Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 7 Bab 9

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Bab 9[edit]

Saat Asuna melihat rumah sakit besar ini, dia berfirasat jika Yuuki terjangkit suatu penyakit yang serius. Inilah sebabnya, ketika ia mendengar nama penyakit dari dokter dengan jelas, dia merasa masih sulit untuk bernafas. Melalui kaca, Asuna melihat Yuuki yang sedang berbaring, dan merasa kaku.

Dia berpikir apakah itu benar. Yuuki, orang yang lebih kuat dari siapa saja, lebih bersemangat dari siapa saja saat melakukan apa pun, ternyata terbaring di tengah beberapa mesin. Apakah itu karena kehabisan alasan atau emosi, Asuna terang-terangan menolak fakta ini.

―—Aku seperti orang bodoh. Tidak mengetahui apapun dan tidak mencoba untuk mengerti dia. Saat gadis itu berteriak di hatinya, air mata Yuuki bercucuran sebelum dia menghilang.

"Tetapi AIDS tidak mengerikan seperti yang dipikirkan masyarakat sekarang."

Saat melihat Asuna, yang terpaku ditempatnya, Dokter Kurahashi berbicara dengan suara yang mantap.

“Walaupun mereka terinfeksi dengan Human Immunodeficiency Virus, jika mereka dapat diobati lebih dini, akan memungkinkan untuk bertahan kira-kira 10, 20 tahun.

Kii, sedikit suara terdengar. Dokter konsultasi itu duduk di kursi di depan mesin itu. Dia lalu berkata,

“Tetapi, tidak dapat dibantahkan bahwa kesempatan untuk keturunan nya dapat terselamatkan setelah 5 tahun terinfeksi HIV akan lebih rendah dari orang dewasa.Ibu Yuuki pernah ingin untuk bunuh diri bersama seluruh keluarganya setelah mengetahui bahwa seluruh keluarganya terinfeksi. Tetapi, ibunya adalah orang Kristen sejak muda, dan melalui agama itu dan bantuan dari ayahnya, dia bertahan melalui beberapa krisis, dan memilih untuk terus melawan penyakit tersebut.”

“Teruslah melawan!”

“Ya. Sejak Yuuki lahir, dia dipaksa untuk melawan virus itu untuk bertahan. Saat ia sudah melalui masa yang paling kritis, dia yang bertubuh mungil itu bisa tumbuh dengan aman dan bahkan bisa masuk sekolah dasar. Untuk anak-anak, sangatlah sulit untuk meminum obat yang banyak dengan teratur. Disamping itu, Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitors [1], adalah obat yang mempunyai efek samping yang kuat. Tetapi, Yuuki tetap percaya bahwa suata saat ia dapat disembuhkan dan ia terus berkerja keras. Dia adalah orang yang bekerja keras, dan tampkanya ia memiliki nilai yang paling baik sepanjang tahun di sekolah. Dia mempunyai banyak teman, dan aku sempat sekali melihat beberapa fotonya waktu itu. Dia terus mempunyai senyum yang mempesona...”

Asuna mendengar dokter itu berhenti sejenak dan bernafas untuk sementara.

“—Sekolahnya tidak tahu bahwa Yuuki terinfeksi HIV. Sebenarnya, ini yang diharapkan. Pengecekan kesehatan yang diselenggarakan sekolah dan perusahaan tidak seharusnya mencakup pemeriksaan HIV dalam darah. Tetapi, saat dia beranjak ke kelas 4, untuk beberapa alasan, beberapa orang tua murid yang satu kelas mengetahui bahwa Yuuki terinfeksi HIV. Rumor itu mulai tersebar... Hukum menetapkan bahwa mereka tidak boleh mendiskriminasi orang hanya karena ia terinfeksi oleh HIV. Tetapi, hal yang menyedihkan adalah tidak semua orang di masyarakat sebaik itu.. Awalnya, ada berberapa orang yang memprotes kedatanganya ke sekolah untuk belajar, atau mengejek melalui panggilan dan surat dan sebagainya. Orang tuanya berusaha sekuat mungkin, namun pada akhirnya, mereka harus pindah, dan Yuuki-kun dipaksa untuk pindah ke sekolah lain."

"…"

Asuna tidak dapat dapat bereaksi lagi. Dia hanya dapat meluruskan punggungnya dan mendengarkan ucapan dokter.

"Dan meskipun Yuuki-kun berkerja keras untuk pergi ke sekolah baru setiap hari…sesuatu yang kejam itu…pada saat itu, hal yang mengerikan itu mulai terjadi. Indikator menunjukan melemahnya sistem imun, sel getah bening CD4 [2] mulai berkurang secara drastis. Dalam arti lain…virus AIDS mulai bereaksi. Aku selalu merasa kalau perkataan kasar dari guru dan orang tua murid di sekolah sebelumnya adalah alasan mengapa ia jatuh sakit."

Dokter muda itu mencoba untuk membuat suaranya lebih tenang, tetapi suara nafas yang bergegas itu mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya.

“Ketika Sistem Imun melemah, ia dapat dengan mudah terkena virus atau bakteri yang biasanya ia dapat menahannya. Situasi ini disebut 'Opportunistic Infection[3] '. Yuuki telah terinfeksi oleh sesuatu yang dinamakan Pneumocystis Pneumonia [4] dan berakhir dirawat di rumah sakit ini, dan itu terjadi sekitar 3.5 tahun yang lalu. Yuuki tetap berpikir positif. Dia selalu terseyum setiap harinya, dan berkata ‘Aku tidak akan kalah dengan penyakit ini’. Dia tidak pernah mengeluh bahkan saat pemeriksaan yang menyakitkan. Tetapi...”

Setelah berhenti sebentar, dokter itu terlihat mulai bergerak

"Baik itu di dalam rumah sakit atau di dalam tubuh pasien, ada banyak bakteri dan virus. Ketika virus AIDS aktif, kita hanya bisa melanjutkan untuk merawat gejala-gejala yang muncul karena 'Opportunistic Infection'. Setelah pneumonia, tenggorokan Yuuki-kun telah terinfeksi oleh jamur candida [5]—Pada saat ini, masyarakat dihebohkan oleh insiden Nerve Gear, dan terjadi sebuah keributan besar. Pada saat itu sampai ada diskusi untuk menyegel teknologi FullDive secara penuh. Namun, negara dan berberapa pengembang menyelesaikan penelitian Nerve Gear untuk pengobatan medis… Alat Medicuboid eksperimental pertama selesai pada saat ini. Juga, mereka memindahkan alat itu ke rumah sakit ini dan memulai pengujian secara klinis. Tetapi meskipun ini adalah sebuah eksperimen, asal dari mesin itu adalah Nerve Gear yang menakutkan, dan tak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada otak jika kita memperbanyak densinitas output impuls listrik untuk waktu yang lama. Jadi, dalam keadaan ini sulit untuk menemukan relawan yang ingin membantu eksperimen ini. Ketika aku mengetahui ini… Aku menawarkan sesuatu kepada Yuuki-kun dan keluarganya…"

Asuna kembali menunggu untuk dokter melanjutkan saat ia memandang Yuuki di atas kasur dengan benda berbentuk kubus berwarna putih yang terlihat seperti menelan kepalanya.

Di bagian tengah kepalanya mati rasa karena dingin, tapi pikiran Asuna sedang berpikir bagaimana cara mencegah diri dari kenyataan ini .

Dari wujud dari pengembangan awal, Medicuboid kemungkinan bukan kelanjutan dari AmuSphere, tapi sebuah ekstensi dari Nerve Gear. Asuna sudah terbiasa menggunakan AmuSphere, namun ia dapat membayangkan perasaan murni dari dunia virtual yang diciptakan dengan Nerve Gear. AmuSphere adalah sebuah mesin yang memiliki tiga, empat kali sistem keamaanan sejak insiden SAO, tapi dunia virtual yang dibuat sungguh tak bisa dibandingkan dengan generasi pertama dalam kualitas.

Medicuboid dipasang dengan jumlah pembangkit impuls lebih banyak dibandingkan dengan Nerve Gear, dan dapat menghilangkan rasa dari tubuh secara penuh, dan bahkan memiliki CPU dengan kecepatan proses yang melebihi AmuShphere—dalam arti lain, apakah kemampuan luar biasa Yuuki di Alfheim karena kecepatan proses mein ini yang luar biasa?

Asuna memiliki ide ini untuk sementara, namun ia segera menolak gagasan tersebut. Sword skill Yuuki yang luar biasa telah melebihi batas spesifikasi mesin yang dapat ditampilkan. Dalam hal bakat dalam pertempuran, kemampuan Yuuki mampu menyamai Kirito, dan mungkin bisa melawannya.

Sejauh yang Asuna ketahui, alasan mengapa Kirito menjadi sangat kuat karena ia menghabiskan waktu lebih banyak di garis depan dari siapapun dalam dua tahun terkurung di dalam SAO. Jika itu alasannya, sudah berapa lamakah Yuuki berada di dunia yang diciptakan oleh Medicuboid—

"Seperti yang bisa kau lihat disini, Medicuboid merupakan mesin yang sensitif."

Dokter Kurahashi, yang terdiam sejenak, mulai berbicara lagi,

"Seperti yang bisa kau lihat disini, mesin percobaan Medicuboid butuh banyak perawatan. Dalam arti lain, mesin itu harus berada di tempat yang bebas dari debu, bakteri, dan virus. Ketika pasien bersedia untuk masuk ke ruangan steril, risiko dari infeksi dapat turun dengan drastis. Karena inilah aku menyarankan Yuuki dan keluarganya untuk menerima eksperimen ini."

"…"

"Namun, bahkan sampai sekarang, Aku masih bertanya-tanya apakah ini merupakan hal yang terbaik untuk Yuuki. Ketika mengobati AIDS, «QOL [6]»—Kualitas Hidup merupakan sesuatu yang sangat penting. Dokter harus mempertimbangkan tentang bagaimana caranya untuk meningkatkan dan memaksimalkan gaya hidup pasien ketika melakukan pengobatan. Dari pengertian itu, relawan yang menerima eksperimen ini kualitas hidupnya tidak akan bisa dianggap baik. Dia tak bisa meninggalkan ruangan steril, dan tak bisa berinteraksi dengan siapapun. Usulanku sangat membuat Yuuki dan orang-tuanya merasa terganggu. Namun, ini mungkin karena ekspektasi dari dunia virtual yang tak iakenal ini yang membuat Yuuki memutuskan ini…dia setuju untuk berperan dalam eksperimen ini dan masuk ke ruangan ini. Setelah itu, Yuuki tinggal di Medicuboid ini sepanjang waktu."¬

“maksudmu... selama ini?”

"Seperti yang aku katakan.Yuuki-kun hampir tak pernah kembali ke dunia nyata. Atau bisa dibilang, dia tak bisa. Selama perawatan di rumah sakit, kami menggunakan morphine untuk memperingan rasa sakit pasien. Untuk Yuuki-kun, kami menggunakan fungsi penghilangan rasa dari Medicuboid untuk mengganti morphine…dia telah berpetualang di segala macam dunia virtual, selain berberapa jam sehari dimana data dikumpulkan. Tentu, aku berbincang dengannya di dunia itu."

"Dalam kata lain…dia dive selama 24 jam sehari…? Sudah berapa lamakah itu…?"

“Sekitar tiga tahun”

Sesaat setelah jawaban dokter yang sederhana itu, Asuna seketika tidak bisa bicara apapun.

Sebelumnya, Asuna berpikir bahwa pengguna AmuSphere di dunia, yang paling memiliki pengalaman adalah pemain lama SAO, termasuk dia. Namun sekarang ia tahu kalau ia salah. Gadis yang berbaring di depannya merupakan penjelajah virtual asli di dunia. Inilah alasan mengapa Yuuki begitu kuat.

—Kamu sudah dari dulu menjadi penduduk dunia ini? Kirito pernah menanyakan ini kepada Yuuki. Dia pasti merasa jika Yuki memiliki kesamaan dengannya di berbagai aspek saat pertempuran singkat mereka.

Asuna menyadari bahwa keyakinan mulai menyebar di dalam tubuhnya. Itu seakan ia berdiri di depan seorang pendekar pedang yang jauh melampaui dirinya, menawarkan sebuah pedang tercinta kepada pendekar pedang ini. Dia merasakan ini ketika ia menutup matanya, dan lalu merendahkan kepalanya.

Setelah beberapa saat keheningan, Asuna melihat kembali ke Dokter Kurahashi

“Terima kasih telah memperbolehkan aku melihat Yuuki, dia pasti akan baik-baik saja jika ia tetap disini bukan? Dia bisa melanjutkan petualangannya melalui dunia itu bukan...?”

Tetapi, dokter tidak langsung menjawab pertanyaan Asuna. Dia duduk di kursi di depan panel kontrol, tangannya diletakan bersama di lututnya, dan kemudian menatap Asuna dengan ekspresi yang stabil.

Walaupun ia berapa di ruangan yang steril, tidaklah mungkin untuk menghilangkan bakteri dan virus yang ada di tubuhnya. Dengan melemahnya sistem pertahanan tubuh, mereka akan terus berkembang biak. Sekarang, Yuuki telah terinfeksi oleh Cytomegalovirus [7] dan Non-tuberculous Mycobacteria [8], dan dia hampir kehilangan seluruh penglihatannya. Radang otak yang disebabkan oleh HIV semakin buruk, dan kupikir ia mungkin tidak akan bisa menggerakkan tubuhnya sendiri.

"…"

"Dia telah terinfeksi HIV selama 15 tahun…AIDS-nya muncul 3,5 tahun yang lalu. Sekarang, Yuuki-kun berada di kondisi terminal. Dia dengan jelas mengetahui ini. Aku mengira kamu seharusnya mengetahui mengapa ia menghilang darimu."

"Bagaimana mungkin…bagaimana itu mungkin…"

Asuna melebarkan matanya dan menggelengkan kepalanya sedikit. Namun, ia tak bisa mengabaikan apa yang telah ia dengar dengan telinganya tadi.

Yuuki selalu ragu apakah ia sebaiknya bersama Asuna. Salah satu alasan ia melakukan itu karena ia sangat menyayangi Asuna. Dia melakukan ini untuk menghindari Asuna merasa kesakitan di hari Yuuki harus pergi. Tidak, Ini tidak hanya dia. Itu karena Shiune dan anggota Sleeping Knights mengerti yang sebenarnya jika mereka semestinya bertindak sebagai sebuah grup misterius.

Namun, Asuna tak pernah memperhatikan itu, dan tak pernah mencoba untuk berpikir tentang itu. Dia hanya terus menimbulkan rasa sakit lebih kepada Yuuki. Saat mengingat air mata yang diteteskan Yuuki sebelum ia ter-log out dari Black Iron Palace [9], Asuna merasa hatinya sakit.

Pada saat ini, Asuna berpikir tentang sesuatu, dan ia segera melihat ke dokter.

"Lalu…dokter, apakah Yuuki memiliki kakak kandung…?"

Ditanyakan ini, dokter ini mengkerutkan dahi seperti ia dikejutkan oleh pernyataan ini, dan ragu untuk berberapa saat, sebelum menganggukan kepalanya.

"—Ini bukan tentang Yuuki-kun, jadi aku tak menyebutkan ini…ya, dia memiliki kakak kandung kembar. Ini dikarenakan operasi sesar di permulaan yang menyebabkan tragedi ini."

Dokter itu terlihat sedang mencari-cari di dalam ingatnya saat ia berbicara,

"Kakaknya bernama Aiko, dan ia berada di rumah sakit ini juga. Kedua saudara kembarnya tak begitu mirip…kakak tertuanya selalu tersenyum, diam-diam melindungi Yuuki-kun yang giat dan lincah. Oh ya…penampilanya agak menyerupai kamu…"

Mengapa menggunakan kata lampau? Asuna berbisik di dalam hatinya dan menatap kepada dokter. Dan dokter itu sepertinya mendengar suara di dalam hati Asuna sebagaimana ia menambahkan,

“Orang tua Yuuki-kun meninggal 2 tahun yang lalu, dan saudara perempuannya meninggal 1 tahun yang lalu.”

Apa yang dia pikir dia harus pahami ternyata sudah tidak berarti lagi

Di dunia itu, Asuna telah melihat banyak peristiwa orang sekarat, dan ia sendiri berada di pinggir garis kematian. Dengan demikian, dia merasa jika ia telah mengerti apa arti hidup dan mati. Dia tahu bahwa ia tak bisa merubah fakta yang terjadi di depannya walaupun ia telah bersusah payah.

Dia hanya mengetahui Yuuki untuk berberapa hari, namun setelah mengetahui masa lalunya dan kondisinya sekarang, Asuna masih tak sanggup menerima fakta ini, dan hanya bisa menyenderkan badannya pada kaca tebal di depannya. Arti dari istilah realita dan arti pentingnya tampaknya menjadi kabur, bahkan pada akhirnya menghilang sepenuhnya. Asuna menundukan kepalanya dan meletakan dahi nya ke permukaan es yang dingin.

Aku telah berusaha dengan keras, jadi apa salahnya jika aku menginnginkan sebuah kebahagiaan kecil? Asuna selalu berpikir seperti ini, yang merupakan sebab mengapa ia takut akan perubahan, tidak berani berdebat dengan yang lainnya, dan hanya bisa mencari alasan-alasan untuk menutupi sifat pengecut dan keheningannya [10].

Namun, Yuuki telah melawan penyakitnya sejak ia dilahirkan. Dia mencoba untuk menentang realita kejam ini yang mencoba mengambil segala sesuatu dari dirinya. Walau ia sudah tahu akhir[11] sudah dekat dengannya, dia masih bisa menampakkan sebuah senyuman yang indah.

Asuna menutup matanya keras dan berteriak ke Yuuki, yang sedang berjalan-jalan di dunia khusus yang jauh, dari hatinya yang dalam.

—Biarkan aku melihatmu. Sekali saja.

Saat ini, setelah mereka bertemu, mereka berdua harus melanjutkan berbicara untuk waktu yang lama. Yuuki mengatakan bahwa berberapa hal harus diselesaikan dengan cara memaksa agar party lain mengerti. Jika ia tidak bisa mengalahkan sisi kelemahannya dan dan segala permasalahannya untuk berbicara dengan Yuuki, tak perlu keduanya untuk berbicara.

Asuna akhirnya merasakan cairan hangat keluar dari kedua matanya. Dia menaruh tangan kanannya di kaca dan merabanya, seperti ia sedang mencari sesuatu sentuhan dari permukaan yang licin itu.

Pada saat ini, sebuah suara lembut terdengar.

『Jangan menangis, Asuna.』

Asuna dengan cepat menaikkan kepalanya dengan perasaan terkejut. Dia mengusap butiran air matanya di bulu matanya dan membuka matanya, menatap Yuuki yang berbaring di atas kasur. Tubuh mungil itu tak berpindah tempat, masih berbaring di sana. Mesin yang menutupi wajah Yuuki tidak berubah sama sekali. Namun, Asuna memperhatikan sebuah cahaya biru berkedip pada sebuah monitor di balik kaca. Kata-kata di balik layar berbeda dengan sebelumnya, menunjukkan kata-kata [user talking [12]].

Sword Art Online Vol 07 -223.jpeg

"Yuuki…?"

Asuna bergumam, dan lalu berbicara dengan suara bergetar yang tidak jelas,

“Yuuki?” Apa kau disana?”

Asuna langsung mendengar jawabannya. Sepertinya suara itu terdengar dari speaker yang terpasang di tembok.

『Un. Ini melalui kamera, tapi aku bisa melihat mu, Asuna. Mengagumkan…kamu melakukan seperti apa yang kamu lakukan di dalam game. Terima kasih…untuk datang menemuiku.』

"…Yuuki…A…Aku…"

Asuna ingin mengucapkan sesuatu, tetapi tak tahu apa yang harus ia ucapkan. Kecemasan yang tidak dapat di jelaskan ini membuat dada Asuna terasa tidak nyaman.

Tapi sebelum ia berbicara, suara itu keluar kembali dari atas kepala.

『Dokter, tolong izinkan Asuna untuk menggunakan ruangan sebelah.』

"Eh…"

Asuna bingung dan melihat sekeliling untuk melihat Dokter Kurahashi yang tampak serius saat dia tampak memikirkan tentang sesuatu. Namun, dia langsung memberikan senyuman sigap yang membersihkan semuanya, dan menganggukkan kepalanya sebelum ia berkata,

"Baiklah—disana ada kursi yang biasanya aku gunakan untuk mengobrol dan sebuah AmuSphere. Pintunya bisa dikunci dari dalam, namun mohon untuk tidak lebih dari 20 menit. Sesuai prosedur, aku tak akan menjelaskannya."

“A...aku mengerti.”

Asuna segera mengangguk, dan lalu melihat kembali ke gadis yang terbaring di Medicuboid. Suara Yuuki bergema kembali.

"Aplikasi ALO telah terpasang di dalamnya. Ketika kamu log in, kita akan bertemu di tempat kita pertama kali bertemu."

"Un... Aku mengerti. Tunggu sebentar, aku akan berada di sana."

Asuna berkata dengan suara yang mantap, menunduk ke Dokter Kurahashi di belakangnya, dan berputar. Dia mengambil beberapa langkah ke pintu yang jauh di dalam ruang observasi dan mengangkat tangannya di pemindai. Pintunya bergeser, dan Asuna segera masuk.

Apa yang berada dibalik pintu itu adalah ruangan yang besarnya setengah dari ruangan observasi. Disana terdapat dua kursi kulit hitam, dan sandaran kepala di kedua sisi dengan bentuk cincin seperti helm yang familiar.

Asuna buru-buru mengunci pintu, menaruh tasnya di lantai dan duduk di kursi terdekar. Dia menggunakan tombol di penyangga tangan untuk mengatur kemiringan kursinya, dan mengangkat AmuSphere-nya sebelum menggunakanya. Dia mengambil nafas dalam, menekan tombol, dan sebuah sinar putih muncul di depannya. Kesadaran Asuna telah menghilang dari dunia nyata.


Setelah terbangun sebagai seorang pengguna rapier, Asuna keluar dari ruang tidur di rumah hutan sebelum indranya terbiasa dengan dunia VR.

Dia mengepakkan sayapnya di udara untuk melayang, dan segera terbang keluar jendela tanpa menyentuh lantai. Saat ini sedang subuh di Alfheim, dan hutan lebat tertutupi oleh kabut putih.Dia berbelok di udara dan segera bergerak dengan cepat, menembus kabut putih sebagaimana ia bergerak ketika ia menembus pepohonan. Asuna menaruh tangannya dekat dengannya dan terus bergegas menuju pusat.

Dia hanya menghabiskan waktu kurang dari 3 menit untuk sampai di atas jalan utama. Lalu, Asuna terbang lurus menju pusat dari plaza dan mendarat di depan pintu transfer. Saat banyak pemain melihat Asuna dengan mata lebar, dia berbelok dan berhenti tiba-tiba. Lalu ia lompat ke gerbang teleportasi disaat ia berhenti.

"Transfer! Panareze!"

Pada saat ia meneriakkan itu, sebuah cahaya putih kebiruan segera mengalir turun seperti sebuah air terjun, mendorong Asuna ke atas.

Transfer langsung selesai. Ketika ia keluar dari gerbang teleportasi, ia berada di lantai 25 plaza sentral Panareze. Asuna menghentakkan kaki di lantai batu di kanannya dan terbang menuju langit. Saat ini, dia terbang menuju sebuah pulau di arah utara ibukota. Gadis yang terbang dengan kecepatan tinggi itu terus meninggalkan berkas pada air yang bergetar.

Dalam waktu singkat, ia melihat sebuah pohon besar. Dia merasa pertarungannya di bawah pohon itu melawan «Absolute Sword» Yuuki sudah dari waktu yang sangat lama. Pulau yang sangat dipenuhi itu bisa dibilang sunyi secara total.

Asuna melambat sebagaimana ia berputar di sekitar pohon dan bersiap untuk mendarat. Sebagaimana kabut tebal menutupi dibawah, dia tak bisa melihat daratan.

Saat ia menginjak rumput yang tertutup embun, dia mulai melihat keadaan sekitar. Barangkali cahaya hari itu tak cukup sampai Asuna hanya bisa melihat berberapa meter di depannya. Merasa gelisah, Asuna hanya bisa bergerak di sekitar pepohonan dengan cepat.

Saat ia berada setengah jalan dan sampai di sisi timur pepohonan…cahaya akhirnya muncul dari luar, menyapu embun pagi dengan segera. Asuna akhirnya menemukan orang yang ia cari melalui celah di antara kabut putih.

Punggung Yuuki menghadap Asuna, dan rambutnya yang berwarna ungu tua. Pada saat ini, Asuna hanya bisa menahan nafasnya dan melihat ini. Perempuan itu tiba-tiba melihat sekeliling dan menatap Asuna dengan mata yang berwarna seperti permata. Bibir yang berwarna terang itu memperlihatkan senyum yang lemah, seperti salju.

"—Untuk berberapa alasan, aku hanya merasa jika Asuna akan mencoba untuk mencariku di dunia nyata. Aku tak memberitahumu apapun, dan itu tidak mungkin terjadi."

Setelah mengumamkan kata-kata seperti ini, Yuuki tersenyum lagi,

"Tapi kamu masih tetap datang, Asuna. Jarang untuk firasatku menjadi kenyataan, namun aku sengat senang…"

Mereka tidak bertemu untuk hanya berberapa hari, tapi rasanya postur berdiri Yuuki memiliki sedikit perasaan yang transparan. Ini membuat Asuna merasa sesak di dada, sebagaimana ia terlihat seperti ketakutan, bertanya-tanya apakah gadis di depannya hanya sebuah ilusi, seiring ia berjalan perlahan-lahan, langkah demi langkah.

Jari Asuna akhirnya menyentuh Yuuki di pundak kirinya. Dia segera tidak bisa menahan dorongan untuk memerika suhu tubuh Yuuki saat ia diam-diam memeluknya dengan kedua tangannya.

Yuuki tidak terlihat panik sama sekali saat dia bersandar di bahu Asuna seperti rumput yang tertiup angin. Dia masih memakai baju pelindungnya tetapi tubuh Yuuki tetap memberikan kehangatan yang cukup membuat hati seseorang tergerak. Perasaan ini lebih dari nilai yang impuls elektronik dapat tentukan. Asuna menghela nafas dan menutup matanya

“…Ketika nee-chan memelukku, wanginya seperti ini juga. Itu adalah wangi dari matahari.”

Yuuki, yang beristirahat di tubuh Asuna, bergumam.

Pada saat ini, Asuna akhirnya mengucapkan kata pertamanya dari bibir yang bergetar itu.

“Aiko...? Saudara mu bermain VRMMOs juga?”

"Un. Rumah sakit ini memperbolehkan orang-orang menggunakan AmuSphere di ruangan biasa. Nee-chan merupakan pemimpin pertama Sleeping Knights. Dia lebih kuat daripada aku…"

Asuna merasakan dahi Yuuki bersandar keras di bahunya, dan dia mengangkat tangan kanannya untuk membelai rambut halus dari kurcaci hitam itu. Yuuki terdiam untuk sesaat, namun segera rileks, dan kemudian melanjutkan,

"Awalnya, ada 9 anggota Sleeping Knights, tapi termasuk Nee-chan, 3 orang telah hilang…lalu aku berdiskusi dengan Shiune dan yang lainnya untuk membubarkan guild ketika ada orang yang hilang lagi. Sebelumnya, kami ingin membuat suatu kenangan indah bersama…untuk berbincang tentang sebuah pertualangan yang kami harap dapat membuat Nee-chan bangga…"

"…"

"Tempat yang kita temu adalah sebuah jaringan medis bernama «Serene Garden», sebuah rumah sakit virtual. Walau ketika penyakit kita berbeda, dalam arti luas, kita adalah orang yang berada dalam keadaan yang sama. Kami dapat berbincang dengan yang lainnya di dunia VR, bermain games, dan menikmati hidup senikmat mungkin sampai akhir…ini adalah maksud di balik operasi ini."

Setelah mendengar kata-kata Dokter Kurahashi saat dia masuk ke rumah sakit, hati Asuna merasa jika Sleeping Knights, termasuk Yuuki, bisa menjadi kuat, giat dan tenang karena mereka berada di satu perahu <ref=”perahu”>yang dimaksud mungkin “satu tanggungan” atau “satu penderitaan” ataupun “satu kondisi”</ref>.

Meskipun dia telah mempunyai pikiran semacam itu, kata-kata Yuuki tetap membani pikiran Asuna. Seyum keceriaan Shiune, Jun, Tecchi, Nori, dan Taruken terlintas di pikirannya.

"Maaf untuk tidak memberitahumu yang sebenarnya, Asuna.Alasan mengapa Sleeping Knights dibubarkan di musim semi bukanlah karena semuanya mulai sibuk dan tak mau bermain games, tetapi kami berdua sudah dinyatakan untuk tidak dapat bertahan hidup sampai Maret lalu. Jadi... itu sebabnya kami berharap dapat menciptakan kenangan terakhir kami di dunia yang indah itu. Kami ingin meninggalkan bukti bahwa kami pernah berada di sini”

Suara Yuuki terdengar bergetar. Namun, Asuna hanya bisa mengerahkan kekuatan sedikit lebih ke dalam pelukannya Yuuki.

"Namun, serangan kami tidak sukses...semuanya mendiskusikan itu dan memutuskan untuk mencari seseorang untuk membantu . Sesungguhnya, beberapa dari kita sebenarnya keberatan untuk itu. Setelah orang itu tahu masalah kita, kita akan terganggu, dan akan ada kenangan buruk yang tertinggal. Akhirnya, ini benar-benar terjadi…maaf…aku sangat meminta maaf Asuna. Jika mungkin…mohon lupakan tentang kita…"

“Apa yang bisa aku lakukan?”

Setelah menjawab, Asuna memalingkan wajahnya ke Yuuki

"Aku tak pernah merasa terganggu, dan aku tidak pernah berpikir bahwa itu adalah mimpi buruk. dapat bertemu kalian, dapat membantu kalian mengalahkan boss, aku sangat senang. Dan sekarang aku ingin bergabung dengan Sleeping Knights!"

"…Ahh…"

Yuuki bernafas dan tubuhnya tersentak untuk sementara.

“Aku sangat senang bisa untuk datang ke dunia ini dan bertemu Asuna... kata-kata darimu itu sudah cukup. Aku senang sekarang... Aku tidak menyesal...”

"…"

Asuna menaruh kedua tangannya di pundak Yuuki dan pelan-pelan pergi menjauh sambil menatap mata yang berkaca-kaca itu.

Kau masih punya banyak hal yang belum kau lakukan bukan? Ada banyak tempat di Alfheim yang belum kau kunjungi…termasuk dunia VR yang lain, dunia ini bisa dibilang tidak terbatas. Itu sebabnya kau tidak bisa bilang bahwa kau sudah puas...”

Asuna dengan cemas memberi tahu Yuuki, tapi dia hanya menunjukan ekspresi tertekan saat ia melihat tempat lain, dan kemudian tersenyum.

”Selama tiga tahun ini, kita telah melalui bermacam-macam pertualangan, di segala macam dunia. Aku berharap bahwa halaman terakhir dalam hidup aku akan menjadi kenangan yang dibuat bersama-sama dengan Asuna.”

“Tetapi... kau mempunyai banyak hal yang belum kau selesaikan dan tempat yang belum kau kunjungi, benar?”

Dia merasa jika ia setuju dengan apa yang Yuuki katakan, gadis yang ada di depannya ini akan mengilang dibalik kabut putih ini. Dengan demikian, Asuna panik berusaha meyakinkannya. Pada saat ini, Yuuki memalingkan matanya yang tengah melihat Asuna, dan menunjukan senyum nakal yang dia tunjukan beberapa kali dalam serangan mereka dengan boss.

”Ya...jika memungkinkan, aku ingin melihat sekolah."

“Se...sekolah?”

"Aku kadang-kadang pergi ke sekolah di dunia khayalan, tetapi aku selalu merasa terlalu damai, indah, dan formal. Aku ingin kembali ke sekolah nyata, dimana aku belajar."

Dia berkedip, dan tersenyum, sebelum mengerinyit kembali secara malu.

“Maaf, aku tahu ini tidak mungkin. Aku berterima kasih atas pemikiranmu, Asuna, tetapi aku benar-benar senang.

“Mungkin kau dapat benar-benar pergi.”

”Ha?”

Yuuki terus berkedip dan menatap Asuna dengan serius. Asuna tetap memanggil beberapa kenangan dalam pikirannya dan berbicara lagi,

“Mungkin kau benar-benar dapat pergi ke sekolah”


Catatan Penerjemah dan Referensi[edit]

  1. Reverse Transcriptase Inhibitors, obat untuk HIV/AIDS
  2. CD4 Glycoprotein yang ditemukan di sistem imun tubuh, merupakan bagian dari leukosit (sel darah putih)
  3. Infeksi Oportunistik
  4. Radang Paru-paru, dimana alveolus yang berfungsi sebagai tempat pertukaran udara terisi oleh suatu cairan. Hati-hati bagi yang senang merokok
  5. Oral Candidiasis, agak menjijikan salah satu jenis genus jamur yang berasal dari ragi, bisa tumbuh disekitar saluran pernafasan maupun pencernaan, menyebabkan bau mulut.
  6. Quality of Life — Kualitas Hidup
  7. Sitomegalovirus, Cytomegalovirus, yang dapat menyebabkan cacar air
  8. NTM, Mycobacteia, adalah Mycobacteri yang tidak menyebabkan turbekolosis. Mycobacteria sendiri adalah virus yang menyebabkan berberapa penyakit pada mamalia
  9. Istana Besi Hitam
  10. teks asli = silence, kalo saya pakai “kediamannya” takutnya malah jadi ambigu…
  11. kematian
  12. Pengguna sedang Berbicara”