Seirei Tsukai no Blade Dance:Jilid14 Prolog

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Prolog[edit]

"Res...tia...?"

Cahaya fajar menyinari teras kastil Winter Gulf—

Kamito hanya bisa berdiri diam dalam syok, menatap sambil tercengang.

Tatapannya tertuju dengan tegas pada gadis yang berdiri dibelakang Claire.

Rambut panjang dan indah yang tampak menyatu dengan kegelapan malam. Mata berwarna senja yang memantulkan sinar matahari untuk menghasilkan sebuah warna yang misterius. Terbalut dalam pakaian Elfim, tubuhnya yang halus menampilkan keindahan seperti yang dimiliki peralatan yang terbuat dari kaca yang halus. Kulit bersihnya seputih salju.

Meskipun dia tidak mengenakan gaunnya yang biasanya yang berwarna hitam, tak diragukan lagi ini adalah penampilan Restia.

Roh Kegelapan Restia — nama aslinya adalah Restia Ashdoll.

Dia adalah roh terkontrak yang seharusnya telah dibunuh Kamito di kuil Elemental Lord.

"...Apa kau benar-benar... Restia...?"

Bernafas tak teratur, Kamito mendekati dia dengan langkah sempoyongan.

Meskipun dihadapkan pada kemunculannya tepat dihadapannya, Kamito masih tak bisa mempercayainya.

Memang, dia seharusnya sudah menghilang tepat didepan mata Kamito.

Sebelum Kamito menyentuh dia dengan tangannya, dia tak bisa mempercayai hal ini.

Ujung jarinya membuat kontak dengan bahu Restia yang ramping.

Pada saat itu, gadis dengan penampilan Restia tersentak dalam ketakutan.

"U-Umm....."

"...Restia?"

Reaksi tak terduga tersebut membuat Kamito berhenti.

Matanya yang berwarna senja tampaknya—

"—Kamito."

Sebuah suara datang dari belakangnya.

Kamito melihat kebelakang untuk melihat Claire menatap dirinya dengan perasaan campur aduk.

"Claire, apa sebenarnya yang terjadi pada dia...?"

"Dengar, Kamito—"

Pada saat itu, Claire berbicara pada Kamito dengan ragu-ragu namun terhenti.

Segera setelahnya, dia melanjutkan seolah membulatkan tekadnya.

"Gadis itu tampaknya telah lupa segala sesuatu tentang kita."

— Itulah percakapan yang sedang terjadi.


Back to Ilustrasi Novel Return to Halaman Utama Forward to Bab 1