High School DxD (Indonesia):Jilid 25 Life.DxD vs Life.GOD

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Life.DxD vs Life.GOD Melawan Para Dewa —Red Dragon—[edit]

Bagian 1[edit]

Aku — Kiba Yuuto, bersama dengan majikanku, Rias-oneesan, dan anggota tim kami yang lain tengah menonton pertandingan Ise-kun di ruang personil yang berwenang. Mereka memposisikan pemain mereka di beberapa titik untuk menghadapi pemain lawan sambil mengarah ke puncak. Pasangan pertandingannya adalah:

Dewa Apollon melawan Xenovia, Irina, dan Nakiri-kun.

Dewi Artemis melawan Asia-san dan Bina Lessthan-san.

Typhon melawan Elmenhilde-san, Bova-san dan Roygun Belphegor-san.

Dan, Dewa Vidar melawan Ise-kun, sementara skuad Valkyrie di dekatnya bertarung melawan Rossweisse-san dan Ravel-san.

Pertarungan sudah dimulai. Pertarungan sengit terjadi di berbagai tempat di Yggdrasil buatan. Pertarungan pertama yang kebetulan ditemui adalah Dewa Apollon akan melawan Xenovia dan yang lainnya. Wyvern yang telah Ise-kun kirimkan pada Xenovia semakin dekat dan berubah saat mereka menempeli tubuh Xenovia. Hal berikutnya yang aku tahu, Xenovia mendadak berubah menjadi Crimson Destruction Dragonar. Kedua pendekar pedang, Xenovia dan Irina-san, melakukan serangan yang dibuat dengan baik terhadap Dewa Apollon. Namun, Dewa Apollon menangani kedua pendekar pedang cepat tersebut dengan hanya melapisi salah satu tangannya dengan sedikit aura dewata yang bersinar! Dia terus menghindari gaya dua pedang Xenovia, Durandal, Excalibur, dan Hauteclaire Irina-san dengan mudah!

[Dorong!]

Nakiri-kun, yang berubah menjadi bentuk Naga humanoidnya, mengurangi jarak dengan kecepatan intens. Lalu memulai pertarungan tangan kosong melawan Dewa Apollon. Pukulan dan tendangan berlapis touki terus memukul, memukul, memukul, dan memukul! Dewa Apollon harus merespon pertempuran jarak dekat dari Xenovia, Irina-san, dan Nakiri-kun. —Namun, Dewa Matahari menangani semua itu hanya dengan satu tangan!

[Jadi kamu akan menghindari pertarungan tangan kosongku, huh!]

Rias-oneesan, yang ada di sampingku, terkejut. Xenovia, Irina-san dan Nakiri-kun melompat mundur, menciptakan jarak ketika Xenovia mengubah Excalibur-nya menjadi cambuk dengan spesialisasi ‘mimic’ dan tiba-tiba menyerang Dewa Apollon. Selain itu, dia menggabungkan serangannya dengan kecepatan kilat serta spesialisasi ‘transparency’ Excalibur yang membuat cambukan (ujung tajam cambuk) tidak terlihat. tapi meski Dewa Apollon tidak bisa melihat Excalibur yang digerakkan oleh cambuk, dia dengan mudah menghindari serangan itu! Seolah-olah dia merasakan kehadiran sejumlah kecil aura yang mengalir melaluinya! Tidak, dia pasti melakukan ‘itu’! Cambuk tak terlihat yang dia hindari menghancurkan sebagian besar pulau terapung dimana mereka bertarung. Itu adalah spesialisasi ‘destruction’ dari Excalibur. Sepertinya Xenovia sudah mahir dalam menggabungkan spesialisasi Excalibur. Sementara Dewa Apollon terus menghindari serangan cambuk terus-menerus dari Xenovia, Irina melapisi Hauteclaire dengan aura suci!

[Haaaaaaaaaaaaa!]

Teriak Irina sambil mengayunkan Hauteclaire-nya terus-menerus. Dan setiap kali dia melakukan itu, aura suci yang kuat terus terbang menuju Dewa Apollon! Namun, dia bereaksi terhadap hal ini dengan hanya memunculkan sejumlah kecil aura dewata di tangannya dan terus menembaknya. Tanpa ragu-ragu, Irina-san menciptakan cambuk seperti Xenovia yang dipenuhi dengan energi cahaya dan mulai mengayunkannya bersama dengan teman seperjuangannya secara bersamaan! Salah satunya adalah cambuk yang diliputi cahaya, yang lainnya adalah cambuk yang tak terlihat, dan keduanya mencambuk secara bersamaan. Penglihatan dan kehadiran, yang manapun itu, tidak mungkin dihindari bila yang menjadi sasaran bukanlah makhluk sekelas Dewa atau jenis eksistensi lain pada level serupa. Ya, sekelas Dewa atau level serupa…… Itulah sebabnya, karena itu adalah Dewa Apollon, dia bisa menghindari serangan serentak mereka!

[Haaaaaaaaaaaaa!]

Nakiri-kun mengubah touki miliknya menjadi bola dan terus menembak Dewa Apollon dari kejauhan! Peluru touki tidak hanya dalam kisaran beberapa lusin. Ada sekitar seratus yang ditembakkan ke arah Dewa Matahari. Volume touki Nakiri-kun juga mengejutkan kami, tapi Apollon-san memukul semua hanya dengan satu tangan...! Saat Xenovia melihat rentetan touki, dia berteriak.

[Belok, belok, beloooook!!!]

Peluru touki yang ditembakkan oleh Nakiri-kun — mengubah lintasan mereka dan memojokkan Dewa Apollon! Apakah ini karena Xenovia menggunakan kekuatan ‘control’ Excalibur!? —Namun, Dewa Apollon bahkan tidak terganggu oleh pertumbuhan Xenovia saat dia menghindar dan menangkis peluru. Dewa Apollon tiba-tiba terbang ke depan sambil memukul peluru touki Nakiri-kun. Dengan kecepatan super, dia menutup jarak dan meninju perut Xenovia dengan kekuatan yang hebat! Pukulan yang satu itu merusak armor yang Xenovia kenakan, membiarkan tubuhnya terbuka!

[Gaha!]

Xenovia meringis saat menerima pukulan langsung! Satu pukulan dari Dewa Matahari dipenuhi dengan kekuatan cahaya yang Iblis takuti. Biasanya, tidak akan aneh jika seseorang kalah dari satu pukulan itu. —Namun, Xenovia tidak menghilang saat dia mengayunkan pedangnya ke arah Dewa Apollon yang sudah dekat. Dia mencoba menghindarinya, tapi—.

[Aku mendapatkanmu!]

Cambuk Irina-san menempel ke tangan kosong Dewa Apollon! Dewa Apollon, yang tidak bisa membebaskan diri, hampir terpukul oleh tebasan Xenovia! Namun, Dewa Apollon dengan cepat menendang Xenovia! Xenovia terhempas mundur... tapi dia segera bangkit kembali. Pukulan dan tendangan itu dipenuhi dengan kekuatan Dewa Matahari. Namun, Xenovia dalam kondisi baik. Alasannya adalah sarung yang ada di punggungnya. —Itu adalah sarung Excalibur. Rias-oneesan lalu berkata.

“...Itu adalah sarung Excalibur yang konon membuat pemegangnya abadi, meskipun dengan beberapa pembatasan.”

Ya, Xenovia telah menjadi memiliki kekebalan terbatas. Biarpun dia terluka parah oleh serangan Dewa Matahari, selama dia memiliki sarung itu, itu akan sembuh sepenuhnya. Dewa Apollon mengaguminya.

[Sarung Excalibur…. Aku mengerti, meskipun kamu tidak seperti Malaikat dan Naga humanoid, alasan mengapa kamu bisa berdiri dihadapanku meski kamu lemah terhadap cahaya adalah karena itu, ya. Bisa dibilang bahwa kamu anggota yang paling cocok dipilih untuk jajaran timmu.]

Xenovia lalu menyatakan kepada sang Dewa saat dia melengkapi Durandal dan Excalibur.

[Ini yang terburuk. Jika Ise mengalahkan [King] mereka, maka yang harus kita lakukan adalah menahan mereka sampai seseorang dari tim kita mencapai tujuan.]

Irina-san dan Nakiri-kun juga bersiap untuk pertarungan lain bersama Xenovia. Lawan mereka sangat kuat. Seorang Dewa. Dewa Matahari legendaris. Kamu bahkan bisa mengatakan bahwa kekalahan itu tidak terhindarkan. Tapi tetap saja, dengan tekad yang gigih, mereka mengambil pendirian mereka di depan Dewa Kepala Olympus saat ini, Dewa Matahari, dan mereka bersiap untuk pertarungan lain. Irina-san berkata.

[Darling-ku Ise-kun akan menang, lho? Dia kan darling-ku!]

Nakiri-kun menambahkan sambil membungkus seluruh tubuhnya dengan touki.

[Aku — telah memutuskan bahwa aku akan menjadi kuat di bawahnya. Aku harus menjadi kuat. Demi dia... aku harus menang demi dia yang dengan sengaja mengubah takdir kami!]

Kekuatan gabungan Xenovia, Irina-san dan Nakiri-kun memaksa Dewa Apollon untuk mulai menggunakan tangannya yang lain. Dia menyelimuti kedua tangannya dengan aura dewata, dan juga melepaskannya ke seluruh tubuhnya.

[Aku tidak suka bertarung. —Tapi, aku akan bertujuan untuk memenuhi harapan kalian sebagai prajurit. Aku akan membuat kalian merasakan kekuatan dari orang yang dimahkotai dengan nama ‘Matahari’.]

Lalu, pertarungan Xenovia dan yang lainnya terus meningkat. Di sisi lain, Asia dan Bina Lessthan-san bertarung melawan Dewi Artemis. Bina Lessthan-san mengeluarkan aura sekelas Maou dari seluruh tubuhnya, sementara Dewi Artemis bertujuan untuk menembaknya dengan panah dewata. Begitu sebuah panah ditembakkan oleh Dewi Artemis, itu akan selalu menembus sasarannya di manapun lawan berada. Panah tembakan mengubah lintasannya di langit sambil mengejar target yang mencoba kabur. Terlebih lagi, panah dipenuhi dengan aura dewata. Luka yang mematikan akan dijamin bahkan hanya dari satu serangan. Bina-san menembak semuanya dengan energi iblisnya, lalu melepaskan serangan energi iblis setelah dia melihat celah. Namun, Dewi Artemis juga mengimbangi energi iblis Bina-san dengan anak panahnya, yang memungkinkannya untuk menghindari serangan Bina-san, tapi... Sebagai hasil dari energi iblis dan panah yang ditembak selama pertempuran ofensif dan defensif antara sang Dewi dan Iblis di dalam gua, kerusakan signifikan pada bagian dalam Yggdrasil terjadi. Namun, sistem Rating Game aktif dengan cepat dan memulihkan bagian yang hancur. Jika tidak ada sesuatu seperti itu, aku yakin Yggdrasil akan mengalami banyak kerusakan sejak beberapa saat yang lalu. Dewi Artemis menembakkan panahnya ke arah Asia setiap kali dia melihat celah dari Bina-san. Namun—

[Aku akan melindungi Asia-tan.]

Panah yang telah ditembakkan terhenti karena pertahanan besi dari Fafnir yang dipanggil!

[Kuh! Ini sangat keras!]

Perisai pertahanan Fafnir bahkan mengejutkan Dewi Artemis. Keinginan kuat Fafnir untuk melindungi Asia mengabaikan kenyataan bahwa musuhnya adalah seorang Dewi. Selain itu, Asia-san bukan hanya dilindungi. Menurut aturan Rating Game, akan ada batas jika familiar itu terlalu kuat. Fafnir tidak bisa tinggal di sana untuk waktu yang lama. Itu sebabnya mereka harus melakukan semua yang mereka bisa begitu mereka memanggil Fafnir. Saat Asia-san mencari di sakunya — dia mengambil ‘itu’ keluar! —pakaian dalam, sepasang pantsu! Sang komentator lantas berteriak!

<<Ohhh! Asia-senshu, d-d-dia telah mengambil sepasang celana dalam! A-Apakah ini hal itu!? Apakah hal yang dikabarkan akan keluar?>>

Desas-desus tentang spesialisasi Fafnir sudah menyebar luas, ya? Saat para komentator terus berbicara, semua penonton juga mulai menantikannya! Wajah Asia berubah merah karena dia malu, dan suaranya lebih bernada tinggi dari biasanya, sambil dia berkata.

[Kelas p-p-p-p-p-p-p-p-p-p-p-p-p-p-pantsu Fafnir-san akan segera dimulaaaaaaaaaiiii]

—Dia putus asa! Asia-san melemparkan celana dalamnya ke arah Fafnir! Fafnir lalu menangkapnya dengan mulutnya dan mulai mengunyahnya! Sudah diduga, dia akan memakan celana dalamnya, huh! Keheningan singkat berlalu... Bina-san dan Dewi Artemis berhenti bertarung dan mengalihkan fokus mereka ke arah Fafnir karena pemandangan yang sangat tidak biasa!

[Aku makan kancut tembus Asia-tan.]

Tiba-tiba, cahaya menyilaukan terpancar dari seluruh tubuh Fafnir. Apa-apaan cahaya itu? Kenapa dia menyala!? Seberapa efektif pakaian dalam itu? Setelah mengarahkan mulutnya ke tanah — benda seperti tangga keluar dari mulut Fafnir! Mengapa sebuah tangga!? Semua ini sudah jauh di luar pemahaman kita!

[Monster mengejutkan dan menakjubkan pekan ini, berbaris!]

Sambil Fafnir berkata begitu — sesuatu keluar dari mulutnya dan mulai mengikuti langkah tangga!

[Pantsu Pantsu Pantsu Pantsu Pantsu Pantsu Pantsu Pantsu Pantsu]

Sementara suara aneh itu semakin kencang dan lantang, banyak Fafnir kecil mulai keluar dari mulutnya! Apa-apaan ini...? Apa yang terjadi….? Semua orang di ruang penonton tercengang juga, dan seolah-olah ekspresi mereka menyampaikan gagasan bahwa semua ini ‘Luar biasa’!

“.....Apa yang sudah keluar pekan lalu?”

Rias-oneesan mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal, tapi... aku takut dia terlalu bingung. Jumlah Fafnir kecil melebihi dua digit, dan sekitar seratus berbaris berdampingan sambil mereka mulai berbaris menuju Dewi Artemis!

[AーApa yang kamu rencanakan...?]

Bahkan Dewi pun ketakutan!

Para Fafnir kecil mulai terbang menuju Dewi Artemis!

[Pantsu Pantsu Pantsu Pantsu Pantsu Pantsu Pantsu Pantsu Pantsu]

Namun, target mereka adalah area di bawah perutnya! Selangkangan sang Dewi! Para Fafnir kecil mengarah pantsu — Dewi Artemis! Semua orang mengerti apa artinya itu! —Ahh, para Fafnir kecil berencana untuk memakan celana dalam Dewi Artemis! Tidak memerlukan penjelasan lebih lanjut!

[Apakah kamu berencana untuk mengambil celana dalamku!? Aku tidak percaya ini!]

Dewi Artemis mencoba menyingkirkan Fafnir kecil yang memanjat tubuhnya, tapi mereka tetap menargetkan celana dalamnya tanpa berkedip! Mereka sangat gigih mengejar target mereka!

<<Dan! Benar-benar kejutan! Para Fafnir mini yang dikeluarkan Dragon King Fafnir mencoba mengambil pakaian dalam Dewi Artemis!>>

Bahkan komentator tidak punya pilihan selain mengatakan itu! Dewi Artemis mencoba meledakkan segerombolan Fafnir mini dengan melapisi busurnya dengan auranya, tapi—. Setelah lenyap, segerombolan Fafnir mini baru dikirim keluar dari mulut Fafnir yang asli!

[Maaf, aku menyesal! Aku sangat menyesaaaaaaal!]

Asia-san meminta maaf sambil menangis karena situasi telah berubah! Namun, kombinasi Asia-san dan Fafnir tentu saja memberikan pukulan besar pada sang Dewi!

[Jika itu yang terjadi, aku akan mengincar tuannya!]

Ketika Dewi Artemis mencoba mengubah targetnya kepada Asia-san...

[Asia-tan, lindungi.]

Kehendak kuat Fafnir akan menangkis serangan kuat sang Dewi.

[Dasar pertahanan keras!]

Wajar saja bahwa Dewi Artemis terkejut! Namun, aku yakin bahwa kekuatan Dragon King yang tertarik dengan celana dalam melebihi pemahamannya! Komentator menjelaskan situasinya kepada kami.

<<Ini benar-benar menakutkan! Klon yang dikeluarkan Dragon King terus mengarah pada celana dalam Dewi Artemis, sementara Asia-senshu, yang ditargetkan oleh Artemis-senshu, dilindungi oleh dinding Fafnir yang tak tertembus! Di sisi lain, meskipun Fafnir terluka, Asia-senshu terus menyembuhkannya dari belakang! Kalau mengenai lawan-lawan perempuan, ini bisa digambarkan sebagai formasi ulitmate battle!>>

Bina-san juga ikut campur dengan menyerang menggunakan energi iblisnya!

[Kamu terbuka!]

[Kuh!]

Dewi Artemis harus berurusan dengan lawan sekelas Maou sambil juga berusaha melindungi celana dalamnya pada saat yang sama! Sepertinya Dewi Artemis mengalami kesulitan melawan kombinasi tak terduga dari Asia-san (+ Fafnir) serta Bina-san.

<<Artemis-senshu mungkin harus membuat pilihan di sini. Akankah dia mempertahankan celana dalamnya sambil menyerang dengan kurangnya fokus, atau menerima rasa malu dan menghajar habis-habisan!?>>

Sama seperti komentator menjelaskan kepada penonton lain, situasi ini akan terus berlanjut sampai Fafnir menghilang dari field. Langkah yang dibuat Ravel-san untuk berurusan dengan Dewi Artemis luar biasa. Namun, meski ada satu pertempuran yang berlangsung dengan lancar, ada juga pertempuran lain yang mereka perjuangkan—.

Maka, lawan khusus yang mereka hadapi ini brutal. Pertarungan ketiga adalah Elmenhilde-san, Bova-san dan Roygun-san melawan Typhon. ...ini adalah pertandingan yang benar-benar satu sisi.

[Gahahahahahaha! Alangkah sibuknya!]

Di permukaan pulau terapung yang sangat luas yang terletak sedikit di atas bagian tengah Yggdrasil — cengkeraman cahaya dan hujan lebat terus turun karena cuaca di pulau terapung itu menjadi badai! Typhon, yang merupakan asal dari kata ‘Topan’, mengubah cuaca hanya dengan melepaskan serangan. Ketika Bova-san mencoba menyerang, hujan lebat dan angin yang ekstrim diarahkan padanya dan membunuh momentumnya. Kendati Elmenhilde meminum darah yang disiapkan sebelumnya oleh Ise-kun dan Ravel-san, yang memberinya karakteristik dari Naga dan Phoenix, dia bahkan tidak mampu menahan serangan sang Raja Monster. Namun, keberadaan Roygun Belphegor-san, yang masih belum kalah memberi mereka pijakan yang sangat besar. Dia menciptakan [Crack] pada angin kencang, kilatan petir dan sejenisnya yang dilepaskan oleh Typhon. Angin dan cahaya yang membuat [Crack] menyimpang ke arah lain dan tidak mendaratkan semburan langsung pada mereka. Typhon berhenti mengendalikan cuaca untuk waktu yang singkat dan mengembuskan api dari mulutnya, tapi setelah [Crack] dibuat, itu dibagi menjadi beberapa bagian yang membunuh kekuatannya dan membubarkan kekuatan brutalnya. Berkat itu, Bova-san dan Elmenhilde-san saat ini masih belum mengalami kerusakan yang berarti. Roygun-san adalah mantan mahkluk sekelas Maou. Bahkan setelah kekuatannya turun saat dia mengembalikan bidak [King], dia masih menunjukkan kemampuan seperti itu... Sepertinya dia mampu menentukan lokasi setiap serangan, dan menggunakan kemampuan [Crack]-nya di lokasi yang paling mudah disiapkan. Kemungkinan besar itulah bidang keahliannya, dan dialah masternya. Setelah menghamburkan serangan dan menemukan celah, Bova-san dan Elmenhilde-san melepaskan serangan mereka sendiri. Meskipun Bova- san dan yang lainnya menyerang, tidak ada kerusakan serius. Raja Monster Typhon-san, yang jelas berada pada level yang berbeda, tampak terkejut dan tertawa riang.

[Ini adalah masalah besar! Seharusnya kalian lebih lemah dariku, tapi kalian berhasil membalas semua seranganku!]

Typhon-san memuji Roygun-san. Roygun-san sendiri tertawa elegan sambil dia berkata ‘Sama-sama’, tapi... staminanya tidak terbatas. Cepat atau lambat, situasinya akan mencapai titik di mana mereka akan tertekan oleh serangan terus-menerus Typhon. Tapi tetap saja, aku mengagumi tekad Roygun-san sebagai mantan peringkat kedua karena mencoba membuat celah sambil tetap tak terkalahkan melawan Raja Monster. —Namun, jika mereka terkena serangan langsung walau satu pukulan saja, mereka akan diselimuti cahaya kekalahan. Pertandingan ini adalah pertandingan paling erat dan paling sengit yang pernah mereka lakukan. Lalu, aku melihat pertempuran Ise-kun dan yang lainnya, yang bertarung di tempat tertinggi—.

Bagian 2[edit]

Aku — Hyoudou Issei, turun di atas pulau terapung tertinggi di antara pulau-pulau terapung yang telah dipilih teman-temanku saat aku berdiri dan melihat lawan di depan mataku. Lawanku adalah — Dewa Kepala dari mitologi Norse, Vidar-san, dan skuad Valkyrie. Empat gadis perang berbaris mengelilingi kapten mereka, Brynhildr-san, sementara di pihak kami adalah tim tiga orang yang terdiri dari Ravel, Rossweisse-san dan aku. Vidar-san dengan santai mengangkat tangannya.

“Yo, Sekiryuutei.”

Vidar-san lalu mengarahkan jari telunjuknya ke langit.

“Kamu ingin naik ke sana, kan? Nah, sesuai aturan, orang yang mencapai tujuan pertama akan menjadi pemenangnya. —Tapi itu membosankan, kan? Baik untukku dan penonton.”

Vidar-san mengatakan itu sambil menepuk tanah dengan jemari kakinya.

“Jadi, mari kita bertanding di sini. Aku akan melawan Sekiryuutei, sementara Valkyrie melawan yang lainnya. Tentu saja, itu termasuk nyonya muda Phoenix di sana.”

...Yah, itu cukup mudah dimengerti. Aku akan melawan Vidar-san, sementara Rossweisse-san dan Ravel akan melawan skuad Valkyrie. Rossweisse-san menghadapi Brynhildr-san dan mantan koleganya.

“...Brynhildr-senpai, semuanya.”

Brynhildr-san mencabut pedangnya dari pinggangnya saat dia berkata.

“Kamu... mungkin sudah berlatih, kan?”

Rossweisse-san mengangguk saat dia menarik keluar tongkat Misteltein-nya.

“…Ya. Meskipun aku belum pernah memenangkan satu pertandingan pun, aku masih akan menantangmu.”

“Baiklah, aku tidak keberatan. Tuanku saat ini adalah Vidar-sama, dan tuanmu saat ini adalah Red Dragon di sana. Sepertinya kita tidak punya pilihan selain saling berhadapan! “

Ravel berkata pada Rossweisse-san, yang telah mempersiapkan pendiriannya.

“...Aku mungkin tidak banyak membantu, tapi aku akan berusaha membantumu sebanyak yang aku bisa.”

Dan dengan itu, pertarungan antara skuad Valkyrie melawan Rossweisse-san bersama dengan Ravel dimulai! Sementara itu, aku berdiri di depan Vidar-san. Suara batinku — Ddraig berkata.

[Setelah memulai dari pertarungan melawan Malaikat Jatuh, akhirnya kamu melawan Dewa ya.]

Aah, benar juga. Yah, aku pernah bertarung sekali selama insiden Loki, tapi... Kurasa itu tidak dihitung, karena banyak teman-temanku juga ada di sana. Jadi ini mungkin pertama kalinya aku melawan Dewa secara serius.

[...Jujur saja, aku juga ingin mencoba melawan Typhon.]

Ada sebagian diriku yang menganggap mereka sebagai ‘sesama monster’, tapi saat ini, aku harus mengalahkan Dewa Kepala-sama yang ada di depan mataku! Setelah saling menatap, Vidar-san dan aku terbang ke depan secara bersamaan. Saat aku memukulnya dengan tinjuku, Vidar-san dengan mudah menghentikan seranganku dengan sepatu botnya yang sangat dibanggakannya! Tinjuku dan... Tendangan Vidar-san saling meniadakan! —Lalu, sambil memberi kekuatan pada pukulanku, aku membacakan mantra dalam sekejap!

“—Crimson Red Dragon tinggal di dalamku, terbangun dari dominasimu”

Cahaya merah memesona memancar dari permata di gauntlet kananku. Pada saat yang sama, aku terus bertukar pukulan melalui tendangan dan pukulan dengan Vidar-san!

[—Crimson Heavenly Dragon yang kumiliki dalam diriku, bangkit untuk menjadi Raja]

Suara Ophis bergema dari permata—.

“—God of Infinity hitam pekat”

Permata di gauntlet kiriku mengeluarkan aura hitam pekat. Vidar-san melompat mundur begitu dia melihat aura hitam pekat. Sebuah aura crimson yang luar biasa menyelimuti seluruh tubuhku.

[—God of Dreams yang agung]

Aura infiniti hitam pekat itu terbungkus di atasnya—.

“[—Menyaksikan keberadaan terlarang palsu yang melampaui batas-batas]”

Armor crimsonku kemudian diwarnai dengan pola hitam pekat. Kekuatan Dragon God telah terwujud seutuhnya. Lalu kami membacakan bait terakhir bersama—.

“[—Kami akan menari seperti cahaya dalam neraka]”

“<<[D∞D!! D∞D D∞D!! D∞D D∞D D∞D!!!! D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D!!!!!! D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D!!!!!!!!]>>“

Semua permata bergema dengan suara yang mengatakan [D∞D!!] dan menembus jiwa. Simbol ∞ muncul di semua permata!

“[<<Dragon ∞ Drive!!!!!!>>]”

Saat aku mengakhiri rapalanku, aku berubah menjadi armor crimson hitam pekatku! Pseudo Dragon Deification-ku hanya bisa bertahan hingga sepuluh detik sebelumnya, tapi... sekarang, itu berbeda! Di dalam permata pada gauntlet kiriku, simbol infiniti berputar secara vertikal saat digandakan, menciptakan simbol 88. Makna itu adalah [88]. Itu berarti, aku bisa saat ini... aku membalas tendangan Vidar-san dengan tinjuku dan menghancurkan keseimbangan! Aku menutup jarak dalam sekejap sambil membuat Ascalon muncul di tangan kiriku! Vidar-san menghindari tebasan cepatku dan melompat mundur saat dia menjauh dari Ascalon! —Namun, itu bukan satu-satunya Ascalon yang kumiliki!

“Ascalon II!”

[Blade Two!!]

Bersamaan dengan suara baru, Ascalon kedua muncul dari gauntlet kananku! Vidar-san tidak bisa menghindarinya sama sekali karena dia tidak mengharapkan yang lain dan dipaksa untuk lengan kirinya diserang Ascalon! Pertandingan ini adalah pertama kali aku mengeluarkan Ascalon II. Tidak heran dia terkejut! Vidar-san, yang ditebas, mencoba mengusirku! Tapi, aku juga cepat-cepat mengembalikan keseimbanganku dan memukulnya kembali dengan kecepatan tinggi! Vidar-san mencoba membelokkan pukulanku dengan teknik menendang khusus, tapi — tinjuku menabrak tendangan Vidar-san dan langsung menghancurkan keseimbangannya! Aku tidak menunjukkan belas kasihan padanya karena aku segera mendekatinya dan menghajar wajahnya! Bunyi ‘pow’ yang bagus bisa didengar saat itu bergema di sekelilingnya. Pukulanku mencapai wajah Vidar-san, tapi... tendangan tengah yang dia lepaskan dengan kecepatan kilat juga mengenai lengan kiri kiriku. ...Dampaknya ditularkan ke lengan kiri atasku bahkan melalui armorku, dan mengakibatkan kerusakan substansial. Vidar-san mundur sejenak setelah kami saling bertukar pukulan. Di lengan kirinya, ada cairan darah segar. Dia juga mengalami mimisan saat darah menetes dari hidungnya. —Aku memukulnya sekali. Nah, jika aku menggunakan Dragon Deification, aku bahkan bisa menghadapi Dewa! Vidar-san lalu menegangkan lengan bawahnya dan menghentikan pendarahan. ...Hanya dengan mengencangkan ototnya, dia bisa menghentikan pendarahan, ya...? Vidar-san menyeka darah dari hidungnya dengan ibu jarinya saat dia dengan riang berkata.

“Hebat juga. Kamu berhasil entah bagaimana bersaing dengan lawan seorang Dewa. Juga, siapa sangka bahwa ‘count’-mu akan meningkat sebanyak itu.”

Ucap Vidar sambil melihat ‘count’ di gauntlet-ku. Itu persis seperti yang dikatakan Vidar-san. Obat ajaib Amrita mungkin telah memengaruhiku karena sekarang aku bisa tinggal dalam bentuk Pseudo Dragon Deification selama delapan puluh delapan menit. Aku bisa tinggal di bentuk ini selama lebih dari satu jam... Ini adalah perubahan besar. Tidak berlebihan untuk menyebutnya sebagai evolusi yang cepat. Biar bagaimanapun, Dragonification yang bahkan bisa menghadapi makhluk sekelas Dewa ini adalah kunci penting untuk melawan kombinasi tim terkuat. ...Tapi, ini adalah kekuatan yang ada di dalam diriku selama ini. Dan itu karena ‘motivasi’-ku, bahwa aku dapat mencapai keadaan ini.

“Yah, aku juga melakukan hal-hal yang bisa membuatku kehilangan nyawaku.”

Vidar-san terlihat puas mendengar jawabanku. ...Dan, meskipun aku bisa berada di pihak yang menyerang, sesuatu menggangguku. —Gambar [8] yang ditampilkan di permata gauntlet kananku. Itu tidak ada ketika kami sedang menyelidiki Sacred Gear-ku untuk melihat bagaimana Amrita mungkin telah memodifikasinya. Dengan asumsi itu semacam hitungan, kupikir itu berarti delapan menit, tapi ... apa yang akan terjadi ketika counter mencapai 0...?

Aku tidak bisa menenangkan pikiranku tentang perubahan pada tubuhku, tapi sementara itu, pertarungan sengit antara skuad Valkyrie melawan Rossweisse-san dan Ravel mengamuk dari jarak jauh dariku. Skuad Valkyrie dibagi menjadi dua kelompok; yang satu adalah tipe jarak dekat, dan yang lainnya adalah tipe jarak jauh yang menggunakan sihir sebagai senjata utama mereka. Skuad tersebut menyerang Rossweisse-san dan Ravel dengan serangan jarak dekat dan serangan sihir jarak jauh pada saat yang bersamaan! Untuk melengkapi itu, pemimpin skuad Valkyrie, Brynhildr-san memulai serangan dengan pedang yang dijiwai dengan sihir (api berdiam di dalam pedang)! Rossweisse-san mengembangkan lingkaran sihir pertahanan dan bertahan terhadap pedang Brynhildr-san. Brynhildr-san berkata.

“Sihir pertahanan! Itu bukan sesuatu yang biasanya kita lihat di masa-masa Valkyrie kita!”

Rossweisse-san, yang sedang kewalahan, menjawab.

“...Aku punya bakat yang tak terduga untuk itu, tahu!”

Tongkat Mistilteinn bersinar terang di tangan Rossweisse-san saat dia meningkatkan keluaran sihirnya! Keteguhan lingkaran sihir pertahanan lalu diperkuat saat itu berdesakan melawan pedang sihir Brynhildr-san! —Namun, sebelum Brynhild dipukul mundur, dia melambai-lambaikan tanda-tanda tepat saat dia meletakkan tangannya di depannya, berteriak ‘Lepaskan!’, Dan lingkaran sihir pertahanan yang dibuat Rossweisse-san telah dilepaskan! Brynhildr-san lalu memerintahkan skuad Valkyrie!

“Sekarang!”

Skuad Valkyrie melepaskan semburan sihir api sekaligus!

“Hati-hati! Itu berbahaya!”

Ravel lalu muncul di depannya sembari menciptakan lingkaran sihir pertahanan dan menutupi Rossweisse-san! Presisi sihir pertahanan Ravel telah kelebihan beban dan segera dihancurkan oleh skuad Valkyrie yang asalnya sama dengan sihir itu sendiri. Sihir api menghujani seluruh diri Ravel! Untungnya, Ravel adalah anggota dari Klan Phoenix abadi, jadi biarpun dia menerima serangan, nyala api akan mengembalikan tubuhnya ke kondisi semula. Namun, pemulihan memang menggunakan cukup banyak stamina. Jika tubuhnya dihancurkan beberapa kali, cepat atau lambat, dia akan dikalahkan karena kurangnya stamina. Rossweisse-san terkejut oleh kenyataan bahwa lingkaran sihir pertahanannya telah kelebihan beban. Meski kali ini, aku telah mendaftarkannya sebagai bidak [Bishop], jadi kekuatan sihirnya telah ditingkatkan. Brynhildr-san berkata.

“Kamu belum memperbaiki kelemahanmu sejak saat itu, kan? —Setelah berada dalam posisi menyerang dan berpikir bahwa kamu bisa melakukan serangan balik, kamu menjadi penuh dengan celah. Kamu belum berubah sejak saat itu.”

Komentar kejam itu membuat Rossweisse-san merasa frustrasi. Brynhildr-san lalu mengarahkan pedangnya pada Rossweisse-san.

“Kekuatan sihirmu bahkan melebihi milikku berkat tongkat itu. Tidak, bahkan tanpa tongkat, kamu lebih baik dariku dalam hal kekuatan sihir. Tapi, sihir tidak semuanya tentang kekuatan, tahu?”

Skuad Valkyrie sekali lagi berbaris di sekitar Brynhildr-san. Para gadis perang lalu berkata.

“Rossweisse-san, aku kasihan padamu. Tapi, ini adalah perintah kapten!”

“Ini adalah hukumanmu karena mendapatkan pacar lebih cepat dari kami!”

“Tapi, aku yakin bahwa orang telat sepertimu bahkan belum berciuman!”

Mereka mengatakan hal-hal itu. Vidar-san lalu berkata padaku.

“Valkyrie biasanya dibagi menjadi dua jenis. Jenis pertama adalah mereka yang dengan cepat menemukan pacar yang tampan dan pensiun dini, sementara yang lain adalah mereka yang terus menjadi Valkyrie setelah tidak dapat menemukan pacar untuk waktu yang lama. Orang-orang ini di sini, yah... kamu tahu itu. Termasuk kapten.”

Aahh, Valkyrie ini adalah orang-orang yang tidak bisa menemukan pacar, ya... Tunggu, Brynhildr-san juga...? Brynhildr-san berbicara dengan bangga saat aku melihatnya.

“Ciuman dan kesucian seorang gadis hanya harus diambil oleh seorang pangeran yang pasti akan muncul dengan kuda putih, kan, teman-teman?”

[Ya!]

Skuad Valkyrie menanggapi dengan penuh semangat ucapan Brynhildr-san.

...Seorang pangeran menunggang kuda putih, huhhhhhhhhhh!? ...S-Siapa sangka bahwa kapten dari skuad Valkyrie... Valkyrie terkuat adalah... gadis yang suka melamun....! D-Dia sangat manis, kan!? Tapi, Rossweisse-san bergumam sambil wajahnya memerah.

“…Aku melakukannya.”

“Hah? Melakukan apa?”

Rossweisse-san langsung dan jelas menjawab pertanyaan yang diminta Brynhildr-san.

“Aku ciuman. Dengan Hyoudou Issei-kun.”

Mulai dari Brynhildr-san, setiap skuad Valkyrie membeku di tempat mengikuti kata-kata itu. Suasana mendadak menjadi kaku dan sunyi. Brynhildr-san berkata sambil gemetar.

“…C-C… C-C-C-C-C…. Ciuman, kamu melakukannya? Dengan laki-laki?”

Rossweisse-san mengangguk menanggapi pertanyaan Brynhildr-san. Seakan para gadis perang terkejut juga, mereka melepaskan sikap menyerang mereka! I-Itu mengejutkan mereka sebanyak itu!? Apakah ciuman itu penting bagi Valkyrie, yang tidak memiliki hubungan dengan laki-laki!? Brynhildr-san menjerit.

“Tidak mungkin! Kamu terlalu mesum! Rose mesuuuuuuuum! Aku tidak percaya kamu melakukan sesuatu seperti itu sebelum menikah, tau!”

Dia mengatakannya dengan dialek! Dia berkata [tau]! Para anggota skuad Valkyrie juga menambah sambil wajah mereka memerah.

“Kamu mesum!”

“Rose, kamu sudah berlebihan!”

“Aku bahkan belum pernah berpegangan tangan dengan seorang laki-laki!”

“Apalagi, kamu melakukannya dengan laki-laki yang lebih muda! Sungguh gadis mesum kamu itu!”

…….

...Aku tidak bisa berkata apa-apa. A-aku mengerti, begitu banyak dari Valkyrie itu sangat polos, ya. Yah, itu pasti sama dengan Rossweisse-san, karena dia sama naifnya dengan mereka. Uwaa, sayang sekali! Untuk tidak punya pacar meskipun semuanya sangat cantik! Bagaimanapun, dialek itu adalah standar untuk Valkyrie, ya...? aku belajar banyak hari ini... Vidar-san berkata padaku dengan suara kecil.

(Brynhildr masih perawan, kamu tahu. Tentu saja, semua orang dalam kelompok itu juga. Mereka semua telat dewasa yang pucat dibandingkan dengan Rossweisse-san.)

Apa Anda serius!? Brynhildr-san dan semua orang di skuad Valkyrie... Ini berkembang menjadi situasi yang menakjubkan, tapi ahli strategi kami tidak membiarkan kesempatan ini berlalu begitu saja.

“Mereka melepaskan sikap menyerang mereka! Rossweisse-sama, ayo balas dengan sihir!”

“K-Kamu benar!”

Rossweisse-san langsung merespon dan melepaskan serangan sihir pada skuad Valkyrie sambil memegang tongkat di tangannya. Hujan lebat yang sangat besar diarahkan pada skuad Valkyrie! Itu mungkin karena perasaan ‘Salah satu mantan kolega kita mencium seseorang lebih awal dari kita’ sampai skuad Valkyrie—.

““““ Kyaaa!”““““

Kekuatan sihir yang bangkit dengan kuat yang disalurkan Rossweisse-san di depannya diselimuti oleh cahaya kekalahan!

<<Dari Tim [Leisure of the Kings], empat [Pawn] telah kalah!>>

Ada laporan kalah! Baiklah! Aku benar-benar tidak tahu, tapi aku tidak menyangka bahwa ciuman yang aku bagikan dengan Rossweisse-san semalam akan berdampak seperti itu pada game! Namun, karena skuad Valkyrie telah dikalahkan oleh Rossweisse-san, Brynhildr-san terlihat menjadi tenang kembali dan menyatukan diri saat dia melengkapi pedangnya sekali lagi. Secercah cahaya bersinar di pedang itu. Itu pasti sihir cahaya. Karena Rossweisse-san dan Ravel adalah Iblis, dia memberkahi pedangnya dengan cahaya yang merupakan kelemahan Iblis.

“Ini kesalahanku. Mari lanjutkan serangan sekali lagi, oke?”

Pertarungan antara Rossweisse-san + Ravel melawan Brynhildr semakin meningkat.

—Meskipun bagus untuk memperhatikan pertarungan antara sesama Valkyrie... prioritas pertamaku adalah bertarung melawan Vidar-san, yang ada di depanku. Vidar-san lalu berkata.

“Kita bisa terus saling memukul seperti ini, tapi itu tidak menghibur. —Aku juga ingin merebut hati penonton.”

Saat Vidar-san mengatakan itu, dia menciptakan lingkaran sihir di tangannya. Pola itu milik sihir Norse.

“[Bishop]-mu di sana bernama Asia-chan, kan? Dia secara pribadi menarik perhatian karena dia berpartisipasi sebagai pendeta Naga. Jadi aku juga tertarik membuat perjanjian dengan Naga yang terkenal. Itu sebabnya aku menambahkan dia pada timku.”

Vidar-san mungkin tengah membicarakan Naga di tim mereka, Midgardsormr. Dia juga memasuki pertandingan kali ini, tapi kami belum melihat wujudnya sampai sekarang. Dia bisa tidur di dasar Yggdrasil...

“Majulah, wahai kehendak Naga yang perkasa.”

Saat Vidar-san mengatakan itu, sesuatu diproyeksikan dari lingkaran sihir di tangannya. Itu adalah sosok Naga raksasa yang tengah tidur di dasar Yggdrasil. Karena bentuk aslinya sekitar lima ratus hingga enam ratus meter, dia tidak memanggilnya secara langsung, melainkan hanya memproyeksikan kehendaknya. Itu sama dengan pemanggilan kesadarannya selama insiden Loki.

“Akhirnya waktunya muncul, Midgardsormr. ...Hei, apa kamu sudah bangun?”

Vidar san mencoba berbicara dengan Midgardsormr yang diproyeksikan, tapi...

[......ZZZZZZZZZ……]

Naga yang malas itu masih tertidur.

“... Aku harus membangunkannya, huh?”

Vidar-san menghela napas dan setelah dia menyodok gambar yang diproyeksikan, itu sepertinya memiliki efek di sisi lain saat Midgardsormr membuka matanya.

[…Wha? Siapa ini? Oh, Vidar toh... Ada apa?]

“Bukan ‘Ada apa?’. Aku memintamu membantuku sesuai dengan perjanjian yang kita lakukan beberapa hari yang lalu.”

[...Oke... aku tidak punya pilihan. Tapi tolong, akhiri dengan cepat.]

Setelah pertukaran kata-kata itu, lingkaran sihir di tangannya bersinar dan berubah menjadi permata. Aku sangat familier dengan permata itu. ...Azazel-sensei pernah menggunakan sesuatu seperti itu sebelumnya... Saat Vidar-san mengangkat kakinya, dia mengoperasikan mekanisme pada alas kakinya, dan di sisi betisnya, ada lekuk yang tampaknya memiliki tujuan memegang sesuatu. Dia membubuhkan permata ke dalam lekuk itu. Dalam sekejap, permata yang melekat pada alas kakinya menyebabkannya mulai memancarkan cahaya kelabu. ...Jangan bilang, dia akan...! Seluruh tubuh Vidar-san diselimuti aura abu-abu.

“Sepatu bot ini adalah model yang ditingkatkan. Dengan bantuan Grigori, mitologi Norse kami mencoba menyalin sistem Sacred Gear dengan menggunakan kekuatan Yggdrasil yang asli!”

Cahaya yang dipancarkan Vidar-san sangat terang hingga menutupi seluruh pulau terapung dan membuatku ingin melindungi mataku dari itu! Setelah cahaya itu melemah, ada —setelan armor pelat seluruh tubuh yang terbuat dari kekuatan Naga seperti milik Vali, Saji, dan milikku! Wajar saja bahwa aku merasa deja vu! Itu... persis sama seperti cara Azazel-sensei mengubah Fafnir menjadi armor! Sebuah armor Sacred Gear buatan! Itu digunakan oleh Vidar-san! Perjanjiannya adalah dengan... Dragon King Midgardsormr! Seperangkat penuh armor pelat kelabu! Namun, ada sedikit perbedaan antara armor kami dan armornya, yang ia buat dengan mengikuti metode Azazel-sensei. Bagian terbesar dari armor terkonsentrasi di sekitar kakinya, dan itu sepertinya merupakan pusat dari struktur. Bagian-bagian di kakinya juga tampak lebih rumit daripada lengannya. Itu pas untuk pengguna yang serangan utamanya adalah tendangan. Vidar-san menjelaskan sambil mengetukkan jemari kakinya ke tanah.

[Aku akan mengatakan ini adalah senjata semi-Dewa. Sacred Gear buatan versi Asgard. —Aku menamai bentuk ini [Ragnarok Earth Berserk]. Ini nama yang sederhana, namun bagus, kan?]

Setelah mengatakan itu, Vidar-san menurunkan posturnya dan bersiap untuk melompat.

[Baiklah, sudah waktunya untuk ronde kedua!]

Booster di belakang armor Vidar-san mengeluarkan api! Saat berikutnya, dia terbang dengan kecepatan super ke arahku! Aku merespon dalam sekejap saat aku membalas dengan melemparkan pukulan cepat, tapi tepat ketika itu di ambang memukul, Vidar-san dengan ringan menghindari seranganku hanya beberapa milimeter seakan dia menari! Vidar-san berbalik sambil dia mengarahkan dan meluncurkan tendangan tinggi ke arah kepalaku! Aku membungkukkan tubuh bagian atasku ketika aku mencoba menghindari tendangan tingginya, tapi — sementara di posisi itu, Vidar-san memutar seluruh tubuhnya dan menendang sekali lagi! Sungguh gerakan akrobatik! Karena aku tidak bisa merespon tendangan kedua yang dia luncurkan dengan sangat cepat, aku bertahan dengan lengan kiri dan menderita dampak tendangan! Aku menerima serangan intens yang melampaui penjagaanku sambil terhempas! Aku terjatuh dan berguling di tanah beberapa kali sebelum aku cepat-cepat berdiri dan membalikkan tubuhku ke arah Vidar-san—

[Lamban!]

Vidar-san sudah menutup jarak dan melepaskan tendangan ke arahku tanpa henti! Beratnya pukulan itu... dampak dan kerusakannya bahkan menembus armor Dragon Deification milikku dan menembus tubuhku! Kuh! Tendangan ini terlalu cepat! Karena aku tidak bisa melihat permulaan, aku tidak dapat memprediksi dari mana itu akan datang! Terlebih lagi, ia juga bisa mengubah lintasan sehingga ketika aku berpikir bahwa itu akan menjadi tendangan rendah, ternyata menjadi tendangan tengah, dan ketika aku berpikir bahwa itu akan menjadi tendangan tengah, itu ternyata tendangan tinggi! Dan seperti itu, dia terus mencari celah, dan kadang-kadang menendangku langsung di perut juga, membuatku tetap berdiri! Dibandingkan dengan pukulan, ada lebih banyak variasi dalam tendangannya, dan juga kurang bisa diprediksi. Tapi kecepatan, kelincahan, dan beratnya teknik menendang Vidar-san melebihi apa yang dia akui! Memikirkan tentang hal itu, ini adalah pertama kalinya aku bertarung melawan seseorang yang keahliannya adalah tendangan, dan itulah mengapa itu terasa sangat sulit! Bukan itu saja, tapi kecepatan penghindarannya juga luar biasa, jadi dia selalu mengetahui seranganku dan menghindarinya secara tepat waktu! Dia selalu memahami jangkauan seranganku! Jika aku harus menggambarkannya, tipenya seperti Kiba. Namun, Kiba menggunakan pedang saat dia menggunakan tendangan! Di atas memiliki armor drakonikku sendiri, aku juga bisa menghancurkan armornya dengan Pembunuh Naga! Aku menggandakan kekuatan Ascalon di tanganku dan memulai serangan, tapi... seolah dia telah mengantisipasi ini, dia dengan enteng mengelak dari semua serangan Pembunuh Naga! Kuh! Jadi serangan Pembunuh Naga yang setengah-setengah tidak akan berhasil, ya! Vidar-san berkata sambil melewati pukulanku.

[Meniru pengguna Sacred Gear yang memakai armor, aku juga memikirkan langkah spesial.]

Vidar-san memusatkan sejumlah besar aura di kakinya! Itu cukup membuatku bergidik! Aura itu lalu bercampur dengan aura kelabu Midgardsormr dan membuat gelombang yang menakutkan dan padat yang seharusnya mustahil. Saat Vidar-san melompat dari tempat itu dengan cepat, dia menciptakan lingkaran sihir di udara dan menggunakannya sebagai pijakan untuk lompatannya!

[Shoot!]

Bersamaan dengan suara itu, suara lain bisa terdengar dari permata pada armor Vidar-san.

[Maximum Charge!!]

Vidar-san, yang mengenakan aura yang menakjubkan, melompat ke arahku dengan kecepatan super! Aku mencoba menghindarinya karena kelihatannya akan berbahaya bila aku menerima serangan langsung, tapi... sebelum aku menyadari, lingkaran sihir muncul di punggungku dan mengikatku! Aku memancarkan aura ke seluruh tubuhku dan menghancurkan lingkaran sihir dengan paksa. Aku bisa bergerak bebas lagi, tapi pada saat itu, sudah terlambat.

[—Fimbulvetr Shot!]

Tendangan Vidar-san menembus perutku... Setelah menerima serangan itu, aku terlempar jauh ke belakang ketika aku menyeberangi pulau terapung dan menabrak Yggdrasil! ...Sebagian Yggdrasil dihancurkan dengan kasar, dan kekuatan tendangannya berhenti. ...Aku sendiri... seluruh tubuhku gemetar karena dampak yang kuterima dari satu tendangan itu.

“Gaha!”

Aku memuntahkan darah dari mulut. ...Bagian perut armor Dragon Deification rusak. Satu serangan dari Dewa itu bahkan bisa menghancurkan armor Dragon Deification-ku, huh... Aku entah bagaimana berdiri dari Yggdrasil sambil membentangkan sayap Nagaku dan kembali ke pulau terapung. Baik penyiar maupun komentator mendetail serangan sebelumnya.

<<Fimbulvetr, dengan kata lain, ini tentang [Fimbul Winter] dalam mitologi Norse. Sebuah fenomena yang konon sebagai tanda akhir dunia, Ragnarok.>>

<<Dewa Kepala Vidar-senshu memahkotai gerakan rahasianya dengan nama itu. Sungguh serangan yang menakutkan. Sampai bisa merusak parah armor hitam Sekiryuutei...>>

Meskipun armor telah diperbaiki, jika aku terkena tendangan itu berkali-kali, sudah diduga, bahkan armor Dragon Deification milikku tidak akan bertahan... Aku tidak punya pilihan selain mencari celah dan mengakhirinya dengan Infinity Blaster atau Longinus Smasher. Ya, baru ketika aku mulai memikirkan langkahku selanjutnya.

<<Dari Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth], satu [Knight] dan satu [Rook] telah kalah.>>

-! Itu... penyiar melaporkan bahwa pemain dari timku telah kalah! Saat aku masih terguncang karena terkejut, itu berlanjut.

<<Juga dari Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth], dua [Pawn] telah kalah.>>

…Serius. Ravel masih bertarung, yang berarti bahwa sisa [Pawn] yakni Bova dan Elmenhilde... Sementara aku menerima laporan tentang kekalahan teman-temanku, orang-orang itu datang dan berkumpul—.

[Gahahaha! Kau masih belum mengalahkannya, ya, Vidar!]

Orang yang muncul dengan tawa riang adalah Raja Monster raksasa, Typhon. Typhon seharusnya melawan Bova, Elmenhilde dan Roygun-san.

[Iblis wanita itu berhasil bertahan sampai akhir, tapi... dia kolaps karena kurangnya stamina. Aku yakin dia akan segera kalah.]

Kata Typhon. ...Aku mengerti, semua orang kecuali Roygun-san sudah kalah…. Dan walaupun Roygun-san tidak kalah, dia tidak akan bisa bertarung, ya. Apollon-san terbang ke arahku bersamaan dengan cahaya matahari yang sangat terang.

“Aku minta maaf karena terlambat. Butuh waktu lebih lama dari yang kuduga.”

Jika Apollon ada di sini maka itu berarti Xenovia, Irina, dan Nakiri…. Apalagi, sepertinya dia juga mematahkan penghalang Rossweisse-san. Apollon-san berkata.

“Aku tidak bisa mengakhiri pengguna Durandal karena dia memiliki sarung pedang Excalibur, tapi... dia seharusnya tidak bisa bergerak lagi saat aku menjebaknya di dalam sangkar cahaya.”

...Xenovia menjadi abadi berkat sarung pedang Excalibur, tapi dia tidak bisa datang ke sini karena penjara Dewa Apollon! Vidar-san meminta maaf kepada Typhon dan Apollon-san.

[Maaf. Kuakui, Sekiryuutei berada pada level yang berbeda. Sepertinya aku tidak bisa mengalahkannya dengan mudah.]

Typhon hanya bisa tertawa.

[Itu bagus! Jika itu masalahnya, maka aku akan mengambil alih tempatmu! Ddraig! Ayo keluar, Ddraig!]

Daripada aku, sepertinya ia memprovokasi Ddraig yang tinggal di dalamku. Vidar-san memerintahkan Typhon yang energik dengan tangannya.

[Tidak, ini pertarungan yang aku mulai. Aku akan mengalahkannya. ...Omong-omong, dimana Artemis?]

Dewi tidak muncul di sini. Apollon-san lalu berkata.

“...Sepertinya pendeta Naga yang menggunakan Fafnir lebih kuat dari yang kita duga dengan cara yang berbeda. Sepertinya waktu Fafnir sudah habis karena dia sudah menghilang, tapi... Kehendak Fafnir untuk melindungi tukang sihir itu tampak seperti kutukan, dan ada laporan yang mengatakan bahwa serangan tidak mencapai sama sekali.”

Karena peraturan, Fafnir tidak dapat berpartisipasi dalam game untuk waktu yang lama karena dia adalah seorang familiar yang kuat. Namun, kemampuan dan perlindungan Fafnir tetap bertahan meskipun Fafnir telah pergi. Kehendaknya untuk melindungi Asia sangat kuat. Serangan setengah-setengah tidak akan memberi kerusakan pada Asia biarpun itu berasal dari Dewa. Itu adalah seberapa kuat perasaan Fafnir terhadap Asia.

“Fafnir selalu memiliki temperamen mempertahankan harta terbaik untuk dirinya sendiri sampai akhir sejak lama.”

Vidar-san menjelaskannya demikian. Kalau dipikir-pikir, asal-usulnya juga berasal dari mitologi Norse. ...Dan begitulah, itu berubah menjadi situasi yang mengerikan. Vidar-san dan Apollon-san, dua Dewa Kepala yang hebat ada di depanku, dan Typhon , sang Raja Monster, pun juga ada di sini. walau aku masih bisa menggunakan Dragon Deification untuk bertarung melawan mereka... mustahil untuk melawan mereka bertiga sekaligus. Namun, timku tidak memiliki kekuatan yang tersisa untuk melawan mereka karena teman-temanku sudah kalah. Sekarang, aku bisa terbang dan membidik puncak Yggdrasil, atau…. Tapi mereka tidak akan memaafkanku karena melakukan hal seperti itu... Aku melirik Rossweisse-san. Pertarungan melawan Brynhildr-san sudah dekat, tapi aku tidak berpikir dia akan kalah. Jika sihir penghalang Rossweisse-san berhasil, kita pasti bisa menang. Maksudku, aku juga ingin menggunakan sihir penghalang itu di sini, tapi... Kurasa aku tidak sanggup mengatakan hal seperti itu, huh?

…….

…Checkmate? Tidak, tidak, aku tidak boleh menyerah di sini! aku sudah memutuskan bahwa aku akan menang. Itu tidak akan ada artinya jika aku tidak menang! Jika aku tidak menang... Vidar-san akan mengambil Rossweisse-san dariku! Aku harus entah bagaimana berhasil menghindari itu. Setidaknya, walau itu hanya Vidar-san... Tidak, tidak, tidak, seharusnya tidak seperti itu! Aku harus menang jika aku bertarung! Aku masih bisa bertarung! Aku masih memiliki kekuatan dan stamina untuk terus bertarung! ...Tapi, itu tidak cukup. Kekuatan bertarung tidaklah cukup! Jika hanya dua orang lagi... tidak, jika salah satu temanku bisa bertarung bersama denganku di sini, maka itu mungkin...! Pikiran seperti itu mengalir melalui benakku. Penghitung [8] pada permata gauntlet kananku akan segera mencapai nol. ...Ini... apa artinya itu? Aku tidak begitu mengerti... Ddraig, yang ada di dalamku, tiba-tiba berkata.

[...Begitu, akhirnya aku mengerti. Partner, counter itu adalah...]

Setelah itu, counter berubah menjadi nol dan semua permataku bersinar dengan cahaya cemerlang yang belum pernah kulihat sebelumnya! Cahaya crimson — dilepaskan dari permata di armorku! Cahaya yang disinari mulai mengambil bentuk sesuatu! Lalu, apa yang muncul di depan mataku... adalah Naga merah raksasa! Itu adalah bentuk Naga merah yang agung yang tampak familier—. Sang Naga tampak terkejut karena melirik ke mana-mana. Komentator berteriak.

<<Wow! Seekor Red Dragon tiba-tiba muncul di field! Kami sekarang mencari dokumen dan memeriksa dengan para ahli, tapi...>>

Komentator tamu berkata.

<<Ini, bukankah ini [Welsh Dragon]!? Sepertinya Sekiryuutei menulis legendanya sendiri!>>

Itu seperti yang komentator katakan... Ya... Naga merah itu adalah Ddraig sendiri yang pernah aku temui beberapa kali sebelumnya!

“Ddraig!?”

Naga merah itu menatapku — dan menyeringai lebar.

“Ya, partner. Ini aku. Sekiryuutei Ddraig!”

—!

…….

...Kuuuuuuuuuuuuuuu! Serius!? Sampai Ddraig muncul di depan mataku dengan tubuh asli di saat-saat terakhir! Ddraig berkata.

“Sepertinya ini adalah efek dari obat ajaib. Aku benar-benar tidak tahu, tapi sepertinya kekuatan yang disegel di dalam Sacred Gear telah dilepaskan untuk sementara.”

“Tapi, meskipun Ddraig muncul di sana, aku masih mengenakan armorku!”

Ddraig menyeringai sambil dia berkata.

“Itu artinya kita masih terhubung. Apa, kamu dan aku terpisah adalah sesuatu yang mustahil, partner. Kita telah sampai sejauh ini bersama-sama.”

“Itu benar, kan!”

Aku tidak tahu alasan mengapa Ddraig dilepaskan. Namun, yang pasti adalah ini hanya bisa terjadi karena kita besar dan mengalami hal-hal bersama-sama! Aku berdiri berdampingan dengan Ddraig. Ada dua Sekiryuutei—. Ddraig dengan percaya diri melangkah di depan Typhon saat dia berkata.

“Nah, aku akan menjadi musuhmu, Typhon. Karena kau sangat provokatif, aku akan dengan senang hati menjadi lawanmu.”

High School DxD Volume 25 Illustration 2.png

Typhon bahkan gemetar dalam menanggapi wujud Ddraig. Dia menunjukkan ekspresi kegembiraan yang tidak dia miliki sebelumnya! Typhon-san tertawa penuh semangat.

[Kuhahahahahahahahahaha! Itu yang terbaik! Siapa sangka bahwa di era ini dan pada saat ini, aku akan mampu melawan [Sekiryuutei Y Ddraig Goch]!?]

Tubuh raksasa miliknya terbang ke langit! Sebagai tanggapan, Ddraig juga melebarkan sayapnya dan terbang ke langit! Aura tebal dan ganas yang menyelimuti seluruh tubuh Ddraig bahkan membuat udara terasa dingin! Itu aura Ddraig! Benar-benar kepadatan aura yang menakjubkan! Itu sama dengan aura Dragon Deification-ku, atau mungkin lebih kuat—. Typhon mengendalikan cuaca saat ia menghasilkan suara petir di daerah itu dan mencoba melemparkan petir ke tubuh raksasa Ddraig! Ddraig mengambil kilatan petir itu tanpa menghindar, tapi — percikan itu hanya mengalir melalui tubuh raksasanya dan pada dasarnya tidak merusak! Serius!? Kilatan petir yang kuat itu berakhir begitu saja!? Ddraig mengembalikannya dengan memperluas perutnya dan menghembuskan napas api dari mulutnya! Skala itu sangat besar hingga menutupi seluruh langit! Typhon mencoba memadamkan api dengan menggunakan angin yang kuat, tapi tidak berhasil melawan api tersebut hingga seluruh tubuh Raja Monster bermandikan api tersebut! Tubuh Raja Monster dibakar oleh api Heavenly Dragon!

[Nuguuuuu! Api yang kuat sekali!]

Itu menembus! Serangan Ddraig menembus Typhon!

“Aku tidak akan membiarkanmu!”

Dewa Matahari Apollon-san terbang ke arah Ddraig dalam sekejap saat dia melepaskan aura dewata atau cahayanya pada saat yang bersamaan! Ddraig mengubah lintasan aura dewata dengan mengepakkan kedua sayapnya sekaligus dan menyerang balik dengan melepaskan aura drakoniknya! Apollon-san menciptakan lingkaran sihir pertahanan di depannya, tapi itu dihancurkan dengan mudah dan dia tertabrak oleh aura drakonik yang mengerikan! Dewa Matahari diledakkan sampai ke Yggdrasil! Bagian dari Yggdrasil bahkan berlubang karena kekuatan tersebut! Apollon-san terkejut saat dia memisahkan dirinya dari Yggdrasil.

“Mustahil! Sampai ada yang bisa menembus pertahananku!”

Ddraig dengan bangga berkata

“Apa kau lupa? [Boost] dan [Penetrate] adalah kemampuan asliku. Aku bisa meningkatkan kekuatan api dan auraku, dan membuatnya ‘menembus/penetrate’ saat menyentuhmu begitu saja.”

Ya, itu keahlian Ddraig. Kemampuan asli yang berdiam di Sacred Gear-ku... Komentator menjerit.

<<Heavenly Dragon Legendaris Ddraig telah hidup kembali! Benar-benar kejutan! Siapa yang mengira semuanya akan menjadi seperti ini! Ada dua Sekiryuutei — dan hasil sistem seperti apa yang para panitia pikirkan atas kebangkitan rohani Ddraig ini!>>

Jantungku berdegup kencang! Kebangkitan Ddraig tentu saja hal yang baik, tapi dia tidak terdaftar sebagai anggota timku, dan dia juga bukan familiarku! Situasi ini, bagaimana itu dievaluasi!? Komentator lantas memberitahu kami.

<<Ya-Yah, karena Sekiryuutei Ddraig awalnya tinggal di dalam Sacred Gear Hyodou Issei-senshu, dia dianggap sebagai individu yang sama. Dan karena itu, biarpun Heavenly Dragon Ddraig telah muncul, itu akan dianggap sebagai salah satu kemampuan baru Hyoudou Issei-senshu! Itu artinya! Dengan kata lain, itu dapat diterima dari sudut pandang penyelenggara turnamen! Apa yang telah terjadi! Dalam situasi ini, ada dua Heavenly Dragon!>>

Ohh! Jadi bisa diterima! Yah, apa yang muncul adalah sesuatu yang semula tinggal di dalam diriku. Menurutku itu seperti yang dikatakan panitia. Tapi, aku juga merasa bahwa itu tidak adil! Ddraig tertawa seolah-olah tidak ada musuh yang bisa berdiri dihadapannya saat dia mengatakan kepada Typhon dan Apollon-san.

“Apakah kalian ingin mencoba lagi? —Seberapa kuat diriku sebagai Heavenly Dragon di dunia ini!?”

Ddraig terus menyerang Typhon! Api dan aura yang dilepaskan Ddraig dicampur dengan kekuatan [Double] dan [Transmit], jadi semuanya menusuk Typhon dengan kekuatan penuh!

[Guuuuuuuh! Ddraig! Kau benar-benar menarik, ya!]

Meskipun mengalami kerusakan, Typhon tertawa gembira seolah-olah dia menikmati ini dari lubuk hatinya! Di langit yang mengelilingi Yggdrasil buatan, sesama monster legendaris mulai menyerang dengan cepat! Api ganas dan petir pada tingkat mitologis, menyelimuti hampir seluruh langit! Serangan-serangan, yang cukup untuk menutupi seluruh field, diulang lagi dan lagi, dan pertempuran yang intens meningkat menjadi satu yang berada pada level mitologis! Walau itu palsu, serangan itu bahkan mengguncang Yggdrasil raksasa! Vidar-san berteriak.

[Apollon! Ikuti saja Typhon! Beban melawan Ddraig terlalu berat! Jika [King] kita kalah, ini berakhir!]

Memang, Typhon adalah [King]. Jika dia dikalahkan, game akan berakhir di sana. Itu akan menjadi kemenangan kita. Aku yakin bahwa tim mereka tidak akan membiarkan Typhon kalah dengan mudah. Tapi walau mereka tidak mengatakannya, itu adalah sesuatu yang kutahu.

“Aku tahu! Tapi!”

[Gahahahaha! Ini menyenangkan! Ini terlalu menyenangkan, Ddraiiiiiiiiiiiiig!]

Tanpa diduga, pertarungan ganas berlanjut sambil dia menjadi terobsesi, tapi Apollon-san tidak dapat menemukan celah untuk masuk!

[Kau selalu menjadi maniak bertarung sejak lama, Typhon! Baik sekali! Karena tubuhku yang baru dibangkitkan kembali sedikit tumpul, aku akan menjadikanmu sebagai lawan pemanasanku!]

Namun, karena Apollon-san tidak bisa meninggalkan Typhon seperti itu, dia juga berpartisipasi. Dan meskipun Ddraig bertarung melawan Typhon dan Apollon-san, dia masih berhasil menghancurkan mereka! —Lalu, aura suci berbentuk salib ditembakkan pada Apollon-san! Itu Cross Crisis! Melihat sumbernya — Xenovia yang babak belur berdiri di tangga Yggdrasil sambil memegang Durandal dan Excalibur! Dia sampai ke sini, ya! Sementara Xenovia memancarkan aura yang dipenuhi dengan niat untuk bertarung, dia berkata pada Apollon-san.

“...Dewa Matahari, mengapa kita tidak melanjutkan pertarungan kita dari awal sampai semua kekuatan terkuras dari tubuhku?”

Xenovia yang terengah-engah berkata dengan berani! Melihat bentuk tangguh Xenovia, Apollon-san juga tertawa dan tersenyum pahit.

“Begitu, jadi [Knight] Sekiryuutei-dono abadi dalam semua aspek, huh.”

Pertarungan kedua antara Apollon-san dan Xenovia dimulai! ...Jika Ddraig dan Xenovia bertarung, maka aku juga bisa berkonsentrasi. Sekali lagi, aku berhadapan dengan Vidar-san yang mengangkat bahu.

[Tidak, tidak, ini tidak bagus. Siapa sangka akan ada dua Naga Merah dalam situasi ini. Kita tiba-tiba kehilangan arah situasinya. Tapi, kita masih bertarung sendiri, kan?]

Aku menjawab dengan ‘Ya’ dalam menanggapi kata-kata Vidar-san. Oh, itu benar! Ini waktu yang tepat! Aku hanya harus mengatakan ini sementara kita memiliki momentum ini! Aku menarik napas dalam-dalam saat aku berteriak dengan suara keras.

“Rossweisse-san, dengarkan aku!”

Saat aku mempersiapkan diriku, aku menyatakan pada Rossweisse-san dengan suara keras!

“ROSSWEISSE-SAN! TOLONG LAHIRKAN ANAKKUUUUU! TOLONG LAHIRKAN BANYAK, BANYAK ANAK-ANAKKU!”

Vidar-san berharap memiliki pewaris oleh semua orang. Dan Rossweisse-san dipilih sebagai pasangannya. ...Aku tidak bisa membiarkan itu terjadi! Rossweisse-san... seseorang yang penting! Rossweisse-san menghentikan serangannya sebagai tanggapan atas pengakuanku yang tiba-tiba sambil wajahnya memerah!

“A-Aku...”

Rossweisse-san berteriak ke arah langit!

“AKU AKAN MELAHIRKAN ANAKMU! TOLONG BIARKAN AKU MELAHIRKAN BANYAK ANAK-ANAK ISE-KUN!”

—! Itu adalah ‘persetujuan’! Aku dapat persetujuan dari Rossweisse-sannnnnnn! Lalu aku beralih ke Vidar-san.

“Dan seperti yang Anda dengar, aku minta maaf, tapi... aku akan membuat Rossweisse-san menjadi pengantinku! Karena dia hanya berjanji akan melahirkan anakku!”

Vidar-san tercengang oleh serangkaian kejadian ini, tapi setelah dia memproses informasinya—.

[...Pfft.]

Dia tiba-tiba tertawa terbahak-bahak.

[Ahahahahahahahhahahahahahahahahaha! Aku mengerti, aku mengerti! Jadi kamu berjanji untuk membiarkannya melahirkan anakmu, huh! Dan juga, kamu mengakuinya tepat di depanku, huh! Itu sangat menyakitkan!]

Kupikir dia akan mempermasalahkannya, tapi Vidar-san berkata dengan enteng.

[Baik. Cukup bagiku untuk mendengar pendapat Rossweisse-san yang sebenarnya dan Sekiryuutei menerobos keraguannya. Yah, awalnya aku tidak punya niat untuk menikahi dia.]

Serius!? Anda tidak punya niat untuk menikah!? Jadi aku sudah disiapkan!? Yah, itu baik-baik saja karena aku tidak menyesal setelah pengakuannya. Bahkan, aku merasa segar kembali.

[Mari kita akhiri masalah Rossweisse-san di sini. —Tapi, Sekiryuutei, pertandingannya berbeda, kan?]

Vidar-san masuk ke posisi menyerang.

[Tidak masalah jika Rossweisse-san akan menjadi pengantinmu atau tidak, pertarungan kita adalah hal yang berbeda. —Jika kamu seorang pria, pertarungan ini adalah di mana kita akan bertarung sambil mempertaruhkan kebanggaan terhadap wanita atau yang lain. Bukankah kamu juga berpikir begitu?]

“...Meskipun aku menikmati bertarung demi perempuan, aku juga suka bertarung melawan teman-teman sesama dengan tanpa perasaan keras seperti ini, tahu!”

Lalu, tahap terakhir pertarungan antara Vidar-san dan aku dimulai! Selama aku memukulnya, Vidar-san juga menendangku berulang kali! Pukulanku mengenai kepala Vidar-san, dan tendangan Vidar-san menusuk perutku! Karena setiap serangan dipenuhi dengan aura yang luar biasa, armor kami retak, dan dampaknya bahkan mencapai tubuh kami, menyebabkan kami muntah darah dari mulut kami. Saat aku memukulnya, aku berkata.

“Sihir, Anda tidak menggunakannya! Anda hanya melakukan pertarungan tangan kosong!”

Vidar-san terus menendangku sambil dia menjawab.

[Tidak, aku menggunakannya! Aku memperkuat kemampuan tubuhku dengan sihir memperkuat! Aku juga menyelimuti setiap tendanganku dalam sihir! Tapi aku masih tidak bisa mengalahkanmu! Serius, orang macam apa kamu ini!?]

Saat aku memukul Vidar-san, aku berbicara sebagai tanggapan atas kata-katanya!

“Aku adalah Oppai Dragon!”

[Jadi begitu! Yah, itu sangat mudah dimengerti!]

Kami terus bertukar pukulan dan tendangan dari sana dan mengambil jarak satu sama lain. Pertarungan sengit mendorong pulau terapung melewati batasnya saat pijakan kecil yang tersisa hancur.Vidar-san dan aku bernapas lega. Maksudku, kami berlutut dan beristirahat. Armor bisa diperbaiki berkali-kali, tapitubuh kami di dalam menerima begitu banyak kerusakan sehingga kami benar-benar kelelahan. Aku tidak tahu di mana luka-lukanya selama aku merasakan sakit yang luar biasa di seluruh tubuhku. Vidar-san berdiri dan memusatkan aura di kakinya.

[Mari putuskan ini segera. Dengan kartu truf kami!]

Vidar-san melompat! aku merasa dia akan menggunakan gerakan gila itu lagi! Ini berakhir, ya. Aku memperluas empat meriamku saat aku mengumpulkan aura yang gila. Saat itu bergemuruh ‘Douuuu...’, kekuatan merah dan hitam pekat terkonsentrasi pada keempat meriamku! Vidar-san mengerahkan lingkaran sihir di langit sebagai pijakan untuk kedua kalinya, dan membuat sikap untuk melepaskan tendangan rahasianya! Aura meriamku juga sudah cukup! Aku dan Dewa Kepala Mitologi Norse, kami berdua mulai bergerak!

[Shoot!]

[Maximum Charge!!]

Tubuh Vidar-san diselimuti aura yang sangat besar bersama dengan suara itu dan, setelah mengasumsikan postur menendang, dia menyelam dengan kecepatan super! Pada waktu bersamaan-.

“[<<D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D!!!!!!!!>>]”

Simbol [∞] muncul di semua permata armorku sembari warna merah dan hitam melintas bergantian.

“Ayoooooooooooooooooooooo!”

“[<<∞ Blaster!!!!!!>>]”

Sebuah tembakan mutlak terus-menerus dilepaskan dari empat meriamku...

[—Fimbulvetr Shot!]

Tendangan Vidar-san... entah bagaimana berhasil mengikuti serangan ∞ yang dilepaskan dari meriamku! Keparat! Serius!? Meskipun itu kartu truf dari Dragon Deification, sampai itu tidak bisa mengalahkan tendangan Vidar-san! Ini adalah sekelas Dewa! Jika lawanku adalah Dewa yang melampaui itu, bahkan ∞ Blaster tidak akan cukup, huh! Yah, walau aku yakin dia juga menggunakan armor! Aku — telah menyelesaikan sendiri. Aku telah memutuskan bahwa jika aku menembaknya, staminaku akan benar-benar habis dan ada kemungkinan aku tidak akan bisa bergerak. Tapi, jika aku tidak menggunakannya di sini, maka aku mungkin tidak bisa mengalahkan Vidar-san! Dan, ada juga alasan lain mengapa aku harus menang! Ayah mengatakannya padaku sebelum pertandingan dimulai.

—Ibu mulai mengatakan bahwa dia mungkin datang untuk melihat turnamen jika kamu lolos ke babak utama. Dia bilang bahwa ‘Jika putraku sendiri memenuhi syarat ke turnamen utama, aku tak bisa tidak datang dan tidak melihat turnamen.’ Di luar ini — setelah kemenangan ini, setelah aku menang melawan Vidar-san, hal yang luar biasa yakni ibu mungkin akan datang dan melihat pertandinganku! Tolong kabulkan permohonanku! Aku ingin ibu menyaksikan kegiatanku dalam waktu dekat! Aku mulai bersiap untuk gerakan terlarang — Longinus Smasher. Saat aura crimson berkumpul di dadaku, lubang untuk menembak terbuka.

“Longinus Smasherrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr!”

“[<<Longinus Smasher!!!!!!!!!!>>]”

Infinity Blaster + Longinus Smasher dari pertarungan melawan Apophis! Aura yang sangat besar bercampur dengan serangan Infinity Blaster karena massa kekuatan melebihi imajinasiku akhirnya mampu menghancurkan tendangan Vidar-san sambil menelan Dewa Kepala mitologi Norse.

—Atau begitulah pikirku, tapi Vidar-san langsung membalas dengan menghindari dua serangan frontal terkuatku! Mereka tidak kena! Tapi ini juga dalam perhitunganku. Seranganku yang paling kuat — wajar saja dia akan menduganya. Menghindar itu adalah langkah terbaik. Dan itu dilakukan oleh Vidar-san. Tapi, aku juga sudah memperhitungkan langkah Vidar-san! Saat aku mengakhiri seranganku, tanpa penundaan, aku mengirim kekuatan Dragon Deification ke Ascalon yang telah disimpan dalam gauntlet-ku ke arah Vidar-san — Ascalon terlempar seluruhnya! Gagasan utamanya seperti saat aku melemparkan Ascalon pada Xenovia! Aku telah memperkuat Ascalon dengan [Boost] pada sifat alami [Pembunuh Naga], dan itu terbang ke arah Vidar-san dengan kecepatan tinggi! Vidar-san, yang telah menerima kerusakan dari dua serangan, melihat Ascalon terlempar ke arahnya, tapi dengan tekad untuk menanggung kerusakan, Vidar-san dengan paksa menendang Pedang Suci itu!

[Gah! Gelombang Pedang Suci bahkan menembus armor...!]

Ucap Vidar-san dengan tatapan sedih. Betul! Karena Ascalon telah diberkati dengan [Penetrate], kerusakannya mencapai Vidar-san! Tapi, aku tidak mengakhirinya begitu saja! Ini akan diputuskan di sini! Keinginanku itu! Dan juga demi timku yang telah berjuang untuk momen ini!

“AYOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!”

Aku — menembak pedangku yang lain, Ascalon II! Tentu saja, aku mengisinya dengan kekuatan [Boost] dan [Penetrate]! Bekas ∞ Blaster, Longinus Smasher, Ascalon, [Boost], [Penetrate], [Pembunuh Naga]… Dan akhirnya, Ascalon II! Aku menggunakan semua kekuatanku! Senjataku tidak hanya ∞ Blaster dan Longinus Smasher! Seakan sudah mencapai batasnya, Vidar-san tidak bisa bereaksi dengan baik terhadap Ascalon II yang terbang ke arahnya dengan kecepatan tinggi, tapi tetap saja, dia membuat postur menendang!

[...OOOOOOOOH!]

Vidar-san berteriak ketika dia mencoba menendang Ascalon II. Tapi mungkin karena Vidar-san telah mencapai batasnya, dia tidak bisa bangkit ketika Ascalon II menembus perutnya. Saat berikutnya, armor Midgardsormr hancur seutuhnya, dan Vidar-san diselimuti cahaya kekalahan.

[...Jadi ini adalah Heavenly Dragon!]

Vidar-san meninggalkan kata-kata itu dengan puas sambil dia menghilang dari field.

<<Dari Tim [Leisure of the Kings], [Rook] telah kalah.>>

Vidar-san menghilang ke dalam cahaya kekalahan sementara pertarungan di dekatku juga terlihat seperti hampir selesai. Dengan presisi yang luar biasa, Rossweisse-san menggunakan sihir penghalang hanya di sekitar kaki kanan Brynhildr-san, menyegel gerakan lawannya!

“Aku sudah berkonsentrasi untuk momen ini!”

Brynhildr-san mencoba menghancurkan penghalang di kakinya dengan serangan sihir, tapi itu bahkan tidak bergerak. Dia terkejut dengan ini.

“Kuh! Sungguh segel sihir yang kuat! Aku tidak bisa melihat celah sama sekali!”

Rossweisse-san mengangkat kekuatan sihir ofensifnya dengan tongkat di salah satu tangannya dan berteriak

“Kalau mengenai menyerang, bertahan dan suport, aku jauh di belakangmu dalam tingkat kesempurnaan dalam semua aspek sihir. Tapi, aku tidak akan kalah dalam sihir penghalang! Karena ini adalah kekuatan yang aku dapatkan setelah bertemu teman-temanku!”

Insiden Trihexa membuat bakat sihir penghalang Rossweisse-san mekar. Dalam aspek itu, bahkan melawan Valkyrie terkuat, ada sesuatu yang berada di luar kekuasaannya. Semburan penuh sihir yang diperkuat dengan tongkat Misteltein menelan Brynhildr-san—.

<<Dari Tim [Leisure of the Kings], satu [Knight] telah kalah.>>

Ketika Valkyrie terkuat lenyap ke dalam cahaya kekalahan, kami mendengar.

<<Dari tim [Leisure of the Kings], kekalahan [King] telah dikonfirmasi.>>

—! Ketika kami mendengar informasi itu, aku melihat ke langit, di mana cahaya kekalahan muncul di hadapan Ddraig. Itu pasti cahaya kekalahan Typhon. Hebat, Ddraig itu, dia benar-benar mengalahkan Typhon ya! Ddraig, yang tubuhnya sudah cukup usang, menunjukkanku seringai.

“Aku sudah bilang sebelumnya kan, Partner? Bahwa tak ada yang lebih kuat dari aku dan Albion.”

Setelah dia mengatakan itu, tubuh Ddraig berubah menjadi banyak cahaya merah. Dan pada saat berikutnya, cahaya itu pecah, meninggalkan partikel saja. Lalu, aku bisa merasakan kehadiran Ddraig di dalam Sacred Gear-ku lagi. Ddraig lalu berbicara denganku melalui Sacred Gear.

[Yah, sepertinya ada batas waktu.]

Aah, situasi kembali ke aslinya. Tapi, sudah cukup. Saat King tim lawan, [Typhon], dikalahkan dan itu berarti kemenangan kami, Apollon-san berhenti menyerang. Setelah aku melambaikan tangan kepada teman-temanku yang lelah dan kolaps, aku terbang ke langit. Pergi lebih tinggi dan lebih tinggi.

<<Karena tim [Leisure of the Kings] telah kalah, kekalahan tim [Leisure of the Kings] dikonfirmasi. Kemenangan menjadi Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth].>>

Kami mendengar laporan penyiar tentang kemenangan kami. Seketika, ada banyak sorak-sorai dari kursi penonton ke arah kami. Aku tiba di puncak Yggdrasil. Dari pemandangan yang bisa dilihat dari sana... tidak ada sesuatu yang menarik perhatianku karena itu buatan, tapi... aku merasa sangat tersentuh. Aku menang melawan... tim yang memiliki Dewa yang kuat di dalamnya..Karena itu adalah hasil yang luar biasa, aku yakin itu akan meningkatkan kepercayaan diriku.

“Ise-kun!”

Rossweisse-san mengikutiku saat dia terbang ke atas. Meskipun tubuhnya berantakan, ekspresi wajah Rossweisse-san sepertinya menunjukkan bahwa dia telah menyelesaikan sesuatu dalam mengalahkan seniornya. Aku menggenggam tangan Rossweisse-san saat kami melihat Yggdrasil buatan bersama. Rossweisse-san lalu berkata padaku.

“L-Lain kali, mari kita menyaksikan pohon dunia Yggdrasil yang asli...”

Wajahnya menjadi merah! Manis sekaliii! Apalagi, undangan untuk kencan. Aku mengencangkan cengkeramanku di tangannya dan berkata sambil tersenyum.

“Ya, aku akan menantikannya!”

Pertandingan ini... adalah bintang emas kami...

Lalu, tidak lama setelah ini, persiapan terakhir untuk Rating Game World Tournament [Azazel Cup] berakhir, dan itu sampai pada keputusan siapa yang akan berpartisipasi dalam turnamen utama...