High School DxD (Indonesia):Jilid 21 Life.Ba'al

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Life.Ba’al Singa di Great King —Great King—[edit]

Bagian 1[edit]

Sejak kapan ini dimulai–.

Aku merasakan jengkel saat melihat istana Bael.

Putra kedua dari kepala Keluarga Bael saat ini—Magdaran Bael dan pengawalnya tengah bergerak melewati lorong istana yang gempar. Sekitar dua puluh menit sebelumnya, istana Bael diserang oleh pemberontak. Sebagai balasan terhadap Trihexa, semua pihak Great King berada di tengah-tengah diskusi dengan para politisi lokal. Dalam keadaan apapun, istana di kota Bael tak ada diantara berbagai wilayah lain, alasannya yakni karena ada lebih dari lima puluh lapisan penghalang di sekeliling. Apalagi dikatakan bahwa ia takkan terganggu, istana yang kuat ini membual akan fakta bahwa istana ini tak pernah terkena bahaya sebelumnya, bahkan selama pertempuran melawan pemerintah lama. —Namun, kini istana ini menghadapi krisis. Istana ini telah menerima serangan yang menembus penghalang. Melihat keluar dari jendela lorong, bisa dilihat para penjaga terlibat dalam pertempuran dengan pemberontak. Para penjaga dibantai satu demi satu dengan teknik yang dikeluarkan oleh pemberontak bertopeng. Para penjaga elite Bael tak berdaya, dan yang jelas menunjukkan bagaimana mematikan pemberontak ini. Magdaran juga melihat bagaimana bunga-bunga cerah yang ditanam di halaman telah layu.

...Apa alasan mereka untuk menargetkan Bael? ...Cukup dengan memikirkannya, alasannya menjadi sudah jelas. Tapi, kalau ia harus mengatakan tentang kasus terbaru dari kebencian, itu pasti tentang kritik terhadap bidak [King], dan keluhan dari kesalahan dalam Rating Game. Magdaran mengesampingkan yang lalu untuk saat ini, karena ia kurang lebih menyadarinya belakangan. Namun, ia sendiri tidak berpartisipasi dalam permainan, sehingga biarpun ada kesalahan di dalam permainan, ia bisa melanjutkan tanpa masalah sama sekali, itulah sebabnya dia tak melihatnya sebagai masalah. Ini juga telah disembunyikan cukup baik dari para warga, yang mengapa dia tidak berpikir bahwa perilaku tersebut akan menghasilkan kerugian sama sekali. —Tapi dia tak pernah membayangkan bahwa itu benar-benar akan menjadi sang Juara sendiri yang akan mencela kebenaran ini. Di sudut koridor di depannya muncul seseorang yang mengeluarkan aura yang aneh, dan mengenakan armor hitam legam. Para penjaga Magdaran Bael semuanya berkumpul dari daerah sekitarnya untuk melindunginya... Magdaran tampaknya mengenali orang yang mengenakan armor tersebut, dan memberi isyarat untuk para penjaga agar berhenti.

"...Itu salah satu dari budak-budak Sona-dono."

Benar, Magdaran menerima informasi tersebut. Dalam budak-budak Sona Sitri adalah seorang mantan-manusia [Pawn] yang mengenakan armor hitam legam. [Pawn] Sona Sitri—Saji Genshirou, melepas helm dan wajahnya terlihat.

"Jadi Anda Ototo Master Sairaorg... kepala keluarga berikutnya, kan? Aku [Pawn] dari budak-budak Sona Sitri. Aku datang untuk membantu."

Tampaknya, itu demi Ani—salah satu anggota dari [DxD] yang berjuang bersama dengan Sairaorg; ia bergegas ke kota Bael untuk membantu menekan pemberontakan.

"...[DxD] huh. Aku tak pernah membayangkan bahwa aku akan menerima bantuan dari mereka."

Dari sudut pandang sendiri, ia tak bisa menahan perasaan rasa ironi. Mendengar jawaban seperti itu, Saji memiringkan kepalanya, dan tanda tanya melayang di atas kepalanya.... Magdaran berkata

"Ini sungguh sangat membantu."

Lalu, mereka merencanakan untuk meninggalkan kota Bael, dengan Saji dalam memimpin. Untuk menenangkan warga sipil dan menekan pemberontakan di seluruh wilayah, budak-budak Magdaran sendiri sudah pergi, dan istana Bael ditinggalkan dengan hanya [Queen]-nya. Dan sekarang, [Queen]-nya juga sudah pergi untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan jalan keluar yang aman. Guna membahas serangan balasan terhadap Trihexa, ayah telah pergi untuk bertemu sang generasi pertama Zekram Bael, yang tinggal di pengasingan. Ibu telah pergi di sini lebih awal dua hari lalu untuk mencari perlindungan. Kepala Keluarga berikutnya—Kak Sairaorg telah meninggalkan wilayah itu sebagai anggota tim anti-teroris. Dengan kata lain, istana Bael tidak memiliki Lord-nya, atau ahli warisnya, semua yang ada di sini adalah anak kedua. Pihak Great King yang dihormati oleh para Maou saat ini, bahkan istana Lord sekarang kosong.... Magdaran tersenyum sinis.

Tentu saja, itulah diri ayahnya. Setiap kali keputusan harus dibuat, ia akan bergegas ke tempat di mana generasi sebelumnya dan generasi pertama berada, dan kemudian meminta saran mereka. Terlepas dari apakah itu adalah urusan keluarga atau urusan politik, ia tak pernah membuat keputusan sendirian. Oleh karenanya, selama ia melindungi kebanggaan dan penampilannya, bahkan istri dan anak-anak bisa dibuang tanpa ragu-ragu. Karena dia tak mewarisi Power of Destruction, saudara tirinya pernah ditinggalkan di pinggiran wilayah Bael. Putra keduanya Magdaran telah lahir dengan Power of Destruction, lalu Sairaorg dibuang dan ia terpilih sebagai pewaris berikutnya. Magdaran, yang dibesarkan dengan identitas menjadi kepala keluarga berikutnya, telah dididik dengan ketat sejak dia masih muda. Kekuatan tempur Magdaran tak bisa dikatakan sangat tinggi, tapi karena dia mewarisi Power of Destruction, ia tidak harus berlatih terlalu keras. Sebenarnya ada orang-orang dengan Power of Destruction lebih kuat dari yang lahir di sebuah keluarga di luar Keluarga Bael, sehingga Magdaran selalu dibandingkan dengan Gremory bersaudara. Setelah selalu hidup di bawah lingkungan pendidikan yang ketat, Magdaran membenci Sirzechs dan Rias. Tak lama setelah itu ia mengetahui apa yang Kepala Keluarga pikirkan.

Lalu, suatu hari, dunianya berubah. Kakak tirinya Sairaorg kembali dari pinggiran, dan menyatakan bahwa ia menginginkan posisi menjadi Kepala Keluarga berikutnya. Kepala keluarga saat ini, ayah, dan kepala keluarga generasi pertama menertawakan Sairaorg. Seorang Bael yang tidak punya Power of Destruction mencoba untuk mengatakan bahwa itu omong kosong. Kepala keluarga saat ini awalnya ingin menyingkirkan kata-kata kakak sebagai lelucon, tapi ia memutuskan untuk menggunakan ini sebagai kesempatan untuk benar-benar memutuskan hubungan orang tua-anak mereka, dan ia memerintahkan Magdaran menjadi lawannya. Beberapa menit setelah awal kontes untuk menjadi Kepala Keluarga berikutnya—itu adalah kemenangan besar kakak. Tergeletak di tanah itu Magdaran, yang telah mewarisi Power of Destruction. Magdaran tak berdaya, kecepatan dan kekuatan kakaknya yang telah melatih tubuhnya melampaui semua harapan, dan sungguh mengabaikan Power of Destruction milik Magdaran. Ayah, Kepala Keluarga saat ini juga menatap Magdaran yang tengah berbaring di tanah, tapi dengan tatapan yang tampak seakan ia menatap tumpukan sampah. Sejak saat itu, kehidupan aneh dimulai di istana Bael—.

Anggota keluarga Bael yang tinggal di dalam istana hanya terdiri dari empat orang: ayah sebagai Kepala Keluarga saat ini, istri keduanya yang mana ibu Magdaran, kakak Magdaran yaitu Sairaorg yang mana Kepala Keluarga berikutnya, dan putra kedua yang memiliki posisi Kepala Keluarga berikutnya diambil darinya, Magdaran. Terlepas dari apakah itu saat makan, atau hal-hal lain, hanya ada empat orang ini. Sebagai kepala keluarga saat ini, ayahnya enggan untuk mengakui anak tertua, dan terus-menerus meminta saran generasi sebelumnya dan generasi pertama; ibu, yang mana putranya memiliki posisi Kepala Keluarga berikutnya diambil darinya menyimpan dendam pahit, dan tidak menyembunyikan ketidakpuasannya hidup bersama dengan putra sulung. Magdaran telah menerima pendidikan untuk menjadi kepala keluarga berikutnya, jadi dia harus membantu kakaknya yang telah diambil posisinya. Setiap kali mereka duduk untuk makan, tak ada percakapan karena mereka makan dalam diam. Ibu sering meninggalkan lebih awal. Ibu merasa putus asa pada suami dan anaknya, dan merasa benci pada Sairaorg, namun tetap saja tidak melepaskan posisinya sebagai istri Bael. Tentu, selain dari urusan pemerintahan, hanya budak-budak Magdaran saja yang akan berbicara dengannya. Ibu dan ayahnya tidak akan berbicara dengannya di rumah. Tidak, berpikir kembali tentang hal itu, sejak dia mulai dibawa sebagai Kepala Keluarga berikutnya, ia tidak pernah menerima cinta seorang anak yang seharusnya. Yang terbaik ia terlihat sebagai 'Great King dari Bael berikutnya', dan selalu bijaksana. ...Dia menghadiri pertemuan antara anak-anak bangsawan lainnya, dan salah satu putra mereka berkata kepada Magdaran

—Sungguh nyaman ketika ibuku membersihkan telingaku.

Membersihkan telinga—. Magdaran tak pernah menerima apapun selain dari seorang maid sejak kelahirannya. Ada beberapa anak yang sudah pergi dengan keluarga mereka untuk bersenang-senang di pantai dunia manusia. Selain memeriksa wilayah Bael, Magdaran tak pernah pergi ke luar wilayah Bael. Apalagi liburan bersama dengan keluarganya—. Keluarga... pada akhirnya, apa itu keluarga? Istana ini adalah kediaman mereka yang memiliki darah Bael mengalir melalui mereka... keluarga ini. Dan Bael yang tinggal di sini... juga harus disebut anggota 'keluarga'. Pada akhirnya, apa dia sendiri? Dia lahir sebagai anak kedua, dan juga dibesarkan sebagai Kepala Keluarga berikutnya. Yang kemudian direbut, dan dia ditinggalkan sendirian untuk diperlakukan sebagai seseorang yang tak ada... Rasanya semakin menyakitkan. Dia tak lagi mengerti arti hidupnya sendiri—dia tak tahu nasibnya sendiri, dan membenci istana Bael. Ada saat-saat yang tidak diketahui dirinya, hanya ada satu darah kerabat yang akan berbicara dengannya, yakni kakak tirinya Sairaorg.

"Bagaimana kabarmu saat ini?"

"Omong-omong, ini sudah jadi sangat populer di dalam wilayah kita—"

"Ada seorang pria bernama Hyoudou Issei di tim [DxD], dia sangat menarik—"

Terhadap semua hal-hal yang dikatakan kakak, Magdaran hanya bisa membalas kaku dengan 'Begitu ya', 'Ya', 'Oh'. Magdaran mengakui bahwa kakaknya itu kuat, teramat sangat kuat sampai-sampai ia bahkan tidak berpikir tentang mencoba untuk mendapatkan kembali posisi kepala keluarga berikutnya. Saat ia dididik sebagai Bael, dia tidak tahu apa-apa di luar gaya hidup Bael. Satu-satunya tempat di mana ia berdiri lebih dari yang lain adalah pengetahuan yang terperinci dan pemahaman tentang tanaman. Karena ia masih muda, Magdaran sangat menyukai tanaman dan bunga. Bunga ungu yang indah dan mekar di seluruh kota Bael. Bunga-bunga juga ditanam di halaman. Mereka telah punah sekali sebelumnya selama perang antara Tiga Golongan. Melalui penyelidikan, Magdaran menemukan biji yang diawetkan dalam kondisi baik, dan menggunakan teknik modern untuk menghidupkannya kembali. Semua orang di keluarga Bael memiliki mata ungu. Makanya, ungu juga dianggap sebagai warna keluarga mereka. Magdaran tidak berpikir bahwa ada sesuatu yang lebih cocok daripada itu untuk menyertakan bunga ini di lambang Bael. Selain itu, ia membudidayakan jenis apel langka. Magdaran melanjutkan penelitiannya pada tanaman. Takkan mengherankan jika banyak dari penyelidikan Magdaran menerima pujian, bagaimanapun, apa yang ia terima adalah peringatan ke pikiran perbuatannya sendiri dari kepala Keluarga Great King saat ini. Keluarga Great King dilambangkan dengan kerusakan, sehingga usulan penelitian tanaman itu hanya memalukan. Ibu juga tidak pernah memujinya. Dia tidak pernah sekalipun mencoba apel yang telah tumbuh. Satu-satunya yang bersedia mendengarkan itu—kakaknya Sairaorg. Sairaorg mengirim bunga dan buah-buahan yang Magdaran tumbuhkan ke tempat-tempat di wilayah Bael untuk dijual. Selagi makan apel dengan riang yang adik telah tumbuhkan, kakak berkata

"Apel buatan khusus di wilayah Bael. Apel yang kamu tumbuhkan bahkan bisa menjadi yang terbaik di Dunia Bawah. Kurasa kamu bisa melakukannya. Kalau kamu perlu bertanya kenapa, apel ini lezat sekali."

Magdaran menggeleng dan menjauhkan kenangan percakapan dengan kakaknya, dan terus bergerak melalui lorong-lorong. ...Sampai saat ini, apakah itu kakak atau keluarga, apakah itu bunga atau Power of Destruction, ia tidak perlu repot-repot dengan hal-hal tersebut. Kalau Trihexa menghancurkan Dunia Bawah, ia tak bisa melakukan apa-apa selain menerima nasib itu. Ini sudah beberapa menit sejak ia mulai bergerak melewati istana ini, dan Saji Genshirou melihat gerbang belakang saat ia tiba. Di luar pintu belakang itu adalah ruang terbuka yang luas; langit-langit yang sangat tinggi, itu pasti menjadi tempat bagi warga sipil yang mengungsi sementara. Pintu belakang itu di depan mereka, tapi Saji Genshirou yang berada di depan mengeluarkan aura dan mengambil sikap di depan pintu. —Ada atmosfer tak menyenangkan di depan. Melihat dengan hati-hati, sudah ada seseorang berdiri di sisi lain dari gerbang belakang—. Di depannya, terbaring seseorang yang Magdaran kenal. Seorang pria berambut abu-abu mengenakan jubah dan armor ringan berbaring dalam genangan darah. Itu [Queen] Magdaran, Sectaas Barbatos. Dia berasal dari Keluarga Barbatos dari 72 Pilar, dan juga budak Magdaran. Setelah lahir dari Iblis Kelas Atas dan pada saat yang sama [Queen] Magdaran, ia ambruk dalam genangan darah....

"Sectaas! Apa kamu baik-baik saja!?"

Mendengar suara Magdaran, [Queen]-nya batuk darah segar dari mulutnya, tapi ia masih memprioritaskan kehidupan majikannya ketika ia berkata

"...Tolong cepatlah pergi."

Saji mengulurkan salah satu tentakel dari armornya ke arah Sectaas. Dia kemudian menggunakan tentakel tersebut untuk membungkus Sectaas, dan membawanya kembali segera. Magdaran dan para penjaga memeriksa luka sang [Queen]. Seluruh tubuh bagian atas dan bawahnya sudah ditusuk oleh tembakan energi Iblis, dan kalau ini berlanjut, ia akan mati kehilangan darah. Meski itu sungguh tidak memadai, Magdaran merobek pakaiannya, dan membalut tubuh Sectaas dengan itu. Seseorang di luar gerbang bertepuk tangan saat melihatnya.

"Benar-benar patut dipuji. Sulit untuk membayangkan bahwa Great King akan menampilkan perilaku seperti itu."

Suara langkah kaki berdebar mendekat dari sisi luar pintu belakang saat mereka masuk. Itu adalah pria berambut pirang yang memakai pakaian bangsawan. Dari fitur wajahnya, ia tampak berusia sekitar tiga puluh tahun... tapi Iblis mampu mengubah penampilan mereka, sehingga usia dari penampilan mereka tidak selalu akurat. —Tentu saja, semua orang yang ada di sini jelas tahu siapa pria ini. Tentu, itu karena orang ini telah muncul di televisi—. Pria mengenakan pakaian seorang bangsawan membungkuk sopan, dan berkata salam.

"—Selamat siang."

Magdaran mengatakan nama pria itu.

"...Peringkat ketiga di Rating Game... Bedeze Abaddon-dono."

Itu benar, orang ini—pemain Rating Game profesional, dan peringkat ketiga, Bedeze Abaddon. Dia adalah seorang Extra Demon dari Keluarga Abaddon. Dia juga dalang serangan terhadap istana Bael. Aura tak menyenangkan dan niat membunuh merembes keluar dari tubuhnya bisa dirasakan dengan jelas. Bedeze tertawa senang.

"Ini bukan kepala keluarga saat ini... anak kedua-dono, kan? Aku ingin menemui kepala keluarga saat ini dan generasi sebelumnya, bisa kau memperkenalkan mereka padaku?"

"Sayangnya, Chichi-ue dan generasi sebelumnya tak ada di sini. Dan juga tak ada alasan bagi pengkhianat bertemu dengan Bael Great King."

Bedeze tersenyum geli pada respon kata-kata Magdaran.

Jujur saja, dengan [Pawn] dari budak-budak Sona Sitri di sini pun, itu akan menjadi mustahil untuk mengalahkan [King] peringkat ketiga di Rating Game di hadapan kami. Semua [King] di Top 10 adalah Iblis Kelas Ultimate, dan tiga orang dianggap sekelas Maou dalam hal kekuatan.

Dengan kata lain, itu akan seperti Magdaran, Saji dan para penjaga bertarung melawan Maou. Itu sangat menjengkelkan. Magdaran bertanya pada Bedeze

"Bisakah kau ceritakan tujuanmu datang ke sini?"

"Aku sudah punya sejumlah pertukaran dengan Great King di saat dulu. Diehauser telah mengekspos segalanya, dan aku mau menunjukkan kegelapan di hadapan semua warga."

Mau tak mau Magdaran mendesah pada apa yang dikatakan. Magdaran bertanya pada Saji di sebelahnya

("Para anggota budak-budak lainnya, dan anggota tim, di mana mereka?")

("Kami dari budak-budak Sitri semuanya bertempur melawan orang-orang bertopeng di luar... masing-masingnya sangat kuat juga, jadi kurasa mereka anggota budak-budak peringkat ketiga.")

Jadi begitulah, suara menderu keras telah terdengar dari luar sejak sebelumnya, dan itu mungkin suara pertempuran antara budak-budak Sitri dan budak-budak Abaddon. Saji melanjutkan

("Sairaorg dan budak-budaknya juga akan tiba di sini segera...")

Tampaknya kakak Magdaran, Sairaorg juga telah dihubungi. Tapi, akankah ia berhasil...? Meski begitu, biarpun ia mampu untuk sampai ke sini tepat waktu, tidak peduli seberapa kuat kakak, melawan lawan sekelas Maou terlalu....

Bedeze tidak menaruh pikiran untuk itu semua, dan bertanya pada Saji

"Yang di sana itu budak Sona Sitri, kan? Aura hitammu, aku ingat dari rekaman video pertandingan antara pemuda. Sebagai Imouto-kun Serafall, si Sona sangat ingin... membangun sekolah yang siapapun bisa hadir di Dunia Bawah, dan bahkan berjuang untuk itu, kan? Kepala Keluarga Bael berikutnya juga bekerja sama, huh. Hmm... bisa aku mengajukan pertanyaan, akankah ia bersaing di permainan suatu hari nanti?"

"Ya, karena itu adalah mimpi majikanku. Untuk membangun sebuah sekolah Rating Game, dia perlu memperoleh keuntungan di pertunjukan Rating Game-nya sampai batas tertentu, kalau tidak, akan ada kurangnya kepercayaan. Kami pasti akan mengambil posisi teratas."

Bedeze meletakkan tangannya di dagunya sambil mengangguk, lalu berkata

"Aku mengerti, itu masuk akal, strategi dan taktik itu penting sampai batas tertentu. Tapi, yang ingin mencapai posisi Juara adalah mustahil. Lebih tepatnya, tidak mungkin untuk mencapai Top 5. Jadi akan lebih baik untuk tidak terlalu mengharapkan seseorang terlalu tinggi."

"…Kenapa kau mengatakan itu?"

Bedeze menjawab pertanyaan Saji

"Karena... aku punya pengalaman dari dekat. Dengarkan baik-baik, kau harus ingat apa yang kukatakan. Terlepas dari zamannya, orang yang menjadi Juara adalah seseorang punya kekuatan yang sangat abnormal dan mutlak. Kalau aku harus bicara tentang generasimu... kurasa, Rias Gremory yang punya Sekiryuutei akan menjadi yang paling dekat. Tapi, terlepas dari siapa itu diantara Rookies Four, mereka semua jauh lebih rendah daripada monster itu. —Diehauser Belial adalah monster. Orang-orang biasa tidak bisa menyentuhnya. Tapi, itu adalah sesuatu yang tak bisa dilakukan. Terlepas dari zamannya, satu atau dua orang kuat begitu akan muncul. Ini seperti Sirzechs-sama, atau mungkin Ajuka-sama. Dengan demikian, untuk mendekati orang-orang yang bisa digambarkan sebagai perwujudan bakat, sarana tertentu diperlukan."

"...Jadi, itu sebabnya kau menggunakan bidak [King]?"

Tanya Magdaran.

Beberapa hari yang lalu, Diehauser Belial mengekspos pengguna bidak [King]—salah satunya yakni Bedeze Abaddon. Selain itu, peringkat kedua Roygun Belphegor pun menggunakannya. Bedeze memiliki penyesalan terhadap semua itu, dan bibirnya bahkan meringkuk ke atas.

"Itu benar, persis seperti yang kau katakan. Aku punya status dan kekuatan, semua kekuranganku adalah bakat untuk menjadi Iblis Kelas Ultimate. Untuk alasan itu, aku mendapatkannya. Lalu menjadi peringkat ketiga di Rating Game. Akhirnya aku mendapatkan kehormatan. Dengan menggunakan cara yang tidak sah? Tapi, pertandingan antara peringkat atas dilakukan dengan keseimbangan. Selain Diehauser, menang dan kalahnya orang lain adalah keseimbangan. Tentu saja, ada juga banyak pertandingan yang tidak diawasi secara resmi.... Tapi, aku juga tidak menyangkal bahwa aku tahu para pemain memiliki perjanjian tertentu pada pertandingan."

Saji Gensjirou menampilkan ekspresi tak percaya terukir di wajahnya. Mimpi majikannya adalah untuk membangun sebuah sekolah Rating Game yang orang-orang bisa hadir sebagai sama. Tapi, secara pribadi ia tahu tentang urusan di dalam permainan; pemain peringkat ketiga juga berkompetisi di pertandingan palsu dengan biasa saja, jadi itu adalah pukulan serius kepadanya. Berbeda dengan kesalahan di permainan, hal-hal seperti 'Mengorbankan pada hasil pertandingan untuk hubungan antara Keluarga' juga ada. Hal-hal seperti itu terjadi—Riser Phoenix, yang berhubungan dengan tim [DxD] telah melakukannya di masa lalu. Dan mereka juga tahu itu. Sifat pertukaran yang terjadi diantara bangsawan ini sangat berbeda dengan apa yang dikatakan Bedeze, dan warga biasa dari Dunia Bawah juga tahu. Bahkan ketika Iblis Kelas Rendah dan Kelas Menengah mengkritik itu, mereka masih terus mempertahankan masyarakat bangsawan. Riser juga telah dengan sengaja kalah di pertandingan demi keluarganya dua kali. Dalam istilah manusia, itu mirip dengan apa yang disebut 'golf bisnis'. Bagi Magdaran, yang tak tertarik pada permainan dan tak berniat berpartisipasi, terlepas dari apakah itu adalah salah satu rahasia 'perjanjian' yang Bedeze bicarakan atau salah satu 'hiburan' antara bangsawan yang bahkan masyarakat umum tahu, jujur saja, mereka semua diwarnai dengan kegelapan dan dosa. Biarpun Saji Genshirou atau para warga terus meratapi tentang hal itu, permainan itu sendiri awalnya dimaksudkan untuk menjadi kegiatan internasional yang bebas dari kendala politik, tapi selama komite terdiri dari anggota masyarakat bangsawan, itu akan sangat mustahil. Itulah sebabnya Rating Game memiliki kegelapan itu. Para Iblis tua mengambil tindakan untuk keuntungan mereka sendiri; mereka percaya bahwa itu memiliki nilai yang yang bisa berguna bagi mereka, lalu mereka merebut hak untuk itu menjauh dari Maou Ajuka Beelzebub. Magdaran bertanya pada Bedeze

"Masyarakat sudah menerima bidak [King], jadi mengapa tidak melindungi keselamatan Great King?"

Bedeze mencibir.

"Karena penggemarku juga datang untuk menanyakan. Dalam keadaan saat ini, sulit untuk menyembunyikan kebenaran dari kesalahan, aku hanya harus membalikkan sumber kesalahan tersebut. —Jadi, dengan melenyapkan Great King, aku akan menegaskan kepada warga sipil sampai aku mengatur pelaku di balik insiden ini."

Mata Bedeze sepertinya mengeluarkan perasaan seseorang yang tenggelam dalam keserakahan. Bedeze menggeleng, dan berbicara dengan ekspresi sedih

"Warga sipil yang bodoh. Selama aku menangis dan memberitahu mereka aku dieksploitasi oleh pihak Great King, dan aku menghabisi kepala Keluarga Bael untuk melepaskan diri dari masalah mereka, mereka pasti akan merasa terkejut, lalu aku akan mendapatkan dukungan mereka. Mereka sangat benci skandal yang melibatkan orang-orang di kelas atas, sehingga mereka akan lebih bahagia daripada apapun untuk mendengarkan aib bangsawan. Apalagi kalau pihak Great King yang politis menentang pihak Maou memiliki skandal seperti ini, beberapa politisi akan tampak menyesal, sehingga penonton hanya akan memuji tindakanku."

Selama dia bisa melindungi kehormatannya sendiri, ia bersedia untuk menjadikan apa yang disebut 'keadilan' untuk memanipulasi opini publik dan proyek dirinya sebagai sekutu keadilan. Dengan tangannya ternoda oleh kesalahan, metode yang orang ini punya sangat sederhana—Magdaran sangat terkejut dengan sifat jahat dan berdosa dari peringkat ketiga. Magdaran berkata

"..Begitu ya, para politisi sudah ditetapkan."

Bahkan para politisi pun terseret ke dalam rencananya.... Ada banyak politisi yang menentang pihak Great King atau politisi Great King. Meskipun mereka tidak termasuk pihak Maou, memang ada politisi yang memiliki ide-ide yang lebih radikal daripada Maou. Bagi mereka, skandal ini adalah alasan yang sangat bagus bagi mereka untuk bertindak. Biarpun serangan ini tidak terjadi, mereka akan dikenakan tuduhan selama sesi parlemen. Bedeze lalu berbalik ke arah Saji Genshirou dan mengajukan pertanyaan

"Pemuda dari budak-budak Sona Sitri, mau tidak kau bekerja sama denganku? Maukah kau juga menyampaikan ini pada temanmu?"

Niat Bedeze adalah untuk membiarkannya membantu dirinya dalam menghabisi kepala keluarga Great King. Orang-orang yang menentang sekolah Rating Game yang siapapun bisa hadir paling kuat... adalah pihak Great King. Biarpun kepala keluarga berikutnya Sairaorg muncul untuk bisa bekerja sama dengan Sona Sitri pada saat ini... kepala keluarga saat ini dan semua politisi terus-menerus memburu peluang, dan akan mengeksploitasi mereka untuk menghancurkannya dengan semua usaha mereka secepat yang mereka bisa. Tapi, Saji Genshirou menunduk.

"…Ini tidak bisa diterima. Cara melakukan hal-hal itu... tidak bisa diterima! Kau peringkat ketiga di Rating Game? Kalau kau benar-benar melakukannya, pasti akan ada penggemar yang akan sedih!"

Itu balasan yang cepat yang tak ada kepalsuan sama sekali. Dia tidak memikirkan tentang pikiran para politisi, maupun situasi para petinggi, ia hanya menegaskan pikirannya sendiri. Bedeze tidak memikirkan itu.

"Sang Juara Diehauser dibawa ke cahaya kebenaran tentang kesalahan, dan sebagai orang di peringkat ketiga, aku menunjukkan pelakunya. ...Apa kau tidak berpikir bahwa ini adalah hal yang baik?"

Wajah Saji Genshirou penuh dengan kepahitan, kecewa dan derita—.

"...Pikiranmu terlalu sederhana. Hal semacam ini... terlalu konyol...! Kalau kau benar-benar melakukan itu, kau hanya akan mengundang banyak kebencian dari kami!"

"Untuk warga sipil sekalipun, itu sudah cukup. Warga sipil akan menerima sesuatu dengan polos, sederhana dan langsung seperti ini. Setelah hal ini berakhir, aku akan bertanggung jawab atas kesalahan dan pensiun dari permainan. Benar juga, untuk membasmi semua kesalahan, si peringkat ketiga akan mengundurkan diri."

Itulah rencana Bedeze. Dia akan mempertahankan kehormatannya, menyerahkan petinggi dari Great King, dan menggunakannya sebagai alasan pengunduran dirinya. Bedeze melanjutkan

"Kau... teman dari Sekiryuutei. Dia... apa yang dia punya? Sebagai Oppai Dragon didukung oleh masyarakat, dia sudah digunakan oleh pihak Maou sebagai pion untuk meningkatkan opini publik yang menguntungkan mereka. Bagiku... itu agak lucu. Bodoh sekali. Anak itu sungguh akan punya minat di dalam Rating Game karena orang-orang itu.... awalnya itu sebuah kompetisi yang hanya orang-orang dipilih bisa bersaing. Hanya orang-orang yang punya bakat atau sesuatu yang istimewa yang berbeda dari orang biasa, atau orang-orang yang punya hak-hak istimewa bisa berpartisipasi. Top 10 adalah persis seperti itu. Jadi bagaimana kalau kau bisa memotivasi orang-orang bodoh dalam berpartisipasi di dalam Rating Game? Kebanyakan orang kecewa karena impian mereka hancur, dan hanya menunggu kematian masa depan mereka."

Bedeze mendesah lalu melanjutkan

"—Upaya itu tidak lebih dari sebuah mimpi yang diberikan kepada orang-orang bodoh oleh pemerintah bodoh. Selain itu, impian ini adalah tujuan akhir bagi mereka yang lemah yang tidak punya bakat, uang atau status. Aku berbeda. Justru karena aku punya kekayaan, dan status, itu dibuat untuk kurangnya bakat. Aku sangat bersyukur bahwa aku seorang bangsawan."

Kata-kata dari seorang peringkat ketiga menyebabkan ekspresi Saji Genshirou berubah.

"...Kau menghinanya? Dia bekerja lebih keras dari orang lain, tapi kau meremehkan temanku!?"

Air mata menetes dari mata Saji Genshirou saat ia berteriak.

"Dia terus-menerus mempertaruhkan nyawanya demi Dunia Bawah dan demi teman-temannya! Dia sudah satu langkah menjauh dari kematian beberapa kali, itulah seberapa keras dia bekerja! Dan bagaimana denganmu!? Tidak hanya kau tidak mempertaruhkan hidupmu ke dalam bahaya untuk melawan Trihexa dan pasukan Evil Dragon, kau malah datang ke sini untuk melakukan sesuatu seperti ini...! Silakan pergi dan bertarung...! Bertarung untuk Dunia Bawah, dan untuk para penggemar yang mengagumimu!"

"Tentu saja, aku akan bertarung. Tapi pertama-tama, aku harus menghabisi kepala keluarga Great King."

Balasan acuh tak acuh Bedeze meningkatkan kemarahan Saji Genshirou sampai titik putus.

Sebuah aura ganas berselimut api hitam meledak.

"DASAR BREEEEEEEENNNNGGGSSSEEEKKKK!"

Selagi melengkapi helmnya lagi, Saji Genshirou mengulurkan tentakel dari armornya ke arah Bedeze, tapi Bedeze tetap tenang. Di tempat di mana tak ada apapun dalam ruangan ini, sebuah lubang mendadak muncul. Sobekan di ruangan adalah kemampuan spesial dari Keluarga Abaddon—yakni [Hole]. Semua tentakel yang Saji Genshirou ulurkan tersedot oleh [Hole]. Pada saat yang sama [Hole] itu ditutup, tentakel terputus. Abaddon mampu menciptakan lubang di setiap ruang kosong, lalu menyerap atau melepaskan sesuatu dari situ. Kekuatan iblis spesial ini telah diwarisi oleh setiap generasi dari garis keturunan.

"Sial!"

Saji Genshirou mengarahkan api hitam yang menutupi tubuhnya sendiri terhadap Bedeze. Api hitam tersebut memiliki kutukan yang kuat. Api hitam tersebut biasanya ditekan, tetapi segera setelah ia mulai bertarung, lingkungannya akan diselimuti dengan padat, neraka terkutuk. Kalau lawan bermandikan api hitam ini, seluruh tubuh mereka pasti akan menderita kutukan hebat dan akan hancur. Tapi, api hitam yang Saji Genshirou keluarkan diserap oleh banyak [Hole] yang muncul di ruang kosong. Benar, Magdaran telah melihat itu sebelumnya di televisi sehingga ia tahu dengan jelas lubang itu; Bedeze telah mempertahankan peringkat sebagai ketiga dengan mengendalikan banyak [Hole]. Biarpun ia sering salah, dan ia memperoleh kekuatan yang dia punya saat ini melalui bidak [King], kekuatan yang melekat padanya bukan sesuatu yang harus diremehkan. Bedeze juga mampu menyusup istana Bael karena kemampuan [Hole]-nya. [Hole] muncul di sebelah Saji Genshirou, dan api hitam yang baru saja diserap dilepaskan kembali ke arahnya. Tapi, ia kembalikan api hitam tersebut ke tubuhnya sendiri, lalu maju ke depan untuk serangan langsung. Dengan kecepatan yang tidak bisa dirasakan oleh mata, ia menyusutkan jarak antara Bedeze dan dirinya... tapi Bedeze melompat ke [Hole] yang telah diwujudkan di belakangnya. Tinju Saji Genshirou melanda udara. —Tapi dari belakang, Saji Genshirou terkena tendangan yang mendorongnya ke dinding. Bedeze telah menggunakan [Hole] untuk muncul di belakangnya. Tentu saja, Bedeze bisa menggunakan [Hole] untuk menghindari serangan, tapi ia juga sangat bisa di pertarungan jarak dekat. Meskipun begitu, Saji Genshirou belum menunjukkan tanda-tanda menyerah, dan memfokuskan tentakelnya, api hitam, tendangan dan pukulannya terhadap Bedeze, tapi semua itu dihindari, atau diblokir oleh [Hole], dan pada dasarnya mustahil baginya untuk mencapai Bedeze. Sebaliknya, Bedeze mengulurkan satu tangan menjadi [Hole], selagi [Hole] muncul di dekat Saji Genshirou, dari mana tangan Bedeze muncul lalu menyerang langsung. Bedeze juga menggunakan energi iblis, dan tanpa jarak yang benar, Saji Genshirou tidak akan tahu apa yang akan keluar dari [Hole] atau di mana lubang tersebut akan muncul.

Saji Genshirou sudah di dalam telapak tangan lawannya. Ia tak bisa memprediksi di mana [Hole] akan muncul; biarpun ia mampu menghindari tendangan, [Hole] lain akan mendadak muncul dan ia akan jatuh di atas kaki terentang Bedeze. Bedeze mampu dengan terampil membuka [Hole] yang tak terhitung, dan bebas mengendalikannya. Ia mampu menyerap semua serangan lawan-lawannya, dan semua serangannya mampu mendarat pada lawannya. Bedeze mengeluarkan sebuah dorongan energi iblis menjadi [Hole], dan setelah menghilang ke dalam [Hole], itu muncul dari [Hole] lain. Merangkai serangan aslinya dengan tipuan, ia mengeluarkan beberapa serangan energi iblis menjadi [Hole] di depannya lagi. Setelah mengulangi ini beberapa kali, energi iblis yang telah ia keluarkan diserap oleh [Hole] beberapa kali. Lalu, dia menargetkan ruang dekat Saji Genshirou untuk meluncurkan serangan. Kalau cuma satu, dia akan mampu menghadapinya, tapi kalau itu meningkat menjadi tiga, lima, sepuluh atau bahkan lebih banyak sekaligus, dia takkan bisa mengetahui jenis energi iblis apa yang akan keluar dari [Hole] tersebut. Selain dari ledakan energi iblis, ada juga pukulan dan tendangan Bedeze, dan masing-masing dari serangan Bedeze dengan mudah menghancurkan bagian dari armor Saji Genshirou. Armor Saji Genshirou meregenerasi setelah rusak, setelah akan rusak dan dikembalikan lagi, dan siklus itu berulang. Tapi, regenerasi itu tidak tanpa batas, dan secara bertahap, tingkat regenerasi armor melambat, sedangkan tempat di mana armornya telah rusak dan daging telanjang terkena serangan. Seluruh tubuhnya mengalami luka, dan ia meludahkan darah segar dari mulutnya beberapa kali. Sebagai tindakan bertahan, Saji Genshirou dengan cepat membentuk dinding api, tapi karena dampak dari serangan terbentang lebar mampu mendorongnya, terlepas dari apakah jarak antara mereka berkurang atau meningkat, ia masih akan mempertahankan lukanya.

Magdaran menyaksikan pertarungan tersebut sambil ekspresi wajahnya menjadi sukar. Dia jelas tahu tentang kemampuan [Hole] Abaddon. Tidak hanya yang telah dilihatnya di pertandingan Bedeze di televisi, [Queen] kakaknya Sairarorg, Kuisha Abaddon adalah kerabat Bedeze. Dia sendiri mampu memanipulasi [Hole], dan seseorang dengan kekuatan yang cukup besar di generasinya. —Tapi, Bedeze adalah monster di dimensi yang sama sekali berbeda. Bahkan Magdaran, yang tidak bagus di pertempuran, tahu betul bahwa Saji Genshirou memiliki kekuatan setara dengan Dragon King. Tapi, ia masih tidak cocok untuk Bedeze; walau salah satu alasannya adalah karena kompatibilitasnya kurang, yang lebih penting, itu karena Bedeze jelas memahami kemampuannya sendiri dan sangat mahir dengan menggunakan itu. Ini adalah apa yang disebut bakat yang ia peroleh setelah menggunakan bidak [King].... Magdaran sekali lagi merasa kagum dengan 'kelainan' dari bidak [King].

"…Sialan."

Berlutut, Saji Genshirou terengah-engah, dan armornya sudah dalam keadaan yang mengerikan. Biarpun itu menjadi pertempuran gesekan, staminanya juga akan habis duluan. Adapun lawannya, Bedeze bahkan tidak mengeluarkan satu persen dari total energi iblisnya, jadi dia punya banyak ruang utama. Memenuhi udara dengan niat membunuh, Bedeze perlahan-lahan berjalan menuju Saji Genshirou yang berlutut di tanah—. Tiba-tiba, seseorang dengan touki luar biasa bergegas ke istana Bael melalui pintu belakang. Bedeze dengan mudah menghindari itu—tapi setelah dibawa oleh orang yang bergegas masuk menghancurkan bagian dari istana. Seorang Iblis yang bisa mendatangkan kehancuran hanya dari gelombang dari tinju mereka—. Hanya ada segelintir Iblis seperti itu. Kalau itu terbatas seseorang di dalam Bael—. Orang yang tiba-tiba berdiri di antara Bedeze Abaddon dan Saji Genshirou adalah seorang pria yang mengenakan armor emas singa—. Pria itu—tersenyum kecil pada Saji Genshirou.

"Ada apa, Saji Genshirou? Perasaanmu tak hanya mencapai setingkat ini, kan?"

Setelah melihat sosok Sairaorg, Saji Genshirou berteriak gembira.

"…Master!"

Sairaorg berdiri di depan Bedeze. Bedeze tertawa tanpa rasa takut.

"Bukannya ini Sairaorg Bael. Yang dikenal sebagai [King] yang terkuat di antara semua pemuda..."

Sairaorg berkata pada Bedeze

"Bedeze-dono, belum terlambat bagimu untuk kembali. Jangan biarkan reputasi peringkat ketiga yang kau bangga-banggakan dikotori."

"Nadamu terdengar seperti kau bisa menang melawanku. Hoho, kau sungguh meremehkanku, Kepala Keluarga Great King berikutnya-dono."

Menuju Bedeze, yang sikapnya tidak berubah, Sairaorg juga menyiapkan tekadnya untuk melawan dan mengepalkan kedua tinjunya.

"Karena kau sudah mengatakan itu, aku hanya harus memenuhi tanggung jawab peranku sebagai anggota tim anti-teroris [DxD]."

"Menghadapi pemuda nomor satu sebagai lawanku huh, sungguh menarik!"

Bedeze tanpa henti mewujudkan banyak [Hole] disekitar Sairaorg.

High school DxD Volume 21 illustration 1.jpg

Dia juga mengeluarkan sebuah gelombang energi iblis ke dalamnya. Sairaorg memutar tubuhnya untuk menghindarinya, atau menggunakan tinju yang ditutupi touki untuk membelokkannya. Sebenarnya dia memilih untuk menghadapi serangan energi iblis lawannya secara langsung, pria ini dan Sekiryuutei juga dari [DxD] yang sama. Sairaorg langsung mendekati jarak mereka; masing-masing tinjunya sangat terlatih karena tidak ada gerakan boros, dan ia melakukan pukulan yang tercepat pada lawannya. Tapi, Bedeze menghadapi pukulan yang datang langsung kepadanya, menoleh, lalu berhasil mengelak. —Hal tak terduga yaitu luka telah ditinggalkan di wajah Bedeze setelah tinju Sairaorg, yang ditutupi touki. Dalam tanggapan ini, Bedeze tertawa senang. Tampaknya pukulan yang datang langsung ke arahnya lebih cepat dari yang ia antisipasi, dan yang membuatnya bahkan lebih bersemangat. Tidak memberikan waktu lawannya untuk menghirup napas, Sairaorg melakukan tendangan, lalu pukulan, diikuti oleh pukulan lain dan lain sambil melanjutkan serangan cepatnya. Tapi, peringkat Bedeze sebagai ketiga di dalam Rating Game bukan untuk pertunjukan saja. Dia menghadapi gerakan terkuat dari pendatang baru. Tendangan tajam Sairaorg dengan mudah dihindari oleh langkah-langkah ringan ke samping, setelah itu ia melakukan serangan balik kejutan saat ia melemparkan pukulan ke arah wajah Sairaorg. Sairaorg tidak keberatan dengan serangan kejutan ini dan tetap menyerang.

Bedeze sudah diperkuat dengan bidak [King], tapi sebenarnya keterampilan tempur fisiknya adalah akumulasi dari pengalaman tempur. Dia terus-menerus membangun pengalamannya di pertandingan peringkat atas. Bedeze tiba-tiba mengangkat tingkat bertarungnya. Kali ini, ia menambahkan penggunaan [Hole] ke dalam serangannya. [Hole] muncul di belakang Sairaorg, dan ledakan energi iblis keluar dari situ. Sairaorg juga mendeteksi, dan bergeser ke samping untuk menghindar. Tapi, seakan mengikuti harapan Bedeze, [Hole] lain muncul searah dengan Sairaorg. Tangan Bedeze diulurkan dari situ. Dia meraih kaki Sairaorg melalui [Hole]. Dengan kakinya ditekan, Sairaorg tidak mampu untuk menghindar, dan energi iblis yang keluar dari [Hole] belakangnya menutup. Armor yang melindungi punggungnya hancur, dan darah menetes. Serangan Bedeze dengan penggunaan [Hole] lalu dimulai. Sama seperti saat ia bertarung dengan Saji Genshirou awalnya saja, Sairaorg tidak mampu mempertahankan, membiarkan serangan sendirian karena keberadaan [Hole], sedangkan serangan Bedeze mampu memukul Great King muda. Namun ada, satu hal yang berbeda bagi Saji Genshirou. Tidak semua tembakan energi iblis yang keluar dari [Hole] di titik butanya mampu memukul Sairaorg. Apakah itu intuisi binatang atau akumulasi pengalaman yang ia miliki, Sairaorg mampu menghindar sebanyak beberapa derajat. —Tapi, Itu saja. Serangan Bedeze menjadi lebih intens. Sairaorg bermaksud untuk melakukan serangan balik dan mengulurkan tinjunya, tapi itu diserap oleh [Hole] yang muncul di depannya, setelah di mana [Hole] muncul di samping wajahnya; tinju yang telah diserap muncul dari [Hole] lain dan memukulnya tepat di wajah.

"…Ini kali pertama aku dipukuli dan mengalami serangan dengan kepalanku sendiri. …Aku mengerti sekarang, itu sangat efektif seperti kata Hyoudou Issei."

Sairaorg yang goyah tertawa pada kekuatan tinjunya sendiri. Dia telah menghadapi pukulan yang tak pernah ia ramalkan, dan kekuatannya melebihi harapannya sendiri. Bagaimanapun juga, itu adalah tinju dari pemuda yang tidak pernah berhenti berlatih, sehingga tak dapat dipungkiri jika tubuhnya tidak mampu menahan itu. Menyeka darah di sudut mulutnya, Sairaorg menyesuaikan napasnya, lalu menyiapkan sikap bertarung lagi. Meski begitu, serangan Sairaorg tidak berpengaruh pada Bedeze. Dibandingkan dengan Saji Genshirou sebelumnya, kompatibilitas dengan Bedeze bahkan lebih buruk. Tidak, akan lebih baik untuk memikirkan kembali itu. Hampir semua orang dengan Bedeze sebagai lawannya akan dirugikan. Ini menunjukkan bagaimana kemampuan manipulasi [Hole] dunia lain Bedeze Abaddon. Siapapun lawannya, ia mampu mempertahankan ritmenya sendiri… ia perwujudan dari tipe teknik—. Akhirnya, Sairaorg terluka berat, dan berlutut dengan satu lutut di tanah. Walau Magdaran tidak melihat pertarungan Sairaorg melawan Grendel… ia mengakui bahwa pertarungan ini bahkan lebih sulit.

"Guh…"

Serangannya gagal, ia menderita banyak luka, dan Sairaorg mengenakan ekspresi pahit dalam situasi saat ini.

"…B-Bagaimana bisa, Master Sairaorg juga…!"

Bahkan Saji Genshirou pun merasakan kondisi Sairaorg saat ini. Tapi, Bedeze menggeleng.

"Kalian salah, kalian tidak perlu begitu optimis. Jujur, aku juga terkejut. Aku sering digambarkan sebagai seseorang dengan kekuatan sekelas Maou. Kalau aku punya niat, aku bisa membuat [Hole] besar, lalu melepaskan energi iblis ke dalamnya, yang bisa melenyapkan seluruh istana ini. Kalau aku melakukan itu, pemenang akan ditentukan terlalu dini, yang mengapa seperti itulah sekarang. —Tapi, hanya membiarkan aku mengeluarkan energi iblis melalui [Hole] dari ukuran normal tanpa mengompresinya takkan bisa membahayakan Vritra di sana, maupun kepala keluarga berikutnya-dono. Artinya, orang-orang seperti kalian, Iblis-iblis dari [DxD] sudah punya kekuatan yang signifikan."

Bedeze memegang dagunya sambil mengangguk.

"Aku sudah mengalami banyak pertempuran hidup atau mati. Tak perlu dikatakan, itu adalah metode terbesar menjadi lebih kuat. …Sekali lagi aku terhormat akan situasi saat ini dari orang-orang seperti kalian."

Itu adalah pujian yang tulus dari seorang pemain Rating Game peringkat tinggi. Ia kemudian melanjutkan

"Justru karena ini. Sairaorg, kau juga seseorang yang khawatir tentang bakat dan keturunanmu sendiri. Benar, bukan? Kau juga ingin menggunakannya, kan? —Gunakan bidak [King] itu."

Bedeze mengulurkan tangannya, saat ia mengeluarkan kata-kata menyanjung dari mulutnya. Sairaorg mengerutkan kening.

"… Bisakah aku bertanya apa maksudmu dengan itu?"

Menghadapi pertanyaan Sairaorg, Bedeze menjawab

"Aku sudah mendengar kabar bahwa para Iblis tua punya bidak [King]. Setelah melenyapkan kepala keluarga Great King, aku akan bekerja sama dengan kolaboratorku, dan memberikan salah satu bidak untukmu. Kau bisa menggunakannya, dan menjadi Great King sejati. Kalau itu adalah Iblis seperti kau yang memiliki dukungan publik, kau pasti akan bisa membangun bisnis keluarga yang lebih cemerlang. Sebuah merek baru Great King akan dimulai denganmu."

Selagi Bedeze memandang Sairaorg, Magdaran dan Saji Genshirou, dia berkata

"Dengar, rookie muda, kalian harus ingat apa yang kukatakan. —Rating Game adalah hal milik bangsawan. Ini adalah bentuk hiburan hanya untuk kelas atas. Iblis Reinkarnasi Kelas Rendah yang tak punya bakat, kekayaan, atau status menipu diri sendiri dengan menikmati Rating Game, itu sungguh lelucon."

Kata-kata kasar hanya milik orang yang datang dari latar belakang kelas atas. Untuk batas tertentu, hal ini benar. Kalau hal ini berlanjut seperti mereka tanpa perubahan besar atau reformasi, mendapatkan promosi melalui Rating Game itu cukup sulit. Sairarog—hanya mengatakan satu hal ke arah situ.

"…Aku menolak."

Bedeze tampaknya meragukan telinganya sendiri dan bertanya pada Sairaorg lagi

"…Apa katamu tadi?"

Sairaorg dengan kaki gemetar dan berdiri untuk menjelaskan arti dari kata-katanya.

"Aku tidak akan pernah menolak cara yang sudah kujalani sampai saat ini! Cara yang sudah kujalani sampai saat ini adalah kebanggaanku! Kau ingin aku membuang semua rasa sakit, penyesalan, tawa, sukacita, kemenangan dan kekalahan yang kupunya sampai saat ini!? Aku sungguh menolak ini! Baik tinju ini, tubuh ini, jiwa ini, dan budak-budakku, semua harta yang sudah kuperoleh melalui pertempuran! Membuang itu untuk bakat palsu adalah sesuatu yang takkan pernah kulakukan!"

Sairaorg beringsut lebih dekat menuju Bedeze, dengan setiap langkah penuh semangat. "Tidak hanya aku, Saji Genshirou sini, dan Sekiryuutei Hyoudou Issei adalah sama. —Nilai kekuatan itu diperoleh melalui berusaha keras…! Kau ingin membiarkan mereka membuang semua hal-hal keras yang mereka alami di tahun lalu dan mereka mengejar sesuatu seperti itu!? Nah, terlepas dari apakah kau seorang pesaing yang berpengalaman atau boneka dari Iblis tua, aku akan mengalahkanmu di sini tanpa sedikitpun ragu-ragu!"

Gemuruh sengit Sairaorg menyebabkan Saji Genshirou berteriak.

"…Master… Master!"

Tatapan Sairaorg—tiba-tiba berbalik ke arah sini.

"Jangan khawatir Magdaran. —Aku pasti melindungimu."

Senyum muncul di wajah Sairaorg. …Dia mengerti dirinya. Pria ini, dia telah berjuang sambil terus melindungi sisi ini dengan hati-hati—. Untuk mencegah serangan Bedeze menyebar ke sisi ini, ia tidak membiarkan Bedeze untuk mengarahkan serangan terhadap sisi ini, dan selalu menyaksikan dengan hati-hati. Magdaran menyadari hal ini. Kalau bukan untuk itu, pertempuran pasti lebih dari ini. Tapi… orang itu masih memilih untuk 'melindungi'.

—Aku bersumpah bahwa aku tidak akan memanggilnya.

Ani, ani-ue, aku sudah memutuskan untuk tidak memanggilnya itu. Magdaran masih belum lupa tentang waktu ketika posisi Kepala Keluarga berikutnya direbut darinya. Tapi, apa yang muncul di dalam pikiran Magdaran adalah memori masa kecil. Meski itu hanya untuk beberapa tahun, ia telah mengikuti di belakang Sairarog, saat ketika ia akan bermain dengan kakak setiap hari. Bersama-sama di istana Bael, mereka berlari di halaman, mereka bermain bersama setiap hari di markas rahasia yang sudah mereka buat di istana Bael—.

—Aku tidak mampu untuk memanggilnya.

Suatu hari, untuk menemukan bunga langka, Magdaran pergi ke sebuah gunung dekat istana Bael dan diserang oleh Demonic Beast. Dia telah keluar sendiri tanpa penjaga. Bagi Magdaran muda, itu adalah tugas yang mudah untuk Demonic Beast merebut nyawa Magdaran. Pada saat itu—kakaknya Sairaorg bergegas untuk menyelamatkan Magdaran. Untuk melindungi dirinya, dia berani berdiri di depan Demonic Beast, saat dia sendiri menyaksikan di punggung kakak—.

—Mustahil aku memanggilnya.

Kata-kata kakaknya saat itu terngiang di dalam pikirannya.

"Enyahlah dari Ototo-ku yang berharga! Aku akan menjadi lawanmu!"

Melindungi tubuh adiknya sendiri—itu layak diungkit-ungkit lebih dari apapun, dan lebih dari siapapun daripada orang lain.

"—Kamu Ototo-ku yang berharga. Aku pasti akan melindungimu, dan mengalahkan lawan di depan!"

Sosok Sairaorg yang tidak mundur selangkah pun terhadap lawan sekelas Maou terukir ke matanya. Kakak… dia sekali lagi di depan dirinya, untuk membantu adiknya. Sosok kakak sebelumnya dan kakak di depannya kini tumpang tindih; air mata mulai mengalir di wajah Magdaran saat ia menangis.

"…… Ani… ue…! Aku salah…! Aku telah melakukan sesuatu yang tak termaafkan untukmu. Aku sungguh merasa jijik padamu yang tak bisa mewarisi Power of Destruction. Aku sungguh membencimu yang mengambil posisi kepala keluarga berikutnya dariku! Aku sungguh membencimu! Aku sungguh benci sampai-sampai aku ingin menghabisimu!"

Semua itu benar. Dia sungguh membencinya. Dia sangat ingin menghabisinya. Kemenangan kakaknya membantah seluruh hidupnya, jadi bagaimana mungkin dia bisa menerimanya?

Magdaran melanjutkan

"Aku… orang hina. Aku diam-diam mencemooh dirimu, dan mencoba untuk menyabotase dirimu beberapa kali. Kamu juga pasti memperhatikan. Tapi, kamu tidak melakukan apapun padaku ketika aku masih seperti itu! Kamu bahkan tidak pernah mengatakan kata-kata kebencian!"

Ya, untuk mengalahkan kakak, untuk memperlihatkan wajah kesulitan kakaknya, dendam pribadi selalu ada terhadap dirinya dalam politik. Aku mencoba untuk menghentikannya beberapa kali, dan juga menyabotase dirinya berkali-kali. Sebenarnya ada beberapa kali bahwa kakak harus menghadapi situasi sulit. —Bahkan demikian, kakak tidak menyalahkanku. Dia hanya mengatakan bahwa kekuatannya sendiri belum cukup, ia tidak cukup dihormati, dan terus membayangkan dirinya sendiri. Dia tidak menyalahkan adiknya sama sekali. Sairaorg… menoleh ke belakang dan berkata

"Aku mengambil posisi sebagai kepala keluarga berikutnya darimu. Aku melakukannya untuk membuktikan kekuatanku kepada orang-orang yang telah meninggalkanku, jadi itu semua demi keegoisanku. Itulah mengapa aku memutuskan. Selama ada ketidakpuasan terhadapku, aku akan menerima semua itu. Terlepas dari apakah itu Gibo, atau dirimu, tidak peduli seberapa dalam kebencianmu, dengan senang hati aku akan menerima semua itu."

Sairaorg kembali menatap adiknya. Wajahnya penuh dengan emosi hangat terhadap adiknya, itu ekspresi kakak seseorang. Sairaorg kemudian melanjutkan untuk meminta maaf tentang hal yang sama—.

"Magdaran, Ototo-ku. Aku juga perlu meminta maaf kepadamu. Aku sudah menyebabkan dirimu melalui banyak rasa sakit. Untuk menjadi Ani tak berguna, mohon maafkan aku."

…Aku tahu. Kakak selalu mengakui sebagai dirinya—. Aku menyukai bunga, dan tanaman. Dibandingkan dengan ketika aku adalah kepala keluarga berikutnya, aku lebih ingin menjadi seorang ahli botani. Tapi, yang telah dilahirkan dengan Power of Destruction, aku tidak punya pilihan selain menjadi kepala keluarga berikutnya. Membiarkan bunga ungu untuk tumbuh kembali, memelihara apel langka, bukan seorang Bael memujiku, hanya kakak seorang yang mengakuiku.

Prestasi adiknya harus tersebar di seluruh Dunia Bawah. —Hanya kakaknya yang menerima dirinya sebagai anggota keluarga. Dia mengatakan hal-hal sebagai anggota keluarga. Terlepas dari apakah itu dirinya, atau saudara, yang Keluarga Bael telah hancurkan hidup mereka—. Jadi… dia yang membenci kakak… sungguh bodoh. Itu akan jauh lebih baik kalau mereka menolak terhadap Keluarga Bael sebagai saudara. Magdaran memanggil

"Ani-ue! Tolong menang! Kamu, Ani-ue adalah Ani-ku, kepala keluarga berikutnya dari Keluarga Bael! Tolong biarkan aku melihatnya! 'Destruction' Keluarga Bael!"

Mendengar adik memanggil kakaknya—Sairaorg mengungkapkan senyum gagah berani.

"Ya, aku mengerti."

Menghadapi Bedeze Abaddon, Sairaorg mengepalkan tinjunya.

"Ototo-ku Magdaran—pikirannya lebih baik dariku, dan dia selalu melakukan hal-hal dengan hati-hati. Dia selalu menyadari seluk-beluk orang lain, jadi dia lebih cocok daripada diriku untuk politik. —Dia adalah pria yang suatu hari nanti akan berhasil di Keluarga Bael. Aku membanggakan Ototo-ku, dia pasti akan bisa menerangi Great King. Toh, dia seperti aku, dia keras kepala—dia akan memasukkan segala sesuatu yang dia punya untuk mencapai tujuannya!"

Sairaorg mengulurkan tinjunya dan menyatakan pada Bedeze

"—Bedeze Abaddon-dono. Ayo terimalah pukulan yang telah kuhabiskan hidupku."

Setelah mengatakan itu, Sairaorg meningkatkan touki-nya.

"Ayo! Sebagai avatar-ku, Singa Regulus!"

[Ya! Bila tubuh Anda menghendakinya, hancurkan mereka dengan tubuh suci ini!]

Menanggapi panggilan majikannya, mata singa di dadanya mengeluarkan cahaya menyilaukan. Touki-nya meningkat lagi, dan itu memenuhi seluruh ruang. Sairaorg melafalkan mantra kekuatan—.

"Tubuh ini, jiwa ini, biarpun jatuh ke dalam jurang tak berujung!"

Si singa lalu berkata

[Tuanku dan aku, kita akan menguras tubuh dan jiwa ini untuk bangkit di jalan raja tak berujung!]

"Meruntuhkan, kemenangan, memainkan, dan bersinar!"

[—Ini adalah tubuh Demonic Beast!]

"—Ditempatkan di atas kepalan tanganku, adalah otoritas imperial yang mulia!"

Touki-nya melecut siklon intens, dan di gerbang belakang, embusan—meledakkan kelopak bunga ungu. Bunga-bunga ungu yang ditemukan di seluruh istana Bael, bunga ungu yang mekar penuh, diikuti angin dan menari-nari di sekitar Sairaorg.

"—Menari!"

[—Menari!]

"[—Berkembang!!!]"

Magdaran tiba-tiba teringat saat mereka masih muda dan ia diserang oleh Demonic Beast; kakak datang untuk menyelamatkan dirinya, dan mereka berdua berlari melewati gunung itu. Tempat terakhir mereka berlari—adalah lautan bunga mekar penuh. Ada, embusan angin bertiup, dan kelopak warna-warni yang diledakkan menari di udara.

—Ya, Itu indah. Pada saat itu, itu sangat indah.

Saat diselimuti touki, tubuh Sairaorg meningkat lebih jauh.

"[—Breakdown The Beast, Climb Over!!!!!!!!!!!!!!]"

Dengan napas terakhirnya, itu meledak terbuka! Berdiri disana—makhluk yang agung, armor dari singa yang sangat agresif. Itu adalah armor baru dengan penampilan berwarna ganda, emas dan ungu—. Armor emas didampingi oleh touki ungu yang menyelimuti Sairaorg. Besarnya kepadatan, bahkan Magdaran yang jauh merasakan dingin menggigil. Bahkan api terkutuk Saji Genshirou pun untuk sementara ditekan. Melihat hasil ini, Bedeze terkejut.

"……Bagaimana mungkin! Mungkinkah ini yang disebut kebangkitan supremasi…!"

—Breakdown The Beast.

Ya, kakak selagi mengeluarkan kekuatan yang disegel dalam Longinus. Itu adalah bentuk yang hanya Sacred Gear dengan Demonic Beast legendaris yang disegel bisa miliki… tapi itu juga disertai dengan risiko besar. Seperti pembebasan Sacred Gear di mana Two Heavenly Dragon disegel— Juggernaut Drive, akan mengonsumsi hidup pengguna setelah mengaktifkannya. Selain itu, efeknya sudah muncul saat Sairaorg meludahkan darah dari mulutnya. Mengertakkan gigi erat-erat, Sairaorg berteriak

"—Regulus Rey Leather Rex Imperial Purpure ~ Beast of Supremacy. Ini adalah inkarnasi dari destruction-ku yang telah didorong ke batas maksimal. Dengan kekuatan hidupku sebagai sumbernya, memberikan ledakan kekuatan sementara… baik, meskipun ini adalah tinju yang tidak punya kekuatan 'destruction', aku akan hadiahi kau kekuatan 'destruction' Bael!"

Sairaorg menghilang dari pandangan, dan Saji Genshirou pun tidak mampu memahami gerakan pertama Ani, tapi Bedeze mampu memahami dan menciptakan lingkaran sihir pertahanan di depan dirinya. Itu bukan sembarang lingkaran sihir biasa. Meskipun muncul agak tipis, itu adalah penghalang kuat yang dikompresi berlapis-lapis. Tanpa suara sedikitpun, Sairaorg muncul di depan Bedeze, lalu melakukan pukulan mendadak. Tinjunya ditutupi touki emas dan ungu padat. Lingkaran sihir pertahanan—pecah dengan mudah oleh satu pukulan, tapi Bedeze tampaknya tidak peduli dan langsung membuat [Hole]. Itu [Hole] yang akan menyerap pukulan, lalu dibalikkan dengan cara yang sama seperti sebelumnya dengan membiarkannya untuk terkena serangan sendiri. Tapi—. Crack! —Suara renyah dihasilkan. [Hole] itu hancur dengan mudah, dan tinju itu memukul perut Bedeze langsung! Doon! Pukulan itu menyebabkan Bedeze dengan cepat batuk dan muntah darah. Satu pukulan itu menyebabkan seluruh istana Bael gemetar. Kekuatan luar biasa dari tinju itu melalui tubuh Bedeze, dan menghancurkan dinding di belakangnya, sedangkan gelombang kejut dari pukulan itu berlanjut lebih jauh. Itu terbang menuju tempat yang bahkan tidak bisa dilihat—. Bahkan tanah di depannya tercungkil. Sambil memegang perutnya, Bedeze mundur untuk menjauhkan jarak mereka, sementara wajahnya dipenuhi dengan cemas.

"[Hole]-ku—hancur berkeping-keping hanya dari pukulan!?"

Sama seperti katanya, [Hole]-nya—telah hancur oleh sebuah pukulan. Sampai saat ini, [Hole] itu mampu menyerap segala macam serangan. Benar-benar tak terbayangkan bahwa hal itu bisa sepenuhnya dihancurkan oleh fenomena fisik. Tapi, pukulan Sairaorg benar-benar membongkar ide ini.

"Kepalanku hanya untuk kehancuran. Terlepas dari apapun, itu hanya akan menghancurkan! Gunakan tubuhmu untuk merasakan serangan yang telah kucapai melalui latihan ini!"

Sairaorg terbang dengan kecepatan tinggi sekali lagi. Menghadapi dirinya dalam situasi saat ini, Bedeze adalah monster yang masih bisa bersaing dengan kecepatannya—. Tapi, ia hanya menghindari serangan itu. Tinju yang melebihi kecepatan reaksi fisiknya, tendangan yang digali langsung ke tubuhnya, energi iblis dan [Hole] yang mana kemampuan spesialnya hancur. Istana Bael terguncang lagi. Bagian dari langit-langit perlahan hancur. Selain itu, terlepas dari apakah Bedeze dilanda kebingungan pukulan dan tendangan atau menghindari, gelombang listrik yang dihasilkan masih memiliki sejumlah besar kekuatan yang bahkan mempengaruhi daerah diluar kota. Itu adalah kekuatan menyerang mutlak! Itu adalah serangan fisik yang hanya terus dan terus meningkat dalam kekuatan. Tidak ada kepura-puraan; itu hanya, pukulan langsung, atau tendangan langsung. Apa yang berbeda dari sebelumnya yaitu kekuatannya telah ditingkatkan sampai lawan sekelas Maou tidak dapat menghadapinya. Sebuah penguatan sederhana itu menikung peringkat ketiga di Rating Game. Perwujudan dari tipe teknik hancur oleh kekuatan murni! Setelah beberapa detik, orang yang tengah berlutut di tanah dengan satu lutut adalah—Bedeze Abaddon. Ekspresinya yang tidak percaya, kebingungan dan ketakutan.

"…Bagaimana mungkin…apa ini, apa-apaan ini…? Ini hanya sebuah pukulan biasa, dan tendangan biasa, bukan… jadi kenapa [Hole]-ku dihancurkan? Kenapa semua energi iblisku hancur!?"

Tapi, Sairaorg tidak sepenuhnya baik-baik saja, dalam proses pertempuran, ia juga mencukur hidupnya. Tubuhnya juga menjerit kesakitan, darah segar mengalir dari celah-celah armor. Darah juga mengalir dari tepi mulutnya. Meski begitu, Sairaorg menyelimuti dirinya dengan touki dan tidak melemahkannya sama sekali saat dia bergerak menuju Bedeze. Sairaorg berdiri di depan Bedeze dan berkata

"—Kau Menggunakan uang untuk membeli bakat. Aku menggunakan praktek dan kemuliaan hidupku untuk menebus kurangnya bakat. Hanya itu saja."

Kata-kata yang penuh semangat ini menyebabkan Bedeze untuk—merasakan bahaya seluruh tubuhnya, dan ingin melarikan diri dengan lingkaran sihir transportasi. —Tapi, tanpa sepengetahuan dia, lengannya telah terjerat oleh tentakel hitam! Itu adalah tentakel dari Vritra. Saji Genshirou mentransmisikan api hitam melalui tentakel.

"—Jangan coba-coba kabur."

Saji Genshirou berdiri lalu berjalan tertatih-tatih menuju Bedeze, selangkah demi selangkah.

"—Hm! I-ini kan tentakel Vritra!? Kapan ini!?"

Melihat Bedeze terkejut, Saji Genshirou tersenyum. Untuk mencegah dia melarikan diri, ia memperketat tentakel lebih kuat.

"—Aku menghilangkan bentuknya agar kau tak bisa melihat itu. Toh, setidaknya akan ada sesaat kau tidak bisa melihat kait itu. …Master… Anda juga bisa menghitungku sebagai satu. Terlepas dari apakah dia yang ketiga dari Top Ranks, aku sungguh tidak bisa membiarkan dia pergi tanpa pukulan."

Saji Genshirou secara bertahap bergerak lebih dekat ketika ia mengepalkan tinjunya. Dengan tentakel masih terbungkus rapat di sekelilingnya, ia ingin melarikan diri, tapi dalam sekejap, kecepatan Saji yang terbakar amarah melebihi Bedeze! Seketika langsung di depan, ia membuat sikap untuk membuang pukulan.

"Kau benar-benar ingin memperlakukan Hyoudou Issei seperti idiot… berani-beraninya kau meremehkan temanku yang paling penting yang mempertaruhkan hidupnya untuk melindungi semua orang! Aku tidak akan pernah memaafkan ini!"

Dengan suara DON, tinju Saji Genshirou yang kokoh melanda wajah Bedeze. Lalu, api hitam legam dari Saji Genshirou menyebar ke tubuh Bedeze.

"…Panasnya, apa ini, api hitam ini… arh!"

Api tersebut api terkutuk dari Vritra yang berdiam tidak peduli bagaimana mereka tersingkir. Bedeze segera terkejut, dan Sairarog juga mendekatinya.

"Ini adalah api yang terus-menerus membakar, ini merupakan serangan yang menempeli kehidupan."

Karena dia telah menderita serangan Saji Genshirou, Bedeze tidak lagi punya kekuatan untuk melarikan diri dari sini. Kedua kakinya gemetar, dan ia terkejut. Tanpa jejak kasihan atau kemurahan, Sairaorg mengangkat tinjunya.

"Bedeze Abaddon-dono, ambisimu akan dihancurkan oleh tinju ini."

"Bukankah itu hanya sebuah tinju biasa, apa yang mungkin bisa ia lakukan!?"

Sambil berteriak begitu dengan keras, Bedeze membuat beberapa lapisan lingkaran sihir pertahanan dan [Hole] di depan dirinya—tapi pukulan memakan kehidupan Sairaorg dengan mudah menghancurkan itu. Tinju yang dimotori ke dada Bedeze langsung! Disertai dengan suara sesaat, gelombang kejut dan dampak yang menggema di mana-mana. Terlepas dari apakah itu lantai, langit-langit atau dinding, semuanya hancur, dan Bedeze menerima pukulan fatal.

"……Aku-aku… peringkat ketiga… dikenal sebagai orang sekelas… Maou……"

Setelah mengatakan kalimat akhir itu, Bedeze jatuh ke tanah. Sairaorg berkata pada Bedeze yang berada di tanah

"—Itu apa yang namanya tinju. Apakah itu aku, Hyoudou Issei, Saji Genshirou, atau seorang pria di [DxD]. Ini adalah bagaimana seorang pria melindungi apa yang paling berharga bagi mereka."

Ini adalah pertarungan yang mempertaruhkan hidup mereka—. Perbedaan antara kakak dan Bedeze seperti 'pertarungan keyakinan', dan itu saja. Bagi orang yang memperlakukan Game hanya karena permainan, dan seseorang yang memperlakukan Game sebagai medan perang, pendapat mereka berbeda. Dan ini adalah di mana kemenangan dan kekalahan sudah diputuskan—.

Bagian 2[edit]

Pertarungan antara kakak + Saji Genshirou dan Bedeze Abaddon berakhir. Karena baik kakak dan Saji Genshirou kelelahan sehabis bertarung, mereka melepas armor mereka. Pada saat itu, di luar tampak sudah tenang. Mungkinkah budak-budak kakak dan Sona Sitri telah berhasil mengatasi budak-budak Abaddon? Hanya ketika aku memikirkan itu, dari penampilan itu, orang lain datang untuk membantu dalam menekan pemberontakan. Dari gerbang belakang, seseorang muncul sebagai penolong. Itu seorang wanita dengan dua tanduk di kepalanya, dan rambut panjang, bergelombang, berwarna ceri. Mengenakan gaun menggoda dengan belahan tinggi, dia tampak berusia sekitar dua puluh tahun. Semua orang yang hadir bisa mengenalinya. Wanita itu menatap Bedeze, lalu menghela napas.

"Aku mendengar bahwa Bedeze menyerang istana Bael, jadi aku bergegas untuk menghentikannya… tapi sepertinya sudah berakhir."

—Roygun Belphegor. Peringkat kedua di Rating Game, dan salah satu pesaing atas. Itu adalah identitas sebenarnya dari wanita dengan tanduk ini. Dia adalah kepala Keluarga Belphegor saat ini. Seiring dengan Serafall Leviathan dan Grayfia Lucifuge, ia dihormati sebagai salah satu dari beberapa wanita cantik yang kuat dari Dunia Bawah. Menatap Bedeze tergeletak di tanah, Roygun menyipitkan mata.

"Seperti dia, aku juga menggunakan bidak [King], dan kebetulan juga itu disebut perbuatan salah. Tapi, Lion King-kun, aku tidak punya penyesalan tentang kekuatan atau status. Aku juga tidak akan seperti Bedeze dan mencoba menyebarkan kebohongan di seluruh Dunia Bawah untuk menyalahkan seseorang… Aku hanya ingin kekuatan untuk bersaing di panggung itu, dan itu saja. Selain dari pertandingan paksa para petinggi, aku menikmatinya dengan serius."

Ya, Roygun juga seseorang yang telah terekspos oleh Diehauser Belial sebagai pesaing yang menggunakan bidak [King]. Tapi, dia tidak seperti Bedeze yang memiliki hati yang memberontak.

"Sekarang, pada waktu yang mendesak ketika militer dan polisi pun telah dikerahkan, aku akan membantu kalian dalam melawan pemberontak tersebut."

—Dia mengatakan bahwa dia akan membantu kami.

Roygun lalu bertanya pada Sairaorg

"Lion King-kun, apakah kau suka Rating Game?"

Dihadapkan pada pertanyaan tiba-tiba, Sairaorg tidak tahu bagaimana menanggapi. Roygun tersenyum ringan dan melanjutkan

"—Aku suka Rating Game. Diehauser juga sama. Orang yang mencintai permainan lebih dari apapun. Tapi, aku sungguh menyesal, dari peringkat pertama hingga peringkat ketiga, kami semua sangat bodoh…"

Setelah mengatakan itu, Roygun mengangkat Bedeze, dan menyerahkannya kepada para penjaga yang berada di gerbang belakang yang sedang siaga. Perasaan kesepian bisa dirasakan dari bahasa tubuh Roygun Belphegor.

"Sairaorg-sama! Magdaran-sama!"

Tapi, kini mereka tidak punya kebebasan untuk khawatir tentang masa depan Rating Game, sambil penjaga di dalam istana berlari, wajah mereka pucat dan menggigil.

"Apa yang terjadi? Tenang dan laporkan pada kami."

Ujar Sairaorg menyebabkan penjaga yang panik untuk menyesuaikan napas mereka.

"Y-Ya. I-Ini… Trihexa muncul di dunia manusia! Eropa—dan lepas pantai Jepang!"

Trihexa muncul di dunia manusia—. Hal yang paling mengkhawatirkan yakni mereka telah muncul lagi—.