Sword Art Online Bahasa Indonesia:Sound of Water, Sound of Hammer

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Suara Air,Suara Palu[edit]

Aincrad Lantai 48

SAO Lisbeth Edition.jpg


Agustus 2024

"Tolong perkuat ini. "

Aku menatap tajam wajah klien-ku, yang meletakkan pedang panjang bersarung putihnya ke counter sambil dengan tenang mengucapkan kata-kata itu, sekitar 2 detik penuh.

"A-Apa ini?"

Tubuh bagian atas yang bersandar, lawan bicaranya akhirnya merespon dengan terbatuk sekali.

"Bu-bukan apa-apa. ….Begitulah,aku hanya berpikir berapa lama kau berniat membawa pedang ini bersama denganmu. "

Sebuah kata-kata yang sedikit menusuk,menggambarkan perasaan malu,namun diikuti sebuah— "I-Itu bagus,ya kan.tentang aku membawanya.Setelah semua yang kualami Aku menyukainya. "

Aku terdiam sekali lagi tak bisa berkata-kata pada balasan itu.Jika kami terus saling memandang satu sama lain seperti ini,sedikit garis warna merah yang samar-samar nampak di pipiku akan terlihat ,jadi aku buru-buru memalingkan wajahku dan angkat bicara.

"Well,sepertinya kamu bahkan tak pernah meng-update equipment-mu.Kalau begitu,ayo ikut ke bengkel."

Menjulurkan tanganku ke counter, aku mengangkat pedang panjang itu dengan semangat tempur, berteriak.

"Yoisho!"

Alasan kenapa wajahku memerah sederhana saja.

Itu karena tiga bulan yang lalu,pedang tipis panjang di tanganku sekarang ini, , «Dark Repulser», apa yang Aku—Lisbeth si pandai besi,tempa dengan mengayunkan palu tempaku: sebuah senjata buatan player; yang juga milik ,seorang berambut hitam,Pengguna pedang satu tangan yang berpakaian serba hitam –Kirito, yang baru saja berkomentar "Aku menyukainya" adalah orang yang membuatku jatuh cinta padanya.Bahkan sejak hari pertama kami berjumpa , tanpa henti.

* * *

Tokoku , «Lisbeth's Equipment Shop» berdiri di distrik selatan dari area pusat kota di Lantai 48,Aincrad.Tokoku bisa dibilang agak luas diantara toko-toko milik player kelas pengrajin lainnya,denngan tempat penjualan dan bengkel berada di lantai pertama dan lantai kedua terbagi menjadi 4 ruangan untuk dapur dan kamar tidur.

Alasan rumah toko ini dihargai lebih tinggi daripada rancangan rumah toko biasa,adalah karena rumah toko ini dilengkapi dengan kincir air raksasa di bagian belakang rumah,yang terhubung dengan aliran sungai.Bermacam-macam peralatan berskala besar bisa dihubungkan ke poros penyalur tenaga yang menembus dinding dan mencapai bengkel.Untuk toko roti poros akan terhubung ke penggilingan gandum,untuk penjahit terhubung dengan mesin penenun,dan untuk pandai besi terhubung dengan kipas peniup dan roda asahan.Mempertimbangkan manfaat dari pengotomatisan peralatan ini,yang aslinya membutuhkan tenaga player untuk mendorong dan membalikkan mereka dengan tangan, bunyi bising dari rotasi alat-alat itu yang terdengar tak peduli siang dan malam bisa dibilang terasa lebih menyenangkan.

Kirito muncul di toko ketika tengah hari lewat sedikit di musim panas kedua Aincrad.Ini adalah waktu dimana player yang setia pada esensi game, mengabdikan dirinya di tempat-tempat perburuan atau area labirin,sebaliknya yang lain sedang meneguk sedikit demi sedikit minuman dingin setelah makan siang di bar atau restoran-restoran, oleh karena itu tidak ada pengunjung lain di dalam toko.

Aku menyerahkan pada NPC,Hanna (cewek,kira-kira umurnya 15 tahun,nama lengkapnya Heinemann) tugas untuk mengurus toko,dan berjalan menuju bengkel sambil membawa pedang berat ini.Sesudah Kirito yang ikut juga membuka pintu tanpa perlu tambahan tenaga ekstra,suara dari putaran kincir air benar-benar terdengar lebih keras.

" ...Untung saja musim panas di Aincrad tak terlalu panas yah. "

Kesan yang dilontarkannya kemungkinan karena ia melihat tungku pembakaran yang menyala merah membara di sudut ruangan,pikirku ketika ku dengar ia berbicara di belakangku.Aku menurunkan tubuhku menuju kursi di sebelah landasan tempa dan tanpa sengaja tersenyum masam.

"Jika kau peduli dengan panasnya,kau paling tidak seharusnya lepaskan itu ketika kau ada di dalam area. "

Ciri khas Kirito,yang memiliki julukan keren «The Black Swordsman»,adalah mantel kulit hitam yang memanjang sampai lututnya ;jika sesorang mengenakan pakaian seperti itu di dunia nyata pada bulan Agustus ,itu mungkin akan berakhir membuatnya lemas kepanasan.Meletakkan Dark Repulser yang masih tersarungkan di landasan tempa untuk sesaat, Aku mengalihkan pandanganku ke Kirito,yang bersandar di dinding,tersenyum pahit sambil menggaruk-garuk kepalanya.

"Begini,well,selain tidur,aku tak bisa tenang tanpa mengenakan ini satu haripun,tahu..."

"Itu berarti,jangan bilang kau sebenarnya selalu memakai itu sejak lantai pertama?"

Sebelumnya,ketika Aku sedang ngobrol dengan teman dekatku Asuna,waktu itu,topik obrolan berakhir dengan membicarakan satu setel pakaian satu-satunya yang dimiliki Kirito.Menurutnya,kelihatannya penampilan Kirito selalu sama bahkan sejak ia mendapatkan pakaian langka dan unik «Coat of Midnight» dari mengalahkan boss lantai pertama.

Pada pertanyaanku,Kirito tersenyum sekali lagi dan menggelengkan kepalanya.

" Aku harus meng-update armor ku mulai dari sekarang dan selanjutnya .«Blackwyrm Coat» ini adalah generasi keempat,ku rasa? "

"Oh... Itu monster drop juga? "

"Nggak,ini buatan player..."

Ekspresi sedikit rumit yang tersirat dari wajah Kirito saat dia membalas tidak terlewat dari tatapanku.Mempertahankn senyumku,aku menekankan kata-kataku tanpa menunda waktu.

"Oh.Dari toko mana? "

"Well,itu…itu adalah sesuatu dari A-«Ashley's»..."

"Ohh.Hehh. Jadi begitu."

Saat aku melontarkan kata-kataku keluar, Kirito membuat gerakan yang jelas-jelas mengalihkan pandangan matanya. Ashley adalah penjahit wanita yang kharismatik, secara luas bisa dibilang nomor satu di Aincrad.Meskipun toko miliknya bukanlah rival bisnis untukku,dia membangun tokonya di Lindas sepertiku,di bagian utara dan ukuran tokonya tiga kali lipat tokoku (dengan dua kincir air),belum lagi nama tokonya «Ashley's», membuat orang-orang gampang mengingatnya.Ditambah orang yang dibicarakan itu nampak cantik di umurnya yang di awal-awal dua-puluhan.

Mungkin karena tersadar kalau pada alat-alat pertahanan yang terpajang di «Lisbeth's Equipment Shop»ku ada armor ringan untuk pendekar pedang satu tangan juga,Kirito berceloteh dengan ekspresi di ambang mengeluarkan keringat dingin.

"Nah,itu karena aku membangun pertahanan tubuhku berdasarkan armor kulit saja,dan satu-satunya penjahit yang kukenal bisa menangani bahan-baku tingkat tinggi seperti kulit naga hitam adalah Ashley-san,jadi aku benar-benar tak punya pilihan,tahu..."

"Aku bahkan belum ngomong apa-apa, kan.Tapi,jika aku tidak salah,bukankah menurut aturan Ashley,dalam pembuatan item pesanan ia akan bersedia membuatkannya hanya jika permintaan itu menarik minatnya? "

"B-Beneran?Aku, kau tahu,aku disarankan kesitu oleh Asuna,pelanggan tetapnya…Oh itu benar ,itu mirip seperti waktu pertama kali aku datang ke toko Lis.Waktu itu benar-benar bencana, eh, mengadu pedang yang kau jual ketika aku mencoba mengayunkannya pada pedangku dan..."

Sampai pada titik itu dia membeku dengan ekspresi yang ingin bilang "Oh-sial-aku-melangkah-diatas-ladang-ranjau, "

"Ahaha...tak perlu membuat mimik muka seperti itu,itu tak lebih dari sebuah pelajaran berharga bagiku sekarang.Kembali lagi,aku dulu hanya membuat pedang yang berfokus pada Akurasi dan Kecepatan,tanpa lebih memperhatikan ketahanannya.Pedang yang kuat dengan bantuan sistem lebih popular tapi aku sadar pedang yang bisa melindungi hidup pelanggan-pelangganku dalam keadaan terdesak adalah yang paling dapat bertahan…" Setelah tawaku berhenti aku berbalik ke landasan tempa,aku mengangkat keatas Dark Repulser sekali lagi.Dengan lembut kukeluarkan pedang itu dari sarung pedangnya,itu cukup berat bagiku hingga membuatku berpikir sebaiknya aku tak mengayunkannya dalam pertarungan bahkan jika aku dapat membawanya kemana-mana dengan status STR-ku.

Pedang yang sangatlah tipis untuk pedang panjang satu tangan berwarna perak dengan sedikit kebiru-biruan.Pedang kesayangan Asuna «Lambent Light», dibuat perak tembus cahaya yang terlihat mirip dengan kristal,tapi dibandingkan penampilannya yang seperti itu, bahan bakunya terlihat seperti sesuatu yang sering muncul dalam cerita-cerita fantasy «Mithril Silver».

"Jika aku tak salah,ini sudah +39 sekarang,benar? "

" Yep.Oleh karena itu,Aku tertantang untuk mendapat +40 hari ini. "

Kirito berbicara tegas menjawab pertanyaanku,tanpa ada keraguan ,tapi untuk mendapatkan angka +40 dalam nilai penguatan bukanlah hal yang biasa.

Setiap satu buah equipment yang ada di Aincrad memiliki sifat yang disebut dengan «Jumlah Percobaan Penguatan» . Seperti halnya namanya,itu adalah berapa kali angka yang bisa seseorang tantang untuk memperkuat sebuah alat/senjata,dan angka itu akan berkurang satu demi satu,tak peduli apakah itu berhasil ataupun gagal.

Nilai jumlah penguatan yang dimiliki «Dark Repulser» adalah 50,jauh lebih tinggi daripada pedang-pedang yang aku tempa selama ini.Dan sekarang jumlah yang tersisa adalah 8.Dengan kata lain,hasil dari penguatan sejauh ini adalah 39 kali sukses dengan berbanding hanya 3 kali gagal.Jika dimasukkan dalam prosentase kesuksesan, ini ,erm… kurang lebih 93 persen.Angka ini sudah layak untuk disebut sebuah keajaiban, dan jika berita itu berhembus sampai ke telinga para broker informasi,mereka pasti akan segera berbondong-bondong datang kemari,mencaritahu trik untuk melakukan itu.Akan tetapi,bahkan jika mereka datang kemari,sepertinya aku tak tahu alasan kenapa bisa melakukannya.

Gampangnya,alasan kenapa pedang yang di tempa tiga bulan yang lalu ini masih bisa dipergunakan Kirito di garis depan (yang sekarang sudah di lantai tujuh puluhan), sebagian besar karena nilai penguatannya yang mengerikan.Para player yang tak tertarik dalam hal penguatan senjata kebanyakan meng-update persenjataan yang mereka gunakan tiap kali berganti lantai , tapi Kirito memakai pedang yang kubuat selama ini,membuatku merasa bahagia dan sebaliknya juga merasa prihatin.

Dan untuk sebab itulah,jika seseorang berencana untuk menaikkan tingkat kesuksesan dari penguatan ke nilai maksimumnya,kualitas dan kuantitas bahan-baku yang digunakan sederhananya menjadi begitu keterlaluan.Bahkan bagi seorang solo player, yang telah mempersiapkan dirinya untuk mengklaim setiap drop item, tak sulit ditebak hal itu membutuhkan waktu yang bukan main lamanya untuk mengumpulkan semua bahan baku yang diperlukan.

—Kenapa tidak membuang pedang ini,dan mencari senjata langka yang dijatuhkan monster di garis depan?

Sebagai pandai besi aku berpikir apa aku harus memberikan saran seperti ini.

Mungkin,jika ada senjata kelas langka dari lantai 70-an,dengan menguatkannya ke tingkat +20,skala sifatnya harusnya sanggup menyamai +39 yang dimiliki Dark Repulser ini.Dan itu juga mempertimbangkan lebih sedikitnya bahan baku yang diperlukan untuk memperkuatnya bila dibandingkan dengan Dark Repulser sekarang.

Sambil menatap pedang ini,aku menghela nafas dan membuka mulutku. Akan tetapi kata-kata yang keluar adalah—

"….Bahan bakunya,kau yakin sudah mengumpulkan semuanya,kan?Jika kau ingin menantang +40,aku tak punya keinginan untuk melakukannya tanpa kemungkinan akan ter-fully boosted. "

Menahan pikiranku yang sebenarnya,aku berbicara dengan bibir mencibir,dan Kirito mengangguk dengan sebuah seringai lebar.

"Tentu saja"

Tangan kanan yang terbungkus dalam sarung tangan yang tak menutupi jari-jarinya (tentu saja,terbuat dari kulit berwarna hitam) dengan lincah memanipulasi window.Apa yang termaterialisasi adalah sebuah karung terbuat dari kulit yang terlihat kebesaran karena terlalu berlebihan isinya.Meletakkan pedang dan mengintip ke dalam karung yang ku terima, lempengan metal yang tak diragukan lagi berkualitas tinggi,bersama dengan taring dan tanduk monster,beraneka jenis permata dan yang lain terbungkus rapi di dalamnya.

Menebar benda-benda itu ke lantai dan menghitung jumlahnya pasti akan membutuhkan waktu yang suaaaangat lama,jadi aku menyentuh karung itu dengan jariku,memunculkan sebuah window kecil yang menunjukkan isinya.Menyentuh pedang yang berada di atas landasan tempa di sebelahku dan menekannya sekali lagi ,dari nilai penguatan yang muncul di window kecil,sebuah sub-window dengan informasi berapa bahan-baku yang dibutuhkan untuk penguatan melayang keluar.

Jika aku melakukan drag pada window karung tadi dengan jariku,saat window itu menyentuh pedang,maka akan secara otomatis masuk ke dalam mode perbandingan,menginformasikan apakah semua isi karung tadi cocok dengan kebutuhan .Jika nama item dan jumlahnya semua telah berubah warna menjadi biru berarti semua sudah cocok.

"Kelihatannya bagus.Tapi beneran deh,hebat sekali kau bisa mengumpulkan ini semua setiap saat! "

Setelah aku mengatakan kata-kata yang bertentangan dengan pikiranku lagi,Kirito dengan santai mengangkat kedua bahunya.

"Kebanyakan itu adalah item drop yang ada bahkan di garis depan, jadi mereka akan secara alami menumpuk ketika melakukan mapping.Hanya ada sebagian kecil yang harus aku kumpulkan di lantai-lantai bawah,tahu. "

Aku tahu bagaimana sulitnya untuk mengumpulkan «sebagian kecil» itu, ketika aku melakukan hal yang sama dengan palu perang satu tanganku jika ada kesempatan.Tapi sudah kuduga,kata yang berlawananlah yang keluar dari mulutku.

"Jangan sampai koran memuat tentang seorang penyelesai lantai yang mengamuk di lantai-lantai bawah,membuka rahasianya pada para broker informasi.Aku benar-benar menolak termuat dalam koran sebagai «Toko Favorit si Sialan itu » atau sesuatu semacam itu! "

"Hahaha,Aku membatasi diriku untuk hanya berburu di lantai-lantai bawah ketika malam sudah larut,jadi tenang saja." "...Jadi begitu.Well,kalau begitu sih nggak apa-apa. "

Melakukan mapping di area labirin berbahaya garis depan pada siang hari dan setelah sedikit tidur, mengantikan waktu tidur malamnya dengan melakukan pekerjaan membosankan mengumpulkan bahan-baku.Itu artinya Kirito sudah melakoni gaya hidup seperti itu selama tiga bulan ini.Aku mengecek kompleksitas-nya dengan sekali lirikan mata secara reflex,tapi kemulusan kulit avatarnya yang nampak seperti seorang gadis,tak menunjukkan tanda-tanda kelelahan yang harusnya terkumpul dalam tubuhnya.

Menimbang-nimbang pertentangan yang terdiam dalam benakku,aku menghilangkan semua window dengan sebuah lambaian tangan kanannku.

"Well kalau begitu,ayo segera kita mulai.Sifat seperti apa yang kau inginkan? "

"Ketajaman,please! "

Klien-ku yang terus-menerus berpikir positif ini memberikan sebuah anggukan pelan sebagai balasannya,dan setelah aku menjulurkan tanganku keluar ke sebuah tungku peleburan besar,yang bisa dibilang peralatan utama di ruangan ini,aku mengganti menunya dari «Produksi» menjadi «Penguatan».Men-setting rinciannya menjadi Ketajaman,aku menuangkan bahan-baku untuk penguatan yang berjibun dari dalam karung ke dalamnya. Sebenarnya kita perlu mengoperasikan kipas peniup sampai tungku menyala merah terang,tapi karena adanya kincir air,proses itu sekarang bisa berjalan secara otomatis.Sebuah tungku mini yang dipegunakan di kios pinggir jalan,sudah menggunakan bahan bakar sehingga kipas peniup tak terlalu penting,tapi itu tak memiliki cukup kapasitas untuk menangani jumlah bahan-baku yang sebanyak ini.

Tungku besar yang dengan mudah menelan semua benda-benda, yang jumlahnya lebih dari ratusan entah kenapa nampak gembira seraya membara lebih hebat,dan kumpulan dari bahan-bahan baku tadi mencair dalam beberapa detik saja.Bara yang semula berwarna jingga kemerahan berubah warna menjadi perak yang melambangkan Mode Penguatan Ketajaman.

Tanpa menunda lama-lama, Aku menusukkan bilah Dark Repulser yang telah kukeluarkan dari sarungnya, ke dalam tungku.Cahaya api berwarna keperakkan membungkus pedang,dan saat pedang itu bercahaya dengan hebat,aku memindahkannya ke landasan tempa.

Hal yang tersisa adalah memukulnya dengan palu tempa sejumlah berapa kali pukulan yang dibutuhkan.

Meskipun aku tak punya pilihan selain mengayunkan palu ini sekitar dua ratus lima puluh kali dulu saat pedang ini kutempa dengan teliti dari ingot,untuk penguatan,mau menantang +1 atau +40,jumlah pukulan yang dibutuhkan telah ditetapkan mrnjadi sepuluh kali. Aku mengeluarkan «Zoringen Hammer +20» kesayanganku dari sabuk di pinggangku, dan menggenggam erat pegangannya,yang terbalut dengan kulit merah.

Palu tempa dapat diklasifikasikan ke dalam item perkakas dan menjadi tipe senjata tumpul pada waktu yang sama,jadi alaminya mereka dapat diperkuat.Dibilang begitupun palu ini tak mungkin memukul dirinya sendiri,jadi aku mempunyai palu tempa cadangan khusus untuk memperkuatnya. Aku menyelaraskan nafasku dengan mengangkat palu kesayanganku, sesuatu yang bisa dibilang Pedang Kesayanganku,yang meski tidak pada level yang sama dengan kegigihan Kirito,masih punya waktu dua bulan lagi untuk diperkuat.Aku menggenggamnya dengan mantap sesaat kemudian membawa ujung palu ini turun dalam satu langkah.

*Kaan!*,suara palu yang jelas terdengar.Suara yang kucintai.Warna perak dan jingga berpadu dalam percikan-percikan yang berhamburan ke lantai dan lenyap.

Dua kali.Tiga kali.

Ketika memproduksi barang-barang yang kujual,atau memperkuat senjata milik pelanggan lain,aku bisa mencapai keadaan hampa dalam pukulan pertama—atau lebih tepatnya,aku menjadi benar-benar terserap ke dalam suara-suara dan cahaya,tapi hanya saat aku sedang mengerjakan pedang Kirito aku akhirnya membiarkan perasaan pribadiku ikut mengalir kedalamnya.

Untuk melindungi orang itu; pastikanlah kembali ke bengkelku ini bersamanya; Aku akan mengayunkan paluku seraya berkata begitu. Empat Kali.Lima kali.

Selama pedang ini berada di punggung Kirito,kami akan saling terhubung dengan sebuah ikatan yang unik.Aku memang tak bisa melindungi punggungnya selama pertempuran melawan boss seperti Asuna,namun aku dapat membantunya memperbaiki ketahanan pedangnya,dan meningkatkan nilai penguatannya.

Enam kali,tujuh kali.

...Akan tetapi.

Ikatan ini tak akan bertahan selamanya.Angka <<Jumlah Percobaan Penguatan>> Dark Repulser akan berkurang satu lagi hari ini,dengan 7 kali tersisa.Jika pedang ini terus menerus diperkuat pada tingkatan seperti ini,maka hanya tinggal 2 bulan lagi tersisa… pedang ini akan musnah sebelum musim dingin tiba.Bila itu terjadi,tidak ada pilihan lagi selain menggantikannya dengan pedang baru demi melanjutkan pertempuran di garis depan.

Ketika waktu itu tiba,belum pasti kalau Kirito akan memintaku untuk membuatkan pedang barunya sekali lagi.Tidak,kemungkinan itu takkan terjadi.Untuk menempa-kan sebuah pedang yang berspesifikasi tinggi sangat-sangatlah langka terjadi...dengan kata lain,ingot yang harganya sangat-sangat mahal diperlukan,tapi monster drop tak akan membutuhkan bahkan satu col pun.Untuk Kirito yang selalu bertarung di garis depan dan berpartisipasi dalam setiap pertempuran melawan boss,bisa dibilang ia mempunyai kesempatan lebih besar untuk mendapatkan bonus dari Last Attack,pastinya ada banyak peluang baginya untuk mendapatkan pedang satu tangan langka dengan tangannya sendiri.

Delapan kali.Dan tangan kananku yang membuat gema suara pukulan palu kesembilan———terhenti di tengah udara.

Aku merasakan tatapan bingung dari Kirito di pipi kiriku.Tapi aku tak berani menoleh kearah itu.

Daripada mengayunkan turun palu ini,aku memdekapkannya erat ke dadaku. «Dark Repulser»,yang terliputi dalam sinar gemerlap warna perak di atas landasan tempa,menunggu pukulan terakhir dalam kesunyian.Durasi efek penguatan adalah tiga menit.Jika itu terlewat,cahaya yang menyelimuti pedang akan sirna,dan penguatan akan berakhir dalam kegagalan secara otomatis.

"...Aku..."

Apa yang keluar dari bibirku adalah suara gemetar yang tak cocok dengan pandai besai yang selalu ceria, Lisbeth.

"...Aku-aku tak akan memukulnya lagi...Karena... ka-karena ketika angka percobaannya habis,peran pedang ini... Ini pasti akan..."

Berakhir.

Sejujurnya—Sejujurnya,jika aku benar-benar berpikir untuk kebaikan Kirito,Aku berpikir lebih baik hari itu segera tiba.Jika dia menginginkan sebuah pedang baru,meperkuatnya dari+1 lagi,mengumpulkan bahan-bakunya akan lebih mudah.Pikiranku memahami hal ini,tapi tanganku menolak untuk bergerak.Dengan palu yang terdekap erat di dadaku,aku hanya bisa bergetar pelan.

Lalu,aku merasakan Kirito bangkit dari posisinya yang bersandar di dinding.Selangkah demi selangkah,aku bisa mendengar langkah kaki bisunya berhenti tepat di sampingku.Ujung dari mantel hitam itu berkibar seperti tersibak,pendekar pedang itu berlutut di sisiku.

"...Hey,Lisbeth.Aku...punya sebuah firasat. "

Itu adalah situasi dimana dibenarkan baginya untuk berkata , "Cepat pukul !" dengan kemarahan sebagai klien.tapi suara Kirito terdengar lembut.Sejak malam dimana kami bertemu hari itu,ketika ia menceritakan berbagai macam cerita padaku di dasar sarang naga; tidak ada satupun yang berubah.

"...Sebuah firasat? "

Aku menoleh dengan penuh kekhawatiran,dan pupil hitam itu berkedip sekali dengan malu-malu,tepat didepan milikku.

"Yeah.Garis depan sekarang masih berada di lantai 70-an,dan masih ada 30 lantai diatasnya… Tapi aku berpikir mengapa.Aku mempunyai firasat-bukan,sebentuk kepercayaan bahwa ketika aku bertarung dengan boss terakhir kastil ini, apa yang sedang aku genggam adalah Dark Repulser ini. "

"Kenapa tepatnya,kau berpikir begitu....?"


"Well,kau tahu,Sistem Cardinal adalah satu-satunya yang menentukan nama untuk pedang ini,ya kan? «Dark Repulser», pedang yang akan mengusir kegelapan… tak mungkin nama itu diberikan kecuali pedang ini adalah sebuah «end equipment»."

———Mengatakan semua itu,dia melihatku dengan senyum nakal di wajahnya untuk sesaat, tanpa berkata apa-apa lagi. Normalnya,ini adalah saat bagiku untuk menghela nafas panjang dalam-dalam,atau menjotosnya sambil berkata " Kenapa kau berbicara seenaknya begitu.".Tapi hanya untuk kali ini saja,bibirku juga terangkat, ke dalam sebentuk senyuman lembut. Aku menjawab dengan suara yang lembut ,tidak lagi bergetar.

"...itu mungkin benar. Bukan...itu akan, pasti akan terjadi..."

"Itu benar...Jadi, ayolah, satu pukulan terakhir itu, selesaikanlah dengan bunyi klang."

"Yeah. Aku juga punya firasat. Kali ini pun,akan berhasil. "

Aku dengan lembut mengangkat paluku yang telah aku dekap sekali lagi.

Aku menarik nafas dalam-dalam, berhenti, menutup kelopak mataku, dan berbisik pada pedang ini.

———Maaf telah merasa bimbang.Kau,bersama dengan tuanmu,selalu mengusir kegelapan di sekitarku,ya kan? Aku juga akan percaya… hari itu, saat dimana cahayamu menyinari semua orang yang terkuring dalam kastil ini akan datang. Dengan lembut ,dan juga,dengan kuat,palu itu berayun turun. Sepuluh kali.

* * *

Tangan kanan yang terbalut dalam sarung tangan kulit hitam,dengan mantap menggenggam pangkal pedang «Dark Repulser +40» yang aku sodorkan.

*Swish, swish* pedang itu berayun hampir tanpa menunjukkan tanda-tanda bahwa itu memiliki berat ,menyebarkan tampilan cahaya warna-warni ke udara.Akhirnya bilah pedang itu meluncur kembali ke dalam sarungnya dengan suara mengalir,dan pemiliknya tersenyum,terlihat puas.

"Yeah,dengan ini,boss lantai 70 tinggal datang ke hadapanku. "

"Jika kau berniat bicara seperti itu,jangan sampai kau terguling secara tak sengaja di depan boss,seperti halnya yang terjadi di lantai 69.Laporan itu termuat di halaman depan surat kabar,dan bahkan aku juga malu membacanya,tahu. "

"Y-Ya...maaf tentang itu..."

Di hadapan pandai besi,Lisbeth yang melipat tangannya,adalah pendekar pedang,Kirito yang menggaruk-garuk kepalanya.Kami telah benar-benar kembali pada diri kami berdua yang biasa; entah kenapa itu terasa nyaman dan sedikit membuat rindu.

Menekan perasaan itu,aku meregangkan tubuhku dengan penuh semangat.

"O-Oof...Haah,well,terserahlah,Aku senang ini berhasil.Bahkan jika sekarang itu telah ter-fully boosted,masih ada kemungkinan di waktu lain itu akan gagal.Aku menolak menerima percobaan penguatan yang penuh tekanan seperti ini untuk sementara. "

Aku mengatakan kata-kata tadi dengan lepas,tapi mendengarnya,sebuah ekspresi aneh muncul dari sosok Kirito untuk suatu alasan.

"...Ada apa? " "N-Nah.itu…sebenarnya,bagaimana aku bilangnya yah,kebetulan hari adalah waktunya melakukan cross-over.... "

"....waktunya?"

Dengan itu,si pendekar pedang membuka window tempat penyimpanannya dan menyimpan Dark Repulser.Setelahnya,dengan sedikit manipulasi yang cepat,apa yang termaterialisasi di atas window adalah sesuatu yang terbungkus dalam sebuah sarung pedang yang terbuat dari kulit berwarna hitam,sebuah pedang panjang yang mengeluarkan hawa keberadaan kuat yang dapat kurasakan,bahkan dari tempat aku berdiri.

"...Aku berpikir kalau akan baik jadinya bila aku bisa mempercayakan +40 untuk ini padamu sekalian…"

Kata-kata itu,bersamaan dengan pedang yang disodorkan ke hadapanku, «Elucidator»,pedang lain yang begitu berharga bagi Kirito,membuatku menatapnya dalam diam untuk beberapa detik.

Haa——Aku menghembuskan nafas panjang dan dalam.