Sword Art Online Bahasa Indonesia:ME 4

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Tangan dingin, Hati hangat[edit]

Sword Art Online ME04 043.jpg

Setelah menyelesaikan satu hari berburu, aku kembali ke rumahku di lantai lima puluh, yang tepatnya berada pada «Algade», tapi tubuhku masih merasakan perasaan yang sangat tidak nyaman.

Gerakan tubuhku menjadi lambat. Aku tidak bisa berdiri dengan tegak. Seluruh tubuhku merasa seperti sedang membawa beban yang punggungku tidak dapat mencapai kekuatan yang dibutuhkan, itu terasa sangat berat, aku membuka jendela menu utama, tapi tidak melihat tulisan merah dimanapun.

Seiring aku terhuyung-huyung keluar ke jalan dari alun-alun, pikiranku tetap terganggu.

Jika perasaan tidak nyaman ini karena status negatif, seharusnya ada peringatan yang berkedip di depan mataku. Dan sejak aku berada dalam perbatasan distrik, status negatif seperti racun dan kelumpuhan seharusnya menghilang.

Mungkin aku terkena efek status negatif dari monster baru yang tidak diketahui. Meskipun setelah melewati perbatasan itu tetap tidak menghilang, dan pada saat yang sama tidak muncul peringatan—sesuatu seperti «Kutukan».

Pada titik ini, sebuah dingin yang jahat merangkak naik dari jari-jari kaki ke tubuhku, yang membuatku menggigil.

Ini masih September di Aincrad, terlalu dini untuk musim dingin. Tapi, melewati mantelku, menembus ke dalam otot dan tulang, seperti angin musim dingin.

Aku tidak bisa kembali ke kamarku dalam kondisi seperti ini. Berpikir seperti itu, aku meningkatan langkahku, menuju hotel pertama yang kutemukan. Aku dengan cepat menyewa ruangan kosong di meja depan, dan setelah mengambil kunci aku bergulung dan merangkak ke depan pintu terjauh dari meja.

Saat aku duduk di atas tempat tidur yang simpel dalam ruangan sempit, aku melepaskan semua peralatanku untuk membuat tubuhku terasa lebih ringan, lalu mengambil semua jenis penangkal untuk semua status negatif dan mencobanya satu persatu. Lalu aku menggunakan Crystal yang dapat menghapus semua efek negatif, dan menunggu untuk beberapa saat aku akan kembali normal.

—Namun.

"......Ini......sangat buruk......"

Dingin yang jahat ini tidak pergi, dan penglihatanku mulai kabur.

Aku tidak bisa menahan itu dan terjatuh ke tempat tidur, dan menggunakan otakku, yang kecepatan operasinya sudah menurun ke tingkat yang sangat rendah, untuk berpikir, mati-matian untuk mencari penanggulangan. Jika ini adalah «Kutukan», NPC di gereja pasti dapat menghapusnya kan? Namun, adakah gereja di jalan Algade yang "kacau" ini?

Saat aku sedang menyaring bangunan di peta, kesadaranku mulai memudar, jadi aku tidak punya pilihan selain untuk mencari bantuan dari orang lain. Dengan kata lain, aku telah menyerah pada ide penyelesaian sendiri itu.

Aku membuka direktori daftar teman-temanku. Dengan penglihatan kabur, aku mencari nama Klein dari daftar yang tidak bisa dianggap panjang, memilihnya, dan menekan tombol untuk mengirim pesan lalu dengan segera mengetik pada virtual keyboard.

[Aku tidak bisa menangani ini aku sekarat Tolong aku]

Setelah mengetik pesan ini yang kaya dengan melodrama, namun tidak kehilangan rasa puitisnya, aku menekan tombol kirim, lalu menjadikan ruangan menjadi mode «Teman diperbolehkan», dan kehilangan kesadaran.

Dahiku dibelai dengan sentuhan sejuk dan nyaman.

Seiring aku sadar, aku mengetahui bahwa aku diselimuti dengan selimut tebal. Tulang dingin yang jahat juga telah berubah menjadi panas terik keringat yang menginduksi panas.

Dalam panas yang tidak nyaman ini, satu-satunya benda sejuk diletakkan di dahiku, yang dikendalikan oleh pergerakan tangan yang konstan. Pada saat ini—

"Ah, kau sudah bangun?"

Suara manis yang menyegarkan datang dari samping bantal. Seiring dengan diulangnya kata-kata itu beberapa kali di otakku, aku menyadari bahwa itu bukan suara Klein yang kasar "Oi, kau sudah bangun".

Aku dengan mati-matian membuka kelopak mataku yang berat, sesuatu yang berayun di penglihatanku adalah...wakil dari «Knights of Blood», pengguna rapier terkuat, «The Flash» Asuna yang benar-benar menunjukkan senyum lembut.

"..................!!?!?"

Aku terkejut hingga aku ingin bangkit, tapi Asuna dengan segera menggunakan tangan kirinya untuk menahanku.

"Tidak berbaring itu tidak akan menyembuhkanmu. Meskipun itu tidak akan membuatmu sembuh dengan segera."

Dia menggunakan jari telunjuknya untuk menyentuh pipiku.

Tentang apakah semua ini? Bagaimana ini terjadi? Melihat Klein sebagai Asuna karena disebabkan oleh efek negatif misterius? Jika memang hal itu haruskah aku memanggil Agil?

Semburan pertanyaan bodoh ini memukulku saat otakku berfungsi, sebelum akhirnya aku sadar akan kebenaran.

Berdasarkan urutan di daftar teman, nama Asuna ada di atas Klein. Dalam keadaan semi sadar dan penglihatan yang kabur, aku hanya ingin menekan namanya, dan pasti telah menekan nama yang salah. Dengan kata lain, aku mengirimkan Asuna—idola Aincrad, dan juga pahlawan dari grup penyerang, beberapa informasi yang memalukan.

Apa yang harus kulakukan? Apa tindakan terbaik yang harus kulakukan? Otakku terus beroperasi di dalam kepalaku, seiring dengan Asuna menaruh handuk kedalam baskom disebelahku. *Plop*, suara dari air yang terpukul bisa terdengar.

Handuk itu dengan segera diambil kembali, diperas, dan diletakkan pada dahiku sekali lagi. Rasa dingin yang nyaman membubarkan rasa panas yang terkumpul di tubuhku.

"Efek pendinginan dari air tidak akan berlangsung lama, tapi ini adalah satu-satunya pilihan. Ini lebih baik daripada tidak sama sekali."

Melihat Asuna tersenyum, aku hanya bisa mengucapkan—ungkapan tunggal.

"Te......Terima kasih. Membantuku dengan ini."

Kemudian, pipiku berubah menjadi warna merah muda, dan merasakan akan perubahan ini, dengan cepat aku menoleh ke samping, untuk melihat Asuna tersenyum lagi.

"Tidak apa-apa. Kita harus saling membantu di saat saling membutuhkan. Seseorang yang sendirian pasti akan merasa tidak nyaman, aku mengerti itu."

Pada saat seperti ini.

Konon, Asuna pernah mengalami efek status negatif misterius ini sebelumnya.

"Efek status negatif apa ini......? Semua jenis penangkal, serta Crystal tidak bekerja pada ini......?"

Setelah aku bertanya, mata cokelat Asuna berkedip.

Kemudian pecah dalam tawa.

"Ahahaha......Ma-maaf......tapi......huff huff......Menjadi seperti ini, apakah ini pertama kalinya?"

"Te......Tentu saja ini yang pertama kali. Aku tidak pernah mendengar efek status ini."

Aku menjawab dengan nada terluka, dan Asuna meminta maaf beberapa kali lagi, sambil mengusap kepalaku dengan handuk basah.

"Aku bilang, efek status negatif ini, bukanlah racun atau kelumpuhan....ini penyakit. Kau terkena flu."

"F......Flu?"

"Um. Itu bukan avatarmu, tapi tubuhmu di dunia nyata yang terkena flu. Saat ini, musim pasti sedang berubah di sana. Sekitar waktu yang sama pada tahun lalu, banyak orang yang pingsan karena ini."

"A......Aah......"

Aku tidak bisa apa-apa selain mendesah.

Sword Art Online ME4first.jpg

Aku benar-benar tidak tahu tentang itu. Bagaimanapun, ini memang benar-benar mungkin. Meskipun lima indra pada tubuh benar-benar terputus, Nerve Gear tidak dapat mengisolasi demam dan ketidaknyamanan fisik lainnya. Dengan kata lain, seperti kata Asuna, tubuhku sebenarnya yang memberi rasa tidak nyaman itu.

"Itulah mengapa aku mengatakan, dahi yang sejuk dapat membuatmu merasa lebih nyaman."

Setelah perkataan itu, aku memalingkan pandangan dari Asuna yang sekali lagi membasahi handuk, untuk mengetahui waktu. Sekarang pukul sebelas tiga puluh malam.

Sejak aku bergulung dan merangkak ke dalam hotel ini sekitar pukul enam, Asuna sudah melakukan ini terus menerus selama lima jam.

Menggunakan «perlengkapan kain yang dapat dibasahi» untuk membuat efek dingin, itu hanya bisa bertahan paling lama lima menit. Meskipun itu sangat nyaman, bukankah itu usaha yang sia-sia?

Tiba-tiba, perasaan aneh muncul dari dadaku, menyebabkan aku tidak tahu harus berbuat apa. Dalam keadaan setengah sadar, aku tidak tahu apa arti perasaan ini.

Malah, aku memindahkan tanganku keluar dari bawah selimut, dan memegang handuk di dahiku, bersiap-siap untuk tangan Asuna mengambilnya.

"Apa.....Ada apa?"

Meskipun kata-katanya menjadi tidak jelas, Asuna tetap mempertahankan senyumnya, sementara di sisi lain aku tidak bisa menemukan kata-kata untuk membalasnya. Aku tidak tahu apa yang kulakukan juga.

Itu sudah jelas seperti ini, tapi mulutku mengeluarkan beberapa kata dengan suara kasar dengan sendirinya.

"Cukup dengan handuk ini. Daripada itu......gunakan tanganmu untuk menyentuh dahiku."

—Jangan mengambil keuntungan dari kelemahanku!!

Itu adalah jawaban yang kuduga darinya, tapi bertentangan dari harapanku, "............Em" Asuna menjawab dalam suara yang tenang.

Menggenggam tanganku sebagai balasan, dia menggunakan tangan lainnya yang dingin untuk menyentuh dahiku. Karena tubuhku yang kelelahan, kesadaranku dengan perlahan memudar. Kecemasan karena terkena penyakit ini menjadi perasaan aman dan nyaman.

Saat aku mulai tertidur ringan, di telingaku, aku mendengar alunan yang lembut.

"Aku bilang, kau......Kirito......kun. Tidak apa untuk memberikan demammu......kepadaku. Dengan itu, kau bisa sembuh lebih cepat."

Setelah itu, aku bisa merasakan sentuhan yang lemah lembut ke pipi, di wajahku dengan mata tertutup.

Aku ingin membuka mataku untuk memastikan—Jelas, aku tidak bisa melakukannya.

???

"............ooh............"

Asuna menggumam, dan membuka matanya.

Pandangan yang memasuki penglihatannya bukan langit-langit berwarna putih di rumahnya, melainkan papan kayu tua hitam. Tempat tidurnya keras dan selimutnya tipis. Meskipun mengeluh pada dirinya sendiri untuk mencari ruangan yang lebih baik, dia dalam kondisi tidak bisa keluar dari tempat tidurnya.

Mungkinkah—demam yang sesungguhnya?

Tidak, itu mustahil untuk terkena virus di dunia virtual. Pemain benar-benar berada di tempat yang berbeda di dunia nyata, tersambung hanya dengan kabel. Bagaimanapun, ini terlalu kebetulan.

Pemain solo terkuat, Sang «Pendekar Hitam» Kirito, mungkin karena kondisi fisik bagus, dan juga rawat inap oleh Asuna, telah sembuh. Ini bagus. Ini sudah cukup bagus.

Namun, menghadapi pertukaran ini, dia tidak berpikir tentang jatuh sakitnya dirinya. Asuna duduk di samping tempat tidur Kirito, bersenandung lagu pengantar tidur sampai dia tertidur. Berdasarkan cahaya matahari yang melalui jendela, sekarang sudah petang.

Dia memalingkan muka—ke kursi kosong di samping tempat tidur.

Di tengah pikirannya, dia mengingat bahwa sampai sore, Asuna mengganti kain basah di dahi terus-menerus. Tapi, melihat Asuna tertidur, Kirito mungkin pergi keluar untuk menyelesaikan perburuan setiap harinya.

"Ma......tidak ada yang bisa kulakukan tentang itu."

Dia berbisik dengan keras.

Berbeda dengan Asuna yang bergabung dengan guild, Kirito yang solo tidak punya partner latihan. Jika dia melewatkan satu hari berburu, itu akan memerlukan banyak usaha untuk membayarnya. Dia memahami itu, tapi...

Untuk dapat diandalkan, perasaan senang dan hangat itu, tetap tidak bisa menghentikan perasaan kesepian yang dingin. Tubuhnya memang panas, tapi di dadanya sedingin es, dia tidak dapat menahan dan membiarkan air matanya muncul.

"......Aaaa......ini tidak akan berjalan......seperti yang diharapkan."

Menutup matanya dengan rapat, dia membenamkan kepalanya kedalam selimut, lalu—

Tiba-tiba, di tengah ruangan pusaran biru berkilauan. Suara dengung keluar, dan dua meter pintu eliptik tinggi muncul.

"......Corridor Crystal."

Kepalanya meninggalkan bantal untuk mengatakan itu, ketika sosok hitam melompat keluar dari pintu.

Tentu saja, itu adalah «Pendekar Hitam» Kirito. Dan tidak ada yang lain. Bagaimanapun—

"A, Aku bilang......tidak bisakah kau masuk dari pintu utama......"

Pada titik ini, Asuna akhirnya sadar, bahwa Kirito membawa sesuatu.

Itu adalah bak kayu yang besar. Tidak, itu seharusnya disebut baskom.

Baskom itu terisi dengan butiran yang bersinar putih, memantulkan cahaya matahari sore.

Setelah melihatnya beberapa detik, dia akhirnya menyadari apa itu sebenarnya.

"Itu......itu adalah, salju......? Tapi......dimana kau mendapatkannya, di musim ini?"

Setelah pertanyaan itu, Kirito menaruh baskom itu di meja dengan hati-hati, menatap Asuna, dan merendahkan kepalanya.

"Maafkan aku, aku terlambat! Aku berniat untuk kembali lebih awal......itu semua karena naga yang tangguh itu......"

Perkataan Kirito mengingatkan Asuna pada gunung tinggi yang penuh dengan es dan salju. Itu di atas salah satu bukit yang terletak di salah satu ujung lantai lima puluh delapan. Namun, mendaki gunung perlu menghadapi banyak monster di sepanjang jalan gunung, dan di ujung jalan, monster bos regional, Naga Es menunggu. Dengan dapat pergi kesana dan kembali dalam dua jam itu tidak seperti keajaiban.

"......Mengapa kau bertindak sejauh ini......"

Kirito tidak menjawab pertanyaan Asuna, mengambil handuk di meja, dan menaruhnya kedalam baskom es. Mengangkatnya ke atas, handuk itu sepenuhnya beku.

"Berbaringlah."

Pada perkataan ini, kepala Asuna kembali ke bantal, dan handuk dingin yang beku diletakkan di dahinya. «Handuk Beku» menghasilkan sensasi dingin yang lebih tinggi daripada handuk basah.

"Ah......nyaman......"

Sword Art Online ME4Second.jpg

Seiring Asuna tersenyum dan berkata itu, Kirito dengan malu tersenyum.

Dahinya benar-benar terasa dingin, tapi dia juga merasakan perasaan hangat yang nyaman pada waktu yang sama. Asuna berkedip, lalu mengulurkan tangannya, dan memegang tangan yang menjulur keluar dari lengan baju hitam.

Tangan Kirito yang telah digunakan untuk mengumpulkan salju sudah menjadi dingin, tapi setelah memegangnya dengan erat untuk sementara waktu temperaturnya sudah kembali, jadi Asuna memegangnya dengan erat.

"Aku bilang......kali ini aku akan memberikan demamku padamu."

Mendengar ini, Kirito membalas dengan senyuman pahit.

"Lalu ini tidak akan berakhir."

"Bukankah itu tak apa? Jika kau jatuh sakit lagi, aku akan pergi mengumpulkan salju dan es, dan membuat es serut untuk kau makan."

"............Jika seperti ini, jatuh sakit tidak begitu buruk."

Mempertahankan wajah tersenyum, Asuna memejamkan mata, dan menunggu saat itu.

(End)