High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 15 Yuuto 1

From Baka-Tsuki
Revision as of 11:54, 13 July 2015 by Ravelive (talk | contribs)
Jump to: navigation, search

Episode Yuuto 1

Ada hujan salju yang turun dengan tebal diluar–.


Aku, Kiba Yuuto, saat ini sedang didalam wilayah Vampir, Fraksi Tepes, berlokasi dipedalaman Romania bersama dengan tuanku, Rias Gremory.


Ini adalah kastil dari Keluarga Vladi. Kita dibawa kedalam kamar di ruang kediaman yang terdapat pada kastil. Pemandangan yang bisa aku lihat dari jendela adalah salju putih dan kota kastil.


–Kau bisa katan kalau ini adalah kampung halaman Gasper-kun.


Kota itu diselimuti oleh kabut; akan tetapi, itu berhenti tepat sesaat salju mulai turun.


Tentu saja. Kabut tebal itu digunakan untuk menghalangi sinar matahari, dan itu adalah sesuatu yang dilakukan oleh Vampir. Tidak dibutuhkan adanya kabut jika cuaca dimana mulai berkabut.


Secara pribadi, Aku tidak menyukai kabut itu dengan sifat berlendir. Aku merasa tidak sehat sejak kalau dipikir Aku mendapati setiap pergerakanku diamati oleh mereka.


Tanpa diduga, sepertinya Azazel-sensei juga akan mengeluh tentang kabut itu. Pastinya ada kabut juga yang menyelimuti kota di sebelah sana.


Kita diijinkan memasuki kastil yang merupakan markas dari Keluarga Vladi saat itu juga. Buchou yang telah kesampaian melakukan pertemuan dengan ayah Gasper-kun telah diijinkan untuk tinggal disini sementara setelah melakukan pembicaraan dengannya.


Ini berarti ada sesuatu yang masih Buchou inginkan untuk diketahui. Jadi sepertinya Keluarga Vladi tidak dapat memintanya untuk segera pergi dengan mudah…..


Sekarang bersalju; akan tetapi, Aku bisa melihat bangunan raksasa di kejauhan. Ya, itu adalah kasti Keluarga Tepes yang menjadi awal dari fraksi Tepes yang juga merupaka leluhur mereka. itu lebih besar daripada kastil yang dimiliki oleh Keluarga Vladi ini.


Untuk seorang Vampir, darah-murni akan dapat tinggal didalam wilayah asalnya. Untuk alasan itu, ada kastil dan rumah mewah didalam kota kastil itu yang merupakan milik bangsawan. Ini pasti merupakan pemandangan yang sama yang terdapat di kota fraksi Carmilla.


Aku dengar ada dari mereka yang berdarah-murni tapi hidup tempat yang lebih dalam. Aku dengar Vampir darah-murni yang seperti adalah menyedihkan dimana mereka tidak dapat menyesuaikan dengan masyarakat Vampir sekarang ini…..


Tak bisa diduga, mungkin Vampir seperti itu lebih bisa hidup bersama dengan kita. Kebangsawanan darah-murni adalah sesuatu yang hanya para darah-murni bisa hargai.


Kemudian pintu kamar terketuk.


[Yuuto, bolehkah Aku masuk?]


Itu Buchou. Ketika Aku menjawab “Ya”, tuanku masuk kedalam seakan dia merasa bosan.


Ini pastinya benar kalau dia bosan. Bagaimanapun juga, pembicaraannya terhenti ditengah-tengah.


Aspek didalam kastil berubah hanya dalam beberapa hari lalu. Itu adalah sesuatu yang tidak bisa kau katakan hanya dengan melihat dan dari atmosfer mereka; akan tetapi, dengan sekilas perubahan yang diberikan oleh mereka yang tinggal disini, kita meyakinkan sesuatu sedang terjadi. Bahkan kepala Keluarga Vladi saat ini, ayah Gasper-kun, yang sedang mendengarkan pendapat buchou tiba-tiba menunda dan pergi ke kastil Keluarga Tepes.


Akan tetapi, sejak kami tinggal dan pertemuannya telah diperpanjang diaa dia masih ingin berbicara, kita memiliki banyak sekali waktu dimana kita tidak dapat melakukan apa-apa. Satu-satunya hal yang Buchou bisa lakukan adalah pergi diantara kamarku dan kamarnya yang telah dipersiapkan untuknya. Hal selain itu pada dasarnya adalah dilarang.


Buchou juga melihat keluar jendela.


“Bagaimana jika kau menghubungi Ise-kun?”


Tuanku menghela nafas pada saranku.


“Aku yakin dia sedang disekolah saat ini, jadi Aku tidak bisa menghubunginya dengan mudah seperti itu. Juga menghubunginya tanpa membuat suatu kemjuan sepertinya akan membuatnya khawatir jika aku menghubunginya…..”


Itu mungkin saja terjadi. Ini Ise-kun yang kita bicarakan. Jika dia mendapati Buchou tinggal di Keluarga Vladi tanpa membuat kemajuan apapun, itu sepertinya dia akan menganggapnya sebagai “Apakah kau dikurung!?”.


Sebenarnya adalah kita ini dalam kondisi dimana kita sedang dikurung, jadi ini kayaknya kita tidak perlu membuatnya merasa khawatir terhadap hal yang tidak perlu.


Buchou yang sedang melihat ke pemandangan diluar bergumam.


“…..Ini sungguh membawa kembali kenanganku. Di hari itu ketika sedang turun salju seperti ini juga.”


Buchou mengatakan itu. Oh, maksudmu tentang itu.


“Aku juga berpikir hal yang sama. Ini pasti karena tempat ini dekat dengan tempat itu daripada Jepang.”


Aku bertemu Buchou pada suatu hari ketika sedang turun salju seperti ini–.