High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 3 Life 1

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Life.1: Klub Penelitian Ilmu Gaib Memanas![edit]

Bagian 1[edit]

[BANG!]

Suara logam bertumbukan terdengar menggema sepanjang langit biru.

“Oke, biar kuambil yang satu ini.”

Aku dengan sukses menangkap bola kasti yang membubung dengan tangan bersarungku.

“Tangkapan bagus, Ise.”

Buchou tersenyum sambil mengacungkan jempolnya. Kami,Klub Penelitian Ilmu Gaib, tengah berlatih bola kasti di halaman belakang Gedung Sekolah Lama dimana tak ada rumput yang tumbuh. Bukan, ini bukan Pekerjaan Iblis.

“Minggu depan adalah ‘Turnamen Bola’ Akademi Kuou. Itu adalah pertarungan antar klub dan kita tak boleh kalah.”

Ujar Buchou dengan suara tegas. Ya, salah satu event terbesar sekolah. ’Turnamen Bola’, sudah dekat. Singkatnya, itu adalah event dimana kami memainkan Olahraga Bola, seperti Bola Kasti, Bola Sepak, Basket, dan Tennis. Pertandingan ini termasuk kontes antar kelas, antar gender,dan sudah jelas, ada juga antar Klub. Entah kamu tergabung dalam Klub atau tidak, itu adalah kontes Klub; Alaminya, Klub Penelitian Ilmu Gaib juga termasuk di dalamnya. Yang akan dimainkan antar Klub akan diumumkan pada hari H-nya. Meski jumlah anggota klub berbeda, pengaturannya sudah dibuat adil,setidaknya dari segi jumlah. Menurut pengumuman OSIS, beberapa Olahraga mungkin memerlukan lebih banyak pemain, jadi kami harus memastikan memiliki pemain cadangan. Dan hasilnya, kami memainkan Olahraga yang mungkin akan diselenggarakan. Hari ini kebetulan Bola Kasti. Memang, meski aku tak benci berlarian untuk senang senang, bagi orang sepertiku yang berlatih keras di pagi hari, staminaku habis sepanjang hari. Latihan pagi hari, Pelajaran di Sekolah, dan Pekerjaan Iblis di malam hari......jujur saja, takkan mengejutkan kalau aku akan tewas......menjadi Iblis adalah satu satunya alasan aku masih hidup sampai hari ini.

“Latihan memukul sudah beres sekarang. Kalau Bola Kasti, maka Koneko akan jadi pemukul keempat.”

“.......Paham.”

Memang alami bagi si gadis bertenaga raksasa, Koneko-chan, menjadi pemukul keempat. Tak perlu protes tentang itu. Bahkan kalau kami mengadakan voting, Koneko-chan akan menang.

“Sekarang! Kita akan mempelajari Knock[1]! Baiklah semuanya! Kenakan sarung tangan kalian dan menyebar!”

Buchou sangat bersemangat. Dia begitu enerjik dan bergairah sampai dia kelihatan seperti terbakar.

“Ufufufu. Buchou suka dengan hal seperti ini.”

Ujar Akeno-san sambil tertawa kecil.

“Kupikir aku paham. ’Onee-sama’ku benci kekalahan.”

“Ya, itu benar. Tentu saja, tak mungkin kita kalah kecuali kalau kita membuat kesalahan.”

Aku setuju. Sebagai Iblis yang pada dasarnya lebih kuat dari manusia, di hari Olahraga kami harus menahan diri. Alaminya, kami tak akan mendapat kesulitan. Disamping itu, kami harus mempelajari aturan dan fitur Bola Kasti. Itulah alasan Buchou menyuruh kami semua latihan.

“Meski otakmu sudah paham, tubuhmu juga harus.”

Ujar Buchou. Semangatnya sangat tinggi. Itulah Buchou kami, secara teori dan praktek. Tak peduli keunggulan fisik kami, hal itu perlu karena kami tak mengetahui apa yang akan terjadi.

“Ini, Asia! Terimalah!”

[KLANG!]

Buchou memukul bola ke arah Asia.

“Haaan! Auuu-auuuu-auuuu........ahh!”

Bola itu lewat sepanjang celah kaki Asia. Tak perlu dikatakan, keahlian Olahraga Asia dibawah rata rata. Kadang kadang, dia bahkan terpeleset tanpa sandungan apa apa.

“Asia! Kalau kamu gagal menangkapnya, kejarlah bola itu!”

“Y-Ya!”

Sejak insiden Raiser, Buchou mulai menaruh perhatian besar pada pertandingan. Dia sepertinya sangat menyesali kekalahannya pada Raiser. Namun, sudah jelas kalau kami kalah unggul. Tapi fakta kalau kami kalah sudah merusak harga diri Buchou.......dia sudah mengatakan kalau dia ingin menang.........kalau saja aku lebih berguna waktu itu.......

“Selanjutnya Yuuto! Ini!”

[KLANG!]

Buchou memukul bola ke arah Kiba. Ini harusnya gampang buat Kiba, dia adalah pelari tercepat di kelompok kami. Dia memang serba bisa—setidaknya itulah yang kupikirkan.....

“.....”

[BUAKK!]

Kiba hanya berdiri di sana seperti orang idiot dan terkena bola. Hei hei hei!

“Kiba! Jangan Cuma berdiri saja!”

Aku meneriaki Kiba. Dia kemudian melihat ke arahku dengan ekspresi kebingungan.

“.......Aah, maaf. Aku kurang memperhatikan.”

Kiba memungut bola dan melemparnya kembali ke Buchou. Buchou menangkap bola sambil mendesah.

“Yuuto, ada apa denganmu? Akhir akhir ini sikapmu aneh. Tak seperti kamu yang biasanya.”

“Maaf.”

Kiba meminta maaf dengan tulus. Buchou benar. Pria ini akhir akhir ini terus berpikir serius. Bahkan sepanjang diskusi Klub Penelitian Ilmu Gaib, pandangan matanya mengarah entah kemana dan tak fokus. Aku juga dengar kalau hal itu menjadi topik panas di ruang kelas, ’Sang Pangeran tengah Berpikir serius’. Para gadis menjadi khawatir dan senang melihat ekspresinya. Mati sana, orang tampan!—itulah yang biasanya kupikirkan......tapi kupikir sikapnya memang aneh belakangan ini. Pria ini selalu tersenyum sampai aku merasa ada yang aneh dengannya.......kalau intuisiku benar, dia mulai bersikap aneh setelah kami mengadakan ‘Aktivitas Klub’ itu di rumahku. Apa soal foto itu? Dalam pertarungan Raiser, suaranya berisi kebencian ketika dia berbicara pada [Kuda] musuh. Mungkin, Kiba menjadi seperti ini karena ‘Pedang Suci’. Tapi itu ya itu; sekarang ini kami harus bekerja keras untuk ‘Turnamen Bola’.

“Hmmmmm......”

Ooh, Buchou membaca manual Bola Kasti. Buchou cenderung membaca saat ada sesuatu. Dia cukup kutu buku juga. Di rumah dia juga suka membaca buku buku rumit.

“Ara ara, ngomong ngomong, Ise-kun, apa kamu tahu?”

Tanya Akeno-san.

“Tahu apa?”

“Akhir akhir ini, Buchou mulai membaca buku petunjuk cinta.”

“......Petunjuk cinta!?”

A-Aku cukup kaget.......sampai Buchou membaca buku petunjuk cinta........apa ini artinya dia menemukan orang yang dia sukai?.......Buchouku.......disentuh oleh laki laki lain.......tidaaaaaak! aku tak ingin memikirkan hal itu! Saat aku menaruh tanganku di kepalaku dalam shock, Akeno-san mulai tertawa.

“Ufufufu, Ise-kun, kamu tak perlu mengkhawatirkan hal itu. Takkan apa apa. Mustahil Buchou memiliki kekasih selagi kamu tidak ada.”

“A-Apa iya? Aku akan percaya padamu. Ahh, kalau Buchou dapat kekasih maka aku akan mati......”

“Kalau Buchou mendengarnya, dia pasti akan sangat shock. Ufufufu, ini pertamakali baginya. Sepertinya kamu akan sibuk, Ise-kun.”

“?”

Sambil tak memahami apa yang Akeno-san ingin katakan, tak masalah bagiku selama Buchou tak jatuh cinta dengan laki laki lain.

“Oke, kita lanjutkan!”

Buchou mengayunkan pemukulnya sekali, dan latihan dilanjutkan kembali.

Bagian 2[edit]

Istirahat siang, esok hari.

“Turnamen Bola” semakin dekat. Hari ini mungkin kami harus berlatih keras juga. Kami diberitahu untuk datang ke ruang Klub setelah istirahat siang. Mungkin, ini akan jadi pertemuan terakhir kami, Buchou sungguh serius.

“Ke Ruang Klub hari ini juga?” Tanya Matsuda sambil mengunyah roti rasa karenya.

“Iya, latihan untuk turnamen.”

“Hah......Klub Penelitian Ilmu Gaib berlatih memainkan bola. Tapi......semua orang di Klubmu jago Olahraga kan?”

“Iya.”

Bagaimanapun juga kami adalah Iblis. Dibandingkan manusia,kami lebih kuat.

“Ise.Kamu harus hati hati. Ada rumor buruk tentangmu.” Ujar Motohama sambil membetulkan kacamatanya.

“Ap.....apa yang kamu bicarakan?”

“Si Hewan Buas Ise, bermain main dengan Bishojo. Dia bermain main dengan Rias-senpai dan Himejima-senpai. Dia memaksa mereka melakukan tindakan seksual dan jahat melawan kehendak mereka. ’Fufufu, sang Ojou-sama terhormat tengah membuat wajah genit untukku! Dasar babi!’ kemudian kamu melecehkan mereka dengan ucapan dan kekerasan.”

“Heeeeeeeeei! Apa apaan itu!?”

Aku berteriak karena rumor sinting itu. Tentu saja! Apa apaan itu!?

“Ada lagi. Si hewan buas akhirnya mengarahkan taring liarnya pada sang maskot sekolah, Koneko-chan,yang memiliki tubuh loli. Kemudian ia melakukan hubungan seksual yang bisa mematahkan tubuhnya dengan mudah. Ia memangsa tubuhnya yang belum tumbuh. ’Senpai.......tolong hentikan.....’ Namun ucapannya sia sia bagi si Hewan Buas. Hasrat seksualnya kemudian mencapai sang Malaikat yang baru pindah ke sekolah kita; dia menyerang Asia-chan di hari pertamanya. ’Aku akan mengajarimu tentang budaya Jepang dengan pelajaran sepulang sekolah istimewaku. ’ Ia membuat sang Malaikat jatuh ke jurang terdalam.......kamu membawanya ke rumahmu. Neraka tanpa akhir terus berlangsung di ruangan kecilmu. Perburuan Bishojo sang Sadis Ise takkan berakhir......Yaa, anggap saja seperti itu.

“......Apa kamu serius? Jadi semua orang memandangku seperti itu?”

Aku melempar pandanganku ke penjuru kelas. Aku mungkin salah namun aku merasa seolah semua orang memandangku layaknya Hewan bernafsu tinggi.......Ugh! itu hanya imajinasiku! Aku hanya berimajinasi! Sialan! Siapa yang menyebarkan rumor tentangku!?

“Sebenarnya, kami yang menyebar rumor itu.”

“Iya.”

Motohama dan Matsuda mengaku tanpa rasa bersalah. Itu pasti bohong kan!? Orang orang ini adalah temanku!

[BUAKK!][BUGHH!]

Aku memukul mereka tanpa kata kata! Tentu saja! Biang keladi sialan ini!

“Itu sakit, dasar sadis!”

“Ya, jangan melampiaskannya pada kami, hewan buas!”

“Jangan main main denganku! Menyebarka rumor tentangku!? Kalian! Apa kalian ingin mati, yang benar saja!?”

“Hm......kami akan gila oleh kecemburuan kalau kami tak melakukan hal seperti itu.”

“Hahaha! Lebih tepatnya kepala kami sudah dibuat menggila!”

“Menyesallah sedikit! Apa kalian mau menghancurkan kehidupan sekolahku!?”

“Ngomong ngomong, ada juga rumor tentang kamu dan Kiba menjadi pasangan gay.”

“Hasrat seksual si Hewan Buas akhirnya mencapai sang Pangeran Sekolah! Kami menyebarkan itu juga.”

“Dan itu sangat populer di kalangan wanita.”

“Kyaaa! Siapa yang berada di atas dan siapa yang memasukkannya?”

“Mati sana! Pokoknya mati sana!”

Mereka teman terburuk yang pernah ada! Sial! Kalau aku tak lama mengenal mereka, aku akan menghajar mereka habis habisan! Mereka berdua memang sial! Hah......

Setelah makan siang yang menyenangkan dengan teman temanku, aku harus pergi ke ruang klub. Aku pergi setelah menaruh kotak makan siangku di tas. Dimana Asia? Oh,dia sedang makan siang dengan gadis lain di sudut kelas. Aku senang dia sudah kerasan. Dia pernah bilang kalau dia sudah dapat teman.

“Maaf Matsuda dan Motohama, aku harus pergi ke Ruang Klub sekarang.”

“Oh,kamu bekerja keras. Baguslah kalau begitu.”

“Apa kamu menyukai Olahraga?”

“Apa boleh buat. Itu perintah Buchou. Dan karena sudah berlatih, aku pasti akan memenangkannya.”

“Enerjik juga. Belakangan ini kamu hanya bersemangat dengan hal hal porno.”

“Kamu benar benar berubah. Apa kamu salah makan? Apa hidupmu benar benar berubah saat melihat payudara betulan?”

“Memang, berapa kalipun kalian melihat payudara betulan, terasa sangat menyenangkan.”

“Mati sana!”

“Mati sana!”

Hmph! Bencilah aku sepuas puas kalian! Selagi kalian terus menggosipkan aku, aku akan bisa melihat payudara Buchou! Tapi......apa aku memang berubah? Sungguh? Memang.......aku memang berubah menjadi Iblis.

“Hei Asia, selesai makan siang?”

“Asia, kekasihmu memanggil tuh.”

Si gadis berkacamata yang duduk di dekat Asia, Kiryuu Aika, mengatakan itu dengan wajah cabul.

“K-K-K-Kekasih!?”

Gelagapan. Aku belum pernah melihatnya seperti ini sebelumnya. Memang, gadis manapun akan gelagapan kalau seseorang menyebut teman laki laki terdekatnya sebagai ‘kekasih’.

“Eh? Apa aku salah? Tapi kalian berdua selalu bersama, jadi kukira kalian berdua berpacaran.”

“I-I-Itu, auu.......”

Wajah Asia menjadi memerah padam. Kalau kamu mengatakan hal seperti itu di ruang kelas, semua orang akan melihat ke arahmu.......dan aku akan merasa malu!

“Hmmm,apa iya? Kalian terlihat seperti pasangan kekasih. Kalian selalu bersama dan rukun sekali,agak mirip kombinasi. Kalian juga tinggal bersama atas izin Orangtuamu kan? Pria muda dan gadis yang tinggal seatap.Itu akan.......mufufufu. Ngomong ngomong,aku yang memintanya melakukan ‘mandi bersama’! Jadi!? Apa kamu menikmatinya!?”

“Jadi kamu ya! Apa maksudmu kombinasi!? Jangan bicara seolah kami robot yang bisa berkombinasi! Itu tidak sopan! Memang.......aku ingin melakukan hal seperti itu, tapi aku tak bisa melakukannya pada Asia!”

Itu benar! Akulah orang yang harus melindungi Asia! Jadi aku tak boleh melakukan hal seperti itu!

“Hmm. Itu aneh.Asia su......Mugah!”

Asia menutup mulut Kiryuu dengan kedua tangannya.

“Aaaaah! Tolong hentikan itu,Kiryuu-san!”

Asia...? aku belum pernah melihat wajahnya semerah ini......matanya juga berair. Apa Kiryuu memegang rahasia yang Asia tak ingin kuketahui? Hmmm.........itu mungkin obrolan wanita jadi sulit bagiku untuk ikut campur.

“Yang pasti, Asia. Kita disuruh pergi ke ruang Klub jadi ayo pergi.”

“Oke!”

Asia masih belum tenang. Memang, mendiskusikan hal semacam itu terlalu menstimulasi baginya melihat bagaimana cara dia dibesarkan. Bahkan aku akan merasa malu kalau disebut sebagai kekasihnya.........Tapi,kalau Asia memang kekasihku,maka hidupku akan bahagia. Namun,saat ini, aku punya perasaan kuat untuk melindungi Asia. Aku tak bisa melanjutkan hidupku tanpa Asia lagi. Senyum Asia sudah menjadi bagian hidupku. Berpikir tentang hidup bahagia, kami sampai ke ruang Klub.


Bagian 3[edit]

Tak lama setelah sampai ke ruangan, semua orang sudah hadir........dan beberapa yang bukan anggota Klub.

“.....!” aku terkejut oleh orang di kursi tamu.

“Seito-Kaichou[2]......”

Itu benar; di kursi tamu adalah Seito-Kaichou dari Akademi Kuou. Presiden sangat cantik dan langsing dengan atmosfir dingin dan tegas di sekelilingnya. Meski dia sangat cantik sampai tak kelihatan seperti Orang Jepang ,namanya adalah Shitori Souna, siswa kelas 3. Popularitasnya peringkat ketiga di sekolah. Alaminya Buchou dan Akeno-san di peringkat pertama dan kedua. Juga, atmosfir menyeramkannya membuat orang menjaga jarak darinya. Atmosfir itu sendiri disebabkan oleh tatapan hebat dan mata tegasnya. Dia lebih populer diantara siswa perempuan ketimbang siswa laki laki, mungkin melebihi Buchou dan Akeno-san dalam hal ini.

Melihat lebih seksama, ada satu anggota OSIS yang tengah bersamanya.

“Oh, jadi kamu tak menyebutkan kami pada Hyodou, Rias-senpai? Aneh kalau tak menyadari, kalau kita sama sama Iblis.”

Bukankah pria itu yang akhir akhir ini masuk sebagai sekretaris OSIS?

Presiden menjawab dengan tenang pada pria sekretaris itu,

“Saji, apa boleh buat karena kita jarang saling melakukan kontak secara normal. Juga, belum lama sejak dia menjadi Iblis. Jadi reaksi Hyodou-kun itu sudah lumrah.”

A-Apa!? Dari caranya menjelaskan, apa anggota OSIS juga......? selain Klub Penelitian Ilmu Gaib, masih ada Iblis yang lain? Akeno-san kemudian menjelaskannya padaku,

“Sang Presiden, Shitori Souna-sama, nama aslinya adalah Sona Sitri. Dia adalah Iblis kelas tinggi, dan pewaris selanjutnya dari keluarga Sitri.”

I-Iblis kelas tinggi!? Dan keluarga Sitri!? Aku tak yakin apa itu, namun aku tahu kalau itu adalah Keluarga penting seperti Gremory dan Phenex! Wha........aku dibuat membisu. Cukup mengejutkan untuk mendapati kalau ada Iblis lain di sekolah ini!

Akeno-san menjelaskan lebih jauh.

“Keluarga Sitri adalah satu dari 72 pilar yang bertahan dari Peperangan Besar, seperti Keluarga Gremory dan Phenex. Sekolah ini dikendalikan oleh Keluarga Gremory, namun sepanjang pagi menjadi urusan OSIS.........dengan kata lain, keluarga Sitri. Waktu kepengurusan berganti antara pagi dan malam.”

Begitukah.......jadi para anggota OSIS adalah........

Si Pria sekretaris kemudian mulai berbicara.

“Kalian bisa merasakan kehidupan sekolah yang damai karena Presiden dan para budak Sitri bekerja sepanjang pagi. Takkan rugi untuk mengingatnya, tahu? Ngomong ngomong, namaku adalah Saji Genshirou. Siswa kelas 2 dan ‘Pion’ dari presiden.”

“Ooh, kita berdua di angkatan yang sama dan sama sama ‘Pion’.”

Sungguh pertemuan tak terduga! Aku merasa sedikit senang karena ada ‘Pion’ lain yang satu angkatan denganku! Si pria sekretaris, Saji, membuat reaksi tidak senang dan mendesah.

“Sebenarnya........kamu merusak harga diriku. Sampai kamu........satu dari trio mesum adalah Pion sepertiku......”

“A-Apa katamu!?”

Si brengsek ini! Tepat ketika aku berpikir kalau kita bisa saling mengenal!

“Oh! Kamu mau melawanku? Meski aku terlihat begini, aku adalah Pion yang sudah mengkonsumsi 4 bidak Pion. Bahkan meski aku baru tereinkarnasi, aku takkan kalah pada orang seperti Hyodou.”

Saji memprovokasiku namun Presiden memelototinya dengan tajam.

“Saji, hentikan itu!”

“Ta-Tapi Presiden!”

“Alasan kita datang kesini adalah memperkenalkan budak baru kami.......karena kami sesama Iblis kelas tinggi yang menggunakan sekolah ini sebagai markas. Dengan kata lain, ini adalah pertemuan untuk mengenalkanmu pada budak Rias,Hyodou-kun dan Asia-san. Kalau kamu budakku, maka jangan permalukan aku, apalagi.........”

Presiden menatap ke arahku.

“Saji, kamu takkan bisa menang melawan Hyodou-kun saat ini. Dialah orang yang mengalahkan putra ketiga Phenex. Mengkonsumsi 8 bidak Pion bukan hanya untuk tontonan.”

“8 bidak!? Tunggu, jadi dia orang yang sudah mengalahkan Phoenix!? Sampai dia mengalahkan Raiser........kupikir Kiba atau Himejima-senpai yang sudah menyelamatkan Rias-senpai........”

Tunggu, apa? Apa yang mereka sedang bicarakan? Juga, bisakah kamu menatapku dengan mata aneh itu? Aku bukan binatang di pertunjukan kebun binatang.

Presiden membungkukkan kepalanya tanda meminta maaf.

“Maaf, Hyodou Issei-kun, Asia Argento-san. Budakku belum mengalami pertarungan sebanyak kalian berdua, jadi mohon maafkan sikapnya. Kalau tak apa apa,bisakah kalian rukun dengannya?”

Ujar Kaichou pada kami dengan tersenyum. Kupikir kamu akan menganggapnya senyum dingin. Aku tak merasakan hawa permusuhan dari senyumnya jadi dia mungkin tipe orang yang tersenyum seperti ini.

“Saji.”

“Eh? Y-Ya! Mohon kerjasamanya.......”

Saji membungkukkan kepalanya dengan ragu ragu. Dia sepertinya tidak puas.

“Ya.Mohon kerjasamanya juga.”

Asia membalas balik dengan senyuman lebar, sungguh anak yang baik.

“Kalau Asia-chan, maka aku pasti akan senang!” Saji menggenggam tangan Asia dengan sikap berbeda dengan tadi.

Si......si brengsek ini! Aku melepas tangan Saji dari Asia, dan menggenggam tangannya dengan cengkeraman kuat.

“Hahaha! Saji-kun! Mohon kerjasamanya juga! Juga,aku akan benar benar membunuhmu kalau kamu berani menyentuh Asia. Oke, Saji-kun!?”

Ujarku dengan senyuman palsu. Dia kemudian menjawab dengan senyuman dan memegang tanganku dengan lebih kuat.

“Ya! Ya! Mohon kerjasamanya Hyodou-kun! Memiliki Bishojo pirang buatmu sendiri! Kau benar benar sadis-kun! Waw, kuharap ada hukuman dewa datang padamu! Kuharap badai halilintar menghajarmu saat pulang nanti!”

Kami membuat komentar negatif terhadap satu sama lain. Ini pasti kelihatan aneh. Tapi aku tak bisa memaafkan pria ini! Dia berbeda dari Kiba tapi aku tak tahan dengan orang sepertinya! Aku benar benar ingin menghajarnya! Takkan kubiarkan dia hidup kalau berani menyentuh Asia!

“Pasti sulit.”

“Sama juga denganmu.”

Buchou dan Presiden mendesah sembari melihat kami.

“Cih.Anggota OSIS jauh lebih kuat dibanding anggota klubmu.” Ujarnya sambil melepaskan tanganku.

Begitulah anggota OSIS dalam keluarga Presiden sebagai budak........

Kaichou meneguk teh hijaunya dan berbicara dalam suara kecil.

“Aku menyukai sekolah ini. Kupikir pekerjaan OSIS sangatlah penting. Karena itu aku takkan memaafkan siapapun yang merusak kehidupan damai di sekolah ini. Entah mereka manusia atau Iblis. Ini berlaku untuk kalian semua, termasuk Rias.”

Aku segera paham kalau kata kata itu diarahkan pada para Iblis baru: aku, Asia, dan Saji. Dengan kata lain, dia takkan mengampuni siapapun yang mengacau di sekolah ini. Orang ini sangat mencintai Akademi Kuou. Tak mengherankan kalau dia menjadi Presiden.

“Kupikir perkenalanku ini sudah cukup bagi para orang orang baru. Kami mohon pamit. Ada dokumen yang harus kuselesaikan sepanjang istirahat siang.”

Presiden bangkit dan mulai pergi.

“Presiden........bukan, Souna Sitri......sama. Mohon kerjasamanya.”

“Y-Ya! Mohon kerjasamanya juga!”

Asia dan aku membungkuk mengucap salam pada Presiden.

Kami menyapanya sebagai Iblis baru. Dia adalah Iblis kelas tinggi dan kenalan Buchou. Biarpun budaknya seperti “itu”, ini adalah hal yang jelas harus dilakukan sebagai budak keluarga Gremory.

“Ya, mohon kerjasamanya juga.” Kaichou membalas dan tersenyum pada kami. Kaichou berujar pada Buchou sebelum meninggalkan ruangan, ”Rias, aku akan menantikan ‘Turnamen Bola’ itu.”

“Ya, aku juga sama.”

Buchou tersenyum balik dan Presiden meninggalkan ruang. Oh, aku sadar kalau mereka berdua dekat. Dia mungkin sudah membantu kami dalam perseteruan diantara dua keluarga lama.....tapi.....tak segampang itu memahami masalah para Iblis bangsawan. Atau mungkin dia percaya kalau Buchou bisa menyelesaikan masalahnya sendiri?

“Ise, Asia, rukunlah dengan Saji-kun. Kalian akan menemui anggota OSIS yang lain, tapi jangan bertengkar dengan mereka. Kita semua sama sama menikmati kehidupan sekolah, oke?” Ujarnya dengan tersenyum lebar.

“Baik!”

Kalau dia mengatakan itu, maka akan kudengarkan tanpa komplain! Aku takkan bertengkar.......meski pria itu sangat menyebalkan!

Di sisi lain..........sampai ada Iblis yang lain di sekolah ini.......ternyata ada lebih banyak rahasia di sekolah ini dari bayanganku.


Bagian 4[edit]

[BANG!][BANG!]

Suara tembakan menandai dimulainya Turnamen Bola. Menurut ramalan cuaca, sore hari nanti akan hujan. Mohon jangan hujan sampai turnamen ini selesai!

“Tsukamoto-kun dari ‘Klub Penelitian Manga’, Hashioka-sensei tengah memanggilmu. Mohon datang ke ruang Guru segera.”

Sistem interkom terus membuat pengumuman tanpa ada habisnya. Anggota klub kami sudah berganti dengan seragam Olahraga dan dengan sabar menunggu di satu tempat. Pertandingan antar Klub berada di akhir Turnamen. Pertama, akan ada Pertandingan antar kelas. Aku ingat kalau kelasku akan ikut serta dalam Bola Kasti. Asia dan aku juga harus ikut serta. Latihan yang klub kami lakukan sepulang sekolah tidaklah sia sia.

Selanjutnya adalah pertandingan terpisah untuk pria dan wanita. Dan akhirnya, di siang hari akan diadakan Pertandingan antar-klub. Aku tengah melakukan pemanasan ringan, Asia tengah melakukan peregangan dengan bantuan Akeno-san,Koneko-chan tengah duduk diatas tikar plastik sambil membaca buku petunjuk, dan Kiba.......masih memikirkan sesuatu. Dia tampak melamun sambil menatap langit. Buchou sendiri pergi untuk mengecek Olahraga untuk pertandingan antar-klub. Oh, dia sudah kembali. Dia tersenyum lebar.

“Fufufu, kita sudah memenangkan pertandingan ini.”

“Buchou, Olahraga apa?”

“Bola Hindar!”

Entah kenapa aku mendapat firasat buruk.


Bagian 5[edit]

“Buchou! Kamu pasti bisa!” aku menyorakinya dari tribun lapangan tenis.

Kurasa aku mau menangis.Buchou dalam seragam tenis! Rok-mininya menampakkan paha yang sangat menakjubkan! Buchou tengah mewakili kelas seniornya melawan kelas senior lain.

[TOK!]

Buchou tengah mempermainkan lawannya dengan gerakan lembutnya, namun lawannya juga cukup bagus!

“Kaichou-samaaaaaa! Kyaaaaa!”

Para gadis berteriak dengan suara girang. Ya, lawan Buchou tiada lain adalah Presiden OSIS, Shitori Souna-senpai.

“Ufufufu, sungguh hebat kita bisa menonton pertandingan antar Iblis kelas tinggi di tempat seperti ini.”

Akeno-san juga senang menontonnya di sampingku. Seperti yang dia katakan. Aku tak pernah mengira kalau akan ada pertandingan antar Iblis kelas tinggi disini. Dan mereka berdua tak menahan diri. Mereka serius dalam memukul bola dengan raket mereka.

“Aku datang, Sona!”

“Ya,lakukanlah, Rias!”

Mereka berdua saling bertukar kata seperti itu, dan mereka berdua sangat antusias. Terlihat seperti manga komedi-olahraga! Bahkan aku merasa terbakar hanya dengan melihat mereka!

“Kaichouuuuuuuu! Mohon menangkanlaaaaaaaaah!”

Ah, Saji juga menyoraki di tribun berlawanan dariku. Dia bahkan mengayunkan bendera yang tertuliskan “OSIS” padanya. Wow, dia nampak sangat bersemangat!

“Rasakan ini! Bola putar gaya Shitori!”

Bola yang Kaichou pukul menyerbu langsung ke arah Buchou.

“Jangan naif! Rasakan ini serangan balasan Gremory!”

Buchou mencoba memukulnya balik dengan raketnya, namun bola mengubah arahnya dan jatuh! Uoooo! Apa bola itu diperkuat sihir!?

“15-30.”

“Tidaaaaaaak, itu poin Kaichou!”

“Kerja yang bagus Souna. Itulah yang kuharapkan dari rivalku.”

“Ufufu. Rias, kamu belum lupa kalau yang kalah harus membayar udon dengan seluruh toppingnya di Kobashiya,bukan?”

“Tentu saja belum. Akan memalukan kalau kamu mencicipi itu sebelum aku. Karena itulah aku pasti menang! Apa kamu tahu kalau aku punya 108 gaya Bola sihir!?”

“Kuterima tantangan itu! Aku akan memukul balik semua bola yang masuk dalam ‘Zona Shitori’ku.”

Aku tak paham kenapa mata mereka membara.......Tapi Tuan Putri, kenapa hal yang kalian pertaruhkan sangat..........biasa? mungkin itu menjadi selera Buchou dan Kaichou. Mungkin karena mereka sudah lama tinggal di dunia manusia mereka mulai bersikap seperti manusia dan mengadaptasi tradisi mereka.


Pada akhirnya pertandingan antara Buchou dan Kaichou berlangsung begitu lama sampai raket mereka hancur dan mereka berdua menjadi juara pertama. Memang, tentu saja, raket normal akan patah kalau kalian melakukan duel habis habisan seperti itu.

Dan Turnamen berpindah ke Pertandingan antar-Klub........


Bagian 6[edit]

“Bloo........Bloomer.....”

Aku sangat terkejut setelah melihat apa yang Asia kenakan. Itu bukan seragam Olahraga sekolah namun Bloomer! Sebelum awal pertandingan antar klub,Asia mendadak lenyap,dan kemudian dia kembali sambil mengenakan Bloomer.Oooo.......kakinya yang putih........pahanya! Astaga! Dia punya kaki yang bagus seperti biasa! Asia tampak malu malu dengan wajahnya tersipu merah.

“.........Ummm........kudengar dari Kiryuu-san. Kalau seragam yang cocok untuk Bola Hindar adalah Bloomer.......Da.......dan, juga Ise-san akan senang kalau aku mengenakan ini........”

Ki........Kiryuuuuuu! cewek sialan itu! Kenapa dia bisa bisanya mengajari Asiaku yang imut hal menakjubkan.......bukan, maksudku hal memalukan ini! Sial! Kiryuu,juga dikenal sebagai “Biang-Keladi”, tindakannya sungguh mengguncang hatiku!

“Kamu tak menyukainya?”

Asia bertanya padaku dengan suara malu malu sambil melihatku!...........aku merasa ada sesuatu yang terbakar dalam diriku.

“Tidak, tidak. Itu sangat hebat, Asia. Terima kasih banyak. Terima kasih banyak!”

Aku menggenggam tangan Asia dan terus berterima kasih padanya. Tapi Asia sendiri tak paham apa yang sedang terjadi.

“Tingkatkan semangatnya, kalian berdua.”

Buchou masih enerjik bahkan setelah tennis menegangkan itu. Tapi,aku sendiri juga bersemangat!

“Osu! Aku bersemangat dengan melihat Bloomer Asia! Karena itulah, aku tak akan kalah!”

“Balasan bagus,Ise! Aku akan memberimu hadiah kalau kamu bekerja keras!”

.......! Ap..........Apa! Apa kamu serius, Buchou!? Aku merasa ada sebuah kekuatan mengalir dalam diriku.

“Uoooooooo! Oppai!”

Pokoknya aku tak boleh kalah! Payudara Buchou adalah milikku!

INJAK!

“Gyaaaa!”

Aku berteriak. Tentu saja, karena Asia menginjak kakiku.

“Ise-san bagaimana kalau kamu memberikan ‘itu’ pada semuanya?”

Asia mengatakannya dengan nada tidak senang. Saat kutatap wajahnya terlihat cemberut. Moodnya sedang buruk kali. Hiks........Asia-chan sudah belajar cara memakai kekerasan padaku. Dia pasti di usia pemberontakannya. Seperti ucapan Asia, ada sesuatu yang ingin kuberikan pada semuanya. Fufufu,aku membuatnya tadi malam.

“Semuanya! Mari kenakan ini sebagai tim!”

Yang kukeluarkan adalah ikat kepala, yang bertuliskan “Klub Penelitian Ilmu Gaib” padanya. Itu semua buatan tanganku sendiri.

“Ara, kamu penuh persiapan juga.”

Orang pertama yang mengambilnya adalah Buchou.

“Ya, Ise-kun ternyata lebih ahli dari dugaanku. Buatan tangan lagi.”

“Hehehe. Aku diam diam berlatih sendiri.”

Ya, aku memakai waktu luangku untuk berlatih membuatnya. Aku tak ahli dengan kerajinan tangan, namun aku percaya kalau aku pasti bisa asal berlatih hari demi hari. Berkat itulah aku jadi lebih terlatih. Memang, hasilnya kurang bagus dibandingkan hasil orang yang sudah ahli, namun setidaknya masih kelihatan bagus.

“.........Ternyata bagus juga.”

Terima kasih Koneko-chan!

“Ara ara. Kukira tim lain juga mengenakan sesuatu yang menyimbolkan tim mereka. Seperti seragam atau topi.”

“Itu benar Akeno-san! Karena itulah aku membuatnya!”

Semuanya mengambil mereka dari tanganku dan mengikatnya di dahi mereka. Hal itu membuatku senang. Kerja kerasku di malam hari terbayar sudah. Lalu aku memberikannya pada Kiba yang masih bersikap aneh.

“Nih Kiba.”

“........I........Iya.Terima kasih.”

“........Mari berkonsentrasi untuk menang!”

“........Menang, ya. Iya.......menang itu penting.”

Hm? Nadanya seolah dia memiliki makna lain. Dia sepertinya memikirkan sesuatu dengan berat.

[Anggota Klub Penelitian Ilmu Gaib dan Klub Bola Kasti. Mohon berkumpul di arena.

Pengumuman yang memanggil kami! Pertarungan kami baru akan dimulai!


Bagian 7[edit]

“Incar dia! Incar Hyodou!”

“Uoooooo! Sialan kalian!”

Aku tengah berteriak sambil menangis sembari menghindari bola bola berkecepatan tinggi. Pertandingan antar klub baru saja dimulai! Olahraga yang kami lakukan adalah Bola Hindar dan lawan pertama kami adalah Klub Bola Kasti. Orang orang ini tak bisa menyerang siapapun selain aku dari sudut pandang mereka.

Buchou. Satu dari “Dua Onee-sama terbaik”. Idola sekolah yang populer. Tak mungkin menyerangnya.

Akeno-san. Satu dari “Dua Onee-sama terbaik”. Idola sekolah. Juga tak bisa menyerangnya.

Asia. Malaikat Bishojo nomor 1 dari kelas 2. Dan juga cewek pirang! Tak mungkin menyerangnya.

Koneko-chan. Gadis loli yang juga maskot sekolah kami. Kamu akan menyesal kalau menyerangnya.

Kiba. Musuh semua siswa cowok di sekolah kami, namun para gadis akan membencimu kalau kamu memukulnya. Juga tak bisa menyerangnya.

Aku, Ise. Semua orang berpikir “Aku tak paham kenapa orang itu ada dalam Klub Penelitian Ilmu Gaib” , ”Tak masalah kalau kita menyerangnya. Tidak, kita justru harus menyerangnya. Sialan. Mati sana. Arahkan semua bola padanya! Serang dia habis habisan! Mati, mati kamu hewan buas!

Aku merasa seolah bisa mendengar suara hati mereka! Cara terkejam dalam melenyapkanku! Dan niat jahat semua orang terfokus padaku! Dari semua siswa di sekolah ini!

“Bunuh Iseeeeeee!”

“Asia-chaaaaaan! Bloomer adalah yang terbaik! Iseeeeeeee,matilah kauuuuuu!”

“Ayo! Jatuhkan Hyodou! Demi Rias-Oneesama! Juga demi Akeno-Oneesama!”

“Kau harus membawa Asia ke sisi yang benar!”

“Mati! Matilah! Tidak,hancurkan dia sekalian!”

“Bunuh dia! Mati! Hanya boleh ada satu loli-con,dan itu adalah aku!”

“Kamu takkan harus mati kalau tak menampakkan dirimu!”

Bahkan mereka semua menyuruhku mati saja! Brengsek kalian semua! Semua mata mereka mengirim pesan kematian padaku! Sialan! Kenapa ini terjadi! Firasat burukku berubah menjadi kenyataan!

“Semua bola diarahkan pada Ise! Dari segi strategi, ini adalah ‘Pengorbanan’! Ise, inilah kesempatan kita!”

“Buchouuuuuu! Aku akan berjuang yang terbaik! Sial! Aku tak melakukan ini hanya untuk senang senang!”

Kalau Buchou mengandalkanku, maka aku harus bekerja keras meski artinya harus memakai tubuhku sebagai perisai! Bola yang diarahkan padaku diblokir oleh Koneko-chan, yang kemudian menggunakan bola untuk menjatuhkan lawannya! Ya! Kalau begini kita bisa mendapatkan posisi pertama! Yang tersisa hanya aku harus menghindari bola dan berlari! Saat aku memikirkan itu, satu pria bola kasti berbadan besar datang dan mengincar Kiba!

“Sial! Aku tak peduli meski harus dibenci! Mati kau Tampan!”

Ooou! Pria itu begitu bencinya pada Pria tampan sampai dia mengincar Kiba bukannya aku! Kena saja! Sebenarnya itu yang kupikirkan namun......

“Kenapa kamu hanya melamun saja?”

Aku menuju ke arah Kiba sambil berteriak karena dia masih di dunianya sendiri. Aku berdiri di depannya untuk melindunginya.

“.......Ah,Ise-kun.”

Ah Ise-kun? Gundulmu! Apa saja yang kamu lakukan!? Dan bolanya menuju ke arahku! Apa boleh buat! Aku akan memakai tubuhku untuk menghentikan bola! Saat berpikir seperti itu, bola berubah arah. Bola itu bergerak jatuh seperti Fork-Ball dan menghajar selangkanganku.......

BRAK!!!

“.......!!!”

Serangan langsung......bolaku.......remuk oleh bola.......guhaa.......aku terjatuh sambil memegangi selangkanganku karena rasa sakit tak terperikan.......tak perlu dijelaskan seberapa sakitnya.......rasa sakit yang hanya laki laki ketahui........para anggota Klub datang mengerumuniku.Buchou membantuku berdiri.

“Bu....Buchou......bo......bolaku.......”

“Bola? Sudah kuambil! Kerja bagus,Ise! Sekarang, waktunya memburu mangsa yang sudah menjatuhkan Ise-ku yang manis!”

O......Onee-sama........matamu nampak seram.......tapi.......maksudnya disini adalah bolaku.......aku bahkan tak bisa bernafas........Auaaa auuuuu..........

“Ara ara, Buchou. Kamu salah paham. Sepertinya bola yang berbeda tengah dalam kondisi serius.”

Be.....benar sekali Akeno-san......Buchou sepertinya menyadari situasi dan menjadi diam membisu.

“...! Bagaimana bisa begini! Asia, tolong kemari. Aku akan kerepotan kalau bendanya menjadi tak berguna karena hal seperti ini!”

“Y....Ya. Apa Ise-san terluka........?”

“Ya, lebih tepatnya bagian pentingnya. Bisakah kamu menyembuhkannya di belakang bangunan?”

“Bagian penting? Aku tak terlalu mengerti tapi aku paham!”

“Koneko. Bisakah kamu bawa Ise ke tempat yang tidak ada orangnya?”

“.......Paham.”

.......Sepertinya mereka tengah mendiskusikan sesuatu selagi aku masih merintih kesakitan.

“Bu.....Buchou........maaf kalau aku tidak banyak berguna........”

“Tak apa apa Ise. Kamu sudah berjuang keras. Serahkan sisanya pada kami.”

Buchou membelai lembut pipiku dengan tangannya.

[GREB]

Seseorang menggenggam kerah bajuku.

[SERET]

Aku sedang diseret. Tentu saja orang yang menyeretku adalah Koneko-chan.

“Ise-san! Mohon bertahanlah!”

Asia sedang menghiburku sembari mengikutiku.

“Ini adalah pertarungan membalaskan dendam Ise!”

Aku bisa mendengar suara enerjik bercampur amarah Buchou dari kejauhan. Ucapannya seolah aku sudah tewas........Aaah, kalau Buchou jadi serius maka takkan ada masalah meski tak ada Koneko-chan......seperti ini, aku mundur dari pertandingan untuk sementara dan diseret ke belakang gym.


Bagian 8[edit]

Aku dibawa ke belakang gym dimana tak ada tanda tanda orang lain........selangkanganku masih sakit.....

“Ise-san. Aku akan mulai menyembuhkan. Mohon tunjukkan tempat yang sakit.”

.......! Mana mungkin aku bisa melakukan hal itu........

“T....tidak, aku tak bisa........”

“Kenapa begitu!? Kalau tak memberitahu bagian yang sakit, aku takkan bisa menyembuhkanmu dengan benar!”

Dia sepertinya sangat termotivasi, tapi tetap saja aku tak bisa........

Kita sedang bicara soal ‘bola’, tahu? Bolaku. Dan ‘barang’ku itu yang kumaksudkan.........tak mungkin bisa kuceritakan pada Asia.........

“.........Asia........kumohon...........tolong jangan buat masalah lagi padaku............”

“T.....Tidak! Aku hanya mencoba membantu.........”

Aaaah. Dia malah membuat wajah sedih.

“Asia, jangan menangis.........bisakah kamu memakai kekuatanmu disekitar pinggangku......? kupikir itu bisa menyembuhkan........”

Asia memiliki Sacred Gear “Twilight Healing” yang bahkan bisa menyembuhkan Iblis. Dia juga menjadi penyambung nyawa kelompok kami. Ia memiliki kemampuan penyembuhan tinggi dan dapat memulihkan hampir semua luka dalam sekejap. Aku yakin dia juga bisa menyembuhkan kerusakan ‘ini’ namun tak bisa kukatakan padanya.......terdapat cahaya hangat muncul di tangannya. Di saat yang sama aku bisa merasakan rasa sakit perlahan lenyap.Hebat.......sungguh cahaya yang hangat.......Aaaah, rasa sakit menghilang seolah hanya mimpi..........tak kusangka Sacred Gear Asia juga bisa memulihkan kerusakan pada ‘bola’.......

“........Situasi yang tak bisa kuungkapkan dengan kata kata.”

Koneko-chan nampak mendesah. Jarang sekali dia begitu.

“Ise-san. Mohon istirahatlah sejenak.”

Aku dibaringkan dan Asia mendekatiku dan mengangkat kepalaku........kemudian aku merasakan sensasi lembut dari kepalaku!? Sensasi ini adalah perasaan dari paha! Apa aku mendapat “bantal paha”!? Apa kamu serius!?

“Ise-san, kamu terlihat sangat senang saat Buchou melakukan ini untukmu........mungkin aku tidak cukup bagus.......”

Itu tidak benar! Apalagi dia mengenakan Bloomer, tahu!? Bantal paha, tahu!? Mimpi manis hingga mendapatkan bantal paha dari gadis yang mengenakan Bloomer!

“Hiks......terima kasih.Terima kasih.”

Aku berterima kasih padanya sambil menangis terharu.

“Ufufufufu. Ise-san banyak berterima kasih hari ini.”

[Klub Penelitian Ilmu Gaib menang!]

Berita bagus yang diumumkan barusan juga sampai ke telingaku.


Bagian 9[edit]

HUJAN.

Diluar hujan sangat deras. Kami beruntung karena hujan turun setelah Turnamen usai.

PLAK!

Terdapat suara pahit yang menggema bersama suara hujan. Buchou baru menampar seseorang.Itu bukan aku, namun Kiba.

“Bagaimana? Apa kamu sudah bangun?”

Buchou nampak marah. Untuk Turnamen Bola, kami, Klub Penelitian Ilmu Gaib, menjadi juara 1. Asia, Koneko-chan, dan aku kembali dan memperoleh tempat pertama sebagai tim........namun ada satu orang yang tak bekerjasama. Aku bicara soal Kiba. Dia memang sudah ikut serta namun dia tak melakukan apa apa sepanjang waktu. Buchou marah padanya berkali kali sepanjang pertandingan namun ia sepertinya tak peduli. Aku pasti yang kesal kalau Buchou tak marah padanya. Bahkan usai pipinya ditampar, Kiba masih tak berekspresi ataupun berbicara. Ada apa dengan pria ini.........Apa dia memang Kiba? Karena perubahan mendadak ia jadi terlihat seperti orang berbeda. Dia adalah Pria tampan yang selalu memiliki wajah menyegarkan. Kemudian ia tiba tiba memasang senyum yang biasanya.

“Apa sudah selesai? Turnamen Bolanya juga sudah selesai. Kita tak akan berlatih lagi jadi bisakah aku beristirahat sampai malam tiba? Aku sedikit lelah jadi aku ingin absen dari kegiatan Klub yang biasanya. Maaf untuk sikapku sepanjang hari ini. Sepertinya aku tak merasa baik baik saja hari ini.”

“Kiba, sikapmu akhir akhir ini aneh?”

“Itu bukan urusanmu.”

Aku menanyainya namun Kiba menjawab dingin dengan wajah senyum.

“Bahkan aku merasa cemas padamu.”

“Cemas? Kenapa harus dicemaskan? Kupikir normal bagi Iblis untuk hidup sesuai kehendak mereka. Memang, aku yang salah karena tidak mendengar ucapan Majikanku kali ini.”

Hmmm, mungkin aku harus sedikit menasehatinya. Tapi kenapa aku harus melakukan ini? Biasanya justru kebalikannya. Aku mengatakan hal gila, dan Kiba yang menenangkanku.

“Cukup menyusahkan dalam situasi ini saat kita mencoba membentuk kelompok yang baik. Itulah yang kita rasakan setelah mengalami hal pahit di pertandingan sebelumnya,ingat? Bukankah kita harus saling menutupi kelemahan kita saat ini? Kita adalah teman.”

“Teman........”

Kiba kemudian memasang wajah murung.

“Ya,teman.”

“Kamu selalu bersemangat..........Ise-kun, akhir akhir ini aku mulai mengingat hal hal dasar.”

“Dasar?”

“Ya, benar sekali. Alasan kenapa aku bertarung.”

“Bukankah demi Buchou?”

Itulah yang kupikirkan. Itulah yang sangat kupercaya. Hanya pemikiran pribadiku. Namun ia seketika membantahnya.

“Bukan. Aku hidup demi membalaskan dendamku. Pedang Suci Excalibur. Menghancurkan itu adalah alasan kenapa aku terus hidup.”

Kiba memasang wajah berisi keyakinan kuat. Pada waktu itu, kurasa aku sudah melihat wajah sejatinya.

Catatan Penerjemah dan Referensi[edit]

  1. Pukulan satu orang, dimana yang lain menangkap bolanya.
  2. Presiden Siswa/Ketua OSIS.