High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 9 Life 1

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Life 1 : Ya! Mari pergi ke Kyoto![edit]

Bagian 1[edit]

“Di masa depan aku ingin mendirikan sekolah sihir Norse di wilayah Gremory, dan memulai latihan bisnis Valkyrie baru dari para Iblis wanita.”

Rossweisse-san tengah mendeskripsikan rencana untuk masa depannya.

“Sebagai Malaikat, aku tak pernah menduga akan bisa mengunjungi rumah Iblis Kelas Tinggi, sungguh kehormatan besar! Ini pasti merupakan berkah dari Tuhan dan...........Maou sama!”

Irina juga sangat senang.

Seiring tanggal untuk piknik sekolah semakin dekat, kami para budak Gremory plus Irina sedang mengobrol dengan orang tua Buchou, sembari meminum teh di ruang makan kediaman Gremory.

Untuk merayakan lengkapnya timnya, Buchou perlu memperkenalkan ulang kami semua pada orang tuanya.

Dengan elegan menghisap tehnya sambil berbicara, apa ini hobi yang dimiliki para Iblis kalangan atas? Atau mungkin karena aku belum pernah mendapat pengalaman minum teh dan mengobrol dengan dikelilingi budak sebanyak ini, aku merasa sangat tak nyaman.

“Hahaha, Rossweisse-san sepertinya sangat tertarik pada industri Iblis. Sebagai kepala keluarga Gremory, aku akan menantikan kontribusimu.”

Ayah Buchou tertawa dengan terbuka. Seperti biasa, dia bersikap layaknya bangsawan sejati.

Ibu Buchou menyisip tehnya, meletakkan cangkirnya, dan mengubah topik.

“Ngomong ngomong, Ise-san dan kalian semua kelas 2 akan bertamasya sekolah sebentar lagi, kan? apa kalian akan pergi ke Kyoto di Jepang?”

“Ya, ya. Menurut rencana, kami akan segera berangkat ke Kyoto.”

Aku menjawab. Ibu Buchou sangat ketat dalam tata krama, sehingga aku mengucapkan setiap kalimat dengan sopan santun.

“Tahun lalu, Rias membawa pulang beberapa acar Jepang dari Kyoto yang rasanya cukup enak.”

Ibu Buchou benar benar memakan acar Jepang? Tidak, Buchou juga memakannya di rumah. Tapi, aku merasa kaget oleh fakta itu. Mustahil untuk mengaitkan Nona Gremory bangsawan dengan acar Jepang.

“Saya.......Budak belian anda akan membawakan kembali sepulang piknik nanti.”

“Ara......bukan itu maksudku.......aku minta maaf, kamu sama sekali tak perlu melakukan itu, kan?”

Mendengar jawabanku, Ibu Buchou sedikit tersipu dan meletakkan tangannya di sudut mulutnya. Responnya itu diluar dugaan sangat manis!

Setelah sejumlah obrolan sepele, pesta teh perayaan penyempurnaan tim berakhir dengan sukses.


Setelah pesta teh, kami bersiap untuk pulang ke rumah melalui lingkaran sihir.

Namun, Sirzechs-sama tiba tiba kembali ke istana Gremory, dan kami harus menyapanya sebelum pergi.

“Aku akan ikut juga!”

Mirikyasu-sama juga ingin menemui Ayahnya, jadi dia ikut bersama kami.

Di jalan spesial yang hanya digunakan ketika Sirzechs-sama kembali ke istana, Sirzechs-sama tengah menemui seseorang – seorang tamu berambut hitam.

Ah, melihat lebih dekat, tamu itu adalah Sairaorg-san dalam busana ningrat.

“Terima kasih untuk keramah tamahannya. Kelihatan bagus, Rias dan Kaisar Naga Merah.”

Bahkan dibawah situasi formal seperti itu, hawa kehadiran kuat masih terasa padanya. Mata garangnya bersinar penuh semangat dan keteguhan.

“Ya, syukurlah kamu datang untuk menyapa kami. Kamu juga, terlihat menawan – tapi aku mohon maaf untuk sapaanku yang tertunda. Onii-sama, salam. Kami dengar kamu pulang ke rumah dan datang untuk menyapamu.”

“Jangan terlalu bersikap formal, itu membuatku tak nyaman. Terima kasih kalian semua.”

Sirzechs-sama mengambil Mirikyasu-sama di tangannya dan tersenyum pada kami.

Alasan dia kembali ada hubungannya dengan Sairaorg-san? Kalau itu memang benar, maka itu pasti ada kaitannya dengan pertandingan yang akan datang.

Saat aku kebingungan memikirkan itu, Buchou menanyai Sirzechs-sama.

“Onii-sama, Sairaorg datang karena......?”

“Ya, dia datang kemari untuk mengantar buah buahan, spesialitas dari wilayah Bael. Sepupu kita benar benar tenggang hati. Kami sedang membicarakan tentang bagaimana Rias harus mengunjungi keluarga Bael untuk mengungkapkan rasa terima kasih kita kapan kapan nanti.”

Sirzechs-sama berbicara. Ya, bagi Sirzechs-sama, Sairaorg-san adalah sepupunya dari pihak Ibu. Berpikir seperti itu, status Sairaorg-san sebenarnya cukup tinggi.

“Kami sedang membicarakan beberapa hal tentang pertandingan berikutnya. Rias, dia tak punya permintaan khusus tentang aturan, kecuali kalau semua pembatasan yang rumit harus diangkat dari peraturan pertandingan.”

“—“

Mendengar kata kata Sirzechs-sama, Buchou terkejut namun matanya menjadi serius.

“Sairaorg, jadi singkat kata, tak peduli berapa banyak elemen tak pasti yang ada di pihak kami, kamu akan menerima itu semua, itukah yang kamu maksudkan?”

Pada pertanyaan serius Buchou, Sairaorg-san tersenyum dengan berani.

“Benar sekali. Entah itu Vampir yang menghentikan waktu, atau Sekiryuutei yang membaca pikiran dan memusnahkan pakaian wanita, aku akan hadapi mereka semua.—Kalau aku tak bisa menangani seranganmu, mana bisa aku menyebut diriku pewaris keluarga Bael?”

[--!]

Penerimaan terbuka Sairaorg-san membuat kami para budak tercengang.

.....Sungguh semangat dan keyakinan luar biasa. Pria ini benar benar ingin menghadapi kami secara penuh.

Dengan mata menusuk, Sairaorg-san menatap Buchou dan kemudian beralih padaku.

.....Itu adalah hawa kehadiran sunyi yang memberikan perasaan dingin dan menakutkan, namun sama sekali tanpa niat jahat. Tak sedikitpun hawa kejahatan terasa padanya.

Hanya semangat bertarung murni. Pria ini juga maniak pertarungan seperti Vali, namun keduanya sama sama tak membawa niat jahat.

“....Seram sekali. S-Sampai ada seseorang yang benar benar ingin menghadapi kekuatanku dengan serius......ini menjadikannya jauh lebih seram!”

Gasper bersembunyi di belakang punggungku, menunjukkan ekspresi ketakutan. Dia benar, karena pria ini berniat menghadapi kekuatan penghenti waktu yang kuat.

B-bahkan jurusku pun diterima......itu membuatku sangat bersyukur! Terima kasih!

Menyaksikan reaksi kami, Sirzechs-sama membuat saran.

“Ya, tak ada peluang yang lebih baik daripada pertemuan kali ini. Sairaorg, kau pernah berkata kalau kau ingin berlatih tanding dengan Sekiryuutei – Ise-kun, kan?”

“Itu benar, aku mengatakan itu sebelumnya........”

“Mari kita lakukan pertandingan persahabatan. Bukankah kau ingin merasakan tinju dari Naga Langit?”

........

Karena ketiba tibaan itu, pikiranku menjadi blank sama sekali.......namun setelah sebuah jeda, aku bisa bereaksi.

A-A-Apaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!?

Memintaku bertarung dengan Sairaorg-san sekarang juga!? yang benar saja! Tidak tidak, biarpun kau tiba tiba mengatakan itu........!

Mengabaikan mataku yang terbuka lebar karena kaget, Sairaorg-san menanyai Buchou.

“Rias, apa kau mengizinkan?”

Buchou merenung untuk sesaat, kemudian menjawab dengan mantap.

“.....Karena Onii-sama......bukan, Maou-sama mengatakan itu, maka sewajarnya aku tak berhak menolak. Ise, tak apa apa kan?”

--!

Kenapa bicara begitu!? Masa sih! Aku harus maju!? .....Uwuwu, kalau Buchou mengatakan itu, aku tak bisa menolak........dan di depan Asia, Akeno-san, dan para gadis, aku tak boleh kelihatan lemah di hadapan mereka.

“.....Ya, ya! Kalau kamu tak keberatan!”

Aku melangkah ke depan dan membuat pernyataan seperti itu! karena sudah jadi begini, aku tak punya pilihan selain mengerahkan segenap kekuatanku!

.....Bagaimanapun juga, cepat atau lambat kita harus menghadapi serangan dari Iblis muda terkuat, Sairaorg-san.

Kalau itu masalahnya, maka biar aku menghadapinya sekarang untuk menyediakan referensi berguna untuk pertandingan nanti! Lebih jauh lagi, dengan menyaksikan pertarunganku dan Sairaorg-san, para budak lain bisa mempelajari sesuatu dari itu.

Usai Sairaorg-san dan aku saling bertukar pandang, Sirzechs-sama mengangguk setuju.

“Maka tunjukkan padaku tinju dari yang pertama diantara generasi baru Iblis dan Sekiryuutei.”

Mendengar itu, Sairaorg-san—

“Terima kasih untuk kesempatannya. Akan kutunjukkan secara jelas padamu, tinjuku.....”

Wajahnya menampakkan senyum berani.

Di basemen istana Gremory terdapat aula latihan yang luas, yang bisa dengan mudah dimasuki seluruh stadium Akademi Kuou.

Kami dari Gremory dan Sairaorg-san pergi kesana bersama. Sedangkan Mirikyasu-sama, Grayfia-san membawanya ke tempat lain untuk menunggu.

Di depanku, Sairaorg-san melepas busana ningrat indahnya, dan hanya mengenakan kaos abu abu.

.....Bahkan melalui kaos, tubuh sempurnanya bisa terlihat jelas.......berotot dan sangat kekar, lengan atas yang terbentuk dengan kuat, dan tinju besar. Otot di bahu dan punggungnya nampak berisi.

Lebih jauh lagi, dia juga berwajah tampan. Benar benar dari keluarga Ibu Buchou.

“Ddraig, ayo maju.”

[Serahkan padaku!]

Aku memanggil gauntlet di tanganku, dan penghitungan Balance Breaker dimulai.

Meski selama tak ada hal serius dalam pertarungan, armor Balance Breaker bisa dipertahankan untuk jangka waktu yang lama, namun medan tempur sangat sulit diprediksi dan aku akan selalu merasa gugup sepanjang batas waktu singkat.

Namun, sepanjang penghitungan, Sairaorg-san menunggu dengan sabar.

.....Apa dia sepercaya diri itu? itu pasti karena dia ingin melihat kekuatan penuhku, dan tak ingin melakukan hal hal tak perlu. Semua orang disini memahami itu.

Aku tak bisa menunjukkan sikap pengecut di depan para budak lain, serta Buchou. Biarpun aku kalah, aku harus bertarung sampai mati dan mempertaruhkan segala yang kupunya......—Sekarang, penghitungan sudah berakhir.

[Welsh Dragon Balance Breaker!!!]

Dengan gauntlet bersuara ia memancarkan cahaya merah, dan menutupi seluruh tubuhku. Aura merah itu mengambil bentuk armor – Boosted Gear Scale Mail!!

“Pak!” sayap Naga raksasa membentang dari punggungku dan aku bersiap menyerang. Dengan gerakan mengalir, Sairaorg-san juga memasang posisi bertarung.

.....Meski aku sudah melihat video pertandingan diantara Sairaorg-san dan si berandalan dari keluarga Glasya Labolas, kecepatan Sairaorg-san lebih tinggi dari yang kuduga.

Bahkan kecepatan dewa Kiba akan merasa terancam dengan kecepatan ini. Mungkin, dia lebih cepat dariku.......Aku tak boleh membiarkan lawanku membuat langkah pertama.

Aku harus mengambil inisiatif dengan resolusi bunuh diri!

Gooooooooooooooooooooooo!

Menghembuskan booster punggungku sampai max, aku terbang lurus ke depan!

Mempersiapkan tinju lurus ke depan, aku mengacungkan tanganku ke depan! Selanjutnya adalah memukul dalam satu serangan--!

.....Kenapa dia tak mengelak!? Dihadapkan dengan kekuatan tinju besarku, Sairaorg-san sama sekali tak berusaha untuk mengelak!

Brengsek! Apa kau berkata kalau tak ada artinya untuk mengelak! Oke, silahkan menerima tinjuku!

BRAGH!

Dengan suara memekakkan telinga, tinju lurusku membuat kontak dengan wajah Sairaorg-san!

--! D-Dia sama sekali tak mengelak! Bukan hanya itu, itu serangan sempurna dan telak!

Perasaan bergidik.

Dalam kontak sekejap itu, aku tiba tiba merasakan hawa dingin tak terjelaskan, memaksaku untuk segera mengambil langkah mundur.

Setelah memasang jarak darinya, aku memasang posisi untuk menyerang lagi.......namun tubuh Sairaorg-san tak menampakkan tanda tanda luka.

....Tunggu sebentar! Aku memusatkan seluruh kekuatanku pada tinju barusan.....Meski Boost tak digunakan, mana mungkin dia bisa tak terluka tanpa bertahan sama sekali!

Sairaorg-san menunjuk bagian yang terpukul dan tersenyum.

“Tinju yang bagus. Langsung menuju poin, tinju murni yang penuh hasrat kuat. Iblis normal pasti akan kalah sekejap oleh tinju itu, namun—“

Sairaorg-san menghilang di depan mataku—

“—Aku bukan Iblis biasa.”

Suara dan tinju Sairaorg-san tiba tiba datang dari belakang punggungku!

BRAGH! KACHING!

Tinju Sairaorg-san kena telak di tubuhku!

--! Kapan dia berada di belakang punggungku! Sial! Meski aku mengangkat tanganku untuk bertahan namun hantaman keras tinjunya sangat mengejutkan!

Biarpun serangan itu tertahan oleh silangan lenganku.....namun gauntletku! Bagian Gauntlet armorku hancur hanya dari tinju barusan!?

Tubuhku sama sekali kehilangan keseimbangan, aku dengan cepat bergerak mundur dengan menembakkan kekuatan Iblis melalui booster belakangku.

....Cepat sekali! Mataku tak bisa mengikuti sama sekali! Selain itu, dia menghilang! Kupikir mataku sudah terbiasa dalam menangkap gerakan berkecepatan tinggi dari latihan dengan Kiba!

Meremehkan dia? Mungkin sedikit. Tapi tetap saja, aku tahu bukan hanya itu alasannya. Apalagi, tanganku terasa kaku dan nyaris mati rasa! Sampai lenganku menjadi seperti ini dan dampak hancurnya gauntlet barusan.......

Tidak, setidaknya jariku masih bisa bergerak – aku masih bisa bertarung! Tulangku masih baik baik saja!

Ddraig, tolong pulihkan gauntletnya.

[Ah, aku paham.]

Aura merah mengelilingi lenganku dan sekali lagi gauntletku terbentuk.

Sairaorg-san menampakkan senyum terkesan.

“Hoho. Kau tak sampai terbang terlempar. Yah, itu hanya tinju pembuka.”

....Tinju pembuka!? Tinju pembuka saja bisa menghancurkan armorku!? Gu-gurauan macam apa ini!?

Dengan hanya tinju, ini kali pertama ada orang bisa meremuk Boosted Gear Scale Mail hanya dengan tangan kosong!?

“Aku punya tiga senjata. Tubuh yang terlatih kuat, kaki cepat, dan bela diri – aku datang!”

Sairaorg-san menghilang lagi! Dari samping!? Lawan dalam sekejap muncul di sampingku! Aku mundur ke belakang untuk menghindari serangan Sairaorg-san pada tubuhku—

Rooooooarrrr!

Itu adalah suara tinju yang memecah udara! Sungguh kekuatan besar yang terlepas dari tinjunya!

Krak.......

Dengan suara tumpul, beberapa retakan muncul di armorku di dekat perut! Mana mungkin begini! Sekedar memukul udara saja bisa membuat armorku retak!?

“Sial!”

Aku mengutuk dan memukul balik.

PRAK! Namun Sairaorg-san menerimanya dengan wajahnya lagi tanpa mengelak!

--Tak terluka sama sekali!

Maju!

Merasakan datangnya serangan balik, aku mundur lagi dalam sekejap itu memakai booster untuk melompat ke belakang.

Suara kencang dari hembusan keras udara.

Tendangan Sairaorg-san luput.....namun ledakan energi dari tendangan yang luput itu menimbulkan retakan besar muncul di tengah aula latihan dan naik sampai ke empat dinding!

Kalau tendangan itu sampai mengenaiku........

Aku merasa punggungku bergidik – dengan itu saja sudah membuatku terengah engah.

Hanya beberapa serangan dan semuanya sudah jelas.

-- Amat sangat kuat. Sukar dipercaya. Mana mungkin Iblis ini berasal dari generasi yang sama dengan Buchou dan Diodora!? Dia jauh lebih kuat dari Diodora!

[Ah, ini benar benar mengejutkanku. Pria dari keluarga Bael ini telah melatih kekuatannya sampai max. Memakai tipe Rating Game, ini adalah tipe kekuatan yang terus meningkatkan kekuatan serangannya lagi dan lagi. Betapa menarik. Pria yang mengejar kekuatan penghancur murni. Luar biasa ekstrim. Itu membuatku sangat tertarik.]

Wow, Ddraig menunjukkan ketertarikan terhadap seseorang selain Maou dan para Naga lain. Benar, dia adalah seseorang yang begitu kuat sampai Diodora sama sekali bukan tandingannya.

Mungkin dia lebih kuat dari Buchou beberapa kali lipat, bukan, lebih dari sepuluh kali lipat.

Iblis yang terlahir dari keluarga Great King tanpa mewarisi [Power of Destruction]. Tanpa memiliki apa apa selain tubuhnya, satu satunya pilihan yang ia punya hanyalah berlatih dengan tubuhnya, dan dengan sukses menjadi pewaris.

Seperti aku, Iblis tanpa bakat bawaan.

-- Ini bukan hasil dari latihan setengah setengah berjangka pendek.

Dan bahkan Iblis ini berasal dari generasi yang sama dengan Buchou.

....Buchou pasti akan kesulitan kalau menghadapi orang seperti itu.

Sairaorg-san sudah jelas merupakan dinding raksasa yang merintangi impian Buchou. Lebih jauh lagi, dia bahkan lebih tinggi dan lebih jauh, dinding absolut di hadapan impianku.

“Mengagumkan.”

Aku mengatakannya secara alami. Dari sedikit adu serang saja, aku sudah penuh oleh ketegangan dan rasa kekaguman.

“Jadi kau bisa mencapai level kekuatan ini dengan melalui latihan?”

Dihadapkan oleh pertanyaanku, Sairaorg-san membalas.

“—Aku hanya percaya pada tubuhku, itu saja.”

Sungguh karakter mengagumkan. Kalimat itu membuatku paham, bahwa orang ini pasti telah menaklukkan rintangan dan cobaan yang sulit untuk dibayangkan.

Dan karena itulah, aku harus mencoba memberikan semua yang kupunya dan mengetes batasku sendiri!

Biarpun itu aku, aku tak bisa mengaku kalah!

....Ini kesempatan bagus untuk mencoba saran dari Beelzebub-sama!

Setelah Beelzebub-sama membantuku untuk menyetel evil piece dalam tubuhku, dia juga memberikan saran pribadi.

Tentang aku dan evil piece—

“Promotion ke [Benteng]!”

Aku membuat deklarasi itu, berpromosi ke [Benteng]. Ya, [Benteng], bukan [Ratu].

Kekuatan mengalir ke tubuhku. Dengan itu, kekuatan serangan dan pertahananku meningkat pesat!

“[Benteng]?”

Sairaorg-san menampakkan ekspresi kaget melihat promosiku. Dia pasti menyangka kalau aku akan berpromosi menjadi [Ratu].

Sairaorg-san menghilang sekali lagi!—Ini dia! Aku mengirim kekuatan ke kakiku dan memasuki posisi bertahan seolah kakiku berakar ke lantai! Dengan menggertakkan gigiku, aku menyelimuti tubuhku dalam aura!

[Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost!]

Memakai kekuatan Naga untuk meningkatkan pertahanan!

Aku juga tak lupa menyalurkan kekuatan ke lengan kanan di saat yang sama—

Crash!

Sairaorg-san muncul dari depan, dan meluncurkan tinju keras ke perutku.

-- Serangan yang kuat! Hantaman dari tinjunya menembus masuk sampai ke tulang belakang!

...Uhuk.

Menyebar sepanjang tubuhku adalah rasa sakit luar biasa serta perasaan seolah segalanya terasa mengering! Dampak serangan itu mengalir sampai ke kakiku, kakiku bergetar nonstop......berkat merendahkan pusat gravitasiku, aku bisa menahannya. Meski kesadaranku nyaris hilang pada satu poin, tapi aku kembali ke kesadaran penuh! Kalau aku tak menggertakkan gigiku dan berusaha menahannya, kesadaranku pasti akan terguncang dan hilang!

Armor perutku........meskipun rusak, belum sepenuhnya hancur.

Mengincar pada jeda sekejap saat Sairaorg-san menarik mundur tinjunya, sekali lagi aku mengirim tinju kuat lurus ke wajah Sairaorg-san!

Crash!

Aku merasa seolah memukul dinding batu yang keras – aku merasa seolah di tanganku ada perasaan kecil seperti sesuatu retak.

Spurt!

Darah segar keluar dari Sairaorg-san, namun di saat yang sama—

Choke!

Darah juga muncrat dari area topeng di helmku. Darah naik dari perutku, dan muntah melalui mulutku.......

.....Betapa banyak kerusakan yang disebabkan oleh tinju di perut itu....? Tulang rusukku pasti ada yang retak, mungkin patah? Hanya dengan bernafas saja, rasa sakit menyebar sepanjang tubuhku.

Namun, aku menahannya.......! Armorku dan berusaha mempertahankannya!

Belakangan ini, semua musuhku adalah karakter yang bisa menembus armorku dengan mudah, dan membuatku berpikir tentang memfokuskan energiku pada pertahanan. Yah, ini perasaan alami saat aku terus melawan semua eksistensi ini yang lebih kuat dariku.

Namun, mengubah kekuatan menjadi pertahanan adalah hal menarik untuk dicoba. Meski sakitnya bukan main, itu membuatku jelas, selama kekuatan Sacred Gear digunakan secara fleksibel untuk pertahanan, masih mungkin untuk menerima serangan dari tipe kekuatan super secara telak dan selamat.

Di saat yang sama dengan menahan serangan, meninggalkan pertahanan penuh dan berganti ke serangan balik juga merupakan kunci.

Lihat, Sairaorg-san mimisan.........akhirnya, serangan balik berhasil.

Ini dia, meskipun tak selalu berguna, inilah semua yang aku punya. Promosi ke [Benteng] untuk meningkatkan serangan dan pertahanan telah membuktikan efeknya.

--Itu bekerja!

Aku bisa bertarung dengan pria ini! Kekuatan baru dan motivasi luar biasa mengalir ke dalam tubuhku hanya dengan menyadari hal itu.

Namun, tak peduli bagaimana kalian melihatnya, akulah yang lebih terluka disini, namun yang penting aku sudah bisa melukainya. Mungkin, biarpun aku kalah, aku bisa mematahkan tangannya.

Meski aku yang saat ini tak bisa mengalahkannya, namun pada level ini biar aku memberi semua yang aku miliki!

Sairaorg-san menyeka darah di hidungnya dengan jarinya.—seolah kagum dari lubuk hatinya, dia tersenyum.

“....Promosi ke [Benteng] ya? Sepertinya itu bukan keputusan yang salah. Aku sudah memusatkan kekuatanku pada tinju itu. Serangan dan pertahananmu sangat hebat seperti [Benteng]. Mungkin [Benteng] yang terspesialisasi dalam serangan dan pertahanan, ketimbang [Ratu] yang serba bisa, lebih cocok untuk tipe kekuatan sepertimu........Ada apa? Aku melihat pertanyaan di matamu. Kau punya pertanyaan tentang pertarungan kita?”

“Tidak, bagaimana mengatakannya ya.......para Iblis Kelas Tinggi sering......umm, merendahkan aku......namun Sairaorg-san sudah serius sejak awal, itu sangat mengejutkan.”

Pria ini, aku bisa merasa dia mengakuiku dari sejak awal. Sepanjang waktu ini, Raiser, Diodora, dan para Iblis Kelas Tinggi lain, tak satupun dari mereka memberiku rasa hormat, jadi situasi saat ini membuatku merasa segar namun malu.

Mendengar kata kataku, Sairaorg-san mendesah.

“Begitu rupanya. Kau sudah diremehkan sepanjang waktu ini. Jangan cemas, aku takkan meremehkanmu! Bisa bertahan hidup dan menang dalam pertarungan langsung melawan Golongan Maou lama serta Loki sang Dewa jahat Norse, aku tak punya alasan merendahkanmu.”

Kata kata itu.......membuatku bergetar dengan semangat. Sairaorg-san tersenyum berani.

“Melawanmu juga membuatku bahagia. Tinjumu sangat bagus. Sudah lama sekali sejak aku dipukul sampai mimisan begini. Menghadapi tipe yang sama adalah yang membuatku paling bahagia. Tinjumu pasti sudah sangat terlatih? Itu sesuatu yang hanya bisa dipahami setelah terpukul.—Jangan cemas, cobalah pukul aku dengan segenap kekuatanmu. Bukankah itu alasan kau berdiri disini?”

Aku merasa diriku terpana oleh senyum kharismatik Sairaorg-san!

--

Mengakui diriku........si brengsek ini. Meski jelas jelas dia adalah lawan yang harus kukalahkan.......

Kau benar benar lawan yang harus kuajak mengobrol baik baik setelah pertandingan.

Aku mengacukan tinjuku dan memasang posisi! Armor perutku sudah pulih! Aku akan mengambil kembali janji untuk mematahkan lengannya tadi!

-- Biarpun aku kalah, akan kupatahkan kedua lengannya!

Inilah responku pada kau disini, memberikan seluruh kekuatanku!

“Kemarilah! Hyodou Issei! Fokuslah saja untuk mengalahkanku! Tunjukkan padaku kekuatan Kaisar Naga Merah!”

“Oke, aku datang!”

[Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost!]

Aku menembakkan Dragon Shot ke arah Sairaorg-san yang menyerbu lurus dari depan.

Smack! Crash!

Dengan satu ayunan tinjunya dalam sapuan horizontal, Sairaorg-san menangkis Dragon Shotku ke dinding aula latihan.

Tak ada efek! Sudah kuduga kalau tak memakai mode [Peluncur], sihirku terlalu lemah!

Saat ini aku adalah [Benteng]! Haruskah aku menyerang dengan tinjuku! Sekarang waktunya untuk bertahan dari serangan balik!

Aku memasang kedua tinjuku dalam posisi di depanku, menghadapi Sairaorg-san dari depan!

“—Kau ingin bertukar pukulan denganku! Menarik! Cobalah saja!”

Usai Sairaorg-san berteriak padaku, aku melompat ke depan—

“Ise-san!”

Tiba tiba, Asia berteriak! Apa yang terjadi? Aku mengalihkan tatapanku padanya, dan Asia melanjutkan.

“I-Isi ulang! Setelah menyentuh pa-pa-pa-payudara Ise-san akan menjadi lebih kuat!”

.....Eh?

Semua orang kaget oleh kata kata Asia. Dan Xenovia sampai berkata “ha” seolah dia memahami, dan melanjutkan ucapan Asia.

“Ya, benar sekali! Ise adalah Oppai Dragon! Kekuatannya pasti meningkat setelah menyentuh payudara kami! Buchou! Tolong penuhilah tugas dari Switch Princess disini!”

“Rias-Oneesama! A-Aku takkan keberatan! Tolong, beri Ise-san kekuatan dari pa-pa-payudara! Kalau ini berlanjut, dia bisa kalah!”

Xenovia dan Asia memohon Buchou dengan tulus.

Di sisi lain, Buchou menampakkan ekspresi gelisah karena permintaan mendadak itu.

....Asia! Xenovia! Aku tahu kalian tak mau aku kalah, tapi jangan seenaknya meneriakkan payudara dengan suara sekeras itu!

Namun mereka berdua benar benar serius. Mata Asia bahkan sudah berair.

“I-Itu benar sekali! Selama dia menyentuh payudara Buchou, senpai akan menjadi lebih kuat lagi!”

Bahkan Gasper! Astaga, sudahkah juniorku menatapku dengan mata seperti itu!?

“Ya! Hasrat seksual adalah sumber kekuatan Ise-kun!”

Bahkan Irina!

....tapi, mereka semua benar benar mempedulikanku. Itu pasti karena mereka tak mau melihatku kalah. Ini terasa rumit, namun entah kenapa membuatku nyaman.

“.....Masa, menyentuh payudara bisa memberi kekuatan? Kupikir itu hanya rumor.”

Bahkan Sairaorg-san menanyakan ini!?

“....Itu benar.”

Koneko mengkonfirmasi dengan tegas! Maaf, aku ini mesum! Aku adalah Chichiryuutei![1]

“Ufufu, apa yang akan kamu lakukan, Rias?”

Akeno-san tersenyum pada Buchou dengan ekspresi halus.

“....A-Apa kamu ingin menyentuh....? K-kalau kamu ingin menjadi lebih kuat, a-aku bisa......”

Wajah Onee-sama menjadi merah membara saat menanyakan itu padaku!

Buchoooooooou! Masa sih!? Bahkan di depan sepupumu!? Tak apa apakah aku menyentuhnya supaya menjadi lebih kuat lagi!?

“Apa cara kerjanya selalu seperti ini? Hmm, aku belum pernah melihat tradisi seperti itu diantara para Asgard.”

Rossweisse-san berbicara dengan ekspresi beku, dia pasti sedang membuat kesalahpahaman besar!

Aku yakin Kiba sedang ketawa dengan canggung, sambil berkata ara ara!

“Pu, puhahahahahahahahaha!”

Sairaorg-san tertawa terbahak bahak, seolah sangat terhibur!

“Jadi begitu rupanya, menyentuh payudara Rias akan membuatmu lebih kuat. Hohoho, akan kuingat itu – Sekiryuutei, mari kita lanjutkan lain kali.”

Sairaorg-san membuat saran seperti itu.

“Aku masih bisa bertarung!”

Aku bisa bertarung selama bisa menyentuh payudara! Dengan sifat cabulku, cara seperti itu akan membuatku menang!

“Semangatmu hebat. Aku juga, masih bisa bertarung – tapi kalau ini berlanjut, aku takkan bisa menghentikan diriku. Aku akan bertarung sampai pukulan terakhir. Yang akan sangat disayangkan. Selain itu, bukankah kau sedang dalam proses membangkitkan sesuatu di dalam dirimu?”

--

Usahaku untuk menjelajahi segala kemungkinanku sendiri sepanjang pertarungan sudah ia sadari?

Sairaorg-san mengenakan busana ningratnya, berjalan ke arahku, dan meletakkan tangannya di bahuku.

“Mari menunggu setelah kau menyelesaikan kebangkitanmu. Bertarunglah dalam kondisi terbaikmu. Itulah pertarungan yang kuinginkan dengan Sekiryuutei. Duel kita akan ditentukan pada Rating Game berikutnya. Didepan semua VIP serta para penonton untuk menentukan rating kita.—Entah itu kau atau aku, kita berdua memiliki impian kita sendiri, jadi mari kita bertemu kembali pada pertandingan. Rias, dan para budak Rias, sampai jumpa lain kali, yakni di atas arena untuk menentukan impian kita.—Datanglah dengan semua yang kau miliki, dan aku akan mengalahkanmu dengan segenap kekuatanku.”

Meninggalkan kata kata itu, Sairaorg-san minta diri dengan Sirzechs-sama dan pergi.

Ketegangan pertarungan telah sirna, dan aku melepaskan armorku.

Sirzechs-sama menghampiriku dan bertanya.

“Bagaimana serangannya?”

“....Terlalu serupa. Terlalu serupa dengan tinjuku sampai membuatku terkejut.”

Sirzechs-sama tersenyum dan mengangguk.

“Ya, sama denganmu. Demi mengganti hal hal yang tak ia miliki, dia berlatih dengan semua yang ia punya. Inilah cara dia mendapatkan kekuatan seperti itu. Serangan yang sama sekali langsung. Inilah yang para Iblis tak miliki secara umum.”

Memang, Sairaorg-san sangat mirip denganku. Hanya memiliki serangan langsung. Tipe yang sama. Sehingga kami bisa saling memahami.

-- Inilah satu satunya cara kami. Menyerang. Dan mengalahkan musuh.

Dan juga, pria itu sudah melatih dirinya dengan sangat keras.

“Ngomong ngomong, di pertarungan tadi, dia sudah memasang sihir untuk memberi beban berat di kedua tangan dan kakinya.”

.....Kebenaran yang Sirzechs-sama ungkapkan membuatku terkejut namun senang.

-- Tak peduli sekuat apapun diriku, pria itu akan selalu berada di depanku.

Baguslah aku memasang target seperti itu. sehingga bisa memberi nilai pada usaha kerasku.

Sirzechs-sama terus melanjutkan.

“Dia sudah mencapai level [Raja] berpengalaman dalam Rating Game. Dia juga sudah menghentikan aktivitas teroris dari Khaos Brigade beberapa kali. Namun, Ise-kun juga hebat karena menjadi satu dari sedikit orang yang bertarung melawan Sairaorg tanpa kehilangan hasrat bertarungnya. Seringkali terjadi kasus dimana lawan Sairaorg kehilangan hasrat bertarung mereka sama sekali. Mendapati kekuatan Iblis berharga mereka tak berguna menghadapinya, para Iblis penuh kebanggaan ini menerima pukulan berat pada kepercayaan diri mereka saat dikalahkan hanya dengan tubuh fisik. para Iblis Kelas Tinggi memiliki harga diri tinggi, namun akan sulit untuk pulih kembali setelah dihadapkan pada kekalahan.”

“Aku.....hanya tak ingin kalah lagi. Aku tak mau kalah dalam Rating Game lagi. Aku belum pernah menang dalam pertandingan resmi.”

Pertandingan Diodora tidak dihitung. Aku memang menghabisinya sampai hancur luluh, tapi itu bukan pertandingan resmi. Pertandingan Raiser, pertandingan Sona Kaichou, aku kalah dalam keduanya.

“Jadi, lain kali, aku pasti—“

Menghadapi keluarga Bael, aku pasti akan bertahan sampai akhir dan meraih kemenangan.

Sairaorg-san, aku akan mengalahkan dan melampauimu.

Tolong tunggulah dengan sabar sampai aku bisa mengejarmu.

Aku menelan penyesalanku dan memperbarui keyakinanku.


“Ise-Oniisama. Saat Rias-Oneesama lulus dari SMA, apa kamu masih akan memanggilnya ‘Buchou’?”

Tepat saat aku hendak pulang ke rumah, si kecil Mirikyasu-sama memiringkan kepalanya, dan mengajukan pertanyaan itu.

....Itu.....yah, kalau Buchou sudah lulus.....

Bagaimana aku harus memanggil Buchou pada saat itu? kalau dipikir pikir, kedua Onee-sama di tahun ketiga mereka akan meninggalkan Klub Penelitian Ilmu Gaib tak lama lagi. kalau memang begitu, maka akan ada Buchou baru dalam klub.

......Itu artinya, aku takkan lagi bisa memanggil Buchou ‘Buchou’ lagi........

Bagaimana aku harus memanggil Buchou pada saat itu? Rias-Onee-sama? Atau ‘Tuan’ yang paling pantas?

.....Namun, ada satu nama yang paling ingin aku gunakan.

-- Rias.

Karena dia adalah keluarga yang tinggal bersamaku, karena dialah orang yang paling kusayangi. Meski hanya sekali, aku ingin memanggilnya seperti itu.

Bagian 2[edit]

Hari piknik sekolah.

Dari kemarin malam aku sama sekali tak bisa tidur karena kegirangan. Saat Buchou mengetahuinya, aku akhirnya bisa tidur nyenyak dalam pelukan lembutnya.

Sebenarnya mengubur wajahku dalam payudaranya sudah cukup bagiku untuk melupakan sementara piknik sekolah dan tidur nyenyak, namun karena rasa girang ekstrim, aku tak bisa tidur untuk beberapa saat! Namun, bantal payudara Buchou memang yang terbaik!

Setelah ini dan itu, adegan kami berubah ke area tunggu di stasiun kereta peluru Tokyo. Kelompok telah berkumpul di sudut area tunggu, sambil menyapa satu sama lain.

Dari orang orang yang masih berada disini, hanya Buchou yang datang untuk melepas kami. Meski Akeno-san, Koneko-chan, dan Gasper ingin datang, kelas satu dan tiga masih ada pelajaran di sekolah. Karena sekolah mereka tak boleh terganggu, hanya Buchou yang datang ke stasiun. Ngomong ngomong, soal persiapan untuk festival sekolah, siswa kelas satu dan tiga tak punya pilihan selain menutupi bagian kami para siswa kelas dua. Sedangkan apa yang Klub Penelitian Ilmu Gaib rencanakan untuk festival, itu rahasia.

“Ini, ini tanda masuk untuk masing masing dari kalian.”

Saat kami para siswa kelas dua hendak pergi, Buchou menyerahkan kami sesuatu seperti kartu. Semua orang mengambil satu dan mengkonfirmasi.

“Ini kan legendaris.......?”

Kiba bertanya dan Buchou mengangguk.

“Ya, ini diperlukan bagi para Iblis yang ingin mengunjungi Kyoto, anggap saja ‘masuk bebas bus’”

Karena kebanyakan panorama Kyoto adalah kuil, atau dengan kata lain, Kyoto penuh dengan situs yang sangat pekat dengan kekuatan spiritual, ini normalnya akan menyebabkan ketidaknyamanan bagi Iblis. Apalagi, Kuil dan Pura normalnya tabu bagi Iblis. Namun, Iblis bisa bergerak bebas memakai tanda masuk ini yang diedarkan oleh eksistensi (seperti Onmyouji dan Youkai) dari pos Kyoto yang menjadi penguasa disana. Tentu saja, alasan yang valid diperlukan sebelumnya.

“Kami memakai tanda masuk yang sama tahun lalu. Selama ada alasan resmi, mereka akan mengedarkan tanda masuk bahkan bagi Iblis. Budak Gremory, Budak Sitri, dan para pembawa pesan Surga, apa kalian sadar betapa beruntungnya memiliki organisasi tertentu yang menyokong kalian semua?”

Buchou berkedip dan aku langsung girang.

“Luar biasa! Panjang umur Gremory! Dengan ini kita bisa mengunjungi kuil Kiyomizu-dera, Kinkaku-ji, dan Ginkaku-ji!”

“Ya, simpan saja itu di saku atau rok seragam kalian dan kalian akan bisa mengunjungi panorama panorama terkenal itu.—Nikmatilah tamasya kalian disana.”

“ “ “ “ “ “ Ya! “ “ “ “ “ “

Setelah merespon, kami segera menaruh kartu ke dalam saku kami. Dengan itu, semua sudah OK sekarang.

Ponsel Asia kemudian berbunyi.

“Hallo. Kiryuu-san? Ya. Xenovia-san dan Irina-san bersama denganku.”

Sepertinya Kiryuu yang memanggil. Asia membungkuk pada Buchou setelah menerima panggilan.

“Kalau begitu, Rias-Oneesama. Kami berangkat dulu!”

“Kami berangkat!”

“Kami berangkat sekarang!”

“Ya, hati hati.”

Asia, Xenovia, dan Irina mengucap perpisahan dengan Buchou, dan berbalik untuk pergi. Apa mereka membuat konfirmasi akhir? Aku sepertinya sudah mengepak sapu tangan, tisu, dan pakaian dalam dengan baik, tapi biar aku cek yang lainnya nanti.

“Kalau begitu ini sudah waktunya aku pergi. Nanti akan kubawakan suvenir.”

Kiba juga membungkuk, dan berjalan ke arah kelasnya tengah berkumpul.

Meninggalkan hanya aku dan Buchou. Buchou mulai membetulkan kerah bajuku.

“Kerahmu. Perhatikan penampilanmu baik baik. Bahkan di Kyoto, jangan lupa kalau kamu adalah siswa Akademi Kuou.”

“Ya, ya!”

Setelah membetulkan keras bajuku, Buchou menyandarkan wajahnya ke bahuku.

“Buchou?”

“....Meskipun aku mencoba menyembunyikannya, aku sama dengan Akeno. Aku akan kesepian di hari hari kepergianmu. Namun biarpun seperti ini aku sudah meningkat sedikit? Di semester pertama aku tak bisa bertahan tanpa kamu di sisiku, namun sekarang aku setidaknya bisa menahan tak menemuimu untuk waktu singkat.”

Buchou......karena rasa perhatianku padaku terlalu berlebihan sepanjang waktu, itukah kenapa dia merasa sedih karena berpisah dariku?

Dan akhir akhir ini, dia benar benar memperlakukanku layaknya keluarga sungguhan. Belakangan ini ekspresi langka dan tindakan tertentu sudah mulai muncul secara alami darinya.

Aku memegang tangan Buchou dan tersenyum.

“Itu sedikit berlebih lebihan. Biarpun aku tak ada, kan masih ada Koneko-chan dan Gasper.”

“Aku tahu. Tapi......kamu masih belum memahami daya tarikmu sendiri. Tapi meskipun begitu, bagian itu jugalah yang kusukai darimu.”

Dengan Buchou tersenyum pahit, dia mencondongkan wajahnya ke wajahku – dan bibir kami saling bertemu.

“—“

.....Kemampuanku untuk berpikir tersita dalam sekejap, wajahku menjadi merah, dan aku tak bisa menggerakkan tubuhku!

Karena! Karena....! Ini ciuman yang tiba tiba!

“Bu-Bu-Buchou!”

Buchou tersenyum manis pada kondisi terkejutku dan menjulurkan lidahnya.

“Ini ciuman perpisahan. Kenapa kamu panik? Ini bahkan bukan kali pertama kita berciuman. Anggap saja begini, biarpun kamu yang menciumku lebih dulu, aku tak keberatan dengan itu.”

“Tapi, tapi biarpun kamu mengatakan itu.....! Tetap saja, itu mengejutkan!”

Mendengar responku, Buchou menampakkan senyum penyesalan dan berkata.

“Aku sudah puas dengan ini. Biarpun kamu berada di Kyoto, aku akan bisa menahan rasa kesepian ini. Hati hati, Ise.”

“Paham! Aku pergi dulu!”

Ciuman Buchou! Itulah yang terbaik! Ah, aku begitu dimanja olehnya.......

Ini terasa seperti tanda tanda firasat baik! Piknik ini pasti akan sangat menyenangkan!

Lalu, kami memulai piknik sekolah kami!

Catatan Penerjemah dan Referensi[edit]

  1. Kaisar Naga Payudara.