Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 7 Bab 7

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Bab 7[edit]

Asuna menggunakan jempolnya untuk membuka tutup dari botol kecil dan meminum cairan biru yang ada di dalamnya. Lalu dia mengecek jumlah dari mana potions.[1]

Potion yang terisi di sakunya telah digunakan selama 40 menit di waktu pertempuran yang panjang, dan sekarang hanya tersisa tiga. Shiune, orang yang berperan menjadi penyembuh bersamanya, seharusnya memiliki jumlah yang sama dengan Asuna.

Beberapa orang yang menyerang secara frontal terlihat kelelahan. Mereka mencoba sekuat tenaga untuk menghindari serangan monster hitam yang memiliki pola, namun mereka tidak dapat menghindar dari serangan racun yang memiliki jangkauan luas dan serangan semua arah dengan dua rantai yang diayun. Ketika serangan ini muncul, Asuna dan Shiune hanya bisa merapalkan sihir tingkat tinggi untuk penyembuhan, jadi mana potion terus digunakan seperti air mengalir.

Meski begitu, tongkat Nori, tombak Taruken dan pedang Yuuki yang berhasil mengenainya- itu hanya seperti memukul dinding besi yang tidak dapat memberikan damage besar sebanyak apapun mereka menyerang. Terkadang bos itu menaruh keempat tangannya untuk mempertahankan dirinya, dan ketika dia melakukan itu, itu dapat memantulkan apapun seperti metal, dan perasaan yang sia-sia terus meningkat.

Asuna menelan kegelisahannya yang telah naik di tenggorokannya dengan meminum potion, dan dengan semangat berkata,

"Semuanya, kita dapat melakukannya! Hanya tinggal sedikit lagi!"

—Meski begitu, 5 menit yang lalu, dia juga mengatakan hal yang sama. Karena tidak terlihat batang HP di boss monster yang ada di dalam Aincrad Baru, jadi mereka hanya dapat memperkirakan jumlah HP melalui pergerakan. Monster besar itu cukup lambat dan pergerakannya yang dapat dilihat pertama kali- sekarang dapat dikatakan menjadi mengamuk. Mereka memastikan bahwa dia tidak memiliki darah yang cukup banyak, tapi tentu saja ini hanya pemikiran yang optimis.

Pada suatu pertarungan yang panjang di mana terlihat tidak akan berakhir, pemain pembantu biasanya menggunakan sihir, tapi pemain terdepan menahan serangan musuh yang dapat menurunkan semangat dan kosentrasi. Untuk melawan bos yang normal, mereka seharusnya bertukar dengan pemain depan sekitar 5 menit. Dari sini, orang dapat mengatakan bagaimana kesulitan yang dialami Sleeping Knights.

Tetapi, pada akhirnya mereka kelelahan. Setelah mendengar panggilan Asuna, hanya Yuuki yang masih memiliki kekuatan untuk menjawabnya. Gadis Imp kecil itu tidak menunjukkan kelelahan bahkan setelah pertarungan yang tidak dapat dihitung menitnya dan dia melanjutkan dan menggunakan kakinya untuk menghindar dari palu raksasa dan rantai sebelum dia menggunakan pedang di tangan kanannya untuk memberikan damage.

Sebelumnya, Asuna berpikir kekuatan Yuuki berasal dari refleks yang tidak masuk akal, tapi sekarang dia sedikit mengerti dengan ini. Kosentrasi yang kuat dan kekuatan untuk terus mengayun pedang mungkin sebanding dengan Kirito.

Di saat itu, Asuna mengingat kejadian yang dialaminya saat dia melihat jauh di ingatannya dari adegan di masa lalu.

Di lantai 74 tepat di ruangan bos di Aincrad Lama, Kirito pernah bertarung dengan bos monster tipe humanoid. Dia menggunakan tangkisan dan kecepatan kakinya untuk menghindari serangan yang menakutkan di bawah situasi yang gawat, dan kedua pedangnya yang terus menebas memiliki kecepatan seperti senapan mesin, menggunakan sword skill pada kelemahan bos, di panggul—

"Ah.."

Dengan ide yang tiba-tiba muncul, Asuna tidak dapat menahan suaranya. Mantra dari sihir miliknya gagal dan- *BOON!* Asap hitam muncul di sekitarnya.

Asuna dengan cepat meringis ketika dia terluka, tapi Shiune, orang yang ada di belakangnya menyelesaikan mantranya di saat terakhir. Tecchi dan kelompoknya yang dikelilingi oleh nafas beracun di depan- HPnya telah kembali ke zona aman.

Asuna menaikkan tangan sebagai permintaan maaf ke Shiune, ke orang yang melirik padanya, lalu dia berkata,

"Shiune, aku memiliki ide. Dapatkah kamu bertahan selama 30 detik dengan dirimu sendiri?"

"Un, baiklah. Aku masih memiliki mana yang cukup."

Asuna menaikkan tangannya kepada Shiune lagi, dia mengangguk, lalu menaikkan tongkat di tangan kanannya. Dia mengambil nafas yang dalam, dan memulai merapal sihir yang baru secepat yang dia bisa.

Saat mantra itu selesai, pecahan es yang berkilauan muncul di depan Asuna, dan mereka dengan cepat berubah menjadi empat pisau es. Ketika pisau es itu selesai, lingkaran biru muncul di matanya. Ini adalah sihir pelacak penyerang.

Dengan hati-hati Asuna menggerakkan tangan kirinya dan perlahan membidik ke arah tenggorokan dari monster berkepala dua itu. Monster itu terus maju, dan palu pada kedua tangan atasnya telah siap untuk mengayun—

"Eii!"

Asuna menggerakkan tongkat di tangan kanannya. 4 pisau itu terbang di udara dengan meninggalkan jejak biru, serangan itu terkena di leher bagian bawah dari monster itu.

"GUUOOOOOHHHHHH!!!"

Monster itu mengeluarkan suara teriakkan yang terdengar seperti kesakitan dan serangan palu itu berhenti. Keempat tangan itu disilangkan di depan tubuhnya seperti menahan. Dia terus tertahan dalam posisi bertahan selama lima detik sebelum mengangkat tangannya dan menghantam lantai dengan palunya.

Lantainya bergetar dengan keras dan mengeluarkan suara- Asuna telah siap untuk mencegah dirinya jatuh sambil membisikkan,

"Seperti yang aku duga..."

Melihat itu, Shiune memikirkan hal tersebut dengan ragu, namun Asuna dengan cepat menjelaskan,

"Awalnya aku berpikir posisi bertahan itu hanya keluar sesekali, tapi bukan seperti itu. Lehernya adalah kelemahannya. Kita tidak punya kekuatan untuk mencari kelemahannya, jadi aku benar-benar melupakan hal ini..."

"Jadi kita dapat mengalahkannya jika menyerang tempat itu, kan?"

"Kupikir begitu... itu akan lebih efisien, tapi tempat itu terlalu tinggi..."

Monster itu sekitar 4m, bahkan tombak Taruken harus lebih panjang lagi agar sampai ke lehernya. Itu tidak dapat diserang secara langsung. Mereka dapat terbang dan menyerang jika itu ada di field,[2] namun mereka tidak dapat melakukannya di dungeon. [3]

"Sepertinya kita hanya bisa melakukannya bila diserang balik dan menggunakan sword skill untuk menyerang."

Asuna menganggukkan kepalanya untuk setuju dengan Shiune. Mereka hanya bisa menggunakan sword skill yang bersifat dorongan jika mereka ingin meningkatkan waktu mereka di udara di area yang tak bisa terbang, atau melompat dan melakukan combo sword skill. Tentu saja, setelah sword skill selesai, maka ada sedikit recovery time[4], dan mereka akan jatuh dan tanpa pertahanan. Musuh akan menggunakan waktu itu untuk membalas serangan. Meskipun mereka dapat menggunakan sihir pembangkit pada orang yang mati, itu tidak akan bekerja seterusnya. Dan juga, sihir pembangkit terkesan lama dan dapat memperlambat darah untuk sembuh, dan mungkin menyebabkan semua anggota mati.

Tetapi— Shiune langsung berkata tanpa keraguan, 'ayo kita coba'. Asuna berpikir sambil melihat wajah Shiune. Pada akhirnya, penampilan lembut dari seorang Undine yang kuat mengangguk menandakan setuju dengan rencana Asuna.

"Aku akan memberitahu rencana pertarungan pada mereka. Tolong bertahan dan sembuhkan mereka."

"Serahkan itu padaku!"

Hanya tersisa sedikit potion yang dia punya, Asuna mengambil dua botol potion, dan menyerahkannya pada Shiune, lalu dengan cepat bergerak maju. Dia langsung berlari sejauh 15m, mendekati monster itu, dan ayunan dari rantai itu datang dari sampingnya. Dia meringis dan berusaha untuk menghindarinya, tapi ujung rantai itu menyerempet di bahunya, dan dengan cepat HPnya menurun.

Tetapi, Asuna tidak memikirkan itu. Di saat dia di belakang Yuuki, dia berkata,

"Yuuki!"

Yuuki, orang yang sedang mengayun pedangnya, melihat ke belakang dan berbicara dengan mata yang melebar,

"Asuna, kenapa kamu ada disini?"

"Dengarkan aku. Monster ini memiliki kelemahan. Kita dapat memberikan damage jika kita menargetkan bagian tengah di lehernya."

"Kelemahan?"

Yuuki melihat ke depan kembali, dan memandang leher dari monster itu, tepat di atas. Di saat itu tiba-tiba sebuah palu yang besar jatuh dari atas- keduanya menunduk dengan cepat. Lalu Yuuki melompat untuk menghindari getaran tanah dan berkata,

"Itu terlalu tinggi... Aku tidak dapat mencapainya meskipun aku melompat!"

"Apakah di sekitar sini ada suatu benda yang dapat dijadikan sebagai pijakan?"

Asuna tersenyum dan melihat Tecchi yang tidak jauh darinya, yang sedang menaikkan perisainya seperti papan untuk melindungi Nori dari ayunan rantai. Yuuki yang sepertinya mengerti pemikiran Asuna ikut tersenyum.

Keduanya langsung maju dan telah sampai sekitar 3m di belakang Tecchi. Yuuki menaruh tangan kirinya ke depan mulutnya dan membiarkan suara keras keluar dari tubuhnya.

"TECCHI! MENUNDUKLAH SETELAH SERANGAN PALU YANG BERIKUTNYA!!"

Gnome yang tinggi dan besar itu menyipitkan matanya, kemudian dia mengangguk.

Monster hitam itu mengayunkan rantainya, dan kemudian memiringkan tubuhnya yang besar seperti batu raksasa sebelum menarik nafas yang panjang. Dia berhenti sebentar sambil membuka kedua mulutnya. 'KOHAAA!!' Dia mengeluarkan nafas beracun, dan mengelilingi semua tempat dengan bau sulfur. Semua orang yang berdiri di depannya- HPnya terus berkurang.

Tetapi, ketika serangan nafas itu berakhir, sebuah cahaya biru muncul dan menyembuhkan darah semua orang di waktu yang tepat. Monster itu menaikkan palunya dengan kedua tangannya.

Yuuki telah menunduk dan siap untuk maju. Dengan cepat Asuna yang ada dibelakangnya berkata,

"Itu adalah kesempatan terakhir! Lakukan yang terbaik, Yuuki!"

Yuuki lalu melihat ke belakang dan langsung menjawab,

"Serahkan saja padaku, Nee-chan!!"

Nee... chan?

Saat Asuna terdiam karena mendengar kata yang tidak dapat dia perkirakan, gadis itu dengan cepat melompat.

Monster itu terlihat ingin mengiris melewati tanah dengan menghantam dua palu itu di tanah keras. Suara dari gema menembus ruangan, dan Tecchi dengan cepat menunduk untuk bertahan melawan shockwave[5]

Lalu Yuuki melompat, menggunakan kaki kirinya dengan tumpuan bahu Tecchi, dan kaki kananya melangkah ke helm yang tebal dan berat—

"URRIIIYAAAAA!!"

Dengan meringis, Yuuki sepertinya ingin menggerakkan sayap yang tidak ada saat dia melompat. Dia mendekati dada monster itu dan dengan cepat menarik pedang di tangan kanannya dengan keras.

"HYAAA!!"

Yuuki berteriak lagi dan menyerang di sendi bagian lehernya. Lalu muncul efek biru-keunguan yang meledak, menyebabkan ruangan itu dipenuhi oleh cahaya.

Meskipun di area itu adalah dimana mereka tidak dapat terbang, pemain hanya cukup terus menggunakan sword skill di udara agar dapat bertahan sebelum skill itu berakhir. Sekarang, Yuuki tepat di depan bos monster, menggerakkan tangan kanannya dengan kecepatan seperti cahaya, mengeluarkan 5 serangan dari atas ke bawah, lalu membuat lima serangan lainnya pada garis memotong. Meskipun serangan dari pedang tajam itu mengenai kelemahannya, empat tangan itu terus bertahan dan mengeluarkan suara seperti erangan.

Serangan yang cepat pada monster itu membuat bentuk X. Yuuki memiringkan tubuhnya ke kanan dan menaruh tangan kirinya ke pedang yang dia pegang di tangan kanan.

Suatu cahaya yang menyilaukan keluar dari pedangnya membuat Asuna menyipitkan matanya. Pada saat itu pedang Yuuki terlihat seperti berlian. Sebuah sinar dari pedang itu sepertinya mengeluarkan suara seperti bel dan menyerang titik di tengah bentuk X- pada titik di mana itu tersambung, dan lalu menusuk tepat di tubuh monster itu.

Lalu, kulit hitam dari monster itu mulai membentuk beberapa retakan, dengan pedang masih menusuk di tengah tubuh monster itu. Retakan itu sepertinya tidak dapat menahan tekanan dari dalam dan terus menjadi makin tipis. Retakan itu meluas hingga ke anggota tubuh monster itu.

Sword Art Online Vol 07 -173.jpeg

Dengan suara seperti pohon yang jatuh, tubuh monster itu terbelah menjadi dua dan dua kepala itu terpisah. Mayat monster setinggi 4m- seperti patung kaca yang kemudian meledak menjadi serpihan fragment yang tak terhitung jumlahnya dengan berbagai ukuran. Cahaya putih yang muncul dari dalam tubuhnya mulai menutup dengan cepat, dan kepala Asuna mulai pusing. Efek dari suara yang keras dengan suara frekuensi tinggi bercampur melalui kubah itu- akhirnya menjadi suara panjang seperti suara metal sebelum menghilang.

Api biru yang misterius yang menyala tiba-tiba terguncang dan perlahan berubah menjadi oranye. Ruangan bos itu dipenuhi oleh cahaya, perlahan mengejar jumlah sisa niat jahat yang menjauh.

-*GACHANG*. Sebuah suara keras. Pintu yang ada di dalam yang menghubungkan dengan ruangan berikutnya telah terbuka.


"... Haha... kita... kita berhasil..."

Asuna tertawa dengan suara pelan saat dia terjatuh ke tanah. Saat dia melihat ke atas, dia melihat Yuuki, orang yang terdiam setelah mengalahkan bos.

Imp kecil itu terdiam untuk beberapa detik, lalu dia menyeringai. Tetapi, itu berganti menjadi senyuman yang telah dia perlihatkan sebelumnya— tidak, itu adalah senyuman yang paling indah.

Yuuki menyarungkan pedangnya dan dengan cepat berlari menghampiri Asuna. Dia langsung melompat dengan kedua tangan terbuka lebar ke arah Asuna.

"GUAA!?"

Asuna kaget dan terjatuh bersama Yuuki ke tanah. Mata keduanya saling melihat satu sama lain dalam jarak yang dekat- dan Yuuki berteriak,

"AHAHAHA... KITA BERHASIL, KITA MENANG ASUNA!"

"UN, YEAH! AHHH—...SUNGGUH MELELAHKAN—!!"

Meski Yuuki duduk di atasnya, Asuna masih meluruskan kakinya dan berbaring di tanah. Lima orang lainnya yang ada di sekitarnya juga kelelahan dan terjatuh, memberikan senyum kemenangan dan mulai ceria.

Pada saat itu, Asuna menyadari sebuah suara yang keras dan segera mencari sumber suara itu. Pintu masuk yang muncul di pikirannya telah terbuka, dan sejumlah player berkumpul di sini.

Orang yang masuk tanpa menunggu pintunya terbuka dengan sempurna dan membuat suara keras berasal dari guild yang besar yang menghalangi koridor. Orang-orang ini menyadari ruangan bos telah dipenuhi oleh cahaya oranye, dan menahan gerakan mereka saat mereka memperlambat langkah sebelum berhenti untuk melihat keadaan.

Salamander berambut hitam berdiri di depan party yang berjumlah sekitar 50 orang. Pada saat itu, matanya melihat Asuna. Terlihat rasa di wajah pemimpin itu kagum, mengerti dan menyesal, lalu Asuna melihat mereka dengan hati senang.

"Hehe..."

Asuna, orang yang terbaring di lantai tertawa dan menunjukan senyum kemenangan kepada Yuuki dan kelima orang lainnya.

Anggota dari guild yang besar berkata sesuatu seperti ancaman sebelum pergi, Asuna dan Sleeping Knights membuka pintu yang ada di ruangan itu. Mereka menaiki tangga yang berbentuk spiral dan keluar dari ruangan berbentuk kubah. Mereka telah sampai di lantai 28 di mana tidak ada orang yang mengunjunginya sebelumnya. Mereka segera berlari ke arah toko terdekat- pada saat Yuuki mengaktifkan gerbang transfer di central plaza, boss conquest quest [6] telah selesai.

Ketujuh orang itu segera menggunakan gerbang yang mengeluarkan cahaya biru untuk kembali ke jalan Ronbaru, membentuk lingkaran di ujung plaza, dan saling memegang tangan masing-masing.

"Semuanya telah bekerja keras! Semua telah berakhir!"

Asuna tersenyum saat berkata seperti itu, tapi dihatinya dia merasa kesepian. Dia hanyalah seorang tentara bayaran, sampai kontrak ini berakhir yang berarti mereka akan berpisah.

Tidak. Masih banyak waktu untuk berteman dengan mereka— saat Asuna berpikir seperti itu, tiba-tiba Shiune menyentuh bahunya. Dengan wajah yang manis tapi dengan ekspresi serius yang berbeda dari biasanya.

"Tidak, Asuna-san. Ini belum berakhir."

"... Eh?"

"Masih ada satu hal yang perlu dilakukan."

Saat melihat ekspresinya, Asuna langsung memikirkan peristiwa di «Monument of Swordsman» di Kastil Besi Hitam. Berbicara itu, tujuan anggota Sleeping Knights bukanlah mengalahkan bos, tapi menulis nama anggota di monumen sebagai bukti bahwa guild itu ada. Berbicara tentang itu, ini terlalu awal untuk senang—

Tetapi, apa yang dikatakan Shiune jauh dari apa yang Asuna pikirkan.

"—Ayo adakan pesta untuk merayakannya."

Lutut Asuna menjadi lemas dan hampir jatuh. Dia menaikkan tangan untuk protes, lalu menaruhnya kembali di pinggangnya sambil berkata,

"Un, oke! Ayo adakan yang besar!"

Setelah berkata seperti itu, wajah Jun menunjukkan senyuman,

"Kita masih memiliki banyak uang! Tempat mana yang akan kita pilih? Bolehkah kita menyewa restoran mewah di suatu kota?"

"Ahh..."

Asuna langsung memiliki suatu pemikiran. Lalu dia memegang jarinya dan melihat sekitarnya. Meskipun dia hanya mengenal mereka selama dua hari, dia seharusnya dapat bersama mereka seperti teman lama. Asuna sangat percaya itu dan dia berkata,

"Hmmm... kalau begitu... kalian mau datang ke rumahku? Tapi itu cukup kecil."

Mendengar permintaan Asuna, Yuuki langsung tersenyum.

Tetapi, untuk suatu alasan— senyumannya langsung menghilang seperti salju meleleh. Yuuki menggigit bibirnya dan melihat ke bawah.

"Yu.. Yuuki, ada apa?"

Meskipun dia sangat bingung, Asuna masih bertanya dengan antusias tanpa memalingkan padangannya. Pada saat itu, Shiune mengatakan sesuatu sebelum Yuuki berkata dan dia melanjutkan,

"... Sebenarnya... Aku minta maaf, Asuna-san. Tolong jangan salah paham... kami hanya..."

Tetapi, sebelum Shiune selesai, Yuuki yang menundukkan kepala, tiba-tiba tersentak dan memegang tangan kanan Shiune.

Dia menggigit bibirnya, dan menunjukkan mata lebarnya saat dia diam melihat Shiune. Meskipun Yuuki hendak mengatakan sesuatu saat dia menggerakkan bibrnya dua kali, pada akhirnya dia tidak membiarkan suaranya keluar.

Tetapi, Shinue sepertinya mengerti apa yang ingin Yuuki katakan. Bibirnya menunjukkan senyuman yang sulit dimengerti. Dia menaruh tangan kanannya di kepala Yuuki, lalu berkata kepada Asuna.

"Terima kasih, Asuna. Kami senang menerima untuk datang ke rumahmu."

Asuna hanya dapat merasakan masalah saat dia tidak mengerti apa yang terjadi sekarang. Tetapi, Nori sepertinya ingin menghilangkan atmosfir suram saat dia berkata dengan suara seperti terus terang.

"Jika seperti itu, kita harus menyiapkan wine! Ayo beli satu gentong penuh!"

"Tidak ada sake kentang yang kau sukai, Nori."

Taruken langsung memotong di saat itu juga dan memberikan suatu komentar di belakang.

"Berhenti mengatakan hal yang tidak masuk akal. Sejak kapan aku menyukai sake kentang? Aku sangat menyukai sake Awamori.

"Apa kau tidak seperti orang tua?"

Jun menyebabkan semua orang tertawa. Asuna juga mengikutinya, dan lalu melihat ke arah Yuuki. Meskipun Yuuki menunjukkan senyuman, sebuah perasaan keengganan di pemikirannya seperti tidak hilang sepenuhnya.

Kelompok itu pergi ke toko di tengah Ronbaru, membeli banyak makanan dan sebelum pindah ke lantai 22.

Kebanyakan mereka memebeli di plaza yang ada di area kota, Melihat ke bawah ada hutan yang tertutupi oleh salju saat mereka bergerak ke selatan. Mereka terbang di atas danau membeku, dan dapat melihat hamparan tanah dan sebuah rumah disana.

"Di, di sana?"

Yuuki sangat senang sampai membuat Asuna mengangguk.

"Ya... ah!"

Sebelum Asuna menyelesaikan perkataannya, Yuuki membuka tangannya dan dengan cepat mendarat di halaman depan rumah tersebut, mendarat dengan suara 'BFUU' dan membuat banyak salju terlempar. Sejumlah burung yang sedang bertengger sampai terkejut.

"... Benarkah..."

Asuna dan Shiune saling berpandangan sebelum tersenyum dan membuka sayap mereka dan siap untuk mendarat. Asuna meluncur sebentar sebelum mendarat di halaman, dan dengan cepat ditarik oleh Yuuki yang tidak dapat menunggu.

Asuna ingin memperkenalkan teman - temannya jika mereka ada, tapi tidak ada seorang pun di dalam- Kirito dan Klein, yang membantu untuk menghentikan guild besar, belum kembali dari save point, jadi hal itu tidak dapat dipungkiri. Namun, bahkan Lisbeth dan Silica tidak ada di sekitar. Apa semua orang memperkirakan ini dan segera pergi untuk membiarkan kita ber-7 berpesta?

"Heh. Fuu-n, jadi ini rumah Asuna ?"

Yuuki dengan senang menyentuh meja yang menempel dengan lantai, pemanasnya berwarna merah dan pedang serta item lainnya digantung di dinding. Semuanya berkumpul di meja, mengambil makanan yang mereka beli dari inventory mereka. Lalu, makanan, minuman dan snack tertimbun seperti gunung.

Mereka mengikuti saran Nori dan membeli wine. Mereka mencabut sumbatnya dan menuang cairan berwarna emas ke gelas yang sudah diatur. Dengan itu, persiapan pesta mereka telah lengkap. Jun menarik Yuuki, orang yang sedang melihat Asuna dengan pernuh perhatian saat dia membuka koleksi bumbunya, kembali ke ruang tamu, dan 7 dari mereka segera duduk di depan meja.

Yuuki, orang yang memimpin pesta, tersenyum senang dan berkata,

"Untuk merayakan kemenangan kita saat melawan bos... cheers!"

'Cheers!' Sorak semua orang. Setelah itu, terdengar suara gelas yang saling dibenturkan satu sama lain yang dapat didengar saat semua orang meminum wine itu dan memulai pesta mereka.

Jun dan Tecchi membicarakan tentang bagaimana mereka mengalahkan bos. Nori dan Taruken sangat bersemangat berbicara tentang semua wine di ALO, dan Asuna yang ada di samping mereka, mendengar Yuuki dan Shiune berbicara tentang VRMMO yang pernah dimainkan sebelumnya.

"Dan yang paling buruk dari semua adalah suatu game dinamakan «Insect Site» di Amerika!"

Yuuki menggunakan kedua tangannya untuk memeluk tubuhnya saat wajahnya tegang.

"Ahh... tentang itu."

Shinue juga menganggukan kepalanya tidak karuan.

"Heh... itu game jenis apa?"

"Serangga! Mereka semua adalah serangga! Tidak apa-apa bila semua monsternya serangga, tapi semua player juga adalah serangga. Aku menjadi semut yang berjalan dengan dua kaki, itu bukan apa-apa, tapi Shiune..."

"Tidak, jangan bilang!"

"Dia menjadi ulat dengan tanduk. Dia dapat mengeluarkan benang dari belakangnya..."

Yuuki akhirnya tidak dapat menahan tawanya pada saat itu. Setelah melihat Shiune cemberut, Asuna mulai tertawa juga.

"Itu bagus kita dapat berkelana di dunia bersama dengan semuanya."

"Bagaimana denganmu Asuna? Sepertinya kau bermain VRMMO untuk waktu yang lama."

"Aku? Errm, jangan beritahu siapapun. Sebenarnya aku menghabiskan banyak waktu untuk bermain agar mendapat uang yang cukup untuk membeli rumah ini..."

"Aku mengerti. "

Yuuki mengangkat kepalanya, dan membuka lagi matanya dengan lebar dan melihat ruang tamu.

"Tapi rumah ini sangat nyaman. Aku yakin ada kenangan indah di sini..."

"Ya. Aku merasa aman di sini."

Shiune mengangguk juga.

Tetapi, tiba-tiba bibirnya terbuka.

"Ap, apa ada yang salah padamu, Shiune?"

"Sial, aku lupa hal itu! Berbicara tentang uang... kita bilang kepada Asuna akan menyerahkan semua item yang dijatuhkan bos bila kita memintanya untuk ikut mengalahkan bos. Apa yang harus kita lakukan? Kita membeli banyak barang..."

"Wah, aku lupa hal itu!"

Keduanya kelihatan menyesal di saat mereka menurunkan bahu mereka. Melihat itu, Asuna tersenyum dan memegang tangan mereka sebelum berkata,

"Tidak apa-apa kok. Aku cukup mengambil sedikit saja. Aku pikir—itu lebih baik..."

Setelah berkata seperti itu, dia menutup mulutnya dan menghela nafas.

"Aku tidak ingin mengambil apapun kok. Tetapi, aku punya sesuatu yang ingin kuminta dari kalian."

"Eh...?"

"Sebenarnya... meskipun tugasku sudah selesai... tapi aku masih ingin berbicara dengan Yuuki sedikit lagi. Aku masih punya banyak pertanyaan yang ingin kutanyakan padamu."

Yuuki, Aku harap kamu bisa mengajariku— bagaimana cara bisa sekuat dirimu. Asuna berpikir di dalam hatinya dan melanjutkannya,

"Dapatkah kamu membiarkanku mengikuti guild Sleeping Knights?"

Asuna tidak pernah mengikuti guild manapun sejak bermain sebagai player di ALO. Guild yang besar pernah mengundangnya beberapa kali sebelumnya- Kirito dan Lisbeth mengatakan akan membuat guild yang kecil, namun belum pernah tercapai.

Alasannya adalah sebagian besar karena Asuna masih diselimuti perasaan «takut» tentang guild. Di masa lalu dia adalah wakil ketua dari guild yang dikatakan sebagai guild terkuat selama satu tahun. Pada saat itu, dia menuntut disiplin yang tinggi dan keras terhadap anggotanya, dan dia selalu bertindak sebagai contoh dan tidak pernah menunjukkan senyumnya di depan mereka. Di masa lalu anggotanya membuatnya takut, dan tidak pernah menjaganya. Asuna takut bila dia mengikuti guild di ALO, maka kejadian itu akan terulang kembali.

Tetapi, Asuna dapat berbaur diantara anggota Sleeping Knights secara langsung, dan dapat memberikan instruksi tanpa keraguan. Itu mungkin karena sikap baik dari Yuuki dan lainnya sehingga membuat Asuna melupakan pemikiran itu di dalam hatinya. Bersama mereka membuat perasaan yang seperti dinding itu menjadi ringan, dan dia dapat menjadi kuat. Asuna mungkin tidak menyadarinya, tapi Kirito, Lisbeth, Klein dan semuanya yang menyadari hal itu dan membantu aksinya. Jadi, ketika Asuna menyatakan bahwa dia ingin mengikuti penyelesaian lantai dari guild lain, mereka sedikit tidak senang, namun mereka memberikan Asuna dorongan.

Mendengar permintaan Asuna, Yuuki tidak langsung menjawab saat dia menggigit bibirnya dengan keras. Matanya menunjukkan kegelisahan lagi.

Shiune dan 4 orang lainnya menjadi diam dan melihat Yuuki dan Asuna. Ditengah suasana diam ini, Yuuki langsung melihat Asuna. Akhirnya, suara yang dikeluarkannya bergetar dan berbeda dari biasanya.

"Sebenarnya... Asuna. Kami... Sleeping Knights mungkin akan... dibubarkan di musim semi ini. Setelah itu, tidak akan seperti sekarang di mana semua orang ada di sini."

"Un, Aku tahu. Jadi tidak masalah sampai musim semi. Aku ingin berteman dengan Yuuki... dan semuanya. Itu tidak masalah sampai sebelum musim semi, kan...?"

Asuna segera membungkuk dan melihat mata Yuuki yang berwarna ungu. Tetapi, Yuuki sebenarnya menjauhi pandangan Asuna untuk pertama kalinya. Kemudian dia menggelengkan kepalanya dan berkata,

"Maaf... Aku minta maaf, Asuna. Aku benar-benar minta... maaf..."

Yuuki melanjutkan berbicara, dan itu terdengar menyakitkan. Asuna tidak ingin dia melanjutkannya.

"Aku mengerti... tidak apa-apa kok. Aku yang seharusnya minta maaf karena membuat ini sulit bagimu, Yuuki."

"Sebenarnya... Asuna-san, kami... kami..."

Di sampingnya, sepertinya Shiune ingin membantu Yuuki untuk melanjutkan, tapi dia sendiri tidak tahu apa yang harus dia bilang. Asuna melihat sekitarnya dan terlihat ekspresi menyakitkan dari semua orang, dan menepuk tangannya untuk mencoba mengganti suasana saat dia berkata dengan suara bersemangat,

"Maaf karena membuat masalah karena menyinggung hal itu. Ayo pergi ke sana untuk mengganti suasana!"

"Ke sana...?"

Setelah mendengar Asuna berkata seperti itu, Shiune merasa bersalah, dan Yuuki menundukkan kepalanya dengan sedih. Pada saat itu, Asuna menepuk kedua bahu mereka.

"Kamu melupakan sesuatu yang paling penting! «Monument of Swordsman» di Kastil Besi Hitam harusnya telah diperbarui!"

"Ah, benar!"

Jun berteriak saat dia berdiri.

"Ayo, ayo! Ayo pergi untuk berfoto!"

"Bisakah kita pergi?"

Asuna mengundangnya lagi, Yuuki akhirnya tersenyum.

Setelah menarik Yuuki, yang masih terlihat sedih, Asuna melihat central plaza di «Starting City». Sebenarnya, dia sudah lama tidak pergi kesini.

"Ini benar-benar luas... semuanya, semuanya, ke sini!"

Dengan punggung mereka menghadap bangunan besar, mereka dengan cepat bergerak melewati taman, dan bangunan «Kastil Besi Hitam» muncul di depan semua orang. Ini adalah tempat paling terkenal di Aincrad, banyak pemain lama dan baru muncul di sini.

Setelah melewati gerbang yang besar dan tinggi, mereka memasuki bangunan itu, dan sensasi dingin segera masuk ke kulit semua orang. Kaki pemain yang melangkah di lantai besi, membuat gema yang aneh di langit-langit.

Asuna, Yuuki dan lainnya melangkah saat mereka memasuki ruangan utama. Mereka masuk melalui dua pintu, dan di depan pintu itu ada ruangan yang sangat luas dan dikelilingi oleh suatu atmosfir. Di tengah, ada sebuah monumen yang besar dan panjang.

"Apakah itu?"

Jun dan Nori berlari melewati Asuna dan Yuuki saat mereka berlari. Beberapa detik kemudian, mereka sampai di «Monument of Swordsman». Asuna langsung mengangkat kepalanya dan melihat tulisan paling terakhir.

"Ada... ada di sini."

Yuuki langsung berguman, dan memegang tangan Asuna dengan kekuatan yang lebih besar. Pada saat itu Asuna menyadari di tengah monumen besar itu, tertulis dengan kata [Orang yang menyelesaikan lantai 27], nama mereka tertulis dengan bahasa Inggris.

"Ada di sini... nama kita..."

Yuuki langsung berguman. Melihat matanya mengeluarkan air mata. Asuna juga mulai merasa terharu.

"Oi kita akan mengambil foto sekarang!"

Suara Jun dapat di dengar dari belakang. Asuna memegang bahu Yuuki dan berbalik arah.

"Ayo, tersenyumlah, Yuuki."

Yuuki akhirnya tersenyum saat Asuna mengatakan hal itu. 6 orang itu langsung berbaris di depan monument, dan Jun segera mengoperasikan «Kristal pengambil gambar ». Dia menentukan waktunya, dan melepaskannya, lalu kristal itu melayang di udara, menunjukkan waktu yang sudah di atur.

Jun segera bersiap di antara Yuuki dan Tecchi. Saat mereka semua tersenyum, Kristal itu mengeluarkan bunyi 'passh' di saat bersinar.

"Oke!"

Jun mengembalikan kristal itu. Asuna dan Yuuki melihat ke arah belakang di «Monument of Swordsmen» lagi.

"Kita berhasil, Yuuki."

Asuna melepaskan Yuuki dan menepuknya di kepala. Yuuki mengangguk perlahan dan melihat nama 7 orang itu beberapa saat sebelum pergi.

"Un... a, aku berhasil, Nee-chan."

"Fufufu."

Setelah mendengar hal itu, Asuna tidak dapat menahan tawanya.

"Yuuki, kamu mengatakan hal itu lagi."

"Eh...?"

Yuuki hanya dapat melihat wajah Asuna saat dia tidak mengerti kenapa Asuna tertawa.

"Kamu juga memanggilku Nee-chan di ruangan bos. Tentu saja aku senang――!?"

Meskipun begitu, Asuna menarik kata yang terakhir sebelum mengatakannya.

Itu karena Yuuki telah memiliki mata yang lebar saat dia menggunakan tangannya untuk menutup mulutnya. Mata ungu itu menjadi transparan, dan akhirnya membasahi wajah putihnya.

"Yuu.. Yuuki...?"

Asuna tersentak dan mengulurkan tangannya, ingin memegang tangan gadis Imp itu. Tetapi Yuuki mundur sebanyak dua langkah, tiga langkah. Dia membuka mulutnya dan mengatakan sesuatu dengan suara serak.

"Asuna... ak, aku..."

Yuuki langsung menundukkan kepalanya dan menyeka air matanya sebelum menggerakkan tangan kirinya. Dengan jari yang bergetar, dia menekan menu window di depannya, dan tubuhnya langsung dikelilingi oleh cahaya putih—―

Mulai hari itu, sang swordsman yang tak terkalahkan Yuuki «Zekken» menghilang dari Aincrad.


Catatan Penerjemah dan Referensi[edit]

  1. suatu cairan penyembuh mana
  2. tanah kosong
  3. suatu bangunan berisi monster
  4. Recovery time adalah suatu gangguan di mana gerakan terhenti untuk beberapa saat setelah mengeluarkan sword skill
  5. http://en.wikipedia.org/wiki/Shockwave
  6. misi mengalahkan bos