Shin High School DxD (Indonesia):Jilid 2

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Ilustrasi[edit]

Aku adalah [Pawn] Rias Gremory

Aku berjanji bahwa aku akan menjadi [Pawn] terkuat

Jika aku semakin dekat dengan mimpiku, walau hanya sedikit, aku ingin kamu (Rias) melihatnya—

Life.0[edit]

Aku Hyoudou Issei. Semua orang memanggilku Ise. Saat ini, aku adalah murid SMA kelas 3. Tolong pikirkan aku sebagai murid SMA berwujud Iblis. Kalau begitu, aku tak tahu bagaimana menangani situasi yang terjadi di depanku saat ini. Alasannya adalah karena aku tengah di tempat yang seperti gereja. Banyak wajah yang familier mengelilingiku!

“Sial! Bagaimana Ise bisa nikah!?”

“Ini pasti semacam kesalahan! Dunia pasti akan segera berakhir!”

Dua sobatku yang brengsek, Matsuda si botak dan Motohama si empat mata, berteriak ketika mereka meneteskan air mata frustrasi.

“Ise! Aku memang menginginkan cucu, tapi ada dua belas orang melahirkan bayi pada saat yang sama, ini keterlaluan! Kamu harus membicarakannya denganku dulu!”

“Uu, dia sudah jadi pria baik-baik! Sungguh ajaib dia bisa mendapatkan pengantin hanya dengan menginginkan oppai!”

Ayah dan Ibu juga mengatakan hal-hal bodoh dan mereka juga menangis keras-keras! —Dan, ketika aku memeriksa pakaianku sendiri, aku menyadari bahwa aku mengenakan tuksedo merah! Selain itu, bagian dalam gereja didirikan untuk upacara pernikahan! Oh, tunggu, ini adalah upacara pernikahan! [Lagu Oppai Dragon] juga entah bagaimana dimainkan di dalam gereja! Daftar putar macam apa ini!? Ini milikku!? Ini upacara pernikahanku!? Walaupun aku tak bisa menahan perasaan terkejut ... karena sudah begini, aku ingin tahu siapa pengantinku? Siapa pasanganku?

“Ise, bukankah sudah kubilang sebelumnya bahwa kamu tak bisa terus melongo ke sana-sini?”

Aku mendengar suara yang familier di sebelahku. Sewaktu aku melihat ke samping, ada seorang gadis dengan rambut crimson sepanjang pinggang, Rias. Dia yang membuatku menjadi Iblis. Dia juga Iblis Kelas Atas yang memegang posisi dan kepala Keluarga Gremory berikutnya juga. Aku adalah anggota budak-budak Rias, juga pacarnya. Aaaaaah, gaun pengantin crimsonnya sangat indah sehingga aku tak bisa melihatnya secara langsung. Uu, pacarku sangat cantik dan manis! Dan Rias ada di sampingku! Maka itu berarti, pasanganku untuk upacara pernikahan ini adalah—Rias. Ini adalah upacara pernikahan Rias dan aku!

Y-Yah, kami sudah bertunangan, jadi kurasa hal begini normal saja, kan!?

Teman-teman Iblisku yang mengawasi ini memberi kami kata-kata ucapan selamat.

“Rias, berbahagialah.”

“Aah, kalian pasangan yang sempurna!”

“Mari kita siapkan mobil yang bertransformasi sebagai hadiah.”

—Itu Sona Sitri-senpai, yang adalah teman masa kecil Rias, kepala klan Great King berikutnya, Sairaorg-san, dan kepala klan Archduke berikutnya, Seekvaira Agares-san. Di antara para Iblis muda, mereka semua termasuk Rias disebut [Rookies Four] karena publik memiliki harapan besar untuk mereka! Aku kira mereka datang karena kami sangat dekat. Melihat sekeliling, semua temanku juga datang! Benar juga, sudah satu setengah tahun sejak aku menjadi Iblis, dan aku telah bertemu banyak orang! Kukira sudah tak berlebihan untuk mengatakan bahwa upacara pernikahan yang dihadiri oleh banyak orang adalah yang terbaik dalam hidup! Di tengah basa-basi seperti itu, aku bisa mendengar suara familier di sebelahku!

“Ufufu, sepertinya hari ini akan menjadi upacara terbaik, Sayang.”

Sewaktu aku memalingkan wajah—itu Akeno-san mengenakan gaun pengantinnya! Apa, kupikir pengantin wanitanya cuma Rias saja, tapi ketika aku memeriksanya lagi, semua perempuan mengenakan gaun pengantin dan berbaris di sebelahku! Asia, Xenovia, Irina, Koneko-chan alias Shirone-chan, Kuroka dan Rossweisse-san!

“Aku harap kita akan menjadi pasangan yang bahagia, Ise-san.”

“Akhirnya aku bisa menjadi pengantin juga!”

“Ahh, aku sudah memiliki waktu terbaik dalam hidup!”

Trio Gereja tampak bahagia!

“... Menurut rencana, aku harus menikahimu ketika aku menjadi sedikit lebih besar, tapi aku senang dengan ini.”

“Nyahaha! Aku bahkan tak menyangka aku bisa memakai gaun pengantin!”

Nekomata bersaudari mengucapkan apa yang ada dalam benak mereka!

“Aku sangat bahagia~!”

Rossweisse-san dengan penuh air mata berkata dengan aksennya! Tapi! Pengantin wanitanya bukan mereka saja, karena gadis-gadis yang belum kujanjikan masa depan juga mengenakan gaun pengantin dan berbaris!

“Jadwal upacara pernikahan ini juga tidak mudah!”

Ujar Ravel sambil memeriksa memonya.

“Ini juga bagian dari kontrak.”

Bahkan Le Fay, anggota tim Vali? Dia memang membentuk kontrak [Iblis dan Penyihir] denganku ...

“... Siang hari memang sulit.”

Elmenhilde terlihat sangat lesu!

“... Aku, pengantin?”

Orang yang memiringkan kepalanya dengan rasa ingin tahu adalah gadis yang baru saja menjadi budakku, Ingvild. Aku tahu, ini adalah upacara pernikahanku dan para gadis! Apalagi, mereka semua dua belas!? Dua belas gadis ini akan menjadi pengantinku!? Selain itu, tak kusangka bahwa ini akan diatur pada hari yang sama! Benar-benar parah. Jadi, ini untukku dan pacar-pacarku, ya. Yah, aku tak begitu mengerti, tapi jika aku menikahi semua pengantin cantik ini, maka aku tak punya keluhan! Bahkan, mari kita segera memulai upacaranya! Aku tak punya pilihan selain merasa gugup ketika aku melihat barisan pengantin ini, tapi Ravel berkata kepadaku.

“Karena kelompok kedua sudah siap, yang terbaik adalah menyelesaikan ini tepat waktu.”

Ketika Ravel mengatakan itu, aku mengikuti pandangannya dan—ada sekelompok gadis mengintip dari pintu masuk gereja di sana!

“Ise, giliran kami selanjutnya!”

“Kami telah memutuskan bahwa kami akan menjadi pengantin Sekiryuutei-dono.”

Bahkan pasangan ibu dan anak Rubah Ekor Sembilan, Kunou dan Yasaka-san, adalah calon pengantinku!? Mereka mengenakan Shiromuku untuk upacara ala Jepang!

“Ufufu, menikahi pria yang lebih muda selalu menjadi salah satu tujuanku.”

Bahkan Roygun-san—Iblis cantik dengan rambut merah muda bergelombang dan tubuh yang glamor ada di sini! Dia juga mengenakan gaun pengantin!

“Masih banyak pengantin yang akan menghadiri upacara. Astaga, aku ingin tahu berapa banyak perempuan yang akan dinikahi Ise.”

Kata Rias sambil tersenyum ... bahkan aku menjadi gugup karena ada begitu banyak pengantin yang akan hadir! —Lalu, suara-suara muncul dari kursi keluarga pengantin wanita.

“Akeno! Ayah benar-benar bahagia! Uu! Kamu cantik!”

“Irina! Cepat tunjukkan Papa dan Mama cucu!”

Semua orang meneriaki apa yang ada di benak mereka. Lalu, upacara berlanjut—.

“Dalam keadaan sakit dan sehat—”

Pendetanya ... tunggu, ini Yang Mulia Vasco Strada ... ketika Yang Mulia mulai dengan kata-kata yang memuaskan, banyak hal mulai bergemuruh di benakku. Pernikahan = suami dan istri (banyak istri), suami dan istri = keluarga, keluarga = anak-anak, anak-anak = membuat bayi, membuat bayi = seks (dengan banyak istri), seks (dengan banyak istri) = hubungan asmara (hanya beberapa istri), hubungan asmara (hanya beberapa istri) = mulai dari malam pertamaku × jumlah istri. ... Malam pertamaku × jumlah istri ...

MALAM PERTAMAKU × JUMLAH ISTRI!!

[Selamat datang, Sayang~.]

Dalam imajinasiku, gadis-gadis itu menunggu sambil telanjang di ranjang! Hal semacam itu, kan? Karena kami adalah suami dan istri, kami harus memulai sebuah keluarga. Tapi, tak bisa membuat anak kecuali melakukan itu. Dan ‘itu’? Tentu saja, seks—.

....

AKU BISA MELAKUKAN BANYAK HAL-HAL MESUM DENGAN PARA PENGANTINKU!!

Ketika aku mencapai kesimpulan itu, aku tak bisa menghentikan pikiranku yang sudah menjadi gila dan penuh dengan imajinasi mesum. Aku mengerti. Aku telah menghadapi banyak situasi sulit, berjuang melawan musuh yang kuat, mati dan dihidupkan kembali, dan bangkit ke posisiku saat ini. Itu untuk ini, untuk malam ini! Aku ingin tahu apakah aku bisa melakukannya dengan banyak pengantin pada malam pertamaku!? N-Nggak, aku tak punya pilihan selain melakukannya! Aku telah melakukan simulasi berulang-ulang dalam pikiranku! Entah kenapa, rasanya aku pernah melihat ini, tapi ... yah, itu masalah lain! —Tapi, terpaksa, aku akan menggunakan Dragon Deification untuk melakukannya dengan semua orang di malam pertama kami!

“Kalau begitu, Sekiryuutei-boy dan semua pengantin, kalian bisa menyegel sumpah kalian dengan ciuman.” Kata Yang Mulia Strada! Saat aku berbalik, Rias dan semua gadis menutup mata mereka dan menatapku! Pada saat yang sama, aku bisa melihat belahan kedua belas gadis dari pakaian mereka! Hanya dalam beberapa saat, mereka akan menjadi milikku! Aku menjadi sangat bersemangat ketika pikiran itu terlintas di benakku! Sambil bernapas secara kasar, aku menjulurkan bibirku dan semakin dekat ke para pengantin—.

[Akhirnya suaraku mencapaimu, Oppai Dragon.]

—!? Aku bisa mendengar suara yang familier di dalam kepalaku. S-Suara ini adalah yang kudengar saat aku kehilangan kesadaranku ketika Sakra mengundangku ke Lautan Susu dan aku meminum Amrita.

[Tepat. Aku adalah salah satu Dewa dunia lain—[E×E (Evie Etoulde)], Chichigami.]

Chichigami!? Lagi!?

Tahun lalu, ketika kami bertarung melawan Dewa Jahat Norse, Loki, aku berhasil menghubungi Chichigami—Dewa dari dunia lain (tepatnya, aku terhubung dengan peri milik Chichigami). Sebenarnya, terakhir kali juga, setelah aku minum versi sederhana Amrita, aku bisa mendengar suaranya. Pada saat itu, kami berbicara, dan Chichigami sendiri yang berbicara padaku. Ketika aku melihat sekeliling, gereja dan upacara telah sepenuhnya lenyap. Gadis-gadis yang ada di sampingku juga pergi. Orangtuaku, teman, dan semua orang sudah benar-benar menghilang! Aah, begitu. Jadi ini adalah mimpi. Ditambah lagi, aku pernah melihat mimpi seperti ini! Itu terjadi ketika aku baru saja menjadi Iblis. Aku melihat mimpi ini sebelum pergi ke pertandingan Rating Game melawan Riser dari Keluarga Phoenix yang akan memutuskan pertunangan Rias! Aku entah bagaimana merasa nostalgia tentang ini ... yah, kurasa mimpinya berjalan terlalu lancar untuk menjadi kenyataan. Nggak, pada akhirnya, aku akan tetap menikahi semua gadis yang bertunangan denganku.

Kalau begitu, aku di mana? Tak ada sensasi apa pun di sini. Semuanya hitam ketika, tiba-tiba, cahaya bersinar dari atas. Bersamaan dengan itu, sejumlah hal yang familier—oppai mulai melayang di udara satu per satu! Aku telah melihat masing-masing payudara itu! Dari kanan, itu oppai Rias, oppai Akeno-san, oppai Asia, oppai Xenovia, oppai Irina, oppai kecil Koneko-chan alias Shirone-chan, oppai Kuroka, oppai Rossweisse-san! S-Semua itu adalah oppai dari orang-orang yang telah bertunangan denganku! Tak salah lagi! Tidak mungkin bagi seseorang yang terus mendambakan oppai ini salah! Oh, omong-omong, aku juga punya pengalaman seperti ini sebelumnya! Benar juga, itu ketika suara Dewa dunia lain—Chichigami-sama sampai padaku. Oppai tiba-tiba melayang di udara satu per satu waktu itu juga! Chichigami-sama berkata,

[Dunia tempat tinggalmu, terekspos oleh ancaman yang sebelumnya tak ada. Inkarnasi kegelapan tengah mengatur sesuatu dengan si jahat yang paling dekat dengan duniamu. Oppai Dragon, untuk mempersiapkanmu bertarung melawan makhluk jahat yang akan datang, kamu harus mengumpulkan semua ini.]

Pasti membicarakan soal Payudara Langit atau sesuatu seperti itu! Aku diminta untuk melakukan hal yang sama terakhir kali juga! Yah, ketika terakhir kali aku berhasil terhubung dengan Chichigami, mereka membicarakan sesuatu yang agak aneh karena aku diminta untuk mengumpulkan dua belas pasang Payudara Langit! A-Aku pikir payudara-payudara itu mungkin maksudnya soal gadis-gadis yang bertunangan denganku. Maksudku, itu adalah hal umum yang dimiliki semua payudara mengambang ini!

[Dua belas pasang Payudara Langit adalah elemen yang akan menghasilkan harapan. Pastikan kamu mengumpulkannya. Si jahat mendekat.]

Begitulah kata Chichigami-sama, tapi ... kalau begitu, maka ‘Si jahat’ yang dipermasalahkan bukanlah para penguasa Neraka dengan Hades sebagai pemimpinnya, ya ... saat aku berpikir dalam-dalam—langit cerah sekali lagi. Ketika aku melihat ke atas—payudara baru muncul! Ah! Aku juga pernah melihat ini sebelumnya! Ini oppai Ravel! Dan yang itu adalah—. Tunggu, ada beberapa oppai yang belum pernah kulihat sebelumnya. Ukurannya juga berbeda! Tidak, tunggu! Kalau menambahkan oppai Rias dan yang lain, jumlahnya melebihi dua belas!

[Ada beberapa oppai yang belum pernah kamu rasakan secara fisik, tapi jumlah Payudara Langit yang dipilih kira-kira sekitar dua belas pasang.]

—Itulah, kata Chichigami-sama. Kira-kira, katamu? Meskipun mereka ‘Dipilih’, kamu akan bilang ‘Kira-kira’, ya ... apa artinya ‘Dua belas pasang Payudara Langit’ itu ...? Jadi itu berarti aku harus mengumpulkan setidaknya dua belas untuk saat ini, huh ...? Itu terlalu kabur dan abstrak, jadi aku tak mengerti apa-apa! Tapi, oppai yang belum pernah aku rasakan secara fisik—. ... Ini kedengarannya bagus. Sekarang, aku malah ingin mencobanya!

[Sepertinya ini sudah berakhir. Ketika saatnya tiba, mari kita bicara lagi.]

Hah!? J-Jadi dia akan mengakhiri panggilan ini secara sepihak lagi!? Aku masih punya banyak pertanyaan, tahu!?

[Kumpulkan Payudara Langit. Ketika saatnya tiba, kamu akan tahu kenapa kamu membutuhkan dua belas pasang Payudara Langit. —Terus, kamu akan menjadi ayah bersama payudara. Paham?]

—Menjadi ayah bersama payudara! Tolong hentikan! Kenapa Chichigami-sama memberi tahuku hal-hal yang mungkin membuatku jadi gila!?

[Selamat tinggal—selamat tinggal ... selamat ti—]

Aaaa! Suara itu semakin jauh! Panggilan misterius ini berakhir lagi tanpa aku bisa bertanyaaaaaaaa! Saat langit dipenuhi cahaya, kesadaranku—.

Life.1 Debut Iblis Baru (Ingvild)![edit]

Bagian 1[edit]

Ketika aku membuka mata, aku melihat tempat tidur kanopi yang kukenal .... Mimpi, ya. Aku baru melihat mimpi yang paling aneh, tapi terhebat dalam hidupku; upacara pernikahan dengan semua gadis. Bagian itu memang hebat, tapi untuk apa yang terjadi sesudahnya, aku cukup tak tahu bagaimana mengungkapkannya ...

... Payudara Langit yang terpilih ... dia bilang bahwa itu ada dua belas pasang, tapi jumlah oppai yang ditunjukkan jelas lebih dari dua belas ... tapi, aku penasaran siapa pemilik oppai yang tak kukenal ini? Yah, memeriksa silang mereka dengan gadis-gadis mulai dari manusia hingga makhluk lain akan seperti menghitung bintang-bintang ... tapi ada banyak pasang payudara sama dengan jumlah wanita—huh. Tunggu, tunggu, kenapa aku memikirkan hal-hal seperti itu!? Pasti karena mimpi itu, aku terbangun dengan cara yang paling buruk! —Lalu, aku secara tak sengaja melirik jam di kamarku dan memperhatikan waktu yang ditampilkan di sana. Pukul setengah lima pagi ... sudah jam segini, ya.

“Ah, sudah waktunya. Mereka pasti sedang menunggu di lantai bawah.” Aku bergumam saat menguap.

“Latihan pagi?”

Tiba-tiba, aku mendengar suara di sebelahku. Aku menoleh, hanya untuk menemukan gadis cantik berambut crimson duduk di kasur—Rias. Yah, sepertinya dia sudah bangun juga. Selama liburan musim panas tahun lalu, Kediaman Hyoudou menjalani renovasi besar-besaran (enam lantai di atas tanah dan tiga lantai di bawah tanah). Bahkan kamarku menjadi luas, dan sebuah tempat tidur kanopi besar dipindahkan. Setiap malam, aku selalu tidur dengan Rias dan Asia di ranjang itu (karena itu, mereka akan berotasi dengan gadis-gadis yang juga menginap untuk tidur bersama denganku). Di sisi lain, Asia sedang—.

“... Su ... su ...”

Sepertinya dia masih menikmati mimpinya. Aku menjawab dengan ‘Ya’ pada Rias, mengangguk sebagai penegasan. Yah, di Rating Game World Tournament [Azazel Cup], kami memutuskan untuk melakukan latihan pagi setiap kali ada waktu yang cukup pada hari tertentu karena kami adalah Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth] yang telah maju ke babak utama. Hari ini adalah hari untuk latihan pagi kami. Aku turun dari ranjang dengan hati-hati agar tak membangunkan Asia, dan dengan cepat mengenakan pakaian latihanku—jersey. Rias berkomentar dari ranjang.

“Fufufu, ketika aku melihatmu bersiap untuk latihan pagi, aku selalu teringat tentangmu yang tahun lalu.”

“Sebenarnya aku juga. Kamu benar-benar keras waktu itu, Rias.”

“Tapi itu membantu, kan?”

“Tentu saja!”

Seperti katanya, ketika aku baru menjadi Iblis, aku selalu bangun di pagi hari dan bersiap untuk latihan pagi. Dan latihan buatan Rias itu selalu sangat keras ... Azazel-sensei dan Tannin-ossan membuatku menjalani pelatihan yang lebih keras juga. Aku bertanya pada Rias.

“Dan kalian tak melakukan latihan pagi, kan?”

‘Kalian’ merujuk pada Tim [Rias Gremory]. Karena aku menjadi Iblis Kelas Atas, aku juga sudah independen dari Rias. Meski begitu, aku masih menjadi bagian dari budak-budak Gremory. Tetapi, saat ini Rias dan aku sama-sama memiliki peran sebagai [King], dan kami berpartisipasi secara individu dalam turnamen. Meskipun kami adalah sepasang kekasih, kami adalah rival di turnamen. Sering kali kami berlatih terpisah. Terutama setelah braket diputuskan, kami memutuskan untuk melakukan hal-hal terkait turnamen (perencanaan strategi, pelatihan) secara terpisah. Lagi pula, lawan pertamaku di babak utama adalah—Rias Gremory dan budak-budak Gremory, yang semuanya adalah temanku. Yah, kami biasanya masih tidur bersama di ranjang yang sama.

“Ya, aku menyuruh mereka untuk melakukan pelatihan mereka sendiri hingga kamp pelatihan terakhir,” jawab Rias.

Ketika aku mendengar itu, aku berkata,

“Kami juga memutuskan untuk melakukan kamp pelatihan sebelum pertandingan.”

“Aku mendengar dari Ravel. Fufufu, jadi kamu memang ingat.”

““Pertandingan Phoenix.””

Rias dan aku mengatakan hal yang sama pada saat yang bersamaan. Tampaknya kami berbagi pemikiran dan perasaan yang serupa. Kami berbagi tawa pada situasi yang canggung. Tentu saja, yang kami ingat adalah hal-hal yang kami lakukan sebelum dan sesudah melawan Riser Phoenix (taruhan untuk pertunangan Rias). Lagi pula, itu sama dengan mimpi yang kuimpikan pagi ini. —Dan demikian, aku menyelesaikan persiapan untuk pelatihan.

“Yah, kalau begitu aku pergi dulu.”

“Oke, sampai ketemu saat sarapan.”

Usai bertukar ciuman pagi dengan Rias, aku meninggalkan kamarku—. Yah, pertandingan Rating Game World Tournament antara kami, antara Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth] dan Tim [Rias Gremory] Rias, akan segera dimulai.

Bagian 2[edit]

Aku berlari keliling kota pagi hari bersama dengan para anggota [Sekiryuutei of the Blazing Truth]. Meski begitu, tak semua orang berpartisipasi. Yang melakukan maraton pagi adalah aku, Ravel dan anggota baru, serta mereka yang tak punya kepercayaan pada stamina mereka seperti Nakiri Kouchin Ouryuu, Ingvild dan Bova. Ada banyak anggota yang melakukan pelatihan sendiri di ruang pelatihan besar khusus. Asia, Irina, Xenovia, Rossweisse-san dan Roygun-san sering berlatih sendiri di sana. Bina Lessthan-shi di sisi lain ... dia memiliki keadaannya sendiri dan dia takkan begitu saja berpartisipasi dalam maraton pagi bersama kami. Namun, kami memang mengundangnya setiap kali ada rapat strategi penting atau pelatihan khusus. Aku juga memintanya untuk berpartisipasi dalam kamp pelatihan terakhir yang akan datang.

Sekarang, kembali ke situasi maraton kami. Sekitar satu setengah tahun yang lalu, Rias akan menemaniku berlari keliling kota sambil mengendarai sepeda. Pada saat itu, aku tak punya stamina dan akan selalu kehabisan napas ketika berusaha keras untuk berlari. Tetapi sekarang, aku sudah berkembang sampai aku merasa baik-baik saja berlari puluhan kilometer. Yah, musim panas lalu, aku dikejar-kejar di sekitar gunung oleh ayah Bova yang merupakan mantan Dragon King, Tannin-ossan. Itu memang memberiku dorongan dalam stamina. Dan setelah itu, aku juga berlatih dan berlatih dengan Kiba dan teman-temanku—. ... Oh, bicara soal Kiba, sudah lama sejak terakhir kali aku berlatih bersamanya. Yah, wajar saja kalau kami berada di tim yang berbeda, tapi aku ingin pertarungan pura-pura lagi dengannya selama pelatihan khusus bersama tim anti-teroris [D×D]. Aku telah terlibat dalam pertarungan pura-pura dengannya entah berapa kali, yang menghasilkan peningkatan stamina, serta mendapatkan pengalaman dalam bertarung dengan musuh yang menggunakan senjata khusus. Sekarang, karena lawan pertamaku adalah Rias dan yang lainnya, pertarungan melawannya tak bisa dihindari.

Anggota tim Rias adalah Rias, sebagai King, serta Akeno-san, Koneko-chan, Kiba dan Gasper, yang semuanya adalah anggota awal dari budak-budak Gremory. Itu adalah bagian dari tekad Rias menuju turnamen. Menggunakan independensiku darinya sebagai titik balik, dia memutuskan untuk menantangku dengan anggota-anggota sebelum bertemu Asia dan aku. Dengan kata lain, anggota Klub Penelitian Ilmu Gaib lama. —Pada saat yang sama, itu juga merupakan tantangan bagi Rias sendiri karena dia harus membangun kembali timnya untuk mencari cara meningkatkan kekuatan bertarung timnya tanpa Asia, Xenovia, Rossweisse-san dan aku, yang merupakan anggota ofensif dan penyembuhan tim. Dia juga mengatakan bahwa itu akan menjadi kesempatan bagi anggota lama untuk menganalisis kembali kemampuan mereka. Dan, jika itu benar, maka Kiba pasti melakukannya juga. ... Dia adalah ... di antara anggota tim, tidak, di antara anggota tim anti-teroris [D×D], yang memiliki teknik terbanyak. Dia adalah lawan terburukku, tipe yang cepat dan akan selalu menemukan kelemahan musuh dan justru menyerang mereka ...

Namun, dalam pertarungan pura-pura dan pertandingan, dia juga tipe yang aku lawan berkali-kali. Aku juga sadar bagaimana cara menyerangnya. —Sayangnya, Kiba pasti juga memahami pikiranku, dan itulah sebabnya aku harus berpikir dua langkah ke depan untuk mengalahkannya. Selain itu, tim Rias tak hanya terdiri dari Keluarga Gremory lama. Valerie, pengguna Longinus yang juga teman masa kecil Gasper, serta Lint-san juga hadir. Di atas segalanya, ada juga Yang Mulia Vasco Strada, sebagai manusia terkuat, dan Crom Cruach, Evil Dragon terkuat. Berurusan dengan Yang Mulia Strada dan Crom Cruach, yang bahkan ditakuti oleh Dewa, adalah perhatian terbesarku—. Sambil melanjutkan maraton dan memikirkan hal-hal itu, Ravel berbicara.

“Ise-sama.”

Ravel menghentikanku. Saat aku berbalik, Ravel juga menoleh dan melihat ke belakang. Di sana, ada seseorang yang berlari ke arah kami, tapi masih cukup jauh. Itu si cantik yang mengenakan tudung—Elmenhilde. Untuk seorang Vampir Berdarah Murni seperti dia, lari maraton pagi memang sulit. Usai menunggu beberapa saat, Elmenhilde pun menyusul kami, tapi ... dia tampak tengah menderita dan napasnya sesak.

“... Ha ... ha ...”

Aku harus meningkatkan staminanya karena dia menjadi anggota timku demi pertandingan karena dia jarang berlari sepanjang hidupnya. Walau begitu, sudah kuduga dari seorang putri asli, sepertinya latihan itu sangat sulit baginya. Bagaimanapun juga, dia bisa mengatur latihan otot, tapi karena berlari adalah sesuatu yang tak begitu dia kuasai, dia selalu mengalami kesulitan setiap kali dia berpartisipasi.

“Elmenhilde, kamu baik-baik saja?”

Aku bertanya, tapi ... dia terus menggerakkan kakinya dan berlari tanpa henti.

“... S-Segini saja ... aku akan menunjukkan kepadamu ... bahwa aku sudah terbiasa dengan itu!”

Memiliki kepribadian yang gigih, dia adalah tipe yang benci kalah. Elmenhilde akan menyelesaikan semuanya meskipun itu adalah maraton, sesuatu yang tak terlalu bagus untuknya. Itu jauh lebih baik dibandingkan dengan pertama kali dia berlatih. Ketika dia memulai, dia tak bisa menempuh jarak yang direncanakan karena dia berhenti di tengah jalan dan kami harus membantunya. Saat ini, dia dapat mengatur untuk menempuh jarak yang direncanakan meskipun itu masih berat untuknya. Staminanya sudah pasti meningkat. Yah, pertandingan di Rating Game mungkin panjang, jadi memiliki stamina yang cukup adalah suatu keharusan. Maksudku, aku terpaksa meningkatkan staminaku secara menyeluruh juga. Meski kamu adalah tipe yang terlibat dalam pertarungan satu lawan satu, ataupun kamu bisa menangani banyak cidera, tak ada artinya kalau kamu tak punya stamina. Kalau kamu tak bisa mempertahankan stamina saat bertarung, kamu takkan bisa bertahan melawan musuh yang kuat. Dan, ketika kamu perlu melarikan diri dari musuh jika terjadi masalah, kamu takkan bisa melakukan apa pun tanpa stamina yang cukup. Sementara Elmenhilde terengah-engah dan terus berlari, gadis berambut ungu—Ingvild anehnya baik-baik saja dengan maraton.

“Bagaimana keadaanmu, Ingvild?”

Sambil mencocokkan langkahku dengan langkahnya, aku bertanya pada rekan baru dari budak-budak Hyoudou—[Queen], Ingvild. Dia mengarahkan mata oranyenya ke arahku dan berkata.

“... Saat di kota asalku, aku biasa berlari di sepanjang pantai ... tapi, ini cukup sulit karena sudah agak lama.”

Ah, jadi kamu dulu berlari saat di kota asal, ya. Meskipun aku tak bisa membayangkannya, dulu dia mungkin adalah gadis aktif. Dia bilang bahwa dia takkan memaksakan dirinya sendiri dan bahwa dia akan berlari dengan kecepatannya sendiri karena dia jarang menggerakkan tubuhnya karena [Penyakit Tidur] yang Iblis dapatkan. Namun, sepertinya dia memiliki stamina yang sangat besar. Ingvild lalu bertanya.

“Apa hal-hal ini juga penting untuk Iblis?”

“Ya. Hal-hal yang tak terduga memang terjadi di dunia supranatural. Selain itu, sekarang kamu telah menjadi bagian dari budak-budakku, latihan sehari-hari juga menjadi penting. Satu setengah tahun yang lalu, aku juga harus benar-benar berlatih sambil ditemani Rias ketika aku baru menjadi Iblis.”

Aku akan menjadi Harem King—itu yang kukatakan ketika aku ingat bahwa sudah lama sejak aku berlari begitu jauh.

“Dia akan berkata ‘Aku takkan membiarkan budakku jadi lemah’.”

Sewaktu aku mengatakan itu, Ravel, yang berlari di sampingku, bertanya.

“Apa itu ucapan Rias-sama?”

“Iya, dia sering mengatakan itu ketika melatihku. Tunggu, dia masih mengatakan itu sampai sekarang.”

Ravel tertawa ketika aku mengatakan itu.

“Begitulah Rias-sama.”

Rias pada saat itu pasti membuat para budaknya “berlatih”, yang merupakan sesuatu yang langka pada kaliber Iblis Kelas Atas. Aku juga melalui proses itu. Dan hasil pelatihan tentu membuahkan hasil ketika kami menjadi sekuat ini. Kupikir aku benar-benar beruntung memiliki guru yang berpikiran fleksibel. Tunggu, teman masa kecil Rias, Sona Sitri-senpai, dan sepupunya Sairaorg-san juga memiliki latihan budak-budaknya sendiri. Rasanya, latihan menjadi hal biasa bagi Iblis Kelas Atas di masa Rias. Ketika aku memikirkan hal itu, juniorku yang berlari tepat di belakangku (saat ini adalah murid kelas 2 Akademi Kuoh dan anggota OSIS), Nakiri Kouchin Ouryuu, berkata.

“Bagaimana denganmu, Hyoudou-senpai? Soal budakmu dan anggota tim menjadi lemah.”

“Tentu saja, aku akan membuat mereka kuat!”

Nakiri menjawab dengan ‘Yah, itu tekanan’ dalam menanggapi perkataanku saat dia meningkatkan langkahnya dan berlari. Pria itu memiliki stamina gila bahkan di antara anggota lainnya, jadi maraton begini saja belum cukup untuk menegangkan napasnya. Dia pasti sudah berlatih sejak kecil, dilahirkan di keluarga Nakiri, kepala kelompok orang-orang berbakat yang telah melindungi Jepang sejak lama. —Mendadak, Naga kecil yang terbang di atas kami—Bova menjadi termotivasi saat melihat Nakiri berlari.

“Astaga, orang itu. Dia pikir cuma dia yang bisa melangkah ...!”

Bova selalu memiliki rasa persaingan terhadap Nakiri sejak dia menjadi anggota timku. Nakiri bilang bahwa dia akan menjadi [Tinju Sekiryuutei], sementara Bova akan menjadi [Taring Sekiryuutei]. Bova berlatih dengan terbang di langit sambil memiliki bobot rompi super-berat tambahan yang melekat pada tubuhnya. Ukuran asli Bova jauh lebih besar, tapi menggunakan bentuk itu akan bermasalah karena akan menarik perhatian di Dunia Manusia. Itu sebabnya dia hanya bisa berlatih bersama kami dalam bentuk ini.

“Aku takkan kalah!”

Ketika dia mengatakan itu, Bova juga melangkah dan bergegas ke sisi Nakiri.

“Pastikan saja tak ada yang menemukanmu.”

Bova menjawab dengan mengatakan ‘Mengerti!’. Meskipun dia dalam bentuk miniaturnya, siapa pun akan terkejut melihat Naga mengenakan rompi berat terbang di langit. Karena itu, tak mungkin terjadi karena pagi-pagi dan jalan yang kupilih jarang ada orangnya. Ravel melanjutkan.

“Iblis, Vampir, dan Naga berlari maraton di pagi hari ... sekali lagi, Kota Kuoh jelas merupakan tempat yang unik.”

“Memang.”

Aku tersenyum masam sebagai jawaban atas ucapan Ravel.

Usai maraton berakhir, semua orang melakukan lari cepat di ruang terbuka taman. Setelah itu, kami melakukan latihan otot. Aku duduk di punggung Nakiri selagi melakukan push-up.

“... Lima ratus lima ... Lima ratus enam ...”

Nakiri melakukan push-up-nya (lebih tepatnya, lebih baik menyebutnya push-up jari) dengan pasti dan mantap. Satu setengah tahun yang lalu, di taman ini, Rias juga duduk di punggungku selagi aku melakukan push-up. Itu benar-benar membawa kembali kenangan karena waktu itu aku bahkan tak bisa menyelesaikan seratus push-up. Aku mau tak mau mengagumi stamina juniorku dibandingkan denganku pada waktu itu karena dia dapat dengan mudah melakukan lebih dari lima ratus sambil aku duduk di atasnya. Omong-omong, Nakiri yang memintaku untuk duduk di atasnya. Karena aku juga merasa nostalgia mirip waktu itu ketika Rias duduk di punggungku sambil melakukan push-up, aku menyetujui permintaannya. Aku bertanya pada Nakiri.

“Nakiri, apa kamu sudah melakukan ini sejak masih kecil?”

“... Iya, ini adalah tradisi keluarga di mana aku harus tinggal di pegunungan dan berlatih Shugendō[1]. Berkat itu, aku telah membangun daya tahan yang lumayan ... Lima ratus tujuh belas ...”

Begitulah jawab Nakiri sambil terus melakukan push-up. Melakukan Shugendo sejak kecil ... dia pasti berlari melewati pegunungan yang curam. Wajar jika tubuhnya terlatih. Nakiri melanjutkan.

“... Tapi, bukan karena aku terpilih sebagai kepala klan Nakiri berikutnya hingga aku berlatih ... Lima ratus delapan belas ...”

“... Nakiri, posisi itu diturunkan kepadamu oleh pendahulumu, kan?”

Aku tahu bahwa juniorku, Nakiri telah mendapatkan nama [Ouryuu] dalam beberapa tahun terakhir. Klan Nakiri adalah salah satu dari Lima Klan Utama yang memerintah atas kelompok orang Jepang dengan kemampuan supranatural. Itu adalah Nakiri, Himejima, Kushihashi, Shinra dan Doumon. Nakiri adalah pemimpin bahkan di antara kelimanya. Beberapa rekanku juga bagian dari mereka. Akeno-san berasal dari klan Himejima, sementara Ikuse Tobio-san dari tim [Slash Dog] juga terhubung dengan klan Himejima (dia adalah sepupu kedua Akeno-san). Shinra Tsubaki-senpai dari budak-budak Sitri berasal dari klan Shinra, dan cukup mengejutkan bahwa dia entah bagaimana terhubung dengan kami.

Lima Klan Utama memiliki Binatang Suci mereka sendiri, memiliki kendali atas makhluk gaib yang disebut [Empat Dewa dan Naga Kuning]. Nakiri adalah [Ouryuu], Himejima adalah [Suzaku], Kushihashi adalah [Seiryuu], Shinra adalah [Byakko], dan Doumon adalah [Genbu]. —Kontrak dengan Binatang Suci dan juga kursi kepala (berikutnya) diberikan kepada orang yang memiliki kemampuan terbaik di antara anggota klan. Ada kebiasaan di mana pendahulunya akan selalu memberikan nama Binatang Suci kepada orang-orang yang akan mewarisi Binatang Suci, dan kadang-kadang ketika mereka dilahirkan. Juniorku, Nakiri juga memiliki nama Ouryuu seperti pendahulunya, yang berarti bahwa ia akan mewarisi Binatang Suci. Nakiri Kouchin Ouryuu menjawab dengan suara yang agak bermasalah.

“... Lima ratus sembilan belas ... Nakiri Nakagami Ouryuu ... dia orang yang luar biasa ... kalau menyangkut bakat, dia jauh lebih baik daripada aku ... Lima ratus dua puluh ...”

Nakiri Ouryuu sebelumnya diberkati dengan begitu banyak bakat sehingga dia bahkan dikatakan sebagai yang terkuat dalam sejarah ... tapi karena insiden yang terjadi di masa lalu—. Nakiri mengganti topik pembicaraan dan bertanya padaku.

“... Omong-omong, aku ... bisakah aku menjadi sepertimu, Hyoudou-senpai? ... Aku juga ingin kekuatan untuk dapat melindungi setidaknya seorang gadis dari kesulitan dan musuh yang kuat ... Lima ratus dua puluh satu ...”

“Tentu saja, aku akan menjamin itu. Dibandingkan denganku ketika aku mulai, kamu jauh lebih baik. Maksudku, sangat sulit bagiku untuk melakukan seratus push-up seperti ini.”

Itu pendapat jujurku. Menurutku Nakiri saat ini sudah cukup kuat. Aku merasa bahwa ia berada di kelas atas di antara manusia seusianya ...

“... Tetap saja, menurutku, ini belum cukup. ... Aku ingin memiliki kekuatan sepertimu, Hyoudou-senpai ... mampu mengalahkan apa pun, baik itu putra seorang Maou, Dewa Jahat, atau bahkan Evil Dragon Legendaris ... Lima ratus dua puluh dua ...”

Nakiri meremehkan dirinya sendiri. Sepertinya Nakiri berpikir bahwa dia masih belum cukup kuat karena orang-orang di sekitarnya adalah orang-orang kuat yang dapat menghadapi Maou dan Dewa ... dia tak mengeluh tentang apa pun dan terus berlatih. Kekuatan untuk setidaknya melindungi seorang gadis ... aku tersentuh oleh kejujuran Nakiri. Sekarang, ada junior lain yang mengandalkan aku selain Gasper, aku memutuskan untuk mencoba mendukungnya semampuku! Dan ketika aku memikirkan itu, kelompok Ravel dan Elmenhilde yang kelelahan karena latihan otot. Yah, Elmenhilde-lah yang lebih kelelahan ...

“... Ha ... Ha ...”

Melihat Elmenhilde terengah-engah, Ravel berbicara kepadanya karena khawatir.

“Ayo istirahat sebentar.”

“... L-Lima menit lagi ...”

Sungguh, Elmenhilde benci untuk kalah. Pada saat itu. Aku bisa mendengar suara dari pintu masuk taman.

“Ise-san, semuanya! Maaf aku terlambat! Wah!”

Saat aku berbalik—Asia jatuh. Itu juga sesuatu yang terjadi satu setengah tahun yang lalu.

Saat Asia-chan menyusul kami sambil membawa termos, kami mengakhiri latihan pagi kami dan beristirahat. Asia menuangkan teh dari termos yang dia bawa (tiga orang). Sambil minum teh, aku menerima laporan dari Ravel.

“Omong-omong, tentang kamp pelatihan.”

“Oh, benar juga. Bagaimana lanjutannya?”

Ravel mengeluarkan beberapa lembar kertas lipat dari saku kausnya dan menyerahkannya padaku. Ketika aku membukanya, aku bisa melihat gambar dan peta yang dicetak pada dokumen. Itu adalah informasi mengenai kamp pelatihan yang kami rencanakan sebelum pertandingan. Gunung-gunung yang akan menjadi kamp pelatihan kami dan lingkungan di sekitar, serta peta. Dokumen lain mengungkapkan cetak biru rumah yang akan diselesaikan. Ravel berkata sambil melihat dokumen-dokumen itu.

“Iya, aku telah membeli hutan gunung yang tak populer atas nama Hyoudou Issei ... atau harus kukatakan, Gremory. Saat ini, aku meminta mereka membangun Mansion secepat mungkin.”

Asia juga mengintip dokumen-dokumen itu, tapi terkejut dengan perkataan Ravel.

“Kita akan berlatih di gunung ini, kan? Tunggu, kamu bisa membeli seluruh gunung!?”

Yah, aku telah membahas ini dengan Ravel dan Rias, dan untuk membangun sebuah Mansion di sana untuk kamp pelatihan, kami harus membeli seluruh gunung dan sekitarnya. Dana kami berasal dari royalti hak cipta yang kami terima dari karya-karya terkait Oppai Dragon. Pada saat itu, aku menyetujui pendapat Rias dan Ravel tentang membeli gunung, tapi aku pun terkejut ... tapi untuk para putri keluarga bangsawan, membeli gunung untuk kamp pelatihan yang penting mungkin bukan hal yang penting. Sebagai orang biasa, aku merasakan perbedaan nilai yang besar ketika menggunakan uang dalam jumlah besar. Aku membalas kepada Asia.

“Menurutku bahwa akan menyenangkan kalau kita bisa melakukan kamp pelatihan di pegunungan seperti ketika kita masih menjadi bagian dari budak-budak Gremory, dan sekarang, beginilah hasilnya.”

Yap, entah bagaimana aku teringat akan kamp pelatihan di vila keluarga Gremory yang kami kunjungi sebelum pertandingan melawan Riser Phoenix saat aku berbicara dengan Ravel tentang kamp pelatihan. Ketika aku berkata bahwa mungkin ide bagus untuk berlatih di alam liar, beginilah hasilnya. Ravel berkata, “Ahem!” sambil membusungkan dadanya dan berkata.

“Aku menyokong diri kita dan membeli gunung. Sebagai anggota dari budak-budak Hyoudou Issei, ini adalah investasi karena kita akan lebih sering menggunakannya.”

Menanggapi hal ini, Nakiri dan Bova juga merespons dengan ‘Gunung, ya. Itu bagus.’ dan ‘Umu. Pegunungan sangat bagus.’ sambil membayangkan lokasinya. ... Usai mendengar Bova mengatakan itu, aku ingat peristiwa di mana aku dikejar oleh ayah Bova, Tannin, di pegunungan. Karena itu adalah peristiwa traumatis, memilih gunung sebagai lokasi kamp pelatihan kami memberiku perasaan aneh. Tapi, tentu saja, sebuah kamp pelatihan di pegunungan pasti terasa tepat untuk pelatihan. Tapi aku ingin tahu apakah terlalu banyak membaca shounen manga juga berpengaruh pada hal ini?

Jadi, aku membeli hutan gunung di prefektur tertentu. Saat ini, mansion yang akan menjadi kamp pelatihan kami tengah dibangun melalui seseorang yang terkait dengan Keluarga Gremory di Dunia Manusia. Saat penjelasan mengenai tempat latihan berakhir, Ravel mengingat sesuatu dan membuat gerakan dengan bertepuk tangan.

“—Selain itu, kita punya satu hal lagi yang penting sebelum kamp pelatihan.”

Mengetahui apa yang akan dikatakannya, aku mengangguk.

“Betul. Ingvild.”

Aku memanggil seorang gadis dengan rambut ungu.

“Ada apa, Ise?”

Sementara dia memiringkan kepalanya dengan cara yang lucu, aku berkata kepadanya,

“Hari untuk debut pekerjaanmu juga sudah ditentukan.”

Yah, Ingvild akan memulai debut [Pekerjaan Iblis]-nya—. 

Bagian 3[edit]

Dan malam itu—.

Semua anggota budak-budak Hyoudou Issei berkumpul seperti biasa di kantor kami, yang merupakan kantor pusat kami. Ada lingkaran sihir untuk transportasi di lantai, dengan para gadis dan aku berkumpul di sekitarnya. Hari ini adalah hari di mana anggota baru kami, Ingvild, akan debut! Belum lama sejak dia dilahirkan kembali sebagai salah satu budakku, tapi debut untuk Pekerjaan Iblis pertamanya harus dilakukan karena sekarang dia adalah Iblis asli. Aku juga mulai melakukan pekerjaan tak lama setelah aku menjadi Iblis ... ya, dalam hal ini, lho, karena aku ingin memenuhi ambisi aku untuk menjadi Harem King, aku disuruh naik sepeda dan melakukan pekerjaan. Dan dengan itu, untuk membantu debut [Queen]-ku, Ravel berjongkok di depan lingkaran sihir dan melanjutkan persiapannya. Melihat itu, Xenovia menjadi nostalgia.

“Itu membawa kembali kenangan debutku. Meskipun tak terpikirkan oleh seorang prajurit Gereja untuk melakukan pekerjaan Iblis, aku berhasil menyelesaikan pekerjaan itu.”

Asia juga berkata.

“Aku juga gugup tentang debutku.”

Rossweisse-san melanjutkan.

“Kurasa aku mengatasinya dengan sangat baik. Kukira itu pasti karena penjelasan Rias-san yang hebat.”

—Semua orang membicarakan kenangan debut mereka. Ketika melakukan Pekerjaan Iblis, seorang pelanggan akan memanggil melalui pamflet yang kami berikan kepada mereka (dengan lingkaran sihir), dan kami akan pergi ke tempat mereka melalui lingkaran sihir itu. Namun, kali ini, kami akan berteleportasi ke tempat pelanggan usai memastikan permintaan melalui panggilan menggunakan lingkaran sihir yang disiapkan di kantor pusat kami ... waktu debutku dulu, aku tak bisa berteleportasi menggunakan lingkaran sihir karena aku kekurangan energi Iblis! Aku sudah bisa melakukan teleportasi belakangan ini, tapi aku benar-benar sangat buruk saat itu ... karena aku tak punya pilihan, aku mengayuh sepeda dan pergi ke tempat masing-masing pelanggan .... Namun, aku masih melakukannya sekarang karena sudah menjadi kebiasaan. Pelanggan regulerku, Morisawa-san dan Mil-tan juga senang tentang hal itu. Sekarang, kupikir mustahil bagi seseorang yang memiliki darah Maou Leviathan asli seperti Ingvild untuk tak bisa berteleportasi, tapi ... Ravel berkata dengan tatapan gelisah.

“… Ini masalah.”

Aku menjadi cemas dan bertanya.

“A-Ada apa? Apa Ingvild tak punya kekuatan Iblis yang cukup?”

Aku sangat cemas karena ini adalah pekerjaan pertamanya sehabis menjadi budakku. Aku mungkin bereaksi berlebihan, tapi usai aku memutuskan untuk mengambil tanggung jawab untuknya, aku akan melakukannya sampai akhir. Karena itu, aku mulai cemas berlebihan. Ravel menoleh dan berkata.

“Malah sebaliknya. Aku takut ada kemungkinan besar auranya akan meledak setelah mencapai tujuan karena kekuatan Iblis yang berada di dalam dirinya ... terlalu besar dan dia tak bisa dikendalikan.”

—.

... Jadi begitulah kejadiannya. Itu kebalikan dariku! Karena kekuatan Iblisnya terlalu besar, dia tak bisa berteleportasi .... Cucu Maou sejati benar-benar menakutkan. Maksudku, Vali pun, yang memiliki darah Maou Lucifer sejati, memiliki bakat gila. Sebenarnya, sangat mungkin bagi Ingvild untuk memulai aktivitasnya sebagai Iblis, tapi dia masih dalam proses belajar bagaimana mengendalikan sihirnya .... Tak ada pilihan lain. Yang penting sekarang adalah pergi ke tempat pelanggan dan melakukan pekerjaan. Aku mengangguk dan berkata pada Ravel.

“Mengerti. Kalau begitu, kali ini, aku akan pergi dengan Ingvild. Aku juga akan melakukan sihir teleportasi.”

Ravel menanggapi pendapatku dengan ‘Mengerti’. Ingvild tampak menyesal tentang hal itu.

“... Aku tak tahu rinciannya, tapi aku minta maaf Ise.”

Aku tersenyum untuk melancarkannya.

“Jangan cemas soal itu. Dibandingkan dengan debutku, ini masih jauh lebih baik. Maksudku, aku naik sepeda, tahu?”

Dan dengan itu, aku membawa Ingvild dan menggunakan sihir teleportasi dengan energi Iblisku. Ingvild dan aku diselimuti oleh cahaya teleportasi ketika kami berteleportasi ke tujuan. Saat cahaya menyilaukan menghilang—kami tiba di ruangan tertentu. Lantainya terbuat dari kayu dan hanya ada beberapa kotak di ruang suram. Tampaknya si pemilik di tengah-tengah membongkar karena kami bisa melihat aksesori dan peralatan di dalam kardus yang terbuka. —Tiba-tiba, seseorang muncul di hadapan kami. Gadis cantik super mengenakan jubah putih bak penyihir! Dia berambut pirang dan mata biru! Oppai-nya juga besar! Si pirang Italia berusia awal dua puluhan tersenyum ketika dia menatapku.

“Kamu terlihat baik-baik saja, Oppai Dragon-kun.”

Orang yang menyambut kami adalah Lavinia Reni-san! Dia anggota [Slash Dog], tim yang dipimpin Ikuse Tobio-san, juga penyihir—penyihir asli! Dia juga pengguna Longinus Absolute Demise. Teman sekelasku, gadis yang mengenakan kacamata, Kiryuu Aika, dan pelanggan tetapku Mil-tan ingin menjadi penyihir, dan orang yang mengajari mereka adalah orang ini! Yap, pelanggan untuk debut Ingvild adalah Lavinia-san. Aku juga membalas salamnya.

“Selamat malam. Tolong jaga kami hari ini.”

Lavinia-san menatap Ingvild yang ada di sampingku.

“Terima kasih telah datang untuk membantuku dengan berbagai hal hari ini.”

“Ah iya. Selain itu ...”

Ingvild dengan rendah hati menyambut kembali. Dia pasti gugup karena ini adalah pertama kalinya dia bertemu dengan Lavinia-san. Aku memperkenalkan Lavinia-san pada Ingvild.

“Ini Lavinia Reni-san. Dia seorang penyihir yang telah membantu kita. Uhm, Lavinia-san, ini adalah budak baruku, Ingvild.”

“Iya. Aku pernah mendengar tentangmu. Aku senang bahwa orang yang dipanggil ke sini itu gadis cantik.”

—Dia juga menyambut kami dengan hangat.

“Ah, benar juga. Terima kasih telah membantu Kiryuu dan Mil-tan.”

Aku juga berterima kasih padanya karena telah membantu teman sekelasku dan pelanggan tetapku.

“Keduanya mengingat hal-hal dengan sangat cepat, dan mereka juga sangat menarik.”

“M-Menarik?”

Aku menjadi penasaran dan bertanya kepadanya. Sewaktu aku melakukan itu, Lavinia-san menjawab dengan senang.

“Aika ingin belajar tentang membaca astrologi yang berhubungan dengan percintaan. Dia bilang bahwa itu pasti akan menguntungkan di masa depan. Mil-tan, di sisi lain, ingin belajar terbang menggunakan batang kayu, bukan sapu.”

Itu berita besar. Kiryuu sialan, dia mempelajari sihir yang berhubungan dengan percintaan yang terlihat menjanjikan, huh ... yah, memang benar bahwa prediksi percintaan akan populer di kalangan perempuan, tapi ... dia benar-benar berpikiran bisnis. Sementara Mil-tan di sisi lain ...

[Terbang ke langit, nyooooooooooooooooooooo! Oryaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!]

—Aku bisa dengan mudah membayangkan dia berkeliaran di atas batang kayu dengan penuh kegembiraan dengan lengan besar! Jika itu Mil-tan, aku cukup percaya dia bisa mencampurkan kekuatan supernya dengan sihir ...

Tapi, kamu adalah orang yang menakjubkan karena menerima keduanya sebagai muridmu, Lavinia-san ... tidak, malahan, mungkin mereka berdua bisa menjadi muridnya justru karena kepribadiannya yang baik ... sementara aku membayangkan hal-hal seperti itu, Ingvild bertanya pada Lavinia-san.

“Uhm, dan apa sebenarnya ... yang harus kulakukan?”

Lavinia berkata kepada Ingvild yang memiringkan kepalanya.

“Sebenarnya, aku sedang membongkar barang-barang. Itu sebabnya, aku ingin kamu membantuku.”

Yap, itu yang dia minta. Ketika Ingvild dan Lavinia-san membongkar kardus-kardus itu, Ingvild bertanya pada Lavinia-san.

“Orang yang pindah ... apa itu kamu?”

Lavinia-san menggelengkan kepalanya.

“Bukan aku. Orang yang tinggal di sini adalah—”

Orang itu muncul dan memotong perkataan Lavinia-san.

“Hyoudou Issei?”

Itu adalah pria berambut perak yang membuka pintu dan memasuki ruang tamu—Vali Lucifer. Rivalku yang ditakdirkan sebagai salah satu dari Dua Heavenly Dragon, serta pemimpin [Tim Vali] yang terdiri dari prajurit yang tak kenal takut. Seorang genius di luar bidang standar normal yang memikul darah Maou Lucifer sejati dan juga memiliki Longinus Divine Dividing dalam tubuhnya. Dia selalu selangkah di atasku, dan dia juga orang yang teramat ingin kulampaui. Sepertinya Vali, yang biasanya berpakaian sederhana, tak mengharapkanku kali ini. Lavinia-san berbicara sebagai tanggapan atas kemunculan Vali.

“Betul. Hari ini, aku ingin meminta salah satu budak Oppai Dragon-kun untuk membantu kepindahan Va-kun.”

Permintaan yang kami terima dari Lavinia Reni-san adalah ‘Aku ingin kamu membantu kami dengan kepindahan Va-kun’. Bagi Vali, Lavinia-san adalah teman lama. Dia bertindak sebagai kakak Vali, dan dia juga salah satu orang yang paling dihormati Vali.

“Hei, Vali. Jadi kamu akan tinggal di kota ini juga, ya.”

Sewaktu aku mengatakan itu, Vali menyilangkan tangannya.

“Aku pernah mendengar bahwa kota ini belakangan ini tak aman, dan aku direkomendasikan oleh saudara tiriku dan anggota tim.”

Ah, jadi itu sebabnya. Memang benar bahwa kota ini tak aman karena Iblis Tak Dikenal datang ke kota ini. Jika itu maksudnya, ada Vali tinggal di kota ini adalah ide bagus. Aku bahkan tak tahu di mana lelaki itu hidup normal. Senang rasanya sudah mengetahui alamatnya. Lagian, kami juga termasuk dalam kelompok anti-teroris [D×D]. Omong-omong, ‘Saudara tiri’ di sini merujuk pada Dewa Ketua Mitologi Norse saat ini, Vidar-san. Banyak hal terjadi, dan ia diadopsi oleh Dewa Mitologi Norse sebelumnya, Odin-jiisan. Proses membongkar barang-barang berjalan dengan baik karena pemilik ruangan, Vali, juga hadir. Ingvild dan Lavinia-san sudah meletakkan peralatan makan ke dalam lemari kaca .... Namun, rasanya aneh untuk membantu rival pindahan. Sementara aku memikirkan itu, orang lain masuk ke ruangan.

“Vali, aku sudah membeli beberapa barang yang kupikir akan berguna dari toko.”

Orang yang mengatakan itu sambil memasuki ruangan adalah seorang gadis yang rambutnya terangkat—Minagawa Natsume-san. Orang ini juga anggota dari [Slash Dog]. Tentunya, dia juga cantik dan oppai-nya juga besar! Usai melihatku dan Ingvild, Minagawa-san menyambut kami.

“Ara, Oppai Dragon-kun! Apa kabar!? Ah, uhmm, apa kamu orang baru? Aku Minagawa Natsume. Seorang mahasiswi dan anggota [Slash Dog]! Aku harap kita akur, kamu cantik.”

“Ah iya.”

Minagawa-san berjabat tangan dengan Ingvild. Orang ini benar-benar bijaksana. Dia juga penggemar program efek spesial [Chichiryuutei Oppai Dragon]. Vali mengangkat salah satu alisnya untuk menanggapi kemunculan Minagawa-san.

“... Aku sudah bilang kalau aku bisa pindahan sendiri ... bisa-bisanya kamu bahkan akan meminta bantuan dari Hyoudou Issei ...”

Minagawa-san menepuk kepala Vali dengan main-main.

“Yah, kamu tahu, dia adalah rivalmu yang ditakdirkan, jadi setidaknya kamu harus melakukan ini. Selain itu, Tobio dan yang lainnya akan datang juga.”

Sambil melepaskan tangan Minagawa-san, Vali bertanya.

“Ikuse Tobio? Kenapa?”

“Dia bilang bahwa dia akan membuat soba untuk pindahan”

Vali tersenyum usai mendengar jawaban Minagawa-san.

“... Soba, ya. Umu.”

Minagawa-san tertawa melihat itu.

“Kamu sangat suka semua jenis mie, huh.”

Aku bertanya ketika aku merasa tertarik dengan topik tersebut.

“Apa itu sudah lama sekali?”

Minagawa-san mengangguk.

“Betul. Dia selalu menyeruput secangkir ramen setiap kali kami mengalihkan pandangan darinya. Tapi, kalau itu makanan yang Tobio buat, dia selalu memperlakukannya seperti makanan yang lezat. Dia benar-benar memiliki nafsu makan yang besar.”

Bufu.”

Aku tak bisa menahannya! Maksudku, sungguh lucu membayangkan Vali melakukan itu! Wajah Vali memerah dalam menanggapi ini dan dia mengeluh kepada Minagawa-san.

“Minagawa Natsume! Jangan membicarakan hal-hal yang tak berguna!”

“Baiklah, baiklah.”

Minagawa-san pasti sudah terbiasa dengan ini juga. Jika Vali punya saudara kandung, dia akan menjadi tipe adik lelaki manis, tapi meskipun begitu, dia adalah kapten yang menakutkan. Nah, dibandingkan dengan ketika aku pertama kali bertemu dengannya, dia benar-benar menjadi lebih ramah. Aku yakin salah satu alasannya pastilah kematian orang yang paling ia benci, Rizevim (kakek Vali). Ada orang lain yang memasuki ruangan.

“Ah, halo. Aku datang untuk membantu kalian.”

Itu adalah gadis berambut pirang dengan topi dan pakaian seperti penyihir—Le Fay Pendragon. Dia adalah anggota tim Vali, juga seorang gadis yang juga tinggal di Kediaman Hyoudou. Dia juga membentuk pakta [Iblis dan Penyihir] bersamaku, yang membuat kami terikat.

“Le Fay juga ada di sini, ya?”

Le Fay tersenyum menanggapi komentarku.

“Iya. Aku adalah satu-satunya anggota yang sudah menyelesaikan tugasku.”

“Dan Kuroka tidak datang?”

Le Fay tersenyum masam.

“... Kuroka-san ... tidur di rumah.”

Yap, begitulah dia. Sungguh, dia sangat sembrono. Kuroka adalah salah satu calon istriku, dan juga salah satu anggota Tim Vali. Le Fay berlari mendekat kepada Lavinia-san saat melihatnya dan berkata dengan senyum lebar.

“Ah, Lavinia-san! Buku sihir yang aku pinjam terakhir kali sangat bagus!”

“Senang mendengar.”

“Sampai bisa membaca filosofi rahasia yang ditulis oleh Heinrich Cornelius Agrippa berdasarkan interpretasi [Grauzauberer] dan komentar direktur Mephisto, aku bahkan tak bisa mengungkapkan betapa bahagianya aku! Omong-omong—”

“Itu—”

Sepertinya Le Fay dan Lavinia-san sudah mulai berbicara dengan jargon mereka sendiri. Keduanya penyihir, tapi organisasi mereka berbeda. Lavinia-san dari [Grauzauberer] yang dipimpin oleh Iblis Mephisto Pheles yang legendaris, sedangkan Le Fay dari [Golden Dawn]. Aku akan menjelaskan detailnya sedikit demi sedikit. Tempat baru Vali kini menjadi ramai, dan pemiliknya sendiri tampak lelah seraya dia menghela napas.

“Kamu tak ingin tinggal di tempat yang ditentukan seperti ini karena orang-orang yang dekat denganmu dapat dengan mudah berkumpul, kan?”

Itulah yang kurasakan, jadi aku bertanya kepadanya. Lagi pula, Vali bukanlah tipe yang sering bersosialisasi. Vali meletakkan tangannya di dahinya dan menyipitkan matanya.

“... Yah, aku tak punya masalah khusus. Omong-omong—”

Vali menatap Ingvild, yang membawa berbagai aksesori.

“Dia yang memiliki Longinus baru, dan orang yang menanggung darah Maou Leviathan sebelumnya, ya?”

Vali menatap Ingvild dengan penuh minat karena dia adalah keturunan dari Empat Maou Agung sebelumnya, juga pengguna Longinus. Aku bertanya kembali.

“Bagaimana menurutmu?”

Vali berkata.

“... Kalau dia sepertiku, kekuatan yang berada di dalam dirinya dan bakatnya berada pada level yang berbeda dari Iblis normal. Juga, yang berarti apakah kamu bisa membimbingnya tanpa kekuatannya kehilangan kendali atau tidak.”

... Yah, seperti kata orang ini, bakat Ingvild sepertinya akan menakutkan. Sekarang, dia adalah budakku, yang berarti apakah aku bisa membimbingnya dengan benar atau tidak, ya. Seperti Azazel-sensei yang membimbing Vali—. Tunggu, Vali melakukan pemberontakan dalam prosesnya, jadi bukannya Azazel-sensei yang mengajarinya segalanya ... tapi apakah Ingvild juga akan melalui fase pemberontak? Hmm ... aku harus bekerja keras agar itu tak terjadi. —Dan kali ini, Vali bertanya padaku.

“Apa kamu bisa menggunakannya di turnamen?”

Pertanyaannya adalah apakah aku akan menggunakan Ingvild yang tak berpengalaman dalam pertandingan Rating Game World Tournament.

“Aku masih belum tahu.”

Itu adalah kebenaran. Aku harus mendiskusikannya dengan rekan-rekanku dan Ravel. Jika ini tentang pertandingan turnamen, pendapat anggota tim juga penting. Vali tertawa dengan berani.

“Pertandingannya sudah dekat. —Dengan begitu, aku berada di sisi lain bagan dan pertandinganku adalah yang terakhir.”

Vali mengangkat bahu sewaktu mengatakan itu. Tim Vali berada di sisi kanan bagan, dan pertandingannya adalah yang terakhir. Lawan mereka adalah—Tim [Journey to the West]. Anggota tim itu terdiri dari generasi pertama Son Wukong-jiisan, generasi pertama Zhu Bajie, generasi pertama Sha Wujing, dan Dewa yang dikatakan memiliki kekuatan tempur paling banyak—Pahlawan Perang, Nezha. Karena mereka diprediksi menjadi salah satu pemenang yang memungkinkan, tim Vali tak mungkin menang dengan menggunakan metode biasa. Tunggu, semua tim yang tersisa kuat, jadi tak mungkin menang dengan menggunakan metode biasa. Bahkan lawan pertamaku juga—. Saat aku memikirkan itu, Vali berkata.

“Pertandinganmu itu ketiga, ya. Lawanmu ... meskipun itu adalah kenalanmu, kamu takkan menahan diri, kan?”

“Tentu saja. Kalau aku melakukan itu, aku akan dibenci oleh Rias dan teman-temanku. Mereka adalah tipe orang seperti itu.”

Lawanku adalah Rias dan yang lainnya, budak-budak Gremory. Aku masih menjadi bagian dari itu walau aku sudah independen. Mereka adalah teman-temanku yang berharga. Dan, aku juga ... tidak, karena aku [Pawn] Rias Gremory seumur hidupku—.

Issei & Vali in Shin DxD 2.jpg

Vali tertawa, senang mendengar ucapanku.

“Itu cukup bagus. Sebenarnya, itulah hal-hal yang membuat kalian menjadi kalian. —Menanglah, Hyoudou Issei. Ini akan menjadi kesempatan yang baik untuk melanjutkan waktu itu.”

—Melanjutkan waktu itu. Dia membicarakan pertama kali aku bertarung melawannya. Ketika kami pertama kali menerima serangan teroris dari Khaos Brigade dan Tiga Golongan membentuk aliansi, pada waktu itu, Vali dan aku melakukan pertarungan pertama kami, tapi tetap terputus sampai sekarang. Itu benar, pertandingan terakhir dari Rating Game World Tournament pertama, yang dinamai untuk menghormati Azazel-sensei, akan menjadi yang terbaik jika aku bisa bertarung dengan orang ini.

“Kamu juga, aku takkan memaafkanmu kalau kamu kalah dari generasi pertama Sun Wukong-jiisan.”

“Hmph. Aku akan mengingatnya.”

Kami berdua tertawa dengan berani ketika kami dengan canggung berdoa untuk pertandingan masing-masing. —Tiba-tiba, Minagawa-san berkata kepadaku.

“Nah, nah, jangan terlalu banyak bicara dan bawalah ini.”

Vali dan aku didesak untuk membongkar kotak-kotak yang diletakkan di depan kami. Aku bertanya pada Vali.

“Hei, bukankah kamu punya terlalu banyak barang? Kamu bukan tipe yang membawa banyak hal, bukan?”

Vali meletakkan tangannya di dahinya dan berkata.

“... Soal itu, ketika aku bilang pada Lavinia bahwa aku akan tinggal di sini, para gadis membeli ini dan itu dan banyak hal lain yang tidak perlu ... selain itu, sepertinya beberapa hal yang aku gunakan juga tetap ada, jadi ...”

Ah, jadi para kakak perempuan mengurus barang-barang untuk adik laki-laki mereka, ya. Ketika aku membuka kotak di depanku, sesuatu seperti mainan boneka naga putih keluar ... apa ini barang pribadi Vali? Dengan ini, permintaan pindahan Vali berlanjut tanpa hambatan dan meredakan kelelahan mentalnya—.

“Aku pulang!”

Beberapa jam setelah membantu dengan pindahan—. Ingvild dan aku kembali ke kantor kami menggunakan lingkaran sihir setelah membersihkan dan memakan soba buatan Tobio-san.

[[Selamat datang di rumah!]]

Gadis-gadis dari budak-budakku menyambut kepulangan Ingvild dan kepulanganku.

“Bagaimana?”

Xenovia bertanya padaku dan Ingvild. Baru saja menyelesaikan debutnya, Ingvild menunjukkan Xenovia dan yang lainnya boneka yang dia pegang.

“Aku menerima ini.”

Dia menerima boneka naga putih sebagai hadiah untuk menyelesaikan pekerjaan. Meskipun orang yang memintanya adalah Lavinia-san, Vali memberikannya padanya karena dia rasa itu adalah pindahannya. Mengejutkan bahwa dia memberikannya kepada kami karena itu tampak seperti salah satu barang lama Vali. Ingvild tersenyum dan memeluk hadiah debutnya.

“Fufufu, itu naga putih yang imut.”

“Iya, imut! Aku ingin tahu apakah itu dimaksudkan untuk mewakili Hakuryuukou?”

Asia memandangi boneka yang diterima Ingvild dengan antusias. Rossweisse-san tertawa menanggapi Ingvild yang berhasil menyelesaikan pekerjaan.

“Untuk pekerjaan pertamamu, sepertinya berakhir dengan baik, dan sepertinya tak ada keluhan juga.”

“Iya. Yah, ada beberapa hal di negara ini yang harus disesuaikan oleh Ingvild, jadi menurutku yang terbaik adalah jika kita membiarkan dia melakukan permintaan pekerjaan dari kenalan kita untuk saat ini.”

Ada banyak anggota budak-budakku yang baru ke negara ini atau baru saja menjadi Iblis. Salah satu contohnya adalah Ravel, yang merupakan Iblis Berdarah Murni yang kesulitan menyesuaikan diri dengan kehidupan sehari-harinya ketika ia pertama kali pindah ke Akademi Kuoh. Itulah mengapa dukungan Ingvild sempurna untuk datang dari pengalaman semua orang. Hal terpenting yang penting baginya adalah membiasakan diri dengan negara ini dan kota ini. Pada saat yang sama, Ingvild juga menghadiri Akademi Kuoh sebagai murid kelas 2. Koneko-chan dan Ravel, serta Gasper dan Nakiri serta yang lainnya juga membantu kehidupan sekolahnya, berada di tahun yang sama dengannya. Ravel berkata padaku saat debut Pekerjaan Iblis pendatang baru telah berakhir.

“Karena pekerjaan Ingvild-sama telah berakhir, mari kita bicarakan liburan berikutnya.”

“Ah, begitu, itu, ya.”

Ravel mengangguk.

“Ya, itu adalah pertunjukan penting Oppai Dragon di mana Ise-sama dan yang lainnya akan muncul.” Kehidupan akademis, Pekerjaan Iblis, tugas [D×D], persiapan untuk turnamen, dan juga—acara Oppai Dragon! ... Menjadi Sekiryuutei juga kerja keras.

Life.2 Pertarungan Sesungguhnya Rating Game World Tournament Dimulai![edit]

Bagian 1[edit]

Saat ini, sebuah panggung terbuka yang besar menjadi tuan rumah pertunjukan Tokusatsu [Chichiryuutei Oppai Dragon].

“Fuhahaha! Hei, Oppai Dragon! Dan juga, Darkness Knight Fang si pengkhianat! Hari ini, aku akan mengalahkan kalian berdua!”

Tema dari acara Oppai Dragon ini adalah—aku memerankan Oppai Dragon, bekerja bersama Darkness Knight Fang (diperankan oleh Kiba) yang telah bersekutu dengan Oppai Dragon untuk mengalahkan Evil Dragon General Bavo (diperankan oleh Bova). Aku berteriak di dalam armor crimsonku.

“Sial Bavo! Hari ini, aku, Super Oppai Dragon, akan mengalahkanmu!”

Oppai Dragon juga memiliki power-up dalam program yang disebut Super Oppai Dragon yang merupakan replika dari [Cardinal Crimson Promotion]-ku. Omong-omong, tiga bentuk [Illegal Move Triaina]-ku juga mendapatkan merchandise-nya sendiri yang populer di kalangan anak-anak, karena itu adalah bentuk Oppai Dragon yang diperkuat.

“Ayo, Fang!”

“Ya, pastikan kamu tidak menghalangi jalanku.”

Kiba (Darkness Knight Fang) dan aku melakukan kombinasi yang hebat bersama-sama, memainkan Evil Dragon General Bavo. Meskipun itu hanya akting, anak-anak menjerit bahagia ketika mereka melihat tubuh Bova yang terhuyung-huyung.

“Wow! Oppai Dragon, lakukanlah!”

“Kalahkan Bavo!”

Kiba (Fang) menerima banyak sorakan bernada tinggi dari para ibu dan gadis-gadis muda.

“Kyaaaaaaaaa! Fang-samaaaaaa!”

“Tolong lihat ke siniiiiii!”

Biarpun Bavo dalam keadaan darurat, dia tertawa dengan berani.

“Fufufu, jangan kamu berpikir bahwa kamu bisa menang dengan itu, Oppai Dragon! Hei, Fang! Aku juga punya seseorang yang kuat yang bisa membantuku!”

Seperti kata Bavo, panggung menjadi gelap dan anak-anak membuat keributan. Di dalam kegelapan, api menyala di panggung—. Dari langit-langit panggung, seseorang yang mengenakan jubah api dan armor bak pemimpin jahat turun ke panggung bersama dengan api. Itu adalah Riser Phoenix! Dia juga mengenakan topeng yang terlihat seperti burung abadi. Yap! Pertunjukan ini juga merupakan kemunculan pertama Marshal Phenex—musuh baru yang diperankan Riser! Riser membuat wajah jahat dan berkata padaku dan Fang.

“Fuhahahahahahahahahahaha! Oppai Dragon! Fang si Pengkhianat! Sekarang, Marshal Phenex telah datang, aku tak akan membiarkan kalian melakukan apa pun yang kalian mau!”

Aku tak bisa menganggapnya sebagai pemimpin orang jahat selain tawa dan aktingnya jelas menunjukkan karakternya sebagai orang jahat! Menyusul keberhasilan awal dari Keluarga Gremory dan keluarga lainnya, sepertinya Keluarga Phoenix juga mulai memberikan banyak tekanan pada bisnis karakter. Sebagai permulaan, kolaborasi dengan Oppai Dragon dari Keluarga Gremory sudah diputuskan. Jadi, Riser sekarang ada di sini. Mereka pasti telah memilih nama Marshal Phenex karena manusia kadang-kadang menyebut Iblis Phoenix, ‘Phenex’.

“Sial! Marshal Phenex ...! Ini buruk. Oppai Dragon, jangan lengah!”

Sementara Fang mengatakan itu, aku menyerang Marshal Phenex!

“Marshal Phenex! Aku takkan memaafkan siapa pun yang mencoba mengganggu kedamaian Dunia Bawah!”

Ketika Marshal Phenex dengan mudah menghindari pukulan yang terus kuberikan padanya, dia mengulurkan tangannya padaku. Saat berikutnya, bubuk mesiu dilemparkan ke atas panggung untuk membuatnya terlihat seperti aku diserang oleh api sambil terlempar.

“Guwaaaaa!”

Aku (Oppai Dragon) kini terbaring di atas panggung.

“Hahahahahaha! Jadi ini Oppai Dragon.”

Riser (Marshal Phenex) menginjakku sewaktu aku tengah berbaring. Sejujurnya, aku merasa dia sengaja mencoba untuk menginjak cukup keras padaku, tapi tetap saja itu tindakan yang baik. Anak-anak menunjukkan empati melihat ini.

“Uwaaaaaan! Oppai Dragon dikalahkan!”

“Burung itu kuat!”

Akan tetapi, ada seseorang yang turun tangan!

“Sudah cukup, Marshal Phenex!”

Orang yang muncul adalah Switch Princess yang diperankan oleh Rias! Meskipun dia malu di kali pertama dia berpartisipasi dalam acara itu, kini dia sudah terbiasa ketika dia melakukan pertunjukan yang hebat seusai sering berpartisipasi sebagai Switch Princess dalam bentuk gaunnya. Gadis-gadis memanggil menanggapi ini.

“Switch Princess, lakukanlah!”

“Selamatkan Oppai Dragon!”

Marshal Phenex berbicara kepada Switch Princess!

“Yah, baiklah, Switch Princess-sama. Tak kusangka kamu, yang biasanya dilindungi, akan berdiri di depanku ... kuharap kamu tidak berencana untuk melawanku, Marshal Phenex yang agung, bukan?”

Aku kagum dengan tindakan meremehkan Riser yang sempurna. Switch Princess (Rias) dengan berani berteriak.

“Betul! Aku juga akan ... bertarung bersama Oppai Dragon! Haaaaa!”

Switch Princess menembak dirinya sendiri dan berteriak, membiarkan cahaya menyelubungi tubuhnya pada saat yang sama. Saat cahaya memudar, Rias (Switch Princess) berubah menjadi sesuatu yang memungkinkannya untuk bergerak dengan mudah, tidak seperti bentuk gaun sebelumnya! Bentuk itu tampak seperti jersey Tim [Rias Gremory] di Azazel Cup. Itu mungkin digunakan untuk bentuk pertempuran Switch Princess di [Oppai Dragon] karena anak-anak juga tahu bahwa Rias juga berpartisipasi dalam Rating Game World Tournament. Bentuk itu, yang telah disiarkan di program TV juga, membuat anak-anak bersorak keras!

“Waaaaa! Switch Princess, itu keren!”

“Hajar dia, Switch Princess!”

Dukungan dan sorakan dari semua anak telah mencapai puncaknya, tanpa memandang jenis kelamin.

“Persiapkan dirimu, Ri ... Marshal Phoenix!”

Ups! Rias hampir memanggil Riser tadi. Aku ingin tahu apakah itu berhubungan dengan pertemuan mereka sebelumnya. Tetapi, dia datang untuk menyelamatkan aku yang dikalahkan dengan Riser sebagai lawannya ... sangat menarik karena dalam pertandingan Rating Game pertama melawan Riser dan pada saat aku masuk ke pesta pertunangan pasca pertandingan, itu adalah kebalikannya. Dan dengan ini, acara pertunjukan [Chichiryuutei Oppai Dragon] kali ini berakhir dengan kerumunan di lapangan yang panas—.

Kami beristirahat di ruang ganti setelah pertunjukan berakhir. Di ruang ganti pria, Kiba dan aku membuka armor kami dan berganti pakaian seperti biasa tanpa merias wajah kami. Kiba berkata sambil meminum tehnya.

“Fufufu, Rias-neesan menyerbu masuk setelah kemunculan Riser-san. Satu adegan tertentu itu tampak seperti sedang mencoba menggambarkan suatu peristiwa tertentu.”

“Ah, yang itu. maksudmu waktu aku menyerbu ke pesta pertunangan, kan? Tapi dalam pertunjukan posisinya terbalik. Yah, aku juga merasakan hal itu.”

Sepertinya Kiba juga ingat itu. Aku tersenyum masam dan berkata.

“Biarpun harus kukatakan, akting Riser sangat tepat. Dia seperti orang jahat asli, atau seperti dia memiliki bakat bawaan.”

“Kamu mungkin benar.”

Saat ini, Riser tengah melakukan penandatanganan penggemar seusai pertunjukan untuk para penonton. Meskipun kelihatannya mereka tidak populer di kalangan anak-anak, dia dan Bova masih muncul di acara penandatanganan penggemar karena ada beberapa anak laki-laki dan perempuan yang menyukai karakter jahat. Setelah ini, Akeno-san akan naik ke panggung dan menyanyikan [Lagu Oppai Dragon] bersama dengan anak-anak. Akeno-san tampaknya membidik Onee-san penyanyi lagu di acara ini saat dia berlatih menyanyikan [Lagu Oppai Dragon] secara rahasia. Juga, kami dari para pemeran utama akan melakukan acara penandatanganan penggemar sehabis istirahat ini ...

“...”

“...”

—Suasana segera menjadi canggung ketika Kiba dan aku tidak punya topik untuk dibicarakan. Sepertinya aku tak tahu apa yang harus dibicarakan ... karena timku dan tim Rias bertanding di babak pertama, percakapan antara aku dan Kiba terkadang terputus seperti ini, baik itu tentang kehidupan atau pekerjaan pribadinya. Saat ini, gadis-gadis yang tinggal bersamaku—Rias, Akeno-san, dan Koneko-chan, masih bisa berinteraksi secara normal dalam kehidupan pribadi kami meskipun mereka akan bersaing denganku, karena mereka dapat memisahkan pertandingan dari kehidupan pribadi kami. Bahkan mungkin aku yang canggung. Astaga, para gadis luar biasa dalam hal-hal seperti ini. Sekitar waktu itu, Gasper juga membuat perbedaan yang jelas saat dia mengatakan hal-hal seperti ini dengan antusias.

“Ise-senpai, ayo berlatih bareng!”

Di sisi lain, suasana dengan Kiba ... sangat canggung. Tidak, kami berdua telah berjanji untuk saling bertarung. Aku adalah [King], dan aku akan bersama budak-budakku dan timku, sementara Kiba, pedang [Crimson-Haired Ruin Princess] telah berjanji untuk menjadi [Knight] Rias seumur hidup. Aku sendiri juga percaya itu dan memberi tahunya bahwa dia adalah Knight dan Pedang Rias. Fenomena yang terjadi pada kota ini ... dan banyak hal yang terjadi setelah itu ... Kiba dan aku telah bertarung bersama melawan musuh yang kuat. Sejak pertarungan melawan Malaikat Jatuh, Kelompok Teroris, Dewa Jahat, dan bahkan putra Maou, kami bertarung bersama mereka semua. Kami bekerja keras bersama-sama untuk bertahan hidup, dan berdebat berkali-kali. Saat ini pun belum berubah. Dia adalah temanku, rekanku—. Tapi, dia juga rivalku. Dia salah satu targetku. Jika aku serius bertarung dengan Kiba—. Malahan, bukannya aku tidak pernah membayangkan itu. Dalam imajinasiku, aku melawannya sebagai seseorang yang harus kulampaui. Dan itu bukan hanya dalam imajinasiku lagi; kami harus bertukar pukulan dan tebasan dalam kehidupan nyata. Segera, aku akan memukulnya dan ditebas olehnya. Setelah menyesap tehnya, Kiba berkata.

“Turnamen akan segera datang.”

“Iya.”

“Saat ini, aku takkan banyak bicara. Maksudku, aku baru menyatakan perang terhadapmu tempo hari.”

Aku menerima pernyataan pada saat bagan diputuskan.

—Ise-kun, karena sudah begini, kamu adalah musuhku. Lagipula, aku adalah [Knight] Rias-neesan.

Kiba mengatakan itu padaku dan aku senang dia tidak menahan kata-katanya. Aku telah menjawabnya dengan [Aku akan mengalahkanmu dengan seluruh kekuatanku]. Aku membalas.

“Benar.”

Sekarang, yang tersisa adalah bertarung dengannya pada hari pertandingan. Aku meregangkan punggung dan mengambil naskah untuk pertunjukan sore. Hari ini, aku harus melakukan pertunjukan lain yang berbeda karena pertunjukan itu dibagi antara pagi dan sore.

“Kiba, haruskah kita membaca naskahnya?”

“Ya. Karakter lain akan ditambahkan dalam pertunjukan sore—”

Ada ketukan di pintu ruang ganti, menyela kata-kata Kiba.

““Ya?””

Saat Kiba dan aku menjawab bersama-sama, Ravel yang membuka pintu.

“Apa Ise-sama di sini?”

“Ya, aku di sini, ada apa?”

Ketika aku mengatakan itu, Ravel masuk ke ruangan dan mengeluarkan surat penggemar. Ravel tampak bingung dan berkata padaku usai aku menerima surat itu.

“Sebenarnya, surat penggemar ini dikirim dari tempat tertentu ...”

“Oh, dari mana?”

Usai aku melihat bagian belakang surat itu—hanya kata [Bal] yang ditulis dalam bahasa Iblis dengan buruk ... Ravel berkata.

“Sepertinya itu dari Alam Baka ...”

“Alam Baka!? Alam Baka adalah ... tempat di mana Dewa Hades dan Grim Reaper tinggal, kan?”

Sementara aku bertanya kepadanya dengan terkejut, dia mengangguk.

… Beneran? Dari Alam Baka ...? Alam Baka—tidak, Grim Reaper, dan orang-orang yang mengendalikan mereka, Hades dan penguasa Neraka, adalah lawan kami saat ini, mengingat bahwa kami adalah bagian dari [D×D]. Karena mereka terlihat seperti entah bagaimana terhubung dengan Iblis misterius yang muncul di Kota Kuoh, serta kejadian dengan sang Dewi Malam, Nyx. Meskipun itu adalah surat penggemar, aku masih harus berhati-hati karena itu dari Alam Baka. Ravel juga pasti sudah memikirkan itu. Tapi, Ravel berkata.

“Tapi surat penggemar ini melewati pemerintahan Iblis dan Gremory ... jadi para petinggi juga mesti menyelidiki ini ... jadi secara teori, surat ini bukan samaran atau mengandung kode apa pun, dan aku cenderung percaya bahwa surat ini hanyalah surat penggemar untuk [Oppai Dragon] dari seorang anak Grim Reaper ...”

—.

.... Beneran? Ada anak Grim Reaper yang menggemariku? A-Aku belum memikirkannya sampai sekarang ... aku tidak tahu bagaimana Grim Reaper meningkatkan jumlah mereka, tapi terkadang ada Grim Reaper Kelas Ultimate dan manusia membentuk ikatan, seperti dengan Bennia, yang merupakan bagian dari Keluarga Sitri. Apakah itu cara mereka dilahirkan? Ah, omong-omong, Bennia juga penggemar berat [Oppai Dragon]. Tak disangka-sangka, Oppai Dragon juga menjadi hit bagi para Grim Reaper? Ravel berkata.

“Sebagai manajermu, aku sudah memeriksa isinya tadi ... dan kurasa tak ada masalah dengan itu.”

Aku segera membuka surat itu dan membacanya .... Itu ditulis menggunakan kata-kata Iblis dengan tulisan tangan yang buruk. Surat itu pasti ditulis oleh seorang anak kecil. Ayo lihat ...  

“Untuk Oppai Dragon, Hyoudou Issei-san

Aku benar-benar tertarik pada Oppai Dragon. Alasannya adalah karena setiap kali aku melihat Hyoudou Issei-san, aku selalu merinding. Aku selalu menonton semua episode [Oppai Dragon] di TV. Aku benar-benar menyukainya.

Aku punya Ibu, tapi aku tidak punya Ayah. Setiap kali aku menonton Oppai Dragon, ada saat-saat ketika aku bertanya-tanya, apakah ini rasanya memiliki seorang Ayah? Kalau aku mengatakan bahwa aku menginginkan seorang Ayah, apakah Hyoudou Issei-san akan menjadi Ayahku?

Dari Penggemar Oppai Dragon, Bal” 

...

...

... Begitu, Grim Reaper Bal-kun, jadi itu yang kamu pikirkan tentangku. Aku tersentuh olehnya. Pertunjukan [Oppai Dragon] telah menjadi populer di berbagai dunia gaib. Aku terkejut bahwa ada anak-anak di Alam Baka yang menikmatinya juga. Aku berkata.

“Aku benar-benar tertarik pada Bal-kun ini ... dia bilang dia tidak punya Ayah. Lalu, dia bilang dia ingin aku menjadi Ayahnya.”

Ravel mengangguk.

“Yap ... meskipun rumit mengingat posisi kita ... aku sangat senang bahwa program Ise-sama menyelamatkan anak ini.”

“Yah, aku juga akan bekerja lebih keras untuk anak ini! Baik! Aku akan menulis surat kepadanya juga!”

Ravel berkata.

“Kurasa itu ide yang bagus. Kamu juga bisa menganggapnya sebagai cara untuk memperbaiki hubungan dengan Alam Baka.”

Yap! Persis seperti apa yang dikatakan Ravel. Aku dengan cepat meminta seseorang menyiapkan kertas untukku dan menulisnya saat ada waktu luang selama pertunjukan.

“Fufufu, Ise-kun memang hebat, itu jawaban yang sangat tulus.”

Kata Kiba, yang duduk di sebelahku. Selama istirahat, aku menulis surat balasan kepada Bal-kun—. Kuharap perasaanku sampai ke hatinya!

Pertunjukan sore berakhir dengan aman dengan aku melakukan pertunjukan kolaborasi bersama dengan [Leonyx Rex] yang diperankan Sairaorg-san. Ketika acara berakhir dalam satu hari penuh, ada pesta untuk orang-orang yang ikut serta dalam pertunjukan.

[Bersulang!]

Sehabis bersulang, tiba saatnya bagi semua orang untuk makan dan mengobrol. Sambil semua orang mengambil makanan mereka karena itu adalah prasmanan, Sairaorg-san memanggilku.

“Hmph, kudengar kamu menulis kembali ke surat penggemar yang datang dari Alam Baka. Seperti biasa, kamu benar-benar terlibat dalam berurusan dengan penggemarmu, Hyoudou Issei.”

“S-Sairaorg-san! Dari siapa kamu mendengar itu? I-Itu memalukan!”

“Berhentilah bersikap rendah hati. Sekarang, aku berada di bisnis ini, aku juga ingin belajar bagaimana menanggapi penggemarku.”

Karena Sairaorg-san mengatakan hal seperti itu kepadaku, itu pasti membuatnya canggung! Sambil menyantap makanan yang ada di piring, aku berkata pada Sairaorg-san.

“... Pertandingannya hampir dimulai, ya.”

“Pertandinganku adalah pertandingan kedua. Saat ini, pertandingan pertama akan menjadi pertempuran antara sesama Dewa. Para peserta pasti tidak punya pilihan selain bekerja keras agar penonton tidak bosan.”

Pertandingan pertama adalah pertempuran antara Tim [Vajra], yang dipimpin Sakra, dan tim yang dipimpin oleh Pangeran para Asura, Dewa Mahabali, [Asura]. Pertandingan mereka mendadak menarik perhatian semua orang, karena itu adalah pertempuran antara dua pemenang yang sama-sama sesama Dewa. Dapat dikatakan bahwa pertempuran itu sendiri ditakdirkan. Ayah Dewa Mahabali—Dewa Virochana dibunuh oleh Indra (Sakra) dalam perang, jadi ada perasaan kuat akan takdir yang menghubungkan mereka. Sepertinya dia menantang Sakra karena dia membunuh ayahnya. Setelah itu, pertandingan kedua akan menjadi milik Sairaorg-san dan lawannya adalah—tim pendatang baru, [Shooting Star].

Meskipun mereka adalah peserta dari Dunia Manusia, tim mereka adalah campuran berbagai makhluk yang berbeda. Selama penyisihan awal, mereka sama sekali bukan apa-apa karena mereka terus dikalahkan. Namun, selama penyisihan menengah, semua anggotanya mulai dari Shooting Star-senshu menjadi kuat dengan cepat, dan mereka bahkan mengalahkan makhluk Kelas Dewa. Pada akhirnya, mereka menjadi kuda hitam yang menarik perhatian semua mitologi. Ketika pikiran itu terlintas di benakku, aku berkata.

“Tim pendatang baru misterius. Menurut ahli strategiku—”

Ketika aku hendak memberi tahunya pendapat Ravel, Sairaorg-san menggelengkan kepalanya.

“Itu bukan kebiasaan yang baik. Kita adalah rekan melawan teroris, tapi kita berdua rival di turnamen. Membagikan informasimu seperti itu seperti menyelamatkan musuhmu.”

Betul. Seperti kata Sairaorg-san. Timku dan tim Sairaorg-san berada di panggung yang sama.

“Maaf, kegugupan membuatku buta.”

Aku meminta maaf dari lubuk hati. Sairaorg-san tersenyum masam dan berkata.

“Tidak perlu, kadang-kadang, aku juga lupa bahwa kita sama-sama rival di turnamen saat aku bersama kalian semua. Dan itu adalah bukti betapa aku sangat menghormatimu sebagai rekan pertempuranku.”

Tiba-tiba, ada seseorang yang bergabung dalam percakapan.

“Membagikan strategi itu tentu saja merupakan sesuatu, tapi bukankah bertukar pendapat itu normal?”

Rias yang muncul sambil memegang gelas anggur (meskipun aku yakin itu jus anggur). Lalu, ada satu lagi yang muncul sambil memegang tulang berdaging. —Itu Riser.

“Betul. Aku juga ingin mendengar tentang bahaya kekuatan tak dikenal [Shooting Star].”

“Riser-san. Terima kasih atas kerja samamu dalam acara hari ini.”

Ketika aku mengatakan itu, dia mengangkat tangannya dan menjawab dengan ‘Kamu juga’. Riser lalu melanjutkan topiknya.

“Kalian mungkin sudah tahu, tapi ada juga Iblis di Tim [Shooting Star]. Mereka adalah Iblis Kelas Rendah. Tapi, kekuatan mereka berada pada level yang sama dengan Iblis Kelas Atas ... bukan, Iblis Kelas Ultimate. Dan Iblis dengan kekuatan itu tetap sebagai Iblis Kelas Rendah dan tetap sederhana.”

Menanggapi hal ini.

“Ada juga Penyihir di tim itu. Tapi sepertinya nama keluarga orang itu tidak sepopuler itu dalam organisasi Penyihir ... ini seperti perubahan haluan total karena orang berbakat itu mendadak menonjol ...”

Sairaorg-san mengangguk.

“Ya, ada banyak orang seperti itu di Tim [Shooting Star]. Itu sebabnya, pada tahap awal, kekuatan mereka tidak dinilai tinggi dan mereka dipandang sebagai orang yang tidak dikenal oleh semua mitologi.”

Ravel mendengar percakapan kami dan bergabung. Memegang kue di piringnya, dia menambahkan.

“Pemimpinnya, Shooting Star-senshu, dalam beberapa tahun terakhir—tidak, beberapa tahun yang lalu juga tampaknya sudah membangkitkan Sacred Gear-nya. Selain itu, wajar baginya untuk tidak dikenal karena ia baru belajar menguasai kekuatan tersebut belakangan ini.”

Sairaorg-san menatapku dan Riser.

“Ada juga pengguna Longinus baru di timmu. Pewaris sah dari Keluarga Phoenix, Ruval-dono, membina seorang pengguna Longinus baru juga .... Aku hanya bisa menganggap ini pertanda.”

“Pertanda?”

Ravel menjadi penasaran dan bertanya balik. Sesudah itu, Sairaorg-san memikirkannya sebentar.

“… Sudahlah.”

Sairaorg-san mengubah topik pembicaraan dengan itu. Riser berkata.

“Pengguna Longinus di timku ... yah, orang itu aneh. Orang itu bukanlah budak-budakku atau budak-budak kakakku, karena dia baru diamati ... tapi, selagi begini, aku akan memperkenalkannya kepada kalian. Tak salah lagi bahwa dia kuat.”

Pengguna Longinus baru yang tidak biasa yang mengendalikan mesin, [Unknown Dictator], adalah anggota tim bersama Riser (dia bergabung dari main draw sebagai kontestan), [Phoenix]. Menurut rekaman pertandingan mereka yang kulihat, dalam Game di mana field-nya adalah kota, ia mengendalikan mobil yang berhenti di jalan dengan kekuatannya sendiri. Juga, dia membuat semua hal yang seperti mesin di field menjadi lebih dekat dengannya, membuat sayap secara paksa dan terbang ke langit. Dan yang lebih buruk, aku mendengar bahwa demonstrasi itu hanyalah sebagian kecil dari kemampuannya ... Sairaorg-san menatapku dan Rias.

“Omong-omong, sekarang turnamen sudah dimulai, yang harus kita pikirkan adalah tetap menang. Juga, pertandingan kamu dan Rias lebih memprihatinkan. —Pertandingannya setelah pertandinganku.”

Sairaorg-san berkata kepadaku.

“Aku ingin tahu apakah kamu benar-benar seseorang yang tidak akan mengatakan tidak untuk bertarung melawan pacarmu.”

“Tentu, aku juga tidak lunak. Jika aku melakukannya, aku akan dibenci oleh Rias seumur hidupku.”

Saat aku menoleh kepada Rias, wajahnya menjadi merah dan dia tersenyum dengan berani.

“Tentu saja. Aku tidak akan memaafkan pacarku kalau dia kalah karena dia bersikap lunak terhadapku. Kalau dia melakukan itu, aku akan membatalkan pertunangan.”

“Dengar? Rias sangat ketat. Itu sebabnya aku akan mengeluarkan seluruh kekuatanku.”

Riser dan Sairaorg-san tertawa ketika aku mengatakan itu pada mereka. Sairaorg-san berkata padaku dan Rias.

“Kepala Keluarga Nakiri berikutnya, Roygun-dono, Bina Lessthan, Kiba Yuuto, Crom Cruach, Vasco Strada ... mereka semua adalah orang-orang yang ingin kulawan. Aku senang melihat bagaimana mereka akan bergerak selama pertandingan di bawah Sekiryuutei dan Rias. Jangan kalah, Hyoudou Issei, Rias. Biarpun lawan kalian adalah Dewa, atau kalaupun itu adalah seseorang yang bertunangan denganmu.”

“Ya, Sairaorg-san.”

“Yeah. Jika kita bertemu di turnamen, aku berharap yang terbaik.”

Riser berbicara dan menyuarakan ketidakpuasannya.

“Hei, hei, aku juga di sini, tahu? Apa tak ada dorongan untukku?”

Sairaorg-san panik usai mendengar itu dan menambahkan.

“Ah, tentu saja, aku akan melihat pertandingan di mana Riser-dono akan berpartisipasi.”

Ravel menertawakan kakaknya dalam menanggapi hal ini.

“Maksudku, ini Riser-oniisama. Tak aneh jika seseorang lupa untuk menyemangatimu.”

“Hei, kamu harus menghormati kakakmu! Astaga ...”

Rias, Sairaorg-san dan aku juga tertawa karena interaksi kakak dan adik—. Seiring dengan percakapan yang dibagikan di antara kontestan turnamen, pesta acara pra-turnamen berlangsung hingga larut malam.

Bagian 2[edit]

Beberapa hari setelah pertunjukan [Oppai Dragon] berakhir, pertandingan pertama dari Rating Game World Tournament pun dimulai. Sebagian besar anggota tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth] kami, serta Rias dan tim lainnya, [Rias Gremory], berkumpul di ruang pelatihan di lantai dasar lantai satu yang kami ubah menjadi ruang Audio Visual selagi kami duduk di depan monitor besar. Meskipun mereka kalah, Sona Sitri-senpai dan budak-budaknya juga hadir untuk melakukan penelitian. Jumlah orang ini ada di sini untuk menyaksikan pertandingan pertama turnamen. Saat ini, kecuali Bina-shi dari tim kami dan Crom Cruach dari tim Rias, semua orang hadir.

<<Sekarang! Pertandingan pertama main draw Rating Game World Tournament [Azazel Cup] akan segera dimulai!>>

<<Tim [Vajra] yang dipimpin Sakra-senshu dan Tim [Asura] yang dipimpin Mahabali-senshu! Karena keduanya adalah kandidat pemenang, Anda tidak mampu berpaling sesaat pun!>>

Para komentator yang ditampilkan langsung memegang mik. Saat teman-temanku memperhatikannya dengan saksama, pertandingan pertama—pertarungan antara Dewa, Tim [Vajra] vs Tim [Asura] yang dipimpin oleh Sakra dan Mahabali telah dimulai!

Aturan Game untuk main draw ini jelas dan sederhana. Itu untuk mengalahkan [King] lebih dulu—. Itu berarti aturan khusus yang bisa dilihat di penyisihan seperti [Dice Figure], [Object Break] sudah tidak ada. Hal ini mengakibatkan kedua tim bertarung langsung di field yang sudah disiapkan. Siapa pun yang mengalahkan [King] duluan yang akan menang ... pertandingan tidak bisa lebih sederhana. Tapi, sekarang setelah aturan yang rumit itu lenyap, kemampuan dan taktik menjadi sangat penting bagi setiap tim untuk mencari cara mengurangi kekuatan bertarung lawan. Ya, otak tim kami, Ravel, memang mengatakan bahwa solidaritas dan kemampuan individu akan berarti segalanya bagi semua tim kecuali untuk tim Kelas Dewa.

Yap, kecuali Kelas Dewa!!

Aku menyaksikan pertarungan yang tidak dapat dipercaya pada monitor raksasa. Mungkin karena anggota kedua tim semuanya adalah Dewa! Para peserta dari kedua tim bergerak dengan kecepatan super sehingga mungkin orang biasa tak bisa mengikuti gerakan mereka. Ketika salah satu dari mereka menunjukkan diri mereka dan menangani yang lain secara langsung, gelombang kejut menghasilkan begitu banyak kekuatan destruktif sehingga pukulan dahsyat diberikan ke field itu sendiri! Meskipun ada gunung di game field, karena tabrakan antara para Dewa, gunung dan hutan dihancurkan, dan kawah diciptakan di seluruh tanah yang luas.

Dooooon! Doooooooooooon!

—Ledakan yang terdengar intens bergema di layar saat gempa besar terjadi .... Seseorang dari salah satu tim membuat pemandangan menghilang hanya dengan melepaskan aura Dewa dari tangan mereka!

“Aura kuat itu membuatku merinding.”

Perkataan Sona-senpai sudah cukup untuk mewakili segalanya.

Tim [Vajra], yang [King]-nya Sakra, meminta bawahannya [Empat Raja Langit] ikut serta. [Empat Raja Langit]—keempat pria kuat ini sering muncul di manga atau game sebagai sekutu atau rival. Nama-nama itu berasal dari Empat Dewa Pelindung. Jikoku-ten, Koumoku-ten, Tamon-ten, dan Zouchou-ten; mereka adalah empat Dewa. Menjadi bawahan Sakra, Dewa Perang, mereka pasti memiliki kekuatan luar biasa. Seperti Sakra, mereka tetap tak terkalahkan di turnamen saat mereka mengalahkan lawan yang kuat pada saat yang sama. Tim [Vajra] awalnya terdiri dari Sakra dan Empat Raja Langit, dan bidak-bidak kosong diberikan kepada para Dewa Gunung Meru. Anggota lain, selain dari lima Dewa termasuk Sakra, bisa dikatakan bebas dan fleksibel .... Yah, aku yakin selama Sakra dan Empat Raja Langit hadir, mereka akan menginjak-injak turnamen. Atau setidaknya sampai penyisihan—. Tapi, karena Sakra akan bertarung melawan Pangeran para Asura dan yang lainnya, ia menggunakan bidak-bidak bebas itu pada anggota penting. Ravel berkata.

“... Bidak terakhir [Vajra] adalah Arjuna. Dia adalah putra Sakra—Indra, yang dikenal juga sebagai Pahlawan Besar.”

Pada saat yang tepat, putra Sakra juga ditampilkan di layar. Pria muda itu tidak seperti Sakra karena dia tampak menyegarkan. Dia tampak seperti seorang pria berusia awal dua puluhan dan dia sangat tampan! Tidak seperti ayahnya, yang biasanya mengenakan kacamata hitam dan kemeja aloha, Arjuna-san pergi bertarung dengan mengenakan armor. Sang putra juga pergi untuk bertarung melawan para Asura dari Tim [Asura] langsung dan tampil baik. Tim [Asura] yang dipimpin oleh Dewa Mahabali terdiri dari para Asura. Para anggotanya adalah Dewa Asura (semuanya memiliki enam tangan) yang berkumpul di sekitar Kakek Dewa Mahabali, Dewa Prahlada. Pemimpin [Asura], Dewa Mahabali, saat ini bertarung melawan Sakra di tengah field bersama dengan Dewa lainnya. Dewa Mahabali melepaskan aura dewata, berani dan mempesona sementara dia juga berubah menjadi bentuk 6-lengan dan memegang senjata di semua tangannya. Menurut desas-desus, dikatakan bahwa semua senjatanya adalah senjata Dewa yang kuat. Kali ini, Sakra tidak mengenakan kemeja aloha yang biasa. Sebagai gantinya, dia mengenakan armor Buddha dan memegang senjata Vajra yang menjadi nama tim mereka. Berbeda dengan Vajra ajaib yang digunakan para bhikkhu, yang dipegang Sakra adalah senjata dewa. Itu bisa digambarkan sebagai Vajra asli, peninggalan legendaris yang mengendalikan petir. Hanya dengan menggerakkan Vajra dengan ringan, Sakra bisa membuat petir raksasa yang menutupi hampir seluruh field muncul. Langit sepenuhnya tertutup petir. Jeritan bisa terdengar dari seluruh field saat retakan mulai muncul di semua tempat. Akeno-san menggigil dan berkata.

“... Petirnya berada pada level yang sangat berbeda dibandingkan dengan milikku dan Ayahku.”

Akeno-san adalah putri salah satu atasan dari kader Malaikat Jatuh yang bernama [Lightning]—Barakiel. Meskipun mereka berdua bisa melepaskan kilat petir yang cukup besar, memang benar bahwa petir yang dibuat Sakra menggunakan Vajra jauh lebih unggul dibandingkan dengan Akeno-san dan ayahnya. Tidak, aku bahkan mengatakan bahwa ukuran dan kekuatannya saat ini tak ada bandingannya. Kelas Maou atau bahkan Kelas Dewa pasti akan menderita cedera parah jika mereka disambar itu.

“... Omong-omong soal Dewa, Vritra pernah disambar sekali ...”

Salah satu dari Lima Great Dragon King, [Prison Dragon] Vritra yang tinggal di dalam Saji, disambar petir Sakra sekali. Petir yang membakar Dragon King Vritra—. Tapi, Pangeran para Asura, Dewa Mahabali berada ... pada level yang sama sekali berbeda. Bahkan setelah terluka dan menerima petir Sakra, dia masih berhasil melakukan serangan balik dengan marah. Semua serangan Dewa Mahabali sangat kuat sehingga gelombang kejut yang dihasilkan oleh tebasan Pedang Dewatanya cukup untuk meledakkan gunung di field! Xenovia berkata sambil menelan ludah.

“... Menyaksikan semua serangan ini, ini benar-benar terasa seperti pertempuran skala mitologis.”

Sama seperti apa yang dikatakan Xenovia, medan dan pemandangan field terempas oleh serangan dari mereka ... film dan grafik CG seperti lelucon dibandingkan dengan mereka. Rias berkata.

“Dan aku sudah mendengar bahwa mereka telah memperkuat daya tahan field sejak penyisihan. Jadi bagi mereka untuk dapat menghancurkan field ... sekali lagi, kita bisa melihat betapa menakutkannya Dewa Perang dan Dewa para Asura.”

... Sial. Setiap serangan mereka terasa sekuat gerakan andalan Dragon Deification-ku, [Infinity Blaster]! Ddraig, yang ada di dalam diriku, berkata.

[Partner. Orang-orang yang kamu tonton berdiri paling puncak di antara mitologi. Mereka adalah perwujudan yang terkuat. Tapi, kita sudah bertarung melawan Vidar dengan armor Midgardsormr dan Raja para Monster, Typhon, dan kita menang melawan mereka. Kita juga telah menaklukkan Evil Dragon, Apophis, dan Dewa Purba, Nyx. Percaya dirilah.]

... Yah, kamu ada benarnya ... pertarungan antara para Dewa yang unggul dalam pertempuran itu benar-benar hebat sekali ...

[Jangan cemas, aku akan ada di sana ketika saatnya tiba. Apa itu belum cukup?]

Aku tak tahu harus berkata apa kalau kamu mengatakan itu! Itu adalah keluhan dari salah satu dari Dua Heavenly Dragon terkuat—Sekiryuutei-sama.

[Tapi, yah, aku juga cukup kerepotan kalau ada beberapa yang datang.]

... Benar. Itu akan tergantung pada kombinasi denganku serta solidaritas antara rekan-rekanku.

[Kukuku.]

Ddraig tertawa. Kenapa kamu tertawa ...?

[Kalau itu kamu yang dulu, kamu akan gemetar dan kehilangan harapan setelah melihat ini. Tapi, sekarang, meskipun kamu takut, kamu masih berjuang untuk menemukan cara untuk mengalahkan mereka ... itu karena kamu masih percaya bahwa ada harapan, kan?]

... Jauh sekali. Itu masih jauh. Tapi kalau aku bersamamu .... Kalau aku dengan teman-temanku ...! —Aku merasa kita bisa menghadapi lawan mana pun!

[Itu keren. Siapa pun yang datang pada kita, kita hanya harus menunjukkan kepada mereka [Welsh Dragon], yaitu kamu dan aku, partner.]

Saat aku memperdalam ikatan dengan partnerku, pertarungan antara para Dewa juga akan segera berakhir. Sementara Dewa Mahabali menyerang Sakra, sepertinya dia akan mencapai batasnya juga ketika kekuatan dan frekuensi serangannya turun. Namun, mata Dewa Mahabali masih bersinar cemerlang saat dia mengisi aura dalam jumlah besar ke dalam pedang dewatanya dan melepaskannya ke arah Sakra. Kedua [King] bertemu di langit di tengah field! Dewa Mahabali berteriak.

[Indra!]

Pertarungan jarak dekat yang tak teramati antara Vajra milik Sakra dan senjata dari keenam lengan Dewa Mahabali telah dimulai! Setiap kali serangan terjadi, aura dewata menutupi seluruh langit. Ada saat ketika Sakra dihajar oleh pedang kuat Dewa Mahabali! —Lengan kiri Sakra terputus! Ooooh! Dewa Mahabali memotong lengan Sakra! Teman-temanku yang menonton menjadi bersemangat dan ada juga yang melompat! Aku juga terkejut dan berdiri! Sementara Sakra sudah memotong lengannya, dia masih mengayunkan Vajra ke arah Dewa Mahabali dan menyetrum seluruh tubuhnya! Sakra tampak—bahagia dari lubuk hatinya.

[HAHAHA! Kau memberiku perlawanan yang lumayan!]

Komentator berteriak.

<<Oohh! Mahabali-senshu! Dia memotong satu lengan Sakra-senshu!>>

Para penonton yang ditampilkan di layar juga sangat bersemangat—. Dewa Mahabali mungkin telah mencapai batasnya setelah mengambil lengan Sakra ketika tubuhnya goyah menerima petir Vajra. Sakra tidak membiarkan kesempatan itu begitu saja. Ketika dia mengisi jumlah maksimum aura dewata pada Vajra-nya, dia melepaskannya pada Dewa Mahabali sekaligus! Kilatan petir menutupi seluruh field—. Dewa Mahabali—menderita banyak kerusakan di seluruh tubuhnya. Asap keluar dari tubuhnya. Lalu, dia jatuh sambil kehilangan kesadaran. Sakra terbang ke bawah dengan tenang. Kamera menunjukkan tanah yang hancur sebagai hasil dari pertempuran mereka. Dewa Mahabali tengah berbaring di tanah dengan wajah tertunduk. Sakra berdiri di samping Dewa Mahabali yang dikalahkan dan berkata.

[—Ini skakmat, huh. Setidaknya sesuai dengan aturan Turnamen.]

Sakra mengambil lengannya yang terputus dan ketika dia meletakkannya kembali di tempat itu terputus—itu kembali normal. Dewa Mahabali tersenyum masam.

[... Itu masih belum cukup, huh.]

Pangeran para Asura diselimuti cahaya kekalahan. Sakra berkata kepada Dewa Mahabali, yang diselimuti cahaya pengunduran diri.

[Tapi kita tidak akan tahu hasilnya saat kita bertarung berikutnya.]

Dewa Mahabali tersenyum puas usai mendengar Sakra, yang seharusnya menjadi musuh ayahnya.

[... Hmph. Senang rasanya diberi tahu sesuatu seperti itu oleh musuh bebuyutan.]

Lalu, Dewa Mahabali menghilang ke cahaya pengunduran diri. Penyiar berkata.

<<Pengunduran diri [King] dari Tim [Asura] sudah dikonfirmasi.>>

Usai mendengar itu, komentator berteriak.

<<[King] dari Tim [Asura] Mahabali-senshu telah mengundurkan diri! Kemenangan jatuh ke tim [Vajra]! Tim yang telah memenangkan pertandingan pertama dari main draw adalah [Vajraaaaaaaaaaaaaa]!>>

[Yeaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah!]

Usai komentator mengumumkan pemenangnya, para penonton juga benar-benar bersemangat. Kemenangan Sakra, ya. Tapi ... Sakra juga tidak keluar tanpa cedera. Sakra terlihat menderita beberapa luka di sana-sini di tubuhnya, seperti yang terlihat di layar. Demikian juga, bawahannya, Empat Raja Langit, dan Arjuna juga menderita luka. Pertandingan yang ditakdirkan itu bukan kemenangan satu sisi. Ravel berkata.

“Biarpun itu adalah tim Sakra yang belum pernah kalah sampai saat ini, mereka masih menerima luka pada main draw, huh.”

Irina menjadi bersemangat dan menambahkan.

“Aku bisa melihat tekad Pangeran para Asura.”

Yah, aku juga merasakan itu. Aku merasa bahwa selama pertandingan yang ditakdirkan ini, meskipun mereka adalah musuh, baik Sakra dan Dewa Mahabali saling menantang dengan sekuat tenaga. Saat pertandingan pertama berakhir, kami juga mengakhiri kumpul-kumpul kami. Ketika semua orang berdiri dari tempat duduk mereka, Ravel berkata kepadaku.

“Ise-sama, mari kita bersiap untuk kamp pelatihan.”

“Ah, benar.”

Lantas, pertandingan pertama Rating Game World Tournament [Azazel Cup] berakhir dengan kemenangan untuk Tim [Vajra], yang dipimpin oleh Sakra. Sekarang, sudah waktunya bagi kami untuk memulai persiapan kamp pelatihan untuk pertandingan mendatang!

Fan.[edit]

Sebuah desa telah disiapkan untuk para kontestan Rating Game World Tournament. Iblis berambut tembaga—Balberith memusatkan perhatian pada sesuatu di penginapan timnya, [Black Satan of Darkness Dragon King]. Dia tengah menonton sesuatu di ruangan yang disiapkan untuk para kontestan. Pertunjukan yang dia tonton yaitu—pertunjukan Tokusatsu [Chichiryuutei Oppai Dragon]. Balberith adalah makhluk yang lahir dari ibu para Iblis, Lilith, dan diperalat oleh Hades (bentuk akhir dari Iblis tak dikenal yang muncul di Kota Kuoh). Dia adalah Iblis yang diam-diam memiliki kekuatan Kelas Transendental. Para penguasa Neraka membuatnya berpartisipasi dalam Rating Game World Tournament sebagai anggota Tim [Black Satan of Darkness Dragon King] untuk mengukur kekuatannya. Selama pertandingan penyisihan, dia membuat kesal sambil berhasil mengalahkan Dewa Mahabali. Setelah menunjukkan potensi penuhnya di turnamen, dia diprediksi akan mengalahkan semua makhluk gaib. Sebagai hasilnya, dia menjadi pusat perhatian orang-orang yang terlibat dalam turnamen, semua VIP mitologi, serta lembaga penelitian.

Dan orang muda yang populer itu—kecanduan [Chichiryuutei Oppai Dragon].

Dengan kata lain—[Oppai Dragon], sambil memiliki ketertarikan pada Sekiryuutei dari Dua Heavenly Dragon, Hyoudou Issei, dan program Tokusatsu ... dia kecanduan. Balberith memiliki tubuh dan pengetahuan seorang anak muda, tapi mentalnya masih seperti anak kecil. [Oppai Dragon] yang populer di kalangan anak-anak di Dunia Bawah juga memengaruhi pikirannya yang seperti anak kecil. Dilahirkan dengan cara yang spesial, dia sangat tertarik pada konsep ‘ayah’, dan ketika dia mencari tentang Hyoudou Issei, dia menemukan [Oppai Dragon] ini dan menemukan beberapa karakteristik kebapakan dari Hyoudou Issei (dia memiliki pemikiran yang salah mengenai chichi (payudara) sama dengan chichi (ayah)).

Setiap hari, ia mengunci diri di kamarnya sehabis pelatihan dan duduk di depan TV. Ia dengan sungguh-sungguh akan terus menonton pertunjukan [Oppai Dragon] di sana. Balberith, yang terus-menerus menonton [Oppai Dragon] di TV, memiliki dua Iblis di bawahnya yang juga lahir dari Lilith, yang berada di bawah kendali Hades juga. Iblis muda berambut hitam yang memiliki tubuh raksasa setinggi sekitar dua meter—Gressil, dan Iblis kecil lainnya dengan tubuh kurus—Sonneillon. Keduanya adalah anggota [Black Satan of Darkness Dragon King] dan memiliki kekuatan di atas makhluk Kelas Maou. Mereka menunjukkan kekuatan itu dalam pertandingan mereka sewaktu dengan mudah mengalahkan Iblis Kelas Ultimate. Mereka juga bisa mengalahkan Dewa Kelas Rendah. Tetapi, seperti Balberith, mereka masih memiliki pikiran seorang anak kecil karena mereka baru saja dilahirkan belum lama ini. Si raksasa Gressil berkata kepada Balberith.

“Oi, Bal. Kau bebas sampai pertandingan dimulai, bukan? Ingin jalan-jalan bersama kami?”

“... Jalan-jalan.”

Sonneillon juga mengucapkan beberapa patah kata. Dia bukan tipe banyak bicara. Balberith menjawab tanpa berbalik,

“Gressil dan Sonneillon, ya. Maaf, tapi aku tidak mau.”

Gressil menghela napas sebagai tanggapan ketika dia melirik Balberith, yang terus-menerus menyaksikan pertunjukan Tokusatsu.

“Yah, kau hanya akan mempelajari Sekiryuutei, kan? Kau terlalu berlebihan. Kita juga punya waktu luang hingga pertandingan dimulai. Mari kita bertarung dengan mereka dan menunjukkan kekuatan kita yang sebenarnya. Kekuatan yang disebut Transendental-sama dan Maou-sama.”

“... Dengan mudah ... hancurkan mereka dengan mudah ... semuanya, lemah.”

“Jangan cemas, mereka takkan tahu karena para Grim Reaper akan melakukan pembersihan.”

Sonneillon dan Gressil mengatakan hal-hal itu dengan berani. Keduanya sangat menyukai pertempuran dan kekerasan. Dalam hal itu, mereka jauh lebih kasar daripada Balberith. Tetapi, Balberith tidak merespons.

“Lakukan sesuka kalian. Aku akan ... menonton ini. Lebih baik jika kalian menontonnya bersamaku. Kita bahkan mungkin belajar tentang Budak-Budak Gremory dan Dua Heavenly Dragon yang muncul di main draw.”

Sonneillon dan Gressil menghela napas seolah-olah mengejek ucapan Balberith.

“Ayolah, apa kau serius?”

“... [Oppai Dragon] ... lucu sekali!”

Sonneillon dan Gressil pergi ketika mereka bosan berbicara dengan Balberith.

“Cih. Sonneillon, ayo pergi. Ah~, aku ingin bertarung.”

“... Ingin menghabisi dan menghapus seseorang ...”

Usai mengucapkan itu, Gressil dan Sonneillon pergi. Orang yang menyaksikan semua itu adalah tengkorak berjubah dengan tudung—Grim Reaper. Grim Reaper ini adalah Grim Reaper Kelas Atas bernama Zeno. Dia terdaftar sebagai [King] [Black Satan of Darkness Dragon King]. Di bawah perintah Hades dan penguasa Neraka lainnya, ia menyelesaikan pendaftaran turnamen lebih dulu. Usai Balberith dan yang lainnya lahir, mereka diundang ke tim dan dialah yang mengurus mereka.

<<Gressil dan Sonneillon merepotkan. Mereka pasti merasa lebih unggul sekarang setelah memenangkan pertandingan. Aku akan meminta Grim Reaper lainnya untuk menghentikan mereka.>>

Ketika dia mengatakan itu, dia memandang Balberith. Dia tak tahu harus berkata apa tentang perasaannya terhadap lelaki berbakat yang kecanduan pertunjukan Tokusatsu.

<<... Anak yang seharusnya menjadi yang paling merepotkan jika dia mengamuk menjadi tenang berkat Oppai Dragon ... kurasa aku harus menyampaikan rasa terima kasihku kepada Sekiryuutei.>>

Grim Reaper pengasuh berada dalam posisi yang sulit. —Lalu, sebuah suara baru terdengar.

“Bal. Apa kau di sana, Balberith?”

Gadis berambut giok—Verrine muncul. Seperti Balberith, dia adalah seorang gadis berbakat yang memiliki kekuatan makhluk Kelas Transendental. Balberith dan Verrine adalah yang terbaik di antara para Iblis yang lahir dari Lilith dalam rencana Hades. Verrine, yang merupakan anggota [Black Satan of Darkness Dragon King], memiliki pikiran paling dewasa di antara para Iblis yang dilahirkan Lilith. Tetapi, dia masih memiliki sisi kekanak-kanakan ...

“... Verrine, ya. Ini adalah momen terbaik. Pertarungan terakhir antara Oppai Dragon dan Darkness Knight Fang.”

Verrine menghela napas dalam menanggapi Balberith, yang tak bergerak sedikit pun dari TV.

“Huh ... kau tidak pernah berubah. Omong-omong, ini masuk.”

Verrine memegang sebuah kotak di tangannya. Setelah memastikannya, Balberith—

“—!”

Matanya berubah ketika dia mengambil kotak itu dari tangan Verrine. Ada sesuatu yang tertulis di kotak—[Oppai Dragon].

“T-Tunggu, Balberith?”

Verrine terkejut dengan gerakannya yang mendadak. Balberith membuka kotak itu dan memeriksa isinya. —Tangannya gemetar begitu dia melihat surat itu. Lalu, suaranya pun bergetar.

“Suratku dibalas. Itu dari [Oppai Dragon], Hyoudou Issei sendiri!”

Balberith membuka surat itu dan mulai membaca isinya dengan serius. Verrine mengintip surat itu dan berkata.

“Apakah ini balasan surat penggemar yang kaukirim? Ara, kukira inilah yang mereka sebut ketulusan. Wow, kau benar-benar mendapat balasan. Kerja keras yang kaulakukan untuk mengingat huruf terbayar, huh.”

Usai membaca surat itu, Balberith mengeluarkan barang-barang yang ada di dalam kotak. Ada beberapa tiket dan topi [Oppai Dragon]. Sambil membandingkan isi surat dan beberapa tiket, Balberith berkata.

“... Aku juga memberikan tiket ke pertunjukan dan topi. Datang dan lihatlah pertunjukannya.”

Verrine bertanya pada Balberith, yang tengah gemetaran.

“Tunggu, jangan bilang kau—”

Balberith mengenakan topi dan tertawa terbahak-bahak sambil membungkus tubuhnya dengan aura dalam jumlah besar dan berkata.

“Verrine, aku akan pergi dan melihat pertunjukan [Oppai Dragon].”

Benar saja, Zeno, yang memiliki peran mengawasi, tak tahu harus berkata apa atas kejadian ini. Dia tak tahu bagaimana melaporkan hal ini kepada atasannya. Jika ada kesalahan perhitungan oleh Dewa Alam Baka, Hades, itu adalah pertunjukan [Chichiryuutei Oppai Dragon] yang berpusat pada cinta, persahabatan, dan kerja keras yang populer di kalangan anak-anak. Bagi Balberith, yang baru saja lahir dan tak tahu banyak tentang konsep keadilan dan kejahatan, [Chichiryuutei Oppai Dragon] pastilah yang dia inginkan. Pendidikan wajibnya diberikan kepadanya oleh [Chichiryuutei Oppai Dragon].

Life.3 Persiapan Sebelum Bertarung![edit]

Bagian 1[edit]

Malam sebelum kamp pelatihan yang dijadwalkan di gunung—.

“... Sayang!!”

Akeno-san mendadak menindihku di kasur dan memelukku! Setelah bersantai, aku mandi dan pergi ke kamarku untuk mempersiapkan hari esok, tapi ketika aku memasuki kamar—itu berubah menjadi ruang erotis yang misterius! Kamar dengan tempat tidur besar adalah kamar-erotis-kenop-pintu (aku menamakannya itu)! Pada dasarnya, kalau kamu membuka pintu dengan gagang pintu tertentu, kamu terpikat ke ruang penuh nafsu daripada ruang asli! Pada awalnya, Surgalah yang membuatnya hanya untuk Irina. Karena Malaikat akan jatuh jika mereka melakukan kegiatan cabul dengan ras lain, mereka mengasihani dia dan karenanya membuat ruangan sehingga dia tidak akan jatuh biarpun dia melakukan hal-hal yang cabul. Dipengaruhi oleh itu, Organisasi Malaikat Jatuh Grigori juga memberi Akeno-san (putri wakil gubernur Barakiel) sebuah kamar-erotis-kenop-pintu spesial! Dan ini adalah ruang nafsu Akeno-san!

Karena itu, aku akan selalu berhati-hati setiap kali aku membuka pintu karena mungkin memasuki ruang nafsu untuk jangka waktu tertentu. Kali ini juga, aku memasuki ruang nafsu Akeno-san sehabis mandi dan membuka pintu kamarku. Aku penasaran seperti apa pintu di rumahku. Saat aku memasuki kamar, Akeno-san membuka pakaiannya dan memelukku dengan tubuh telanjangnya! Aku sudah didorong ke ranjang dan dicium dengan penuh gairah! Aku bisa merasakan sensasi euforia di seluruh tubuhku ketika kulit lembut Akeno-san menempel padaku .... Lidah Akeno-san bergerak sangat kuat di dalam mulutku ... aku ingin melawan, tapi lidah Akeno-san terlalu ekstrem ...! Seolah-olah lidahku tersedot. Setiap kali Akeno-san menciumku, tekniknya menjadi lebih baik ... dia juga dengan cepat membuka pakaianku sambil menciumku sehingga aku tak bisa melakukan apa-apa. Begitu dia selesai dengan ciuman panjang itu, dia memindahkan bibirnya dan seutas air liur terbentuk di antara bibir kami. Kepalaku sudah memanas dan aku tak bisa memikirkan apa pun. Akeno-san duduk di atasku sembari dia berkata,

“Aku sedang berpikir untuk melayani bagian Ise-kun karena kita akan terpisah selama kamp pelatihan dengan kami berdua menggunakan kamar ini.”

Melayani bagian diriku! ... Kami berdua? Bukan hanya Akeno-san? Ketika aku memikirkan hal itu, ada seorang gadis kecil yang muncul dari bayang-bayang tempat tidur. —Itu Koneko-chan! Sambil hanya mengenakan sepotong pakaian dalam, Koneko-chan menciumku. Itu sangat imut karena bibir kami hanya saling menyentuh ... tapi aku terkejut dengan inisiatif Koneko-chan. Koneko-chan berkata,

“.... Akeno-san dan aku telah memutuskan untuk memanjakan Ise-senpai sebanyak mungkin karena kita akan terpisah dan akan pergi ke kamp pelatihan masing-masing.”

Jadi aku terpikat ke ruang nafsu ini sehingga mereka bisa memanjakanku sebelum kamp pelatihan dan pertandingan! Koneko-chan berbalik ke punggungku dan mendorong tubuhnya ke arahku ketika dia berkata.

“Terutama aku, karena aku akan melakukan perjalanan sekolah sehabis pertandingan ... dan takkan punya waktu dengan Ise-senpai!”

Yep, perjalanan sekolah Akademi Kuoh akan segera tiba. Setiap tahun sekitar waktu ini, murid kelas 2 akan selalu fokus pada perjalanan sekolah. Aku juga seperti itu. Sepertinya Akademi Kuoh juga akan pergi ke Kyoto untuk tahun ini ... tidak lama setelah aku memikirkan hal seperti itu, Akeno-san semakin dekat denganku dari depan, sementara Koneko-chan mendekatiku dari belakang! Akeno-san terus mencium bibir, pundak, lengan dan perutku, sementara Koneko-chan dengan ringan menggigit telinga, leher dan punggungku. A-Aku dicium oleh Akeno-san dan Koneko-channn!

Sambil memelukku di ranjang, Akeno-san tiba-tiba berbicara.

“Aku tidak yakin apakah aku senang atau sedih melawan suamiku ... sisi S&M-ku saling bertentangan ... semakin rumit.”

! Wajahnya menunjukkan bahwa dia bisa pergi ke arah lain! Apakah dia begitu tenggelam dalam role play!? Aku berkata pada Akeno-san dan Koneko-chan,

“Aku mungkin harus bertarung, atau bahkan mengalahkan Akeno-san dan Koneko-chan ... tapi ketika saatnya tiba, aku akan—”

Aku akan melanjutkan, tapi Akeno-san menciumku, menutupi mulutku yang membuatku berhenti. Saat dia memindahkan bibirnya, Akeno-san berkata,

“Aku tidak butuh permintaan maafmu. Kita adalah rekan Ise-kun. Bahkan, kita berjuang melawan Ise-kun dengan sekuat tenaga, tahu?”

Koneko-chan juga merespons dengan berani.

“Betul. Bersiaplah, Senpai.”

... Aku malu dengan ucapan mereka. Ya ampun, calon pengantinku benar-benar berani dan meyakinkan. Itu sebabnya aku jatuh cinta dengan mereka. Mereka berdua lalu mendorongku lagi! Keduanya, seolah mengintip ke arahku, berbicara ketika Akeno-san menyeringai dan mengatakan sesuatu dengan berani.

“Kalau begitu, aku akan memanjakanmu sebanyak yang aku mau.”

“Y-Yah. Jadi, kalau begitu kurasa aku hanya akan menyerahkan diri kepadamu.”

“Yah. Benar, aku sangat ingin merasakan suamiku lebih dekat dan lebih dalam.”

Tapi, kali ini, aku mengumumkan sesuatu!

“A-Aku sudah bilang bahwa aku ingin mengalami pengalaman pertama dengan semua orang!”

Itulah yang kukatakan kepada calon pengantinku ketika aku akan bertarung melawan Nyx, bahwa pengalaman pertamaku harus bersama semua orang! Akeno-san tersenyum saat dia berkata “Ara ara, ufufu”. Pada saat yang sama, dia mengambil tanganku dan meletakkannya di dadanya. Jemariku melebur ke payudaranya saat merasakan sensasi lembut yang luar biasa!

“Tak ada yang akan tahu selama kita merahasiakannya. Ini hanya akan menjadi rahasia antara aku, suami, dan Koneko-chan saja.”

M-Mungkinkah itu!? T-Tidak, gadis-gadis lain akan merasa bersalah, dan jika mereka tahu ... aku tidak hanya akan dimarahi dan aku bahkan tak tahu apa yang akan terjadi padaku! Wajah Akeno-san dan Koneko-chan semakin dekat padaku! Mereka memiliki tekad sambil memandang cabul di mata mereka, yang membuat penolakan menjadi mustahil ... pada saat itu, sebuah suara tiba-tiba terdengar.

“Akeno, Koneko, apa yang kalian lakukan?”

Saat aku berbalik, semua gadis yang tinggal di sini—Rias, Asia, Xenovia, Irina, Rossweisse-san, Ravel dan Ingvild, memasuki ruangan! (Kuroka dan Le Fay tengah mengurus sesuatu sehingga mereka tak ada di sini). Suara itu tadi adalah suara Rias. Dia mengangkat salah satu alisnya, tampak kesal! Xenovia dan Irina berkata usai melihat ini,

“Jadi tidak apa-apa untuk menerobos!”

“Eh!? T-Tapi Darling bilang bahwa dia akan melakukannya dengan semua orang.”

“Irina, kupikir rencana permainan untuk pria dan wanita itu rumit. Ise tidur diam-diam bersama kita juga merupakan salah satu kemungkinan.”

“Tidur diam-diam! ... Itu kata yang mungkin membuatku jatuh, tapi entah bagaimana aku senang!”

Apa yang mereka berdua katakan!? Rossweisse-san dan Ravel lantas berbicara dengan nada berbisik,

“... Ruangan ini, di mana aku bisa mendapatkannya?”

“Aku sudah memesannya dari Grigori. Ah, jangan salah sangka. Aku melakukannya sehingga hal-hal ini tidak terjadi pada Ise-sama. Juga, aku bisa menggunakannya ketika aku ingin membicarakan hal-hal secara diam-diam dengan Ise-sama.”

“Kamu ingin membuat anak tanpa ada yang tahu, ya. Sesuai perkiraan dari ahli strategi.”

Dihadapi oleh Xenovia, Ravel memerah saat tergagap, “T-Tidak!”.

... Aku punya firasat bahwa semua calon pengantinku akan mendapatkan ruang nafsu mereka sendiri! Ingvild memiringkan kepalanya saat dia berkata,

“Apa aku juga harus memeluk Ise dengan telanjang? Agak memalukan ...”

Perilaku gadis-gadis itu memengaruhi pemula juga! Saat berubah menjadi situasi yang canggung, Asia berkata kepada Rias,

“Onee-sama, apa yang harus kita lakukan?”

Rias yang menjadi pemimpin para gadis menarik napas dalam-dalam dan berkata kepada semua orang,

“Ayo tidur bersama semua orang.”

Dan dengan itu, semua orang termasuk aku pergi ke kamarku ketika kami tidur bersama.

Tidak peduli seberapa besar tempat tidurku, masih terasa kecil ketika ada begitu banyak orang ... tapi, ini juga kompromi yang dapat diterima semua orang. Ketika para gadis mulai berkata “Aku ikut ...” “Aku juga ...”, aku tidur dengan semua orang dengan adil. Itu adalah solusi yang damai, tapi setelah sampai pada hal ini, kemungkinan besar aku akan ditendang oleh postur tidur Xenovia yang buruk dan bangun di lantai. Benar saja, aku berada di lantai ketika aku bangun kali ini juga. Tapi, yang menendangku dari tempat tidur adalah—Kuroka yang telah pulang dan naik ke ranjang tanpa aku sadari.

Bagian 2[edit]

Esok pagi, kami, anggota Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth], berteleportasi ke kaki gunung kamp pelatihan menggunakan lingkaran sihir transportasi dan berjalan di sepanjang jalan setapak. Daerah itu ditumbuhi pepohonan, langit cerah dan burung-burung berkicau—tunggu, rasanya seperti kamp pelatihan yang kudatangi sebelum pertandingan melawan Phoenix ... di lokasi yang menakjubkan, kami berjalan menyusuri lereng gunung. Aku membawa ransel raksasa di punggungku yang berisikan barang-barang yang diperlukan untuk kamp pelatihan. Ketika kami berjalan di sepanjang lereng yang tertutup tanah, aku teringat akan diriku pada waktu itu ketika membawa ransel berat yang sama sambil berjuang untuk berjalan di sepanjang jalan gunung ketika aku terus kehabisan napas. Tapi sekarang, aku bisa berjalan dan membawa ransel yang beberapa kali lebih berat dengan tingkat kemiringan ini. Walau aku harus mengakui bahwa aku masih berkeringat, ini bukan tantangan. Itulah seberapa banyak upaya yang harus kulakukan dalam kehidupan gunung yang kumiliki dengan Tannin-ossan. Juga, ada saat ketika aku mendaki gunung dengan Sairaorg-san...ketika aku kembali, aku melihat semua orang mengikutiku tanpa kehilangan kecepatan mereka. Gadis cantik dengan rambut pink bergelombang, Roygun Belphegor-san, serta gadis berambut perak dengan topeng Naga yang memegang peran [Queen] tim kami, Bina Lessthan-shi. Keduanya juga berpartisipasi dalam kamp pelatihan. Aku bertanya kepada Ravel,

“Jadi, di mana vila gunungnya?”

Dia melihat peta dan berkata,

“Sebentar lagi.”

Begitu, sedikit lagi, ya. Meskipun aku membeli gunung ini, aku tak tahu apa-apa soal itu atau vila di atasnya sama sekali. Mau bagaimana lagi, karena aku tidak punya waktu ... tapi aku benar-benar membeli gunung, ya .... Aku tidak tahu bagaimana perasaanku tentang jumlah uang royalti yang kuterima dari pertunjukan Oppai Dragon di rekening bankku, dan sebagai murid SMA, aku juga tidak tahu tentang cara membelanjakannya dengan bijak ... tidak, ini juga investasi untuk calon-calon pengantinku, investasi! Aku akan mulai menggunakan gunung ini mulai sekarang! Aku melanjutkan sambil bercakap-cakap di kepalaku. Omong-omong, manusia biasa takkan bisa masuk ke sini karena sepertinya sudah ada penghalang di sekitar area seluruh gunung. Tentu saja, makhluk gaib juga.

—Akhirnya, kami bisa melihat tujuan kami, vila gunung yang baru saja selesai. Itu tampak seperti rumah besar—.

[Ooh!]

Xenovia, Irina dan aku berseru dengan takjub setelah melihat Mansion itu. Itu besar! Walau tidak sebesar Kediaman Hyoudou saat ini ... tetap saja, memiliki tiga lantai. Itu juga sangat luas, dan bahkan ada garasi di sebelah Mansion. Ravel pergi ke pintu dan mengulurkan tangannya. Sebuah lingkaran sihir muncul dan suara [klik] terdengar. Ravel berkata.

“Saat ini, Mansion ini hanya bisa dibuka oleh Ise-sama dan budak-budaknya. Dengan menjulurkan tangan seperti ini, kalian bisa membuka kunci dan mengunci pintu.”

Ketika kami selesai mendengarkan, semua orang memasuki Mansion. Usai meletakkan barang-barang kami di ruang tamu, kami menaruh makanan kami di pendingin. Omong-omong, TV, meja, kursi, dan semua jenis furnitur sudah ada di tempat, ya ... orang-orang dari Keluarga Gremory, terima kasih atas konstruksi dan furniturnya! Setelah memutuskan kamar dan berkeliling rumah, kami beristirahat sejenak sambil membicarakan rencana kamp pelatihan kami. Setelah semua orang memastikan program pelatihan gunung mereka—.

“Yah, sekarang kamp pelatihan telah dimulai, semua orang akan berlatih sendiri sampai malam!”

[Ya!]

Dan dengan itu, kamp pelatihan gunung secara resmi dimulai dengan perintahku.

Kurasa karena aku membeli gunung ini sendiri, aku akan mencoba untuk sampai ke puncak. Aku mulai memanjat segera setelah persiapannya siap.

“Aku akan pergi juga.”

“Aku akan menemanimu.”

Nakiri dan Bova menemaniku ke atas. Karena gunungnya tidak terlalu tinggi, kami mendaki dengan cepat. Yah, biarpun aku terpeleset, aku hanya bisa melebarkan sayap untuk melakukan manuver darurat. Bova memanjat gunung usai dia membuat tubuhnya lebih kecil. Aku bertanya pada Nakiri,

“Aku dengar orang-orang memanjat gunung dengan cara Shugendo, tapi apa kamu benar-benar melakukannya tanpa menggunakan jejak?”

“Ya, kami memanjat di permukaan batu seperti tebing dan kami bergantung pada rantai,” jawab Nakiri.

Ah~, aku mungkin pernah melihatnya di TV, sebuah tebing yang rantainya tersangkut di sana. Dan saat mengobrol, kami dengan cepat naik dan mencapai puncak dalam waktu singkat. Nakiri sudah terbiasa dengan ini berkat pelatihannya. Bova juga terbiasa dengan ini, karena sepertinya ada saat-saat ketika dia akan ditinggalkan di gunung oleh ayahnya. Setelah mencapai tujuan kami, kami kagum dengan pemandangan yang indah saat kami mengamati lingkungan sekitarnya dari sana. Aura suci dapat dilihat di tempat yang cukup jauh dari kami. Itu pasti kombinasi Xenovia dan Irina. Mereka bilang bahwa mereka akan membuat beberapa penyesuaian terakhir sebelum pertandingan sambil mengayunkan pedang mereka. Dan di tempat tertentu yang lebih jauh—aku bisa merasakan aura Iblis yang kuat. Itu pasti Bina-shi dan Roygun-san. Keduanya tampaknya memiliki hal yang sama di benak mereka ketika Bina-shi menyetujui undangan Roygun-san.

... Roygun Belphegor dari salah satu klan [Extra Demon] ketika dia mengenai Keluarga Belphegor. Dia juga mantan pemain profesional Rating Game karena dia peringkat kedua. Roygun-san memiliki reputasi yang bagus dalam hal keterampilan karena dia berada di sebelah sang Champion Diehauser Belial. Namun, Roygun-san melanggar aturan Game, dan karena tindakan yang tidak dipublikasikan, peringkatnya dilucuti dan dia tak bisa berpartisipasi dalam Rating Game lagi. Tindakan yang tidak dipublikasikan—sebenarnya adalah keberadaan bidak [King] di [Sistem Evil Piece]. Keistimewaannya adalah memperkuat siapa pun yang menggunakannya. Itu tak bisa dipercaya karena tingkat penguatannya begitu besar sehingga setidaknya bisa naik sepuluh atau bahkan seratus kali lipat. Ada kekhawatiran bahwa jika itu diumumkan, orang-orang yang menaruh dendam terhadap pemerintah saat ini akan muncul. Jadi, Ajuka Beelzebub-sama, pencipta [Evil Piece], juga menghentikan produksi bidak [King] setelah setumpuk bidak pertama. Omong-omong, para petinggi Iblis yang memegang Rating Game mengambil setumpuk bidak pertama itu dan menggunakannya pada Iblis Kelas Atas Berdarah Murni. Dengan demikian, Roygun-san, yang tidak yakin dengan bakat dan kemampuannya, meraih bidak King dan mendapatkan kekuatan menyaingi seorang Maou. Dia terus menang di Rating Game dan mencapai peringkat kedua. Namun, keberadaan bidak [King] dipublikasikan ke Alam Baka dan mitologi lainnya selama insiden yang disebabkan Rizevim, [Perang Evil Dragon], yang mengakibatkan banyak orang menjadi sadar akan keberadaannya. Setelah itu, Roygun-san mengembalikan bidak [King], dan sebagai hasilnya, statusnya diturunkan dari Iblis Kelas Ultimate menjadi Iblis Kelas Atas, dia dikeluarkan dari Keluarga Belphegor, dan akhirnya, tidak dapat berpartisipasi di Rating Game biasa. Walau begitu, karena cinta Roygun-san untuk Rating Game, dia tidak menyerah dan merasa bertekad untuk berpartisipasi dalam World Tournament. Karena siapa pun bisa berpartisipasi dalam Rating Game World Tournament, kamu bisa menunjukkan gaya bertarungmu kepada publik dan mungkin kembali menjadi pemain pro. Alasan Roygun-san datang kepadaku adalah karena aku adalah anggota aktif [D×D], dan juga mendapatkan popularitas di Dunia Bawah berkat Oppai Dragon. Dia pasti merasa bahwa peluangnya untuk kembali menjadi pemain pro akan lebih tinggi jika dia bertarung di bawahku.

... Dia juga bilang bahwa dia hanya tertarik padaku. Aku mendengar bahwa dia menyukai pria yang lebih muda. Y-Yah, kukira itu suatu kehormatan bagi kami, memiliki mantan peringkat dua dan seorang wanita yang sangat cantik untuk bergabung dengan kami. Ditambah lagi, Roygun-san adalah orang yang berpengetahuan luas. Dia tahu hal-hal yang hanya kami ketahui dan juga bisa mendapatkan hal-hal yang tidak kami ketahui. Sebagai mantan peringkat kedua, dia berpengetahuan luas dalam hal Rating Game juga. Ravel dan aku menghargai poin-poin penting itu. Walau kekuatan Roygun-san diturunkan dari Kelas Maou ke aslinya setelah menyerahkan bagian King, keterampilan yang telah ia kembangkan dalam Rating Game adalah masalah nyata, dan [Crack], kemampuan spesial Keluarga Belphegor, sangat kuat juga. Bahkan ketika dia melawan [Raja para Monster], Typhon, salah satu makhluk paling kuat bahkan di antara semua mitologi selama penyisihan, dia tidak gugur walau dia dikalahkan karena kelelahan. Dan, untuk meningkatkan kemampuannya, dia mulai berlatih dengan Bina-shi, salah satu anggota tim kami yang paling kuat. Keduanya terdorong untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.

—Itu adalah adegan latihan yang bisa kulihat dari puncak gunung. Asia, Ravel, Rossweisse-san dan Elmenhilde pasti melakukan latihan sihir bersama. Ah, pemula dari budak-budakku Ingvild juga berpartisipasi .... Yep, aku khawatir tentang Ingvild. Aku harus mengukur tingkat kekuatannya untuk melihat apakah dia bisa digunakan dalam pertandingan. Dan dengan itu, aku memberi tahu Nakiri dan Bova “Ayo turun” dan kami mulai turun.

Ketika kami turun, Nakiri, Bova dan aku berjalan menuju Asia, Ravel, dan tempat lain di dekat vila. Kalau aku tidak salah, aku mendengar bahwa mereka akan berlatih di dekat sungai kecil. Ketika kami melewati hutan dan mendekati sungai, mataku melihat sekilas — Naga raksasa yang terbuat dari air (Naga Oriental dengan tubuh panjang) muncul dari sungai saat melayang di langit. Itu tampak seperti Ingvild, yang tubuhnya diselimuti aura ungu muda, mengendalikan Naga air dari sekitar sungai. Saat aku diam-diam berdiri di samping Ravel, dia berbisik,

“... Hanya dengan mengajarinya sedikit tentang bagaimana menggunakan sihirnya, dia berhasil melakukan ini.”

Rossweisse-san yang juga ada di sana menambahkan,

“... Seorang genius, huh? Dia berhasil menunjukkan ilmunya di semua elemen mulai dari elemen air. Saat ini, dia mulai menggunakannya dengan membuat bentuk dari sihir.”

Tunggu, tunggu, dia mulai menggunakannya saat aku mendaki gunung ...? Hebat sekali! Asia dan Elmenhilde menahan napas saat mereka menatap latihan Ingvild. Ingvild membuat kesan yang luar biasa di kamp pelatihan ini. Tapi, aku juga agak khawatir. Jadi, aku bertanya pada Ravel,

“Ingvild ... tidak akan ikut di pertandingan berikutnya, ya?”

“Ya, dia baru saja membangkitkan kekuatan Iblisnya, kekuatan spesial Sacred Gear-nya masih belum stabil. Dan yang terpenting, kalau kamu melihat kekuatannya saat ini, biaya Evil Piece-nya terlalu tinggi.”

Ingvild berubah menjadi Iblis budak sebagai bidak [Queen]-ku. Dalam Rating Game, konsep [biaya] setiap bidak sangat dihargai. Karena ada juga ‘nilai’ untuk bidak dalam catur manusia yang menjadi inspirasi untuk Rating Game, [Evil Piece] menyalinnya. Nilai [Pawn] adalah satu, nilai [Bishop] dan [Knight] adalah tiga, nilai [Rook] adalah lima, sedangkan nilai [Queen] adalah sembilan. Setelah menjadi budak, nilai makhluk itu sama dengan jumlah bidak yang diperlukan untuk dikonsumsi. Ketika aku dibangkitkan menjadi budak Rias, aku membutuhkan 8 [Pawn], jadi nilaiku juga delapan. Karena ini juga penting dalam Rating Game World Tournament, sistem nilai khusus telah dibuat (di turnamen, sebagian besar peserta hanya memiliki satu bidak kecuali untuk [Pawn]. Namun, makhluk Kelas Dewa dapat dengan mudah membutuhkan dua bidak) dan komposisi tim harus didasarkan pada ini. Keputusan penggunaan bidak [Pawn] sangat sulit. Sistem nilai dalam turnamen ini menggunakan aplikasi ponsel cerdas khusus yang disiapkan oleh pengembang untuk memungkinkan para peserta mengukur bidak-bidak target yang diperlukan dengan memfotonya.

Kemarin, ketika kami memeriksa nilai [Pawn] Ingvild—angka tujuh muncul. Tujuh adalah angka yang besar. Itu berarti biayanya terlalu besar. Meskipun dalam turnamen tidak harus mengikuti peran asli karena bisa menempatkannya dalam peran apa pun yang disuka (misalnya, seorang budak [Knight] dapat ditempatkan sebagai [Rook] di turnamen) ... kalau aku membuatnya menjadi [Pawn], itu akan memakan sekitar tujuh bidak. Sial, karena sistem turnamen, [Queen] di [Evil Piece]-ku sekarang diperlukan, huh ... aku berkata,

“Jumlahnya di aplikasi, aku ingin tahu apakah itu termasuk bakat.”

Yang Ravel jawab,

“Itulah yang kupikirkan. Longinus baru, dan juga fakta bahwa Ingvild-sama memiliki darah Leviathan, pasti berkontribusi pada jumlah itu.”

Yah, itu pasti alasan mengapa Ravel berkata “Kalau kamu melihat kekuatannya saat ini, biaya [Evil Piece]-nya terlalu tinggi”. Meskipun dia memiliki bakat, waktu untuk membuatnya lebih kuat sangat terbatas. Aku melanjutkan,

“Sebagai seseorang yang nilai bidaknya delapan, aku juga menantang Keluarga Phoenix—Ravel dan yang lainnya tanpa persiapan juga, tapi ... kurasa itu situasi yang berbeda.”

Budak-budak Gremory pada saat itu sepenuhnya terdiri dari aku, Rias, Akeno-san, Koneko-chan, Asia dan Kiba. Itu sebabnya, meski aku tidak berpengalaman, kekuatan bertarungku masih sangat dihargai. Ravel berkata,

“Ya, budak-budak Rias-sama pada saat itu tidak lengkap, itulah sebabnya Ise-sama juga tidak punya pilihan selain berpartisipasi.”

Gasper disegel pada saat itu karena dia tidak dapat sepenuhnya menggunakan Sacred Gear-nya. Memikirkannya sekarang, sungguh sulit dipercaya bahwa kami tidak memiliki kekuatan bertarung sebanyak itu. Ravel melanjutkan,

“Ise-sama, kamu tahu bahwa ada banyak kekhawatiran tentang Sacred Gear Ingvild-sama, kan?”

“Ya. Mengingat kondisinya saat ini di mana dia tidak bisa mengendalikan target kekuatannya, dia mungkin tidak banyak berguna dalam Game. Karena meskipun dia menghentikan Crom Cruach, Bova, Nakiri dan aku akan dihentikan juga.”

Ya, Ingvild masih belum sepenuhnya menguasai keahlian Sacred Gear-nya. Dia tak bisa mengendalikan target lagunya dan hanya akan membuat semua Naga tak berdaya. Itu tidak akan berhasil jika aku juga harus berhenti hanya untuk menghentikan Crom Cruach. Tapi, lagunya yang direkam tidak menunjukkan efek di masa sekarang. Rossweisse-san menambahkan,

“Tapi ... mengenai Ingvild, aku hanya mengukur jumlah auranya dan ... perhitungannya menunjukkan bahwa dia sudah Kelas Maou, atau bahkan di atas itu ... mempertimbangkan bakatnya dengan mengendalikan sihir, aku bahkan tak bisa membayangkan betapa kuatnya dia begitu dia menguasai spesialisasi Maou Leviathan. Maksudku, Naga Air ini saja kelihatannya terbentuk secara tidak sadar.”

—! Jumlah auranya adalah Kelas Maou atau lebih tinggi!? Dalam kondisinya saat ini!? ... A-Aku benar-benar menjadikan gadis itu budakku, huh .... Aku ingin tahu apakah ini yang dirasakan Rias ketika dia memilihku, Sekiryuutei? Tapi tidak, aku tidak memiliki kekuatan Kelas Maou. Ketika aku melihat Ingvild yang mengendalikan Naga Air, aku berkata,

“Jadi bakatnya seperti Vali versi perempuan, ya ... seperti yang diduga, garis keturunan Maou Sejati bukanlah main-main.”

Keistimewaan Maou Leviathan Sejati disebut—[Sea Serpent of the End]. Pada hal lain, itu bisa mengendalikan laut dan menarik sejumlah besar air, menenggelamkan seluruh kota atau sesuatu. Aku juga mendengar kalau itu bisa membuat Naga berbentuk ular ... Naga air yang Ingvild buat dengan sihirnya secara tak sadar adalah bagian darinya. Memiliki Longinus hebat yang bersemayam di dalam tubuhnya, Ingvild tampaknya mengembangkan kemampuannya terutama pada air dan Naga. Aku berkata kepada Ravel,

“Meskipun kamp pelatihan ini seharusnya memutuskan apakah dia akan berpartisipasi dalam pertandingan berikutnya atau tidak, sepertinya hasilnya sudah keluar.”

“Hasilnya?”

“Yah, aku tidak akan membuatnya berpartisipasi dalam pertandingan melawan Rias dan yang lainnya. kita hanya harus mengamati kemampuan Ingvild di kamp pelatihan ini. Dan, kalau Sacred Gear-nya tidak berfungsi dengan baik dan mengamuk, Nakiri, Bova dan aku tidak akan bisa bertarung.”

Usai mendengar itu, Nakiri dan Bova juga setuju karena mereka berdua berkata, “Akan merepotkan kalau kita dibuat tidak bergerak setelah mendengar lagunya” dan “Setuju”. Ravel merespons dengan “Mengerti” dan menambahkan,

“Sebenarnya, Ise-sama, ini dikirim dari pihak Gremory ...”

Ravel menciptakan lingkaran sihir kecil di tangannya dan sebuah dokumen muncul. Ketika aku melihat dokumen itu, aku—terdiam. Aku bertanya dengan hati-hati,

“... A-Apa aku harus melakukan ini?”

Ravel menjawab,

“Mereka ingin kamu melakukannya. Mereka akan mempersiapkan segalanya.”

Serius! Ya ampun, apakah Gremory mencoba membuatku kaya atau apa!? Ravel berkata,

“Kita harus berkonsultasi dengan Asia-sama juga.”

Saat aku meletakkan tanganku di dahiku, aku melihat ke Asia. Melihat itu, Asia memiringkan kepalanya tampak bingung ... —Sementara aku berpikir, Naga air yang dikendalikan Ingvild tiba-tiba kehilangan bentuknya dan berubah menjadi air ketika mengalir kembali ke sungai. Sambil semua orang khawatir tentang apa yang terjadi padanya, Ingvild menguap. Dia lalu menyeka matanya dan berkata,

“Aku mengantuk.”

Ingvild adalah seorang gadis yang banyak tidur. Sering kali dia tidur ketika kita tidak memperhatikan. Dia juga cenderung tidur selama Pekerjaan Iblisnya, atau bahkan di tengah-tengah kelas. Ini adalah efek dari Penyakit Tidur Iblis, tapi ... aku takut dia akan jatuh tertidur lagi. Tapi, aku mendengar bahwa dia tidak menunjukkan tanda-tanda tidur panjang seperti yang sekarang. Setelah mengembalikan dokumen itu kepada Ravel, aku berkata pada Ingvild dan yang lainnya.

“Ayo istirahat sebentar dan kita akan berlatih lagi di malam hari.”

[Ya!]

Untuk saat ini, kami memiliki waktu makan dengan orang-orang di sini. Kamp pelatihan juga berlanjut setelah itu.

Bagian 3[edit]

[Ayo, maka~n!]

Pagi hari ketiga kamp pelatihan kami. Semua orang berkumpul untuk sarapan. Semua orang makan dengan penuh semangat sebagai hasil dari latihan yang dilakukan selama kamp pelatihan ini. Menunya bervariasi dari Jepang dan Barat hingga makanan Dunia Bawah. Makanan utamanya disiapkan oleh Asia, Ravel, Rossweisse-san, Bina-shi dan Roygun-san. Masakan Dunia Bawah dibuat dengan baik oleh Bina-shi, yang ... pandai memasak berkat identitas aslinya, dan Roygun-san, yang memiliki hobi penelitian kuliner walau sebagai bangsawan. Makanan berpusat pada bahan kaya protein seperti daging dan ikan bersama dengan buah-buahan dan makanan penutup. Meskipun jumlah nasi dan roti tidak terlalu mengintimidasi, semua orang makan dengan penuh semangat karena itu adalah bagian dari pelatihan. Seperti Xenovia, yang makan lima mangkuk nasi di pagi hari. Nakiri juga luar biasa, setelah makan entah berapa kilogram daging ayam selama pelatihan. Tetap saja, yang paling banyak makan adalah Naga yang memiliki tubuh raksasa, Bova. Makanan Bova telah disiapkan secara terpisah sebelumnya dan dibawa ke sini.

“Silakan makan jumlah kalori yang cukup yang kalian perlukan.”

Semua orang menjawab dengan [Ya] sebagai jawaban atas perkataan Ravel. Pelatihan akan dimulai sebelum tengah hari setelah semua orang sarapan dan beristirahat sebentar. Aku juga beristirahat setelah makan sambil menyiapkan barang-barang untuk mendaki gunung. Sekarang, mengenai menu pelatihan semua orang di kamp pelatihan ini—.

Kelompok penyerang yang terdiri dari Xenovia, Irina, Nakiri dan Bova akan berlatih dengan bertanding di hutan atau pegunungan. Xenovia berpasangan dengan Irina dan Nakiri dengan Bova, tapi ada juga beberapa pertarungan pura-pura yang dilakukan di luar pasangan ini. Mereka yang terutama menggunakan Energi Iblis, sihir dan mantra, seperti Asia, Ravel, Rossweisse-san, Elmenhilde dan Ingvild, saling membantu untuk memperkuat kekuatan Iblis dan kekuatan magis mereka, serta meningkatkan teknik mereka. Bina-shi dan Roygun tetap tidak berubah sejak hari pertama saat mereka berlatih bersama. Adapun pelatihanku, aku mengenakan armor dan mencoba untuk melihat berapa lama aku bisa menahan diri dalam bentuk ini sendirian di gunung. Bisa bilang bahwa aku sedang, yah, menyesuaikan dan meningkatkan staminaku.

Pseudo Dragon Deification begitu kuat sehingga bahkan bisa melawan makhluk Kelas Dewa. Tapi pekerjaan rumahku masih mempertahankan kekuatan dan staminaku untuk melawan konsumsi yang ekstrem. Untuk meningkatkan itu hanya sebentar, aku memilih untuk berlatih dengan menahan diri dalam armor tanpa suara. Aku juga berpikir untuk memperpanjang durasi manifestasi Ddraig. Ketika aku bermeditasi, aku membahas hal-hal dengan Ddraig yang berdiam di dalam Sacred Gear-ku. Omong-omong, kekuatan bertarung kami akan meningkat jika aku bisa memperpanjang durasi Dragon Deification dan manifestasi Ddraig. Terutama yang terakhir. Manifestasi Ddraig sangat penting untuk pertandingan berikutnya atau turnamen itu sendiri ... oh, dia juga penting untuk pertarungan normal. Bahkan membuatnya bisa tinggal hanya sedetik lebih lama akan menyenangkan. Meskipun mungkin tidak terlihat signifikan, Azazel-sensei dan Tannin-ossan mengatakan bahwa pelatihan semacam ini juga penting. Mulai sebagai murid SMA yang sangat lemah, aku telah berlatih berulang kali. Satu setengah tahun yang lalu, aku juga diberi tahu oleh Rias bahwa dasar-dasar kekuatanku adalah penting. Situasi akan berubah secara berbeda hanya dengan perubahan [1] menjadi [2]. Jika angka awal menjadi lebih tinggi, peningkatan kekuatan juga akan besar. Hal-hal yang kamu katakan waktu itu masih terukir dalam hatiku, Rias. Dan ketika aku melanjutkan pelatihan ini, aku berencana untuk bertanding karena kami juga berlatih bersama pada hari terakhir kami. Sejujurnya, aku berpikir bahwa tak ada perubahan dari pelatihanku yang biasa, tapi pelatihan, tidur, dan makan dengan semua orang juga penting dibandingkan dengan pelatihan di ruang pelatihan putih yang luas. Ketika aku menyelesaikan pelatihanku di gunung pada hari itu, aku turun dan menuju ke vila. Hari ini adalah hari yang penting—hari ketika pertandingan kedua dimulai!

—Ini pertandingan Sairaorg-san! Mengetahui hal ini, semua orang menghentikan pelatihan mereka dan berkumpul di ruang tamu. Ketika semua orang berkumpul di depan TV yang juga bisa menyiarkan program Dunia Bawah, semua orang menunggu dimulainya pertandingan.

“Sekarang, ini pertandingan Sairaorg-san, ya ...”

Penyiar sudah memulai komentar. Panggungnya adalah [Baal Stadium] di wilayah Baal. Saat kami menunggu pertandingan dimulai, Xenovia menyuarakan keprihatinannya.

 “Aku khawatir tentang kondisi field untuk pertandingan babak utama. Kupikir tidak masuk akal untuk pertempuran antara Dewa terjadi di game field ini.”

Ravel menjawab,

“Aku diberi tahu bahwa karena memiliki banyak penghalang di sekitarnya, mereka masih akan bisa melanjutkan pertarungan di ruang kosong meskipun field dihancurkan.”

Karena ada percakapan seperti itu, pertandingan dimulai. Komentator dan penyiar memulai, memegang mikrofon.

<<Sekarang, pertarungan antara tim yang [King]-nya adalah kepala klan Great King berikutnya, Sairaorg Bael-senshu, [Imperial Purpure], dan tim yang [King]-nya adalah Shooting Star-senshu, [Shooting Star], hampir mulai!>>

<<Pertarungan antara salah satu Rookies Four dan pendatang misterius! Ini akan menyenangkan!>>

Game field terinspirasi oleh laut di Dunia Manusia. Meskipun sebagian besar permukaannya adalah air, ada juga banyak pulau. Sekarang karena field-nya seperti ini, pertarungan utamanya akan terjadi di permukaan laut atau di salah satu pulau. Tapi, pindah dari satu pulau ke pulau lain akan menarik perhatian, dan karenanya membuatnya lebih berisiko.

<<Game Start!>>

Saat wasit mengumumkan awal, Game dimulai. Ketika tim pindah ke markas masing-masing, kedua tim mulai membuat strategi sendiri. Ketika semua orang menonton pertandingan dengan cermat, Ravel berkata,

“Kalau kamu memikirkannya, tim Bael lebih unggul.”

Tim Sairaorg-san terdiri dari budak-budaknya dan para budak adik tirinya yang berubah tergantung pada keadaan. Karena ini adalah babak utama, kepala Keluarga Duke Agares berikutnya, Seekvaira Agares, juga bekerja sama dengan menyumbangkan para budaknya, membuat tim Sairaorg-san sangat fleksibel dalam hal anggotanya. Seiring berjalannya waktu, Rossweisse-san bergumam pelan,

“Tapi hal-hal tak terduga juga mungkin terjadi di turnamen ini ...”

Yap, tim musuh Sairaorg-san juga terus menang dari babak kedua penyisihan dan menjadi salah satu tim yang memasuki babak utama.

—Mendadak! Ada kilatan cahaya besar dari pulau tertentu! Peluru aura raksasa ditembakkan ke field! Peluru aura yang setara dengan Maou ... tidak, dengan ukuran dan sifat makhluk Kelas Dewa yang ditembak langsung tiba-tiba mengubah lintasannya seolah tengah dipangkas! Aku pernah melihat serangan ini sebelumnya! Bina-shi berkata,

“Seperti serangan yang kita lakukan dalam pertarungan melawan tim Sitri tepat setelah pertandingan dimulai.”

Iya! Aku juga memikirkan hal yang sama! Ketika kami bertanding dengan Sona Sitri-senpai di penyisihan, aku mengikuti rencana Ravel dan menembakkan Infinity Blaster Pseudo Dragon Deification ke tempat musuh berada, menghapus apa pun yang menghalangi jalannya. Serangan yang bisa menghapus medan laut itu ... mungkin ditembakkan oleh [King] dari Tim [Shooting Star], Shooting Star-senshu. Shooting Star-senshu memegang Longinus baru [Star Buster Star Blaster], Longinus yang memiliki satu set pedang panjang dan senapan. Dan hal yang dia tembakkan adalah ledakan yang sangat kuat yang bahkan bisa melemparkan makhluk Kelas Dewa (tipe nontempur) meskipun tidak dalam Balance Breaker! Yang barusan itu pasti sesuatu yang ditembakkan menggunakan senapan. Aku melihatnya dalam rekaman pertandingan penyisihan. Saat layar menunjukkan medan—, beberapa pulau yang tersebar di permukaan laut itu lenyap! Kekuatan besar! Meskipun itu bukan Balance Breaker, kekuatan ini hanya ...! Apa yang salah dengan Longinus baru ini!? Karena ada serangan mendadak, penyiar berkata,

<<Satu [Bishop] dan [Pawn] dari Tim [Imperial Purpure] gugur!>>

—!

... Dua anggota tim Sairaorg-san dikalahkan langsung, ya! Mereka pasti tidak bisa melarikan diri karena itu adalah serangan mendadak. Sairaorg-san dan anggota lainnya ditampilkan terbang di layar saat mereka dengan cepat terbang ke sebuah pulau yang masih baik-baik saja. Pulau-pulau yang sudah ada telah meledak.

“Meskipun kita tidak tahu berapa kali serangan itu bisa dilakukan dalam satu pertandingan, berada di sebuah pulau untuk jangka waktu yang lama akan menjadi bunuh diri untuk tim Sairaorg-san.”

Betul. Tak ada seorang pun di tim Sairaorg-san yang bisa menembakkan proyektil sekuat Shooting Star-senshu. Itu berarti saling menembak itu tidak mungkin. Ditambah lagi, Tim [Shooting Star] pasti sudah menyadari bahwa mereka telah pindah ke pulau lain. Jika mereka tinggal untuk waktu yang lama, mereka mungkin akan tertembak oleh itu lagi. Mengetahui hal ini, kedua tim mulai bergerak. Anggota tim Sairaorg-san mulai melebarkan sayap mereka dan terbang menjauh sambil menyebar. Setelah kehilangan dua anggota, mereka terbang dalam kelompok tiga orang sementara Sairaorg-san hanya menunjukkan dirinya dalam armor singa!

Dalam babak utama, tak ada aturan yang rumit karena hanya perlu mengalahkan [King] untuk menang, dan gerakan Sairaorg-san adalah tantangan yang mengatakan “Lawan aku!”. Meski itu setara dengan bunuh diri, bisa dibilang itulah yang akan dilakukan Sairaorg-san. Tak lama setelah itu, peluru raksasa sekali lagi ditembakkan ke arah Sairaorg-san! Biarpun itu Sairaorg-san, menerima serangan langsung dari serangan kuat itu akan menjamin luka fatal! Meskipun peluru aura ditembakkan ke arah Sairaorg-san dan menembus permukaan laut, tak ada satu pun laporan gugur. Saat proyektil berhenti, Sairaorg-san tiba di pulau berikutnya dan mendekati musuh. Pada saat yang sama, anggota tim Sairaorg-san yang tersebar juga telah tiba di pulau lain. Itu adalah strategi di mana Sairaorg-san bertindak sebagai umpan dan semakin dekat dengan musuh dengan seluruh tim! Meski terlalu berani, terpaksa dan berbahaya ... aku tidak punya keluhan karena itu Sairaorg-san! Maksudku, aku hanya bisa mengatakan itu dia yang sedang kita bicarakan! Situasi berulang beberapa kali, dan akhirnya, Sairaorg-san dan anggota timnya tiba di pulau tempat Tim [Shooting Star] berada. Pertarungan sesungguhnya dimulai saat itu! Kami menyaksikan kekuatan aneh anggota tim pendatang baru, [Shooting Star]! [Rook] dari Tim [Shooting Star], yang memiliki tubuh raksasa dengan ketinggian sekitar tiga meter (berasal dari Iblis Kelas Rendah), mengangkat bagian gunung di pulau itu dengan barbarnya ... tidak, kekuatan mengerikan dan melemparkannya ke arah [Rook] Sairaorg-san! Para anggota timku terkejut melihat kekuatan luar biasa dari [Rook] Tim [Shooting Star]. Melihat ini, baik Irina dan Xenovia berseru,

“Wow! Kekuatan super!”

“Dia baru saja mengangkat gunung kecil. Seberapa kuat otot-ototnya?”

Rossweisse-san di sisi lain memerhatikan [Bishop] dari Tim [Shooting Star], yang datang dari organisasi Penyihir anonim dan menembakkan bola api dan tombak es yang sederhana tapi sangat kuat. Bola api itu berada pada ukuran yang bisa menelan setengah dari pulau sementara jumlah tombak es dengan mudah melampaui seribu. Bahkan anggota tim Sairaorg-san tengah berjuang untuk bertahan terhadap keluaran kekuatan yang sangat besar itu. Setengah dari orang-orang di sini membuka mulut dengan terkejut melihat serangkaian serangan yang kuat. Rossweisse-san dengan bersemangat berkata,

“Meskipun mantra sihir mereka mungkin sederhana, kekuatan penghancur serangan itu luar biasa berkat kualitas kekuatan sihir mereka yang berbeda!”

“Mantra yang digunakan itu normal, kan?”

Ketika aku bertanya, Rossweisse-san menjawab,

“Ya, bola api dan tombak es adalah bentuk dasar dari sihir elemen. Mungkin saja sejumlah besar kekuatan sihir dan tipe aura Penyihir berkontribusi pada ketidakteraturan mantra sihir dasar itu.”

Ravel berkata,

“... Menurut rumor, Penyihir ini hanya bisa melakukan mantra sihir dasar. Sepertinya dia tidak memiliki bakat dalam hal keterampilan teknis ... tapi—”

Kekuatan sihir dan aura di dalam dirinya adalah luka di atas yang lain, ya. Ada juga anggota lain dari Tim [Shooting Star] yang membuat percikan—seorang pria kurus, [Knight]. Gerakannya lebih cepat daripada gerakan Dewa, dan tak ada seorang pun di tim Sairaorg-san yang bisa mengimbangi kecepatan [Knight] itu. Sampai-sampai layar saja tak bisa mengikuti karena dia terlihat menghilang dari suatu tempat dan tiba-tiba muncul di tempat lain, yang terjadi beberapa kali. Dia belum pernah dipukul sekali pun oleh tim Sairaorg-san saat dia berhasil menghindari semuanya.

—Gerak kaki [Knight] itu terlalu cepat!

Meskipun kami hanya bisa melihat dari layar, bahkan aku tak bisa mengikutinya dengan mataku! Tim [Shooting Star] penuh dengan orang-orang seperti itu. Kekuatan mengerikan, mantra sihir dasar yang sangat kuat, dan seseorang yang pergerakannya bahkan lebih cepat dibandingkan dengan Dewa. Semua anggotanya adalah orang-orang berbakat. Irina bergumam,

“... Sangat aneh bagaimana mereka tetap tidak diperhatikan sampai saat ini.”

Bertindak sebagai informan kami, Roygun-san menjelaskan,

“Memang benar mereka berbakat, tapi sepertinya mereka semua hidup dalam ketidakjelasan dalam mitologi masing-masing. Makhluk yang tidak memiliki posisi, dan mereka yang keluarganya adalah petani ... bahkan orang yang mengangkat gunung kecil, aku mendengar bahwa karena dia adalah Iblis Kelas Rendah, dia tidak bisa pergi ke sekolah dan memiliki pekerjaan mengurus batu-batu besar di tanah terlantar. Peserta lain juga memiliki keadaan yang sama. Dan sang [King], seseorang yang bernama Shooting Star, berpartisipasi dalam turnamen dan mengintai mereka.”

—Kamu memiliki kemampuan hebat! Mari berpartisipasi dalam turnamen! Kamu bisa menjadi terkenal dan makan makanan lezat sebanyak yang kamu mau! Begitulah Shooting Star-senshu memikat hati mereka dan membawa mereka ke dalam tim. Para anggota Tim [Shooting Star], yang tidak pernah dipuji sejak mereka lahir, terpikat oleh kata-kata dan impiannya, dan berpartisipasi dalam turnamen. Dan bakat yang benar-benar tidak diketahui sebelumnya sekarang muncul di Rating Game World Tournament. Saat ini, orang yang mengumpulkan mereka dan menjadi pemimpin mereka, Shooting Star, berdiri di depan Sairaorg-san. Kedua [King] saling melotot di pulau terpisah dari pulau tempat pertarungan antar rekan-rekan mereka terjadi. Seorang pria yang tampaknya berusia akhir dua puluhan tampak seperti seorang koboi, lengkap dengan topi koboi. Dia memegang pedang panjang di tangan kanannya dan senapan di tangan kirinya. Orang itu bernama ‘Shooting Star’. Menurut rumor, dia berasal dari keluarga Penyihir yang leluhurnya adalah Iblis. Karena kelihatannya darah Iblisnya sangat lemah, yang muncul di tubuhnya adalah ... [Embodiment of God’s Destruction (Perwujudan Penghancuran Tuhan)] yang baru. Shooting Star berkata pada Sairaorg-san sambil mengayunkan pedangnya.

[Aku sudah berpikir untuk berhadapan langsung denganmu.]

Sairaorg-san menghindar dan meninju dengan tinjunya.

[Haha, kamu mengatakan itu, tapi kamu juga menembakkan peluru dengan Sacred Gear-mu dan mencoba menghentikanku, kan?]

[Hahaha! Yah, aku juga harus menang! Itu tidak akan berarti apa-apa kalau aku tidak menang!]

Sairaorg-san tertabrak pedang Shooting Star dan armor singanya dihancurkan dengan mudah! Saat mendarat, udara di sekitarnya bergetar dan memengaruhi pulau itu juga! Kekuatan super! Siapa yang mengira kalau armor yang tertutup touki akan rusak dengan mudah! Memperbaiki armornya, Sairaorg-san menendang berulang kali.

[Luar biasa! Bahkan aku tidak akan bisa tetap berdiri jika aku terkena pukulan langsung!]

Segera setelah Shooting Star menemukan celah, dia menembakkan peluru aura yang besar sekali dari senapannya! Sairaorg-san memutar tubuhnya dan menghindarinya. Peluru yang meleset melenyapkan gunung di depannya dalam sekejap! Satu tembakan kecil senapan itu bisa menghapus gunung! Kekuatan destruktif dari pedang dan peluru itu sangat besar. Kekuatan ofensifnya bukan main-main! Plus, itu bukan Balance Breaker, kan!? Shooting Star terus mengayunkan pedangnya dan berkata,

[Aku tidak punya bakat dalam diriku! Apa yang kupunya hanyalah pedang dan senapan ini! Kalau kami kalah, aku, dan semua orang hanya akan menjadi—sampah! Itu sebabnya aku tidak akan menyesal! Sebagai seseorang yang tidak punya siapa pun atau apa pun, aku harus menggunakan satu-satunya yang kupunya dan naik ke atas!]

—.

Aku telah mendengar kata-kata yang sama sebelumnya. Seolah-olah ... dia berbicara dengan kata-kata yang sama dengan Sairaorg-san.

‘Aku hanya punya tubuh ini. Aku akan kehilangan segalanya kalau aku kalah. Semua yang kubangun sampai sekarang akan hancur. Untuk seseorang sepertiku yang tidak mewarisi [Power of Destruction], ini adalah satu-satunya jalan bagiku.’

Aku merenungkan perkataan Sairaorg-san. Karena situasi mereka tampaknya mirip, Sairaorg-san tampak terkesan. Wajah Sairaorg-san terlihat seperti dia sudah siap.

[Kamu terus menang di turnamen sengit ini dengan itu saja. Shooting Star, aku menghormatimu! Regulus! Kita akan melepaskannya!]

[Ya!]

Dengan teriakan itu ... aura emas dan ungu merembes keluar dari seluruh tubuh Sairaorg-san! Sairaorg-san, dan juga tanda singa di dadanya, mulai merapal mantra.

[Tubuh ini, jiwa ini, biarpun jatuh ke jurang tanpa akhir!]

[Tuanku dan aku, kami akan menguras tubuh ini dan jiwa ini untuk bangkit di jalan pintas tak berujung!]

Armor Lion King berubah menjadi bentuk yang luar biasa dan agresif!

[Meruntuhkan, keberhasilan, bermain, dan bersinar!]

[Ini adalah tubuh Demonic Beast!]

[Ditempatkan di atas kepalan tanganku, adalah otoritas imperial yang mulia!]

Lingkungan dihancurkan dari semua aura dan tekanan, sementara tanah tempat Sairaorg-san berdiri juga berubah menjadi kawah besar! Bumi hancur, udara bergetar dan gambar dari monitor pun bergetar. Gelombang dampaknya sangat besar bahkan bisa mengguncang seluruh field! Sairaorg-san dan Regulus meneriakkan ayat terakhir bersama-sama!

[[[Breakdown the Beast, Climb Over!]]]

Ledakan besar aura mengikuti, diikuti oleh Sairaorg-san muncul dalam armor ungu dan emasnya, dikelilingi oleh aura yang luar biasa. Ini adalah fenomena yang disebut Breakdown the Beast. Mirip dengan keadaan mengamukku, Juggernaut Drive, tapi Sairaorg-san bisa menguasainya untuk jangka waktu tertentu sebagai hasil dari pelatihannya. Tentu saja, itu memiliki risiko tinggi juga. Semakin lama dia menggunakan bentuk itu, hidupnya akan terancam. Sairaorg-san, yang dalam bentuk Breakdown the Beast, memprovokasi Shooting Star.

[Coba serang aku dengan pedang atau senapanmu. Coba serang aku!]

Shooting Star mengayunkan pedangnya sewaktu dia menerima tantangan Sairaorg-san. Namun, meskipun pedang itu mengenai bahu Sairaorg-san dan gelombang kejut itu muncul, Sairaorg-san tidak terluka. Tidak, serangan itu menembus armornya! Benar saja, kekuatan penghancur Longinus dari Shooting Star itu gila!

[Sialan!]

Shooting Star mundur sedikit, dan kali ini, dia menembakkan peluru aura menggunakan senapannya! Sairaorg-san membungkus tangan kanannya dengan sejumlah besar touki—dan menangkis peluru aura yang masuk ke atas! Peluru aura yang dibelokkan terbang tinggi dan membuat seluruh field bergetar saat bertabrakan dengan langit-langit field. Jika itu Sairaorg-san dalam bentuk ini, menghadapi kekuatan penghancur Shooting Star akan menjadi mungkin. Lalu, pertarungan antara Sairaorg-san dan Shooting Star berbalik dengan pukulan Sairaorg-san. Setelah melihat celah, Sairaorg-san meninju perut Shooting Star, menimbulkan luka parah dan membuatnya jatuh berlutut. Shooting Star sangat sedih. Aku tahu bahwa menerima pukulan Sairaorg-san sangat kuat sehingga satu pukulan saja bisa menyebabkanmu kehilangan kesadaran. Kamu akan menderita kerusakan signifikan kalau menerima pukulan yang meresap ke jiwa. Meskipun Shooting Star tampak sedih, dia juga tersenyum.

[... I-Ini adalah pukulan Sairaorg Bael, ya ... aku sudah menunggumu sejak pertarunganmu melawan Oppai Dragon ... aku ... tidak, kami ingin bertanding seperti itu ... itulah yang kami janjikan setiap hari ... dan akhirnya, ini dia.]

Shooting Star menyeka keringat dari wajahnya dan berdiri. Sairaorg-san menjawab,

[... Aku senang mendengarnya. Tapi, kalian tidak dalam kondisi terbaik, kan? Kamu muncul dalam pertandingan ini meskipun ada luka yang kamu alami di penyisihan.]

[Kamu tahu betul, huh! Selama kami terus berjalan! Tidak, selama tubuh ini bertahan dan memungkinkan kami untuk terus berjalan walau hanya sedikit, itu adalah tontonan bagus untuk kami! Begitulah cara kami hidup sampai sekarang!]

Itulah yang Shooting Star teriaki saat dia tetap melakukan serangan. Ravel berkata ketika dia melihat itu,

“Betul. Tak ada yang mendukung Tim [Shooting Star]. Meskipun ada beberapa dukungan dari orang-orang yang mengadakan turnamen ... mereka mungkin satu-satunya tim yang tidak memiliki perawatan pasca-pertandingan yang tepat di antara tim-tim yang ada dalam babak utama. Wajar kalau batasan mereka berkurang.”

Seperti kata Ravel, layar memperlihatkan bahwa anggota Tim [Shooting Star] entah kehabisan tenaga atau kehabisan napas dalam pertarungan yang terjadi di tempat lain. [Rook] Iblis yang memiliki kekuatan mengerikan, [Bishop] Penyihir yang memiliki kekuatan sihir yang besar dan [Knight] yang bahkan lebih cepat daripada Dewa menerima serangan anggota tim Sairaoarg-san saat stamina mereka terkuras. Kerusakan yang mereka terima selama pertandingan penyisihan tidak berkurang dengan benar karena mereka tidak memiliki siapa pun yang mendukungnya—. Lalu—.

<<Satu [Bishop], [Knight] dan dua [Pawn] dari Tim [Shooting Star] gugur!>>

Tim [Shooting Star] secara perlahan tapi pasti turun. Pertarungan antara [King] juga akan berakhir. Shooting Star, yang memiliki serangan kuat, juga akhirnya mulai kehilangan aura dalam pedang panjangnya dan tidak dapat menembakkan peluru lagi dari senapannya. Staminanya telah habis. Ini nasib buruk musuh jika harus ikut kontes stamina melawan Sairaorg-san.

[Aku belum selesaiiii!]

Meskipun Shooting Star kehabisan napas, dia masih mendatangi Sairaorg-san. Tapi, dia sudah mencapai batasnya.

Pow!

Suara kecil bisa terdengar dari layar. Tinju Sairaorg-san meninju wajah Shooting Star. Darah mulai menyembur dari hidung dan mulut Shooting Star saat jatuh ke tanah. Saat Shooting Star yang kolaps mulai diselimuti cahaya gugur, dia bertanya pada Sairaoarg-san,

[... Hei ... apakah kamu pikir kami bias ... seperti kamu ... atau Oppai Dragon? ... Bisakah kami dihargai ... seperti kamu atau Oppai Dragon?]

Sairaorg-san menekuk lututnya, mengambil tangan Shooting Star dan tersenyum.

[Hal-hal yang kamu tunjukkan di turnamen ini tidak akan sia-sia. —Kamu melakukan pertarungan hebat.]

Shooting Star tampak puas saat dia tersenyum mendengar itu dan menghilang ke cahaya gugur. Setelah itu, penyiar berkata,

<<[King] dari Tim [Shooting Star] telah gugur. Dengan demikian, pemenang pertandingan ini adalah Tim [Imperial Purpure]!>>

Pertandingan kedua Rating Game World Tournament berakhir dengan kemenangan tim Sairaorg-san—.

Bagian 4[edit]

Saat pertandingan Sairaorg-san berakhir, kami mengakhiri hari dengan bertukar pendapat tentang pertandingan. Setelah makan malam dan rapat di pertandingan mendatang kami, semua orang bebas untuk melakukan apa pun yang mereka suka. Aku menuju ke pemandian besar di vila dan pergi ke sumber air panas sehabis membasuh tubuhku .... Ah, sial. Itu adalah pertandingan yang sangat buruk. Pertandingan itu tidak melibatkan strategi khusus atau hal seperti itu karena itu hanya kedua tim saling lurus, tapi itu mungkin mengapa itu mencapai hatiku. Kukira wajar saja bahwa aku hype atas pertandingan itu. Tapi, aku harus tetap tenang. Terutama karena ini adalah pertarungan melawan teman-temanku—Rias dan budak-budak Gremory. Tepatnya karena kami saling memahami bahwa aku harus tetap tenang dan menghadapinya. Ah, tapi aku sudah janji pada Rias. Setelah aku kembali dari kamp pelatihan ini, aku harus mempersiapkannya lebih dulu—.

“Aku dengar kamu akan segera kencan dengan Rias.”

Tiba-tiba, seseorang mengucapkan itu padaku! Ketika aku berbalik, tiba-tiba ada seorang wanita cantik berambut perak memasuki kamar mandi! Wanita yang rambutnya diikat adalah ... Grayfia-san! Aku bisa melihat tubuh telanjangnya yang glamor! Orang ini adalah [Queen] Maou Sirzechs Lucifer-sama, serta istrinya, dan kakak ipar Rias. Mengenai mengapa Grayfia-san ada di sini ... Grayfia-san langsung berubah dari usia dua puluhan menjadi penampilan remajanya, berubah menjadi seorang gadis.

“Atau kamu lebih suka ini?”

Grayfia-san, yang telah berubah menjadi gadis berambut perak, mengeluarkan Topeng Naga dan mencoba memakainya. Yap, identitas sebenarnya dari Bina Lessthan di Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth] yang berpartisipasi sebagai [Queen] kami adalah—Grayfia-san. Orang-orang yang tahu tentang ini adalah Ravel dan aku ... tapi Rias juga sepertinya memerhatikan ini. Segera setelah Rating Game World Tournament diadakan dan aku menyatakan bahwa aku akan berpartisipasi dengan tim yang berbeda dari Rias, Grayfia-san datang ke tempatku dan meminta untuk membiarkannya berpartisipasi sebagai [Queen]-ku. Aku bilang,

“... Kamu tahu tentang kencannya.”

“Lagi pula aku adalah maid Keluarga Gremory. Aku tahu tentang jadwal gadis itu.”

Grayfia-san menambahkan,

“... Walau begitu, aku keluar rumah sebentar ...”

Sepertinya Grayfia-san tidak mendapatkan izin yang semestinya mengenai partisipasinya dalam turnamen, dan sepertinya dia juga berpartisipasi secara diam-diam saat melakukan pekerjaannya sebagai maid Keluarga Gremory ... tapi, ada waktu ketika topengnya dibuka, mengungkapkan wajahnya dalam pertandingan awal tertentu, sehingga orang-orang yang mengenalnya mungkin tahu. Tapi, aku percaya bahwa orangtua Rias—kepala keluarga Gremory saat ini sudah tahu tentang ini meskipun tidak banyak membicarakannya. Lalu, Grayfia-san juga memberi tahuku alasan di balik partisipasinya, sosok remajanya, nama palsu dan topengnya.

—Aku akan menjadikanmu seorang Maou.

Itulah yang Grayfia-san katakan. Saat ini, di antara Empat Maou Agung; Lucifer-sama, Leviathan-sama dan Asmodeus-sama bertempur melawan makhluk legendaris dalam Alkitab—Trihexa di bidang penghalang khusus yang disebut Isolation Barrier Field. Azazel-sensei, pemimpin Malaikat Michael-san, mantan Dewa Ketua Norse Odin-jiisan dan VIP lainnya dari semua mitologi ada di sana untuk bertarung melawan Trihexa sangat lama. Selain itu karena kekuatan Trihexa, pertarungan akan berlanjut selama beberapa ribu, atau bahkan sepuluh ribu tahun. Tetapi, sebagai akibat dari semua atasan mitologi yang lama pergi, para Dewa utama digantikan untuk menebus itu. Dalam Mitologi Norse, posisi Dewa Ketua diwarisi oleh Vidar-san, sedangkan Mitologi Yunani diwarisi Apolon-san untuk menggantikan Dewa Zeus. Karena itu, aku mendengar bahwa Dunia Bawah—pemerintah Iblis juga berpikir bahwa mereka harus memiliki seseorang yang baru untuk menjadi yang teratas. Itu berarti bahwa mereka akan memiliki seseorang yang menjadi penerus dari Sirzechs-sama dan Leviathan-sama, yang berarti menjadi Maou berikutnya. Saat ini, satu-satunya orang yang duduk di kursi Maou adalah Ajuka Belzeebub-sama. Itu berarti yang tersisa adalah Maou Beelzebub-sama. Dan karena ada juga hal [Perang Evil Dragon] yang dimulai Rizevim, sepertinya sistem Maou akan diperbarui. Dari apa yang kudengar, ada kemungkinan bahwa sistem Empat Maou akan diubah menjadi sistem Tujuh Maou. Kursi Belphegor, Mammon, dan Belial yang baru dibuat akan ditambahkan dari Lucifer, Beelzebub, Leviathan dan Asmodeus yang sudah ada; sehingga menciptakan sistem Tujuh Maou. Jika itu benar, itu berarti bahwa saat ini ada enam posisi Maou kosong. Ada juga desas-desus yang beredar di antara beberapa kelompok yang percaya bahwa Vali, orang yang memiliki darah Lucifer asli dalam dirinya, harus mengisi kursi Lucifer. Aku pernah mendengar bahwa pejabat pemerintah yang merupakan bagian dari Golongan Lucifer ingin menghubungi dia.

Bagi Iblis, Lucifer the Morning Star adalah makhluk yang penting, dan karena ini, Vali, yang memiliki darah Lucifer asli, benar-benar makhluk seperti bintang bagi golongan politik Lucifer saat ini dan makhluk yang masih menghormati Maou Lucifer sebelumnya. Sampai saat ini, posisi Maou tidak diturunkan secara turun-temurun karena menggunakan sistem suksesi. Karena itu, tidak selalu terjadi bahwa keturunan akan mewarisi status. Namun, mengingat bahwa dia adalah orang yang memiliki darah Lucifer asli dan Hakuryuukou terkuat sepanjang sejarah, ditambah dengan kenyataan bahwa dia berhasil dalam turnamen, tidak heran kalau orang ingin mendukungnya. Yah, dia bukan tipe orang yang peduli dengan politik. Kalau begitu, Ingvild juga memiliki darah Leviathan asli, jadi ... jika fakta ini diketahui oleh orang-orang dari golongan itu, sepertinya sesuatu yang merepotkan akan terjadi. Fakta bahwa Ingvild adalah budakku berarti aku akan sepenuhnya merawatnya, tapi aku tidak bisa membayangkan dia menjadi Maou. Tunggu, itu benar-benar keluar dari topik, tapi, di tengah semua itu, Grayfia berusaha membuatku mengisi salah satu posisi Maou yang kosong. Meskipun pada saat itu, ini adalah jawabanku,

—Sekarang, aku tidak punya niat menjadi Maou.

Grayfia-san menjawab dengan “Mengerti”, tapi masih memutuskan untuk berpartisipasi dalam turnamen. Sepertinya dia belum menyerah untuk mencoba menjadikanku Maou ... aku ... entah bagaimana tahu kenapa dia ingin menjadikanku Maou. Jadi aku bertanya pada Grayfia-san,

“... Apa kamu masih berniat menjadikanku seorang Maou?”

“Ya. Aku melihat jangka panjang. Bagaimanapun keadaannya sekarang, aku akan tinggal bersamamu sampai kamu tertarik.”

Apa kamu serius!? Dia siap untuk pertempuran jangka panjang!? Jadi ini bukan hanya tentang turnamen ... aku bertanya lagi,

“... Bagian mana dari diriku yang membuatmu berpikir aku cocok menjadi Maou?”

“Dukungan datang dari audiensmu ... terutama anak-anak, yang juga berarti bahwa kamu akan menerima banyak dukungan di masa depan. Plus, kamu telah menyelamatkan Dunia Bawah dari bahaya beberapa kali. Kerumunan juga menerimamu sebagai pahlawan. Ada juga kemungkinan besar bahwa para petinggi ... para Iblis tua akan menerimamu.”

Itulah yang Grayfia-san katakana ... aku merasa dia entah bagaimana berbeda, atau telah berubah dari Grayfia-san yang biasa. Kalau itu Grayfia-san yang dulu, kalau aku bilang aku ingin menjadi Maou, dia akan bereaksi dengan mengatakan:

‘Kalau kamu benar-benar ingin menjadi Maou, bertindaklah dengan keinginanmu sendiri. Sebagai seorang pemuda yang menyandang masa depan, kamu harus menunjukkan kekuatanmu dan membuat semua orang menerimamu sebagai Maou. Wajar kalau adik lelakiku setidaknya bisa melakukan itu.’

Begitulah cara dia mendorongku. Tapi Grayfia-san sekarang adalah—. Grayfia-san muda datang mendekat padaku. Ketika wajahnya semakin dekat, aku bisa melihat ekspresinya yang samar (juga dadanya yang besar).

“—Aku akan melakukan apa saja untuk membuatmu menjadi Maou.”

Mata Grayfia-san yang meletakkan tangannya di pipiku ... terlihat sangat tidak stabil. Saat dia semakin dekat, aku bertanya pada Grayfia-san,

“Apa itu harapan Grayfia-san? Atau itu—respon terhadap perkataan yang Sirzechs-sama tinggalkan?”

Aku bertanya sesuatu yang sensitif. Begitu nama Sirzechs-sama disebutkan, tubuh Grayfia-san sedikit gemetar. Aku bertarung bersama Sirzechs-sama melawan inti Trihexa sebelum dia pergi ke Isolated Barrier Field untuk melawan Trihexa. Tepat sebelum aku kehilangan kesadaran karena penggunaan Dragon Deification, aku bisa mendengar suara Sirzechs-sama.

—Ise-kun, cobalah menjadi Maou. Jika itu kamu, aku yakin kamu bisa menjadi Maou yang hebat. Meskipun kamu masih kekurangan di sana-sini ... di masa depan, aku yakin kamu menjadi—harapan untuk semua mitologi.

Itulah yang dikatakan Sirzechs-sama padaku. Pada saat itu, Grayfia-san tertidur karena sihir Sirzechs-sama, tapi ... kupikir sihir itu tidak bekerja dalam kapasitas penuhnya dan kata-kata itu pasti sudah didengar olehnya. Itu sebabnya aku menanyakan itu padanya. Grayfia-san menjawab karena dia sepertinya ingat sesuatu.

“Keduanya.”

Aku kemudian langsung menjawab.

“Kalau memang begitu, maka sama sekali tidak.”

Grayfia-san bertanya balik dengan curiga.

“Kenapa?”

“Karena kamu adalah [Queen] Sirzechs-sama—dan ibu Millicas Gremory.”

“...”

Grayfia-san terdiam menanggapi perkataanku. Pada saat itu, Sirzechs-sama juga mengatakan ini,

—Tolong jaga Rias, MIllicas dan—Grayfia untuk sementara waktu untukku. Meskipun dia mungkin terlihat seperti itu, dia adalah seseorang yang bisa menjadi lebih mudah kesepian daripada Rias .... Selama aku tak ada, aku ingin kamu menjadi seseorang yang dapat ia ajak bicara.

Itu adalah permintaan langsung Sirzechs-sama kepadaku. Aku akan menyelamatkan Rias, Grayfia-san, dan kemudian putra Sirzechs-sama dan Grayfia-san, Millicas. Itu adalah keinginan Sirzechs-sama—. Ekspresi Grayfia-san benar-benar berubah menjadi kecewa ketika nama Millicas dibesar-besarkan. Aku melanjutkan,

“Aku ... biarpun aku bertujuan untuk menjadi Maou, aku akan melakukannya bersama budak-budakku. Panggil aku kurang ajar kalau mau. Tapi, Grayfia-san, kumohon, aku ingin kamu lebih memperhatikan Millicas daripada aku. Setelah berpisah dari Sirzechs-sama, Millicas juga ... kesepian. Tidak, itu karena Millicas masih kecil sehingga figur ibu itu penting.”

Tangan Grayfia-san gemetar dan dia menutupi wajahnya usai mendengar perkataanku.

“A-aku ... aku ... aku ...”

Grayfia-san tidak yakin harus berkata apa saat dia berdiri dan meninggalkan kamar mandi. A-Aku mungkin telah menginjak ranjau darat! Lebih baik aku mengikutinya! Sial, aku jadi khawatir! Aku mencoba mengejar Grayfia-san, tapi—

“Baiklah, aku akan mandi lagi hari ini. —Kurasa, tapi sepertinya sudah ada seseorang di sini.”

“Hei, yang baru keluar tadi adalah ... Bina-san?”

“... Dia membuat wajah yang agak serius ...”

Orang-orang yang mengatakan itu ketika memasuki kamar mandi adalah—Trio Gereja yakni Xenovia, Irina dan Asia, telanjang bulat! Xenovia dan yang lain melihatku. Lalu, aku melihat Bina-shi alias Grayfia-san dan menatap ke sekelilingku. Xenovia dan Irina mendekat kepadaku ketika oppai mereka berayun bolak-balik!

“A-Apa kamu menyentuhnya!?”

“Di kamar mandi!?”

Mereka salah paham segalanya! Aku tidak menyentuh Grayfia-san! Kami memiliki ... percakapan serius, tapi aku masih tidak bisa membiarkan gadis-gadis itu tahu ...! Aku—.

“T-Tunggu, kami hanya berbicara serius ...”

Itulah satu-satunya pilihan yang kupunya! Aku mengalihkan pandangan dari Xenovia dan Irina! Keduanya menatapku dengan curiga ... kali ini, Asia-chan, yang ada di belakang mereka berdua, cemberut dan mendekat padaku! Payudara Asia-chan juga bergoyang dan itu yang terbaik!

“Ise-san! D-di kamp pelatihan ini, kupikir kita seharusnya menahan diri dari melakukan hal-hal ini! Jadi apa itu tadi!?”

Aaaaaaaah, bahkan Asia-chan salah paham! Meskipun ekspresinya yang cemberut terlihat imut, dan aku bersyukur untuk itu. Saat Xenovia dan Irina melompat ke bak mandi, mereka memeluk punggungku! Ununu, itu mencekik, tapi aku bisa merasakan kulit lembut Xenovia dan Irina! Itu yang terbaik ...!

“Hei, Ise! Jelaskan semuanya!”

“Darling! Apa yang terjadi di sini!?”

“N-Nggak, sudah kubilang, aku tak bisa menjelaskannya kepada kalian!”

Ketika aku bingung bagaimana menjelaskan sesuatu, Ravel muncul. Tentu saja, dia juga telanjang.

“Jangan bermain-main di kamar mandi!”

Ravel mengalihkan perhatian mereka. Butuh beberapa waktu bagiku untuk akhirnya dilepaskan di kamar mandi. Setelah aku selesai mandi, aku memanggil Ravel ke kamarku dan berbicara tentang semua yang terjadi di kamar mandi.

“—Dan itulah ceritanya.”

Ravel meletakkan satu tangan di dagunya sambil dia berpikir dalam-dalam.

“Memikirkan Bina-sama—tidak, Grayfia-sama mengatakan hal-hal seperti itu ...”

Bayangan Grayfia-san yang gemetaran di kamar mandi muncul kembali di kepalaku. Aku menghela napas dan berkata,

“Ada kemungkinan kondisi Grayfia-san akan memburuk di pertandingan berikutnya.”

“Betul. Itu mungkin saja.”

Ravel setuju denganku. Itulah pertama kalinya aku melihat Grayfia-san yang emosional. Aku tahu bahwa Sirzechs-sama cukup heroik sehingga dia sendiri pergi ke Isolation Barrier Field, dan fakta bahwa Sirzechs-sama tidak bisa kembali pasti telah memengaruhi insiden tadi juga .... Aku entah kenapa mengerti mengapa Sirzechs-sama mencemaskan Grayfia-san sebelum pergi ke Isolation Barrier Field. Aku yakin dia pasti menyadari bahwa Grayfia-san mungkin menjadi tidak stabil jika Sirzechs-sama tidak ada. Itu sebabnya Sirzechs-sama memintaku untuk menjadi seseorang yang bisa dia ajak bicara.

Bahkan Grayfia-san yang cantik, kuat secara mental dan fisik ... memiliki sisi yang rapuh .... Sial, aku seharusnya kurang mendekatinya secara langsung ... aku tidak sengaja mengatakan kata-kata yang ditinggalkan Sirzechs-sama padanya ... pada akhirnya, hal terburuk adalah membuatnya berpartisipasi dalam pertandingan sambil secara mental tidak stabil. Aku menundukkan kepala dan berkata,

“... Demi pertandingan berikutnya, kurasa lebih baik menghindari topik, ya?”

Ravel menggelengkan kepalanya menanggapi kata-kataku.

“Tidak, itu adalah pertanyaan yang pada akhirnya akan ditanyakan, dan kalau kamu tidak menyelesaikannya sepenuhnya, itu hanya akan menimbulkan masalah lain. Sejujurnya, hanya masalah waktu bagimu untuk mengatakan semuanya.”

“... Grayfia-san mungkin merahasiakan semua ini untuk dirinya sendiri. Dia tidak mungkin membicarakan hal ini kepada orangtua Rias, dan aku juga percaya bahwa Keluarga Gremory pasti masih belum memahami semuanya. Mungkin lebih baik membicarakannya dengan mereka.”

Ravel mengangguk menanggapi saranku.

“Mengerti. Aku akan memberi tahu suami-istri dari Keluarga Gremory tentang masalah ini.”

“Ya, aku yakin orangtua Rias akan mengerti segalanya.”

—Saat kami mengakhiri pembicaraan kami di sana, aku menarik napas dalam-dalam dan melihat ke langit-langit. Ravel tertawa pelan.

“Ufufu.”

“A-Apa?”

Saat aku bertanya, Ravel duduk di sampingku dan mengatakan ini.

“Aku hanya merasa kamu benar-benar melakukan pekerjaanmu sebagai [King].”

“... Yah, maksudku, aku punya budak-budakku sendiri, aku seorang senior, juga pendengar. Itu mengakibatkan aku tidak bisa menyelesaikan sesuatu hanya dengan mengatakan [Demi Presiden, aku akan bekerja keras sampai aku mati!]. Aku merindukan hari-hari di mana aku bisa mengatakan oppai dengan mudah ... yah, aku masih mengatakannya sampai saat ini.”

Sambil menyandarkan kepalanya di bahuku, dia mencoba memegang tanganku dengan jemari yang saling terkait, dan berkata,

“Itulah artinya menjadi Iblis Kelas Atas. Semua orang tergantung padamu. Budak-budak, kenalan, dan teman-teman.”

Aku meremas tangan Ravel kembali dan berkata,

“... Kenyataan bahwa aku tidak bisa menyelesaikan masalah seorang wanita berarti aku jelas tidak layak menjadi seorang Maou. Tapi kalau kamu bertanya padaku, aku menemukan peran yang Azazel-sensei miliki sangat keren.”

“Itulah peran yang bisa diandalkan semua orang ... dan yang mengkhawatirkan juga.”

“Eh? Benarkah?”

“Yah, aku tidak punya masalah. Bagaimanapun juga, aku akan berada di pihak Ise-sama.”

Manajerku memiliki kemauan yang sangat kuat. —Tiba-tiba, Ravel mengingat sesuatu.

“Itu benar, kencan dengan Buchou-mu alias Rias-sama adalah hari Minggu nanti, kan?”

“Iya, aku harus menyelesaikan masalah itu juga.”

Itu benar, aku akan berkencan dengan Rias setelah kamp pelatihan selesai. Kencan itu penting—sebelum pertandingan.

Bagian 5[edit]

Hampir tengah hari pada hari Minggu setelah kamp pelatihan kami—. Aku keluar dari Kediaman Hyoudou bersama Rias, dan naik kereta sampai kami tiba di Tokyo. Rias mengenakan kemeja rajutan dengan jaket haori dan rok. Dia terlihat sangat cantik tapi dewasa. Seusai menemani Rias untuk berbelanja di Shibuya, Harajuku dan Ikebukuro, kami berjalan menuju taman tepi laut di Odaiba. Sebagai seseorang yang memiliki koneksi dengan dunia gaib, ini adalah kencan yang sangat realistis. Meskipun begitu, hal-hal yang kami beli di toko hanya akan menjadi penghalang jadi kami memindahkannya dari suatu tempat tanpa kehadiran manusia. Dan itu entah bagaimana menarik. Di tempat tertentu di area taman tepi laut, kami makan es krim sambil membicarakan hal-hal konyol.

“Setelah aku mendapatkan SIM-ku, tempat kencan kita akan semakin jauh. Kukira aku harus mengambil kelas mengemudi selama liburan musim panas.”

Saat aku mengatakan itu, Rias tertawa pelan.

“Bukannya aku atau gadis-gadis lain memaksamu untuk segera mendapatkan SIM, jadi tenanglah. Tapi, karena kamu akan menjadi mahasiswa, pergi jauh dengan mobil juga adalah hal yang penting.”

“Benarkah? Ah~, kalau ini adalah Dunia Bawah, aku akan naik Gryphon dan pergi ke tempat pacarku.”

“Gryphon! Ufufu, bahkan saat ini para bangsawan Dunia Bawah tidak melakukan kencan dengan Gryphon, tahu?”

“Kalau ada Gryphon di sini, kita akan menungganginya dan pergi ke Shibuya dan Harajuku.”

Rias sepertinya tertarik oleh leluconku, membuatnya tertawa terbahak-bahak mengikuti kata-kataku. Setelah dia tenang, Rias menatap langit dan berkata,

“... Gryphon, ya. Kita juga menunggangi Gryphon ketika kamu membawaku dari pesta pertunangan saat itu.”

Setelah kalah dari budak-budak Phoenix dalam pertandingan Rating Game, aku meminjam kekuatan Ddraig dan memiliki sepuluh detik untuk menggunakan Balance Breaker. Aku berhasil mengalahkan Riser dan menyambar Rias. Rias meletakkan tangannya di atas tangan kiriku.

“... Kamu mengubah tangan kirimu menjadi Naga demi aku.”

“Kupikir itu hal yang benar untuk dilakukan. —Tunggu, saat ini pun seluruh tubuhku adalah tubuh Naga.”

“... Kamu hampir mati berkali-kali.”

“Ya, bahkan sekarang aku anehnya merasa menjadi sehat.”

Kerusuhan Demonic Beast yang dihasut Golongan Pahlawan menghancurkan seluruh tubuhku karena kutukan Dragon Slayer terkuat, Samael si Dragon Eater. Pada saat itu, aku dibangkitkan dengan menggunakan kekuatan Ophis dan bagian dari daging [Apocalypse Dragon] Great Red yang aku terima. Berkat itu, aku bereinkarnasi sebagai Iblis dari Naga humanoid. Yah, jiwaku tetap sama. Ada juga beberapa yang merasa bahwa aku adalah seseorang yang lahir dari Ophis dan Great Red, Karena itu, aku dapat menggunakan transformasi kuat yang dikenal sebagai Dragon Deification. Rias menatap langit ketika dia berkata,

“[Jika itu demi kita, aku bahkan akan mengalahkan Dewa]. Itu yang kamu katakan padaku saat itu. Dan sekarang, kamu menjadi sangat kuat sehingga kamu benar-benar bisa mengalahkan Dewa.”

Pacarku menatap lurus ke arahku.

“—Apakah kamu bisa mengalahkanku juga?”

Ini tentang pertandingan. Apakah aku bisa mengalahkan majikan, pacar, dan orang yang bertunangan denganku? Itulah yang diminta Rias. Aku juga menatap lurus padanya. Yap, kencan kami hari ini adalah untuk memastikan hal itu. Meskipun kami tidak membicarakan hal ini ketika kami memutuskan hari kencan kami, Rias dan aku berada pada gelombang yang sama. Aku menjawabnya,

“Aku adalah [Pawn] Rias Gremory. Aku bersumpah aku akan menjadi [Pawn] terkuat. Dan aku ingin kamu mengawasi kemajuanku. —Karena itu, aku akan mengalahkanmu.”

Rias tersenyum menanggapi kata-kataku.

“Aku senang. Aku sangat senang. Jawabannya tidak mungkin lebih baik, Ise sayang. Aku juga akan melawanmu dengan segenap kekuatanku dan mencoba untuk mengalahkan timmu. Jadi tunjukkan padaku kekuatan yang kamu kumpulkan sebagai [Pawn]-ku.”

Pada saat itu, Rias dan aku tidak berciuman. Malah, kami berjabat tangan. Sebagai pasangan, dan sebagai peserta turnamen, kami berdua saling berharap dan menyatakan keinginan kami untuk menang. Setelah memastikan itu, kami berdua menghela napas lega. Rias berkata,
Rias & Ise Shaking Hands.jpg

“Dengan itu, mari kita lanjutkan kencan kita. Selanjutnya, aku akan menemani Ise berbelanja.”

“Sungguh? Ah, kalau begitu, sekarang kita sudah datang ke Odaiba, kurasa aku akan memenuhi permintaan Seekvaira-san.”

“Seekvaira? Apa yang dia minta?”

“Dia meminta apakah aku pernah pergi ke [Dungampace], tempat khusus Dungam di Odaiba, untuk membelikannya edisi terbatas—”

Saat pembicaraan berlanjut, kencan kami berlanjut—.

Jadi, pertandingan antara Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth] dan Tim [Rias Gremory] akan segera dimulai.

Team Member.[edit]

○ Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth] – anggota yang teregistrasi untuk turnamen

King — Hyoudou Issei

Queen — Bina Lessthan

Rook — Rossweisse

Rook — Nakiri Kouchin Ouryuu

Knight — Xenovia Quarta

Knight — Shidou Irina

Bishop — Asia Argento

Bishop — Roygun Belphegor

Pawn x2 — Ravel Phoenix

Pawn x3 — Bova Tannin

Pawn x2 — Elmenhilde Karnstein

○ Tim [Rias Gremory] – anggota yang teregistrasi untuk turnamen

King — Rias Gremory

Queen — Himejima Akeno

Rook — Toujou Koneko

Rook — Vasco Strada

Knight — Kiba Yuuto

Knight — Lint Sellzen

Bishop — Gasper Vladi

Bishop — Valerie Tepes

Pawn x8 — Mr. Black (Crom Cruach)

Life.D×D (Diabolos Dragon) & Data.X×X (Cross Times Kiss)[edit]

Lalu, pada hari pertandingan—.

Kami tiba di stadion yang baru dibangun di kota kastil wilayah Gremory. Ada dua patung perunggu besar yang diletakkan di depan pintu masuk! Yang satu menyerupai Boosted Gear Scale Mail-ku, sedangkan yang lain menyerupai Rias dalam pakaian Switch Princess-nya! Betul, stadion ini adalah—[Oppai Dragon Stadium]! Ini dibuat khusus untuk Oppai Dragon dan akan digunakan untuk pertunjukan publik Oppai Dragon dan acara terkait lainnya. Anehnya, pembukaan teater baru ini akan diadakan hari ini juga. Aku mendengar bahwa setelah mengetahui bahwa tim Rias dan timku akan saling berhadapan, para VIP Gremory berbicara dengan penyelenggara turnamen untuk membuka stadion pada hari pertandingan kami karena itu juga akan selesai sekitar waktu itu.

Kami berteleportasi dari ruang teleportasi tertentu di ruang bawah tanah Kediaman Hyoudou ke lantai teleportasi yang sudah dibentuk di stadion. Stadion ini penuh sesak karena akan menjadi tuan rumah pertarungan antara Oppai Dragon dan Switch Princess yang terkenal. Aku mendengar bahwa semua tiket terjual dalam beberapa detik. Bukan itu saja, aku juga mendengar bahwa banyak penggemar hype yang tak bisa masuk ke stadion berkumpul di sekitar stadion tempat layar besar berada.

Keadaan ini menyulitkan kami untuk memasuki stadion dengan normal dan karenanya, kami harus berteleportasi langsung di dalam stadion. Karena kedua orangtua kami hadir di stadion, kami memutuskan untuk bertemu mereka. Tim Rias pergi menemui orangtuanya, sementara timku pergi menemui orangtuaku di ruang VIP khusus. Aku senang orangtuaku datang menonton pertandinganku. Terutama ibuku, yang memutuskan untuk datang setelah babak utama. Dia benar-benar takut melihat pemandangan putranya dan anak-anak bertarung, meskipun dalam sebuah turnamen. Tetapi, dia mengatakan bahwa dia ingin menonton pertandinganku setelah aku sampai di babak utama. Lalu, dia memenuhi janjinya .... Orangtuaku mengetahui identitas asli Rias dan identitas asliku selama Perang Evil Dragon. Mereka tahu kenyataan bahwa tubuhku bukan hanya manusia, tetapi juga Naga setelah aku bereinkarnasi sebagai Iblis. Tetap saja, ayah dan ibuku tetap tidak berubah dan terus menganggapku sebagai putra mereka dan Asia sebagai putri mereka dari lubuk hati mereka. Aku merasa sangat berterima kasih kepada mereka dan rasanya tidak bisa cukup berterima kasih kepada mereka berapa kali pun aku menyuarakan perasaan itu. Itu sebabnya aku selalu ingin mereka menonton pertandinganku di turnamen. Ketika aku memasuki ruang tunggu bersama anggota timku (Bova dalam bentuk miniaturnya), ayah dan ibu menyambut kami dengan hangat.

“Meskipun musuhnya adalah Rias, pertandingan tetaplah pertandingan. Menangkan, Ise! Asia-chan dan yang lainnya juga, jangan terlalu gegabah.”

Ketika ayah mengatakan itu padaku, semua orang menjawab dengan [Ya!] ibu memeluk Asia dan berkata dengan suara khawatir,

“... Asia-chan, harap berhati-hati dan jangan melukai dirimu sendiri.”

“Okaa-san, tak ada yang berbahaya di stadion turnamen, tahu?”

“Tetap saja, aku takut melihat anak perempuanku yang berharga bertarung. Tapi, tolong lakukan yang terbaik dengan semua orang hari ini.”

“Ya, Okaa-san ...”

Asia dan orangtuaku menganggap satu sama lain sebagai orangtua dan anak perempuan sungguhan. Tidak salah lagi kalau adegan seperti ini membuat suasana lebih hangat. Ibu kemudian menatapku.

“Aku datang untuk melihat pertandinganmu, tahu. Jangan lupa tunjukkan sisi kerenmu.”

Aku tertawa dan mengangkat tinju.

“Serahkan padaku. Mohon perhatikan bagaimana putramu menang dari ruangan penonton.”

Tapi kemudian, ibu melanjutkan,

“Kalau kamu membuat orang yang bertunangan kamu menangis, aku akan menceramahimu.”

“Menurutku R-Rias takkan menangis ... tapi aku akan mengingatnya.”

Tiba-tiba, semua orang tertawa mendengar pembicaraanku dengan ibuku. Melihat ke arah timku, dia berkata,

“Irina-chan, Xenovia-chan, Ravel-chan, Rossweisse-san, Elme-chan, Bova-kun, Roygun-san, Bina-san, dan kemudian, Ise dan Asia-chan .... Tolong lakukan yang terbaik. Meskipun mungkin tidak banyak, aku akan mendukung kalian!”

[Ya!]

Semua orang pada saat yang sama menanggapi perkataannya.

—Tiba-tiba, pintu ruang tunggu terbuka. Seorang pria mengenakan bodysuit mirip sci-fi muncul di sana. Warna bodysuit-nya biru dan ada sarung tangan di masing-masing tangannya. Menilai dari penampilannya, dia seusia denganku. Dia memiliki wajah yang tampan, tapi ... aura misterius mengelilinginya. Ayah lalu memperkenalkan pria itu kepada kami.

“Sebenarnya, Ise, aku sudah berpikir untuk memperkenalkannya padamu. Dia adalah orang yang akan bertindak sebagai pengawal kami selama perjalanan kami, Kanzaki-kun. Maksudku, aku memang mengatakan sesuatu tentang pengawal, bukan?”

Kanzaki menyambut kami.

“Senang bertemu denganmu, namaku Kanzaki Mitsuya. Aku diminta oleh Maou Ajuka Beelzebub-sama untuk mengawasi pasangan Hyoudou. Aku senang bisa berkenalan denganmu.”

... Aku memang mendengar hal seperti itu dari Ajuka Beelzebub-sama. Seperti fakta bahwa dia adalah pengguna dua Longinus yang lokasinya tidak diketahui—[Innovate Clear] dan [Telos Karma]. Aku pernah mendengar bahwa Beelzebub-sama, sementara memiliki sesuatu untuk Longinus, saat ini telah membuat beberapa perjanjian dengannya, yang mengakibatkan orang ini menjadi orang yang akan menjadi pengawal orangtuaku selama seluruh turnamen ... aku telah mendengar beberapa hal tentang Kanzaki ini, dan salah satu dari hal itu memberi tahuku untuk berhati-hati—. Seseorang berjalan menuju Kanzaki Mitsuya sambil mengenakan aura yang kuat.

—Itu Nakiri. Dia menatap Kanzaki Mitsuya dan berbicara dengan kata-kata provokatif. Nakiri jelas memancarkan permusuhan terhadap Kanzaki Mitsuya. Hal yang harus kuperhatikan yakni ... hubungan antara Nakiri dan Kanzaki Mitsuya.

“Kanzaki ...”

Kanzaki Mitsuya memberikan salam sederhana sebagai tanggapan atas sikap Nakiri.

“... Kamu energik seperti biasanya.”

Menyadari kehadiran orangtuaku, dia mencoba mengendalikan diri agar tidak diluar kendali ketika dia berkata,

“Suatu hari, aku akan membuatmu mengembalikan Momiji-chan ...”

“Kaede ... Tidak, Nakiri Momiji. Itu namanya di sini, ya?”

“Jangan berani-berani berbicara tentang dia. Telos Karma adalah punya Momiji-chan ...”

“Pada akhirnya, kamu akan bisa bertemu dengannya. Tapi, aku tak tahu apakah dia ingin kembali dari sana. —Karena itu adalah pilihannya sendiri.”

Kanzaki Mitsuya melanjutkan ketika suasananya menjadi canggung.

“... Mohon mengertilah. Tempat itu berada di jalurnya sendiri. Melindungi tempat itu adalah tugasku.”

Kanzaki Mitsuya mengatakan itu tanpa terpancing oleh Nakiri ... tidak, seolah-olah dia mengatakan itu kepada kami semua. Nakiri menarik napas dalam-dalam dan menjauh dari Kanzaki Mitsuya. Kemudian, dia meminta maaf dengan sopan kepada orangtuaku.

“Aku menyesal telah meninggikan suaraku.”

Kanzaki Mitsuya melanjutkan, berkata “Aku juga” dan menundukkan kepalanya. Kukira baik-baik saja bahwa itu berakhir dengan hanya pelototan dan pertengkaran ringan? Sepertinya mereka berdua memiliki beberapa koneksi, tapi aku bersyukur bahwa mereka dapat menjaga diri mereka tetap terkendali. Meskipun begitu, salah satu anggota staf turnamen datang dan melaporkan kepada kami dan orangtuaku,

“Peserta, harap tunggu di dalam ruang tunggu khusus. Rekan peserta akan dipandu ke ruang tontonan olehku, jadi silakan bersiap-siap.”

Sepertinya sudah waktunya. Meninggalkan orangtuaku, kami berjalan menuju ruang tunggu kami. Ketika kami meninggalkan ruang tunggu orangtuaku, aku menatap Kanzaki Mitsuya dan dia membuatku tersenyum penuh arti. Ini adalah—pertemuan pertamaku dengan Kanzaki Mitsuya. Yah, meskipun begitu, pertandingannya—akan segera dimulai!

Parents.1[edit]

Orangtua Hyoudou Issei—Hyoudou Gorou dan Hyoudou Miki diantar ke ruang penonton VIP oleh pengawal mereka, Kanzaki Mitsuya. Ketika mereka memasuki ruangan, mereka menemukan seorang pria berambut merah dan seorang wanita menyerupai Rias bersama dengan seorang anak laki-laki berambut merah menunggu kedatangan mereka. Mereka adalah orangtua Rias, Zeoticus dan Venelana, dan keponakan Rias, Millicas. Pria berambut merah itu berdiri dan menyambut mereka.

“Ya ampun, Hyoudou-san. Aku sudah menunggumu.”

Gorou membungkuk sedikit sebagai tanggapan terhadap Zeoticus.

“Aaaaah, aku benar-benar minta maaf telah membuatmu menunggu kami!”

—Millicas juga menundukkan kepalanya.

“Senang bertemu dengan kalian, ayah dan ibu Ise-oniisama.”

Pasangan Hyoudou menanggapi pemuda berambut merah dengan senyum lebar.

“Oh, Millicas-kun. Kamu telah menjadi dewasa sejak terakhir kali kita bertemu.”

Ketika pembicaraan berlanjut, semua orang duduk di kursi mereka karena kedua keluarga peserta telah tiba. Zeoticus duduk di depan Gorou dan memulai obrolan kebapakan.

“Akhirnya.”

“Ya ... aku minta maaf untuk putra dan putriku yang terus membuatmu kesulitan.”

“Tidak, tidak, aku juga. Aku juga berterima kasih kepada Ise-kun dan Asia-san. Bagaimanapun, mengawasi pertumbuhan mereka adalah hal yang paling penting.”

“Meskipun begitu, aku sangat gugup. Memikirkan kalau mereka akan menentang Rias itu ...”

“Fakta bahwa dia independen, menciptakan timnya sendiri dan berpartisipasi dalam turnamen, hanya masalah waktu sebelum dia menghadapi Rias saat dia terus menang. Aku juga menganggap menantuku, Ise-kun—”

Ketika percakapan kebapakan berlanjut, para ibu juga duduk bersebelahan dan mulai berbicara. Ibu Rias—Venelana berkata kepada Miki.

“Aku merasa terhormat kamu datang.”

“T-Tidak, aku juga senang. Aku menyesal bahwa aku belum bisa datang ke pertandingan sampai sekarang ...”

Pasangan Gremory tahu betul bahwa Miki takut menonton Ise dan Asia bertarung. Mereka juga tahu bahwa dia telah memutuskan untuk mendukung putranya secara langsung sekarang setelah dia berhasil mencapai babak utama—. Venelana lalu berbicara tentang apa yang ada dalam benaknya sebagai seorang ibu.

“Tidak, aku bisa berempati denganmu .... Bagaimanapun juga, tak ada yang lebih kita cemaskan selain pertarungan anak-anak kita. Tapi, inilah jalan yang dipilih oleh anak-anak kita. Aku percaya bahwa kita harus melihat mereka dalam semua kebanggaan mereka.”

“Iya. Itulah yang kurasakan juga, dan alasan mengapa aku datang ke sini. Putraku Ise dan putriku Asia ... aku akan menyaksikan perjuangan mereka—”

Venelana tersenyum cerah menanggapi niat Miki. Karena ada percakapan serius seperti itu, para ayah di sisi lain ...

“Hyoudou-san. Bagaimana dengan ini?”

Zeoticus menerima segelas bir dari staf dan menyerahkannya kepada Gorou.

“Oh, ini bir?”

“Ya, aku dengar itu sesuatu yang diciptakan oleh mantan Gubernur Azazel, dan dikirim oleh Grigori segera setelah itu selesai. Baiklah, mari kita nikmati minumannya. Itulah yang dilakukan orang Jepang ketika mereka menonton pertandingan, kan?”

“Wow, aku kaget kalau Gremory-san memperhatikan hati orang Jepang!”

Kedua ayah itu memegang segelas bir di tangan mereka dan bersulang.

“Baiklah, mari kita bersulang cepat-cepat dan menikmati minumannya!”

“Baiklah!”

““Bersulang!””

Ketika mereka mengetos gelas mereka, mereka dengan cepat meneguk seluruh minuman dalam gelas.

““Gahahahahaha!””

Venelana dan Miki sama-sama malu menanggapi suami mereka yang tertawa gembira.

“... Ya ampun.”

“... Ya, memang.”

Ketika kedua ayah menikmati pertandingan sambil minum bir, pertandingan anak-anak mereka akan segera dimulai—.

Life.4 Game Dimulai![edit]

Bagian 1[edit]

<<Sekarang, saatnya untuk pertandingan ketiga babak utama Rating Game World Tournament [Azazel Cup]. Rating Game antara [Oppai Dragon] dan [Switch Princess] yang akan segera dimulai!>>

[Woaaaaaaaaaaaaaaah!]

[Oppai Dragon! Oppai Dragon!]

[Switch Princessssssssss!]

Ketika komentator memegang mikrofon, kerumunan mulai meneriakkan nama kami. Seluruh stadion terlihat sangat energik. Kami, anggota Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth] tengah menunggu di lorong gerbang ke panggung. Semua orang sudah terbiasa berpartisipasi dalam Game yang bahkan tak satu pun dari kami yang gugup sewaktu kami menenangkan diri sambil menunggu pertandingan dimulai. Tim Rias seharusnya menunggu di gerbang lain. Ravel memeriksa jam sakunya.

“Ise-sama, tim Rias-sama akan segera memasuki panggung.”

“Begitu.”

Ini adalah stadion yang dibangun di kota kastil wilayah Gremory. Wajar jika kepala Keluarga Gremory berikutnya, Rias, memasuki panggung lebih dulu.

<<Baiklah, semuanya. —Peserta akan memasuki panggung. Dari gerbang masuk panggung, inilah Tuan Putri kita! Kepala Keluarga Gremory berikutnya! Tim [Rias Gremory] dipimpin oleh Rias Gremory-senshu!>>

[Woooooooooooooo!]

[Rias-hime! Rias-hime!]

Para penonton bersemangat! Dianggap sebagai tuan putri bagi mereka yang tinggal di wilayah Gremory, serta kenyataan bahwa dia adalah Switch Princess, berarti tak ada seorang pun yang tidak mengenalnya. Selain itu, dia juga sangat terkenal sebagai adik perempuan Maou Sirzechs Lucifer.

[Kiba-kyuuun!]

[Hellcat-chaaaan!]

Ada juga beberapa yang memanggil Kiba dan Koneko-chan. Seperti biasa, si cowok tampan dan Koneko-chan terkenal. Kukira itu juga karena mereka muncul sebagai karakter di [Oppai Dragon]. —Setelah tim Rias memasuki panggung, kini giliran kami.

<<Maaf membuat Anda menunggu. Apa semua orang di atas panggung sudah siap? Sekarang, kemunculan tim yang dipimpin oleh Oppai Dragon Hyoudou Issei, [Sekiryuutei of the Blazing Truth]!>>

[Lagu Oppai Dragon] dimainkan bersama dengan pengumuman! Lagu itu telah menjadi lagu ikonik yang dimainkan setiap kali aku berjalan ke atas panggung! Yah, itu laguku, jadi kurasa tidak apa-apa!

[Oppai Dragon! Oppai Dragon! Oppai Dragon! Oppai Dragon! Oppai Dragon! Oppai Dragon! Oppai Dragon! Oppai Dragon!]

Para penonton memanggilku. Ada banyak suara anak-anak. Aku berkata kepada anggota timku,

“Baiklah, meskipun lawan kita adalah Rias, jangan mundur dan menanglah!”

[Ya!]

Mengikuti tanggapan mereka,

“Ayo pergi!”

Kami kemudian memasuki panggung juga. Di tengah lapangan stadion, kedua tim berbaris saling berhadapan. Setelah ini, tim akan diteleportasi ke markas masing-masing, lalu Game akan dimulai secara resmi. Yah, ini adalah Rating Game yang biasa. Sebelum pertandingan dimulai, kami berjabat tangan dengan tim lawan di depan kami. Yah, aku menjadi [King] berarti aku akan berjabat tangan dengan Rias. Dia tersenyum dengan berani ketika kami bertukar jabat tangan.

“Akhirnya.”

Aku juga menjawab dengan wajah berani.

“Ya. Semoga yang terbaik menang.”

Wasit kemudian berdiri di antara kami dan berkata kepada semua orang di atas panggung.

<<Baiklah. Pertandingan ketiga babak utama, Tim [Rias Gremory] vs Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth], pertandingan dimulai!>>

Mengikuti sinyal itu, kedua tim diselimuti cahaya teleportasi—.

Bagian 2[edit]

Ketika aku membuka mata—aku tak percaya apa yang kulihat. Tempat kami diteleportasi sangat tak terduga! Itu adalah pintu masuk Kediaman Hyoudou! Sepertinya semua orang juga terkejut dengan tujuan itu sehingga mereka melihat-lihat rumah karena mereka berpikir bahwa pasti ada kesalahan. Namun, bagaimanapun dilihat, itu adalah Kediaman Hyoudou!

“Ayo selidiki ini dengan cepat.”

“Ya.”

Xenovia dan Irina berkeliling rumah untuk menyelidiki. Hanya ada satu hal yang bisa kupikirkan untuk melihat situasinya. Aku berkata kepada Ravel.

“Ini artinya markas kita adalah rumah kita, ya.”

“Iya. Meski begitu, field panggung itu sendiri adalah—”

Sebelum Ravel selesai, penyiar mengatakan sesuatu kepada kami.

<<Kali ini, game field-nya adalah Kota Kuoh. Markas besar tim [Rias Gremory] adalah SMA Akademi Kuoh, sementara markas Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth] adalah Kediaman Hyoudou!>>

Ah, seperti yang diduga, Kota Kuoh adalah panggungnya, huh! Selain itu, markas timku adalah rumahku sementara Rias adalah sekolah! Siapa sangka bahwa mereka akan membuat tempat tinggal kami menjadi panggung ... tapi, menyiarkan interior Kediaman Hyoudou terasa seperti pelanggaran privasi ... karena aku memiliki pemikiran seperti itu, si penyiar berbicara.

<<Karena itu, bagian dalam markas tidak akan disiarkan kecuali pertempuran terjadi di sana. Kami meminta semua orang di atas panggung dan penonton untuk pengertian Anda.>>

Ah, jadi mereka tidak akan menyiarkan interior rumah, ya. Itu bagus.

“Ada perabotan yang hilang di setiap kamar.”

“Mungkin karena masalah privasi. Mereka juga melengkapinya dengan fitur bawaan.”

Sesudah Xenovia dan Irina menyelidiki, mereka kembali ke aula pintu masuk dan mengatakan itu. Jadi tak ada furnitur tapi kami masih bisa menggunakan fitur, ya. Ravel menyarankan kepada semua orang,

“Ayo pergi ke ruang bawah tanah. Ruang bawah tanah lebih aman daripada di sini.”

Rossweisse-san setuju dengan berkata,

“Memang. Meskipun sangat tidak mungkin, ada kemungkinan bahwa kita akan diserang oleh serangan besar jarak jauh yang bisa menghancurkan rumah ini.”

Jika ada orang yang bisa melakukan itu, kukira itu adalah Crom Cruach. Yah, mengingat pengalaman masa lalu kami, gerakan Rias dan Crom Cruach dan tipe pertandingan kali ini, tidak mungkin mereka akan menembakkan serangan ledakan yang kuat ... tapi lebih baik aman daripada menyesal. Crom Cruach menginginkan pertarungan satu lawan satu dengan Ddraig ... aku tidak berpikir dia tipe yang akan menembakkan burst attack yang kuat sampai Ddraig keluar .... Yah, jika Ddraig tidak bermanifestasi, dia mungkin menjadi tak sabar dan melakukannya.

Dan dengan itu, kami bersembunyi di ruang bawah tanah replika Kediaman Hyoudou dan memulai rapat strategi kami. Tentu saja, kami membawa peta tabel yang menunjukkan seluruh area ke ruang bawah tanah (tergantung pada pertandingan, tabel dapat dihapus pada waktu tertentu, tapi itu juga tidak bisa dihapus. Kali ini, bisa saja untuk dihapus). Diskusi berlangsung di ruang pelatihan ruang bawah tanah lantai satu. Kami juga memeriksa lingkaran sihir teleportasi besar di lantai tiga ruang bawah tanah untuk melihat apakah kami tidak bisa menggunakannya ... sebagai contoh, kami mencoba untuk melihat apakah kami bisa langsung berpindah ke Akademi Kuoh secara instan biarpun ini adalah ruang palsu. Setelah menyelidiki, Rossweisse-san berkata,

“... Seperti yang diduga, lingkaran sihir teleportasi di ruang bawah tanah tidak berfungsi.”

Nah, jika itu bisa digunakan, kukira tak ada gunanya menjadikan seluruh kota sebagai field. Field itu hanya akan menjadi teleportasi dari satu markas ke markas lainnya. Ketika semua orang berkumpul di sekitar ahli strategi kami, Ravel, dia mengatakan ini,

“Kita sudah membicarakan ini di kamp pelatihan, tapi Game ini tanpa diragukan lagi adalah Game penting bagi Ise-sama.”

Ravel kemudian mengangkat tiga jarinya ke atas.

“Ada tiga orang di tim Rias-sama yang memiliki kekuatan untuk membalikkan Game. Yang pertama adalah Rias-sama yang dibalut Gasper-kun, yang kedua adalah Yang Mulia Vasco Strada, dan yang terakhir adalah Crom Cruach-sama. Tiga lawan ini, jujur ​​saja, hanya bisa dilawan dengan benar oleh Ise-sama atau Bina-sama.”

Sebagai hasil dari pelatihan nerakanya, Rias mampu menemukan cara untuk mengenakan tubuhnya dalam kekuatan Sacred Gear Gasper. Bentuk itu sangat kuat sehingga kekuatan dasarnya melebihi kelas Maou, dan dikatakan sama kuatnya dengan Fenrir Serigala pemakan Dewa dengan delapan puluh persen kekuatannya. Fenrir adalah binatang buas yang dikenal di seluruh mitologi, sangat mirip dengan Typhon dari Mitologi Yunani. Sungguh mengejutkan bahwa mereka setara dengan Fenrir meskipun kekuatannya delapan puluh persen. Tahun lalu, ketika Dewa Jahat Loki menyerang kami, kami entah bagaimana bisa menyegel kekuatan Fenrir menggunakan rantai iblis Gleipnir, Penguasa Excalibur, dan Juggernaut Drive Vali. Itu sangat kuat sehingga membutuhkan banyak persiapan. Namun, ada juga beberapa poin lemah pada teknik kombinasi Rias dan Gasper. Ravel melanjutkan,

“Perubahan bentuk Rias-sama menguras stamina dengan sangat cepat. Meskipun mungkin dia mungkin telah meningkatkan waktu dia bisa tetap dalam bentuk itu berkat latihan ... aku masih percaya bahwa akan sulit mempertahankan bentuk itu lama-lama. Tapi, bisa juga dia dapat mengubah bentuk beberapa kali untuk periode waktu yang lebih singkat.”

Titik lemah dari bentuk baru Rias adalah menguras stamina. Dia hanya bisa menggunakannya di saat-saat penting. Ravel melanjutkan,

“Karena itu, yang penting adalah—untuk menyadari bahwa Ise-sama tak bisa melawan ketiganya sendirian. Jika Ddraig-sama muncul, maka dimungkinkan untuk melawan dua orang. Tapi, ada batas waktu untuk manifestasi Ddraig-sama, dan juga kesempatan sangat tinggi Ise-sama berjuang untuk mengalahkan musuh yang kuat.”

Ya. Kalau aku harus melawan Rias, Yang Mulia Strada dan Crom Cruach sendirian, aku harus menggunakan Dragon Deification, tapi ... aku masih tak bisa menghadapi ketiganya pada saat yang sama. Misalnya, jika aku bertarung melawan Crom Cruach sebelum melawan Rias ... biarpun aku bisa mengalahkannya, aku akan menggunakan semua kekuatanku, yang akan membuatku tidak berdaya melawan Yang Mulia Strada dan Rias. Jika Ddraig dapat memanifestasikan dirinya, dia juga memiliki batas waktu, yang berarti bahwa dia hanya bisa melawan satu dari ketiganya. Selain itu, kami juga harus berurusan dengan pengguna Longinus mereka dan si ace, Kiba. Sulit bagi kami untuk mencari tahu bagaimana kami harus bertarung karena satu kesalahan bisa berakibat fatal bagi kami.

... Tingkat kesulitan mengisolasi Yang Mulia Strada dan Crom Cruach akan sangat tinggi. Yang Mulia, setelah berhasil mendapatkan kembali kekuatan zaman keemasannya berkat Rias dan yang lainnya, bahkan berhasil mengalahkan Vali dalam bentuk Empire Juggernaut Drive-nya, Bikou, Fenrir, Gogmagog, ditambah salah satu pendekar pedang terkuat, Arthur Pendragon dari tim Vali. Di sisi lain, Crom Cruach brutal dan Evil Dragon yang kuat bahkan di antara kaumnya. Kekuatannya dikatakan setara dengan Heavenly Dragon, dan saat ini dikatakan lebih kuat dari Ddraig. Keduanya terlalu kuat—. Dari sudut pandang Ravel, mengingat aturan sederhana turnamen (mengalahkan [King] lawan duluan), kemungkinan mampu mengalahkan Rias setelah mengalahkan Yang Mulia Strada dan Crom Cruach—hampir mendekati nol.

[Pawn] lawan, Crom Cruach, yang bisa menggunakan spesialisasi [Pawn], [Promotion], juga salah satu kartu As mereka. Seperti catur sungguhan, [Pawn] dapat promosi begitu tiba di markas musuh. Biasanya, seorang [Pawn] akan berpromosi menjadi seorang [Queen], meningkatkan seluruh kemampuan mereka. Namun, Crom Cruach terobsesi dengan kekuatannya sendiri, dan Rias juga tahu tentang ini, jadi kami tidak perlu khawatir tentang promosi yang dilakukan. Setelah mengidentifikasi masalah, Ravel memberikan solusi.

“Strategi kita sederhana. —Kita akan meminta Ise-sama mengalahkan Rias-sama. Anggota tim yang lain akan mengalihkan perhatian musuh sehingga Ise-sama dapat menghemat stamina biarpun itu hanya untuk sedikit. Kita akan mengurangi kekuatan bertarung musuh sedikit demi sedikit.”

Ya, sebelum kekuatan tempur kami berkurang, kami akan menggunakan strategi yang berani dan sederhana yang diusulkan Ravel, yaitu melawan [King] bersama [King] lebih dulu. Sementara aku pergi ke tempat Rias, anggota lain akan mengalihkan perhatian musuh. Xenovia bertanya,

“Jadi peran kita adalah mengurangi kekuatan bertarung musuh sebanyak yang kita bisa untuk membuat Ise dan Ddraig tetap hidup, ya?”

Ravel mengangguk.

“Iya. Setelah Ise-sama tiba di tempat Rias-sama, kita akan menang jika Rias-sama dikalahkan. Biarpun ada yang kalah, ulurlah waktu sebanyak mungkin. Tentu saja, skenario terbaik adalah musuh yang dikalahkan.”

Xenovia tersenyum.

“Meskipun begitu, karena sudah begini, aku akan bertarung dengan segenap kekuatanku.”

Ravel kemudian berkata kepada Ddraig, yang berdiam di dalam Sacred Gear-ku.

“Ddraig-sama, mengingat kekuatan bertarung kedua tim, kamu mungkin berakhir menghadapi Yang Mulia atau Crom Cruach, jadi ... aku mengandalkanmu.”

Ddraig memberikan jawaban yang meyakinkan.

[Tentu, serahkan padaku. Aku akan melakukan sebanyak yang kubisa selama waktu mengizinkanku.]

Setelah masalah selesai, Ravel pindah ke topik berikutnya.

“Satu hal lagi. Aku membicarakan hal ini selama kamp pelatihan, tapi aku yakin mereka juga memikirkan strategi yang kita gunakan ini. Karena itu, pemain kunci di sini adalah—”

Ravel menatap Asia.

“Penyembuh setiap tim. Jika sebuah tim memiliki penyembuh yang dapat menyembuhkan rekan kuat mereka, itu akan menjadi keuntungan besar. Itu sebabnya membawa penyembuh itu menjadi hal yang hebat bagi kita.”

Dengan luka-luka Yang Mulia Strada dan Crom Cruach disembuhkan akan menjadi hal yang menakutkan bagi kami ... adapun mereka, Asia, yang akan menyembuhkan aku dan Ddraig, tidak mungkin diabaikan.

Ravel berkata kepada semua orang,

“Itu artinya, hal penting lain dalam Game ini adalah untuk mengalahkan penyembuh musuh—Valerie-sama. Jika itu bisa dilakukan, pertandingan akan berubah secara drastis.”

Teman masa kecil Gasper—Valerie Tepes si Vampir memiliki Longinus [Sephiroth Graal]. Dengan keterampilan terlarang [Resurrection], dia bisa membawa kembali mereka yang tubuhnya dihancurkan selama jiwanya masih ada. Pemimpin Qlippoth—Rizevim menyukai [Resurrection] Valerie dan menggunakannya untuk menghidupkan kembali Evil Dragon yang legendaris. Namun, menghidupkan kembali orang mati sangat berdampak pada kesehatan mental Valerie, yang membuat Valerie melangkah ke kegelapan selama beberapa waktu. Sampai saat ini, Valerie berada di tengah pemulihan berkat bantuan dari berbagai mitologi, yang pada gilirannya membatasi dia untuk menggunakan [Resurrection] dan hanya memungkinkannya untuk menggunakan kemampuan [Healing]-nya. Kemampuan penyembuhannya tidak sekuat [Healing Twilight] Asia, tapi kenyataan bahwa itu masih bisa menyembuhkan luka berarti itu masih berguna dalam Game. Asia memastikan kepada Ravel,

“Aku tahu betul bahwa aku akan menjadi sasaran. Tapi, dalam Game ini, Ise-san lebih penting daripada aku, kan?”

Ravel menutup matanya dan mengangguk.

“... Iya. meminta Ise-sama mencapai tempat Rias-sama adalah prioritas utama kita.”

“Dimengerti.”

Setelah memastikan itu, tekad Asia menunjukkan di wajahnya. Ravel lantas berkata kepada semua orang sekali lagi,

“Aku akan memastikan ini dengan kalian untuk yang terakhir kalinya. Prioritas utama kita adalah untuk memungkinkan Ise-sama tetap hidup. Untuk melakukan itu, kita akan menghancurkan kekuatan bertarung lawan kita. Kita juga harus menemukan Valerie-sama dan mengalahkannya. Itu saja.”

Nakiri tersenyum dengan berani.

“Kali ini bagus dan sederhana. Kita selalu diberi instruksi rumit oleh Phoenix-san.”

Ravel cemberut menanggapi kata-kata teman sekelasnya.

“Oh, Nakiri-kun. Meski begitu, aku masih mempertimbangkan pemikiran Ise-sama dan semua orang saat membuat strategi, tahu?”

Ravel juga menjadi lebih dekat dengan anak laki-laki di kelasnya dan dia mulai menggunakan ‘-kun’ setelah Gasper dan Nakiri. Bova tertawa.

“Hahaha! Ahli strategi kita akhirnya mulai memikirkan hati prajurit kita sambil membuat strategi secara tenang dan meningkatkan peluang kita untuk menang di turnamen ini.”

Nakiri-kun mengangguk.

“Seperti kata Bo, strategi yang jelas dan sederhana itu bagus.”

Roygun-san juga tersenyum.

“Ufufu. Aku menantikan bagaimana kalian akan bertarung dalam adegan Rating Game profesional.”

Kami juga menerima pengakuan dari mantan peringkat kedua Rating Game.

—Saat rapat strategi selesai, kami mulai memeriksa area untuk mendapatkan gambaran tentang situasi di field. Orang-orang yang pergi untuk pengintaian adalah Bova, Roygun-san dan Elmenhilde. Ravel berkata,

“Bova-san dan Roygun-sama akan pergi keluar dan memeriksa area tanpa diketahui. Elmenhilde-sama, tolong sebarkan kelelawarmu di sekitar area.”

“““Mengerti.”””

Strategi kami dimulai bersamaan dengan tanggapan mereka. Irina kemudian bertanya kepada Ravel tentang sesuatu yang mengganggunya.

“Aku ingin tahu apakah kegelapan dan binatang buas Gasper-kun akan mencapai field ini?”

Berkat kekuatan Sacred Gear-nya, Gasper bisa menciptakan binatang buas yang tak terhitung jumlahnya dari kegelapan. Dia juga bisa menyebarkan kegelapannya di area yang luas. Itu sebabnya Irina merasa kekuatannya mestinya bisa menutupi seluruh Kota Kuoh dalam kegelapan. Ravel menjawab,

“Bisa kubilang bahwa binatang kegelapannya hanya keluar untuk tujuan mengintai. Tapi, kemampuan yang memiliki jangkauan luas ... aku merasa dia takkan menggunakannya untuk menutupi seluruh kota.”

“Kenapa?”

Ravel menjawab ini sebagai jawaban atas pertanyaan kedua Irina.

“Fokus utama di sini adalah teknik kombinasi dengan Rias-sama. Dan karena itu adalah hal yang paling penting, aku berpikir dia tidak akan menggunakan teknik yang akan menghabiskan staminanya. Teknik kombinasi itu juga membutuhkan stamina Gasper-kun. Kalau dia ingin memperpanjang waktu perubahan bentuknya sedetik saja, maka dia hanya akan menggunakan kegelapannya di area yang luas pada waktu-waktu tertentu. Walau begitu, lebih baik waspada.”

Itulah jawaban Ravel. Saat pembicaraan itu selesai, Bova dan Roygun-san pergi mengintai. Para anggota yang ditinggalkan di sini mulai berbicara tentang bagaimana kami harus pergi ke markas musuh. Tiba-tiba, sesuatu terjadi.

BOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOM!

Suara ledakan besar bisa terdengar, mengguncang seluruh rumah! Guncangannya bahkan mencapai ruang bawah tanah! Semua orang saling memandang! —Apa kami diserang di dekat sini!? Kami dengan cepat pergi ke luar rumah sementara masih terguncang karena ledakan yang terjadi hanya beberapa saat setelah rencana kami dimulai—.

Ketika kami meninggalkan ruang masuk, kami mendengar sesuatu.

<<Satu [Pawn] dari Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth], gugur!>>

—Pengumuman gugur! Tunggu, tunggu, tunggu, ini pengumuman gugur timku! Ketika aku merasakan kehadiran aura dan melihat ke atas—ada inkarnasi hitam yang mengambang! Siluet humanoid hitam pekat, dengan sepuluh sayap di punggungnya dan mata ketiga merah di dahinya! —Ini adalah teknik kombinasi Rias dan Gasper, [Forbidden Invade Balor the Princess]! Kiba dengan Pedang Kaisar Iblis Gram dan Lint-san, yang memiliki lingkaran cahaya di atas kepalanya, enam sayap malaikat perak tumbuh dari punggungnya dan memegang pedang berapi ungu, juga datang bersama dengan Rias, yang telah berubah menjadi binatang buas hitam pekat! Di tempat yang tidak jauh dari sana, Roygun-san yang terluka itu melayang di langit menghadap Rias dan yang lainnya! ... Aku tak bisa melihat Bova di mana pun. Tentu saja, yang diumumkan gugur adalah [Pawn]-ku, Bova! Ravel, yang berada di sebelahku, menggertakkan giginya sambil terlihat frustrasi.

“... Serangan mendadak! Tak kusangka bahwa mereka datang menyerang markas kita menggunakan itu sejak awal ...!”

Siapa yang mengira bahwa [King] mereka sendiri akan menyerang markas musuh semenjak awal ...!

Mata ketiga Rias melihat ke arah kami yang berada di bawahnya dan mulai memerah ... tidak, crimson! Melihat itu, Roygun-san berteriak pada kami!

“Masuk ke dalam rumah!”

Roygun-san menyelimuti dirinya dalam aura dan dengan cepat menyerbu Rias, Kiba dan Lint-san dengan kecepatan tinggi! Mengikuti perkataan Roygun-san, Ravel dengan cepat memahami situasinya dan menarik lenganku ke dalam rumah dan dengan cepat menutup pintu dari pintu masuk. Aku berkata kepada Ravel,

“Tapi Roygun-san!”

Ravel memukuliku.

“Kamu tidak bisa! Rias-sama berencana untuk menggunakan mata ketiganya dan menghentikan waktu! Waktumu akan terhenti juga karena kamu bahkan belum berubah bentuk!”

Setelah itu—. Kami menerima laporan brutal.

<<Satu [Bishop] dari Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth], gugur!>>

Itu—laporan gugur Roygun-san .... Menghadapi keberanian Rias, aku duduk di aula depan dan membanting tinjuku ke tanah sebagai tanggapan atas permulaan tanpa ampun. —Kami selesai. Ravel meletakkan tangannya di pundakku dari depan dan berkata padaku.

“... Mereka mengetahuinya dengan sangat baik. Kenyataan bahwa mereka bisa menang selama mereka bisa mengurangi stamina atau semangat Ise-sama. Karena itu, jika mereka berhasil mengurangi jumlah di awal, mereka memutuskan bahwa itu akan menjadi skenario terbaik dan karenanya serangan mendadak ...!”

Ekspresi Ravel penuh frustrasi. Dia pasti merasa bahwa dia seharusnya sudah mengenal Rias dan tidak berharap akan terkejut seperti ini sejak awal. Tidak, dia berencana untuk mengenal Rias. Baik aku dan Ravel—. Aku bergumam,

“... Rias Gremory kuat bahkan tanpa Sekiryuutei, ya. Begitulah Rias di turnamen.”

“Ya.”

Hatiku sangat bersemangat. Tidak, api yang sudah menyala sekarang terbakar lebih ganas dan telah berubah menjadi nyala api. Tidak, bahkan terbakar habis dan berubah menjadi gejolak.

Meskipun tak ada kata seperti itu, itu adalah kata yang mencerminkan situasi hatiku saat ini.

“Ravel.”

“Ya.”

Aku berdiri dan membungkus diriku dalam aura, dan berkata pada Ravel.

“Mari kita merencanakan ulang segalanya dan menyerang balik.”

“Tentu saja!”

Kami pergi ke ruang bawah tanah dan mulai merencanakan strategi baru—.

Middle Game.[edit]

Bagian 1[edit]

Aku, Kiba Yuuto, segera meluncurkan serangan di Kediaman Hyoudou segera setelah pertandingan dimulai bersama dengan majikanku Rias-neesan dan [Knight] tim kami, Lint Sellzen-san. Serangan kejutan awal ini adalah ide Rias-neesan. Dia memperkirakan bahwa tim musuh akan mengirimkan pengintai untuk mendapatkan gambaran tentang situasi field saat ini, yang cukup jelas. Jadi, dia memikirkan strategi meluncurkan serangan mendadak ketika berada dalam bentuk [Forbidden Invade Balor the Princess] dengan Gasper-kun. Dia benar-benar siap untuk menyerang musuh sementara mereka lengah. Rias-neesan juga tahu bahwa ahli strategi tim Ise-kun, Ravel-san, tidak akan mengharapkan serangan kejutan awal semacam ini. Hasilnya, kami dapat dengan cepat membuat dua anggota tim musuh gugur dari Game. Membawa Roygun Belphegor-san keluar pada tahap awal pertandingan adalah pencapaian besar bagi kami, karena pengalaman dan pengetahuannya tentang Rating Game pasti akan membuat sarannya bernilai menjelang akhir ... tidak, menuju bagian tengah Game .... Selain itu, kami juga memiliki seseorang di tim kami yang memiliki kemampuan magis untuk melawan spesialisasi Roygun-san, jadi kami tidak yakin bagaimana keadaannya ... tapi, tujuan rencana serangan mendadak kami bukan tentang itu. Itu karena serangan mendadak kami tidak lebih dari bagian dari strategi kami. Alasannya yakni Rias-neesan—tidak, seluruh tim, akan mencapai markas musuh.

Segera setelah Game dimulai, kami merencanakan strategi kami untuk membuat semua orang mengelilingi Kediaman Hyoudou dari awal. Menurut aturan sederhana, takkan ada yang menang kecuali mengalahkan [King] musuh. Karena itu, tim musuh harus mempertimbangkan bagaimana melewati Yang Mulia Strada dan Crom Cruach untuk melawan dan mengalahkan Rias-neesan. Adapun mereka, kami percaya bahwa kekuatan Ise-kun, Ddraig dan Bina Lessthan-san akan menjadi kuncinya. Karena itu, mereka harus membuat Ise-kun tetap hidup sambil menarik perhatian kami pada saat yang sama. Jika itu masalahnya, kami hanya harus menanggapi dengan bergerak bersama dengan Rias-neesan bersama dengan Yang Mulia Strada dan Crom Cruach.

—Setiap orang mengepung Kediaman Hyoudou dan menyaksikan pergerakan tim musuh. Rias-neesan menyembunyikan dirinya di suatu tempat di dekatnya dan mengawasi Kediaman Hyoudou .... Aku juga pindah ke tempat di mana aku bisa melihat Kediaman Hyoudou dan bersembunyi di sana. Tempat yang kupilih adalah lantai paling atas dari sebuah Mansion tertentu, dari sana aku memantau Kediaman Hyoudou .... Karena Elmenhilde-san telah menyebarkan kelelawar dalam jangkauan yang luas, bahkan sedikit saja gerakan akan diketahui oleh mereka. Kami harus berhati-hati saat menonton pergerakan musuh pada saat bersamaan .... Mereka harus menyusun ulang strategi dalam menanggapi serangan mendadak Rias-neesan. Ada kemungkinan bahwa langkah Rias-neesan barusan bisa mengalahkan Ise-kun lebih awal karena dia belum berubah bentuk. Sebelum tindakan kami, aku telah bertanya pada Rias-neesan.

“Apa tidak masalah untuk mengalahkan Ise-kun selama serangan mendadak?”

Dan dia dengan tenang menjawab,

“Jika berakhirnya seperti itu, maka itu berarti pertandingan ini akan berakhir dan kita akan pindah ke babak berikutnya.”

... Rias-neesan dan Ise-kun sudah saling bersumpah bahwa mereka akan saling mengalahkan. Itu sebabnya mereka berdua sama sekali tidak menahan diri. —Tiba-tiba, aku melihat makhluk aneh. Dari kejauhan, monster hitam pekat itu mengeluarkan kepalanya dari bayangan dan mengintip ke arah kami. Dari bayang-bayang kutub cahaya dan bayangan dinding beton, binatang kegelapan muncul kepalanya. Itu adalah kemampuan Gasper-kun. Dia pasti mengeluarkannya untuk memeriksa area seperti Elmenhilde-san. Binatang buas itu juga muncul dari beranda di ruangan tempat aku bersembunyi. Aku kemudian melambaikan tangan untuk memberi tahu Gasper tentang lokasiku.

Beberapa menit berlalu. —Kelelawar Kelmenhilde-san menghilang dari area itu. Itu berarti mereka sudah selesai mengintai .... Mungkin mereka akan mulai bergerak. Setelah beberapa saat, aku mendapat pesan dari Rias-neesan.

[Kurasa musuh akan bergerak.]

“Mengerti.”

Saat itulah aku merespons. Suara mengancam misterius bisa terdengar berasal dari Kediaman Hyoudou! Saat aku melihat lebih dekat, bagian dari taman Kediaman Hyoudou berubah! —Tanah terbelah seolah ada sesuatu yang akan keluar! Aku berbicara dengan Rias-neesan.

“U-Uhm, tanah taman itu terbelah ...”

Rias-neesan, yang menonton ini dari tempat lain, berkata,

[... Jadi mereka akan menggunakan fitur itu, ya? Tak kusangka bahwa field akan dapat menciptakan hal-hal seperti itu ...]

Rias-neesan terlihat seperti dia tahu benda seperti gerbang itu! A-Aku tidak tahu apa-apa tentang gerbang itu ...

Aku pernah mendengar bahwa Kediaman Hyoudou dibuat dengan bantuan Ajuka Beelzebub-sama (desainnya dibuat oleh arsitek Beelzebub-sama), dan masih ada banyak fitur misterius yang dipasang di dalam rumah. Fakta bahwa ada ruangan dan fitur yang dibangun sampai sekarang berarti ada kemungkinan lebih banyak upgrade. Wajar kalau aku tak tahu segalanya. Kemudian, ketika pintu gerbang terbuka, sebuah cahaya merah muncul, dengan bunyi alarm datang darinya. A-Apa itu ...? Apa yang terjadi ...? Di tengah kebingungan kami, sesuatu keluar dari pintu gerbang!

“““PERGI!”””

Bersamaan dengan suara para gadis, Naga Emas bisa terlihat mengendarai kendaraan tempur seperti tank! I-Itu adalah ... salah satu dari Lima Great Dragon King yang telah membentuk kontrak dengan Asia-san, [Gigantis Dragon] Fafnir! Ia mengendarai kendaraan tempur seperti tank dan terbang keluar dari gerbang! Selain itu, Fafnir bisa terlihat mengenakan armor di kepala, bahu, ekor dan seluruh tubuhnya! Xenovia dan Irina-san juga terlihat tergantung di samping Fafnir! Mereka bertiga memakai kostum Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth], tapi ... entah bagaimana mereka mengenakan topeng yang menyembunyikan mata mereka. A-Apa ini? Apa yang mereka coba lakukan ...? Tanpa memerhatikan kebingunganku, gadis-gadis itu menyemangati mereka sendiri dan menjerit. Xenovia berkata pada Asia-san.

“Ayo pergi, Asia! Tidak, Pantsu Lady Number 1!”

“I-Iya!”

Asia-san, yang menunggangi Fafnir di belakang, disebut “Pantsu Lady Number 1” ... Irina memerintahkan mereka.

“Sudah waktunya untuk pergi! Pantsu Lady Number 1, 2!”

Akhirnya, Asia-san berteriak sambil menahan rasa malunya.

“F-Fafni ... tidak, Pantsu Dragon-san! Waktunya pergi!”

Saat dia mengatakan itu—. Seluruh tubuh sang Naga Emas mulai bersinar dengan warna emas sewaktu dia membuka mulutnya.

[Pantsuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu!]

Sesuatu muncul di langit bersama dengan raungan mengerikan Fafnir! Di langit field—sebuah judul ditampilkan!

[Pantsu✩Pow Theme]

Lirik: Vidar

Lagu: [email protected]

Artis: Ise Gremory

Setelah itu, sebuah lagu misterius bisa didengar di seluruh field dalam volume yang keras! Bahkan liriknya mulai muncul di langit! — L a g i ! 

One One Two Two Fight!

Pan Pan Tsu Tsu Full View!

Dalam mengejar harta, dia akan datang!

Dia mencintai pantsu Sister pirang itu

Namanya adalah Pantsu Dragon ✩ 

Asia-san, Xenovia, dan Irina-san yang mengendarai kendaraan tempur Fafnir mulai meluncur dengan kecepatan luar biasa bersama dengan lagunya! —Tunggu, apakah Ise-kun menyanyikan lagu ini!? Tidak, tidak, orang yang membuat liriknya adalah Dewa Ketua Norse saat ini, Vidar-sama, sementara lagu itu dibuat oleh pemimpin Olympus saat ini, Dewa para Muse, Apollon-sama! A-Apa ini ...? Siapa yang mengutarakan ide ini!? 

Untuk melindungi kedamaian pantsu

Dia akan mengalahkan Loki yang buruk hari ini!

Beri dia pantsu dan kekuatannya akan meningkat seratus triliun tenaga kuda. Dia adalah makhluk yang sangat mesum! 

L-Lagu itu terus diputar ...!

Itu mengingatkan aku pada saat [Lagu Oppai Dragon] pertama kali dimainkan ... aku tak tahu bagaimana harus bereaksi terhadap kejadian itu dan itu masih menghantuiku! Rias-neesan kemudian berkata kepada semua orang menggunakan interkom.

[Semuanya, tenang dan dengarkan aku.]

Tenang!? Tenang setelah menyaksikan ini!? ... Tidak, tepat pada saat-saat seperti inilah kami semua harus tenang ... kan? 

Pantsu go Pow!

Pantsu go Iyan!

Pantsu Dragon telah tiba! 

Saat bagian pertama lirik sepertinya telah berakhir dan lagu itu akan memasuki bagian kedua, Rias-neesan berkata,

[Itu adalah [Panties✩Pow], salah satu bisnis karakter baru Keluarga Gremory. Asia adalah [Panties Lady] pertama, sedangkan Xenovia adalah yang kedua, dan Irina adalah yang ketiga.]

... Apa!? ... Rias-neesan, apa yang dia katakan ...? [Panties✩Pow] ... Dia seharusnya sudah membicarakan ini sebelum pertarungan! Rias-neesan dengan baik menjelaskannya kepadaku, karena aku baru saja akan menjadi gila.

[Sebenarnya, ada permintaan dari Keluarga Gremory. Karena acara ini akan dirilis, mereka ingin Ise dan yang lainnya untuk mempertunjukkan lagu ini selama pertandingan jika keadaan memungkinkan mereka. Aku tidak menyangka kalau Ise dan yang lain akan benar-benar melakukannya ... itu cukup mengejutkan.]

Itu cukup mengejutkan, katanya ... aku bahkan tak tahu bagaimana harus menanggapi itu ... Rias-neesan melanjutkan.

[Tapi, aku khawatir ini adalah umpan karena kita dapat melihat bahwa penyembuh mereka, Asia keluar. Mereka pasti menyembunyikan sesuatu menggunakan pertunjukan ini—]

Sebelum Rias-neesan bisa menyelesaikan kata-katanya, aku bisa melihat tim musuh bergerak!

—Dari Kediaman Hyoudou, para anggota [Sekiryuutei of the Blazing Truth] mulai keluar dengan tergesa-gesa! Ise-kun dan semua anggota tim lainnya mulai menyebar di sekitar kota!

“Ise-kun dan yang lainnya sudah keluar dari rumah.”

Rias-neesan menjawab sebagai jawaban atas kata-kataku.

[Ya, kami juga sudah memastikan gerakan mereka. Sepertinya mereka mulai bergerak sementara Fafnir dan yang lainnya tampil. Sepertinya mereka bergerak bersama-sama. Mereka pasti memahami gerakan kita juga. Umpan ... tempat yang Xenovia dan yang lainnya tuju adalah tempat Yang Mulia Strada, ya.]

Kalau kita bergerak dengan Rias-neesan sebagai pusat, mereka juga akan merespons dengan menyuruh semua orang mengejar Rias-neesan, ya. Mereka pasti mengerti gerakan kami berkat pengintaian Elmenhilde-san, huh. Dari sini, pertarungan semua peserta harus berfokus pada Ise-kun atau Rias-neesan. Kami mungkin berani, tetapi mereka juga tidak takut. Siapa yang mengharapkan mereka untuk pertama kali mengincar Yang Mulia Strada? Rias-neesan berkata kepada semua orang,

[... Karena tim lawan memutuskan untuk mendekati kita, mereka pasti menargetkan penyembuh kita, Valerie, juga. Waspada.]

[[Mengerti!]]

Valerie-san dan orang-orang yang bertindak sebagai pengawalnya menanggapi perintah Rias-neesan. Rias-neesan kemudian melanjutkan.

[Karena sudah begini, kita juga harus bergerak. Semuanya, amati musuh dan hadapi mereka.]

[[[[Mengerti!]]]]]

Semua orang selain Crom Cruach merespons. Meskipun dia tidak mengeluarkan suaranya, Crom Cruach juga harus bekerja sama dengan kami. Rias-neesan kemudian secara pribadi menghubungiku.

[Yuuto. Kamu akan mengikutiku. Itu jalan terpendek menuju keinginanmu.]

Rias-neesan mempertimbangkan perasaanku juga. Rias-neesan kemudian melanjutkan.

[Pada saat yang sama, aku juga harus menyelesaikan sesuatu.]

“... Rias-neesan, apa yang akan kamu lakukan?”

Rias-neesan hanya menjawab dengan beberapa kata.

[... Ada sesuatu yang harus kuselesaikan.]

... Suaranya mencerminkan tekadnya. Pasti sesuatu yang sangat penting. Itu adalah hal yang diputuskan oleh majikan dan kakakku. Menjadi [Knight]-nya, aku tidak punya pilihan selain mengikuti keputusannya.

“Mengerti.”

[Terima kasih, aku mengandalkanmu, [Knight]-ku.]

Setelah menerima tanggapannya, aku membentangkan sayapku dan melompat dari beranda Mansion untuk bersatu kembali dengan Rias-neesan.

“... Bolehkah aku menghadapi Fafnir?”

—.

Crom Cruach melayang di langit di dekatnya dengan sayap naganya menyebar. Dia sedang melihat Asia-san dan yang lainnya bersama dengan Fafnir, yang sedang dalam pelarian di jalan Kota Kuoh. Baginya untuk mendekat tanpa kehadirannya dirasakan oleh kami ... seperti yang diharapkan, Evil Dragon Legendaris itu menakutkan. Rias-neesan berbicara melalui interkom dalam menanggapi kata-kata Crom Cruach.

[Dimengerti. Crom Cruach, tolong kalahkan penyembuh itu.]

Kalahkan Asia—itu adalah perintah Rias-neesan untuk Crom Cruach. Ketika dia mendengar itu, dia mengangguk. Kurasa aku akan menyerahkan hal itu padanya dan berkumpul kembali dengan Rias-neesan. Setelah Crom Cruach terbang ke langit, dia tertawa dengan berani dan berkata.

“Heh, sudah waktunya membunuh Naga.”

“... Lawanmu adalah Naga Kelas Dewa.”

Aku meninggalkan kata-kata itu dan terbang ke langit—. Dari sini, kami akan bertarung satu per satu sebagai respons terhadap pergerakan tim musuh.

Bagian 2[edit]

Asia & Fafnir vs Crom Cruach

Setelah menerima perintah Rias, Crom Cruach tiba di depan Asia Argento, Xenovia dan Shidou Irina, yang menunggangi Dragon King Fafnir dan berlari mengelilingi Kota Kuoh. Setelah beberapa saat, Fafnir, yang telah berubah menjadi kendaraan perang, menghentikan gerakannya. Xenovia dan Irina, yang terikat pada Fafnir, turun saat mereka memegang Pedang Suci mereka.

“Jadi itu Crom Cruach, huh!”

“Kita mendapatkan sesuatu yang besar.”

Mengikuti Crom Cruach, yang menyelimuti tubuhnya dalam aura berapi-api, Xenovia dan Irina juga merespons dengan meninggikan aura suci mereka. Saat keduanya memperhatikan gerakan masing-masing, Asia-san, yang menunggang punggung Fafnir, tiba-tiba berkata,

“... Xenovia-san, Irina-san, bisakah kalian pergi duluan?”

Xenovia dan Irina tampak terkejut menanggapi perkataan Asia.

“—! A-Apa yang kamu katakan Asia-san!? Kamu dan Oppai Dragon adalah—”

Sebelum Irina bisa menyelesaikan kata-katanya, Xenovia menyetujui permintaan gadis pirang itu.

“... Apa tak masalah dengan itu, Asia?”

Asia mengangguk dengan ekspresi tegas sebagai jawaban atas pertanyaan Xenovia.

“Ya. Fafnir dan aku akan mengulur waktu sebanyak yang kami bisa.”

Seakan Xenovia mengerti kehendak Asia, dia menurunkan Durandal dan bersiap untuk meninggalkan tempat itu.

“Ayo pergi, Irina.”

Xenovia mengundang Irina, tapi Irina tidak yakin apa yang harus dilakukan.

“Xenovia! Kita tidak bisa meninggalkan Asia ...!”

Xenovia menjawab,

“Irina, Ravel memberi tahu kita tentang kunci utama untuk Game ini, kan?”

“— .... Itu untuk tidak membiarkan [King] kita, Ise-kun, menggunakan staminanya sebelum bertarung dengan Rias-san, ya ...”

“Dan peran kita adalah mengurangi kekuatan bertarung orang-orang di sekitar master Rias .... Kalau begitu, Asia akan menghadapi Evil Dragon ini bersama dengan Fafnir.”

“... Tapi!”

Kedua pengguna Pedang Suci pasti menyadari bahwa Asia tak bisa menang melawan Crom Cruach. Tidak, bahkan dengan tim saat ini, Asia, Fafnir, Xenovia dan Irina, mereka masih takkan menang melawan Crom Cruach. Asia lalu pasti berpikir, ‘Kalau memang begitu ...’. Dia pasti telah mempertimbangkan fakta bahwa kedua tim akan menargetkan penyembuh, yang berarti bahwa tugasnya tidak lebih dari mengganggu musuh. Dia lalu sampai pada kesimpulan ‘Kalau itu aku dan Fafnir, maka setidaknya aku bisa mengulur waktu’. Sementara dia melakukan itu, dua pengguna Pedang Suci bisa menghadapi musuh lain yang akan mengurangi daya tempur musuh secara lebih efektif. Dia benar-benar mengerti bahwa pilihannya lebih baik daripada mereka semua yang gugur tanpa apa-apa. Asia tersenyum ke arah Xenovia dan Irina.

“Jangan khawatir. Aku akan menjadi pengantin Sekiryuutei juga, tahu? Itu sebabnya setidaknya aku harus memiliki keberanian dan tekad sebanyak ini.”

Xenovia dan Irina mendengar itu. Irina ... juga terlihat yakin dan menurunkan Hauteclaire.

“Ayo pergi.”

“... Iya.”

Saat Crom Cruach masih waspada, Xenovia Quarta dan Shidou Irina meninggalkan tempat itu. Asia-san berterima kasih pada Crom Cruach yang tidak mencoba mengejar kedua wanita berpedang itu atau bahkan menyerang mereka.

“... Terima kasih karena tidak mengejar teman-temanku.”

Crom Cruach melipat tangannya dan menyatakan.

“Meskipun kau seorang wanita, kau berdiri dengan berani di hadapanku. —Aku hanya memberi hormat pada nyali milikmu itu.”

Gadis bernama Asia Argento itu masih berani berdiri di depannya meskipun tahu bahwa dia tidak akan bisa menang. Evil Dragon itu percaya bahwa keberanian seperti itu layak dihormati. Fafnir turun dari kendaraan tempurnya dan mulai melepaskan pakaian anehnya dari tubuhnya. Sang Dragon King memasang kuda-kuda seolah-olah melindungi Asia Argento. Sementara Crom Cruach menyelimuti dirinya dalam aura bertarungnya menuju Asia dan Fafnir, dia ingat percakapannya dengan Rias Gremory. Dia mengatakan ini,

[Kami dari budak-budak Gremory ... mungkin akan lunak jika kami bertarung melawan Asia. Tapi jika itu melawan Ise atau Xenovia, kami bisa bertarung tanpa menahan diri. Tapi ... Akeno, Koneko, Kiba, bahkan Gasper dan aku ... jika kami melawan Asia ... dia makhluk seperti itu.]

Rias tampak bermasalah dan melanjutkan.

[Namun, mengeluarkan penyembuh adalah salah satu kunci kemenangan kita. Itu sebabnya aku ingin kamu melakukannya.]

Crom Cruach bertanya,

[Meskipun kau menghormati Asia Argento, kau masih akan merasa bersalah, ya.]

[... Tentu saja. Dia gadis ... yang kami semua lindungi. Tapi jika aku menahan diri, aku akan dibenci oleh Asia. Bagaimanapun juga, dia tidak akan membenciku. Gadis itu adalah ... itu sebabnya ...]

Crom Cruach merasa bahwa mengajukan lebih banyak pertanyaan itu akan sia-sia. Dia lantas berkata,

[Tidak masalah. Siapa pun itu, aku akan bertarung dengan segenap kekuatanku jika aku memutuskan untuk melakukannya. Apa itu tak masalah?]

[... Setidaknya aku akan memberi tahumu bagaimana kamu bisa puas melawannya. Beri tahu Fafnir hal ini—]

Dia dengan cepat mempraktekkan apa yang Rias Gremory katakan. dan berkata kepada Fafnir,

“Fafnir. Dengarkan aku. —Aku diperintahkan untuk mengalahkan Asia Argento.”

Fafnir bertanya balik,

[... Mengalahkan Asia-tan?]

Crom Cruach lalu mengingat perkataan Rias.

[Kalau kamu mengatakan itu, Fafnir akan ‘berubah’ menjadi Naga yang akan membuatmu takut.]

Crom Cruach kemudian mengatakannya sekali lagi.

“Betul. Aku akan membantai Asia Argento.”

Saat dia mengatakan itu, aura yang tak bisa dijelaskan mulai memenuhi area itu. Aura itu berasal dari sisik sang Naga Emas.

[—Aku tidak akan membiarkanmu.]

Tubuhnya mulai diselimuti aura yang sulit dipercaya, dan matanya terbakar amarah.

[Aku takkan membiarkanmu menyentuh Asia-tan!]

Aura sudah melebihi kelas Dragon King. Kekuatan sejati Fafnir muncul karena kemarahan ... kemarahan imperial. Crom Cruach menyadari bagaimana dia memojokkan Rizevim Lucifer yang jahat dan menggigitnya sampai mati. Dia tersenyum penuh euforia sambil melihat keadaan Fafnir saat ini.

“Aura gila yang kau aliri, Fafnir ...! Begitu, sepertinya apa yang Rias Gremory katakan itu benar. Hasilnya makin baik!”

Crom Cruach juga menyelimuti dirinya dalam aura pertempurannya dan memanggil namanya.

“Namaku [Crescent Circle Dragon] Crom Cruach, dan aku menantang [Gigantis Dragon] Fafnir untuk bertarung!”

Fafnir merespons ini.

[Aku, [Gigantis Dragon] Fafnir, menerima tantangan dari [Crescent Circle Dragon] Crom Cruach!]

Pertarungan antara Evil Dragon Terkuat dan Dragon King yang melindungi Asia Argento dengan demikian dimulai—.

Bagian 3[edit]

Rossweisse & Elmenhilde vs Valerie Tepes & Himejima Akeno

Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth] harus mengubah rencana mereka karena serangan mendadak Rias. Di antara anggota yang keluar dari Kediaman Hyoudou, Rossweisse bersama Elmenhilde terpisah dari Ise dan yang lainnya, dan tiba di tempat tertentu ... tidak, di tempat persembunyian orang tertentu. Dipandu oleh Elmenhilde, yang bertanggung jawab atas pengintaian dan patroli, Rossweisse—tiba di depan Valerie Tepes. Elmenhilde pasti bisa merasakan aura Valerie selama pengintaian karena mereka berdua Vampir. Valerie jauh dari markas besar dan bersembunyi di hutan tertentu di replika Kota Kuoh. Rossweisse-san lantas berdiri di depan Valerie. Elmenhilde juga menunggu di belakang Rossweisse-san. —Tiba-tiba, ada seseorang yang memakai kostum Tim [Rias Gremory] (pakaian Miko) yang menunjukkan dirinya seolah berusaha melindungi Valerie, Himejima Akeno. Akeno lalu tersenyum, menyambut Rossweisse.

“Ara ara, jadi Rossweisse-san yang menargetkan Valerie-san.”

Rossweisse-san lalu memegang tongkatnya saat dia berkata.

“Ya, ini aku.”

Akeno-san lalu meletakkan tangannya di dagunya sebagai tanggapan atas kemunculan Rossweisse dan berkata.

“... Begitu, jadi bahkan dalam skenario terburuk, kamu akan menjebak Valerie dan pengawalnya dalam penghalangmu, ya ...”

Prediksi Akeno benar. Perintah Ravel adalah—

[Siapa pun yang bertanggung jawab atas dirinya, penghalang Rossweisse-san akan berguna. Skenario terbaik adalah mengalahkan Valerie-sama dan pengawalnya. Membatasi gerakan mereka adalah yang terbaik kedua.]

Jika terpaksa, menjebak Valerie di sini akan membuat mereka tidak dapat sembuh dengan mudah. Menurut aturan World Tournament, penggunaan Air Mata Phoenix dibatasi, dan sebagai hasilnya, penyembuh benar-benar penting dalam Rating Game ini. Meskipun ada area penyembuhan khusus di dalam field, itu dengan mudah dihancurkan selama pertarungan atau pertandingan. Ada juga kemungkinan besar itu tidak dapat digunakan. Rossweisse-san kemudian memegang tongkatnya dan mengarahkannya ke Akeno.

Tongkat Rossweisse adalah benda legendaris dalam Mitologi Norse, Tongkat Mistilteinn. Itu adalah benda ajaib yang digunakan oleh makhluk Kelas Dewa Norse, yang memiliki kekuatan magis yang kuat. Berkat tongkat ini, sihir Rossweisse meningkat pesat. Akeno-san, yang menegaskan ini, mulai mengeluarkan aura kilat ke seluruh tubuhnya. Pada saat yang sama, dia juga membentuk awan guntur di langit dan membentangkan delapan sayap Malaikat Jatuh. Sebelumnya, dia membutuhkan gelang khusus untuk berubah menjadi bentuk Malaikat Jatuh, tapi sekarang sudah bisa untuk berubah bentuk tanpa menggunakannya. Elmenhilde, yang mencoba untuk mendukung Rossweisse-san, membuka dua botol kecil berisi darah yang dia terima dari Ravel dan meminumnya sekaligus. Sesaat kemudian, seluruh tubuh Elmenhilde mulai mengeluarkan aura Naga dan Phoenix. Meskipun Elmenhilde awalnya adalah Vampir Kelas Atas, kemampuan Vampirnya tidak begitu luar biasa. Namun, begitu dia meminum darah targetnya, dia bisa menggunakan dan meningkatkan kemampuan orang itu, dan tergantung pada situasinya, dia juga bisa minum darah yang disiapkan sebelumnya untuk memperkuat dirinya sendiri. Dengan meminum darah Ise dan Ravel, dia akan mendapatkan kekuatan Naga dan aspek keabadian Phoenix untuk sementara.

Elmenhilde berencana untuk menargetkan Valerie sambil mendukung Rossweisse. Dan dalam situasi seperti itu, Rossweisse dan Akeno tiba-tiba—bentrok satu sama lain pada saat yang sama! Akeno melemparkan petirnya pada Rossweisse. Rossweisse lantas merespons dengan menciptakan penghalang pertahanan yang kokoh untuk memblokirnya. Akeno tidak memerhatikan itu saat dia terus menembakkan petirnya. Rossweisse lantas membentuk banyak penghalang dan mulai menembakkan api, es, air, angin, dan sihir elemen lainnya kecuali petir! Rossweisse lebih baik dalam pertarungan antara sihir dan kekuatan Iblis saat dia berhasil memaksa mundur petir Akeno-san.

“Bagaimana dengan ini!?”

Akeno-san lalu membuatnya petir ke dalam bentuk Naga. —Naga petir, gerakan pembunuh Akeno. Petir yang telah berubah menjadi Naga oriental raksasa dilepaskan dari tangan Akeno! Yang memperburuk masalah, itu bukan hanya satu, tapi lima sekaligus! Masing-masingnya diselimuti aura yang lebih padat daripada yang sebelumnya, menunjukkan hasil pelatihan Akeno. Rossweisse lantas menggunakan tongkatnya untuk meningkatkan sihirnya dan melepaskan sihir ofensif! Ledakan sihir elemen Rossweisse yang diperkuat bertabrakan melawan lima Naga petir Akeno, menciptakan ledakan besar dan menghempaskan pemandangan di hutan! Saat debu mulai menghilang—yang berlutut adalah Akeno. Rossweisse memiliki keuntungan dalam hal pertarungan antara sihir dan kekuatan Iblis karena dia memiliki senjata Dewa bersamanya. Rossweisse berkata,

“Akeno-san, aku lebih baik darimu dalam hal menembak langsung. Maaf saja ... tidak, aku adalah budak Ise-kun. Akeno-san, Valerie-san, demi majikanku, persiapkan dirimu!”

Akeno tersenyum menanggapi kata-kata Rossweisse.

“Dan itulah tepatnya mengapa kamu [Rook] suamiku. Tetap saja, aku adalah [Queen] Rias Gremory. Aku tidak boleh kalah begitu saja.”

Aura yang tidak dikenal mulai keluar dari tubuhnya. Itu—bukan aura petir Malaikat Jatuh. Akeno lalu meraih sakunya dan mengeluarkan—topeng Oni. Setelah itu, dia meletakkan topeng itu di wajahnya dan membuat simbol dengan tangannya. —Tiba-tiba, lima lingkaran sihir mulai muncul di sekitar Akeno. Itu adalah lingkaran sihir dari pengguna kemampuan spesial negara ini. Akeno lalu berkata,

“Keluar, keluar. Tanggapi suaraku, dan panggil dirimu di sini!”

Tiba-tiba, lima lingkaran sihir mulai mengeluarkan aura jahat! Rossweisse, yang menganggap ini berbahaya, juga bereaksi dengan membentuk aura pertahanan di sekelilingnya. Segera setelah itu, sesuatu dipanggil dari lima lingkaran sihir yang diciptakan Akeno-san—mereka adalah dua raksasa, monster setinggi enam meter. Kedua monster memiliki tanduk tumbuh dari kepala mereka, serta taring tajam yang bisa dilihat dari mulut mereka. Terakhir namun tidak kalah pentingnya, mereka raksasa memegang kanabō di lengan besar mereka. Mereka adalah Oni. Bukan itu saja, tekanan dan aura Youkai mereka menunjukkan bahwa mereka bukan Oni biasa. Akeno melepas topengnya saat dia hanya mengungkapkan setengah dari wajahnya dan berkata kepada Rossweisse,

“Di sebelah kiriku, Ura-sama, dan di sebelah kananku, Ibaraki Douji.”

Oni yang dipanggil Ura menggaruk kepalanya saat bertanya pada Akeno.

[A-, anak perempuan Himejima, ya .... Apa?]

Di sisi lain, Ibaraki Douji melipat tangannya dan melihat sekeliling.

[Musuh pastilah yang paling kuat untukmu hingga memanggil kami, ya, Himejima?]

Kedua Oni melepaskan aura yang kuat!

Ura—Oni jahat terkenal yang menjadi ketua dari jenisnya dan tinggal di Onigashima dalam kisah Momotarou. Ibaraki Douji—Onigami legendaris yang menjabat sebagai tangan kanan Shuten Douji, salah satu dari tiga Youkai agung dari Jepang. Rossweisse kemudian menyadari bahwa Akeno telah membuat kontrak dengan dua Oni ini sebagai familiarnya. Akeno berkata,

“Berkat kebaikan sepupuku, Suzaku-neesama, aku bisa memasuki Kediaman Himejima. Di sana, aku meminta—memperkuat kekuatan yang kuwarisi dari ibuku yang mengalir melalui darahku.”

Akeno mengendalikan Oni kecil. Rossweisse pernah mendengar tentang ini sebelumnya. Ibu Akeno sangat mudah disukai oleh Oni. Akeno sendiri juga memiliki hubungan yang baik dengan sejumlah Oni kecil di masa kecilnya .... Lima Klan Terkemuka telah memiliki hubungan yang mendalam dengan monster dan Youkai di negara ini. Dia mungkin berhasil membuat kontrak dengan Oni yang terkenal melalui Kediaman Himejima. Di Rating Game ini, ada batasan untuk penggunaan familiar. Jika bukan itu masalahnya, pemain tidak perlu bertarung sendiri karena mereka hanya perlu membuat kontrak dengan monster yang kuat dan membuat mereka bertarung. Karena alasan itu, ada batasan waktu untuk makhluk panggilan.

Untuk Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth], Asia adalah contoh, yang menggunakan Fafnir. Di sisi lain, Akeno adalah orang yang menggunakan familiar di Tim [Rias Gremory]. Namun, informasi dan situasi ini sama sekali tidak terduga. Fakta bahwa Akeno diakui oleh Keluarga Himejima diketahui oleh semua rekannya. Mempertimbangkan fakta itu, wajar saja kalau dia akan mendapatkan semacam rasa hormat. Selain itu, dia membuat kontrak dengan dua Oni legendaris benar-benar tidak terduga, karena Ravel pun tidak melihat hasil ini. Akeno lantas berkata pada dua Oni,

“Aku ingin kalian mendampingiku sebentar.”

Setelah mendengar perintahnya, dua Oni itu menatap Rossweisse. Ura lantas memegang kanabō dan berkata,

[... Seseorang dari ... negara lain, ya. Ini merepotkan ....]

Ibaraki Douji juga membuat gadanya muncul dan menahannya. Akeno, yang ditemani oleh dua Oni, juga menyelimuti dirinya dengan petir.

“Sekarang, Rossweisse-san, mari kita lanjutkan.”

Rossweisse melepaskan sihir serangan pada kedua Oni setelah memastikan kekuatan mereka. Dua Oni dengan mudah menangkis serangan Rossweisse dengan gada mereka. Rossweisse yakin bahwa mengalahkan Valerie Tepes tidak akan mudah setelah mengamati hasilnya.

“Elmenhilde-san, ini akan menjadi pertarungan yang keras.”

Elmenhilde membuat beberapa figur humanoid logam kecil—[Mobile Suit Gundam] muncul sebagai jawaban atas perkataan Rossweisse. Elmenhilde mampu mengendalikan figur-figur perak itu. Dia lalu berkata,

“Ya, aku akan menemanimu.”

Rossweisse bersama dengan Elmenhilde menghadapi Akeno dan dua Oni legendaris—.

Bagian 4[edit]

Ravel Phoenix vs Toujou Shirone (Koneko)

Ravel Phoenix pindah dari Kediaman Hyoudou bersama dengan Ise dan berpisah di tengah jalan saat dia menunggu orang tertentu. Ini karena ketika dia bergerak dengan Ise, dia melihat sosok putih. Ravel sedang menunggu seseorang di depan air mancur taman. Segera setelah itu, seorang gadis dengan telinga dan ekor kucing muncul. Toujou Shirone—. Dia adalah teman dekat Ravel. Ravel menyambut Shirone dengan tersenyum menanggapi sosoknya.

“Aku sudah menunggumu, Shirone.”

Shirone lantas berdiri di depan Ravel dan berkata,

“... Sesuai perkiraan, kamu menungguku.”

“Bagaimanapun juga, aku temanmu. Jika aku bertarung, lawannya harus kamu.”

Shirone mengubah ekornya menjadi tiga dan mulai membiarkan touki Senjutsu-nya keluar di seluruh tubuhnya sebagai tanggapan atas perkataan Ravel.

“... Aku tidak akan kalah dalam permainan memukul.”

Ravel Phoenix lalu membentangkan sayap api ikoniknya sebagai respons terhadap provokasi Shirone.

“Aku tahu itu. Tapi, aku adalah putri Phoenix. —Untuk melihat siapa yang kalah, mari kita buktikan dalam pertandingan.”

Ravel Phoenix memiliki kemampuan spesial keluarganya—[Immortality]. Luka yang diciptakan karena serangan normal hanya akan menutup karena regenerasinya ... Shirone mendekat dengan kecepatan tinggi dalam bentuk tiga-ekornya dan meninju Ravel! Meskipun sebagian tubuh Ravel terpesona, kerusakan itu diselimuti api yang meregenerasi anggota tubuh yang hilang. Ravel lalu menembakkan api dari sayapnya kepada Shirone. Shirone mundur dan menghindarinya. Shirone sepenuhnya tahu bahwa Ravel takkan menyerah pada pertandingan saat dia membuat sikap agresif.

“... Siapa yang mengira bahwa si ahli strategi akan terlibat dalam pertarungan jarak dekat.”

Ravel lalu tersenyum dengan berani menanggapi perkataan Shirone.

“Kalau kamu adalah budak orang itu, kamu pasti akan terpengaruh untuk melakukan itu.”

Menanggapi Ravel yang melompat pergi, Shirone meninggikan Senjutsu-nya untuk menghadapinya—.

Bagian 5[edit]

Sementara Ise, Nakiri Kouchin Ouryuu, dan Bina Lessthan dari Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth] bergerak di sekitar kota untuk mencari lokasi Rias Gremory, mereka tiba-tiba diserang oleh Lint Sellzen. Ouryuu berkata kepada Ise dan Bina.

“Aku akan menahannya di sini. Hyoudou-senpai dan Bina-san, tolong pergi ke tempat Rias Gremory-senpai.”

“... Kamu bisa melakukannya?”

“Ya, aku akan mengaturnya.”

Ise dan Bina meninggalkannya setelah mendengar respon dari Ouryuu. Ise kemudian berkata kepadanya melalui interkom.

[Nakiri. Setelah kamu menang, kamu bisa membantu Asia atau pergi ke tempat Xenovia dan Irina, karena keduanya bertarung dengan musuh yang lumayan.]

“Oke.”

Setelah meninggalkan kata-kata itu, Ouryuu kemudian menghadapi Lint Sellzen. Lint memegang pedang yang terbuat dari api ungu bersama dengan pistol dengan peluru api berwarna ungu. Dia lalu mempersiapkan diri dan berkata.

“Wah, wah, bukankah kamu putra dari Keluarga Na~kiri?”

“Jadi ini pertarungan antar amatir, ya?”

Ouryuu—memutuskan untuk melawan Lint dengan sekuat tenaga sejak awal saat dia meninggalkan kata-kata itu. Musuhnya adalah pengguna Longinus, dan juga Malaikat bersayap perak. Malaikat bersayap perak adalah kandidat untuk posisi [Extra Joker] yang ada di antara Malaikat Reinkarnasi. Ada sejumlah orang yang bisa memanfaatkan [Joker] dalam [Trump Card] Malaikat yang disiapkan untuk bertindak sebagai pengganti. [Extra Joker] dalam sistem [Trump Card] Malaikat digunakan ketika [Joker] tidak dapat digunakan atau ketika pengganti [Joker] diperlukan untuk bergerak. Itu adalah fitur berdasarkan benda yang digunakan untuk bereinkarnasi seseorang menjadi Malaikat Reinkarnasi, Extra Joker [Trump] (kartu semi Joker).

Lint Sellzen adalah salah satu kandidat untuk [Extra Joker], yang berarti bahwa Nakiri tidak boleh lengah. Ouryuu lantas meningkatkan touki-nya ke seluruh tubuhnya dan membuatnya meledak! Ketika ledakan touki berhenti—Ouryuu telah berubah menjadi Naga humanoid. Kepalanya menyerupai wajah Naga oriental. Naga humanoid emas—. Leher, lengan, dan kakinya menjadi lebih besar seiring dengan ketebalan dada dan tinggi badannya. Ukuran keseluruhannya telah tumbuh. Sebagai kepala Keluarga Nakiri berikutnya, kepala Lima Klan Terkemuka, dia mampu mengeluarkan [Qi] dari Bumi sebanyak yang dia mau dan selama kakinya menyentuh bumi berkat Dragon Vein. Itu sebabnya bisa juga dikatakan bahwa dia memiliki jumlah touki yang tidak terbatas.
Ouryuu and Lint.png

Selain itu, fakta bahwa field ini khusus dibuat untuk penggunaan Game berarti bahwa Nakiri tidak mampu menarik kekuatan yang tidak terbatas. Teknik ini dimungkinkan karena kontrak yang dibuat dengan Makhluk Suci Bumi [Ouryuu] yang dikendalikan oleh Keluarga Nakiri. Orang yang membuat kontrak dengan Makhluk Suci dapat memanggilnya dengan dua cara yang sangat berbeda. Yang pertama adalah dengan langsung memanggil Makhluk Suci. Yang lain membiarkannya merasuki tubuh untuk memanifestasikan dirinya. Ouryuu adalah yang terakhir, dan bentuknya ini disebut Ryuukijin. Nakiri, yang telah berubah menjadi bentuk Ryuukijin-nya, mulai mengeluarkan aura dalam jumlah besar dari seluruh tubuhnya saat ia bergerak maju. Nakiri kemudian mendekati Lint dalam beberapa saat dan mulai meninju dan menendangnya dengan kecepatan tinggi. Setiap serangannya cukup kuat untuk mengubah tubuh langsing Lint menjadi debu jika dia terkena secara langsung. Seperti biasa, Lint hanya bergerak secara akrobatik saat dia menghindari serangan fisik Ouryuu. Saat Ouryuu terus menyerangnya, dia berkata,

“Aku sudah berjanji sesuatu dengan Bo. Jika salah satu dari kami kalah duluan dalam pertandingan ini—”

Ouryuu kemudian menginjak tanah dengan kekuatan besar! Ketika dia melakukan itu, tanah di mana Lint berdiri terangkat! Orang-orang dari Klan Nakiri yang menguasai bumi bisa melakukan segala macam hal dengan [Bumi] selama mereka menginjaknya. Demikian juga, tanah tempat Lint berdiri mulai terangkat hanya dengan satu langkah itu. Melihat Lint yang kehilangan keseimbangan, Ouryuu kemudian meninjunya! Lint merespons dengan menggunakan senjatanya sebagai perisai dan menerima serangannya—. Ouryuu kemudian menyerang.

“Yang lain akan bekerja tiga kali lebih keras daripada yang kalah!”

Lint yang terlempar berusaha menyeimbangkan dirinya.

“... Wow, itu sangat menyebalkan.”

Sambil Lint mengatakan itu—darahnya menetes ke tanah. Dia terluka. Luka itu berasal dari sebelum pertarungannya melawan Ouryuu. Ouryuu berkata,

“Apa kamu mendapatkannya dari Roygun? Spesialisasi orang itu, [Crack]. Belakangan ini, dia mengembangkan teknik baru di mana dia dapat memperluas area kerusakannya.”

Lint tersenyum ironis menanggapi penjelasan Ouryuu.

“Aku mendapat serangan balik ketika aku menempel pada pemimpin Rias. Wow~, aku membiarkan diriku lengah .... Siapa sangka bahwa kemampuan penyembuhan cawan suci tidak segera menyembuhkan ini.”

Roygun Belphegor dikalahkan tidak lama setelah pertandingan dimulai bersama dengan Bova Tannin karena serangan mendadak Rias Gremory. Meskipun sepertinya dia baru saja dikalahkan, dia menggunakan teknik baru yang dia pelajari selama kamp pelatihan pada musuh. Roygun menyelesaikan teknik barunya, yang sulit dihadapi dan memungkinkannya untuk memperluas kerusakan pada saat yang sama. Meskipun dia tidak menggunakan makhluk hidup nyata sebagai subjek selama pelatihan, Roygun mengatakan bahwa dengan kemampuan penyembuhan Asia yang tinggi pun, masih akan butuh berjam-jam untuk sepenuhnya menyembuhkannya.

Meskipun sepertinya Lint meminta bantuan Valerie Tepes untuk menyembuhkannya menggunakan cawan suci, dia tidak bisa sepenuhnya menyembuhkan kerusakan dalam waktu singkat. Jika itu tidak sepenuhnya sembuh, lukanya akan sekali lagi terbuka. Rasanya Lint Sellzen ditempeli bom waktu. Biarpun Ouryuu tidak melakukan apa-apa, kerusakan akan menyebar dan akhirnya memaksanya untuk gugur. Ouryuu kemudian menyiapkan tinjunya dan berkata,

“Tetap saja, aku tidak akan bersikap baik padamu. Aku adalah tipe yang akan habis-habisan ketika aku memutuskan untuk melakukannya.”

Lint senang mendengar itu.

“Aku senang. Kalau kamu bersikap baik padaku, aku tidak akan bisa menunjukkan wajahku kepada semua orang.”

Ketika Lint mengatakan itu, dia mengeluarkan aura yang luar biasa di seluruh tubuhnya bersama dengan kecemerlangan terakhir. Api ungu yang menyelimuti tubuhnya kemudian menjadi liar dan meledak terbuka!

“Ini Balance Breaker-ku.”

Sejumlah api ungu kemudian terbentuk menjadi sesuatu. —Tiga Malaikat yang tersusun dari api ungu muncul. Mereka adalah dua Malaikat laki-laki dan satu Malaikat perempuan yang mirip dengannya. Lint lalu berkata,

“Hehe, ini adalah Balance Breaker sub-spesies [Incemate Anthem] milikku, [Lovely Heavenly Angels]. Mereka didasarkan pada Sieg-sensei, Freed-aniki dan aku sendiri.”

Lint kemudian mengendalikan ketiga Malaikat saat dia berkata,

“Aku ingin setidaknya memiliki tiga perintah ini dengan kekuatanku sendiri!”

Lint lalu menggunakan ketiga Malaikat itu untuk bertarung! Ouryuu tahu tentang Lint yang bisa menggunakan Malaikat ketika dia melihat rekaman pertandingan di mana dia menggunakan Balance Breaker-nya. Dia telah menggunakannya selama pertandingan antara Tim [Rias Gremory] dan Tim [Hakuryuukou of the Morning Star]. Meskipun pada saat itu, Malaikat ungu yang dinyalakan itu adalah raksasa ... Nakiri kemudian menyimpulkan bahwa ia dapat mengubah ukurannya sesuka hati. Tetapi di atas semua itu, ia harus berhati-hati dengan para Malaikat ini, karena masing-masing memiliki kemampuan berubah bentuk yang menyusahkan. Karena mereka ada tiga yang berarti bahwa ada tiga bentuk yang memungkinkan. Ouryuu dengan tenang menyimpulkan bahwa melakukan kontak langsung dengan mereka akan berbahaya. Ouryuu lantas menginjak tanah tiga kali. Sesaat kemudian, bumi melayang dan terlempar ke arah para Malaikat yang sedang menuju ke arahnya. Malaikat yang terperangkap di penjara bumi mencoba menyelimuti bumi dengan api dan berlari, tetapi Ouryuu menanggapi dengan menambahkan lapisan dan lapisan bumi sampai mati.

Jika Balance Breaker-nya dalam kondisi sempurna, kurungan bumi akan mudah dihancurkan, tapi luka yang diberikan Roygun-san membuatnya membatasi Lint. Saat ini, Lint terengah-engah dan bisa pingsan kapan saja. Tetap saja, Lint membuat salah satu Malaikat berapi ungu yang terperangkap di kurungan bumi menghilang dan mencoba memanggilnya sekali lagi di sebelahnya. Ouryuu tentu saja telah berkembang ... dia telah bertarung dengan berbagai mitologi, dan memiliki banyak kekalahan dan kemenangan. Tujuannya adalah—senior yang ia kagumi, Hyoudou Issei. Aku ingin menjadi seperti Senpai yang berhasil menembus perjuangan yang tak terhitung jumlahnya—. Untuk menyelamatkan gadis yang pernah gagal kulindungi—. Untuk melampaui pendahuluku, yang disebut [Ouryuu] terkuat, [Nakiri Nakagami sang Ouryuu]—.

“Aku tidak boleh kalah!”

Ouryuu, yang terbang dari tempatnya dengan kecepatan super, membidik punggung Lint tanpa membiarkannya mengikuti gerakannya. Saat dia berbalik, Ouryuu sudah mengumpulkan sejumlah besar touki di tinjunya saat dia memukulnya. Itu seperti—pertarungan Sairaorg-san dan Hyoudou Issei.

Bam!

Suara yang menyenangkan bisa didengar. Tinju Ouryuu terhubung dalam ke perut Lint. Kekuatan serangan itu menyebabkan kejutan yang membuat seluruh tubuhnya terlempar mundur. Ouryuu berkata,

“Bo, aku sudah membalaskan dendammu. Roygun-san, keahlianmu juga yang terbaik.”

Lint runtuh di sana dan langsung diselimuti cahaya gugur. Dia—tersenyum.

“Fufu. Terlepas dari kenyataan bahwa aku kalah ... kamu mungkin tidak bisa menang melawan lawan berikutnya.”

Lint kemudian melihat ke arah tertentu.

“Orang itu adalah ... monster sama sekali.”

Setelah mengucapkan kata-kata terakhirnya, Lint menghilang dari field—. Tidak lama kemudian,

<<Satu [Knight] dari Tim [Rias Gremory], gugur!>>

Penyiar mengumumkan pengunduran diri Lint. Ouryuu, yang mengalahkan Lint, lalu melihat ke arah yang dilirik Lint. Dia juga bisa merasakan tekanan dari orang yang Ise sebut “Musuh yang lumayan”.

“Aku bisa merasakan aura Xenovia-kaichou dan Irina-senpai. Begitu, jadi mereka bertarung melawan musuh yang tak terbayangkan. Tidak hanya itu, Argento-senpai juga ...”

Dia bisa merasakan aura dari dua Naga raksasa di arah lain—.

Bagian 6[edit]

Asia & Fafnir vs Crom Cruach

Asia Argento bersama dengan Dragon King Fafnir bertarung melawan Crom Cruach, Evil Dragon Terkuat. Pertarungan antara sesama Naga itu sangat sengit, sampai-sampai rumah-rumah di sekitar mereka dihancurkan dan berubah menjadi puing karena serangan tangan Fafnir dan Crom Cruach. Fafnir kemudian meluncurkan benda legendaris yang tersimpan di dalam tubuhnya dari mulutnya. Dia juga mengaktifkan kemampuan benda yang dia ambil dan mendekati Crom Cruach—.

Evil Dragon legendaris, yang hanya menggunakan kekuatan murni dari lengannya, peluru aura, dan semburan api, menembak jatuh semua benda legendaris yang dilepaskan Fafnir. Entah itu senjata elemental atau benda terkutuk, Crom Cruach membatalkan semuanya menggunakan kekuatan murni, aura, dan nyala api. Bagi Crom Cruach, tinju, aura, dan nyala api adalah cara serangan mutlak Naga. —Dia terus melatih aspek-aspek itu dan menjadi yang terbaik. Tidak, yang terkuat! Fafnir kemudian bergerak dengan kecepatan yang tidak dapat dipercaya mengingat tubuh raksasanya dan menyerang Crom Cruach dengan cakar, taring, dan semua bagian tubuh lainnya, tetapi Crom Cruach hanya menangkis semuanya dengan tinjunya. Naga raksasa setinggi sepuluh meter itu terlempar oleh kekuatan murni. Kekuatan dasar tubuh Crom Cruach melampaui imajinasi. Crom Cruach bahkan tidak bernapas dengan berat saat lawannya—Fafnir, sudah mengeluarkan darah dari mulutnya. Bahkan setelah salah satu Dragon King menjadi marah, Crom Cruach masih menang atas dirinya. Namun, luka Fafnir diselimuti aura hijau pucat yang menutupnya. Asia, yang berdiri di belakang Fafnir, menggunakan Sacred Gear-nya yang menyembuhkan setiap kali Fafnir terluka. Kapan pun Fafnir terluka parah atau menerima serangan brutal, dia akan mendukungnya dengan mengaktifkan Balance Breaker untuk sementara, [Twilight Saint Affection]. Asia, yang mengenakan armor emas di tubuhnya dan memancarkan auranya, memiliki Balance Breaker yang memungkinkannya untuk pulih dengan cepat dan menciptakan bidang penyembuhan yang menihilkan semua kerusakan dalam batas-batasnya. Karena itu, serangan Crom Cruach dibatalkan. Mampu membatalkan serangan Evil Dragon legendaris sebentar saja adalah hal yang menakutkan mengingat kemampuan penyembuhannya. Tetap saja, ada sesuatu yang tidak bisa Asia sembuhkan.

—Itu stamina.

Terus menghadapi Crom Cruach beberapa kali akan mengurangi stamina Fafnir. Darahnya bocor juga berarti dia akan terpojok perlahan tapi pasti. Asia juga akan mencapai batas staminanya saat dia menggunakan Balance Breaker-nya terus-menerus. Fafnir kemudian menyiapkan diri saat mengeluarkan kartu trufnya. Dia berteriak pada Asia.

[Asia-tan. Keluarkan pantsu! Yang tembus pandang, itu!]

“K-Kamu akan menggunakannya, ya! O-Oke!”

Asia telah membuang harga dirinya setelah melihat Fafnir, yang dengan berani bertarung, dan pada saat itu mengeluarkan kancut tembus pandangnya dan melemparkannya pada Fafnir.

Ketika Fafnir memasukkannya ke dalam mulutnya, dia dengan cepat menelannya. —Fafnir akan mendapatkan kekuatan misterius dengan pantsu Asia. Dia kemudian memancarkan cahaya misterius dari tubuhnya. Tidak lama setelah itu, Fafnir mengarahkan mulutnya ke tanah. Dari sana, benda seperti tangga dipanggil.

[Monster yang menakjubkan dan mengejutkan minggu ini, berbaris!]

Seperti yang dikatakan Fafnir—makhluk seperti mini-Fafnir keluar dari mulutnya dan mulai mengikuti langkah tangga! Melihat dengan hati-hati—peri-peri yang tampak seperti Asia cacat naik di atas mini-Fafnir!

[Pantsu Pantsu Pantsu Pantsu Pantsu Pantsu Pantsu Pantsu Pantsu!]

Ketika mereka mulai meneriakkan hal-hal yang tidak dapat dipercaya, sepuluh ... tidak, seratus mini-Fafnir dan mini-Asia dipanggil. Crom Cruach kemudian menjadi berhati-hati dalam menanggapi kejadian tersebut.

“Itu adalah teknik yang membuat Artemis, Dewi Olympus, menderita, ya. Sepertinya aku bisa bermain-main dengannya.”

Crom Cruach berterima kasih pada Asia saat dia mempersiapkan sikapnya dengan serius—. Mini-Fafnir yang keluar dari mulut Fafnir menempel ke tubuh Crom Cruach, menggigit dan menggaruknya, sedangkan yang menempel di punggungnya meninju dirinya. Meskipun mereka hanya terlihat seperti mainan bergerak, mereka tentu saja merusak Crom Cruach sedikit demi sedikit. Melawan salah satu dari mereka akan sangat mudah, tapi ... saat ini, mini-Fafnir masih keluar dari mulut Fafnir. Jumlah mereka telah melebihi lima ratus. Menghancurkan satu atau dua tidak akan berarti apa-apa, karena tiada akhir bagi mereka. Jika jumlah mini-Fafnir terus menempel di tubuhnya, kerusakan yang terjadi pasti akan terus meningkat. Yang terburuk yakni bahkan setelah mini-Fafnir menempel di tubuhnya, mini-Fafnir lainnya masih terus berbaris sambil menyerang Crom Cruach. Crom Cruach, yang berpikir bahwa mini-Fafnir berbaris itu menyebalkan, menyelubungi dirinya dalam sejumlah besar aura dan melepaskannya sekaligus.

“Ha!”

Itu seruan perangnya. Semua mini-Fafnir yang menempel di tubuh Crom Cruach terlempar. Tidak berhenti di situ, Crom Cruach juga berurusan dengan sisa mini-Fafnir yang berbaris ke arahnya dengan menghirup sejumlah besar api, memadamkan semuanya sekaligus. Crom Cruach kemudian melanjutkan saat dia menelan Fafnir yang asli dengan api! Dia juga tidak membiarkan itu berakhir di sana dan mengikutinya dengan mengisi sejumlah besar aura di tangannya dan menembakkannya ke Fafnir yang asli. Fafnir dan Asia mengalami peluru aura yang kuat, menciptakan ledakan besar. Gelombang kejut itu bahkan menyebabkan pemandangan di sekitar mereka terpesona, termasuk semua rumah replika akibat serangan Crom Cruach. Saat Evil Dragon memandang ke depan—Fafnir dimakamkan di puing-puing. Darah mengalir dari seluruh tubuhnya, dan dia juga batuk darah. Dia mungkin tidak bisa berdiri lagi. Meski begitu, sang Dragon King melindunginya sampai akhir. Asia, yang tidak terluka, muncul dari bawah perut Fafnir. Dia telah menjadi dinding Asia. Asia kemudian mencoba menyelimuti Fafnir yang terluka dengan aura penyembuhnya.

“Fafnir-san! Aku akan menyembuhkanmu!”

Namun, Crom Cruach berjalan menuju Fafnir tanpa menunjukkan ekspresi apa pun. Dia membungkus tangannya dalam aura ketika dia berencana untuk mengalahkan Fafnir dan Asia. Tepat ketika Crom Cruach hendak melepaskan auranya—Fafnir tiba-tiba bangkit dan terbang! Dia menggigit lengan kiri Crom Cruach! Bunyi tak enak terdengar dari lengan Crom Cruach. —Itu adalah bukti tekad Fafnir. Bahkan Rizevim terpojok oleh itu. Crom Cruach tampak senang menanggapi sang Golden Dragon King yang mematahkan lengannya.

“... Sudah lama sejak lenganku patah! Bagus ... Bagus sekali. Kau bertarung sampai akhir, Fafnir!”

Setelah itu, Crom Cruach mengangkat tubuh Fafnir yang besar dan melemparkannya ke langit sebagai tanggapan atas keberanian itu! Dia kemudian memperbesar perutnya dan mengeluarkan api besar ke Fafnir yang ada di langit. Saat dilalap api Crom Cruach, Fafnir meminta maaf kepada Asia.

[... Asia-tan, maafkan aku. Maaf ...]

Meninggalkan kata-kata itu, Fafnir menghilang dari field—. Perannya sebagai familiar dalam pertandingan ini sudah selesai. Setelah kehilangan Fafnir, pengawalnya, Asia kini benar-benar terbuka. —Tetap saja, gadis berambut pirang itu memiliki tatapan berani di matanya saat dia meningkatkan sihirnya. Dia mengembangkan lingkaran sihir menggunakan tangannya dan mulai melepaskan serangan sihir elemen. Api dan embusan angin datang ke Crom Cruach, tapi ... serangan Asia tidak lebih dari menggelitiki sang Evil Dragon Terkuat. Crom Cruach kemudian berkata kepada Asia sambil mendekat.

“Kau masih bertarung denganku, huh, Asia Argento?”

Asia bahkan tidak tersentak dan menyatakan pada Crom Cruach sambil mempersiapkan serangannya—.

“Aku adalah budak Sekiryuutei, Hyoudou Issei, dan seseorang yang akan menjadi istrinya. —Aku akan terus berjuang sampai akhir.”

Evil Dragon itu lalu memiliki perasaan kekaguman terhadap gadis itu karena kata-katanya.

“Bagus sekali, majikan Fafnir. Gadis Sekiryuutei, aku merasa sangat terhormat bisa bertarung dengan kalian.”

Crom Cruach kemudian menyelubungi tangannya dalam aura dan menyerang Asia sekaligus—. Setelah serangan itu, penyiar berkata.

<<[Bishop] dari Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth ], gugur!>>

Mematahkan lengan kiri Evil Dragon Terkuat, Crom Cruach masih merupakan pencapaian yang cukup besar—.
Crom and Asia.png

Sisters.[edit]

Rias Gremory perlu melakukan sesuatu sebelum melawan Ise. Ditemani oleh [Knight]-nya, dia menunggu orang tertentu yang bergerak bersama dengan Ise. Itu mungkin saran dari ahli strategi [Sekiryuutei of the Blazing Truth], Ravel. Saat ini, ada dua orang yang berdiri di depan Rias dan Yuuto. Pria yang mereka cintai mengenakan armor crimsonnya—Hyoudou Issei, dan seorang wanita mengenakan topeng Naga—Bina Lessthan. Itu benar, Rias menginginkan pertarungan melawan Bina Lessthan sebelum pertarungan terakhir dengan Ise. Ise lalu berkata pada Rias.

“... Kita akhirnya bertemu, tapi apa yang akan kita lakukan sekarang?”

Ise juga tersenyum masam sambil melihat pertandingan ini. Rias memberi tahu Yuuto,

“Yuuto, aku mengandalkanmu.”

“Ya.”

Yuuto kemudian berdiri di depan Ise mengekspresikan tekadnya melalui auranya dan berkata.

“Ise-kun, maukah kamu menemaniku?”

Menanggapi kata-kata itu, Ise kemudian memandang mereka dan melirik Bina Lessthan saat dia berkata.

“... Biarpun aku menolak itu, kamu akan membuat Rias bertarung melawan Bina-shi, kan? Aku juga bisa merasakan kehadiran Gya-suke di dekatnya. —Baik, aku akan menghadapimu sampai akhir.”

Dia menanggapi kata-kata Yuuto dan terbang dari tempat itu. Ise merasakan kehadiran Gasper. Karena Gasper pada dasarnya akan melakukan teknik kombinasi dengan Rias, dia mungkin tetap bersembunyi di dalam bayangan Rias. Dia pasti diperintahkan untuk melakukan itu, sehingga jika majikannya berada dalam situasi berbahaya, dia bisa langsung memberikan dukungan dari bayang-bayang. Ise dan Yuuto terbang menjauh dari daerah itu, meninggalkan Bina Lessthan untuk menghadapi Rias. Bina melepaskan aura agresif.

“Aku akan menghadapimu, Rias Gremory.”

“Aku menerima tantanganmu, Bina Lessthan.”

Rias mengerti bahwa dia tidak akan setara melawan lawannya, jadi, dia melanjutkan untuk memulai teknik kombinasinya dengan Gasper dengan mengucapkan mantra.

“—Gasper, kita menggunakan itu.”

<<Mengerti.>>

“Kegelapan, kegelapan abadi, menanggapi Iblis kehancuran ini.”

<<Putri kehancuran, simbol kepunahan, gunakan kegelapan Demon God ini.>>

Kegelapan Gasper muncul dari bayangan Rias saat itu menggeliat dan mulai menutupi kaki Rias. Kemudian secara bertahap menutupi seluruh tubuhnya.

“Mata iblisku, saudara dari mata iblis, berkumpul menuju kehancuran milikku.”

<<Majikanku, saudari kehancuran, menutupi malam terlarang ini dan kegelapan sejati di sekitarmu.>>

Tubuh Rias kemudian ditutupi dalam kegelapan, memuncak dalam bentuk baru ... dan kemudian, Rias dan Gasper meneriakkan ayat terakhir pada saat yang sama.

“<<Berikan musuh di hadapanmu kehancuran mutlak!>>”

Semuanya tertelan kegelapan. Lanskapnya diwarnai hitam pekat. Mengambang di tengah kegelapan ini adalah Iblis kegelapan berbentuk manusia yang diselimuti aura merah kehancuran—. Setelah berubah menjadi binatang gelap, mata ketiga dengan pupil merah tua terbuka di dahi Rias. Itu adalah teknik kombinasi Rias dan Gasper, [Forbidden Invade Balor the Princess]

Menanggapi Rias, yang sudah mulai melepaskan aura besar, Bina juga menyelimuti dirinya dengan jumlah aura yang sama. Keduanya lalu melompat ke langit ketika Power of Destruction Rias dan aura Kelas Maou Bina mulai bertabrakan! Serangan Rias ketika tengah diselimuti oleh Gasper itu seperti ledakan dan sangat kuat sehingga mereka dengan mudah menembak jatuh kekuatan Iblis Kelas Maou Bina. Kekuatan Rias saat ini telah melampaui Kelas Maou. Selain itu, fakta bahwa itu menguras stamina pengguna dengan cepat berarti bahwa dia harus berhati-hati saat menggunakannya. Semenjak bentuk itu terwujud, mereka telah berlatih berulang kali untuk dapat memperpanjang waktu untuk berada dalam bentuk itu. Meskipun itu jauh lebih baik dibandingkan dengan waktu selama babak penyisihan ... mereka masih tidak dapat menjaga durasi transformasi mereka selama Dragon Deification Ise. Karena alasan itu, bertarung dengan Bina dalam jangka waktu yang lama adalah bunuh diri. Namun, Rias merasa bahwa ... kekhawatirannya akan menjadi keprihatinan sekilas. Itu karena—ada keputusasaan dalam serangan besar Bina. Rias mendengar bahwa sesuatu telah terjadi dengan Bina—Grayfia, selama kamp pelatihan dari Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth] dari Keluarga Gremory. Meskipun begitu, Rias berpikir bahwa dia hanya mengekspresikan hal-hal yang dia simpan untuk dirinya sendiri. Bina—Grayfia pasti semakin khawatir hari demi hari bersama dengan turnamen.

Dia adalah kakak iparnya, seorang anggota keluarga yang telah membantu membesarkannya sejak dia masih kecil. Rias tahu tentang sisi sebenarnya dari [Queen] Sirzechs Lucifer, Grayfia Lucifuge, yang selalu berusaha menunjukkan martabatnya, sisi glamornya, dan pancarannya. Tapi itu juga fakta bahwa dia adalah seseorang yang mudah kesepian. Suatu hari, dia tidak akan bisa menahannya dan akan hancur. Jika itu terjadi selama percakapannya dengan Ise, itu hanya masalah waktu sebelum auranya akan mulai menjadi tidak stabil seperti yang dia selubungi sekarang. Karena itu, sebagai adik iparnya, Rias berpikir bahwa tidak ada jalan lain selain menyelesaikannya sendiri. Setelah beberapa menit penembakan peluru aura, Power of Destruction Rias mulai benar-benar membanjiri serangan Bina. Bukan itu saja, serangan peluru Bina berukuran besar dihentikan karena mata ketiga Rias berpakaian gelap yang mampu menghentikan waktu. Rias kemudian berkata kepada Bina, kakak iparnya.

[Ise punya mimpinya sendiri. Itu sebabnya dia berusaha sangat keras, dan hampir mati pada beberapa kesempatan. Karena itu, mimpinya mulai menjadi kenyataan. Fakta bahwa dia telah menjadi Iblis Kelas Atas juga tercapai karena pertarungan dan perjuangannya yang jujur.]

Rias lalu mengisi auranya dan mengubah kekuatan Iblisnya menjadi bola raksasa.

“Aku ... aku ...”

Bina, yang kehilangan kata-katanya, berhasil membuat bola dari auranya yang tidak stabil dan menembakkannya ke Rias. Rias merespons dengan melempar bola auranya sendiri dan berbicara di depan. —Dia tak bisa menahan perasaan yang dia miliki terhadap orang di depan matanya.

[... Tolong, kakak ipar tersayang ... akui mimpi sejati Ise ... dan juga, kakak, kamu juga ... jangan terjebak oleh kenyataan bahwa kamu adalah [Queen] Lucifer ...! Kalau kamu punya masalah, tolong andalkan aku, ayah atau ibu! Meskipun aku mungkin tak bisa menggantikan kakak .... Tetap saja, kami—keluargamu!]

Saat Bina, tidak, Grayfia mendengarkan kata-kata Rias yang tulus—.

Topeng Naga Bina hancur karena gelombang kejut yang disebabkan oleh tabrakan antara kekuatan Iblis mereka. Air mata mengalir dari wajah Bina—.

“... Rias, aku ... aku ...”

Aura Rias menelan Bina, Grayfia, kakak iparnya—. Sesaat kemudian, penyiar berkata.

<<—[Queen] dari Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth ], gugur!>>

Saat Grayfia menghilang, Rias melihat ke langit. Dia lalu menarik napas dalam-dalam dan melepaskan teknik kombinasi dengan Gasper. Saat dia mengubah perhatiannya, dia melihat ke tempat Yuuto dan Ise pergi.

“... Yuuto, sekarang kamu yang harus mengekspresikan diri.”

Life.Friend VS Knight.Friend Hyoudou Issei dan Kiba Yuuto[edit]

Setelah bertemu Rias yang memilih untuk menghadapi Bina-shi, aku - Hyoudou Issei ditantang oleh Kiba. Aku terbang ke tempat parkir sebuah pusat perbelanjaan tertentu bersama dengan Kiba ... hal-hal yang baru saja dikatakan Kiba membuatku mengingat kata-kata tertentu yang meninggalkan kesan pada diriku. Aku ingin tahu apakah kamu masih mengingatnya, Kiba.

—Aku ingin kamu mengikutiku.

Ketika aku baru saja menjadi Iblis, kamu datang ke ruang kelasku dan mengatakan itu, bukan? Tempat yang kamu tuntun adalah—tempat tinggal Rias dan anggota Klub Penelitian Ilmu Gaib lainnya. Setelah itu, aku benar-benar melangkah ke dunia gaib. Aku yakin kamu tidak ingat hal-hal yang kamu katakan saat itu. Tapi, aku takkan pernah melupakannya. Kamu—adalah orang yang membimbingku ke dunia ini. Jika yang datang kepadaku pada saat itu adalah Akeno-san atau Koneko-chan, aku mungkin tidak punya perasaan yang sama dengan saat ini. Namun, aku benar-benar bersyukur bahwa orang yang membantuku pada saat itu adalah kamu. Kamu adalah pria yang kuhormati, salah satu orang yang ingin kulewati, serta seorang rekan yang telah mendukungku. Kiba lalu memegang Pedang Kaisar Iblis Gram dan memberi tahuku.

“Ise-kun, sebelum kita bertarung, ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu. —Aku benar-benar bersyukur bahwa kamu adalah temanku, dan aku ingin kami tetap menjadi teman. Karena itu, aku akan bertarung dengan sekuat tenaga hari ini.”

Mengikuti kata-katanya yang indah, dia mulai menyelubungi dirinya dalam aura agresif. Aku menanggapinya dengan membungkus diriku dalam aura crimson dan menjawab secara langsung.

“Hahaha, mau tak mau aku merasa malu setelah dipuji oleh si tampan. Tenang. Bagaimanapun, kita akan tetap berteman selamanya. —Tapi, kurasa kita akan bertarung untuk hari ini?”

“Ya. Bagaimanapun juga, aku adalah pedang Rias-neesan.”

“Itu benar, dan aku adalah [King] dari budak-budak Hyoudou Issei.”

Setelah kami berdua mengakui hal-hal itu, aku—meneriakkan kalimat Dragon Deification untuk bertarung dengan tulus.

“—Naga Merah Crimson yang tinggal di dalam diriku, terbangun dari dominasimu”

Cahaya crimson yang memesona keluar dari permata di gauntlet kananku.

[—Crimson Heavenly Dragon yang kumiliki di dalam diriku, bangkit untuk menjadi Raja dan meraung]

Suara Ophis bergema keluar dari permata—.

“—God of Infinity hitam pekat.”

Permata di gauntlet kiriku melepaskan aura hitam pekat. Aura crimson yang luar biasa menyelimuti seluruh tubuhku.

[—God of Dreams yang agung]

Aura hitam pekat tak terbatas dari itu kemudian terbungkus di atasnya—.

“[—Menyaksikan keberadaan terlarang kita yang akan melampaui batas-batas]”

Armor crimsonku kemudian diwarnai dengan pola hitam pekat. Kekuatan Dragon God telah sepenuhnya terwujud. Lalu, kami membacakan ayat terakhir bersama—.

“[—Engkau akan menari seperti cahaya dalam inferno kita!]”

 “<<[D∞D!! D∞D D∞D!! D∞D D∞D D∞D!!!! D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D!!!!!! D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D!!!!!!!!]>>”

Semua permata bergema dengan suara yang berkata [D∞D!!] dan meresap ke dalam jiwa. Simbol ∞ muncul di semua permata!

“[<<Dragon ∞ Drive!!!!!!>>]”

—Dragon Deification, lengkap. Yah, sebenarnya itu adalah Pseudo Dragon Deification ... tapi, apa pun itu, tak ada perbedaan dengan kekuatannya. Ketika aura crimson dan hitam pekat mulai terlepas dari tubuhku, aku mengangkat tinjuku ke arahnya. Kiba menanggapinya dengan mengarahkan ujung Pedang Kaisar Iblis Gram ke arahku juga. Pedang Kaisar Iblis Gram ... itu adalah salah satu yang terkuat bahkan di antara Pedang Iblis lainnya. Dikenal karena ketajamannya yang mengerikan, ia bahkan memiliki kemampuan [Dragon Slayer] yang kuat, musuh alamiku yang adalah Naga. Ada juga Sacred Gear Kiba, Balance Breaker [Sword Birth]—[Sword Of Betrayer], yang memungkinkannya untuk menggunakan Pedang Suci Iblis. Untuk Iblis sepertiku, aku juga tidak boleh lengah melawan yang itu.

Kiba—tiba-tiba menghilang tanpa suara! Segera setelah aku memahami situasinya, aku juga terbang menjauh dari tempat itu! Pada saat yang sama, aku mencoba memanggil Ascalon yang tersimpan di gauntlet kiriku! Kami berdua kemudian bergerak dengan kecepatan yang tidak bisa digerakkan sementara kami terus saling memeriksa, dan akhirnya bentrok di tengah tempat parkir! Bilahku dan pedang Kiba berbenturan! Pertarungan sengit di tempat parkir telah dimulai! ... Aku tidak mampu menyentuh Gram secara langsung dengan kemampuan Dragon Slayer-nya! Aku akan menghentikannya dengan Pedang Suci Ascalon-ku! ... Selain itu, kemampuan Dragon Slayer Gram tidak diragukan lagi kuat! Hanya dengan membenturkan pedang ini, aura Dragon Slayer memukulku! Wajar kalau aku merinding! Saat kami melanjutkan pertarungan jarak dekat, Kiba lalu tersenyum dengan berani.

“... Sepertinya kamu bisa dengan mudah menyamai kecepatanku dalam bentuk itu!”

“Yah, begitulah! Maksudku, menurutmu apa hasil dari semua sesi sparring yang kita lakukan? Ali telah mempelajari gaya dan kebiasaan bertarungmu!”

Itu benar, aku sudah melakukan banyak sekali sparing dengan Kiba di ruang pelatihan. Aku telah belajar teknik apa yang mungkin sulit dia hadapi. Aku telah belajar banyak hal. Kiba lalu melanjutkan.

“Yah, aku juga melakukan hal yang sama!”

Saat Kiba meningkatkan auranya, sejumlah ksatria lapis baja mulai muncul! Ini adalah Balance Breaker sub-spesies dari Sacred Gear [Blade Blacksmith] yang dimiliki Kiba—[Glory Drag Trooper]. Para ksatria lapis baja mengenakan armor seperti naga dan masing-masing memegang pedang Iblis di tangan mereka.

Kiba tidak hanya memiliki Gram, tetapi juga pedang Iblis lainnya seperti Balmung, Nothung, Dáinsleif, dan Tyrfing. Meskipun pedang-pedang Iblis itu dimiliki oleh wakil ketua mantan Golongan Pahlawan, Siegfried, Kiba mendapatkan semua pedang Iblis termasuk Gram setelah dia mengalahkannya .... Demi Tuhan, aku kagum sekali lagi oleh simpanan Kiba! Untungnya, mustahil untuk menggunakan dua Balance Breaker pada saat bersamaan, yang berarti bahwa Kiba tak bisa menggunakan Pedang Suci Iblis dan [Glory Drag Trooper] secara bersamaan.

“Ayo!”

Saat Kiba memerintahkan Ksatria Naga, mereka mendatangiku dengan kecepatan tinggi sambil membawa Pedang Iblis mereka! Kiba kemudian menindaklanjuti dengan menyerang padaku juga! Aku mencoba menghindari kemampuan spesial Pedang Iblis Ksatria Naga itu sambil mencoba mengalahkan mereka dengan menendang dan meninju mereka satu per satu. Ksatria Naga yang kalah dan menghilang akan meninggalkan Pedang Iblis mereka—langsung diciptakan kembali ketika mereka mengambil pedang dan menyerangku sekali lagi! Tidak peduli berapa kali aku mengalahkan mereka, mereka akan dibangkitkan dan mendatangiku lagi! Kiba, yang menemukan celah, menebas punggungku dengan Gram! Aku bisa merasakan guncangan kuat saat menyentuh tubuhku! ... Itu adalah serangan yang menembus jiwa. Jadi ini adalah teknik yang Kiba pelajari dari Yang Mulia Strada, huh! Strategi di mana pengguna meningkatkan kekuatan penghancur pada saat dampak! Bukan itu saja, aura Dragon Slayer juga meresap bersamaan dengan guncangannya! ... Aku bisa merasakan sakit dan penderitaan aneh di seluruh tubuhku! Namun, serangan Gram nyaris tidak menggores armorku dan tidak sampai menghancurkannya. Ini hal besar, tahu! Salah satu Dragon Slayer terkuat, Gram, tidak bisa sepenuhnya menghancurkan armor Dragon Deification! Aku dengan cepat memperbaiki goresan di armorku. Setelah melihat bahwa Gram tidak bisa menghancurkan armor Dragon Deification, Kiba menggertakkan giginya.

“... Seperti yang diharapkan, armor hitam pekatmu berada pada level yang sama sekali berbeda! Jika itu masalahnya!”

Kiba kemudian mundur sejenak dan membuat Ksatria Naga-nya menghilang. Lalu dia mengepalkan pedangnya dan berkata padaku,

“Biar kuserang kamu bertubi-tubi.”

Setelah itu, Kiba kemudian meningkatkan auranya bukan pada seluruh tubuhnya, tetapi hanya pada batang tubuh dan kakinya .... Itu adalah sesuatu yang belum pernah kulihat sebelumnya. Ini pasti teknik barunya! Setelah itu, sepatu seperti perangkat penggerak dan pendorong roket terbentuk di kakinya dan kembali menggunakan aura. Melihat dari dekat, ada juga penguat kecil di sepatu. Sesaat kemudian, aura besar melesat keluar dari penguat di punggung dan sepatu Kiba.

“Ini terinspirasi oleh [Glory Drag Trooper].”

Itulah yang dikatakan Kiba. Jadi dia terinspirasi oleh armor Ksatria Naga dan mengenakan armor peledakan aura di tubuhnya, ya!

“Aku berangkat sekarang.”

Kata Kiba saat dia tampaknya menghilang. Aku mencoba mengejarnya menggunakan mata dan indraku, tapi kecepatannya sudah melebihi pengakuanku, sampai aku bahkan tidak dapat menemukan keberadaannya karena kecepatannya yang luar biasa! Kecepatan Kiba benar-benar melampaui kecepatan suara saat dia bergerak di sekitarku! Dia lalu menyerangku sambil bergerak, dan setiap kali aku mencoba bereaksi, aku akan terluka lagi. Aku terus diserang tanpa bisa bereaksi! Meskipun serangan Kiba hanya berhasil menggores armorku, guncangan dan aura Dragon Slayer meresap melalui armor. Karena ini, kerusakannya akan memburuk dan berubah menjadi rasa sakit yang tak tertahankan!

“Sialan!”

Setiap kali aku mencoba meninju Kiba, dia pasti sudah menghilang. Aku tidak bisa berbuat apa-apa! Sementara aku berjuang untuk berurusan dengan kecepatan super Kiba, aku mendengar pengumuman.

<<—[Queen] dari Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth ], gugur!>>

—.

Itu adalah pengumuman kekalahan timku, kekalahan Bina-shi .... Begitu, jadi Grayfia-san dikalahkan oleh Rias ...! —Aku tidak boleh kalah! Tetapi, kecepatan ini ... dorongan aura itu jelas luar biasa. Sialan Kiba, dia tampak seperti telah secara signifikan memusatkan kekuatannya dan meningkatkan akurasi kontrol auranya.

... Kontrol? Aku kemudian menyadari sesuatu dan ... aku tahu bahwa aku harus mencobanya. Omong-omong, aku berkonsentrasi dan berusaha menyentuh Kiba! Setiap kali serangan kecepatan super Kiba merusak armorku, aku merasakan sakit yang tak tertahankan di sekujur tubuhku ... Namun, aku meningkatkan indraku dan mengingat sparing yang kulakukan dengannya .... Kebiasaannya, gaya bertarungnya ... aku pasti menemui semuanya. Pikirkan ... tentang kebiasaannya dan dia sendiri! Aku kemudian mengingat kembali pola pertarungan Kiba dan menyelaraskannya dengan kerusakan yang kuterima. Llau, aku ingat pola tertentu dan mengacungkan tinjuku.

—Ini dia! Di sinilah Kiba akan datang! Prediksiku benar. Tanganku—menyentuh tubuh Kiba. Aku tidak membiarkan momen itu lolos!

[Transfer!!]

Aku mentransfer kekuatanku ke Kiba pada saat yang tepat itu. Tiba-tiba, pendorong di punggung dan sepatu Kiba mulai melepaskan aura yang berlebihan. Pendorongnya mengeluarkan terlalu banyak aura karena transferku.

“Guwa!”

Kiba tidak bisa mengendalikan kecepatannya dan, akibatnya, dia menabrak tempat parker .... Aku benar. Kiba adalah tipe teknik. Untuk mencapai akurasi yang dihasilkan teknik itu, dia pasti menggunakan jumlah aura yang tepat yang dia butuhkan. Dia menyesuaikan ledakan auranya ke titik di mana dia nyaris tak bisa mempertahankan kontrol saat dia meningkatkan kecepatannya. Jadi, jika jumlah aura meningkat, dia takkan bisa mengendalikannya dan akan menjadi liar. Aku benar. Saat aku menyentuh pria itu dan mentransfer kekuatan Sekiryuutei, Kiba sudah ... Kiba, yang mendarat di tempat parkir—memutar kakinya. Dia tidak akan bisa terus bertarung dengan kecepatan tinggi seperti itu lagi. Justru karena kecepatan itu, ia mengalami cedera ini.

“Belum! Ini belum berakhir!”

Kiba menyiapkan dirinya sendiri dan membuat booster di punggungnya dan sepatu menghilang. Begitu dia melakukan itu, dia mengganti Sacred Gear-nya dan menciptakan Pedang Suci Iblis di sekitarku. Saat gelombang tak berujung dari Pedang Suci Iblis terus muncul di sekitarku, ujung tajam pedang itu diarahkan padaku! Aku merespons dengan mengeluarkan Ascalon II di tangan kananku bersama dengan Ascalon di tangan kiriku—

[Pedang!]

[Pedang 2!]

—Dan meningkatkan auraku sekaligus.

“[<<D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D!!!!!!!!>>]”

Setelah meningkatkan aura pada kedua Ascalon, aku menghancurkan semua Pedang Suci Iblis yang datang padaku—. Sisa-sisa putih dan hitam Pedang Suci Iblis yang hancur bersinar ketika mereka menyebar di sekitar tempat parkir.

“Belum!”

Kiba masih belum menyerah saat dia menciptakan satu Pedang Suci Iblis lagi di tangannya dan menyelimutinya dengan aura kepadatan tinggi. Kiba ...! Betul! Orang-orang dari budak-budak Gremory ... jangan menyerah sampai akhir!

“Ayo!”

Menanggapi Pedang Suci Iblis yang dilemparkan oleh Kiba, aku—

“Kibaaaaaa!”

Aku membanjiri dia dengan aura suci dari kedua Ascalon! Pedang Suci Iblis Kiba—terlepas dari fakta bahwa itu menusuk bahu kanan armorku, itu tidak menembusnya karena hanya menusuk sedikit ke tubuhku. ... Tetap saja, aura Suci Iblis menyebar melalui luka dan memberiku banyak kerusakan. Aku lalu dengan cepat melepas Pedang Suci Iblis. Di sisi lain, Kiba menderita banyak kerusakan karena seranganku, membuatnya jatuh dengan telungkup. Aku memperbaiki armorku dan mendekatinya. Saat aku berdiri di depan Kiba, dia ... menunjukkan senyum.

“... Tidak kusangka kamu akan transfer dengan tepat waktu ...”

 “Itu karena aku sudah sering berlatih bersamamu. ... Aku tahu semua gaya dan pola bertarungmu.”

“... Ini benar-benar membuat frustrasi. Aku juga seharusnya tahu tentangmu ...”

Aku bersiap untuk menembakkan Dragon Shot-ku. Ekspresi Kiba kemudian berubah menjadi tekad.

“—Lakukan. Aku tidak ingin dikalahkan oleh siapa pun selain kamu dalam pertandingan ini.”

“Ya, aku tahu, teman.”

Aku meningkatkan auraku dan—melepaskan Dragon Shot-ku pada Kiba.

<<—Satu [Knight] dari Tim [Rias Gremory], gugur!>>

Suara penyiar bergema di seluruh ruangan dengan kesunyian yang sepi—.

Setelah aku menyelesaikan urusanku dengan Kiba, pria berkulit hitam muncul tepat ketika aku baru saja akan meninggalkan tempat parkir. —Itu adalah Crom Cruach .... Aku tahu dari interkom bahwa dia telah mengalahkan Asia dan Fafnir. —Begitu dikatakan, sepertinya lengan kirinya terluka .... Apakah itu yang dilakukan Fafnir? Ddraig tertawa melihat itu.

[Kukuku. Crom Cruach. Siapa yang mengira kamu akan terluka.]

Crom Cruach tidak terpancing, dan dia bahkan menerimanya dengan bangga.

“Ini patah oleh Dragon King yang hebat. Ini adalah luka terhormat.”

[Jadi itu kehendak Fafnir, ya. Dia adalah Naga yang mematahkan lengan putra Lucifer. Jelas dia setidaknya akan melakukan itu.]

Crom Cruach tersenyum puas menanggapi kata-kata Ddraig.

“Turnamen ini benar-benar menghiburku. Aku belum pernah terluka sebelum bertemu kalian. Fufufu, ini adalah era yang menyenangkan. Aku benar-benar memandang rendah Dunia Manusia.”

Hitungan untuk manifestasi Ddraig telah berakhir. Hitungannya sendiri sudah dimulai bersamaan dengan pertarunganku melawan Kiba. Tetapi, karena aku belum menyelesaikan urusanku dengannya, aku menahan manifestasi Ddraig. —Selain itu, jika musuhku adalah Crom Cruach, maka itu masalah yang sama sekali berbeda. Permata di armorku mulai memancarkan cahaya crimson. Cahaya itu kemudian berubah menjadi Naga raksasa. Ini kedatangan Sekiryuutei, Ddraig. Ddraig kemudian berdiri di depan Crom Cruach dan menanyakan ini,

[Jadi, kamu akan bertarung denganku dengan luka itu? Haruskah aku menahan diri?]

“Tidak. Itu tidak lucu. Sebaliknya, Ddraig. —Karena aku punya luka terhormat ini, aku bisa bertarung denganmu dalam kondisi terbaikku. Aku percaya itu disebut ‘merasa senang’ dalam bahasa manusia.”

Setelah melihat Evil Dragon yang menutupi dirinya dalam aura yang padat dan luas, Ddraig juga tertawa bahagia dari lubuk hatinya.

[Kukuku, itu benar. Begitulah seharusnya. Pertempuran Naga adalah tentang ketahanan.]

Crom Cruach kemudian mempersiapkan diri dan memperkenalkan namanya.

“Namaku [Crescent Circle Dragon] Crom Cruach, dan [Welsh Dragon] Y Ddraig Goch, aku menantangmu bertarung!”

Ddraig kemudian melebarkan sayapnya dan merespons.

[Namaku [Welsh Dragon] Y Ddraig Goch. [Crescent Circle Dragon] Crom Cruach, aku menerima tantanganmu!]

“Fufu, ini pertama kalinya aku memperkenalkan diriku dua kali! Sepertinya hari ini adalah hari keberuntunganku!”

[Evil Dragon macam apa yang mengatakan itu!? Sial, kamu benar-benar menjadi pria yang menarik, Crom Cruach!]

Kedua Naga kemudian mempersiapkan diri. Ddraig berkata padaku.

[Partner, pergilah. Aku akan menahannya di sini. Lebih baik kamu melanjutkan pertempuranmu.]

“Ya, kalau begitu aku pergi dulu.”

Aku meninggalkan kata-kata itu dan terbang ke tempat Rias. Tidak lama setelah itu, aku bisa merasakan gelombang kejut yang membuat seluruh field bergetar dari belakang—.

Power within force. Kekerasan Surga dan Putri Penebas[edit]

Ketika Xenovia melakukan pelatihan prajurit di Vatikan, dia dipuji setiap saat.

—Siapa sangka bahwa dia akan dipilih untuk menggunakan Durandal pada usia ini!

—Genius yang diberikan Surga pastinya kamu.

—Dan dia bahkan bisa menggunakan Excalibur juga ... sungguh keterlaluan.

—Kamu harus bisa tampil baik seperti pedang Surga.

Pada saat yang sama, ia juga biasa untuk dibandingkan.

—Meski dia tidak sekuat pendahulunya Strada, kekuatannya dekat.

—Kamu lebih baik menjadi pendekar wanita yang tidak membuat malu pendahulu Durandal-mu, Yang Mulia Strada.

—Itu benar, jika kita melatih keterampilannya, dia bahkan mungkin mencapai Vasco Strada.

—Kamu memiliki bakat untuk menjadi Yang Mulia Strada berikutnya, Xenovia.

Xenovia tidak bisa melupakan keterkejutan ketika dia bertemu pendahulunya, Vasco Strada, untuk pertama kalinya. Xenovia mengerti bukan dari perkataan para elite di gereja, tapi dari keberadaan orang itu sendiri, bahwa setiap fitur dari pria itu adalah—besar. Leher, lengan, jari, punggung, dan kakinya. Semua aspek tubuhnya begitu besar dan kokoh. Tubuh orang itu begitu kuat sehingga tidak cocok dengan wajah lamanya. Saat dia menunjukkan senyum di wajahnya yang penuh bekas luka, pria tua itu—Vasco Strada menyambut Xenovia.

“Ya, baiklah ... siapa sangka bahwa orang yang akan menjadi penggantiku adalah gadis cantik ini ... Surga mestinya peduli.”

Ketika dia ditepuk kepalanya, dia tahu pada saat itu juga. Dia bisa merasakannya dari tangannya.

—Dia berada di atasku. Dia jauh sekali. Orang ini berdiri jauh di atasku.

—Aku bertanya-tanya apakah aku bisa menjadi seperti pria ini?

Sejak hari itu, dia mempertanyakan dirinya sendiri seperti itu. Dan sekarang, tujuannya ada di depan matanya. Vasco Strada, orang yang disebut [Perangkat Kekerasan Gereja], [Kekerasan Surga], [Pembunuh Jahat Vatikan], dan [Mister Durandal].

Setelah berpisah dari Asia, Xenovia dan Irina terus mencari anggota tim musuh. Yang muncul di hadapan mereka adalah Strada, yang telah mencukur kepalanya untuk hari ini. Xenovia dan Irina dengan cepat memasuki pertempuran dengan Strada dan menghadapi pendekar pedang legendaris dengan kombinasi mereka. Strada kemudian menggunakan seni peremajaan yang dia peroleh dari Rias dan kembali ke masa keemasannya, yaitu pada usia lima puluhan. Meskipun mereka masih tidak tergores, mereka tampaknya adalah orang-orang yang dipaksa bertahan. Xenovia telah menggunakan teknik kombinasinya dengan Ise—yang memungkinkannya untuk berubah menjadi bentuk [Crimson Destruction Dragonar] miliknya dengan meminta Wyvern dari [Dividing Wyvern Fairy] menempel padanya (kurasa kamu bisa menyebutnya versi perempuan dari Boosted Gear Scale Mail). Tapi, dia masih tidak bisa mendaratkan satu pun serangan ke Strada yang berada di masa jayanya meskipun kekuatan dan kecepatan Pedang Suci-nya meningkat .... Faktanya, Strada adalah yang memerintah saat dia menghancurkan armor [Crimson Destruction Dragonar] hanya dengan aura Durandal II dan tinju sucinya.

Xenovia menggunakan gaya dua pedang dengan Durandal dan Excalibur di masing-masing tangannya, sambil juga membawa sarung pedang Excalibur yang membuatnya abadi, tapi ... biarpun lukanya bisa disembuhkan, itu tidak bisa mengembalikan stamina si pengguna. Karena Xenovia percaya diri dengan staminanya, itu akan menjadi kebanggaan baginya jika dia dikalahkan. Xenovia dan Irina menunjukkan kombinasi sempurna. Sementara Xenovia terus menebas lawan mereka menggunakan dua pedangnya, Irina akan menggunakan Pedang Suci Hauteclaire dan serangan cahaya Malaikat untuk mendukungnya. Meskipun mereka terus menyerang dan membuat Strada tidak dapat melakukan serangan balik ... kombinasi mereka dipatahkan oleh serangan musuh. Strada hanya perlu meningkatkan aura dan melambaikan Durandal II dan tinju suci untuk menghempaskan Xenovia dan Irina. Menerima serangan semacam itu berkali-kali akan menjadi buruk karena Irina tidak memiliki sarana penyembuhan seperti Xenovia. Strada kemudian memegang Durandal II-nya dan berkata kepada mereka,

“Tunjukkan padaku apa yang kamu pelajari di gereja.”

Setelah menjelaskan perlunya fasilitas pelatihan prajurit Gereja, banyak orang percaya dan orang-orang yang melatih para prajurit selalu mengatakan itu. Tidak ada orang yang tidak kompeten.

“Aku belum selesaiiiii!”

Xenovia, yang mengayunkan Durandal dan Excalibur-nya, teringat kembali. Ada suatu kesempatan di mana Xenovia bertanya pada para atasan,

“Apakah mungkin bagiku untuk menjadi pengguna Durandal terbaik dalam sejarah?”

—Itulah yang dia tanyakan.

Atasan kemudian menjawab.

—Dengarkan, Xenovia. Kamu adalah seorang prajurit dengan bakat luar biasa. Tentu saja, mungkin bagimu untuk menjadi salah satu pengguna Durandal terbaik dalam sejarah.

—Tapi ... tidak mungkin bagimu untuk menjadi yang terhebat dalam sejarah. Kamu tidak memiliki apa pun yang dapat membuatmu melampaui pendahulunya, Yang Mulia Vasco Strada.

—Bukannya aku meremehkanmu. Tidak ada keraguan bahwa talentamu adalah yang terbaik di antara para prajurit gereja. Tapi, itu berbeda. Yang Mulia hanya ada di level lain.

Meski dia manusia, dia bukan pengguna Longinus. Bahkan, dia bahkan tidak memiliki Sacred Gear. Satu-satunya yang dia miliki adalah ... Pedang Suci yang dia miliki di tangannya dan—tubuhnya yang telah terbentuk. Dan hanya dengan dua hal itu, ia menjadi penjelmaan kekuatan—dan menerima nama [Batas Kemanusiaan]. Dan di sinilah dia—.

“Aku akan mengalahkan Yang Mulia dan menjadi penerus Durandal yang sebenarnya!”

Xenovia meningkatkan aura pada Durandal sampai maksimal, dan Durandal menanggapi majikannya saat ini dengan menembakkan aura seganas-ganasnya pada mantan majikannya. —Tiba-tiba, ada seseorang yang bergabung dalam keributan dan menendang Yang Mulia Strada. Itu adalah monster yang terlihat seperti Naga Timur humanoid—bukan, Nakiri Kouchin Ouryuu yang telah berubah menjadi Ryuukijin (Naga Iblis Humanoid).

“Xenovia-kaichou! Shidou-senpai! Aku, Nakiri Kouchin Ouryuu akan ikut bertarung juga!”

Junior yang andal telah muncul. Xenovia berteriak pada Irina dan Nakiri.

“Irina! Ouryuu! Ayo serang bersama!”

““Ya!””

Kali ini, mereka bertiga termasuk Nakiri menyerang Strada pada saat bersamaan. Xenovia dengan Durandal dan Excalibur-nya, Irina dengan Hauteclere dan serangan cahayanya, dan Nakiri dengan pukulan dan tendangan penuh touki. Banyak serangan diberikan kepada lawan mereka, si Batas Kemanusiaan! Meskipun begitu, mereka masih berjuang melawan Strada karena dia hanya membalas serangan dengan Durandal II-nya. Pria bertubuh besar mengayunkan pedangnya dengan akurasi tinggi, menangkis semua serangan mereka satu per satu. Namun, ketika Xenovia dan anggota penyerang lainnya dari Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth] berbicara tentang berurusan dengan Strada, ada satu saran. Xenovia akan fokus pada dua pedangnya dan membidik bagian tertentu dari tubuh Strada. Di sana, Irina dan Nakiri akan bergabung dan menyerang target pada saat yang sama. Targetnya adalah—jari Strada. Karena mereka bertiga menargetkan hal yang sama, jari kiri Strada patah saat memutar ke arah yang salah. Sebagai seorang prajurit dan pendekar pedang, kedua tangan adalah senjata pertama dan terpenting. Setelah saling berdiskusi, mereka sampai pada kesimpulan, ‘meskipun kita tidak bisa menghancurkan seluruh kepalan tangan, mungkin saja menghancurkan satu per satu jari’. Itu adalah strategi yang menyedihkan, menargetkan satu per satu jari. Namun, dengan lawannya adalah Vasco Strada, mengambil satu per satu jari berhasil—! Tetap saja, setiap kali Xenovia, Irina dan Nakiri menargetkan jari kedua Strada, mereka akan diserang oleh tinju dan tendangan sucinya, mengirim mereka dengan cepat. Mengambil jari kedua juga jauh—. Ketika Nakiri menendang tanah, tanah tempat Strada berdiri di atasnya melayang dan mencoba membuat sangkar dan menyegel tubuhnya, tapi itu juga dihancurkan oleh aura suci yang dilepaskannya.

“Haaaaaaaaaaaaaaa!”

Xenovia kemudian meningkatkan auranya dalam sekejap dan melepaskan peluru Durandal pada jarak dekat. Xenovia tidak berpikir untuk menggunakan staminanya. Untuk melawan prajurit tua ini, dia harus menggunakan 120%, atau bahkan 200%, jika tidak, dia takkan pantas disebut penerus Durandal. Peluru Durandal yang dilepaskan dari jarak dekat berhasil mematahkan jari manis Strada. Xenovia lalu mengangkat dirinya, meningkatkan auranya sekali lagi dan melepaskan peluru Durandal terus-menerus!

“Menarik!”

Strada kemudian merespons dengan juga meningkatkan auranya pada Durandal II dan menembakkannya ke Xenovia! Saat armor [Crimson Destruction Dragonar] miliknya hancur total, Xenovia menuangkan semua sisa kekuatan Sekiryuutei yang tersisa ke Durandal dan Excalibur.

Luka akan disembuhkan oleh Scabbard! Aku takkan lari! Berlari berarti kalah! Aku hanya punya ini saja! Teknikku! Perasaanku! Dan lebih dari segalanya, aku sendiri!

Xenovia kemudian menyerang dengan aura Durandal dan Excalibur dalam jumlah besar, menembakkannya ke Strada. Itu adalah langkah andalan Xenovia.

“Cross Crisis!”

Dia membuat salib dengan aura tinggi Pedang Suci dan mengayunkannya! Aura dalam jumlah besar semakin dekat dengan Strada. Di sisi lain, Strada meningkatkan aura pada Durandal II-nya dan mencoba untuk melawan serangan itu. —Namun, Irina dan Nakiri menyela.

“Ayo!”

Irina mulai menembakkan banyak peluru cahaya, sementara Nakiri meningkatkan touki dan menendang tanah! Tanah kemudian melayang dan menutupi tangan kanan Strada—yang memegang Durandal II dengan lapisan dan lapisan bumi. Setelah itu, Strada yang dianggap tidak bergerak dibombardir oleh Cross Crisis Xenovia dan peluru cahaya Irina.

“Sekali lagiiii!”

Nakiri kemudian melanjutkan kerusakan dengan menendang Strada, mengirimnya terbang ke gedung di belakangnya! Setelah beberapa saat hening—. Ketiganya terengah-engah. Mereka semua telah menggunakan seluruh kekuatan mereka, dan akhirnya berhasil menghempaskannya. Pada saat itu—. Semua orang bisa mendengar suara penyiar dari langit.

<<Satu [Pawn] dari Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth], gugur!>>

—.

Laporan penyiar itu berarti Ravel, atau Elmenhilde dikalahkan. Tidak lama setelah itu, pengumuman lain dibuat.

<<Satu [Bishop] dari Tim [Rias Gremory], gugur!>>

Yang ini pasti Valerie. Sepertinya Rossweisse, yang pergi untuk mengalahkan penyembuh musuh, berhasil membuat Valerie gugur.

[Aku baik-baik saja.]

Ada pesan melalui interkom dari Ravel. Meskipun dia terengah-engah, dia belum gugur. Yang berarti bahwa laporan gugur tadi diarahkan ke Elmenhilde.

Kami fokus pada perjuangan kami melawan Strada, tapi bagaimana situasi saat ini?

Saat Xenovia berpikir seperti itu.

“Kaichou, menghindar!”

Itu suara Nakiri. Menyadari bahayanya, Xenovia terbang menjauh dari tempat itu. Tempat di mana Xenovia berdiri, kemudian dihujani oleh aura suci yang membentuk retakan di seluruh tanah. Pasti dari tinju suci. Mereka bertiga kemudian melihat ke arah gedung tempat Strada dihempaskan. Di sana, prajurit berotot itu menunjukkan dirinya lagi. Pedang Suci Durandal II yang dipegang Strada sekarang dipecah menjadi dua bagian karena serangan kombinasi terus-menerus sebelumnya. Xenovia kemudian mengingat sesuatu ketika melihat Durandal yang rusak. Selama kamp pelatihan, Ravel mengatakan,

[Durandal II Yang Mulia Strada ... aku ingin tahu apakah itu benar-benar sempurna. Dia memang memiliki pertarungan serius melawan anggota kuat dari Tim [Hakuryuukou of the Morning Star] dan menghadapi Arthur-sama dan Caliburn-nya, raja Pedang Suci .... Aku percaya ada kemungkinan kerusakan yang menumpuk pada pedangnya.]

Xenovia menyadari bahwa apa yang dipikirkan Ravel benar. Namun, aura yang tak terduga keluar dari seluruh tubuh Strada. Meskipun pedang dan jemarinya sudah patah, Strada tidak terganggu oleh itu ketika dia tersenyum dengan berani dan mengatakan ini,

“—Ini tak terhindarkan.”

Apa yang dikeluarkan dari bilah yang patah adalah aura suci yang tak tergoyahkan. Kekuatan penghancur dari tinju suci yang terbentuk bahkan dengan jemari yang patah bukanlah lelucon. Vasco Strada mulai mengeluarkan aura yang sama sekali berbeda dari seluruh tubuhnya.

“Begitu, jadi pertandingan sebenarnya dimulai sekarang.”

Itulah yang dikatakan prajurit tua itu. Walaupun Pedang Suci-nya patah, itu takkan menghentikan Kekerasan Surga. Walaupun tinju sucinya hancur, itu takkan menghentikan Inkarnasi Kekuatan (Vasco Strada). Nakiri kemudian tersentak menanggapi adegan ekstrem ini.

“...! ... Apa!? Apa-apaan dengan pria tua ini ...!?”

Xenovia sekali lagi memikirkan hal itu.

—Aku bertanya-tanya apakah aku bisa menjadi seperti pria ini.
Strada.png

Oppai Dragon VS Switch Hime. Seperti yang Dijanjikan, Aku Datang Untuk Melindungimu![edit]

Aku—Hyoudou Issei tiba di Akademi Kuoh dalam bentuk Dragon Deification. Dia di sini—. Aku tahu itu. Begitu aku memasuki gedung sekolah baru, aku mengaktifkan pendorong di punggungku dan terbang di sepanjang koridor dengan kecepatan tinggi sambil menaiki tangga.

Aku mengingat kembali kejadian satu setengah tahun yang lalu. Selama pertarungan Phoenix, aku bertarung bersama Rias di atap gedung sekolah dan jatuh berkali-kali karena luka yang kualami, tapi pada akhirnya, aku selalu berdiri lagi ketika aku menuju ke puncak .... Meskipun luka yang kuderita saat bertarung dengan Kiba tidak seburuk saat itu, itu masih memengaruhi tubuhku dan menjadi merepotkan. Seandainya aku tidak memikirkan serangan mendadak itu, aku mungkin sudah dikalahkan. Seperti yang diduga, teknik pedang Kiba dan atribut [Dragon Slayer] Gram sangat mengagumkan. Plus, itu juga membuktikan kepadaku sekali lagi bahwa tipe teknik adalah musuh terburukku. Aku tiba di depan pintu atap dan membukanya. Cukup yakin—Rias menunggu di atap. Aku kemudian mengatakan ini,

“Buchou, Hyoudou Issei, di sini siap melayanimu.”

Rias terkejut setelah mendengar itu, dan kemudian tertawa seolah dia mengerti apa yang kumaksud.

“Fufufu, itu bagus sekali, —Ise.”

Aku mendekatinya dan bertanya,

“Buchou. Pertempuran berlanjut, kan?”

“Ya.”

“Fufu.”

Aku berdiri di depan Rias dan tertawa sedikit. Aku mengulangi kalimat yang kukatakan tadi.

“Ufufu, kamu masih mengingatnya, Ise.”

“Yah begitulah. Maksudku, aku menunjukkan sisi terburukku pada saat itu. Itu sebabnya aku masih ingat dialogku sejak saat itu.”

—Aku takkan menyerah. Aku bodoh jadi aku tak tahu apa-apa tentang “Diramalkan” atau “Checkmate”. Tapi aku masih bisa bertarung.

Aku ingat bahwa aku berdiri di depan Riser setelah mengatakan itu. Aku mengepalkan tangan dan berkata,

“Aku akan terus bertarung selama aku bisa mengepalkan tinjuku—itulah yang kukatakan. Dan janji itu, aku masih menjaganya.”

Aku telah menghadapi situasi [Checkmate] yang tak terhitung jumlahnya. —Namun, aku masih hidup. Aku mencoba yang terbaik untuk tetap hidup. Itu sebabnya aku tidak boleh dikalahkan dengan mudah. Rias berkata,

“Sebelum kita bertarung, ada satu hal yang ingin kukatakan. Kalimat yang kamu katakan tadi—. Aku pikir itu adalah sisi terkerenmu yang bahkan membuatku jatuh cinta padamu.”

Setelah itu, sesuatu muncul dari bayang-bayang di bawah kakinya.

“—Gasper, ayo mulai.”

<<Ayo bertarung tanpa menyimpan dendam!>>

Rias kemudian berubah bentuk [Forbidden Invade Balor the Princess] tanpa melantunkan ayat. Dia mungkin bisa melakukan itu dalam periode tertentu hanya dengan melantunkan ayat sekali. Saat Rias dan aku melepaskan aura dalam jumlah besar dari tubuh kami, kami terbang menuju langit. Field sudah terguncang beberapa kali karena pertarungan sengit antara Ddraig dan Crom Cruach. Aku juga bisa melihat aura besar dan api dilepaskan dari jauh. Terlepas dari kenyataan bahwa ini adalah ruang semu, aku percaya bahwa replika Kota Kuoh ini tidak akan bertahan lama juga. Begitulah sengitnya pertarungan antara Crom Cruach dan Ddraig.

Di sisi lain, pertarungan antara [King], Rias dan aku, dimulai. Pertama, kami berdua menembakkan peluru kekuatan Iblis! pelurunya adalah kekuatan penghancurnya yang diperkuat oleh lapisan kegelapan, sedangkan peluruku adalah Dragon Shot-ku. Kami berdua menembakkan peluru raksasa. Kedua peluru raksasa itu bentrok di langit Akademi Kuoh dan menciptakan ledakan besar. Guncangan itu menyebar ke seluruh langit. Sekarang musuhnya adalah Rias, aku takkan menahan diri! Teknik ini adalah yang terbaik melawan perempuan! Aku berkonsentrasi pada gambar-gambar merah muda dalam pikiranku dan melepaskannya sekaligus! Aku juga menggunakan kemampuan [Penetrate] ke teknik untuk memastikan itu akan berhasil!

[Penetrate!]

“—Pailingual! Hei, Oppai Rias! Biarkan aku mendengar suaramu!”

Itu adalah langkah rahasiaku yang membiarkan aku mendengarkan perasaan sejati seorang gadis! Saat aku mendengarkan dengan cermat—.

<<[—Ah, —Aku, —Aku, —Waktu—, Senpai—, Oh Ise—]>>

Sialan! Aku bahkan bisa mendengar suara Gya-suke bersama dengan Rias! Apakah ini karena teknik kombinasi dengan Gasper!? Jadi itu sebabnya perasaan Gasper tercampur ke dalamnya ketika aku mencoba mendengarkan perasaan Rias, ya! Meskipun dia juniorku yang berharga, aku tidak punya niat untuk mendengar orang itu! Apakah efek dari [Penetrate] terlalu kuat? Tidak, itu mungkin rencana Rias untuk melawan itu! Lalu, bagaimana dengan ini!? Aku memusatkan kekuatan mesumku di tanganku, menambahkan kekuatan Dragon Deification padanya, dan kemudian melepaskannya sekaligus!

“Boobs Power Wave! Dress Break Dragon God Mode (D×D)!”

Dress Break D×D dapat memengaruhi target bahkan jika mereka jauh! Rias menerima teknikku yang melepaskan teknik kombinasinya dengan Gasper, mengubahnya menjadi Rias normal. —Namun, pakaian kegelapan yang terkoyak menempel padanya sekali lagi, membuatnya kembali ke bentuk kombinasinya! J-Jadi ini juga sia-sia!? Itu berarti bahwa dia telah benar-benar mempersiapkan tindakan balasan terhadap teknik mesumku ...! Rias kemudian mencoba menembakkan peluru raksasa dari kekuatan Iblis penghancurnya dan berkata,

[Aku sudah cukup mengambil tindakan terhadapmu!]

Aku menanggapinya dengan menembakkan Dragon Shot raksasa saat aku memperlebar jarak kami. ... Sial! Sekarang, aku bertanya-tanya apa yang harus kulakukan. Nah, untuk mengakhiri pertandingan ini, aku harus menggunakan Infinity Blaster atau Longinus Smasher! Tidak, dia seharusnya memikirkan tindakan balasan juga. Lagian, itu adalah senjata terkuatku. Wajar jika dia memiliki semacam perlawanan terhadap itu. Jika aku memang menembak itu, itu akan mengambil sebagian besar staminaku sekaligus. Aku tak bisa begitu saja menembaknya secara acak. Jika itu masalahnya, haruskah aku melakukan kompetisi stamina yang berubah-ubah dengan Rias? Tidak, aku harus menggunakan Dress Break sekali lagi dan menyerang pada saat pakaian kegelapan terkoyak—.

Saat aku memikirkan ini dan itu, Rias membuat mata ketiganya bersinar secara misterius dan mencoba menghentikanku! Aku dengan cepat melarikan diri dari tempat itu dan menjauh dari pandangannya! Bahkan jika tubuhku dihentikan hanya sesaat, itu akan sangat berbahaya! Jika aku harus menanggung kekuatan Iblis penghancur raksasa, bahkan armor Dragon Deification-ku akan—. Rias tidak membiarkan Gasper menggunakan kemampuannya—binatang kegelapan dan yang lainnya sering karena dia ingin menyimpan staminanya untuk fokus pada bentuk ini .... Dengan kata lain, ini adalah kondisi puncak Rias dan Gya-suke, ya? Aku akan datang tepat pada mereka! Selain itu, saat aku mencoba untuk terlibat dalam pertarungan jarak dekat, Rias terjun ke bayang-bayang di dekatnya. Aku ingat hal-hal yang dikatakan Sakra kepadaku.

—Dalam kelompok Gremory, apakah kau tahu perbedaan terbesar antara kau dan Rias Gremory? Rias Gremory kuat bahkan tanpa dirimu. Tapi, tanpa Ravel, ada kalanya kau tidak akan dapat berfungsi dengan benar. Itu adalah perbedaan besar ZE?

Aku tak tahu bagaimana harus menanggapi kata-kata Sakra, karena itulah yang kurasakan juga.

—Mampu menggunakan gadis Phoenix itu bagus. Akan tetapi, kau juga harus bisa melakukan langkah kejutanmu sendiri mulai sekarang. Kondisimu saat ini akan membantumu dengan baik di babak penyisihan. —Tapi, kau mungkin bertanding denganku di turnamen utama, dan ketika itu terjadi, kau takkan bisa melakukan apa pun dalam kondisimu saat ini, kau tahu? Seharusnya sudah jelas di kepalamu sekarang betapa lemahnya kau ketika kau mengalahkan Cao Cao dalam Kerusuhan Demonic Beast.

Seharusnya sudah jelas di kepalamu sekarang betapa lemahnya kau—. Itu benar, sama seperti pertarunganku dengan Kiba ... aku harus memanfaatkan serangan kejutan atau sejenisnya untuk menjadi lebih kuat! Begitulah awalnya aku lolos dari kematian! Aku harus memikirkan serangan mendadak menggunakan sumber daya yang kupunya ... teknik yang akan melewati Rias ... Dress Break dan Pailingual tidak berhasil padanya. Terutama Dress Break, yang hanya melepas pakaian kegelapannya sebentar ... itulah saat ketika aku mendapat ide tertentu .... Kalau begitu, bagaimana jika aku melakukan sesuatu ketika sedang mencoba untuk memasang kembali dirinya sendiri? Aku harus mencobanya! Untuk melaksanakan rencana yang ada dalam pikiranku, aku bersiap untuk menggunakan Dress Break sekali lagi ketika aku menemukan celah! Aku meningkatkan kekuatan mesum di tanganku dan menembakkannya ke Rias!

“Dress Break D×D!”

Beberapa saat kemudian, pakaian kegelapan Rias untuk sementara terkoyak!

“Percuma saja!”

Saat dia mengatakan itu, aku memanjangkan bagian ekor armorku dan mengarahkannya ke Rias! Ujung ekor kemudian menyebar dan—menempel ke dada Rias!

“—Serappp! Ayo, ekorkuuuuuuuuuuu!”

Ekor yang menempel pada payudara Rias mengeluarkan suara isap saat mulai menyerap sesuatu darinya! Wajah Rias langsung memerah dan dia berteriak!

“Tidaaaaaak!”

Ini terinspirasi oleh salah satu teknik payudaraku—Nyuutron Beam Cannon! Bisa dibilang bahwa ini adalah tahap persiapan untuk itu!

Nyuutron Beam Cannon adalah teknikku (terinspirasi oleh kakekku yang sudah mati), di mana bagian ekor armorku akan menempel pada payudara wanita dan menyerap [Energi Payudara] mereka dan mengubahnya menjadi kekuatan Iblis, membiarkanku menembakkan ledakan kuat ... aku percaya bahwa bahkan rekanku tidak bisa memahami logika di balik teknikku. Bagaimanapun juga, jumlah orang yang melihatku menggunakan teknik ini, atau bahkan saat aku benar-benar menggunakan teknik ini rendah. Bahkan Rias belum benar-benar melihat prosesnya dengan seksama karena dia hanya mempelajarinya melalui rumor. Hal yang sama berlaku untuk Gasper yang berubah menjadi pakaian Rias. Itu sebabnya aku berpikir untuk mengejutkannya dengan melakukan langkah pertama dengan serangan jarak dekat. —Prediksiku benar! Meskipun pakaian kegelapan menyatu kembali dengan Rias, ekorku masih tetap diam! Selama waktu itu, ekor armorku terus menyerap energi payudaranya! Di saat yang sama, payudara Rias juga—semakin kecil!

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhh!

Payudara pengantinkuuuuuuuuuuu! Payudaranya menyusut. Siapa yang mengira aku akan diperlihatkan pemandangan mereka menyusut secara langsung ...!?

Tapi, ini juga ... untuk menang! Aku membuang emosiku dan terus menyerap energi payudaranya! Di sisi lain, Rias, yang energi payudaranya diserap olehku, sepertinya dia kehilangan kekuatannya. Ini adalah efek samping teknik tersebut.

[... A-Aku tidak akan kalah ... dari ini ...!]

Rias mencoba menembakkan kekuatan Iblis penghancurnya, tapi auranya tidak bisa terwujud.

<<Rias-oneechan! A-aku akan! T-Tapi!>>

Jika Gasper terpisah dari Rias, dia akan rentan dan aku bisa menghabisinya dengan menggunakan teknik kuatku. Gya-suke pasti menyadari itu juga. Sementara ekorku masih melekat, aku mengumpulkan energi yang diperoleh dari payudaranya ke empat meriam armor Dragon Deification-ku. Angka [99] muncul di permata armorku. Ini ukuran payudara Rias—. Saat sejumlah besar energi berkumpul di sekitar moncong meriam, aku mengarahkannya pada Rias! Payudara Rias—benar-benar diserap oleh ekorku, sampai akhirnya hilang sama sekali! Terlepas dari kenyataan bahwa itu akan kembali pada waktu yang ditentukan, itu masih terlalu mencolok! Tapi ini adalah Rating Game! Ini adalah pertandingan Turnamen Internasional! Aku menyeka air mataku dan menyiapkan meriam!

“Rias! Aku akan tembak!”

“[<<D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D!!!!!!!!>>]”

Aku berteriak bersamaan dengan suara yang datang dari permata itu!

“Nyuutron Beam Cannon + ∞ Blasterrrrrrrrrr”

Gerakan andalan Dragon Deification dan Teknik Payudara-ku digabungkan, menciptakan peluru kelas kapal penempur yang menyelimuti Rias dan Gasper—.

—Bagus.

Saat diselimuti peluru aura, itulah yang kudengar Rias katakan. Langit dari seluruh game field berubah menjadi merah ketika ledakan raksasa terjadi—. Setelah gelombang kejut dari peluru berhenti—aku tidak bisa melihat Rias dan Gasper. Setelah itu, penyiar berkata.

<<Kekalahan satu [Bishop] dan [King] dari Tim [Rias Gremory] telah dikonfirmasi! Dengan demikian, pertandingan ini—dimenangkan oleh Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth]!>>

[Waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!]

Saat pemenang diputuskan, para penonton juga bersorak. Aku bisa mendengar sorak-sorai penonton. Komentator juga berteriak,

<<Oooh! Akhirnya, pertandingan yang ditakdirkan antara [Oppai Dragon] dan [Switch Princess] telah diputuskan! Pemenangnya adalah, [Oppai Dragon] alias tim Hyoudou Issei, [Sekiryuutei of the Blazing Truth]!!!!!>>

[Oppai Dragon! Oppai Dragon! Oppai Dragon! Oppai Dragon! Oppai Dragon! Oppai Dragon!]

Para penonton meneriakkan namaku. Semua orang sangat senang. —Tiba-tiba, Ddraig, yang tubuhnya penuh luka, menghampiriku .... Salah satu lengannya patah, dan sayapnya juga penuh lubang. Tetap saja, sepertinya dia tidak kalah. Aku bertanya pada partnerku.

“... Aku menang, Ddraig. Bagaimana denganmu?”

[Ya, aku tidak bisa menyelesaikan pertandingan dengan Crom Cruach. Meskipun Evil Dragon itu terluka, yah, dia tetap kuat! Sudah lama sejak aku memiliki pertandingan yang bagus!]

Dia membuat wajah yang sangat puas! Pertarungannya melawan Crom Cruach pasti sangat menghibur. Saat aku melihat ke arah tempat Ddraig bertarung—tak ada lagi rumah karena semuanya telah menjadi satu dengan tanah! Kamu sangat senang sekali!? Ah! Ada retakan di langit field! Jika aku bertarung lebih lama melawan Rias, aku tak bisa membayangkan bagaimana medan ini akan berubah ...

Aku menarik napas dan berkata kepada partnerku.

“Ini hanya permulaan.”

[Ya, sekarang kita telah memenangkan pertandingan ini, aku juga menantikan pertandingan berikutnya.]

Aku kemudian beradu tinju dengan Ddraig.

“[Kita akan berusaha menjadi yang terkuat!]”

Pertandingan ketiga dari Rating Game World Tournament—. Ini kemenangan kami, sebagai Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth]!

Durandal.[edit]

Setelah pertandingan selesai, Xenovia Quarta berlutut. —Bahkan meskipun Ise, [King] mereka telah mengalahkan Rias dan menang ... yang muncul di depan matanya adalah Vasco Strada yang tidak terluka.

—Aku tidak bisa mengalahkannya. Walau begitu, aku bahkan tidak bisa memberinya kesulitan.

Meskipun Irina dan Nakiri Kouchin Ouryuu yang bertarung bersamanya tidak gugur, mereka berdua menggunakan semua stamina mereka, memaksa mereka untuk jatuh di tempat. Menilai dari pengumuman gugur, anggota Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth] yang tersisa adalah Ise (Ddraig), Xenovia, Irina, Rossweisse, Ravel dan Nakiri. Dari sisi musuh yang tersisa yaitu Akeno, Koneko, Strada dan Crom Cruach.

... Jadi benar bahwa kami hanya bisa mengalahkan Master Rias dengan kekuatan kami saat ini. Kami tidak berhasil mengalahkan Strada dan Crom Cruach.

Strada lalu menarik napas dalam-dalam dan berkata,

“Hm, sepertinya pertandingan sudah diputuskan.”

Strada mengambil bagian yang rusak dari Durandal II dan berkata kepada Xenovia dan yang lainnya,

“Aku keluar lebih awal dari turnamen ini. —Tapi, lanjutkanlah, anak-anak muda.”

Menanggapi pendahulunya yang mendorongnya, Xenovia—

“Yang Mulia! Aku ...!”

Strada lalu tersenyum ceria.

“Prajurit Xenovia. —Tubuhku adalah tubuh manusia. Ada batasan pada usiaku. Tetapi aku akan berusaha agar aku bisa hidup selama tiga puluh tahun lagi. Selama waktu itu, datang dan tantang aku lagi.”

Dengan kata-kata perpisahan itu, dia meninggalkan tempat itu. Nakiri, yang kolaps, tersenyum pahit.

“... Dalam tiga puluh tahun lagi, Yang Mulia Strada akan berusia lebih dari seratus tahun.”

Irina juga tertawa.

“Tapi, aku tidak berpikir dia sedang bercanda. Yang Mulia masih akan tetap kuat meskipun usianya lebih dari seratus.”

Bahkan dengan lebih dari setengah dari pasukan penyerang Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth], Xenovia Quarta, Shidou Irina, dan Nakiri Kouchin Ouryuu, mereka tidak dapat mengalahkannya—. Tetap saja, Xenovia sangat ingin mengungguli dia.

Parents.2[edit]

Bagian 1[edit]

Sebuah diskusi pasca-pertandingan berlangsung di ruang penonton VIP ketika ayah Rias—Zeoticus berjabat tangan dengan ayah Ise, Hyoudou Gorou.

“Hyoudou-san, itu pertandingan yang bagus. Selamat.”

Gorou dengan malu menanggapi kata-kata Zeoticus.

“T-Terima kasih, tapi untuk anakku yang mengalahkan Rias-san ...”

“Tidak, ini pertandingan. Tim gadis kami pasti melakukan yang terbaik juga. Dan di atas semua itu, pertarungan yang bagus mengingat lawannya adalah tunangannya sendiri, Issei-kun. Seperti yang diharapkan dari pasangan yang Rias pilih.”

“T-Tidak! Itu tidak benar! Pokoknya, Bina-san, tentang Grayfia-san—”

“Ya, kami sudah merawatnya juga—”

Ketika kedua ayah melanjutkan diskusi pasca-pertandingan mereka, ibu Ise, Miki juga bisa tenang. Dia khawatir bahwa putra atau putrinya mungkin akan terluka atau terlibat dalam kecelakaan selama pertandingan. Dia tidak bisa berhenti khawatir karena dia juga mendengar hal-hal yang terjadi setelah seseorang kalah. Tetap saja, dia ingin segera pergi ke kamar rumah sakit tempat Asia berada. Ibu Rias—Venelana tengah menyaksikan di sampingnya saat dia berkata,

“Itu agak menegangkan, bukan?”

“Ya, jantungku berdegup kencang. Terutama ketika Asia-chan dikalahkan, aku hampir kehilangan diriku ... —Tapi ...”

Miki tersenyum melihat pemandangan putranya di monitor. Ketika Ise kembali ke stadion, dia melambaikan tangannya dan tersenyum ke arah para penonton. Miki berkata,

“Kupikir anakku sangat keren. Dia sedikit mesum.”

Venelana menambahkan,

“Ya, Rias dan Issei-san benar-benar hebat.”

—Lalu, kedua ayah itu berdiri dari tempat duduk mereka.

“Sekarang, Hyoudou-san, mari kita pergi menemui anak-anak kita. Aku khawatir tentang Rias dan menantu perempuanku.”

Gorou menanggapi undangan Zeoticus,

“Tentu saja! Aku juga khawatir tentang Asia!”

Venelana mengundang Miki.

“—Mari pergi ke tempat anak-anak kita, yuk?”

Miki menjawab sambil tersenyum.

“Ya.”

Ketika mereka meninggalkan ruang tontonan ditemani oleh pengawal mereka, Kanzaki Mitsuya, Miki lalu memandangi monitor untuk yang terakhir kalinya. Miki kemudian tersenyum melihat pemandangan putranya yang berbicara untuk wawancara pasca-pertandingan.

“... Ise, aku akan datang dan melihat pertandinganmu berikutnya juga. Tolong lakukan yang terbaik sampai saat terakhir. Sekarang, aku harus pergi dan mengunjungi Asia-chan.”

Bagian 2[edit]

Bina Lessthan—bukan, Grayfia Lucifuge, yang berbaring di atas ranjang ruang rumah sakit, akhirnya membuka matanya. Dia melihat ke langit-langit, dan setelah menyadari bahwa itu adalah kamar rumah sakit, dia mengingat fakta bahwa dia telah dikalahkan oleh Rias. —Tiba-tiba, ada seseorang yang memanggil Grayfia.

“Okaa-sama!”

Itu putra kesayangannya, Millicas. Millicas ada di sini ... ketika dia menyentuh wajahnya sendiri—dia menyadari bahwa dia telah kembali ke bentuk biasanya. Sekarang, setelah Millicas ada di sini, dia pasti tahu bahwa ibunya telah berubah menjadi seorang remaja dan mengenakan topeng untuk berpartisipasi dalam turnamen. Dia telah merahasiakan ini dari Millicas ... sejak kepergian Sirzechs, dia jarang memiliki kesempatan untuk bertemu putranya sendiri ... karena partisipasinya dalam turnamen. Dia sekali lagi menyadari betapa egois dan kejamnya seorang ibu ... dia tidak tahan melihat wajah Millicas. —Meski itu, Millicas kemudian mulai berbicara dengan riang.

“Okaa-sama! Kamu sangat keren! Meskipun kamu kalah dari Rias-neesama ... tapi sekarang setelah aku tahu bahwa Bina Lessthan adalah Okaa-sama, aku akan menonton kembali semua klip pertandinganmu!”

Millicas tidak marah dan bahkan tidak tampak bingung ketika dia dengan bangga menerima partisipasi ibunya di turnamen. Grayfia terkejut dengan jawaban itu. Akhirnya, dia bertanya pada putranya.

“... Apakah kamu tidak marah padaku? Maksudku, aku tidak memberi tahumu apa-apa dan berpartisipasi dalam turnamen ... dan aku bahkan tidak banyak bicara denganmu di rumah ...”

Millicas menjawab sambil tersenyum,

“Tidak apa-apa, Okaa-sama ikut serta dalam turnamen! Ditambah lagi ... pemandangan pertarungan Okaa-sama dalam pertandingan adalah ... yang terbaik!”

Mata Grayfia berair menanggapi jawaban Millicas ketika dia mulai menangis. Dia memeluk putranya dan meminta maaf.

“... Aku minta maaf ... aku minta maaf ... Millicas, aku minta maaf ...”

“... Okaa-sama? Kenapa kamu menangis?”

Millicas tidak tahu bagaimana merespons ibunya, yang menangis dan meminta maaf pada saat bersamaan. Grayfia pasti sudah menemukan hal yang benar-benar harus dia lindungi—.

Next Life. Kemenangan atau Kekalahan[edit]

Beberapa hari setelah pertandingan berakhir—.

Semua anggota dari kedua tim, kecuali Crom Cruach, berkumpul untuk merayakan kemenangan Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth] dan menikmati pesta pasca-pertandingan di ruang tamu Kediaman Hyoudou. Yah, meskipun turnamen masih berlangsung, ini bukan pesta besar karena pada dasarnya hanya semua orang berbagi makan bersama.

Ditengah itu—

[Kerja bagus semuanya! Bersulang!]

Setelah bersulang, semua orang meneguk jusnya. Rias sepertinya sudah tenang setelah minum dari gelasnya saat dia menghela napas.

“Fu–, sekarang turnamen telah berakhir, suasana canggung dan tegang yang hadir karena pertandingan kita telah hilang ... selamat, Ise.”

Rias memberi selamat padaku. Setelah itu, anggota Tim [Rias Gremory] juga melakukan hal yang sama.

“Ya, terima kasih.”

Rias kemudian memberi tahuku sebagai jawaban atas rasa terima kasihku yang jujur.

“Ini berarti bahwa kami akan mendukungmu mulai sekarang.”

Akeno-san melanjutkan.

“Ya itu benar. Kami akan mendukungmu, Ise-kun, sehingga kamu bisa terus mendapatkan kemenangan.”

Koneko-chan juga mengangguk.

“... Ya. Membidik untuk menjadi juara.”

“Aku juga akan membantumu sebanyak yang aku bisa.”

“Sama denganku dan Valerie!”

“Jika ada yang kamu butuhkan dariku, jangan ragu untuk meminta.”

Kiba, Gasper dan Valerie mengatakan hal yang sama!

“Terima kasih, semuanya!”

Aku hampir menangis karena kebaikan budak-budakku dan rekan-rekanku! Rias kemudian bertanya pada Lint-san.

“Lint, apa yang akan kamu lakukan mulai sekarang?”

Lint-san memakan dagingnya sekaligus dan menjawab,

“Aku pada dasarnya akan menemani kalian. Tapi, aku juga sedikit khawatir tentang Cao Cao-sensei.”

Lint-san penasaran dengan Cao-Cao dan Golongan Pahlawan baru. Kiba kemudian bertanya kepada Yang Mulia,

“Bagaimana dengan Yang Mulia?”

Yang Mulia datang ke negara ini sebagai anggota tim Rias. Sekarang tim Rias telah dibubarkan, dia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan Yang Mulia mulai sekarang, yang mana Yang Mulia menjawab,

“Aku berpartisipasi dalam turnamen ini untuk menjadi salah satu pedang Rias-hime. Sayangnya, partisipasiku dalam turnamen telah berakhir. —Tetap saja, aku merasakan atmosfer yang mengganggu. Kupikir aku akan tinggal di Kota Kuoh sampai turnamen berakhir.”

Ooh! Ada begitu banyak pertanyaan yang ingin kutanyakan dan hal-hal untuk dipelajari dari Yang Mulia! Jika kami bisa bertarung bersama Yang Mulia, maka tidak ada yang lebih meyakinkan dari itu! Sekarang, tentang Crom Cruach yang tidak muncul hari ini ... Ddraig berkata,

[Yah, dia akan menunjukkan dirinya sendiri jika ada musuh yang kuat.]

Memang benar turnamen ini telah berakhir untuk Crom Cruach. Namun, sepertinya dia akan muncul dan bergabung dengan pertarungan jika Dewa Jahat yang kuat muncul. Sementara kedua tim bersenang-senang, pertandingan keempat turnamen akan segera dimulai.

“Sekarang, aku ingin tahu tentang pertandingan selanjutnya ...”

Itu benar, pemenang pertandingan keempat akan menjadi lawan berikutnya [Sekiryuutei of the Blazing Truth]. Kami ingin tahu tentang pertandingan karena itu. Dan beberapa hari setelah pesta perayaan—. Setiap orang yang tinggal di Kediaman Hyoudou dan orang-orang yang menjadi bagian dari Klub Penelitian Ilmu Gaib berkumpul di depan televisi di ruang tamu ketika kami melihat ke layar.

<<Pemenangnya adalah—>>

Penyiar mengumumkannya

<<Tim [Babel Belial] dipimpin oleh Diehauser Belial-senshu! Bahkan pendatang baru yang memiliki harapan besar untuk semua orang tidak bisa menang melawan Emperor Rating Game!>>

Itu benar, pemenang pertandingan keempat ini adalah—tim yang dipimpin oleh Champion Diehauser Belial, [Babel Belial]! [King] dari Tim [Black Satan of Darkness Dragon King], Grim Reaper kelas atas, Zeno, yang juga memiliki makhluk Kelas Transendental, Balberith dan Verrine, dikalahkan dan mereka tersingkir dari turnamen pada pertandingan pertama mereka. Di layar, seorang anggota Tim [Black Satan of Darkness Dragon King] (mungkin Gressil) terlihat berhadapan dengan Balberith.

[Balberith! Apa artinya ini!?]

Anggota Tim [Black Satan of Darkness Dragon King] tampaknya marah .... Ya ampun, nama tim mereka begitu panjang. Terlepas dari kenyataan bahwa salah satu anggota tim mencaci Balberith, pertandingan itu sebenarnya cukup brutal. Ada banyak celah di Tim [Black Satan of Darkness Dragon King] karena kurangnya chemistry antara anggota, yang dieksploitasi oleh Tim [Babel Belial] untuk mengalahkan mereka dengan agung. Namun, orang yang paling sering dihajar adalah sang ace, Balberith. Terlepas dari kenyataan bahwa setiap anggota [Black Satan of Darkness Dragon King] kuat dan dapat melakukan serangan aneh, mereka semua sia-sia karena [King] mereka, Grim Reaper Kelas Atas, dengan mudah dikalahkan oleh [Champion]. Ravel kemudian berkata ketika melihat hasil ini.

“Di satu sisi, hasilnya ternyata persis seperti yang kami prediksi.”

Rias mengangguk.

“Itu benar, meskipun ada orang-orang dengan kekuatan spesial di antara tim lawan, kita tidak tahu apa yang akan terjadi dalam pertandingan. Lebih dari itu, hal-hal seperti ini kemungkinan besar akan terjadi jika sang Champion yang bertarung dalam pertempuran.”

Rossweisse-san juga mengangguk sambil berkata,

“[King] dari tim Alam Baka itu adalah Grim Reaper Kelas Atas. Dengan cara bertarung seperti ini, wajar saja kalau dia akan dikalahkan oleh tim sang Champion.”

Koneko-chan, yang sepertinya merasakan sesuatu dari pertandingan, memberi tahu semua orang tentang pendapatnya.

“... Si Balberith itu, aku merasa gaya bertarungnya menjadi lebih mirip dengan gaya bertarung Oppai Dragon milik Ise-senpai.”

Irina juga setuju dengan ini.

“Betul! Aku juga merasakan itu! Aku merasa seperti pernah melihat gaya bertarung itu sebelumnya, dan itu persis seperti gerakan reguler pertunjukan [Oppai Dragon]!”

Persis seperti yang mereka katakan. Pemuda berambut tembaga itu mencoba melakukan gerakan berpose dan menyerang yang [Oppai Dragon] lakukan dalam program Tokusatsu [Chichiryuutei Oppai Dragon] selama seluruh pertandingan, itulah sebabnya semua upaya mereka sia-sia. Komentator juga merasa terganggu dengan adegan itu. Aku setuju dengan pendapat Koneko-chan dan Irina.

“Ya, itulah yang kurasakan saat melihatnya juga. Meskipun benar bahwa aku terkejut, pikiran tentang [Tapi kenapa?] juga terlintas di benakku.”

Xenovia lalu memiringkan kepalanya.

“Bukankah dia jenis Iblis yang melakukan gaya bertarung itu? Kamu tahu, aku ingat dia memiliki gaya bertarung yang longgar dan dadakan.”

Kiba setuju dengan Xenovia.

“Ya, begitulah dia dulu bertarung. Dia menggunakan bakatnya, atau mungkin kamu bisa mengatakan bahwa dialah tipe yang menggunakan instingnya. Tipe yang tidak memiliki gaya tertentu dan liar.”

Benar, aku telah melihat pertarungannya dalam rekaman pertandingan sebelumnya, dan memperhatikan bahwa Balberith menggunakan gaya bertarung yang lebih longgar dan dadakan ... seperti yang diamati Kiba, itu seperti dia bertarung dengan nalurinya. Itu sebabnya Pangeran para Asura tidak bisa membaca gerakannya, dan hasilnya dikalahkan di babak penyisihan. Ravel berkata,

“... Aku tidak tahu apa yang terjadi pada mereka, tapi hasilnya tidak dapat diubah. Dengan ini, lawan kita akan menjadi—sang [Champion], Diehauser Belial-sama.”

... kurasa dia benar. Sekarang, lawan kami berikutnya adalah sang Champion. Si peringkat pertama di Rating Game! Siapa yang menduga bahwa kami akan bertanding dengan Rating Game Champion secepat ini ...! Tidak, fakta bahwa kami berada di World Tournament berarti bahwa hasil ini tidak bisa dihindari selama kami terus menang .... Kami tidak punya pilihan selain terus maju! —Tiba-tiba, Nakiri bertanya padaku.

“... Senpai, apa yang akan Bina-san ... tidak, Grayfia Lucifuge-san lakukan mulai sekarang?”

Grayfia-san, ya. Aku menggaruk pipiku dan menjawab,

“... Kurasa dia tidak bisa berpartisipasi dalam pertandingan berikutnya.”

“Jadi rumor bahwa dia sedang beristirahat di kastil Gremory ternyata benar.”

Untuk Roygun-san mengatakan itu, sepertinya dia sudah mendapatkan info itu. Seperti yang diharapkan dari informan kami, dia bahkan tahu tentang hal-hal yang hanya diketahui oleh sebagian Keluarga Gremory. Rias yang merupakan keluarga Grayfia-san berkata,

“... Setelah Sirzechs-oniisama pergi untuk melawan Trihexa, dia telah memaksa dirinya sendiri dan, sebagai hasilnya, itu membuatnya lemah secara mental. Itu sebabnya mereka memutuskan untuk menghabiskan waktu di samping Millicas dengan damai.”

Dari apa yang aku dengar, orangtua Rias mendesak Grayfia-san untuk beristirahat. Karena mertuanya yang merawatnya khawatir tentang dia, dia memilih untuk beristirahat di kastil. Selain itu, Ajuka Beelzebub-sama juga mengusulkan agar dia menjangkau Sirzechs-sama yang berada di Isolation Barrier Field. Sebenarnya bisa saja untuk berkomunikasi ke dalam Isolation Barrier Field. Karena ini menjadi rahasia besar, hanya aku yang tahu tentang ini bahkan di antara teman-temanku. Yah, meskipun kami hanya bisa menghubungi mereka jika ada keadaan darurat, kami masih bisa berbicara dengan Sirzechs-sama, Azazel-sensei dan Leviathan-sama. Ditambah lagi, Ajuka Beelzebub-sama memberi tahuku bahwa dia akan membuat Grayfia-san bergabung dengan mereka .... Tetap saja, aku akan kehilangan [Queen] kuatku di pertandingan berikutnya. Tapi itu tidak lebih dari masalah kecil ... karena aku masih memiliki teman dan junior penting denganku. Aku melanjutkan,

“Oh, benar, murid-murid kelas 2 akan mengadakan perjalanan sekolah, kan?”

Murid-murid kelas 2 yang hadir di sini, Koneko-chan, Ravel, Gasper dan Nakiri, mengangguk. Oh, dan Ingvild yang baru saja ditransfer akan pergi juga. Teman Vampir Nakiri yang tidak hadir di sini, Millarca Vordenburg, dan budak-budak Sitri, Nimura Ruruko-san juga murid kelas 2, jadi mereka juga akan pergi. Aku berkata kepada Ingvild,

“Kyoto, ya. Bersenang-senanglah saat kamu di sana, Ingvild. Kyoto adalah tempat yang bagus. Kalau kamu tidak diserang, sih.”

Ingvild menjawab dengan “Ya, aku menantikannya” dan tersenyum menanggapi perkataanku. Kunou, yang diam sampai saat ini, berdiri di depan siapa saja dan berkata dengan berani.

“Kyoto adalah wilayahku! Jika aku punya waktu, aku akan membimbing kalian!”

Oh wow, sepertinya Kunou juga akan berpartisipasi dalam perjalanan sekolah. Ravel mengatakan ini padaku,

“Sebenarnya, pada saat kami melakukan perjalanan sekolah ... kami juga memiliki pertunjukan Oppai Dragon di sisi lain Kyoto untuk Youkai di sana.”

“Masa! Jadi aku juga akan pergi ke Kyoto?”

Ravel mengangguk menanggapi pertanyaanku. Ooh, jadi itu artinya aku akan pergi ke Kyoto sekitar waktu yang sama dengan tahun lalu! Kyoto adalah salah satu wilayah di mana Youkai tinggal. Dan pertunjukan Oppai Dragon di sana ... Oppai Dragon yakin akan menjadi internasional. Rias, yang mencintai Kyoto, tersenyum lebar.

“Fufufu, kalau begitu, semuanya, mari kita jalan-jalan ke Kyoto. Kyoto adalah tempat yang bagus.”

“Ya, aku menantikannya.”

Akeno-san juga tersenyum. Sepertinya kami akan melakukan perjalanan bisnis di Kyoto sebelum bertarung dengan Champion. Aku berharap tidak ada yang terjadi saat ini karena aku ingin menghabiskan waktu di sana dengan tenang!

Gods of Hell.[edit]

Dunia Bawah—tempat tinggal Iblis dan Malaikat Jatuh. Di lapisan bawah tempat itu terletak Alam Baka, tempat yang Hades, salah satu dari tiga Dewa Olympus, kendalikan, tempat di mana jiwa orang mati dihakimi. Selain itu, di bagian bawah Alam Baka, adalah tingkat terendah, yang disebut Cocytus. Di Cocytus ini, ada laboratorium milik Rizevim Lucifer, putra Maou Lucifer sebelumnya, serta kepala kelompok teroris Qlippoth.

Setelah kematian Rizevim, Hades telah mengubah laboratorium menjadi basis di mana para penguasa Neraka akan berkumpul setelah direnovasi dengan menambahkan fasilitas tambahan. Di dalam laboratorium itu ada chemostat yang berisi sisa-sisa Lilith, ibu para Iblis yang dikabarkan dimiliki oleh Rizevim. Lilith, ibu para Iblis yang digunakan untuk berbagai upacara dan ritual sejak Hades menemukannya, tidak lain adalah segumpal daging raksasa. Hades telah menggunakan bagian tubuh Lilith itu dan menciptakan Iblis buatan menggunakan [Book of Lucifer] yang ia terima dari Evil Dragon Apophis.

—Semua untuk menciptakan Makhluk Transendental tiruan.

Mereka telah berhasil dalam eksperimen mereka, mulai dari penciptaan Balberith dan Verrine yang tingkat kekuatannya Kelas Makhluk Transendental, serta Gressil dan Sonneillon, yang dikatakan Kelas Maou. Kelompok Iblis misterius yang muncul di Kota Kuoh adalah kegagalan dari upaya mereka untuk menciptakan Balberith dan yang lainnya. Para penguasa Neraka dari mitologi lain tertarik pada Iblis misterius, Balberith, dan pencipta mereka, Hades. Hades adalah sosok kerangka yang mengenakan pakaian seperti imam dengan aura tak menyenangkan yang meluap dari seluruh tubuhnya. Ketika para penguasa Neraka berkumpul di sekitar meja bundar, mereka memulai pertemuan mereka. Topiknya adalah laporan Makhluk Transendental buatan, yang dibuat untuk berpartisipasi dalam turnamen untuk mengukur kekuatan mereka. Selain Hades, yang duduk di meja bundar hanyalah phantom mereka. Para penguasa Neraka hanya mengirim kesadaran mereka untuk menghadiri pertemuan ini. Namun, jumlah phantom lebih sedikit dibandingkan dengan pertemuan pertama mereka.

Semua phantom mantan peserta seperti Dewa Purba Olympus, Tartarus, yang mengendalikan neraka, Dewa Kegelapan Erebus, Dewi Malam Nyx, dan Dewa Jahat Zoroastrianisme Angra Mainyu hadir, dengan pengecualian Erebus dan Nyx. Sebelumnya, Nyx ditemani Iblis yang dilahirkan Lilith (Iblis Misterius) dan menantang tim anti-teroris [D×D], tapi ... karena kekuatan [D×D] yang menyaingi makhluk Kelas Dewa, dan terlepas dari kenyataan bahwa kebanyakan tidak berpartisipasi, Nyx dikalahkan dan ditangkap sebagai hasilnya (Fakta bahwa tempat ini belum diserang mungkin menunjukkan bahwa Nyx belum memberi tahu mereka tentang markas ini.)

Kebangkitan Sekiryuutei Ddraig, partner Hyoudou Issei yang memiliki Pseudo-Dragon Deification, tidak ada tandingannya bahkan bagi para Dewa Purba. Sejak saat itu, tidak ada pemandangan saudara Nyx, Erebus. Pertemuan dimulai meskipun kekurangan anggota. Tangan kanan Hades, Grim Reaper kemudian melaporkan.

<<Hades-sama, kekalahan Balberith dan yang lainnya ada dalam harapan kita, tapi ... siapa sangka bahwa mereka akan memiliki kelemahan sebanyak ini ...>>

Itu adalah hasil dari partisipasi Tim [Black Satan of Darkness Dragon King] di World Tournament. Karena mereka menambahkan Balberith, mereka banyak berkembang dan berhasil menjadi salah satu dari enam belas tim yang terpilih untuk masuk dalam babak utama. Namun ... hal yang paling memprihatinkan terjadi dan menyebabkan tim kalah di babak pertama.

Itu—kondisi mental kekanak-kanakan Balberith dan yang lainnya. Ketika Balberith sedang melakukan penelitian tentang musuh bebuyutannya di masa depan, Sekiryuutei Hyoudou Issei, ia menjadi terpesona oleh Program Tokusatsu [Chichiryuutei Oppai Dragon] yang populer di Dunia Bawah. Itu bahkan memengaruhinya selama pertandingan. Bakat dan naluri Balberith memberinya gaya bertarung yang liar namun kuat, tapi pengaruhnya membuatnya berubah saat ia mulai meniru gerakan [Oppai Dragon] selama pertandingan, yang mengungkapkan banyak celah. Ini menyebabkan lawan mengambil keuntungan dari celah itu dan mengalahkan [King], Grim Reaper Kelas Atas, Zeno. Terlepas dari pertumbuhan fisiknya, pertumbuhan mentalnya yang tidak memadai dan kurangnya pengalaman menjadi kelemahannya. [Chichiryuutei Oppai Dragon] memang memiliki pengaruh besar pada anak-anak ras Iblis termasuk Balberith. Seperti Balberith, pertumbuhan mental saudara-saudaranya adalah pertumbuhan seorang anak, menjadi kelemahan mereka. Meskipun bakat mereka cukup besar, jika mereka bertemu seseorang yang tahu kelemahan mereka, Hades tahu bahwa mereka akan dikalahkan. Verrine, seorang gadis berambut giok yang juga salah satu Makhluk Transendental buatan, berdiri di sebelah Hades dan meminta maaf.

“Maafkan aku, Hades-sama. Balberith begitu tertarik oleh Hyoudou Issei sehingga membuatnya mengembangkan sikap seperti itu. Akibatnya, Sonneillon dan Gressil juga tidak puas dan akan mengamuk.”

Hades kemudian menepuk kepala Verrine.

<<Hahaha, Verrine. Tidak apa-apa. Kau hebat. Walau level kekuatanmu adalah Kelas Transendental, pasti ada batasan untuk kalian yang baru lahir. Jika kalian memenuhi harapan kami, itu sudah cukup. Dan yang terpenting—>>

Ketika Hades membuat rongga matanya bersinar, dia melihat ke arah kursi tempat Erebus seharusnya duduk, yang sekarang kosong. Hades mempertanyakan bawahannya.

<<Kau tidak bisa menghubungi Erebus, ya?>>

<<... Dia sudah bersembunyi semenjak [D×D] mengalahkan Nyx-sama.>>

Grim Reaper bawahannya kemudian melanjutkan.

<<Pada saat yang sama, Gressil dan Sonneillon juga menghilang.>>

Gressil dan Sonneillon—. Mereka adalah orang-orang dengan kekuatan yang melebihi makhluk Kelas Maou, lahir dengan proses yang sama untuk membuat Makhluk Transendental buatan. Jadi mereka juga menghilang. Verrine berkata,

“... Erebus-sama pernah menawarkan [Jika kau memerlukan sesuatu, aku akan meminjamkanmu kekuatanku] ... tapi aku pikir dia akan menolak tawaran itu mengingat kondisi Sonneillon dan Gressil saat ini.”

Sepertinya Dewa Kegelapan Erebus membujuk Sonneillon dan Gressil, yang kehilangan tempat mereka untuk bertarung setelah kalah di turnamen. Hades percaya bahwa dia pasti menyatukan Sonneillon dan Gressil dan saat ini sedang merencanakan sesuatu. Phantom Tartarus, Dewa Neraka, tertawa getir saat mendengar ini ..

[Sesuai perkiraan dari Dewa Purba Yunani, mereka benar-benar menyukai lelucon mereka.]

<<Itu adalah dunia di mana Zeus adalah Dewa Ketua. Apa yang kau harapkan?>>

Ketika dia mengatakan itu, Hades, yang ingin menggunakan Sonneillon dan Gressil untuk topik pertemuan kali ini, berpikir sebentar. Saat dia meletakkan dagunya dengan tangan di kursi, dia memandang Verrine dan bertanya,

<<Hei Verrine, maukah kau mendengarkan permintaanku?>>

“Apa itu? Apa ini menarik?”

Verrine bersemangat dan sepertinya terpikat pada perkataan Hades. Hades kemudian mengangkat tangannya dan memerintahkan Grim Reaper bawahannya. Setelah itu, monitor raksasa di dalam ruangan mulai memutar rekaman. Hades kemudian memerintahkan Verrine,

<<Lihat rekamannya>>

Monitor raksasa—mulai menunjukkan hal yang aneh. Ada benda humanoid perak yang memancarkan cahaya. Meskipun itu humanoid ... tubuhnya tampak tegar dan sepertinya seperti mesin. Namun, tubuhnya masih dibentuk dengan kurva yang halus, mirip dengan makhluk hidup. Bagian belakang kepalanya mencuat, terdiri dari lima mata. Tidak ada mulut atau hidung yang terlihat di kepalanya. Monitor memberi label humanoid perak ini sebagai [Data tidak ditemukan]. Verrine memandangi benda humanoid perak sambil kebingungan. Verrine kemudian memiringkan kepalanya karena dia tidak bisa mengidentifikasi hal itu meskipun dia telah diajarkan tentang monster—dan makhluk lain sejak dia dilahirkan.

“... Apa ini? ... Makhluk hidup? CG?”

Hades berkata.

<<Menurut informasi yang hanya Dewa Ketua yang tahu—ini adalah makhluk hidup yang memiliki tubuh mesin.>>

“Benarkah? Wow~, jadi ada hal-hal seperti ini.”

Hades lalu mengatakan ini kepada Verrine, yang tampak bersemangat.

<<Seharusnya tidak ada. Namun, kami menemukan ini lima hari yang lalu. Aku ingin kau pergi dengan sesosok Grim Reaper dan selidiki ini.>>

Mengikuti instruksinya, salah satu phantom di meja bundar—makhluk dengan aura hitam pekat dan kacau, Dewa Jahat Zoroastrianisme Angra Mainyu berkata,

“Sekarang, ini menjadi menarik. Entah bagaimana, itu berbeda dari apa yang diprediksi Azazel dan Ajuka Beelzebub.”

Phantom lain—Dewa Neraka Tartarus berkata,

[Mungkin ada beberapa kesalahan bahkan pada informasi yang mereka tahu. Aku tidak tahu alasannya, tapi apa pun itu, ini pasti di luar perhitungan mereka.]

Hades menatap humanoid [Data tidak ditemukan] yang ditampilkan di layar.

<<Intinya adalah, kita kekurangan informasi. Namun, ini pasti makhluk yang Longinus dan [D×D] undang. Aku bertanya-tanya bagaimana Iblis (Kelelawar) dan Malaikat Jatuh (Gagak) akan bereaksi usai mengetahui hal ini.>>

Life.??????????????????????????[edit]

【Beberapa ... Data ... Kerusakan .... Dikonfirmasi ... 】

【Makhluk hidup ... Banyak ... Dikonfirmasi ...】

【Spesies ... Mengontrol Planet ... Tingkat peradaban ... Dikonfirmasi ...】

【Makhluk Gaib ... Dikonfirmasi ...】

【Kepadatan Oksigen ... Tak Ada Masalah yang Terdeteksi ... Kemampuan Beradaptasi ... Area ...】

【Beberapa Dimensi ... Dikonfirmasi ... Makhluk Suci ... Dikonfirmasi ...】

【Laporkan ... Rega[2]—】

【Pesan ... Dikonfirmasi ... Keitote[3]—】

【—Menunggu kedatangan Zevasama ...】
Tournament Next Match.jpg

Penutup[edit]

Berapa kali kata “Oppai” muncul di Jilid 1 dan 2 Shin D×D? Aku akan memberikan mousepad Rias Oppai kepada dua puluh orang acak yang melakukannya dengan benar. Lupakan saja, ini lelucon. Tak ada hadiah seperti itu.

Lama tidak bertemu, Ishibumi di sini. Aku menulis lelucon serupa di awal kata penutup dari jilid 2 D×D tanpa label. Namun, pada saat itu, aku tidak berpikir kalau mousepad Oppai Rias benar-benar akan dijual ... dengan ini, tahun 2018 telah berakhir. Itu adalah tahun yang hebat ketika musim baru anime, [Highschool D×D HERO], dirilis, tapi di sisi lain, beban kerjaku juga yang terbesar dibandingkan dengan masa lalu ... itu adalah tahun yang sangat sibuk.

Sekarang, untuk terima kasih.

Miyama Zero-sama, Editorku T-sama, aku benar-benar berterima kasih atas upaya yang Anda lakukan saat ini. Kuharap kita terus bekerja bersama tahun depan juga.

Sekarang mari kita beralih ke konten.

Aku bermaksud jilid ini untuk mengingatkan kalian tentang pertarungan Phoenix di jilid 2 dari seri tanpa label, yang mirip dengan apa yang kulakukan dengan Shin D×D jilid satu, yang identik dengan jilid 1 dari seri tanpa label.

Jilid berikutnya, Shin D×D 3, akan menjadi Arc Kyoto Baru, sehingga tidak akan identik dengan jilid ketiga dari seri tanpa label. Ini adalah arc Kyoto kedua. Murid kelas 2 saat ini akan melakukan perjalanan sekolah, tetapi Ise juga akan muncul juga. Karena itu adalah arc Kyoto, ini akan menjadi jilid utama Kunou. Yasaka-san juga akan muncul. Dan karena arc Kyoto terkait dengan Golongan Pahlawan, aku juga berencana untuk membuat Golongan Pahlawan baru muncul.

Jilid berikutnya akan dirilis bersama dengan jilid ketiga [The Fallen Dog God -SLASHDØG-]. Kontennya akan mencakup Oni yang dikendalikan Akeno, serta masa kecil Akeno. Bagi kalian yang belum membacanya atau mulai dari Shin D×D, silakan periksa!

Dan dengan itu, aku meminta dukungan kalian di tahun berikutnya juga. Semoga tahunmu menyenangkan!


Mundur ke Jilid 1 Kembali ke Laman Utama Maju ke Jilid 3
  1. Shugendō adalah praktik lama orang Jepang untuk berada di luar menggunakan kesadaran khusus
  2. Regaruzeva, kakak laki-laki Malvezoa
  3. Keito Tenkai. Keito, mengacu pada Ketu, makhluk dalam Mitologi Hindu, tubuh makhluk yang sesuai dengan Rahu yang merupakan kepala. Ini terjadi karena Rahu telah meminum Amrit saat itu dibuat untuk pertama kalinya dengan mengaduk. Amrit sudah mencapai lehernya pada saat semua orang tahu sehingga dia diserang di sana.