High School DxD (Indonesia):Jilid 20

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Ilustrasi Novel[edit]

Faker.[edit]

Italia, di suatu tempat.

Pemuda itu mengunjungi kebun anggur dari pertanian tertentu di daerah terpencil Italia. Sambil berjalan ke depan, si pemuda — pengguna Holy Spear, Cao Cao, memasuki pandangan si pria tua yang bekerja di pertanian. Pakaian pertanian dan topi jerami pria tua itu sangat cocok sekali, dan dia juga memiliki tubuh mengesankan. Sekilas dari jauh, seseorang akan menduga bahwa pria tua itu sebelumnya telah bertugas di militer atau suka berlatih atletik. Tapi, pria tua itu bukan orang kebanyakan. Walau pria tua itu telah mendeteksi keberadaan Cao Cao sesaat yang lalu, ia membuka mulutnya untuk berbicara tanpa melihat ke arahnya.

“Peninggalan suci, ini kali pertama aku menemui aura begitu.”

Pria tua itu tersenyum ramah di wajahnya yang berkerut.

Buongiorno[1], pengguna Holy Spear, selamat datang di pertanian ini.”

Si pria tua yang memakai topi menyambutnya — tidak, dia Pendeta Kardinal Vatikan, Vasco Strada. Tempo hari, dia adalah orang utama dari Gereja yang memimpin banyak prajurit Gereja yang memberontak. Kalah dalam pertarungan melawan tim anti-teroris [D×D], dia menerima penghakiman Surga tanpa perlawanan. Melaporkan semuanya tanpa kebohongan kepada Surga, Kardinal tua itu kini bekerja di peternakan ini. Bahkan ada penghalang kuat yang telah didirikan sekitar radius beberapa kilometer dari pertanian. Ini takkan menjadi tugas mudah atau sederhana untuk kabur; ini penghalang penjara. Demi Tuhan, dia mengabdikan sebagian besar hidupnya sebagai imam; dalam usahanya untuk mewujudkan perasaan para prajurit Gereja, mantan pengguna Durandal ini dicopot dari posisinya, dan terbatas dalam apa yang bisa disebut penjara lumayan tenang. Memang bersalah, kalau dilihat dari skala insiden yang dia bawa, tak hanya dia telah dicopot dari posisinya, mungkin juga dia akan harus menggunakan hidupnya sebagai hukuman atas kejahatannya. —Tapi, mengingat prestasinya di masa lalu, keyakinan, dan permintaan dari banyak prajurit Gereja, akhirnya dia dikirim ke peternakan ini.

“Ini adalah tanah di mana aku dibesarkan. Terkadang, aku datang ke sini untuk menanam pohon ... sepertinya aku harus sungguh-sungguh bekerja keras di sini.”

Ujar Strada sambil mengelus kulit pohon.

“Ini kali pertama kita berjumpa, Yang Mulia. Aku pelopor Indra.”

Pengguna Holy Spear memperkenalkan diri lalu Strada berbicara selagi dia menggunakan handuk untuk menyeka keringat di wajahnya.

“Aku paham, seorang Dewa Berhala ingin mengajak pria tua ini sesuatu, bukankah itu benar?”

Kardinal tua itu menduga bahwa kunjungan Cao Cao karena Indra memiliki pesan untuknya. Tapi, Cao Cao menggeleng.

“Tidak, tampaknya Anda tak menyangka bahwa aku juga bisa datang berkunjung semata-mata atas dasar pribadi.”

Mendengar ucapan Cao Cao, Strada tertawa dengan daya tarik.

“... Hoho, sungguh tak terduga. —Kalau begitu, setelah datang jauh-jauh ke tempat ini, apa yang mau kamu tanyakan padaku?”

Cao Cao mendengar pertanyaan Strada, membuka mulutnya untuk menanggapi tapi diam sejenak, sebelum akhirnya bertanya

“...... Menjadi pahlawan, bagaimana menurut Anda, Yang Mulia?”

Mungkin karena itu melebihi harapan awal dari sebuah pertanyaan, mulanya Strada terkejut, tapi mengusap dagunya sambil berpikir.

“... Hmm, ini sungguh pertanyaan aneh, Nak.”

Cao Cao menunduk dan berbicara lagi

“... Aku lahir sebagai pewaris darah pahlawan tertentu. Selain itu, aku dipilih oleh Holy Spear. Aku percaya bahwa ... yang disebut [Pahlawan] berada di puncak kemanusiaan, mampu mengalahkan eksistensi dunia lain yang kuat, aku jadi berharap, jadi berpikir, dan jadi bersemangat.”

Dia mengangkat kepalanya untuk melihat ke langit, lalu berkata

“... Tapi, aku kalah oleh Iblis Reinkarnasi muda tertentu. Jalan hidupku tercuri dariku tepat di depan mataku olehnya. ... Mungkin dia tak pernah menganggapnya, tapi kekalahan itu menjadi kesempatanku untuk meninjau dan mengubah jalan hidupku. ... Yang Mulia dikagumi oleh orang-orang sebagai pahlawan, aku sangat ingin Anda ceritakan apa pahlawan itu.”

Untuk orang yang tak hanya mewarisi darah pahlawan, tapi secara kebetulan juga Holy Spear, dilahirkan sebagai seorang genius, ini adalah kali pertama bahwa dia telah mengalami ‘dinding’ itu. Tentu saja, dia mewarisi garis keturunan leluhurnya ketika dia dilahirkan, dan oleh takdir, dia memegang tombak terkuat yang bahkan bisa mengalahkan Tuhan. Awalnya, dia adalah eksistensi yang tidak kompatibel dengan manusia — berburu ilmu gaib, mengalahkan ilmu gaib, menghukum ilmu gaib, sebagai jalan hidup, dan mengejar kekuatan sebagai alasan untuk ada. —Tapi di hadapan Naga Merah dan Naga Putih, tombak yang dipegang di tangannya pun membantah dirinya.

Kau lemah, kau hanyalah seorang bocah yang memperoleh kekuatan tombak terkuat, itulah yang dibilang.

Mendengar pertanyaan Cao Cao, Strada tersenyum.

“... Hehehe”

Terhadap Cao Cao yang terkejut, si pria tua kudus berkata

“Ini sangat tak sopan. —Tapi, kamu terlalu muda. Kamu hanya terlalu muda. Walau kamu terlihat tua sekitar dua puluh tahun-an, dibandingkan denganku, kamu tidak berbeda dari bayi kecil. Semenjak kamu menyebut dirimu pahlawan, kamu sudah keliru.”

Strada menegaskan.

“—Mereka yang menentukan pahlawan adalah orang-orang tanpa kekuatan. Karena mereka tidak punya kekuatan, mereka akan menginginkan kekuatan, sehingga mereka akan mencari pahlawan, dan memutuskan siapa pahlawan itu. Pengguna Holy Spear, apa kamu memainkan peran Pahlawan rakyat?”

“...... Umm”

Cao Cao terdiam ... dia tak dipilih oleh siapa pun. Hanya karena dia adalah keturunan dari seseorang, dia berpikir bahwa harus begitu. Haruslah begitu, karena itulah ia menganggap remeh darah yang mengalir melalui pembuluh darahnya, dan tombak yang ia miliki. Strada membungkuk dan duduk di sebuah kotak kayu yang ditempatkan di peternakan lalu bicara lagi

“Tidak dikejar oleh rakyat, yang mengaku sebagai pahlawan atau sesuatu, tapi yang ada permainan tipuan anak-anak. Justru karena ini, kamu bukanlah tandingan untuk si Sekiryuutei-boy yang berani berjalan di jalannya sendiri.”

Perkataan pria tua itu benar-benar membantah adanya Golongan Pahlawan itu sendiri. Seperti yang dia bilang, dan Cao Cao tak bisa membantahnya.

... Betul, seperti yang Strada bilang, dia, orang itu, berani menghadapiku langsung, dan berani mengalahkanku. Entah itu sebagai Sekiryuutei, atau sebagai Iblis, untuk tujuannya sendiri, untuk orang-orang yang dia lindungi, dia berani berjuang dengan sekuat tenaga. Keberadaanku sudah ditolak, dan aku pun dikalahkan olehnya—. ... Melihat diriku sendiri saat ini, apa yang akan orang-orang yang mengikuti dan mengagumiku pikirkan?

Strada terdiam beberapa saat, lalu menghadapi Cao Cao dan berkata

“Kamu hanyalah manusia biasa. Hanyalah seorang pemuda. Leluhurmu mungkin seorang pahlawan — akan tetapi, leluhurmu itu manusia biasa. Dengan begitu kamu masihlah seorang manusia. Bukankah yang disebut pahlawan itu dipuji rakyat yang maju ke depan dengan berani?”

… Si Sekiryuutei juga, warga Dunia Bawah mulai menghormatinya karena dia selalu berpikir langsung ke arah depan. Apa dia pernah berpikir untuk menjadi pahlawan sedari awal? Tentu saja, jawabannya adalah — tidak.

Kardinal tua itu tersenyum sambil berkata

“Walau aku dipanggil pahlawan, bahkan pada usia ini aku tak menganggap diriku sebagai pahlawan. —Tapi selama ada orang yang mengagumiku, aku akan terus disebut pahlawan. Aku hanyalah manusia. Aku hidup seperti manusia lainnya, dan aku akan mati seperti manusia lainnya. Itu sudah cukup. Kalau orang-orang menghormatiku sebagai pahlawan, maka itu juga bagus.”

Untuk sesaat, sosok pria tua itu dan Sekiryuutei tampak tumpang tindih.

... Aku takut bahwa ia akan mengatakan itu.

Pria tua itu tertawa

“Hehehe.”

Sambil mengenakan topi dan berdiri.

“Ah, kini aku sudah tua, jadi aku bicara panjang lebar .... Awalnya, kamu sudah memiliki gagasan samar-samar atas jawaban ini.”

“... Mungkin saja. Sejak aku kalah darinya, aku—”

Tanpa memikirkan konsep ‘pahlawan’ ini, ia menjadi penantang biasa.

“Yang Mulia, aku bisa mengalahkan orang itu?”

Pemuda yang berpura-pura menjadi pahlawan kemudian bertanya. Pria tua itu tersenyum sambil berkata fasih

“—Pergi dan cintailah sesuatu. Entah itu dirimu sendiri. Ataupun sesuatu yang tidak berwujud. Cinta, kalau kamu tak punya hati yang mencintai sesuatu, maka kamu takkan bisa mencapai seseorang yang punya cinta. Maksud yang kamu cintai akan muncul di hadapanmu, dan pada saat itu, kamu akan — punya ‘kekuatan’ di dalam tubuhmu.”

Usai Strada mengatakan itu, ia kembali ke pekerjaan pertaniannya.

“Kamu harus terus mengejar si Sekiryuutei-boy itu dulu. Karena dia punya kekuatan cinta, dia tinggal dengan cinta. Dibandingkan dengan tulang tua[2] ini, kamu diusia yang sama dengannya tapi kehadirannya lebih dari sepuluh ribu kali lipat darimu.”

Sekiryuutei, Hyoudou Issei hidup karena cinta — karena perkataan itu, Cao Cao mengingat waktu sebelumnya saat ia bertemu Hyoudou Issei dalam benaknya.

... Benar, bukan hanya pria itu dicintai oleh orang lain, dia mencintai orang lain, karena itulah dia bertarung berhadapan melawanku. Itu adalah dasar dari Sekiryuutei, Hyoudou Issei—.

Cao Cao tersenyum sambil menatap tombaknya.

“Akankah kalian yang diingat oleh tombak ini juga mengejar ‘cinta’ itu?”

Life.0[edit]

Tim [D×D] yang saat ini tengah berkumpul di ruang VIP di lantai atas dari Kediaman Hyoudou.

Aku — Hyoudou Issei, anggota Gremory, anggota Sitri, [Brave Saint], Azazel-sensei, dan anggota lainnya terfokus pada video yang diproyeksikan ke layar di depan kami. Ditampilkan pada layar saluran TV Dunia Bawah, yang semuanya program berita, teks di bagian bawah layar terbaca hal-hal seperti:

[Kecelakaan mendadak di Rating Game!?]

[Sang Champion Belial telah menghilang di pertengahan pertandingan!]

[Putra ketiga, putri sulung keluarga Phoenix dan sang Champion telah menghilang bersamaan!]

...... Betul, informasi yang Sona-zenkaichou terima sama dengan yang ditampilkan di bagian bawah layar sekarang ini; sesuatu telah terjadi di pertandingan antara Riser dan sang Champion Belial. Selama pertandingan, di sudut arena yang merupakan titik buta kamera — dua orang yang telah melanjutkan pertarungan mereka di sebuah gua berbentuk kubah. Riser, sang Champion dan Ravel yang juga hadir mendadak menghilang. Setelah kita belajar dari berita ini, sekali lagi kami menegaskan informasi. Lalu menyaksikan rekaman video pertandingannya. Tentu, setelah mereka memasuki sebuah gua yang tidak tertangkap oleh kamera, sesuatu yang tak bisa kami lihat terjadi, dan mereka bertiga telah menghilang begitu saja. Hanya dengan melihat rekaman dari luar gua, mungkin saja ada hubungannya dengan cahaya biru yang dipancarkan dari pintu masuk gua. Dipastikan bahwa cahaya itu datang dari dalam gua.

Masih belum ada kabar tentang tiga orang yang telah menghilang. Dengan mempertimbangkan situasi saat ini, manajer Game, pemerintah, pasukan tentara dan polisi Dunia Bawah mulai mengambil tindakan. ... Untuk menghentikan tubuhku yang gemetar, aku mengepalkan tinju. ...... Ravel! Riser! Kouhai yang berharga, serta manajerku Ravel. Dia sudah setuju untuk mendukung jalanku dan mencapai ambisiku ... ... Riser juga; setelah traumanya, akhirnya dia kembali ke pertandingan. Dia pernah menyerah, tapi kini dia berdiri sekali lagi dengan semangat kembali. Ia jelas menantikan bertanding dengan sang Champion lebih dari orang lain ... Setelah melihat amarah, kesedihan dan kecemasan dalam hatiku, Rias membungkus tangannya di sekitar kepalanku. Rias bertanya pada Azazel-sensei

“Jadi, keberadaan Riser, Ravel dan sang Champion Diehauser Belial-sama belum diketahui, ya?”

Sensei mengangkat jari telunjuknya dan berkata

“Apa yang bisa dikonfirmasi yakni sebelum tiga orang itu hilang, program darurat sistem Game sudah dipicu lebih dulu.”

—Hmm! ...... Program darurat sistem Game? Apa itu? Aku belum pernah mendengar itu sebelumnya. Selain Rias dan Sona-zenkaichou, beberapa orang tahu tentang itu, tapi semua anggota lain yang sama seperti aku menampakkan ekspresi kurang mengerti. Usai Sona-zenkaichou melihat reaksi kami, dia mulai menjelaskan.

“Awalnya, untuk menanggapi setiap jenis situasi, ada satu perangkat prosedur untuk [Rating Game] profesional. Contohnya, kalau lokasi pertandingan itu hancur lebih dari yang diharapkan, maka mereka akan memulai prosedur untuk memperbaikinya.”

... Artinya, prosedur darurat ini dirancang untuk merespon peristiwa dan situasi yang melampaui apa yang diharapkan. Itulah yang terjadi di pertandingan di antara Riser dan sang Champion.

“Lantas apa yang terjadi?”

Usai Rias bertanya, aku menuju ke depan untuk bertanya pada Sensei

“Mungkinkah Qlippoth menyerang pertandingan itu!?”

“Aspek itu saat ini sedang diselidiki, tapi satu hal yang pasti adalah — ada kemungkinan tinggi bahwa ada perlakuan yang tidak semestinya selama pertandingan.”

[—Apa!?]

Mendengar ini, semuanya terkejut! Perlakuan yang tidak semestinya; itu berarti bahwa sesuatu yang ilegal terjadi di Game!?

“Itu dilarang! Mungkinkah itu sang Champion!?”

Aku melontarkan yang kuduga itu adalah sang Champion. Aku tidak menduga sama sekali Riser dan Ravel bisa berperilaku tidak semestinya. Tapi, Sensei tanpa rasa takut menjawabku dengan ekspresi serius

“...... Para manajer percaya bahwa itu sebaliknya.”

... Riser berperilaku tidak semestinya? Tidak, itu mustahil! Orang itu, meski sangat egois, sebagai bangsawan ia punya banyak kebanggaan, dan tidak berpikir banyak. Tapi, dia sangat jujur terhadap Game ini. Setidaknya, aku bisa memahami sikap itu. Dia juga bersama Ravel. Tidak mungkin hal seperti itu terjadi. Dia adalah manajer yang berharga. Dia berjanji bahwa dia akan melakukan banyak hal-hal besar di masa depan denganku. Seorang gadis yang luar biasa seperti dia mustahil berperilaku tidak semestinya, mana mungkin baginya untuk membuat rencana konspirasi. Usai Rias menyadari pikiranku, dia mencengkeram tanganku lebih erat.

“Ise, aku mengerti. Kamu dan aku ini sama. ... Bagi Riser berperilaku yang tidak semestinya, itu mustahil. Tidak mudah baginya untuk berpikir berlebihan dan berdiri lagi. Dan dia juga bersama Ravel di sisinya, mereka pasti tidak akan membiarkan perilaku yang tidak semestinya.”

“Yah, kalau begitu benarkah itu adalah sang Champion Belial...bukan?”

Ujar Kiba dengan lirih sambil menggunakan tangannya untuk menahan dagunya. Dia menampakkan ekspresi yang tidak dapat dibaca. Walau Kiba tidak sama dengan Rias, dia masih tahu lebih banyak dariku tentang [Rating Game]. Khusus untuk sang Champion, keakraban dan pengetahuannya lebih besar. Kiba telah melihat beberapa pertandingannya. Kiba telah mengatakan sebelumnya bahwa Game-nya sangat jujur, taktik yang sangat halus, dan ia lebih suka menang secara jujur selama serangan mendadak. Seperti namanya disarankan, ia adalah seorang Champion sejati. ... Entah itu Riser atau Emperor Belial, sulit untuk percaya bahwa kedua pihak akan terlibat dalam perilaku yang tidak semestinya ... menuju situasi darurat ini dan keamanan yang tak diketahui dari Phoenix bersaudara, aku sangat bingung dan gelisah. Lalu, Akeno-san bertanya pada Azazel-sensei

“... Azazel-sensei, Anda tidak punya gagasan mengenai ini?”

Tatapan semuanya mengarah pada Sensei.

“Apa itu benar?”

Mendengar pertanyaanku, Sensei mengangkat tangannya dan mendesah.

“... Aku tidak bisa bilang. Tapi, kalau itu benar-benar seperti yang kupikirkan, Phoenix bersaudara yang keberadaannya tidak diketahui tidak seburuk yang dibayangkan. Aku sangat menyesal bahwa aku tak bisa mengatakan apa-apa lagi sekarang, tapi kalau kalian percaya pada apa yang sudah kukatakan, maka percayalah bahwa mereka berdua selamat.”

—Apa! Benarkah!? Riser dan Ravel keduanya selamat!? Sensei sungguh punya sebuah gagasan tentang situasi ini! Aku tidak bilang pada Sensei ... Azazel-sensei, dia berurusan dengan segala macam situasi sampai sekarang tidak saja yang mampu dia atasi, tetapi juga ditangani dengan baik. Kalau Sensei bilang begitu, maka tidak ada alasan untuk tidak percaya .... Sebuah lingkaran sihir komunikasi kecil muncul disebelah telinga Rias. Usai mendengarkan laporan yang tiba, Rias memberi tahu semuanya

“Ini dari Onii-sama. Pihak Maou mulai mencari keberadaan Riser, Ravel dan Emperor Belial.”

Sejujurnya, aku sangat ingin cepat-cepat mencari Ravel. Tapi, pihak Iblis pun ikut bergerak, Sensei juga bilang bahwa mereka selamat, jadi aku hanya akan menyebabkan masalah bagi semuanya kalau aku gegabah ... kalau aku mengizinkan emosiku untuk memerintah tindakanku ... musuh mungkin hanya akan menantikan itu. Karena musuh yang akan kulawan itu seperti itu—. Selama aku tak bisa mencapai perantara atau lawan yang penting, aku hanya bisa menggertakkan gigi, dengan kepalan tangan kananku mendorong berat terhadap tangan kiriku. ... Riser, Ravel, Ravel! Rias meletakkan tangannya di bahuku dan berkata dengan nada sedih

“... Ise, itu memang menyakitkan, tapi kita harus percaya pada Onii-sama dan Azazel.”

Sehabis bernapas dalam-dalam, aku mengangguk sebagai balasan. Riser, Ravel ... kumohon, kalian harus selamat.

Life.1 Kegelisahan Konsultasi Karir[edit]

Bagian 1[edit]

Pagi, beberapa hari kemudian—

... Walau cuaca baik-baik saja, suasana hatiku masih belum membaik. Aku sudah bangun pagi, tapi aku tak bisa tidur dengan nyenyak semenjak hari itu karena aku khawatir tentang keselamatan Ravel. Bukan aku saja; itu juga diterapkan pada teman-temanku. Aku tak tidur dengan nyenyak semalam, dan agak murung selama sarapan. ... Mungkin karena Rias dan Asia tidur bersama denganku, mereka juga merasa sulit untuk tertidur karena tak ada berita, jadi kami membahas berbagai hal sia-sia. Saat sarapan, seperti biasa dengan orangtuaku di meja, bersama dengan Kuroka dan Ophis. Karena ekspresi kami berbeda dari biasanya, tak ada dialog di meja .... Sambil makan sarapan dengan diam, Kaa-san menghela napas dan kemudian berkata padaku.

“Ise! Besok adalah wawancara tiga arah, bukan? Apa kamu mengerti?”

... Begitu ya. Besok adalah wawancara karir tiga arah.

“… Ya, aku tahu.”

—Itu adalah satu-satunya jawaban yang bisa kuberikan. Ibu membalas dengan sedikit heran.

“Ya ampun, kamu bisa lebih antusias dengan jawabanmu. Besok adalah wawancara tiga arah untuk mendiskusikan masa depanmu, bukan? Aku cuma bertanya apa kamu sudah mengerti.”

Ibu tersenyum saat ia mengatakannya pada Asia

“Asia-chan, aku juga akan pergi.”

“Ya, terima kasih, Okaa-san.”

Asia menghadapi ibu sambil tersenyum lembut.

“Beneran deh, tidak seperti kamu, Asia-chan itu sangat menyenangkan ... aku tak bisa memahami laki-laki seusiamu.”

Ayah melipat korannya dan dengan tenang sambil berkata padaku.

“Ise, bagi seorang pria, karir sangat penting. Besok, kamu perlu lebih antusias untuk membicarakan hal ini bersama dengan Kaa-san dan Sensei-mu.”

Orangtua itu agak bertele-tele. Aku dengan santai menanggapi ‘ya, ya’ sambil aku makan. Orangtuaku telah menghentikan keheningan, dan Xenovia juga mulai bicara

“Konsultasi karir, ya. Kalau aku, mestinya sih Sister Griselda ... walau dia agak sibuk, itulah yang diharapkan.”

Irina juga menoleh untuk membahas konsultasi karir

“Kalau aku ... baik Papa dan Mama berada di luar negeri, jadi seharusnya aku bersama dengan Xenovia, juga bersama Sister Griselda ...”

Apa Sister Griselda bertanggung jawab untuk semua orang di bawah asuhan Gereja? Yah, orangtua Irina berada di Inggris, sehingga mereka takkan bisa tepat waktu. Rossweisse-san melanjutkan.

“Walau aku bukan Sensei untuk kelas kalian, aku akan membantu kalian mempersiapkan beberapa informasi. Pokoknya, karir sangat penting. Mendiskusikan hal ini dengan orangtua kalian saat menggunakan kemampuan kalian sendiri untuk memilih arah karir kalian itu sangat penting.”

Hm, ada perhatian dengan apa yang Rossweisse-san katakan. Ketika dia adalah seorang Valkyrie, bukan cuma dia memiliki bakat, dia juga genius ketika mengenai sihir. Saat dia bertanggung jawab atas menjaga pak tua Odin, dia tidak punya kesempatan untuk menampilkan kemampuannya. Tapi sekarang, bakatnya membuahkan hasil. Usianya tidak terlalu jauh dariku apalagi Rossweisse-san telah mengalami banyak hal ... ibu menghadapi Rias dan Akeno-san saat ia berkata.

“Rias-san dan Akeno-san masih menunggu kelulusan mereka. Arah karir mereka sudah ditentukan, sehingga mereka bisa bersantai sampai musim semi.”

“Akan menjadi hebat kalau itu terjadi, tapi ada yang harus dipersiapkan, sehingga kami tak bisa santai begitu saja.”

“Ufufu, itu karena kami akan menjadi mahasiswi.”

Ibu tersenyum dalam menanggapi Rias dan Akeno-san.

“Yah, itu juga benar. Kalian akan menjadi mahasiswi. Ini tidak akan sama dengan SMA, jadi persiapan juga cukup penting.”

Kehidupan universitas ya, aku belum bisa membayangkannya. Pada saat ini di tahun depan, bisakah aku memahaminya?

“Bagaimana denganmu Koneko? Siapa yang akan datang ke wawancara tiga arah?”

Xenovia bertanya pada Koneko-chan.

“… Kalau aku”

Sebelum dia bisa menyelesaikan, Kuroka menyela

“Aku akan pergi~♪? Karena aku Aneki-nya.”

“... Meskipun aku bilang bahwa kamu tak usah datang, dari kelihatannya, kamu tampak antusias.”

Koneko-chan mendesah dengan mata setengah terbuka.

“Itu sangat dingin, beneran deh Shirone. Jangan cemas dan serahkan padaku. Aku cuma akan menggoda mereka dengan ‘Aku sangat menghargai anak keluargaku yang dalam perhatian Anda~♪?’. Dokumen catatan akan dilakukan begitu saja.”

“... Guru wali kelasku adalah seorang wanita.”

Koneko-chan menatap sambil menjawab.

Ara ara, ini sungguh menjengkelkan ~nyan.”

Walau ia mengatakan itu, ekspresi Kuroka tampak bermasalah saat ia meletakkan sepotong tamagoyaki ke dalam mulutnya. Rias menghela napas setelah melihat tanggapan dari semua murid saat ini.

“Meski kalian semua memiliki pengalaman yang berbeda, konsultasi karir juga sangat penting. Kenapa kalian tidak membiarkan Akeno dan aku yang bisa bersekolah bebas mengurus hal-hal lain; kalian harus memikirkan tentang kehidupan sekolah dan masa depan, paham?”

[Ya.]

Kami menjawab serempak pada Rias, yang mana senior dan kakak kelas kami. ... Konseling karir ya. ... Sosok Ravel yang berjanji bahwa kami akan bekerja keras bersama-sama terlintas di benakku .... Kalau aku tetap begini, pikiranku takkan stabil. Sekarang adalah waktunya untuk percaya pada Sirzechs-sama, Azazel-sensei dan Rias. Aku menggeleng dan mengatakan “Tambah lagi!” sambil aku memberikan mangkukku pada ibu. 

Sementara aku berada di pintu mengenakan sepatu sambil bersiap untuk berangkat ke sekolah, tiba-tiba Kuroka datang untuk menanyakan

“Kamu khawatir pada Birdy-chan, kan?”

Birdy-chan — itu Ravel. Itulah sebutan Kuroka pada Ravel.

“Tentu saja. Aku tidak sabar untuk pergi mencarinya sekarang, tapi ...”

“Apa yang mantan gubernur katakan membuatmu percaya bahwa dia selamat, kan? Karena itu si mantan gubernur, bukankah lebih baik untuk terus percaya padanya?”

Menyelaku, Kuroka mengatakan itu. Orang ini, aku tidak berpikir bahwa dia benar-benar percaya Azazel-sensei. Jadi itu sebabnya ia bertindak seperti biasanya di saat sarapan. ... Nggak, mungkin itu melekat baginya untuk terus hidup seperti ini tanpa ada apa-apa yang berubah. Kuroka berkata pada Koneko-chan yang selesai mengenakan sepatu di sebelahku

“Shirone, meskipun kamu khawatir pada Birdy-chan, orang dewasa terkadang bisa dipercaya, bukan?”

“... Terkadang, aku tak bisa percaya Onee-sama.”

Kuroka menertawakan komentar adiknya.

Nya haha, beneren deh, ‘terkadang’ kamu tak bisa percaya padaku.”

Ekspresi Kuroka sangat ramah. Berbicara dengan adiknya, kehidupan sehari-hari, dia sangat menikmatinya. Orang ini akan mungkin orang paling bahagia di antara kita saat ini. Itu karena dia dapat hidup bersama lagi seperti ini dengan adik berharganya yang telah terpisah.

“Kuroka-san, aku siap.”

Le Fay berdiri di sebelah Kuroka saat ia melapor. Kuroka berkata

“Le Fay dan aku akan menggunakan cara kami sendiri untuk mencari Birdy-chan. Aku juga khawatir tentang dirinya saat ini. Jadi—”

Kuroka memeluk Koneko-chan dan aku sambil bicara

“Kalian mestinya khawatir tentang kehidupan sekolah kalian. Kalau kalian tak menghadapi konsultasi karir dengan serius, Birdy-chan pasti akan marah, bukan?”

—Mn. ... Aku tidak pernah menyangka bahwa Kuroka akan mengatakan hal-hal bijaksana. Bahkan mata Koneko-chan sedikit lembab. Yap, itu sama seperti kata Kuroka. Kalau kami tidak menghadapi konsultasi karir kami dengan serius, Ravel pasti akan marah ketika ia kembali. Meski manajer yang sangat imut, dia juga sangat ketat.

“Ah, kamu tidak perlu mengatakan itu padaku, tahu.”

“… Yah, itu benar.”

Kuroka tersenyum sambil menatap Koneko-chan dan aku. Bahkan saat kami khawatir tentang keselamatan Ravel, hari-hari berlalu.

Bagian 2[edit]

Keesokan hari sehabis sekolah—

Hari ini adalah hari yang diatur untuk konsultasi karir tiga arah. Para murid bergantian sesuai dengan jumlah murid mereka, dan mereka hanya menunggu di sekolah. Orang-orang yang memiliki kegiatan klub akan melanjutkan kegiatan klub mereka yang sudah waktunya untuk dimulai. Itulah mengapa kami berkumpul di ruang klub gedung sekolah lama sambil menunggu giliran kami. Untuk saat ini, orangtua dari masing-masing anggota akan berkumpul di gedung sekolah lama, dan menunggu bersamaan dengan anak-anak mereka sampai giliran mereka. Rias dan Akeno-san adalah siswi lulusan, sehingga mereka tidak datang, dan masih mencari informasi tentang Ravel. ... Kami juga ingin membantu, tapi karena kami diberi tahu untuk berkonsentrasi pada konsultasi karir kami, kami tidak punya pilihan selain menunggu. Selagi kami mengobrol, yang pertama muncul di depan kami yakni—

“Halo semua. Yaa, Irina-chan.”

Itu ayah Irina!? Beneran!? Dia buru-buru dari Inggris!? Bahkan sebagai putrinya, Irina sangat terkejut.

“Papa!? Bagaimana Papa bisa di sini!?”

Seru Irina. Kelihatannya, dia tidak menghubunginya lebih dulu dan datang begitu saja. ...Karena Anda datang, Anda harus menjelaskan pada putri Anda sendiri. Bukankah ini juga mengejutkan Anda? Ayah Irina tertawa terbahak-bahak.

“Bukankah sudah diharapkan? Ini kan konsultasi karir masa depan anak manisku, bukan? Sebagai seorang Ayah, tentu saja aku harus melewatkan kerja dan bergegas kemari.”

“Astaga Papa, Michael-sama akan marah, tahu!?”

Irina menggembungkan pipinya saat dia marah ... tapi Michael-sama tidak akan marah atas hal kecil seperti ini. Menuju putrinya yang marah, ayah Irina tertawa terbahak-bahak saat ia pura-pura tidak mendengarkan.

“Aku menyerah, tentu saja itu bercanda. Sesuatu baru tiba di Jepang jadi aku bergegas. Nggak, pokoknya, putri malaikatku tampak sangat imut ketika dia marah.”

Papa Irina sungguh tak pernah berubah. Kami tersenyum saat melihat sepasang ayah dan anak itu. Tiba-tiba, ayah Irina datang menuju padaku dan berbisik

(“Omong-omong, Issei-kun.”)

(“Hmm, ya?”)

Ayah Irina tiba-tiba bertanya padaku dengan wajah mesum

(“Itu ... kamu menggunakannya? Bagaimana hasilnya?”)

–Apa-apaan itu! Itu, dia hampir pasti membicarakan tentang kamar itu! Kamar yang Surga kembangkan agar Malaikat bisa melakukan hal-hal ecchi dengan ras lain tanpa khawatir! Semua yang diperlukan adalah dengan menempelkan gagang pintu spesial ke pintu, dan kamu akan bisa memasuki kamar misterius ini. Ini adalah kamar yang dibuat atas suruhan Michael-san pribadi; Aku benar-benar tak bisa mengerti apa yang Surga pikirkan!

(“I-Itu, aku ... bagaimana aku harus mengatakannya ...”)

Aku tidak tahu bagaimana membalas! Bentar, pada kenyataannya, orang yang menggunakannya adalah Irina dan Xenovia yang cuma membuatku malu ... kalau mereka biasanya mengundangku, itu adalah tempat yang ingin aku menyelam ke dalamnya. Tapi, kedua gadis itu mengganti gagang pintu ketika aku berencana untuk menggunakan kamar mandi, dan ketika aku pulang dengan lelah dari pekerjaan Iblisku dan ingin kembali ke kamarku sendiri, mereka berlari dan menarikku. Mereka cuma belum pernah mempertimbangkan situasi dan terus memberiku kejutan! Pada saat seperti itu, aku cuma bisa mengatakan hal-hal seperti ‘ayo kita ke kamar yang terpisah ...’ Tapi aku tidak mau! Sama sekali tidak! Aku sangat ingin memberi tahu mereka bahwa waktu mereka terlalu aneh! Yah, biarpun aku bilang bahwa aku mau, gadis-gadis lain juga akan melihatnya, jadi aku sangat berharap bahwa mereka tidak datang tanpa memikirkan kesulitan! Pada dasarnya, untuk Irina (+ Xenovia) yang tak bisa membaca suasana hati sama sekali, mereka terlalu terobsesi dengan benda itu. Belakangan ini, Akeno-san dan Kuroka meminjamnya untuk digunakan. ... Pokoknya, kumohon biarkan aku menggunakan kamar mandi.

(“Aku menantikan cucuku.”)

Apa! Ayah Irina menepuk punggungku saat ia berkata demikian ... ia sungguh bilang ‘cucu’ tiba-tiba! Dia sangat mirip dengan orangtuaku. Jadi itu sebabnya ia sering bicara dengan orangtuaku. Benar juga, sejenis menarik sejenis, dan orang-orang berkumpul bersama seperti itu.

“Bentar, Papa, apa yang Papa bicarakan dengan Ise-kun?”

Irina tampak agak khawatir tentang percakapan bisik-bisik antara ayahnya dan aku. Awalnya, yang seharusnya sudah menjadi rahasia dari putrinya, tapi Ossan ini penuh kemenangan mengumumkan keras-keras padanya.

“Hahaha, aku cuma bertanya tentang situasi kamar itu!”

Mendengar beliau mengatakan itu, wajah Irina mendadak memerah!

“—Mmm! Y-Ya ampun. Papa, jangan membicarakan tentang topik itu di depan putrimu dan teman masa kecilnya!”

Irina menjadi semakin marah, tapi ayahnya—

“Irina-chan juga imut ketika dia marah.”

Tidak peduli sama sekali, dia terus tertawa riang. ... Ah, aku tak bisa mengatasi ayahnya setiap saat. —Sambil aku memikirkan hal ini, sepertinya Xenovia tengah menikmati dirinya sendiri saat dia melihat ini.

Fufufu, sisi Irina benar-benar tidak pernah berubah.”

Karena urusan OSIS, Xenovia datang ke ruang klub jauh lebih jarang. Karena hari ini adalah konsultasi karir, dia sudah selesai dengan urusannya di OSIS lebih awal, dan menunggu giliran di ruang klub.

“Omong-omong, Xenovia, apa Griselda-san datang?”

Usai mendengar pertanyaanku, Xenovia mengangguk.

“Ah, awalnya begitu, tapi dia agak sibuk, jadi hari ini seseorang—”

“Seseorang? Apa yang kamu bicarakan? Halo, Xenovia.”

Eh, orang yang membuka pintu dan berjalan masuk adalah Griselda-san! Xenovia, yang berpikir bahwa dia tidak datang sangat terkejut.

“S-S-Si-Sister Griselda! ... A-Anda datang.”

Mendengar nada suara terkejut Xenovia, Griselda-san mendesah sambil berkata

“Tentu saja. Walimu kan aku. Jadi, akhirnya kita bisa memastikan isi wawancara tiga arah ketika kita pergi ke sana.”

Dia mengatakan itu sambil meraih tangan Xenovia dan menariknya ke satu sisi.

“A-Aku tidak memerlukan kepastian apa pun. Arah karir masa depanku sudah dipastikan.”

“Masa depan yang kamu putuskan adalah ‘kemungkinan samar’ dan kasar. Dengarkan aku, dan bersama denganku untuk pergi lagi.”

Dengan kekuatan yang menindas, biarpun itu Xenovia—

“Eh, aku bukan tandingan Sister ...”

Dia menyerah. Mereka berdua duduk di sofa selama mereka menegaskan kembali hal-hal yang akan dibahas dengan guru. Di depan walinya, Irina dan Xenovia menunjukkan ekspresi yang jarang terlihat, itu agak menyegarkan. Untuk anggota lain ... Ibu mewalikan Asia dan aku, Koneko-chan memiliki Kuroka sebagai walinya, jadi siapa yang akan datang untuk Kiba dan Gasper?

“Hei, Kiba, Gasper, siapa yang datang untuk kalian?”

“Keluarga Gremory mengirim seseorang setiap tahunnya untukku, ada pelayan yang akan terlihat agak mirip denganku. Aku pikir Gasper juga sama seperti aku?”

Kiba menanyai Gasper, dan Gya-suke menjawab dengan ‘Ya’. Ah — jadi begitu. Keluarga Gremory memiliki banyak pelayan, jadi kalau mereka terlihat dekat, pasti ada orang yang terlihat mirip dalam penampilan dengan Kiba atau Gya-suke.

“Omong-omong, bagaimana Tosca-san?”

Belakangan ini, Kiba sudah bersatu kembali dengan mantan rekannya yang selamat — Tosca-san, jadi aku bertanya tentang kondisinya saat ini. Tosca-san sesekali akan datang ke Kediaman Hyoudou untuk belajar tentang Jepang dari Rias, Asia, serta Koneko-chan. “Mn, terima kasih sudah merawatnya.” Meski ia adalah seseorang yang terkait dengan Gereja, untuk kehidupan sehari-hari, dia sudah diurus oleh Rias, Koneko-chan, Xenovia dan Irina-san. Anehnya, Kiba dan Asia memperkenalkannya kepada Kiryuu, yang juga menjadi teman baiknya. Aku mendengar bahwa ia mengajari Tosca-san banyak hal tapi ... agar Tosca-san tidak menjadi seorang gadis mesum, aku harus mengawasi dia.

“Untuk Valerie dan Tosca-san saling bergaul, yang juga membuatku merasa nyaman.”

Tambah Gya-suke. Aku mengerti, dia juga mampu bergaul dengan baik dengan Valerie, bagus juga; itu lebih baik daripada apa pun kalau dia bisa hidup damai di kota ini bersama dengan teman barunya. Tok tok, seseorang mengetuk pintu.

“... Umm, apa ini tempatnya?”

Orang yang muncul di ruang klub itu ibu. Asia dan aku menjadi sedikit gelisah—. Selama waktu mereka tengah menunggu, ibuku dan ayah Irina memulai percakapan di antara orangtua dengan suasana yang menyenangkan; Irina dan aku sama-sama malu tentang mereka!

Akhirnya, giliranku untuk wawancara tiga arah.

Asia sudah selesai wawancara sebelum aku. Duduk di dalam kelas hanya tiga orang, wali kelasku, ibu dan aku. Sejak SMA dimulai, aku selalu merasa bahwa wawancara seperti itu sulit. Aku adalah tipe murid yang tak mau hadir di wawancara ini. Toh, dua orang dewasa yang biasanya paling rumit (orangtua dan guru wali kelas) saling berhadapan saat aku duduk di antara mereka—. Bahkan ibu telah berdandan untuk datang ke sekolah. Pada saat anak lelaki seusiaku tidak tahan, aku pasti tidak ingin teman-teman sekelas atau teman-temanku melihat ini! Dalam ruang kelas yang sunyi, ibu dan aku duduk berdampingan, dan setelah kami disambut Sensei yang duduk di hadapan kami, kami mulai membahas sikapku di sekolah dan prestasi akademik. Lalu, lima menit kemudian, akhirnya memulai ke topik utama wawancara, sambil kami mulai membahas karirku. Guru wali kelasku berkata

“Perkembangan Hyoudou-kun yang diinginkan adalah untuk belajar di Universitas Akademi Kuoh setelah lulus.”

“Iya.”

Balasku. Betul, pertama aku harus pergi ke universitas, dan karena aku bisa masuk Universitas Akademi Kuoh, aku ingin melanjutkan dengan sistem eskalator ke universitas .... Ada juga murid yang ingin masuk universitas lain, tapi tak ada universitas tertentu yang kutuju. Evaluasi Universitas Akademi Kuoh sangat baik, jadi aku berencana untuk melanjutkan pendidikanku di sana. Asia, Xenovia, Irina, Kiba (+ Kiryuu, Matsuda, Motohama) juga memiliki pendapat yang sama denganku. Dengan kata lain, biarpun kami pergi ke universitas, kami akan bersama-sama. Mereka yang lebih muda dariku juga memikirkan hal yang sama; mereka berharap untuk bersama lagi di universitas setelah dua tahun dengan Rias dan Akeno-san yang akan lulus sebelum kami. Akan lebih baik untuk mendirikan sebuah [Klub Penelitian Ilmu Gaib] di universitas. Setelah Sensei berpikir bahwa tak ada masalah dengan rencanaku yang mendatang, dia bertanya padaku lagi

“Hyoudou-kun, kamu memutuskan tentang apa yang terjadi sesudah itu? Apakah kamu mendiskusikannya dengan Okaa-san-mu?”

Mendengar pertanyaan ini, ibu meletakkan tangannya di pipi saat ia tampak sedikit bingung.

“... Tidak, aku dan suamiku tidak—”

Ah — ya …. Walau kubilang bahwa aku mau pergi ke universitas, aku tidak membicarakan tentang apa yang terjadi setalah itu. Aku berkata pada Sensei dan ibu sambil aku menggaruk pipiku dengan jari

“Oh, itu ... saat ini aku berencana untuk bekerja di bawah bimbingan ayah Rias ... Buchou, Senpai, umm, ayah Rias Gremory-senpai ...”

Apa yang harus kukatakan pada kesempatan ini? Aku tak bisa bilang bahwa itu adalah pekerjaan Iblis, sehingga seharusnya baik-baik saja untuk mengatakan salah satu perusahaan Keluarga Gremory, kan? Toh, bukan cuma di Dunia Bawah, melainkan juga di dunia manusia Keluarga Gremory memiliki banyak perusahaan.

“Ayah Senpai memiliki banyak perusahaan, dan aku berencana untuk mencari pekerjaan di sana sehabis lulus dari universitas.”

Dengan aku berkata hal ini, Sensei sepertinya menjadi lebih tertarik.

“Milik Gremory-san? Ah, Hyoudou-kun memang anggota dari Klub Penelitian Ilmu Gaib.”

Guruku lalu berkata ‘Oh, aku mengerti’ karena mengangguk. Awalnya, Rias adalah salah satu selebriti sekolah, sekolah itu sendiri memiliki koneksi dengan Keluarga Gremory. Nama Gremory hanya harus disebutkan, dan guru kelas maka akan setuju.

“Kalau dipikir-pikir, Gremory-san dan Argento-san hidup dengan keluarga Hyoudou-kun. Jadi, orangtua Gremory-san sudah bicara denganmu, Hyoudou-kun, dan sudah membahas masalah ini denganmu?”

Ibu menjawab

“Eh, itu benar. Gremory-san sudah berkunjung beberapa kali, dan bahkan sudah membantu kami merenovasi rumah kami ... keluarga kami berutang budi kepada Gremory-san.”

Itu benar, keluarga kami sudah diurus oleh mereka. Semacam transformasi besar-besaran, serta pekerjaan; kami berterima kasih untuk itu ... Sensei bertanya lagi

“Jadi bisa dibilang, itulah alasan mengapa Hyoudou-kun berencana untuk bekerja di salah satu perusahaan Gremory-san? Apa kamu sudah bicara dengan Gremory-san tentang itu sebelumnya?”

“Ah iya. Sepertinya, Oyago-san tahu tentang itu.”

Jawabku ... mungkin dia menyadari hal itu. Sebagai anggota budak-budak Rias, dia pasti kurang lebih menerimaku. Juga, ketika kita pergi ke Dunia Bawah selama liburan musim panas, dia menyebutkan bahwa anggota budak-budak bisa mendapatkan wilayah mereka sendiri. Ibu yang di sampingku berkata

“Tentu saja, aku ingat bahwa mereka mengoprasikan agen perjalanan dan agen hotel di berbagai negara, kan? Di Jepang; Tokyo, Kyoto, Osaka dan kota-kota besar lainnya memiliki jaringan hotel yang dimiliki oleh mereka. Ah ya, mereka juga terlibat dalam industri film. Itu saja apa yang kudengar dari Rias-san.”

“Ka-Kaa-san, itu terlalu rinci.”

Mereka memang punya sebuah hotel di Kyoto ... dan bisnis mereka di industri film berhubungan denganku. Setelah ibu mendengarku, dia meneruskan

“Ingat, di trimester pertama, setelah observasi kelas? Pada saat itu, bukankah Otou-san dan Onii-san Rias datang ke rumah kita?”

Ah — hal seperti itu memang terjadi. Itu pada akhir trimester pertama. Topik kelasnya yaitu mengukir di tanah liat. Sehabis observasi kelas, ayah Rias dan Sirzechs-sama bertemu dengan orangtuaku dan mulai berbicara, setelah itu datang ke rumahku.

“Nah, pada saat itu, bukankah Oyago-san Rias ... -senpai mengatakan sesuatu?”

“Eh, iya.  ‘Aku berharap bahwa di masa depan Anda akan dapat mempercayakan anak Anda kepada kami’ katanya. Bagi kami, itu adalah permintaan yang mustahil ... yah, apa yang benar-benar kamu rencanakan? Kami belum sungguh-sungguh bertanya padamu apa yang kamu pikirkan, tapi kami berharap bahwa kamu akan memikirkan baik-baik tentang itu.”

Ibu bertanya padaku, seakan berusaha memastikan jawabanku. Aku mengerti,  jadi itulah yang pihak Gremory katakan. Ini mengingatkan bahwa aku akan berlanjut sebagai anggota budak-budak Rias, dan aku juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Keluarga Gremory untuk pengurusan mereka. Keluarga Gremory memang Iblis Kelas Atas terbaik! Walau kami berterima kasih atas kebaikan Keluarga Gremory, orangtuaku masih ingin memastikan niatku dan menghormatiku, aku benar-benar berterima kasih kepada mereka .... Ayah dan ibu menduga bahwa aku mungkin memilih jalan lain. ... Aku tak ingin membiarkan orangtuaku khawatir. Selain itu, aku masih — masih menyembunyikan identitasku yang sebenarnya dari mereka. Aku mengangguk, dan berkata kepada ibu dan Sensei.

“Yah, benar juga. Setelah lulus dari universitas, aku akan bekerja di perusahaan ayah Senpai. Tapi, aku punya mimpi lain ... aku ingin menjadi mandiri dari perusahaan Gremory di masa mendatang ... dan mendirikan perusahaan sendiri.”

Ya, mimpiku selanjutnya — untuk menjadi mandiri dari Rias, memiliki budak-budak sendiri, dan memiliki karirku sendiri sebagai Iblis saat aku berpartisipasi dalam [Rating Game]! Selain itu, aku hampir akan hidup selamanya, jadi kalau mimpi dan ambisiku tidak tercapai, maka tidak akan sebanding dengan usaha; itulah yang Iblis-Iblis Tua katakan padaku sebelumnya! Dengan tujuan yang lebih tinggi, bahkan lebih dari mimpi dan keinginan bisa dicapai! Aku mengungkapkan pikiranku pada mereka di tempat itu. ... Tentu saja, aku menyamarkan segala yang berkaitan dengan Iblis.

“Mungkin anak perusahaan dari Keluarga Gremory, tapi meski begitu, aku ingin memulai sebuah perusahaan dengan mengandalkan diri sendiri. Aku ingin mendirikan perusahaan berikut ide-ideku sendiri. Membangun di kota ini akan menyenangkan, atau membangun di negara asal Senpai juga akan bagus.”

Menggunakan Kota Kuoh sebagai titik awal akan bagus. Pada saat itu, aku tak tahu apa yang akan kulakukan kalau wilayahku tumpang tindih dengan wilayah Rias. Pada saat itu, mungkin akan lebih baik kalau kami membahasnya dengan jelas. Saat itu, aku mengungkapkan semua pikiran dan ide-ide ... ibu di sampingku agak terkejut.

“Kamu sampai mempertimbangkan sebanyak itu?”

Meskipun aku mengatakan itu, dia tampaknya tidak percaya padaku, dan ekspresinya menunjukkan bahwa itu sangat tak terduga.

“Ah, yah, kukira. Toh, itu adalah masa depanku sendiri, jadi setidaknya aku harus memikirkan hal itu pada situasi ini.”

Walau itu adalah apa yang kukatakan .... Tentang hal itu, aku belum bicara dengan orangtuaku mengenai itu, sehingga mereka akan terkejut. Biarpun mereka tidak melihatku seperti itu, aku masih punya mimpi. Meskipun menjadi seorang Harem King adalah mimpi teratasku, aku tak mungkin mengatakan itu! Ibu pasti akan memukul kepalaku, dan itu akan memberikan Sensei-ku cukup kejutan. Guru wali kelasku mengatakan dengan senyum pada ibu

“Okaa-san, putra Anda, Issei-kun mendadak populer di kelas, lho? Terutama dengan siswi pindahan dari luar negeri; Argento-san, Shidou-san, dan Quarta-san sering di bawah pengawasannya. Aku juga melihat bahwa sepanjang waktu. Ini bukan hal yang mudah. Kalau Anda ingin tahu lebih banyak tentang budaya asing yang populer di sekolah, maka Anda hanya bisa meminta Issei-kun; itulah apa yang kita katakan bahkan di antara guru.”

... Reputasiku di sekolah tidak pernah bagus, pada dasarnya tidak pernah ada pujian sama sekali. Belakangan ini, reputasiku dengan gadis-gadis tampaknya telah membaik. Kiba ... juga telah berkata pada para gadis hal-hal baik tentangku. Cara mereka melihatku sudah berubah sedikit demi sedikit. Tentu, orang harus mempunyai teman seperti ini! Kalau itu Matsuda dan Motohama, mereka tidak akan mampu melakukan hal-hal seperti itu! Si cowok tampan itu sangat menakjubkan. Kiba! Terima kasih banyak! —Sementara aku memikirkan itu, Sensei, yang baru memujiku, mendesah tak berdaya.

“Hanya saja, kemesumannya telah menjadi masalah. Ada keluhan dengan para siswi ...”

“Aku sangat menyesal! Aku sangat menyesal! Kemari, Ise! Kamu juga harus minta maaf!”

Astaga, ibu segera menekan kepalaku dan meminta maaf segera setelah dia mendengar ini. Uh — karena ibu mengatakan itu, aku tidak punya pilihan selain meminta maaf!

“Aku minta maaf karena terlalu mesum!”

Aku benar-benar menyesal pada usia ini! Dengan begini, dengan malu, gairah berdarah panas, dan akhirnya permintaan maaf, wawancara tiga arah berakhir. Tapi, impian masa depanku — juga termasuk pengerjaan mendatang bersama dengan Asia, Xenovia dan Ravel. Jadi, Ravel .... kamu harus selamat.

Saat makan malam di malam hari—

“Kakakaka! Sudah lama sejak aku bisa minum seperti ini!”

Di meja makan, ayah minum sake dengan gembira. Ayah, yang mendengarkan ibu tentang isi wawancara tiga arah, terkesan dengan masa depan yang kubicarakan. Dia senang, tapi pada saat yang sama, dia juga menangis.

“Oh! Si Ise itu, putraku yang cuma punya nafsu birahi yang kuat! Aku tak menyangka dia akan mempertimbangkan masa depan semacam itu ...”

Sakana[3] ayah sebenarnya itu aku. Ini sungguh sangat memalukan. Semua gadis tersenyum kecil saat mereka menyaksikan ayah...usai ibu mendengar apa yang ayah katakan, ibu juga berkata.

“Sungguh, aku juga sangat terkejut dengan itu. Saat aku mendengar bahwa Gremory-san berencana untuk membiarkan Ise bekerja di salah satu perusahaan sehabis lulus dari universitas, aku serasa di bulan. Tapi Ise, kamu memang mempertimbangkan sedemikian banyak ... sekarang, aku sangat terharu sampai ingin menangis.”

Aahhh, ibu benar-benar mulai menyeka air mata dari sudut matanya! Dengan dua orang dalam keluargaku, aku akan mati karena malu. Kumohon berhentilah!

“... Ini benar-benar bukan masalah besar, saat ini, murid SMA bisa mempertimbangkan masa depan mereka sendiri sejak dini.”

—Walau aku mengatakan itu untuk menutupi rasa maluku, ayah dan ibu bahkan lebih bahagia. Lalu, ayah mengangkat cangkirnya saat ayah berkata kepada ibu.

“Apa pun itu, hari ini adalah hari yang dirayakan dengan sake! Kaa-san, bawa aku botol sake mahal yang Sirzechs-san berikan padaku beberapa waktu lalu!”

“Ya, ya, aku tahu. Ya ampun, kamu tidak seperti orang dewasa sama sekali.”

Ibu bangkit untuk mengambil sake dari dapur. Ah — ah, sungguh, mereka itu. Situasiku tak perlu terus terulang. Aku tahu alasannya ... itu hanyalah sesuatu yang kukatakan pada saat itu. Duduk di sebelahku, Rias berkata.

“Ise, kamu perlu memberi tahu orangtuamu tentang masa depan.”

“Eh? Yah, biarkan saja itu. Aku ingin mengatakannya pada waktu yang paling cocok.”

Sejak aku telah bereinkarnasi sebagai Iblis, aku telah menemui segala macam situasi, jadi aku tak pernah bisa menemukan waktu yang tepat untuk memberi tahu mereka. Tapi, tujuan masa depan ini hanya karena aku telah bereinkarnasi sebagai Iblis, dan sangat berbeda dari apa yang ada dalam benakku tahun lalu. Tahun lalu, aku  hanya samar-samar berpikir ‘Untuk saat ini, aku hanya akan pergi ke universitas dulu’. Orangtuaku juga menyadari itu. Rossweisse-san juga mengatakan kepadaku dengan tatapan serius.

“Tidak boleh begitu. Kamu harus berbicara dengan keluargamu tentang masa depanmu. Kalau kamu tidak menjelaskan kepada mereka, mereka mungkin tak bisa mengerti, dan bahkan mungkin lepas kendali. Kamu tidak bicara dengan jelas tentang masa depanmu di kelas 2 dengan keluargamu, sehingga keluarga dan guru di sekolah mendapat banyak kesulitan, Ise-kun.”

Itu perkataan yang sangat cocok sebagai guru .... Tapi aku tidak membalas. Apa yang Rossweisse-san katakan itu benar. Walaupun aku mengalami hal-hal terus-menerus setelah bereinkarnasi, aku berbicara dengan keluargaku kurang dari yang kulakukan sebelumnya .... sehabis mendengar apa yang Rossweisse-san katakan, dipimpin oleh Xenovia, yang lain juga setuju.

“Guru Akademi Kuoh kita memang hebat.”

Koneko-chan juga mengangguk

“... Meski terkadang lupa posisinya, dia benar-benar seorang guru.”

Yah, kenyataannya, dia adalah seorang guru. Setelah pipinya memerah, Rossweisse-san berdeham untuk membersihkan tenggorokan dan kemudian melanjutkan.

“Semua orang yang hadir di sini akan bekerja di salah satu perusahaan Keluarga Gremory setelah lulus dari universitas mereka, kan? Bahkan di antara kami staf pengajar, kita lihat kalian sebagai [Anggota Gremory yang dinantikan].”

Eh — jadi itu ya panggilan kami. [Anggota Gremory yang dinantikan] huh. Mayoritas orang di sini mempunyai itu, dan hanya Irina yang dikaitkan dengan Gereja yang tidak punya.

“Omong-omong, adakah [Anggota Sitri yang dinantikan] juga?”

—Tanya Rias. Ah, para anggota budak-budak Sitri. Sona-zenkaichou juga anak orang kaya, dan guru juga tahu itu. Saat kami tengah mendiskusikan informasi tentang sekolah, ayah menangis sambil memegang tangan Rias, saat ia menundukkan kepalanya dan berkata.

“Bukan cuma Ise, bahkan Asia-chan telah menerima undangan dari perusahaan keluargamu, Gremory-san. Masa depan dua anak keluargaku benar-benar cerah! Aku benar-benar tidak cukup bisa berterima kasih pada Keluarga Gremory. Terima kasih banyak, Rias-san!”

Aaaahhh, ia meletakkan tangannya di sekitar Rias setelah mabuk. Ah, aku benar-benar tak bisa menghentikannya tepat waktu! Meskipun Rias terkejut, dia langsung tenang dan tersenyum sambil berkata.

“Bukan apa-apa, bagi kami, kami hanya ingin memastikan bahwa kami punya sumber daya manusia yang berharga sedari awal. Atas dasar ini, entah itu Ise atau Asia, Chichi dan Ani-ku, mereka berdua berpikir bahwa akan berharga di masa depan.”

“Uooh, ayah benar-benar sangat bersyukur, untukmu mengatakan ini, ayah pun lebih lega!”

“Kalau Ise dijemput oleh Rias-san, masa depan keluarga kami benar-benar terlalu beruntung.”

Ucapan Rias menyebabkan orangtuaku meneteskan air mata sukacita. Asia yang merupakan bagian dari itu tampaknya tak bisa berkata-kata, dan aku hanya bisa menutupi wajahku yang malu dengan tanganku. ... Yah, kalau lain kali aku memberi tahu mereka tentang masa depan adalah sesuatu seperti ini, reaksi mereka pasti jauh lebih besar. Lain kali, aku pasti perlu berbicara dengan mereka secara berkala, kalau tidak, aku benar-benar takkan mampu bertahan dari ledakan emosi seperti ini. kami anak-anak memiliki pikiran kami sendiri. Usai aku mengatakan itu sebentar, aku melanjutkan makan malam dengan semua orang.

Sehabis makan malam yang penuh rasa malu, semua orang kembali melakukan hal-hal mereka sendiri di malam hari. Masih belum ada kabar terbaru Ravel; usai aku menghabiskan waktu di ruang tamu sehabis mandi, aku pergi ke lantai dua. ... Di koridor lantai dua ada sebuah kotak kardus yang sangat besar.

“... Apa yang terjadi dengan kotak kardus itu? Siapa itu, dan kenapa di sini?”

Aku bergerak sedikit lebih dekat pada kotak kardus itu ... mungkinkah Gasper ada di dalamnya? Cuma dia yang akan masuk ke sana. Kalau begitu kenapa dia bersembunyi di dekat kamarku? Aku merasa bahwa itu agak aneh, jadi aku membuka kotak untuk melihatnya—

“...”

Di dalam aku melihat seorang gadis berambut pirang. Duduk di dalam dalam bentuk segitiga itu — Valerie! Setelah mata merahnya melihatku, dia tertawa ringan.

“Ah, halo.”
High school DxD Volume 20 Page 48.jpeg

“V-Va-Vaalerriee—!”

Koridor bergema dengan bunyi kejutanku. Tentu saja! Sebuah kotak kardus berada di koridor ini cukup alami. Aku berpikir bahwa Gasper ada di dalam, dan tak disangka untuk melihat Valerie segera usai aku melihat ke dalam!

“Yap, ini aku.”

Sehabis mengatakan itu, dia langsung berdiri dan keluar dari kotak kardus. Beberapa waktu lalu, sebagai hadiah untuk menekan pemberontakan prajurit Gereja, kami memperoleh sebuah fragmen Holy Grail asli dari sosok terkuat dalam Gereja. Usai mengubahnya menjadi kalung, Azazel-sensei memberikan itu padanya. Dengan begitu, bisa dibilang bahwa kami berhasil membantunya untuk mendapatkan kembali kesadarannya. Mungkin karena dia adalah separuh vampir, setelah sadar kembali, dia segera bisa keluar dari kasur dan berjalan-jalan ... tapi meski begitu, dia masih harus berhati-hati, sehingga tindakannya terbatas .... Namun, aku benar-benar tak menyangka bahwa dia akan datang ke rumahku, dan juga bahwa ia muncul dalam bentuk kotak kardus.

“K-Kenapa kamu di dalam kotak kardus ...”

Dia baru saja sadar, sehingga gerakannya tidak sangat baik, itulah sebabnya aku bertanya. Aku khawatir tentang Valerie, tapi dia membalasnya dengan senyum.

“Aku meniru Gasper. Gasper cuma perlu masuk ke kotak kardus untuk tenang, jadi aku juga ingin mencoba.”

... A-Aku mengerti. Apa jenis pengetahuan budaya yang dia pelajari setelah sadar mengenai budaya Jepang untuk pertama kalinya! Tidak, itu tak bisa dipastikan bahwa Valerie bertanya pada Gasper tentang dirinya ini.

“... Ah, terserah. Jadi, bagaimana tubuhmu?”

Aku mendesah saat aku bertanya. Valerie, menjawab monoton padaku dengan nada malas.

“Baik, berkat perawatan. Berkat lingkaran sihir teleportasi, aku bisa datang ke rumahmu sebentar. Hari ini, aku datang dengan Gasper.”

Juga, itu akan cukup berat baginya kalau dia datang dengan berjalan kaki. Bepergian menggunakan lingkaran sihir teleportasi itu agak lebih baik. Omong-omong, Gya-suke juga datang.

“Saat ini Gasper bersama dengan Koneko-san mempersiapkan catatan untuk Ravel-san. Aku tak ingin mengganggu mereka sehingga aku keluar untuk berkunjung kemari.”

Ujar Valerie. Jadi Gasper sebenarnya dengan Koneko-chan menulis catatan untuk Ravel-san yang tak masuk sekolah ... dia benar-benar Kouhai baik yang melakukan sesuatu demi teman-temannya. Tiba-tiba, Valerie menatap ke arah tertentu dari koridor, dengan kepala berpaling ke samping saat dia berkata

“Kalau dipikir-pikir, aku tak bisa mendengar suara-suara ‘semuanya’ .... Ini sangat aneh.”

—Hm. ... ‘Semuanya’ merujuk pada efek samping yang datang dari Holy Grail yang berdiam dalam dirinya. Dia bisa melihat orang-orang berkeliaran dari dunia lain. Dia pun mampu berkomunikasi dengan mereka. Awalnya, Sensei berkata bahwa ini adalah mustahil. Dan kalau dia terus melakukannya, pikirannya akan rusak. Saat kami melihat Valerie sebelumnya, karena dia memiliki terlalu banyak kontak dengan orang-orang dari sisi lain, hal itu menyebabkan pikirannya jadi rusak. Tapi, saat ini Valerie tak lagi menggunakan Holy Grail yang berdiam di dalam tubuhnya, dan dia juga memiliki kalung yang terbuat dari Holy Grail asli, jadi dia tampak jauh lebih baik daripada saat kami melihatnya di Rumania. Aku tak ingin mengejar topik ini lebih jauh, jadi aku mengubah topik sambil aku bertanya sambil tersenyum.

“Kalau ada sesuatu yang susah untukmu dalam kehidupan sehari-harimu, katakan saja, dan semua orang akan membantumu.”

“... Eh, kalau kamu bilang begitu.”

Valerie mengangkat jari dan menekannya dagunya saat ia mulai berpikir—.

“Sepertinya tak apa-apa. —Kalau aku bisa bersama dengan Gasper, maka aku takkan kesepian.”

... Aku mengerti, selama dia memiliki Gya-suke dia takkan kesepian. Kedua orang itu akhirnya bisa hidup bersama dalam damai. Tak mudah baginya untuk bangun dari tidurnya yang mendalam, sehingga sama sekali takkan bisa jika mereka tak hidup bersama dengan bahagia. Valerie menempelkan kedua tangannya seakan berdoa dan berkata padaku

“Juga, untuk semua orang yang tinggal di sisiku, aku benar-benar senang, hampir seakan mimpi ...”

Mengatakan itu, itu membuatku benar-benar bahagia. Justru karena kami telah pergi ke negara Golongan Tepes untuk bertempur sebelumnya. Ya, itu takkan bisa jika kami tidak menghabiskan setiap hari bahagia bersama dengan Valerie! Kami juga berharap untuk hidup tenang dan damai — tiba-tiba, pikiran keselamatan Ravel tanpa diketahui terlintas di benakku lagi. Aku merasa sedikit kesepian. Melihat ini, Valerie berkata padaku

“Ravel Phoenix-san”

Valerie menatap langit-langit dan melanjutkan.

“Ravel-san dan Onii-sama-nya, Riser-san, mungkin, masih hidup. Kurasa kamu akan segera bertemu mereka lagi.”

Di mana dia melihat itu, dan bagaimana dia menyadarinya? Valerie tampaknya telah merasakan sesuatu saat ia mengatakan itu.

“... Kenapa kamu berpikir begitu?”

Valerie, usai mendengar pertanyaanku, membuat ekspresi bingung.

“... Meskipun aku tak begitu bisa menemukan kata-kata untuk mengatakan itu, aku hanya tahu ...”

... Begitu ya, kalau orang lain mengatakan itu, takkan ada banyak kredibilitas, tapi karena itu Valerie yang memiliki Holy Grail yang hidupnya tergantung dari dalam tubuhnya, itu jauh lebih kredibel.

“Terima kasih. Bagaimana aku harus mengatakan itu, rasanya kamu sudah sedikit menyelamatkanku.”

Aku mengucapkan terima kasih pada Valerie. Jujur saja, aku masih khawatir. Tapi ucapan Valerie memberiku perasaan telah selamat. Valerie terus tersenyum.

“Bahkan ... seharusnya aku menjadi orang yang berterima kasih padamu. —Karena Gasper dan aku bersama lagi, aku benar-benar berterima kasih, terima kasih.”

Valerie Tepes menunjukkan senyum cerah.

“Ah — Valerie! Di sini kamu, ya! Kamu tak boleh kabur dari kamar Koneko-chan! Tubuhmu belum sepenuhnya pulih!”

Berlari menuruni tangga dengan panik adalah Gasper. Kelihatannya, ketika ia melihat bahwa Valerie telah menghilang dari kamar, ia cemas dan pergi mencarinya. Untuk Gasper, asalkan ada hubungannya dengan Valerie, ia akan menjadi panik, ia tak punya temperamen anak laki-laki sama sekali.

“Ini bukan waktu yang tepat untuk berjalan-jalan, kamu perlu untuk tetap dekat denganku.”

“Ufufu, Gasper benar-benar tegas.”

Lihatlah. Gasper cukup handal. Usai mendapatkan seorang gadis yang dia butuhkan untuk dilindungi, anak laki-laki akan terus tumbuh lebih kuat. Melihat keduanya, hatiku merasa seperti sembuh. Lalu, seperti ucapan Valerie, prediksi menjadi kenyataan.

Bagian 3[edit]

Pada tengah hari keesokan hari—

Para anggota [D×D] dipanggil mendesak ke ruang Klub Penelitian Ilmu Gaib. Azazel-sensei melihat kami semua sambil berkata

“Ada kabar yang jelas.”

“Yah, kalau begitu, Sensei!” Aku melangkah maju untuk bertanya, dan Sensei menjawab

“—Riser Phoenix dan Ravel selamat. Mereka juga tak ada masalah serius.”

—Apa ... Aku terdiam. Diam-diam, air mata mengalir dari mataku. Kegelisahan di hatiku akhirnya tenang. Suasana hatiku akhirnya cerah. Melihat sekeliling, teman-temanku yang juga khawatir tentang Ravel mendesah, merasa tenang.

“Koneko-chan, Ravel, dia selamat! Indah sekali!”

“Mn! Itu bagus! Gya-kun! Syukurlah! —Itu sungguh membuat kami khawatir sampai mati, Ravel bodoh! Bodoh sekali ...!”

Koneko-chan dan Gasper yang bersama dengan dia di kelas 1 menangis. Usai menunggu kami sedikit tenang, Sensei menambahkan

“Orang yang memastikan keselamatan mereka adalah — Maou Ajuka Beelzebub.”

Ini hanyalah satu hal setelah yang lain.

Parents[edit]

Malam itu—

Usai mendengar laporan Azazel-sensei, anggota [D×D] berpisah dulu. Lusa, untuk membawa kembali Riser dan Ravel Phoenix, mereka akan menemui orang yang disebutkan sebelumnya Maou Ajuka Beelzebub. Sehabis mandi di pemandian bawah tanah besar dengan Asia, Rias mulai berbicara saat mereka berjalan kembali dengan menaiki tangga.

“Syukurlah bahwa Ravel-san dan Riser-san selamat.”

Asia merasa tenang saat dia meletakkan tangannya di dadanya. Asia, yang khawatir bukan cuma tentang Ravel, tapi Riser juga, mengatakan itu pada Rias, dia adalah seorang adik imut. Rias tersenyum sambil membalas

“Eh, itu sangat bagus. Walau aku benar-benar percaya Onii-sama dan Azazel, aku masih merasa bahwa sesuatu mungkin telah terjadi pada mereka, tapi ketakutanku benar-benar berubah jadi salah.”

Yah, kalau kebetulan bahwa hal itu benar .... Tidak ada hal seperti kepastian di dunia ini. Rias juga memahami prinsip ini. Dalam melawan Golongan Pahlawan, orang yang paling dicintai Rias — Hyoudou Issei telah kehilangan tubuhnya. Kalau dia mengingat peristiwa saat itu, hal itu bisa dianggap sebagai keajaiban bahwa ia selamat. Awalnya, biarpun ia mati, itu akan dimengerti. Tapi, sesuatu seperti itu terjadi lagi. Itu mungkin bisa saja untuk Riser dan Ravel berakhir di hasil terburuk. Jadi ketika mereka diketahui selamat, mereka merasa sangat bahagia dari dasar hati mereka. Toh, sehubungan dengan Riser, dia ingin mengalahkannya dalam [Rating Game] profesional. Adapun Ravel, sebagai manajer Ise juga, dia memiliki tekad yang sempurna dalam dirinya. Kalau ia tidak punya Ravel, Ise juga tidak akan mampu maju dengan lancar untuk mewujudkan impian maupun ambisinya.

Bagaimana bisa dua orang itu berakhir dengan Maou Ajuka Beelzebub? Berita saat ini adalah rahasia, dan hanya sejumlah kecil orang tahu tentang ini, bahkan tak semua Iblis Kelas Atas tahu tentang ini. Dan ada satu hal yang mendorong perhatian lebih lanjut. —Keberadaan sang Champion, Diehauser Belial. Emperor Belial dengan jelas menghilang bersama dengan Phoenix bersaudara. Kenapa hanya ada berita tentang Phoenix bersaudara? Kemanakah persisnya Emperor Belial? ... Misteri ini masih belum terpecahkan. Masih tetap menjadi bayangan kerusuhan di hati Rias. Dia mengerti bahwa kerusuhan ini mungkin menunjuk ke arah yang buruk. Ketika Cao Cao dari Golongan Pahlawan memanggil Samael, ketika mereka pergi ke Golongan Tepes, selalu ada perasaan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata; pada akhirnya, hasilnya adalah tragis. Justru karena ini, ia memiliki firasat buruk.

Usai berjalan menaiki tangga, untuk mengambil minuman dari kulkas, Rias dan Asia berjalan menuju ruang tamu.

Ara, bukankah itu Asia-chan dan Rias-san.”

Ibu Ise mengutak-atik sesuatu di meja ruang tamu.

“Kami baru saja keluar dari kamar mandi. Kalau aku boleh bertanya, apa yang Anda lakukan, Haha-ue-sama?”

Rias dan Asia bergerak lebih dekat untuk melihat dengan rasa ingin tahu—

“Ini dia, albumnya.”

Ibu Ise kemudian mengambil dan membuka buku untuk diperlihatkan pada Rias dan Asia.

“Wow, ini album foto.”

Ibu Ise meletakkan meja ruang tamu yang penuh album foto, dan menampilkan foto masa kecil Ise.

“Ah, itu Ise. Aku juga sudah menunjukkannya pada kalian sebelumnya.”

Mereka telah melihatnya sebelumnya di kamar Ise, sebelum insiden di mana mereka diserang oleh Kokabiel. Pada saat itu, mereka kebetulan jadi terlalu bersemangat melihatnya. Rias dan Asia duduk di sofa, masing-masing mengambil sebuah album untuk memahami foto masa kecil Ise. Sebelumnya, mereka terlalu bersemangat tentang itu, dan mereka bahkan tak menyadari bahwa masing-masing dari album foto itu memiliki judul yang berbeda. Itu ditulis hal-hal seperti [Issei, Pertama_____].

“Anda benar-benar mencatat setiap langkah kecil dari Ise tumbuh.”

Ujar Rias dengan tenang sambil tersenyum lembut.

“... Ini adalah putra kami seorang. Bagaimanapun juga, bagi kami, Ise adalah anak lucu kami. Itulah sebabnya kadang-kadang aku melihat foto-foto masa kecil ini, pada waktu itu, ia sangat lucu.”

Kata-kata dari ibu Ise membuat Rias dan Asia merasakannya. —Ise yang sangat dicintai oleh orangtuanya. Ini bisa dirasakan tidak hanya dari bagaimana ibunya tersenyum saat ini dan tak hanya dari banyak album foto yang dia miliki; mereka benar-benar bisa merasakan seberapa dalam ibu Ise menyayangi dan memperhatikan Ise. Tiba-tiba, tangan ibu Ise berhenti saat melihat foto tertentu.

“Ah — yang ini.”

Baik tatapan Rias dan Asia memfokuskan pada foto yang ibu Ise tunjuk. Itu Ise di sekolah dasar. Dia memegang alat pancing yang jauh lebih besar dari dirinya sendiri sambil berdiri di sana dengan bangga.

“Yang ini ... tentang apa?”

Tanya Rias pada ibu Ise.

“Alat pancing ini adalah alat pancing favorit suamiku saat itu. Dia sangat tertarik untuk memancing. Dia juga mengajari Ise. Meskipun dia tak pergi memancing belakangan ini, dia sering pergi memancing dengan Ise ke sungai atau laut ketika dia masih muda.”

... Ini adalah kali pertama bahwa mereka telah mendengar cerita ini. Ise benar-benar pergi memancing. Meski mereka tahu bahwa ia makan ikan yang ia tangkap ketika ia latihan ... ibu Ise melanjutkan

“Ketika ia masih muda, Ise dipengaruhi oleh Chichi-nya dan pergi memancing. Tapi suatu hari, tiba-tiba ia berhenti memancing.”

“Apa yang terjadi?”

Menuju pertanyaan Asia, ibu Ise tersenyum masam.

“Alat pancing di foto itu dirusakkan oleh Ise.”

Apa yang ibu Ise katakan itu — kenangan buruk dari masa kecil Ise.

“Saat mereka tengah memancing di laut, Ise mengambil keuntungan dari kenyataan bahwa Otou-san-nya lagi istirahat, jadi dia mengambil alat pancing Otou-san-nya untuk pergi memancing tanpa izin. Ise, ia benar-benar menantikan untuk menggunakan alat pancing Otou-san, dia ingin menggunakan alat pancing itu untuk menangkap ikan besar supaya dia akan dipuji ... tapi pada akhirnya, ia tak menggunakannya dengan cara yang benar dan merusakkannya. Otou-san-nya marah, dan Ise meminta maaf sambil menangis, dan pada saat itu cukup merepotkan.”

... Setiap anak akan memiliki pengalaman seperti ini saat mereka masih muda. Rias sendiri menyebabkan kesulitan ketika ia masih muda sampai ia bisa mendapatkan pujian orangtuanya, tapi akhirnya mendapat masalah besar. Kenangan masa kecilnya tiba-tiba terlintas, dan dia tak percaya bahwa ia biasanya menjadi seperti itu. Ibu Ise menampakkan ekspresi sedikit kesepian saat ibu Ise bicara

“Otou-san hanya menyuruhnya untuk berhati-hati agar tidak membiarkan hal itu terjadi lagi dan memaafkannya. Tapi Ise, dia ... tak pernah ingin pergi memancing lagi setelah itu. Mungkin dia tak pernah memaafkan dirinya sendiri. Itulah apa yang anak itu sukai. Kalau ia membuat orang lain sedih, ia sendiri juga akan merasa sedih, dan ia takkan membiarkan segalanya berjalan bahkan setelah permintaan maaf.”

“... Ise jadi begitu, bagaimana aku harus mengatakannya, kurang lebih aku bisa mengerti.”

Jawab Asia dengan sungguh-sungguh. ... Tentu saja, Rias juga setuju. Dia, Ise, adalah orang semacam itu. Setiap kali sebuah tragedi terjadi, meski itu bukan salahnya, ia masih akan bertanggung jawab. —Pada saat seperti itu, kalau dia mampu melakukannya sendiri, maka akan ia lakukan; orang lain akan merasa sedih melihatnya, tapi ia masih akan bersikeras memikirkannya. Ise masih belum melepaskan apa yang terjadi pada Asia. Kalau dia lebih kuat, Asia tidak akan mati. Tapi karena itu, dia menjadi kuat seperti sekarang.

“... Anak itu, dia melakukan apa saja untuk membuat Asia-chan sedih? Tidak, anak itu pasti tidak akan melakukan apa pun yang akan membuat Asia-chan menangis. Malah, ia akan merasa sedih kalau ia tak bisa membantu Asia-chan.”

—Yah ... Rias tak bisa mengatakan apa-apa. Ibu Ise yang selalu bertemu Ise, dan memahami Ise sangat baik. Dia merasa bahwa perasaannya tak ada tandingan melawan ibu Ise, mungkin lebih cocok untuk mengatakan bahwa ibunya tengah menonton Ise jauh lebih hati-hati darinya.

“... Anda tahu itu?”

Mendengar pertanyaan Asia, ibu Ise tersenyum.

“Tentu saja aku tahu, toh, aku ini satu dari orangtuanya. Ise, dia sangat overprotektif pada Asia-chan. Jelas, dalam hati anak itu, ia tak mengampuni dirinya, dan masih memegang dendam.”

Meskipun ibu Ise tak tahu identitas sejati mereka, dia masih bisa merasakan perubahan sehari-hari. Ini mungkin nalurinya sebagai ibunya. ... Saat tiba akhirnya hari ketika itu tak bisa disembunyikan lagi, Rias sudah menyiapkan diri untuk itu. Ibu Ise melanjutkan

“Ini sama dengan Ise yang tak lagi memancing. Pasti seperti saat ini, Ise masih belum mengampuni dirinya.”

Ibu Ise mengangkat jari.

“Cuma ada satu kebiasaan buruk Ise yang belum berubah sejak ia masih muda.”

“Kebiasaan buruk apa itu?”

Mendengar Rias bertanya, ibu Ise menunduk dan menatap Ise di foto ketika ia masih muda.

“Kalau dia melakukan sesuatu yang salah, dia pasti tidak akan memaafkan dirinya sendiri. Cukup menyebutkan hal yang akan menyebabkan dia untuk meminta maaf secara mendalam. Dan ekspresinya selalu sama (rasa sakit dan penyesalan). Kalian akan segera tahu kalau kalian melihat. Otou-san Ise juga tahu bahwa ia memiliki kebiasaan buruk ini. Anak itu akan selalu memiliki ekspresi itu.”

... Memang, dia selalu minta maaf ‘Aku salah’, ‘Aku minta maaf’, ‘Maaf’ karena ia dalam penyesalan. Rias ingat bahwa ekspresinya selalu sama (rasa sakit dan penyesalan).

“... Rias-san, Asia-chan. Meskipun ini bukan waktunya mengatakan itu, biar aku katakan. —Ise, aku mempercayakan dia pada kalian. Dia mungkin mesum dan bodoh, tapi dia orang yang jujur.”

“Ya, Ogibo-sama[4].”

“Ya, Okaa-san.”

—Ibu Ise memegang erat tangan kedua gadis itu, sambil mengangguk dalam-dalam.

Life.2 Kebenaran Kompetisi[edit]

Bagian 1[edit]

Keesokan harinya—.

Aku — Hyoudou Issei, datang dengan Asia ke tempat tertentu pagi-pagi sekali. Itu adalah ruang terbuka yang luas di bawah Kota Kuoh. Ruang berbentuk kubah berlubang yang ditutupi oleh beberapa lapisan pelindung. Di tengahnya adalah benda bulat besar — telur Naga. Itu telur Naga langka yang dipercayakan kepada kami oleh Tannin-ossan sebelum pertempuran kami melawan prajurit Gereja — telur seekor [Spectre Dragon]. Seekor [Spectre Dragon] telah pindah ke Dunia Bawah, tapi atmosfer Dunia Bawah tidak cocok untuk menetaskan telur, jadi kami menempatkannya di ruang bawah tanah di bawah kota di Dunia Manusia ini supaya bisa menetas. Sejak itu, ia ditempatkan di bawah penjagaan anggota [D×D] yang berada di Kota Kuoh. Hari ini giliranku, tapi Asia juga datang bersama denganku untuk mengamati. Ada juga pengunjung lain di sini selain kami, dan saat melihat dia, aku tertawa.

“Aku tak menduga bahwa kamu akan mengurus telur ini.”

Aku melihat Ophis yang memeluk erat telur itu.

“Aku, tak pernah membesarkan anak. Ingin tahu.”

Tepat, selain kami yang datang ke sini bergiliran setiap hari, Ophis juga datang ke sini setiap hari. Karena [Telur], [Menetas], dan [Naga] adalah kata kunci penting, itu telah menggelitik dalam-dalam minatnya. Ophis berkata bahwa dia belum pernah melihat Naga menetas dari telur meski tinggal begitu lama, jadi dia ingin mengambil kesempatan ini untuk menyaksikannya. ... Karena itu, rasanya seperti dia orangtua karena dia memegang erat-erat .... Melihat tindakan menggemaskan itu, mau tak mau aku tertawa.

“Hehefufu—”

Aku tak tahu siapa atau dari mana dia belajar, tapi saat ini Ophis menggunakan teknik pernapasan untuk wanita hamil .... Selain itu, teknik pernapasan manusia untuk wanita hamil tidak berguna untuk organisme yang menelur. Malah, mereka akan menetas dari telur mereka sendiri! ... Ravel dan Riser akan kembali dalam dua hari dari tahanan Ajuka Beelzebub-sama. Dikatakan bahwa mereka selamat, tapi karena situasi dan waktu Beelzebub-sama sendiri, ada banyak hal yang membutuhkan perhatiannya, yang mengapa hari itu dipilih .... Mungkin ada hubungannya dengan politik. Toh, mengapa Ravel dan Riser terlibat dengan itu ....

“...”

Bahkan, tempat ini benar-benar ada pengunjung lain. Duduk sedikit lebih jauh, seorang pria yang mengenakan jas hitam mengamati Ophis dengan saksama. Itu sungguh tak terduga, bahkan Evil Dragon Crom Cruach berada di sini! Selama ia tahu bahwa Ophis berada di sini, dia akan bergegas dan dengan erat mengamati setiap menit tindakan yang Ophis buat. ... Ini tak bisa dikatakan bahwa ia adalah seekor Evil Dragon sih ... tapi ia masih cukup menakutkan. Sepertinya sulit untuk berbicara dengannya, kami tak punya banyak hal yang harus dilakukan selain mempercayai dia. Meski Tannin-ossan benar-benar percaya padanya, itu masih tak begitu sederhana untuk bergaul dengannya ... —Saat aku memikirkan hal ini, Asia berjalan ke arahnya. Dia berdiri di depan Crom Cruach dan berkata.

“U-Umm, kalau kamu mau, silakan makan ini.”

Apa yang Asia ambil dari tasnya adalah — sesisir pisang. Ophis juga selalu bawa pisang sebagai camilan. Bukan itu saja, Asia juga telah berbicara dengan empat Evil Dragon bersaudara dan Fafnir. Mungkin, dalam pikiran Asia dia memiliki pikiran misterius bahwa [Naga = Pisang].

“Ini namanya pisang. Rasanya sangat enak, lho?”

“...”

Crom Cruach dengan diam menerima pisang dari Asia. Aku sedikit bermasalah atas bagaimana untuk menanggapi itu. Usai Asia memberinya pisang, ia membungkuk, dan kemudian kembali tegak. Asia tersenyum kecil saat ia berkata.

“Kadang-kadang aku datang ke sini untuk memeriksa apa yang Ophis lakukan.”

Hubungan antara Asia dan Ophis benar-benar baik. Asia mampu menangani Naga dengan sangat baik .... Azazel-sensei sering bilang bahwa dia memiliki banyak potensi sebagai penjinak Naga. —Dia bilang bahwa Naga memiliki sesuatu yang tak bisa dia jelaskan.

“... Asia, apa yang terjadi dengan Fafnir?”

Aku bertanya tentang Fafnir.

Selama pertempuran di Surga, ia terluka saat ia mencoba untuk melindungi Asia. Dragon King yang menerima serangan sangat hebat untuk melindungi Asia. Usai pertempuran dengan Rizevim, Fafnir sudah tidur untuk memulihkan diri. Meski luka-lukanya diobati oleh Asia ... Asia menampakkan ekspresi sedih di wajahnya saat ia menggeleng.

“… Aku mengerti.”

Masih belum ada respon, dan meski Asia memanggilnya, masih belum akan ada respon. Keparahan cederanya melebihi apa yang awalnya diharapkan. Asia berkata kepada semua orang bahwa baik kekuatan fisik juga kesadaran Fafnir telah kembali karena tak ada respon dari dia .... Ophis tiba-tiba mengatakan sesuatu.

“Kalian tak perlu khawatir. —Saat ini Fafnir masih berjuang.”

Seakan menggema pada dirinya, Crom Cruach yang memegang pisang mulai berbicara dengan tatapan serius

“Dia adalah Dragon King. Dia takkan tumbang begitu saja.”

““?””

Asia dan aku saling memandang; kami berdua agak bingung dengan kata-kata dari kedua Naga tersebut. Pada saat itu, sudah hampir siang.

“Yah, hampir waktunya makan siang. Ophis, apa yang kamu rencanakan saat ini?”

Dengan ekspresi agak sedih, Ophis meletakkan telur dan menuju kami.

“Aku, tidak akan melewatkan makan.”

Ya ampun, dia mendadak serakah, loli Dragon God-sama ini .... Yah, kami merencanakan untuk pulang, tapi apa rencana Naga-sama lain lakukan?

“Apa yang kamu rencanakan—”

Meskipun aku mengatakan itu padanya, dia sudah pergi. Karena ia tahu bahwa Ophis akan kembali bersama dengan kami, ia segera pergi .... Tapi aku tak menyangka bahwa orang itu, Crom Cruach akan benar-benar pergi dengan pisang tersebut—.

Bagian 2[edit]

Dua hari kemudian, itu adalah akhir pekan—. Hari ini adalah hari di mana kami akan bertemu Ajuka Beelzebub-sama, hari di mana Ravel dan Riser akan kembali. Kami semua siap, dan berencana untuk menggunakan lingkaran sihir teleportasi di bawah rumahku untuk melakukan perjalanan ke lokasi Beelzebub-sama. Untuk menenangkan diri, aku naik ke lantai satu untuk minum air. Sambil duduk di sofa ruang tamu, ayah memoles alat pancing sambil berkata padaku.

“Hei, Ise. Tou-san berencana untuk pergi memancing, mau tidak kita pergi bersama-sama? Kaa-san juga akan ikut. Panggil Asia-chan untuk ikut bersama dengan kita juga.”

Ayah tersenyum sambil mengundangku. ... Memancing, huh. Beserta dengan Asia, kami berempat akan bersama-sama? ... Hm, meskipun itu lumayan, itu sangat disanyangkan. Kalau Asia dan aku pergi memancing di situasi ini, aku akan merasa tak enak pada orang lain. Aku mangucapkan maaf dengan mengusap bagian belakang kepalaku sambil aku meminta maaf pada ayah.

“Maaf, Tou-san. ... Aku agak sibuk saat ini. Itu karena sekarang ada sesuatu yang sangat penting. Bagaimana kalau kita pergi bersama lain kali?”

Mendengar jawabanku, ayah — ekspresinya menjadi sedikit kesepian sambil ia memberiku senyum masam dan berkata.

“… Tou-san mengerti. Meski terkadang Tou-san ingin pergi memancing dengan anak-anak Tou-san, kalian juga murid SMA, dan kalian memiliki prioritas kalian sendiri.”

“Maaf.”

“Apa yang kamu bicarakan, tenang saja. Kita akan pergi bersama lain kali!”

Meskipun ayah menjawab padaku seperti itu ... aku tak bisa mengatakan yang sebenarnya. Meski itu agak menyakitkan, itu juga untuk mencegah orangtuaku dari bahaya sehingga aku mengatakan itu. Usai ayah mengatakan itu, ibu datang ke sampingku dan berbisik.

(“Bagi Otou-san, ia sangat senang ketika ia mendengar bahwa kamu akan memulai perusahaanmu sendiri nanti, jadi ia ingin pergi memancing denganmu ke laut, supaya ia bisa bicara jujur denganmu.”)

—Yah. ... Jadi itu saja. Ayah benar-benar senang. Itulah mengapa ia mengundangku untuk pergi memancing.

(“... Ah–aku mengerti, tapi, nanti saja.”)

Usai mendengarku mengatakan itu, ibu tersenyum pahit dan menepuk punggungku sambil berkata.

(“Baiklah, biarkan aku menemani Otou-san hari ini. Kamu bisa pergi dan menyelesaikan apa yang perlu kamu lakukan.”)

Ibu mengatakan itu padaku sambil mengambil cangkir dari tanganku.

(“Tapi kamu tahu, Ise. Otou-san-mu, ia ingin melakukan percakapan yang baik denganmu sebagai seorang ayah. Kamu tidak boleh melupakan ini, paham?”)

... Melakukan percakapan yang baik dengan ayah? Aku merasa sedikit malu tentang percakapan serius antara dua orang saja .... Aku sudah menjadi anak lelaki seusia ini, sehingga melakukan percakapan seperti itu dengan ayah tampak agak sulit ...

(“Aku mengerti.”)

Usai mengatakan itu, aku kembali ke bawah—. 

Sudah waktunya; anggota Klub Penelitian Ilmu Gaib, anggota Sitri, Griselda-san dan Azazel-sensei telah berkumpul di ruang bawah tanah. Dulio tengah bertugas jaga di Surga, dan Ikuse Tobio tengah dalam misi di tempat lain sehingga keduanya tak bisa datang ke sini. Tim Vali tidak datang juga. Meski kami memanggil Kuroka dan Le Fay, sepertinya mereka berada di sisi Vali ...

“......”

Mengingat apa yang orangtuaku katakan baru saja, aku sedikit terganggu. Aku dengan jelas memilih untuk membawa Ravel kembali ke sini, tapi aku agak khawatir tentang apa yang orangtuaku katakan ...

“Ada apa, Ise?”

Menyadari bahwa aku tampak sedikit aneh, Azazel-sensei bertanya padaku

“Ah, maaf, ini hanya sesuatu yang agak kukhawatirkan.”

Mungkin mengetahui apa itu, Rias berkata.

“Apakah terjadi sesuatu dengan orangtuamu?”

Rias memang hebat, dia benar-benar mengerti aku. Sensei mengembuskan napas, dan kemudian melanjutkan

“Aku penasaran apa itu; jadi kamu membuat alasan pada orangtuamu? Membiarkan hal-hal aneh mengkhawatirkan kamu saat ini akan merepotkan. Katakan saja dan kamu mungkin bisa sedikit relaks.”

Mungkin itu bisa bekerja. Jadi aku memberi tahu semua orang tentang apa yang terjadi sebelumnya.

“Itu bukan masalah besar. Meski mereka ingin pergi memancing, aku menolak. Aku menolak karena ada hal-hal lain yang harus dilakukan.”

Usai mendengar apa yang kukatakan, Sensei mengangkat tangannya ke dagunya, dan kemudian berkata fasih

“... Memancing, ya. Dan bersama dengan putranya.”

Sensei berkata padaku dengan ekspresi serius

“Dengarkan baik-baik, Ise. Meskipun kamu tak bisa melakukannya hari ini, kamu harus pergi memancing bersama-sama lain kali.”

“Eh? Yah, tentu saja. Itulah apa yang kurencanakan .... Ada apa tiba-tiba, Sensei?”

Sensei mengistirahatkan tangannya di atas bahuku.

“Orangtua, mereka tidak akan tinggal di sisimu selamanya. Suatu hari, mereka akan meninggalkanmu. Jadi, selagi mereka masih di sini, kamu harus benar memenuhi tanggung jawabmu sebagai anak mereka.”

“Ah, iya, aku tahu ...”

Agak mendadak, Akeno-san dan aku saling memandang — ia kembali tersenyum samar padaku. ... Orangtuaku tidak akan selalu berada di sisiku? Itu benar; karena aku mempunyai kedua orangtuaku, mungkin bisa dibilang bahwa aku satu-satunya yang paling diberkati di antara orang lain. ... Aku memutuskan bahwa selama ada waktu, aku akan pergi memancing dengan ayah. Terkadang, aku juga perlu untuk menghabiskan waktu berkualitas dengan keluargaku! Sekali lagi aku menetapkan pikiranku. Sensei melihat semua orang sambil berkata

“Hal ini, kamu perlu mengingatnya dan juga Rias.”

“Aku sangat mengerti. Tapi, bukankah sudah waktunya?”

Dalam menanggapi Rias yang menjawab dengan tenang, Sensei mendesah.

“Ya ampun, itu sebabnya kubilang pada kalian orang-orang muda ... kalian semua harus bersiap-siap.”

Azazel-sensei melepas cahaya dari tangannya, dan  lingkaran sihir teleportasi besar di bawah kaki kami kemudian bersinar. Tujuannya adalah lokasi Ajuka Beelzebub-sama — itu satu-satunya cara yang bisa dijelaskan samar-samar. Setelah beberapa detik, kami dikelilingi oleh cahaya yang dipancarkan dari lingkaran sihir, dan kemudian dibawa ke tujuan kami—.

Bagian 3[edit]

Ketika cahaya menghilang, tempat yang kami tuju — pantai berpasir. Itu benar, itu adalah pantai. Langit di atas ... sangat gelap. Sudah malam. Suara ombak gemerisik bergema di pantai yang tenang. ... Di Dunia Bawah, laut tidak ada. Sulit untuk dibilang bahwa itu adalah sebuah danau besar juga .... Tapi langit tampak agak berbeda dari Dunia Bawah. Jadi, ini adalah Dunia Manusia, ya ...? sambil aku memikirkan itu, aku melihat ‘itu’ melayang di udara. —Itu adalah sesuatu yang mirip rembulan, dan ada dua. Di Dunia Manusia, hanya satu bulan terlihat di langit malam dari Bumi. Jadi di manakah tempat ini ...? Semua orang melihat bahwa tempat ini bukanlah Dunia Manusia maupun Dunia Bawah, dan mulai mencari di mana-mana.

“— Tempat ini dikenal sebagai bidang yang merupakan bagian dari reproduksi dimensi lain, [Dunia Lain].”

Sebuah suara tiba-tiba terdengar. Memandang ke arah mana suara itu datang — ada seorang pria duduk di kursi di sisi tertentu pantai. Ia adalah seorang pria dengan atmosfer mempesona — Maou Ajuka Beelzebub-sama. Ditempatkan di samping Beelzebub-sama adalah tempat tidur. Di atas sana tampaknya seseorang tidur di sana. ... Kursi dan tempat tidur yang ada di pantai itu tampak agak janggal. Biasanya, ketika datang ke pantai, tidakkah disertai dengan payung dan kursi geladak? ... Perasaan misterius itu sangat cocok dengan perasaan yang tidak biasa Maou-sama ini. Beelzebub-sama menutup buku yang sedang dibacanya dan menyambut kami.

“Lama tak jumpa, anggota Keluarga Gremory ... tidak, saat ini, aku harus mengatakan para anggota [D×D].”

Azazel-sensei mengambil langkah ke depan dahulu, dan berjabat tangan dengan Beelzebub-sama yang telah berdiri.

“Sudah lama sejak terakhir kita saling bertemu di Dunia Bawah, Ajuka.”

Beelzebub-sama tersenyum sambil berjabat tangan.

“Mampu bertemu kamu seperti ini tanpa VIP lain yang hadir, Mantan Gubernur Azazel-dono.”

“Daripada aku, apa kamu juga mempersiapkan ini sebelumnya?”

Sensei mengatakan itu saat ia melihat sekeliling di pantai. Beelzebub-sama tersenyum masam dan menjawab

“Kamu bisa bilang bahwa pertemuan kita agak berbahaya bagi Golongan kita, biarpun ada anggota [D×D] yang ikut campur.”

Sesudah dua orang bertubuh tinggi saling bertatapan, Rias mengajukan pertanyaan.

“Ajuka-sama, bagaimana dengan Riser dan Ravel?”

Beelzebub-sama memandang ke arah tempat tidur.

“Riser Phoenix baru saja dibawa oleh Keluarga Phoenix yang tiba sedikit lebih awal. Tapi mereka berpikir bahwa akan lebih tepat untuk mempercayakan Ojou-san pada kalian. Ravel-san ada di sana.”

Melihat dari atas tempat tidur — Ravel tengah tidur dengan damai. —Uh! Aku, dan orang lain yang tak bisa menunggu menuju ke sisinya.

“Ravel! Ravel!”

“Ravel!”

Koneko-chan dan aku sama-sama menyebut nama Ravel dari samping tempat tidur. Agar bisa meyakinkan kami, Beelzebub-sama berkata.

“Saat ini dia sedang tertidur.”

Dalam menanggapi panggilan kami, Ravel berbicara.

“... Nnn ... Ise ... sama? Dan Koneko-san ...?”

Sesudah baru saja membuka matanya, Ravel melihat Koneko-chan dan aku!

“Uwuaaaaahhh!”

Melihat bahwa Ravel selamat, Koneko-chan memeluk Ravel saat dia menangis. Pada saat ini, aku sedikit malu untuk memeluknya ... Tapi aku tak bisa menghentikan air mataku yang mengalir, melihat bahwa Ravel selamat dan sehat! Melihat sekeliling, semua orang merasa lega dengan tangan mereka di atas dada mereka. ... Aku mengerti, bukan hanya Ravel, Riser juga selamat dan kembali ke rumah dengan Keluarga Phoenix. Sensei menambahkan sedikit informasi.

“Bahkan, agen khususku — tim Slash Dog, pergi ke kediaman Phoenix sebagai pengawal Riser. Tak ada yang terjadi pada mereka.”

Jadi misi Ikuse-san adalah menjadi pengawal Riser. ... Tapi, untuk mengirim tim khusus top Grigori sebagai pengawal, sepertinya keselamatan Riser ini sangat penting ... Ini tampaknya berkaitan dengan tempat Ravel tidur. Sangat yakin bahwa pasangan ini terlibat dalam beberapa jenis kejadian. Usai kami memastikan bahwa Phoenix bersaudara selamat, Beelzebub-sama berkata pada kami

“Yah, alasan untuk mengundang kalian dan Mantan Gubernur lebih tidak sesederhana hanya mengatakan bahwa gadis ini selamat dan sehat.”

Mengatakan ini, Beelzebub-sama mengambil dari sakunya — bidak catur. ... Berbicara tentang Beelzebub-sama, aku ingat bahwa ia adalah pencipta [Evil Piece]. Ini adalah sesuatu yang sudah dikenal ... tapi aku tidak melihat bentuk bidak itu sebelumnya. Itu tidak seperti [Pawn] atau [Knight], dan tidak juga seperti [Bishop], [Rook], atau [Queen].

“Apakah ada kaitan dengan bidak catur ini? Itu tidak terasa seperti sembarang [Evil Piece] sama sekali.”

Itu benar, aura yang terpancar dari bidak itu — itu pasti sebuah [Evil Piece]. Iblis Reinkarnasi dan aku yang hadir bisa merasakannya. Keluar dari mulut Beelzebub-sama datang kebenaran yang mengejutkan.

“—Ini adalah bidak [King].”

[—Apa!?]

… Bagaimana mungkin? Benarkah itu!? Setiap orang yang mendengar itu tertegun. Itu bisa diharapkan! Itu karena apa yang telah kami pelajari sampai sekarang tentang [Evil Piece] yakni bidak [King] ini tidak ada. Dari apa yang diajarkan pada kami, sesudah menjadi Iblis Kelas Atas, semua yang harus kami lakukan adalah menyentuh [Monumen] dalam istana Maou atau beberapa Lord dan kami akan menjadi [King]. Sesudah itu, kami akan mampu untuk memiliki budak-budak kami sendiri dan satu set [Evil Piece]. Itulah mengapa mereka berkata pada kami bahwa bidak [King] ini tidak ada ... walau aku sudah menyebutkan sebelumnya semua orang terkejut dengan hal itu, satu orang adalah pengecualian, dan orang yang benar-benar tetap tenang adalah — Azazel-sensei.

“... Meskipun aku pernah mendengar rumornya, ini benar-benar pertama kali aku melihat itu.”

“... Anda sudah tahu semua itu, Sensei?”

Usai mendengar pertanyaanku, Sensei meletakkan tangannya di dagunya.

“Aku bilang rumor. Mulanya, setelah menandatangani perjanjian dengan Iblis, aku terus mencari kebenarannya.”

Tidak, tidak, aku terlalu terkejut! Bahkan sebagai Iblis Kelas Atas dan [King], Rias tampaknya tak percaya saat ia melihat bidak yang Beelzebub-sama pegang di tangannya.

“... bidak ... [King]? Bagaimana mungkin? Teknologi untuk menghasilkan bidak [King] belum dikembangkan, bukan? Apa tidak mengatakan bahwa hanya menyelesaikan proses pendaftaran untuk menjadi [King] dengan [Monumen] itu cukup? Itulah cara sistem ini, kan?”

Mendengar apa yang dikatakan Rias, Beelzebub-sama mengangguk.

“Yah, bidak [King] awalnya tidak ada. Apa yang kamu katakan barusan yakni awal sistem [Evil Piece], dan proses pendaftaran untuk menjadi [King] ... tidak, aku hanya bisa mengatakan bahwa semua ada untuk sistem pendaftaran. Tapi agar tidak membiarkan bidak [King] diketahui dalam cerita yang ada saat ini, ketika seorang budak Iblis dipromosikan, bidak dalam peleburan tubuh mereka atau tumpang tindih dengan bidak [King] dinilai menjadi hal yang sangat berbahaya.”

Beelzebub-sama bermain-main dengan bidak di tangannya sambil berbicara

“Karakteristik bidak ini — hanya tambahan kekuatan. Tapi, penguatan ini tidak selemah hanya dua atau tiga kali saja. Selama seseorang mempunyai ini, bisa sepuluh kali, atau bahkan penguatan yang lebih dari seratus kali itu mungkin. Yang secara harfiah berarti, kekuatan dapat ditingkatkan jauh lebih dari biasanya. Itu sebabnya bidak [King] dilarang. Takutnya bahwa ada orang-orang yang telah memperoleh kekuatan semacam ini bisa mempunyai niat jahat terhadap pemerintah, dan bisa membahayakan pemerintah. Kekuatan yang berlebihan akan membutakan mata orang.”

... Penguatan murni. Penguatan dari sepuluh atau bahkan seratus kali lipat pada dasarnya efek yang sama seperti ular Ophis, bukan? Apa Golongan Old Maou tahu tentang ini? ... Aku tidak tahu, dan kalaupun tahu, aku ingin tahu apakah mereka menggunakannya. Kenapa bidak [King] dibuat oleh Maou kalau begitu—. Aku berpikir mereka tidak membenci Maou saat ini hanya karena mereka menggunakan bidak [King]. Aku masih ingat Golongan Old Maou yang memendam perasaan jahat yang kuat .... Orang-orang yang memperoleh ular setelah mendapatkan dukungan dari Ophis, dan kemudian memanjakan diri dalam kekuatan. Kalau mereka mampu menggunakan bidak [King], banyak Iblis Kelas Atas dan Iblis Reinkarnasi bisa dengan mudah bangkit akan muncul. ... Diadora pasti telah kehilangan dirinya dengan kekuatan bidak [King] jika dia punya itu. Melarang itu suatu hal yang tak bisa dimengerti. Beelzebub-sama menciptakan lingkaran sihir kecil di sebelah tangannya. Setelah menerapkan sejumlah kecil energi pada itu, rincian puluhan orang muncul di pantai. ... Aku merasa seperti mereka semua orang yang kulihat di rekaman video dan majalah [Rating Game]. Rias dan Sona-zenkaichou juga berpikir bahwa mereka tampak familier, dan ekspresi mereka tampak bingung. Dalam situasi ini, bahkan Beelzebub-sama mengatakan kepada kami kebenaran yang lebih mengejutkan.

“Orang-orang yang ditampilkan di sini adalah kontestan [Rating Game] peringkat top semua. Apa kesamaan yang dimiliki mereka yaitu mereka semua ‘72 Pilar’ yang asli — Iblis Kelas Atas Berdarah Murni. Selain itu, mereka — semua pengguna bidak [King]. Ini adalah ide dari petinggi di Dunia Bawah. Belum dinyatakan secara terbuka. Akibatnya, para pengguna bidak ini dikenal sebagai Iblis Kelas Ultimate, dan tidak akan berlebihan untuk mengatakan bahwa mereka bahkan Kelas Maou.”

[—Apa!?]

... Semuanya terdiam. Mereka terlalu terkejut dengan perkataan Beelzebub-sama. Setelah terengah-engah, Sona-zenkaichou bertanya pada Beelzebub-sama

“... Umm, bagaimana kekuatan asli mereka yang ditampilkan di sini sebagai peringkat top ...?”

“Ah, mereka, mayoritas menggunakan kekuatan yang tak bisa dinyatakan terbuka sebagai ‘kekuatan mereka sendiri’ untuk terus mendaki peringkat. Sebagian besar eksekutif manajemen Game juga orang-orang yang berada di pihak mereka. Dengan tetap mempertahankan bidak [King], menggunakan suap untuk mendapatkan hak komersial, bersama dengan ide-ide para petinggi, mereka berkonspirasi sebelumnya untuk memanipulasi Game mereka. Mereka terus-menerus terlibat dalam kompetisi yang tidak adil dan tidak jujur. Meski begitu, ada orang-orang yang telah menggunakan kekuatan mereka sendiri untuk menjadi pemain peringkat top. Sebagai contohnya, orang-orang seperti mantan Dragon King, Tannin, dan Rudiger Rosenkreutz. Ini adalah sebagian besar jalan yang terlihat pada Iblis Reinkarnasi.”

... Pengakuan tak dapat dipercaya menyebabkan semuanya mendengarkan dengan tenang. Itu menegaskan bahwa informasi yang muncul di sana tak ada hubungannya dengan Tannin-ossan. Memang, kekuatan asli Ossan sebagai Iblis Kelas Ultimate adalah asli. Beelzebub-sama mengangkat bahu.

“Yah, itu sama seperti kompetisi di Dunia Manusia ... [Rating Game] di Dunia Bawah memiliki cacat yang sama. Aku hanya inisiator, dan tidak mengelola sistem itu sendiri. Bahkan mungkin ada yang [Tak bisa disentuh] yang lain, dan hal yang [Tak bisa diucapkan] sedang digunakan. Sebagai inisiator, apa pun zamannya, hanya mengambil satu langkah menjauh dari membuat hal-hal akan menyebabkan itu diluar kendali.”

Setelah sistem [Rating Game] selesai, sebagian besar hak dipindahkan ke manajer Game saat ini. Aku tidak mengharapkan itu; Ajuka Beelzebub-sama jelas-jelas menciptakan Game, tapi ketika [Rating Game] digabung dengan ide-ide orang lain, itu benar-benar bisa menjadi begitu menjijikkan. Aku juga pernah mendengar bahwa untuk pencipta karya, ketika mereka bercampur ke dalam ide-ide orang lain, itu akan terasa sangat menjengkelkan.

“Artinya, meskipun persaingannya cukup hebat, selama seseorang mempunyai kekuatan yang sebenarnya, siapa pun bisa memperoleh ketenaran di [Rating Game]. Untuk para petinggi, itu bukan palsu ... tapi pemain yang mampu menembus status quo satu-satunya kasus-kasus yang sangat khusus seperti kalian. Untuk orang lain, itu merupakan tugas yang mustahil.”

Kesadaran dan kemampuan setengah matang akan membuat tidak mungkin mengatasi para petinggi yang menciptakan ini.

“Alasan mengapa kontestan peringkat top tidak ada banyak perubahan peringkat ini karena ...?”

Kiba, yang sering menonton [Rating Game] terus bertanya pada Beelzebub-sama

“—Tarik-menarik perang negara seperti ini karena ada penyesuaian yang sempurna untuk menyeimbangkannya. Itu hanya para Iblis Tua yang diam-diam mengendalikan hal-hal guna menuai keuntungan. Itu benar-benar hanya sebuah kompetisi untuk pemain peringkat top untuk para Iblis Tua supaya mereka dapat menghasilkan banyak uang. Selama mereka mampu mengendalikan kompetisi, keuntungan yang mereka terima hanya akan meningkat. Tidak peduli seberapa mencoloknya seorang Iblis Reinkarnasi itu, selama mereka menggunakan bidak [King], penantang untuk pemain peringkat top yang dikendalikan oleh para Iblis Tua akan menghadapi tantangan yang tidak adil.”

Perkataan Beelzebub-sama menyebabkan Sona-zenkaichou jatuh berlutut segera.

“... Kenapa bisa begini ...!?”

Untuk Sona-zenkaichou, yang merencanakan untuk membangun sebuah sekolah [Rating Game] yang siapa pun bisa hadir, informasi ini adalah seperti racun mematikan untuknya ... —Bidak [King]. Pemain peringkat top berada di kontrol peringkat. Itu adalah fakta kejam.

“... Semua ini adalah kebenaran tersembunyi. Kalau orang-orang tahu tentang ini, secara dramatis akan mengguncang martabat Dunia Bawah ...”

Saji, yang menyangga Sona-zenkaichou mengungkapkan ekspresi sedih.

“... Sirzechs tak bisa berbuat banyak tentang mereka juga, kan?”

Azazel-sensei bertanya pada Beelzebub-sama.

“Untuk saat ini, begitulah. Di permukaan, itu hanyalah sebuah bidang politik yang berpura-pura ditangani aktif mereka, tapi kalau mereka bertindak gegabah, keseimbangan Dunia Bawah akan runtuh. Dengan isu-isu yang berkaitan dengan kelangsungan hidup umat dan perselisihan internal juga, baik muda dan tua berada dalam situasi panas di mana semuanya bisa runtuh dalam sekejap. Selain itu, lawannya adalah para Iblis Tua licik; demi kepentingan mereka sendiri dan demi masyarakat aristokrat, mereka akan melakukan apa saja. Untuk beberapa hal, mereka bahkan lebih merepotkan daripada Golongan Old Maou karena mereka pelabuhan kegelapan yang bahkan lebih gelap dari Golongan Old Maou. Bahkan untuk Sirzechs dan aku yang dikenal sebagai Iblis Super, kami hanya bisa muncul untuk mendorong bolak-balik di permukaan politik.”

Rating Game terikat dengan politik dan ekonomi .... Di belakang layar, mereka Iblis kuat yang memanipulasi kompetisi untuk kepentingan mereka sendiri. Sekarang, kita tahu tentang situasi yang luar biasa ... aku tak bisa lagi melihat Game profesional dengan serius! Dalam pertempuran antara Keluarga Gremory dan Bael, bisa juga telah dianggap sebagai kontes antara Golongan Maou dan Golongan Great King di belakang layar, itulah mengapa berbagai jenis kontes dapat ditampilkan. Pertandingan itu sendiri benar-benar jujur. Pasti karena upaya Sirzechs-sama dalam membuat kesepakatan rahasia sehingga pertandingan kami tidak akan dimanipulasi. Dengan ekspresi muram, Rias terus bertanya pada Beelzebub-sama

“Tapi, kenapa Anda memberitahu kami informasi ini? Bukankah informasi ini sesuatu yang sangat rahasia yang hanya petinggi — dan Maou tahu?”

Beelzebub-sama dengan tenang menutup matanya.

“Orang yang tidak tahu tentang ini, atau mungkin harus kukatakan, orang yang tak bisa dibiarkan tahu tentang ini, tidak tahu tentang itu. —Orang itu yakni Emperor Diehauser Belial. Dia tahu kebenaran tentang ini.”

—Apa! ... Nama Emperor disebutkan di sini. Dan tampaknya ia juga tahu tentang kebenaran Rating Game.

“Apa asli Diehauser?”

“Yah, dia adalah murni dalam kebajikan sambil menggunakan bakat dan kemampuan untuk menjadi sang Champion Iblis. Tanpa menggunakan bidak [King], ia mampu mencapai puncak. Itulah alasan di balik insiden yang terjadi tempo hari. —Rizevim Livan Lucifer mampu berhasil merebut Agreas karena bantuan dari Emperor. Itu semua dalam rangka untuk mengejar kebenaran dari semuanya.”

[—Apa!?]

… Bagaimana mungkin!? Kami terkejut sekali lagi dengan informasi ini. Si Emperor Belial itu, dia benar-benar membantu Rizevim, dan Qlippoth!?

Sang Champion benar-benar mengambil bagian dalam insiden di mana Agreas dicuri .... Aku tampaknya mempunyai petunjuk samar tentang itu. Ketika kami pergi ke Akademi Auros, sang Champion telah datang untuk mengunjungi kami, dan juga berbicara kepada anak-anak. Sesudah itu, tampaknya ia kemudian pergi ke Agreas untuk syuting ... begitu ya, pada waktu itu, sang Champion sudah membelot dan bersama dengan Rizevim ... —Selama ini, kami tengah dipimpin menuju pertempuran di Akademi Auros, dan itu sendiri dibentuk oleh sang Champion. ... Sialan, aku marah dibanding terkejut; bahwa rangkaian kejadian ini mulai membingungkanku. Rias sangat terkejut sampai bahunya mulai gemetar.

“Sang Champion itu ... benar-benar berpartisipasi dalam serangan teroris ... aku tidak percaya itu!”

“Dia membelot justru karena ia menemukan kebenaran. Kamu bisa bilang bahwa ia berpikir itu terus, dan tidak hanya melakukannya dengan impulsif.”

Bahkan Xenovia, yang selalu impulsif, tampak ragu tentang tindakan sang Champion. Beelzebub-sama mengerutkan kening.

“Dia mempunyai alasan sendiri. ... kalau kalian mencari akar penyebabnya, kalian bisa mengatakan bahwa itu kesalahan dari Iblis Tua. ... cara berpikir para Iblis Tua secara bertahap telah mendistorsi standar dari Dunia Bawah. Akhirnya mencapai batas. Dan sang Champion menggunakan kesempatan ini untuk mengambil tindakan.”

Alasan sang Champion sendiri—. ... Dengan alasan bahwa Dunia Bawah, Iblis, dan setiap Golongan adalah musuhnya, dia benar-benar .... Karena aku hanya bertemu beberapa kali, aku tidak berpikir bahwa dia adalah orang jahat. Tapi, karena aku hanya seperti seorang bocah yang tidak punya banyak pengalaman, mungkin aku tak bisa melihat bahwa dia adalah orang jahat .... Aku sedikit khawatir tentang sesuatu, jadi aku bertanya pada Beelzebub-sama.

“Kenapa ini terjadi pada Riser dan Ravel ...? Mungkinkah Emperor Belial menggunakan itu sebagai serangan teroris?”

Baru sekarang aku menyadari bahwa sang Champion menyeret Phoenix bersaudara ke dalam ini. Beelzebub-sama menjawab padaku

“Agar dapat memanggilku. Ia hanya ingin berbicara denganku, dan itulah sebabnya ia menggunakan mereka. Selama pertandingan, ketika pelanggaran terjadi, itu adalah sesuatu yang aku pribadi kelola. Untuk memenuhi kondisi ini, kesalahan yang terjadi saat ini karena sang Champion menggunakan kemampuannya melawan sistem. Kemampuannya bernama [Worthless]; itu adalah kekuatan untuk benar-benar membatalkan kemampuan spesial. Dia membatalkan sistem mengundurkan diri dari Rating Game, yang menyebabkan program darurat harus dimulai. ... Guna memastikan persis mengapa Emperor melakukan hal seperti itu, aku membawa diriku ke sana.”

... Jadi itu kebenaran di balik kesalahan tersebut. Emperor menggunakan kemampuannya sendiri untuk membatalkan sistem Game, dan sebagai hasilnya, Beelzebub-sama secara pribadi pergi ke sana setelah menjadi tertarik akan kesalahan tersebut.

“Nah, apa yang kalian bicarakan?”

Menanggapi pertanyaan Azazel-sensei, Beelzebub-sama mengangguk.

“Ya, tentang bidak [King] dan juga membuat jelas bahwa ia bekerja sama dengan Rizevim. —tapi, hanya karena itu, membawa Phoenix bersaudara akan terlalu berbahaya.”

“Pada akhirnya, apa yang terjadi?”

Aku bertanya pada Beelzebub-sama lagi, tapi orang yang menjawab adalah Azazel-sensei.

“Rating Game menggunakan kamera untuk penonton, dan kamera dengan tujuan lain seperti pengawasan. Kamera digunakan untuk pengawasan tidak hanya digunakan oleh manajemen, tapi dalam beberapa kasus, petinggi juga dapat melihatnya. Percakapan antara Ajuka dan sang Champion juga terlihat oleh petinggi. Phoenix bersaudara yang hadir pada saat itu juga bisa diduga mempunyai keterlibatan. Alasan ini adalah karena, selagi Ajuka dan Emperor berbicara tentang bidak [King], itu menyebabkan berbagai hal rahasia lainnya terungkap. Kalau hal-hal itu tidak ditangani dengan baik, dua saudara itu akan dibuang.”

“Dibuang, bagaimana ...!”

Cukup untuk hadir di sana, Ravel akan dibuang? Itu sangat tidak masuk akal! Beelzebub-sama tersenyum masam.

“Itulah yang akan mereka lakukan. Guna mempertahankan posisi mereka sendiri, orang-orang tua itu pasti akan melakukan hal seperti itu dengan tenang. Di masa lalu, orang-orang yang telah mengetahui tentang kebenaran bidak [King] juga telah tanpa ampun dibuang oleh mereka. Takut bahwa hal itu akan datang, Emperor menggunakan Phoenix bersaudara dan kemudian mempercayakan mereka padaku. Biarpun itu orang-orang tua tersebut, mereka tidak akan berani bertindak gegabah terhadapku.”

... Jadi itu kebenaran di balik penyebab peristiwa yang terjadi di pertandingan antara sang Champion Belial dan Riser .... Beelzebub-sama melanjutkan

“Keduanya dipercayakan padaku dengan jujur. Sebelum memastikan keselamatan mereka dengan kepastian yang mutlak, aku tidak membebaskan mereka. Bagi orang-orang muda seperti kalian dengan masa depan yang cerah akan benar-benar dibunuh karena rencana dari orang-orang tua tersebut, itu adalah sesuatu yang benar-benar tidak kusetujui.”

Meskipun Riser dan Ravel diseret ke dalam masalah rahasia ini, mereka mampu tetap selamat, semuanya karena Beelzebub-sama melakukan yang terbaik untuk melindungi mereka. ... Bagi kami, orang yang mempesona ini berdiri pada titik tertinggi dari Dunia Bawah di tempat yang bahkan tak bisa kami lihat. Tapi, sehabis menyelamatkan Phoenix bersaudara, dia adalah seorang Maou-sama yang layak kami percayai. Berpikir tentang itu, saat ini aku kuat, dan itu juga berkat dia karena dia membantuku menyesuaikan bidakku. Setelah sembuh sendiri, Sona-zenkaichou berdiri, dan menyipitkan mata.

“Ajuka-sama, apa rencana sang Champion setelah dia tidak lagi di sini?”

Dia mengajukan pertanyaan kunci. Beelzebub-sama mengatakan

“—semuanya yang baru saja kita bahas akan diumumkan ke seluruh Dunia Bawah dan berbagai Golongan.”

[—APA!?]

Sesudah mendengar tujuan sang Champion dari Beelzebub-sama, semua orang sangat terkejut. ... Itu sama dengan apa yang dikatakan Saji, kalau semua orang tahu tentang ini, martabat Dunia Bawah akan runtuh. Dan ada juga harapan dan impian dari Iblis Kelas Menengah dan Kelas Rendah pada Rating Game. ... Di dalam itu benar-benar gelap; kalau semua orang tahu tentang manipulasi peringkat, orang-orang yang bekerja keras untuk impian mereka dan anak-anak yang penuh dengan harapan masa depannya akan hancur. Menjadi peringkat pertama, Champion yang sesungguhnya; kebenaran yang keluar dari Emperor Belial itu akan lebih berat dari apa pun. Dengan ekspresi pahit dan wajah berlinang air, Sona-zenkaichou berkata

“... Mungkin akan tiba saatnya dengan mengorbankan lebih banyak korban daripada masa lalu.”

Pertempuran untuk Agreas, dan pertempuran setelah serangan di Surga sudah mengakibatkan banyak korban jiwa. Tujuan Emperor yang begitu hanya akan menyebabkan lebih banyak korban kali ini. Itu karena orang-orang yang mengetahui tentang kebenaran akan berkumpul dan berbuat rusuh. Beelzebub-sama mendesah.

“... Akan ada sejumlah besar pengorbanan. Terutama karena kejadian saat ini sangat radikal. Bersama dengan pertempuran Agreas, hal-hal yang telah hilang adalah hal-hal yang tak bisa diabaikan.”

“Jadi di mana sang Champion sekarang?”

Tanya Rias. Apa yang harus dikatakan telah dikatakan, apa yang harus ditanyakan telah ditanyakan; jadi ke mana sang Champion pergi?

“Dia menjauh dengan paksa. Dia pasti menggunakan kekuatan Rizevim, atau mungkin dia menggunakan kekuatan Evil Dragon yang terkenal karena sihirnya, Aži Dahāka. Dia berpikir bahwa jika ia tinggal terlalu lama denganku, itu akan berbahaya.”

Jawab Beelzebub-sama. Tapi, keraguanku masih berlanjut.

“... Tapi, kenapa hanya terjadi dengan pertandingan Riser? Apa tidak bekerja kalau itu terhadap lawan lainnya ...?”

Menuju pertanyaanku, Beelzebub-sama tertawa lembut.

“Kamu akan segera tahu jawaban untuk pertanyaan itu. Dia mendadak bijak.”

...? Aku tidak mengerti. Apa dia punya alasan untuk menggunakan Riser atau tidak? Azazel-sensei berdeham dan berkata.

“Tapi, Ajuka. Sejak video dari kamera pengintai dapat terlihat, maka itu berarti para Iblis Tua akan mendengar percakapanmu dengan Emperor Belial. Mereka mungkin datang untuk mempertanyakan kelalaianmu.”

“Untuk beberapa hal, apa yang terjadi dalam video itu sudah dirusak. Sekarang, orang-orang tua itu akan membuat langkah yang salah ...”

Sensei mengangkat bahu.

“Aku mengerti. Biarpun sang Champion melakukan sesuatu, maka akan ada respon yang wajar. Mengingat bahwa itu kamu, kamu pasti sudah akan membuat persiapan.”

“Itu adalah kasus untuk saat ini. Aku juga seorang Maou. Ini juga sesuatu yang tak bisa Sirzechs lakukan, sesuatu yang hanya bisa kulakukan.”

“Aku mengerti, kamu memang benar. —tapi biarpun banyak hal telah terjadi, kita perlu menjaga jumlah korban seminimal mungkin.”

“Yah, tentu saja aku mengerti itu. Aku pasti tidak akan membiarkan satu pun warga sipil yang tidak bersalah menjadi korban.”

Azazel-sensei dan Beelzebub-sama mampu saling berbicara dengan serasi. Mau tak mau kami berpikir bahwa dua orang ini memang VIP, dan benar-benar layak menjadi pemimpin ras mereka.

“Terima kasih lagi untuk masalah yang melibatkan Ravel dan Riser, Ajuka.”

“Tentu saja aku akan melakukan sesuatu setingkat itu, Mantan Gubernur-dono. Ini cukup langka untuk orang-orang muda dengan masa depan yang cerah seperti itu muncul, jadi bagaimana mungkin aku bisa membiarkan mereka mati begitu saja? Situasi Rating Game saat ini adalah hasil sikap laissez-faire[5]-ku. Kalau bisa, aku ingin memurnikan unsur lingkungan Game yang kubisa. Riser Phoenix serta kalian Iblis muda bisa menjadi orang-orang dengan bakat penting yang diperlukan untuk mengubah Rating Game.”

Aku melangkah ke depan dan menundukkan kepala.

“... Aku tidak mengerti masalah yang rumit, tapi aku benar-benar percaya Azazel-sensei dan Maou-sama ketika memasuki aspek politik. Tapi, tolong biarkan aku berterima kasih. Aku benar-benar bersyukur bahwa Anda mampu menolong Ravel dan Riser!”

Itu adalah pemikiran terus terang. Awalnya, politik Rating Game dan kegelapannya yang terlalu jauh dari kami. Tapi orang yang menyelamatkan Ravel adalah orang ini, jadi aku mengucapkan terima kasih.

“… Terima kasih.”

“Ah, terima kasih!”

Koneko-chan berdiri di sampingku dan juga mengucapkan terima kasih sambil menundukkan kepalanya. Gasper juga mengikuti kami. Untuk keduanya, karena teman mereka diselamatkan, mereka menyatakan syukur mereka kepada Maou-sama. Para anggota [D×D] yang hadir juga membungkuk dalam syukur. Senyum muncul di wajah Beelzebub-sama.

“Nah, kalian Iblis muda akan menghadapi banyak masalah, tapi, mohon atasi. Keadaan di atas kalian memiliki orang-orang di atas kalian yang berurusan dengannya. Sesudah itu, apa pun yang terjadi, kalian harus dengan antusias menunjukkan semangat kalian, dan melindungi hal-hal yang harus kalian lindungi!”

Itulah kata-kata singkatnya! Ah, siapa pun yang menyerang kami pasti akan dibayar seratus kali lipat. Apa pun yang perlu dilindungi akan dilindungi dengan segala kekuatan kami. Itulah kami. Bukan hanya sesuatu yang telah kami lakukan, tetapi juga yang akan terus kami lakukan di masa depan. —Sambil aku berpikir seperti itu, Azazel-sensei mengangkat jari telunjuknya dan bertanya pada Beelzebub-sama.

“Katakan padaku satu hal. —Berapa banyak bidak [King] yang ada saat ini?”

“Produksinya sudah berhenti selama tahap pengembangan awal. Tak ada yang bahkan tahu metode produksinya, dan hanya aku yang membuatnya, sehingga mustahil membuat bidak baru. Untuk jumlahnya, hanya beberapa yang kubuat selama produksi awal. Aku masih terus melacak semuanya; selain dari beberapa yang kumiliki, ada sembilan totalnya. Emperor memberikan satu padaku. Saat ini aku memiliki empat.”

Aku tidak menyadari kapan, tapi Beelzebub-sama membuat bidak [King] kedua di tangannya. Aku takut bahwa itu adalah bagian yang ia peroleh dari Emperor. Usai mendengar jawaban ini, Sensei tampak sangar.

“... Ada lima yang tinggal di tangan petinggi para Iblis. Ini sangat mengejutkan. Kalau hal terburuk mencapai hal paling buruk, itu akan cukup untuk pemberontakan.”

... Iblis yang menggunakan bidak-bidak itu mampu menyaingi Iblis Kelas Ultimate, dan bahkan Iblis Kelas Maou. Adapun sisanya lima Iblis, sensei tidak tahu apa yang akan mereka hasilkan.

“Aku berencana untuk menghabiskan beberapa ribu tahun memperoleh kembali bidak tersebut. Ini adalah tanggung jawab yang harus kupenuhi sebagai penciptanya.”

Bidak yang ia peroleh dari Emperor mungkin bisa disebut memperoleh kembali. Kalau itu orang lain selain orang ini yang memperoleh itu, mungkin saja mereka akan melakukan sesuatu yang jahat dengan tak terbayangkan. Bahkan, akan bagus bahwa bidak Emperor tidak diambil oleh Rizevim .... Atau akan menjadi sia-sia untuk Rizevim? Mungkin merasakan pikiranku, Maou-sama berkata

“Jika bidak [King] digunakan oleh seseorang yang sudah terlalu kuat, atau jika digunakan oleh seseorang yang memiliki kemampuan spesial, kelebihan beban mungkin terjadi. Dalam kasus terburuk, itu akan membahayakan nyawa mereka. Biarpun mereka diselamatkan ... itu tidak akan menjadi lebih baik.”

Jadi alasan tersebut ada. Itu bukan sesuatu yang dapat digunakan oleh orang-orang yang sudah memiliki kekuatan. Mungkin itulah alasan mengapa Golongan Old Maou tidak menggunakannya? Kalau Rizevim menggunakannya, mungkin saja bahwa ia bisa mati, jadi itu sebabnya dia tidak menggunakannya ...? Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. Beelzebub-sama berkata kepada Azazel-sensei

“Ada juga sesuatu yang lain, Mantan Gubernur Azazel-dono.”

“Apa itu?”

“Akan lebih baik kalau kamu bisa mewujudkan itu. Sejujurnya, kalau aku adalah musuh, agar mengalahkan [D×D], kamu akan menjadi orang pertama yang akan aku targetkan.”

—Mn. ... Tak ada yang diharapkan akan pernyataan seperti itu dari Beelzebub-sama, dan semua orang memusatkan perhatian mereka terhadap dua orang itu. Beelzebub-sama melanjutkan.

“Kamu terlalu berbakat. Tidak hanya untuk tim ini, bahkan untuk berbagai Golongan, kamu seorang konsultan luar biasa. Waktu berikutnya Indra dan Hades menargetkan untuk sesuatu, itu akan jadi kamu ... aku harap kamu menyadari itu.”

Sensei mengangkat bahu sambil tersenyum masam.

“... Itu sama dengan apa yang Dewa Penghancur katakan. ... Tapi, kurang-lebih aku sudah menyiapkan beberapa langkah perlindungan diri.”

... Menargeti Sensei ya. Sensei adalah penolong kami yang telah menuntun kami. Dan sebagai jembatan untuk berbagai Golongan, dia terlibat dalam pembicaraan VIP beberapa kali. Melihat keadaan saat ini, alasan mengapa tim [D×D] ada juga berkat Sensei. Itulah sebabnya kemampuan Sensei adalah eksistensi yang sangat penting bagi kami, dan VIP dari berbagai Golongan. ... Itulah mengapa ia akan menjadi target bagi orang-orang. Kumohon Sensei; jangan biarkan sesuatu terjadi pada Anda di masa depan. Jika Anda jatuh, masa depan akan menjadi tidak pasti ... yah, Sensei bukanlah seseorang yang akan mati dengan mudah. Tapi saran Beelzebub-sama sudah cukup menakutkan. Azazel-sensei lantas bertanya pada Beelzebub-sama

“Aku mendengar bahwa kamu juga terjun ke hal-hal aneh? —Kamu tahu keberadaan [Innovate Clear] dan [Telos Karma], kan? Kamu melakukan itu dengan [Tim]-mu sendiri ... itu ada hubungannya dengan tempat ini, bukan?”

Tiba-tiba, Azazel-sensei mendaftari nama dua Longinus .... Apa itu? Meskipun aku tahu bahwa Beelzebub-sama mengoperasikan [Tim]-nya sendiri di suatu tempat di Jepang ... apa yang dua Longinus lakukan dengan tempat ini? Beelzebub-sama menggeleng.

“Aku sangat menyesal, tapi ini adalah tempatku. Biarpun kamu sudah familier dengan Sacred Gear, kamu mungkin tak bisa memahami. Kalau kamu ingin tahu alasannya, itu karena keberadaannya di luar dunia.”

Sensei mendesah menyesal saat dia berkata ‘Aku mengerti’. Pada saat ini, sebuah lingkaran sihir kecil untuk komunikasi muncul di samping telinga Beelzebub-sama. Beelzebub-sama mendengarkan suaranya.

“... Sebuah hotline, ya.”

Beelzebub-sama menyipitkan matanya dengan mengesankan.

“... Ho, sampai batas tertentu itu merupakan langkah yang tak terduga dari mereka, tetapi juga langkah yang buruk.”

Dia berbalik dan berkata kepada kami

“Kalian harus segera kembali.”

“Apa yang terjadi?”

Tanya Rias secara mendadak, dan sebagian berita yang mengejutkan datang dari mulut Maou-sama.

“—Ophis diserang oleh Evil Dragon.”

[—Apa!?]

Aku dan yang lain juga terkejut — kebencian dari orang-orang itu beraksi sekali lagi.

Bagian 4[edit]

Lantai atas di Kediaman Hyoudou—.

Berkumpul di kamar Ophis adalah anggota yang sebelumnya, dan juga Dulio yang bergegas sesudah itu. Setelah dibawa kembali, Ravel kembali ke kamarnya sendiri untuk beristirahat. Koneko-chan juga menemaninya. Tapi, Ophis tengah berbaring di kasurnya ... dengan pakaiannya yang robek dan compang-camping. Saat ini, Asia tengah menyembuhkan dirinya. Luka luar secara bertahap memudar sampai menghilang. ... Ketika kami cepat-cepat kembali dari sisi Beelzebub-sama, Ophis sudah terluka parah. Tubuhnya sudah hancur, dan wajahnya terluka berat juga. Seluruh tubuhnya penuh dengan luka yang disebabkan oleh cakar, dan ia kehilangan kesadaran. Bahkan setelah menerima perawatan, ia belum sadar. ... Kalau dia masih tak terbatas, luka semacam ini tidak masalah sama sekali. Tapi, saat ini dia terbatas. Biarpun dia lebih kuat dari satu orang di kamar ini, dia masih bisa terluka. ... Tapi, siapa itu? Aku tidak bisa memikirkan orang yang bisa mengalahkan Ophis. Dan di mana dia diserang? Sambil keraguan ini memenuhi pikiranku, Dulio berkata

“... Sepertinya dia diserang di dalam ruang bawah tanah. Pada saat itu, aku merasakan cemas, dan dengan cepat bergegas ke sana. Pada saat itu, Evil Dragon itu telah melarikan diri. Orang yang tiba di sana sebelum aku adalah Crom Cruach.”

“......”

Dengan arah yang Dulio tunjuk, Crom Cruach berdiri sambil bersandar ke dinding. Lalu, Dulio berkata.

“Ophis, dia ... dalam melindungi telur [Spectre Dragon], dia dipukuli.”

.......... Dengan kata lain, Ophis terluka seperti ini karena dia melindungi telur itu ... ... Ah, bajingan itu, mereka pasti sengaja telah membidik telur itu. Karena itu Ophis, dia pasti akan mengorbankan nyawanya untuk melindungi telur itu. Kalau tujuan para bajingan itu untuk mengalahkan Ophis, maka mereka pasti akan mengarah telur untuk menyerangnya. Mengandaikan bahwa Ophis melindungi telur itu, bahkan Evil Dragon akan bisa mengalahkannya. Tapi dia tidak melakukan apa-apa, atau mungkin mereka menggunakan teknik yang Ophis tak berdaya melawannya ...? Bagaimanapun juga, mereka melukai Ophis sedemikian rupa saat dia tak berdaya. Mereka benar-benar sekelompok bajingan jahat ... sialan!

“... Uhh. ... Ophis.”

Aku sangat marah sampai-sampai seluruh tubuhku gemetar. ... Dia jelas hidup damai. Dia tinggal bersama kami dengan damai setiap hari. Dia benar-benar tertarik pada telur [Spectre Dragon], dan ingin menjaganya. Dia hanya ingin menjalani kehidupan biasa! Aura kemarahan merembes dari tubuhku. Di sisiku, Rias dan Asia mencoba menghiburku.

“... Ise-san.”

“Ise, tenang. Kamu hanya akan melakukan apa yang mereka inginkan kalau kamu tidak menjaga ketenanganmu. Kami semua juga bisa memahami kemarahanmu. Aku, dan juga yang lain marah ini tak bisa disangkal.”

“... Aku tahu, semuanya adalah karena orang itu ... itu semua adalah bagian dari rencana bajingan itu ... sialan!”

—Rizevim, Qlippoth! Tentu saja, hanya orang itulah aku harus ...! Aku menahan amarah dalam tubuhku, dan menenangkan pikiranku. Pada saat itu, lingkaran sihir kecil untuk komunikasi muncul di samping telinga Sensei.

“Ada apa, apa yang terjadi?”

Mengalihkan perhatianku terhadap Sensei, aku melihat bahwa ia tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun, dan ia menampakkan ekspresi menghina.

“–Sial! ... Bagaimana bisa jadi begitu? Si bajingan itu, mereka benar-benar melakukan sesuatu seperti itu ...!”

Setelah dadanya berdebar keras beberapa kali, Sensei menenangkan napasnya dan berkata kepadaku

“Ise, dengarkan aku dengan tenang. Apa kamu mengerti? Kamu benar-benar harus mendengarkanku dengan tenang.”

“Apa yang sebenarnya terjadi, Sensei? Apa itu?”

“—Orangtuamu, mereka baru saja diculik oleh Qlippoth.”

Segera aku mendengar itu, aku merasakan sesuatu yang meletus di dalam diriku.

To be infuriated.[edit]

Para anggota [D×D] berkumpul di ruang VIP di lantai atas Kediaman Hyoudou. Sesudah pindah dari kamar Ophis ke ruangan ini, aku — Kiba Yuuto, dan teman-temanku melihat di beberapa monitor yang berada di dalam ruang VIP, memeriksa rekaman video tertentu. —Itu adalah rekaman video dari apa yang terjadi di ruangan tersebut. Karena itu telur berharga yang mantan Dragon King Tannin percayakan kepada kami, dia selalu memantau dalam persiapan untuk keadaan yang tidak terduga. Itu juga langka, sehingga ada juga keinginan untuk merekam momen menetas. Itulah alasan mengapa ada kamera pengintai didirikan di ruang bawah tanah. Rekaman yang telah direkam oleh kamera ini banyak yang saat ini tengah dilihat oleh kami. ... Apa yang rekaman itu tunjukkan, adalah seekor Evil Dragon yang mendadak muncul di ruang bawah tanah dengan Ophis, yang kemudian menentangnya. Sesudah itu ... dia mengalami kekerasan brutal yang tak terbayangkan. ... Ini adalah adegan yang sangat kejam. Orang-orang mau tak mau menjauh dari itu. Tindakan tirani Evil Dragon brutal yang berlebihan. ... Dengan sisik hitam dan perut berwarna khaki, dia Evil Dragon yang mirip seekor ular ramping. Berdasarkan pada gambar dalam video, dia memiliki tubuh besar yang panjangnya sekitar dua puluh meter. Meskipun penampilannya mirip ular, dia mempunyai empat kaki, dan juga empat sayap. Dan belum pasti apakah cairan liur yang menakutkan menetes dari mulut raksasa itu adalah air liur atau racun. Bersama dengan senyum kaku, itu adalah pemandangan jelek yang mengerikan. Melihat ini, aku ingat bahwa aku mungkin telah melihat dia sebelumnya; Rossweisse-san memegang mulutnya dengan ekspresi jijik saat dia berkata

“[Abyss Rage Dragon[6]] — Níðhöggr adalah Evil Dragon legendaris yang telah tinggal di Eropa Utara. Bahkan setelah dihukum, dia adalah Evil Dragon yang sangat bermasalah yang akhirnya hidup kembali. Karena balas dendam yang begitu mendalam, bahkan ketika Ragnarok tiba — pada akhir dunia, dia akan bertahan dan tetap tinggal. ... Menurut catatan, terakhir kali dia dikalahkan adalah beberapa ratus tahun yang lalu. Apakah dia bangkit sendiri, atau melalui Holy Grail itu masih belum diketahui.”

Níðhöggr, ya. Aku juga telah membaca tentang legenda itu. Di wilayah es Niflheim di Dunia Norse, yang mana Níðhöggr tinggal. Itu adalah Naga yang penuh keserakahan. Karena sering merasa lapar, dia menelan semua yang tertangkap mata. Níðhöggr terus menyerang Ophis dengan keras saat dia tidak menunjukkan perlawanan. Dia memakai kaki depannya untuk menendang Ophis beberapa kali, menginjak Ophis beberapa kali, dan bahkan menggunakan mulut raksasa untuk menggigit Ophis. Kenapa Ophis tidak menunjukkan perlawanan terhadapnya sama sekali? Alasannya adalah di kaki kiri Níðhöggr. — Orangtua Ise-kun yang tak sadar tengah dipegang oleh cakar Níðhöggr. Dengan ekspresi pahit, Azazel-sensei berkata.

“... Bajingan itu, dia menculik orangtua Ise dulu, lalu pergi ke tempat Ophis. Meskipun kita tidak tahu apa yang dia katakan, dia pasti memperlakukan orangtua Ise sebagai sandera ....”

Tentu saja, melihat rekaman video itu, ketika Evil Dragon itu mendadak muncul di ruang bawah tanah dan menghadapi Ophis, dia telah mengatakan sesuatu kepadanya. Níðhöggr memegang orangtua Ise yang telah ditangkap di depan Ophis, dan kemudian Ophis melepaskan sikap bertarungnya. Dia menyerahkan dirinya pada serangan sang Evil Dragon.

“... Dia juga menatap telurnya. Sungguh keji ...!”

Baik Rias-zenbuchou dan Sona-zenkaichou gemetar dalam amarah saat mereka menyaksikan rekaman video tersebut. Dalam video tersebut, Níðhöggr melakukan serangan tipu terhadap telurnya beberapa kali, lalu Ophis akan berdiri di depan telur itu untuk melindunginya. Pada saat itu — sang Evil Dragon mulai ganas dan berulang kali menyerang Ophis. Melihat Dragon God dengan tekad yang kuat seperti itu, semua orang mulai meneteskan air mata penyesalan. Dia adalah teman Ise-kun. Tak dapat disangkal karena orangtua temannya digunakan sebagai sandera yang dia pasti berpikir ‘Kalau orangtuanya mati, temanku akan sedih’. Itu juga karena minatnya dengan telur [Spectre Dragon] yang ia rawat dan telah melekat padanya. —Tapi, ini semua digunakan terhadap dirinya oleh Evil Dragon ganas. Bahkan untuk Ophis, meskipun dia pernah mempunyai kekuatan besar, saat ini ia terbatas; tanpa kekuatan untuk menahan serangan-serangan tersebut, tak terelakkan bahwa dia akan kalah.

“... Tapi, bagaimana Evil Dragon menyusup tempat itu?”

Griselda-san bertanya dengan tenang. Mengatur seluruh Kota Kuoh dengan penghalang kuat. Ruang bawah tanah itu dalam penghalang sehingga takkan sangat mudah untuk hanya masuk ke dalamnya. ... Karena itu, di masa lalu, ada kasus penghalang yang diterobos paksa, atau orang-orang yang bermusuhan yang menunggu di luar penghalang. Aku takut bahwa kali ini, kedua hal itu mungkin terjadi. Selain menerobos paksa penghalang itu, mereka juga telah menculik orangtua Ise-kun yang telah melakukan perjalanan di luar penghalang. Dikatakan bahwa ketika orangtua Ise-kun pergi keluar untuk pergi memancing, mereka memiliki agen khusus yang diam-diam menjaga mereka, tapi mereka sudah disingkirkan ketika insiden itu terjadi.

Sensei menjawab

“... Lilith. Bisa jadi menggunakan semacam link atau hubungan antara dia dan Ophis karena dia adalah bibit dari Ophis. Pokoknya, pihak itu memiliki bibit Ophis ... ketika sedang terdesak, mereka akan menghasutnya untuk melakukan apa yang mereka butuhkan. Sekarang, kita menganalisis bagaimana mereka menerobos penghalangnya ... ya ampun, meskipun aku tidak perlu mengatakan ini sebagai desainer, itu benar-benar suatu penghalang tak berguna ...!”

Dengan tampak menyesal, Sensei menutup matanya dan meraih rambutnya.

“Di tengah-tengah itu, Níðhöggr merasakan kehadiran Crom Cruach yang mencul di sana, dan segera melarikan diri. Mungkin Crom Cruach mempunyai kontak dengan Ophis, dan Crom Cruach muncul ketika ada dua hal yang tidak diharapkan.”

Itu sama seperti yang Sensei katakan. Dalam rekaman video, sesudah Crom Cruach muncul di sana, situasi segera berubah. Níðhöggr terheran segera dia melihat Crom Cruach. Dengan ekspresi panik, ia tampak seperti tidak mengharapkan Crom Cruach muncul di sana sama sekali. Dalam rekaman video, Crom Cruach telah melihat perubahan pada Ophis, tapi pada saat itu ia melihat Níðhöggr kembali, sang Evil Dragon sudah mulai pergi. Adegan terakhir dalam rekaman menunjukkan Crom Cruach bergerak lebih dekat ke arah Ophis, dan Dulio muncul. Selanjutnya, Dulio membawa Ophis yang terluka ke kamar ini di Kediaman Hyoudou.

Tapi, berita ini diketahui oleh jaringan intelijen Beelzebub-sama yang telah belajar dari itu bahkan sebelum Azazel-sensei. Itulah seluruh kisah bagaimana Ophis diserang.

“......”

Ise-kun terus menonton video rekaman dengan ekspresi kosong, dan bahkan ketika video berakhir, dia tetap diam.

Memahami situasi sepenuhnya, Ise-kun — diam-diam meluapkan aura merah. Dia terus-menerus melepaskan tekanan yang berbeda dari sebelumnya. Kekuatan luar biasa dari tekanan itu menyebabkan semua orang menjadi takut mengucapkan sepatah kata pun; mereka hanya bisa menyaksikan sambil mereka menelan ludah mereka. Orangtuanya yang berharga telah diculik, dan kemudian diperlakukan sebagai sandera. Ophis, yang selalu dia urus dan dia lindungi dengan baik, juga telah terluka parah. —Itu area yang benar-benar tidak boleh disentuh; itu adalah sesuatu yang bisa disebut suaka. Melihat Ise-kun di depan mataku, aku berpikir dalam-dalam. Qlippoth — Rizevim Livan Lucifer menginjak-injak suaka semaunya saja. —Dia telah memicu amarah seekor Naga. Jika amarah Heavenly Dragon lepas, apa yang akan terjadi? Dan hasil apa yang akan dia beri pada orang itu? Ise-kun — dengan kosong di matanya berkata.

“......Jadi begitu ya, Vali. Aku akhirnya bisa memahami pikiran dan perasaanmu dari lubuk hatiku.”

Tiba-tiba, Ise-kun mengalihkan pandangannya ke arah Crom Cruach.

“... Crom Cruach, kenapa kau tidak sampai di sana lebih cepat ...”

“Aku hanya pergi ke tempat itu demi mengamati Ophis.”

Ise-kun mendengarkan jawaban ringkas, lalu mendekatinya secara langsung, menyambar dadanya.

“... Kau, bukannya kau selalu mengawasi Ophis? Apa kau tidak ingin belajar apa Naga itu dari Ophis ...!? Hei, kenapa, kenapa hal seperti itu terjadi ...!”

“......”

Menuju pertanyaan Ise-kun, sang Evil Dragon tidak menjawab. Rias-zenbuchou menempatkan dirinya di antara mereka berdua, menyebabkan mereka terpisah.

“Tolong berhenti, Ise. Biarpun kamu mencoba untuk mengejarnya sekarang juga, itu tidak akan mengubah apa pun.”

Rias-zenbuchou membantu Ise-kun untuk sedikit tenang, tapi aura Ise-kun masih meledak saat dia berteriak

“… Aku tahu itu! Aku tahu semua itu! Tapi, tapi …! Kurang ajar! Tou-san, Kaa-san ...! Bajingan itu ...! Si bajingan Rizevim ...!”

Karena amarah Ise-kun, ia mulai kehilangan dirinya. Kita juga bisa memahami perasaannya. Sebagian besar orang di sini telah berada di bawah asuhan orangtua Ise-kun, dan hidup bersama dengan Ophis. Dengan meletakkan hidup mereka dalam bahaya, tentu saja memicu amarah kami. Bahkan aku ... juga merasa marah! —Tapi, melanjutkan ini takkan menghasilkan apa-apa. Benar-benar tidak. Kalau terus seperti ini, Ise-kun — dia akan menjadi sama seperti dulu. Didorong oleh balas dendam, benar-benar mengabaikan apa yang penting, dan mengabaikan perasaan mereka yang penting baginya. Aku meraih bahu Ise-kun dan berkata

“Tenanglah, Ise-kun.”

Ise-kun menepis tanganku, dan menarik mendekatiku. Dengan wajah penuh amarah, ia meraih dadaku.

“... Kau, apa kau juga memberi tahuku untuk tenang ...? Ketika Ophis sudah diserang seperti ini, dan bahkan ketika orangtuaku diculik ...!?”

“Itulah mengapa kamu harus tenang. Ini jelas-jelas perangkap musuh. Tidak hanya para sandera, tapi Ophis juga, itu membuat kamu kehilangan ketenanganmu. Kalau kamu terus tetap seperti ini, kamu hanya akan membiarkan musuh berhasil.”

Ise-kun terus memegangku, dan menunduk.

“—Dasar brengsek, aku tidak akan pernah memaafkan mereka.”

... Astaga, kalau begini terus tidak akan membantu. Aku mengubah situasi dan meraih Ise-kun, lalu mendorongnya ke dinding ruangan. Menghadapi dia, aku menyatakan “... Aku tidak bisa menggantikanmu. [Pawn] Rias Gremory hanyalah kamu. Itu sebabnya aku tak bisa menggantikanmu. Itu karena temanku yang paling penting berkata begini kepadaku —Kamu [Knight] Rias Gremory. Itu sebabnya aku akan menjadi [Knight] sampai akhir.”

Itu adalah — masa lalu, sebelum pertempuran melawan prajurit pemberontak Gereja; kata-kata yang Ise-kun katakan padaku ketika aku telah kehilangan ketenanganku. Aku mengembalikan kata-kata ini kepadanya. Menyadari hal ini, Ise-kun terkejut, dan kemudian ia tersenyum masam.

“... Kata-kata waktu itu, dikembalikan padaku.”

“Aku tidak akan memberi tahumu untuk tidak marah. Tapi tolong kembalilah ke dirimu yang biasa. Kalau kamu lupa pada kata-kata yang awalnya milikmu sendiri, kamu pasti tidak akan mampu mengeluarkan kekuatanmu yang sebenarnya. Harga sebenarnya Hyoudou Issei, yakni ia menahan amarah dalam dirinya, tidak membiarkan mempersempit pandangan, dan mampu menemukan celah pada lawan-lawannya.”

Itu benar, kamu selalu menghadapi lawan yang lebih sulit; kalaupun kekuatanmu sendiri dikenal oleh lawanmu, kamu masih akan mengarah celah mereka. Hyoudou Issei selalu menghadapi lawan-lawannya langsung, dan selalu mengejar kelemahan lawannya dengan serangan akhir dan pertahanan. —Kalau kamu kehilangan kebiasaanmu, itu hanya akan seperti yang lawanmu mau. Tidak ingin melihat dia menjadi seperti itu, aku harus menghentikannya.

“Juga, bukan hanya kamu yang merasakan sedih pada orangtuamu.”

Aku mengalihkan pandanganku terhadap Asia. Ise-kun juga mengikuti tatapanku.

Berdiri di sana seorang gadis yang menangis tak henti-hentinya.

“… Asia.”

Melihat Asia menangis, mata Ise-kun akhirnya tampaknya telah kembali sedikit berwarna yang biasa. Asia terisak saat dia menceritakan

“... Bagiku, mereka adalah Otou-san dan Okaa-san yang tidak mudah kudapatkan. Ise-san, aku juga ...”

Asia meneteskan air mata. Untuk seseorang tanpa seorang pun keluarga seperti dia, pasti tidak mudah baginya untuk mendapatkan ‘keluarga’ di dunia ini. Dia telah memperoleh orang-orang yang bisa dipanggil ibu dan ayah. —itu tidak hanya Ise-kun yang merasa sakit dan sedih ketika orangtuanya diculik. Melihat Asia seperti ini, Ise-kun menggeleng dan menutupi wajahnya dengan tangannya.

“... Tentang apa yang aku katakan. Maaf, Asia. Maaf, semuanya ...”

Sepertinya ia telah tenang kembali. Ise-kun berbalik dan berkata kepadaku.

“—Kiba, ada baiknya memilikimu.”

Itu kalimatku. Kamu telah membantuku lebih dari beberapa kali. Hal yang bahkan tidak dihitung sebagai sesuatu yang signifikan. Itu hanya balasan satu kebaikan kecil dari banyaknya aku berutang padamu. Ketika Ise-kun sudah tenang, seseorang mengetuk pintu. Pergi untuk melihat siapa itu, kami menemukan bahwa itu benar-benar Kuroka dan Le Fay-san.

Ara, kalian sibuk nya~?”

“Ah, Halo semuanya.”

Setelah ucapan sederhana mereka, Azazel-sensei bertanya pada mereka berdua.

“Kuroka, Le Fay, ke mana kalian pergi? Meskipun aku mendengar bahwa kalian bersama dengan Vali ...”

Kuroka tidak menunggu Sensei selesai bicara dan menyela

“Yah, kami bersama-sama saat itu. Dari sana, setelah kami berhasil meraih beberapa informasi penting, kami bergegas kembali secepat yang kami bisa nya~

Kuroka memandang kami semua dan berkata

“—Kami kurang-lebih memastikan lokasi persembunyian mereka, Agreas.”

[—Apa!?]

Semua orang terkejut mendengar informasi ini! Persembunyian Qlippoth yakni di kota mengambang Agreas! Tempat itu akhirnya telah ditemukan—. Usai Sensei mendengar laporan ini, ia tak bisa menahan tawa.

“Saat yang tepat, Kuroka. Seperti kata pepatah, ‘Setelah meminjam, harus dikembalikan’. Sekarang giliran kita untuk mengambil tindakan!”

Itu benar. Kami tidak akan membiarkan diri kami diganggu oleh mereka dalam keheningan. Mulai dari itu, kami mulai rapat untuk membahas strategi pertempuran untuk operasi yang akan berlangsung di Agreas—.

Life.3 Hyoudou Issei[edit]

Bagian 1[edit]

Rencana strategi untuk operasi pertempuran Agreas kini disusun oleh ahli strategi seperti Azazel-sensei dan Sona-zenkaichou. Aku — Hyoudou Issei kembali ke kamarku sendiri, dan mulai membuat persiapan bertempur. Saat itu, sebuah foto di meja menarik perhatianku. Itu fotoku, orangtuaku, dan Asia. Itu diambil tahun lalu di depan rumah kami ketika Asia pindah dengan kami. Aku — menyandarkan kepalaku ke dinding, dan kemudian perlahan-lahan tenggelam. ... Kalau aku pergi memancing bersama dengan mereka, ini tidak akan terjadi, kan? Tidak, itu sudah akan mengakibatkan situasi di mana aku tidak akan mampu bertemu Ravel ... tapi, paling tidak aku harus mengatakan sesuatu kepada orangtuaku! Ya, kenapa aku tidak menganggap situasi seperti ini? Justru karena musuhnya bajingan berbahaya macam itu, tidak mengherankan bahwa orangtuaku akan menjadi sasaran! Di suatu tempat dalam pikiranku, aku terus membayangkan bahwa orangtuaku adalah orang yang sangat biasa dari dunia ini yang tidak berhubungan dengan hal-hal supranatural. Aku percaya bahwa biarpun aku bereinkarnasi sebagai Iblis, mereka masih akan bisa menjalani kehidupan biasa di Dunia Manusia. —Tujuan para sekelompok bajingan itu adalah itu, benar-benar menginjak-injak semua yang kupikirkan. ... Saat aku tidak bisa berkata-kata, dalam hatiku, aku berpikir ... aku berharap bahwa ayah dan ibu selamat. Amarahku terhadap para bajingan itu tak berujung, aku tidak akan mengampuni mereka. —Aku pasti akan membawa mereka kembali. Selagi aku membuat keputusan semacam itu, seseorang mengetuk pintu. Orang yang berjalan masuk adalah — Ravel.

“Ise-sama ...”

Usai masuk ke kamar, Ravel menatapku dengan ekspresi cemas.

“Ada apa, Ravel? Bukankah kamu harus istirahat?”

Aku tersenyum saat aku menatapnya, tapi wajahnya masih berkabut dengan ketidakbahagiaan.

“Yah, ini sudah baikan. Dibandingkan dengan itu ... aku benar-benar membuatmu khawatir. Dan aku tidak di sisimu ketika kamu melakukan konsultasi karirmu ... aku tak berguna di semua momen penting, sebagai manajermu aku terlalu malu ...”

“Tidak masalah. Sudah cukup bahwa Ravel selamat.”

“T-Tapi ... aku tak bisa melakukan apa-apa selama semua momen penting ...! Selama [Pemberontakan Iblis], kerusuhan di Rumania, waktu itu dengan Auros, dan bahkan saat ini ...! Aku seharusnya manajermu, tapi aku tak bisa tinggal di sisi Ise-sama .... Kalau itu tidak terjadi padaku, orangtua Ise-sama tidak akan ...”

Ravel menangis dengan pedih. Meskipun ia menutupi wajahnya dengan tangannya, aliran air matanya masih mengalir di wajahnya melalui tangannya. ... Jadi dia benar-benar mengkhawatirkan itu. Dia jelas-jelas telah membantuku selama ini, tapi Ravel terus berpikir bahwa dia tak bisa menemaniku dalam situasi penting. Aku — dengan tenang mendekatinya, dan kemudian memeluknya dengan erat.

“Kamu salah soal itu, Ravel. Justru karena aku punya Ravel yang menungguku, aku bisa menghadapi musuh dan melawannya dengan keyakinan, tahu? Jadi, jangan menangis.”

“...... Aku akan selalu, selalu menemani Ise-sama. Terlepas dari apakah itu seratus tahun, seribu tahun, atau bahkan masa depan yang lebih jauh—”

“Terima kasih. Karena kamu sudah mengatakan itu, Ravel, aku tidak akan mati.”

Aku memeluk manajer imutku bahkan lebih erat, dan aku bersumpah

“—Pasti, kami akan kembali hidup dengan semuanya.”

“… Ya!”

Aku merasa bahwa kemampuan memegang Ravel, yang selamat dalam pelukanku, sangat enak. Ya, aku pasti tidak boleh mati. Aku tidak akan membiarkan orang lain mati. —Ayah, ibu, aku pasti akan datang untuk menyelamatkan kalian! 

Rapat strategi pertempuran telah disusun, dan hanya setelah sekitar setengah hari sejak Kuroka memberi tahu informasi itu kepada kami. Para anggota [D×D] berkumpul di ruang bawah tanah Kediaman Hyoudou di mana lingkaran sihir teleportasi raksasa telah ditulis. Para anggota Gremory, anggota Sitri, Irina dari [Brave Saint], Griselda-san, Dulio, Ikuse-san dari Slash Dog, Kuroka dan Le Fay. Pertarungan kali ini akan menjadi — kejutan. Pada tahap ini, musuh masih percaya bahwa kami sedang mencari lokasi Agreas dan belum memastikan hal itu. Jika kami tidak membuat kesalahan perhitungan, itu akan mengakibatkan serangan tak terduga untuk Qlippoth yang akan berada di luar harapan mereka. Bagi kami, ini adalah serangan pencegahan. Karena kegigihan Vali yang akhirnya menyebabkan ditemukannya keberadaan Agreas. Jika tidak, kota mengambang yang telah dibawa ke sana dan bisa bergerak tidak akan begitu mudah untuk ditemukan. ... Berpikir tentang itu, orang itu tidak akan bersama dengan kami; dia mungkin akan sendirian untuk mencari tahu di mana Rizevim bersembunyi. Sairaorg-san dan Seekvaira-san tidak hadir di sini dan tengah bersiaga di Dunia Bawah kalau ada sesuatu yang terjadi. Tapi, jika ada waktu yang tepat, mereka akan juga bergabung dengan kami untuk bertarung. Kali ini, tepat setelah kami akan diteleportasi melalui lingkaran sihir, kami akan segera memulai pertempuran di Kota Agreas. Azazel-sensei melihat kami sambil berkata

“Kuroka bilang padaku koordinat perkiraan di mana Agreas telah berhenti. —Ajuka juga akan membantu dalam menteleportasikan kita ke sana. Tapi sihir teleportasinya dapat dianggap sebagai tipe spesial, sehingga jumlah orang yang bisa diteleportasi sekaligus sangat terbatas. Tapi, tanpa sihirnya, maka tidak akan mungkin untuk menerobos penghalang untuk memindahkan kita ke Agreas.”

Aku juga melihat bahwa lingkaran sihir di tanah tampak berbeda dengan sebelumnya. Jadi Beelzebub-sama menggunakan sihir untuk mengendalikannya. Meskipun secara pribadi ia tidak ada di sini, ia mampu mengontrol lingkaran sihir dari kejauhan. Dia bahkan menggunakan sihir teleportasi yang sangat kuat ... tapi, tanpa setidaknya ini, tidak akan mungkin untuk menyerang markas Qlippoth. Sensei melanjutkan

“Tim pertama — adalah unit pengalih.”

Sona-zenkaichou dan budak-budak Sitri maju selangkah.

“Itu akan dilakukan oleh kami, para anggota Sitri. Kami pasti akan mendapatkan perhatian musuh dan kemudian membuat pembukaan.”

“Aku juga akan pergi.”

Pertama itu akan menjadi para anggota Sitri, Dulio, dan Suster Griselda (+ beberapa anggota [Brave Saint]) yang akan memasuki kota dan menyebabkan kebingungan. Yang akan menarik perhatian musuh—. Sensei berpaling ke arah Rias.

“Tim kedua akan menjadi kekuatan utama. Rias, Ise, dan para anggota Klub Penelitian Ilmu Gaib.”

Itu benar, kami akan menjadi kekuatan utama. Setelah kami diteleportasi ke Agreas, aku akan menyelamatkan orangtuaku, dan kami juga akan melemahkan kekuatan Qlippoth sebanyak yang kami bisa. Rias mengangguk.

“Iya, aku mengerti. Toh, aku akan menyelamatkan Ogifu-sama dan Ogibo-sama . Seseorang yang berada dalam anggota keluarga mereka sendiri harus pergi untuk menyelamatkan mereka.”

Semua orang di Klub Penelitian Ilmu Gaib mengangguk setuju.

“Lalu Tobio, kamu akan pergi bersama dengan kelompok Rias. Begitu kamu tiba, segera mulai membantu mereka dari bayanganmu sendiri. —Kalau aku, aku akan pergi setelah kalian. Aku akan menuju ke ruang pembangkit listrik di dalam Agreas. Kalau aku bisa menghentikannya, maka aku akan menghentikannya.”

Azazel-sensei juga merencanakan menyerang ke tempat itu. Ya, kalau ia bisa menghentikan Agreas, akan lebih baik untuk melakukannya. Kami tak bisa membiarkan lokasi sakral Rating Game terus dieksploitasi. Itu adalah tempat di mana Sairaorg-san dan aku pernah saling bertarung—. Sensei berbalik dan bertanya pada Le Fay

“Le Fay, bagaimana dengan Vali?”

“Dia dan anggota lain bersiaga di dekat Agreas. Kalau kalian tidak bergerak hati-hati, Agreas dan Osofu-sama Vali-sama mungkin melarikan diri.”

Vali dan Bikou yang saat ini mengawasinya. Kuroka mulai tertawa.

“Karena kalian akan menyerang, kalian berencana untuk menyingkirkan mereka dalam satu serangan yang agak cepat, kan? Bagi Vali, tidak mudah baginya untuk akhirnya menangkap ekor musuh, jadi dia pasti tidak akan membiarkan mereka lari lagi nya~

Jadi, dia sudah mempersiapkan tekadnya setinggi itu, ya. Tapi, kami juga mempunyai unsur kejutan, sehingga akan menjadi kesempatan bagus. Aku juga, karena aku pergi ke sana, aku bisa menyelesaikan hal-hal dengan para bajingan itu. Tapi Sensei tampaknya agak ragu, karena ia memegang dagu dengan satu tangan.

“Berkat kegigihan Vali, kita menemukan tempat persembunyian mereka ... mengatakan itu tidaklah salah. Tapi, tindakan Rizevim saat ini sudah terlalu mencolok. Sementara tindakan menargetkan Ophis dan penculikan orangtua Ise bukanlah langkah yang buruk, tampak terlalu tak sabaran untuk seorang konspirator seperti bajingan itu. Rasanya dia sangat cemas. Ataukah dia ingin kita berpikir dengan cara ini dan membuat suatu perhitungan ...?”

Aku tidak mengerti apa yang sedang Sensei pikirkan ... Setelah Sensei melihat bahwa perhatian semua orang terfokus pada dirinya, ia menyegarkan dirinya dan memperingatkan kami.

“Pokoknya, kalian harus berhati-hati. Bajingan itu bukan orang sembarangan. Kita tak tahu hal-hal apa yang akan ia pasang. Kalian perlu memerhatikan setiap langkah. Bahkan dalam skenario terburuk, kita perlu untuk menyelamatkan orangtua Ise dari sana!”

[Iya!]

Kami menjawab serempak dengan sungguh-sungguh. Sensei kemudian tersenyum berani dan mengatakan kepada kami.

“Tapi, mengingat saat ini juga. —Bajingan itu telah memasuki suaka yang seharusnya tidak dimasuki mereka. Mereka sekelompok bajingan yang pantas untuk mati. Kita benar-benar tak bisa memaafkan mereka. Kalau kalian mampu mengalahkan mereka, maka ubahlah mereka menjadi debu. Aku akan mengizinkannya.”

[Iya!]

Itu sudah jelas! Karena mereka sudah menyerang kami, kami akan membalas dengan keras! —Vali, kalau kamu akan datang, bisa tidak kamu datang lebih awal? Aku bisa meninggalkan semuanya hanya untuk menghancurkan para bajingan itu! Sementara aku semakin bertekad, tim pertama yang terdiri dari anggota Sitri dan yang lain memulai persiapan teleportasi mereka—. Pertarungan kejutan di Agreas telah dimulai!

Bagian 2[edit]

Ketika kami tiba, suara ledakan terdengar di mana-mana. Disertai dengan suara keras dari ledakan, tanah juga bergetar keras.

Lokasi kami tiba adalah di sisi Barat alun-alun pusat kota. Dekatnya ada sebuah taman yang luas, dengan banyak pohon yang ditanam di sana. Melihat ke atas, beberapa awan asap bisa dilihat di kejauhan. Sepertinya kelompok Sitri, Dulio, dan yang lainnya sudah tiba sebelum kami akan pergi. Tiba bersama dengan kami adalah Ikuse-san dari Slash Dog. Dia dan si anjing hitam — Jin bergerak maju bersama-sama.

“Maaf, tapi aku harus melakukan pekerjaanku sendiri. —Aku berharap kalian beruntung. Hyoudou Issei-kun, kamu benar-benar harus menyelamatkan orangtuamu.”

“Pasti!”

Setelah memastikan jawabanku, Ikuse-san dan Jin cepat-cepat meninggalkan tempat kejadian tanpa suara sedikit pun. Toh, ia telah menerima instruksi dari Azazel-sensei untuk melakukan pekerjaan mendukung secara rahasia.

“Ayo!”

Di bawah komando Rias, kami menuju Kantor Pemerintahan di kota mengambang Agreas di mana Rizevim berada. Itu di sudut Barat Laut setelah keluar taman. Familier dengan lokasinya, Rias memimpin, dan kami mengikuti dia. Kami tidak terbang ke udara karena kami tak ingin terlihat. Melihat ke langit, kami bisa melihat Evil Dragon yang diproduksi secara massal terbang menuju unit pengalihan. ... Ini memang markas Qlippoth; jumlahnya sangat tak terbayangkan. Bergerak melalui taman, kami tinggal di bawah bayangan gedung-gedung untuk bergerak tanpa menarik perhatian. Setelah beberapa menit—. Kami tiba di depan gedung bertingkat tinggi. Itu adalah gedung dengan desain yang sangat unik. Itu Kantor Pemerintah Agreas. Kami tinggal di bawah bayangan sebuah gedung dengan jarak yang jauh dari Kantor Pemerintah dan mengamati sekitarnya. Ada banyak Evil Dragon di sekitar Kantor Pemerintah tengah siaga. Di langit atas, sama seperti banyaknya Evil Dragon yang berputar-putar di sekitar.

“... Umm, apa yang akan kita lakukan selanjutnya?”

Rias sangat mempertimbangkan untuk langsung ke Kantor Pemerintah. Evil Dragon yang berada di depan Kantor Pemerintah sudah kami harapkan. Terlepas dari apakah kami melancarkan serangan frontal atau serangan mendadak, hal itu tak terelakkan bahwa musuh akan menjaga benteng mereka sendiri. Sementara kami memikirkan langkah selanjutnya, Koneko-chan mencubit hidungnya dan berkata

“... Bau. Sepertinya kita sudah ditemukan.”

Koneko-chan menunjuk ke suatu tempat tertentu. Di tengah segudang Evil Dragon, makhluk mirip ular panjang dan ramping muncul, itu Naga dengan sisik hitam. Aura padat dan kuatnya ini pada tingkat yang tidak bisa dibandingkan dengan Evil Dragon yang diproduksi secara massal. —Itu Níðhöggr. Segera, aku melihat sosok itu, amarahku segera kembali. ... dia melakukan itu pada Ophis ... dia melakukan itu pada ayah dan ibu .... untuk menghentikan aku yang mulai terbawa suasana karena amarahku, Kiba meletakkan tangannya di bahuku, dan Asia memegang tanganku. ... Aku tahu, itu seharusnya membantuku tenang, kan? Ah, aku sudah baikan. —Terima kasih. Aku mengucapkan terima kasih pada Kiba dan Asia dalam benakku. Usai menarik napas dalam-dalam, aku membiarkan diriku untuk tenang. Tapi, bajingan itu tidak peduli sama sekali dan memanggil ke arah kami, meskipun kami tidak ingin menampakkan diri kami sendiri.

<<Guha, guhehehehe. KELUARLAH! KALIAN YANG DI SANA!>>

... Mereka sudah tahu. Kami semua saling memandang, kemudian mengangguk. Kami menyiapkan senjata kami masing-masing, dan aku juga dengan cepat mengenakan armorku. Setelah menyelesaikan persiapan kami untuk bertarung yang bisa dimulai kapan saja, kita dengan cepat bergerak ke depan Kantor Pemerintah. Setelah melihat tampang jelek Níðhöggr, kami mau tak mau memahami alasan mengapa Koneko-chan sebelumnya mengatakan ‘Bau’. ... Sebuah bau menjijikkan keluar dari Níðhöggr. Semuanya memakai ekspresi jijik. Ddraig mengatakan dengan suara di mana semuanya bisa mendengar

[—Níðhöggr.]

Usai mendengar suara Ddraig, Evil Dragon memperdalam senyum di wajah buruknya, yang menyebabkan semuanya menjadi lebih jijik.

<<Kau di sana, kaukah Ddraig? Guhehe. Lama tidak bertemu, kau benar-benar sudah menjadi lebih kecil.>>

Aku melangkah maju, dan bertanya pada Níðhöggr

“... Jadi kau bajingan yang menyebabkan Ophis berakhir seperti itu?”

Usai mendengar pertanyaanku, Evil Dragon tersebut tertawa kejam.

<<Guhe, guhehehe. Itu benar, putra Lucifer memberi tahuku bahwa ada telur Naga yang sangat enak. Dia kemudian mengirimku ke sana. Setelah itu, aku menemukan bahwa Ophis yang menjadi kecil ada di sana. Aku mengatakan kepadanya untuk memberikan telurnya padaku, tapi pada akhirnya aku ditolak. Tapi telur itu benar-benar telur yang sangat enak, jadi aku ingin merebutnya. Ya, ya, ayahmu dan ibumu, putra Lucifer memberikannya kepadaku. Segera setelah aku menunjukkan mereka pada Ophis, dia benar-benar mereda. Itu benar-benar menakjubkan. Tidakkah kau berpikir begitu?>>

... Begitu ya, itu persis sama dengan apa yang terekam dalam video .... suara melengking bajingan itu berlanjut.

<<Lalu, aku memukuli Ophis dangan sangat keras tanpa ditahan! Lalu, Ophis tampak seperti dia akan membiarkan aku berbuat apa pun selama aku senang, dan dia tidak melawan sama sekali. Jadi aku mengambil keuntungan dari itu dan menyerang Ophis lebih keras!>>

... Níðhöggr berbicara tentang kekejamannya terhadap Ophis dengan senyum di wajahnya. Aku ... sangat marah; Aku tidak tahan lagi. Aku diam-diam memulai merapal mantra untuk true crimson armor. Níðhöggr tidak memperhatikanku sama sekali; masih bergembira di wajahnya, dan air liur busuk yang terus menetes keluar dari mulutnya karena terus berbicara.

<<Karena Ouroboros Dragon itu tidak menunjukkan perlawanan sama sekali, aku dengan senang hati memukulinya berulang-ulang, aku menendangnya lagi dan lagi, dan aku menginjak-injak dirinya; Aku sangaaaat senaaaang.>>

Aku sangat marah sampai-sampai tinjuku gemetar saat aku mengepalkan tangan ... — ... Ah, ah, si bajingan itu ... Aku akan menghancurkannya sangat keras sampai tak ada potongan yang akan tersisa! Rias dan Kiba ... mereka tidak menghentikan aku lagi. Satu langkah, satu langkah lagi dan aku akan tepat di depan Evil Dragon itu. Aku memegang tekad kuat sampai sudah kutetapkan. Níðhöggr masih berbicara dengan kesenangan sambil mengabaikan orang-orang yang di sekitarnya.

<<Guhehehehe. Itu benar-benar terlalu asyik. Itu sama sekali terlalu asyik! Tapi, aku tidak bisa makan telurnya, jadi aku merasa sangat lapar. Karena ini adalah kesempatan langka, kenapa kau tidak membiarkan aku memakanmu? Memakan daging Ddraig kecil tidak akan terlalu buruk, kan? Oh iya. Aku harus makan ayahmu dan ibumu juga!>>

.......

.............

... Ah, oke, bajingan ini — dia adalah makhluk jahat yang benar-benar tak berperasaan yang mana busuk sampai ke tulangnya. Aku mengepalkan rahangku, menekan keluar beberapa kata.

“... Begitu ya, itu cukup bagiku untuk tahu.”

Untuk armor crimson, aku dengan tenang menyelesai ayat terakhir.

“—Dan aku akan membawamu ke Jalan Langit, bersinar dalam cahaya crimson tua.”

[Cardinal Crimson Full Drive!!!!]

Dengan seluruh tubuhku terbungkus armor crimson, aku berkonsentrasi pada sejumlah besar aura ke tinjuku.

“Karena kau ingin makan, aku akan membiarkanmu makan sampai kenyang.”

[BoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoost!!]

Suara kekuatan penggandaanku bergema, dan aura Naga yang telah dikalikan semua dipusatkan ke tangan kananku!

[Solid Impact Boster!!!!]

“—Selamat merasakan enaknya kepalan tanganku!”

Aku mendorong lengan kananku yang telah membengkak berkat Solid Impact! Níðhöggr menciptakan lingkaran sihir pertahanan di depannya—. Tinjuku penuh momentum dan amarah; dengan mudah menghancurkan lingkaran sihir pertahanan si bajingan itu, kemudian meninju langsung ke wajahnya dalam sekejap. Suara benturan serangan itu sangat kuat. Sebuah pukulanku melemparkan raksasa Níðhöggr. Bajingan itu terbawa langsung ke pintu masuk lantai satu, tapi momentumnya tidak berhenti di situ, dan terus sampai ke bagian belakang bangunan. Menggunakan kesempatan itu, teman-temanku mulai melawan Evil Dragon yang diproduksi secara massal. Di pintu masuk ke Kantor Pemerintah, pertarungan dimulai.

“Raikouryuu[7]!”

<<Burraahh!>>

Akeno-san memanggil Raikouryuu sambil terbang di udara, dan hampir seketika membakar banyak Evil Dragon yang diproduksi secara massal. Gasper langsung berubah menjadi binatang buas, dan memanggil banyak monster di area sekitarnya.

“Aku akan menghancurkan kalian.”

“Itu benar, ini adalah saat yang penting!”

Serangan kasha Koneko-chan dan serangan sihir Rossweisse-san tumpang tindih dan memusnahkan banyak Evil Dragon yang diproduksi secara massal. Menghadapi Evil Dragon sebanyak ini, teman-temanku dengan ganas berhadapan melawan mereka; mereka benar-benar sekelompok teman yang dapat diandalkan! Sebentar saja, Níðhöggr terbang dari puing-puing, dan berteriak pada saat yang sama.

<<OOOWWWWWWWWW! ITU SAAAKIIIIITTT!>>

Wajah si bajingan itu telah berubah setelah hanya satu pukulanku, dan itu jelas bahwa ada tulang yang patah. Níðhöggr keluar dari Kantor Pemerintahan, dan menatapku dengan ekspresi marah.

<<A-apa-apaan itu! D-Dasar Iblis kecil sialan! Aku akan membunuhmu! Aku pasti akan menelanmu!>>

... Ah, itu pun kalau kau bisa melakukannya.

“Kalau begitu biarkan aku melihatmu melakukannya!”

Aku dengan cepat terbang ke depan, dan menyerang dengan kecepatan yang bahkan tidak bisa Níðhöggr tunjuk! Menghadapi perutnya, aku melemparkan pukulan! Setelah dia tersandung, aku mendarat dan menendang kaki belakangnya. Lalu, aku terus menendang punggungnya! Setelah itu, aku memberikan beberapa pukulan lebih ganas ke wajahnya.

<<Guha! Guh!>>

Bajingan yang tidak punya kekuatan untuk melawan terhadap gerakan dan serangan berkecepatan tinggi. Dia dengan kaku, meludahkan darah segar dari mulutnya. ... dia berani menyakiti temanku yang penting  — sesuatu seperti itu pada Ophis. Jangan berpikir sudah selesai hanya dengan itu ...? Kau juga menggunakan orangtuaku sebagai sandera, dan mengancam Ophis .... aku pasti tidak akan melepaskanmu hanya karena ini! Aku meraih tenggorokan Níðhöggr dengan lenganku yang telah menebal karena Solid Impact.

“Memukul lagi dan lagi, menendang lagi dan lagi ... itulah katamu.”

Níðhöggr mengguncangkan tubuh besarnya dan membebaskan diri dari peganganku. Dia terbang mundur, dan kemudian menggunakan momentum untuk mengisi kekuatan ke arahku sambil menyiapkan kaki depannya seperti dia menargetiku.

<<Aku akan meratakanmu!>>

Dia berencana untuk menginjakku ya ... akankah aku dihancurkan olehmu dengan mudah!? Aku melintas melewati kaki depannya, dan meluncurkan Solid Impact lain di wajahnya.

“Jangan mengganggu Dragon God-sama keluargaku, dasar bajingan!”

GOOON! Itu suara pukulan lain yang kuat. Dengan salah satu dari pukulan kuatku, aku melayangkan si bajingan itu ke Kantor Pemerintah lagi! Pada saat itu, tiba-tiba Rias melangkah maju. Berdiri di sampingku, dia berkata.

“—Ise, itu bagus. Kita akan menggunakan teknik itu untuk mengakhirinya. Kalau aku tidak melakukan sesuatu seperti ini dengan Evil Dragon itu, aku tidak akan puas.”

“... Itu ya. Aku mengerti!”

Dalam menanggapi Rias, aku mengizinkan Wyvern muncul dari masing-masing permata armorku. Para Wyvern yang terbang menanggapi pikiranku, dan melepas cahaya merah cemerlang saat mereka memulai lingkaran di sekitar Rias! Rias dan aku mulai melakukan sinkronisasi aura dan pernapasan kami. ... Ini teknik kombinasi yang Rias dan aku latih entah beberapa kali di kolam renang bawah di Kediaman Hyoudou dan di tempat-tempat Rating Game—. Ketika aura merah Rias dan aura merahku menjadi satu, Wyvern memohon keajaiban! Salah satu Wyvern melekat ke tangan kanan Rias! —Pada saat yang sama, wyvern mulai terurai menjadi bentuk yang berbeda! Itu — tangan Naga! Wyvern yang menghubungkan sendiri dari ujung ke ujung berturut-turut, sekarang melekatkan ke tubuh Rias, dan secara bertahap membentuk lapisan armor! Setelah semua Wyvern telah terkunci, apa yang muncul di sana adalah — sang [Crimson-haired Ruin Princess] mengenakan armor crimson. Itu benar, ini adalah teknik kombinasiku serta Rias! Dengan melekatkan Wyvern ke tubuh Rias, versi perempuan tercipta — [Boosted Gear Scale Mail] pribadi Rias. Dengan Rias dan aku mengenakan armor, kami menyiapkan sikap kami bersama-sama, dan berseru.

““—[Crimson Extinct Dragonar]!””

Itu adalah nama dari teknik kombinasi kami!

“Rias! Ayo!”

“Ya! Ayo!”

Kami saling membuat isyarat, lalu terbang ke depan dengan kecepatan tinggi. Seperti dua lintasan cahaya merah, kami terbang menuju Kantor Pemerintah yang mana Níðhöggr baru saja terbang. Rias dan aku bergerak dalam persatuan serangan jarak dekat dan sihir penghancur, yang memaksa Níðhöggr untuk terus menderita pukulan tak terhitung banyaknya. Rias, yang saat ini mengenakan armor, kekuatan sihirnya ditingkatkan oleh kekuatan Sekiryuutei, dan bahkan lebih kuat dari biasanya. Seperti ini, jika kami terus menyerang dalam kombinasi, bahkan seekor Evil Dragon legendaris pun akan mudah.

<<... Gah! Guaaahhh! OOOWWWW!>>

Níðhöggr dilempar ke langit oleh pukulanku yang penuh bertenaga selama dia mengerang kesakitan akibat serangan tak berujung. Tampaknya teknik kombinasi kami benar-benar efektif dalam penggunaan pertarungan pertama sesungguhnya! Teknik kombinasi ini, meskipun memiliki beberapa keterbatasan, Rias bisa menggunakan kemampuan [Boost], [Transfer] dan [Penetrate] milik Sekiryuutei. Artinya, Rias dan aku mampu menggunakan kekuatan Sekiryuutei untuk melawan musuh yang terpisah, dan kami bisa menggunakan kemampuan yang berbeda. Meski, selama kami menggunakan ini, aku tidak akan bisa menggunakan Wyvern, dan ada juga batas waktu untuk Rias ... setelah menerima pukulanku, Níðhöggr dengan keras terhempas ke tanah ketika jatuh; Seluruh tubuhnya kemudian mulai diselimuti dalam cahaya samar. Setelah itu, seolah-olah tak ada yang terjadi padanya, berdiri lagi!

<<Guhehehehehehe! Aku sudah hidup kembali!>>

Senyum menjijikkan Evil Dragon muncul di wajahnya lagi! Luka yang telah dia derita sampai sekarang semuanya hilang! ... Cahaya pucat itu, dan perubahan Evil Dragon itu ... sangat familier!

“Air Mata Phoenix!?”

Benar, itu Air Mata Phoenix! Bajingan itu dengan penuh kemenangan menunjukkan beberapa botol kecil kepada kami di tangannya — Air Mata Phoenix.

<<Ini benar-benar barang yang mudah. Cideraku barusan sekarang sudah sembuh! Aku takkan membiarkan kalian bermacam-macam lagi, aku pasti takkan memaafkan kalian!>>

Dalam amarahnya, racun hitam meledak dari seluruh tubuh Níðhöggr. ... Begitu ya, mereka diam-diam memproduksi Air Mata Phoenix. Itulah sebabnya mereka bisa menggunakannya. Rias dan aku menyiapkan diri lagi sambil kami berhadapan dengan Níðhöggr.

“—Racun itu, itu akan menyebabkan cidera secepat racunnya menyentuh tubuhmu.”

“Kalau begini, kita hanya harus mengalahkan dia sampai menghabiskan Air Mata Phoenix! Aku akan berjuang sampai akhir!”

Benar, itu akan baik-baik saja selama Rias dan aku bisa mengalahkannya sampai tak ada lagi Air Mata Phoenix yang tersisa! Sekarang, itu kemungkinan yang pasti! Sambil kami menyerang duluan—. Seorang pria menempatkan dirinya di antara Níðhöggr dan kami.

“—Perkataan itu benar-benar seperti seekor Naga. Mendengar itu bahkan membuatku senang.”

Seorang pria mengenakan mantel hitam — itu Crom Cruach! Orang itu, kenapa ia berada di sini? Meskipun aku ragu, dia tidak memikirkan aku selama berkata kepada Níðhöggr.

“Níðhöggr ... kau benar-benar terlalu naif.”

Melihat Níðhöggr yang terus-menerus mengeluarkan racun dari tubuhnya, Crom Cruach mendesah.

“... Crom Cruach, kenapa kamu di sini?”

Dia mengabaikan pertanyaan Rias. Níðhöggr kemudian melihat ke arah Crom Cruach.

<<Guhehehe! Bukankah ini Master Crom! Meskipun aku sedikit takut selama pertemuan terakhir kita, bersama denganku, kau dan aku, mari kita menelan orang-orang itu—>>

DOON! Itu suara pukulan bersih dan segar. Melihat ke arah sumbernya, lengan kanan Crom Cruach telah benar-benar berubah menjadi cakar Naga besar, dan memukul Níðhöggr langsung di wajahnya sementara dia lengah.

<<OWWW, ITU SAKIT! ITU SAKIT SEKALI! K-Kenapa kau memukulku!?>>

Darah segar berceceran dari mulutnya selama menjerit kesakitan. Crom Cruach memutar lehernya, dan suara otot-ototnya yang meregang bisa didengar.

“... Kalian, kalian terlalu suka bermain trik-trik kecil.”

Bahkan setelah bermandikan racun Níðhöggr, Crom Cruach masih berani mengucapkan kata-kata tersebut.

“Aku mulanya ingin mempelajari Naga itu dengan mengamati Ophis. Tapi kau menghalangiku — yah, aku bisa menghancurkanmu sampai tidak setitik pun yang tersisa, bolehkah?”

Crom Cruach mendongak ke arah langit — tidak, dia melihat lantai atas Kantor Pemerintahan, saat ia meneriaki kata-kata ini pada bajingan itu

“Rizevim Livan Lucifer, apa kau melihat itu? Bahkan jika kau ingin mengontrol banyak Evil Dragon, kau keliru.”

Dengan mantelnya yang berkibar, Crom Cruach dengan terus terang menegaskan itu setelah berkonfrontasi dengan Níðhöggr.

“Naga sejati tidak akan dibatasi dari kelahirannya sampai kematiannya; dia akan hidup hanya sesuai dengan kehendak sendiri. Itu adalah apa yang dikenal sebagai Naga!”

Tiba-tiba, Crom Cruach berbalik matanya ke arahku dan menunjuk ke lantai atas Kantor Pemerintah sambil berkata

“—Pergilah.”

—Hah. Aku terkejut dengan tindakan Crom Cruach. Apakah itu berarti, orang ini ... ingin berurusan dengan Níðhöggr sendirian?

“… Apa itu tidak masalah?”

Aku bertanya untuk konfirmasi.

“......”

Seperti biasa, itu adalah balasan diamnya.

“... Aku benar-benar minta maaf soal sebelumnya.”

Melihatku membungkukkan kepalaku untuk meminta maaf, ia menggelengkan kepalanya.

“—Tidak perlu. Karena kau sesosok Heavenly Dragon, tidak perlu bagimu untuk menurunkan kepalamu kepada Evil Dragon seperti diriku.”

Aku tidak bisa mengatakan apa pun. Rias mengangguk sambil menghadapiku — dan Asia saat ia mengatakan

“Ise, Asia! Serahkan tempat ini kepada kami, kalian berdua pergi saja! Pergilah dan selamatkan Ogifu-sama dan Ogibo-sama[8] sebagai ‘putra’ dan ‘putri’ mereka!”

—Ya! Rias ...! Dia mengatakan kepada Asia dan aku untuk pergi menyelamatkan orangtuaku. … Ya, itu benar. Peran itu — hanya untukku dan Asia. Aku melihat ke arah Asia.

“Meskipun sangat berbahaya, apa kamu mau ikut?”

Mata Asia terisi dengan tekad yang kuat saat ia mengangguk.

“—Ayo.”

... Baiklah, itu sederhana. Aku membentangkan sayap Nagaku, dan mengangkat Asia ke dalam pelukanku saat aku siap untuk terbang. Aku perlu ke lantai atas dengan cepat! Tapi langitnya benar-benar berwarna hitam sebab ada banyak Evil Dragon yang diproduksi secara massal berputar-putar di sekitar. Untuk mencapai lantai atas, tampaknya aku tidak punya pilihan selain menerobos ke tengah-tengah mereka. Mungkin karena baru saja berada di lantai atas melihat Crom Cruach, aura gelap dingin itu — aura Rizevim menghampiri kami dari atap. Setelah merasakan aura si bajingan itu, itu adalah aura dingin dan jahat yang tidak mungkin dilupakan. Ketika aku telah memegang Asia dengan cara membawa tuan putri dan hendak terbang, para Evil Dragon yang diproduksi secara massal dikelompokkan menjadi satu dan bergegas ke arah kami. Tapi mereka tidak menyentuh kami. —Mereka ditebas oleh Pedang Suci-Iblis dengan aura padat dan tenang. Dalam sekejap, tiga garis miring terbuat—. Dengan kecepatan super seperti itu, tampaknya seolah-olah sebilah pedang telah terbagi menjadi tiga dan menyerang dalam arah yang berbeda. — Sandanzuki[9], itu adalah teknik yang telah Kiba keluarkan. Itu adalah teknik mantan kapten Shinsengumi, Okita Sōji. Meskipun ia melarang dirinya menyalin teknik pedang mentornya, setelah perasaannya tentang hal itu berubah, ia mampu menggunakannya dengan sempurna. Teknik favorit Kiba awalnya keterampilan tempur berkecepatan tingginya. [10] adalah salah satu teknik yang paling terampil dari semuanya. Tepat di depan kami, segerombolan Evil Dragon telah ditebas terpisah oleh tiga serangan yang kuat. Kiba mengangkat Pedang Suci-Iblis saat dia berkata kepadaku.

“Ise-kun, cepatlah pergi! Xenovia, Irina, aku ingin kalian datang dan menemani mereka!”

Dalam menanggapi panggilan Kiba, Xenovia dan Irina berlari setelah mereka memukul kalah Evil Dragon yang mereka lawan dengan menggunakan Pedang Suci mereka.

“Serahkan saja pada kami! Kami akan menjaga Asia juga!”

“Kita dikenal sebagai Trio Gereja! Xenovia dan aku akan mengantarmu sampai di sana, Asia!”

Xenovia dan Irina menepuk bahuku. Sama seperti aku hendak mulai terbang, Níðhöggr mengarahkan lingkaran sihir padaku sambil dia bersiap untuk menyerang!

<<TIDAK, AKU TIDAK AKAN MEMBIARKANMU PERGI!>>

Apa dia berencana untuk menembakkan serangan sihir padaku!? —Sama seperti yang terjadi, serangannya tersebar oleh aura kuat yang Crom Cruach keluarkan.

“Lawanmu adalah aku. —Ini sudah lama sejak aku membiarkan orang melihatnya, tapi aku akan membiarkanmu merasakannya hari ini.”

Crom Cruach mengeluarkan aura yang belum pernah terjadi sebelumnya yang jauh lebih besar dari sebelumnya. Semua di sekitarnya mulai bergetar keras. Para anggota Klub Penelitian Ilmu Gaib dan Evil Dragon yang diproduksi secara massal yang saling bertarung semuanya berhenti dan mengalihkan perhatian mereka terhadap Crom Cruach. Dikelilingi oleh tatapan semuanya, tubuh Crom Cruach mulai berubah. Lengan, kaki, punggungnya, dan kemudian kepalanya; semua berubah menjadi wujud seekor Naga. Seluruh tubuhnya memancarkan aura hitam dan emas. Dua sayapnya menyebar dengan cepat; di sana muncul seekor Naga berwibawa, besar dan penuh keagungan. Evil Dragon dari para Evil Dragon telah melepaskan bentuk aslinya. Napasnya didampingi api ringan.

[—Dikenal sebagai Evil Dragon yang terkuat, ini adalah kekuatan yang kumiliki!]

Dengan kedua sayapnya terbuka lebar, itu terlihat menakjubkan sampai-sampai orang mau tak mau terkagum-kagum. Ketika Níðhöggr melihat bentuk sejati Crom Cruach, tubuhnya mulai menggigil, dan mulutnya juga mau tak mau menggigil.

<<Eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeehhh!>>

Níðhöggr menjerit. Aura hitam yang menyelimuti seluruh tubuh Crom Cruach adalah nyata. Aku ... aku juga merasa takut untuk sesaat. Jika aku harus melawan dia — tidak, aku sekarang sangat memahami bahwa dia bukanlah lawan yang bisa aku hadapi sekarang ... Crom Cruach menunjuk sesuatu pada tangan gemetar Níðhöggr; itu adalah Air Mata Phoenix yang Níðhöggr pegang. Crom Cruach dengan mengesankan mengatakan sesuatu yang cocok gaya Naga berwibawa ini

[Berapa banyak Air Mata Phoenix itu? Sepuluh? Dua puluh? Di depanku, Crom Cruach, menikmati menggunakannya. —Tapi, aku pasti akan membunuhmu lebih dari seratus kali! Aku akan mengejarmu tanpa henti sampai kesadaranmu binasa!]

Níðhöggr tak bisa melakukan apa-apa selain gemetar saja. Aku tak bisa menyalahkan karena takut mati. Meskipun bisa hidup kembali setelah dibunuh beberapa kali karena keserakahannya, Evil Dragon di depan mata kami bukanlah lawan yang biasa sama sekali; perbedaan itu terlalu jauh. Dia tidak memiliki kesempatan sama sekali.

<<Guuwaaaaaaaaaaaaaaahhhh!>>

Níðhöggr mengalirkan air mata di wajahnya sementara itu terus meneteskan air liur sambil dengan canggung mencoba untuk menyerang Crom Cruach. —Namun, Naga yang dikenal sebagai Evil Dragon yang terkuat melemparkan pukulan lurus langsung pada Níðhöggr saat bergerak ke depan. Tubuh besar Níðhöggr melayang. Sementara terdorong jauh, Níðhöggr menghancurkan beberapa bangunan dengan tubuhnya di tengah. ... Jadi seperti itu ya pukulannya. Rasanya seperti Sairaorg-san, tidak, itu lebih hebat! Aku menarik diriku bersama lagi, dan mengalihkan perhatianku untuk kembali terbang. Meskipun akan menyenangkan untuk melihat pertarungan Níðhöggr dan Crom Cruach, hal yang paling penting sekarang adalah untuk menyelamatkan orangtuaku! Aku membuka sayap, dan terbang. Dalam pelukanku, Asia — membungkuk dan berterima kasih pada Crom Cruach.

“U-Um, terima kasih banyak!”

Evil Dragon yang agung kemudian menjawab

[—Pisang.]

“Eh?”

Crom Cruach kemudian mengangkat tepi mulut besarnya; itu tampak seperti sedang tersenyum.

[Pisang benar-benar makanan yang enak.]

Menjadi sangat terkejut dengan ini, mata Asia mulai basah.

“Ya!”

Sambil aku terbang di udara — aku hampir berhenti oleh gerakan mendadak Crom Cruach. Tidak, aku pasti terganggu pada saat itu. ... Seperti ini, itu adalah kali ketiga sejak kemarahan Tannin-ossan dan Fafnir. ...... Sialan, sialan! Aku sepenuh hati menyesal mencoba untuk memburu Crom Cruach di rumah. Meskipun orangtuaku dan Ophis telah terkena bahaya, aku ... aku benar-benar terlalu bodoh!

[Dia adalah Naga yang telah lama melihat Dunia Manusia.]

Saat aku tengah merenung, Ddraig mengatakan itu padaku.

[—Partner, kamu pasti tak bisa lupa wujud Crom Cruach barusan. Itu adalah bentuk akhir dari seekor Evil Dragon yang memiliki kekuatan yang mengikuti ketulusan. —Yah, apa yang dipinjam akan dikembalikan.]

… Ya. Tepat! Ada banyak Naga yang patut dipelajari—. Itu sebabnya aku pasti harus menjadi naga terkuat dan terhebat — untuk menjadi Sekiryuutei! Pada saat itu, aku pasti akan melampaui Crom Cruach—.

Bagian 3[edit]

Menunggu di udara saat kami terbang ada Evil Dragon yang diproduksi secara massal yang jumlahnya tak terhitung.

“Haaaaaah!”

“Oryaaaaah!”

Sementara memegang tubuhku, Xenovia dan Irina mengeluarkan gelombang suci pada Evil Dragon yang melintas. Meskipun mereka menyerang satu per satu—.

“Ini benar-benar tidak ada habisnya!”

“Apa yang sudah terjadi? Mereka ada berapa banyak!?”

Menghadapi serangan tak berujung Evil Dragon, Xenovia dan Irina tercengang. Kelompok lain dari Evil Dragon sekarang terbang ke arah kami! Setelah kami terbang sekitar separuh jalan menuju Kantor Pemerintah, Xenovia dan Irina masing-masing membuka sayap Iblis dan Malaikat mereka dan menjauhiku. Mereka mulai bertarung di udara. Mereka berdua memotong Evil Dragon saat berteriak

“Ada lebih banyak Evil Dragon di sini.”

“Serahkan tempat ini kepada kami, kalian pergilah ke dalam dari jendela bawah sana dan kemudian majulah, itu mungkin lebih cepat!”

Usai mengatakan itu, Irina mengeluarkan gelombang suci dengan Hauteclere, dan menghancurkan bagian dari dinding kaca. Jadi itu ya di mana kamu ingin aku masuk. Setelah mengatakan ‘Aku akan serahkan sisanya pada kalian’ untuk mereka berdua, aku buru-buru terbang ke depan dengan Asia dalam pelukanku. Memang benar bahwa ada lebih sedikit Evil Dragon di sini. Paling-paling, ada beberapa Evil Dragon kecil mengembara melalui koridor. Sementara masih dalam posisi di mana aku memegang Asia, aku terus menuju ke depan. meskipun ada Evil Dragon di sini, aku mengabaikan mereka, dan terfokus hanya pada berlari menuju lantai atas. Pada saat itu, sebuah suara diproyeksikan dari loudspeaker dalam gedung.

[Selamat siang, anggota Dunia Bawah. Aku Diehauser Belial. Keberadaanku yang sebelumnya tidak diketahui, tapi karena kalian semua bisa mendengar, aku saat ini aman.]

—Apa! Aku terkejut oleh pemilik suara itu! Itu benar-benar suara sang Champion! Dia di atas? Sambil aku merasa terkejut, aku tiba-tiba berhenti di depan ruang tertentu. Dengan hati-hati aku melihat ruangan itu. Ditempatkan di dalamnya beberapa monitor. Ditampilkan pada semua layar adalah gambar dari Emperor Belial. ... Itu, apakah itu siaran langsung? Dia juga tadi berbicara ke anggota Dunia Bawah. ... Apa mereka meretas stasiun TV untuk menyiarkan ini ke Dunia Bawah ...? Di layar, Emperor terus berbicara dengan ekspresi serius.

“Selanjutnya, aku memiliki sesuatu yang harus kuberi tahu pada semuanya. Yakni — kegelapan Rating Game.”

—Apa! ... Tentu saja, itulah yang ingin sang Champion sampaikan. Konspirasi di balik Rating Game. Aku tidak diam untuk menonton itu lagi, dan terus naik ke lantai atas. Sementara aku berlari, suara sang Champion terus bergema di seluruh bangunan.

[Di generasiku, seperti jamur yang tumbuh cepat, Iblis muda berbakat telah muncul satu per satu, berjuang di garis depan Rating Game. Peringkat kedua, Roygun Belphegor dan peringkat ketiga, Bedeze Abaddon sama-sama telah belajar bahwa kandungan Game dipuji oleh orang-orang.]

Setelah melihat tangga, aku berlari secepat mungkin.

[Tapi, aku telah mendengar beberapa berita yang mengganggu. Terlepas dari apakah itu Roygun, Bedeze, atau kontestan lain, mereka bukanlah Iblis yang sangat luar biasa ketika mereka muda—. Ketika aku pertama kali mendengar tentang hal itu, aku menertawakannya; aku berpikir bahwa mereka hanya rumor yang telah menyebar akibat iri terhadap mereka yang telah memperoleh hasil dengan bakat mereka.]

Sang Champion kemudian menurunkan nada suaranya.

[... Tapi, pada hari tertentu, sepupuku Cleria mengatakan kepadaku bahwa dia telah memperoleh beberapa informasi menarik terkait dengan Rating Game.]

—Apa kamu tahu tentang bidak [King], dia bertanya. Itulah yang dikatakan Cleria Belial. Cleria adalah pendahulu Rias yang bertanggung jawab atas wilayah itu. Selama era ketika Tiga Golongan saling bermusuhan, dia adalah wanita yang jatuh cinta dengan seorang pria manusia, dan pada akhirnya, dia tewas dengan tragis oleh petinggi dari Dunia Bawah—.

[Aku hanya menjawab ‘Ah, itu tidak lebih dari sebuah legenda urban’. Tapi dia melanjutkan. ‘Di wilayah Jepang di mana aku telah ditunjuk, tempat persembunyian Maou Ajuka Beelzebub adalah di dekatnya.’ — Katanya. Itu cukup populer di kalangan beberapa orang di mana Ajuka-sama telah [Membuat Game] di suatu tempat di Jepang karena minatnya.]

Sang Champion menegur Cleria.

[Jangan merepotkan sang Maou. Apa pun itu, jangan sembarangan mendekati tempat itu, paham?]

Tapi, setelah mendengar cerita tentang kontestan dan petinggi dari sang Champion sejak ia masih muda, ia sangat tertarik, dan mulai mengumpulkan informasi tentang hal itu saja. Tapi lagi dan lagi penyelidikan mengenai informasi ini terputus di tengah jalan; Cleria percaya bahwa ada sesuatu yang besar di balik semua itu. Suara sang Champion penuh dengan kesedihan.

[... Dia, hanya karena beberapa cerita kecilku, dia dibunuh. Karena aku selalu tinggal di posisi Champion, lebih dari apa pun, aku tidak senang tentang laporan konyol yang wartawan buat. Dia tahu semuanya tentangku, dan dia tahu bahwa kekuatanku adalah asli. ... Bagiku, dia adalah anggota keluarga yang lebih penting dari apa pun ... aku selalu menganggapnya sebagai adikku sendiri.]

Setelah itu, dengan tenang sang Champion mengatakan

[Berbicara tentang kesimpulannya, sudah jelas bahwa Cleria dihapus. —Dia disingkirkan oleh pemerintah Dunia Bawah. Ini bukan keputusan Empat Maou Agung saat ini, tetapi keputusan Iblis Tua. Karena fakta ini tertutupi, aku tidak tahu tentang kebenarannya. Aku hanya diberi tahu bahwa sepupuku Cleria telah meninggal. ... Untuk mengatasi kecurigaanku, aku mengandalkan saluran tertentu, dan akhirnya belajar kebenarannya.]

... Bukankah dia disingkirkan karena dia telah jatuh cinta dengan seorang pria manusia ...? Dengan kata lain, bukankah alasan itu mengapa sang Champion Diehauser Belial bergabung Qlippoth ...? Saluran tertentu, dengan itu maksudnya Rizevim dan Qlippoth. Ia memperoleh informasi dari mereka. Emperor Belial melanjutkan

[Kesimpulannya yakni — bidak [King] itu ada. Dan dalam foto dan informasi yang sekarang aku tunjukkan kepada semuanya, mereka hanya memperoleh kekuatan yang mereka miliki saat ini sebagai hasil dari menggunakan bidak [King].]

Aku takut bahwa video yang ditampilkan kepada orang-orang dari Dunia Bawah sekarang adalah video yang ditunjukkan pada kami di tempat Ajuka Beelzebub-sama. Informasi yang diperoleh sang Champion dengan menggandeng Rizevim adalah kebenaran di balik kematian Cleria dan kegelapan Rating Game. ... Informasi itu sekarang telah dikeluarkan! Dunia Bawah pasti dalam keadaan kacau ...! Sang Champion kemudian mengatakan kepada penduduk Dunia Bawah tentang kegelapan Rating Game yang tidak mereka ketahui—. Sang Champion juga menyatakan hal-hal yang benar yang kami dengar dari Beelzebub-sama. Aku dengan tenang terus maju menuju lantai atas. Ini adalah — balas dendam sang Champion melawan Iblis Tua karena sudah membunuh Cleria ...! Ketika aku akhirnya mencapai ruang observasi lantai atas, siaran sang Champion baru saja berakhir. Gambar pada monitor besar di depanku menjadi mosaik suara statis. Itu ruang yang tampak sangat luas. Bahkan mungkin memiliki cukup ruang untuk dipakai sebagai tempat untuk bertarung .... Ketika aku melangkah ke dalam ruangan, Emperor Belial berbalik dan bertanya padaku. Sepertinya ia melihat kehadiranku beberapa waktu yang lalu.

“... Jadi, Sekiryuutei-kun. Apa yang kau rencanakan denganku? Dengan memberikan kebenaran informasi ini kepada massa, itu akan cukup untuk mengutuk mereka. Selain itu, ada juga hal-hal mengenai Agreas, dan pertandingan dengan Riser Phoenix-san ...”

Aku menurunkan Asia, dan kemudian melangkah maju. Aku perlahan-lahan mendekati sang Emperor. ... Dengan apa yang terjadi di Dunia Bawah, aku hanya bisa menempatkan kepercayaanku pada Maou-sama. Beelzebub-sama juga telah mengatakan kepadaku hal itu sebelumnya, sehingga aku bisa melakukan hal-hal yang kuperlukan. Dalam hal ini, misiku saat ini adalah—. Menyelamatkan orangtuaku.

“—Semuanya sangat bagus dalam situasi ini.”

Sebuah suara yang sangat familier yang akan membuat orang merasa tidak nyaman memasuki telingaku. Mencari ke tempat asalnya, Iblis berambut perak muncul dari bayang-bayang peralatan layar.

“Aku memiliki — tidak, sebagai putra Lucifer, bukankah aku sudah memperbolehkan ini, Belial?”

“... Rizevim-sama.”

Rizevim menepuk bahu sang Champion, dan kemudian mengalihkan pandangannya ke arahku.

“Tampaknya kita bertemu lagi setelah pertemuan kita sebelumnya di Surga, Sekiryuutei. Juga — Gigantis Dragon Princess[11].”

Aku menekan amarahku sambil aku berbicara kepadanya

“... Yo, putra Lucifer. Aku benar-benar ingin menemuimu. Nah, cepatlah kembalikan mereka, orangtuaku! ... Dan, kenapa kau mengejar Ophis?”

Usai mendengar pertanyaanku, Rizevim mengangkat bahu.

“Aku hanya ingin bantuan Ophis tiba-tiba, itu saja. Ophis — mungkin lebih cocok untuk dikatakan Lilith; aku ingin meningkatkan kekuatannya .... Níðhöggr mengandalkan sihir Aži Dahāka untuk memasuki ruang bawah tanah kota yang kalian semua tinggali; saat ini, orangtuamu pada awalnya digunakan sebagai sandera, dan karena itu orangtua seorang teman yang sedang digunakan sebagai sandera, meskipun itu Dragon God, dia masih akan melihatkan celah. Tapi, karena ada gangguan eksternal, itu tidak terjadi.”

Itu benar-benar adalah cara berpikir yang terburuk, bajingan ini ...! Aku bisa merasakan amarahku naik terus! Rizevim mengungkapkan senyum tak kenal takut. ... Tapi melihat dari dekat, ia tampaknya memiliki lingkaran hitam di bawah matanya, atau itu hanya bayanganku?

“Senang kau datang. —Ada juga orang lain, tamu yang sangat penting yang telah tiba.”

—Ah! Aku segera mengerti apa yang Rizevim katakan. Dari sisi lain dari dinding kaca luar ruang observasi, aura yang sangat kuat bisa dirasakan. Dengan kilatan cahaya, dia melaju di udara dengan menjaga jarak! Orang yang mendobrak dinding kaca itu Vali, dengan seluruh tubuhnya dibalut armor putih bersih! Begitu Vali tiba, ia menghadapi Rizevim dan mengatakan

“... Kau sudah terpojok, Rizevim.”

Sudut mulut Rizevim naik saat ia tersenyum.

“Terakhir muncul adalah cucuku yang menawan. Sepertinya setiap salah satu anggota utama malam ini telah melangkah ke atas panggung.”

... Bajingan Rizevim itu, dia benar-benar sok! Seberapa pun indah kata-katamu, kau tidak dapat menyembunyikan kebencianmu! Aku sudah tahu sangat lama! Aku melangkah lebih dekat ke arah Vali, dan bertanya

“Bagaimana dengan yang lain?”

“Mereka dengan orang-orang di sisimu di luar, sedang mengamuk.”

Jadi begitu, mereka sudah berkumpul. Tujuan Vali adalah Rizevim. Tapi ada juga alasan untukku.

“Kukira kamu tidak akan membiarkan orang lain mengganggu. Tapi, biarkan aku melakukan ini denganmu. ... Di satu sisi, aku juga seseorang yang terlibat.”

“… Baik. Kamu juga sedang mempertimbangkan seseorang yang telah menderita kemalangan serupa. Kita akan bertarung bersama-sama, tapi jangan menghalangi jalanku!”

Setelah bertukar pendapatku dengan Vali, kami memastikan niat masing-masing. Dua Heavenly Dragon menyiapkan postur mereka di depan Rizevim. Rizevim menunjukkan senyum sinis, dan mengatakan kepada kami

“Kalau begitu, izinkan aku untuk memperkenalkan penonton untuk acara ini.”

Rizevim menjentikkan jari, dan lingkaran sihir teleportasi muncul di sudut ruang observasi. Setelah cahaya teleportasi memudar, orang-orang yang muncul adalah — ayah dan ibuku.

“—Ini adalah Hyoudou-fusai[12].”

Dua orang yang diperkenalkan oleh Rizevim sama sekali tidak menyadari situasinya, dan muncul dengan sangat bingung. Aku melepas helm armorku, dan memanggil mereka

“... Tou-san! Kaa-san!”

Setelah mendengar suaraku, orangtuaku memandangku.

“... I-Ise ...? Kenapa kamu memakai benda yang aneh seperti itu pada tubuhmu? Dan kenapa Asia juga di sini?”

“... sejak awal, pria berambut perak ini telah mengatakan beberapa hal-hal aneh. Kaa-san dan aku sama-sama bingung. Apa yang sedang terjadi ...?”

.......

... Berdasarkan kata ibu, aku tahu seperti apa pemahaman mereka berdua miliki tentang situasi saat ini. Dengan kata lain, fakta bahwa aku Iblis itu sudah—. Dengan kuat, aku bertanya pada Rizevim

“... Rizevim, kau bajingan, apa yang kaukatakan?”

Bajingan itu memiliki ekspresi riang, dan tersenyum senang.

“Tidak banyak, hanya beberapa hal sepele. Selanjutnya adalah topik utama. Selama kau melakukan perbuatan yang nyata, orangtuamu tidak akan mengerti kebenaran tentangmu.”

...... Bajingan itu! ... Dia memaksa orangtuaku untuk menonton pertempuran kami dengan mata mereka sendiri ... keparat! Jantungku berdebar keras tanpa henti, dan aku tak bisa mengehentikan lengan atau kakiku yang gemetar. —Aku pasti tidak bisa membiarkan orangtuaku melihatku bertarung dengan kemampuan supranatural! Tapi, kalau aku tidak melawan, kalau aku tidak menang, aku tidak akan bisa menyelamatkan orangtuaku! Aku tidak punya pilihan untuk menolak, aku hanya bisa bertarung! ... Bagaimana bisa begini? Baiklah, aku tidak punya alasan yang bagus sampai sekarang! Jantungku terus berdetak liar di dadaku, dan pada waktu itu, Vali berkata kepadaku

“Aku akan menghadapi Rizevim. Kau hadapi sang Champion.”

Setelah menarik napas dalam-dalam, aku menjawab

“... Aku tidak menduga bahwa aku akan bertarung melawannya yang kurencanakan untuk melawannya nanti di sini .... Aku benar-benar tidak mengharapkan itu.”

“... Pokoknya, keduanya monster. Meskipun kita mengganti lawan, itu akan menjadi pertandingan yang sulit. Karena kau ingin menyelamatkan orangtuamu, tunjukkan kepada mereka tekad pantang menyerah untuk bertahan hidup.”

“... Aku sudah mati dua kali sebelumnya. Jika itu benar-benar terjadi, aku akan mati tiga kali.”

Aku dengan enggan mengejek diriku. ... Tapi, jika ketiga kalinya aku mati adalah untuk orangtuaku, maka itu tak akan masalah. Tapi aku tidak punya niat untuk mati! Setelah aku bertukar pandangan dengan Vali, kami menyiapkan diri terhadap lawan kami masing-masing. Aku akan melawan sang Champion, dan Vali melawan Rizevim. Dua orang yang berlawanan dari kami merespon, dan berbaris. Empat orang sekarang saling berhadapan. Setelah beberapa saat singkat tidak berkomentar. Tanpa kata-kata lagi, pertempuran dimulai. Pertama yang menyerang adalah Vali. Dia maju langsung menuju Rizevim yang berdiri di depannya sambil mengepalkan tinju diselimuti sejumlah besar aura. Meskipun ia mendaratkan tembakan langsung, Rizevim dengan mudah meleburkan aura Vali yang telah diperkuat dengan Sacred Gear-nya! Vali terhuyung.

“... Argh, selama itu terkait dengan Sacred Gear, serangan langsung tidak akan bekerja.”

Setelah mencemooh itu, ia terus buru-buru ke depan untuk melawan! Ini adalah kombinasi dari tendangan dan pukulan kecepatan tinggi! Tapi apa yang mengejutkan yakni Rizevim dengan cepat menghindari semuanya. Mengambil keuntungan dari celah itu, ia melakukan serangan balasan terhadap Vali! Dari punggung Rizevim, sayap Lucifer dibentangkan, dan ia memukul Vali langsung di perutnya dengan kepalan yang terisi dengan energi Iblis! Segera Vali terkena pukulan itu, senjatanya hancur akibat efek [Sacred Gear Canceller], dan ia menderita tembakan langsung ke perut.

“... Guah!”

Mendapatkan pukulan yang kuat, Vali berteriak. Darah mengalir keluar dari sudut mulutnya, tapi dia menyiapkan postur tubuhnya, dan memakai armornya lagi. Itu sama dengan saat aku bertarung melawan Rizevim di Surga; selama aku menerima serangan langsung, atau bahkan hanya goresan, dia akan menyentuh armorku, dan aku akan menerima serangan yang menyakitkan! Jika aku menggunakan kemampuan [Penetrate]-ku, mungkin aku akan bisa mengalahkan orang itu .... Tapi karena Vali mengatakan bahwa dia akan mengalahkannya sendiri, aku harus fokus pada mengalahkan Champion di depanku! Pertarungan di sisiku dimulai; Aku mengurangi jarak kami, dan kemudian mulai pertarungan tempur jarak dekat tak terkendali. Tak ada celah sama sekali. Aku tak bisa menemukan apa pun sama sekali. Dalam percakapan singkat pukulan, setiap satu seranganku dengan mudah dihindari olehnya. Jarak antara kekuatan kami terlalu lebar! Aku bertanya pada sang Champion.

“... Tampaknya tidak ada budak-budakmu di sini.”

Memang, sang Champion di sini sendiri. Dalam perjalanan ke sini, aku tidak bertemu budak-budaknya; mungkin, ini adalah karena ia memberi perintah untuk budak-budaknya agar tidak mengikuti dia ke sini. Seperti yang kuduga, sang Champion berkata.

“Itu benar, aku mengatakan kepada mereka untuk tinggal di luar karena mereka tidak perlu mengikutiku ke tempat ini.”

... Jadi dia memutuskan untuk memikul tanggung jawab semuanya sendiri. Itu kewajibannya. Dia benar-benar memiliki kualitas seorang Champion.

[BoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoost!!]

Aku menggunakan kekuatan [Boost] untuk memperbanyak kekuatan kepalan tanganku, dan dorong ke atas sekaligus! Tapi, tinju yang telah kuperkuat dengan kekuatan begitu banyak dengan mudah dihindari. Dan hanya memukul udara. Aku meluruskan posturku, dan berusaha untuk menyerang lagi. tinju sang Champion menyentuhku secara frontal! Tiba-tiba, aura yang diperkuat yang telah menyelimuti tinjuku langsung lenyap! —Apa! ... Kekuatanku menghilang!? Batal!? Tidak, itu sedikit berbeda dari kemampuan Rizevim! Jika aku tersentuh oleh bajingan itu, bahkan armorku akan hilang! Saat itu, hanya merasa seolah-olah kekuatan Boost di tinjuku telah menghilang! Melihat ini, sang Champion berkata

“—[Worthless]. Itulah, kemampuan Belial. Aku percaya bahwa kau telah mendengar tentang hal itu ...”

... Aku mengerti, jadi itu [Worthless]. Kekuatan yang bisa membatalkan kemampuan khusus. Begitulah cara ia mampu membatalkan kemampuan [Boost]-ku. Meski begitu, aku tidak berhenti menyerang! Aku kemudian menaikkan intensitas seranganku. Aku menyerang gila-gilaan dengan pukulan dan tendangan dalam kombinasi, dan melepaskan tembakan energi Iblis, tapi semua seranganku masih tak berguna pada sang Champion dengan gerakan kecil. Bahkan ketika aku melepaskan tembakan energi Iblis, mereka hanya meledak hampa di telapak tangannya. Aku meningkatkan serangan dengan [Boost] dan [Penetrate] sambil terus menyerang. Tapi serangan yang telah diperkuat dengan [Boost] masih dibatalkan olehnya. Bahkan ketika aku menggunakan kemampuan [Penetrate], aku tidak mampu memukulnya; meskipun serangan balasan dengan [Penetrate] di tempat yang buta, aku tidak dapat melakukan apa pun yang efektif. ... kalau aku bisa mendaratkan pukulan langsung pada dirinya dengan [Penetrate], kerusakan akan dikirimkan kepadanya secara langsung! —Tapi, Aku tidak bisa mendaratkan pukulan pada dirinya! Setiap salah satu dari seranganku telah dihindarinya! Gerakan mengelak sang Champion mirip dengan tarian menawan. Sebaliknya, aku adalah satu-satunya yang berkeringat deras di dalam armorku. —Perbedaan antara kami sudah terlalu besar. Lawan tidak menggunakan kekuatan penuh sama sekali! Ini adalah seseorang Kelas Maou! Sang Champion sebenarnya! Peringkat top dalam Rating Game! Jika aku bisa menggunakan [Crimson Blaster] atau [Longinus Smasher] maka itu mungkin saja. Tapi, aku tidak bisa bahkan memenyokkan kepercayaan sang Champion! Namun demikian, aku tidak berhenti menyerang, dan terus menghadapi Emperor Belial. Sambil menghindari seranganku seolah-olah seorang pemula, ia dengan tenang mengatakan

“Seranganmu bagus; lurus dan langsung tanpa jejak ragu-ragu. Aku benar-benar ingin berkontes melawanmu di Game.”

“Sudah terlambat untuk itu! Belum lagi kau sudah melakukan apa yang kauingin lakukan!? Sebagai hasilnya, seluruh Dunia Bawah telah jatuh ke dalam kekacauan! Pengakuanmu ... sang Champion membawa beban berat!”

Itu benar, setelah mendengarkan semua yang dikatakan sang Champion, pasti akan menjadi sengketa di mana-mana di Dunia Bawah. Apakah mereka berpikir bahwa itu bohong? Tidak, dia adalah Champion yang memiliki dukungan mutlak dalam Dunia Bawah, dan pengakuan yang berat dan realistis. Biarpun sang Champion dikaitkan dengan tindakan terorisme, tidak, justru karena ia bersedia untuk berhubungan dengan teroris, itu pasti kebenaran. Orang-orang mungkin akan percaya itu.

“Ah, aku mengerti. Aku benar-benar mengerti.”

“Kau tidak benar-benar mengerti!? —Seranganmu membawa rasa ragu!”

Itu benar, sang Champion, dia — tidak langsung menyerangku sama sekali! Paling-paling, ia bertarung melawanku dengan menggunakan kemampuannya untuk membatalkan. Jika dia benar-benar memiliki niat, segera setelah kekuatanku batal, dia bisa memberiku cedera yang fatal! Sang Champion, ia — yang ragu-ragu dalam pertempuran ini!

“... Ku!

Baru ketika sang Champion dan aku saling berbicara, Vali telah roboh ke lantai. Dia kembali lagi, melengkapi armornya lagi, dan menghadap Rizevim ... jika terus seperti ini, ia akhirnya akan kalah karena kelelahan! Jika ia mampu menggunakan [Juggernaut Drive], maka akan menjadi cerita lain, tapi hanya menggunakannya itu akan mengkonsumsi jumlah stamina dan energi Iblis yang luar biasa. Karena lawan memiliki kekuatan [Sacred Gear Canceller], semua stamina dan energi Iblis akan sia-sia jika transformasi itu batal sembarangan. Untuk Vali, bertarung seperti ini saat ini juga akan menjadi pilihan yang terbaik.

“Hoho, ada apa? Vali. Menggunakan serangan seperti ini terhadap kakekmu itu tak berguna yo.”

Rizevim mengatakan itu dengan ekspresi senang ... di sisi lain, Vali memiliki ekspresi yang sangat tak puas. Vali mengulurkan tangan kanannya setelah melepaskan armornya, dan menghasilkan beberapa lingkaran sihir dari tangan kanannya yang kemudian menggunakan sihir semburan api terhadap Rizevim. Kemudian Rizevim — tidak menggunakan kemampuan pembatalan, dan bukannya menghindarinya! Serangan itu adalah sihir murni! Itu tidak ada hubungannya dengan Sacred Gear, itu serangan sihir murni! Orang itu Vali, dia memiliki bakat yang luar biasa untuk sihir! Jadi begitu, ia mengandalkan armor [Balance Breaker] untuk mengurangi jarak dalam kemampuan fisik mereka, dan kemudian menggunakan sihir atau energi Iblis untuk menyerang Rizevim. Sepertinya Vali menyerang dengan sihir, dia berkata dengan nada senang.

“...... Ini benar-benar merusak pemandangan. Sebagai putra Lucifer, kau berperilaku seperti Lilin , tapi kau berniat untuk menunjukkan jenis sikap yang bermartabat ...”

Vali menunjuk Rizevim saat berbicara.

“Aura aslimu yang sudah kau coba sembunyikan dalam dirimu sendiri, tapi tidak mengeluarkan aura jahat dan kejam sama sekali. Rizevim, kau jahat dan berbahaya memang.”

Dengan ditunjuk oleh cucunya, Rizevim menatap kosong sejenak, dan kemudian tertawa ‘hehe’ dengan sikap yang agak jahat.

“Kalau begitu, bagaimana denganmu, cucu bodoh-kun? Mungkinkah kau bahkan tidak dapat memenangkan pertempuran balas dendam terhadap kakek tua dan lemah ini sebagai seekor Naga sampah?”

Dia bahkan menjulurkan lidahnya; ia masih bermain-main dengan sikap udiknya yang biasa. Ah, itulah yang juga kupikir. Seberapa pun bermartabat ia membuat kata-kata dan perbuatannya terdengar, sikap bodoh sekarang ini adalah sifat sejati Rizevim. Biarpun dia bertindak dengan sikap seorang Maou, itu tidak lebih dari sebuah akting—. Sebagai cucunya, Vali sudah melihat sifat sejati kakeknya. —Pada saat itu, Rizevim berbalik matanya ke arahku, dan kemudian memanggil

“Champion-kun! Itu! Cepat gunakan itu!”

Dia tiba-tiba mengeluarkan instruksi. Aku melihat sambil Champion mengambil botol kecil cairan merah dari saku dadanya. Sang Champion, tanpa suara, seketika menghilang di tempat—.

“Gah!”

Dia meraih wajahku ...! Jarak antara kami tertutup dalam sekejap! Sang Champion menggunakan jari untuk membuka tutupnya, dan dengan tangannya yang lain ia memaksa mulutku terbuka dan berencana untuk menuangkannya ke dalam. Dalam rangka untuk menolak, aku mendorong sang Champion dengan kedua tangan, tapi sebagian kecil dari cairan dalam botol masih masuk mulutku! Serangan balasanku meleset sambil sang Champion melesat sampai ke bagian belakang ruangan! ... Mulutku penuh dengan rasa mengerikan, rasa dan bau darah bertahan di lidahku, dan rasanya sangat kental. Tetapi juga tampak seperti rasa yang familier. Mulutku sering diisi dengan itu selama pertempuran. Ya, cairan merah itu — darah! ... Aku tidak tahu apa jenis darah itu sama sekali; kenapa mereka membuatku minum itu—. Dokun dokun! Kemudian, jantungku mulai berdenyut dengan cepat! Pada saat yang sama, aku tidak bisa menghentikan tubuhku yang gemetar. Setelah itu, tubuhku mulai perlahan memanas dari dalam, dan penyebaran panas untuk seluruh tubuhku! Panas yang dihasilkan dalam tubuhku bahkan mengejutkanku! Aku tidak tahan, dan aku melepas armor pada lengan kananku. Jelas, aku tidak berniat membiarkan lengan kananku berubah menjadi lengan Naga, tapi itu berubah menjadi lengan Naga dengan sendirinya. ... aku tahu bahwa aku tidak meningkatkan kekuatan Nagaku. Lengan dan kakiku ... mereka berubah menjadi seekor Naga! Aku segera mengerti. Ya, darah itu — darah Naga! Darah Nagaku digunakan untuk meningkatkan kemampuan Gasper. Serupa dengan itu, sang Champion memaksaku untuk minum darah Naga. Oleh karena itu, kekuatan Naga di dalam diriku meningkat; tubuhku menjadi panas, dan aku tidak bisa menghentikan tubuhku yang berubah. Lenganku sudah berbentuk Naga, dan panas yang abnormal sekarang mencapai kepalaku! Helmku kemudian melepas dengan sendirinya—

“Hyaa!”

Aku mendengar teriakan ibu. Aku memandang ibu, dan dia kembali menatapku dengan ekspresi seolah-olah dia sedang melihat seekor monster. … Apa yang sedang terjadi? Sementara aku berpikir tentang itu, aku menggunakan tanganku untuk menyentuh wajahku sendiri. ... Sensasi menyentuh kulit manusia yang biasa belum bisa dirasakan, tapi apa yang dirasakan sebaliknya adalah tekstur kulit yang sangat kaku. Rizevim mengirim lingkaran sihir kecil ke arahku. Sebuah cermin muncul dari lingkaran sihir. Aku melihat di cermin — kulitku telah menjadi keras, mataku menjadi besar, dan gigi tumbuh keluar dari mulutku; itu adalah wujud yang sama sekali asing. ... Aku, bahkan wajahku mulai menjadi bentuk Naga .... Dalam situasi ini, Rizevim tertawa ringan saat ia dengan gembira berkata kepada orangtuaku.

“Silakan lihat ini dengan hati-hati, Hyoudou-fusai. Ini adalah bentuk makhluk berbentuk putra di depan kalian terlihat—. Seekor monster.”

—! ... Brengsek, ia benar-benar akan mengatakan itu sekarang juga!? Semenjak awal, ia berencana untuk membuatku menjadi Naga, dan membiarkan orangtuaku melihatnya!? Dia benar-benar menyiapkan ini sebagai pertunjukan!? ... Ini adalah bayaran kepadaku karena mengalahkan dia di Surga. Bajingan itu sebenarnya begitu terobsesi tentang hal itu ... persetan! —Sungguh, bahkan kotoran anjing pun akan lebih baik daripada bajingan ini ...! Rizevim melanjutkan.

“Pada musim semi tahun lalu, putra kalian yang berharga meninggal. Naga ini kemudian merebut posisi anak kalian. Ia hidup berbohong dengan kalian. Selama liburan, dia tidak mengatakan kepada kalian bahwa ia butuh perjalanan jauh? Itu karena dia harus pergi ke Dunia Iblis. Pada akhir tahun, bukankah dia selalu sibuk, dan tidak mampu untuk menghabiskan waktu bersama dengan kalian? Itu karena ia melakukan kegiatan tertentu, sebagai makhluk asing, dan sebagai monster!”

Bajingan itu, ia benar-benar menikmati ini, ia mengatakan hal-hal begitu dengan ekspresi gembira! Wajah orangtuaku dicelup dengan ketakutan sambil mereka melihat Rizevim dan aku. ... Aku tidak ingin melihat ekspresi di wajah orangtuaku.

“... Jangan lihat, Tou-san, Kaa-san.”

... Aku mencoba untuk mengatakan itu. Jika ada lubang di sini, aku ingin bersembunyi di sana! Dengan wujud seperti itu, aku pasti tidak ingin terlihat seperti ini oleh orangtuaku! Hentikan! Tolong hentikan! Aku berharap ini semua hanya mimpi! Seperti ini ... dengan ini ... uhh! Pikiran ... ku runtuh. Aku tak bisa melakukan apa-apa selain menangis—. Sementara itu, Rizevim terus berbicara dengan ekspresi gembira

“Tou-san? Kaa-san? Oh ho, apakah kalian dengar itu? Monster itu masih berencana untuk menggunakan kebohongan untuk menipu kalian berdua, kan?”

Pada saat ini, berdiri di depanku, seseorang melindungiku. —Itu Asia! Air mata Asia mengalir di wajahnya saat dia dengan putus asa memberitahu ayah dan ibu san tentang situasinya

“Otou-san, Okaa-san! Orang ini adalah Ise-san! Kumohon, kalian berdua harus percaya ini! Memang, ia bereinkarnasi menjadi Iblis, dan ia juga memiliki kekuatan Naga di tubuhnya. Meski begitu, tidak salah bahwa dia Hyoudou Issei! Percayalah padanya! Kalian harus ... kumohon!”

Melihat Asia saat dia menangis, Rizevim tersenyum sambil berkata.

“Hyoudou-fusai, gadis berambut pirang ini juga Iblis. Jangan tertipu. Makhluk seperti Iblis awalnya monster yang menggunakan godaan manis untuk menarik manusia ke dalam jurang; saat, kalian telah terpikat oleh bisikan Iblis, jadi akan lebih baik untuk mencatat itu.”

...... Asia adalah anak yang baik. ... Satu-satunya alasan bahwa Asia meninggal adalah karena aku .... ... Ayah, ibu, tak masalah jika kalian tidak percaya padaku. Tapi, hanya Asia — kalian hanya perlu percaya Asia ...! ... Aku ... tidak bisa mengatakan apa-apa; bantalan serangan verbal seperti itu, aku hanya bisa meminta maaf secara membabi buta.

“…… Maaf. ...... Kaa-san, Tou-san ...... Maaf ......”

... Aku bersalah membohongi kalian sampai sekarang. Ini adalah hukuman diamku. Mungkin ini adalah saat pembalasanku. Karena aku tidak pernah bercerita tentang menjadi Iblis. Tidak, biarpun aku mengatakan demikian, akankah orangtuaku percaya? Juga, jika aku memberi tahu mereka, ada kemungkinan bahwa aku akan menyeret mereka ke dunia supranatural. Seandainya itu terjadi ... aku tidak bisa. ... Tapi, sebagai akibatnya, orangtuaku masih terancam. Itu benar, semua itu adalah kesalahanku! Jika aku tidak pernah terlibat dengan Raynare, hal-hal ini tidak akan menjadi seperti ini. Jika aku lebih pintar, mungkin aku akan menemukan cara untuk hidup sebagai manusia. ... Tapi, kalian tahu ayah, ibu. Aku tidak menyesal menjadi Iblis sedikit pun. Aku bertemu banyak orang, dan aku belajar banyak hal. Sebagai manusia, mereka adalah hal-hal yang benar-benar tidak mungkin untuk dialami. Hanya ini, aku pasti tidak akan pernah menyesal. Satu-satunya hal yang aku sesali adalah — aku tidak pernah mengatakan kepada orangtuaku tentang identitasku yang sebenarnya. Jadi, aku harus meminta maaf kepada mereka.

“—Aku benar-benar sangat menyesal, Tou-san, Kaa-san.”

Jadi, aku meminta maaf. Itu semua yang bisa kulakukan. Meskipun aku ditolak oleh mereka berdua, meskipun mereka memotong hubungan orangtua-anak kami, itu juga tak apa-apa. Setelah itu, tak masalah selama aku bisa menyelamatkan mereka. Ya, aku pasti harus menyelamatkan mereka. Aku bersumpah! Setelah aku menyelamatkan mereka — aku akan pergi. Aku tidak bisa membiarkan mereka terancam lagi, aku akan — menghilang dengan patuh. Dari sisi orangtuaku, aku akan menghilang dengan patuh. Jadi, aku benar-benar menyesal, ayah, ibu. Aku menangis. Aku — menyesal. Setelah aku mempersiapkan diri untuk ditolak oleh mereka, suara mengarah padaku.

“... Kamu Ise? Apa itu benar?”

—Itu adalah suara ayah. Ayah berjalan sedikit lebih dekat denganku. Rizevim terkejut sejenak, dan kemudian dia berkata dengan cemas

“Tunggu, Hyoudou-shi[13]. Kau jangan tertipu. Bercerita sambil menunjukkan air mata emosional begitu, itu adalah sesuatu yang bisa dilakukan Iblis.”

Tapi, ayah menggeleng, dan masih mendekatiku.

“Kamu salah, dia Ise. ... kebiasaan buruk meminta maafnya sama persis.”

Ibu kemudian mengikuti di belakangnya saat ia mengangguk dan berkata

“Ya, aku juga tahu. Meskipun penampilan wajahnya telah berubah, aku mengerti jawabannya. Ise. Anak itu adalah Ise!”

Mereka berdua — mereka tiba di depanku dan Asia. Setelah berbentuk Naga, aku tak bisa melihat mereka dengan benar ... tapi ayah berdiri di depanku, dan melindungiku. Berdiri di depan Rizevim dan sang Champion, kakinya gemetar tapi dia masih berteriak

“Mulai sekarang, aku tidak akan membiarkan kamu melakukan apa pun pada anakku! Jika kamu ingin meletakkan tangan pada Ise, maka kamu harus mengalahkanku dulu!”

—Mn! ... Aku terkejut dengan perkataan ayah.

“... Bagiku, ketika aku lahir, itu sangat biasa, tidak ada yang istimewa pernah terjadi. Aku tidak pernah berpikir tentang melakukan sesuatu yang istimewa. Aku hanya ingin pekerjaan sederhana dan biasa; Aku hanya ingin sebuah keluarga normal; aku hanya ingin menjalani kehidupan biasa dengan keluarga. Saat ini pun, itulah yang aku inginkan.”

Ayah dengan jelas menegaskan.

“Apakah dia Iblis atau bukan, atau kah dia Maou, jujur saja aku tidak tahu apa-apa tentang hal itu sama sekali. Bahkan dalam situasi saat ini, aku bingung sampai aku tidak mengerti semua itu. ... Tapi, aku tahu satu hal; anak ini adalah anakku! Hal ini jelas, karena dia Ise-ku.”

Rizevim menggeleng, dan berkata kepada ayah.

“Hei, hei, hei. Otou-san. perlu kau perhatikan. Apakah makhluk merah itu terlihat seperti manusia untukmu? Apakah terlihat seperti putramu? Kau, dengarkan dengan cermat. Itu adalah Iblis, dan juga Naga. Dengan kata lain, dia adalah monster.”

“Tidak, dia anakku. Ise-ku. Kamu tidak akan mengerti. Tapi, aku bisa mengerti. Itu karena, aku orangtuanya. Sudah tujuh belas tahun terakhir, aku telah membesarkan anak ini.”

Dalam menanggapi perkataan ayah, Rizevim mendesah.

“Apa yang telah kau pahami selama hanya tujuh belas tahun ini, manusia-kun? Apakah kau bahkan memahami kebenaran dan realita dunia ini, manusia? Cara untuk membaca tanda-tanda; bisakah kau yang bahkan tidak bisa melihat sifat aura seseorang bisa mengerti?”

Dalam rangka untuk melindungiku, ibu dengan erat memelukku.

“Kamu Ise? Ah, aku bisa mengerti setelah memelukmu. Anak ini Ise. Itu karena aku sudah memelukmu berkali-kali sebelumnya, jadi aku mengerti.”

Ayah membuka tangannya, dan kemudian membuat sikap melindungi saat ia berkata—.

“—Tujuh belas tahun adalah semuanya tentang keluarga kami. Hal tersebut tidak semudah dengan hanya dijelaskan saja!”

Ibu memelukku sambil juga berkata.

“Ya. Anak ini — adalah anakku yang tersayang.”

“Itu benar, biarpun ia terlihat seperti ini! Tetap saja ... Tetap saja!”

Ayah menatap wajahku, lalu dengan sungguh-sungguh mengatakan.

“—Biarpun ia telah bereinkarnasi dan penampilannya telah berubah, dia masih anakku, bukankah begitu?”

—Mn.

.............

....... Air mata mengalir di wajahku. Itu tak terbendung karena menetes di pipiku. ...... Aku sudah menegaskan dan memutuskan bahwa aku akan ditolak oleh orangtuaku jadi aku terus meminta maaf. —Tapi, terlepas dari apakah itu ayah atau ibu yang melihatku, mereka masih mengatakan bahwa aku adalah anak mereka. Biarpun benar-benar ada sesuatu yang hanya bisa dipahami orangtua, Aku—. Ayah memelukku, serta ibu dan Asia; kami berpelukan bersama saat aku menangis.

“Dalam hal ini, aku punya sesuatu yang bahkan akan kurang menyenangkan dari ini. Sebagai orangtua, kamu tidak sangat beruntung!”

Ibu memelukku dan Asia saat ia berteriak

“Ya! Biarpun dia menjadi seperti ini dan dia akan mengenaliku sebagai Haha-nya ... itu sudah cukup!”

Asia — dia hanya terus meneteskan air mata, dan menangis. Ayah yang berhadapan dengan Rizevim, putra Maou dan berteriak!

“Anak ini adalah anak kami! Kami tidak akan membiarkanmu meletakkan satu jari pun pada dirinya!”

Pada saat itu, tubuhku memancarkan aura hangat, dan menyembunyikan kami berempat bersama-sama—.

Bagian 4[edit]

Sebelum aku menyadari — aku mengambang di tempat yang tampak seperti Celah Dimensi. Ini ... kenyataan? Tidak, ini tidak terasa nyata. Kalau aku harus mengatakan seperti apa ini, ini sama seperti ketika aku melihat dunia di hati Akeno-san selama bertarung dengan Loki—. Sebuah layar muncul di depanku tiba-tiba. Ditampilkan pada layar adalah ruang konsultasi rumah sakit yang tidak dikenal. Di dalamnya ada seorang dokter dan ... sepasang laki-laki dan perempuan yang familier. Mereka tampaknya ayah dan ibu ketika mereka masih muda!? Rasanya seolah-olah aku melihat versi muda dari orangtuaku yang hanya kulihat dalam foto. Apa yang sedang terjadi? Ruangan ini adalah ... kenangan ayah dan ibu? Apakah semuanya dalam kenangan mereka terlihat melalui layar ini? Apa aku menggunakan [Pailingual] pada ibu secara tak sadar ...? Sementara pikiranku mulai diisi dengan pertanyaan begitu, dokter dan orangtuaku di layar menunjukkan ekspresi suram. Dokter mengatakan kepada orangtuaku.

[—Aku sangat menyesal, tolong menyerahlah pada anak di perut Anda.]

Mendengar ini, ibu — menangis. Ayah dengan sedih membatu bahu ibu. ... Apakah ini sebuah adegan dari bagian kebidanan dan ginekologi? Itu adegan yang belum pernah didengar sebelumnya .... Sambil aku tersesat dalam kebingungan ini, suara ibu menggema di dalam ruangan.

[Ketika aku mengetahui bahwa tubuhku akan membuat sangat sulit untuk melahirkan anak, itu beberapa tahun setelah aku menikah dengan suamiku. Selalu sulit untuk hamil seorang anak, dan sangat sulit untuk akhirnya hamil setelah bertahun-tahun. Tapi, karena tubuhku ...]

Pemandangan berubah, dan itu menjadi ruang tamu yang familier. Itu rumah lamaku. Duduk di sofa, ibu masih menangis.

[Maaf, sayangku ...]

Sambil ibu terus berduka dan menangis, ayah menghiburnya.

[Soal itu — kamu tidak perlu khawatir! Meskipun janin di perutmu sangat disayangkan, kamu tidak boleh menyerah! Kamu pasti bisa melahirkan bayi kita!]

... Anak di perutnya, bayi mereka .... Ini, jangan bilang .... Apakah ini peristiwa yang terjadi sebelum aku lahir? Tapi, apa aku tidak berhasil lahir ...? Aku bingung dengan situasi ini yang belum pernah kudengar sama sekali. Pada saat ini, aku mendengar suara ibu lagi.

[Dua tahun setelah itu, ada kesempatan lain.]

Pemandangan berubah lagi. Di layar, ibu dengan lembut membelai perutnya sendiri dengan ekspresi gembira.

[Ini hebat! Kita akhirnya berhasil! Tenang saja! Semuanya baik-baik saja sekarang!]

Ayah dengan gembira melompat-lompat di sekitar ruangan. Di tengah pandangan kenangan ini, aku melihat orangtuaku mengunjungi sebuah toko buku di mana mereka membeli banyak buku tentang kelahiran, dan juga buku-buku terkait anak. Mereka telah membeli jumlah buku dengan berlebihan, dan kemudian terbenam dalam bacaan mereka. Dalam rangka untuk memastikan kelahiran sukses anak mereka, mereka pergi ke bagian kebidanan dan ginekologi — kenangan konsultasi berulang mereka terbuka di depanku satu per satu.

[Untuk memastikan kelahiran anak kami, aku dan suamiku memberi perhatian saat ini. Kami selalu melekatkan sangat penting untuk anak di perutku—]

Sekali lagi, layar kembali ke adegan di dalam ruang konsultasi bagian kebidanan dan ginekologi. Dokter dengan sungguh-sungguh menjelaskan kepada orangtuaku karena mereka telah melihat keputusasaan di wajah mereka.

[Hyoudou-san, meskipun menyakitkan bagi Anda, itu jelas bukan karena hal-hal antara Anda berdua, ada banyak faktor lainnya—]

Dalam perjalanan pulang yang bersalju, ayah berhenti di tengah jalan, dan menghadapi ibu saat ia berbicara dengannya.

[… Aku menyerah]

Ayah yang sudah begitu bersemangat — menangis deras.

[Jika terjadi sesuatu pada tubuhmu lagi seperti terakhir kali, aku ... benar-benar tidak akan mampu menanggung i-itu ...!]

Ibu memeluk erat ayah, selagi mereka berdua menangis dalam kesedihan.

[Kita hampir menyerah pada memiliki anak, dan bukannya berencana mengubah sikap kita untuk beradaptasi dengan gaya hidup yang berbeda.]

Apa yang terbuka di depan mataku hanyalah kehidupan sederhana dan harmonis orangtuaku. Mereka berdua melakukan perjalanan bersama-sama, mereka pergi berbelanja bersama-sama, dan mereka pergi memancing bersama-sama; mereka selalu bersama-sama—. Sosokku tidak ada. ... Sosok dua anak orangtuaku tidak ada.

[Tapi, pada tahun kedelapan begitu aku bersama dengan suamiku—]

Ketika ayah pulang kerja, ia benar-benar diberi kejutan oleh laporan ibu di dapur

[Seorang b-bayi!? B-benarkah!?]

Usai ayah mendengar berita ini — dengan ekspresi tabah, ia menaruh tangannya di bahu ibu dan berkata

[… Aku mengerti sekarang! Kali ini pasti! Kali ini kita pasti harus memberikan segalanya agar kita melahirkan anak ini!]

Ibu dengan bahagia mulai meneteskan air mata sambil tersenyum. Setelah itu, melihat keduanya bekerja keras untuk kelahiran bayi mereka muncul lagi. Lebih dari sebelumnya, ayah membaca semua jenis buku, dan ibu bahkan lebih memperhatikan dietnya. Ketika ibu berusaha mengangkat barang, ayah bergegas ke depan untuk menghentikannya. Untuk melindungi anak mereka yang belum lahir, mereka berdua mengunjungi badan khusus. Pada malam bersalju, ayah bertelanjang kaki di sebuah kuil tertentu, dan sudah menyelesaikan Hyakudomairi[14].

[Kumohon! Tolong dipastikan! Pastikan bahwa anakku yang belum lahir akan diberi dengan selamat!]

Dengan membeku, malam yang dingin dan bersalju, ayah sudah menundukkan kepalanya dan berdoa berulang-ulang sambil menghadap aula utama kuil.

[Aku tidak peduli berapa banyak hidupku Anda ambil! Tidak masalah biarpun umurku yang tersisa dibagi dua! Jadi kumohon, aku sangat membutuhkannya! Lindungilah anak dalam kandungan! Kumohon! Kumohon pada Anda!]

Biarpun kakinya sangat dingin sampai menjadi mati rasa, ayah masih terus membungkuk dan menawarkan doa kepada Dewa. Tou-san, yang berdoa kepada Dewa ... hanya berharap bahwa anak dalam kandungan akan selamat. Di layar, musim berubah, dan itu telah menjadi musim semi yang hangat. Ibu sedang berbaring di ranjang di kamar rumah sakit, dan di sampingnya — bayi yang telah berhasil lahir berbaring di sana.

[Ini adalah bayi laki-laki.]

Perawat memberitahu ayah yang masih tak percaya. Setelah beberapa saat, ayah akhirnya tersadar dan berkata.

[...... Ah, begitu ya .......... Ini benar-benar anakku ...]

[Ya, itu adalah bayimu dan aku .... Butuh delapan tahun.]

Ujar ibu dengan emosional selama berbaring di ranjang. Perawat kemudian mendesak ayah untuk memegang bayinya. Melihat bayi dalam pelukannya, ayah tersenyum lebar dan berusaha menahan air matanya saat ia mengatakan.

[............ Sangat menyenangkan untuk bertemu denganmu, aku, aku Otou-san-mu.]

Mata bayi akhirnya bertemu mata ayah. Pada saat itu, ayah tak bisa lagi menahan air matanya. Air mata mengalir di wajahnya sambil terus tersenyum pada bayi dalam pelukannya.

[…… Terima kasih. Bahwa kamu lahir ... sungguh ... terima kasih ...]

Ibu dan ayah mengeluarkan air mata kebahagiaan bersama-sama, dan dia kemudian bertanya pada ayah

[... Apa kita sudah memutuskan namanya?]

[... Ah, itu [Issei]. Yang mewujudkan harapan bahwa dia akan bisa menjalani kehidupan yang jujur[15].]

Usai mendengar nama ini, ibu tertawa lemah.

[... Ah, itu sangat tidak kreatif.]

[I-ini saja yang bisa kupikirkan bahkan setelah berusaha keras!]

[Ufufu. ... Tapi, nama itu kedengaran bagus. Issei. Ise. Anakku.]

Sang bayi ... aku dikelilingi oleh kehangatan dari dua orang itu.

[Ah, anak kita. —Ya, Issei.]

Apa yang ditampilkan pada layar setelah itu sesuai dengan kenanganku. Pada malam hari, ayah membaca buku bergambar kepadaku ketika aku tidak bisa tidur. Ketika para hewan sedih, dan ketika ia membaca kisah sedih untukku, aku tidak akan berhenti menangis. Pada malam tertentu, ayah pergi pada perjalanan bisnis. Ibu telah menelepon ayah mengatakan kepadanya bahwa aku berada di ruang gawat darurat rumah sakit karena aku menderita demam tinggi. Pada akhirnya, ayah mengakhiri perjalanannya lebih awal, dan kemudian mengambil penerbangan bergegas kembali secepat mungkin. Di sekolah dasar, aku berlari bersama dengan ayah pada balap tiga kaki orangtua-anak, ayah dan aku bekerja keras menargetkan tempat pertama. Pada akhirnya, kita hanya bisa mendapatkan tempat ketiga. Setelah itu, di satu sisi taman bermain, tiga orang di keluarga kami makan fried chicken dan tamagoyaki bersama-sama; rasanya waktu itu adalah sesuatu yang tidak pernah kulupakan. Di SMP, pertama kalinya aku mengenakan seragamku, itu membuat orangtuaku benar-benar bersemangat. Kami mengambil beberapa foto di depan gerbang sekolah hari itu. Meskipun aku merasa sedikit malu tentang itu, orangtuaku tampak lebih bahagia dari sebelumnya. ... Pada Hari Ayah, aku membeli ayah dasi agak murah, dan pada Hari Ibu, aku memberinya celemek bermotif bunga dari kelas pendidikan rumah. Tapi mereka berdua masih menghargainya. Akhirnya, adegan terakhir yang muncul adalah — aku hampir menangis di sudut sebuah department store ketika aku masih kecil. ... Aku ingat itu. kami sekeluarga pergi ke department store prefektur di dekatnya yang jarang kami kunjungi. Aku tertarik dengan benda aneh, dan terpisah dari orangtuaku. Orang-orang yang datang dan pergi adalah wajah asing; dengan hati nurani yang bersalah aku memutuskan pada satu hal, bahwa aku tidak akan menangis. Jika aku tidak bertemu ayah atau ibu, itu takkan masalah jika aku hanya menemukan tempat dengan jam besar dan menunggu mereka di sana—. Guna menindaklanjuti keputusan ini, aku berdiri di alun-alun dengan menara jam di dekatnya, dan menunggu munculnya orangtuaku yang akan datang mencariku.

[Chichi-saaaaan, Haha-saaaaaan.]

Ketika aku melihat mereka, aku tidak bisa bertahan lagi, dan aku memanggil sambil berlari ke arah mereka; kami sekeluarga, tanpa memedulikan orang lain saling memeluk erat.

[Hei, Ise! Kamu bikin aku cemas!]

[Ya ampun, bukankah kami bilang bahwa kamu tidak boleh meninggalkan sisi kami!?]

[Aku minta maaaaaafff! Aku minta maaaaaafff!]

Aku menangis saat aku meminta maaf .... Setelah itu, kami bertiga tidak berpisah lagi sampai kami pulang ke rumah, berpegangan tangan—. —Pada saat itu, kehangatan di tanganku, aku tidak pernah lupa. ...... ayah ...... ibu ... uh. ... aku berdoa, dan aku adalah anak yang lahir dari harapan kalian. Biarpun keturunan kalian tidak istimewa, juga kalian bukan orang kaya, aku adalah anak yang kalian berdua perjuangkan untuk akhirnya kalian miliki. Kenangan ini pasti hal-hal yang bisa dilihat di mana pun. Kenangan ini pasti bukan pengalaman yang bisa disebut biasa. Walau begitu ... walau begitu, itu aku, dan perjalanan keluargaku selama tujuh belas tahun. Tidak satu orang pun yang hilang; bagi kami bertiga, itu adalah waktu yang tak tergantikan. Ah, ayah, ibu, aku — Akulah anak kalian berdua. Aku Issei. Issei yang milik kalian berdua! —Aku Hyoudou Issei! ... Tampilan kenangan masih berlanjut. Dalam waktu yang kami bertiga habiskan bersama-sama -— seorang gadis berambut pirang juga bergabung. —Itu adalah Asia. Suara ibu melintas kepadaku.

[Kita sekarang tinggal sangat lama, tapi kita benar-benar mampu untuk memiliki seorang putri cantik.]

Itu adalah adegan di mana Asia tersenyum gembira saat ia berbicara dengan ayah dan ibu—.

[Misalkan bahwa kita memiliki seorang putri saat itu, kalau kita benar-benar mampu melahirkan seorang putri, mungkin seperti inilah kita hidup bersama dengan Asia saat ini. Aku sering berpikir begitu.]

Asia mengatakan kepada orangtuaku

[Otou-san, Okaa-san]

Usai mendengar kata-kata Asia, baik ayah dan ibu tampak terharu.

[—Kami benar-benar bahagia. Kamu bisa menjadi putrik — putri kami. Meskipun aku tidak tahu apa yang terjadi dengan anak ini di masa lalu, anak semacam ini mampu memanggilku Haha-nya. Yah, meskipun begitu, dia benar-benar putriku.]

Dengan demikian, kami menjadi keluarga empat orang, dan kemudian kami bertambah satu orang lagi, dan yang lain — sebelum kami tahu itu, ada banyak orang yang duduk di sekitar meja makan dengan kami. Ayah dan ibu melihat rumah ramai ini, dan tersenyum saat mereka saling bertukar pandang.

[Hei, sayangku.]

[Apa?]

[Ini tidak lagi hanya kita berdua.]

[Memang, itu benar. Kita tidak hanya memiliki seorang putra. —Kita juga memiliki lebih banyak putri.]

[Untuk dapat memulai hidup seperti ini ... Aku benar-benar bahagia.]

[Dua puluh lima tahun yang aku habiskan waktu denganmu—. Meskipun sudah sangat lama, mungkin itu semua untuk ini.]

[... Aku ingin melihat sedikit lebih lama.]

[Ya, kalau aku bisa membuat keinginan, aku ingin bisa terus mengawasi keluarga ini—]

Melihat sosok dua orangtuaku, aku menutupi wajahku dengan tanganku, dan air mata mulai mengalir. Pada saat itu, ruang melebar, dan aku diterbangkan keluar—.

Bagian 5[edit]

.......

... Ketika aku terbangun, aku menyadari perasaan sebenarnya orangtuaku. Aku tahu cinta yang dimiliki orangtuaku. —Aku lahir dan dibesarkan dari kasih sayang orangtuaku. Saat ini pun, mereka masih mengawasiku. ... Air mataku takkan berhenti; itu tak bisa dihentikan sama sekali. Aku memegang erat ayah dan ibu sambil berkata

“... Hei, Tou-san, Kaa-san. —Aku, bisakah aku benar-benar menjadi anak kalian?”

Dengan senyum berseri-seri penuh dengan kebahagiaan, mereka berdua mengangguk.

“Tentu saja.”

“Ise adalah anak kami.”

“…… Terima kasih.”

… Ah, ah. Aku, aku sudah—. —Ya, aku tidak perlu takut lagi. Aku tahu bahwa orangtuaku masih sepenuhnya menerimaku. Tidak salah lagi; mereka percaya bahwa aku adalah anak mereka. ... Di mana lagi aku akan dapat menemukan kebahagiaan seperti ini ...? Berpikir indah, di mana lagi aku akan menemukan itu—. Aku berdiri, dan kemudian menghadapi sang Champion dan Rizevim sambil aku menyatakan

“... Rizevim, dan juga Diehauser-san, terima kasih. Terima kasih kepada kalian, hari ini aku — tidak perlu takut lagi.”

Itu benar, aku tidak perlu takut. Aku tidak perlu takut!

“—Aku yang saat ini adalah tak terkalahkan!”

Cahaya yang dipancarkan dari permata armorku lebih terang dan lebih kuat dari sebelumnya. Seluruh ruang observasi bermandikan cahaya merah, dan cahaya bersinar menjadi lebih kuat! Aku mengenakan armor crimsonku sekali lagi, dan menyerang tepat pada Rizevim!

“Oooooooooooooooooooohhhhhhhhhhhhhhhhhhh!”

Kebisingan berasal dari bagian bawah dadaku, dan cahaya yang sangat terang keluar dari permataku!

“Rizevim-sama!”

Sama seperti aku hendak memukul Rizevim, sang Champion berdiri di depannya, dan membatalkan seranganku! Lalu, Rizevim memulai serangan, menyebabkan armorku lepas!

“Mati sana!”

Rizevim menendangku di perut! Aku terlempar mundur, dan berguling beberapa kali di lantai. ... Darah muncrat dari mulutku. ... Itu sakit sekali. Itu sangat menyakitkan sampai aku merasa seolah-olah aku akan mati. —Tapi, sinar cemerlang dari permataku tidak berkurang. Sebuah Sacred Gear akan menanggapi kekuatan pikiran dan keinginan seseorang; jika pikiranku menjadi lebih kuat, maka Sacred Gear-ku juga akan menjadi lebih kuat ...! Aku akan terus berjuang untuk ayahku, ibuku, dan Asia! Dengan bantuan dari Sacred Gear penyembuhan Asia, lukaku menghilang. Ayah, ibu dan Asia yang mendorongku.

“Ise!”

“Ise!”

“Ise-san!”

... Dengar, bukankah ini sangat kuat? Saat ini, aku sedang diawasi oleh tiga anggota keluargaku. Pancaran dari permataku sekali lagi meledak dengan cahaya menyilaukan.

“Uuaaaaaaaaaahhhhhhhhh!”

Tanpa setetes pun ketakutan, aku bergegas menuju Rizevim! Champion membatalkan seranganku, dan Rizevim menggunakan [Sacred Gear Canceller]-nya untuk melepaskan armorku. Lalu dia memberiku pukulan lain, dan itu sama seperti terakhir kali. Aku terlempar ke lantai lagi. Lalu — anggota keluargaku mengambil tindakan. Dengan bantuan ayah, aku berdiri dari lantai sementara ibu menyokong punggungku. Dan kemudian, penerangan cahaya penyembuhan Asia menyelimutiku.

“Ayo, berdiri, Ise!”

“Berdiri Ise!”

“Ise-san! Aku akan menyembuhkanmu!”

Ayah yang menatapku sambil berkata

“Berapa kali pun, aku akan membantumu kembali! Karena aku — Chichi-mu.”

Ibu menepuk punggungku sambil berkata

“Berikan yang terbaik!”

Asia juga mendorongku

“Ise-san! Menang!”

Ah, aku bisa melihatnya sekarang. Ini dia. Sudah cukup jika aku memiliki mereka. —Seperti selama aku memiliki mereka, aku akan bisa berdiri kembali berapa kali pun ... ah! Aku sudah kembali menggunakan armor crimsonku beberapa kali, dan menyerang sang Champion dan Rizevim tanpa berpaling!

“Oorrryaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhh!”

Biarpun hasilnya sama setiap saat, cahaya yang memancar dari permataku masih terus tumbuh lebih kuat. Meskipun staminaku terus terkuras, dan meskipun energi Iblisku hampir habis—.

“... Hanya sedikit lagi, Ise! Kamu bisa melakukannya! Kalau kamu terus begitu, maka aku akan pergi bersama denganmu!”

“Kalau begitu, aku akan melakukan ini bersama dengan Kaa-san-mu! Kami akan mengalahkan bajingan ini bersama-sama!”

“Aku juga harus pergi! Karena aku juga — anggota dari keluarga Hyoudou!”

Aku sedang diawasi oleh keluargaku. Aku juga dibantu oleh keluargaku. —Jadi, terlepas dari berapa kali aku perlu untuk berdiri kembali, aku harus menghadapi mereka bagaimanapun juga! Biarkan aku terlihat keren sekali, toh, aku di depan keluargaku yang penting.

“… Aku baik-baik saja. Tou-san, Kaa-san, Asia. Selama aku memiliki kalian yang membantuku, berapa kali pun, aku akan—”

Itu benar, berapa kali pun, aku akan bangun dan menghadapi mereka! Rizevim menatapku saat aku berdiri kembali berulang berapa kali pun aku jatuh, dan wajahnya menjadi heran.

“... Kenapa bisa orang itu masih berdiri?”

Biarpun aku diserang oleh si bajingan dan sang Champion, aku tidak menyerah dan berdiri kembali setiap kali. Biarpun darah dimuntahkan dari mulutku, tulang-tulang di kakiku patah, atau lenganku hancur, aku tidak mundur selangkah pun; aku hanya terus maju ke depan!

“......”

Dengan ekspresi masam, Rizevim bertanya padaku

“Hei, kenapa kau masih bisa bangun? Kenapa kau melawanku? ... Kau sudah lama kehabisan energimu, kan? Jadi, kenapa kau masih berdiri?”

Sementara menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini, Rizevim melepaskan armorku lagi, dan melemparkanku dengan tendangan lagi. ... Biarpun aku ditendang dan dilemparkan, selama aku memiliki keluarga yang mendukungku, aku bisa terus berdiri kembali ...! Melihat hal ini terungkap didepannya, bajingan itu menunjukkan tampilan yang sangat tidak menyenangkan di wajahnya.

“—Sialan. …… Kenapa? Kenapa kau masih bangun!? Kenapa kau mampu menahanku!?”

Rizevim geram. Terlepas dari apakah energi Iblisku atau staminaku telah habis, aku masih tertatih-tatih menuju ke arahnya. Biarpun seluruh tubuhku penuh dengan luka, sinar cahaya dari Sacred Gear-ku masih belum menipis. Malah, terus mengeluarkan cahaya terang. Melihatku dalam keadaan ini, sang Champion — menenangkan sikapnya.

“...... Rizevim-sama, aku tidak bisa lagi ...”

Sang Champion memiliki ekspresi pahit di wajahnya. Rizevim menjadi lebih gelisah.

“Kenapa kau menurunkan sikapmu!? Kembali ke posisi! Kenapa kau akan menurunkan sikapmu saat melihat seseorang seperti itu!?”

“…… Anda tidak paham?”

Sambil sang Champion menundukkan kepala, itu menciptakan perbedaan dengan ekspresi marah Rizevim.

“Bagaimana bisa dipahami!? Ini adalah cara berpikir mereka, manusia!”

Rizevim — mengalihkan perhatian terhadap orangtuaku, dan kemudian tiba-tiba sadar.

“Oh begitu! Orang tuamu adalah kekuatan pendorong di belakang kekuatanmu! Jadi itulah bagaimana kau dapat melawan seperti itu, kan!? Baik!”

Tangan Rizevim mulai bersinar dengan cahaya misterius.

“Maka biarkan aku membunuh mereka!”

Itu adalah gelombang energi Iblis yang sangat kuat, dan mulai mengarahkan ke arah orangtuaku! Buruk! Ini sangat buruk! Aku ingin menuju sana untuk melindungi orangtuaku, tapi aku sudah mencapai batas staminaku; lututku lemas, dan gelombang itu melewati tubuhku menuju mereka! Orangtuaku akan terkena langsung oleh gelombang energi Iblis—!

“Tou-san, Kaa-saaaan! Asssiiaaaaa!”

Anggota keluargaku yang paling penting menghilang ke dalam kilau gelombang energi Iblis—. ... Tidak. Energi Iblis Rizevim telah benar-benar tersebar. Pada saat yang sama, cahaya emas menyilaukan dipancarkan dari mana orangtuaku berada! Melihatnya hati-hati, aura emas bersinar memancar dari sana, dengan Asia di pusatnya. Auranya secara bertahap menunjukkan sosok seekor Naga. Tampak seolah-olah Naga besar itu melindungi tiga orang itu.

“Sial!”

Rizevim mengumpat sambil terus menembakkan banyak peluru energi Iblis! —Tapi, energi Iblis yang dikeluarkan oleh putra Maou tersingkir segera setelah menyentuh aura emas itu! Auranya sedang berpancar dengan Asia di tengahnya. Asia menggenggam kedua tangannya dalam doa dan matanya bersinar dengan cahaya keemasan sambil seluruh tubuhnya diselimuti aura emas. Aura yang juga tampak seperti sejenis armor. Asia mengeluarkan air mata kesadaran, dan dengan ekspresi tegas di matanya, dia berkata

“Otou-san dan Okaa-san biarkan aku melindungi mereka! Aku pasti akan melindungi mereka untuk kamu lihat!”

Di belakangnya — adalah seekor Naga emas; meskipun itu telah mengambil bentuk aura, masih dengan sengit memelototi Rizevim. Mengamati pemandangan ini, tiba-tiba Rizevim bergidik. Dia dengan penuh kebencian meludahkan kata-kata

“... Apa itu benar-benar [Balance Breaker]!? Juga, aura itu... [Golden Dragon King] ...! Biarpun kau sudah menjadi seperti itu ... Kau masih saja menentangku ...!”

Benar, seperti kata Rizevim, itu aura Fafnir! ... Dia itu, biarpun dia menjadi aura, dia masih perlu untuk melindungi Asia? Sacred Gear Asia pasti juga menanggapi menunjukkan bahwa dia telah mencapai [Balance Breaker]-nya! Artinya, [Balance Breaker] yang lahir dari gabungan Asia dan Fafnir. Biarpun itu adalah serangan dari putra Maou, pertahanan mutlak itu mampu melenyapkannya—. Justru karena itu adalah Asia yang lembut; mungkin itu alasan mengapa ia membangun kemampuan seperti itu.

“...... Apa hal itu? Apa sebenarnya itu, hal itu ...!”

Menatapku dan Asia, Rizevim tidak bisa lagi menyembunyikan kejengkelannya, dan mencengkeram rambutnya dengan marah. Dengan ekspresi sedih, sang Champion berkata

“... Rizevim-sama, mereka memiliki sesuatu yang tidak kita miliki dan menunjukkannya kepada kita.”

Rizevim meraih dada sang Champion dan berteriak

“Itu sebabnya kubilang, apa hal itu!? Cinta? Itu karena hal yang disebut cinta!? Apa kau bodoh!? Itu hanya kebodohan besar! Hal-hal semacam itu ilusi! Itu kebohongan bodoh!”

... Kau salah, tentu bukan semacam ilusi sama sekali. Dan tentu saja tidak bohong. Kekuatan yang saat ini mendorong kami berasal dari cinta keluarga kami! Asia juga sama. Ya, dia memperoleh [Balance Breaker] dengan mengandalkan cinta. Asia dan aku hanya ingin melindungi keluarga kami sendiri. Melihat Rizevim yang bingung, Vali, yang telah diam-diam mengamati menunjukkan ekspresi rumit.  ... Orang itu, Vali sedang menonton kami hampir diam-diam. ... Melihat kami sebagai sebuah keluarga, mungkin dia juga memikirkan sesuatu. Namun, energiku sudah habis. ... Aku sudah mulai terhuyung-huyung. Jika aku terus berjuang seperti ini, aku akhirnya akan jatuh. Sebelum itu, aku harus setidaknya membawa orangtuaku kembali dengan selamat, toh, itu adalah tanggung jawabku. ... Tidak, ada satu lagi. Ravel dan aku telah membuat janji. Aku harus kembali selamat dengan semua orang. Yah, itu tidak akan bekerja kalau aku mati. Aku menegaskan lagi. Pada saat itu, seseorang berbicara dalam pikiranku.

—Ise.

Itu adalah suara yang terdengar familier.

—Ise, aku akhirnya bisa mencapaimu di sini.

Itu suara Ophis. Ophis saat ini seharusnya tidur di rumah, dan dia masih belum sadar .... Ophis berbicara kepadaku.

—Karena kamu bisa mendengar suaraku, maka itu berarti kamu akhirnya merasa puas.

… Puas? Apa maksudnya? Sementara aku masih terkejut dengan hal itu, Ddraig tampaknya memahami bagian dari apa maksudnya, dan tertawa. Lalu, dengan suara yang semua orang bisa dengar, dia berkata

[Putra Lucifer. Kakek dari Hakuryuukou Vali Lucifer. Kau akan menjadi tamu pertama.]

“Hah? Tamu?”

Rizevim memiringkan kepalanya, terkejut mendengar kata-kata Ddraig. Ophis terus berbicara kepadaku.

—Ise, Bernyanyilah denganku.

Ddraig terus berbicara dengan Rizevim

[Itu sebabnya kau harus bersukacita. Mantra seperti itu tidak ada yang begitu saja dapat kau dengarkan, kau pasti perlu untuk membersihkan telingamu, dan mendengarkan dengan hatimu. Jika kau perlu bertanya alasannya, itu karena ini adalah mantra unik yang telah diciptakan Dragon God.]

—Teman pertamaku. Memaknai hal ini, mengajarkan orang tentang hal itu.

Ah, Ophis. Aku mengerti. —Mari menyanyi bersama. Aku percaya pada Ophis, dan mempercayakan pikiran dan tubuhku padanya.

“Suara Ophis ada dalam diriku. —Mari menyanyi bersama. —bersama, kami akan maju.”

—Dalam pikiranku, nyanyian muncul. Aku —mulai menyanyikan mantra dengan tenang

“—Naga Merah Crimson yang tinggal di dalam diriku, terbangun dari dominasimu.”

Sebuah cahaya Crimson yang dipancarkan dari permata pada gauntlet kananku.

[—Crimson Heavenly Dragon yang kumiliki dalam diriku, bangkit untuk menjadi Raja.]

Ophis kemudian meneriakkan kalimat berikutnya. Pada saat yang sama, permata di gauntlet kiriku melepaskan aura hitam pekat.

“—God of Infinity hitam pekat.”

Aura crimson menyelimuti seluruh tubuhku.

[—God of Dream yang agung]

Aura hitam pekat terbungkus lagi—.

“[Menyaksikan keberadaan terlarang kita yang akan melampaui batas-batas]”

Armor crimsonku menyatu dengan warna hitam pekat, dan perubahan lagi kemudian terjadi. Sarung tangan, pelindung kaki, pelindung dada, sayapku memiliki warna crimson dan hitam menyatu bersama-sama, dan bentuknya juga berubah. Lalu, Ophis dan aku menyanyikan ayat akhir pada waktu yang sama.

“[—Engkau akan menari seperti cahaya dalam inferno kita!]”

“<<[ D∞D !!  D∞D D∞D !! D∞D D∞D D∞D !!!!  D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D !!!!!!  D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D !!!!!!!! ]>>”

Semua permata bergema dengan suara yang meresap sampai ke jiwa. Sebuah simbol ∞ muncul pada semua permata!

“[ <<Dragon ∞ Drive !!!!!!>> ]”

Sensasi itu agak aneh; aku tidak bisa membaca teks asli, dan aku tidak mengerti ayat terakhir.

Suara Ddraig dan Ophis saling bergabung sebab mereka menggema dari permata. Nyanyian mantra dengan Ophis dan aku berakhir.

.......

... Saat ini, berdiri di depan Rizevim adalah sesuatu yang terasa lebih organik daripada armor crimson; seluruh tubuhnya, armor crimson dan hitam. Sekarang ada empat sayap, dan dilengkapi dengan meriam. Rizevim terkejut oleh pemandangan ini, dan dia terus menggelengkan kepala sambil berteriak

“Juggernaut Drive!? Tidak, itu benar-benar salah! Meskipun memiliki perubahan organik sama dengan Juggernaut Drive, aura aneh itu tidak dapat dirasakan sama sekali. Malah, aura yang keluar dari kulit itu ...!”

Memang, ini bukan Juggernaut Drive. Tapi memiliki karakteristik organik dari Juggernaut Drive. Seluruh wajah Rizevim telah berubah.

“... Candaan apa ini, hal macam ini? Kau sudah mencapai tahap ini, tapi kau masih bisa berkembang ...!”

Ddraig menyatakan kepada Rizevim

[—Dragon Deification. Ini adalah kekuatan mutlak yang hanya bisa diberikan Ophis.]

“—Jadi alasannya adalah karena kau telah memperoleh kekuatan Ophis!”

Apa yang dia katakan adalah benar. Saat ini — aku telah diselamatkan oleh kekuatan Ophis. Saat ini, tubuhku kembali dibuat dari daging Great Red dan kekuatan Ophis. Sekarang, kekuatan Ophis telah keluar sementara. Justru karena fondasi tubuhku adalah daging Great Red, aku mampu menahan kekuatan Ophis. Hanya karena aku didasari oleh dua Naga, aku bisa memperoleh kekuatan terlarang ini—. Ophis berbicara dalam diriku

—Ise, keadaan ini hanya dapat dipertahankan untuk waktu yang sangat singkat.

Begitu ya, aku hanya memiliki waktu yang sangat singkat. Itu bisa menjadi beberapa detik, puluhan detik, atau bahkan beberapa menit. Terlepas dari itu, itu tidak lama. —Itu karena tubuhku sudah berteriak. Ada kekuatan aneh beredar di dalam tubuhku. Rasanya serasa tubuhku akan terkoyak jika aku bergerak walau hanya sedikit saja. Yah, aku harus buru-buru dan melakukan sesuatu. Sekarang, aku — pasti bisa melakukannya. Aku menyiapkan sikapku sambil menghadapi Rizevim. Setelah menyiapkan sikapku, aku hanya mengambil langkah sedikit maju. Tiba-tiba, aku telah memperpendek jarak kami, dan berdiri langsung di depan Rizevim. Bajingan itu bahkan tidak bereaksi. Gerakanku sekarang benar-benar di luar pemahamannya. Aku mengepalkan tinju kananku, dan meninju langsung ke wajah. Pada saat ini, suara terdengar.

“<<[ D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D !!!!!!!! ]>>”

Rizevim bermaksud untuk menggunakan tangan kirinya untuk meraih kepalanku! Sayap Lucifer di punggungnya dibentangkan, dan meningkatkan kekuatannya. Guna memblokir tinjuku, Rizevim menggunakan Canceller-nya .... Aku tidak menggunakan [Penetrate], tapi momentum kepalan tanganku tidak melemah, dan aura yang menyelubunginya tidak dihilangkan; Rizevim berteriak kaget ‘apa ini!?’

“Pertama adalah pukulan!”

Menggunakan momentum tinjuku, aku memukul langsung terhadap Rizevim! Disambar pukulan, bajingan itu terlempar ke tanah. Meskipun begitu, Rizevim segera kembali berdiri, dan merasakan bagian dari wajahnya yang telah terkena. Kelihatannya, pukulan barusan cukup baik; tulang hidungnya telah bengkok, dan ia mimisan. Setelah Rizevim dengan paksa mendorong hidungnya kembali ke tempatnya dan menghentikan pendarahan, ia menatapku.

“...... Apa-apaan itu tadi? Kenapa tidak batal!? Apa kemampuanku tidak bekerja!? Bagaimana mungkin!?”

Dalam menanggapi Rizevim yang sangat tak percaya, Ddraig mulai berbicara

[Tidak, putra Lucifer. Kemampuanmu melakukan pekerjaannya.]

“Err, kalau begitu kenapa tidak batal!? Biarpun kekuatan yang dibagi oleh kekuatan Ophis, asalkan itu kekuatan dari Sacred Gear, [Sacred Gear Canceller] harus tetap dapat menonaktifkannya, kan!?”

[Ini sangat sederhana. Kemampuanmu untuk membatalkan terbatas. Di sini, kekuatan kemampuan Sekiryuutei adalah tak terbatas. Karena itu kekuatan yang tidak dapat sepenuhnya dibatalkan — itu akan membuat hal yang berbeda, kan?]

Komentar Ddraig meninggalkan Rizevim tertegun

“... Untuk benar-benar mengatakan bahwa kekuatan yang dikeluarkan adalah satu-satunya yang tidak dapat dihilangkan dengan Canceller-ku ...!”

[Itulah Ophis — disebut tak terbatas.]

Setelah mendengar jawaban Ddraig, Rizevim tertawa menyesal.

“... Itu pada dasarnya curang ...!”

Itu benar, ini pada dasarnya curang. Aku tidak ingin menggunakan kekuatan ini dalam pertarungan yang adil. Juga, untuk meminjam kekuatan samacam ini dari Ophis yang hanya ingin hidup damai ... aku akan enggan.

“Ini benar-benar sederhana bukan? Menggunakan kekuatan untuk menghilangkan semuanya. Ini sama seperti apa yang kulakukan. Seperti yang kau katakan, ini adalah kecurangan yang telah kau peroleh dengan meminjam kekuatan Ophis. Tapi, apa kau pikir kau dapat melindungi semua orang hanya dengan mengalahkanku?”

Aku hanya perlu memukul bajingan ini, sehingga meminjam sedikit takkan masalah! Menghadapi hasil seperti itu, Rizevim mundur selangkah, dan mengungkapkan senyum jahat.

“Tapi, dari kelihatannya, tampaknya kau tidak dapat bertahan begitu lama. Karena itulah—”

Melihat situasiku, bajingan itu menggerakkan tangannya ke dalam saku dada.

“Aku hanya akan menyeret pertempuran ini. Aku punya banyak Air Mata.”

Apa yang ia ambil adalah botol kecil yang memiliki Air Mata Phoenix di dalamnya. Rizevim membuka botol.

“Nah, aku akan menggunakan botol yang pertama.”

Dia lalu melanjutkan untuk minum. —Kurang ajar! Dia berencana menyembuhkan luka-lukanya! Tidak masalah. Biarpun aku tidak bisa mempertahankan keadaan ini lama-lama, aku akan bertarung dengan segenap kekuatanku sebelum batas waktu habis! Sekali lagi, aku mempersiapkan diri secara mental dan memutuskan ... tapi tidak ada yang terjadi bahkan setelah Rizevim meneguk Air Mata Phoenix.

“......”

Dia tidak mulai pulih, dan Rizevim mengerutkan kening.

“… Apa yang sedang terjadi? Kenapa tidak ada cederaku yang sembuh?”

Sang Champion bergumam dengan tenang. —Lingkaran sihir kecil diciptakan di tangannya.

“... Memang, ini adalah kenyataan. Tapi, sudah mencapai tahap ini.”

Rizevim, yang segera memahami makna dari kata-kata ini, menatap sang Champion.

“... Kau bajingan yang membatalkannya ...? Kau membatalkan efek dari Air Mata Phoenix?”

“... Menurut aslinya, kemampuan [Worthless] orang-orang Belial hanya bisa digunakan untuk melawan kemampuan lawan. —Tapi, tidak terkecuali ‘benda’. ... Selama aku tahu tentang bentuk dan substansi, dapat menjadi [Worthless]. Semua Air Mata yang Anda pegang telah dibuat [Worthless].”

Sehingga itu juga bisa bekerja ya .... Selama ia tahu bagaimana ini bekerja, kemampuannya bisa digunakan. Dalam situasi ini, karena ia tahu tentang komposisi Air Mata Phoenix, ia mampu membatalkan efek penyembuhan. Memahami semua ini, Rizevim mencengkeram semua botol Air Mata di tangannya.

“... Sejak pertempuran melawan Keluarga Phoenix; kau sudah mengharapkan ini sejak awal!”

Aku mengerti, jadi begitu ya! Ini adalah apa yang Beelzebub-sama bicarakan! Sang Champion tahu bahwa Qlippoth diam-diam memproduksi Air Mata Phoenix sejak awal. Untuk membatalkannya, ia berencana untuk menganalisisnya selama pertandingan dengan Riser. Dengan kata lain, ia mampu menganalisis energi sihir Ravel dan Riser, dan belajar tentang komposisi Air Mata. Lalu dia mampu untuk membatalkan semua Air Mata yang Qlippoth miliki.

“Kau bahkan ikut campur dalam urusan Qlippoth, dasar bocah ...!”

Rizevim melepaskan ketidakpuasan dan kemarahannya. Wajahnya berubah dalam kemarahan. Semua ini berada di luar harapannya. Melihat dia seperti itu, aku tertawa.

“Ketika kau berhadapan Michael-san di Surga, aku berpikir bahwa kau memang putra dari Maou Lucifer, dan aku agak takut.”

Aku mengharapkan dia untuk menjadi memaksakan; ketika ia membuka sayap Lucifer-nya di Surga, aku takut padanya. Tapi — aku salah. Itu sama dengan apa yang Vali katakan; ini adalah sifat asli si bajingan itu. Dia hanya Ossan udik.

“—Kau tidak menjadi sangat berani dengan meniru Chichi-mu adalah kau, Ossan? Sikapmu saat ini sikapmu yang sebenarnya, bukan?”

Aku tidak takut akan dia sedikit pun, dan mengatakan itu padanya yang sedang berhadapan.

“—Aku bukan anak ambisius dan munafik yang berusia tujuh belas tahun, kau tahu? Jika aku seorang Ossan, maka kau apa?”

“... Aku dikenal sebagai Sekiryuutei!”

Karena satu hal yang telah kukatakan, ia tidak bisa lagi menyembunyikan kegelisahan dalam hatinya. Dia memancarkan cahaya dari tangannya saat ia mengeluarkan energi Iblis, dan semua sayap Lucifer di punggungnya terbentang! Aku meminjam kekuatan Ophis, dan menyiapkan serangan bertenaga penuh terhadap Rizevim. Aku akan menentukan pemenang pertempuran ini di sini! Karena aku memiliki penambahan kekuatan Ophis, itu mungkin! Aku akan menyingkirkan bajingan ini di sini! Di ruang observasi, Rizevim dan aku mulai bertarung, dan selagi kami bertarung, kami terbang keluar dari dinding kaca di mana Vali hancurkan! Sementara di udara, aku membentangkan sayapku dan mulai mengisi energi Iblis untuk serangan meriam! Aku mempersempit jarak kami, dan kemudian memulai pertempuran jarak dekat lagi! Setiap pukulan dan tendanganku memukul tubuh masing-masing! Setelah bentrokan tersebut dihasilkan gelombang listrik yang menyebabkan bangunan sekitarnya runtuh, dan bahkan Evil Dragon yang diproduksi secara massal yang terbang di udara turun dari langit dengan cepat. Aku sekali lagi menyadari bahwa kekuatan si bajingan itu luar biasa!

“Oryaaaaaaahhhhh!”

Semua sayap Rizevim digulung, dan kemudian diayunkan ke arahku! Ujung tajam dari sayap disodorkan ke arahku, tapi aku menghindarinya dengan kecepatan tinggi. Tapi, dampak dari sayap menyebabkan semua bangunan dan jalanan dibawah hancur.

“Nuraaaaaarrgghhhhhhh!”

Kali ini, dia mengeluarkan beberapa tembakan energi Iblis yang sangat besar! Baik kekuatan dan serangan energi Iblisnya luar biasa; aku akan terluka parah bahkan jika aku memakai armor crimsonku. Tapi — sekarang, aku memiliki perlindungan ekstra dari kekuatan Ophis!

“Haaaaaaaaaahhhh!”

Peluru besar energi Iblis yang sangat padat menuju ke arahku semua dibelokkan oleh pukulan dan tendanganku! Peluru energi Iblis yang aku belokkan, beberapa jatuh ke jalanan atau bangunan Agreas, dan beberapa dikirim lebih jauh lagi. Saat mendarat, ledakan besar terjadi di berbagai tempat. Embusan yang dihasilkan angin menyapu semua di sekitarnya. Di tempat yang terkena dampak yang terdekat ke tempatku, beberapa bangunan telah menjadi debu atau tiada, dan kawah besar terbentuk. Meskipun itu sangat merusak, ia adalah putra Maou bagaimanapun juga. —itu adalah apa yang kupikirkan. ... Dia berada di level Iblis Super? Tentu saja itu tidak mungkin. Tekanan diam dan aura sebenarnya yang bisa dirasakan dari Sirzechs-sama dan Ajuka-sama; bajingan ini tidak dapat dibandingkan dengan kedua Maou-sama sama sekali. Kupikir bahwa di antara ketiga Iblis Super, bukankah bajingan ini beberapa tingkat di bawah orang lain? Aku mau tak mau berpikir begitu ... tapi, dia akan menjadi musuh brutal yang sama bagaimanapun juga. Sayap di punggung Rizevim semuanya diayunkan sekaligus, dan aura yang kuat meledak dari tubuhnya. Dengan itu, ia terbang di atasku, dan berteriak!

“Eh! Yah! Biarkan aku memberimu sesuatu yang besar sebagai hadiah balasan! Teman-temanmu berada di bawah, kan? Kalau kau menghindari ini, maka mereka akan mati bukan!? Biarpun kau mampu menghancurkan ini, anggota keluargamu di Kantor Pemerintah semua akan terbunuh oleh gelombang ledakan!”

Usai Rizevim berteriak seperti itu, ia mengumpulkan aura besar yang tak terbayangkan di kedua tangannya! Jumlah energi Iblis yang luar biasa muncul dari tangannya. Muncul di atas kepalanya — itu bola energi Iblis yang luar biasa yang lebarnya lebih dari sepuluh meter. Juga ada enam! Jika ini membentur permukaan Agreas — tidak hanya teman-temanku, seluruh kota akan hancur! Keenam bola energi Iblis secara bertahap melingkar.

“—LENYAAAAPPPPLLLAAHH!”

Rizevim berteriak saat ia melepaskan serangan! Sebuah tekanan besar dan sejumlah besar energi Iblis turun dari langit! Aku — mempersiapkan diri, dan kemudian berkata kepada Ddraig

“—Temani aku sampai akhir, Ddraig!”

[Tentu saja, ini sudah diputuskan!]

Aku mengarahkan meriam yang tertanam dalam empat sayapku di depanku! Ada dua di atas bahuku, dan dua di bawah ketiakku; laras meriam melebar! Kekuatan tak terbatas Ophis terkonsentrasi ke dalam meriam.

“[<<D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D !!!!!!!!>>]”

Sebuah simbol [∞] muncul pada setiap salah satu permataku, dan berganti-ganti dengan kilatan cahaya merah dan hitam. DOOOO ... meriamnya mengisi. Ophis — Kekuatan Dragon God of Infinity tengah terfokus.

“AYOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!”

“<<[∞ Blaster !!!!!!]>>“

Seiring dengan suaraku, serangan meriam tebal dan intens yang merupakan kombinasi aura merah dan hitam pekat ditembak dari moncong empat meriam sekaligus! Ledakan dari empat meriam dan enam bola energi Iblis Rizevim saling bertabrakan. Kemudian—. Sebuah ledakan besar menyelimuti langit di atas kota mengambang Agreas. Suara ledakan, angin kencang, dan segala macam fenomena lainnya terjadi. Ledakan meriamku dan energi Iblis Rizevim menghilang di langit! Semua jendela di Agreas benar-benar hancur oleh gelombang ledakan yang ditimbulkan—. —Langit berubah menjadi medan merah dan hitam terjalin bersama-sama. Kedua serangan yang sangat besar dan saling membentur kuat, dan kemudian saling memusnahkan. Di tengah asap yang dihasilkan oleh ledakan, sosok seseorang bisa dilihat. —Itu Rizevim. Tapi, karena ia hanya bertahan dampak ledakan itu, lebih dari setengah dari sayapnya rusak, dan darah menetes dari setiap bagian tubuhnya. Darah merembes keluar dari telinga, hidung dan mulut. Terbang juga tampak sangat berat baginya. Berbeda dengan dia, aku benar-benar tidak terluka. Melihat bahwa aku tidak mengalami terluka sama sekali, ekspresi Rizevim tergabung dengan kemarahan dan kegelisahan.

“... Mungkinkah aku akan berakhir seperti Shalba dan Cao Cao, dikalahkan olehmu seperti ini ...!?”

Mendengar ini, Ddraig juga sedikit terkejut, dan dia kemudian berkata

[—Tidakkah kau tahu ketika kau terlibat? Partnerku — Hyoudou Issei selalu dalam menginginkan damai dan tenang. Tapi, entah itu keturunan Beelzebub lama, pemimpin Golongan Pahlawan, atau bahkan kau, putra Lucifer, lebih dari itu kalian semua telah diinjak-injak dengan tanpa sedikit pun keraguan.]

Ddraig lalu menegaskan

[Nah, tak ada pilihan selain kehancuran, kan? —Ini adalah Sekiryuutei dari Dua Heavenly Dragon. ... Tidak, ini adalah sesuatu yang sedikit berbeda. Ini adalah sesuatu yang sedikit berbeda dari Dua Heavenly Dragon, mungkin dikenal sebagai Cardinal Crimson Promotion  — [Diabolos Dragon] . ]

Dikenal sebagai Iblis Reinkarnasi sang Crimson Sekiryuutei — [Diabolos Dragon], Itu sebenarnya agak memalukan. Mendengar apa yang dikatakan Ddraig, Rizevim tertawa.

“... Kukuku, jadi kau telah menjadi Iblis Super baru [Dragon Maou]. ... Dalam hal ini, aku ingin tahu apakah cucuku akan menjadi Iblis Super tak lama lagi.”

Setelah mengatakan itu, di belakang bajingan itu — sebuah lingkaran sihir teleportasi diciptakan!

“... Tapi, aku tidak akan mati di sini ... aku akan pamitan dulu!”

Brengsek! Ia berencana untuk melarikan diri! Setelah Rizevim melirikku, dia langsung memudar ke dalam cahaya teleportasi! Kurang ajar! Dia lebih cepat pada melarikan diri dari orang lain! Tapi, itu masih terlalu dini untuk menyerah!

“Aku tidak akan membiarkanmu pergi, Rizevim!”

Vali terbang keluar dari Kantor Pemerintah. —Lalu, ia melirik kembali padaku dan berkata

“—Mengagumkan. Hyoudou Issei. Kamu, berjuang untuk keluargamu ... aku terpesona oleh itu.”

Setelah mengatakan itu, Vali mengejar Rizevim yang menghilang di langit Agreas. ... Vali, tampaknya ada ekspresi sedikit kesepian di wajahnya.

Bagian 6[edit]

Setelah Rizevim melarikan diri, aku kembali ke ruang observasi untuk memastikan keselamatan orangtuaku dan Asia. Aku melepaskan armor Ophis, dan kembali ke penampilan normal. Yah, meskipun aku sudah kembali ke ruang observasi .... aku menuju ke sang Champion yang menundukkan kepalanya di tengah ruangan. Sepertinya ia tidak lagi memiliki niat untuk menolak. Aku menatapnya sambil aku berkata

“... Champion, apa yang kau lakukan ini tak bisa dimaafkan.”

Setelah aku mengatakan itu, sang Champion membuka tangannya dan menutup matanya.

“Buang aku seperti maumu. Kau memiliki hak untuk melakukannya.”

...... Bunuh aku, itu yang dia maksud. Sesuatu seperti itu ... bagaimana mungkin aku bisa melakukan itu? — Tapi, ibu cepat-cepat berlari. Dia menampar wajah sang Champion.

“... Untuk membiarkan anak-anak keluargaku, membiarkan anak-anak keluargaku menderita hal-hal seperti ini, ini dianggap sebagai harga kecil untuk dibayar.”

Ibu sangat bermatabat—. Ini menyebabkan ayah mengatakan ‘waaah’ dengan terkejut. Aku juga harus memberikan sang Champion sebuah pukulan. Tapi karena ibu yang mengambil itu ... baik jadi itu. Sang Champion dengan tulus meminta maaf kepada ibu ‘Aku sangat menyesal’. ... Aku menggeleng dan mengatakan

“... Tidak peduli berapa tahun, atau bahkan ribuan tahun kau habiskan, silahkan tebuslah dosa-dosamu. ... Gadis yang aku cintai telah mengatakan bahwa ia ingin bertarung denganmu. ... Memiliki Game melawanmu sebagai impian mereka, pasti tidak hanya Rias saja. Ada banyak kontestan yang juga memiliki mimpi ini.”

Itu benar, bukan hanya Rias. Sairaorg-san dan Sona-zenkaichou juga bermimpi bersaing melawan orang ini di masa depan. Juga—.

“... Bahkan aku, aku akan memiliki budak-budak sendiri suatu hari, dan aku ingin mendapat pertandingan yang baik denganmu. Jadi ... terlepas dari berapa tahun itu, aku akan menunggu, jadi tebuslah dosa-dosamu.”

“...... Meski begitu, kau bilang bahwa aku benar-benar tidak bisa mati. ... Kau benar-benar lebih kejam daripada orang lain.”

Dengan kerutan di wajahnya, sang Champion terus bertanya padaku

“... Ada satu hal, tolong katakan padaku. Aku pernah mendengar rumor. ... Kau bertemu jiwa Yaegaki-san dan Cleria di Surga. ... Cleria, dia ... seperti apa ekspresinya?”

Aku ingat hantu yang muncul menjadi Cleria-san ketika aku berada di Surga. Cleria-san merangkul erat Yaegaki.

“... Dia memiliki ekspresi yang sangat lembut.”

Usai mendengar kata-kataku, sang Champion mengeluarkan aliran air mata.

“...... Aku mengerti ...... aku sudah kalah.”

Melihat sang Champion yang duduk dengan sedih, aku mau tak mau melihat langit. ... Ini adalah pertempuran yang tidak bisa diprediksi. Bukanlah bahwa aku tidak bisa mengerti alasan sang Champion. Tapi, itu adalah fakta bahwa ia melampaui batas-batas yang tidak perlu—. Tapi, bagiku, itu keuntunganku yang besar. Aku — kembali menatap keluargaku. ayahku, ibuku, dan Asia. Mereka semua anggota keluargaku yang penting. Semua orang sekarang tersenyum bersama-sama. Tidak lagi menyembunyikan apa pun. Tapi, hal itu mungkin akan menempatkan orangtuaku dalam bahaya. —Dalam hal itu, bersama dengan Asia, bersama dengan teman-temanku, itu akan baik-baik saja jika kami melindungi mereka. Akan baik-baik saja jika kami melakukan yang terbaik untuk melindungi mereka. Aku menegaskan kembali tekadku untuk berjuang melindungi orang-orang yang penting untukku—. —Tiba-tiba, aku diserang oleh serangan mual. Aku segera menutup mulutku. Jauh di dalam tenggorokan — sesuatu yang datang dari perutku sampai aku bahkan tak bisa ditahan dengan tanganku. ... Ketika aku melihat, aku sudah batuk dengan banyak darah dari mulutku. Ada juga sesuatu yang hangat yang mengalir keluar dari hidungku. Aku mengerti bahwa itu adalah mimisan. Aku tiba-tiba merasa lemas dan merasa bahwa aku telah kehilangan semua energiku—. Tubuhku ambruk, dan aku jatuh ke lantai.

“… Huh?”

Aku hanya bisa melihat lantai ... aku bahkan tidak memiliki kekuatan untuk mengangkat jari, aku tidak bisa bergerak sama sekali. Aku hanya bisa melihat lantai yang berwarna merah dengan darah yang telah menyembur keluar dari mulutku.

“Ise-san!?”

“Ise!”

“Ise!”

Jeritan Asia, ayah, dan ibu melewati telingaku ... tapi suaranya secara bertahap menjadi lebih jauh dariku ....

[… Partner. —Ini adalah harga kekuatan. Kekuatan Ophis ... benar-benar terlalu ...] Meskipun aku bisa mendengar suara Ddraig ... semua di depan mataku perlahan-lahan berubah menjadi putih, dan kemudian menjadi gelap .... Setelah itu, kesadaranku menyusut—. Memang, harganya benar-benar terlalu—.

Last Life... Keadilan yang Adil[edit]

“...”

“...”

Aku — Azazel, telah menyusup ke bagian dalam Agreas, dan juga telah berhasil datang ke daerah belakang, tapi seorang gadis mengenakan gaun bergaya gothic hitam kini berdiri di depanku. Gadis yang berdiri di depan dua pintu besi besar ke ruang pembangkit sambil dia menunggu. Di depanku adalah ruang terbuka yang sangat luas. —Gadis yang sedang menunggu itu adalah bibit Ophis, Lilith. Ini benar-benar tidak akan sangat baik bagiku untuk melawan dia. Selain itu, kalau aku benar-benar melakukan serangan, aku akan dengan mudah dikalahkan. Karena itu, aku punya pekerjaan yang harus dilakukan pada pembangkit listrik di belakang .... Karena peta Agreas dipersiapkan sebelumnya, hal ini berlangsung lancar saat aku menyusup tempat ini. Biarpun ada perangkap yang diletakkan oleh musuh dalam perjalanan ke sini, mereka tak berarti terhadap spesialis angkat perangkap sepertiku. Tentu saja, itu tepat bagiku untuk datang ke sini sendirian. Jika aku dengan orang lain, banyak waktu tentu akan sia-sia dengan perangkap. Aku berdiri di depan Lilith dan menggaruk pipiku dengan satu jari.

“... Hei, kamu benar-benar tidak akan membiarkanku lewat, ya?”

“Mustahil. Rizevim bilang, di sini, Lilith harus mempertahankannya.”

“Apa tidak mungkin untuk tidak bertarung?”

“Bertarung? Lilith, kuat. Sangat kuat.”

“... Yah, itu seperti katamu.”

Lilith cepat-cepat memanjang dan menarik pukulan lucu. Gerakan itu lumayan lucu, tapi aku takut bahwa setiap pukulan itu terkandung jumlah kekuatan yang luar biasa. Ah, ini benar-benar masalah. Apa yang harus kulakukan? Pada saat seperti ini, Ise akan sangat berguna .... Bagaimanapun juga, ia benar-benar populer dengan anak-anak. Dan jika itu Asia, apa yang akan terjadi nanti? Mengingat bahwa dia seperti penjinak Naga langka yang awalnya biarawati, jika itu Asia, aku penasaran apa yang akan dia lakukan terhadap Naga ini? ... Memikirkan itu, aku tiba-tiba punya ide. Aku mengambil sebatang coklat dari sakuku yang kubawa bersama sebagai persediaan makanan darurat. Aku merobek kemasan, dan kemudian membuka batang coklat. Aku mengulurkan ke arah Lilith.

“Yah, aku akan memberikan camilan.”

“—Mmn!”

Begitu ia melihat camilan, ekspresinya benar-benar berubah! Mmn! Ophis juga memiliki ketahanan yang buruk terhadap camilan, sehingga mungkinkah bahwa itu sama untuk bibit ini? Aku menggerakkan batang cokelat di sekitar, atas, bawah, kiri dan kanan. Mata Lilith mengikutinya saat bergerak. Kelihatannya, dia sangat tertarik. Omong-omong, Ise dan yang lainnya telah bertemu dengan seorang gadis di kota Golongan Tepes, dan mereka juga menghibur dirinya dengan makanan yang enak. ... apa Naga serakah?

“Apa kamu ingin memakannya? Ini sangat lezat dan manis, lho?”

Begitu aku mengatakan itu, dia diam-diam dan tanpa ekspresi menelan ludah.

“......”

Matanya berputar-putar tak karuan. Kau membuatku merasa seolah-olah aku melakukan sesuatu yang buruk di sini!

“... Kalau kamu membiarkan aku lewat, aku akan membiarkanmu makan ini. Kalau kamu tidak membiarkan aku lewat, maka kamu tidak boleh makan. Jadi, apa kamu mau memakannya?”

“… Mau. Tapi, tidak bisa membiarkanmu lewat. ... Lilith, apa yang harus dilakukan?”

Gadis itu memiringkan kepalanya sangat imut selama dia menjawabku. ... Apa yang harus dilakukan pada akhirnya?

High school DxD Volume 20 194.jpeg

Aku mendesah. ... Jadi aku benar-benar tidak akan bisa lewat. Aku mengulurkan batang cokelat di tanganku menuju Lilith.

“... Kamu tidak perlu melihatku dengan mata seperti itu. Aku tahu, aku sudah tahu. Lagi pula, aku memberikannya padamu. Kamu bisa berpikir tentang apakah kamu akan membiarkan aku lewat setelah kamu memakannya.”

Lilith menerimanya.

“......”

Dia dengan diam meletakkan cokelat ke dalam mulutnya. ... Dia tampak sangat puas. Aku lalu menundukkan kepala, dan mengangkat kedua tanganku. Nah, apa yang harus dilakukan selanjutnya? Dengan menggunakan camilan sebagai umpan, akankah itu mampu memikat dia pergi dari sini? Pendekatan ini bisa menjadi cukup mudah ... dia mendadak sangat keras kepala.

“... Sungguh, bajingan itu membuatmu berubah seperti ini tanpa memikirkan apa-apa.”

Yah, tak ada banyak waktu yang tersisa. Aku saat ini tengah mempertimbangkan strategiku di depan gadis Naga ini. Melipat tanganku, aku mengangguk saat memikirkan rencana pertempuran yang berbeda. Pada saat itu, suara langkah kaki seseorang terdengar dari koridor di mana aku datang. Setelah beberapa saat, bahkan suara bisa didengar.

“…… Sial! Bocah Sekiryuutei menyebalkan itu ...!”

Muncul dari koridor sambil mengatakan itu — itu si bajingan Rizevim, dengan tampilan berantakan! Dia, dengan menunduk bergumam dan menggerutu sendiri.

“Aku benar-benar harus menggunakan kekuatan Lilith .... Tidak, ada terlalu banyak ketidakpastian sehingga dia hanya bisa menjadi perisaiku. Jika Lilith saat ini menemui Dua Heavenly Dragon, dia bahkan mungkin dibunuh. Justru karena ini, itu perlu untuk memperkuat dan kembali menyesuaikan dirinya dengan memeriksa yang asli ....... Yah, aku hanya bisa menggunakan itu nanti. ... Uhehehehe.”

Usai suara tawa tak menyenangkan, ia berteriak.

“Lilith! Lilith, di mana kau!?”

Sementara menyerukan Lilith, si bajingan itu akhirnya melihatku.

“Aku hanya berpikir bahwa waktu lariku habis, dan sekarang kau muncul.”

Aku tertawa pada keadaan tubuh Rizevim. Si bajingan itu tidak berniat untuk kalah pada tawa jahatku dan kembali menyeringai padaku.

“... Oh — oh — bukankah ini Azazel-ojisan? Tentu saja itu kau, untuk sampai ke ruang pembangkit listrik Agreas dulu. Dan tentu saja kau juga dapat menghindari semua perangkap di jalan sini.”

“Sesungguhnya, kau layak mendapatkannya, Rizevim. Dipukuli oleh Ise dan Vali seperti itu. Yah, kuprediksi bahwa itu akan berubah seperti ini pula.”

“... Untuk melihat hasil seperti ini dan tidak heran, kau memang mengarahkan Dua Heavenly Dragon.”

Membandingkan Ise dan Vali dengan pendahulu mereka, kekuatan mereka telah meningkat pesat dan tak terduga. Aku mau tak mau berpikir bahwa suatu hari nanti menjadi seperti ini.

“Terlepas dari seberapa kuat mereka, orang-orang yang menyebabkan masalah di depan mereka selalu memiliki kejadian tak terduga, dan mereka akhirnya tersingkir. Bagimu, yang mungkin akhirnya terjadi. Itu hanya masalah waktu. Tapi aku menempatkan banyak usaha dalam menghitung dan meminimalkan kerugian kami yang akan disebabkan olehmu.”

Terlepas dari apakah itu Shalba atau Cao Cao, keduanya menyebabkan beberapa jenis masalah, lalu menghilang. Jika ada pertama kalinya, maka akan ada kedua kalinya, yang mengapa pemikiran Rizevim akan berakhir seperti ini secara alami menjadi lebih kuat dan lebih kuat. Mulut Rizevim membengkok, dan ia melihat dengan ketidaksenangan.

“... Perkataanmu sungguh menyebalkan.”

“Tidak, sepertinya kedengkianmu masih melebihi beberapa harapanku. Kau memiliki Holy Grail dan Forbidden Fruit. Tapi, kau terlalu tak sabar. Mencapai titik ini, tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa kau tampak terlalu bersemangat untuk bergerak secara mendadak ini. Mungkinkah ini terkait dengan lingkaran mata hitam pada wajahmu?”

Dia memiliki lingkaran hitam di sekitar matanya. Kurang tidur? Untuk penghasut politik seperti dia, apa ada hal seperti itu yang dapat menyebabkan dia kurang tidur? Selain itu, dia bukan tipe orang melemparkan dan berpaling gelisah di malam hari hanya karena jalan depan adalah tidak pasti. Sebaliknya — tapi dengan harapanku, dia tertawa sendiri lagi.

“... Anehnya, aku juga orang lembut. ... Ah, sialan. Kau benar-benar berpikir hal yang sama sepertiku. Yang paling mengganggu bukanlah Sirzechs, juga bukan Sekiryuutei atau Vali dan sejenis mereka, dan juga bukan [D×D]. ... Tapi orang di depanku ...”

Rizevim menyipitkan matanya, dan kemudian dengan fasih menatapku. ... Bahkan setelah menderita cedera berat, apa yang ia coba mainkan? Hanya ketika aku punya pertanyaan untuk ditanyakan — kilatan cahaya terang tiba-tiba muncul dalam bidang penglihatanku. Dengan melihat lebih dekat, karena seluruh ruang terbuka yang luas disinari oleh cahaya terang — Dragon Gate dibuka! Juga ada mereka berdua! Keduanya terutama warna hitam. Muncul dari sana — Naga hitam bersayap raksasa dan berkepala tiga, serta seorang pemuda berkulit coklat tampan yang mengenakan jubah hitam. Naga hitam raksasa dengan tiga kepala adalah [Diabolism Thousand Dragon]  — Aži Dahāka. Meskipun pemuda berkulit cokelat muncul dalam bentuk manusia, aku takut bahwa ia adalah [Eclipse Dragon]  — Apophis. Pemuda itu — Apophis berkata terhadap Rizevim dengan ekspresi terkejut

<<—Metodemu terlalu naif, Pangeran>>.

Naga berkepala tiga — Aži Dahāka lalu tertawa.

[Akan lebih baik untuk mengatakan bahwa kelemahan mentalmu benar-benar membawamu kemari.]

[Kekuatan mental seperti tahu!]

[Semua yang kau punya adalah sikap arogan!]

Tepat setelah kepala tengah berbicara, kepala sisi kiri dan kanan mulai mengejek Rizevim. Dalam menghadapi dua Evil Dragon yang terkenal dan sangat kuat, Rizevim tersenyum masam lagi.

“...... Nah, kalau tidak salah itu Apophis-kun dan Aži Dahāka-kun.”

Setelah melihat luka Rizevim, Aži Dahāka mengejeknya dengan kesenangan yang bahkan lebih senang.

[Ah—, Rize. Kau tidak terlihat terlalu buruk sebagai prem asin.]

[Kau tampak indah ☆]

[Kau pantas mendapatkannya!]

Sikap Aži Dahāka menyebabkan kemarahan Rizevim menyala. Tapi, terputus dari sisi oleh Apophis.

<<Maaf, Pangeran Rizevim. Meskipun banyak kepedulianmu ... itu berakhir di sini. —Dari sini, biarkan kami bertindak sendiri.>>

Apophis mengulur satu tangan ke depan, lalu menciptakan lingkaran sihir. Sebuah objek tertentu kemudian muncul dari pusat itu. —cangkir, Holy Grail milik Valerie.

<<Aku akan membawa ini.>>

“... Holy Grail ya. Aku menyembunyikan itu di dalam ruang dimensiku sendiri ... kalian menanyakan itu sebelumnya, tapi beginilah keadaannya.”

Aži Dahāka tertawa ‘kukuku’.

[Tidak apa-apa. Selama itu dalam jangkauan sihir, aku lebih baik bila dibandingkan denganmu.]

[Aku sangat baik di sihir kuat yo ☆]

[Kau Maou tingkat kedua! Maou tingkat ketiga!]

.. Si bajingan Rizevim, ia dikhianati pada saat itu. Orang-orang ini, mereka percaya bahwa Rizevim kemungkinan gagal dalam waktu dekat, dan bertanya-tanya kapan memberontak? Dengan demikian, mereka membidik kesempatan ini, dan juga mengambil Holy Grail. Seolah-olah dalam menanggapi kesimpulanku, Apophis berkata.

<<Sebagai hasil dari kutukan Fafnir, kau mengalami mimpi buruk setiap malam. Lingkaran hitam di sekitar matamu terlalu berat. Dalam rangka memperkuat Lilith, kau akhirnya menjadi terlalu cemas tentang mempersiapkan rencana untuk implementasi. Biarpun kau dikenal sebagai Iblis Super, membandingkan kau dengan dua Iblis Super lainnya, perbedaannya adalah lebih dari hanya satu atau dua poin.>>

“...... Kau benar-benar tahu bagaimana berbicara, Evil Dragon.”

Rizevim membalas agresif. ... Aku akhirnya mengerti. Itu artinya; si bajingan Rizevim menderita kutukan Fafnir. Dragon King itu, di saat-saat terakhir sebelum ia kehilangan kesadaran, ia mengubah rohnya sendiri menjadi kutukan, dan mengirimkannya kepada Rizevim. Selain itu, tubuh rohani Fafnir muncul dalam mimpi Rizevim setiap malam, dan dia berulang kali menyerangnya dalam mimpinya. Lingkaran mata hitam Rizevim disebabkan oleh serangan dari Fafnir setiap malam—. Jadi itulah alasan mengapa ia menargetkan Ophis. Guna mengalahkan Fafnir, ia berencana untuk memperkuat Lilith. Ejekan Aži Dahāka untuk Rizevim diperkuat lebih jauh.

[Iblis Super-sama tidak punya ketahanan dalam mimpinya, sehingga ratusan dan ribuan kali berulang ia dibunuh oleh makhluk emas itu.]

[Dia benar-benar tidak dapat transenden  dalam mimpinya!]

[Dia hanya tidak bisa melepaskan kutukan itu dalam mimpinya!]

Apophis mendesah.

<<Dan karena dia sendiri tengah tersiksa, itu menyebabkan dia menjadi batu sandungan rencananya sendiri; orang bisa membayangkan tingkat kekuatan mentalnya. Itu fakta bahwa kutukan itu terlalu kuat baginya. Lagi pula, ia membuat langkah terhadap banyak hal yang tidak perlu.>>

Ini benar-benar sesuai gayanya, semua yang dia katakan benar. Setelah menghasut banyak orang, pada akhirnya dia menembak dirinya sendiri di kaki. Dan ia juga diburu dan terpojok secara mental. Hal ini menyebabkan terjadinya serangkaian kesalahan, yang benar-benar merugikan diri sendiri. Ini adalah hasil dari meremehkan lawan secara berlebihan. Setelah diejek sama sekali oleh dua Evil Dragon ini, Rizevim gemetar karena marah. Aku mengabaikan Rizevim, dan berkata kepada dua Evil Dragon.

“Menurut kalian, kalian bisa memberikan itu, Holy Grail padaku, Apophis, Aži Dahāka?”

<<Tentu saja mustahil, pemimpin Malaikat Jatuh. Kami juga cukup tertarik menyerang dunia lain.>>

—Apa! ... Bagaimana mungkin? Aku hanya dianggap apa yang Rizevim pikirkan, dan aku tidak menduga bahwa mereka akan begitu tertarik pada dunia lain! Setelah Apophis berbicara, Aži Dahāka melanjutkan

[Pergi untuk melawan Dewa dari dunia lain ini sangat menarik.]

[Ini sangat sangat menarik ☆]

[Aku sangat ingin melihat di dunia yang tidak pernah dilihat!]

—Satu-satunya tujuan mereka adalah sama. Tapi, mereka sekarang memutuskan hubungan mereka dengan Rizevim. Meskipun dalam hal ini, itu masih menjadi merepotkan. Pikiran Naga-Naga kuat ini menggunakan secara sembarangan Holy Grail itu menakutkan. Tiba-tiba, Apophis mengarahkan matanya ke arah koridor. Dia terus menatap koridor gelap dan sunyi, dan kemudian tersenyum kecil.

<< ... Tampaknya bahwa seseorang telah menggantikan jiwamu. Jadi selamat tinggal untuk saat ini, putra Maou. Ini akan menjadi bagus kalau kau mati tanpa ada kekhawatiran.>>

Sinar cahaya muncul di bawah kaki Apophis dan Aži Dahāka, dan Dragon Gate dibuka lagi.

[Tetapi, kami akan mewarisi impianmu.]

[Bye bye!]

[Semoga mendapat kematian yang menyedihkan!]

Meninggalkan ini, Apophis dan Aži Dahāka membawa diri mereka dari sini bersama dengan aura berwarna hitam—. Hanya setelah dua Evil Dragon ganas telah pergi, kilatan cahaya perak seperti sabitan pedang muncul di kedalaman koridor, dan mendekat. Terbang ke dalam ruang yang luas ini — Vali, yang seluruh tubuhnya terbungkus dalam armor putih murni.

“Aura yang kurasakan barusan adalah Aži Dahāka. —Tampaknya bahwa Evil Dragon yang dihidupkan kembali tidak menyukaimu.”

Dia mengatakan itu saat ia berdiri di depan Rizevim. Rizevim hanya bisa tersenyum masam pada munculnya cucunya.

“—Sekarang saatnya untuk kemunculan Vali-kun.”

“Itu Evil Dragon berkepala tiga dan Crom Cruach bukanlah orang yang dapat dikendalikan oleh seseorang sekaliber dirimu, kau masih terlalu naif. —Kau tidak pernah boleh meremehkan Naga, Rizevim.”

Vali mengulurkan tangan kanannya, dan mengumpulkan aura sebanyak dan seberbahaya di dalamnya. Melihat ini, Rizevim mulai tersenyum meminta maaf.

“Ah tunggu, Vali-kun, aku salah ... kau dengar, aku kakekmu, bukan? Ampuni aku sedikit saja.”

Karena cederanya saat ini, ia menyadari bahwa ia tidak dapat tahan terhadap kekuatan Vali. Pada saat itu, bajingan itu mulai gelisah. —Tapi.

“......”

Vali dengan tenang mengembuskan, dan kemudian mulai merapalkan kata-kata untuk melepaskan kekuatannya.

“Aku, yang akan bangkit — adalah Hakuryuukou yang akan menghentikan hukum ke kegelapan—”

Ruang kami berada mulai mengorak. Sejumlah besar aura sedang dibebaskan dari tubuh Vali. Armor putih murni secara bertahap berubah menjadi perak brilian, dan bentuknya juga berubah. Vali hanya memiliki satu respon — merapalkan mantra untuk [Empireo Juggernaut Overdrive] . Meskipun energi fisik dan Iblis akan sangat terkonsumsi, kekuatan yang diperoleh bahkan bisa dengan mudah membunuh salah satu Reaper Grim legenda paling kuat. —Itu adalah kekuatan tangguh yang bahkan mungkin bisa membunuh Tuhan. Melihat adegan ini, mata Rizevim melebar, dan ia terus mencoba membujuk Vali.

“Dewasa ini, salah satu keterampilan yang diperlukan untuk orang-orang muda untuk merawat orang tua, kan?”

“Aku berjalan di jalan dominasi dengan kehancuran yang tak terbatas dan dengan cara menusuk melalui mimpi khayalan—”

Vali tidak memperhatikan dan terus melafalkan mantra. Rizevim mengenakan sikap agung dan mulai meminta maaf.

“Ah—, aku mengerti sekarang! Aku mengakui bahwa semua yang kulakukan sampai sekarang adalah salah! Mengganggu kalian semua adalah salahku!”

“Aku akan menjadi Kaisar Naga murni—”

“Hei hei, itu semua salahku! Apakah itu uang atau wanita cantik, apa pun yang kauinginkan, aku akan memberikannya kepadamu, oke?”

Namun, cucu yang menghadapi kakeknya tanpa jejak kasih sayang, dan selesai merapalkan kalimat terakhir dalam sekali napas—.

[[[[[“Dan aku akan membuatmu mematuhi ilusi putih keperakan dan cara jahat yang sempurna!”]]]]]

[Juggernaut Over Drive!!!!!!!!!!!!]

Suara terdengar dari semua permata. Akhirnya, [Divine Dividing Scale Mail] berubah menjadi armor yang besar yang mengeluarkan cahaya putih-perak. Melepaskan aura perak dan niat membunuh dari seluruh tubuhnya, itulah [Juggernaut Overdrive] Vali. Dalam pertarungan melawan Rizevim dalam keadaan normal, dia akan kalah karena konsumsi yang luar biasa dari energi dan pertempuran berlarut-larut. Tapi, itu masalah lain karena Rizevim cedera dan tidak punya banyak kekuatan yang tersisa. Dengan kekuatan Vali selevel ini, kemungkinan mengalahkan Rizevim sangat tinggi. Misalnya, dengan menggunakan pedang yang dibuat tanpa kekuatan dari Sacred Gear, tapi hanya dari kekuatan energi sihir dan Iblis, akan ada kemungkinan untuk memotongnya. Vali adalah seorang genius yang bahkan bisa belajar sihir Norse, dan dia juga sangat berbakat dalam sihir. Biarpun serangan langsung dengan kekuatan Sacred Gear-nya tidak efektif, kemampuan fisiknya ditingkatkan sangat tinggi oleh Juggernaut Overdrive, sehingga ia akan memiliki keuntungan besar terhadap Rizevim dalam pertarungan langsung. Rizevim, yang menyadari hal ini, masih terus tersenyum ketika mencoba membujuknya. Dia bahkan mencoba memohon padaku.

“Azazel! Apa yang kauinginkan!? Terlepas dari apakah itu uang atau sesuatu yang lain yang dapat kuberikan—”

Dia tidak mampu menyelesaikan kata-katanya sebelum aku menyelanya.

“Rizevim, kau benar-benar yang terburuk. Paling tidak, kau harus mati terhormat di tangan Sekiryuutei atau Hakuryuukou yang mana itu cucumu.”

Pada situasi ini, itu benar-benar ... agak menyedihkan. Putra Lucifer, yang telah menghasut semua jenis orang, sekarang memohon untuk hidupnya di depan kami. Selain itu, itu ke arah lawan yang telah ia lawan sepanjang waktu. Melihat dia seperti ini, apalagi kasihan, aku hanya kagum. Vali melepaskan gauntlet pada tangan kanannya, dan kemudian menciptakan pedang dengan sihir. Itu adalah pedang sihir yang tidak memiliki kekuatan dari Sacred Gear ditambahkan ke dalamnya. Sambil menunjuk ujung pedang ke arah Rizevim, Vali berkata

“Kau salah, Azazel. Orang ini — ia hanya dikalahkan oleh keluarga manusia sangat biasa. ... Hal yang tidak kumiliki, Hyoudou Issei. ... Untuk orang ini, yang mana dia kalah.”

... Mendengar ini dari dia, tidak sulit untuk membayangkan adegan pertempuran yang terjadi. ... begitu ya, Ise, kamu sudah membiarkan orangtuamu tahu tentang identitas aslimu. Namun, orangtuamu masih menerimamu. Kamu pasti benar-benar bahagia. Kamu pasti sudah gemetar dengan kegembiraan. Hal seperti itu terjadi; itu tidak sulit untuk membayangkan bahwa anak penuh semangat membiarkan kekuatan Sacred Gear meledak. Sebuah Sacred Gear terus menjadi semakin kuat bersama dengan perasaan pemiliknya. —Rizevim terpojok oleh cinta dari Keluarga Hyoudou. Baik lahirnya dan dibesarkannya di mana seorang remaja biasa. Tak satu pun dari orangtuanya yang memiliki kemampuan spesial, mereka biasa, orang biasa. Apa yang dihasilkan dari kehidupan yang sangat biasa dari keluarga ini—. Itu sesuatu yang mustahil Rizevim pahami. ... Dan juga hal yang Vali inginkan. Itulah mengapa menyebabkan kekalahannya. ... Sungguh ironis, Rizevim.

“...... Tidak, tidak, bagaimana ini bisa terjadi?”

Rizevim tampaknya tidak memahami kata-kata Vali, dan kemudian mulai menangis

“Liiillliiiiith! Lilith-chan! Cepat dan lindungi aku!”

Dia memanggil Lilith! Setelah Lilith, yang sungguh-sungguh mengawasi kami dari pintu mendengar panggilan Rizevim, dia pergi ke arahnya.

“Lindungi, Rizevim?”

Setelah melihat Lilith membuat sikap untuk melindungi dirinya, Rizevim sekali lagi mengungkapkan senyum yang sangat jahat.

“Ya, itu benar! Datang dan lindungi aku! Kau perlu melindungiku! Jagalah aku! Gunakan kekuatan Infinity dan kubur Hakuryuukou dan Malaikat Jatuh itu! Hyahyahyahyahyahyahya!”

Karena ia sekarang memiliki Lilith sebagai perisai, situasi dengan cepat berbalik dan senyum jahat muncul kembali di wajah Rizevim. Vali menghadap Lilith, dan dengan suara lembut berkata kepadanya

“Bibit Ophis, bisa kau minggir? Aku ... tidak ingin menyerangmu. Melindungi pria di belakangmu adalah tujuan keberadaanmu?”

Vali juga sama dengan Ise, dan masih terikat sangat penting untuk Ophis. Itulah sebabnya Lilith sekarang sama pentingnya. Lilith tampaknya sedikit bingung dengan kata-kata lembut Vali. Itu sama seperti waktu itu dengan Ise, mungkin hanya saat bercakap-cakap dengan Dua Heavenly Dragon, emosinya akan berfungsi?

“Tapi, Lilith. Harus melindungi, Rizevim. Tugasku.”

Sementara tinggal di belakangnya, Rizevim mengangguk setuju.

“Itu benar, itu tugasmu! Tugasmu! Kau benar-benar anak yang baik, Lilith-chan! Kau layak memiliki nama ibuku!”

... Dia cepat-cepat kembali ke dirinya yang biasa. Dasar sampah, Rizevim. Tapi, Vali berbicara lebih tenang.

“Yah, ikutlah denganku. —Kalau kau ikut denganku, kau akan dapat melihat Great Red serta dirimu yang lain, kau akan dapat bertemu Ophis. ... Hyoudou Issei, kau juga akan dapat melihat Sekiryuutei.”

Great Red, Ise — nama Sekiryuutei serta Ophis telah diumumkan, dan Lilith menunjukkan reaksi yang berbeda dengan yang lain yang ia telah tunjukkan sebelumnya.

“... Great, Red? Lilith ... yang lain?”

Vali menunjuk aksesori berbentuk Naga yang ada pada gaun Lilith.

“Kau hanya memiliki itu, kan? Jika itu pria itu, dia pasti akan memberikan sesuatu yang lebih baik. Ini pasti akan menjadi ratusan kali lebih baik daripada apa yang kau miliki di sana—”

Guna mengganggu bujukan Vali, Rizevim berteriak

“Heeii! Hei, hei, hei, hei! Apa ini, kau mencoba untuk melakukan policy of appeasement! ? Ini adalah Lilith-ku! Dan ace-ku yang membakti! Untuk dapat melakukan ini sekarang, aku harus membentuk sikapnya—“

Aku menghela napas, lalu mengeluarkan sebuah batang cokelat dari sakuku lagi dan berkata kepada Lilith

“Saat ini, aku juga akan memberikan camilan, oke?”

“...... Great Red, Lilith yang lain ... Sekiryuutei ... camilan ... Great Red, camilan, Lilith yang lain, camilan ... camilan dengan Sekiryuutei ...”

Ooh, mengetahui tentang Great Red, Ophis, dan Dua Heavenly Dragon yang akan memberikan camilannya, Lilith telah kebingungan. Dia benar-benar anak kecil yang imut. Membandingkan dia dengan Rizevim, Lilith benar-benar imut dan mudah dimengerti. Lilith benar-benar keberadaan berharga. Melihat bahwa Lilith telah menjadi bingung karena kami, Rizevim menjadi cemas lagi.

“K-Kau ingin camilan huh!? Camilan lebih penting dariku!? Y-Yah, aku akan menyiapkan kue ekstra besar dan cokelat atau marshmallow untukmu! Aku juga akan memberikanmu—”

Sementara Rizevim berbicara semangat, lengan kirinya tiba-tiba dipotong. Vali telah mengayunkan pedang sihir ke bawah tanpa sedikit pun belas kasihan.

“Guuaaaaaaaaaaaaaahhhhh!”

Rizevim berteriak kesakitan. Karena serangan mendadak, ia bahkan tidak mampu menghindari pedang tersebut. Karena Vali berada di Juggernaut Overdrive, kemampuan fisiknya telah meningkat tajam. Rizevim juga telah terganggu karena ace-nya, Lilith. Itulah sebabnya lengan kirinya terpotong. Sambil menonton Rizevim, yang berdarah deras di atas lengan kirinya, Vali masih berbicara dengan nada dingin

“Sejak saat kau menjadi terganggu, itu sudah lebih dari untukmu. Lilith juga terganggu karena dia dalam keadaan bingung ini. Sama seperti itu, segera setelah ada pembukaan, aku menyerangmu.”

Sambil memegang bagian lengannya yang telah dipotong, wajah Rizevim berubah dengan kemarahan.

“...... Sialan ...! Itu karena aku harus menjaga emosi yang menyebabkan ini!”

Begitu ya, jadi bajingan itu harus mempertahankan tingkat sedikit emosi dengan Lilith? Akibatnya, emosi Lilith juga keluar. Ini terjadi hasil seperti itu. Lagi pula, jika si bajingan ini, dia pasti akan dipusingkan dengan sikap main-main. Pada akhirnya, ia adalah orang yang tersandung. Vali mengangkat pedang sihir, dan langsung menyabit ke depan.

“—Matilah.”

Dalam sekejap pedang hendak melakukan kontak — Vali tiba-tiba melepaskan pedang. Ekspresi kebenciannya juga menghilang. Sementara menggelengkan kepalanya, ia menghela napas berat.

“...... Setelah Hyoudou Issei telah mengejarmu sejauh ini, tak ada gunanya sama sekali jika aku membunuhmu. Hanya mencicipi manisnya kemenangan tidak sesuai prinsipku sama sekali. —Juga, makhluk yang benar-benar ingin membunuhmu ada di sini.”

Vali kemudian mengalihkan pandangannya ke arah tempat tertentu. Kemungkinan besar, ia merasakan kehadiran itu, dan ia memiliki ide baru. —Dragon Gate dibuka di dalam ruangan ini sekali lagi. Sebuah aura emas dibebaskan dari dalam Dragon Gate. Melihat ini, Rizevim menjadi lebih gugup, dan kehilangan kata.

“…… Kau bercanda.”

Sosok yang muncul dari dalam Dragon Gate adalah — Dragon King dengan sisik Naga emas. Tubuhnya masih sedikit lemah, dan itu tampak seperti luka yang telah ia tahan di Surga belum sembuh. Tapi, ia memiliki tekanan kuat, dan maksud yang jelas untuk membunuh, sang [Gigantis Dragon ] — Fafnir bergerak sambil menyeret tubuhnya.

[…… Akhirnya aku menemukanmu.]

Melihat musuh, Rizevim, berdiri di depannya, Fafnir berbicara dengan semangat. Rizevim masih tampak seolah-olah dia tak percaya, karena ia menggeleng — sambil pada saat yang sama gemetar ketakutan.

“... Argh! Kenapa …! Kenapa kau begitu gigih ...!? Bahkan dalam mimpiku, kau telah menggigitku tanpa melepaskannya!”

Rizevim sudah kuyu dan telah kehilangan pemikiran tenang karena ia telah terus-menerus diserang oleh Fafnir dalam mimpinya, dan terus-menerus dikejar. Situasi memalukan ini telah terjadi dalam mimpinya puluhan, ratusan, dan bahkan mungkin lebih dari seribu kali. Betul; ia telah tewas dalam mimpinya terus-menerus, yang mendorongnya ke sudut mental.

[... Kau membuat Asia-tan menangis.]

Mata ganas Fafnir sedang bersinar saat ia bergerak lebih dekat ke arah Rizevim dengan setiap langkah yang dia lakukan. Kemarahan, kebencian, dan kejijikan yang terus-menerus dilepaskan dari tubuh [Gigantis Dragon]. Yang ditekankan oleh kekuatan tekanan luar biasa, wajah Rizevim berubah pucat. —tapi, karena luka-lukanya terlalu parah, tubuhnya jatuh ke lantai. Pada saat ini, Fafnir mendekat sedikit demi sedikit, dan akhirnya langsung di depannya. Rizevim mengulurkan tangannya, dan tersenyum paksa.

“… Tunggu! Tunggu sebentar! Itu ... kau dengar! Itu pertunjukan! Untuk suasana super hidup! Toh, untuk putra Lucifer masuk ke dalam Surga—”

GOON! Bersama dengan itu suara kusam, suara tulang yang hancur bergema di seluruh ruang ini. Cakar besar Fafnir, tanpa belas kasihan dan mengabaikan permohonan Rizevim benar-benar menginjak-injak di atas kakinya.

“Gaaaaaaaaaaaaaahhhh! Bajingan! Dasar bajingan! NAGA BRENGSEK!”

Sambil berteriak kesal, Rizevim mengangkat bagian atas tubuhnya di tengah-tengah rasa sakit. Namun, kedua kakinya sudah diinjak oleh Fafnir, dan sudah mustahil baginya untuk melarikan diri. Wajah Fafnir, yang diwarnai merah karena marah menghadapi Rizevim sambil berkata

[—Sungguh berani kau mengganggu Asia-tan. Aku pasti takkan memaafkanmu! Tentu saja tidak!]

Suara, ekspresi dan aura Dragon King dipenuhi dengan kemarahan. Obsesi Fafnir sudah melebihi akal sehat, dan akhirnya dia memojoki bajingan yang dikenal sebagai Iblis Super. Aku mengatakan terhadap Rizevim yang menatapku dengan mata memohon.

“Rizevim, kau sangat menyakiti hati Naga. —Ini balasanmu.”

—Keadilan yang adil . Guna memenuhi keinginannya sendiri, ia telah menghasut semua jenis makhluk dari berbagai Golongan yang berbeda. Terlepas dari jumlah korban, bajingan ini hanya berlangsung selama satu tujuan keinginannya sendiri. Sekarang, semuanya dikembalikan ke tubuhnya sendiri. Hal yang paling ironis itulah pada akhir pahit, bukan Naga saja yang bahkan tertarik melawan dia.

Omong-omong, harta Fafnir ini adalah—. Harta emas dan perak menyilaukan, serta beberapa senjata paling langka di dunia. Terlebih lagi, hal yang paling penting adalah gadis cerdas yang berbagi ikatan dengannya—. Selama dia punya itu, Fafnir akan benar-benar puas. Selama dia bisa melihat senyum Asia, itu akan lebih dari cukup untuk membuat dia bahagia—. Dalam mata Fafnir, pantulan senyum cerah Asia ada di sana. —Tapi si bajingan telah menyakitinya tanpa ragu. Dia melakukan hal yang sama untuk Ise juga. Awalnya, pria dan temannya tinggal hidup bahagia dan menyenangkan. Vali juga seperti itu ... dia awalnya bisa hidup damai dan tenang dengan orangtuanya. Rizevim kau bajingan, kau ikut campur dalam hal-hal yang lebih berharga dari apa pun; kau bertindak terhadap hal-hal yang tak tergantikan. Tindakanmu pasti menyebabkan kebencian. Kau menginjak-injak hal-hal seperti itu. Aku tanpa henti mengatakan itu pada Rizevim.

“Ini akan menjadi bagus kalau kau pelajari sebelum kau mati. Putra Maou Agung. Ada tempat-tempat di dunia ini yang benar-benar tidak bisa disentuh. Tapi kau berulang kali melanggar tempat-tempat itu. Ini adalah alasan untuk kematianmu.”

Sebagai hasil dari kata-kataku, Rizevim menjadi marah, dan kemudian berbicara tanpa penyesalan.

“...... Hmph! Brengsek ...”

Rizevim membuat perjuangan terakhir saat ia terus menebakkan peluru energi Iblis dari tangannya. Sisik Fafnir langsung memukul, bagian-bagian dari tubuhnya yang terlempar, dan ia berdarah, tapi dia tidak peduli. Sang Dragon King berdiri mengesankan dan bermartabat, ini adalah kehendak mutlak Dragon King. Fafnir dengan kejam membuka mulut besar, dan itu tampak seolah-olah ia bermaksud untuk memberikan serangan terakhir. Setelah melihat ini, wajah Rizevim dipenuhi dengan keputusasaan. Akhirnya, ia berteriak—.

“SIIIAAALLLAAAANNN!”

... Rahang [Gigantis Dragon] berderak di atas putra mantan Maou dan menghancurkannya. Sambil Vali menonton, tampak beban telah terangkat darinya, tapi pada saat yang sama wajahnya juga diisi dengan kesedihan.

“Rizevim, kau mempermalukan nama Lucifer. Kau telah mencemarinya. Tapi kau bisa percaya. Aku akan mewarisi darah Lucifer. Setidaknya, aku lebih cocok menjadi Lucifer dibanding kau.” Itulah akhir dari agitator politik yang menghasut berbagai orang terhadap kami, Iblis Super Rizevim Livan Lucifer. Hati Vali tidak jelas sampai akhir, tapi dia telah terlihat lega di wajahnya sekarang. Nah, terserah .... Setidaknya, kau pasti lebih cocok dari bajingan itu menjadi Lucifer. Toh, kau jauh lebih sedikit nekat—.

The Beast 666.[edit]

Setelah menyaksikan saat-saat terakhir Rizevim, Vali dan aku — serta Lilith (mengikuti secara perlahan di belakang kami), membuka dua pintu besar ke ruang pembangkit, dan kemudian maju ke depan. Setelah Fafnir mengalahkan Rizevim, ia kembali pulang melalui Dragon Gate. Kali ini, ia pasti bisa beristirahat dengan tenang. Kamu bisa memulihkan diri sedikit lebih awal, dan mulai melindungi Asia lagi. Itu karena kamu dipercaya olehnya. Jadi, seperti yang dijelaskan sebelumnya, harusnya ada kristal besar di sini — itu adalah kristal yang dikabarkan akan digunakan dalam penciptaan [Evil Piece]. Dengan itu di tengah, itu bertindak sebagai pembangkit listrik Agreas, sehingga menghasilkan kekuatan untuk mendorong kota mengambang ini. Hanya ketika aku menginjakkan kaki di dalam — aku terkejut saat melihat pembangkit listrik. Bagian terdalam dari Agreas telah benar-benar berubah menjadi rongga bola sangat besar. Kristal yang dikenal sebagai pembangkit listrik di pusat adalah ... kristal yang ada di sana bersama dengan makhluk yang lebih besar sebelahnya.

“...... Cih! M-Makhluk itu!?”

Aku hanya bisa berdiri di sana sambil mata melebar kaget. ... Aku tidak pernah membayangkan bahwa akan menjadi ini, si bajingan Rizevim ...! Makhluk itu memiliki tujuh kepala dan sepuluh tanduk, ‘makhluk’ yang terlalu kuat—. Tubuh raksasa itu dengan mudah lebih dari beberapa ratus meter, itu bahkan lebih besar dari Great Red. — Apocalypse Beast Trihexa , 666 . Masing-masing kepalanya memiliki makhluk yang berbeda; salah satunya seperti singa, yang lain seperti macan tutul, lalu seperti beruang, dan ada juga seperti Naga, tidak ada rasa persatuan. Tubuhnya memiliki berbagai fitur dari makhluk yang berbeda, dan ia melepaskan sensasi asing dari tubuhnya. Memperluas dari dalam tubuhnya itu tak terhitung rantai yang dengan erat menahan makhluk itu. Semua kepala yang tertidur dan tampaknya tidak sadar. ... Sudah seharusnya ditinggalkan di akhir dunia. Rizevim telah benar-benar membawa semuanya ke sini .... begitu ya, alasan mengapa ia mencuri Agreas adalah karena ia ingin menggunakannya sebagai tempat untuk menyimpan makhluk ini .... Masalahnya adalah aura sangat gelap. Makhluk itu benar-benar mampu melepaskan aura sedemikian rupa ...! Dengan berdiri di sini, hanya mampu merasakan aura jahat yang mengalir keluar dari makhluk itu cukup untuk membuat seseorang gila. ... si bajingan Rizevim itu, ia benar-benar sudah mengembalikan Trihexa ke tingkat tersebut. Hanya ada beberapa segel lagi sebelum akan benar-benar dilepaskan. Forbidden Fruit yang ia peroleh di Surga pasti untuk menghidupkan kembali Trihexa, dan mempercepat pelepasan segel .... Dan yang lebih penting adalah kristal yang tertanam di dalam pusat tubuh Trihexa. Itu tampak seperti dia ingin mencerna Trihexa dengan pembangkit listrik Agreas .... Dia juga menggunakan pembangkit listrik dari Agreas untuk membuka segel itu. Dia telah benar-benar menggunakan warisan era Maou sebelumnya sedemikian rupa. Dia memanfaatkan apa yang bisa dari warisan ayahnya, ia benar-benar putra tak berguna, si bajingan Rizevim .... Pokoknya, sudah cukup beruntung bahwa kami akan dapat mengambil beberapa tindakan pencegahan pada tahap ini. Meskipun terlepas dari apa yang ingin kami lakukan, penelitian penyegelan Rossweisse tidak akan mampu memenuhi tenggat waktu. Dia pasti genius, tapi kecepatan pelepasan segel ini terlalu abnormal. Semua hal yang berbeda yang ia lakukan semuanya untuk mempercepat pelepasan segelnya .... Vali mengangkat kepalanya dan melihat makhluk besar sambil berkata

“Jadi begitu ya, bahkan aku tak bisa mengalahkannya. Biarpun aku diizinkan untuk melawan, aku takkan berdaya melawannya dalam kondisiku yang sekarang.”

Vali mewaspadai Trihexa dengan ekspresi yang ketat di wajahnya. Tiba-tiba, Lilith menunjuk ke dinding.

“Ddraig, Ddraig.”

Sambil berpikir tentang apa yang dia bicarakan, Kualihkan pandanganku mengikuti arah yang ia tunjuk—.

“… Apa! Dia bahkan melakukan sesuatu seperti itu ...!”

Aku sangat terkejut oleh adegan di depanku. Dalam rongga bola, segudang kepompong yang menggantung dari dinding. Sebuah bagian dari itu bisa dilihat di bagian atas kepompong. —Menatap erat-erat, mereka semua kepala Boosted Gear Scale Mail . Artinya, dari kepompong yang menggantung dari dinding rongga, dalam mereka semua adalah Boosted Gear Scale Mail buatan. Apa mereka tipe yang sama seperti yang Euclid Lucifuge gunakan? Kemungkinan besar, tak ada di dalamnya. Jika mereka benar-benar Boosted Gear Scale Mail yang mampu bergerak sendiri ... hanya membayangkan itu membuatku bergidik. Seperti jumlah mereka sangat buruk. Dalam ruangan ini, dari atas ke bawah, dan depan ke belakang lebih dari seribu kepompong ...! Aku bergidik lagi sambil melihat apa yang telah disiapkan Qlippoth. Tapi, kami sangat beruntung. Kami akan mampu menghentikannya di sini sebelum benar-benar dimulai. Aku menghela napas, dan kemudian membiarkan diriku tenang. Aku kemudian mengambil langkah maju untuk menghentikan semua ini. —Pada waktu itu. Pembangkit listrik tiba-tiba mulai bergetar intens. Disertai dengan suara gemuruh, pembangkit listrik mulai aktif. Bagaimana bisa!? Aku bahkan tidak melakukan apa-apa! Mengapa itu aktif—.

[Hiyahahahahahaha! Hyahahahahahaha!]

Tiba-tiba, tertawa menjengkelkan terdengar lagi. Rizevim!? Tidak, ia baru mati secara menyeluruh. Jadi, ini adalah—.

[Jika ini telah dimulai, maka itu berarti bahwa aku sudah mati. Jadi dengan tangannya itu ... apa itu Sirzechs-kun, atau itu Vali-kun?]

... Ini adalah rekaman suara? Ini didirikan untuk diaktifkan setelah kematiannya. Rizevim terus mengeja kata-kata terakhirnya.

[Yah terserah, karena ini sudah mulai, tak masalah bahwa hal itu menjadi seperti ini. —Reaksi ini didasarkan pada kematianku dan akan memaksa semua tahapan untuk dihancurkan, langkah terakhir dalam kebangkitan Trihexa. Ini akan menggunakan jiwaku sebagai sumber energi final.]

—Apa!? … Apa katamu …? Aku melihat kembali ke pembangkit listrik! Pada akhirnya — masing kepala Trihexa telah mulai membuka mata. Pada saat yang sama, segel yang telah diterapkan itu menjadi terlihat, dan kemudian mulai hancur—. Si bajingan Rizevim, ia benar-benar menggunakan jiwanya sebagai korban untuk dengan paksa mempercepat pelepasan segel itu! Ini tidak baik! Ini ... benar-benar buruk! Aku ingin segera membuat segel — tapi itu tidak menunjukkan tanda-tanda menghentikan kebangkitan Trihexa sama sekali! Salah satu kepala yang telah benar-benar membuka mata, dan kemudian meraung!

Gooooooooooooooooooooooooooooooooonnn!

-Itu hanya suara raungan, tapi rasanya seolah-olah jiwaku tengah dicengkram erat! Yang meraung saat itu bergema di seluruh tidak hanya ruangan, tetapi juga seluruh kota! Orang di atas akan melihat itu! Setelah itu, kepala kedua — juga mulai membuka matanya!

“Vaaali! Cepat seranglah! Jika makhluk itu  hidup — dunia akan berakhir!”

“Cih!”

Mengikuti instruksiku, Vali langsung memakai armornya, dan kemudian terbang keluar! Ia mengumpulkan sejumlah besar aura dan menembaknya — tapi Trihexa berlindung! Ini tidak akan bekerja bahkan dengan Vali!? Juggernaut Overdrive yang ia gunakan sebelum itu sangat menguras baginya, tapi untuk orang yang dikenal sebagai Hakuryuukou terkuat dalam sejarah mendarat pukulan dan bahkan tidak dapat menggores kulitnya ...! sambil terpana, aku tak bisa melakukan apa-apa selain terus menciptakan beberapa lapis segel lagi dan lagi; bahkan sedikit akan baik, aku harus berjudi pada kemungkinan kecil itu! Vali juga terus menyerang tanpa henti! Dengan begini, kata-kata terakhir Rizevim masih terus berlanjut.

[Ini adalah kebangkitan paksa, jadi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Kerusakan mungkin lebih besar daripada yang kuharapkan akan terjadi. —Pada saat yang sama Trihexa tengah dihidupkan kembali, hal yang sangat menarik juga akan dilepaskan. Itu ... mungkin itu sudah muncul di depan matamu, Sekiryuutei palsu yang diproduksi secara massal, dan pasukan besar juga.]

Kepompong dari Sekiryuutei yang awalnya menggantung dinding—. Mereka mulai pecah satu per satu. Plate Mail  yang telah disesuaikan untuk bergerak sendiri kemudian mulai keluar dari kepompong perlahan-lahan.

“Lilith! Aku akan memberikan camilan nanti, kamu bisa melakukan sesuatu tentang itu sekarang!?”

Aku berseru kepada Lilith sebagai harapan putus asa. Lilith berjalan menuju Trihexa, dan hanya mengangkat kepalanya untuk mengamati itu—.

“Mengerikan.”

... Mungkin itu adalah ketakutan naluriah terhadap Trihexa. Kemudian kami hanya harus mengubah target.

“Nah, kemudian lakukan sesuatu tentang Sekiryuutei yang diproduksi secara massal!”

Lilith mematuhi instruksiku, berlari ke sana, dan kemudian melemparkan Sekiryuutei yang baru saja diaktifkan dengan satu pukulan! Dia memang bibit Ophis! Meski setelah mengatakan itu, dengan santainya, menghancurkan banyak Sekiryuutei agaknya ...!

[Karena mereka replika, mereka tidak memiliki kekuatan asli. Tapi dengan ini, bisa saja menghancurkan kota.]

Sekiryuutei yang diproduksi secara massal menyebarkan sayap mereka, dan kemudian terbang ke arah permukaan bersama-sama! Kepala ketiga, dan keempat Trihexa telah membuka mata. Dalam situasi putus asa, tawa menjijikkan bajingan itu menggema di seluruh ruangan.

[Hyahahahahahahahahahaha!]

...... Rizevim ...! Livan! ... Bajingan itu ...! Bahkan setelah kematianmu, kau takkan melepaskan kami dan kau akan melanjutkan kejahatanmu!?

[Makhluk legendaris yang tercatat dalam Book of Revelation , dan bawahannya pasukan Sekiryuutei palsu! Nah, apa yang akan kaulakukan, bagaimana kau akan menangani hal ini!?]

Vali menjadi lebih tak sabar usai mendengar Rizevim, dan terus menyerang Trihexa, tapi makhluk itu mengabaikannya dan terus terbangun. Suara gembira Rizevim masih tidak berhenti—.

[Beginilah, Dunia Bawah, Surga dan Dunia Manusia akan hancur, membawa kehendak dan impianku, dan maju ke arah dunia lain yang tidak pernah dilihat—]

Suaranya tiba-tiba berhenti. Pada saat ini, suara lain terdengar dalam ruang pembangkit.

<<Kata-kata terakhirmu masih soal sepele ... betapa benar-benar putus asanya, Pangeran Rizevim.>>

—Itu adalah suara Apophis. Meskipun ia sendiri tidak hadir, itu pasti suara Evil Dragon Apophis yang muncul sebelumnya. Kemudian, suara Evil Dragon lain juga terdengar.

[Gukuku, tapi itu bisa dianggap gayanya.]

[Sungguh mengganggu!]

[Benar sekali!]

Itu Aži Dahāka!

“Mereka adalah suara dari Apophis dan Aži Dahāka!?”

Aku mengatakan itu sambil mengangkat kepala untuk melihat ke atas. Tanpa tanda-tanda ragu, Apophis menjawabku.

<<Itu benar, Mantan Gubernur-dono. Tidak seperti sebelumnya, ini sedikit kasar karena berada di sana hanya dengan suara saja. Aku sangat menyesal tentang mengganggumu di saat kau sedang mendengarkan kata-kata terakhir sang pangeran, tapi tolong dengarkan pengumuman berikutnya.>>

Aži Dahāka dan Apophis mulai mendeklarasikan perang mereka melawan kami!

<<Kami akan mengambil Trihexa dan pasukan Sekiryuutei palsu.>>

[Kami akan membawa mereka.]

[Kami akan menggunakannya.]

[Tidak hanya di Dunia Bawah dan Dunia Manusia, tetapi juga di dunia lain, kami akan menciptakan dunia yang hanya dimiliki Evil Dragon. Jadi, mohon biarkan kami memanfaatkan mereka.]

Saat ketika mereka mengatakan itu, kepala Trihexa — yang ketujuh sekarang telah membuka matanya. Aku tidak yakin apakah itu pasti bisa, atau hanya kebetulan bahwa kepala akhir adalah Naga—.

“Kalian, apa kalian berencana untuk memanfaatkan Rizevim dan kami semenjak awal?”

Usai mendengar pertanyaanku, Apophis menjawab.

<<Tidak, tidak semenjak awal. —Ini hanya karena Pangeran Rizevim terlalu menyedihkan saat kami merencanakan ini.>>

[Yang terburuk yakni orang yang memandang rendah Naga dengan berlebihan. Dan aku tidak hanya mengacu pada Hakuryuukou di sana atau Fafnir. Dia hanya berpikir bahwa Iblis adalah ras terkuat dan mencoba untuk memanfaatkannya, dia juga terlalu suka bermain trik-trik kecil.]

[Naga suka kesederhanaan dan keterusterangan!]

[Tidak perlu untuk berpikir! Orang hanya mengikuti apa yang mereka rasakan!]

Di depan Vali dan aku — kepala ketujuh sudah terbangun seluruhnya!

Gyoooooooooooohhh! Zuooooooooohhh! Gyooooooooohhh!

Ketujuh kepala melolong sendiri-sendiri—. Volume suara besar mereka menyebabkan seluruh kota bergetar. Aku terpaksa untuk menggunakan sihir pertahanan untuk melindungi telingaku. Bahkan setelah selesai meraung, telingaku masih sakit. —Trihexa telah dihidupkan kembali.

Makhluk raksasa mengguncang tubuhnya yang sangat besar, dan menghancurkan rantai yang mengikat. Pada saat yang sama, ruangan ini mulai runtuh. Tidak, itu bukan hanya ruangan ini. Bahkan bagian dari kota mulai runtuh dari gelombang listrik yang dihasilkan oleh kebangkitan Trihexa. Salah satu kepala melihat ke atas, dan kemudian membuka mulut raksasanya. Dalam mulutnya, jumlah besar aura tak terbayangkan dikumpulkan! —Sialan! Aku langsung mencengkeram Lilith, dan kemudian berlari ke sudut untuk berlindung. Aku juga menciptakan beberapa lapisan penghalang sihir pertahanan. Dalam sekejap—. Salah satu kepala Trihexa meludahkan sebuah bola api sangat besar! Langit-langit tersambar serangan ini, beberapa ledakan terjadi, dan langit-langit mulai runtuh. Di tengah gelombang listrik yang dihasilkan oleh ledakan ini, aku terus memperkuat benteng pertahananku. ... Sekali, dua kali, tiga kali, gelombang listrik dari ledakan menghancurkan penghalang sihirku satu per satu. ... Hanya satu kepala menembak bola api dari mulutnya sudah seperti ini ...!? Dari langit-langit yang rusak — sinar cahaya dicurahkan. Trihexa diterangi oleh cahaya — semua kepala difokuskan ke cahaya yang mengalir ... ia tampaknya sangat puas. Trihexa terbang secara perlahan ke arah langit-langit yang telah dihancurkan. Kemudian, lebih dari seribu Sekiryuutei yang diproduksi secara massal terbang, mengikutinya! ... Itu adalah adegan yang luar biasa. Di samping makhluk dicatat dalam Wahyu adalah lautan Naga merah, semua bergerak bersama-sama. Aku — tidak bisa menahan perasaan bahwa itu adalah awal dari Apocalypse saat aku melihat adegan ini. Dan dalam benakku, aku ingat bagian dari Apocalypse.

—Aku melihat seekor makhluk keluar dari dalam laut.

Bergerak melalui langit-langit ruang pembangkit, makhluk raksasa telah dilepas—.

—Makhluk itu memiliki tujuh kepala dan sepuluh tanduk, dengan sepuluh mahkota pada tanduk-tanduknya. Dan pada setiap kepala nama-nama itu menghujat Tuhan.

Dengan angka 666 pada tujuh kepalanya, itu adalah makhluk yang terlalu kuat.

—Makhluk yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti beruang, dan mulutnya seperti singa. Naga memberi makhluk kekuatan sendiri, takhta dan kekuatannya yang besar.

Disandingkan dengan Apocalypse Dragon , Great Red, itu makhluk legendaris yang tercatat dalam Book of Revelation—.

—Salah satu kepala tampaknya memiliki luka yang mematikan, tapi segera sembuh. Semua penduduk Bumi ketakutan. Mereka menyembah Naga yang telah memberikan makhluk itu kewenangannya.

Dari jauh, aku bisa melihat bahwa Trihexa, yang telah terbang dari langit-langit tengah diserang oleh tim [D×D] yang berada di luar .... Terhadap makhluk yang paling jahat, itu tidak berpengaruh sama sekali—.

—Siapa yang bisa menandingi makhluk ini?

... Jika Great Red berperang melawannya, tidak hanya Dunia Bawah dan Dunia Manusia, tetapi dunia dari mitologi lain juga ... mereka akan tidak selamat!

—Siapa yang bisa bertempur melawan makhluk ini?

Jadi, yang mungkin bisa menghentikannya ...! Trihexa dan pasukan besar Naga merah sudah terbang dari ruang pembangkit—.

“… Sialan.”

Dalam ruang runtuh, aku hanya bisa terus membanting tinjuku ke dinding dengan pahit. Suara-suara dari Apophis dan Aži Dahāka membuat pengumuman final.

<<Datanglah jika kau ingin datang. —Kami Evil Dragon dan kalian [D×D] akan memiliki pertempuran terakhir. Jangan khawatir, kami tidak akan memainkan trik kecil seperti Pangeran Rizevim. Kami akan memberantas semua di depan mata kami bersama dengan Trihexa.>>

[Ayo cepat, Vali Lucifer. Mari kita bertempur lagi. Kita bisa bertarung sambil mengagumi kehancuran yang akan Trihexa perlihatkan. Apa kau tidak merasa bersemangat? Karena ini adalah perjuangan untuk hidupmu, Naga yang tidak bertarung bukanlah Naga asli!]

[Heavenly Dragon melawan Evil Dragon!]

[Bawa Sekiryuutei juga!]

Kemudian Vali — melihat Trihexa terbang di langit dan mengungkapkan senyum tak kenal takut.

“Tentu saja. Aži Dahāka. Itu memang sangat menarik. Itu sederhana dan mudah dimengerti.” … Astaga. Dalam keadaan ini, keduanya bahkan lebih merepotkan daripada Rizevim untuk beberapa derajat .... Apophis dan Aži Dahāka berbeda dengan Rizevim yang arogan dan sombong, mereka hanya pertemuan kekuatan murni. Jadi begitu, aku akhirnya mengerti. Semua Naga yang memiliki kekuatan — adalah murni. Untuk mimpi, pertempuran, kekerasan, sihir, dan bertahan hidup—. Itulah sebabnya mereka mengabdikan mereka semua. Mereka mengalahkan setiap rintangan dengan cara mereka, mereka memenangkan kemenangan, dan kemudian jatuh dan lenyap—. Ah, Rizevim. Itu sebabnya mustahil bagimu untuk menang. Pada akhirnya, kau tersandung, dan semuanya diambil darimu. Naga ini semua memiliki kekuatan besar mereka sendiri, dan hidup dengan bebas sesuai dengan kehendak mereka sendiri. Sekarang, nasib dunia didominasi oleh Naga. Ini sama dengan waktu ketika Dua Heavenly Dragon ikut campur dalam pertarungan antara Tiga Golongan. —Mereka semua percaya bahwa mereka adalah yang terkuat. Mereka bertindak dan hidup hanya sesuai dengan pikiran mereka sendiri. Pertempuran terakhir sekitar Trihexa telah dimulai. Terlepas dari apakah itu pihak kami, atau pihak musuh, di tengah semuanya adalah Naga—.

Deterrence.[edit]

—Dunia Bawah, wilayah Malaikat Jatuh.

Serangkaian resor tengah dikembangkan untuk VIP dari berbagai Golongan oleh Malaikat Jatuh, satu per satu. Di sudut salah satu akomodasi semacam itu yang sudah dibuka untuk bisnis, ada seorang pemuda yang berada di kolam renang. Pemuda itu berbaring di kursi malas di bawah payung yang berbaris di sepanjang sisi kolam renang. Tatapan pemuda tersebut difokuskan pada permukaan air; ia menonton gambar yang terlihat hanya untuk dia. Tampil dalam gambar adalah makhluk yang sangat besar yang mengeluarkan aura menakutkan, serta Plate Mail berwarna merah yang melayang di sekitarnya. Si pemuda menyaksikan gambar di permukaan air dengan minat besar — ia menyaksikan adegan yang dapat dianggap sebagai awal dari Apocalypse sambil memindahkan potongan di papan yang diletakkan di atas meja di sampingnya.

“Chaturaji —. Ini dikatakan asal dari Catur dan Shogi.”

Tiba-tiba ada suara. Si pemuda melesatkan matanya ke sana, dan melihat bahwa Iblis laki-laki memesona dan menarik sekarang berdiri di sana, tanpa dia menyadari. Iblis laki-laki itu duduk di kursi geladak di seberang meja, lalu memindahkan bidak di papan permainan yang diletakkan di atas meja — salah satu bidak Chaturaji. Iblis laki-laki itu berkata kepada si pemuda

“Shiva-sama, sungguh kebetulan bagi kita untuk bertemu di tempat seperti ini.”

Pemuda yang bernama Shiva — tidak, sang Dewa Penghancur menyeringai.

“Apakah harus disebut kebetulan, atau keniscayaan? —Itu bagus untuk bertemu denganmu untuk pertama kalinya, Beelzebub saat ini, Ajuka.”

Shiva menerima sang Iblis laki-laki — undangan Ajuka Beezebub dan juga mulai memindahkan bidak Chaturaji. Ajuka terus bermain sambil berkata

“Desas-desus mengatakan bahwa Anda sudah menerima permintaan dari Tiga Golongan menghentikan Trihexa.”

Shiva juga melanjutkan percakapan sambil memindahkan bidaknya.

“Yah, begitulah. Tapi ... ini di luar harapanku. —Aku takut bahwa biarpun aku menghadapi dia langsung, aku takkan bisa mengalahkannya. Mustahil menyegelnya tanpa memicu pertempuran di tingkat kehancuran dunia.”

“Penyegelan ya. Sebagai Dewa Penghancur yang bisa menghancurkan dunia, Anda hanya akan menyegelnya?”

Menanggapi kata-kata Ajuka, Shiva mengangkat bahu.

“Memang, mustahil bahkan bagiku untuk membunuhnya. Apa kau dan Azazel tidak memahami hal ini sejak awal? Yang paling bisa dilakukan adalah penyegelan, dan itu akan menjadi hasil kemungkinan yang terbaik. Aku pasti akan membawa kehancuran padanya, tapi kehancuran belaka tidak akan membunuhnya; makhluk legendaris-kun itu tidak lemah.”

Dewa Penghancur tertawa sinis. Ajuka mengangkat alisnya sedikit.

“—Untuk ‘Menghancurkan’ itu, hanya bekas Ophis dalam terbaiknya atau Great Red yang mengembara di Celah Dimensi bisa melakukannya.”

“Jadi, alasan kau kemari adalah?”

Shiva bertanya sambil menguap. Ajuka mengangkat dua jari.

“Ada dua hal. Temanku — Sirzechs, jangan menghalangi dia. Untuk mencegah Anda dari menyebabkan kerusakan dengan kesempatan ini, perkenankan aku untuk mengamati Anda sampai akhir.”

Dibalik Ajuka yang mengatakan itu — seorang wanita dengan rambut biru pucat panjang yang indah telah muncul di sana tanpa dia sadari. Wanita itu memiliki atmosfer yang dingin, dan ada aura Naga yang sangat kuat di dalam tubuhnya. Shiva segera mengerti bahwa dia memiliki kekuatan yang sangat besar dan mampu berubah ke dalam bentuk manusia. Shiva mengakui, dia pasti Tiamat. Dragon King Terkuat. Dia tiada duanya diantara Naga. Dan di tangannya, Tiamat memegang perangkat biru kecil, sama seperti warna rambutnya — ponsel. Segera Shiva melihat perangkat itu, ia melihat bahwa ada sesuatu yang abnormal tentang hal itu. Mungkin, tidak, itu benar-benar yakin bahwa ponsel itu terkait dengan Longinus. ... Apakah itu asli atau palsu, karena hal ini disiapkan oleh Iblis Super, kali pertama bahwa sang Dewa Penghancur melihatnya, ia tampak sedikit menderita olehnya. Apa Longinus itu mampu lakukan? Dan apa yang mereka rencanakan dengan Longinus itu? Tapi ia mengerti tujuan Iblis di depan matanya yang datang ke tempat ini. Shiva, yang melihat semuanya, tersenyum kecil di sudut bibirnya.

“Apa kau ingin melenyapkan aku dan Trihexa bersama dengan seluruh dunia, Iblis-kun?”

Menanggapi pertanyaan Shiva, Ajuka tersenyum dan menggeleng.

“Tidak. Aku tidak pernah mengatakan hal seperti itu. Tapi — jika kehancuran dunia menjadi tujuan Anda lagi, itu akan menjadi masalah lain.”

Ujar Ajuka sangat menggelitik minat Shiva.

“Eh, ini dugaan yang sangat menarik.”

Shiva menyimpulkan bahwa Ajuka kurang-lebih datang ke sini untuk berkunjung sehingga ia bisa memahami niatnya. Ajuka tidak keberatan, dan melanjutkan.

“Setelah Trihexa mengalahkan Great Red, dan membuka pintu gerbang ke dunia lain, apa yang Anda rencanakan? Apakah Anda memiliki perjanjian dengan Azazel-dono dalam hal ini? Anda satu-satunya pencegah terhadap Trihexa.”

Ah, sungguh Iblis baik. Iblis Super ini sudah membuat spekulasi pada hal-hal seperti itu. Shiva tertawa sambil menjawab.

“Ahahahaha, kau cepat menyadari, Beelzebub saat ini. Setiap mitologi juga mengkhawatirkan itu, lebih darimu atau Sirzechs. Tapi aku tidak.”

Ajuka mengangguk sambil tersenyum fasih.

“Yah, mungkin. Tapi, aku akan mengawasi nasib dunia dengan Anda di sini, jadi mari kita menjadi pencegah untuk kemungkinan itu.”

Ajuka mengatakan itu saat ia memindahkan bidak di papan.

“... Aku tidak bisa mengerti apa yang Dewa dan Iblis Super ini pikirkan.”

Wanita cantik di belakangnya mendesah seolah-olah dia tidak tertarik. Sambil memindahkan bidak saat gilirannya, Shiva kemudian berkata

“Apa kau berencana untuk melakukan hal yang sama yang Sirzechs Lucifer lakukan ketika ia menghadapi Hades? Apa kau benar-benar menghargai persahabatannya?”

Selama [Pemberontakan Iblis] yang disebabkan oleh Golongan Pahlawan dan Golongan Old Maou [Khaos Brigade]; di Olympus — Alam Dewa Kematian, Hades, berusaha untuk menciptakan kekacauan dan mengambil keuntungan dari kebingungan. Untuk mencegah hal ini, orang yang secara pribadi pergi ke Alam Kematian untuk menghentikannya adalah Sirzechs Lucifer. Perilaku Ajuka kali ini sangat mirip dengan itu. —Tapi perbedaan antara Hades dan Shiva yakni Dewa Penghancur tidak merasa dendam, iri hati, atau tidak puas terhadap Iblis. Namun, hanya sedikit, ia berpikir bahwa tindakan Ajuka berani dan lebih baik. Jika dia kekanak-kanakan dan mencoba untuk menyanjungnya dengan kata-kata, maka ia akan mencemoohnya. Jadi itulah; Shiva mengangguk dengan tenang. Sekarang, mungkin dia mengerti alasan mengapa Indra — Sakra begitu tertarik pada mereka. Itu benar-benar cukup menarik, sebanyak ia ingin terus menonton. Toh, pria itu Indra, untuk Rgveda  baru — untuk menghasilkan koleksi himne dunia lagi, ia bahkan menggunakan [Pawn] di luar mitologi yang ia punya. —Aku mendapatkan popularitas, dan yang telah menyebabkan kebenciannya? Sambil memikirkan ini, ia merasa bahwa itu akan menjadi agak menyenangkan untuk membayangkan reaksi Indra. Ketika ia menyebutkan nama Sirzechs sebelumnya, dia bisa melihat bahwa ekspresi Ajuka melunak sejenak.

“Ini situasi yang sangat sederhana. —Jika Anda menjadi musuhnya, maka Anda akan secara alami menjadi musuhku.”

Itu satu kalimat yang benar-benar menunjukkan persahabatan mereka yang mendalam, dan ekspresinya adalah asli. Itu tujuan yang sebenarnya. Shiva bersandar di sikunya di atas meja dan memegang wajahnya dengan tangan sambil ia tersenyum kecil.

“Baik, baik sekali, kita akan menyaksikannya bersama-sama. —Trihexa, serta nasib dunia ini.”

Shiva dengan santai bilang begitu.

Langit Dunia Bawah — sudah mulai menjadi pudar, dan ada perasaan kerusuhan yang luar biasa. Pengaruh membangkitkan makhluk yang tercatat dalam Book of Revelation sudah mulai muncul di langit Dunia Bawah. Segera, racun ini akan mengambang di seluruh Dunia Bawah, dan akan hanyut ke dalam Dunia Manusia, Surga, dan juga dunia mitologi lainnya. Permainan — menggembar-gembor awal pertempuran apokaliptik(kiamat).

Penutup[edit]

Lama tidak bertemu, ini Ishibumi Ichiei.

Pertempuran terakhir dari arc keempat telah dimulai! Jilid 20 mulai dijual sebelum DX. Penutup jilid sebelumnya menyebutkan bahwa ini akan menjadi jilid Vali, tapi Issei menjadi karakter utama, jadi aku juga mengubah Vali menjadi lebih dari tokoh utama. Bagiku sendiri, ketika aku merencanakan jilid 20, kupikir ‘Mungkin Issei akan lebih baik?’ Jadi aku benar-benar merevisi itu. Jadi itulah kenapa ini menjadi jilid Issei. Jilid 21 akan menjadi jilid Vali. Kurasa pertempuran terakhir dari arc keempat harus dipimpin oleh Dua Heavenly Dragon.

Hal lain yang harus kukatakan adalah, aku agak bingung apakah jilid ini harus memiliki adegan ero, tapi suasana jilid sebelumnya cukup tegang, sehingga tidak ada karakter akan merasakan itu sebelum Ravel muncul, dan sehubungan dengan insiden itu, Issei mendadak serius; jadi aku menolaknya, ini hanya harus serius, jadi aku minta maaf. Silakan bergantunglah pada bagian erotis DX untuk menebus ini sebelum akhir arc keempat. Tetapi, karena ini adalah klimaks dari arc keempat, ini akan harus serius pula. Nah, mari aku jelaskan berbagai elemen dari awal mulai sekarang. 

Setelah Issei power-up

Issei selalu bermasalah tentang apakah untuk memberi tahu orangtuanya tentang jati dirinya. Aku benar-benar berencana untuk menyembunyikannya sampai akhir. Tapi, jilid 20 mengesankan ini menjadi jilid Issei sendiri, jadi untuk dia, kurasa hal yang paling penting adalah hubungannya dengan orangtuanya. Untuk alasan ini, ada perkembangan yang sangat dramatis. Seharusnya tak ada kejadian yang lebih baik daripada power-up, kan? Tapi, sesuatu yang lebih menyakitkan daripada kematian menuju ke arahnya saat ini. Ini adalah harga Dragon Deification. Jilid berikutnya, silahkan membacanya dengan pikiran ini. 

Kombinasi teknik dengan Rias, Balance Breaker Asia, dan armor Rias dengan teknik kombinasi

Armor ini mirip dengan Issei di mana seluruh tubuh dilengkapi dengan armor ketat dan pas — itu akan benar untuk menganggapnya sebagai jenis armor yang sama. Perasaan yang sama sebagai iron _ tertentu. Omong-omong, ini adalah sesuatu yang kupikirkan dari beberapa tahun yang lalu, dan akhirnya aku bisa menulis itu. Baka-uple keluar bersama dengan armor mereka. Dalam hal ini, Rias mampu bertempur di garis depan sampai batas tertentu.

Balance Breaker Asia; untuk waktu tertentu, dan di area-area tertentu, memperluas bidang penyembuhan yang luar biasa, dan kemampuan yang benar-benar dapat membatalkan cedera. Daripada menghilangkan serangan Rizevim, dapat dikatakan bahwa mereka tidak bisa menembus bidang penyembuhan Asia sama sekali. Itu sebabnya tampak seolah-olah serangan dibatalkan oleh penghalang. Aura Naga Fafnir juga ditambahkan. Hal ini seharusnya memiliki kekuatan pertahanan yang tinggi, sehingga menjadi penghalang yang dapat memblokir serangan. Aura yang terasa sama seperti memakai armor. Aku sebelumnya mengatakan kepada editor bahwa aku ingin menulis ini untuk dua heroine utama, Rias dan Asia, dan akhirnya muncul sekarang. Namanya akan muncul di jilid berikutnya. Biarpun baru saja memulai debutnya, aku akan membiarkan dia memiliki kinerja yang aktif dalam pertempuran terakhir dari arc keempat. 

Saat-saat terakhir Rizevim

Aku telah menulis arc keempat selama beberapa tahun ini. Ini adalah saat-saat terakhir Rizevim. Mungkin beberapa orang terkejut bahwa dia mati dalam jilid ini, tapi aku awalnya merencanakan untuk membiarkan dia mati di awal pertempuran selama penutup dari arc keempat, karena beberapa akan mengharapkan. Aku terus berpikir tentang orang-orang yang akan mengalahkannya. Pada tahap awal, aku ingin Vali untuk mengalahkan dia. Tapi, dia adalah kakek aslinya, biarpun ia membencinya, membiarkan Vali mengalahkannya langsung benar-benar ... itu akan benar-benar terasa sulit. Mungkin para pembaca juga memiliki gagasan yang sama dan percaya bahwa Rizevim akan memohon belas kasihan di akhir. Dan Issei juga akan memukulinya tanpa ampun. Jilid ini, dia menggunakan untuk kekuatan Dragon Deification untuk menyudutkannya, dan bahkan menghancurkan kebanggaan Rizevim. Akhirnya, ada Fafnir yang memilih untuk menangani serangan terakhir. Fafnir memiliki peran simbolis dalam arc keempat, ia adalah inkarnasi perdamaian sebagai pelindung Asia. Rizevim membahayakan Asia di Surga, yang membuat marah Fafnir. Menjunjung tinggi kebajikan Naga, aku melukiskannya sebagai makhluk yang sangat gigih yang melindungi hartanya. Itu dia! Itulah yang kupikirkan. Itu sebabnya kematian Rizevim, aku memilih Fafnir untuk menjadi orang yang mengalahkan dia di akhir. Rizevim membangkitkan Evil Dragon, tapi pada akhirnya ia diejek oleh Apophis dan Aži Dahāka, dan kemudian dikhianati. Pada akhirnya, ia dihina lebih jauh dan kemudian mati. Tapi, bagaimana aku harus mengatakan ini, semua orang yang menyakiti Asia mati mengenaskan. 

Trihexa, Apophis dan Aži Dahāka

Sebagai musuh akhir dari arc keempat, para pemimpin pasukan Evil Dragon, Apophis dan Aži Dahāka akan berperang. Tidak seperti Rizevim, mereka Naga murni, berani dan tak kenal takut, menghadapi [D×D] sebagai musuh bermartabat dan memaksakan mereka. Aku belum menjinkan mereka untuk muncul sampai sekarang, karena aku berencana untuk membuat mereka musuh akhir arc, yang akan menghasilkan bentrokan langsung untuk menentukan pemenang. Trihexa juga akhirnya dihidupkan kembali. Ini adalah makhluk yang diluar semua spesifikasi. Ini monster yang lebih kuat daripada Jabberwocky yang muncul pada akhir arc ketiga ... jadi, apa yang akan terjadi kepada dunia dalam situasi kritis ini? 

Kegelapan Rating Game

Jilid ini membicarakan banyak hal-hal internal tentang Rating Game. Namun, hal ini terjadi terlalu sering dalam kehidupan nyata juga. Tapi budaya dan nilai-nilai kita berbeda dengan Iblis, sehingga dari sudut pandang kita, dampaknya pasti cukup berbeda. Ini akan dijelaskan dalam jilid berikutnya. Bahkan, itu juga untuk ekspansi masa depan bahwa ada banyak pertanda. ... Silahkan nantikanlah. 

Orang pertama, orang ketiga

Prolog dan bab terakhir dari jilid ini keduanya ditulis dalam orang ketiga. Aku takut bahwa ini adalah kali kesembilan D×D telah ditulis seperti ini. Awalnya, aku juga menulis buku-bukuku sebagai orang ketiga, sementara D×D terutama ditulis dalam orang pertama sebagai truak. Kali ini, aku ingin mencoba mencampur dalam orang ketiga untuk digunakan dalam D×D. Perasaan itu mungkin akan sangat berbeda, tapi keseriusan dan keadaan mendesak dialog dalam narasi orang ketiga ditampilkan jauh lebih mudah. 

Berikutnya adalah sambutan. Miyama-zero-sama, editor H-sama, serta orang-orang lain, dalam beberapa tahun terakhir ini, aku minta maaf untuk menyeret segala halnya, aku memberi Anda banyak ketidaknyamanan. Nah, api pertempuran terakhir dari arc keempat telah dinyalakan ... itu akan ditulis dalam cara yang sama seperti jilid 11 dan 12 dari arc ketiga, di mana klimaks sangat menyenangkan untuk ditulis. Akhir dari arc keempat akan ditulis dengan momentum ini. Jilid 21 berikutnya ... meskipun begitu, itu akan dirilis selanjutnya adalah DX jilid kedua. Ini akan dibundel dengan edisi anime BD terbatas. Cerita pendek dari jilid 13 [Phoenix yang Bangkit Kembali]. Untuk pembaca yang suka Ravel, tolong kuharap Anda bisa sedikit pulih di sini! Sehingga nantikanlah pertempuran terakhir dari arc keempat!

Akhirnya, ada beberapa baris lagi, jadi tolong izinkan aku untuk mengatakan sesuatu yang egois. Sementara aku sedang mempersiapkan jilid 20, ibuku yang paling dicintai meninggal. Dalam beberapa baris, perkenankan aku untuk menghormati ibu dan ayahku  yang telah meninggal. Ayah, ibu, aku masih memiliki banyak pekerjaan yang harus kusampaikan kepada para penggemarku, jadi aku tidak bisa pergi ke sisi Anda. Meskipun aku belum menyelesaikan tugasku membaktikan diri terhadap Anda di dunia ini, aku berharap bisa menyelesaikannya di sisi lain. Maafkan aku. Tapi, aku sangat senang menjadi anak Anda berdua. Terima kasih banyak.

Referensi[edit]

  1. Selamat pagi
  2. Pria tua
  3. Sakana mengacu pada makanan yang dimakan sebagai pendamping alkohol, seperti kebiasaan di Jepang. Ini biasanya lauk pauk
  4. Ibu mertua
  5. Sikap laissez-faire adalah sikap di mana seorang pemimpin tidak membatasi kebebasan dan bisa disebut santai
  6. Extrajudicial Death Dragon
  7. Naga Halilintar Suci
  8. Ogifu-sama dan Ogibo-sama adalah cara yang terhormat untuk memanggil / berbicara dengan ayah mertua dan ibu mertua
  9. Serangan Tiga Bagian
  10. Okita Sōji adalah kapten unit pertama Shinsengumi, pasukan polisi khusus yang dibentuk untuk melindungi perwakilan Keshogunan selama tahun-tahun terakhir periode Edo (1864-1869) ketika Keshogunan Tokugawa berakhir
  11. Princess of the Golden Dragon-kun
  12. Fusai berarti dan dapat digunakan untuk merujuk pada pasangan yang sudah menikah
  13. Panggilan formal yang digunakan untuk merujuk pada seseorang yang asing atau tidak dikenal oleh si pembicara
  14. Shintoisme Jepang. Dikatakan bahwa setelah berjalan bolak-balik antara dua titik tetap di sebuah kuil dan berdoa 100 kali, sebuah harapan akan terkabul
  15. Nama Issei bermakna jujur/tulus


Mundur ke Jilid 19 Kembali ke Laman Utama Maju ke Jilid 21