Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 15 Bab 14

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Bab 14 - Subtlizer[edit]

Bagian 1[edit]

Seorang sniper dengan rambut biru muda.

Sosok langsing dari gadis yang membentuk keserasian yang aneh dengan senapan besar dengan kaliber lima puluh.

Aku tidak dapat melihat wajahnya saat dia berbaring dalam posisi tiarap dengan punggungnya menghadap ke arahku, itu pasti meniru sebagai Lynx[1], menghiasi sosoknya dengan sangat indah.

Kosentrasinya layak menerima pujian, membidik ke bawah tanpa sedikitpun bergemetar, mata kanannya menekan pada scopenya dan jari telunjuknya menyentuh pada pelatuknya. Aku akan dengan senang hati terus menatapnya dari belakang untuk waktu yang sedikit lama, tapi aku hanya memiliki waktu yang tersisa sedikit juga.

Meninggalkan tempat persembunyianku, aku berjalan melewati lantai reruntuhan bangunan. Dengan hati-hati menghindari batu kecil, batang kayu, dan sisi metal itu, benda-benda kecil seperti itu tersebar di sekitar kakiku, aku mendekat pada punggung gadis itu dengan sangat tenang.

Punggung gadis itu tiba-tiba bergetar.

Apakah dia merasakan sesuatu yang entah membuat suara ataupun getaran? Intuisi itu sangat hebat, tapi sayangnya, itu sudah terlambat.

Tangan kananku yang terulur mencekik leher kurusnya saat tangan kiriku menekan kepalanya ke bawah dari belakang.

Itu mencekiknya dengan tenang namun dengan tujuan jelas.

Skill «Army Combative» menunjukkan hasilnya, hidup gadis itu–bar HPnya–mulai menurun dengan sangat cepat. Sniper itu menggeliat dengan susah payah, tapi ini adalah game VRMMO, «Gun Gale Online», itu hampir mustahil untuk melarikan diri dari serangan mencekik dari belakang yang sudah sukses. Tidak ada perbedaan dari dunia nyata, sayangnya.

Aku telah memprediksi bahwa sniper dengan rambut biru muda ini, yang aku paling nantikan untuk bertarung...Tidak, untuk memburunya diantara dua puluh sembilan peserta dari turnamen ini yang bernama «Bullet of Bullets», akan mencoba membidik sniperya dari atas gedung lantai lima.

Masalahnya adalah, jalan utama dari peta ini berada di dalam jangkauan baik dari lantai empat maupun lima. Aku perlu dengan cepat menentukan lantai berapa aku harus menyergapnya.

Secara logika, dia akan memilih lantai keempat dimana dia dapat mempersiapkan snipernya lebih cepat. Tetapi, intuisi dan penilaianku berbisik padaku pada saat aku melihat perpustakaan di lantai keempat. Intuisiku memberitahuku bahwa dia mungkin adalah siswa yang mungkin akan menghindari perpustakaan yang akan membawa ingatannya mengenai dunia nyata.

Prediksi itu tepat pada sasarannya. Sniper dengan rambut biru muda itu membuang sepuluh detik yang tidak dibutuhkan untuk naik satu lantai lagi dan memperlihatkan dirinya pada gudang di lantai lima.

Dan sekarang, hidup sementaranya akan menghilang seperti kupu-kupu yang menjadi terjebak pada jaring laba-laba.

Aah, jika ini tidak hanya pengurangan data biner pada dunia virtual, tapi kehilangan hidup dan jiwa yang sebenarnya.

Jika ini hanyalah merupakan tubuh yang hidup yang menggeliat di tanganku daripada avatar.

«Kejadian itu» akan benar-benar sangat manis.

HP sniper itu yang terlihat pada bagian atas kanan dari pandanganku berkurang hingga sampai lima persen. Tapi gadis itu terus berjuang dengan susah payah untuk melarikan diri dari cekikanku.

Bahkan sebagai musuhnya, aku merasa posisinya sangat berharga, mencoba yang terbaik meskipun kekalahannya sudah pasti, tidak mengeluarkan perkataan yang tidak berguna atau berubah menjadi lemas tidak berdaya.

Sementara memeluk gadis itu dengan erat, seperti kekasih yang dicintainya, mulutku mendekat pada telinganya dari belakang dan berbisik.


–Your soul will be so sweet.


Dia perlahan membuka kelopak matanya.

Itu kelihatannya dia telah tertidur tanpa sadar. Sofa yang dibuat di Italia yang dia beli minggu lalu kelihatannya terlalu lembut. Dengan tubuhnya masih terbungkus dengan selimut lembut, dia menatap pada jam tangan yang ada di pergelangan tangan kirinya.

Siang hari, jam dua lewat dua puluh menit.

Berdiri, dia perlahan meluruskan punggunya sementara berjalan mendekat menuju dinding kaca yang berada di sisi selatan. Saat seluruh permukaannya adalah kaca yang dapat diputar dan sekarang dalam keadaan terbuka, itu memperlihatkan pemandangan indah tanpa henti dari tepi lain menuju ruangan eksekutif di lantai empat puluh tiga.

Pelabuhan itu dengan tenang bercahaya di bawah sinar dari gedung pencakar langit di sekitarnya. Tidak terhitung kapal besar sedang berlabuh di dermaga besar itu.

Bayangan menakutkan dengan bagian ujung tajamnya sama sekali bukan dari kapal pesiar yang mewah. Itu adalah kapal perang dari Armada Kapal Ketiga di bawah perintah Armada Pasifik Kapal Amerika Serikat.

San Diego, kota kedua California, sudah lama telah menjadi markasnya. Ekonomi berkumpul disekitar markas besar angkatan laut dimana lebih dari dua puluh lima ribu orang yang berhubungan dengan militer berada di dalamnya.

Tetapi, sektor industri terbaru mengalami ledakan dalam beberapa tahun belakangan ini. Industri berteknologi tinggi berhadapan dengan informasi, komunikasi, bio-technology, dan sesuatu seperti itu.

Dan terdapat beberapa perusahaan yang tergabung dalam permasalahan militer dengan teknologi canggih juga. Pada awalnya dipercayakan dengan tugas keamanan dan latihan oleh militer, perusahaan besar, dan sektor lainnya yang berhubungan, yang dapat dipanggil sebagai perusahaan militer pribadi bahkan mengerahkan kekuatan manusia untuk bertarung secara langsung di garis depan.

Gabriel Miller, kepala petugas teknologi dari «Sistem Pertahanan Glowgen» telah berada di kantor pusat di pusat kota San Diego, menatap ke bawah pada pemandangan malam dari pelabuhan dan memperlihatkan senyumannya tanpa sadar.

Mimpi yang dia lihat pada tidur singkatnya sebelumnya terasa menyejukkan, meskipun hanya sedikit.

Mimpi dari kejadian di dalam game full-dive yang dia ikuti beberapa hari yag lalu di ruangan eksekutif.

Gabriel sangat jarang bermimpi, tapi kapanpun dia bermimpi, itu akan menjadi pengulangan secara detail dari suatu kejadian di masa lalunya. Sensasi menggembirakan dari sniper berambut biru yang dengan susah payah berjuang masih tersisa di tangannya. Seolah-olah itu bukanlah mimpi, tapi kenyataan...

Tidak, itu sama sekali salah. Pertarungan itu tidak terjadi di dunia nyata, tapi di dunia virtual.

Teknologi Full-dive adalah penemuan yang sangat hebat. Kebanggaan untuk penciptanya, Akihiko Kayaba. Dia pasti akan terus dikejar jika dia masih hidup, bahkan jika itu membutuhkan miliaran dollar. Bahkan jika dia adalah kriminal terburuk di abad ini—tidak, pada dasarnya itu karena dia adalah orang seperti itu.

Tetapi, sementara pengalaman yang dibawa oleh AmuSphere menjadi meningkatkan kehidupan, kekurangan yang dapat dirasakan dari dunia nyata bahwa itu semua adalah palsu jauh lebih menguat. Seperti bagaimana seseorang yang haus tidak dapat dipuaskan dengan air laut, tidak peduli sebanyak apapun seseorang itu meminumnya.

Sebagai yang termuda diantara staff Glowgen DS dan pemegang saham terbesar, Gabriel menjalani hidupnya tanpa kekhawatiran terhadap kebutuhan yang dibutuhkannya. Tetapi, uang tidak dapat memenuhi keinginan yang dia miliki di dalam hatinya.

"...Your soul will be so sweet..."

Dia mengeluarkan perkataan yang diucapkan di dalam mimpinya sekali lagi.

Dia ingin untuk membisikkan kata-kata itu dalam Bahasa Jepang yang sudah dia pelajari semenjak tiga tahun lalu. Tapi mereka telah menganggap dia orang Amerika dengan tanda USA di bar HPnya dan dia ingin menghindari meninggalkan mereka kesan yang juah lebih kuat daripada yang dibutuhkan. Itu akan banyak kesempatan untuk mengucapkan bahasa itu pada akhirnya. Dia akan meninggalkan banyak pertanyaan pada saat itu.

Menyingkirkan senyuman samar-samar yang terlihat di mulutnya tanpa dia sadari, Gabriel menyentuh berbagai sensor sentuhan yang terpasang pada jendela dan meningkatkan tingkat kehitamnnya. Pada kaca jendela yang menghitam yang memantulkan bayangan dirinya.

Rambut pirang, ringannya terayun ke belakang, dengan mata birunya. Tubuhnya dengan tinggi 6 kaki, 1 inci yang ditutupi dengan pakaian kaos putih dan celana panjang berwarna abu-abu gelap. Sepatunya bermerk Cordovan, dibuat tangan. Itu hampir seperti bayangan dari sosok putihnya, itu cukup memalukan, namun Gabriel melihat tidak ada alasan lain untuk penampilannya sebagai cara untuk orang lain mengenalnya. Pada hari terakhir, daging ini tidak lebih dari tempat untuk jiwa.

Jiwa.

Hampir semua agama mengambil beberapa konsep mengenai jiwa. Tentu saja, umat Kristen mengambil konsep jiwa akan dikirim menuju surga atau neraka pada saat kematiannya berdasarkan perbuatan seseorang di dunia. Tetapi, itu bukan karena ajaran Protestan atau Katolik hingga Gabriel mempercayai keberadaan jiwa dan mencari hal tersebut.

Faktanya. Seseorang secara pribadi telah melihatnya, secara langsung.

Kumpulan cahaya, indah yang melebihi apapun yang dibandingkan dengannya, keluar dari dahi gadis itu pada saat dia menemui kematiannya di tangannya.

Gabriel Miller lahir di distrik Pacific Palisades di pinggiran kota Los Angeles, California, Maret, 1998.

Dia tidak memiliki saudara dan dia tumbuh dengan dipenuhi cinta dari orang tuanya yang kaya, baik secara emosi maupun kekayaan. Mansion tempat dia tinggal sangatlah luas dan tidak ada batas untuk tempat bermainnya, tapi apa yang paling disukai Gabriel muda adalah gudang peyimpanan koleksi ayahnya.

Ayahnya, pemilik dan manajer dari Glowgen Securities, pendahulu dari Sistem Pertahanan Glowgen, memiliki hobi mengumpulkan spesimen serangga dan gelas kaca berbaris di dalam gudang yang luas. Gabriel akan mengasingkan dirinya sendiri ketika dia memiliki waktu, melihat serangga dengan gelas yang hebat di tangan dan membenamkan dirinya sendiri pada imajinasinya secara tidak sadar saat dia duduk di sofa bagian tengah dari ruangan itu.

Rasa penasaran, emosi dalam itu menyerang Gabriel muda pada saat ketika dia berada seorang diri di ruangan gelap itu dengan langit-langit tingginya, dikelilingi oleh puluhan ribu dari serangga yang sudah mati itu.

Semua dari serangga itu pernah hidup sampai saat tertentu. Di padang rumput Afrika, padang pasir Asia Barat, hutan di Amerika Selatan, itu semua dengan bersemangat membuat sarang mereka dan mencari makanannya.

Tetapi, itu semua ditangkap oleh pemburu di suatu hari, ditangani dengan bahan kimia, dan berganti kepemilikan tidak terhitung jumlahnya melalui pelelangan sebelum dengan rapi ditata dalam gelas kaca oleh Miller. Dengan kata lain, sementara ruangan ini adalah ruangan koleksi dari spesimen serangga, itu juga adalah kuburan besar yang dipenuhi dengan puluhan ribu mayat pembantaian...

Gabriel menutup kelopak matanya dan membayangkan apa yang akan terjadi jika serangga di sekitarnya tiba-tiba menjadi hidup.

Keenam kakinya akan berusaha bergesekkan di udara, indera perasa dan sayapnya bergetar. Tidak terhitung gema saling bertabrakan dan mendekat menuju Gabriel sebagai gelombang keras.

Buzz, buzz.

Kelopak matanya dengan cepat terbuka. Kaki dari kumbang badak hijau di bagian ujung dari gelas kaca dihadapannya kelihatan bergerak, dia melompat dari sofanya. Dia berlari menuju gelas kaca itu, terpaku pada pandangannya, tapi serangga itu menjadi spesimen tidak bernyawa sekali lagi pada saat dia mencapai tempat itu.

Cangkangnya, dimana kaki dengan duri tajam keluar dari tempat di sekitar itu, dan matanya memiliki warna mata campuran yang menyerupai tautan kecil yang berwarna hijau permata dan sangat terang seperti metal. Gabriel berpikir apa sebenarnya yang pernah sekali memberikan kekuatan pada tubuh lemah itu, memberikan kemampuan untuk bergerak.

Ayahnya memberitahu dia bahwa serangga sama sekali tidak memiliki pemikiran yang dimiliki manusia. Dia bertanya, bagaimana itu dapat berpikir, dan ayahnya menunjukkan suatu video.

Itu menangkap belalang sembah yang sedang dalam masa perkawinan. Serangga jantan kecil itu menekan ke bawah serangga betina besar itu dari punggungnya, organ reproduksi mereka terhubung. Serangga betina itu terdiam untuk sesaat, namun dengan cepat menggenggam bagian atas serangga jantan itu dengan dua sabitnya, menghancurkan kepalanya, dan mulai memakannya tanpa ada peringatan sebelumnya. Serangga jantan itu terus bersikeras dalam perkawinannya bahkan saat Gabriel melihatnya dengan terkejut, akhirnya menarik organ reproduksinya pada saat kepalanya sepenuhnya tertelan. Serangga itu lalu mengangkat sabitnya dan melarikan pada saat itu juga, secepat yang itu bisa.

Meskipun sama sekali tidak memiliki kepala, belalang sembah jantan itu berjalan diantara daun tajam, naik menuju batang, dan secara mekanis melanjutkan pelariannya. Ayahnya berbicara sementara menunjuk pada potongan video itu.

Saraf yang tersebar pada seluruh tubuh dari serangga, termasuk belalang sembah, berperan dengan tujuan yang sama seperti otak. Karena itu, itu dapat hidup untuk beberapa saat bahkan setelah itu kehilangannya yang tidak lebih merupakan organ sensor.

Gabriel menghabiskan beberapa hari setelah dia melihat video itu sambil memikirkan dimana sebenarnya belalang sembah itu memiliki jiwanya. Jika itu dapat hidup bahkan dengan kepalanya dimakan, kehilangan semua kakinya seharusnya bukanlah masalah yang sangat besar. Maka mungkin di perutnya? Atau di dadanya? Tapi bahkan pada saat perutnya hancur atau dadanya tertusuk oleh peniti, serangga itu akan terus berjuang untuk beberapa saat, kakinya akan mengeliat secara terus menerus.

Jika itu tidak segera mati tidak peduli bagian mana dari tubuhnya yang hancur, mungkinkah jiwa dari belalang sembah itu secara samar-samar tersebar pada seluruh tubuhnya? Berumur delapan atau sembilan tahun pada saat itu, Gabriel menyimpulkan itu setelah tidak terhitung eksperimen yang dilakukan pada serangga yang dia tangkap di sekitar rumahnya.

Jiwa, kekuatan misterius yang menggerakkan makhluk yang dikenal sebagai serangga, bersikeras tetap berada di dalamnya tidak peduli bagian tubuh apapun yang dihancurkan. Tapi itu itu akan berpikir bahwa itu akan kehilangan tujuannya dan menyerah setelah beberapa saat, meninggalkan tubuhnya.

Gabriel dengan sungguh-sungguh berkeinginan untuk melihat jiwa yang terlepas itu, dan menangkap itu jika mungkin. Tetapi, dia bahkan tidak dapat melihat «sesuatu» yang keluar dari tubuh serangga, lupakan menangkapnya, tidak peduli bagaimana kerasnya dia menatap pada gelas indah itu, tidak peduli bagaimana hati-hatinya dia melakukan percobaannya. Keinginan jujurnya tidak menunjukkan hasil bahkan setelah menghabiskan banyak waktu dan kegiatannya di labolatorium rahasia yang dia buat di dalam hutan gelap di belakang mansionnya.

Gabriel muda secara insting mengetahui bahwa permintaannya tidak akan disetujui oleh orang tuanya. Itu adalah alasan kenapa dia tidak membuat pertanyaan lebih lanjut dengan cara yang sama kepada ayahnya setelah insiden belalang sembah itu. Tapi keinginannya kelihatannya menjadi lebih kuat dengan usahanya untuk menjaga itu agar tetap rahasia.

Gabriel memiliki teman yang berumur sama dengannya dan dia berteman sangat baik dengannya pada saat itu.

Gadis itu bernama Alicia Klingerman dan satu-satunya anak perempuan dari pengusaha yang hidup di mansion yang didirikan di bidang tanah yang berdekatan. Mereka masuk di sekolah dasar yang sama dan berteman dengan baik juga, seperti keluarga mereka. Dia adalah anak yang pemalu dan penurut, lebih menyukai membaca buku atau menonton video di rumah daripada bermain hingga berlumpuran dengan lumpur di luar rumah.

Normalnya, Gabriel menyembunyikan penelitian rahasianya dari Alicia dan tidak mengatakan apapun mengenai serangga dan jiwa.

Meskipun begitu, dia tidak dapat berhenti memikirkan tentang itu. Imajinasi Gabriel berpikir, dari waktu ke waktu, dimana sebenarnya jiwa Alicia berada saat dia perlahan menatap pada wajahnya dari sampingnya sementara dia tersenyum seperti malaikat, tenggelam pada membaca novelnya.

Serangga berbeda dari manusia. Manusia tidak dapat hidup tanpa kepala mereka. Karena itu, jiwa manusia seharusnya berada di kepala mereka...Di otak mereka.

Tapi Gabriel telah mempelajari bahwa luka di otak tidak berpengaruh secara langsung pada kehilangan hidup melalui internet di komputer ayahnya. Terdapat pekerja bangunan yang selamat dengan pipa besi tebal yang menusuk dari dahinya dan keluar dari kepalanya, terdapat doktor yang mencoba menyembuhkan penyakit mental dengan mengikis bagian dari otak pasiennya.

Jadi, apakah itu berada di suatu tempat di otak? Gabriel memikirkan itu pada saat dia melihat dahi Alicia, tertutupi oleh rambut pirang lembutnya. Jiwa Alicia tersembunyi dibalik kulit halus itu, dibalik tengkorak keras itu, dan bahkan dibalik jaringan lembut otak itu.

Dia pasti akan berakhir dengan menikahi Alicia, atau seperti itu yang Gabriel kecil bayangkan. Maka dia mungkin akan mendapatkan kesempatan untuk melihat jiwa Alicia dengan matanya sendiri suatu saat nanti. Perkataan tidak mungkin mampu mendeskripsikan bagaimana indahnya jiwa dari Alicia yang baik itu.

Setengah dari permintaan Gabriel dikabulkan, lebih cepat daripada yang dia pernah duga.


Pada September 2008, kegagalan bank yang tersebar luas menjadi pemicu dari Krisis Keuangan Global.

Gelombang kemunduran ekonomi bahkan menyelimuti Pacific Palisades daerah dari pinggiran kota Los Angeles. Sejumlah besar dari mansion megah yang ditawarkan dengan harga murah dan sejumlah besar kendaraan kelas atas yang dikendarai di jalan menjadi sangat berkurang.

Itu cukup beruntung bahwa Perusahaan Keamanan Glowgen memiliki administrasi kuat dan mampu untuk menahan efeknya hingga menjadi minimum, namun perusahaan yang dikelola oleh tetangganya, Klingermans, bangkrut dibawah utang besar karena investasinya dalam bidang perumahan. Dengan keberuntungan mereka, termasuk mansionnya, telah menghilang pada bulan April tahun depan, mereka memutuskan untuk bergantung pada kerabat mereka yang bekerja di bidang pertanian dan bergerak di kota Kansas di daerah Midwest.

Itu membuat sedih Gabriel. Kecerdasan melebihi anak seusianya sebagai anak berumur sepuluh tahun dia mengerti bahwa dia tidak dapat membantu Alicia sebagai anak kecil berumur sepuluh tahun dan dapat dengan jelas membayangkan keadaan berat apapun yang dia akan hadapi mulai dari sekarang.

Mansion yang dijaga oleh keamanan tanpa cela, koki hebat yang selalu menyediakan makanan setiap hari, dan sekolah yang dipenuhi dengan anak baik yang berkecukupan, keistimewaan ini akan menghilang dari hidup Alicia selamanya, diganti oleh kemiskinan dan pekerjaan manual. Dan apa yang paling tidak dapat ditahan oleh Gabriel adalah bagaimana jiwa Alicia, yang seharusnya akan menjadi miliknya suatu hari nanti, akan dilukai seseorang yang tidak dikenal dan kehilangan cahayanya.

Jadi, dia berpikir untuk membunuhnya.


Pada hari ketika Alicia mengatakan kata-kata perpisahannya di sekolah, Gabriel mengundangnya menuju hutan di belakang rumahnya setelah dia keluar dari bus sekolah menuju rumahnya. Dengan sigap menghindari setiap kamera keamanan yang dipasang disepanjang jalan dan pagar, dia memastikan bahwa tidak ada orang yang melihat sementara dia memasuki hutan dan berjalan pada kumpulan daun jatuh untuk menghindari membuat jejak kaki, memandu Alicia menuju «labolatorium rahasianya» dikelilingi oleh semak tebal.

Benar-benar tidak menyadari bahwa tidak terhitung serangga telah mati di tempat itu, Alicia dengan segera membalikkan tubuhnya ketika Gabriel melilitkan tangannya di sekitar tubuh langsingnya. Dengan tangisan pelan, Alicia mengatakan bagaimana dia tidak ingin pergi menuju tempat manapun, bagaimana dia ingin untuk tinggal di distrik ini dengan Gabe selamanya.

Membisikkan bahwa dia akan mengabulkan keinginannya di dalam hatinya, Gabriel memasukkan tangan kanannya pada saku kemejanya dan mengambil peralatan yang sudah dia siapkan sebelumnya. Apa yang ayahnya gunakan untuk berurusan dengan serangga, jarum empat inci dari baja dengan gagang kayu.

Perlahan memasukkan bagian tajam itu pada telinga kiri Alicia, dia pertama mengelus telinga kanannya dengan tangan kirinya sebelum menusukkan itu hingga menuju bagian dalamnya tanpa ada sedikitpun keraguan.

Alicia mengedipkan kedua matanya, tidak mengerti apa yang telah terjadi, sebelum tubuhnya menjadi sangat bergemetar. Mata birunya yang terbuka tiba-tiba kehilangan fokusnya beberapa detik kemudian, dan—

Gabriel melihat itu.

Sesuatu seperti awan kecil, bersinar dengan terang, terlihat dari bagian tengah dahi mulus Alicia. Itu melayang, di udara, saat itu mendekat menuju dahi Gabriel, hanya sama seperti itu, tanpa ada perlawanan apapun.

Sinar matahari dari siang hari di musim semi yang menyelimuti sekelilingnya menghilang. Itu kelihatannya seolah-olah sinar cahaya putih turun melalui batang dari pohon tinggi, dia bahkan samar-samar dapat mendengar suara lonceng.

Air mata mengalir dari mata Gabriel dari keindahan yang tidak dapat diungkapkan. Dia sekarang melihat pada jiwa Alicia...Tidak hanya itu, dia bahkan dapat melihat apa yang jiwa Alicia lihat, itu adalah apa yang insting Gabriel katakan pada dirinya.

Awan kecil, bercahaya melewati melalui kepala Gabriel selama beberapa detik yang terasa seperti selamanya dan melanjutkan gerakan naiknya seolah-olah dipandu oleh cahaya dari langit, sebelum menghilang pada akhirnya. Sinar matahari di musim semi dan kicauan burung kecil kembali di keadaan sekitarnya.

Memeluk pada tubuh Alicia, dengan baik hidup dan jiwanya yang sekarang menghilang, Gabriel memikirkan apakah kejadian sebelumnya adalah kenyataan atau halusinasi yang diciptakan oleh dorongan kuat. Dan tidak peduli bagian yang mana itu, dia akan menghabiskan sisa hidupnya untuk mengejar apa yang baru dia lihat.

Dia melempar mayat Alicia pada lubang besar yang terbuka di dekat akar dari pohon oak raksasa yang baru terlihat sebelumnya. Kemudian, setelah hati-hati memeriksa tubuhnya sendiri, dia mengambil dua helai rambut pirang yang tersangkut pada dirinya dan melemparkan itu pada lubang itu juga. Jarum itu dicuci dengan bersih sebelum dikembalikan menuju kotak peralatan ayahnya.

Bahkan peneyelidikan secara sungguh-sungguh dari polisi lokal yang menemukan bukti apapun yang mengarah pada Kasus Menghilangnya Alicia Klingerman dan pada akhirnya kasus itu menjadi dilupakan.


Setelah terbangun dari ingatan pendek dan dalamnya, Gabriel Miller yang berumur dua puluh tahun melihat dirinya, terpantul di cermin kaca, dan berjalan menuju meja kerjanya yang berada di dekat dinding barat. Pada saat dia duduk di kursi yang bersandar yang dibuat dari Nowergia, icon handphone terlihat pada panel layar tiga puluh inci yang tertempel pada permukaan meja kaca.

Dengan sebuah ketukan, itu menunjukkan wajah sekretaris peremepuannya sementara suaranya mengalir keluar.

[Tuan Miller, saya meminta maaf karena menganggu waktu istirahat anda. COO Ferguson telah meminta diri anda untuk menemaninya makan malam di esok hari. Bagaimana saya menjawabnya?]

"Beritahu dia bahwa aku sudah memiliki rencana sebelumnya."

Gabriel dengan segera menjawab dan sekretarisnya yang biasanya mengumpulkan data entah mengapa menunjukkan ekspresi yang gelisah. COO adalah wakil presiden eksekutif, orang terpenting kedua di Glowgen DS. Sebagai salah satu dari sepuluh petugas, Gabriel sangat sulit untuk dapat mampu menolak permintaan untuk makan bersama—normalnya.

Tetapi, ekspresi kebingungan sekretarisnya menghilang sebelum beberapa detik berlalu dan suara tenangnya berlanjut.

[Saya mengerti. Saya akan melakukannya seperti yang anda minta.]

Panggilan itu berakhir, dan Gabriel bersandar dengan dalam pada kursinya dengan menyilangkan kakinya.

Dia dapat menebak pada apa yang Ferguson inginkan. Itu pasti untuk menghentikan Gabriel dari berpartisipasi dalam suatu «operasi» khusus yang telah dia jadwalkan.

Tapi COO pasti berpikir sebaliknya di dalam dirinya. Orang tua itu pasti berharap dirinya untuk dengan santai berangkat menuju suatu tempat berbahaya untuk mendapat tempat di daftar KIA[2]. Setelah semua, Gabriel adalah anak dari presiden sebelumnya dan pemegang saham terbesar.

Tentu saja, Gabriel sendiri menyadari tentang bagaimana bodohnya itu akan berarti jika seorang petugas berpartisipasi dalam operasi dimana peluru berterbangan di sekitarnya. Bahkan jika dia memiliki pengalaman sebelumnya, pekerjaan CTO adalah untuk merencanakan seluruh operasi dari kantor utama yang aman tanpa perlu memperlihatkan dirinya pada bahaya dari medan pertarungan.

Tetapi, tidak peduli berapa bayarannya, dia harus berpartisipasi di dalam operasi ini yang harus diselesaikan dan benar-benar rahasia. Setelah semua, itu adalah masalah yang berhubungan dengan apa yang Gabriel telah mempertaruhkan hidupnya bahkan semenjak hari dia melihat jiwa Alicia.

Klien dari operasi ini bukanlah dari Departemen Pertahanan tidak peduli bagaimana itu akan menguntungkannya. Badan Keamanan Nasional—NSA—yang mereka telah beberapa kali berhubungan dengannya sebelumnya.

Dua agen NSA yang mengunjungi ruangannya sebulan yang lalu mampu untuk mengejutkan Gabriel, seseorang yang sangat sulit untuk merasakan emosi, tidak terhitung jumlahnya.

Pertama, operasi ini benar-benar melanggar hukum. Setelah semua, tim pernyerang dari Glowgen akan menaiki kapal selam angkatan laut dan melancarkan serangan pada kapal perang yang dimiliki oleh Jepang, sebuah negara sekutunya. Tidak perlu untuk mempedulikan mereka pada satupun korban yang terluka parah pada awak kapal itu juga.

Dan tujuan dari operasi itu adalah untuk mencuri suatu jenis teknologi.

Pada saat mendengar penjelasannya, suara Gabriel sedikit keluar, dipenuhi dengan keterkejutan—atau mungkin kegembiraan. Itu cukup beruntung bahwa agen itu tidak menyadarinya, sayangnya.

«Teknologi Soul TransLation». Mesin menakjubkan yang mampu membaca jiwa manusia yang diciptakan oleh organisasi kecil yang disebut «Rath» di JSDF.

Gabriel memiliki ketertarikan kuat terhadap teknologi full-dive yang diciptakan di Jepang hingga sekarang dalam pengejarannya pada jiwa. Karena itu dia bertarung melawan player dari Jepang dan mempelajari Jepang. Dia bahkan mendapatkan sebuah set dari «mesin menakutkan», Nerve Gear, itu seharusnya telah dihancurkan tanpa ada satupun yang tersisa dengan menghabiskan beberapa puluh ribuan dollar—tentu saja, dia tidak bermaksud untuk menggunakan itu pada dirinya, sayangnya.

Gabriel menduga bahwa pengembangan teknologi full-dive memudar dikarenakan kekacauan yang disebabkan oleh game kematian tersebut. Tetapi, mereka dengan diam-diam melanjutkan penelitiannya dan akhirnya hampir mendekati rahasia dari jiwa manusia.

Permintaan dari NSA itu terasa seperti takdir bagi Gabriel.

Glowgen DS mungkin adalah salah satu dari perusahaan militer pribadi terbesar yang ada, tapi seperti itulah mereka, mereka bahkan dapat menolak pada permintaan NSA yang sekarang bahkan memiliki kekuatan yang lebih besar dibandingkan dengan CIA sejak awal. Pemungutan suara terhadap kontrak itu telah diberikan dengan dua orang yang memimpin itu dalam rapat pengurus darurat. Untuk mencegah informasi dari kebocoran, itu sudah diputuskan bahwa tim penyerang akan terdiri dari pekerja sesuai kontrak yang ahli dalam pekerjaan kotor dengan sejarah kelam mereka untuk menutupi hal tersebut—

Gabriel menawarkan dirinya sebagai komandan operasi tersebut.

Normalnya, fakta bahwa Gabriel adalah petugas di Glowgen telah disembunyikan dari tim penyerang. Orang-orang itu kelihatannya akan mengkhianati perusahaan itu dengan segera jika mengetahui hal itu, menculik Gabriel untuk tebusan.

Gabriel harus pergi bahkan dengan resiko seperti itu.

Agen NSA mengatakan. Bahwa Rath tidak hanya berhasil membaca jiwa manusia, tapi juga menkloning itu melalui teknologi STL. Bahwa jika jiwa buatan yang diberikan kode nama «A.L.I.C.E.» telah diselesaikan dan dimasukkan pada senjata tidak berawak di Jepang, itu akan menghancurkan keseimbangan militer di Asia Timur.

Dia sama sekali tidak peduli jika perselisihan terjadi jauh di timur Asia—atau apapun yang terjadi di dunia. Tapi Gabriel menjadi yakin pada saat dia mendengar nama. Alice.

Dia akan membuat itu menjadi miliknya.

Dia akan mendapatkan perangkat kecil media penyimpanan, dikenal sebagai light cube, dengan jiwa yang ada di dalamnya dengan segala cara.

"Alice......Alicia......"

Bersandar pada kursi dengan punggungnya, dia perlahan mengatakan dua nama itu. Senyuman samar-samar terlihat pada mulutnya tanpa dia sadari.

Nama dari perusahaan yang didirikan oleh ayah Gabriel, Glowgen, diciptakan secara bersamaan dengan arti «menciptakan cahaya». Itu kelihatannya ayahnya memiliki cahaya kebahagiaan di pikirannya, tapi apa yang terpikir oleh Gabriel, penerusnya, tidak lebih dari cahaya emas yang melayang keluar dari dahi Alicia yang meninggal.

Menciptakan cahaya. Atau jiwa, dengan kata lain.

Itu adalah takdir, semua dari hal tersebut.

Gabriel dan sebelas orang dari tim penyerang akan terbang menuju Guam seminggu kemudian dan menginvasi perairan Jepang dengan kapal selam militer dari pangkalan angkatan laut di tempat itu. Sebelum memulai operasi, mereka akan berganti dengan menaiki kapal selam kecil dan melaksanakan penyerang di tujuan itu, kapal laut induk raksasa itu, «Ocean Turtle».

Mereka mungkin mampu menempati tempat itu tanpa menumpahkan darah, atau dengan korban yang ada pada sisi manapun—atau mungkin kedua sisi, bagaimanapun juga. Meskipun begitu, kepercayaan Gabriel tidak dapat tergoyahkan. Dia mengetahui bahwa dia akan mendapatkan «Alice» dan teknologi STL. Dia hanya membutuhkan satu salinan dari light cube dan dokumen dari NSA.

Sedikit lagi...Itu tinggal sedikit lagi. Dia akan mendapatkan arti sebenarnya dari jiwa yang selalu menolaknya tidak peduli meskipun melakukan eksperimen pada manusia lainnya, semenjak Alicia, hanya tinggal sedikit lagi.

Dia akan mampu untuk melihat awan indah, bersinar terang sekali lagi.

"...Your soul...will be so sweet......"

Gabriel membisikkan itu sekali lagi, kali ini dalam Bahasa Jepang, dan menutup kelopak matanya.

Bagian 2[edit]

Kapten Dario Giuliani yang memimpin kapal selam militer Seawolf-class[3], Jimmy Carter, kapal selam sebagai jati dirinya, meningkatkan status hingga posisi sekarang dari bagian pembersih pipa torpedo. Kapal selam yang pertama kali dia naiki adalah kapal selam antik Barbel-class[4] dengan mesin diesel dimana bau minyak dan suara mengikuti di sepanjang hala tidak peduli dimana seseorang itu akan pergi di dalam ruangan sempit yang panas.

Sebagai perbandingan, Seawolf-class memiliki harga lebih mahal dibandingkan dengan kapal selam lainnya di dunia hingga dapat dianggap Rolls-Royce. Giuliani telah memenuhi kapal dan krunya dengan cinta bahkan semenjak dia diangkat sebagai kaptennya di tahun 2020. Melalui latihan keras, lambung baja tinggi yang sangat tebal, reaktor S6W, dan seratus empat puluh anggota kru telah terikat seperti satu kesatuan, mampu menyelam seperti yang dia inginkan di lautan manapun selama itu memiliki kedalaman.

Jimmy Carter yang merupakan anak perempuan Giuliani. Itu sangat disayangkan bahwa dia harus mengundurkan diri dari tugas aktifnya dengan segera, dipaksa untuk bekerja di darat atau pensiun lebih cepat, tapi penerus yang dia rekomendasikan, petugas eksekutif, Guthrie, pasti akan memimpin kapal ini dengan sangat baik.

Meskipun begitu—

Seolah-olah untuk membuat malu tahun terakhir Giuliani, sebuah, perintah aneh yang berbahaya baru diserakan sepuluh hari yang lalu.

Jimmy Carter adalah kapal yang direncanakan untuk membantu operasi khusus dan memiliki berbagai cara untuk berkerja sama dengan SEAL. Kapal selam kecil yang dibawah geladak belakang adalah salah satu dari hal itu.

Tidak terhitung jumlahnya dia telah menjelajahi lautan tidak dikenal dengan seseorang dari SEAL menaikinya. Tapi tujuannya selalu untuk menjaga perdamaian dari negara atau seluruh dunia dan seseorang yang menaiki itu pasti akan merasakan tanggung jawab yang sama sebagai anak buah Giuliani saat mereka pergi menuju diambang kematian.

Tetapi, untuk kelompok yang naik dari Guam dua hari lalu—

Giuliani pergi untuk melihat wajah penumpangannya di bagian belakang untuk satu kali saja, tapi itu sudah cukup untuk dirinya untuk membuat hampir memerintahkan anak buahnya untuk mengusir mereka ke laut lepas.. Sepuluh orang berbaring di lantai tanpa ada ketertiban, seseorang meneriakkan suara mereka dari headphone mereka sementara orang lainnya bergembira, bermain judi dalam permainan kartu, tidak perlu dibilang bahwa kaleng bir kosong tersebar di segala tempat. Tidak ada pelaut yang benar dalam kelompok itu. Itu sangat meragukan bahwa mereka bahkan berasal dari militer.

Hanya terdapat satu orang yang memiliki konsep dari sopan santun, komandan tinggi dari petugas itu yang meminta maaf kepada Giuliani terhadap kekacauan yang dibuat oleh mereka.

Tetapi, laki-laki itu dengan mata biru yang mengejutkan itu—

Sementara menggenggam tangan kanan yang dia ulurkan dan bertemu dengan pandangannya, Giulo merasakan sensasi yang dia telah lupakan untuk waktu yang lama.

Itu berasal dari, ya, tepat sebelum dia memasuki angkatan laut. Dia berenang di laut Miami, ketika hiu putih raksasa berenang melewati sampingnya. Dia untungnya tidak terluka, Giuliani melihat mata hiu itu tepat di hadapannya. Mata itu yang menelan semua cahaya seperti lubang tidak berdasar.

Kehampaan yang terbentang keluar dari dalam mata orang itu...

"Kapten, terdapat sinyal dari pancaran sonar!"

Suara tiba-tiba dari teknisi sonar itu menarik keluar Giuliani dari pikirannya.

"Itu adalah turbin dari reaktor, kita akan memeriksanya sekarang...Itu cocok, itu sudah pasti adalah kapal raksasa melayang yang merupakan targetnya. Lima belas mil."

Membawa pikirannya kembali, dia dengan cepat memberikan perintah dari posisi perintah penyerang, di kursi kapten.

"Baiklah, tetap dalam kedalaman ini dan kurangi kecepatannya hingga lima belas knot."

Perintah itu bergema dan dia merasakan pengurangan kecepatan dalam sekejap.

"Dimana kapal penumpang dengan persenjataan Aegis?"

"Terdapat suara turbin gas yang dipastikan berada pada tiga mil di barat daya pada target itu...Pemeriksaan selesai, Itu adalah kapal Nagato JMSDF."

Giuliani menatap secara keras pada dua titik yang diperlihatkan pada monitor besar di depan.

Mengkesampingkan kapal perang Aegis, dia mendengar kapal besar yang melayang itu adalah kapal raksasa penelitian kelautan tanpa ada persenjataan apapun. Dan perintah kali ini adalah mendaratkan kelompok bersenjata untuk menginvasi itu. Tidak perlu dibilang bagaimana itu adalah kapal dari Jepang, negara aliansi. Itu kelihatannya sangat sulit operasi resmi seperti ini dengan persetujuan dari Presiden dan Sekretaris di bidang Pertahanan.

Perkataan dari orang-orang yang memakai pakaian hitam yang membawa perintah secara langsung dari Pentagon terlintas kembali di pikiran Giuliani.

—Jepang melakukan penelitian pada kapal raksasa melayang itu untuk menciptakan kembali perang di negara. Tidak ada pilihan lain selain dari menghancurkan penelitian itu untuk menjaga perdamaian diantara dua negara.

Giuliani bukanlah anak muda yang mampu menerima secara langsung perkataan mereka dengan tanpa penilaian.

Meskipun begitu, dia sudah cukup tua untuk mengerti bahwa dia tidak memiliki pilihan lain selain mematuhi perintah itu.

"Apakah penumpang kita sudah siap?"

Petugas eksekutif yang berdiri di sampingnya memastikan itu dengan suara dalam.

"Mereka telah bersiap di ASDS."

"Baiklah...Pertahankan kecepatan ini dan bawalah kapal selam ini menuju kedalaman seratus kaki!"

Udara padat dikeluarkan menuju air laut dari tangki pemberat dan menciptakan daya apung untuk mengangkat kerangka besar dari Jimmy Carter. Jarak dari titik cahaya itu perlahan namun pasti berkurang.

Apakah akan ada korban diantara peneliti Jepang? Kelihatannya seperti itu. Dia mungkin akan membawa ingatan kerja sama dalam operasi seperti ini sampai kematiannya.

"Lima mil menuju tujuannya!"

Menghiraukan keraguannya, Giuliani memerintah dengan ketetapan hatinya.

"Lepaskan ASDS!"

Getaran samar-samar yang dirasakan tubuhnya menyampaikan pelepasan bagasi mereka dari geladak belakang.

"Pelepasan selesai...Tenaga pendorong ASDS diaktifkan."

Kapal selam dengan kelompok anjing liar dan sebuah hiu[5] yang menaikinya menjadi cepat dalam sekejap mata dan menyerbu lurus menuju bagian tengah dari Ocean Turtle raksasa yang melayang di atas lautan.

Catatan Penerjemah dan Referensi[edit]

  1. http://en.wikipedia.org/wiki/Lynx
  2. Killed In Action atau yang bisa diartikan menjadi terbunuh saat bertugas
  3. http://en.wikipedia.org/wiki/Seawolf-class_submarine
  4. http://en.wikipedia.org/wiki/Barbel-class_submarine
  5. Ini dimaksud kepada kelompok tim penyerang Gabriel