High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 6 New Life

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

New Life[edit]

“H-Hmm..........”

Saat aku membuka mataku, aku berada di kamarku.

.......Hah? Aku mengalahkan Diodora, aku kemudian menemui Vali, dan lalu apa yang terjadi?

Rasanya aku sudah kehilangan kesadaranku entah berapa kali......

“Apa kamu bangun?”

Saat aku melihat ke arah dimana suara itu berasal.......seorang maid berambut perak, Grayfia-san berada disana. Tunggu.......anak laki laki berambut crimson.......Milicas juga bersamanya. Dia tengah menatapku.

“Ise-niisama sudah bangun, Okaa-sama!”

“Milicas-sama, aku sudah memintamu untuk tak memanggilku seperti itu di depan orang orang.”

“Boo.....Ya.”

Saat aku membangunkan tubuh bagian atasku, Grayfia-san memberiku secangkir air.

“Ah, terima kasih.”

Sambil aku meminumnya, Grayfia-san mencoba menyalakan sebuah perangkat holografik. Hah? Apa ini? Perangkat itu menyala dan pandangan seorang lelaki muncul dalam 3D.—Itu Sirzechs-sama. Dia mengenakan pakaian santai. Apa dia sedang pergi ke suatu tempat secara rahasia?

[Hei Ise-kun. kelihatannya kamu sudah bangun.]

“Ah, ya!”

[Terima kasih banyak untuk insiden sebelumnya. Berkat usaha kamu dan Rias, kami mampu menyelesaikan masalah dengan golongan Maou lama untuk sekarang.]

Aku kemudian diberitahu kalau aku kehilangan kesadaran di saat akhir dan aku telah tidur selama beberapa hari setelah itu. Ternyata berubah ke [Juggernaut Drive] menyisakan banyak beban pada tubuhku. Aku tak bisa berubah ke bentuk itu sekarang, tapi aku juga diberitahu untuk tak menggunakannya.

[Selagi kamu tidur, Azazel membicarakan beberapa hal dengan Ddraig. Saat kamu berpikir kalau kamu kehilangan Asia Argento-san, kemarahanmu mencapai puncaknya, yang melepaskan kekuatan tersegel.]

Begitu. Jadi aku berubah menjadi bentuk mengerikan itu karena kemarahanku. Tapi Ddraig itu muncul selagi aku tak sadarkan diri huh.

[Bentuk itu membuatmu bisa memperoleh kekuatan yang melampaui Tuhan dan Maou untuk sesaat.—namun itu menguras nyawa pemiliknya secara drastis. Lebih baik kamu tak berubah ke bentuk itu lagi. kalau kamu mati akan banyak orang yang sedih. Bahkan adik perempuanku......]

“Ya. Aku paham.”

Aku tak ingat saat berada pada bentuk itu, tapi aku tak mau berubah ke bentuk itu lagi. Tak akan ada artinya kalau aku mati. Aku berubah ke bentuk itu setelah kupikir Asia mati dan mengamuk lepas kendali, tapi kalau mungkin aku tak akan pernah ingin berubah ke bentuk itu lagi.

Aku juga diberitahu kalau golongan Maou lama dari Khaos Brigade telah runtuh karena mereka kehilangan anggota inti. Vali yang merupakan keturunan Maou sama sekali tak tertarik pada masalah mereka jadi dia menolak tawaran untuk menjadi pimpinan mereka. Sirzechs-sama mengatakan kalau golongan Maou lama pada dasarnya sudah tamat.

Iblis yang tersisa entah menyerah atau menyembunyikan diri mereka dalam kegelapan. Karena insiden yang melibatkan Diodora, keluarga Astaroth kehilangan semua kepercayaan mereka. Kejahatan yang dilakukan pewaris berikutnya dari mereka karena bersekutu dengan Khaos Brigade sangatlah serius, dan kepala keluarga Astaroth saat ini dibubarkan. Keluarga Astaroth kehilangan hak istimewa untuk melantik Maou dari keluarga mereka untuk beberapa waktu. Beelzebub saat ini dimintai pertanggungjawaban untuk insiden ini. Namun nampaknya Beelzebub saat ini juga menerima serbuan dari Khaos Brigade sepanjang insiden itu.

Juga karena tiga Maou yang lain membelanya, suara suara orang orang yang menyalahkan Beelzebub saat ini berhasil diredam.

[Saat ini, kehilangan Ajuka Beelzebub yang menjadi Beelzebub saat ini akan fatal bagi para Iblis. Dia adalah pria yang berbakat dalam program teknologi. Dia juga seorang yang menciptakan teori dasar dari Rating Game. Lebih tepatnya, kamu takkan bisa menemukan orang yang sekaliber dirinya.]

Sirzechs-sama mengatakan itu. Sepertinya kekurangan tenaga orang dalam urusan dunia Iblis adalah masalah serius.

Mungkin karena aku adalah Sekiryuutei, jadi Sirzechs-sama juga memberitahuku tentang Uroboros. Ophis. Tapi aku memiliki keraguan tentang dia, khususnya tentang incarannya.

“Boleh aku bertanya satu hal?”

[Apa itu?]

“Ophis.......boss dari Khaos Brigade dan tujuan mereka adalah menyingkirkan si Naga Raksasa bernama Great Red, jadi dia bisa kembali ke celah dimensional, benar? Maka kalau kita membantunya, bukankah dia akan meninggalkan kelompok teroris?”

Namun Sirzechs-sama menggeleng kepalanya ke sisi.

[Tidak, sayangnya itu akan sangat sulit. Saat ini sudah diduga kalau semua celah dimensional yang terletak di setiap bagian dunia seimbang karena Great Red bersemayam di dalamnya. Kalau Great Red sampai terbunuh oleh Ophis atau Vali, atau kalau Ophis yang menguasai celah dimensional maka kita takkan tahu apa yang akan terjadi pada dunia ini. Tak akan ada apapun terjadi kalau itu adalah Ophis di masa lalu, tapi Ophis yang saat ini sudah tinggal di dunia ini terlalu lama sehingga dia sudah banyak berubah dari pertamakali dia muncul.]

Jadi itu artinya hal serius akan terjadi kalau keseimbangan dunia runtuh. Maka tujuan Ophis dan Vali sangat berbahaya! Jadi karena itu pemimpin tiap tiap golongan dibuat pusing oleh hal itu!? Ngggh. Kalau aku bisa mengalahkan Vali di masa depan, aku harus berharap kalau akan ada orang lain yang mengalahkan Ophis. Aku tak ingin melawannya juga!

Tujuanku adalah menjadi Iblis Kelas Tinggi dan menjadi Raja Harem!

[Kami harus mempertimbangkan ulang tentang Rating Game untuk para Iblis muda di masa depan. Akan terlalu berbahaya kalau mereka sampai dikacaukan oleh para teroris.]

“Berarti itu akan dibatalkan?”

[Kami mungkin harus memulai ulang kembali. Namun ada pertandingan yang ingin kami lihat apapun yang terjadi. Orang orang yang tinggal di Dunia Bawah dan mereka dari golongan lain terus bersikeras kalau mereka ingin menonton pertandingan ini.]

“Game diantara siapa dan siapa?”

[Pertandingan diantara Rias dan Sairaorg.]

-!

Begitu banyak orang ingin menonton pertandingan itu huh! Game diantara Buchou dan pemuda nomor satu, Sairaorg-san!

-Aku berharap untuk melawanmu dengan hanya kekuatan murni.

Itulah yang ia katakan padaku. Masih terngiang ngiang di telingaku. Jadi kalau kami hendak melanjutkan Game, kami akan melawan Sairaorg-san selanjutnya huh.

[Di saat yang sama pertandingan diantara Sitri vs Duke Agarest juga sangat diharapkan.......kalau kita ingin mengadakan pertandingan maka itu harus pertandingan dari kekuatan vss kekuatan dan taktik vs taktik]

Sirzechs-sama kelihatannya sangat antusias. Dia pasti sangat menantikan pertandingan itu.

[Pokoknya, sampai susunan pertandingan ditentukan, semua Iblis muda diminta tetap standby.]

Terorisme baru saja terjadi. Ada kemungkinan kalau Game itu sendiri akan dibatalkan karena opini publik tentang Dunia Bawah. Sepertinya Rating Game untuk para Iblis muda juga berada dalam posisi sulit.

Namun tentang ‘Oppai Dragon’, sepertinya hal itu menjadi super populer diantara anak anak di Dunia Bawah.

[Aku juga sudah menciptakan lagu kedua. Ufufu, saat masih anak anak aku bermimpi menjadi musisi. Aku senang karena impianku bisa terwujud.]

Ah, mata Sirzechs-sama nampak berbinar binar cerah. Jadi dia mengkomposisi lagu itu dengan begitu bersemangat huh.......

Sirzechs-sama kemudian mengatakannya padaku.

[Kamu sungguh hebat.]

“A-Aku....?”

[Ya. Kelompok penonton dengan jumlah paling sedikit untuk Rating Game adalah.......tidak, anggap saja pada dasarnya itu nol dan kelompok penonton itu berisi anak anak. Kalau anak anak menonton Rating Game diantara para Iblis dewasa, itu akan jauh dari menyenangkan bagi mereka. Sebenarnya satu satunya Game yang populer dengan anak anak adalah yang dilakukan para Iblis tereinkarnasi seperti Tannin, Naga, monster, Youkai, dan pertandingan diantara mereka yang tak punya wujud manusia. Bagi anak anak, itu akan kelihatan seperti film monster dengan banyak efek gambar.]

Hahahaha, monster yah. Paman Tannin memang memiliki penampilan seperti monster.

[Di masa depan aku tak keberatan kalau itu ada sepanjang Game – kalau mungkin aku ingin anak anak yang akan memikul masa depan generasi mendatang untuk menonton pertandinganmu.]

“Jadi anda memintaku untuk menjadi Pahlawan bocah.......maksudku anak anak sepanjang Game?”

[Ya. Tapi aku takkan memaksamu. Itu hanya harapanku.]

Aku tak paham hal hal yang rumit tentang bagaimana pentingnya Game terhadap Dunia Bawah.......tapi untuk anak anak huh.......

[Itu Oppai Dragon!]

[Chichiryutei!]

Aku kemudian ingat tentang anak anak yang menjadi senang saat melihatku sedang diwawancara. Entah kenapa ada sisi dalam diriku yang ogah ogahan melakukan ini. Aku tak pernah menyangka orang lain akan senang hanya dengan melihatku......

[Hanya menargetkan harem sebagai tujuanmu itu sangat disayangkan.]

Aku mengingat apa yang paman Tannin katakan padaku di Dunia Bawah. Tidak. Paman, aku takkan mengubah tujuan tertinggiku untuk menciptakan harem. Apalagi aku ingin memiliki harem yang berisi gadis gadis cantik!

-Tapi.

Menunjukkan sisi kerenku pada anak anak juga bukan hal yang buruk!

Mungkin ibu ibu muda juga akan datang bersama mereka!?

Istri seseorang! Istri muda! Luar biasa! Kalau kuingat baik baik, program pahlawan belakangan ini juga menargetkan kalangan ibu ibu sebagai pemirsa mereka.

Kalau aku menjadi terkenal, maka pertunjukan Pahlawanku mungkin akan dimulai! Anak anak akan datang dengan membawa Ibu mereka! Mungkin aku akan mendapatkan pertemuan yang ditakdirkan dengan seseorang!

Aku merasa telah menemukan pintu untuk mengumpulkan wanita wanita cantik di Dunia Bawah!

Uoooooooooooooooooooooooooooooo! Aku akan menangkap banyak istri!

Paman! Aku tetap akan menargetkan untuk menjadi Raja Harem! Tentu saja aku tak keberatan dengan istri istri!

“Aku paham, Sirzechs-sama! Untuk para istri.......bukan, aku akan berusaha keras demi anak anak! Ngomong ngomong aku bisa mendengar sorak sorai di belakang anda. Apa yang terjadi?”

[Ah, benar juga. hari ini, sedang ada festival Akademi Kuou. Aku juga datang untuk melihat adik perempuanku bersinar.]

......A-A-Apa!?

Aku mengecek kalender dan jam digital untuk mengkonfirmasi tanggal dan waktu hari ini! Ah! Memang ada festival sekolah hari iniiiiiiii!

Siaaaaaaaaaaaaaaaaal!

Aku tertidur jadi aku hampir melewatkannya!

[Grayfia, kirimlah Ise-kun ke Akademi memakai lingkaran sihir transportasi saat ini juga!]

“Ya, saya paham.”

Terima kasih! Seperti yang kuharapkan dari Maou-sama! Aku segera berganti pakaian! Balap tiga kaki dengan Asia! Akan gawat kalau aku sampai terlambat!



BANG BANG!

Suara tembakan senapan kosong menggema ke angkasa. Kemudian pengumuman untuk program bisa terdengar.

[Selanjutnya balap tiga kaki. Bagi mereka yang berpartisipasi mohon berbaris di poin start.]

Uwa! Sudah hampir dimulai! Tempat aku dipindahkan adalah hutan di dekat gedung sekolah lama! Aku berlari menuju ke lapangan sekolah dengan cepat!

[Sekarang balap tiga kaki untuk pertandingan antar kelas untuk kelas kedua sudah hampir dimulai!]

Sudah mulai! Kalau kuingat ingat, balap aku dan Asia adalah balap di tengah tengah! Aku berlari secepat yang kubisa dan muncul keluar di lapangan sekolah.

“Ise! Akan lebih cepat lewat sini!”

-Buchou!

Jadi dia datang untuk menemukanku! Ah! Begitu. Memang akan jadi jalan pintas kalau aku menerobos lewat tenda.

“Hyodou! Kamu terlambat! Lekas, ke Asia-san!”

Saji yang berada di dalam tenda juga memberiku sorak sorai!

“Ya! Serahkan padaku!”

Ah, aku akhirnya menemukan lintasannya.

Asia......ketemu dia! Aaaaah, kakinya hampir diikat dengan siswa laki laki lain dari kelasku dan dia kelihatan sedih!

Tidak tidak tidak! Akulah yang akan berlari dengan Asia-chan!

“Asiaaaaaaaaaaaaaaaa!”

Asia menyadari teriakanku. Dia melihat sekeliling dan menemukanku! Dia berteriak sambil tersenyum sampai dia hampir menangis!

“Ise-san!”

Tunggu aku! Takkan kubiarkan Asia sendirian! Aku selalu jadi teman Asia! Aku akhirnya sampai di tempat Asia dan kemudian mengatakannya pada siswa dari kelasku.

“Maaf, aku yang akan berlari.”

Dia kemudian menepuk bahuku.

“Tentu saja! Pergi dan larilah dengan Asia-san!”

Dia memberiku semangat! Ya, lihat saja aku! Yakni kombinasiku dan Asia-chan! Aku menunduk dan mengikat kakiku dengan Asia memakai tali.

“Ise-san! Kamu datang untukku!”

“Tentu saja. Bagaimanapun juga aku adalah Ise-nya Asia, tahu? Aku pasti akan datang ke sisi Asia.”

Ah, dia kelihatan seperti mau menangis lagi. Sisi cengeng Asia memang tak bisa disembuhkan.

“Sekarang untuk balap selanjutnya!”

Akhirnya giliran kami tiba.

Kami memegang pinggang satu sama lain dan membuat postur untuk berlari kapan saja.

BANG!

Tembakan pistol kosong menggema di angkasa. Mulai!

“Ayo maju, Asia!”

“Ya!”

Kami menunjukkan kombinasi hebat sejak awal dan berlari kencang.

“Ise! Asia! Dapatkan tempat pertama!”

“Kalian pasti bisa!”

Buchou dan Akeno-san memberi kami semangat!

“Ise-kun! Asia-san! Kalian bisa meraih tempat pertama!”

“Ise! Asia! Majuuuu!”

“Berjuanglah kalian berdua!”

Kiba, Xenovia, dan Irina juga memberi kami semangat!

“Ise-senpai! Asia-senpai!”

“Berjuanglah!”

Gasper juga berteriak dengan keras! Bahkan Koneko-chan nampak bersemangat!

“Takkan kubiarkan kalian lepas kalau sampai kalah!”

Azazel-sensei! Aku akan menang!

“Kamu datang, Ise! Aku akan merekam bagian saat kamu menang!”

“Ise! Asia-chan! Berjuanglah! Maju!”

Ayah! Ibu! Lihatlah kemenangan putra dan putri kalian!

Aku kemudian mengatakannya pada Asia selagi berlari.

“Asia, tetaplah berada di sisiku selamanya. Kamu tak boleh meninggalkanku lagi.”

“!”

Asia memasang ekspresi seperti mau menangis lagi, namun dia menahannya dan tetap berkonsentrasi untuk berlari!

Dan kemudian.........

BANG!

Tembakan pistol!

Kami berlari melewati pita di garis finish!

“Yeaaaaaaaaaaaaaaaah!”

Kami menerima bendera untuk posisi pertama, dan aku memasang pose keren!

Hahaha, lihat! Asia dan aku bisa berlari kencang!

“Ya! Kita melakukannya, Asia!”

“Ya! Kita berhasil, Ise-san!”

Asia dan aku saling berjabat tangan! Lihat! Ritme kami memang yang terbaik!

Dan kemudian......kakiku mulai melemah. Aku baru bangun dari kondisi koma. Apa aku terlalu memaksakan diri......?

“Ise-san! Apa kamu baik baik saja?”

Asia menyokong tubuhku.

“Ah, kupikir aku hanya terlalu gembira.”

“Ise. Asia.”

Buchou muncul. Dia menunjuk ke arah gymnasium sambil tersenyum.

“Asia. Tak ada siapa siapa di belakang gymnasium, jadi sembuhkanlah dia dengan Sacred Gear.”

“Y-Ya!”

Maaf, Buchou. Nggh, aku merasa payah. Aku seharusnya punya banyak stamina namun aku malah berakhir seperti ini........

Aku meminjam lengan Asia dan bergerak melewati Buchou kemudian........

“-Asia, berjuanglah!”

“!”

? Kata kata Buchou membuat Asia tersipu.......hah?

High school dxd v6 279.jpg

Kemudian kami bergerak ke gymnasium dan meminta Asia menyembuhkanku. Aaaah, penyembuhan Asia memang yang terbaik. Cahaya hijau terang membuat tubuhku rileks seketika. Saat tubuhku kembali jadi normal, aku bangkit.

“Ya, dengan ini mungkin aku sudah bisa melakukan aktivitas yang tersisa!”

“Ise-san!”

“Hmm? Ada apa?”

Asia memanggilku, jadi aku menoleh........

Asia berdiri menjijit. Kemudian bibir Asia mendarat di bibirku.

..................

Ciuman tiba tiba. Aku tak tahu apa yang terjadi karena ciuman ini.

Si-sial! Kepalaku hampir meledak.......! Karena.......! Karena, dia baru.......! Aku baru diciuuuuuuum! Dan dengan Asiaaaaaaaa! Asia kemudian memiringkan kepalanya dengan senyum menawan.

“Ise-san, aku mencintaimu. Aku akan selalu berada di sisimu.”

Aku menjadi sangat senang sampai aku jatuh. Aku.........

Aku sangat senang sekaraaaaaaaaaaaaang!!!