High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 5 Life.3

From Baka-Tsuki
Revision as of 16:41, 3 August 2012 by SATRIA (talk | contribs) (Bab 3 : Kucing dan Naga!)
Jump to: navigation, search

Bab 3 : Kucing dan Naga!

Bagian 1

“Oryaaaaaaaaaah!”

[Explosion!]

Kekuatan yang ditingkatkan oleh Sacred Gearku mengalir ke tubuhku, dan kekuatan fisikku meningkat dalam sekejap!

“Cobalah menghindari ini!”

Tannin-ossan membuka mulutnya lebar lebar!

Gooooooooooooooon! Doooooooooooooooon!

Aku dengan lincah menghindari bola api yang dia tembakkan berturut turut, dan mengacungkan tanganku ke depan!

Aku membayangkan imej peluru sihir besar! Dan menembakkannya! Dragon Shot!

Don! Aku menembakkan peluru sihir besar dari tangan kiriku! Itu hampir setengah ukuran ossan! Itu pasti lebih kuat dari serangan yang meledakkan gunung sebelumnya! Berkat itu, kekuatan sihirku hampir kosong dengan yang kutembakkan plus peningkatannya! Titik lemahku adalah aku hanya bisa menyimpan sedikit kekuatan sihir! Batas berapa banyak aku bisa meningkatkan kekuatanku juga hanya sebesar ini!

“Hmph! Jadi akhirnya kau memberiku sesuatu yang sedikit layak!”

Ossan berniat menerima peluru sihir dari depannya tanpa mengelak sama sekali!

Dooooooooooooh!

Ossan menangkapnya di depannya dengan lengan tebalnya dan kemudian dengan tangkas menembakkan nafas dari mulutnya!

Doh! Guoooooooooooh!

Peluru sihirku terlempar jauh ke langit kesana hanya oleh satu nafas ossan!

[Reset]

Kekuatanku yang ditingkatkan di-reset dan aku segera tumbang oleh kelelahan.

Ossan menatap kedua tangannya. Kepulan asap tipis keluar dari keduanya. Apa peluru sihirku berhasil membakar tangan ossan!?

“Tembakan bagus. Dibanding pertama aku menemuimu, kekuatan nagamu sudah meningkat. Kekuatan fisikmu juga tak perlu dikritik lagi. kau juga sudah mencapai poin dimana kau bisa terus menerus bermain denganku selama seharian penuh.”

Tak seperti biasanya, ossan memujiku.

Aku bernafas tersengal sengal dan sedang meneguk air dari kantong air yang selalu kupersiapkan di punggungku. Kantong air ini, dan air yang ada di dalamnya, mampu sedikit mengurangi dan menurunkan nafas api ossan dengan meningkatkan kekuatan air melalui kekuatan Sacred Gearku. Yah, aku juga sudah memikirkan beragam metode menyalin untuk itu.

Penampilanku juga compang camping. Jerseyku tak lagi berfungsi, dengan hanya bagian penting tubuhku yang terlindungi, dan tubuh bagian atasku telanjang dan penuh luka. Ya. Dadaku juga menjadi lebih tebal. Dan lemak tak perlu dalam tubuhku juga sudah lenyap.

Aku sudah menemukan tanaman dan hewan di pegunungan, dan sudah memasak serta memakan mereka. Aku sudah mendapat cukup banyak keahlian liar. Aku tak bisa percaya kalau aku sudah hidup seperti kera gunung sepanjang liburan musim panasku.

Berkat bertahan hidup di alam liar seperti ini, aku sudah menguasai sihir api, dan dengan menggabungkannya dengan kemampuan Sacred Gearku, aku bisa melakukan teknik api yang diajarkan padaku oleh ossan. Kekuatan api besar! Kapan kapan akan kutunjukkan pada kalian!

Sehingga, beberapa hari telah berlalu sejak aku membuat janji di kamar Koneko-chan. Pertarungan dengan keluarga Sitri diadakan tanggal 25 Agustus. Hari ini adalah 20 Agustus. Lima hari tersisa. Tepat waktu, kami berada pada periode dimana kami hampir menyelesaikan latihan.

Waktu untuk berkumpul bersama juga sudah dekat. Direncanakan kalau ada hari untuk kami dimana kami akan berkumpul kembali untuk beristirahat. Demi memulihkan pada hari itu dari kelelahan yang terkumpul sepanjang latihan kami.

Setelah itu, sepertinya akan ada pesta yang disponsori oleh Maou-sama sebelum Game, dan keluarga kami serta para Iblis muda lain sepertinya juga diundang. Dengan kata lain, tak ada waktu tersisa untuk latihan lagi.

“Kamu sudah berjuang bagus sampai saat ini. Tapi, sayang sekali. Mungkin kau masih bisa bertahan satu hari lagi. Latihanmu berakhir besok, tapi.........mungkin mustahil.”

Tannin-ossan mendesah. Ya, aku paham. Aku tak mampu mencapainya sepanjang periode waktu itu. aku sudah berkembang dari segi kekuatan fisik dan hal hal lain.—Namun, aku akan menyelesaikan latihanku bahkan tanpa mencapai Balance Breaker.

Aku tak bisa – menyelesaikan target latihanku.


Bagian 2

“Kalau begitu, aku pergi dulu sekarang. Aku juga mau mengikuti pesta yang disponsori maou. Mari bertemu lagi disana, Hyodou Issei. Dan Ddraig.”

Kami saat ini berada di depan kediaman Gremory. Aku sudah kembali dengan menaiki punggung Tannin-ossan. Tidak, punggung monster Naga ternyata cukup nyaman, dan menakjubkan! Itu hanya perjalanan singkat di udara, namun itu adalah yang terbaik!

“Ya. Terima kasih, ossan! Sampai jumpa di pesta!”

[Maaf sudah merepotkanmu, Tannin. Kita akan bertemu lagi.]

“Ya, aku juga cukup senang. Karena aku bisa bekerja bersama dengan Ddraig. Aku benar benar panjang umur. Oh iya, apa kalian mau mengikuti pesta dengan mengendara punggungku?”

“Sungguh? Apa tak apa apa?”

“Ya, itu tak masalah. Aku akan bawa kelompokku dan datang kemari di hari pesta. Aku akan mengontak Gremory nanti untuk lebih banyak informasi.”

Sungguh, ossan memang Naga yang perasa!

“Kalau begitu, aku akan datang lagi kemari besok. Sampai jumpa!”

Setelah mengatakan itu saja, ossan mengepakkan sayapnya dan menghilang ke angkasa.

Aku melihatnya pergi sambil melambaikan tanganku.

[Sungguh Dragon King yang mudah diajak akrab.]

“Kupikir dia orang baik. Saat kami pertama bertemu, dia menakutkan, tapi.....dia Naga yang keren!”

[Aku dan kau juga Naga, tahu?]

Itu benar, tapi........kupikir Naga yang asli benar benar besar dan menakjubkan. Aku dan kau, kita adalah Iblis tereinkarnasi yang pada dasarnya manusia dan merupakan bagian dari Sacred Gear.

[Yah, itu benar]

Benar? Seperti yang kuduga, itulah “DRAGON!”

“Hei, Ise-kun.”

Saat aku menoleh ke arah suara laki laki familiar – Kiba berada disana. Dia mengenakan jersey, namun sudah sobek sobek. Jadi bukan hanya aku saja.

Wajahnya yang keren dan tampan sekarang nampak kucel.

“.....Badanmu jadi tambah bagus.”

Kiba mengatakan itu sambil melihat tubuh bagian atasku. Aku menutupi tubuhku!

“H-Hentikan, ada apa dengan mata itu.......jangan melihat tubuhku dengan mata itu!”

Entah kenapa, aku merasakan bahaya pada tubuhku! Karena, dia terkadang menakutkan, pria ini!

“K-Kejam sekali. Aku hanya ingin berkata kalau ototmu jadi berkembang bagus.”

“Kamu......belum berubah.”

“Yah, karena aku punya tipe tubuh yang sulit menambah daging. Aku jadi iri.”

“Oh, Ise dan Kiba.”

Kali ini suara gadis.—Itu adalah Xenovia. Tunggu, tubuhnya penuh perban!? Dengan seluruh tubuhnya dipenuhi perban, penampilan Xenovia juga compang camping!

“Tapi, k-kamu, ada apa dengan penampilan itu......?”

Saat aku dengan kikuk menanyakan itu, Xenovia melihat penampilannya lagi dan berbicara.

“Ya. Aku menjadi seperti ini karena aku berlatih, terluka dan membalut diriku, dan lalu berlatih, dan terluka dan membalut tubuhku lagi.”

“Kamu jadi seperti wanita mumi.”

“Kasar sekali. Aku tak punya niat terus tampil bagus selamanya, tahu?”

“Bukan itu maksudku!”

Astaga, dia susah dipahami seperti biasanya. Tapi, aku merasa kalau aura disekitar tubuhnya lebih sunyi dan tebal dari sebelumnya. Ngomong ngomong, aura Kiba juga lebih padat.

Hah? Kemampuanku untuk melihat aliran kekuatan sihir juga sudah meningkat dari sebelumnya? Apa ini juga hasil latihanku dengan ossan? Apa inderaku menjadi lebih tajam dari menjadi satu dengan alam di Dunia Bawah?

“Ise-san! Kiba-san, dan Xenovia-san juga!”

Datang dari gerbang istana adalah – Asia dalam busana sisternya. Ah, itu memang Asia!

“Asia, lama tak jumpa.”

“I-Ise-san! T-Tolong cepat berpakaian!”

Asia panik saat melihat ketelanjanganku. Mungkin maksudnya adalah, karena dia malu pada situasiku ketimbang malu oleh ketelanjanganku, jadi aku disuruh mengenakan sesuatu. Ada apa dengan gadis ini, dia sudah terbiasa melihatku telanjang.

“Ara, nampaknya semua orang dalam kelompok sudah kembali.”

Yang muncul berikutnya adalah – Buchou! Lama tak jumpaaaaaaaa! Buchouku! Onee-samaku! Dia masih tetap cantik seperti biasanya!

“Buchooooooou! Aku ingin menemuimu!”

“Ise......kamu jadi kelihatan lebih garang, kan? Dadamu juga lebih tebal.”

Dia memelukku erat erat sambil mengatakan itu. Ah, perasaan Buchou.......Juga, karena hasrat duniawiku tersegel sepanjang pengucilan di pegunungan, level nafsuku semakin meningkat hanya dengan mengendus aroma wanita yang lama kurindukan......sudah kuduga, wanita itu lezat!

“Baiklah, semuanya. Silahkan masuk. Sekali kalian sudah mandi dan berganti pakaian, kita akan bertemu untuk melaporkan hasil dari latihan kita.”

Sepertinya aku sekali lagi tinggal di kota yang sangat kurindukan.

Namun, untuk melaporkan kalau aku belum mencapai Balance Breaker – itu sangat memalukan.


Bagian 3

Ini sebenarnya kali pertama semenjak dua minggu dimana kami kelompok Gremory semuanya berkumpul seperti ini.

Setelah kami menerima rencana latihan kami dari Azazel-sensei, aku sudah diurus oleh Naga, namun sepertinya semua orang sudah berpencar setelah itu juga. karena itu ini adalah pengumpulan pertama kami semenjak saat itu.

Jujur saja, ini mungkin kali pertama dimana kami semua harus hidup secara terpisah dari anggota kelompok lain dalam waktu lama.—Lebih tepatnya, kupikir ini kali pertama sejak aku bergabung sebagai anggota. Karena aku tak tahu tentang apa apa sebelum aku disini.

Setelah orang orang yang berlatih diluar aku, Kiba, dan Xenovia sudah mandi dan mengganti pakaian kami, kami semua berkumpul di kamarku. Kenapa kamarku? Aku mendapat keraguan tanpa akhir oleh hal itu, tapi sepertinya karena lebih mudah bagi mereka untuk berkumpul disini. Sepertinya ada masalah dengan berkumpul di kamar Buchou. Apa ada sesuatu yang tak bisa dia tunjukkan pada kami?

Jadi, kami telah berkumpul dan membicarakan tentang isi latihan kami. Kiba menyampaikan penjelasan rinci tentang latihan bersama Gurunya. Xenovia juga mengulas ulang konten latihannya. Aku berbicara tentang gaya hidup liarku bersama Tannin-ossan juga.

Semua orang nampak lebih mudah. Kiba dan Xenovia juga berlatih diluar, tapi mereka nampaknya berlatih sambil tinggal di pondok di gunung dan villa yang merupakan milik keluarga Gremory, dan gaya hidup dengan memburu hewan dan tanaman di pegunungan sambil menghindari hembusan api dari naga sepertinya sama sekali tak terbayangkan bagi mereka.

Hah? Haaaaaaah? Itu aneh. Apa apaan ini!? Mungkinkah hanya aku saja yang menjalani gaya hidup seperti itu!? aku tidur diluar, tahu!? Tanpa selimut, tanpa bantal. Aku harus tidur sambil berbaring di atas daun besar di Dunia Bawah.

“Umm, sensei, bukankah hanya aku yang menjalani gaya hidup kejam......?”

“Aku sendiri kaget karena kamu bisa bertahan hidup dalam kondisi itu. kupikir kamu akan kabur di tengah jalan. Sampai kamu bisa bertahan hidup secara normal di pegunungan juga sama sekali diluar perhitunganku.”

“Eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeh!? Apa apaan itu!? A-Aku berburu, menyembelih, memasak, dan memakan hewan seperti-kelinci dan hewan seperti-babi liar di Dunia bawah, tahu? Aku menyimpan air di kantong air setelah merebus dan mensterilkannya di atas panci besi yang kutemukan di pegunungan.......”

“Makanya aku merasa kaget. Kamu tangguh juga. Dalam banyak hal, kamu sudah melampaui Iblis.”

“Kejam sekali! Aku hidup sambil diuber uber kemana mana hari demi hari oleh Naga di pegunungan ituuuuuuuuuuu! Apa anda tahu berapa kali aku nyaris mati!? Ueeeeeeeeeeeeeh!”

Aku menangis sekeras kerasnya! Karena! Karena! Karenaaaaaaaa!

“Aku mau, aku mau menemui Buchou! Aku membungkus tubuhku dalam daun dan tidur sambil mengingat kehangatan Buchou setiap malaaaaaam! Itu sangat sulit! Naga ossan itu tak kenal ampun dan sering menyerangku saat aku sedang tidur! Dia melelehkan batu! Aku diserbu di hutan dengan apiiiiiiii! Aku kabuuuuuuuur! Kalau aku tidak kabur, aku akan matiiiiiiiiiiiiii!”

“Ise yang malang.......kamu sudah berusaha keras, bukan? Ya, Ise. Kamu menjadi lebih kuat.......pegunungan itu tak memiliki nama, tapi aku akan menamainya [Gunung Ise] mulai dari sekarang.”

Buchou menarik kepalaku ke dadanya dan memelukku! Perasaan dada Buchou berhasil menyembuhkan masa lalu sengsaraku!

Telah menahan shock sebesar itu, aku juga memeluk Buchou dan menangis sekeras mungkin! Kejam sekali! Azazel-sensei sungguh kejam! Dia membiarkan aku diculik Naga! Aku masih ingat Buchou melambaikan tangannya di bawahku! Itu penculikan! Dipikir seperti apapun juga, itu penculikan!

“Tidak, meski begitu, kekuatan fisikmu sudah meningkat pesat. Dengan ini, waktu ketika kamu mengenakan armor dalam Balance Breaker sudah hampir tiba.—Tapi, kamu tak berhasil mencapai Balance Breaker, kan?”

Azazel-sensei nampaknya tak kecewa sama sekali meski aku tak mencapainya.

“Yah, kemungkinan kamu tak mencapainya juga berada dalam lingkup prediksiku. Ya, kamu tak menerima shock apa apa, Ise. Maksudku, mustahil mencapai Balance Breaker saat tak ada perubahan dramatis. Kupikir kalau sesuatu akan berubah di dalam dirimu melalui bertahan hidup keras dan melakukan kontak dengan Naga sekelas Dragon King, tapi waktunya tak cukup. Kalau setidaknya dilakukan satu bulan lagi...........”

Mustahil! Kalau aku harus hidup sebulan lagi dalam gaya hidup semacam itu, aku akan mati karena penyakit kekurangan-Buchou! Kalau aku tak bisa merasakan kehangatan Buchou seperti ini secara periodik, aku akan mati!

Aku mengubur wajahku ke dalam dada Buchou dan menggeleng kepalaku tanda menolak! Tidak, tidak! Aku tak sudi pergi ke pegunungan itu lagi! Buchou juga dengan lembut membelai kepalaku! Ueeeh! Buchou!

“Yah, tak apa apa. Pertemuan laporan berakhir disini. Besok ada pesta. Kalian semua bubar untuk hari ini.”

Pertemuan laporan berakhir dengan suara sensei.

Dengan ini, gaya hidup kerasku akhirnya berakhir.


Malam pada hari itu.

Ini waktunya tidur, namun entah kenapa Asia dan Xenovia berada di kamarku. Sudah ditentukan bahwa aku, Asia, dan Xenovia membagi ranjang yang sama.

Tak mampu menenangkan diriku dengan Asia dan Xenovia di ranjang, aku menggeliat di atas ranjang.

Asia sudah tertidur nyenyak. Mungkin karena ranjang yang kami bagi sangat lebar, Xenovia berbaring agak menjauh dariku. Lebih jauh lagi, entah kenapa, dia nampaknya tak bisa tidur karena dia hanya menatap langit langit.

Kalau kupikir lagi, mungkin dia tak bisa tidur sampai larut karena ini adalah malam pertama kami membagi kamar yang sama.

“.......Kamu kenapa, masih tak bisa tidur?”

“....Yeah. kalau kupikir pikir, aku belum terbiasa tidur dengan laki laki. Biarpun tak ada makna seksual di baliknya......aku tegang........”

Hei, hei, hei! Masa sih!? Kamu tegang setelah mengatakan hal seperti itu!?

Yah, bukan berarti aku tak paham.

“I-Itu benar. Biarpun aku sangat senang dan tak bisa tidur di waktu pertama aku tidur bersama Buchou dan Asia. Itu wajar kalau ini waktu pertama laki laki dan wanita yang seusia tidur bersama, tahu?”

“B-begitu. Jadi ini wajar, ya? Tapi, Asia hebat juga. Dia sepertinya tidur dengan nyenyak.”

“Itu karena Asia.......selalu tidur dengan aku dan Buchou di rumah. Awalnya dia masih malu malu, tapi sekarang dia sudah terbiasa. Dengan Asia berbaring di sampingku memberiku rasa kedamaian pikiran yang hebat.”

“....Ise-san, tolong jangan tinggalkan aku.......munya.......”

Asia bergumam dalam tidurnya.......

“Fufufu. Aku paham alasan kenapa Ise dan Buchou menganggap Asia sangat imut.”

Xenovia mengatakan itu sambil tersenyum masam. Iya kan? keimutan Asia adalah yang terbaik.

Dan kemudian, sebelum aku menyadarinya, kesadaranku terasa makin kabur........dan aku tenggelam dalam malam.


Bagian 4

Saat ini sore di hari berikutnya dan aku tengah mengenakan seragam musim panas Akademi Kuou sembari menanti di ruang tunggu. Itu karena hari ini adalah malam pesta. Aku sudah tidur selama sehari penuh hari ini. Berkat itu, aku merasa sudah memulihkan semua rasa lelah yang menumpuk.

Sudah lama sejak aku terakhir mengenakan seragam ini. Itu karena sampai belakangan ini aku hanya mengenakan jerseyku. Baju ini terasa sangat pas untukku.

Buat jaga jaga, aku juga mengenakan tanda lengan dengan pola Gremory terukir padanya. dengan ini, nampaknya aku sudah oke untuk pesta.

Para gadis telah dibawa oleh semua maid, sambil mengatakan kalau perlu waktu agar mereka bisa siap.

Hmm, Kiba dan Gasper juga sudah pergi entah kemana karena ada urusan tertentu.......

“Hyodou?”

Saat aku menoleh aku melihat pemilik suara familiar itu – Saji berada disana. Kenapa Saji disini?

“Saji, kenapa kamu disini?”

“Ah, Kaichou akan pergi ke tempat pertemuan bersama dengan Rias-senpai dan aku mengikutinya kemari. Jadi, Kaichou pergi menemui senpai dan setelah itu aku akhirnya malah berkeliaran sepanjang mansion, sampai aku tiba disini.”

Kediaman utama ini memang lebar luar biasa. Jadi dia tiba disini setelah kesasar.

Saji mengambil tempat duduk sedikit agak jauh dariku dan berbicara sambil memasang ekspresi serius.

“Game akan diselenggarakan tak lama lagi.”

“Ya.”

“Aku sudah berlatih.”

“Aku juga. Aku terus dikejar oleh Naga di pegunungan setiap hari.”

“A-Apa iya? Kamu menjalani gaya hidup keras seperti biasanya. Yah, aku juga menjalani menu yang berat.”

Begitu. Dia juga sudah berusaha keras dalam latihannya. Itu wajar saja. Itu akan mempengaruhi kemenangan atau kekalahan majikan kami. Aku juga memiliki semangat tempur tinggi. Saji berbicara sambil menggaruk pipinya.

“Hyodou. Apa kamu ingat di saat pengumpulan Iblis satu bulan yang lalu?”

“Ya. Memangnya kenapa?”

“Kami serius.......I-Impianku.......adalah menjadi Guru!”

Tiba tiba, Saji mengatakan itu dengan wajah merah.

“Guru? Apa yang akan kamu ajarkan?”

Biarpun dia merona merah, Saji menjawab pertanyaanku dengan tulus.

“Kaichou mencoba mendirikan sekolah khusus Rating Game di Dunia Bawah. Itu bukan sekolah biasa. Itu adalah sekolah terbuka bagi semua orang dan menerima siswa Iblis tak peduli apakah mereka Kelas Tinggi atau Kelas Rendah, aristokrat atau rakyat jelata. Aku mendengar dari Kaichou kalau hal seperti diskriminasi dan tradisi sudah melunak di industri Iblis sedikit demi sedikit, namun masih ada bagian akar dari itu yang menolak menerima perubahan. Karena itu sekolah rating Game yang ada saat ini hanya menerima Iblis Kelas Tinggi dari keluarga aristokrat. Game harus adil bagi semua orang – inilah yang para Maou-sama saat ini telah putuskan. Meski dibuat adil, jalur untuk Game masih jauh bagi Iblis rakyat jelata Kelas Rendah. Itu aneh, kan? meski bahkan Iblis non-aristokrat bisa dipromosikan menjadi Iblis Kelas Tinggi tergantung kerja keras mereka. Dan kemungkinan itu tidak nol!”

Sambil merasa kaget, aku juga mengagumi opini serius dari Saji.

Orang ini melihat masa depannya dengan sangat serius, huh.

“Kaichou memberitahuku kalau dia ingin melakukan sesuatu tentang itu. Bahwa dia ingin mengajar supaya bahkan Iblis Kelas Rendah bisa ikut serta dalam Game. Karena itu dia akan membuat sekolah yang bisa diikuti siapa saja di Dunia Bawah! Kaichou bahkan belajar di dunia manusia demi hal itu! untuk memberi kesempatan pada mereka yang tak pernah bisa tampil mengemuka! Biarpun hanya 1%! Biarpun hampir nol! Selama tidak nol, siapa saja bisa menjadi Iblis Kelas Tinggi! Hyodou! Bahkan kita mempercayai kemungkinan itu dan mencoba menjadi Iblis Kelas Tinggi, kan?”

“Ya, itu benar sekali.”

Benar sekali. Aku sudah mengincar posisi Iblis Kelas Tinggi. Biarpun kemungkinannya nol, aku memiliki semangat bertarung untuk menjadikannya 100%. Saji membuat deklarasi sambil mengangkat tinjunya.

“K-Karena itu, aku akan bekerja sebagai Guru disini. Aku akan belajar tekun, bertarung dalam banyak Game, dan mempelajari banyak hal. Aku akan menjadi Guru yang mengajar tentang [Pion] dengan itu. Kaichou juga berkata kalau dia ingin membantuku. Bahkan orang sepertiku bisa menjadi Guru sekolah.......a-aku hanya melakukan hal hal bodoh di masa lalu. Aku selalu membuat masalah untuk orang tuaku dan selalu tak disukai orang orang disekitarku. Tapi, kalau ada Kaichou, aku bisa melihat impianku! Aku akan terus berada di sisi Kaichou dan membantunya seumur hidupku! Impian Kaichou juga adalah impianku!”

Saji bebicara sambil merasa malu!

“Hehehe. Aku merahasiakan fakta kalau aku menjadi Iblis dari ibuku, tapi meskipun begitu dia menangis saat aku memberitahunya soal impian masa depanku. [Kamu, menjadi Guru!] dia mungkin mengatakan itu karena itu tak cocok untukku. Tapi, itu tidak buruk. Wajah lega dari Ibuku.”

Jadi itu impian Saji. Ia memiliki jalan berbeda dariku. Karena kami [Pion] yang sama, aku berpikir kalau kami mungkin sama, tapi tiap tiap orang tetap saja memiliki perbedaan. Dia memiliki impiannya sendiri.

Aku ingin menjadi independen dari majikanku di masa depan dan mengincar tujuanku sendiri. Dia berniat melayani majikannya sepanjang hidupnya. Biarpun kami menjadi Iblis di saat yang sama, jalan yang kami lalui ternyata berbeda!

Aku merasa kalau ada sesuatu yang sedikit menakjubkan tentang hal kecil seperti itu.

“Kupikir itu impian mengesankan, Saji. Jadilah Guru yang hebat.”

“Ya, demi impian itu juga kami harus mengalahkan kalian kali ini.”

“Ah, begitu. Sayang sekali ya, karena kamilah yang akan menjadi pemenang!”

“Bukan, tapi kami. Karena kita bertindak begitu bodoh sebelumnya, kita harus membuktikan diri kita dengan hasil kita.”

Meski kami tertawa di saat yang sama, matanya serius. Dia sama sekali tidak bercanda.

Namun, seorang Guru, huh. Aku tiba tiba mengingat Azazel-sensei, tapi.......yah, orang ini mana mungkin menjadi seperti dia, sudah kuduga,

“Ngomong ngomong, Saji.”

“Ada apa?”

Aku menyentil udara dengan jariku.

“Sepertinya puting wanita itu seperti tombol bel saat dipencet.”

“.....A-Apa apaan itu!?”

Oh, Saji mendengarkan dengan sangat tertarik. Sudah kuduga, dia juga mesum sepertiku!

“Aku mendengarnya dari Azazel-sensei. Kalau kemungkinan dari payudara itu tiada batas. Mungkin tidak bagus untuk menuju ke dunia selanjutnya tanpa mendapat pengalaman memerasnya, namun juga melakukan hal hal lain seperti memencetnya. Bicara soal memencet.........”

“.......Hei, Hyodou. Bagaimana dengan aku? Kapan aku akan bisa membelai payudara majikanku?”

Dia mendiskusikan itu dengan serius.

“M-Mana kutahu. Bahkan aku belum pernah membelainya. Setelah seseorang banyak mendapat keberuntungan, baru dia bisa membelainya.”

Saji mendekatiku dengan mata penuh amarah!

“Apanya yang “Keberuntungan”!? Tak satupun pernah datang padaku, tahu!?”

“Tidak, aku sudah bicara berlebihan. Biasanya, kami hanya sampai poin dimana kami tidur bersama dan masuk ke bak mandi bersama—“

Aku hanya berkata sebanyak itu, tapi itu saja cukup. Saji menampakkan ekspresi yang menunjukkan shock yang dia terima dari lubuk hatinya.

Dia dengan gontai menjauh denganku dan duduk dengan keras di atas kursi dengan GAKUN! Dia berada dalam kondisi mengerikan. Matanya terbuka lebar lebar, dan seluruh tubuhnya berguncang!

“......Tidur?.......Mandi?......apa apaan itu....? Aku....aku belum pernah melakukan hal hal itu dengan Kaichou.......”

“S-Saji.....? Hei.....?”

Aku memanggilnya, tapi tak ada reaksi, dia hanya terus komat kamit dengan nada pelan.

“Ise, maaf membuatmu menunggu. Ara, jadi Saji-kun datang.”

Saat aku melihat ke belakangku – Ada Buchou yang mengenakan gaun disana! Dan semua anggota klub yang lain juga!

Luar biasaaaaa! Semua orang mengenakan make up dan berbusana gaun! Rambut mereka juga ditata rapi!

Mereka semua nampak bagai Tuan Putri! Akeno-san mengenakan gaun barat hari ini, juga! Uwaaaaah! Ini gawaaaaaaaat, dia begitu mempesona. Dia begitu cantik sampai mengalahkan bidadari!

Asia juga malu malu, tapi gaunnya nampak sangat cocok baginya. Xenovia nampaknya tak familiar mengenakan busana seperti itu, tapi dia benar benar nampak seperti seorang ojou-sama!

Koneko-chan mengenakan gaun berukuran lebih kecil, namun dia memiliki keimutan yang akan membuatnya diculik oleh lolicon!

Masalahnya ada pada Gasper.

“Kenapa kamu juga mengenakan gaun!?”

Gasper juga berbusana gaun! Nampak begitu cocok sampai aku tak kuasa berkata apa apa! Kupikir dia menghilang karena dia punya keperluan untuk diselesaikan, tapi ternyata untuk hal ini!

“T-Tapi, aku ingin mengenakan gaun juga.”

Anak ini sungguh......kebiasaan berbusana wanitanya benar benar menghebohkan bahkan sampai poin ini.

“Saji. Saji, ada apa denganmu?”

High school dxd v5 179.jpg

Sona-Kaichou yang nampak anggun dalam gaun tengah menatap bingung pada kondisi Saji.

Jadi kamu kaget sampai seperti itu, Saji.........

Saat para gadis yang berdandan sudah keluar, ada suara keras sesuatu yang terbang di taman disertai goncangan lembut di tanah.

Tak lama kemudian seorang butler datang dan memberitahu kami.

“Tannin-sama dan keluarga beliau telah datang.”

Ossan telah datang untuk menyambut kami seperti janjinya!


Saat kami keluar ke arah taman, bagian terbaik ada disana.

Bersama dengan Tannin-ossan, ada sepuluh Naga dengan ukuran sama dengan Ossan!

Besar sekaliiiiiiiiiii! Hebat! Semua anggota kelompok Ossan adalah Naga!

“Aku datang sesuai janjiku, Hyodou Issei.”

“Ya! Terima kasih, Ossan!”

“Selagi kalian menaiki punggungku, aku akan memasang tameng khusus disekitar kalian. Dengan itu, rambut dan pakaian kalian takkan berantakan oleh angin. Karena hal hal itu sangat penting untuk wanita.”

“Terima kasih, Tannin. Kami akan mengandalkan anda sampai kami tiba di tempat pertemuan. Orang orang Sitri juga ada disini, apa tak apa apa?”

“Ooh, Nona Rias. Kamu cantik sekali malam ini. Serahkan saja masalah itu padaku.”

Lalu, kami menaiki punggung Naga dan terbang ke langit Dunia Bawah! Aku naik di puncak kepala Tannin-ossan! Kursi spesial! Aku berpegangan ke sisi dan melihat ke arah langit!

Uwahah! Seperti dugaanku, pemandangan yang terlihat dari punggung Naga itu sangat mengagumkan! Sejak datang ke Dunia bawah, aku tak pernah bosan dengan pengalaman ala fantasi ini! Tapi, itu kalau tanpa menyertakan bagian dikejar kejar Naga.

[Sampai aku bisa melihat pemandangan ini di atas Naga. Ini pengalaman yang tak bisa dideskripsikan.”

Ddraig memasang senyum pahit yang langka. Wajar, karena Ddraig juga awalnya memiliki tubuh seekor Naga.

“Hahahaha, itu pengalaman menarik, Ddraig. Namun, hanya ada tiga Naga terkuat yang masih aktif saat ini termasuk aku. Tidak, karena aku terlahir kembali sebagai Iblis, satu satunya yang masih asli adalah Ophis dan Tiamat. Yang lainnya mungkin tersegel, atau sudah mundur. Yu-Long dan Midgardsomr tak pernah muncul ke permukaan lagi. dan Ddraig, Albion, Fafnir, dan Vritra telah disegel kedalam Sacred Gear.—di semua zaman, Naga kuat terus ditekan. Itu wajar karena Naga kuat adalah eksistensi menakutkan.”

Ossan mengatakan itu dengan nada sedikit kesepian.

“Kalau dipikir pikir, kenapa Naga ossan harus menjadi Iblis?

Ossan menjawab pertanyaanku dengan serius.

“Satu alasannya adalah, di era ini dimana tak ada peperangan besar lagi, kupikir aku akan bisa bertarung melawan orang orang kuat kalau aku ikut serta dalam Rating Game. Dan ada satu alasan lain.”

“Alasan lain?”

“....Apa kamu tahu buah bernama Apel Naga? Itu adalah apel yang Naga makan.”

“Tidak, ini kali pertama aku mendengarnya. Justru, itu nama aneh dan dan asing bagiku.”

“Ada ras Naga tertentu yang hanya bisa hidup dengan memakan apel naga itu. Namun, jenis yang tumbuh di dunia manusia sudah punah karena perubahan lingkungan tiba tiba. Sekarang, buah itu hanya tumbuh di Dunia Bawah. Namun, Naga dibenci di Dunia Bawah. Mereka dikucilkan baik oleh Iblis maupun Malaikat Jatuh. Tak mungkin mereka akan memberikannya dengan Cuma Cuma, kan? – Karena itulah, aku menjadi Iblis sehingga wilayah yang menumbuhkan buah itu bisa menjadi wilayahku. Saat kamu melampaui Iblis Kelas Tinggi, kamu bisa menerima bagian wilayah Dunia Bawah dari Maou. Itulah yang menjadi incaranku.”

“Lalu, apa para naga yang memiliki masalah makanan tinggal di wilayah Ossan?”

“Ya, berkat itulah, mereka terhindar dari kepunahan. Dan aku juga melakukan penelitian tentang bagaimana menumbuhkan apel naga secara artifisial di wilayahku secara sukses. Itu adalah buah spesial, jadi penelitian perlu waktu lama. Namun, asal masih ada masa depan demi ras itu, lebih baik terus melanjutkan.”

Hebat. Jadi dia berbuat sampai sejauh itu demi menolong ras itu. kupikir dia memang layak menerima titel “Dragon-King”.

“Ossan ternyata Naga baik.”

Ossan tertawa keras oleh kata kataku.

“Naga baik!? Gahahahahahahahaha! Ini kali pertama ada yang memberitahuku hal semanis itu! lebih jauh lagi, aku merasa terhormat menerima pujian dari Sekiryuutei! Namun, nak, hasrat untuk melanjutkan ras seseorang itu sama diantara semua makhluk hidup. Itu sama, bagi manusia, Iblis, dan Naga. Aku hanya berpikir untuk menyelamatkan sesama Naga sepertiku. Itulah yang Naga dengan kekuatan lakukan bagi Naga yang tak memiliki kekuatan.”

“.....Hebat. Aku hanya secara mentah mentah ingin menjadi Iblis Kelas Tinggi. D-Dan, aku berusaha terus maju karena aku ingin mengumpulkan harem. Apa sikap mental semacam ini tidak bagus?”

“Hal semacam itu tak apa apa selagi kamu masih muda. Kalau kamu laki laki, wajar jika kamu mengincar wanita dan kekayaan. Berlebihan dalam hal itu tidak bagus, tapi tak masalah selama itu menjadi dorongan yang memberimu semangat. Namun, Hyodou Issei, sangat disayangkan kalau menjadikan harem sebagai tujuan akhirmu. Kalau kamu menjadi kuat, sudah wajar kalau banyak wanita akan mendekatimu. Masalahnya adalah setelah kamu berhasil mendapatkan wanita dan kekayaan.......itu mungkin terlalu sulit untuk dipahami seseorang semuda dirimu.”

Ya, itu mungkin sedikit sulit bagiku.

Namun, karena sejumlah Iblis yang kutemui sejak aku datang kemari, aku mulai sedikit memikirkannya.

-- Semua orang hidup dengan memiliki tujuan.

Ingin memenangkan turnamen, ingin menjadi Maou, ingin menyelamatkan sesama Naga, ingin menjadi Guru.

Mereka semua Iblis, namun yang mereka cita citakan sama sekali berbeda. Bagiku, adalah menjadi Raja Harem.

Itu masih belum berubah, tapi mungkin tak bagus untuk tak bergerak ke arah itu secara realistis dan menjauhi khayalan biasaku.

-- Banyak hal diperlukan untuk menjadi Raja Harem yang kuinginkan.

Dengan itu, setelah aku memikirkan hal hal ini dengan otak kerdilku sambil mengobrol tentang ini dan itu selama sekitar satu jam, cahaya terang mulai menyebar di hadapanku.

Sepertinya kami akhirnya sampai di tempat pertemuan.

Bagian 6