Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 7 Bab 12

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Bab 12[edit]

Sentuhan kecil di bahu kanan seragamnya menyebabkan Asuna untuk berpaling, itu adalah kelopak sakura di atasnya.

Gadis itu menggunakan jari tangan kirinya untuk menyentuhnya. Itu adalah kelopak berbentuk oval tanpa noda di atasnya, tampak seolah-olah itu ingin menunjukkan sesuatu karena terus bergerak. Akhirnya melayang dengan angin dan menghilang di antara bintik-bintik putih yang menari di udara. Menaruh kembali tangannya ke lututnya, Asuna kembali menatap langit musim semi yang agak kabur.

Sekarang adalah hari Sabtu pertama bulan April, jam 3 sore.

Sudah seminggu sejak Yuuki meninggal, dan pemakamannya baru saja berakhir.

Lokasi pemakaman berada di sebuah gereja Kristen yang dikelilingi oleh pohon-pohon sakura di wilayah perbukitan Hodogaya, Kabupaten Yokohama, dan kelopak yang mulai jatuh itu tampak seperti mereka mengantar kepergian Yuuki, namun, pemakaman itu sendiri jauh dari kata 'khusyuk. Termasuk bibi, yang sedang berkabung, hanya ada empat kerabat yang menghadiri acara pemakaman. Namun, ada lebih dari 100 pemuda yang mengaku menjadi teman Yuuki. Tentu saja, orang-orang diusia remaja dan usia dua puluhan itu semua pemain ALO. Para kerabat yang menerima tamu mungkin berpikir bahwa Yuuki tidak memiliki banyak teman karena ia telah dirawat di rumah sakit selama lebih dari 3 tahun, dan tampaknya benar-benar terkejut dengan jumlah yang hadir.

Setelah pemakaman berakhir, semua orang di halaman besar di depan gereja membahas insiden «Absolute Sword», namun Asuna tidak bisa bersama-sama dengan orang-orang untuk beberapa alasan, dan dia diam-diam pergi untuk mencari bangku di belakang bayang-bayang gereja saat ia menatap langit sendirian.

Yuuki telah meninggalkan dunia ini—Yuuki yang menyapa melalui alat di bahunya, Yuuki yang tersenyum saat melihat Asuna memasak di rumah hutan, telah pergi ke tempat yang jauh dan tidak akan pernah kembali. Sampai sekarang, Asuna tidak bisa menerima kenyataan ini. Gadis ini tidak menangis lagi, tapi apakah itu di tengah-tengah kerumunan berisik, di sudut kafe, atau di Alfheim, hatinya berlari setiap kali ia pikir ia mendengar suara Yuuki.

Selama beberapa hari terakhir, Asuna telah berpikir tentang apa sebenarnya dari «kehidupan».

Semua bentuk kehidupan adalah instrumen transfer gen yang ada untuk meningkatkan peluang kelangsungan keturunan mereka sendiri di masa depan. Puluhan tahun lalu, pepatah ini tampaknya telah menyebabkan keributan. Jika dipandang hanya melalui titik ini, bahkan orang-orang yang menderita HIV di sedemikian usia, kurangnya sistem kekebalan tubuh atau sesuatu yang serupa hanya akan dianggap sebagai bentuk kehidupan belaka. Namun, virus ini akan terus berkembang biak dan menggandakan dirinya sendiri sampai mengambil nyawa Yuuki inangnya, menyebabkan kematiannya.

Jika salah satu berpikir dengan cara lain, manusia telah melakukan hal yang sama selama ribuan tahun. Mereka mengambil nyawa orang lain untuk keuntungan mereka sendiri, mereka mengorbankan negara-negara lain untuk memastikan keamanan negara mereka sendiri. Bahkan ketika dia menatap langit, dia bisa melihat formasi jet tempur terbang dari pangkalan udara Atsugi ke tempat yang tidak diketahui, mengeluarkan jejak[1] putih di sisi lain pemandangan musim semi. Akankah suatu hari manusia menghancurkan dunia mereka seperti virus ini? Atau mereka akan dikalahkan oleh beberapa organisme dengan kecerdasan yang lebih tinggi dan harus dibuang ...?

Kata-kata terakhir Yuuki masih bergema di telinga Asuna. Dia berkata bahwa dia tidak bisa membuat apapun di dunia ini, dan tidak bisa memberi bantuan kepada orang lain―Yuuki sendiri tidak meninggalkan keturunan saat ia meninggalkan dunia ini.

Namun, batin Asuna bergerak saat ia menyentuh simpul kupu-kupu pada seragamnya. Yuuki pernah melakukan hal serupa yang meninggalkan bekas yang tak dapat dihapus di dalam hatinya yang dalam. Jiwa «Absolute Sword» dan jiwa heroik yang menantang kesulitan besar ini terus hidup dalam hati Asuna. Para pemuda yang hadir berjumlah lebih dari 100, dan mereka memiliki pikiran yang sama seperti Asuna. Bahkan saat kenangan memudar dengan waktu, bahkan saat kenangan mengkristal, akan ada sesuatu dalam hati semua orang.

Dalam hal ini, hidup itu bukan hanya penyaluran dari 4 basis[2]. Ini adalah sesuatu yang bisa menampung kenangan, pikiran dan jiwa yang tidak memiliki tubuh fisik. Di masa depan yang jauh, jika manusia benar-benar bisa membuat jiwa yang lengkap melalui meme[3] atau keadaan tak pasti di mana otak meniru virus, kehidupan kemanusiaan yang tidak lengkap ini dapat menggunakan ini untuk mencegah kepunahan mereka sendiri—

Hingga hari itu tiba, aku harus menggunakan cara yang aku bisa untuk menyalurkan jiwa Yuuki. Ketika aku punya anak, aku akan terus menjelaskan kejadian ini kepada mereka, aku akan membiarkan mereka tahu bahwa dalam kesenjangan antara realitas dan dunia maya, seorang gadis mungil ajaib seperti layaknya bersinar.

Asuna bergumam pada dirinya sendiri jauh di dalam hatinya, dan kemudian diam-diam membuka mata yang dia tak tahu telah dia tutup.

Dia melihat sosok datang dari sudut bangunan di depan teras, dan buru-buru menggunakan jari-jarinya untuk mengusap air mata di matanya.

Itu seorang wanita. Asuna merasa bahwa dia bertemu sebelumnya di suatu tempat, tetapi tidak memiliki ingatan apapun pada wajah itu sama sekali. Tubuh wanita itu sedikit tinggi, dan dia tampak mengenakan baju one-piece hitam sederhana dengan selendang menutupi bahunya. Dia memiliki rambut sebahu berwarna hitam, dan kalung perak di depan dadanya yang merupakan ornamen satu-satunya yang ada dirinya. Dia tampak seperti dia berada di usia dua puluhan.

Wanita itu menuju ke Asuna dan akhirnya berhenti sedikit di depannya sebelum membungkuk. Asuna segera berdiri, dan ketika ia mengangkat kepalanya, kulit wanita yang tampak transparan terlihat oleh matanya. Kulit putih pucat mengingatkan Asuna pada dirinya ketika dia terbangun dari tidur panjangnya. Melihat dari dekat, orang bisa mengatakan bahwa leher wanita yang terlihat dari selendang itu seramping pergelangan tangannya dan tampak seperti akan pecah dengan satu sentuhan.

Wanita itu menatap wajah Asuna tanpa berkata-kata untuk sementara waktu, dan kemudian, mata yang berbentuk indah itu saat ini menunjukkan ekspresi lembut seperti bibirnya yang menunjukkan sedikit senyum.

"Apakah kamu Asuna-san? Kamu twelihat seperti yang ada dunia virtual. Aku mengenali kamu saat pandangan pertama."

Mendengar kata-kata tenang dan bijak itu, Asuna segera menebak siapa wanita di depannya itu.

"Ah ... kamu, Shiune-san ...?"

"Ehh, itu benar. Nama asliku adalah An Shi En. Senang bertemu denganmu ... dan lama tidak bertemu."

"Se, senang bertemu denganmu untuk pertama kalinya! Aku Yuuki Asuna. Kita tak bertemu selama seminggu. "

Setelah ucapan yang agak canggung, mereka berdua mulai tertawa. Asuna menggunakan tangan kirinya untuk menunjukkan untuk Shi En duduk di bangku, dan dia duduk di sampingnya.

Pada saat ini, Asuna melihat sesuatu. Semua anggota Sleeping Knight itu mungkin pasien yang terserang penyakit dan butuh perawatan di rumah sakit. Apakah itu tak apa baginya untuk keluar sendiri seperti itu ...?

Shi En tampaknya memperhatikan keprihatinan Asuna saat ia mengangguk kepalanya sedikit sebelum berkata,

"Jangan khawatir. Aku akhirnya mendapat izin untuk pergi keluar selama April. Adikku datang bersama denganku juga, tapi aku ingin dia menungguku di luar. "

"... Kemudian ... tubuhmu sudah ...?"

"Ya ... aku punya lymphoblastic leukemia[4] akut ... dengan kata lain, leukemia di dalam tubuhku menghilang ... Aku mengalami itu tiga tahun yang lalu, dan aku dibebaskan setelah menjalani kemoterapi ... Tapi aku jatuh sakit lagi tahun lalu ... setelah kambuh, dokter menunjukkan bahwa satu-satunya pengobatan yang efektif adalah transplantasi sumsum tulang. Tapi sel darah putih anggota keluargaku tidak cocok denganku ... dan bank tulang tidak memiliki donor yang cocok bagi aku. Aku sudah siap secara mental dan memutuskan untuk memanfaatkan sisa waktuku ... "

Shi En berhenti untuk sementara waktu dan melihat bunga-bunga sakura di atas. Angin pusaran kecil menerbangkan beberapa kelopak bunga dan membuat mereka menari seperti kepingan salju.

"—Ketika penyakitku kambuh, aku tak bisa menjalani transplantasi sumsum tulang, dan diberikan segala macam obat-obatan dan kemoterapi untuk memperingan rasa sakit. Tetapi karena terlalu banyak menggunakan obat percobaan dan obat baru, efek sampingnya benar-benar serius... efek sampingnya benar-benar kuat sehingga aku sempat berpikir untuk menyerah berberapa kali. Aku mengatakan kepada dokter berkali-kali sebelum itu jika ada harapan, biarkan aku di-kemoterapi sehingga aku bisa pergi melalui saat-saat terakhirku..."

Asuna tiba-tiba melihat bahwa rambut Shi En yang bergoyang dengan bunga sakura sebenarnya wig.

"Tapi ... setiap kali aku bertemu Yuuki, aku berpikir agar tidak mudah menyerah. Yuuki telah berjuang dengan rasa sakit yang sama selama 15 tahun, dan bagaimana aku bisa, seseorang yang lebih tua dari dia, menyerah setelah hanya tiga tahun pengobatan? Aku terus mengatakan pada diriku sendiri ini—namun, jumlah obat turun perlahan-lahan sejak Februari tahun ini...dan dokter mengatakan kepadaku bahwa kondisiku membaik. Namun, aku hanya merasa dalam hatiku saat itu akhirnya datang. Mereka mengubah pengobatanku dari jenis kemoterapi penyelamatan ke pengobatan yang lebih umum. Aku benar-benar takut...dan belum merasa nyaman. Aku tahu tentang kondisi Yuuki, jadi aku merasa...jika itu Yuuki dengan aku, tidak peduli bahkan jika aku pergi ke dunia lain. Tidak peduli di mana aku pergi, dia akan melindungiku...itu lucu, bukan? Yuuki lebih muda daripada aku, namun aku mengandalkannya begitu banyak..."

"Tidak ... Aku bisa mengerti."

Asuna menjawab dengan sederhana dan mengangguk kepalanya. Shi En kemudian tersenyum dan mengangguk saat ia melanjutkan,

"—Pada akhirnya...seminggu yang lalu, hari berikutnya setelah aku mengucapkan selamat tinggal kepada Yuuki, dokter datang ke kamarku ...dan mengatakan bahwa aku telah pulih sepenuhnya...leukemia di dalam tubuhku telah hilang, dan aku bisa pulang. Aku bertanya-tanya omong kosong apa yang dia ucapkan, apakah ia hanya membiarkan aku kembali untuk bertemu keluargaku dan mengatakan selamat tinggal? Aku bertanya-tanya tentang itu...dan di tengah-tengah kebingungan, aku benar-benar pulang dua hari kemudian. Kemarin, aku bahkan merasa bahwa aku dapat disembuhkan. Aku mendengar bahwa obat percobaan tertentu benar-benar efektif ... "

Shi En kembali berhenti untuk berberapa saat, dan senyumnya itu dipelintir dengan ekspresi yang agak berkaca-kaca.

"Tapi, aku hanya merasa bahwa sesuatu tidak terasa benar. Waktu ini telah diberikan kepadaku ketika aku merasa bahwa itu sudah lama hilang, dan hanya untuk menggangguku. Dan...dan Yuuki, ini adalah..."

Suara Shi En gemetar sedikit, dan ketika Asuna melihat air mata kecil yang muncul di sudut-sudut matanya, dia tidak bisa menahan perasaan sedih juga.

"Yuuki sedang menunggu, namun aku satu-satunya yang menunggu. Apakah ini benar-benar sudah...Aku sudah berjanji Yuuki, Ran-san, Clovis, dan Merida...kita akan selalu bersama-sama...tapi aku...tapi aku... "

Shi En tidak bisa bicara lebih jauh saat ia menunduk dan bahunya terus gemetar.

Ran-san seharusnya pemimpin guild yang pertama, yang berarti kakak perempuan Yuuki. Dua lainnya seharusnya anggota Sleeping Knight yang sudah meninggal. Para anggota Sleeping Knight mungkin telah mengalami kehidupan yang paling menyakitkan di dunia ini, dan ujian yang dialami mungkin lebih dapat diandalkan daripada menjadi keluarga atau kekasih dalam arti tertentu. Asuna merasa bahwa dia tidak punya hak untuk mengatakan apa-apa, tapi ia tidak bisa membantu tetapi melakukannya.

Dia meraih tangan kirinya keluar dan diam-diam memegang tangan kanan Shi En yang ditempatkan di bangku cadangan. Jari Shi En tipis, tapi Asuna benar-benar merasakan rasa hangat dari tangannya.

"Shi En-san. Aku baru-baru ini...memikirkan...hidup harus menjadi sesuatu yang dapat menyimpan dan menyampaikan pikiran seseorang. Untuk waktu yang lama, aku sudah takut mengungkapkan pikiranku kepada orang lain, dan aku tidak berani melihat ke dalam pikiran orang lain. Tapi Yuuki mengatakan kepadaku bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan. Aku ingin menyampaikan kekuatan yang aku pelajari ini dari Yuuki kepada lebih banyak orang. Aku berharap bahwa sementara aku masih hidup, aku bisa menyampaikan pikiran Yuuki untuk tempat yang lebih jauh, dan kemudian...ketika aku bertemu Yuuki lagi, aku berharap bahwa aku bisa menyampaikan lebih banyak pemikiran lagi. "

Itu sedikit tersela, tapi Asuna masih mencoba terbaik untuk mengucapkan kata-kata tersebut. Dia merasa bahwa dia tidak mengungkapkan lebih dari setengah emosinya, tapi Shi En, yang menunduk, perlahan-lahan mengangguk kepalanya sedalam dia meletakkan tangannya yang lain di tangan kiri Asuna itu.

Shi En mengangkat wajahnya, dan meskipun mata hitam yang indah ternoda dengan air mata, ia tersenyum.

"Terima kasih ... Asuna-san."

Setelah menggumamkan itu, Shi En mengangkat lengannya untuk memeluk Asuna, dan Asuna memeluk erat tubuhnya yang kurus. Shi En kemudian berbisik di samping mata Asuna,

"Kami semua berterima kasih kepadamu, Asuna-san. Sejak kakak Yuuki, Ran-san meninggal, Yuuki sudah berusaha yang terbaik untuk mendorong dan mendukung kami di tempat kakaknya, dan kami berakhir terlalu mengandalkan dirinya...apakah rasa sakit atau kesulitan, Yuuki akan meminjamkan kekuatannya untuk mendukung kami. Kamu mungkin merasa bahwa tidak ada gunanya mengatakan ini sekarang...aku benar-benar khawatir tentang Yuuki. Aku bertanya-tanya siapa yang akan menjadi pilar untuk mendukung Yuuki. Dia selalu tersenyum dan tidak pernah menunjukkan tanda-tanda kejengkelan...tapi aku khawatir bahwa suatu hari, dia yang bertubuh mungil itu akan menanggung terlalu banyak dan hancur...saat itu—kamu muncul. Yuuki terlihat sangat senang ketika dia bersamamu, Asuna-san. Dia tampak begitu senang, seperti burung yang akhirnya tahu bagaimana cara untuk terbang. Dia sepertinya bisa terbang begitu tinggi ke langit...sampai kita tidak bisa mencapainya...dan kemudian meninggalkan kami..."

Setelah mengatakan hal ini, Shi En berhenti sejenak, dan layar dalam hati Asuna memperlihatkan sekilas Yuuki menjadi burung dan terbang tinggi di dunia lainnya.

Shi En menggeser tubuhnya ke samping dan tersenyum dalam cara yang agak malu-malu. Dia menggunakan jari-jarinya untuk menghapus air matanya, dan mengambil napas dalam sebelum berkata dengan suara yang jelas:

"Sebenarnya—, bukan hanya aku. Jun...juga menderita kanker yang sulit untuk diobati, tetapi baru-baru ini, obat yang diberikan mulai bekerja dengan sangat baik, dan aku mendengar bahwa tumornya mengecil. Ini seperti yang Yuuki beritahukan pada kami berdua bahwa itu terlalu dini bagi kami. Sepertinya itu akan menjadi waktu yang lama sebelum Sleeping Knight akhirnya bersama-sama."

"...Ya. Lain kali, kamu harus menempatkan aku sebagai anggota resmi. "

Asuna dan Shi En saling berpandangan satu sama lain, fufu, dan mulai tertawa. Mereka mengangkat kepala mereka dan menatap langit berwarna sakura. Angin bertiup dari belakang, menggerakkan rambut mereka. Asuna membayangkan Yuuki memeluk keduanya di bahu dan terbang saat mengepakkan sayapnyanya, dan kemudian diam-diam menutup matanya lagi.

Beberapa menit berlalu begitu saja. Dua pasang langkah kaki yang mendekati mereka memecah keheningan ini. Mereka membalik wajah mereka ke belakang, dan melihat anak laki-laki mengenakan seragam yang sama dengan Asuna — Kirigaya Kazuto, dan Dokter Kurahashi dengan jubah hitam, sedang berjalan.

Asuna dan Shi En bangkit dan menyapa dua orang yang mendekati mereka. Mereka berdua menganggukkan kepala mereka. Kazuto kemudian berkata kepada Asuna,

"Jadi kamu di sini. Apakah aku mengganggu kalian berdua? "

"Tidak Tapi ... eh? Kirito-kun, kamu tahu Dokter Kurahashi? "

"Uun ... baru-baru ini. Karena message probe baru-baru ini, kami telah menggunakan email untuk menghubungi satu sama lain. "

Dokter Kurahashi kemudian menyela,

"Ya. Kamera itu benar-benar menarik, jadi aku berdiskusi dengan dia mengenai apakah itu cocok untuk digunakan dalam teknologi FullDive. "

"Begitu ya. Lalu...itu berarti..."

Asuna tiba-tiba teringat sesuatu, dan bertanya pada dokter,

"Bagaimana pengujian dengan Medicuboid tersebut? Apakah ada seseorang yang menggunakan kembali alat itu ...? "

Mendengar itu, dokter segera tersenyum dan menganggukkan kepalanya keras, mengatakan,

"Ah, itu bukan apa-apa. Kami punya data yang memadai untuk pengujian. Kami melanjutkan negosiasi dengan produsen untuk produk untuk praktik. Mungkin An-san dan sisanya dapat menggunakan Medicuboid segera..."

Bagian terakhir dari kata-kata ini ditujukan pada Shi En, tapi setelah berbicara sampai di sini, dokter matanya melebar dan buru-buru berkata,

"Ahh, aku benar-benar menyesal. Aku harus mengatakan ini sejak awal—selamat atas kesembuhan Anda, An-san. Aku kira Yuuki...akan lebih bahagia..."

Shi En erat menggenggam tangan dokter yang diulurkan itu dan mengangguk kepalanya dengan keras. Lalu, ia memegang tangan Kazuto, yang ia kenal dalam game.

"Terima kasih. Aku mungkin tidak perlu menggunakan Medicuboid sekarang...tapi aku senang...tentang pemikiran bahwa aku dapat meninggalkan memoriku untuk membantu banyak orang berjuang dengan penyakitnya. "

Setelah Shi En mengatakan itu, dokter itu terus mengangguk.

"Ya. Sebagai tester pertama mesin itu, nama Yuuki akan hidup selamanya—aku benar-benar ingin penghargaan ini dihadiahkan kepadanya dan penyedia eksternal yang datang dengan desain awal..."

"Aku kira Yuuki tidak ingin hadiah. Dia mungkin mengatakan bahwa hadiah tidak bisa dimakan. "

Kata Shi En menyebabkan semua orang tertawa. Saat tawa mereda, Asuna menyadari beberapa bagian dari kata-kata Dokter Kurahashi, dan mengulanginya,

"Lalu...dokter, yang Anda katakan penyedia luar dari desain awal...? Bukankah Medicuboid dirancang oleh produsen perangkat medis?"

"Ahh ... erm, tentang itu."

Dokter tampaknya menggali memorinya sendiri saat ia menyipitkan matanya.

"Tentu saja, perangkat ini diproduksi oleh produsen perangkat medis, namun inti yang disebut perangkat, desain dasar dari komponen sinyal densinitas tinggi diberikan secara gratis oleh pihak luar. Aku ingat seorang perempuan...mungkin seorang peneliti di sebuah universitas asing. Tapi dia orang Jepang...erm, banabya... "

Dokter Kurahashi kemudian mengatakan nama. Asuna belum pernah mendengar nama itu sebelumnya, dan Shi En harusnya juga sama, tapi ekspresi Kazuto membuat Asuna terkesiap.

Kazuto tampaknya telah mendengar sesuatu yang luar biasa sebab ekspresinya menjadi benar-benar hampa. Bibir pucatnya bergetar beberapa kali.

"A...ada apa denganmu, Kirito-kun?"

Asuna memanggil secara panik, tapi Kazuto hanya diam. Setelah beberapa saat, bibirnya mengeluarkan suara serak.

"Aku... Aku tahu orang itu."

"Eh...?"

"Dan aku bertemu dia sebelum..."

Kazuto segera menatap mata Asuna itu. Iris hitamnya tampak seperti mereka pergi melalui ruang dan waktu, ia tampak seolah-olah sedang menatap dunia tertentu lainnya.

"Ketika Heathcliff dive...orang yang merawatnya. Keduanya meneliti teknologi FullDive di lab yang sama di universitas...dengan kata lain, penyedia nyata untuk desain dasar Medicuboid adalah... "

"..."

Pada saat ini, Asuna tidak bisa bicara.

Apakah ini berarti—Medicuboid dan «The Seed Nexus» keduanya lahir dari benih yang orang itu tumbuhkan?

Shi En dan Dokter Kurahashi memiringkan kepala mereka kebingungan, tapi Kazuto tidak bisa menjawab pertanyaan mereka. Dia hanya bisa terlihat bingung saat ia menatap kelopak sakura yang terus melayang matanya.

Tiba-tiba, Asuna merasakan semburan waktu mengalir.

Dunia yang disebut «kenyataan» ini dasarnya salah satu dari banyak kebenaran.

Selain itu, ada juga tenaga tektonik besar[5] yang membentuk bumi seperti kelopak bunga yang berkumpul.

Dan sekarang, kekuatan besar yang menutupi dunia dan terus bergerak maju perlahan-lahan menunjukkan bentuknya—.

Asuna menggunakan lengannya untuk memeluk tubuhnya erat. Pada saat ini, hembusan angin yang kuat menyebabkan kelopak bunga yang mengambang di dekatnya terbawa ke langit jauh.

(SELESAI)


Catatan Penerjemah dan Referensi[edit]

  1. Contrail, Jejak Kontrail adalah awan buatan yang terbentuk oleh gas panas yang disemburkan oleh mesin jet di udara yang lebih dingin, sehingga terjadi kondensasi. Bisa juga terjadi pada perubahan tekanan pada ujung sayap pesawat (wing vortex)
  2. Merupakan basis DNA (A, G, C, dan T), mungkin gen keturunan maksudnya
  3. Meme budaya yang ditularkan secara non genetik
  4. ALL - Acute Lymphobastic Leukemiaadalah kanker leukosit (sel darah putih) yang dikarakterisasi oleh kelebihan Lymphoblas (yang mematangkan leukosit)
  5. Teori Global Plate Tectonic oleh Alfred Wegener yang mengatakan bentuk muka bumi terbentuk karena aktifitas tektonik

Deep condolences for Yuuki Konno...