Seirei Tsukai no Blade Dance:Jilid20 Bab 1

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Chapter 1 - Elemental Lord Kegelapan[edit]

Bagian 1[edit]

"...!?"


Bahkan lupa untuk memasang pertahanan, Kamito berdiri membeku ditempat penuh keterkejutan.


Apa yang ditampilkan pada permukaan bola hitam itu adalah–


Sebuah pusaran raksasa, sebuah urutan dan kekacauan yang terus melahap dan melahirkan bintang-bintang yang tak terhitung jumlahnya.


"Apa... ini....?"


Kamito bergumam sambil terbelalak.


"Ini adalah awal dari penciptaan. Ini adalah sumber dari segala fenomena, lautan kekacauan menciptakan dunia-dunia yang tak terhitung jumlahnya. Itulah yang menciptakan Astral Zero ini–"


"...Itu yang menciptakan Astral Zero?"


Avatar Elemental Lord Kegelapan menunjuk pada pusat pusaran.


"Kau pernah melihat ini sebelumnya, kan? Di kuil Elemental Lord–"


"...!?"


Kamito menelan ludah segera setelah melihat itu.


Pusaran kekacauan raksasa, melahap bintang-bintang.


Di pusatnya terdapat banyak sekali cahaya kecil berkedip-kedip.


"....Apakah itu para malaikat!?"


Kamito membelalakkan matanya.


"–Dengan kata lain, pusaran raksasa itu adalah Kegelapan Dunia Lain?"


"Setengah benar, anakku yang manis."


Cewek avatar itu menggeleng ringan.


"Setengah–"


"Bukan hanya Kegelapan, Cahaya, Api, Air, Angin, Tanah, semua elemen terlahir dari pusaran kekacauan itu–"


"....Coba katakan lagi?"


Gambaran yang diproyeksikan pada bola kegelapan itu berubah.


Gelembung di pusat pusaran terbuka, menghasilkan banyak sekali bola.


"Setiap fragmen dari gelembung yang pecah itu merupakan sumber dari dunia. Astral Zero yang luas ini hanyalah salah satu dari fragmen itu."


"Apa–"


Kali ini, Kamito terdiam gak bisa berkata apa-apa.


(–Gelembung itu adalah dunia?)


"Pada awalnya, sangat sedikit yang berhasil membentuk dunia. Sebagian besar menghilang layaknya gelembung sebelum berkembang menjadi embrio dunia. Akan tetapi, dalam hal itu–"


Cewek avatar itu kembali menatap gambaran tersebut.


"–Astral Zero ini terlahir dari pusaran kekacauan itu."


Bagian dari gelembung yang terpecah berubah menjadi sebuah bola sempurna. Di dalam bola tersebut–


Cahaya dan kegelapan juga terlahir.


"Yang pertama lahir adalah roh Cahaya dan Kegelapan. Setelah kekuatan kedua roh ini menyelimuti seluruh dunia, roh Api, Air, Angin, dan Tanah juga terlahir."


"Enam elemen utama... Dengan kata lain, para Elemental Lord saat ini?" tanya Kamito.


"Lebih tepatnya, entitas yang menjadi inti dari para Elemental Lord. Para roh elemental purba belum memiliki kehendak. Mereka hanya membawa para elemental yang terbentuk menuju dunia yang kacau."


Gambaran pada bola itu terus berubah.


Langit dan bumi terpisah, gunung menjulang, sungai muncul, hutan tumbuh.


Kekuatan dari para roh bersemayam diseluruh dunia, akhirnya memenuhi dunia dengan para roh hidup dalam jumlah yang sangat banyak.


Para binatang raksasa di lautan, kawanan hewan, binatang sihir, naga, raksasa, serta para elf yang merupakan leluhur manusia dan ras Elfim–


"Itu adalah sebuah surga yang dipenuhi dengan ketenteraman dan kedamaian, dipertahankannya dengan kekuatan para roh. Dunia ini awalnya dimaksudkan agar bertahan selamanya–"


"..."


"–Tapi suatu hari, para roh purba, yang hanya bertindak sebagai inti elemen dunia, berubah. Kehendak, atau mungkin seseorang menyebutnya jiwa, menjadi mahluk."


"Para roh mendapatkan kehendak–?"


Avatar Elemental Lord Kegelapan mengangguk.


"Itu masih tak jelas kenapa hal semacam itu muncul. Mungkin perubahan seperti itu terjadi sebagai tanggapan pada pemujaan dari para elf. Tapi apapun itu–"


Dia terdengar merendahkan diri.


"–Itu adalah awal dari semua dosa."


"...Dosa? Maksudmu fakta bahwa para Elemental Lord mendapatkan kehendak mereka sendiri?"


"Tepat. Karena mendapatkan kehendak dan kepribadian mereka, para Elemental Lord dikuasai oleh keinginan naluri dasar dalam jiwa mereka, dan mempercayai mereka harus membuat diri mereka sendiri menjadi makhluk yang lebih sempurna lagi."


"....Mahluk sempurna?"


"Setiap elemen yang ada di Astral Zero pada akhirnya dikuasai dunia origin*. Sesuatu seperti bayangan. Oleh karena itu, para Elemental Lord ingin menjadi elemen sejati."
(TL note: aku tau "origin" itu "awal mula/asal usul" tapi aku nggak menemukan kata yang pas disini, jadi aku biarkan origin. Mau protes??? Ayo gelut...)


"Elemen sejati..."


"Mereka menginginkan elemen kegelapan sejati, cahaya sejati, api sejati, air sejati, angin sejati dan tanah sejati–"


"...!?"


Mendengar ini, kilasan pemikiran melintas dalam benak Kamito.


–Kegelapan sejati. Kardinal Millennia Sanctus menggunakan ini untuk mengacu pada Kegelapan Dunia Lain yang merasuki para Elemental Lord.


"...Jadi itu yang terjadi, huh?"


Kegelapan Dunia Lain itu merupakan elemen kegelapan ada di dunia origin?


"Keenam yang mengaku Elemental Lord ini menggabungkan kekuatan untuk membuka sebuah Gerbang menuju origin dan berhasil mencuri elemen sejati. Akan tetapi, ada kesalahan perhitungan yang parah dalam rencana itu."


"Kesalahan perhitungan?"


"Setelah bagian dari Dunia itu dicuri, Origin mengirim para malaikat ke Astral Zero."


Gambaran pada bola kegelapan itu berubah lagi.


Dan pasukan malaikat dalam jumlah sangat banyak melintasi Gerbang dan turun dari langit.


"Ini...."


Kamito pernah melihat ini sebelumnya.


Dari mimpi ingatan Ren Ashdoll–


Para Elemental Lord pemegang senjata, Est, Ortlinde, dan para roh kuat yang dikenal sebagai roh-roh senjata bertarung melawan pasukan malaikat.


"Perang melawan para malaikat baru bisa berakhir saat para Elemental Lord menyegel Gerbangnya. Saat konflik parah ini, semua Astral Zero mendapatkan Kegelapan sejati dan sejumlah kecil Api sejati. Kegelapan sejati menjadi milik Ren Ashdoll, sedangkan Api sejati dicuri oleh para elf, keberadaannya tak diketahui–"


Meskipun perang melawan para malaikat meninggalkan bekas yang besar pada Astral Zero, para Elemental Lord juga mendapatkan apa yang mereka inginkan.


Akan tetapi, berkata demikian, avatar Elemental Lord Kegelapan menggigit bibirnya.


"–Kegelapan sejati yang dibawa ke dunia ini mulai merusak para Elemental Lord."

Bagian 2[edit]

"–Yang pertama menjadi gila adalah Ren Ashdoll."


Cewek avatar itu berkata pelan.


"Untuk menghentikan dia dari berubah menjadi Gerbang yang memanggil para malaikat, kelima Elemental Lord membentuk aliansi dengan Holy Lord Alexandros sebagai pemimpinnya, dengan niat menghancurkan dia. Itu dikenal–"


"–Perang Roh."


Pedang iblis kegelapan ditangan Kamito tiba-tiba berbicara.


"Restia?"


"Aku mendengar segala yang kalian katakan. Maaf karena terlambat bangun."


"Nggak masalah, gimanapun juga kita melalui pertempuran mematikan–"


"Nona Roh Pedang kayaknya butuh waktu lebih lama lagi."


"Ya, karena dia menggunakan kekuatannya untuk menganalisa malaikat itu. Biarkan dia beristirahat."


Kamito menepuk pelan gagang pedang iblis itu.


"–Boleh aku lanjutkan, pedang iblis kegelapan?"


"Ya, silahkan. Aku juga sangat tertarik pada topik ini."


Restia menjawab avatar Elemental Lord Kegelapan itu.


"–Perang Roh, itu adalah saat aku lahir, kan?"


"Ya, dan hasil dari Perang Roh adalah seperti yang kau ketahui."


Perang antara Elemental Lord Kegelapan dan Lima Elemental Lord Agung.


Catatannya disimpan di perpustakaan tersegel dari Divine Ritual Institute dan jarang disebarkan.


Tujuan perang itu adalah untuk membunuh Elemental Lord Kegelapan yang telah dirasuki Kegelapan Dunia Lain, huh?


"Perang Roh itu sangat ganas. Guncangannya memecah Astral Zero menjadi dua, salah satunya menjadi alam manusia. Untuk melindungi pengikutnya yang terakhir, Elemental Lord Kegelapan yang dikalahkan membiarkan dirinya disegel di celah dimensi oleh Holy Lord dan mereinkarnasi kekuatannya pada ras manusia–"


Kegelapan yang dicuri dari origin di musnahkan bersama Ren Ashdoll.


–Harusnya itulah yang terjadi.


"Akan tetapi, para Elemental Lord pemenang sudah dirasuki oleh Kegelapan Dunia Lain. Sang Elemental Lord Kegelapan hanyalah yang pertama diketahui."


Setelah beberapa ribu tahun, para Elemental Lors perlahan sifatnya berubah.


Disaat mereka menyadarinya, itu sudah terlambat.


Blade Dance yang diadakan oleh manusia bisa memberikan kedamaian sementara pada jiwa para Elemental Lord yang telah rusak, tapi disaat yang sama, peperangan berskala besar di alam manusia juga mengguncang jiwa mereka.


"Dan sekarang, Holy Lord Alexandros menggunakan para Elemental Lord sebagai Gerbang, berniat menghubungkan Astral Zero dengan origin lagi."


Avatar Elemental Lord Kegelapan menggerakkan jarinya, menyebabkan bola kegelapan itu menghilang.


Setelah keheningan beberapa saat–


"...Ada sesuatu yang tak kumengerti."


Kata Kamito.


"Kenapa Holy Lord saja yang nggak ternoda oleh Kegelapan Dunia Lain?"


Memang, Elemental Lord Api, Air, Angin, dan Tanah telah menjadi gila. Tapi karena suatu alasan yang gak diketahui, hanya Holy Lord saja yang tampaknya sepenuhnya bebas dari pengaruh pengrusakan.


Cewek avatar itu menggeleng.


"Kalau ini aku nggak tau. Meskipun aku ragu elemen cahaya milik Holy Lord bisa menghasilkan penangkal terhadap Kegelapan Dunia Lain, tetap saja–"


"...Jadi begitu."


Apapun itu, setidaknya dia sekarang tau apa yang terjadi di Astral Zero di jaman dahulu.


Kamito juga ingin bertanya maksud sebenarnya dari apa yang dikatakan cewek avatar itu sebelumnya.


"Terus apa tepatnya yang kau maksudkan saat kau memintaku mewarisi kekuatan Elemental Lord Kegelapan?"


Kamito sudah tertelan oleh kekuatan Elemental Lord Kegelapan.


Bangkit sebagai Raja Iblis, Kamito pasti menghancurkan dunia dalam keadaan gila.


Atau mungkin, dia bisa saja berakhir seperti para Elemental Lord yang lain, berubah menjadi Gerbang yang terhubung pada origin–


"Kau dan roh kegelapan akan membebaskan para Elemental Lord yang gila."


"Apa kau bilang?"


"Apa itu bisa dilakukan!?"


Kamito dan Restia berseru bersamaan.


"Ya, itulah tepatnya tujuan dia menciptakan roh kegelapan Restia, bahkan mereinkarnasi kekuatannya dalam ras manusia, dan menunggu ribuan tahun–"


Avatar Elemental Lord Kegelapan memalingkan tatapannya pada Vorpal Sword ditangan Kamito.


"Dia menciptakan aku untuk membebaskan dirinya sendiri?"


"–Tepat. Restia Ashdoll diciptakan menggunakan Kegelapan sejati sebagai intinya, satu-satunya roh kegelapan. Hanya kau yang mampu melahap Kegelapan yang merasuki dia."


"....Jadi begitu–"


Disaat Restia memulihkan ingatannya di Dracunia, dia melenyapkan Kegelapan milik Millennia.


Kekuatan itu diciptakan demi melenyapkan Kegelapan Dunia Lain yang merusak Elemental Lord Kegelapan–


Roh kegelapan yang merupakan pemandu Raja Iblis, Restia Ashdoll.


Manusia yang mewarisi kekuatan Elemental Lord Kegelapan, Ren Ashbell.


Dirusak oleh Kegelapan Dunia Lain, mengetahui pikirannya telah gila, dia menggunakan sisa-sisa pikiran rasionalnya untuk mempersiapkan kedua kunci ini.


–Lalu dia menunggu sepanjang waktu ini.


Menunggu Raja Iblis yang akan memiliki kekuatan untuk membebaskan dirinya beberapa ribu tahun kemudian–


"Jadi pada dasarnya, Kamito–"


"Ya, memang. Aku adalah fragmen dari kehendaknya yang terakhir, yang ditinggalkan oleh dia. Aku diciptakan disaat terakhir, untuk memberi saran dan mempersiapkan kesempatan bagi orang yang betul-betul memenuhi syarat untuk menjadi Raja Iblis."


Avatar Elemental Lord Kegelapan berbalik.


Lalu–


Oh, ohhhhhhhhhhhhhhhhh—


"...!?"


Dikejauhan, diluar kegelapan yang tak berujung ini, sebuah raungan mengerikan terdengar.


Itu terdengar seperti semua amarah dan kutukan terhadap dunia telah disatukan menjadi satu.


Kamito melihat sekeliling. Sekelilingnya nampak dikelilingi oleh kegelapan yang bahkan lebih gelap dari sebelumnya.


"Monster kegelapan yang melahapmu, monster itu telah datang–"


"–Selamat pagi, Kamito."


Est menyapa dia dengan suara ngantuk.


"Aku minta maaf, Est, aku harus memintamu meminjamkan kekuatanmu padaku disaat kau barusaja bangun."


"Nggak apa-apa Kamito. Aku adalah pedangmu, keinginanmu adalah perintah bagiku... Hoaaam...."


"....Apa kau akan baik-baik saja?"


Restia bertanya kuatir.


"Waktunya sempit. Kecuali kau membebaskan Elemental Lord Kegelapan sebelum sukmamu sepenuhnya dilahap, kau tak akan pernah bisa berubah kembali menjadi manusia."


"Jadi pada dasarnya, aku hanya perlu mengalahkan itu, kan?"


–Tak lebih cepat daripada Kamito menyelesaikan perkataannya....


Kabut kegelapan muncul dan monster itu terungkap.

Bagian 3[edit]

Zaaaaaaaaaaaaaaa—


Tetesan hujan jatuh dalam badai.


Claire melepas seragamnya yang basah, hanya menyisakan pakaian dalam saja yang dia pakai. Dia memeluk erat Kamito yang dikelilingi oleh divine power kegelapan.


"Kamito... Cepat sadarlah...."


Bibir cerinya yang manis memohon penuh kesedihan.


Ditempelkan erat-erat, kulitnya memancarkan kehangatan lembut untuk menghangatkan tubuh Kamito yang mendingin dengan cepat.


Divine power api yang ada didalam tubuh Claire memasuki Kamito melalui bibir mereka yang saling terkunci.


Ini merupakan ritual kagura kuno yang diberitahukan oleh kakaknya sebelum mereka datang ke Ragna Ys.


"..."


"....Mm, aku merasa begitu panas...."


Claire mendesah manis.


Pada dasarnya itu terasa seperti Kamito memasuki tubuhnya.


Kulit mereka yang basah karena hujan ditempelkan rapat-rapat. Claire menempatkan bibirnya pada bibir Kamito seolah dengan serakah mencari divine power kegelapan.


Seraya terengah-engah menderita, dia mati-matian menuangkan divine power api pada Kamito.


"....Kumohon... Kamito, bangun...lah–!"

Bagian 4[edit]

Ohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh—


Setelah kabut kegelapan menyatu, sesosok makhluk mengerikan muncul.


Itu tampak seperti bagian tubuh manusia yang banyak sekali ditempelkan secara sembarangan–


Tubuh aneh itu memiliki 8 tangan, bergerak-gerak didalam masa kegelapan yang meleleh dan terjatuh.


Dibagian tengah lumpur tersebut, sebuah mata emas, Sebulat bulan purnama, menatap lurus pada Kamito.


"–!?"


Merasakan aura kematian yang besar–Kamito merasa merinding.


(....Ini adalah Elemental Lord Kegelapan–)


Hanya dengan menyelimuti seluruh tubuhnya dengan divine power Kamito akhirnya bisa bertahan terhadap aura itu.


Vorpal Sword di tangannya sedikit bergetar.


"Apa kau nggak apa-apa? Restia–"


"Ya...."


Meskipun jawaban Restia terdengar sangat tenang, Kamito memahaminya dengan baik.


Elemental Lord kegelapan merupakan pencipta serta tuannya.


Dia yang saat ini dalam wujud terdistorsi dan tak bisa dikenali telah mengguncang hati dan pikiran Restia.


"Jangan bimbang. Dia sudah menjadi Kegelapan Dunia Lain."


Avatar Elemental Lord Kegelapan berkata murung.


"...A-Aku tau–!"


Bilah Vorpal Sword memancarkan petir hitam.


Monster kegelapan itu memicingkan matanya dan mengeluarkan suara yang terdengar seperti pembakaran.


"–Penciptaku, Ren Ashdoll!"


Teriakan penuh penderitaan dari Restia menggema didalam kegelapan.


"Jika masih ada bagian dari jiwamu yang tersisa, tolong dengarkan aku!"


"Percuma saja, roh kegelapan, dia sudah tak bisa diselamatkan–"


"....!"


Monster kegelapan itu meraung. Petir hitam ditembakkan dari mulutnya.


Hell Blast–sihir tingkat tertinggi dari elemen kegelapan.


Bola petir kegelapan yang bahkan mampu melenyapkan roh tingkat tinggi melesat kearah Kamito.


"—Est!"


Menggunakan bilah Demon Slayer, Kamito menepis petir itu seraya dia melesat kearah lumpur itu.


Suara ratapan terdengar. Tubuh besar monster itu berguncang kuat sebelum melepaskan racun kegelapan.


Dipegang di tangan Kamito secara terbalik, Vorpal Sword memancarkan cahaya hitam yang kuat.


"–Kamito, kita habisi dia."


Mendengar suara Restia yang dipenuhi tekad, Kamito mengangguk.


"Ohhhhhhhhhhh!"


Memegang pedang hitam dan putih ditangannya, Kamito berlari.


Tempat gelap ini adalah didalam jiwa Kamito sendiri.


Akan tetapi, tubuhnya pada dasarnya terasa seolah dia berada di dunia nyata.


(...Jadi aku gak bisa melakukan sesuatu yang gila, huh?)


Ada batasan pada seberapa banyak divine power yang bisa dia gunakan.


Selain itu, ada batasan waktu yang mendekati dia. Dia harus menghancurkan monster ini sebelum jiwanya sepenuhnya dilahap.


Menggunakan divine power untuk membersihkan lumpur di lantai, Kamito melompat.


"Absolute Blade Arts, Bentuk Ketiga—Shadowmoon Waltz!"


Membentuk lintasan melengkung, tebasan itu memotong tiga tangan monster itu.


Racun kegelapan menyembur layaknya darah.


Racun yang mampu membawa kematian hanya dengan kontak sedikit saja, diserap oleh bilah Vorpal Sword.


"Serahkan Kegelapan Dunia Lain padaku, Kamito, dan fokuslah pada tubuh utamanya–"


"–Ya, aku tau!"


Kamito mengayunkan pedangnya, memotong tangan lain.


Dimana tangan monster itu jatuh, sebuah gelembung mengerikan muncul.


(...Apa itu?)


Keempat tangan yang dipotong oleh Kamito berubah didalam gelembungnya masing-masing, menjadi empat naga iblis.


Kamito menyerbu para naga itu.


"Absolute Blade Arts, Bentuk Ketiga—Shadowmoon Waltz, Blade Shadow!"


Membunuh keempat naga iblis itu dalam sekejap, Kamito terus menyerbu.


Dia melesat kearah bola mata raksasa yang berkilauan emas di bagian tengah dari kegelapan itu–


"Absolute Blade Arts, Bentuk Pertama—Purple Lightning!"


Dia mengeluarkan Absolute Blade Art dengan kecepatan dewa.


Ohhhhhhhhhhhhhhhhhhh!


Monster itu meraung. Pedang iblis kegelapan itu telah menusuk mata emasnya.


"–O pedang yang terbentuk dari kegelapan sejati, lahaplah Kegelapan Dunia Lain dan jadikanlah kekuatanmu!"


Kamito berteriak.


Dengan kilauan divine power dari bilah Vorpal Sword, racun kegelapan itu sepenuhnya diserap.


–Tapi setelah itu, mata emas tersebut tiba-tiba berputar


"Apa...!?"


Divine power bercahaya itu dihisap kedalam mata yang seperti pusaran tersebut–


"Guh, ahhhhhhhh!"


"—Kamito!?"


Bersama dengan kedua pedangnya, Kamito dihisap kedalam tubuh Elemental Lord Kegelapan.

Bagian 5[edit]

"...Kamito!?"


Sedikit nafas keluar dari celah diantara dua pasang bibir yang saling terkunci.


Claire terkejut dan menempatkan jari-jemarinya pada dada Kamito.


Jantungnya berdetak kencang. Aliran divine power telah aktif pada tubuhnya.


(Tapi...)


Setelah lega sesaat, ekpresi Claire menjadi kaku lagi... Kamito masih belum sadarkan diri.


Aliran divine power kegelapan tak berhenti.


Pada tingkat ini, meski nyawanya nggak dalam bahaya–


"...Uh... Guh..."


"...!"


Lalu, ekspresi Kamito kesakitan.


"Kamito..."


Claire dengan lembut menyentuh pipinya.


(Saat ini Kamito sedang bertarung melawan kegelapan ini...)


...Jika demikian, aku harus berjuang bersama dia.


Karena aku adalah... tuanmu.


Rambut merah panjangnya yang basah karena hujan, terselimuti kobaran api.


(Biar aku gunakan api milikku untuk memurnikan kegelapanmu–!)

Bagian 6[edit]

(...Apa aku lengah?)


Kamito meronta didalam kegelapan yang seperti lumpur.


Gak ada apa-apa disekitar dia. Dia bahkan gak bisa melihat cahaya divine power yang dilepaskan dari tubuhnya sendiri.


Ini merupakan kehampaan.


(...Apa ini kegelapan yang membuat para Elemental Lord gila?)


Kamito memegang kedua pedangnya erat-erat. Hanya inilah satu-satunya sensasi yang bisa dirasakan.


Tapi–


Gimana caranya dia kabur dari kegelapan yang bahkan bisa mencuri divine power ini?


–Lalu, didalam kegelapan tersebut, sebuah cahaya merah muncul.


(....Apa?)


Itu adalah api yang bersinar seperti teratai merah.


Ini juga merupakan api yang paling indah dan menawan didalam ingatan Kamito.


Api itu merubah sekelilingnya menjadi lautan api, menelan kegelapan layaknya seekor singa ganas.


"...Apa... T-Tunggu–!?"


Menelan kegelapan, api itu terus meluas dan mendekati Kamito.


Tapi anehnya, Kamito nggak merasa takut. Api itu menelan Kamito–


Lalu, Kamito berdiri ditengah pusaran api yang ganas.


Didepan dia adalah Elemental Lord Kegelapan yang telah berubah menjadi seekor monster–


Monster itu mengulurkan tangannya yang mengerikan untuk menangkap Kamito, tapi kobaran api tersebut membakar tangan itu seolah melindungi Kamito, mencegahnya menyentuh Kamito.


".....Mungkinkah ini adalah Api yang hilang dari Origin!?"


Avatar Elemental Lord Kegelapan melebarkan matanya dan berseru terkejut.


–Dengan kata lain, bukan dia yang mengeluarkan api ini untuk melindungi aku?


Roar!


Api itu semakin besar.


Kobaran api itu menjalar di lantai, membakar Kegelapan Dunia Lain tanpa sisa.


Elemental Lord Kegelapan tergagap seolah ketakutan.


Ohhhhhhhhhhhhhhh—


Dipenuhi dengan kemarahan dan ratapan, ruangan itu menggema di ruang gelap ini.


"Ini adalah apinya Nona Kucing Neraka–"


"Api milik Claire?"


Kamito menjadi tenang.


(Jadi begitu, api ini–)


Dia sudah melihatnya beberapa kali sebelumnya.


Ini bukankah kekuatan dari roh. Melainkan Api Elstein yang bersemayam didalam diri Claire.


End of Vermilion berkebalikan dengan Absolute Zero milik Rubia.


(...Claire, mungkinkah kau ada disampingku?)


Kamito menengadah dan bertanya.


Nggak ada jawaban. Tapi di kakinya, api itu terbakar semakin besar.


Dia bisa merasakan keberadaan Claire. Ini adalah api megah dan indah yang dia rasakan saat pertama dia melihat tarian pedang Claire.


(Jadi kau ada disampingku, Claire–)


Didalam pusaran api ganas itu–


Kamito menuangkan divine power pada kedua pedangnya dan menghadap Penguasa Kegelapan.


"Tuanku menungguku, jadi aku gak boleh kalah disini!"


Monster kegelapan itu meraung, tubuh besarnya mendekat.


Kamito melompat tinggi dengan melepaskan divine power, melompat ke kepala monster kegelapan itu.


Monster tersebut mengayunkan tangannya, berusaha menangkap Kamito saat dia bergerak di udara, tapi–


Seolah melindungi Kamito, api itu menjalar dan menepis tangan besar monster itu layaknya sebuah cambuk.


"–Ayo kita lakukan, Restia!"


"Oke!"


Petir hitam legam pada Vorpal Sword meningkat–!


"Absolute Blade Arts, Bentuk Penghancur—Bursting Blossom Spiral Blade Dance, 18 Serangan Beruntun!"


Didalam kegelapan, tebasan pedang dan petir melintas di udara.


Tangan monster itu terpotong dan terlempar. Lapisan demi lapisan, racun hitam itu terkupas.


Kamito menikamkan pedang iblis pada mata emas monster itu–


"Apakah ini berhasil, Restia!?"


"Ya, karena Kegelapan ini milikku–"


Kamito menuangkan semua divine power miliknya pada Vorpal Sword.


Petir kegelapan mengamuk didalam tubuh monster itu.


Kegelapan sejati yang merusak Elemental Lord Kegelapan mengubah warna bilah pedang iblis menjadi hitam legam.


Lalu–


Ohhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!


Setelah meraung diambang kematian, Elemental Lord Kegelapan yang mengamuk akhirnya musnah.


–Saat Elemental Lord Kegelapan lenyap, dunia Kamito runtuh disaat yang bersamaan.


Tanah hancur dan Kamito jatuh.


"–Kau akan mewarisi kehendak dan kekuatan Elemental Lord Kegelapan."


Kamito mendengar suara sang avatar didalam benaknya.


"Misiku berakhir disini. Anakku yang manis–Ren Ashbell."


"Misi... Lalu apa yang akan terjadi padamu...?"


"Tujuan telah tercapai. Aku akan lenyap dan mungkin berubah menjadi bagian dari divine power milikmu."


"Jadi begitu–"


Sehelai bulu hitam yang jatuh menyentuh pipi Kamito.


"Kupercayakan sisanya padamu, anakku yang manis–"


Suara tersebut kabur dan pandangan Kamito didominasi oleh cahaya yang menyilaukan.

Bagian 7[edit]

"—to... Kamito!"


Dia membuka matanya–


Seorang cewek cantik mengenakan pakaian dalam berada diatas tubuh Kamito.


Rambut merah panjangnya basah dan matanya yang seperti rubi lembab karena air mata.


Karena menyerap air, pakaian dalamnya menempel erat pada kulitnya, tembus pandang.


"...Clai... re."


"Huah, Kamito!?"


Segera setelah Kamito berbicara, Claire membelalakkan matanya terkejut.


"...Aku senang sekali, kau kembali jadi Kamito yang biasanya."


Dia memeluk kepala Kamito erat-erat.


"...!?"


Meskipun kecil, sensasi dari payudaranya membuat jantung Kamito berdetak kencang.


Detak jantung Claire disalurkan pada dia melalui pakaian dalamannya yang basah.


Diwajahnya masih ada bekas air mata, dia mungkin sepanjang waktu ini mengkhawatirkan Kamito yang telah dilahap oleh kekuatan kegelapan.


Hujannya sudah berhenti.


Dari celah di awan, langit biru bisa terlihat.


"....Maaf sudah membuatmu khawatir."


Duduk perlahan, Kamito lalu membelai kepala Claire.


STnBD V20 BW01.jpg


"Apa yang terjadi? Apa sebenarnya racun hitam itu...."


"Itu adalah divine power dari Elemental Lord Kegelapan yang tertidur didalam diriku."


Kamito menatap punggung tangan kirinya.


Segel roh kegelapan, terdiri dari persilangan pedang dan bulan, bersinar samar.


"Akan tetapi, dia lenyap. Kekuatan itu telah diwariskan padaku dan Restia–"


"Apa yang terjadi?"


"Nanti saja aku ceritakan rinciannya."


"....Kau benar. Kita harus berkumpul dengan Rinslet dan yang lainnya terlebih dulu."


Kamito berdiri.


"N-ngomong-ngomong, Claire...."


Tersipu, Kamito memalingkan wajahnya.


"...?"


"Umm, kurasa lebih baik kalau kau pakai pakaian."


"...H-Huahh!"


Claire dengan panik memanggil Scarlet untuk menutupi dadanya yang basah.


"K-Kau salah sangka! A-Aku menggunakan ritual yang diajarkan oleh Nee-sama–"


Kunciran Claire tersentak.


"Ritual?"


"Nee-sama bilang saat kekuatan kegelapan melahapmu, ritual ini bisa menekannya."


Memeluk Scarlet, Claire berbicara malu.


(....Jadi begitu, jadi api itu betul-betul milik Claire.)


Kamito menyadarinya dalam benaknya. Elemen api milik Claire terwujud didalam kesadaran Kamito setelah mencampurkan divine power kegelapan miliknya dengan divine power api milik Claire.


"Meow!"


Terselimuti api, Scarlet segera mengeringkan seragam mereka.


Claire berdiri dan segera memakai roknya.


Kamito memalingkan pandangannya dari Claire saat dia memakai pakaian. Disaat yang sama, Kamito berkata:


"....Ngomong-ngomong, kita dimana?"


"Disuatu tempat di hutan yang luas di bawah Ragna Ys."


Claire menengadah menatap langit yang cerah.


Dikejauhan, pecahan Ragna Ys mengapung.


"Apa yang terjadi?"


"Aku nggak tau. Holy Lord tiba-tiba mengeluarkan tembakan cahaya, lalu cahaya itu memotong daratan Ragna Ys. Kita jatuh ke hutan dan terpisah dari yang lainnya."


"Kekuatan Holy Lord, huh?"


Sebelumnya, Holy Lord yang telah bangkit menggunakan kekuatan itu untuk membelah Kota Raja Iblis menjadi dua.


Akan tetapi, gak disangka bahwa tanah kokoh dari Ragna Ys, yang bahkan gak bisa dirusak oleh roh-roh kelas archdemon, bisa dihancurkan secara menyeluruh–


"Itu kekuatanku, Kamito"


Tergeletak di tanah, Demon Slayer tiba-tiba berbicara.


"Est, apa maksudmu?"


Kamito mengernyit. Lalu...


"Kamito, lihat!"


Claire menunjuk ke langit dan berteriak.


Tatapannya diarahkan pada seekor burung iblis besar yang terbang di udara.


"Bukankah itu Simorgh!?"


"Ellis telah menemukan kita."


Menunjuk ke langit, Claire segera merapal mantra.


"Meledaklah–Flare Burst!"


Sejumlah bola api kecil terbang dari jari-jarinya dan meledak seperti kembang api.


Tampak cukup spektakuler namun tak memiliki kekuatan, itu adalah sihir roh untuk menghasilkan pengalihan.


Ellis nampaknya menyadarinya.


Simorgh segera berputar dan kemudian mendarat di hutan.

Bagian 8[edit]

Ibukota Suci Alexandria.


Kota itu terwujud dikuil Elemental Lord. Di bagian tengahnya–


Gerbang menuju Origin telah terbuka.


Elemental Lord Api Volcanicus dan Elemental Lord Tanah Lode Gear.


Menjulang ke langit, pilar Cahaya telah menghasilkan lubang di langit Astral Zero.


Meskipun lubang-lubang itu cukup besar untuk dilewati para malaikat tingkat rendah, itu belum cukup.


Hanya saat semua Gerbang terbuka keinginan Holy Lord akan terwujud.


Menatap jalanan yang lebar dari Ibukota Suci, Areishia, atau lebih tepatnya Alexandros, berbicara.


"Nampaknya dia telah dilahap oleh Elemental Lord Kegelapan."


Holy Lord dengan penampilan Sacred Maiden berbalik.


Ada seorang cewek berambut perak panjang, berdiri tanpa ekspresi sambil memiringkan kepalanya.


Sang Pedang Suci—Terminus Est.


Setelah pertarungan melawan Raja Iblis Solomon, dia menyegel dirinya sendiri di Astral Zero.


Akan tetapi, setelah mendapatkan tubuh fisik Areishia, Holy Lord mengaktifkan kembali kontraknya dan memanggil dia.


"Dia datang untuk menghancurkan aku, kurasa, untuk menghancurkan aku dan semua Elemental Lord–"


"Ya, aku juga merasakannya."


"Apa yang dia pegang, apa pedang suci lain?"


Est menggeleng tanpa ekspresi.


"Itu adalah entitas lain, sudah terpisah dariku."


"–Aku paham, jadi itu sebabnya dia tidak menanggapi kontrakku."


Sacred Maiden Areishia mengangkat bahu. Meskipun Est telah mengkhianati kontrak aslinya dan menjadi pedang Raja Iblis, kekuatannya jauh dibawah Terminus Est yang ini.


Areishia menatap kehampaan yang menusuk langit.


Segalanya akan berjalan sesuai rencana. Elemental Lord Angin dan Elemental Lord Air akan segera terbuka sebagai gerbang juga.


Perang Raja Iblis seribu tahun lalu, dua Perang Ranbal, perang sipil di Teokrasi, kekacauan di Kekaisaran Ordesia, untuk mengguncang para Elemental Lord yang telah dirasuki oleh Kegelapan, dia menggunakan Kerajaan Suci untuk menyebarkan kekacauan di alam manusia.


Cardinal Millennia Sanctus, Des Esseintes, Lurie Lizaldia, Penyihir Senja—bahkan Kerajaan Suci itu sendiri–semua itu tak lain merupakan langkah untuk mencapai tujuan tersebut.


Selain itu, Holy Lord telah mendapatkan tubuh Sacred Maiden, sebuah wadah yang mampu mewujudkan dia.


"Semua ini demi tujuan untuk kembali kesana–"


Sacred Maiden Areishia mengarahkan tangannya ke langit.


Rumble rumble rumble rumble...!


Tanah berguncang disertai suara gempa bumi.


Terpisah dari daratan Ragna Ys, Ibukota Suci perlahan mulai naik.

Sebelumnya Halaman Utama Selanjutnya