Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 6

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Bab 6[edit]

Menyalakan lampu LED dan bersandar ke samping untuk berbelok saat sedang menaiki sepeda motorku, aku melewati sebuah gerbang besar.

Pada saat itu, merasakan pandangan yang mencela dari orang-orang yang berjalan di kedua sisi jalan raya, aku menurunkan kecepatan sepedaku dengan terburu-buru.

Sepeda motor 125cc, 2-stroke[1], buatan Thai, bobrok ini yang didapat melalui koneksi Egil ini mengeluarkan suara, di dalam era ini di mana skuter listrik adalah umum. Saat dia menaiki ini bersamaku, Suguha akan meledak dengan keluhan seperti "Berisik? Bau? Tidak nyaman untuk dinaiki." Setiap kali, aku akan berbohong dengan mengatakan jika dia bisa terbiasa dengan anginnya maka dia bisa terbiasa dengan suara bisingnya, tetapi aku menyesal tidak memilih sebuah 4-stroke scooter[1] juga.

Kemungkinan, tempat yang aku bergegas tujui berada di suatu tempat seperti ini, apalagi jika tempat itu berada di dalam pekarangan rumah sakit.

Dengan kecepatan seperti seekor keledai menarik sebuah gerobak, aku dengan pelan menelusuri sepanjang jalan raya dan melihat pintu masuk tempat parkir di depan. Merasa lega, aku berjalan masuk dan parkir di tepi tempat parkir sepeda motor. Aku bahkan masih mencabut kunci motor yang asli di era ini, dan sambil melepas helmku, aku bisa mencium bau disinfektan yang samar menaiki angin Desember yang dingin.

Hari ini hari Sabtu, satu minggu setelah pertemuan aku dengan Kikuoka di toko kue yang mahal itu.

Aku telah pergi setelah membaca email yang mengatakan bahwa persiapan untuk tempat permulaanku di Gun Gale Online sudah selesai. Tempat seperti apa yang telah aku kunjungi? Tempat itu adalah sebuah rumah sakit kota di kawasan Chiyoda, sebuah kota di Pusat Tokyo. Meskipun aku tidak biasanya memasuki jantung dari Tokyo, aku sudah mengetahui jalannya. Tempat itu adalah rumah sakit yang sama di mana aku sebelumnya dirawat untuk rehabilitasi ototku setelah terbebas dari SAO.

Meskipun rehabilitasi hanya telah mengambil sebulan sebelum aku pulih dan keluar, aku telah terus pulang-pergi melewati jalan ini sering sekali untuk pemeriksaan dan hal-hal seperti itu. Dalam setengah tahun terakhir ini, aku belum mengunjungi rumah sakit, tetapi saat aku memandang gedung putih itu, yang telah akrab dengan penglihatanku, perasaan nostalgia dan kesepian yang kuat naik ke permukaan. Aku dengan ringan menggelengkan kepala, menyingkirkan perasaan-perasaan ini, dan mulai berjalan ke arah pintu masuk.

Diskusi enam hari yang lalu pada hari Minggu di mana aku menjelaskan situasiku sekarang ini kepada Asuna muncul kembali di pikiranku. Itu pada saat di tempat berjalan di dalam Istana Kaisar dekat rumah sakit ini.


“...Eeeeeehhhhhhhh!? Ki...Kirito, apakah kamu keluar dari ALO...!?”

Aku melihat mata Asuna, lebar akan ketidakpercayaan, mulai keluar air mata, dan aku langsung menggelengkan kepala dengan keras secara terburu.

“Bu... bukan, benar-benar bukan seperti itu! Ini hanya untuk beberapa hari; Aku akan segera transfer balik! Se... sebenarnya, karena ada sebuah alasan tertentu, aku harus memeriksa VRMMO yang lain...”

Dengan seruan ini, Asuna akhirnya meredakan pundaknya dan, kali ini, pandangan yang meragukan muncul di matanya.

“Memeriksa...? Kalau begitu, kenapa kamu tidak bisa membuat akun baru seperti biasa? Kenapa kamu harus mengubah akunmu ke situ?”

“Itu, hal itu... Si ‘Kacamata’ itu dari Departemen Urusan-Urusan Internal dan Komunikasi...”

Lalu, dengan beberapa kesulitan, aku menjelaskan kenapa panggilan Kikuoka Seijirou terdiri dari hanya setengah alasan mengapa tempat pertemuannya di Istana Kaisar tetapi sambil dengan sengaja menghilangkan satu bagian.

Saat kita baru sampai di gerbang, kita telah menyelesaikan percakapan biasa kita, mengembalikan tiket masuk kita di jendela loket, dan saat kita sedang di dekat Hirakawa Bridge Gate [2] yang terentang sepanjang parit, Asuna, dengan muka yang sangat rumit, mengatakan.

“Permintaan Kikuoka... kalau begitu nampaknya aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Aku, bagaimanapun juga merasa tidak yakin jika adalah baik untuk menaruh kepercayaanku sepenuhnya pada dia atau tidak... Tetapi aku benar-benar berhutang budi pada dia...”

"Tidak, aku juga memiliki perasaan yang sama."

Pada saat itu, kita berdua tersenyum masam.

Tetapi Asuna segera kembali ke ekspresi yang serius, lalu menggenggam tanganku dengan erat dan mengatakan.

"... Kembali secepat mungkin. Tempat 'itu' adalah satu-satunya rumah kita.."

Aku mengangguk, menurunkan pandanganku ke permukaan parit dan menjawab.

"Tentu saja. Aku akan kembali ke ALO secepat mungkin. Ini hanyalah penyelidikan tentang apa yang sedang terjadi di dalam game «Gun Gale Online»."

—Betul sekali.

Aku tidak sepenuhnya jujur dengan Asuna tentang tujuan sebenarnya dari permintaan Kikuoka. Dengan singkatnya, inti dari misiku adalah untuk mengkontak pemain yang mungkin memiliki sebuah kekuatan misterius, «Death Gun» yang didesas-desuskan. Aku tidak mengatakan hal itu pada dia, karena aku percaya bahwa jika aku mengatakannya, dia akan tanpa ragu menghalangi aku, atau mungkin juga meminta untuk dive bersama.

Ini merupakan alasan yang egois, tetapi aku telah memutuskan bahwa aku tidak ada kemauan untuk membiarkan dia di mana saja dekat sebuah virtual reality[3] yang ada sedikitpun tanda bahaya.

Tentu saja, aku juga percaya bahwa, dari 90% kemungkinan, pembicaraan tentang «Death Gun» hanya sebuah produk desas-desus.

Bahwa, dari sebuah virtual reality, seorang manusia di dunia asli bisa dibunuh.

Berapa kalipun aku memikirkannya, aku tidak bisa percaya bahwa hal seperti itu bisa terjadi. AmuSphere, bagaimanapun kamu mengatakannya, adalah hanya sebuah mesin yang sedikit lebih maju dalam teknologinya daripada sebuah TV biasa. Teknologi seperti «Virtual Reality» dan «Full Dive» cenderung terlihat seperti tenaga gaib tetapi, pada akhirnya, alat itu hanyalah sebuah alat yang praktis, dan tidak bisa diartikan sebagai sesuatu seperti magic item yang bisa melepaskan roh dari badan asli seseorang dan memindahkannya ke sebuah dunia paralel.

Tetapi, sisa sepersepuluh dari kemungkinan itu menggerakkan kaki aku ke tempat ini.

Beberapa bulan yang lalu, aku sedang menyortir kumpulan akumulasi dari majalah-majalah elektronik tua di dalam penyimpanan PC aku; satu majalah dipublikasikan pas sebelum operasi SAO. Dalam itu aku menemukan sebuah wawancara pendek dengan Direktur Argus, Kayaba Akihiko. Di situ, saat dia masih hidup, dia membicarakan tentang hal 'itu'.

—'Itu' menunjuk kepada «Realized World»[4] yang disebut An Incarnating Radius[5], disingkat sebagai Aincrad. Di dalam itu, semua pemain akan melihat banyak mimpi menjadi kenyataan. Mereka akan menemukan pedang-pedang, monster-monster, dan misteri-misteri tanpa berhenti untuk menyadari bahwa di dalam kumpulan simbol-simbol yang seperti game itu, sebuah kekuatan, yang memaksa bahkan para pemain sendiri untuk berubah, berada di dalam dunia itu—

Tanpa ragu, aku telah berubah. Asuna, juga pastinya, telah berubah. Bahkan Egil, Klein, Liz, Scilica dan yang lain, yang ada di dunia itu, di dalam dua tahun yang telah lewat, kita pasti telah mengalami sebuah perubahan dalam kepribadian kita kepada sebuah titik dimana kita tidak dapat kembali ke bagaimana kita sebelumnya.

Tetapi, bagaimana jika kita mengasumsi «evolusi» Kayaba tidak berhenti di situ...? Terima kasih kepada paket eksekusi VRMMO «The Seed», sekarang, sambil berada di sudut pertumbuhan yang tidak terbatas dari perhubungan VR, jika kita bisa mengasumsi kerangka yang disebut reality dan virtual reality sendiri dapat berubah, faktor seperti apa yang akan terlahir...?

Membuat suara *uin*, pintu otomatis di depan mataku terbuka dan wangi deterjen dan udara hangat melanda ke depan dan mengganggu pikiranku yang tidak ada habisnya.

Di atas fakta bahwa dua pemain GGO telah mati di dunia nyata, aku tidak bisa memastikan bahwa tidak akan ada bahaya sama sekali dengan mengkontak «Death Gun». Setelah aku kembali ke ALO, jika aku jujur tentang hal ini pada Asuna, dia pasti akan marah. Tetapi pada akhirnya, dia pasti akan mengerti.

Untuk aku —yang menurut dugaan telah memotong waktu untuk memonitor Aincrad, seseorang bernama Kirito yang melepaskan paket «The Seed» ke dalam dunia— tidak ada pilihan lain selain ini.


Setelah keluar dari toilet, bergantung pada printout dari email Kikuoka, aku akhirnya sampai di ruangan yang ditunjuk pada lantai ketiga di dalam ruangan rumah sakit. Tidak ada nama pasien di pelat di samping pintu. Setelah mengetok, aku menarik pintunya terbuka—

"Ossu! Kirigaya, lama tak bertemu!"

Orang yang menyapaku adalah perawat yang telah kukenal. Dia merawat aku sebelumnya dalam rehabilitasiku yang lama.

Di bawah topi perawat, rambut panjangnya dikepang menjadi tiga untaian tebal di mana pada ujungnya, sebuah ribon putih kecil berayun. Berpakaian sebuah seragam pink muda, perawakannya yang cukup tinggi untuk seorang perempuan membuat sebuah silhuet tajam yang sangat pastinya tampil sebagai sebuah godaan bagi pasien yang dirawat di rumah sakit. Di sisi kiri dari dadanya ada sebuah pelat nama kecil dengan «Aki» tertulis padanya.

Muka kecil itu yang mengekspresikan sebuah senyuman pastinya, rapi nan bersih dan cantik seperti malaikat berjubah putih, tetapi, merespon dengan seperlunya, mengetahui dia dapat menjadi menakutkan saat dia mau, aku keluar dari keadaan kelengar dalam satu detik dan buru-buru menurunkan kepala.

"Ah... Ha-Halo, maaf karena tidak memberitahumu."

Pada saat itu, Jururawat Aki tiba-tiba memanjangkan kedua tangannya, dan menyentuh aku, dari pundak sampai ke lenganku, dan dengan erat memegang sisi dari perutku.

"Wa...waaa!?"

"O—, kamu sudah cukup tambah besar. Tetapi, ini masih belum cukup, apakah kamu sudah makan dengan benar?"

"Aku, aku sudah makan, aku sudah makan. Tetapi, uh, bagaimana aku harus mengatakannya, kenapa Aki-san disini?"

Aku melihat di sekitar ruangan tetapi di dalam ruang yang kecil dan privat ini, sama sekali tidak ada orang lain.

"Aku dengar tentang kamu saat berbicara dengan pegawai negeri berkacamata itu. Tentu saja, demi pegawai negeri itu, jaringan... virtual? Kamu melakukan sebuah investigasi? Meskipun belum lewat setahun sejak kamu kembali, pasti sulit, kan? Mengingat bahwa, karena aku yang bertugas saat rehabilitasi kamu, aku telah diminta untuk menge-cek monitor-monitor, dan hari ini, aku keluar dari shift biasanya. Setelah berbicara dengan para atasanku, seperti yang seseorang harapkan dari kekuatan negara, aku benar-benar merasakan itu. Lagipula, untuk sementara, kita akan bekerjasama lagi, Kirigaya-kun."

"Ah... A-Aku juga."

Dengan suatu cara, percaya bahwa aku lemah terhadap wanita cantik, dia telah memikirkan rencana licik ini, Kikuokaaaaa— sambil mengutuk pegawai yang tidak ada di sini di pikiranku, dengan sebuah senyum, aku memegang tangan yang Jururawat Aki ulurkan.

"... Jadi, pegawai negeri berkacamata itu tidak datang?"

"Iya, dia mengatakan sesuatu tentang sebuah meeting yang dia tidak bisa keluar dari. Dia memercayakan aku dengan sebuah pesan untukmu."

Aku membuka amplop manila yang telah diberikan kepadaku dan mengeluarkan selembar kertas yang telah ditulis tangan.

'Laporannya telah diteruskan dengan surat ke alamat yang biasa. Telah diminta agar ongkos pengeluaran tambahan untuk dibayar sepenuhnya dengan pemberian upah setelah misinya diselesaikan. P.S.: Hanya karena kamu sendiri dengan seorang jururawat yang cantik di dalam ruangan privat, jangan biarkan dorongan hawa nafsumu keluar.'

Pada saat itu, aku meramas memo itu sepenuhnya dengan amplopnya dan melemparnya ke dalam kantong jaket motorku. Kalau ini sampai dibaca Jururawat Aki, tindakan godaannya bisa benar-benar dituntut.

Memberikan sebuah senyum yang tegang pada wanita yang mengedip secara mencurigakan, aku mengatakan.

"Ah—... Kalau begitu, kita sebaiknya segera mengbuhung ke internet."

"Ah, baik baik. Mari kita mulai persiapannya."

Di sisi tempat tidur yang telah ditunjuk, monitor-monitor berwarna terang telah berbaris dan di atas tempat tidur ada, sebuah AmuSphere baru yang memancarkan cahaya silver.

"Baiklah kalau begitu, lepaskan bajumu, Kirigaya-kun."

"Apa... Apa!?"

"Elektroda-elektroda, untuk aku tempelkan. Bagaimanapun juga, saat kamu dirawat di rumah sakit, aku sudah pernah melihat semuanya jadi kamu tidak perlu malu—"

"... Uh, apakah kalau bagian atas saja tidak apa-apa...?"

Setelah Jururawat Aki berpikir untuk sesaat, untungnya, dia mengangguk. Dengan pasrah, aku melepaskan jaketku dan baju berlengan panjangku dan menaruhnya di atas tempat tidur. Semuanya dengan sekaligus, elektroda-elektroda yang dipakai monitor elektro-kardiogram telah tertempel di berbagai tempat di bagian atas badanku. Dalam halnya AmuSpehere, di situ ada beberapa yang juga memiliki monitor detak jantung tetapi Kikuoka nampaknya memiliki keraguan bahwa fitur itu bisa diterobos dengan cracking[6]. Melihat pada satu hal itu, aku memahami bahwa dia, paling tidak sedikitpun, benar-benar khawatir tentang keamananku.

"Baiklah, dengan ini, semua sudah siap."

Saat jururawat yang sedang menge-cek monitor terakhir mengangguk dengan dalam, meraba-raba, aku mengambil AmuSphere nya, memakainya pada kepalaku, dan menyalakannya.

"Uh, baiklah kalau begitu... aku pergi. Kira-kira, aku akan di dalam untuk sekitar empat, lima jam jadi..."

"Baiklah, aku akan menjaga badan Kirigaya-kun dengan sebaik-baiknya jadi jangan khawatir dan berhati-hati ya."

"A... Aku di dalam penjagaanmu."

Aku bertanya-tanya dalam hati bagaimana keadaan menjadi seperti ini... Saat aku sedang memikirkan pertanyaan ini, nampaknya setelah semua yang telah terjadi, aku menutup mataku.

Pada saat yang sama, dengan kupingku, suara elektronik menginformasikan aku tentang siapnya persiapan.

"Link Start"

Setelah mengatakan perintahnya, sinar cahaya putih yang telah biasa aku lihat menutup area penglihatanku, kesadaranku terlepas dari badanku.

Pada saat aku mendarat di dunia virtual, aku mengingat perasaan tidak nyaman yang samar itu.

Alasannya dikonfirmasi setelah beberapa detik. Itu karena langitnya memiliki satu sisi tercelup oleh warna kuning dengan sedikit jejak warna kemerah-merahan yang samar.

Aku mendengar bahwa waktu di dalam «Gun Gale Online» telah disinkronisasi dengan dunia nyata. Dengan kata lain, karena baru saja jam satu tadi, langitnya seharusnya berwarna biru yang sama dengan yang bisa dilihat melalui jendela sebelumnya di dalam rumah sakit. Meskipun hal ini, langitnya menampilkan warna senja yang mendepresikan, tidak ada alasan yang jelas untuk ini.

Namun demikian, setelah mengimajinasikan satu hal dengan yang lain, aku mengangkat bahu dan mengabaikannya. Setting bumi GGO yang gersang dimodelkan dari Bumi setelah perang yang terakhir. Itu mungkin sebuah produksi demi memberikan sebuah atmosfir yang apokaliptik.

Sekali lagi, aku mengarahkan mataku pada penampilan kota sentral GGO yang majestik «SBC Gurokken» yang tersebar di depanku.

Seperti yang seseorang harapkan, sebuah keunggulan yang hanya berada di dalam SF VRMMO[7], bentuk itu sangat berbeda dari kota kapital yang baru didirikan «Yggrasil City» di dunia atas dalam pohon, Alfheim dan dari pemandangan kota yang fantastik dari level-level berlapis Aincrad sebelumnya.

Bangunan-bangunan dengan sebuah rasa metalik menjunjung tinggi seperti menembus surga-surga, koridor-koridor udara menghubungkan mereka bersama seperti sebuah jaring yang bertautan. Iklan-iklan hologram berwarna neon mengalir dengan sibuk di celah-celah antara bangunan-bangunan, mendekati tanah, mereka terus bertambah, seperti sebuah banjir warna dan suara.

Akhirnya, aku melihat ke tanah dan tanah dimana aku berdiri bukan apa-apa seperti tanah liat atau batu, tetapi sebuah jalan terlapis dengan pelat metal.

Di belakangku adalah sesuatu yang terlihat seperti sebuah bangunan kubah yang didirikan sebagai lokasi awal bagi pemain yang baru mulai, dan di depanku, sebuah jalan yang terentang seperti sebuah jalan utama kota. Di sisi kiri dan kanan dan dari jalan itu, toko-toko yang perlu dipertanyakan berbaris dengan ketat dalam sebuah tontonan yang menyerupai beberapa sisi jalan di Akihabara.

Lalu, para pemain yang datang dan pergi juga hanya merupakan grup yang memegang sebuah atmosfir yang terang-terangan. Dengan berlimpah, ada banyak sekali laki-laki. Mungkin itu karena pengalamanku dengan ALO, yang mempunyai proporsi perempuan yang relatif banyak, atau mungkin saja, peri-peri penghuni dunia tersebut yang lembut. Pemandangan di sini malah berlimpah dengan laki-laki kasar, mengigal sambil memakai jaket kamuflase militer dan armor badan berwarna hitam. Sejujurnya, hal itu memberi sebuah perasaan tertekan dan, bagaimana aku harus mengatakannya, barang sisa, atau jika aku mengatakannya dengan jelas, kotoran. Dengan tambahan, dengan semua mata-mata yang tidak ramah itu, sejujurnya, sangat susah untuk berbicara dengan mereka.

Alasan untuk merasa tertekan adalah juga, bahwa sesuatu yang lazim digantung oleh para pemain di pundak dan punggung mereka; senjata-senjata yang berbunyi, hitam, dan berkarat— senapan.

Senjata itu kekurangan elemen dekoratif seperti pada pedang-pedang dan tombak-tombak dan malahan, hanya ada satu tujuan untuk senapan-senapan. Mereka adalah senjata. Itu adalah hanya demi mengalahkan musuh yang dari bentuk dan warna ini.

Dengan kata lain, aku melihat sesuatu yang bisa juga dikatakan pada dunia ini sendiri dan aku menegaskan hal ini di dalam pikiranku.

Satu-satunya tujuan untuk berada di game ini adalah untuk "melawan, membunuh, dan mencuri." Komponen ALO yang disebut-sebut "menikmati akitivitas-aktivitas di dalam sebuah dunia ilusi" telah hampir sepenuhnya dilucuti.

Karena itu, figur yang indah dan cantik mungkin merupakan sebuah faktor negatif. Demi mengintimidasi musuh-musuh, penampilan di luar adalah sebuah parameter yang penting bagi para prajurit. Kenapa kebanyakan dari para lelaki menumbuhkan jenggot mereka dan mengukir goresan-goresan yang mencolok pada muka-muka mereka adalah mungkin karena alasan ini.

Dan tentang bagaimana hal itu memprihatinkan aku, penampilan seperti apa yang avatar ku tampilkan ?

Aku langsung bertanya-tanya dan melihat seluruh badanku sendiri. Demi objektif aku untuk ditarget oleh kejahatan terkemuka "Death Gun", aku mengingini bentuk seorang prajurit macho dari sebuah film Hollywood—

...Aku memiliki firasat yang buruk.

Kulit di kedua tanganku seputih kaca dan jari-jarinya juga cukup tipis. Badanku, yang terselimuti dalam sebuah jaket militer hitam untuk bertarung, tergantung dari keadaan, adalah lebih langsing dari aku dalam kenyataan. Dari perasaan menurut arah pandangku, bagaimanapun juga, aku tidak sebenarnya berpikir bahwa ketinggianku sangat tinggi juga.

Sesuai dengan dive ke dalam Gun Gale Online, seperti yang aku jelaskan kepada Asuna beberapa hari yang lalu, aku tidak membuat karakter baru dari awal. Jika aku telah melakukan hal itu, aku mungkin tidak akan pernah bisa bertemu dengan "Death Gun", yang menarget orang-orang kuat.

Menggunakan paket pengembangan dan bantuan VRMMO, "The Seed", dan membuat pembuatan karakter— lebih dari itu, jika aku menjelaskannya secara mendetil, untuk dunia-dunia yang beroperasi dengan sistem "Cardinal", hanya ada satu peraturan meta[8] yang mutual.

Jika kamu menggunakan fungsi itu, adalah mungkin untuk mempertahankan kemampuan-kemampuan itu jika data karakter yang terbangun di dalam game ditransfer ke sebuah game yang diberikan dari perusahaan lain. Hal itu sangat mirip dengan kartu SIM dalam terminal telepon genggam yang kamu bisa ganti dengan bebas dengan sebuah terminal pembawa lain.

Sebagai contoh, kau mentransfer sebuah karakter dengan stat 100 Kekuatan dan 80 Kecepatan yang terbangun di dalam game berlabel A ke game B. Setelah melakukan itu, sebuah "Relative Preservation[9]" transformasi dari kekuatan game A akan terjadi, dan di dalam game B, sebuah karakter dengan stat 40 Kekuatan dan 30 Kelincahan akan terlahir. Untuk lebih sederhananya, sebuah prajurit tipe petarung dengan kekuatan level menengah ke atas di ALO akan tereinkarnasi menjadi sebuah petarung level menengah ke atas di GGO.

Tentu saja, ini bukanlah sebuah fungsi yang meningkatkan kopian sebuah karakter. Pada saat karakter ditransfer, karakter dari dunia originalnya akan sepenuhnya dihapus dan lebih lagi, karena satu-satunya hal yang bisa ditransfer adalah karakternya, tidak semua items bisa ikut ditransfer, meskipun hal itu cukup mudah, hal itu adalah sebuah tindakan yang membutuhkan keberanian. Kali ini, saat aku harus mentransfer karakter yang aku gunakan di ALO "Spriggan Kirito" ke GGO, aku dengan paksa meninggalkan hampir semua itemku di dalam sebuah gudang dalam toko serba ada Egil yang baru saja dia buka pada lantai ke 50 di New Aincrad.

Dan sekarang, dengan fungsi transfer, aku mendapatkan kekuatan Kirito dari ALO, tetapi, karena karakternya diroll-back dan dibangun kembali, bukanlah status Kirito dalam ALO yang edan, tetapi karena aku tidak bisa membawa penampilanku, seperti items, aku tidak bisa memprediksi bentuk seperti apa yang secara acak telah dihasilkan. Karena itu, lebih baik aku berharap saja untuk bentuk seorang prajurit berotot, tetapi...

Sambil merasakan ketidaknyamanan yang tak henti-hentinya, aku melihat-lihat sekelilingku, dan berjalan ke cermin kaca yang menghiasi kubah yang aku baru saja tinggal.
Sword Art Online Vol 05 -179.jpeg

Lalu, mataku terbuka lebar karena terkejut.

"Apa ini!?"

Apa yang terefleksi di dalam kaca adalah sebuah bentuk yang jauh seratus abad dari harapanku.

Ketinggiannya sudah pasti lebih pendek dari saat aku menjadi Spriggan, dan lebih lagi, lebih kurus. Warna rambutnya, tanpa berubah, tetap hitam tetapi, rambutnya melambai dengan halus dari atas kepalaku ke sekitar pundakku. Mukaku adalah, seperti tanganku, berwarna sebuah putih yang hampir transparan, dan bibirku berwarna merah tua terang.

Warna matanya juga, meskipun berwarna hitam seperti rambut, tetapi mengkilap dengan berlebihan. Mata itu yang dilingkari pinggirannya dengan bulu mata yang panjang memberikan sebuah penglihatan yang murni tetapi juga mempesona dari cermin, yang sangat sampai aku secara tidak sengaja lupa bahwa penampilan itu adalah diriku sendiri dan membiarkan mataku pergi ke mana-mana dengan bebas. Sekali lagi, aku melihat pada penglihatan ini, dan mengeluarkan nafas yang panjang.

Asuna sering bilang bahwa Kirito di SAO mempunyai muka yang cukup feminin tetapi, bentuk ini sudah lebih dari tingkat itu. Entah di mana kamu bisa melihat sebuah kekuatan prajurit dalam bentuk ini, dan dengan itu, aku berdiri mematung di tempat, dalam keadaan kebingungan. Seseorang yang sedang memakan sesuatu sedikit jauh dari sini tiba-tiba melambaikan tangannya pada ku dan dari belakang, memanggil aku yang terefleksi di dalam kaca.

"Hei perempuan muda, kamu sangat beruntung! Avatar itu, tipe F1300! Tipe itu jarang sekali muncul. Jadi bagaimana tentang ini, karena jika sekarang kan kamu baru saja mulai, bagaimana kalau kamu jual akun itu? Aku akan memberimu dua mega credits!"

".................."

Menghentikan pikiranku tentang keadaanku sekarang ini untuk sementara, aku menatap pada muka orang itu tetapi, tiba-tiba, sebuah kemungkinan terpikir dan, dengan cepat, menggunakan kedua tanganku, aku menyentuh dadaku. Tetapi untungnya, hanya ada sebuah perasaan kerataan jadi perasaan kuatirku hilang. Nampaknya ketakutanku pada terjadinya kesalahan penggantian gender tidak ditemukan.

Game-game VR belakangan ini, untuk hampir semua judulnya, melarang mengganti gender dari pemain dan avatar. Alasannya adalah karena pemakaian jangka waktu lama sebuah avatar dari gender yang berlawanan menyebabkan terjadinya efek merugikan bagi tubuh dan jiwa yang tidak bisa dihiraukan. Tetapi, aku pernah mendengar bahwa, karena identifikasi dari gender pemain terjadi menurut gelombang otak pemain, pada kasus yang sangat langka, disebabkan oleh beberapa impuls yang diputuskan oleh sistem dengan gender lawan, pemain-pemain telah dikejutkan saat mereka dive masuk.

Karena sekarang aku baru memikirkannya, mengubah setting gender di SAO yang original itu bisa dilakukan, tetapi langsung setelah game dimulai, sistemnya mengembalikan kita pada gender asli kita, aku bertanya-tanya apakah jika semua ini, adalah karena Kayaba telah memahami efek-efek kerugian itu... Dan dengan pikiran-pikiran tiba-tiba yang tidak pada tempatnya itu berkeliling di sekitar kepalaku, aku akhirnya menatap pada muka laki-laki itu dan sambil mengangkat bahuku, menjawab.

"Uhh... Maaf tapi, aku laki-laki."

Suara itu juga, meskipun sedikit rendah, tetapi cukup untuk menjadi nada yang kebanyakan digunakan oleh perempuan. Dengan sedih, saat aku sedang menunggu sebuah jawaban, orang itu, setelah terdiam untuk sebentar, mulai bicara terus menerus dengan semangat.


"Jadi, jadi, itu adalah tipe M9000!? Itu, itu menakjubkan.. Kalau begitu aku akan meberimu empat, bukan, lima mega credits. Jual itu kepadaku, dengan segala cara, tolong jual avatar itu kepadaku!!"

Menjual ini, apalagi memberikan ini kepada kamu, aku ingin menukarnya dengan penampilan luarmu tetapi, sayangnya, itu bukanlah sesuatu yang bisa kulakukan.

"Um, ini bukanlah karakter awalku tetapi yang ditransfer. Karakter ini tidak bisa ditukar oleh uang dengan mudah. Maaf."

"Oh... begitu..."

Orang itu, dengan karakteristik muka kekecewaan, melihatku dari semua sisi tetapi tidak lama, menenangkan dirinya, dia bertanya,

"Gosip kalau begitu, avatar langka itu nampaknya telah dipakai untuk sangat lama di akun sebelumnya. Sebagai referensi, bisakah kamu menjumlahkan waktu main akun kamu sebelumnya?"

"Apa? Wa, waktu mainku?"

Aku tiba-tiba memikirkannya. Akun sebelum aku mentransfer, pada dasarnya, waktu main dari pendekar pedang Kirito yang pergi dari SAO ke ALO adalah sekitar paling tidak 2 tahun... dengan kata lain, tujuh ratus dan 30 hari dikali dua puluh empat jam.

"Uhh... sepuluh ri..."

Aku mulai menjawab sejujurnya, tetapi aku langsung menghentikan diri. Karena baru saja tiga tahun sejak game genre VRMMO keluar, orang-orang yang mempunyai pengalaman dive hingga sepuluh ribu jam adalah mantan pemain-pemain SAO.

"Uh, sekitar satu tahun. Karena itu, pasti hanya sebuah kebetulan kan?"

"Oh begitu... baik, jika kamu mengubah pikiranmu, tolong kontak aku."

Setelah mengatakan itu, dia mendorong sebuah item menyerupai sebuah kartu transparan kepadaku dan dengan enggan pergi. Ini adalah kartu-kartu yang mempunyai nama karakter, gender, guild dan hal-hal lain tertulis padanya, tetapi kartu itu lalu menghilang menjadi partikel-partikel cahaya saat aku sedang melihatnya, tetapi datanya mungkin telah dimasukkan ke buku alamat atau sesuatu di dalam jendela sistem.

Dengan sebuah lirikan mata, aku masih memandang pada diriku yang tidak henti-hentinya terefleksi di dalam cermin jahat itu, dan aku bertanya-tanya jika ada sesuatu yang aku bisa lakukan tentang hal itu, tetapi tak ada yang muncul di pikiran.

Catatan transfer ini terpasang di dalam data karakterku jadi saat aku kembali ke ALO, aku akan berada di bentuk Spriggan berambut tajam Kirito, tetapi jika aku transfer ke dunia GGO lagi, aku akan diberikan avatar ini yang orang tidak bisa bedakan apakah laki atau perempuan.

'Mencari keberuntungan di dalam kesialan' adalah motoku jadi aku, untuk beberapa menit, memikirkan tentang ini dan itu dan akhirnya, aku mendapatkan sebuah "ide yang bagus."

Alasan aku datang ke dunia ini adalah hanya untuk mengkontak pemain yang dirumorkan yang dipanggil «Death Gun» dan meskipun aku tidak ingin diserang, itu adalah satu-satunya cara untuk mengetahui kebenaran dari kekuatan dia dengan segala cara apapun yang mungkin. Untuk alasan itu, selama aku memperlihatkan kekuatanku, aku pasti akan menonjol.

Karena GGO, dari sifat gamenya, mungkin mempunyai jumlah pemain perempuan yang sangat kecil, bentuk ini yang terlihat seperti perempuan cantik pada pandangan pertama akan pasti menonjol pada suatu cara yang aku tidak inginkan. Mereka pasti sangat tidak akan mengharapkan untuk hal-hal seperti udara medan perang yang menakutkan meskipun hanya sefragmen, tetapi di sini, tidak ada pilihan lain selain mendambakan lebih banyak kemampuan bertempur.

Berhubungan dengan menunjukkan kekuatanku, untuk sekarang, ada satu cara.

Menggunakan cara main biasa— dengan kata lain, dengan hal-hal seperti menyelesaikan dungeon, dan sesuatu yang aku tidak ingin lakukan, sebut saja membunuh pemain lain, diperlukan waktu untuk namamu menjadi terkenal. Tetapi, untungnya, di dalam game ini, hanya dalam beberapa hari, pertandingan untuk menetapkan pemain terkuat «Bullet of Bullets» akan diadakan. Aku akan mendaftar pada pertandingan itu dan maju sampai ke final dari pertandingan battle royal[10]. Jika aku bisa menjadi paling atas, aku pasti akan diperhatikan oleh «Death Gun» atau mungkin, tergantung dari keadaan, ada kemungkinan orang itu sendiri akan muncul di pertandingan.

Diving ke dalam game ini untuk pertama kali, aku merasa gelisah tentang bagaimana aku akan bertarung dan berapa banyak, tetapi lagipula, aku tidak bisa melakukan apa-apa selain untuk mencobanya sendiri. Bertarung dengan seseorang yang bertarung menggunakan sebuah senapan adalah mungkin tidak sama dengan bertarung dengan seseorang pemanah[11] atau penyihir[12] di ALO tetapi, berbicara secara umum, ada batas-batas dengan VRMMO, seharusnya ada sebuah fitur umum yang masih layak. Aku hanya bisa mencoba sebanyak yang aku bisa— Jika aku tidak bisa meraih kekuatan itu, pada saat itu, hal itu akan menjadi tanggung jawab Kikuoka yang memaksakan tugas keterlaluan ini padaku.

Bagaimanapun juga, pertama adalah prosedur pendaftaran turnamen dan lalu pembelian equipment[13].

Aku melihat badanku satu kali lagi, bernapas panjang, belok ke arah jalan utama, dan lalu mulai berjalan, Langsung setelah itu, aku tersadar bahwa aku secara tidak sadar memainkan rambut yang melambai dari pipiku dan aku lalu diserbu oleh suasana hati yang gelap dan suram.

—Setelah beberapa menit, dengan terlalu cepat, aku telah tersesat.

Kota dengan nama yang aneh «SBC Gurokken» nampaknya berbentuk sebuah lantai luas dengan banyak struktur berlapis banyak yang tampaknya tertumpuk di atas satu dengan yang lain. Di depanku saat aku sedang berdiri tegak, ada sebuah rentetan bangunan-bangunan hirarkis seperti sebuah skala kecil dari kota mengambang Aincrad, warna-warna dari matahari terbenam mengintip melewati celah-celah di kejauhan. Bangunan-bangunan, berbaris seperti untuk menembus lapisan-lapisan dan terhubung dengan eskalator dan koridor-koridor mirip elevator melewati udara, bersinar dan berkelap-kelip, adalah, sejujurnya, indah tetapi, dalam semua kepraktisannya, adalah juga cukup kompleks seperti sebuah dungeon.

Tentu saja, aku bisa saja membawa sebuah map tiga dimensi yang mendetil dari menu utama tetapi, dengan posisiku sekarang ini, sebenarnya, tidak bisa dibandingkan dengan pemandangan yang tersebar luas tepat di depan mataku.

Jika ini adalah sebuah RPG yang berdiri sendiri, aku akan dengan sembrono berjalan-jalan dalam keputusasaan, dan hingga sampai harus berjalan balik ke titik awal, tetapi untungnya, ini adalah sebuah MMO. Pada saat-saat seperti ini, ada sebuah cara yang seseorang bisa gunakan.

Aku menemukan tanda nama seseorang yang datang dan pergi di depan mataku yang bukan seorang NPC[14] tetapi seorang pemain, dan pergi ke situ, memanggil dia dari belakang.

"Permisi, sepertinya aku sedikit tersesat..."

Dan lalu, langsung berpikir bahwa aku telah melakukan kesalahan.

Itu karena, bagaimanapun aku melihatnya, orang yang berbalik badan itu adalah seorang perempuan.

Rambut tipis berwarna biru muda yang berayun-ayun itu pendek begitu saja tetapi ada seikat rambut terikat di kedua sisi dahi dia. Di bawah alisnya yang istimewa, mata besarnya berwarna nila yang memberikan suasana seperti kucing sedang bersinar, dan sebuah hidung kecil dengan warna yang bersambung sampai ke bibirnya yang tipis.

Dengan segan, aku ada pikiran bahwa ada beberapa kemungkinan, orang ini adalah sama sepertiku dan adalah seorang laki-laki dengan avatar yang mirip perempuan dan melarikan mataku pada badannya dengan secepat kilat tetapi, di bawah syal berwarna pasirnya, melalui ritsleting terbuka dari jaketnya, bajunya kelihatan mengembang keluar. Dan lagi, dia mempunyai perawakan yang sangat kecil. Kenapa aku tidak menyadari akan hal itu adalah karena arah pandangku juga telah cukup turun.

Dalam VRMMO, situasi di mana seorang pemain laki-laki yang mengatakan "Aku telah tersesat" kepada seorang pemain perempuan, sebanyak 70%, adalah kebanyakan untuk merayu.

—Namun, tanpa diduga, ekspresi muka seperti itu langsung menghilang.

"...Apakah kamu baru memulai game ini? Kamu sedang pergi ke mana?"

Mulut yang berbicara dengan suara yang jelas dan mungil bahkan memiliki sebuah senyuman samar muncul. Memikirkan hal itu dalam pikiranku tentang mengapa bisa begitu, aku akhirnya sampai pada alasannya. Perempuan ini telah membuat kesalahpahaman yang sama dengan pembeli avatar yang berbicara denganku sebelumnya. Bahwa aku adalah seorang perempuan seperti dia. Bagaimana ini bisa terjadi.

"Ah...um..."

Dengan refleks, aku memikirkan untuk menjelaskan genderku tetapi tepat pada ujung akan melakukan hal itu, aku berhenti.

Ada sebuah alasan untuk ini, karena keadaan untuk situasi ini nampaknya baik. Setelah ini, pada lain waktu, jika ada seorang pemain laki-laki yang memanggilku dan salah paham bahwa aku seorang perempuan, hal itu bisa menjadi sebuah situasi yang sedikit menyusahkan. 'Gunakan apa saja yang kamu bisa gunakan' adalah moto keduaku jadi, meskipun hal ini cukup licik pada perempuan ini, adalah terbaik untuk meninggalkan kesalahpahaman ini seperti yang ada.

"Iya, ini adalah kali pertamaku. Di manakah ada sebuah toko senjata murah dan gedung administrasi? Aku ingin pergi ke tempat-tempat itu tetapi..."

Setelah menjawab dengan suara yang agak, sedikit tidak serak, perempuan itu mencondongkan kepalanya dalam kebingungan.

"Gedung administrasi? Kamu ke situ untuk apa?"

"Ya... Untuk mendaftar pada pertandingan battle royal yang akan diadakan..."

Pada saat dia mendengar hal itu, mata besar perempuan itu membesar dan mulai berkedip karena terkejut.

"Uh...uhhhh, meskipun kamu baru saja mulai hari ini? Ya, memang tidak ada hal tentang siapa yang boleh atau tidak boleh mendaftar untuk pertandingan ini, tapi levelmu mungkin kurang cukup..."

"Ah, ini bukanlah sebuah karakter awal. Karakter ini ditransfer dari game lain..."

"Wow, jadi begitu ya."

Mata nila perempuan itu berkelebat sesaat, dan kali ini, mulutnya naik dengan senyuman yang jelas.

"Apakah boleh jika aku bertanya? Kenapa kamu memutuskan untuk datang ke game ini yang penuh dengan debu dan berbau oli?"

"Tentang itu... Uhh, sampai sekarang, aku selalu hanya memainkan game-game fantasi tetapi, aku memikirkan sekali-sekali, aku sebaiknya mencoba sebuah game yang cyber[15]... Sesuatu seperti pertandingan senapan nampaknya menarik.

Nah, ini tidak sepenuhnya bohong. Seberapa jauhnya rasa VRMMO dari orang sepertiku yang spesialis pada bertarung dengan pedang bisa masuk ke dalam GGO agak menarik perhatianku.

"Oh begitu. Jadi itu kenapa kamu tiba-tiba ingin masuk ke BoB. Kamu mempunyai nyali."

Perempuan itu, setelah sebuah tawaan, mengangguk.

"Baiklah, aku akan menunjukkan kepadamu tempat-tempat sekitar. Kebetulan aku juga sedang pergi ke gedung administrasi. Sebelum itu adalah toko senjata kan? Apakah ada sebuah senjata yang kamu suka?"

"Uh, sebenarnya..."

Meskipun aku telah mengatakannya, tidak ada yang langsung muncul dalam pikiran. Setelah aku tidak bisa memikirkan sebuah jawaban, dia tersenyum lagi.

"Kalau begitu, mari kita pergi ke sebuah toko dengan banyak sekali tipe-tipe yang berbeda. Lewat sini."

Secara langsung berbalik arah, aku buru-buru mengejar buntut dari syal yang dipakai perempuan itu yang telah mulai berjalan.

Kita berjalan melalui jalan-jalan yang berbelit, gang-gang, lorong-lorong, dan tangga-tangga dari satu ke yang lain yang aku pikir adalah tidak mungkin untuk diingat dan setelah berjalan untuk beberapa menit, kita sampai pada jalan utama yang telah dibuka oleh jalan. Dengan positif, aku melihat sebuah toko yang mempesona yang aku pikir adalah sebuah grup invesmen luar negeri sebuah perusahaan besar.

"Di situ."

Dia dengan lancar berjalan melalui kerumunan dan mendekati toko itu.

Interior besar dari toko itu penuh dengan berbagai lampu berwarna dan keributan hingga mirip sebuah taman hiburan. Pegawai-pegawai toko itu semua adalah NPC[14] wanita cantik berpakaian minim dalam kostum silver besar dan menunjukkan sebuah senyum bisnis yang tak berdosa, tetapi yang mengejutkan adalah apa yang mereka semua pegang dan yang menghiasi seluruh tembok. Bersinar dengan sinar hitam, mereka semua adalah pistol[16] dan senapan mesin[17] dan lain-lain yang seperti itu.

"Ini... Ini benar-benar sebuah toko yang menarik."

Setelah mengatakan itu, perempuan di sampingku juga mengeluarkan senyum masam.

"Sejujurnya, daripada di kebanyakan toko-toko yang ditujukan untuk para pemula, kamu bisa menemukan tawaran-tawaran yang lebih baik di toko-toko yang lebih spesialis. Tapi bagaimanapun, jika kita bisa mencari tipe senapan yang kamu suka, maka itu boleh juga."

Meskipun jika dia mengatakan begitu, ada banyak pemain-pemain memakai baju-baju yang mencolok berkeliaran di sekitar dalam toko, yang dibandingkan dengan warna padang pasir dari perempuan ini, memberikan sebuah perasaan dari menjadi pemula.

"Baiklah kalau begitu, pemain jenis apa kamu?"

Setelah ditanya, aku langsung memikirkan tentang hal itu. Dikarenakan transfer dari dunia lain, tendensi dari kemampuan-kemampuan karakter akan telah terbawa.

"Umm, fokus utama adalah kekuatan dan lalu kecepatan... Aku pikir?"

"Tipe kekuatan-kecepatan ya. Kalau begitu, mungkin tipe yang membawa senapan serbu[18] berat atau sebuah senapan mesin[17] dengan diameter yang besar sebagai senjata utama dan sebuah pistol[16] sebagai senjata sekunder baik untuk kamu... tapi, kamu baru transferkan? Kalau begitu, uangnya..."

"Oh... iya"

Dalam sekejap, aku menggerakkan tangan kananku dan mengeluarkan layarku. Meskipun jika kemampuan-kemampuanku telah ditransfer, uang dan items tidak bisa ditransfer. Maka dengan itu, jumlah uang yang ditunjukkan di bagian bawah kolom penyimpanan adalah—

"Um... 1000 credits."

"... Jadi jumlah awal."

Saat pandangan kita bertemu, aku ditemukan dengan sebuah senyuman yang terepotkan.

"Ya..."

Dengan kembalinya ekspresi dia, perempuan itu memegang bibir tipisnya dengan ujung jarinya dan mencondongkan kepalanya.

"...Dengan jumlah uang itu, kamu mungkin tidak bisa membeli apa-apa selain dari sebuah ray gun kecil… sebuah senjata balistik[19], sebuah revolver[20] bekas... bagaimana ya... umm, kalau boleh…"

Menebak apa yang dia coba katakan, aku buru-buru menggelengkan kepalaku. Dalam MMO apapun, seorang pemula yang menerima terlalu banyak bantuan dari seorang veteran itu tidak terpuji. Aku tidak datang ke game ini untuk bersenang-senang tetapi, meskipun begitu, sebagai seorang gamer, ada sebuah garis yang aku tidak bisa lewati.

"Tidak, tak apa-apa. Kamu tidak perlu melakukan itu. Um... Apakah ada tempat dimana aku bisa mendapat uang cepat? Jika aku tidak salah, aku dengar bahwa ada sebuah kasino di game ini..."

Perempuan itu, dengan diduga, menunjukkan sebuah senyuman yang sedikit terkagum.

"Untuk tempat-tempat seperti itu, akan lebih baik jika kamu mempunyai jumlah uang yang lebih. Dengan itu, di sekitar sini, ada yang kecil dan yang besar. Jika apa yang aku ingat benar, di toko ini..."

Membelokkan kepala dia, dia menunjuk pada bagian dalam dari toko.

"Ada sebuah jenis game perjudian yang mirip. Lihat."

Melihat lebih dekat, tempat itu adalah sebuah area luas yang berdinding yang, dalam istilah mesin-mesin game, merupakan sebuah tiruan yang besarnya berlebihan.

Tempat itu hitung kasarnya sekitar 3 meter lebarnya dan 20 meter panjangnya. Terentang pada ubin-ubin metal, dikelilingi oleh sebuah pagar setinggi pinggang, seorang NPC berpakaian ahli tembak sedang berdiri paling jauh di dalam. Di depan, daripada sebuah pagar, ada sebuah batang penutupan di mana aku bisa melihat sebuah pilar kotak seperti kasir.

Di belakang ahli tembak, yang terkadang akan mengeluarkan pistolnya dari tempat penyimpan pistol di pinggang dia, memutar-mutarnya dengan ujung jarinya, pada tembok bata yang tergores banyak lubang-lubang peluru yang tidak terhitung jumlahnya, pada atasnya, ada sebuah papan neon pink dengan kata "Untouchable[21].

"...Apakah ini?"

Setelah aku bertanya, perempuan itu, sambil memindahkan jarinya, menjelaskan kepadaku.

"Ini adalah sebuah game di mana kamu memasuki gerbang di depan kamu dan sambil menghindari tembakan dari NPC di dalam, kamu mencoba untuk melihat seberapa dekat kamu bisa mendekati dia. Skor yang paling tinggi sampai sekarang, lihat di situ."

Di mana jari penunjuk dia menunjuk, di dalam bagian pusat pada pagar di lantai, ada sebuah garis tipis, merah, yang bersinar. Garis itu sedikit melebihi dua per tiga bagian dari seluruh area.

"Wow, berapa banyak yang kamu bisa dapat?"

"Um, ini berharga 500 credits untuk dimainkan dan kamu mendapat 1000 jika kamu menerobos sepuluh meter, dan 2000 untuk lima belas meter. Dan jika kamu dengan suatu cara bisa menyentuh si ahli tembak, kamu mendapatkan semua uang yang para pemain telah tuang sampai sekarang."

"Semua, semuanya!?"

"Lihat, papan itu menandakan bahwa ada sebuah petotalan. 1,10, lebih dari 300,000 huh."

"Itu... Itu adalah jumlah uang yang menakjubkan."

"Tapi itu tidak mungkin."

Perempuan itu langsung menjawab dan mengangkat bahu.

"Ahli tembak itu, setelah kamu melewati garis delapan meter, akan merespon dengan tembakan-tembakan gesit yang curang. Meskipun senjatanya hanya sebuah revolver[20], dengan isi ulangnya yang sangat cepat sampai tidak masuk akal, senjata itu melakukan sebuah 3 ronde tembakan beruntun. Pada saat kamu bisa melihat garis prediksi, itu sudah terlambat."

"Garis prediksi..."

Pada saat itu, perempuan itu menarik lenganku dan dengan suara kecil, membisikkan.

"Lihat, ada seseorang yang akan menambah jumlah uangnya lagi."

Mengembalikan mataku dari ahli tembak ke pintu masuk, sebuah grup tiga orang laki-laki sedang mendekatinya.

Di dalam grup itu, satu orang, orang yang memakai sebuah jaket militer yang rupanya dimaksudkan untuk digunakan dalam area-area dingin dengan sebuah kamuflase abu-abu keputihan, berdiri di depan gerbang sambil menyemangati dirinya sendiri. Dia menekan pada porsi atas dari panel kasir dengan telapak dari tangan kanannya, dan dengan itu saja, biaya tiketnya terbayar dan sebuah pawai riuh yang sangat bersemangat terdengar. Semua sekaligus, dari sini dan situ, sebuah serambi yang terdiri dari sekitar 10 orang berkumpul.

NPC ahli tembak itu meneriakkan sebuah logat populer "Ayo kita pukul bokong orang ini ke atas sampai ke bulan!", dan membawa tangan kanan dia ke tempat penyimpan pistol memegang pistolnya. Di depan laki-laki yang berkamuflase dingin, sebuah hologram hijau yang menandakan sebuah angka besar {3} termaterialisasi, dengan sebuah efek suara yang menemani pengurangannya ke 2,1 dan pada saat yang sama saat angka itu mencapai 0, palang metal di gerbang terbuka.

"Nuuuuuooooooorrrryyaaaaaaaaaaaaa!"

Orang distrik dingin itu, sambil menaikkan sebuah teriakan perang, berlari cepat beberapa langkah atau seperti itu aku memikirkannya, dan merentangkan kedua kakinya dan melakukan sebuah pemberhentian mendadak. Dia membuka mata-matanya sepenuhnya, dan tiba-tiba, membungkukkan bagian atas badannya ke kanan, menaikkan tangan kirinya dan kaki kanannya ke sebuah postur yang aneh.

'Tarian apa itu?', adalah apa yang aku pikirkan dan pada saat itu, peluru-peluru, bersinar merah dengan terang, melewati tempat sepuluh sentimeter ke kiri dari kepala orang distrik dingin itu, di bawah ketiak kirinya, dan di bawah paha kirinya. NPC ahli tembak itu telah menarik pistolnya dari tempat penyimpannya dan menembakkan tiga tembakan secara berturut-turut. Itu adalah sebuah penghindaran yang bagus tetapi sepertinya orang distrik dingin itu nampaknya memahami jalur yang dilewati peluru itu.

"...Barusan tadi, itu adalah lintasan pelurunya kah...?"

Aku berbisik, mengarahkan kepalaku dan perempuan dengan rambut berwarna air itu mengangguk, dan menjawab dengan suara rendah yang sama.

"Itu betul. Penghindaran dengan cara «Trajectory Perception[22]»."

Orang distrik dingin itu dengan ganas berlari cepat lagi tepat pada saat garis tembakan menghilang dan lagi, berhenti mendadak. Kali ini, dia membentangkan kedua kakinya lebar dan membungkukkan bagian atas badannya sembilan puluh derajat.

Secara langsung, dengan sebuah suara geram bernada tinggi, dua peluru melewati atas kepala dia dan satu di bawah selangkangan dia. Maju lagi dan lalu berhenti. Hal itu seperti sebuah game «Lampu Merah/Lampu Hijau».

Orang distrik dingin itu menampilkan gerakan-gerakan gesit, dan semua sekaligus, dia telah maju sejauh tujuh meter. Pada saat itu, aku memikirkan, 'tiga meter lagi dan dia bisa mendapatkan kembali jumlah dua kali lipat dari uang yang dia telah gunakan untuk bermain.'

Hingga sekarang, NPC itu, yang telah secara cepat menembakkan tiga tembakan terus-terusan dalam interval yang sama, mengeluarkan peluru-peluru dengan sebuah kelambatan di antara dua peluru pertama dan peluru ketiga. Orang distrik dingin itu menghindari peluru yang terbangnya telat dengan sebuah lompatan tetapi, dengan pendaratannya, dia menghancurkan keseimbangan dia dan satu tangan mendekati tanah. Saat dia mencoba untuk berdiri dengan terburu, dia sudah terlambat. Tangan kanan ahli tembak itu menyala dan lintasan tembakan yang terpancar menyebarkan percikan-percikan oranye pada rompi putih orang itu.

Sebuah pawai riuh yang menyedihkan bermain. Si ahli tembak meneriakkan kata-kata kemenangan yang kasar dan tampilan kumpulan uang di latar belakangnya, ditemani dengan sebuah suara metalik kecil, naik sebanyak lima ratus credits. Orang distrik dingin itu menurunkan bahunya, dan dengan kecewa berjalan keluar dari gerbang.

"...jadi?"

Perempuan di sampingku, dengan sedikit tersenyum di bawah syalnya, mengangkat bahunya.

"Karena kamu pasti tidak bisa bergerak dalam sebuah garis lurus, kamu hanya bisa bergerak dengan banyak ke kiri dan kanan dan apa saja yang kamu coba, itulah batasnya."

"Hmm...begitu. Saat kamu bisa melihat garis persepsinya, itu sudah terlambat."

Sambil aku bergumam, aku sedang menggerakkan kakiku ke depan mendekati gerbang.

"Tunggu... Tunggu sebentar, kamu..."

Kepada perempuan dengan mata lebar yang mencoba menghentikan aku, aku mengembalikan sebuah senyum ringan dan menekan tangan kananku pada kasir.

Aku mendengar sebuah suara seperti sebuah kasir kuno. Sebuah suara penuh semangat bergema.


Mungkin karena penampilan dari seorang bodoh yang lain atau mungkin karena penampilan dari diriku sendiri, para audiens dan grup tiga orang itu mulai berkumpul. Perempuan dengan syal itu menaruh kedua tangannya pada pinggang dia dan menggelengkan kepala dia sedikit dengan sebuah ekspresi muak.

Pada saat yang sama dengan suara kasar ahli tembak itu yang berbeda dari yang sebelumnya, perhitungan mundur mulai tepat di depan mataku.

Aku menurunkan pinggangku dan mengambil sebuah postur untuk lari cepat berkekuatan penuh. Angkanya menurun dan pada saat palang metal terbuka, aku menendang maju dan meloncat pada lantai.

Sambil maju beberapa langkah, ahli tembak itu dengan cepat menaikkan tangan kanan dia dan dari ujung pistolnya yang digenggamnya dengan erat, tiga garis merah memanjang. Mereka semua menunjuk pada kepalaku, sisi kanan dari dadaku, dan kaki kiriku.

—Pada saat aku merasakan ini, dengan semua kekuatanku, aku meloncat depan ke kanan. Langsung setelah itu, sebuah garis tembakan oranye melewati menuju ke kiri dari badanku. Dengan segera, aku menendang panelnya dengan kaki kananku dan kembali ke tengah.

Tentu saja, di dalam sebuah game VRMMO, ini adalah pertama kali aku menghadapi sebuah pistol.

Tetapi, di ALO dan SAO, ada banyak monster yang menyerang dari jarak jauh dengan busur dan panah, racun, dan magic. Ada satu cara untuk menghindari lintasan tembakan dari serangan-serangan itu dan itu adalah untuk membaca garis tembakan dari matanya musuh. Mungkin karena fiksasinya developer Kayaba Akihiko pada detil-detil, sifat dari monster-monster dalam VRMMO berdasarkan dari sistem cardinal semuanya diberikan karakteristik untuk mengarahkan pandangan mereka pada poin yang ditargeti tanpa deviasi apapun.

NPC itu yang mengarahkan pistolnya pada aku pada saat itu mungkin juga tidak dikecualikan dari peraturan ini.
Sword Art Online Vol 05 -197.jpeg

Aku tidak menatap pada apapun kecuali mata si ahli tembak, bahkan tidak melihat pada garis lintasan persepsi peluru merah atau bahkan pada mulut hitam senjata api itu. Dari gerakan-gerakan tanpa hidup, yang berkejang, aku memahami petunjuk dari lintasan peluru di mana peluru-peluru akan terbang, dan pada saat yang sama, hanya sedikit saja bergerak ke kiri atau ke kanan, dan mungkin atas atau bawah, dan menghindari garis persepsi tak bersuara yang ditunjukkan itu sendiri. Bahkan, saat pelurunya lewat, aku sudah memasuki postur lari sebelum menjalani lari cepat yang selanjutnya.

Saat aku sudah menghindari dua set dari tiga tembakan beruntun, nampaknya aku telah melewati tanda sepuluh meter dan sebuah efek suara pendek bersuara. Tetapi, suara itu hampir tidak mencapai diriku.

Ahli tembak itu melepaskan silinder yang telah menjadi kosong setelah menembak enam peluru dan pada saat yang sama saat dia melemparkan peluru yang kosong di belakang punggunggnya, dengan tangan kirinya, dia sepenuhnya mengisi pistolnya dengan enam peluru. Seluruh seri dari operasi itu mengambil setengah detik—benar-benar sebuah tembakan gesit yang curang—untuk dilakukan sebelum sekali lagi diarahkan kepadaku.

Serangan yang selanjutnya bukanlah tiga tembakan secara cepat yang jelas sampai sekarang. Lebih dari setengah itu menurut intuisi, aku menghindari ritme yang tidak biasa dari dua, satu dan lalu tiga peluru dan bergerak lima meter. Lagi, ada sebuah pawai riuh pendek. Pada saat yang sama adalah isi ulang si ahli tembak itu yang secepat kilat dalam setengah detik.

Jarak yang tersisa adalah lima meter dan aku sudah di depan musuh. Itu mungkin hanya imajinasiku tetapi aku bisa dengan jelas melihat muka berjenggot itu berubah menjadi sebuah ekspresi yang mengejek.

Di bawah topi sepuluh galon itu, mata hitam itu bergetar sedikit dan bergerak ke bawah pada tingkat yang sama dengan dadaku. Memutuskan bahwa menghindar ke kiri atau kanan adalah tidak mungkin, aku melempar badanku ke bawah, meluncur pada ubin metal. Aku melewati bawahnya enam lintasan tembakan yang terlepas seperti sebuah senapan mesin[17] dan mencapai dua dan setengah meter lagi.

Dengan ini, musuh itu tidak mempunyai peluru lagi. Meskipun jika ada sebuah celah setengah detik untuk mengisi ulang lagi, itu sudah cukup untuk menyentuh dia.

Sambil bangun, yang aku pikirkan adalah bahwa aku melihat mata si ahli tembak itu beringis secara lebar. Paling tidak, itulah yang aku rasakan.

Dengan refleks, aku mengubah tujuan dari lari cepat terakhirku dan loncat dengan semua tenagaku.

Tanpa isi ulang apapun, enam sinar laser dari revolver itu melewati tempat di mana aku baru saja berdiri.

Sambil berteriak 'Apakah barusan hal itu!' dari dalam mulutku, aku berputar sebuah rotasi penuh dan mendarat di depan si ahli tembak.

Di sini, aku ingin meneriakkan sesuatu yang keren tetapi, sebelum beberapa kartu rahasia dapat digunakan, seperti sebuah sinar datang dari mata dia, aku sebaiknya memutuskan pertandingan ini, jadi aku dengan cepat melompat pada dada musuh yang memakai baju kulit.

Setelah sebuah momen kediaman seperti suara-suara di dalam toko telah menghilang.

"KAMU BENAR-BENAR...!!!"

Bersamaan dengan teriakan meriah itu, si ahli tembak terjatuh ke lantai pada kakinya sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya. Pada saat yang sama, ada sebuah badai pawai riuh yang tidak teratur.

Sebuah suara keruntuhan bergema, dan menaikkan kepalaku ke sumber suara itu, tembok bata di belakang si ahli tembak roboh seperti meledak dari dalam. Tanpa kehilangan waktu apapun untuk terkejut, sebuah hujan dari semua item-item dengan kasar mengalir keluar dari dalam. Semua itu meloncat kembali pada kakiku dan dengan sebuah suara yang baik keluar dari itu, item-item itu menghilang.

Di bawah papan neon, angka-angka digital dari jumlah semua uang yang terbawa turun angka-angkanya dan sebelum lama, telah menjadi nol dan pada saat yang sama, air terjun berwarna uang itu juga berhenti. Sebuah suara yang cukup berisik bergema dari dalam toko dengan game itu di-reset dan si ahli tembak itu, juga, bangun dan mulai memutar-mutar pistol dia di sekitar ujung jarinya. Seperti biasa, dia mulai meneriakkan logat-logat provokatif tetapi setelah penampilan yang curang secara ekstrim dari 12 tembakan secara cepat sebelumnya, sangat diragukan jika seseorang yang memutuskan untuk menantang dia akan muncul.

"...fuu."

Aku mengeluarkan sebuah nafas dan keluar dari area game dari pintu keluar di sisi kiri.

Pada saat itu, dari audiens orang-orang yang telah berkalilipat pada suatu titik tertentu, sebuah putaran kegemparan muncul. Suara-suara mengatakan hal-hal seperti 'apakah tadi barusan', 'siapakah orang itu' berkumpul bersama.

Dari ujung kumpulan orang-orang, perempuan dengan rambut berwarna air itu, setengah jogging, buru-buru ke diriku dan dengan kedua matanya tidak sengaja terbuka lebar seperti sebuah kucing, menatap padaku. Setelah beberapa detik, sebuah suara yang tercampur-aduk dan putus-putus mengalir keluar dari bibir dia.

"... Kamu, refleks seperti apa yang kamu punya...? Momen terakhir itu, di depan mataku... Kamu menghindari sinar-sinar laser dari kejauhan dua meter... Meskipun, pada jarak itu, sudah hampir tidak ada jarak waktu antara garis prediksi lintasan peluru dengan tembakan yang sebenarnya..."

"Uh, ummm... itu karena..."

Aku ragu-ragu untuk sebentar memikirkan tentang bagaimana aku harus menjawab dan pada akhirnya, mengatakan.

"Itu karena, game menghindari peluru ini adalah sebuah game untuk memprediksi garis prediksi lintasan peluru kan?"

"Me... Memprediksi garis prediksi!?"

Teriakan mungil perempuan itu berjalan melewati udara di dalam toko. Semua audiens juga membuka mulut-mulut mereka dan jatuh terdiam.

.................................

Setelah beberapa menit, akhirnya, pada titik saat kumpulan orang-orang telah pecah menjadi grup-grup kecil, aku memutar leherku ke sini situ untuk melihat senapan-senapan di dalam etalase-etalase.

"Umm... Meskipun kalibernya lebih kecil dari sebuah pistol mitraliur[23], kenapa senapan serbu[18] ini lebih besar?"

Aku mencoba pertanyaan simpel itu pada perempuan berhati baik yang berdiri di sampingku, tetapi tampaknya dia masih belum reda dari efek-efek tersisa dari syok itu, dan seperti seekor kucing yang telah melihat sesuatu yang biasanya ia tidak lihat, dia sedang menatap padaku dengan mata-mata yang tercampur dengan kewaspadaan dan keingintahuan.

"... Kamu bahkan tidak mengetahui sesuatu seperti itu dan kamu mempunyai sebuah kemampuan menghindar yang tidak terpikirkan... Kamu bilang kamu transfer kan? Game seperti apa yang kamu mainkan sebelumnya?"

"Uh, umm... Aku selalu di dalam sebuah game tipe fantasi..."

"Begitu... Ya sudah kalau begitu. Kalau kamu akan memasuki babak penyisihan BoB, ada sebuah kesempatan untuk memperlihatkan aku bagaimana kamu sebenarnya bertarung. Sekarang, apa tadi, alasan senapan serbu ini memiliki kaliber kecil? Itu mulai dari M16-nya Amerika, dengan konsep desain perluru berdiameter kecil berkecepatan tinggi yang berdasarkan pada akurasi dan penekanan pada kekuatan penembusan..."

Pada titik itu, tiba-tiba menutup mulutnya, perempuan itu cemberut seperti dia merasakan kepahitan dari kata-katanya sendiri. Tetapi reaksi aneh itu juga hilang dalam sekejap dan dengan langsung, sebuah senyum yang lebih tenang mengambil tempatnya.

"... Hal seperti itu tidak penting kan? Sekarang, ayo buru-buru dan selesaikan belanjamu."

"I...Iya. Ayo."

Sambil aku dengan ragu-ragu mengangguk, dia memutar pandangan dia dari aku dan mulai dengan pelan berjalan di depan sebuah etalase.

"Setelah mendapatkan lebih dari 300K, aku pikir kamu bisa membeli sesuatu yang cukup bagus tetapi... karena itu tergantung pada apa yang disukai orang itu dan akan berkomitmen sampai akhir, hal yang pertama adalah untuk mengetahui itu."

"Berkomitmen pada...?"

Aku mengikuti perempuan itu dan melihat-lihat sekitar pada semua senapan-senapan yang berkilau hitam tetapi, tidak ada 'ping'[24] yang muncul. Itu adalah natural, karena berdasarkan pengetahuanku tentang senapan-senapan, berakhir pada 'untuk pistol, ada revolver-revolver dan senjata otomatis'.

Sambil merintih, sebelum aku tahu, kita sudah sampai pada akhir dari etalase-etalase yang terbaris di dalam toko tanpa celah apapun. Karena telah sampai begini, aku akan meninggalkan pada perempuan itu untuk memutuskan——— adalah apa yang aku pikirkan saat sesuatu yang aneh memasuki area penglihatanku.

Di pojok sebuah etalase yang panjang, sesuatu yang jelas berbeda dari sebuah senapan, beberapa barang metal, seperti sebuah tabung terbaris.

Barang-barang itu tiga sentimeter diameternya dan sekitar dua puluh lima sentimeter panjangnya. Pada satu sisi, sebuah perlengkapan metal tetap seperti sebuah pengait tali untuk mendaki gunung tergantung, pada sisi yang lain sedikit lebih tebal dan pada pusatnya, ada sebuah lubang hitam seperti sebuah bolongan pada colokan listrik.

"Umm... Apa ini?"

Mendengar aku, perempuan itu memberi sebuah tatapan sekilas dan angkat bahu seperti ada sebuah kekakuan pada pundak dia.

"Ah... Itu adalah sebuah 'Kouken'."

"Ko-Kouken?"

"Pedang cahaya, ditulis sebagai 'Kouken'. Nama sebenarnya adalah «Photon Sword» tetapi semua orang biasa menyebutnya 'Laser Blade' atau 'Light Saber' atau 'Beam Saber'."

"Pe-pedang!? Di dalam dunia ini, ada sebuah pedang?"

Aku bergegas ke etalase itu. Karena dia baru bilang sekarang, pedang itu benar-benar menyerupai senjata pada sebuah film sains fiksi tua yang digunakan oleh para ksatria yang melindungi aturan alam semesta.

"Ada tetapi, dalam semua kepraktisannya, tidak ada orang yang memakainya."

"Ke... Kenapa tidak?"

"Ya, itu karena, jika kamu tidak bergerak sampai jarak dekat, kamu tidak bisa memukul, dan untuk mencapai sedekat itu, tanpa ragu, kamu akan menjadi seperti sebuah sarang madu terlebih dahulu..."

Perempuan itu menghentikan kata-katanya di situ dan dengan bibirnya sedikit terbuka, menatap padaku.

Hampir menyengir, aku langsung tersenyum dan merespon.

"Dengan kata lain, tidak apa-apa asal aku bisa mendekat, kan?"

"Te-Tetapi, meskipun kemampuan menghindarmu menakjubkan, melawan sebuah senapan full otomatis... ah."

Saat perempuan itu masih belum selesai berbicara, dengan jariku, aku menekan pada pedang dengan lapisan warna hitam metalik yang aku sukai. Aku memilih [BELI] pada pilihan-pilihan di menu yang muncul dan dengan kecepatan yang hebat, seorang NPC pedagang di toko bergegas kemari dengan sebuah senyuman, memperlihatkan sebuah objek seperti sebuah panel metalik. Aku sadar bahwa scanner[25] dengan permukaan warna hijau itu yang berada di tengah-tengah papan adalah sama seperti kasir yang ada di game sebelumnya dan menekan padanya dengan telapak tangan kananku.

Efek suara dari kasir uang itu berbunyi dengan gembira, dan panel itu menunjukkan sebuah pedang foton hitam muncul dengan sebuah efek suara *fuun*. Aku mengambilnya, dan pedagang toko itu mengatakan 'terima kasih untuk pembelian anda~' dan membungkuk sebelum kembali kepada posisi dia.

"... Ahh, aku membelinya."

Perempuan itu memandangku sekilas dari 45 derajat ke kanan dan mengatakan ini,

"Tentu saja, semua orang mempunyai gaya bertarung pribadinya sendiri."

"Iya. Kalau telah terjual, itu berarti itu pasti bisa digunakan, meskipun jika itu adalah pedang ini."

Aku menjawab sambil aku menggunakan tangan kananku untuk memegang erat pada senjata berbentuk silinder pendek itu, dan lalu membawanya tepat di depanku. Aku menggunakan jempolku untuk menekan sebuah tombol, dan dengan suara rendah *Guun*, sebuah energi pedang biru keunguan merambat keluar sambil mencapai kepanjangan kira-kira 1 meter, menerangi seluruh tempat.

"Oohh."

Aku tidak bisa menahan untuk mengatakan itu. Aku telah menggunakan pedang-pedang dengan ukuran yang berbeda-beda sampai sekarang, tetapi ini pertama kalinya pedang yang aku sedang gunakan terbuat dari cahaya murni.

Aku menatap padanya sejenak, dan menemukan bahwa pedang itu sendiri tidak mempunyai arah apapun karena seluruh bagian melingkarnya itu persis seperti sebuah silinder yang panjang dan tipis. Aku mencoba untuk mengayunnya secara horizontal, dan lalu menggunakan sword skill satu-tangan yang aku kenal di dalam SAO bahkan tanpa bantuan sistem, bernama 'Vertical Square'.

'*Bu-n*, *buon*, pedang cahaya itu mengeluarkan sebuah suara yang menarik sambil pedang itu memotong pada udara dalam lintasan-lintasan yang rumit sebelum akhirnya berhenti. Tentu saja, tanganku tidak merasakan tahanan apapun karena berat dari pedangnya.

"Heh—"

Perempuan itu bertepuk tangan beberapa kali di sampingku dan menunjukan tampang terkejut.

"Kamu benar-benar terlihat seperti seorang jagoan di sini. Apakah itu sebuah skill dari sebuah dunia fantasi...? Sepertinya aku tidak bisa meremehkanmu, huh?

"Tidak, tidak begitu... tetapi ini benar-benar ringan."

"Tentu saja. Senjata ini tidak mempunyai kelebihan lain selain dari menjadi senter. Baiklah— Kalau kamu ingin menggunakan itu sebagai senjata utamamu, lebih baik untuk mempunyai sebuah SMG[26] atau sebuah pistol sebagai senjata sampinganmu. Kamu harus mengendalikan musuhmu jika kamu ingin mendekat."

"...Begitu. Itu benar."

"Berapa banyak yang kamu masih punya?"

Aku memanggil jendelanya. 300,000 creditku telah turun menjadi 150,000 credits. Aku mengatakan jumlahnya, dan perempuan itu mengedip sebelum mengangkat bahu.

"Uhe, jadi sebuah pedang cahaya itu begitu mahal? 150k tersisa... Kamu harus mempunyai uang untuk membeli peluru-peluru dan perlengkapan-perlengkapan perlindungan. Kelihatannya kamu hanya bisa membeli sebuah pistol."

"Aku meninggalkan sisanya kepada kamu kalau begitu."

"Jika kamu ingin ikut serta dalam BoB, lebih baik untuk memiliki sebuah senjata yang kuat... Jika kamu ingin menahan musuhmu, seharusnya lebih penting untuk mementingkan akurasi daripada kekuatan... Hmm..."

Perempuan itu batuk kering sambil dia dengan pelan bergerak menuju ke sebuah lemari dengan setumpuk pistol-pistol di situ. Akhirnya, dia menunjuk pada salah satu dari pistol-pistol itu dan mengatakan,

"Kamu akan kehabisan uang jika begini, tetapi «FN Five-Seven» ini seharusnya cukup bagus."

Jari tipis dia menunjuk pada sebuah pistol otomatis kecil dengan pegangan bulat yang halus.

"Five...seven?"

"Angka itu bermaksud pada kalibernya. Yaitu 5.7mm, dan sedikit lebih kecil daripada bullet Parabellum[27] 9mm yang normal, tetapi bentuknya mirip dengan peluru sniper, jadi akurasinya dan kemampuan menusuknya cukup baik. Itu adalah sebuah peluru unik, jadi peluru itu hanya bisa dibagi dengan senapan serbu «P90» yang juga dibuat oleh FN, tetapi aku pikir tidak apa-apa karena kamu hanya memiliki pistol ini..."

"Be-begitu..."

Dengan mendengar sebuah penjelasan yang tak terkendali dari dia, aku sekali lagi merasa sedikit tertarik pada perempuan dengan rambut biru muda ini.

GGO adalah sebuah game di mana jenis kelaminnya itu tetap, jadi dia pasti seharusnya seorang perempuan di kehidupan nyata, tetapi aku benar-benar tidak bisa mengatakan ras atau umur dia. Apa yang aku bisa katakan dari perasaan instingku adalah bahwa umur dia seharusnya kira-kira sama dengan aku.

Karena sedang memainkan MMORPG ini, adalah natural untuk kenal dengan item-item di dalam game. Seperti saat Asuna dan Lyfa sedang menyebutkan pedang-pedang dan magic dalam ALO. Hal itu tidak akan berakhir tanpa berbicara untuk 50 menit.

Tetapi— untuk beberapa alasan, aku merasa bahwa 'senapan' itu dan hal-hal itu adalah sepenuhnya berbeda. Juga, aku dengar bahwa kebanyakan dari senapan-senapan yang muncul di dalam GGO adalah senjata-senjata yang ada di kehidupan nyata. Dan juga, jenis senjata seperti ini akan dengan mudah membuat seseorang berpikir tentang pertumpahan darah dan pembunuhan. Perempuan ini yang dari umur yang sama dengan aku akan benar-benar dive ke dalam dunia seperti itu, dan akan terus bertarung sampai dia menjadi seorang pemain veteran yang mengerti semua senapan-senapan. Aku cukup tertarik pada motivasi dia dan tenaga yang menggerakkan dia untuk memainkan game ini...

"Oi, apakah kamu mendengarkan?"

"Ah, i-iya."

Aku buru-buru membubarkan pikiran-pikiranku dan menganggukkan kepalaku.

"Aku akan beli ini kalau begitu. Apakah ada hal lain yang aku perlu beli?"

Aku membeli pistol «Five-Seven» yang dia rekomendasikan, dan juga membeli tempat-tempat peluru pra-persiapan, sebuah jaket anti-peluru tebal, sebuah tipe pinggang «Optical Gun Shielding Field[28]» dan perlengkapan kecil lain. Setelah aku selesai dengan pembelianku, 300,000 credits yang aku dapatkan pada game menghindar itu sudah menguap menjadi asap.

Aku merasakan berat dari pedang cahaya di pinggang kananku dan «Five Seven» di pinggang kiriku sambil aku berjalan keluar dari toko, dan saat aku pergi keluar, aku menemukan bahwa langit matahari terbenam sedang sedikit demi sedikit memerah.

"Maaf karena telah menundamu untuk sangat lama. Terima kasih banyak."

Aku menundukkan kepalaku dan mengatakan terima kasih. Perempuan itu tersenyum di bawah syalnya dan menggelengkan kepalanya sebelum mengatakan,

"Tidak, aku tidak memiliki apa-apa untuk dilakukan sebelum babak penyisihan... Ah."

Perempuan itu berhenti setengah jalan saat dia berbicara, dan buru-buru melihat pada pencatat waktu yang besar dan tebal di tangan kiri dia.

"Sial. Registrasi tutup pada jam 3. Wah, aku mungkin tidak akan sampai ke situ meskipun jika aku lari ke vila Presidensial..."

"Eh, kamu juga akan mendaftar sekarang?"

"Iya."

Telah terpengaruh oleh perempuan ini yang memberi sebuah muka pucat, aku melihat pada jam digital yang telah aku beli. Waktu di situ menunjukkan— 14:51.

Aku melihat ke atas dan dengan panik bertanya,

"La-Lalu, tidakkah ada sebuah skill gerakan teleportasi atau sesuatu seperti itu? Seperti sebuah item transportasi atau mantra atau suatu kekuatan super atau sesuatu!?"

"Aku akan memberitahumu sambil kita lari!"

Setelah meneriakkan itu, perempuan itu buru-buru berputar balik dan lari menuju ke bagian utara dari jalan raya. Aku buru-buru mengikuti syal yang berlayangan itu dan menghabiskan beberapa detik untuk menyusul dia. Dia memandang padaku dan berkata dengan sebuah suara yang cemas,

"...Hanya ada satu jenis gerakan instan di GGO. Itu adalah saat kamu bangkit kembali setelah kamu mati. Area pembangkitan kembali di Gurokken adalah di vila Presidensial, tetapi HP pasti tidak akan berkurang di jalan-jalan raya, jadi kita tidak bisa menggunakan teknik itu..."

Kita berlari lurus menuruni jalan-jalan di mana ada NPC-NPC dan pemain-pemain, dan perempuan itu melanjutkan menjelaskan kepadaku dari waktu ke waktu. Juga, aku harus menggunakan seluruh tenagaku hanya untuk berlari dengan dia. Aku tidak bisa terbiasa dengan garis visual yang lebih lemah daripada ALO, dan dia sedang berlari dengan sangat cepat. Kecepatan itu lebih dari gerakan dia yang halus daripada bantuan dari kemampuan dia, dan aku bisa mengatakan bahwa dia sepenuhnya telah terbiasa dengan gerakan setelah dia dive.

Perempuan itu melihat lagi pada jam di tangannya dan menunjuk pada sebuah jalan di depan sebelum mengatakan,

"...Vila Presidensial ada di situ. Di ujung utara dari jalan ini, jadi masih ada 3km. Untuk mengoperasikan mesin registrasi akan membutuhkan 5 menit, jadi jika kita tidak sampai di situ dalam tiga menit...!"

Aku melihat pada jalan utama yang terentang, dan menemukan bahwa ada sebuah menara besar yang memancarkan cahaya merah karena matahari yang terbenam. Ini adalah sebuah jalan yang lurus, tetapi meskipun jika kita berlari dalam kecepatan 1km/min sambil menghindari orang-orang, akan sangat susah di dalam dunia VR meskipun jika kita tidak bisa terengah-engah.

Jika aku tidak bisa mendaftar tepat waktu, hal itu akan berarti karena aku tidak melakukan investigasiku dengan benar, tetapi jika perempuan berambut biru muda di sampingku ini tidak menolongku, dia melakukan hal ini dengan mudah. Merasa sedikit bersalah, aku memandang pada dia dan melihat dia mengertakkan giginya. Sisi dari wajah dia menunjukkan keputusasaan, dan sebuah suara kecil yang datang dengan suara pernafasan virtual dapat terdengar.

"...Tolong...Tolong, harus sampai..."

—Aku pikir bahwa untuk perempuan ini, babak penyisihan dari 'Bullet of Bullets' yang akan diadakan bukan hanya sekedar permainan, tetapi sesuatu dengan arti yang besar di belakangnya. Pasti ada sebuah alasan kenapa dia harus ikut serta dalam turnamen ini...

Setelah aku sadar akan hal ini secara insting, aku buru-buru melihat sekitar, berharap menemukan suatu cara untuk sampai ke vila Presidensial yang sangat jauh dalam 3 menit.

Pada saat ini, sebuah papan iklan muncul di depan mataku.

Pada lapangan lebar di kiri, ada tempat parkir yang melebar setelah beberapa waktu. Ada 3 kendaraan mini yang berwarna merah, kuning dan biru, dan tepat di dalamnya pada panel atas kiri, ada kata-kata «Rent-A-Buggy» dalam papan Neon. Tentu saja, aku langsung tahu apa yang dimaksud dengan itu.

"...Yang itu!"

Aku dengan tergesa-gesa memegang tangan kiri perempuan itu dan mulai mengubah arah. Perempuan itu mengeluarkan sebuah 'Eh!?' dalam syok, dan hampir melayang saat aku memegang dia, tetapi kita tetap bergerak melewati para orang-orang di jalan dan lari menuju parkiran mobil dengan papan «Rent-A-Buggy!».

Kendaraan-kendaraan yang terbaris di dalam semuanya adalah buggy, masing-masing memiliki sebuah roda di depan dan 2 roda di belakang. Aku meninggalkan perempuan itu di dalam buggy merah yang terparkir di depanku dan melompat ke kursi depan. Aku menemukan sebuah scanner sidik jari di bawah panel meteran yang mirip dengan yang aku lihat saat aku sedang beli-beli, taruh tangan kananku di situ, dan mesinnya langsung mulai dengan sebuah suara kasir.

Untungnya, bagian depan dari buggy itu sama persis dengan bagian depan sepeda motor, dan sepenuhnya manual. Aku memegang erat pada pegangannya dan menancap gas tanpa berkata apapun. Saklar kontak di dalam mengeluarkan sebuah raungan, dan roda depan dari buggy itu naik ke atas sebelum meluncur masuk ke jalan seperti sebuah peluru.

"KYAH...!"

Aku mendengar sebuah teriakan lucu di kursi belakang, dan dua lengan kecil terikat pada pinggangku.

"Pegang yang erat!"

Meskipun mungkin sudah terlambat untuk mengatakan itu, aku meneriakkannya, dan setelah sebuah belokkan ke kanan di mana roda-rodanya benar-benar menghanguskan permukaan jalannya, aku menancap gas sampai ke kecepatan maksimum sesaat kita sampai di jalan. Setelah mengganti gigi beberapa kali, meterannya akhirnya melewati 100km, aku benar-benar merasa lega bahwa aku tidak menaiki sebuah skuter elektrik tetapi sebuah sepeda motor tua dengan seleksi gigi manual di dunia nyata.

Sambil aku melanjutkan menghindari kendaraan-kendaraan beroda 4 dari masa depan yang datang di jalan, aku terus mengganti gigi-gigi, dan mendengar perempuan itu berteriak ke dalam kuping kananku,

"Ke...Kenapa!? Buggy ini sangat susah untuk dikendarai. Bahkan tidak ada begitu banyak pemain laki-laki yang bisa mengendarainya dengan lancar...!"

—Maaf, tetapi aku adalah salah satu dari beberapa pemain-pemain laki-laki itu yang menjadi pengecualian.

Tetapi di dalam situasi seperti itu, tentu saja aku tidak bisa mengatakan yang sejujurnya, jadi aku hanya bisa menyembunyikannya dengan samar dan mengatakan,

"Tidak... tidak juga, aku pernah memainkan sebuah game tipe balapan sebelumnya... Woah!"

Bus besar di depan tiba-tiba berubah jalur, dan aku hanya bisa menggunakan roda-roda belakang untuk melayang sepenuhnya untuk menghindarinya. Setelah menurunkan gigi, aku sekali lagi menancap gas sebelum melewatinya. Bahkan, pada masa di mana tahun 2025 akan segera berakhir, cukup masuk akal bahwa tidak banyak orang memiliki pengalaman mengendarai sebuah sepeda motor kuno manual. Pada dasarnya, standar untuk latihan pada institut-institut pelatihan adalah skuter elektrik. Aku mendapatkan sepeda motorku karena seorang kenalan dari Egil bersedia untuk memberinya kepadaku secara gratis, itulah kenapa aku bekerja sangat keras untuk mendapatkan lisensi medium yang memperbolehkan kendaraan-kendaraan manual. Tetapi, beberapa waktu setelah mengambil sepeda motor itu yang dibuat dari Thailand, aku sadar bahwa ini dimaksudkan untuk menyimpan uang si pemilik itu agar dia tidak usah membuangnya. Itu karena dikatakan bahwa kendaraan-kendaraan dengan mesin gas tidak akan diperbolehkan lagi dalam beberapa tahun...

—Saat aku sedang memikirkan tentang hal ini, sebuah tawaan tiba-tiba terdengar dari belakang, dan aku menjadi syok sebagai akibatnya.

"Ahaha... enak sekali. Sangat menyenangkan!"

Aku menghabiskan banyak waktu hanya untuk tersadar bahwa suara ini adalah milik dari perempuan bermata kucing itu. Tidak terpikirkan bahwa seorang perempuan yang sedikit tegang dan kesepian untuk mengeluarkan tawaan seperti itu.

"Hey, ayo... lebih cepat!"

Setelah mendengar suara perempuan itu, aku memandang pada vila Presidensial yang besar itu yang sejauh 1km, dan menjawab 'OK!'. Aku menundukkan kepalaku dan mengganti gigi pada injakan kaki ke maksimum. Mesinnya mengeluarkan sebuah raungan *KA-A-A-A-A-A-AN*, dan speedometer menunjukkan kira-kira 200km.

Pada kecepatan ini, hanya akan membutuhkan beberapa detik untuk melewati 1km.

Tetapi sorakan yang dibuat perempuan ini dalam waktu yang pendek ini meninggalkan sebuah kesan yang dalam di padaku.


Pada tangga yang membimbing ke anak-anak tangga yang lebar dalam vila Presidensial, aku memarkirkan buggynya secara paralel dan berhenti.

Aku melihat pada jam tanganku, dan masih ada sedikit lebih dari 5 menit sampai jam 3.

"Kita pasti akan sampai! Ke sini!"

Perempuan itu yang melompat dari kursi belakang memegang tangan kananku dan lanjut berlari. Sisi dari wajahnya kembali lagi menunjukkan sebuah ekspresi yang tajam seperti sebuah mata pedang yang tajam— tidak, seperti sebuah senapan mesin berkekuatan tinggi.

Setelah mendaki untuk kira-kira 20 anak tangga, sebuah menara yang besarnya luar biasa berdiri di depanku. Menara itu memiliki sebuah plaza yang panjang dan sempit yang kelihatan sederhana pada kedua sisi, dan aku bisa melihat sebuah piringan bulat yang terlihat seperti sebuah antena atau pelat radar.

"Inilah Vila Presidensial, biasanya dipanggil jembatan. Tempat di mana kamu memulai game ini dari adalah «Memorial Hall», dan itu ada di sisi lain."

Perempuan itu menarik tanganku sambil mengatakan itu.

"Jembatan? Jembatan penyeberangan...?"

Aku bertanya, dan perempuan itu memiringkan kepalanya sedikit dan menjawab,

"Bukan sebuah jembatan penyebarangan, tetapi sebuah 'jembatan navigasi', aku pikir? Gurokken adalah pos komando dari sebuah kapal luar angkasa, jadi itu memiliki nama seperti itu."

"Kapal luar angkasa...Ahh, jadi itu kenapa kota ini panjang."

"Iya. Nama aslinya adalah «Space Battle Cruiser» atau «SBC» untuk pendeknya. Pendaftaran untuk partisipasi atau hal-hal lain yang terkait dengan game diadakan di sini."

Sambil dia menjelaskan sampai ke sini, kita kebetulan melewati sebuah menara besar, pintu masuk lantai pertama dari jembatan.

Di dalam itu ada sebuah ruangan bulat yang cukup luas.

Tiang-tiang bulat yang terbaris dalam sebuah bentuk silang memanjang hingga ke atap, dan agak terlihat futuristik. Pada tembok yang mengitari, ada layar-layar tipis besar yang ada di sekitar, menunjukkan iklan-iklan tentang berbagai jenis aktivitas dan perusahaan-perusahaan nyata sambil mereka menghujankan warna-warna utama. Tentu saja, yang paling terang dari itu semua adalah video promosional dari «Bullet of Bullets ke-3».

Tetapi sekarang, aku tidak memiliki waktu untuk menikmati ini sambil perempuan itu menarik aku dan terus berjalan ke sebuah pojokan yang terletak di kanan dalam.

Ada beberapa mesin panjang di samping tembok, dan mereka semua terlihat seperti ATM di sebuah toko serba ada atau platform multimedia.

Perempuan itu membawaku ke depan sebuah mesin dan dengan cepat mengatakan,

"Daftarlah di sini. Ini sama seperti sebuah layar sentuh normal. Apakah kamu tahu cara memakainya?"

"Haa, aku akan mencobanya."

"OK, aku akan mendaftar di situ. Jika ada sesuatu yang kamu tidak paham, tanya aku."

Setelah mengatakan itu, perempuan itu berjalan maju menuju sebuah mesin sekitar yang terpisah oleh sebuah papan.

Layar utama menunjukkan kata-kata «SBC Gurokken Presidential Villa», dan yang mengejutkan adalah bahwa semua kata-kata di dalam telah dikonversi menjadi Jepang. Sebelum dive, aku mengecek melalui website yang resmi dari GGO di dunia nyata melaui internet, dan benar-benar terepotkan dengan kata-katanya yang semuanya dalam Bahasa Inggris. Tetapi, tampak bahwa game itu sendiri telah dilokalisasi sedikit ke suatu tingkat.

Aku menggunakan ujung-ujung jariku untuk menggulir menu ke bawah, dan langsung menemukan tombol untuk mendaftar ke Bullet of Bullets ke-3. Tentu saja, aku langsung memencet tombol itu, dan layar itu langsung memunculkan sebuah formulir di mana aku harus memasukkan namaku, pekerjaanku dan berbagai jenis keterangan-keterangan. Masih ada 180 detik lagi.

Karena ini adalah sebuah game, paling tidak nama karakter akan secara otomatis terketik, dan juga, apa pekerjaanku dan lain-lain... Aku terus menggerutu sambil aku melihat pada formulir itu, tetapi aku langsung menemukan bagian kosong yang paling mengejutkan.

Di situ tertulis 'Dalam kotak di samping, tolong masukkan nama asli kamu beserta alamatnya. Tentu saja, kamu bisa ikut serta dalam akitivitas ini dengan meninggalkan kotak ini kosong atau dengan memasukkan sebuah alamat palsu, tetapi kamu tidak akan bisa mendapatkan beberapa hadiah-hadiah teratas."

Hal ini menyebabkan jari-jariku tiba-tiba berhenti. Tujuan utamaku adalah untuk memperlihatkan diriku sebanyak mungkin di dalam turnamen dan membiarkan diriku menjadi target «Death Gun», istilah «hadiah» menyebabkan jiwaku sebagai seorang gamer MMO untuk ragu-ragu. Itu karena hadiah-hadiah pada saat ini adalah perlengkapan langka yang biasanya tidak bisa didapatkan dalam game.

Sambil jariku tertarik pada panel nama itu dan bersiap untuk mengetik 'K' untuk 'Kirigaya' pada keyboard hologram, aku akhirnya memaksa diri untuk tidak melakukan hal itu.

Aku tidak datang ke sini untuk bermain. Prioritasku adalah untuk bertemu dengan pemain misterius ini «Death Gun» dan menentukan apakah kemampuannya itu adalah asli atau palsu. Jika «Death Gun» benar-benar memiliki sebuah kemampuan seperti itu, tidaklah bijak untuk memperlihatkan keterangan-keterangan asliku di dalam game ini. Aku tidak bisa menolak kemungkinan bahwa «Death Gun» adalah seseorang di dalam perusahaan pengoperasian, dan bahwa ada kemungkinan kalau dia bisa membaca seluruh catatan log in seluruh pemain.

Aku akhirnya mengesampingkan godaan untuk hadiah langka itu, dan hati yang berdarah di dalamku meninggalkan semuanya kosong sebelum memencet tombol kirim di bagian paling bawah.

Layarnya berubah lagi, dan sebuah teks paragraf memperlihatkan bahwa aku telah teregistrasi dengan sukses, dan lalu menunjukkan waktu untuk ronde pertama dari babak penyisihan. Tanpa diduga, hari itu adalah hari ini— 30 menit dari sekarang.

"Apakah kamu sudah selesai?"

Perempuan dengan rambut biru laut itu tiba-tiba bertanya dari sampingku. Kelihatannya dia sudah menyelesaikan registrasinya dengan sukses. Dengan itu, aku menenangkan diri dan menganggukan kepalaku.

"Iya, akhirnya selesai. Terima kasih banyak...dan...maaf karena telah merepotkanmu sangat banyak."

Setelah mendengar permintaan maafku, perempuan itu tersenyum.

"Tidak apa-apa. Aku cukup bahagia dalam perjalanan dengan buggy itu barusan. Ngomong-ngomong, ada di grup apa kamu?"

"Umm..."

Aku sekali lagi melihat kembali pada layarnya dan menjawab,

"Aku di Grup F, nomor 37."

"Ah...begitu. Kita mendaftar pada waktu yang sama, jadi aku juga di dalam grup F. Aku juga nomor 12... baguslah, meskipun jika kita bertemu di final."

"Kenapa kamu bilang begitu?"

"Jika kita bisa masuk ke final dari babak penyisihan, kita bisa masuk ke dalam battle royale di final baik jika kita kalah maupun menang. Mungkin sekali kita berdua bisa mendapat hak untuk ikut serta di dalam battle royale. Tetapi, jika kita benar-benar bertemu di final dari babak penyisihan..."

Mata-mata seperti kucing miliknya itu bersinar, dan lalu dia mengatakan,

"Aku tidak akan menahan diri."

"Ahh... begitu. Jika kita bertemu, aku pasti akan melakukan yang terbaik."

Aku tersenyum dan menjawab sebelum mengganti layarnya kembali ke layar utama. Lalu, aku menanyakan sebuah pertanyaan,

"Ngomong-ngomong, ini adalah sebuah game luar negeri, tetapi mesin-mesin di sini semuanya sudah dilokalisasi ke Jepang. Tetapi website resminya dalam bahasa Inggris..."

"Ahh... Perusahaan pengoperasian, «Zasker», adalah sebuah perusahaan Amerika, tetapi kelihatannya ada beberapa orang Jepang di tengah-tengah orang yang bekerja pada Server Jepang. Tetapi... kamu harus tahu bahwa baik itu Jepang ataupun Amerika, GGO ada di area abu-abu saat terkait dengan hukum."

"Itu karena dari «Money Trading System[29]»."

Setelah mendengar responsku, perempuan itu memberi sebuah senyuman yang sedikit masam sambil dia menganggukkan kepala dia.

"Betul sekali. Pada suatu pandangan tertentu, ini adalah sebuah kasino yang dijalankan secara privat. Dengan itu, website resmi hanya akan memberi informasi yang paling dasar dan tidak akan memperlihatkan di mana perusahaan pengoperasiannya berada. Juga, hal-hal seperti manajemen karakter-karakter, konversi uang ke akun bank elektronik dan semua hal-hal yang berhubungan dengan game hanya bisa dilakukan di dalam game."

"Aku hanya bisa mengatakan... Game ini benar-benar melakukan hal-hal secara berlebihan."

"Karena itu tempat ini bisa dikatakan juga sebagai sebuah dunia yang sepenuhnya berbeda dengan dunia nyata...tetapi karena hal ini, aku merasa bahwa aku yang sekarang dengan aku yang di kenyataan adalah dua orang yang benar-benar berbeda..."

Aku merasa bahwa ada sebuah bayangan di dalam mata perempuan itu, dan aku mengedipkan mata untuk beberapa saat, merasa bingung.

"...?"

"I-itu bukan apa-apa, maaf. Kita sebaiknya pergi ke arena babak penyisihan kita— tempat itu tepat di bawah tempat ini. Apakah kamu siap?"

"Ehh."

Aku menganggukkan kepalaku, dan perempuan itu sekali lagi memegang tanganku dan mengatakan 'di sini' sebelum berjalan masuk ke dalam lantai pertama dari ruangan vila Presidensial ini. Ada beberapa elevator di tembok, dan jari-jari tipis perempuan itu menekan pada tombol ke bawah di samping pintu elevator di paling kanan.

Pintunya langsung terbuka, dan perempuan itu masuk sebelum menekan pada tombol «B20F». Kelihatannya ada banyak ruang untuk bergerak ke atas dan bawah. Badanku benar-benar merasa seperti sedang turun dan melambat, dan pintu terbuka.

Saat aku melihat kegelapan di luar pintu— Nafasku langsung hilang.

Tempat itu adalah sebuah setengah kubah yang seluas ruangan lantai pertama. Hanya ada sangat kecil cahaya di dalam, hanya beberapa lampu tembok terpasang dalam bingkai-bingkai metal memancarkan cahaya redup.

Lantai atau pilar-pilar memancarkan baik kilapan hitam dari lantai metal atau warna teh hijau dari kabel-kabel yang bertautan. Tembok dari kubah besar itu memiliki beberapa meja sederhana, dan atapnya memiliki banyak panel hologram besar. Tetapi sekarang, apa yang aku lihat hanya menunjukkan kegelapan total. Hanya ada kata-kata dalam merah tua 'Babak Penyisihan BoB 3' dan sebuah timer hitung mundur yang sisanya kira-kira 28 menit.

Tetapi, yang membuatku gelisah bukanlah pemandangan-pemandangan ini ataupun BGM lagu metal yang bermain.

Lebih tepatnya, aku agak tidak nyaman dengan bayangan-bayangan hitam yang berkumpul di meja-meja dekat tembok atau yang sedang berada tepat di samping pilar metal— keberadaan yang mereka pancarkan.

Kita berada di sebuah game, tetapi tidak satu orangpun yang sibuk berteriak-teriak. Mereka sedang berbisik-bisik dengan sesama atau berdiri sendiri di sekitar. Aku bisa mengatakan bahwa mereka adalah partisipan dari babak penyisihan BoB yang akan segera dimulai, dan aku tahu bahwa mereka semua sudah sepenuhnya terbiasa dengan dunia virtual ini. Mereka adalah pemain-pemain VRMMO yang benar-benar veteran.

—Tidak, sesuai dengan total waktu aku telah dive, aku tidak merasa ada orang di sini yang sudah telah dive lebih lama daripada aku. Aku telah log in sepanjang waktu dalam dua tahun itu, baik 2 tahun yang lalu maupun tahun lalu.

Tetapi, masing-masing pemain memiliki «Play Style[30]» mereka sendiri. Seperti aku, aku spesialisasi di PvE[31], dan ada pemain-pemain yang benar-benar kebalikan daripada aku. Mereka adalah orang-orang yang sangat bergairah tentang PvP. Dari pandangan tajam yang mereka beri dari helm-helm mereka yang tidak memiliki rasa keberatan apapun dari sebuah helm besi berat, aku tahu bahwa orang-orang ini mati-matian mencoba untuk mendapatkan informasi tentang ini.

Aku tidak banyak bertarung dengan pemain-pemain, sejak ALO berpindah ke perusahaan pengoperasiannya pada musim semi tahun ini. Dalam sela waktu yang jauh dan terlalu panjang itu, aku pasti telah kehilangan sentuhan dalam PvP, dan bagaimana lirikan-lirikan yang diberikan oleh orang-orang ini terasa sangat memberati adalah bukti dari itu.

—Orang-orang ini, tugas ini lama kelamaan mulai bertambah sulit, Kikuoka-san.

Tanpa disadari membisikkan hal ini jauh di dalam hatiku, siku kananku tiba-tiba didorong. Setelah melihat ke samping, aku menemukan seorang perempuan dengan rambut biru muda sedang memberi sebuah tampang terkejut.

"...Ada sesuatu?"

"Bu, bukan apa-apa..."

Setelah aku buru-buru menjawab dengan lembut, perempuan itu menganggukkan kepalanya sedikit dan balas membisik,

"Ayo kita ke toilet dulu. Lagipula kamu juga harus mengganti bajumu ke baju perang yang kamu barusan beli."

Dan lalu, dia mulai bergerak di sekitar para pemain. Kakinya sedang bergerak secara biasa, dan aku tidak merasakan ketegangan apapun dari dia. Tetapi, ini bukan karena orang-orang di sekitar kita mengabaikan keberadaan kita. Lirikan-lirikan yang diberi oleh grup orang-orang ini kepada dia ada sangat banyak hasrat perang sampai tidak bisa dibandingkan dengan lirikan-lirikan mereka saat mereka melirik padaku. Bahkan seorang laki-laki yang menaruh sebuah senapan mesin yang besarnya menakutkan dengan sengaja mengosongkan barelnya dengan keras.

Tanpa diduga, perempuan ini memiliki keberanian yang hebat dan bisa mengabaikan tekanan yang sangat dahsyat. Aku merasa lebih terkejut lagi sambil aku mengejar syal kuning kotor itu.

Tidak ada meja-meja jauh di dalam kubah, tetapi malah, beberapa pintu metal yang sedingin es berbaris di situ. Perempuan itu membuka sebuah pintu dengan sebuah lampu hijau, memimpin aku masuk, menutup pintu di belakangku, dan menekan pada panel operasi dari dalam pintu itu. Dengan sebuah suara klik, indikatornya berubah menjadi merah.

Ada sebuah ruangan ganti baju yang sedikit sempit di dalam pintu. Tentu saja, tidak ada orang lain selain dari kita.

"...Fuu."

Setelah tiba pada pusat dari ruangan itu, perempuan itu mengeluarkan nafas sedikit dan lalu tampak sedang menggerutu.

"Benar-benar... sekumpulan orang-orang yang naif..."

"Ap...orang-orang na-naif? Apakah sedang membicarakan tentang orang-orang itu dengan hasrat membunuh yang dahsyat?"

Aku mengingat muka-muka orang-orang itu yang sedang merengut di dalam kubah, dan perempuan ini nampaknya menangani hal itu sebagai suatu fakta sambil dia menganggukkan kepalanya dan mengatakan,

"Iya betul. Mengeluarkan senjata utama mereka untuk menyombongkan diri 30 menit sebelum turnamen itu sudah sama seperti meminta orang lain untuk memikirkan cara-cara untuk menangani mereka."

"Ah...ahh..jadi begitu..."

"Kamu sebaiknya memakai light saber kamu dan Five-Seven hanya sebelum turnamen dimulai."

Perempuan itu tersenyum sambil mengatakan hal ini, dan setelah melihat aku menganggukkan kepalaku sedikit, dia berbalik.

Lalu, dia melakukan sesuatu yang lebih menakutkan daripada kata-kata yang dia telah katakan barusan.

Dia melambaikan tangan kanannya dan memanggil menu utama, dan langsung meng-klik padanya untuk melepaskan seluruh perlengkapan.

Syal kuning kotor itu, jaket berwarna kari itu, celana kargo yang kendor dan T-shirt yang tidak berpola itu semuanya hilang secara sistematik.
Sword Art Online Vol 05 -223.jpeg

Sekarang ini, perempuan itu hanya mengenakan baju dalam yang menutupi sebuah area kecil dan serat-seratnya menunjukkan kilapan kecil.

"U...uwaa!?"

Aku mengeluarkan suara yang serak dan dengan penuh ketakutan menggunakan tangan kananku untuk menutupi wajahku. Lalu, melalui celah-celah, aku melihat muka perempuan itu yang tak dapat dijelaskan.

"Apa yang kamu lakukan? Cepat ganti baju."

"O-ok, erm, itu..."

Bahkan saat menghadapi kejutan yang paling besar sejak aku dive ke dalam GGO, aku terus dengan mati-matian memikirkan cara-cara untuk menangani hal ini.

Dalam situasi ini, tidak ada banyak pilihan yang aku punya. Aku bisa mencari sebuah alasan untuk keluar dari ruangan ini, atau aku bisa lanjut dan berpura-pura sebagai seorang perempuan dan mengenakan perlengkapanku di atas pakaianku. Tetapi, kedua metode itu akan menipu perempuan ini yang telah banyak menolongku.

Dalam situasi gawat ini, aku hanya bisa mengertakkan gigiku dan membuat sebuah opsi ketiga sebelum perempuan ini melakukan tragedi paling mengerikan dengan melepaskan semua pakaiannya.

Aku menurunkan kepalaku secepat mungkin dan membiarkan kartu namaku termaterialisasi dari menu utama sebelum menyerahkannya kepada perempuan ini dengan kedua tanganku.

"Er, erm... Permisi! Aku belum memperkenalkan diriku sampai sekarang... Ini adalah siapa, bukan, apa diriku!"

"Eh? Ap...Apa?"

Aku merasakan kartu nama itu meninggalkan tanganku dengan sebuah suara yang membingungkan.

"Kiri...to. Fuun, itu adalah nama yang menarik.........tunggu......."

Aku, Kirito, tidak pernah mengikuti guild apapun, bukan, «squadron» di dunia ini, jadi pada kartu namaku, hanya ada nama— dan jenis kelamin.

"Laki-laki..... Erm, eh......!? Tetapi, kamu, begitu........"

Suara yang tercengang itu datang, dan pada bagian teratas dari penglihatanku, dengan kepalaku turun lurus ke bawah, aku bisa melihat sebuah kaki telanjang yang mungil dan kecil mengambil sebuah langkah ke belakang.

"Ini tidak mungkin.......se-seorang laki-laki......!? Dengan avatar seperti ini ........!?"

Dan lalu, ada sebuah keheningan.

Aku tidak tahan pada ketegangan dari atmosfir yang mengepung ruang ganti ini dan bersiap untuk mengangkat kepalaku.

Pada saat ini, sebuah objek putih dengan cepat terbang ke sini, dan setelah meledak pada sisi kiri dari mukaku, ada sebuah efek cahaya ungu.

Aku terus berputar seperti sebuah gasing karena impaknya, tersadar bahwa itu adalah telapak tangan dari perempuan itu setelah terjatuh pingsan di lantai dengan bintang-bintang.


"Jangan ikuti aku."

"Ta-tapi aku tidak tahu harus melakukan apa setelah itu..."

"Jangan ikuti aku."

"Ta-tapi aku tidak mengenal orang lain..."

"Jangan ikuti aku."

Sambil kita menjaga volume dari percakapan rendah kita, aku terus dengan mati-matian mengejar perempuan berambut biru muda itu di depanku.

Sekarang ini, dia sedang mengenakan sebuah jaket militer berwarna gurun pasir, armor anti-peluru yang mempunyai warna yang sama dan sepatu bot perang. Satu-satunya hal yang sama dengan pakaian jalanannya adalah syal yang ada di leher dia. Seperti saran yang dia telah katakan kepadaku, dia tidak mematerialisasi senjata dia.

Pakaianku kurang lebih sama dengan miliknya, tetapi milikku adalah baju hitam yang lebih cocok untuk kamuflase malam. Kali ini, aku ingin menyerah pada pilihanku dan memilih sebuah warna yang lebih bersemangat, tetapi tempat peperangannya ditentukan secara acak, dan perempuan di sampingku mencatat bahwa sisa uangku tidak memperbolehkan aku untuk membeli pakaian berwarna untuk semua medan, jadi aku berakhir dengan memilih warna yang paling aku suka.

Dan orang yang memberi saran itu hanya sejauh 1 meter dari aku terus melanjutkan berjalan tanpa melihat ke belakang.

Tentu saja, aku bisa mengerti kenapa dia sangat marah, tetapi aku tidak berbohong dengan mengatakan 'Aku seorang perempuan' atau bicara dalam nada perempuan. Itu adalah kesalahanku karena telah menyalahgunakan kesalahan dia, tetapi jika dia memang mengatakan kepadaku kapan kita akan ganti baju, aku pasti akan merespon kepadanya...

Aku tidak bisa menahan untuk menggerutu di dalam hatiku saat aku dengan sengaja mengikuti dia dari belakang. Tetapi, perempuan itu tiba-tiba berhenti. Pada titik ini, kita sudah telah berjalan-jalan setengah dari kubah ini.

Perempuan itu berbalik untuk menghadap padaku, yang juga berhenti.

Mata birunya sedang marah kepadaku. Ekspresi dingin miliknya lebih mirip dengan seekor macan tutul daripada seekor kucing sekarang. Aku pikir bahwa dia akan meraung dan mengecil sambil bibir kecil dia bernafas dengan besar, tetapi dia hanya menghela nafas dengan cepat.

Dia duduk dengan keras pada sebuah kursi kotak di sisi dan lalu memutar wajahnya ke arah lain. Aku dengan gugup duduk berlawanan dengannya.

Aku mengangkat kepalaku dan melihat pada panel layar hologram full, dan menemukan bahwa ada kurang dari 10 menit sampai mulainya babak penyisihan. Aku tidak tahu harus melakukan apa-apa setelah itu, apakah aku harus berjalan ke mana saat babak penyisihan dimulai atau bahwa aku masih perlu untuk mengikuti beberapa langkah-langkah tertentu. Aku bahkan tidak tahu di mana untuk mendapatkan informasi ini.

Aku hanya bisa dengan penuh rasa takut memundurkan diriku ke belakang sambil badanku terus bergerak secara gugup dan tidak nyaman. Pada saat ini, perempuan itu memandang padaku dan bernafas dengan keras.

"...Aku akan menjelaskan paling tidak dasar-dasarnya. Kita adalah musuh setelah itu."

Setelah mendengar dia mengatakan hal itu dengan suara yang dalam, aku tidak bisa menahan untuk tersenyum.

"Ter-Terima kasih."

"Jangan salah paham. Aku belum memaafkanmu. Saat waktu mundur di atas itu berakhir— semua partisipan di sini dalam gedung ini akan secara otomatis ditransfer ke arena ronde pertama di mana hanya ada kamu dan musuhmu."

"Fu, jadi begitu."

"Lapangan arenanya adalah seluas 1km persegi. Pemandangan, ikilm dan waktu semuanya itu akan dipilih secara acak. Pada awalnya, kedua pemain akan paling tidak terpisah sejauh 500 meter dari sesama, dan pemenang dari pertarungan itu akan di transfer ke area menunggu sambil para orang yang kalah di transfer ke ruangan di lantai pertama. Orang yang kalah tidak akan kehilangan senjata atau menjatuhkan suatu item secara acak, dan jika kamu menang, kamu akan langsung ditransfer untuk memulai ronde kedua, jika pertarungan musuh di ronde selanjutnya sudah usai. Jika musuhnya masih bertarung, kamu harus menunggu sampai pertarungannya berakhir. Grup F memiliki 64 orang, jadi jika kamu memenangkan 5 pertarungan, kamu bisa memasuki ronde final dan juga mendapatkan hak untuk memasuki final dari turnamen ini. Itu saja untuk penjelasanku— Aku tidak akan menjawab pertanyaan apapun lagi."

Dia terdengar dingin, tetapi setelah penjelasan dia yang mendetail, aku kurang lebih mengerti ada apa dengan babak penyisihan. Aku sekali lagi berterimakasih pada perempuan itu.

"Aku pikir aku sudah mengerti intinya. Terima kasih."

Dan lalu, dia sekali lagi memandang padaku sebelum dia langsung mengganti pandangannya. Perempuan itu lalu membuka mulutnya dan mengatakan dengan lembut,

"—Kamu harus sampai di final. Karena aku telah mengajarkan sangat banyak kepadamu, aku berharap untuk mengajarkan kepadamu satu hal terakhir."

"Hal terakhir?"

"Aku akan membuatmu merasakan peluru yang akan menyebabkan kekalahanmu."

Setelah mendengar kata-kata seperti itu, aku tidak bisa menahan untuk tersenyum. Ini bukanlah sebuah senyuman yang sarkastik atau yang terpaksa, tetapi yang datang dari dalam diriku. Aku benar-benar suka dengan orang-orang yang berkepribadian seperti dia.

"...Aku akan menantikan saat itu. Tetapi apakah kamu yakin kamu bisa mencapai final?"

Perempuan itu mendengus dengan dingin dan bernafas,

"Jika aku kalah dalam babak penyisihan, aku akan keluar untuk kebaikan diriku sendiri. Kali ini, aku harus pasti—"

Hal itu terasa seperti dia sedang menatap pada semua musuh-musuh sambil dia mengeluarkan sebuah terang berwarna kaca.

"—Harus bunuh semua musuh yang kuat."

Kata-kata ini dikatakan dengan suara yang kecil, tetapi arus suara yang kecil itu masuk ke kupingku. Bibir perempuan itu menyengir sambil dia menunjukkan sebuah senyuman seperti binatang. Punggungku mulai merasakan kedinginan yang aku sudah tidak pernah rasakan untuk sangat lama.

Tidak heran bahwa perempuan ini tidak akan menyadari tekanan yang diberikan oleh orang-orang lain itu.

Itu karena dia sangat lebih kuat daripada orang-orang itu. Tidak memedulikan baik kemampuan sebagai seorang pemain VRMMO— atau kekuatan mental yang menyokongi dia.

Perempuan itu memandang kepadaku yang telah menahan nafasku dan tetap berdiam diri. Senyuman di wajahnya menghilang. Dia tampaknya sedang memikirkan tentang sesuatu sambil dia menghentikan pandangannya. Lalu, dia menggunakan tangan kanannya untuk memunculkan jendela menu. Setelah beberapa operasi yang simpel, sebuah kartu kecil muncul di ujung-ujung jarinya.

Perempuan itu lalu membiarkan kartunya meluncur melewati meja, yang aku tangkap. Dia mengatakan,

"Ini sebaiknya menjadi terakhir kalinya kita berbicara seperti ini, jadi aku sebaiknya memberitahukan namaku. Itulah nama dari orang yang akan mengalahkan dirimu—"

Dengan diam aku melihat pada kartu itu. Kata yang terindikasi pada kartu itu adalah— «Sinon», dan jenis kelaminnya sudah pasti perempuan.

"Sinon..."

Aku gumamkan. Perempuan itu menggerakkan rambut biru aquanya dan mengangguk sedikit. Aku lagi memberitahukan namaku.

"Aku adalah Kirito. Senang bertemu denganmu."

Secara tidak sadar aku mengulurkan tanganku di atas meja, tetapi tentu saja, perempuan bernama Sinon itu tidak menghiraukan apa yang aku lakukan dan langsung memutar muka dia. Aku hanya bisa memberi sebuah cengiran dan menarik tanganku kembali.

Setelah itu, Sinon tetap menjaga kediamannya, dan tidak tampak bahwa dia ingin melanjutkan pembicaraan.

Aku melihat pada layar besar di dalam kubah dan mengetahui bahwa ada sekitar 5 menit lagi. Pada saat ini, aku mulai ragu tentang apakah lebih baik aku memeluk kakiku dan menunggu di atas kursi atau mencoba lagi untuk berbicara dengannya. Tetapi, tepat pada saat aku akan membuat pilihanku, aku bisa mendengar suara tapak kaki berjalan menuju Sinon.

Aku mengangkat wajahku dan melihat bahwa ada seorang pemain yang tinggi dan besar dengan rambur silver yang panjang pada dahinya sedang berjalan lurus ke meja ini.

Dia sedang memakai sebuah kamuflase sederhana berpola abu-abu yang sedikit lebih terang daripada warna arang, dan ada sebuah senapan mesin yang agak besar yang tergantung pada pundaknya— mungkin bukan sebuah senapan submesin atau sebuah senapan serbu, dan dia memiliki wajah yang terlihat cerdas yang pas dengan badannya yang tinggi dan kurus. Karena dia tidak terlihat seperti dia memiliki banyak armor pada dirinya, hal itu memberikanku perasaan bahwa dia mampu untuk bergerak dengan lincah dalam medan perang. Dia terlihat lebih seperti seorang anggota special ops daripada seorang tentara yang banyak berpengalaman.

Lelaki itu tidak melihat padaku sambil aku sedang duduk di pojok sementara dia tersenyum pada Sinon. Dengan segera, apa yang terlihat seperti sebuah avatar yang berkemampuan tinggi menunjukkan sebuah kelembutan seorang lelaki, yang membuat aku berkedip.

"Yaa, kenapa kamu sangat lambat, Sinon? Aku kuatir tentang apakah kamu terlambat."

Saat mendengar nada orang itu yang bersuara seperti dia sedang mencoba untuk berlagak sebagai seorang kenalan, aku pikir bahwa Sinon pasti akan memberi orang itu sebuah tatapan kematian dan meringis kembali. Tetapi tanpa diduga, suasana dingin di sekitar perempuan itu langsung mereda, dan dia bahkan menunjukkan sedikit senyuman.

"Halo, Spiegel. Tadi ada beberapa kecelakaan, jadi aku terlambat. Eh, tapi...tidakkah kamu berintensi untuk menunjukkan dirimu?"

Laki-laki itu yang dipanggil Spiegel menyeringai dengan canggung sambil dia menggunakan tangan kanannya untuk menyentuh tangannya.

"Sebenarnya, aku tidak tahu apakah kamu akan terepotkan atau tidak, tetapi aku datang untuk mendukung kamu, Sinon. Lagipula, aku bisa menonton siarang langsungnya pada layar besar itu."

Tampaknya mereka berdua adalah teman atau anggota dari sebuah guild yang sama. Sinon menggerakkan badannya ke samping, dan Spiegel dengan biasa duduk di sampingnya.

"Ngomong-ngomong, kecelakaan apa itu yang kamu sebutkan?"

"Ahh...tidak banyak, hanya saja aku membawa seseorang ke sini dan lainnya..."

Setelah Spiegel bertanya, Sinon langsung menatap padaku dengan sebuah ekspresi yang dingin. Aku dengan terpaksa memanjangkan leherku yang kuturunkan kembali, dan laki-laki itu yang hanya baru sadar akan keberadaanku sekarang menganggukkan kepala dia.

"Halo, akulah seseorang itu..."

"Ah...ha-halo. Senang bertemu denganmu. Jadi...apakah kamu temannya Sinon?"

Dia tidak tampak seperti seseorang yang boleh disepelekan, tetapi pria ini yang dipanggil Spiegel tidak tampak cocok dengan penampilannya yang galak dari luar karena dia cukup sopan. Atau malah— Apakah dia sedang memperlakukan aku seperti seorang perempuan?

Aku mencoba untuk berpikir dengan kata-kata pilihanku sambil aku memikirkan tentang cara untuk menjawab ini dalam sebuah cara yang lebih berhumor, tetapi Sinon langsung menyambar,

"Jangan tertipu. Dia seorang laki-laki."

"Eh!?"

Aku hanya bisa menggunakan nada biasaku untuk mengatakan namaku pada Spiegel, yang melebarkan matanya.

"Ah— Aku dipanggil Kirito. Aku seorang laki-laki tentunya."

"Se-seorang laki... Eh, itu berarti, erm..."

Spiegel memberikan sebuah ekspresi yang agak terganggu sambil dia melihat bolak-balik dari aku ke Sinon. Tampaknya dia tidak memahami kenapa Sinon akan pergi keluar dengan seorang pemain laki-laki.

Memikirkan bahwa inilah masalahnya, aku merasa ingin menyindir mereka, jadi aku mencoba untuk menambahkan bensin pada api sambil aku mengatakan,

"Sebenarnya, aku dirawat cukup baik oleh Sinon, loh."

Pada saat ini, Sinon langsung menembakkan sebuah tatapan yang seperti sebuah petir biru padaku dan mengatakan dengan galak,

"Oi... Jangan katakan itu. Aku tidak pernah merawatmu sama sekali. Ngomong-ngomong, kapan aku memperbolehkanmu memanggilku Sinon...?"

"Kenapa kamu mengatakan hal-hal itu tanpa ampun?"

"Ada apa dengan ampun di sini? Kamu hanya seseorang yang asing!"

"Eh— Tetapi tidakkah kamu menolongku mengkoordinasi perlengkapanku?"

"Itu...Itu karena, kamu..."

Pas saat kami baru sampai pada titik itu...

BGM yang kecil di dalam kubah secara perlahan menghilang, dan apa yang bunyi selanjutnya adalah sebuah pawai dari sebuah gitar elektrik. Setelah itu, sebuah suara manis tersintesis yang dibunyikan pada volume yang keras terbunyikan di atas beberapa ratus kepala orang-orang.

"Maaf untuk membuat anda menunggu. Kita sekarang akan memulai babak penyisihan dari Bullet of Bullets ke-3. Semua pemain yang terdaftar akan secara otomatis ditransfer ke medan dari ronde pertama saat jam hitung mundur itu mencapai nol. Pada saat ini, aku akan mengatakan selamat berjuang kepada anda semua."

Sebuah tepuk tangan dan sorakan yang memekakkan berbunyi di dalam kubah. *Katatata*, suara dari senapan-senapan mesin yang sedang ditembakkan dan suara bernada tinggi dari laser-laser yang sedang ditembakkan telah dikeluarkan, dan lampu-lampu dari warna yang berbeda-beda mendekorasi atap seperti kembang api.

Di tengah keributan itu, Sinon berdiri dan menunjukkan telunjuk jari tangan kanannya padaku.

"Kamu harus mencapai final. Lalu aku akan meledakkan kepalamu."

Aku lalu berdiri, menyeringai, dan menjawab,

"Jika kamu ingin pergi kencan denganku, dengan senang hati aku akan melakukannya."

"Kamu-kamu bo..."

Jam hitung mundur 20 detik itu sedikit lagi akan mencapai nol, dan aku melambaikan tanganku pada Sinon sebelum memutar balik dan berjalan menuju ke depan untuk ditranspor ke medan. Pada saat ini, mataku bertemu dengan Spiegel, yang telah menatap padaku selama ini.

Matanya yang tajam menunjukkan kewaspadaan dan permusuhan yang jelas. Tepat pada saat aku merasa bahwa aku mungkin telah berlebihan—

Badanku terkepung dengan sebuah pilar bercahaya biru, dan penglihatanku segera menjadi biru.


Akhirnya, aku telah ditranspor ke sebuah panel heksagonal yang sedang melayang dalam kegelapan.

Ada sebuah jendela hologram merah muda di depanku, dan di atasnya tertulis kata-kata besar «Kirito Vs Uemaru». Tidak seperti SAO, yang hanya memperbolehkan alfabet Inggris, adalah mungkin untuk menggunakan Jepang dalam GGO. Nama «Uemaru» itu tertulis dalam kanji, tetapi tentu saja, aku belum pernah bertemu dengan orang ini sebelumnya. Juga, pada ujung bawah dari jendelanya, ada sebuah barisan kata-kata «Preparation Time: 58 seconds left. Field: The Forgotten Old Monastery».

Menit untuk persiapan ini mungkin seharusnya diadakan untuk memperbolehkan kita untuk mengganti ke perlengkapan yang pas untuk pertarungan ini. Aku tidak mengetahui apapun tentang map dan senjataku yang telah disiapkan, dan aku bahkan tidak menggunakannya. Aku memakai tangan kananku untuk memanggil menu, dan di dalam jendela perlengkapan yang mirip dengan ALO, senjata utamaku adalah sebuah «Kagemitsu G4» light saber, dan senjata sampinganku adalah sebuah «Five-Seven». Setelah mengecek apakah aku lupa untuk memakai perlengkapan pertahananku, aku menutup jendelanya.

Sambil aku menunggu waktu yang bergerak lambat, tiba-tiba aku memiliki sebuah pikiran yang aneh.

Senyuman ganas yang diperlihatkan untuk sesaat oleh perempuan yang dipanggil Sinon itu. Senyuman itu mempunyai niat membunuh dari sebuah peluru, ditembakkan dari sebuah senapan, yang bisa menembus melewati segala jenis tameng atau armor.

Hal itu membuat aku ingat pada suara itu yang bergema dalam pikiranku.

Untuk mengalahkan yang kuat— deklarasi langsung ini terdengar agak kekanak-kanakan dalam suatu sudut pandang tertentu, tapi aku belum pernah memiliki perasaan sedingin ini, bahkan saat aku masih di SAO. Aku merasakan badan rampingnya mengeluarkan sebuah hasrat nyata yang jauh melewati perannya di dalam game ini.

Di dalam dunia virtual ini yang dibuat melalui sinyal-sinyal elektrik, aku belum pernah melihat seorang pemain yang menunjukkan hasrat yang sangat intens seperti dia. Di antara para pemain perempuan, satu-satunya yang aku kenal yang bisa menjadi serius adalah Asuna. Tidak— bahkan saat dia dipanggil «The Flash» atau bahkan «The Berserker» sebelum itu, dia belum pernah memberiku impresi seperti ini sebelumnya.

Apakah mungkin? Apakah perempuan dengan rambut biru muda itu adalah «Death Gun» yang aku cari?

Kikuoka sekali pernah membiarkan aku mendengar database suara dari apa yang dibilang sebagai kepunyaan «Death Gun», tetapi teriakan melengking dari metal yang bergesek antara satu dengan yang lain benar-benar berbeda dari suara jelasnya Sinon. Tetapi, GGO hanyalah sebuah dunia yang berbeda dari SAO. Seorang pemain bisa memiliki karakter lebih dari satu, dan ada banyak kejadian log in menggunakan karakter-karakter yang berbeda.

Dan dari nada suaranya, nampaknya Sinon memiliki keyakinan yang pasti bahwa dia bisa mencapai ke final. Jika tebakanku bahwa Death Gun pasti akan muncul dalam turnamen ini adalah betul, aku bisa mempersempit orang-orang di sini hingga kira-kira 30 orang, dan tentu saja, Sinon adalah salah satunya.

Sejujurnya, aku benar-benar tidak ingin mengetes kemungkinan ini. Aku tidak merasakan hasrat membunuh apapun dari dia, saat dia memandu aku ke toko dan menjelaskan berbagai hal padaku. Malah, dia sedikit memberikan perasaan kesepian, seperti dia ingin menjadi dekat dengan orang lain.

Sebenarnya mana Sinon yang asli, aku berpikir.

—Tidak, aku tidak akan mendapatkan jawabannya sebanyak apapun aku memikirkannya. Saat pedang kita bertemu, tidak, saat kita berdua menembakkan pistol kita, kita seharusnya bisa mendapatkan beberapa petunjuk.

Saat aku memikirkan tentang hal ini dan mengangkat penglihatanku, waktu hitung mundurnya mencapai nol, dan badanku lagi diselimuti oleh sebuah efek.


Setelah itu, aku didamparkan di bawah langit matahari terbenam yang samar.

Angin yang bertiup di sampingku tampaknya membawa sebuah suara tajam mirip peluit. Ada banyak lapisan awan rusak mengambang di atas dalam udara, dan di bawahku, rumput-rumput layunya semuanya mengambang.

Di sampingku, ada pilar-pilar silinder yang merupakan dari gaya Ionian[32] atau Corinth[33]. Pilar-pilar itu terpisah kira-kira 3m dan berbaris dalam bentuk busur. Beberapa dari pilar itu telah dirusak, dan beberapa dari pilar itu telah sepenuhnya rubuh. Tempat itu terlihat seperti reruntuhan dari sebuah bait peradaban yang hilang.

Aku menyenderkan badanku pada pilar terdekat, dan lalu cepat-cepat melihat pada sekitarku.

Padang rumput layu yang luas di sekelilingku sedang tertiup keras, dan jauh di perbukitan, aku bisa melihat reruntuhan-reruntuhan yang mirip dengan tempat ini. Menurut penjelasannya Sinon, lapangan ini adalah persegi, lebarnya 1000 meter, tetapi untuk mencapai dari sini ke situ akan memakan kira-kira beberapa menit. Seharusnya ada sebuah batas yang membatasi seperti sebuah sungai atau jurang, atau sesuatu seperti itu.

Aku terus mengingat penjelasan dia. Sekarang, musuhku seharusnya sekitar 500 meter di kejauhan dari di mana aku sekarang, tetapi aku tidak bisa melihat siapa-siapa dalam penglihatanku. Seperti aku, dia seharusnya bersembunyi di suatu tempat di belakang reruntuhan-reruntuhan. Tidak ada indikasi dari musuh di sekitar, jadi aku harus mencari musuh itu sendiri.

Aku bisa terus menunggu di sini dan membiarkan musuh kehilangan kesabarannya sebelum mengambil aksi. Tetapi, «Menunggu» benar-benar tidak cocok dengan kepribadianku. Daripada menunggu di sini, lebih baik aku lari ke reruntuhan terdekat di sisi yang lain dan menggunakan tembakan dari musuh untuk cepat-cepat menganalisa posisinya... Aku berpikir sambil menggunakan tangan kiriku untuk merasakan «Five-Seven» di pinggangku.

Pada saat ini, sebuah tiupan angin yang kuat tertiup lewat, dan padang rumput di sekitar mulai bergoyang. Saat tiupan angin berhenti, rumput-rumput layunya melurus lagi...

Dan di padang rumput kira-kira 20 meter dari mataku, sebuah profil tiba-tiba berdiri dengan diam.

Penglihatanku yang terkabur langsung melihat senapan serbu yang dikeluarkan oleh musuh, jenggot berwarna teh yang beristirahat pada batang senapan, lensa dari kacamata debu yang menutupi lebih dari setengah wajahnya dan helm yang memiliki rumput palsu di atasnya. Hanya ada aku dan musuhku di dalam medan perang, jadi dia pasti «Uemaru».

Aku tidak tahu entah kapan dia memperpendek jarak antara kita. Salah satu dari alasan yang jelas adalah baju kamuflase yang dia sedang pakai. Pakaian itu terlihat sama persis dengan padang rumput di sekitar, dan memiliki pola yang agak disederhanakan padanya. Saat aku berpikir Ah begitu, jadi itu penggunaan dari 60 detik...

Senapan serbu hitam yang disiapkan musuh pada bahu kanannya menunjukkan beberapa garis merah— «Bullet Line», dan garis-garis itu menembus aku dan area di sekitarku.

"UWAH!"

Aku tidak bisa menahan untuk meneriakkan itu saat aku menendang tanah dengan keras dan berpindah ke tempat dengan garis-garis peluru tersedikit— ke atas menuju langit.

Senapan musuh lalu bersuara *katatatataatatata!!* Dan pergelangan kaki kananku terkena tembakan dua kali. Bar HP di atas kiri dari penglihatanku menunjukkan pengurangan kira-kira sebanyak 10%. Tentu saja, aku tidak bisa menghindari semua pelurunya. Pada saat ini, aku teringat pada «Full-Auto Shooting» yang diperingatkan oleh Sinon.

Aku melakukan sebuah jungkir balik di udara dan mendarat pada sebuah pilar yang setengah rusak di belakangku. Aku mencoba untuk membalas dan mengeluarkan pistol Five-Seven dari sabukku dengan tangan kiriku.

Tetapi, musuh tidak akan memberiku waktu untuk membidik sama sekali. Langsung setelah itu, beberapa garis peluru muncul pada badanku lagi.

"WAHHH!!"

Aku mengeluarkan sebuah teriakan yang memalukan sambil aku berguling ke belakang pilar. Peluru lain menggores pergelangan tangan kiriku, dan HP ku turun tanpa ampun.

Hujan peluru yang turun padaku tampaknya mengenai pilar, menyebabkan suara *Bishibishibishi* dan membuat beberapa fragmen terbang. Aku buru-buru meringkuk lenganku bersama dan menyembunyikan seluruh badanku di belakang pilar.

Ini benar-benar berbeda dari pertarungan antar pedang!

Pada game menghindar itu dengan NPC ahli tembak, ada celah waktu dan paling banyak 6 peluru, tetapi aku sudah harus berkonsentrasi sepenuhnya hanya untuk menghindari tembakan-tembakan itu. Sekarang, saat menghadapi sebuah— rentetan yang lebih dari 10 peluru per detik, tentu saja aku berada pada akhir dari akalku.

Untuk menyayat muka berjenggot Uemaru dengan light saber «Kagemitsu» pada pinggang kananku, aku harus mencapai tepat di depan dia. Tapi sebelum itu terjadi, aku akan mendapatkan peluru-peluru tertembak padaku dan HP ku akan tertembak habis.

Jika aku tidak bisa menghindari semuanya, aku hanya bisa memikirkan sebuah cara untuk «bertahan» dari peluru-peluru itu. Sayangnya, meskipun jika ada sebuah «protective field» di dunia ini yang bisa melemahkan kekuatan dari peluru-peluru, tidak ada tameng sihir atau sesuatu yang bisa melindungi dari peluru asli. Dalam SAO, ada «Weapon Defense Skill» yang memperbolehkan sebuah pedang untuk menggantikan sebuah tameng...

Pada saat ini, aku tiba-tiba menaruh tanganku pada light saber yang tergantung pada kaitan di bawah sabukku. Aku hanya perlu mengelakkan beberapa peluru jika aku bisa bertahan dengan pedang ini. Ini seharusnya tidak mustahil. Tidakkah seseorang di sebuah film sains fiksi menggunakan sebuah light saber untuk mengelakkan peluru-peluru dengan mudah? Jika game ini dikembangkan oleh sebuah perusahaan Amerika, mereka akan bisa merekreasi adegan ini. Tapi untuk melakukan gerakan yang sangat susah itu, aku harus pertama memprediksi trajektori dari peluru-peluru yang ditembakkan kepadaku...

Tidak—

Tidak, aku bisa melakukan ini. Aku seharusnya bisa melakukan hal ini. Tidakkah «Bullet Lines» mengatakan kepadaku di mana peluru-peluru akan melesat?

Aku menelan ludahku dan menggunakan tangan kananku untuk menarik light saber keluar dari sabukku.

Saat ini, tembakan telah berhenti. Aku rasa Uemaru telah lagi tersembunyi di antara rerumputan dan siap untuk datang ke sini dari kiri atau kanan.

Aku menutup mataku dan berkonsentrasi dengan kupingku.

Angin terus bertiup. Pada saat ini, aku berusaha sebaik mungkin untuk menghilangkan suara efek berisik dari kesadaranku dan berkonsentrasi pada gerakan-gerakan dari padang rumput yang bergoyang untuk mendengarkan beberapa suara yang tidak biasa dari dalam sistem.

Ini adalah sebuah kemampuan yang hanya bisa dilakukan dalam sebuah ruangan VR di mana aku bisa mengisolasi tiap suara sepenuhnya. Dari saat SAO, «Outside-system Skill» ini telah banyak menolongku. Sebagai contoh, sebuah bahan level S «Ragout Rabbit» akan memerlukan kemampuan ini untuk melakukan sebuah serangan yang fatal.

Tetapi berhubung tentang apakah aku bisa berhasil atau tidak—

Dan saat ini, kupingku menangkap sebuah suara yang tidak biasa datang dari sisi kiri bawah dari jarum jam 7 hingga jarum jam 9. Dia bergerak untuk sekitar 2, 3 detik sebelum berhenti dan mulai menyelidiki posisiku.

Musuh lalu mulai bergerak, berhenti dan bersiap untuk bergerak lagi...

"A... AYO JALAN!"

Aku menggunakan teriakanku untuk menginjak keras pada tanah dan lari lurus ke tempat di mana musuh sedang bersembunyi.

Uemaru mungkin tidak menduga aku akan lari ke arahnya dia saat dia sedang bersembunyi di rerumputan. Saat dia berdiri dari rerumputan layu, dia menggunakan kira-kira setengah detik untuk duduk pada satu kaki dan bergerak ke posisi menembak.

Kita aslinya terpisah kira-kira 25m, tapi pada saat ini, aku lari melewati setengah dari jarak itu. Aku terus berlari sambil aku menggunakan jempol kananku untuk menyalakan saklar dari pedang foton itu. *Bu~n*. Suara yang membuatku rileks bisa terdengar, dan sebuah mata pedang bernyala-nyala ungu kebiruan keluar dari pegangan pedang.

Hingga sekarang, aku telah secara insting mencari tempat-tempat dimana aku bisa bersembunyi. Tapi kali ini, aku hanya membiarkan mataku untuk melihat tepat di depan badanku dan menahan ketakutan yang datang dari belakang leherku dan mengiritasi saraf-sarafku. Setelah berusaha sebaik mungkin untuk mengobservasi musuh, aku menemukan bahwa tidak semua dari garis merah tipis muncul pada saat yang sama. Ada sedikit perbedaan waktu antara mereka, dan perbedaan itu seharusnya menjadi ururtan di mana peluru-peluru akan keluar dari laras senapan.

Aku mengontrol badanku yang lebih ramping daripada di kenyataan dan lari ke depan. Pada saat ini, ada 6 garis peluru yang terbidik pada badanku.

Garis-garis peluru yang lain pada kiri dan kanan semuanya sedikit tidak terarah. Dengan jarak ini, senapan musuh— dan akurasi dari si penembak itu sendiri tidak banyak.

Sensasi P v P[34] yang sudah lama terlupakan nampaknya telah membuat karakterku untuk beralih ke mode perang. Sambil jarak yang tersisa di penglihatanku menunjukkan sebuah ekstensi keluar dari pusatnya, badan dari target terlihat benar-benar jelas. Perasaan semakin cepat ini yang membuatku merasa teringat kembali pada masa lalu. Pada saat ini adalah di mana aku mulai melambat, kesadaranku adalah satu-satunya yang membalap.

Moncong dari senapan musuh tiba-tiba mengeluarkan sebuah percikan oranye.

Pada waktu ini, mata pedang dari light saber menghalangi garis-garis dari peluru pertama dan kedua dengan akurasi yang sangat tepat.

*BA-BAM!!* Permukaan dari light saber mengeluarkan dua percikan oranye terang. Pada saat aku menyadari ini, tangan kananku langsung mengarahkan pedang foton pada garis peluru ketiga dan keempat dalam secepat kilat. Lalu, suara dari peluru-peluru dielakkan dari energi intens bisa terdengar lagi.
Sword Art Online Vol 05 -243.jpeg

Aku terus bergerak ke depan sambil tidak menghiraukan peluru-peluru yang «tidak akan mengenaiku sama sekali». Sebenarnya, ini adalah hal yang benar-benar melelahkan secara mental, tapi aku menggertakkan gigiku dan terus mengayunkan pedang di tanganku.

5... dan itu yang ke-6! Setelah mengelakkan semua peluru yang bisa mengenaiku dengan sukses, aku menendang tanah dengan keras dengan semua energiku untuk menutupi jarak yang tersisa antara kita.

"Tidak... Tidak mungkin!"

Rahang berjenggot Uemaru yang menganga sambil ia melebarkan mulutnya dan berteriak dalam syok. Tetapi, orang ini tidak berhenti sama sekali. Dia mengeluarkan tempat pelurunya dengan handal dan mengeluarkan tempat peluru yang telah disiapkan pada pinggangnya dan bersiap untuk memasukkannya pada senapan.

Untuk mencegah dia dari melakukan hal ini, aku memegang Five-Seven di tangan kananku dan mengarahkannya pada Uemaru. Pada saat jari-jariku menyentuh pelatuk, sebuah lingkaran hijau muda muncul di pusat dari dada musuh. Ini mengejutkanku, tetapi aku terus menembakkan 5 peluru.

Rekoil ringan yang tak diduga berjalan dari pergelangan tangan hingga bahu, dan di dalam lingkaran yang setengah transparan, Uemaru terkena tembak sekali di bahu dan di abdomen dan tiga tembakan yang lain menghilang ke belakangnya menuju rerumputan.Tetapi, peluru-peluru yang mengenai dia menembus armornya dan menyebabkan luka padanya. Layar menunjukkan bar HP dia turun sekitar 10%. Uemaru terhuyung-huyung dan langsung ragu-ragu.

Untuk aku, ini adalah waktu yang cukup.

Saat aku memasuki jarak menyerang, aku memutar badanku sedikit ke kanan—

Tepat saat aku melangkah keluar dalam kecepatan seperti aku ingin menerobos tanah virtual, aku menerjang ke depan tanpa menghabiskan sedikitpun dari kecepatan itu sama sekali. Di dalam dunia SAO, gerakan ini disebut «Vorpal Strike», serangan yang kritikal saat pedang itu menerjang menuju dada musuh.

Suara berisik seperti sebuah mesin jet berbunyi sambil pedang cahaya itu menembus badan musuh dengan mudahnya. Hal itu terasa seperti ledakan energi yang tidak bisa dikeluarkan di mana lagi meledak di dalam musuh.

Lalu, dengan cahaya dan suara yang berlebihan, barang yang berbentuk silinder di tangan kananku tertembak keluar, dan badan musuh menjadi fragmen-fragmen yang banyak sekali sambil bertebaran di udara.


Aku merasakan perasaan mati rasa dari pertarungan yang baru saja selesai sambil aku menahan tubuhku dengan pelan.

*Wu~wun*. Aku mengayunkan light sabernya dan hampir memasukkan pedang pada sarung di punggungku langsung, tetapi aku buru-buru mematikannya.

Setelah menggantung pedangnya pada kaitan di sisi kanan dari pinggangku dan pistol di tangan kiriku pada holsternya, aku akhirnya mengeluarkan sebuah helaan nafas yang panjang. Aku memandang pada langit matahari terbenam, dan menemukan bahwa awan-awan yang mengambang rendah terlihat seperti sebuah layar menunjukkan kata-kata 'Selamat'.

Aku memenangkan ronde pertama dengan susah payah. Benar-benar sebuah berita baik bahwa aku bisa menggunakan light saber seperti itu untuk bertahan dari peluru-peluru senapan. Tetapi, aku memerlukan banyak konsentrasi untuk menggunakannya, dan saraf-sarafku sudah mulai hangus dan berasap.

Aku masih harus melewati 4 ronde yang melelahkan lagi—

Sebuah cahaya biru datang ke badanku yang lelah dan mulai mengelilingiku. Suara yang sunyi dari angin pelan-pelan menghilang. Saat suaranya menjadi suara keramaian dari banyak manusia, aku menemukan diriku kembali di area menunggu.

Hal itu terlihat seperti aku telah ditransfer ke kursi-kursi kotak dekat tembok seperti di mana aku sebelumnya. Aku melihat pada sisi kiri dan kanan, tetapi tidak menemukan Sinon atau Spiegel di sekitar. Jika Sinon masih bertarung, yang aku pikirkan adalah ke mana laki-laki yang terkait dengan Sinon itu pergi. Aku mengarahkan penglihatanku pada seluruh area, dan menemukan bahwa ada sesosok figur yang kukenal di dekat pusat dari kubah, berpakaian baju jalanan. Dia tidak menyadari bahwa aku telah datang kembali karena dia hanya terfokus pada layar besar di langit-langit.

Aku mengangkat kepalaku seperti yang dia lakukan juga, dan menemukan bahwa layar besar yang tadinya hanya memperlihatkan waktu hitung mundur sekarang sedang memperlihatkan banyak pertarungan. Layarnya memperlihatkan pemain-pemain di padang gurun, hutan-hutan atau reruntuhan-reruntuhan yang memakai pistol, senapan mesin atau senapan-senapan untuk bertarung melalui sudut-sudut yang berbeda seperti adegan-adegan di film-film.

Pertarungan-pertarungan ini pasti beberapa dari ratusan pertarungan yang sedang berjalan dan dipilih untuk ditayangkan. Setelah adegan di mana seorang pemain tertembak dan hancur berkeping-keping tertayangkan, pemain-pemain tak terhitung yang terkumpul di dalam kubah akan mengeluarkan sorakan yang menulikan.

Aku memikirkan tentang apakah pertarungan Sinon akan ditayangkan sambil aku mengambil beberapa langkah ke depan. Aku mengecek tiap gambar dari ujung atas kanan, tetapi sambil kamera-kameranya terus bergerak, aku benar-benar tidak bisa mengetahuinya. Aku berkonsentrasi dan berusaha untuk mencari rambut biru aqua dia.

—Karena aku terlalu berkonsentrasi, aku terlalu terkejut sampai hatiku hampir berhenti saat kuping kananku tiba-tiba mendengar sebuah suara. Suara yang dalam, parau dan agak metalik tampaknya masuk ke dalam pikiranku.

"Apakah kamu, yang asli?"

"...?"

Aku secara insting mengambil selangkah ke belakang dan melihat kembali.

Dengan langsung, aku pikir bahwa aku melihat seorang hantu.

Tentu saja, aku tidak merujuk pada hantu asli, tapi pada «Ghost-Type» monster mob yang muncul di lantai ke-65 dari Aincrad pada malam hari di dalam Ancient Forest.

Orang di depanku memakai sebuah mantel abu-abu gelap yang compang-camping. Kerudung yang dibiarkan menutup berwarna hitam sepenuhnya, dan hanya matanya yang berada jauh di dalam yang menunjukkan sebuah cahaya merah kecil.

Di bawah cahaya dari kubah menunggu yang gelap, orang tak dikenal di depanku ini benar-benar terlihat seperti sebuah monster tipe hantu di SAO. Maka, aku secara insting ingin mundur dan mengeluarkan light saberku untuk bertarung. Aku bahkan tidak bisa mengontrol insting ini sama sekali sambil tangan kananku tersentak.

Aku terengah-engah saat aku melihat kaki dari orang itu. Di ujung dari mantel compang-camping itu, aku bisa melihat ujung dari sepatu bot yang agak kotor.

Dia bukanlah seorang hantu, tetapi seorang pemain. Setelah mengecek fakta yang jelas ini, aku melepaskan nafasku yang agak ditahan.

Melihat dengan teliti, mata merah itu bukanlah cahaya hantu, tetapi cahaya dari lensa dari sepasang kacamata debu hitam yang menutupi seluruh wajahnya. Respons yang agak seperti prajurit baru dari diriku ini dan cara orang itu baru saja mendekatiku di tempat yang sedekat ini dalam cara yang tidak sopan, aku bertanya dengan tidak ramah.

"Asli... apa yang kamu maksud dengan itu? Siapakah kamu?"

Tetapi, pemain yang berpakaian mantel abu-abu hitam itu tidak mengatakan nama dia sambil dia dengan sengaja mengambil selangkah lebih dekat ke arahku bahkan saat aku mengambil selangkah ke belakang. Kali ini, aku tidak mengambil selangkah ke belakang, tetapi menerima tatapan dia secara langsung dari kira-kira 20cm jauhnya dari dia.
Sword Art Online Vol 05 -249.jpeg

Suara itu yang nampaknya memiliki suatu bentuk dari efek suara dari dalamnya dan memiliki beberapa nuansa yang bergema berdering dalam cara yang terputus-putus.

"Aku melihatnya, pertarungannya. Sebuah pedang, kamu menggunakannya."

"Ah...ahhh. Itu tidak melawan peraturan, kan?"

AmuSphere yang sialan benar-benar menunjukkan keraguan di dalam hatiku karena jawabanku bersuara agak parau. Orang bermantel abu-abu gelap itu nampaknya telah membaca hatiku sambil dia berjalan beberapa sentimeter lagi.

Lalu, dia mengatakan hal lain dengan suara yang lebih dalam lagi. Karena suaranya cukup kecil, pada jarak ini, aku harus berkonsentrasi hanya untuk mendengarnya.

"Biarkan aku menanyakanmu lagi. Apakah kamu, adalah yang, asli?"

Sebelum aku bisa mengerti arti di belakang kata-kata ini, hatiku terasa seperti telah diserang oleh pertanda seperti petir, dan aku hanya bisa berdiri terdiam di situ.

—Aku tahu orang ini!

Betul sekali. Aku pasti pernah bertemu dengan dia di suatu tempat. Aku pernah berbicara dengan dia secara langsung seperti apa yang aku lakukan sekarang.

Tapi di mana? Setelah log in ke dalam GGO, aku hanya pernah berbicara dengan orang yang ada di tempat di mana aku muncul yang mau membeli avatarku, Sinon yang membawaku untuk membeli item-item dan mendaftar, dan temannya, tiga sebagai totalnya. Maka, aku tidak bisa mengatakan kalau aku pernah bertemu dengan dia di dunia ini sebelumnya.

Pada saat ini, mantel compang-camping itu tergoyang, dan sebuah tangan yang kurus keluar dari dalam. Aku bersiap untuk mundur, tetapi setelah melihatnya, aku menemukan bahwa selain dari sarung tangannya yang secompang-camping mantelnya, tidak ada apa-apa lagi.

Tangan di udara itu menunjuk padaku, dan membuka sebuah jendela sebelum menggerakkannya dengan tidak semangat. Sekarang, jadwal pertarungan yang sekarang sedang berjalan di dalam babak penyisihan BoB ketiga ini muncul di jendela itu.

Jari yang tipis dan seperti metal itu memencet pada Grup F, dan pada akhirnya, gambar dari Grup F membesar untuk dapat terlihat di seluruh layarnya. Dia memencetnya sekali, dan bagian pusat dari jadwal pertarungan itu menjadi lebih luas.

Mataku tertarik oleh jarinya.

Ada 2 nama padanya.

Pada sisi kiri adalah «Uemaru», dan pada sisi kanan adalah «Kirito». Pada nama di kanan, ada sebuah garis bersinar terang merentang keluar dari dalamnya. Berita bahwa aku mengalahkan Uemaru dan masuk pada ronde kedua sudah dilaporkan

Jari dia bergerak sedikit, menyentuh kata «Kirito» ke atas dan bawah, dan lalu, berdering lagi— suara dia.

"Nama, ini. Sword skill, itu... Apakah, kamu asli?"

Dengan langsung, aku terkejut untuk ketiga kalinya, dan ini adalah yang memiliki impak terbesar.

Kakiku mulai bergetar, dan aku harus bekerja keras untuk tidak membiarkan diriku jatuh.

Pemain bermantel abu-abu ini— Aku tahu dia!

Asal dari nama «Kirito», dan sword skill yang aku gunakan untuk mengalahkan «Uemaru». Orang ini mengetahui tentang hal itu.

Dengan kata lain... Aku tidak bertemu dengan orang ini di GGO ataupun ALO.

Tetapi di SAO. «Sword Art Online». Aku sekali bertemu dengan orang ini di stage utama dari game kematian itu, kota melayang Aincrad.

Avatar ini yang tersembunyi di bawah mantel compang-camping... tidak, pemain yang memakai AmuSphere dan memainkan avatar ini adalah seorang «yang selamat dari SAO» seperti aku.

Hatiku sudah berdetak dengan gila tanpa sepengetahuanku. Jika bukan karena fakta bahwa kita berada di dalam kubah gelap, dia mungkin sudah menyadari bahwa muka avatarku sudah menjadi putih semua.

Tenang. Tenang!! Pada saat ini, pikiranku hanya bisa mengulangi kata seperti itu.

Bahkan saat bertemu dengan seorang yang selamat dari SAO, aku tidak perlu untuk panik sebanyak ini. Saat Aincrad sudah akan rubuh, aku menjadi terkenal karena laporan dari skill unikku «Dual Blades» dan bagaimana aku secara terbuka melawan pemimpin dari Knights of the Blood, Heathcliff. Juga, «Vorpal Strike» yang baru saja aku gunakan pada Uemaru adalah skill yang cukup umum di bawah kategori pedang satu tangan. Pemain-pemain berlevel tinggi di Aincrad itu bisa menebak dari tayangan pertarungan itu dan nama dari pemain di jadwal pertarungan bahwa aku adalah Kirito dari clearing group SAO. Jika dia adalah aku, jika aku menemukan seorang pemain yang aku mungkin kenal pada awalnya, aku mungkin akan berbicara kepadanya dan berbincang tentang masa lalu atau sesuatu.

Jadi aku tidak perlu untuk merasa ketakutan sama sekali. Aku seharusnya tidak takut.

Tetapi kenapa aku benar-benar...

Pada momen selanjutnya— tangan yang tipis dan panjang itu menghilangkan jadwal pertarungannya dan membiarkan tangannya kembali ke dalam mantelnya, dan sebuah bagian menarik perhatianku.

Ada sebuah celah tipis di sisi depan dari sarung tangan itu yang terlihat sepeti perban tua, mungkin sedikit lebih tinggi dari dalam pergelangan tangannya. Dari situ, aku bisa melihat kulit pucat dia.

Dan pada kulit itu, ada sebuah tato kotak kira-kira 5cm lebarnya.

Tato itu adalah sebuah Western Coffin[35] yang digambar dalam gaya manga. Tutupnya menampilkan sebuah muka tersenyum yang misterius, dan tutupnya sedikit terbuka. Sebuah lengan putih menggapai keluar dari dalam, melambai pada siapa saja yang dilihatnya. Pada dunia lain itu, orang yang lain menggunakan air beracun untuk melumpuhkanku dan bersiap untuk membunuhku. Pada saat itu, dia memiliki tato yang sama juga.

Itu adalah emblem dari «Laughin Coffin».

Saat aku teringat pada gambar itu, benar-benar sebuah keajaiban bahwa aku bisa menahan teriakanku atau mencegah diriku dari terjatuh ke lantai, atau bahkan bahwa aku tidak dipaksa untuk log out karena gelombang otak yang abnormal.

Pemain di bawah mantel yang compang-camping itu menatap padaku, yang tidak bereaksi sama sekali, dan lalu membisikkan,

"Kamu, tidak tahu, apa yang aku tanyakan?"

"...Ahh. Aku tidak mengerti. Apa yang kamu maksud, dengan yang asli."

"...."

Mantel abu-abu gelap itu dengan diam mengambil selangkah ke belakang. Mata merah itu terlihat seperti sedang berkedip sambil mata itu berkerlip.

Setelah apa yang terlihat seperti beberapa detik yang panjang, perasaan yang terasa anorganik nampaknya bertambah saat suara itu berdering.

"...Kalau begitu, lupakan saja. Baik, apakah, namamu, adalah sebuah kebohongan, atau palsu... atau apakah kamu, yang asli."

Dia memutar badannya dan meninggalkan kata-kata terakhir.

—"Suatu hari, aku akan membunuhmu."

Kata-kata ini membuatku merasa bahwa dia tidak sedang membicarakan tentang membunuh di dalam game.

Mantel compang-camping itu pergi dengan diam seperti hantu— dan lalu tiba-tiba menghilang.

Sekarang, keadaan sekitar tidak seperti sebelumnya di mana pemain itu masih di sekitar.

Badanku yang kurus dan ramping mulai bergoyang, dan setelah sedikit saja menyangga badanku, aku terjatuh seperti longsor dan duduk pada kursi kotak di sampingku. Aku lalu memeluk kaki tipisku dan menaruh lututku pada dahiku.

Aku menutup mataku, dan di dalam kelopak mataku, aku bisa melihat sebuah tato kecil yang jelas meskipun itu hanya untuk sefraksi dari sedetik.

Sebuah peti mati tertawa. Hanya ada satu guild yang menggunakan emblem seperti itu di Aincrad.

Itu adalah guild pembunuh «Laughing Coffin».


Di dalam dua tahun penyelesaian SAO, bisa dibilang bahwa ada banyak sekali pemain oranye yang mengalami kendala ekonomi dan mulai mencuri uang dan perlengkapan dari pemain-pemain lain. Biasanya, mereka akan berkumpul bersama dari grup-grup hingga satu orang dan memaksa mereka untuk memberikan item yang berharga. Pada maksimalnya, mereka hanya akan menggunakan beberapa racun kelumpuhan.

Saat seseorang menyerang orang lain dan menyebabkan bar HP untuk habis, pemain itu benar-benar akan mati di dunia nyata, jadi tidak ada orang yang berani melakukan hal itu. Itu karena 10.000 pemain ini semuanya adalah Net-gamer berat, dan semuanya adalah orang yang tidak memiliki hubungan apapun dengan kejahatan di dunia nyata.

Tetapi, peraturan tak tertulis «Tidak menyebabkan HP untuk jatuh ke nol» ini dirusak oleh seorang pemain aneh.

Nama pemain ini adalah «PoH». Itu adalah nama yang sangat lucu untuk seorang karakter, tetapi tanpa diduga— atau malah, adalah karena hal ini sehingga dia memiliki sebuah karisma tertentu.

Poin atraktif yang pertama tentang PoH adalah bahwa dia memiliki sebuah penampilan tampan yang terlihat eksotik, dan adalah seorang pemain multilingual yang cukup pandai dalam tiga bahasa. Dia mungkin adalah anak berdarah campuran dari orang Jepang dan orang Barat, dan bahasa Jepang dia, Inggrisnya yang lancar, dan Spanyolnya yang cukup bagus bersuara tepat seperti seorang DJ penyanyi rap profesional, yang akan mengubah pemain-pemain di sekitar dia. Pada akhirnya, mereka berubah dari pemain menjadi organisasi ilegal asli yang kukuh dan tidak berperasaan.

Dan poin kedua itu sangat simpel. Teknik PoH sendiri.

Dia adalah pengguna Belati yang bertalenta. Sebuah belati di tangan dia sudah seperti kepanjangan dari tangan dia. Mata pedangnya bahkan tidak perlu bantuan dari sistem dan bisa menhancurkan monster-monster— atau pemain-pemain. Apalagi pada akhir dari game kematian itu, saat dia mendapat apa yang dipanggil sebagai belati yang mengerikan besarnya «Mate Chopper», kemampuan dia sangat bagus hingga para pemain di clearing group takut akan dia.

Pengikut-pengikut durhaka yang mengagumi PoH tertarik pada dia dalam cara yang berlawanan dengan cara orang-orang tertarik kepada Heathcliff dari Knights of Blood. Dengan pelan, mereka memperluas batas-batas di hati mereka.

Setahun setalah game dimulai, pada Malam Tahun Baru di tahun 2023.

PoH dan kawan-kawan, yang telah tumbuh menjadi kira-kira 30 orang, menyerang sebuah guild kecil yang sedang mengadakan sebuah pesta di luar di dalam sebuah padang pada tempat pemandangan, dan membunuh mereka semua.

Pada hari selanjutnya, ada notifikasi tentang «Laughing Coffin», sebuah guild yang tidak diterima oleh sistem dan ditandai sebagai «merah», dan berakhir di para pemberi informasi utama dari Aincrad.


Tetapi, pemain bermantel abu-abu yang aku baru saja berbicara denganku seharusnya bukan PoH sendiri. Cara berbicara yang tidak terkontrol dan kadang-kadang terputus-putus itu benar-benar berbeda dengan cara bicara PoH yang nampak seperti senapan mesin dengan nada yang sangat antusias.

Tetapi, benar-benar ada seseorang di «Laughing Coffin» yang berbicara seperti itu. Aku bertemu dengan orang itu sebelumnya, dan aku pikir kita pernah bertarung sebelumnya. Dia bukan seorang anggota biasa, tetapi seorang anggota yang cukup tinggi tingkatnya. Aku sudah bisa mengingat sangat banyak, tetapi kenapa aku tidak bisa mengingat muka atau namanya?

Tidak, aku sebenarnya tahu. Alasan kenapa aku tidak bisa memikirkannya adalah karena aku sendiri menolak untuk mengingatnya.

«Laughing Coffin» dibentuk pada hari pertama dari 2024, dan telah dikalahkan pada suatu malam musim panas setelah Agustus.

Tentu saja, guild itu tidak secara otomatis dibubarkan, tetapi dibantai. Itu karena clearing group, para pemain medan perang terdepan membentuk kira-kira 50 pemain dalam sebuah usaha pemberantasan sambil kita menggunakan paksaan untuk menghancurkan mereka.

Sebenarnya, kita seharusnya melakukan hal itu dulu sekali, tetapi kita tidak bisa menemukan tempat pangkalan Laughing Coffin, jadi hal itu ditunda hingga setelah Agustus.

Di dalam Aincrad, pemain-pemain bisa membeli rumah-rumah atau kamar-kamar, dan baik apakah itu ada di jalan-jalan atau di luar, kita bisa dengan akurat menunjukkan posisi dengan tepat melalui NPC perusahaan real estate. Clearing group menebak bahwa mereka akan membeli sebuah rumah yang lebih besar atau sebuah bangunan seperti kastil yang memperbolehkan 30 orang untuk tinggal di dalamnya, jadi para pemberi informasi menerima permintaan clearing group dan mengecek semua rumah besar dari lantai pertama.

Tetapi meskipun kita menemukan beberapa tempat persembunyian guild oranye dari sedang ke kecil, kita masih tidak bisa menemukan pangkalan Laughing Coffin yang paling penting setelah beberapa bulan.

Sebenarnya, tentu saja kita tidak bisa menemukan mereka. Laughing Coffin menggunakan sebuah lantai yang kita telah lama dikuasai— sebuah area menara yang tidak terhubung dengan level di atasnya, yang merupakan sebuah zona aman di dalam sebuah gua yang bisa dengan mudah dilupakan setelah seorang designer meng-instalnya ke situ. Pemain-pemain clearing akan dengan biasa hanya ikut serta dalam menyelesaikan labirin-labirin dalam menara-menara tinggi, dan pemain kelas sedang akan menyelip ke dalam labirin-labirin di mana ada banyak orang-orang. Tentu saja, akan ada pemain-pemain yang menemukan bahwa ada beberapa masalah dengan gua itu dan masuk, tetapi tidak susah untuk mengimajinasikan bahwa mereka dibunuh dengan mudah oleh Laughing Coffin untuk mencegah keberadaan mereka dibeberkan.

Alasan pangkalan rahasia dari Laughing Coffin terbeberkan adalah karena salah satu dari anggota mereka yang mungkin tidak dapat menahan perasaan bersalah dari membunuh membongkar rahasia itu kepada clearing group. Para pemain clearing lalu menggunakan informasi ini untuk menginvestigasi dan mengecek bahwa orang-orang itu sedang menggunakan gua itu sebagai pangkalan sebelum akhirnya mengumpulkan pasukan berskala besar. Pemimpin dari pasukan itu adalah anggota dari guild terbesar «Holy Dragon Alliance». Beberapa pemain kuat dari «Knights of the Blood» dan guild-guild lain juga ikut. Tentu saja, sebagai seorang pemain solo, aku juga diundang untuk mengikuti grup itu.

Jumlah dan rata-rata level kita semuanya jauh lebih tinggi daripada Laughing Coffin, jadi kita pikir jika kita menyegel pintu masuk ke zona aman ke pangkalan mereka, akan ada kemungkinan besar mereka akan menyerah tanpa perlawanan. Tetapi— sama seperti bagaimana ada seseorang yang membongkar rahasia mereka...

Rahasia kita yang dijaga sepenuhnya dan strategi perang kita diketahui oleh mereka untuk beberapa alasan tertentu. Saat kami memasuki labirinnya, tidak ada anggota Laughing Coffin sedang menunggu di ruangan besar dari zona aman. Tentu saja, mereka tidak kabur atau bersembunyi di lorong-lorong dari labirin, tetapi menyerang kita dari belakang.

Mereka mempersiapkan berbagai jenis perangkap, racun, item tipuan dan berbagai cara untuk menyerang kita secara tiba-tiba dengan cara-cara yang tidak pasti. Clearing group benar-benar bingung pada awalnya, tetapi respons kepada situasi-situasi mendadak adalah sebuah kemampuan yang diperlukan oleh clearing group, jadi kita langsung menyiapkan diri kita sendiri lagi dan mulai menyerang ke belakang.

Tetapi— ada sebuah perbedaan yang tak diduga di antara Laughing Coffin dan clearing group.

Yaitu perasaan bersalah dari membunuh seseorang. Saat kita sadar bahwa anggota-anggota Laughing Coffin yang mengamuk tidak akan menyerah bagaimanapun HP mereka diturunkan, kita mulai bimbang.

Tentu saja, kita mendiskusikan kemungkinan ini sebelumnya, dan pada saat itu, kita membuat keputusan bahwa kita harus bertarung sekuat tenaga bahkan jika kita harus membuat HP musuh turun menjadi nol. Tetapi termasuk aku, anggota-anggota dari pasukan tidak dapat melakukan pukulan terakhir saat HP musuh berada dekat dengan angka nol. Salah satu dari prajurit bahkan melempar pedang dia dan berlutut ke tanah.

Pertama, ada beberapa martir di dalam para prajurit. Lalu, prajurit-prajurit yang sama yang mengamuk membunuh beberapa anggota-anggota dari Laughing Coffin juga.

Dan yang terjadi selanjutnya adalah sebuah neraka yang berdarah-darah.

Setelah pertarungan berakhir, ada 11 korban dari sisi para prajurit dan 21 dari sisi Laughing Coffin. Di antara mereka, aku sendiri menggunakan pedangku untuk membunuh dua dari mereka.

Tetapi di antara pemain-pemain yang mati dan tertangkap, tidak ada tanda dari nama pemimpin, PoH.

Dua belas pemain-pemain musuh lain yang selamat dari pertarungan itu semuanya dikurung di dalam penjara Dark Iron Palace. Jika pemain bermantel abu-abu itu benar-benar salah satu dari orang-orang yang selamat, aku mungkin harus berbicara dengannya pada suatu waktu setelah selesai dari pertarungan. Aku ingat cara bicaranya, tetapi tidak bisa mengingat wajah maupun namanya, semua ini karena aku memaksa diriku sendiri untuk melupakan tentang semua hal itu.

Tidak...

Tidak, mungkin di bawah mantel itu...

Adalah salah satu dari dua orang yang aku bunuh sendiri.

Tanpa diduga, aku memikirkan hal ini. Maka, aku terus memeluk lututku sambil aku duduk pada sebuah kursi dan buru-buru menggelengkan kepalaku. Aku mulai untuk menggertakkan gigiku dengan semua tenagaku dan mencoba untuk merubah pemikiranku.

Yang mati tidak bisa dihidupkan kembali. Di dalam insiden SAO, baik orang-orang yang aku cintai maupun yang aku benci, 4000 korban itu tidak akan pernah kembali lagi. Jadi orang itu di dalam mantel abu-abu pasti salah satu dari 12 anggota Laughing Coffin yang selamat. Aku seharusnya mengetahui nama-nama mereka. Aku berusaha sebaik mungkin untuk menahan rasa sakit dari mencari-cari dalam ingatan-ingatanku sambil aku mencoba untuk mengingat informasi mereka.

Lalu pada saat itu...

Aku lagi menyadari sebuah kemungkinan, dan terengah-engah.

Suara seperti metalik yang terdistorsi itu yang dikeluarkan oleh orang bermantel abu-abu itu adalah sebuah bisikan yang cukup dalam. Bagaimana jadinya jika dia berteriak dengan semua tenaganya...

Teriakan dari file suara yang aku dengar minggu lalu berdering di dalam kupingku lagi.

"...Ini, adalah kekuatan sebenarnya, tenaga sebenarnya! Orang-orang bodoh, ukirlah rasa takut dari nama ini di dalam hati-hatimu!"

"Nama dari pistol ini dan aku : «Death Pistol»... «Death Gun»!!"

Suara itu sangat mirip. Aku tidak mungkin salah. Suara-suaranya akan menjadi sama.

Orang itu—

Apakah orang bermantel abu-abu itu «Death Gun»?

Jika begitu, misiku untuk dive ke dalam GGO, menarik perhatian dan menjadi target «Death Gun» sudah selesai dengan cepat.

Tapi... Tapi, aku tidak pernah menduga hal-hal akan berjalan secepat ini.

«Death Gun» adalah seseorang yang selamat dari SAO, dan salah satu dari anggota SAO— kalau begitu.

Maka dia bisa menggunakan sebuah pistol di dalam game untuk membunuh dua pemain asli di dunia nyata.

Mungkin... Mungkin... Benar-benar ada kekuatan seperti itu...

Pada saat ini, aku tiba-tiba ditepuk pada bahu kiri, dan hampir berteriak. Aku benar-benar syok sambil aku bergetar, dan melihat ke atas, hanya untuk melihat rambut biru aqua berayun di depanku.

"Ada apa dengan ekspresimu...?"

Perempuan itu— Sinon merengut saat dia mengatakan hal itu. Aku hanya bisa memaksa sesuatu seperti sebuah senyuman pada dia.

"Ah...ti-tidak, tidak ada apa-apa..."

"Apakah pertarungan kamu barusan itu hampir kalah? Tapi kamu kembali cukup awal, kan?"

Setelah mendengarkan kata-kata ini, aku akhirnya ingat bahwa aku sedang ikut serta di dalam babak penyisihan dari turnamen «Bullet of Bullets». Aku mengedip, melihat sekitar, dan menemukan bahwa kubah yang sebelumnya terisi oleh pemain-pemain sekarang hanya ada setengahnya tersisa. Tampaknya ronde pertama dari babak penyisihan telah usai, dan para pemain yang kalah telah ditranspor ke permukaan. Musuhku selanjutnya seharusnya langsung muncul, dan ronde kedua akan mulai.

Tetapi dalam situasi seperti ini, aku tidak merasa aku masih bisa bertarung.

Aku terus menatap pada Spiegel, yang memberi suatu tampang yang agak terkejut dari kejauhan, dan Sinon yang berada tepat di depanku sebelum menghembuskan nafas dengan lemah dari mulutku.

Dengan langsung, Sinon memberi tatapan serius dan berkata,

"Kamu sudah sangat canggung setelah pertarungan pertama. Kamu terlihat seperti kamu pasti tidak akan dapat mencapai ke final. Semangatlah... Aku harus membalasmu karena telah menipuku!"

Setelah mengatakan itu, dia mengangkat tangan kanannya dan lagi menepuknya pada bahuku.

Aku secara tidak sadar menggunakan tanganku untuk memegang tangan kecilnya yang akan meninggalkanku. Aku lalu membawanya ke dadaku, dan lalu membiarkan lengannya di dahiku.

"Tu-Tunggu sebentar...apa yang kamu lakukan!?"

Sinon buru-buru membisikkan hal itu sambil dia bersiap untuk menarik tangan dia kembali. Tetapi, aku terus memegang erat pada tangannya dan tidak melepasnya.

Meskipun ini adalah kehangatan yang datang dari sebuah avatar poligonal, tetapi avatar ini mampu memberikanku kehangatan ini yang tidak bisa diartikan. Saat aku merasakan perasaan dingin yang menakutkan yang berdiam di hatiku, badanku mulai bergetar.

"...Apa yang kamu lakukan...?"

Aku mendengar sebuah suara yang terganggu pertama, dan lalu, aku merasakan tangan yang kecil dan hangat di dadaku itu mulai merileks.


Catatan Penerjemah dan Referensi[edit]

  1. 1.0 1.1 4-stroke scooter: artinya mesin 4-tak atau scooter/motor yang jalan menggunakan mesin 4 stroke. Mesin tersebut lebih kompleks dibandingkan dengan mesin 2 stroke atau 2-tak. Rev dan torque nya beroperasi lebih kuat dan mulus dibandingkan 2 stroke. 4 stroke menggunakan bensin sedangkan oli digunakan untuk lubrikasi. Yang 2 stroke malah menggunakan campuran tersebut untuk beroperasi. Perbedaan terbesarnya itu di mesin jadinya (Thanks ke Hitagi Tsundere dan SoulTranslator untuk info)
  2. Gerbang Jembatan Hirakawa
  3. Realitas Maya
  4. Bumi yang terealisasi
  5. Terjemahan literal: "Sebuah Radius Inkarnasi"
  6. Cracking
  7. Sci-Fi Virtual Reality Massive Multiplayer Online
  8. Meta-rule= aturan yang menjelaskan bagaimana aturan lain harus digunakan (seperti dalam AI)
  9. Terjemahan literal: Preservasi Relatif
  10. Battle Royal berarti sebuah pertandingan yang mencakup tiga atau lebih petarung yang bertanding hingga hanya ada satu petarung yang tetap berdiri.
  11. Job Archer
  12. Job Mage
  13. Peralatan perang
  14. 14.0 14.1 Non-playable character atau karakter yang tidak bisa dimainkan (AI)
  15. Cyber= Berhubung pada atau karakeristik dari kebudayaan komputer, teknologi informasi, virtual reality (realitas maya).
  16. 16.0 16.1 Pistol/Handgun
  17. 17.0 17.1 17.2 Senapan Mesin/Machine Gun
  18. 18.0 18.1 Senapan Serbu/Assault Rifle
  19. Balistika
  20. 20.0 20.1 Revolver
  21. Translasi= Tidak tersentuh
  22. Persepsi Lintasan Peluru
  23. Senapan submesin
  24. Sesuatu yang dirasai cocok
  25. Penyaring gambar
  26. Senapan Submesin
  27. Parabellum
  28. Medan Perlindungan dari Pistol Optikal
  29. Sistem Penukaran Uang
  30. Cara bermain
  31. Player versus Enemy
  32. Pilar Ionian
  33. Pilar Corinth
  34. Player vs Player
  35. Peti Mati Barat