bersenang-senang melakukannya. Karakter utama harem seri biasanya yang ganteng, atau orang dengan rasa keadilan yang kuat tetapi kurang ganteng. Itu sebabnya saya membuat karakter utama menjadi seorang pria yang suka anak perempuan dan benar-benar bodoh. Cerita ini juga ditulis dari sudut pandang Ise, saya membuatnya begitu senhingga pembaca akan berkomentar, "Tidak. Itu salah. Pikirkan sedikit. ". Ise memang tidak sepintar orang lain dan super bodoh, jadi harap menatapnya dengan mata hangat. Yah, sepertinya masih ada beberapa halaman lagi yang tersisa untuk Kata Penutup jadi saya akan berbicara tentang garis besar serial ini.


Genre cerita High school DxD adalah love-comedy/school/battle/fantasy dan tentang bagaimana Issei berkembang. Memang panjang tetapi yang sudah membacanya pasti jenis genre ini. Tokoh utamanya adalah Ise. Tokoh utama perempuannya adalah Rias-Buchou. Asia juga tokoh utama perempuan. Singkatnya, serial ini bercerita tentang tiga tokoh utama ini bersama Kiba, Koneko-chan dan Akeno-san membuat kekacauan. Anggota Klub Peneliti Ilmu-Gaib, Iblis Pelayan dari Rias Gremory, menjadikan Sekolah Kuou sebagai markas untuk melakukan pekerjaan Iblis mereka, berkomedi, melawan [Tenshi] dan [Da-Tenshi], dan bertemu dengan Monster dan Item legendaris! Itulah rencananya. Konsepnya adlah "Cinta, Mimpi, dan pertarungan adalah bagian dari masa muda."


Protagonisnya adalah Iblis dan [Tenshi], selama serial, nama nama dari mitos dan legenda akan bermunculan, tetapi serial ini ditulis tampa keterikatan. Dengan kata lain kejadian yang ditulis dalam kitab suci ataupun buku - buku non fiksi. hanya digunakan sebagai referensi oleh penulisnya, yaitu saya, yang menulisnya dengan bebas dengan cerita yang orisinil. Anggap saja kebanyakan yang terjadi berkaitan antara [Tenshi] dan Iblis cuma karangan semata dalam DxD. Tidak mungkin kan kata "Bidak Iblis" akan muncul di kitab suci. Perang antara Iblis, [Kami], dan [Da-Tenshi] telah berakhir ratusan tahun yang lalu, dan cerita disini seputar para Iblis dan [Tenshi]setelah perang. Dimulai dari ketika para [Tenshi] dan Iblis terkenal sudah meninggal. Sebenarnya saya juga punya beberapa ide lain seperti memasukan mitologi Norwegia dan dari Hantu jepang. Singkatnya setingnya adalah didunia yang segalanya mungkin terjadi.


Sa yakin ada beberapa dari kalian yang ragu ataupun berharap mengenai pelayan Rias Buchou setelah membaca jilid ini. Misalnya siapa sebenarnya Bidak peluncur Rias yang satunya? Saya sudah memutuskan kalau dia akan muncul nanti seraya cerita serial ini berjalan. Kemudian apakah posisi bidak yang lain akan terisi juga? Buchou masih mempunyai posisi 1 "Kuda", dan satu "Benteng" yang tersisa. Sama seperti "Bidak Peluncur", saya akan mengisinya kalau serial ini bisa berlanjut. Hah? Saya kurang jelas menjelaskannya? Tidak, tidak, saya sudah menyiapkan semuanya jadi saya hanya tinggal membutuhkan dukungan kalian semua. Diterbitkannya jilid 2 akan ditentukan oleh penjualan jilid 1, tetapi "High school DxD" akan semakin erotis seraya cerita berjalan. Yang terbanyak adalah Rias-Buchou dan Asia. Di jilid kedua saya berencana menulis bagian yang luarbiasa. Jadi tolong terus dukunganya jika kalian masih menantikan Oppai Buchou.


Sekarang ucapan terima kasih.


Untuk mantan editorku yang mengangkat pembicaraan ini padaku, tuan K-sama. dan editorku yang sekarang yang selalu disisiku, tuan H-sama. Terima kasih telah mengawasiku. Berkat kalian, "High school DxD" Bisa diterbitkan. Sekali lagi saya ucapkan Terima kasih banyak.


Untuk Miyama-zero-san yang menggambar ilustrasi. Terima kasih banyak untuk ilustrasinya yang bagus. Saya sangat tersentuh karena Rias-Buchou dan Asia bisa digambarkan tepat seperti yang kubayankan. Maaf telah membuat kalian sibuk dengan desain seragam dan kemunculan karakter ini.


Dan kepada penulis lainnya yang debut bersamaan dengan saya! Saya telah membuat kalian khawatir! Terima kasih telah menyemangatiku setiap kali kita minum - minum! Karena itulah saya bisa beraksi kembali!


Dan kepada teman - temanku! Maaf merepotkan kalian semua! Sekarang aku bisa menerbitkan bukuku! Terima kasih telah menyemangatiku sampai tahun lalu! Mari kita kapan - kapan makan bersama. Sampai disilah ucapan terima kasihku.


Terima kasih kepada bapak editor, para penulis, dan teman - temanku! Terima kasih banyak. Aku akan bekerja keras agar serial ini bisa terus berlanjut.



Oh iya, saya juga mempunyai blog, saya memulainya tahun lalu jadi silahkan berkunjung kapan saja. tetapi saya hanya membicarakan mengenai Pokemon dan Gundam..... Aku pikir baik juga kalau sekali kali saya membicarakan tentang DxD.


Blog Ichibumi Ichie : “イチブイ(Ichibui)”.

http://ishibumi.exblog.jp


Dan terakhir, ada sesuatu yang ingin saya sampaikan kepada seseorang. Hanya beberapa kalimat saja jadi maafkan saya.


Kepada mendiang ayahku yang telah tiada selama saya menyiapkan jilid 1 ini.


Ayah, saya telah menerbitkan bukuku dengan lancar. Maaf telah membuatmu khawatir.




Ishibumi Ichiei

Catatan Penerjemah dan Referensi[edit]

  1. "Bishoujo" Perempuan Cantik tokoh dalam Galge (Girl Game), disini mereka bingung jangan-jangan Issei berhayal salah satu tokoh dalam game tersebut menyatakan cintanya didunia nyata.
  2. "Tsundere": Tsun-Tsun lalu Dere-Dere, marah-marah tapi suka.
  3. "Cosplay": Costume Play, memakai kostum buatan sendiri dari tokoh karakter anime/manga/game sebagai hobi
  4. "Exiled": Yang diasingkan
  5. "Da-Tenshi": Fallen Angel, Malaikat yang jatuh
  6. "Yandere": Dere-Dere (Love affectionous) namun juga Psikopat dan over posesif
  7. "Senpai": Senior
  8. "Oka-sama": Panggilan hormat terhadap ibu.
  9. "Otou-sama": Panggilan hormat terhadap ayah.
  10. "Kouhai": Junior
  11. "Onee-sama": Panggilan hormat terhadap perempuan yang lebih tua.
  12. "Buchou": Ketua klub, panggilan lainnya kepada Rias
  13. "Kami": Secara literal Tuhan, disini kami gunakan kata "Kami"
  14. "Yuri": Lesbian
  15. "Tsukaima": Familiar, budak, biasanya partner penyihir
  16. "Kasanova": Issei hanya secara ngawur membuat panggilan hinaan untuk Kiba
  17. "Hentai": dalam hal ini, orang aneh, orang mesum, bisa jadi penjahat
  18. "Ki": Tenaga dalam, tokoh Dragon Ball bisa merasakan ini walaupun tanpa Scouter
  19. "Eksorsis": Pemburu hantu/Iblis
  20. "Ex": Exiled, untuk Iblis ataupun Eksorsis yang terasingkan, kami tabahkan kata Ex
  21. "Uke" dan "Seme": Dalam BL (Boys Love), Uke adalah yang menerima, Seme yang menyerang
  22. Maou: Raja Iblis
  23. Salah satu mantra budha saat seseorang meninggal