High School DxD (Indonesia):Jilid 24 Slash.1

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Slash.1 Di Balik Permainan —Front Persatuan Sekiryuutei serta Slash Dog—[edit]

Kami berpencar di sekitar lokasi sesuai dengan rencana Ravel, dan sementara kami bersiap untuk menanggapi jika ada serangan, penjelasan tentang aturan permainan tengah berlangsung.

<<Aturannya adalah—BOARD COLLAPSE!>>

Pada layar besar yang didirikan di sekitar tempat lokasi, seperangkat aturan yang jelas diumumkan.

<<Ini adalah aturan yang mana lapangan akan mulai runtuh mulai dari kedua ujungnya.>>

Para komentator mengucapkan aturan secara langsung.

<<Benar. Kedua ujung tempat akan runtuh pada saat yang sama, dan menurut aturan ini, hanya pusat yang akan tersisa.>>

Aturannya yaitu lapangan akan menghilang secara bertahap dari kedua sisi. Kami juga pernah bermain di bawah aturan ini saat dulu.

<<Penyempitan lapangan yang berarti tempat-tempat untuk bersembunyi dan melarikan diri juga akan hilang, dan pada akhirnya, pertempuran akan menjadi tak terelakkan.>>

<<Melakukan pertempuran di ruang tertutup berarti ada peluang besar untuk menembak sekutu atau terkena serangan liar, jadi titik kunci dari pertandingan ini adalah menyiapkan keuntungan sementara lapangannya masih luas.>>

Biarpun ada kesenjangan yang jelas dalam kekuatan antara kedua tim, jika suatu keuntungan didirikan sebelum lapangan runtuh, pertempuran akan menjadi lebih intens, dan penyempitan lapangan tidak diragukan lagi akan mempengaruhi situasi pertempuran.

<<Namun, karena ini adalah aturan standar, tidak ada keraguan bahwa kekuatan keseluruhan tim lebih penting daripada strategi di sini!>>

Memang, di bawah aturan ini, akan ada tingkat strategi minimal antara tim Rias dan tim Vali. Itu lebih merupakan pertarungan langsung. Dan bagi mereka berdua serta bagi penonton, semuanya berharap untuk melihat pertempuran langsung. Pokoknya, sudah hampir waktunya bagi pihak kami untuk mulai bekerja. Aku memasukkan earpiece-ku dan memeriksa bahwa aku dapat berkomunikasi dengan semuanya. Kami akan segera menghubungi jika kami menemukan sosok yang mencurigakan. Ravel dan aku berdiri bersama sebagai satu kelompok di dekat pintu masuk stadion—punggung kami pada dasarnya menghadap pintu masuk utama, dan kami memantau untuk setiap sosok yang mencurigakan. Selain kami, ada juga pasukan penjaga lainnya yang berpatroli di area…. Tentu saja, kami menyambut mereka karena sepertinya kami akan bertarung bersama kali ini. —Lalu, Ravel menarik lenganku untuk menunjukkan arah yang dia tunjuk. Di sisi itu, ada seorang wanita yang tampak menyerupai Akeno-san. Dia mengenakan pakaian pendeta. Dia adalah seseorang yang kukenal, jadi aku berjalan dan berbicara dengannya.

“Kamu Suzaku-san, kan?”

“Ya, senang bertemu denganmu lagi. Hyoudou-kun. Akeno dan Ouryuu ada dalam perhatianmu.”

Aku menanggapi jabat tangan Suzaku-san. Dia adalah sepupu Akeno-san. Akeno-san sangat dekat dengannya, dan dia juga kepala keluarga saat ini yang setuju dengan kembalinya Akeno-san ke klan Himejima! Seperti Nakiri, dia juga termasuk salah satu dari Lima Klan Utama, dan itulah mengapa dia sering menyebutkannya. Setiap kali Nakiri berbicara tentang Suzaku-san, dia mengatakan ‘Suzaku-san sangat menakutkan’.

“Ya, aku bersyukur.”

Balasku, lalu Suzaku-san mengalihkan pandangannya ke arah dua orang yang tidak jauh di belakangnya.

“Mereka berdua di sana adalah Kushihashi Seiryuu dan Doumon Genbu. Keduanya adalah kepala klan masing-masing saat ini.”

Salah satunya adalah seorang pria tampan yang mengenakan kacamata, dan yang lainnya adalah wanita loli yang imut. Ketika mata wanita itu bertemu dengan kami, dia tampaknya bertindak agak malu, sementara di sisi lain, pria tampan itu mengangkat tangannya untuk melambai pada kami. Suzaku-san berkata

“Awalnya kami datang untuk mendukung Akeno, tapi setelah bertanya pada Tobio, kami mendengar bahwa kamu bertindak sebagai penjaga. Jadi tolong juga izinkan kami untuk membantumu.”

Aaaahhh! Suzaku-san adalah orang yang baik! Kami masih belum memastikan jika para Grim Reaper akan datang! Tapi, Suzaku-san berkata kepadaku

“Intuisi Tobio bilang bahwa mereka akan menyerang. Intuisinya selalu benar. Menurutku itu bukan hal buruk bagi kami untuk tetap waspada juga.”

Usai Suzaku-san mengatakan itu, dia mendekat dan berbisik ke telingaku

(Kudengar kamu sudah melamar Akeno?)

(Y-Ya.)

Tentu, Suzaku-san sepertinya sangat peduli dengan sepupunya sendiri. Ada sedikit tanda kesedihan di mata Suzaku-san.

(...Buat dia bahagia, paham? Kuharap dia akan lebih bahagia dari yang lain. Karena pendahuluku...banyak hal kejam yang telah dilakukan kepadanya.)

Kurasa itu karena aku tahu latar belakang Akeno-san yang dia ceritakan padaku tentang masa lalu. Suzaku-san sungguh orang yang baik hati. Dia pasti kepala keluarga yang baik. Dan dia juga cantik!

“Aku mengerti!”

Saat aku menjawabnya terus terang, Suzaku-san juga tersenyum puas. Setelah kami saling bertukar beberapa kata lagi, kami pergi ke lokasi kami yang terpisah. Hanya aku dan Ravel lagi. Aku teringat kata-kata yang Ikuse-san katakan kepadaku sebelum kami pindah ke berbagai posisi kami.

[Apakah tidak masalah jika aku meninggalkan Ravel yang bertanggung jawab atas operasinya?]

[Ya, serahkan pada kami. Kami akan menerima saranmu terkait kerahasiaan. Tapi jika terjadi sesuatu, kami akan berimprovisasi langsung.]

Ravel mengangguk setuju dengan ini.

[Ya, tak masalah. Itulah yang semula ingin kulakukan ketika aku memikirkannya.]

Lalu kami mendengarkan pengaturan yang dibuat Ravel. Ravel berdiri di sampingku dan dengan tegas berkata

“Ise-sama, aku…pasti akan bertarung demi melindungi pertempuran Koneko-san dan Kuroka-sama. Tentu saja, aku juga akan bertarung demi Rias-sama dan yang lainnya...”

Ravel selalu memperhatikan temannya Koneko-chan. Dia akan selalu menemaninya setiap kali mereka berlatih, dan dia juga belajar tentang masa lalu Koneko-chan karena kejadian ini. Akibatnya, wajah Ravel tampak mengekspresikan keberanian.

“Aku akan menjaga pertandingan penting temanku.”

Ravel saat ini tak sama dengan Ravel berkepala dingin di Turnamen, saat ini, dia hanyalah seseorang yang didorong oleh keinginannya sendiri.

“Ravel, bertarung untuk melindungi teman-temanmu akan membuatmu merasa paling gugup, tapi itu juga merupakan hal yang sangat berharga, lho? Ini adalah salah satu pertempuran yang membuatku bersemangat.”

Setelah Ravel mendengarkan kata-kataku, dia juga menggigil dalam kegembiraan.

“Berjuang untuk melindungi teman-temanku....Ya! Aku akan melindungi Koneko-san!”

“Ya, mari kita lindungi mereka sama-sama.”

Tepat saat kami berbagi pikiran kami, di layar—.

<<Sungguh mengejutkan! Pertempuran memanas sangat cepat!>>

<<Gogmagog-senshu serta—Vasco Strada-senshu telah bergegas maju untuk pertarungan langsung!>>

Permainan itu sepertinya dipenuhi dengan kegembiraan! Uwah, aku sangat ingin melihat Yang Mulia Strada bertarung…! Sama seperti aku mencoba menenangkan diri dan berkata pada diriku sendiri untuk bersabar dalam pikiranku—. Salah satu suara temanku dikirimkan kepadaku melalui earpiece-ku.

[—Target dikonfirmasi. Dekat sisi barat lokasi—]

Sepertinya intuisi Ikuse-san benar. Dan perjuangan kami melawan para Grim Reaper dimulai—.