High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 14 New Life

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

New Life.[edit]

Matahari hampir terbit.

Setelah selesai bertempur, kami kembali dari tempat itu setelah mendapatkan kembali Ravel dan lain-lain.

Kami kembali, dan beristirahat di stasiun.

Aku benar-benar lelah setelah menggunakan Gift beberapa kali, berpromosi ke True-Queen, dan juga dari pertempuran dengan Grendel. Aku duduk di kursi sendirian di ruang istirahat stasiun setelah menerima perawatan dari Asia.

Kaichou dan yang lain meninggalkan stasiun untuk memberikan laporan tentang masalah ini, dan berbicara kepada staf. Gasper dibawa pergi oleh tim penyelamat. Asia dan lain-lain pergi bersamanya.

Sepertinya Gasper tidak dalam situasi yang mengancam kehidupannya ...... tapi kekuatan tersembunyi dalam dirinya yang aku saksikan untuk pertama kalinya itu menakutkan. Apa-apaan yang terjadi di dalam tubuh Gya-suke itu?

..........Tapi, pertahanan Grendel. Pembunuh Naga yang seharusnya bekerja.

Kaichou bilang ini.

“...... Aku nggak tahu kebenaran tentang percobaan mereka, tapi Grendel ...... menahan pembunuh naga. gak ada keraguan kalau pertahanannya yang luar biasa. –Tapi itu benar kalau ia memiliki semacam kekuatan yang ditambahkan kepadanya. Menerima dampak begitu sedikit dari armour crimson Ise-kun dengan pembunuh naga itu mustahil.”

Apa dia sudah mencapai resistensi terhadap Pembunuh naga? Apa hal seperti itu mungkin?

Ddraig telah kembali, jadi tidak akan ada ruginya untuk mulai memnggunakan Dragon-Blaster dan Crimson-Blaster dengan kemampuan naga pembunuh Ascalon ditambahkan, yang disarankan oleh Rias dan Kiba ...... aku membutuhkan teknik yang bisa mengalahkan Naga brutal——.

Tapi, "percobaan" mereka. Hal-hal tentang Phoenix hanya lah sub-percobaan, dan tujuan sejati mereka adalah agar Grendel bertarung melawan kami.

Dan orang yang membawa Naga itu adalah—Lucifuge. Dia memperkenalkan diri sebagai adik Grayfia-san. ...... Pasti ada beberapa kesamaan. Aura yang dipancarkan setelah melepas tudungnya sama seperti miliknya. Dengan aura itu, ia dapat menyusup ke sini, dan mungkin saja baginya untuk membiarkan para penyihir melakukannya juga.

Pada akhirnya, kami tidak bisa ambil bagian dalam "Air Mata Phoenix Palsu". Sepertinya kami harus mendapatkan informasi dari para penyihir yang kami tangkap.

...... Hal kuar biasa tentu telah terjadi selama ketidakhadiran Rias. Dan hal-hal tentang Vampir dan perjanjian dengan penyihir masih menunggu kami ......

Jadi Khaos Brigade akan berdiri di jalan kami sekali lagi ya——.

Aku menatap langit-langit.

Shalba, Cao Cao ...... dan kali ini Lucifuge dan Naga yang seharusnya telah punah.

“Ise-sama ...... Aku membawa teh untuk kamu.”

Ravel memberiku teh yang tampaknya dibeli melalui mesin penjual otomatis. Koneko-chan juga di sampingnya.

Aku mengambil itu darinya. Ravel dan Koneko-chan duduk di sebelahku.

Hening sesaat. Tak lama kemudian, Ravel berkata.

“...... Aku, nggak akan mengampuni mereka.”

Dia mengatakan itu dengan jelas. Mata Ravel yang bersinar begitu kuat membuatku tidak percaya dia sudah menangis beberapa saat yang lalu saat ia melihat "pabrik" yang dibuat oleh para penyihir.

“Aku nggak akan memaafkan tindakan seperti itu.”

Koneko-chan memegang tangan Ravel.

“...... Aku juga. Itu sebabnya, jadi kuat lah, Ravel.”

Koneko-chan mengatakan itu sementara tersenyum, dan lalu pergi.

Ravel tiba-tiba tersipu.

“...... Ise-sama, aku bisa berbicara sedikit tentang sesuatu yang sudah terjadi tadi?”

Dia lalu mengatakan hal ini seolah-olah dia telah membulatkan tekad.

“Hatiku gemetar dengan kegembiraan saat pelayanku bercerita tentang pahlawan. Hatiku dipenuhi dengan mimpi ingin menjadi seorang wanita yang bisa mendukung pahlawan tersebut. Tapi saat aku berangsur-angsur semakin lebih tua, aku lupa tentang hal itu tanpa menyadarinya ......”

Ravel lalu melihat lurus ke arahku.

“Tapi mimpi itu datang kembali secara alami. Tuannya, — melihat Ise-sama yang bertarung dengan Raiser-onii-sama demi wanita yang ia suka, mimpi yang aku miliki saat aku masih muda datang kembali padaku secara bertahap ...... dan saat aku menyadari itu, aku meneliti setiap secuil informasi tentang Ise-sama. Kamu sangat lurus ke depan, ingin tahu tentang gadis-gadis, dan sangat jujur tentang keinginanmu sendiri. Tapi kamu bersemangat, sangat bijaksana demi rekanmu, dan terus berjalan ke depan untuk mengejar impianmu. Itu Bersinar seperti sesuatu yang nggak hadir di sekitarku, di eselon masyarakat kelas atas.”

Aku ...... bersinar? Ravel meneruskan.

“—Aku ingin berdiri di samping dan mengawasi mimpi Ise-sama. Itulah mimpi yang aku mulai miliki dari satu pikiran. Ilusi egoisku ...... Alasan kenapa aku datang ke sini adalah karena pikiran egoisku sendiri ...... Tapi, aku benar-benar senang saat aku ditunjuk sebagai manajer Ise-sama ...... Dan aku juga berharap kalau aku bisa tetap bekerja di sampingmu dari sekarang......”

Tapi aku tidak mampu melindungi gadis ini di Kuou akademi......

“...... Aku tidak bisa melindungi kamu di Kuou akademi.”

Tinjuku gemetar dengan frustrasi. Ravel menggeleng.

“Kamu datang untuk menyelamatkanku. Ise-sama, Kamu datang untuk menyelamatkan kami, bahkan sampai-sampai melawan Naga yang besar. Aku tertolong. Aku masih hidup. ––Aku percaya padamu.”

Ravel meraih tanganku, dan menunjukkan padaku senyum cerah nya.

“––Aku percaya pahlawanku akan datang menyelamatkanku. Aku merasa sangat senang. Aku hanya ingin mengatakan ini ......”

...... Ravel. Kamu sangat percaya padaku......

Itu membuatku senang. Serius. Aku mulai berpikir betapa indahnya jika dia terus ikut denganku. Jika dia tetap menjadi manajerku, aku tidak bisa mengatakan betapa itu sangat membantu.

Aku mengatakan ini dengan sikap yang berbeda.

“––Ravel, aku akan jadi lebih kuat. ...... Sepertinya tujuanku semakin besar lagi. ––Jika tidak apa-apa denganmu, kamu akan terus menjadi manajerku mulai dari sekarang?”

“Aku juga punya ambisi yang memanas sepertimu juga!”

Dia benar-benar tahu bagaimana mengatakannya. Itu sebabnya dia terasa dapat diandalkan, Ojou-sama ber tubuh kecil ini.

“Ya, aku mengerti. Ini akan sangat membantu jika kamu dapat mendukung otakku, yang sangat kekurangan. Tapi pertama-tama, kita perlu memukuli orang-orang bodoh yang membuat kesalahan dengan Phoenix! Sebuah "pabrik" seperti itu nggak diperbolehkan ada!”

“Ya! Aku nggak akan mundur tanpa melakukan apa-apa!”

Ravel mengeluarkan selembar kertas dari sakunya. Ada beberapa sihir lingkaran dan simbol sihir tertulis di sana.

“Ini adalah simbol-simbol yang berada di kapsul dan perangkat yang ada di tempat itu, bentuk dan simbol sihir lingkaran mereka diaktifkan untuk menyelidiki tentang aku. Aku juga telah menegaskan hal ini dengan Koneko-san, Jadi nggak akan ada kesalahan.”

...... Setiap detail kecil seperti simbol ajaib dari mantra yang tertulis di atasnya. Jadi Ravel hafal sebanyak ini hanya dengan melihatnya sekali.

Ravel mengatakan ini sambil mengenakan senyum yang kuat.

“Aku sudah diberitahu staf dari Dunia Bawah dan Surga tentang simbol-simbol sihir dan lingkaran sihir. Aku juga berencana untuk mengirim kembali ini ke keluarga Phoenix. Kita dapat mengetahui cukup banyak dari informasi ini. Kami, keluarga Phoenix, akan mengerucutkan apa yang mereka coba lakukan dengan air mata Phoenix "palsu" itu! Selain itu, hal-hal seperti kapsul dapat mengambang di dalam celah dimensi setelah penghancuran bidang tersebut. Juga Sona-sama dan aku sudah menaruh tanda pada itu dengan kekuatan Iblis kami di akhir tadi, jadi jika mereka masih aman, maka aku yakin mereka bisa ditemukan dengan mengandalkan kekuatan Iblis Sitri dan Aku. Aku sudah memberitahu tim peneliti dari Dunia Bawah tentang hal ini. Jika itu membutuhkan waktu, kita akan mengambil sebanyak mungkin informasi tentang mereka seperti yang kita dapat. ––Aku akan membuat mereka menyadari kalau ini adalah akhir dari keberuntungan mereka dengan menangkapku!”

Jadi lingkaran sihir yang Ravel dan Sona-kaichou keluarkan di akhir memiliki peran bertindak sebagai penanda ya. Gadis ini dan Sona-kaichou benar-benar cerdik!

Khaos Brigade dan penyihir "Sesat" masih tidak tahu tentang hal ini.

Gadis ini adalah Phoenix abadi––.

Bahkan mentalitasnya semakin kuat seperti keabadian nya––.

Sepertinya penangkapan Ravel akan kembali ke mereka dalam waktu besar.

Setelah beberapa saat, Raiser muncul.

“Ravel! Apa kau baik-baik saja!? Butuh beberapa waktu datang ke sini, tapi aku datang untuk membantu kalian semua selagi membawa budaj-budak-Ku dan ...... eh, apa!? I-Ini sudah berakhir!?”

Sepertinya dia khawatir tentang Ravel setelah mendengar laporan itu.

Man, Ravel benar-benar memiliki saudara yang baik!