Seirei Tsukai no Blade Dance:Jilid20 Prolog

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Prolog[edit]

Bagian 1[edit]

Seekor roh dalam bentuk seekor paus putih raksasa terbang di udara diatas hutan Astral Zero.


Dire Whale merupakan seekor roh super besar dibawah komando Elemental Lord Air.


Didalam dimensi internal dari perut Dire Whale–


Trio Fianna, Ellis dan Rinslet duduk di sebuah meja kecil.


"Kamito dan yang lainnya masih belum ditemukan?"


"Belum, mereka jatuh ke hutan di Astral Zero. Mencari mereka akan sangat sulit."


Pada pertanyaan Ellis, cewek muda dengan rambut berwarna air berkilauan menggeleng.


Cewek itu adalah Iseria Seaward, avatar dari Elemental Lord Air yang dibebaskan oleh Ren Ashbell tiga tahun lalu. Merasakan bahwa tim Kamito telah memasuki Astral Zero, dia datang untuk membantu mereka.


"Claire harusnya sudah mempersiapkan sebuah kristal roh Levitation. Mereka pasti baik-baik saja."


"Semoga begitu, Yang Mulia."


"Hmm, kuharap begitu..."


Dengan ekspresi kuatir, Ellis menatap dunia luar melalui bola kristal di meja.


Yang terlihat melalui mata Dire Whale adalah hutan yang luas dan langit Astral Zero yang sedang hujan. Dan juga–


Sisa-sisa pulau mengapung Ragna Ys yang berhamburan. Perlahan jatuh ke tanah.


–Belum lama tadi, itu merupakan daratan yang kokoh.


Untuk menyegel Gerbang ke Dunia Lain yang dibuka oleh Holy Lord, tim Kamito membawa empat Ratu untuk pergi ke Ibukota Suci Alexandria.


Tapi saat perjalanan, kapalnya hancur karena serangan Kardinal Millennia Sanctus. Kamito dan Claire terpaksa melawan malaikat yang dipanggil oleh Millennia yang bersenjatakan pedang api terkuat Ragnarok.


Diakhir pertarungan, Rubia harus berhadapan dengan Elemental Lord Api setelah mengalahkan Millennia.


Akan tetapi, dalam sekejap, pilar-pilar cahaya raksasa yang dilepaskan dari empat sudut Ibukota Suci menghancurkan dataran Ragna Ys.


Kamito, Claire, serta Rubia bersama Elemental Lord Api, jatuh ke daratan dibawah. Ellis, Fianna, Rinslet dan keempat Ratu ditemukan oleh Dire Whale milik Iseria Seaward ketika mereka jatuh dan diselamatkan.


"....Pilar-pilar cahaya itu, apaan itu?"


Fianna merenung.


Cuma dengan satu serangan, cahaya itu telah menghancurkan daratan Ragna Ys.


Gak disangka kekuatan semengerikan itu ada di dunia ini–


"Itu adalah cahaya dari Terminust Est, roh senjata dari era Perang Roh."


Iseria Seaward menjawab.


"....Nona Roh Pedang?"


Rinslet bertanya penuh ketidakpercayaan di wajahnya.


"Demon Slayer yang membuat kontrak dengan Kazehaya Kamito hanya memiliki sepersepuluh dari kekuatan aslinya. Kemungkinan besar, Holy Lord menggunakan tubuh Sacred Maiden Areishia sebagai wadah dan berhasil memanggil tubuh asli dari Terminus Est.


"Jadi begitu...."


Holy Lord Alexandros telah mendapatkan roh senjata terkuat juga, huh?


"....Kita nggak bisa mendekati Ibukota Suci secara sembarangan."


Fianna menatap Ibukota Suci yang terlihat di bola kristal.


Dari wilayah tengah Ibukota Suci, tiga pilar cahaya menjulang, menembus lubang raksasa di langit.


Kemungkinan besar itu adalah Gerbang yang terhubung ke Dunia Lain.


"Bagaimanapun juga, kita harus menemukan Kamito dan yang lainnya terlebih dahulu."


Berkata demikian, Ellis berdiri.


"Kapten, kau mau kemana?"


"Aku akan mencari di hutan. Kalau aku pergi sendiri, Kerajaan Suci mungkin gak akan menemukanku."


"Pergi sendiran sangatlah berbahaya!"


"Ada sangat banyak roh ganas di hutan."


Iseria memperingatkan.


"Kalau begitu, aku harus menemukan mereka lebih cepat."


Ellis kelihatan sudah membulatkan tekad.


"...Baiklah. Hati-hati."


"Baik, Yang Mulia–"


Fianna mengangguk ringan dan Ellis memanggil roh iblis angin miliknya.


Dire Whale membuka mulutnya, membuat hembusan angin yang kuat masuk kedalam.


"–Ayo pergi, Simorgh."


Menunggangi punggung burung iblis raksasa. Dia terbang ke langit Astral Zero.

Bagian 2[edit]

Rumble rumble rumble rumble!


Sebuah kapal militer mendarat di area kosong yang luas didalam Akademi Roh Areishia.


Gemuruh dari reaktor mesinnya mengguncang udara.


Para siswi di bangunan sekolah mendekat ke jendela karena penasaran, menatap penuh keterkejutan pada kapal militer yang tengah turun secara perlahan.


Kapal ini adalah Revenant milik Tim Inferno.


Awalnya terparkir di Ostdakia Ibukota Kekaisaran, kapal ini dipanggil ke Akademi.


"Cepat juga. Muridku yang kurang ajar itu cukup mengejutkanku."


Greyworth berkomentar, menatap kapal itu dari tempat latihan.


Sebelumnya, tubuhnya telah berubah ke keadaan keemasannya untuk sementara waktu karena pengaruh dari Kegelapan Dunia Lain menyerang tubuhnya, tapi setelah Est menghilangkan kegelapan itu, dia kembali ke usia aslinya. Kekuatan miliknya dimasa mudanya jauh lebih besar daripada yang sekarang, tapi sayangnya kekuatan itu tak lagi bisa digunakan.


"Kepala sekolah, persiapan untuk Teleport telah selesai."


"Begitukah? Terimakasih."


Mendengar laporan Nyonya Freya, dia berbalik menghadap tiga orang yang ada dibelakangnya.


Yang berkumpul di plaza adalah–


Leonora Lancaster, ksatria naga dari Dracunia.


Muir Alenstarl, "monster"nya Sekolah Instuksional.


Velsaria Eva Fahrengart, sang Benteng Diam.


Ketiga elementalis tangguh ini jauh diatas para siswi Akademi dalam hal kemampuan.


"Apa kalian siap?"


Greyworth bertanya.


"Pertanyaan yang bodoh, Penyihir Senja. Seorang prajurit naga gak kenal takut."


"Onii-sama sedang menunggu. Tentu saja aku harus pergi."


"Atas nama Keluarga Fahrengart, seorang ksatria tak akan menarik kata-katanya."


Mereka bertiga menjawab dengan sangat tegas.


"–Memang, aku menanyakan pertanyaan yang bodoh."


Tersenyum masam, Greyworth mengangkat bahu.


Tim Kamito sudah ke Astral Zero untuk menggagalkan rencana Holy Lord.


Mengetahui hal ini, Greyworth segera memerintahkan Vivian Melosa agar memanggil Revenant dan membuat persiapan untuk pergi ke Astral Zero.


Disaat yang sama, dia mengumpulkan tim tempur terkuat untuk berangkat ke Astral Zero.


"Velsaria, soal hubungan dengan Revenant–"


"Ya, Dreadnough milikku harusnya sudah terhubung tanpa ada masalah."


Greyworth menyetujuinya dengan jawaban singkat "Aku paham" setelah Velsaria mengangguk.


Di tengah tempat latihan, lambung besar Revenant mendarat.


"Kalau begitu ayo berangkat–"


Dengan lambaian dari jubah abu-abunya, Greyworth masuk ke kapal.

Bagian 3[edit]

Dikelilingi oleh kegelapan yang tak berujung–


Kamito berhadapan dengan seorang cewek bersayap hitam legam.


Mata cewek ini yang berkilauan emas layaknya bulan purnama di kegelapan.


Wajah cantiknya identik dengan wajah Restia.


Kalau mereka berdua disandingkan, seseorang pasti akan berpikiran mereka itu kakak adik.


Sang Elemental Lord Kegelapan–Ren Ashdoll.


Sang Elemental Lord terasingkan. Dia merupakan pencipta Restia serta sumber dari kekuatan Raja Iblis–


"...!"


"Jangan takut, anakku yang manis–"


Sang Penguasa Kegelapan tersenyum pada Kamito yang tengah menatap dia dengan serius.


Ekspresi dan sikapnya sangat mirip dengan Restia.


Meski begitu, Kamito penasaran.


Apakah cewek ini betul-betul pemilik suara yang memikat Kamito untuk menjadi Raja Iblis?


Setiap kali kekuatan kegelapan keluar, suara itu muncul di benak Kamito.


Dikuasai oleh Kegelapan Dunia Lain, dia harusnya berbicara dengan nada penuh kegilaan yang besar.


Akan tetapi, gak ada sedikitpun tanda kegilaan pada cewek yang ada di depan dia.


Aslinya, kekuatan itu begitu kuat hingga Kamito bisa merasakannya dengan jelas.


Saat mengunjungi Dracunia sebelumnya, saat menghadap roh naga legendaris, dia juga merasakan kekuatan yang sangat besar–


Cewek ini gak diragukan lagi setidaknya dia setingkat dengan raja naga itu.


"Tak perlu waspada. Aku hanyalah avatar dari bagian kekuatan kegelapannya."


"Avatar?"


"Kau pasti sudah bertemu dengan Avatar Elemental Lord Air, kan? Aku sama seperti dia."


"...Seperti Iseria?"


Kamito bertemu Iseria Seaward di Astral Zero, avatar dari kehendak Elemental Lord Air yang dibebaskan Ren Ashbell tiga tahun lalu. Meskipun dia cukup kuat dibandingkan dengan roh biasa, kekuatan aslinya sebenarnya telah sangat melemah.


(....Aku paham sekarang, sebuah avatar, huh?)


Kamito memahaminya sekarang.


Kenapa avatar Elemental Lord Kegelapan ada disini? Meskipun Kamito ingin menanyakan hal ini, ada pertanyaan yang lebih penting lagi.


"....Aku ada dimana? Apa yang terjadi padaku?"


Terakhir yang bisa Kamito ingat adalah malaikat yang dipanggil oleh Millennia Sanctus.


Setelah pertempuran, dilahap oleh kekuatan kegelapan, dia kehilangan kesadaran. Ngomong-ngomong, apa dia berada dalam kesadarannya sendiri, dilahap oleh kegelapan, atau didalam kesadaran cewek itu?


"Seperti yang kau pikirkan, anakku yang manis."


Seolah membaca pikiran Kamito, avatar Elemental Lord Kegelapan berbicara.


"Ini didalam sukmamu, dilahap oleh kegelapannya."


"....Jadi begitu."


Kamito mengangguk.


Meskipun dia diberitahu berada didalam sukmanya sendiri, sejujurnya, itu sama sekali gak terasa nyata. Tapi ada perasaan dejavu yang aneh di tempat ini, yang mana secara gak langsung mendukung kebenaran dari jawaban cewek itu.


"Jadi apa tepatnya yang kau inginkan untuk kulakukan?"


"Fufu, aku sangat senang kau paham–"


Cewek avatar itu mengepakkan sayap hitam legamnya, tampak cukup senang.


....Restia juga sering melakukan itu saat dia berada dalam suasana hati yang bagus.


"Kuharap kau akan mewarisi kekuatan Ren Ashdoll yang selanjutnya."


"Apa kau bilang?"


Mau tak mau Kamito bertanya.


"Apa maksudmu? Kalau aku mewarisi kekuatan miliknya, kekuatan itu akan menelanku, kan?"


"Memang, tapi itu juga merupakan bagian dari rencananya–"


Avatar Elemental Lord Kegelapan menunjuk ke udara, memanggil bola kegelapan yang besar.


"...!?"


Kamito memasang kuda-kuda, menempatkan tangannya pada gagang kedua pedangnya.


"Jangan salah paham. Aku hanya ingin ngobrol denganmu soal masa lalu."


"....Masa lalu?"


"Ya, itu perlu kau ketahui. Darimana asalnya Kegelapan Dunia Lain yang merusak para Elemental Lord, dan alasan Ren Ashdoll membuat kekuatannya bereinkarasi menjadi manusia–"


Permukaan bola kegelapan itu mulai terdistorsi, lalu menampilkan sebuah gambar.

Sebelumnya Halaman Utama Selanjutnya