High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 4 Life 2

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Life.2: Kunjungan Kelas Dimulai[edit]

Bagian 1[edit]

“Ise, Asia-chan. Ibu akan datang bersama dengan ayah nanti!”

Ibuku sangat bersemangat sejak pagi hari. Tak apa-apa meski ibu tak mengatakan hal seperti ini di depan pintu masuk tapi lebih dariku sepertinya ia ingin melihat kondisi Asia. Ibu bilang kalau ayah akan mengambil cuti kerja hari ini.

Yaa, karena orang tuaku sangat menyayangi Asia seperti putri mereka sendiri, mereka ingin menengoknya sesekali.

Orang yang dibicarakan, Asia menjawab dengan “Ya!” dan senyuman di wajahnya.

“Keluarga” yang tinggal denganmu akan datang sehingga Asia sangat senang dan sudah menunggu hari ini.

Dan seperti itulah, hari kunjungan dimulai.

Mereka menyebutnya Kunjungan Ruang Kelas tapi sebetulnya lebih mirip acara Open House. Wajar kalau orang tua siswa turut datang, tapi juga tak apa-apa bagi siswa di bagian SMP untuk berkunjung dan melihat lihat acara kunjungan. Mungkin juga kalau wali murid siswa SMP akan datang berkunjung; sehingga menjadi acara yang besar.

Bukan hanya orang tua kami, tapi juga karena kouhai dari divisi SMP Akademi Kuou akan datang berkunjung, kami dari divisi SMA menjadi sangat gugup, karena kami tak ingin mengecewakan harapan para kouhai[1] kami.

“...........Aku tak tertarik.”

Sambil mendesah Buchou mengucapkan itu. Ia entah kenapa tak suka Kunjungan Kelas. Meski ayahnya dan Sirzechs-sama berkunjung, sepertinya Buchou tak suka kalau keluarganya melihat seperti apa kelasnya. Kalau dua pria berambut merah mengunjungi kelas, sudah pasti akan jadi topik panas.

Aku bersimpati padamu dari lubuk hatiku.

Kali ini untuk orang tuaku, disamping itu Asia juga akan mengikuti kelas seperti biasanya.

Kami menuju ke ruang kelas setelah berpisah dengan Buchou di pintu gerbang Akademi.

Tak lama setelah duduk di kursiku, Matsuda dan Motohama mendekat,

“Apa orang tuamu datang, Ise?”

“Iya, anggap saja kalau, ayah dan ibuku kemari karena ingin melihat Asia.”

Matsuda mengangguk kuat-kuat pada jawabanku.

“Ah aku paham. Kalau Asia-chan adalah putrimu pasti kamu akan datang untuk menengoknya apapun yang terjadi.”

Itu benar. Kalau aku punya adik perempuan seperti Asia, aku akan memperhatikannya. Tidak, pada dasarnya dia seperti adik perempuanku. Dan aku juga sangat perhatian padanya.

“Hal seperti ini adalah yang pertama bagiku jadi aku sangat senang.”

Asia sepertinya sangat bahagia dari dasar hatinya. Yah, asal bisa melihat Asia bahagia, itu saja sudah cukup buatku.

“Ise.”

Sebelum aku menyadarinya, Zenovia telah mendekati tempat kami berkumpul,

Sejujurnya, Zenovia juga cukup populer di kalangan siswa laki-laki. Karena dia seorang bishojo. Mungkin karena kemampuan fisiknya bagus, dia juga populer di kalangan siswa wanita.

“Ada apa, Zenovia?”

Zenovia merendahkan kepalanya atas responku.

“Maaf sudah mengatakan hal itu secara tiba-tiba tempo hari.”

Hal itu, ah soal itu ya. Soal membuat bayi. Jadi dia meminta maaf untuk itu.

“Aku terus saja berbicara tanpa memikirkan perasaanmu.”

Iya, sejujurnya aku sangat takut waktu itu! Tiba-tiba bicara soal membuat bayi. Tidak! Asal aku bisa melakukan hal-hal ecchi, biarkan aku melakukannya! Berhubungan dengan Zenovia, aku sama sekali tak keberatan! Tapi cara-caranya salah!

“Tiba-tiba melakukan hal seperti itu, menurutku sangat sulit.”

Ya, ya, seperti itu. Benar sekali itu. Untuk sementara waktu, kita harus mengakrabkan diri lebih dulu sebelum bisa melakukan hal-hal ecchi!

Zenovia mengeluarkan sesuatu dari sakunya—Tunggu! Itu kan......

“Mula-mula kita harus berlatih menggunakan ini.”

Zenovia membukanya di depan mataku benda yang terbungkus kantung kecil----Kondom!!

Semua mata di kelas tertuju pada benda yang tengah dipegang oleh Zenovia.

“..........Bodoooooooooooooooohhhhhhh! A-apa yang kamu keluarkan di muka umum seperti itu!?”

Aku belingsatan! Su-sudah jelas, benda semacam itu!

Itu—Ya, itu! Itu adalah benda super ekstrim yang hanya boleh dimiliki oleh siswa SMA dalam kondisi sangat sensitif! Apalagi, sangat buruk untuk menunjukkannya di sekolah!

Kemudian kelas menjadi ribut. Hei, mereka melihatnya! Apalagi, aku yang menjadi pusat perhatian!

“Di tempat tinggalku dulu, ada kecaman untuk menggunakan benda ini. Tapi menggunakannya di Jepang akan lebih memudahkan melihat pola yang digunakan remaja negara ini.”

Masalahnya bukan itu! Lakukan sesuatu dengan atmosfir ini! Semua orang di kelas melihat aku dan kamu dengan tatapan aneh, tahu!?

“Dilihat dengan cara seperti itu, kamu dan aku......Kupikir memang tidak buruk, tapi pikirkan juga soal waktu dan tempatnyaaaaaaaaaaaa!”

Menanggapi ucapanku, Zenovia memiringkan kepalanya, ia sepertinya tak cukup memahaminya.

Tak bagus! Dia mirip sekali Asia yang dulu, tinggal di dunia yang betul-betul terpisah dari dunia luar.

“Akan bagus kalau Asia juga memakainya. Hubungan seksual tanpa perencanaan akan melukai kalian berdua. Hubungan intim di antara pria dan wanita memang sulit.”

Dengan itu Zenovia menyerahkan sepotong pada Asia, ”?” Asia membuat wajah bingung namun si mesum berkacamata Kiryuu, tanpa membiarkan sehelai rambutpun lolos, terus berbisik pada Asia.

Tiba-tiba wajah Asia merona kemerahan,

“.........Uuuuuuuh.”

Ah! Asia pingsan setelah seluruh wajahnya berwarna merah!

“Apa-apa? Apa Hyodo akan melakukan sesuatu yang ekstrim lagi?”

Dengan sangat tertarik, dengan kacamatanya berkilau, si gadis erotis Kiryuu bertanya—

“Tapi, apakah tidak apa-apa? Kalau kamu tidur dengan Zenovia, maka Asia akan.......”

“Kiryu-saaaaaan, tolong hentikaaaaan!”

Ooh! Asia yang mendadak bangun segera menutup mulut Kiryuu. Entah kenapa, dia berada pada level buru-buru ekstrim, tapi soal apa?

“Aduh, Asia. Sudah kubilang kan? Kalau kamu tak lekas bergerak, Hyodo akan semakin lepas kendali. Ada banyak lawan tangguh disekitarnya tahu? Kalau kamu terus berdiam diri, sebelum kamu menyadarinya dia akan dimakan lebih dulu. Kamu takkan menyukai itu kan? Laki-laki dengan aroma perempuan lain?”

“Auw! Kenapa Kiryuu-san terus memberiku serangan hebat seperti itu.......”

“Aku khawatir. Kamu tak apa-apa dengan aku menjadi satu-satunya rekanmu kan? Aku tak apa-apa dengan suasana yang bersih, tapi kamu harus tahu kapan waktunya untuk bertindak! Bahkan kamu, Asia, sudah cukup matang untuk dimakan.”

“A-apa aku cukup matang untuk dimakan?”

Itulah yang Asia tanyakan padaku. Um.......sebenarnya soal apa sih? Aku sama sekali tak paham maksud percakapan mereka....?

“I-iya, mungkin kamu cukup matang untuk dimakan.”

Aku menjawabnya meski kebingungan.

“Bukankah itu hebat, Asia! Kamu akan dimakan!”

Kiryuu terisi oleh emosi mendalam. Apa? Apa? Hei, jangan abaikan aku dan seenaknya melanjutkan percakapan kalian!

“Brengseeeeeek! Asia akan dimakan!”

“Ini akan jadi hal yang besar! ...........”Komite Asia-chan” kita harus melakukan pertemuan darurat dengan rekan-rekan kita dan lakukan serangan balik!”

Baik Matsuda dan Motohama juga terlihat aneh. Mereka bergetar dengan kuat!

“Ada yang tidak beres dengan dunia ini kalau Ise menjadi populer!”

Matsuda berteriak kencang. Ya ampun, aku tak paham sama sekali......

“Tunjukkan tanganmu sebentar dong.”

Kiryuu mengambil tanganku dan kacamatanya berkilau.

“........Cukup bagus, kamu memotong kuku jarimu cukup dalam.”

“Be-begitukah?”

Kenapa kamu begitu peduli pada kuku jariku?

“Laki-laki yang memotong kuku jarinya cukup dalam kudengar suka bermain main dengan tubuh wanita—Ya, meraba raba tubuh wanita, kalau kuku jarimu panjang, hal itu akan menjadi sulit.”

“I-itu tuduhan menyesatkan! I-ini hanya kebetulan—“

Sambil mengatakan itu aku ingat. Itu dia, kuku jariku sering diurus oleh Buchou. Buchou bilang itu latihan memotong kuku atau semacamnya......

Mungkin artinya memang dalam tapi aku tak pernah melakukan apa-apa!

“Ise, dasar keparat sialaaaaaaaan!”

“Cari penyakit dan pergi sana!”

“Seram. Memang binatang buas. Pokoknya jangan menyebarkan penyakitmu pada Asia. Nanti Asia bisa ikut tercemar juga.”

Matsuda, Motohama, dan Kiryuu menghajarku habis! Aagh, penindasan! Padahal aku tak punya satupun pacar, apa artinya ini!? Sihir macam apa ini, yang membuatku seolah seperti orang terkontaminasi!

..........Tunggu, dia bilang aku populer? Aku tak mengerti[2]......

Mulai dari Matsuda dan Motohama, siswa laki-laki lain juga mulai melihat ke arahku dengan kecemburuan. Padahal, aku belum punya kekasih.

Aku bisa paham kenapa Buchou dan Akeno-san menyayangiku tapi, sepertinya mereka hanya gemar menggoda piaraan dan kouhai mereka, yaitu aku. Aku memang dianggap sebagai piaraan.

Karena mendapat mainan yang bagus, tidak heran kalau mereka berdua saling berebutan......

Zenovia itu......karena dia aneh jadi tidak dihitung. Kalau kalian tanya kenapa, sepertinya dia hanya tertarik dengan benda yang tersimpan dalam tubuhku.

Asia. Kita tinggal bersama, dialah gadis yang memiliki hubungan paling dekat denganku. Aku menganggapnya kurang lebih sebagai keluarga. Itu sudah jelas. Kalau kalian tinggal seatap, akan jadi seperti itu. Aku juga menganggapnya adik yang imut. Aku senang dia begitu menyayangiku dari lubuk hatinya!

Bisakah kalian anggap belanja bersama itu kencan? Kami belanja barang kebutuhan sehari hari bersama ke toko diskon, tapi hal itu tak bisa dihitung sebagai kencan.

Dan akan sangat aneh kalau Koneko-chan menyayangiku.

.......Yaa, intinya, ketimbang populer, hanya saja jumlah gadis disekitarku lebih banyak dari sebelumnya. Bukankah itu sangat berbeda dari kehidupan harem yang kuinginkan?

Harem itu, bisa melakukan hal-hal sesukamu dengan gadis-gadis disekitarmu dan berhubungan dengan mereka semauku; itulah yang kupikirkan. Kalau aku bisa melakukan eksperimen, sebagai makanan sehari hariku, sama halnya mengganti gadis yang kusukai setiap hari!

Namun hidupku ini, dibandingkan kehidupanku sebelumnya yang tiada wanita, benar-benar kehidupan yang berbeda; seperti perbedaan bumi dan surga! Dengan perbedaan sebesar ini, aku menikmatinya hanya dengan jalan bareng gadis. Aku puas dengan gaya hidup ini!

Tidak, dengan semua keadaan ini aku tak mungkin bisa menjadi Raja Harem! Baiklah! Mari mencari kekuatan untuk bisa mendapatkan banyak wanita!

..........Kebalikannya, setelah aku mencintai seorang gadis dengan tulus, sekarang aku jadi takut menjalin hubungan dengan gadis manapun. Reynalle, kekasih pertamaku, adalah Malaikat Jatuh yang membunuhku setelah mengelabuiku.

Mungkin karena kejadian itu, bahkan aku yang mesum jadi seperti ini. Bukannya aku takut pada wanita tapi, entah dimana dalam hatiku, aku merasa kalau pada akhirnya dan ujung-ujungnya aku akan dikelabui lagi oleh mereka.

Buchou, Asia, aku tahu kalau gadis-gadis di klub takkan melakukan hal seperti itu. Namun, semakin aku menyukai, semakin khawatir aku jadinya.

........Apa aku dibenci oleh Buchou dan yang lainnya?

Terkadang aku ingin menanyakan itu sendiri. Gadis-gadis yang akrab denganku setelah penantian panjang. Aku tak ingin dibenci. Karena itulah, pada akhirnya, aku tak ingin ada hal-hal aneh dan dibenci oleh mereka. Aku tak ingin hal itu terjadi sekali lagi—

“Teman-teman, Ise-san bukan orang jahat! Tolong jangan ganggu dia!”

Asia berdiri di hadapanku dan melindungiku dari celaan Matsuda.

“Uuh, Asiaaaaaaaaaaa! Kamu memang teman sejatiku!”

“Aku akan mempercayai Ise-san selama lamanya.”

Sungguh gadis yang baik! Dia betul-betul mempercayaiku! Aah, Asia-chan sungguh kawan baikku! Aku sangat sangat senang, Asia!

“........Asia, menyatakan cinta di tengah kekacauan........tidak buruk......”

Kiryuu menggumamkan sesuatu. Aku yakin itu pasti sesuatu yang buruk tentangku.

“Itu dia. Tak peduli seberapa cabulnya Ise, Ise adalah orang yang jujur. Hanya saja hasrat seksualnya sama jujurnya dengan dirinya!”

Zenovia juga mengikutinya setelah itu.......? Entah kenapa, aku merasa agak diejek oleh sudut pandang gadis ini tapi caranya dalam membelaku cukup bagus.

“Dan kalau begitu, kalau sudah waktunya untuk hubungan seksual......”

“Karena itu, jangan katakan hal semacam itu di hadapan orang banyak.........”

Aku membungkus kepalaku dengan tanganku dan memukul meja karena kesal pada Zenovia,yang sepertinya masih tak memahami apa-apa sampai sekarang.

Bagian 2[edit]

Tak lama kemudian kelas dimulai, dan dari pintu belakang yang terbuka, para orang tua dari siswa kelasku terus berdatangan.

Kelasnya adalah Bahasa Inggris. Guru laki-laki yang lebih bersemangat dari biasanya, entah kenapa membagikan objek persegi yang dibungkus dalam kantong kepada para siswa. Hah! Apa ini? Apa ini ada hubungannya dengan Bahasa Inggris?

Bagi Iblis yang bisa berbicara dalam semua bahasa, bahasa Inggris adalah tempat terbaik untuk memamerkannya. Fufufu, hari ini aku akan melakukannya dengan lancar dan fasih.

Tapi, jangan harap soal menulis kata-katanya. Itu mustahil.

Sambil memikirkan itu, melihat objek itu lebih dekat—um, apa ini malam PVC? Guru dengan lugas berujar padaku yang masih bingung memikirkan itu.

“Baiklah, cobalah membuat sesuatu yang kalian suka dengan malam PVC[3] yang tadi diberikan. Hewan tidak apa-apa. Manusia juga bagus. Rumah juga tak apa-apa. Gambar apapun yang kalian pikirkan dalam pikiran kalian saat ini, cobalah membuatnya berbentuk sesuatu. Disanalah letak percakapan bahasa Inggrisnya.”

Mana bisa begitu! Aku tak paham apa maksudmu, sensei! Mari kita lakukan kelas Bahasa Inggris seperti biasanya! Biarkan aku memamerkan kemampuan bahasa Inggrisku pada orang tuaku! Aku tak mau membuat prakarya dengan malam PVC!

Let’s try![4]

Apanya yang Let’s Tryyyyyyyyy! Di dunia mana ada hubungannya bahasa Inggris dengan malam PVC!

“Su-sulit juga.”

Hah!? Asia-chan, dia sudah membuatnya? Seperti biasa cara adaptasinya sungguh cepat!

“Asia-chan, terus maju!”

“Asia-chan, kamu terlihat manis!”

Sambil menoleh ke arah suara yang kukenali, orang tuaku tengah menyorak-nyoraki Asia.

Ooh, kapan kalian memasuki ruangan. Selain itu, biarpun putra mereka ada di sini, mereka menghadapkan kamera videonya ke arah Asia. Ayah.......

Menyadari suara ayah dan ibu, ia menoleh dan melakukannya dengan senang. Bukankah mereka seperti orangtua-anak? Bukan, dengan itu saja aku sudah cukup senang. Adik perempuanku, Asia-chan. Itulah yang terbaik.

Dan, meneliti sekelilingku, semua siswa tampak ogah-ogahan menempa malam PVC mereka. Tak apa-apakah dengan ini, semuanya di kelas!?

[Knit Knit] aku juga mulai membentuknya dengan ogah-ogahan. Sensei menyuruh kami membuat apa?

Dia bilang tak apa-apa untuk membuat apapun yang ada dalam pikiranku. Sambil meliukkan malam, aku menutup mataku dan mulai mendapatkan ide liar. Hal paling pertama yang kubayangkan adalah.......

“Ise♪.”

Adalah Buchou telanjang yang tersenyum padaku.

Aah Buchou, Onee-sama-ku. Membayangkanmu paling awal, majikanku, pikiranku sepenuh hati adalah hal yang nyata. Fufufu, aku bahkan mengingat payudara dan putingnya dengan sempurna. Aku sangat ingat dalam memoriku tentang payudara Buchou, ukurannya, elastisitasnya, dan kelembutannya.

Buchou bilang kalau tak banyak bagian tubuhnya yang belum kusentuh. Memang itu benar. Aku memang sudah menyentuh banyak bagiannya. Begitu lembut dan halus, bahkan penuh dengan elastisitas. Sambil menyadari tetesan benda merah penuh hawa nafsu dari hidungku, aku terus mengulangi image Buchou dalam pikiranku. Selagi menutup mataku, hanya dengan image dalam pikiranku aku menggerakkan tanganku.

Ahh, payudara Buchou! Pinggang langsing Buchou! Pantat Buchou yang difungsikan untuk antaran cepat! Paha Buchou yang sempurna bagiku! Pandangan segalanya terpatri kuat dalam pikiranku.

Aku mengingatnya dengan jelas! Itu sudah alami, setiap hari, aku mengingatnya sepanjang waktu.

“Hyo-Hyodo-kun........”

Tersadar, ada tangan seseorang di bahuku. Membuka mataku dan menoleh aku mendapati sensei.

Apa? Entah kenapa dia terpana melihat sesuatu di tanganku. Aku juga melihat ke arah tanganku dan—terdapat patung Buchou yang begitu menawan!

“Ooh!”

Ada sorak sorai gembira dalam kelas. Lebih seperti, melihat ke arahku mereka menghembuskan nafas kekaguman ”Ooh!”. Luar biasa, ini adalah Buchou mini! Ukuran payudaranya, bentuk bokongnya, dan panjang pahanya begitu sempurna!

A-aku membuat ini.......? Menggerakkan tanganku berdasarkan image Buchou yang terpatri dalam otakku, sebuah keajaiban terjadi.

“Lu-luar biasa Hyodo-kun..........ternyata kamu punya bakat seperti ini...........kelas ini sungguh pilihan yang tepat. Sekali lagi aku berhasil mengeluarkan kemampuan tersembunyi siswaku!”

Sensei mengucapkan itu sambil berlinang air mata.

Memang, tak kusangka ada kekuatan ini bersembunyi dalam diriku...........walaupun kukatakan itu sendiri, sangat mudah mengembangkan bakat yang berdasar pada sikap mesumku.

“I-itu Rias-senpai? Sial! Sudah kuduga, Ise kau mata keranjang! Dengan senpai.......!”

“Tak mungkin! Rias-Oneesama dengan hewan buas itu........?”

Entah kenapa aku bisa mendengar teriakan di sekitarku namun ketika seseorang mulai meneriakkan kata ‘5000’, suasana kelas mulai berubah.

“Tidak, 6000!”

“Akan kubayar 7000! Akan kurawat tubuh Rias-senpai baik-baik!”

“Jangan bercanda, aku yang beli! Malam ini dia akan menghiasi kamarku, 8000!”

Kelas prakarya Bahasa Inggris dengan malam PVC menjadi sangat berbeda, entah kenapa berubah menjadi pasar lelang untuk patung Buchou yang kuciptakan.

Bagian 3[edit]

Istirahat makan siang.

“Bagus juga ya.”

Itulah yang Buchou katakan sambil menyentuh patung yang terbuat dari malam PVC sepanjang kelas. Pada akhirnya, aku tak menjual patung itu pada siswa di kelas. Aku tak bisa menjualnya, karena itu adalah patung Buchou.

Saat aku dan Asia pergi keluar untuk membeli minuman, kami kebetulan menemui Buchou dan Akeno-san di depan mesin penjualan.

“Ara ara, sudah diduga dari Ise-kun yang setiap hari melihat dan menyentuh tubuh Buchou.”

Akeno-san juga tersenyum, kaget pada kualitas patung itu. Tidak, aku tak melakukan hal seperti itu dengan Buchou seperti yang kamu duga...........Saat aku secara pribadi merasakan tubuh yang berharga, aku akan menyimpannya baik-baik dalam otakku.

“Maukah kamu membuatkannya untukku juga? Kalau kamu mau mereplikasi tubuhku aku akan melepas pakaianku. Kamu boleh menyentuhnya kok.”

“Serius, Akeno-san!?”

Itulah yang terbaik! Benar-benar hebat! Sambil mencoba mengatakan itu, Buchou dan Asia mencubit pipiku.

“Nggak boleh!”

“Nggak boleh!”

Gadis-gadis di rumahku memang galak.

“Ngomong-ngomong, Buchou, apa Sirzechs-sama akan datang?”

Karena pertanyaanku, Buchou meletakkan jarinya di dahinya dan mendesah pelan.

“Iya. Dia akan datang bersama ayahku.”

Jadi ayahnya akan datang juga. Kunjungan kelas seperti apa itu, aku penasaran.

“Ah Buchou, sepertinya yang lain juga akan datang.”

Kiba juga muncul. Hm? Apa dia juga mau membeli minuman?

“Ara, Yuuto. Teh?”

Oleh pertanyaan Buchou, Kiba mengacungkan telunjuknya ke arah koridor depan.

“Bukan, sepertinya aku dengar ada Penyihir sedang melakukan event fotografi jadi aku bermaksud untuk melihat-lihat.”

Menanggapi Kiba, aku dan Buchou saling bertukar pandang sambil memiringkan kepala kami.


[Kaccha! Kaccha!]

Kilat terus menyala-nyala, para lelaki yang memegang kamera tengah memotret sesuatu di sudut koridor.

Karena ada kerumunan, aku tak tahu apa yang sedang mereka potret. Menurut cerita Kiba ada ‘Penyihir’ tapi......aku entah kenapa masuk kedalam kerumunan dan terus berjalan ke depan.

Iya, aku bisa melihatnya sedikit. Semakin berjalan ke depan, penampilan yang menyolok mulai tertangkap pandanganku.

Bishojo-chan yang imut sedang mengenakan kostum karakter anime. Kalau kuingat baik-baik itu adalah “Magical Girl, Mil Kiss Viral 7 Alternative’. Hati seorang gadis, tubuh seorang lelaki, ’Miru-tan’ spesial yang menjadi ciri khas anime ini.

Ah, saat kulihat dari dekat dia mirip sekali dengan Mil-Kiss. Ia tengah memutar-mutar tongkatnya atau apalah itu secara terus-menerus. Para kameramen yang mengambil foto itu nampak bersuka cita seperti anak kecil. Aku juga ingin ambil fotonya. Roknya begitu pendek sehingga celana dalamnya beberapa kali terekspos...........

Buchou sampai di sampingku usai menembus kerumunan orang; tak lama usai dia melihat si Magical Girl Mil-Kiss, ia menjadi panik.

“Ap--!”

Karena kepanikannya aku jadi ikut bingung. Buchou sampai terkejut seperti ini..........

“Hei, hei! Kalian, yang melakukan pemotretan di tempat umum!”

Sambil melakukan itu, temanku dari OSIS, Saji datang masuk kedalam kerumunan.

Gadis-gadis yang terlihat seperti para pengurus OSIS juga mulai berdatangan mengikuti Saji menuju tempat pemotretan.

“Hei, hei, bubar, bubar! Hari ini acara menampilkan sekolah pada publik! Jangan membuat kekacauan di tempat semacam ini!”

Saji, dia melakukan tugasnya dengan benar. Kerumunan sebesar itu segera bubar seperti anak-anak laba-laba yang menyebar. Para pria muda dengan kamera yang masih memotret juga perlahan pergi dengan terpaksa karena teriakan Saji.

Orang-orang yang tersisa tinggal kelompok kami dan kelompok Saji, serta si Magical Girl.

“Anda juga, tolong jangan mengenakan kostum seperti itu. Tunggu, apa anda wali murid? Biar begitupun, anda harus paham kode berpakaian di tempat ini. Nanti bisa timbul masalah.”

“Eh, tapi ini kan seragamku☆.”

Saji terus menasehatinya tapi si Mil Kiss sambil terus berpose imut sama sekali tak peduli.

Saji tampak agak emosi namun segera setelah menyadari Buchou ia merendahkan kepalanya.

“Oh, ternyata Rias-senpai. Kamu datang di saat yang tepat. Aku sedang memandu Maou-sama dan ayahnya Senpai.”

Usai Saji menolehkan kepalanya ke belakang, dibawah panduan Sona-kaichou, seorang pria berambut merah datang.

“Apa ini? Saji, aku selalu menyuruhmu menyelesaikan masalah dengan cepat—“

Kaichou yang tegas mengucapkan itu, namun setelah melihat si Mil Kiss, ia berhenti berbicara.

“Sona-chan! Ketemu kamu.”

Usai menemukan Kaichou, Mil Kiss dengan bahagia bergelayut pada Kaichou.

Ooh. Kenalannya Kaichou? Sudah diduga, bahkan Saji memasang ekspresi seolah ia sangat kerepotan menangani semua ini.

.......Hm? Aku baru menyadari ini tapi, huhuh? Eh? Entah kenapa, aku merasa kalau Kaichou dan gadis Cosplay itu agak mirip.........aku berpikir dengan ragu-ragu. Tanpa berpikir panjang, Sirzechs-sama memanggil si Gadis Cosplay.”

“Aah, ternyata anda, Serafall. Anda datang kesini juga rupanya.”

.........Serafall--.........? A-aku sepertinya pernah mendengar nama itu sebelumnya—

“Dia adalah Leviathan-sama.”

............Untuk sesaat, aku tak bisa memahami ucapan Buchou. Buchou mengucapkannya sekali lagi pada aku yang masih bingung ini.

“Orang itu adalah satu dari empat Dai-Maou, Serafall Leviathan-sama. Dan juga, kakak perempuan Sona.”

“Eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee!!??”

Teriakanku menggema di koridor! Sudah pasti! Seriuskah! Pasti bohong kan!? Maou-sama super cantik yang sering kubayangkan dalam mimpiku adalah orang seperti ini?!

Tidak, dia memang super-cantik! Biarpun dia adalah kakak Kaichou, kecantikannya jelas tak akan kalah dari Buchou! Namun, aku membayangkan Onee-sama yang seksi, menggairahkan, dengan penuh hormon seks! Dan glamor! Payudara juga besar! Sambil memperlihatkan pahanya yang mulus! Aku membayangkan Maou-sama perempuan yang akan mengucapkan kata-kata sensual dari bibirnya!

..........Aku tak menyangka kalau dia adalah gadis mungil mengenakan kostum Cosplay dan berbicara dengan nada imut..........walaupun benar kalau dia memang cantik............

High school dxd v4 109.jpg

“Serafall-sama, lama tak jumpa.”

“Ara, Rias-chan☆. Apa kabar☆ kamu sehat-sehat saja kan?”

Nadanya imut sekali! Buchou juga kelihatan kacau!

“I-iya, terimakasih, apa anda datang untuk mengunjungi Sona hari ini?”

“Iya, Sona-chan☆ memang jahat. Dia nggak bilang apa-apa soal hari ini! Aduuuh! Karena kaget, Onee-sama hampir bermaksud menyerang surga☆.”

Hanya karena itu dia mau menyerang surga!? Aku tak paham dia sedang bercanda atau serius!

“Ise, kenalkanlah dirimu.”

Seperti yang Buchou katakan, aku merendahkan kepalaku dan menyapanya.

“Se-senang bertemu anda, saya Hyodo Issei. Saya budak dari Rias Gremory-sama, ’pion’. Sa-salam kenal.”

“Salam kenal☆! Aku sang Maou Serafall Leviathan☆. Panggil saja aku Levi-tan.”

Sambil berputar-putar, dia membuat tanda ’peace’, si gadis cosplay ini—Bukan, Maou Leviathan-sama.

............A-apa ini? Perkembangan super ringan ini?

“Hei, Sirzechs-chan, apa pria ini si Naga-kun yang dirumorkan itu?”

Dia memanggil Sirzechs-sama dengan ‘chan’?! Bisakah anda memaafkannya? Tidak, karena mereka berdua adalah Maou-sama, jadi tidak apa-apa........?

“Iya, dialah orang dimana sang Welsh Dragon bersemayam, Hyodou Issei-kun.”

Sirzechs-sama juga tak berkata apa-apa tentang penambahan ‘-chan’. Jadi dia selalu dipanggil seperti itu?

“Ara ara, paman Gremory.”

“Iya, Serafall-dono[5]. Sungguh seragam yang unik, saya menganggap anda sebagai Maou tapi........”

“Ara, paman. Tidakkah paman tahu? Ini fashion dari negara ini lho?”

“Ah, begitu rupanya. Sepertinya saya tidak tahu apa-apa.”

“Hahahaha, ayah, jangan percayai itu.”

Dan begitulah........Keluarga Gremory tengah bercakap-cakap dengan Leviathan-sama.

“Bu-Buchou, suasana ringan ini jauh melebihi prediksiku tapi, apa Serafall-sama itu.......”

Buchou juga meminta maaf “Maaf.” Melihat kondisiku yang sangat kebingungan.

“Aku lupa bilang—tidak, aku belum mengatakannya tapi keempat Maou-sama saat ini, mereka semua seperti ini. Di saat-saat pribadi, mereka sangat akrab dan santai, sampai kadang berlebihan.”

Sambil mendesah pelan Buchou mengatakan itu. Mustahil! Tak apa-apakah Maou-sama dari Iblis bersikap seperti itu?!

Malihatnya, wajah Kaichou juga semakin memerah! Seolah dengan melihat kakak perempuannya, cara berbicara dan bersikapnya, akan membuatnya semakin malu! Menyadari itu, Leviathan-sama menatap wajah Kaichou dengan khawatir.

“Sona-chan, ada apa? Wajahmu sangat merah, tahu? Karena sudah lama nggak bertemu dengan Onee-sama, aku, kupikir kamu akan lebih bahagia? ‘Onee-tan’, ’So-tan’, memanggilku seperti itu dan saling berpelukan dengan cara yuri, perkembangan semacam itu tak apa-apa bagiku, Onee-chan!”

.............Itu sangat sulit. Inikah Leviathan-sama?

Kaichou berbicara dengan ekspresi kurang puas. Sambil memicingkan matanya.

“........Onee-sama, ini adalah sekolahku dan aku dipercayakan dengan tugas sebagai Ketua OSIS disini.....tak peduli seberapa dekatnya hubungan kita, tingkah laku Onee-sama itu...........aku tak bisa mengizinkan dandanan semacam itu.”

“Nggak bisa, Sona-chan! Kalau aku dimarahi seperti itu oleh Sona-chan, Onee-chan akan sedih! Sona-chan nggak paham ya kalau Onee-channya sangat dikagumi sebagai Magical Girl! Karena dengan tongkatku yang bercahaya, aku akan melenyapkan Malaikat dan Malaikat Jatuh☆!”

“Onee-sama, tolong jangan begitu. Kalau Onee-sama-ku, Maou bercahaya, nanti negara kecil ini akan hancur berkeping-keping.”

Dia bukan Mahou-Shojo, tapi lebih seperti Maou-Shojo[6]! Maou-Shojo, Leviathan-sama sungguh menyeramkan!

“Hei, Saji, waktu salah satu pimpinan Malaikat Jatuh menyerang, Kaichou tak memanggil kakaknya........apa hubungan diantara keduanya buruk?”

“Justru kebalikannya. Kebalikannya. Karena Serafall-sama sangat menyayangi adiknya, kalau waktu itu dia dipanggil, hasilnya akan jadi lebih mengerikan. Seandainya dia sampai tahu kalau adiknya dilukai oleh Malaikat Jatuh, kita tak akan tahu bagaimana dia akan bereaksi. Mungkin malah jadi peperangan seketika. Memang keputusan benar untuk tidak memanggil Serafall-sama, dan memilih memanggil Sirzechs-sama. Namun, ini pertama kalinya aku bertemu dengannya secara langsung, tapi ini.....”

Ah, begitu. Tunggu! Apa Maou-sama tak keberatan dengan hal itu? Ah, Saji juga terlihat kacau.

“Uuh, aku tak tahan lagi.”

Kaichou yang tegas dan kalem itu matanya mulai berair, dan kabur dari tempatnya.

“Tunggu! Sona-chan! Kemana kamu mau pergi meninggalkan Onee-chan-mu ini!?”

Maou-Shojo-sama berlari di belakangnya.

“Tolong jangan ikuti aku!”

“Tidaaaaaaak! Jangan abaikan Onee-chan-mu ini! Sona-taaaaan!”

“Sudah berapa kali kubilang jangan pakai ‘tan’!”

...........Kejar-kejaran Maou bersaudara. Ini permintaanku, tapi tolong jangan menghapus sekolah ini dengan ritme kalian itu.

“Ya. Keluarga Sitri memang penuh kedamaian, bukankah begitu, Ria-tan.”

“Onii-sama, jangan pakai ‘tan’ di nama kecilku dan tolong panggil aku dengan benar.......”

Kali ini percakapan yang memalukan terjadi pada keluarga Gremory.

“Tak mungkin......Ria-tan, padahal sejak dulu kamu selalu mengikutiku kemana-mana sambil berkata ‘Onii-sama Onii-sama’.......kamu sedang di usia pemberontakan yah......”

Sirzechs-sama nampak shock. Aku merasa akan muncul keributan lagi disini.

“Aduh! Onii-sama! Kenapa kamu harus mengingatkan masa kecilku—“

[Jepret!]

Ayah Buchou mengambil gambar Buchou ketika sedang marah. Itu adalah ekspresi yang penuh dengan emosi.

“Wajah yang bagus, Rias. Bagus, sudah membesarkanmu sampai seperti ini......aku akan mengisi bagian antusiasme istriku karena dia tidak bisa datang hari ini.”

“Ayah! Huuh!”

Keluarga Maou-sama ternyata seperti ini ya. Lebih dari damai, tak ada bedanya dengan orang tua dan anak manusia. Yaa, kalau skalanya menjadi pertarungan sungguhan, negara kecil ini akan terhapus dalam sekejap.

“Maou-sama dan keluarga Maou-sama memiliki kesamaan yang menarik.”

Akeno-san mengatakan itu dengan senang dari lubuk hatinya sambil tersenyum.

“Kesamaan?”

“Maou-sama dan semuanya sangat menyenangkan. Dan juga, adik perempuan anda, tanpa perkecualian adalah orang yang serius. Ufufu, pasti karena kakak laki-lakinya yang santai menjadi Maou-sama, sehingga dia tak bisa menjadi serius.”

Mereka pasti mendapat kesulitan yang sama, baik Buchou atau Kaichou, dan juga keluarga Maou-sama. Dan, di sana—

“Oh, Ise.”

“A-ayah?”

Mungkin mereka sedang berkeliling sekolah, ayah dan ibu muncul sambil melambaikan tangan mereka.

“Hyodou Issei-kun, apakah mereka adalah orangtuamu?”

“I-iya. Mereka adalah orang tuaku.”

“Begitu, ya.”

Ayah Buchou berdiri di depan ayah dan ibuku.....?

“Senang bertemu anda, saya ayahnya Rias.”

Karena hendak berjabat tangan, ayah Buchou mengulurkan tangannya ke arah ayahku.

Mengetahui kalau laki-laki dengan rambut merah itu adalah ayahnya Buchou, ekspresi ayah dan ibuku berubah drastis dari ekspresi sukaria menjadi ekspresi suram. Itu memang wajar. Kalau mereka tiba-tiba menemui ayahnya Buchou, reaksi mereka akan seperti itu.

“I-i-i-i-i-i-ini, terima kasih! Ah, um, saya ayahnya Hyodou Issei! Kami sudah diurus baik-baik oleh Rias-san, um, anu........”

Ayah! Ini rumah kita! Aku tak bisa melihatnya! Suasananya terlihat menegangkan!

“Sama-sama. Terima kasih juga sudah mengurus Rias. Saya sebenarnya bermaksud mengunjungi anda, namun, saya dan Sirzechs sangat sibuk bekerja sehingga belum mendapat kesempatan. Sepertinya pertemuan ini diberkahi oleh keberuntungan. Suatu kehormatan bertemu anda hari ini.”

“Ti-tidak mungkin! Saya juga bermaksud mengunjungi anda sesekali—tidak, tidak, saya sudah berbicara dengan suami soal itu.”

Ibu! Kata katamu begitu aneh! Karena ibu biasanya tidak terbiasa dengan ucapan itu, jadinya aneh seperti tadi! Uwah, aku benar-benar merasa malu!

Wajah Buchou juga memerah! Dia sama denganku! Pertemuan antar orang tua memang terasa sangat memalukan!

“Iya, saya ingin berbicara di tempat yang lebih tenang. Tempat ini terlalu ramai. Disamping itu, sepertinya anak-anak kita sedang malu, bukan?”

Ooh, sungguh ayahnya Buchou! Dia bisa membaca suasana! Dibandingkan dia, ayahku cuma bisa gugup! Ayahnya Buchou mengulurkan tangannya ke arah Kiba.

“Kiba-kun.”

“Iya?”

“Maaf, tapi bisakah tolong bawa kami ke tempat yang lebih tenang?”

“Ya. Kalau begitu silahkan ikuti saya.”

Kiba membungkuk pada ayah dan ibuku kemudian mulai berjalan sepanjang koridor.

“Sampai nanti, Rias, Hyodou Issei-kun. Aku akan kembali setelah mengobrol sebentar. Sirzechs, bisakah kuserahkan sisanya padamu?”

“Baik, ayah.”

Sirzechs-sama akan tetap berada di sini ya. Mereka baru saja bertukar sapa. Kali ini diantara orang tua.

“Ise, aku dan ibumu akan kembali setelah mengobrol sebentar, oke?”

“Serahkan padaku.”

Aku ragu apa dia memang paham, dengan panduan Kiba, ayah, ibu, dan ayahnya Buchou meninggalkan tempat ini.

“Rias.”

“Ada apa, Onii-sama?”

“Ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu sebentar. Maaf, Ise-kun, aku ingin meminjam adik perempuanku sebentar. Akeno-kun, maukah kamu ikut bersama kami?”

Ujar Sirzechs-sama.

“Ya.”

Akeno-san mengangguk. Apa yang mereka akan bicarakan? Yaa, kurasa itu sesuatu yang penting tentang dunia Iblis kan? Mereka jelas tak akan memanggil Iblis kelas rendah sepertiku.

“I-iya, silahkan saja......”

Sirzechs-sama membawa Buchou dan Akeno-san, lalu pergi menjauh.

Hanya tinggal aku dan Asia. Asia dan aku saling bertukar tatap.

“Yaa, bagaimana kalau kita kembali ke kelas?”

“Iya.”

Seperti ini, aku dan Asia kembali ke kelas bersama.

Bagian 4[edit]

“Ara, Asia-chan, kamu begitu manis di video!”

Ibuku tampak antusias sambil menonton TV di depannya.

“Hahahaha! Memperhatikan pertumbuhan anak perempuannya adalah tugas orangtua!”

Sambil meminum sake, ayah Buchou tertawa terbahak-bahak. Orang itu, setelah meminum sake menjadi orang ceria yang sangat berbeda........Bahkan meski ia tampak seperti sosok ayah yang tegas sebelumnya.

Setelah makan malam di keluarga Hyodou, pertemuan pengaguman untuk Kunjungan Kelas hari ini telah dimulai.

Pesertanya antara lain ayahku, ibuku, ayahnya Buchou, dan Sirzechs-sama.

Sambil meneguk sake, mereka saling membandingkan video yang mereka ambil.

Gadis-gadis yang tengah dibahas hanya bisa terduduk di sudut ruangan dengan wajah memerah sambil berdoa “Cepatlah selesai! Cepatlah selesai!”. Ini sama saja setengah mati.

Mereka juga seenaknya mengambil gambarku! Jangan ambil gambarku waktu membuat prakarya PVC! Aku tak tahu apa yang orang tuaku dan ayahnya Buchou bicarakan di sekolah tapi sudah jelas kalau mereka sangat serasi dan sudah menjadi dekat. Astaga, apa yang terjadi?

“Ini........Neraka, yang belum pernah ada sebelumnya........”

Seluruh tubuh Buchou bergetar hebat dengan wajahnya memerah sampai maksimum.

“Lihat ini! Ria-tan kita sedang mengangkat tangannya dan menjawab pertanyaan guru!”

Sirzechs-sama! Dia sedang mengomentari pertumbuhan adik perempuannya dengan tegangan tinggi! Ooh! Buchou menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.

“Aku tak tahan lagi! Onii-sama, kamu bodoh!”

Aah! Buchou kabur karena sudah tak kuat menahannya lagi.

[Bukk]

Sirzechs-sama dipukul oleh Grayfia-san dengan kipas kertasnya.

“Buchou!”

Aku menjadi khawatir dan mengejar Buchou.

Bagian 5[edit]

Buchou sedang duduk di depan kamarku.

Dia menggembungkan pipinya seolah tidak senang. Aku heran apa yang salah.

“Bu-Buchou, maukah kamu memasuki kamarku?”

Buchou mengangguk oleh kata-kataku. Entah kenapa, dia menjadi gadis yang normal.

Setelah memasuki ruangan, Buchou melompat ke ranjang, dan terus terdiam selagi berbaring tengkurap.

Ini adalah situasi yang sulit untuk mengatakan sesuatu. Aku duduk di lantai dan berusaha mencari kata-kata yang sesuai dalam otakku.

“Ibuku, ayahku, dan keluargamu sepertinya tampak rukun sekali.”

“.............”

Uh, tak ada kata-kata. Tidak, aku merasa kalau kamar yang sunyi lebih tidak menyenangkan, jadi tanpa khawatir aku melanjutkan.

“Pertemuan ini.......kurasa bagus. Ayah dan ibu sepertinya sangat menikmatinya. Ayahmu dan yang lainnya juga...........Memang mereka terlalu berlebihan tapi......”

“.........Aku tahu, aku senang juga kalau ayahku dan ayahnya Ise mengobrol dengan sukaria.”

Ah, aku dapat balasan. Baguslah.

“Hei, Ise.”

“Iya?”

“Apa kamu bahagia karena sudah menemuiku?”

.............

Aku tak pernah membayangkan pertanyaan itu. Buchou melanjutkan.

“Aku senang sudah bertemu Ise. Hidup tanpamu terasa mustahil. Kuanggap suatu kehormatan. Kamu mendapat banyak ruang dalam hatiku, tahu?”

Ka-kamu begitu pedulinya padaku? ...........Aku ternyata sangat dihargai sebagai budaknya!

“Suatu kehormatan juga! Aku senang sudah bertemu Buchou! Aku bisa menyatakan ini secara positif! ........Tapi, kalau aku berpikir suatu hari Buchou akan mendapatkan kekasih, aku, aku jadi tidak nyaman.......berpikir kalau Buchou akan pergi jauh entah kemana.”

Buchou mengangkat kepalanya, dan berujar padaku.

“Ara, aku tak akan mencari kekasih, tahu? Lebih dari itu, kalau kamu mengatakan hal seperti itu, aku jadi agak kaget.”

“Eh? Ta-tapi bukankah suatu saat Buchou harus mendapatkan suami?”

“Itu benar, untuk kelanjutan keluarga, mendapatkan putra menantu dalam keluarga sangatlah penting.”

....? Tidak, sekali lagi aku tak memahaminya.

“Sudah kuputuskan untuk memodel putra menantu di keluargaku, sendiri. Kalaupun aku harus melakukannya, aku akan mencarinya sesuai idealku sendiri. Cara itu lebih cepat. Hei, Ise.”

“Haah, begitu.”

Aku tak terlalu paham tapi Buchou memodel putra menantu sendiri, ya. Kalau mau, aku ingin berada di posisi itu tapi itu sendiri sangat sulit. Suami masa depan Buchou...........suami macam apa yang akan terlahir setelah ditempa oleh Buchou?

Tidakkk, aku sangat ingin menempati posisi itu! .........Tapi entahlah kalau itu bisa terjadi.

“Aku sudah memikirkan tentang upacara pernikahanku juga, tahu? Gaya Jepang mungkin bagus. Untuk lokasinya, tempat di Jepang juga bagus. Kalau bicara soal tempat dengan pemandangan indah maka—“

Buchou sudah membayangkannya sampai sejauh itu. Tidak, aku ingin menikahi Buchou!

“-----------“

Mendadak mulutku tersegel. Ia melingkarkan lengannya disekitar leherku, dengan chuu.....aku menerima ciuman Buchou!? Uooooooooh! Aku mencium Buchou sekali lagi!

I-ini! Sensasi dari bibirnya! Bisa mencicipinya lagi! Kontak yang begitu lembut dan sensual!

Ini ciuman keduaku dengan Buchou! Aku melakukannya! Aku menerima ciuman kedua Buchou! Um, tapi ini hadiah untuk apa? Bu-bukan, kesampingkan saja hal kecil itu! A-aku ingin terus menikmati sensasi ini!

Dengan itu, sambil aku bergerak, lidah Buchou sedikit terasa di bibirku! Seperti itu terasa memasuki mulutku!

Guh!

Lidahku dan lidah Buchou saling bertemu kemudian leherku seperti ditarik, dan ciuman yang aku rasa akan lebih mendalam berakhir.

Benang air liur merentang diantara mulutku dan Buchou, Buchou sepertinya memasang ekspresi menyesal.

Uhiiii! Benang air liur dari mulutku dan Buchou! Aku merasa hampir mati setelah merasakan semua ini!

Tidak, mati juga tak apa-apa! Ah, sudah kuduga! Tidak, kalau aku harus mati aku akan melakukannya setelah banyak berkontak lidah dengan Buchou! Apalagi, aku tak ingin melupakan sensasi jilatan Buchou! Itu sangat luar biasa!

“......Uh.”

Orang yang menarik leherku kebelakang adalah Asia. Ia terlihat seperti mau menangis.

“Hei, Asia, jangan ganggu aku sewaktu sedang memberi kasih sayang pada Ise. Biarpun dia sepertinya menikmati ciuman dalam yang sudah lama dinantinya........cukup sulit membuat kesempatan seperti ini, tahu?”

Bu-Buchou! Caramu memberikan kasih sayang pada budakmu begitu menakjubkan! Aku senang! Terima kasih banyak! Tapi, karena stimulasinya menjadi kuat seiring waktu, otakku seperti mati rasa!

“........Tapi........Buchou tidak adil.......”

“Burung yang cepat mendapat ulatnya. Aku mempelajarinya saat bertanding dengan Akeno.”

Apa yang kamu pelajari, Buchou! Oooh! Buchou dan Asia saling melotot! Sekali lagi terjadi Perang gadis di kamarku! Akhir-akhir ini, jadi semakin sering terjadi!

--selagi memikirkan itu, nyonya maid berambut perak masuk,

“Kalian berdua, bertengkar itu tidak baik. Apalagi melakukannya di depan Ise-sama, itu tidak bijaksana.”

Ia memisahkan keduanya yang masih saling memelototi, Grayfia-san menenangkan mereka.

“Itu benar, bertengkar itu tidak baik.”

Selain itu, Sirzechs-sama juga memasuki ruanganku. Apa pertemuan pengagumannya sudah selesai?

“Aku mampir sebentar. Ada sesuatu yang perlu kubicarakan lagi. Rias, ini soal kelanjutan percakapan kita tadi siang.”

Percakapan? Soal apa itu? Ah, Buchou dan Akeno-san dipanggil oleh Sirzechs-sama.

Padaku yang masih mempertanyakan tentang hal itu, Sirzechs-sama mengucapkan sesuatu yang betul-betul diluar dugaan.

“Mari bicarakan tentang [Peluncur] yang lainnya.”


, ternyata, tentang bidak Peluncur misterius yang lebih dulu ada sebelum aku dan Asia bereinkarnasi.

Bagian 6[edit]

Esok hari sepulang sekolah.

Aku berdiri di lantai area ruangan di gedung sekolah tua yang telah dijadikan “Ruang Kelas Tersegel”.

Semua anggota klub telah berkumpul. Bahkan dari luar, kamar ini ditutup secara aman jadi kami tak bisa memasuki ruangan. Untuk apa gunanya, masih belum ada yang menjelaskannya........namun menurut percakapan sebelumnya, ada Peluncur lain di dalamnya.

Peluncur yang lain—sudah cukup lama, ia sudah menjadi anggota misteri bagi Asia dan aku. Karena itulah, kecuali bagi pendatang baru Zenovia, semua anggota sudah tahu tentang hal itu.

Dia sudah ada sebelum aku menjadi Iblis tapi, karena beberapa situasi, dia tak bisa ikut serta dalam Rating Game melawan Keluarga Phoenix dan pertarungan melawan Kokabiel.

Menurut percakapan, sepertinya kemampuannya disebut berbahaya, dan karena Buchou belum mampu mengendalikannya dengan kekuatannya, ia disuruh menyegelnya oleh pihak atasan. Seperti apa dia? Apa dia memang berbahaya?

Tadi malam, Sirzechs-sama menjelaskannya di kamarku, sepertinya Buchou mendapat evaluasi dari empat Maou, keluarga Raja Besar Baal, keluarga Archduke Agares, dan para Iblis kelas tinggi karena pertarungannya melawan Keluarga Phoenix dan pertarungan melawan Kokabiel. Syarat penyegelan Peluncur yang lain itu dihapuskan karena berpikir kalau Buchou mungkin sudah bisa mengendalikannya sekarang. Dan karena itulah sekarang kami berdiri di depan “Ruang Kelas Tersegel” ini.

Plester dengan tulisan ‘KEEP OUT’ direkatkan di pintu dengan segel sihir tertempa padanya.

“Anak itu ada di sana. Sepanjang hari, Peluncur itu tinggal disana. Untuk sementara, kekuatannya menjadi longgar di malam hari, dan kalau hanya dalam gedung tua, dia bisa keluar dari ruangan tapi, anak itu menolak untuk melakukan itu.”

Itulah yang Buchou katakan. Kemudian, ia mengetuk pintu, dan mulai melebarkan lingkaran sihirnya. Ia melepaskan segelnya? Kalau seseorang disegel di ruangan sempit ini meski hanya setengah hari, tidakkah dia menjadi gila? Itu mustahil bagiku. Kalau ada yang berkata bahwa aku bebas melakukan apapun di gedung sekolah tua hanya di malam hari, aku akan berlarian dengan suka ria.

“A-apa orang itu seorang hikikomori[7]?”

Oleh pertanyaanku Buchou mengangguk sambil mendesah pelan. Begitukah? Hikikomori, ya?

Kiba melepaskan plesternya, Akeno-san juga membantu Buchou dalam melepaskan segel.

“Anak di dalam memiliki hasil yang paling banyak diantara para budak.”

Akeno-san mengatakan itu. Serius!? Hasil terbanyak........bagaimana cara orang itu mengumpulkannya?

Akeno-san melanjutkan seolah menjawab pertanyaanku.

“Melalui komputer, anak itu mengambil kontrak spesial dengan manusia. Sebetulnya, itu adalah tipe orang yang tak ingin menemui kita. Tipe orang itu bernegosiasi dengan cara berbeda, dan membuat hubungan secara berbeda. Mereka menyelesaikan masalah melalui komputer. Dalam kesepakatan lewat komputer, diantara para budak Iblis terbaru, anak ini memiliki jumlah kontrak selevel Iblis kelas tinggi.”

Luar biasa! Negosiasi melalui komputer!? Dan dengan itu, anak ini mengambil kontrak dengan manusia ya!?

“-----Kalau begitu, akan kubuka pintunya.”

Segel sihir yang tertempa di pintu menghilang, dan menjadi pintu biasa. Buchou membuka pintu—

“Tidaaaaaaaaaaaaaaaak!!”


! Teriakan sangat kuat terdengar dari dalam! A-apa itu!?

Buchou tidak terkejut, justru mendesah kecil, dan masuk bersama dengan Akeno-san.

“Hari yang baik untukmu. Syukurlah kalau kamu masih enerjik.”

“K-k-kenapa???”

Suara balasan terdengar dari dalam. Menilai dari suaranya, mungkin suara seorang anak SMP......seorang gadis? Atau laki-laki muda? Aku masih belum yakin. Meski aku tahu kalau orang itu sedang kebingungan.

“Ara ara, segelnya sudah dilepaskan, tahu? Kamu bisa keluar sekarang. Ayo, kita keluar bersama.”

Suara lembut Akeno-san. Aku merasakan simpatinya. Aku merasa ia dengan lembut mencoba berkomunikasi dengannya.

Namun—

“Tidaaaaaaaaaaak! Tempat ini sudah baguuuuuuuuuuus! Aku nggak mau keluar! Aku nggak mau menemui siapapuuuuuuuun!”

...........Bukankah itu kasus hikikomori yang ekstrim?

Asia dan aku saling bertukar tatap, dan memiringkan kepala kami. Zenovia juga memasang wajah penuh tanda tanya. Hanya Kiba dan Koneko-chan yang sepertinya bersikap biasa saja. Hah, Kiba tengah tersenyum pahit dan Koneko-chan mendesah kecil.

Aku menguatkan hatiku, dan perlahan mengintip kedalam. Berjalan sedikit, aku bisa melihat bagian dalam ruangan.

Kordennya ditutup rapat sekali. Suram. Tanpa diduga ruangan ini didekorasi dengan gaya sangat imut, seperti ruangan wanita. Boneka boneka juga ada dimana-mana.

Pe-peti mati? Ada peti mati di sudut ruangan yang sepertinya hanya digunakan dalam pemakaman di luar negeri.

Buchou dan Akeno-san masih di dalam. Apa si Peluncur itu ada disana?

Mendekat lebih dalam, seorang yang berada disana adalah—bishojo dengan tampilan elegan, rambut pirang, dan mata merah yang tampak seperti boneka. Ia duduk di lantai, dengan pose seolah ingin kabur dari Buchou dan Akeno-san. Tubuhnya bergetar hebat.

Tunggu, dia mengenakan seragam Akademi Kuou. Selain itu, dia luar biasa cantik!

“Ooh! Ternyata cewek! Apalagi dari luar negeri!”

Luar biasa! Bishojo berambut pirang lagi selain Asia, waw, aku senang! Akan ada dua Peluncur pirang! Tak ada kebahagiaan yang melebihi itu!

Aku sangat senang namun Buchou menoleh ke arahku dan berkata.

“Jangan tertipu penampilannya, anak ini terlihat seperti gadis tapi tanpa ragu dia adalah laki-laki.”

.......Eh? Untuk sesaat, aku meragukan telingaku. Kata-kata absurd menyerang pendengaranku. Bu-Buchou, tolong jangan bercanda. Bu-bukankah anak itu terlihat seperti Bishojo?

“Tidak, tidak, tidak, dilihat dari manapun juga. Dia kan gadis, Buchou.............Eeh! Masa sih!?”

“Dia punya hobi berdandan dengan pakaian wanita.”

Akeno-san mengatakannya dengan kalem..........hobi mengenakan pakaian wanita? Be-berarti anak ini tidak mengenakan seragamnya karena dia wanita tapi—karena hobi!!!???

“Eeeeeeeeeeeeeeeehhhhhhhhhh!!!!!!!”

Aku mengeluarkan teriakan keras karena situasi yang menggelikan ini.

“Eeeeeeeeeeek! Ma-maafkan aku! Maafkan akuuuuuuuuuu!”

Si bishojo berambut pirang—bukan, pria berpakaian wanita berambut pirang juga berteriak kencang karena suara kerasku.

Yang benar saja! Dia laki-laki tapi terlihat begini!? Tidak, tidak, dilihat dari manapun, dia lebih seperti bishojo ketimbang laki-laki! Aku sangat sangat tidak paham! Bahkan suaranya seimut perempuan! Postur tubuhnya juga mungil!

“Uwaaaaaaaaaaaaaaaaaah!!!”

Aku memegang kepalaku dengan kedua tanganku, dan berlutut di tempat itu! Ini tidak masuk akal! Dia laki-laki tapi begitu cantik! Apa Tuhan tak kenal ampun! Tunggu, Tuhan sudah mati! Tapi ini sungguh keterlaluan!

Dia pasti salah mendapat jenis kelaminnya! Saat berada dalam ibunya, ada sesuatu yang nyangkut padanya! Uwaaaaa, aku tak bisa menerima ini!

“Cerita kejam macam apa ini............padahal dia terlihat seperti bishojo...........tapi seorang laki-laki? .........Sampai dia juga memiliki pe**s?”

“........Mengucapkan hal vulgar dilarang keras.”

Auh! Sebelum menyadarinya, Koneko-chan sudah memasuki ruangan.

Maaf Koneko-chan, tapi cerita ini terlalu kejam!

“Ceritanya jadi semakin menyakitkan karena dia punya hobi mengenakan pakaian perempuan! Karena itu sangat cocok dengannya, begitu aku mendengar kebenaran tak penting itu, kejutannya terlalu besar! Biarpun dia hikikomori, dia punya hobi mengenakan pakaian perempuan! Apa pakaian gadis itu hanya untuk tontonan!!??”

Oleh kata-kataku, si laki-laki cantik itu tergagap,

“Ta-ta-tapi pakaian wanita itu sangat imut!”

“Jangan katakan hal-hal tentang imuuuuuuuuuuuuuut! Sial! Biar begitupun kamu adalah laki-laki! Kamu menghancurkan impianku dalam sekejap! A-aku sebenarnya mengimpikanmu bersama Asia, bishojo pirang dobel, tahu!? Kembalikan! Kembalikan semua impianku!!!!”

“.......Menulis dan memimpikan orang-orang untuk sementara.”

“Koneko-chaaaaaan! Itu tidak terdengar seperti sebuah lelucon!”

Namun, ini sungguh keterlaluan! Aku menganggapnya wanita, ternyata cuma laki-laki berpakaian wanita!

“A-a-a-anu, siapa orang ini?”

Pria berpakaian wanita itu bertanya pada Buchou. Buchou mengatakannya sambil menunjuk ke arahku, Asia, dan Zenovia.

“Mereka adalah budak baruku selama kamu berada di sini. Pion, Hyodou Issei; Kuda, Zenovia; dan seperti kamu, Peluncur, Asia.”

Kami berkata ‘salam kenal’ karena kami diperkenalkan tapi, pria berpakaian wanita itu hanya ketakutan sambil “Eeeekkkk, jumlah anggotanya jadi tambah banyak!” tidak, apa dia fobia dengan manusia? Ini sungguh mengerikan.

“Ayolah, bisakah kamu keluar? Oke? Tidak baik bagimu untuk terus tersegel disini, tahu?”

Buchou mengatakannya dengan lembut, namun—

“Tidaaaaaaaaaak! Bagiku pergi ke dunia luar itu mustahiiiiiiiiiil! Aku takut! Aku takut orang luar! Apalagi, kalau aku keluar, nanti bisa membuat masalah untuk kalian semua!”

Entah kenapa, aku menjadi kesal. Aku juga tak bisa memaafkan fakta kalau dia laki-laki! Aku mendekatinya, dan menarik tangannya.

“Hei, Buchou bilang kamu harus keluar—“

Momen ketika aku mencoba menariknya—

“Eeeekkk!”

Disertai teriakan pria berpakaian wanita ini, pemandangan di hadapanku menjadi putih—

........Hm? Hah? Meskipun aku seharusnya sedang memegang tangannya saat ini, si pria berpakaian gadis itu tidak ada.

Melihat lagi, dia tengah gemetaran di sudut ruangan. Hah? Kenapa? Padahal aku baru saja menarik tangannya.........

“Ini aneh. Ada sesuatu pada jeda itu........”

“........Sesuatu memang terjadi.”

Asia, Zenovia, dan aku terkejut oleh fenomena aneh ini, namun anggota yang lain hanya mendesah. Kiba dan yang lainnya pasti tahu sesuatu tentang ini.

“Jangan marah! Jangan marah! Tolong jangan pukul akuuuuuuu!”

Seperti biasanya, pria berpakaian wanita itu hanya berteriak. Apa yang dia lakukan barusan?

Menyadari kebingunganku, Akeno-san berujar,

“Anak itu memiliki Sacred Gear dimana saat dia ketakutan, waktu semuanya dalam bidang pandangnya bisa dihentikan untuk jeda waktu terbatas.”

............Tunggu! Menghentikan waktu? Serius? Anak yang terlihat idiot itu memiliki Sacred Gear sehebat itu?

Ia memiliki Gear semacam itu. Karena itulah, untuk sesaat kami merasa ada yang salah.

Ia menghentikan kami dan kabur, ya. Biarpun kukatakan kabur, kurasa dia punya penyakit serius karena tak bisa meninggalkan ruangan ini. Hal itu, cukup bisa dipahami.

“Karena dia tak bisa mengendalikan Sacred Gearnya, atas perintah Archduke dan Maou, Sirzechs-sama, dia disegel.”

Aku memahami itu berkat penjelasan terperinci Akeno-san. Dia bisa menghentikan waktu. Itu kekuatan yang amat sangat mengerikan. Kalau tak bisa mengendalikannya, bisa saja dia melukai temannya juga. Jadi itukah alasannya tak mau keluar?

Buchou memeluk pria berpakaian wanita itu dari belakang dan berujar pada kami,

“Anak ini namanya Gasper Vladi. Dia adalah bidak Peluncurku. Untuk sementara waktu, dia adalah siswa kelas satu Akademi Kuou—Juga, sebelum bereinkarnasi, dia adalah separuh manusia-separuh Vampire.”

Catatan Penerjemah dan Referensi[edit]

  1. Kouhai itu junior atau adik kelas.
  2. Why is he such a lucky guy and he doesn't even understand that! Damn! All Protagonist in Harem Story should just die! Especially you, Ise!
  3. Lilin sintetis yang biasanya digunakan untuk prakarya sewaktu kalian masih duduk di bangku SD.
  4. Yang ini betulan ditulis dalam bahasa Inggris, lho.
  5. Cara terhormat kuno dalam menyebut seseorang dalam berbicara.
  6. Mahou Shojo = Magical Girl. Maou Shojo = Maou Girl.
  7. Orang yang penyendiri dan menarik diri dari kehidupan sosial, seringkali dengan jalan pengucilan diri yang ekstrim. Info lebih lanjut lihat di http://en.wikipedia.org/wiki/Hikikomori