High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 11 Life 1

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Life 1 : Belajar dan Musim Kawin?[edit]

Bagian 1[edit]

Pagi ini juga..........hariku—Hyodou Issei – dimulai dengan perang di atas ranjang.

Saat aku membuka mataku, aku menyaksikan Buchou......maksudku Rias....dan Akeno-san tengah saling melotot. Keduanya sudah mengenakan seragam sekolah. Sepertinya mereka bertarung memperebutkan hak memberiku ciuman pagi. Kemudian R-Rias membuat senyum penuh percaya diri.

“Mencoba memberi Ise ku ciuman pagi hari! Yah, itu yang ingin kukatakan, tapi karena aku sudah dimanjakan oleh Ise tadi malam, aku akan memaafkanmu.”

“Oh. Sepertinya itu hal yang bagus. Ise-kun itu, kelihatannya dia sudah melakukan hal yang hebat, kan?”

Akeno-san mengatakannya sambil meletakkan tangannya di mulutnya......B-Bukan, kami tak melakukan hal erotis......karena Asia ada bersama kami juga. Kami hanya berciuman sebelum tidur dan berpelukan bersama saat tidur! Eh? Itu hal yang biasa katamu? Bukan, bukan. Itu sesuatu yang kulakukan, setelah aku menembak Rias. Keteganganku begitu tinggi sampai aku jadi malu sendiri dan jantungku berdegup kencang! Aku mencintai orang itu dan orang itu mencintaiku.....kami berdua mengetahui itu, jadi berciuman dan berpelukan memberi dampak yang hebat pada kami!

Dan juga Buchou......maksudku Rias. Rias mulai bersikap seperti anak kecil! Atmosfir “Onee-sama”nya lenyap dan dampaknya begitu mematikan buatku......!

“Aku tak bisa tidur kalau kamu tak menciumku.......Ne? Tolong cium aku.”

“Peluk aku erat erat. Ise, aku cinta padamu.”

Ia mengatakannya dengan suara manis dan dia bersikap layaknya gadis seusianya! Hal semacam itu terjadi sebelum kami tidur! Aku tak bisa menahannya lagi! Hanya mengingat hal itu membuatku merasa kegirangan! Aku begitu bahagia sampai aku tak tahu apa yang akan terjadi padaku! Aaaah, aku begitu senang sudah dilahirkan! Maou-sama! Terutama Beelzebub-sama yang menciptakan Evil-Pieces! Aku begitu senang sudah direinkarnasi menjadi Iblis! Aku akan bekerja keras demi Dunia Bawa mulai dari sekarang dan seterusnya! Ngomong ngomong, aku masih ragu untuk memanggil Rias, “Rias”. Soalnya selama ini aku terus memanggilnya “Buchou”, jadi apa boleh buat kalau aku ragu ragu untuk menyebut namanya........Dan juga fakta kalau aku malu memanggil namanya! Bukannya aku tak mau memanggil nama aslinya. Justru, aku ingin lebih sering memanggil namanya! Aku setidaknya ingin memanggilnya “Rias” secara alami saat di rumah. Akeno-san kemudian mendesah seolah merasa bosan.

“Nampaknya kamu lebih tenang dari dugaanku, Rias. Kupikir kamu akan terbakar cemburu........aku tak mendapati reaksimu menyenangkan sama sekali.”

“Maaf ya. Tapi dia adalah “Ise”ku, dan fakta itu takkan pernah berubah.”

Kepribadian tak stabil yang dia miliki sebelum Rating Game sudah lenyap. Sekarang dia berisi kepercayaan diri seperti sebelumnya.

“Ara ara. Sepertinya aku ditunjukkan “Rasa percaya diri” seorang istri sah.”

Akeno-san mengatakan itu. Rias tertawa kecil, lalu mengecup lembut pipiku.

“Sudah waktunya sarapan. Lekaslah turun.”

Ia mengatakan itu dan meninggalkan kamar.......sepertinya ia tidak marah sama sekali pada Akeno-san.

“Biarpun dia bersikap begitu, sebenarnya dia memaksakan dirinya.”

Akeno-san mengatakan itu setelah duduk di atas ranjang.

“.....Memaksakan dirinya? Bu.....maksudku apa sesuatu terjadi pada Rias?”

“Jujur saja, dalam Rating Game sebelumnya, dia merasa dirinya menjadi beban bagimu karena fakta kalau dia tak terlalu berguna dan hasilnya dia jadi bersikap seperti itu.”

........Dia berbicara tentang pertandingan melawan Sairaorg-san. Rias melawan Longinus yang memiliki kehendak sendiri “Regulus Nemea” dan menerima luka kritis.

“.........Rias tak bisa memaafkan dirinya karena sudah menghambatmu dalam pertarungan dan sangat kepikiran tentang hal itu.”

“.....Bu-Bukan. Hanya saja lawannya terlalu kuat.....Ri-Rias sama sekali tidak lemah, dan dia juga sudah membuat banyak strategi sebelum pertandingan.......”

“.......Dari segi strategi, pertandingan diantara Sona-Kaichou dan Agares mendapat lebih banyak perhatian. Pertandingan yang mereka lakukan adalah mengambil bendera satu sama lain, “Scramble Flag”. Itu bukan pertandingan yang mencolok, dan tidak banyak yang menyukainya. Namun itu menerima rating tinggi dari para kritikus sebagai “Game profesional tersembunyi”.”

Kalau kupikir lagi, majalah yang belakangan diterbitkan di Dunia Bawah juga membahas tentang pertandingan itu. Sudah jelas pertandingan antara kami dan Sairaorg-san mendapat lebih banyak artikel. Namun artikel yang ditulis para kritikus—kebanyakan berisi pujian untuk pertandingan diantara Sitri dan Agares.

“Rias akan perlu mempelajari banyak hal sebagai [Raja]. Pertama tama, dia meminta nasehat dari Onii-samanya, Sirzechs-sama, dan sudah mulai meneliti tentang [Power of Destruction] dengan lebih serius lagi.”

Dia bertanya tentang [Power of Destruction] dari Sirzehcs-sama?

“......Apa ada bedanya dengan latihan?”

“Rias dan Sirzechs-sama memiliki kekuatan Iblis yang sama; yakni [Power of Destruction]. Namun sifat alaminya.......atau harus kukatakan “Karakteristik”nya berbeda. Kekuatan Sirzechs-sama dikatakan sebagai tipe teknik Wizard tertinggi. Ia bisa mengendalikan kekuatan itu layaknya kaki atau tangannya. Jadi tekniknya dikatakan sebagai yang terbaik atau terbaik kedua diantara para Iblis. Namun, kekuatan Rias adalah tipe Wizard yang lebih mendekati tipe-tenaga. Jadi anggap saja kalau dia diberkahi oleh kekuatan ketimbang teknik, tapi.......”

Akeno-san mengatakannya sambil menyipitkan matanya.

“Dia tak memiliki sebuah “Kepastian”. Sederhananya, dia tak memiliki [Power of Destruction] yang bisa meningkat beberapa tahap yang bisa kamu sebut “Jurus Spesial”.”

......Rias tak memiliki Jurus Spesial? T-tapi......!

“Kalau hanya menembak, kupikir cukup memberi dampak.......memang Buchou......maksudku Rias. Rias mungkin tak memiliki Jurus Istimewa menghadapi lawan lawan kuat yang kita hadapi.......tapi......”

“Sepertinya dia sedang mencarinya. Aku sendiri juga bertarung secara memalukan......”

Akeno-san mengatakan itu dengan suara sedih. Aku berkata padanya sambil menggeleng kepalaku.

“Tidak. [Ratu] lawan kita juga terlalu tangguh.”

[Ratu] dari keluarga Abaddon yang menggunakan [Power of Hole]. Kudengar dia adalah [Ratu] kelas top diantara para Iblis Muda. Dia pasti lebih kuat dari [Ratu]nya Raiser dan Fuku-Kaichou dari kelompok Sitri. Dia pasti sangat tangguh karena dia bisa memecah kekuatan [Holy Lightning] menjadi kekuatan cahaya dan halilintar!

“Padahal Ise-kun bisa mengalahkannya dalam sekejap........”

“U.......Ummmmm iya, itu mungkin benar........”

Aku mengalahkannya karena kesal setelah mengaktifkan Triaina. Meski aku bercermin pada sikapku waktu itu. Akeno-san memintaku tak menunjukkan Triaina sampai saat saat terakhir, tapi aku malah langsung memakainya.......aku mengamuk karena teman temanku dikalahkan. Mungkin itu kelemahan utamaku saat ini? Kalau aku tak bisa lebih tenang dalam situasi itu, aku takkan bisa menjadi [Raja] di masa depan. Sambil aku memikirkan hal yang biasanya kuabaikan, Akeno-san mendecak lidahnya.

“.......Aku harus melakukan sesuatu tentang diriku mulai dari sekarang juga. Tapi mari lupakan itu saat ini dulu. Tak bisakah kamu memanggil Rias dengan namanya secara jelas?”

“U-Ummm.......aku bisa kalau aku harus........tapi aku belum terbiasa dan aku juga merasa malu! Bukannya aku tak mau memanggil namanya hanya saja aku merasa malu untuk melakukannya.”

Itulah perasaan sejatiku! Aku benar benar malu menyebut nama aslinya.......tapi aku benar benar ingin memanggil nama aslinya! Aku ingin berkata “Rias, aku cinta padamu!”. Akeno-san lalu tersenyum.

“Ara. Makasih untuk reaksi bagusmu. Kalau begitu aku akan minta kamu memanggilku “Akeno” juga. Dan tidakkah menurutmu akan menarik kalau kita mulai membuat hubungan tak lama setelah kamu menyatakan cinta?”

“Hu-hu-hu-hubungan!?”

Akeno-san yang terobsesi pada hubungan! Dia terus terobsesi tentang hal itu, bahkan sebelum aku menembak Rias. Itu Akeno-san dalam mode “S” yang kita bicarakan. Dia pasti senang membuat Rias jengkel.

“Ya. Bukankah aku sudah bilang kalau aku akan jadi kandidat untuk pasangan hubunganmu sejak dulu? Tubuhku jadi makin panas karena aku benar benar ingin memulai hubungan denganmu.”

Akeno-san mulai menggosok badannya dengan tangannya. Paha putih saat dia menggerakkan tubuhnya nampak begitu cerah bagiku! Tubuh Akeno-san begitu lembut dan halus sampai tanganku selalu tenggelam ke tubuhnya kapanpun aku menyentuhnya! Akeno-san mendekatkan wajahnya padaku dan mengecup hidungku.

“Ini saja sudah cukup untuk pagi ini. Karena Asia-chan sudah datang.”

.....! A-Apa!? Aku melihat ke arah pintu setelah mendengar Akeno-san mengatakan itu! Asia berada disana mengenakan apron! Dia membeku seperti patung es sambil masih tersenyum! Asiaaaa! Kenapa kamu selalu datang di saat seperti ini!? Asia yang melihat situasi ini melompat ke dadaku! Dia lalu memprotes dengan mata berair.

“Haauuuuuu! Aku sampai kecolongan dari Akeno-san! Padahal aku bermaksud memberimu ciuman pagi!”

Kamu juga!? Asia-chan mulai lebih berani akhir akhir ini sampai aku sendiri kaget! Dia bahkan mulai minta dicium! Ini pasti pengaruh dari Rias dan Akeno-san! Kemudian Xenovia muncul!

“Ada apa Asia? Ngg! Akeno-fukubuchou sedang melakukan aksi godaannya pagi pagi begini!”

“Apa katamu!? Tidak! Kamu bisa melakukan hal seperti ini di pagi hari!?”

Irina juga nongol dan tampaknya kaget! Kalian juga datang!? Trio-Gereja begitu enerjik bahkan di pagi hari! Beberapa hari berlalu sejak aku menembak Rias.......apa yang akan terjadi padaku mulai dari sekarang......? Bahkan aku merasa senang, aku juga takjub melihat tindakan gila mereka......tapi, yang jelas aku benar benar merasa bahagia saat ini.


Seperti itu, pagi hari yang gila berakhir dan aku tengah berada di ruang keluarga di lantai pertama. Ini waktunya sarapan. Dengan ibuku sebagai pimpinannya, para gadis tengah membantu menyiapkan meja makan. Jadi pagi ini kami akan menyantap telur goreng, sup miso, dan salmon. Berarti menu Jepang. Kami berganti antara masakan Jepang, Eropa, dan China untuk sarapan. Semua gadis bekerja keras memasaknya, dan perutku selalu terisi oleh makanan lezat setiap pagi. Aku sungguh pria yang beruntung!

“Tahu tidak. Waktu favorit Ayah adalah saat kita tengah makan. semuanya ahli dalam memasak sehingga rasanya jadi lezat. Ungkapan wanita “Menaklukkan hati lelaki adalah dengan perutnya”. Kamu paham apa maksudku kan, Ise?”

Ayah mengatakannya dengan tersenyum sambil menyantap makanannya.

“Aku paham! Aku sangat memahaminya, Ayah!”

Aku menganggukkan kepalaku! Keseharianku sungguh menyenangkan! Aku dikelilingi banyak bishojo! Aku menyantap makanan yang dimasak oleh bishojo! Itu hidup yang ideal kan? Inilah momen dimana aku bersyukur karena terlahir sebagai laki laki!

“Ini bento[1]mu, Ise.”

Rias menaruh kotak makan di depanku sambil tersenyum lebar. Ibu, Rias, Asia, dan Akeno-san bergiliran membuatkan bekal makanku. Koneko-chan, Xenovia, Irina, dan Rossweisse-san hanya bisa makan jadi mereka tidak ikut serta. Mereka terkadang masuk ke dapur namun masih bukan tandingan “Empat Kaisar Langit” dari dapur. Keempat Kaisar itu adalah Ibuku, Rias, Asia, dan Akeno-san. Khususnya Asia memiliki kekhususan dalam masakannya dan dikatakan sebagai kandidat nomor satu untuk mewarisi “Resep Keluarga Hyodou” oleh Ibuku. Seperti itu, mereka bergiliran membuatkanku bekal makan siang. Namun belakangan, Rias yang membuatkan bekalku. Nampaknya para gadis menyerahkan urusan bekalku pada Rias. Rias juga selalu membuatkanku bekal bento dengan wajah sangat bahagia. Kotak bekalnya selalu memiliki makanan yang dibuat dengan penuh perhatian dengan tanda hati diatasnya dan rasanya selalu lezat. Itulah yang terbaik!

“Ise mendapat kotak bekal yang hanya dibuat oleh Rias-san.........Kerja bagus, Ise.”

Ayah mengatakannya sambil menganggukkan kepalanya! Kotak bekal buatan istri tercinta! Itulah yang aku ingin katakan, tapi Matsuda dan Motohama juga sering bertanya “Apa istrimu yang membuat bekal itu?” dengan melihat bento yang dibuat oleh Asia dan Akeno-san juga. jadi bagaimana bilangnya ya......?

“Mungkin kalian bisa menyebutnya “Bekal buatan istri sah”.......karena aku tinggal di kediaman Hyodou juga, mungkin ada saatnya aku harus menunjukkan masakan dari tanah kelahiranku.”

Rossweisse-san mengatakannya sambil meletakkan tangannya di dagunya. Tanah kelahirannya......hidangan seperti apa yang Valhalla miliki? Tapi aku harus senang karena variasi masakan akan bertambah. Sembari tak bisa menghentikan senyumku, tatapanku mengarah pada Ravel. Dia tengah mengisi kotak bekal dengan makanan. Itu bukan kotak bekal yang dipakai Ravel.....jadi itu punya siapa?

“Hei, Ravel. Itu kotak bekal siapa?”

“Ini kotak bekal untuk Gasper-san. Sepertinya dia melakukan latihan pagi seorang diri.”

“Latihan pagi? Gya-suke?”

Aku membuat ungkapan kekagetan! Latihan pagi!? Seorang diri!? Ini hal yang mengejutkan! Rias kemudian berbicara sambil duduk di sampingku.

“Di pertandingan terakhir, dia merasa tak mempunyai kekuatan. Jadi dia melakukan latihannya sendiri disamping latihan yang dia lakukan dengan kamu dan Yuuto. Gasper hanya melakukan latihan dasar jadi takkan memberi beban berlebih pada tubuhnya.”

Pertandingan terakhir.......jadi pertandingan melawan grup Bael. Itu sesuatu yang tak bisa kami bicarakan secara terperinci karena ada orangtuaku disini. Kemudian Akeno-san melanjutkan.

“Gasper berkata dia ingin menguasai kekuatannya dan bisa mencapai “tahap” itu. Untuk itulah dia mulai melatih tubuhnya dari dasar, jadi dia melakukan latihan otot dan berlari di pagi hari.”

Dia ingin mencapai “tahap” itu........jadi dia ingin mencapai Balance Breaker untuk Sacred Gearnya. Jadi begitu.......jadi dia begitu kepikiran tentang pertandingan itu. Tapi dia sudah berjuang bagus. Dia menunjukkan pada kami kalau dia memang lelaki. Meski begitu, Gya-suke tak bisa memaafkan dirinya karena ia tak memiliki kekuatan. Bagaimanapun juga dia seorang lelaki. Aku tahu perasaanmu Gyasuke. Menjadi lemah adalah sesuatu yang membuat lelaki tak bisa memaafkan dirinya. Aku juga akan membantunya sebisa mungkin. Karena laki laki dari kelompok Gremory, Gyasuke, Kiba, dan aku harus jadi cukup kuat untuk bisa melindungi para gadis!

Xenovia kemudian berbicara dengan mata serius.

“Ya. Dia seorang lelaki. Dia pasti akan jadi kuat.”

Orang yang paling banyak mendapat support dari Gyasuke adalah Xenovia. Orang yang menolong Xenovia yang tersudut karena sedang lengah adalah Gyasuke. Namun.......

“Aku tak ingin membayangkan dia jadi pria berotot..........”

Dalam kepalaku, aku menggabungkan tubuh Mil-tan dan kepala Gyasuke. Aku bisa membayangkan dia sebagai karakter dalam “Fist of the North Star”.

“Osu! Ise-senpai! Aku sudah memiliki tinju seorang Vampir! Saat aku mencampur protein dengan darah Ise-senpai, ototku menjadi sangat bagus! Lihatlah bisepku yang kuat ini! Oooooooosu!”

Aku harus apa kalau itu benar benar terjadi.........Yah, kupikir takkan sampai sejauh itu. Namun meningkatkan kemampuan dasarmu adalah hal bagus. Bahkan aku bisa pergi kemana mana dalam mode Balance Breaker tanpa membebani tubuhku. Kamu perlu berlatih dari latihan tubuh dan berlari lebih dulu.

“.......Koneko-san? Kamu kelihatan pucat?”

Hmm? Ravel tengah menatap wajah Koneko-chan. Seperti ucapan Ravel, Koneko-chan terlihat tidak baik. Wajahnya sedikit merah dan dia terlihat sedang sakit. Apa dia terkena flu?

“......Itu bukan apa apa.”

Koneko-chan menjawab seketika. Meski begitu Ravel meletakkan tangannya di dahi Koneko-chan dan dia nampak cemas.

“Tapi wajahmu jadi merah. Apa kamu flu? Kalau begitu biar kubuatkan sorbet apel spesial yang sudah diwariskan dalam keluarga Phenex untukmu. Apel yang dihasilkan dari wilayah kami sudah ada di rumahku. Memakai itu, akan kubuatkan untukmu.”

Koneko-chan menyibakkan lengan Ravel sambil berkata........

“.........Aku tidak membutuhkan itu.”

Mendengar itu Ravel jadi sangat kesal sampai bor[2]nya mulai berputar.

“Nmaa! Kok menolak kebaikan hati orang lain sih! Kucing pasti merasa enak karena mereka bisa hidup sesuka mereka!”

“.........Aku tak mau dikatai seperti itu oleh otak burung sepertimu.”

“......O-Otak burung!? Kalau kuingat ingat, di Jepang otak burung adalah orang yang cepat sekali lupa, benar.......?”

“........Sepertinya kamu belajar baik, jadi aku harus memujimu.”

“Nmaa! Cewek kucing ini.......!”

Hahaha.......pertengkaran diantara mereka sudah jadi bagian keseharianku juga. mereka selalu berantem seperti ini setiap waktu. Tapi bukannya mereka tidak akrab. Koneko-chan juga membantu Ravel tiap hari dan Ravel juga mengandalkan Koneko-chan. Mereka seperti rekan bertarung yang bagus. Aku juga senang melihat Koneko-chan bersikap seperti itu. Sambil aku melihat mereka dengan tersenyum, Ibu berbisik ke telingaku.

“Ngomong ngomong Ise.”

“........Ada apa, Ibu?”

Aku meneguk secangkir air. Kemudian Ibu mengatakannya di saat bersamaan.

“Kapan aku bisa melihat cucuku?”

Sproooooooooot! Air memancur deras dari mulutku seperti pancuran! Setelah menyeka mulutku aku mengatakannya dengan nada tinggi.

“Ap........A-a-a-a-a-a-a-apa yang Ibu katakan?”

Yang benar saja, apa yang “Ibu”ku pikirkan? Ibu takkan begitu saja berkata dan menanyakan soal cucu!? Ibu kemudian mengatakannya dengan wajah serius.

“Itu karena........di rumah ini, kamu memanggil Rias-san “Rias”.......jadi ternyata begitu kan? Kupikir cucuku nanti harus punya nama Jepang. Kamu tahu kalau ada nama Jepang yang tidak terdengar aneh bahkan di negara lain. Jadi kalau anak perempuan dia harus punya nama yang manis! Misalnya “Eri” atau “Mari”.”

Ibu sudah merencanakan sampai sejauh itu!? Itu terlalu awal! Masih terlalu awal untuk itu!? Apa yang dia pikirkan!?

“Kubilang masih terlalu awal untuk cucu dan namanya!”

Aku baru menyatakan cinta! Biarkan kami memajukan hubungan kami dulu! Lihat saja aku dan Rias dengan tatapan hangat! Lihat? Semua orang melihat kita dan tertawa! Rias juga nampak begitu malu sampai seluruh wajahnya menjadi merah!

“A-Aku sudah bahagia sekarang! Saat ini aku tak peduli soal cucu! Aku hanya peduli soal Rias!”

Aku mengatakannya kuat kuat pada Ibu! Rias lalu memegang tanganku.

“A-Aku juga sangat bahagia sekarang. Hanya berada di samping Ise.......membuatku sangat senang.”

Rias tersenyum padaku dengan wajah merah.

“.......Rias.”

“Ise.......”

Rias dan aku saling menatap mata kami. Sungguh wanita hebat! Aku begitu bahagia sampai mau mati karena kami berdua saling mencintai! Aaah, Rias. Aaah, Rias! Dia begitu cantik dan menawan!

“Inilah yang kalian sebut Baka-Couple (Pasangan Bodoh) tapi cobalah bersikap normal di sekolah.”

Rossweisse-san mengatakannya dengan kalem sambil menyeruput kopinya! Dia berubah menjadi Guru di saat semacam ini!

Koneko-chan menatapku dan Rias. Dia kemudian menundukkan kepalanya.

“.......Cucu........bayi.......kebahagiaan........”

Ia mengatakannya dengan suara rendah.

...........? Dia kelihatan tidak enerjik. Apa ada yang salah dengan Koneko-chan?

Bagian 2[edit]

Pada hari itu, orang orang yang datang ke rumahku saat larut malam adalah orang orang penting seperti Sirzechs-sama, Grayfia-san, dan Azazel-sensei. Mereka berkumpul di ruang VIP yang terletak di lantai teratas kediaman Hyodou. Mereka mengumpulkan kami, kelompok Gremory, dengan wajah serius jadi kami tahu kalau itu akan jadi diskusi serius. Sirzechs-sama membuat aku, Kiba, dan Akeno-san duduk di depannya dan kemudian berbicara.

“Seperti yang kukatakan pada kalian sebelumnya, Ise-kun, Kiba-kun, dan Akeno-kun sudah mencapai banyak kemajuan; jadi topik tentang kalian yang mendapat promosi sudah diputuskan oleh kami, Yondai-Maou, dan anggota dewan top lainnya.”

Dia membicarakan tentang itu! Ya. Sepertinya diskusi akan membahas promosi untuk aku, Kiba, dan Akeno-san. Dia mengatakannya padaku setelah pertandingan melawan Sairaorg-san. Waktu itu aku bingung jadi aku tak paham apa yang dia katakan. Itu karena kita bicara soal promosi. Sesuatu yang tak pernah kubayangkan dikatakan secara langsung padaku oleh Maou-sama, jadi tidak aneh kalau aku bingung! Tujuanku adalah mendapat promosi, tapi aku tak pernah menduga akan mendapatkannya secepat ini! Sepertinya bertarung melawan “Chaos Brigade” dan Loki sudah menjadi pencapaian yang besar!

.......Sebenarnya kami secara misterius dalam masalah itu dan melalui semua insiden ini ternyata menjadi pencapaian besar........memang aku berpikir kalau kami harus dipuji karena bertahan dari krisis dimana takkan aneh kalau kami kehilangan nyawa kami. Tapi aku tak pernah menduga kalau kami dianggap begitu tinggi sampai mendapatkan promosi.......

“Tentang promosi, akan sangat alami kalau kalian bertiga mendapat promosi menjadi Iblis Kelas Tinggi dengan melewatkan Ujian Iblis Kelas Menengah. Namun karena sistem promosi, kami ingin kalian melalui Ujian Iblis Kelas Menengah terlebih dulu.”

Tes Promosi Iblis Kelas Menengah.......Tunggu! Kelas Tinggi!? Kami dianggap sebagai Iblis Kelas Tinggi!? Apa kau serius!? Kelas Tinggi........sungguh? aku benar benar tak paham apa yang terjadi sat ini! Akeno-san dan Kiba juga kaget namun tidak sekaget aku. Sepertinya hanya aku yang memasang wajah aneh disini. Azazel-sensei lalu berbicara sambil meneguk sake di gelasnya.

“Takkan aneh bagi Ise, Kiba, dan Akeno untuk menjadi Iblis Kelas Tinggi menilai dari pencapaian kalian. Namun nampaknya ada langkah langkah dalam Dunia Iblis. Khususnya para petinggi yang sangat berisik soal itu. Mereka mengakui promosi spesial untuk kalian, namun mereka juga berkata untuk mengikuti prosedur yang dibenarkan. Karena itu jadilah Iblis Kelas Menengah dan aktiflah dalam peringkat itu untuk sementara. Lalu tak lama kemudian kalian akan menerima promosi untuk menjadi Iblis Kelas Tinggi dari mereka. Kalian bisa merencanakan apa yang akan kalian lakukan saat sudah menjadi Iblis Kelas Tinggi selagi kalian menjadi Iblis Kelas Menengah.”

Sensei mengatakannya seolah itu perkara gampang.

“I-Iblis Kelas Menengah dan I-Iblis Kelas Tinggi.......! Ma-Maksudnya aku mempunyai hak untuk menjadi seperti itu........?”

Aku bertanya karena aku merasa tidak layak mendapat penghargaan seperti itu. Perasaan sejatiku adalah aku tak tahu harus berbuat apa setelah mendapat promosi karena mimpiku ada tepat di hadapanku. Sirzechs-sama kemudian mengangguk dengan wajah tersenyum.

“Ya. Mengalahkan Dewa-Jahat Loki dan teroris adalah pencapaian besar. Dan kalian sudah menampilkan kemampuan bertarung menakjubkan dalam pertandingan terakhir melawan Bael. Apalagi Ise-kun, kamu adalah “Chichiryutei Oppai Dragon” yang populer. Takkan aneh kalau topik tentang promosi datang padamu. Tidak, aku harus berkata kalau ini adalah hasil yang diharapkan.”

........Jadi “Show” itu juga menjadi alasannya? Kenapa bisa begitu........aku pikir itu hanya bisnis mencari uang yang dilakukan keluarga Gremory........akhir akhir ini spon bernama “Sponge Dragon” juga mulai diluncurkan. Kupikir keluarga Gremory adalah keluarga bisnis karena mereka bahkan membuat produk untuk hal hal yang terjadi dalam pertandingan melawan Bael.

“Selamat untuk rekomendasi promosi kalian Ise, Akeno, Yuuto. Kalian semua adalah budak yang bisa kubanggakan. Aku sangat beruntung.”

Rias tersenyum dengan wajah puas. Sepertinya dia sangat bahagia. Dia pasti merasa sangat senang karena budaknya yang ia banggakan menerima pengakuan besar.

“Ise-san, Kiba, Akeno-san. Selamat!”

“Ya. Itu adalah berita bagus. Kalian adalah rekan rekan yang bisa kubanggakan.”

“Promosi Iblis Kelas Menengah! Aku jadi tertarik!”

Trio Gereja, Asia, Xenovia, dan Irina juga memberi kami ucapan selamat.

“A-Aku juga ingin jadi kuat seperti senpai!”

Gyasuke juga memberi kami komentar positif! Pria ini jadi lebih positif. Dia nampak lebih cerah dari sebelumnya.

“Aku juga ingin mendapat promosi secepatnya dan memiliki kehidupan nyaman dan mewah.”

Seperti biasa Rossweisse-san memiliki impian yang realistis!

“Tim ini sudah menjadi kelompok yang takkan bisa dihadapi oleh kelompok Onii-sama lagi.”

Ujar Ravel. Ya! Aku merasa kalau tim kita yang sekarang takkan kalah dengan tim Raiser!

“Putra sulung dari keluarga Phenex adalah pemain top dalam Rating Game. Timnya memiliki keseimbangan yang bagus.”

Sensei mengatakan itu. Hmm, putra sulung keluarga Phenex rupanya.

“Kakak sulungku adalah pewaris selanjutnya keluarga kami. Kami akan kerepotan kalau dia tidak kuat. Kesampingkan itu. Ini hal bagus. Seperti yang diharapkan dari budak Rias-sama. Sampai tiga orang mendapat promosi di saat yang sama. Bukankah begitu, Koneko-san?”

Ravel bertanya pada Koneko-chan.

“.........Tentu saja. Selamat, Ise-senpai, Yuuto-senpai, dan Akeno-senpai.”

Koneko-chan menunjukkan senyumnya namun ia masih nampak lesu. Meski kelihatannya dia cukup senang dengan promosi kami.......

“Meski tak lama lagi orang lain selain mereka bertiga juga akan menerima promosi. Yang kalian lakukan sungguh menakjubkan. Dari segi kekuatan, pada dasarnya kalian adalah Iblis Kelas Tinggi. Memiliki budak budak semacam itu dalam satu kelompok sangatlah jarang.”

Sensei mengatakan itu. Begitu, jadi anggota yang lain juga punya kesempatan mendapatkan promosi. Dia benar. Akan aneh kalau hanya kami yang mendapat pengakuan saat kita semua melalui pertarungan yang menegangkan. Fakta kalau kita semua melalui situasi hidup mati adalah sama.

Akeno-san dan Kiba berdiri dan membungkuk pada Sirzechs-sama.

“Terima kasih banyak untuk rekomendasi promosinya. Ini kehormatan besar yang terlalu hebat untuk saya. Sirzechs Lucifer-sama, saya akan mengambil promosi ini sebagai [Kuda] kelompok Rias Gremory.”

“Saya juga akan menerimanya sebagai [Ratu] kelompok Rias Gremory. Saya sangat berterima kasih atas pengakuannya untuk promosi ini.”

Kiba dan Akeno-san menjawab rekomendasi secara profesional.

“Bagaimana denganmu, Ise-kun?”

Sirzechs-sama bertanya padaku! Aku juga berdiri dan membungkukkan kepalaku pada Sirzechs-sama.

“Tentu saya akan mengambilnya! Terima kasih banyak! Jujur saja saya masih kaget karena itu sesuatu yang sudah lama saya impikan......tapi saya ingin memenuhinya demi impian saya! Saya sangat puas karena bisa memenuhi harapan Ri........Buchou!”

Oh. Mungkin tak sopan memanggil nama Rias di depan Sirzechs-sama. Itulah yang kupikirkan, namun Sirzechs-sama tersenyum nakal dan kemudian berkata.......

“Oya-oya? Ise-kun, kamu bisa memanggil Rias dengan namanya bahkan di depanku.”

“Tidak, tapi........”

Aku mencoba bersikap sopan padanya, namun Sirzechs-sama terus berbicara dengan senang.

“Hahaha! Lebih tepatnya aku memintamu memanggil namanya! Aku juga senang dan melihat kalian berdua membuat perasaanku lebih damai!”

“Hei, Onii-sama! Tolong jangan permainkan kami!”

Rias berdiri dengan wajah memerah dan nampak kesal padanya. Aah, dia bahkan marah dengan wajah yang imut.....

“Hahaha. Kenapa tidak? Bukankah begitu, Grayfia?”

Sirzechs-sama menanyai Grayfia-san. Grayfia-san berbicara dengan nada dinginnya seperti biasa.

“Orang sepertiku tak memiliki hak mengatakan apapun. Tapi.......kupikir tidak buruk untuk saling memanggil nama kalian dalam situasi ini.”

......! Apa! Bahkan Grayfia-san!?

Bahkan Rias akan terdiam kalau Grayfia-san mengatakan itu. Sirzechs-sama menganggukkan kepalanya.

“Ya, ya. Dan aku tak keberatan kamu memanggilku Ani-ue[3]! Sekarang panggillah aku begitu Ise-kun! Panggil aku Onii-chan!”

Plak!

Kepalanya dipukul dengan kasar oleh harisen[4] Grayfia-san.

“Sirzechs-sama, anda sudah berlebihan dalam situasi ini. Lain kali saja. Sebaiknya dia memanggil anda seperti itu lain kali saja.”

“......K-Kamu benar, mungkin kebiasaan terburu buru adalah bagian buruk para lelaki dalam Gremory.........*uhuk*.”

Sensei yang tertawa di tempatnya di samping mereka mengatakannya setelah menghela nafas.

“Sehingga minggu depan kalian bertiga Ise, Akeno, dan Kiba akan ikut serta dalam tes promosi Iblis Kelas Menengah di Dunia Bawah.”

......! Ujiannya lebih cepat dari dugaanku!

“Minggu depan. Itu terlalu tiba tiba.”

Kiba mengatakan itu. Akeno-san melanjutkan ucapannya.

“Kalau kuingat baik baik tes untuk Ujian Promosi Iblis Kelas Menengah diantaranya menulis laporan, tes tertulis dan tes praktikal kan? Kesampingkan tes praktikal, apa kami takkan apa apa dengan laporan dan tes tertulis?”

Ada laporan!? Astaga........bahkan terdengar seperti ujian tertulis.......bisakah aku melakukannya!? Aku jadi gugup. Sensei kemudian berkata.

“Jangan khawatir. Kalau soal tes tertulis maka Akeno dan Kiba takkan ada masalah. Itu hanya pengetahuan dasar dan aplikasi untuk Iblis. Dan juga pertanyaan yang berhubungan dengan Rating Game, jadi itu bukan hal baru. Untuk laporan........apa yang harus mereka tulis?”

Sensei bertanya pada Grayfia. Grayfia-san melangkah ke depan dan mulai berbicara.

“Laporan yang harus dikumpulkan di hari tes bisa dipecah menjadi “Apa yang akan kau lakukan saat menjadi Iblis Kelas Menengah?” dan menulis tentang incaran dan hasratmu sebagai tema. Juga populer untuk menyertakan “Apa yang kau dapatkan sampai sekarang?” di dalamnya.”

Begitu. Jadi kami harus menulis apa incaran kami dan apa yang kami peroleh hingga sekarang. Hmmm aku tak berpikir bisa menyelesaikan hal hal yang kelewat rumit jadi aku penasaran bisakah aku menulis sesuatu yang jelas dan simpel? Apalagi laporan........

“Entah kenapa agak mirip dengan Ujian di Dunia Manusia.”

Saat aku mengatakan itu sensei melihat ke arah Sirzechs-sama dan berbicara.

“Yah, kurasa mereka memakainya sebagai model.”

Sirzechs-sama mengangguk.

“Sebagian besar Iblis yang mengambil Ujian Promosi Kelas Menengah adalah Iblis tereinkarnasi. Karena itulah kami menggunakan tes di Dunia Manusia sebagai model dan menerapkannya dalam Tes Promosi.”

Begitu. Kalau kupikir lagi, hal itu masuk akal. Belakangan ada banyak Iblis Tereinkarnasi jadi mereka yang mengambil tes umumnya adalah mantan manusia. Jadi mereka memutuskan tes dengan memikirkan hal itu. Sensei menepuk lututnya dan menatap kami.

“Pokoknya laporan akan diselenggarakan di hari tes, jadikanlah itu prioritas utama kalian. Tapi Ise!”

“Y-Ya!?”

Sensei menunjukku lalu berkata,

“Selain laporan, kamu juga harus belajar untuk tes tertulis! Ketimbang pengetahuan umum, latihlah otakmu selama seminggu jadi kamu bisa menjawab pertanyaan dalam tes! Santai saja. Ada banyak cewek dan cowok cerdas disekitarmu.”

Rias meletakkan tangannya di bahuku.

“Serahkan padaku Ise. Aku akan mengajarimu banyak hal.”

“Ise-kun. Aku juga mau mempelajari pertanyaan tes, jadi mari kita belajar bersama.”

“Ara ara. Kalau begitu aku juga akan ikut belajar bersama.”

Kiba dan Akeno-san mengatakan itu padaku. Ooh, sungguh dukungan yang kuat! Adanya Rias dan Akeno-san membuatku merasa lega, tapi si pangeran tampan juga mau membantuku! Yang orang orang butuhkan adalah teman baik! Tapi tapi, bagaimana dengan “yang terakhir”.....?

“Ummm, lalu bagaimana dengan tes praktikal?”

Saat kukatakan itu pada Sirzechs-sama, Grayfia-san dan sensei membuat wajah aneh dan saling bertukar tatap.

“Kupikir kamu tak perlu mengkhawatirkan hal itu.”

Sensei mengatakannya seolah itu jawaban yang sudah jelas.

“Eh.......tapi menurutku itu adalah sesuatu yang bisa memberiku poin terbanyak jadi aku berpikir tentang berlatih untuk itu.”

Kukatakan itu namun sensei mengibaskan tangannya ke samping.

“Karena itu kukatakan kamu tak memerlukannya. Lakukan saja praktikal di hari tes. Kamu mungkin takkan menyadarinya sampai hari tes tiba. Akeno, Kiba. Kalian juga tak perlu khawatir tentang tes praktikal jadi konsentrasilah pada laporan.”

“Ya.”

“Ya.”

Akeno-san dan Kiba membalas! Eeeeeh! Kalian berdua tak keberatan.......? apa kalian serius? Jadi aku harus berlatih untuk tes tertulis ketimbang praktikal yang bisa memberiku poin terbanyak? Dalam kasusku aku mungkin takkan mendapat nilai tinggi untuk tes tertulis jadi hal itu adalah keharusan. Karena itu aku ingin berlatih untuk tes praktikal. Kalau aku tak bisa melakukan apa apa di praktikal saat hari tes maka akan sangat disayangkan. Aku mengangkat tanganku karena merasa gugup.

“Ummm. Satu hal lagi.........aku tahu kalau hal ini memalukan untuk ditanyakan, tapi apa yang akan terjadi kalau kami gagal? Akankah kami kehilangan rekomendasi?”

Sirzechs-sama menggeleng kepalanya.

“Tidak. Itu takkan terjadi. Sekali kamu menerima rekomendasi, kamu takkan kehilangannya biarpun kamu gagal dalam tes minggu depan. Kamu bisa mengulangnya berapa kalipun kamu mau. Kamu takkan kehilangan rekomendasimu kecuali kamu menerima hasil yang terlampau buruk.”

Oh begitukah? Itu membuatku agak lega. Jadi aku bisa mengulanginya lagi biarpun aku gagal minggu depan, kecuali aku melakukan kejahatan aneh. Persyaratan promosi ini membuatku merasa sangat aman. Aku merasa lega dan Sirzechs-sama mengatakannya dengan tegas.

“Juga aku tahu kalau kamu akan lulus dalam tes minggu depan Ise-kun. Ise-kun, kamu mungkin akan merasa tak nyaman karena rekomendasi mendadak namun tak ada yang perlu kamu khawatirkan.”

Aku menerima pujian dari Maou-sama!

.......Apa itu benar!? Bisakah aku lulus.........? Tapi aku menerima rekomendasi! Aku akan penuhi harapan mereka dan ikut dalam tes! Dan mendapat promosi memang tujuanku sejak dulu! Hal itu terjadi saat aku melakukan banyak hal tanpa berpikir namun ini kesempatan penting! Aku hanya perlu bergerak maju dan lulus!

“Aku akan berjuang! Aku pasti akan menjadi Iblis Kelas Menengah! Dan suatu hari aku akan menjadi Iblis Kelas Tinggi!”

Aku membalas dengan semangat membara! Ya! Jalan menuju Raja Harem sudah terbuka lebar! Aku hanya perlu terus maju dan dikelilingi tubuh telanjang wanita! Gufufufufufu! Aku terbakar oleh impian ecchi dalam pikiranku saat Rossweisse-san bangkit dari tempatnya.

“Sekarang. Karena diskusi ini sudah selesai, aku mohon pamit dulu.”

Saat kulihat, dia mengenakan pakaian rapi seolah hendak pergi entah kemana. Hal itu sejak tadi cukup menggangguku.

“Rossweisse-san. Apa anda mau pergi ke suatu tempat?”

Saat aku bertanya, Rossweisse-san menjawab sambil menatap jauh kedepan.

“Ke Eropa Utara. Aku berpikir untuk pulang sebentar ke kampung halamanku.”

........Eropa Utara? Pulang kampung? Ada apa ini? Aku tak tahu apa yang terjadi, namun Rias sepertinya tahu sesuatu.

“Ini tentang hal “itu”, kan?”

Rossweisse-san dengan tenang mengangguk oleh pertanyaan Rias.

“Ya. Saat ini, kupikir aku masih kurang kuat. Ada banyak kesempatan dimana Tim Gremory menghadapi lawan lawan kuat. Kalau terus begini, aku hanya akan menjadi penghalang. Aku berpikir untuk meningkatkan ciri dari [Benteng].”

Jadi dia akan kembali untuk meningkatkan ciri [Benteng]nya? Sensei lalu menanyainya.

“Rossweisse. Adakah sesuatu yang bisa kamu andalkan di Valhalla?”

“Ya. Ada senpaiku yang profesional dalam bidang itu. Sepertinya mendapat poin dalam Serangan-Sihir sepanjang tes kandidat Valkyrie menjadi sia sia........”

Setelah pertarungan melawan Bael, sepertinya ada banyak hal yang Rossweisse-san pikirkan dan dia cukup menyesal karena tak bisa bertarung sekuat tenaganya. Biarpun aku mengatakan itu, kupikir dia meninggalkan kesan bagus dalam pertandingan sebelumnya. Dia mengalahkan dua budak dari Tim Bael dan dia bahkan membuat Sairaorg-san bergeming karena serangan sihirnya bisa tembus. Sihir dan Kekuatan Iblis itu mirip namun berbeda. Kekuatan Iblis adalah kekuatan yang Iblis gunakan dengan kekuatan mereka sendiri untuk menciptakan fenomena alami. Ia memerlukan banyak kekuatan untuk mengubah imajinasi menjadi kenyataan. Untuk membuat Kekuatan sihir yang rumit atau kuat menjadi kenyataan, perlu teknik tinggi untuk mengendalikannya. Sihir di sisi lain membuat fenomena supranatural terjadi dengan mengendalikannya dengan aturan dan rumus. Dengan meluncurkan lingkaran sihir, perhitungan menjadi faktor penting sehingga kalian bisa menghitung aturan dan rumus kapanpun. Pada dasarnya, sihir adalah kekuatan sehingga makhluk lain disamping Iblis bisa menggunakan kekuatan Iblis dengan hukum dan rumus mereka sendiri. Dari situlah itu bermula. Tapi sekarang variasi sihir diciptakan dan ia dapat melakukan hal hal yang tak bisa dilakukan oleh Kekuatan Iblis milik Iblis. Sudah jelas ada Kekuatan Iblis yang tak bisa dipakai dengan sihir. Khususnya kemampuan dan kekuatan yang diwariskan oleh gen Iblis murni. Itu semua kekuatan yang hanya bisa dipakai oleh orang orang dari klan mereka. Seperti itu sihir dan Kekuatan Iblis adalah hal yang serupa namun tak sama. Kekuatan yang menggunakan sihir disebut “Kekuatan Sihir” atau “Kekuatan Buddhisme”.

Yah, itulah yang sensei dan Rossweisse-san ajarkan padaku. Jadi bahkan aku mengetahui informasi dasar tentang sihir! Meski aku tak tahu apapun lebih dari itu! Sensei kemudian mengatakannya,

“Melihat keseimbangan tim Rias, akan bagus untuk memiliki seseorang yang bisa memakai sihir. Mungkin bagus untuk memakai [Peluncur] atau [Pion] untuk meningkatkan poin kuatnya. Tim Rias memiliki kekuatan serang yang unggul secara keseluruhan, namun memiliki pertahanan payah dan bisa dijatuhkan dengan mudah oleh trik dan teknik. Dalam Game sebelumnya dan pertarungan sejati, lawan akan mengincar hal itu. Dengan kata lain, seluruh anggota memiliki otot bahkan dalam otak mereka. Hal seperti “Kalahkan mereka, sebelum dikalahkan” menutupi kekurangan itu dengan sihir akan jadi hal yang bagus.”

Semua orang memasang senyum pahit oleh komentar sensei. Rias juga malu dan wajahnya memerah. Ta-tapi kuakui opininya benar. Kami semua adalah tipe yang hanya bisa maju dan bertarung sehingga kami sering dipermainkan oleh tipe teknik. Sirzechs-sama kemudian mengatakan ini.

“Tapi ada banyak penggemar yang menyukai kelompokmu. Tim tipe strategi dan Tim tipe teknik sulit untuk dinilai pada pandangan pertama dan tak memiliki pertarungan yang mencolok, namun penggemar yang pakar sangat menyukai mereka.”

Sensei juga mengangguk.

“Ya. Jadi tim Rias dan Sairaorg harus menggunakan pertarungan menyolok mereka untuk menarik penonton sambil meningkatkan strategi mereka. Dengan cara itu di masa depan, Game profesional bisa lebih panas lagi.”

Oh, jadi anda melihatnya dengan cara seperti itu. Jadi profesional juga memerlukan penonton juga. begitu.

“Yang manapun, kamu perlu dukungan tertentu untuk menutupi kelemahan itu. Jadi tak apa apakah mengirim Rossweisse ke Valhalla, Rias?”

Sensei menanyai Rias.

“Ya. Kalau ada area tertentu yang mereka ingin tingkatkan, maka tak ada alasan bagiku untuk melarangnya.”

Rias juga menyetujuinya. Melihat itu, Rossweisse-san menyampaikan ucapan terima kasihnya.

“Terima kasih banyak. Ah. Aku juga sudah membuat kertas tes untuk Ujian Mid Semester, jadi kalian tidak perlu khawatir lagi.”

Rias dan Akeno-san mengangguk oleh ucapan Rossweisse-san.

“Seperti yang kuharapkan darinya.”

“Oh aku jadi ingat. Sudah hampir waktunya Ujian Mid Semester di sekolah.”

Itu benar! Sudah hampir waktunya Ujian Mid Semester di sekolah! Untuk kelas 2, kami ada Festival Olahraga, Piknik Sekolah, Festival Sekolah, dan Tes Mid Semester berturut turut selama semester kedua!

“Oh celaka! Ada Ujian Mid Semester! Aku belum belajar sama sekali!”

Aku bangkit dan berteriak! Aku harus apa!? Apa yang harus kulakukan!? Pada dasarnya aku ini bego, tapi sampai harus ada tes!? Itu akan jadi hari terburuk yang pernah ada! Tapi akan gawat juga kalau tak mengambil tes promosi! Sepertinya kehidupan sekolahku yang terisi banyak masalah akan terus berlanjut sampai hari tes.........sambil aku memegangi kepalaku kebawah, Sirzechs-sama bertanya pada Ravel.

“Ravel, bisakah kamu menerima diskusi sebelumnya yang kubicarakan denganmu?”

High school dxd v11 047.jpg

“Tentu saja, Sirzechs-sama!”

Ravel menerima tawarannya. Hah? Soal apa sih?

“Memangnya ada diskusi apa sebelumnya?”

Aku menanyai Sirzechs-sama.

“Ya, aku bermaksud menjadikan Ravel asisten pribadi Ise-kun. Dengan kata lain “Manajer”.”

.......Ah. Kalau kupikir lagi, sensei juga mengatakan hal seperti itu sebelum pertandingan melawan Bael. Sirzechs-sama melanjutkan.

“Ise-kun akan sangat sibuk mulai dari sekarang. Baik pelajaran di Dunia Manusia, dan dunia hiburan di Dunia Bawah. Grayfia yang mengatur jadwal untuk tim Gremory, tapi dia hanya ada satu orang. Jadi masalah yang tak bisa dia tangani sendiri akan muncul. Khususnya masalah yang simpel. Jadi kupikir akan lebih baik untuk memberimu Manajer mulai sekarang. Karena itulah aku memilih Ravel yang berhubungan dengan Dunia Bawah dan juga belajar di Dunia Manusia.”

Menjadi supportku........aku dengar sensei berkata kalau aku akan memerlukan orang seperti itu mulai dari sekarang. Juga dengan melihat jumlah anak yang datang mendukungku dalam pertandingan lawan Bael, bisa kubayangkan bagaimana hal yang berkaitan dengan “Oppai Dragon” sangat penting karena popularitas “Oppai Dragon” di Dunia Bawah. Itu mungkin alasan aku memerlukan Manajer. Aku merasa seperti selebritas.........Tunggu, apa aku selebritas di Dunia Bawah? Hmm, tidak buruk juga. tapi aku paham kalau aku terkenal. Cukup menyeramkan untuk mengetahui kalau tingkat kepentinganku meningkat entah dari mana.

“Maaf sudah membahas ini tiba tiba, tapi aku ingin kamu, Ravel, mendukung Ise-kun dengan tes promosi Iblis Kelas Menengahnya.”

Ravel berdiri oleh ucapan Sirzechs-sama dan mengangkat satu tangannya dengan percaya diri.

“Saya paham. Serahkan pada saya, Ravel Phenex. Saya pasti membuat Ise-san dipromosikan! Saya akan kumpulkan buku buku penting dan semacamnya sekarang!”

Usai mengatakan itu, Ravel meninggalkan ruangan. Oh, dia begitu bersemangat! Dengan dia di sisiku membuatku merasa kuat!

“Bagi Ravel, promosimu akan sangat mempengaruhi masa depannya!”

Itulah yang sensei katakan.........seperti orangtuanya dari keluarga Phenex, dia nampaknya sangat tertarik pada promosiku.

“Koneko. Kalau kamu lengah, senpai yang sangat kamu cintai akan dibawa pergi oleh Ravel.”

Sensei menggoda Koneko-chan. Tu-Tunggu dulu! Kalau anda bicara hal semacam itu, hati Koneko-chan akan memanas oleh persaingan yang ia miliki terhadap Ravel...........

“............”

Koneko-chan hanya menundukkan kepalanya, dan pikirannya seperti pergi entah kemana.

[?]

Semua orang nampak kebingungan melihat Koneko yang tak bereaksi sama sekali.

.......Koneko-chan bersikap aneh. Seperti dugaanku. Kuharap dia tidak sedang sakit.

Aku khawatir dengan Koneko-chan tapi aku harus mengurus tes terlebih dahulu! Tes Promosi dan Ujian Mid Semester! Kedua masalah ini benar benar memberi tekanan berat padaku.

Bagian 3[edit]

Beberapa hari kemudian. Saat ini jam makan siang, dan aku tengah berbaring di atas mejaku sendiri didalam ruang kelas. Aku memegangi kepalaku kebawah, sambil bergumam.

“.........Aaah, terlalu banyak hal hal yang mesti kuingat.........”

Waktu yang buruk........Sepanjang Festival Olahraga ada insiden dengan Diodora dan Golongan Maou lama. Sebelum piknik sekolah ada insiden dengan Loki. Dan sepanjang piknik sekolah ada pertarungan melawan Golongan Pahlawan. Dan di saat yang sama saat Festival Sekolah terdapat Rating Game melawan Sairaorg-san. Dan untuk Tes Promosi malah bertabrakan dengan Ujian Mid Semester dan belajar.........Jadi Iblis ternyata tidak gampang........

Setiap malam setelah pekerjaan Iblis dan makan malam, ada sesi belajar untuk ujian dalam kelompok. Aku belajar untuk Tes Promosi dan Ujian Mid Semester sambil diajari oleh yang lain. Aku harus belajar untuk keduanya, sampai kepalaku serasa mau meletus. Rossweisse-san berangkat dari Jepang tak lama setelah itu. Dia selesai membuat Tes Ujiannya, jadi dia bisa pergi ke Eropa Utara tanpa harus khawatir. Aku juga ingin Rossweisse-san mengecek perkembangan belajarku. Sepanjang keseharianku, biasanya dia yang mengajariku tentang pelajaran dan hal hal lain secara teratur.

“Oh Lihat. Ise lagi belajar.”

“Percuma saja. Biarpun otakmu dilatih, pada dasarnya kamu ini bego jadi pasti sia sia saja.”

Motohama dan Matsuda muncul dan datang ke mejaku dengan wajah cabul.

“Diam kalian botak dan kacamata! Kesampingkan Motohama, nilaimu sama jeleknya denganku, Matsuda.”

Matsuda hanya tertawa kecil.

“Kakaka. Di saat seperti ini, kamu lupakan saja tentang hal semacam itu dan pusatkan perhatianmu pada hal yang lain. Lihat nih.”

Yang Matsuda keluarkan adalah........DVD porno! Ini adalah DVD mesum untuk gentleman! Aku segera meraihnya dari Matsuda. Kemudian aku menatap covernya.

“I-Ini......! DVD langka dan sangat populer yang susah didapat sekarang! “Skuadron Sejati Berpayudara Besar Paiotsujya. Kisah Perang Payudara Terekspos yang Meledak”! Ba-bagaimana kamu bisa mendapatkan ini!?”

Kacamata Motohama berkilau oleh suara gemetarku.

“Oh, aku mendapatnya dari koneksi pribadiku. Aku mengorbankan banyak hal untuk mendapat itu. Biar begitupun, kerja kerasku tidak sia sia.”

Matsuda meletakkan tangannya disekitar leherku. Dia kemudian berbisik ke telingaku dengan mata mesum.

“Hei Ise-dono. Mari lupakan Ujian dan adakan Pesta Film di rumahku. Rumahmu sesak oleh wanita jadi kamu tak bisa menonton hal hal semacam ini kan?”

Di-Dia sangat benar! Aku tak bisa melakukan hal pribadi dan semau gue di rumahku seperti sebelumnya! Khususnya menyentuh hal hal ecchi menjadi hal yang sangat berharga........aku menghabiskan malamku dengan Rias dan Asia, dan gadis gadis lain sering mampir ke kamarku untuk bermain juga. kami juga sering mengadakan Turnamen Game dadakan di kamarku. Itu sangat menyenangkan! Orang orang mungkin bilang kalau aku tak bisa menyentuh hal ha erotis, karena banyak tubuh wanita di dekatku. Tapi! Ini ya ini, itu ya itu! Aku ingin menyentuh banyak porno! Bagaimana bisa dibilang masa muda kalau siswa SMA sepertiku tak bisa menonton porno!

“.......Oke, kita akan menonton DVD porno ini di rumah Matsuda—“

Hal itu terjadi saat aku sudah meneguhkan hati dan hampir berbicara. Seseorang mengambil DVD yang kupegang. Ia adalah si cewek berkacamata, Kiryuu.

“Ara ara. Padahal sudah mau Ujian dan si “Trio Mesum” masih bersikap seperti biasanya. Ara. Tapi ini kelihatan menarik. Bagaimana menurutmu, Asia?”

Tepat di sebelah Kiryuu adalah Asiaaaaaaaaa! Asia menatap cover DVD setelah diberitahu oleh Kiryuu! Mendadak wajahnya menjadi merah!

“Hauuuuuu! Ise-san! Ka-kamu berurusan dengan hal hal mesum lagi! Padahal kamu sudah punya banyak!”

Berapa banyak yang Asia ketahui tentang koleksiku!? Gadis gadis di rumahku sangat ketat dalam mengobservasiku! Ketahuilah kalau laki laki suka mencari hal hal menstimulasi! Xenovia kemudian muncul dan mulai menatap cover DVD dengan mata tertarik.

“Ya. Terakhir kali aku menonton koleksi Ise dengan Asia dan Irina, tapi kupikir ujung ujungnya selalu sama. Hubungan seks kan? Bukankah begitu, Irina?”

Xenovia mengalihkan pembicaraan pada Irina yang muncul di sampingnya! Tunggu! Kalian menonton koleksiku! Apa apaan itu!

“R-Rias-san dan Akeno-san juga berkata kalau langkah dan suasana adalah hal yang penting! Kurasa itulah maksudnya!”

“Hmm. Suasana ya. Kamu memang memerlukannya. Jadi maksudmu kalau hanya dengan bercinta takkan membuat kita terpuaskan sebagai “wanita”. Maksudmu begitu kan, Irina?”

“Tunggu! Jangan berikan topik semacam itu pada orang Kristen sepertiku! Hal mengerikan bisa terjadi! Tapi aku cukup tertarik juga........! Aaah, mohon maafkan pikiran kotor dari gadis ini Tuhanku!”

Dia memegang kepalanya kebawah sambil berdoa! Irina sungguh sibuk seperti biasa! Tunggu! Apa Rias dan Akeno-san juga melihat semua koleksiku!? Padahal sudah kusembunyikan dengan sempurna! Kusembunyikan didalam barang barang rumah tangga dalam kloset yang terletak di ruang tak terpakai! Ternyata ketahuan........lokasi DVD tak berubah dan bahkan tak ada jejak kalau itu pernah disentuh! Aku merasa malu karena barang barang pribadiku ketahuan! Matsuda dan Motohama sama sama mengatakan “Aaaah” sambil tertawa kecil, dan mereka menatapku dengan mata mengasihani! Sial! Aku begitu iri pada kalian berdua yang bisa menonton porno sesuka hati dalam ruangan kalian!

“Aku juga akan erotis! Jadi jangan khawatir Ise-san!”

Asia-chan membuat pernyataan seperti itu! Di sampingnya, Kiryuu memasang senyum mencurigakan di wajahnya. Kauuuuuu! Bahkan Kiryuu mempengaruhi Asia dengan hal hal erotis! Kalau Asia manisku menjadi erotis, maka aku.........mungkin akan sangat menyenangkan!

Kemudian ponselku bergetar. Saat aku mengeluarkannya dan melihatnya, itu adalah getaran tanda peringatan waktu.

“Ah, sudah waktunya berobat.”

Aku mengatakan itu dan bangkit dari kursiku.

“Hah? Apa ada yang salah denganmu?”

Matsuda bertanya. Bukan, itu bukan aku.

“Maaf. Aku mau keluar sebentar.”

Aku mengatakannya pada semua orang dan berpindah ke tempat yang tidak ada orangnya. Aku masuk kedalam ruang Home Economic yang kosong pada saat ini. Aku segera membuat Gauntletku muncul dan mengeluarkan botol kecil dari sakuku. Aku meneteskan cairan didalamnya ke berlian.

“Bagaimana Ddraig?”

[........Yah. perasaanku sudah terasa lega kembali.]

Ddraig menjadi lebih tenang. Nampaknya Ddraig mendapat “Penyakit” hati karena aku terus memperkuat diri dengan payudara secara terus menerus. Saat kutunjukkan Ddraig pada penasehat profesional kenalan sensei, aku disarankan memakai obat ini. Dia memiliki kesadarannya, tapi katanya Naga tersegel adalah eksistensi spesial. Jadi aku memakai Obat untuk Naga yang bisa menenangkan stress mereka untuk mengetesnya, dan ternyata obat itu bekerja dan dia sepertinya jadi lebih tenang dari sebelumnya. Naga yang tersegel dalam Sacred Gear itu langka, namun Obat yang digunakan untuk Naga jenis itu sepertinya lebih langka bagiku........aku sudah banyak merepotkan Ddraig sampai harus meminta penasehat untuk mengeceknya. Aku tak pernah membayangkan kalau Naga Langit memiliki hati rapuh sehingga aku terlalu ceroboh dalam memperkuat diri.

[.......Aku mulai kembali jadi diriku setelah menerima Obat. Kukuku. Tapi Naga Langit yang memerlukan Obat........apa yang Si Putih akan katakan kalau dia sampai tahu..........]

Ddraig menertawakan dirinya........Maafkan aku! Pokoknya, aku meminta penasehat yang mengurus Ddraig tiap minggu. Dan aku harus memakai obat ini padanya 3 kali sehari. Ddraig! Pokoknya aku akan mengurusmu untuk seumur hidupku!

[.........Kukuku. pengobatan untuk sepuluh ribu tahun ya.......]

Karena itu aku bilang maafkan aku! Kuatkanlah hatimu! Oh! Kalau penyebabnya, yaitu aku, mengatakannya maka takkan ada efek pembujuknya! Masalah tentang Ddraig cukup serius, tapi aku juga harus mengurus dua tes......Aku sibuk dengan hal lain selain pertarungan juga.......jadi sangat penting kalau aku mendapatkan Manajer. Aku benar benar menjalani kehidupan sekolah yang edan. Haaaa........aku keluar dari ruang Home Economic sambil mendesah. Dan aku kebetulan menemui dia.

“Hyodou.”

“Ah, Saji.”

Aku bertemu Saji.


“.......Kamu sampai membuat Naga Langit menangis seperti itu?”

Saji mendesah setelah mendengar masalah tentang Ddraig. Aku berada di Ruang OSIS.

“Kalau Naga Langit tak dalam kondisi stabil maka hal hal serius akan terjadi seperti saat Vritra mengamuk.”

Saji mengatakannya sambil meneguk teh hijaunya.

“Itu artinya Naga itu sensitif dan sulit dikendalikan.”

Aku mengatakan hal yang terdengar benar........Tapi aku bukan dalam posisi untuk mengatakan itu. Tapi Saji juga setuju dan berkata “Yah, kamu benar.”. memang sulit untuk mengurus Naga yang bersemayam dalam tubuhmu. Aku penasaran bagaimana cara sensei berinteraksi dengan Fafnir? Lain kali aku harus bertanya padanya.

“Oh iya. Kudengar kamu mendapat rekomendasi untuk promosi. Selamat.”

Aku menerima ucapan selamat dari Saji.

“Ya, makasih. Ini terasa mendadak. Jujur saja, aku masih belum bisa mempercayainya.”

“Yah, kupikir kamu layak mendapat rekomendasi. Kamu melalui banyak situasi hidup dan mati kan? Aku ikut serta dalam pertarungan melawan Loki dan pertarungan dan Kyoto jadi aku memahaminya. Kamu bisa mati dalam pertarungan seperti itu. Normalnya kamu akan mati. Berapa banyak musuh tangguh yang sudah kamu lawan? Mereka semua lawan yang tercatat dalam sejarah atau berasal dari mitologi.”

Tapi aku masih bisa selamat dalam semua pertarungan itu. Itu semua karena Ddraig dan teman teman yang bisa kuandalkan.......biarpun begitu itu adalah pertarungan menegangkan. Aku serius. Kenapa kita harus terus terlibat dalam semua pertarungan itu........? aku jadi menghormati gaya hidup normal dan ecchi! Saji melanjutkan.

“Kamu bertahan dari semua pertarungan itu dan pencapaianmu hebat. Jadi kurasa kamu layak mendapatkannya. Apa kamu akan melewatkan peringkat? Bukankah kalian sudah memiliki kekuatan setara Iblis Kelas Tinggi? Seperti kamu dan Kiba?”

“Tidak. Dari segi promosi kami harus menjadi Iblis Kelas Menengah terlebih dulu.”

“Hmm, jadi para petinggi tak punya kehendak baik untuk melakukan hal yang benar aye. Kaichou bilang kalau kamu, Kiba, dan Akeno-senpai punya kekuatan untuk menjadi Iblis kelas Tinggi dengan melewatkan peringkat. Karena itu adalah Sekiryuutei, Pedang Iblis-Suci, dan Halilintar Suci.”

Kebanyakan orang melihat kami seperti itu. Bahkan sensei dan yang lain berkata kalau hanya soal waktu sampai kami menjadi Iblis kelas Tinggi. Jadi kami sudah memenuhi banyak hal sampai diperlakukan seperti itu ya.......

“Kamu dan Kiba kuakui sangat tangguh. Aku pernah latih tanding dengan Kiba sebelumnya. Dia begitu kuat. Seranganku tak ada yang mengenainya. Dalam opiniku Kiba seperti model pemain tipe teknik. Dan kamu berlatih setiap hari dengan Kiba kan? Kamu paham kalau kalian adalah monster kan?”

Aku tak ingin dikatai seperti itu oleh Saji yang bisa berubah menjadi [Dragon-King]........Yaa latihan dengan cowok itu takkan bermakna apapun kalau tak kulakukan dengan serius. Jadi Saji berlatih tanding dengan Kiba. Dia pasti menggigit lidahnya saat melihat kecepatan Dewa Kiba. Seranganku sendiri tak ada yang bisa mengenainya.

“Aku juga ingin mendapatkan promosi. Namun sebelum itu aku harus jadi lebih kuat lagi.”

Kiba mengatakannya dengan senyuman pahit.

“Kamu sudah cukup kuat. Apalagi kamu memiliki Raja Naga Vritra di dalammu.”

“Bukan, bukan hanya aku. Aku ingin menjadi lebih kuat dengan anggota Sitri yang lain juga. belakangan, Kaichou mulai mendiskusikannya dengan Grigori. Yaitu tentang Sacred Gear buatan.”

“Sacred Gear buatan?”

Sensei pernah mengatakannya. Tipe yang dia ciptakan sendiri dengan menyalin sistem Sacred Gear yang “Tuhan dalam Injil” gunakan untuk menciptakan Sacred Gear.

“Ya. Kami, kelompok Sitri, sering ikut serta dalam eksperimen Azazel-sensei. Sebagai hasilnya, lain kali salah satu non-pemilik Sacred Gear dalam kelompok kami akan dilengkapi dengan Sacred Gear buatan.”

“Wow, itu hebat sekali.”

“Biarpun kukatakan Sacred Gear buatan, output kekuatannya tak sestabil Sacred Gear asli dan ada batas jumlah pemakaiannya. Masih ada banyak hal yang harus diperbaiki. Tapi sudah pasti kalau kami bisa menjadi lebih kuat, jadi takkan sia sia kalau kami memakainya. Dan kalau penelitian tentang Sacred Gear meningkat, maka tak lama lagi itu juga bisa menjadi kekuatan dari Iblis. Juga sistem [Reverse] tak lagi digunakan. Beban yang diberikan pada tubuh sangat besar dan mereka bilang kalau orang orang pemilik Sacred Gear semacam itu menyentuh mereka, hal hal buruk bisa terjadi.”

Jadi anggota OSIS sedang membantu eksperimen untuk hal semacam itu rupanya. Saji membicarakannya dengan enjoy.

“Ada banyak variasi dalam Sacred Gear juga. Bukannya aku menerimanya, tapi sekedar tahu saja sangat menyenangkan kan? Dimulai dengan tipe kekuatan dan tipe pendukung. Untuk tipe terdapat tipe elemental, tipe serangan balik, tipe perisai, dan masih banyak variasi lainnya. Dan seperti Sacred gear kita ada juga yang berisikan monster didalamnya, mungkin melalui kontrak.”

Kalau kuingat lagi, Sacred Gear buatan sensei memiliki salah satu Raja Naga didalamnya, [Gigantis Dragon Fafnir] dengan cara kontrak. Apa mungkin yang seperti itu disebut [Tipe Kontrak Tersegel]? Aku memang tak tahu banyak soal Sacred Gear. Aku hanya mencoba memahami Sacred Gearku sendiri. Lain kali aku harus minta sensei mengajariku lebih banyak lagi. Saat aku memikirkan itu, para anggota kelompok Sitri lainnya mulai berdatangan dalam ruang OSIS.

“Ah, ada Hyodou-kun ya.”

Seorang dengan rambut pigtail, [Peluncur] Kusaka-san memberiku selamat dengan berkata “Selamat untuk rekomendasi promosimu!” segera setelah melihatku. Anggota yang lain juga memberiku selamat dengan mengucapkan “Selamat!”

“Terima kasih! Pertama tama, aku akan berjuang untuk tes.”

Si gadis kelas satu, si [Pion] Nimura-san berkata pada Saji.

“Genshiro-senpai. Kaichou memintamu mengambil “dokumen” itu.”

“Oh, yang itu. Aku paham, Nimura.”

Dan gadis lain, si gadis kelas dua [Peluncur] Hanakai-san berbicara pada Saji.

“Gen-chan. Aku juga ada keperluan dengan Kaichou.”

“Apa kamu serius Hanakai? Sepertinya aku akan sibuk.......pertama tama, mari lakukan yang mudah diselesaikan dulu. Hyodou, aku pamit dulu. Santailah saja dengan mengobrol dengan rekan rekanku.”

Saji meninggalkan ruangan dengan Hanakai-san dan Nimura-san setelah mengatakan itu. Kudengar dari [Benteng] Yura dan [Peluncur] Kusaka-san kalau si gadis kelas dua, si [Peluncur] Hanakai Momo, dan si gadis kelas satu, si [Pion] Nimura Ruruko-san tengah bertanding sengit untuk memperebutkan Saji. Hanakai-san adalah gadis yang membawa kotak berisi darahku dalam Rating Game melawan kelompok Sitri. Nimura-san adalah gadis yang dikalahkan oleh Koneko-chan. Hanakai-san awalnya adalah fan Kiba. Namun ternyata dia tipe yang bisa membedakan antara mimpi dan kenyataan, dan dia menyadari kalau Kiba adalah orang yang takkan bisa ia capai, hingga hatinya tercuri oleh Saji yang terus berusaha keras. Nimura-san di sisi lain selalu berada di samping Saji dan terus mendukung Saji dengan tugas OSIS dan urusan Iblis lain. Karena dia terus berada di samping Saji, dia mungkin jatuh cinta pada Saji yang selalu bersikap serius. Sepertinya Saji akan sangat sibuk. Selagi aku memikirkan kisah cinta temanku sambil menyeruput teh hijau, si [Benteng] Yura datang ke arahku dengan kertas tanda tangan.

“Hyodou, boleh aku minta tanda tanganmu?”

“Boleh. Tapi apa kamu yakin mau memintanya dariku?”

“Tentu saja. Pertarungan melawan Bael, aku menonton rekaman video dan sangat tersentuh melihatnya. Itu adalah perang tinju terbaik yang pernah ada.”

Yura nampaknya adalah penggemarku. Sebelumnya ada diskusi tentang siapa tipe yang para gadis paling sukai diantara Iblis yang bersekolah disini yakni aku, Kiba, Gasper, dan Saji saat aku berbicara pada Yura dan yang lain. Dia bilang aku adalah tipenya. Dia bilang dia suka laki laki yang nampak kotor oleh lumpur. Apa aku berlumpur.......? Yah, aku selalu bertanding tinju sehingga apa boleh buat kalau aku meninggalkan kesan semacam itu.

.......Tapi Yura memang Bishojo biarpun dia memiliki popularitas tinggi di kalangan gadis karena memiliki wajah Bishonen. Ngomong ngomong si [Kuda] Meguri-san lebih suka Gasper. Dia nampaknya menyukai tipe laki laki kecil.

“Laki laki muda sangat bagus.”

Meguri-san mengatakannya secara alami dengan wajah serius.

“Aku lebih suka dengan Kiba-kyuun!”

Kusaka-san adalah penggemar berat Kiba seperti biasanya. Juga Fuku-Kaichou Tsubaki-senpai juga penggemar berat Kiba. Dari segi menjadi penggemar, Tsubaki-senpai melebihi Kusaka-san. Nampaknya dia jatuh cinta pada Kiba setelah kalah dalam Game di Dunia Bawah. Apakah itu cinta ketika seseorang menyadari perasaannya setelah ia kalah?

“Kusaka-san. Apa kamu mau kukenalkan dengan Kiba lain kali?”

Kusaka-san menjadi kegirangan oleh saranku.

“Sungguh!? Tapi mending kamu kenalkan pada Tsubaki-senpai dulu. Dia benar benar jatuh cinta pada Kiba-kyuun.”

Ah, benar juga ya. Itu adalah hubungan rumit diantara senpai dan kouhai. Tunggu! Kenapa juga aku musti peduli pada si pangeran tampan itu!? Tapi cowok itu tak punya kekasih biarpun dia sangat populer di kalangan cewek. Karena itu aku peduli padanya sebagai teman. Seperti ini aku mulai bisa terbuka dengan para anggota OSIS. Ini hal yang bagus. Cukup bagus untuk membangun hubungan karena kami adalah Iblis yang bersekolah di tempat yang sama.

“Ternyata Hyodou-kun ada disini rupanya.”

Aku mendengar suara familiar. Saat aku menoleh ternyata itu adalah Sona-Kaichou.

“Ah, maaf sudah mengganggu.”

“Ya.”

Kaichou menjawab sapaanku dengan cara cool.

“Tamu ada disini tapi aku punya tugas untuk kalian semua. Tsubaki saat ini sedang kesulitan mengurus klub klub.”

“Baik!”

Semua orang menjawab perintah Kaichou.

“Sampai nanti Hyodou-kun.”

Mengatakan itu, semua orang meninggalkan ruangan. Yang tersisa hanya aku dan kaichou.

.......Ini mungkin pertamakalinya aku berdua saja dengan kaichou! Aku jadi gugup! Kemudian ruangan menjadi sunyi senyap! Sona-kaichou duduk di kursinya dan mulai melihat lihat dokumen yang ia bawa.

“..........”

Aku merasa berada di tempat yang salah sehingga aku bermaksud pergi. Kemudian Kaichou berbicara.

“Kudengar kamu menyatakan cinta pada Rias.”

.......Jadi dia ingin berbicara tentang hal itu.

“Ri.......apa Buchou mengatakannya padamu?”

“Ya. Aku sudah berteman dengannya sejak masih kecil. Belakangan aku sering mendengar dia curhat tentang cintanya melalui lingkaran sihir.”

Apa kamu serius? I-itu kan.......

“Hahaha........umm, iya.......”

Aku tersenyum dan kaichou melihatku dengan tatapan lurus.

“Sepertinya kamu bisa melakukan semua hal yang tak bisa kulakukan?”

“.......Apa maksudmu?”

“Tentang pertunangan, insiden dengan Raiser. Kasus dengan Kiba Yuuto-kun. Kasus dengan Gasper-kun. Kasus dengan Koneko-san. Kasus dengan Akeno.......kamu membuat beban yang Rias pikul menjadi lebih ringan........Aku sudah bersama Rias lebih lama darimu, namun aku tak bisa berbuat apa apa meskipun aku adalah temannya. Karena aku adalah “Iblis Kelas Tinggi”. Karena itu “Tradisi Iblis”. Aku tak bisa melewati rintangan ini karena aku terjebak oleh fakta itu........aku tak bisa berbuat apa apa karena tempatku berdiri dan cara orang orang disekitarku memandangku.”

Sona-Kaichou terus memikirkan Rias dengan caranya sendiri. Tentu saja, karena mereka sudah berteman sejak masih kecil.

“Kamu memecahkan semua itu tanpa memikirkan fakta fakta itu. Aku sangat senang........dan aku juga menjadi iri. Kamu bisa memecahkan semua masalah yang aku tak bisa. Karena itu aku sangat berterima kasih padamu. Terima kasih sudah banyak menolong Rias.”

Ekspresi cool Kaichou sedikit berkurang setelah mendesah lega.

“Hyodou-kun........tidak, mungkin aku harus memanggilmu Ise-kun di saat pribadi. Mohon uruslah Rias baik baik. Dia mungkin keras kepala dan mudah emosional namun sebenarnya dia lebih rapuh dari siapapun. Dia perlu seseorang yang bisa mendukungnya di sampingnya. Karena itu aku ingin menyerahkan tugas ini padamu.”

“Ya! Serahkan Ri..........Buchou padaku!”

Tentu saja! Rias sangat penting bagiku!

“Kamu bisa memanggil Rias dengan namanya kalau hanya ada kita berdua. Kalau kamu orang yang dia cintai, maka kamu juga adalah temanku. Ya, kamu juga bisa memanggilku Sona.”

“Ku-Kupikir itu sedikit sulit untukku.......”

Kaichou mendesah setelah mendengar ucapanku.

“........Kamu menerima ketidakpuasan dari Rias dan Akeno karena caramu berbicara pada mereka sepanjang saat saat pribadi kan?”

“Eh!? Ba-bagaimana bisa tahu?”

Apa Kaichou seorang esper? Kenapa dia bisa tahu? Melihat reaksiku, Kaichou tertawa kecil. Kupikir orang ini sangat manis ketika tertawa. Dia biasanya bersikap cool sehingga celah diantaranya membuatku terpana. Begitu. Aku bisa paham kenapa Saji jatuh cinta padanya!

“Maksudnya lelaki yang bisa memilah milah cara mereka berbicara pada wanita adalah lebih hebat.”

“Ha-haaaa..........ternyata begitu..........”

Kaichou mendesah kecil dan mengatakan ucapan tak terduga dari mulutnya.

“Mungkin aku juga harus mencari kekasih.”

Oh! Aku baru mendengar kata baru!

“Bagaimana dengan Saji?”

Saranku. Apa Saji punya kesempatan? Kaichou menggeleng kepalanya.

“Mungkin dia sudah seperti adik laki laki bagiku. Juga ada para budakku yang mencintainya jadi aku takkan berani untuk macam macam dengannya.”

Ah, nampaknya tak ada kesempatan untukmu. Saji, kupikir impianmu masih sangat jauh!

“Juga soal Game. Sungguh luar biasa. Sampai kamu bisa mengalahkan Sairaorg Bael. Pertumbuhanmu sungguh membuatku tak percaya.”

“Y-Ya, terima kasih banyak. Tapi kami bisa mengalahkannya dengan empat orang........dia benar benar lawan kuat.”

“Biar begitupun, timmu yang menang. Aku hanya bisa berkata kalau itu sangat mengagumkan.”

Di-dia terus terusan memujiku! Hal ini sangat baru bagiku. Namun kelompok kaichou juga hebat. Biarpun kelompoknya masih belum sempurna, dia masih bisa mengalahkan orang orang dari keluarga Great-Duke. Berarti strategi Kaichou dan aturan Game memiliki kecocokan bagus. Mereka seolah seperti tim yang berkebalikan dari kami.

“Jadi akan kuserahkan Rias padamu Ise-kun. Juga selamat untuk rekomendasi promosimu. Aku akan memberimu ucapan selamat juga.”

“Terima kasih banyak! Serahkan Rias dan tes itu padaku!”

“Ya. Aku memiliki harapan besar padamu. Berjuanglah. Juga untuk Ujian sekolahmu.”

Sona-Kaichou tersenyum. Sampai aku bisa melihat senyum manis Kaichou seperti itu, membuktikan kalau kami sudah saling terbuka. Entah kenapa aku juga merasa senang karena Kaichou memberiku ucapan selamat. Ya. Semangatku kembali lagi jadi aku akan menyelesaikan Tes dan Ujiannya!


Bagian 4[edit]

“Begitu. Jadi kamu membicarakan hal itu kepada Sona.”

Aku berada di ruang keluarga setelah makan malam. Aku menceritakan kejadian tadi siang pada Rias.

“Aku punya satu keraguan sih. Bukankah Sona-kaichou juga memiliki seseorang yang ditunangkan padanya? Maksudku, apa dia punya tunangan?”

Aku menanyakan hal semacam itu pada Rias. Sona-kaichou berasal dari keluarga Ningrat, jadi akan sangat jelas kalau dia memiliki tunangan.

“Dia punya.”

“Punya?”

“Namun dia juga mematahkannya seperti aku. Kejadiannya terjadi sebelumnya. Dia saat itu menantangnya dengan Game catur dan kalau dia menang maka pertunangan akan dibatalkan, tapi kalau dia kalah maka dia akan berhenti sekolah dan segera menikah. Dia memutuskan tak menikahi seseorang yang tak memiliki otak sehebat dirinya.”

Jadi hal semacam itu terjadi. Karena itu dia bilang ingin mendapatkan kekasih. Jadi dia masih single saat ini.

“Jadi pada akhirnya, dia menang dan pertunangan dibatalkan, kan?”

Rias mengangguk oleh ucapanku. Dia memenangkan Game dengan perbedaan jauh dan mematahkan harga diri lawannya berkeping keping. Itulah Sona yang menang melawan Seegvaira Agares dari segi taktik. Orang normal takkan bisa melawannya. Kalau aku bertanding catur dengannya sekarang, nampaknya aku akan kalah ketimbang menang.

Sampai seperti itu rupanya. Dalam pertandingan kekuatan kami takkan kalah melawan kelompok Sitri. Namun dalam Rating Game yang sangat mengandalkan strategi maka........anggota mereka masih belum lengkap. Bukanka hal hebat akan terjadi kalau anggota mereka sudah lengkap? Setidaknya mereka masih punya beberapa bidak [Pion] dan satu [Kuda] dan [Benteng] tersisa. Saat aku memikirkan hal itu, Rias berbicara.

“Oh iya. Sona bilang dia menemukan kandidat baru untuk bidak [Benteng] dan [Kuda]. Dia sedang bernegosiasi dengan mereka.”

Oh! Kelompok Sitri akhirnya akan meningkatkan jumlah mereka! Itu Sona Kaichou sang ahli taktik yang sedang kita bicarakan. Mereka pasti punya ciri khusus. Tidak, tidak. Mungkin saja mereka tipe kekuatan. Kalau mereka Bishojo, maka aku ingin lebih dekat dengan mereka! Seperti itu aku tengah membayangkan kelompok Sitri yang baru.

“Sekarang Ise-sama.”

Ravel muncul sambil membawa buku di kedua tangannya! Banyak buku dijatuhkan ke meja membuat suara keras! Ravel mengatakannya di hadapan gunungan buku.

“Aku juga mengumpulkan banyak buku buku referensi untuk tes promosi hari ini! Juga aku membawa buku untuk Ujian di Akademi Kuou!”

Gadis itu sungguh cepat dan ahli mempersiapkan! Dia selalu membawa buku buku referensi entah dari mana!

“Ara ara. Sepertinya sudah waktunya belajar untuk tes.”

Akeno-san datang.

“Oh, sudah waktunya belajar ya? Kalau begitu aku juga ikut belajar.”

“Aku juga ikut belajar.”

“Aku juga ikut.”

Trio Xenovia, Irina, dan Asia juga datang. Seperti ini semua orang berkumpul sepanjang waktu ini dan belajar. Akeno-san dan aku belajar baik untuk ujian dan tes promosi. Anggota yang lain belajar untuk ujian.

“Mari belajar untuk hari ini juga!”

Rias duduk di sampingku dan membuka buku catatan. Dia kemudian melempar pandangan ke segala arah........dia seperti sedang mencari seseorang.

“Jadi Koneko masih belum baikan juga hari ini?”

Koneko-chan memang sedang absen saat ini. Belakangan nampaknya kondisinya sedang tidak baik. Jadi seperti itu, belajar kelompok dimulai tanpa Koneko-chan.


“.........Ah, banyak sekali urusanku.”

Kelompok belajar selesai dan pekerjaan Iblisku juga sudah selesai, jadi aku berbaring di ranjang di kamarku. Aku lelah secara fisik dan lebih buruk secara mental. Sepanjang waktu aku melakukan pekerjaan Iblis aku mengayuh sepedaku sambil membaca buku yang kubawa di satu tangan.......Aku senang menjadi Iblis sehingga bisa melihat di malam hari.

.........Bahkan setelah itu aku masih harus belajar sampai larut malam. Karena kedua tes sudah dekat, aku harus belajar sampai batas. Yah, aku Iblis dan aku cukup percaya diri pada staminaku jadi aku masih bisa bertahan. Namun ada dua tes dan ada begitu banyak hal yang harus kuingat sampai aku takut otakku akan mendidih. Saat ini, Rias dan para gadis tengah membuat makanan sebelum belajar jadi akan memberi kami energi. Rias tetap bangun sampai larut malam karena ia membantuku belajar. Dia sungguh wanita hebat! Meski dia nampaknya sering meninggalkan kelas saat sekolah untuk tidur di ruang kesehatan........Biarpun begitu, dia tetaplah wanita yang hebat!

........Aku sudah menembaknya, tapi mungkin aku harus bertanya berapa lama itu akan efektif? Itu karena aku menginginkah kehidupan manis! Saat aku belajar seperti ini, aku merasa ingin mengabaikan segalanya dan melakukan hal hal erotis dengan Rias! Aah, apa menciumnya tak apa apa? Lalu bagaimana kalau melakukan sesuatu melebihi itu? Bahkan hal hal ecchi........Tidak, tidak! Aku harus belajar untuk Ujian saat ini! Aku harus mengesampingkan hasrat duniawiku dan belajar dengan hati seorang saint!

.........Tapi mungkin dia akan mengizinkanku melakukan hal hal ecchi sebagai hadiah kalau lulus dalam tes. AH! Apa yang terjadi dengan pesta film di rumah Matsuda dan menonton DVD yang didapat Motohama!? Apa sudah tak berlaku sekarang? Uwaaaaaaaaaah! Aku ingin menontonnya! Aku benar benar ingin menontonnya! Kenapa hanya aku yang tak bisa menontonnya! Ini tidak adil! Sekali aku memikirkan hal erotis, dalamku jadi semakin besar! Aku sudah sangat menahan diri, kan? Hiks.....ini tidak adil! Mungkin aku harus singkirkan “masa muda” didalamku........hal itu terjadi tepat sebelum aku mengambil majalah porno yang kusembunyikan dibawah ranjangku. Aku mendengar suara pintu terbuka!.......! Siapa itu!? Apa itu Rias? Atau Asia? Saat aku menoleh, ternyata Koneko-chan yang mengenakan baju putih. Telinga dan ekor kucingnya dikeluarkan. Apa dia dalam mode nekomata? Kenapa dia dalam mode itu di larut malam begini? Dia juga mengambil break dari pekerjaan Iblis karena dia sedang merasa tidak baikan. Kudengar dia tidak sakit dan dia tak mendapat masalah memakai senjutsu juga.......Wajah Koneko-chan nampak merah.

........Dia entah kenapa nampak “panas”.......Koneko-chan terus mendekatiku dengan ekspresi bergairah, dan dia melepas pakaian putihnya. Didalamnya...........

.............

Dia tidak mengenakan apa apa! Aku tak bisa menutup mulutku yang terbuka lebar karena Koneko-chan tak mengenakan celana dalam.

I-I-I-Itu karena dia tak mengenakan pakaian dalam........! Setelah melepas pakaian putihnya, dia naik ke ranjangku dan kemudian memelukku. Nafas cepatnya, tubuh kecil berkeringat, dan tubuh lembutnya menyentuhku! Koneko-chan lalu berbisik ke telingaku.

“........Senpai........aku tak bisa mengendalikannya.........”

Setelah mengatakan itu dia meraih tanganku, dan meletakkannya di dadanya. Memang kecil namun sensasi lembutnya bisa terasa. Lalu Koneko-chan membuat suara manis.

“............Nyaaaaaa.........”

........! Apa yang terjadi!? Ada apa ini!? Apa ini!? Ada apa dengan Koneko-chan!? Aku kebingungan oleh situasi mendadak ini! Aku tak bisa menyembunyikan kebingunganku karena sesuatu yang sepertinya tindakan tak terduga dari Koneko-chan tengah berlangsung! Aku tak pernah menyangka Koneko-chan akan melakukan hal erotis seperti Rias dan Akeno-san! Aku bisa merasakan lidah keringnya di leherku........! Leherku dijilat oleh Koneko-chan! Ada apa dengan gerakan lidahnya!? Itu terlalu erotis! Koneko-chan berbicara dengan suara kecil dan mata emosional.

“.........Senpai..........aku ingin ba......”

“Ba?”

Aku menanyai Koneko-chan dan dia menjawabnya dengan jelas.

“Bayi.”

..........................

..........................

Ba-ba-ba-ba-ba-ba-ba-bayi!?

Apa maksudnya!? Dia tiba tiba mengatakan kalau dia ingin bayi!? Dia mendadak mengatakan hal yang biasa dikatakan Xenovia!? Koneko-chan mengatakannya dengan ekspresi erotis! Koneko-chan memperlihatkan seluruh tubuhnya dengan melepas pakaiannya! Dia telanjang bulat! Payudara kecil muncul di hadapanku! Hal hebat tengah terjadi! Aku membayangkan tentang hal hal ecchi dan kemudian Koneko-chan muncul di hadapanku sambil berkata “Aku ingin bayi senpai”! ini situasi ecchi dan menstimulasi! Tapi.......ada yang tidak beres dengan Koneko-chan. Ekspresi yang sepertinya terlalu “seksi”. Aku bisa melihat sedikit bayangan di matanya.

.........Itu terjadi saat aku berpikir kalau hal ini tidak normal. Pintu terbuka dan Rias berjalan masuk! Uwaaaaaaaah! Dia melihatku dan Koneko-chan dalam situasi seperti ini! Segera setelah Rias memahami situasi, dia langsung menuju ke arahku dan Koneko-chan dengan langkah kaki keras! Uwa, apa dia marah!? Apa aku akan dibunuh!? Itulah yang kupikirkan, namun...........

Rias meletakkan tangannya di leher Koneko-chan dan kemudian menatap mata Koneko-chan. Ia lalu menyentuh perut dan dadanya. Rias mulai berpikir sejenak dan kemudian mengeluarkan ponselnya. Rias kemudian berkata padaku.

“...........Kamu ingat tentang kapten Klub Tenis, Abe-san kan?”

“Eh.......? I-Iya. Senpai penjinak hewan itu kan?”

Pemilik dari Yuki-Onna penghancur impianku, Goristee. Senpai klub tenis yang selalu membanggakan dirinya itu.

“Aku akan memanggilnya. Abe-senpai akan lebih banyak tahu dari kita tentang Nekomata.”

Rias kelihatan serius. Nampaknya dia tak sedikitpun membicarakan tentang situasi erotis yang tengah terjadi. Artinya dia lebih khawatir tentang Koneko-chan.

“U-Ummmmmm, apa yang terjadi pada Koneko-chan........?”

Rias menjawab pertanyaanku.

“........Mari meminta ahli untuk melihatnya lebih dulu.”

Rias terdengar seolah mengetahui sesuatu.......kemudian dia memanggil Abe-senpai.

.......Apa yang terjadi pada Koneko-chan?

Catatan Penerjemah dan Referensi[edit]

  1. Bekal makan.
  2. Mungkin disini rambut Ravel yang bergelung di kedua sisi.
  3. Cara paling hormat dalam memanggil kakak laki laki di Jepang.
  4. Tongkat pemukul kecil.