Seirei Tsukai no Blade Dance:Jilid 9 Prolog

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Prolog[edit]

Bagian 1[edit]

--Malam sebelum final.

Segera setelah saat ketika gaya pertandingan final yang akan dilakukan telah diumumkan di grand shrine «Ragna Ys».

Dibawah langit malam, satu kapal terbang kecil mendarat di tengah-tengah hutan.

Kapal kebangsaan dengan cerdik menyamar, tapi sebenarnya itu adalah kapal penyelundupan kecepatan tinggi Teokrasi Alpha, bermuatan roh militer.

"... Kau akhirnya di sini."

Ada sebuah tempat perlindungan kecil yang dibangun di dalam hutan.

Di depan pintu, Lily Flame telah menunggu kapal itu.

Dari pintu masuk kapal yang mendarat tanpa suara, sekelompok pendeta, mengenakan jubah hitam pekat.

Ada dua puluh orang. Semua dari mereka menutupi wajah mereka dengan kain hitam, tapi bisa dengan mudah disimpulkan dari gerakan cepat mereka bahwa mereka dilatih spesialis tempur.

Mereka adalah anggota dari agen rahasia pemuja Raja Iblis - «Snake».

"-Kau yakin mengatur waktumu. Aku bosan menunggu. "

Seseorang, yang berbalik ke arah mereka dan bersuara, adalah seorang gadis kecil dengan rambut abu-abu gelap.

Muir Alenstarl. Seperti Lily Flame, dia juga yatim piatu dari «Instruksional School».

Berbeda dengan penampilan yang indah miliknya, dia adalah elementalist yang memiliki kekuatan mengerikan dan tidak biasa.

"Itu karena kau menyia-nyiakan roh militer tanpa berpikir. Sebenarnya, «Colossus» dan «Garuda» harus digunakan di final -"

Sementara Muir melirik ke samping, Lily mendesah ringan.

Sebenarnya, negosiasi dengan Teokrasi yang terlibat dalam penyediaan roh militer berada di ambang kerusakan sampai kemarin.

Seandainya «Tim Inferno» gagal meraih kemenangan besar di «Tempest» baru-baru ini, mereka mungkin tidak akan dapat menerima dukungan dari roh militer baru.

-Pada saat ini, seorang biarawan tua melangkah maju keluar dari sekelompok orang berjubah hitam, dan menyerahkan kepada Muir sebuah kotak yang terbuat dengan ornamen halus ditambahkan diatasnya.

"Bergembiralah. Hierarch yang agung telah memberikan roh militer terkuat pada orang-orang sepertimu."

"Apakah itu baik-baik saja jika kita memeriksa dalamnya?"

"Tidak apa-apa."

Tetua itu mengangguk pada penegasan Lily.

"Roh militer terkuat - Huh? Aku ingin tahu apakah yang satu ini bisa digunakan? "

Muir dengan santai membuka kotak.

Tersimpan dalam kotak itu - gelang perak bersinar remang.

Dari sudut pandang orang luar, itu tampak seperti beberapa gelang biasa-biasa saja. Namun, kenyataannya adalah bahwa hampir semua dari banyak alat sihir kelas legenda adalah desain sederhana tanpa ornamen indah.

(Materi yang mithril yang sangat murni ? --)

Kata-kata yang terukir di permukaannya memiliki bahasa hilang dari zaman Kuno.

Lily menyipitkan mata merahnya karakteristik dari ras Elfim dan membacakan nama yang diukir di sana.

"...«Valaraukar»!? Jangan bilang, itu iblis yang memerintah api dari kehancuran--"

Menggigil menuruni di punggungnya. Itu adalah nama sebenarnya dari iblis yang menghancurkan kota dan negara-negara yang tak terhitung jumlahnya jauh di zaman kuno -- di periode «Perang Roh».

(-- «Snake» teokrasi ini benar-benar menyiapkan roh seperti itu.)

Ini memiliki kekuatan pertempuran peringkat tertinggi untuk roh militer yang dimiliki oleh negara.

Bahkan Muir, yang biasanya tenang, tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.

Namun, seperti dia tidak khawatir tentang Lily yang gemetar,

"Ini sangat tidak sopan dan bukan sesuatu yang sesuai dengan keinginan Onii-sama."

Muir menempatkan gelang ke lengan rampingnya dan berbicara ketidakpuasannya.

Ini adalah peringkat tertinggi roh militer kelas taktikal yang bisa menghancurkan sebuah kota sendirian.

Namun, baginya, itu hanya salah satu dari sekedar alat nya.

Mengendalikan roh marah dan melelahkan keberadaan mereka, kekuatan aneh miliknya -- «Jester's Vise».

Itulah apa artinya dari «Monster» yang lahir dengan semacam super power seperti kutukan.

Kemudian.

"-Kalian tidak memiliki hak untuk berpendapat. Boneka pembunuhan dari «Instruksional School». "

Suara mengerikan bisa didengar dari suatu tempat.

"«Tim Inferno» tidak lebih dari pion Hierarch. Pion hanya harus memainkan peran yang ditugaskan pada mereka. "

Dari kegelapan malam, muncul seperti kabut adalah-

Dengan rambut biru mengingatkan sisik ular, itu adalah seorang gadis mengenakan pakaian yang menggairahkan dari adat bangsa asing.

Saat dia muncul, anggota «Snake» bersujud sekaligus.

"Sjora Kahn! Kemana saja kau -"

Lily menelan kata-katanya keluhannya sebelum menyelesaikan pertanyaannya.

Dia sudah mengerti bahwa penyihir ini telah menculik Fianna Rey Ordesia dengan keputusannya sendiri di tengah-tengah «Tempest».

Itu adalah tindakan yang jelas tidak setia ke «Cardinal», tuannya Lily.

Namun--

(Aku tahu bahwa gadis itu bukan seseorang yang bisa dipercaya dari awal.)

«Snake» teokrasi ini adalah, setelah semua, hanya terkait pada sebuah aliansi yang terbentuk dari kepentingan mereka.

Itu mudah untuk dia menyesalkan suatu tindakan pengkhianatan di tempat ini, tapi itu bukanlah rencana yang baik untuk memperburuk hubungan dengan Teokrasi tersebut.

(... Aku pasti akan membuat kau menebus itu.)

Lily berhenti memelototi penyihir diam-diam, tapi di saat berikutnya.

"Hei, kau memerintah Muir? Meskipun bahwa kau anak ikan kecil yang dipukuli oleh Onii-sama. "

"Muir!?"

Lily tanpa sadar menelan ludah dalam menanggapi kata-kata provokasi datang dari mulut Muir.

Kemudian, senyum ketenangan menghilang dari wajah Sjora Kahn.

"... Apa-apaan... itu?"

Mata merahnya seperti ular, penuh dengan kebencian yang tidak pernah berakhir, berpaling ke arah Muir.

"Oh, apakah kau ingin melakukannya di sini? Aku baik-baik saja untuk itu, kau tahu? "

Muir mengungkapkan senyum tanpa takut.

"Onee-chan, jika kau bertarung dengan aku, kau akan mati, kau tahu?"

"Ug ..."

Pipi Sjora sedikit mengejang.

Kekuatan Muir Alenstarl sebagai seorang elementalist keluar dari norma. Meskipun penyihir Teokrasi ini memiliki kekuatan yang cukup, murni dalam hal keterampilan pertempuran asli, dia akan kesulitan bertarung dengan lulusan «Instruksional School».

Muir telah mengenakan gelang dari «Valaraukar». Jika dia merilis roh militer di sini, hutan disekeliling akan lenyap dalam sekejap.

"Muir, hentikan!"

Lily berteriak.

"Apa, Lily, kau memerintah Muir?"

"Jika kau menyebabkan kegemparan di sini, kau mungkin kehilangan hak untuk menjadi peserta di final."

"..."

Kemudian, Muir menggembungkan pipinya cemberut.

"... Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku akan benci tidak mampu bermain dengan Onii-sama di final. "

Dengan enggan, dia menurukan tangannya.

Lily menghela napas lega.

Muir berbalik seolah-olah dia kehilangan minat pada Sjora.

"Sekarang kita telah mengambil mainannya, tidak harus kita gunakan di tempat yang membosankan. Mari kita pergi, Lily. Kita akan melewatkan pemutaran final «Tiga Ksatria Kucing».

"T-Tunggu, Muir ..."

Lily buru-buru mengejar Muir yang berjalan ke dalam kegelapan.

Bagian 2[edit]

Sementara dia memelototi kegelapan dari keduanya berjalan-

"-- pembunuh rendahan ini ..."

penyihir Sjora Kahn menggeretakkan geraham nya.

Awalnya, «Tim Inferno» tak lebih dari tentara bayaran yang disewa Teokrasi. Terlepas dari itu, gadis yang mengaku sebagai Ren Ashbell telah mengambil tindakan atas kemauannya sendiri.

Meski itu menyebalkan tapi --

(... Gadis itu mengganggu rencanaku.)

Sjora begitu penuh dengan kemarahan hingga dia bisa merasakan bagian dalamnya mendidih.

Orang yang melepaskan tawanan Sjora, calon «Ratu Kegelapan» -- Fianna Ray Ordesia, tanpa diragukan adalah dia.

Jika dia tidak melepaskan putri Ordesia saat itu, Sjora tidak akan menderita kekalahan yang tidak sedap dipandang.

"... Aku pasti tidak akan membiarkan ini berlalu. Gadis itu, yang sombong dari «Instruksional School», gadis-gadis di «Tim Scarlet», dan Kazehaya Kamito -- semuanya, semua orang, semua orang, semua orang akan terbunuh oleh tanganku."

Bibir merahnya yang menawan bergetar dalam kebencian. Kekalahannya di Pandemoium telah terukir sebagai penghinaan tak terhapuskan menjadi kenangan Sjora.

"Putri-"

Tetua dari «Snake» membuka mulutnya saat dia tetap bersujud di tanah.

"Ada apa?"

"Ini tentang permintaan Anda, tetapi kita telah dalam kepemilikan itu."

"Ah, jadi begitu?"

Pada saat itu, Sjora tersenyum puas.

Itu benar, itu tujuan dia untuk tampil di sini.

"Ada di sini sekarang, kan? Tunjukkan kepadaku. "

"Ya-"

Tetua itu mengangguk, dan penuh hormat mengangkat cincin kecil yang diambil dari lengan jubahnya.

"Fufu, ini ..."

Menempatkan cincin di jari kanannya, si penyihir tersenyum puas.

Tersegel di cincin itu adalah roh yang akan membentuk pasangan dengan Iblis «Baldanders».

"Orang yang mengambil segala sesuatu dengan kekuatan - «Bandersnatch». Dengan ini, aku akan ... "

Sjora Kahn sedang menatap cincin itu dengan ekspresi meriah,

"-- Dan, satu hal lagi. Ada pesan untuk Anda, putri."

Tetua «Snake» melanjutkan dengan nada datar.

"Sebuah pesan?"

"Ya - dari Hierarch-sama kita."

"Hierarch-sama kita!?"

Nada cerah melintas di pipi Sjora itu.

Bertahun-tahun telah berlalu sejak «Snake» Hierarch terakhir memberikan kata-kata pada dirinya.

"S-Sungguh -- tidak, jadi, apa yang Hierarch-sama katakan?"

"Ya-"

Tetua itu segera mengangguk pada penyihir, yang buru-buru menekan,

"boneka tidak berguna, aku akan mengambil alih dari sekarang dan seterusnya -- katanya."

"Eh ...?"

Tanpa waktu untuk memahami arti dari kata-kata itu --

Semua dari dua puluh anggota «Snake» yang hadir menghunus pedang mereka pada waktu yang sama.

Dalam sekejap, kelompok berjubah hitam bergegas masuk. Kilatan perak terjadi di kegelapan malam, dan dua puluh pedang menusuk diseluruh tubuh penyihir.

"... Ha ... Kalian, apa --!"

"Semua dalam rencana Anda. Putri, sebagai orang yang telah mewarisi darah bangsawan, Anda sekarang akan menjadi wadah baru untuk penjelmaan Hierarch. "

"... Ha, aku telah tertipu ... ug ..."

"Semua sesuai dengan pedoman Hierarch-sama."

Kelompok yang menusuk seluruh tubuh penyihir melafalkan mantra dalam bahasa roh.

Dari tepi pedang, kilatan petir ganas menyembur keluar dan memangkas pohon-pohon di sekitarnya.

Pemandangan itulah yang tampaknya menjadi ritual untuk memanggil roh lebih kuat.

"... Ah ... Hierarch-sa ... ma ..."

Penyihir itu tersentak saat dia mengulurkan tangannya ke langit-

Tubuhnya tiba-tiba membuat gerakan gemetar.

Lalu-

"Ku, ha ... haha ​​... kuhahahahaha!"

Merobek keheningan, tawa keras bergema di keheningan malam.

"Seperti yang diharapkan dari keturunan keluarga kerajaan, aku tidak memiliki apapun untuk mengkritik tentang sifat sebagai wadah!"

"Hierarch-sama, tubuh itu adalah wadah sementara. Jangan lupa itu."

"Aku tidak ingin kau mengatakan itu. Ini sedikit sempit, tapi aku akan bertahan sampai aku mendapatkan tubuh yang tepat."

Dia melirik kelompok yang bersujud dengan tampilan bosan,

"Yang memiliki tawa terakhir adalah aku. -- Halo yang disana, Raja Iblis lainnya."

Sesuatu yang memiliki penampilan Sjora yang jahat merubah bibirnya.




Back to Ilustrasi Novel Return to Halaman Utama Forward to Bab 1