Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 8 Cerita 1

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Sebuah Kasus Pembunuhan di dalam Area[edit]

April 2024, Lantai ke-57 Aincrad


Bagian 1[edit]

Sebenarnya apa yang berusaha di lakukan, gadis ini?

Baru saja, orang yang mengatakan "Cuacanya sangat baik, sehingga sempurna untuk tidur siang" memang aku, orang yang kembali berbaring di rerumputan untuk mendemonstrasikan kata-kata itu juga aku, dan tentu saja orang yang dengan ceroboh tertidur sekali lagi aku.

Tetapi, aku tidak menyangka bahwa sebelum aku telah terrtidur selama tiga puluh menit, aku akan membuka mataku untuk menemukan dirinya benar-benar telah tertidur tepat di sampingku. Seharusnya terdapat batasan mengenai seberapa jauh seseorang dapat melampaui perkiraanku. Aku tidak tahu harus apakah sebaiknya berpikir ini disebabkan oleh kepercayaan diri dan keberaniannya, karena luapan kemarahannya, atau mungkin sebenarnya hanya kekurangan tidur?

Benar-benar tidak ada yang dapat aku lakukan mengenai hal ini. Menggelengkan kepalaku ke kiri dan ke kanan dengan sebuah ekspresi ketidakberdayaan, aku memandangi wajah dari master rapier Asuna «The Flash» yang begitu cantik dan sedang tertidur nyenyak wakil-ketua dari guild "Knights of Blood".

Pada awalnya, karena cuaca hari ini begitu baik sehingga aku tidak bersemangat untuk pergi menuju dungeon, aku berencana untuk menghabiskan satu hari ini di sebuah bukit kecil di dekat area jalanan utama menghitung kupu-kupu.

Sebenarnya, cuacanya memang benar-benar baik. Ke-empat musim yang ada di dalam kota melayang virtual Aincrad ini disinkronisasikan dengan dunia nyata, tetapi derajat ketepatan dalam membuat ulang cuacanya itu sangat mencengangkan, baik itu adalah musim dingin yang kering ataupun musim panas yang lembab. Selain dengan suhu di luar, sistemnya juga memperhitungkan hujan dan angin, kelembapan, tingkat debu, dan bahkan jumlah serangga yang ada sebagai parameternya. Biasanya bila salah satu parameternya baik, kalian dapat menduga bahwa parameter yang lainnya akan menjadi buruk sekali.

Tetapi hari ini tidak sama, tidak hanya suhunya sempurna, cahaya hangat mentari yang merambat di udara, angin sepoi-sepoi lembut yang tidak terlalu lembab atau kering dan di atas semua itu, tidak ada serangga yang muncul. Bahkan bila ini musim semi, cuaca yang tenang dan menyejukkan hati ini tidak akan terjadi lebih dari lima kali setahun.

Dewa digital mungkin menghadiahkanku ini untuk semua kesulitan yang aku alami selama menyelesaikan garis depan, dan ingin aku berbaring untuk tidur sejenak. Mengetahui hal ini, aku hampir mau mengikuti kehendaknya tetapi.

Ketika aku berbaring di bukit yang dipenuhi rerumputan yang lembut ini dan mulai tertidur, sepasang sepatu putih tiba-tiba menginjak rerumputan yang ada di sampingku. Pada saat yang bersamaan, sebuah suara yang tidak asing dengan tegas berkata dari atas:

" Grup penyelesai yang sedang berada di dalam zona maze dan berjuang sebaik mungkin, mengapa kamu berada di sini dan dengan santainya tertidur? "

Dengan kedua mataku tertutup secara virtual, aku menjawab:

" Cuaca pada hari ini adalah yang terbaik dari sepanjang tahun ini, mengapa kita tidak menikmatinya dengan sepenuh hati? "

Suara yang tegas itu lalu berkata:

" Cuacanya tidak pernah berubah dan sama saja setiap harinya. "

Kepada hal ini aku mejawab:

" Bila kamu berbaring di sampingku kamu akan mengerti. "

Tentu saja, aku membalasnya dengan tenang, sesuai dengan keadaannya, tetapi aku tidak memiliki petunjuk mengenai apa yang dia pikirkan ketika dia benar-benar berbaring di sampingku dan bahkan tertidur lelap.

Biarkan aku sekarang memfokuskan ceritaku ke keadaan pada saat ini.

Sekarang adalah beberapa saat sebelum tengah hari, beberapa dari pemain yang datang dan pergi dari portal yang ada di alun-alunIt sedang memandangi Asuna dan aku yang berbaring di padang berumput ini. Beberapa dari mereka memandang terbelalak terkejut, beberapa tertawa keras-keras dan bahkan ada beberapa yang tidak sopan yang pada saat itu juga mengeluarkan recording crystal untuk mengambil gambar.

Akan tetapi, mereka tidak dapat benar-benar dipersalahkan. Wakil pemimpin dari KoB Asuna, adalah seorang monster penakluk yang dapat membuat anak-anak kecil yang menangis terdiam, dan memiliki sebuah mesin turbo yang terus menerus medorong garis depan. Dan mengenai pemain solo Kirito ini walaupun aku tidak menerimanya sekelompok orang sering mengira bahwa aku selalu bersama dengan gerombolan orang yang tidak punya kerjaan, seorang yang bodoh dan seseorang yang selalu bermain-main, dan seorang yang sangat nakal diantara grup penyelesai.

Dengan dua orang yang perbedaannya sangat drastis itu tidur bersama, bahkan aku, salah satu orang yang terlibat, terasa ingin tertawa melihatnya. Walaupun aku mengatakan hal itu, dia akan marah bila aku membangunkannya, dan akulah yang akan menderita. Karena itu, itu adalah prioritas terbesarku untuk membiarkannya tidur. Walaupun aku berkata begitu, aku tidak dapat melakukannya.

Karena bila «The Flash» terus tidur seperti ini, ia mungkin akan menjadi sasaran dari berbagai macam gangguan —— dan yang terburuk diantara semuanya, dia mungkin akan di-PK.

Benar bahwa alun-alun pusat dari area jalanan utama dari lantai ke-59 masih berada di dalam «area».

Lebih tepatnya, tempat ini seharusnya dikatakan berada di dalam «Area Efektif Kode Anti Kriminal».

Di dalam area ini, para pemain pastinya tidak dapat melukai para pemain lainnya. Bahkan bila mereka menggunakan senjata yntuk saling menghujam, hanya akan ada efek sistem berwarna ungu, dan HP bar dari pemain lain tidak akan turun walau hanya satu milimeter. Tentu saja, mereka tidak dapat menjarah perlengkapan orang lain.

Dengan kata lain, area ini tepat seperti arti dari istilah «Anti-Criminal» itu. Tidak ada cara untuk menjalankan perbuatan kriminal secara langsung. Ini adalah peraturan mutlak di dalam permainan kematian «SAO» ini, dengan level yang sama dengan peraturan bahwa «Begitu HP menjadi nol, hal itu berarti kematian».

Tetapi sayangnya, masih ada beberapa celah dari peraturan ini.

Salah satunya adalah ketika pemain sedang tertidur. Selama masa pertarungan yang panjang, para pemain menghabiskan banyak energi, sehingga mereka bisa dibilang jatuh pingsan ketika mereka tertidur, dan tidak dapat bangun bahkan dengan beberapa stimulasi kecil. Ketika seseorang menggunakan kesempatan ini untuk meminta duel dalam «Complete Decisive Mode 

Bagian 2[edit]

Setelah menerima «barang bukti» tali itu, Asuna dan aku meninggalkan ruangan dan kembali ke pintu masuk dari gedung gereja ini. Sementara mengenai barang bukti lainnya, tombak hitam pendek itu, aku telah memasukkannya ke dalam penyimpanan item milikku sebelum kami bergerak.

Aku telah meminta dua pemain yang aku kenal untuk menjaga pintu masuk. Aku berterima kasih kepada mereka dan mengatakan keraguanku, tetapi tidak ada yang bergerak melalui sini. Aku kembali ke alun-alun dan menaikkan tanganku kepada kerumunan yang melihat keributan itu sebelum berteriak keras-keras,

"MAAF. KEPADA SAKSI MATA YANG PERTAMA MELIHAT HAL INI, BILA KAMU MASIH BERADA DI SEKITAR SINI, DAPATKAH KAMI BERBICARA DENGANMU?"

Setelah beberapa detik, seorang gadis dengan takut-takut berjalan keluar dari kerumunan. Aku tidak pernah bertemu dengan orang ini sebelumnya. Dia memakai sebuah pedang satu-tangan biasa yang dibuat oleh seorang NPC. Kelihatannya dia adalah seseorang yang datang ke sini untuk melihat-lihat dari lantai tengah.

Apa yang menyakitkan hati adalah bahwa gadis ini sebenarnya menunjukkan sebuah ekspresi ketakutan setelah melihatku. Asuna lalu menggantikanku dan berjalan ke depanku sebelum berkata dengan nada suaranya yang lemah-lembut,

"Maaf untuk mengganggumu setelah kamu melihat sesuatu yang mengerikan seperti itu. Namamu adalah?"

"A... Namaku «Yoruko»"

Aku benar-benar memiliki sebuah kesan kecil mengenai suara yang sedikit gemetar ini, dan tidak dapat menahan diriku untuk bertanya.

"Apakah kamu adalah seseorang... yang berteriak pertama kali?"

"Y...Ya..."

Pemain wanita yang bernama Yoruko ini mengangguk; mengibaskan rambut biru gelapnya yang sedikit ikal dalam prosesnya . Dari penampilan avatar-nya, dia mungkin berusia sekitar 17-18 tahun.

Mata besarnya yang polos yang berwarna sama dengan rambutnya tiba-tiba mengeluarkan air mata.

"A...a...aku adalah teman dari orang yang baru saja terbunuh. Kami setuju untuk datang ke sini untuk makan hari ini, tetapi kami tersesat... dan... dan kemudian..."

Kelihatannya dia tidak dapat melanjutkan karena dia hanya dapat menggunakan tangannya untuk menutupi mulutnya.

Asuna dengan lemah lembut menepuk pundaknya yang sedikit gemetaran dan membawanya masuk ke gedung gereja itu, di sana terdapat banyak bangku yang ditata berdampingan, dan Asuna membiarkannya duduk di salah satu dari bangku yang ada sebelum duduk di sampingnya.

Sementara aku, berdiri sedikit lebih jauh sementara aku menunggu gadis itu untuk kembali tenang. Bila dia benar-benar melihat bagaimana temannya terbunuh dengan kejam, hal itu akan menimbulkan trauma besar bahkan melebihi dari apa yang dapat kami bayangkan.

Asuna dengan lemah lembut mengelus punggung Yoruko untuk beberapa waktu, dan Yoruko akhirnya berhenti menangis sebelum meminta maaf dengan nada berbisik yang samar-samar.

"Tidak apa-apa. Kami dapat menunggu. Bisakah kamu berbicara denga perlahan-lahan kepada kami setelah kamu menenangkan diri?"

"Ya...A-Aku sudah jauh lebih baik sekarang."

Tanpa disangka.Yoruko ternyata lumayan tabah sementara dia menegakkan punggungnya sementara Asuna menepuknya, dan mengangguk.

"Orang itu... bernama «Kains». Kami dulu berada di guild yang sama... dan terkadang membentuk grup bersama atau makan bersama... dan hari ini, pada awalnya kami datang ke sini untuk makan..."

Dia dengan paksa menutup kedua matanya, dan kemudian melanjutkan dengan suara yang gemetaran.

"...Tetapi karena terlalu banyak orang di sini, jadi kami tersesat di alun-alun... dan sementara aku melihat sekeliling, tiba-tiba, seseorang —— «Kains» jatuh dari jendela gedung gereja ini dan tergantung di udara... dan terdapat tombak pendek yang tertikamkan di dadanya..."

"Apakah kamu melihat seseorang di sekitar?"

Setelah mendengar pertanyaan Asuna, Yoruko segera terdiam.

Dia lalu dengan perlahan dan dengan jelas mengangguk.

"Ya... hanya untuk sesaat, tetapi aku rasa aku melihat... seseorang berdiri di belakang «Kains»..."

Aku tanpa sadar mengeratkan kepalan tanganku.

Apakah kriminalnya berada di dalam ruangan itu? Bila benar, kriminalnya mendorong korbannya—— «Kains» keluar dari jendela dan kabur sementara semua orang sedang melihatnya.

Bila begitu, kriminalnya pasti menggunakan sesuatu perlengkapan tertentu dengan kemampuan mengendap-endap, tetapi efek dari item seperti itu akan dengan sendirinya melemah ketika bergerak. Ngomong-ngomong, apakah kriminalnya mempunyai sebuah kahlian bersembunyi tingkat tinggi untuk mengimbangi kekurangan ini?

Pada saat ini, pikiranku berpikir mengenai istilah yang terdengar berbahaya ini, «Assassin».

Sword Art Online Vol 08 - 035.jpg

Jangan bilang bahwa benar-benar ada sistem senjata yang bahkan Asuna dan aku tidak tahu mengenai keberadaannya? Bila kemampuan seperti itu dapat meniadakan kode Anti-Kriminal...?

Asuna mungkin telah memikirkan hal yang sama denganku karena punggungnya menggigil. Akan tetapi, dia dengan segera mengangkat kepalanya dan bertanya kepada Yoruko,

"Apakah wajah itu adalaha seseorang yang kamu tahu?"

"..."

Yoruko menutup bibirnya dan merenung untuk beberapa waktu, dan setelah beberapa detik, menggelengkan kepalanya untuk menunjukkan bahwa dia tidak tahu. Setelah melihatnya menunjukkan hal itu, itu adalah giliranku untuk bertanya dengan nada suaraku yang setenang mungkin,

"Jadi... ini mungkin bukan waktu yang terbaik untuk menanyakan hal ini, tetapi apakah kamu memiliki petunjuk apapun...? Seperti alasan apa ysng menyebabkan Kains-san terbunuh..."

Seperti apa yang aku khawatirkan, Yoruko tiba-tiba menegang pada saat dia mendengar hal itu. Hal ini tidak dapat dihindarkan, karena aku bertanya kepada seorang gadis yang baru saja menyaksikan temannya terbunuh apakah ada suatu alasan untuk balas dendam yang menyebabkan hal itu. Pertanyaan mungkin tidak sopan, tetapi hal ini tidak dapat dihindarkan. Bila dia tahu seseorang yang membenci Kains, hal itu akan menjadi sebuah petunjuk kuat.

Tetapi kali ini, Yoruko menggelengkan kepalanya lagi.

Aku bisa dibilang kecewa, tetapi aku dengan mudah berkata "Begitu, maaf."

Tentu saja, itu mungkin karena Yoruko tidak tahu. Akan tetapi, kriminal yang membunuh «Kains» bisa jadi adalah pembunuh yang sesungguhnya atau seorang «Player Killer» di dalam MMORPG ini. Di dalam PK ini, mereka pada dasarnya adalah pemain yang ada untuk membunuh pemain lainnya. Para pemain merah yang mengadakan pembunuhan besar-besaran di seluruh Aincrad di dalam kegelapan adalah pemain macam ini.

Dengan kata lain, satu orang, dari ratusan orang yang disebut sebagai kriminal, pembunuh atau memiliki kecenderungan untuk menjadi seperti itu, mungkin telah membunuh «Kains» di dalam area melalui sebuah cara-cara yang misterius. Bila boleh jujur, aku benar-benar tidak tahu bagaimana untuk menemukan pembunuhnya dari begitu banyak orang yang ada itu.

Asuna kelihatannya telah mencapai kesimpulan yang sama karena dia dengan pelan menghela napas.


Karena Yoruko menunjukkan tanda-tanda bahwa dia tidak berani berjalan ke bawah sendirian, Asuna dan aku menemaninya ke penginapan terdekat sebelum kembali ke alun-alun tempat gerbang transfer.

30 menit telah berlalu semenjak insiden ini terjadi, dan orang-orang yang ada di sekitar telah berkurang jumlahnya. Akan tetapi, masih ada sekitar 20 pemain yang ada di tempat kejadian. Kebanyakan dari mereka adalah anggota penyelesai, menunggu laporan dari Asuna dan aku.

Asuna dan aku pertama menjelaskan kepada mereka bahwa nama dari korban pembunuhan adalah «Kains», dan cara dia terbunuh tidak diketahui. Aku lalu mengatakan kepada mereka bahwa kemungkinan ada teknik «PK di dalam area».

"...Itu adalah keseluruhannya. Semuanya perlu berhati-hati ketika berjalan di jalan. Bila mungkin, tolong ingatkan pemain lainnya juga."

Aku menyimpulkannya, dan mereka mengangguk dengan ekspresi wajah tegang.

"Dimengerti. Aku akan bertanya kepada mereka yang menjual informasi untuk mengumumkannya di koran..."

Seorang pemain perwakilan dari sebuah guild besar menjawab, dan semuanya menyebar. Aku melirik ke arah jam di ujung penglihatanku dan menemukan bahwa sekarang baru jam 7 lewat, yang menyebabkanku lumayan terkejut.

"Lalu... apa yang kita lakukan berikutnya?"

Aku bertanya kepada Asuna yang ada di sampingku, dan dia segera menjawab,

"Mari pertama-tama kita periksa barang bukti yang kita punya dulu, terutama tali dan tombak pendek itu. Bila kita tahu asalnya, kita mungkin dapat menemukan kriminalnya."

"Begitu... karena kita tidak dapat menemukan motif di balik pembunuhan ini, mari kita mulai dari barang bukitnya, begitu? Bila begitu, kita perlu menggunakan keahlian pemeriksaan. Kamu mungkin... tidak pernah menambahkan keahlian ini, bukan?"

"Aku rasa kamu juga tidak... ngomong-ngomong..."

Pada saat ini, ekspresi wajah Asuna mulai berubah. Dia menatapku dan berkata,

"Dapatkah kamu berhenti menyebutku dengan «kamu, kamu, kamu»!?"

"Eh? Ah, aku mengerti... lalu... haruskah aku menggunakan «-san»? «wakil-ketua»? Atau «The Flash-sama»...?"

Yang terakhir adalah bagaimana dia selalu dipanggil oleh anggota klub penggemarnya. Apa yang dia pikirkan mengenai nama panggilan itu telihat jelas ketika ekspresi wajah Asuna menjadi tegang dan dia membakarku dengan sebuah pandangan mata laser. Dia lalu berpaling ke samping dan berkata,

"Panggil saja aku «Asuna». Bukankah kamu juga memanggilku begitu sebelumnya?"

"Di-Dimengerti."

Aku, yang merasa takut, dengan patuh mengangguk dan dengan terburu-buru menarik topik pembicaraaannya kembali.

"Mengenai keahlian pemeriksaan... apakah kamu memiliki teman yang kamu tahu memilikinya...?"

"Hmm~"

Dia merenung untuk beberapa waktu, dan dengan cepat menggelengkan kepalanya.

"Aku memiliki teman yang menjalankan toko senjata, tetapi sekarang adalah waktu tersibuk pada hari ini, dan aku benar-benar tidak dapat memintanya untuk membantuku dengan segera..."

Benar bahwa ini adalah waktu ketika para pemain yang telah menyelesaikan petualangan mereka akan berlari ke sebuah toko senjata untuk memperbaiki atau membeli senjata.

"Bila begitu, aku akan bertanya kepada bos dari toko barang dagangan . Walaupun sebenarnya tingkat kecakapan pendekar besar berkapak itu agak menakutkan bagiku..."

"Apakah kamu berkata tentang... pria yang sangat tinggi itu? Aku rasa dia bernama... Agil atau semacamnya, bukan?"

Asuna bertanya kepadaku sementara aku dengan segera memanggil message window dan mulai mengetik.

"Tetapi bukankah toko seperti itu seharusnya lumayan sibuk sekarang, bukan?"

"Siapa yang peduli?"

Aku menjawab dan segera menekan tombol untuk mengirim.


Asuna dan aku berjalan keluar dari gerbang transfer, dan segera mencapai jalanan utama dari lantai 50 «Algade», dimana dengungan dan keributan masih sama seperti biasanya.

Gerbang transfer-nya masih terlihat, tetapi di sepanjang jalan pertokoan di jalan-jalan utama, terdapat banyak sekali toko yang didirikan oleh pemain yang berjajar bersama. Sedangkan mengenai alasan mengapa, itu karena biaya sewa di sini bukan main murahnya dibandingkan dengan jalan-jalan di lantai yang ada di bawahnya.

Tentu saja, area untuk toko berbiaya sewa murah ini sangat sempit, dan penampilannya kotor. Akan tetapi, beberapa pemain menyukai gaya Asia seperti itu —— atau berantakannya jalan-jalan toko elektronik tertentu. Aku adalah salah satu dari mereka juga, dan aku baru-baru saja berpikir untuk membeli sebuah rumah untuk pemain di sini dan menggunakan jalanan ini sebagai markasku.

Ditengah-tengah teriakan penawaran penjualan, aku mencium bau junk food datang dari salah satu kedai dan dengan cepat menuntun Asuna untuk maju. Pengguna rapier ini menyingkapkan sepasang kaki yang indah dari bawah mini-skirt dari seragam kesatria putihnya, dan dia yang terlihat seperti ini ketika berjalan sudah terlalu menarik perhatian.

"Oi, mari bergerak lebih cepat...OIII!!!"

Aku menyadari bahwa suara dari sepatu hak tinggi di sisi kiri belakangku sedang bergerak menjauh dan semakin menjauh, jadi aku membelalakkan mataku dan berteriak.

"BAGAIMANA BISA KAMU MEMBELI BARANG-BARANG BEGITU SAJA!!!"

«The Flash»-sama, yang membeli sebuah kebab yang terlihat mencurigakan dari seorang penjaja yang terlihat mencurigakan, mencoba segigit kebab itu dan menjawab dengan acuh tak acuh,

"Kita baru saja berlari setelah hanya memakan salad saja. Yup, makanan ini terasa enak."

Dia terus mengunyah dan berkata kepadaku "Ambil ini" sementara dia menyerahkan kebab lain di tangan kirinya kepadaku.

"Eh? Untukku?"

"Tidakkah aku berkata bahwa aku ingin mentraktirmu?"

"Ah...ahh..."

Aku dengan tanpa sadar menurunkan kepalaku berterima kasih dan menerima kebab itu, dan kemudian menyadari traktiran yang seharusnya diberikan oleh pihak satunya berganti dari sebuah set makanan mewah menjadi sebuah kebab. Sebagai catatan sampingan, biaya dari makanan itu diambil dari item window kami berdasarkan rata-ratanya.

Aku mengunyah kebab khas sebuah etnis yang mempunyai rasa asing yang unik, berpikir bahwa aku harus memakan masakan gadis ini suatu hari, sementara aku bergerak maju.

Ketika dua tusuk kebab itu selesai dimakan, kami sampai di tempat tujuan kami. Aku membuka tanganku untuk melepaskan batang kayu itu menghilang, dan mengelap tanganku yang tidak kotor ke mantel kulit sebelum berbicara ke pemilik toko yang punggungnya sedang menghadap kami,

"Halo~ kami berada disini~"

"...Aku tidak akan melayani orang-orang yang bukan pelanggan."

Bos dari toko bahan makanan dan pendekar berkapak Agil ini menggerutu dengan sebuah suara yang aneh yang tidak cocok dengan penampilannya yang kasar, dan kemudian, mengatakan kepada pelanggan yang ada di tokonya,

"Maaf, kami akan menutup tokonya untuk hari ini."

"""Ehh!?""" Ketika mendengar gerutuan dari para pelanggan, penjaga toko yang berbadan besar dan tegak itu menarik badannya dan meminta maaf sementara dia menghalau semua pelanggannya keluar. Dia lalu memanggil menu pengaturan tokonya untuk menutup tokonya.

Rak-rak yang sangat berantakan secara otomatis menutup, dan pintu logam yang ada diluar mengeluarkan sebuah suara berderik sebelum menutup. Pada saat ini, Agil akhirnya berbalik untuk melihatku dan berkata,

"Kataku, Kirito. Di dalam bisnis, hal terpenting yang harus dicari pebisnis adalah kepercayaan, dan hal kedua yang terpenting itu masih kepercayaan. Aku akan melewatkan yang ketiga dan yang keempat, bila ada kesempatan, aku akan menaikkan harga besar-besaran..."

Catatan-catatan aneh ini menghilang ketika dia menyadari pemain yang berdiri di belakangku. Janggut Agil yang berada di dasar dari kepalanya yang gundul menggeleng sementara dia hanya berdiri di sana. Asuna sendiri tersenyum dengan sungguh-sungguh sementara dia mengangguk kepadanya.

"Lama tidak berjumpa, Agil-san. Aku minta maaf untuk mengganggumu tanpa pemberitahuan sebelumnya, tetapi ini adalah masalah darurat, dan kami benar-benar butuh bantuanmu..."

Ekspresi wajah Agil yang tegang dengan segera mengendur, dan dia menepuk dadanya sendiri untuk berkata serahkan hal itu kepadanya, dan bahkan menyajikan kami teh.

Para pria, yang tidak dapat menahan parameter bawaan mereka, adalah benar-benar orang yang menyedihkan.


Agil selesai mendengarkan apa yang kami katakan kepadanya di dalam sebuah ruangan di lantai dua, dan kelihatannya mengerti keseriusan situasi ini juga karena kedua matanya yang berada di bawah alisnya yang acak-acakan menyempit.

"Apakah kamu berkata bahwa HP-nya turun menjadi nol di dalam «area»? ——Apakah kamu yakin itu bukan sebuah duel?"

Raksasa itu berkata dengan sebuah suara yang tebal dan sedikit berat, dan aku, yang menyandarkan tubuhku di belakang kursi, secara perlahan mengangguk.

"Di dalam situasi itu, tidak mungkin bagi kami untuk tidak melihat layar pernyataan kemenangan, jadi kita perlu memikirkan hal ini dengan aspek seperti itu. Juga... bahkan bila itu adalah sebuah duel, korbannya baru mau pergi mencari makan, jadi akan mustahil baginya untuk menerima permintaan semacam itu. Lagipula, itu juga adalah «Decisive duel mode» ."

"Dia sedang berjalan bersama gadis itu... Yoruko-san sebelum dia meninggal, jadi itu pasti bukan «Sleep PK»."

Asuna mengocok gelas yang seperti mug yang ada di sebuah meja bundar kecil dan menambahkan.

"Lagipula, terlalu rumit untuk mengadakan duel secara tiba-tiba seperti ini. Aku rasa kita dapat menganggapnya sebagai suatu PK yang sudah di rencanakan. Dan... dengan ini..."

Aku membuka window milikku dan mematerialisasikan barang bukti tali itu dari item storage milikku dan menyerahkannya kepada Agil.

Tentu saja, ujung yang terikat dengan meja telah lepas, tetapi sisi lainnya terikat dalam sebuah simpul besar.

Agil menaruh simpul itu tepat di depan mataku, memberikan pandangan mata jijik dan mendengus dengan dingin sebelum menyentuhnya dengan jemarinya yang besar.

Dia memilih «Inspection Skill» yang muncul di window. Asuna dan aku tidak memiliki keahlian semacam itu, dan bahkan bila kami menmilihnya, kami hanya akan mendapat sebuah pesan yang memberitahukan mengenai kegagalan usaha tadi . Akan tetapi, sebagai seorang pedagang, Agil pasti dapat mendapat informasi hingga tingkatan tertentu.

Pada akhirnya, raksasa itu menggunakan sebuah suara berat untuk menyatakan apa yang hanya dia yang dapat layarnya.

"...Sayangnya, tali ini tidak dibuat oleh pemain, tali ini hanyalah benda biasa yang dapat dibuat di dalam toko NPC. Tali ini juga bukan sebuah benda dengan kualitas yang tinggi. Durabilitasnya telah berkurang setengah. "

Aku mengingat kejadian yang mengerikan itu, dan mengangguk.

"Aku rasa begitu. Lagipula, tali ini digunakan untuk menggantung seorang pemain dengan full-plate armour. Bebannya pasti lumayan berat."

Tetapi kepada seorang pembunuh, beberapa detik sudah cukup untuk menjatuhkan HP orang itu turun menjadi nol.

"Jangan khawatir. Aku tidak berharap banyak dari tali ini juga. Hal yang penting adalah ini."

Aku menyentuh item window milikku yang masih terbuka dan mematerialisasikan item berikutnya.

Tombak hitam pendek yang mengkilat ini dengan segera menciptakan sebuah perasaan berat di dalam ruangan yang kecil ini. Dalam hal kelas senjata, tombak pendek ini tidak dapat dibandingkan dengan senjata utama Asuna dan aku, tetapi saat ini, ini bukanlah masalahnya. Tombak ini digunakan oleh seseorang untuk mengakhiri nyawa pemain lain secara kejam, dan dapat dikatakan sebagai sebuah «senjata pembunuh» yang sebenarnya.

Aku dengan waspada meletakkan tombak pendek itu di tangan Agil untuk mencegah tombak itu menyentuh yang lainnya.

Seluruh tombak ini dibuat dari emas berwarna hitam, dan senjata semacam ini benar-benar langka. Panjangnya mungkin sekitar 1m, dan pada pangkalnya terdapat pegangan sepanjang 30cm. Di ujung lain tombaknya terdapat bilah pedang sepanjang 15cm.

Ciri-ciri khusus dari senjata ini adalah tombaknya sendiri kelihatannya diselimuti oleh duri-duri pendek. Ketika tombaknya ditikamkan jauh kedalam tubuh musuh, senjata itu akan menciptakan sebuah efek unik yaitu menjadi tidak dapat ditarik dengan mudah karena duri-duri itu. Jumlah poin strength yang tinggi diperlukan untuk dapat menariknya.

Di dalam dunia ini, tingkat strength itu diwakilkan oleh jumlah parameter yang ditentukan oleh pemain dan juga kekuatan sinyal yang dilepaskan dari otak ke Nerve Gear. Pada saat itu, orang yang menggunakan full-plate itu diserang oleh ketakutan —— Kains,tidak bisa memproduksi sinyal yang jelas untuk menggerakkan tubuh virtual-nya, yang adalah sebab kenapa tombak itu tidak bergerak bahkan ketika dia menggunakan kedua tangannya untuk menggenggamnya.

Pada saat aku memikirkan hal ini, aku merasa lebih yakin bahwa ini bukanlah PK yang tiba-tiba. Ini mungkin adalah «pembunuhan yang sudah direncanakan». Ini karena kematian yang disebabkan oleh «Continuous Pierce damage DOT» terlalu kejam. Korbannya tidak terbunuh oleh teknik pedang maupun senjata dari musuhnya —— tetapi oleh kepengecutan dirinya sendiri.

Pemikiran ini secara instan muncul di pikiranku, dan dengan tiba-tiba terganggu oleh Agil, yang telah menyelesaikkan pemeriksaannya.

"Benda ini dibuat oleh seorang PC[1]."

Asuna dan aku dengan segera mendorong tubuh kami ke depan dan secara tidak saja berteriak, ""Benarkah?""

Sebuah item yang dibuat oleh PC berarti senjata ini dibuat oleh seorang pemain dengan «Smelting Skill [2]». Di sana pasti ada catatan mengenai «nama» pemain yang membuatnya. Selain itu, tombak pendek ini kemungkinan hanya item satu-satunya. Ketika kita bertanya secara langsung kepada pemain yang membuatnya, ada kemungkinan besar kami untuk mengetahui siapa yang memesannya.

"Siapa pembuatnya?"

Ketika mendengar suara Asuna yang menekan, Agil merendahkan kepalanya sementara dia melihat kepada window-nya dan menjawab,

"«Grimlock»... itu adalah bagaimana dia diucapkan[3]. Aku tidak pernah mendengar nama orang seperti itu, jadi setidaknya dia bukanlah seorang penempa pedang tingkat tinggi. Mungkin dia hanyalah seseorang yang melatih teknik meleburnya hanya untuk menempa senjatanya sendiri..."

Bila bahkan pedagang seperti Agil tidak tahu siapa penempa pedang ini, jelas bahwa Asuna dan aku tidak akan mengetahuinya; dan ruangannya kembali tenang sesaat.

"Akan tetapi, kita seharusnya dapat menemukan orang itu. Bila dia berhasil menaikkan peringkatnya hingga sejauh ini untuk membuat senjata ini, tidak mungkin dia bermain sebagai seorang pemain solo setiap saat. Bila kamu pergi dan mendengarkan gosip yang ada di lantai menengah, kamu pasti akan menemukan seseorang yang pernah menjadi satu tim dengan «Grimlock» sebelumnya."

"Benar. Tidak mungkin ada banyak orang yang seperti idiot ini."

Agil mengangguk, dan bersama dengan Asuna, melihat pemain solo bodoh ini.

"Wha...Apa? A-Aku kadang-kadang membentuk kelompok dengan para pemain lainnya juga."

"Hanya selama pertempuran dengan bos."

Setelah dimarahi dengan dingin seperti ini, aku hanya dapat tetap terdiam karena aku tidak dapat menyanggahnya.

Asuna mendengus, dan kemudian berbalik untuk melihat tombak pendek yang ada di tangan Agil.

"Tetapi... sejujurnya, bahkan bila kita bertemu dengan «Grimlock» ini, dia mungkin tidak akan berkata terlalu banyak kepada kita..."

Aku setuju dengan pendapat itu.

Yang membunuh Kains sebenarnya adalah seorang pemain merah yang tidak diketahui yang membeli tombak pendek ini dan bukan penempa pedang «Grimlock» itu sendiri. Menggunakan senjatanya sendiri, yang terekam dengan «nama» mereka sendiri, untuk membunuh seseorang pada dasarnya seperti menulis namanya sendiri di chopper[4] di dunia nyata dan menggunakannya untuk membunuh. Tetapi ngomong-ngomong, pemain kelas pengrajin yang memiliki sejumlah pengetahuan dan pengalaman seharusnya dapat menentukan maksud dari pelanggannya ketika mendesain senjata ini.

«Continuous Pierce Damage DOT» itu memiliki efek yang lumayan lemah terhadap monster. Para Mobs, yang bertindak berdasarkan sistem, juga tidak menunjukkan tanda-tanda ketakutan. Bahkan bila mereka terkena stun oleh senjata penikam itu, mereka akan segera menarik keluar benda itu. Tentu saja, monsternya tidak mungkin mengembalikannya baik-baik kepada pemainnya, sebaliknya dia melemparkannya jauh-jauh, jadi tidak mungkin untuk mendapatkan senjata itu lagi hingga pertarungannnya selesai.

Karena itu, tombak itu pastinya dibuat dengan niat untuk menghadapi pemain lainnya. Dari semua penempa pedang yang aku kenal, semuanya akan menolak begitu mereka mengetahui desain senjatanya.

Tetapi Grimlock masih membuat tombak ini.

Dia mungkin bukan pembunuhnya —— kita dapat mengetahui namanya melalui proses validasi —— tetapi dia mungkin adalah orang yang mudah dipaksa, atau bahkan seorang pemain yang secara rahasia adalah bagian dari sebuah guild merah.

"...Paling tidak dia tidak akan menunjukkan rahasia ini kepada kita dengan mudah. Bila dia ingin bayaran untuk informasi yang diberikannya..."

Aku baru saja berbisik, dan Agil menggelengkan kepalanya dengan penuh semangat sementara Asuna menatap tajam kepadaku.

"Kita masing-masing akan membayar setengah kalau begitu."

"...Aku mengerti. Lagipula aku sedang melakukan investigasi secara diam-diam juga."

Setelah mengangkat bahu, aku menanyakan pertanyaan terakhirku kepada pedagang yang pelit itu.

"Ini mungkin tidak akan banyak memberi petunjuk, tetapi beritahukanlah aku nama senajata ini."

Raksasa gundul itu menurunkan kepalanya untuk ketiga kalinya untuk melihat window dari senjata itu, dan berkata,

"Ya...senjata ini bernama «Guilty Thorn». Yang berarti duri-duri dosa, bukan?"

"Begitu..."

Aku melihat tombak pendek berduri itu lagi. Tentu saja, nama dari senjata itu ditentukan secara acak dari sistemnya, jadi nama ini juga tidak mungkin memiliki «kehendak manusia» apapun di dalamnya.

——Akan tetapi.

"Guilty...Thorn..."

Gumaman Asuna tiba-tiba menyebabkanku menggigil.

Bagian 3[edit]

Asuna, Agil, dan aku, kami bertiga bergerak dari gerbang transfer di «Algade» menuju ke lantai terendah dari Aincrad, «Starting City».

Tujuan kami adalah untuk memeriksa «Monumen Kehidupan» yang berada di dalam Black Iron Palace. Kami perlu untuk setidaknya memeriksa apakah penempa pedang Grimlock ini masih hidup sebelum kami mencarinya.

Sekarang adalah musim semi, tetapi «Starting City» yang besar ini masih dimandikan oleh suasana ketandusan.

Tentu saja, ini bukanlah hasil dari cuaca yang dibuat secara acak. Jalanan yang lebar yang ditutupi oleh kegelapan tidak memiliki tanda-tanda adanya pemain lain di sekitarnya, dan bahkan BGM yang dimainkan oleh band NPC semuanya adalah melodi-melodi yang membahayakan.

Baru-baru ini, aku mendengar mengenai sebuah peraturan yang bukan main —— guild terbesar di lantai-lantai terbawah, organisasi mandiri «Aincrad Liberation Army» melarang para pemain untuk keluar di waktu malam. Kelihatannya ini mungkin saja terjadi. Terdapat bebebrapa kelompok patroli yang memakai zirah pelindung abu-abu gelap sementara kami berjalan.

Dan ketika orang-orang itu melihat kami, mereka dengan segera berlari ke arah kami seperti barisan polisi pemuda yang menangkap anak-anak sekolah menengah yang membolos. Mereka semua mundur ketika mereka melihat serangan pandangan nol mutlak Asuna yang dingin, tetapi tindakan-tindakan seperti itu sangat menegangkan.

"...Tidak heran Algade sangat ramai... hal-hal yang dijual di sini sangat mahal..."

Setelah mendengarku menggumamkan hal ini tanpa sadar, Agil memberitahukanku sebuah rumor yang bahkan lebih menakutkan.

"Aku dengar bahwa guild bernama army ini baru-baru ini berencana untuk mulai «menarik pajak» dari para pemain."

"Eh!?Pajak? Tidak mungkin... bagaimana cara mereka melakukannya?"

"Aku tidak tahu mengenai itu... mungkin mereka akan secara otomatis menariknya dari hasil jarahan dari membunuh monster?"

Agil dan aku dengan bodoh bercanda seperti ini, tetapi ketika kami menginjakkan kaki di lantai batu dari Black Iron Palace, kami segera menutup mulut.

Seperti namanya, tempat ini adalah sebuah bangunan besar yang dibangun dari tiang-tiang hitam mengkilat dan papan-papan logam. Udara di dalamnya jelas lebih dingin dari yang di luar. Bahkan Asuna, yang bergerak dengan cepat, kelihatannya kedinginan sehingga dia menggosok kedua lengannya yang terbuka.

Mungkin alasan mengapa tidak ada siapapun di dalam adalah karena ini sudah larut malam.

Selama siang hari, banyak orang tidak percaya mengenai kematian teman-teman atau kekasih mereka dan datang ke sini untuk memeriksanya. Ketika mereka melihat sebuah garis tanpa ampun mencoret nama yang mereka cari, mereka biasanya mulai menangis keras-keras. Aku rasa Yoruko, yang melihat kematian dari temannya Kains masih akan datang ke sini besok untuk memeriksa. Sebenarnya, bahkan aku melakukan hal yang sama tidak terlalu lama sebelumnya, dan sekarang ini, aku belum dapat untuk benar-benar melangkah keluar dari ingatan yang menyakitkan itu sama sekali.

Hanya seperti itu, kami berjalan ke dalam ruang lobi yang kosong, diterangi oleh api-api biru.

Asuna dan aku tiba di «Monumen Kehidupan» yang terpampang selebar 10m, dan kami menatap di bagian yang dimulai dengan huruf «G» dengan urut secara alfabet.

Agil terus berjalan ke arah kanan. Asuna dan aku menahan napas kami ketika kami melihat nama-nama yang disebutkan, dan kelihatannya menemukan nama itu pada saat yang bersamaan.

«Grimlock». Di tengahnya —— tidak ada garis.

"...Masih hidup."

"Yeah."

Kami berdua menghembuskan napas lega pada saat yang bersamaan. Sedikit lebih jauh dari kami, Agil sedang melihat kolom «K», dan segera berkata kepada kami dengan sebuah tampang serius,

"Kains' benar-benar sudah meninggal. Tanggal kematiannya adalah bulan Sakura, hari ke-22, 18:27."

"...Tanggal dan waktunya benar. Itu adalah saat kami meninggalkan restoran."

Asuna menggumam dan melihat ke bawah, merendahkan kedua alisnya yang panjang. Agil dan aku berdoa dalam hening. Romanisasi[5] dari «Kains» seharusnya terbaca sama seperti apa yang tertulis. Kami memeriksakannya dengan Yoruko sebelumnya.

Setelah menyelesaikan semua yang perlu kami lakukan, kami meninggalkan Black Iron Palace dan menghembuskan udara yang ada di dalam kami. Tanpa kami ketahui, BGM yang bermain di jalan telah menjadi sebuah slow waltz[6] yang digunakan pada larut malam. Semua toko NPC telah tutup, dan sedikit lampu jalanan adalah satu-satunya jenis benda yang menerangi jalan. Kelompok-kelompok patroli dari «Army» telah menghilang.

Kami bergerak ke alun-alun dalam hening dimana gerbang transfer-nya berada, dan pada saat inilah, Asuna secara tiba-tiba berbalik untuk melihatku.

"...Kita akan mulai mencari Grimlock besok."

"Kamu benar..."

Aku menganggukkan kepalaku setuju. Alis Agil yang tebal merengut.

"Yah... pekerjaan utamaku adalah pedagang, bukan seorang pendekar..."

"Aku tahu. Itu adalah semua yang perlu kamu lakukan sekarang, pedagang."

Aku menampar pundaknya dan menepuknya. Agil memberikan sebuak ekspresi lega, tetapi dengan malu-malu membisikkan sebuah kata maaf untuk meminta maaf.

Jago kelahi tua ini tidak benar-benar berpikir bahwa «bisnis adalah prioritas» atau «ini benar-benar merepotkan untuk diinvestigasi». Dia hanya tidak ingin bertemu pemain itu yang menciptakan tombak pendek seperti itu yang telah membunuh seseorang. Tentu saja, dia tidak takut; sebenarnya kebalikannya —— dia khawatir bahwa kemarahan yang biasanya dia salurkan kepada para monster akan tiba-tiba meledak.

Agil meninggalkan kami dengan sebuah'Lakukan yang terbaik, kalian berdua', dan menghilang ke dalam gerbang transfer. Asuna sudah siap untuk kembali ke markas besar untuk beberapa lama, jadi kami berpisah untuk hari ini.

"Mari bertemu di gerbang transfer di lantai ke-57 jam 9 besok. Kamu harus sampai di sana tepat waktu, dan jangan ketiduran."

Begitu mendengar Asuna mengatakan ini dengan nada dari seorang guru atau kakak perempuan —— walaupun aku tidak mempunyainya di dunia nyata —— aku hanya dapat tersenyum kecut dan mengangguk.

"Aku mengerti. Kamu seharusnya yang perlu tidur yang cukup. Bila kamu khawatir, aku dapat berjaga disamping——"

"TIDAK PERLU!"

Setelah meninggalkan kata-kata itu, wakil pemimpin dari KoB dengan cepat berbalik dan melompat ke dalam gerbang transfer, meninggalkan bayang-bayang berwarna merah dan putih.

Aku, yang ditinggalkan, hanya dapat berdiri di depan gerbang yang mengeluarkan cahaya biru dan putih untuk sementara waktu dan mengurutkan apa yang terjadi sepanjang hari. Pertama-tama, ini hanyalah sebuah yang «Cuaca hari ini baik» yang sederhana, dan walaupun begitu aku akhrinya menjadi penjaga tidur Asuna «The Flash»; dan ketika kami berdua akhirnya berhasil pergi untuk makan malam, kami akhirny terlibat di dalam sebuah kasus pembunuhan yang terjadi di dalam «area», dan sekarang aku menjadi entah seorang detektif atau asistennya dalam menghadapi misteri pembunuhan ini.

Tentu saja, setiap hari di dalam kota yang melayang Aincrad ini «tidak normal», tetapi sudah satu setengah tahun sejak permainan kematian ini dimulai pada tanggal 6 November 2022, dan kebanyakan pemain, termasuk aku —— setidaknya tinggal di area tengah. Kebanyakan dari kamu dengan sengaja melupakan kehidupan kami di dunia nyata dan memfokuskan diri untuk bertahan hidup di dalam «Kehidupan Sehari-hari» ini yang terdiri dari pedang, bertempur, koin-koin emas, dan dungeon.

Tetai insiden hari ini menyebabkanku berakhir di sebuah macam lain dari ketidaknormalan. Aku tidak tahu apakah ini akan menjadi semacam hal permanen untuk yang akan datang...

Sementara aku memikirkan mengenai ini, aku mengambil beberapa langkah ke depan, memasuki gerbang transfer biru itu dan menggunakan perintah suara untuk mengirmkanku ke dalam tempat tinggalku untuk saat ini —— area jalan utama dari lantai ke-48, «Lindas»; sebuah perasaan seperti melayang mengitariku dengan sebuah kilauan yang kuat.

Sementara kakiku mendarat di tanah sekali lagi, aku melangkah ke depan ke lantai batu yang berbeda warna, dan pemandangan di sekitar segera berganti. Baru seminggu kurang sejak aku menggunakan jalanan utama dari Lindas sebagai sebuah markas, tetapi aku menyukai kota ini dengan sungai-sungai yang mengalir di sekitar jalan-jalan dan mobil air bergerak didalamnya. Akan tetapi, sekarang sudah di atas jam 10 malam, dan jalanan ditutupi oleh pemandangan malam. Bagaimanapun juga, suara dari para penempa yang bekerja tidak peduli dimana aku berada selama siang hari telah benar-benar menghilang.

Aku meninggalkan gerbang transfer, merenungkan mengenai apakah aku harus dengan menurut mengikuti janji yang aku buat dengan wakil-pemimpindono dan langsung pergi tidur atau membeli minuman di dalam sebuah bar yang dijalankan oleh seorang NPC. Pada saat itu ——

6-7 pemain tiba-tiba mengepungku.

Aku dengan segera bersiap untuk menghunus pedang yang ada di punggungku. Bahkan bila aku dikelilingi oleh puluhan orang, aku tidak akan berada di dalam bahaya selama aku berada di dalam «area» —— tetapi akal sehat seperti itu menjadi sedikit tidak dapat dipercaya setelah kejadian-kejadian yang terjadi selama beberapa jam terakhir ini.

Aku hanya menggerakkan jemari di tangan kananku dan mengendalikan doronganku untuk menghunus pedangku.

Aku telah bertemu dengan semua orang di dalam kelompok ini. Mereka semua adalah anggota dari grup penyelesai «Divine Dragon Alliance». Aku telah berbicara dengan salah seorang dari mereka, yang dapat dibilang adalah salah satu dari pejabat mereka, berdiri di antara pemain yang berbaris dalam setengah lingkaran.

"Selamat malam, Schmitt-san."

Aku memulai percakapan dengan tersenyum dan menyapanya, dan pengguna tobak besar berbadan besar dan tegap ini kelihatannya kehilangan kata-kata, tetapi dia dengan segera mengernyit berat dan berkata,

"...Kirito-san, aku memiliki sesuatu yang perlu aku tanyakan kepadamu, jadi aku jauh-jauh datang ke sini untuk menunggumu kembali."

"Heh, aku tidak berpikir bahwa kamu akan menanyakan mengenai ulang tahunku atau golongan darahku..."

Aku secara insting bercanda, dan alis tebal dibalik rambut pendeknya yang seperti jago dari klub olahraga berdenyut.

Kami berada di dalam kelompok penyelesai dan kami tidak memiliki hubungan permusuhan, tetapi aku hanya tidak dapat akur dengan orang dari «Divine Dragon Alliance». Sebagai perbandingan, hubunganku dengan «Knights of the Blood» dibawah pimpinan Asuna mungkin lebih baik.

Alasan mengapa kami tidak dapat akur adalah karena sementara «Knights of the Blood» bertujuan untuk «menyelesaikan permainan dengan secepat mungkin», anggota dari «Divine Dragon Alliance» bertujuan untuk mendapatkan «kehormatan sebagai guild terkuat». Mereka pada dasarnya tidak akan berkelompok dengan guild lainnya dan tidak akan dengan terbuka memberitahukan informasi mengenai area-area latihan. Selain itu, mereka juga memaksa dengan sangat untuk memberikan serangan terakhir kepada bosnya —— karena jarahan yang didapat dan bonus experience point-nya.

Dilain pihak, bila aku memikirkannya dari sudut pandang lain, kelompok orang-orang ini mungkin berpikir untuk menikmati permainan bernama SAO ini, jadi aku tidak pernah benar-benar menolak mereka karena hal ini. Akan tetapi, karena aku telah menolak untuk bergabung dengan guild mereka dua kali, hubungan kami tidak dapat dianggap baik.

Sekarang ini, ketujuh orang ini kelihatannya mengepungku dengan membuat setengah lingkaran dengan punggungku menghadap gerbang transfer, tetapi mereka pasti telah menghitung jaraknya sebelumnya. Jarak ini tidak akan membuat pemain untuk merasa bahwa mereka telah «terkurung» dan tidak dapat bergerak, tetapi bila aku ingin pergi, aku pasti akan menyentuh salah satu dari mereka, dan aku pasti akan dengan alami berpikir terlebih dahulu bila aku perlu melakukan sesuatu yang kasar. Hal ini membentuk sebuh situasi «pemojokkan yang mencurigakan».

Aku benar-benar menahan dorongan untuk menghela napas dan mengganti nadaku untuk bertanya kepada Schmitt,

"Aku akan menjawab semua yang aku ketahui. Apa yang ingin kamu tanyakan?"

"Insiden PK di dalam area di lantai ke-57 sore ini."

Aku sudah menduga jawaban itu sementara aku mengangguk, bersandar ke dinding batu dan melipat kedua lenganku di depan dadaku sebelum menggunakan sebuah ekspresi mata untuk memintanya untuk melanjutkan.

"Aku dengar bahwa itu bukanlah sebuah duel... bukan?"

Dia menggunakan sebuah suara berat yang menarik untuk bertanya, dan aku berpikir untuk beberapa saat sebelum mengangkat bahuku dan menjawab,

"Itu adalah apa yang dapat aku pastikan. Tidak ada orang di tempat kejadian yang melihat window yang menunjukkan pemenangnya. Tentu saja, mungkin ada beberapa alasan mengapa tidak ada dari mereka yang dapat menemukannya."

"..."

Rahang Schimitt yang berbentuk persegi dengan segera menutup, dan pelindung di bawah lehernya mengeluarkan sebuah suara.

Anggota dari «Divine Dragon Alliance» harus memakai zirah dengan warna perak dan biru sebagai warna dasar. Tombak panjang sepanjang 2m yang ada di punggungnya tampak sangat mencolok karena ujungnya yang tajam memiliki bendera segitiga dari guild mereka yang terikat di sana.

Setelah keheningan sesaat, Schmitt berkata dengan sebuah suara yang lebih berat,

"Aku dengar pemain yang terbunuh itu bernama «Kains»... apakah itu benar?"

"Temannya yang menyaksikan keseluruhan insiden ini berkata begitu. Aku baru saja memeriksa di dalam Black Iron Palace. Tanggal dan penyebab kematiannya benar-benar sama."

Aku melihat lehernya yang tebal sedikit menelan ludah, dan akhirnya mulai merasa curiga. Aku menelengkan kepalaku dan bertanya kepadanya,

"Apakah kamu mengenal orang yang telah meninggal itu?"

"...Bukan urusanmu."

"Oi oi, mengapa hanya kamu yang dapat bertanya..."

Aku baru berkata setengah jalan ketika dia tiba-tiba menggeram marah kepadaku,

"KAMU BUKAN SEORANG POLISI KAN!? KELIHATANNYA KAMU MELAKUKAN BANYAK INVESTIGASI SECARA RAHASIA DENGAN WAKIL PEMIMPIN DARI KOB, TETAPI KALIAN BERDUA TIDAK MEMILIKI HAK UNTUK MENYIMPAN SEMUA INFORMASINYA SENDIRI!"

Dia mengeluarkan sebuah auman yang bahkan dapat didengar oleh mereka yang berada di luar alun-alun, dan anggota lain di sekitarnya menunjukkan ekspresi kesusahan sementara mereka melihat sekeliling. Kelihatannya Schmitt tidak pernah memberitahukan mereka rinciannya dan hanya ingin mereka berkumpul di sini.

Kalau begitu, kelihatannya «Divine Dragon Alliance» sendiri tidak terlibat di dalam insiden ini, tetapi Schmitt sendiri. Sementara pikiranku mengingat hal ini, sebuah tangan kanan yang terbungkus dengan sarung tangan besi terulur ke arahku.

"Aku tahu kamu mengambil senjata PK dari tempat kejadian perkara itu. Investigasimu sudah cukup. Serahkan kepadaku."

"Oi oi oi..."

Tindakan seperti itu jelaslah sebuah pelanggaran etika.

Di dalam SAO, senjata yang tidak digunakan apapun yang jatuh ke tanah, atau sebuah senjata yang ditikamkan ke dalam seekor monster dan dicabut akan kehilangan data pemiliknya setelah 300 detik. Item itu menjadi milik orang yang mengambilnya, tidak peduli apakah itu karena sistem atau secara umum. Data pemilik tombak hitam pendek itu telah dihapus ketika tombak itu telah merenggut nyawa Kains, dan karena itu, berdasarkan sistem, tombak itu menjadi milikku sekarang.

Sebenarnya ini bukanlah kali pertama dari situasi dimana seseorang dipaksa untuk menyerahkan senjata gratis mereka —— tetapi tombak itu adalah sebuah senjata dan sebuah barang bukti yang sangat penting. Karena aku bukanlah seorang polisi atau polisi militer, jadi aku tidak memiliki keinginan untuk menyimpannya sendiri.

Karena itu, aku hanya menghela napas secara terbuka dan mengayunkan tanganku untuk memanggil item window.

Aku menggunakan tangan kananku untuk menggenggam tombak hitam pendek yang telah dimaterialisasikan tersebut, dan berpikir untuk bertindak keren sementara aku menancapkannya dengan keras ke lantai batu diantara Scmitt dan aku.

*KLANG!* Tombak pendek itu mengeluarkan sebuah percikan besar dan menusuk ke lantai. Scmitt terlihat terkejut akan tindakanku sehingga dia mundur setengah langkah,

Aku melihatnya dari dekat lagi, dan menemukan bahwa desain dari senjata ini benar-benar mengerikan. Tentu saja, senjata ini yang didesain untuk membunuh pemain tidak baik sama sekali. Aku memalingkan pandanganku dari drop yang hanya aku yang dapat melihatnya, dan menggunakan sebuah suara yang sangat lembut untuk mengatakannya kepada pengguna tombak panjang itu,

"Aku menghemat waktumu untuk memeriksa item ini. Nama dari senjata ini adalah «Guilty Thorn», dan pandai besi yang membuatnya adalah «Grimlock». "

Disana terdapat sebuah reaksi yang jelas.

Schmitt segera melebarkan kedua matanya yang sempit sementara mulutnya membuka lebar, mengeluarkan sebuah suara terengah-engah parau dari dalam.

Tanpa ragu-ragu, orang yang terlihat seperti atlit olahraga ini pasti telah mengenal pandai besi bernama Grimlock dan korban yang bernama Kains, dan mereka telah melalui «suatu insiden» bersama.

Bila ini adalah motif mengapa pembunuhnya membunuh Kains, insiden pembunuhan di dalam «area» bukanlah sesuatu yang aku takuti, seorang pembunuh yang hanya melakukan PK secara acak dan tanpa pandang bulu. Aku benar-benar ingin tahu apa yang terjadi di masa lalu, tetapi bahkan bila aku bertanya kepada Schmitt secara langsung, dia mungkin tidak akan menjawabku dengan jujur.

Ketika aku sedang berpikir mengenai apak yang dapat aku lakukan, lengan yang memakai sarung tangan besi tebal itu melurus dengan kaku dan menarik tombaknya dari lantai.

Schmitt dengan kasar membuka item window dan melemparkan tombak pendek itu ke dalam, seakan-akan untuk menyingkirkannya, lalu dengan cepat berbalik.

Lalu, dia, dengan tombak panjang miliknya menghadapku, pergi dengan sebuah kata-kata mengancam yang lumayan klasik.

"...Jangan menginvestigasi secara acak lebih jauh lagi. Mari pergi!"

Orang-orang dari Divine Dragon Alliance itu dengan cepat mengarah ke gerbang transfer dan menghilang.

——Lalu, apa yang harus aku lakukan?

Bagian 4[edit]

"Orang-orang dari DDA?"

Begitu mendengar laporanku, Asuna tidak dapat menahan diri untuk mengerutkan alisnya.

DDA adalah akronim untuk «Divine Dragon Alliance», istilah dari guild yang disederhanakan. Nama itu memiliki semacam bentuk intimidasi dan tekanan yang secara alami akan dihindari oleh orang-orang, tetapi hal ini tidak bekerja kepada wakil pemimpin dari KoB Asuna.

Sehari setelah insiden itu, bulan Sakura, hari ke-23, , weather generator-nya kelihatannya sedang memiliki suasana hati yang buruk segera sesudahnya karena gerimisnya sudah dimulai dari pagi tadi. Sebenarnya di Aincrad, langitnya ditutupi oleh dasar dari lantai yang lebih tinggi, jadi sebenarnya tidak mungkin ada hujan, tetapi kalau begitu, tidak mungkin ada cahaya mentari di siang hari.

Pada jam 9 pagi. Asuna dan aku bertemu di gerbang transfer di lantai ke-57, dimana insiden ini terjadi, dan kami tiba di kafe di dekat gerbang transfer untuk sarapan dan memilah informasi yang kami miliki hingga sekarang. Masalah terbesar yang kami miliki di dalam diskusi kami jelas adalah mengenai anggota dari Divine Dragon Alliance Schmitt yang menyergapku diluar gerbang transfer dan dengan paksa mengambil informasi dan senjata pembunuh dariku.

"Ahh~ ngomong-ngomong, orang seperti ini memang benar-benar ada. Pengguna tombak panjang yang besar itu, bukan?"

"Benar. Dia memberikan kesan bahwa dia adalah ketua dari klub ambil paksa dari sebuah SMA."

"Tidak ada klub semacam itu."

Asuna dengan segera menepis inspirasi humor kecil yang aku punya sejak tadi pagi, dan kelihatannya sedang memikirkan mengenai sesuatu sementara dia melingkarkan tangannya di cangkir yang berisi café au lait.

"…Jangan bilang bahwa dia adalah pelakunya."

"Aku tidak dapat menyimpulkannya seberani itu, tetapi mungkin tidak. Bila dia mengambil senjata pembunuh itu kembali karena takut seseorang akan menemukan petunjuk, dia lebih baik tidak berada di sana. Aku rasa tombak itu adalah sesuatu yang ditinggalkan oleh pelakunya."

"Begitu... kamu benar. Metode pembunuhan itu dan nama dari senjatanya adalah «Guilty Thorn»...Daripada menyebutnya PK yang biasanya, lebih cocok untuk menyebutnya «eksekusi di depan publik»..."

Begitu mendengar Asuna menggumamkannya dengan sikap yang putus asa, aku mengangguk untuk setuju dengannya.

Ini bukanlah PK secara acak, tetapi eksekusi dari Kains. Dan pastinya ada sesuatu diantara Kains, Grimlock, dan Schmitt.

Aku menjaga volume suaraku agar tetap rendah dan mengatakan kesimpulan yang aku dapat dari petunjuk-petunjuk ini.

"Dengan kata lain —— motifnya adalah «balas dendam», bukan, «penghakiman». Kains-san sebelumnya melakukan suatu kesalahan besar, dan dia dibunuh sebagai «hukuman». Ini seharusnya apa yang berusaha diberitahukan oleh pembunuhnya."

"Dengan kata lain, Schmitt tidak mungkin adalah pelakunya, tetapi seseorang yang diincar oleh kriminalnya, bbukan? Dia melakukan «sesuatu» dengan Kains-san, dan mulai panik dan mengambil tindakan setelah partner-nya terbunuh terbunuh..."

"Begitu kita mengetahui masa lalu itu, kita mungkin akan tahu siapa pelakunya. Akan tetapi...ini mungkin juga hanya sebuah tindakan pura-pura yang dilakukan oleh kriminal-nya. Mari tidak berpikir terlalu subyektif untuk sekarang."

"Kamu benar, terutama ketika kita menanyai Yoruko."

Asuna dan I mengangguk pada saat yang bersamaan, dan kemudian kami memeriksa jam sekarang. Sekarang jam 10 pagi, dan kami megnarah ke penginapan terdekat untuk bertanya kepada Yoruko, yang menginap di sana, mengenai apa yang terjadi.

Masih ada beberapa waktu setelah aku menyelesaikan sarapan yang sederhana dari roti hitam dan sup sayuran, dan dengan santai melihat wakil pemimpin KoB yang ada di depanku.

Mungkin dia baru saja akan melakukan sesuatu yang pribadi karena dia tidak memakai pakaian kesatria dengan dasar putih dan gambar merah. Dia mengenakan sebuah kaus bergaris merah muda dan abu-abu dengan sebuah jaket kulit hitam di luarnya sebagai bagian atasnya, dan untuk bagian bawahnya dia mengenakan sebuah rok mini berwarna hitam dengan renda disampingnya. Pada kakinya terdapat sebuah stocking berwarna abu-abu.

Selain itu, dia mengenakan sepasang sepatu enamel berwarna merah muda dan sebuah baret berwarna merah muda. Kelihatannya dia telah berusaha untuk berdandan —— tentu saja, mungkin semua pemain wanita biasanya berpakaian seperti ini. Sejujurnya, aku tidak tahu sama sekali mengenai trend pakaian saat ini, jadi aku tidak dapat berkata apa-apa. Tidak peduli bagaimana, aku tidak tahu sama sekali berapa col harga pakaiannya.

Selain itu, tidak perlu untuk sengaja berdandan untuk menginvestigasi sebuah kasus pembunuhan. Sementara aku dengan kosong berpikir mengenai hal ini, Asuna tiba-tiba melihat ke atas, dan dengan cepat memalingkan kepalanya kesamping.

"…Apa yang kamu lihat?"

"Eh…ah, tidak ada..."

Tentu saja, aku tidak mungkin bertanya kepadanya berapa harga dari pakaiannya, tetapi bila aku berkata mengenai sesuatu hal secara acak seperti pakaian ini kelihatan manis dan benar-benar cocok denganmu, aku mungkin akan membuatnya marah atau ditertawakan olehnya, jadi aku baru saja memikirkan sebuah alasan.

"Un…aku berpikir, apakah benda yang kental itu enak?"

Sementara aku bertanya, Asuna menurunkan kepalanya untuk melihat sup misterius kental yang disendokinya. Dia memandangiku dengan sebuah ekspresi yang lembut, dan kemudian menghela napas berat.

"…Tidak sama sekali."

Pengguna rapier itu berbisik dan mendorong sup itu ke samping, batuk beberapa kali, dan kemudian mengganti nadanya dan berkata,

"Aku telah berpikir kemarin, mengenai «Continuous Pierce Damage DOT» dari tombak hitam pendek itu..."

Ngomong-ngomong, kelihatannya ini adalah pertama kalinya aku pernah melihat gadis ini tidak mengenakan rapier miliknya. Setelah menyadari hal itu, aku mengangguk.

"Un?"

"Sebagai contohnya, bila sebuah senjata tipe penikam digunakan untuk menikam seseorang di luar area, dan bila pemain itu memasuki area, bagaimana luka berkelanjutan itu dihitung? Apakah kamu tahu?"

"Un… yah…"

Aku tidak dapat menahan diri untuk memikirkannya. Benar bahwa aku belum pernah mengalami situasi semacam itu sebelumnya, dan tentu saja, aku tidak pernah beanr-benar berpikir mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

"Aku tidak tahu... tetapi efek racun yang berkelanjutan atau luka bakar akan menghilang ketika pemain memasuki area, bukan? Luka tikam seharusnya juga sama, bukankah begitu?"

"Tetapi apa yang terjadi bila senjata itu ditikamkan ke dalam tubuh? Apakah senjata itu akan ditarik secara otomatis?"

"Bahkan bila seperti tiu, itu agak aneh... un, kita masih memiliki waktu, jadi mari bereksperimen mengenai hal ini."

Asuna segera melebarkan kedua matanya pada saat dia mendengarku megnatakan hal ini,

"Ex, experimen?"

"Melihat berarti percaya."

Aku mengucapkan sebuah idiom yang digunakan secara agak aneh disini, dan kemudian memanggil peta jalan untuk menemukan gerbang terdekat dari sini.


Area diluar area jalanan utama di lantai ke-57 «Marten» adalah sebuah padang rumput yang dipenuhi oleh beberapa pohon tua yang berkarang.

Beberapa minggu yang lalu, ini adalah sebuah jalan yang telah aku lewati tidak terhitung kali banyaknya ketika ini lantai ini masih menjadi garis depan, dan sekarang, ingatanku sudah kabur. Tentu saja, mungkin ini karena tunas-tunas baru yang muncul karena sekarang musim semi, tetapi pada dasarnya, sejak grup penyelesai menembus lantai ini, aku pada dasarnya sudah berhenti datang ke area latihan di luar area.

Kami meneruskan perjalanan di dalam gerimis kecil ini, dan setelah kami melangkah keluar ke jalan, kata-kata peringatan «Outer Field» muncul di pandangan kami. Monster-monster tidak akan dengan segera datang untuk menyerang, tetapi jantungku sudah merasa tegang.

Asuna mengenakkan rapier yang biasa dia bawa di pinggangnya, dan kemudian membuang tetesan-tetesan air yang bergantung di ujung rambutnya dalam sebuah sikap yang umayan tidak sabar sebelum bertanya dengan nada yang menarik,

"Lalu... bagaimana kamu akan bereksperimen?"

"Seperti ini?"

Aku meraih ke dalam kantung di pinggangku, menemukan 3 «Jarum Lempar» yang biasanya aku pakai, dan menarik satu keluar.

Semua senjata yang ada di Aincrad dapat diklasifikasikan di bawah penebas, penikam, penghantam, dan penikam. Senjata satu-tangan utama milikku adalah sebuah senjata penebas, dan senjata Asuna adalah tipe penusuk. Gada dan warhammer[7] adalah senjata penghantam, dan tombak pendek yang membunuh Kainsdan tombak panjang yang dimiliki Schmitt tentu saja adalah tipe penikam.

Akan tetapi, beberapa senjata lempar sebenarnya memiliki klasifikasi yang samar. Dari semua senjata lempar, bumerang dan sabit adalah tipe penebas; pisau terbang adalah tipe penusuk, dan jarum lempar milikku adalah tipe penikam. Itu benar. Benda yang terlihat seperti jarum logam besar yang hanya sepanjang 12cm, tetai jarum ini benar-benar sebuah senjata penikam, yang berarti jarum ini dapat mengakibatkan sebuah luka tikam yang kecil.

Terlalu bodoh untuk mengurangi durabilitas perlengkapanku hanya untuk memeriksa ini kepada HP milikku, jadi aku melepas sarung tangan kiriku dan menggunakan jarum di tangan kananku untuk menikam tangan kiriku.

"Tu…TUNGGU SEBENTAR!"

Sebuah teriakkan tajam menyebabkan tanganku terhenti.

Aku menolehkan kepalaku ke sekeliling, dan Asuna sudah membuka item window miliknya dan bersiap untuk mengambil sebuah healing crystal yang sangat mahal. Aku tidak dapat menahan senyum kecutku dan berkata,

"Bukankah itu terlalu berlebihan? Aku hanya akan kehilangan sekitar 1 hingga 2% dari HP milikku ketika tanganku tertikam oleh jarum seperti itu."

"Bodoh! Apapun dapat terjadi diluar area! Bentuk kelompok denganku dan biarkan aku melihat HP milikmu!"

Asuna dengan marah menyatakan hal itu karena dia sepertinya sedang mengkuliahi adik laki-lakinya yang bodoh, dan kemudian membuka sebuah window dan mengundangku ke kelompoknya. Aku menarik diri sedikit dan dengan segera menekan tombol menerima, dan tepat di bawah HP bar milikku di ujung kiri atas, aku dapat melihat HP bar kecil milik Asuna.

Sekarang bila aku memikirkannya seperti ini, ini adalah kali pertama aku berkelompok dengan gadis ini. Tentu saja, kami telah sering sekali bertemu sebagai bagian dari grup penyelesai, tetapi dia adalah wakil pemimpin dari guild terkuat, dan aku hanyalah seorang pemain solo biasa, jadi kami belum pernah banyak berbicara.

Tanpa sangka, sekarang begitu mudah, dan aku sedang satu kelompok dengannya sendirian. Beberapa waktu yang lalu, kami berdebat mengenai cara mengalahkan seorang bos, dan bahkan pernah berduel satu lawan satu.

Asuna menggenggam erat kristal berwarna merah muda itu sementara dia kelihatan tegang dan bersiap-siap. Aku tidak dapat menahan diri untuk tetap melihat wajahnya.

"…Ada apa?"

"Tidak ada apa-apa... yah, aku tidak menyangka bahwa kamu akan khawatir mengenaiku seperti itu..."

Pada saat aku mengatakan hal itu, wajah putih Asuna dengan segera berwarna sama dengan kristal itu. Dia lalu dengan marah berkata lagi kepadaku,

"Te... tentu saja tidak! Tunggu, tidak seperti itu ju... ARGH! TIKAM SAJA BILA KAMU INGIN MELAKUKANNYA!!"

EHHH!? Aku dengan segera menggenggam jarum itu lagi.

"A, aku akan menikamkannya kalau begitu."

Aku mengumumkannya, dan dengan paksa menarik napas dalam——

Aku lalu memulai dengan melakukan sebuah teknik melempar tingkat pemula «Single Shot» kepada tangan kiriku yang terentang.

Kedua jari di tangan kananku memegang jarum itu, dan dengan sebuah efek cahaya berwarna agak gelap, jarum itu menikam tanganku.

Dengan sebuah hentakan, rasa kebas yang tidak nyaman dan sedikit rasa sakit melewati syarafku.

HP bar milikku berkurang lebih banyak dari yang aku duga, dan aku kehilangan sekitar 3% HP. Sekarang aku ingat, aku menukar jarum yang biasa dengan sebuah drop yang langka.

Aku menahan rasa yang tidak nyaman ini dan berbalik untuk melihat jarum besi yang tertikam kedalam tanganku. 5 detik kemudian, efek cahaya merah bersinar lagi, dan HP milikku turun 0.5%. Ini adalah «Continuous Pierce Damage DOT».

"…SEGERA MASUK KE DALAM AREA!"

Suara tegang Asuna mendesakku, dan aku dengan segera mengangguk dan menatap HP bar milikku dan jarumnya sebelum bergerak ke gerbang yang mengarah ke area.

Pada saat kakiku melangkah dari padang rumput yang basah ke lantai batu yang keras, pada pandanganku terdapat kata-kata « Area Dalam».

Dan kemudian —— HP bar milikku berhenti turun.

Setiap lima detik, akan ada efek cahaya merah, tetapi hit point milikku tidak menunjukkan tanda-tanda akan turun. Seperti yang diduga, luka apapun akan ditiadakan di dalam area.

"…Sudah berhenti."

Asuna berbisik, dan aku mengangguk dan setuju dengannya.

"Senjatanya masih tertanam di dalamku, tetapi luka terus-menerusnya berhenti, huh?"

"Bagaimana rasanya?"

"Jarumnya masih ada di dalam tubuhku. Ini mungkin untuk mencegah seorang idiot yang tertikam dengan senjata seperti itu untuk memasuki area secara langsung..."

"Kamu adalah seorang idiot semacam itu sekarang."

Begitu mendengar ucapannya yang dingin itu, aku hanya dapat menarik leherku mundur dan mencabut jarum itu keluar. Rasa tidak nyaman melewati syarafku, menyebabkan tubuhku untuk menjadi tegang. Tidak ada tanda-tanda luka apapun di punggung tangan kiriku, tetapi perasaan sentuhan logam yang dingin itu masih ada. Aku tidak dapat menahan diri untuk meniup punggung tanganku dan berkata,

"Lukanya memang berhenti... kalau begitu, mengapa Kains meninggal...? Apakah itu adalah sebuah karakteristik unik dari senjatanya... atau sebuah teknik yang tidak diketahui... TWAAHHH!?"

Alasan untuk seruan di bagian akhir perkataanku adalah—

Asuna tiba-tiba menggunakan kedua tangannya untuk menggenggam tangan kiriku dan menariknya ke depan dadanya sebelum dengan paksa menahannya.

"Kamu…wha…hah…?"

Setelah beberapa detik, wakil pemimpin itu melepaskan tanganku dan menatapku sebelum berkata,

"Sisa perasaan dari bekas lukanya menghilang, bukan?"

"——U, un. Yah, terima kasih."

Alasan mengapa jantungku berpacu cepat kemungkinan besar karena aku terkejut.

Pasti hanya karena itu, pasti.


Jam sepuluh pagi, Yoruko berjalan keluar dari penginapan. Dia kelihatannya tidak tidur sama sekali karena dia terus-menerus berkedip saat dia membungkuk ke arah Asuna dan aku.

Aku balas mengangguk kepadanya dan meminta maaf terlebih dahulu,

"Maaf mengganggumu ketika temanmu baru saja..."

"Jangan khawatir..."

Gadis ini yang seharusnya sedikit lebih tua dariku mengayunkan rambutnya yang berwarna biru tua ketika dia menggelengkan kepalanya.

"Tidak apa-apa. Aku ingin bergegas untuk menemukan pelakunya juga..."

Setelah itu, dia mengalihkan pandangannya kepada Asuna, dan dengan segera membelalakkan matanya.

"Wow, luar biasa. Apakah semua pakaian itu semuanya adalah barang satu-satunya dari toko Ashley-san? Ini adalah kali pertama aku melihat seseorang sepenuhnya memakai barang dari tokonya!"

…Nama lainnya? Aku heran dan bertanya,

"Siapa itu?"

"Kamu tidak tahu?"

Yoruko menatapku dengan sebuah ekspresi tidak percaya, dan kemudian menjelaskan,

"Ashley-san adalah seorang penjahit hebat yang merupakan orang pertama di Aincrad untuk menguasai keahlian menjahit hingga level 1000! Bila kamu tidak mendapat material-material terlangka dan dengan kualitas tertinggi, dia tidak akan membuatkannya untukmu!"

"Begitu!"

Aku benar-benar terkesan. Bahkan seseorang sepertiku yang telah bertarung seperti seorang idiot hanya berhasil meningkatkan penguasaan teknik pedang satu-tangan ke level 1000.

Aku tidak dapat menahan diri untuk mengarahkan pandanganku kepada Asuna dan melihatnya dari atas ke bawah, dan wajah pengguna rapier itu dengan segera menegang, berteriak sebelum berjalan ke depan.

"Ti... tidak seperti itu!"

——Aku tidak tahu apa maksud dari yang terjadi barusan sama sekali.


Hanya dengan itu, Asuna mengajak Yoruko, yang kelihatannya menyadari sesuatu, dan aku, yang tidak menyadari apa yang terjadi sama sekali, ke dalam restoran dimana saat makan kami terganggu sebelumnya.

Sekarang masih pagi, jadi tidak ada tanda-tanda dari pemain lain di dalamnya. Kami duduk di dalam meja yang paling dalam di dalam restoran itu dan mengukur jarak dari sini ke pintu. Jaraknya begitu jauh, bila kami tidak berteriak, tidak mungkin bagi orang di luar toko untuk mendengar kami. Dulu aku selalu berpikir bahwa itu lebih mudah bagi kami untuk bersembunyi di dalam sebuah kamar penginapan dan menguncinya sebelum mengatakan rahasia-rahasia kami, tetapi baru-baru ini, aku mengetahui bahwa itu membuat lebih mudah bagi mereka dengan kemampuan menguping yang hebat untuk mendengar semua percakapan kami.

Karena Yoruko sudah sarapan, kami bertiga hanya memesan minuman sebelum membahas topik pembicaraan yang ada.

"Pertama-tama laporan kami... tadi malam kami pergi untuk memeriksa «Monumen Kehidupan» di Black Iron Palace. Kains-san benar-benar telah meninggal."

Begitu mendengar kata-kataku, Yoruko dengan terengah-engah menarik napas untuk beberapa saat, menutup kedua matanya, mengangguk dan berkata,

"Begitu... terima kasih untuk dengan sengaja pergi ke tempat yang jauh seperti itu untuk memeriksa..."

"Jangan khawatir. Lagipula, kami ingin mengetahui mengenai nama lainnya."

Asuna tiba-tiba menggelengkan kepalanya, dan kemudian menanyakan pertanyaan terpenting yang pertama.

"Erm, Yoruko-san. Aku akan bertanya kepadamu beberapa nama yang mungkin belum pernah kamu dengar sebelumnya... salah satunya adalah seorang pandai besi bernama «Grimlock». Yang seorang lagi adalah seorang pengguna tombak panjang bernama... «Schmitt»."

Kepala Yoruko yang merendah turun dengan tiba-tiba tersentak.

Segera sesudahnya, dia melakukan sebuah tindakan yang ambigu tetapi pasti.

"Ya, aku mengenal mereka. Kains dan aku dahulu adalah anggota dari guild yang sama."

Suara yang sangat kecil ini menyebabkan Asuna dan aku saling memandang satu sama lain.

Apakah begitu? Bila begitu, kami telah memiliki sebuah hipotesis lainnya—apakah «suatu insiden» terjadi di masa lalu yang menyebabkan insiden ini?

Kali ini, aku yang menanyakan pertanyaan kedua.

"Jadi, Yoruko-san. Aku tahu bahwa ini mungkin sulit bagimu untuk menjawabnya, tetapi aku berharap kamu dapat mengatakan kebenarannya jadi kami dapat memecahkan kasus ini. Kami merasa bahwa insiden ini memiliki hubungan dengan suatu «balas dendam» atau «pengadilan». Apakah Kains-san terbunuh karena sesuatu yang terjadi di dalam guild itu dan dibenci oleh kriminalnya sebagai suatu bentuk balas dendam...? Aku telah menanyakan hal ini juga sebelumnya, tetapi aku berharap bahwa kamu dapat memikirkannya sekali lagi. Apakah ada petunjuk lainnya atau sesuatu yang mencurigakan...? "

Kali ini, dia tidak dengan segera menjawab.

Yoruko masih menurunkan kepalanya. Setelah sebuah waktu hening yang panjang, dia menggunakan tangannya yang gemetaran untuk mengambil cangkirnya untuk meminum seteguk teh sebelum mengangguk.

"…Ya… memang ada sesuatu. Aku benar-benar minta maaf karena tidak mengatakannya... itu karena aku benar-benar ingin melupakannya... dan aku tidak ingin melihatnya. Selain itu, tidak ada hubungan diantara kedua hal ini, jadi aku tidak dengan segera mengatakannya... tetapi aku bersedia untuk melakukannya sekarang. Itu karena «insiden itu» menyebabkan guild kami hancur..


——Nama guildnya adalah «Golden Apple». Guild ini adalah sebuah guild yang lemah yang hanya beranggotakan 8 orang, dan tujuan mereka bukanlah untuk menyelesaikan permainan, tetapi untuk berburu dengan aman untuk penginapan dan makanan.

Tetapi, setengah tahun yang lalu... pada musim gugur tahunlalu.

Kami, yang memasuki sebuah dungeon biasa di lantai tengah, tiba-tiba menemui seekor monster yang belum pernah kami lihat sebelumnya. Monster itu adalah seekor jangkrik seluruh tubuhnya berwarna hitam, cepat dan sulit di identifikasi... kami dengan segera mengetahui bahwa itu adalah seekor monster yang langka. Semuanya dengan semangat mengejarnya... dan seseorang melempar sebilah pisau. Tanpa sengaja, dengan keberuntungan pisau itu mengenai monster itu dan mengalahkannya.

Drop dari monster itu adalah sebuah cincin yang terlihat biasa, tetapi setelah diperiksa, semuanya terkejut. Cincin itu dapat meningkatkan agility sebanyak 20 poin. Aku rasa ini adalah sebuah item ajaib yang bahkan tidak ada di garis depan.

Apa yang terjadi berikutnya... aku rasa kamu pasti dapat menebak apa yang terjadi.

Kami terbagi menjadi dua kelompok, dimana yang pertama berpendapat bahwa anggota guild-lah yang akan menggunakannya, sedangkan yang satunya berpendapat bahwa kami akan menjualnya. Setelah sebuah perdebatan yang sangat keras dimana kami hampir mulai berkelahi, kami melakukan voting. Pada akhirnya, perhitungan suaranya adalah 5 banding 3 untuk menjual cincin itu. Para pedagang di lantai tengah tidak berani membeli item langka seperti itu, jadi pemimpin dari guild mengambil cincinnya ke kota yang ramai di garis depan dan meminta kepada yang lain untuk menjualnya ke sebuah pelelangan.

Kami telah menghabiskan cukup banyak waktu untuk menginvestigasi harga pasar dan seorang pedagang yang dapat dipercaya untuk melelangnya, jadi pemimpin kami bermaksud untuk bermalam di garis depan. Aku dengan bersemangat menunggu pemimpin kami untuk membawa uangnya kembali setelah pelelangannya selesai. Bahkan bila kami harus membaginya untuk delapan orang, jumlahnya akan menjadi lumayan banyak, jadi aku telah melihat katalog untuk melihat senjata apa yang akan aku beli dari toko mana atau pakaian bermerek pribadi apa yang dapat aku beli... pada titik ini, aku tidak pernah menyangka... bahwa semuanya akan berakhir seperti ini...

…Pemimpin kami tidak kembali.

Sudah lebih dari satu jam sejak hari kami berjanji untuk berkumpul, dan pemimpin kami tidak memberikan berita apapun. Tidak ada respon apapun bahkan setelah kami melacak dimana dia berada, dan pemimpin kami tidak pernah membalas satupun pesan yang kami kirim.

Tidak mungkin untuk pemimpin kami untuk mengambil harta itu dan melarikan diri, jadi kami memiliki sebuah firasat buruk mengenai hal ini. Beberapa orang pergi ke «Monumen Kehidupan» di Black Iron Palace untuk memeriksa keadaan.

Dan pada akhirnya...


Yoruko menggigit bibrnya dan menggelengkan kepalanya kesamping.

Asuna dan aku tidak tahu apa yang dapat dikatakan untuk menghiburnya.

Untungnya —— atau setidaknya itu yang ingin kami dapat katakan, Yoruko segera menghapus air matanya dan melihat ke atas, dan kemudian berkata dengan sebuah suara yang gemetaran namun jelas,

"Waktu kematiannya adalah tepat setelah pemimpin kami mengambil cincin itu ke lantai atas, lewat jam 1 malam. Penyebab kematiannya adalah... continuous pierce damage DOT."

"…Dia mungkin tidak akan keluar dari area bila item yang dibawanya adalah item langka semacam itu. Bila begitu... sebuah «Sleeping PK»?"

Aku menggumam, dan Asuna kelihatannya setuju denganku.

"Setengah tahun yang lalu, tidak banyak orang yang mengetahui mengenai metode pembunuhan semacam itu, dan banyak orang menghabiskan malam di tempat umum untuk menghemat biaya penginapan."

"Penginapan di dekat garis depan memang agak mahal... tetapi ini pastinya bukan sebuah kebetulan. Yang membunuh pemimpinmu... pastinya seseorang yang mengetahui tentang cincin ini... yang berarti..."

Dengan kedua matanya tertutup, Yoruko sedikit menganggukkan kepalanya.

"Guild «Golden Apple» hanya memiliki 7 orang yang tersisa... jadi dia pasti salah seorang dari kami. Tentu saja, kami telah berpikir mengenai hal ini, akan tetapi... kami tidak dapat mengetahui keberadaan semua orang pada saat itu... jadi kami mulai mencurigai satu sama lain, dan guild kami segera dibubarkan."

Keheningan yang pahit ini menutupi bagian atas meja.

——Ini benar-benar sebuah cerita yang tidak nyaman untuk didengar.

——Akan tetapi, ini benar-benar sesuatu yang mungkin terjadi.

Tidak jarang untuk melihat sebuah guild yang harmonis bubar tanpa adanya tanda-tanda ketidakharmonisan karena sebuah drop langka dengan kemungkinan satu banding sepuluh ribu yang mereka dapatkan.. Alasan mengapa kami tidak sering mendengar gosip seperti itu adalah karena orang-orang yang terlibat sebagian besar ingin melupakan mengenai hal-hal semacam ini.

Akan tetapi, masih ada sebuah pertanyaan yang perlu aku tanyakan kepada Yoruko.

Aku menghadap gadis yang lebih tua ini, yang sedang merendahkan kepalanya dalam sebuah sikap seseorang yang sedang mengalami depresi, mengumpulkan keberanianku dan bertanya,

"Aku ingin kamu untuk mengatakan sesuatu kepadaku. Nama dari tiga orang yang menolak menjual cincin itu adalah...?"

Yoruko terdiam untuk beberapa detik, dan kelihatannya telah membuat keputusan ketika dia mengangkat kepalanya dan menjawab dengan jelas,

"Kains, Schmitt…dan aku."

——Jawaban ini kurang lebih telah mengejutkanku. Yoruko tanpa berkata-kata memperhatikanku berkedip dan meneruskan dengan sebuah nada yang mencela diri sendiri,

"Hanya saja alasan aku menolaknya berbeda. Kains dan Schmitt adalah pejuang garis depan dan ingin menggunakannya untuk diri sendiri, dan bagiku... karena aku baru mulai berpacaran dengan Kains. Aku memprioritaskan perasaanku kepada pacarku dibandingkan keuntungan guild. Ini adalah sesuatu yang bodoh, bukan?"

Yoruko lalu menutup mulutnya dan melihat ke meja. Pada saat ini, Asuna, yang terus terdiam, tiba-tiba bertanya dengan sebuah nada yang lemah-lembut,

"Yoruko-san. Apakah kamu... masih sering berkomunikasi dengan Kains-san setelah guild-nya dibubarkan...?"

Yoruko masih melihat ke bawah sementara dia sedikit menggelengkan kepalanya.

"…Ketika guildnya dibubarkan, kami secara alami berpisah. Kami kadang-kadang bertemu untuk berbincang-bincang, itu saja... bila kami berada bersama untuk terlalu lama, kami hanya akan berpikir mengenai insiden cincin itu lagi. Sama seperti kemarin. Kami hanya setuju untuk makan bersama... akan tetapi hal seperti terjadi sebelum kami melakukannya..."

"Begitu... aku rasa kamu sudah sangat terpukul Maaf bertanya mengenai begitu banyak hal yang tidak ingin kamu beritahukan."

Yoruko hanya menggelengkan kepalanya.

"Tidak apa-apa. Dan... mengenai Grimlock..."

Aku tanpa sadar menegakkan punggungku setelah mendengar nama itu.

"… Dia adalah wakil pemimpin dari «Golden Apple», dan «suami» dari pemimpin guild. Tentu saja, ita berbicara mengenai SAO ini sendiri."

"Eh…pemimpinmu adalas seorang wanita?"

"Un. Pemimpinku memang benar-benar kuat... tetapi aku berbicara mengenai di area lantai tengah... dia adalah seorang pendekar pedang satu-tangan yang menakjubkan, cantik dan pintar... aku benar-benar mengaguminya. Jadi... bahkan sekarang, aku masih tidak percaya bahwa pemimpin kami telah terbunuh melalui sebuah metode licik seperti «Sleeping PK»..."

"…Grimlock pasti sangat terpukul karena hal ini. Kekasih yang dia nikahi telah..."

Setelah mendengar Asuna menggumam, tubuh Yoruko tersentak.

"Ya. Dia adalah seorang penempa pedang yang sangat lemah-lembut sebelumnya... tetapi setelah insiden ini terjadi, aku merasa bahwa dia telah menjadi sangat kasar... dia tidak pernah mengontak siapapun setelah guild kami dibubarkan, dan keberadaannya tidak diketahui."

"Begitu... maaf menanyakanmu pertanyaan-pertanyaan yang merepotkan ini, tetapi dapatkah kamu mengatakan kepadaku satu hal terakhir? Mengenai kemarin... apakah kamu rasa seseorang yang membunuh Kains mungkin adalah Grimlock? Sebenarnya, tombak hitam pendek yang ditusukkan kedalam dada Kains-san... kami memeriksanya dan menemukan bahwa tombak itu dibuat oleh Grimlock."

Pertanyaan ini sebenarnya menanyakan kepadanya apakah Kains mungkin adalah pembunuh yang sebenarnya dari «insiden cincin» yang terjadi setengah tahun yang lalu.

Yoruko merenung untuk beberapa saat dan kemudian sedikit menganggukkan kepalanya.

"…Benar... ada kemungkinan seperti itu. Tetapi Kains dan aku tidak pernah membunuh pemimpin kami dan mengambil cincinnya. Kami tidak dapat membuktikan bahwa kami tidak bersalah... tetapi bila pembunuh kemarin adalah Grimlock... dia mungkin ingin membunuh ketiga orang yang menentang penjualan cincin itu, Kains, Schmitt, dan aku..."


Asuna dan aku mengirim Yoruko kembali ke penginapan tempat dia tinggal dan menyerahkan kepadanya makanan untuk beberapa hari, mengatakan kepadanya untuk tidak meninggalkan ruangannya tidak peduli apa yang terjadi.

Kami memikirkan kesulitan baginya karena tidak boleh keluar, jadi kami memindahkannya ke kamar eksekutif yang terdiri dari 3 ruangan yang saling berhubungan dan membayar deposit untuk seminggu. Akan tetapi, kami tidak dapat bermain permainan komputer untuk menghabiskan wakti di Aincrad, dan ada batasan untuk dapat berada di dalam ruangan ketika seseorang sudah bosan, jadi kami berjanji kepadanya bahwa kami akan menyelesaikannya secepat mungkin dan meninggalkan penginapan.

"…Sebenarnya, aku akan merasa lebih aman bila kita dapat memindahkannya ke markas besar KoB..."

Bila kami memindahkan Yoruko ke markas besar KoB dan meminta perlindungan mereka, kami harus memberitahukan seluruh anggota guild apa yang benar-benar terjadi. Dengan kata lain, detil dari pembubaran «Golden Apple» akan terungkap. Aku rasa Yoruko menolak kami untuk melindungi kehormatan Kains.

Setelah kami tiba di alun-alun gerbang transfer, bel yang menandakan pukul 11 pagi berbunyi.

Hujannya akhirnya berhenti, tetapi ada selapis tebal kabut yang mulai terbentuk. Aku melihat Asuna, yang memakai pakaian berwarna hitam dan merah muda gelap di dalam kabut, dan berkata,

"Lalu, mari..."

"…?"

Asuna merasa sedikit bingung setelah mendengarku berhenti di tengah-tengah kalimatku.

Sekarang sudah sangat terlambat—— tetapi aku menyimpulkan bahwa kami perlu mengatakan sesuatu, jadi aku dengan sengaja terbatuk beberapa kali sebelum mengatakan,

"Ahem, tidak apa-apa. Un—yah... pakaian itu benar-benar cocok denganmu."

Ohh, aku baru saja mengatakannya. Sekarang aku adalah seorang pria kelas satu.

Pada saat aku mengatakan hal itu, Asuna dengan segera menunjukkan sebuah ekspresi terkejut. Dia dengan cepat mengarahkan jari telunjuk kanannya kepadaku dan menusuk dadaku, dengan marah menggeram,

"Ugh—! KAMU SEHARUSNYA MENGETAKAN HAL ITU KETIKA KITA PERTAMA BERTEMU!"

Setelah mengatakan itu, Asuna menyatakan, AKU AKAN BERGANTI PAKAIAN! Dan dengan cepat berbalik dengan sebuah kecepatan yang sangat cepat. Sisi wajahnya sudah memerah, tetapi ini pasti karena dia marah.

Aku tidak mengerti. Aku benar-benar tidak mengerti apa yang disebut dengan hati seorang wanita.


Asuna menggunakan rumah kosong di dekat sini untuk berganti dengan pakaian kesatrianya, mengibaskan rambutnya yang panjang dan dengan cepat bergerak ke arahku sebelum berkata,

"Lalu, apa yang akan kita lakukan berikutnya?"

"Ah, oke. Ada beberapa pilihan... yang pertama adalah pergi ke area lantai tengah untuk mendengar informasi mengenai seseorang yang bernama Grimlock ini dan menemukan dimana dia berada. Yang kedua adalah untuk mewawancarai anggota lain dari Golden Apple dan membuktikan kata-kata Yoruko-san. Yang ketiga... adalah menginvestigasi bagaimana Kains-san terbunuh. Kemungkinannya hanya ini saja."

"Un…"

Asuna melipat kedua lengannya di depan dadanya dan mulai merenung.

"Pilihan pertama itu terlalu tidak efisien bila hanya kita berdua. Berdasarkan hipotesis kita pada saat ini, bila kriminalnya itu benar-benar Grimlock, dia pasti sudah bersembunyi di suatu tempat. Pilihan kedua... anggota yang lainnya juga terlibat, jadi kita tidak dapat membuktikan kata-kata Yoruko-san..."

"Eh? Mengapa?"

"Apa yang akan terjadi bila kita mendapat informasi yang berlawanan dengan apa yang baru saja dikatakan Yoruko-san? Kita tidak dapat mengetahui siapa yang mengatakan yang sebenarnya, dan hal ini akan menjadi lebih kacau bagi kita. Kita perlu sudut pandang yang objektif untuk membantu kita membuat keputusan kita..."

"Lalu... pilihan ketiga adalah satu-satunya yang tersisa."

Kami saling memandang satu sama lain dan mengangguk.

Aku agak sedikit kasihan dengan Yoruko, tetapi Asuna dan aku menyelidiki kasus ini bukanlah karena kami mencoba mengetahui kebenaran di balik kematian dari pemimpin «Golden Apple», tetapi untuk menemukan metode «PK di dalam area» yang membunuh Kains.

Berdasarkan apa yang dapat kita lihat tadi malam, faktanya adalah kita hanya dapat menkonfirmasikan bahwa «Continuous Pierce Damage DOT diluar area tidak dapat dilakukan di dalam area». Karena itulah kami perlu berdiskusi secara menyeluruh mengenai apakah ada kemungkinan0kemungkinan lainnya.

"Akan tetapi... aku masih berharap bahwa seseorang yang lebih tahu dapat membantu kita..."

Aku menggumam, dan Asuna dengan segera mengerutkan alisnya dan menjawab,

"Walaupun begitu, benar-benar tidak adil untuk Yoruko-san bila kita menyebarkan informasi secara acak begitu saja. Lagipula, tidak ada seseorang yang cukup dapat dipercaya dan lebih kenal dengan sistem SAO dibandingkan kita..."

"…Ah."

Aku tiba-tiba memikirkan mengenai seorang pemain, dan kemudian segera menjentikkan jari.

"Ada seseorang yang seperti itu. Mari panggil dia keluar."

"Siapa?"

Aku mengatakan jawabannya, dan kedua mata Asuna terbuka lebar seperti buah longan[8].

Bagian 5[edit]

Aku yakin bahwa dia tidak tertarik dengan klausa 'Aku akan mentraktirmu' yang kuucapkan, tetapi aku benar-benar terkejut ketika dia benar-benar muncul 30 menit kemudian setelah Asuna mengirim pesan kepadanya.

Ketika melihat tubuh yang besar dan tegap itu keluar dengan tanpa suara dari gerbang transfer pusat dari kota Algade, banyak pejalan kaki yang berjalan di sekitar alun-alun memulai sebuah keributan. Pria ini memiliki sebuah jubah berwarna merah gelap dan rambut pirang yang terikat ini, dan dia tidak membawa senjata apapun di pinggang ataupun punggungnya—membuat seseorang bahkan dapat menghubungkannya dengan profesi «Magician» yang tidak ada di dalam SAO. Pemimpin dari guild «Knight of Blood» dan pendekar pedang terkuat, sang «Holy Sword» Heathcliff, melihat kami, dan segera menaikkan kedua alisnya sebelum bergerak mendekat seakan-akan dia sedang meluncur.

Asuna dengan segera membungkuk dengan gesit dan dengan cepat menjelaskan,

"Pemimpin, maaf untuk memanggilmu dengan sangat tiba-tiba kesini! Idiot in... tidak, orang ini tidak mendengarkan perkataanku dan bersikeras untukmu datang kesini tidak peduli bagaimana caranya...!"

"Tidak apa-apa. Aku juga ingin makan siang. Lagipula, jarang bagi «Black Swordsman» Kirito-kun untuk mendapat kesempatan untuk mentraktirku juga. Aku perlu menghadiri rapat dengan anggota dari grup perlengkapan sore ini, jadi aku dapat bertemu denganmu sekarang."

Heathcliff berkata dengan sebuah suara tenor halus yang memiliki sebuah tekad baja dibaliknya, dan aku memandangnya dan mengangkat bahu, berkata,

"Kamu berhasil menahan monster itu di dalam pertempuran bos di lantai ini selama sepuluh menit, jadi aku dapat berterima kasih kepadamu dengan mentraktirmu. Aku juga dapat memberitahumu beberapa berita terbaru yang menarik."

Aku membawa para pemimpin dari guild terkuat KoB, dan menuntun mereka ke restoran paling aneh dari yang pernah terlihat di Algade. Aku tidak terlalu suka makanan disini, tetapi suasana keseluruhan yang diciptakan oleh restoran ini entah bagaimana kelihatannya telah menyentuh benang-benang emosiku.

Setelah bergerak di gang sempit yang seperti jalanan yang simpang siur selama 5 menit, aku berbelok ke kanan, menuruni tangga, mengarah ke kiri dan menaiki tangga. Ketika toko itu akhirnya tampak di tempat yang sedikit redup, Asuna berkata,

"…Kamu akan menuntunku keluar juga, bila tidak aku tidak akan dapat kembali ke alun-alun."

"Aku dengar bahwa ada beberapa orang yang tidak membawa teleport crystal mereka dan tersesat, dan setelah berjalan selama setengah hari, mereka masih tidak dapat keluar."

Aku dengan sengaja menunjukkan sebuah senyum dan menakuti Asuna, dan Heathcliff segera menjawab,

"Kamu hanya perlu membayar seorang NPC di jalan 10 col dan mereka akan mengirimmu kembali ke alun-alun. Tentu saja, bila kamu juga tidak memiliki uang sebanyak ini..."

Setelah mengatakan hal ini, dia dengan lemah-lembut menepukkan kedua tangannya dan dengan cepat berjalan ke dalam toko. Asuna tampak kebingungan ketika kami mengikutinya.

Toko sempit ini sesepi yang aku duga. Setelah memilih sebuah meja murah dengan empat kursi, aku memesan 3 «Algade Noodles» dari pemilik toko yang terlihat muram dan meminum air es yang ada di gelas. Asuna duduk di sebelah kiriku dan berkata dengan sebuah ekspresi yang menggemaskan,

"Mengapa hal ini... terlihat seperti kita sedang melakukan sebuah wawancara..."

"Kamu berpikir terlalu jauh. Lalu, mari langsung ke inti pembicaraan untuk tidak menghambat leader-dono yang sibuk ini."

Aku melihat ke atas dan melihat Heathcliff bersikap acuh tak acuh ketika aku mengatakan hal itu.

Asuna pertama menjelaskan apa yang terjadi tadi malam dengan jelas. Sementara mendengarkan dia, ekspresi dari «Holy Sword» kelihatannya tidak berubah sama sekali, dan hanya mengedutkan alisnya ketika mendengar kematian Kains.

"…Itu adalah keseluruhannya. Ini sedikit merepotkan, tetapi aku berharap anda dapat memberikan kepada kami beberapa saran, pemimpin..."

Asuna menyimpulkan. Heathcliff meminum seteguk air lagi, dan kemudian menjawab, un,

"Lalu, mari kita dengar hipotesis-mu, Kirito-kun. Apa pandanganmu mengenai metode «Pembunuhan di area dalam» ini?"

Begitu mendengar topik ini diarahkan kepadaku, aku meletakkan tangan yang menyanggah wajahku dan segera menaikkan tiga jari.

"Un…Aku rasa ada 3 metode yang mungkin. Yang pertama, sebuah duel di dalam area dalam yang sesungguhnya. Yang kedua, mengkombinasikan sebuah metode yang tidak diketahui dengan celah yang ada di sistem, dan yang ketiga... sebuah teknik atau perlengkapan yang tidak diketahui yang dapat menyebabkan Kode Anti-Kriminal tidak berlaku."

"Kamu dapat melupakan kemungkinan ketiga."

Heathcliff dengan segera menyimpulkan, dan kata-kata ini membuatku menatap wajahnya. Asuna sama sepertiku, berkedip beberapa kali sebelum bertanya,

"…Pemimpin, bagaimana kamu bisa begitu yakin?"

"Pikirkan mengenai hal ini. Bila kamu adalah pengembang permainan ini, akankah kamu membuat teknik atau senjata seperti itu?"

"Un…kemungkinan tidak."

Aku menjawab.

"Mengapa begitu?"

Aku melihat kembali ke arah kedua mata yang berwarna merah tua kekuningan itu yang menarik, dan meneruskan,

"Itu karena... terlalu tidak seimbang. Aku benar-benar tidak ingin mengakuinya, tetapi peraturan-peraturan dari SAO cukup adil. Tentu saja, «Unique Skill» milikmu tidak dapat dianggap demikian."

Aku menyunggingkan bibirku ke atas ketika aku menambahkan kalimat terakhir itu, dan Heathcliff dalam hening tersenyum balik kepadaku dengan sikap yang sama.

Jauh di dalam, aku terkejut, tetapi ekspresi wajahku tidak berubah sama sekali. Bahkan bila dia adalah pemimpin dari guild KoB, dia tidak mungkin tahu bahwa baru-baru ini aku mendapatkan «itu» di dalam skill window milikku.

Asuna terus-menerus menoleh ke arah Heathcliff dan aku ketika kami saling bertukar senyuman yang aneh antara satu sama lain, menghela napas dan menggelengkan kepalanya sebelum menyela,

"Bagaimanapun juga, mendiskusikan kemungkinan kedua itu membuang-buang waktu karena kita tidak dapat mengkonfirmasikannya. Lalu... mari memeriksa asumsi pertama, kemungkinan mengenai sebuah duel yang semestinya."

"Baiklah... tetapi toko di sini benar-benar lamban dalam menyajikan makanannya."

Aku mengangkat bahu ke arah Heathcliff, yang melihat jauh ke dalam konter.

"Sejauh yang aku tahu, pemilik toko ini adalah yang paling tidak bersemangat di dalam Aincrad. Ini adalah salah satu ciri khas toko ini. Lagipula, air es dapat diisi ulang tanpa henti disini."

Aku mengambil ceret murah yang ada dan terus menuangkan air es ke gelas leader-dono yang ada di depannya.

"——Bila seorang pemain meninggal di dalam lingkaran, itu pasti karena duel, un... ini bisa dibilang sebagai pengetahuan umum. Tetapi aku dapat mengkonfirmasi bahwa tidak ada tanda-tanda mengenai window yang menunjukkan seorang pemenang. Apakah ada duel yang semacam itu?"

Pada saat ini, Asuna, yang duduk disampingku, tiba-tiba menelengkan kepalanya.

"…Ngomong-ngomong, aku belum pernah menyadarinya sebelumnya. Dimana window yang menunjukkan pemenangnya muncul?"

"Eh? Yah…"

Sebenarnya, aku belum pernah memikirkan mengenai pertanyaan ini sebelumnya. Tetapi Heathcliff dengan segera menjawab tanpa ragu,

"Window ini akan muncul di tengah-tengah para peserta duel. Atau, bila kedua pihak terpisah sejauh 10 meter ketika pemenangnya ditentukan, akan ada dua window yang muncul di titik terdekat dari mereka."

"…Aku tidak menyangka anda juga mengetahui peraturan semacam ini. Hal ini berarti... bahkan walau jauh, window ini akan muncul paling jauh 5m dari Kains."

Pikiranku mengingat kembali cuplikan dari tragedi itu, dan aku menggelengkan kepalaku dan berkata,

"Tidak ada window apapun yang muncul di sekitarnya, aku yakin karena disana terdapat banyak saksi mata. Selain itu, bila window itu muncul di belakang Kains di dalam gedung gereja, ini berarti kriminalnya masih berada di dalam gedung gereja pada saat itu. Akan tetapi, Asuna, yang berlari kedalam gedung gereja sesaat sebelum Kains meninggal, tidak melihat seorangpun. Hal ini membuatnya sangat aneh."

"Ngomog-ngomong, tidak ada window apapun di dalam gedung gereja."

Asuna menambahkan.

Hmm. Aku heran. Lalu——

"…Jadi…itu bukan sebuah duel?"

Semenatara aku menggumam, suasanya yang menyedihkan di dalam restoran ini menjadi lebih berat.

"…Apakah kamu memilih toko yang salah...?"

Asuna menggumam, kelihatannya sedang berusaha untuk mengganti proses berpikir disini setelah dia menghabiskan air es di dalam gelasnya sebelum menaruhnya kembali ke meja dengan sebuah suara klang. Aku lalu segera mengisi gelasnya dengan air es. Dia berterima kasih kepadaku dengan sebuah ekspresi yang samar-samar, dan kemudian menaikkan kedua jarinya sebelum berkata,

"Kemungkinan kedua adalah satu-satunya kemungkinan yang tersisa. «System Loophole»... tetapi aku merasa bahwa ada yang salah dengan ini."

"Apa yang salah dengan ini?"

"«Continuous Pierce Damage »."

Disini terdapat tusuk gigi di meja, yang sebenarnya tidak diperlukan sama sekali —— tidak mungkin mengotori gigi kami di dunia ini —— Asuna mengambil satu dan menggunakan senjata yang dapat dimasukkan ke kantong ini untuk dilemparkan ke udara.

"Aku merasa bahwa tombak pendek itu tidak hanya digunakan untuk menunjukkan sebuah eksekusi di depan publik. Mungkin dia perluI bergantung kepada luka yang berkelanjutan untuk melakukan sebuah PK di dalam area... itulah yang aku pikirkan."

"Un. Aku memikirkan hal yang sama."

Aku mengangguk, dan kemudian menggelengkan kepalaku,

"Tetapi bukankah kita sudah bereksperimen mengenai hal ini sebelumnya? Bahkan bila kita menggunakan sebuah senjata penikam, lukanya akan berhenti ketika kita bergerak ke dalam area."

"Itu ketika mereka berjalan masuk. Lalu... bagaimana bila mereka menggunakan «Return Crystal»? Dia menyiapkan sebuah kristal di dalam ruangan kecil di dalam gedung gereja untuk keluar dan kemudian berpindah dari luar area ke tempat itu... apakah lukanya juga akan berhenti?"

"Tentu saja."

Suara tajam Heathcliff menjawab.

"Tidak peduli apakah itu karena berjalan atau karena berteleportasi atau bahkan karena dilemparkan masuk ke dalam area... ketika seseorang memasuki area jalan, «Kode»-nya akan bekerja tanpa pengecualian."

"Tunggu, «Area jalan» yang anda bicarakan ini hanya mengacu ke tanah atau di dalam bangunan, bkukan? Bagaimana dengan di udara?"

Aku tiba-tiba memiliki sebuah imaginasi yang aneh ketika aku menanyakan pertanyaan ini.

Tali itu. Bila Kains, yang tertusuk dengan tombak pendek itu, tergantung di leher oleh sebuah tali, apa yang akan terjadi bila dia segera digantung dan ditusuk tanpa menyentuh tanah sebelum didorong keluar dari koridor...

Pertanyaan ini bahkan menyebabkan Heathcliff untuk ragu-ragu.

Tetapi dua detik kemudian, rambut panjangnya yang diikat mengayun ke samping.

"Tidak —— bisa dibilang , «area» ini memanjang dari jalan ke atas hingga atapnya, dasar dari latai berikutnya. Pada saat seseorang bergerak menuju ruangan 3 dimensi itu, «Kode»-nya akan melindungi orang itu. Jadi bahan bila seseorang mengatur jalan keluarnya 100m di atas jalan dan bergerak dari luar ke udara, tidak akan ada luka apapun karena jatuh. Akan tetapi, seseorang akan merasakan sebuah hantaman mental yang tidak menyenangkan. "

"Begitu~"

Asuna dan aku mengeluarkan suara kagum.

Tentu saja, kami tidak terkagum karena bentuk dari bagian «area»-nya, tetapi oleh luasnya pengetahuan dan ingatan Heathcliff. Aku telah berpikir bahwa seseorang perlu megnetahui banyak hal hanya untuk menjadi pemimpin sebuah guild, tetapi aku dengan segera menolak ide itu pada saat seorang pengguna katana berjenggot muncul di dalam pikiranku.

Akan tetapi——

Bila begitu, bahkan bila ada «Continuous Pierce Damage», karena Kains berada di dalam area, luka ini seharusnya berhenti. Dengan kata lain, seharusnya ada penyebab luka lain dari HP orang itu selain oleh tombak bernama «Guilty Thorn» itu —— apakah ada celah lainnya?

Aku terus berpikir, dan dengan perlahan menyatakan tebakanku.

"…Di Monumen Kehidupan, waktu kematian Kains ada disana, dan penyebab kematiannya dengan jelas disebutkan di sana —— «Continuous Pierce Damage». Selain itu, apa yang tertinggal dari tempat kematian Kains adalah tombak hitam pendek itu."

"Yah. Benar-benar sulit untuk membayangkan kriminalnya menggunakan senjata lainnya."

"Dengarkan aku..."

Pikiranku dengan segera memikirkan mengenai perasaan seperti terhempas ketika seekor monster yang kuat melakukan sebuah pukulan telak , dan melanjutkan,

"Ketika seseorang terkena oleh sebuah pukulan telak, apa yang akan terjadi dengan HP bar-nya?"

Asuna dengan segera memberikanku sebuah ekspresi tidakkah-kamu-tsudah-mengetahui-hal-ini dan menjawab,

"Tentu saja HP bar-nya akan berkurang banyak."

"Berarti ada masalah mengenai bagaimana HP bar itu berkurang. HP-nya tidak akan berkurang dengan sangat banyak dalam waktu singkat tetapi dengan perlahan berkurang dari kanan ke kiri, bukan? Dengan kata lain, terdapat sebuah jeda antara serangan hingga HP bar-nya habis."

Ketika aku mengatakan hal ini, Asuna akhirnya menyadari apa yang ingin aku ucapkan. Tetapi Heathcliff masih tidak menunjukkan emosi apapun, yang membuatku sulit mengetahui apa yang sebenarnya dia pikirkan.

Aku terus melihat mereka berdua, dan kemudian mengayunkan tanganku untuk mengatakan,

"Sebagai contoh... tombak itu mengenainya di luar area dan menyebabkan HP kains untuk jatuh dari maksimum menjadi nol. Dari perlengkapannya, aku dapat mengatakan bahwa dia adalah seorang tank, jadi HP bar miliknya pasti lumayan tinggi. HP bar itu lalu menurun dari maksimum menjadi nol, un... jadi tidak mengherankan bila butuh waktu 5 detik untuk habis. Pelakunya pasti menggunakan jeda waktu ini untuk berteleport kembali melalui sebuah portal dan mengirim Kains ke dalam gedung gereja untuk menggantungnya dari jendela..."

"Tu... tunggu sebenatar."

Asuna terus menaikkan nada suaranya dan menyelaku.

"Kains bukanlah bagian dari grup penyelesai, tetapi dia adalah seorang pemain elit diantara para pemain level menengah. Hanya menggunakan sebuah teknik pedang untuk mengurangi HP orang itu menjadi nol itu tidak mungkin abgiku... dan bagimu!"

"Un, benar juga."

Aku mengangguk perlahan.

"Bahkan bila kita menggunakan sebuah «Vorpal Strike» untuk menghasilkan sebuah luka telak, kita mungkin tidak dapat mengurangi HP bar miliknya menjadi setengah. Tetapi di dalam SAO, ada ribuan pemain. Kita tidak mungkin menolak kemungkinan mengenai adanya seorang pendekar pedang dengan level tinggi yang tidak terabung dengan grup penyelesai... mereka yang Asuna dan aku tidak ketahui."

"Jadi apa yang coba kamu utarakan adalah... kita tidak tahu apakah Grimlock adalah seseorang yang membunuh Kains dengan tombak pendek itu atau seorang pemain «merah» yang dia minta, tetapi orang itu memiliki kemampuan untuk menghabisi seorang tank yang berpelindung penuh...?"

Aku mengangkat bahu untuk menegaskannya, dan melihat orang yang duduk di seberangku dengan sebuah sikap yang menunggu seorang «guru» untuk menilai.

Kedua mata Heathcliff yang setengah tertutup menatap meja, dan setelah beberapa saat, dia mengangguk,

"Mengenai metoda, hal itu bukanlah tidak mungkin. Benar bahwa bila kamu melakukan sebuah serangan di luar area untuk menjatuhkan HP miliknya menjadi nol dan membuka sebuah portal untuk memindahkan targetnya, kamu dapat membuat apa yang dinamakan «PK di dalam area»."

Oh? Jadi aku benar? Pada saat aku memikirkan itu, suara yang jelas itu menambahkan, "Akan tetapi..."

"…Aku rasa kamu seharusnya tahu. Karakteristik utama dari sebuah senjata penikam adalah panjangnya, diikuti oleh kemampuan menembus pelindung. Dalam hal kekuatan murni, tombak ini tidak sekuat senjata penghantam ataupun senjata penebas. Bahkan bila sebuah tombak panjang tidak dapat melakukannya, lebih tidak mungkin bagi tombak pendek seperti itu."

Hal ini benar-benar menenggelamkan alasanku.

Aku mencibir seperti seorang anak kecil yang menggerutu, dan begitu melihat hal ini, Heathcliff tersenyum dan melanjutkan,

"Bila seseorang memang menggunakan tombak pendek yang bukanlah sebuah item tingkat tinggi seperti itu untuk menghabisi seorang tank level menengah... aku rasa orang itu setidaknya harus berada pada level 100 untuk dapat melakukannya."

"100!!???"

Asuna tiba-tiba berteriak karena panik.

Pengguna rapier itu melebarkan kedua matanya yang berwarna coklat tua kekuningan itu dan berbalik untuk melihat Heathcliff, dan kemudian kepadaku, dan kemudian berulang-ulang lagi, sebelum menggelengkan kepalanya dan mengatakan,

"Tidak... tidak mungkin bagi orang seperti itu untuk ada. Kita telah berlatih begitu lama, jadi kamu pastinya belum lupa, bukan? Bila itu adalah level 100... tidak mungkin dapat mencapainya tanpa berlatih selama 24 jam sehari di dungeon-dungeon yang ada di garis depan."

"Itu adalah apa yang aku rasakan juga."

Karena pemimpin dari guild terkuat KoB ini menolak kemungkinan ini, bagaimana seorang pemain solo yang remeh ini dapat melakukan sebuah argumentasi yang masuk akal? Sebenarnya, bahkan aku, yang pada dasarnya adalah pemain dengan level paling tinggi di grup penyelesai, baru saja sedikit di atas level 80.

"…La-lalu itu mungkin bukan karena kemampuan pemainnya, tetapi kekuatan dari teknik pedangnya, sebagai contoh... orang kedua yang memiliki «Unique Skill» yang baru muncul atau sesuatu..."

Pada saat aku megnatakan hal ini, pemimpin ini mengangkat kedua bahunya yang tertutupi oleh jubah berwarna merah gelap, dan kemudian tersenyum,

"Fu…Bila pemain seperti itu benar-benar ada, aku pasti akan dengan segera mengajaknya untuk bergabung dengan KoB."

Sementara kedua mata yang tidak dapat ditebak itu menatapku, aku hanya dapat menyerahkan kemungkinan seperti itu dan bersandar ke punggung kursi murah ini.

"Hn~ Aku rasa hal ini mungkin dapat diterima. Apa yang tersisa adalah..."

Ketika aku hampir saja mengatakan sebuah pernyataan bodoh yaitu 'meminta seekor monster dengan tingkat yang sama seperti bos di area berlatih untuk menghajar Kains', sebuah bayang-bayang dengan diam-diam muncul di sebelahku.

"Maaf membuat anda menunggu..."

Pemilik toko NPC ini berkata dengan sebuah nada malas sementara dia menghidangkan 3 mangkuk mi dari nampan persegi. Rambut yang terurai di bawah topi koki yang berlumuran minyak terlalu panjang, dan aku tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas.

Asuna sudah terbiasa melihat NPC pekerha toko di lantai-lantai lainnya yang bersih, sopan, dan serius dalam pekerjaannya, tercengang sementara dia hanya dapat melihat pemilik toko ini pergi dengan perlahan dan kembali ke konter.

Aku mengambil sumpit murah yang tidak perlu dicuci dari meja, PAK, memisahkannya dan menarik semangkuk mi ke arahku. Asuna melakukan hal yang sama sepertiku dan berbisik,

"…Apa ini? Ramen?"

"Se-seharusnya sesuatu yang serupa?"

Aku mengatakannya, dan menarik mi yang bergelombang yang terendam di kuah yang jernih itu keluar.

Dan kemudian, 3 suara menyeruput dan makanan yang dikunyak dapat terdengar dari dalam toko.

Seberkas angin yang secara tidak biasa panas dan kering berhembus masuk dari pintu, dan dari langit di atas, beberapa ekor burung yang tidak diketahui mengeluarkan sebuah suara ' 'QUACK—'.

Beberapa menit kemudian, aku mendorong , mangkuk mi yang sudah kosong di pinggit meja, dan kemudian melihat pria di seberangku sebelum berkata,

"…Lalu, leader-dono. Ada ide?"

"…"

Heathcliff, yang telah menghabiskan kuahnya sebelum meletakkan mangkuknya, menatap gambar yang terlihat seperti sebuah kanji di dasar mangkuk,

"…Ini bukan ramen. Pasti bukan."

"Un, aku rasa juga begitu."

"Lalu, aku akan memberikanmu jawaban yang sama nilainya dengan semangkuk ramen palsu ini."

Tak. Dia mengangkat kepalanya dan meletakkan sumpit yang tidak perlu dicuci itu.

"…Melalui informasi yang ada sekarang, aku tidak dapat menyimpulkan «apa yang beanr-beanr terjadi». Tetapi aku dapat mengatakan hal ini —— dengarkan... pada kasus ini, satu-satunya petunjuk yang dapat kamu anggap 'dengan mutlak dapat dipercaya' adalah apa yang kamu lihat atau dengar secara langsung."

"…? Apa maksudnya..."

Heathcliff menggunakan matanya yang seperti kuningan itu untuk menatap Asuna dan aku yang duduk bersebelahan, dan mengatakan,

Sword Art Online Vol 08 - 097.jpg

"Berarti... apa yang kalian lihat dan dengar di Aincrad semuanya adalah banyak database digital yang dapat dikonversikan menjadi proses. Tidak ada sesuatu seperti ilusi atau halusinasi di sini . Di lain pihak, semua informasi yang bukan data dapat memiliki kemungkinan itu untuk menjadi sebuah ilusi atau kebohongan. Bila kalian ingin melacak pembunuh ini... «insiden di area dalam ini», kalian hanya dapat mempercayakan mata dan telinga kalian sendiri. Dengan kata lain, otak kalian harus mengkoleksi datanya secara langsung."

Heathcliff akhirnya berkata 'terima kasih atas traktirannya Kirito-kun', dan berdiri.

Aku merenungkan mengenai apa yang dikatakan oleh pendekar pedang yang misterius ini dan berdiri, mengatakan kepada pemilik tokonya 'kami sudah kenyang', dan menyelinap melewati pintu untuk keluar.

'Mengapa toko semacam itu ada'. Heathcliff, yang berada di depanku, menggumamkan kata-kata itu yang dengan lembut memasuki kedua telingaku.


Karena leader-dono itu kelihatannya seperti menyatu dengan jalanan yang simpang siur ini dan menghilang, aku berbalik ke arah Asuna, yang berdiri di belakangku, dan bertanya kepadanya,

"…Apakah kamu mengerti apa yang baru dia katakan?"

"…Un."

Begitu melihatnya mengangguk, aku tidak dapat menahan diri untuk mendengar pemikiran dari wakil ketua ini.

"Yah… lagipula, apa yang baru saja disajikan adalah sebuah 'Ramen gaya Tokyo tanpa kecap', yang menyebabkan rasa yang setengah-setengah itu."

"Huh?"

"Aku telah memutuskan. Suatu hari, aku akan membuat kecap. Bila tidak aku rasa rasa tidak terpuaskan itu kelihatannya tidak akan pernah menghilang."

"…Begitu. Semoga berhasil kalau begitu..."

Aku mengangguk dan kemudian berkata menyindir dengan "BUKAN ITU YANG AKU TANYAKAN!"

"Eh? Kirito-kun? Apa yang baru saja kamu katakan?"

"Maaf membawamu kesini untuk memakan sesuatu yang begitu aneh. Itu adalah kesalahanku, jadi tolong lupakan hal itu. Apa yang baru saja aku tanyakan adalah, Heathcliff itu baru saja mengatakan sebuah kata-kata yang terlihat mencerahkan. Apa maksud dari kata-kata itu?"

"Ahh…"

Kali ini, Asuna benar-benar mengangguk dan menjawabku,

"Maksudnya, jangan benar-benar percaya dengan informasi yang kamu terima dari orang lain begitu saja. Di dalam situasi ini, dia berkata mengenai motifnya... Insiden cincin langka dari «Golden Apple»."

"Ehh~?"

Aku tidak dapat menahan diri untuk mengerang.

"Jadi kamu telah mencurigai Yoruko-san? Beanr bahwa kata-kata itu benar-benar tanpa dasar... tetapi, tidakkah kamu baru saja mengatakannya sekarang, Asuna? Percuma meragukan apa yang dia katakan tanpa mengatakan apa yang benar dan apa yang salah, bukan?"

Pada akhirnya, Asuna melirikku untuk suatu alasan, dan dengan cepat berpaling sebelum mengangguk beberapa kali.

"Y-yah, aku memang mengatakannya. Tetapi, seperti apa yang dikatakan pemimpin. Terlalu sedikit metide untuk menyimpulkan metode PK yang mana yang digunakan. Bila begitu, mengapa kita tidak bertanya kepada orang satunya yang terlibat? Bila kita tiba-tiba menyebutkan mengenai cincin itu, dia bahkan mungkin saja tegang dan mengungkapkan beberapa informasi."

"Eh? Siapa yang kamu maksud?"

"Tentu saja, yang mengambil tombak itu darimu."

Bagian 6[edit]

Angka yang terlihat di ujung kanan bawah dari penglihatanku menunjukkan jam 2 siang.

Biasanya, ini adalah waktu di mana waktu makan siang berakhir, dan waktu di mana penyelesaian dungeon dan latihan akan belanjut. Akan tetapi, aku tidak memiliki waktu untuk pergi dari area jalan. Untuk bergerak di medan di garis depan dan mengarah menuju area dungeon saja akan membutuhkan waktu hingga matahari terbenam.

Untuk seseorang sepertiku, yang akan bermalas-malasan karena «cuacanya bagus», hal ini tidak masalah, tetapi untuk «The Flash», yang tidak dapat berpartisipasi di dalam penyelesaian selama 2 hari berturut-turut, dia pasti merasa tidak senang.

Aku bertanya-tanya sementara aku melirik untuk melihat respon Asuna. Wanita ini tanpa diduga mengeluarkan suatu perasaan yang lebih lemah-lembut dibandingkan biasanya. Dia tidak hanya bermain-main ke toko-toko misterius yang berada di gang-gang gelap yang ada di dalam Algade, tetapi juga melihat-lihat gorong-gorong yang mengarah entah ke mana —— pada saat dia menyadariku. Nn? Dia memberikan pandangan seperti itu dan tersenyum kepadaku.

"Ada apa?"

Dia bertanya, dan aku dengan terburu-buru menggelengkan kepalaku dan menjawab,

"T... tidak, tidak ada apa-apa."

"Kamu adalah orang yang aneh, walaupun aku sudah tahu mengenai hal itu."

Dia tiba-tiba mulai tertawa tertekeh, meletakkan kedua tangannya di pinggangnya, dan kemudian menggunakan kedua tumit sepatunya untuk menghentak lantai.

Tolonglah, aku benar-benar tidak tahu siapa yang aneh di sini. Apakah ini adalah iblis penyelesai lantai yang sama yang marah besar dan mengkuliahiku karena tidur kemarin? Atau dia memang menggerutu akan tetapi terpengaruh oleh gaya «Algade-side»? Bila begitu, aku pasti akan memberikannya «Algade Roast» yang bahkan lebih eksotik kali berikutnya.

Sementara aku memikirkan hal itu, aku akhirnya menfengarkan suara dengungan yang ada di alun-alun gerbang transfer muncul di samping. Untungnya, kita tidak perlu meminta NPC yang berada di pinggir jalan untuk kembali ke alun-alun.

Aku dengan paksamenghentikan ketertarikan yang aneh di dalamku itu dan terbatuk.

"Ahem… lalu, kita akan pergi untuk menanyai komandan Schmitt. Tetapi pada saat ini, bukankah anggota dari DDA sedang keluar berburu?"

Asuna tetap mempertahankan senyumannya dan menaruh jemarinya di janggutnya yang mungil sebelum mengatakan,

"Bila kata-kata Yoruko-san benar, lalu chmitt-san adalah salah satu dari mereka yang «menentang penjualan cincinnya»... dengan kata lain, dia dan Kains-san berada pada pihak yang sama. Dari cara dia muncul di depanmu kemarin, bukankah jelas bahwa dia sendiri khawatir mengenai hal ini. Sekarang karena dia ditarget oleh seorang pemain «Merah» yang tidak diketahuo... apakah kamu berpikir bahwa dia akan meninggalkan area begitu saja di dalam situasi seperti ini?"

"Ahh… apa yang kamu katakan benar juga. Tetapi pemain «Merah» itu mungkin menggunakan emtode PK di dalam area. Bahkan bila dia tetap berada di jalan-jalan, dia tidak akan dapat benar-benar aman."

"Karena hal iilah jadi dia ingin mengerahkan usaha maksimal untuk memastikan keselamatannya sendiri. Bila dia tidak bersembunyi di penginapan, dia..."

Ketika mendengar hingga titik ini, aku akhirnya menyadari apa yang berusaha diucapkan Asuna, Aku menjentikkan jariku dan meneruskan,

"Dia akan menggunakan metode «Kota penjaga» dan bersembunyi di markas besar dari DDA."


Salah satu dari guild terkuat, Divine Dragon Alliance, mendirikan markas besar guildnya yang megah di lantai ke-56, yang sebenarnya baru ada tidak lama sebelumnya. Tentu saja, ini bukanlah sebuah kebetulan bahwa mereka menentukan markas besar mereka satu lantai lebih tinggi dari Knight of Blood yang membuat markas besar di lantai ke-55, tetapi aku melihat bahwa itu adalah sebuah gedung yang dibangun berlebihan seperti sebuah «kastil» atau «benteng» dibandingkan sebuah «rumah», dan tidak dapat menahan diri untuk merasa jijik akan keberanian mereka itu. Klein, Agil, dan aku sebelumnya menghabiskan makanan yang ada satu meja penuh untuk menghormati mereka, tetapi terlalu banyak sinyal-sinyal perasa yang memasuki kami, dan perut kami terasa kembung selama 3 hari penuh.

Aku, yang berjalan keluar dari gerbang transfer Algade, melihat ke arah museum mengerikan dari makanan yang mengenyangkan di atas bukit yang mengawasi seluruh jalan, dan tidak dapat menahan diri untuk bersendawa. Asuna kelihatannya tidak banyak bereaksi karena dia dengan segera berjalan di jalan berbatu bata merah di sepanjang lereng bukit ini.

Aku melihat naga biru yang berada di dalam bendera guild yang memiliki warna dasar perak yang berkibar di atas, dan dengan sengaja merendahkan nada suaraku sebelum berkata,

"Ngomong-ngomong, bahkan bila DDA-sama adalah sebuah guild yang terkenal, benar-benar mengagumkan bahwa mereka bisa mengumpulkan begitu banyak uang untuk membeli bangunan seperti ini, aku tidak tahu apa yang kamu rasakan mengenai hal ini, wakil ketua KoB-doni."

"Aku rasa lumayan. Bila kita melihat jumlah orang yang tergabung di dalam guild, anggota dari DDA mengalahkan kami 2 banding 1. Tetapi mengenai keuangannya, memang sedikit aneh. Kepala keuangan kamu Daizen-san pernah berkata bahwa 'mereka pasti memiliki Tempat-Tempat Farming yang efisien'."

"Apakah begitu?"

Yang disebut sebagai farming adalah sebuah istilah MMO untuk berburu mobs yang sangat banyak dengan kecepatan tinggi. Tahun lalu, aku memutuskan untuk melakukan sebuah aktivitas yang beresiko tinggi karena sebuah insiden tertentu dan menggunakan «Ant Hill» di lantai ke-46. Tempat itu adalah sebuah tempat yang simbolis. Akan tetapi, ketika experience yang di dapat disana pada suatu waktu melebihi batasan tertentu, «Cardinal System» yang mengatur dunia SAO ini akan dengan alami menurunkan efisiensinya.

Karena itu, orang-orang di dalam grup penyelesai memiliki sebuah persetujuan yang baik bahwa 'kita akan menunjukkan semua area farming yang baik kesemua tempat, dan semuanya dapat memperoleh sumber-sumber yang kaya itu hingga mereka habis'. Akan tetapi, DDA mungkin telah melanggar persetujuan ini dan menyembunyikan tempat-tempat seperti itu —— pada dasarnya itu adalah apa yang dimaksud Asuna.

Ini benar-benar rumit, tetapi bila DDA menjadi semakin kuat pada dasarnya berarti keseluruhan grup penyelesai akan menjadi lebih kuat, jadi tidak ada yang dapat melarang mereka.

Bila kita melakukan hal itu, apa yang akan kami hadapi pada akhirnya adalah kemunafikan diri dari grup penyelesai. Kami menetapkan tujuan di dalam permainan kematian ini untuk membebaskan semua orang, dan dengan kurang ajar mengambil sebagian besar sumber-sumber yang disediakan sistemnya. Akan tetapi, ini mungkin hanya untuk memenuhi keinginan kami untuk berada di puncak dari piramid.

Ketika memikirkan hal ini, aku tba-tiba memikirkan mengenai «Aincrad Liberation Army», yang memiliki tujuan yang benar-beanr berbeda dari grup penyelesai —— memaksa semua pemain untuk membagi semua bahan-bahan yang ada secara merata tidak terliaht sebagai sebuah dunia impian. Benar. Bila «Army» benar-benar menekankan hal ini, tidak akan ada «insiden di dalam area» ini, dan drop cincin dari monster yang menjadi penyebab dari pembunuhan itu akan dengan paksa diambil dan dijual, dan semua keuntungannya akan dibagikan kepada semua pemain.

"Benar-benar... orang yang menciptakan permainan kematian ini benar-benar terlalu kejam..."

Mengapa memilih sebuah «MMO»? Ada banyak RTS atau FPS yang jauh lebih adil dan dapat dengan mudah menentukan pemenangnya pada saat itu juga.

SAO telah menguji keserakahan dari para pemain dengan level tinggi. Permainan ini memaksa mereka untuk menyeimbangkan rasa superioritas mereka yang remeh itu dengan teman-teman mereka —— atau hal itu dapat dikatakan kepada masig-masing pemain.

Dan kriminal yang berada di balik insiden cincin itu tertelan oleh keserakahannya sendiri.

Sebenarnya, aku sendiri menghadapi pencobaan yang berat seperti itu. Hal itu karena, di dalam Property Window milikku, terdapat sebuah rahasia yang sangat besar yang bahkan tidak dapat dibandingkan dengan sebuah item sihir yang langka, dan memilih untuk menyimpannya.

——Mungkin Asuna telah mendengarku menggumam karena dia kelihatannya benar-enar mengerti apa yang terjadi di dalam pikiranku dan menggumam,

"Karena itulah kita harus memecahkan kasus ini."

Asuna dengan paksa menggenggam tangan kananku, menunjukkan sebuah senyum yang kuat yang menghapus segala keraguan. Sementara aku panik, dia berkata kepadaku untuk menunggu di sini, dan bergerak ke arah gerbang kastil yang besar di depan kami dengan langkah berat. Aku meletakkan tanganku yang masih memiliki sedikit kehangatan itu di dalam saku mantelku, dan bersandar di pohon yang ada di dekatku.

Pada dasarnya, hanya anggota guild disini yang dapat memasuki bangunan yang didaftarkan sebagai markas besar guild mereka ini. Dengan kata lain, tempat ini tidak berbeda dengan rumah pribadi seorang pemain, jadi tidak perlui ada penjaga. Akan tetapi, sebuah guild yang memiliki jumlah anggota yang cukup masih akan mengirim orang untuk berdiri di depan, dan tujuan utama merak bukanlah untuk menjaga, tetapi untuk menyampaikan pesan dari pengunjung.

Dan Divine Draqgon Alliance ini juga sama. Gerbang yang luar biasa ini memiliki dua pendekar bertombak yang bersenjata berat berdiri di sana seperti penjaga.

——Mereka terlihat lebih mirip denga bos-bos tingkat menengah di dalam sebuah RPG dibandingkan penjaga. Begitu aku memikirkan hal ini, hatiku mulai khawatir, tetapi Asuna berjalan ke arah seorang pria di kanan tanpa ragu dan menyapanya.

"Halo. Aku adalah Asuna dari Knight of Blood..."

Pendekar yang berbadan besar dan tegap ini dengan segera menegakkan tubuh bagian atasnya dan dengan lembut berbisik,

"Ah, halo! Kejadian itu pasti berat bagimu! Apakah ada alasan mengapa kamu jauh-jauh datang ke sini?"

Dia tidak terlihat seperti penjaga ataupun bos level menengah. Asuna secara terbuka memberi sebuah senyuman yang imut kepada raksasa yang datang berlari dari sisi kiri, dan kemudian menyatakan tujuan kunjungannya,

"Aku datang ke sini untuk berbicara dengan anggota guildmu mengenai suatu hal. Dapatkah kamu membantuku memanggil Schmitt-san?"

Kedua pria saling memandang satu sama lain, dan salah satu dari mereka menelengkan kepala mereka dan berkata,

"Orang itu seharusnya berada di area dungeon di garis depan, bukan?"

Tetapi yang lainnya menjawab,

"Ah, tetapi kelihatannya dia berkata saat sarapan tadi bahwa dia akan beristirahat hari ini karena dia pusing. Mungkin dia berada di dalam ruangannya. Aku akan mencoba bertanya."

Cara mereka menjalin hubungan antara satu dengan yang lain benar-benar mengejutkanku. Dalam hal hubungan antar guild, DDA dan KoB pastinya tidak dapat dianggap memiliki hubungan yang baik satu sama lain, tetapi hal ini mungkin berbeda untuk hubungan interpersonal —— tentu saja, itu mungkin karena daya tarik Asuna ditambahkan di dalamnya. Bila itu adalah penyebab yang kedua, aku mungkin lebih baik berdiri di sini dan tidak keluar.

Sementara aku menyandarkan tubuhku di dekat dahan pohon yang menempel di dinding kastil untuk mencoba bersembunyi lebih jauh, penjaga lain mulai mengetik sebuah pesan dengan cepat dan mengirimnya.

Dan kemudian, terdapat sebuah jawaban dalam kurang dari 30 detik karena jemari dari penjaga itu kembali menuju window miliknya. Kelihatannya Schmitt benar-benar bersembunyi di dalam kastil. Bila dia sedang bertarung di dalam dungeon di garis depan, mustahil baginya untuk menjawab secepat ini.

Penjaga itu melihat pesannya, dan dengan segera mengernyitkan dahi karena kesusahan.

"Dia sedang beristirahat hari ini... tetapi, dia ingin aku bertanya kepadamu mengenai apa kunjungan ini sebenarnya..."

Asuna merenungkan hal ini untuk beberapa saat, dan dengan mudah menjawab,

"Katakan saja kepadanya 'Aku ingin berbicara mengenai cincin itu'."

Pihak lain itu dengan segera menjawab.

Orang yang seharusnya berbaring di tempat tidur karena pusing dengan segera bergegas keluar dari gerbang kastil dan berkata 'mari pergi ke tempat lain' untuk berbicara dan dengan segera berjalan dengan cepat menuruni bukit. Asuna, yang mengikuti Schmitt, melewatiku, dan aku berpura-pura tidak ada sesuatu yang terjadi sementara aku berjalan keluar dari bayang-bayang pohon. Schmitt melirikku, tetapi dia mungkin telah tahu bahwa Asuna dan aku sedang menginvestigasi hal ini, dan tidak bereaksi sama sekali karena dia hany berjalan lebih cepat.

Schmitt, yang berjalan dengan cepat beberapa meter di depanku, masih mengenakan baju zirah tingkat tinggi yang dia kenakan ketika dia merampas tombak pendek itu dariku, dan bahkan masih ada selapis tipis chainmail dibaliknya. Dia tidak membawa tombak panjang besar itu, tetapi perlengkapan ini pastilah sangat berat. Dia hanya terlihat seperti dia tidak dapat merasakan bebannya karena dia terus bergerak ke depan dengan kecepatan tinggi. Dia tidak lagi seorang tank biasa, dan lebih seperti pemain American Football[9].

Orang berbadan besar dan tegap yang berukuran seperti seorang atlet yang jarang dapat dilihat di SAO ini sedang berjalan menuruni bukit dan memasuki area jalanan sebelum akhirnya berhenti. Dia mengayunkan zirahnya dan berbalik, dan dengan segera bertanya kepadaku bukan Asuna,

"Siapa yang memeberitahukanmu mengenai hal ini?"

"Huh?"

Aku menjawab, dan dengan segera menyadari bahwa dia telah melewatkan istilah tabu 'insiden mengenai cincin' ini, dan dengan berhati-hati menjawab,

"…Aku mendengarnya dari mantan anggota «Golden Apple»."

Pada saat aku mengatakan hal ini, kedua alis tebal di bawah rambut tegal lurus pendek itu berdenyut.

"Siapa?"

At this moment, I hesitated for a moment. If Schmitt was the perpetrator yesterday, he should have known that Kains and Yoruko were together. There was no point in hiding Yoruko's name now.

"Yoruko-san."

Pada saat aku mengatakan itu, pria yang kekar ini dengan segera terlihat seperti dia telah kehilangan jiwanya sementara dia melihat ke atas, lalu menghela napas panjang . Fuu…

Aku tetap tidak bergerak sementara pikiranku berpikir dengan cepat. Bila reaksinya sekarang adalah 'berelaksasi' seperti yang aku pikirkan, itu pasti karena dia tahu bahwa Yoruko dan dia keduanya 'menolak menjual cincin itu'.

Apa yang terjadi kemarin mungkin melibatkan 'grup yang setuju menjual', termasuk Grimlock, membalas dendam kepada 'grup yang berlawanan', dan Schmitt jelas mengetahuinya. Itulah mengapa dia menyatakan bahwa dia tidak akan berburu, tetapi bersembunyi di dalam keamanan dari markas besar guildnya.

Pada saat ini, tidak meyakinkan bahwa Schmitt adalah pembunuh Kains, tetapi jelas dia memiliki sebuah motif. Sebagai contoh, pelaku dari insiden cincin itu mungkin Kains dan Schmitt, dan Schmitt memutuskan untuk membunuhnya untuk mencegah pembocoran informasi. Aku terheran sementara aku menanyakan pertanyaanku,

"Schmitt-san, apakah kamu tahu dimana Grimlock, yang membuat tombak pendek itu, berada?"

"TI... TIDAK TAHU!"

Schmitt berteriak dengan keras sementara dia menggelengkan kepalanya dengan penuh semangat.

"Semenjak guild dibubarkan, kami tidak pernah mengontak satu sama lain. Aku bahkan tidak tahu bila dia masih hidup!"

Dia berkata dengan cepat sementara dia terus menggerakkan pandangan matanya dan melihat jalanan. Seakan-akan dia takut bahwa sebuah tombak pendek akan tiba-tiba terbang dari suatu tempat.

Pada saat ini, Asuna, yang terus diam hingga sekarang, tiba-tiba mengatakan dengan suara datar,

"Schmitt-san. Kami tidak mecari pelaku pembunuh pemimpin guild Golden Apple, tetapi seseorang yang memulai insiden itu kemarin... lebih tepatnya, kami sedang mencari tahu metode apa yang digunakan kriminal itu untuk membunuh. Hal ini adalah untuk melindungi ketentraman di dalam «Area» seperti sekarang."

Dia berhenti sebentar, lalu melanjutkan dengan sebuah suara yang lebih keras,

"…Sayangnya, orang yang paling emncurigakan adalah dia yang membuat tombak itu... dan kekasih dari pemimpin guild, Grimlock-san. Tentu saja, seseorang mungkin telah dengan sengaja membuatnya terlihat demikian, jadi kami perlu berbicara dengan Grimlock-san untuk menyelesaikannya. Bila kamu tahu mengenai keberadaannya atau bagaimana untuk menghubunginya, bisakah kamu menolong kami dan memberitahukannya?"

Schmitt, yang dipandangi oleh kedua mata berwarna coklat muda itu, menarik bagian atas tubuhnya. Kelihatannya dia tidak terbiasa berbicara dengan para pemain wanita, dan tentu saja, aku juga sama.

Dia berpaling dan menutup mulutnya. Bila bahkan serangan langsung Asuna tidak bekerja, dia benar-benar seorang musuh yang kuat. Aku memikirkannyasembari ingin menelan helaan napasku, tetapi segera,

"…Aku benar-benar tidak tahu dimana dia berada. Akan tetapi..."

Schmitt tergagap dan berkata,

"Grimlock benar-benar menyukai sebuah restoran NPC dan akan selalu berada di sana. Mungkin dia..."

"Be, benarkah!?"

Aku mencondongkan tubuhku ke depan dan berpikir.

Di dalam Aincrad, makan dapat dikatakan sebagai satu-satunya kemewahan. Tetapi pada saat yang bersamaan, sulit untuk menemukan sebuah makanan yang penuh rasa dari restoran NPC murah itu. Karena dia begitu menyukainya sehingga dia pergi ke sana setiap hari, sulit baginya untuk tidak pergi ke sana dalam jangka panjang. Hal itu karena aku makan 3 makanan dari 3 restoran yang berbeda secara bergantian. Sebagai catatan tambahan, erstoran yang membingungkan yang baru saja kami kunjungi sebelumnya tidaklah termasuk diantara ketiga restoran favoritku .

"Kalai begitu, tolong beritahu aku nama toko itu..."

"Aku memiliki satu syarat."

Schmitt menyelaku.

"Aku dapat memberitahukanmu, tetapi aku mempunyai satu syarat... biarkan aku bertemu dengan Yoruko."


Asuna dan aku membiarkan Schmitt berhenti di sebuah toko perlengkapan terdekat, dan mulai berdiskusi mengenai kondisi itu.

"Kalau begitu... seharusnya tidak ada masalah, bukan? Bagai mana menurutmu?"

"Un, yah..."

Asuna bertanya, tetapi aku tidak dapat dengan segea menjawab dan hanya dapat menggumamkan apa yang kurenungkan.

Bila Schmitt —— atau Yoruko, yang hampir pasti bukanlah pembunuh dari insiden di dalam radius kemarin, bertemu, mereka mungkin menganggap seorang dengan yang lain sebagai seseorang yang perlu dibunuh. Ketika mereka bertemu, salah satu pihak mungkin akan menggunakan sebuah «Teknik PK di dalam area» untuk menyebabkan korban baru, dan aku tidak dapat mengindahkan kemungkinan ini.

Akan tetapi, untuk hal itu dapat terjadi, pihak itu perlu menggunakan sebuah senjata dan menggunakan sebuah teknik pedang. Gerakan seperti itu akan memerlukan seseorang untuk membuka sebuah window untuk mengatur perlengkapan dan menggunakan sebuah tombol OK. Tidak peduli seberapa cepat hal itu terjadi, akan dibutuhkan waktu sekitar 4, atau 5 detik.

"…Dengan kita berdiri di dekat mereka untuk mengawasi, mungkin tidak ada kemungkinan apapun untuk terjadi sebuah PK. Akan tetapi —— bila itu bukan untuk melakukan PK, mengapa Schmitt itu meminta untuk bertemu Yoruko-san hari ini?"

Aku menggerakkan kedua tanganku ke samping, dan Asuna kelihatannya lumayan bosan.

"Siapa yang tahu... jangan katakan... bahwa dia sebenarnya secara diam-diam mengaguminya... un, mungkin tidak."

"Eh, benarkah!?"

Aku tidak dapat menahan diri untuk melihat ke belakang ke arah Schmitt yang terlihat tegang, tetapi Asuna dengan segera menarik kerahku untuk mencegahku melakukan hal itu.

"Aku bilang bukan itu! Lagipula... bila tidak ada bahaya apapun, kita hanya perlu melihat apakah Yoruko-san bersedia. Aku akan mengirim sebuah pesan kepadanya untuk memastikan."

"O,oke kalau begitu. Aku akan menyerahkannya kepadamu."

Asuna membuka window miliknya dan dengan segera menekan keyboard virtual itu dengan kecepatan tinggi. 'Pesan kepada teman' ini adalah sebuah fungsi yang mudah untuk berkomunikasi dengan seorang pemain yang berada jauh, tetapi percuma bila seseorang hanya mengetahui nama dari pihak lainnya, karena orang itu harus mendaftarkan pihak lainnya itu sebagai teman, atau teman satu guild, atau pasangan dalam pernikahan. Itulah mengapa kami tidak dapat menggunakannya untuk mengontak Grimlock. Kami dapat saja mengirim sebuah 'pesan instan' ketika kami mengetahui namanya, tetapi kedua belah pihak harus berada di lantai yang sama, dan kami tidak dapat mengetahui apakah pihak lainnya itu menerima pesannya atau tidak.

Yoruko kelihatannya menjawab pada saat itu juga, dan Asuna melirik window yang tidak ditutup itu sebelum mengangguk dan berkata,

"Dia bilang dia tidak masalah dengan itu. Lalu... aku agak kuatir, tetapi kita lebih baik mengajak orang itu juga. Lokasinya adalah penginapan dimana Yoruko-san berada."

"Un. Terlalu beresiko untuk membiarkannya pergi keluar."

Aku setuju, dan akhirnya berhasil berbalik untuk melihat Shmitt, yang berada di dalam toko perlengkapan. Ketika dia melihatku memberikan sebuah tanda OK, wajah orang yang tegap dan berpelengkapan berat itu menunjukkan sebuah ekspresi wajah lega yang jelas.


Kami bertiga bergerak dari lantai ke-56 menuju jalanan utama dari lantai ke-57, Marten. Ketika kami berjalan keluar dari gerbang transfer biru itu, jalanan sudah diwarnai oleh cahaya matahari terbenam.

Banyak NPC dan pemain pedagang dengan toko yang berjejer satu sama lain di alun-alun, dan terdapat ebuah suara keras penawaran yang datang ke arah kami. Diantara toko-toko ini, banyak pendekar pedang yang berada di sini untuk beristirahat setelah bekerja keras selama sehari ini. Akan tetapi, mereka jelas-jelas menghindari sebuah titik di alun-alun, membuat tempat itu terlihat sangat kosong.

Tempat itu adalah tanah yang menghadap ke gedung gereja. Tentu saja, sekitar 24 jam yang lalu, pria yang bernama Kains secara misterius meninggal di sana. Aku memaksakan diriku untuk melihat ke depan dibandingkan melihat ke sana, dan mulai bergerak ke jalan yang aku lalui kemarin.

Beberapa menit kemudian, kami tiba di penginapan dan mengarah ke lantai kedua. Setelah melalui sebuah jalan yang panjang di sepanjang koridor ke tempat yang terdalam, kami tiba di kamar Yoruko —— atau setidaknya, sebuah ruangan di mana dia dapat bersembunyi di dalamnya.

Aku mengetuk pintunya dan berkata "Ini Kirito."

Terdapat sebuah reaksi yang segera dari dalam ruangan, dan aku memutar gagang pintu. Kuncinya diatur sehingga 'hanya teman yang dapat membuka' mengeluarkan sebuah suara kecil sebelum membuka.

Setelah membuka pintu itu, aku melihat ke dalam untuk melihat benda yang berada tepat di depan pintu, sebuah set sofa yang seragam terletak di tengah ruangan, dan Yoruko duduk di salah satu sofa itu. Dia dengan cepat berdiri, mengibaskan rambut biru tuanya dan sedikit membungkukkan badan.

Aku berdiri di pintu, benar-benar tidak bergerak, melihat ke arah Yoruko,dan kemudian melihat wajah Shmitt yang berada tepat di belaakngku sebelum berkata,

"Jadi... pertama-tama, untuk alasan keamanan, aku akan menjelaskan hal ini kepada semua orang. Kedua pihak tidak diperbolehkan memperlengkapi diri dengan senjata ataupun membuka window apapun. Aku harap kalian dapat mematuhi ini. Aku tahu bahwa ini mungkin tidak nyaman, tetapi tolong ikuti aturan dasar ini."

"…Oke."

"Aku mengerti."

Yoruko berkata dalam sebuah suara yang hampir tidak terdengar, dan Schmitt menjawab dengan sebuah suara gelisah. Aku dengan perlahan memasuki ruangan dan mengantar Schmitt dan Asuna ke dalam.

Kedua mantan anggota guild «Golden Apple» yang mungkin sudah tidak bertemu untuk waktu yang lama ini hnaya saling memandang satu sama lain dalam sunyi.

Yoruko dan Schmitt sebelumnya adalah teman seperjuangan dari guild yang sama, tetapi saat ini, seharusnya ada sekitar 20 level perbedaan diantara mereka. Tentu saja, anggota dengan level yang lebih tinggi sudah pasti adalah Schmitt, yang termasuk dii guild penyelesai. Akan tetapi, dari apa yang dapat aku lihat, pengguna tombak yang kuat ini jauh lebih tegang dari Yoruko.

Kenyataannya, yang berbicara terlebih dahulu juga Yoruko.

"… Sudah lama tidak berjumpa, Schmitt."

Dia lalu tersenyum. Schmitt pertama-tama menggigit bibirnya dengan keras, lalu menjawab dengan sebuah suara serak,

"…Un. Aku berpikir bahwa kita tidak akan perah bertemu lagi. Dapatkah aku duduk?"

Yoruko mengangguk, dan orang berbadan besar dan berpelindung penuh ini berjalan ke sebuah sofa lainnya sementara zirah pelindungnya berdentangan. Aku rasa hal ini pastinya tidak nyaman dipakai untuk duduk, tetapi dia tidak berniat untuk melepaskan baju pelindungnya.

Aku menutup pintu dan memeriksa apakah pintu telah terkunci sebelum berdiri di sisi sebelah timur dari tempat mereka berdua duduk, dan Asuna berdiri di seberangku.

Kami memesan ruangan yang paling mewah di penginapan untuk Yoruko, yang kami minta untuk tinggal selama beberapa hari, jadi bahkan walaupun ada empat orang yang memenuhi ruangan, ruangan ini masih lumayan luas. Pintu masuk ruangan ini terletak di dinding bagian utara, dan di bagian barat terdapat satu pintu lagi yang mengarah ke kamar tidur. Selain itu, sisi timur dan selatan masing-masing terdapat sebuah jendela.

Jendela yang ada di bagian selatan terbuka penuh, dan angin semilir yang membawa suasana matahari terbenam di musim semi bertiup bebas melalui jendela. Tentu saja, jendelanya dilindungi oleh sistem, dan bahkan bila seseorang membukanya, tidak akan ada yang bisa masuk. Karena tempat ini jauh lebih tinggi dari bangunan-bangunan yang ada di sekitarnya, seseorang dapat melihat pemandangan dari sebuah jalan berwarna ungu tua melalui celah dari tirai putih di jendela itu.

Suara dari jalanan yang datang bersamaan dengan angin itu mengalahkan suara Yoruko yang sedikit lembut.

"Schmitt, aku dengar bahwa kamu sekarang adalah anggota dari Divine Dragon Alliance? Luar biasa. Divine Dragon Alliance itu dianggap sebagai sebuah guild terkemuka diantara grup penyelesai bukan?"

Aku merasa bahwa ini adalah sanjungan yang tulus, tetapi kerutan-kerutan di dekat alis Schmitt menjadi semakin dalam. Dia lalu berkata dengan nada berat,

"Apa yang kamu maksud dengan itu? Apakah itu terlalu aneh?"

Jawaban gamblang yang tidak biasanya ini membuatku mengerutkan dahi, tetapi Yoruko tidak terlihat terpengaruh sama sekali.

"Bagaimana mungkin? Aku hanya merasa bahwa setelah guild kita dibubarkan, kamu pasti telah berusaha dengan sangat keras untuk menaikkan level. Kains dan aku telah menyerah setelah kesulitan menaikkan level, jadi kamu benar-benar luar biasa dibandingkan dengan kami."

Yoruko mengibaskan ke samping rambut biru tuanya yang bertengger di pundaknya dan tersenyum lagi.

Dia tidak berpelengkapan penuh dengan begitu menggelikan seperti Schmitt dengan pelindung penuh, tetapi Yoruko juga memakai pelindung yang lumayan. Gaunnya yang tebal memiliki sebuah rompi kulit, dan dia sedang memakai sebuah jubah beludru berwarna ungu. Bahkan di bahunya terlihat syal yang terlilit, dan walaupun perlindungannya tidak bisa dibandingkan dengan pelindung dari logam, dengan pakaian yang begitu tebal, hal itu pasti setidaknya meningkatkan banyak pertahanan. Dia terlihat lumayan tenang sekarang, tetapi jauh di dalam, dia pasti merasa gelisah.

Pada saat ini, Schmitt tidak dapat menyembunyikan kegugupannya ketika dia mencondongkan diri ke depan di dalam zirah pelindungnya dan berkata,

"LUPAKAN SAJA MENGENAI APA YANG TERJADI DENGANKU! TERLEBIH DARI ITU... Aku ingin bertanya mengenai Kains."

Dia tiba-tiba mengecilkan suaranya dan melanjutkan,

"Mengapa Kains terbunuh pada masa ini? Apakah dia... mengambil cincin itu? Apakah dia adalah yang membunuh pemimpin GA?"

Aku dengan segera mengerti bahwa GA merujuk kepada Golden Apple, istilah sederhana dari penyebutan nama guild «Golden Apple». Akan tetapi, kata-kata itu pada dasarnya berarti bahwa dia tidak terlibat dengan insiden cincin dan pembunuhan di dalam area itu. Bila itu adalah sebuah akting, dia benar-benar dapat menjadi seorang aktor.

Begitu mendengar gumamannya, ekspresi wajah Yoruko akhirnya menunjukkan perubahan untuk pertama kalinya. Dia tetap tersenyum dan menatap langsung kepada Schmitt sebelum mengatakan,

"Mustahil. Kains dan aku benar-benar menghormati pemimpin guild dari lubuk hati kami yang terdalam. Alasan mengapa kami menolak penjualan cincin itu adalah karena akan menjadi lebih berguna bila kita menggunakannya untuk meningkatkan kekuatan bertarung guild daripada menjualnya dalam col. Aku rasa pemimpin guild kita mungkin berpikiran mengenai hal yang sama dengan kita sekarang."

"I... itu juga apa yang aku pikirkan. Jangan lupa bahwa aku juga menolak penjualan cincin itu. Lagipula... bukannya berpikir bahwa mereka yang menolaknya memiliki sebuah alasan untuk mencurinya. Mereka yang setuju untuk menjualnya... orang-orang itu yang menginginkan col-nya, seseorang diantara mereka mungkin ingin mendapatkan semua keuntungan hasil penjualan!"

Dia menggunakan tangan kanannya yang dilindungi oleh sarung tangan besi untuk menepuk lututnya sendiri, dan kemudian memegang kepalanya sebelum berkata,

"Tetapi... mengapa Grimlock masih ingin melakukan tindakan terhadap Kains sekarang... Apakah dia ingin membunuh kita semua, tiga orang yang menolak menjual cincin itu? Apakah kamu dan aku akan menjadi korbannya?"

——Hal ini tidak terlihat sebagai sebuah akting sama sekali. Untukku, kegelisahan Schmitt menunjukkan sebuah ketakutan yang sebenarnya.

Dibandingkan dengan Schmitt, yang ketakutan setengah matai, Yoruko kembali tenang dan mengatakan sesuatu kepadanya.

"Kita masih tidak dapat memastikan baha Grimlock membunuh Kains. Mungkin anggota lain memintanya untuk membuat tombak pendek itu... atau mungkin..."

Dia mengarahkan pandangan kosongnya ke meja pendek di depan sofa dan menggumam,

"Mungkin pemimpin kita sedang melakukan balas dendamnya sendiri. Pemain biasa tidak mungkin bisa membunuh di dalam area."

"Wha…"

Pria berbadan kekar itu membuka mulutnya dan terengah-engah. Bahkan aku juga merasa sedikit takut ketika dia mengatakan hal ini.

Schmitt menatap kosong kepada Yoruko yang tersenyum dan berkata,

"Tetapi, tidakkah kamu baru saja berkata bahwa Kains tidak mengambil cincin itu..."

Yoruko tidak dengan segera menjawab sementara dia hanya berdiri dan mengambil satu langkah ke kanan.

"Aku tidak dapat tidur sama sekali tadi malam. Aku hanya dapat berpikir. Ngomong-ngomong, bahkan bila yang membunuh pemimpin guild adalah salah seorang dari dalam guild, tetapi mungkin juga itu adalah kita semua. Ketika ring drop itu muncul, sebenarnya tidak perlu ada voting apapun. Kita bisa saja tetap mengikuti instruksi dari pemimpin guild. Tidak, kita seharusnya membiarkannya memakai cincin itu. Pemimpin kita adalah pendekar pedang terkuat diantara kita, dan dia adalah yang dapat menggunakan cincin itu hingga maksimal. Akan tetapi, kita tidak dapat menahan keinginan egois kita sendiri, dan tidak ada yang menyatakan saran seperti itu. Semuanya tetap berkata bahwa pada suatu hari kita akan membuat GA sebagai bagian dari guild penyelesai, tetapi tidak ada yang berpikir mengenai guild. Semuanya hanya berharap untuk membuat diri mereka sendiri untuk menjadi semakin kuat."

Setelah mengatakan banyak kata, pinggang Yoruko menyentuh bingkai dari jendela di selatan.

Dia bersiap untuk duduk di atasnya dan melanjutkan,

"Hanya satu orang, hanya Grimlock-san yang berkata untuk menyerahkannya kepada pemimpin. Orang itu menyerahkan keinginan egoisnya dan berpikir mengenai pengembangan guild. Itulah mengapa orang itu menjadi seperti ini, dan membalas dendam kepada kita yang tidak dapat menyerahkan keinginan kita, dan dia memiliki hak untuk membalaskan dendam demi pemimpin guild..."

Kesunyian tiba-tiba menelan ruangan, dan angin malam yang dingin mengubah udara yang ada di dalam ruangan.

Kachan kachan kachan, suara-suara lemah dari logam yang berdering segera dapat didengar. Sumbernya adalah dari pelindung dari Schmitt yang sedikit gemetaran. Pemain elit yang telah ditempa oleh berbagai pertempuran ini melihat ke bawah dengan wajah pucat dan menggumam seperti orang yang tidak sadarkan diri,

"… Jangan main-main. Berhenti bermain-main. Sekarang ini... sudah setengah tahun... mengapa sekarang..."

GABAK! Dia menegakkan bagian atas tubuhnya dan tiba-tiba berteriak,

"DAPATKAH KAMU MENERIMA ITU, YORUKO! KAMU TELAH BEKERJA KERAS HINGGA SEKARANG! BAGAIMANA BISA KAMU MENYERAHKAN DIRI UNTUK TERBUNUH OLEH SEBUAH METODE YANG TIDAK DIKETAHUI!"

Schmitt, Asuna dan aku semua memandang kepada Yoruko yang berada di jendela.

Pemain wanita ini, dengan sebuah keberadaan bayang-bayang disekitarnya, membiarkan pandangannya berkelana di udara, kelihatannya berpikir mengenai bagaimana menjawab pertanyaan Schmitt.

Segera sesudahnya, bibirnya sedikit terbuka, kelihatannya akan mengatakan sesuatu——

Pada saat ini.

TONN! Sebuah suara dalam tiba-tiba menggema di seluruh ruangan. Pada saat yang sama, Yoruko melebarkan kedua matanya dan membuka lebar mulutnya.

Tubuh yang langsing itu mulai bergoyang hebat. Dia pertama-tama mengambil sebuah langkah kuat ke depan, dan kemudian terhuyung dan berputar sebelum meletakkan tangannya ke jendela yang terbuka.

Pada saat ini, seberkas angin keras berhembus, dan rambut panjang Yoruko berkibar karenanya.

Aku melihat sebuah hal yang tidak dapat dipercaya.

Sebuah item berbentuk seperti sebuah batang hitam kecil menembus jubah ungu yang pendek dan mengkilap itu.

Karena terlalu kecil, aku pada saat itu tidak dapat mengetahui apa benda itu sebenarnya. Tetapi kemudian aku melihat obyek yang berbentuk seperti batang itu bersinar merah, aku dengan segera memiliki sebuah perasaan buruk mengenai hal ini.

"Ah…!"

Asuna mengeluarkan sebuah hembusan napas yang hampir seperti teriakkan, dan aku secara insting bergegas ke depan dengan segera.

Aku mengulurkan tanganku ke depan dan bersiap untuk menarik tubuh Yoruko ke dalam. Akan tetapi...

Jemariku hanya menyentuh syalnya, dan tubuh Yoruko jatuh keluad dari penginapan dalam keheningan.

"YORUKO-SAN!"

Pada saat aku berteriak dan mengeluarkan tubuhku keluar dari jendela...

Tubuh Yoruko terjatuh ke lantau batu begitu saja, dan setelah terpelanting sekali, terselimuti oleh sebuah efek cahaya berwarna biru.

BASHA! Suara dari sesuatu yang pecah dapat dengan segera terdengar. Pecahan-pecahan poligon menyebar keluar bersamaan dengan ledakan cahaya biru itu——

Beberapa detik kemudian, sebuah item dapat terdengar mendarat dengan jelas, hanya meninggalkan sebuah pisau belati di jalan.

Bagian 7[edit]

Bagaimana mungkin!

Pada saat ini, pikiranku tiba-tiba berteriak dalam keheningan, dan ada banyak alasan untuk hal ini.

Yang pertama, ruang tamu dari penginapan seharusnya dilindungi oleh sistem. Bahkan bila jendelanya terbuka, benar-benar mustahil untuk seseorang untuk dapat memasuki atau melempar sesuatu ke dalam.

Selain itu, benar-benar sulit dipercaya bahwa pisau belati lempar itu dapat menghasilkan Luka tikam terus-menerus yang dapat menghabiskan HP dari seorang pemain level menengah. Mustahil bila 5 detik telah berlalu dari saat pisau belati itu mengenai Yoruko hingga waktu dia menghilang.

Ini tidak mungkin dapat terjadi. Metode dari pembunuhnya tidak dapat dianggap sebagai «PK di dalam area». Ini sudah masuk ke dalam sebuah serangan instant death yang mengerikan.

Aku menahan napasku dan merasakan sesuatu yang sangat dingin di punggungku dan memaksa diriku untuk berpaling dari lantai batu tempat Yoruko menghilang. Aku lalu melihat ke atas dan melebarkan kedua mataku seperti lensa kamera untuk melihat jalan yang ada di seberang.

Akhirnya, aku melihatnya.

Sekitar 2 blok dari penginapan, di atas atap dari sebuah bangunan yang sama tingginya dengan tempat ini.

Sebuah bayangan hitam berdiri di sana dengan matahari terbenam yang berwarna ungu tua sebagai latar belakangnya——

Orang itu ditutupi oleh sebuah jubah panjang bertudung hitam kelam, sehingga mustahil untuk dapat melihat wajahnya. Aku menolak keluar sebuah istilah 'dewa kematian' dari pikiranku sebelum berteriak dengan keras,

"BAJINGAN ITU...!!"

Aku melangkahkan kaki kananku ke ambang jendela dan berteriak kembali tanpa melihat,

"Asuna, aku serahkan sisanya kepadamu!"

Aku lalu melompat ke arah bangunan yang dipisahkan dari tempat ini oleh jalan.

Tetapi bahkan dengan level tinggi di dalam agility, masih terlalu gegabah untuk melompati jarak di atas 5m tanpa berlari. Aku tidak dapat menggunakan sebuah tempat untuk mendarat, dan hanya berhasil menggunakan tangan kananku yang terulur ke depan pada detik terakhir untuk meraih sisi dari atap. Aku lalu menggunakan level strength milikku yang telah diperbaiki untuk menarik badanku, berputar di udara dan mendarat di atap. Pada saat ini, suara cemas Asuna dengan segera datang dari belakang.

"TIDAK BOLEH. KIRITO-KUN!"

Aku mengerti dengan jelas mengapa dia ingin menghentikanku. Bila aku terkena oleh pisau terbang itu, ada kemungkinan bahwa aku akan mati dengan segera.

Akan tetapi, aku benar-benar tidak dapat membiarkan kriminal yang akhirnya muncul pergi hanya untuk keselamatanku sendiri.

Akulah yang berkata akan melindungi keamanan dari Yoruko. Akan tetapi, aku hanya berpikir dalam sebuah sikap yang sangat sempit bahwa tidak akan apa-apa bila kita bersembunyi di dalam penginapan, dan tidak pernah berpikir bahwa hal ini mungkin dapat terjadi. Bila sistemnya dapat memberikan perlindungan, lalu di jalan —— di «area dalam» seharusnya dapat dianggap sebagai tempat yang aman. Karena musuhnya dapat melakukan PK di dalam area, secara umum mungkin untuk menggagalkan perlindungan di dalam penginapan. Mengapa aku tidak berpikir mengenai hal ini?

Berdiri di atap di kejauhan, pria berjubah hitam itu terkena angin yang berhembus keras kepadanya, terlihat seperti dia sedang mengejekku yang merasa sangat menyesal.

"TUNGGU DI SI...!"

Aku berteriak dan mulai berlari ke depan lagi sebelum menghunus pedang dari punggungku. Aku tidak dapat memberikan luka apapun dengan pedangku selama di jalan, tetapi setidaknya aku dapat menangkis pisau yang dia lemparkan.

Aku dengan sengaja memastikan bahwa kecepatan berlariku tidak melambat sementara aku terus melompat dari atap yang ini menuju ke atap berikutnya. Para pemain yag berjalan di bawah mungkin berpikir aku adalah orang gila yang memamerkan agility milikku dalam sebuah pertunjukkan, tetapi aku tidak punya waktu untuk peduli mengenai hal-hal seperti itu sementara aku menarik kerah mantelku dan terus melompat dan menembus kegelapan.

Pembunuh di dalam jubah bertudung itu kelihatannya tidak berniat melarikan diri atau menyerang karena dia hanya memperhatikanku mendekat. Ketika kami berdua hanya berjarak 2 gedung, pembunuh itu tiba-tiba meletakkan tangan kanannya ke bagian dalam jubahnya. Aku dengan segera menahan napasku dan menggerakkan pedangku ke depan.

Akan tetapi...

Dia menaikkan tangan kanannya keluar, dan apa yang dia ambil bukanlah sebuah pisau lemapr. DI bawah warna langit senja, sebuah warna biru muda tiba-tiba muncul di depan mataku. Itu adalah teleport crystal——

"Kurang ajar!"

Aku mengutuk dan menggunakan tangan kiriku untuk menarik tiga jarum lempar dengan tangan kiriku sementara berlari ke depan sebelum melemparkannya semua dalam sekali lemapr. Tentu saja, aku tidak berniat untuk melukainya, tetapi aku berharap untuk menggunakan gerakan menghindar secara insting untuk memperlambat dia mengucapkan perintahnya.

Apa yang menjengkelkan adalah musuhnya terlihat terlalu tenang. Orang itu tidak terlihat ketakutan sementara dia menerima tiga jarum lempar yang terbang ke arahnya dengan efek cahaya berwarna perak sebelum dengan santai mengangkat teleport crystal itu.

Ketiga jarum lempar itu semuanya ditahan oleh dinding sistem ungu di depan jubah bertudung itu dan dengan segera jatuh ke atap. Aku berpikir setidaknya aku harus mendengar suara musuhnya sementara aku menajamkan pendengaranku. Bila aku tahu tujuannya, aku dapat menggunakan kristal yang sama untuk mengejarnya.

Tetapi rencana ini gagal karena pada masa yang paling kritis, sebuah bel yang bersuara keras dapat di dengan di seluruh jalanan Marten.

Telingaku —— atau lebih tepatnya area pendengaranku sebagian besar dipenuhi oleh bunyi lonceng yang berdesibel tinggi ini yang menandakan bahwa sekarang jam 5, jadi aku tidak dapat mendengar perintah yang dikatakan oleh pembunuh itu dengan volume suara terkecil yang mungkin. Cahaya teleport biru itu muncul, dan bayang-bayang jubah hitam kelan bertudung itu menghilang di depanku, yang telah bergerak hingga berjarak satu jalan saja jauhnya.

"…Ugh!"

Aku tidak dapat meneriakkan apapun sama sekali, dan aku menaikkan pedang yang ada di tangan kananku, terus menuju tempat di mana pria itu berdiri sebelumnya. Efek cahaya ungu itu tersebar, dan di tengah penglihatanku, apa yang dapat aku lihat adalah kata-kata dari sistem, «Immortal Object».

Sword Art Online Vol 08 - 127.jpg

Aku meninggalkan atap dan pindah ke jalan untuk kembali ke penginapan, berhenti ditempat Yoruko menghilang dari jalan, dan melihat ke arah pisau lempar berwarna hitam kelam itu.

Baru beberapa menit yang lalu, seorang pemain wanita meninggal di sini. Aku tidak dapat mempercayai hal ini tidak peduli apa yang dikatakan. Untukku, kematian seorang pemain adalah hasil dimana pemain itu mencoba segala macam usaha keras dan segala macam cara menghindar, hanya saja usaha mereka belum cukup. Sesuatu seperti sebuah metode pembunuhan yang tidak mungkin dihindari pada saat itu seharusnya tidak mungkin ada.

Aku membungkuk untuk mengambil pisau itu. Pisau itu kecil, tetapi pada dasarnya terbuat dari logam yang sama, dan terasa cukup berat. Bilah pedang yang terlihat seperti pisau cukur itu memiliki duri yang berbentuk gigi seperti hiu terbalik. Benar, ini adalah sebuah senjata yang dibuat dengan ideal yang sama seperti tombak pendek yang telah membunuh Kains.

Bila aku menancapkan benda ini ke tubuhku sekarang, akankah HP milikku turub secara drastis? Aku benar-benar didorong oleh keinginan ini untuk bereksperimen, tetapi aku menutup kedua mataku untuk menghilangkan dorongan ini dari pikiranku dan memasuki penginapan.

Aku berjalan menuju lantai dua, mengetuk pintu dan megnatakan namaku. KACHINK, kunci pintunya berdering pelan sementara pintunya terbuka.

Asuna sudah menghunus rapier miliknya. Ketika dia melihat bahwa itu adalah aku, dia memberikan ekspresi wajah rumit yang gelisah namun lega sementara dia menjaga agar volume suaranya tetap kecil untuk berteriak kepadaku,

"IDIOT! JANGAN BEGITU GEGABAH!"

Fuu. Dia menghela napas panjang dan menjaga volume suaranya jauh lebih kecil sebelum melanjutkan.

"…Lalu... bagaimana mengenai itu?"

Akus sedikit menggelengkan kepalaku.

"Aku tidak dapat menangkapnya. Dia menggunakan teleport untuk melarikan diri. Aku bahkan tidak dapat mengetahui apakah dia adalah seorang pria atau wanita baik dari wajah maupun suaranya. Yah... kalau itu adalah Grimlock, aku rasa dia adalah seorang pria..."

Mustahil untuk orang dengan jenis kelamin yang sama untuk menikah di dalam SAO. Bila pemimpin dari Golden Apple adalah seorang wanita,Grimlock, yang menikahinya, pastinya adalah seorang pria. Dan ini adalah sesuatu yang perlu aku pikir dengan keras, benar-benar percuma. Sebenarnya, sekitar 80 persen dari pemain SAO adalah pria.

Kelihatannya sejak awal kata-kata ini tidak begitu berarti.——

Menarik tubuh besarnya ke sofa seerat mungkin, Schmitt dengan tidak hati-hati mengeluarkan sebuah jawaban sementara dia mengeluarkan sebuah suara logam. Kachank kachank.

"…Tidak benar."

"Tidak benar... apa yang tidak benar?"

Schmitt tidak melihat kepada Asuna, tetapi menurunkan kepalanya lebih rendah lagi dan mengerang,

"Itu bukan dia. Orang itu... si jubah hitam yang berdiri di atap bukanlah Grimlock. Grim itu jauh lebih tinggi, dan... dan..."

Asuna dan aku menahan napasku karena menunggu-nunggu kata-kata yang hendak dia katakan berikutnya.

"Jubah beertudung itu adalah sesuatu yang menjadi milik pemimpin dari GA. Dia biasanya akan berpakaian secara tidak mencolok seperti itu setiap kali dia berada di jalan. Benar... dia sedang memakai jubah itu ketika dia berangkat untuk menjual cincin itu! Orang itu... yang barusan adalah dia. Dia datang untuk membalas dendam kepada semua anggota di sini. Itu adalah hantu dari pemimpin kami."

Haha, hahaha. Tiba-tiba, sebuah tawa membuatku berpaling dari pisau belati itu.

"Bila itu adalah hantu, maka semuanya menjadi mungkin, dan PK di dalam area akan menjadi sangat mudah. Kita bisa saja membuat pemimpin guild untuk mengalahkan bos terakhir dalam SAO. Bila tidak ada HP sejak awal, mustahil untuknya untuk mati.

Haha, hahaha. Schmitt terus mengeluarkan tawa histeris semacam itu. Aku melempar pisau belati hitam yang ada di tanganku ke meja di depannya.

GONK! Sebuah suara berat berbunyi, kelihatannya memutuskan saklar di dalam Schmitt karena tawanya berhenti. Dia memandang mata pedang berduri yang memeberikan keberadaan yang ganas ini selama beberapa detik——

"Hii…"

Orang berotot itu melemparkan tubuh bagian atasnya ke belakang, dan aku menjaga suarau agar tetap rendah dan berkata,

"Itu bukan hantu. Pisau bealti ini benar-benar ada. Pisau ini hanyalah sebuah kode program yang tertulis di server SAO. Pisau ini sama dengan tombak pendek yang kamu masukkan di dalam penyimpanan. Bila kamu tidak percaya, kamu dapat mengambil pisau ini dan memeriksanya dengan cara apapun yang kamu inginkan."

"Tidak, tidak terima kasih! Kamu dapat mengambil tombak itu kembali juga!"

Schmitt berteriak, membuka menu window miliknya, salah menekan dengan jemarinya yang gemetar untuk beberapa kali sebelum akhirnya memateralisasikan tombak hitam pendek itu. Senjata yang muncul pada window kelihatannya seperti dilemparkan karena tombak itu mendarat di sebelah pisau itu.

Raksasa itu memegang kepalanya lagi, dan Asuna berkata kepadanya dalam suara yang lemah lembut,

"…Schmitt-san, aku merasa bahwa itu juga bukan hantu. Hal itu karena bila terdapat hantu di Aincrad, bukan hanya hantu dari pemimpin Golden Apple yang muncul. Ke-3500 orang yang meninggal hingga saat ini semuanya akan tidak senang. Apakah aku benar?"

Itu benar, dan aku juga merasa begitu. Bahkan bila itu aku, aku memiliki kepercayaan diri bahwa bila aku mati di sini, aku akan merasa benar-benar tidak senang dan mematerialisasikan diri menjadi seorang hantu. Aku percaya bahwa hanya pemimpin dari KoB yang merupakan orang yang akan menerima nasibnya dan menjadi seorang Buddha.

Akan tetapi, Schmitt terus menundukkan kepalanya sementara dia berpaling.

"Kamu... tidak tahu dia. Orang itu... Griselda itu sangat galak dan bertekad... akan tetapi, dia juga sangat ketat terhadap ketidakadilan dan kelicikan. Dia mungkin jauh lebih galak darimu, Asuna-san. Itulah mengapa, bila seseorang memasang sebuah perangkap dan membunuhnya... Griselda pasti tidak akan memaafkan mereka, bahkan bila dia harus menjadi hantu untuk menghakiminya..."

Di luar dari jendela yang terkunci ini, yang mungkin dikunci oleh Asuna, mataharinya hampir terbenam. Lampu-lampu jalan yang dinyalakan pada beberapa titik seharusnya menjadi tempat dimana para pemain menemukan tempat menginap dan membuat jalanan ramai. Tetapi herannya, suara-suara keramaian itu kelihatannya menghindari ruangan ini.

Aku menarik napas dalam dan memecahkan keheningan yang menyelimuti seluruh ruangan.

"…Bila kamu percaya itu penyebabnya tidak apa-apa, tetapi aku pasti tidak akan percaya. Kedua 'insiden pembunuhan di dalam area' ini jelas-jelas memiliki semacam logika dalam pelaksanaan sistemnya. Aku pasti akan menemukannya dan membuktikannya kepadamu... dan kamu perlu mengikuti perjanjian kita dan menolong kami."

"Me... menolong?"

"Bukankah kamu berkata bahwa kamu akan mengatakan kepada kami toko yang sering di datangi Grimlock? Sekarang ini, ini adalah satu-satunya petunjuk yang kita punya. Bila kita mengawasinya selama beberapa hari, kita pasti akan menemukannya."

Sejujurnya, bahkan bila kita menemukan Grimlock yang telah membuat tombak hitam pendek dan mungkin pisau belati yang ada di sebelahnya itu, aku tidak ada ide mengenai apa yang harus dilakukan berikutnya. Kita bukanlah 'army', dan kita tidak mungkin menguncinya.

Akan tetapi, kata-kata yang dikatakan oleh Yoruko sebelum dia terbunuh —— 'orang itu melakukan balas dendam kepada kita yang tidak dapat menyerahkan keinginan kita, dan dia memiliki hak untuk membalas dendam untuk pemimpin guild'. Bila hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Yoruko, Grimlock mungkin ingin membalas dendam kepada semua orang yang menentang penjualan cincin itu,, atau bahkan mungkin ingin membalas dendam terhadap semua anggota. Dan motif di baliknya akan menjadi perasaan kuat dari seorang suami kepada pemimpin yang telah meninggal.

Lalu, bila kita dapat bertemu dan berbincang-bincang secara serius, mungkin akan ada perubahan. Sekarang ini, kita hanya dapat bertaruh kepada kemungkinan semacam itu.

Begitu mendengar kata-kataku, Schmitt merendahkan kepalanya, namun segera berdiri dari kursi. Dia berjalan ke meja tulis di samping dinding, mengambil perkamen dan pena bulu yang telah disiapkan sebelum menulis nama dan lokasi dari tokonya.

Aku melihat punggung dari tubuh itu dan tiba-tiba memikirkan sesuatu. Aku lalu bertanya,

"Ah, selain itu, tolong tuliskan nama dari semua anggota dari guild Golden Apple pada awalnya. Aku akan pergi menuju «Monumen Kehidupan» untuk memeriksa orang yang selamat setelahnya."

Raksasa itu kembali dengan diam mengangguk dan terus menulis selama beberapa detik.

Segera sesudahnya, dia mengambil perkamen yang telah ditulis itu dengan satu tangan dan menyerahkannya kepadaku, berkata,

"…Ini memalukan bagi seorang pemain dari grup penyelesai, tetapi... aku sedang tidak berniat untuk pergi keluar sekarang. Tolong keluarkan aku dari kelompok penaklukan bos juga, dan..."

Semangat yang sebelumnya ada di dalam dirinya telah benar-benar menghilang sementara apa yang tersisa adalah sebuah ekspresi hampa. Pengguna tombak yang merupakan bagian dari kepemimpinan Divine Dragon Alliance berkata dengan halus,

"…Berikutnya, tolong antar aku kembali ke markas besar DDA."

Baik Asuna ataupun aku tidak dapat mengolok-olok Schmitt untuk tindakannya yang seperti pengecut itu.

Kami memiliki seorang raksasa yang ketakutan di tengah sementara kami bergerak dari penginapan yang ada di lantai k3-57, melewati gerbang transfer, dan turun ke markas besar utama di lantai ke-56. Asuna dan aku tidak pernah berhenti melihat sekeliling di sudut-sudut yang gelap. Bila ada seseorang dengan sebuah tudung atau jubah yang tidak ada hubungannya dengan tempat ini muncul dengan tiba-tiba pada titik ini, kami berdua mungkin akan secara naluri berlari ke sana.

Bahkan setelah melewati gerbang-gerbang yang ada di markas besar, Schmitt tidak pernah menunjukkan sebuah ekspresi lega. Aku melihat siluet punggungnya dengan tergesa-gesa masuk ke dalam gedung dan menghela napas.

Aku bertukar pandang dengan Asuna yang berada di sebelahku untuk beberapa waktu,

"…Aku benar-benar menyesalkan... apa yang terjadi pada Yoruko-san..."

Asuna membisikkan kata-kata itu seraya dia menggigit bibirnya. Aku menjawabnya dengan sebuah suara serak 'yeah'.

Sebenarnya, kematian Yoruko memberikanku kejutan beberapa kali lipat lebih banyak dibandingkan kematian Kains. Pikiranku terus-menerus mengingat tentang dia yang jatuh dari jendela, dan aku meneruskan,

"Sejujurnya, hingga sekarang, aku merasakan bahwa kita sedang berlayar dalam sebuah perahu... tetapi kita tidak dapat melakukan hal itu sekarang. Bahkan bila itu demi Yoruko, kita harus memecahkan kasus ini —— Aku akan pergi ke dekat restoran itu untuk menyergapnya. Bagaimana denganmu, Asuna?"

Begitu mendengar pertanyaanku, Asuna dengan segera mengangkat kepalanya dan menjawab dengan jelas,

"Tentu saja aku juga ikut. Mari kita usut kebenarannya."

"…Begitukah? Lalu, tolong pandu aku ke sana."

Sejujurnya, aku benar-benar ragu mengenai apakah aku perlu terus membolehkan Asuna untuk menemaniku. Bila kita terus terlibat dengan kasus ini, tidak akan mengejutkan bila kita di target oleh Grimlock dan menjadi sasaran berikutnya.

Tetapi Asuna dengan cepat berbalik yang kelihatannya untuk menyela keraguanku dan mengarah ke gerbang transfer. Aku menarik napas dalam di udara malam yang dingin ini dan menghembuskannya sebelum mengikuti rambut yang berwarna kastanye itu.

Bagian 8[edit]

Toko yang dituliskan dalam memo dari Kains adalah sebuah bar kecil yang terletak di bagian bawah dari jalanan utama dari lantai ke-20. Toko yang tersembunyi di jalan kecil ini tidak memberikan penampilan dimana masakannya 'dapat dimakan seseorang tanpa membuatnya sakit'.

Akan tetapi, fakta bahwa akan ada banyak makanan yang enak di toko-toko semacam ini, dan aku akhirnya berhasil mengendalikan doronganku untuk bergegas ke dalam toko dan memesan semua masakan yang ada di dalam. Bila Grimlock adalah pembunuh di dalam jubah bertudung itu, dia pasti telah melihat wajahku. Bila dia telah menemukanku terlebih dahulu, dia mungkin tidak akan datang ke toko ini.

Asuna dan aku bersembunyi di balik sebuah tempat di dekat toko dan mengawasi sekeliling, dan kami menemukan sebuah penginapan yang dapat kami gunakan untuk melihat bar yang bersangkutan. Kami dengan segera bergegas melalui celah di kerumunan, ke dalam penginapan yang terletak di seberang jalan, dan menyewa sebuah ruangan di lantai kedua.

Seperti yang kami duga, kami dapat dengan jelas melihat apa yang terjadi di pintu masuk bar. Kami mematikan lampu-lampu yang ada di kamar, memindahkan dua kursi ke dekat jendela dan duduk bersebelahan untuk mulai mengawasi.

Tetapi segera sesudahnya, Asuna mengatakan "hei'; mengerutkan keningnya dan memanggilku.

"…Bagus bahwa kita sedang serius di sini, tetapi kita tidak tahu bagaimana ciri-ciri dari Grimlock."

"Ahh, itulah mengapa sejak awal aku ingin Schmitt untuk ikut dengan kita, tetapi tidak dapat dihindarkan bila kita melihatnya seperti ini... akan tetapi, aku berhasil melihat wajah pemain di balik tudung itu yang terliaht seperti Grimlock dari jarak dekat. Bila kita menemukan orang yang tinggi dan berotot, kita dapat menggunakan permintaan duel untuk mengajaknya masuk, bahkan bila itu sedikit gegabah."

"Eh?"

Ketika mendengar hal ini, Asuna melebarkan kedua matanya dan meningkatkan nada suaranya.

Di dalam SAO, selama pandangan mata kita terfokus kepada pemain lainnya, akan ada sebuah indikator informasi berwarna hijau atau oranye—«Color Cursor». Tetapi untuk para pemain yang bertemu untuk pertama kalinya, ita hanya dapat melihat HP bar miliknya; nama dan levelnya tidak dapat dilihat.

Tentu saja, ini semua adalah langkah-langkah pencegahan anti-kriminal. Sebagai contoh, bila seseorang mengetahui nama dari pemain itu, pemain itu mungkin akan mendapat pesan-pesan yang mengganggu dari orang-orang yang menyalahgunakan fungsi Pesan Instan. Bila level mudah diketahui oleh orang lain, para pemain dengan level rendah akan dianggap sebagai mangsa di jalan dan diburu, dan akan menjadi sangat mudah untuk orang-orang diburu atau diganggu oleh berbagai macam hal di area-area yang aneh.

Akan tetapi, justru karena kita tidak dapat melihat nama dari orang lain sehingga mencoba untuk mengikuti orang lain menjadi sedikit sulit. Bila aku ingin mengetahui nama dari seorang pemain yang aku temui untuk pertama kalinya, hanya ada satu jalan, sebuah duel 1 lawan 1. Dengan kata lain, sebuah permintaan duel.

Bila aku menekan tombol duel di dalam menu window, menggunakan kursor warna dalam mode memilih untuk menentukan terget, dan dalam penglihatanky akan dengan segera menunjukkan «Kamu telah meminta sebuah duel 1 lawan 1 dengan seseorang». Bila aku melihatnya lagi, aku akan tahu nama dalam bahasa Inggris yang sebenarnya dari musuhnya.

Akan tetapi, penglihatan dari pihak satunya akan dengan segera mengetahui bahwa aku mengirim permintaan duel dari sini. Karena itu, tidak mungkin untukku untuk tidak menunjukkan namaku sementara aku mengusut nama dari pemain lainnya, dan sejak awal perilaku semacam itu itu benar-benar kasar. Bila begitu, sangat mungkin untuk musuhnya untuk menghunuskan senjatanya untuk menerima tantangan ini. Begitu menengar kata-kataku, Asuna membuka mulutnya, terlihat seperti dia ingin mengaatakan sesuatu— mungkin sesuatu yang berarti 'berbahaya' atau semacamnya.

Akan tetapi, Asuna dengan cepat menutup mulutnya dan mengangguk dengan serius. Dia mungkin mengerti bahwa tidak ada cara lain, dan apa yang dia katakan berikutnya—

"…Tetapi bila kamu ingin berbicara dengan Grimlock-san, aku juga ikut."

Begitu mendengarnya mengatakan ini, aku hanya dapat memaksa diriku untuk menelan kata-kataku untuk membuatnya tinggal di dalam ruangan ini.

Aku hanya dapat dengan ragu-ragu menganggukkan kepalaku dan memeriksa jam. Sekarang jam 6.40 sore, waktu dimana para pemain kembali ke area jalan untuk makan malam sementara keadaan menjadi ramai. Bar yang kami intai terlihat lumayan normal, tetapi Pintu ayunnya terus menerus bergerak dengan bebas. Akan tetapi, aku tidak pernah melihat seorang pemain yang tinggi dan berotot dan terlihat dengan jubah bertudung seperti yang aku lihat sebelumnya.

Kami hanya dapat bertaruh bahwa toko ini yang telah menjadi petunjuk terakhir, tetapi ada beberapa kekhawatiran yang tidak dapat kami hiraukan. Di dalam penginapan di lantai ke-57, Schmitt menggumamkan bahwa jubah hitam yang berdiri di atap bukanlah Grimlock. Grim itu jauh lebih tinggi'– walaupun aku ragu bahwa ini mungkin adalah sebuah kesalahan penilaian karena rasa takut, tetapi bila ini adalah kenyataannya, pengawasan sepeerti ini tidak ada artinya dan kami tidak akan dapat menemukannya.

Aku akan melihat pintu ayun dari bar ini yang memiliki atmosfer restoran tersembunyi yang terkenal selama satu malam penuh tanpa dapat makan...

Ketika memikirkan hal ini, aku tidak dapat menahan diri untuk menekan perutku.

Segera sesudahnya, sesuatu terulur di depan mataku. Itu adalah sesuatu yang terbungkus dengan kertas putih dan memberikan sebuah aroma kental. Aku tidak dapat menahan diri untuk melihat benda ini, dan Asuna terus menatap ke arah bar sementara dia dengan mudah menjawab 'untukmu'. Aku secara naluri bertanya untuk memeriksa.

"…U, untukku?"

"Kamu pikir siapa lagi yang dapat aku beri sekarang ini? Apakah kamu pikir aku sedang menyombongkan diri?"

"Tidak, bukan seperti itu. Aku salah. Aku akan mengambilnya kalau begitu."

Aku menarik leherku ke belakang dan dengan cepat menerima tas kertas itu. Aku melirik ke arah Asuna dan menemukan bahwa dia meneruskan pengintaiannya, dengan terampil mematerialisasikan item lainnya yang terlihat sama.

Aku dengan senang membuka bungkus kertas itu, dan menemukan sebuah roti perancis[10] besar di dalamnya. Aku dengan kosong menatap bagian dalam roti itu yang dipanggang dengan baik dan diisi dengan sayur-mayur dan daging panggang, dan Asuna berkata dengan nada tenang,

"Nilai durabilitasnya akan segera habis. Makanan ini akan segera menghilang, jadi lebih baik kamu segera memakannya."

"Eh, ah, oke, itadakimasu!"

Aku mendengar bahwa makanan ini akan segera menghilang, yang berarti tidak akan ada cukup waktu untuk melamun. Nilai durabilitas dari sebuah makanan itu biasanya sangat rendah kecuali bahan-bahan khusus digunakan. Aku telah mempunyai pengalaman tentang bento yang aku akan aku cicipi menghilang dari tanganku. Satu-satunya metode adalah memasukkannya ke dalam «Eternal Preserving Trinket» yang hanya dapat dibuat oleh pengrajin tingkat master, dan makanan yang diletakkan di dalamnya tidak akan pernah menghilang ketika dibawa ke luar area. Akan tetapi, yanng menyedihkan adalah bahwa kotak kecil ini hanya dapat diisi dengan dua kacang.

Karena itu, aku dengan cepat membuka mulutku secepat mungkin dan menggigit sepotong roti itu dan menikmati rasa mengunyah untuk sementara ini. Rasanya sederhana, tetapi agak merangsang, membuatku ingin terus mengunyah. Durabilitas dari makanan tidak mempengaruhi rasa. Selama makanan itu ada, rasanya tidak akan pernah berubah sama sekali.

Aku memandang pintu masuk dari bar itu dan dengan cepat menghabiskan roti yang besar ini sebelum menghela napas puas. Aku melihat ke arah Asuna, yang dengan elegan mengunyah di sampingku, dan mengucapkan rasa terima kasihku sebelum bertanya,

"Terima kasih atas makanannya. Ngomong-ngomong, kapan kamu membeli bento? Kita pergi ke kios-kios yang ada di pinggir jalan sebelumnya, tetapi tidak ada yang sesuatu yang cukup baik untuk di beli, bukan?"

"Bukankah aku berkata bahwa durabilitasnya hampir habis? Itu akrena aku telah memikirkan mengenai hal ini sehingga aku sudah menyiapkannya tadi pagi."

"Heh…seperti yang dapat diduga dari orang yang bertanggung jawab atas grup penyelesai dari KoB. Aku tidak pernah berpikir mengenai makanan sama sekali... oh iya, dari toko mana makanan ini berasal?"

Roti perancis dengan roti yang dipanggang dengan cukup dengan sayur-mayur dan daging panggang di tengahnya itu adalah makanan dengan peringkat yang lumayan tinggi di antara daftar toko yang terkenal milikku. Selama waktu ini, aku akan memakan makanan ini selama proses penaklukan. Aku berpikir mengenai hal ini sementara aku dengan sengaja bertanya, tetapi Asuna sedikit mengangkat kedua bahunya dan memeberikan sebuah jawaban yang agak mengejutkanku.

"Makanan ini tidak dijual."

"Eh?"

"Tidak dijual di toko."

Mengapa ada keheningan sekarang? Mengapa kamu tidak mengatakan apapun? Aku menelengkan kepalaku untuk berpikir selama beberapa lama sebelum menyadari. Karena makanan ini tidak dibeli dari toko NPC, dia pasti membuatnya sendiri, wakil pemimpin dari KoB ini.

Aku melamun selama sekitar 10 detik sebelum menemukan sebuah krisis kecil. Bagaimana ini, apa yang harus aku katakan? Aku telah merasa canggung menghiraukan pakaian Asuna pagi ini, aku tidak dapat mengulanginya di sini sekarang.

"Eh…erm, bagaimana aku mengatakannya... eh,sayang kalau menghabiskannya seperti ini. Oh iya, aku mungkin lebih baik melelangnya di pasar Algade. Mungkin aku dapat mendapat banyak uang di sana hahaha."

GANK! Asuna menggunakan sepatu kulit putihnya untuk menendang keras kursinya, menyebabkanku menegakkan punggungku dan gemetar. Menit-menit yang tegang ini berlalu, dan Asuna menghabiskan bagiannya sebelum berkata dengan lembut,

"…Dia tidak datang ke sini."

"Eh, u, un. Yeah. Tetapi berdasarkan kata-kata Schmitt, dia kelihatannya tidak datang ke sini setiap malam. Dan bila pria berjubah hitam itu adalah Grimlock, dia tidak akan bernafsu makan setelah melakukan PK... kita mungkin harus menunggu selama 2, 3 hari lagi."

Setelah mengatakan dengan cepat, aku berdiri untuk melihat jam lagi. Hanya 30 menit berlalu semenjak kami mulai mengawasi, tetapi aku secara mental sudah siap untuk menunggu kemunculan Grimlock tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan, tetapi aku bertanya-tanya apa yang dipikirkan oleh yang mulia, wakil ketua ini.

Sementara aku berpikir mengenai hal ini dan melirik ke arahnya, aku menemukan bahwa Asuna, yang bersandar penuh ke punggung kursi, tidak memiliki keinginan apapun untuk bergerak.

…Jangan bilang bahwa kata-kata yang baru saja aku katakan diartikan olehnya menjadi 'kita akan tinggal di sini selama dua. Tiga hari'? Sementara aku memikirkan mengenai ini sementara telapak tanganku mulai berkeringat, Asuna kembali berbisik,

"Ngomong-ngomong, Kirito-kun."

"Y…ya!"

Kata-kata yang dikatakan berikutnya untungnya—atau tidak, berbeda dengan apa yang aku pikirkan.

"Bagaimana menurutmu? Bila kamu adalah anggota dari guild Golden Apple dan mendapatkan sebuah drop yang super langka, apa yang akan kamu katakan?"

"……"

Aku melamun dan merenung selama beberapa detik sebelum berkata,

"…Kamu benar. Aku selalu membenci masalah seperti itu, karena itu aku selalu bertarung secara solo... pada permainan-permainan MMO yang aku mainkan sebelum SAO, aku sebelumnya mempunyai pengalaman melihat orang lain menyembunyikan drop-drop langka atau menyimpan semua hasil penjualan kepada mereka sendiri, menyebabkan guild mereka untuk bubar..."

Motivasi utama untuk para pemain MMO, pada dasarnya, adalah kebanyakan untuk mendapatkan perasaan lebih unggul, dan aku tidak dapat menyangkalnya. Cara termudah untuk mendapatkan rasa lebih unggul ini adalah untuk menjadi 'kuat'; melalui latihan kekuatan dan emnggunakan perlengkapan langka yang kuat untuk mengalahkan monster-monster dan pemain-pemain lain. Rasa riang ini sebagai seorang pemain, bila dikatakan secara gamblang, hanya dapat dialami di dalam net-game. Sekarang ini, alasan mengapa aku akan terus berlatih keras untuk jangka waktu yang lama adalah dengan tanpa ragu untuk dapat disebut anggota dari 'grup penyelesai' dan dihormati oleh yang lain.

Bila aku berasal dari sebuah guild tertentu, dan selama permainan dalam kelompok, kami mendapatkan sebuah perlengkapan yang luar biasa—dan bila ada seseorang yang cocok untuk menggunakan perlengkapan tersebut di dalam guild.

Apakah aku akan mengatakan sesuatu seperti 'Kamu lebih baik yang memilikinya'?

"…Mungkin tidak."

Aku membisikkan hal ini dan menggelengkan kepalaku.

"Aku tidak akan mengatakan kepada teman-teman satu guildku bahwa aku menginginkannya, tetapi aku bukanlah seorang suci yang akan tersenyum dan menyerahkannya kepada pemain lainnya. Itulah mengapa... bila aku adalah anggota dari Golden Apple, aku akan setuju untuk melelangnya. Bagaimana denganmu, Asuna?"

Aku bertanya, dan Asuna dengan segera menjawab tanpa ragu,

"Perlengkapan itu akan menjadi milik seseorang yang mendapatkannya."

"Heh?"

"Untuk kami di KoB, kami mengikuti peraturan seperti itu. Item apapun yang secara acak dijatuhkan di dalam permainan kelompok akan menjadi milik dari orang yang beruntung yang mengambilnya. SAO tidak memiliki sebuah proses Catatan Pertarungan, jadi kami hanya dapat menyatakan item apa yang kami dapat. Ini adalah satu-satunya metode untuk menghindari percekcokan karena menyembunyikan sesuatu, dan juga..."

Pada saat ini, dia berhenti sebentar. Dia masih melihat pintu masuk ke penginapan, tetapi ekspresi wajah Asuna tidak setegang itu lagi.

"...Karena sistem semacam inilah maka tanggung jawab dari 'pernikahan' di tahun-tahun ini begitu besar. Ketika menikah, penyimpanan item dari kedua orang itu akan tersambungkan, bukan? Bila begitu, harta apapun yang dapat disembunyikan dengan mudah tidak dapat disembunyikan lagi setelah menikah. Di sisi lain, bila seseorang sebelumnya menyembunyikan sebuah item langka yang dia ambil, dia tidak dapat menikah dengan anggota dari guild-nya sendiri. «Storage Link» sebenarnya adalah sebuah sistem yang lumayan pragmatis, tetapi aku merasa bahwa hal itu lumayan romantis."

Nada suaranya benar-benar mempunyai sebuah perasaan kerinduan di dalamnya. Aku tidak dapat menahan diriku untuk berkedip beberapa kali. Lalu aku tidak tahu mengapa aku tiba-tiba menjadi bersemangat ketika aku mengatakan dengan sebuah nada bersemangat tanpa banyak berpikir,

"Be, begitukah. Aku mengerti. La, lalu, bila aku berkelompok denganmu pada kesempatan berikutnya, Asuna, aku pasti tidak akan menyembunyikan drop apapun yang aku dapat."

GATAN! Dengan suara itu, Asuna dengan segera terjatuh bersama dengan kursinya.

Karena ruangannya tidak terang, aku tidak dapat melihat wajahnya, tetapi aku dapat melihat beberapa ekspresi yang ada di wajah «The Flash» itu di bawah cahaya biru dan putih. Dia akhirnya menaikkan tangan kanannya dan memekik,

"Ja... jangan bodoh! Saat seperti itu tidak akan terjadi dalam sepuluh tahun! Ah, a, aku berbicara mengenai berkelompok denganmu! Maksudku, apa, apakah kamu mengawasi dengan serius? Apa yang akan terjadi bila kamu kehilangan jejaknya!"


GA— setelah semburan seperti itu, Asuna tiba-tiba berbelok ke kanan, bahkan aku, yang tidak berpaling dari bar bahkan selama bercakapan, bisa dibilang terluka. Tetapiketika aku ingin membalas dengan 'aku sedang melihat barnya', aku tiba-tiba memikirkan sesuatu.

Cincin yang menyebabkan keruntuhan Golden Apple itu; kapan cincin itu di jatuhkan pertama kalinya, dan di penyimpanan siapa cincin itu berada?

Sword Art Online Vol 08 - 146.jpg

Saat ini, hal itu mungkin tidak penting, tetapi bila orang itu membunuh pemimpinnya dan mengambil cincin itu, tidakkah akan lebih mudah untuk menyembunyikan cincin itu sejak awal? Dengan kata lain, seseorang yang menyatakan drop itu adalah satu-satunya pemain yang tidak mungkin menjadi pembunuh pemimpinnya.

Begitu berpikir bahwa aku seharusnya bertanya lebih lanjut kepada Schmitt mengenai hal ini, aku tanpa sadar mengerutkan dahi. Asuna dan aku tidak pernah mendaftarkan Schmitt sebagai teman, jadi kami tidak dapat mengirim pesan kepadanya untuk memeriksakan hal ini dengannya. Kita dapat saling mengirim pesan instan walaupun kita bukan teman bila kita tahu nama masing-masing, tetapi pesan seperti ini hanya dapat dikirim dalam lantai yang sama, dan jumlah kata yang dapat aku ketik lumayan sedikit.

Aku akan bertanya kepadanya saat kita bertemu pada kesempatan berikutnya. Kita tidak sedang menyelidiki 'insiden karena cincin' yang terjadi setengah tahun yang lalu, tetapi «PK di dalam area». Aku bertanya-tanya sementara aku melanjutkan dengan mengambil perkamen yang dituliskan Schmitt kepadaku.

Aku berkata kepada Asuna, yang sedang memberikan sebuah pandangan yang meragukan dari samping, 'jangan berpaling dari bar sekarang', dan memeriksa nama dari semua anggota Golden Apple yang terdaftar di dalam perkamen.

Griselda, Grimlock, Schmitt, Yoruko, Kains… nama-nama yang ada di dalam dituliskan dalam sebuah alpabet yang berantakan, dan diantara mereka, 3 orang tidak lagi berada di dalam kastil yang melayang ini.

Kita tidak boleh membiarkan ada korban lagi. Kita dengan pasti harus menemukan Grimlock dan bagaimana pembunuhan-pembunuhan di dalam area dapat terjadi.

Aku berkata kepada diriku sendiri mengenai hal ini di dalam hatiku dan bersiiap untuk menyimpan perkamen itu di dalam penyimpanan item.

Tetapi ketika kulit domba kecil itu hampir berubah dari sebuah item yang dimaterialisasikan menjadi sebuah nama di dalam sistem—

Pandangan mataku tiba-tiba tertarik ke sebuah titik tertentu di dalam perkamen.

"…Eh…?"

Aku dengan segera menarik kedua mataku ke dekat kulit domba itu, dan Detail Focus System mulai berfungsi, menyebabkan detil dari kata-kata yang ada di kulit domba meningkat.

"…A,apa ini..."

Begitu mendengarku menggumam, Asuna, yang masih memandangi penginapan, bertanya sesuatu,

"Kenapa?"

Akan tetapi, aku tidak mempunyai cukup banyak pikiran yang tersisa untuk menjawab pertanyaannya, karena aku hanya dapat memikirkan mengenai seberapa signifikan dan alasan dari keadaan yang ada di hadapanku ini, dan kemudian berusaha untuk menarik kesimpulan dari maksud dari kejadian ini.

—Beberapa detik kemudian.

"Ah…ahhh…!"

Aku berteriak sementara aku menendang kursi sebelum berdiri. Perkamen yang ada di tangan kananku bergetar hebat sebagai efek dari kejutan yang aku dapat.

"Begitu... jadi itu bagaimana hal itu dilakukan!"

Aku terengah-engah dan berteriak, dan Asuna memeberikan sebuah suara yang penuh keraguan, tidak sabar dan cemas.

"Apa? Kamu telah menemukan sesuatu!?"

"Ki... kita..."

Aku menekan suaraku yang serak keluar dari tenggorokanku dan menutup rapat kedua mataku.

"…Kita tidak melihat kebenarannya. Kita mengira kita melihatnya, tetapi kita sebenarnya tidak melihatnya. Karena —senjata, teknik, maupun logika untuk «pembunuhan di dalam area» memang sebenarnya tidak pernah ada!!"

Bagian 9[edit]

Ini adalah apa yang aku dengar berikutnya.


Pemain dari grup penyelesai, Schmitt, yang merupakan pemimpin dari grup para pendekar berzirah berat «Defender», tidak berpikir untuk tidur ataupun melepas zirah logam beratnya bahkan setelah kembali ke kamarnya di dalam markas besar dari guildnya sendiri.

Ruangannya terletak jauh di dalam istana ba—sebuah benteng mungkin lebih cocok—dan tembok yang ada di keempat sisinya tidak mempunyai jendela. Sebenarnya, tidak ada seorangpun selain anggota guild yang dapat memasuki markas besar guild karena sistemnya, jadi sudah lumayan aman baginya bila dia tinggal di dalam ruangan. Walaupun dia mengatakan hal ini kepada dirinya sendiri hal ini, dia tidak dapat berpaling dari pintu.

Akankah kenop pintu berputar secara diam-diam pada saat dia berpaling? Akankah dewa kematian di dalam jubah bertudung itu melayang seperti sebuah bayangan dan tanpa diketahui berdiri di belakangnya?

Orang-orang di sekelilingnya berpikir bahwa dia adalah seorang petarung tanker yang berani, akan tetapi motivasi terbesar dibalik kenapa Schmitt begitu gigihnya bertarung untuk mempertahankan kemampuannya di antara beberapa orang yang teratas di grup penyelesai adalah karena dia 'takut akan kematian'.

Pada suatu hari tertentu sekitar satu setengah tahun yang lalu, setelah permainan kematian ini dimulai, dia sedang berpikir keras di tengah alun-alun di Starting City. Tidak, dia sedang kebingungan. Dia berpikir tentang apa yang harus dia lakukan agar tidak mati. Jalan terbaik adalah untuk tetap tinggal di dalam Starting City dan tidak keluar. Semua jalanan utama dengan pasti dilindungi oleh «Kode Anti-Kriminal», jadi bila dia tetap di dalam, kehidupan yang didigitalisasikan—HP bar miliknya tidak akan turun sama sekali.

Akan tetapi, Schmitt, yang adalah seorang net gamer dan seorang atlit di dunia nyata, dengan jelas mengerti bahwa peraturannya akan berubah. Dapatkah dia dengan pasti yakin bahwa peraturan SAO dimana «kota adalah area teraman» akan bertahan selamanya—hingga permainan ini benar-benar terselesaikan? Bagaimana jika suatu hari, hal ini tidak akan menjadi sebuah insiden 'di dalam area', dan di semua gerbang terdapat sejumlah besar monster bergegas masuk seperti tanah longsor? Para pemain yang tidak pernah keluar dari Starting City dan tidak pernah mendapat satu experience point-pun tidak akan dapat melakukan apapun selain bergerak kalang-kabut.

Karena itulah, agar dapat bertahan hidup, dia masih harus menjadi lebih kuat. Dia juga harus menggunakan cara yang aman dan tidak boleh mengambil resiko apapun.

Setelah terganggu oleh hal ini sepanjang hari, Schmiit akhirnya memilih untuk 'menjadi kuat'.

Petama-tama, dia pergi ke sebuah toko senjata dan membeli baju pelindung dan perisai terkuat yang dapat dia beli dan menggunakan uang yang tersisa untuk membeli sebuah polearm. Dia lalu pergi ke gerbang utara kota, menemukan sebuah kelompok yang memfokuskan diri kepada keselamatan diantara berbagai kelompok yang mengumpulkan para pemain dan bergabung dengan mereka. Pertama kali dia [ergi berburu adalah saat sepuluh orang berkumpul untuk membunuh monster terlemah dari SAO, seekor babi hutan kecil.

Setelah itu, Schmitt menghabiskan banyak waktu untuk berburu agar dapat mengejar ketinggalan dalam hal experience point dan terus menerus menaikkan level. Peningkatan levelnya tentu jauh lebih sedikit dibandingkan para beater yang berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil atau bertarung secara solo dan menjalankan perburuan yang beresiko tinggi, tetapi kegigihannya dalam menjalankan filosopi dirinya untuk menjadi 'kuat' menyebabkan dia untuk akhirnya menjadi pemimpin dari guild terkuat di dalam grup penyelesai, yaitu «Divine Dragons Alliance».

Karena kerja kerasnya, Schmitt dapat dikatakan menjadi diantara yang terkuat di dalam Aincrad dalam hal HP, poin pertahanan perlengkapan dan teknik-teknik pertahanan yang dia latih.

Dia percaya bahwa bila dia sedang memegang Guard Lance besar dengan tangan kanannya dan Tower Shield[11] di tangan kirinya, dia dapat bertahan selama 30 menit bahkan bila ada tiga monster dengan level yang sama dengannya menyerang dari depan. Schmitt heran mengenai apakah orang-orang yang memakai pelindung kulit yang tipis seperti kertas dan menggunakan senjata-senjata yang difokuskan terhadap serangan dan teknik-teknik untuk menghasilkan damage itu—seperti seorang pemain solo hitam tertentu yang dia temui beberapa menit yang lalu—adalah orang-orang aneh dengan ada sesuatu yang salah didalam pikiran mereka. Sesungguhnya, diantara berbagai character build, yang memiliki tingkat kematian paling sedikit adalah mereka yang memakai pelindung yang kuat. Tentu saja, mereka tidak mempunyai kemampuan untuk membasmi musuh, jadi mereka harus bergabung dengan kelompok-kelompok besar.

Schmitt, yang telah dianggap sebagai «Pertahanan Terkuat», dapat akhirnya lepas dari 'takut akan kematian' yang telah menyerangnya. Seharusnya seperti itu.

Akan tetapi—

Sekarang ini, ada seorang pembunuh yang dapat menghilangkan banyak HP, kemampuan pelindung, teknik-teknik pertahanan dan berbagai macam perlindungan yang dapat disediakan oleh sistem. Selain itu, orang ini juga sedang menarget dirinya.

Seorang hantu—tentu saja, dia tidak benar-benar percaya bahwa pembunuh itu adalah seorang hantu.

Tidak, dia tidak dapat membuktikan hal itu sekarang. Sekarang ini, bahkan peraturan mutlak dari «Kode Anti-Kriminal» sedang di tembus seperti kabut hitam oleh dewa kematian itu, yang menggunakan sebuah tombak pendek dan pisau belati untuk mengambil nyawa orang lain. Bukankah hantu elektronik itu diciptakan oleh 'wanita itu' ketika dia terbunuh dan mengirim dendam kesumatnya melalui Nerve Gear?

Bila benar begitu, tdak peduli seberapa kuat dinding benteng ini, tidak peduli berapa berat tingkat pengunciannya, atau berapa tidak bisa ditembusnya markas besar dari guild ini, tidak ada satupun yang akan berfungsi.

Orang itu pasti akan datang. Dia pasti akan datang ketika aku sedang tidur dan membunuhku. Dia akan menggunakan senjata bergerigi ketiga untuk menikamku dan merenggut nyawaku.

Schmitt duduk di tempat tidur, menggunakan sarung tangan besi eraknya untuk menutupi kepalanya dan merenung.

Untuk lolos dari usaha balas dendamnya, hanya ada satu jalan yang tersisia.

Dia harus memohon ampun. Dia harus berlutut di tanah dengan dahinya menyentuh tanah untuk memohon ampun dan membuat rasa dendamnya menghilang. Dia harus secara pribadi mengakui kesalahannya—setengah tahun yang lalu, dia mencoba untuk menjadi lebih kuat. Tidak, dia mencoba untuk menjadi kuat, dan mencoba untuk masuk ke dalam guild yang lebih kuat, tetapi dia melakukan satu kesalahan—dan beanr-benar menyesalinya. Bila dia melakukan hal ini, bahkan bila pihak yang satunya adalah seorang hantu, dia akan memafkanku. Aku hanya sedang kerasukan pada saat itu. Aku terperangkap oleh kata-kata dari orang itu dan melakukan kejahatan kecil seperti itu—tidak, hal ini tidak dapat dianggap sebagai kejahatan, hanya sedikit kasar. Aku tidak menyangka tragedi seperti itu akan terjadi.

Schmitt terhuyung sedikit dan berdiri, membuka penyimpanannya, mengambil salah satu teleport crystal, yang bertumpun seperti bukit yang dia gunakan di saat-saat genting, dan mematerialisasikannya menjadi sebuah obyek. Dia menggenggam erat kristal itu dengan tangan kanannya dengan sikap yang lesu, menarik napas dalam dan berbisik dengan suara parau.

"Transfer…«Ralback»"

Pandangannya ditutupi oleh cahaya biru, dan pada saat cahaya itu menjadi tipis, dia sudah berdiri di tengah cahaya malam.

Sekarang sudah lewat jam 22:00, dan ini adalah lantai yang sudah diselesaikan. Kelihatanyya tidak ada banyak pemain lain yang ebrada di alun-alun gerbang transfer dari lantai ke-19. Toko-toko yang ada di sekitarnya telah tutup semua, dan tidak adal NPC yang berjalan di luar sama sekali. Ada sebuah perasaan yang mengatakan bahwa dia tidak sedang berada di dalam area, tetapi sedang berdiri di luar.

Hingga setengah tahun yang lalu, «Golden Apple» masih berada di salah satu sudut desa ini, dan mempunyai sebuah rumah guild kecil di sana. Apa yang seharusnya menjadi sebuah pemandangan yang akrab di sini membuat Schmitt merasa bahwa seluruh desa ini sedang menolaknya.

Tubuh di balik zirah pelindung tebalnya gemetaran, dan Schmitt terus berjalan keluar dari desa, membiarkan kedua kakinya, yang kelihatannya terlalu lelah, untuk bergerak ke depan.

Tujuannya adalah sebuah bukit kecil yang berjarak 20 menit jalan kaki dari jalanan utama. Tentu saja, daerah itu berada 'di luar area', dan Kode Anti-Kriminal tidak akan berfungsi. Akan tetapi, Schmitt mempunyai sebuah alasan yang sangat besar untuk pergi ke sana. Dia harus pergi ke sana untuk membuat dewa kematian berjubah hitam itu memaafkannya. Tidak ada cara lain.

Schmitt terlihat seperti menyeret kedua kakinya ketika diaa mendaki bukit, dan melihat jauh ke depan kepada benda yang terlihat menyembul dari balik semak-semak, dan tubuhnya gemetaran hebat.

Benda itu adalah sebuah batu nisan dari batu, yang terkikis oleh angin dan tertutupi oleh lumut, makan dari «Golden Apple», pendekar bernama Griselda yang telah meninggal. Cahaya rembulan yang kelihatannya menyinari entah dari mana terfokus kepada tanda seperti salib yang ada di tanah. Angin malam sesekali berhembus dari waktu ke waktu di antara pepohonan yang layu, mengeluarkan sebuah suara gemerisik.

Pepohonan dan batu nisan yang ada disini seharusnya hanyalah sebuah penanda biasa, dan hanyalah dekorasi pemandangan yang diatur oleh para desainer begitu saja. Akan tetapi, beberapa hari setelah Griselda terbunuh, dan ketika Golden Apple telah dibubarkan, ketujuh anggota yang tersisa memutuskan untuk menggunakan tempat ini sebagai makamnya dan menguburkan longsword miliknya di sini—atau lebih tepatnya, menaruhnya di bawah batu nisan ini dan membiarkan durabilitasnya berkurang sehingga pedang itu akan menghilang secara alami.

Itulah mengapa batu nisan ini tidak memiliki ukiran tulisan apapun. Tetapi bila dia ingin mengakukan kesalahannya kepada Griselda, ini adalah tempat satu-satunya.

Schmitt tanpa bersuara berlutut, hampir berguling ketika dia merangkak ke depan nisan.

Dia menaruh dahinya di tanah yang bercampur dengan pasir, menggeretakkan giginya beberapa kali sebelum dia akhirnya membukanya dengan susah payah, mengatakan dengan sebuah suara yang secara tak disangka terucap jelas,

"Maafkan aku... ini adalah kesalahanku... maafkan aku, Griselda! A... aku, tidak menyangka bahwa semuanya akan berakhir seperti ini... aku tidak pernah berpikir untuk membunuhmu!!"


『Benarkah…?』


Sebuah suara dapat didengar dengan gema yang aneh. Dari bawah suara ini terdengar seperti suara seorang wanita.

Mencoba dengan sebaik mungkin untuk tidak membiarkan kesadarannya goyah, Schmitt dengan takut-takut melihat ke atas.

Jauh di dalam bayang-bayang dari dahan-dahan pohon yang berlekukan, terdapat sebuah bayangan berpakaian hitam yang muncul diam-diam. Bayangan itu ditutupi oleh sebuah jubah bertudung hitam kelam, lengan jubahnya terulur ke bawah, dan mustahil untuk melihat apa yang ada di balik tudung itu di dalam kegelapan.

Akan tetapi, Schmitt merasakan sebuah tatapan tajam datang dari sana dan menggunakan kedua tangan untuk menutup mulutnya yang hampir mengeluarkan sebuah teriakan dengan erat sebelum dengan terburu-buru mengangguk beberapa kali.

"Be... benar. Aku tidak tahu apa-apa. Aku hanya... hanya mengikuti perintah, hanya... sebuah tindakan kecil..."


『Apa yang kamu lakukan …? Apa yang kamu lakukan terhadapku, Schmitt …?』


Secara perlahan, Schmitt menggunakan kedua matanya yang terbuka lebar untuk melihat sebuah garis hitam yang tipis dan panjang yang keluar dari lengan jubahnya.

Itu adalah sebuah pedang, tetapi sangat tipis. Itu adalah sebuah pedang satu-tangan yang hampir tidak pernah digunakan seorangpun, senjata tipe penikam jarak dekat «Estoc[12]». Bilah pedangnya terlihat seperti sebuah jarum besar memiliki banyak skeali duri yang melingkar dalam bentuk spiral.

«Senjata berduri» yang ketiga.

Hiiii!! Rengekan lembut keluar dari dalam tenggorokannya. Schmitt meletakkan dahinya ke bawah ke tanah untuk kesekian kalinya.

"A... aku hanya... pada waktu kita memutuskan untuk menjual cincin itu, aku menemukan sebuah memo dan sebuah kristal di dalam kantong sabukku... dan di sana ada sebuah instruksi ……"


『Siapa dia, Schmitt?』


Kali ini, ini adalah suara seorang pria.

『Dari siapakah instruksi itu berasal …?』

Lehernya yang kaku tersentak lagi, dan Schmitt hanya terpaku disana.

Dia mencoba untuk dengan paksa mengangkat kepalanya yang berat seperti logam itu dan melirik ke samping. Dewa kematian kedua muncul di dekat bayang-bayang pepohonan. Dia memiliki ciri-ciri yang sama padanya, memakai sebuah jubah bertudung hitam, tetapi sedikit lebih tinggi dari yang pertama.

"…Grimlock…?"

Sedikit menurunkan kepalanya, Schmitt merengek dengan suara yang hampir tidak dapat terdengar.

"Kamu... kamu juga terbunuh ……?"

Dewa kematian itu tidak menjawab, tetapi tanpa suara melangkah ke depan. Dari balik tudungnya, sebuah suara yang berbahaya dan tidak jelas dapat terdengar.

『Siapa…siapa yang menghasutmu …?』

"A...AKU TIDAK TAHU! SUNGGUH!!"

Schmitt dengan kalang kabut berteriak.

"MEMONYA... MEMONYA HANYA MENULISKAN BAHWA AKU HARUS MENGIKUTI PEMIMPIN... DAN KETIKA DIA BERGERAK KE PENGINAPAN DAN KELUAR UNTUK MAKAN, AKU HARUS DENGAN DIAM-DIAM MENGATUR TRANSFER CRYSTAL ITU DI DALAM SEBUAH TEMPAT DI DALAM RUANGANNYA DAN, DAN MELETAKKAN KRISTAL ITU KE DALAM PENYIMPANAN GUILD. ITU, ITU SAJA YANG TERTULIS... A, AKU HANYA MELAKUKAN HAL INI! AKU TIDAK MENYENTUH GRISELDA SAMA SEKALI! O... ORANG ITULAH YANG SEBENARNYA MENCURI CINCIN ITU DAN MEMBUNUHNYA... A, AKU TIDAK MENYANGKAN BAHWA HAL INI AKAN TERJADI SAMA SEKALI!"

Sat Schmitt sedang membela dirinya sendiri, kedua dewa kematian itu tetap tidak bergerak. Angin malam kembali bertiup, menyebabkan tanaman-tanaman yang layu dan jubah-jubah itu berkibar.

Rasa takut terus bertambah di dalam pikiran Schmitt sementara dia sudah mencapai batasannya, dan dengan segera, dia mengingat kembali.

Pada hari itu setengah tahun yang lalu, dia mengambil perkamen itu dari kantong sabuknya, dan pada saat dia melihatnya, dia merasa bahwa hal itu sangat gegabah dan terkejut karenanya, akan tetapi juga kagum atas metode yang unik itu.

Ruangan di dalam penginapan itu biasanya akan terkunci, dan selain waktu tidur, semua orang yang dianggap sebagai teman atau anggota guild dapat membukanya. Dia dapat menggunakan hal ini untuk mengatur transfer crystal di dalam ruangan dan memaukinya ketika pemilik ruangan itu tertidur. Dia hanya perlu menggunakan fungsi pertukaran untuk menggerakkan tangan dari pihak lainnya untuk menarik cincin itu dan menekan tombol konfirmasinya.

Ada resiko bahwa orang itu akan secara tidak sengaja ketahuan, tetapi insting Schmitt mengatakan kepadanya bahwa ini adalah satu-satunya cara untuk mencuri sebuah item di dalam area. Bagian terakhir dari memo tersebut memberitahukan bahwa hadiahnya adalah setengah dari uang hasil penjualan cincin itu. Bila dia berhasil, dia dapat mendapat 4 kali lipat hadiahnya, tetapi bila dia gagal— bila pemimpinnya bangun selama proses pertukaran tersebut dan melihat wajahnya, dia hanya akan melihat wajah dari orang yang memberi Schmitt memo, kriminal dari insiden cincin ini. Bahkan bila orang itu ingin menyeretnya juga berikutnya, dia hanya perlu bersikeras bahwa dia tidak tahu. Dia harus memasuki ruangan dan mengatur target transfernya di sebelah sana, jadi tidak akan ada barang bukti apapun.

Schmitt tidak dapat berkata-kata, tetapi hal ini berarti dia telah mengkhianati guildnya dan pemimpinnya, hanya untuk memasuki grup penyelesai dengan segera. Tentu saja, bila hal ini dapat membantu mereka menyelesaikan permainan, hal ini akan membantu pemimpinnya pada akhirnya. Schmitt memikirkan hal ini untuk membenarkan tindakannya dan mengikuti instruksi yang ada di memo.

Malam berikutnya, Schmitt mengetahui bahwa pemimpinnya terbunuh. Sehari kemudian, dia menemukan sebuah tas berisi uang di tempat tidurnya.

"A-... ku benar-benar ketakutan! Bila aku memberitahukan semuanya mengenai memo itu, semuanya akan mencurigaiku... jadi, karena itulah, aku tidak tahu sama sekali siapa yang menuliskan memo itu! Aku mohon, tolong maafkan aku, Griselda, Grimlock. A, aku tidak pernah berpikir untuk menjadi rekanan seorang pembunuh. Tolong percaya kepadaku, aku mohon...!"

Schmitt tetap menekan kepalanya ke tanah, mengeluarkan rengekan tajam.

Seberkas angin berhembus tiba-tiba ketika dahan-dahan pepohonan bergemerisik.

Pada saat suara-suara tersebut reda, gema yang berbahaya yang ada sebelumnya menghilang seperti sebuah kebohongan, dan suara wanita tanpa gema yang berbahaya itu berbunyi perlahan.

"Aku telah merekam semuanya, Schmitt."

Dia mendengar ini—sebua suara yang baru saja dia dengarkan sebelumnya. Schmitt dengan takut-takut mengangkat wajahnya dan membelalakkan kedua matanya karena terkejut.

Dia membuka tudung hitam kelamnya, dan apa yang muncul dibaliknya adalah wajah dari korban yang dengan jelas terbunuh oleh dewa kematian berjubah beberapa jam yang lalu. Rambutnya yang berwarna ungu tua bergelombang itu terayun oleh angin.

"…Yoruko…?"

Schmitt bertanya dengan suara yang begitu lembut sehingga suara itu hampir tidak bisa terdengar, dan melihat kepada dewa kematian di samping Yoruko yang juga menunjukkan identitas sebenarnya. Dia hampir pingsan ketika dia berbisik,

"…Caynz."

Bagian 10[edit]

"Mereka, mereka masih hidup, yang berarti...!?"

Asuna terkejut saat dia berteriak, dan aku dengan perlahan menganggukkan kepalaku.

"Un, mereka masih hidup. Baik Yoruko-san dan Kains-shi."

"K, kalau begitu... namun."

Asuna dengan terengah-engah berkata beberapa kali dan dengan bersamaan menepukkan kedua tangannya di lututnya sebelum dia kembali berdebat dengan sebuah suara parau.

"Tetapi... tidakkah kita melihatnya kemarin. Kematian... dari Kains-san ketika dia tertikam oleh tombak hitam itu dan tergantung di jendela."

"Tidak."

Aku dengan keras menggelengkan kepalaku.

"Apa yang kita lihat adalah avatar dari Kains-shi dan begitu banyak poligon yang tersebar ke seluruh tempat untuk membuat seperti dia menghilang dari tempat kejadian.

"Jadi, maksudmu, ini bukanlah 'kematian' di dalam dunia ini?"

"…Apakah kamu masih ingat? Kemarin, Kains-shi, yang tergantung di jendela dari gedung gereja selalu menatap pada sebuah titik di langit."

Aku mengacungkan jari telunjuk kananku ke depanku dan berkata. Asuna sedikit menganggukkan kepalanya.

"Itu adalah HP bar miliknya, bukan? Dia sedang melihat luka akibat tikaman terus menerus yang menghabiskan HP miliknya sedikit demi sedikit..."

"Itu juga apa yang aku pikirkan sebelumnya, tetapi ternyata bukan. Dia tidak melihat HP bar miliknya, tetapi durabilitas dari full-plate armor yang dia kenakan."

"Du, durabilitas?"

"Un, pagi ini, ketika aku sedang bereksperimen dengan luka tikam terus-menerus di dalam area, bukankah aku melepaskan sarung tangan dari tangan kiriku? Di dalam area, HP tidak akan berkurang tidak peduli apa yang dilakukan oleh seorang pemain, tetapi durabilitas akan tetap berkurang... seperti roti perancis yang kita makan. Tentu saja, durabilitas dari perelngkapan tidak akan berkurang seperti makanan, tetapi itu bila perlengkapannya tidak mengalami kerusakan. Dengarkan, ketika zirah Kains tertikam, apa yang dihabiskan oleh tombak itu bukanlah HP miliknya, tetapi durabilitas dari zirahnya."

Begitu mendengar hal ini, Asuna, yang terus mengerutkan alisnya hingga sekarang, membelalakkan kedua matanya.

"La, lalu... itu adalah zirah dari Kains-san yang pecah..."

"Benar. Itu adalah zirah yang dia kenakan. Aku telah merasa aneh mengenai kenapa dia mengenakan zirah yang begitu tebal padahal mereka hanya akan ke tempat makan... zirah itu dipakai agar terlihat jelas saat dia meledak menjadi poligon-poligon. Pada saat zirah itu hancur, Kains-shi..."

"Menggunakan kristal untuk berteleportasi pergi."

Asuna menutup kedua matanya untuk mengingat kembali kejadian itu di dalam pikirannya, dan berkata.

"…Hal ini menghasilkan sebuah 'fenomena dimana sebuah cahaya biru berubah menjadi berbagai poligon yang terpecah dan tersebar, menandakan bahwa pemain itu meninggal'... dengan kata lain, hal ini terlihat seperti efek kematian, tetapi sebenarnya, hal ini benar-benar berbeda."

"Un, mungkin mengambil tombak itu di luar area dan menikamkannya kepada dirinya sendiri dengan zirah itu, menggunakan teleport crystal untuk bergerak kembali ke lantai dua dari gedung gereja, menggantung dirinya senditi dengan tali itu dan menunggu hingga zirah itu hampir hancur sebelum melompat turun dan berteleportasi pergi sementara zirahnya hancur... sesuatu seperti itu..."

Asuna mengangguk dengan perlahan tetapi dengan penuh kekuatan, menutup kedua matanya dan menghembuskan beberapa kata.

"…Lalu, 'hilangnya; Yoruko-san juga memakai trik yang sama... bukan …… jadi mereka masih hidup..."

Asuna tidak pernah mengeluarkan suaranya karena dia hanya menggerakkan bibirnya, menggumamkan 'syukurlaj', tetapi sekali lagi menggigit bibirnya.

"T, tetapi, dia jelas-jelas menggunakan pelindung yang tebal, tetapi kapan belati lempar itu menusuknya? Bila berada di dalam area, belati itu seharusnya ditahan oleh kodenya, dan mustahil bagi belati itu untuk mengenainya.

"Belati itu sudah tertancap padanya sejak awal."

Aku dengan segera menjawab.

"Pikirkan baik-baik. Ketika Schmitt, kamu dan aku memasuki ruangan, dia tidak pernah membiarkan kita melihat punggungnya. Ketika dia menerima pesan bahwa kita akan mengunjunginya, dia pertama-tama berlari keluar untuk menusukkan belati itu ke punggungnya sebelum kembali ke penginapan. Dengan gaya rambutnya yang seperti itu, bila dia duduk dengan tegak di sofa, dia dapat menyembunyikan gagang kecil dari belati itu sepenuhnya, memperhatikan durabilitas dari pakaiannya, berbincang dengan kita, melihat bahwa waktunya sudah dekat, mundur ke jendela, menggunakan kakinya untuk menendang dinding atau sesuatu untuk membuat sebuah suara, memalingkan punggungnya ke arah kita, dan membuatnya terlihat seperti sebuah belati ditusukkan kepadanya pada saat itu."

"Jadi dia jatuh dari jendela... untuk mencegah kita mendengar perintah untuk transfer... kalau begitu, jubah hitam yang kamu kejar, Kirito-kun, adalah..."

"Sangat mungkin bahwa itu bukanlah Grimlock, tetapi Kains."

Aku membuat kesimpulan ini, dan Asuna melihat ke langit sebelum menghela napas lega.

Dia mengerutkan alisnya saat dia bergerak ke arahku.

"Tidakkah kita pergi ke Black Iron Palace kemarin untuk memeriksa «Monumen Kehidupan»> Kematian Kains-san jelas-jelas tercoret, waktu kematiannya juga sama, dan penyebab kematiannya juga adalah 'Continuous Pierce Damage'."

"Apakah kamu ingat pengejaan dari Kains-san itu?"

"Erm…Aku ingat bahwa itu adalah K, a, i, n, s, seperti itu."

"Un, Yoruko-san mengatakan itu kepada kita dan kita secara alami percaya kepadanya. Akan tetapi... lihat ini."

Aku menyerahkan perkamen yang menjadi petunjuk untuk meemcahkan kasus ini kepada Asuna. Beberapa jam yang lalu, Schmitt menuliskan daftar anggota dari «Golden Apple». Asuna menggapai untuk mengambilnya, melihat perkamen itu untuk beberapa waktu dan meneriakkan "EHHH!!?"

"«Caynz>….!? Apakah ini cara nama Caynz-san dituliskan!?"

"Mudah diterima bila hanya satu alpabet, tetapi bila 3 alpabet yang salah, mungkin bukan ingatan Schmitt yang keliru, tetapi Yoruko-san yang memberikkan kepada kita ejaan yang salah. Dia memulai dengan K untuk mencatatkan kematian Kains-san dan menyambungkannya kepada Caynz-san, yang dimulai dengan huruf C."

"Eh… itu, berarti..."

Ekspresi wajah Asuna menegang, dan nada suaranya melemah.

"Pada saat itu... kita menyaksikan kematian palsu dari Caynz-san, dan Kains-san yang dimulai dengan huruf K itu mati karena continuous piercing damage di suatu tempat di Aincrad? Ini mungkin... bukanlah suatu kebetulan, bukan...? Jangan bilang..."

"Oh bukan."

Aku sedikit tersenyum dan mengayunkan tangan kananku dengan kuat.

"Itu tidak berarti bahwa Yoruko adalah seorang rekanan dan membunuh K pada saat itu. Dengarkan. Catatan kematian pada Monumen Kehidupan menandakan bahwa itu adalah 'Bulan Sakura, hari 22, 18:27'... dan di Aincrad. Hari itu adalah hari kedua dari bulan Sakura, tanggal 22 April terjadi."

"Ah…"

Asuna tidak dapat berkata apa-apa pada saat itu, dan hanya daapt tersenyum lemah.

"…Jadi seperti itu. Aku tidak mempertimbangkannya sama sekali. Pada tahun lalu, pada hari yang sama dan waktu yang sama, Kains-san itu meninggal tanpa terlibat dalam kasus ini..."

"Yah. Kemungkinan besar, ini adalah awal mula rencana itu."

Aku menarik napas dalam lagi, menjernihkan pikiranku ketika aku meneruskan,

"…Yoruko-san dan Caynz-shi mungkin telah lebih awal mengetahui bahwa Kains yang memiliki nama yang terdengar serupa tetapi dengan ejaan yang berbeda ini meninggal tahun lalu di bulan April. Pertama-tama, mungkin ini hanya menjadi sebuah pembicaraan umum, tetapi mereka mungkin kemudian menyadari bahwa mereka dapat menggunakan kemungkinan ini untuk memalsukan kematian Caynz-shi, dan bukan di dalam kematian biasa melawan seekor minster... tetapi sebuah metode yang menakutkan untuk memainkan sebuah 'pembunuhan di dalam area'."

"…Benar bahwa aku juga tertipu sepertimu. Waktu kematian yang sama dengan orang lain yang memiliki nama yang terdengar serupa, menghancurkan perlengkapan di dalam area melalui continuous pierce damage, dan sebuah transfer crystal... dengan ketiga hal ini, mereka daapt membuat PK di dalam area terlihat seperti hal yang sesungguhnya... dan tujuan dari melakukan hal ini adalah …."

Asuna dengan lembut berbisik.

"Untuk memaksa pelaku dari 'insiden cincin' itu untuk muncul dan membuatnya dicurigai sebagai pelakunya. Yoruko-san dan Caynz-san memainkan insiden pembunuhan ini untuk membuat sebuah 'pembalas dendam' palsu, seorang dewa kematian yang dapat mengabaikan Kode Anti-Kriminal dan melakukan PK di dalam area... dan pada akhirnya, seseorang yang terdorong oleh rasa takut adalah..."

"Schmitt."

Aku mengangguk dan menggunakan jemariku untuk menyentuh daguku.

"Dia mungkin telah dicurigai sejak awal... Schmitt bergerak dari guild menengah «Golden Apple», dan berhasil bergabung dengan guild penyelesai terbesar «Divine Dragon Alliance». Hal itu akan benar-benar menjadi sebuah situasi yang unik. Tanpa menaikkan level dengan cepat atau berganti perlengkapan dengan cepat... hal itu seharusnya mustahil."

"Kondisi untuk bergabund dengan DDA sudah sangat ketat... lalu, apakah dia adalah pelaku dari insiden cincin ini...? Apakah dia membunuh Griselda dan mengambil cincin itu...?"

Asuna, yang telah melihat Schmitt berkali-kali sebagai penasihat di dalam pertemuan strategis dari grup penyelesai, terlihat agak gelisah dan menatapku.

Pikiranku dengan segera berpikir mengenai ciri-ciri dari pengguna tombak itu, dan aku dengan perlahan menggelengkan kepalaku.

"…Aku tidak dapat berkata. Terdapat informasi yang memberikan bukti kecurigaan... tetapi mengenai apakah orang itu mempunyai hawa keberadaan sebagai seorang pemain «merah»..."

Para pembunuh di dalam SAO, yang disebut sebagai pemain merah, akan kurang lebih memiliki sebuah hawa keberadaan yang aneh di sekitarnya, tetapi hal ini dapat diduga. Itu karena para pemain yang membunuh pemain lainnya di dalam dunia ini pada dasarnya mencegah permainan ini untuk diselesaikan. Bila disebutkan secara lebih drastis, para pemain merah adalah orang-orang yang berpikir 'tidak masalah apakah kita keluar dari sini atau tidak' —— atau secara lebih radikal, mereka berharap bahwa 'permainan kematian ini akan berlanjut'.

Nada negatif seperti itu pasti akan muncul dalam kata-kata. Akan tetapi, aku tidak dapat mendeteksi kegilaan apapun dari seorang 'merah' dari Schmitt, yang benar-benar ketakutan akan dewa kematian berpakaian hitam dan meminta kita untuk mengantarnya kembali ke markas besar.

"…Aku tidak dapat berkata, tetapi dia pasti terlibat di dalamnya, dan hal itu dapat menjelaskan hal ini dengan seksama..."

Begitu mendengarku mengatakan hal itu, Asuna mengangguk setuju, bersandar ke punggun dari salah satu dari dua kursi yang berjejer di jendela. Dia kelihatannya lupa untuk melihat bar yang berada di seberang sementara dia menatap ke langit di atas jalanan.

"…Tidak peduli seperti apa, Schmitt sekarang sedang terpojok. Dia percaya bahwa ada seseorang yang mengincarnya untuk balas dendam, dan merasa bahwa area... tidak, bahkan markas besar dari guild tidaklah aman. Lalu... apa yang akan dia lakukan selanjutnya?"

"Bila ada rekanan, dia mungkin akan mengontak orang itu. Yoruko-san dan Caynz-shi mungkin menunggu akan hal itu. Tetapi bila Schmitt tidak tahu siapa rekanannya, un —— bila itu aku..."

Apa yang akan aku lakukan? Bila aku membunuh seorang pemain karena keserakahan dan kebencian dan merasa sangat menyesal akan hal itu, apa yang akan aku lakukan?"

Hingga sekarang, aku tidak pernah mencabut nyawa pemain lain di dalam dunia ini, tetapi ada beberapa temanku yang meninggal karena aku, karena kebodohanku dan egoisme jelekku yang menyebabkan semua orang di dalam guild meninggal kecuali aku, dan aku selalu menyesalkan hal itu. Aku menggunakan sebuah pohon yang tumbuh di taman dari sebuah penginapan tertentu yang kita gunakan sebagai rumah sebagai makam mereka. Itu bukanlah aku mencari pengampunan dari mereka, tetapi aku akan kadang-kadang membawa anggur dan bunga ke sana. Jadi Schmitt mungkin——

"…Bila Griselda mempunyai makam, dia pasti akan pergi ke sana untuk meminta pengampunan."

Asuna kelihatannya mendeteksi perubahan nada suaraku karena dia mengangkat pandangannya dari kursi kepadaku dan tersenyum dengan sikap tegap.

"Benar. Aku akan melakukan hal itu juga. Di markas besar KoB, ada makam bagi orang-orang yang meninggal di dalam pertempuran melawan bos —— benar, mungkin, Yoruko-san dan Caynz-san pasti ada di sana... di makam Griselda-san, menunggu kemunculan Schmitt-san …"

Keheningan tiba-tiba datang, dan ekspresi wajahnya menjadi suram.

"…? Ada apa?"

"Uun… aku baru saja memikirkan hal ini. Bagaimana jika makam Griselda-san berada di luar area? Bila Schmitt-san pergi ke sana... akankah Yoruko-san dan Caynz-san memaafkannya begitu saja? Aku rasa ini sebenarnya tidak mungkin, tetapi mungkin mereka akan benar-benar melakukan balas dendam …?"

Teori yang tidak diduga ini menyebabkan punggungku menegang.

Aku tidak dapat mengatakan bahwa hal ini mustahil. Yoruko dan Caynz berusaha begitu jeras untuk memerankan 'pembunuhan di dalam area' ini, jadi mereka memiliki kebencian dengan tingkatan tertentu kepada pelaku dari insiden cincin ini. Mereka setidaknya telah menggunakan dua teleport crystal. Bila memikirkan level mereka, bisa dibilang ini adalah pengeluaran yang lumayan besar. Mereka telah melalui begitu banyak, jadi apakah mereka akan puas dengan sebuah pengakuan...?"

"Ah…sebenarnya...tidak…?"

Aku menggelengkan kepalaku setelah menyadari sesuatu.

"Tidak, mereka tidak akan melakukannya. Mereka berdua tidak akan pernah membunuh Schmitt?"

"Bagaimana kamu dapat menyimpulkan hal ini?"

"Kamu masih memiliki nama Yoruko-san terdaftar di dalam daftar temanmu, bukan, Asuna? Kamu tidak melihat pesan yang menandakan bahwa dia telah menghilangkan namamu dalam daftar teman sama sekali, bukan?"

"Ahh… benar juga. Aku yakin bahwa namanya akan dihilangkan secara otomatis setelah insiden pembunuhan kedua di dalam penginapan, tetapi bila dia masih hidup, kita seharusnya dapat saling mengontak."

Asuna menggerakkan tangan kirinya untuk memanggil window miliknya, dan setelah mengoperasikannya dengan cepat, mengangguk kembali untuk meyakinkan.

"Masih terdaftar. Bila aku telah menyadari hal ini, kita seharusnya dapat menyadari bahwa terdapat sebuah trik di dalam kasus ini... tetapi kalau begitu, mengapa Yoruko-san menerima permintaan teman dariku? Kita dapat melihat keseluruhan rencana dari sini."

"Kemungkinan besar..."

Aku menutup kedua mataku, dan kali ini, apa yang tergambar di pikiranku adalah bayang-bayang wanita berambut ungu tua yang bergelombang.

"…Itu adalah untuk menebus kesalahan untuk berbohong kepada kita dan bukti bahwa dia mempercayai kita. Bahkan bila kita menyadari catatan dalam daftar teman dan mengetahui bahwa dia masih hidup, kita dapat menyimpulkan tujuan asli mereka dan tidak mencegah mereka untuk memancing Schmitt. Asuna, coba lacak posisi Yoruko-san."

Aku membuka kedua mataku ketika aku mengatakan hal itu. Asuna mengangguk dan sekali lagi menekan window miliknya.

"…Sekarang ini, dia berada di medan di lantai ke-19, di sebuah bukit yang sedikit lebih jauh dari jalanan utama... apa yang ada di sana adalah..."

"Makam dari pemimpin Golden Apple, Griselda. Caynz dan Schmitt seharusnya juga ada di sana. Bila Schmitt meninggal di sana, kita dapat mengetahui bahwa mereka membunuhnya, jadi mereka mungkin tidak akan melakukannya."

"L... lalu bagaimana bila yang sebaliknya? Schmitt membunuh mereka berdua untuk membungkam mereka setelah mengetahui perannya di dalam insiden cincin itu...?"

Asuna secara khawatir bertanya. Aku mrenung untuk beberapa waktu dan masih menggelengkan kepalaku.

"Tidak... kita akan mengetahui hal itu juga. Lagipula, orang itu tidak dapat menerima menjadi seorang kriminal, tidak, seorang pembunuh, dan dikeluarkan dari grup penyelesai, jadi aku rasa kita tidak perlu khawatir untuk mereka saling membunuh... serahkan saja kepada mereka. Peran kita di dalam insiden ini telah berakhir. Kita sudah ditipu oleh Yoruko-san kali ini, tetapi... aku tidak membenci mereka karena hal ini."

Begitu mendengar hal ini, Asuna merenung untuk beberapa waktu, dan kemudian memberikan sebuah senyum untuk meyakinkan.


Akan tetapi, Asuna dan aku tidak menyadari setengah dari kebenaran dari insiden ini.

Insiden ini masih belum berakhir.

Bagian 11[edit]

Mari melanjutkan dengan apa yang aku dengar berikutnya.


Schmitt begitu terkejut sehingga dia tidak dapat bernapas, bergantian melihat wajah kedua pemain tersebut dibalik jubah dewa kematian mereka.

Identitas sebenarnya dari apa yang dia duga sebagai Griselda dan Grimlock tanpa diduga adalah Yoruko dan Caynz. Akan tetapi, mereka berdua seharusnya sudah meninggal. Dia hanya dapat mendengar bahwa Caynz telah meninggal, tetapi untuk Yoruko —— baru beberapa jam yang lalu, dia menyaksikan kematiannya secara langsung —— dia tertusuk oleh belati hitam itu dari luar jendela, jatuh ke jalanan dan avatar miliknya meledak menjadi berbagai poligon.

Mereka adalah hantu? Schmitt hampir pingsan, tetapi kata-kata yang dikatakan oleh Yoruko sebelum dia menunjukkan wajahnya hampir tidak berhasil menjaga kesadaran Schmitt.

"Re... rekaman...?"

Suara yang serak yang hampir tidak keluar dari tenggorokannya sementara Yoruko menarik tangannya keluar dari jubahnya untuk menunjukkan kepada Schmitt, menunjukkan sebuah kristal dengan pilar 8 arah yang mengeluarkan sebuah cahaya hijau muda; sebuah recording crystal.

Hantu mungkin tidak menggunakan item untuk merekam suara.

Kalau begitu, kematian Yoruko dan Caynz semuanya adalah pura-pura. Dia tidak dapat membayangkan bagaimana mereka melakukannya, tetapi mereka berdua memalsukan 'kematian' mereka sendiri untuk membuat seorang pembalas dendam yang sebenarnya tidak pernah ada, dan memaksa pihak ketiga kepada jalan buntu untuk balas dendam. Mereka merekam pengakuan pemain ketiga yang mengakui kesalahannya dan meminta pengampunan, semuanya —— sebagai bagian dari rencana untuk membongkar apa yang terjadi dalam insiden pembunuhan di masa lalu.

"…Jadi... itu bagaimana semuanya ini..."

Schmitt akhirnya menyadari kebenarnnya, menggumam lemah dengan suara yang hampir tidak terdengar, dan dengan segera jatuh.

Dia tidak marah karena dia benar-benar tertipu, bukan juga karena barang buktinya telah diambil darinya, tetapi kagum dengan kegigihan Yoruko dan Caynz —— penghormatan mereka kepada Griselda.

"Kalian berdua... benar-benar menghormati pemimpin..."

Caynz dengan perlahan menjawab dengan suaranya yang lemah.

"Bukankah kamu juga sama?"

"Eh…?"

"Bukankah kamu juga sama, seperti kami? Kamu tidak pernah membenci pemimpin sama sekali, bukan? Tidak peduli seberapa kamu menginginkan cincin itu, kamu tidak akan memiliki kebencian apapun terhadapnya, apakah aku benar?"

"T... tentu saja aku tidak membencinya. Sungguh, percayai aku."

Wajah Schmitt mengerut ketika dia terus menerus mengangguk.

Dalam hal kemampuan bertempur, bahkan bila mereka berdua berkelompok untuk terhadapnya, mereka mungkin tidak lebih kuat dari mereka. Akan tetapi, Schmitt tidak berpikir untuk segera menghunus senjatanya untuk membungkam mereka berdua. Pertama-tama, bila dia jatuh menjadi seorang pemain merah, dia tidak akan dapat terus berada di dalam guild dan grup penyelesai. Dan lebih penting lagi, bila dia membunuh Yoruko dan Caynz di sini, Schmitt sangat yakin bahwa dia tidak akan dapat kembali menjadi dirinya yang biasanya lagi.

Itulah mengapa Schmitt terus menerus mengulang kesalahan yang dia buat di masa lalu bahkan saat recording crystal itu masih aktif.

"Apa yang aku lakukan... adalah menyelinap masuk ke dalam ruangan pemimpin dan mengatur portalnya. Dan karena ini... aku menggunakan uang yang aku dapat dari hal ini untuk membeli beberapa senjata dan pelindung dengan level tinggi, jadi aku memenuhi persyaratan untuk memasuki DDA..."

"Benar bahwa kamu tidak mengetahui siapa yang membuat memo itu, bukan?"

Yoruko bertanya dengan keras, dan Schmitt mengangguk keras lagi.

"A, aku masih tidak tahu siapa yang melakukannya. Diantara kita berdelapan, bila kalian mengurangiku, kalian berdua, pemimpin dan Grimlock, seharusnya masih ada 3 orang tersisa... tetapi aku tidak pernah mengontak mereka lagi setelah itu... tidakkah kamu memiliki petunjuk lain?"

Dalam menghadapi pertanyaan Schmitt, Yoruko hanya dapat dengan lemah-lembut menggelengkan kepalanya.

"Mereka bertiga bergabung dengan sebuah guild tingkat menengah yang serupa dengan «Golden Apple» setelah guild kita dibubarkan dan menjalani kehidupan biasa. Tidak ada satupun dari mereka yang membeli perlengkapan langka ataupun rumah untuk pemain. Kamu hanyalah satu-satunya yang mendaki dengan cepat, Schmitt."

"……Begitu …"

Schmitt berkata, dan menurunkan kepalanya.

Ketika Griselda meninggal, tas kulit yang dikirimkan ke ruangannya memiliki jumlah uang yang begitu banyak. Pada titik itu, dia dapat membeli semua perlengkapan berkemampuan tinggi yang hanya dapat dia impikan.

Bila orang itu tidak menghabiskan uang sebanyak itu dan menyimpannya di dalam penyimpanannya, orang itu berhati besi. Tidak, sebelum itu——

Schmitt melihat ke atas dan dengan segera melupakan keadaannya sekarang dan berkata dengan keraguan yang tumbuh dari dalam dirinya.

"…T, tetapi, tidakkah ini sangat aneh... bila orang itu tidak memerlukan uang itu, lalu mengapa dia membunuh pemimpinnya dan mencuri cincin itu...?"

Yoruko dan Caynz mendengar pertanyaan yang tidak terduga ini, dan bagian atas tubuh mereka sedikit bergerak ke belakang.

Di dalam Aincrad, tidak ada gunanya bagi para pemain untuk menyimpan uang yang diperoleh di dalam tempat penyimpanan mereka. Nilai dari 1 col ada berdasarkan dari drop rate yang dijaga oleh Cardinal System, dijaga tetap konstan setiap saat, yang berarti inflasi ataupun depresi tidak akan pernah terjadi. Bahkan bila para pemain membeli senjata dan pelindung yang berharga tinggi, selama mereka merawat perlengkapan itu dengan baik, mereka dapat memperoleh kembali jumlah uang yang sama pada hari mereka tidak membutuhkannya. Karena itu tidak ada gunanya untuk tidak menggunakan uangnya. Dengan kata lain——

"Orang... yang mengirim memo itu adalah..."

Schmitt terus berpikir keras dan baru saja akan mengatakan kesimpulan yang secara samar-samar muncul di pikirannya.

Akan tetapi, karena dia terlalu fokus, dia terlambat menyadari 'hal itu'.

"SCH…!!"

Tepat pada saat Yoruko di depannya berteriak, sebuah belati kecil tertusuk ke lehernya dari belakang, tepat pada celah antara pelindung dada dan pelindung tenggorokan. Itu adalah sebuah teknik combo dari «Armor Pierce» yang digunakan oleh senjata penusuk kecil, dan dan teknik «Sneaking» yang digunakan pada pelindung non-logam——

Setelah terkejut, Schmitt dengan cepat berbalik dengan sebuah kemampuan respon yang telah dia latih di garis depan. Bahkan bila tenggorokannya tertusuk, dia tidak akan segera mati. Tenggorokan adalah sebuah titik fatal, dan damage-nya akan sangat besar, tetapi akan jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah HP Schmitt yang jauh lebih besar.

Akan tetapi,

Tepat ketika dia akan berbalik, kaki Schmitt mati rasa, dan dia terjatuh ke tanah dengan sebuah suara berdenting. HP bar miliknya dikelilingi oleh sebuah cahaya hijau. Cahaya itu menandakan keadaan paralysis. Sebagai seorang tanker, teknik anti-racun miliknya pasti sudah lumayan meningkat, tetapi ini adalah racun tingkat tinggi yang dapat meniadakan daya tahan. Siapa yang——

"Satu jatuh."

Suara kekanak-kanakan yang terdengar tidak bersalah datang dari atas Schmitt, dan dia dengan terburu-buru melihat ke atas.

Pertama-tama, dia melihat sebuah sepatu kulit dengan apa yang terlihat seperti paku payung yang tajam. Orang itu juga memiliki celana kulit hitam ketat, dan pelindung dari kulit di tubuhnya juga berwarna hitam. Tangan kananya memegang sebuah pisau tipis yang tercelupkan warna hijau, sementara tangan kirinya berada di kantongnya.

Pada kepalanya terdapat sebuah topeng yang terlihat seperti 'kantong', yang hanya menyisakan lubang-lubang berbentuk lingkaran pada bagian matanya. Menyadari bahwa ada pemandangan yang melekat kepadanya, pandangan mata Schmitt menunjukkan warna kursor dari pemain itu. Warnanya bukan warna hijau yang biasanya, tetapi sebuah warna oranye terang.

"Ah…!"

Schmitt mendengar sebuah teriakan lembut dan berbalik untuk melihat seorang pemain berukuran kecil memegang sebuah pedang yang sangat tipis dan mengancam Yoruko dan Caynz. Dia juga berpakaian serba hitam, tetapi pakaiannya tidak terbuat dari kulit. Pakaiannya terbuat dari kain perca yang membungkus dari atas ke bawah. Pada wajahnya terdapat sebuah topeng yang terlihat seperti tengkorak, dan kedua lubang untuk mata hitam itu terlihat seperti mengeluarkan dua mata merah yang bercahaya. Tangan kanannya memegang apa yang kemungkinan besar adalah Estoc yang sama dengan yang dipegang oleh Yoruko, tetapi batang perunggu yang mengeluarkan warna darah itu menjelaskan sifatnya yang menekan. Warna kursornya juga oranye.

Orang dengan topeng tengkorak itu mengambil Estoc hitam dengan mudah dari tangan kanan Yoruko yang kebingungan. Dia melirik bilah pedang itu dan mengeluarkan sebuah suara yang terdengar seperti ada gangguan statik di dalamnya.

"Desainnya, tidak terlalu buruk. Mari, tambahkan, pedang ini, ke dalam, koleksi, milikku."

Schmitt tahu mengenai kedua orang ini. Dia tidak pernah bertemu langsung dengan mereka sebelumnya, tetapi di antara buletin yang tersebar di markas-markas besar para guild, si pemain terkuat memiliki sketsa mereka diantara daftar pemain yang perlu mereka curigai.

Bisa dibilang, mereka adalah musuh terbesar dari grup penyelesai, lebih besar dari para monster bos, para pemain merah. Mereka adalah para pemain pria di dalam guild biadab terbesar dimana mereka adalah kepala bagiannya. Pengguna belati yang telah diracuni yang melumpuhkan Schmitt adalah «Johnny Black», dan pengguna Estoc yang menawan Yoruko dan Caynz adalah «Red-Eyed XaXa».

Kalau begitu, jangan bilang —— 'orang itu' juga terlibat?

Bohong! Jangan! Ini bukanlah waktunya untuk bercanda!

Seakan-akan mengkhianati teriakan yang ada di dalam hati Schmitt, JARI JARI, suara dari langkah kaki dapat terdengar.

Schmitt untuk sementara waktu melihat ke belakang dan memandang dengan kedua mata terbelalak. Dia dapat merasakan bayang-bayang dari teror terbesar di Aincrad.

Orang itu memakai sebuah poncho[13] hitam polos yang menutupinya hingga ke lutut dan sebuah tudung yang terpakai, menutupi kedua matanya.

Orang itu memegang sebuah pisaubelati raksasa berbentuk persegi yang terlihat seperti pisau daging[14] dan sebuah bilah pedang yang berwarna hitam kemerahan seperti darah.

"……«PoH»…"

Schmitt menggumamkan nama itu dari bibirnya dan mulai gemetar hebat seakan-akan dia melihat teror dan keputusasaan.


Guild pembunuh «Laughing Coffin».

Guild ini didirikan setengah tahun setelah permainan kematian bernama SAO ini dibuat. Sebelumnya, mereka adalah para pemain oranye yang hanya mengepung para pemain solo atau beberapa pemain dengan jumlah besar untuk mencuri col atau item, dan cara berpikir mereka yang ekstremis menyebabkan mereka untuk menjadi grup yang radikal seperti itu.

Cara berpikir itu adalah ——«Bila ini adalah sebuah permainan kematian, maka harus membunuh orang »..

Pada Jepang jaman modern, 'pembunuhan secara legal' tidak diperbolehkan, tetapi di dalam situasi yang ekstrim semacam ini, hal itu menjadi mungkin. Tubuh fisik dari semua pemain sedang berada dalam keadaan FullDive, yang berarti mereka sedang tidak sadar dan bahkan tidak dapat menggerakkan satu jari pun. Dalam istilah hukum di Jepang, pembuat dari Nerve Gear, Akihiko Kayaba, akan menjadi pelakunya karena para pemain akan 'terbunuh' oleh mekanisme kematian ini bukannya karena HP bar yang berkurang ketika HP milik seseorang turun menjadi nol.

——Bila begitu, bunuh saja dan nikmati permainannya. Hal ini adalah hak yang diberikan kepada semua pemain.

——Orang yang memberikan alasan yang meracuni seperti itu untuk memancing beberapa pemain oranye dan menyebabkan mereka melakukan kegilaan dalam melakukan PK adalah orang yang memakai poncho hitam dengan pisau ini, PoH.


Tidak seperti namanya yang terdengar menghibur, orang yang tinggi ini mengeluarkan sebuah pandangan sedingin es berjalan ke arah Schmitt dan dengan mudahnya memerintah.

"Balikkan dia."

Johnny Black dengan segera menggerakkan ujung dari kakinya menuju ke perut Schmitt dan menendangnya untuk membalikkannya. Orang yang menggunakan chopper hitam ini melihat wajah Schmitt sementara dia tergeletak dengan lemah di sana, dan berkata lagi,

Sword Art Online Vol 08 - 181.jpg

"Wow… memang benar. Orang ini adalah sebuah mangsa besar. Bukankah dia adalah leader-sama dari DDA?"

Walaupun itu adalah suara yang terdengar indah, untuk suatu alasan, terdapat sebuah perasaan aneh yang mendalam yang keluar bersama dengan suara itu. Dia tidak dapat melihat wajah yang tertutup oleh tudung itu, hanya rambut hitam yang tebal dan bergelombang yang tergantung di pinggir, yang terayun oleh angin malam.

Setelah menyadari keadaan dan keputusasaannya, Schmitt terus berpikir mengapa hal ini terjadi.

Mengapa mereka bertiga muncul di tempat seperti ini? Ketiga atasan dari «Laughing Coffin» adalah simbol dari teror, buronan kelas tertinggi. Mereka tidak mungkin datang ke sini hanya untuk melihat-lihat.

Dengan kata lain, mereka bertiga telah mengetahui bahwa Schmitt berada di sini sebelum menyerang.

Tetapi hal ini tidak cukup untuk menjelaskannya. Dia tidak pernah berkata kepada orang-orang dari DDA kemana dia pergi, dan Yoruko dan Caynz tidak mungkin membocorkan informasi apapun. Mereka berdua sekarang sedang diancam oleh Estoc dari «Red-Eyed XaXa» dan terlihat benar-benar pucat. Bahkan bila Schmitt, yang bergerak seorang diri di lantai ke-19, ditemukan oleh anggota Laughing Member yang mengontak PoH, terlalu cepat bagi mereka untuk muncul.

Apakah ada sesuatu yang lain yang menyebabkan mereka bertiga untuk muncul di lantai ini secara kebetulan? Apakah ini sebuah kemalangan yang hanya terjadi dalam kemungkinan satu banding sepulh ribu? Ataukah, kebetulan ini adalah balas dendam dari Griselda yang telah meninggal...?"

PoH memandang turun ke arah Schmitt, yang sedang merenungkan dengan pikiran-pikiran yang terputus dan tergeletak di bawah seperti sebuah dahan pohon, dan memiringkan kepalanya sedikit.

"lalu…it's showtime. Suara langkah kaki kuda itu menjadi gemuruh sementara gemuruh itu menggetarkan tanah, bercampur dengan ringkikan dari kudanya.

Kuda itu segera mencapat dasar bukit, melompat beberapa kali sebelum mencapai bukit. Kuda itu menggunakan kaki belakangnya untuk membantunya berdiri, dan lubang hidungnya mengeluarkan tanda keberadaan api putih yang berkobar. Johnny terlihat kewalahan oleh keberadaan itu ketika dia mundur. Lalu, pengendara kuda itu dengan penuh kekuatan menarik tali kekang kuda —— dan dengan segera turun dari punggung kuda.

DOSK! Orang itu jatuh ke tanah terduduk dan menggerutu 'sakit!' dengan sebuah suara yang sangat tidak asing.

Pengganggu yang menggosok pinggangnya ketika dia berdiri ini memegang tali kekang dari kuda besar hitam itu, memandang Schmitt, lalu kepada Yoruko dan Caynz sebelum mengeluarkan sebuah nada santai.

"Nyaris terlambat. Biaya perjalanannya akan dibayar oleh DDA."

Di Aincrad, tidak ada item apapun yang dapat digunakan untuk menunggang. Akan tetapi, pada beberapa kandang yang dijalankan oleh NPC di jalan atau desa, seseorang dapat pergi ke sana untuk menyewa juda atau lembu jantan untuk memindahkan sejumlah besar item yang tidak dapat ditampung oleh penyimpanan pribadi. Akan tetapi bila seseorang ingin berkendara, diperlukan kemampuan dengan tingkatan tertentu dan biayanya sangat mahal, jadi hampir tidak ada yang menggunakannya. Di dalam permainan kematian ini, ada sangat sedikit orang yang memiliki waktu lenggang untuk belajar mengendarai kuda——

Schmitt menghembuskan udara yang berada di dadanya dan melihat pengganggu itu, wajah dari pemain solo di dalam grup penyelesai, «Black Swordsman» Kirito.

Kirito menarik tali kekang dan membalikkan kudanya sebelum menepuk kaki belakang kuda itu. Kuda hitam itu dilepaskan dari sewanya, dan suara darinya melangkah pergi dapat didengar, bercampur dengan suara yang terdengar tidak memiliki keberanian.

"Yo, PoH. Lama tidak berjumpa. Kamu masih mengenakan kostum yang aneh itu."

"…Aku tidak ingin diberitahukan mengenai hal itu olehmu."

Jawaban PoH memiliki niat membunuh yang tidak dapat disembunyikan.

Johnny Black lalu melangkah ke depan dan dengan jelas menaikkan suaranya.

"Bajingan...! Tidakkah kamu terlalu santai!? Tidakkah kamu tahu situasimu sekarang ini!?"

Menggunakan tangan kirinya untuk mencegah bawahannya yang mengayun-ayunkan pisaunya, PoH menaikkan pisau pemotong di tangan kanannya itu dari belakang ke bahunya dan mengetukkannya.

"Seperti yang dikatakan oleh pria ini, Kirito. Cara masukmu yang keren itu bagus, tetapi bahkan kamu juga tidak dapat menghadapi kami bertiga sendirian pada waktu yang bersamaan, bukan?"

Schmitt, yang masih lumpuh, menggenggam tangan kirinya yang adalah satu-satunya bagian tubuh yang dapat dia gerakkan.

Situasinya sama seperti apa yang dijelaskan oleh PoH. Bahkan Kirito, yang memiliki kemampuan bertarung tingkat atas diantara anggota grup penyelesai, tidak mungkin mengalahkan 3 orang terkuat dari Laughing Coffin pada waktu yang bersamaan. Mengapa <--dia hanya sendirian-->? Setidak-tidaknya seharusnya dia mengajak «The Flash» bersamanya juga?

"Yah, memang tidak mungkin."

Kirito dengan tenang menjawab dengan tangan kirinya berada di pinggangnya, akan tetapi dia dengan segera melanjutkan.

"Tetapi aku telah meminum sebuah antidote potion dan membawa banyak healing crystal, jadi aku setidaknya dapat bertahan selama 10 menit. Dengan ini, aku seharusnya dapat bertahan hingga bala bantuan datang. Selain itu, apakah kamu pikir kalian bertiga dapat menghadapi 30 orang dari grup penyelesai?"

PoH, yang dibalas dengan kata-kata yang hampir sama, membunyikan lidahnya dibalik tudungnya. Johnny dan XaXa melihat kegelapan di sekeliling dengan resah.

"Payah."

Tak lama kemudian, PoH menyumpah dan menggerakkan kaki kanannya ke belakang.

Dia menjentikkan jari tangan kirinya, dan bawahannya bergerak beberapa meter ke belakang. Yoruko dan Caynz dilepaskan oleh pemegang Estoc merah itu dan dengan lemah berlutut.

PoH menaikkan chopper di tangan kanannya dan mengarahkannya kepada Kirito, menggeram,

"…«Black Swordsman». Dalam waktu dekat, aku akan membuatmu merangkak di tanah sementara para teman seperjuanganmu yang penting berguling di dalam lautan darah yang tragis. Tunggu dan lihatlah."

Setelah mengatakan hal itu, dia memutar pisau daging besar itu dengan mahir sebelum menaruhnya di dalam sarung senjata yang ada di pinggangnya. Poncho kulit hitam itu berkibar, dan pemimpin dari «Laughing Coffin» itu berbalik sebelum melompat menuruni bukit dengan acuh tak acuh sementara kedua bawahannya mengikuti.

Johnny Black masih terlihat khawatir mengenai grup penyelesai yang akan bergegas ke sini karena dia dengan cepat berjalan pergi, dan pengguna Estoc dibalik mantel kain perca itu—Red-Eyed XaXa mengambil beberapa langkah ke depan sebelum berbalik, menatap Kirito dengan cahaya mata yang berpendar redup di balik topeng tengkoraknya sebelum berbisik,

"Terlihat, keren. Kali berikutnya, aku akan mengendarai kuda, untuk memburumu."

"…Kalau begitu, tolong latihan sebanyak mungkin. Menunggangi kuda tidak semudah yang terlihat."

Begitu mendengar jawaban Kirito, XaXa mengeluarkan sebuah suara napas yang dalam sebelum mengejar kawan-kawannya dan menghilang.

Bagian 12[edit]

Ketiga bayangan berjalan menuruni bukit dan menghilang di kegelapan malam. Aku terus menatap kursor oranye mereka yang terlihat melalui efek Teknik Mencari Musuh.

Aku sebelumnya pernah sekali bertemu dengan pemimpin Laughing Coffin, PoH dan bertukar kata dengannya, namun ini adalah kali pertama aku bertemu dengan bawahannya; pengguna pisau beracun dengan sikap dan penampilan kekanak-kanakkan, dan pengguna Estoc yang memakai jubah yang sangat kumal. Tentu saja, nama mereka tidak ditunjukkan oleh kursor-nya. Untuk amannya, aku berniat untuk bertanya kepada Schmitt mengenai nama mereka nanti, tetapi setelah berpikir mengenai ini, kita mungkin akan benar-benar bertarung kali berikutnya kita bertemu. Sejujurnya, aku benar-benar tidak ingin tahu nama dari kedua orang itu ketika kita harus saling membunuh satu sama lain dengan menggunakan pedang.

Karena itu, aku mengawasi emreka hingga mereka tidak dapat terdeteksi oleh jarak kursor Teknik Mencari Musuh.

Para pemain kriminal biasanya tidak dapat memasuki jalanan dan desa yang memiliki «Kode Anti-Kriminal» yang melindunginya. Begitu mereka memasuki area, mereka akan diserang oleh sejumlah besar NPC penjaga yang sekuat iblis. Semua gerbang transfer di setiap lantai semuanya terletak di jalanan utama dari setiap lantai, jadi bila mereka bertiga ingin berpindah ke lantai lainnya, mereka hanya dapat menggunakan transfer crystal untuk berpindah ke 'sebuah desa di luar area' atau menggunakan sebuah teleport crystal yang sangat mahal atau berjalan menuruni menara dungeon yang sudah diselesaikan untuk bergerak naik atau turun.

Aku rasa mereka mungkin menggunakan metode pertama, tetapi hal ini sendiri berarti mereka perlu menggunakan 6 transfer crystal untuk pulang pergi, dan bagi mereka, hal ini bukanlah pengeluaran yang kecil. Aku menelan ludahku dan mengawasi 3 kursor itu menghilang dari pandanganku sebelum secara tidak sadar menghela napas lega.

Sungguh, mereka adalah orang-orang yang tidak aku duga untuk muncul sama sekali. Mereka bertiga ternyata mengenal Schmitt —— pemimpin bagian depan dari guild Divine Dragon Alliance dengan HP dan pertahanan tertinggi, akan muncul di tempat ini.

Akan tetapi, aku rasa mungkin untuk dengan segera mengetahui darimana sumber dari informasi ini berasal.

Aku memalingkan pandanganku dari hutan belantara yang diselimuti oleh kegelapan, memanggil window milikku dan dengan cepat menjawab kepada Klein, yang seharusnya membawa lebih dari 10 orang kesini, dengan, [Laughing Coffin kabur. Tunggu di kota].

Aku lalu mengambil antidote potion dari kantongku dan menaruhnya di tangan Schmitt. Aku melihat pria kekar ini meminumnya dengan tangan gemetaran dan melihat kepada dua orang lain yang sedikit lebih jauh.

Aku tidak dapat menahan diri untuk memiliki sarkasme dalam nada bicaraku kepada kedua pemain yang berpakaian seperti dewa kematian dan terlihat begitu pucat sekarang.

"Senang bertemu denganmu lagi, Yoruko-san, dan... senang bertemu denganmu untuk pertama kalinya, Caynz-san."

Yoruko, yang seharusnya telah terpecah menjadi berbagai poligon beberapa jam yang lalu dan menghilang, melihat ke atas kepadaku dan menyeringai.

"Aku ingin meminta maaf kepada kalian setelah semuanya selesai... kamu mungkin tidak akan percaya kepadaku bahkan bila aku berkata begitu."

"Mengenai apakah aku percaya kepadamu atau tidak, aku perlu mengetahui apa yang akan kamu traktirkan. Biarkan aku mengatakan hal ini sebelumnya. Jangan berikan kepadaku sebuah ramen yang terlihat mencurigakan ataupun okonomiyaki[15]."

Berdiri di samping Yoruko yang kebingungan, pria yang terlihat kaku itu melepas jubah hitamnya —— korban pembunuhan pertama dari insiden 'dalam area' Caynz merendahkan kepalanya.

"Kita telah bertemu untuk pertama kalinya —— mungkin tidak, Kirito-san. Mata kita memang telah bertemu pada saat itu."

Kata-kata yang diucapkan dengan sikap yang tenang seperti itu menyebabkanku akhirnya teringat.

"Ngomong-ngomong, ternyata memang seperti itu. Ketika kamu mati, ah, tidak, ketika kamu berteleportasi pergi ketika zirahmu hancur, bukan?"

"Un, benar. Aku memiliki pertanda pada saat aku melihatmu bahwa kamu mungkin akan melihat kebenaran di balik kematian palsu ini."

"Kamu menilaiku terlalu tinggi. Aku benar-benar tertipu."

Kali ini, ini giliranku untuk tersenyum kecut. Suasana yang telah tenang kembali tegang dengan berdentangnya zirah Schmitt.

"…Terima kasih telah menyelamatkanku, Kirito... tetapi bagaimana kamu tahu mereka bertiga akan datang ke sini?"

Aku melihat wajah raksasa itu yang melihat tepat ke arahku dan berpikir keras mengenai apa yang harus aku katakan.

"Bukan karena aku tahu, tetapi hanya sebuah kemungkinan yang telah aku pikirkan. Bila aku tahu PoH akan menjadi musuhnya, aku juga akan lari ketakutan."

Jawaban yang tidak jelas yang keluar secara tidak sadar ini juga bukan tanpa alasan.

Apa yang ingin aku katakan mungkin akan mengejutkan mereka bertiga —— terutama Yoruko dan Caynz. Mereka berdua menuliskan seluruh skenario dan melanjutkan dengan pelaksanaan dengan mereka sebagai tokoh utama tidak menyadari bahwa ada seorang 'produser' dibalik layar bersembunyi di sudut. Aku menghela napas dan mulai menarasikan dengan sebuah suara setenang mungkin.

"…Baru 30 menit yang lalu ketika aku merasakan ada yang aneh …"


Insiden ini telah berakhir, jadi aku seharusnya menyerahkan semuanya kepada Yoruko, Caynz, dan Schmitt.

Di lantai kedua dari sebuah penginapan yang memiliki pemandangan yang jelas kepada bar tertentu di lantai ke-20, aku mengatakan hal ini kepada Asuna dan menyandarkan punggunku ke kursi.

Mereka mungkin tidak akan saling membunuh. Kalau begitu, hal ini lebih baik bagi orang yang memulai 'insiden cincin ini' dan memicu 'insiden di dalam area' ini. Aku menyebutkannya dengan percaya diri, dan Asuna menjawab 'yah' dan mengangguk setuju.

Di tengah-tengah keheningan itu —— aku tiba-tiba merasakan hal itu di dalam dadaku, ada suatu perasaan menusuk yang sangat tipis di dalam diriku.

Seharusnya ada sesuatu yang perlu aku perhitungkan. Pastinya ada sesuatu yang perlu aku perhitungkan. Tetapi aku tidak tahu apa sesuatu itu. Yang kurasakan adalah kegelisahan semacam itu.

Apa yang dikatakan Asuna sebelumnya ketika kita mengawasi kelihatannya berhubungan dengan apa yang aku rasakan sekarang. Aku terus memikirkan hal ini dan tanpa sadar berkata kepadanya. "Jadi..."

"…Ada apa?"

Aku melihat kepada sub-leader-sama dari KoB, yang duduk di kursi dan melihat ke atas. Aku menggunakan 80 persen dari kemampuan analisisku untuk menganalisa perasaan ketidaksetujuan ini dan menanyakan sebuah pertanyaan yang ceroboh.

"Asuna, pernahkah kamu, menikah sebelumnya?"

Jawaban dari pertanyaan ini adalah sebuah pandangan yang mengilukan tulang yang dipenuhi keinginan membunuh. Dia juga berdiri bersiap menyerang dengan tangan kanan erat tergenggam dengan tubuh bersandar ke depan.

"HANYA BERCANDA! LUPAKAN MENGENAI HAL INI! YANG INI TIDAK TERMASUK!"

Aku dengan buru-buru berteriak karena pakaianku telah ditariknya sementara aku dengan kalang kabut mengayunkan kedua tanganku dan kepalaku, dan aku dengan buru-buru menambahkan.

"Bukan seperti itu, tidak ada alasan apapun di balik pertanyaan ini... bukankah kamu baru saja menyebutkan tentang pernikahan?"

"Aku memang berkata begitu. Jadi kenapa?"

Dia terus menatapku dengan ganas. Aku mulai gemetaran, tetapi terus memaksakan diri untuk berkata,

"Erm... secara spesifik, ini adalah sesuatu yang kamu katakan... sesuatu yang romantis dan plastik atau..."

"TIDAK ADA YANG MENGATAKAN HAL ITU!"

Pada akhirnya, Asuna hampir menyebabkan Kode Anti-Kriminal aktif karena dia menendang betisku dan membenarkan ingatanku.

"Aku berkata bahwa hal itu romantis dan pragmatis! Aku berkata kepadamu, pragmatis berarti 'realistis'!"

"Realistis... maksudmu pernikahan di dalam SAO?"

"Benar. Dalam sudut pandang tertentu, tidak ada celah untuk menyembunyikan sesuatu karena tempat penyimpanan item dipakai bersama."

"Penyimpanan... dipakai bersama..."

Itu dia.

Kata-kata itu menyengat dadaku, asal mula dari rasa sakit yang kecil dan tajam itu.

Tempat penyimpanan item para pemain yang menikah akan digabungkan, dan jumlahnya kan dihitung untuk 2 orang. Walaupun hal itu lebih nyaman, sangat sering untuk penipuan[16] dalam pernikahan dimana item langka dicuri dan pasangannya melarikan diri.

Aku telah bertanya-tanya mengenai sistem ini sepanjang waktu.

Dikalahkan oleh rasa khawatir ini, aku bertanya lagi.

"Lalu... apa yang akan terjadi kepada penyimpanannya bila kedua pasangan bercerai?"

"Eh…?"

Kelihatannya hal itu benar-benar tidak terduga karena Asuna membelalakkan kedua matanya. Dia menelengkan kepalanya sedikit dan meletakkan kepalan tangannya yang hampir menyentuhku di bawah dagunya sebelum mengatakan,

"Erm yah... aku ingat ada beberapa pilihan, seperti pengaturan otomatis, pemiliha item atau sesuatu seperti itu... ada beberapa pilihan lainnya, tetapi aku tidak begitu ingat..."

"Aku ingin tahu lebih banyak mengenai hal ini. Apa yang harus aku lakukan... oh iya, Asuna, bagaimana kalau kita mencobanya?"

Aku tidak tahu apakah aku dapat menganggap diriku pintar atau beruntung untuk tidak melanjutkannya.

«The Flash» mengeluarkan keinginan membunuh yang beberapa kali lebih kuat dari sebelumnya, memegang sarung pedang yang bernama «Lambent Light» dengan kuat di tangan kirinya. Dia tersenyum dan berkata,

"Apa yang kamu ingin aku lakukan kepadamu?"

"…Bagaimana kalau kita... mengirim pesan kepada Heathcliff dan bertanya kepadanya?"

——Hanya satu menit kemudian, aku mendapatkan sebuah pesan jawaban. Pada pesan itu, pembagian penyimpanan item karena perceraian dengan jelas dituliskan. Seperti yang dapat diduga dari orang yang pada dasarnya adalah ensiklopedia hidup dari sistem.

Selain pembagian secara otomatis menurut nilainya dan pemilihan item seperti yang disebutkan Asuna sebelumnya, kelihatannya juga ada pembagian secara otomatis menurut persentase. Dengan kata lain, pembagian ini juga melibatkan kemungkinan adanya biaya perceraian. Ini memang benar-benar sebuah sistem yang pragmatis.

Aku terus mendengarkan Asuna, yang membaca pesannya, dan terus berpikir.

Tentu saja, pilihan-pilihan ini dapat dipilih ketika kedua pihak setuju untuk bercerai. Bila mereka tidak setuju dengan pembagiannya, sistemnya tidak akan membiarkan mereka bercerai. Akan tetapi, tidak mungkin semua contoh dari perceraian di dalam dunia ini dapat diselesaikan dengan sikap rasional seperti itu. Bila terjadi sesuatu seperti salah satu pihak ingin bercerai namun pihak lainnya tidak setuju, tidak ada perantara keluarga atau sesuatu seperti itu di dalam dunia ini.

Apa yang menjawab keraguan ini adalah paragraf terakhir dari kata-kata yang ada dalam pesan Heathcliff.

"…«Sebagai catatan tambahan, perceraian tanpa syarat hanya dapat terjadi bila salah satu pihak mengatur rasio pembagian item menjadi nol persen untuk dirinya sendiri dan 100 persen untuk pihak lainnya. Sebagai contoh, ketika perceraian diatur, item apapun yang tidak dapat disimpan akan dijatuhkan di dekat pengguna. Kirito-kun, bila seseorang meminta kepadamu perceraian tanpa syarat, aku menyarankan kamu pergi ke dalam sebuah ruangan penginapan untuk satu orang untuk bersembunyi selama beberapa waktu »… itu adalah apa yang tertulis."

Asuna, yang selesai membaca pesannya, memberikan sebuah ekspresi yang tidak jelas ketika dia menutup window miliknya.

Aku tanpa sadar menatap wajahnya dan terus menggumamkan bagian tertentu dari pesan itu.

0 untuk diri sendiri, 100 untuk pihak lain. 0 untuk diri sendiri... 100 untuk pihak lain...

"Ahh…!"

Apa yang sebelumnya adalah sebuah sengatan yang terasa janggal ketika hal itu menyengat dadaku berubah menjadi rasa sakit yang tajam.

Sebuah jarum yang kecil tiba-tiba membesar ukurannya. Keadaan hatiku mulai berubah dari kegelisahan menjadi keraguan, yang kemudian berubah menjadi keterkejutan karena yakin, dan akhirnya bermaterialisasi menjadi ketakutan.

"Ah…ahhh…!!"

Aku berteriak sementara aku menendang kursinya, berdiri, menggenggam Asuna, yang berada di depanku, di pundaknya. «The Flash», yang begitu terkejutnya hingga dia menarik diri, mengeluarkan sebuah teriakan yang berbeda dari sebelumnya.

"Tu... tunggu, ada apa... jangan katakan bahwa kamu memikirkan sesuatu di sini..."

Aku tidak mempunyai waktu untuk berpikir mengenai makna dibalik kata-kata tersebut dan hanya dapat mengeluarkan suara yang seperti rintihan,

"100 untuk diri sendiri dan 0 untuk pihak lain. Hanya ada satu cara untuk membuat perceraian semacam ini."

"…Eh…? A, apa yang kamu katakan...?"

Aku menggenggam pundaknya yang ramping itu dengan erat dan menarik wajahnya yang mungil itu kedekatku sebelum berbisik di telinganya,

"Dengan kematian. Pada saat pasangan pernikahannya meninggal, tempat penyimpanannya akan kembali ke ukuran sebelumnya. Item apapun yang tidak dapat disimpan akan dijatuhkan. Itu berarti... itu berarti..."

Tenggorokanku yang gemetaran menelan ludah, dan aku melanjutkan,

"…Dengan kata lain, pada saat pemimpin dari guild «Golden Apple», Griselda, terbunuh oleh seseorang, cincin yang ada dalam penyimpanannya tidak akan pergi kepada kriminalnya... cincin itu entah pergi ke pasangan pernikahannya, Grimlock, atau dimaterialisasikan ke tanah sebagai sebuah obyek."

Matanya yang berwarna merah kecoklatan yang berada di depan mataku dengan perlahan berkedip dua kali.

Ekspresi keraguan pada wajahnya dengan segera menjadi dingin karena serius.

"Cincinnya... tidak dicuri...?"

Begitu mendengar pertanyaan yang hampir tidak ada suara ini, aku tidak dapat menjawab dengan segera. Aku menggerakkan kedua tanganku menjauh dari Asuna dan berdiri, menyandarkan punggungku ke ambang jendela sebelum berbisik,

"Tidak... tidak seperti itu. Kamu masih dapat mengatakan bahwa cincin itu masih dicuri. Grimlock, dia mencuri cincin yang ada di dalam penyimpanannya. Dia bukanlah pelaku di balik 'insiden di dalam area' yang adalah kebohongan ini, tetapi pelaku dibalik 'insiden cincin' itu."

Rapier miliknya terjatuh dari tangan kiri Asuna, mengeluarkan sebuah suara logam berat ketika mendarat di tanah.


"… Aku masih merasa aneh mengenai hal ini seperti 30 menit yang lalu... kalau boleh tahu, Caynz-san, Yoruko-san, dua senjata yang kamu miliki itu... tombak pendek dan belati berduri itu, dari mana kamu mendapatkannya?"

Begitu mendengarku bertanya, Yoruko bertukar pandang dengan partner-nya, dan menjawab,

"…Untuk menjalankan rencana 'PK palsu di dalam area' ini, perlu bagi kami untuk memiliki senjata bertipe continuous pierce damage. Kami mengunjungi banyak pembuat senjata, tetapi tidak dapat menemukan senjata-senjata unik seperti itu... bila kami memesannya, senjata-senjata itu akan memiliki nama dari pembuatnya, dan ketika seseorang bertanya orang yang membuat senjata-senjata ini , dia akan dengan segera mengetahui siapa yang memesannya, kami, korbannya."

"Dalam situasi seperti ini, kami hanya dapat menghubungi seseorang yang tidak pernah terlihat sejak guildnya dibubarkan... suami dari pemimpinnya, Grimlock-san. Kami menjelaskan kepadanya rencana kami dan meminta kepadanya untuk membuat senjata penikam yang diperlukan. Kami tidak tahu dimana dia berada, tetapi daftar nama kami masih memiliki namanya..."

Caynz meneruskan penjelasan dan akhirnya menyebutkan nama ini. Aku mengumpulkan konsentrasiku kepada telingaku dan mendengarkan.

"Grimlock-san, dia sebenarnya tidak benar-benar menyetujui hal ini. Pada pesan yang dikirimkannya keapda kami, dia hanya menulis bahwa dia berharap Griselda dapat beristirahat dengan tenang. Tetapi setelah kami terus memintanya, dia akhirnya membuat dua, tidak, tiga senjata untuk kami, dan hari saat senjata-senjata itu dikirim kepada kami kebetulan adalah 3 hari sebelum Kains-san meninggal."

Dari kata-kata itu, aku dapat mengetahui bahwa Yoruko dan Caynz menganggap Grimlock sebagai korban ketika istrinya terbunuh.

Aku menarik napas panjang dan memaksakan kata-kata dari mulutku yang akan sangat mengejutkan mereka berdua.

"…Sayangnya, alasan mengapa Grimlock tidak menentang rencana kalian bukan karena Griselda-san. Dilebih-lebihkannya 'PK di dalam area' ini akan menarik banyak perhatian, dan mungkin akan menyebabkan seseorang mengetahui kebenarannya. Hal itu karena, ketika bukan karena perceraian, tetapi kematian yang menghilangkan penyimpanan yang terhubung itu... apa yang akan terjadi dengan barang-barang yang ada di dalam?"

"Eh…?"

Kelihatannya Yoruko tidak begitu menyadari arti dibalik kalimat ini karena dia sedikit menelengkan kepalanya.

Hal ini memang bukan tidak masuk akal. Tidak peduli seberapa mesra pasangan di dalam Aincrad, sangat jarang bagi orang-orang untuk melangkah ke jenjang berikutnya yaitu pernikahan, dan ada lebih sedikit orang yang akan bercerai. Selain itu, sangat jarang bahwa alasannya adalah karena salah satu pihak meninggal. Jangankan aku, bahkan Asuna percaya bahwa cincin itu pasti akan berada di tangan pembunuhnya pada saat Griselda-san terbunuh.

"Dengar... penyimpanan Griselda-san juga menjadi milik Grimlock. Bahkan bila Griselda-san terbunuh, tidak mungkin bagi cincinnya untuk dicuri, karena pada saat dia meninggal, cincin itu akan ditransfer kepada Grimlock. Schmitt... kamu berkata bahwa kamu mendapat hadiah uang untuk membantu rencana ini, bukan?"

Begitu mendengar pertanyaanku, orang berbadan besar yang terduduk bersila di tanah itu mengangguk secara kosong.

"Bila dia dapat menyiapkan begitu banyak uang, kelihatannya cincinnya memang sudah dijual. Satu-satunya yang dapat melakukan hal ini adalah Grimlock, yang mendapatkan cincinnya. Dia juga tahu bahwa Schmitt adalah kaki tangan dari rencana itu, jadi itu berarti..."

"Pelakunya adalah Grimlock...? Orang itu, dia adalah yang mengirim memo itu... dan mengririm Griselda keluar dari area dan membunuhnya?"

Schmitt mengerang dengan suara parau. Aku merenung untuk beberapa saat dan menolak dugaan ini.

"Tidak, dia tidak melakukannya secara langsung. Bila Griselda, yang tertidur di dalam penginapan, digerakkan ke luar area, dia mungkin secara tiba-tiba terbangun, dan akan merepotkan bila wajahnya terlihat. Aku rasa pembunuh sebenarnya adalah seorang pemain merah yang diminta untuk melakukan pekerjaan ini. Tetapi walaupun ternyata begitu, hal ini masih tidak meringankan beban kejahatan Grimlock..."

"…"

Schmitt tidak mengatakan apapun sementara dia hanya melihat secara kosong ke langit.

Ekspresi kehancuran muncul juga di wajah Yoruko dan Caynz. Beberapa detik kemudian, Yoruko menggerakkan rambut ungu gelapnya yang bergelombang, menjadi semakin gelisah seiring waktu.

"Bagaimana mungkin... hal seperti itu, kamu bohong! Mereka berdua selalu bersama... Grimlock-san selalu mengikutinya dari belakang... dan juga... benar, bila dia adalah pelaku sebenarnya, mengapa dia membantu rencana kami!? Bila dia tidak membantu kita, kita tidak akan dapat melakukan apapun, dan 'insiden cincin' itu akan tetap terkubur, bukan?"

"Apakah kalian berdua menjelaskan keseluruhan rencananya kepada Grimlock?"

Begitu mendengar pertanyaanku yang tiba-tiba, Yoruko menutup erat mulutnya, dan sedikit mengangguk.

"…Lalu, dia juga pasti akan tahu apa yang akan terjadi bila rencananya berhasil. Dengan kata lain, adegan terakhirnya akan menjadi bahwa Schmitt, yang dipenuhi oleh rasa bersalah, datang ke makam Griselda-san untuk mengakukan kesalahannya dan diinterogasi oleh Yoruko-san dan Caynz-san. Bila begitu, si kaki tangan Schmitt, dan orang-orang yang ingin tahu kebenarannya, Yoruko-san dan Caynz-san. Dia hanya perlu... membungkam kalian bertiga. "

"…Begitu. Jadi... karena itulah, mereka bertiga..."

Aku melirik ke arah Schmitt, yang terlihat benar-benar kacau ketika dia mengatakan kata-kata ini, dan mengangguk dengan sebuah perasaan depresi.

"Begitu kenyataannya. Alasan mengapa tiga orang teratas dari «laughing Coffin» muncul adalah karena Grimlock membocorkan informasi kepada mereka. Seorang eksekutif dari DDA sebagai mangsa berada di sini tanpa kawan-kawannya... aku rasa sudah ada jaringan komunikasi pada saat dia meminta mereka untuk membunuh Griselda-san."

"…bagaimana hal ini..."

Yoruko, yang kehilangan semua kekuatan yang ada di lututnya, jatuh ke tanah, dan Caynz menggunakan tangan kanannya untuk menopangnya. Akan tetapi, wajahnya yang sangat pucat dapat dengan jelas terlihat di bawah cahaya rembulan.

Yoruko menggenggam bahu Caynz dan bertanya dengan sebuah suara yang sangat tidak bersemangat,

"Grimlock-san… ingin membunuh kami...? Tetapi... mengapa? Dan... mengapa dia membunuh pasangannya hanya untuk mendapatkan cincin itu...?"

"Aku tidak dapat menyimpulkan motif dibalik hal ini, tetapi dia, yang tidak pernah meninggalkan markas guild untuk membuktikan alibi-nya selama 'insiden cincin' itu, mungkin tidak akan hanya duduk diam dan menyaksikan. Lagipula, ini adalah sebuah kesempatan untuk menghadapi kalian bertiga dan menguburkan dua insiden dalam sekali jalan. Jadi... untuk detailnya, tanyakan saja kepadanya secara langsung."

Pada saat aku mengatakan hal ini, telingaku mendengar dua pasang langkah kaki mendekat dari lereng sebelah barat dari perbukitan.

Hal pertama yang memasuki mataku adalah seragam kesatria merah dan putih yang masih terlihat cerah di dalam pemandangan malam ini. Tentu saja dia adalah Asuna «The Flash», menghunuskan sebuah rapier dengan bilah pedang perak yang terlihat sangat jelas. Sejauh yang aku tahu, bilah pedang ini adalah bilah pedang tertipis dan paling elegan di Aincrad, dan juga sebuah senjata yang paling kejam yang dapat menembus segala macam pertahanan.

Serorang pria juga sedang berjalan ke sini, kelihatannya dipaksa oleh ujung tajam dari rapier dan pandangan tajam dari penggunanya.

Bayang-bayang yang sangat tinggi dan sangat kurus itu memakai pakaian kulit berujung panjang dan sebuah topi dengan ujung yang sangat besar. Wajahnya yang tersembunyi di balik bayangan memiliki sesuatu yang memantulkan cahaya rembulan dari waktu ke waktu, kemungkinan kacamata. Kesan secara keseluruhan yang dia berikan kepadaku lebih mirip dengan seorang hitman dari sebuah film Hong Kong dibandingkan seorang pengrajin. Tentu saja, itu mungkin karena aku telah memiliki prasangka terhadapnya sebelumnya.

Warna dari kedua kursor mereka adalah hijau. Aku sudah bersiap-siap untuk membiarkan Asuna menjadi seorang pemain oranye untuk mencegah orang itu melarikan diri —— tentu saja, bila hal itu terjadi, aku pasti akan melakukan hal apapun yang diperlukan untuk mengembalikannya ke warna yang sebelumnya —— jadi setelah melihat hal ini, aku tanpa sadar menghela napas lega, tetapi aku dengan segera kembali tegang dan memandang pria yang sedang menaiki bukit ini.

Di balik kacamata berbingkai perak adalah sebuah wajah yang terlihat lemah-lembut, tidak peduli bagaimana seseorang melihatnya. Kedua matanya yang panjang, sipit dan terlihat berkantung, terlihat lumayan baik juga. Tetapi biji mata hitamnya yang sedikit kecil jauh di dalam kacamata itu memang memiliki suatu keberadaan yang dapat memanggil kesiagaanku.

Pria itu berhenti tiga meter di depanku, pertama melihat ke arah Schmitt, lalu Yoruko, Caynz dan akhirnya, makam yang tertutupi oleh lumut sebelum berkata,

"Yah... lama tidak berjumpa, semuanya."

Beberapa detik kemudian, Yoruko akhirnya menjawabnya dengan sebuah nada yang tenang dan dalam,

"Grimlock…san. Kamu... kamu, apakah kamu benar-benar..."

Yang membunuh Griselda, mengambil cincinnya, dan berencana untuk menghabisi kami bertiga di sini untuk menutupi insiden ini?

Walaupun hal itu tidak disebutkan, semuanya mengerti pertanyaan ini. Sementara terhadap pertanyaan ini, pria ini —— mantan wakil pemimpin dari «Golden Apple», si pandai besi Grimlock tidak dengan segera menjawab.

Dia melihat Asuna menyarungkan pedangnya di belakangnya dan bergerak ke arahku sebelum tersenyum, dan berkata,

"…Itu adalah suatu kesalahpahaman, Aku hanya merasa bahwa aku perlu mengerti hasil dari situasi ini, karena itulah aku datang ke sini. Alasan mengapa aku dengan patuh mendengar onee-san yang menakutkan ini hanya untuk membersihkan kesalahpahaman ini."

——Ohh, dia menyangkalnya? Aku benar-benar terkejut di dalam. Tidak ada bukti fisik untuk menunjukkan bahwa dia membocorkan informasinya keapda PoH, akan tetapi dia tidak dapat menyangkal mengenai peraturan sistem di dalam insiden cincin itu.

"KAMU BOHONG!"

Asuna dengan segera berteriak.

"Bukankah kamu bersembunyi di antara semak-semak sebelumnya? Bila aku tidak menggunakan Reveal technique, kamu tidak akan keluar."

"Tentu saja aku tidak keluar. Aku hanyalah seorang pandai besi biasa, dan seperti yang kamu lihat, aku tidak mempunyai satupun senjata padaku sama sekali. Mengapa aku harus dimarahi olehmu seperti itu karena tidak menampakkan diri di depan beberapa pemain oranye?"

Dia menjawab dengan tenang dan dengan enggan membuka kedua lengannya dengan sarung tangan kulit masih terpasang.

Schmitt, Caynz dan Yoruko tidak dapat berkata apa-apa sementara mereka hanya terus mendengarkan Grimlock membela dirinya sendiri. Mereka mungkin masih tidak percaya bahwa mantan wakil pemimpin mereka meminta pemain merah yang kejam untuk membunuh mereka. Mereka tidak pernah berpikir mengenai itu dan mungkin enggan untuk mempercayai hal ini. Tidak aneh bagi mereka untuk menjadi seperti ini.

Aku mengulurkan tangan kiriku untuk menghentikan Asuna, yang kelihatannya masih ingin mengatakan sesuatu dan akhirnya berkata,

"Senang berjumpa denganmu untuk pertama kalinya, Grimlock-san. Aku Kirito... hanya orang luar —— tetapi benar bahwa kami tidak dapat menghubungkan kemunculanmu di sini dengan serangan dari «Laughing Coffin» karena kami tidak mempunyai bukti apapun untuk membuktikan kedua kasus ini. Bahkan bila kita bertanya kepada mereka, mereka mungkin tidak akan bersaksi."

Sebenarnya, bila daftar teman Grimlock dapat diperlihatkan dan kita memeriksa pesan antar teman, seharusnya ada nama seorang pemain yang menerima permintaan untuk «Laughing Coffin», akan tetapi, sayangnya, aku tidak tahu nama yang mana.

Akan tetapi, bahkan bila kita mengesampingkan usaha pembunuhan kepada Schmitt dan kawan-kawannya, seharusnya tidak ada alasan apapun untuk 'insiden cincin' tersebut. Aku percaya ini adalah kenyataannya, dan meneruskan,

"Tetapi pada musim gugur yang lalu, 'insiden cincin' yang menyebabkan bubarnya guild «Golden Apple»... jelas-jelas memiliki hubungan denganmu. Tidak, kamu seharusnya adalah otak di balik hal ini. Tidak peduli siapa yang membunuh Griselda, cincin itu pasti akan berakhir di tanganmu karena kamu memakai bersama tempat penyimpanan dengannya. Kamu sebenarnya menyembunyikan kenyataan itu, dengan diam-diam menjual cincin itu dan menyerahkan setengah uangnya kepada Schmitt. Ini adalah sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh siapapun selain pelakunya, dan hanya ada satu alasan mengapa kamu terlibat dengan 'insiden di dalam area' ini... kamu ingin membungkam mereka yang terlibat dan mengubur masa lalu dalam kegelapan, apakah aku benar?"

Setelah aku mengatakan hal itu, sebuat keheningan berat turun di bukit di tengah hutan ini. Cahaya biru rembulan yang bersinar turun dari suatu tempat menunjukkan sebuah ekspresi suram yang terlihat dengan jelas pada wajah Grimlock.

Tak lama, bibirnya melengkung secara aneh, dan sebuah suara yang terasa dapat menurunkan temperatur berbunyi.

"Begitu. Suatu teori yang menarik, Mr Detective-kun... tetapi sayangnya, ada sebuah celah di dalam pemikiran ini."

"Apa?!"

Aku secara naluri bertanya. Grimlock melirik kepadaku dan menggunakan tangan kanannya yang tertutupi oleh sarung tangan hitam untuk menekan topinya.

"Benar bahwa aku memakai bersama tempat penyimpanan yang sama dengan Griselda, jadi ketika dia terbunuh, smeua item yang tersimpan di dalam penyimpanannya pastinya datang kepadaku... pemikiran ini beanr. Akan tetapi..."

Sebuah tatapan tajam datang kepadaku dari lensa bulat yang memantulkan cahaya rembulan itu, dan pengrajin yang tinggi dan kurus ini meneruskan dengan sebuah nada monoton.

"Bagaimana jika cincin itu tidak disimpan di dalam tempat penyimpanannya? Dengan kata lain, bagaimana jika cincin itu dimaterialisasikan dan dipakai di jari Griselda...?"

"Ahh…"

Mengeluarkan sebuah suara kecil.

Aku, yang dibungkam oleh pertanyaan yang tidak terduga ini, hanya dapat mengeluarkan sebuah suara kosong yang serupa. Benar bahwa di dalam insiden ini masih ada banyak aspek yang tidak aku pertimbangkan sebelumnya.

Seorang pemain dengan perlengkapan yang dimaterialisasikan sebagai sebuah objek pastinya akan menjatuhkan perlengkapan ini ketika mereka terbunuh oleh monster atau oleh pemain lain, tanpa pengecualian. Bila Griselda memakai cincin itu, cincinnya tidak akan ditransfer kepada tempat penyimpanan Grimlock, tetapi mendarat di tangan pembunuhnya. Pemikiran semacam ini juga benar.

Apakah dia menyadari bahwa arusnya sudah berbalik? Bibir Grimlock melengkung sedikit, namun ekspresi itu segera menghilang. Pandai besi itu menggunakan tangan kanannya untuk memegang kepalanya dengan sedih.

"…Griselda adalah seorang pendekar pedang tipe kecepatan. Aneh baginya untuk tidak mencoba tambahan agility dari cincin itu sebelum dia menjualnya, bukan? Dengarkan, ketika dia terbunuh, semua yang dia punya memang datang kepadaku, tetapi cincin itu tidak ada di sana. Itu adalah kenyataannya, Mr Detective."

Aku tanpa sadar menggertakan gigiku. Aku mencoba untuk menyangkal pernyataan Grimlock, tetapi bila aku ingin membuktikan bahwa Griselda memang mengenakan cincin itu atau tidak, aku mungkin memerlukan kriminal yang sebenarnya membunuhnya —— mungkin anggota dari Laughing Coffin.

Begitu melihatku tetap tidak dapat berkata-kata, Grimlock sedikit menaikkan topinya, melihat keempat orang lainnya yang ada, dan dengan kasar membungkuk.

"Kalau begitu, aku akan pergi. Sayang kamu tidak dapat menemukan otak di balik pembunuhan Griselda, tetapi penyesalan mendalam Schmitt sendiri sudah cukup untuk membuat jiwanya beristirahat dengan tenang."

Ketika kami menghadap punggung dari pengrajin yang menarik ke bawah topinya dan berbalik dengan rapi——

Seakan-akan ada sebuah perasaan kuat yang tersembunyi di dalam kesunyiannya karena Yoruko hanya berkata,

"Tolong tunggu... tidak, tunggu di sana, Grimlock."

Pria yang berhenti itu memalingkan wajahnya sedikit. Matanya yang terlihat lemah lembut di balik kacamata itu tiba-tiba memberikan pandangan jengkel.

"Apakah masih ada yang lain? Bila itu hanyalah tuduhan tanpa dasar karena emosi, hal itu tidak dapat dianggap. Kepadaku, tempat ini adalah sebuah tempat yang suci."

Grimlock mengatakan hal ini dengan sebuah nada yang arogan, lancar dan elegan, dan Yoruko melangkah ke depan.

Apakah dia akan melakukan sesuatu? Dia melihat kepada kedua tangan putihnya yang dinaikkan ke dadanya, dan kemudian lagi melihat ke depan. Kedua mata yang berwarna biru tua itu mengeluarkan sebuah pancaran kekuatan yang tidak pernah aku lihat hingga sekarang.

"Grimlock, kamu baru saja berkata bahwa pemimpin mengenakan cincin itu, jadi cincin itu tidak ditransfer kepadamu, tetapi diambil oleh pembunuhnya. Tetapi... itu mustahil."

"…Bagaimana mungkin? Bukti apa yang kamu punya?"

Yoruko memandang Grimlock berbalik perlahan, dan mengatakan dengan sebuah nada yang lebih kasar,

"Ketika kita mendapatkan drop cincin itu, para anggota guild semuanya mendiskusikan mengenai apa yang harus dilakukan, benar? Caynz, Schmitt dan aku menolak penjualan cincin itu karena kami berpikir untuk meningkatkan kekuatan guild. Pada saat itu, Caynz benar-benar ingin menggunakannya untuk dirinya sendiri, tetapi berkata bahwa dia ingin membiarkan pemimpin untuk menggunakannya —— pendekar pedang terkuat di dalam guild «Golden Apple» adalah pemimpin, jadi yang terbaik adalah baginya untuk menggunakan cincin itu."

Tepat di samping Yoruko, Caynz menunjukkan sebuah ekspresi canggung. Tetapi Yoruko tidak keberatan sama sekali karena dia meneruskan perkataannya.

"Sedangkan untuk kata-kata itu, aku masih ingat setiap patah kata yang dikatakan oleh pemimpin. Orang itu tersenyum ketika dia mengatakan hal ini —— Di dalam SAO, satu tangan hanya bisa memakai satu cincin. Tangan kananku sudah memakai bukti dari pemimpin guild, dan... cincin pernikahan di tangan kiriku tidak dapat dilepas, jadi aku tidak dapat menggunakannya. APAKAH KAMU MENDENGARNYA!? TIDAK MUNGKIN BAGINYA UNTUK MELEPASKAN SALAH SATU DARI KEDUA CINCIN ITU DAN MENCOBA KEMAMPUAN DARI CINCIN LANGKA ITU, MUSTAHIL!"

Pada saat kata-kata tajam itu berbunyi, semua orang yang hadir, termasuk aku, menarik napas.

Benar bahwa di dalam bagian perlengkapan di menu utama, ada satu tempat untuk masing-masing tangan untuk memakaikan cincin. Bila kedua tempat itu sudah terpakai, mustahil untuk memakai cincin baru. Akan tetapi——

Pemikiran ini masih terlalu lemah.

Kelihatannya pikiranku didengar karena Grimlock berkata dengan halus.

"Aku rasa kamu ingin mengatakan sesuatu. 'Mustahil'? Bila kamu benar-benar ingin mengatakan hal ini, bagaimana jika kamu mengatakan yang ini? ——Aku, yang menikah dengan Griselda, tidak akan pernah menyakitinya atau membunuhnya. Apa yang kamu katakan adalah sebuah tuduhan tidak berdasar."

"Tidak."

Yoruko menjawab dengan sebuah suara yang sangat halus. Aku menahan napasku untuk melihat pemain wanita yang mungil ini, dan dia secara perlahan menggelengkan kepalanya dengan hebat.

"Tidak, bukan itu. AKu memiliki bukti... pembunuh yang membunuh pemimpin merasa bahwa item yang dijatuhkan tidak berguna dan meninggalkan tempat kejadian. Untungnya, seorang pemain yang mengetahui nama dari pemimpin menemukan item-item ini dan mengirimnya ke rumah guild. Itulah mengapa kami menggunakan tempat ini... menggunakan batu nisan ini sebagai makam. Pada saat itu, kami meletakkan pedangnya di batu nisan ini, dan membiarkannya menghilang ketika durabilitasnya habis. T... tetapi bukan itu saha. AKu bahkan menguburkan sesuatu... sesuatu yang ditinggalkannya yang tidak pernah aku sebutkan sebelumnya."

Setelah mengatakan hal itu, Yoruko berbalik dan berlutut disamping nisan kecil itu dan mulai menggali dengan tangannya. Sementara semuanya memandang dalam diam, Yoruko akhirnya berdiri dan menyerahkan objeknya untuk dilihat semuanya. Objek itu adlaha sebuah kotak perak yang bersinar di bawah cahaya rembulan.

"Ah…«Eternal Storage Trinket»…!"

Memang seperti yang dikatakan Asuna. Apa yang diambil oleh Yoruko adalah sebuah kotak penyimpanan yang hanya pengrajin tingkat master yang dapat membuatnya untuk menjaga durabilitas dari sebuah item. Bentuknya adalah kubus yang berukuran 10cm, jadi kotak ini tidak dapat menyimpan item-item berukuran besar. Bahkan ketika disimpan di luar, durabilitasnya tidak akan pernah turun, dan item-item di dalamnya tidak akan menghilang sendiri.

Yoruko meraih dengan tangan kirinya dan membuka tutup dari kotak perak ini.

Apa yang berada di sutra putih itu adalah dua cincin yang berpendar.

Yoruko pertama-tama mengambil salah satu dari kedua cincin itu—sebuah cincin perak besar. Pada permukaan datar dari cincin itu, ada sebuah tanda berbentuk apel.

"Ini adalah barang yang dikenakan di jari tengah dari tangan kanannya, bukti dari «Golden Apple». Aku juga menyimpan barang yang sama, jadi kamu dapat mengetahui ketika kamu membandingkannya."

Setelah meletakkannya kembali, dia mengambil cincin satunya —— sebuah cincin yang panjang dan tipis yang berpendar keemasan.

"Dan ini —— adalah cincin pernikahan yang selalu dia kenakan di jari manis dari tangan kirinya, kamu tahu, Grimlock! Namamu dengan jelas terukir di situ!... Kedua cincin ini selalu berada di tempat yang sama —— ITU ADALAH BUKTI TAK TERGOYAHKAN BAHWA PEMIMPIN KITA MENGGUNAKANNYA BAHKAN KETIKA DIA DIBAWA KELUAR AREA DAN TERBUNUH! BUKANKAH BEGITU!? BILA TIDAK, COBA SANGKAL HAL INI!!"

Pada akhirnya, dia berteriak secara histeris dengan penuh tangis.

Sejumlah besar air mata mengalir turun ke kedua pipi Yoruko, dan dia mengulurkan tangannya yang membawa cincin keeemasan itu kepada Grimlock untuk dilihat olehnya.

Pada saat ini, tidak ada yang berbicara. Caynz, Schmitt, Asuna, dan aku hanya dapat memandang mereka berdua dalam perseteruan mereka dengan mata terbelalak.

Bibir dari pengrajin yang tinggi dan kurus ini masih melengkung ketika dia tetap di sana selama lebih dari 10 detik. Akhirnya, bibirnya bergemetar sedikit sebelum terbuka.

"Cincin itu... aku rasa pada saat pemakaman ketika kamu bertanya kepadaku, Yoruko, mengenai apakah aku ingin mengambil cincin pernikahan Griselda. Aku menjawab bahwa kita sebaiknya membiarkannya menghilang secara alami dengan pedangnya. Bila pada waktu itu... aku berkata bahwa aku ingin mengambilnya..."

Grimlock menurunkankepalanya dengan dalam dan mengubur wajahnya di dalam topinya, terjatuh ke tanah seakan-akan benang yang mengendalikan tubuhnya yang tinggi terputus.

Yoruko meletakkan cincin keemasan itu kembali ke dalam kotak, menutupnya dan memegang erat kotak itu sebelum melihat ke langit dengan wajahnya yang penuh air mata, mengatakan dengan sebuah suara yang telah kehilangan ketajamannya.

"…Mengapa... mengapa, Grimlock. Mengapa, apakah kamu benar-benar ingin mengambil cincin itu dan menukarnya dengan uang, dan membunuh pemimpin kita... istrimu sendiri, hanya untuk hal itu?"

"…Uang? Apakah kamu berkata uang?"

Sementara dia tetap berlutut, Grimlock berkata dengan sebuah suara serak, dan kemudian mulai tertawa.

Dia menaikkan tangan kirinya, memanggil menu window miliknya, dan setelah mengoperasikannya untuk waktu yang singkat, apa yang muncul sebagai sebuah objek adalah sebuah tas kulit yang sedikit besar. Grimlock menggenggamnya dan melemparkannya ke tanah. Di tengah suara berat itu, terdapat suara-suara logam di dalamnya. Dari hal ini, aku dapat menyimpulkan bahwa tas ini memiliki sejumlah besar uang.

"Ini adalah setengah dari uang yang didapatkan ketika cincin itu dijual. Tidak satu koinpun yang terpakai."

"Eh…?"

Grimlock melihat ke atas ke arah Yoruko yang kebingungan dan mengerutkan alisnya, dan kemudian melihat ke aah kami dan berkata dengan sebuah suara serak,

"Bukan karena uangnya. Aku... aku harus membunuhnya, saat dia masih istriku."

Kacamata bulat itu melirik ke arah batu nisan yang dipenuhi oleh lumut tersebut untuk sesaat dan dengan cepat berbalik, dan pengrajin itu meneruskan kata-katanya.

"Griselda, Grimlock. Gri yang ada di bagian awalnya bukanlah suatu kebetulan. Dia dan aku, kami menggunakan nama yang sama dalam net games yang kami mainkan sebelum SAO. Dan bila sistemnya membolehkan, kami selalu menjadi suami istri. Hal itu karena... dia adalah istriku di dunia nyata."

Jauh di dalam diriku aku benar-benar terkejut sementara mulutku terbuka. Asuna juga menarik napas sementara Yoruko dan yang lainnya terlihat amat sangat terkejut.

"Bagiku, dia adalah seorang istri yang ideal tanpa cacat. Seakan-akan dia dibentuk untuk menjadi seorang istri yang akan mengikuti suaminya, yang juga sangat imut dan patuh dan tidak pernah bertengkar. Hanya saja... ketika kami terperangkap di dalam dunia ini bersama... dia berubah..."

Grimlock menggelengkan wajahnya yang hampir tertutupi oleh topinya dan menghela napas,

"Orang yang ketakutan dan gemetaran ketika kami memasuki permainan kematian yang dipaksakan ini adalah aku. Talenta macam apa yang tersembunyi di dalamnya... baik mengenai kemampuan bertarung ataupun untuk membuat keputusan, Griselda... tidak, «Yuuko» jauh melebihiku. Selain itu, bukan itu saja. Kemudian, dia melakukan apa yang aku tentang, membuat sebuah guild dan mendaftarkan anggota-anggota sebelum mulai berlatih. Dia... dibandingkan dengan dunia nyata, dipenuhi oleh lebih banyak semangat... terlihat amat sangat puas... sementara aku berdiri di sampingnya dan mengawasinya, bahkan aku harus mengakui bahwa Yuuko yang aku cintai telah menghilang. Bahkan bila kita menyelesaikan permainan ini dan kembali ke dunia nyata, Yuuko yang pendiam dan patuh tidak akan pernah kembali.

Bahu dari longcoat yang memiliki kancing id depan bergemetar sedikit. Apakah dia sedang menghina dirinya sendiri atau merasakan rasa sakit dari kehilangannya? Aku tidak dapat mengetahui.Suaranya yang lembut itu meneruskan,

"…Dapatkah kamu mengerti apa yang aku takutkan? Bila aku kembali ke dunia nyata... dan bila Yuuko mengajukan usul agar kita bercerai... aku tidak akan pernah dapat menahan rasa malunya. Lalu... selama aku masih menjadi suaminya di dalam dunia ini dimana membunuh itu legal, aku ingin mengunci Yuuko di dalam ingatanku. Keinginanku ini... aku rasa tidak ada yang dapat menyalahkanku, bukan...?"

Pengakuan yang perlahan dan menakutkan ini berakhir, dan selama itu, tidak ada yang dapat mengatakan apapun.

Dan apa yang aku dengar berikutnya adalah sebuah suara serak yang keluar dari tenggorokanku.

"Rasa malu... rasa malu? Karena istrimu sendiri berhenti mendengarkanmu... kamu membunuhnya hanya karena alasan ini? Dia melatih dirinya sendiri dan teman-temannya jadi kita semua dapat lepas dari SAO... dan berharap untuk bergabung dengan grup penyelesai suatu hari, dan kamu... membunuhnya... untuk alasan seperti itu …"

Aku menggunakan pergelangan tangan kiriku untuk menahan tangan kananku yang hampir meraih pedang yang ada di punggungku.

Grimlock secara perlahan mengangkat wajahnya, bagian bawah dari kacamatanya memantulkan sebuah cahaya lembut, dan menggumam kepadaku,

"Alasan seperti itu? Tentu saja tidak. Itu adalah cukup alasan. Suatu hari, kamu akan mengerti, Mr Detective. Ketika kamu jatuh cinta dan hampir kehilangannya."

"Tidak, kamulah yang salah, Grimlock!"

Orang yang membantahnya bukanlah aku, tetapi Asuna.

Wajahnya yang sangat cantik mengeluarkan sebuah ekspresi yang tidak aku ketahui, dan pengguna rapier itu berkata dengan tenang,

"Perasaan yang kamu miliki terhadapGriselda bukanlah cinta, hanya rasa ingin memiliki. Bila kamu mencintainya, lepaskan sarung tangan dari tangan kirimu. Kamu mungkin sudah membuang cincin yang sama yang tidak dilepas oleh Griselda bahkan ketika dia dibunuh."

Bahu Grimlock tersentak sedikit, dan sama sepertiku, tangan kanannya sedang memegang sesuatu di sebelah kirinya.

Akan tetapi, tangannya tidak melakukan apapun setelahnya. Pengrajin itu tetap diam dan tidak melepas sarung tangan kulitnya.

Orang yang memecah keheningan lagi adalah Schmitt, yang tidak berbicara hingga sekarang.

"…Kirito, dapatkah kamu menyerahkan hukuman dari orang ini kepada kami? Tentu saja, kami tidak akan membunuhnya, tetapi kami pasti akan membuatnya menebus kesalahannya."

Suara yang tenang ini tidak memiliki perasaan teror total apapun seperti yang dimilikinya beberapa menit yang lalu.

Aku melihat pria yang berotot itu yang zirahnya mengeluarkan beberapa suara dan mengangguk kecil.

"Aku mengerti. Aku akan menyerahkannya kepada kalian kalau begitu."

Schmitt mengangguk tanpa suara dan menggenggam tangan kanan Grimlock untuk menariknya. Setelah memeriksa bahwa pengrajin yang merendahkan kepalanya tidak akan lari, dia hanya berkata "Maaf merepotkanmu" dan meninggalkan bukit.

Yoruko dan Caynz, yang menguburkan kotak perak itu kembali, berjalan ke arah kami, membungkuk dalam dan bertukar pandang dengan kami. Yoruko lalu berkata,

"Asuna-san, Kirito-san. Aku benar-benar minta maaf... aku tidak tahu bagaimana aku dapat berterima kasih kepada kalian berdua. Tanpa kalian berdua, kami mungkin sudah terbunuh di sini... dan kejahatan Grimlock tidak akan terungkap."

"Tidak... untungnya kamu berhasil mengingat kedua cincin itu pada akhirnya. Bagus sekali. Bila kamu kembali ke dunia nyata, kamu dapat menjadi seorang jaksa atau pengacara."

Begitu mendengar hal ini, Yoruko tersenyum dan mengangkat bahu.

"Tidak... kalian berdua mungkin tidak akan percaya ini, tetapi pada saat itu, aku kelihatannya mendengar suara pemimpin dan ingat tentang kedua cincin itu."

"…Begitu …"

Mereka berdua membungkuk lagi. Asuna dan aku lalu melihat mereka berjalan menuruni bukit, mengikuti Schmitt dari belakang.

Segera sesudahnya, keempat kursor itu menghilang ke dalam kota. Pada bukit di tengah hutan ini, hanya ada cahaya biru rembulan dan angin malam yang tenang.

"…Ngomong-ngomong, Kirito-kun."

Tiba-tiba, Asuna berbisik dengan lembut.

"Bila kamu... bila kamu menikah dengan seseorang dan menemukan sesuatu mengenai orang itu yang tidak kamu ketahui, bagaimana pendapatmu?"

"Eh?"

Pertanyaan yang tidak pernah aku pikirkan sebelumnya membuatku tertegun. Aku baru hidup selama 15 tahun, dan pertanyaan mengenai kehidupan yang sulit ini adalah sesuatu yang tidak dapat aku mengerti sepenuhnya.

Tetapi setelah memikirkannya, aku akhirnya mengatakan sebuah jawaban yang kurang lebih tidak banyak pemikiran mendalam.

"Aku mungkin akan berpikir bahwa aku beruntung."

"Eh?"

"I... itu karena bila kita sudah menikah, itu berarti kita berdua menyukai area yang sudah dapat kita lihat, bukan? Jadi bila kita menemukan sisi baru setelah itu, dan bila kita masih saling menyukai... bukankah cintanya akan menjadi du, dua kali lipat?"

Aku tahu bahwa ini adalah sebuah penjelasan yang sangat bodoh, tetapi Asuna hanya mengernyitkan dahi, menelengkan kepalanya dan tersenyum.

"Begitu. Aneh juga."

"A... aneh..."

"Yah, bukan suatu hal besar. Mari tidak memperbincangkan hal ini... banyak hal telah terjadi, dan perutku mulai berbunyi. Mari mencari sesuatu untuk dimakan."

"B, benar. Lalu, menu istimewa Algade itu yang terlihat seperti okonomiyaki tanpa kecap..."

"Ditolak."

Seperti yang kuduga, Asuna menolaknya, dan tiba-tiba menggenggam bahuku seperti sebelumnya.

Terkejut, aku melihat ke belakang, dan apa yang ada di depan mataku——

Untuk kesekian kalinya sebuah pemandangan yang tidak dapat dijelaskan sejak aku terlibat di dalam 'insiden di dalam area' ini muncul di depan mataku.

DI dalam Aincrad, semua indra adalah data digital yang dapat diindikasikan melalui kode proses, jadi tidak mungkin bagi fenomena supranatural untuk dapat terjadi.

Jadi apakah yang aku lihat ini adalah sebuah bug di dalam server? Ataukah ini adalah sebuah ilusi?

Tidak jauh, di sisi utara dari bukit, di bawah pepohonan tua yang berada di sana, disamping nisan yang dipenuhi oleh lumut yang berdiri di sana... adalah seorang pemain wanita tembus cahaya yang mengeluarkan sebuah cahaya yang sedikit berwarna keemasan.

Tubuhnya yang ramping memiliki pelindung logam dalam batas minimal. Long sword miliknya terikat di pinggangnya, perisainya berada di punggungnya, dan pada kepalanya yang berambut pendek terdapat sebuah wajah yang cantik dan penuh dengan ketenangan dan kedamaian. Kedua matanya memiliki sebuah pendaran cahaya kuat yang aku tahu dimiliki oleh kebanyakan pemain.

Mata dari seorang penyelesai yang berharap untuk menggunakan pedangnya untuk mengakhiri permainan kematian ini.

Pemain wanita yang memberikan seyum penuh ketenangan dan kedamaian ini memandangi Asuna dan aku tanpa suara. Akan tetapi, setelah beberapa waktu, dia mengulurkan tangan kanannya kepada kami sepertinya untuk menyerahkan sesuatu.

Asuna dan aku mengulurkan tangan kanan kami ke depan, dan sementara kami merasakan kehangatannya, kami menggenggamnya dengan erat. Kehangatan ini memasuki tubuh kami, menyalakan api di dalam dada kami. Kami membuka mulut kami dan mengatakan kata-kata dari dalam diri kami.

"Keinginanmu... kami pasti akan meneruskannya. Suatu hari, kami pasti akan mengalahkan permainan ini dan melepaskan semua orang untukmu."

"Un, pastinya, jadi... tolong jaga kami, Griselda-san."

Kata-kata Asuna bergerak melalui angin malam dan mencapai pendekar pedang wanita itu. Wajahnya yang transparan menunjukkan sebuah senyum lebar——

Dan pada saat itu juga, tidak ada orang di sana.

Kami menurunkan tangan kami dan tetap tertegun di sana selama beberapa waktu.

Segera sesudahnya, Asuna menggenggam tanganku dengan erat, tersenyum dan berkata,

"Mari kita kembali. Kita perlu bekerja keras besok."

"…Yah. Aku ingin menyelesaikan lantai itu minggu ini."

Kami lalu berbalik sebelum berjalan menuruni bukit, mengarah ke kota utama.


(Selesai)


Catatan Penerjemah[edit]

  1. Player Character"/Karakter Pemain
  2. Teknik Peleburan
  3. Kata asli:Romanized Romanization
  4. Semacam pisau daging besar.
  5. []http://en.wikipedia.org/wiki/Romanization] [1]
  6. [2] [3]
  7. [4]
  8. Longan.
  9. Ruqby
  10. Kurang tahu apakah itu terjemahan yang benar. http://en.wikipedia.org/wiki/Baguette
  11. http://en.wikipedia.org/wiki/Shield. Hampir sama dengan http://en.wikpedia.org/wiki/Scutum_(shield)
  12. http://en.wikipedia.org/wiki/Estoc
  13. http://en.wikipedia.org/wiki/Poncho
  14. http://en.wikipedia.org/wiki/Cleaver_(knife)
  15. http://en.wikipedia.org/wiki/Okonomiyaki
  16. http://en.wikipedia.org/wiki/Confidence_trick