High School DxD (Indonesia):Jilid 25

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Ilustrasi[edit]

Transcendental reason.[edit]

Suatu hari—.

Di tengah Rating Game World Tournament di mana semua golongan berpartisipasi, pertemuan rahasia terjadi di atap sebuah gedung di dunia manusia. Di taman atap, sebuah meja dan kursi ditempatkan di tengah. Pria yang duduk di kursi—Maou Ajuka Beelzebub menyapa pria muda yang diam-diam muncul dari bayang-bayang kegelapan, Ikuse Tobio.

Saat Ajuka menutup buku yang tengah dia baca, dia mulai berbicara dengan pria itu—Slash Dog.

“Maaf, Ikuse Tobio-kun. Meskipun kita berada di tengah-tengah Turnamen, aku masih membuatmu bergerak di belakang layar.”

“Tidak, itu tak masalah. Aku suka bekerja sembunyi-sembunyi.”

“Jadi, apa itu artinya kamu sudah bisa memastikan sesuatu mengenai hal itu?”

Ikuse Tobio meletakkan beberapa foto di atas meja. Digambarkan dalam foto-foto ini adalah seorang pria dan seorang wanita berjalan di sepanjang jalan yang jarang dilalui. Menilai dari penampilan saja, pasangan itu tampak seolah-olah mereka seusia murid SMA. Ikuse Tobio menunjuk pemuda yang ditunjukkan di foto.

“Bahkan mustahil untuk menangkap bayangannya dengan cara biasa, tapi dengan menggunakan filter yang dibuat khusus oleh Grigori, akhirnya aku bisa menangkap sosoknya. Pria itu adalah... Kanzaki Mitsuya.”

Menanggapi laporan ini, Ajuka menyipitkan matanya.

“...Ah, sudah kuduga. ...[Innovate Clear] dan [Telos Karma]…”

Ajuka meletakkan tangannya di dagunya dan tenggelam dalam pikiran untuk sementara. Agak mendadak, dia bertanya pada Ikuse Tobio

“…Bagaimana menurutmu? Aku ingin tahu pendapatmu, karena kamu adalah orang yang telah melihat sisi lain dari setiap golongan.”

“Tidak ada keraguan bahwa mereka telah merespon gerakan mencurigakan dari para pemimpin neraka yang Dewa Hades mulai.”

Seperti yang dia katakan, termasuk Hades, para pemimpin yang mengatur neraka di dalam setiap golongan telah mulai bertindak dengan curiga. Meskipun setiap golongan terlihat antusias tentang Turnamen, mereka juga memperhatikan gerakan yang Hades dan yang lainnya buat di belakang layar. Dan pada saat yang sama, Longinus yang berada di luar akal sehat dunia ini juga mulai bergerak. Ada desas-desus bahwa Hades dan para pemimpin neraka lainnya telah membentuk aliansi rahasia, dan telah menandai VIP dan pemilik Longinus masing-masing golongan sebagai target mereka. Desas-desus ini mulai tumbuh lebih dekat dengan kebenaran setiap harinya. Tak salah lagi bahwa Iblis misterius yang menyerang setiap golongan juga terhubung dengan Hades dan para pemimpin neraka. Di situlah [Innovate Clear] dan [Telos Karma] mulai mengambil tindakan. Ikuse Tobio berkata

“Hal yang paling menarik perhatianku adalah kontak antara mereka dan Two Heavenly Dragon dari generasi ini, yang akan memiliki pengaruh luar biasa terhadap masa depan dunia supranatural. Khususnya, jika pemilik [Telos Karma] bertemu Hyoudou Issei-kun... aku bahkan tidak bisa membayangkan apa yang mungkin terjadi.”

“…Memang. Aku tidak bisa membayangkan itu juga. Keberadaan Hyoudou Issei-kun dianggap seperti keajaiban bagi banyak orang. Jika dia tiba-tiba bertemu [First Dark], yang berada di luar batas logika, dan yang keberadaannya telah terhapus, maka....sebenarnya, fenomena seperti apa yang akan terjadi?”

Namun, Ajuka juga memikirkan hal ini. Itu adalah keinginan Mantan Gubernur Azazel untuk membawa semua pemilik Longinus ke sisi ini sebelum mereka melakukan kontak dengan [ExE]. Jadi, jika itu masalahnya, maka dia dengan sengaja—.

Life.0[edit]

Ini terjadi beberapa saat setelah pertandingan antara tim Rias dan tim Vali—.

“Mandi, mandi.”

“Mandi, mandi.”

“Mandi, mandi ♪.”

Aku tengah mencuci tubuhku di bak mandi besar di kediaman Hyoudou, bersama Ophis, Lilith, dan Kunou. Ketika aku memutuskan untuk mandi, Ophis, Lilith, dan Kunou ikut, dan kami semua mandi bersama. Kami berempat kini berdampingan. Ketiga gadis ini sesekali menemaniku di kamar mandi. Aku selalu mengatakan kepada mereka untuk mencuci tubuh mereka dengan benar, dan tidak bermain-main di kamar mandi. Yah, aku ingin tahu apakah ini rasanya menjadi kakak laki-laki.

Byur! Setelah membilas punggung Ophis ketika dia duduk di depanku, kami memutuskan untuk berendam di bak mandi bersama.

“Ise, gendong aku di punggungmu.”

“Gendong aku di punggungmu.”

“Gendong aku juga ♪”

Ada tiga orang yang menggantung di punggungku! Meskipun gadis-gadis itu kecil, tentu saja, mereka bertiga masihlah berat! Tapi setelah dibawa ke bak mandi, akhirnya mereka melepaskannya.

“Ui—”

Ahhh, mandi setelah latihan memang efektif. Itu seolah-olah aku di surga. Melihat mereka, ketiga gadis di sebelahku tampak juga nyaman menikmati mandi air hangat. Pertama kalinya Kunou masuk ke kamar mandi bersamaku, dia sangat malu, tapi—

“Memikirkan masa depan, ini cuma masalah sepele!” kata Kunou.

—Dan, sebelum aku sadar, Kunou mandi bersama denganku sudah menjadi sesuatu yang normal.

Kunou tiba-tiba berkata

“Ah, aku ingin payudaraku cepat-cepat jadi sebesar payudara ibu.”

Sambil menempatkan tangannya di atas payudaranya, Kunou mengatakannya. Payudaranya masih terlalu datar sehingga itu tidak bisa disebut ‘oppai’ dibandingkan dengan oppai yang berkembang baik ibunya, Yasaka-san. Aah, aku ingin memijat oppai itu sepuas hatiku, meski sekali saja!

Seakan membaca pikiranku, Kunou berdiri dari bak mandi dengan penuh semangat sambil berkata

“Kalau payudaraku jadi sebesar payudara ibu, aku akan membiarkanmu untuk melihat payudaraku baik-baik. Lebih baik kamu siap pada saat itu!”

Lalu aku menjawab dengan wajah nakal

“Tetapi, itu masih sangat kecil, ya.”

Kunou kemudian cemberut.

“Ini akan jadi lebih besar, pasti!”

Kunou lalu melompat ke arahku! Guwa! Dia menutupi wajahku dengan tubuhnya!

“Aku juga aku juga”

“O~”

Ophis dan Lilith menirukan Kunou dan menerkamku.


Sebelum pertandingan dengan Tim [Leisure of the Kings], yang akan segera tiba, aku menghabiskan momen damaiku dengan gadis-gadis loli ini.

Bermain dengan Kunou itu bagus, tapi bagian pahit soal menjadi Sekiryuutei adalah hari itu tidak akan berakhir biasa. Kami, Tim Hyoudou Issei, berkumpul di kamarku dan membicarakan pertandingan selanjutnya. Dan di tengah-tengah itu, apa yang kami perhatikan adalah—

<<Oh! Pertandingan telah ditentukan! Setelah kembalinya tiba-tiba sang Champion Diehauser Belial, dia sekali lagi meraih kemenangan!>>

Status turnamen ditampilkan di layar TV. Di sana, pemandangan indah dari sang Rating Game Champion yang kembali ke turnamen ditunjukkan. Diehauser Belial telah mengepalai satu lagi kemenangan.

Xenovia mengerang.

“Sudah diduga dari Rating Game Champion. Kendati dia baru mulai berpartisipasi dari tengah turnamen, hanya masalah waktu sebelum dia memenuhi syarat untuk undian turnamen utama.”

Itu persis seperti yang dikatakan Xenovia. Meskipun dia ikut serta dalam turnamen, dia lanca-, tidak, dia secara alami terus mendapatkan bintang, dan evaluasinya juga sudah berada di peringkat teratas.

“Dia juga menang melawan makhluk-makhluk sekelas Dewa, kan? Tak usah dikatakan, sang Champion memanglah menakjubkan.” Tambah Irina.

Emperor Belial bahkan mengalahkan tim makhluk sekelas Dewa dengan taktik superior-nya dan pengetahuan besar mengenai aturan Rating Game. Yah, karena kekuatan sejati Diehauser sendiri tidak diragukan, biarpun makhluk sekelas Dewa itu mendekat, dia bisa menghadapinya dengan benar. Tentu, keahlian spesial Diehauser, [Worthless] itu kuat... bahkan bisa digagalkan. Jika musuhnya adalah makhluk sekelas Dewa yang tidak terampil, kekuatan mereka akan dihancurkan oleh [Worthless]. Dan karena itu, Tim Belial, yang menunjukkan sifat sang Champion tentu diharapkan untuk masuk ke turnamen utama.

Dengan sesuatu seperti itu, dan karena turnamen ini juga sudah sampai ke penutup, kami anggota Tim Hyoudou Issei memperhatikan tim yang akan masuk undian utama, serta pemain yang menimbulkan keributan besar di turnamen. Bahkan di televisi, ada program khusus yang disebut “Wajah Baru yang Disaksikan di Turnamen”, yang menyoroti pemain di turnamen yang menonjol. Para pemula yang tengah dinantikan diperlihatkan satu demi satu. Dan di antara mereka adalah Iblis misterius yang mendadak muncul di turnamen seperti meteor kemarin.

—Balberith berambut tembaga dan Verrine berambut giok.

<<Meskipun mereka tidak begitu menonjol, tim ini bukanlah hal yang tidak biasa. Mereka tiba-tiba berpartisipasi di turnamen ini dan langsung berdiri sendiri dari yang lain. Iblis muda misterius, dengan Balberith sebagai pemimpin, Tim [Black Satan of Darkness Dragon King].>>

Balberith dan rekan-rekan Iblis misteriusnya dengan mudah mengalahkan Iblis Kelas Atas, dan mereka bahkan mampu mengalahkan makhluk-makhluk sekelas Dewa. Setiap mitologi memperhatikan mereka, tapi juga merasakan teror.

…Tentu saja. Mereka mendadak muncul dan bahkan Dewa-Dewa dikalahkan dengan kekuatan luar biasa mereka. Saat ini, meskipun mereka belum pernah bertarung, tim mana pun akan menang selain tim Mahabali-san karena mereka berpartisipasi dalam turnamen, mereka sebagian besar tak terkalahkan dan terus naik peringkat. Sebaliknya, entah bagaimana, fakta bahwa mereka telah dihukum karena melanggar aturan khusus tertentu membuat kami menyadari bahwa mereka lebih muda dari kami. Tapi, Tim [Black Satan of Darkness Dragon King] ini sudah berada di level di mana mereka terpilih sebagai salah satu kandidat yang menang. Omong-omong, bukankah nama tim ini terlalu panjang?

Kebetulan, [King]-nya Grim Reaper Kelas Atas dari Olympus. Aku pikir dia entah bagaimana terhubung dengan Dunia Bawah, tapi.... aku lebih peduli dengan [King] mereka. Itu bukan ‘Ultimate’, hanya ‘Kelas Atas’. Entah mereka melakukan itu karena mereka tidak ingin menonjol? Atau kah itu... Ahh... aku tidak bisa memahami niat mereka.

Tentu saja, khawatir mengenai Iblis misterius itu memang diperlukan, tapi, ada juga pemain lain yang harus aku perhatikan.

Saat orang-orang itu muncul di TV, aku mengarahkan jariku.

“Secara pribadi, aku tertarik pada orang ini.”

Tampil di TV adalah program khusus yang menampilkan Sacred Gear, yang disebut [Sacred Gear Tak Dikenal]. Memang, Sacred Gear tipe baru telah menarik perhatian para peneliti Sacred Gear seperti Grigori, dan saat ini menjadi subyek perhatian.

Seorang pengguna Sacred Gear tertentu ditampilkan di layar

Satu-satunya pemain yang menarik perhatianku adalah seseorang yang mengendalikan besi dan dapat menciptakan peralatan mekanis. Selain itu, ia juga bisa mengendalikan perangkat elektronik dan menggunakannya dengan cara yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Yang mengejutkan kami adalah Sacred Gear-nya memiliki kemampuan untuk mengontrol perangkat elektronik. Sistem Sacred Gear diciptakan oleh Tuhan dari Injil sejak lama, jadi pasti mengejutkan mengetahui bahwa Sacred Gear dapat mengganggu teknologi modern.

Ravel lantas menunjuk ke orang yang bisa mengendalikan perangkat besi dan elektronik dengan kemampuannya.

“Orang itu adalah anggota tim Ruval-oniisama”

Tim dari kakak Ravel tidak hanya dibentuk dengan budak-budak yang profesional, tetapi juga dengan Dewa dari mitologi Mesir yang dikenal sebagai nenek moyang dari Phoenix, [Burung Suci Abadi, Bennu]! Ya, tim putra tertua keluarga Phoenix memiliki kombinasi phoenix suci dan Iblis serta membentuk tim bersama. Tim mereka menunjukkan sifat ‘keabadian’ untuk semua pemain dan golongan lainnya.

Pasukan abadi yang bahkan makhluk-makhluk sekelas Dewa tak bisa dengan mudah mengalahkannya terus meraih kemenangan. Lelaki yang Sacred Gear-nya mengendalikan besi dan perangkat elektronik juga merupakan anggota dari tim itu. Di sisi lain, putra ketiga dari klan Phoenix, Riser Phoenix, terus berjuang dalam pertempuran, dan eliminasi di babak penyisihan turnamen hampir menjadi pasti. Salah satu faktor kunci yakni keberuntungannya pada pertandingan sangat buruk dan dia terus mendapatkan pemain peringkat lebih tinggi sebagai lawannya. Akhir-akhir ini, Riser terus mengeluh kepadaku melalui sihir komunikasi setiap malam, dan bahkan aku menjadi sangat terganggu dengan menyemangati dia.

Ada juga pengguna Sacred Gear lain yang menarik perhatian kami. Yang ditampilkan di layar adalah orang yang menghancurkan sebagian besar game field. Dia bukanlah seorang kelas Maou atau makhluk sekelas Dewa, tapi seorang anak muda — pengguna Sacred Gear manusia. Peralatan indah yang digunakan pemuda itu terdiri dari pedang panjang dan senapan. Ketika dipegang, sudah pasti bahwa bumi akan retak dan hutan akan lenyap sampai tidak ada yang tersisa. Sudah jelas bahwa kekuatan Sacred Gear-nya unik. Pedang panjang... dan senapan, sepasang Sacred Gear!

Sementara semua orang fokus pada klip itu, Ravel berkata kepadaku

“Itu adalah... sebuah tim yang berpusat pada pengguna Sacred Gear, [King] dari Tim [Shooting Star], Shooting Star-senshu! Tim itu terus mengamankan kemenangan satu demi satu.”

Xenovia, ketika tengah terkejut dengan kerusakan besar yang dihadapi oleh pedang panjang dan senapan itu

“Kekuatan gila apa itu! Di tengah pertandingan, Dewa mitologi tertentu terempas, huh... Apa cuma Sacred Gear biasa?”

Kalau mengenai kekuatan, bisa saja untuk melawan makhluk sekelas Dewa (tipe bukan petarung) sebagai musuh. Apalagi, sepertinya dia belum menggunakan Balance Breaker-nya. Tapi, itu hanya jika kekuatan yang menghancurkan mencapai targetnya. Sebagian besarnya bisa dihindari.

Irina lalu melanjutkan

“Mereka tidak terlalu menonjol ketika kualifikasi dimulai, bukan? Hanya setelah mencapai tahap pertengahan, peringkat mereka tiba-tiba naik.”

Tentu, kami tidak mendengar apa-apa tentang mereka di tahap awal. Seperti yang Irina katakan, itu hanya ketika tahap pertengahan dimulai, kami mulai mendengar desas-desus “Pengguna Sacred Gear yang luar biasa telah muncul” berkali-kali.

Kemudian adik kelasku, Nakiri Ouryuu, berkata

“Dari apa yang aku lihat, bisa saja untuk melihat bahwa kekuatan besar ini sedang dikuasai secara bertahap. Maksudku, aku melihat rekaman pertandingan tahap awal mereka, tapi mereka kalah karena dia tidak bisa mengendalikan kekuatannya dan itu meledak.”

Seperti kata Nakiri, aku juga menjadi tertarik dan menyaksikan pertandingan tahap awal mereka... Tapi, dia tidak bisa mengendalikan Sacred Gear dengan baik, dan sebagai akibat dari target yang terus hilang, tim mereka terpojok dan mereka mengalami serangkaian kekalahan. Tapi, rekaman itu juga menunjukkan bahwa dia mulai terbiasa dengan kekuatannya setiap kali dia bertarung, dan ketika dia memasuki pertengahan, kekuatannya berkembang.

Kekuatan dan massa aura yang dilepaskan oleh pedang panjang dan senapan berada di luar kebiasaan. Itu persis seperti yang dikatakan Xenovia, kamu tidak dapat berpikir bahwa itu hanyalah Sacred Gear biasa. Balberith dan Verrine bagus, orang yang bisa mengendalikan besi juga bagus, Sacred Gear yang memiliki kekuatan seperti idiot ini juga bagus; seolah-olah orang yang tidak kami prediksi atau bayangkan mulai muncul. Meskipun kami terkejut, kami menerima kenyataan dan mulai membuat rencana mengenai bagaimana menghadapi mereka. Di tengah tahap akhir kualifikasi, kami juga mulai melihat beberapa perubahan yang cukup jelas di antara tim yang berpartisipasi dalam turnamen. Banyak dari mereka juga meningkat.

“Ufufu, mungkin rumornya benar”

Orang yang membisikkan itu, adalah Onee-sama berambut merah muda yang sedang berbaring di tempat tidurku dengan nyaman sambil melihat TV—Roygun Belphegor.

Dia tengah bersantai di tempat tidurku dengan mengenakan gaun berani yang menunjukkan belahan dadanya. Belakangan ini Roygun-san secara diam-diam berpartisipasi dalam pertemuan strategi kami. Karena dia begitu diam ketika dia berada di samping kami, rasanya seolah-olah dia muncul entah dari mana. Apalagi, aromanya tiada taranya!

Ravel lantas bertanya pada Roygun-san

“Roygun-sama, ‘rumor’ apa?”

Sambil meraba-raba rambut merah mudanya dengan tangannya, dia menjawab

“Jumlah Longinus, bukankah sepertinya itu meningkat?”

[AP—!]

Kami semua terkejut dengan informasi itu. Tentu saja! Kami tidak punya pilihan untuk terkejut jika kami mendengar bahwa jumlah Longinus meningkat! Roygun-san kemudian berbicara sambil duduk

“Penelitian tentang Sacred Gear yang telah dilakukan oleh para Seraph dari Surga, bersamaan dengan Grigori, telah dapat secara jelas mengkonfirmasi bahwa ada beberapa spesies yang telah menyimpang dari Sacred Gear normal. Karena itu, ada diskusi tentang mengklasifikasi ulang Sacred Gear baru ini. Budakkulah yang memberiku informasi itu. Informasi ini mungkin juga akan dikirimkan secara resmi kepada kalian, [DxD], segera.”

Ini adalah pertama kalinya kami mendengar informasi semacam itu. Mungkin karena otoritas penelitian Sacred Gear, Azazel-sensei, tidak di sini bahwa mendapatkan informasi terbaru tentang Sacred Gear menjadi lebih sulit dari sebelumnya.

Tepat ketika TV menunjukkan Gasper, Roygun-san terus berbicara.

“Aku juga mendengar bahwa si setengah vampir dari tim Rias juga mendapat sertifikasi Longinus.”

Gasper mendapat sertifikasi Longinus juga! Yah, sudah pasti aku sudah diberitahu bahwa kemampuannya adalah kelas Longinus sejak tahun lalu. Orang yang terkejut lebih dari siapapun karena hal ini adalah teman sekelas Gasper, Nakiri.

“Vladi memiliki Longinus! Apa ini sungguhan...? Yah, aku kira itu alami dengan kemampuan itu.”

Dia tidak yakin bagaimana harus bereaksi terhadap fakta bahwa kemampuan teman sekelasnya adalah Longinus. Dia tampak setengah bahagia, dan setengah frustrasi. Karena mereka berdua dekat, sepertinya Nakiri pasti khawatir mengenai Gasper. Tapi, hal lain yang mencemaskanku adalah jaringan informasi Roygun-san. Informasi tadi belum diumumkan secara resmi oleh Grigori atau Surga. Bagaimana dia bisa mendapatkan informasi itu? Itu bahkan lebih cepat daripada [DxD]. Mungkin karena dia, sebagai mantan peringkat kedua di Rating Game memiliki jaringan informasinya sendiri. Omong-omong, saat menonton rekaman pertandingan seperti saat ini, Roygun-san juga memberi kami saran berharga mengenai taktik untuk turnamen yang akan datang.

Dan, sementara kami membicarakan wajah baru turnamen dan Longinus, ada satu orang yang pikirannya berada di tempat lain. Itu Rossweisse-san.

“................”

Bahkan selama diskusi ini, tanpa mengucapkan sepatah kata pun, sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu yang mengganggunya. Dengan tatapan khawatir di wajahnya, Asia bertanya pada Rossweisse-san

“Rossweisse-san, a-apa kamu baik-baik saja?”

Setelah berbicara dengannya beberapa kali, sepertinya Rossweisse-san menyadari dan buru-buru berdiri dan berbicara.

“Eh? Ah, ya! Aku baik-baik saja! Kalau ini mengenai pertemuan pernikahan, aku siap kapanpun itu!”

Ketika Rossweisse-san mengangkat tinju yang canggung, semua orang menjadi diam dan tidak tahu bagaimana harus bereaksi.

Ravel lalu dengan gugup berbicara

“U-Umm... Kami berada di tengah-tengah pertemuan strategi turnamen kami sekarang.”

Dengan satu kalimat itu, wajah Rossweisse-san menjadi merah dan dia panik saat dia melambaikan tangannya

“Ah! I-Ini! M-Maaf! Apa yang salah denganku…..”

Dia kemudian terlihat sedikit tertekan dan duduk kembali di kursinya. Semua orang di ruangan itu tahu apa yang Rossweisse-san pikirkan. Ya, persis seperti yang dikatakan Rossweisse-san sendiri. Itu karena hari pertemuan pernikahan antara Rossweisse-san dan Dewa kepala mitologi Norse, Vidar-san, semakin dekat—.

Kejadian-kejadian ini terjadi tepat sebelum liburan musim panas terakhir dari kehidupan SMA-ku.

Life.1 Wawancara Pernikahan Resmi Bu Guru[edit]

Bagian 1[edit]

Keesokan harinyaー .

Ketika kelas yang dijaga Rossweisse-san sedang memiliki kuis.

“..........”

Rossweisse-san yang berdiri di atas mimbar guru menatap kosong ke langit-langit. Ia selalu begini belakangan ini. Di rumah maupun di sekolah, dia selalu melihat ke langit-langit atau ke depan dengan tatapan kosong seolah-olah pikirannya sedang berada di tempat lain.

“Sensei, Sensei, waktunya sudah habis.”

Ketua kelas perempuan mengkonfirmasi pada Rossweisse-san bahwa waktu untuk kuis telah berakhir. Ketika Rossweisse-san sadar, dia dengan cepat mebenarkan dirinya dan berkata kepada semua orang

“Ah! Y-Ya! Baik, ya! Tolong oper kertas ujian kalian maju dari belakang.”

Yah, setelah itu kelas memang berjalan seperti biasanya, tapi...

Kondisi Rossweisse-san bahkan menjadi populer di dalam sekolah, dan rumor seperti “Apakah sesuatu terjadi di tempat kerja atau dengan kehidupan pribadinya?” mulai menyebar di kalangan murid.

“Pasti itu pacar! Dia pasti sudah menemukan pacar!”

“Rossweisse-chan punya pacar? Itu mustahil! Itu tidak mungkin benar, kan?”

“Dia mungkin kehilangan uangnya?”

“Sebagai orang pelit yang menggunakan toko 100 yen, apa dia sungguh bermasalah dengan uang?”

“Apa dia dipecat?”

“Tapi, dia sangat serius, bukan? Jadi seharusnya bukan hal itu, bukankah begitu?”

“Kalau begitu, pasti pacar!”

Berbagai percakapan lucu dan menarik juga dapat didengar di antara para gadis. Menyaksikan ini dari salah satu sudut kelas adalah aku, Kiba, Matsuda, dan Motohama. Setelah menyesap popper juice-nya dengan sedotan, Matsuda bertanya padaku dan Kiba.

“Jadi, bagaimana situasi sebenarnya? Maksudku, sebagai penasihat Klub Penelitian Ilmu Gaib, dia menghabiskan banyak waktu dengan kalian, kan?”

Sambil memperbaiki kacamatanya, Motohama menambahkan

“Apalagi, Ise tinggal bersama dengannya. Itu tidak akan aneh kalau kamu tahu sesuatu. Gak! Yang ada, kamu pasti tahu segalanya! Jangan bilang kalau dia akan pergi...”

Jadi dua sobatku yang kurang dapat dipercaya bertanya padaku dan Kiba sesuatu seperti itu, tapi..

Aku dan Kiba saling memandang dan kebingungan bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

“Itu bukan sesuatu yang harus diberitahu pada kalian. Untuk sekarang, apa yang bisa kuberitahu sekarang adalah dia tidak akan keluar dari sekolah ini.”

Aku tidak punya pilihan selain menjawab seperti itu. Yah, itu persis seperti yang mereka katakan, kami sebenarnya tahu alasan mengapa belakangan ini Rossweisse-san bingung, tapi...

Kemarin, Rossweisse-san menerima permintaan paksa untuk mengikuti perjodohan dari kampung halamannya, mitologi Norse.

Tak hanya sampai disitu, pasangannya adalah Dewa Kepala Asgard saat ini, Vidar-san! “Untuk mengadakan pertemuan pernikahan dengan seorang Dewa Kepala”, ketika kami mendengar tentang itu, kami sungguh merasa terkejut! Kami mendapat penjelasan dari nenek Rossweisse-san, Göndul-san juga. Sepertinya, pendapat Göndul-san pun diabaikan karena sudah diputuskan oleh petinggi. Oleh karena itu, membatalkan juga menjadi mustahil.

Göndul-san, melalui lingkaran sihir komunikasi, berkata

‘Aku sungguh minta maaf... aku akan ke sana besok’

Dia kedengaran sangat menyesal mengenai hal itu. Sebetulnya Göndul-san menentang perjodohan cucunya kali ini. Tapi, karena lamaran paksaan yang dilakukan oleh para Dewa Norse, itu telah menjadi situasi di mana orangtua Rossweisse-san dipaksa untuk menyerah, dan bahkan opini dari Göndul-san juga tidak didengar sama sekali.

Tunggu. Ini mah aku yang kena! Karena bagaimanapun, Rossweisse-san masihlah budakku.

Karena Asgard mengatur pertemuan pernikahan tanpa memberiku informasi sebelumnya, aku sempat mengajukan mereka surat protes sebagai Iblis Kelas Atas dan majikannya, tapi...

<<Ini masalah Asgard. Sudah diputuskan.>>

Kami hanya mendapat balasan seperti itu. Meskipun demikian, aku dan Ravel terus meminta mereka memberi kami penjelasan yang bisa kami pahami, tapi….

“Pada akhirnya, perjodohan ini akan tetap terjadi yah....”

Dengan lamban aku berkata sambil melihat langit-langit aula. Kiba dan aku lalu berkata bahwa kami akan pergi membeli sesuatu untuk diminum, dan kami meninggalkan Matsuda dan Motohama. Di mesin penjual otomatis terdekat yang ada di dalam sekolah, kami berbicara sambil berdiri dan minum jus.

“Rias-oneesan juga meminta penjelasan tentang keadaan saat ini melalui keluarga Gremory.”

Seperti yang Kiba katakan, Rias juga mengirim protes ke Asgard. Dan meskipun Rossweisse-san sudah bukan budak Rias lagi, fakta bahwa Rossweisse-san masih menjadi bagian dari keluarga Gremory belum berubah, dan itulah mengapa kami juga membuat permintaan resmi melalui Keluarga Gremory.

Jawaban dari mereka adalah

<<Karena garis keturunan Odin sedang dalam krisis, kami membutuhkan wanita dari mitologi Norse yang mampu melahirkan pewaris yang sangat heabt.>>

Masalah penerus! Atau begitulah kelihatannya, tapi... di sisi lain, Dewa Kepala Odin-jiisan bersama dengan putra sulungnya, Dewa Baldur telah pergi ke Isolation Barrier Field untuk memusnahkan Trihexa. Orang-orang yang tinggal di sini adalah anak-anak Odin, dan yang dipilih Asgard sebagai pemimpin generasi berikutnya adalah Vidar.

Namun, meskipun Vidar-san punya banyak gundik, dia belum menikah. Dan demikian, justru karena dia telah menjadi Dewa Kepala hingga para Dewa Asgard mulai memperkenalkannya calon istri satu demi satu, mendesaknya untuk membuat anak-anak sesegera mungkin. Setelah berdebat dengan Asgard, kami pun bisa merasa sedikit lega ketika mereka menjawab

<<Kami tidak akan memaksamu untuk bertungan langsung, tapi untuk saat ini, tolong hadiri saja wawancaranya.>>

Dan itulah jawaban yang kami dapatkan.

“Karena para Dewa-lah yang mengatur ini, ada juga beberapa faktor yang membuat kamu tidak dapat mundur dengan mudah ya?” kata Rias.

Tapi... aku merasa ada banyak Dewa yang sangat sombong. Pada akhirnya, keputusan akhir berada di tangan Rossweisse-san sendiri. Meskipun dia sendiri sangat terkejut dan bingung, dia sah-sah saja menghadiri pertemuan itu, terlepas dari apakah dia bermaksud untuk menikah atau tidak. Seperti itulah jawaban yang kami dapatkan. Meskipun pembicaraan itu dipaksa dan tergesa-gesa, karena dia merasa bahwa dia telah diurus oleh para Dewa di kota asalnya selama ini, dan kondisinya juga sudah menjadi sedikit lebih ringan, itu cukup sulit untuk ditolak.

Dan dengan itu, sudah resmi bahwa besok, Rossweisse-san akan mengadakan perjodohannya dengan Vidar-san di Jepang.

...Masalah pernikahan Dewa, ya. Yah, pernikahan seorang perwakilan mitologi memang penting, tapi... Kenapa harus salah satu budakku, Rossweisse-san dari semua orang? Meskipun dia telah ditinggalkan oleh Odin-jiisan, tidak ada keraguan bahwa dia adalah seorang Valkyrie yang luar biasa. Kemampuan sihirnya bagus, pengetahuannya tentang teknik penghalang yang kuat juga bagus, dan bahkan di antara sesama Valkyrie, kekuatannya tidak diragukan. Itu pasti alasan kenapa dia menarik perhatian Asgard. Yah, Rossweisse-san juga berkontribusi banyak pada Perang Evil Dragon, bagaimanapun juga... wajar saja kalau nilainya naik. Tetapi ada juga perasaan ini di dalam diriku, “Tolong jangan putuskan hal-hal sendiri” yang sangat aku rasakan! Itu karena dia adalah temanku... atau lebih tepatnya, karena dia adalah budakku. Dia juga berpartisipasi di turnamen denganku, serta melakukan pekerjaan Iblis bersama. Baik dalam pertempuran atau dalam pekerjaan, Rossweisse-san itu penting! Apa yang telah kami capai hingga saat ini, itu adalah teman kami.... Jika dibiarkan seperti ini, mereka akan terus memutuskan semuanya sendiri sampai mereka menikah.

‘Tidak apa-apa, kamu bisa tetap menjadi budak, jadi bisakah kamu menjadi istri Vidar-sama?’

Disaat aku mendengar sesuatu seperti itu, seperti yang diharapkan bahkan aku akan...!

“Ise-kun, kamu harus berpikir dengan tenang. Aku tahu kamu marah, tapi pihak lainnya adalah Dewa-dewi Norse, jika kamu hanya menyerang dengan sembrono, kita mungkin tidak hanya meninggalkan kesan buruk tapi juga merusak hubungan kita dengan mereka nantinya.”

Ucap Kiba padaku. Diberitahu seperti itu, aku tiba-tiba menyadari, dan bertanya pada Kiba

“Apakah aku terlihat aku marah bagimu?”

Kiba mengangguk dengan senyum terpaksa.

“Setiap kali kamu memikirkan Rossweisse-san, ekspresimu terlihat agak pahit. Bukan Ise-kun saja, tapi semua orang yang menjadi budak anggota Rias-oneesan juga. Tapi, aku mengerti bagaimana perasaanmu. Terutama Ise-kun, karena kamu adalah majikannya, lebih parah lagi.”

......Semua orang, mulai dari budak-budak Rias (termasuk budak-budakku) selalu membuat wajah pahit setiap kali topik ini muncul. Melihat dari perspektifku dan teman-temanku, wajar saja kalau kami marah.

Sebenarnya, ini bukan topik yang bisa kami sambut. Sejujurnya, aku ingin mengatakan satu atau dua hal kepada Vidar-san dan para Dewa mitologi Norse. Setelah menghabiskan minuman, Kiba lalu berkata

“Setelah ini kamu akan bicara dengan Rias-oneesan dan Akeno-san, kan?”

Seperti apa yang Kiba katakan, aku berencana untuk pergi ke cabang universitas Akademi Kuoh sehabis sekolah. Itu karena aku ingin mendiskusikan hal-hal mengenai Rossweisse-san sekali lagi dengan mereka berdua. Biar bagaimanapun, pertemuan pernikahan ini tinggal dua hari lagi—.

Bagian 2[edit]

Dan dengan itu, aku pergi ke Universitas Akademi Kuoh sepulang sekolah. Karena universitasnya dekat dengan SMA, bukan berarti aku belum pernah datang ke sini sebelumnya. Tapi, para mahasiswa yang menghadiri universitas mengenakan pakaian bebas. Jadi untuk seseorang yang mengenakan seragam untuk mengunjungi universitas, aku cukup menonjol dari yang lain.

Lokasi pertemuannya adalah sebuah kafe yang terletak di sudut kampus universitas. Sebenarnya ini adalah sebuah kafe yang dikelola oleh mahasiswa, tapi murid dari SMA Kuoh dan orang-orang yang datang ke universitas untuk bekerja kadang-kadang pergi ke sana juga. Rias dan Akeno-san sering duduk bersama di kursi mereka yang biasa di teras, tapi... sepertinya ada beberapa gadis lain yang duduk bersama Rias dan Akeno-san hari ini. Apakah mereka teman universitas? Aku tidak yakin, tapi sepertinya mereka sedang bersenang-senang, jadi aku tidak ingin merusak suasana dengan menjadi pengganggu. Aku rasa aku akan kembali lagi saja nanti.

Dan setelah aku berpikir seperti itu, Rias dan Akeno-san seolah-olah memperhatikanku dan secara bersamaan melambaikan tangan mereka padaku.

Pada saat-saat seperti ini, aku cenderung berpikir bahwa Rias dan Akeno-san pandai merasakan kehadiranku. Karena aku tidak mungkin lari, aku berjalan ke kursi tempat mereka berada. Kamu bisa mengatakan bahwa tatapan teman-teman mereka menyakitiku, atau lebih tepatnya, mereka melihatku dengan penuh penasaran. Aku sangat malu!

Aku duduk di kursi antara Rias dan Akeno-san. Rias lalu memperkenalkanku kepada teman-teman universitasnya.

“Dia adalah pacarku dan Akeno. Seperti yang kukatakan sebelumnya, kami sudah bertunangan.”

—. Sungguh perkenalan yang mengejutkan! Dia bahkan mengatakan pada mereka tentang aku menjadi pacar Rias dan... Akeno-san + pertunangan kami! Biasanya, orang akan terkejut dengan pembicaraan semacam itu! Aku hanya bisa merasa terkejut dengan perkenalan yang mendadak itu, tapi salah satu teman mereka tiba-tiba berteriak “Kyaa!” dengan suara bernada tinggi.

Teman-teman itu kemudian mulai berbicara.

“Dia adalah pacar Gremory-san dan Himejima-san!? Aku mendengar bahwa dia lebih muda!”

“Hebat sekali sampai bisa mendapatkan dua gadis cantik ini sebagai pacar!”

“Di negara asal Rias-san, memiliki beberapa istri dan suami merupakan sesuatu yang lumrah kan!?”

“Sebaliknya, aku penasaran bagaimana rasanya punya banyak pacar? Aku bahkan mungkin dikagumi!”

Ah, jadi itu yang mereka bicarakan. Yah, sudah pasti kalau jika itu adalah negara Rias, Dunia Bawah, maka harem dan reverse harem memang ada, jadi apa yang Rias katakan secara teknis bukanlah kebohongan. Rias sepertinya agak bangga. Apa dia puas karena dia bisa mengenalkan aku?

T-Tapi, jika aku dikenal sebagai pasangan mereka, pembicaraan ini akan menyebar seperti api ke SMA dan bisa berubah menjadi hal yang buruk….

Fakta bahwa Rias dan aku berpacaran ini pada dasarnya adalah rahasia dari para murid. Aku hanya memberitahu beberapa orang mengenai itu (Matsuda dan Motohama tahu, tapi mereka tetap diam demi diriku). Tapi, teman Rias adalah teman dari program eskalator SMA, jadi dia pasti mengenaliku sebagai orang jahat, tapi....

Akeno-san berbisik padaku

(Aku menggunakan sihir sehingga informasi dasar tentang Ise-kun tidak akan ketahuan. Satu-satunya hal yang mereka pahami adalah kenyataan bahwa kamu adalah pacarku dan Rias, itu saja.)

Ah, sihir manipulasi. Nah, ketika aku melihat teman-teman mereka dengan teliti, mata mereka terlihat seperti tidak berjiwa seolah-olah mereka telah dihipnotis. Jadi itu sebabnya mereka tidak mencaritahu identitasku yang sebenarnya. Tunggu, tapi itu berarti pacar yang mereka perkenalkan sampai sekarang adalah…. Akeno-san lalu tertawa manis.

(Biar bagaimanapun, aku seorang mahasiswi. Wajar saja kalau aku ingin membanggakan diri tentang memiliki pacar, kan?)

AAAaaAAAaaAAAA! Kalau kamu mengucapkan kata-kata dengan rendah hati seperti itu padaku, aku nggak akan kuat! Tolong, tolong, selama informasi dasarku tidak bocor, banggakanlah aku sebanyak yang kamu suka! Kalau harus jujur, aku juga ingin mengatakan yang sebenarnya bahwa aku adalah pacar mereka, tapi, itu pasti akan merepotkan dalam banyak hal. Dan karena itu, aku tidak punya pilihan lain selain bertahan.

Salah satu teman mereka bertanya pada Akeno-san

“Bagaimana perasaanmu memiliki pacar yang lebih muda?”

Pipi Akeno-san memerah dan dia dengan senang hati menjawab

“Dia mungkin lebih muda dariku, tapi dia bisa diandalkan. Jika aku benar-benar harus bilang, malah rasanya akulah yang dimanjakan.”

“Himejima-san yang seperti kakak perempuan itu dimanjakan? Aku malah pikir itu terbalik!”

“Aku mungkin juga ingin pacar yang lebih muda!”

Dan begitulah ceritanya para gadis yang dengan senang hati terlibat dalam pertemanan.

Karena Rias dan Akeno-san sepertinya sedang bersenang-senang, aku bergabung dan berpartisipasi dalam pembicaraan para gadis sebentar. Bagaimanapun, mampu berbicara dengan mahasiswi ini sangat menyenangkan!

“─Jadi, apa yang terjadi? Kamu datang ke sini untuk bicara, kan?”

Rias bertanya padaku setelah pembicaraan saat dikelilingi oleh gadis-gadis universitas berakhir.

Topiknya adalah tujuan awalku, yakni untuk meminta nasihat tentang Rossweisse-san.

Rias lalu melanjutkan

“Aku pribadi juga tidak setuju dengan perjodohan paksa. Tapi, sekarang, majikannya adalah kamu, Ise. Meskipun menghormati pemikirannya itu merupakan hal yang logis, pendapatmu juga penting.”

‘...Apa yang akan kamu lakukan dalam situasi seperti ini?’ Jika aku bertanya pendapatnya seperti itu, aku yakin dia akan merasa jijik. Bagaimanapun — aku adalah Iblis Kelas Atas, majikan yang membuat Rossweisse-san menjadi budakku.

Rias juga berkata

“Semuanya akan segera jelas. Ise, bagaimana perasaanmu tentang pertemuan pernikahan? — Ya, bagimu Rossweisse itu apa, Ise? Apakah dia hanya seorang budak? Atau kah dia...”

Rias lalu berhenti.

Bagiku, Rossweisse-san adalah... Tapi, satu hal sudah jelas. Ketika pertemuan pernikahan Rossweisse-san dan Vidar-san diputuskan oleh Dewa Norse sendiri, aku sangat marah. Bahkan jijik. Perasaan tidak menyenangkan mengenai budak berhargaku yang dipaksa untuk menghadiri wawancara pernikahan adalah salah satu faktor, tapi kenangan yang aku habiskan bersama dengan Rossweisse-san sampai sekarang terus muncul di pikiranku satu demi satu....

Aku merasa bahwa ‘barang berhargaku akan dibawa pergi’. Rias melihat arlojinya dan berkata “Sudah waktunya” saat dia berdiri.

“Serahkan tagihannya padaku. Akeno, aku akan pergi dulu.”

Setelah mengatakan itu pada Akeno-san, Rias lalu berkata padaku sambil tersenyum

“Aku akan selalu menjadi sekutumu dan Rossweisse, kamu tahu? Kenyataan itu tidak akan pernah berubah. Itulah mengapa kamu harus mencari solusi sendiri.”

Karena Rias harus menyelesaikan beberapa tugas pribadi untuk Keluarga Gremory, dia pergi lebih dulu. Akeno-san dan aku ditinggalkan. Akeno-san tersenyum saat dia berkata

“Hei, Ise-kun. Apa kamu ingat pesta pertunangan antara Rias dan Riser Phoenix yang diadakan tahun lalu?”

“Ya.”

Ah, benar juga, sudah lebih dari setahun sejak kejadian itu ya. Karena ada banyak hal yang terjadi, rasanya kejadian itu sudah lama terjadi.

Akeno-san lalu melanjutkan

“Rias mungkin tidak mengatakannya dengan kata-kata, tapi kejadian ini sepertinya seperti pengulangan waktu itu.”

—.

Pertunangannya dan wawancara pernikahan Rossweisse-san... Itu benar, meskipun situasinya berbeda, fakta di mana masa depan mereka diputuskan secara sepihak adalah sama. Wajar saja bahwa Rias berpikir bahwa situasi Rossweisse-san saat ini adalah pengulangan itu.

Akeno-san melanjutkan

“Pada saat itu, bagaimana perasaanmu, bagaimana pendapatmu, dan bagaimana kamu bertindak, Ise-kun? Rias dan Rossweisse-san berbeda, tapi Rossweisse-san bagi kita, dan yang terpenting, bagimu adalah budak yang berharga, Ise-kun. Itu pasti, kan? Aku tidak tahu bagaimana akan berubah dalam wawancara pernikahan, tapi, ketika Vidar-sama memutuskan bahwa dia menginginkannya menikah, perasaan dan tindakanmu pasti akan mengalir keluar.Tapi, Ise-kun, ini adalah satu hal yang harus kamu ingat.”

Dengan ekspresi serius, Akeno-san berkata

“Pada saat kamu mengatakan “Tidak”, musuhmu adalah Keluarga Phoenix. Tapi, kali ini — itu adalah Dewa. Kamu harus mempersiapkan diri untuk memiliki tekad merebut kembali Rossweisse-san dari seorang Dewa.”

Merebut Rossweisse-san kembali dari Dewa...

Akeno-san tiba-tiba mengubah ekspresinya

“Tapi, kamu juga telah tumbuh banyak dari pengalamanmu selama setahun terakhir. Dibandingkan dengan waktu yang kamu perbuat dengan sembrono, kamu menjadi jauh lebih dewasa…. Melihat ekspresimu sekarang, kamu tampak tenang. Tentunya, jika ini satu tahun yang lalu, kamu akan menyerang sembarangan ke Asgard dan Rias akan marah.”

Ahaha, itu mungkin saja. Aku menyerang ke pesta pertunangan Rias waktu itu. Setelah itu, karena berbagai hal, meskipun sesuatu yang gila terjadi, aku akan berpikir dulu dan meminta pendapat orang lain.

... Aku menjadi senior di SMA, dan juga menjadi Iblis Kelas Atas, dan yang terpenting, aku memahami bahwa kekuatanku — kekuatan Heavenly Dragon dan Dragon God mungkin memiliki pengaruh pada dunia. Jika aku tidak berpikir dulu dan langsung bertindak, aku mungkin akan menimbulkan masalah bagi orang lain.

...Setelah itu, ketika saatnya tiba, aku harus merebut kembali budakku yang berharga dari Dewa huh. Musuhnya bukanlah seseorang yang bisa aku tantang dengan setengah hati. Tapi aku—. Bagaimanapun, Rossweisse-san penting bagiku karena sebagai budak, atau mungkin—. Itu adalah pertanyaan yang harus kujawab—.


Lalu, sekarang adalah hari wawancara pernikahan Rossweisse-san dan Vidar-san—.

Kami, orang-orang yang berwenang (anggota Klub Penelitian Ilmu Gaib yang baru dan yang lama) berkumpul di sebuah restoran Jepang tradisional tertentu di Tokyo. Yang mengejutkan kami, golongan Vidar-san memilih restoran tradisional Jepang (toko yang berharga karena mereka menangani makhluk supranatural). Jadi, kami juga beradaptasi dengan mereka dengan membuat Rossweisse-san mengenakan kimono yang elegan. Omong-omong, Akeno-san yang bertanggung jawab mendandani dia.

Semua pihak yang terkait sedang menunggu di sebuah ruangan—.

“Terima kasih telah menunggu. Semuanya, kalian terlihat sama seperti terakhir aku bertemu kalian.”

Orang yang muncul adalah nenek Rossweisse-san, Göndul-san! Orang itu masih sama seperti ketika aku bertemu dengannya sebelumnya, dia memiliki atmofer yang ketat di sekitarnya. Setelah melirik cucunya, Göndul-san meminta maaf kepada kami.

“Aku sungguh minta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Terutama Hyoudou Issei-kun. Meskipun cucuku adalah budak yang penting... Aku tidak bisa menolak keputusan petinggi.”

Dia juga meminta maaf padaku secara langsung. Aku juga—

“T-Tidak, tidak, pada dasarnya, aku juga tidak setuju, tapi untuk sekarang, mari kita awasi saja dia. Kami akan menjawab setelah itu. “

Balasku.

Begitu Rossweisse-san memperhatikan neneknya, Göndul-san, dia tampak tidak senang.

“Pada kesempatan ini, meskipun ini adalah lamaran dari kampung halamanku, aku ingin bicara banyak hal.”

Göndul-san menarik napas setelah dia menghela napas.

“Aku mengerti itu, Rose. Tapi, itu juga salahmu kalau kamu belum menikah dan membina keluarga cepat-cepat. Karena kamu menunjukkan mereka kesempatan, sekaranglah menjadi situasi di mana aku bahkan tidak bisa menolaknya, kamu tahu.”

“B-Belum menikah dan membina keluarga!?”

Göndul-san memarahi Rossweisse-san karena ragu-ragu.

“Sebenarnya, kamu bisa membiarkan majikanmu, Sekiryuutei yang sudah menjadikanmu budaknya mendekatimu dan membangun kebenaran itu, tahu.”

“Meskipun nenek mengatakan itu, aku tidak tahu satu hal pun soal pria!”

Nenek dan cucu mulai bertengkar!

“Aku pikir aku sudah memberitahumu untuk membiarkan dia melakukan hal mesum padamu!”

“Nenek tidak perlu mengatakan itu padaku! B-B-Bahkan aku, i-i-i-ingin melakukan hal mesum, tahu!”

Apa yang dibicarakan kedua orang ini!? Rossweisse-san yang wajahnya menjadi merah mengatakan itu dengan suara keras! Mendengar percakapan di antara keduanya, gadis-gadis itu mengarahkan pandangan mereka padaku. Shirone alias Koneko-chan bertanya padaku

“Kenapa kamu tidak melakukan hal mesum padanya?”

K-Koneko-chan! Kamu sudah cukup berani mengatakan hal seperti itu setelah laraman, ya!? Aku lalu menggaruk pipiku sambil aku berkata

“I-Itu, umm, karena turnamen dan pekerjaan sebagai Iblis Kelas Atas menumpuk... A-Aku juga ingin melakukan banyak hal mesum!”

Kalau aku bisa melakukan hal-hal mesum itu, tentu saja aku akan melakukannya! Tapi karena pekerjaanku sebagai Iblis Kelas Atas, posisiku sebagai Oppai Dragon, dan juga karena partisipasi kami di World Tournament di atas kehidupan sekolah, aku cukup sibuk, tahu!?

Aku menemukan situasi mesum sesekali, tapi hanya ada hari-hari sibuk selain itu. Jika ada, itulah alasan kenapa rasanya oppai itu jauh. Xenovia mengangguk seolah setuju dengan Rossweisse-san.

“Yah, kita juga jarang menemukan situasi di mana kita bisa melakukan hal-hal mesum.”

Irina juga setuju

“Karena ada banyak perempuan, meskipun kita menggunakan kamar itu, mungkin ada seseorang yang masuk dan menyela.”

...Kalian tuh, mesum ini, mesum itu, ini adalah tempat untuk wawancara pernikahan, tahu!? Yah, aku juga membicarakan hal-hal mesum dengan suara yang keras. Ravel lalu menjawab

“Mesum ini dan mesum itu, semua orang, tolong ingat bahwa hari ini adalah wawancara pernikahan Rossweisse-sama, oke?”

Pertengkaran antara cucu dan nenek membuat suasana di dalam ruangan begitu canggung sehingga kami tidak bisa mengatakan apa-apa. Tapi, seorang karyawan toko datang ke ruangan dan berkata

“Pasangan sudah siap untuk wawancara pernikahan.”

Waktu untuk wawancara pernikahan akhirnya tiba, tanpa menunggu kami—.

Bagian 3[edit]

Sekarang, tentang wawancara pernikahan...

Perwakilan keluarga Rossweisse-san adalah neneknya, Göndul-san. Dan karena saat ini Rossweisse-san adalah anggota [Budak Hyoudou Issei], aku duduk di sisi yang sama dengan Rossweisse-san. Sementara Rossweisse-san dan Göndul-san berpakaian formal, di sisi lain aku mengenakan seragamku... Yah, aku memang masih seorang pelajar...

Tetapi, kami hanya ingin saling menyapa. Setelah itu, seharusnya mulai seperti ‘Mari serahkan pada mereka’, dan kami berencana untuk meninggalkan mereka berdua saja. Yah, itu seperti wawancara pernikahan Jepang yang normal. Karena mereka melakukannya di Jepang, mereka ingin melakukannya dengan gaya Jepang.

Ada meja yang ditempatkan di tengah ruangan bergaya Jepang yang luas, dan kami duduk di satu sisi bersama Rossweisse-san. Di taman yang bisa dilihat dari ruangan bergaya Jepang, sebuah air mancur bambu kecil membuat bunyi kecil ‘koton’ yang menyenangkan. Omong-omong, Göndul-san menggunakan sihir sehingga teman-temanku yang menunggu di ruangan yang berbeda bisa melihat apa yang terjadi di ruangan ini secara langsung. Karena teman-temanku mengintip, aku tidak berpikir bahwa Göndul-san yang keras akan mengijinkan hal seperti itu, tapi... sepertinya kejadian ini memiliki banyak hal yang harus dipertimbangkan.

Sambil menunggu dan duduk dalam gaya seiza, Vidar-san muncul berjas putih dengan tiga wanita yang mengikutinya. Dia adalah pria tampan dengan wajah brewok, rambut pirang platina dan pupil emas. Dari penampilannya, sepertinya dia baru berusia awal dua puluhan. Ketiga wanita yang mengikutinya semuanya cantik, tapi mereka semua menunjukkan ekspresi yang tegas. Karena aura mereka rasanya memiliki sifat Dewa, aku pikir mereka semua adalah Dewa, tapi...

Vidar-san memandangku dan Rossweisse-san seolah-olah dia sedang mengevaluasi kami. Tidak, aku yakin dia sedang mengevaluasi Rossweisse-san dan aku, majikannya—. Seolah-olah dia sudah bisa mengatakan seperti apa ekspresi para wanita, Vidar-san menarik napas dan berkata

“Fulla, Hlin, Gná, sudah kubilang jangan menatap dengan mata buram itu. Kita bersikap kasar kepada mereka, bukan?”

Para wanita menanggapi Vidar-san dengan suara keras.

“Vidar-sama, kami akan menyerahkan sisanya pada Anda, tapi...”

“Ini adalah tugas penting sebagai Dewa Kepala saat ini.”

“Kalaupun pihak lain adalah mantan Valkyrie, ini juga demi masa depan Asgard.”

Vidar-san terlihat kesal dengan ucapan wanita itu, dan memberi isyarat dengan tangannya untuk mengusir mereka.

“Yeah-, oke, oke. Tidak apa-apa, jadi tolong serahkan sisanya padaku.”

Para wanita lalu meninggalkan ruangan dengan enggan. Rossweisse-san dan aku merasa tidak yakin mau berkata apa, dan Göndul-san terlihat sedikit tidak senang saat dia menaikkan alisnya. Dilihat dari sikap itu saja, kami hanya bisa membayangkan bahwa hubungan antara Göndul-san dan ketiga wanita itu tidak begitu baik. Vidar-san lalu duduk di depan kami. Dia segera duduk bersila dan membuat tawa pahit sambil dia berkata

“Maaf. Ketiga dewi itu adalah... ke keluarga Odin, mereka seperti maid yang telah melayani kami sejak lama. Mereka juga merawatku sejak kecil. Mereka jugalah yang mengambil inisiatif untuk memilih tempat ini…. Yah, ini adalah sesuatu yang bahkan tidak bisa aku tolak.”

Setelah mengatakan itu, Vidar-san lalu menyambut kami.

“Aku Vidar. Dewa Kepala mitologi Norse. Tolong bermurah hati dan abaikan masalah apapun.”

Lalu, giliran Rossweisse-san untuk membalas sapaan itu

“Saya Rossweisse. Saya adalah Valkyrie pribadi Odin-sama sampai tahun lalu. Saat ini saya di bawah perawatan Hyoudou Issei-sama sebagai budak Iblis.”

Selanjutnya, Göndul-san memberi salam sederhana

“Saya neneknya, Göndul.”

Aku dengan ringan membersihkan tenggorokanku dan berkata setelah menyesuaikan posturku

“Saya Hyoudou Issei, Iblis Kelas Atas dan sekarang Tuan Rossweisse-san. Tolong jaga kami.”

Itu adalah sapaan resmi, tapi... yah, aku yakin itu akan baik-baik saja seperti ini. Lalu setelah sapaan, Göndul-san berkata,

“...Nah sekarang, mari kita serahkan sisanya pada mereka berdua, oke?”

Tepat ketika kami hendak meninggalkan tempat duduk kami — Vidar-san memberi isyarat dengan tangannya untuk menghentikan kami.

“Kalian tidak harus pergi. Aku tidak keberatan membiarkan kalian berdua tetap tinggal.”

Penawaran mendadak tersebut membuatku dan Göndul-san saling memandang. ...Vidar-san mengatakan itu sambil tertawa, tapi sepertinya dia serius mengenai hal itu, jadi kami tetap tinggal. Sementara itu, kami memesan minuman dan memilih teh oolong, sementara Vidar-san memesan—bir. Sampai memesan bir dalam wawancara pernikahan... itu hanya membuktikan bahwa dia benar-benar putra Odin-jiisan.

Setelah itu, Rossweisse-san dan Vidar-san mulai berbicara dengan santai. Awalnya mereka memulai dengan sesuatu yang sederhana seperti ‘Hari ini baik, ya’ atau ‘Bagaimana kehidupanmu menjadi seorang guru di Jepang?’, Tapi akhirnya, subjek menjadi Odin-jiisan. Vidar-san berkata dengan ekspresi pahit

“Ayahku adalah yang terbaik dan tidak akan kalah dengan Dewa Kepala dari mitologi lain kalau mengenai hal-hal mesum. Seringkali, sebelum aku menyadarinya, saudara dan saudari baru lahir, tahu? Dia memegang banyak gelar, seperti ‘Si Maha Mengetahui’, ‘Dewa Mulia Agung’, ‘Bapa Kemenangan’, dan ‘Pahlawan Bermata Satu’. Tetapi, aku pikir gelar yang paling tepat untuknya adalah ‘pria tua mesum’.”

Rossweisse-san juga setuju.

“Odin-sama benar-benar pria mesum. Ketika berbagai mitologi mencoba untuk membentuk aliansi, dia pergi ke semua tempat mereka, tapi, dia selalu menjadi tertarik pada perempuan di setiap tempat. Dan ketika aku menyadari bahwa dia sudah pergi, dia selalu berakhir di kota-kota manusia dimana dia akan menjemput para perempuan.”

“Para Dewi di negeri itu menawan. Ada manusia perempuan di tanah ini dan di tanah itu ada kebiasaan mesum, atau sesuatu seperti itu. Ras Dewi manapun, dia akan memperhatikan kebiasaan mesum dari setiap tujuan.”

Cerita Vidar-san tertelan oleh Rossweisse-san saat dia berkata “Itu benar, itu benar!” dan mengangguk saat dia menyatakan persetujuannya yang kuat.

“Bahkan ketika dia datang ke Jepang, tiba-tiba dia tahu tentang semua toko cabul dan memaksaku untuk pergi bersamanya... Argh, hanya mengingat itu membuat darahku mendidih!”

Setelah itu, Rossweisse-san dan Vidar-san senang menjelek-jelekkan Odin-jiisan. Aku juga... karena aku tidak tahu harus berkata apa, aku tidak punya pilihan selain menunjukkan senyuman paksa, sementara Göndul-san yang duduk di sampingku juga mendesah saat dia berjuang dengan atmosfer ini.

Rossweisse-san benar-benar memanas karena topik itu. Vidar-san meletakkan tangannya di dagunya dan menatap Rossweisse-san dengan penuh minat. Rossweisse-san berkata

“Omong-omong, aku masih ingin membicarakan banyak hal mengenai Odin-sama!”

Vidar-san lalu bertanya pada Rossweisse-san

“Yah, awalnya aku pikir kamu adalah wanita suci, tapi kamu sebenarnya cukup imut, huh”

Rossweisse-san tercengang dengan ucapan itu, dan setelah dia mengerti artinya, wajahnya berubah menjadi merah. Rossweisse-san panik sambil dia berkata

“A-A-A-A-A-A-A-A-A-Apa yang baru Anda katakan!? D-Duh!”

Saat dia panik, Rossweisse-san mengambil semua minuman yang diisi kembali yang baru saja dibawa, dan minum semuanya sekaligus.

Vidar-san lalu berseru, “Ah!”

“Itu birku, tahu?”

Betul! Aku juga memperhatikan itu! Minuman yang diminum Rossweisse-san bukan teh oolong, tapi bir untuk Vidar-san! Itu minuman keras! Itu alkohol! Aku ingat apa yang terjadi pada karyawisata tahun lalu! Ketika kami diserang oleh Golongan Pahlawan di Jembatan Togetsu, Rossweisse-san — mabuk! Setelah itu, Rossweisse-san...! Göndul-san sepertinya mengingat sesuatu seperti ini terjadi sebelumnya, dan dia berkata “Gawat...” saat dia meletakkan tangannya di wajahnya.

Lalu Rossweisse-san sendiri... Setelah meminum semua bir sekaligus, dia membanting gelas itu kembali ke meja.

“Hick-, sudah kubirang, Odin-jiji keparat itu sangat-sangat mesum, tahu?”

—Itu sudah dimulai!

Ya! Orang ini langsung begini jika alkohol memasuki tubuhnya! Seorang Valkyrie yang kepribadiannya 180 derajat terbalik ketika mabuk! Dengan cara yang sangat mabuk, Rossweisse-san berteriak

“Tolong, lima bir lagi!”

Vidar-san benar-benar bingung dan mulutnya terbuka lebar. Rossweisse-san lalu mendekati Vidar-san.

“Vidar-sama! Anda mengerti, kan? Bahwa Anda juga mesum! Karena Anda adalah putra bangka tua iyu, itu akan jadi aneh jika Anda tidak mesum! Bagaimanapun juga, Anda mungkin menghadiri wawancara pernikahan ini hanya karena Anda menginginkan tubuhku, benar!”

Tanpa penundaan, Rossweisse-san minum bir yang baru saja tiba, dan setelah minum segelas bir lagi — untuk mengejutkanku, dia tiba-tiba memelukkuuuuuuu! Dengan mata basah, Rossweisse-san lalu berkata

“Sayang sekali! Tapi aku! Akan menjadi Istri! Hyoudou Issei-kun! Oppai Dyagon yang menjajikan, tahu? Itu berarti aku akan menikah dengan pria kaya dengan kekuatan! Dan terlebih lagi, dia juga baik padaku!”

Rossweisse-san lalu meneguk gelas lain. Dia meminum semua bir itu dengan kecepatan yang luar biasa!

“Dibandingkan Valhalla, kondisi di Dunia Bawah lebih menguntungkan! Orang-orang di sekitarku juga baik!”

Seakan-akan dia sudah terbiasa dengan Rossweisse-san yang mabuk, Vidar-san dengan geli bertanya

“Kamu ingin menjadi istri Sekiryuutei karena kamu menginginkan kesejahteraannya, huh?”

Rossweisse-san ‘smack’ membanting gelas lain di atas meja.

“Kesejahteraan! Untuk wanita yang bekerja, itu adalah hak istimewa! Meskipun itu mungkin masalahnya, Ise-kun adalah... seseorang yang akan melakukan apa saja demi aku! Dia mungkin lebih muda, tapi dia adalah tuan yang bisa diandalkan! Demi aku...”

Tiba-tiba, Rossweisse-san mulai menangis. Jadi menangis juga salah satu kebiasaan mabuknya huh...

“Dia mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk menyelamatkanku! Dia segera datang untuk menyelamatkanku ketika si Euclid keparat penyuka saudari menculikku! Aku sangat senang! Uwaaaaaaaaaaaa!”

High School DxD Volume 25 Illustration 1.png

... Aa~ah, dia tersipu sambil memegangku...

Ini bukan lagi wawancara pernikahan. Seolah-olah perang susah payah telah berakhir, Göndul-san juga menjatuhkan kepalanya dengan patah hati. Vidar-san bahkan tidak marah. Dia hanya melihat situasi saat ini dengan salah satu tangannya di pipinya, terlihat agak geli. Pria ini adalah Dewa yang berhati besar, ya. Bahkan dalam situasi yang sangat kasar ini, dia bahkan tidak marah dan mengikuti kami. Tidak punya pilihan, aku berkata, “Oke, oke. Aku akan selalu menyelamatkanmu, jadi tolong berhenti menangis” sambil menghiburnya dengan menepuk punggungnya.

Aku juga berpikir “Apa yang aku lakukan ini?” tapi prioritasku saat ini adalah menempatkan Rossweisse-san dalam suasana hati yang baik lagi. Akhirnya, Rossweisse-san berhenti menangis.

Seorang perempuan kemudian muncul dari balkon—. Seorang wanita dengan rambut biru muda mengenakan setelan hitam — dia super-duper cantik! Aku belum pernah bertemu langsung dengan orang ini sebelumnya, tapi, aku pernah melihatnya di TV beberapa kali. Wanita cantik itu menyapu rambut panjangnya ke samping, memberi Rossweisse-san pandangan yang tegas.

“Kamu lemah terhadap alkohol seperti biasa ya, Rose.”

Rossweisse-san bereaksi terhadap kata-kata itu, dan melihat pada sumber suara itu. Lalu, mata berkaca-kacanya berubah menjadi ekspresi terkejut.

“—Senpai.”

Meskipun dia seharusnya mabuk, Rossweisse-san berdiri dan menegakkan dirinya sendiri. Rossweisse-san sedang mabuk berat sampai sekarang, tapi ekspresinya menegang sambil dia berkata

“Mabukku sudah hilang.”

Tentu, sepertinya dia telah terbangun dari mabuknya. Dan wanita yang bisa membuat Rossweisse-san sadar kembali dalam sesaat adalah — Brynhildr-san. Dia adalah anggota Tim [Leisure of the Kings] yang juga dimiliki oleh Vidar-san.

Ravel telah menjelaskan kepada kami sebelumnya.

[Dia seperti perwakilan dari Valkyrie. Selama beberapa generasi, itu adalah nama yang diwarisi oleh Valkyrie yang paling kuat.]

Benar, wanita cantik ini adalah anggota tim Valkyrie terkuat, Vidar-san, dan juga senior Rossweisse-san dalam mitologi Norse. Setiap kali kita melihat wanita ini di layar, Rossweisse-san selalu terlihat ketakutan. Sepertinya dia sering ditegur ketika dia dulunya seorang Valkyrie dalam mitologi Norse.

Rossweisse-san lalu berkata

“Kamu datang ke sini, ya.”

“Saat ini aku menemani Dewa Kepala yang sekarang, Vidar-sama. Aku tidak menyangka bahwa Aku akan dapat melihat perilaku mabukmu yang buruk di sini, tahu?”

Rossweisse-san tidak bisa berkata apa-apa pada seniornya. Brynhildr-san melanjutkan dengan dingin

“Begitulah kamu. Aku yakin bahwa kamu mengira minuman Vidar-sama untukmu dan meminumnya... kekakuanmu, sepertinya belum berubah sejak saat itu, ya. Jadi, apa kamu pikir kamu cocok menjadi budak Sekiryuutei-dono?”

“Uu...”

Rossweisse-san terlihat seperti dia tidak bisa membalas apapun. Brynhildr-san menafsirkan keheningan Rossweisse-san sebagai ‘biasa saja’.

“Brynhildr, tidak apa-apa, kan? Itu menyenangkan bagiku, tahu?”

Brynhildr-san menghela napas sebagai tanggapan atas pernyataan Vidar-san.

“...Demi Dewa, Anda seperti Odin-sama. Anda benar-benar menyukai hal-hal semacam ini.”

Tawa nakal Vidar-san sama seperti yang dilakukan Odin-jiisan. Lalu, dia menatapku dan Rossweisse-san dan berkata

“Aku sangat menyukai wawancara pernikahan ini. Kenapa kita tidak bertunangan, Rossweisse?”

……

...Aku dan Rossweisse-san tertegun oleh pernyataan mendadak itu sejenak, tapi ketika kami menyadarinya—.

““EEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEHH?””

Kami serentak berteriak, dan dari ruangan lain juga

[EEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEHH?]

Banyak suara kejutan seperti itu dapat didengar. Sepertinya orang lain yang sedang menunggu di ruangan yang berbeda mendengar percakapan kami melalui sihir, dan mereka juga berseru kaget. Tentu saja! Meskipun dia melihat perilaku mabuk Rossweisse-san, Vidar-san memberi ‘OK’ saat dia tertawa! Semua teman-temanku percaya bahwa wawancara pernikahan ini sudah ditakdirkan!

Vidar-san lalu menambahkan

“Rossweisse mengatakan ini. [Dia akan melakukan apapun demi aku. Dia mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkanku], dan semacamnya. Jika itu benar-benar terjadi, aku ingin melihatnya.”

Vidar-san tertawa tanpa rasa takut saat dia menunjukkan jarinya padaku dan menyatakan perang!

“Dalam pertandingan yang akan datang, mengapa kita tidak membuat taruhan atas Rossweisse. Kalau kamu menang, aku tidak akan menikahinya. Bagaimana itu?”

Tantangan dari Vidar-san! Di dekatnya, Brynhildr-san meletakkan tangannya di dahinya, tampak kecewa dengan tanggapan Dewa Kepala. Tapi... Bagi kami — itu bukan lelucon! Awalnya, aku tidak pernah berencana untuk memberikan Rossweisse-san begitu saja, dan aku juga ingin mengatakan tentang masalah ini juga!

Lalu aku membalas Vidar-san dengan ekspresi serius

“Masalahnya bukan Rossweisse-san yang menjadi objek taruhan kita! Itu karena kalian terus membuat keputusan sendiri rasanya tidak menyenangkan untuk tidak dikonsultasikan tentang hal-hal seperti itu. Tapi karena mitologi Anda memiliki keadaannya sendiri, aku memaafkan wawancara pernikahan ini. Namun, itu hanyalah formalitas.”

Aku menyatakan kepada Dewa Kepala Asgard.

“Orang ini, Rossweisse-san, dia adalah teman dan budakku yang berharga! Biarpun musuhku adalah Dewa Norse, aku tidak punya rencana untuk menyerahkannya begitu saja! Hal-hal seperti taruhan itu tidak penting. Kalau kamu menargetkan Rossweisse-san, maka itu berarti—”

Aku mendekati Vidar-san, dan wajah kami begitu dekat sehingga kepala kami hampir bertabrakan sambil aku menyatakan

“Biarpun kamu adalah Dewa, aku akan mengalahkanmu!”

Setahun setelah insiden aku menerobos masuk ke pesta pertunangan Rias, aku pikir aku telah menjadi lebih dewasa dan bisa berpikir dengan tenang, tapi... Benar saja, aku tidak tahan dengan hal-hal seperti ini. Mereka yang mencoba mencuri milikku, biarpun mereka adalah Dewa — Aku tidak punya pilihan selain mengalahkan mereka!

Vidar-san menatapku saat dia mendengar deklarasiku, dan ekspresinya menjadi terangkat.

“Ini dia! Ini dia! Pertarungan melawan Heavenly Dragon. Ini tidak akan nyata kalau kamu tidak mengatakan kata-kata seperti itu!”

Vidar-san dan aku saling melotot.

Pertandingan yang akan datang antara Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth] dan Tim [Leisure of the Kings] semakin panas sebelum tirai bahkan diangkat—.

Life.2 Lautan Susu dan [Game] Maou[edit]

Bagian 1[edit]

“—Bentar, aku melotot padanya saat aku menantangnya berkelahi, tapi bagaimana dengan strategi...”

Sehari setelah wawancara pernikahan, semua anggota Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth] berkumpul di kamarku di kediaman Hyoudou untuk mengadakan rapat mengenai pertandingan melawan tim [Leisure of the Kings].

—Aku memeras otakku sambil melipat tanganku. Pertandingan akan segera dimulai dan kami sudah berencana untuk menjalani rutinitas latihan khusus kami sampai saat-saat terakhir. Tapi masih ada batasan untuk itu, dan terlebih lagi, musuh kami saat ini adalah...

Semua anggota tim duduk di lantai dan membentuk lingkaran, sementara daftar anggota Tim [Leisure of the Kings] ditempatkan di tengah.

[King] Typhon

[Queen] Apollon

[Rook] Vidar

[Knight] Bryhindlr

[Bishop] Artemis

[Pawn x5] Midgardsormr

[Pawn] Orthrus

[Pawn] Sphinx

[Pawn] Hydra

—Itu adalah daftar pemain yang tangguh.

...Raja Monster, Typhon, yang memiliki bidak [King] adalah makhluk sekelas dewa... apalagi, dia juga membawa serta beberapa Dewa yang kukenal. Selain Midgardsormr, bidak [Pawn] lain sering diubah. Ya, lima bidak [Pawn] dimiliki oleh salah satu dari Lima Great Dragon King, Midgardsormr. Ini mungkin akan menjadi reuni setelah insiden dengan Loki, tapi... setiap kali dia muncul dalam sebuah pertandingan, dia hanya akan tidur sepanjang pertandingan. Aku belum pernah melihatnya bangun dan bertarung....

Midgardsormr baru mulai berpartisipasi di tengah jalan. Jika kami membicarakan pertandingan Dragon King yang malas, dia hanya ‘thump’ menjatuhkan tubuh raksasanya di game field dan tidur sepanjang sisa pertandingan. Jika field-nya tidak cukup besar, tubuh raksasanya akan menghalangi pertandingan untuk tim [Leisure of the Kings] dan tim lawan.

Aku tidak tahu mengapa Vidar-san dan rekan-rekannya memanggil Midgardsormr, tapi mengapa juga dia menanggapi panggilan mereka? Mungkin ada kontrak antara dia dan Mitologi Norse. Sementara partisipasi Midgardsormr adalah masalah, tapi tetap saja, masalah utamanya masihlah Typhon dan Dewa lainnya. Dan kali ini, kami menonton rekaman pertandingan di TV.

Rekaman Typhon, Vidar-san, Apollon-san, dan Dewi Artemis-san dengan mudah mengalahkan tim musuh tengah ditampilkan. Raja Monster, ‘Typhon’, menjadi asal dari kata ‘topan’. Kekuatannya yang mengamuk di turnamen dikatakan sama dengan Fenrir dalam mode serius, atau bahkan lebih kuat. Dewa yang tidak terampil bahkan tidak akan dianggap musuh baginya. Setiap kali dia melakukan serangan, atmosfer di sekelilingnya menggigil dan menyebabkan fenomena cuaca yang aneh di dalam field seolah-olah dia bisa mengendalikan badai. Kenyataan bahwa dia bisa mengendalikan cuaca sama dengan Dulio, tapi... Typhon sedikit lebih baik darinya. Itu sangat merepotkan bagaimana dia tidak akan menunjukkan belas kasihan siapapun musuhnya. Itu tidak merepotkan seperti napas api Crom Cruach, tapi itu masih mampu mengalahkan semua musuh dengan kekuatannya yang sangat besar.

Apollon-san adalah Dewa Matahari. Bahkan Iblis Kelas Ultimate takkan punya kesempatan melawan kemampuan elemennya, terlebih lagi, dengan kekuatan cahayanya berlebihan, dia mampu menyucikan semua Iblis dan sejenisnya. Dia adalah musuh alami bagi Iblis serta Vampir dan jujur saja, satu serangan langsung darinya akan setara dengan kekalahan yang dijamin.

Vidar-san unggul dalam menggunakan semua jenis sihir, serta menjadi putra Odin, dia juga menggunakannya dengan terampil. Dari serangan menjadi suport, dan bahkan sihir melemahkan juga. Tetapi, serangan nomor satu Vidar-san adalah—. Di layar, sosok Vidar-san mengalahkan monster raksasa dengan rentetan tendangan cahaya berturut-turut tengah ditampilkan. Di layar lain, Iblis dari keluarga terkenal tertentu terlempar oleh tendangan tinggi Vidar-san, menghancurkan dinding yang jauh.

Ya, poin kuat Vidar-san adalah tendangannya dalam pertarungan tangan kosong. ...Sepatu yang dikenakan Vidar-san memancarkan pancaran sihir.

Rossweisse-san berkata

“Sudah kukatakan sebelumnya, teknik kaki Vidar-san adalah keahliannya. Sepatu yang dia pakai telah ditempa dengan sihir Dewa. Konon bahwa Fenrir pun bisa dihancurkan dengan itu.”

Menurut cerita, ketika Loki menciptakan Fenrir di zaman kuno, Odin-jiisan menyiapkan sepatu itu sebagai tindakan balasan—dan dia memberikan sepatu lapis baja itu pada Vidar-san.

“Ketika sepatu itu dikombinasikan dengan teknik kakinya, konon bahwa kekuatan Vidar-san setara dengan Dewa Petir, Thor.” Tambah Rossweisse-san.

Nama-nama Dewa dari legenda terus muncul. Setahun yang lalu, aku tidak akan bisa membayangkan ide untuk menyaingi mereka atau menjadi lawan mereka. Tidak mungkin aku akan tersenyum. Tapi, mereka adalah lawan kami berikutnya dan kami harus bertarung. Jika kami tidak menang—. Aku tiba-tiba memandang Rossweisse-san.

....Aku akan menang. Siapapun mereka, aku tidak boleh menyerahkannya kepada mereka. ...Tapi, lawan kami adalah Dewa yang kuat dan terkenal...

Rossweisse-san terpesona oleh upaya besar dalam pertandingan yang dilakukan oleh seniornya, Brynhildr-san. Serangan, pertahanan, suport, menggunakan berbagai jenis sihir, terkadang ledakan, terkadang meningkatkan kemampuan fisik teman-teman timnya, dan terkadang memasang jebakan di field. Hal-hal itu juga bisa dilakukan oleh Rossweisse-san, tapi karena lawannya tidak membuang waktu atau energi dan memohon sihir dengan gerakan halus begitu, kami tidak dapat menemukan celah.

Setiap kali Rossweisse-san melihat sihir seniornya dalam rekaman, dia berkata

“Teknik ini, teknik itu, dan teknik itu juga. Waktu aktivasinya jauh lebih cepat daripada waktuku. Benar saja.”

Meskipun itu adalah sihir yang sama, kemampuan, kecepatan, dan akurasi tidak ada bandingannya.

“Kalaupun keluaran daya sihirnya sama, jika waktu aktivasi dan keakuratannya lebih baik, kita akan kalah dengan jumlah,” tambah Bina-shi.

Usai mendengar kata-kata Bina-shi, Rossweisse-san memegang tongkat Misteltein di tangannya lebih erat. Itu adalah senjata sihir legendaris yang memiliki sihir yang kuat. Jika kami memasukkan itu, Rossweisse-san dan Ravel memperkirakan bahwa dia mungkin bisa melampaui Brynhildr-san. Tapi, jika kami hanya melihat kecepatan aktivasi saja...

“Aku masih belum menguasai ini, tapi aku ingin ini tetap sesuai sebelum turnamen,” ucap Rossweisse-san dengan sepenuh hati.

Nah, musuhnya adalah peringkat top. Sejujurnya, orang lain mungkin melihat kami dan berpikir bahwa kami pastinya akan kalah. Namun, dengan dukungan banyak orang, dan dengan tongkat Misteltein milik Rossweisse-san, kami semakin kuat dalam banyak aspek juga.

Ravel lalu berkata kepada semua anggota.

“Jika kalian memikirkannya, lawan kita lebih kuat. Biar bagaimanapun, lawan kita adalah Dewa yang semua orang tahu. Tapi, karena kita memiliki dragonification Ise-sama dan Bina-shi, itu adalah kenyataan bahwa kita juga memiliki kesempatan untuk menang melawan mereka. Kemungkinan menangnya tidaklah tinggi, tapi... mari kita berpeluang menang lebih tinggi.”

[Yeah!]

Semua orang menjawab dengan berani! Yang tersisa hanyalah menghadapi mereka dengan niat menang! Namun, kami juga memiliki hal-hal yang kami cemaskan. Itu tentang latihan. Xenovia terlihat gelisah saat dia meregangkan lehernya.

“Memang bagus untuk menghadapi mereka dengan niat untuk menang, tapi latihan itu penting....”

Ya, saat ini, jumlah tempat di mana kami bisa berlatih terbatas. Karena insiden yang terjadi ketika para Grim Reaper Alam Baka menyerang kami di ruang pelatihan kami sendiri pada tempo hari, keamanan harus dipertimbangkan kembali. Situasi saat ini tidak sepenuhnya aman, dan tak ada jaminan bahwa orang-orang jahat itu tidak akan kembali untuk kedua kalinya. Itulah sebabnya kami tidak bisa berlatih sesuka hati.

Ini tidak hanya terjadi di Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth] kami, tetapi juga untuk tim Rias. Dengan kata lain, sejak insiden serangan dari faksi Thanatos, semua orang yang terkait dengan keluarga Gremory kini bingung tentang tempat latihan. Hari pertandingan segera setelah awal liburan musim panas kami. Kami tidak punya banyak waktu. Yah, sudah waktunya untuk berpikir dengan semua orang tentang apa yang harus dilakukan. Saat itu, Rias mengetuk pintu dan masuk.

“Apa aku mengganggu?”

“Tidak, ada apa?” aku bertanya padanya.

Dia lalu melanjutkan.

“Ada laporan dari Ajuka-sama. Semua orang yang bersangkutan harus berkumpul di Ruang VIP.”

Ada pesan dari Ajuka-sama yang agung. Dia bisa menjadi penyelamat kami di sini.

Timku dan tim Rias berkumpul di ruang VIP. Yah, itu kira-kira semua orang yang tinggal di sini. Lingkaran sihir ditempatkan di atas meja di ruang VIP dikerahkan, dan wajah Ajuka Beelzebub-sama diproyeksikan di udara dari sana.

[Ini hanya sementara, tapi aku sudah menyiapkan tempat latihan untuk kalian. Ini adalah tempat yang aman, jadi tolong tenanglah.]

Kontak dari Beelzebub-sama adalah berita baik! Para anggota kedua tim bersorak karena ini. Oh—, kami bersyukur! Jika itu adalah tempat latihan yang disiapkan Beelzebub-sama, itu harusnya aman! Sekarang kami bisa berlatih sampai pertandingan dimulai! Demi dewa, aku masih tak tahu apa yang direncanakan para dewa kerangka itu, selain membuat hidup kami lebih keras bukanlah sesuatu yang bisa ditolerir.

Beelzebub-sama kemudian menatap Nakiri

[Ouryuu, bawa semua orang ke tempat itu]

Nakiri bereaksi terhadap itu seolah-olah dia ingat sesuatu.

“I-Itu, jadi itu maksud Anda?”

[Ya. Itu yang aku maksud. Aku mempercayakanmu sebagai pemandu.]

Oh, sepertinya Nakiri tahu tentang tempat latihan yang disiapkan Beelzebub-sama untuk kami. Setelah itu Beelzebub-sama menatapku.

[Dan juga, ada hal penting yang harus aku katakan padamu. Sebenarnya, Hyoudou Issei-kun, ada usulan tertulis yang mitologi Hindu ingin kamu pertimbangkan.]

...U-Usulan yang mitologi Hindu ingin aku pertimbangkan...?

Karena aku tidak begitu paham dengan mitologi, satu-satunya hal yang terlintas dalam benakku adalah Dewa Shiva dan pangeran Dewa Asura, Mahabali.

Aku bertanya pada Beelzebub-sama

“...Apakah itu dari... Dewa Shiva?”

[Bukan, yang mengejutkanku, itu sebenarnya dari Indra—Kaisar Langit, Sakra. Dia bilang bahwa dia memiliki rencana untuk membuat Hyoudou Issei-kun lebih kuat.]

[...!?]

Sebagian besar anggota di sini terkejut dengan laporan yang diberikan Beelzebub-sama!

Tentu saja! Sampai Dewa Perang yang mengenakan kemeja aloha memiliki saran untukku! Sudah pasti bahwa sang Kaisar Langit, Sakra, adalah bagian dari mitologi Hindu! R-Rencana penguatan? I-Itu kedengarrannya dia akan menyeretku pada sesuatu yang buruk... Aku menjadi sepenuhnya waspada. Rias lalu meletakkan jarinya di dagunya dan berkata sambil berpikir

“Sampai sang Kaisar Langit Sakra membantu musuh...”

Namun, Beelzebub-sama terlihat senang.

[Dewa surga itu sepertinya benar-benar menikmati turnamen. Dia bahkan mengatakan bahwa dia ingin membuat turnamen ini sukses sehingga bisa diadakan waktu berikutnya dan waktu setelah itu. Maka, Kaisar Langit Sakra ingin mengadakan upacara di wilayah mitologi tertentu untuk Hyoudou Issei-kun. Nama tempat ini terdiri dari kata ‘Laut’ dan ‘Payudara’, ‘Lautan Susu’]

—Lautan Susu!?

Apa dunia yang dipenuhi mimpi itu!? I-Itu bukan sesuatu yang baru saja dibuat, dan sebenarnya dicatat dalam mitologi!? Beelzebub-sama lalu melanjutkan...

[Dari sini dan seterusnya, aku mendengar bahwa seorang utusan akan datang dan membimbingmu. Tolong ikuti orang itu. Yah, aku yakin Kaisar Langit tidak akan melakukan hal buruk.]

...Cuma aku, pergi ke Lautan Susu, ya.

Aku melihat Ravel untuk memeriksa ‘Apa tidak masalah bagiku untuk pergi?’.

“Aku percaya Ajuka Beelzebub-sama, dan ingin Issei-sama pergi berlatih di bawah Kaisar Langit, Sakra. Aku juga cukup tertarik dengan rencana penguatan dari Dewa.”

Sepertinya manajerku juga setuju. Nah, ada batas untuk seberapa banyak penguatan dapat dilakukan termasuk dragonification-ku dalam kurun waktu singkat. Aku, Ravel dan semua orang juga tahu tentang ini. Jika itu masalahnya, maka aku kira tidak ada salahnya mencoba mengikuti rencana yang diusulkan oleh seorang Dewa.

Aku tidak pernah berbicara langsung dengannya dan satu-satunya hal yang aku ketahui tentang dia yakni fakta bahwa dia adalah seseorang yang sangat menyukai perang. Tapi, itu juga fakta bahwa Cao Cao yang tenang dan Sun Wukong generasi pertama menyerahkan diri kepadanya. Jika memang demikian, aku akan memutuskan untuk bertaruh dengan kemungkinan kecil ini.

“Aku mengerti. Aku juga cukup tertarik dengan ‘Lautan Susu’ ini. Aku akan pergi ke sana. Aku akan menyerahkan sisanya pada kalian.”

Semua orang mengangguk menanggapi ucapanku. Dan, karena semuanya telah diputuskan, Nakiri berkata kepada semua orang

“Kalau begitu, haruskah kita pergi ke [Belzebut]? Semuanya, apa kalian membawa ponsel? Karena kepemilikan ponsel merupakan kondisi dasar, bagi kalian yang tidak memilikinya, harap memiliki satu segera. Bagi mereka yang tidak tahu tentang ponsel, kalian mungkin bisa mendapatkannya jika kalian hanya meminta Ajuka-san.”

….Ponsel? [Belzebut] entah bagaimana terdengar familier. Karena ada beberapa anggota yang bingung, Nakiri melanjutkan

“—[Belzebut] adalah game yang diciptakan Maou Ajuka Beelzebub-san. Tempat dimana kita akan berlatih, ada di dalam game tersebut.”

Aku pribadi juga sangat tertarik pada [Belzebut], tapi... tempat yang akan kutuju adalah Lautan Susu. Dan dengan ini, aku pergi ke Lautan Susu sementara yang lain pergi untuk memulai latihan mereka di dalam game tersebut—.

Bagian 2[edit]

“Aku datang ke sini untuk menjemputmu.”

—Orang yang dikirim oleh Sakra ke Kediaman Hyoudou adalah Cao Cao!

Sambil didesak oleh Cao Cao, aku pergi menuju ruang bawah tanah tempat lingkaran sihir transportasi besar berada. Cao Cao lantas menyiapkan teknik sihir transportasi Hindu.

“Tak kusangka kamu akan datang ke sini. Kamu cukup sibuk, ya.”

Setelah aku mengatakan itu, Cao Cao mengangkat bahunya.

“Pada dasarnya aku adalah pelopor Sakra. Jika aku diberitahu untuk ‘melakukannya’, maka aku tidak punya pilihan selain melakukan apa yang dia katakan.”

Tim Golongan Pahlawan yang dipimpin oleh Cao Cao juga terus mendapatkan bintang di Turnamen. Dia masih kalah kadang-kadang jika kompatibilitas, dan faktor lainnya buruk, tapi ada dua pengguna Longinus Sacred Gear di tim yang telah mencapai Balance Breaker mereka. Karena Kantei (Guan Yu) adalah salah satu anggota, peluang mereka untuk menang pasti sangat tinggi. Itu adalah salah satu tim veteran yang dianggap sangat mungkin lolos ke babak utama.

...Karena babak kualifikasi mendekati tahap akhir, meskipun itu adalah perintah Sakra, sampai dia menjemputku adalah... entah bagaimana, aku merasa kasihan padanya.

Sepertinya Cao Cao selesai dengan persiapan dan sambil mengikat tanda dengan kedua tangannya, dia berteriak ‘Ha!’ penuh semangat. Lingkaran sihir transportasi Iblis benar-benar berubah menjadi lingkaran sihir transportasi Hindu. sambil menyebabkan getaran ringan di tanah “Gogogogo”, gerbang batu dua pintu muncul dari lantai! Gerbang batu itu memiliki simbol-simbol dewata di pintu. Cao Cao lalu meletakkan kedua tangannya di pintu dan mendorongnya sekaligus. Sisi kami dibanjiri oleh cahaya menyilaukan dari sisi lain gerbang yang terbuka. Tapi, kami tidak tahu apa yang ada di sisi lain pintu karena cahaya yang menyilaukan.

“Baiklah, haruskah kita pergi kalau begitu?”

Sambil didesak oleh Cao Cao, aku berjalan menuju ke pintu ketika aku mencoba menghalangi cahaya dengan tanganku.

—Dan, yang terbentang di depan adalah pantai berpasir.

Aku bisa mendengar bunyi memuaskan dari air yang beriak ‘Sa-sa-’. Tapi, apa yang ada di depan mataku, bukanlah laut biru, tapi laut yang luas, putih seperti susu! Apa yang ada di balik pintu adalah pantai berpasir dan laut putih seperti susu! Menebak dari informasi sebelumnya, aku mengerti bahwa ini adalah “Lautan Susu”!

I-Ini adalah Lautan Susu huh~! Ini warna nasi matang! Seakan ditarik oleh laut, aku berlari ke pantai, tapi tiba-tiba—

“Yo—, Sekiryuutei.”

—Dan, seseorang memanggilku dari belakang. Ketika aku berbalik, ada seorang pria yang mengintimidasi berdiri di sana dengan rambut pendek dan kacamata hitam bulat, kemeja aloha, dan seuntai tasbih di lehernya.

—Itu Sakra!

Secara naluriah aku mengambil jarak darinya sambil aku bersiap bertarung, tapi ketika aku menyadari ‘Ha!’, Aku melepaskan sikap bertarungku. ...Karena sepertinya dia selalu memancarkan niat kekerasan dari tubuhnya, tanpa sadar aku memasuki posisi bertarung. Lalu aku menyapanya untuk pertama kali.

“S-Sakra….san! H-Halo.”

Dia menunduk dengan geli ketakutan.

“Aku tidak menyangka kau akan datang-ze .Yah, karena kau di sini, santai saja.”

Sambil dia mengatakan itu, dia menjentikkan jemarinya dan dua kursi kayu mendadak muncul di dekatnya. Sakra lalu duduk di salah satu kursi itu.

“Selamat datang di Lautan Susu. Nah, silakan duduk.”

Dewa Perang mendesakku untuk duduk di kursi.

...Aku duduk di sebelahnya dengan cemas. K-Karena aku tidak pernah berbicara langsung dengan Dewa ini, aku merasa takut, atau lebih tepatnya tak tahu bagaimana menghadapinya…. Bagaimanapun, semua yang kami dengar dari Azazel-sensei yakni dia adalah seseorang yang memiliki ideologi berbahaya.

—Memikirkan itu, dan mempertimbangkan hanya Turnamen, aku diberitahu bahwa saat ini dia tidak terlalu berbahaya karena dia mungkin bisa melawan Shiva-san... Jujur saja, karena aku tak mendengar apa-apa selain hal-hal buruk tentang dia, aku tidak tahu Dewa macam apa dia sebenarnya. Ini pada dasarnya adalah pertemuan pertama kami. Setelah duduk di kursi, Sakra berkata pada Cao Cao yang berdiri di belakangnya.

“Cao Cao, tolong mulai persiapan yang tadi.”

“Baiklah, baiklah, Dewa yang suka memerintah manusia.”

Sesuai dengan perintah Sakra, Cao Cao... memegang ember di tangannya saat dia meraih langit, dan mulai bekerja di pantai berpasir. Apa yang akan dia lakukan? Sementara aku memperhatikannya dengan saksama, Sakra mulai berbicara di sebelahku.

“Bagaimana turnamennya?”

Turnamen, ya. Ini topik yang cocok untuk Dewa Perang, kurasa.

“.....Yah, ada saat-saat dimana aku bersenang-senang dan berjuang, kurasa.”

Setelah menjawab seperti itu, Sakra tertawa sambil dia berkata

“Karena musuhmu berikutnya adalah Typhon dan yang lainnya, aku benar-benar iri, kau tahu?”

Yah, untuk seorang Dewa yang mana seorang maniak perang, aku yakin dia meneteskan air liur dalam pikiran untuk menghadapi musuhku yang berikutnya. Mereka semua adalah makhluk supranatural yang terkenal.

Tapi, Sakra meletakkan tangannya di dagunya, dan tiba-tiba terlihat tidak senang.

“Saat ini aku setengah bahagia dan setengah terkejut.”

“Terkejut?”

“Saat ini, tim sekelas Dewa mundur satu demi satu, kan? Itu tidak bisa ditolong.”

Ya, itu seperti yang Sakra katakan, karena babak penyisihan telah berakhir, tim dengan Dewa tiba-tiba mulai WO atau mundur. Inilah yang telah berubah di antara tim yang berpartisipasi dalam turnamen. Itu tidak termasuk semua Dewa, tapi semua dewa yang bersifat budaya, artistik, emosional, dan bukan petarung mulai menurun satu demi satu.

Sakra juga berkata

“Yah, selain makhluk sekelas Dewa, ada juga beberapa tim lemah yang mundur.”

Setelah masuk ke tahap tengah, ada juga banyak tim selain makhluk sekelas Dewa yang mundur secara bertahap, dan itu semakin meningkat. Sakra lantas bertanya

“Apa kau tahu alasan di balik mundurnya mereka? Itu mudah. Itu alasan yang sama dengan tim lemah. —Mereka menjadi takut pada Iblis super kuat dan jenis mereka serta Longinus.”

Ketika aku mengintip melalui sisi kacamatanya, matanya dipenuhi dengan kekecewaan. Sakra melanjutkan

“Bagi Dewa, Iblis dan makhluk tak dikenal adalah musuh terbesar mereka. Ini bahkan lebih menyulitkan daripada pertarungan antara Dewa yang baik dan yang jahat. Dengan kata lain, Dewa lemah itu menjadi takut pada orang-orang yang mengamuk di turnamen. Mungkin kau tidak merasakannya, tapi pertarungan antara Vali Lucifer dan Crom Cruach, pertarungan antara adik perempuan Lucifer yang diselimuti kekuatan Balor dan Fenrir, kekuatan Iblis dan Sacred Gear kelas Longinus jelas telah mencapai selevel Dewa. Dan itu pasti mengejutkan para Dewa yang belum berperang beberapa lama.”

Rumor itu tentu saja sampai padaku juga. Pertandingan antara tim Rias dan tim Vali memiliki dampak yang kuat pada makhluk supranatural. Aku juga bersemangat oleh pertarungan antara Heavenly Dragon dan Evil Dragon legendaris. Tapi, melihat pertandingan itu, wajar saja kalau orang lain akan merasa takut. Apalagi, pertarungan antara Fenrir yang melepaskan kekuatan yang dekat dengan puncaknya dan adik Sirzechs Lucifer, Rias, yang diselimuti kekuatan Balor, memiliki dampak yang sangat besar pada para petinggi dari setiap mitologi.

“Dari sana, sekelompok Iblis yang benar-benar tidak terduga muncul dan bahkan Dewa Asura Mahabali itu dihajar. Aku tertawa sangat keras, tapi ada juga beberapa Dewa yang tidak bisa tertawa usai melihatnya.”

Seperti yang Sakra katakan, Iblis misterius yang tiba-tiba muncul kemarin—tidak sulit untuk membayangkan bahwa orang-orang di atas kami terkejut oleh bagaimana Balberith dan yang lainnya mampu mengalahkan Pangeran Dewa Asura.

—Aku tidak menyangka bahwa orang sekuat mereka akan muncul di era ini.

Itu adalah jawaban dari Dewa yang menanggapi wawancara untuk sebuah majalah informasi dari publikasi mitologi tertentu. Selain itu, ada juga beberapa pengguna Sacred Gear yang mulai mengamuk. Hasilnya jauh berbeda dari apa yang kami harapkan di awal turnamen, di mana tampaknya mereka akan menjadi orang yang dihajar. Aku pribadi merasa bahwa karena turnamen internasional ini yang terbuka untuk semua mitologi, berbagai orang dan individu berbakat yang benar-benar tidak diketahui sampai saat ini tersebar luas dan mulai masuk ke wilayah yang tidak diketahui.

Sakra lalu berkata

“Tentu saja, kekuatan milikmu yang menyimpan ketidakbatasan juga merupakan ancaman bagi makhluk sekelas Dewa. Kekuatan itu pasti akan mampu menghancurkan Dewa yang tidak mahir.”

Aku tahu pasti bahwa Infinity Blaster-ku dilihat sebagai sesuatu yang berbahaya oleh semua tim. Namun, ada sesuatu yang rumit dalam diskusi ini yang bahkan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

“...Para Dewa menjadi takut dan mundur... huh,” aku mendesis pelan.

...Ketika aku menjadi Iblis, aku sangat percaya bahwa Dewa adalah makhluk jauh sekali dan sesuatu yang mustahil aku raih. Sakra lalu tertawa ironis dan berkata,

“Sebagian besar makhluk sekelas Dewa ini. Aku yakin karena mereka adalah Dewa, dan karena mereka adalah makhluk supranatural, mereka terombang-ambing oleh kesempatan untuk berpartisipasi dalam turnamen. Sebaliknya, yang keluar adalah monster dari generasi baru. Dewa yang sebagian besar aslinya bukan petarung. Misalnya, mereka hanya memerintah untuk panen dan bisnis yang baik. Untuk dewa-dewa seperti mereka, monster seperti kau tidak memberikan apapun selain ketakutan.”

Sakra lalu—memiliki pandangan kesedihan di matanya.

“...Pada akhirnya, makhluk sekelas dewa yang tersisa adalah mereka yang bertipe petarung, termasuk aku. Yah, itu menjadi sangat mudah dimengerti. Sebaliknya, kebenarannya yaitu aku terkejut oleh para dewa lainnya. …Untuk menyegel Trihexa, Dewa terkuat dari masing-masing mitologi ada di sana.”

Dewa ini adalah... sepertinya aku hanya ada satu hal yang aku pahami darinya. Sakra benar-benar hanya suka bertarung. Aku merasa dia mirip dengan Vali dan Crom Cruach. Tidak, dia merasakan hal yang sama dengan mereka.

….Tunggu, semua pria di sekitarku seperti itu! Kenapa aku yang sangat menyukai Oppai akhirnya mendengar pendapat mereka tentang perang secara serius!? Cao Cao tampaknya telah menyelesaikan pekerjaannya, lalu berjalan padaku yang bermasalah dan berkata

“Persiapannya hampir selesai.”

Tatapan Cao Cao diarahkan pada kolam plastik mini yang terletak di salah satu sudut pantai berpasir! Jadi ember itu untuk mengisi kolam ini ya!

Bukan itu saja, bahkan desain kolam plastik pun... adalah “Chichiryuutei Oppai Dragon”! Itu adalah merchandise karakter yang memiliki gambar-gambar anime. ...Itu mungkin contoh yang dikirim oleh Rumahku.

Aku bisa mendengar bunyi byar-byur dari air laut seperti susu yang dibawa dengan ember, dari waktu ke waktu. Hal yang membawa ember itu adalah tujuh bola Balance Breaker milik Cao Cao. Tujuh bola membentuk bentuk tangan dan terbang di langit untuk membawa ember diisi air laut bolak-balik.

...Sampai dia menggunakan Balance Breaker-nya dengan cara seperti itu. Yah, Balance Breaker Cao Cao memang tenang. Aku menatap dengan bingung ketika aku melihat kolam plastik yang sedang diisi.

“O-Omong-omong, apa yang aku lakukan di Lautan Susu ini?”

Ketika aku bertanya pada Sakra seperti itu—.

“—Aduk Lautan Susu.”

Aku meragukan pendengaranku usai menerima jawaban seperti itu.

“....Eh? Aduk... Lautan Susu?”

Mengaduknya!? Lautan Susu... air laut ini? Sementara aku masih merasa bingung, Sakra tertawa.

“HAHAHA, wajahmu menjadi aneh, tahu? Bukan, bukan, maksudku dengan mengaduk Lautan Susu adalah upacara kuno yang tercatat dalam mitologi Hindu. Jika Lautan Susu harus diaduk oleh Dewa, hal tertentu mungkin akan disucikan.”

Saat dia mengatakan itu, Sakra mengambil botol kecil dari sakunya yang berisi cairan emas bersinar.

“—Benda suci ini adalah obat ajaib yang bernama Amrita.”

Obat ajaib Amrita! Entah mengapa, nama itu seperti obat yang akan membuatmu bersyukur! Sakra lalu melanjutkan sambil melihat kolam plastik.

“Yah, itu awalnya dilakukan dalam skala mitologis, tapi... karena aku hanya akan membuat minumanmu, kita tidak perlu melakukan sejauh itu. Jika setidaknya menjadi motivasi maka itu bagus. Jadi daripada seluruh lautan, hanya kolam renang anak ini saja sudah cukup.”

Setelah Cao Cao selesai mengisi kolam, dia pindah ke tahap berikutnya. Cao Cao memasukkan berbagai benda ke dalam kolam. Sakra lalu mulai menjelaskan

“Pertama, masukkan semua tanaman di sini dan biji tanaman itu. Selanjutnya, tangkap Kurma si kura-kura raksasa legendaris—tempatkan anaknya di kolam itu.”

Tiba-tiba, di dekat kaki Sakra, ada kura-kura berukuran sekitar lima puluh sentimeter! Ada tonjolan aneh yang tumbuh di punggungnya. Saat kura-kura itu didorong, ia masuk ke kolam dan duduk di tengah.

Selanjutnya, Sakra tiba-tiba meraih ular yang melingkar di punggungnya. Karena kepalanya seperti naga, aku yakin itu naga timur. Sakra lalu membungkus naga yang telah dia tangkap di kepala ke tonjolan yang tumbuh dari belakang kura-kura.

“Jika aku membungkus naga Hindu, Vasuki, di sekitar benda yang tumbuh di punggung Kurma...”

Setelah selesai membungkus naga di sekitar kura-kura, Sakra memberi isyarat untuk memberikan kepalanya kepadaku ketika dia membisiki.

“Nah, Sekiryuutei akan memegang kepala dan Cao Cao akan memegang ekornya. —Dan, tarik itu.”

Mengikuti perintah Sakra, aku memegang kepala dan Cao Cao memegang ekornya.

“......A-Apa ini?”

Situasinya telah berevolusi ke titik dimana aku tidak yakin apa yang harus kukatakan. Sakra tertawa dengan semangat

“HAHAHA, seperti yang aku katakan, kan? Ini adalah versi kecil dari ‘Aduk Lautan Susu’. Nah, jangan mengeluh dan tarik.”

....Sepertinya kami tidak punya pilihan selain menarik. Warna putih susu dari air laut dan tanaman, biji tanaman yang dimasukkan ke dalam kolam, dan di tengah-tengah semua itu adalah kura-kura... di mana seekor naga yang mirip ular melilit punggung kura-kura itu ditarik secara berlawanan. antara Cao Cao dan aku, dan kami membuat kura-kura berputar ke samping.

...Ketika atmosfer telah menjadi begitu aneh sehingga kami tidak bisa mengatakan apa-apa, Cao-Cao mendesah

“Duh, karena aku diberitahu untuk menjadi partner Sekiryuutei, aku mematuhi perintahnya sampai sekarang, tapi aku tidak berharap bahwa kita akan berakhir melakukan ini... Menjadi Pelopor Sakra bukanlah sesuatu yang ingin kmau lakukan.”

“Aku tidak yakin, tapi aku minta maaf. Tidak, tapi serius, aku tidak mengerti apa-apa.”

Aku tidak punya pilihan selain meminta maaf! Karena! Sebuah tempat bernama ‘Lautan Susu’ terdengar sempurna bagiku, dan karena aku mendengar bahwa dia punya rencana untuk menguatkan aku, aku datang ke sini. Tapi kami pun menarik naga berbentuk ular ini! Apakah ini benar-benar kegiatan mitologis!? Apakah obat ajaib benar-benar akan dibuat!? Aku meragukannya!

Sakra lalu menguap.

“Teruslah mengaduk selama satu atau dua jam, dan itu akan berakhir setelah warna menjadi gelap. Sampai saat itu, aku akan tidur dulu-ze.”

Di pantai berpasir yang subur di tepi Lautan Susu, Sakra mulai tidur sejenak sementara Cao Cao dan aku terus menarik naga itu—.

Sudah hampir dua jam sejak Cao Cao dan aku mulai mengobrol dan menarik naga....Air laut di dalam kolam—warna putih susu menjadi lebih terkonsentrasi dan ada sedikit emas, yang secara bertahap bersinar!

Luar biasa! Meskipun aku berada dalam situasi setengah yakin dan setengah ragu, warnanya berubah menjadi emas!

Sakra terbangun dari tidurnya. Dia memeriksa situasi di dalam kolam sambil menguap.

“OK OK. Warnanya telah berubah dengan baik. Edisi sederhana Amrita kini sudah selesai.”

Sebuah cangkir yang mirip guci lalu muncul di tangan Sakra. Sambil mengisi cangkir dengan air laut yang ada di kolam, dia menjelaskan

“Yang asli konon sebagai obat ajaib keabadian. Suatu efek yang akan membuat Dewa pun merasa bersyukur jika mereka meminumnya. Karena itu, Dewa Hindu berperang dan bertarung lama sekali. Itu waktu yang menyenangkan. Ada perang besar karena segelas susu, kau tahu?”

Hanya karena segelas susu, Dewa Hindu memulai perang….

Obat ajaib keabadian Amrita, huh. Aku tidak tahu bahwa perang telah dimulai karena Lautan Susu ini. Sakra lalu memberikan cangkir itu padaku, setelah minatku pada peristiwa mitologis itu terusik.

“NIh, minumlah.”

“Eh!? I-ini, kalau aku benar-benar meminumnya!? Aku, menjadi abadi!?”

Aku merasa terkejut! Tidak, dia tentu saja memanggilku ke sini untuk ini, tapi aku tidak menyangka bahwa aku datang akan benar-benar membuat obat ajaib keabadian! Tentu saja, jika aku menjadi abadi, entah bagaimana aku bisa melakukan sesuatu biarpun musuhku adalah Dewa, tapi...! Sambil memegang cangkir di tanganku, Sakra mendesah saat dia melihat ekspresi bingungku.

“Ini edisi sederhana, jadi tidak ada banyak efek, kau tahu. Jika ada, maka para Dewa akan memperebutkannya lagi. Sebagai bagian dari perjanjian, kita tidak bisa membuat yang asli.”

Ah, jadi yang baru saja aku buat tidak banyak berpengaruh, huh. ...Aku merasa lega selain merasa kecewa pada saat yang sama... Sakra lalu melanjutkan

“Aku mengatakannya, kan? Jika itu menjadi motivasi bagimu, maka itu sudah cukup.”

“Motivasi ya. Entah mengapa, Anda berpikir bahwa sepertinya semua kekuatanku adalah karena aku termotivasi.”

Aku bergumam seperti itu.

Sama seperti Azazel-Sensei yang berada di bagian atas daftarku, semua orang yang melatihku selalu memberiku masalah, atau bahkan situasi yang sulit, sehingga itu akan menjadi ‘motivasi’ bagiku. Kekuatan yang ada di dalam diriku luar biasa, tapi karena aku sendiri lemah, sebuah ‘motivasi’ diperlukan untuk membawa kekuatan asli keluar, dan aku telah mengalaminya berkali-kali.

Setiap kali, kekuatanku yang sebenarnya muncul, tapi... Sakra lalu tertawa

“Yah, itu masalahnya. Karena kau ‘terlalu lemah’, setiap kali kau menemukan dinding, kau membutuhkan sesuatu yang akan menjadi motivasi bagimu untuk dapat memecahkan dinding.”

Dia benar! Ya, itu betul! Karena aku lahir di lingkungan manusia normal, aku butuh beberapa persiapan untuk bisa menggunakan kekuatan Ddraig dan Ophis! Namun, Sakra menambahkan

“Tapi, sejujurnya, aku tidak mengerti satu pun dari orang-orang yang menjagamu, mulai dari Azazel.”

“Tidak mengerti?”

“Orang-orang seperti kau harusnya peringkat B terbaik, tapi ketika kau memikirkannya, kau menghasilkan keajaiban tiga tingkat S dari pelepasan kekuatan yang tidak diketahui beberapa kali. Seberapa pun terampilnya seseorang sebagai peneliti supranatural, aku yakin mereka bahkan tidak tahu penyebab pastinya. Itulah mengapa kau tidak punya pilihan selain mengandalkan motivasi untuk mencari kemungkinanmu.”

...Aku mengerti, itu mungkin mengapa Azazel-sensei selalu berbicara tentang meningkatkan kekuatanku dengan merasakannya. Maksudku, aku mendapat kekuatan karena payudara, dan bahkan dibangkitkan dengan kekuatan Ophis dan Great Red. Bahkan pemimpin Grigori tidak punya pilihan selain mengakui bahwa metode penguatan seperti itu hanya bisa diselesaikan hanya dengan merasakannya. Tapi, semua metode yang didorong Sensei padaku ternyata cukup bagus. Sungguh, aku tidak bisa mengatakan bahwa itu adalah sesuatu yang menakjubkan, Sensei. Tapi, kali ini bukan Sensei, tapi Sakra.

“...Jadi, ini adalah apa yang akan menjadi ‘motivasi’-ku kali ini?”

Sementara Sakra melipat kacamatanya dan memasukkannya ke dalam saku dadanya, dia berkata

“Ketika mengenaimu, itu semua tentang payudara, payudara dan lebih banyak payudara. Aku takut itulah yang akan membantumu mencapai kekuatanmu di lain waktu. Jadi, itulah kenapa aku memanggilmu ke sini.”

“...Dan, satu hal lagi. ...Mengapa Anda memilih untuk membantuku?” aku bertanya

...Sampai Kaisar Langit yang konon memiliki ideologi berbahaya melakukan sesuatu untuk membantuku. Sebelum turnamen ini dimulai, jika aku harus memilih, aku akan berpikir bahwa kami adalah musuh. Sampai dia membantuku di sini, sepertinya dia menyembunyikan sesuatu dan aku takut akan itu.

Sakra dengan terus terang berkata

“Huh, alasannya sederhana, tahu? —Ketika kita bertanding di babak utama, tidak akan cukup hanya dengan armor hitammu, itu terlalu membosankan. Jika kita akan bertanding, aku ingin melawanmu ketika kau serius, dan ketika kau sedang dalam kondisi terbaikmmu, tanpa merasa ada beban. Untuk mencapai itu, aku bahkan akan menggunakan mitos jika aku harus.”

Mata Dewa Perang yang dikenal sebagai Sakra dipenuhi dengan semangat juang. ...Dewa ini juga salah satu orang di sekitarku yang mana seorang maniak perang!

“Anda mungkin menyesalinya, tahu?”

Aku membalas dengan lelucon yang tidak pantas. Sakra lalu membuat wajah senang yang belum pernah kulihat sebelumnya.

“Kau pikir aku akan kalah dan merasa menyesal? HAHAHA, itu mustahil. Selama aku bisa melawanmu sampai akhir, aku baik-baik saja kalah, paham?”

Ini adalah Dewa Perang Sakra yang dikabarkan, ya. Dewa yang bahkan bisa menikmati kekalahan selama dia bisa bertarung dengan serius... Tentu, bahkan cara dia berpikir tentang Dewa yang berhenti di tengah turnamen berbeda. Sakra dan aku menegaskan keinginan satu sama lain untuk bertarung. Sakra mendesakku dengan cangkir di tangannya. Setelah mengambil napas dalam sekali, aku mempersiapkan diri dan minum obat ajaib Amrita sekaligus.

...Aku meminumnya, tapi tidak ada yang terjadi. Rasanya seperti obat biasa, meskipun esensinya adalah susu itu sendiri. Cara itu meluncur ke tenggorokanku juga lumayan. Karena itu air laut, aku pikir itu akan menjadi asin….

“....Tidak ada yang terjadi?”

Aku berkata dengan ragu. Namun, setelah Sakra menegaskan bahwa aku meminumnya, dia berbalik dan sepertinya dia mencoba kabur.

“Cao Cao, hati-hati supaya dia tidak kehilangan kesadaran.” Kata Sakra kepada Cao Cao.

...Jadi aku tidak kehilangan kesadaran? Apa yang dia—.

Tepat pada saat itu ketika aku berhenti berpikir—.

Dokun.

Dadaku berdetak sangat keras—itu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, dan aku merasakan sakit luar biasa di seluruh tubuhku.

“—G-Gaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!”

INI SAKITTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT!

…Apa ini….!? Di dalam kepalaku, lenganku, kakiku, bagian dalam perutku, semuanya sakiiiiiiiiit... pada tingkat yang mustahil! Aku tidak bisa berdiri... aku pingsan di tempat, dan berusaha berjuang melawan rasa sakit!

“Arrrrrrrrrrrrrrrgggghhhhhhhhhhh! Apa iniiiiiiiiiiiiiiiiiii!?”

Aku menggaruk dadaku! D-Dadaku sakit...! Kepalaku juga... Rasa sakit itu tidak bisa dipercaya....! Tangisan bahkan mulai meluap dari mataku, hidungku menjadi berair, dan aku bahkan mulai ngiler karena rasa sakit yang luar biasa! Tanpa menengok ke belakang, Sakra berkata

“Awalnya memang dimaksudkan untuk menjadi minuman Dewa. Meskipun kau berasal dari mitologi lain, itu pasti racun yang mematikan jika Iblis meminumnya.”

….Ra-Racun mematikan….! ….Ini, efek Amrita... rasanya seperti tubuhku akan terkoyak........!

Namun, rasa sakit ini... aku bukan satu-satunya yang merasakannya.

[Guaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa! Kuh! O-Obat ajaib itu mencapai aku meski aku berada di Sacred Gear huh......! Nuooooooooo!]

Ddraig yang tinggal di Sacred Gear-ku juga... dia juga berteriak! Sepertinya obat ajaib itu tidak hanya mempengaruhiku, tetapi juga makhluk yang berada di dalam Sacred Gear........!

Jeritan dan tangisan dari diriku dan Ddraig bergema di pantai berpasir yang dikelilingi oleh riak tenang Lautan Susu.

...Sambil Ddraig dan aku menderita di pantai berpasir ...Sakra mengatakan satu hal lagi.

“Tapi, cobalah untuk melampauinya. Wajar bagimu yang diberkahi oleh payudara, kan?”

...Karena rasa sakit yang luar biasa, aku hampir kehilangan kesadaran, tapi aku mati-matian mencoba untuk menghentikan itu terjadi...

Rasanya seolah-olah aku tenggelam ke bagian bawah pusaran abadi rasa sakit ekstrim—

Bagian 3[edit]

Aku—Kiba Yuuto, bersama dengan anggota tim Rias Gremory dan tim Ise-kun (bersama Roygun Belphegor-san) datang ke tempat tertentu.

—Sebuah padang rumput luas terbentang di depan mataku dengan langit biru tak berujung yang melayang di atasnya. Bukan Jepang atau negara lain, dan juga bukan Dunia Bawah.

Sebuah bar hijau ditampilkan di atas kepala teman-temanku dan di atas kepalaku. Alasannya sederhana. Itu karena ini bukan kenyataan, tapi ruang palsu yang disiapkan untuk [Game]. Ya, Ajuka Beelzebub-sama dengan baik hati memberi kami ruang pelatihan baru ini. Dunia ini... itu adalah bagian dari [Game] yang bernama [Beelzebut]. Orang yang membimbing kami ke sini adalah pendatang baru untuk tim Ise-kun—Nakiri-kun, yang memegang ponselnya di satu tangan sambil dia menyentuh layar.

“Awalnya, aku akan menggunakan ponsel untuk mengeksplorasi apa yang ada di dunia ini, tapi karena kalian semua adalah tamu dan bukan pemain yang sah, aku akan membuat bagian itu lebih sederhana.”

Ouryuu-kun (bersama dengan Millarca-san yang tidak ada di sini) tahu rincian tentang [Game] yang bernama [Beelzebut] ini, karena sepertinya Beelzebub-sama telah memberi mereka beberapa pekerjaan di sini.

Apa yang dia ajarkan kepada kami sebelumnya

Pemain itu sendiri, bukan avatar (karakter di dalam game) field yang akan kami mainkan adalah game field palsu yang dibuat oleh seorang budak Beelzebub-sama. Para pemain akan diteleportasi dari alam manusia untuk bermain dengan tubuh mereka sendiri. Di dalam [Beelzebut], kamu dapat mengakses sistem game dengan menggunakan ponsel (termasuk smartphone). Dan itulah penjelasannya. Nakiri-kun mulai menjelaskan apa yang dimaksud dengan mengakses sistem game dengan menggunakan ponsel.

“Misalnya, ketika kalian ingin belajar sihir yang memungkinkan kalian untuk mengetahui tentang informasi atau keterampilan lawan, kalian mengarahkan ponsel kalian ke lawan.”

Nakiri-kun mengangkat ponselnya dan mengarahkannya pada Xenovia.

“Setelah itu, buka mode gambar. Dan jika kalian memohon sihir atau skill—”

Foto Xenovia ditampilkan di smartphone milik Nakiri. Kata [Guest] ditampilkan di atas kepalanya, dan ada juga tampilan numerik rinci HP dan status (bagus)-nya saat ini.

[Ooh!]

Semua orang yang melihat layar itu tercengang. Nakiri-kun lalu mengarahkan ponselnya dari semua orang.

“Selanjutnya adalah sihir. Setelah memilih area dengan membingkainya di ponsel kalian... kalau kalian menekan tombol ini...”

Semburan api menyebar di depan Nakiri-kun.

Setelah membingkai area dengan kamera, lingkungan yang ditunjukkan menjadi dilalap saat sihir api dipanggil. Nakiri lalu berkata.

“Ketika kalian ingin menggunakan serangan jarak jauh, gunakan kamera seperti ini, dan kalian dapat menyerang atau memulihkan area yang ditampilkan. Nah, kalian masih bisa menggunakan sihir tanpa harus mengarahkan kamera sekalipun. Ada juga saat-saat ketika sihir yang tidak teratur digunakan di area yang luas, seperti pembekuan atau pembatuan. Juga, ini akan bermanfaat jika kalian tahu—”

Dia mengambil botol plastik yang diisi dengan jus, dan meletakkannya di depannya sehingga dia bisa membingkainya di layar smartphone-nya.

‘Klik’ setelah mengambil foto botol—. Botol plastik itu terbungkus cahaya dan tertarik ke arah smartphone Nakiri-kun. Botol plastik yang ada di depannya kini telah lenyap sepenuhnya. Nakiri-kun lalu menunjukkan kepada kami layar smartphone-nya. Tampaknya ada menu item, tempat item [Juice x1] ditampilkan.

“Kalian dapat menyimpan hal-hal seperti ini di ponsel kalian dengan menangkapnya, karena ponsel kalian juga bertindak sebagai item box. Dengan demikian, di [Beelzebut], ponsel diperlukan untuk dapat melakukan banyak hal.”

Dan dengan itu, kami menerima penjelasan sederhana darinya. Beberapa teman kami yang tidak terbiasa dengan ponsel sedang berjuang sedikit. Hal tersulit adalah mengajar Crom Cruach sehingga dia tidak merusak telepon. Tidak disangka bahwa Yang Mulia Strada langsung memegang dan memahami sistem [Beelzebut].

“Fufufu, teknologi terbaru sangat berharga. Bahkan dengan smartphone-ku, aku mulai menyukai game jejaring sosial.”

Gasper melihat layar ponsel Yang Mulia dan berseru kaget

“Luar biasa, Anda memiliki begitu banyak karakter bintang 5!”

….Yang Mulia Strada sungguh melakukan pekerjaan luar biasa sampai mengherankan kami.

Shirone-chan, alias Koneko-chan dan Xenovia, sepertinya familier dengan [Beelzebut], jadi mereka mengajari orang-orang yang belum mengerti sistemnya. Sepertinya Koneko-chan dan Xenovia telah terdaftar sebagai pemain sebelumnya melalui Nakiri-kun dan Millarca-san (teman sekelas dan anggota OSIS) karena sepertinya mereka sudah tahu tentang [Game] ini sampai batas tertentu. Koneko-chan adalah tipe yang menyukai game.

Orang yang berjuang paling memahami sistem adalah Bova-san. Karena tubuhnya begitu besar, ia harus berubah menjadi naga mini untuk mengoperasikan ponselnya.

“.....Aku tidak mengerti bagian ini.”

“Hmm, bagian ini seperti ini.”

Nakiri-kun memberinya perhatian penuh saat dia mengajarinya. Sepertinya hubungan antara taring dan tinju Sekiryuutei bagus. Saat menerima panduan tentang cara mengoperasikan ponsel, Bova-san berkata

“Kami hanya bisa berterima kasih karena membiarkan kami berlatih di tempat ini juga.”

Nakiri lalu menjawab

“Bukan cuma tim Gremory-senpai dan kami, tapi semua orang yang terkait dengan tim kontra-teroris [DxD] dapat berlatih di sini. Sejauh ini, Ajuka-san bilang bahwa ruang pelatihan khusus ini adalah area yang baru saja ditambahkan ke game. Sepertinya juga anggota [DxD] yang lain telah memulai.”

Yah, itu berarti bahwa Tim Sitri, Sairaorg-san dan tim Seekvaira Agares-san, tim Vali dan Malaikat Rinkarnasi juga akan berlatih di sini.

Sambil melihat field hijau yang luas, Irina-san bertanya pada Nakiri-kun

“Apakah aman di sini?”

“Menurut Ajuka-san — [Tidak bisa dikatakan secara pasti. —Namun, keamanan di sini sepuluh kali lebih baik daripada ruang yang mereka gunakan. Dan tidak peduli seberapa mencolok kalian berlatih, itu tidak bisa dihancurkan. Itu sebabnya aku ingin kalian tenang], itulah yang kudengar.”

Keamanannya lebih baik daripada ruang di wilayah Gremory, ya. Meskipun keamanan ruang di sana juga cukup tinggi. Tapi, jika tempat ini benar-benar dibuat oleh budak Beelzebub saat ini, itu pasti lebih aman daripada tempat kami berlatih.

...Meskipun, kami memiliki beberapa keterikatan yang melekat pada tempat itu. Biar bagaimanapun, teman-temanku dan aku saling mendukung dan bekerja keras bersama di tempat itu. Aku juga melakukan beberapa pertempuran dengan Ise-kun di sana. Aku yakin bahwa Ise-kun berpikiran sama. Nakiri-kun lalu memberi kami penjelasan terakhir

“—Dan, yah, ada sistem dan semua itu, tapi sepertinya tempat yang disiapkan Ajuka-sama untuk kita ini telah dirancang sehingga tidak terlalu berbeda dari ruang biasa. Kalian juga dapat menekan notasi kerusakan seperti game, dan menggunakan kemampuan kalian seperti biasa. Sistem ini tidak mengganggu banyak. Kalian harusnya bisa berlatih seperti biasa. Tapi, harap selalu bawa ponsel kalian dan jangan biarkan smartphone kalian terpisah dari kalian.”

Meskipun itu adalah field dalam game [Beelzebut], aku kira kita masih bisa berlatih seperti biasa. Kami bersyukur.

“Untuk saat ini, semua orang tolong coba lakukan latihan seperti biasa sendiri-sendiri.”

“Kita harus mulai juga.”

Rias-oneesan dan Ravel-san menginstruksikan tim masing-masing saat sesi latihan dimulai.

Dan dengan ini, kami, tim Rias Gremory + Tim Ise-kun menjalani sesi latihan gabungan di dalam [Beelzebut].

—Dan, sambil terbiasa dengan sistem game, semua orang berlatih sendiri. Area yang disiapkan untuk kami berlatih bukan hanya lapangan rumput, tapi ada juga hutan, gunung, dan danau, ditambah penjara bawah tanah dan kastil, bahkan pulau terapung. Kami terkejut oleh kenyataan bahwa luasnya field ini dibuat dalam dimensi lain sama besarnya dengan wilayah Kantou. [Beelzebut] yang sesungguhnya bahkan lebih besar dari ini, seperti yang dikatakan sebesar benua Australia. Untuk jaga-jaga, agar kami tidak berhubungan dengan pemain yang bermain di game asli, dinding khusus dibangun di sekitar tempat latihan. Karena para pemain di sana tak tahu apa-apa tentang makhluk supranatural, pasti bertemu dengan Iblis, Malaikat, dan Naga hanya akan menciptakan kekacauan. Setiap orang diberitahu untuk berlatih di mana pun mereka mau oleh Rias-oneesan dan Ravel-san, tapi karena field-nya terlalu besar, mereka juga diberitahu pada saat yang sama untuk melakukannya di tempat terdekat sehingga mereka tidak tersesat. Yah, sepertinya juga dirancang agar kami tidak tersesat kalaupun kami pergi jauh...

Saat ini waktu istirahat yang cepat, dan tempat kami teleportasi—adalah titik awal kami. Semua orang di tim Rias Gremory dan tim Ise-kun berkumpul dan bersantai di lapangan berumput sambil mereka saling berbagi pendapat. Xenovia, Irina-san, dan Asia-san lalu mengobrol sesuka hati

“Meskipun itu adalah tempat buatan, pegunungan itu bagus sekali.”

“Kamu bisa terbang atau bahkan menaikinya secara langsung.”

“Tapi, aku yakin akan berhasil.... Pemandangan pegunungan adalah yang terbaik.”

Sepertinya ada juga beberapa orang lain yang pergi ke gunung.

“Itu sangat luas sehingga aku secara tidak sadar mengikuti paisen dan Yang Mulia untuk mendaki gunung.”

“Fufufu, itu tempat pelatihan yang bagus.”

Sepertinya Lint-san dan Yang Mulia Strada juga mendaki gunung bersama-sama.

“Sepertinya lingkungan yang tidak akan menimbulkan masalah kalaupun mengamuk. Ini adalah lingkungan yang memaafkan bahkan untuk Naga ya, putra Tannin.”

“Y-Ya, itu be-... tul....”

Kata Crom Cruach dan Bova-san. Sepertinya Crom Cruach yang bertindak sebagai pengganti Ise-kun telah menyebabkan tubuh raksasa yang Bova-san banggakan, menjadi sangat kotor dan kelelahan. Sementara semua orang memperdalam hubungan mereka sebagai sesama anggota Gremory, mereka menemukan cara mereka sendiri berlatih di field besar ini.

Aku berlatih di tepi sungai sambil mencoba untuk terbiasa dengan game. Aku merasa bahwa pemandangannya sangat berbeda. Tak ada apapun di ruang yang berada di ruang bawah tanah Gremory. Kami mampu berkonsentrasi karena ketiadaan, tapi di sisi lain, itu juga cara yang agak menyegarkan untuk berlatih karena pemandangan.

—Dan, sambil melihat ke lapangan berumput, Rias-oneesan berkata

“Dari apa yang kudengar, [Game] Ajuka-sama adalah referensi untuk [Game] lainnya.”

“Titik referensi utama adalah sistem, atau begitulah yang kudengar. Ada hubungannya dengan menggunakan ponsel terutama. Tapi, [Game] itu tidak ada di sini.” Lanjut Nakiri-kun.

Semua orang memandang Nakiri-kun. Lalu dia terus berbicara

“[Game] yang menjadi konsep [Belzebut] adalah sesuatu yang diproduksi oleh Sacred Gear tertentu.”

Seakan menginterupsi dia, Roygun Belphegor-san lalu berkata

“—[Innovate Clear], kan? Longinus itu.”

Nakiri-kun terkejut oleh ucapan Roygun dan mengangguk.

“Ya, [Innovate Clear] adalah kemampuan yang memungkinkan pengguna untuk menciptakan dunia yang ideal di dimensi lain... itulah kemampuan normalnya.”

“Jadi seperti [Dimension Lost], huh.” Ucap Xenovia.

Nakiri lalu menjawab

“Mungkin mirip, tapi ada satu hal yang jelas berbeda. Yakni [Innovate Clear] dapat menciptakan makhluk hidup di dunia itu. Itu adalah Longinus yang mampu menciptakan alam semesta palsu.”

...Bahkan makhluk hidup dapat diproduksi jika itu di dunia yang dibuat oleh pengguna Sacred Gear... Aku telah mendengar sedikit tentang kemampuan Sacred Gear, tapi...

“Jadi kemampuan [Sacred Gear yang memungkinkan meniru Tuhan] yang kita dengar di dunia manusia adalah nyata, ya.” Ucap Crom Cruach sambil makan pisang.

“Sepertinya itu gabungan bagian terbaik dari [Dimension Lost] dan [Annihilation Maker].” Gumam Irina-san.

“Tapi, tentu saja ada syaratnya. Makhluk hidup yang diciptakan hanya bisa hidup di dunia itu,” jelas Nakiri-kun.

Tentu, biarpun itu Longinus, itu pasti memiliki semacam poin minus. ...Tentu saja, itu cerita yang berbeda jika itu adalah Balance Breaker. Roygun-san bertanya pada Nakiri

“Kamu sedang menyelidiki [Innovate Clear] dan juga [Telos Karma], kan?”

...Roygun Belphegor-san sepertinya tahu rincian informasi itu. Meskipun kami mendengar rumor bahwa dia memiliki beberapa informan yang bekerja di bawahnya... Nakiri mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Roygun-san.

“[Telos Karma] adalah Longinus yang mampu menciptakan pilihan yang tidak mungkin dilakukan secara paksa.”

Roygun-san berkata sambil meletakkan tangannya di dagunya.

“Longinus ketiga belas... dikatakan sesat, atau Longinus dinobatkan dengan nomor terlarang. Bagaimanapun, rumor yang kudengar sebagian besar buruk.”

Ya, aku juga tidak mendengar banyak hal baik tentang [Telos Karma]. Juga penyebabnya sudah disebutkan dalam legenda. Nakiri-kun lalu mengambil sebuah batu dari tanah dan mengarahkannya pada Xenovia.

“Misalnya, jika aku melempar batu ini ke Xenovia-kaichou, kupikir ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Dia bisa menangkisnya, menghindarinya, memotongnya, mengenainya, dan kemungkinan lain.”

“Itu tidak akan kena. Setidaknya aku bisa melakukan itu, lho?” jawab Xenovia.

Nakiri-kun lalu berkata “Itu mungkin benar jika itu adalah kaichou”, sebelum melanjutkan

“Cukup dengan melempar batu ini ke seseorang, berbagai kemungkinan dihasilkan. Longinus itu mampu menciptakan pilihan yang tidak mungkin. Itu bisa menyebabkan sesuatu seperti—sistem [Beelzebut] tiba-tiba mengalami kegagalan yang hanya mempengaruhi lingkungan Xenovia-kaichou yang membuatnya tidak dapat bereaksi terhadap batu yang kulempar, dan dia kena batu itu.”

Ravel-san lalu berkata

“...Aku dengar itu bisa mengubah kemungkinan sebuah fenomena menjadi kejadian tak terduga...”

Nakiri-kun berkata sambil menjatuhkan batu di tangannya.

“Dalam sejarah manusia, ada beberapa hal atau fenomena yang mustahil dijelaskan, bukan? Bahkan setelah sejarah berubah secara drastis, para sejarawan dan peneliti masih belum dapat memberikan jawaban tentang bagaimana keadaan menjadi seperti itu. Itu karena [Telos Karma] diduga ikut serta dalam beberapa kejadian itu.”

Longinus yang mengambil bagian dalam beberapa peristiwa bersejarah di Jepang dan Eropa—.

Nakiri-kun lalu menambahkan

“Itu sebabnya [Telos Karma] juga dikenal sebagai [History Breaker].”

Longinus ini dikatakan sebagai tipe ‘berbahaya’ yang berbeda dari Longinus kelas tinggi lainnya oleh semua mitologi. Akibatnya, sepertinya keberadaan pengguna selalu dicari, tapi... yang pertama menemukan orang itu—tidak, orang pertama yang berhubungan dengan orang itu adalah Ajuka Beelzebub-sama.

Rias-oneesan lalu bergumam.

“Longinus yang belum memiliki informasi rinci tentang Balance Breaker yang dikonfirmasi adalah [Telos Karma], kan?”

“Aku bahkan tidak ingin membayangkan Balance Breaker dari Sacred Gear yang bisa mengubah jalannya sejarah.” Ucap Xenovia yang tampak kelelahan.

Nakiri-kun berbicara dengan ekspresi menakutkan.

“[Innovate Clear] dan [Telos Karma], keduanya saat ini bersama. Nah, tebak apa yang akan terjadi ketika kedua Longinus ini berkumpul. Jawabannya adalah— [Yang Terburuk]. Dunia yang diciptakan oleh [Innovate Clear], dan banyak pilihan mustahil yang dibuat untuk menjadi kejadian di sana oleh [Telos Karma]. Produk yang bisa dianggap mukjizat untuk perbuatan yang dilakukan oleh Iblis, dan banyak hal yang mustahil dapat terjadi pada waktu yang mustahil.”

Bova-san bertanya

“Tapi, di dunia [Innovate Clear], [Telos Karma] mengendalikan takdir, kan? Pengguna Sacred Gear itu mungkin akan merasa sombong seperti Tuhan dalam tindakan mereka.”

Nakiri-kun—membuat ekspresi pahit.

“...Ya, itu benar, Bobo. Itulah mengapa orang itu diberi nama [Pria yang meniru Tuhan] “

Ekspresi Nakiri-kun menunjukkan dengan jelas bahwa dia lebih peduli dengan pengguna daripada kemampuan Sacred Gear.

Xenovia bertanya

“Ouryuu, kamu tahu tentang orang yang memegang dua Longinus itu, kan?”

“...Ya, sekali ini. Dia adalah pria yang berbahaya. ...Dia iri melihat keputusasaan dunia ini lebih dari orang lain. Ajuka-san menilai dia sebagai lawan yang sama dengan Hyoudou-senpai.”

Nakiri-kun yang sangat benci berbicara tentang pria itu, tapi ... Sesosok makhluk yang merupakan kebalikan dari Ise-kun, ya. Aku sangat tertarik, tapi... meskipun dia tidak menunjukkan kehadirannya dekat-dekat, entah bagaimana aku bisa merasakan atmosfer berbahaya yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Sementara atmosfer semakin berat, Akeno-san lalu menyarankan

“Mari kita hentikan pembicaraan ini dan makan, mari?”

Saat dia mengatakan itu, dia menciptakan lingkaran sihir dan membuat piknik muncul. Ada lebih dari sepuluh set kotak berat yang ditumpuk tiga tingkat, dan ada juga lebih dari sepuluh keranjang piknik. Ada juga beberapa guci sup, dan Akeno-san membuka salah satunya dan menuangkannya ke dalam cangkir. Aromanya yang enak menggelitik hidung kami. Perutku mulai terasa kosong. Karena aku sudah makan makanan yang Akeno-san masak sejak SMP, bahkan dengan mencium aromanya, perutku menjadi benar-benar kosong. Perut Gasper-kun dan Koneko-chan mengerang. Karena mereka juga sering makan masakan Akeno-san, wajar saja mereka menjadi seperti itu.

Akeno-san memberikan mug berisi sup ke Koneko-chan

“Nih, Shirone-chan. Nah, semuanya juga silakan makan.”

Atmosfer yang berat lenyap oleh piknik Akeno-san, dan dari sana semua orang mulai makan. Saat mengunyah onigiri, aku meminta maaf kepada Ise-kun di hatiku. Itu karena kami sedang piknik sambil meninggalkannya. Aku yakin bahwa jika dia tahu, dia akan berteriak “Bawalah aku juga!”. Selain itu, dia tertarik pada [Belzebut] sampai dia pergi ke Lautan Susu juga... Jika dia tahu tentang sistem [Game] dan luasnya field, aku yakin dia akan bersemangat.

Setelah menggigit sandwich, Rias-oneesan berkata sambil melihat ke langit.

“Ise, aku ingin tahu apa yang kamu lakukan sekarang?”

Dan para gadis tiba-tiba menatap ke langit seperti Rias-oneesan. Lautan Susu yang ada di suatu tempat. Aku yakin mereka memikirkan Ise-kun yang ada di sana.

Ravel lalu berkata

“Aku yakin, demi tim, demi Rias-sama, dan demi mendapatkan Rossweisse-sama kembali dari Vidar-sama, aku yakin dia sedang berlatih dengan mati-matian.”

Rossweisse-san tersipu mendengar ucapan itu.

“D-Demi aku... ya?”

Rias-oneesan meletakkan tangannya di atas tangan Rossweisse-san sambil tersenyum

“Betul. Dia juga secara paksa membawaku kembali waktu itu. Orang itu memang begitu. Dia akan menemukan cara untuk menyelesaikannya biarpun itu mengorbankan nyawanya. Kamu juga sudah mengalaminya, kan?”

Rias-oneesan berbicara tentang insiden Akademi Auros. Saat itu juga, Ise-kun menyelamatkan Rossweisse-san dari Euclid Lucifugus. Dan gadis-gadis lainnya melanjutkan

“Aku juga telah diselamatkan beberapa kali. Ketika aku tiba di Jepang, selama pertarungan melawan Astaroth, dan juga beberapa kali.” Ucap Asia-san.

“Aku juga, ketika aku ditangkap oleh penyihir [Khaos Brigade] — Nilrem, aku diselamatkan olehnya. Dia segera mendatangiku.” Lanjut Ravel.

Koneko-chan dan Gasper mengangkat tangan mereka.

“.....Saat itu, Gasper-kun dan aku diselamatkan juga. Yah, dia juga melindungi kami dari para Grim Reaper.”

“A-Aku, waktu itu juga seperti itu, tapi dia sudah menjagaku sejak kami bertemu! Dia juga merawat Valerie!”

“Ufufu, itu benar. Hyoudou Issei-san benar-benar bisa diandalkan,” tegas Valerie.

Xenovia-san dan Irina-san bingung dengan pembicaraan gadis-gadis itu.

“...Aku harus mencoba untuk diculik sekali juga, ya kan. Aku juga seorang perempuan, aku juga ingin menjadi seorang putri yang diculik. ...Yah, itu tidak cocok untukku.”

“Seorang putri yang diculik! ...Entah kenapa, kedengarannya romantis, kan!? Aku ingin darling datang menyelamatkanku!”

“Tidak-, Irina dan aku dilahirkan di medan perang, jadi seperti yang diduga, menjadi seorang putri agak keterlaluan.”

“Aku juga seorang perempuan! Aku ingin menjadi seorang putri! Tidak, aku bisa!”

“Tapi kamu tahu, Irina. Kamu tidak bisa mengatakan bahwa kamu tidak pernah mengangkat sesuatu yang lebih berat daripada garpu, kan? Kamu telah mengayunkan pedang sucimu di depan calon suamimu, tahu...”

“Jika itu yang terjadi, aku tidak pernah mengangkat sesuatu yang lebih berat dari Pedang Suci-ku.”

“…………..Irina, terkadang kamu benar-benar bodoh.”

Sepertinya para gadis prajurit memiliki sesuatu di benak mereka. Tapi, aku tidak berpikir Ise-kun peduli tentang itu. Karena dia akan selalu datang untuk menyelamatkan gadis yang dia sukai. Tambahan, Elmenhilde tampak agak tertarik saat dia memegang buku catatan di tangannya.

“Dan, jika kita menunjukkan sesuatu seperti seorang putri yang diculik, itu efektif untuk Hyoudou Issei-sama—. Meskipun bagian putri dihilangkan, kondisi yang diculik adalah... harus ada musuh.... A-Apakah mungkin dia akan bertarung jika ada pasangan nikah...? A-Apakah aku punya tunangan?....”

Dan, saat menulis dengan pena, Lint-san juga menulis sesuatu di catatannya.

“Begitu ya begitu ya, jadi gadis yang lahir di medan perang berjuang untuk mendapatkan pria cukup sedikit. Tapi tapi, itu berarti bahwa paisen tidak akan punya partner dalam fu…. Atau lebih tepatnya, aku tidak tahu apakah mereka bisa jatuh cinta dengan laki-laki. Mereka kekurangan latihan, ya.”

Di mana pun gadis-gadis dilahirkan, pembicaraan cinta akan selalu menarik perhatian para gadis. Akeno-san berkata pada Rossweisse-san

“Dia juga menyelamatkanku sepanjang waktu. Karena itu, kamu harus benar-benar memberitahunya dengan mulutmu juga, Rossweisse-san.”

“Harus memberitahunya dengan mulutku...?”

Akeno-san dengan jelas menjawab pertanyaan Rossweisse-san

“Tentang wawancara pernikahan. Bagaimana perasaanmu, dan bagaimana perasaanmu sekarang. Tolong beri tahu dia tentang itu.”

Rossweisse-san sepertinya mengerti apa yang Akeno-san maksud, dan dia meletakkan tangannya di dadanya sambil terlihat sedikit sedih.

“...Perasaanku saat ini....”

Yang Mulia Strada yang sedang melihat ini sambil makan daging ayam goreng dari tulang berkata,

“Ini masa muda. Teramat indah.”

Crom Cruach yang juga memakan ayam goreng sampai tulangnya bergumam, “Aku tidak mengerti”. Meskipun para gadis berbicara, kami mengakhiri piknik kami dan memulai pelatihan lagi.

Bagian 4[edit]

Aku, Hyoudou Issei merasa telah jatuh ke tempat yang indah.

...Aku ingat bahwa setelah minum obat ajaib Amrita, aku merasakan rasa sakit yang membuatku tersentak seolah-olah ingin merobek tubuhku.

...Tapi, tak ada rasa sakit lagi. ...Apakah ada kemungkinan... aku... mati?

Tidak, kalaupun Iblis mati, bukannya mereka bisa pergi ke Surga... Aku entah bagaimana hampir tidak berhasil terjaga. Tiba-tiba, aku mendengar suara.

[—Pai—gon—ngar—ku]

Suara itu secara bertahap menjadi lebih jelas.

[Oppai Dragon, bisakah kamu mendengarku?]

...Aku bisa mendengarmu, tapi suara ini... Kamu siapa?

[Aku adalah salah satu dewa pilar yang hidup di dunia yang bernama [Evie × Etoulde]. Semua orang memanggilku Chichigami di sini.]

—Chichigami.

……………

………………………..

…….Apa yang kamu lakukan padaku? Setelah mengambang di tempat yang indah ini, mendadak aku mendengar suara, dan sekarang ada seseorang yang bernama Chichigami!? Apa yang terjadi dengan tubuhku!?

[Tenang, Oppai Dragon. Sebelumnya, roh yang aku gunakan sebagai perantara seharusnya sudah berhubungan denganmu.]

P-Pasti ada saat ketika hal seperti itu terjadi selama insiden dimana Loki menyerang!

[Kali ini, sepertinya aku bisa langsung berbicara denganmu.]

Kenapa!? Bagaimana!?

[Aku tidak begitu yakin, tapi kekuatan payudaramu telah mendapatkan jejak sifat dewata, sehingga memungkinkan kesadaranmu untuk diraih.]

Mungkin juga karena efek Amrita….

[Oppai Dragon, aku tidak punya banyak waktu. Aku harus memberitahumu tentang sesuatu.]

A-Apa itu?

[Dalam waktu dekat, makhluk kejahatan akan datang ke duniamu. Kamu harus mengumpulkan hal-hal tertentu untuk mengalahkan makhluk kejahatan itu.]

M-Makhluk kejahatan? Hal-hal yang harus kukumpulkan?

[Dengar.]

Ah! Aku tidak begitu yakin, tapi ada banyak payudara yang mengambang di langit! T-Terlebih lagi, aku ingat pernah melihat ini sebelumnya! D-Dari kanan, oppai Rias, oppai Akeno-san, oppai Xenovia, Irina, oppai Asia, Oppai kecil Shirone alias Koneko-chan, dan oppai Kuroka! —Tunggu, aku tahu semua oppai ini!

[Betul. Itu adalah [Payudara Langit Terpilih]]

—[Payudara Langit Terpilih]!

Apa-apaan... kalimat bodoh itu! Kamu bahkan bisa gila hanya dengan mendengar namanya!

[Kamu harus mengumpulkan semua dua belas pasang [Payudara Langit Terpilih]. Saat ini, kamu sudah ada tujuh pasang. Kumpulkan lima pasang yang tersisa.]

Kenapa!? Bagaimana!? Apa artinya!?

[Aku telah mengatakannya sebelumnya. [Payudara Langit Terpilih] akan menjadi penting ketika kamu bertemu dengan makhluk kejahatan. Dan, bagaimana cara mengumpulkannya, aku yakin kamu sudah tahu tentang itu.]

Apa-apaan ini!? Apa sih makhluk kejahatan ini dan [Payudara Langit Terpilih]!?

[Sepertinya waktunya habis. Aku tidak akan dapat menghubungimu untuk sementara waktu. Tolong kumpulkan dua belas Payudara Langit, oke?]

Ini tidak benaaaaaaar! Tolong beri aku penjelasan lebih lanjut! Dan apakah kamu berhubungan denganku hanya mengatakan itu padaku!?

[Lagu Oppai Dragon, aku suka itu, lho?]

Aku tidak menanyakan itu! Apa itu tadi!? Kenapa sekarang!?

[Baiklah, selamat tinggal.]

Ah—, suaranya kabuuur! Uhh! Cahaya menyilaukan menyelimuti aku—.


“Kamu bangun?”

Ketika aku membuka mata, aku melihat — wajah Cao Cao.

...Dia mencoba melihat wajahku. Setelah duduk, aku memutar kepalaku.

...Aku melihat... mimpi konyol dan aneh...

“Sudah berapa lama aku tidak sadar?”

Aku bertanya pada Cao Cao.

“Kamu kehilangan kesadaranmu lebih dari sehari. Tanpa diduga, kamu kembali dengan sangat cepat. Dan berkat itu, kamu akan berhasil sampai ke pertandingan.”

“…Jadi begitu”

...Meskipun itu hanya mimpi, butuh waktu sekitar sehari ya.

“Dan bagaimana perasaanmu?”

Tanya Cao Cao. Aku mendesak kekuatan yang tertidur di dalam diriku saat aku mengepalkan tinjuku

“Tidak, aku tidak merasa ada yang berubah...”

Aku tidak berpikir bahwa ada perubahan pada kekuatan itu sendiri. Energi iblisku dan kekuatan nagaku, aku tidak merasa ada yang berubah setelah meminum Amrita. Ah, bagaimanapun, aku merasa kepalaku lebih jernih sekarang. Perasaan jernih itu seperti setelah tidur nyenyak telah meningkat...

Namun, Ddraig berkata

[Partner, sepertinya semacam efek telah diterapkan pada Sacred Gear. Mari selidiki sebentar.]

Aku melakukan seperti yang Ddraig katakan dan fokus pada Sacred Gear-ku.

………..

...I-Ini!

“—! ...Hahaha, ini luar biasa. Ini efek yang sederhana, tapi mungkin sudah cukup.”

Luar biasa! Aku baru saja mendapatkan efek yang paling kuharapkan! Amrita sungguh luar biasa! Dengan ini, aku pasti berutang budi kepada Sakra! ...Aku harus berkunjung ke Kuil Shibamata Taishakuten. Perubahan itu benar-benar sangat besar bahkan aku mempertimbangkan itu!

Jadi begitu, daripada tubuhku, efeknya benar-benar pergi ke Sacred Gear, ya. Aku senang bahwa itu tidak berakhir hanya dengan mimpi aneh itu. Saat dia melihat kondisiku, Cao Cao tertawa

“Sepertinya itu berhasil. Mari kita beri tahu Sakra nanti.”

—Dan, aku tiba-tiba mengalihkan pandanganku ke Lautan Susu. Aku bisa mendengar suara ombak yang menenangkan. ...Ombak itu membuatku merasa nyaman. Aku duduk dalam posisi zen di atas pasir. Lalu aku bertanya pada Cao Cao

“Berapa lama aku harus tinggal di sini?”

“Sampai Sakra kembali, kurasa,” jawab Cao Cao.

“Yah, sampai saat itu tolong biarkan aku melakukan ini.”

Ketika aku mengatakan itu — dia juga duduk dalam posisi zen di sebelahku.

“Ha, aku akan ikut.”

Sampai Sakra kembali, kami menatap Lautan Susu sambil duduk dalam posisi zen.

...Setelah minum Amrita di Lautan Susu, aku melihat Chichigami dalam mimpi, dan mendengar tentang Langit apalah itu... Yah, aku harus menguasai diri dan fokus pada pertandingan. Karena mulai sekarang, walau aku menangis atau tertawa, aku akan bertarung melawan musuh terkuat yang pernah kuhadapi—

Balberith & Verine.[edit]

Dunia Bawah—di wilayah Maou tertentu di dunia Iblis adalah sebuah desa yang telah didirikan untuk para pemain Rating Game World Tournament. Rumah penginapan “Black Satan of Darkness Dragon King” berada di salah satu sudut. Di ruangan untuk para pemain, Verrine yang berambut giok tampak sedang menonton rekaman pertandingan di TV dengan ekspresi bosan.

“Hei, Balberith. Menurutmu apa yang Hades-sama ingin lakukan dengan membuat kita berpartisipasi dalam turnamen ini?”

Pemuda berambut perunggu yang tengah membaca buku cerita rakyat [Naga Merah dan Putih] di belakang Verrine adalah—Balberith.

“...Entahlah. Sepertinya dia ingin menyebabkan keajaiban dengan membuat kita bertempur dengan Dua Heavenly Dragon, tapi... jujur saja, aku ragu kekuatan mereka lebih baik daripada Dewa Asura.”

Verrine lalu berkata sambil berbaring

“Bagaimanapun, tujuan kita saat ini adalah untuk membuat Sonneillon dan Gressil yang terpilih sekuat Balberith dan aku di turnamen ini.”

Usai membaca buku itu, dia meletakkannya di atas tumpukan buku sambil dia melihat buku lain dengan kata [Ouroboros] tertulis di sampulnya.

“... Hei, Verrine. Aku ingin melawan Ophis dan sejenisnya.”

“Yah, Dua Heavenly Dragon mungkin yang terbaik saat ini. Konon Ophis saat ini di bawah perlindungan berat.”

“...Sudah kuduga, Dua Heavenly Dragon, ya.”

Balberith lalu melihat sebuah buku dengan judul [Orangtua dan Anak] di tumpukan buku.

“Verrine, jika ibu kita adalah Lilith, lalu siapa ayah kita?”

Verrine yang sepertinya tidak tertarik, menjawab

“Hmm, entahlah? Hades-sama? Tapi, Hades-sama kelihatan dia membenci Iblis dan aku yakin kita hanyalah pion baginya. Yah, asalkan menyenangkan, aku baik-baik saja dengan itu.”

“Tidak, Hades-sama dengan jelas menolak dan mengatakan bahwa dia bukan ayah kita. Itu artinya, dia bukan ayah kita.”

“Kau ingin seorang ayah, Balberith?”

Ketika pria muda yang merupakan saudara laki-lakinya dan partnernya mengatakan hal-hal aneh itu, Verrine juga secara tidak sadar menanyakan hal itu.

“Verrine, kau tidak butuh ayah?”

“Entahlah. Aku masih menginginkan kakak laki-laki.”

“Kalau begitu, aku akan menjadi kakakmu.”

Verrine tertawa saat saudaranya mengatakan itu dengan ekspresi serius.

“Hahaha, dilihat dari siapa yang lahir duluan, aku yang lebih tua, tahu?”

“Aku mengerti, jadi aku adik laki-laki.”

Balberith bahkan menganggap lelucon itu serius. Lalu dia menutup matanya sambil meletakkan tangannya di dadanya dan berkata

“Bagiku yang dilahirkan dengan kekuatan ini, aku benar-benar penasaran soal ketidakpastian kelahiran ini. Anak siapa aku, dan mengapa aku dilahirkan ke dunia ini. ...Jika ayah transendenku benar-benar ada, dia pasti seseorang dengan kekuatan supranatural dan kemampuan yang cocok untuk menjadi ayahku.

“Yah, apa kau akan mencari ayahmu?”

Verrine bertanya itu sambil meminum kopi manis yang hampir seperti sirup manis.

“Mencari ayahku, huh...”

Verrine menyadari bahwa Balberith telah memahami sesuatu dari kata barusan.

Vidar.[edit]

Tanah tempat Dewa-Dewi Asgard tinggal—Asgard. Tempat persembunyian rahasia Vidar terletak di pinggiran Asgard. Di ruang tamu tempat persembunyian itu, Vidar minum alkohol, dewa kepala baru Olympus, Apollon muncul. Saat mereka duduk saling berhadapan, Apollon mulai

“Vidar, kudengar kamu akan menikah… apa kamu sudah serius?”

“Tidak, aku tidak berniat menjadikan cucu Gondul sebagai pengantinku, tahu.”

Vidar-san yang mabuk menjawabnya sambil memutar gelas. Apollon tampak bingung bertanya lagi

“Lalu?”

“Sepertinya hubungan Valkyrie yang mabuk dengan Sekiryuutei tidak kemana-mana, jadi kupikir aku akan memberikan sedikit dorongan pada Sekiryuutei dan Valkyrie.”

Usai mendengar niatnya yang sebenarnya, Apollon menghela napas.

“Sungguh hal yang aneh untuk dilakukan.”

Vidar lalu tertawa nakal

“Sepertinya ayahku menyebabkan mereka banyak masalah, tahu. Ketika kamu memikirkan semua orang yang terus menggangguku untuk menikah dan mempertimbangkan [DxD], manakah dari mereka yang lebih baik?”

“Ha.”

Apollon tertawa mendengar keterusterangan temannya. Singkatnya, Dewa Kepala generasi kedua sendiri mengambil peran sebagai dewa asmara untuk Sekiryuutei dan Valkyrie.

“Apa-apaan dengan tawa seram itu?”

“Kurasa pangeran yang royal pun menjadi seperti Dewa Kepala, lho.”

Vidar-san menaikkan suaranya

“Aku tidak mau mendengar itu dari seseorang yang hanya mengejar seni sepertimu. ….Itu karena kakak laki-lakiku Baldur pergi ke Isolation Barrier Field dengan ayahku, tahu. Aku berpikir bahwa aku harus berhasil dengan peran ini dan tidak hidup bebas sepertiku sekarang. Entah ini adalah apa yang mereka sebut sebagai takdir para Dewa.”

“Tapi, pertarungan itu topik yang berbeda, kan?”

Vidar-san yang memintal es di dalam kaca tampak senang usai mendengar pertanyaan Apollon.

“Ya, tentu. —Pertarungan dengan Sekiryuutei itu sangat berharga.”

Ya, meski benar bahwa Vidar-san mengambil peran sebagai dewa asmara untuk si Sekiryuutei dan si Valkyrie, itu juga kenyataan bahwa dia ingin mengambil keuntungan dari semangat Sekiryuutei. Itu karena kekuatan Sekiryuutei adalah kekuatan yang akan dirasakan lebih dari apapun.

—Dewa ini juga terpesona oleh kekuatan Heavenly Dragon.

Vidar lalu menuangkan alkohol ke dalam gelas kosong dan menyerahkannya pada Apollon. Apollon berkata sambil memegang gelas di salah satu tangannya.

“Kita berniat menang, kan?”

“Wajar jika kita menang.”

“Nah, apa yang akan kamu lakukan setelah memenangkan pertandingan? Apa kamu akan bertunangan?”

Apa yang akan terjadi pada Valkyrie…. Jika Vidar memenangkan pertandingan? Apollon juga tertarik dengan ini. Ketika Vidar meminum lebih banyak alkohol, dia memiringkan kepalanya sambil berpikir, dan kemudian berkata

“...Aku akan mencari kesalahan dengannya dan mengembalikannya pada Sekiryuutei.”

Dan itulah jawabannya. Singkatnya, tak peduli apakah dia menang atau kalah, setidaknya dia tidak berniat menjadikannya sebagai pengantinnya. Pria ini adalah seseorang yang tidak tertarik pada pacar orang lain. Tapi, lawan yang dilihat pria ini adalah orang yang akan menderita

“Hmm. Itu mengerikan, untukmu dan si Sekiryuutei yang juga pada belas kasihanmu.”

Vidar membuat ekspresi pahit sebagai jawaban atas ucapan Apollon seolah-olah ada alasannya.

“...Aku, apa aku terlihat seperti ayahku? Aku tidak suka itu...,”

Team member.1[edit]

Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth] — anggota terdaftar untuk Turnamen

King — Hyoudou Issei

Queen — Bina Lessthan

Rook — Nakiri Kouchin Ouryuu

Rook — Roygun Belphegor

Knight — Xenovia Quarta

Knight — Shidou Irina

Bishop — Asia Argento

Bishop — Rossweisse

Pawn x2 — Ravel Phoenix

Pawn x3 — Bova Tannin

Pawn x2 — Elmenhilde Karnstein


Tim [Leisure of the Kings] — anggota terdaftar untuk Turnamen

King — Typhon

Queen — Apollon

Rook x2 — Vidar

Knight — Brynhildr (Skuad Valkyrie/Pemimpin Skuad)

Knight — Midgardsormr

Bishop x2 — Artemis

Pawn x2 — Helmwige (Skuad Valkyrie/Anggota Skuad)

Pawn x2 — Ortlinde (Skuad Valkyrie/Anggota Skuad)

Pawn x2 — Grimgerde (Skuad Valkyrie/Anggota Skuad)

Pawn x2 — Schwertleite (Skuad Valkyrie/Anggota Skuad)

Life.3 Pertempuran di Yggdrasil[edit]

Bagian 1[edit]

Setelah kembali dari [Lautan Susu] dan [Beelzebut], kami saling melaporkan.

[Beelzebut] adalah game yang diciptakan oleh Beelzebub-sama! Aku menjadi sangat bersemangat dan ingin mencoba berlatih di sana hanya dengan mendengar nama dunia yang tampaknya menarik itu. Omong-omong, bolehkah bertanya pada Beelzebub-sama dan Nakiri-kun untuk membiarkanku mencoba bermain di game aslinya? Gagasan untuk bermain di dunia seluas benua Australia dengan tubuh kami sendiri tampak begitu mempesona!

—Dan, setelah melaporkan tentang apa yang terjadi di ‘Lautan Susu’... semua orang membuat wajah ragu-ragu seolah-olah ada tanda tanya di atas kepala mereka. Meskipun... kisahku bertemu dengan Chichigami dianggap serius. Yah, itu karena Chichigami memberkatiku dengan perlindungan dewata selama pertempuran melawan Loki. Semua orang memiliki harapan besar untuk hasil Longinus yang dikeluarkan dengan mengaduk Lautan Susu. Maksudku, sekarang, aku yakin bahwa kunci untuk pertandingan berikutnya akan menjadi hasil itu sendiri.

Untuk mempersiapkan pertandingan besok, setiap anggota Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth] pergi tidur lebih awal setelah melakukan semua yang harus dilakukan. Ketika aku kembali ke kamar dan terjun ke tempat tidur, aku penasaran apakah aku akan tidur sambil mengubur wajahku di antara oppai Rias—.

“S-Selamat malam...”

Orang yang duduk dan menunggu di tempat tidurku adalah — Rossweisse-san! T-Terlebih, dia mengenakan lingerie terbuka.... aku tersentuh oleh rasa malunya saat dia mencoba menyembunyikan putingnya yang bisa dilihat melalui gaun yang terbuka dengan tangannya! Tak ada orang lain selain Rossweisse-san di tempat tidurku. Biasanya, Rias dan Asia akan ada di sini, terkadang Akeno-san juga, dan ada juga saat Xenovia dan Irina akan menerobos masuk ke kamarku, tapi...

Sejak lamaran itu, mereka berebut siapa yang akan tidur denganku, dan jumlah orang yang tidur di tempat tidurku terus naik. Sering kali aku juga akan berada di lantai ketika aku bangun. Itu terutama karena aku ditendang oleh Xenovia yang sering berbalik saat tidur…. Dan karena itu, kami mempertimbangkan untuk membeli tempat tidur yang lebih besar. ...Tidak, akan sangat sulit untuk menemukan tempat tidur yang bisa memuat tujuh hingga delapan orang! Benar saja, menurutku kebanyakan tempat tidur paling bisa muat empat orang! Secara pribadi, kupikir tiga orang yang tidur bersebelahan adalah yang terbaik!

High School DxD Volume 25 Illustration 3.png

Ketika aku memikirkan hal-hal seperti itu….aku bertanya pada Rossweisse-san

“U-Umm, apa Rias dan Asia tidak ada di sini?”

Rossweisse-san mengangguk menanggapi pertanyaanku

“Aku dengar kalau R-Rias-san melakukan sesuatu setelah pulang dan dia akan tinggal di sana bersama Akeno-san. A-Asia-san bilang bahwa dia ingin memperdalam hubungannya dengan Xenovia dan Irina-san, jadi mereka akan tidur bersama….”

Ah, aku mengerti. Rias juga sibuk dan aku yakin Asia ingin tidur dengan teman-temannya sambil mengobrol pertandingan besok. Ada juga saat-saat seperti itu.

—Dan dengan itu, malam ini aku akan tidur dengan Rossweisse-san, hanya kami berdua. Entah bagaimana, aku merasa sangat gugup. Aku terbiasa tidur dengan dua orang di sampingku, dan kadang-kadang bahkan lebih, tapi sekarang hanya kami berdua! Apalagi, pasanganku adalah Rossweisse-san! Biasanya, dia akan mengambil inisiatif untuk tidak berpartisipasi dalam hal-hal semacam ini.

Rossweisse-san yang gelisah memerah saat dia bertanya

“...A-Apa kamu tidak akan datang?”

“A-Aku datang!”

Setelah membalas seperti itu, aku buru-buru berjalan ke tempat tidur dan berbaring. Rossweisse-san akan menginap di sini untuk malam ini. Lalu, ada kesunyian. ….Di saat seperti ini, Rias akan berkata

[Nah, Ise. Mari kita tidur, ya? Ara, kamu ingin tidur sambil mengubur wajahmu di antara payudaraku? Tidak apa-apa, kemarilah.]

Atau sesuatu seperti itu dan memanjakanku sebanyak yang kumau, tapi aku tidak tahu mengenai itu kalau dengan Rossweisse-san! Jantungku berdetak sangat cepat karena aku belum pernah mengalami hal seperti ini dengan Rossweisse-san! Ketika aku memandang sebentar — mataku bertemu matanya saat dia melihatku sambil berbaring di tempat tidur! Pada saat yang sama, tanpa sadar aku melihat... ujung merah muda putingnya yang terlihat dari lingerie tembus pandangnya! Rossweisse-san lalu berkata padaku

“...Apa yang harus kulakukan untuk menolak pertunangan? Aku memikirkannya, kamu tahu, dan cara termudah adalah dengan membuktikan fakta dengan Ise-kun.”

……………

M-M-M-M-M-M-M-Membuktikan fakta!? M-Maksudmu, dengan kata lain, melakukan ini dan itu!

Apa yang terlintas dalam benakku adalah insiden pertunangan dengan Keluarga Phoenix setahun yang lalu, dan saat ketika Rias mendekatiku! I-Itu luar biasa! Aku benar-benar berpikir bahwa aku akan melakukannya dengan Rias....hanya seperti itu!

D-Dan, sekarang Rossweisse-san juga....? Aku menelan ludah saat Rossweisse-san melanjutkan

“...Tapi, aku pikir jika aku tidak percaya pada Ise-kun, maka hal-hal itu tidak akan terjadi,” kata Rossweisse-san dari lubuk hatinya.

Rossweisse-san lalu memegang tanganku dan dengan jelas memberitahuku

“Aku tidak mau... menikahi Vidar-sama. Aku ingin berada di sisimu”

“...Maukah kamu merebutku dari Vidar-sama?” tanya Rossweisse-san dengan mata berkaca-kaca.

Aku — menjawab dengan ekspresi serius sambil menggenggam tangannya sebagai balasannya.

“Masalahnya bukan apakah aku mau merebutmu atau tidak. Sejak awal, aku tidak punya niat untuk menyerahkanmu pada siapapun, tahu? Selama insiden dengan Euclid juga, aku menyadari bahwa aku tidak akan menyerahkanmu padanya. Ini berarti aku harus melakukannya lagi.”

Aku memeluk Rossweisse-san saat emosiku meningkat

“Aku pasti akan menang. Maukah kamu percaya padaku?”

Aku bersumpah begitu tepat ke telinganya. Rossweisse-san lalu menerimanya dengan

“Ya.”

Itu akan berhasil. Itu sangat mudah dimengerti.

—Aku harus menang melawan Vidar-san.

Jika aku menang, pernikahan dan semua hal lain itu akan lenyap. Aku selalu memaksa jalanku melalui hal-hal yang tidak masuk akal. Bahkan selama insiden Riser, insiden Diodora, insiden Loki, insiden Sairaorg, insiden Cao Cao, dan insiden Euclid juga—.

Aku telah mengatakan apa yang kuinginkan pada Rossweisse-san, tapi karena pelukanku, aku menyadari bahwa wajah kami semakin dekat, dan ketika situasinya menjadi canggung, kedua wajah kami memerah.

...Kami begitu dekat sehingga kami hampir bisa berciuman, tapi... gerakan mendadak akan menjadi tidak bijaksana meskipun suasananya bagus—. Bibir Rossweisse-san — bertemu denganku. Itu ciuman dari Rossweisse-san—.

Karena aku tiba-tiba menerima ciuman dari orang telat dewasa baik dan lugu Rossweisse-san, aku, A-A-A-A-A-Aku! Setelah ciuman itu, Rossweisse-san berkata dengan wajah memerah

“...Itu adalah ciuman pertamaku…. ….Aku memberikannya pada Ise-kun.”

….W-Whaaaaaaaaaaaaaaaat!

Kepalaku mendidih karena aku tidak yakin apa yang harus kukatakan! A-Apalagi, tak ada yang membuatku merasa lebih terhormat daripada menjadi pasangan pertamanya!

“A-aku terkejut karena itu tiba-tiba...”

Ketika aku mengatakan itu dengan gugup, Rossweisse-san bertanya

“A-Apa kamu tidak menyukainya?”

“T-Tidak! Itu yang terbaik, lho! Yang kumaksudkan adalah karena tiba-tiba aku merasa bingung!”

Ketika aku mengatakan itu, Rossweisse-san lalu menjawab

“Baiklah, kali ini mari kita lakukan dengan—”

Suasana menjadi menyenangkan untuk kedua kalinya, dan tepat ketika Rossweisse dan aku ingin berciuman sekali lagi—.

“Ise! Aku datang, nyan! Aku mendengar bahwa Switch Princess tidak ada di sini! Mari lakukan hal mesum ketika dia tidak ada di sini!”

—Dan, Kuroka membuka paksa pintu sambil menerobos masuk ke kamarku dengan penuh semangat! Rossweisse-san dan aku terkejut dan berpisah saat kami melihat ke arah situ! Kuroka muncul hanya mengenakan celana dalamnya saja sambil oppai-nya bergoyang-goyang! Shirone-chan alias Koneko-chan yang mengikuti di belakangnya sepertinya agak malu.

“...Maaf, senpai. Meskipun kamu dengan Rossweisse-san, aku tidak bisa menghentikan Kuroka-oneesama...”

Seakan merasakan suasana canggung, Kuroka berkedip karena terkejut.

“Nyanya? Apa aku mengganggu kalian?”

Karena suasana untuk berciuman untuk kedua kalinya telah lenyap, Rossweisse-san dan aku saling berpandangan sambil tertawa kecil. Setelah itu, aku tidak punya pilihan selain bergabung dengan kombinasi yang benar-benar baru dengan Rossweisse-san, Kuroka, dan Shirone-chan. Kuroka bertanya pada Rossweisse-san saat dia memegangku. Omong-omong, sensasi lembut dari tubuh wanita menyelimutiku!

“Hei, guru Valkyrie. Apakah kamu ingin anak Ise?”

Mengapa kucing jahat ini menanyai hal itu tiba-tiba? Rossweisse-san juga terkejut dengan pertanyaan itu saat dia berseru ‘Eh!?’ Sebaliknya, Kuroka menggosok perutnya sendiri saat dia berkata

“Dalam waktu dekat, anaknya akan ada di sini. aku sangat menginginkannya cepat-cepat, nya. Sudah sampai di mana sekarang pun tidak apa-apa, lho?”

Aku jadi mimisan ‘Bu!’ karena mendengar pernyataan beraninya yang biasa. Kuroka lalu bertanya pada Koneko-chan.

“Shirone, mengapa kamu tidak mengatakannya juga? Bahwa kamu akan memberikan anaknya.”

Dia tiba-tiba diminta oleh kakaknya. Koneko-chan panik sesaat, tapi buru-buru dia menarik diri dan berkata

“...Y-Yah, aku memang ingin memberikan...sih”

Gembira, Kuroka lalu berkata

“Apa katamu? Lamaran kita Nekomata diterima, lho? Ini artinya kita sudah memesan, nyan. Hei, Ise. Ayo buat banyak anak-anak, oke?”

Kuroka dengan manis menggigit telingaku! Uhiiiiiiiiiii! Karena g-gadis ini hanya mengundangku untuk melakukan hal-hal menggairahkan sejak lamaran, wajar saja bahwa aku tidak lagi dapat menolak!

High School DxD Volume 25 Illustration 3.5.png

Koneko berdiri di tempat tidur sambil menanggalkan pakaian luarnya sampai dia hanya mengenakan celana dalamnya, lalu terbaring di atasku!

“...I-Itu benar, ya. Itu artinya aku sudah memesannya ya.”

Entah bagaimana, Koneko-chan telah menjadi lebih berani juga sejak saat itu! Pengaruh kucing jahat itu berangsur-angsur semakin kuat! Kuroka bertanya pada Rossweisse-san sekali lagi sambil membungkuk padaku.

“Dan bagaimana denganmu, apakah kamu menginginkan anak Ise?”

Rossweisse-san terlihat seperti bingung bagaimana cara menjawab dan sedikit panik, tapi dia segera membuat wajah tegas dan memelukku seolah-olah mencoba merebutku dari Kuroka dan Koneko-chan sambil mengatakan

“L-Lagian, aku akan tidur dengan Ise-kun malam ini! I-Ini adalah kesempatan spesial!”

Kuroka dan Koneko-chan tertawa ‘fufu’ karena mereka terkejut oleh keberanian tak biasa dari Rossweisse-san.

“Yah, tidak apa-apa, nya”

“...Mampu tidur nyenyak adalah yang terbaik saat ini.”

Nekomata bersaudari tampaknya merasakan bahwa Rossweisse-san tidak lagi memiliki motivasi untuk melakukan sesuatu yang salah, sehingga kami berempat tertidur. Aku gelisah dan tak bisa menenangkan diri saat aku dipeluk oleh Koneko-chan dan Kuroka. Aku bisa memastikan perasaan dari diriku dan Rossweisse-san. Nah, semua yang tersisa hanyalah menghadapi pertandingan!

Bagian 2[edit]

Dan, akhirnya hari pertandingan—.

Kami, tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth] bersama Rias tiba di dunia mitologi Norse yang menjadi aula pertemuan — Valhalla. Arena kali ini akan menjadi stadion besar yang disiapkan untuk turnamen yang terletak di sudut Valhalla — [Thor Stadium]. Sebuah patung Thor yang gagah berani memegang palu kebanggaannya [Mjolnir] dipasang di pintu masuk stadion. Kami berpisah dari Rias di depan pintu masuk pemain.

“Aku menantikan pertandingannya.”

Rias menyemangatiku sebelum kami berpisah. Sepertinya mereka akan menonton pertandingan kami di ruang penonton untuk personil yang berwenang.

“Kamu pasti akan menang.”

“Kamu akan menang.”

“Aku mengandalkanmu.”

“Aku bersorak untukmu!”

Kami menerima sorak-sorai dari para budak Rias, Akeno-san, Koneko-chan, Kiba, dan Gya-suke. Ayahku, Kunou, Ophis, dan Lilith dari Kediaman Hyoudou juga datang ke sini untuk menonton pertandinganku.

“Aku akan bersorak untukmu. Lakukan yang terbaik, Ise!” Ayah bersorak.

Kunou dan yang lainnya melanjutkan

“Lawanmu mungkin Dewa, tapi aku yakin kamu akan menang!”

Ophis dan Lilith lalu berkata

“Kami, ketika dorongannya tiba, akan membantu Ise.”

“Bantu–”

Tidak, jika kalian bergabung dengan timku maka kemenangan sudah akan terjamin! Tapi, itu tidak mungkin! Ayah lalu menambahkan

“Ibu mulai mengatakan bahwa dia mungkin datang untuk melihat turnamen jika kamu lolos ke babak utama. Dia bilang bahwa ‘Jika putraku sendiri memenuhi syarat ke turnamen utama, aku tak bisa tidak datang dan tidak melihat turnamen.’“

“Sungguh? …Begitu ya. Aku akan melakukan yang terbaik dan menang.”

Jika ibu datang dan melihat pertarunganku, tidak ada yang akan membuatku lebih bahagia. Itu mungkin benar, jika ini adalah babak utama yang harus diperingati, ibu mungkin berpikir bahwa dia harus datang. Dan juga karena itu, aku tidak boleh kalah di pertandingan ini. Kami, tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth] menyemangati diri saat kami mendekati pertandingan yang ditakdirkan—.

Sambil sorak-sorai keras dari kerumunan mengelilingi kami, kami dari tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth] pergi menuju pusat stadion dari pintu masuk pemain.

<<Nah, tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth] memasuki panggung! Mereka sangat populer dengan pria dan wanita dari segala usia, dan penggemarnya telah berkumpul di sini di [Thor Stadium] ini di Valhalla untuk melihat [Oppai Dragon]!>>

Ketika komentator mengatakan itu

“Oppai Dragon!”

“Tolong menang!!”

“Tolong tunjukkan kami pertandingan yang bagus antara kamu dan Vidar-sama!”

Para penonton bersorak untukku! Ohh, aku cukup populer di dunia mitologi Norse juga, eh. Aku benar-benar berpikir aku akan dihina atau diremehkan.

Di sisi lain—

“Rossweisse!”

“Kyaa! Rossweisse-sama!”

“Rossweisse-san, aku akan bersorak untukmu!”

Ada juga banyak sorak-sorai yang mengarah pada Rossweisse-san! Sebagian karena ini adalah rumahnya, tapi juga karena dia mendapat perhatian di turnamen dan popularitasnya meningkat. Sebagai mantan Valkyrie yang berpartisipasi aktif di turnamen, tidak mengherankan bahwa dia mengumpulkan banyak perhatian di Asgard. Rossweisse-san tersipu menanggapi sorak-sorai hangat. Setelah kami berkumpul di field yang berada di bagian tengah stadion, tim [Leisure of the Kings] muncul.

<<Nah! Penduduk Asgard, terima kasih sudah menunggu! Akhirnya, mitologi kami — tim yang Vidar-sama masuki, kini akan segera muncul! Memasuki stadion adalah tim [Leisure of the Kings]!>>

Saat komentator mengatakan itu—.

Kami merasakan kehadiran di atas kepala kami! Dari langit-langit stadion terbuka — tubuh raksasa dengan cepat turun dari langit!

Zushiiiiiiin! —Dan, makhluk yang berdiri dengan bersemangat di depan kami adalah Raja Monster raksasa — Typhon-san! Dimulai dengan Vidar-san, anggota tim [Leisure of the Kings] semua berdiri di pundak dan lengannya! Menanggapi kemunculan yang mencolok ini

[Woooooooooooooooooooooooooooooooooooooooow!]

Stadion menjadi penuh dengan sorak-sorai yang luar biasa!

“Vidar-samaaaaaaaaa!”

“Brynhildr-saaaaaaan!”

“Kemenangan bagi Dewa Kepala kamiiiiiiiiii!”

Sorak-sorai dari kursi penonton bahkan lebih keras dari kemunculan kami. Benar saja, meskipun mereka memiliki campuran mitologi, itu adalah tim dengan di dalamnya ada Dewa kepala Asgard. wajar bagi rumah mitologi Norse penuh dengan mereka yang mendukung Vidar-san dan Valkyrie. Setelah kedua tim berkumpul, kami berbaris di tengah field. Intensitas dari [King] Typhon-san yang bertubi-tubi dengan tubuhnya yang besar menjadi semakin menonjol saat dia berdiri di depan mataku. Typhon-san setinggi tiga meter lalu berteriak riang dari lubuk hatinya.

[GAHAHAHAHA! Aku akan bertarung melawan Heavenly Dragon! Tidak ada pertandingan yang kuharapkan sampai begini!]

Tawa yang jujur ​​dan hidup. Namun, massa dan kedalaman aura yang keluar dari tubuh raksasa itu sungguhan. Dia bukan seseorang yang bisa dilawan dengan setengah hati. Biar bagaimanapun, dia adalah Raja Monster yang konon setara dengan Fenrir, atau bahkan lebih kuat—.

Tatapan Vidar-san bertemu dengan tatapanku. Kami tidak mengatakan apa-apa, tapi hanya dengan melihat saja, aku tahu bahwa mereka datang dengan maksud untuk menang.

<<Baiklah, kita akan segera memutar rolet yang akan menentukan aturan pertandingan ini!>>

Setelah komentator mengatakan itu, rolet sudah mulai berputar. Di satu sisi, kamu bisa bilang bahwa peluang kami untuk menang bisa berubah. Rolet raksasa yang dipasang di stadion berputar, dan akhirnya berhenti.

—Aturannya adalah [Yggdrasil Climb]!

—! S-Sampai itu yang akan dipilih di sini!

Sang komentator berteriak

<<D~an, seperangkat aturan kali ini adalah standar Turnamen asli baru yang bahkan telah menjadi topik hangat untuk setiap mitologi, [Yggdrasil Climb]! Ini benar-benar tidak terduga sampai ini dipilih di arena mitologi Norse! Aturannya sederhana. Naikilah Yggdrasil buatan, dan orang yang mencapai tujuan di atas adalah pemenangnya! Tentu saja, seperti aturan lain sejauh ini, Anda juga bisa menang jika Anda mengalahkan [King] lawan.>>

Pohon raksasa ditampilkan di monitor. Ukuran dan tinggi pohon yang menembus awan itu tidak bisa dipercaya. Meskipun Yggdrasil asli jauh lebih besar, yang disiapkan untuk Rating Game masih terlihat cukup besar bagi kami. Aturannya sederhana. Hanya naik ke puncak dan orang yang mencapai lebih dulu, menang. Itu sangat mudah dimengerti. Konsekuensinya, pertarungan juga akan lebih ganas. Ravel lalu berkata

“Promosi [Pawn] diperbolehkan setelah mencapai titik tengah.”

Ini berarti bahwa setelah mencapai titik tengah, [Pawn] kami dan mereka akan menjadi [Queen]. Tapi, kami hanya perlu mengalahkan skuad Valkyrie sebelum mencapai titik tengah. Dan saat kami memikirkan itu, awal game semakin dekat.

<<Sekarang, game akan dimulai setelah kedua tim diteleportasi ke game field Yggdrasil buatan! Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth] vs tim [Leisure of the Kings], Ini pertarungan abad ini! Akan segera dimulai!>>

Saat komentator mengumumkan itu, timku dan tim lawan diselimuti cahaya teleportasi—.

Tempat kami diteleportasi adalah dasar Yggdrasil buatan.

...Kami hanya bisa tercengang dengan ukuran pohon raksasa. Semua anggota mendongak, tapi...

Wajar saja bahwa kami tidak dapat mengidentifikasi bagian atas dari sini. Ini agak lebih tinggi dari awan. Sepertinya tim Vidar-san berpindah ke sisi lain — punggung pohon. Tentu saja, menyerang sebelum pihak lawan mulai memanjat adalah melanggar peraturan.

Di Yggdrasil, tangga spiral digantung di sekitar pohon, tapi ada juga pijakan — pulau terapung yang mengelilingi pohon. Kami bisa memanfaatkannya sebagai tempat untuk beristirahat atau bertempur. Tentu saja, pergi ke atas dengan terbang juga tak masalah. Berdasarkan tinggi keseluruhan pohon, sepertinya butuh waktu yang cukup lama untuk mencapai puncak. Butuh beberapa saat bahkan bagi Iblis normal untuk mencapai puncak dengan terbang dengan kecepatan penuh, dan mempertahankan kecepatan itu. Kami bisa tiba lebih cepat jika kami memfokuskan semua kekuatan kami, tapi, kami tidak bisa melakukan itu karena rival kami juga akan mencoba untuk mencegah itu.

Sebelum pertandingan dimulai, ada periode singkat untuk waktu strategi. Kami berkumpul di sekeliling meja yang didirikan di dasar pohon dan mendiskusikan apa yang harus dilakukan. Ravel lalu meletakkan selembar kertas di atas meja yang tertulis komposisi tim lawan.

Mulai dari [King], Typhon, itu benar-benar tim yang tangguh. Aku memulai pertemuan sambil mengamatinya

“...Selain Typhon, Vidar-san, dan Apollon-san, ada beberapa alternatif di tim lawan, tapi kali ini adalah tim yang serius.”

[Pawn] kali ini — skuad Valkyrie. Selain itu, sepertinya mereka semua adalah kolega Rossweisse-san.

“.....Siapa sangka aku akan bertarung tidak hanya Brynhidlr-senpai, tetapi juga Valkyrie lainnya.”

Wajah Rossweisse-san rumit sekali. Tapi Xenovia tertawa tanpa rasa takut sambil gemetar kegirangan.

“...Ini adalah parade Dewa. Bahkan aku tidak bisa berhenti gemetar, tahu.”

Yah, wajar saja. Aku juga tidak suka kenyataan bahwa lawanku semuanya adalah Dewa, tapi karena kami sudah datang ke sini, kami tidak punya pilihan selain melawan mereka.

“Mungkinkah mereka musuh yang terburuk, dan yang terkuat yang pernah aku lawan?”

Aku bertanya pada Ddraig

[Ya, mereka melebihi semua orang, termasuk Rizevim dan Apophis.]

Yah, aku senang bahwa ini hanya pertandingan normal, bukan pertandingan kematian. Walaupun demikian, mereka tidak akan memberiku rintangan apapun. Ddraig lalu berkata dengan frustrasi dalam suaranya

[......Tim ini tangguh, dan aku pun tidak punya kesempatan untuk bertemu dengan mereka dalam kehidupanku sebelumnya. Sekarang aku merasa agak tak suka dengan tubuh ini.]

Aku tidak bisa membayangkan bahwa aku akan melawan tim yang melampaui mitologi dan ras. Ravel lalu memberitahu kami dengan jelas

“Sejujurnya, wajar bila kita kalah dalam pertandingan ini. Itulah perbedaan besar antara kekuatan bertarung dasar kita dan kekuatan mereka.”

—Namun, ekspresi Ravel berubah sepenuhnya menjadi ekspresi pemberani.

“Tapi, mari bertarung dengan niat untuk menang. Mungkin akan ada banyak peluang bagi kita untuk menang karena aturan.”

[Ya!]

Kami juga bersemangat oleh kata-kata ahli strategi kami! Walaupun lawan kami adalah Dewa, pemenangnya akan menjadi yang pertama mencapai puncak. Kami hanya perlu mencapai tujuan terlebih dulu, biarpun itu hanya salah satu dari kami.

….Yah, aku pribadi tidak ingin mengakhirinya seperti itu. Aku ingin setidaknya menghajar Vidar-san dengan tinjuku. Ravel lalu berkata pada Roygun Belphegor-san yang berpartisipasi dalam tim kami kali ini.

“Keahlian Roygun-sama sebagai Iblis adalah [Crack], bukan? Ini adalah keahlian khusus yang memungkinkan kamu menciptakan ‘cabikan’ pada apapun…. Kamu bisa menghasilkan retak pada banyak hal, kan?”

Roygun-san lalu tertawa sinis

“Tentu saja ada batasnya, kamu tahu. Aku tidak bisa menghasilkan ‘retak’ pada mereka yang kekuatannya jauh melebihi milikku. Itu kemampuan yang lumayan ketika aku berada di peringkat kedua, tapi.....Seperti aku saat ini, jika lawannya adalah sekelas Maou atau sekelas Dewa, kemampuannya tidak akan terlalu efektif.”

Ravel lalu berkata sambil menatap Yggdrasil

“...Aku ingin kamu membuat [Crack] di sekitar akar Yggdrasil dan membuat pohon itu jatuh, tapi... sepertinya itu didirikan dengan baik, jadi kita tidak seharusnya berharap begitu banyak.”

Dia tengah memikirkan sesuatu yang berani! Sungguh, manajerku mencoba merusak inti aturan sejak awal, huh! Ravel lalu melanjutkan

“Karena aturannya sederhana, strategi kita juga sederhana. —Tujuannya adalah pergi dengan formasi roket bertingkat-tingkat.”

[—]

Semua orang tersentak pada rencana Ravel. ...Formasi roket bertingkat-tingkat. Itu berarti kami akan terbang bersama, lalu dia menyarankan agar kami berpisah di tengah.

Ravel lalu melanjutkan

“Aku yakin bahwa sementara lawan kita mendaki Yggdrasil, mereka akan membuat pemain mereka menabrak kita di sebelah sini. Ketika itu terjadi, kita juga harus meninggalkan seseorang untuk menghadapinya. Sedangkan untuk kedua tim, hal yang umum adalah apa yang kita dan mereka telah kenali, dan itu adalah kenyataan bahwa kita hanya perlu memiliki satu orang yang mencapai puncak, dan kita harus melindungi [King].”

….Nah, itulah masalahnya. Karena peraturannya sederhana, kita juga bisa dengan mudah membayangkan situasi yang akan terungkap. Irina lalu berkata

“Ada juga kemungkinan bahwa kita semua akan berhadapan melawan mereka semua, kan?”

Kemungkinan semua orang yang bertempur di tengah tentu ada.

Ravel lalu berkata

“Pertarungan habis-habisan, kan? Memang ada beberapa kemungkinan itu, tapi... kalau dilihat dari sifat lawan, kurasa para pemain hanya akan bergerak berdasarkan penilaian mereka. Mereka semua adalah pemain kuat, karena itu ketegasan mereka juga sama kuatnya. Dan itu berasal dari [King], Typhon. Ini berarti karena mereka tidak memiliki koordinasi yang baik, kemungkinan mereka menyerang kita satu per satu adalah tinggi.”

Seperti yang Ravel ucapkan, tim Vidar-san bukanlah tim yang unggul dalam kerja tim. Itu adalah tipe tim yang mempercayakan segalanya kepada anggotanya mengenai bagaimana cara bertarung dan mendapatkan kemenangan. Itu karena setiap anggota memiliki ego dan kekuatan individu yang kuat. Sebelum pertandingan dimulai, kami menerima beberapa saran dari Ravel. Jika ada sesuatu yang bisa kami manfaatkan di tim lawan, itu adalah kelemahan dari permainan tim mereka. Itulah mengapa Ravel menekankan bahwa lawan kami akan datang menyerang kami ketika kami naik ke puncak. Setuju dengan gagasan itu, lalu aku bertanya

“Jadi, Ravel, apakah kita akan memutuskan siapa yang akan menjadi yang terbaik untuk melawan siapa?”

Ravel mengangguk dan melanjutkan.

“Ya, mari kita memikirkan soal kompatibilitas anggota lawan dan strategi bagaimana menghadapinya sampai batas tertentu.”

Dan dengan itu, kami mendiskusikan bagaimana menangani gerakan lawan sebelum kami mulai memanjat Yggdrasil buatan—.

Dan waktu untuk pertandingan pun dimulai.

Sang komentator berteriak

<<Nah, waktunya mulai! Kedua tim telah tiba di titik awal. Game akan dimulai ketika senjata sinyal di field ditembakkan! Baik tim dan penonton, apa kalian siap?>>

Ada periode singkat keheningan yang tenang——

Lalu, bunyi tembakan senjata api bergema ‘BAAAAAAAAAN’.

<<MULAI!>>

Kami mulai berlari saat komentator itu berteriak!

Pertama, kami dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok akan menaiki tangga spiral dan yang lainnya akan terbang sambil melewati pulau-pulau yang mengapung. Dengan tidak berkumpul di satu tempat, kami juga akan menghindari satu serangan besar terhadap seluruh tim. Sebagai [King], game akan berakhir jika aku dikalahkan, dan aku mulai berlari menaiki tangga. Ini hanya rencana sementara. Sambil aku memikirkan terbang di langit, aku memilih untuk naik tangga untuk memulai mengikuti situasi. Orang-orang yang naik tangga adalah Irina, Xenovia, Rossweisse-san, Ravel, Ouryuu, dan aku sendiri, kelompok yang secara komparatif terdiri dari mereka yang percaya stamina mereka. Aku buru-buru berubah menjadi armor crimsonku. Dan mereka yang terbang melintasi langit adalah Bova, Roygun-san, dan Bina-shi. Asia dan Elmenhilde yang tidak percaya stamina mereka naik di bahu Bova. Karena mereka terbang melintasi langit, mungkin saja mereka akan menjadi sasaran yang lebih mudah, tapi karena Asia dan Elmenhilde akan mensuport Bova dan Bina-shi, kombinasi mereka tidak akan runtuh kecuali ada keadaan ekstrem.

Kami menaiki tangga dengan kecepatan luar biasa. Ketika kami melakukan itu, kami dapat mengenali tim lawan secara visual karena ada dua tangga yang disiapkan, satu untuk setiap tim. Kelompok tangga di sisi lain terdiri dari... Vidar-san, Artemis-san, dan Brynhildr-san. Ini berarti bahwa sisanya terbang melintasi langit.

...Itu berarti [King] mereka, Typhon, terbang melintasi langit, ya. Dia berani tanpa takut. Ini berarti dia tidak takut dihajar.

Kedua tim telah mendaki Yggdrasil selama tiga puluh menit ketika kami mulai melihat sejumlah pulau terapung yang mengelilingi Yggdrasil. …Tentu, penyelenggara Turnamen agak bijaksana untuk memberi kami [Mereka bisa bertarung di sini]….! Seolah-olah lawan kami juga mengerti, musuh penyerangan pertama akhirnya muncul!

Ada seseorang yang turun dan berdiri di tengah satu pulau terapung besar.

—Itu adalah Dewa Kepala Olympus saat ini, Apollon-san. Lalu dia berkata kepada tim kami

“Siapa yang akan menjadi lawanku untuk membuatku bertahan di sini?”

Dan, orang-orang di timku yang telah ditentukan sebelumnya dalam strategi kami berpisah. Xenovia, Irina, dan Nakiri. Mereka bertiga pergi ke pulau terapung dimana Apollon-san berdiri di atasnya. Xenovia lalu dengan berani berkata

“Dewa Matahari-dono. Aku [Knight] Hyoudou Issei. Biarkan aku menjadi musuh Anda.”

Irina juga mengatakan sambil dia memegang Hauteclere

“Ace Michael-sama! Shidou Irina! Saat ini anggota tim Hyoudou Issei-kun!”

Nakiri lalu menambahkan sambil membungkus dirinya dengan touki

“Pewaris selanjutnya dari klan Nakiri dari Lima Kepala Klan, Nakiri Kouchin Ouryuu. Suatu kehormatan bisa bertarung dengan Dewa legendaris, tapi karena aku juga junior Sekiryuutei, aku akan membuat Anda tetap di sini.”

Ketiganya cukup berani memilih Dewa Matahari sebagai lawan mereka! Demi Dewa, mereka benar-benar kawan yang dapat diandalkan! Apollon-san juga sepertinya puas dengan perkenalan mereka.

“Itu adalah perkenalan yang cocok untuk kawan-kawan Sekiryuutei. Aku Apollon. Dewa Kepala Olympus.”

Setelah melalui perkenalan diri, pertempuran dimulai—.

Setelah pertempuran mereka dimulai, Rossweisse-san segera menutup Xenovia dan yang lainnya, termasuk Apollon-san dengan sihir penghalang. Ini untuk mencegah musuh melarikan diri dari tempat itu, dan biarpun kawan kita kalah, itu masih bisa mengulur waktu untuk kami. Penghalang yang diperkuat oleh Rossweisse-san menggunakan tongkat Misteltein digunakan untuk menutupi medan perang pertama. Setelah penghalang didirikan, kami meninggalkan mereka dan terus menuju puncak. Di bawah kami, sinar cahaya dewata ditembakkan beberapa kali, dan suara nyaring dari kehancuran bisa terdengar saat pertempuran langsung meningkat.

Setelah mempercayakan Apollon pada Xenovia dan yang lainnya, kami mencapai rongga besar di Yggdrasil raksasa setelah sekitar sepuluh menit mendaki. Rasanya seolah-olah tangga terus melangkah lebih jauh setelah melewati rongga berlubang. Karena gua itu sangat besar baik dalam lebar dan tinggi, itu mungkin bahkan untuk pertempuran mencolok yang akan dilakukan di sini. Dengan kata lain, berarti itu. Operator Turnamen ingin mengatakan ‘Anda bisa bertarung di sini’. Tanpa diduga, ada sosok manusia yang menunggu kami di dalam gua—. Seorang wanita mengenakan armor ringan di balik bajunya — itu adalah Dewi Artemis. Artemis memegang busur di tangannya, sesuatu yang juga bertindak sebagai simbol dirinya.

Setelah memastikan siapa lawan kami berikutnya, Ravel lalu berbicara melalui interkom komunikasi.

“Ini Artemis-sama.”

Setelah mendengar itu, orang-orang yang memasuki gua adalah Bina-shi dan Asia! Kami mempercayakan Artemis-san kepada mereka berdua. Aku merasa tidak enak karena meninggalkan penyembuh kami di belakang sini, tapi... dengan mempercayakannya pada Bina-shi, bukan hanya kesempatan Asia untuk bertahan hidup, tetapi juga karena kompatibilitasnya dengan lawannya bagus.

“Ise-san! Semua orang! Aku akan menyerahkan sisanya pada kalian!” kata Asia kepada kami.

Setelah mempercayakan sang Dewi kepada mereka berdua, kami sekali lagi mendirikan penghalang sihir dan kemudian terus memanjat. Yah, karena lawannya adalah wanita, aku pikir mungkin akan lebih baik jika aku menghadapinya, tapi memikirkan pertarungan dengan Vidar-san, itu hanya masalah stamina. Namun, karena aku memiliki rekan yang kompeten, aku meninggalkannya pada Bina-shi dan Asia. Setelah meninggalkan pertarungan di gua pada mereka berdua, Ravel dan aku terus menaiki tangga! Sekitar satu jam setelah pertandingan dimulai, akhirnya aku bisa melihat bagian tengah Yggdrasil. Bendera yang melambangkan titik tengah ditempatkan di seluruh lingkaran Yggdrasil. Setelah melewati titik setengah, [Pawn] Ravel, Bova, dan Elmenhilde dipromosikan menjadi [Queen]. Dan dengan ini, potensi pertempuran kami meningkat. Yah, meskipun itu tidak lebih dari perubahan kecil untuk lawan...

Beberapa menit setelah melewati setengah jalan, pulau terapung raksasa seperti tidak ada apa-apa sebelumnya muncul di langit. Ketika itu terlihat, aku melihat bayangan raksasa turun ke atasnya!

[Yeaaaaaaaaaaaaaaaaaah!]

Makhluk yang turun dan mengangkat suara mereka — tiba-tiba, [King] dari tim lawan, Typhon! Typhon mengarahkan jarinya ke arah kami sambil dia berpose berlebihan.

“Sekarang, siapa yang akan menjadi lawanku!? Aku juga baik-baik saja dengan Sekiryuutei!” teriak Typhon dengan bersemangat.

Ketegangannya sangat tinggi! Dia benar-benar senang dia bisa bertarung di turnamen! Typhon telah muncul di hadapan kami, dan meskipun kamisudah memutuskan siapa yang akan menjadi lawannya... Aku mulai berpikir bahwa akan lebih baik jika itu aku! Aturannya adalah untuk mencapai puncak, tapi karena mengalahkan [King] juga berarti menang, maka aku bisa menjadi lawan Typhon—.

Saat aku berpikir seperti itu, aku bisa merasakan semangat bertarung dari atas! Ketika aku melihat ke atas, Vidar-san menatapku ketika dia menunjuk ke suatu tempat di atas tangga. Ketika aku melihat ke tempat yang dia tunjuk — itu juga pulau terapung yang luas, dan kelihatannya seolah-olah aku diundang [Kemarilah!] oleh lawanku.

…Begitu ya. Dia pasti berpikir ‘Jika aku harus membiarkanmu menjadi musuh Typhon, maka aku lebih suka menjadi musuhmu’.

Saat aku memberi tanda pada Ravel dan Rossweisse-san dengan mataku, kami mengangguk. Kami memutuskan bahwa Bova-san, Roygun-san, dan Elmenhilde akan menjadi lawan Typhon, sementara Ravel, Rossweisse-san dan aku bertarung dengan Vidar-san dan — skuad Valkyrie yang dipimpin oleh Brynhildr-san. Teman-temanku dan aku masing-masing bergerak menuju pulau terapung yang terpisah yang masing-masing akan menjadi medan perang kami. Pertarungan untuk mencapai puncak Yggdrasil memasuki tahap kritis setelah melewati titik tengah.

Life.DxD vs Life.GOD Melawan Para Dewa —Red Dragon—[edit]

Bagian 1[edit]

Aku — Kiba Yuuto, bersama dengan majikanku, Rias-oneesan, dan anggota tim kami yang lain tengah menonton pertandingan Ise-kun di ruang personil yang berwenang. Mereka memposisikan pemain mereka di beberapa titik untuk menghadapi pemain lawan sambil mengarah ke puncak. Pasangan pertandingannya adalah:

Dewa Apollon melawan Xenovia, Irina, dan Nakiri-kun.

Dewi Artemis melawan Asia-san dan Bina Lessthan-san.

Typhon melawan Elmenhilde-san, Bova-san dan Roygun Belphegor-san.

Dan, Dewa Vidar melawan Ise-kun, sementara skuad Valkyrie di dekatnya bertarung melawan Rossweisse-san dan Ravel-san.

Pertarungan sudah dimulai. Pertarungan sengit terjadi di berbagai tempat di Yggdrasil buatan. Pertarungan pertama yang kebetulan ditemui adalah Dewa Apollon akan melawan Xenovia dan yang lainnya. Wyvern yang telah Ise-kun kirimkan pada Xenovia semakin dekat dan berubah saat mereka menempeli tubuh Xenovia. Hal berikutnya yang aku tahu, Xenovia mendadak berubah menjadi Crimson Destruction Dragonar. Kedua pendekar pedang, Xenovia dan Irina-san, melakukan serangan yang dibuat dengan baik terhadap Dewa Apollon. Namun, Dewa Apollon menangani kedua pendekar pedang cepat tersebut dengan hanya melapisi salah satu tangannya dengan sedikit aura dewata yang bersinar! Dia terus menghindari gaya dua pedang Xenovia, Durandal, Excalibur, dan Hauteclaire Irina-san dengan mudah!

[Dorong!]

Nakiri-kun, yang berubah menjadi bentuk Naga humanoidnya, mengurangi jarak dengan kecepatan intens. Lalu memulai pertarungan tangan kosong melawan Dewa Apollon. Pukulan dan tendangan berlapis touki terus memukul, memukul, memukul, dan memukul! Dewa Apollon harus merespon pertempuran jarak dekat dari Xenovia, Irina-san, dan Nakiri-kun. —Namun, Dewa Matahari menangani semua itu hanya dengan satu tangan!

[Jadi kamu akan menghindari pertarungan tangan kosongku, huh!]

Rias-oneesan, yang ada di sampingku, terkejut. Xenovia, Irina-san dan Nakiri-kun melompat mundur, menciptakan jarak ketika Xenovia mengubah Excalibur-nya menjadi cambuk dengan spesialisasi ‘mimic’ dan tiba-tiba menyerang Dewa Apollon. Selain itu, dia menggabungkan serangannya dengan kecepatan kilat serta spesialisasi ‘transparency’ Excalibur yang membuat cambukan (ujung tajam cambuk) tidak terlihat. tapi meski Dewa Apollon tidak bisa melihat Excalibur yang digerakkan oleh cambuk, dia dengan mudah menghindari serangan itu! Seolah-olah dia merasakan kehadiran sejumlah kecil aura yang mengalir melaluinya! Tidak, dia pasti melakukan ‘itu’! Cambuk tak terlihat yang dia hindari menghancurkan sebagian besar pulau terapung dimana mereka bertarung. Itu adalah spesialisasi ‘destruction’ dari Excalibur. Sepertinya Xenovia sudah mahir dalam menggabungkan spesialisasi Excalibur. Sementara Dewa Apollon terus menghindari serangan cambuk terus-menerus dari Xenovia, Irina melapisi Hauteclaire dengan aura suci!

[Haaaaaaaaaaaaa!]

Teriak Irina sambil mengayunkan Hauteclaire-nya terus-menerus. Dan setiap kali dia melakukan itu, aura suci yang kuat terus terbang menuju Dewa Apollon! Namun, dia bereaksi terhadap hal ini dengan hanya memunculkan sejumlah kecil aura dewata di tangannya dan terus menembaknya. Tanpa ragu-ragu, Irina-san menciptakan cambuk seperti Xenovia yang dipenuhi dengan energi cahaya dan mulai mengayunkannya bersama dengan teman seperjuangannya secara bersamaan! Salah satunya adalah cambuk yang diliputi cahaya, yang lainnya adalah cambuk yang tak terlihat, dan keduanya mencambuk secara bersamaan. Penglihatan dan kehadiran, yang manapun itu, tidak mungkin dihindari bila yang menjadi sasaran bukanlah makhluk sekelas Dewa atau jenis eksistensi lain pada level serupa. Ya, sekelas Dewa atau level serupa…… Itulah sebabnya, karena itu adalah Dewa Apollon, dia bisa menghindari serangan serentak mereka!

[Haaaaaaaaaaaaa!]

Nakiri-kun mengubah touki miliknya menjadi bola dan terus menembak Dewa Apollon dari kejauhan! Peluru touki tidak hanya dalam kisaran beberapa lusin. Ada sekitar seratus yang ditembakkan ke arah Dewa Matahari. Volume touki Nakiri-kun juga mengejutkan kami, tapi Apollon-san memukul semua hanya dengan satu tangan...! Saat Xenovia melihat rentetan touki, dia berteriak.

[Belok, belok, beloooook!!!]

Peluru touki yang ditembakkan oleh Nakiri-kun — mengubah lintasan mereka dan memojokkan Dewa Apollon! Apakah ini karena Xenovia menggunakan kekuatan ‘control’ Excalibur!? —Namun, Dewa Apollon bahkan tidak terganggu oleh pertumbuhan Xenovia saat dia menghindar dan menangkis peluru. Dewa Apollon tiba-tiba terbang ke depan sambil memukul peluru touki Nakiri-kun. Dengan kecepatan super, dia menutup jarak dan meninju perut Xenovia dengan kekuatan yang hebat! Pukulan yang satu itu merusak armor yang Xenovia kenakan, membiarkan tubuhnya terbuka!

[Gaha!]

Xenovia meringis saat menerima pukulan langsung! Satu pukulan dari Dewa Matahari dipenuhi dengan kekuatan cahaya yang Iblis takuti. Biasanya, tidak akan aneh jika seseorang kalah dari satu pukulan itu. —Namun, Xenovia tidak menghilang saat dia mengayunkan pedangnya ke arah Dewa Apollon yang sudah dekat. Dia mencoba menghindarinya, tapi—.

[Aku mendapatkanmu!]

Cambuk Irina-san menempel ke tangan kosong Dewa Apollon! Dewa Apollon, yang tidak bisa membebaskan diri, hampir terpukul oleh tebasan Xenovia! Namun, Dewa Apollon dengan cepat menendang Xenovia! Xenovia terhempas mundur... tapi dia segera bangkit kembali. Pukulan dan tendangan itu dipenuhi dengan kekuatan Dewa Matahari. Namun, Xenovia dalam kondisi baik. Alasannya adalah sarung yang ada di punggungnya. —Itu adalah sarung Excalibur. Rias-oneesan lalu berkata.

“...Itu adalah sarung Excalibur yang konon membuat pemegangnya abadi, meskipun dengan beberapa pembatasan.”

Ya, Xenovia telah menjadi memiliki kekebalan terbatas. Biarpun dia terluka parah oleh serangan Dewa Matahari, selama dia memiliki sarung itu, itu akan sembuh sepenuhnya. Dewa Apollon mengaguminya.

[Sarung Excalibur…. Aku mengerti, meskipun kamu tidak seperti Malaikat dan Naga humanoid, alasan mengapa kamu bisa berdiri dihadapanku meski kamu lemah terhadap cahaya adalah karena itu, ya. Bisa dibilang bahwa kamu anggota yang paling cocok dipilih untuk jajaran timmu.]

Xenovia lalu menyatakan kepada sang Dewa saat dia melengkapi Durandal dan Excalibur.

[Ini yang terburuk. Jika Ise mengalahkan [King] mereka, maka yang harus kita lakukan adalah menahan mereka sampai seseorang dari tim kita mencapai tujuan.]

Irina-san dan Nakiri-kun juga bersiap untuk pertarungan lain bersama Xenovia. Lawan mereka sangat kuat. Seorang Dewa. Dewa Matahari legendaris. Kamu bahkan bisa mengatakan bahwa kekalahan itu tidak terhindarkan. Tapi tetap saja, dengan tekad yang gigih, mereka mengambil pendirian mereka di depan Dewa Kepala Olympus saat ini, Dewa Matahari, dan mereka bersiap untuk pertarungan lain. Irina-san berkata.

[Darling-ku Ise-kun akan menang, lho? Dia kan darling-ku!]

Nakiri-kun menambahkan sambil membungkus seluruh tubuhnya dengan touki.

[Aku — telah memutuskan bahwa aku akan menjadi kuat di bawahnya. Aku harus menjadi kuat. Demi dia... aku harus menang demi dia yang dengan sengaja mengubah takdir kami!]

Kekuatan gabungan Xenovia, Irina-san dan Nakiri-kun memaksa Dewa Apollon untuk mulai menggunakan tangannya yang lain. Dia menyelimuti kedua tangannya dengan aura dewata, dan juga melepaskannya ke seluruh tubuhnya.

[Aku tidak suka bertarung. —Tapi, aku akan bertujuan untuk memenuhi harapan kalian sebagai prajurit. Aku akan membuat kalian merasakan kekuatan dari orang yang dimahkotai dengan nama ‘Matahari’.]

Lalu, pertarungan Xenovia dan yang lainnya terus meningkat. Di sisi lain, Asia dan Bina Lessthan-san bertarung melawan Dewi Artemis. Bina Lessthan-san mengeluarkan aura sekelas Maou dari seluruh tubuhnya, sementara Dewi Artemis bertujuan untuk menembaknya dengan panah dewata. Begitu sebuah panah ditembakkan oleh Dewi Artemis, itu akan selalu menembus sasarannya di manapun lawan berada. Panah tembakan mengubah lintasannya di langit sambil mengejar target yang mencoba kabur. Terlebih lagi, panah dipenuhi dengan aura dewata. Luka yang mematikan akan dijamin bahkan hanya dari satu serangan. Bina-san menembak semuanya dengan energi iblisnya, lalu melepaskan serangan energi iblis setelah dia melihat celah. Namun, Dewi Artemis juga mengimbangi energi iblis Bina-san dengan anak panahnya, yang memungkinkannya untuk menghindari serangan Bina-san, tapi... Sebagai hasil dari energi iblis dan panah yang ditembak selama pertempuran ofensif dan defensif antara sang Dewi dan Iblis di dalam gua, kerusakan signifikan pada bagian dalam Yggdrasil terjadi. Namun, sistem Rating Game aktif dengan cepat dan memulihkan bagian yang hancur. Jika tidak ada sesuatu seperti itu, aku yakin Yggdrasil akan mengalami banyak kerusakan sejak beberapa saat yang lalu. Dewi Artemis menembakkan panahnya ke arah Asia setiap kali dia melihat celah dari Bina-san. Namun—

[Aku akan melindungi Asia-tan.]

Panah yang telah ditembakkan terhenti karena pertahanan besi dari Fafnir yang dipanggil!

[Kuh! Ini sangat keras!]

Perisai pertahanan Fafnir bahkan mengejutkan Dewi Artemis. Keinginan kuat Fafnir untuk melindungi Asia mengabaikan kenyataan bahwa musuhnya adalah seorang Dewi. Selain itu, Asia-san bukan hanya dilindungi. Menurut aturan Rating Game, akan ada batas jika familiar itu terlalu kuat. Fafnir tidak bisa tinggal di sana untuk waktu yang lama. Itu sebabnya mereka harus melakukan semua yang mereka bisa begitu mereka memanggil Fafnir. Saat Asia-san mencari di sakunya — dia mengambil ‘itu’ keluar! —pakaian dalam, sepasang pantsu! Sang komentator lantas berteriak!

<<Ohhh! Asia-senshu, d-d-dia telah mengambil sepasang celana dalam! A-Apakah ini hal itu!? Apakah hal yang dikabarkan akan keluar?>>

Desas-desus tentang spesialisasi Fafnir sudah menyebar luas, ya? Saat para komentator terus berbicara, semua penonton juga mulai menantikannya! Wajah Asia berubah merah karena dia malu, dan suaranya lebih bernada tinggi dari biasanya, sambil dia berkata.

[Kelas p-p-p-p-p-p-p-p-p-p-p-p-p-p-pantsu Fafnir-san akan segera dimulaaaaaaaaaiiii]

—Dia putus asa! Asia-san melemparkan celana dalamnya ke arah Fafnir! Fafnir lalu menangkapnya dengan mulutnya dan mulai mengunyahnya! Sudah diduga, dia akan memakan celana dalamnya, huh! Keheningan singkat berlalu... Bina-san dan Dewi Artemis berhenti bertarung dan mengalihkan fokus mereka ke arah Fafnir karena pemandangan yang sangat tidak biasa!

[Aku makan kancut tembus Asia-tan.]

Tiba-tiba, cahaya menyilaukan terpancar dari seluruh tubuh Fafnir. Apa-apaan cahaya itu? Kenapa dia menyala!? Seberapa efektif pakaian dalam itu? Setelah mengarahkan mulutnya ke tanah — benda seperti tangga keluar dari mulut Fafnir! Mengapa sebuah tangga!? Semua ini sudah jauh di luar pemahaman kita!

[Monster mengejutkan dan menakjubkan pekan ini, berbaris!]

Sambil Fafnir berkata begitu — sesuatu keluar dari mulutnya dan mulai mengikuti langkah tangga!

[Pantsu Pantsu Pantsu Pantsu Pantsu Pantsu Pantsu Pantsu Pantsu]

Sementara suara aneh itu semakin kencang dan lantang, banyak Fafnir kecil mulai keluar dari mulutnya! Apa-apaan ini...? Apa yang terjadi….? Semua orang di ruang penonton tercengang juga, dan seolah-olah ekspresi mereka menyampaikan gagasan bahwa semua ini ‘Luar biasa’!

“.....Apa yang sudah keluar pekan lalu?”

Rias-oneesan mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal, tapi... aku takut dia terlalu bingung. Jumlah Fafnir kecil melebihi dua digit, dan sekitar seratus berbaris berdampingan sambil mereka mulai berbaris menuju Dewi Artemis!

[AーApa yang kamu rencanakan...?]

Bahkan Dewi pun ketakutan!

Para Fafnir kecil mulai terbang menuju Dewi Artemis!

[Pantsu Pantsu Pantsu Pantsu Pantsu Pantsu Pantsu Pantsu Pantsu]

Namun, target mereka adalah area di bawah perutnya! Selangkangan sang Dewi! Para Fafnir kecil mengarah pantsu — Dewi Artemis! Semua orang mengerti apa artinya itu! —Ahh, para Fafnir kecil berencana untuk memakan celana dalam Dewi Artemis! Tidak memerlukan penjelasan lebih lanjut!

[Apakah kamu berencana untuk mengambil celana dalamku!? Aku tidak percaya ini!]

Dewi Artemis mencoba menyingkirkan Fafnir kecil yang memanjat tubuhnya, tapi mereka tetap menargetkan celana dalamnya tanpa berkedip! Mereka sangat gigih mengejar target mereka!

<<Dan! Benar-benar kejutan! Para Fafnir mini yang dikeluarkan Dragon King Fafnir mencoba mengambil pakaian dalam Dewi Artemis!>>

Bahkan komentator tidak punya pilihan selain mengatakan itu! Dewi Artemis mencoba meledakkan segerombolan Fafnir mini dengan melapisi busurnya dengan auranya, tapi—. Setelah lenyap, segerombolan Fafnir mini baru dikirim keluar dari mulut Fafnir yang asli!

[Maaf, aku menyesal! Aku sangat menyesaaaaaaal!]

Asia-san meminta maaf sambil menangis karena situasi telah berubah! Namun, kombinasi Asia-san dan Fafnir tentu saja memberikan pukulan besar pada sang Dewi!

[Jika itu yang terjadi, aku akan mengincar tuannya!]

Ketika Dewi Artemis mencoba mengubah targetnya kepada Asia-san...

[Asia-tan, lindungi.]

Kehendak kuat Fafnir akan menangkis serangan kuat sang Dewi.

[Dasar pertahanan keras!]

Wajar saja bahwa Dewi Artemis terkejut! Namun, aku yakin bahwa kekuatan Dragon King yang tertarik dengan celana dalam melebihi pemahamannya! Komentator menjelaskan situasinya kepada kami.

<<Ini benar-benar menakutkan! Klon yang dikeluarkan Dragon King terus mengarah pada celana dalam Dewi Artemis, sementara Asia-senshu, yang ditargetkan oleh Artemis-senshu, dilindungi oleh dinding Fafnir yang tak tertembus! Di sisi lain, meskipun Fafnir terluka, Asia-senshu terus menyembuhkannya dari belakang! Kalau mengenai lawan-lawan perempuan, ini bisa digambarkan sebagai formasi ulitmate battle!>>

Bina-san juga ikut campur dengan menyerang menggunakan energi iblisnya!

[Kamu terbuka!]

[Kuh!]

Dewi Artemis harus berurusan dengan lawan sekelas Maou sambil juga berusaha melindungi celana dalamnya pada saat yang sama! Sepertinya Dewi Artemis mengalami kesulitan melawan kombinasi tak terduga dari Asia-san (+ Fafnir) serta Bina-san.

<<Artemis-senshu mungkin harus membuat pilihan di sini. Akankah dia mempertahankan celana dalamnya sambil menyerang dengan kurangnya fokus, atau menerima rasa malu dan menghajar habis-habisan!?>>

Sama seperti komentator menjelaskan kepada penonton lain, situasi ini akan terus berlanjut sampai Fafnir menghilang dari field. Langkah yang dibuat Ravel-san untuk berurusan dengan Dewi Artemis luar biasa. Namun, meski ada satu pertempuran yang berlangsung dengan lancar, ada juga pertempuran lain yang mereka perjuangkan—.

Maka, lawan khusus yang mereka hadapi ini brutal. Pertarungan ketiga adalah Elmenhilde-san, Bova-san dan Roygun-san melawan Typhon. ...ini adalah pertandingan yang benar-benar satu sisi.

[Gahahahahahaha! Alangkah sibuknya!]

Di permukaan pulau terapung yang sangat luas yang terletak sedikit di atas bagian tengah Yggdrasil — cengkeraman cahaya dan hujan lebat terus turun karena cuaca di pulau terapung itu menjadi badai! Typhon, yang merupakan asal dari kata ‘Topan’, mengubah cuaca hanya dengan melepaskan serangan. Ketika Bova-san mencoba menyerang, hujan lebat dan angin yang ekstrim diarahkan padanya dan membunuh momentumnya. Kendati Elmenhilde meminum darah yang disiapkan sebelumnya oleh Ise-kun dan Ravel-san, yang memberinya karakteristik dari Naga dan Phoenix, dia bahkan tidak mampu menahan serangan sang Raja Monster. Namun, keberadaan Roygun Belphegor-san, yang masih belum kalah memberi mereka pijakan yang sangat besar. Dia menciptakan [Crack] pada angin kencang, kilatan petir dan sejenisnya yang dilepaskan oleh Typhon. Angin dan cahaya yang membuat [Crack] menyimpang ke arah lain dan tidak mendaratkan semburan langsung pada mereka. Typhon berhenti mengendalikan cuaca untuk waktu yang singkat dan mengembuskan api dari mulutnya, tapi setelah [Crack] dibuat, itu dibagi menjadi beberapa bagian yang membunuh kekuatannya dan membubarkan kekuatan brutalnya. Berkat itu, Bova-san dan Elmenhilde-san saat ini masih belum mengalami kerusakan yang berarti. Roygun-san adalah mantan mahkluk sekelas Maou. Bahkan setelah kekuatannya turun saat dia mengembalikan bidak [King], dia masih menunjukkan kemampuan seperti itu... Sepertinya dia mampu menentukan lokasi setiap serangan, dan menggunakan kemampuan [Crack]-nya di lokasi yang paling mudah disiapkan. Kemungkinan besar itulah bidang keahliannya, dan dialah masternya. Setelah menghamburkan serangan dan menemukan celah, Bova-san dan Elmenhilde-san melepaskan serangan mereka sendiri. Meskipun Bova- san dan yang lainnya menyerang, tidak ada kerusakan serius. Raja Monster Typhon-san, yang jelas berada pada level yang berbeda, tampak terkejut dan tertawa riang.

[Ini adalah masalah besar! Seharusnya kalian lebih lemah dariku, tapi kalian berhasil membalas semua seranganku!]

Typhon-san memuji Roygun-san. Roygun-san sendiri tertawa elegan sambil dia berkata ‘Sama-sama’, tapi... staminanya tidak terbatas. Cepat atau lambat, situasinya akan mencapai titik di mana mereka akan tertekan oleh serangan terus-menerus Typhon. Tapi tetap saja, aku mengagumi tekad Roygun-san sebagai mantan peringkat kedua karena mencoba membuat celah sambil tetap tak terkalahkan melawan Raja Monster. —Namun, jika mereka terkena serangan langsung walau satu pukulan saja, mereka akan diselimuti cahaya kekalahan. Pertandingan ini adalah pertandingan paling erat dan paling sengit yang pernah mereka lakukan. Lalu, aku melihat pertempuran Ise-kun dan yang lainnya, yang bertarung di tempat tertinggi—.

Bagian 2[edit]

Aku — Hyoudou Issei, turun di atas pulau terapung tertinggi di antara pulau-pulau terapung yang telah dipilih teman-temanku saat aku berdiri dan melihat lawan di depan mataku. Lawanku adalah — Dewa Kepala dari mitologi Norse, Vidar-san, dan skuad Valkyrie. Empat gadis perang berbaris mengelilingi kapten mereka, Brynhildr-san, sementara di pihak kami adalah tim tiga orang yang terdiri dari Ravel, Rossweisse-san dan aku. Vidar-san dengan santai mengangkat tangannya.

“Yo, Sekiryuutei.”

Vidar-san lalu mengarahkan jari telunjuknya ke langit.

“Kamu ingin naik ke sana, kan? Nah, sesuai aturan, orang yang mencapai tujuan pertama akan menjadi pemenangnya. —Tapi itu membosankan, kan? Baik untukku dan penonton.”

Vidar-san mengatakan itu sambil menepuk tanah dengan jemari kakinya.

“Jadi, mari kita bertanding di sini. Aku akan melawan Sekiryuutei, sementara Valkyrie melawan yang lainnya. Tentu saja, itu termasuk nyonya muda Phoenix di sana.”

...Yah, itu cukup mudah dimengerti. Aku akan melawan Vidar-san, sementara Rossweisse-san dan Ravel akan melawan skuad Valkyrie. Rossweisse-san menghadapi Brynhildr-san dan mantan koleganya.

“...Brynhildr-senpai, semuanya.”

Brynhildr-san mencabut pedangnya dari pinggangnya saat dia berkata.

“Kamu... mungkin sudah berlatih, kan?”

Rossweisse-san mengangguk saat dia menarik keluar tongkat Misteltein-nya.

“…Ya. Meskipun aku belum pernah memenangkan satu pertandingan pun, aku masih akan menantangmu.”

“Baiklah, aku tidak keberatan. Tuanku saat ini adalah Vidar-sama, dan tuanmu saat ini adalah Red Dragon di sana. Sepertinya kita tidak punya pilihan selain saling berhadapan! “

Ravel berkata pada Rossweisse-san, yang telah mempersiapkan pendiriannya.

“...Aku mungkin tidak banyak membantu, tapi aku akan berusaha membantumu sebanyak yang aku bisa.”

Dan dengan itu, pertarungan antara skuad Valkyrie melawan Rossweisse-san bersama dengan Ravel dimulai! Sementara itu, aku berdiri di depan Vidar-san. Suara batinku — Ddraig berkata.

[Setelah memulai dari pertarungan melawan Malaikat Jatuh, akhirnya kamu melawan Dewa ya.]

Aah, benar juga. Yah, aku pernah bertarung sekali selama insiden Loki, tapi... Kurasa itu tidak dihitung, karena banyak teman-temanku juga ada di sana. Jadi ini mungkin pertama kalinya aku melawan Dewa secara serius.

[...Jujur saja, aku juga ingin mencoba melawan Typhon.]

Ada sebagian diriku yang menganggap mereka sebagai ‘sesama monster’, tapi saat ini, aku harus mengalahkan Dewa Kepala-sama yang ada di depan mataku! Setelah saling menatap, Vidar-san dan aku terbang ke depan secara bersamaan. Saat aku memukulnya dengan tinjuku, Vidar-san dengan mudah menghentikan seranganku dengan sepatu botnya yang sangat dibanggakannya! Tinjuku dan... Tendangan Vidar-san saling meniadakan! —Lalu, sambil memberi kekuatan pada pukulanku, aku membacakan mantra dalam sekejap!

“—Crimson Red Dragon tinggal di dalamku, terbangun dari dominasimu”

Cahaya merah memesona memancar dari permata di gauntlet kananku. Pada saat yang sama, aku terus bertukar pukulan melalui tendangan dan pukulan dengan Vidar-san!

[—Crimson Heavenly Dragon yang kumiliki dalam diriku, bangkit untuk menjadi Raja]

Suara Ophis bergema dari permata—.

“—God of Infinity hitam pekat”

Permata di gauntlet kiriku mengeluarkan aura hitam pekat. Vidar-san melompat mundur begitu dia melihat aura hitam pekat. Sebuah aura crimson yang luar biasa menyelimuti seluruh tubuhku.

[—God of Dreams yang agung]

Aura infiniti hitam pekat itu terbungkus di atasnya—.

“[—Menyaksikan keberadaan terlarang palsu yang melampaui batas-batas]”

Armor crimsonku kemudian diwarnai dengan pola hitam pekat. Kekuatan Dragon God telah terwujud seutuhnya. Lalu kami membacakan bait terakhir bersama—.

“[—Kami akan menari seperti cahaya dalam neraka]”

“<<[D∞D!! D∞D D∞D!! D∞D D∞D D∞D!!!! D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D!!!!!! D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D!!!!!!!!]>>“

Semua permata bergema dengan suara yang mengatakan [D∞D!!] dan menembus jiwa. Simbol ∞ muncul di semua permata!

“[<<Dragon ∞ Drive!!!!!!>>]”

Saat aku mengakhiri rapalanku, aku berubah menjadi armor crimson hitam pekatku! Pseudo Dragon Deification-ku hanya bisa bertahan hingga sepuluh detik sebelumnya, tapi... sekarang, itu berbeda! Di dalam permata pada gauntlet kiriku, simbol infiniti berputar secara vertikal saat digandakan, menciptakan simbol 88. Makna itu adalah [88]. Itu berarti, aku bisa saat ini... aku membalas tendangan Vidar-san dengan tinjuku dan menghancurkan keseimbangan! Aku menutup jarak dalam sekejap sambil membuat Ascalon muncul di tangan kiriku! Vidar-san menghindari tebasan cepatku dan melompat mundur saat dia menjauh dari Ascalon! —Namun, itu bukan satu-satunya Ascalon yang kumiliki!

“Ascalon II!”

[Blade Two!!]

Bersamaan dengan suara baru, Ascalon kedua muncul dari gauntlet kananku! Vidar-san tidak bisa menghindarinya sama sekali karena dia tidak mengharapkan yang lain dan dipaksa untuk lengan kirinya diserang Ascalon! Pertandingan ini adalah pertama kali aku mengeluarkan Ascalon II. Tidak heran dia terkejut! Vidar-san, yang ditebas, mencoba mengusirku! Tapi, aku juga cepat-cepat mengembalikan keseimbanganku dan memukulnya kembali dengan kecepatan tinggi! Vidar-san mencoba membelokkan pukulanku dengan teknik menendang khusus, tapi — tinjuku menabrak tendangan Vidar-san dan langsung menghancurkan keseimbangannya! Aku tidak menunjukkan belas kasihan padanya karena aku segera mendekatinya dan menghajar wajahnya! Bunyi ‘pow’ yang bagus bisa didengar saat itu bergema di sekelilingnya. Pukulanku mencapai wajah Vidar-san, tapi... tendangan tengah yang dia lepaskan dengan kecepatan kilat juga mengenai lengan kiri kiriku. ...Dampaknya ditularkan ke lengan kiri atasku bahkan melalui armorku, dan mengakibatkan kerusakan substansial. Vidar-san mundur sejenak setelah kami saling bertukar pukulan. Di lengan kirinya, ada cairan darah segar. Dia juga mengalami mimisan saat darah menetes dari hidungnya. —Aku memukulnya sekali. Nah, jika aku menggunakan Dragon Deification, aku bahkan bisa menghadapi Dewa! Vidar-san lalu menegangkan lengan bawahnya dan menghentikan pendarahan. ...Hanya dengan mengencangkan ototnya, dia bisa menghentikan pendarahan, ya...? Vidar-san menyeka darah dari hidungnya dengan ibu jarinya saat dia dengan riang berkata.

“Hebat juga. Kamu berhasil entah bagaimana bersaing dengan lawan seorang Dewa. Juga, siapa sangka bahwa ‘count’-mu akan meningkat sebanyak itu.”

Ucap Vidar sambil melihat ‘count’ di gauntlet-ku. Itu persis seperti yang dikatakan Vidar-san. Obat ajaib Amrita mungkin telah memengaruhiku karena sekarang aku bisa tinggal dalam bentuk Pseudo Dragon Deification selama delapan puluh delapan menit. Aku bisa tinggal di bentuk ini selama lebih dari satu jam... Ini adalah perubahan besar. Tidak berlebihan untuk menyebutnya sebagai evolusi yang cepat. Biar bagaimanapun, Dragonification yang bahkan bisa menghadapi makhluk sekelas Dewa ini adalah kunci penting untuk melawan kombinasi tim terkuat. ...Tapi, ini adalah kekuatan yang ada di dalam diriku selama ini. Dan itu karena ‘motivasi’-ku, bahwa aku dapat mencapai keadaan ini.

“Yah, aku juga melakukan hal-hal yang bisa membuatku kehilangan nyawaku.”

Vidar-san terlihat puas mendengar jawabanku. ...Dan, meskipun aku bisa berada di pihak yang menyerang, sesuatu menggangguku. —Gambar [8] yang ditampilkan di permata gauntlet kananku. Itu tidak ada ketika kami sedang menyelidiki Sacred Gear-ku untuk melihat bagaimana Amrita mungkin telah memodifikasinya. Dengan asumsi itu semacam hitungan, kupikir itu berarti delapan menit, tapi ... apa yang akan terjadi ketika counter mencapai 0...?

Aku tidak bisa menenangkan pikiranku tentang perubahan pada tubuhku, tapi sementara itu, pertarungan sengit antara skuad Valkyrie melawan Rossweisse-san dan Ravel mengamuk dari jarak jauh dariku. Skuad Valkyrie dibagi menjadi dua kelompok; yang satu adalah tipe jarak dekat, dan yang lainnya adalah tipe jarak jauh yang menggunakan sihir sebagai senjata utama mereka. Skuad tersebut menyerang Rossweisse-san dan Ravel dengan serangan jarak dekat dan serangan sihir jarak jauh pada saat yang bersamaan! Untuk melengkapi itu, pemimpin skuad Valkyrie, Brynhildr-san memulai serangan dengan pedang yang dijiwai dengan sihir (api berdiam di dalam pedang)! Rossweisse-san mengembangkan lingkaran sihir pertahanan dan bertahan terhadap pedang Brynhildr-san. Brynhildr-san berkata.

“Sihir pertahanan! Itu bukan sesuatu yang biasanya kita lihat di masa-masa Valkyrie kita!”

Rossweisse-san, yang sedang kewalahan, menjawab.

“...Aku punya bakat yang tak terduga untuk itu, tahu!”

Tongkat Mistilteinn bersinar terang di tangan Rossweisse-san saat dia meningkatkan keluaran sihirnya! Keteguhan lingkaran sihir pertahanan lalu diperkuat saat itu berdesakan melawan pedang sihir Brynhildr-san! —Namun, sebelum Brynhild dipukul mundur, dia melambai-lambaikan tanda-tanda tepat saat dia meletakkan tangannya di depannya, berteriak ‘Lepaskan!’, Dan lingkaran sihir pertahanan yang dibuat Rossweisse-san telah dilepaskan! Brynhildr-san lalu memerintahkan skuad Valkyrie!

“Sekarang!”

Skuad Valkyrie melepaskan semburan sihir api sekaligus!

“Hati-hati! Itu berbahaya!”

Ravel lalu muncul di depannya sembari menciptakan lingkaran sihir pertahanan dan menutupi Rossweisse-san! Presisi sihir pertahanan Ravel telah kelebihan beban dan segera dihancurkan oleh skuad Valkyrie yang asalnya sama dengan sihir itu sendiri. Sihir api menghujani seluruh diri Ravel! Untungnya, Ravel adalah anggota dari Klan Phoenix abadi, jadi biarpun dia menerima serangan, nyala api akan mengembalikan tubuhnya ke kondisi semula. Namun, pemulihan memang menggunakan cukup banyak stamina. Jika tubuhnya dihancurkan beberapa kali, cepat atau lambat, dia akan dikalahkan karena kurangnya stamina. Rossweisse-san terkejut oleh kenyataan bahwa lingkaran sihir pertahanannya telah kelebihan beban. Meski kali ini, aku telah mendaftarkannya sebagai bidak [Bishop], jadi kekuatan sihirnya telah ditingkatkan. Brynhildr-san berkata.

“Kamu belum memperbaiki kelemahanmu sejak saat itu, kan? —Setelah berada dalam posisi menyerang dan berpikir bahwa kamu bisa melakukan serangan balik, kamu menjadi penuh dengan celah. Kamu belum berubah sejak saat itu.”

Komentar kejam itu membuat Rossweisse-san merasa frustrasi. Brynhildr-san lalu mengarahkan pedangnya pada Rossweisse-san.

“Kekuatan sihirmu bahkan melebihi milikku berkat tongkat itu. Tidak, bahkan tanpa tongkat, kamu lebih baik dariku dalam hal kekuatan sihir. Tapi, sihir tidak semuanya tentang kekuatan, tahu?”

Skuad Valkyrie sekali lagi berbaris di sekitar Brynhildr-san. Para gadis perang lalu berkata.

“Rossweisse-san, aku kasihan padamu. Tapi, ini adalah perintah kapten!”

“Ini adalah hukumanmu karena mendapatkan pacar lebih cepat dari kami!”

“Tapi, aku yakin bahwa orang telat sepertimu bahkan belum berciuman!”

Mereka mengatakan hal-hal itu. Vidar-san lalu berkata padaku.

“Valkyrie biasanya dibagi menjadi dua jenis. Jenis pertama adalah mereka yang dengan cepat menemukan pacar yang tampan dan pensiun dini, sementara yang lain adalah mereka yang terus menjadi Valkyrie setelah tidak dapat menemukan pacar untuk waktu yang lama. Orang-orang ini di sini, yah... kamu tahu itu. Termasuk kapten.”

Aahh, Valkyrie ini adalah orang-orang yang tidak bisa menemukan pacar, ya... Tunggu, Brynhildr-san juga...? Brynhildr-san berbicara dengan bangga saat aku melihatnya.

“Ciuman dan kesucian seorang gadis hanya harus diambil oleh seorang pangeran yang pasti akan muncul dengan kuda putih, kan, teman-teman?”

[Ya!]

Skuad Valkyrie menanggapi dengan penuh semangat ucapan Brynhildr-san.

...Seorang pangeran menunggang kuda putih, huhhhhhhhhhh!? ...S-Siapa sangka bahwa kapten dari skuad Valkyrie... Valkyrie terkuat adalah... gadis yang suka melamun....! D-Dia sangat manis, kan!? Tapi, Rossweisse-san bergumam sambil wajahnya memerah.

“…Aku melakukannya.”

“Hah? Melakukan apa?”

Rossweisse-san langsung dan jelas menjawab pertanyaan yang diminta Brynhildr-san.

“Aku ciuman. Dengan Hyoudou Issei-kun.”

Mulai dari Brynhildr-san, setiap skuad Valkyrie membeku di tempat mengikuti kata-kata itu. Suasana mendadak menjadi kaku dan sunyi. Brynhildr-san berkata sambil gemetar.

“…C-C… C-C-C-C-C…. Ciuman, kamu melakukannya? Dengan laki-laki?”

Rossweisse-san mengangguk menanggapi pertanyaan Brynhildr-san. Seakan para gadis perang terkejut juga, mereka melepaskan sikap menyerang mereka! I-Itu mengejutkan mereka sebanyak itu!? Apakah ciuman itu penting bagi Valkyrie, yang tidak memiliki hubungan dengan laki-laki!? Brynhildr-san menjerit.

“Tidak mungkin! Kamu terlalu mesum! Rose mesuuuuuuuum! Aku tidak percaya kamu melakukan sesuatu seperti itu sebelum menikah, tau!”

Dia mengatakannya dengan dialek! Dia berkata [tau]! Para anggota skuad Valkyrie juga menambah sambil wajah mereka memerah.

“Kamu mesum!”

“Rose, kamu sudah berlebihan!”

“Aku bahkan belum pernah berpegangan tangan dengan seorang laki-laki!”

“Apalagi, kamu melakukannya dengan laki-laki yang lebih muda! Sungguh gadis mesum kamu itu!”

…….

...Aku tidak bisa berkata apa-apa. A-aku mengerti, begitu banyak dari Valkyrie itu sangat polos, ya. Yah, itu pasti sama dengan Rossweisse-san, karena dia sama naifnya dengan mereka. Uwaa, sayang sekali! Untuk tidak punya pacar meskipun semuanya sangat cantik! Bagaimanapun, dialek itu adalah standar untuk Valkyrie, ya...? aku belajar banyak hari ini... Vidar-san berkata padaku dengan suara kecil.

(Brynhildr masih perawan, kamu tahu. Tentu saja, semua orang dalam kelompok itu juga. Mereka semua telat dewasa yang pucat dibandingkan dengan Rossweisse-san.)

Apa Anda serius!? Brynhildr-san dan semua orang di skuad Valkyrie... Ini berkembang menjadi situasi yang menakjubkan, tapi ahli strategi kami tidak membiarkan kesempatan ini berlalu begitu saja.

“Mereka melepaskan sikap menyerang mereka! Rossweisse-sama, ayo balas dengan sihir!”

“K-Kamu benar!”

Rossweisse-san langsung merespon dan melepaskan serangan sihir pada skuad Valkyrie sambil memegang tongkat di tangannya. Hujan lebat yang sangat besar diarahkan pada skuad Valkyrie! Itu mungkin karena perasaan ‘Salah satu mantan kolega kita mencium seseorang lebih awal dari kita’ sampai skuad Valkyrie—.

““““ Kyaaa!”““““

Kekuatan sihir yang bangkit dengan kuat yang disalurkan Rossweisse-san di depannya diselimuti oleh cahaya kekalahan!

<<Dari Tim [Leisure of the Kings], empat [Pawn] telah kalah!>>

Ada laporan kalah! Baiklah! Aku benar-benar tidak tahu, tapi aku tidak menyangka bahwa ciuman yang aku bagikan dengan Rossweisse-san semalam akan berdampak seperti itu pada game! Namun, karena skuad Valkyrie telah dikalahkan oleh Rossweisse-san, Brynhildr-san terlihat menjadi tenang kembali dan menyatukan diri saat dia melengkapi pedangnya sekali lagi. Secercah cahaya bersinar di pedang itu. Itu pasti sihir cahaya. Karena Rossweisse-san dan Ravel adalah Iblis, dia memberkahi pedangnya dengan cahaya yang merupakan kelemahan Iblis.

“Ini kesalahanku. Mari lanjutkan serangan sekali lagi, oke?”

Pertarungan antara Rossweisse-san + Ravel melawan Brynhildr semakin meningkat.

—Meskipun bagus untuk memperhatikan pertarungan antara sesama Valkyrie... prioritas pertamaku adalah bertarung melawan Vidar-san, yang ada di depanku. Vidar-san lalu berkata.

“Kita bisa terus saling memukul seperti ini, tapi itu tidak menghibur. —Aku juga ingin merebut hati penonton.”

Saat Vidar-san mengatakan itu, dia menciptakan lingkaran sihir di tangannya. Pola itu milik sihir Norse.

“[Bishop]-mu di sana bernama Asia-chan, kan? Dia secara pribadi menarik perhatian karena dia berpartisipasi sebagai pendeta Naga. Jadi aku juga tertarik membuat perjanjian dengan Naga yang terkenal. Itu sebabnya aku menambahkan dia pada timku.”

Vidar-san mungkin tengah membicarakan Naga di tim mereka, Midgardsormr. Dia juga memasuki pertandingan kali ini, tapi kami belum melihat wujudnya sampai sekarang. Dia bisa tidur di dasar Yggdrasil...

“Majulah, wahai kehendak Naga yang perkasa.”

Saat Vidar-san mengatakan itu, sesuatu diproyeksikan dari lingkaran sihir di tangannya. Itu adalah sosok Naga raksasa yang tengah tidur di dasar Yggdrasil. Karena bentuk aslinya sekitar lima ratus hingga enam ratus meter, dia tidak memanggilnya secara langsung, melainkan hanya memproyeksikan kehendaknya. Itu sama dengan pemanggilan kesadarannya selama insiden Loki.

“Akhirnya waktunya muncul, Midgardsormr. ...Hei, apa kamu sudah bangun?”

Vidar san mencoba berbicara dengan Midgardsormr yang diproyeksikan, tapi...

[......ZZZZZZZZZ……]

Naga yang malas itu masih tertidur.

“... Aku harus membangunkannya, huh?”

Vidar-san menghela napas dan setelah dia menyodok gambar yang diproyeksikan, itu sepertinya memiliki efek di sisi lain saat Midgardsormr membuka matanya.

[…Wha? Siapa ini? Oh, Vidar toh... Ada apa?]

“Bukan ‘Ada apa?’. Aku memintamu membantuku sesuai dengan perjanjian yang kita lakukan beberapa hari yang lalu.”

[...Oke... aku tidak punya pilihan. Tapi tolong, akhiri dengan cepat.]

Setelah pertukaran kata-kata itu, lingkaran sihir di tangannya bersinar dan berubah menjadi permata. Aku sangat familier dengan permata itu. ...Azazel-sensei pernah menggunakan sesuatu seperti itu sebelumnya... Saat Vidar-san mengangkat kakinya, dia mengoperasikan mekanisme pada alas kakinya, dan di sisi betisnya, ada lekuk yang tampaknya memiliki tujuan memegang sesuatu. Dia membubuhkan permata ke dalam lekuk itu. Dalam sekejap, permata yang melekat pada alas kakinya menyebabkannya mulai memancarkan cahaya kelabu. ...Jangan bilang, dia akan...! Seluruh tubuh Vidar-san diselimuti aura abu-abu.

“Sepatu bot ini adalah model yang ditingkatkan. Dengan bantuan Grigori, mitologi Norse kami mencoba menyalin sistem Sacred Gear dengan menggunakan kekuatan Yggdrasil yang asli!”

Cahaya yang dipancarkan Vidar-san sangat terang hingga menutupi seluruh pulau terapung dan membuatku ingin melindungi mataku dari itu! Setelah cahaya itu melemah, ada —setelan armor pelat seluruh tubuh yang terbuat dari kekuatan Naga seperti milik Vali, Saji, dan milikku! Wajar saja bahwa aku merasa deja vu! Itu... persis sama seperti cara Azazel-sensei mengubah Fafnir menjadi armor! Sebuah armor Sacred Gear buatan! Itu digunakan oleh Vidar-san! Perjanjiannya adalah dengan... Dragon King Midgardsormr! Seperangkat penuh armor pelat kelabu! Namun, ada sedikit perbedaan antara armor kami dan armornya, yang ia buat dengan mengikuti metode Azazel-sensei. Bagian terbesar dari armor terkonsentrasi di sekitar kakinya, dan itu sepertinya merupakan pusat dari struktur. Bagian-bagian di kakinya juga tampak lebih rumit daripada lengannya. Itu pas untuk pengguna yang serangan utamanya adalah tendangan. Vidar-san menjelaskan sambil mengetukkan jemari kakinya ke tanah.

[Aku akan mengatakan ini adalah senjata semi-Dewa. Sacred Gear buatan versi Asgard. —Aku menamai bentuk ini [Ragnarok Earth Berserk]. Ini nama yang sederhana, namun bagus, kan?]

Setelah mengatakan itu, Vidar-san menurunkan posturnya dan bersiap untuk melompat.

[Baiklah, sudah waktunya untuk ronde kedua!]

Booster di belakang armor Vidar-san mengeluarkan api! Saat berikutnya, dia terbang dengan kecepatan super ke arahku! Aku merespon dalam sekejap saat aku membalas dengan melemparkan pukulan cepat, tapi tepat ketika itu di ambang memukul, Vidar-san dengan ringan menghindari seranganku hanya beberapa milimeter seakan dia menari! Vidar-san berbalik sambil dia mengarahkan dan meluncurkan tendangan tinggi ke arah kepalaku! Aku membungkukkan tubuh bagian atasku ketika aku mencoba menghindari tendangan tingginya, tapi — sementara di posisi itu, Vidar-san memutar seluruh tubuhnya dan menendang sekali lagi! Sungguh gerakan akrobatik! Karena aku tidak bisa merespon tendangan kedua yang dia luncurkan dengan sangat cepat, aku bertahan dengan lengan kiri dan menderita dampak tendangan! Aku menerima serangan intens yang melampaui penjagaanku sambil terhempas! Aku terjatuh dan berguling di tanah beberapa kali sebelum aku cepat-cepat berdiri dan membalikkan tubuhku ke arah Vidar-san—

[Lamban!]

Vidar-san sudah menutup jarak dan melepaskan tendangan ke arahku tanpa henti! Beratnya pukulan itu... dampak dan kerusakannya bahkan menembus armor Dragon Deification milikku dan menembus tubuhku! Kuh! Tendangan ini terlalu cepat! Karena aku tidak bisa melihat permulaan, aku tidak dapat memprediksi dari mana itu akan datang! Terlebih lagi, ia juga bisa mengubah lintasan sehingga ketika aku berpikir bahwa itu akan menjadi tendangan rendah, ternyata menjadi tendangan tengah, dan ketika aku berpikir bahwa itu akan menjadi tendangan tengah, itu ternyata tendangan tinggi! Dan seperti itu, dia terus mencari celah, dan kadang-kadang menendangku langsung di perut juga, membuatku tetap berdiri! Dibandingkan dengan pukulan, ada lebih banyak variasi dalam tendangannya, dan juga kurang bisa diprediksi. Tapi kecepatan, kelincahan, dan beratnya teknik menendang Vidar-san melebihi apa yang dia akui! Memikirkan tentang hal itu, ini adalah pertama kalinya aku bertarung melawan seseorang yang keahliannya adalah tendangan, dan itulah mengapa itu terasa sangat sulit! Bukan itu saja, tapi kecepatan penghindarannya juga luar biasa, jadi dia selalu mengetahui seranganku dan menghindarinya secara tepat waktu! Dia selalu memahami jangkauan seranganku! Jika aku harus menggambarkannya, tipenya seperti Kiba. Namun, Kiba menggunakan pedang saat dia menggunakan tendangan! Di atas memiliki armor drakonikku sendiri, aku juga bisa menghancurkan armornya dengan Pembunuh Naga! Aku menggandakan kekuatan Ascalon di tanganku dan memulai serangan, tapi... seolah dia telah mengantisipasi ini, dia dengan enteng mengelak dari semua serangan Pembunuh Naga! Kuh! Jadi serangan Pembunuh Naga yang setengah-setengah tidak akan berhasil, ya! Vidar-san berkata sambil melewati pukulanku.

[Meniru pengguna Sacred Gear yang memakai armor, aku juga memikirkan langkah spesial.]

Vidar-san memusatkan sejumlah besar aura di kakinya! Itu cukup membuatku bergidik! Aura itu lalu bercampur dengan aura kelabu Midgardsormr dan membuat gelombang yang menakutkan dan padat yang seharusnya mustahil. Saat Vidar-san melompat dari tempat itu dengan cepat, dia menciptakan lingkaran sihir di udara dan menggunakannya sebagai pijakan untuk lompatannya!

[Shoot!]

Bersamaan dengan suara itu, suara lain bisa terdengar dari permata pada armor Vidar-san.

[Maximum Charge!!]

Vidar-san, yang mengenakan aura yang menakjubkan, melompat ke arahku dengan kecepatan super! Aku mencoba menghindarinya karena kelihatannya akan berbahaya bila aku menerima serangan langsung, tapi... sebelum aku menyadari, lingkaran sihir muncul di punggungku dan mengikatku! Aku memancarkan aura ke seluruh tubuhku dan menghancurkan lingkaran sihir dengan paksa. Aku bisa bergerak bebas lagi, tapi pada saat itu, sudah terlambat.

[—Fimbulvetr Shot!]

Tendangan Vidar-san menembus perutku... Setelah menerima serangan itu, aku terlempar jauh ke belakang ketika aku menyeberangi pulau terapung dan menabrak Yggdrasil! ...Sebagian Yggdrasil dihancurkan dengan kasar, dan kekuatan tendangannya berhenti. ...Aku sendiri... seluruh tubuhku gemetar karena dampak yang kuterima dari satu tendangan itu.

“Gaha!”

Aku memuntahkan darah dari mulut. ...Bagian perut armor Dragon Deification rusak. Satu serangan dari Dewa itu bahkan bisa menghancurkan armor Dragon Deification-ku, huh... Aku entah bagaimana berdiri dari Yggdrasil sambil membentangkan sayap Nagaku dan kembali ke pulau terapung. Baik penyiar maupun komentator mendetail serangan sebelumnya.

<<Fimbulvetr, dengan kata lain, ini tentang [Fimbul Winter] dalam mitologi Norse. Sebuah fenomena yang konon sebagai tanda akhir dunia, Ragnarok.>>

<<Dewa Kepala Vidar-senshu memahkotai gerakan rahasianya dengan nama itu. Sungguh serangan yang menakutkan. Sampai bisa merusak parah armor hitam Sekiryuutei...>>

Meskipun armor telah diperbaiki, jika aku terkena tendangan itu berkali-kali, sudah diduga, bahkan armor Dragon Deification milikku tidak akan bertahan... Aku tidak punya pilihan selain mencari celah dan mengakhirinya dengan Infinity Blaster atau Longinus Smasher. Ya, baru ketika aku mulai memikirkan langkahku selanjutnya.

<<Dari Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth], satu [Knight] dan satu [Rook] telah kalah.>>

-! Itu... penyiar melaporkan bahwa pemain dari timku telah kalah! Saat aku masih terguncang karena terkejut, itu berlanjut.

<<Juga dari Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth], dua [Pawn] telah kalah.>>

…Serius. Ravel masih bertarung, yang berarti bahwa sisa [Pawn] yakni Bova dan Elmenhilde... Sementara aku menerima laporan tentang kekalahan teman-temanku, orang-orang itu datang dan berkumpul—.

[Gahahaha! Kau masih belum mengalahkannya, ya, Vidar!]

Orang yang muncul dengan tawa riang adalah Raja Monster raksasa, Typhon. Typhon seharusnya melawan Bova, Elmenhilde dan Roygun-san.

[Iblis wanita itu berhasil bertahan sampai akhir, tapi... dia kolaps karena kurangnya stamina. Aku yakin dia akan segera kalah.]

Kata Typhon. ...Aku mengerti, semua orang kecuali Roygun-san sudah kalah…. Dan walaupun Roygun-san tidak kalah, dia tidak akan bisa bertarung, ya. Apollon-san terbang ke arahku bersamaan dengan cahaya matahari yang sangat terang.

“Aku minta maaf karena terlambat. Butuh waktu lebih lama dari yang kuduga.”

Jika Apollon ada di sini maka itu berarti Xenovia, Irina, dan Nakiri…. Apalagi, sepertinya dia juga mematahkan penghalang Rossweisse-san. Apollon-san berkata.

“Aku tidak bisa mengakhiri pengguna Durandal karena dia memiliki sarung pedang Excalibur, tapi... dia seharusnya tidak bisa bergerak lagi saat aku menjebaknya di dalam sangkar cahaya.”

...Xenovia menjadi abadi berkat sarung pedang Excalibur, tapi dia tidak bisa datang ke sini karena penjara Dewa Apollon! Vidar-san meminta maaf kepada Typhon dan Apollon-san.

[Maaf. Kuakui, Sekiryuutei berada pada level yang berbeda. Sepertinya aku tidak bisa mengalahkannya dengan mudah.]

Typhon hanya bisa tertawa.

[Itu bagus! Jika itu masalahnya, maka aku akan mengambil alih tempatmu! Ddraig! Ayo keluar, Ddraig!]

Daripada aku, sepertinya ia memprovokasi Ddraig yang tinggal di dalamku. Vidar-san memerintahkan Typhon yang energik dengan tangannya.

[Tidak, ini pertarungan yang aku mulai. Aku akan mengalahkannya. ...Omong-omong, dimana Artemis?]

Dewi tidak muncul di sini. Apollon-san lalu berkata.

“...Sepertinya pendeta Naga yang menggunakan Fafnir lebih kuat dari yang kita duga dengan cara yang berbeda. Sepertinya waktu Fafnir sudah habis karena dia sudah menghilang, tapi... Kehendak Fafnir untuk melindungi tukang sihir itu tampak seperti kutukan, dan ada laporan yang mengatakan bahwa serangan tidak mencapai sama sekali.”

Karena peraturan, Fafnir tidak dapat berpartisipasi dalam game untuk waktu yang lama karena dia adalah seorang familiar yang kuat. Namun, kemampuan dan perlindungan Fafnir tetap bertahan meskipun Fafnir telah pergi. Kehendaknya untuk melindungi Asia sangat kuat. Serangan setengah-setengah tidak akan memberi kerusakan pada Asia biarpun itu berasal dari Dewa. Itu adalah seberapa kuat perasaan Fafnir terhadap Asia.

“Fafnir selalu memiliki temperamen mempertahankan harta terbaik untuk dirinya sendiri sampai akhir sejak lama.”

Vidar-san menjelaskannya demikian. Kalau dipikir-pikir, asal-usulnya juga berasal dari mitologi Norse. ...Dan begitulah, itu berubah menjadi situasi yang mengerikan. Vidar-san dan Apollon-san, dua Dewa Kepala yang hebat ada di depanku, dan Typhon , sang Raja Monster, pun juga ada di sini. walau aku masih bisa menggunakan Dragon Deification untuk bertarung melawan mereka... mustahil untuk melawan mereka bertiga sekaligus. Namun, timku tidak memiliki kekuatan yang tersisa untuk melawan mereka karena teman-temanku sudah kalah. Sekarang, aku bisa terbang dan membidik puncak Yggdrasil, atau…. Tapi mereka tidak akan memaafkanku karena melakukan hal seperti itu... Aku melirik Rossweisse-san. Pertarungan melawan Brynhildr-san sudah dekat, tapi aku tidak berpikir dia akan kalah. Jika sihir penghalang Rossweisse-san berhasil, kita pasti bisa menang. Maksudku, aku juga ingin menggunakan sihir penghalang itu di sini, tapi... Kurasa aku tidak sanggup mengatakan hal seperti itu, huh?

…….

…Checkmate? Tidak, tidak, aku tidak boleh menyerah di sini! aku sudah memutuskan bahwa aku akan menang. Itu tidak akan ada artinya jika aku tidak menang! Jika aku tidak menang... Vidar-san akan mengambil Rossweisse-san dariku! Aku harus entah bagaimana berhasil menghindari itu. Setidaknya, walau itu hanya Vidar-san... Tidak, tidak, tidak, seharusnya tidak seperti itu! Aku harus menang jika aku bertarung! Aku masih bisa bertarung! Aku masih memiliki kekuatan dan stamina untuk terus bertarung! ...Tapi, itu tidak cukup. Kekuatan bertarung tidaklah cukup! Jika hanya dua orang lagi... tidak, jika salah satu temanku bisa bertarung bersama denganku di sini, maka itu mungkin...! Pikiran seperti itu mengalir melalui benakku. Penghitung [8] pada permata gauntlet kananku akan segera mencapai nol. ...Ini... apa artinya itu? Aku tidak begitu mengerti... Ddraig, yang ada di dalamku, tiba-tiba berkata.

[...Begitu, akhirnya aku mengerti. Partner, counter itu adalah...]

Setelah itu, counter berubah menjadi nol dan semua permataku bersinar dengan cahaya cemerlang yang belum pernah kulihat sebelumnya! Cahaya crimson — dilepaskan dari permata di armorku! Cahaya yang disinari mulai mengambil bentuk sesuatu! Lalu, apa yang muncul di depan mataku... adalah Naga merah raksasa! Itu adalah bentuk Naga merah yang agung yang tampak familier—. Sang Naga tampak terkejut karena melirik ke mana-mana. Komentator berteriak.

<<Wow! Seekor Red Dragon tiba-tiba muncul di field! Kami sekarang mencari dokumen dan memeriksa dengan para ahli, tapi...>>

Komentator tamu berkata.

<<Ini, bukankah ini [Welsh Dragon]!? Sepertinya Sekiryuutei menulis legendanya sendiri!>>

Itu seperti yang komentator katakan... Ya... Naga merah itu adalah Ddraig sendiri yang pernah aku temui beberapa kali sebelumnya!

“Ddraig!?”

Naga merah itu menatapku — dan menyeringai lebar.

“Ya, partner. Ini aku. Sekiryuutei Ddraig!”

—!

…….

...Kuuuuuuuuuuuuuuu! Serius!? Sampai Ddraig muncul di depan mataku dengan tubuh asli di saat-saat terakhir! Ddraig berkata.

“Sepertinya ini adalah efek dari obat ajaib. Aku benar-benar tidak tahu, tapi sepertinya kekuatan yang disegel di dalam Sacred Gear telah dilepaskan untuk sementara.”

“Tapi, meskipun Ddraig muncul di sana, aku masih mengenakan armorku!”

Ddraig menyeringai sambil dia berkata.

“Itu artinya kita masih terhubung. Apa, kamu dan aku terpisah adalah sesuatu yang mustahil, partner. Kita telah sampai sejauh ini bersama-sama.”

“Itu benar, kan!”

Aku tidak tahu alasan mengapa Ddraig dilepaskan. Namun, yang pasti adalah ini hanya bisa terjadi karena kita besar dan mengalami hal-hal bersama-sama! Aku berdiri berdampingan dengan Ddraig. Ada dua Sekiryuutei—. Ddraig dengan percaya diri melangkah di depan Typhon saat dia berkata.

“Nah, aku akan menjadi musuhmu, Typhon. Karena kau sangat provokatif, aku akan dengan senang hati menjadi lawanmu.”

High School DxD Volume 25 Illustration 2.png

Typhon bahkan gemetar dalam menanggapi wujud Ddraig. Dia menunjukkan ekspresi kegembiraan yang tidak dia miliki sebelumnya! Typhon-san tertawa penuh semangat.

[Kuhahahahahahahahahaha! Itu yang terbaik! Siapa sangka bahwa di era ini dan pada saat ini, aku akan mampu melawan [Sekiryuutei Y Ddraig Goch]!?]

Tubuh raksasa miliknya terbang ke langit! Sebagai tanggapan, Ddraig juga melebarkan sayapnya dan terbang ke langit! Aura tebal dan ganas yang menyelimuti seluruh tubuh Ddraig bahkan membuat udara terasa dingin! Itu aura Ddraig! Benar-benar kepadatan aura yang menakjubkan! Itu sama dengan aura Dragon Deification-ku, atau mungkin lebih kuat—. Typhon mengendalikan cuaca saat ia menghasilkan suara petir di daerah itu dan mencoba melemparkan petir ke tubuh raksasa Ddraig! Ddraig mengambil kilatan petir itu tanpa menghindar, tapi — percikan itu hanya mengalir melalui tubuh raksasanya dan pada dasarnya tidak merusak! Serius!? Kilatan petir yang kuat itu berakhir begitu saja!? Ddraig mengembalikannya dengan memperluas perutnya dan menghembuskan napas api dari mulutnya! Skala itu sangat besar hingga menutupi seluruh langit! Typhon mencoba memadamkan api dengan menggunakan angin yang kuat, tapi tidak berhasil melawan api tersebut hingga seluruh tubuh Raja Monster bermandikan api tersebut! Tubuh Raja Monster dibakar oleh api Heavenly Dragon!

[Nuguuuuu! Api yang kuat sekali!]

Itu menembus! Serangan Ddraig menembus Typhon!

“Aku tidak akan membiarkanmu!”

Dewa Matahari Apollon-san terbang ke arah Ddraig dalam sekejap saat dia melepaskan aura dewata atau cahayanya pada saat yang bersamaan! Ddraig mengubah lintasan aura dewata dengan mengepakkan kedua sayapnya sekaligus dan menyerang balik dengan melepaskan aura drakoniknya! Apollon-san menciptakan lingkaran sihir pertahanan di depannya, tapi itu dihancurkan dengan mudah dan dia tertabrak oleh aura drakonik yang mengerikan! Dewa Matahari diledakkan sampai ke Yggdrasil! Bagian dari Yggdrasil bahkan berlubang karena kekuatan tersebut! Apollon-san terkejut saat dia memisahkan dirinya dari Yggdrasil.

“Mustahil! Sampai ada yang bisa menembus pertahananku!”

Ddraig dengan bangga berkata

“Apa kau lupa? [Boost] dan [Penetrate] adalah kemampuan asliku. Aku bisa meningkatkan kekuatan api dan auraku, dan membuatnya ‘menembus/penetrate’ saat menyentuhmu begitu saja.”

Ya, itu keahlian Ddraig. Kemampuan asli yang berdiam di Sacred Gear-ku... Komentator menjerit.

<<Heavenly Dragon Legendaris Ddraig telah hidup kembali! Benar-benar kejutan! Siapa yang mengira semuanya akan menjadi seperti ini! Ada dua Sekiryuutei — dan hasil sistem seperti apa yang para panitia pikirkan atas kebangkitan rohani Ddraig ini!>>

Jantungku berdegup kencang! Kebangkitan Ddraig tentu saja hal yang baik, tapi dia tidak terdaftar sebagai anggota timku, dan dia juga bukan familiarku! Situasi ini, bagaimana itu dievaluasi!? Komentator lantas memberitahu kami.

<<Ya-Yah, karena Sekiryuutei Ddraig awalnya tinggal di dalam Sacred Gear Hyodou Issei-senshu, dia dianggap sebagai individu yang sama. Dan karena itu, biarpun Heavenly Dragon Ddraig telah muncul, itu akan dianggap sebagai salah satu kemampuan baru Hyoudou Issei-senshu! Itu artinya! Dengan kata lain, itu dapat diterima dari sudut pandang penyelenggara turnamen! Apa yang telah terjadi! Dalam situasi ini, ada dua Heavenly Dragon!>>

Ohh! Jadi bisa diterima! Yah, apa yang muncul adalah sesuatu yang semula tinggal di dalam diriku. Menurutku itu seperti yang dikatakan panitia. Tapi, aku juga merasa bahwa itu tidak adil! Ddraig tertawa seolah-olah tidak ada musuh yang bisa berdiri dihadapannya saat dia mengatakan kepada Typhon dan Apollon-san.

“Apakah kalian ingin mencoba lagi? —Seberapa kuat diriku sebagai Heavenly Dragon di dunia ini!?”

Ddraig terus menyerang Typhon! Api dan aura yang dilepaskan Ddraig dicampur dengan kekuatan [Double] dan [Transmit], jadi semuanya menusuk Typhon dengan kekuatan penuh!

[Guuuuuuuh! Ddraig! Kau benar-benar menarik, ya!]

Meskipun mengalami kerusakan, Typhon tertawa gembira seolah-olah dia menikmati ini dari lubuk hatinya! Di langit yang mengelilingi Yggdrasil buatan, sesama monster legendaris mulai menyerang dengan cepat! Api ganas dan petir pada tingkat mitologis, menyelimuti hampir seluruh langit! Serangan-serangan, yang cukup untuk menutupi seluruh field, diulang lagi dan lagi, dan pertempuran yang intens meningkat menjadi satu yang berada pada level mitologis! Walau itu palsu, serangan itu bahkan mengguncang Yggdrasil raksasa! Vidar-san berteriak.

[Apollon! Ikuti saja Typhon! Beban melawan Ddraig terlalu berat! Jika [King] kita kalah, ini berakhir!]

Memang, Typhon adalah [King]. Jika dia dikalahkan, game akan berakhir di sana. Itu akan menjadi kemenangan kita. Aku yakin bahwa tim mereka tidak akan membiarkan Typhon kalah dengan mudah. Tapi walau mereka tidak mengatakannya, itu adalah sesuatu yang kutahu.

“Aku tahu! Tapi!”

[Gahahahaha! Ini menyenangkan! Ini terlalu menyenangkan, Ddraiiiiiiiiiiiiig!]

Tanpa diduga, pertarungan ganas berlanjut sambil dia menjadi terobsesi, tapi Apollon-san tidak dapat menemukan celah untuk masuk!

[Kau selalu menjadi maniak bertarung sejak lama, Typhon! Baik sekali! Karena tubuhku yang baru dibangkitkan kembali sedikit tumpul, aku akan menjadikanmu sebagai lawan pemanasanku!]

Namun, karena Apollon-san tidak bisa meninggalkan Typhon seperti itu, dia juga berpartisipasi. Dan meskipun Ddraig bertarung melawan Typhon dan Apollon-san, dia masih berhasil menghancurkan mereka! —Lalu, aura suci berbentuk salib ditembakkan pada Apollon-san! Itu Cross Crisis! Melihat sumbernya — Xenovia yang babak belur berdiri di tangga Yggdrasil sambil memegang Durandal dan Excalibur! Dia sampai ke sini, ya! Sementara Xenovia memancarkan aura yang dipenuhi dengan niat untuk bertarung, dia berkata pada Apollon-san.

“...Dewa Matahari, mengapa kita tidak melanjutkan pertarungan kita dari awal sampai semua kekuatan terkuras dari tubuhku?”

Xenovia yang terengah-engah berkata dengan berani! Melihat bentuk tangguh Xenovia, Apollon-san juga tertawa dan tersenyum pahit.

“Begitu, jadi [Knight] Sekiryuutei-dono abadi dalam semua aspek, huh.”

Pertarungan kedua antara Apollon-san dan Xenovia dimulai! ...Jika Ddraig dan Xenovia bertarung, maka aku juga bisa berkonsentrasi. Sekali lagi, aku berhadapan dengan Vidar-san yang mengangkat bahu.

[Tidak, tidak, ini tidak bagus. Siapa sangka akan ada dua Naga Merah dalam situasi ini. Kita tiba-tiba kehilangan arah situasinya. Tapi, kita masih bertarung sendiri, kan?]

Aku menjawab dengan ‘Ya’ dalam menanggapi kata-kata Vidar-san. Oh, itu benar! Ini waktu yang tepat! Aku hanya harus mengatakan ini sementara kita memiliki momentum ini! Aku menarik napas dalam-dalam saat aku berteriak dengan suara keras.

“Rossweisse-san, dengarkan aku!”

Saat aku mempersiapkan diriku, aku menyatakan pada Rossweisse-san dengan suara keras!

“ROSSWEISSE-SAN! TOLONG LAHIRKAN ANAKKUUUUU! TOLONG LAHIRKAN BANYAK, BANYAK ANAK-ANAKKU!”

Vidar-san berharap memiliki pewaris oleh semua orang. Dan Rossweisse-san dipilih sebagai pasangannya. ...Aku tidak bisa membiarkan itu terjadi! Rossweisse-san... seseorang yang penting! Rossweisse-san menghentikan serangannya sebagai tanggapan atas pengakuanku yang tiba-tiba sambil wajahnya memerah!

“A-Aku...”

Rossweisse-san berteriak ke arah langit!

“AKU AKAN MELAHIRKAN ANAKMU! TOLONG BIARKAN AKU MELAHIRKAN BANYAK ANAK-ANAK ISE-KUN!”

—! Itu adalah ‘persetujuan’! Aku dapat persetujuan dari Rossweisse-sannnnnnn! Lalu aku beralih ke Vidar-san.

“Dan seperti yang Anda dengar, aku minta maaf, tapi... aku akan membuat Rossweisse-san menjadi pengantinku! Karena dia hanya berjanji akan melahirkan anakku!”

Vidar-san tercengang oleh serangkaian kejadian ini, tapi setelah dia memproses informasinya—.

[...Pfft.]

Dia tiba-tiba tertawa terbahak-bahak.

[Ahahahahahahahhahahahahahahahahaha! Aku mengerti, aku mengerti! Jadi kamu berjanji untuk membiarkannya melahirkan anakmu, huh! Dan juga, kamu mengakuinya tepat di depanku, huh! Itu sangat menyakitkan!]

Kupikir dia akan mempermasalahkannya, tapi Vidar-san berkata dengan enteng.

[Baik. Cukup bagiku untuk mendengar pendapat Rossweisse-san yang sebenarnya dan Sekiryuutei menerobos keraguannya. Yah, awalnya aku tidak punya niat untuk menikahi dia.]

Serius!? Anda tidak punya niat untuk menikah!? Jadi aku sudah disiapkan!? Yah, itu baik-baik saja karena aku tidak menyesal setelah pengakuannya. Bahkan, aku merasa segar kembali.

[Mari kita akhiri masalah Rossweisse-san di sini. —Tapi, Sekiryuutei, pertandingannya berbeda, kan?]

Vidar-san masuk ke posisi menyerang.

[Tidak masalah jika Rossweisse-san akan menjadi pengantinmu atau tidak, pertarungan kita adalah hal yang berbeda. —Jika kamu seorang pria, pertarungan ini adalah di mana kita akan bertarung sambil mempertaruhkan kebanggaan terhadap wanita atau yang lain. Bukankah kamu juga berpikir begitu?]

“...Meskipun aku menikmati bertarung demi perempuan, aku juga suka bertarung melawan teman-teman sesama dengan tanpa perasaan keras seperti ini, tahu!”

Lalu, tahap terakhir pertarungan antara Vidar-san dan aku dimulai! Selama aku memukulnya, Vidar-san juga menendangku berulang kali! Pukulanku mengenai kepala Vidar-san, dan tendangan Vidar-san menusuk perutku! Karena setiap serangan dipenuhi dengan aura yang luar biasa, armor kami retak, dan dampaknya bahkan mencapai tubuh kami, menyebabkan kami muntah darah dari mulut kami. Saat aku memukulnya, aku berkata.

“Sihir, Anda tidak menggunakannya! Anda hanya melakukan pertarungan tangan kosong!”

Vidar-san terus menendangku sambil dia menjawab.

[Tidak, aku menggunakannya! Aku memperkuat kemampuan tubuhku dengan sihir memperkuat! Aku juga menyelimuti setiap tendanganku dalam sihir! Tapi aku masih tidak bisa mengalahkanmu! Serius, orang macam apa kamu ini!?]

Saat aku memukul Vidar-san, aku berbicara sebagai tanggapan atas kata-katanya!

“Aku adalah Oppai Dragon!”

[Jadi begitu! Yah, itu sangat mudah dimengerti!]

Kami terus bertukar pukulan dan tendangan dari sana dan mengambil jarak satu sama lain. Pertarungan sengit mendorong pulau terapung melewati batasnya saat pijakan kecil yang tersisa hancur.Vidar-san dan aku bernapas lega. Maksudku, kami berlutut dan beristirahat. Armor bisa diperbaiki berkali-kali, tapitubuh kami di dalam menerima begitu banyak kerusakan sehingga kami benar-benar kelelahan. Aku tidak tahu di mana luka-lukanya selama aku merasakan sakit yang luar biasa di seluruh tubuhku. Vidar-san berdiri dan memusatkan aura di kakinya.

[Mari putuskan ini segera. Dengan kartu truf kami!]

Vidar-san melompat! aku merasa dia akan menggunakan gerakan gila itu lagi! Ini berakhir, ya. Aku memperluas empat meriamku saat aku mengumpulkan aura yang gila. Saat itu bergemuruh ‘Douuuu...’, kekuatan merah dan hitam pekat terkonsentrasi pada keempat meriamku! Vidar-san mengerahkan lingkaran sihir di langit sebagai pijakan untuk kedua kalinya, dan membuat sikap untuk melepaskan tendangan rahasianya! Aura meriamku juga sudah cukup! Aku dan Dewa Kepala Mitologi Norse, kami berdua mulai bergerak!

[Shoot!]

[Maximum Charge!!]

Tubuh Vidar-san diselimuti aura yang sangat besar bersama dengan suara itu dan, setelah mengasumsikan postur menendang, dia menyelam dengan kecepatan super! Pada waktu bersamaan-.

“[<<D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D!!!!!!!!>>]”

Simbol [∞] muncul di semua permata armorku sembari warna merah dan hitam melintas bergantian.

“Ayoooooooooooooooooooooo!”

“[<<∞ Blaster!!!!!!>>]”

Sebuah tembakan mutlak terus-menerus dilepaskan dari empat meriamku...

[—Fimbulvetr Shot!]

Tendangan Vidar-san... entah bagaimana berhasil mengikuti serangan ∞ yang dilepaskan dari meriamku! Keparat! Serius!? Meskipun itu kartu truf dari Dragon Deification, sampai itu tidak bisa mengalahkan tendangan Vidar-san! Ini adalah sekelas Dewa! Jika lawanku adalah Dewa yang melampaui itu, bahkan ∞ Blaster tidak akan cukup, huh! Yah, walau aku yakin dia juga menggunakan armor! Aku — telah menyelesaikan sendiri. Aku telah memutuskan bahwa jika aku menembaknya, staminaku akan benar-benar habis dan ada kemungkinan aku tidak akan bisa bergerak. Tapi, jika aku tidak menggunakannya di sini, maka aku mungkin tidak bisa mengalahkan Vidar-san! Dan, ada juga alasan lain mengapa aku harus menang! Ayah mengatakannya padaku sebelum pertandingan dimulai.

—Ibu mulai mengatakan bahwa dia mungkin datang untuk melihat turnamen jika kamu lolos ke babak utama. Dia bilang bahwa ‘Jika putraku sendiri memenuhi syarat ke turnamen utama, aku tak bisa tidak datang dan tidak melihat turnamen.’ Di luar ini — setelah kemenangan ini, setelah aku menang melawan Vidar-san, hal yang luar biasa yakni ibu mungkin akan datang dan melihat pertandinganku! Tolong kabulkan permohonanku! Aku ingin ibu menyaksikan kegiatanku dalam waktu dekat! Aku mulai bersiap untuk gerakan terlarang — Longinus Smasher. Saat aura crimson berkumpul di dadaku, lubang untuk menembak terbuka.

“Longinus Smasherrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr!”

“[<<Longinus Smasher!!!!!!!!!!>>]”

Infinity Blaster + Longinus Smasher dari pertarungan melawan Apophis! Aura yang sangat besar bercampur dengan serangan Infinity Blaster karena massa kekuatan melebihi imajinasiku akhirnya mampu menghancurkan tendangan Vidar-san sambil menelan Dewa Kepala mitologi Norse.

—Atau begitulah pikirku, tapi Vidar-san langsung membalas dengan menghindari dua serangan frontal terkuatku! Mereka tidak kena! Tapi ini juga dalam perhitunganku. Seranganku yang paling kuat — wajar saja dia akan menduganya. Menghindar itu adalah langkah terbaik. Dan itu dilakukan oleh Vidar-san. Tapi, aku juga sudah memperhitungkan langkah Vidar-san! Saat aku mengakhiri seranganku, tanpa penundaan, aku mengirim kekuatan Dragon Deification ke Ascalon yang telah disimpan dalam gauntlet-ku ke arah Vidar-san — Ascalon terlempar seluruhnya! Gagasan utamanya seperti saat aku melemparkan Ascalon pada Xenovia! Aku telah memperkuat Ascalon dengan [Boost] pada sifat alami [Pembunuh Naga], dan itu terbang ke arah Vidar-san dengan kecepatan tinggi! Vidar-san, yang telah menerima kerusakan dari dua serangan, melihat Ascalon terlempar ke arahnya, tapi dengan tekad untuk menanggung kerusakan, Vidar-san dengan paksa menendang Pedang Suci itu!

[Gah! Gelombang Pedang Suci bahkan menembus armor...!]

Ucap Vidar-san dengan tatapan sedih. Betul! Karena Ascalon telah diberkati dengan [Penetrate], kerusakannya mencapai Vidar-san! Tapi, aku tidak mengakhirinya begitu saja! Ini akan diputuskan di sini! Keinginanku itu! Dan juga demi timku yang telah berjuang untuk momen ini!

“AYOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!”

Aku — menembak pedangku yang lain, Ascalon II! Tentu saja, aku mengisinya dengan kekuatan [Boost] dan [Penetrate]! Bekas ∞ Blaster, Longinus Smasher, Ascalon, [Boost], [Penetrate], [Pembunuh Naga]… Dan akhirnya, Ascalon II! Aku menggunakan semua kekuatanku! Senjataku tidak hanya ∞ Blaster dan Longinus Smasher! Seakan sudah mencapai batasnya, Vidar-san tidak bisa bereaksi dengan baik terhadap Ascalon II yang terbang ke arahnya dengan kecepatan tinggi, tapi tetap saja, dia membuat postur menendang!

[...OOOOOOOOH!]

Vidar-san berteriak ketika dia mencoba menendang Ascalon II. Tapi mungkin karena Vidar-san telah mencapai batasnya, dia tidak bisa bangkit ketika Ascalon II menembus perutnya. Saat berikutnya, armor Midgardsormr hancur seutuhnya, dan Vidar-san diselimuti cahaya kekalahan.

[...Jadi ini adalah Heavenly Dragon!]

Vidar-san meninggalkan kata-kata itu dengan puas sambil dia menghilang dari field.

<<Dari Tim [Leisure of the Kings], [Rook] telah kalah.>>

Vidar-san menghilang ke dalam cahaya kekalahan sementara pertarungan di dekatku juga terlihat seperti hampir selesai. Dengan presisi yang luar biasa, Rossweisse-san menggunakan sihir penghalang hanya di sekitar kaki kanan Brynhildr-san, menyegel gerakan lawannya!

“Aku sudah berkonsentrasi untuk momen ini!”

Brynhildr-san mencoba menghancurkan penghalang di kakinya dengan serangan sihir, tapi itu bahkan tidak bergerak. Dia terkejut dengan ini.

“Kuh! Sungguh segel sihir yang kuat! Aku tidak bisa melihat celah sama sekali!”

Rossweisse-san mengangkat kekuatan sihir ofensifnya dengan tongkat di salah satu tangannya dan berteriak

“Kalau mengenai menyerang, bertahan dan suport, aku jauh di belakangmu dalam tingkat kesempurnaan dalam semua aspek sihir. Tapi, aku tidak akan kalah dalam sihir penghalang! Karena ini adalah kekuatan yang aku dapatkan setelah bertemu teman-temanku!”

Insiden Trihexa membuat bakat sihir penghalang Rossweisse-san mekar. Dalam aspek itu, bahkan melawan Valkyrie terkuat, ada sesuatu yang berada di luar kekuasaannya. Semburan penuh sihir yang diperkuat dengan tongkat Misteltein menelan Brynhildr-san—.

<<Dari Tim [Leisure of the Kings], satu [Knight] telah kalah.>>

Ketika Valkyrie terkuat lenyap ke dalam cahaya kekalahan, kami mendengar.

<<Dari tim [Leisure of the Kings], kekalahan [King] telah dikonfirmasi.>>

—! Ketika kami mendengar informasi itu, aku melihat ke langit, di mana cahaya kekalahan muncul di hadapan Ddraig. Itu pasti cahaya kekalahan Typhon. Hebat, Ddraig itu, dia benar-benar mengalahkan Typhon ya! Ddraig, yang tubuhnya sudah cukup usang, menunjukkanku seringai.

“Aku sudah bilang sebelumnya kan, Partner? Bahwa tak ada yang lebih kuat dari aku dan Albion.”

Setelah dia mengatakan itu, tubuh Ddraig berubah menjadi banyak cahaya merah. Dan pada saat berikutnya, cahaya itu pecah, meninggalkan partikel saja. Lalu, aku bisa merasakan kehadiran Ddraig di dalam Sacred Gear-ku lagi. Ddraig lalu berbicara denganku melalui Sacred Gear.

[Yah, sepertinya ada batas waktu.]

Aah, situasi kembali ke aslinya. Tapi, sudah cukup. Saat King tim lawan, [Typhon], dikalahkan dan itu berarti kemenangan kami, Apollon-san berhenti menyerang. Setelah aku melambaikan tangan kepada teman-temanku yang lelah dan kolaps, aku terbang ke langit. Pergi lebih tinggi dan lebih tinggi.

<<Karena tim [Leisure of the Kings] telah kalah, kekalahan tim [Leisure of the Kings] dikonfirmasi. Kemenangan menjadi Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth].>>

Kami mendengar laporan penyiar tentang kemenangan kami. Seketika, ada banyak sorak-sorai dari kursi penonton ke arah kami. Aku tiba di puncak Yggdrasil. Dari pemandangan yang bisa dilihat dari sana... tidak ada sesuatu yang menarik perhatianku karena itu buatan, tapi... aku merasa sangat tersentuh. Aku menang melawan... tim yang memiliki Dewa yang kuat di dalamnya..Karena itu adalah hasil yang luar biasa, aku yakin itu akan meningkatkan kepercayaan diriku.

“Ise-kun!”

Rossweisse-san mengikutiku saat dia terbang ke atas. Meskipun tubuhnya berantakan, ekspresi wajah Rossweisse-san sepertinya menunjukkan bahwa dia telah menyelesaikan sesuatu dalam mengalahkan seniornya. Aku menggenggam tangan Rossweisse-san saat kami melihat Yggdrasil buatan bersama. Rossweisse-san lalu berkata padaku.

“L-Lain kali, mari kita menyaksikan pohon dunia Yggdrasil yang asli...”

Wajahnya menjadi merah! Manis sekaliii! Apalagi, undangan untuk kencan. Aku mengencangkan cengkeramanku di tangannya dan berkata sambil tersenyum.

“Ya, aku akan menantikannya!”

Pertandingan ini... adalah bintang emas kami...

Lalu, tidak lama setelah ini, persiapan terakhir untuk Rating Game World Tournament [Azazel Cup] berakhir, dan itu sampai pada keputusan siapa yang akan berpartisipasi dalam turnamen utama...

New Dark. Dari Luar Dunia[edit]

Setelah pertandingan putranya berakhir, ayah Hyoudou Issei — Hyoudou Gorou, meninggalkan ruang penonton resmi stadion bersama Kunou, Ophis dan Lilith. Sambil mereka berjalan di sepanjang aula, Gorou merasa bahwa ada sesuatu yang tidak benar, karena penglihatannya terdistorsi dan seluruh tubuhnya kehilangan kekuatan. Ketika dia menyadarinya, semua sorak-sorai penonton lenyap. Aula dipenuhi dengan keheningan. Tidak ada satu pun tanda-tanda kehidupan. Sambil dia melanjutkan di sepanjang aula yang tidak bernyawa dan sunyi ini, dia pun mencapai ruang yang sedikit lebih lebar. Kunou, Ophis dan Lilith berjalan di depan dan mengambil sikap mereka seolah-olah mereka melindunginya. Mereka bertiga menghadap ke depan. Kunou terutama waspada sambil berekspresi suram. Lalu, beberapa sosok bertudung misterius keluar dari tempat persembunyian mereka. Wajah mereka tampak seperti tengkorak di balik tudung, dan mereka juga memegang sabit di tangan. Gorou berasumsi bahwa mereka Grim Reaper asli. Para Grim Reaper memandang mereka — menuju Ophis dan Lilith sambil mereka berbicara.

<<Ini adalah pertemuan pertama kami, wahai Dragon of Infinity.>>

Kunou menyerang para Grim Reaper.

“Kalian! Kalian berasal dari Alam Baka, kan!? Apa yang kalian inginkan!?”

Dia terdengar berani mengucapkan kata-kata itu, meski Gorou tahu bahwa Kunou gemetar. Terlepas dari kenyataan bahwa dia bukan manusia, dia masih anak-anak. Setelah mengambil napas dalam-dalam, Gorou berdiri di depan Kunou, Ophis dan Lilith. Lantas dia berteriak kepada para Grim Reaper tersebut.

“H-Hei! Kalian! A-A-Apa yang kalian inginkan dari gadis-gadis ini? Mereka adalah anak-anakku yang berharga yang kujaga! Aku tidak akan membiarkan kalian me-menyentuh mereka!”

Ucapnya sambil gemetar. Gorou tertawa dengan kepura-puraan sembari dia berkata kepada Kunou dan yang lainnya.

“Hahaha, aku sebenarnya takut, tapi aku ayah dari Sekiryuutei. Melindungi kalian adalah sesuatu yang harus kulakukan.”

Tentu saja, tidak mungkin dia bisa menang melawan para Grim Reaper. Ada kemungkinan bahwa anaknya atau teman anaknya tidak akan bisa datang membantu mereka juga. Tetap saja, karena dia melihat ke arah putranya yang sangat berani, dia tidak boleh mundur. Dia menduga bahwa jika dia mundur sekarang, dia tidak akan bisa menyebut dirinya ayah dari Sekiryuutei. Para Grim Reaper mengarahkan bilah sabit ke arah mereka.

<<Ayah dari Sekiryuutei, ya? Ini bagus. Mari kita balas dendam untuk Thanathos-sama.>>

<<Tapi, kita tidak bisa melemahkan kewaspadaan kita karena Naga yang memiliki kekuatan Infinity ada di sini. Mari tetap berpegang pada rencana dan bersiap untuk memanggil [Dragon Eater] Samael—.>>

Pada saat itu. Mereka mendengar suara yang mengganggu percakapan para Grim Reaper.

“Kalian mungkin ingin berhenti. Orang-orang itu penting bagi kami.”

Apa teman anakku tiba?

Gorou membalikkan tubuhnya ke arah suara seolah dia nyaris lolos dari kematian. Seorang pria muda mengenakan setelan biru di seluruh tubuhnya seperti yang biasanya dilihat di film sains-fiksi dan seorang gadis mengenakan gaun biru berdiri di sana. Gorou memiliki kesan bahwa mereka berdua muda dan sekitar usia yang sama dengan putranya, Issei. Di kedua tangannya ada gauntlet... atau sesuatu seperti itu. Grim Reaper tampak terkejut dengan kemunculan mereka sembari mereka mengalihkan tatapan mereka dari target yang seharusnya dan malah melotot pada mereka berdua. Salah satu Grim Reaper berbicara.

<<...Sampai hal seperti ini terjadi pada saat-saat begini. — [First Dark], tidak, Kanzaki Mitsuya dari [Cross Times Kiss].>>

Pemuda itu terkikik menanggapi ucapan Grim Reaper ketika dia berkata kepada gadis muda di belakangnya.

“Kirino-san, kamu tidak usah melakukan apa-apa. Walau lawan kita bukan Kelas Ultimate, setidaknya mereka bagian dari eselon atas. —Ini adalah kesempatan yang bagus. Haruskah kita membuat contoh dari mereka untuk menunjukkan kepada penguasa Neraka yang mengacau?”

Pria muda itu keluar — sebuah terminal biru. Saat dia menggeser bagian dari gauntlet yang dilengkapi di tangan kirinya, ada ruang untuk memasukkan sesuatu yang terungkap, dan dia memasukkan terminalnya di sana. Saat dia menyentuh layar terminal, cahaya biru samar dilepaskan dan menyebar ke setiap sudut ruangan. Perasaan tidak nyaman yang memenuhi ruangan langsung menghilang. Para Grim Reaper bergerak menanggapi ini.

<<—! Ini [Innovate Clear]!>>

“Ini hanya versi sederhana. Dengan ini, seluruh area ini kini menjadi milikku. Nah, kukira aku akan menggunakan yang lain.”

Pemuda itu — mengambil terminal lain. Itu diwarnai dengan warna hitam pekat. Ketika para Grim Reaper mengenali mesin terminal secara visual, mereka menjadi lebih waspada.

<<Jangan-jangan itu juga tetap ada di...!>>

Para Grim Reaper mengangkat kewaspadaan mereka. Kali ini, pemuda itu menyelipkan bagian gauntlet di tangan kanannya dan memasukkan mesin terminal berwarna hitam pekat ke dalamnya.

[[Innovate Clear] dan [Telos Karma].]

Tiba-tiba, kedua gauntlet-nya menyebabkan ruang bergetar dan bergemuruh dengan bunyi ‘Dun Dun’. Gauntlet-nya mulai memancarkan cahaya gelap dan hitam pekat yang melingkupi seluruh tubuh pemuda itu.

[—Transcendental Arrive.]

Saat pria muda itu mengatakan itu—

[Innovate Clear Balance Breaker!]

[Telos Karma Balance Breaker!]

Gauntlet-nya memancarkan suara seperti mesin. Segera setelah itu, keduanya memancarkan suara secara bersamaan.

<<[Transendental Arriver!]>>

Ketika ruang di belakang pemuda itu terdistorsi, percikan api berderak dan sesuatu yang menyerupai exoskeleton bertenaga mesin muncul. Bagian kepala, tubuh dan anggota gerak exoskeleton bertenaga mesin itu lantas membuka dan menempel ke tubuh pemuda itu. Helm itu dilengkapi di kepalanya terakhir. Seluruh tubuhnya tampak seperti dibalut setelan eksoskeleton bertenaga mesin futuristik dari film sci-fi. Tidak seperti armor yang dikenakan Issei, Gorou merasa bahwa yang satu ini tampak lebih seperti mesin. Para Grim Reaper terkejut oleh pemuda itu.

<<—!? I-Ini, apa kau membangkitkan Balance Breaker Longinus secara artifisial...!?>>

Pemuda itu berkata sambil melangkah maju.

【—Ini teknik yang disebut Transendental Arrival.】

<<—! Meskipun itu adalah sistem yang diciptakan oleh Tuhan mitologi lain, betapa menjijikkan...! Manusia keparat!>>

Satu Grim Reaper marah dan mengangkat dagunya sambil dia menyerang pemuda itu, siap menyerang. Saat itulah Grim Reaper menutup jaraknya dan mengayunkan sabitnya ke bawah. Serangan itu seharusnya jelas mengenainya, tapi... pemuda itu, yang berada di depan Grim Reaper, tidak tergores walau ujung sabitnya menusuk lantai. Saat Grim Reaper menarik sabitnya, dia bertanya dengan bingung.

<<Apa yang kau lakukan...? Seranganku tadi seharusnya mengenaimu seutuhnya.>>

Pemuda itu mengangkat bahu saat menjawab.

Aku hanya memilih opsi serangan itu ‘tidak kena’. 】

Para Grim Reaper terkejut setelah mendengar kata-kata itu.

<<Jangan-jangan, itu...! Kemampuan ‘itu’ benar-benar—>>

Saat pemuda itu merentangkan tangannya, dia menunjuk ke ikat pinggangnya.

【Paling tidak, fenomena yang disebabkan oleh [Telos Karma] di dunia kecil ini yang dibuat dengan [Innovate Clear] sudah pasti. Bahkan makhluk sekelas Dewa tidak akan bisa menentang ini.】

Pria muda itu melanjutkan,

【—Selamat datang di teritoriku. Ini hanya sementara saja, tapi silakan nikmati. 】

Gorou merasa ngeri setelah mendengar kata-kata itu. Itu karena dia merasakan sesuatu yang sangat gelap dari nada suara pemuda itu, yang kira-kira seumuran dengan putranya. Para Grim Reaper lalu bergegas menuju pemuda itu secara bersamaan dengan sabit mereka di tangan.

<<Kuh! Bagaimana dengan ini!?>>

Ayunan dan tebasan dari sabit sangat cepat sehingga Gorou tidak bisa mengikuti dengan matanya. Pemuda itu menghindari semuanya hanya dengan sedikit menggerakkan tinjunya. Bilah dari sabit Grim Reaper tertentu tiba-tiba jatuh dari pegangannya saat terjepit ke tanah dengan suara seperti logam. Si Grim Reaper tercengang saat bilah itu terlepas dari pegangannya. Pria muda itu lalu berkata.

【Kali ini, aku memilih opsi ‘sabit itu tidak dalam kondisi baik’.】

<<...Jadi itu artinya kami jatuh ke dalam perangkap, huh. Sialan kau, [Pria yang meniru Tuhan]...!>>

Grim Reaper berteriak kepada pemuda itu dengan marah. Sambil melihat mesin terminal, ponselnya, gadis muda itu bergumam.

“Maksudmu seorang ‘cheater’.”

Pemuda itu menggelengkan kepalanya.

【Beda. Pengguna Longinus lainnya adalah cheater. Aku akan menyebut ini bug. Karena Longinus disebut ‘bug’ dari Sacred Gear, itu cocok sekali, bukan?】

Grim Reaper yang sabitnya hancur (Gorou menafsirkannya begitu) membuat sabit lain muncul. Sekali lagi, dia dan rekan-rekannya menyerang pemuda itu secara bersamaan. — Namun, pemuda itu mengoperasikan gauntlet yang dilengkapi di lengan kirinya. Lalu, cahaya seperti pedang diciptakan. Saat pemuda itu memberikan serangan, beberapa jejak cahaya ditarik. Dalam sekejap, ada banyak pecahan yang tersebar di seluruh tubuh para Grim Reaper yang menyerang, memusnahkan mereka. Tidak ada setitik debu tersisa setelah itu. Dua Grim Reaper yang tersisa tersentak ketika mereka melihat rekan-rekan mereka dimusnahkan tanpa mampu melakukan apapun. Salah satu Grim Reaper dengan jahat mengarahkan bilahnya ke arah Gorou dan yang lainnya saat dia memegang sabitnya!

<<Jika memang begitu, maka setidaknya orangtua dari Sekiryuutei!>>

Dia melompat dengan kecepatan tinggi dan mendekat. Gorou bersiap diri saat dia merasa bahwa hidupnya dalam bahaya. Seseorang lantas berdiri di depan Gorou. Itu adalah seorang gadis berambut hitam — Ophis. Ophis menangani Grim Reaper yang datang menyerang dengan membantingnya!

BAN!

Grim Reaper lenyap bersama dengan suara tersebut! Ophis berkata pada Grim Reaper yang telah lenyap sepenuhnya.

“Aku tidak akan mengizinkannya. Siapapun itu.”

Gorou juga terkejut dengan keberanian Ophis. Kunou, yang berada di sebelahnya, membuka mulutnya lebar-lebar karena terkejut juga. Setelah pemuda itu mengoperasikan bagian dari gauntlet-nya, exoskeleton bertenaga mesin mulai terlepas. Lalu, karena suasana aneh yang memenuhi ruangan menghilang, mereka bisa sekali lagi mendengar suara ceria dari penonton tempat Rating Game. Gorou berpikir ‘Aku tidak begitu mengerti, tapi sepertinya ruangan telah kembali normal’. Pemuda itu memanggil Grim Reaper yang tersisa.

“Hei, Grim Reaper-san di sana. Pulanglah dan beri tahu Hades; kalau aku termasuk dalam daftar pengguna Longinus yang ditargetkan, kami juga akan mendapatkan sesuatu. Bagaimanapun juga, kaulah yang memulai semua ini.”

Grim Reaper terakhir dengan cepat kabur sambil melotot pada pemuda itu dengan penuh kebencian. Ketika sosok yang berbahaya itu pergi, Gorou membelai dadanya dengan lega.

“K-Kamu menyelamatkan kami. Omong-omong, s-siapa kamu...?”

Saat pria muda itu menjawab, dia mengungkapkan senyuman ramah yang sepertinya cocok untuk anak laki-laki seusianya.

“—Kami mulai dengan nama [Cross Times Kiss], tapi kurasa itu tidak berarti di [Dunia] ini karena sepertinya nama [First Dark] lebih populer di sini. Namaku Kanzaki Mitsuya, dan karena alasan tertentu, kami akan menjagamu dan istrimu selama turnamen. Orang di sana itu adalah [Able], kolegaku, Kirino Shizuka-san.”

Pemuda itu, Kanzaki, melihat gadis muda di belakangnya. Saat tatapan mereka bertemu, dia sedikit membungkuk pada mereka. Gadis muda itu lalu bertanya pada Kanzaki saat dia mendekat.

“... Benarkah kita bisa mendapatkan informasi soal [Evie Etoulde] hanya dengan membantu orang-orang ini? Bagaimanapun, faksi kita adalah musuh Maou Beelzebub.”

“Yah, siapa tahu. Tapi, sepertinya Hades benar-benar mencoba untuk menjadi penjaga dunia ini. Aku cukup yakin bahkan kita tidak ingin terlibat dalam hal itu bila dia dapat mengambil keuntungan dari Maou.”

“...Apapun itu, kita tidak bisa kembali ke [Game] itu tanpa mendapatkan sesuatu terlebih dulu.”

Percakapan itu sungguh tidak dapat dimengerti oleh Gorou... tetapi kemudian Kanzaki melihat ke arahnya.

“Aku mengerti. Untuk saat ini, jika kita bisa lebih dekat dengan orang-orang yang dekat dengan Sekiryuutei, maka setidaknya...”

“...Baiklah. Aku tak masalah dengan itu selama aku bisa mendapatkan [Bonus] setelah tiga puluh tahun.”

—Tiba-tiba, suara lain terdengar.

“...Aku rasa untuk saat ini, aku hanya akan mengatakan salamku, kamu dengan nama terlarang, Kanzaki Mitsuya.”

Semua orang berbalik ke arah sumber suara. Itu adalah sosok pria muda yang familier. Seorang pria muda yang membawa anjing hitamnya. Gorou lalu teringat bahwa dia adalah teman putranya Issei, Ikuse Tobio. Kanzaki memiringkan matanya saat dia melihat Ikuse Tobio. Dia lalu tertawa riang.

“Ya, kurasa ini pertemuan pertama kita, Slash Dog Ikuse Tobio.”

Dengan ekspresi waspada, Ikuse Tobio berkata.

“—[First Dark], musuh Maou Ajuka Beelzebub, orang yang mengendalikan Longinus [Innovate Clear] dan [Telos Karma]. Grup yang terhapus [Cross Times Kiss]. Dan manusia yang datang dan pergi ke luar akal dunia, huh...”

Kanzaki mengangkat bahu.

“Kesepakatan yang kubuat dengan Ajuka-sama mengatakan bahwa aku hanya akan bekerja sama selama Turnamen ini.”

Ikuse Tobio melihat mesin terminal yang dimiliki Kanzaki.

“...Grigori memandangmu sebagai orang yang sangat berbahaya. Aku pernah mendengar bahwa jika aku merusak itu, kamu tidak akan dapat tetap berada di sisi ini, benar begitu?”

“Itu tepat sekali. Abel dan aku penuh dengan kelemahan, tahu?”

“Kamu bisa mengatakan itu...”

Ketika Kanzaki mengeluarkan kedua mesin terminal dari gauntlet-nya, dia berkata.

“—Semuanya demi [Innovate] dan [Karma].”

Ada atmosfer aneh antara Ikuse Tobio dan Kanzaki. Anjing yang dibawa Ikuse Tobio juga memancarkan cahaya berbahaya dari matanya. Bertindak sebagai penengah, Gorou melangkah di antara mereka.

“S-Sekarang, bisakah kalian tolong berhenti bertarung. Dengar, aku juga tidak terluka. Kamu adalah... Teman Ise, kan? Aku ingat melihatmu beberapa kali. Jika itu benar, bisakah tolong berhenti bertarung di sini? Aku tidak tahu apa yang terjadi di antara kalian berdua, tapi aku tidak berpikir dia orang jahat saat dia menyelamatkanku dan gadis-gadis ini.”

Ikuse Tobio menunduk menanggapi kata-kata Gorou.

“...Baiklah, maaf sudah membuat keributan.”

Gorou terkejut dengan keterusterangannya. Wanita muda itu, Kirino, menundukkan kepalanya dan dia berbicara.

“Terima kasih sudah membela kami. Aku menyesal bahwa semuanya harus berubah seperti ini...”

Wanita muda itu seperti benar-benar menyesal. Gorou menjawab.

“Tidak apa-apa, nona muda. Karena putraku bekerja keras di dunia ini, sebagian dari diriku telah siap untuk terlibat dalam hal-hal semacam ini. Ada juga waktu ketika kakek menakutkan Vali-kun menargetkan kami.”

Tidak mungkin baginya untuk melupakan hari ketika dia mengetahui kebenaran tentang putranya, hari ketika ikatan keluarga mereka semakin kuat. Itu menakutkan, tapi tetap saja, berkat itu, dia bisa mempelajari kebenaran tentang putranya dan orang-orang di sekitarnya. Meski dia menghidupkan kembali kenangan mengerikan itu lagi, dia yakin bahwa tidak akan ada kehidupan yang lebih baik selama dia bisa melihat jati diri putranya sendiri. Itulah mengapa Gorou memutuskan dia akan mencoba untuk tersenyum demi anak-anaknya, terlepas dari hal-hal mengerikan yang dia lihat. Dia ingin mengatakan bahwa tidak peduli betapa mengerikannya situasi yang dia temui, dia akan baik-baik saja. Seakan Kanzaki juga merasakan ini, dia menundukkan kepalanya juga.

“...Aku sungguh menyesal. Tapi, sekarang setelah aku bertemu denganmu, tekadku telah mengeras. —Selama turnamen, aku akan melindungimu dan istrimu.”

Dia benar-benar tidak mengerti, tapi dia tahu bahwa beberapa orang hebat siap untuk menjaganya dan istrinya. Dia akan belajar lebih banyak tentang orang macam apa dia sekarang, tapi Gorou memutuskan bahwa dia akan mencoba mempercayainya untuk saat ini, dan dia menjawab dengan ‘terima kasih’ karena telah melindungi mereka terhadap Grim Reaper yang menakutkan. Kanzaki lalu menambahkan sambil mengingat sesuatu.

“Ah, benar juga.”

Dia berbisik ke arah Gorou.

(...Tolong, jangan membicarakan hal ini dengan Nakiri-kun, junior anakmu. Karena aku memiliki sesuatu yang diurus bersamanya.)

Nakiri... gambaran junior putranya muncul di benaknya. Gorou, yang tidak tahu tentang situasinya, menjawab dengan ‘Baiklah’. Kanzaki lalu menyatakan kepada Ikuse Tobio.

“[Slash Dog], aku berjanji padamu hal ini. —Kami pasti akan melindungi orangtua Sekiryuutei. Dengan seorang ayah yang baik ini, aku akan dihukum jika aku tidak melindunginya.”

Gadis muda itu, Kirino, dengan iri berkata.

“...Dan dari siapa hukuman itu berasal, aku penasaran? Apalagi, apa kamu tidak akan menonton pertandingan [Star Buster]-kun?”

Kanzaki menghela napas sebagai jawaban atas pertanyaan Kirino.

“Dia tidak akan punya masalah. Tapi dia memang anak yang bermasalah.”

Kanzaki lalu mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan Ikuse Tobio. Ikuse Tobio ragu sejenak, tapi... dia membalas gerakan itu. Sementara mereka berjabat tangan, Kanzaki lalu tertawa dengan sugestif sambil dia berkata.

“—[Innovate], Ikuse Tobio. Juga, Hyoudou Issei-kun dan Vali Lucifer. Untuk merusak rencana Dewa-Dewa jahat. Lalu, demi bertahan hidup melawan Melvazoa yang akan datang dalam tiga puluh tahun.”

[DxD]... [DOG]... dan juga, [Dark]...

Ambisi dari Dewa Alam Baka, Hades, telah menggerakkan Dark of the Longinus yang seharusnya tidak tersentuh. Di balik turnamen, spekulasi semua orang menjadi sangat kacau.

Longinus.[edit]

Ada / Tiga Belas Spesies Longinus / Pengguna

  • <<True Longinus>> Longinus/Relik Kelas Atas (Holy Spear) — Pengguna Cao Cao
  • <<Zenith Tempest>> High-tier Longinus — Pengguna Dulio Gesualdo
  • <<Annihilation Maker>> High-tier Longinus — Pengguna Leonardo
  • <<Dimension Lost>> High-tier Longinus — Pengguna Georg
  • <<Boosted Gear>> [Heavenly Dragon Tersegel] — Pengguna Hyoudou Issei
  • <<Divine Dividing>> [Heavenly Dragon Tersegel]— Pengguna Vali Lucifer
  • <<Canis Lykaon>> — Pengguna Ikuse Tobio
  • <<Sephiroth Graal>> Relik (Holy Cup) — Pengguna Valerie Tepes
  • <<Incinerate Anthem>> Relik (Holy Cross) — Pengguna Lint Selzan
  • <<Regulus Nemea>> — Pengguna Regulus (Master Sairaorg Baal)
  • <<Absolute Demise>> — Pengguna Lavinia Reni
  • <<Innovate Clear>> — Pengguna Kanzaki Mitsuya (1)
  • <<Telos Karma>> — Pengguna Kanzaki Mitsuya (1)


Baru (2) / Lima Spesies Tergolong Longinus / Pengguna

  • <<Aeon Balor>> (3) — Pengguna Gasper Vladi
  • <<Alphecca Tyrant>> Relik (Holy Nail) — Pengguna Akan Diumumkan
  • <<Unknown Dictator>> (4) — Pengguna Akan Diumumkan
  • <<Nereid Kyrie>> Longinus Kelas Atas — Pengguna Akan Diumumkan
  • <<Star Buster Star Blaster>> (5) Longinus Kelas Atas — Pengguna Shooting Star (nama asli belum diketahui)


  1. Adalah orang yang saat ini menggunakannya, walau pengguna resmi tidak diketahui.
  2. Adalah spesies Longinus yang baru diamati dalam dua puluh tahun terakhir yang ditambahkan ke dalam catatan saat ini. Tidak pernah ada waktu di mana lima Longinus muncul dalam kurun waktu yang singkat sepanjang dua puluh tahun.
  3. Telah terdaftar sebagai spesies yang berbeda karena kemampuan yang menyimpang dari <<Forbidden Balor View>>
  4. Longinus yang dapat mengendalikan mesin dan peralatan listrik adalah spesies yang sangat baru.
  5. Sacred Gear kelas Longinus yang terdiri dari pedang dan pistol.


Ini semua adalah delapan belas spesies Longinus yang saat ini tercatat. Para pengguna generasi ini telah mencapai Balance Breaker atau lebih. Belum pernah ada era seperti ini, dan menurut para peneliti sistem Sacred Gear:

‘Kali ini, mengapa kita tidak membuat sistem seperti ini jika terjadi hal yang belum pernah terjadi sebelumnya?’

Pandangan seperti itu terus dianggap sangat mungkin.

Qualifying Team.[edit]

Setelah semua pertandingan awal untuk Rating Game World Tournament [Azazel Cup] pertama telah berakhir, pengumuman untuk tim yang berhasil mencapai babak utama terjadi di kota terapung Agreas di Dunia Bawah, yang dianggap sebagai wilayah suci dari Rating Game. Sang komentator, Naud Gamigin, bersama dengan komentator tamu lainnya, memeriahkan Stadion Agreas. Walau tidak ada pertandingan, penonton saling mendorong hingga seluruh stadion benar-benar penuh. Ketika media dari setiap mitologi meliput acara tersebut, pengumuman dimulai.

<<Keenam belas tim yang menuju ke babak utama telah diputuskannnnnnnnnnn! Dan kami akan segera mengumumkannya!>>

Sambil Naud Gamigin menderu, monitor raksasa di stadion mulai menunjukkan tim pertama.

<<Kami akan mulai dari tim pertama yang lolos ke babak utama tanpa satu pun kekalahan! Mereka dikatakan sebagai tim yang paling dekat untuk menjadi pemenang! Tim yang terdiri dari Dewa yang Sakra alias Indra pimpin, [Vajra]!>>

Dia berpartisipasi dalam Turnamen di mana Dewa dari setiap mitologi lain bergabung untuk memamerkan kekuatannya. Sementara sebagian mengundurkan diri dari turnamen karena semangat mereka layu karena monster perkasa dan Sacred Gear yang brutal, Dewa Perang ini, di sisi lain, menikmati kecenderungan itu. Sebuah tim yang berfokus pada ajaran Buddha dan didampingi oleh Empat Raja Langit (Dhrtarastra, Virudhaka, Virupaksa, Vaisravana) adalah salah satu kandidat pemenang sejak awal. Tim selanjutnya lalu ditampilkan.

<<Tim berikutnya adalah salah satu dari beberapa tim yang berasal dari dunia manusia, dan mereka telah memberi dampak tidak hanya terhadap tim Iblis Kelas Ultimate, tetapi juga makhluk-makhluk supranatural! Dari mitologi yang sama seperti Dewa Indra, Gunung Meru, tim yang dipimpin oleh Pelopor Sakra, Cao Cao-senshu, [Spear of the Heavenly Emperor] dipilih untuk berpartisipasi di babak utama!>>

Mulai dari Cao Cao yang memegang Longinus terkuat, mereka adalah tim yang terdiri dari orang-orang yang menantang batas kemanusiaan. Kemampuan untuk mengubah Sacred Gear menjadi Balance Breaker-nya secara luas diakui dan ditakuti oleh makhluk supranatural. Belum lagi Guan Yu yang bergabung dengan mereka memberi mereka keuntungan besar.

<<Trio legendaris yang telah menjadi kuat di babak penyisihan! Tim populer dari Gunung Meru yang memiliki pandangan khusus mereka sendiri di dunia dan terus mendapatkan bintang, Tim [Journey to the West], juga akan menuju babak utama!>>

Sun Wukong, Zhu Bajie, Sha Wujing, mantan trio bersama dengan anak yang dikirim dari surga, Nezha, sinergi mereka luar biasa, memungkinkan mereka untuk mengalahkan Iblis Kelas Ultimate dan bahkan Dewa. Kekuatan tim legendaris juga legendaris.

<<Gunung Meru benar-benar menakjubkan. Hebat sekali dari Dewa Perang Indra yang memimpin mereka sendiri!>>

Gunung Meru adalah mitologi nomor satu yang disaingi bahkan di babak utama, dan mereka yang pernah dilatih di bawah Sakra menunjukkan betapa besarnya kekuatan yang dimiliki Dewa Perang. Tim selanjutnya ditampilkan di monitor.

<<Tim dengan Raja Monster, Typhon, sebagai [King], yang anggotanya adalah keajaiban muda dan bahkan Dewa Kepala, [Leisure of the Kings]! Bahkan katanya akan aneh jika tim ini tidak lolos ke babak utama!>>

Meskipun mereka menderita kekalahan dari pertandingan yang bergejolak melawan tim Hyoudou Issei, tim tempat Raja Monster legendaris berpartisipasi bersama dengan Dewa Kepala Asgard dan Olympus memiliki kekuatan yang tak tertandingi karena mereka menghancurkan babak penyisihan dengan mudah. Dengan daftar pemain-pemain itu, mereka juga salah satu kandidat yang disukai. Terlebih lagi, ada kemungkinan besar bahwa Dewa yang mendukung mereka akan bergabung dengan tim mereka. Saat ini pun, itu masih merupakan tim yang penuh dengan faktor yang tidak diketahui.

<<Dari Norse, tim yang raksasa api Surtr-senshu pimpin, [Black]! Kobaran api yang dia gunakan untuk membakar makhluk-makhluk sekelas Dewa terus mengamuk di babak utama!>>

Tim raksasa legendaris Surtr dari mitologi Norse menghancurkan babak penyisihan. Raksasa api itu dikatakan membakar dengan mudah bahkan Dewa sekalipun. Ini adalah salah satu penyebab penarikan makhluk-makhluk sekelas Dewa dari turnamen.

<<Dari mitologi Hindu adalah tim yang secara tak terduga menderita kekalahan sekali, tapi selain itu, mereka memenangkan semua pertandingan mereka, [Asura]! Pimpinan tim adalah Mahabali, Pangeran para Asura! Mustahil bagi mereka untuk tidak lolos ke turnamen utama! Kita semua mengharapkan pertandingan melawan Indra yang tidak bisa kita lihat di babak penyisihan!>>

Meskipun tim Pangeran Asura dikalahkan oleh pendatang baru misterius Iblis Balberith dan Verrine, mereka memenangkan sisa pertandingan mereka dengan kelas dewata yang tak tergoyahkan karena itulah mereka adalah salah satu kandidat yang menang.

<<Berikutnya adalah tim yang paling menarik perhatian di antara para peneliti Sacred Gear! [King] pengguna Sacred Gear misterius, tim [Shooting Star]. Kekuatan yang menakutkan dari pedang dan senjata Shooting Star-senshu bahkan dapat meledakkan makhluk-makhluk sekelas Dewa!>>

Tim yang paling tidak terduga. Seekor kuda hitam yang tidak diantisipasi siapapun. Sejak pertengahan turnamen, mereka adalah tim yang ditandai oleh semua orang di babak akhir penyisihan saat kemampuan Sacred Gear mereka semakin kuat. Tim mereka juga menjadi topik hangat di antara mitologi karena anggota mereka bukan hanya pengguna Sacred Gear, tetapi orang kuat yang namanya masih belum diketahui juga. Siapa mereka, dan mengapa mereka tidak diperhatikan sampai sekarang? Tujuan mereka untuk menang adalah — untuk dapat hidup tanpa harus khawatir tentang kelaparan. Tujuan mereka adalah yang terkecil di antara semua tim yang menghancurkan babak penyisihan. Namun, itu adalah kisah yang bisa menggambarkan masa lalu mereka. —Mengapa tidak ada yang menemukan mereka? Bakat-bakat ini, talenta luar biasa yang tidak memiliki posisi sosial, mengamuk di turnamen karena mereka membuktikan arti sebenarnya dari setiap mitologi yang berpartisipasi. Lalu, ada kuda hitam lagi—.

<<Karena tim [Black Satan of Darkness Dragon King] memiliki beberapa pendukung yang kuat bergabung dengan tim mereka, mereka terus menang hingga mereka memenuhi syarat ke babak utama! Iblis yang tidak diketahui mulai dari Balberith-senshu dan Verrine-senshu mengejutkan banyak penonton karena mereka bahkan mengalahkan Dewa!>>

Tim yang memiliki Grim Reaper Kelas Atas, Zeno, dari Alam Baka sebagai [King] mereka. Pada dasarnya, mereka adalah tim dengan Grim Reaper dan monster lain sebagai anggota mereka. Mereka tidak mengumpulkan banyak perhatian karena persentil kemenangan mereka cukup rendah pada awal babak penyisihan. Namun, sejak pertengahan babak penyisihan, setelah mereka membawa Iblis Balberith dan Verrine yang luar biasa ke dalam tim mereka, mereka terus menang dan mulai menjadi salah satu pesaing teratas. Mereka adalah salah satu tim yang benar-benar tak terduga yang berhasil melewati penyisihan. Potensi tempur Balberith dan Verrine ditakuti oleh banyak orang, dan bahkan makhluk sekelas dewa mulai menghindarinya. Terlebih lagi, tim mereka masih mengumpulkan Iblis mengerikan, yang berarti kekuatan mereka belum sepenuhnya diklarifikasi.

<<Dari Surga tentu saja tim [Joker of Heaven] yang dengan berani menghancurkan babak penyisihan! Mereka akan pergi ke babak utama!>>

<<Tidak hanya kerja sama tim mereka benar-benar hebat, tetapi pengaruh penasihat Rudiger luar biasa. Aku juga menantikan taktik mereka di babak utama.>>

Sementara arahan penasihat Rudiger Rosenkreutz luar biasa, mereka juga menunjukkan sinergi tim yang hebat di antara semua peserta. Mereka juga tim yang seimbang karena mereka sering menang melawan lawan-lawan peringkat tinggi.

<<Datang tepat adalah salah satu dari beberapa tim yang seperti tim [Spear of the Heavenly Emperor] yang berasal dari dunia manusia! Sekali lagi, kita bisa melihat sekilas keganasan manusia yang telah menguasai Longinus-nya! Dari organisasi Malaikat Jatuh, Grigori, adalah tim yang Ikuse Tobio-senshu, yang bilahnya bahkan dapat memotong Dewa, pimpin, [Slash Dog]!>>

Longinus yang mampu memotong bahkan Dewa masihlah kuat, dan kemampuan [Absolute Demise] untuk membekukan semuanya membuat tim lawan takut pada mereka. Tim ini juga hebat dalam kerja sama tim mereka, dan tidak ada celah dari mereka. Karena tim ini diyakini telah menerima berkah dari Dewa Jepang, kekuatan mereka sepenuhnya belum terlihat.

Lalu, di monitor, tim Iblis yang telah menembus babak penyisihan dan telah mengumpulkan perhatian di Dunia Bawah diperkenalkan.

<<Ada banyak tim dari Iblis yang akan pergi ke turnamen utama juga! Ini adalah asal mula Rating Game! Biarpun kita melawan Dewa, kita tidak boleh goyah! Tim pertama adalah ini! Mereka datang, mereka datang, mereka datang! Bagaimanapun, wajar bila mereka akan datang! Tim yang sang Rating Game Champion, Diehauser Belial pimpin, [Babel Belial]!>>

Meskipun mereka bergabung di tengah turnamen, permainan tim juara adalah kuat, agung dan mutlak. Mereka terus mendapatkan serangkaian kemenangan saat mereka masuk ke kelas atas dan dengan berani bahkan mengalahkan makhluk-makhluk sekelas Dewa, menembus penyisihan. Sambil kemampuan sejati Diehauser Belial tidak perlu dipertanyakan lagi, peserta dari semua mitologi dihadapkan dengan esensi sejati dari Rating Game dalam menghadapi permainan game Champion yang berani dan solid.

<<Muncul sebuah tim yang telah menjadi topik panas karena kombinasi antara Phoenix Suci dan Iblis. Kami juga mendengar bahwa perwujudan Pasukan Burung Abadi bahkan menyusahkan makhluk-makhluk sekelas Dewa! Pemain profesional lain yang aktif selain Emperor Belial yang berhasil lolos di babak penyisihan adalah tim yang menggantikan Keluarga Phoenix, Ruval Phoenix-senshu pimpin, [Phoenix]!>>

<<Bukan hanya anggota yang terdiri dari Phoenix Suci dan Iblis, Dewa dari mitologi Mesir yang dikenal sebagai leluhur dari Phoenix, Dewa Burung Suci Abadi, juga merupakan bagian dari tim itu! Selain itu, ada juga pengguna Sacred Gear yang terkenal yang mengontrol peralatan mekanik yang menunjukkan kita adegan heboh!>>

<<Mulai dari Bennu-senshu, yang memiliki koneksi dengan Phoenix, ada desas-desus mengenai Dewa Mesir yang mendukung tim ini.>>

Kepala keluarga Phoenix berikutnya, Ruval Phoenix, yang merupakan peringkat atas bahkan di Rating Game asli, memburu [Keabadian], [Burung Abadi], dan [Burung Suci] makhluk dari seluruh dunia dan berhasil menciptakan tim kombinasi untuk menikmati turnamen internasional ini. Akibatnya, mereka membuat semua mitologi dengan kuat menegaskan kembali apa yang disebut konsep [Keabadian]. Banyak orang tahu bahwa jika mereka mengumpulkan [Keabadian] yang hanya bisa dikalahkan oleh makhluk-makhluk sekelas Dewa, maka mereka akan menjadi kekuatan yang bahkan tidak akan dikalahkan oleh makhluk-makhluk sekelas Dewa. Dan ada [Abadi] lain yang telah bergabung—.

<<Lalu, menurut informasi baru yang baru saja kami dapatkan, ada kemungkinan bahwa putra ketiga, Riser-senshu, yang tersingkir di babak penyisihan, akan bergabung dengan tim ini sebagai pemain!>>

<<Pemain yang memiliki [King] ketika mereka dikalahkan di babak penyisihan kini dapat bergabung dengan tim yang akan berpartisipasi di babak utama.>>

<<Menurut aturan, jika seorang pemain termasuk dalam tim yang dieliminasi di babak penyisihan, itu tidak dihitung sebagai pendaftaran ganda. Sistem yang sangat menarik! Ini berarti bahwa pemain yang kalah dalam babak penyisihan mungkin saja muncul kembali.>>

Tentu, ada kemungkinan bahwa orang-orang yang tidak selamat dari babak penyisihan (ada pembatasan jumlah yang bisa kembali) bisa menjadi anggota tim yang akan maju ke babak utama di mana mereka bisa bersinar lagi. Selain itu, dibolehkan bagi pemain untuk direkrut dari tim yang telah dieliminasi dari babak utama juga, walau ada beberapa batasan ketat di sana. Dan monitor terus menampilkan Iblis muda...

<<Dan pertama-tama adalah keajaiban muda ini! Tim yang kepala keluarga Bael berikutnya, Sairaorg-senshu, pimpin, [Imperial Purpure]! Tinju yang bahkan bisa menghancurkan Dewa!>>

Tinju Lion King yang dikatakan sama dengan Iblis Kelas Maou, dan bisa mencapai Dewa di turnamen ini. Meskipun ada saat-saat ketika dia akan diejek sebagai petarung seorang driri karena lengannya yang luar biasa kuat, kerja tim dengan para budaknya juga luar biasa karena hanya ada beberapa kesalahan kecil. Ada desas-desus bahwa tim dari kepala keluarga Duke Agares berikutnya, Seekvaira Agares, yang tersingkir di babak penyisihan, akan bergabung dengan tim mereka, dan itu tampak seperti tim Lion King akan mengamuk di babak utama juga. Yang diperlihatkan selanjutnya pada monitor adalah — warna crimson.

<<Dan dari Rookies Four juga, tim yang menjadi kepala keluarga Gremory berikutnya, Rias-senshu, pimpin, [Rias Gremory]! Sementara persatuan mereka adalah hal yang alami, Evil Dragon legendaris Crom Cruach-senshu, dan orang yang bergelar manusia terkuat, keberadaan Vasco Strada-senshu juga sangat besar!>>

Tim Rias Gremory kuat dengan Sekiryuutei, tetapi mereka juga kuat tanpa dia—. Gadis itu mengubah evaluasinya sendiri di turnamen secara drastis. Dia mengevaluasi [Pengintaian] lapangan karena dia dapat membawa Vasco Strada, yang dikatakan telah mencapai batas tertinggi kemanusiaan yang tidak ada orang lain yang bisa jangkau, bersama dengan Evil Dragon Crom Cruach, dan dua pengguna Longinus lainnya di timnya, menggabungkan semua kemampuan mereka bersama. Tentu saja, budaknya yang mengikutinya sejak awal-awal juga tumbuh, menjadikannya salah satu tim veteran.

<<Kedua tim ini bukan satu-satunya Iblis muda!>>

Saat Naud Gamigin meneriakan itu, animasi Naga merah dan putih ditampilkan. Yang pertama ditampilkan adalah — Vali Lucifer.

<< Salah satu dari Two Heavenly Dragon, tim yang dipimpin oleh Hakuryuukou, [Hakuryuukou of the Morning Star], telah dipilih untuk berpartisipasi dalam turnamen utama juga! Ini takdir untuk orang yang pembuluh darahnya membawa darah Lucifer generasi pertama untuk berpartisipasi di panggung utama World Tournament!>>

Dia benar-benar populer karena ia adalah keturunan langsung Lucifer, simbol Iblis, salah satu dari Two Heavenly Dragon, anak angkat Odin, dan di atas segalanya, rival yang ditakdirkan dari Oppai Dragon. Karena kekuatannya yang luar biasa, dan kenyataan bahwa rekan-rekannya adalah sekelompok bajingan yang kuat, tim mereka menerima banyak perhatian. Mereka disebut-sebut sebagai salah satu kandidat yang menang. Yang terakhir diperkenalkan adalah — pria itu. Lagu itu dimainkan di seluruh panggung—.

[Zoom Zoom Iyaa—n!]

Apa yang ditampilkan monitor bersama dengan Lagu Oppai Dragon adalah — Naga Merah Hyoudou Issei.

<<Tentu saja! Kita tidak bisa melupakan pria ini! Tidak! Mustahil melupakannya! Salah satu dari Two Heavenly Dragon, Oppai Dragon kita! Tim yang Sekiryuutei Hyoudou Issei pimpin, [Sekiryuutei of the Blazing Truth]!>>

[Oppai Dragon!]

[Oppai! Oppai!]

[Opaaaaaaaaaaaaaaaaai!]

Tanpa memandang usia atau jenis kelamin, suara-suara menyambut gemuruh bergema di arena. Mereka adalah yang paling populer di antara semua tim sejak partisipasi mereka, dan dapat dikatakan bahwa mereka adalah tim terbaik yang telah menerima dukungan dari berbagai macam orang.

<<Para penonton juga bersemangat! Saya yakin kalian juga ingat pertandingan mereka sebelumnya dimana mereka menghancurkan tim salah satu kandidat pemenang [Leisure of the Kings]! Kami juga menanti-nantikan amukan yang tidak terduga di panggung utama!>>

Walau mereka tidak merata dalam hal detail dan arah pertandingan mereka, mereka pada dasarnya terus mendapatkan kemenangan dan bintang emas seperti ketika mereka mengalahkan tim [Leisure of the Kings], dan mereka dengan megah melangkah untuk mencapai babak utama. Meski kekuatan mencolok dari para anggotanya tidak tertandingi, taktik mereka juga sangat hebat sehingga mereka membuat para penonton bersemangat dengan kepandaian permainan mereka. Semua mitologi memperhatikan mereka, terutama kekuatan destruktif dari armor hitam, dan entah Heavenly Dragon Ddraig legendaris yang dibangkitkan akan mengamuk lagi. Ditampilkan di monitor adalah enam belas tim yang telah dipilih untuk pindah ke babak utama, berbaris.

<<Sekarang, ini adalah enam belas tim terpilih yang akan menuju babak utama! Dengan ini, kami mengumumkan akhir babak penyisihan panjang, dan turnamen sengit akan segera dimulai dengan enam belas tim ini! Hanya ada satu pemenang! Namun, semua tim bertujuan untuk menjadi pemenang! Siapa yang akan menjadi pemenang dalam World Tournament World Rating Tournament yang patut dirayakan ini? Orang-orang dari semua mitologi, semua orang, mohon nantikanlah babak utama yang akan segera dimulai!>>

Undian Utama Tim di Rating Game World Tournament [Azazel Cup] Pertama[edit]

  • [Vajra] — [King] Sakra (Indra) / Dewa dan Buddha – Gunung Meru
  • [Spear of the Heavenly Emperor] — [King] Cao Cao / Manusia – Gunung Meru/Mitologi Campuran
  • [Journey to the West] — [King] Sun Wukong Generasi Pertama / Dewa dan Buddha – Gunung Meru
  • [Leisure of the Kings] — [King] Typhon / Monster – Mitologi Campuran
  • [Asura] — [King] Mahabali / Dewa dan Buddha – Hinduisme (Dewa Asura)
  • [Black] — [King] Surtr / Raksasa – Mitologi Norse
  • [Hakuryuukou of the Morning Star] — [King] Vali Lucifer / Iblis-Manusia – Mitologi Norse/Mitologi Campuran
  • [Black Satan of Darkness Dragon King] — [King] Zeno / Grim Reaper Kelas Atas – Olympus/Mitologi Campuran
  • [Joker of Heaven] — [King] Dulio Gesualdo / Malaikat Reinkarnasi – Surga(Kitab Suci)
  • [Slash Dog] — [King] Ikuse Tobio / Manusia – Dunia Bawah-Grigori/Mitologi Campuran
  • [Babel Belial] — [King] Diehauser Belial / Iblis – Dunia Bawah/Iblis
  • [Phoenix] — [King] Ruval Phoenix / Iblis – Mitologi Campuran
  • [Imperial Purpure] — [King] Sairaorg Bael / Iblis – Dunia Bawah/Iblis
  • [Rias Gremory] — [King] Rias Gremory / Iblis – Dunia Bawah-Iblis/Mitologi Campuran
  • [Sekiryuutei of the Blazing Truth] — [King] Hyoudou Issei / Iblis-Naga – Dunia Bawah-Iblis/Mitologi Campuran
  • [Shooting Star] — [King] Shooting Star / Manusia – Dunia Manusia/Mitologi Campuran

Turnamen sengit akan dimulai dengan enam belas tim ini. Bagan pertandingan akan diumumkan di kemudian hari...

Gods of Hell.[edit]

Bagian 1[edit]

Para pemimpin Neraka mengadakan konferensi di ruangan tertentu di dalam fasilitas penelitian Hades yang terletak di Cocytus. Aura berbahaya dipancarkan dari setiap kursi di sekitar meja bundar raksasa walau Hades adalah satu-satunya yang duduk di sana. Aura-aura itu adalah phantom para penguasa yang tidak hadir di tempat itu karena mereka hanya memproyeksikan kesadaran mereka untuk menghadiri rapat. Para pemimpin menerima laporan dari bawahan Hades, para Grim Reaper. Grim Reaper memberitahu mereka.

<<Orang-orang yang kami mata-matai saat ini adalah agen dari pelayan Grigori dan Maou Beelzebub, [Slash Dog]... Sepertinya setiap mitologi juga telah mengirim agen intelijen mereka. Dan lagi...>>

<<Sepertinya [Innovate Clear], grup [Cross Times Kiss], sudah mulai bergerak>>

Salah satu dari phantom tanpa bentuk, Dewa purba Kegelapan, Erebus, dari mitologi Yunani, bereaksi terhadap ini.

[Akhirnya mereka mulai bergerak, ya? Keberadaan kedua Longinus itu. Sepertinya kerja sama kita dan pencarian terus-menerus telah terbayar.]

<<Apa yang harus kita lakukan?>>

Hades berkata sebagai tanggapan atas pertanyaan bawahannya.

<<Kanzaki Mitsuya. Dia seperti... yang mati. Kalian bisa mengatakan bahwa dia adalah eksistensi yang dirakit dari kebencian dan karma manusia itu sendiri. Dia akan berbahaya bahkan untuk Dewa jika dia datang dalam konflik dengan mereka. Namun, kita akan membasmi semua pengguna Longinus.>>

Salah satu phantom tanpa bentuk, Dewa purba yang memerintah Neraka, Tartarus, berkata.

[Wahai, Dewa Kematian yang namanya tidak dikenal, sebaiknya kau mengingat ini. Kadang, kutukan manusia lebih menakutkan daripada milik Dewa. [First Dark] mungkin bisa mereformasi dunia manusia. Orang itu adalah orang yang tak terduga yang mencapai Balance Breaker dari Longinus ketiga belas yang kejam, [Telos Karma].]

Erebus menambahkan.

[Sementara Telos Karma adalah, ada juga rumor tentang Longinus yang baru diakui menjadi merepotkan juga... Kuakui, Longinus memang merupakan ancaman. [DxD] dan [X x X (Cross Times Kiss)]... Karena [ExE (Evie Etoulde)] mendekat... kita akan membersihkannya sekali lagi.]

Menanggapi itu, hantu tanpa bentuk yang lain, — saudari Dewa Erebus, sang Dewi Malam, Nyx, berkata.

[Akan tetapi, saudara. Aku menganggap bahwa mengirim dunia manusia ke dalam kekacauan bagi orang-orang dan [orang yang meniru Tuhan] mungkin juga menghibur.] Sementara rapat Dewa Neraka berlanjut, salah satu Grim Reaper membisikkan laporan darurat pada Hades. Usai menerima laporan, Hades mengatakan kepada Grim Reaper untuk <<Hubungkan di sini!>>. Lalu, lingkaran sihir komunikasi muncul di tengah meja bundar ketika koresponden diproyeksikan ke udara. Apa yang ditampilkan di sana adalah — Sekiryuutei, Hyoudou Issei. Hades berkata.

<<Astaga, [Sekiryuutei of the Blazing Truth]-dono. Sepertinya kau berhasil lolos ke babak utama. Pertama-tama, selamat—>>

Hyoudou Issei menginterupsi kata-katanya saat dia berkata.

[Kudengar kau menyerang ayahku?]

Kemarin, bawahan Hades, tepatnya, para Grim Reaper dari kelompok Thanatos, berhubungan dengan Ophis dan dirinya yang lain tanpa izin. Ada juga saat-saat di mana mereka akan melanggar perintah Hades. Tidak hanya itu, tetapi mereka juga mencoba memanggil Dragon Eater yang disegel, Samael. Sekiryuutei mungkin membicarakan insiden itu. Mata pemuda itu — tampak sangat ganas.

[Ada beberapa hal yang sudah kuputuskan.]

Pemuda itu dengan bersemangat menyatakan.

[...Ada saat-saat di mana aku bertanya-tanya berapa tahun aku meninggalkan orangtuaku... 30 tahun lagi? Empat puluh tahun? Paling lama mungkin lima puluh tahun. Aku telah memikirkan hal-hal itu... Setidaknya, selama waktu itu, aku ingin mencurahkan segalanya untuk mereka, atau lebih tepatnya, aku telah memutuskan bahwa aku akan benar-benar menghargai mereka. Aku telah bersumpah pada diriku sendiri. Itu sebabnya, jika ada bayangan yang tidak tepat menyelinap pada orangtuaku, aku telah memutuskan bahwa aku akan mencoba mencegahnya. Biarpun mereka adalah monster, teroris... atau bahkan Dewa, jika kau menempatkan orangtuaku dalam bahaya—]

Semua Grim Reaper terengah-engah. Tatapan di mata Hyoudou Issei membuat pikiran dan tubuh mereka bergetar karena kedinginan.

[Aku akan menghajarnya, siapapun itu!]

—Pemimpin Alam Baka Hades telah membuat Hyodou Issei marah.

<<…….>>

<<…….>>

Phantom dari Dewa Erebus dan Dewi Nyx juga goyah usai merasakan peringatan dan intensitasnya. Dia telah mengalahkan Vidar di pertandingan sebelumnya, dan juga telah membangkitkan Sekiryuutei terkuat dalam sejarah, Heavenly Dragon Ddraig. Para penguasa neraka di tempat itu tahu betul bahwa dia bukan musuh yang bisa mereka hadapi dengan setengah hati juga. Ketika komunikasi terputus, ada seseorang yang tertawa.

[Kuhahaha...]

Phantom hitam pekat dan kacau-balau. Orang itu adalah Dewa Zoroastrianisme yang jahat, Angra Mainyu.

[Bocah yang menarik. Aku menantikan pertemuan kita]

Sementara turnamen berkembang menjadi babak utama, para penguasa neraka, pergerakan [Innovate Clear] dan [Telos Karma] dari [Cross Times Kiss], dan bayangan yang mengancam terus meningkat—.

Bagian 2[edit]

Di desa disiapkan untuk para pemain di Rating Game World Tournament. Balberith dari Tim [Black Satan of Darkness Dragon King] tenggelam dalam pikiran di rumah penginapan mereka. Dia sedang melihat rekaman pertandingan di kamar pemain. Kontennya adalah — pertandingan antara tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth] dan Tim [Leisure of the Kings]. Saat dia menyaksikan pertandingan, gadis berambut giok, Verrine, berkata.

“Ahahahaha! Sekiryuutei menang dengan mengatakan payudara atau oppai lagi! Meskipun dia memiliki kekuatan manusia transendental, itu mengejutkan melihat dia menang melawan Dewa Kepala mitologi Norse dengan kekuatan yang tidak bisa dimengerti seperti oppai atau payudara!”

Di sisi lain, Balberith, yang sangat fokus pada pertandingan Sekiryuutei, berkata.

“Aku tidak tahu kenapa, tapi... aku tidak bisa menahan perasaan tertarik pada Hyoudou Issei ini.”

Setelah tim pergi ke babak utama telah diputuskan, Balberith sekali lagi melihat pertandingan dari setiap tim lawan, tapi... karena dia tertarik dengan pertandingan Sekiryuutei alias Hyoudou Issei, dia juga memeriksa pertandingan sebelumnya melawan Bael, dan juga pertandingan melawan Phoenix yang tidak dipublikasikan. Dan sementara itu, dia memutar rekaman berkali-kali sambil dia memperhatikan bagaimana ekspresi Hyoudou Issei berubah dan kekuatannya dalam menanggapi payudara tubuh wanita. Astaga, karena rangkaian hal yang tidak dapat dimengerti ini, Balberith tidak punya pilihan selain menjadi bingung.. tapi entah kenapa, dia juga menjadi tertarik.

—Bagaimana dia mendapatkan kekuatan untuk mengalahkan Dewa bahkan melalui obsesinya dengan payudara?

Balberith tenggelam dalam pikiran. Lalu, dia menyadari sesuatu.

“Chichi (payudara)... Chichi (ayah)... Jangan bilang, mereka sama...? Tidak tapi...!”

Verrine juga terkejut oleh Balberith, yang tak biasanya meletakkan tangannya di atas kepalanya.

“A-Apa yang terjadi, Balberith?”

Setelah tenggelam dalam pikirannya untuk sementara, Balberith bergumam.

“...Dia mungkin menjadi ayah kita.”

“Hah? Payudara Balberith?”

Balberith membuat ekspresi seolah-olah dia mendapatkan pencerahan sebagai tanggapan atas kata-kata Verrine.

“Ya, ayahku.”

—Orang lain (­_ age) yang telah terpikat oleh Hyoudou Issei akan dilahirkan kembali.

Team Member.2[edit]

Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth], anggota terdaftar untuk turnamen (Pendaftaran ketika mereka memasuki babak penyisihan):

  • King — Hyoudou Issei
  • Queen — Bina Lessthan
  • Rook — Nakiri Kouchin Ouryuu
  • Rook — Roygun Belphegor
  • Knight — Xenovia Quarta
  • Knight — Shidou Irina
  • Bishop — Asia Argento
  • Bishop — Rossweisse
  • Pawn x2 — Ravel Phoenix
  • Pawn x3 — Bova Tannin
  • Pawn x2 — Elmenhilde Karnstein


Budak-Budak dari Iblis Kelas Atas [Sekiryuutei of the Blazing Truth] Hyoudou Issei, anggota dari budak-budak Rias Gremory:

  • King — Hyoudou Issei
  • Queen — kosong
  • Rook — Rossweisse
  • Rook — kosong
  • Knight — Xenovia Quarta
  • Knight — kosong
  • Bishop — Asia Argento
  • Bishop — Ravel Phoenix
  • Pawn x8 — kosong

Next Life.[edit]

[[[[Kerja bagus, semuanya!]]]]]

Kami mengangkat gelas kami untuk bersulang.

Setelah kami menyelesaikan babak penyisihan Rating Game World Tournament, kami mengundang tidak hanya semua anggota Klub Penelitian Ilmu Gaib, tetapi juga tim [DxD] dan orang-orang yang telah membantu kami, untuk pesta di kediaman Hyoudou! Kami menggunakan ruang pelatihan bawah tanah sebagai tempat pesta kami dan memanggil banyak orang. Selain hanya Rias, anggota timku, ayah dan ibuku, kami juga mengundang Sona-senpai dan budak-budak Sitri-nya, Sairaorg-san dan yang lain dari budak-budak Bael, Seekvaira-san dan yang lain dari golongan Agares, Dulio dan Malaikat Reinkarnasi lainnya, tim Slash Dog, Riser dan lainnya dari budak-budak Phoenix, Tim [Journey to the West], dan juga Vali. Dan aku terkejut, Cao Cao dan yang lainnya dari Golongan Pahlawan juga datang! Meskipun aku tidak menduga bahwa mereka akan datang, kupikir ‘Aku kira aku akan memanggil semua orang yang telah membantuku’, dan ketika aku mengundangnya, dia benar-benar datang.

“Selamat atas kualifikasi ke babak utama.”

“Kamu juga, selamat.”

Dan suara-suara memberi selamat semacam itu bisa didengar. Apa yang luar biasa yaitu lebih dari separuh anggota tim [DxD] akan masuk ke babak utama! Yah, aku juga terkejut. Meski perkembangannya bergejolak, dan ada lebih banyak pasang surut dari yang kuduga, tim [DxD] telah menghasilkan hasil yang bagus. Semua mitologi terkejut, tapi tampaknya juga sependapat. Sun Wukong Generasi Pertama berkata.

“Hohoho, seperti yang diduga, aku tahu itu akan menjadi seperti ini. Meskipun kalian masih muda, kalian adalah orang-orang muda yang berjuang melawan Khaos Brigade dan selamat melalui itu. Meski musuhnya adalah Iblis Kelas Ultimate, Kelas Maou, atau bahkan sekelas Dewa, kalian pasti akan mengalahkan mereka. Jika tidak ada Dewa maniak pertempuran, setiap anggota [DxD] akan menjadi tak terhentikan sekarang.”

Evaluasi Jii-san terlihat seperti alasan yang sama mengapa para petinggi dari setiap mitologi telah menyetujui kami. Mempertimbangkan bahwa kami bertarung terus-menerus melawan teroris dan mempertimbangkan kemampuan Longinus kami, sepertinya kami menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan oleh masing-masing mitologi. Dan untuk melengkapi itu, selama turnamen, semua orang semakin kuat dan terus berkembang sampai sekarang. Kami juga diberitahu bahwa kinerja tim anti-teroris tidak bisa menjadi lebih baik oleh Ajuka Beelzebub-sama. Itu berarti bahwa jika kami terus meningkatkan kekuatan kami, jumlah orang yang akan berpikir dan melaksanakan ide-ide buruk akan berkurang.... Yah, sepertinya masih banyak orang yang merencanakan hal-hal buruk di sisi lain. Dan, di sisi berlawanan dari pesta... Ada percakapan antara Rias dan Sona-senpai.

“Rias, selamat.”

“Sona... sayang sekali”

Tentu, budak-budak Sitri tersingkir di babak penyisihan. Meskipun taktik Sona-senpai bekerja bahkan melawan peringkat atas, seperti yang diduga, sepertinya kompatibilitas dengan tim dengan kekuatan besar itu buruk, dan dia tidak memiliki cukup kemenangan untuk membawa timnya ke babak utama. Saji menuangkan jus ke gelasku sambil dia berkata.

“Sial, meskipun aku ingin bertarung melawanmu sekali lagi di babak utama.”

“Yah, karena turnamen ini tidak hanya satu kali, akan ada kesempatan lain.”

Aku menjawab seperti itu. Sebenarnya, budak-budak Sitri telah tergerak ketika mereka dialihkan untuk mendapatkan data untuk waktu berikutnya.

“Yah, kami adalah pendukung untuk Iblis muda lainnya.”

Kata Seekvaira-san. Budak-budak Agares juga tereliminasi dalam penyisihan. Bagaimanapun, keberuntungan mereka dalam pertandingan itu buruk karena mereka hanya bertempur melawan lawan dengan peringkat lebih tinggi dan berjuang untuk menang. Pada akhirnya, sepertinya mereka tidak mendapatkan hasil yang mereka inginkan. Aku takut turnamen ini karena mungkin ada keberuntungan yang terlibat dalam pertandingan. Sairaorg berkata padaku saat dia memegang tulang rusuk di satu tangan.

“Bagaimana, Hyoudou Issei? Apakah kamu bisa melihat masalah di babak utama?”

“Ya, ada banyak sekali.”

Setelah secara tak terduga aku meledakkan penyisihan, aku menjadi cemas mengenai kata-kata Sakra. Menggunakan lingkaran sihir komunikasi, Sakra memberitahuku.

[Dalam kelompok Gremory, apakah kau tahu perbedaan terbesar antara kau dan Rias Gremory? Rias Gremory kuat bahkan tanpa dirimu. Tapi, tanpa Ravel, ada kalanya kau tidak akan bisa berfungsi dengan benar. Itu adalah perbedaan besar ZE?]

...Aku...tidak bisa menjawab kata-kata Sakra ketika aku merasa yang dia katakan itu benar.

[Mampu menggunakan gadis Phoenix itu bagus. Akan tetapi, kau juga harus dapat melakukan langkah khusus mulai sekarang. Kondisimu saat ini akan membantumu dengan baik dalam penyisihan. —Tapi, kau mungkin bertanding denganku di turnamen utama, dan ketika itu terjadi, kau tidak akan dapat melakukan apapun dalam kondisi itu, kau tahu? Seharusnya sudah jelas di kepalamu sekarang seberapa lemahnya kau ketika kau mengalahkan Cao Cao dalam Kerusuhan Demonic Beast.”

…Sederhananya, seperti saat ketika aku berjuang melawan musuh yang kuat, jika aku tidak memikirkan banyak cara untuk bertarung mulai sekarang, aku bahkan tidak akan bisa membidik untuk menjadi pemenang. Walau aku sering bertempur melawan musuh peringkat tinggi... Namun, sudah pasti aku terlalu mengandalkan Ravel. ...Jika aku tidak berpikir lebih banyak, dan Ravel dikalahkan di tengah pertandingan, tim kami mungkin akan runtuh. Babak yang akan kita masuki mungkin akan seperti itu. Itu alasan yang lebih banyak bagiku untuk belajar karena aku mungkin akan bertemu dengan tim Rias di babak utama. Saat aku sekali lagi memperbarui tekadku, Vali, yang berdiri di sana, memegang piring yakisoba di satu tangan saat dia berkata padaku.

“Hyoudou Issei, karena kita berdua sudah masuk babak utama, aku rasa ini hanya permulaan. Tentu saja, aku bertujuan untuk menjadi pemenang.”

Cowok ini! Meski dia memegang piring yakisoba, dia masih berbicara dengan persaingan seperti itu! Saat aku meneguk semua jus sekaligus, aku membalas Vali.

“Aku bertujuan untuk menjadi pemenang juga! Tapi aku harus menyelesaikan masalah denganmu dulu. Jika kita bertanding... aku tidak berpikir akan ada babak seperti milik kami.”

“Heh, kamu mengatakannya. Aku ingin melanjutkan pertempuran kita sewaktu itu sesegera mungkin.”

Kelanjutan sewaktu itu—. Itu pasti tentang pertarungan yang kami lakukan setahun yang lalu ketika aku masih kelas 2 SMA. Sejak saat itu, Vali dan aku belum bisa menyelesaikan masalah. Dengan orang ini, kali ini pasti, kami akan menyelesaikan itu sebagai sesama Heavenly Dragon—.

“Tunggu, bukan cuma kamu yang ingin bertarung melawan Hyoudou Issei.”

Sairaorg melangkah di antara kami saat dia mengatakan itu.

“Tentu. Aku bahkan disuruh untuk menemaninya mengaduk Lautan Susu. Aku ingin membalas dendamku di babak utama.”

Cao Cao juga datang! Dan Dulio pun menerobos masuk!

“Aku juga ingin bertarung melawanmu sekali lagi di babak utama. Dan aku yakin dengan itu, alur turnamen akan menjadi yang terbaik.”

“Ise-kun, aku juga. Setelah sampai sini, aku juga ingin bertarung melawanmu sepenuh hati. “

Kiba berdiri di sampingku saat dia mengatakan itu kepadaku. Jika aku bertarung dengan tim Rias, maka akan mungkin terjadi hal seperti itu. Crom Cruach berkata kepadaku sambil makan daging juga.

“Aku ingin bertarung melawanmu dan Ddraig juga, untuk memuaskan diriku di turnamen ini.”

[Ya, tidak ada yang lebih baik daripada mampu melawanmu dengan tubuh dan dagingku sendiri.]

Ddraig menjawab tanpa rasa takut juga! Masih banyak hal yang tidak kami ketahui tentang perwujudan Ddraig, dan aku yakin pasti ada aspek berbahaya.

“Jika aku bertanding juga, aku juga ingin mencoba bertarung. Melawanmu dan Vali, itu saja.”

Bahkan, Ikuse-san mengatakan hal-hal itu!

“Ku, aku juga ingin bergabung.”

Saji mengatakannya dengan putus asa, tapi... Sona-senpai berkata.

“Saji, itu artinya kamu harus berlatih untuk turnamen selanjutnya. Kehidupan Iblis kan memang lama. Tak usah terburu-buru.”

Riser menatapku, yang dikelilingi oleh sekelompok pria, dari jauh.

“Nu, jadi aku harus menyatakannya untuk melawan Sekiryuutei, huh...”

Entah bagaimana, sepertinya dia menganggap situasi tempat ini sebagai lelucon... Aku dikelilingi oleh cowok! Dan pada saat itu, ada beberapa orang yang menarik lenganku!

“Ise akan diambil oleh cowok!”

“Dia darling-ku, tahu!”

“Ise-san, tolong bicaralah pada kami juga!”

Xenovia, Irina, dan Asia, Trio Gereja, menarikku menjauh dari sekelompok pria! Saat aku ditarik, aku bisa merasakan kelembutan oppai di wajahku ‘Boin Boin’!

“Ufufu, jadi kamu telah kembali ke dadaku, ya, suamiku.”

Itu Akeno-san! Dia mencoba memelukku, tapi — sekali lagi, lenganku ditarik saat aku menyelam ke dalam sepasang payudara besar!

“Ise-kun paling suka payudaraku, nyan.”

Kali ini Kuroka! Shirone-chan alias Koneko-chan yang ada di sampingnya lalu menarik tanganku!

“Kuroka-oneesama, aku juga ingin merayakan Ise-kun pergi ke babak utama.”

Kedua saudari itu menarikku maju-mundur, tapi — Ravel melangkah sebagai penengah!

“Shirone! Kuroka-sama! Ise-sama cuma satu orang! Kita harus berbagi di sini! Tentu saja, aku juga akan bergabung!”

Sementara dalam situasi itu, orang yang memelukku dari belakang adalah—.

“Ise-kun ialah huamiku! Aku tidak akan menyerahkannya kepada siapapun!”

Itu Rossweisse-sannnn yang mabuk! Dia pasti terbawa dalam pesta dan akhirnya minum alkohol! Di punggungku ada Rossweisse-san, kedua tanganku diambil oleh Koneko-chan dan Kuroka, dan bahkan Trio Gereja dan Akeno-san menerobos masuk!

““““““Dia punyaku!””””””

Ravel si penengah juga berkata ‘Oh! Tolong biarkan aku ikut juga!’ saat dia menghentikan tindakan mediasi!

“...Entah bagaimana, aku merasa cemburu.”

“...Apa yang harus aku lakukan untuk masuk ke sana?”

Le Fay dan Elmenhilde menggumamkan hal itu ketika mereka melihat situasi ini. Aku pun terhempas oleh tarikan perang para gadis ketika aku tiba di sepasang oppai tertentu. Wajahku dimakamkan di dadanya. Pandanganku lantas diselimuti dengan warna crimson. Merah — rambut crimson lebih cemerlang dari stroberi-pirang. Ya, rambut merah panjangnya yang indah memiliki warna yang sama dengan armorku. Tempat dimana aku tiba saat aku terhempas adalah — orangku yang berharga, Rias Gremory. Dia lalu tersenyum manis sambil memelukku dengan lembut.

“Ufufu, seperti yang diduga, Ise tiba di sini.”

Rias lalu berkata padaku.

“Ise, selamat karena lolos ke babak utama.”

“Ya terima kasih. Selamat untukmu juga.”

Saat kami saling mengucapkan selamat karena mencapai babak utama, ia dengan berani berkata.

“Tapi, meskipun kamu adalah orang yang paling kucintai, dan seorang pasangan yang telah bersumpah tentang masa depan, pertandingan adalah pertandingan. Kalau kita bertanding—”

“Aku tahu. Mari kita berikan yang terbaik! Begitulah cara para budak Gremory.”

Dia tertawa menanggapi kata-kataku, terlihat puas.

“Seperti yang diharapkan dari orang yang paling kucintai. Ufufu, aku mencintaimu! Aku sangat menyukaimu, tahu.”

“Aku juga, Rias. Aku sangat mencintaimu!”

Orang-orang juga bersorak ‘whoo whoo’ saat kami saling berpandangan dan saling berpegangan tangan sambil mengucapkan kata-kata itu di tengah-tengah tempat pesta! Namun, gadis-gadis itu tidak melepaskannya! Asia, Akeno-san, Koneko-chan, Xenovia, Irina, Rossweisse-san, dan Kuroka pada saat itu juga berkata.

[Katakan ‘Aku juga mencintaimu’ kepadaku!]

“Sudah jelas bahwa aku cinta kaliaaaaan! Lagian, semuanya adalah pengantinku!”

Di ruang bawah tanah kediaman Hyoudou — aku meneriakkan cintaku!

Penutup[edit]

Sebagai kelanjutan dari Jilid 24, aku menghadirkan Anda di sini Jilid 25. Sebenarnya, ini akan menjadi jilid terakhir untuk High School DxD. Berakhir. Oh, tapi itu bukan berarti High School DxD itu sendiri akan berakhir. Aku menulis rincian pada paruh kedua penutup, tetapitapi mulai dari masalah berikutnya, itu akan menjadi [True High School DxD] mulai dari awal lagi dari Jilid 1. Ini berarti DxD yang tidak berlabel yang terus berlanjut hingga Jilid 25 berakhir dengan kesuksesan.

Meskipun itu menjadi sesuatu seperti ‘Rossweisse harus berada di sampul depan jilid Rossweisse!’, aku ditanya ‘Apa yang akan Anda pilih untuk mengakhiri DxD?’, Dan aku menjawab dengan lelucon seperti “Rossweisse, tentu saja!”. Awalnya aku ingin meremajakan penomoran setelah arc keempat, tapi karena waktunya tidak bagus, kami pun masuk ke arc terakhir. Dan meskipun aku memulai penutup ini dengan sesuatu yang agak berat, aku ingin membicarakan banyak hal seperti jilid terakhir.

Sepuluh tahun serialisasi telah berlalu.

Tahun ini (2018) adalah peringatan sepuluh tahun karena merupakan tahun ke-10 dari serialisasi High School DxD. Dalam dunia serialisasi di mana selama lima tahun bahkan dianggap luar biasa, dan tidak menyebutkan bahwa aku dapat terus menulis novel ringan selama sepuluh tahun, itu semua karena para penggemar dan staf. Sekali lagi, aku ingin mengucapkan terima kasih.

Jika kita melihat kembali sepuluh tahun ini, ada serangkaian tantangan dan perjuangan di masing-masing arc. Sementara arc pertama (Jilid 1 ~ 2) adalah awal dari cerita, menurutku kedua bagian itu sendiri adalah cerita yang lengkap. Dunia DxD terus berkembang dari sana karena terus ke arc kedua, arc ketiga dan banyak lagi. Karena ini adalah serial pertamaku, aku sedang memperjuangkannya. Untuk berubah menjadi sesuatu yang baru... arc keempat dan arc terakhir adalah yang paling sulit (arc Kebangkitan Sekiryuutei dan Turnamen), sembari aku berjuang sambil terus menulis. Terutama arc terakhir, yang cukup sulit untuk ditulis. Turnamen dan pertempuran tim, ekspresi inflasi dan hal-hal seperti itu membuatku memeras otak pada setiap jilid.

Dan saat ini, bagian tersulit adalah para Dewa. Pertama-tama, Dewa-dewa super kuat dan utama pergi ke Isolation Barrier Field untuk melawan Trihexa, dan ketika aku meneliti tentang Dewa mayor tipe pertempuran (selain mitologi Hindu), ada kurang dari yang kukira (ada banyak tipe budaya dan tipe seni. Juga, ada Dewa yang mirip dengan yang disebutkan sebelumnya dalam cerita. Meskipun aku tidak begitu keberatan tentang penjahat yang sama). Dan ada juga Dewa yang tidak suka pertempuran yang telah ditentukan sebelumnya, dan pada akhirnya, aku selalu mendapat hasil yang buruk, dan secara tak terduga pun tidak menempatkan mereka di dalam meskipun aku menginginkannya. Aku juga bermasalah karena ada Dewa yang kuat, tapi karena mereka terlalu minor, apa yang akan terjadi jika Dewa ini bertarung dan menginjak-injak karakter utama dengan kekuatan yang tak tertandingi, dan pada akhirnya, turnamen berubah seperti ini. Atau lebih tepatnya, semakin aku meneliti tentang itu, ada sesuatu dengan mitologi Hindu yang membuatku terganggu oleh bagaimana seharusnya aku menempatkannya dan aku tidak dapat menempatkannya. Tapi, menurutku Dewa Mahabali melakukan sesuatu yang agak buruk...

Juga, saat aku memasukkannya, aku mengecualikan Dewa yang mungkin memberiku sesuatu seperti hukuman atau menyebabkan sesuatu yang buruk juga bagiku. Terutama hubungan dengan Dewa Jepang, begitulah. Aku mengecualikan itu karena tidak baik bagiku jika aku memasukkannya ke dalam tulisanku.

Itulah mengapa, sementara ada keadaan dari cerita (pertumbuhan protagonis, legenda monster, pengaturan Longinus), aku membuat mereka selain Dewa yang telah keluar sebelum memulai dari Sakra dan Dewa penting lainnya mengundurkan diri atau bentuk serupa. Aku menyadari bahwa hanya karena ini adalah arc turnamen, bukan berarti bahwa aku dapat menempatkan semuanya di sana.

Setiap kali aku menambahkan arc, rasanya aku akan meledakkan sendiri ketika aku berada dalam dilema yang memikirkan latar cerita, mitologi, dan legenda. Yah, sebagai hasilnya, pertumbuhan sisi protagonis juga berayun seutuhnya.


Dan sekarang, ke [True High School DxD]

Arc [True High School DxD] yang akan mulai dari edisi berikutnya akan sama, arc terakhir. Lalu, mengapa aku meremajakan penomoran? Meskipun ada beberapa keadaan penambahan, pendapatku sebagai penulis adalah karena aku ingin membuat Ise dan Rias bertindak bersama sekali lagi. Saat menggambar tim Ise di arc turnamen ini menyenangkan, benar saja, aku ingin menulis tentang budak-budak Gremory saat itu + alfa (α), jadi aku berpikir untuk mendapatkan awal yang baru di True DxD yang menggambarkan tim pada saat itu dan menulis tentang sisa turnamen.

Aku ingin membawa mereka yang berakhir di tim yang berbeda mulai dari Rias, Akeno dan Koneko. Salah satu faktornya juga karena menulis pertarungan Rating Game selalu sulit bagiku. Jika pertarungan berdasarkan aturan menjadi berkelanjutan, kompatibilitas dengan karya ini sering memburuk. Itu sebabnya aku pikir aku ingin membuat Ise yang terlewat sebagai budak-budak Gremory (walau, kenyataannya dia adalah [King] tidak berubah) memainkan peran aktif. Aku akan menjadikan permukaan selama Turnamen sementara sisi belakang adalah cerita antara budak-budak Ise + budak-budak Gremory (+ beberapa orang dari anggota tim [DxD]).

Aku tidak punya niat untuk membuat serial tak berlabel ini sangat panjang. Aku berencana untuk membuat kelanjutan dari Turnamen menjadi akhir. Jilid dua puluh dua hingga dua puluh lima adalah arc babak penyisihan, sementara arc babak utama dimulai dari True DxD. Aku berharap cerita tentang aliansi penguasa Neraka, sisa Longinus (termasuk Longinus baru), serta para Dewa yang kusebutkan sebelumnya dapat dikatakan, karena itu akan membuatku senang.

Rencananya akan lebih panjang dari yang kusebutkan di penutup jilid dua puluh dua. Juga, [Dua Belas Payudara Langit Terpilih] yang muncul kali ini juga akan diceritakan.

Satu hal lagi, kali ini orang yang memiliki [Innovate Clear] dan [Telos Karma] pun muncul, Kanzaki Mitsuya, didasarkan pada protagonis dari debutku [Denpachi]. —Namun, itu bukan berarti terhubung, karena Mitsuya di [Denpachi] adalah orang yang berbeda. Jika Anda memikirkan Mitsuya di DxD sebagai seseorang yang tiba di sana karena ia terlibat dalam masalah lain, itu akan baik-baik saja. Anda tidak akan memiliki masalah jika Anda tidak membaca [Denpachi] lebih dulu. Pada akhirnya, itu hanya paralel dengan DxD. Yah, aku pikir itu baik-baik saja jika Anda hanya menganggapnya seperti sistem bintang.

Sekarang, ucapan terima kasihku. Orang-orang yang telah bersamaku sampai akhir dari serial tak berlabel ini, Miyama Zero-sama, pemimpin redaksi T-sama, terima kasih banyak. Aku juga mengandalkan Anda dengan kelanjutannya, [True].

Jilid berikutnya [True High School DxD] direncanakan untuk rilis sekitar musim panas.

—Dan, sebelum itu, mulai dari bulan April tahun ini serial anime TV baru [High School DxD HERO] akan disiarkan. [HERO] adalah dengan kombinasi Ise [H] dan [ERO], yang memiliki makna kelahiran Oppai Dragon. Kontennya adalah jilid sembilan dan sepuluh.

Terima kasih telah mengikuti [True DxD], [DxD HERO] dan [The Fallen Dog God —SLASHDOG—] tahun ini tanpa istirahat.


Mundur ke Jilid 24 Kembali ke Laman Utama Maju ke Jilid 1