High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 12 Batas Dimensi

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Batas Dimensi[edit]

.......Una......Apa aku tertidur......?

Tempat dimana aku, Hyodou Issei, bangun adalah di atas tanah merah. Aku melihat mimpi aneh. Mimpi dimana aku menyemangati Kiba yang bertarung melawan Siegfried. Dia nampaknya kesusahan jadi aku berpikir meminjaminya Ascalon.....Yang lain juga tidak terlihat bahagia jadi aku juga menyemangati mereka!

.......Hah. dimana tempat ini......?

Saat aku melihat sekeliling, ada batu batu merah yang.......terjal? Apa gurun pasir? Aku tidak yakin, tapi aku berada di atas tanah merah. Saat aku melihat ke langit, pemandangan tampak campur aduk karena memiliki campuran berbagai warna. Rasanya aku sedang melihat Kaleidoskop. Tunggu, apa ini Neraka? Kalau kuingat, aku menghajar Shalba yang membawa Ophis untuk menolongnya......dan lalu apa yang terjadi? Aku mencoba pulang......aku mengalahkan Shalba.......Hah? Apa justru aku yang dibunuh? Ingatanku terasa kabur.

[Apa kau membuka matamu? Aku tak tahu apa yang terjadi padamu.]

Aku bisa mendengar suara partnerku.

[Ddraig? Ya, aku kehilangan kesadaranku dan.......hah? Aneh. Entah kenapa tubuhku terasa aneh.]

Aku menyadari perubahan pada tubuhku.......Aneh. Aku tak bisa meraba apa apa! Aku tak merasa bisa menyentuh apa apa! Aku mengenakan armor saat ini namun aku tak bisa merasakannya! Apa yang terjadi!? Aku mencoba meletakkan topeng kembali ke armorku seperti yang biasa kulakukan dan......Aku tak bisa melakukannya! Ka-kalau begitu bagaimana dengan ini!? Aku membuat armor di tanganku saja yang hilang dan......

Tangan.......Tanganku tidak ada!?

Lenganku, yang seharusnya ada di dalam saat aku melepas armorku, tidak ada! Tu-Tunggu......apa kau bilang ini juga sama dengan seluruh tubuhku.....? Aku tak tahu apa yang terjadi padaku dan kemudian Ddraig berbicara padaku.

[Tubuhmu hancur oleh kutukan Samael. Kau berada dalam kondisi dimana rohmu dicabut dari tubuhmu dan dimasukkan kedalam armor. Anggap saja kalau kau hanya berwujud Roh. Tapi itu keputusan sulit apakah ini mungkin atau tidak.]

........Eh?

Tubuhku hancur? Aku dalam kondisi Roh saja? Dan kau memasukkannya kedalam armor?

Aku memikirkannya lagi dan menyadari dengan segera apa maksudnya ini.

[......Kenapa bisa begini! Kalau aku tak punya tubuh, mana bisa aku berhubungan seks dengan Riaaaaas!]

Aku berteriak sambil memegangi kepalaku ke bawah! Dasar sial! Aku tak bisa menyentuh oppai kalau tak mempunyai tubuh! Tak bisa meraba oppai Rias dan Akeno-san dan oppai Asia yang masih berkembang! Kau pasti bercanda kalau aku tak bisa meremas oppai lagi!]

Aku baru saja menembak Rias! Kalau begini, aku takkan bisa berhubungan seks dengannya!

[......Eh? I-Itukah reaksimu.....?]

Partnerku membuat respon bodoh. Kemudian kukatakan padanya!

[Bukan “Eh”! ini masalah hidup dan mati! Aku baru jadian dengan Rias, tapi aku tak bisa berbuat ecchi tanpa tubuhku! Menyentuh payudara itu dengan tanganku! Dengan tangan telanjang! Aku tak bisa meremasnya! Lebih baik aku matiiiiii! Bagaimana bisa berhubungan seks hanya dengan armor!? Hanya Dullahan yang bisa melakukan cara aneh seperti itu!]

Bukan hanya Rias! Aku juga belum terpuaskan dengan oppai Akeno-san! Oppai Asia dan Koneko-chan juga mulai tumbuh tahu!? Hanya bisa melihatnya adalah hal terburuk yang pernah ada! Mungkin tidak buruk kalau mereka masuk dalam armorku dan berkata “Aaaah, kulit Ise begitu dingin yang kurasakan.......”? Tidak, itu juga tidak bagus!? Aku ingin merasakan mereka dengan kulitku sendiri!

[Maksudmu aku tak bisa membuat bayi dengan Xenovia lagi! Sial! Aku juga mau membuat bayi dengan Irina! Aaagh, aku tak peduli meski harus berhubungan seks dengan armor sekarang! Dasar sialan! Apa tidak apa apa kalau aku merasakan oppai dengan armorku!?]

[Ah.....ummm. Begini partner.....]

Ddraig membuat suara kebingungan. Ada apa!? Aku sedang shock saat ini karena aku kehilangan tubuhku! Apa lagi !?

[Ada apa Ddraig!? Aku sangat depresi saat ini!? Bicara padaku nanti saja! Siaaaaal! Kupikir aku bisa pulang ke rumah setelah mengalahkan Maou palsu Shalba itu.......Ah. Ophis ada dimana? Aku berada di dimensi buatan untuk menolongnya.]

Ya, Ophis. Ingatanku mulai kembali. Aku memang mengalahkan Shalba. Aku kemudian menolong Ophis dan jatuh setelah tubuhku mencapai batas karena kutukan samael. Dan ketika sudah sadar aku berada di atas tanah merah dan kehilangan tubuhku. Aku melihat sekeliling mencari Ophis.

“Pukul pukul pukul.”

High school dxd v12 109.jpg

Saat aku mendekatinya, Ophis mengatakan ini,

“Aku akan mengalahkan [Great Red].”

Dia.....? A-Apa yang kau katakan......kemudian, aku menyadarinya. Dimana aku berdiri, itu dia! Kupikir ini hanya tanah terjal berbatu, tapi......!

Aku berlari di atas tanah merah! Tidak terlalu besar dan aku segera menemukan batasnya. Tapi yang kutemukan adalah.......benda yang sangat tajam! Bukan, ini......! Ini tanduk!?

Aku berjalan sedikit lagi. Dan aku muncul di atas kepala sesuatu! aku berada di atas makhluk yang familiar!

Ya, tanah merah ini adalah Naga raksasa, Great Red! Uwaaaah! Aku berada di atas [Great Red]!

[.......K-Kenapa aku berada di atas [Great Red]......?]

Ddraig mengatakannya setelah mendesah.

[Setelah kau mengalahkan Shalba Beelzebub, kau menggunakan semua kekuatanmu di dimensi buatan yang sudah remuk. Setelah itu dimensi buatan benar benar runtuh. [Great Red] kebetulan melintas. Kemudian Ophis menaiki [Great Red] sambil membawamu bersamanya. Ini adalah celah dimensional. Dengan cara ini beberapa hari sudah berlalu sejak saat itu.]

Jadi seperti ini rupanya. Sampai kebetulan menemui [Great Red].......aku sungguh beruntung. Jadi ini celah dimensional. Sungguh tempat yang misterius.......

Tunggu, beberapa hari sudah berlalu!?.......Astaga, semua orang pasti khawatir padaku.

[Berpikir bagaimana kau bisa menarik kekuatan, aku hanya bisa berpikir kalau kau secara alami menarik [Great Red].......kesempatanmu menemui makhluk legendaris sangat abnormal. Untuk menghindari bahaya kekuatanmu yang bisa menarik makhluk lain. Kau sungguh sulit dipahami seperti biasanya.]

Jangan bilang begitu........aku juga bingung harus berbuat apa.

Aku hanya ingin menjalani kehidupan ecchi dengan damai dan kenapa hal hal aneh terus berdatangan padaku!? Ini lebih dari serius. Ini hal yang sangat berbahaya. Karena aku kehilangan tubuhku!!

......Mungkin aku harus disucikan. Ah, aku akan menerima sakit kalau aku disucikan! Aku tak bisa apa apa tentang itu!

......Tapi tak ada gunanya biarpun aku mengatakan itu. Yang jelas aku selamat karena [Great Red] kebetulan melintas, dan menolongku.

Ophis berhenti memukul mukul [Great Red] dan melihat ke arah langit.

[Apa. Kau tak mau kembali ke duniamu?]

Aku mengatakannya pada Ophis. Takkan aneh kalau dia pulang ke tempat asalnya dan meninggalkan aku.

“Bagiku, inilah dunia asalku.”

Oh iya, celah dimensional ini adalah tanah kelahirannya.

[.......Mungkin aku salah bicara. Bukankah kau kembali ke Dunia manusia atau Dunia Bawah?]

“Kau bilang “Mari kita pulang bersama”. Karena itu aku ada disini. Aku akan pulang bersama.”

Sungguh Dewa Naga-sama yang jujur. Dia sama sekali tidak jahat. Dia sangat polos.

[.....Kau benar benar aneh. Tapi kau sama sekali tidak jahat......Haa. Ngomong ngomong, apa aku bisa pulang ke rumah? Bukankah ada pemanggilan dari sensei?]

[Ada. Tapi hanya evil piece dalam dirimu yang kembali. Itu fenomena yang sangat langka. Evil piece adalah item dengan banyak misteri.]

Ddraig mengatakan itu! Ada pemanggilan!? Tapi hanya evil piece di dalamku yang kembali!?

[Apa kau serius!? Ah, benar juga. Aku tak bisa merasakan respon evil piece dalam diriku!]

Ini membuatku pucat......Yang benar saja. Biarpun rohku selamat, aku kehilangan tubuh dan evil pieceku......yang tersisa hanya rohku, Sacred Gear, dan Ddraig? Jadi aku dalam kondisi dimana sangat hebat kalau aku masih hidup. Tidak, masih hidup dalam kondisi ini bahkan lebih hebat.......yang benar saja, sebenarnya aku ini siapa? .......Apa ini semua karena berkah dari Chichigami[1]-sama?

[Sumber kekuatanmu adalah karena Evil Piece. Ya kan partner?]

Itu benar Ddraig. Triaina dan [True-Queen] bisa kulakukan karena Evil Piece. Karena itu, aku mampu mendapatkan kekuatan berbeda dari para Sekiryuutei sebelumnya.

[Pokoknya, aku harus beritahu pada semua orang kalau aku selamat.......meski sebenarnya tidak.....Y-Yah, aku ingin beritahu mereka kalau aku setidaknya masih hidup. Tapi apa aku aman kalau tetap seperti ini?]

Didalam armorku kosong......Bisakah aku menyebut diriku hidup? Oh iya. Aku masih punya kesadaranku.

[Kau sedang meminjam kekuatan [Great Red] saat ini. Seperti itulah dirimu.]

Jawaban Ddraig. Ja-jadi itu artinya aku harus terus bersama [Great Red]!?

[Berarti aku tak bisa kembali dengan normal! Berarti aku benar benar terjebak......]

[Bisakah aku mengganti topik kembali partner?]

Ddraig mengatakan itu.

[Nn? Apa ada sesuatu?]

[Ya. Konfirmasi ulang tentang situasi saat ini.]

[Situasi saat ini katamu.......aku harus bepergian sepanjang celah dimensional bersama [Great Red] dalam kondisi ini kan? kau mau bilang kalau aku harus hidup di dunia tanpa payudara, bokong, dan paha wanita selama lamanya kan? .....Sungguh neraka! Jalanku untuk menjadi Raja Harem pupus sudah!]

[Hahahaha! Tak menyerah menjadi Raja Harem bahkan dalam situasi ini! Seperti yang kuduga dari partnerku!]

Ddraig tertawa riang. Ini bukan sesuatu yang bisa kau tertawakan! Ini sangat serius bagiku! Itu impianku! Apalagi akan semakin sulit bagiku menjadi Raja Harem karena aku tak memiliki tubuhku lagi! Tidak, aku harus memikirkan cara melakukan hal hal ecchi dengan hanya armorku sebagai siasat terakhir!

[Itu dia. Aku bisa paham kenapa pikiran para pemilik sebelumnya menyerahkan semuanya padamu.]

.....Apa katamu? Apa maksud ucapanmu? Aku kemudian mengirim kesadaranku kedalam Sacred Gear......aku bisa melihat dunia putih......ada meja dan kursi........namun tak ada siapa siapa. Tak seorangpun senpai ada disana! Apa artinya ini!

Ddraig berbicara dengan tenang.

[.....Partner. Rohmu terancam musnah saat itu. Karena kutukan Samael. Sudah terlambat menolong tubuhmu jadi kami harus membuangnya. Yang akan terpengaruh setelah tubuhmu adalah rohmu. Kalau dibiarkan terus, rohmu akan lenyap oleh kutukan Samael. Saat itu aku berpikir kalau sudah tak ada jalan keluar lagi. Aku bahkan sudah siap untuk pergi ke pemilikku selanjutnya.]

........Tunggu. Jadi bagaimana rohku bisa selamat?

[Sisa sisa pikiran senpaimu melindungi rohmu dari kutukan Samael. Ketika mereka menggantikanmu menerima kutukan Samael, aku mencabut Rohmu dan melekatkannya kedalam armor. Itu waktu yang sangat riskan. Kalau keputusanku terlambat sedikit saja, kau takkan bisa berada disini sekarang.]

..........

.....Apa......Itu artinya aku bisa ada disini berkat senpai......! Padahal aku masih belum berterima kasih pada mereka! Mereka mulai memberiku senyum dengan lepas dari kutukan Sekiryuutei! Mereka bahkan memberiku nasehat di dimensi buatan! Padahal kupikir aku bisa akrab dengan mereka! Ini......aku tak bisa menghadapi perpisahan seperti itu......

[......Aku bisa paham perasaanmu. Karena itu maukah kau mendengar kata kata terakhir mereka? Mereka mewasiatkan kata kata mereka—inilah pesan terakhir mereka untukmu.]

Ya, biarkan aku mendengarnya! Kata kata yang mereka tinggalkan untukku!

......Tunggu.....Kupikir ada situasi yang serupa dengan ini sebelumnya......firasat buruk melintasi pikiranku. Kemudian sebuah pandangan muncul dari berlian. Disana terdapat rekaman para senpaiku. Mereka mengatakannya padaku dengan senyum menyegarkan.

[[[[Pochi dan Pochi, Zoom Zoom, Iyaaaan!]]]]

............

Aku tak bisa berkata apa apa. Seperti yang sudah kubayangkan! Aku tahu akan seperti itu jadinya! Berapa besar kalian, para Sekiryuutei sebelumku, menyukai lagu itu!? Dari sisi pandangan, Hakuryuukou-senpai menunjukkan senyumnya.

[Bokong juga menakjubkan, Sekiryuutei saat ini!]

Katakan itu pada Valiiiiiiiiiiii!

Ah pandangannya lenyap! Apa kau serius!? Ini saja!? Tidaaaaaaaak! Bagaimana bisa kalian senpaiku tak meninggalkan kata kata manis sama sekali pada Kouhai[2] kalian! Yang bisa kukatakan pada mereka adalah “Terima Kasih banyak! Aku akan terus berjuang!” sambil membungkukkan kepalaku! Tidak, aku sangat berterima kasih pada mereka karena menyelamatkan nyawaku! Membuatku jadi emosional! Kemudian aku mendesah dan Ddraig berkata padaku.

[Lihatlah di ujung sebelah kiri.]

Aku melihat ke arah yang Ddraig tunjuk—Ada gumpalan daging bengkak.......Apa [Great Red] digigit nyamuk? Ah, ada denyutnya! Apa ada sesuatu di dalamnya!?

[Apa itu?]

[Itu kepompong. Tidak, anggap saja itu kapsul pembiakan.]

[Kepompong? Pembiakan? Ada apa di dalamnya?]

[Ya, tubuhmu. Tubuhmu yang pernah hancur sedang menerima daging baru disini. Ia melahirkan tubuh barumu dengan bagian daging [Great Red] dan kekuatan Ophis.]

............

.......Apa katamu.......?

Aku dibuat membisu, namun Ddraig tertawa keras keras.

[Kukuku. Kau akan dibangkitkan oleh Naga-Sejati dan Dewa-Naga—partner, mari persiapkan serangan balasan!]

Catatan Penerjemah dan Referensi[edit]

  1. Dewa Payudara
  2. Junior.