High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 8 Life 4

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Life 4 : Oppai dari Tenis[edit]

Bagian 1[edit]

Halo semuanya. Musim panas ini terasa panas sekali.

Saat ini aku sedang menatap kamus. Hmm........dalam sekali. Hal yang sedang aku cari benar benar memiliki makna yang dalam.

“Ise-san, apa yang sedang kamu cari?”

Asia datang ke sampingku dan menatap kamus.

“Ya, aku sedang mencari asal muasal kata [Oppai].”

“........O-Oppai...........”

Asia nampaknya bingung bagaimana harus merespon, tapi aku serius. Hal ini selalu menggangguku.

-Oppai.

Ia memiliki bunyi yang manis. Kupikir orang Jepang yang mengucapkan kata ini harus dicatat dalam sejarah. Tak ada banyak kata yang bisa memahami hati laki laki. Satu satunya kata indah yang kuketahui yang bisa menstimulasi hatiku adalah ‘Oppai’ dan ‘Payudara mentah’.

Aku ingin tahu kenapa orang Jepang mulai menyebut payudara wanita ‘Oppai’ sehingga aku mencari alasannya.

“......Ada banyak teori. Teori dimana ‘Oh lezat’ berubah menjadi oppai. Teori dimana orang Korea kuno pernah menyebut hal hal yang kalian isap sebagai ‘ppai’. Jadi orang orang mulai berpikir “Mungkin itulah asal muasalnya”. Yang memiliki kemungkinan tertinggi adalah yang pertama. Bagaimana menurutmu, Asia?”

“Bi-Biarpun kamu mengatakan itu........kupikir oppai adalah sesuatu yang lezat bagi bayi. Karena itu mungkin teori ‘oh lezat’?”

Hah? Bukankah ini sama saja pelecehan seksual? Y-Yah, kesampingkan itu dulu.

-Tapi aku berpikir kalau oppai adalah sesuatu yang lezat untuk semua laki laki segala usia!

Aku hendak mengatakan itu, tapi menghentikan diriku. Ini gawat. Aku tak seharusnya mengajarkan hal hal aneh pada Asia yang sangat mempercayaiku. Aku harus mengubah topik!

“Buchou lama sekali pergi ke ruang OSIS.”

Aku mengubah topik. Dan kemudian.........

“Buchou dan Kaichou mungkin sedang mendiskusikan sesuatu dengan serius. Ngomong ngomong Ise-kun dan Asia-chan apa kalian mau teh hijau?”

Akeno-san menuangkan teh untuk aku dan Asia.

Semua anggota Klub Penelitian Ilmu Gaib tengah menanti kembalinya Buchou semenjak dia pergi ke ruang OSIS.

“Oute (skakmat dalam Shogi). Aku menang.”

“Muu, aku tak punya pilihan lagi. Sepertinya ini kekalahanku.”

Kiba dan Xenovia tengah bermain shogi di meja terdekat.

“.......Dengan ini, Xenovia kalah lima kali berturut turut.”

Seorang yang sedang menyaksikan Game mereka adalah Koneko-chan.

“Apa kamu juga mau teh Gasper-kun?”

Akeno-san berbicara pada kotak di sudut ruangan.

“Te-Terima kasih banyaaaaaaaaak!”

Suara datang dari dalam kotak. Ya, Gasper berada di dalam kotak.

“Gasper, keluarlah dari kotak dan minumlah teh hijau.”

Aku mengatakan itu sambil mendesah, namun anak ini malah berteriak.

“Ma-Maafkan akuuuuuuuuu! Jangan! Jangan diluar!”

Seperti ini, dia takut dengan orang lain jadi dia selalu berada di dalam kotak. Dia memang junior merepotkan.

“Aku kembali. Aku sudah selesai.”

Seorang yang memasuki ruangan adalah Buchou.

Dengan Buchou disini, semua orang telah hadir di tempat ini.


Bagian 2[edit]

Sepanjang rapat Klub Penelitian Ilmu Gaib, Buchou memulai diskusi sembari memasang wajah gelisah.

“Aku harus menyerahkan laporan aktivitas klub.”

“Eh? Bukankah kamu baru saja menyerahkannya?”

Aku mengatakan itu. Alasan kenapa Buchou pergi adalah karena dia pergi untuk menyerahkan laporan kegiatan klub pada Sona-Kaichou. Buchou mengatakan itu sambil mendesah.

“Yang aku kumpulkan tadi adalah laporan kegiatan klub berbasis ‘Hubungan diantara UFO dan Iblis’. Masalahnya adalah laporan tentang kegiatan kita sebagai Iblis. Begitu banyak hal terjadi sampai aku lupa semuanya. Tak seperti tahun lalu, tanggal akhirnya adalah awal tahun ini.”

“Laporan kegiatan klub Iblis..........katamu.”

Aku memiringkan kepalaku oleh kata kata yang kudengar untuk pertamakalinya. Kiba kemudian menjelaskannya padaku.

“Buchou yang merupakan Iblis-murni sebenarnya harus mengikuti sekolah di Dunia Bawah untuk Iblis Kelas Tinggi. Dia belajar di Jepang sebagai siswa pindahan spesial. Kalau dia tak mencapai target yang ditentukan untuk sekolah Iblis di Akademi Kuou, maka dia akan dipaksa kembali ke Dunia Bawah.”

Bagi Iblis masa kini yang memiliki tanggung jawab mempertahankan jenis mereka, jadi mereka menyambut mereka yang bereinkarnasi dari manusia sebagai Iblis. Hmm, Buchou yang terlahir dari keluarga Iblis murni sepertinya berada di posisi sulit. Akeno-san kemudian memberikan penjelasan tambahan.

“Mendapatkan kredit. Dalam kasus Buchou, selain dari membuat kontrak dengan manusia dia juga harus mendapatkannya dengan cara lain seperti meneliti tipe monster dan youkai di Jepang. Kenyataannya kita, para budaknya, juga diberi kebebasan dengan membantunya melakukan penelitian.”

Ah, aku paham. Karena itulah Buchou mendirikan Klub Penelitian Ilmu Gaib.

Jadi alasan kenapa kita, para budaknya, bisa tinggal di dunia manusia adalah karena kami bekerja di Klub Penelitian Ilmu Gaib sebagai budaknya. Itu artinya kita memerlukan pekerjaan dan peran untuk tinggal di dunia manusia.

Buchou kemudian mengatakannya sembari memandang semua orang disekitar meja.

“Karena itulah aku akan membuat laporan yang perlu dikumpulkan ke Dunia Bawah sekarang. Karena itu aku ingin tahu kondisi terkini dari monster dan youkai yang tinggal di kota ini. Seperti biasa, mari pergi dan tanya pada kappa (youkai Jepang) serba tahu yang tinggal di rawa rawa yang terletak di bagian terluar kota.”

Kappa? Maksudnya kappa yang memiliki ‘lempengan’ di kepalanya yang suka ketimun dan hidup di dalam air?

Kiba kemudian mengangkat tangannya dan memberitahu Buchou.

“Buchou, kappa itu pulang ke tempat asalnya. Dia bilang dia akan mewarisi bisnis keluarga untuk menanam ketimun.”

“.......Jadi dia kembali ke tempat asalnya. Itu akan jadi masa depan yang lebih stabil ketimbang menjadi rapper.”

Sepertinya sesuatu terjadi dan Buchou menganggukkan kepalanya sepertinya mengakui situasi.

“A-Apa maksudnya dengan Kappa rapper?”

Aku menanyai Kiba.

“Kappa itu meninggalkan rumahnya karena tak mau mewarisi bisnis ketimun keluarga dan mulai tinggal di kota ini. Dia sangat suka musik rap. Aku sering mendengar lagunya, ‘Shirikodama Rhapsody’.”

Nama yang aneh........rhapsody macam apa itu?

“.......Cahaya kota yang mengeringkan piringku, kemarahanku yang tak tersampaikan, aku hanya perlu mengambil shirikodamamu.”

O-OH! Koneko-chan tiba tiba mulai bernyanyi rap!?

“Koneko-chan adalah fansnya.”

Kiba mengatakan itu. Apa kau serius? Jadi Koneko-chan menyukai rap? Tapi liriknya terdengar unik........apa karena berasal dari kappa?

“Tapi sepertinya dia pulang ke kampung halamannya karena Ayahnya mendapat “penyakit pemendekan lempengan’. Keluarganya memiliki budaya youkai menanam ketimun yang kuno dan langka, jadi dengan ini mereka mampu mewariskan tradisi mereka.”

“Berarti sepertinya kita harus bertanya pada Dullahan pecinta gosip yang tinggal di mansion lama di distrik keempat.”

“Dullahan?”

Buchou mengatakan sesuatu yang tak kuketahui, jadi aku bertanya. Xenovia justru yang menjawabnya.

“Maksudnya adalah Ksatria berarmor tak berkepala. Dia mengendara kuda besar sembari membawa kepalanya dengan tangannya. Dia adalah monster yang menyatakan kematian orang orang dan umumnya tinggal di Eropa. Aku sudah mengalahkan mereka beberapa kali sebelumnya.”

Seperti yang kuduga dari mantan Exorcist yang berasal dari Vatikan! Sepertinya berburu monster adalah keahliannya!

Kiba kemudian meletakkan buku tebal di depanku.

“Ensiklopedi monster. Saat kamu mengatakan nama monster yang kamu ingin lihat, dia akan secara otomatis membuka halaman untukmu. Misalnya, Dullahan.”

Kemudian buku itu terbuka sendiri, dan halaman mulai berubah secara otomatis. Oh, fenomena gaib! Kemudian dia berhenti. Saat aku melihat, terdapat ilustrasi Ksatria tak berkepala beserta simbol simbol yang tak bisa kubaca. Simbol ini pasti aksara Iblis. Aku masih belum membacanya sama sekali. Aku tak bisa membaca deskripsinya, namun aku memahami karakteristik Dullahan dari ilustrasi.

“Dullahan itu menderita hernia serius beberapa hari lalu dan sekarang ada di rumah sakit.”

Akeno-san mengatakan itu pada Buchou sembari membaca dokumen di tangannya.

Dia tak berkepala dan dia mendapat hernia!? Aku tak paham! Jadi maksudnya kepala yang dia bawa itu juga bisa mengalami hernia!?

Buchou mendesah setelah mendengar laporan Akeno-san.

“Begitu, nampaknya Dullahan punya kesulitannya sendiri.”

Menilai dari percakapan mereka, sepertinya mereka tak bisa melakukan kontak dengan informan. Aku kemudian menunjuk pada kotak dimana si setengah-Vampir berada di dalamnya.

“Kalau begitu Buchou, bagaimana kalau kita kumpulkan laporan tentang “Vampir dalam Kotak” yang langka? Kupikir tak ada Vampir yang masuk ke dalam kotak bukannya peti mati.”

“S-S-Senpaaaaaaiiiiiiiiiiiiii! A-Apa yang kamu katakannnnnnn!”

Kotak itu berteriak. Aku mendekati kotak dan mengetuknya.

“Kamu juga budak Buchou, jadi kamu harus bekerjasama. Kotak macam apa yang lebih kamu sukai? Bagaimana perasaanmu di dalam sana? Apa ada perbedaan kotak yang dibuat dari pabrik berbeda? Tunggu, bukankah akan lebih cepat untuk tinggal menteleport kotak ini beserta dirimu ke Dunia Bawah?”

“Uwaaaaaaaaan! A....Aku akan dijual oleh Ise-senpaaaaaaiiiiii!”

“Vampir dalam kotak. Dan itu akan dikirim dari negara yang memproduksinya!”

Saat Gasper dan aku berbincang seperti itu, Buchou mengatakannya sembari mendesah.

“Baiklah, aku paham. Mari kita cari cara lain.”

“Cara lain? Apa ada sesuatu yang kamu pikirkan?”

Buchou mengangguk pada pertanyaanku.

“Ada manusia yang sangat memahami tentang monster di Akademi ini.”

Itu sesuatu yang kudengar untuk yang pertamakalinya.


Bagian 3[edit]

HIT! HIT!

Suara raket yang memukul bola datang dari lapangan tenis.

Aku mengikuti Buchou dan melangkah ke dalam lapangan tenis. Katanya orang yang Buchou sedang cari ada disini.

Lebih dari itu! Seperti dugaanku, busana tenis wanita sungguh menakjubkan! Dan semua bloomer yang dikenakan dibawah rok yang bahkan bisa kulihat dari balik pagar ini! Biarpun itu semua bukan celana dalam, mereka memiliki pesona tersendiri! Lebih dari itu, paha itu! paha mereka adalah yang terbaik! Tenis sepanjang musim panas adalah yang terbaik!

“Itu si binatang buas Hyodou!”

Uoooo! Aku kepergok mengintip dari balik pagar, dan aku menerima teriakan ‘huuu’ dari para gadis! Mungkin karena aku mesum, sehingga para gadis sangat membenciku. Hmph! Itu bukan masalah, karena aku akrab dengan Buchou dan Asia! Namun sekedar melihat mereka saja seharusnya tak masalah kan!?

“Diam! Toh kalian tak akan kehilangan sesuatu, jadi itu tak masalah!”

“Diperhatikan olehmu terasa seolah kami kehilangan hal penting! Kalau kamu mau menonton, bawa juga Kiba-kun!”

“Iyaa! Jangan masukkan aku dalam pandanganmu! Tolong aku Kiba-kun!”

Brengsek! Mereka memperlakukan aku seperti kotoran! Apa kalian sebegitu sukanya dengan cowok ganteng!? Brengsek kau, Kiba! Lain kali datanglah bersamaku! Kalau kau bersamaku maka aku bisa menonton mereka sebanyak yang aku mau!

“Cepat, Ise. Kita pergi.”

Buchou nampak tak enak dengan situasi ini dan dia meletakkan tangannya di dahinya. Maaf Buchou. Sepertinya pikiranku pergi entah kemana saat sensor-ero ku mulai merespon........

“Jadi Buchou. Apa orang ini tahu kalau kamu adalah Iblis?”

“Kira kira begitu. Kampus ini juga menerima manusia dari latar belakang spesial dan yang memiliki relasi bagus dengan Iblis. Jadi mereka seharusnya diberitahu mengenai Iblis yang menjadikan sekolah ini sebagai teritori mereka.”

Buchou dan aku tengah berbicara sembari duduk di salah satu bangku.

Hmm, jadi sekolah ini punya sejumlah rahasia lain yang tidak kusadari.

Kami tengah menanti di tempat dimana kami sudah janjian bertemu, tapi belum seorangpun datang, mungkin karena kami tiba terlalu awal.

Aku tak bisa mengalihkan perhatianku pada para gadis jadi aku terus memandang lapangan. Kemudian aku mendengar suara langkah kaki kuda.

“Ohohohoho! Bagaimana kabarmu, Rias-san! Jarang jarang kamu datang kemari! Jadi aku menyambutmu!”

Seorang wanita muncul sembari tertawa lebar di atas kuda besar! Rambut coklatnya diputar dalam gelung yang elegan. Tunggu, dia menaiki kuda di sekolah ini!?

Aku kenal orang ini. Dia kapten dari klub tenis, Abe Kiyome-senpai. Serahkan pengecekan gadis gadis cantik padaku!

Namun yang paling mengejutkanku adalah seorang di belakangnya! Ksatria berarmor tak berkepala tengah naik di belakangnya! Uwaaaaaah, dia benar benar tak punya kepala!

Hiheeeeeeeeeeeeen!

Teriakan kuda! Kuda berbulu hitam! Matanya bersinar dan memancarkan cahaya mencurigakan! Nafasnya terdengar keras dari hidungnya! Kuda macam apa ini yang sepertinya muncul dari Penakluk dari Akhir Masa (Catatan : Parodi dari manga Fist of the North Star, mengindikasikan kalau kuda itu mirip dengan kuda Raou).

Abe-senpai turun dari kudanya dan menenangkannya. Di saat yang sama, si Ksatria tak berkepala juga turun dari kudanya.

“Ufufu, ini kuda yang bagus, bukan? Beberapa hari lalu, kepala Dullahan, Tuan Smith, dirawat di rumah sakit. Jadi aku diminta untuk mengurusnya untuk sementara waktu.”

Senpai mengatakan itu dengan bangga! Ini kuda dari seorang monster!? Tak mengherankan kalau muncul aura aneh dari tubuhnya! Namun itu bukan sesuatu yang seorang gadis SMA biasa bisa tangani!

“Dan disini ini adalah tubuh Tuan Smith.”

Dia bahkan tak punya kepala, tapi dia masih mencoba membungkukkan kepalanya. Dia pasti sedang menyapa kami. Jadi ini Dullahan. Bukankah gawat kalau ada monster berjalan jalan di sekolah ini!? Kupikir dia sedang dirawat di rumah sakit karena hernia.......meski nampaknya tubuhnya baik baik saja. Sekedar melihat seseorang mengenakan armor di musim panas membuatku merasa panas. Dan dia membawa semangka di tangannya.........

“Ara, membawa monster ke dalam sekolah itu melanggar aturan sekolah.”

Buchou mengatakan itu pada Abe-senpai. Kupikir itu lebih dari sekedar melanggar aturan sekolah, Buchou!

“Sepanjang waktu saat kepalanya dirawat, tubuh-kun bisa bertindak sendiri, tahu? Karena itu aku mengurusnya bersama kudanya. Namun kupikir memberi mereka makanan gratis tak akan bagus, jadi aku memberi mereka pekerjaan. Sebagai karakter maskot klub tenis! Dullahan, “Honda-kun tak berkepala”! semangka sebagai pengganti kepalanya! Tidakkah menurut kalian ini cocok dengan musim panas!?”

“Maskot!? Tidak, tidak, tidak, tak mungkin!? Tak peduli bagaimana kalian melihatnya, ini adalah monster! Dia bahkan tak punya kepala! Menyeramkan! Dia berjalan jalan tanpa kepala! Aku bahkan tak paham tentang memakai semangka sebagai pengganti kepala! Tunggu, Honda!? Apa maksudmu dengan Honda!?”

Aku mengatakan itu, namun.......Buchou menganggukkan kepalanya seolah dia tak keberatan.

“Apa boleh buat kalau dia menjadi maskot.”

“Buchou!? Eeh!? Kamu tak keberatan dengan itu!? Dia bahkan tak punya kepala, tahu!?”

“Kepala bukan masalah.”

Itu masalah, Buchou! Dia tak punya kepala! Kita tak bisa membiarkan dia berjalan jalan tanpa kepala! Tak peduli bagaimana kamu melihatnya, dia adalah makhluk supranatural!

“Kaichou (Ketua OSIS) mengatakan hal yang sama dan menyetujuinya.”

Senpai juga mengatakan itu. Itu mustahil! Bahkan Kaichou mengizinkannya!? Dia tak punya kepala!

High school dxd v8 109.jpg

“Kyaa! Honda-kun! Armor baratmu juga bersinar hari ini!”

“Maskot tak berkepala nampak bagus sekali! Manis sekali!”

Dia mulai menerima sorak sorai dari para gadis dari balik pagar! Dullahan merespon dengan melambaikan tangannya!

Uoooooo! Kenapa dia populer!? Aku berpikir kalau ada yang salah dengan popularitasnya, namun apa Ksatria tak berkepala populer di kalangan gadis gadis SMA!?

“Hyodou di sisi lain mati saja!”

“Menjauh dari Rias-senpai! Dasar binatang! Hama pengganggu!”

“Honda-kun! Ambil kepala Hyodou!”

Eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeh!?

Jadi si Ksatria berkepala lebih populer dariku!? Mustahil! Tak peduli bagaimana kalian melihatnya, aku terlihat lebih seperti manusia! Biarpun aku Iblis, aku yakin aku lebih ‘ganteng’ dari ksatria tak berkepala! Aku juga punya kepala!

Ksatria tak berkepala kemudian meletakkan tangannya di bahuku. Tidak, itu Honda!

“Hondaaaaaaaaaaaaa! Kenapa kau lebih populer dariku saat kau tak punya kepala!? Jadi tak mempunyai kepala akan membuatmu populer dengan klub tenis, huh!? Jadi begitu kan!? Pasti begitu kan!? Buchou, tolong penggal kepalaku! Itu harga yang murah asalkan itu bisa membuatku populer! Penggal kepalaku tolong!”

“Tenanglah, Ise. Kalau begitu kamu akan mati.”

Hiks, aku tahu itu. Aku tahu itu, tapi........aku merasa lesu, dan Senpai menanyai Buchou.

“Jadi, Rias-san. Keperluan apa yang kamu punya denganku?”

“Kapten dari klub tenis, Abe Kiyome-san. Maaf sudah mengganggumu, tapi bolehkan aku mewawancaramu yang merupakan penjinak hewan? Aku akan senang kalau kamu mau memberitahuku beberapa hal tentang youkai dan monster yang kamu pahami.”

Buchou menanyainya, namun........

“Tidak, aku tak mau.”

Abe-senpai menolak dengan seketika.

“Kenapa aku harus menjelaskan diriku padamu yang seorang Iblis? Aku berterima kasih karena sudah menerimaku ke kampus ini saat aku berasal dari latar belakang spesial, tapi ini dan itu adalah dua hal berbeda, benar? Sepertinya Rias-san juga memiliki banyak koneksi dari beberapa industri berbeda, jadi tak akan ada alasan bagi kamu untuk mewawancaraiku secara pribadi, kan?”

Mggggh, entah kenapa sikapnya pada Buchou membuatku kesal! Namun Buchou melanjutkan dengan kalem.

“Jadi bukankah menjalin koneksi denganku akan menguntungkan?”

Abe-senpai tertawa dengan keras, sembari meletakkan tangannya di mulutnya.

“Ohohohohoho! Kamu cukup percaya diri juga! Namun menjalin koneksi denganmu terasa akan menyeramkan sesudahnya! Jadi di saat yang sama aku juga ingin menjalin koneksi dengan Kaichou sembari menjauhkan kita berdua. Kesepakatan dengan Iblis harus dilakukan dengan teliti kalau tidak nanti nyawaku bisa diambil, benar?”

“.............”

Buchou memasang wajah tak percaya pada ucapan Abe-senpai.

Begitu. Jadi inilah bagaimana orang orang non-Iblis berpikir tentang kami.

Aku terus bekerja keras di dunia Iblis saat aku menjadi Iblis, dan ketika aku menyadarinya, aku sudah terbiasa dengan bagaimana cara kerja Iblis.

Namun bagi para non-Iblis, Iblis adalah simbol kejahatan. Menjalin kontrak artinya harus membayar harga yang sebanding. Jadi kontrak dengan Iblis akan dipandang sebagai hal menyeramkan.

Aku juga akan takut kalau seorang Iblis meminta kesepakatan saat aku masih seorang manusia. Bahkan Buchou memasang senyum pahit.

“Dewasa ini, kami tak melakukan hal serius seperti itu, tahu? Aku hanya perlu mengundangmu minum teh atau makan malam secara normal. Akankah kamu masih tak menerimanya?”

“Teh buatan Akeno-san adalah yang terbaik!”

Aku juga mendukung undangan Buchou padanya. kemudian Abe-senpai nampak memikirkan sesuatu dan memasang senyum mesum.

“Ufufufufu, aku baru memikirkan sesuatu yang menarik. Tak akan asyik kalau kita lakukan ini secara gratis. Jadi bagaimana kalau begini? Mari adakan pertandingan tenis diantara aku dan para monster dibawah kendaliku melawan Rias-san dan anggota klub Penelitian Ilmu Gaib? Dan yang kalah harus menuruti apapun kemauan yang menang.”

Hei, hei! Kita tiba tiba mengadakan pertandingan tenis sekarang!? Dan ada syarat kemenangannya!?

“Ara, itu sepertinya menarik. Aku juga tahu cara bermain tenis. Jadi kalau kami menang, bagaimana kalau kamu bekerjasama dengan wawancara untuk laporan kami? Jadi apa yang kamu inginkan kalau kamu menang, Kiyome-san?”

Ooo! Buchou menyetujui begitu saja!? Kamu yakin akan bertanding dengan Onee-sama ini!? Kiyome-senpai kemudian memandangku dan menatapku dengan seksama.

“......Ngomong ngomong, apa kamu [Welsh Dragon] terkenal yang dirumorkan di dunia bisnis yang juga dikenal sebagai Sekiryuutei?”

“Eh.....Ya, itu memang aku.”

Biasanya aku tak keberatan dipandang oleh senior cantik........tapi entah kenapa tatapannya seram.......Bagaimana bilangnya ya, mata dari kolektor berbahaya......? Belum pernah ada seseorang yang menatapku seperti itu sehingga aku merasa takut.

“Sudah kuputuskan. Kalau aku menang, bolehkah aku meminjam dia? Naga langka adalah yang terbaik! Dia adalah budak Iblis, jadi mendapatkannya akan mustahil. Tapi bagaimana kalau meminjamnya sebentar--?”

“Tidak.”

Buchou menolak begitu saja sambil tersenyum. Senyumnya mengeluarkan atmosfir menyeramkan. Ka-Kamu membuatku takut Buchou!

Buchou adalah seorang yang sangat mempedulikan para budaknya. Buchou sangat menyayangiku, dan dia sangat tegas mengenai diskusi seperti ini. Buchou menarikku ke arahnya, supaya aku tak dibawa pergi.

“Dia adalah budak berhargaku. Kalau itu harapanmu, maka takkan kubiarkan kamu menyentuhnya.”

Melihat reaksi Buchou, Abe-senpai mendesah—

“Kalau begitu, anggap saja kesepakatan ini tak pernah ada—“

“Kami setuju dengan syaratmu!”

Kemudian seseorang menyetujui syarat Abe-senpai.

Saat aku menoleh, itu adalah Akeno-san.

“Kalau kami menang, kami ingin Kiyome-san membantu laporan kami. Kalau Kiyome-san menang, maka kamu boleh meminjam Ise-kun untuk sementara. Kamu setuju dengan persyaratan itu, benar?”

Eh? Kamu tak perlu menanyakan aku tentang itu? Honda menepuk bahuku dan merasa simpati padaku. Ah, mungkin Honda itu orang baik........

“Tunggu sebentar, Akeno!”

Buchou mencoba menentang Akeno-san, namun Akeno-san kemudian mengatakannya.

“Buchou, kita hanya perlu menang. Kalau kita menang, maka semuanya akan terselesaikan.”

Buchou mencoba mengatakan sesuatu pada Akeno-san, namun........dia mendesah dan mengangguk. Sudah kuduga, mereka tak peduli pada opiniku sama sekali!

“Ya, aku paham.”

Mendapatkan izin Buchou, Abe-senpai tertawa dengan keras.

“Ohohohohoho! Berarti sudah diputuskan! Kenyataannya, sangat bodoh bagi kalian untuk menantangku yang merupakan kapten klub tenis! Jadi berlatihlah sekeras yang kalian bisa! Monster monster tersayangku bisa bermain tenis dengan sangat baik!”

“Akan kutunjukkan padamu bagaimana Iblis Kelas Tinggi bermain tenis. Takkan kuserahkan Ise-ku tersayang padamu.”

“Aku akan menantikan itu! Ufufu. Oh iya, kalau aku mendapatkan Hyodou-kun, maka aku akan menyayanginya dengan cara berbeda!”

Mereka berdua mendekatkan wajah mereka dan tertawa. Seram! Wajah mereka tersenyum namun aku bisa merasakan hasrat membunuh dari keduanya! Mereka berdua serius! A-Aku......menjadi objek taruhan! Apa yang akan terjadi padaku!?

“Maaf, Ise-kun.”

Akeno-san meminta maaf padaku sembari memelukku. Sensasi dari o-oppai!

“Kalau aku tak mengatakan itu, maka Buchou tak akan ada perkembangan sama sekali. Aku juga akan berjuang yang terbaik untuk pertandingan tenis.”

“Y-Ya! Aku tak keberatan dengan itu!”

Aku tak bisa menentang kalau Akeno-san memelukku!

Semuanya juga akan baik baik saja kalau Buchou menang, tapi aku juga curiga apa yang akan terjadi padaku saat aku untuk sementara berada dibawah Abe-senpai. Tatapan kolektornya menyeramkan, namun dia cantik. Dia bahkan berkata kalau dia akan menyayangiku. Mu-Mungkin aku akan bisa mendapatkan pengalaman menakjubkan seperti mandi bersamanya! Aku tak bisa berhenti membayangkan hal itu. Aku seorang budak yang tak setia dengan majikannya dan sangat cabul!

Namun aku belum terlalu sering bermain tenis.........


Bagian 4[edit]

Hari pertandingan.

“Ufufu. Aku ingin memuji kalian karena tak melarikan diri.”

Abe-senpai yang tengah menanti kami di lapangan tenis menyambut kami dengan senyum mencurigakan. Di sisi pagar yang lain, beberapa tipe monster tengah menatap kami. Jadi mereka adalah monster dan youkai dibawah kendali Abe-senpai! Jumlah mereka cukup banyak. Mereka semua memancarkan aura aneh dan membuatku seram!

Karakter maskot, tubuh Dullahan Honda, melambaikan tangannya padaku. Honda! Kau ternyata memang orang baik!

“Kami pasti akan menang hari ini!”

Buchou menyatakan itu dengan percaya diri! Buchou sangat serius melakukan ini!

“Akan ada dua pertandingan tunggal dan satu pertandingan ganda. Tim dengan kemenangan terbanyak menang. Rias-san dan aku harus berpartisipasi. Para pemain yang lain bisa ditentukan dengan lotere.”

Lotere telah dipersiapkan oleh Abe-senpai. Dia benar benar penuh persiapan. Tapi tolong jangan tarik namaku! Aku tak percaya diri! Aku juga merasa kalau aku hanya akan merintangi Buchou, jadi kuharap entah nama Akeno-san, Kiba, atau Xenovia yang ditarik! Kumohon! Kalau pucuk lotere itu biru, maka pertandingan tunggal. Kalau merah, maka pertandingan ganda.

“Tunggal.”

“Tunggal.”

Oh! Mereka menariknya! Pertandingan tunggal akan dimainkan oleh Akeno-san dan Xenovia! Harapanku terkabul!

“Ganda!”

Buchou yang akan memainkan pertandingan ganda!

Kalau begitu jadikan Kiba atau Koneko-chan sebagai partnernya! Asia yang tak ahli olahraga dan aku yang payah dalam tenis tak akan berguna!

Aku menarik lotere sembari menutup mataku. Saat aku melihat.......pucuk lotere berwarna merah.

“Sepertinya Ise akan jadi partnerku. Mari berjuang yang terbaik!”

“Uwaaaaaah! Serius!?”

Buchou tersenyum, namun wajahku justru menjadi biru pucat. Aku merasa merinding! Ini memberiku tekanan berat! Aku hanya akan menyusahkan Buchou!


Kemudian, pertandingan Akeno-san. Lawannya adalah........

“Mari berusaha yang terbaik.”

Itu adalah gadis monster dengan kedua lengannya bersayap! Uwaaaah! Manis sekali! Jadi ada juga monster yang seperti itu!

“Ternyata harpy. Itu adalah monster bersayap. Kebanyakan dari mereka adalah wanita.”

Buchou menjelaskannya padaku! Masa sih!? Dunia monster ternyata penuh misteri karena bahkan ada gadis manis seperti dia! Lebih dari itu oppainya besar! Ada cakar seperti burung tumbuh di kakinya, namun 70% tubuhnya adalah manusia! Aku tak bisa menahannya!

Harpy-chan memegang raket tenis dengan sayapnya, dan menghadapi Akeno-san di lapangan.

“Akeno-san, berjuanglah!”

Aku memberinya dukungan sekeras yang kubisa. Dan di dalam hatiku aku juga berteriak “Berjuanglah juga harpy-chan!”. Aku sungguh cabul! Namun menyadari ada gadis monster seperti dia membuatku sangat senang! Ah, aku mulai berpikir kalau harem berisi monster monster mungkin akan sangat bagus!

“Ara ara. Kamu penuh dengan celah, harpy-chan.”

“Iyaaan! Onee-san Iblis ini kuat sekali!”

Pertandingan berakhir dengan Akeno-san mendominasi pertandingan, dan kami menerima satu kemenangan! Ya! kalau Xenovia memenangkan pertandingan berikutnya, maka tim kami secara otomatis akan menang! Jadi aku tak perlu bermain dalam pertandingan ganda!

“Sekarang, giliranku.”

Xenovia berjalan ke lapangan sambil memutar mutar raketnya. Xenovia bilang dia tak punya banyak pengalaman dalam olahraga dengan bola, namun dia memiliki bakat yang hebat jadi aku yakin dia pasti bisa melakukannya!

“Senang menjadi lawanmu.”

Lawan Xenovia adalah wanita yang tubuh bagian bawahnya adalah ular. Uooooooo! Biarpun bagian bawahnya ular, dia tetap saja.......! Bahkan monster-chan ini sangat cantik! Sangat disesalkan karena dia tak punya paha, tapi dia punya oppai! Itu saja sudah cukup buatku!

“Suku Lamia, begitu. Seperti dugaanku, kebanyakan dari jenis mereka adalah wanita.”

Apa! Jadi masih ada bangsa monster dimana kebanyakan dari mereka adalah wanita!? Menakjubkan! Dunia ini sungguh besar! Mungkin aku harus pergi dan menangkap monster suatu hari nanti. Aku ingin pergi ke desa yang dipenuhi gadis gadis monster!

Impianku tengah menggila dan aku mengkhayalkannya. Kemudian Honda Dullahan datang dan menyajikan semangka. Aku berterima kasih tapi apa artinya mengubah semangka yang merupakan pengganti kepalamu menjadi hidangan penutup, Honda........

Tapi kalau gadis itu adalah ular, bukankah akan sulit untuk bergerak? Mungkin ini akan jadi kemenangan Xenovia karena dia bisa menggerakkan tubuhnya dengan bebas.—Itulah yang kupikirkan.

“Mggh! Kamu hebat juga!”

Xenovia nampak sangat kesulitan!

“Disana!”

Gadis ular itu lebih kuat dari dugaanku! Mungkin karena tubuh bawahnya ular, itu membuatnya bisa mengendalikan lapangan tanpa bergerak namun sekedar memanjangkan tubuhnya! Dan seperti seekor ular, dia sangat tangguh dan bisa menahan serangan normal! Dia adalah salah satu tipe yang menanti berbaliknya situasi menjadi kemenangan!

“Maaf; itu karena aku terlalu lemah.”

Xenovia meminta maaf pada Buchou. Di akhir pertandingan panjang, Xenovia kalah!

Uwaaaaaah!

Berarti itu membuatku memikul tanggung jawab serius karena aku harus ikut serta dalam pertandingan terakhir!

“Tak akan masalah karena aku dan Ise akan menyelesaikan ini! Jadi kalian semua tak perlu cemas tentang apapun!”

Buchou nampak bersemangat! Apa aku juga harus bersemangat disini!?

“Akhirnya giliranku bertanding ganda datang juga. Partnerku adalah........Yuki-onna. Kemarilah, Yuki-Onna-chan tercintaku.”

Abe-senpai mengatakan itu ke arah kerumunan monster.

Apa kau serius!? Yu...Yuki-Onna! Aku kemudian membayangkan youkai cantik mengenakan kimono tipis!

Kamu berbicara tentang Yuki-Onna yang kamu temui saat kesasar di gunung, kemudian melakukan pertemuan yang ditakdirkan dengannya, kemudian dia turun ke desamu dengan berubah menjadi manusia, kan? Pada akhirnya Yuki-Onna itu akan menjadi istrimu, kan?

Pertama harpy, kemudian Lamia, dan sekarang Yuki-onna! Mohon bekukan aku sampai mati, Yuki-Onna-samaaaaaaaaa!

“Hokyooouuuuuuuuuuuuuuuu!”

Kemudian seekor gorila putih meraung di hadapanku.

BANG BANG BANG BANG BANG BANG BANG BANG BANG.

Dia mulai memukul mukul dadanya dengan lengan tebalnya seperti drum. Abe-senpai kemudian memperkenalkan gorila itu.

“Akan kuperkenalkan dia pada kalian. Dia adalah Christie seorang Yuki-onna dan juga dikenal sebagai yeti (wanita).”

“Christieeeeeee!?”

Aku menjadi begitu terkejut sampai mataku nyaris lepas oleh kenyataan kejam dan nama aneh itu!

Eeeeeeeeh!? Yuki-onna!? Jangan bohong! Dia hanya gorila putih raksasa! Ah, tapi dia memasang pita indah di kepalanya! Tapi ini sesuatu yang tak bisa dimaafkan!

“Persetan! Yuki-onna-sama bukan benda berbulu seperti itu yang memukul sepeti drum dadanya! Apa dia bahkan tahu apa itu drum!? Itu kebiasaan gorila yang hendak menakuti musuhnya! Dan dia memukul seperti drum! Dia hanya gorila! INI, hanya gorila!”

Aku memprotes sembari meneteskan air mata darah. Abe-senpai kemudian marah.

“Jangan bodoh! Christie adalah Yuki-onna hebat! Ibu gadis ini adalah Yuki-onna pemberani yang mengusir semua pemanjat gunung untuk melindungi gunung!”

“Tentu saja mereka akan kabur! Siapapun akan kabur saat melihat benda seperti itu muncul! Bayangkan pertemuan dengan gorila raksasa! Apa menurutmu ada pilihan lain selain melarikan diri!? Bahkan pisang yang sepertinya akan bekerja, tak akan berguna di gunung bersalju dan akan kaku seperti batu! Kalian hanya bisa memakainya untuk memalu paku!”

Lihat, lihat, lihat! Dia memakai tinjunya ke tanah untuk berjalan ke arah kami! Seekor gorila!? Dia adalah gorila dengan nama ilmiah “Gorila Gorila”! Gorila salju telah turun ke pemukiman manusia! Daripada membekukan aku sampai mati, rasanya dia akan memukulku keras keras dengan tubuh raksasanya!

“Uho-uho.”

Dia bahkan berkata uho-uho! Dia memang seekor gorila!

“Ise! Nafas pembeku Yuki-onna itu sangat kuat! Kalau kamu sampai kena, kamu akan berubah menjadi patung es!”

“Buchou!? Eh!? Ini benar benar Yuki-onna!? Yuki-onna yang muncul di buku dan televisi adalah wanita cantik! Pita di kepalanya nampak sangat indah sampai membuatku ingin membunuhnya! Tunggu, apa itu nafas pembeku!? Aku belum pernah dengar istilah semacam itu dalam tenis!?”

“Realita itu lebih aneh dari yang tertulis di buku. Ise, camkan itu baik baik.”

“Tidaaaaaak! Aku tak mau realita seperti itu! Aku tak peduli meski itu hanya impian! Aku menyukai Yuki-onna yang erotiiiiiis! Gorila nafas pembeku hanyalah monster! Dia harus diberi nama “Gorila Pembeku Go-ristie”! Pulang sana! Pulang sana ke gunuuuuuuuung!”

“Christie. Sepertinya dia sangat tertarik pada Yuki-onna, tahu? Kecantikan ternyata adalah kejahatan.”

Abe-senpai baru mengatakan hal berbahaya! Tolong jangan! Aku tak tertarik pada gorila! Jangan katakan hal seperti itu untuk membuat gorila itu menyadariku!

Namun setelah gorila itu memandangku dengan seksama..........

“Uhoho (LOL).”

Dia tertawa dan tersenyum seolah memandang rendah aku!

KESAL!

Kekesalanku tiba tiba meledak!

Sial! Aku mulai menjadi antusias dengan pertandingan ini setelah dibuat kesal! Christie! Bukan! Go-ristie!

“Ise-san, aku akan mendukungmu! Tolong jangan kalah melawan Christie-san!”

“Berjuanglah, Ise-kun. Aku menanti untuk melihat sisi hebatmu!”

Asia dan Akeno-san tengah mendukungku! Uoooooo! Kalau mereka mengatakan itu, maka aku tak bisa mengecewakan mereka! Aku merasa sesuatu terbakar dalam diriku karena kemarahanku pada gorila dan sorak sorai dari para gadis!

“Sial! Kalau sudah begini, maka aku harus melakukannya! Buchou, aku bisa lakukan ini!”

“Bagus, Ise! Itu baru budak iblisku!”

Aku tak percaya diri dalam tenis, namun aku harus melakukannya! Aku tak bisa mundur sekarang! Aku tak bisa menunjukkan sisi tak kerenku pada para gadis! Hasrat mesumku entah kenapa mendorongku maju!

Namun sesuatu muncul dalam pandanganku.

BOOOOON!

Suara getaran keras udara! Goristie tengah mengayunkan sesuatu yang sukar dibayangkan!

“Apa apaan raket gede itu!?”

Raket gede di tangan Goristie! Itu sama saja senjata!

Aku begitu terkejut sampai mataku nyaris lepas lagi namun Abe-senpai menjawab dengan normal.

“Itu raket buatan spesial.”

“Itu jelas jelas senjata! Itu senjata! Itu begitu besar sampai bahkan bisa memusnahkan monster raksasa! Itu bukan raket! Eh!? Apa aku akan dihabisi oleh benda itu!?”

Kalau benda itu sampai mengenaiku, maka tubuhku akan remuk sampai ke organ dalamku!

Dan sekarang pertandingan.........Tidak, death match hendak dimulai.

Buchou memenangkan undian koin dan memilih urutan servis, dan Abe-senpai mendapat hak untuk memilih sisi lapangan mana untuk digunakan.

BOUNCE BOUNCE.

Buchou memantul mantulkan bola di tanah beberapa kali, dan kemudian melemparnya tinggi tinggi. Dia kemudian menghantamnya!

Bola yang dipukul oleh Buchou memantul ke arah lapangan lawan dan Abe-senpai memukulnya balik! Kemudian reli mereka dimulai.

“Uo! Uwah!”

Aku mencoba bereaksi pada bola, namun aku tak bisa mengikuti gerakan kedua veteran itu! baik Buchou dan Abe-senpai bisa melanjutkan pertandingan mereka biarpun partner mereka tak melakukan apa apa!

......H-Hmm. Meskipun aku memulai pertandingan dengan bersemangat, apa aku bahkan dibutuhkan? Saat aku memandang Goristie dia tak bergerak dan sepertinya bosan. Namun dia masih memancarkan tekanan menyeramkan dari tubuhnya.

Apa boleh buat, jadi aku memutuskan memandang kaki dan bloomer Buchou. Aaaaah, paha putih Buchou itu! Ukuran pahanya adalah yang terbaik!

“Christie! Bola melaju ke arahmu!”

Abe-senpai berteriak! Sepertinya bola melaju ke arah Christie selagi pandanganku tercuri oleh paha Buchou. Gorila-salju itu kemudian memasang tatapan tajam! Dia tak terlihat seperti Yuki-onna sama sekali!

“Uho!”

BANG!

Suara eksplosif menggema sepanjang lapangan dan itu bahkan tak terdengar seperti datang dari raket!

Kemudian sesuatu meluncur melewatiku dengan sangat kencang.......

BAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAANG!

Aku mendengar sesuatu yang hancur di belakangku!

.......Saat aku menoleh dengan kikuk.......kawah besar tercipta di belakangku........!

Ooooooooooooi!

Lapangannya hancur!

Aku tahu kalau itu terjadi dengan pukulan Goristie! Tapi bolanya? Dimana bolanya?

“Ise-kun! Awas! Bolanya meledak dengan pukulan itu!”

Kiba mengatakan itu. Seperti yang kuduga dari [Kuda] Kiba! Baik kemampuan fisik dan pandangan matanya bagus!

.......Tidak, tidak. Bolanya meledak katamu? Apa kau serius? Jadi pukulan Goristie tak hanya menghancurkan lapangan tapi juga bolanya!? Aku akan terbunuh! Aku akan mati kalau sampai kena benda itu!

“Kembali ke hutan sana! Gorila sialan!”

Pertandingan berlanjut. Aku juga menyerbu dan entah bagaimana bisa memukul balik bola.

“Itu salah! Kampung halaman Christie adalah Jepang-Alps!”

“Christie itu buatan Jepang!? Apa kamu berkata kalau Jepang-Alps adalah negara asing!?”

Aku mengatakan itu pada Abe-senpai sambil melanjutkan pertandingan. Aku sudah percaya diri sekarang! Saat aku merasakan hal itu, Goristie membuka mulutnya lebar lebar......

BUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUN!

Angin kencang menyembur dari mulut Goristie! Wow, itu dingin sekali! Begitu dingin! Jadi ini nafas pembeku! Dia benar benar monster!

BEKU

Ah, tanganku yang memegang raket membeku!

Pergerakanku menjadi buruk, lawan mulai mendapatkan poin.

“Ohohohoho! Sepertinya itu kemenangan kami!”

Abe-senpai tertawa dengan keras sembari meletakkan tangan di mulutnya.

Ku......Aku tak punya cara mengalahkan monster gorila itu. Aku akan berubah jadi mainan kapten tenis kalau terus begini........I-Itu mungkin bagus, tapi rasanya Buchou akan membenciku setelah itu........belakangan, Buchou menjadi sangat tegas dengan hal hal seperti itu........

Aku tengah kesulitan dalam pertandingan, dan si Ksatria tak berkepala mendekatiku.

“Honda, apa yang kamu lakukan?”

Honda memisahkan armornya di udara, dan menunjuk mereka dengan jempolnya.

“Apa kamu menyuruhku mengenakan armor itu?”

Honda mengacungkan jempolnya dan memberiku tanda bahasa dimana dia berkata “Benar sekali!”

“Kenapa? Kita ini musuh, tahu?”

Honda mengeluarkan benda seperti panel, dan menulis sesuatu dengan pena marker.

[Aku juga marah kalau Yuki-onna itu adalah yeti wanita. Kenakanlah! Mari kita singkirkan dia!]

---!

Aku tak bisa menghentikan benda yang mengalir dari mataku! Hondaaaaaaaa! Benar sekali! Saat kami diperkenalkan pada harpy dan Lamia, kami juga akan berpikir kalau Yuki-onna juga gadis yang cantik!? Yeah, aku paham perasaanmu Honda! Monster seperti itu tak boleh dibiarkan ada!

“Honda! Kamu dan aku hanyalah Iblis tenis pemula dan ksatria maskot tak berkepala! Tapi!”

[Ya, kalau kita menggabungkan kekuatan kita maka kita akan punya peluang meraih kemenangan.]

Honda menulis apa yang kurasakan pada panel!

“Ya! Kalau itu kita, maka kita bisa melakukannya!”

Aku mengenakan Honda, dan berdiri di medan tempur lagi! Sial, panas sekali disini! Mungkin karena musim panas, jadi panasnya seperti neraka! Tapi aku bisa menanggulangi ini dengan semangatku!

“Buchou, aku masih punya kepalaku! Tak ada yang harus kita takuti saat kita memiliki ‘kepala’!”

“Y-Ya, kamu benar..........”

Buchou tertekan mundur oleh tekanan yang aku pancarkan.

“Ksatria-Naga dengan kepala! Nampak membara oleh semangat!”

“Itu baru Ise-senpai! Dia benar benar melakukan hal tak terduga dengan mengenakan armor Dullahan!”

“.......Kelihatan keren tapi juga tidak keren.”

Xenovia dan Gasper nampak terpana melihat penampilanku, dan Koneko-chan sedang memiringkan kepalanya.

“Mari ajari gorila itu betapa kuatnya kekuatan Dullahan dengan kepala tumbuh dari kepalanya!”

Hari itu, kami menjadi “satu” dan berlari sepanjang medan tempur bersama............


Bagian 5[edit]

“Kami kalah. Apa boleh buat, aku akan ikut serta dalam wawancaramu.”

Abe-senpai mengatakan itu dengan wajah lesu.

Kami menang! Kekuatanku saat mengenakan Dullahan lebih dari yang kami bayangkan ditambah besarnya kemarahan yang kami miliki pada gorila itu!

“.......Honda, tak bisa dilepas.”

Aku tak bisa melepas armor. Tanganku bergerak sendiri dan menulis sesuatu di panel.

[Maaf. Karena kutukan dari mengenakan aku, untuk sementara aku tak bisa dilepas.]

“Itu sinting! Kau pasti bercanda! Apa kau armor terkutuk atau apa!? Beritahu itu padaku tadi!”

Aku berteriak dan Abe-senpai berkata padaku.

“Itu akan jadi masalah. Karena persetujuan untuk menjadi maskot, kami menginginkan Honda-kun tetap berada di klub tenis sampai kepala Dullahan sembuh.”

“Jadi apa yang harus kulakukan!?”

“Kalau begitu, bagaimana kalau kita buat Hyodou-kun bekerja dalam kondisi itu. Apa itu tak apa apa, Rias-san?”

“Ya, aku tak keberatan kalau itu untuk membantu klub tenis. Dalam kondisi itu, Kiyome-san tak akan bisa melakukan apa apa pada Ise jadi aku bisa merasa aman.”

Buchou mengangguk pada saran Abe-senpai. Buchou! Kamu sungguh kejam!

“Uho......”

Mataku berair dan si gorila es tengah menatapku dengan mata membara. Eh.......Reaksi macam apa itu!?

“Sepertinya Christie jatuh hati pada Hyodou-kun dalam armor sepanjang pertandingan tadi.”

Abe-senpai mengatakan sesuatu yang mustahil! Uoooooo! Itu absurd! Jadi maksudmu kekuatan kita akan membawa kemenangan bersama kita beserta dengan sebuah tragedi!?

High school dxd v8 131.jpg

“Uhoho!”

Goristie mendekatiku dengan mata berbentuk hati! Aku merasakan bahaya jadi aku berlari! Honda nampaknya merasakan hal yang sama denganku, jadi kami berlari sangat kencang!

Namun Goristie mendekati kami dengan kecepatan mengerikan dengan berjalan merangkak! Sialan! Kenapa kau bisa secepat itu, Gorila es sialaaaan!

“Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak! Aku tak mau ada gorila jatuh cinta padakuuuuuuuuuuuuuu!”

Seperti ini, aku menjadi maskot klub tenis untuk beberapa saat, dan bekerja bersama Goristie. Itu adalah neraka hidup karena tatapan Goristie terasa panas dan berada di dalam Honda juga panas! Sepanjang waktu itu, Buchou menyelesaikan laporannya dengan aman. Syukurlah.

Meski bagiku, itu adalah musim panas terburuk yang pernah kualami dalam hidupku............