Date A Akihabara (Indonesia):Kotori

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

“... yang benar saja, kenapa aku harus datang ke tempat seperti ini...”

Kedua tangannya terlipat tatkala bersuara, Kotori dengan tidak senang merengus sambil berjalan di belakang Shido.

Dia seorang gadis muda yang mengikat rambut panjangnya menjadi dua ikatan dengan pita-pita hitam. Figur yang mungil, dengan mata bundarnya yang mencolok, bagaikan biji ek, namun ekspresi wajahnya saat ini, bercampur dengan perasaan tak sabaran.

“Ayolah, jangan berkata seperti itu. Tidak apa-apa kan, melakukan ini sekali-sekali?”

Shido tersenyum pahit saat mengatakan itu dengan maksud menenangkannya, Kotori mengarahkan stik lolipop di mulutnya ke langit.

Sekarang ini, lokasi yang dituju Shido dan Kotori adalah aula serba-guna yang terdapat di Akihabara. Belle Salle Akihabara.

Karena di lantai pertama dari bangunan besar itu terdapat berbagai area yang bebas didatangi orang-orang publik, sepertinya sedang diadakan sebuah event di sana, terlihat dari kerumunan orang banyak yang berkumpul di sana.

“Oh, kita sampai. Coba kita lihat, stan-nya ada di......ah.”

“Iya, ke arah sini. Jangan lambat lah.”

Kotori menunjuk ke arah kerumunan masal itu. Shido terbelalak.

“Kenapa ini, jadi kau sudah tahu tempatnya, Kotori.”

“Hmmf, yang kau perlu lakukan hanyalah melakukan penyelidikan sebelum——Bukan itu, ini sudah sewajarnya bukan!? Baik, cepatlah lakukan apa yang seharusnya kita lakukan lalu pulang!”

Seraya berkata, Kotori menarik ujung pakaian Shido, dengan demikian memimpin jalan.

“Wah, jangan tarik-tarik!"


Untuk sesaat Shido hampir kehilangan keseimbangannya, lalu buru-buru menyeimbangkan diri, sambil diseret oleh Kotori.

Mereka berdua memiliki alasan yang sangat sederhana untuk mengunjungi jalan yang jarang mereka datangi ini.

Karena, serial Light Novel favorit Kotori akan segera diserialisasikan, tambah lagi sebuah event nampaknya sedang diselenggarakan di Akihabara.

Meskipun begitu, Kotori tidak tertarik pada event itu sendiri......namun dia tiba-tiba berubah pikiran saat melihat daftar barang yang dijual.

Yakni, lolipop yang disenangi seorang karakter tertentu dari serial itu, rupanya dijual dengan stok terbatas.

Mengikuti event semacam ini membuatnya malu, tetapi pada akhirnya Kotori yang menatap layar komputer dengan penuh idaman tidak tahan lagi——setengah-memaksa Shido datang ke Akihabara.

Saat mereka memasuki antrian, mereka melihat ke sekeliling. Para staf memakai jaket biru, menjual T-shirt dan membagi-bagikan brosur. Jauh di dalam kerumunan tersebut, sebuah objek raksasa menyerupai singgasana dapat terlihat. Kelihatannya itu merupakan sebuah perlengkapan yang terdapat di novel tersebut. Mirip sekali dengan <Sandalphon>.

“Hey......Kotori, judul Light Novel yang kau baca, apa namanya?”

Date Alive.”

“............”

Kenapa. Adanya perasaan marabahaya. Meskipun ia tidak tahu kenapa, tapi ia merasakan adanya sensasi bahaya yang aneh.

Setelah itu, demikianlah antrian maju, sekarang giliran Shido dan Kotori.

“Selamat datang~. Silahkan dilihat-lihat~.”

Staf di stan berkata demikian, seraya tersenyum.

Namun Kotori memasang ekspresi bosan, melihat-lihat barang jualan yang dipajang——alis matanya berkedut sejenak.

“......? Mana permennya?”

Setelah Kotori bertanya, staf perempuan itu menundukan kepala seraya meminta maaf.

“Mohon maaf. Lolipopnya, sudah habis terjual belum lama ini......”

“Eh......”

Setelah Kotori membelalakkan mata, dia tidak berbicara untuk sementara waktu.

Segera setelah itu, dia sekali lagi menarik ujung baju Shido, keluar dari antrian.

“Oi, oi, Kotori? Tidak apa-apa?”

“... hmmf, mau bagaimana lagi kalau sudah habis. Lagipula, pada dasarnya aku tidak tertarik. Aku cuma datang karena Shido yang menarik-narikku ke sini.”

“............”

Memandangi punggung Kotori, Shido mengatupkan bibirnya rapat-rapat.

Setelah diam berdiri, ia melepas tangan Kotori yang sedang menggenggam bajunya.

“... apa, ada apa?”

“Kau, tunggu saja aku di sini.”

“Eh? Tunggu, kau mau ke mana!”

Dengan iringan suara Kotori yang memanggil dari belakang, Shido bergegas menuju jalanan Akihabara.


Sekitar satu jam kemudian.

“Haa..., haa...”

Dengan terengah-engah, Shido kembali ke sisi Kotori.

“Kenapa kau ini, membuatku menunggu lama. Ke mana kau pergi tadi?”

Mood Kotori kelihatannya sudah memburuk dibandingkan dengan sebelumnya, dia melipat tangan dan mendelik tajam. Shido tersenyum kecut sambil mengambil sesuatu dari kantungnya.

——Itu adalah, sebuah lolipop dengan gambar karakter anime.

“Eh——”

Kotori seketika itu juga terdiam.

“Ba, bagaimana kau mendapatkan, itu.”

“Ah......aku hanya berpikir mungkin ada orang yang membeli lebih dari satu......”

“Jadi kau pergi mencari seseorang dan memohon-mohon agar menjual satu untukmu!? Ka, kau ini bodoh ya!?”

“Uguh......”

Sejujurnya, ia tidak dapat membantah itu. Ia sendiri berpikir kalau melakukan ini sangatlah tidak efisien.

Namun, jarang sekali Kotori mengharapkan sesuatu sedemikian inginnya. Kalau ia tidak bisa mendapatkannya dengan cara ini, maka ia pastinya tidak layak menjadi seorang kakak.

“Yah, tidak apa-apa kan sekarang. Ambillah.”

“............Un.”

Setelah mengulurkan lolipop itu, Kotori menerimanya dengan wajah sedikit memerah.

Sesudah mengamatinya sejenak, dia membungkusnya dengan sapu tangannya seolah-olah itu sebuah barang yang berharga, lalu menaruhnya di tas.

“Ada apa, kau tidak mau memakannya?”

“Be-berisik! Aku yang memutuskan apa yang akan kulakukan dengan barang pemberian untukku!”

“Y, yah memang benar apa yang kau katakan...”

“... mana mungkin aku, tega memakannya.”

“Eh?”

“Bukan apa-apa. Baiklah, kita pulang.”

Sambil berkata demikian, Kotori mulai berjalan ke arah stasiun.

Langkah kakinya, nampaknya lebih ringan dari sebelumnya.