High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 12 Life.-2

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Life -2 : Sahabat[edit]

Bagian 1[edit]

Saat ini larut malam. Kami berenam, Buchou, Akeno-san, Asia-san, Koneko-chan, Ravel-san, dan aku, sampai di lokasi yang tertulis pada memo yang Grayfia-san berikan pada kami. Setelah itu, aku memberitahu Buchou tentang hal hal yang kupelajari, dan aku bisa mengeluarkannya dari ruangan. Aku juga memberitahu apa yang Grayfia-sama katakan padaku pada anggota yang lain, dan aku entah bagaimana bisa membujuk mereka keluar juga. semua orang datang kemari bersamaku seolah mereka mengandalkan obat.

.......Kota ini berada di dunia manusia dan sekitar 8 stasiun jauhnya dari kota tempat kami tinggal. Sebuah bangunan terlantar yang terletak di luar kota yang sunyi dari masyarakat. Mereka bilang ini adalah salah satu persembunyian Ajuka Beelzebub di dunia manusia.

......Aku tak pernah membayangkan atau merasakan kalau dia akan berada disini. Dan tak akan jadi lelucon lucu kalau aku bisa memperkirakan jalan berpikir orang itu. kami mulai berjalan ke arah bangunan terlantar. Lobi di lantai pertama penuh oleh orang orang. Nampaknya banyak pria dan wanita yang saling mengobrol, terpisah dalam beberapa kelompok.

.......Mereka bukan Iblis. Itu karena aku tak merasakan sedikitpun kekuatan Iblis dari mereka, namun aku merasakan keanehan pada mereka. Semua orang di sini memiliki atmosfir yang orang orang dengan kekuatan unik miliki. Salah satu kelompok menyadari kehadiran kami, dan mereka mengeluarkan ponsel mereka dan mengarahkannya pada kami. Salah satu orang memasang wajah serius dan terkejut.

“........Orang orang itu Iblis. Dan ada apa dengan “peringkat” dan “level” gila ini.........”

Dengan kata katanya, semua orang dalam lobi mulai mengeluarkan ponsel mereka dan mengarahkannya pada kami.

.......Mata semua orang terpaku pada monitor ponsel mereka, dan mereka semua memasang ekspresi serius. Mereka menyadari kalau kami Iblis. Dan dari penilaianku, apa ponsel itu memiliki fungsi untuk mengukur kekuatan tertentu......? Lalu yang masuk dalam pikiranku adalah kepribadian Ajuka Beelzebub. Hobinya. Kudengar kalau, orang itu menciptakan “Game” di dunia manusia dan mengatur sebuah perusahaan. Apa semua ponsel itu adalah alat yang ada hubungannya dengan itu? kupikir mereka sudah menyadari siapa kami setelah memakainya.

.......Mendapat terlalu banyak perhatian tak terasa nyaman.....Kami harus secepatnya keluar dari sini dan menemukan Ajuka Beelzebub-sama. Kupikir mereka tak akan menyerang kami.......Saat aku merasakan hal itu, seseorang dengan aura yang sama muncul dari akhir lobi.

“Saya mohon maaf. Seperti kelihatannya, ini adalah salah satu “lobi” yang menjadi bagian industri Game.......”

Seorang wanita yang mengenakan jas. Aku bisa paham kalau dia berbeda dari yang lain.---Ia adalah Iblis. Ia menunjuk salah satu elevator setelah membungkukkan kepalanya pada kami.

“Ke arah sini.—Ajuka-sama tengah menunggu di atap.”



Kami sampai di atap dengan menggunakan elevator. Tempat dimana kami diantar oleh nona Iblis itu adalah kebun luas di atap bangunan. Terisi dengan tumbuh tumbuhan. Bukan hanya rumput dan bunga, namun juga ada pepohonan tumbuh. Ada juga air mancur. Mungkin karena sudah larut malam, namun angin terasa dingin. Hanya bulan yang menjadi sumber cahaya, namun bagi kami Iblis, kami bisa melihat jelas apa yang ada di atap ini. Nona itu membungkukkan kepalanya dan kemudian pergi.—kemudian di saat yang sama, seseorang berbicara pada kami.

“Kelompok Gremory. Tak pernah kusangka kalian akan datang sebagai kelompok.”

Saat aku melihat ke arah itu, terdapat sebuah kursi dan meja yang terletak di tengah tengah kebun. Ada seorang pria muda duduk di atas kursi. Seorang lelaki dengan ketampanan dan atmosfir misterius.

“Ajuka-sama.”

Buchou mengambil langkah ke depan dan memanggil nama pria itu. Ya. Orang ini adalah Ajuka Beelzebub-sama. Ajuka Beelzebub-sama berbicara setelah meletakkan cangkir teh di tangannya.

“Aku sudah dengar ceritanya. Sepertinya kalian terseret ke dalam persoalan serius. Bukan, kelihatannya itu bukan hal baru untuk kelompokmu. Kelompokmu terkenal karena sering menerima serbuan seperti itu.”

Buchou berjalan ke arah Ajuka-sama.

“Ada sesuatu yang saya ingin Ajuka-sama lihat.”

Buchou mencoba mengeluarkan evil piece Ise-kun dari dalam sakunya.

“Hou, sesuatu yang kau ingin aku lihat?---Tapi nampaknya itu akan terjadi nanti saja.”

Ajuka-sama memberi Buchou tanda untuk berhenti dengan tangannya kemudian menatap ke arah belakang kebun.

“Sepertinya kita punya tamu selain kalian.”

Dengan kata kata Maou-sama, kami juga menyadari kehadiran mereka. Orang orang yang ada selain kami di kebun ini. Orang orang yang muncul dari kegelapan adalah........para Iblis seperti kami.

“Tak pernah menduga kalau kau akan berada di tempat ini di dunia manusia, Maou peniru, Ajuka.”

......Ada beberapa orang yang memiliki aura berjumlah sangat tinggi. Aku bisa merasakan kalau mereka memiliki kekuatan selevel Iblis Kelas Tinggi atau lebih tinggi. Mereka cukup kuat. Aku juga tahu siapa mereka karena mereka memanggil Ajuka Beelzebub-sama sebagai “Maou Peniru”. Ajuka Beelzebub-sama memasang senyuman pahit.

“Kupikir itu adalah pesona dari golongan Maou lama sehingga bisa menebak siapa kalian hanya dengan mendengar ucapan kalian sekali.”

“Aku juga disini.”

Aku juga mendengar suara familiar dari dalam kegelapan. Seorang yang muncul adalah pemuda berambut putih, Siegfried. Khaos Brigade. Dia melirik kami dan menatap ke arah Maou-sama sekali lagi.

........Melihat itu, ada sesuatu yang mengalir dalam tubuhku........Aku berusaha keras untuk menekan hal itu........Belum. Aku masih belum bisa. Aku akan melepaskannya setelah ini.

“.......Seorang yang sudah membunuh “dia”.......”

Akeno-san yang berada di belakangku memancarkan hawa pembunuh yang bahkan lebih kuat. Aura berbahaya muncul dari tubuhnya. Hasratnya untuk bertarung meningkat setelah mengetahui siapa musuhnya. Tentu saja. Pada dasarnya mereka adalah orang orang yang harus kami balaskan dendam untuk Ise-kun. Para gadis di kelompok Gremory takkan patah semangat dan menurunkan hasrat membunuh mereka, saat orang yang bertanggung jawab tepat di hadapan mereka. Hanya Asia-san yang berlinang air mata sambil berkata dengan penyesalan “Kenapa Ise-san harus terlibat dalam persengketaan diantara pemerintahan Dunia Bawah.....?”.

......Asia-san. Kupikir dia akan masuk ke tempat berbahaya kalau dia mengetahui bahwa orang yang dia cintai dan anak anak Dunia Bawah berada dalam bahaya. Itulah Sekiryuutei, Hyodou Issei.

.......Namun ini terasa ganjil. Bukankah golongan Maou lama dan golongan Pahlawan seharusnya saling bermusuhan? Aku merasa curiga dengan kedua pasangan itu.

“Pertama kali menemuimu Ajuka Beelzebub. Aku Siegfried dari golongan Pahlawan. Dan orang orang disini adalah staf dari golongan Maou lama yang bekerjasama dengan golongan Pahlawan.”

Ajuka Beelzebub-sama disapa oleh Siegfried.......jadi ada anggota golongan Maou lama yang bersekutu dengan golongan Pahlawan. Benar benar organisasi yang rumit.

“Aku mengenalmu. Kau adalah mantan prajurit dari Gereja, betul Siegfried-kun? Namamu ada di peringkat top. Kau adalah ancaman bagi kami sebelum aliansi ketiga kekuatan besar. Kalau kuingat baik baik nama panggilanmu adalah Chaos-edge Sieg.---Jadi urusan apa yang kalian punya denganku? Aku sudah punya tamu seperti yang kau lihat. Jadi ayo katakan apa urusanmu.”

Maou-sama mempertanyakan dengan tenang sambil melipat tangannya di atas meja.......disamping Siegfried, para Iblis dari golongan Maou lama memancarkan aura permusuhan. Mereka berencana menyerang kalau Ajuka Beelzebub-sama mengucapkan satu patah kata yang mengganggu mereka. Meski orang ini masih bersikap dengan elegansi saat dia memahami situasi saat ini. Orang ini memiliki rasa percaya diri berbeda dari Sirzechs-sama.

“Tentang hal yang sudah kami tanyakan padamu sebelumnya.---Bagaimana kalau kita membuat aliansi Ajuba Beelzebub?”

-! Kami semua dibuat terkejut!

........Aku tak pernah menduga para teroris akan datang dan meminta aliansi dengan Beelzebub saat ini. Siegfried melanjutkan.

“Biarpun kau adalah bagian dari Yondai-Maou, kau memiliki ideologi yang berbeda dengan Sirzechs Lucifer dan kau juga memiliki kekuasaan sendiri. Dan penelitianmu tentang hal hal abnormal melampaui semua orang. Kudengar kau bisa mengumpulkan jumlah pengikut yang sama dengan pengikut yang dimiliki oleh Sirzechs.”

Aku juga pernah mendengar rumor itu. pemerintahan Maou saat ini terbagi kedalam 4 kelompok, dan tiap tiap kelompok diurus oleh anggota golongan dari tiap tiap Maou. Golongan dengan kekuasaan tertinggi di dalam empat kelompok itu adalah golongan Sirzechs-sama dan golongan Ajuka-sama. Tiap tiap golongan saat ini saling bekerjasama untuk mempertahankan pemerintahan saat ini, namun untuk persoalan sederhana mereka sering saling berlawanan dan sering ditampilkan dalam berita. Dari siaran berita, mereka umumnya memiliki pandangan berbeda beda dari segi organisasi teknologi. Mendengar Siegfried, Ajuka Beelzebub-sama menghela nafas.

“Aku memang Maou, dan aku bergerak dengan pikiranku pribadi. Aku sudah berkali kali mengabaikan perintah Sirzechs. Dari sisi, aku mungkin kelihatan bertentangan dengan ide Sirzechs. “Game” yang saat ini tengah kubuat juga bagian dari hobiku.”

Siegfried membuat senyum pahit oleh kata katanya.

“Kami mengalami masalah serius karena hobimu itu.”

.......Menilai dari percakapan mereka, Game yang diciptakan oleh Ajuka Beelzebub-sama sudah merintangi tindakan Khaos Brigade........?

“Aku bisa katakan hal yang sama padamu.”

Saat Maou-sama mengatakan itu, Siegfried mengangkat bahunya.

“Yang paling menarik bagi kami yakni bahwa kau adalah satu satunya Iblis yang bisa menandingi Sirzechs Lucifer “itu”. kudengar kau dan Sirzechs Lucifer adalah Iblis Irreguler yang sering dicemburui dan ditakuti oleh para keturunan Maou lama. Kalau salah satu dari kalian bergabung dengan kami, maka kami tak perlu meminta bala bantuan lebih dari itu.”

Mendengar opini Siegfried, Maou-sama meletakkan tangannya di bawah dagunya. Ia nampaknya sedikit tertarik.

“Begitu. Mungkin akan menarik kalau aku menjadi teroris dan menentang Sirzechs. Melihat wajah kagetnya mungkin akan menyenangkan.”

.......Apa dia serius? Aku tak bisa memahami apa niat sejatinya........Tapi dia kelihatan senang.

“Kami juga akan memberimu informasi dan segala laporan penelitian. Bagi seseorang sepertimu yang gemar membuat hal hal baru, aku bisa menjamin kalau laporan ini akan sangat berguna untuk penelitianmu.”

Ajuka Beelzebub-sama mengangguk lebih dalam oleh kata kata manis Siegfried.

“Begitu. Informasi dan laporan penelitian yang “Khaos Brigade” miliki. Ya, kelihatannya itu sangat menarik.”

Aku tak paham apa dia sedang bercanda atau serius........Ajuka Beelzebub-sama menutup matanya sekali dan kemudian membukanya, kemudian dia mengatakannya dengan jelas.

“---Tapi aku tak membutuhkannya. Bagiku, aliansi dengan kalian memang sangat memikat namun itu sesuatu yang harus aku tolak.”

Siegfried tak mengubah ekspresinya biarpun dia sudah ditolak........Meski para Iblis di sekitarnya memancarkan hawa pembunuh mereka lebih tinggi lagi. Siegfried bertanya.

“Aku ingin menanyakan alasanmu itu secara terperinci, namun kubuat simpel saja.—Kenapa tidak?”

“Alasan kenapa aku bisa berkonsentrasi pada hobiku adalah karena Sirzechs mempertimbangkan opiniku juga. Dia.....bukan, aku sudah lama menjalin hubungan dengannya. Dia adalah satu satunya yang bisa aku sebut temanku. Karena itu aku mengenalnya lebih dari siapapun, dan dia mengenalku lebih baik dari siapapun. Aku hanya menjadi Maou karena dia menjadi Maou. Seperti itulah hubungan diantara aku dan Sirzechs.”

Ajuka Beelzebub-sama dan Sirzechs-sama sudah lama saling mengenal. Dengan kata lain, mereka adalah rival saat mereka masih muda. Kupikir ada “hal hal” yang hanya mereka berdua pahami. Hal itu sangat absolut bagi Ajuka Beelzebub-sama, dan dia dengan mudah menolak tawaran para teroris. Siegfried mengangguk tanpa mengubah ekspresinya. Kupikir dia sejak awal sudah tahu jawaban seperti apa yang akan dia dapatkan.

“Begitu. “Teman” adalah alasan kau menolak kami dan aku tak bisa memahami alasannya, namun aku paham kalau ada cara cara menolak semacam itu.”

Siegfried memasang senyum sarkastis. Para Iblis golongan Maou lama menjadi berisik.

“Karena itu kukatakan padamu! Pria ini! Pria ini dan Sirzechs mengendalikan Dunia Bawah demi tujuan mereka pribadi! Tak peduli berapa banyak teknologi yang dia sudah bawa ke Dunia Bawah, kami tak bisa membiarkan Maou yang hanya kecanduan bermain main untuk memerintah lebih lama lagi!”

“Sekarang waktunya untuk melenyapkan dia! Eksistensi penipu menyebalkan! Kami, yang mewarisi kehendak dari Maou sejati, akan melenyapkanmu!”

Ajuka Beelzebub-sama tersenyum oleh kata kata kemarahan yang dia telah terima.

“Frase yang sering sekali aku dengar. Apa kalian mungkin mengatakan ini pada orang orang yang berhubungan dengan pemerintahan Dunia Bawah saat ini? Kata kata yang terisi kemarahan. Tak ada elegansi ataupun ketertarikanku pada mereka.—Dengan kata lain, kuanggap kalian membosankan.”

“Apa kau mau merendahkan kami, Ajuka?”

Mereka sudah siap menyerbu. Bukan. Ini akan menjadi awal pertarungan. Mereka tahu wajah kami juga, jadi kami siap untuk bertarung. Namun.......Ajuka Beelzebub sama menghamparkan tangannya di atas meja. Dia meletakkan salah satu tangannya ke depan dan membuat lingkaran sihir.

“Aku tahu kalau sia sia saja berbicara denganmu. Apa boleh buat. Aku akan melakukan tugasku sebagai Maou, yang sudah lama tak kulakukan.—Aku akan lenyapkan kalian semua.”

[[[Jangan bercanda!]]]

Para Iblis dari golongan Maou lama yang mengamuk melepaskan kekuatan Iblis dalam jumlah besar di saat yang sama! Itu sesuatu yang bisa memberi kami luka fatal kalau sampai kena! Maou-sama tak bergeming sedikitpun dan hanya mengendalikan lingkaran sihir kecil di tangannya. Kata kata dan rumus Iblis bergerak dengan kecepatan sangat tinggi.

Serangan mereka hampir kena.......dan kemudian! Momen semua itu hampir kena, mereka semua terbang ke arah berbeda. Melihat itu, para Iblis dari golongan Maou lama terkejut! Ajuka Beelzebub-sama masih duduk di kursinya seperti sebelumnya.

“Kalian datang kemari dengan memahami kemampuanku kan? Apa kalian betul betul berpikir kalau dengan kekuatan Iblis kalian, maka akan bekerja padaku? Atau apa kalian terkejut karena berakhir seperti ini biarpun kalian memperkuat diri kalian? Yang manapun tetap mustahil bagi kalian.”

Golongan Maou lama kaget oleh kata kata Ajuka Beelzebub-sama. Ini hanya dugaanku, tapi mereka pasti sudah memperkuat diri mereka. Sirzechs-sama dan Ajuka Beelzebub-sama adalah pahlawan yang sudah bertarung di garis depan dan menjadi kartu as golongan anti-Maou. Jasa mereka berdua sangat dikenal di penjuru Dunia Bawah. Ajuka Beelzebub-sama dikatakan memiliki teknik absolut dimana dia mampu mengendalikan semua fenomena dengan hanya rumus dan persamaan. Ajuka Beelzebub-sama mengubah arah serangan lawan dengan kekuatan Iblisnya. Wajah para Iblis dari golongan Maou lama berubah menjadi ketakutan. Ajuka Beelzebub-sama melanjutkan.

“Dari sudut pandangku, semua fenomena dan kemampuan yang terjadi di dunia ini memiliki aturan dan hukum di baliknya. Aku mampu mendapat jawaban dengan mengisi persamaan yang sesuai. Aku sudah menyukai matematika sejak masih kecil. Karena itu kekuatan Iblisku menjadi terspesialisasi dalam area tersebut. Lihat. Aku juga bisa melakukan hal seperti ini.”

Maou-sama menengadah ke langit. Kami dan juga golongan Maou lama yang tengah ragu menengadahkan kepala kami............

Sedikit demi sedikit, suara yang menembus angin menjadi semakin kuat. Hal yang datang dari langit adalah serangan kekuatan Iblis yang kehilangan arahnya! Kekuatan Iblis yang mulai hujan dari langit menyerang para Iblis!

“-!”

Satu dari mereka musnah tanpa membuat suara. Lalu sisanya yang berhasil mengelak tengah dikejar oleh kekuatan Iblis yang mengubah arahnya! Mereka terkejut saat mereka melihat serangan mereka datang mengejar mereka!

“Jadi kau sudah mengendalikan serangan kami!”

“Aku juga bisa lakukan ini.”

Maou-sama menggeser aksara Iblis dan persamaan di lingkaran sihirnya lebih cepat. Lingkaran sihir itu pasti sudah disesuaikan dan memiliki rumus persamaan yang bisa menghitung fenomena. Blok blok kekuatan Iblis yang mengejar mereka berubah menjadi banyak peluru. Dimana yang lainnya lebih disederhanakan dan mulai mengejar mereka.

-Sampai ia bisa mengendalikan dan mengubah bentuk blok blok kekuatan Iblis yang mereka lepaskan.........Dan dengan kecepatan tinggi. Semua serangan meluncur mengejar mereka.

.......Kecepatannya juga meningkat saat mengejar mereka! Dia bisa benar benar mengendalikan kekuatan orang lain seperti tangannya sendiri, dan dia bahkan bisa menjadikannya lebih kuat......!

“S-Sialaaaaaan kauuuuuuuuuu!”

Mereka menyadari kalau mereka tak bisa meloloskan diri, jadi mereka sekali lagi melepaskan aura serangan dari tangan mereka. Dari kualitasnya, kekuatannya sama dengan yang mereka tembakkan tadi.......Bukan, bahkan lebih kuat. Namun serangan yang dikendalikan oleh Ajuka Beelzebub-sama dengan mudah menembus serangan mereka dan menerjang tubuh mereka. Kekuatan Iblis yang terpecah menjadi banyak peluru menciptakan lubang lubang di tubuh mereka.

.......Dia bahkan meningkatkan kekuatan serangan yang dia kendalikan! Dia mengubah arah serangan yang menyerbunya, dan memakai rumus untuk mengambil alih. Di atas semua itu dia bahkan bisa mengubah bentuk, kecepatan, dan kekuatannya.

“........Jadi inikah kekuatan [Kankara Formula] pria ini........”

“Sampai memiliki kekuatan sebesar ini tanpa bergerak sama sekali........berapa banyak kekuatan yang kau dan Sirzechs miliki........”

Para Iblis dari golongan Maou mengatakan itu, dan berjatuhan dengan ekspresi penuh penyesalan. Jadi inilah kekuatan Ajuka Beelzebub. Seperti ucapan mereka, Maou-sama menghentikan serangan mereka tanpa menunjukkan kekuatan sejatinya. Bagaimanapun juga, orang itu masih belum bangkit dari kursinya. Kekuatannya membuatku merasakan sesuatu yang melebihi ketakutan. Lawan lawannya sama sekali tidak lemah. Biarpun begitu, dia melenyapkan mereka tanpa membuat mereka melakukan apapun hanya dengan menggerakkan tangannya..........Aku bisa paham kenapa orang ini dan Sirzechs-sama dikatakan berada di kelas berbeda diantara kaum Iblis. Ajuka Beelzebub-sama kemudian melihat satu satunya yang masih tersisa, Siegfried.

“Sekarang satu satunya yang tersisa hanya Siegfried-kun dari golongan Pahlawan. Apa yang kau akan lakukan?”

Dia hanya mengangkat bahunya.

“Aku masih menyimpan kartu as di balik lengan bajuku, jadi aku bermaksud untuk mundur setelah menggunakan itu.”

........Aku bisa merasakan sesuatu mengalir di dalamku saat melihat seringai Siegfried. Kupikir ini adalah kemarahanku. Ajuka Beelzebub-sama menjadi tertarik dengan kata kata Siegfried.

“Hou, itu sangat menarik bagiku.—Namun.”

Dia kemudian menoleh ke arahku.

“[Kuda] Gremory yang disana. Sejak tadi kau terus memancarkan hasrat pembunuh yang bagus padanya.”

Maou-sama telah merasakan hasratku untuk bertarung. Ajuka Beelzebub-sama mengatakannya pada Siegfried sambil menjentikkan jarinya.

“Bagaimana kalau kau menjadi lawannya? Kalau kulihat lihat nampaknya kau cukup kenal dengan orang dari golongan Pahlawan ini. Bangunan dan atap ini dibangun sangat kokoh. Tak akan hancur biarpun kalian menyerang dengan kekuatan penuh.”

.......Aku tak perlu berharap lebih. Kebenarannya, aku tak bisa mengendalikan diriku kecuali aku melepaskan perasaan yang terus kutekan sejak tadi pada seseorang. Aku mengambil satu langkah ke depan.

“........Yuuto.”

Buchou bertanya padaku dengan heran oleh tindakanku.

“......Buchou, aku pergi dulu. Kalau kamu ingin bertarung di sisiku, mohon urus aku baik baik.”

Aku hanya mengatakan itu padanya dan terus berjalan ke depan sambil menciptakan sebuah Pedang Suci Iblis di tanganku.


.........Ise-kun.

Saat kudengar kalau kamu tak akan kembali, yang masuk dalam pikiranku adalah hal yang sudah kamu katakan padaku.


-Hei Kiba. Mari membuat janji bahwa kalau salah satu dari kita mati, kita akan bertarung demi semua orang bahkan lebih keras untuk menghormati kehilangan itu.


Di hari kami tengah berlatih, Ise-kun tiba tiba mengatakan itu padaku.

“Bicara apa kamu. Kita berdua akan terus bertahan hidup.”

Aku membalas seperti itu. Aku ingat Ise-kun tersenyum lebar saat dia mendengar itu. Dia kemudian melanjutkan seperti ini.


-Aku tahu. Aku juga tak punya sedikitpun niat untuk mati. Biarpun begitu, kita terus menerus menghadapi lawan lawan kuat. Akan ada pertarungan dimana takkan aneh kalau kita sampai mati.

-Karena itu kita takkan tahu apa yang akan terjadi dari sekarang. Karena itu kupikir kita harus membuat janji sekarang kalau itu terjadi. Kalau satu dari kita mati, maka kita akan bertarung demi semua orang bahkan lebih keras untuk menghormati kehilangan itu.

-Ah! Kuulangi sekali lagi, aku sama sekali tak punya niat untuk mati! Aku masih belum mengambil keperawanan wanita yang kucintai!

-Aku juga takkan suka kalau kamu mati. Aku akan benci kalau sahabatku sampai mati.


Yeah kamu benar. Aku benci kehilangan sahabatku.

Ise-kun. Kamu selalu berkata kalau kamu akan kembali dengan selamat. Namun kamu ternyata tidak kembali.

Setelah kehilangan dirimu, aku mencoba mendukung kelompok dengan caraku sendiri. Itu karena para gadis sadar kalau hati mereka takkan bertahan lama tanpamu. Karena itu kupikir aku akan menekan perasaan di dalamku ini dan bersikap tenang. Itu karena janji kita.

Namun aku sudah mencapai batasku. Aku takkan mampu menekan perasaan ini, kalau lawan yang sangat kubenci ada di hadapanku.......! Itu karena aku kehilangan teman terpentingku karena rencana bodoh mereka.......! Teman terbaikku......teman pertama yang kumiliki setelah lahir di dunia ini. Mereka mengambilnya dariku.......

Aku tak bisa memaafkan mereka!

Karena itulah Ise-kun. Biarkan aku menumpahkan semua perasaanku. Aku membuat kuda kuda dengan Pedang Suci Iblis, dan aku melihat musuh bebuyutanku dengan mataku yang terisi kebencian.

“Siegfried. Maaf tapi aku akan melepaskan kemarahan yang kusimpan ini padamu. Karena kalian semua, teman terbaikku menjadi seseorang yang tak bisa kembali.---Alasan yang cukup bagus bagi kalian untuk mati.”

Mengarahkan seluruh hasrat membunuhku padanya, Siegfried tersenyum.

“Aku bisa merasakan tekanan padamu yang belum pernah kurasakan sebelumnya.....menarik. Namun nampaknya aku punya cukup banyak ikatan dengan kalian kelompok Gremory. Aku tak pernah membayangkan akan bertemu denganmu di tempat seperti ini. Tapi siapa peduli.----baiklah, mari selesaikan ini, [Kuda]-kun teman terdekat Sekiryuutei!”

Empat lengan Naga muncul di punggungnya. –Itu Balance Breakernya. Dia menunjukkannya tanpa ragu ragu. Dia mengeluarkan semua Pedang Iblis dengan keempat tangannya. Dengan Pedang Pembunuh naga di tanganku, aku menyerbu dari tempatku berdiri!

Aku menutup jarak dengannya secara cepat dan melakukan satu serangan padanya. Dia dengan mudah memblokirnya dengan satu Pedang Iblisnya! Mengesankan. Dia bisa membaca pergerakanku. Bertarung dalam jangka panjang akan menjadi ketidakuntunganku. Aku harus menghabisinya dengan Pembunuh Naga secepatnya!

“...........”

Memblokir seranganku, Siegfried menyipitkan matanya, dan dia nampaknya tengah memikirkan sesuatu. Saat aku tengah ragu, dia mengangguk dan menghela nafas.

“Kalau aku melawanmu dalam situasi ini, aku takkan bisa menghindari serangan kritis biarpun aku menang. Seperti itulah keahlianmu telah meningkat. Biarpun aku mengalahkanmu, aku pasti akan kehilangan nyawaku kalau menerima serangan dari Rias Gremory dan Himejima Akeno. Akan jadi hal buruk kalau aku kabur dari sini tapi......kalau aku harus kabur dari kelompok Gremory tanpa berbuat apa apa dan juga gagal bernegosiasi dengan Ajuka Beelzebub, maka aku takkan terlihat bagus pada rekan rekanku dan orang orang dibawahku. Ini sungguh situasi sulit. Khususnya aku tak ingin ditertawakan oleh Jeanne dan Hercules.”

Siegfried memprotes sendiri dan kemudian mengaduk sakunya.—Yang dia keluarkan adalah pistol. Bukan, itu sedikit berbeda. Menilai dari pucuknya yang runcing, itu adalah pistol tipe-suntikan? Siegfried kemudian menancapkan pucuk jarum ke lehernya. Dia kemudian memasang senyum sarkastis.

“Ini sesuatu yang disempurnakan berkat bantuan Maou lama Shalba Beelzebub. Dengan kata lain ini adalah obat doping.---lebih tepatnya dikhususkan untuk Sacred Gear.”

“Jadi itu artinya kau akan meningkatkan kekuatan Sacred Gearmu?”

Dia mengangguk oleh pertanyaanku.......Jadi mereka terus meneliti hal semacam itu. Aku juga tahu kalau mereka juga bereksperimen dengan ular Ophis dengan memasukkannya ke dalam Sacred Gear dan memaksakan beberapa ciri kekuatan berbeda. Siegfried kemudian berkata.

“Apa hasil yang akan terjadi jika kita menyuntik diri kita dengan darah Maou sejati yang merupakan musuh bebuyutan Tuhan dalam Injil yang menciptakan Sacred Gear? Itulah tema dari penelitian kami. Dengan sejumlah pengorbanan dan banyak data yang terkumpul, kami mampu menggabungkan Sacred Gear dengan kekuatan Iblis.”

.......Darah Maou! Dan seseorang yang mewarisi darah Maou sejati.......mereka mengubahnya dan menjadikannya item yang memperkuat Sacred Gear. Apa itu rencana mereka? Siegfried kemudian menatap Gram yang ia tengah pegang.

“Sebenarnya aku bisa mengalahkanmu dengan Pedang Iblis Gram ini.........Sayangnya aku dipilih oleh pedang ini namun aku juga dikutuk olehnya. Kiba Yuuto, kau bisa memahami apa maksud ucapanku kan?”

Seperti kata katanya, aku bisa memahami apa maksudnya.

Kenapa Siegfried tak menggunakan Pedang Iblis Terkuat, Gram?

Kalau yang dikatakan legenda benar, Pedang Kaisar Iblis Gram memiliki ketajaman luar biasa.—ia menutupi dirinya dengan aura ofensif, begitu tajamnya hingga dapat memotong apa saja. Anggap saja ia adalah versi Pedang Iblis dari Durandal. Ciri yang lain adalah “Pembunuh Iblis”. Pedang ini telah membunuh satu dari lima Dragon-King, Gigantis Dragon Fafnir (Meski Fafnir kemudian dibangkitkan oleh para Dewa Norse). Dengan kata lain ia memiliki dua ciri yang ketajamannya mampu memotong apa saja dan juga Pembunuh Iblis. Itulah Pedang Iblis Gram. Sederhananya ia adalah gabungan ciri Durandal + Ascalon. Kalau kita memasukkan ciri ini dan juga pemiliknya, Siegfried, hal itu menjadi ironi.

Sacred Gear Siegfried adalah Sub-Species dari [Twice Critical]. Balance Breakernya juga Sub Species. Sacred Gearnya dikatakan adalah Sacred Gear tipe Naga, dan sesuai dengan namanya, ia memiliki ciri ciri Naga. Dia tak akan punya masalah menggunakan Gram kalau itu adalah Twice Critical dalam kondisi biasa. Namun lain ceritanya kalau itu adalah Balance Breaker yang meroketkan kemampuannya. Makin besar dia meningkatkan kemampuannya, makin buruk hubungannya dengan Gram. Makin besar Siegfried melepaskan kemampuan sejatinya, makin berbahaya efek yang diberikan pada tubuhnya karena kemampuan Pembunuh naga dari Gram yang akan melukai Siegfried sendiri.

Alasan kenapa Ise-kun, yang merupakan Sekiryuutei, bisa menyimpan Ascalon di dalam Gauntletnya seolah tak ada apa apa adalah karena bantuan dari Surga sehingga Sacred Gearnya menjadi perkecualian. Biarpun Sacred Gear Siegfried adalah Sub Species, ia bukan perkecualian.

Biarpun dia dipilih oleh Pedang Iblis Terkuat, kemampuannya tak diberkahi oleh Pedang Suci terkuat. Ironis.......anggap saja permainan curang dari takdir.

Saat ini di hadapanku, terdapat pria yang dites oleh sistem Sacred Gear yang diciptakan oleh Tuhan dalam Injil.

Siegfried kemudian mulai memutar mutar Gram.

“.......Dalam kondisi Balance Breaker seperti ini, ia adalah Pedang Iblis bagus dengan keseimbangan baik kalau aku benar benar mematikan aura ofensifnya. Meski kalau aku lakukan itu, aku takkan mampu melepaskan potensi penuhnya........aku akan mendapat luka fatal oleh pedangku sendiri kalau aku berada dalam kondisi Balance Breaker. Pedang ini sama sekali tak peduli dengan tubuh majikannya.”

Kalau dia akan memakai Gram, maka itu adalah saat tak berada dalam Balance Breaker. “Lima Pedang Iblis (termasuk Gram yang ditekan kekuatannya) + satu Pedang Cahaya + Twice Critical Balance Breaker) dan “Tiga Pedang Iblis termasuk Gram dengan kekuatan penuhnya (kondisi dasar Twice Critical)” dalam situasi ini dan juga saat di dimensi buatan, kombinasi mana yang lebih baik untuk melawan kita? Jawabannya tentu yang pertama.

“Ya. Kalau aku ingin bertarung memakai Gram, maka aku harus bertarung dalam kondisi normal. Namun dibandingkan dengan gaya enam pedang Balance Breaker, hasilnya jadi kurang bagus. Dan itu akan menjadi lebih jelas dalam pertarungan melawan kalian semua.---aku takkan bisa melawan kalian semua dengan baik kalau aku tak memakai Balance Breaker. Namun lain ceritanya kalau aku bisa memakai Pedang Kaisar Iblis Gram dalam kondisi Balance Breaker.”

Siegfried menyuntikkan isi pistol ke dalam lehernya.

Terjadi kesunyian sesaat.

.....Kemudian tubuh Siegfried bereaksi. Tubuhnya mulai bereaksi dengan cepat, dan tubuhnya mulai berubah bentuk.

MICHI-MICHI.......

Sambil membuat suara bising dan aneh, keempat lengan yang tumbuh dari punggungnya menjadi lebih padat. Tiap tiap jarinya mulai remuk dan bergabung dengan pedang yang dipegangnya. Dan Siegfried sendiri mulai berubah bentuk. Ekspresinya menjadi keras dan beberapa pembuluh darah muncul di wajahnya. Ototnya mulai bergerak seolah ia adalah makhluk berbeda, dan seragam golongan Pahlawan yang ia kenakan mulai sobek sobek. Seorang monster yang memiliki empat lengan yang menjadi raksasa yang nyaris bisa menyentuh tanah. Dia tak lagi kelihatan seperti Asura. Dia sekarang nampak bagai monster laba laba. Dan aura serta tekanan luar biasanya tidak normal. Sambil mengejangkan wajahnya, dia menyeringai.

[--[Chaos Drive]. Itulah kami menyebutnya. Kami menyebut ini suntikan doping [Chaos Break]. Kami mengambil namanya dari “Balance Breaker” dan “Juggernaut Drive”.]

Suara yang rendah dan dalam........bahkan suaranya sudah berubah.

“Menakjubkan. Manusia kadang bisa menciptakan hal hal yang melampaui Iblis dan Malaikat. Aku jadi berpikir kalau manusia adalah makhluk dengan potensial tertinggi.”

Ajuka Beelzebub-sama mengatakan itu.

......Ya. Biarpun mereka manusia, mereka bisa meningkatkan benda ciptaan Tuhan sampai sejauh ini dan mereka bahkan memakai darah dan daging Maou asli. Aku bisa paham kenapa manusia bisa mendapatkan kekuatan abnormal.

-Manusia membuat hawa nafsu mereka terus berkembang.

Monster........bukan. Siegfried yang telah berubah menjadi Iblis mengambil langkah maju.

.......Tindakan itu sendiri mengubah atmosfir di atap taman atap ini dan miasma mulai terbentuk. [Twice Critical] yang memiliki empat lengan telah bergabung dengan empat Pedang Iblis.

-Dia datang!

Itulah yang aku pikirkan, dan aku bergerak maju ketimbang mengobservasi serangannya.

Tempatku berdiri sebelumnya tercipta deru angin, pilar es, dan retakan di tanah. Serangan combo-nya dengan tiap tiap Pedang Iblis! Kalau keputusanku sedikit lebih lamban, tubuhku pasti sudah terpotong kecil kecil!

-! Aku merasa hawa bergidik di depanku, jadi aku mengubah Pedang Suci Iblisku menjadi Pedang Suci dan memunculkan para Pasukan Ksatriaku. Aku menggunakan mereka untuk melompat ke udara. Kemudian aura dalam jumlah besar melesat ke tempatku berdiri sebelumnya! Para Pasukan Ksatriaku yang kujadikan batu pijakan lenyap tanpa bekas. Aku melihat Siegfried dari langit. Dia menggunakan Gram.

-Jadi seperti itukah serangan dengan Gram! Biarpun aku menghindarinya, aura serangannya menembusku dan aku merasakan sakit di sekujur badanku! Kalau aku terkena itu secara langsung, tubuhku akan benar benar lenyap! Dia menembakkan aura itu tanpa mengisi ulang tenaga pedangnya. Dan kekuatan penghancurnya sama dengan Durandal. Bukan, karena ia tak memiliki waktu pengisian ulang, ia bahkan lebih berbahaya dari Durandal. Aku sebenarnya ingin senang karena fakta kalau ia tak memiliki kekuatan suci namun dengan kekuatan sebesar itu, aku tak bisa merasa lega.

Aku mendarat di atap dan mengubah Pedang Suciku kembali menjadi Pedang Suci Iblis dan menutup jarakku dengannya. Aku melepaskan tebasanku padanya dari samping, namun dia memblokirnya dengan mudah dengan salah satu Pedang Iblisnya.......

Teknik pedang dari tiap tiap keempat lengannya memiliki kekuatan penghancur dan ia akan menghancurkan tubuhku dengan mudah kalau aku terkena serangan langsung. Pedang Cahaya yang Siegfried pegang di tangan kirinya adalah satu satunya pedang yang bukan Pedang Iblis. Aku bisa membuatnya lenyap kalau aku memakai Pedang Suci Iblis yang memangsa cahaya......namun aku takkan mampu melenyapkan lima Pedang Iblis lainnya dengan mudah.

Pertarungan pedang diantara aku dan Siegfried berlangsung cukup lama. Aku menyerang dengan kecepatan tinggi hingga menyisakan bayangan, namun dia memblokirnya dengan Pedang Iblisnya......Lengan naganya menjadi lebih besar sehingga targetku seharusnya menjadi lebih mudah, namun meskipun begitu dia masih bisa memblokir seranganku.

Terkadang, Gram yang dia pegang di tangan kanannya mengeluarkan aura berbahaya saat dia menebaskannya ke arahku. Biarpun tak mengenaiku secara langsung; tubuhku terluka oleh aura serangan dari Gram.

Gelombang Gram yang tak mengenaiku terus bergerak melewatiku. Taman atap mulai berubah menjadi tanah kering karena gelombang keras dari Gram. Alasan kenapa bangunan ini masih aman adalah karena Ajuka Beelzebub-sama memakai kekuatan Iblis untuk memperkuat bangunan ini. Kalau ini adalah bangunan normal, Gram Siegfried pasti sudah menghancurkannya berkali kali.

-! Kemudian lima Pedang Iblis datang menebas ke arahku! Aku menghindari mereka sambil menciptakan Pedang Suci Iblis di ujung kakiku, dan aku memakai itu untuk menendang di bawah lengannya! Tentu saja ini adalah Pedang Pembunuh naga! Kalau ini bisa mengenainya, situasi akan berbalik!

Ini mengenainya.......itulah yang kupikirkan, namun Pedang Suci Iblisku remuk sambil membuat suara logam hancur lebur.......Apa kau mau bilang kalau tubuhnya menjadi semakin keras hingga melampaui Pedang Suci Iblisku.......!

Melihat itu, Siegfried memasang seringai sombong.

[Sepertinya tubuhku yang sudah diperkuat bahkan bisa melampaui Pedang Suci Iblis Pembunuh Nagamu itu.]

Siegfried menggenggam kaki yang kugunakan menendang, dan melemparku ke udara.....

......Momen melayang di udara. Aku bisa dengan mudah membayangkan kalau serangannya akan datang setelah ini.—Aku kemudian terbanting ke tanah!

Kekuatan luar biasanya membantingku dengan keras ke tanah! Kemudian satu ayunan Pedang Iblis datang menyerbuku.—Aku merasakan kejutan berat pada tubuhku dan rasanya seluruh tubuhku diremukkan di atas tanah. Kejutan itu menembus tubuhku, dan menciptakan kawah di tanah.

Aku bisa mendengar suara suara sabetan sepanjang tubuhku.

.....! Dengan rasa sakit luar biasa yang tak bisa kuungkapkan dengan kata kata, aku hampir kehilangan kesadaranku. Aku memuntahkan benda yang muncul dari dalam perutku. Banyak muntahan darah mengalir dari mulutku dan itu membuat taman yang hijau berubah merah.

......Dengan kejutan karena dibanting ke tanah dan serangan dari sebuah Pedang Iblis, gemetar di tubuhku tak berhenti saat ini. Setiap bagian tubuhku menderita luka serius.......Aku bisa mengetahui kalau beberapa tulangku sudah patah.

.......Namun aku masih belum kalah. Aku berusaha keras menjaga kesadaranku, dan aku berdiri dengan menggerakkan kakiku. Setelah mundur dari posisi itu, aku memperbaiki posisiku dan menyerbu ke arahnya sekali lagi! Siegfried menggunakan kedua Pedang Iblisnya untuk dengan mudah menghentikan seranganku dengan membentuk silang.

[Untuk seorang sepertimu yang memiliki pertahanan lemah, bukankah serangan barusan cukup banyak melukaimu?]

Siegfried tertawa dengan suara dalam.

.......Ya, itu sangat benar. Aku tak memiliki kekuatan di tangan yang menggenggam pedangku. Sambil menyilangkan pedangnya, dia terus menekanku ke belakang. Tubuhku terbang ke belakang, dan kakiku menjadi sedikit goyah.

........Tak ada kekuatan tersisa pada kakiku. Kalau terus begini aku akan kalah. Aku mengumpulkan seluruh kekuatan di tubuhku dan mengumpulkannya di kakiku. Momen ketika kupikir kakiku berhenti berguncang.........

Kakiku tertutupi dengan es.......! Sialan! Dia membekukanku dengan Pedang Iblis esnya! Aku mencoba melelehkan es dengan mengubah pedangku menjadi Pedang Suci Iblis api. Namun.......

Dua pilar es yang tumbuh dari tanah menusuk kedua pahaku. Siegfried kemudian mengayunkan Pedang Iblis lainnya padaku. Aku memiringkan tubuhku karena kakiku tersegel, dan aku menciptakan banyak Pedang Suci Iblis di depanku untuk memakainya sebagai tameng. Namun semua Pedang Suci Iblis itu hancur dan ia akhirnya memotong lengan kiriku dari bahuku......

..........Biarpun dia memotong lenganku, aku memakai Pedang Suci Iblis api untuk melelehkan es dan aku melompat ke belakang.

......Dari lubang luka, begitu banyak darah memancar keluar. Aku mengubah pedangku menjadi Pedang Suci Iblis es dan membekukan luka di bahuku dan lubang di pahaku.

.....Ini hanya tindakan sementara, namun darahnya setidaknya bisa dihentikan.......

........Aku bisa merasakan sakit luar biasa mengalir sepanjang tubuhku. Kedua kakiku berlubang dan aku berlutut di tanah dengan menyedihkan........Kakiku yang kubanggakan jadi seperti ini.

High school dxd v12 085.jpg

“Yuuto.....!”

Buchou memanggil namaku dengan ekspresi menyakitkan. Dia memegang evil piece Ise-kun dengan kedua tangannya dan nampaknya dia mati matian menunggu sesuatu.

.......Buchou. Biarpun kamu mengandalkan Ise-kun seperti itu, dia tak akan datang kesini, tahu.....? apa artinya kalau kamu tak berdiri? Kalau kamu kehilangan kehendak untuk bertarung, itu akan mempengaruhi seluruh kelompok. Karena itu, Akeno-san dan Koneko-chan menatapku dengan cemas namun mereka tak yakin harus berbuat apa.—Semua orang kehilangan kehendak untuk bertarung karena kehilangan Ise-kun. Mereka sejak awal hanya memiliki hasrat membunuh, namun tak cukup memaksa mereka berdiri. Tak mungkin kita bisa menolong Dunia Bawah dari krisis dalam situasi ini, Sairaorg Bael.......!

........Aku hanya bisa berharap kalau seandainya aku memiliki kharisma seperti Ise-kun dimana aku bisa memberi semangat pada semua orang.

“.......Kiba-san juga akan mati.......tidak........aku sudah tak bisa menahan semua ini............”

Asia-san menjadi panik dan dia mengacungkan tangannya padaku. Dia pasti mencoba mengirimkan aura penyembuh padaku.........namun yang muncul hanyalah aura lemah dan dia tak bisa memancarkan jumlah aura yang biasanya. Lebih tepatnya kemampuan Sacred Gearnya untuk sementara menjadi lemah karena shock kehilangan Ise-kun. Aku sudah memprediksi itu, karena Sacred Gear bekerja dengan kekuatan perasaan pemiliknya. Buchou dan Akeno-san mencoba menyerang dengan menembakkan kekuatan Iblis mereka, namun kekuatan dan daya serang mereka jauh lebih lemah dari yang biasanya. Siegfried menjatuhkan semua itu dengan enteng dengan satu kali ayunan pedang. Touki Koneko-chan dan sayap api Ravel juga nampak lemah. Sepertinya para gadis juga shock pada fakta kalau mereka tak bisa melepaskan kekuatan mereka seperti biasanya.

.....Aku harus melindungi mereka. Aku harus melindungi semuanya menggantikan Ise-kun. Aku mengeluarkan air mata Phoenix yang kudapat dari Ruval Phenex, dan meneteskannya pada lukaku. Rasa sakit segera lenyap dan lukanya juga menutup.—namun sudah jelas tak bisa mengembalikan tanganku yang terpotong.

......Aku harus memungut lenganku yang tergeletak disana setelah ini dan memasangnya kembali. Biarpun lukanya sudah sembuh, jumlah kehilangan darah sangat menguras staminaku. Tak banyak tenaga tersisa di kakiku. Biarpun aku mencoba berdiri, kakiku bergetar kuat. Ini sungguh nampak menyedihkan. Kelemahanku. Yakni pertahanan. Siegfried mendengus melihat situasi ini.

[Menyedihkan. Aku bahkan tak bisa menganggap kalian Tim Gremory yang sama yang kulawan tempo hari. Kau sudah memberiku hasrat membunuh bagus namun kalian akan mengganggu pertarungan diantara aku dan Kiba Yuuto dan tengah menunggunya. Sampai kalian menjadi seburuk ini......]

Bukan, sebenarnya aku juga mencapai batasku.—Itu karena Ise-kun tak ada di sisiku, di depanku, atau bahkan di belakangku dimana dia selalu ada disana sebelumnya. Aku tak pernah menduga akan sesakit ini untuk bertarung tanpa bersama Ise-kun. Kalau kamu ada di sisiku, maka aku takkan mungkin berlutut dengan menyedihkan seperti ini.

[Hyodou Issei mati sia sia. Dia dan Shalba saling menjatuhkan saat dia pergi mengejar Shalba yang menculik Ophis dan tetap berada di dimensi sendiri kan? kehadiran Shalba lenyap setelah itu. kalau dia masih hidup dia pasti menyatakan perang pada kami dan menunjukkan kekuatan golongan Maou lama di Dunia Bawah. Kalau Hyodou Issei mengabaikan Ophis dan kembali dengan kalian, maka saat ini dia bisa saja bersiap siap dan mengejar Shalba sekali lagi. Tak berpikir ke depan dan hanya bertindak adalah bagian buruk dari Sekiryuutei.]

-!

..............

.........Pikiranku menjadi putih saat mendengar Siegfried mengatakan itu, dan kemudian perasaan kebencianku mengalir dari dalam diriku.

-HYODOU ISSEI MATI SIA SIA!

......Dia mati sia sia.....? Ise-kun mati sia sia.......?

.....Jangan bicara omong kosong........! Jangan bercanda.........!


Yang mengalir dalam hatiku adalah ketakutan, penyesalan, dan janji yang kubuat dengannya. Dimana tubuhku bergetar, aku menaruh kekuatan di kakiku, dan sedikit demi sedikit aku berdiri. Sambil mati matian mengguncang kakiku, aku berdiri. Aku melepaskan perasaan yang tertumpuk di dalamku, yang sudah naik ke tenggorokanku.

“OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!”

Aku membuat sebuah suara yang bahkan tak bisa kupercaya. Rasanya sesuatu mengalir dari dalam perut dan jantungku.

Yang mengalir dalam pikiranku adalah ucapan teman terbaikku.

[Kiba. Kita adalah laki laki dari kelompok Gremory.]

Ya, aku tahu itu, Ise-kun!

[Jadi mari berdiri biarpun sesuatu terjadi dan bertarung bersama semuanya!]

Ya! Kita harus berdiri tak peduli siapapun lawannya!

“.........Belum.”

Selangkah demi selangkah, aku mendekati Siegfried sambil menciptakan Pedang Suci Iblis di telapak tanganku.

“Aku masih bisa bertarung! Aku harus berdiri! Seperti lelaki itu! Hyodou Issei dari kelompok Gremory berdiri apapun yang terjadi dan tak peduli siapapun yang dia hadapi tanpa gentar sedikitpun!”

Kalau aku jatuh disini, aku takkan mampu menghadapi Ise-kun.......!

Bukankah itu benar, Ise-kun! Aku takkan bisa menyebut diriku temanmu kalau aku tak berdiri disini!

“Sekiryuutei bukanlah lelaki yang bisa kau jelek jelekkan! Jangan jelek jelekkan temanku!”

Teriakanku bercampur dengan air mata. Aku sangat menyedihkan karena hanya kata kataku yang kuat.

[Percuma saja! Biarpun kau mencoba menjadi seperti Sekiryuutei, kau punya batas! Tak peduli seberapa besar bakat yang kau punya, kau hanya Iblis tereinkarnasi yang terlahir kembali dari manusia! Luka yang kau terima akan menghentikan gerakanmu!]

........Aku tahu itu. Tubuhku sudah mencapai batasnya. Aku bahkan tak punya kekuatan untuk menggenggam pedangku dengan benar. Tapi.......Tapi! Ise-kun akan selalu bergerak maju!. Milikilah. Milikilah meski hanya sedikit! Semangat dan kehendak yang menggerakkan lelaki itu, Hyodou Issei! Mohon merasuklah ke dalamku! Hal itu terjadi saat aku membuat kuda kuda dengan pedangku dan hampir maju menyerbu. Terdapat cahaya merah datang dari samping pandanganku. Saat aku melihat ke arah itu........

“.......Evil Piece Ise.......”

Evil piece Ise-kun yang dipegang Buchou memancarkan cahaya merah. Salah satu bidak pion mengapung di udara. Ia bersinar dalam cahaya merah bahkan melebihi gelapnya malam. Bidak itu terbang ke arahku. Dan cahayanya menjadi semakin kuat! Aku menutup mataku untuk sesaat karena intensitasnya.........Namun saat aku membuka mataku.......

Yang mengapung di depanku adalah sebilah Pedang Suci.—Ascalon.

“.......Evil Piece Ise-kun........berubah menjadi Ascalon......?”


-Ayo maju, teman!

“!”

Aku seperti merasa mendengar suara Ise-kun. Air mataku mulai mengalir.....dan masih tak berhenti. Kamu sungguh orang berhati lembut. Biarpun hanya evil piece yang tersisa, kamu masih peduli pada rekan rekanmu........dan aku..........!

Aku mengambil Ascalon sambil menutupi wajahku dengan air mata.

“Kamu benar Ise-kun. Ayo maju! Dengan kamu di sisiku, aku bisa menjadi lebih kuat! Kalau kamu meminjamkan aku kekuatanmu! Kita bisa memotong apa saja tak peduli lawannya!”

Keberanian yang mengalir padaku melalui Ascalon itu sungguhan. Aku bisa merasakan detak jantung yang sama ketika aku bertarung di sisimu. Ya, kita bisa lakukan ini. Ini sudah cukup. Aku.......bisa bertarung!

Kakiku berhenti bergetar secara alami dan vitalitas yang sukar dipercaya datang dari dalam tubuhku. Aku memusatkan kekuatan di tanganku yang memegang Ascalon, dan aku maju menyerbu ke arah Siegfried! Dia menghentikan seranganku dengan wajah tak percaya!

[.......! Mustahil......! Kau mau bilang kalau kau masih bisa berdiri.......! Kehilangan darah sebanyak itu seharusnya menghentikan kaki kebangganmu itu bergerak.......!]

“Dia menyuruhku untuk maju. Dia menyuruhku untuk berdiri. Kalau Ise-kun menyuruhku hal hal ceroboh melalui pedang ini, maka aku hanya perlu bergerak maju.......!”

Aura dalam jumlah besar diluncurkan dari Ascalon. Pedang Suci Pembunuh Naga, Ascalon. Tubuh Siegfried berubah karena itu.—asap aneh mulai muncul dari tubuhnya. Dia memasang ekspresi menyakitkan.

[.....kekuatan macam apa ini.......aku bisa merasakannya dari Pedang Suci itu.......]

Begitu. Jadi Ascalon membuat pria itu kesakitan. Biarpun tubuhnya mulai menahan Gram, itu artinya Ascalon Ise-kun berbeda. Aku bisa melakukan ini! Hal itu terjadi saat aku berpikir seperti itu. Gram yang Siegfried pegang mulai bersinar. Apa dia mencoba melakukan sesuatu!? Aku merasakan bahaya jadi aku melangkah mundur. Namun ternyata tidak begitu.

Gram mengarahkan pancarannya ke arahku. Itu bukan pancaran permusuhan, namun seolah olah dia menerimaku.......

[-----! Gram! Pedang Kaisar Iblis merespon!? Pada Kiba Yuuto!? Jadi inikah kekurangan dari Chaos Break!?]

Siegfried nampak terkejut. Sampai dia bersikap seperti itu.......

Begitu. Jadi Gram sudah memilih ulang majikannya........dalam situasi tiba tiba seperti sekarang.

Aku berteriak keras keras secara langsung pada Gram.

“---Kemarilah Gram! Kalau kau memilih aku, maka aku akan menerimamu!”

Mendengar itu, Gram bersinar lebih cerah lagi. Cahaya itu membakar tangan pemiliknya, Siegfried, seolah menolaknya. Gram terbang dan menusuk tanah di depanku. Melihat itu, Siegfried menggeleng kepalanya, dan berkata seolah dia tak percaya apa yang baru terjadi.

[Hal seperti ini.......! Hal seperti ini bisa terjadi!? Sekiryuutei bisa bergerak biarpun dia hanya berupa bidak catur!? kau mau bilang kalau dia masih bisa bertarung!? Dia bisa membuat pria ini berdiri!?]

......Biarpun Gram telah memilihku, aku takkan mampu memegangnya dengan hanya satu tangan. Saat aku memikirkan itu, seseorang mendekatiku.

-Itu Asia-san, Koneko-chan, dan Ravel-san. Koneko-chan mengangkat lenganku yang terpotong, dan dia menaruhnya ke arah luka di bahuku. Asia-san meletakkan tangannya di tempat itu, dan dia memancarkan cahaya – cahaya hijau. Dan Ravel-san menyokong tubuhku. Menerima aura yang lembut, lenganku mulai tersambung kembali dan aku mulai bisa merasakan lenganku yang kembali.

Asia-san, Koneko-chan, dan Ravel-san menangis.—Mereka memegang evil piece crimson Ise-kun di tangan mereka masing masing.

“.......Ise-san berkata “Asia, kamu juga harus bertarung”. Rasanya dia mengatakan itu melalui bidak ini.”

Asia-san tersenyum sambil mencoba menahan tangisnya.

“......Kupikir dia berkata “Tolong bantu sahabatku” padaku juga.”

Koneko-chan juga tersenyum. Aku mulai menerima pemulihan darinya dengan Senjutsu. Kedua aura mereka terasa sangat lembut dan terisi dengan kasih sayang.

“Kupikir aku juga mendengarnya. Suara Ise-san......”Tolong bantu Koneko-san dan yang lain”. Astaga. Mengatakan itu padaku yang bukan bagian kelompok ini........dia terlalu baik hati......!”

Ravel-san mengatakan itu dan tersenyum setelah menyeka air matanya.

“---“Tolong bertarung bersama semuanya”. Kalau itu adalah lelaki itu, maka dia pasti akan mengatakan itu.”

Buchou melangkah ke depan sambil memegang evil piece Ise-kun. Biarpun matanya basah oleh air mata, aku bisa melihat kekuatan di dalamnya.

High school dxd v12 002.jpg

“Sekarang para budakku tersayang! Mari hancurkan musuh di hadapan kita sebagai kelompok Gremory!”

-Dia telah kembali.

Cara bicara Buchou yang biasanya. Ya Ise-kun. Dia telah kembali. Kami bisa bertarung. Kami pasti bisa bertarung......dimanapun dan kapanpun!

Berkat Asia-san, lenganku yang putus tersambung kembali! Dan aku mencabut Gram dari tanah di hadapanku!

........Aku bisa merasakan aura luar biasa padanya. Jadi inikah Pedang Iblis Terkuat, “Pedang Kaisar Iblis Gram”. Kalau aku menggunakan Pembunuh naga pada pedang ini dan Pembunuh Naga pada Ascalon di saat yang sama, Siegfried takkan bisa menahannya tak peduli seberapa keras tubuhnya. Aku membuat kuda kuda dengan dua pedang dan memusatkan kekuatan di kakiku. Semangat kembali ke kakiku yang kubanggakan. Tidak, mari bertarung sekali lagi. Namun kali ini akan berbeda dari sebelumnya.

-Bukan hanya aku, namun kali ini adalah Tim Gremory! Buchou, Asia-san, Koneko-chan, dan Ravel-san menatap tajam pada Siegfried. Buchou melepaskan blok [Power of Destruction] raksasa dari tangannya! Aku menyerbu juga di saat yang sama!

[Masih belum! Apalagi, aku adalah keturunan Pahlawan......]

Cahaya berkilat di atas Siegfried yang baru saja berbicara. Kemudian Halilintar Suci berjumlah besar datang dari langit malam ke arahnya beserta sekelilingnya.

Saat aku menengadah ke atas, aku melihat Akeno-san di udara, dia membentangkan enam sayap Malaikat Jatuhnya. Penampilannya dengan sejumlah sayap menjadikannya seperti Malaikat Jatuh kelas Tinggi.

“-Ini adalah siasat terakhirku. Transformasi Malaikat Jatuh. Aku membuat darah “Halilintas Suci” di dalamku menjadi lebih padat dengan bantuan Ayah dan Azazel-sensei.”

Yang bersinar di pergelangan tangan Akeno-san adalah gelang dengan simbol simbol sihir terukir padanya. Simbol simbol itu bermunculan dengan cahaya keemasan. Benda itu memperkuat Akeno-san.......? Bukan, itu pasti membangkitkan kekuatan Malaikat Jatuh yang dia sudah miliki. Kupikir Azazel-sensei dan Barakiel-san ada kaitannya dengan gelang itu.

“Maaf Ise. “Tolong tunjukkan senyummu yang biasanya pada semua orang”.---Aku hampir membuang.......perasaan yang kamu tinggalkan........! Aku tak apa apa sekarang! Aku juga bisa bertarung saat ini!”

Akeno-san mengatakan itu dengan mata teguh. Itu bagus. Dengan ini, “Dua Onee-sama hebat” yang Ise-kun dan kami kagumi telah kembali!

Seluruh tubuh Siegfried terbakar setelah menerima serangan telak halilintar. Ada asap mengepul dari sejumlah bagian tubuhnya. Sungguh Halilintar Suci yang luar biasa. Sampai memberi kerusakan sebesar itu pada Siegfried yang tubuhnya diperkeras dengan obat........Itu artinya kekuatan Halilintar Suci Akeno-san meningkat drastis. Setelah itu, [Power of Destruction] Buchou yang dia tembakkan sebelumnya menerjangnya. Semua lengan Naganya yang menjadi lebih tebal lenyap seketika.....

Sekarang inilah waktunya untuk menghabisi Siegfried!

STAB!

Pedang Suci Ascalon dan Pedang Iblis Gram yang kupegang menghujam tubuh Siegfried. Tubuh Siegfried menumpahkan banyak darah.

[........Aku........dikalahkan......?]

Dia menepuk pelan Gram yang mengkhianatinya.—Pedang Iblis itu membakar tangannya seolah menolaknya. Ia tertawa pada dirinya setelah melihat itu.

“Kami menang, Ise-kun.”

Aku mencabut kedua pedang dari tubuh Siegfried setelah mengatakan itu. Tak ada lagi darah mengucur dari tubuhnya.—Menerima dua pedang Pembunuh Naga, tubuhnya mulai remuk.

Muncul banyak retakan sepanjang tubuhnya, dan pada akhirnya mulai remuk. Hal itu menyebar ke seluruh tubuhnya. Sambil remuk, ia menyipitkan matanya dan tertawa terbahak bahak.

[.......Haha........Hyodou Issei terus bertarung biarpun dibunuh......]

Dia menatapku dan rekan rekanku. Ada retakan di wajahnya sekarang.

“Kenapa kau tak memakai air mata Phoenix? Golongan Pahlawan bisa mendapat benda itu melalui koneksi mereka kan?”

Aku mempertanyakannya. Dalam pertarungan di Kyoto, mereka memakai air mata Phoenix. Tak akan aneh kalau mereka memakainya. Namun dia tak menunjukkan tanda tanda akan memakainya meski tubuhnya sudah remuk. Aku merasa curiga. Siegfried menggelengkan kepalanya.

[.....Dalam kondisi ini, tubuh kami tak bisa disembuhkan dengan air mata Phoenix......meski alasan untuk itu masih tak diketahui.........]

......Jadi ada kekurangan seperti itu untuk penguatan diri semacam ini. Kupikir informasi ini sangat penting.

[.......Aku mengetahuinya.......Prajurit dari Gereja yang dibesarkan dalam institut prajurit itu.......tak bisa menjalani kehidupan yang baik......]

Mengatakan itu, tubuhnya hancur berkeping keping dan musnah.

Bagian 2[edit]

Kami, yang mengalahkan golongan Maou lama dan Siegfried.

Buchou meminta Ajuka Beelzebub-sama melihat evil piece Ise-kun. Bidak pion yang berubah menjadi Ascalon kembali ke bentuk evil piece seolah sudah memenuhi perannya. Sesuatu yang Ise-kun tinggalkan dalam bidak ini dan aura yang tersisa dari Ascalon merespon perasaan kami dan mungkin saja membuat perubahan semacam itu?—Itulah yang Ajuka Beelzebub-sama katakan.

Apapun itu, hal hal yang kami dan hanya dia yang bisa memahami membuat fenomena semacam itu terjadi. Kebenaran kalau dia selalu bersama kami membuat kami sangat senang.

Ada papan catur di atas meja. Maou-sama meletakkan evil piece Ise-kun pada tempat dimana “Pion” diposisikan. Dia mengaktifkan lingkaran sihir kecil dan nampaknya dia tengah mengecek kondisi dalam bidak. Sejenak kemudian, Ajuka Beelzebub-sama membuat desahan kekaguman.

“Hou, ini kan........”

“Apa anda menemukan sesuatu?”

Saat Buchou bertanya, Maou-sama menyentuh evil piece Ise-kun.

“Dari kedelapan bidak, empat diantaranya telah berubah menjadi [Mutation Piece]. Meski tiap tiap nilainya berbeda......ini sungguh menarik. Triaina dan armor Crimson pasti ada kaitannya dengan ini. Kekuatan kombinasi diantara Naga Langit dan evil piece, keharmonisannya melampaui yang selama ini bisa kubayangkan. Mengeceknya saat itu sungguh berguna. Fenomena ini benar benar menarik........apa kehendaknya tercermin secara langsung pada evil piece-nya?”

.....! Sampai empat dari delapan bidak berubah menjadi [Mutation Pieces]......saat Ise-kun direinkarnasi, bidak [Pion] yang digunakan adalah bidak [Pion] biasa. Satu satunya [Mutation Piece] yang Buchou miliki sudah digunakan pada Gasper-kun. Sungguh menakjubkan kalau evil piecenya menjalani perubahan seperti itu di dalam tubuhnya. Ini juga faktor rahasia yang Ajuka Beelzebub-sama sembunyikan di dalam evil piece sejak awal.

......Aku juga berpikir kalau kekuatan Payudara ada hubungannya dengan hal itu. Bagaimanapun juga, ini Ise-kun yang sedang kita bicarakan.

“Jadi apa anda menemukan hal yang lain dari evil piece itu......?”

Buchou bertanya sekali lagi. Termasuk aku, semua orang dalam kelompok dan Ravel-san membuka telinga lebar lebar pada Ajuka Beelzebub-sama. Maou-sama kemudian mengatakannya dengan jelas.

“Yang bisa kujawab pada kalian tentang evil piece ini adalah.—Aku tak tahu bagaimana situasinya saat ini, namun kemungkinan kalau dia masih hidup di celah dimensional itu tinggi. Juga Ddraig Sekiryuutei masih berada pada Sacred Gearnya. Jadi Hyodou Issei dan Boosted Gearnya masih bersama. Dan semua evil piece ini belum berhenti berfungsi dan bisa digunakan lagi. meski karena semua evil piece ini sudah terekam padanya, mereka hanya bisa digunakan padanya. Bukan, akan lebih tepat mengatakan kalau kalian bisa “Menaruhnya kembali ke dalam Hyodou Issei”.”

-!

.....................

Perasaan yang tak bisa kudeskripsikan dengan kata kata menyebar sepanjang tubuhku. Semua orang menjadi diam membisu dan Maou-sama melanjutkan penjelasannya.

“Wadah yang semua evil piece ini telah terima........jadi artinya jiwa dan tubuhnya berada dalam kondisi tak stabil dan itu sudah pasti. Kalau dia menerima kutukan Samael, maka tubuhnya takkan bisa tertolong lagi. Aku bisa mengkonfirmasi itu dari evil piece ini. Namun Roh yang seharusnya juga ikut terkena kutukan setelah itu nampaknya belum lenyap setelah kuuji. Sekali tubuhnya hancur, maka rohnya akan segera menerima racun......semua evil piece ini memberitahuku kalau rohnya masih selamat setelah waktu tertentu saat tubuhnya hancur dimana dia seharusnya musnah. Sulit memahami situasi hanya dari rohnya, namun kudengar dari Gubernur Azazel kalau Ophis masih bersama dengannya. Jadi tak akan aneh kalau ada keajaiban terjadi. Tak peduli dalam wujud apapun, biarpun hanya rohnya yang masih selamat.”

“Biarpun rohnya selamat, apa yang harus kita lakukan pada...........tubuhnya yang sudah hancur?”

Aku bertanya pada Ajuka Beelzebub-sama.

“Fumu. Apa orang tuanya masih hidup? Atau bisa apa saja seperti rambut tubuhnya atau informasi DNA yang bisa ditemukan dalam kamarnya.”

“Orang tuanya masih hidup........kupikir kita bisa menemukan rambut tubuhnya di kamarnya kalau kami mencarinya.”

“Maka setelah rohnya ketemu, sangat perlu untuk mengambil sampel DNA dari orang tuanya atau rambut tubuhnya jadi kita bisa membuatkan tubuh baru yang dekat dengan aslinya. Institut penelitian yang dijalankan oleh Grigori pasti bisa melakukan itu. Sekedar merakit ulang tubuhnya pasti hal mudah bagi mereka. Yakni dengan memakai teknik klon.”

“.....jadi apa ada masalah lain?”

Buchou mengajukan pertanyaan lagi. Maou-sama mengangguk dan melanjutkan.

“Masalah soal apakah rohnya bisa sesuai dengan tubuh barunya dan apakah tubuh barunya bisa menerima Sacred Gearnya, Boosted Gear. Dua poin inilah masalahnya. Untuk yang pertama, biarpun rohnya tidak sesuai, kita bisa memakai terapi obat obatan atau kekuatan Iblis atau sihir untuk memperbaikinya. Namun dia mungkin memerlukan perawatan seumur hidupnya. Namun masalah terbesar adalah yang kedua.—Sacred Gear sangat rapuh. Khususnya Longinus. Para Malaikat jatuh pernah memakai teknik mengambil Sacred Gear dari tubuh seseorang dan memindahkannya. Namun kita tak bisa tahu efek samping jika secara paksa memindahkan Sacred Gear ke tubuh baru. Pokoknya, dia bisa hidup sebagai budakmu lagi saat kamu memasukkan rohnya ke dalam tubuh barunya dan memakai evil piece padanya lagi. Namun kalau evil piece membuat reaksi penolakan, tak perlu kuatir karena aku bisa menyetelnya . Dia sangat mujur karena evil piecenya tidak ikut terkena kutukan Samael.”

Aku pernah dengar hal itu sebelumnya. Memindahkan Sacred Gear itu memang bisa. Malaikat Jatuh Reynalle yang mengeluarkan Sacred Gear dari Asia-san dan memindahkannya pada dirinya sendiri adalah salah satu kasus seperti itu. Namun Azazel-sensei juga mengatakan hal ini.

Masih mungkin untuk memindahkannya, namun ada kemungkinan tinggi dia kehilangan kemampuan yang lain. Jadi artinya biarpun Ise-kun mendapatkan tubuh baru dan memiliki rohnya dengan Sacred Gear dimasukkan ke dalamnya, kami tak bisa membuang dugaan kalau dia akan kehilangan kemampuan dan perawatan seumur hidupnya.

“Kalau evil piece belum berhenti berfungsi dan kalau roh serta Sacred Gearnya masih ada, maka masih mungkin untuk membangkitkan dia. Dengan kata lain kalau itu semua lenyap, maka kita tak akan bisa menghidupkan dia lagi. Namun dia masih bersama Sacred Gearnya.....? Oh iya. Ada kasus dengan Regulus Nemea juga. Mungkin seperti itu, Sacred Gear sendiri masih ada dan rohnya berada di dalamnya. Kalau rohnya berada di dalam Boosted Gear, maka dia bisa bertahan untuk sementara waktu di celah dimensional. Kudengar kalau Longinus pada generasi ini membuat evolusi irreguler sehingga keberuntungannya mungkin adalah bagian dari itu.—kasus yang belum pernah terjadi sebelumnya, namun kita bisa menganggap kalau dia punya kemujuran tinggi.”

Oleh jawaban ini, aku......kami........


“Ueeeeeeeen! Ise-saaaaaaaaaaan!”

Asia-san menangis sangat keras. Itu bukan tangisan kesedihan namun kebahagiaan. Akeno-san, Koneko-chan, dan Ravel-san juga menitikkan air mata haru. Di dalam keputus asaan, kami menemukan secercah cahaya.......Bukan. Rasanya kami mendapat harapan besar. Ya, kalau ada kemungkinan kalau dia masih hidup, maka dia pasti masih hidup! Alasan untuk itu yakni Hyodou Issei adalah lelaki yang membuat banyak keajaiban terjadi dalam situasi apapun, dan itulah “Oppai Dragon” semua orang. Semua orang disini mengetahuinya lebih dari siapapun. Buchou menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, dan menitikkan air mata kebahagiaan.

“............Ise, jadi kamu masih hidup.......ya, tak mungkin kamu akan mati!”

Ada kemungkinan kalau Ophis masih bersamanya. Kalau Ise-kun masih hidup, maka wajar kalau Ophis ada bersamanya. Seperti yang Ajuka Beelzebub-sama katakan, tak kan aneh kalau keajaiban terjadi. Kalau Ddraig juga ada bersamanya, maka tak ada lagi pendukung hati melebihi itu. Maou-sama selesai melihat lihat evil piece itu dan mengembalikannya pada Buchou.

“Yang jelas, ini sesuatu yang harus kamu jaga baik baik, Rias Gremory. Kamu tak perlu cemas. Kekasihmu adalah [Oppai Dragon] yang membuat keajaiban terjadi. Mungkin rohnya akan kembali sendiri dengan kekuatan Ophis dan Sekiryuutei Ddraig?—aku akan suruh orang orangku mengecek di celah dimensional. Pasti ada seseorang dalam budak Falbium yang tahu banyak soal ini.”

Saat Ajuka Beelzebub-sama mengulurkan tangannya, lingkaran sihir transportasi tercipta di hadapan kami.

“Kalian semua harus segera pergi. Dunia Bawah sedang memerlukan kekuatan para Iblis muda. Jangan takut, dia pasti akan kembali. Kupikir kalian semua paling tahu soal itu. Dia adalah Iblis seperti itu, kan?”

Ya, memang seperti yang Ajuka Beelzebub-sama katakan. Kalau dia hidup, maka dia pasti akan kembali. Biarpun sesuatu terjadi, selama dia hidup maka dia pasti akan kembali pada kami. Tak seorangpun disini meragukan itu. kami akan menunggu. Karena itu cepatlah kembali.

Dunia Bawah......anak anak di Dunia Bawah tengah menunggu kepulanganmu!